Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah wasyukurillah kita
- dikaruniai kesempatan untuk bersama-sama
- di acara psikologi keluarga yang
- mudah-mudahan mempersuasi kita semua
- untuk bisa menjadi keluarga yang
- betul-betul bisa mendukung satu sama
- lain termasuk juga untuk buah hati kita.
- Sebelumnya kita akan mengucapkan terima
- kasih tentu saja untuk Ustaz Husein dan
- Ustaz Abu Bakar yang sudah hadir yang
- hari ini bahasannya lumayan
- milenial banget. Dan tidak lupa salam
- selawat kita lantunkan untuk junjungan
- umat kekasih kita Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak
- kita mendapatkan syafaat beliau dan
- dapat membersamai beliau di saat yang
- sangat kita rindukan di yaumil akhir.
- Ikhwan akhwat, sebelum kita mulai kita
- akan bersama-sama membaca ummul kitab
- terlebih dahulu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- anamtaai
- in
- amin Allahum amin. Ustaz Husin, Ustaz
- Abu Bakar, dan Ikhwan Akhwat. kasus hari
- ini terkait dengan aib keluarga di media
- sosial dan yang satunya lagi tentang
- bagaimana kalau pasangan kita dekat
- dengan ee orang lain.
- Banyak pasangan yang membongkar bukti
- perselingkuhan atau keburukan pasangan
- ke publik demi mendapatkan dukungan dari
- netizen. Ustaz Husein, batasannya
- mencari keadilan dan larangan membuka
- aib atau pasangan gibah dalam Islam
- seperti apa ya? Karena
- ee ingin banget tahu masalah keluarga
- itu boleh dibawa ke ranah publik enggak
- sih? Sementara untuk Pak Abu Bakar mohon
- dampak jangka panjangnya untuk kesehatan
- mental anak-anak kami ketika konflik
- private menjadi konsumsi publik.
- bagaimana untuk ee membantu proses
- penyembuhan trauma ini sampai terjadi.
- Bisa dua mungkin ya, Ustaz ya. Oke. Yang
- satunya lagi terkait dengan
- emm pasangan yang punya teman lawan
- jenis nih di tempat kerja, tempat dia
- sering mengadu atau curhat masalah
- pekerjaan. Bilangnya sih teman biasa,
- tapi saya merasa dikhianati deh karena
- dia lebih terbuka pada orang lain
- dibanding pada saya.
- Bagaimana kecemburuan ini? Tidak sehat
- atau sehat? Ataukah ini memang bentuk
- perselingkuhan emosional saja? Pak Abu
- Bakar mohon ya. Batasan pertemanan
- setelah menikah itu juga perlu banget
- kami ketahui. Ustaz Husein sebagai ee
- keingintahuan kami batasan muamalah
- berinteraksi dengan lawan jenis yang
- bukan mahram untuk orang yang sudah
- berkeluarga itu gimana? Apakah kedekatan
- dianggap melanggar hukum? Ooh. Mari kita
- simak dengan telinga jiwa kita bagaimana
- masalah ini bisa terurai. Silakan,
- Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thyyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wfana bimaamtana.
- Rabbana zidna ilman walhikna bihin.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Asalamualaina waa ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullah.
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Tuntunan yang diajarkan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Begitu pula yang diajarkan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam dalam kehidupan rumah tangga.
- Bila kita ikuti niscaya akan menjaga
- keutuhan rumah tangga kita, menumbuhkan
- rasa cinta.
- membuat hidup mereka tentram dan rahmat
- Allah juga Allah akan curahkan pada
- mereka.
- Di mana pria tahu batas-batas yang
- dibolehkan dalam agama
- dan tahu mana yang tidak dibolehkan.
- Seorang pria dengan sendirinya
- tidak dibenarkan kalau dia berhubungan
- dengan seorang wanita yang bukan
- mahramnya.
- dalam keadaan berdua
- atau seorang laki-laki curhat kepada
- seorang wanita.
- Baik itu wanita yang belum berpasangan
- maupun yang sudah berpasangan. Baik
- laki-laki yang sudah berpasangan maupun
- yang belum berpasangan. Karena kalau
- curhat berarti kan hanya ada mereka
- berdua. Tidak mungkin mereka curhat
- sambil apa berbicara di tengah-tengah
- umum. Dan dari curhat ini bisa muncul
- nanti hal-hal yang tidak baik dan belum
- tentu ya akan menyelesaikan dan
- memberikan solusi bagi mereka dalam
- persoalan mereka.
- Maka yang terbaik apabila ada
- kesalahpahaman dalam rumah tangga, ada
- persoalan di mana dia ingin mencari
- solusi bertanya kepada orang-orang yang
- bisa memecahkan problema mereka, bukan
- justru menjerumuskan ke dalam problema
- yang baru bahkan lebih dalam dari
- sebelumnya.
- Begitu seorang laki-laki curhat kepada
- seorang wanita.
- Si wanita mendengarkan, menyimak,
- kemudian memberikan pendapat dari
- pintu-pintu tersebut setan akan masuk.
- Membuat si perempuan merasa diberikan
- kepercayaan, muncul rasa harunya. Kalau
- dia sudah bersuami, dibandingkan dengan
- suaminya yang tidak bertanya kepadanya,
- yang tidak pernah melibatkan dirinya,
- dihadapi laki-laki yang curhat membuka
- isi hatinya.
- si perempuan memberikan nasihat dan
- masukan. Jadi
- pembicaraan ini bisa saja menimbulkan ya
- bahkan itu besar sekali menimbulkan
- kedekatan yang tidak dibolehkan dalam
- agama dengan alasan
- curhat.
- Jadi kalau dia di dalam rumah menemukan
- persoalan yang tidak mampu dipecahkan,
- ya dia bisa bertanya pada ahlinya,
- orang-orang yang bisa memberikan nasihat
- yang baik. Begitu juga perempuan di saat
- berhadapan dengan urusan rumah tangga
- bersama suami, jangan curhat kepada pria
- asing.
- Pria asing ini ingin jadi pahlawan.
- Kalau di rumah bersama istrinya mungkin
- dia bersikap arogan, kasar, tidak mau
- dengarkan keluh kesah istri. Tapi
- bersama wanita asing,
- dia bukan hanya memiliki dua telinga,
- bahkan 10 telinga.
- Heeh. hatinya terbuka untuk mendengarkan
- curhat seorang wanita dan dia merasa
- dirinya pada saat tersebut
- ya menjadi seorang pahlawan
- yang bisa memberikan solusi. Akhirnya
- muncul pesona di antara keduanya pada
- sebetulnya itu merupakan apa?
- Bisikan-bisikan setan yang masuk dari
- pintu yang mereka tidak duga. Akhirnya
- terjadilah hal-hal yang tidak baik.
- Sebagai contoh, ada seorang wanita
- mengalami problema rumah tangga
- lalu disediakan tempat konsultasi
- bersama seorang ustaz
- di satu
- majelis taklim. Akhir si perempuan
- tersebut yang curhat bersama ustaz ini
- berduaan.
- Akhirnya setan membuat si wanita di
- hadapan pria tersebut begitu menarik,
- mempesona.
- Heeh. Begitu juga pria ya bagi wanita
- tersebut begitu mempesona.
- Akhirnya mereka lupa akan tujuan mereka
- ya.
- Sampai pada akhirnya mereka berhubungan.
- Si wanita berpisah dari suaminya, si
- ustaz berpisah dari istrinya, akhirnya
- mereka membangun hubungan yang baru.
- Nah, ini pasti akan menimbulkan
- persoalan apa tidak?
- Dan pada saat mereka lupa, akal sehat
- mereka hilang.
- Begitu hati diselimuti, diselubungi oleh
- perasaan, akal sehatnya akan hilang,
- maka muncul tindakan-tindakan
- yang tidak lagi sesuai dengan akal
- sehat, mengorbankan rumah tangganya,
- menyia-nyiakan anaknya. Ini
- kejadian-kejadian yang sering terjadi.
- Oleh karena itu, kalau seandainya
- seorang bertanya kepada ustaz, hendaklah
- tidak berdua. tidak
- berdua
- berduaan atau paling tidak di sebelahnya
- ada istrinya ya biar si perempuan
- menyampaikan curhatnya ya supaya istri
- walaupun tidak mendengar berada jauh
- dekat di sampingnya agar tidak
- menimbulkan apa kesempatan bagi setan
- untuk masuk di tengah-tengah mereka.
- Biasanya seorang perempuan di saat dia
- curhat terkadang dia bukan ingin keluar
- dari problema yang dihadapi bersama
- suaminya, tapi ingin berpisah dari suami
- kemudian mencari pelabuhan baru.
- Dia jelekkan suaminya, dia rendahkan
- suaminya kemudian dia tunjukkan
- bagaimana kelemahan dia butuh seorang
- pendamping. Ya. Nah, ini merupakan
- perangkap-perangkap setan. Nah, banyak
- pria-pria yang masuk dalam perangkap
- seperti ini. Akhirnya merusak
- kehidupannya masa depannya. Bahkan ustaz
- juga akhirnya kehilangan
- kepercayaan orang terhadap dirinya. Oleh
- karena itu Rasulullah ingatkan kita
- untuk tidak berduaan dengan wanita
- asing. Karena ketiganya adalah san
- setan. Begitu juga mengingatkan kita
- untuk menjaga pandangan mata kita.
- Karena pandangan mata ini merupakan
- panah beracun ya dari panah iblis.
- Begitu masuk ke dalam hati kita,
- walaupun panah sudah tercabut, racunnya
- apa?
- Racunnya masih menyebar pada hati kita.
- Oleh karena itu, Allah perintahkan kita
- menjaga pandangan mata kita, menjaga
- lisan kita, menjaga pakaian kita, tidak
- berduaan dengan lawan jenis kita yang
- bukan muharim kita. Kalau kita mau
- curhat, curhat kepada orang yang tepat.
- Wanita katakan mengalami problema,
- sebaiknya datang kepada ustazah ya,
- wanita atau kepada psikolog wanita untuk
- bertanya kepadanya agar lebih bebas.
- Tapi bukan sembarang ustazah, bukan
- sembarang juga psikolog. Ya, begitu kita
- cerita langsung dia terbawa emosinya
- akhirnya menganjurkan tindakan-tindakan
- yang tidak rasional. Bagi si ustazah
- tidak akan menanggung apa-apa karena
- bukan suaminya. Tapi bagi perempuan ini
- jadi tanya kepada ustazah yang bijak
- yang bisa memberikan nasihat masukan
- yang baik. Pria juga demikian.
- Jangan curhat kepada sembarang orang apa
- kepada teman. Teman mengatakan kamu
- enggak usah khawatir dunia enggak sedun
- patah satu 1000 berganti. Itu ucapan
- yang gampang diucapkan. Tapi apa
- akibatnya cukup fatal. Jadi hendaknya
- laki-laki juga bertanya kepada
- orang-orang yang bisa memberikan
- masukan, nasihat agar dia dapat berpikir
- secara objektif. Kemudian memberikan
- solusi bagaimana menghadapi persoalan
- yang dihadapi.
- Adapun seorang yang mengalami problema
- rumah tangga
- di-upload di publik, kita bertanya,
- apakah publik ini bisa memberikan solusi
- buat dia? Bisa. Katakan mereka
- memberikan dukungan berpihak pada wanita
- ini bisa enggak menyelesaikan problema
- rumah tangga mereka.
- Yang ada dengan terlibatnya banyak orang
- membuat situasi menjadi keruh. Belum ini
- kan viral pasangan suami istri.
- Terjadi keributan di antara mereka. Ada
- masalah keuangan juga.
- tadinya diam-diam tahu-tahu karena mulai
- beredar keluar mulai akhirnya orang
- terlibat banyak memberikan dorongan
- hasutan kepadanya akhirnya kondisi
- keadaannya memuncak sampai mereka
- berpisah.
- Apakah perpisahan ini merupakan solusi
- akhir buat mereka?
- Yang laki-laki pasti menyesal, yang
- perempuan juga pasti apa? Menyesal.
- Seperti seorang wanita, pasangan suami
- istri datang kepada saya, lakinya pernah
- melakukan perbuatan selingkuh. Si
- perempuan ya bersama orang tuanya
- memutuskan untuk berpisah. Setelah
- mereka berpisah beberapa saat, ternyata
- si perempuan apa?
- Masih mencintai suaminya
- dan sudah dikaruniai anak. Si laki-laki
- juga masih mencintai istrinya.
- Apa yang mereka sebarkan sudah viral.
- Orang sudah tahu bahwa mereka berpisah.
- Tahu-tahu
- masyarakat netizen yang tadinya
- mengetahui sudah berpisah bertemu dia
- bersama suaminya bergandingan tangan
- kembali.
- Malu gak?
- Malu.
- Malu. Jadi jangan pernah kita apa
- mempublish persoalan pribadi kita
- karena tidak akan menyelesaikan
- persoalan masyarakat yang mendengar
- mereka terbawa emosi.
- Maka mereka memberikan pendapat-pendapat
- yang bermacam-macam. jangan mau
- digituin. Mendingan cerai saja,
- mendingan ini, mendingan itu. Dan begitu
- dipublish, kasihan anak-anak dari
- hubungan tersebut ya.
- Iya.
- Akan apa? Akan dipermalukan
- dan muncul nanti kan jejak digital ini
- kan enggak dihapuskan.
- Walaupun sudah mulai dewasa dia tahu
- keributan ayah ibunya. Ini menjadi motif
- yang tidak sehat buat pertumbuhan
- anaknya.
- Karena orang tua menjadi idola. Di saat
- anak melihat idola orang tua yang
- seperti ini, mau tidak mau apa? Iya.
- Tidak memberikan motivasi yang sehat
- buat mereka. Jadi, alangkah baiknya
- kalau ada persoalan jangan sekali-kali
- kita publish. Kalau lagi akur, foto kita
- di Facebook dalam keadaan berpasangan.
- Begitu lagi marahan kita hilangkan foto
- pasangan kita. Mulai orang tahu ada
- persoalan di antara mereka.
- Ini kekanak-kanakan.
- kekanak-kanakan.
- Oleh karena itu
- kalau memang ada kezaliman ya kita bisa
- mengadukan kepada yang berwajib tapi
- dengan pertimbangan akal sehat. Allah
- berfirman, "La yuhibbullahul jahro bisu
- minal illain."
- Sekali-kali Allah tidak menyukai orang
- yang suka menampakkan keburukan kecuali
- pada saat dirinya dianiaya. Jadi kalau
- kita melihat orang berbuat buruk jangan
- kita sebaruaskan kecuali kalau
- perbuatannya menyangkut aniaya terhadap
- orang lain.
- Iya.
- Boleh kita beritahukan. Contoh kalau
- seandainya ada seorang dilamar oleh
- seseorang,
- lalu itu orang bertanya, "Bagaimana
- menurut Ustaz Husein? Pria ini baik-baik
- apa tidak?" Kalau pria ini tidak baik,
- saya enggak boleh mengatakan baik karena
- saya dekat sama orang tuanya. Saya mesti
- katakan bahwa ini pria yang tidak layak
- menjadi suami kamu. Kelakuannya begini
- begini begini. Nah, terserah kamu. Ada
- orang bertanya mengenai seorang dari
- kerabat saya. Ustaz Husein, bagaimana
- pandangannya terhadap ini? Saya bilang,
- "Kalau kamu dengar pendapat saya, kalau
- saya punya anak perempuan, dia melamar,
- saya tidak akan sama sekali nikahkan
- anak perempuan saya." Itu pendapat saya.
- Bukan saya membijakkan kejakan orang,
- tapi ini supaya kamu tidak apa?
- Ternyata dia memaksakan diri untuk apa?
- Untuk menikah.
- Baru beberapa bulan akhirnya mereka
- berpisah. Saya enggak bertanggung jawab.
- Saya sudah sampaikan apa yang saya tahu.
- Jadi kalau seandainya orang bertanya
- tentang sesuatu yang akan membawa dampak
- yang buruk, kita harus sampaikan apa
- adanya karena menyangkut kealiman
- terhadap orang lain. Tapi kalau orang
- tersebut baik sebagaimana kita tahu,
- kita katakan yang saya tahu orang di
- baik-baik. Berbakti pada ayah ibunya,
- taat kepada Allah. Ya, dalam pergaulan
- juga orang mengenal sebagai orang baik.
- Tapi yang tersembunyi saya enggak tahu.
- Nah, tinggal kamu tentukan pilihan kamu.
- Jadi hendaknya kalau bukan menyangkut
- kezaliman ya jangan kita ungkap. Ada
- orang mau kerja sama dengan seseorang,
- orang bertanya, "Ustadz, bagaimana si
- fulan? Bisa enggak kita ajak kerja
- sama?" Kalau dia jujur, baik, kita
- berikan rekomendasi. Kalau tidak,
- katakan apa adanya. Bukan kita membuka
- rahasia orang. karena menyangkut satu
- hal yang bakal membawa dampak resiko
- buat orang lain.
- Tapi kalau tidak hendaknya kita tutup.
- Contoh kalau seorang laki-laki mendengar
- suaminya berbuat selingkuh. Berbuat
- seling selingkuh
- di sini hak perempuan untuk memberikan
- maaf dengan dia bertobat
- atau si perempuan menuntut untuk
- berpisah. itu hak perempuan
- atau menuntut untuk berpisah. Kalau dia
- berikan maaf dengan sendiri si laki-laki
- harus bertobat. Kalau tetap melakukan
- perbuatan zina, si perempuan kalau dia
- muslimah dia tidak akan menerima hal
- ini. Ini perbuatan yang tidak dibenarkan
- dalam agama. Kalau dia membiarkan,
- berarti dia merestui perbuatan zina.
- Jadi kalau dia bertobat,
- berjanji untuk tidak mengulangi, berikan
- kesempatan. Tapi kalau seandainya
- dia tidak bertobat ya atau si perempuan
- menuntut untuk berpisah karena tidak
- bisa menerima perselingkuhan suaminya
- itu hak dia. Tapi jangan dipublish.
- Jangan dipublish.
- Si perempuan kalau saat ini memiliki
- anak kasihan anak ini. Kalau sampai
- nanti mereka dewasa, orang tuanya
- berbuat yang tidak-tid
- mereka dipermalukan. Atau si anak
- beranggapan apa? Orang tua saya juga
- berbuat
- dan kita enggak tahu jangan-jangan nanti
- mereka kembali lagi akhirnya mereka
- merasa malu. Jadi tempuh jalan yang baik
- biar masing-masing menutupi masa
- lampaunya. Mudah-mudahan si wanita
- mendapat pasangan yang lebih baik
- daripada mantan suaminya. Suami juga
- mudah-mudahan bertobat. Karena begitu
- kita publish, rasa malu mereka hilang.
- Mereka bilang, "Sudah kepalang basah."
- sudah kepala
- basah
- basah atau mereka menganggap ini urusan
- pribadi saya sebaiknya tutupi aurat
- orang lain tapi kalau sampai orang
- berzina disaksikan 4 l orang atau
- katakan diambil gambarnya kemudian viral
- di luar ini pria berarti sudah tidak
- punya malu
- oleh karena itu hukum zina dilakukan
- bukan untuk setiap orang berzina
- tapi untuk orang yang berzina kemudian
- dia saksikan paling sedikit empat orang
- berarti apa masalahnya bukan masalah
- perzinan aja Ya, masalahnya masalah
- perbuatan ya yang mengundang apa?
- Perbuatan yang tidak benar bagi umum
- atau membuat opini publik menganggap
- biasa hal seperti ini. Ini bahaya
- betul-betul. Oleh karena itu,
- perbuatan zina, perbuatan keji yang
- terang-terangan wajib ditegakkan hukum
- bahkan disaksikan orang banyak supaya
- menjadi apa? menjadi pelajaran dan
- menimbulkan efek jera bagi orang lain.
- Tapi kalau perbuatan jahat dibiarkan,
- lama-kelamaan orang beramai-ramai ikut
- berbuat jahat.
- Orang maling kecing, maling kecil
- dihukum dipenjara. Sedangkan maling
- besar para koruptor dibiarkan. Ya,
- lama-kelamaan mereka mendaftar menjadi
- koruptor.
- Mendaftarkan menjadi koruptor. Jadi
- kesimpulannya jangan pernah Anda
- pada saat ribut bersama suami Anda atau
- bersama istri Anda, Anda publish
- melibatkan banyak orang yang akan
- akhirnya membuat sayur yang Anda masak
- rusak karena banyak tangan masuk ke
- dalam. ini membawa bumbu ini, ini
- membawa bumbu ini. Akhirnya Anda
- kehilangan arah tidak tahu apa yang
- harus dilakukan karena mendengarkan
- omongan orang. Dan kita tahu
- mendengarkan omongan orang hanya
- menambahkan was-was dalam hidup kita.
- Tapi kembali pada Allah, ikuti petunjuk
- Allah, petunjuk Rasul-Nya dan tutupi
- aurat yang tidak baik. Sebarkan yang
- baik, Anda akan hidup bahagia. Jadi
- kesimpulannya, kesimpulan kesimpulannya
- seorang laki-laki hendak curhat-curhat
- kepada orang yang bisa memberikan
- nasihat bukan kepada lawan jenisnya.
- Baik itu yang sudah bersuami atau
- seorang gadis. Ya, dalam hal ini
- hendaknya jangan sampai kita menambah
- persoalan kita. Ingat
- peringatan-peringatan dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- mengingatkan kita untuk tidak berduaan
- dengan wanita asing. Nah, wanita kalau
- ingin curhat bertanya, tanyalah kepada
- sesama wanita, sesama
- ustazah atau wanita yang bijak. Kalau
- harus bertanya kepada ustaz laki-laki
- atau kepada orang laki-lendaknya
- didampingi.
- Jangan sendirian.
- Kita bicara ini ya untuk menjaga
- keselamatan.
- Diri saya sebagai contoh, Ustaz, saya
- enggak berani menerima wanita curhat
- berduaan bersama saya. Itu akan
- berisiko. Apalagi di hari tua orang
- seperti saya, jangan sampai kita
- terjerumus ke dalam lembah hina yang
- merusak nama baik kita, rumah tangga
- kita. Akhirnya meninggalkan
- kenangan-kenangan yang buruk. Jadi,
- jangan mengatakan, "Saya yakin saya bisa
- menjaga diri." Jangan. Anda harus tahu
- setan sengaja menumbuhkan di hati Anda
- perasaan yakin
- pada saat Anda berhadapan dengan apa?
- Dengan godaan-godaan seperti lama
- kelamaan ambah kehilangan kehilangan
- kendali. Akhirnya setan menjerumuskan
- Anda ke dalam lembah kehinaan. Oleh
- karena itu, Allah Subhanahu wa taala di
- saat melarang orang berzina bukan
- mengatakan jangan berzina tapi wala tak
- taqrab zina. Jangan dekat-dekat
- perzinaan. Karena kalau kita dekat
- lama-kelamaan kita akhirnya
- waliyadubillah
- akan terjerumus di dalam.
- Masyaallah.
- Jadi dalam hal ini hendaknya laki-laki
- mengenal batasan dia pada saat dia akan
- curhat. Begitu juga wanita hendaknya
- curhat bersama wanita. Kalau curhat
- bersama seorang ustaz atau seorang bijak
- hendaknya didampingi
- supaya apa?
- Betul-betul tidak masuk dalam perangkap
- setan. Itu yang terbaik.
- Kemudian berkaitan dengan
- ee memblow up
- hal-hal yang berhubungan dengan rumah
- tangga ini merupakan kesalahan fatal.
- Akhirnya kita melibatkan publik dalam
- urusan pribadi kita yang tidak akan
- menyelesaikan persoalan. Jadi sebaiknya
- Anda bertanya kepada orang-orang yang
- ahli, bertanya kepada orang yang bisa
- memberikan nasihat ya. Dan yakinlah
- bimbingan petunjuk Allah Subhanahu wa
- taala merupakan jaminan keselamatan bagi
- dan saya ee melalui berbagai macam
- pengalaman dalam persoalan semacam ini.
- Orang-orang yang tidak gampang membuka
- persoalan rumah tangganya datang kepada
- orang yang bijak. Allah kasih
- alhamdulillah rumah tangga mereka
- kembali dalam keadaan sempurna. Atau
- katakan si perempuan berpisah dari
- suaminya.
- Mereka tidak sama sekali membeloo
- persoalan mereka di media. Allah kasih
- subhanallah kehormatan anaknya terjaga,
- kehormatan jaga dan dia diberikan
- pasangan suami yang lebih baik.
- Atau seorang laki-laki mengetahui
- perbuatan selingkuh istrinya. Dia sudah
- memiliki beberapa orang anak.
- Kalau dia blow up, kasihan anak-anaknya
- punya anak perempuan, bagaimana
- kira-kira nanti kalau orang melamar anak
- perempuan ibunya berbuat yang tidak
- baik? Ya,
- si laki-laki tutupi auratnya. Kemudian
- dia ceraikan istrinya.
- Dia dia tidak ceritakan sedikit pun
- alasan kenapa mereka bercerai.
- Si istri juga tidak menggugat, tidak
- menolak pada saat di pengadilan. Orang
- bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu
- bercerai?" Si laki-laki mengatakan,
- "Tidak ada kecocokan."
- Tidak ada kecocokan.
- Ee belum tentu dua orang yang baik bisa
- apa? Bisa bersama-sama. Doakanlah.
- Mudah-mudahan masing-masing mendapatkan
- pasangan yang cocok untuk dirinya. Dia
- tidak ceritakan kejelekan suami. Tiap
- orang paksa.
- Ini merupakan persoalan kami. Jolong
- jangan kalian ungkit-ungkit. Allah kasih
- subhanallah.
- Si laki-laki Allah berikan pasangan yang
- baik. Si perempuan karena kasusnya tidak
- diblok up dia tobat. Dia menikah dengan
- seorang pria. Hidup berjalan dengan
- baik. Yang tersembunyi hendaknya kita
- apa? serahkan pada Allah.
- Yang busuk tutup,
- sedangkan yang baik taburkan. Hingga
- orang betul-betul merasakan bahwa
- kebaikan itu betul-betul apa?
- menyelimuti hidup mereka. Jangan speed
- tank kita buka,
- sedangkan apa? Yang harum-harum kita
- apa? kita tutupi. Mudah-mudahan
- bermanfaat bagi kita semua, bagi saya
- pribadi dan mudah-mudahan wanita kita
- dijaga kesucian mereka, pria-pria juga
- betul-betul
- mereka menjaga diri mereka mengikuti
- tuntunan Allah Subhanahu wa taala. Ini
- demi keselamatan dan kebahagiaan kita
- semua. Allah jauhkan dari hal-hal yang
- memalukan kita, merusak nambah baik kita
- di dunia. Setelah Allah tutupi perbuatan
- buruk kita, jangan kita umar.
- Mudah-mudahan menjadi pelajaran yang
- baik, berguna bagi kita semuanya.
- Wallahuam.
- Jadi, ikhwan akhwat,
- benda berukuran 5* 10 cm itu pengaruhnya
- luar biasa ya. Kalau Ustaz Husin sudah
- katakan apapun yang sangat penting kita
- utamakan, tentu ada gangguan-gangguan
- perasaan lain seperti yang tadi
- ditanyakan untuk Pak Abu Bakar ya. Jadi
- gimana
- rasanya enggak hidup tanpa gadget?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah.
- Segala puji dan syukur kita panjatkan
- kepada Allah untuk kita mendapatkan
- sesuatu keberkahan.
- Apapun yang kita dapatkan itu adalah
- keberkahan yang terbaik.
- Jadi ketika kita bersyukur kepada Allah
- langsung kita akan mendapatkan sesuatu
- yang kita inginkan.
- Yang kita inginkan ini adalah sesuatu
- yang diharapkan dan Allah akan berikan
- langsung.
- Jadi Allah akan memberikan sesuatu yang
- kita inginkan
- yang kalau kita tidak inginkan tidak
- akan diberikan.
- Namun ada beberapa
- yang menjadikan
- viral.
- Jadi masuknya viral, masuknya
- gadget ini yang terpenting
- buat kita. Sesuatu yang aib, yang enggak
- baik, yang enggak menyenangkan. Mau
- nyampaikan ke siapa,
- mau ngomong sama siapa, mau bicara sama
- siapa, enggak ada. dan susah
- berbicaranya, lebih baik kita ketik dan
- kemudian menyebarkan dan akhirnya
- tersebar ke mana-mana.
- Nah, aib ini menjadikan viral.
- Menjadikan viral tahu-tahu menjadikan
- ramai.
- Mungkin satu dua orang tidak mendengar,
- namun dapat informasi dari teman-teman
- atau dari yang lainnya itu kemarin ada
- viral. Mau tidak mau mendengar dengan
- kagetnya apa itu viralnya. Dia lihat
- melihat melihat melihat jadi banyak.
- Jadi viral ini yang menyebabkan
- munculnya apa sih yang menyebabkan kita
- ini senang dengan viral?
- Kita ketahui di dalam unsur kita ada
- sesuatu yang menciptakan,
- ada unsur yang menyenangkan, ada unsur
- yang membahagiakan, ada unsur yang tidak
- membahagiakan. Itu satu.
- Jadi unsur ini mengeluarkan
- mengeluarkan agar supaya kita bisa
- menikmati.
- Nah, ketika viral unsur-unsur ini
- mendukung
- unsur ini mendukung keviralan kita, maka
- viralnya akan terus mendukung mendukung
- kita mau ke mana, mau bicara sama siapa,
- mau ngomong sama siapa, enggak bisa kita
- sebarkan.
- Nah, di sini pentingnya buat kita bahwa
- sesuatu itu kalau kita keluarkan menjadi
- besar.
- Kebaikan pun begitu.
- Kalau kita keluarkan bisa menjadi besar.
- Namun
- kebaikan itu enggak ada yang mau nonton.
- Cuma ngelihat sebentar udah.
- Kalau kebaikan enggak bisa dilihat
- dengan sebaiknya, kecuali orang-orang
- yang benar-benar baik.
- Kalau orang-orang ini baik, dia akan
- mendapatkan
- menyenangkan.
- Dia akan menyenangkan. Ketika informasi
- berita yang baik ini datang, orang itu
- akan senang mengambilnya. melihatnya.
- Karena orang itu unsur yang masuk ke
- dalam dirinya orang-orang yang baik.
- Ada informasi yang baik. Bagaimana
- dengan yang tidak baik?
- Nah, itu dia. Jadi yang tidak baik
- seringnya kita seringnya dalam ee
- penelitian itu ada satu penelitian ya
- ketika kita
- melihat
- 2 jam berturut-turut,
- 2 jam berturut-turut melihat video
- ataupun ee Instagram ataupun TikTok 2
- jam berturut turut-turut selama
- 21
- hari.
- Jadi kalau 2 jam berturut-turut kita
- melihat
- film, nonton
- ya selama 21 hari kita terus-menerus
- maka dia akan masuk menjadi aditif.
- menjadi kebiasaan
- menjadi kebiasaan
- untuk menonton dan itu tidak akan pernah
- bisa lepas apabila sudah 21 hari tambah
- 21 hari tambah lagi 21 hari terus sampai
- setahun sampai 2 tahun terus-menerus
- jadi kentel.
- Jadi kencel 21
- hari pertama kali dia mulai mengikat
- kebiasaan
- kita.
- Jadi jangan dibilang kalau ah itu kan
- cuman sebentar doang. Dilepas ditonton
- 21 hari terus-menerus akan menjadikan
- sekian banyaknya.
- Nah, itu satu hal di mana kebaikan.
- Kalau kebaikan itu kita lihat, kita
- tonton, kita dengarkan, menjadikan
- nikmat, menjadikan kebahagiaan, maka dia
- akan terus-menerus dan kita akan selalu
- mencari yang baik.
- Bagaimana dengan yang tidak baik? Yang
- tidak baik pun begitu. Jadi antara yang
- baik dan yang tidak baik akan sama
- apabila dia terus menerus. Nah, oleh
- karena itu sekarang misalnya seorang
- memviralkan
- viral yang negatif.
- Ketika dia negatif dia viralkan keluarga
- yang tidak baik.
- Bagaimana keluarga yang tidak baik? Ya
- itu dia keluarkan.
- efeknya kepada anak-anak kita, kepada
- kehidupan diri kita, itu yang akan
- besar.
- Dan pengetahuan itu akan terus, akan
- terus dengan sedikitnya
- walaupun tidak ada orang yang
- mendengarnya. Misalnya di sekolah ini
- anak-anaknya enggak ada yang tahu,
- ibu-ibunya enggak ngerti.
- Tapi anak itu tahu ini viral.
- Orang tuanya memviralkan pengaruh mereka
- dengan sendirinya anak ini yang masih
- sekolah
- dengan ketakutannya
- dia bahwa oh ibu saya viral. Oh, nanti
- mereka tahu. Jadi dengan anak lagi,
- temannya lagi berbicara, lagi ngobrol,
- pikirannya dia, pikiran anak itu menjas
- dirinya. Bukan kita menjas orang lain,
- tapi menjas dirinya. Pikirannya dia
- ditekankan. Tuh lihat
- dia membicarakan kamu.
- Dia membicarakan kamu tentang keluarga
- kamu yang viral.
- Dia ketakutan
- padahal itu cuman pikiran.
- Jadi dia hanya pikiran saja yang masuk
- ke dalam pikirannya langsung dia
- berpikir tuh lihat tuh lihat dia
- tersenyum sinis. Hah? Dia tersenyum
- sinis. Dia
- bingung. Akhirnya dia tidak pernah
- bicara sama teman, tidak pernah ngobrol
- sama teman. Tiap pulang sekolah, dia
- pulang di rumah dia ngelihatin mama sama
- papanya
- lagi asik dudukan yang viral itu dia
- enggak tahu
- yang sudah diviralkan mama papanya udah
- selesai
- tapi dia enggak tahu akibat daripada itu
- kepada siapa? Anaknya.
- Kepada anaknya. akibat daripada anak itu
- menjadikan kekhawatiran, ketakutan.
- Ini efek daripada berbagai macam
- peristiwa yang kita keluarkan.
- Viral dan banyak. Kalau yang viral dia
- senang. Viral itu apa? Coba kita melihat
- viralkan. Oh, ada seorang yang baik yang
- orangnya santun.
- Kita bisa perhatikan orang yang baik,
- yang santun, namun akhirnya dia
- meningkatkan viral yang lainnya.
- pertama saja membantu orang lain.
- Membantu
- membantu orang misalnya lagi dinaik beca
- dikasih uang di oh Bapak seperti ini,
- seperti ini. Tapi tidak mengerti
- pakaiannya.
- Pakaiannya yang enggak benar, pakaiannya
- yang tidak baik, yang tidak bagus. Dia
- tidak memahami
- baik tujuannya baik memberikan kebaikan
- tapi ada unsur tidak baik. Unsur inialah
- yang menguatkan pikiran kita benar-benar
- menjadi tidak baik.
- Jadi, bagaimana kita bisa meningkatkan?
- Oleh karena itu sekarang berusaha
- berusaha
- berusaha kita berbuat baik, berbuat
- baik, berkata baik, punya perasaan
- kebaikan kepada siapapun.
- Kalau ada orang yang berbuat,
- mengatakan, melakukan sesuatu yang tidak
- baik, kita enggak perlu merespon atau
- berkomentar.
- Kita tidak perlu merespon dia.
- Mau ngapain kita merespon? Ketika kita
- respon itu akan meningkatkan berbagai
- macam, enggak perlu. Oleh karena itu,
- kita sebagai seorang yang baik, berbuat
- baik, tinggalkan yang lama, lepaskan
- yang lama, buang yang lama, tetapkan
- hati kita kepada kebaikan.
- Jadi, apa yang kita harus lakukan?
- Lakukanlah kebaikan. Perasaan kita
- kepada orang baik menuju kepada
- kebaikan.
- Berkatalah yang baik, menyenangkan.
- Itu yang dibutuhkan oleh orang-orang.
- Insyaallah.
- Masyaallah. Jadi beneran ya, Pak Abu
- Bakar, Ustaz, bahwa ketika kita buka aib
- meskipun sedikit efeknya luar biasa.
- yang kasihan justru anak-anak ya,
- anak-anak dan dirinya pun
- pasti akan merasa enggak nyaman. Karena
- orang di saat melakukan perbuatan buruk,
- menyampaikan perbuatan buruk, apalagi
- menyebarkannya,
- itu yang pertama merasakan dampaknya
- diri. Laha ma kasabat wa
- alaiha ma kasabat.
- Yang baik bila diucapkan, dilakukan atau
- disebarkan Allah kasih subhanallah
- sebelum orang lain merasakan indahnya
- hatinya.
- Iya. tenang damai. Tapi begitu kita
- menyampaikan yang buruk, berkomentar
- buruk, berbuat buruk, itu Allah kasih
- langsung jiwa kita
- mengalami flek akibat dari apa?
- Apa yang kita lakukan? Allah berfirman,
- kala ini peringatan dari Allah, jangan
- kamu lakukan hal yang serupa.
- Sesungguhnya
- perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan
- akhirnya menimbulkan karat di hati
- mereka.
- Jadi karat yang menumpuk di hati itu
- akibat perbuatan buruk. Begitu dia
- tobat, dia kembali pada Allah, melakukan
- perbuatan yang baik, satu persatu kerak
- tersebut mengalami keguguran, bersih
- kembali. Nah, fitrah kita yang suci bisa
- kita jaga, kita pelihara cahayanya, bisa
- juga kita tutupi dengan perbuatan kita.
- Maka Allah berfirman, qad aflaha man
- zakaha waq kha. Sungguh beruntung orang
- yang menjaga kesucian jiwanya.
- Sungguh berugi orang yang menodai,
- mengotori jiwanya. yang mengotari bukan
- orang lain. Orang walaupun katakan kita
- ini busuk, kita ini buruk, kita tidak
- baik, tapi kalau kita baik,
- iya
- jiwa kita tetap dalam. Tapi begitu kita
- berbuat buruk, di sana mulai jiwa kita
- mengalami betul-betul hal-hal yang tidak
- nyaman. Kalau kita tobat segera hilang.
- Kalau tidak dia akan terus mengarat
- sampai menimbulkan wali iyadzubillah
- yang amat menyedihkan, menutupi hati
- kita. Jadi hendaknya kita taburkan yang
- baik, tutupi yang buruk, dan kita cari
- nasihat dari orang-orang yang bisa
- memberikan nasihat. Bukan sembarang kita
- curhat mengadu kepada apa?
- Kepada setiap orang. Sebagai penutup
- Mbak Luning.
- Iya.
- Ada seorang perempuan ribut sama
- suaminya.
- Dia datang curhat kepada teman-teman
- wanitanya.
- Ya, ceritakan suaminya begini begini
- begini begini. Teman-temannya semua oh
- kalau kami sih enggak tahan. Kalau kami
- enggak tahan begitu. Kalau kita langsung
- akan menuntut untuk berpisah. Masa kita
- selamanya perempuan harus direndahkan.
- Ini bukan lagi zaman Siti Durbaya. Kita
- harus berontak terhadap pria semacam
- itu.
- Terprovokasi dong.
- Nasi perempuan yang salah curhat
- akhirnya apa?
- Pisah dari suaminya. Karena di hatinya
- masih ada yang suka sama suami.
- Suami juga masih suka pada istrinya.
- Karena terprovokasi akhirnya mereka
- pisah. Yang menanggung akibatnya kan
- dia, bukan yang memberikan nasihat.
- Nah, setelah mereka berpisah,
- si perempuan sering datang ke tempat
- teman-temannya
- duduk-duduk.
- Ternyata temannya mengatakan, "Ee jeng,
- jangan sering-sering ke rumah ya. Kamu
- kan seorang janda. Saya takut nanti
- suami saya akhirnya apa?
- tergoda. He.
- Mereka yang menganjurkan untuk apa?
- Berpisah. Tahu-tahu sekarang mereka
- enggak mendukung
- melarang temannya untuk sering-sering
- datang. Takut nanti suaminya tergoda.
- Kar dia seorang janda.
- Jadi kita lihat bagaimana apa yang tidak
- mampu mereka lakukan. Mereka salurkan
- melalui teman mereka yang menjadi
- korban. Sedangkan mereka mengatakan
- rasain kamu laki-laki padahal bukan
- suaminya.
- Bahaya gak?
- Bahaya. Jadi jangan sekali-kali kita
- curhat di tempat yang salah. Laki-laki
- juga jangan curhat kepada teman-teman
- yang tidak bijak. Akhirnya mendorong dia
- untuk berpisah dari istrinya atau
- mendorong rumah tangganya semakin
- runcing. Laki-laki mengadu kepada
- temannya. Saya selalu kalau pulang
- terlambat istri mengam temannya
- mengatakan, "Kamu sengaja pulang besok."
- Yang ribut kan dia kan?
- Iya. Akhirnya lama-kelamaan si perempuan
- enggak tahan sampai akhirnya pisah.
- Setelah pisah baru mereka nyesal.
- Kenapa?
- I kenapa harus bertanya kepada
- orang-orang yang tidak bisa?
- Tidak bisa.
- Jadi mudah-mudahan
- kita selalu mengutamakan petunjuk Allah,
- akal sehat, kesadaran,
- dan selalu bertanya kepada orang yang
- mengingatkan kita dalam kebaikan.
- wamua
- ilahailla anta astagfiruka.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.