Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Asalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:03 alamin. Wasalatu wasalamu ala sayyidina 0:05 Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain. 0:09 Rabbi zidni ilma Allahumfani bima 0:11 alamtani waimni ma yangfoni warzuqni 0:14 ilman yakfoni. Dimanjarkan dari Jalan 0:17 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:20 Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:22 Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:26 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 0:27 Subhanahu wa taala. Apa kabar Anda di 0:29 sore hari ini? Senang sekali saya Angga 0:31 Aminudin ditemani oleh Yusuf Sumangkit 0:35 di meja operator. Ada Neza di kameramen. 0:38 Kami hadir dalam acara tausiah sore 0:39 edisi hari Kamis. Kita sudah masuki hari 0:42 yang ke-24 di bulan September 0:46 2026. 0:48 Dan tausiah sore edisi hari Kamis kita 0:50 akan mendengarkan nasihat dan juga 0:51 tausiah dari guru kita yang 0:53 alhamdulillah ikhwan akhwat beliau sudah 0:56 hadir di studio Rasil Ustaz Zain Alhadi. 1:00 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02 wabarakatuh Pak Ustaz. 1:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04 wabarakatuh. 1:05 Bagaimana Pak Ustaz keadaannya hari ini? 1:07 Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah, Pak 1:09 Ustaz ya bisa kembali ke studio kembali 1:13 bersua ini dengan pendengar melalui 1:15 udara dan juga melalui siaran YouTube 1:18 ya. Jadi Anda bisa menyaksikan kami. 1:20 Ikhwan akhwat. Ee di kesempatan sore 1:24 hari ini Ustaz Zain akan mengangkat 1:27 tausiah dengan topik Allahu Ahad. 1:31 [berdehem] Nah, Allah Maha Esa. Saya 1:34 jadi teringat sahabat Bilal bin Rabah 1:37 ini, Pak Ustaz. Iya. 1:38 Yang dia beliau katakan tuh ahad. Ahad 1:41 itu lagi disiksa itu, Ustaz. Nyat ahad. 1:42 Ahad. 1:43 Masyaallah. Ya. Dibentang ya. 1:45 Iya. Itu e apa yang bisa ngebentuk itu, 1:48 Pak Ustaz? Udah yakin banget ya Allah 1:49 kan 1:50 walaupun disiksa bahkan hampir dibunuh 1:53 kan. 1:53 Iya. Keyakinan itulah tauhidnya murni 1:56 yang itu dan seperti itu. 1:59 Dia rela korban rela apa karena Allah. 2:01 Ini kalau sekarang kan kita belum tentu 2:03 terus ditodong. [tertawa] 2:05 Itu memang berat kalau tanpa cinta. Nah, 2:07 itu ya 2:08 kan di surat Albaqarah 165. 2:10 Heeh. 2:10 Adapun orang beriman sangat berat 2:12 cintanya kepada Allah. 2:13 Iya. 2:14 Nah, syirik itu apa? Mencintai selain 2:16 Allah lebih tinggi. Di situ kita suka 2:18 sarap paham. Dari mana tuh syirik? 2:20 Iya. di Quran disebut di Albukasun 2:23 syirik itu orang yang lebih kepada lain, 2:26 lebih cinta kepada manusia, lebih cinta 2:29 kepada lainlah hartanya itu. Jadi kalau 2:31 dia sudah tauhid murni lailahaillallah 2:34 tidak ada yang paling dicintai selain 2:36 Allah dan seterusnya. 2:37 Hm. 2:37 Nah, kita ingin mengarahkan umat kita ke 2:39 situ. 2:40 Nah, 2:40 jangan karena mazhab atau karena partai 2:43 bermusuhan kan sudah salah. Illallah. 2:46 Apa arti illallah? 2:48 Pengecualian. 2:49 Iya. 2:50 Lailah umum pengecualiannya apa? 2:53 Illallah. 2:54 Illallah. 2:54 Hanya Allah. 2:55 Jadi enggak ada yang lain. Jadi 2:57 lailahaillallah itu bongkar. 2:59 He keyakinan dari kepala dari mana? 3:01 Buang. He. 3:02 Masukin satu saja cinta. Allah. 3:04 Allah. 3:05 Itu siapa tadi? 3:07 Bilal. Bilal. Bilal. 3:08 Sahabat Bilal. 3:09 Masyaallah. Allah Maha Esa. Allahu ahad. 3:13 Nah, Iman. Mari kita simak penjelasannya 3:16 dari Ustaz Zain Alhadi. Silakan, Pak 3:18 Ustaz. 3:18 Baik, terima kasih. 3:20 Bismillahirrahmanirrahim. 3:22 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu 3:26 wassalamu ala sayyidina Muhammadin 3:28 asrofil mursalin wa ala alihi wasohbihi 3:31 waman tabiahum bihsan ila yaumiddin. 3:34 Asalamualaikum warahmatullahi taala 3:38 wabarakatuh. 3:41 Pendengar semua, ikhwan akhwat semua 3:43 yang disayang Allah, 3:45 kita 3:47 bersama membahas 3:50 satu keyakinan yang paling penting. 3:54 Penentu 3:56 beriman atau tidak. Ini penentunya di 3:58 sini. Allahu ahad. 4:02 Allah 4:04 yang esa. 4:06 Kalau ahad memang artinya esa. Kalau 4:09 wahid satu. 4:12 Kenapa beda antara esa dan satu? 4:15 Kalau esa itu ahad itu wahid. Terus 4:18 segalanya wahid, segalanya satu. 4:22 Meyakini Tuhan satu. Yang bersifat 4:25 seperti sifat-sifat Tuhan hanya satu. 4:27 Hanya Dia saja pencipta. Tidak ada 4:30 pencipta. 4:31 Selain Allah. Manusia ramai-ramai 4:34 sedunia kumpul bikin apa? Bikin gadam 4:37 sebutir tanpa bahan. 4:38 Tidak bisa. 4:41 Ahad. Pencipta ahad. Sat Allah saja. 4:44 Pembuat makanan Allah saja. Ahad. Jadi 4:48 segalanya serba satu. Ahad. Tidak ada 4:52 yang bisa bikin berasa butir. Hanya 4:55 Allah ahad. Dia satu-satunya. Dia 4:58 pencipta satu-satunya. manusia mengolah, 5:02 membentuk, menggoreng, merebus. Nah, itu 5:06 hanya itu. Tapi membuat dari 5:09 tidak ada menjadi ada illallah. Hanya 5:12 Allah ahad satu-satunya yang bisa dia 5:14 doang gitu. Bahasa bahasa hanya dia yang 5:18 bisa membuat apapun dari tidak ada 5:21 menjadi ada. 5:23 Ya, dia bikin matahari, bikin gunung. 5:26 Bahan bakunya dari mana? 5:28 Dia bikin tambah bahan langsung bikin 5:30 bahan langsung bikin jadi 5:33 lailahaillallah. Tiada yang bisa seperti 5:35 itu. Hanya Allah ahad dia satu-satunya 5:39 pencipta 5:41 diri kita. Allah ahad 5:44 pemberi makanan. Pencipta makanannya 5:46 buat kita. Allah ahad. 5:50 Apalagi membuat minum-minuman sampai 5:53 juga air di buah-buahan. Allahu ahad. 5:57 air di kelapa, air di jeruk, 6:00 di air dibikin macam-macam. Tidak bisa 6:04 kita hitung berapa apa ee juta air yang 6:09 ada di buah dari kelapa sampai air 6:11 jeruk, lain-lainnya. Ah, buatnya gimana? 6:15 Pakai bahan ada resep tidak? 6:20 Illallah hanya Allah yang bisa bawat 6:21 seperti itu. Illallah hanya Allah. Maka 6:25 dari itu, 6:27 tidak ada yang paling kucintai selain 6:29 Allah. 6:31 Tidak ada yang paling kukagumi selain 6:34 Allah. 6:37 Tidak ada yang kutakuti selain Allah. 6:41 Tidak ada yang ku tempat menumpuh harap 6:44 selain Allah. Lailahaillallah. 6:50 Allah yang maha esa. Ini iman ya. Pokok. 6:55 penentu segala perbuatan kita di iman 6:57 ini. Jadi harus dipelihara, diperbesar, 7:02 itu iman disucikan sesuci-sucinya. 7:06 Lawan iman itu kan syirik. Nah, syirik 7:09 itu jangan sembarangan. Ini syirik, itu 7:12 syirik. Yang menentukan syirik itu 7:14 Allah, bukan manusia. 7:17 Allah. Ada. Ada enggak ajaran-ajaran 7:20 dari Allah yang syirik tuh begini 7:21 begini? Ada. 7:23 [mendengus] 7:23 Surat Albaqarah hafalin semua ini 7:25 Albaqarah 165 7:27 kalau sudah ada ayat Quran sam jangan 7:30 didebat lagi. 7:33 Syukur kita semua apa syirik. Nah, ini 7:35 kita sama-sama tahu sekarang. Albaqarah 7:38 165. 7:40 Waminanasi man yattakid min dunillahi 7:43 anda. Dan ada di antara manusia yang 7:47 menyaingi Allah. Menyaingi Allah. Iya. 7:50 Dia bikin tuhan-tuhanan. 7:53 Diapain tuhan-tuhanan itu menjadi 7:56 syirik? 7:58 Dicintainya sama seperti mencintai 8:00 Allah. Sama aja. Enggak Tuhan enggak mau 8:02 apalagi lebih lebih mencintai harta, 8:05 lebih mencintai pangkat, lebih mencintai 8:07 kedudukan. 8:09 Allah nomor dua atau sama saja sudah 8:11 syirik. Ayatnya gimana? Waminanasi man 8:15 yattakid min dunillahi andadan. Di 8:17 antara manusia ada yang membuat 8:19 tuhan-tuhanan palsu saingan Allah. 8:22 Yuhibunahumillah. Dicintainya 8:24 tuhan-tuhanan itu seperti dia mencintai 8:26 Allah. bayangin apalagi lebih lebih 8:30 mencintai harta, lebih mencintai pakar, 8:32 lebih mencintai segalanya daripada 8:34 Allah. Di situ syirik bukan ziarah 8:37 kubur. Nginap di kuburan boleh. 8:41 Kita enggak enggak itu suka enggak pakai 8:43 akal. Coba pakai akal juga dong memahami 8:45 tauhid. Kuburan itu sudah enggak bisa 8:47 ngapa-ngapain. Kok bisa dicyirikin? Mana 8:50 ada orang cinta sama mayat. Enggak ada. 8:54 Orang cinta sama orang hidup mengharap 8:56 sama orang hidup banyak disembah-sembah 8:59 cium apapanya semua untuk mendapatkan 9:01 uang atau mendapatkan pangkat 9:04 dituhankan 9:07 orang yang dia butuhkan itu di situ 9:09 syirik. Tolong hati-hati Bapak Ibu 9:13 jangan sembarangan manusia tidak punya 9:15 hak menentukan yang mana yang syirik 9:16 mana yang tidak. Allah yang tahu. Allah 9:18 sudah kasih gambaran jelas banget ini. 9:21 Mencintainya seperti mencintai Allah. 9:24 Mencintai mencintai sudah. Kalau 9:25 mencintai menghamba 9:29 kita menghamba kepada Allah kita 9:31 menjadikan Allah paling kita cintai. 9:33 Sujud mau rukuk mau taruh kepala di 9:36 tanah mau. 9:38 Mau enggak di dahi nih? Di tanah di 9:42 depan siapa gitu? Enggak boleh 9:44 menghinakan diri kepada selain Allah. 9:46 Diri ini milik Allah yang bikin, Allah 9:48 yang kasih makan. Allah bukan bos. Allah 9:51 yang kasih makan. Bos dikasih makan sama 9:53 Allah juga. 9:55 Nah di situ iman begitu murni 9:59 tidak dicampuri. Cinta tidak 10:03 kepada Allah dulu. Nomor segalanya Allah 10:06 paling dicintai, paling di apa tuh? 10:09 Diharapkan, 10:11 paling dijaga 10:13 sopan pada Allah. 10:15 Cuci wudu dulu mau ketemu pakaian 10:18 bersih, pakai sarung bersih, pakai 10:21 celana bersih. 10:24 Bersih 10:26 pakaian jalan ke kerja ke mana-mana 10:29 dibuka. Kenapa ustaz bersih kok? Iya 10:32 menurut kita bersih. Tapi kalau kita 10:33 datang ke kamar mandi ke mana ada 10:35 cepret-cepretan situ kan kena najis 10:38 juga. 10:41 Jadi bawalah di mobil apa di tas tuh. 10:45 Saat apa saja adalah untuk salat yang 10:47 suci 10:49 dan enggak dipakai ke kamar mandi, 10:50 enggak dipakai macam-macam 10:54 menjaga. Kenapa? Karena cinta kepada 10:56 Allah. Enggak mau menghadap kepadanya 10:58 kotor. Enggak mau. Paling dicintai, 11:01 paling dikagumi, paling dimuliakan, 11:04 paling dibesarkan. Allah, Allah, Allah. 11:09 Wajar dong menghamba kepada Allah, 11:12 mengharap kepada Allah. Wajar. Dia yang 11:14 maha kuasa kok. Dia satu-satunya yang 11:16 mengatur alam ini. Mencipta, mengatur 11:19 sampai sekarang gerak alam itu menurut 11:22 kehendak Allah. Banjir kah, gempa kah, 11:26 semua itu Allah mengizinkan. 11:30 Kita aja bergerak juga digerakkan oleh 11:32 Allah. Direstui artinya paling tidak 11:34 direstui sama Allah. 11:37 Aduh, Allahnya ya Allah ada di dalam 11:39 diri kita kok. 11:42 Saya bicara ini karena ada izin Allah 11:45 di lidah saya, di seluruh titik-titik 11:49 badan kita itu, 11:51 seluruh titik badan kita itu ada tiupan 11:54 roh Allah. Wfaftu min ruhi. 11:58 Kita ini tengkorak dihidupkan oleh 12:00 tiupan ruh Allah. Kalau tiupan ruh Allah 12:03 itu dicabut, kita kembali jadi 12:06 tengkorak. Tapi yang kita dari roh Allah 12:09 itu tadi, dari tiupan roh Allah pindah 12:12 ke alam barzakh hidup belum dikasih 12:15 badan juga belum. Nanti ada saatnya 12:17 dikasih badan baru di sana. 12:20 Badan yang ini gak pakai di akhirat. 12:22 Badan ini untuk di dunia saja. 12:25 Sudah selesai tugasnya. Ah roh tiupan 12:28 Allah keluar dipindahkan ke alam 12:31 barzakh. 12:33 Bangkai kita dipendam di tanah. 12:37 Bangkai siapapun, raja, presiden, ustaz 12:39 juga dibuang di tanah pendam. 12:45 Tuhan yang maha esa menugaskan beberapa 12:47 rasul sebagai utusan ke mana? Ke seluruh 12:51 manusia. 12:53 Di apa tugas para rasul itu? Pertama, 12:57 mengenalkan Allah. Adanya Allah. 13:01 Mengenalkan Allah. Sifatnya gimana? 13:03 Rahmanahim. Maha kuasa. La haula wala 13:07 quwwata illa billah. Tidak ada yang 13:09 kuat, tidak ada yang super power abadi. 13:11 Selain Allah tidak ada. Semua mati akan 13:13 mati. 13:15 Itu sudah dikasih tahu. Rasul-rasul 13:18 memberitahu itu. Tapi Rasul memberitahu 13:20 sesuai kondisi setempat. Maka itu ada 13:24 beberapa kitab suci sesuai dengan 13:27 zamannya masing-masing. 13:29 Misalnya kitab Nabi Musa itu agak keras. 13:34 Baku keras sekali 13:37 tuh. Cungkir matamu, cungkil lagi, 13:40 dicopotin gigimu, copotin lagi giginya. 13:43 Itu di zaman Nabi Musa keras. Kemudian 13:46 datang Nabi Isa. Sebaliknya kasih 13:50 sayang. 13:51 Tampar pipi kanan, minta lagi pipi kiri. 13:54 Bukan marah malah minta lagi. Ya, 13:56 seperti itu kasih sayang semua. 14:00 Jadi itu sekarang masih ada antara yang 14:04 terkeras sekali, yang lembut sekali ini 14:06 datang di tengah-tengahnya 14:09 itu Islam. 14:12 Jadi apa yang ada di Injil, di Zabur, 14:16 Taurat sudah di ada di Quran semua. Jadi 14:20 kalau kita ngamalkan Quran sudah 14:22 ngamalkan Injil, zabur Taurat. 14:24 Ada ayat dari yang Nabi Nabi Musa tu 14:28 ada dari Nabi Isa banyak mengenai kasih 14:31 sayang. Nabi Musa banyak penegakan 14:34 hukum. 14:37 Jadi semua dari Allah tapi waktunya 14:39 berbeda, zamannya berbeda. Disesuaikan 14:42 dengan keadaan waktu itu. 14:46 Makanya dibuat sezaman saja. 14:49 Tidak mungkin dibuat untuk selamanya. 14:52 Ajaran Nabi Isa mau di 14:55 di apa? Diamalkan sekarang. Bila 14:58 ditampar pipi kanan minta lagi pipi 14:59 kiri. Mau enggak? Ada yang mau sekarang? 15:02 Pada waktu itu mungkin. Jadi bukan salah 15:07 waktunya. Jadi kitab-kitab lain, agama 15:09 lain itu semua dari Allah benar. Tapi 15:12 masa berlakunya saat itu. Loh, kalau 15:15 gitu Islam kok untuk seluruh manusia ya. 15:19 Jelaslah rasional banget itu. Kenapa? 15:22 Karena di zaman Allah sudah tahu pada 15:25 zaman Muhammad, Nabi Muhammad ini akan 15:28 ada globalisasi. 15:31 Seluruh dunia menjadi seperti satu. 15:34 Sudah maju komunikasi, transportasi 15:38 tidak lagi terpisah. Budaya pun sedunia 15:41 jadi sama. Betul. globalisasi 15:44 yang apa itu koyakkan celananya di lutut 15:47 itu kan koyak di Amerika di Eropa besok 15:50 di sini kan sudah koyak-koyak celana 15:53 juga h 15:54 budayanya sudah menjadi hampir sama 15:57 makanan sudah sama makanan kita 15:59 digaduh-gaduh ada di sana sekarang 16:02 ayam goreng siapa namanya itu 16:08 sudah ada di sini ayam goreng Amerika 16:09 ayam gorengah jadi sudah menjadi satu. 16:12 Kalau sudah menjadi satu budaya sama, 16:14 agamanya cukup satu buat semua 16:18 di situ masalahnya. Dan itu tidak dan 16:20 itu tepat sekali. Benar. 16:25 Kalau semuanya bersatu dalam agama yang 16:27 satu, satu paham ya selesai itu. Tapi 16:31 ini mungkin sekedar untuk pengetahuan. 16:34 Jadi agama yang dibawa oleh nabi nabi 16:37 sebelumnya itu sesuai untuk masa itu. 16:43 Kalau Al-Qur'an kenapa untuk semua? Ya 16:45 sudah di akhir sudah global untuk 16:47 apalagi ada dua cukup satu berlaku untuk 16:50 sedunia. 16:53 Jadi bukan berarti paham yang dahulu 16:55 agama Nabi Musa, Isa semua salah. Benar 16:59 untuk waktu itu. Jadi gak usah ribut 17:01 kita. 17:11 Bismillahirrahmanirrahim. 17:13 [berdehem] 17:15 Jadi setelah rasul-rasul menyampaikan 17:18 bahwa pencipta dunia pencipta segala 17:20 yang adalah namanya Allah dan dia ada 17:24 tanpa diadakan. 17:27 Karena apa? Tanpa diadakan dia yang 17:29 mengadakan segala-gala. masa dia 17:31 diadakan lagi ya enggak mungkinlah 17:35 dia yang mengadakan segalanya dia 17:38 sendiri tidak diadakan mesti ada yang 17:40 mengadakan tanpa diadakan 17:43 biangnya 17:44 kalau benda kita sebut biang ini Allah 17:47 pencipta wal awwalu dia yang tidak 17:50 berawal tidak dilahirk 17:54 berawal adanya sudah ada harus ada harus 17:58 ada yang ada baru bisa mengatakan segar 18:00 segala yang ada. 18:03 Nah, yang mengadakan segala yang ada 18:05 pertama kali dia yang tanpa diadakan. 18:08 Ada tanpa diadakan. Oleh karena itu, dia 18:11 bisa mengadakan. 18:13 Yang diadakan dan dilahirkan tidak bisa 18:16 mengadakan sesuatu dari tidak ada 18:17 menjadi ada. Mengadop yang sudah ada 18:20 bisa. 18:23 Bikin proyek, bikin bangunan semua bahan 18:25 bakunya ada. Diadakan sudah ada. Nah, 18:28 ketika Allah bikin langit, bikin bumi, 18:30 bikin segala, bahan bakunya dari mana? 18:33 Tidak ada. Allah yang membuat itu 18:35 segalanya. 18:37 Dia bikin bumi sekalian bikin bahan 18:39 bakunya. Ada apa ini? Ah, bahan bumi. 18:42 Lihat aja apa isi bumi. Ada nekel ya, 18:46 ada emas, ada perak, ada besi. Nah, 18:50 tanya lagi Allah bikinnya bahannya 18:53 bersih itu apa? Nah, semua itu buat 18:56 Allah itu semua sudah kun fayakun. 19:00 Kita enggak tanya Tuhan bikin bahan baku 19:02 buat kita tuh apa saja ada. 19:06 Maka itu dikirim Rasul. 19:09 Nah, kita bisa enggak memahami tentang 19:11 keimanan ini dengan logika? Pasti harus 19:14 dengan logika. Tidak bisa mengenal Islam 19:16 tanpa logika. 19:18 Bisa sesat. Kenapa? Karena yang pencipta 19:21 akal, pencipta manusia, pencipta segala 19:24 yang ada satu Allah saja. Jadi tidak 19:26 mungkin bertentangan. 19:28 Semua ciptaan Allah tuh logis, rasional. 19:32 Semua ajaran agamanya tuh yang dari 19:34 zaman Nabi Isa, Musa sampai Islam 19:35 rasional. Hanya ada yang rasional, 19:38 temporer pada waktu itu rasional. 19:41 Ya kan? 19:44 Maka itu dikirim ada rasul lagi. Rasul 19:46 lagi. Karena budaya berkembang, akal 19:49 berkembang. Kalau yang lama terus 19:51 diidarkan sampai sekarang kan banyak 19:52 yang tidak rasional. Bagaimana mau 19:55 ditampar pipi kanan minta lagi pipi kiri 19:57 kan sudah lain alamnya sekarang pada 20:00 waktu itu iya kesucian. 20:03 [mendengus] Kesucian merendah hati 20:06 menyayangi orang lain seperti diri 20:08 sendiri. Pada zaman Nabi Isa begitu pada 20:11 Nabi Musa keras 20:14 Nabi Muhammad kan Muhammad kalau kamu 20:16 diganggu tuntut jangan bertindak sendiri 20:19 ada hukum tuntut cari keadilan tapi 20:23 kalau kamu memaafkan lebih baik 20:28 tapi tidak boleh bertindak sendiri 20:30 mengadili sendiri itu gak bisa kamu 20:32 kafir kamu murtad enggak ada itu. 20:37 itu Allah yang menentukan. Karena iman 20:39 itu di hati. Ada orang dikira jahat 20:42 padahal baik. Ada yang nampak baik 20:44 padahal jahat. Allah yang tahin hati 20:48 orang. 20:51 Baik buat kita sekarang yang penting 20:53 pemahaman 20:55 surah al-Ikhlas. Dinamakan ikhlas. 20:57 Kenapa? Karena sudah ahad iman pada 20:59 Allah. Benar. Itu sudah mukhlis. 21:02 Mukhlis itu bagaimana? semata-mata 21:04 karena Allah untuk W bagi Allah itu 21:06 ikhlas 21:08 karena Tuhan yang satu. Jadi niatnya 21:10 satu dakwah niatnya ke mana? Cari rida 21:14 Allah wajib menurut Allah. Wajib. 21:19 Ngajak ke mana? Ngajak kepada Allah. 21:21 Enggak disuruh ngajak ke partai, tidak 21:23 disuruh ngajak ke mazhab. Mazhab itu 21:25 bidah. Itu gak ada dulu mazhab-mazhab 21:29 itu. Tapi boleh kan belajar kok. Boleh 21:33 belajar ke Imam Syafi'i, Maliki, Ahmad, 21:35 semua bisa silakan, enggak ada masalah. 21:39 Tapi jangan dijadikan agama. Saudara 21:41 yang bermazhab lain musuh. Ada kebencian 21:45 tanam situ 21:47 masing-masing membesarkan pahamnya. 21:51 Sudah tidak ingat lagi kepadaku. Allahu 21:53 ahad. 21:59 Yang mesti dicintai Islamnya yang 22:02 disebar Islamnya mengajak kepada Allah. 22:06 Dakwah ilallah tu mandaa ilallah. 22:11 Daa ilallah mengajak kepada Allah. Mari 22:13 kita semua kembali kepada Allah. 22:16 Kenal Allah sifat-sifatnya. 22:19 Ahad 22:21 satu banget. Satu segalanya satu. Allah 22:24 itu satu zatnya pencipta satu saja 22:27 pencipta tidak ada pencipta lain. Yang 22:30 lain mengadup, membentuk, bisa 22:32 menciptakan dari tidak ada menjadi ada 22:34 ahad. Hanya Allah 22:39 itu mesti dipahami. Allah yang 22:41 menciptakan segala-gala. 22:44 Tunduk 22:46 lailahaillallah. La ma'buda illallah 22:49 tidak ada. Kita tidak akan menghamba 22:51 nurut kepada siapapun. Kita akan tunduk 22:54 nurut hanya kepada Allah dan cinta kita 22:57 untuk Allah. 23:03 Iman nomor satu. 23:07 Pakai akal. Lihat di surat Alkahfi. 23:10 Pemuda, beberapa pemuda di zaman dulu 23:14 beriman kepada Allah lewat logika. Belum 23:18 ada rasul, belum ada ustaz. 23:21 sebelum Kristen ini sabat berdiskusi itu 23:24 pemuda innahum fidatun amanu mereka 23:27 pemuda-pemuda pemuda yang beriman 23:30 amanu birabbihim dia hanya kenal yang 23:34 bikin matahari bikin ini kita nyembah 23:36 dia aja tapi kamu kemarin ke gereja iya 23:39 saya di situ enggak nunduk saya kepa 23:42 saya saya angkat tetap iya saya lihat 23:45 itya kita lari takut ditangkap karena 23:48 kita dianggap murtad dari agama sama 23:50 kakek moyang saya mikir enggak ada saya 23:53 tahu yang bikin Tuhan tetangga sebelah 23:55 saya itu. Jadi kita enggak mau. Saya 23:59 maunya Tuhan yang bikin matahari, bikin 24:01 bumi. Dia bisa beriman kepada Allah 24:04 lewat akal saja dengan berpikir. 24:07 Belum ada nabi, belum ada ustaz itu. 24:09 Nah, baru seterusnya sudah beriman Allah 24:12 kasih hidayah. Allah tambahin dia sudah 24:15 menggunakan akalnya berpikir mencari 24:17 Tuhan menemukan Tuhan melewat akal. 24:23 Innahum fityatun amunu birbbihim. Mereka 24:25 beriman dulu. Wazidnahum sudah baru kami 24:28 tambahin hidayah 24:30 Tuhannya Allah dan seterusnya. Tapi dia 24:33 sudah bersalah melalui akal saja 24:35 menemukan Allah. Dia hanya mau menyembah 24:37 yang bikin matahari, yang bikin 24:39 pohon-pohon ini 24:42 bisa. 24:44 Sekarang juga kalau kita beriman kepada 24:46 Allah, gunakan akal. 24:51 Gunakan akal bisa tahu mana syirik mana 24:53 bukan. Akal tahu. 24:57 Gunakan berpikir mengenal Allah itu 24:59 lewat logika. Di Quran tidak ada ajaran 25:02 tauhid itu. Mazhab ini, mazhab ini. 25:04 Enggak ada. Maaf. 25:06 Saya siap dihujat 25:09 di Quran. Semua ajaran tauhid pakai 25:10 akal. Unzuru. Lihatlihat pandang itu 25:13 gunung. Lihat itu pohon-pohon itu keluar 25:16 dari kayunya itu. Buah-buahan 25:18 bermacam-macam warna. Ada surat Ar-Raad 25:21 itu bermacam bentuk, bermacam rasa. 25:24 Resepnya berbeda-beda. Dari berapa 25:27 triliun pohon kayu mengeluarkan 25:29 buah-buahan, mengeluarkan padi-padian, 25:32 pakai akal, pikir baru bisa beriman. 25:35 Kalau imannya tidak dipikirkan cuma 25:38 dengar-dengar sikap ngomong 25:42 empuk itu imannya lemah mudah gagal 25:45 mudah mudah berubah 25:48 dia tawarin uang dua karung sudah 25:50 berubah 25:54 yang rasional yang bikin akal bikin 25:58 segala-gala satu Allah sama jadi tidak 26:00 ada ajaran Islam tidak rasional semua 26:02 ajaran Islam rasional kadang pemahaman 26:04 yang salah 26:06 tidak ada pertentangan 26:09 itu akal itu 26:13 dan iman Islam itu dua jalur menuju 26:17 titik yang satu. 26:21 Tidak mungkin kita bisa beriman baik 26:22 tanpa akal. Sebab yang beriman itu akal, 26:27 bukan adat kebiasaan. itu yang suka 26:28 gugur. 26:32 Dia kan beriman tapi dia mencintai 26:34 partainya lebih mencintai mazhabnya. 26:36 Saudara musliminnya dikorbanin 26:39 ya sudah tidak sah itu 26:42 mencintai sesama muslim wajib. 26:50 Apalagi zaman-zaman seperti kini 26:52 sekarang ini sangat wajib 26:55 membina persaudaraan, persatuan. 26:58 sudah diadu-adu kita sudah hancur 27:03 perang muslim sesama muslim lebih banyak 27:07 yang lebih dahsyat lagi dia memihak 27:09 bersama Yahudi dan Nasrani memerangi 27:13 yang muslim ya saya enggak menentukan 27:15 siapa yang salah mungkin salah satu atau 27:17 dua-duanya bisa saja tapi yang kita gak 27:20 suka pecahnya itu. tidak mencari siapa 27:23 yang salah. 27:25 Diadu yang sudah pasti diadu. 27:30 Kok mau 27:32 enggak malu sama Allah itu aja 27:37 kan disuruh bersaudara. Innamal 27:38 mukminuna ikhwah bersaudara 27:42 di bawah payung Allah. Maka itu ayatnya 27:45 itu surat al-Ikhlas. Qul katakanlah itu 27:48 katakanlah itu perintah huallahu ahad. 27:51 Dialah Allah yang ahad, yang esa, yang 27:54 satu. Satu segala-galanya. Pencipta 27:56 hanya Dia, pemberi rezeki hanya Dia, 28:00 Maha Pengasih hanya Dia. Rahman Rahim. 28:04 Manusia yang maksiat, yang tidak 28:06 bersyukur, paling banyak makan rezeki 28:08 Allah, enggak nyembah Allah banyak. 28:10 Tuhan enggak timpakan bala. Kemudian 28:13 ditunggu supaya sadar. 28:17 Bisa enggak manusia memahami Islam 28:18 dengan akalnya? Bisa. Tapi nanti 28:20 dibimbing kalau dia ikhlas Allah akan 28:23 bimbing. Innahum fityatun amanu 28:26 birabbihim. Surah Alkahfi itu mereka 28:29 beriman lewat diskusi melihat matahari 28:31 melihat ini. Akhirnya beriman widnahum 28:34 hudan. Nama Allahnya enggak tahu. Takut 28:37 siapa itu kita nyembah yang bikin 28:39 gunung, yang bikin bintang bulan. Ah 28:41 baru Allah kasih hidayah. 28:45 Kita juga enggak dapat hidayah. Kalau 28:46 tidak berusaha dulu menggunakan akal. 28:51 Ada ada manusia yang keluar dari pabrik 28:53 enggak ada. Sudah jelas itu untuk 28:57 melihat buah-buahan di pohon saja untuk 28:59 beriman sudah bisa melihat matahari, 29:01 melihat bulan sebelum ada manusia, 29:05 sebelum ada siapa-siapa itu sudah ada. 29:08 Di situ sudah dalil. Tidak ada pencipta 29:10 selain Allah. 29:12 Manusia belum ada. Bumi sudah baru 29:15 dibuat. 29:17 dibuatnya juga rapi. 29:20 Dibikin dulu itu sinar sinar matahari 29:25 menyemprotkan energi ke bumi. Sinar 29:28 bulan juga belum ada malam. Bulan 29:30 bersinar seperti matahari. Energinya itu 29:32 ada di pohon kayu, ada di mana itu 29:34 menjadi batuara. Sekarang jutaan tahun 29:36 yang silam bikinnya itu menjadi BBM. 29:39 Jutaan tahun yang silam bikinnya. 29:44 Manusia enggak pikir ke situ. Siapa yang 29:45 bikin? 29:48 Yang bikin dirinya. 29:50 Bikin dirinya itu juga lihat pikir 29:54 bisa rapi itu makanan. Satu makanan 29:56 masuk ke perut terus dibagi-bagi menjadi 29:58 darah, menjadi segala macam. Rapi banget 30:01 perut itu kayak mesin luar biasa. 30:06 Allahu Akbar. Kita ucap subhanallah. 30:10 La haula wala quwwata illa billah. 30:11 Subhanallah. Allah maha suci. 30:14 Tidak ada power, kekuatan segala macam 30:17 kecuali Allah. Manusia tidak bikin ilmu. 30:20 Allah yang bikin semua. Ilmu kedokteran, 30:24 anatomi. 30:25 Dari mana? Dari Allah. 30:28 Dokter mempelajari tubuh manusia 30:30 dipelajari, dipelajaripelajari. Yang 30:31 bikin tubuh manusia siapa? Yang membikin 30:33 perederan darah segala macam siapa? 30:35 Allah Subhanahu wa taala. lah terus 30:36 dipanjang manusia dicatat jadi ilmu. 30:40 Bukan ilmu fikih doang itu Islam seluruh 30:43 ilmu yang bermanfaat dari Allah. Botani 30:46 juga manusia pelajari pohon-pohon 30:49 dicatat, ditulis jadi buku nam ilmu 30:52 batani. Ilmu bikinan Allah. 30:57 Dia mempelajari ciptaan Allah. 31:02 Allahu ahad. Allah satu. Kita menghamba 31:05 kepada Tuhan yang satu. Kita mengharap 31:08 kepada Tuhan yang satu. Kita minta 31:10 disayang oleh Tuhan yang satu. Minta 31:13 disayang silakan. [mendengus] 31:16 Allah senang hambanya yang memanjakkan 31:17 diri kepadanya. Senang. Dan Allah benci 31:20 yang sombong tidak mau berdoa kepada 31:23 Allah, tidak berasa butuh kepada Allah 31:25 itu Allah benci. 31:28 Sering ambil wudu. Datangi Tuhan 31:31 datangi. Minta diluluskan ujian. 31:36 Pilih aja bahagia di dunia 100 tahun, 31:39 tersiksa selamanya di neraka. Saya mamam 31:42 lebih baik korban di sini yang 100 tahun 31:44 kira-kira bisa juga 50 tahun. Di sana 31:47 senangnya abadi dan nikmatnya luar 31:49 biasa. 31:52 Ekstasi ekstasi terus enggak ada duka 31:54 lagi. 31:56 Wafat itu mati itu permulaan senang. 32:01 Di dunia ini enggak ada yang bisa 32:02 senang. abadi. Senang di kantor, pusing 32:05 di rumah. Begitulah siri berganti. 32:08 Senang abadi di akhirat. 32:11 Tanpa tanggal, tambah hari, tanpa hari, 32:14 tanpa waktu. Abadi. Kalau abadi tidak 32:17 perlu waktu, nol waktu. 32:20 Senang terus. Disuruh bersenang-senang 32:22 terus. Itulah Tuhan rahman, Rahim 32:25 disediakan bagi yang mau. 32:28 Jangan korbankan akhirat untuk 32:30 kesenangan dunia yang semu. 32:32 Gak ada kesenangan dunia apa gak ada 32:34 siapapun raja, presiden, ustaz semua 32:37 mengalami kesusahan. Allah sudah 32:40 takdirkan di Quran. Innahu hua ladzi 32:44 abka 32:46 wa adhaka wa afka. Tuhan yang bikin 32:49 manusia ketawa dan Tuhan juga yang bikin 32:51 manusia menangis. 32:53 Itu maksudnya kita di dunia tidak ketawa 32:56 terus, tidak nangis terus, silih 32:58 berganti, 33:00 tidak ada kesenangan di sini. Itu banyak 33:03 orang cari senang, cari senang akhirnya 33:04 stres enggak enggak dapat. Stoplah 33:08 keinginan-keinginan tu. Sudah ada 33:09 keinginan yang indah, luar biasa Allah 33:11 berikan di surga. Sudah 33:16 itu saja. Tapi syaratnya apa? Tauhid 33:20 yang murni. 33:22 Hanya Allah yang kuharapkan. Hanya 33:24 Allah. 33:27 Iyaka nastain. Hanya kepadamu aku minta 33:30 tolong kepadamu. Tidakkan kepada yang 33:32 lain ataupun dukun-dukun. Tidak. 33:37 Itu Ketuhanan yang Maha Esa. 33:40 Allahusad. Allah yang kita sembah itu 33:44 satu-satunya tumpuan harapan. Iyaka 33:47 nastain. Hanya Engkau ya Allah yang 33:49 kuharapkan. Yang lain tidak. 33:51 itu tidak syirik sudah. 33:55 Wa iyaka na'budu 33:57 ajak engkau aku menghamba, menunduk 34:00 menyerah 34:02 meletakkan dahi di tanah menghinakan 34:04 diri hanya kepadamu. Engkaulah Tuhanku 34:07 engkau pemilik diriku. Engkau pemberi 34:10 rezeki. 34:12 Lailahaillallah. Tiada Tuhan selain 34:14 Allah. Tidak ada yang kuharapkan. 34:17 Tumpuan harapanku hanya kepada-Mu, ya 34:19 Allah. 34:22 Lam yalid walam yulad. Dia tidak lahir, 34:26 tidak dilahirkan, 34:29 tidak melahirkan, tidak dilahirkan. 34:34 Ahad satu segala-galanya 34:37 zatnya satu. Yang bersifat seperti dia 34:40 hanya satu. 34:42 Dia pengasih. Manusia juga pengasih. 34:44 Tapi pengasih Allah tanpa batas, tanpa 34:47 pamri. Karena dia Tuhan. 34:53 Walam yakun lahu kufuwan ahad. Dan dia 34:55 tidak sama dengan siapapun dan tidak 34:58 serupa dengan apapun. Tidak bisa. Tidak 35:01 ada yang seperti Allah. Siapapun, 35:03 apapun. Illallah. Allah punya sendiri. 35:07 Semua sifatnya sendiri. 35:14 Allah somad. Dia pencipta waktu dia 35:17 tidak terikat dengan waktu. 35:20 Ustaz kapan kiamat? Dia tidak menentukan 35:24 dan tidak beritahu kepada kita. Jadi 35:26 kapan suka suka dia. 35:29 Dia mau kiamatin besok juga mau apa? 35:31 Suka-suka dia. Dia tidak terikat dengan 35:34 waktu. Oh, tanggal sekian baru berarti 35:36 dia terikat dengan tanggal. Tidak. 35:40 Yaf'alu ma yasya. Dia lakukan apa saja 35:42 yang dia ingini. 35:44 Itu harus yakini. Jadi kalau yang 35:45 mengatakan kiamat kira-kira tanggal 35:48 sekian, Imam Mahdi datang tanggal 35:50 sekian, itu semua bohong. 35:53 Nabi Muhammad ditanya itu oleh Yahudi, 35:55 Yahudi ngetes. Nabi enggak jawab. Hanya 35:59 mengatakan insyaallah itu ada waktunya 36:00 Allah. Itu benar. 36:03 Gak bisa dia menyebut tanggal sekian 36:05 itu. Jangan ikut campur urusan Tuhan. 36:08 Hak-hak mutlak Allah. 36:11 kita enggak dikasih tahu, 36:14 ya sudah tunggu saja. Suka-suka Allah 36:18 dia enggak pakai sebab ngapain suka-suka 36:20 dia. Kapan dia mau dia kerjain. 36:23 Yafalu ma yasya itu kalau mengenal 36:25 Tuhan. Jangan Tuhan di seperti diikat 36:29 tanggal sekian dia yang bikin waktu. 36:33 dia mau pulangin kita ke ke kepada dia 36:36 kapan aja dia mau. 36:42 Allah tidak terikat dengan tempat maupun 36:44 waktu. Sudah itu yang harus diyakini. 36:48 Tidak terikat dengan tempat maupun 36:50 waktu. Dia pencipta waktu jadi dia tidak 36:54 terikat dengan waktu. 36:58 Dia pencipta tempat. Dia tidak terikat 37:00 dengan tempat. 37:03 di bersamaan tubuh kita ada kok. 37:10 Kalau enggak ada Allah di kita enggak 37:12 bisa melihat mata ini benda 37:15 dihidupkan oleh tiupan ruh Allah. Tangan 37:18 benda, lidah benda 37:21 bisa dihidupkan. 37:23 Kita benda mati dihidupkan. Nah, kita 37:26 hidup bukti adanya Allah bersama kita. 37:32 dia tidak bisa dikatakan bagaimana 37:36 dia Allah selesai apa buktinya kita ada 37:39 Allah ada kalau Allah enggak ada, kita 37:42 enggak ada gampang aja kok kalau kita 37:46 ada, ada yang mengadakan. Nah, yang 37:48 mengadakan enggak mungkin orang serupa 37:50 kita, manusia bikin manusia enggak ada. 37:54 Pasti yang bikin kita tidak seperti 37:56 kita. lebih kuat, lebih jaya, lebih 37:59 pintar, segalanya dia yang ciptakan kok. 38:02 Dia mau aduk-aduk, dia mau apain aja 38:04 bisa. 38:07 Suka-suka dia. Tapi untungnya dia tuh 38:09 rahmanurahim, pengasih penyayang banget. 38:14 Itu banyak orang ngatain agama 38:16 macam-macam sama Allah dibiarkan aja 38:19 ditunggu k mau sadar. 38:24 Jadi dia pencipta waktu, dia tidak 38:26 terikat dengan waktu. 38:29 Dia pencipta tempat dia tidak terikat 38:31 dengan tempat. Kalau itu yang di alal 38:34 arsistawa, artinya Tuhan mengendalikan 38:38 seluruh apapun yang ada di bawah 38:40 kekuasaan Dia. 38:43 Alqursiu. Kursi di situ artinya 38:45 kekuasaan. 38:48 Bukan kursi tempat duduk kayak raja 38:50 gitu. Tuhan enggak begitu. Dia enggak 38:52 butuh itu semua. 38:56 Semua itu kan ciptaan dia. 39:01 Aduh. 39:02 Maka Allah 39:04 kita dihidupkan oleh Allah. Mata melihat 39:08 gerakan Allah. Berbuat pun kita sekarang 39:12 ini sedang berbuat baik. Alhamdulillah 39:14 ditentukan oleh Allah. Alhamdulillah. 39:18 yang mau mendengar itu itu Allah yang 39:21 yang giring kita ke situ. Saya juga 39:24 semua kita bersyukur kita Allah pilih 39:28 suka-suka dia kan dia suka menarik kita 39:32 mendekatkan dia. 39:35 Kita belajar 39:37 mengenal Allah wajib mengenal Allah. 39:42 Kitab Zubat 39:44 halaman pertama baris pertama. 39:47 Kitab Zubat Ahmad bin Hasan Asyafi'i itu 39:51 awalu wajibin alal insan. Yang pertama 39:54 paling pertama paling wajib kepada 39:56 manusia itu makrifatullah bisttiq. 39:59 Mengenal Allah dan yakin 40:03 pada Allah dan sifat-sifatnya, asmanya 40:05 itu. 40:08 Terus di mengenai kekuasaan Allah baca 40:11 surat [mendengus] itu Allahu la 40:13 ilahailla hual hayyul qayyum ayat kursi 40:16 ya. 40:18 La takusuat 40:20 dia Tuhan tidak ngantuk, tidak tidur. 40:23 Laisa kamisli tidak serupa apapun, tidak 40:26 serupa manusia, tidak serupa hewan 40:28 apapun. 40:30 Dia sendiri cara dia sendiri haknya, 40:33 miliknya apapun yang ada di langit dan 40:35 di bumi semua miliknya. 40:38 Manzalladzi yasfa indahu illa bidni. 40:40 Tidak ada yang bisa nolong kita di dunia 40:42 maupun di akhirat kecuali atas izin 40:44 Allah. 40:46 Jadi enggak bisa bergantung nasib kepada 40:47 manusia. Kalaupun ada manusia bisa 40:49 nolong, itu atas izin Allah. Manusia itu 40:52 bergerak dihidupkan oleh Allah. 40:56 Hanya diberi kebebasan memilih. Itu 40:59 bedanya kita dengan hewan. Diberi 41:01 kebebasan memilih. 41:04 Hewan pohon benar-benar tidak punya hak 41:06 pilih. 41:08 Karena kita punya hak pilih, kita harus 41:10 mempertanggungjawabkan 41:12 pilihan kita. 41:14 Karena kita dari hewan tumbuhan semua 41:16 enggak ada akal. Kita diberi akal. 41:18 Kenapa dikasih akal? Untuk bisa memilih 41:20 mana benar, mana salah. 41:24 Enggak semuanya diatur. Ada yang diatur 41:26 ini haram segala macam, tapi ada yang 41:28 harus kita memilih menggunakan akal. 41:31 Akal sehat, bukan kepanatikan. 41:38 Apa tuh? Agama-agama sesuai dengan 41:40 logika, dengan akal. 41:42 Dia seperti dua kabel listrik. 41:46 Dua kabel listrik itu 41:48 seiring sejalan bisa melahirkan cahaya, 41:51 lampu. Kalau di bertentangan koslet, 41:54 membakar. 41:56 Agama dan akal menyatu. Akalnya 41:59 beragama, akalnya mengenal Allah. Hasil 42:02 akalnya bisa jadi penerangan hidup. 42:06 Tapi kalau bertentangan, akal ke mana, 42:10 agama ke mana, keyakinan beda semua. 42:14 Tidak mau menggunakan akal, ada yang 42:16 menggunakan akal tidak mau pakai agama. 42:18 Itu dua-duanya salah. Itu jadi koslet. 42:22 Jadi agama selalu dibenci, dihindari. 42:28 Terus yang belajar nanti ada yang 42:30 belajar jadi umara, ada yang belajar 42:32 jadi ulama. 42:34 Tidak bisa dipisah ulama dan umara 42:37 ini. Jadi begini 42:44 ulama harus tahu sebagian ilmu 42:48 pengetahuan. 42:50 Yang menjadi pejabat umara ngerti soal 42:53 agama. 42:56 Kalau dia jadi lurah atau jadi bupati 42:59 atau gubernur, paling tidak bisa khotbah 43:01 Jumat lah. Kalau di tempat muslimin 43:04 begitu enggak boleh dipisahin. Itu 43:07 memang agama ini buat di akhirat ya di 43:10 dunia lah. 43:12 Itu paham yang salah itu skuler itu. 43:16 Muslim yang benar tidak misahkan 43:19 agama dan negara. 43:22 Ajaran agama itu membangun negara. 43:26 Tidak ada ajaran agama merusak tuh. 43:27 Enggak ada. Ada agama ngajarin korupsi? 43:29 Enggak ada. 43:33 Ada agama ngajarin jadi apa? Ee jadi 43:38 penjahat tidak ada. 43:41 Semua ngajar kebaikan, 43:44 mengajar keakraban, keakuran, 43:47 persaudaraan. 43:49 Itu yang terjadi, itu yang ada. 43:53 Dan saya minta Bapak-bapak lurah camat 43:56 [mendengus] mohon mengingatkan Bapak itu 43:58 banyak belajar agama alhamdulillah 44:00 imannya tabel ya amalnya baik insyaallah 44:03 lebih baik lagi. 44:05 Mencalonkan diri untuk jadi lurah 44:07 ulama-ulama, ustaz-ustaz itu jadi lurah, 44:10 jadi camat lah. Terus ilmunya mau 44:12 dikemain kalau enggak mau ambil jabatan. 44:15 Jangan hanya jadi jurkam dong. Itu 44:18 belajar agama untuk apa? 44:22 menjadi lurah, jadi camat kan sudah 44:24 khotbah Jumat bisa ketemuin rakyat. 44:26 Lebih dekat kepada rakyat kan ulama, 44:29 ustaz. Nah, terus jadi ustaznya buat 44:31 apaan? 44:33 Jadi lur camat bisa dakwah, bisa bimbing 44:35 masyarakat 44:37 untuk hidup lebih baik. 44:40 Mohon 44:43 itu yang penting bukan jadi dijurkam 44:45 saja. Oh, ilmunya tiada ilmu agama 44:47 begitu bagus sayang [mendengus] bisa 44:50 bimbing umatnya dekat yang paling dekat 44:52 kan ustaz ke rakyat beres semua. 44:57 [mendengus] 44:58 Tapi yang disebarkan tauhid dulu 45:00 sekarang 45:02 tauhid di diper apa? Diperbesar 45:05 dakwahnya tauhid biar untuk bersatu. 45:10 Itu surat apa? Ayat kursi dipahami di 45:13 rumah ya. Lihat Quran. [berdehem] 45:15 Ada artinya situ. 45:24 Nah, tujuan daripada agama itu di surah 45:26 Albaqarah 257. Allah wayadzina amanu 45:30 yukhrijuhum minadzulumat nurur. Allah 45:33 itu membimbing memimpin orang-orang 45:35 beriman. Dibawa digiring dikeluarkan 45:39 dari kegelapan. Zulumat itu kegelapan. 45:43 kegelapan. Tidak mengerti apa arti 45:45 hidup. 45:48 Tidak mengerti apa arti hidup. Mesti 45:50 yang tanya yang menghidupkan yang tahu 45:52 artinya hidup bukan yang dihidupkan. 45:57 Yang bikin hidup dia yang lebih tahu 45:59 untuk apa hidup ini. Kok aneh 46:03 orang yang dihidupkan yang mengatur. 46:06 Kamu dihidupkan mana ngerti. 46:10 Baca kitab-kitab rasul-rasul itu semua 46:12 mengajarkan untuk menghamba kepada 46:14 Allah. 46:17 Dia yang menghidupkan, dia yang tahu 46:18 diri ini dikasih makan apa, dikasih 46:20 minum apa, 46:22 belajar ilmu apa, belajar ilmu mengenal 46:25 Tuhan kita yang bikin kita yang akan 46:27 menentukan nasib kita. Yang punya surga. 46:30 Ustaz, kalau orang ceramah kok surga 46:32 terus ya jelas yang surga neraka harus 46:33 disebut terus sama masa depan kok. 46:36 Emang masa depannya di mana? 46:39 Ya, surga ya, neraka. Masa depan harus 46:41 diperhatikan dong. 46:43 Itu yang bilang surga neraka enggak 46:45 wajib. Gimana masa depan dia juga itu 46:48 nanti ke surga atau ke neraka? Masa 46:51 enggak dipikirin masa depan? 46:54 Jangan bicara seperti itu. Kamu akan ke 46:56 sana nanti. 47:00 Ya, jangan di enggak dibicarakan aja 47:03 pada rusak. 47:06 Kalau dia ingat neraka, dia takut, dia 47:08 jadi orang baik, enggak korupsi. 47:13 Enggak boleh ceramah itu. Harus 47:15 disampaikan, 47:17 tapi sampaikan juga yang lain, gitu kan. 47:20 Itu mengeluarkan manusia dari kegelapan 47:22 hidup itu. Kegelapan tadi itu enggak 47:23 kenal Tuhan, enggak kenal kebaikan. 47:28 Dibawa ke mana? Kepada cahaya, kepada 47:30 kebenaran, kepada keadilan. 47:34 Keadilan itu paling coba aja lihat 47:37 khotbah Jumat 47:38 khatib baca apa itu tiap Jumat tuh 47:40 mengeluarkan ayat innallah yamuru 47:42 biladli walisan Tuhan perintahkan untuk 47:44 menegakkan keadilan dan kebaikan 47:49 ini sistem apa ini hukum harus dirubah 47:53 total 47:57 lemah kita di paling lemah itu banyak 47:59 kekurangan tapi bidang hukum itu paling 48:01 lemah sudah jadi berita Kita semua kok 48:03 semua tahu. 48:05 Saya sekarang bukan menyampaikan sudah 48:06 tahu semua. 48:08 Mohon dirubah 48:15 itu berat hukumnya itu. Hakim-hakim 48:19 tobatlah. 48:21 Siapa lagi itu? Jaksa semualah. Kita 48:25 juga ustaz semua kita jalankan hukum 48:28 kita juga semua. 48:32 Bikin negeri yang rapi, yang makmur, 48:34 yang adil. 48:36 Ikuti nur Allah, berbuat baik. 48:41 [berdehem] Yang punya agama lain ikut 48:42 menurut agamanya masing-masing. Silakan 48:44 berbuat baik, 48:47 menegakkan keadilan. Itu yang minta. 48:49 Siapa yang di dunia mengayomi 48:52 pejabatnya, mengayomi rakyatnya, dia 48:54 akan dipayungi, dipayungi di padang 48:57 mahsyar, tempat yang panas. 49:02 Masih kita masih banyak hidup di 49:03 alam-alam lain. Baru dari alam arwah. 49:07 Yang kedua kita sekarang di alam dunia, 49:09 sebentar lagi di alam barzakh. Kemudian 49:11 ke alam mahsyar panas. 49:16 Nah, yang adil-adil ini semua 49:17 dipayungin. 49:19 Bukan payung kertas kayak awan gitu. 49:24 Di tempat yang gelap. 49:26 berapa kilometer itu gelap dapat 49:29 penerangan keluar dari wajahnya cahaya 49:32 salat cahaya wudu menjadi penerang 49:34 jalannya 49:36 itu ada di surat ee Asyuara apa ya 49:41 apa surat satunya seperti itulah 49:44 mereka dibawa ya oleh ustaz dai-da 49:48 kiai-kiai semua digiring masyarakat itu 49:51 keluar dari kegelapan, dari kesalahan 49:54 dari kekufuran Quran 49:56 diajak 49:58 ke alam terang benderang yang benar. 50:05 Adapun dakwah yang salah dikeluarkan 50:09 manusia dari nur dibawa ke alam zulumat. 50:15 Itulah akan menjadi penghuni neraka 50:18 selamanya. 50:22 Jadi kesimpulan diri semua tauhid murni 50:26 ya mesti dipelajari sebenarnya gampang 50:28 aja maaf ya Bapak Ibu ajari tauhid 50:31 anak-anak gampang 50:33 baca itu alam 50:35 boleh baca buku apa mengap begini begitu 50:37 dan lain itu semua ajaran keimanan jadi 50:40 pelajaran keimanan bukan menghafal tidak 50:43 bisa dan sekarang bukan doktrin orang 50:45 beriman terpaksa paksa dibaca tidak 50:48 pakai logika baca Baca alam, baca ilmu 50:52 hayat, ilmu kehidupan. [mendengus] 50:55 Hewan punya hayat itu baca sendiri saja. 50:58 Pergi ke laut, pergi ke gunung, ke 51:01 hutan, ke pohon-pohon. Kasih lihat tuh 51:03 bergantungan pohon-pohon nak tuh 51:04 buah-buah itu bikinnya siapa yang bikin? 51:08 Masa enggak ada yang bikin? 51:10 Ada berapa juta pohon, berapa triliun 51:13 pohon di dunia ini 51:15 mengeluarkan buah? Siapa? 51:19 Lailahaillall tidak ada yang bisa bikin 51:20 pohon itu menempatkan buah-buahan di 51:23 batang kayu itu. Illallah hanya Allah. 51:29 Dan semua nabi-nabi yang berbeda 51:31 agamanya mengenal Allah semua. 51:34 Menyatakan semua ciptaan Allah. Agama 51:36 apapun 51:38 hanya ada yang Allahnya itu ee sifatnya 51:42 bedah itu aja. Nah, kita harus pakai 51:45 sifat tetap lailahaillallah. Tidak ada 51:47 yang bersifat seperti itu. Hanya Allah 51:50 gitu. 51:52 Tauhid murni selalu menjaga ingatan 51:54 kepada Allah. Itu yang murni. 51:57 Bukan selain dari itu. Kalau dia tidak 51:59 murni masih ngeres pikirannya segala 52:01 macamnya. Bukan murni itu 52:04 tauhid murni itu bersih pikirannya, 52:06 perasaannya itu enggak seperti kita, 52:09 seperti saya. Kita harus bersihkan dulu. 52:14 itu isinya tiada Tuhan selain Allah. 52:16 Sudah 52:19 berarti tidak ada yang dipuja selain 52:21 Allah. 52:23 Tidak ada yang dibesarkan selain Allah. 52:26 Tidak ada yang paling dicintai selain 52:28 Allah. Allah yang paling dicintai, 52:30 paling ditakuti, paling diharapkan. Itu 52:32 iman. 52:34 Kalau kalau masih ada perhatian lebih 52:38 takut kepada bos, lebih mengharapkan 52:40 kepada bos, kepada Tuhannya kecil. Itu 52:43 yang salah. Belum murni itu. Jadi jangan 52:46 ngaku-ngaku saya paling murni semua. 52:48 Janganlah bersihkan dulu aja. Tidak yang 52:52 lain. Tidak yang lain. Hanya Allah 52:55 mengharap rezeki kepada Allah. Merasa 52:58 aman di bawah naungan Allah. 53:04 Jadi bukan ada di mulut ya, di dalam 53:07 diri 53:09 muncul dari sikap itu pelaku. 53:14 Jadi tauhid murid itu ingatannya kepada 53:16 Allah terus. Ingat Allah terus. 53:19 Kadang-kadang lagi duduk aja ah tutup 53:22 malu sama Allah. 53:25 Lagi mandi kadang-kadang diambil itu 53:27 anduk atau apa dipakai buat basahan. 53:29 Malu pada Allah. 53:32 sering ingat gitu. 53:37 Dia menyuap makanan dia ingat Allah yang 53:39 bikinin. Allah yang bikinin. Dan Allah 53:42 sebut di Quran, "Quasrobu makanlah, 53:44 minumlah yang halal dan thayib." halal 53:47 yang bersih. 53:49 Halal dan bersih. 53:54 Dia puja Allah terus 53:58 [berdehem] 53:59 sampai di hatinya tuh yang paling 54:00 dicintai Allah. Sedikit-sedikit dia 54:03 ingat Allah. Ketika ingat nikmatnya dia 54:06 alhamdulillah alhamdulillah sambil jalan 54:08 sambil apa? 54:11 Ketika dia ingat banyak salah 54:13 astagfirullah astagfirullah 54:15 astagfirullah gitu. 54:21 Kemudian di surah almujadalah ayat 22, 54:26 tidak ada orang beriman itu. Jadi 54:28 dilarang ya beriman pada Allah, firman 54:30 pada hari akhir dia bergandengan tangan 54:35 pada pihak-pihak yang memusuhi agama 54:38 Allah, memusuhi muslimin. 54:41 Walaupun orang tua ayahnya kah, anaknya 54:43 atau saudaranya tidak. 54:46 tidak akan bergabung 54:49 berbaik-baikan dengan mereka yang 54:51 memusuhi muslimin. 54:54 Nah, yang tidak begitu kata Allah itulah 54:56 yang sudah di apa itu sudah di hatinya 55:00 sudah dipatri 55:03 iman. Artinya orang yang seperti itu tuh 55:06 imannya sudah kuat. Pemahan baliknya 55:08 apa? Berarti yang membela kaum yang 55:12 menindas muslimin imannya belum kuat. 55:15 Itu aja periksa sendirilah. Surat 55:18 Al-Mujadilah ayat 22. 55:25 Enggak bisa membantu muslimin, enggak 55:27 apa-apa. Tapi jangan memihak kepada 55:31 yang zalim terhadap muslimin. 55:36 Nah, tadi 55:38 yang disebutkan apa itu orang beriman 55:40 itu sangat berat cetapannya kepada 55:42 Allah. itu surah Al-Baqarah 165. 55:46 Sebelumnya 55:48 orang yang syirik itu 55:51 yang 55:53 menjadi membuat tuhan-tuhan 55:56 Anda dan orang yang bikin tuhan-tuhanan 55:59 lain saingan saingan Allah dicintainya 56:02 sama mencintai Allah. Itu syirik. 56:05 Apalagi lebih lebih mencintai ee 56:08 tuhan-tuhanan yang lain daripada Allah. 56:11 Itu yang disebut syirik. Lain dari itu 56:13 enggaklah. Orang kalau ziarah kubur ya 56:16 enggak ada jugalah. Mau ziarah boleh 56:18 enggak? Enggak. Enggak. Mau ziarah juga 56:20 enggak apa-apa. Mau ziarah Nabi dari 56:22 sini juga bisa. Itu lagi tahiyat itu 56:25 ziarah Nabi. Kalau ke sana juga enggak 56:28 ketemu sama cuma rindunya lebih pas 56:32 kalau saya datang ke sana lebih menyala. 56:35 Ya. Tapi bilang sudah mati begini. Tidak 56:38 ada orang yang mati. Enggak ada orang 56:39 mati. Yang mati badannya. 56:42 ruhnya enggak. Apalagi nabi orang mati 56:44 syahid aja hidup. Nah, maksud hidup di 56:47 sini orang yang tidak Islam juga hidup. 56:50 Yang dimaksud hidup di sini bisa 56:52 beramal. 56:53 H 56:54 masih berlaku amalnya walaupun dia sudah 56:57 meninggal. Itu yang dimaksud hidup. 57:01 Kalau hidup yang lain juga hidup, tapi 57:02 hidup tak berguna. Itu itu bedanya situ. 57:05 Kalau orang saleh mati syahid bisa 57:07 bermanfaat. memberi manfaat kepada yang 57:09 hidup itu bisa memang kalau dibilang 57:11 berdoa enggak ada enggak bisa lagi. Itu 57:13 urusan Tuhan dia enggak ada enggak punya 57:15 daya. Tapi kalau Tuhan mau ngasih karena 57:17 itu apa salahnya? Mau larang Tuhan. 57:20 Tuhan bebas. 57:22 Nah itu misalnya ayahnya orang saleh 57:25 tapi kan enggak bisa dia sudah meninggal 57:26 ya enggak. Tapi kan Tuhan bisa karena 57:29 ayahnya saleh dibantu. 57:32 Bisa. Ada di surat Al-Kahfi itu yang 57:35 harta anak yatim di bawah tanah itu, di 57:37 bawah dinding. Nabi Musa suruh betulin, 57:41 dibetulin. Khidir betulin rapi. Tanya 57:44 kenapa? Allah yang kasih tahu. Di bawah 57:47 tuh ada harta anak yatim. Kalau dinding 57:50 rubuh harta itu hilang. 57:53 Aku enggak mau harta itu hilang. Tu anak 57:54 yatim. Kenapa? Bahkan Abuah saleh. 57:57 Karena bapaknya tuh saleh, bapak ibunya 57:59 saleh. Allah selamatin harta anaknya 58:03 yang di dunia. Jadi masih bisa memberi 58:05 syafaat itu ayahnya, ibunya saleh, 58:08 kesalehannya bisa memberi manfaat untuk 58:10 anaknya. 58:12 Jangan diputusasakan orang. Oh, sudah 58:14 mati putus amalnya. 58:16 Amal dia putus tapi amal Tuhan 58:20 Tuhan yang mau membantu kok. Tapi 58:22 dasarnya apa? Bapak ibunya orang saleh. 58:25 Jadi jangan membikin orang semua putus 58:27 asa dakwah itu. Beri harapan agar semua 58:29 orang mencintai Allah. 58:33 Banyak. Ada lagi di hadis apa? Waladun 58:36 saleh yadulahu. 58:38 Anak yang saleh mendoakan untuk anaknya. 58:41 Enggak disebut di dunia apa di akhirat 58:42 pasti di dunia. Tapi kalau Allah mau 58:44 berikan lagi di akhirat kenapa mau 58:46 melarang Tuhan? [mendengus] Kita manusia 58:49 tidak berhak mengatur Tuhan. 58:53 Dia buat suka-suka dia. 58:57 Kalau soal rahman, Rahim, hobinya Allah. 59:01 Mengampuni, hobinya Allah. Jangan kita 59:02 larang, "Oh, enggak bisa itu masuk 59:05 neraka." Astagfirullahalazim. 59:08 Bukan begitu cara berdakwah. 59:16 Baik, nampaknya sudah waktunya. 59:21 Jadi yang perlu kita sekarang siapkan 59:23 untuk kita dan anak-anak kita tauhid 59:26 murni. Tapi jangan serampangan ya. Semua 59:29 harus berdasarkan ajaran yang benar 59:33 dan tidak keras, tidak maki, tidak 59:35 mengkafirkan. 59:38 Mengajak mengajak yang baik. 59:46 Ya, insyaallah kita kapan-kapan kita 59:48 tambah lagi masalah tauhid ini ya. 59:51 Setiap ada pengajian-pengajian mungkin 59:53 kita bawa juga sikit-sikit soal tauhid 59:56 mengenal Allah yang murni insyaallah. 59:59 Asalamualaikum warahmatullah. 1:00:02 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:00:03 subhanahu wa taala. Allahu ahad. Tapi 1:00:07 kita di sore hari ini acara tausiah sere 1:00:10 bersama guru kita Ustaz Zain Alhadi. 1:00:12 Kami mengundang Anda untuk bergabung. 1:00:14 Silakan sampaikan komentar ataupun 1:00:16 pertanyaan melalui nomor WhatsApp Rasil 1:00:20 di 0811999720. 1:00:24 Kami akan segera kembali. Tetaplah 1:00:26 bersama kami. 1:00:28 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 1:00:30 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:00:31 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:00:33 Terima kasih masih bersama kami dalam 1:00:35 acara tausiah sore. Kami ingin menyapa 1:00:37 ada Pak Budi yang menyimak siaran di 1:00:39 kesempatan kali ini. Begituun Ibu 1:00:40 Sundari. Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:42 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak 1:00:44 tausiah sore ini saya nonton via YouTube 1:00:47 Pak Ustaz. Terima kasih, Pak Ustaz Zin. 1:00:50 Begituun Ibu Anicani Hudzaifah juga yang 1:00:52 selalu menyimak siaran rahasil. 1:00:54 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:56 wabarakatuh. Alhamdulillah Pak Ustaz 1:00:59 menyimak tausiah sore di Rasil 720 AM. 1:01:02 Insyaallah Ustaz Zain dan juga keluarga 1:01:04 besar Rasil selalu sehat walafiat. 1:01:07 Amin. 1:01:07 Sementara itu ini ada hamba Allah tidak 1:01:10 menyebutkan nama. Pak Ustaz, 1:01:11 asalamualaikum warahmatullahi 1:01:13 wabarakatuh. Kalau di Indonesia ini 1:01:15 sepertinya Pak Ustaz yang kurang tauhid 1:01:18 itu para pemimpin kita. Bagaimana 1:01:20 menurut Pak Ustaz? 1:01:22 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:24 Iya. Mungkin kita enggak tahu yang mana 1:01:27 yang kurang, mana yang lebih gak tahu 1:01:29 ya. 1:01:29 Iya. 1:01:30 Tentu ada seperti itu ya di mereka mesti 1:01:33 ada itulah seperti majelis taklim. 1:01:37 Majelis taklim atau sekali sekali bisa 1:01:39 panggil ee dengarkan itu harus itu ee 1:01:43 undang ustaz-ustaz banyak tuh yang 1:01:45 baik-baik semua dia ceramahlah mengenal 1:01:48 mengenal Allah. Jadi judulnya 1:01:51 makrifatullah 1:01:52 mengenal Allah. Itu tadi saya sampaikan 1:01:55 bahwa Kiai Ahmad bin Ruslan Assyafi'i 1:01:57 itu menulis dalam bukunya pertama baris 1:02:00 pertama disebut awal wajib. Yang paling 1:02:03 wajib bagi manusia adalah ilmu makrifat 1:02:05 Allah, mengenal Allah. 1:02:07 Tauhid 1:02:10 itu kalau itu fundamen paling penting. 1:02:14 Insyaallah Allah memberi hidayah 1:02:17 sehingga dia mau belajar. Kok kalah sama 1:02:20 pemuda-pemuda itu. Masih muda, enggak 1:02:22 ada ustaz, enggak ada rasul. Mereka 1:02:23 dimusuhin, 1:02:25 ngumpet kabur 1:02:27 masuk gua. Ah, mereka itu belajar tauhid 1:02:30 sendiri pakai akal. 1:02:34 Dia berunding dia sama dia diskusi. 1:02:36 Ya, siapa kamu Tuhan? Ya gak itu Tuhan 1:02:39 yang itu kan kita lihat 1:02:41 tetangga yang bikin segala macam. 1:02:43 Akhirnya mereka beriman. Nah, baru Allah 1:02:46 tambahin baru taklim juga. 1:02:48 berpikir juga masa enggak bisa. Semua 1:02:50 orang kalau menggunakan akal sehat pasti 1:02:53 beriman. 1:02:55 Pasti [mendengus] tidak mungkin Tuhan 1:02:57 itu dibikin. Tidak mungkin lemah. Setiap 1:03:01 yang dibikin lemah enggak bisa apa-apa. 1:03:05 Jadi Tuhan itu pasti harus yang bikin 1:03:07 segala ada menjadi ada. Segala yang 1:03:10 tadinya tidak ada menjadi ada. Itu 1:03:12 logika logis sekali. 1:03:15 Terus sampai pelajaran lain semua 1:03:16 rasional. Nah, cara menyampaikannya juga 1:03:19 harus rasional. 1:03:22 Akal 1:03:24 biar beriman hafal berapa kitab tidak 1:03:26 menggunakan akal, tidak mengenal Allah, 1:03:30 hanya menghafal kalimat Allah. 1:03:34 Pikiran kita harus yakin. 1:03:37 Iman pada Allah ini semua ciptaan Allah. 1:03:39 Ada di otak iman itu. Ada di akal, ada 1:03:41 di perasaan. 1:03:43 Nah, kalau agama dipertentangkan dengan 1:03:45 akal itu jadi koslet. 1:03:48 Karena dua dua arus itu dua kabel 1:03:51 listrik itu beradu kebakar. 1:03:55 Tapi kalau seiring sejalan kita beriman 1:03:59 rasional menggunakan akal juga, pikiran 1:04:01 juga ayat, dalil-dalil ayat juga. Nah 1:04:04 itu yang rapi. Keluar cahaya 1:04:07 lampu ni lampu ni semua menyala. Karena 1:04:10 dua kabel itu kerja sama. 1:04:15 Quran itu dipelajari secara rasional 1:04:17 bisa. 1:04:19 Akal itu yang beriman. Yakin. Yakin tya 1:04:22 di mana? Di akal nanti perasa bukan di 1:04:25 bibir. Kalau gitu orang bisu gak bisa 1:04:27 beriman. 1:04:29 Nah orang bisu bisa yakin imannya lebih 1:04:31 tinggi karena dia menggunakan akal. 1:04:34 Enggak bisa bicara akalnya. 1:04:37 Jadi begitu akal yang beriman. Sekali 1:04:39 lagi akal yang beriman. 1:04:42 Insyaallah. 1:04:43 Insyaallah. 1:04:44 Ada Bapak Afrizal. Asalamualaikum 1:04:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:50 Pak Ustaz mohon nasihatnya. Sekarang di 1:04:51 kalangan umat Islam itu ada yang taat 1:04:55 sepenuhnya 1:04:57 dengan ilmunya. Tapi ada juga yang taat 1:05:03 tapi sebagian dia paham. Tapi ada juga 1:05:06 umat ini yang tidak taat dan dia tidak 1:05:10 paham ilmu. Tapi dia diam saja. 1:05:13 Namun ada yang taat yang tidak taat dan 1:05:17 tidak berilmu dan malah menyerang agama 1:05:20 ini. Bagaimana menurut Pak Ustaz kondisi 1:05:24 umat yang seperti ini? 1:05:26 Baik, kita ditugaskan berdakwah. Arti 1:05:29 berdakwah itu mengajak tapi tidak 1:05:32 memaksa. 1:05:34 Ya, begitu [mendengus] aja. sampaikan 1:05:37 ajak ajak ajak ngobrol ajak mampir ke 1:05:40 rumah isi ajak nanti waktunya ajak ke 1:05:43 masjid ke tempat tung dan seterusnya 1:05:45 dengan akal ee usahakan supaya kita bisa 1:05:48 mengajak jadi sekali lagi arti dakwah 1:05:51 mengajak 1:05:52 diajak deh [mendengus] 1:05:54 hasil gak berhasil urusan Allah 1:05:58 jangan sedih, jangan memaksa tugas kita 1:06:00 sudah jalanin karena cinta sama Allah 1:06:02 cinta sama mereka juga supaya selamat 1:06:05 kita laksanakan 1:06:07 sekadar mengajak. 1:06:10 Nah, itu kewajiban kita daa ilallah di 1:06:13 surat Fusilat 32 apa 33 itu ya tambah 1:06:17 lagi 33 salah tidak ada yang lebih mulia 1:06:22 yang paling baik daripada orang yang 1:06:25 mengajak kepada Allah gitu. Jadi orang 1:06:28 yang mengajak kepada Allah itu makamnya 1:06:30 tinggi sama Allah. Yalah dia neruskan 1:06:33 tugas Nabi. 1:06:35 Sesudah Nabilah pangkatnya itu. Ah 1:06:38 [menghela napas] 1:06:38 berebutlah untuk berundinglah berdakwah 1:06:42 seperti yang Bapak sampaikan. Sudah 1:06:43 Bapak bujuk ajak semampunya dan 1:06:47 teman-teman kita yang lain ajak. Tidak 1:06:49 ada pahala yang lebih tinggi. Ini 1:06:50 Al-Qur'an surat Fusilat 33 daripada 1:06:53 orang yang mengajak kepada Allah. Memang 1:06:55 daa ilallah. Sekali lagi dakwah itu 1:06:58 mengajak kepada Allah, tidak mengajak 1:07:01 kepada partai, kepada golongan atau 1:07:04 sebagainya. Ajak kepada Allah saja bebas 1:07:05 dia. Dia mau Muhammadiyah, mau NU, 1:07:08 silakan semua itu sah. Tapi hati iman 1:07:13 dakwah pada Allah. Nah, kalau sudah 1:07:15 murni kepada Allah enggak ada lagi 1:07:16 gontok-gontokan itu sudah saling sayang. 1:07:20 Mau apapun ormasanya dia tetap sayang. 1:07:22 Muslim saudaraku. 1:07:25 Itu memang untuk itu. 1:07:27 Nah, dakwah itu kita enggak enggak pakai 1:07:30 milih sana sini Islam pokoknya semua 1:07:33 kita ajak bersatu. 1:07:36 Ya memang begitu Bapak insyaallah dapat 1:07:39 apa tuh berarti Bapak dapatlah jalan ini 1:07:42 untuk menuju kebaikan dan pahala. 1:07:44 Nah, diajak aja itu caranya ya. Ajak 1:07:47 ngobrol ajak apa nanti ajak ke situ 1:07:50 tauhid saja. Tauhid lillahi taala. Sudah 1:07:53 yang muslimin semua saudara sudah ada 1:07:56 kekurangan ya kita ajarin sedikit kalau 1:07:59 bisa. Enggak enggak apa-apa biar enggak 1:08:01 sempurna enggak apa-apa ke surga juga 1:08:03 kok. Allah rahmani rahim 1:08:07 pengampun penyayang. 1:08:09 Jangan bikin orang putus asa ya. Ajar 1:08:12 mereka cinta pada Allah. Kalau sudah 1:08:14 cinta nanti dia sendiri cari ilmu. Cari 1:08:16 apa. 1:08:19 Cerita surga boleh. Kan banyak enggak 1:08:21 tahu cuma dengar. H. 1:08:22 Nah, gimana ngitip surga di Quran tuh 1:08:24 ada ya ada restoran di dalam air 1:08:27 [tertawa] 1:08:28 itu enggak bercanda saya beneran. Lihat 1:08:30 dong di Quran jannah surga di bawahnya 1:08:33 sungai-sungai. Di bawahnya sungai-sungai 1:08:35 selalu begitu. 1:08:37 Kenapa? Ya artinya kita bisa hidup di 1:08:39 sungai. Sungai kan lain ya. Benar ada 1:08:42 restoran di situ. Mau lebih dari itu 1:08:44 juga ada. Semua kesenangan yang enggak 1:08:46 kebayang oleh kita ada di sana. Itu 1:08:49 maksudnya. disebut sungai. Kenapa? 1:08:51 Karena air itu simbol 1:08:54 simbol apa tuh? Kekayaan dunia, 1:08:57 kesenangan itu air. Apalagi di taman 1:09:01 kan. Nah, itu jadi maksud Allah 1:09:03 menjelaskan kehidupan di sana itu yang 1:09:05 menyenangkan banget, senang selamanya 1:09:08 itu gitu. Jadi kalau mau punya keinginan 1:09:12 di dunia tunda dulu. Bilangin sama diri 1:09:14 kita sendiri, "Jangan deh di dunia 1:09:16 paling pergi ke puncak macet." 1:09:18 Heeh. ke luar negeri di Amerika ada 1:09:20 begitu juga sudah di jalan-jalan entar 1:09:23 aja di surga. Indah banget 1:09:25 pemandangannya segalanya menyenangkan. 1:09:28 Nah itu iman akan menerbitkan hati 1:09:30 begitu tenang. Makanya orang beriman tuh 1:09:32 tenang. Sebab di orientasi menikmati 1:09:35 hidup ini di sana sudah diyakinkan di 1:09:38 sana. Jadi di sini dia tenang. Enggak 1:09:40 ada yang dikejar, enggak ada yang 1:09:41 diharapkan. Tenang aja. Terus dia bisa 1:09:44 bahagia dalam memikir masa depan di 1:09:46 surga. Itu ada. Jadi hidupnya hidup 1:09:49 tidak putus asa, punya harapan. 1:09:53 Saya lihat orang-orang kalau sudah usia 1:09:55 senja sudah tua banget gitu, kalau dia 1:09:57 yang tidak beriman kepada Allah, dia 1:10:01 tinggal menunggu dijemput mati aja. 1:10:04 Enggak punya harapan. Dia enggak punya 1:10:06 harapan. Sudah mati habis. 1:10:09 Kasihan itu banyak yang pada 1:10:12 berubah pikirannya itu. Ada yang 1:10:13 ngumpulin korek kapi 1:10:16 ya. umur-umur jalan ya [mendengus] 1:10:19 enggak punya harapan. 1:10:22 Jadi kita muslim punya harapan terus 1:10:25 karena kita juga sudah menunda keinginan 1:10:27 bersenang-senang enggak mau di sini 1:10:29 lagi. Maka tenang hidup di sini sudah 1:10:32 pindah keinginannya ke surga nanti. Dan 1:10:34 itu sudah yakin banget dan itu pasti 1:10:38 begitu ada ada keuntungannya di situ. 1:10:42 Nah itu di sini ada tulisan di diktat 1:10:44 saya itu. Bertobatlah wahai bara 1:10:46 koruptor itu. Bertobat. Anda senang di 1:10:49 surga di sini. itu duit hasil korupsi 1:10:51 mau diapain? Enggak bakal senang juga. 1:10:56 Sudah mau meninggal nanti nyesal. 1:11:00 Jangan berikan anak-anak makan-makanan 1:11:02 yang haram. 1:11:04 Kasihan 1:11:07 cari kikan yang halal. 1:11:14 Insyaallah. 1:11:15 Baik, kita ke pertanyaan selanjutnya, 1:11:17 Pak Ustaz. 1:11:19 Ada Pak Haji Raya di Sawangan. 1:11:22 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:24 wabarakatuh. 1:11:25 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:11:26 Terima kasih, Pak Ustaz atas ilmu yang 1:11:28 diberikan. Semoga ilmunya terus 1:11:30 berkembang sehingga dapat membimbing 1:11:32 umat menuju keridaan Allah. 1:11:34 Pak Ustaz, saya ingin bertanya ini 1:11:36 mengenai ibadah salat, Pak Ustaz. 1:11:40 Kita salat diwajibkan dipaksa. 1:11:44 Itu kan supaya manusia ini tenang. 1:11:47 Berarti supaya kita qolbun salim dengan 1:11:49 menjalankan salat. Terus bagaimana, Pak 1:11:52 Ustaz caranya supaya anak-anak kita, 1:11:56 cucu-cucu kita itu juga bisa rajin 1:11:59 salat? Terima kasih atas jawabannya. 1:12:01 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:12:05 Iya. Jadi masalahnya anak cucu ya. 1:12:07 Iya. 1:12:08 Iya. Kalau kita sudah mulain insyaallah 1:12:10 mereka akan ketularan. Kemudian setelah 1:12:13 kita melakukan itu semua, kita ke mereka 1:12:17 juga salim ke rubun salim ke anak cucu 1:12:19 tuh usap-usap kepalanya ya yang belakang 1:12:24 sampai ke leher pelan-pelan diusap terus 1:12:27 yang cucu anaklah semua itu ajak 1:12:29 pelan-pelan. Kemudian pada suatu hari 1:12:32 adakan semacam 1:12:34 apalah ajak salat bersama asar kah apa 1:12:37 magrib. Setelah itu ada minum-minum, 1:12:40 makan-makanlah yang anak-anak suka. 1:12:43 [tertawa] 1:12:44 Selesai itu sambil bicara dikit-dikit. 1:12:47 Nah, ajak mereka praktik langsung baca 1:12:50 apa doa-doa banyak kan tulisan-tulisan 1:12:53 tuh anak-anak ikut ada yang rotib, ada 1:12:56 yang apa tahu lagi. Doa lain semua. Dari 1:12:58 mazhab mana pun yang namanya doa semua 1:13:00 indah. 1:13:01 Heeh. 1:13:02 Dari mazhab yang satu juga ada. dari 1:13:04 alkalimat thayib dari Ibn Ibn Taimiyah 1:13:08 ada semacam ratib wirid itu 1:13:11 ada di alkalimat thayib jadi diambil 1:13:13 doa-doa pusaka dari Al-Qur'an dari hadis 1:13:16 nah itu boleh jadi enggak ada perbedaan 1:13:19 untuk sama ini maksudnya sama cuma beda 1:13:22 merek-merek enggak ada masalah lah yang 1:13:25 penting dia zikir dia berdoa karena 1:13:27 kalau orang berdoa itu oh disayang Allah 1:13:29 karena dia berarti menuhankan Allah dia 1:13:31 butuh kepada Allah kan gitu itu 1:13:33 kalau sudah enggak mau doa berarti dia 1:13:35 merasa enggak butuh kepada Tuhan. Nah, 1:13:36 itu satu tidak baik. Pada Tuhan marah 1:13:39 itu yang tidak mau yastakbirun an 1:13:42 ibadati 1:13:43 sombong gak mau menghadap padaku. 1:13:46 Jadi bagus sekali ini Bapak itu 1:13:48 diteruskan diadakan sebulan sekali lihat 1:13:52 waktu-waktuah waktu libur apalagi itu 1:13:54 bisa ditambah diajak ibadah bareng 1:13:57 ibadah bareng apa baca Yasin apa apa 1:14:00 sekali dua kali lama-lama itu langsung 1:14:03 lekat anak-anak tuh niru langsung dia 1:14:07 akan laksanakan diamalkan itu banyak 1:14:09 saya lihat begitu ayahnya lagi enggak 1:14:11 ada dia baca sendiri karena sudah biasa 1:14:15 tapi ibunya nya benar Bapak. Sekarang 1:14:17 yang mesti diperhatikan itu anak-anak 1:14:20 karena guannya gangguannya luar biasa. 1:14:23 Setannya itu ganggunya luar biasa itu. 1:14:26 Uh 1:14:28 yang tidak mestinya kelihatan 1:14:29 dibuat-buat itu di TV di mana itu. H 1:14:33 bicara juga sudah yang dari dulu tabu 1:14:35 enggak boleh disebut. Sudah sekarang 1:14:37 jebret-jebret. 1:14:38 He 1:14:39 anggota tubuh sebut semua aslinya. 1:14:41 Enggak, enggak kayak malu-maluah enggak 1:14:44 ada lah. Ini disengaja ini yang benci 1:14:47 kepada agama kita sengaja merusak 1:14:50 anak-anak kita. Tapi apa yang Bapak 1:14:52 sampaikan benar banget. Nah, sekarang 1:14:53 ngatasinya gimana? Itu didekatin deh. 1:14:56 Enggak ada cara lain. 1:14:57 Dipeluk, dicium, apa kasih sambil 1:15:00 dinasih insyaallah dibaikin anak-anak 1:15:03 tuh jadi baik. 1:15:05 Ya, mau enggak mau seperti itu 1:15:07 kewajiban ya. Saya senang tuh, Pak. 1:15:09 Terus, Pak. Yang lain juga coba Bapak, 1:15:11 Ibu semua hati-hatilah sama anak-anak 1:15:13 tuh jaga. Jangan sampai kita ke surga 1:15:16 dia enggak ikut. Kasihan. 1:15:18 Ya, 1:15:21 ada orang sudah meninggal tuh 1:15:24 dia bisa mimpin 1:15:26 anaknya yang lain. Kamu doain adikmu tuh 1:15:31 sudah meninggal. 1:15:32 Tapi yang ngasih tahu ibunya sudah 1:15:33 meninggal juga. dia sayang sama anaknya 1:15:37 di bikin mimpi kepada ke kakaknya itu di 1:15:40 dunia suruh doain 1:15:42 bisa 1:15:44 ada jangan bilang tidak segala kebaikan 1:15:46 kalau Allah izinkan jalan 1:15:49 iya 1:15:51 Allahnya rahman rahim [batuk][berdehem] 1:15:53 nah di situ jangan bikin orang putus asa 1:15:55 ya sampai di Quran tuh kata Allah 1:15:58 sebarkan sebarkan kepada sebarkan bahwa 1:16:01 aku Tuhan pengampun yang penyayang suruh 1:16:03 sebarkan Tekan begitu baiknya Allah 1:16:06 coba. 1:16:06 He 1:16:07 pengampun bikin orang cinta pada Allah. 1:16:10 Jangan sebaliknya nakut-nakutin enggak 1:16:12 sudah jangan. Nabi enggak begitu. Nabi 1:16:15 selalu sayang. Insyaallah. 1:16:18 Insyaallah. Terakhir Pak Ustaz ini ada 1:16:21 dari Ibu Amina. Asalamualaikum 1:16:23 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz, 1:16:26 jika kita berdosa dan melakukan maksiat 1:16:29 kepada suami yang sudah meninggal, 1:16:31 apakah benar Pak Ustaz nanti akan 1:16:33 dimasukkan ke neraka terlebih dahulu 1:16:35 walaupun kita sudah bertobat. Lalu, 1:16:38 bagaimana menghapus dosa-dosanya dengan 1:16:40 bertobat itu? Terima kasih. 1:16:42 Bismillahirrahmanirrahim. 1:16:44 Ini kurang jelas yang berdosa siapa? 1:16:47 Istrinya. Jadi suaminya sudah meninggal. 1:16:49 Oh, pahampaham. Begini, 1:16:51 di dalam Al-Qur'an disebut la taziru 1:16:54 waziratun wizro ukhro. Allah tidak akan 1:16:57 membebani dosa perbuatan dosa seseorang 1:17:00 ke orang lain. Masing-masing dosanya 1:17:03 sendiri. 1:17:03 H 1:17:04 suami istri ya sudah ketika di dunia 1:17:06 sudah sudah itu tidak ada masalah lagi. 1:17:08 Nah, doain saja boleh doain bisa? Bisa. 1:17:13 Tuhan yang suruh kok. Aku pengampun 1:17:16 penyayang. Berdoa. Mintalah padaku. Aku 1:17:18 berikan. Justru orang yang tidak mau 1:17:20 berdoa itu Tuhan benci berarti dia tidak 1:17:22 butuh pada Allah. Yang namanya Tuhan tuh 1:17:25 didekati 1:17:27 minta-minta semua boleh merendah pada 1:17:29 Allah. Itu malah disayang. Benar. Dia 1:17:32 suruh kok semua berdoa-berdoa. 1:17:34 Tuhannya kita rahman rahim. 99 sifatnya 1:17:38 yang suruh baca rahman rahim. 1:17:41 Cobalah insyaallah nanti lihat. Jadi 1:17:43 karena Allahnya rahman, Rahim banget 1:17:45 dari sekarang tuh kita cinta kepada 1:17:46 Allah. 1:17:48 Tidak banyak takutnya, banyak cintanya 1:17:51 daripada takutnya. Kepada Allah bukan 1:17:53 takut, malu, 1:17:55 dia baik, dia penyayang banget 1:17:56 segalanya. Kita kurang bersyukur. Itu 1:18:00 aja. 1:18:01 Apaan mau ditakutin orangnya rahman 1:18:03 rahim kok kita takut? Karena kita kurang 1:18:06 bersyukur kepada Allah, kurang hormat. 1:18:09 E pakaian kadang-kadang serabut-serabut 1:18:11 pakai salat usi rapi. Pakaian buat 1:18:15 salat, pakaian jalan pakai pakai mampir 1:18:18 ke apa itu tempat air 1:18:23 yang kurang bersih. Nah, dijaga 1:18:25 kebersihan salat karena cinta pada 1:18:27 Allah, mau menghadap Allah. 1:18:30 Ya, itu insyaallah di beragama ini bisa 1:18:33 dinikmati kok. 1:18:35 Baca Quran bisa menikmati. Kalau sudah 1:18:38 baca lagi, baca lagi menikmati 1:18:41 bisa semua 1:18:43 ngajar anak-anak juga itu lemah lembut 1:18:45 kasih sayang insyaallah. 1:18:48 Apalagi tadi sudah itu ya 1:18:49 itu aja ustaz. 1:18:50 Iya. Asalamualaikum. 1:18:51 Jadi dosa-dosanya nanti bisa bagaimana 1:18:54 supaya dihapus nanti bisa di apakah 1:18:57 masuk neraka dulu setelah tobat itu 1:18:59 dibersihkan mungkin jiwanya? 1:19:01 Gak gak [berdehem] itu kalau urusan 1:19:03 masuk neraka atau tidak itu serahkan 1:19:05 pada Allah. Memang ada hukum tapi yang 1:19:10 jelasnya kita lihat dari semua ayat-ayat 1:19:12 Quran, Allah itu 1:19:16 akan menepati janjinya yang baik-baik. 1:19:18 Mau ngasih ini, mau ngasih itu, pasti 1:19:20 ditepati itu. Itu jelas. Tapi ada lagi 1:19:24 kalau Allah mengancam neraka apa segala 1:19:27 macam dia tidak tidak mau tidak wajib 1:19:30 menepati. Seringkiali dia batalkan 1:19:34 orangnya beristigfar astagfirullah 1:19:35 astagfirullah Allah batalkan. Itu sudah 1:19:37 janji dia. Di situlah kita cinta banget 1:19:40 sama Allah ya. Rahmatnya kasih sayangnya 1:19:44 jauh lebih menonjol daripada ancamannya. 1:19:47 Dan ancamannya bisa dibatalkan. 1:19:49 Banyak janjinya kan rahmanirrahim. Tapi 1:19:52 bukan berarti Allah kayak gitu terus 1:19:54 kita jadi tidak tidak aktif beribadah. 1:19:58 Tidak. Justru kita jadi tambah cinta 1:19:59 pada Allah. Tambah cinta. Rahman, rahim 1:20:03 banget. 1:20:05 Jadi yang sudah meninggal tadi siapa? 1:20:08 Suaminya. Ya sudah. 1:20:10 Suaminya 1:20:10 kirim Fatihah besar. Siapa bilang tidak 1:20:13 bisa kirimin sedekah kalau ada rezeki 1:20:15 itu atas nama dia itu bisa memaafkan, 1:20:19 mengampuni dia. Ya. Nah, kita juga minta 1:20:23 ampun kepada Allah. Buat dia juga kita 1:20:26 minta juga dulu kita duluan tobat, mohon 1:20:28 ampun pada Allah. Nah, terus mulai 1:20:31 dekati Allah, baca Quran sampai cinta 1:20:33 pada Allah. Kalau ada rasa cinta itu 1:20:35 pada Allah, kita enggak ada susah lagi 1:20:37 di dunia. Rasanya senang terus. 1:20:41 disayang Allah, dekat sama Allah. 1:20:43 [berdehem] Itu tauhid. Ingat, belajari 1:20:45 mengenal Allah lebih banyak. Pakai akal 1:20:47 bisa. Insyaallah. 1:20:48 Insyaallah. Itu pertanyaan terakhir, Pak 1:20:50 Ustaz, yang bisa kita jawab sebagai 1:20:53 penutup dari seluruh bahasan ustaz yang 1:20:56 ingin diingatkan kembali kepada 1:20:58 pendengar. Apa dari Pak Ustaz? 1:21:00 Bismillahirrahmanirrahim. 1:21:02 Ya, nampaknya ini kejadian-kejadian 1:21:05 dunia ini sudah apa itu 1:21:09 akhirnya 1:21:11 zaman sudah dekat itu sudah bisa dibaca. 1:21:14 Betul itu. Ee apa kita ini generasi 1:21:17 terakhir apa ada satu dua lagi sesudah 1:21:19 kita lebih dari itu enggak. Sudah sudah 1:21:22 akhir memang. 1:21:24 Jadi apa tuh ya? Berarti yang disucapkan 1:21:26 tadi kita tobatlah ramai-ramai. 1:21:28 Pejabat-pejabat juga tobat. 1:21:31 Dunia sementara pasti akan kita 1:21:34 tinggalkan. Dan mau senang. Senang itu 1:21:37 justru apabila kita berhenti nakal di 1:21:40 situ ada kenikmatan hidup. 1:21:42 Ya. Harta harta makan memang penting 1:21:46 tapi enggak perlu banyak. Ada banyak ya? 1:21:49 Ada bagi orang sudah beri keluarga 1:21:52 keluarga dulu tuh di Quran juga semua 1:21:54 keluarga yatiman zamaqrabah anak yatim 1:21:58 yang kerabat ayahnya meninggal ha 1:22:01 ponakan misanan itu semua ada wajib 1:22:04 nafkah itu. Jadi bukan kita ngasih itu. 1:22:07 Itu kita nafkah wajib sepupu anak sepupu 1:22:11 masih nyambung tuh ya itu wujubun 1:22:13 nafaqah alal aqarib. Wajib memberi 1:22:16 nafkah kepada kerabat. 1:22:18 Semua digurunan semua kerabat-kerabat 1:22:20 lari dulu 1:22:21 zatiman zamrabah yatim yang kerabat 1:22:25 banyak utamakan tanggung jawab itu bukan 1:22:28 wajib rumah tangga suami istri ada lagi 1:22:31 nafkah buat famili 1:22:35 nafkah akorarib namanya 1:22:37 nah itu begitu nanti hati bisa senang 1:22:41 kalau hati itu lapang bisa lapang kalau 1:22:45 selalu dekat dengan Allah 1:22:48 ya kurang apa bukti bahwa Allah maha 1:22:51 kuasa ke mana mata memandang kelihatan 1:22:55 kebesaran Allah kekuasaannya 1:22:58 dia bisa bolak-balikin orang semua bisa 1:23:01 ya. Nah itu enggak ada yang bisa 1:23:03 nyelamatkan kita selain Allah enggak ada 1:23:04 lagi. Enggak punya pilihan lain semua 1:23:07 kita tobat. Tadi disampaikan juga Bapak 1:23:10 pejabat tobatlah Pak. Sudah enggak lama 1:23:12 lagi di dunia. 1:23:15 Sudah waktunya bertambah tahun tuh 1:23:17 penyakit tambah banyak di dunia ini. 1:23:19 Coba kesadar dong. Obat memang banyak 1:23:21 tapi penyakit lebih banyak. 1:23:25 Mau lari ke mana? Jadi tempatnya enggak 1:23:27 sakit. Enggak ada. Semua kalau sudah di 1:23:29 atas 60 tinggal bolak-balik ke bengkel 1:23:32 lah. 1:23:33 Hm. 1:23:34 Jadi kita nyadarin hidup ini beginilah 1:23:37 sementara. Kita tidak punya pilihan 1:23:39 lain. Innal lillahi wa inna ilaihi 1:23:42 rojiun. 1:23:43 Kita milik Allah, kepunyaan Allah, ya 1:23:45 akan dikembalikan kepada Allah. Kita 1:23:47 makhluk nurut aja sudah menyiapkan diri. 1:23:50 Sekarang siapkan diri untuk hidup di 1:23:52 sana 1:23:54 di akhirat. Disiapkan dari sekarang. 1:23:58 Insyaallah kalau kita lulus di sana dan 1:24:01 dapat pangkat agak tinggi, bisa membantu 1:24:03 saudara kita yang lain, keluarga atau 1:24:06 anak memberi syafaat. Insyaallah bisa. 1:24:08 Itulah tadi saya bilang kasih sayang 1:24:10 Allah lebih tinggi daripada marahnya. 1:24:12 Tuh 1:24:13 ke situ tuh sampai manzad yasfa indahu 1:24:16 bisni. Semua bisa memberi syafaat 1:24:19 asal diizinkan Allah. Insyaallah Allah 1:24:21 izinkan 1:24:23 nantilah apalagi saya cerita ulang. 1:24:25 Pernah tuh yang mualaf 1:24:28 dia cinta sama ibunya ya dia sudah Islam 1:24:30 sama ibunya belum? 1:24:31 Dia doain saya bilang doain aja terus. 1:24:33 Akhir di akhir umurnya ibunya panggil 1:24:35 dia sudah di rumah sakit. 1:24:37 Habis ketemu dia disyahadat meninggal 1:24:41 doa anaknya. Itu syafaat. Syafaat di 1:24:44 dunia juga bisa, di akhirat juga bisa. 1:24:45 Di dunia ada 1:24:47 syafaat. Insyaallah bisa nyelamatkan 1:24:50 anak, keluarga kita. Kitanya saleh dulu. 1:24:54 Tauhid dekat sama Allah, cinta sama 1:24:56 Allah. 1:24:56 Insyaallah. 1:24:57 Insyaallah. 1:24:59 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:25:02 Allah subhanahu wa taala. Tausiah sore 1:25:04 edisi hari ini bersama guru kita Ustaz 1:25:06 Zain Alhadi. Semoga apa yang beliau 1:25:08 sampaikan bermanfaat bagi kita semua. 1:25:11 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:25:12 Anda dari studio kami undur diri. Mohon 1:25:15 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 1:25:17 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:25:19 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:25:21 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:25:23 Asalamualaikum warahmatullahi 1:25:24 wabarakatuh.