Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:23 Alhamdulillah wasyukurillah kita 0:25 dikaruniai kesempatan untuk bersama-sama 0:28 di acara psikologi keluarga yang 0:32 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:35 untuk bisa menjadi keluarga yang 0:37 betul-betul bisa mendukung satu sama 0:40 lain termasuk juga untuk buah hati kita. 0:44 Sebelumnya kita akan mengucapkan terima 0:47 kasih tentu saja untuk Ustaz Husein dan 0:49 Ustaz Abu Bakar yang sudah hadir yang 0:53 hari ini bahasannya lumayan 0:56 milenial banget. Dan tidak lupa salam 0:59 selawat kita lantunkan untuk junjungan 1:01 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:03 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:05 kita mendapatkan syafaat beliau dan 1:09 dapat membersamai beliau di saat yang 1:11 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:14 Ikhwan akhwat, sebelum kita mulai kita 1:16 akan bersama-sama membaca ummul kitab 1:19 terlebih dahulu. 1:21 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:27 Bismillahirrahmanirrahim. 1:32 Alhamdulillahirabbil 1:34 alamin 1:37 arrahmanirrahim 1:42 maiki yaumiddin 1:46 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:52 ihdinasirathal 1:54 mustaqimathalladzina 1:59 anamtaai 2:09 in 2:12 amin Allahum amin. Ustaz Husin, Ustaz 2:16 Abu Bakar, dan Ikhwan Akhwat. kasus hari 2:19 ini terkait dengan aib keluarga di media 2:22 sosial dan yang satunya lagi tentang 2:25 bagaimana kalau pasangan kita dekat 2:28 dengan ee orang lain. 2:30 Banyak pasangan yang membongkar bukti 2:32 perselingkuhan atau keburukan pasangan 2:35 ke publik demi mendapatkan dukungan dari 2:39 netizen. Ustaz Husein, batasannya 2:42 mencari keadilan dan larangan membuka 2:44 aib atau pasangan gibah dalam Islam 2:47 seperti apa ya? Karena 2:50 ee ingin banget tahu masalah keluarga 2:53 itu boleh dibawa ke ranah publik enggak 2:55 sih? Sementara untuk Pak Abu Bakar mohon 2:59 dampak jangka panjangnya untuk kesehatan 3:02 mental anak-anak kami ketika konflik 3:05 private menjadi konsumsi publik. 3:09 bagaimana untuk ee membantu proses 3:14 penyembuhan trauma ini sampai terjadi. 3:17 Bisa dua mungkin ya, Ustaz ya. Oke. Yang 3:20 satunya lagi terkait dengan 3:23 emm pasangan yang punya teman lawan 3:25 jenis nih di tempat kerja, tempat dia 3:28 sering mengadu atau curhat masalah 3:30 pekerjaan. Bilangnya sih teman biasa, 3:33 tapi saya merasa dikhianati deh karena 3:35 dia lebih terbuka pada orang lain 3:37 dibanding pada saya. 3:39 Bagaimana kecemburuan ini? Tidak sehat 3:42 atau sehat? Ataukah ini memang bentuk 3:44 perselingkuhan emosional saja? Pak Abu 3:47 Bakar mohon ya. Batasan pertemanan 3:50 setelah menikah itu juga perlu banget 3:52 kami ketahui. Ustaz Husein sebagai ee 3:57 keingintahuan kami batasan muamalah 4:00 berinteraksi dengan lawan jenis yang 4:02 bukan mahram untuk orang yang sudah 4:05 berkeluarga itu gimana? Apakah kedekatan 4:08 dianggap melanggar hukum? Ooh. Mari kita 4:13 simak dengan telinga jiwa kita bagaimana 4:16 masalah ini bisa terurai. Silakan, 4:19 Ustaz. 4:20 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:23 Bismillahirrahmanirrahim. 4:26 Alhamdulillahi rabbil alamin. 4:30 Hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi 4:34 kama yuhibuna. 4:37 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 4:40 Muhammad. 4:44 Allahumma atina minika rahmah waimna min 4:48 ladunka ilman nafi wfana bimaamtana. 4:52 Rabbana zidna ilman walhikna bihin. 4:58 Asalamualaika ya rasulullah. 5:01 Asalamualaina waa ibadillah shihin. 5:04 Wasalamualaikum warahmatullah. 5:06 wabarakatuh. 5:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:09 wabarakatuh. 5:14 Tuntunan yang diajarkan Allah Subhanahu 5:18 wa taala. 5:19 Begitu pula yang diajarkan Nabi kita 5:22 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 5:24 wasallam dalam kehidupan rumah tangga. 5:27 Bila kita ikuti niscaya akan menjaga 5:30 keutuhan rumah tangga kita, menumbuhkan 5:34 rasa cinta. 5:36 membuat hidup mereka tentram dan rahmat 5:39 Allah juga Allah akan curahkan pada 5:41 mereka. 5:45 Di mana pria tahu batas-batas yang 5:48 dibolehkan dalam agama 5:51 dan tahu mana yang tidak dibolehkan. 5:55 Seorang pria dengan sendirinya 5:59 tidak dibenarkan kalau dia berhubungan 6:01 dengan seorang wanita yang bukan 6:04 mahramnya. 6:05 dalam keadaan berdua 6:09 atau seorang laki-laki curhat kepada 6:12 seorang wanita. 6:17 Baik itu wanita yang belum berpasangan 6:19 maupun yang sudah berpasangan. Baik 6:21 laki-laki yang sudah berpasangan maupun 6:24 yang belum berpasangan. Karena kalau 6:26 curhat berarti kan hanya ada mereka 6:30 berdua. Tidak mungkin mereka curhat 6:32 sambil apa berbicara di tengah-tengah 6:35 umum. Dan dari curhat ini bisa muncul 6:37 nanti hal-hal yang tidak baik dan belum 6:40 tentu ya akan menyelesaikan dan 6:43 memberikan solusi bagi mereka dalam 6:46 persoalan mereka. 6:51 Maka yang terbaik apabila ada 6:53 kesalahpahaman dalam rumah tangga, ada 6:56 persoalan di mana dia ingin mencari 6:58 solusi bertanya kepada orang-orang yang 7:02 bisa memecahkan problema mereka, bukan 7:04 justru menjerumuskan ke dalam problema 7:07 yang baru bahkan lebih dalam dari 7:09 sebelumnya. 7:11 Begitu seorang laki-laki curhat kepada 7:12 seorang wanita. 7:15 Si wanita mendengarkan, menyimak, 7:17 kemudian memberikan pendapat dari 7:20 pintu-pintu tersebut setan akan masuk. 7:24 Membuat si perempuan merasa diberikan 7:26 kepercayaan, muncul rasa harunya. Kalau 7:28 dia sudah bersuami, dibandingkan dengan 7:31 suaminya yang tidak bertanya kepadanya, 7:33 yang tidak pernah melibatkan dirinya, 7:37 dihadapi laki-laki yang curhat membuka 7:39 isi hatinya. 7:41 si perempuan memberikan nasihat dan 7:44 masukan. Jadi 7:47 pembicaraan ini bisa saja menimbulkan ya 7:50 bahkan itu besar sekali menimbulkan 7:53 kedekatan yang tidak dibolehkan dalam 7:55 agama dengan alasan 7:58 curhat. 8:01 Jadi kalau dia di dalam rumah menemukan 8:04 persoalan yang tidak mampu dipecahkan, 8:06 ya dia bisa bertanya pada ahlinya, 8:10 orang-orang yang bisa memberikan nasihat 8:12 yang baik. Begitu juga perempuan di saat 8:15 berhadapan dengan urusan rumah tangga 8:17 bersama suami, jangan curhat kepada pria 8:21 asing. 8:22 Pria asing ini ingin jadi pahlawan. 8:25 Kalau di rumah bersama istrinya mungkin 8:28 dia bersikap arogan, kasar, tidak mau 8:30 dengarkan keluh kesah istri. Tapi 8:32 bersama wanita asing, 8:35 dia bukan hanya memiliki dua telinga, 8:36 bahkan 10 telinga. 8:38 Heeh. hatinya terbuka untuk mendengarkan 8:42 curhat seorang wanita dan dia merasa 8:45 dirinya pada saat tersebut 8:47 ya menjadi seorang pahlawan 8:49 yang bisa memberikan solusi. Akhirnya 8:51 muncul pesona di antara keduanya pada 8:55 sebetulnya itu merupakan apa? 8:57 Bisikan-bisikan setan yang masuk dari 9:00 pintu yang mereka tidak duga. Akhirnya 9:02 terjadilah hal-hal yang tidak baik. 9:06 Sebagai contoh, ada seorang wanita 9:08 mengalami problema rumah tangga 9:12 lalu disediakan tempat konsultasi 9:14 bersama seorang ustaz 9:18 di satu 9:20 majelis taklim. Akhir si perempuan 9:22 tersebut yang curhat bersama ustaz ini 9:24 berduaan. 9:27 Akhirnya setan membuat si wanita di 9:30 hadapan pria tersebut begitu menarik, 9:32 mempesona. 9:33 Heeh. Begitu juga pria ya bagi wanita 9:36 tersebut begitu mempesona. 9:39 Akhirnya mereka lupa akan tujuan mereka 9:44 ya. 9:47 Sampai pada akhirnya mereka berhubungan. 9:49 Si wanita berpisah dari suaminya, si 9:52 ustaz berpisah dari istrinya, akhirnya 9:55 mereka membangun hubungan yang baru. 9:57 Nah, ini pasti akan menimbulkan 9:59 persoalan apa tidak? 10:01 Dan pada saat mereka lupa, akal sehat 10:03 mereka hilang. 10:06 Begitu hati diselimuti, diselubungi oleh 10:09 perasaan, akal sehatnya akan hilang, 10:12 maka muncul tindakan-tindakan 10:14 yang tidak lagi sesuai dengan akal 10:16 sehat, mengorbankan rumah tangganya, 10:18 menyia-nyiakan anaknya. Ini 10:20 kejadian-kejadian yang sering terjadi. 10:23 Oleh karena itu, kalau seandainya 10:25 seorang bertanya kepada ustaz, hendaklah 10:28 tidak berdua. tidak 10:30 berdua 10:31 berduaan atau paling tidak di sebelahnya 10:34 ada istrinya ya biar si perempuan 10:37 menyampaikan curhatnya ya supaya istri 10:41 walaupun tidak mendengar berada jauh 10:43 dekat di sampingnya agar tidak 10:45 menimbulkan apa kesempatan bagi setan 10:48 untuk masuk di tengah-tengah mereka. 10:50 Biasanya seorang perempuan di saat dia 10:52 curhat terkadang dia bukan ingin keluar 10:54 dari problema yang dihadapi bersama 10:56 suaminya, tapi ingin berpisah dari suami 10:59 kemudian mencari pelabuhan baru. 11:02 Dia jelekkan suaminya, dia rendahkan 11:05 suaminya kemudian dia tunjukkan 11:07 bagaimana kelemahan dia butuh seorang 11:09 pendamping. Ya. Nah, ini merupakan 11:12 perangkap-perangkap setan. Nah, banyak 11:14 pria-pria yang masuk dalam perangkap 11:16 seperti ini. Akhirnya merusak 11:18 kehidupannya masa depannya. Bahkan ustaz 11:21 juga akhirnya kehilangan 11:25 kepercayaan orang terhadap dirinya. Oleh 11:28 karena itu Rasulullah ingatkan kita 11:30 untuk tidak berduaan dengan wanita 11:33 asing. Karena ketiganya adalah san 11:36 setan. Begitu juga mengingatkan kita 11:39 untuk menjaga pandangan mata kita. 11:41 Karena pandangan mata ini merupakan 11:43 panah beracun ya dari panah iblis. 11:47 Begitu masuk ke dalam hati kita, 11:49 walaupun panah sudah tercabut, racunnya 11:50 apa? 11:52 Racunnya masih menyebar pada hati kita. 11:56 Oleh karena itu, Allah perintahkan kita 11:57 menjaga pandangan mata kita, menjaga 12:00 lisan kita, menjaga pakaian kita, tidak 12:03 berduaan dengan lawan jenis kita yang 12:05 bukan muharim kita. Kalau kita mau 12:08 curhat, curhat kepada orang yang tepat. 12:11 Wanita katakan mengalami problema, 12:13 sebaiknya datang kepada ustazah ya, 12:16 wanita atau kepada psikolog wanita untuk 12:19 bertanya kepadanya agar lebih bebas. 12:21 Tapi bukan sembarang ustazah, bukan 12:23 sembarang juga psikolog. Ya, begitu kita 12:26 cerita langsung dia terbawa emosinya 12:30 akhirnya menganjurkan tindakan-tindakan 12:32 yang tidak rasional. Bagi si ustazah 12:35 tidak akan menanggung apa-apa karena 12:37 bukan suaminya. Tapi bagi perempuan ini 12:41 jadi tanya kepada ustazah yang bijak 12:43 yang bisa memberikan nasihat masukan 12:45 yang baik. Pria juga demikian. 12:49 Jangan curhat kepada sembarang orang apa 12:51 kepada teman. Teman mengatakan kamu 12:54 enggak usah khawatir dunia enggak sedun 12:56 patah satu 1000 berganti. Itu ucapan 12:59 yang gampang diucapkan. Tapi apa 13:00 akibatnya cukup fatal. Jadi hendaknya 13:02 laki-laki juga bertanya kepada 13:05 orang-orang yang bisa memberikan 13:07 masukan, nasihat agar dia dapat berpikir 13:10 secara objektif. Kemudian memberikan 13:13 solusi bagaimana menghadapi persoalan 13:15 yang dihadapi. 13:17 Adapun seorang yang mengalami problema 13:19 rumah tangga 13:21 di-upload di publik, kita bertanya, 13:24 apakah publik ini bisa memberikan solusi 13:27 buat dia? Bisa. Katakan mereka 13:30 memberikan dukungan berpihak pada wanita 13:32 ini bisa enggak menyelesaikan problema 13:33 rumah tangga mereka. 13:35 Yang ada dengan terlibatnya banyak orang 13:37 membuat situasi menjadi keruh. Belum ini 13:41 kan viral pasangan suami istri. 13:45 Terjadi keributan di antara mereka. Ada 13:47 masalah keuangan juga. 13:49 tadinya diam-diam tahu-tahu karena mulai 13:52 beredar keluar mulai akhirnya orang 13:55 terlibat banyak memberikan dorongan 13:58 hasutan kepadanya akhirnya kondisi 14:01 keadaannya memuncak sampai mereka 14:03 berpisah. 14:05 Apakah perpisahan ini merupakan solusi 14:08 akhir buat mereka? 14:10 Yang laki-laki pasti menyesal, yang 14:13 perempuan juga pasti apa? Menyesal. 14:16 Seperti seorang wanita, pasangan suami 14:18 istri datang kepada saya, lakinya pernah 14:20 melakukan perbuatan selingkuh. Si 14:23 perempuan ya bersama orang tuanya 14:26 memutuskan untuk berpisah. Setelah 14:29 mereka berpisah beberapa saat, ternyata 14:30 si perempuan apa? 14:33 Masih mencintai suaminya 14:34 dan sudah dikaruniai anak. Si laki-laki 14:37 juga masih mencintai istrinya. 14:40 Apa yang mereka sebarkan sudah viral. 14:42 Orang sudah tahu bahwa mereka berpisah. 14:44 Tahu-tahu 14:47 masyarakat netizen yang tadinya 14:49 mengetahui sudah berpisah bertemu dia 14:51 bersama suaminya bergandingan tangan 14:53 kembali. 14:55 Malu gak? 14:56 Malu. 14:56 Malu. Jadi jangan pernah kita apa 15:00 mempublish persoalan pribadi kita 15:03 karena tidak akan menyelesaikan 15:04 persoalan masyarakat yang mendengar 15:06 mereka terbawa emosi. 15:09 Maka mereka memberikan pendapat-pendapat 15:11 yang bermacam-macam. jangan mau 15:12 digituin. Mendingan cerai saja, 15:14 mendingan ini, mendingan itu. Dan begitu 15:17 dipublish, kasihan anak-anak dari 15:19 hubungan tersebut ya. 15:20 Iya. 15:21 Akan apa? Akan dipermalukan 15:23 dan muncul nanti kan jejak digital ini 15:26 kan enggak dihapuskan. 15:27 Walaupun sudah mulai dewasa dia tahu 15:30 keributan ayah ibunya. Ini menjadi motif 15:32 yang tidak sehat buat pertumbuhan 15:34 anaknya. 15:35 Karena orang tua menjadi idola. Di saat 15:38 anak melihat idola orang tua yang 15:39 seperti ini, mau tidak mau apa? Iya. 15:43 Tidak memberikan motivasi yang sehat 15:45 buat mereka. Jadi, alangkah baiknya 15:48 kalau ada persoalan jangan sekali-kali 15:50 kita publish. Kalau lagi akur, foto kita 15:54 di Facebook dalam keadaan berpasangan. 15:57 Begitu lagi marahan kita hilangkan foto 16:00 pasangan kita. Mulai orang tahu ada 16:02 persoalan di antara mereka. 16:04 Ini kekanak-kanakan. 16:06 kekanak-kanakan. 16:08 Oleh karena itu 16:10 kalau memang ada kezaliman ya kita bisa 16:13 mengadukan kepada yang berwajib tapi 16:15 dengan pertimbangan akal sehat. Allah 16:18 berfirman, "La yuhibbullahul jahro bisu 16:21 minal illain." 16:23 Sekali-kali Allah tidak menyukai orang 16:25 yang suka menampakkan keburukan kecuali 16:27 pada saat dirinya dianiaya. Jadi kalau 16:29 kita melihat orang berbuat buruk jangan 16:31 kita sebaruaskan kecuali kalau 16:33 perbuatannya menyangkut aniaya terhadap 16:36 orang lain. 16:36 Iya. 16:37 Boleh kita beritahukan. Contoh kalau 16:40 seandainya ada seorang dilamar oleh 16:42 seseorang, 16:44 lalu itu orang bertanya, "Bagaimana 16:46 menurut Ustaz Husein? Pria ini baik-baik 16:48 apa tidak?" Kalau pria ini tidak baik, 16:51 saya enggak boleh mengatakan baik karena 16:52 saya dekat sama orang tuanya. Saya mesti 16:54 katakan bahwa ini pria yang tidak layak 16:58 menjadi suami kamu. Kelakuannya begini 17:01 begini begini. Nah, terserah kamu. Ada 17:04 orang bertanya mengenai seorang dari 17:06 kerabat saya. Ustaz Husein, bagaimana 17:09 pandangannya terhadap ini? Saya bilang, 17:11 "Kalau kamu dengar pendapat saya, kalau 17:13 saya punya anak perempuan, dia melamar, 17:15 saya tidak akan sama sekali nikahkan 17:17 anak perempuan saya." Itu pendapat saya. 17:20 Bukan saya membijakkan kejakan orang, 17:21 tapi ini supaya kamu tidak apa? 17:24 Ternyata dia memaksakan diri untuk apa? 17:26 Untuk menikah. 17:28 Baru beberapa bulan akhirnya mereka 17:30 berpisah. Saya enggak bertanggung jawab. 17:32 Saya sudah sampaikan apa yang saya tahu. 17:35 Jadi kalau seandainya orang bertanya 17:37 tentang sesuatu yang akan membawa dampak 17:40 yang buruk, kita harus sampaikan apa 17:43 adanya karena menyangkut kealiman 17:44 terhadap orang lain. Tapi kalau orang 17:46 tersebut baik sebagaimana kita tahu, 17:49 kita katakan yang saya tahu orang di 17:50 baik-baik. Berbakti pada ayah ibunya, 17:54 taat kepada Allah. Ya, dalam pergaulan 17:56 juga orang mengenal sebagai orang baik. 17:58 Tapi yang tersembunyi saya enggak tahu. 18:01 Nah, tinggal kamu tentukan pilihan kamu. 18:04 Jadi hendaknya kalau bukan menyangkut 18:06 kezaliman ya jangan kita ungkap. Ada 18:10 orang mau kerja sama dengan seseorang, 18:11 orang bertanya, "Ustadz, bagaimana si 18:13 fulan? Bisa enggak kita ajak kerja 18:15 sama?" Kalau dia jujur, baik, kita 18:17 berikan rekomendasi. Kalau tidak, 18:19 katakan apa adanya. Bukan kita membuka 18:21 rahasia orang. karena menyangkut satu 18:24 hal yang bakal membawa dampak resiko 18:26 buat orang lain. 18:29 Tapi kalau tidak hendaknya kita tutup. 18:32 Contoh kalau seorang laki-laki mendengar 18:35 suaminya berbuat selingkuh. Berbuat 18:38 seling selingkuh 18:41 di sini hak perempuan untuk memberikan 18:43 maaf dengan dia bertobat 18:46 atau si perempuan menuntut untuk 18:49 berpisah. itu hak perempuan 18:51 atau menuntut untuk berpisah. Kalau dia 18:54 berikan maaf dengan sendiri si laki-laki 18:55 harus bertobat. Kalau tetap melakukan 18:58 perbuatan zina, si perempuan kalau dia 19:00 muslimah dia tidak akan menerima hal 19:02 ini. Ini perbuatan yang tidak dibenarkan 19:05 dalam agama. Kalau dia membiarkan, 19:06 berarti dia merestui perbuatan zina. 19:10 Jadi kalau dia bertobat, 19:12 berjanji untuk tidak mengulangi, berikan 19:14 kesempatan. Tapi kalau seandainya 19:17 dia tidak bertobat ya atau si perempuan 19:20 menuntut untuk berpisah karena tidak 19:22 bisa menerima perselingkuhan suaminya 19:24 itu hak dia. Tapi jangan dipublish. 19:28 Jangan dipublish. 19:31 Si perempuan kalau saat ini memiliki 19:32 anak kasihan anak ini. Kalau sampai 19:35 nanti mereka dewasa, orang tuanya 19:37 berbuat yang tidak-tid 19:40 mereka dipermalukan. Atau si anak 19:42 beranggapan apa? Orang tua saya juga 19:43 berbuat 19:47 dan kita enggak tahu jangan-jangan nanti 19:49 mereka kembali lagi akhirnya mereka 19:51 merasa malu. Jadi tempuh jalan yang baik 19:54 biar masing-masing menutupi masa 19:56 lampaunya. Mudah-mudahan si wanita 19:59 mendapat pasangan yang lebih baik 20:01 daripada mantan suaminya. Suami juga 20:04 mudah-mudahan bertobat. Karena begitu 20:06 kita publish, rasa malu mereka hilang. 20:08 Mereka bilang, "Sudah kepalang basah." 20:11 sudah kepala 20:12 basah 20:13 basah atau mereka menganggap ini urusan 20:15 pribadi saya sebaiknya tutupi aurat 20:17 orang lain tapi kalau sampai orang 20:19 berzina disaksikan 4 l orang atau 20:22 katakan diambil gambarnya kemudian viral 20:24 di luar ini pria berarti sudah tidak 20:27 punya malu 20:29 oleh karena itu hukum zina dilakukan 20:31 bukan untuk setiap orang berzina 20:33 tapi untuk orang yang berzina kemudian 20:35 dia saksikan paling sedikit empat orang 20:38 berarti apa masalahnya bukan masalah 20:40 perzinan aja Ya, masalahnya masalah 20:43 perbuatan ya yang mengundang apa? 20:46 Perbuatan yang tidak benar bagi umum 20:49 atau membuat opini publik menganggap 20:52 biasa hal seperti ini. Ini bahaya 20:54 betul-betul. Oleh karena itu, 20:56 perbuatan zina, perbuatan keji yang 20:59 terang-terangan wajib ditegakkan hukum 21:02 bahkan disaksikan orang banyak supaya 21:04 menjadi apa? menjadi pelajaran dan 21:06 menimbulkan efek jera bagi orang lain. 21:09 Tapi kalau perbuatan jahat dibiarkan, 21:11 lama-kelamaan orang beramai-ramai ikut 21:13 berbuat jahat. 21:15 Orang maling kecing, maling kecil 21:17 dihukum dipenjara. Sedangkan maling 21:18 besar para koruptor dibiarkan. Ya, 21:20 lama-kelamaan mereka mendaftar menjadi 21:22 koruptor. 21:24 Mendaftarkan menjadi koruptor. Jadi 21:26 kesimpulannya jangan pernah Anda 21:30 pada saat ribut bersama suami Anda atau 21:32 bersama istri Anda, Anda publish 21:36 melibatkan banyak orang yang akan 21:39 akhirnya membuat sayur yang Anda masak 21:42 rusak karena banyak tangan masuk ke 21:44 dalam. ini membawa bumbu ini, ini 21:46 membawa bumbu ini. Akhirnya Anda 21:49 kehilangan arah tidak tahu apa yang 21:51 harus dilakukan karena mendengarkan 21:53 omongan orang. Dan kita tahu 21:55 mendengarkan omongan orang hanya 21:56 menambahkan was-was dalam hidup kita. 21:59 Tapi kembali pada Allah, ikuti petunjuk 22:02 Allah, petunjuk Rasul-Nya dan tutupi 22:05 aurat yang tidak baik. Sebarkan yang 22:06 baik, Anda akan hidup bahagia. Jadi 22:09 kesimpulannya, kesimpulan kesimpulannya 22:12 seorang laki-laki hendak curhat-curhat 22:14 kepada orang yang bisa memberikan 22:16 nasihat bukan kepada lawan jenisnya. 22:19 Baik itu yang sudah bersuami atau 22:22 seorang gadis. Ya, dalam hal ini 22:25 hendaknya jangan sampai kita menambah 22:27 persoalan kita. Ingat 22:30 peringatan-peringatan dari Nabi kita 22:31 Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang 22:34 mengingatkan kita untuk tidak berduaan 22:37 dengan wanita asing. Nah, wanita kalau 22:40 ingin curhat bertanya, tanyalah kepada 22:42 sesama wanita, sesama 22:45 ustazah atau wanita yang bijak. Kalau 22:48 harus bertanya kepada ustaz laki-laki 22:51 atau kepada orang laki-lendaknya 22:52 didampingi. 22:54 Jangan sendirian. 22:56 Kita bicara ini ya untuk menjaga 22:58 keselamatan. 23:00 Diri saya sebagai contoh, Ustaz, saya 23:02 enggak berani menerima wanita curhat 23:04 berduaan bersama saya. Itu akan 23:06 berisiko. Apalagi di hari tua orang 23:08 seperti saya, jangan sampai kita 23:10 terjerumus ke dalam lembah hina yang 23:13 merusak nama baik kita, rumah tangga 23:15 kita. Akhirnya meninggalkan 23:17 kenangan-kenangan yang buruk. Jadi, 23:20 jangan mengatakan, "Saya yakin saya bisa 23:21 menjaga diri." Jangan. Anda harus tahu 23:23 setan sengaja menumbuhkan di hati Anda 23:27 perasaan yakin 23:29 pada saat Anda berhadapan dengan apa? 23:32 Dengan godaan-godaan seperti lama 23:35 kelamaan ambah kehilangan kehilangan 23:37 kendali. Akhirnya setan menjerumuskan 23:40 Anda ke dalam lembah kehinaan. Oleh 23:41 karena itu, Allah Subhanahu wa taala di 23:44 saat melarang orang berzina bukan 23:46 mengatakan jangan berzina tapi wala tak 23:48 taqrab zina. Jangan dekat-dekat 23:51 perzinaan. Karena kalau kita dekat 23:54 lama-kelamaan kita akhirnya 23:56 waliyadubillah 23:57 akan terjerumus di dalam. 23:59 Masyaallah. 24:00 Jadi dalam hal ini hendaknya laki-laki 24:03 mengenal batasan dia pada saat dia akan 24:06 curhat. Begitu juga wanita hendaknya 24:08 curhat bersama wanita. Kalau curhat 24:10 bersama seorang ustaz atau seorang bijak 24:13 hendaknya didampingi 24:15 supaya apa? 24:16 Betul-betul tidak masuk dalam perangkap 24:19 setan. Itu yang terbaik. 24:21 Kemudian berkaitan dengan 24:25 ee memblow up 24:29 hal-hal yang berhubungan dengan rumah 24:31 tangga ini merupakan kesalahan fatal. 24:33 Akhirnya kita melibatkan publik dalam 24:35 urusan pribadi kita yang tidak akan 24:37 menyelesaikan persoalan. Jadi sebaiknya 24:41 Anda bertanya kepada orang-orang yang 24:43 ahli, bertanya kepada orang yang bisa 24:46 memberikan nasihat ya. Dan yakinlah 24:50 bimbingan petunjuk Allah Subhanahu wa 24:52 taala merupakan jaminan keselamatan bagi 24:56 dan saya ee melalui berbagai macam 24:59 pengalaman dalam persoalan semacam ini. 25:02 Orang-orang yang tidak gampang membuka 25:06 persoalan rumah tangganya datang kepada 25:08 orang yang bijak. Allah kasih 25:09 alhamdulillah rumah tangga mereka 25:12 kembali dalam keadaan sempurna. Atau 25:15 katakan si perempuan berpisah dari 25:17 suaminya. 25:19 Mereka tidak sama sekali membeloo 25:21 persoalan mereka di media. Allah kasih 25:23 subhanallah kehormatan anaknya terjaga, 25:26 kehormatan jaga dan dia diberikan 25:28 pasangan suami yang lebih baik. 25:31 Atau seorang laki-laki mengetahui 25:33 perbuatan selingkuh istrinya. Dia sudah 25:35 memiliki beberapa orang anak. 25:39 Kalau dia blow up, kasihan anak-anaknya 25:41 punya anak perempuan, bagaimana 25:43 kira-kira nanti kalau orang melamar anak 25:44 perempuan ibunya berbuat yang tidak 25:46 baik? Ya, 25:48 si laki-laki tutupi auratnya. Kemudian 25:50 dia ceraikan istrinya. 25:53 Dia dia tidak ceritakan sedikit pun 25:55 alasan kenapa mereka bercerai. 25:59 Si istri juga tidak menggugat, tidak 26:01 menolak pada saat di pengadilan. Orang 26:03 bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu 26:05 bercerai?" Si laki-laki mengatakan, 26:07 "Tidak ada kecocokan." 26:09 Tidak ada kecocokan. 26:12 Ee belum tentu dua orang yang baik bisa 26:14 apa? Bisa bersama-sama. Doakanlah. 26:17 Mudah-mudahan masing-masing mendapatkan 26:19 pasangan yang cocok untuk dirinya. Dia 26:21 tidak ceritakan kejelekan suami. Tiap 26:22 orang paksa. 26:25 Ini merupakan persoalan kami. Jolong 26:27 jangan kalian ungkit-ungkit. Allah kasih 26:30 subhanallah. 26:31 Si laki-laki Allah berikan pasangan yang 26:34 baik. Si perempuan karena kasusnya tidak 26:36 diblok up dia tobat. Dia menikah dengan 26:38 seorang pria. Hidup berjalan dengan 26:41 baik. Yang tersembunyi hendaknya kita 26:44 apa? serahkan pada Allah. 26:46 Yang busuk tutup, 26:48 sedangkan yang baik taburkan. Hingga 26:50 orang betul-betul merasakan bahwa 26:52 kebaikan itu betul-betul apa? 26:53 menyelimuti hidup mereka. Jangan speed 26:56 tank kita buka, 26:58 sedangkan apa? Yang harum-harum kita 27:00 apa? kita tutupi. Mudah-mudahan 27:02 bermanfaat bagi kita semua, bagi saya 27:05 pribadi dan mudah-mudahan wanita kita 27:07 dijaga kesucian mereka, pria-pria juga 27:10 betul-betul 27:12 mereka menjaga diri mereka mengikuti 27:13 tuntunan Allah Subhanahu wa taala. Ini 27:16 demi keselamatan dan kebahagiaan kita 27:18 semua. Allah jauhkan dari hal-hal yang 27:21 memalukan kita, merusak nambah baik kita 27:24 di dunia. Setelah Allah tutupi perbuatan 27:27 buruk kita, jangan kita umar. 27:29 Mudah-mudahan menjadi pelajaran yang 27:31 baik, berguna bagi kita semuanya. 27:33 Wallahuam. 27:35 Jadi, ikhwan akhwat, 27:38 benda berukuran 5* 10 cm itu pengaruhnya 27:42 luar biasa ya. Kalau Ustaz Husin sudah 27:44 katakan apapun yang sangat penting kita 27:47 utamakan, tentu ada gangguan-gangguan 27:50 perasaan lain seperti yang tadi 27:52 ditanyakan untuk Pak Abu Bakar ya. Jadi 27:55 gimana 27:59 rasanya enggak hidup tanpa gadget? 28:03 Bismillahirrahmanirrahim. 28:06 Asalamualaikum warahmatullahi 28:10 wabarakatuh. 28:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:13 wabarakatuh. 28:14 Alhamdulillah. 28:16 Segala puji dan syukur kita panjatkan 28:20 kepada Allah untuk kita mendapatkan 28:24 sesuatu keberkahan. 28:28 Apapun yang kita dapatkan itu adalah 28:31 keberkahan yang terbaik. 28:35 Jadi ketika kita bersyukur kepada Allah 28:39 langsung kita akan mendapatkan sesuatu 28:42 yang kita inginkan. 28:46 Yang kita inginkan ini adalah sesuatu 28:50 yang diharapkan dan Allah akan berikan 28:52 langsung. 28:56 Jadi Allah akan memberikan sesuatu yang 28:59 kita inginkan 29:02 yang kalau kita tidak inginkan tidak 29:05 akan diberikan. 29:07 Namun ada beberapa 29:12 yang menjadikan 29:15 viral. 29:18 Jadi masuknya viral, masuknya 29:23 gadget ini yang terpenting 29:29 buat kita. Sesuatu yang aib, yang enggak 29:33 baik, yang enggak menyenangkan. Mau 29:37 nyampaikan ke siapa, 29:40 mau ngomong sama siapa, mau bicara sama 29:43 siapa, enggak ada. dan susah 29:46 berbicaranya, lebih baik kita ketik dan 29:50 kemudian menyebarkan dan akhirnya 29:53 tersebar ke mana-mana. 29:58 Nah, aib ini menjadikan viral. 30:02 Menjadikan viral tahu-tahu menjadikan 30:06 ramai. 30:09 Mungkin satu dua orang tidak mendengar, 30:14 namun dapat informasi dari teman-teman 30:17 atau dari yang lainnya itu kemarin ada 30:20 viral. Mau tidak mau mendengar dengan 30:24 kagetnya apa itu viralnya. Dia lihat 30:28 melihat melihat melihat jadi banyak. 30:35 Jadi viral ini yang menyebabkan 30:41 munculnya apa sih yang menyebabkan kita 30:45 ini senang dengan viral? 30:49 Kita ketahui di dalam unsur kita ada 30:53 sesuatu yang menciptakan, 30:57 ada unsur yang menyenangkan, ada unsur 31:00 yang membahagiakan, ada unsur yang tidak 31:03 membahagiakan. Itu satu. 31:08 Jadi unsur ini mengeluarkan 31:13 mengeluarkan agar supaya kita bisa 31:17 menikmati. 31:20 Nah, ketika viral unsur-unsur ini 31:25 mendukung 31:29 unsur ini mendukung keviralan kita, maka 31:33 viralnya akan terus mendukung mendukung 31:36 kita mau ke mana, mau bicara sama siapa, 31:39 mau ngomong sama siapa, enggak bisa kita 31:43 sebarkan. 31:45 Nah, di sini pentingnya buat kita bahwa 31:51 sesuatu itu kalau kita keluarkan menjadi 31:56 besar. 31:57 Kebaikan pun begitu. 32:00 Kalau kita keluarkan bisa menjadi besar. 32:04 Namun 32:06 kebaikan itu enggak ada yang mau nonton. 32:09 Cuma ngelihat sebentar udah. 32:13 Kalau kebaikan enggak bisa dilihat 32:16 dengan sebaiknya, kecuali orang-orang 32:19 yang benar-benar baik. 32:23 Kalau orang-orang ini baik, dia akan 32:26 mendapatkan 32:28 menyenangkan. 32:31 Dia akan menyenangkan. Ketika informasi 32:35 berita yang baik ini datang, orang itu 32:39 akan senang mengambilnya. melihatnya. 32:43 Karena orang itu unsur yang masuk ke 32:47 dalam dirinya orang-orang yang baik. 32:52 Ada informasi yang baik. Bagaimana 32:54 dengan yang tidak baik? 32:58 Nah, itu dia. Jadi yang tidak baik 33:01 seringnya kita seringnya dalam ee 33:05 penelitian itu ada satu penelitian ya 33:09 ketika kita 33:11 melihat 33:13 2 jam berturut-turut, 33:18 2 jam berturut-turut melihat video 33:23 ataupun ee Instagram ataupun TikTok 2 33:28 jam berturut turut-turut selama 33:31 21 33:33 hari. 33:37 Jadi kalau 2 jam berturut-turut kita 33:42 melihat 33:45 film, nonton 33:48 ya selama 21 hari kita terus-menerus 33:54 maka dia akan masuk menjadi aditif. 34:00 menjadi kebiasaan 34:04 menjadi kebiasaan 34:06 untuk menonton dan itu tidak akan pernah 34:10 bisa lepas apabila sudah 21 hari tambah 34:14 21 hari tambah lagi 21 hari terus sampai 34:20 setahun sampai 2 tahun terus-menerus 34:25 jadi kentel. 34:30 Jadi kencel 21 34:34 hari pertama kali dia mulai mengikat 34:39 kebiasaan 34:40 kita. 34:44 Jadi jangan dibilang kalau ah itu kan 34:47 cuman sebentar doang. Dilepas ditonton 34:51 21 hari terus-menerus akan menjadikan 34:55 sekian banyaknya. 34:59 Nah, itu satu hal di mana kebaikan. 35:03 Kalau kebaikan itu kita lihat, kita 35:08 tonton, kita dengarkan, menjadikan 35:11 nikmat, menjadikan kebahagiaan, maka dia 35:15 akan terus-menerus dan kita akan selalu 35:18 mencari yang baik. 35:21 Bagaimana dengan yang tidak baik? Yang 35:24 tidak baik pun begitu. Jadi antara yang 35:27 baik dan yang tidak baik akan sama 35:31 apabila dia terus menerus. Nah, oleh 35:35 karena itu sekarang misalnya seorang 35:39 memviralkan 35:40 viral yang negatif. 35:44 Ketika dia negatif dia viralkan keluarga 35:47 yang tidak baik. 35:51 Bagaimana keluarga yang tidak baik? Ya 35:53 itu dia keluarkan. 35:56 efeknya kepada anak-anak kita, kepada 36:01 kehidupan diri kita, itu yang akan 36:05 besar. 36:08 Dan pengetahuan itu akan terus, akan 36:12 terus dengan sedikitnya 36:15 walaupun tidak ada orang yang 36:17 mendengarnya. Misalnya di sekolah ini 36:20 anak-anaknya enggak ada yang tahu, 36:22 ibu-ibunya enggak ngerti. 36:25 Tapi anak itu tahu ini viral. 36:28 Orang tuanya memviralkan pengaruh mereka 36:35 dengan sendirinya anak ini yang masih 36:38 sekolah 36:40 dengan ketakutannya 36:42 dia bahwa oh ibu saya viral. Oh, nanti 36:46 mereka tahu. Jadi dengan anak lagi, 36:49 temannya lagi berbicara, lagi ngobrol, 36:52 pikirannya dia, pikiran anak itu menjas 36:58 dirinya. Bukan kita menjas orang lain, 37:01 tapi menjas dirinya. Pikirannya dia 37:05 ditekankan. Tuh lihat 37:08 dia membicarakan kamu. 37:11 Dia membicarakan kamu tentang keluarga 37:15 kamu yang viral. 37:19 Dia ketakutan 37:23 padahal itu cuman pikiran. 37:29 Jadi dia hanya pikiran saja yang masuk 37:33 ke dalam pikirannya langsung dia 37:35 berpikir tuh lihat tuh lihat dia 37:38 tersenyum sinis. Hah? Dia tersenyum 37:42 sinis. Dia 37:44 bingung. Akhirnya dia tidak pernah 37:47 bicara sama teman, tidak pernah ngobrol 37:51 sama teman. Tiap pulang sekolah, dia 37:53 pulang di rumah dia ngelihatin mama sama 37:57 papanya 37:59 lagi asik dudukan yang viral itu dia 38:02 enggak tahu 38:06 yang sudah diviralkan mama papanya udah 38:09 selesai 38:10 tapi dia enggak tahu akibat daripada itu 38:14 kepada siapa? Anaknya. 38:18 Kepada anaknya. akibat daripada anak itu 38:22 menjadikan kekhawatiran, ketakutan. 38:27 Ini efek daripada berbagai macam 38:30 peristiwa yang kita keluarkan. 38:34 Viral dan banyak. Kalau yang viral dia 38:38 senang. Viral itu apa? Coba kita melihat 38:41 viralkan. Oh, ada seorang yang baik yang 38:45 orangnya santun. 38:48 Kita bisa perhatikan orang yang baik, 38:51 yang santun, namun akhirnya dia 38:55 meningkatkan viral yang lainnya. 39:02 pertama saja membantu orang lain. 39:06 Membantu 39:07 membantu orang misalnya lagi dinaik beca 39:11 dikasih uang di oh Bapak seperti ini, 39:14 seperti ini. Tapi tidak mengerti 39:17 pakaiannya. 39:20 Pakaiannya yang enggak benar, pakaiannya 39:23 yang tidak baik, yang tidak bagus. Dia 39:27 tidak memahami 39:30 baik tujuannya baik memberikan kebaikan 39:34 tapi ada unsur tidak baik. Unsur inialah 39:40 yang menguatkan pikiran kita benar-benar 39:45 menjadi tidak baik. 39:50 Jadi, bagaimana kita bisa meningkatkan? 39:56 Oleh karena itu sekarang berusaha 40:01 berusaha 40:03 berusaha kita berbuat baik, berbuat 40:07 baik, berkata baik, punya perasaan 40:11 kebaikan kepada siapapun. 40:15 Kalau ada orang yang berbuat, 40:19 mengatakan, melakukan sesuatu yang tidak 40:22 baik, kita enggak perlu merespon atau 40:27 berkomentar. 40:30 Kita tidak perlu merespon dia. 40:33 Mau ngapain kita merespon? Ketika kita 40:37 respon itu akan meningkatkan berbagai 40:40 macam, enggak perlu. Oleh karena itu, 40:43 kita sebagai seorang yang baik, berbuat 40:48 baik, tinggalkan yang lama, lepaskan 40:53 yang lama, buang yang lama, tetapkan 40:57 hati kita kepada kebaikan. 41:02 Jadi, apa yang kita harus lakukan? 41:05 Lakukanlah kebaikan. Perasaan kita 41:08 kepada orang baik menuju kepada 41:11 kebaikan. 41:12 Berkatalah yang baik, menyenangkan. 41:18 Itu yang dibutuhkan oleh orang-orang. 41:24 Insyaallah. 41:27 Masyaallah. Jadi beneran ya, Pak Abu 41:32 Bakar, Ustaz, bahwa ketika kita buka aib 41:35 meskipun sedikit efeknya luar biasa. 41:37 yang kasihan justru anak-anak ya, 41:39 anak-anak dan dirinya pun 41:42 pasti akan merasa enggak nyaman. Karena 41:44 orang di saat melakukan perbuatan buruk, 41:47 menyampaikan perbuatan buruk, apalagi 41:49 menyebarkannya, 41:51 itu yang pertama merasakan dampaknya 41:53 diri. Laha ma kasabat wa 41:56 alaiha ma kasabat. 41:57 Yang baik bila diucapkan, dilakukan atau 42:00 disebarkan Allah kasih subhanallah 42:02 sebelum orang lain merasakan indahnya 42:05 hatinya. 42:05 Iya. tenang damai. Tapi begitu kita 42:09 menyampaikan yang buruk, berkomentar 42:11 buruk, berbuat buruk, itu Allah kasih 42:14 langsung jiwa kita 42:16 mengalami flek akibat dari apa? 42:19 Apa yang kita lakukan? Allah berfirman, 42:28 kala ini peringatan dari Allah, jangan 42:30 kamu lakukan hal yang serupa. 42:33 Sesungguhnya 42:36 perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan 42:39 akhirnya menimbulkan karat di hati 42:40 mereka. 42:41 Jadi karat yang menumpuk di hati itu 42:44 akibat perbuatan buruk. Begitu dia 42:45 tobat, dia kembali pada Allah, melakukan 42:48 perbuatan yang baik, satu persatu kerak 42:50 tersebut mengalami keguguran, bersih 42:53 kembali. Nah, fitrah kita yang suci bisa 42:56 kita jaga, kita pelihara cahayanya, bisa 43:00 juga kita tutupi dengan perbuatan kita. 43:03 Maka Allah berfirman, qad aflaha man 43:05 zakaha waq kha. Sungguh beruntung orang 43:09 yang menjaga kesucian jiwanya. 43:11 Sungguh berugi orang yang menodai, 43:13 mengotori jiwanya. yang mengotari bukan 43:15 orang lain. Orang walaupun katakan kita 43:17 ini busuk, kita ini buruk, kita tidak 43:19 baik, tapi kalau kita baik, 43:21 iya 43:21 jiwa kita tetap dalam. Tapi begitu kita 43:23 berbuat buruk, di sana mulai jiwa kita 43:27 mengalami betul-betul hal-hal yang tidak 43:29 nyaman. Kalau kita tobat segera hilang. 43:33 Kalau tidak dia akan terus mengarat 43:35 sampai menimbulkan wali iyadzubillah 43:38 yang amat menyedihkan, menutupi hati 43:40 kita. Jadi hendaknya kita taburkan yang 43:44 baik, tutupi yang buruk, dan kita cari 43:48 nasihat dari orang-orang yang bisa 43:50 memberikan nasihat. Bukan sembarang kita 43:53 curhat mengadu kepada apa? 43:56 Kepada setiap orang. Sebagai penutup 43:58 Mbak Luning. 43:58 Iya. 43:59 Ada seorang perempuan ribut sama 44:01 suaminya. 44:04 Dia datang curhat kepada teman-teman 44:06 wanitanya. 44:08 Ya, ceritakan suaminya begini begini 44:10 begini begini. Teman-temannya semua oh 44:13 kalau kami sih enggak tahan. Kalau kami 44:15 enggak tahan begitu. Kalau kita langsung 44:19 akan menuntut untuk berpisah. Masa kita 44:21 selamanya perempuan harus direndahkan. 44:23 Ini bukan lagi zaman Siti Durbaya. Kita 44:25 harus berontak terhadap pria semacam 44:26 itu. 44:27 Terprovokasi dong. 44:28 Nasi perempuan yang salah curhat 44:30 akhirnya apa? 44:33 Pisah dari suaminya. Karena di hatinya 44:35 masih ada yang suka sama suami. 44:38 Suami juga masih suka pada istrinya. 44:41 Karena terprovokasi akhirnya mereka 44:43 pisah. Yang menanggung akibatnya kan 44:45 dia, bukan yang memberikan nasihat. 44:47 Nah, setelah mereka berpisah, 44:50 si perempuan sering datang ke tempat 44:51 teman-temannya 44:53 duduk-duduk. 44:55 Ternyata temannya mengatakan, "Ee jeng, 44:59 jangan sering-sering ke rumah ya. Kamu 45:01 kan seorang janda. Saya takut nanti 45:03 suami saya akhirnya apa? 45:05 tergoda. He. 45:07 Mereka yang menganjurkan untuk apa? 45:08 Berpisah. Tahu-tahu sekarang mereka 45:11 enggak mendukung 45:13 melarang temannya untuk sering-sering 45:14 datang. Takut nanti suaminya tergoda. 45:16 Kar dia seorang janda. 45:17 Jadi kita lihat bagaimana apa yang tidak 45:20 mampu mereka lakukan. Mereka salurkan 45:22 melalui teman mereka yang menjadi 45:23 korban. Sedangkan mereka mengatakan 45:25 rasain kamu laki-laki padahal bukan 45:27 suaminya. 45:29 Bahaya gak? 45:29 Bahaya. Jadi jangan sekali-kali kita 45:32 curhat di tempat yang salah. Laki-laki 45:35 juga jangan curhat kepada teman-teman 45:37 yang tidak bijak. Akhirnya mendorong dia 45:40 untuk berpisah dari istrinya atau 45:44 mendorong rumah tangganya semakin 45:46 runcing. Laki-laki mengadu kepada 45:48 temannya. Saya selalu kalau pulang 45:51 terlambat istri mengam temannya 45:53 mengatakan, "Kamu sengaja pulang besok." 45:58 Yang ribut kan dia kan? 45:59 Iya. Akhirnya lama-kelamaan si perempuan 46:01 enggak tahan sampai akhirnya pisah. 46:04 Setelah pisah baru mereka nyesal. 46:06 Kenapa? 46:06 I kenapa harus bertanya kepada 46:09 orang-orang yang tidak bisa? 46:10 Tidak bisa. 46:11 Jadi mudah-mudahan 46:12 kita selalu mengutamakan petunjuk Allah, 46:16 akal sehat, kesadaran, 46:18 dan selalu bertanya kepada orang yang 46:21 mengingatkan kita dalam kebaikan. 46:27 wamua 46:29 ilahailla anta astagfiruka. 46:33 Wasalamualaikum warahmatullahi 46:35 wabarakatuh.