Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
33:46 Wallahuam bisawab. Ikhwan dan akhwat. 33:49 Demikian tadi telah kita simak bersama 33:52 pemaparan tausiah yang telah disampaikan 33:54 oleh guru kita Ustaz Abul Hidayat 33:57 Sairoji. Kami akan jeda sejenak terlebih 34:01 dahulu dan kami akan mempersilakan bagi 34:03 Anda yang ingin bergabung silakan 34:05 kirimkan komentar ataupun pertanyaan di 34:08 nomor kami di nomor WhatsApp 0811999720. 34:16 tetaplah bersama kami. 38:21 [musik] 38:26 [musik] 38:33 [musik] 38:38 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 38:40 yang masih dipancarlaskan dari Jalan 38:43 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 38:46 Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan akhwat yang 38:49 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Di 38:51 kota-kota besar, gaya hidup enjoy life 38:53 yang cenderung permisif memang mudah 38:55 sekali terbentuk karena memang banyaknya 38:57 pilihan hiburan, budaya serba cepat, dan 38:59 pengaruh lingkungan sosial, dan kemudian 39:03 orang jadi lebih sering mengejar 39:05 kesenangan, relaksasi, atau self reward 39:07 setelah sibuk beraktivitas. Namun kalau 39:10 tidak diimbangi dengan kontrol diri dan 39:12 pegangan nilai yang kuat, gaya hidup 39:15 seperti ini bisa membuat seseorang mudah 39:18 boros, kurang fokus dan pada tujuan 39:20 jangka panjang, dan perlahan menjauhi 39:22 dari hal-hal yang lebih bermakna serta 39:27 kehilangan arah. 39:29 Sebelum kita menjawab beberapa 39:32 pertanyaan, kami ingin menyapa ada Ibu 39:35 Ani di Kemayoran, Bapak Yudi di Bogor, 39:38 Eyang Sri, Ibu Sundari, dan juga Bapak 39:42 Manih di Bekasi. Pertanyaan pertama 39:45 datang dari Pak Yudi di Bogor. Pak 39:47 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 39:49 wabarakatuh. 39:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:52 wabarakatuh. 39:53 Ustaz, bagaimana sikap orang-orang 39:55 beriman menghadapi cobaan dan ujian? 39:57 Terima kasih. 40:02 Masyaallah. Pertanyaannya emang 40:04 pertanyaan inti. Mau hidup itu isinya 40:08 ujian. 40:09 Kalau kita baca surah Al-Anbiya ayat 35 40:12 Allah berfirman, 40:13 "Nazubillahiminasyaitanirrajim. 40:15 Kullu nafsin zaqatul maut wablukum 40:19 bisyarri wal khair fitnah wa ilaina 40:22 turjaun." 40:26 Allah mempermaklumkan kepada kita supaya 40:29 tidak lupa diri 40:32 ya kebablasan, 40:35 lupa batas pematang ingin meregu 40:39 sepuas-puasnya dalam kehidupan 40:42 maka Allah 40:45 memberikan informasi kullun nafsin 40:47 daiqatul maut. Tiap-tiap yang hidup 40:50 pasti akan mati. 40:52 Sehe apapun, 40:54 setinggi 40:56 cita-cita, 40:58 betapa besar keinginan manusia, ingin 41:01 ini, ingin itu, dan sebagainya, Allah 41:04 memberikan satu maklumat bahwa hidup itu 41:06 sementara, sebentar. 41:09 Yang hidup pasti akan mati. 41:12 Ini dari sini aja kan sudah mestinya kan 41:14 orang tahu diri, 41:17 membatasi diri. Oh, ternyata sementara 41:20 hidup ini. 41:22 Hidup itu ada batasnya. Jadi, manusia 41:24 mestinya mengendalikan 41:27 setiap keinginan 41:30 dan dia sadar bahwa hidup ini cuma 41:31 sementara akan kembali kepada Allah. 41:34 Wablukum bisyarri walhairi fitnah. Dan 41:38 kami akan menguji kamu dengan keburukan 41:40 dan kebaikan. 41:42 Nah, yang setiap hari yang kita hadapi 41:44 kan yang keburukan dan kebaikan. 41:46 Keburukan, kebaikan. 41:49 yang menyenangkan, tidak menyenangkan, 41:51 yang lapang dan yang sempit. Ternyata 41:54 itu semua yang kita jumpai adalah ujian. 41:57 Ujian itu yang dimaksud adalah tes 41:58 kualitas. 42:00 Sejauh di mana kualitas kita sebagai 42:02 manusia. 42:03 Karena manusia sendiri disebutkan oleh 42:05 Allah Subhanahu wa taala bisa mulia bisa 42:08 jatuh martabatnya, 42:10 bisa mulia bisa hina. 42:13 Walaupun Allah sudah memuliakan anak 42:15 Adam, anak cucu Adam. 42:18 memuliakan, memberikan peluang, 42:20 memberikan kesempatan, 42:23 berikan kecerdasan, diberikan 42:25 kehormatan, dunia diserahkan pada 42:27 manusia. Tapi di sisi lain kalau dia 42:29 tidak ber memposisikan diri sebagai 42:32 fungsi sebagai manusia yang terhormat, 42:36 mulia dan dimuliakan 42:38 pada perjalanan dan sikap yang mulia, 42:41 maka dia bisa jatuh dan kejatuhan 42:44 manusia itu bisa lebih hina daripada 42:48 binatang. 42:51 Tuh. Jadi 42:55 Allah sudah jelas sekali uji hidup itu 42:58 ujian. 43:00 Ada 43:02 hawa nafsu, ada akal budi. Pada diri 43:05 manusia sudah dilengkapi 43:08 kecerdasan intelektual, kecerdasan 43:10 emosional, kecerdasan spiritual, ada 43:14 hati nurani, ada Al-Qur'an, ada contoh 43:16 keteladanan Nabi. 43:20 Akhirnya selanjutnya 43:21 kita lihat dalam kehidupan 43:25 banyak orang memilih jalan yang sesaat, 43:27 kenikmatan sesaat walaupun itu sesat 43:31 membawa laknat. 43:33 Jadi ilmu tidak menjadi tidak bisa 43:36 dijadikan satu patokan yang bisa di 43:40 diandalkan semata. 43:43 Nah, maka di sinilah 43:45 apakah kita masih bisa ekst menduduki 43:48 makamnya sebagai manusia mulia atau 43:51 justru kalau tidak dia akan lebih jatuh, 43:53 lebih hina binatang. Bahkan kalau jatuh 43:57 martabat manusia karena ngikuti hawa 43:59 nafsu, siapapun dia bisa lebih hina 44:03 daripada binatang. 44:06 Maka sering saya berseloroh pada ibu-ibu 44:08 taklim ibu-ibu. 44:09 He. 44:10 Ibu-ibu milih anak apa milih kambing? Ya 44:13 dimarahin saya. Masa suruh milih anak 44:16 dibandingkan dengan kambing. 44:19 Milih anak milih kambing. Ya milih anak, 44:21 Pak. 44:22 Heeh. 44:22 Bagus. masa milih kambing. Tapi coba 44:26 kita lihat 44:29 ketika kita merawat anak 20 tahun 44:31 umurnya, 44:34 sekolah mogok, kerja malas, 44:37 makan gembul. 44:39 Heeh. 44:39 Tidur ngorok. 44:41 Heeh. 44:41 Siang molor, malam ngelayap. Pergaulan 44:45 salah. 44:45 Heeh. 44:46 Ya, akhirnya dari mulai minum yang 44:50 hanget berubah menjadi minum brandy 44:52 whisky. 44:53 Heeh. 44:54 Kurang puas juga bel setan, bel koplok 44:58 dimakan 44:59 ditangkap polisi. 45:02 Loh, gimana itu? 45:03 Nyusahin, Ustaz. 45:04 Nah, nyusahin kan 45:05 nyusahin orang tua. 45:06 Orang tua diminta ini itu emnya nangis, 45:09 bapaknya sik eta budak bangor cenah biar 45:12 dia ngerti. Tapi emnya kan enggak bisa. 45:16 nangis akhirnya ya biasalah bukan 45:19 rahasia saya kira boleh tahan di rumah 45:21 tapi mesti Rp50 juta. 45:23 Heeh. 45:24 Jaminannya apa? Jaminan apa? Enggak 45:26 tahulah. Itu realita 45:28 tuh. Pulang ke rumah sehari 2 hari 45:32 dicaraikan ku bapak ke emak. Ayo mau dia 45:36 salat karena ya bisa salat. Tapi 3 hari 45:40 kemudian seminggu kambuh lagi. 45:42 Heeh. 45:42 Lebih buruk lagi sekarang. 45:45 Udah bukan lagi pe pengguna. 45:48 Heeh. 45:49 Pengedar. 45:51 Untuk uang sudah di rumah sudah 45:52 barang-barang habis. Motor dijual, mobil 45:55 digadaikan, 45:57 perhiasan maknya di pokoknya udahlah. 45:59 Waduh ya Allah. Tuh lama-lama ke 46:01 tetangga 46:03 maling segala macam habis uangnya. 46:06 Badannya kurus begitu 46:08 kerjanya. Bawa janda lagi ke rumah bawa 46:11 gadis. 46:11 Heeh. 46:12 Ke mana-mana kumpul kebok. 46:14 Sok eta. Ayo coba 46:19 coba. Kalau piara kambing 46:22 20 tahun 46:23 beranak ustaz 46:24 beranak pinak setahun dua kali. Kalau 46:26 dua-dua sudah 46:29 kalau 20 tahun 4* 20 46:32 80 anaknya beranak 80 lagi 160 bisa 400 46:38 ekor kambing selama 20 tahun. 46:43 Tidak dimandiin, 46:46 dicari orang, 46:49 dirawat muda, kasih rumput mau. 46:51 Heeh. [mendengus] 46:52 Lebaran gak usah repot nyari celana. 46:54 Enggak dicelanain juga pantes. 46:57 Ayo 46:59 dijual laku. 47:00 Heeh. 47:01 1 ekor Rp3 juta. Kalau itu 80 sudah 47:04 berapa? 80 * 3 sudah berapa juta? 47:08 Tuh, [mendengus] 47:09 sekarang pertanyaannya milih kambing apa 47:12 milih anak? Berubah milih milih kambing 47:16 tuh. Jadi kualitas manusia, nilai 47:19 manusia itu bisa jatuh lebih hina kalau 47:22 dia tidak ngikuti makam fitrahnya 47:24 sebagai manusia. Ini ditugaskan ke kita 47:28 orang tua terhadap anak-anak kita. 47:31 minimal 47:33 salah kaprah. Kadang-kadang kita ini 47:36 punya anak itu dianggap anak kita. 47:39 Kemudian yang penting anak itu senang, 47:43 anak itu bahagia, sekolah secara zahir 47:46 menjadi orang yang cerdas tapi hatinya 47:48 dibiarkan kosong daripada iman. 47:53 Kebanggaan kalau terima rapot. Rapotnya 47:56 bagus 80 90. Woh, banggaan. 48:00 Tapi kalau kemudian rapotnya buruk, wo 48:02 sedih kiamat sudahlah. Ini kan sering 48:05 ada ibu-ibu ngambil rapot, anaknya merah 48:07 semua. Uh, sedih itu luar biasa, Pak. 48:10 Nih musibah musibah apa ma? Madesu. 48:14 Madesu apa? Masa depan yang suram tuh 48:16 anak-anak. Kenapa? Lihat nih rapotnya 48:18 mah jeblok semuanya. Gimana? Yang pintar 48:21 aja sekarang itu belum tentu bisa 48:23 bersaing. Yang lari aja kadang 48:25 ketinggalan. Apalagi anak kita ini 48:27 gimana, Pak? Coba bapaknya diam aja 48:30 sambil ngerokok, 48:31 emaknya mau ngemerewek kayak bebek mau 48:34 nelor. Udah enggak bisa kalau begini 48:36 kata ibunya. Ini harus kita mengambil 48:40 sikap. Panggil guru privat. Tuh bagus 48:43 juga sih ibu ini. Panggillah guru privat 48:46 matematika, bahasa Inggris, biologi, 48:48 pokoknya ya. Enggak ada anak yang bodoh. 48:51 Pintar ditekun itu. Pintar. Woh, 48:54 nilainya 80 90 100 90 48:59 bangga. Masyaallah. 49:01 Heeh. 49:02 Kata 49:04 bapaknya, "Bu, lihat anak kita." 49:07 Alhamdulillah. Siapa dulu dong ibunya? 49:09 Gitu. Tapi ketika bapaknya bilang, "Ma, 49:14 ini anak kita pintar-pintar sekarang, 49:16 [mendengus] tapi sudah dewasa, menginjak 49:18 dewasa, sudah baligh, 49:21 belum bisa baca Quran." Heeh. 49:24 Malah enggak salat 49:27 gimana? Enggak nutup aurat ma 49:29 kan situ bapaknya [tertawa] 49:32 jawabnya apa kata emnya ketus lah si 49:34 bapak gitu aja kok repot nanti gitu-itu 49:37 mah bisa sendiri Pak katanya. Nah ini 49:40 kesalahan orang tua. Maka memberikan 49:42 pendidikan pada anak itu pendidikan yang 49:46 benar. 49:48 Kalau hidup dengan permisif, 49:52 ikut-ikutan permisif society, 49:54 masyarakatnya bebas nilai, oh jangan 49:57 anak jangan terlalu ditekan. Kasihan, 50:00 jangan dibangunin. Masih ngantuk, tidur, 50:03 puasa enggak boleh puasa. Yang penting 50:05 anak itu bahagia, senang lah. Kacau 50:07 nanti. Hidup ini ada perintah, ada 50:09 larangan. Ada yang balik baik, ada yang 50:12 tidak baik. Kalau baik dianjurkan. nya 50:14 tidak baik mesti ada aturan-aturan dalam 50:16 kehidupan. Tapi karena dia penganut 50:18 permisif society, masyarakat yang bebas 50:21 nilai, 50:23 bebas dari aturan-aturannya mengikat, 50:26 katanya kasihan, maka yang terjadi 50:28 seperti itu. Banyak orang yang punya 50:31 ilmu tapi jiwanya 50:35 kosong, melompong, kering. Maka ilmu 50:38 tidak bisa jadi panutan. Mau haji kay 50:42 mau kiai, mau ustaz. Kalau ternyata 50:45 aplikasi dalam kehidupan tidak sesuai 50:47 dengan akhlak Islam, bertentangan dengan 50:50 Islam, ya memang bajingan itu kalau 50:53 kejahatan yang dia lakukan. 50:55 Apalagi yang marah kejahatan-kejahatan, 50:57 kemaksiatan-kemaksiatan yang memakai 51:01 kerdok agama, pakai nama ustaz, tapi 51:05 kemudian digunakan hanya untuk maksiat. 51:07 Nauzubillah minzalik. Jadi itu bukan 51:09 parameter. Iblis juga lebih hebat lagi 51:12 ilmunya. Tapi ternyata dia menjadi 51:14 penentang syariat, penentang perintah 51:16 Allah Subhanahu wa taala. Jadi iman. 51:19 Nah, itu yang harus kita tanamkan di 51:20 hati. Silakan anak kita menjadi pintar, 51:22 cerdas, mau jadi insinyur, mau jadi 51:25 profesor, mau jadi doktor, mau jadi apa, 51:27 silakan. Bagus, punya cita-cita. Tapi 51:29 tanamkan iman, akidah, akhlak yang baik, 51:33 kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. 51:36 Wallahuam. 51:37 Baik, Ustaz. 51:39 Dan pertanyaan terakhir, Pak Ustaz, dari 51:42 hamba Allah di Sukabumi. Asalamualaikum 51:45 warahmatullahi wabarakatuh. 51:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:48 wabarakatuh. 51:49 Ustaz, di tengah gaya hidup modern yang 51:51 serba praktis yang tadi Ustaz sampaikan, 51:53 banyak orang kemudian kurang 51:55 memperhatikan kehalalan makanan. Apakah 51:58 ini bisa berdampak pada kehidupan 52:00 mereka, baik dari sisi hati, akhlak, 52:02 maupun keberkahan rezeki. Terima kasih. 52:06 Di dalam pertanyaan itu sudah mengandung 52:08 jawaban. 52:12 [mendengus] Setiap perbuatan dosa 52:16 itu akan 52:19 mengikis keimanan, akan mengurangi 52:22 kemuliaan daripada manusia, mengurangi 52:25 keberkahan. 52:25 Iya. 52:27 Kalau apalagi dari makanan yang haram 52:30 itu akan menjadikan darah dan daging 52:33 kita kotor. Kalau kita kasihkan pada 52:35 anak-anak, anak-anak yang tumbuh dari 52:37 makan yang halal dan haram. 52:39 Di Hadis Arbain kan di MI di Tsanawiyah 52:43 itu kan dikenal ke sana. Ada seorang 52:46 musafir yang dalam perjalanan jauh, 52:49 bajunya lusuh, rambutnya kusut. 52:53 Dia nampak dalam perjalanan jauh. 52:55 Padahal orang dalam musafir seperti itu 52:57 biasanya doanya dikabulkan. 53:00 Dia berdoa, "Ya Allah, ya Allah, ya 53:02 Allah." Tapi doanya tidak ada yang 53:04 diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. 53:06 Ditolak. 53:08 Kenapa? Karena makanannya dari makanan 53:11 yang haram, minuman minuman yang haram. 53:15 Apakah zatnya? Apakan hukumnya. Bisa aja 53:18 makan, minumnya, makanannya baik, tapi 53:21 uang yang didapatkan cara yang tidak 53:23 benar. 53:24 pakaiannya didapat dari cara haram. 53:28 Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan 53:31 Allah Subhanahu wa taala? Nah, hadis 53:34 yang diriwayatkan jelas sekali 53:37 [berdehem] 53:38 ya, bahwa 53:41 setiap daging yang tumbuh dari makanan 53:44 yang haram atau riba, maka neraka lebih 53:48 tepat untuk tempatnya. Nauzubillah 53:50 minzalik. Kita berlindung kepada Allah 53:52 ya. Oleh karenanya hati-hati para ikhwan 53:55 semuanya dalam dalam kehidupan memilah 53:58 dan memilih yang benar dan yang mana. 54:00 Yang yang salah jangan nyari yang banyak 54:04 tapi kita lihat yang bersih, 54:07 yang halal yang baik. Demikian juga 54:09 dalam mendidik anak. Tanamkan di hati 54:12 anak pertama akidah keimanan, ubudiah, 54:14 [mendengus] akhlaknya, kejujurannya, dan 54:17 berikan makanan-makanan yang halal 54:19 halalan thayibah. Karena itu akan 54:21 berpengaruh. 54:23 Bahkan setiap perbuatan buruk kita, 54:25 maksiat kita, durhaka kita, 54:28 seberat apapun, sebesar apapun itu 54:31 berarti turut mengundang turunnya 54:34 bencana. Karena Allah memberikan suatu 54:36 ketetapan. Walau anna ahlal quro amanu 54:39 wattaqau lafatahna alaihim barokati 54:43 minasama wal ard. Wakin kadzabu 54:46 faaknahum bimau yakbun. Jadi ada dua 54:50 keadaan. 54:51 Allah berjanji, 54:54 janji Allah sendiri langsung. 54:56 Barang kalau atau seandainya sekiranya 54:59 penduduk negeri itu beriman dan 55:01 bertakwa, berarti kita yang hidup di 55:04 suatu negeri jika beriman, bertakwa, 55:08 Allah berjanji 55:11 sungguh kami akan menurunkan berkah kami 55:15 buka pintu berkah dari langit dan dari 55:17 bumi. Berarti perbuatan baik secara 55:20 langsung ataupun tidak sebenarnya 55:22 mengundang turunnya berkah dari Allah 55:25 Subhanahu wa taala. 55:26 Walakin kadzabu faaknahu bimau yaksibun. 55:30 Tapi jika perbuatan kita itu mendustai 55:33 perintah Allah, menyimpang daripada 55:35 agama, kemaksiatan, kedurhakaan dan 55:38 sebagainya itu mengundang bencana. Allah 55:41 akan turunkan 55:43 azab disebabkan oleh perilakunya. 55:48 Jadi kalau di negeri satu negeri itu 55:50 banyak maksiat, 55:52 banyak kedurhakaan, 55:54 banyak korupsi, 55:56 banyak pembunuhan dan seterusnya dan 55:58 lain-lain itu jangan salahkan kalau 56:01 banyak bencana akan menimpa dirinya. 56:04 Dan kalau bencana itu turun, musibah itu 56:06 turun, tidak memilih mana orang baik dan 56:09 mana orang yang baik. Orang yang buruk, 56:11 orang yang melakukan. Orang melakukan 56:13 jelas, tapi orang baik pun akan terkena. 56:16 Hanya bedanya kalau orang baik terkena 56:19 daripada dampak itu ini akan 56:21 menggugurkan semua dosanya dan kalaupun 56:24 dia meninggal meninggal dalam syahid 56:27 sebagai syuhada. Tapi kalau orang jahat 56:29 yang justru mengundang malapetangkatan 56:32 dan bencana itu merupakan mungkin azab 56:35 ataupun persekot siksa sebelum di siksa 56:40 di kubur dan di akhirat nanti. Wallahuam 56:43 bissawab. 56:44 Baik. Jadi siksa sebelum siksa di kubur 56:47 dan akhirat ada persekotnya, Ustaz? 56:49 Ada persekotnya di dunia. 56:51 Baik, ikhwan dan akhwat yang dirahmati 56:53 Allah Subhanahu wa taala. Telah 56:55 sampailah kita pada sesi akhir di 56:57 tausiah kita di pagi hari ini. Dan 57:00 sebelum ditutup, kita akan ee 57:03 mendengarkan kesimpulan. 57:05 Ayyuhal ikhwah rahimakumullah. 57:08 Mari 57:10 sekali lagi kita sama-sama dengan tawasu 57:14 bilhaq wat tawu bisobr wat tawu bil 57:18 marhamah dan seterusnya. Kita terus 57:21 menggali 57:22 lebih tajam lagi. 57:25 Dan dalam berapa ayat disebutkan 57:28 kalau orang makin tua genggamannya makin 57:31 kendor, makin lemah. Itu artinya supaya 57:37 pegangan dunia itu 57:40 lebih baik kita mulai tinggalkan dan 57:44 lebih erat lagi pegangannya kepada 57:46 Allah. Kenapa usia makin tua 57:51 itu makin banyak nikmat yang dikurangi 57:53 oleh Allah Subhanahu wa taala secara 57:55 indriawi? itu maksudnya kenikmatan 57:59 indriwi dikurangi maksudnya diganti 58:02 dengan kenikmatan yang hakiki, kelezatan 58:05 iman, kenikmatan spiritual, kenikmatan 58:09 berbuat kebaikan dan munajat mendekat 58:12 pada Allah Subhanahu wa taala. 58:14 Jadi hidup sesaat, hidup sebagai ujian, 58:18 hidup sebagai tes kualitas. Mari kita 58:20 isi rentang waktu yang hanya sebentar 58:24 dengan berbagai macam kebaikan yang bisa 58:26 kita lakukan sehingga mampu mengangkat 58:28 harkat, martabat kita sebagai manusia 58:30 yang mudah-mudahan dimuliakan oleh Allah 58:32 subhanahu wa taala. Mohon maaf segala 58:34 kekurangan kekeliruan. Wabillahi taufik 58:36 walhidayah. Wasalamualaikum 58:38 warahmatullahi wabarakatuh. 58:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:42 wabarakatuh. 58:44 Jazakallah kami ucapkan kepada guru kita 58:46 Ustaz Abul Hidayat Soji. Semoga Allah 58:48 selalu memberikan kesehatan kepada 58:50 beliau. Amin. 58:51 Kepada Ibu Sandi Wiriyat Tarmini, 58:55 kemudian Bapak Ibu Suratmi, Bapak 58:58 Rahman, 59:00 kemudian Bunda Nurjanah binti Madi 59:02 Singapura Poset menyimak acara pada pagi 59:05 hari ini. Serta Eyang Sri terima kasih 59:07 serta Bapak Asep sudah menyimak siaran 59:10 kami. Insyaallah nanti Anda bisa 59:13 mengikuti tausiah beliau melalui YouTube 59:15 Rasil TV. silakan ee buka YouTube TV-nya 59:19 dan insyaallah nanti ada Anda bisa 59:21 mengikuti ee apa namanya apa yang beliau 59:23 sampaikan dari awal hingga akhir. 59:27 Akhirul kalam kami yang bertugas mohon 59:29 undur diri. Billahi taufik wal hidayah. 59:31 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:33 wabarakatuh. 59:34 Waalaikumsalam.