Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brail [musik] 0:11 TVHBILA 0:20 [musik] 0:29 Amin. Allahumma shi ala sayidina 0:31 Muhammad waa ali sayidina Muhammad. 0:33 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:35 subhanahu wa taala yang dapat merai kami 0:37 baik lewat YouTube Rasil eh via Rasil TV 0:41 atau lewat Radio Rasil di manaun ikhwan 0:44 dan akhwat berada. Asalamualaikum 0:46 warahmatullahi 0:48 wabarakatuh. Alhamdulillah bahagia 0:50 sekali saya hadir di ruang dengar ikhwan 0:54 dan akhwat. didampingi tentu saja para 0:57 pejuang dakwah ada Ondi di belakang 1:00 operator hasil TV dan Algi di belakang 1:03 operator radio dan tentu saja guru kita 1:06 Ustazah Herlini Amran berada di 1:08 seberana. Kita sapa terlebih dahulu. 1:10 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11 wabarakatuh Ustazah. 1:13 Waalaikumsalam warahmatullah 1:15 wabarakatuh. Sehat maklin 1:17 semua teman-teman pejuang ustazah sehat 1:20 semua kami Ustazah. Alhamdulillah 1:22 Ustazah sehat. Alhamdulillahilladzi 1:24 binikmati shihat. Alhamdulillah. 1:28 Masyaallah, Ustazah. Dan tema insyaallah 1:30 yang akan dibahas Ustazah kurang lebih 1:34 70 menit ke depan eh relate sekali 1:36 dengan apa yang kita alami belakangan 1:38 ini. Kondisi politik, perekonomian, 1:42 mungkin juga kondisi ee keseharian. Ee 1:46 ikhwan dan akhwat, para pendengar yang 1:48 saat ini mendengarkan kita, Ustazah. 1:50 tepatnya tema kita adalah ketika takdir 1:53 ustazah tidak sesuai dengan harapan apa 1:55 yang harus kita lakukan tafadol ustazah 1:58 jazakillahiran Mbak Olin 2:00 bismillahirrahmanirrahim 2:02 alhamdulillahiabbil alamin hamdan yuwafi 2:04 niamah wukfi mazidah ya rabbana lakal 2:08 hamdu bil iman ya rabbana lakal hamdu 2:11 bil islam ya rabbana lakal hamdu bil 2:14 quran lakal hamdu bil maali wal ahli wal 2:18 mua lakal hamdu 2:24 wasid 2:26 muhamm 2:29 aj Allah inuka 2:33 jannahubika 2:36 amin ya rabbal alamin. ee memang setiap 2:40 manusia kita semua pasti memiliki 2:42 harapan ya ee harapan ya mungkin 2:46 keluarga kita inginnya baik-baik saja. 2:48 Berharap anak tumbuh sesuai dengan 2:50 keinginan kita. Berharap orang yang kita 2:53 cintai selalu bersama kita. Berharap ee 2:57 kita diberikan kesehatan. Berharap 2:59 rezeki yang cukup, keadaan aman, ee 3:03 doa-doa kita dikabulkan, harapan kita 3:05 banyak. Tapi bisa jadi ee 3:09 harapan-harapan itu hanya tinggal 3:11 harapan ya. Kita sudah buat rencana, 3:14 kita sudah menyusun masa depan, kita 3:17 sudah berusaha berdoa, tapi ternyata 3:20 hidup itu tidak selalu berjalan sesuai 3:22 dengan yang kita rencanakan. Ya, 3:25 Afan Ustazah, maaf memotong ee tampilan 3:27 Ustazah. Nah, sudah oke tadi apa 3:31 membayang sudah oke, maaf. Silakan 3:33 lanjut. 3:33 Alhamdulillah. [tertawa] 3:35 Iya. ini barangkali ee sinyalnya ya 3:37 settingan. Oh iya iya Ustazah maaf 3:39 silakan Ustazah 3:40 ya. Ee jadi kita sudah berusaha, kita 3:44 sudah berencana, kita sudah menyusun 3:46 masa depan, kita sudah berdoa ya tapi 3:49 bisa jadi hidup kita itu tidak sejalan 3:52 sesuai dengan apa yang kita rencanakan 3:54 ya. Ee ketika takdir yang tidak sesuai 3:58 dengan harapan inilah ya. Mungkin ada ee 4:01 masa dalam hidup kita ini ee doa-doa 4:05 kita belum diijabah oleh Allah. Ada 4:08 rencana kita yang kita rencanakan tapi 4:12 akhirnya berbeda ya. Atau yang ada yang 4:15 kita sudah perjuangkan ternyata kita 4:17 tidak mendapatkan apa yang kita harapkan 4:19 ya. Ternyata yang ada hanya kekecewaan 4:22 ya. Ee inilah kehidupan kita. Barangkali 4:27 ada di antara kita yang barangkali 4:29 bertanya, "Ya, ya Allah kok begini ya? 4:33 Kan aku sudah usaha, aku sudah doa, kok 4:35 takdirmu kok tidak sesuai dengan 4:37 harapanku gitu ya. Barangkali kita 4:40 pernah ee berdoa ee mempertanyakannya 4:43 itu ke apa kepada Allah ya. Kita sudah 4:46 berusaha tapi tidak sesuai dengan apa 4:48 yang kita harapkan." Nah, di sinilah 4:50 di sinilah hati seorang mukmin itu 4:53 belajar belajar sesuatu yang sangat luar 4:57 biasa. Ee belajar agar kembali ee 5:01 meningkatkan keimanannya kepada Allah 5:03 ya, kepada takdir, kepada rukun iman. 5:07 Bahwa hidup itu bukan tentang bagaimana 5:10 membuat semua yang kita inginkan itu 5:12 menjadi kenyataan. Jadi bukan hidup itu 5:15 bukan bukan itu bukan semua yang apa 5:17 yang kita inginkan itu menjadi kenyataan 5:20 tetapi 5:22 ee hidup itu adalah tentang bagaimana 5:26 menerima ya bagaimana menerima apa yang 5:30 telah Allah berikan kepada kita ya. Jadi 5:33 hidup itu adalah bagaimana kita yakin, 5:37 kita percaya, kita mengimani bahwa semua 5:41 perjalanan hidup kita itu sudah 5:43 ditentukan oleh Allah. Jadi artinya di 5:46 sini adalah bahwa kita yang 5:49 diperintahkan untuk berusaha. Ya, Allah 5:52 itu hanya meminta kita untuk berusaha. 5:54 Adapun hasil akhirnya itu kembali kepada 5:58 ee ketentuan Allah ya. Hasil akhirnya 6:01 itu urusan Allah ya. Jadi kita menerima 6:06 apa yang telah Allah tetapkan 6:09 terhadap kehidupan kita. Karena kan 6:11 semuanya itu kan Allah maha tahu dengan 6:13 kehidupan kita. Allah yang tahu masa 6:14 depan kita. Allahlah yang telah 6:16 mentakdirkan jalan hidup kita. Makanya 6:18 firman Allah dalam surah Albaqarah ayat 6:21 216. 6:22 Waasaan an taqrahuaian wahuahairulakum. 6:26 Waasaan tuhibuan wahua lakum. Wallahu 6:29 yamu wa antum laamun. Boleh jadi kamu 6:33 tuh tidak suka atau membenci sesuatu, 6:35 tapi itu yang baik bagimu. Bisa jadi 6:39 kamu itu ee menyukai sesuatu, tapi itu 6:42 enggak baik untukmu. Jadi di sinilah ee 6:45 kita sebagai ee hamba Allah itu beriman 6:49 kepada takdir ya. Ee tidak semua takdir 6:52 yang kita harapkan itu sesuai dengan ee 6:56 harapan kita. Yang kita kita inginkan 6:58 tidak sesuai dengan harapan kita. Itulah 7:00 sebabnya bahwa dunia ini memang bukan 7:03 tempat semua persoalan itu diselesaikan. 7:06 Ya. Ee laqad khalaqnal insana fi kabad. 7:11 Allah telah ciptakan. Ya, sesungguhnya 7:13 kami telah menciptakan manusia tuh dalam 7:15 keadaan susah payah. Artinya kabat itu 7:18 menggambarkan kehidupan manusia itu 7:20 penuh perjuangan, kesulitan, 7:22 kelelahan, ujian. Maka enggak heranlah 7:25 kalau kita itu sudah berharap, sudah 7:27 berjuang, tapi ternyata di luar 7:29 keinginan kita. Memang hidup itu adalah 7:31 perjuangan. Ya, ada masalah datang lagi 7:34 masalah yang lain. Ya, ya. Itulah 7:36 karakter dunia. Dunia ini kan bukan 7:38 tempat pembalasan ya. Jadi Allah tidak 7:41 menjanjikan dunia ini sebagai tempat ee 7:43 apa? Tempat tanpa masalah. Bukan. Dunia 7:46 ini ee memang tempat berjuang. Dunia ini 7:51 bagi orang beriman itu adalah tempat ee 7:54 berharap ya, berharap pertolongan Allah 7:56 dan Allah janjikan tuh pertolongannya. 7:58 Allah janjikan kepada orang beriman itu 8:00 adalah ee bantuannya, pertolongannya, 8:03 perlindungannya. Nah, walaupun ee dunia 8:07 ini tidak semuanya itu sesuai dengan apa 8:09 yang kita harapkan ya. Ya, kita memang 8:11 punya harapan banyak ya. yang belum 8:14 nikah pengin menikah, yang sudah menikah 8:16 pengin punya anak ya harapan ya 8:18 kadang-kadang Allah kabulkan 8:19 kadang-kadang tidak ya. Pengin berharap 8:21 rezeki yang cukup ya dan ee hal-hal yang 8:24 lainnya kita ee usahakan. Namanya hidup 8:26 di dunia kan usaha ya. Ada yang kita 8:29 doakan kepada Allah, hajat kita, 8:31 kebutuhan kita sudah kita doakan 8:34 bertahun-tahun, 8:35 sudah kita usahakan semaksimal mungkin 8:38 tapi belum terwujud. Ya, ada masalah 8:41 yang sudah kita coba selesaikan. 8:43 berkali-kali. Tapi yang namanya ee 8:46 ketentuan takdir Allah itu kan berlaku 8:48 ya. Nah, terus kita gimana? Kita harus 8:50 seperti apa? Nah, di sinilah kita 8:52 belajar sebuah pelajaran yang besar, 8:55 yang luar biasa ya. Jadi tidak semua 8:58 yang kita inginkan itu adalah yang 9:00 terbaik bagi kita. Tidak semua persoalan 9:04 persoalan itu harus selesai di dunia ini 9:06 agar kita dapat hidup dengan tenang. 9:08 Tidak ya. Ada persoalan yang Allah 9:11 selesaikan dengan jalan keluar. Tapi ada 9:13 pula yang Allah selesaikan dengan 9:15 mengubah hati kita agar mampu 9:16 menerimanya. Ya, karena kehidupan di 9:19 dunia tidak tidak semuanya sesuai dengan 9:20 apa yang kita inginkan. Semuanya kan 9:22 kembali kepada ee kehendak Allah. 9:26 Mungkin kita berpikir bahwa ketenangan 9:28 itu akan datang setelah masalahnya 9:30 selesai ya. Kalau sudah selesai 9:32 masalahnya tenang. Kalau udah yang masih 9:35 gadis pengin nikah, sudah nikah pasti 9:36 tenang gitu ya. Nanti kalau yang sudah 9:39 menikah bertahun pengin punya anak, 9:40 punya anak pasti bahagia gitu ya. atau 9:42 ketika ada orang yang menyakiti kita 9:45 terus selesai dengan ee apa namanya? 9:47 minta maaf ya atau ya tidak seperti itu 9:50 ya. 9:52 ee setelah orang yang menyakiti kita 9:55 meminta maaf ya. Setelah semua orang 9:57 memahami kita, setelah hutang lunas, 10:00 setelah keluarga berubah, anak-anak 10:02 menjadi apa yang kita harapkan, setelah 10:04 orang yang berbuat zalim mendapatkan 10:06 balasan, itu tidak semua seperti itu. 10:10 Ya, ada persoalan yang mungkin kita bawa 10:12 bertahun-tahun belum selesai juga ya. 10:15 Ada mungkin pertanyaan yang tidak pernah 10:16 mendapatkan jawabannya. mungkin kita 10:19 kehilangan tapi tidak bisa digantikan. 10:21 Terus bagaimana kita harus menunggu nih 10:23 di dunia ini? Nah, inilah kita belajar 10:27 bahwa takdir itu memang tidak selalu 10:30 sesuai dengan harapan. Bahwa tugas kita 10:33 bukan menyelesaikan seluruh persoalan 10:36 dunia, tetapi menjalankan kewajiban kita 10:40 dengan sebaik-baiknya dan menyerahkan 10:42 hasilnya kepada Allah. Jadi sekali lagi 10:47 memang [berdehem] 10:48 kita hanya diperintahkan untuk ikhtiar, 10:49 berdoa, berusaha. Apa yang kita 10:52 harapkan, apa yang kita inginkan, kita 10:54 berusaha untuk mencapainya dengan segala 10:57 usaha yang maksimal, optimal. Tapi ingat 11:00 bahwa tidak semua yang kita harapkan itu 11:03 akan ee menjadi kenyataan. Ya, takdir 11:06 itu tidak sesuai, belum tentu sesuai 11:08 dengan harapan kita. Sekali lagi bahwa 11:10 tugas kita bukan menyelesaikan seluruh 11:13 persoal-persoalan yang ada di dunia ini 11:15 ya. Tapi tugas kita adalah menjalankan 11:18 kewajiban kita dengan sebaik-baiknya dan 11:21 menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. 11:25 Jadi hasil akhirnya kepada Allah. 11:26 Makanya di situlah tawakalna alallah. 11:29 Kita bertawakal kepada Allah. Ya. Jadi 11:31 dunia ini memang bukan tempat semua 11:32 persoalan diselesaikan. Bukan. Ya Allah 11:35 telah menciptakan manusia itu dengan 11:37 susah payah. Ya, itu karakter dunia ya. 11:40 Jadi, Allah tidak menjanjikan dunia ini 11:42 sebagai tempat tanpa masalah. Semuanya 11:44 pasti ada masalah ya. Dan Allah tidak 11:46 menjanjikan kehidupan itu tanpa ujian. 11:48 Hidup itu penuh dengan ujian. 11:50 Ahasibanasqu 11:52 aman wahum yftanun. Apakah manusia 11:55 mengira bahwa mereka akan dibiarkan 11:58 dengan mengatakan amanna kami beriman 12:01 sedangkan mereka tidak diuji. Justru 12:03 tidak begitu. Ini ayat ini mengajarkan 12:06 kita bahwa iman tidak membuat seseorang 12:10 itu bebas dari masalah. Iman membuat 12:14 seseorang mempunyai cara yang benar 12:16 ketika menghadapi masalah. Nah, itu iman 12:18 ya. Jadi cara yang benar ketika kita 12:22 menghadapi masalah. Makanya orang 12:25 beriman itu ya kalau ada masalah atau 12:28 ada ujian ya bisa menangis, bisa kecewa, 12:31 bisa kehilangan, bisa lelah, bisa luka. 12:34 tapi dia punya tempat kembali ya. 12:37 Makanya inn lillahi wa inna ilaihi 12:40 rojiun. Kita milik Allah dan kita akan 12:43 kembali kepada Allah. Nah, jadi 12:45 persoalan yang ada di dunia ini mungkin 12:48 ada yang tidak bisa diselesaikan ya. 12:50 Makanya waallahi turjaul umur. Kepada 12:53 Allahlah kita kembalikan segala urusan. 12:56 Ini ini bentuk penangan ya bagi 12:59 hamba-hamba Allah yang beriman ya. 13:00 ketika dia sudah berusaha berdoa, 13:03 membuat rencana, tapi kenyataannya ya 13:06 dia memilih misalnya ya kalau kita ee 13:09 adakan pemilihan pemilihan siapa ya 13:11 pemimpin atau apa, harapannya itu kan 13:13 banyak harapan akan muncul 13:15 kesejahteraan, 13:17 keamanan dan seterusnya dan seterusnya. 13:20 Ternyata harapannya tinggal harapan 13:22 kenyataannya berbeda dengan apa yang dia 13:24 harapkan kan begitu. Nah, sekali lagi 13:27 kita hanya bisa berusaha waallah turjaul 13:30 umur dan kepada Allah dikembalikan semua 13:32 urusan. Nah, ini kalimat menenangkan ya. 13:34 Jadi sekali lagi ada perkara yang kita 13:37 serahkan kepada Allah setelah kita 13:38 berusaha optimal ya. Ketika kita sudah 13:41 ee tadi menjelaskan ya ee sesuatu kepada 13:45 siapapun tapi orang itu tidak mau 13:46 memahami diserahkan pada Allah. Kita 13:48 pengin anak yang saleh berbakti santun 13:52 sesuai dengan harapan kita. Ah, pokoknya 13:55 sudah luar biasa usaha kita kan ya dari 13:57 awal ya disekolahkan misalnya di tempat 14:00 lingkungan yang islami kita sudah 14:02 berusaha maksimal bagaimana anak yang 14:04 kita harapkan ini ya misalnya sesuai 14:06 dengan harapan kita. Ternyata qadarallah 14:09 apa yang kita harapkan tuh jauh dari ee 14:11 apa yang kita ee rencanakan. Ya sudah 14:13 serahkan kepada Allah. Jadi ketika kita 14:16 sudah berbuat baik, sudah merencanakan, 14:18 sudah berusaha ikhtiar segala macam, 14:20 tapi juga mendapatkan tantangan jauh 14:23 dengan harapan-harapan kita, tapi masih 14:26 juga ee jauh sekali ya. Kita sudah 14:29 berbuat baik, masih juga difitnah 14:30 misalnya ya, kita sudah meminta maaf 14:33 tapi masih juga orang membenci kita 14:35 misalkan ya. Kita sudah berusaha tapi 14:37 kok belum jauh sangat ee jauh dari 14:41 harapan kita ya. kita sudah berusaha 14:43 menyelesaikan sebuah persoalan ee secara 14:46 kekeluargaan. Kalau itu e persoalan 14:48 persoalan keluarga tapi belum menemukan 14:50 titik temu. Nah, di sinilah serahkan 14:52 pada Allah. Waillallahi turjaul umur. 14:55 Ya, kita hanya berusaha ya. Kita 14:57 berusaha sudah berusaha mencari rezeki, 14:59 mencari apa, semua kita semua kita 15:01 lakukan ee apapun ya ee kita usahakan. 15:05 Namanya kan ikhtiar ya, tapi hasilnya di 15:07 luar ee kehendak kita. Maka wa umur ya 15:11 memang semuanya kembali kepada Allah ya. 15:14 Rencana kan di tangan kita ya. Keputusan 15:17 ee di tangan Allah ya. Makanya dunia ini 15:20 bagi orang-orang beriman tuh sijnul 15:22 mukmin, penjarak bagi orang yang 15:24 beriman. Maksudnya ee orang beriman tuh 15:27 enggak boleh, bukannya enggak boleh 15:28 menikmati dunia atau boleh tapi kan kita 15:31 dunia ini kan bukan tempat tinggal 15:33 selama-lamanya ya. Kita kan hanya 15:35 berusaha. Anak yang kita didik sejak 15:38 kecil kita berusaha dengan harta yang 15:40 halal. Mendidiknya dengan kasih sayang 15:42 qadarallah. Setelah dewasa jauh sekali 15:45 apa yang kita harapkan. Ya itu kita 15:46 kembalikan kepada Allah. Terus iringi 15:48 dengan doa. Insyaallah suatu saat nanti 15:50 Allah akan ee mudahkan apa yang kita 15:53 harapkan termasuk rezeki apa semua 15:55 semuanya lah ya. Nah sekali lagi bahwa 15:59 dunia ini memang bukan tempat ee semua 16:04 terpenuhi keinginan kita. ya ee orang 16:07 yang dizalimi misalnya ya, tidak semua 16:09 keadilan itu harus kita lihat di dunia 16:11 ya. Tidak semua luka itu sembuh sempurna 16:14 di dunia. Tidak semua pertanyaan itu 16:16 harus mendapatkan jawaban di dunia. 16:18 Tidak semua orang yang menyakiti kita 16:21 itu harus minta maaf ketika kita di 16:23 dunia. Ya kan masih ada hari akhir ya. 16:26 Jadi tidak semua kezaliman itu mendapat 16:29 balasan di dunia. Tidak semua ya. 16:36 Di sini kan dalam surat Ibrahim ayat 42 16:38 itu firman Allah 16:45 janganlah sekali-kali 16:47 kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa 16:50 yang diperbuat oleh orang-orang yang 16:52 zalim. Mungkin ada orang yang merasa 16:54 terzalimi ya. Apakah terzalimi oleh 16:58 merasa dizalimi gitu ya, misalnya oleh 17:00 pemerintah, oleh orang tua, oleh suami, 17:03 tetangga siapa lah gitu. Ada ya 17:04 perasaannya kok saya di dizalimi. Ya ini 17:08 memang Allah tuh enggak akan pernah 17:09 lalai. Allah tuh maha tahu dengan 17:12 orang-orang yang menyakiti kita. Kadang 17:14 kita melihat orang yang menyakiti kita 17:17 itu hidupnya kok baik-baik saja ya. Kok 17:19 katanya orang zalim itu doanya maklum, 17:21 orang yang dizalimi terkabul. Dia kok 17:24 orang tua itu kok malah baik-baik saja 17:25 ya? Kok dia hidupnya lebih kayaknya 17:28 enggak ada enggak ngaruh gitu ya? Kok 17:30 dia tidak mendapatkan balasan ya? Kok 17:32 malah kelihatannya bahagia ya? Kok 17:34 semakin banyak ya hartanya kok kok 17:36 banyak. Barangkali itu ya ee kita 17:39 melihatnya ya ketika kita merasakan ini 17:42 adalah suatu kezaliman. Kita tahu tadi 17:45 berdasarkan ayat tadi ya bahwa Allah tuh 17:48 enggak lalai. Wala tahsabannallah 17:50 gofilan. Allah tidak lalai. Kamu jangan 17:53 mengira Allah itu lalai. Allah itu tahu 17:55 siapa yang berbuat zalim dari 17:57 hamba-hambnya. Dan kita tidak tahu 17:59 seluruh perhitungan Allah. Keterlambatan 18:02 balasan itu bukan berarti Allah tidak 18:05 mengetahui. Allah tuh maha tahu. Jangan 18:09 mengira keterlambatan balasan berarti 18:12 Allah tidak mengetahui. Ya. Ya. Innbaka 18:17 mirs inaka mirs itu surat alfajr ayat 14 18:22 ya. Sesungguhnya Rabbmu benar-benar 18:25 mengawasi. Allah melihat semuanya. Tidak 18:28 semua persoalan yang menggantung di 18:31 dunia ini yang belum ada penyelesaiannya 18:34 ini, yang lama belum juga ada solusinya, 18:38 itu tidak semua persoalan ini akan 18:40 terselesaikan di dunia. Enggak semuanya 18:42 terselesaikan di dunia. Tidak semua 18:44 perkara itu akan ditutup dengan tuntas 18:46 di dunia. Tidak. Tidak semua kezaliman 18:48 itu akan sempat dikembalikan haknya 18:50 kepada orang yang dizalimi sebelum 18:52 mereka meninggal dunia. Enggak semua. 18:54 Jadi semua ini bukan tempat dunia ini 18:56 bukan tempat pembalasan. Ya, mungkin ada 19:00 yang langsung Allah balas di dunia ini, 19:02 tapi masih banyak yang belum dibalas. 19:04 Coba dilihat ya orang-orang saleh yang 19:06 pergi meninggalkan dunia ini itu 19:10 sementara mungkin dia merasa terzalimi 19:13 ya. dia tuh di diperlakukan tidak adil, 19:16 hidupnya itu dipenjara gitu. Padahal dia 19:19 berdakwah kepada ee manusia. Nah, bisa 19:22 jadi ada orang-orang yang dizalimi itu 19:24 meninggal dunia tanpa pernah menyaksikan 19:27 keadilan ditegakkan atas mereka. Ya, 19:30 akan ada orang-orang zalim dan pelaku 19:32 kejahatan yang pergi dari dunia dalam 19:35 keadaan masih berada di atas kejayaan 19:37 mereka. Kebahagiaan yang mereka rasakan 19:40 dengan hidup yang mewah gitu ya. 19:42 sementara e kezalimannya belum 19:44 terbalaskan ya. Ya, belum terbalaskan 19:48 semua perilaku mereka yang zalim di 19:50 dunia ini mereka sudah keburu meninggal 19:52 misalnya ya tanpa manusia ee belum 19:55 menyaksikan kejatuhan mereka ya dari 19:58 akibat perbuatan zalim. Mungkin ada yang 20:00 begitu. Nah, dunia ini diciptakan 20:03 sebagai tempat untuk berjihad, beramal, 20:06 berusaha, berikhtiar, bukan tempat 20:09 pembalasan. Ya, dunia ini bukan tempat 20:12 pembalasan. Sekali lagi, dunia ini bukan 20:14 tempat pembalasan dan bukan tempat 20:16 penegakan seluruh keadilan. Kalaupun 20:18 Allah menegakkan sebagian keadilannya, 20:20 itu yang memang sudah ditakdirkan Allah. 20:23 Bisa jadi orang yang berbuat zalim itu 20:25 dibalas di dunia, gitu ya. Ee jika 20:28 terkadang kita menyaksikan sebagian 20:30 balasan dan keadilan terjadi di dunia, 20:33 itu bukanlah hukum utama kehidupan dunia 20:35 ini. Bukan pula janji bahwa seluruh 20:38 keadilan pasti dituntaskan di sini, di 20:40 dunia ini pasti akan ditegakkan di belum 20:43 tentu juga. Ya, itulah sebabnya Allah 20:46 menciptakan hari akhirat. 20:49 Itulah sebabnya kita beriman kepada 20:51 yaumil akhir. Ya, orang-orang yang 20:54 beriman, yang benar-benar beriman kepada 20:56 hari akhirat itu memahami bahwa tidak 21:00 semua persoalan kehidupan itu akan 21:03 selesai dan mendapatkan keadilan di 21:05 dunia. Nanti ada masanya akan 21:08 mendapatkan keadilan di akhirat. Ya, ada 21:11 kisah kehidupan tuh yang berhenti 21:13 sebelum kita melihat penyelesaiannya. 21:15 Sebab bab terakhir dari seluruh kisah 21:18 itu memang tidak ditulis untuk 21:20 diselesaikan di bumi ini. Nah, ini yang 21:22 mesti kita pahami, kita imani bahwa 21:26 keadilan yang sesungguhnya itu adalah 21:29 keadilan Allah nanti di yaumil akhir, 21:31 ya. Nah, jadi ketika seseorang mengira 21:35 bahwa setiap hak pasti harus 21:36 dikembalikan di depan matanya gitu ya, 21:39 setiap kezaliman pasti harus ia lihat. 21:41 Akhirnya setiap amal itu ee pasti akan 21:44 menghasilkan buahnya di selama di dunia. 21:47 Itu enggak semuanya seperti itu ya. Jadi 21:50 kita memahami dan meyakini mengimani 21:53 hari akhir. Makanya ketika takdir tidak 21:56 sesuai dengan harapan pasti ada yang 21:58 terbaik ya. Pasti ada yang Allah 22:01 kehendaki yang terbaik untuk kita ya. 22:04 Kita lihat contoh ya. misalnya mm 22:07 Sumayyah ya ini adalah ee wanita pertama 22:13 di masa ee Rasulullah menyebarkan Islam 22:17 yang syahid. Jadi yang syahid yang 22:19 pertama kali ee dalam membela Islam ya 22:23 pada awal-awal Rasulullah menyebarkan 22:25 Islam itu perempuan namanya ee Sumayyah. 22:29 Beliau ini syahidah ya, syahid sebelum 22:32 hijrah. Itu kan di Sumayyah ini kan 22:35 tidak tahu nanti bagaimana Islam itu 22:37 akan menyebar ke seluruh pelosok negeri. 22:40 Bahwa Islam itu, bahwa Rasulullah itu 22:42 akan ee menaklukkan kota [berdehem] 22:45 Makkah, membersihkannya dari ee 22:48 berhala-berhala yang ada yang ee 22:51 disembah oleh orang-orang kafir Quraisy. 22:53 Kan semuanya enggak tahu itu yang beliau 22:55 jalani adalah beliau berjihad, beliau 22:57 berjuang, kemudian beliau syahid. ya di 23:00 Tombak gitu ya. Artinya pada saat itu 23:02 beliau belum tahu bagaimana nanti akhir 23:05 perjalanan Islam itu pada saat 23:06 Rasulullah itu memenangkan dakwah di 23:08 Madinah. Nah, jadi beliau gugur sebagai 23:10 syahid sebelum hijrah. Atau misalnya 23:12 Yasir ya juga menjalani penderitaan dan 23:15 siksaan. Banyak ya sahabat-sahabat Nabi 23:17 Hamzah dan Mus'ab bin Umair yang syahid 23:20 sebagai syuhada ya sebelum Makkah 23:22 ditakahlukkan ya. Bahkan Mus'ab sendiri 23:25 tidak sempat melihat ee Makkah. Hamzah 23:28 juga tidak sempat menyaksikan 23:29 berhala-berhala yang dihancurkan di 23:31 sekitar Ka'bah yang jumlahnya lebih dari 23:33 360 itu. Atau orang-orang yang disiksa 23:36 pada masa-masa awal Islam, pada 23:38 awal-awal dakwah itu tidak sempat 23:40 menyaksikan hari ketika manusia masuk ke 23:43 dalam Islam ee ke dalam dinullah secara 23:46 berbondong-bondong. 23:48 Jaasrullahi w mereka sudah syahid. Jadi 23:51 tidaklah menjadi syarat bahwa kita tuh 23:53 harus melihat akhir perjalanan dari apa 23:55 ee yang ee kita cari, yang kita gapai 23:58 ini. Jadi perjalanan jadi kita hanya 24:00 disuruh bekerja, berusahalah, 24:03 beramallah, berikhtiarlah, berdoalah. 24:05 Walaupun kita saat ini belum mendapatkan 24:07 apa yang kita inginkan, yang kita 24:09 harapkan, yang kita cita-citakan, yang 24:12 penting kita diperintahkan Allah untuk 24:15 wulat malu. Bekerjalah, beramallah. Ya, 24:19 bisa [berdehem] jadi bisa jadi ya ee 24:23 kita menanam ee sebuah pohon 24:27 kita belum merasakan ee belum merasakan 24:29 bagaimana ee hasil dari ee pohon yang 24:33 kita tanamkan. Bisa jadi nanti 24:35 orang-orang yang datang setelah kita 24:37 itulah yang akan merasakan ee apa 24:40 namanya ee ee naungan keteduhan di bawah 24:43 pohon yang kita tanam. 24:45 Boleh jadi bahwa ee satu batu ya dalam 24:50 sebuah bangunan itu ee yang kita bawa ya 24:53 bisa jadi ee nanti ya kita belum 24:56 menyelesaikan bangunannya nanti kita ee 24:59 bisa jadi belum selesai bangunannya kita 25:00 sudah meninggal. Intinya adalah kita 25:02 hanya berusaha untuk kita hanya berusaha 25:04 untuk berikhtiar ya. Kita hanya 25:06 diperintahkan Allah untuk bekerja 25:08 beramal ya. Jadi tidak ada syarat bahwa 25:11 kita harus melihat akhir. Yang penting 25:12 doa ikhtiar. Jadi harapan-harapan kan 25:15 banyak harapan. Kita kan penginnya semua 25:17 harapan kita dikabulkan Allah. Pasti 25:19 Allah tahu apa yang terbaik untuk 25:21 perjalanan hidup kita. Bisa jadi kita 25:23 meninggalkan dunia ini dalam ee 25:26 penderitaan ya. Merasa terzalimi, luka 25:30 gitu ya dalam ee dada kita pedih, sedih 25:33 gitu ya. Sementara kita ee dengan 25:37 kesedihan ini itu Allah berikan balasan 25:41 yang berlipat atas kesabaran yang kita 25:44 hadapi. Ya, jadi artinya ee luka-luka 25:47 kita ini yang kita hadapi dengan sabar 25:49 tuh berbuah nanti di yaumil akhir ya. 25:51 Masyaallah luar biasa kan pahala orang 25:53 yang bersabar itu kan luar biasa. 25:55 Beworry hisab ya. Padahal kita melihat 25:57 kok orang yang nyakitinku kok kayaknya 25:59 malah tambah bahagia ya. Kok aku yang 26:02 sengsara ya. Tapi kita bersabar dengan 26:04 ujian ini ya. Belum kita kan suka ada 26:07 orang ini Mbak ya misalnya dalam masa 26:09 keluarga gitu ya dia dizalimi misalnya 26:12 terus kemudian dia disia-siakan, 26:13 diabaikan ya ditelantarkan misalnya 26:16 dengan pasangan hidupnya. Pasangan 26:18 hidupnya tuh mungkin ee apa 26:20 meninggalkannya pengkhianatan yang 26:22 dilakukan terus ya kita yang 26:23 ditinggalkan merasa tercampakkan, 26:26 terbuang dengan kondisi yang yang sulit 26:29 misalkan ya. Terus kita kok kita yang 26:31 dizalimi kok kita yang susah ya? Kok dia 26:33 yang itu kok malah eh berjaya ya. Ini 26:35 kan belum selesai ya. Bisa jadi dengan 26:38 kesabaran kita Allah akan siapkan Allah 26:41 akan sediakan balasan yang berlipat 26:43 ganda nanti di yaumil akhir. Sementara 26:45 ini perjalanan yang menzalimi kita tuh 26:47 belum selesai. Walaupun di dunia kita 26:49 melihat hidupnya tuh kayaknya nyaman ya. 26:52 Ee itu belum selesai karena masih ada 26:55 pertanggungjawaban nanti di yaumil akhir 26:57 ya. Nah, kita hanya diperintahkan untuk 27:01 berdoa, berikhtiar, berusaha, sabar, ya. 27:04 Karena orang beriman tuh kan hidupnya 27:06 dua. Kalau enggak bersyukur ya bersabar, 27:09 ya. 27:10 Ya, karena ajaban liamril mukmin itu 27:12 menakjubkan. Rasul sendiri memberikan ee 27:15 apresiasi ya kepada orang beriman. 27:17 Menakjubkan. Luar biasa orang-orang yang 27:20 beriman ini. Inna amru kullahu khair. 27:23 Semua permasalahannya, urusannya tuh 27:25 bagi orang yang beriman itu penuh dengan 27:27 kebaikan. In asobat syakaro fakana 27:31 khairun lah. Kalau dia diberikan 27:33 kesenangan, kebahagiaan itu dia 27:36 bersyukur dan itu baik baginya. 27:38 as kalau dia diberikan kesusahan, 27:41 musibah, ujian, cobaan yaaro fakanair 27:46 dan itu eh baik baginya dia bersabar. 27:48 Nah, itulah kehidupan orang beriman itu 27:50 ya. Nah, jadi sekali lagi, Mbak, kita 27:54 ini di hidup di dunia ini hanya 27:56 diperintahkan untuk beramal 27:59 ya menjalani hidup kita dengan penuh 28:02 harapan harap kepada Allah, berdoa. 28:05 Ketika harapan tidak sesuai dengan ee 28:08 kenyataan, kita bersabar ya. Kita yakin 28:11 bahwa tidak ada yang disia-siakan Allah 28:14 dari usaha yang ada. Tugas kita itu 28:17 adalah beramal dan berusaha. Adapun 28:20 kapan dan melalui siapa Allah 28:22 menghadirkan hasilnya itu adalah urusan 28:24 Allah. Kita tidak selalu dituntut untuk 28:27 menyaksikan ee kemenangan hasil dari apa 28:32 yang kita harapkan. Kita hanya dituntut 28:34 untuk tetap berada di jalan yang benar. 28:36 Jadi ketika kita selalu berada dalam 28:39 jalan yang benar, mengikuti petunjuk 28:41 Allah dan Rasul-Nya, insyaallah Allah 28:43 selalu akan ee mendampingi kita, Allah 28:46 akan menjaga kita, Allah akan melindungi 28:48 kita. Kita yakin tidak ada amal yang 28:51 disia-siakan Allah. Tidak ada kesabaran 28:53 yang terbuang. Tidak ada kezaliman yang 28:56 akan luput dari perhitungan Allah. 28:58 Karena Allahlah yang akan membalas semua 29:01 kezaliman yang telah dilakukan oleh 29:04 seorang hamba. Walaupun di dunia ini 29:07 barangkali belum Allah perlihatkan 29:09 balasannya. Ya, begitu, Mbak ya. Jadi 29:12 jangan ukur kebenaran perjuangan kita 29:15 hanya dari apa yang sempat kita lihat di 29:17 dunia ini. Bisa jadi kita sedang menanam 29:20 sesuatu yang buahnya itu baru akan 29:23 dipetik di akhirat. Ya, jadi ini ee buat 29:27 kita semua jangan pernah berputus asa 29:30 ya. Ketika takdir kita tidak sesuai 29:33 dengan harapan insyaallah pasti Allah 29:36 akan berikan penggantinya. pasti akan 29:39 Allah berikan kebaikan kepada kita ya. 29:42 Jadi ee jangan pendam semua kesedihan 29:46 sendirian ya Mbak ya. Jangan ee manusia 29:50 itu dijadikan satu-satunya tempat 29:51 bergantung. Jangan jadikan Allah 29:55 satu-satunya tempat bergantung. Bawalah 29:57 luka kita, kesedihan kita itu kepada 30:00 Allah. Allahlah yang akan menyelesaikan 30:03 semuanya insyaallah. Barangkali begitu, 30:05 Mbak, sebagai pembuka. 30:06 Masyaallah. Baik, Ikhwan. wa taala kita 30:09 dengarkan kita simak pemaparan ustazah 30:12 terkait dengan tema kita yaitu ketika 30:14 takdir tidak sesuai dengan rencana. Kami 30:18 undang ikhwan dan akhwat untuk 30:19 menyampaikan ee pertanyaannya sesuai 30:22 dengan tema di nomor WhatsApp seperti 30:25 biasa tidak berubah di 08111999720. 30:33 Insyaallah Ustaz akan membahas tapi 30:34 setelah jeda nasyid berikut ini. 31:07 Ya 31:08 kan saya bilang 34:04 [musik] 34:10 Radio Silaturahim juga Rasil TV. Ikhwan 34:12 dan akhwat saat ini sedang menyimak 34:13 fikih wanita bersama guru kita Ustazah 34:15 Herlini Amran. Dan tema yang diangkat 34:17 adalah ketika takdir tidak sesuai dengan 34:19 harapan. Tadi sudah dipaparkan perihal 34:22 eh highlight yang saya tulis bahwa dunia 34:25 ini ternyata ikwan dan akhwat bukan 34:27 tempatnya ee pembalasan atau mencari ee 34:31 keadilan. Karena tidak semuanya akan 34:33 kita peroleh. Dunia ini adalah tempat 34:35 kita berikhtiar dan kewajiban kita 34:37 selalu berusaha. Betul, Ustazah ya. 34:40 Iya. Mantap. 34:41 Masyaallah. [tertawa] 34:42 Silakan Ustazah dilanjutkan. Tadi ada 34:44 yang 34:44 I. Baik. Bismillah. Baik. Ee jadi ketika 34:47 masalah itu belum selesai itu bisa jadi 34:51 Allah ee mungkin Allah sedang 34:53 menyelesaikan sesuatu dalam diri kita, 34:55 ya. Jadi kan kita berdoa, "Ya Allah, 34:58 kita dengan segala kekhusyukan, 35:00 permohonan, kita sudah berikhtiar, 35:02 berdoa, berusaha, tapi ternyata 35:04 permasalahannya belum selesai." Maka 35:07 bisa jadi Allah itu mengganti ee doa 35:11 kita yang kita harapkan itu dengan cara 35:14 kita menghadapi masalah. Masalahnya 35:16 belum hilang, tapi kita menjadi lebih 35:19 sabar. Ya, mungkin orang lain belum 35:22 berubah, tapi kita belajar menetapkan 35:25 batas. ya. Karena keadaan kan belum ee 35:27 sempurna ya, tapi hati kita tuh lebih 35:29 dekat kepada Allah ya. Jawabannya belum 35:32 datang tapi kita sudah belajar tawakal. 35:34 Maka bisa jadi Allah tidak langsung 35:38 mengubah keadaan karena Allah sedang 35:40 mengubah kita melalui keadaan tersebut. 35:42 Jadi cara kita melihat masalah itu 35:45 contoh misalnya ya dalam kehidupan ee 35:49 kita berharap anak kita itu sesuai 35:52 dengan yang kita inginkan. Saleh atau 35:55 salihat kita sudah usahakan, kita sudah 35:57 berdoa, kita sudah giring, ya sudah kita 36:00 semuanya sudah kita lakukan agar harapan 36:03 kita itu terwujudkan. Ternyata ketika 36:06 kita sudah mendidik dengan baik, tapi 36:09 anak ini memilih jalan hidup yang 36:10 berbeda. Apalagi ketika mereka sudah ee 36:13 dewasa, memiliki lingkungan tersendiri, 36:16 tugas kita itu mendidik, mendoakan, 36:19 menasehati, memberi teladan. Adapun 36:22 hidayah itu bukan milik kita. Ya 36:25 inakaahdi man ahbata wakinnallah yahdi 36:28 yasya. Sesungguhnya engkau itu tidak 36:30 dapat memberi hidayah kepada orang yang 36:32 engkau cintai, tapi Allah memberi 36:35 hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. 36:37 Jadi, oleh karena itu kewajiban kita tuh 36:39 ya kita tunaikan. Kalau tidak sesuai 36:42 dengan harapan, kita doakan terus. Kita 36:45 tidak merasa, "Ya Allah, kok begini sih? 36:47 Kenapa sia-sia saja?" Enggak ada yang 36:49 sia-sia. Jangan pernah berkata negatif 36:52 ya terhadap [berdehem] usaha yang telah 36:54 kita lakukan, ya. Jadi kita berusaha 36:58 memperbaiki hubungan kita dengan Allah 37:00 ya. Artinya kita mulai mulai memperbaiki 37:03 ee yang masih kita bisa perbaiki ya. 37:05 Kita berharap terus kepada Allah, lebih 37:08 mendekatkan diri lagi kepada Allah. Kita 37:10 memaafkan jika kita mampu ya. Kita 37:13 menjaga ya bagaimana hubungan kita tetap 37:16 baik dengan anak-anak kita. Kita 37:18 menyerahkan hasilnya kepada Allah ya. 37:20 Jadi ee kalaupun belum dikabulkan saat 37:25 ini, bisa jadi suatu saat Allah akan 37:28 memberikan ee 37:30 usaha dari hasil usaha kita tuh 37:32 pengabulan yang luar biasa. Bisa jadi 37:34 atau nanti setelah kita meninggal 37:37 artinya jangan pernah tergesa-gesa untuk 37:41 ee me ee Allah itu mengabulkan semua apa 37:43 yang kita harapkan, apa yang kita 37:45 inginkan ya. Jangan sampai juga 37:47 terucapkan dalam lisan kita, "Ya Allah, 37:50 aku sudah berdoa tapi kok Engkau belum 37:52 kabulkan? Kok belum juga di ee engkau ee 37:56 apa namanya? Engkau wujudkan apa yang 37:58 aku inginkan." Jangan pernah berkata 38:00 seperti itu. Itu namanya istijal. Kalau 38:03 kita sampai, "Ya Allah, kenapa doaku 38:04 enggak dikabulkan?" Enggak bakal 38:05 dikabulkan. Bersabarlah. Allah kan 38:08 barangkali bisa ee barangkali dengan doa 38:11 munajat kita ini Allah ingin melihat 38:14 kita tuh sejauh mana ee doa dan 38:17 ikhtiarnya. Maka kita menerima takdir ee 38:22 tentu saja ketetapan Allah itu berlaku, 38:25 tapi kita rida ya kita terus berdoa, 38:27 kita percaya, yakin bahwa Allah pasti 38:30 akan mengabulkan kita. Apalagi kalau doa 38:33 ya, doa itu kan tiga ya, bisa dikabulkan 38:35 dengan proses waktu yang panjang. bisa 38:38 juga digantikan dengan yang lain, bisa 38:39 juga disimpan dulu, nanti diberi balasan 38:43 pahala di akhirat ya. Kita menerima 38:45 keadaan ya. Ini ee tidak selalu apa yang 38:48 kita sukai itu yang terbaik untuk kita 38:50 ya. Bisa jadi kita ee menyukai sesuatu 38:52 tapi itu musibah untuk kita. Bisa jadi 38:54 kita sudah berusaha untuk mengubah 38:56 keadaan tapi memang ee belum ada 38:58 solusinya. Bisa jadi Allah ingin 39:00 memberikan kita sesuatu yang lebih baik 39:02 dari apa yang kita harapkan. Ya. Jadi ee 39:06 kita beriman kepada ketentuan Allah. 39:09 Ketika Allah memberikan takdirnya yang 39:14 terbaik, tentu itulah yang terbaik untuk 39:16 kita. Oleh karenanya kita belajar untuk 39:20 ee rendah hati ya. Karena ternyata 39:23 manusia itu tidak mampu mengendalikan 39:25 kehidupan sepenuhnya. Kita belajar 39:27 tawakal karena tidak semua hal 39:29 diselesaikan dengan kekuatan sendiri. 39:31 Kita belajar sabar karena tidak semua 39:34 jawaban dapat datang dengan cepat. Ya 39:36 sabarlah doa juga harus sabar kan. Kita 39:38 belajar melepaskan juga karena ada 39:40 hal-hal yang memang tidak ditakdirkan 39:42 untuk kita miliki selamanya. Kita 39:44 belajar bahwa akhirat adalah tempat 39:47 keadilan yang sempurna karena tidak 39:50 semua persoalan selesai di dunia. 39:52 Begitu, Mbak Olin. 39:54 He. Masyaallah. Baik, Ustazah. Berarti 39:56 kita ee bisa masuk langsung ke tanya dan 39:59 jawab, Ustazah. Ya, izin saya masuk ke 40:01 Depok. Ini Ustazah ada Ibu Rina. 40:04 Asalamualaikum warahmatullahi 40:05 wabarakatuh, Ustazah. 40:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:08 wabarakatuh. 40:09 Wabarakatuh, Ustazah, sejak dulu saya 40:11 memiliki banyak rencana. Saya ingin 40:14 menikah di usia tertentu, punya 40:16 keluarga, dan menjalani kehidupan 40:18 seperti yang saya bayangkan. 40:20 Ikhtiar-ikhtiar, salat sunah, salat 40:22 tahajud saya laksanakan. Namun hasilnya 40:25 kok berbeda ya, Ustazah. Bagaimana cara 40:28 kita menerima takdir? tanpa merasa bahwa 40:31 Allah tidak mendengarkan doa saya. 40:34 I, Mbak Rina, Bu, Mbak Rina ya. 40:37 I 40:37 ee kita tadi sudah bahas bahwa dunia ini 40:41 bukan tempat menyelesaikan semua 40:44 masalah-masalah yang ada. Bisa jadi apa 40:48 yang kita harapkan itu tidak baik untuk 40:51 kita. Maka ee apa yang harus kita 40:53 lakukan dengan ee yang selama ini kita 40:56 sudah doa, sudah usaha, sudah punya 40:58 perencanaan. Kan kita suka punya 41:00 perencanaan hidup ya, jangka pendek, 41:02 jangka menengah, jangka panjang, begini 41:04 begini beginilah gitu ya. Itu kan memang 41:06 kita perlu ya untuk hal-hal yang 41:08 tersebut. Tapi perlu juga diingat bahwa 41:12 ee dalam kan Al-Qur'an menjelaskan ya, 41:14 asa anhibbuan wahuahairakum waqin 41:18 wahuaakum. Ya, kurang lebih bisa jadi 41:22 yang menurutmu itu yang sesuatu yang 41:24 engkau harapkan itu buruk bagimu menurut 41:27 Allah. Bisa jadi sesuatu yang engkau 41:29 enggak suka justru itu yang terbaik 41:31 bagimu. Jadi artinya kita yakin kepada 41:34 Allah bahwa takdir Allahlah yang 41:36 terbaik. Kalau usaha kan ya namanya juga 41:39 usaha. kita enggak tahu area akhirnya 41:42 seperti apa. Jadi kalaupun tidak sesuai 41:44 dengan harapan dan kenyataan, paling 41:47 tidak dari berharap dan berdoa kepada 41:50 Allah itu aja sudah ibadah. Bukankah doa 41:53 itu adalah ibadah? Kita sedang 41:56 beribadah. Nah, jadi sekali lagi ee 42:00 terus berdoa, terus berusaha. Kalau 42:03 perencanaan kita tidak sesuai dengan 42:06 yang kita harapkan, kita yakinkan dalam 42:09 diri kita bahwa pasti Allah memberikan 42:12 yang terbaik [berdehem] untuk kita. J 42:14 hidup di dunia kan syukur dan sabar aja 42:16 ya. Bisa jadi misalnya ee punya 42:19 perencanaan menikah di usia 27 tahun, 42:21 nanti akan begini, nanti akan begini, 42:23 pencapaian begini, begini begini. Kita 42:25 kan berusaha untuk memenuhi apa yang 42:27 kita rencanakan. Ternyata qadarullah 42:29 sekarang sudah usia misalkan ya 30 35 42:32 belum mendapatkan ee pasangan hidup 42:35 padahal kita targetnya 27 misalkan kita 42:38 tanamkan ini ujian dari keimanan kita 42:40 yakinlah pasti Allah merencanakan yang 42:43 terbaik terhadap hidup kita. Bisa jadi 42:46 ketika kita merencanakan usia 27 tahun 42:50 kita menikah, bisa jadi dapat suami yang 42:52 enggak bertanggung jawab. dapat suami 42:54 yang mungkin kalau kita lihat ee 42:56 masalah-masalah yang ada ya di sekitar 42:58 kita itu yang KDRT yang enggak terbaik 43:01 ya lebih baik kita sendiri daripada 43:02 punya suami yang KDRT yang nanti malah 43:04 ee menzalimi kita. Nah, artinya yakinlah 43:07 kepada Allah bahwa 43:10 perencanaan perencana Allah itulah yang 43:13 terbaik, takdir Allah yang terbaik 43:14 ketika kita hanya menetapkan, kita hanya 43:17 berusaha tapi hasil akhirnya itu di 43:19 tangan Allah. Jadi sekali lagi 43:21 menanamkan 43:23 kefikahan, keimanan kepada takdir Allah 43:26 itu merupakan ciri orang yang beriman. 43:30 Sesuatu yang baik menurut kita 43:32 barangkali tidak baik menurut Allah. 43:34 Jadi kita pasrahkan semuanya 43:38 dengan Allah dan kita yakin pasti Allah 43:40 akan menggantinya dengan yang lebih baik 43:42 lagi gitu ya. Jadi tidak ada manusia 43:45 yang malang di muka bumi ini ya. manusia 43:47 yang malang itu adalah manusia yang 43:48 tidak beriman kepada takdir Allah. 43:50 Insyaallah seperti itu ya. Begitulah ee 43:53 Mbak Rina ya. Mudah-mudahan takdir yang 43:56 terbaik yang Allah berikan kita pada 43:58 saat ini yang kita terima dengan 44:00 kesabaran dan ketawakalan mudah-mudahan 44:03 akan lebih baik lagi nanti di ee 44:05 selanjutnya. Insyaallah. 44:07 Insyaallah. Baik, Ustazah. Ee insyaallah 44:11 sudah terjawab ya, Ibu Rina di Depok 44:15 tadi. Saya beralih ke Citayam hamba 44:17 Allah, Ustazah. Ustazah, boleh tidak sih 44:20 kita kecewa sama Allah? Bagaimana 44:22 caranya mengadukan kekecewaan yang 44:25 benar? 44:26 Kecewa kepada Allah. 44:28 Heeh. 44:28 Kenapa kita harus kecewa kepada Allah? 44:31 Bukankah Allah itu ee 44:34 yang menciptakan kita, yang tahu ee 44:37 akhir hidup kita. Tapi sebenarnya gini, 44:39 kecewa itu sendiri manusiawi ya. Ya itu 44:42 kecewa tuh manusiawi ya. Kecewa tuh kita 44:45 ingin Allah belum kabulkan gitu ya. 44:48 Kecewa ya. Tapi bukan berarti kita tidak 44:50 menerima takdir Allah ya. Nah jangan 44:53 sampai kecewa itu ee menjadi kufur tidak 44:59 beriman kepada takdir Allah. Ya, jadi ee 45:04 yang harus dihindari itu ya kalau kecewa 45:07 kecewa tapi jangan sampai kita suudon 45:10 dengan Allah ya kan. Jadi kan misalnya 45:13 gini kan Allah itu e uduni astajib lakum 45:18 gitu ya. Berdoalah kepadaku. Aku akan 45:20 jawab, aku akan kabulkan doamu. Terus 45:23 kita doa siang malam gitu ya. Ternyata 45:26 belum juga dikabulkan. Ada dong rasa ya 45:29 Allah gitu ya sedih deh, kecewa deh ya. 45:32 Atau itu hanya untuk perasaan itu 45:35 sebatas itu saja. Sedih, kecewa itu. 45:37 Tapi jangan sampai berlanjut. Ini setan 45:39 nanti akan berusaha membesarkan kecewa 45:42 ini nanti. Jadi apa? Jadi buruk sangka. 45:44 Kok Allah enggak sayang ya sama saya? 45:46 Kok Allah enggak adil ya? Kok Allah 45:48 enggak mengabulkan ya? Kok doaku 45:50 kayaknya aku nih banyaklah hal-hal yang 45:52 negatif itu enggak boleh enggak 45:53 dibenarkan. Buruk sangka terhadap Allah 45:56 itu jangan. Ana indad abdi ya. Kalau aku 45:59 tuh sesuai dengan sangkaan hambaku 46:01 kepadaku. Lah kalau sangkaannya negatif 46:04 ya nanti begitu ya. Maka oleh karena itu 46:07 bagaimana supaya kekecewaan kita ini 46:09 tidak menjadi kufur ya, tidak menjadi ee 46:13 tidak menjadi tidak beriman kepada 46:15 takdir. Maka kita adukan lagi kepada 46:17 Allah sedihnya kita. Ya Allah aku kok 46:20 kecewa kok gimana. Jadi ibaratnya tuh ee 46:23 doa Nabi Yakub ya kepada Allah. Innama 46:26 asfu bti wa husniallah. 46:29 Sesungguhnya hanya kepada Allah aku 46:31 mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Ya 46:33 Allah aku sedih loh begini-begini aku 46:35 begini kecil. Ya Allah aku adukan 46:37 kepadamu. Jadi kita adukan perasaan hati 46:39 kita kepada Allah. Ya Allah aku sedih. 46:42 Ya Allah aku belum memahami mengapa bisa 46:44 begini. Kok doaku belum dikabulkan? Ya 46:47 Allah aku kecewa dengan keadaan seperti 46:48 ini. Ya Allah aku tidak ingin kecewa 46:50 kepadamu. Tapi aku sedih nih belum 46:51 dikabulkan. Jadi artinya seorang hamba 46:54 itu menghadapi takdir yang tidak sesuai 46:57 dengan harapannya tuh dikembalikan 46:58 kepada Allah. Kita boleh kok nangis, 47:01 kita boleh sedih, kita boleh apa 47:04 namanya? Ee pokoknya merasa gimana, tapi 47:07 tetap sandaran akhirnya itu adalah 47:10 Allah. Tetap kita hanya mengharapkan 47:14 pertolongan Allah. Jadi Allah tuh 47:17 satu-satunya tempat kita menyerahkan 47:19 semua duka kita. Tapi enggak boleh 47:21 mengecewa. Maksud kecewa dengan Allah, 47:22 "Ya Allah, aku kecewa padamu." Itu ya 47:24 enggak boleh. Kan kalau kita kecewa 47:26 dengan keadaan, "Ya Allah, aku berharap 47:28 A kok dapatnya B ya? Ya Allah, aku sedih 47:30 kecewa banget. Enggak sesuai dengan 47:32 harapan." Tapi tidak, tidak kecewa 47:34 kepada Allah, perbuatan Allah, kita 47:36 tetap menerima. Nah, itu bedakan ya 47:38 kecewa dalam ee permasalahan kondisi 47:42 dengan yaitu kecewa itu kan manusiawi 47:45 ya. Misalnya gini, Mbak. kita sudah buat 47:48 apa ya kalau contohnya apa misalnya ee 47:51 perencanaan ya ee ya tadi ya kayak tadi 47:55 anak-anak tadi kita sudah bikin 47:57 perencanaan nanti ini segini nanti dia 48:00 hafal Quran usia segini nanti semua 48:02 sudah ternyata kan tidak sesuai dengan 48:04 perencanaan kan kecewa betul ada tapi 48:06 tetap terakhir itu adalah Allah ya 48:08 artinya kita ngadu lagi kepada Allah apa 48:11 yang menjadi kekecewaan kita innama 48:12 asqui 48:14 wa husniallah 48:16 Itu bagus tuh kalau kita terus bacakan 48:19 seperti Nabi Yakub baca doa itu, "Ya 48:21 Allah, hanya kepada Engkau aku mengadu 48:24 kesusahan dan kesedihanku." Jadi, ngadu 48:26 pada Allah. Jadi, itu tidak kecewa 48:28 terhadap Allah ya. Tapi ee kita bisa 48:31 meminimalisir ya, artinya menghibur diri 48:33 kita dari ee kondisi ee hasil yang telah 48:37 yang tidak sesuai dengan harapan kita. 48:39 Ya, begitu ya Mbak? 48:41 Baik, insyaallah menjawab ya. Hamba 48:43 Allah di Citayam tadi. Saya ke Bekasi 48:46 ini masih hamba Allah, Ustazah. 48:48 Asalamualaikum warahmatullahi 48:50 wabarakatuh, Ustazah. 48:51 Waalaikumsalam warahmatullam 48:52 warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar 48:54 Mbak Kolin? Alhamdulillah baik. 48:56 Saya Ustazah pernah menginginkan 48:58 seseorang untuk menjadi pasangan hidup 49:00 saya. Kami sudah dekat, keluarga sudah 49:02 dekat, sedikit lagi kami sudah masuk ke 49:05 jenjang pernikahan. Namun hubungan 49:07 berakhir dan dia sekarang menikah dengan 49:09 orang lain. Saya sekarang masih 49:12 bertanya-tanya dan ee saya juga punya 49:15 sahabat. Kemudian dia menyadari 5 tahun 49:18 belakangan bahwa dia suka sesama jenis. 49:21 Kami suka bertanya-tanya perihal 49:23 kehidupan ini. Kenapa Allah izinkan 49:26 pertemuan ini saya dengan calon suami 49:29 yang gagal dan dia dengan rasa-rasanya 49:31 yang dia sulit hindari? sahabat saya 49:34 maksudnya ee yang kemudian menyadari 49:36 bahwa dia menyukai sesama jenis. Allah 49:38 izinkan Allah pertemukan. Bagaimana kami 49:42 memahami hal ini, Ustazah? Kami masih 49:44 bertanya-tanya dan masih linglung 49:46 nampaknya. 49:48 Maksudnya yang calonnya itu enggak jadi 49:50 karena suka sama jenis gitu, Mbak ya. 49:52 Dia bilang ini hal yang berbeda. Dia 49:55 merasa merasa dipertemukan ya hamba 49:58 Allah dengan calon suami tapi gagal. Di 50:01 lain pihak ada lagi kasus sahabatnya 50:04 menyukai sesama jenis. Mereka 50:05 curhat-curhatan kayaknya ini tinggal 50:08 tinggal di WhatsApp lagi ya kalau saya 50:09 salah. Mereka curhat-curhatan kemudian 50:12 mengevaluasi kenapa Allah izinkan hal 50:15 ini terjadi pada mereka berdua. 50:18 Oh yang maksudnya yang apa yang susah 50:19 sama jenis itu ya? 50:20 Iya karena rasa kenapa rasa itu ada gitu 50:23 mungkin ya Ustazah. 50:25 Jadi gini ee sekali lagi bahwa hidup 50:27 kita itu sudah ditentukan ya bagaimana 50:32 takdir kita itu sudah ditetapkan Allah 50:35 50.000 tahun sebelum penciptaan langit 50:37 dan bumi. Yang penting tuh kita beriman 50:40 kepada Allah al takdir kehendak itu 50:44 harus kita imani. Itu bagian dari rukun 50:46 iman ya. Jadi ketap ketetapan yang telah 50:50 Allah takdirkan kepada kita itu pasti 50:52 itu yang terbaik. Ya, misalnya dengan 50:55 tadi yang mau sebentar lagi mau menikah 50:57 hatinya enggak jadi. Bisa jadi itu yang 50:59 terbaik buat buat buat ee Mbak ya, buat 51:02 buat ee siapa tadi penanyaannya? 51:05 Enggak ada nyaput. 51:06 Iya. Buat hamba Allah ya itu yang 51:07 terbaik. Bisa jadi karena banyak kasus 51:10 ya kita contohkan deh ee di Al-Qur'an 51:13 tuh surah Al-Kahfi ya. Bagaimana Nabi 51:15 Musa dengan Khidir ya kan enggak tahu 51:17 apa yang terjadi tuh. Ada anak masih 51:20 bocah dibunuh gitu ya. Terus ditanya 51:22 Nabi Musa kan enggak tahu, belum ada 51:24 ilmunya. Kalau Nabi Hidir itu kan 51:25 dikasih ilmu oleh Allah kan, apa yang 51:27 terjadi. Ternyata baru tahu ee ilmunya 51:30 dari Allah itu kalau anak muda, anak 51:32 kecil itu dibiarkan besar, dia akan 51:35 durhaka, akan membawa celaka buat orang 51:37 tuanya. Nah, itu itu hanya contoh aja 51:40 bahwa kita tidak tahu apa yang terjadi. 51:42 Jadi, yang takdir itulah yang terbaik 51:45 bagi kita. Takdir yang Allah tetapkan 51:47 itulah yang terbaik bagi masa depan 51:49 kita. Karena Allah tahu apa yang terjadi 51:51 terhadap diri kita. Jadi kita berbaik 51:53 sangka aja pada Allah. Alhamdulillah 51:55 enggak jadi dengan laki-laki itu. Gitu 51:57 ya. Ya bisa jadi kalau jadi dengan 52:00 laki-laki itu mungkin rumah tangga kita 52:02 tuh akan lebih parah lagi. Mungkin KDRT 52:05 mungkin kita disakiti dia selingkuh atau 52:06 banyak hal yang tidak baik. Jadi kita 52:09 husnuzzon dengan Allah gitu ya. Jadi 52:11 menyikapinya itu ee tidak jangan larut 52:16 ya dalam kesedihan. Kenapa? Kenapa? 52:19 Kenapa itu nanti banyak setan nanti yang 52:21 akan menggoda kita? Kenapa akhirnya kita 52:23 enggak beriman kepada Allah? Akhirnya 52:24 kita kufur, tidak beriman kepada takdir, 52:26 kita yakini bahwa inilah yang terbaik 52:31 yang telah Allah tetapkan kepada kita. 52:33 Kita rida apapun yang telah Allah ee 52:36 putuskan tentukan. Kalau memang ini yang 52:39 terbaik, makanya salat ee istikharah itu 52:41 kan penting ya. Kalau ini memang 52:44 jodohku, mudahkan. Kalau enggak jauhkan. 52:46 Nah, itu Allah jauhkan. Mudah-mudahan 52:47 itu yang terbaik. Karena 52:49 ee setiap diri kita itu memiliki takdir 52:53 yang berbeda-beda ya. Bisa jadi kita 52:55 husnuzzon ya, mungkin Allah masih 52:58 membiarkan ee hamba Allah ini sendirian 53:02 karena Allah ee ingin membuka kesempatan 53:05 buat hamba Allah untuk mendekat 53:06 kepadanya. Biar lebih dekat lagi, 53:08 bermunajat lagi, bertambah cintanya lagi 53:11 kepada Allah. Ya. Jadi ee kita tidak 53:16 menikah, belum menikah itu bukan berarti 53:18 gagal mendapatkan jodoh. Belum tentu. 53:21 Bisa jadi Allah menyelamatkan hamba 53:23 Allah dari orang yang kalau terjadi 53:26 pernikahan itu pasti terburuk. Nah, itu 53:28 jadi kuncinya tuh husnuzzan dengan Allah 53:31 kita. Husnuzan dengan Allah jangan 53:33 menyalahkan diri sendiri, jangan 53:34 menyalahkan takdir, jangan menyalahkan 53:36 apapun yang ketentuan Allah itulah yang 53:38 terbaik. Jadi, ambil pelajarannya, 53:41 pelajaran hikmah dari ee peristiwa hidup 53:43 kita ini. Mungkin Allah ingin 53:45 mengajarkan kita kesabaran. Mungkin 53:48 Allah ingin ee memberikan kita 53:50 kesempatan untuk memperbaiki hidup kita 53:52 agar lebih dekat dengan Allah. Mungkin 53:54 Allah akan berikan akan siapkan yang 53:56 lebih baik darinya, gitu ya. Nah, kalau 53:59 yang kaitannya dengan suka sesama jenis 54:01 ya itulah ee tadi ada kaitannya enggak, 54:04 Mbak, tadi dengan yang enggak jadi nikah 54:06 itu? Enggak. 54:07 Enggak. Dia cuma merasa kenapa Allah 54:08 izinkan ada rasa itu di dalam hatinya. 54:11 Ya, itu hatinya dia atau hati yang 54:15 temannya? 54:16 Hatinya temannya 54:18 terhadap temannya, bukan terhadap 54:20 bukan terhadap dia. Mereka ini saling 54:23 curhat. 54:23 Oh, jadi gini ee yang saling suka sesama 54:27 jenis ya itu ujian sebenarnya. Ujian ee 54:31 ujian keimanan ya. bagaimana 54:35 penyimpangan-penyimpangan 54:37 itu jangan sampai diwujudkan ya. 54:40 Biasanya kan terjadi itu kan ada 54:41 sebabnya ya. Kenapa suka dengan sesama 54:44 jenis ya Mbak ya? Pasti ada sebabnya ya. 54:47 Apakah karena masa lalu, apakah pernah 54:51 jadi korban atau pernah kecewa dan 54:52 seterusnya dan seterusnya itu ujian. Nah 54:55 intinya adalah kalau kita melihat kasus 54:57 gitu kita tinggal doa aja sama Allah. Ya 54:59 Allah mudah-mudahan mereka diberikan 55:01 hidayah. Nah, jadi ee melihat hal-hal 55:04 yang bertentangan dengan sunatullah kita 55:07 doakan ya mudah-mudahan selama mereka 55:11 belum mewujudkan penyimpangan tersebut 55:15 itu mereka ee belum berdosa ya Mbak. 55:20 Karena bisa jadi ada orang yang ingin ee 55:23 melepaskan penyimpangan itu ya, rasa 55:25 suka sama jenis itu tapi agak sulit. 55:28 Nah, itu ujian buat dia. Jadi ujian 55:30 untuk menahan nafsu ya. Ya, wallahualam. 55:33 B seperti itu, Mbak ya. Karena saya 55:34 masih belum nyambung nih, Mbak antara 55:37 pertanyaan yang enggak jadi menikah 55:39 dengan 55:39 yang sesama jenis ini apa korelasi apa? 55:43 Iya, begitu. Heeh. 55:45 Baik, mudah-mudahan sedikit banyak sudah 55:47 mencerahkan ya hamba Allah ya. Saya 55:49 bacakan dari Tangerang Selatan. Hamba 55:51 Allah lagi, Ustazah. Asalamualaikum 55:53 warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah. 55:55 Waalaikumsalam warahmatullah. 55:59 Saya ingin belajar ikhlas, tetapi 56:01 ternyata tidak mudah. Saya sudah mencoba 56:03 menerima kenyataan bahwa ada hal-hal 56:06 yang memang tidak bisa saya miliki. 56:08 Namun sesekali bahkan sering nampaknya 56:11 kekecewaan itu muncul diiringi rasa 56:13 kesal dan marah. Padahal sudah lama 56:15 sekali berlalu. Ustazah, gimana, 56:17 Ustazah? Saya kalau dalam kondisi 56:19 seperti ini berarti saya belum ikhlas 56:21 ya, Ustazah? 56:23 Ee memang ikhlas itu tidak mudah ya. 56:27 ikhlas itu memang sangat ee berat dan 56:32 butuh proses ya. Apalagi ee hal yang 56:38 menjadi ee permasalahan ikhlas itu yang 56:42 sangat kita cintai ya. Jadi ee di sini 56:46 nih bukan berarti orang tuh enggak bisa 56:48 ikhlas ya. Jadi selama 56:51 ee tidak menyesali takdir ya. Jadi 56:55 ikhlas itu kan 56:57 sulit ya, tidak mudah. Makanya kita 56:59 terus belajar, belajar mohon kepada 57:03 Allah agar dikuatkan. Ya Allah berikan 57:06 aku kekuatan gitu ya. Berikan aku ee 57:09 kemampuan untuk ee ikhlas ya. Makanya, 57:13 Mbak, kenapa kita ee diajarkan 57:15 Rasulullah setiap salat fardu itu selalu 57:19 ya selesai salat fardu itu doa Allahumma 57:23 alaikrika 57:25 wusni ibadat. 57:27 Ada tiga tuh. Pertama, minta tolong sama 57:31 Allah. Allah maini. Kalau bukan karena 57:33 pertolongan Allah, kita enggak akan 57:35 mampu. Nah, apa yang kita minta 57:37 pertolongan kepada Allah? Zikrika. 57:41 menyebut Allah, mengingat Allah, ya. 57:44 Senantiasa lisan ini selalu ee 57:47 mengingat-ngingat Allah. Artinya apa? 57:48 Supaya yang lain-lain itu terabaikan 57:51 atau paling tidak dinomor satukan 57:53 ingatnya. Jadi, yang kita ingat itu 57:55 adalah Allah dengan segala macam 57:59 kenikmatan yang telah Allah berikan 58:01 kepada kita. Nikmat sehat, nikmat iman, 58:04 nikmat Islam, nikmat karunia yang banyak 58:07 sekali Allah berikan. Jadi selalu ingat 58:09 Allah. Jadi kalau kita ee ee mungkin 58:14 mengingat Allahnya sedikit dibandingkan 58:16 mengingat persoalan yang kita hadapi, ya 58:19 itu ya akan terus aja menghantui hal-hal 58:23 yang membuat kita kecewa jadi enggak 58:25 ikhlas. Jadi ketika kita ingat Allah, 58:27 Allahlah yang takdirnyaalah yang 58:29 menyebabkan kita seperti ini. Hanya 58:31 Allahlah tujuan akhir kita, ridanya yang 58:33 kita harapkan, pertolongannya, 58:36 bantuannya hanya Allah yang kita sembah, 58:38 yang kita mintakan pertolongannya, yang 58:41 tempat sandaran kita. Jadi menyebut 58:43 Allah ya dengan Asmaul Husna atau 58:45 zikir-zikir yang lain itu kan minta 58:47 bantuan Allah agar hanya Allah lah yang 58:50 mendominasi seluruh jiwa, pikiran, dan 58:52 neraga kita. Nah, kemudian yang kedua, 58:55 Allahum alik wasukrika. Jadi, mohon 58:59 kepada Allah agar kita dibantu untuk 59:01 selalu bersyukur, mensyukuri semua 59:04 nikmat karunia yang telah Allah berikan 59:05 kepada kita. Adapun yang masa lalu yang 59:08 membuat kita kecewa, yang membuat kita 59:10 sedih, yang membuat kita kehilangan, 59:12 yang sakit hati, yang meras itu tuh akan 59:14 dengan sendirinya tidak menjadi ee 59:16 perhatian yang utama karena kita lebih 59:19 memperhatikan 59:21 syukur kita kepada Allah. Alhamdulillah 59:23 saya kita sudah diselamatkan. Jadi 59:25 ketika kita mengingat Allah dengan 59:27 segala karunia nikmatnya yang masal 59:29 sudahlah masa lalu berlalu ya kita 59:30 dengan ee rasa sabar ya dengan ujian 59:33 musibah yang menimpa kita ini 59:35 mudah-mudahan Allah gantikan yang lebih 59:36 baik lagi. Kemudian wah husni ibadatik 59:40 ya minta pertolongan kepada Allah agar 59:42 kita mampu ee menjalankan ibadah-ibadah 59:45 kita dengan baik. Jadi itu harapan kita, 59:48 doa kita, usaha kita ya. Jadi tidak ee 59:52 menjadikan fokus apapun yang masa lalu 59:55 itu yang menyebabkan kita jadi enggak 59:57 ikhlas. Nah, kemudian kita relakan 59:59 sedikit demi sedikit ya ee ingat 1:00:03 sesuatu. Biasanya waktu tuh bagian dari 1:00:05 ilaj ya. Waktu tuh bagian dari 1:00:07 penyembuhan biasanya ya kan kalau 1:00:09 awal-awal mungkin terasa sekali. Tapi 1:00:11 kalau sudah berlalunya waktu tuh sudah 1:00:12 mulai ya sedikit sedikit demi sedikit 1:00:15 sudah mulai agak terlupakan. Maka kita 1:00:18 relakan ikhlaskan sedikit demi sedikit 1:00:20 kemudian kita gantikan, kita palingkan, 1:00:23 kita fokuskan pembicaraan kita, pusat 1:00:26 perhatian kita itu bukan kepada yang ee 1:00:29 menjadi ujian kita, ujian keikhlasan itu 1:00:32 dengan yang lain, ya. Kemudian tentu 1:00:35 saja ee ikhlas itu bukan berarti kita ee 1:00:39 tidak bisa nangis. ya. Apalagi kita, 1:00:42 saya enggak tahu ya apa bentuk ee 1:00:44 ujiannya ya. Tapi paling tidak ikhlas 1:00:46 itu bukan ee ketika hati kita tidak lagi 1:00:49 menangis, bukan. Ikhlas itu adalah 1:00:50 ketika air mata masih jatuh tapi hati 1:00:53 kita ee sudah dekat kepada Allah, sudah 1:00:56 rida kita sudah ee berdamai dengan 1:01:00 takdir kita ya. Bahwa perjalanan hidup 1:01:03 kita masih panjang. pasti Allah 1:01:06 menginginkan kebaikan untuk kita dengan 1:01:09 ee ujian ee yang menyebabkan kita tuh 1:01:13 sulit ikhlas itu diberikan. Jadi 1:01:15 insyaallah Allah selalu bersama kita 1:01:18 insyaallah. Jadi sekali lagi kita terus 1:01:20 belajar untuk ikhlas ya, belajar 1:01:22 menerima takdir ya. Mudah-mudahan bisa 1:01:24 dan mampu insyaallah. 1:01:26 Insyaallah. Amin. Jadi ketika air mata 1:01:29 jatuh namun hati tetap merasa lebih 1:01:33 dekat kepada Allah, itu berarti kita 1:01:35 sudah merasa berada dalam proses 1:01:37 keikhlasan. Masyaallah, indah sekali, 1:01:39 Ustazah. Mudah-mudahan menenangkan bagi 1:01:41 penanya dan ini juga menjadi penanya 1:01:45 terakhir, Ustazah. Kiranya kesimpulan 1:01:47 kita, Ustazah. Ya, ee pendengar yang 1:01:50 dirahmati Allah. Ketika takdir tidak 1:01:54 selagi sesuai dengan harapan, maka Allah 1:01:57 selalu bersama kita. Karena kita hidup 1:02:00 di dunia ini bukanlah selama-lamanya. 1:02:04 Ada masanya kita akan mengakhiri hidup 1:02:07 kita ini. Kita di dunia ini hanya 1:02:09 sementara, 1:02:11 terbatas waktu. Maka yang kita ingin 1:02:15 perlihatkan, 1:02:17 kita ingin lakukan di dunia ini adalah 1:02:19 semua usaha-usaha kita yang terbaik, 1:02:23 semua doa-doa kita yang terbaik. Karena 1:02:26 dunia ini adalah darul amal ya, 1:02:30 tempatnya kita beramal. Dan dunia ini 1:02:33 adalah darul ibtila, tempat ujian dan 1:02:35 cobaan. Dan dengan ee sifat dunia ini 1:02:39 yang hanya sementara ini, mudah-mudahan 1:02:42 kita dengan pertolongan Allah mampu 1:02:44 menghadirkan sebaik-baik amal, mampu 1:02:48 mengisi hari-hari kita dengan optimal 1:02:52 sesuai dengan ketentuan Allah dan 1:02:54 Rasul-Nya dan mampu menjalani hidup kita 1:02:57 dengan mengharapkan dan mencari rida 1:03:00 Allah. Karena memang tidak semua takdir 1:03:03 kita itu sesuai dengan harapan. Karena 1:03:05 harapan kita hanya ingin berjumpa dengan 1:03:07 Allah yang menciptakan kita semua. 1:03:10 Wallahuam bawab. Hza astagfirullahai 1:03:13 wakum. Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:15 wabarakatuh. 1:03:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:19 wabarakatuh. Jazakillah khairan kiron 1:03:21 kita ucapkan kepada guru kita Ustazah 1:03:22 Halini Amran atas waktunya, atas ilmunya 1:03:25 insyaallah menjadi pengingat dan 1:03:26 penambah keimanan kita ke depannya 1:03:28 insyaallah. Terima kasih juga kami 1:03:30 haturkan untuk para pejuang dakwah Rasil 1:03:32 pada hari ini. Ada Ondi, ada Algi, 1:03:34 mungkin sudah digantikan Bang Yusuf, 1:03:36 terima kasih. Dan untuk para pendengar 1:03:38 yang telah menyimak kami dari awal 1:03:40 hingga akhir dan juga yang menyampaikan 1:03:41 pertanyaan tadi, kami akhirnya undur 1:03:44 diri. Semoga kita diberikan rezeki usia 1:03:46 untuk kembali bersama-sama mengikuti 1:03:48 kajian di kesempatan berikutnya. 1:03:51 Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu 1:03:53 alla anta astagfiruka wa atubu ilaik. 1:03:55 Wabillahi taufik wal hiidah. 1:03:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:03:59 wabarakatuh.