Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Anda masih bersama kami
- di tausiah sore dalam tema attadawi adab
- berobat. Dan terima kasih kepada Ivan
- Nawat yang sudah ee mengirimkan
- pertanyaannya baik telepon maupun WA dan
- SMS. Dan kita masih akan melanjutkan
- beberapa membacakan beberapa pertanyaan
- yang masuk di kami di sesi ini.
- Insyaallah masih ada
- ee hamba Allah di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- bagaimana dengan berobat ee seperti
- ekstrak cacing yang sudah diolah untuk
- mengobati tipes? Apakah diperbolehkan?
- Mohon pencerahannya, Pak Ustaz. Jakair,
- ya. Bismillahirrahmanirrahim. masalah
- ekstrak cacing ee sampai hari ini
- alhamdulillah tidak ada resistensi ya
- dari para ulama gitu yang walaupunang
- ada sebagian ulama yang ber pendapat
- tetapi jumhur ulama membolehkan ya
- karena itu untuk bagian ee daripada
- pengobatan dan cacing bukan perkara
- bukan barang yang diharamkan he gitu
- jadi bukan seperti kalau yang haramkan
- kan babi kayak gitu ya yang tidak boleh
- itu. Nah, kalau cacing bukan perkara
- yang diharamkan. E termasuk itu bagian
- daripada hewan yang yang boleh
- dikonsumsi gitu ya. Ya, tapi walaupun
- demikian kan kalau kita makan cacingnya
- jiji juga ya. Iya. Tapi dengan diekstrak
- seperti hanya cacing sonari. Cacing
- sonari itu kalau cacing kalung mungkin
- hanya sebesar hanya sepanjang 20 cent
- loh. Iya. Cacing sonar itu bisa 1 m. Oh,
- gitu. Iya. 1 m. Dan ini sudah terbukti
- berdasarkan ee apa fakta di lapangan
- sudah terbukti dengan izin Allah banyak
- menjadi ee obat untuk penyakit kipas.
- Hm. Itu ya. Termasuk saya sendiri sudah
- berkali-kali melakukan hal itu ya di
- keluarga beberapa kali terkena penyakit
- kipas. Ee tapi alhamdulillah dengan izin
- Allah ya tidak saya bawa ke mana-mana
- saya obatin di rumah dengan menggunakan
- obat cacing itu. Cacing itu. Jadi cacing
- itu kita kita tumbuk, kita proses
- sendiri, digodok dan sebagainya. Ee
- sekarang sudah ekstrak, tapi perlu
- diketahui bahwa memang kalau ekstrak ini
- ee perlu agak banyak ya karena
- kandungannya tentu tidak sebanyak yang
- asli. yang asli. H seperti contoh
- misalkan gini ee waktu itu saya
- coba saya kasih ekstrak gitu ya tetap
- perubahannya sedikit sekali. Akhirnya
- begitu saya coba cacingnya cacingnya
- langsung kemudian ditumbuk saya .30
- malam tu dikasih campur minyak zaitun
- abatus sauda, madu sama air zamzam
- kocok. Terus dikasihkan alhamdulillah
- dengan izin Allah istri saya, anak saya
- yang 39 sekian itu langsung turun sampai
- 36 hanya dalam waktu hitungan 2 atau 3
- jam. Hm. Terjadi penurunan drastis dan
- alhamdulillah normal gitu. Nah, ini ini
- semua tentu Allah saja yang berhak
- menyembuhkan. Kita hanya berobat sesuai
- dengan tuntunan. Oh, begini menurut ahli
- kan tadi pas zikiramun. Iya. Kita tanya
- oh seperti ini ternyata digunakan.
- Alhamdulillah. Betul.
- berdampak optimal. Demikian terkait
- jenisnya, Ustaz. Ada jenis tertentu yang
- di Ya, itu tadi yang paling banyak itu
- digunakan cacing kalung atau cacing
- sonari. Hm. Jadi, bukan cacing-cacing
- yang kecil itu pun bisa digunakan ya,
- tapi yang sering dan lebih banyak gitu
- ee dipakai untuk konsumsi untuk obat
- penyakit tipes itu adalah cacing kalung
- yang ada kalungnya di atasnya.
- Panjangnya sekitar antara 20 sampai 25
- cent. He. Atau cacing sonari yang bisa
- sampai 1 m panjangnya dan itu adanya di
- hutan. Hm. Itu cacing sonari. Kami juga
- sering dapat kalau ada keperluan
- misalkan ke daerah Jonggol itu kan masih
- banyak hutan-hutan tuh. Nah, di situ
- biasa ada yang jualan sonari.
- Jadi ee yang penting bukan hewan yang
- jelas diharamkan. Begitu, Pak Ustaz, ya.
- Iya. Baik. Ee asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, saya ada saraf
- kejepit di pangkal lengan kiri. Sudah
- bekam setelah ke dokter tapi masih
- sakit. Sudah, sudah bekam, sudah ke
- dokter tapi masih sakit. Apa bisa
- diobati dengan habatus sauda? Syukron
- atas jawabannya. Ya, kalau kita
- mengimani akan sabda Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tadi,
- insyaallah bisa ya. Tapi tentu ee
- mungkin perlu pengobatan tambahan ya
- seperti pijat gitu ya atau mungkin
- dengan tambahan lagi
- ee apa gamat ya. Gamat. Gamat itu dari
- dari Tripang ya. Tripang itu adalah ke
- timun laut. Oh timun laut. Ketimun timun
- laut yang mirip mirip mirip apa? Mirip
- ulat. I itu ketimun itu timun lautang
- itu timun itu
- di apa diproses dan sekarang sudah
- berbentuk dalam bentuk cairan gamat.
- Namun kita harus hati-hati juga karena
- di lapangan ada banyak pemalsuan masalah
- gamat ini. Gamat yang asli itu tidak ada
- rasa ee rasa apapun dia tawar. Oh tawar.
- E kalau ada rasa warnanya ee bening h
- ya. Nah, wya bening. Ee saya pernah
- dikirim gamat yang kok warnanya agak
- kemerah-merahan terus begitu di di
- cicipin oh kok rasanya juga lain. Nah,
- ini saya tidak berani mengatakan itu
- palsu, tapi saya ee melihat tidak sama
- dengan yang pertama gitu. Dan yang
- terjamin kehasilannya itu adalah yang
- tawar tadi. Dan kita pun harus tahu
- karena ini ee banyak sekali pemalsuan
- produk-produk yang biasanya mahal.
- kemudian ee laris ya itu biasanya ada
- pemalsuan dan kita harus hati-hati.
- Makanya ee sekarang kan ada peraturan
- dari Depkes supaya setiap obat herbal
- agar bisa dipasarkan pakai POM TR. POM
- TR jadi teregistrasi. Nah, ini juga
- sebagai bentuk ee apa? Antisipasi dari
- para pemalsuan. Demikian.
- Iya. Baik. Eh, tadi dari Ibu Aisyah ya
- di Jati Mulia Bekasi. Semoga terjawab
- pertanyaannya. Berikutnya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari
- 0821123 di Karawang. Pak Ustaz, saya
- mohon khasiat dibekam apa saja ya dan
- apa manfaatnya. Saya sakit kaki sudah
- dibekam belum ada perubahan. I terima
- kasih, Pak Ustaz. Jadi pertama saya
- sampaikan kembali bahwa kita harus
- menyertakan dulu dengan istigfar. H ya
- banyak-banyak istigfar ya. Menyadari
- akan segala dosa dan kesalahan selama
- ini ya. Apa dosa yang kita lakukan
- dengan kaki saya ini, dengan tangan ini,
- dengan lisan ini, dengan pikiran ini,
- semua kita bertobat. Tobatlah atas semua
- tindakan dan ee perasaan pikiran yang
- telah kita pernah terjadi di masa lalu
- yang itu melanggar ketentuan Allah dan
- Rasul. Kemudian ee berobat dengan bekam.
- Niat hanya karena melaksanakan sunah.
- Rasul sahu alaihi wasallam memerintahkan
- demikian. Nah, kemudian ee juga
- tentu dilakukan dengan secara berkala
- ya. Berkala dan kita harus yakin bahwa
- ini kita hanya menjalankan perintah. Hm.
- Ya. Menjalankan perintah. Kesembuhan itu
- hanya milik Allah. He. Nah, jangan ara
- ya. Iya. Jadi jangan sampai putus asa.
- Iya. Putus asa. Akhirnya berburuk sangka
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Oh,
- saya sudah bukan kok enggak
- sembuh-sembuh. Nah, ini jadi jangan
- sampai enggak perlu seperti itu. Yang
- maha penyembuh hanya Allah. Nah, kita
- lakukan saja karena Allah semata-mata.
- Dan insyaallah ee pengalaman saya dalam
- masalah bekam ini ada yang memang ee
- Allah sembuhkan itu dalam waktu yang
- cukup lama. Ada yang setahun, ada yang 2
- tahun. Tapi ada yang beberapa hari.
- Beberapa hari gitu saya pernah bekam
- orang nanti saya seminggu lagi saya
- bekam lagi karena belum selesai
- seingitu. Eh, seminggu lagi seminggu
- lagi saya datang ternyata tidak ada.
- Mana Bang? Oh, sudah sembuh, Pak Ustaz.
- Terus sekarang lagi lagi nyangkul di
- sawah. Ya Allah, lagi nyangkul di sawah.
- Mau saya bekam lagi. Ternyata dengan
- izin Allah sembuh dengan sekali. Hm.
- Tuh, gitu. Jadi kita tidak tahu yang mau
- menyebutukannya Allah. Makanya
- kepasrahan yang totalitas dari seorang
- pemberi pengobatan dan juga yang berobat
- itu harus mutlak dipasrahkan diri kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Jangan dirinya
- merasa mampu. Oh, saya sudah pengalaman.
- Uh, banyaklah saya sebut dengan saya.
- Allah. Bismillah. sembuhlah dengan saya.
- Oh, siapa emang dia mau menjadi jadi
- tuhan kedua apa gitu. Syirik kan tidak
- boleh. Yang mau penyembut hanya Allah
- gitu. Maka kepasaran ini dan demikian
- pula yang berobat harus betul-betul
- pasrah totalitas kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Jadi ini mungkin proses
- evaluasi saat kita berobat. Kenapa
- kurang mujarab? Boleh jadi karena
- dosa-dosa kita terlampau banyak. He ya.
- Sehingga oleh Allah Subhanahu wa taala
- dipakai ke pasaran ini untuk menutupi
- dulu dosa-dosa kita. H. Nah, ini harus
- baik sangka kepada Allah. He ya. Yang
- kedua tadi boleh jadi mungkin karena
- kita mendikte Allah ya, tidak pasrah,
- tidak rida kepada Allah. He. Kemudian
- yang ketiga ee boleh jadi Allah ee
- sedang menguji kesabaran kita gitu.
- Sejauh mana kita kesabarannya sampai
- sejum. Nah, ini tentunya sekali lagi
- harus selalu rida kepada Allah, berbaik
- sangka kepada Allah dan senantiasa kita
- beristigfar kepada Allah Subhanahu wa
- taala. He. Nah, jadi di samping
- pengobatan secara fisik tapi juga secara
- nonfisik atau kedekatan spiritual dan
- pengendalian emosional harus senantiasa
- dijaga. Demikian.
- Baik, Bunda Fajar di Bekasi. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mohon
- pencerahannya bagaimana caranya
- mengendalikan emosi, Pak Ustaz yang
- sering meledak-ledak di hati.
- di hati enggak mau marah tapi ee refleks
- ngomong kata-kata yang menyakitkan.
- Bisakah dengan rukiah, Pak Ustaz? Ya,
- pertama memang harus seringkiali
- melakukan rukiah mandiri ya. Rukiah
- mandiri. Kemudian mohon kepada Allah
- Subhanahu wa taala seperti Allahumma
- inni azubika min syar sami wamin syari
- bashori wamin syari lisani wamin syari
- qbi w syari maniyii. Itu doa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ya. Hadis
- riwayat Tirmidzi. bahwasanya aku
- berlindung kepada Allah, kepada Engkau
- ya Allah dari keburukan ee
- pendengaranku, keburukan penglihatanku,
- keburukan lisanku, keburukan pikiranku,
- ya pikiranku dan keburukan
- angan-anganku. Jadi hendaknya kita
- berdoa kepada Allah, berlindung daripada
- itu. Nah, dengan ini kemudian kita pun
- berusaha mengendalikan diri bahwa Allah
- Subhanahu wa taala berfirman di surat Al
- Imran ayat 133 sampai
- 135. Ciri orang bertakwa itu yang
- disediakan oleh Allah surga yang seluas
- langit dan bumi adalah pertama kan
- yungfiqu w mengimpakkan harta dalam
- keadaan lapang dan sempit. Walimin gid
- menahan marah tuh. Jadi menahan marah
- itu sifat orang bertakwa. He. Jadi
- ketika kita mau marah kalau ingat uh
- kalau saya marah ya tidak terkendali
- berarti bukan orang bertakwa berarti
- tidak tidak disidakan surga. Nah gitu
- aja itu akan menjadikan motivasi. Iya
- iya ya. Kemudian walina aninas ciri
- orang bertakwa itu memaafkan manusia
- bukan dendam tapi dia memaafkan lapang
- dada ya. Oh lapang dada melihat
- perbedaan dan sebagainya. Ini cara
- bertakwa maka dia akan mengerem dirinya.
- Oh iya ya. Astagfirullah. Makanya oleh
- Rasul dicontohkan kalau kita sedang
- marah, segeralah kita kalau sedang
- berdiri duduk. Kalau duduk terus
- berbaring. Kalau masih juga wudu tuh
- kalau sudah wudu masih juga marah salat.
- Insyaallah salatnya tidak akan marah.
- Enggak ada yang salat sampai marah.
- Bismillahirrahmanirrahim kan enggak ada
- ya. Nah mesti dia ee dalam keadaan
- pengendalian diri. Nah ini yang perlu
- kita lakukan dan selalu mohon kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Insyaallah.
- Saya sudah sering menyaksikan orang yang
- tadinya pemarah sekarang jadi lembut
- sama sekali karena usahanya yang optimal
- dan Allah Subhanahu wa taala menyertai
- dengan hidayahnya. Demikian. Amin. Pak
- Ustaz, ini rupanya sudah di penghujung
- waktu ya, Bang? Ya, sudah di penghujung
- waktu ini. Ee
- sambil ee kesimpulan barangkali Pak
- Ustaz nih. Iya. Kita kan sekarang nih
- menghadapi ee bulan suci Ramadan ya. ini
- bagaimana
- ee menjaga kesehatan di saat kita
- berpuasa dan juga cara berobatnya
- kira-kira yang tepat kira-kira seperti
- apa nih, Pak Ustaz? Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Pertama ee
- kami sarankan dalam untuk takjil itu
- usahakan dengan ee buah-buahan ya,
- dengan buah-buahan baik itu buah kurma
- atau buah yang lainnya ya. Itu silakan
- disiapkan. Nah, kemudian ee juga
- kesiapan ini artinya kesiapan menghadapi
- Ramadan itu kesiapan itu adalah
- keseluruhan kondisi seseorang individu
- atau komunitas dalam menanggapi atau
- menghadapi suatu kegiatan tertentu
- dengan segala bentuk persiapan yang
- optimal agar dapat mencapai tujuan atau
- harapan secara optimal pula. Maka
- kesiapan menghadapi Ramadan berarti
- menyiapkan secara optimal dalam hal
- akidah. Misalkan siapkan akidah secara
- ikhlas karena Allah Subhanahu wa taala
- ya merindukan kehadiran Ramadan.
- Kemudian mental secara mental kita
- siap-siap betul bahwa mental kita ini
- siap untuk berpuasa 1 bulan. He. Siap
- untuk melaksanakan qiam Ramadan 1 bulan,
- siap untuk melaksanakan ee tadarus
- Al-Qur'an, banyak bersedekah dan lain
- sebagainya. Kemudian siapkan ilmu, buka
- kembali ya ilmu-ilmu tentang kaitan
- dengan Ramadan. secara fisik dan jasmani
- tadi menjaga kesehatan jasmani agar kita
- bisa menjalankan ibadah Ramadan itu
- dengan optimal dan sarana pendukung
- untuk terlaksananya amaliah Ramadan
- sehingga dapat meraih prestasi Ramadan
- secara optimal. Kita harus optimalkan
- Ramadan ini. Sebab boleh jadi ini ee
- Ramadan yang terakhir buat kita. Belum
- tentu tahun depan kita berjumpa lagi
- dengan Ramadan. Iya. Ya, jangankan bulan
- depan eh jangankan tahun depan orang
- tinggal besok atau lusa. Kan jatuh hari
- Ramadan satu ini kan kalau tidak besok
- lusa ya berdasarkan ee hisab bahwa akan
- ee
- dimungkinkan memang ada potensi kecil
- untuk terlihat hilal nanti malam. Iya.
- Iya. Tapi potensi besarnya adalah besok
- itu artinya istikmal. Ee potensi
- besarnya istikmal. Jadi di disempurnakan
- bulan Syakban dan masuk ke bulan ke hari
- Kamis Ramadan. Ini yang kita harapkan
- mudah-mudahan kaum muslimin dapat
- melaksanakan saum di bulan Ramadan
- dengan satu hari yang sama ya. Dan nanti
- Idul Fitri pun diharapkan dengan satu
- hari yang sama. Maka tentu kita harus
- berusaha merujuk kepada titik kesamaan.
- Sehingga titik kesamaan di sini artinya
- bukan lokal bukan tapi internasional
- dalam artian seluruh kaum muslimin.
- Muslimin ya. Demikian ikhwan fillah
- rahimakumullah, mari kita sambut bulan
- Ramadan dengan penuh keimanan dan
- semata-mata ingin dapatkan rida Allah
- subhanahu wa taala. Sehingga dengan
- demikian Allah Subhanahu wa taala akan
- menuntun kita, memberikan bimbingan
- kepada kita dan kita bisa
- melaksanakannya dengan baik sampai
- meraih prestasi yang optimal. Demikian
- dari saya, mudah-mudahan ee pembahasan
- Adabut Tadawi ini bermanfaat adanya dan
- kita berharap mudah-mudahan kita
- sentiasa dijaga kesehatan Allah
- Subhanahu wa taala bukan hanya fisik,
- jasmani tapi juga rohani sehingga pulang
- kepada dalam keadaan husnul khatimah.
- Amin. Demikian
- minkumbil haqq. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Walhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Iwan Awat yang
- dirahmati Allah, kajian kita di sore
- hari ini dalam tema Adabut Tadawi.
- Semoga ini menjadi ee ilmu bagi kita
- semua untuk menjalankan kehidupan kita
- sehari-hari, terutama di saat kita
- menghadapi ee sakit dalam ee fisik
- maupun ee mental kita. Baik, saya yang
- bertugas, Rian Mulyana dan seluruh kru
- yang bertugas di sore hari ini undur
- diri. Mohon maaf atas segala khilaf.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Salamullahikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- H
- [Musik]