Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:23 Alhamdulillah wasyukurillah kita 0:25 dikaruniai kesempatan untuk berada 0:27 bersama-sama psikologi keluarga. 0:29 sepenggala acara yang mudah-mudahan 0:32 mempersuasi dan memotivasi kita untuk 0:34 bisa melangkah menjadi hamba Allah yang 0:38 mendapatkan ridanya. Tidak lupa salam 0:41 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:43 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:46 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:48 kita mendapatkan syafaatnya dan dapat 0:52 bersama-sama beliau di saat yang sangat 0:54 kita rindukan di yaumil akhir. 0:58 Ikhwan akhwat. Mudah-mudahan topik hari 1:01 ini juga akan merupakan bahasan yang 1:05 kita perlukan. 1:07 Dan asalamualaikum warahmatullahi 1:09 wabarakatuh Ustaz Husein. 1:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12 wabarakatuh. 1:13 Dan semua yang berada bersama-sama 1:16 psikologi keluarga. Sebelum memulai, 1:19 kita akan bersama-sama membaca ummul 1:22 kitab. 1:26 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:33 Bismillahirrahmanirrahim. 1:38 Alhamdulillahirabbil 1:41 alamin 1:43 arrahmanirrahim. 1:48 iki yaumiddin 1:52 iyaka na'budu wa iyaka nasta 1:57 ihdinasirathal 1:59 mustaqim 2:02 shathalladzina 2:04 an'amta alaihim 2:07 ghairil maghdubi alaihim 2:10 wadolin 2:19 Ustaz Husein, Pak Abu Bakar, dan 2:22 teman-teman semua yang bersama-sama 2:25 psikologi keluarga. Ada dua kasus, tapi 2:28 intinya hampir sama terkait dengan 2:32 perceraian ini. Banyak anak-anak menjadi 2:35 broken home, Ustaz, yang tidak baik, 2:39 tidak sedikit anak-anak yang tadinya 2:41 saleh jadi nakal masuk ke pergaulan 2:44 bebas. 2:45 stres, depresi, terjebak narkoba akibat 2:48 perceraian kedua orang tuanya. Banyak 2:51 sih orang tua yang termasuknya tidak 2:54 memikirkan dampak jangka panjang akibat 2:57 perceraian ini. Percaya perceraian 3:00 kebanyakan terjadi karena keduanya atau 3:04 salah satunya enggak takut sama Allah. 3:06 Begitukah, Ustaz? Sedangkan ee ini semua 3:11 menjadikan terjadinya perbuatan yang 3:13 menghancurkan hubungan di dalam rumah 3:15 tangga. Bagaimana juga agar hidup rumah 3:20 tangga kita tetap langgem sampai jannah. 3:24 Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, 3:27 Ustaz, bagaimana orang yang cerai habis 3:31 masa idahnya? Lantas suami ingin balik, 3:35 sang istri juga masih ingin tetapi 3:38 dihalangi oleh orang tuanya karena 3:42 perasaan mereka lebih terluka. 3:44 Pertanyaannya, di dalam hukum Islam 3:46 bagaimanakah, Ustaz? Terima kasih. Iya. 3:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:52 Bismillahirrahmanirrahim. 3:57 Bismillahi khairil asma. Bismillahiabbil 4:00 ardhi wasama. Bismillahilladzi la yaduru 4:04 ma ismihi saaiun fil ardhi wala fisama. 4:08 La ilahaillallahu wahdahu la syarikalah 4:12 lahul mulk walahul hamdu yuhyi wa yumit 4:15 wahua ala kulliyain qodir. 4:19 Falillahil hamdu rabbis samawati waabbil 4:22 ardhi rabbil alamin. Walahul kibriya fis 4:26 samawati wal ard wahuwal azizul hakim. 4:30 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 4:32 Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah. 4:35 Assalamu alaina wa ala ibadillahi 4:37 shihin. Wasalamualaikum 4:40 warahmatullahi wabarakatuh. 4:43 Allahumma atina minika rahmah waimna min 4:47 ladunka ilman nafi wfaf'na bima 4:49 alamtana. Rabbana zidna ilman waiknain. 4:52 Amma ba'du. 4:57 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 4:59 subhanahu wa taala. Para pendengar 5:02 pemirsa psikologi keluarga 5:05 yang dimuliakan oleh. 5:12 Banyak orang bertanya-tanya, 5:17 bagaimana kita menjaga keharmonian rumah 5:20 tangga kita agar tetap dalam suasana 5:25 yang penuh dengan kedamaian, dalam 5:27 ketaatan kepada Allah. 5:30 Bukan hanya sebatas 5:32 kehidupan dunia kita berkumpul, tapi 5:34 juga dikumpulkan bersama-sama di hari 5:37 akhir. 5:42 Untuk menyatukan 5:45 di antara dua tubuh tanpa cinta bisa 5:47 terjadi. 5:49 Kita jumpai bagaimana laki-laki ya yang 5:53 melakukan hubungan yang diharamkan Allah 5:55 bersama wanita yang bukan merupakan 5:57 pasangan. 5:59 bertemu mengadakan kesepakatan, lalu 6:02 mereka melakukan hubungan tersebut tanpa 6:05 dasar cinta dan rahmat. 6:09 Tapi untuk menyatukan dua hati yang 6:13 dapat melakukan hanya Allah Subhan. 6:18 Tidak ada seorang pun selain Allah yang 6:20 kuasa untuk menyatukan dua hati. 6:24 Kalau Allah Subhanahu wa taala 6:26 menyatukan kedua hati, tak ada seorang 6:28 pun yang kuasa untuk memisahkan. 6:31 Tapi bila Allah pisahkan, tak ada satuun 6:34 kekuasaan yang mampu untuk menyatukan. 6:39 Maaftahillahu linasi rahmatin fala 6:42 mumsika laha w yumsik fala mursil lahu 6:47 wahual azizul hakim. Kalau Allah membuka 6:49 rahmatnya bagi seseorang, ada seorang 6:52 pun yang kuasa untuk menutup dan 6:53 menahan. 6:55 Tapi kalau Allah menutup rahmatnya dari 6:58 seseorang, tak ada seorang pun yang 7:00 kuasa untuk membukanya. Wahual alazizul 7:03 hakim. Dia maha perkasa lagi maha biasa. 7:07 Oleh karena itu, kalau kita ingin hidup 7:10 harmoni, damai dengan penuh kecintaan, 7:13 rasa mawaddah dan rahmah, kita harus 7:16 minta kepada pemilik dan penguasanya. 7:19 Allah berfirman, "Wamin ayatihi an 7:22 khalaqo lakum min anfusikum azwajin." 7:26 Dari ayat-ayat dan tanda kebesarannya 7:29 Allah menciptakan bukan dari jenis yang 7:31 lain, 7:33 dari jenis yang sama. 7:36 Dari entitas yang sama, dari jiwa yang 7:39 sama, Allah ciptakan pasangan kalian. 7:44 Apa tujuan berpasangan di sini? 7:46 Litaskunu ilaiha. Agar kedua-duanya 7:51 menemukan dan merasakan rasa sakinah 7:56 melalui apa? Melalui pasangannya. 7:59 Laki-laki menemukan rasa sakinah bersama 8:01 istrinya. Istri juga mendapatkan dan 8:05 merasakan rasa yang sama bersama suami. 8:12 Kemudian Allah tambahkan, waj'ala 8:14 bainakum mawaddatan. 8:17 Allah letakkan, jadikan di hati kalian 8:20 rasa mawadah, 8:22 rasa lengket, kedekatan yang luar biasa. 8:26 Di samping rasa mawaddah 8:29 juga Allah anugerahkan rasa rahmat. 8:32 Rahmat ini yang membuat hidup ini penuh 8:35 dengan 8:37 dalam sebuah riwayat arahmatu maudat 8:40 fiin illaatu. 8:43 Rasa rahmat ini kalau diletakkan pada 8:45 sesuatu akan membuat indah menarik. 8:50 W nuziat minaiin illau. Begitu rahmat 8:53 dicabut dari seseorang maka penampilan 8:56 orang tersebut bagaimanapun tampan 8:58 cantiknya akan kehilangan semua. 9:03 Sebagai contoh, 9:05 kalau kita menyaksikan seekor harimau 9:09 yang sedang menjilati anaknya, 9:12 tidak lama kemudian dia berburu, 9:16 setelah itu mengupas kulit buruannya, 9:18 dihidangkan pada anak-anaknya yang kecil 9:19 sambil dijilati kepalanya dan anaknya. 9:23 Setelah itu didekap ke sisinya untuk 9:25 menyusu, sedangkan dia makan dari 9:28 sisa-sisa makanan anak. Kira-kira 9:31 pemandangan ini mengharukan apa tidak? 9:35 Tapi seorang manusia kalau kehilangan 9:37 kemanusiaan dan rahmat 9:40 walaupun dia tampan kaya raya, dia 9:42 menganiaya istrinya, menganiaya anaknya, 9:45 memperlakukan mereka dengan betul-betul 9:49 perlakuan yang tidak manusiawi. 9:51 Kira-kira bagaimana pemandangan orang 9:53 tersebut? 9:56 kekayaannya, kedudukannya, 9:59 ketampanan wajahnya maupun kecantikannya 10:01 tidak akan dapat betul-betul apa? Tidak 10:05 akan dapat menggantikan rahmat yang 10:08 hilang. 10:13 Jadi, Allah Subhanahu wa taala tanamkan 10:15 di hati keduanya mawaddah dan rahmat. 10:18 Nah, tinggal kita bagaimana 10:22 menyiram dan memupuk sakinah tersebut. 10:25 Mawaddah dan rahmah Allah sudah berikan 10:27 ya bibitnya benihnya di hati kita. Nah, 10:31 begitu kita bertakwa kepada Allah, 10:34 menjaga Allah, Allah akan jaga. Allah 10:37 akan bentengi rasa sakinah, mawaddah, 10:40 dan rahmah di hati kita. Begitu kita 10:42 mengerjakan 10:44 perbuatan-perbuatan yang mulia pada 10:46 pasangan kita, laki-laki penuh perhatian 10:50 juga ya membantu pasangannya 10:53 dengan penuh ketulusan. Pohon tersebut 10:55 akan tumbuh di hati mereka. Rasa sakinah 10:58 akan terus menyelimuti hati mereka. 11:01 Mawadah dan rahmah akan tumbuh semakin 11:03 apa? Semakin rindang. 11:07 Buah-buahnya pun akan terus mengalir 11:11 walaupun mereka dipisahkan oleh jarak 11:13 yang jauh. 11:15 Banyak wanita-wanita yang cantik di luar 11:17 tapi hatinya selalu terbayang dan 11:19 terkenang pada pasangan. Begitu juga 11:22 istrinya walaupun terpisah jauh dari 11:24 suaminya di rumah dia mendoakan suaminya 11:28 juga mengharapkan keselamatannya 11:30 menunggu saat kembalinya. Ini semua 11:33 merupakan 11:35 apa? karunia dari Allah bagi orang-orang 11:39 ya yang bertakwa kepada Allah, yang 11:43 menjaga Allah, Allah akan menjaga 11:44 dirinya. Oleh karena itu perlu kita 11:47 memahami kata takwa itu sesuai dengan 11:49 akar katanya. Ini penting. Ketika Allah 11:52 berfirman, "Ya ayyuhalladzina 11:54 amanutaqulah." 11:56 Wahai orang yang beriman, bertakwalah 11:58 pada Allah. Bertakwanya bukan takut pada 12:01 Allah. 12:03 Kata ittaqo yattaqi asalnya taqo yaqi. 12:08 Dari kata kerja asalnya itu waqo yaqi 12:10 yang artinya menjaga. 12:13 Yang artinya 12:14 menjaga 12:14 menjaga. 12:18 Nah, ittaqulah. Bersungguh-sungguhlah 12:20 kalian menjaga pesan-pesan Allah. 12:25 Menjaga betul-betul apa? Bimbingan dan 12:28 petunjuknya. 12:30 Ittaqulah. Bersungguh-sungguhlah kalian 12:32 menjaga pesan-pesan Allah, bimbingan 12:35 petunjuk 12:38 haqq tuqati dengan sebenar-benarnya 12:41 semaksimal kemampuan. 12:44 Begitu kita menjaga apa yang datang dari 12:46 Allah dari bimbingan dan petunjuknya, 12:49 apa yang Allah akan lakukan terhadap 12:51 kita? Waman yattaqillah yaj'allahu 12:53 makhrajan. Begitu dia bertakwa kepada 12:56 Allah, menjaga Allah, langsung yang 12:59 tadinya tertutup, yang tadinya buntu 13:02 satu persatu terbuka di hadapan 13:05 dalam urusan dirinya, pekerjaannya, 13:08 anak-anaknya 13:10 tanpa dirasakan subhanallah beban yang 13:12 berat menjadi ringan. 13:15 Seolah bukan dia yang mengemudikan, tapi 13:17 Allah yang mengemudikan kendaraan hidup. 13:20 Warzu min haitu la yahtasib. Allah juga 13:23 memberikan dia rezeki dari jalan yang 13:26 tidak terduga dunia. Bukan hanya dari 13:29 usaha kita, tapi dari pintu-pintu 13:34 rahmat Allah Subhanahu wa taala. Allah 13:37 akan membuka bagi kita semua. 13:40 Waman yatawakal alallah. Dan siapa yang 13:43 berlepas diri dari dari selain Allah 13:47 sepenuhnya dia bersandar, berpegang, 13:50 berharap, berlindung kepada Allah, Allah 13:53 Subhanahu wa taala akan betul-betul 13:56 mencukupi semua yang diinginkan, 13:59 melindungi dari segala apa yang di 14:03 Tapi bagaimanapun cantiknya seorang 14:05 wanita, tampnya seorang laki-laki yang 14:09 diberikan berbagai macam fasilitas hidup 14:14 Mereka hidup bersama tapi tidak 14:16 menghormati Allah. 14:18 Maka keindahan mereka hanya tampak di 14:21 luar mirip dengan bunga plastik. 14:24 Si laki-laki kalau manggil istrinya 14:26 mama, 14:29 si istri juga sebaliknya begitu. Mereka 14:32 saling mengecup di muka umum. Tapi 14:34 sebetulnya 14:36 sebetulnya Allah yang tahu bagaimana 14:38 hati. 14:40 Terkadang itu hanya ditampilkan di muka 14:42 umum, tapi si laki-laki ternyata tidak 14:45 merasa tenang bersama pasangannya. Istri 14:48 juga begitu, tapi malu untuk menampakkan 14:51 ketidakharmonian mereka. Jadi kehidupan 14:53 yang penuh dengan kepura-puraan, 14:56 orang sepintas mengatakan luar biasa 14:59 seharmoninya mereka. He. 15:01 Tapi yang dekat bahkan yang yang apa 15:05 yang menjalani lebih tahu bahwa ternyata 15:07 itu hanya merupakan penampilan indah 15:09 mirip dengan bunga plastik yang tidak 15:11 memiliki ruh. 15:15 Dan saya sering menjumpai orang semacam 15:18 ini. Begitu juga curhat. Orang 15:20 mengatakan beruntung sekali pasangan 15:22 tampan, cantik, pendidikannya juga 15:25 sekufuku, 15:26 pekerjaannya luar biasa. Ya, mereka 15:30 sering berjalan bersama-sama dalam 15:32 acara-acara resepsi ulang tahun 15:34 kelihatan begitu hangat dan besra papa, 15:38 Mami, 15:39 tapi semua itu ternyata apa? Hanya 15:42 merupakan tampilan. 15:45 Dia berjalan bersama istrinya, dia 15:46 perintahkan istrinya untuk pergi ke 15:48 salon menampilkannya dengan indah. Lalu 15:51 di muka umum dia bergandingan dengan 15:52 istrinya. Ketemu sama teman-temannya, 15:55 dia tunjuk istrinya untuk dibanggakan. 15:58 Padahal pulang tanpa dijamah di rumah. 16:02 Tapi ada pasangan suami istri tinggal di 16:05 rumah gubuk sederhana, pekerjaannya 16:07 pekerjaan kasar. Si perempuan di rumah 16:10 tuh lagi menantikan kembalinya suami. 16:13 Ada istri juga begitu tengah hari ya 16:16 datang ke sawah untuk membawa makanan di 16:19 bakul dengan apa? Allah kadarnya ikan 16:23 asin, sayur asem, sambal sama lalapan. 16:27 Mereka dua makan dengan penuh 16:29 kebahagiaan. 16:31 Mereka mengatakan, "Betapa besarnya 16:33 nikmat yang Allah berikan buat kita." 16:35 Sedangkan yang di hadapannya berbagai 16:37 macam menu makanan 16:39 lagi megang-megang kepalanya, 16:42 lihat makanan tidak bergairah, tidak 16:44 nafsu sama sekali. Sedangkan petani yang 16:46 makan nasi, ikan asin, sayur asem, dia 16:49 merasakan itu menu yang paling istimewa 16:51 dalam hidupnya. Habis berkeringat, 16:53 letih, lelah kan luar biasa. 16:54 Iya. 16:56 Jadi jangan terpedaya dengan penampilan 16:59 di luar 17:00 yang nampak begitu menarik mempesona 17:03 tapi sebetulnya isinya 17:06 merupakan apa? Hal yang keropos dan rap. 17:10 Jadi berkaitan dengan hati Mbak Nun Abu 17:13 Bakar, hati ini betul-betul berada dalam 17:16 genggaman Allah Subhanahu wa taala. 17:18 Sehingga Allah berfirman, "Ya 17:20 ayyuhalladzina amanustajibu 17:23 lillahi 17:25 walir rrasul idza daakum 17:28 lima yuhyikum." 17:30 Wamu annallaha yahulu bainalqarbi bainal 17:34 mari waqbi. 17:36 Wahai orang yang beriman, kamu kalau 17:39 diseru oleh Allah, diajak untuk 17:41 mengikuti sesuatu atau menjauhi sesuatu, 17:44 kalian harusnya bergegas-gegas, 17:46 bersungguh-sungguh untuk menyambut 17:47 seruan 17:48 Allah 17:49 yang mengajak kalian menuju kehidupan 17:51 kalian, yang membawa kemuliaan bagi 17:53 kalian. Dan ini 17:55 Allah kuasa untuk merintangi seseorang 17:58 dari hatinya. 18:01 Hati memang 18:03 ada dada kita. 18:06 Maksudnya kalbunya bukan hati dalam arti 18:08 anatomi. Ya. Kalau arti anatomi kan hati 18:11 itu liver. Tapi dalam arti maknawinya 18:14 adalah apa? Jantung hati. Di sanalah 18:18 markas sentral dari seluruh apa? Kemudi 18:22 kehidupan kita. 18:24 Walaupun 18:27 kalbu kita di dada kita, tapi ketahuilah 18:30 Allah kuasa untuk merintangi seseorang 18:32 dari kalbunya. Apa yang diinginkan, apa 18:34 yang dicita-citakan, apa yang didamban, 18:36 Allah kuasa untuk menghalanginya. 18:39 Walaupun 18:42 kalbu itu dalam dadanya, tapi walaupun 18:45 jauh dari jangkauan kita, kalau kita 18:49 mohon kepada Allah, berpegang kepadanya, 18:51 Allah kuasa untuk mendekatkan yang jauh, 18:54 kuasa juga untuk menjauhkan yang dekat. 18:57 Oleh karena itu, orang yang beriman atau 18:58 seorang muslim harus betul-betul 19:01 sepenuhnya hatinya bersama Allah. 19:04 Begitu dia bersama Allah, melepaskan 19:06 ketergantungannya pada selainnya, maka 19:09 dunia ini akan melayani dirinya dan 19:12 tidak akan mengkhianatinya. Tapi begitu 19:14 dia mengkhianati Allah, 19:17 mempersekutukan Allah, dunia 19:21 karena tunduk kepada Tuhannya akan 19:23 mengkhianatinya. 19:25 mengkhianati orang-orang yang 19:26 mencintainya tapi melupakan Allah tapi 19:29 akan melayani orang-orang yang setia 19:32 kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena 19:34 dunia kan merupakan apa? Bahagian dari 19:38 bala tentara Allah Subhanahu wa taala. 19:40 Bagaimana mungkin dia akan taat kepada 19:42 orang yang berkhianat pada Allah 19:44 Subhanahu? 19:46 Akhirnya istrinya yang dicintai, yang 19:48 dinikahi dengan biaya yang begitu 19:50 tinggi, tidak lama kemudian mulai 19:53 percikan-percikan api dari kecil hingga 19:55 besar. 19:58 Sampai waktu mereka ditanya, "Sebetulnya 19:59 apa sebab keributannya?" 20:02 Si laki-laki mengatakan, "Ustadz, saya 20:04 enggak tahu, bingung 20:06 bahnya apa saja kalau saya sampaikan 20:09 padanya menimbulkan keributan." 20:13 Si istri ditanya, "Sebetulnya apa 20:14 masalahnya?" Serius? Tidak. Bnya saya 20:17 enggak tahu kenapa tiap dia menyampaikan 20:20 sesuatu pokoknya hati saya kesal aja. 20:23 Ini kan masalah hati. 20:25 Bisa enggak diselesaikan dengan uang? 20:29 Tapi dengan rahmat Allah. Rahmat Allah 20:33 yang menggenangi hati hamba-hambanya 20:35 bisa menyatukan mereka. Jadi kalau kalbu 20:37 kita bukan di tangan kita, tapi di 20:39 tangan Allah, maka seharusnya kita dalam 20:42 kehidupan rumah tangga mengikuti 20:43 petunjuk Allah dalam adab ya. Suami pada 20:47 istrinya, istri pada suaminya, suami 20:49 menjalankan kewajiban pada istri pada 20:51 anaknya, istri juga demikian. Tapi kalau 20:53 dia tidak mau tunduk kepada Allah, tidak 20:55 menghargai aturannya, jangan salahkan 20:58 Allah kalau Allah melupakan dan 20:59 meninggalkan dirinya. Wala takunu 21:01 kalladina nasulullah faansahum 21:03 anfusahum. Jangan kalian termasuk dari 21:06 orang yang lupa kepada Allah. Akhirnya 21:08 Allah membuat mereka lupa diri. Akhirnya 21:12 dia enggak mampu mengendalikan dirinya, 21:14 pembicaraannya. Tiap perbuatan yang 21:16 dilakukan bawanya menjengkelkan aja. 21:19 Begitu juga yang lain. Sama. J tadi 21:22 bertanya bahwa sebab terjadinya 21:24 keributan itu pasangan suami istri yang 21:26 tidak taat pada Allah atau salah satunya 21:28 itu betul. 21:31 Oleh karena itu, barang siapa yang ingin 21:33 damai dalam hidup ini, harmoni dan Allah 21:36 mudahkan urusannya, hendaknya selalu 21:38 hatinya mengingat Allah. Begitu hati 21:40 mengingat Allah, dia akan lembut. Begitu 21:42 dijauhkan dari zikrullah, hati akan 21:44 keras membatu. Bahkan lebih keras lagi, 21:47 akhirnya mendorong dirinya berbuat 21:49 perbuatan yang asik. 21:54 Nah, yang kedua, 21:57 pasangan suami istri yang sudah hidup 22:00 bersama bahkan memiliki anak 22:03 atau terjadi keributan, mereka bercerai. 22:07 Keributan ini pasti sebabnya karena 22:09 mereka lengah lupa pada Allah. 22:13 Jangan mengatakan bahwa istrinya kurang 22:15 cantik atau suaminya kurang tampan. Kita 22:19 jumpai seorang laki-laki yang jauh dari 22:21 kata tampan, istrinya cantik, tapi 22:23 mereka bisa hidup damai harmoni. 22:27 Jadi pasangan-pasangan cantik dan tampan 22:30 dari Hollywood atau artis kita hidup 22:32 bersama tidak lama kemudian selamat 22:35 berpisah. 22:37 Betul gak? Iya. Bahkan si perempuan lari 22:40 kepada laki-laki lain. Si laki-laki juga 22:43 pindah perhatiannya kepada wanita lain. 22:45 Begitu gampang mereka berpisah karena 22:48 rasa rahmat di hati mereka dicabut oleh. 22:51 Tapi kalau masih ada rahmat walaupun 22:53 kakek-kakek, 22:55 nenek-nenek, 22:57 ketampaan kecantikannya telah hilang, 22:59 duduk berduaan susah dipisahkan di 23:01 antara keduanya. Bisik-bisik 23:04 kita pandang bagaimana air mukanya, 23:06 sentuhannya yang luar biasa. Betul gak? 23:08 Betul. 23:09 Heeh. 23:12 Nah, pasangan suami istri berpisah. 23:16 Akhirnya setelah mereka berpisah dan 23:18 habis masa idahnya, 23:20 si laki-laki menyesal. Terbawa emosi dan 23:23 marah yang tidak dikendalikan. Si 23:25 perempuan juga menyesal. Kenapa dia 23:27 mancing-mancing kemarahan istrinya 23:31 dan kemarahan suaminya? Akhirnya suami 23:34 ingin balik lagi pada mantan istrinya. 23:38 Orang tuanya mengatakan, "Tidak sama 23:41 sekali 23:42 kamu. Ya, saya berikan anak saya untuk 23:45 kamu hargai, tapi ternyata kamu sakiti 23:48 perasaan. 23:49 Kamu ceraikan juga dengan kata-kata yang 23:52 tidak. Saya tidak akan mengikhlaskan 23:54 meridai anak saya kembali kepada 23:59 ini pernah terjadi pada masa Rasul. 24:02 Seorang wanita diceraikan dia kembali 24:06 kepada saudaranya. 24:08 Begitu laki-laki mau kembali, saudaranya 24:10 tidak mengizinkan sama sekali. Nah, pada 24:12 ayat 232 dalam suratul baqarah Allah 24:15 berfirman, waidumunisagna 24:20 ajarah falaunihna 24:25 azwajahunna 24:27 wunna 24:30 azwajahunna. 24:35 Kalau kalian ceraikan istri-istri 24:37 kalian, 24:39 mereka sudah mengakhiri masa idah. 24:42 Maka Allah ingatkan pada keluarga wanita 24:45 falaulun 24:46 jangan kalian halangi mereka azwajah 24:50 untuk kembali menikahi pasangan-pasangan 24:56 bainahum bil maruf. Kalau mereka masih 24:58 suka sama suka dengan niat yang baik 25:02 untuk memperbaiki hubungan mereka. 25:08 Dalika 25:10 yuadu bihi manana minkum yminu billah 25:13 walumill. Lalu untuk menyadarkan orang 25:16 tua atau saudara yang menjadi wali bagi 25:19 wanita ini. Yang demikian itu nasihat 25:23 dari Allah, bimbingan bagi yang beriman 25:25 kepada Allah dan hari akhir. Dalikum 25:29 azka lakum wahar. Itu akan lebih menjaga 25:32 kesucian kalian. 25:35 akan menjaga apa? Jiwa kalian dalam 25:38 keadaan baik dan suci. Ikuti petunjuk 25:41 Allah Subhanahu wa taala. Azka lakum 25:45 wahar. Wallahu ylamu wa antum la tamun. 25:50 Sesungguhnya Allah tahu. Bukan hanya 25:52 tahu yang sekarang. Yang akan datang 25:54 tahu yang baik bagi kalian. 25:57 Azkakum wahar wallahu yamu wa antum la 26:00 tamun. Allah maha tahu, kalian tidak 26:02 tahu. Ketika turun ayat ini, saudara 26:06 laki-laki tersebut yang tadinya 26:07 menghalangi ya akhirnya melepaskan 26:10 karena tidak ingin dikeluarkan dari 26:13 golongan orang yang beriman kepada Allah 26:15 dan 26:17 akhirnya mereka berumah tangga setelah 26:19 pelajaran sebelumnya yang pahit, mereka 26:22 merasa kehilangan masing-masing 26:23 laki-laki kehilangan istrinya, istri 26:25 kehilangan suaminya. Begitu kehilangan 26:27 baru merasa. Waktu belum kehilangan si 26:30 laki-laki mengatakan, 26:32 "Dunia tidak sedun, patah satu 1000 26:35 berganti." Memang ngomong gampang. Betul 26:38 gak? Ini bukan main, bukan hanya 26:41 hubungan fisik, tapi hubungan hati 26:44 dengan hati. Si perempuan juga eh saya 26:47 masih muda, masih banyak yang mau besar. 26:50 Itu menyakitkan hati. 26:53 Jadi kamu jangan pakai macam-macam. Saya 26:55 juga enggak butuh sama kamu. Saya selama 26:57 ini sebetulnya nyimpan ketidaksukaan 26:59 sama kamu. Sekarang terpaksa saya buka. 27:02 Padahal sebetulnya hanya untuk menjaga 27:04 apa gengsinya kan laki kembali 27:07 mengeluarkan kata-kata yang tidak. 27:11 Orang kalau lagi benci kata-kata kotor 27:13 yang keluar. Kalau lagi cinta biar yang 27:15 kotor menjadi indah. 27:17 Yang berbau tidak sedap menjadi harum. 27:19 Kan? Iya. 27:22 Jadi Allah kasih subhanallah dengan 27:24 pelajaran yang pahit ini mereka sadar 27:26 karena terkadang orang setelah mengalami 27:30 pukulan baru menyadari rasanya 27:32 kehilangan. 27:34 Tadinya dia sering ribut ya, sering ini, 27:38 sering itu, begitu salah satunya pergi 27:41 baru dia merasakan ternyata 27:44 perpisahan tersebut amat mengiris hati. 27:47 Presiden Soeharto ketika ditinggalkan 27:50 oleh Ibu Tib sudah tua kan? 27:53 Atau dibandingkan wanita muda yang 27:55 cantik kan banyak ditinggalkan oleh Ibu 27:57 Tim langsung semangatnya turun 28:01 menghadapi tekanan 28:03 dia mengundurkan diri. 28:05 Sebelumnya kan dia gagah. 28:07 Oleh karena itu, laki-laki tidak mungkin 28:10 sama sekali akan bangkit maju sukses 28:13 tanpa pasangannya. 28:15 Begitu juga wanita ya walaupun tidak 28:18 terlihat di luar, tidak mendapatkan 28:21 bintang penghargaan sebagai pahlawan, 28:24 tapi suaminya itu sebetulnya merupakan 28:26 bintangnya. Karena walaupun suami yang 28:28 pakai bintang, sebetulnya yang 28:30 menganugerahkan siapa? Istrinya 28:32 memberikan dukungan yang baik, semangat 28:34 sebagaimana Sayidah Sayidah Khadijah 28:37 yang memberikan dukungan pada Nabi kita 28:39 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 28:42 Jadi kesimpulannya 28:44 siapa-siapa yang ingin hidupnya harmoni 28:47 damai dunia dan akhirat, dengarkan 28:49 Allah, ikuti Allah dan jaga pesan-pesan 28:53 Allah. Jangan kita beranggapan kita 28:54 lebih pintar dari Allah. 28:57 Kita lebih pintar dari Allah. Ada 28:59 laki-laki yang berusaha menjaga istrinya 29:00 tiap tahun diberikan hadiah berlian. 29:04 Tiap tahun diberikan hadiah berat. Satu 29:06 hari 29:07 usahanya lagi sepi. Dia minta maaf kalau 29:10 ini belum bisa mengasih, akan 29:11 digantikan. Marah istrinya. 29:13 Dia mengatakan suami sudah enggak 29:15 mencintai dia lagi. Kemudian menuntut 29:17 untuk berpisah. 29:20 Kenapa? Karena ikatannya berliar. 29:22 Berliarnya enggak ada, cintanya pergi. 29:25 Betul gak? 29:27 Tapi kalau rasa rahmat ini Allah kasih, 29:30 masyaallah. Seekor ayam yang biasa 29:32 ketemu kita lari. Begitu dia mengerami 29:35 anaknya langsung kelihatan begitu berani 29:36 kan. Bahkan berani berhadapan dengan 29:39 ular lagi. 29:41 Bahkan berhadapan dengan kita dia 29:43 menunjukkan apa? Menunjukkan bagaimana 29:46 keberaniannya. Itulah rahmat terhadap 29:48 anak-anak. 29:50 Oleh karena itu Rasul mengatakan 29:51 innallaha yarhammu min ibadihahamma. 29:54 Allah menyayangi, mengasihi 29:56 hamba-hambanya yang pengasih dan 29:57 penyayang. 29:59 Irhamu man fil ardhi yarhamkum fisama. 30:02 Rahmati kasih yang di bumi yang di 30:04 langit akan mengasihi kalian. Man la 30:06 yarham la yurham. Yang tidak memiliki 30:08 rasa rahmat juga akan diputuskan dari 30:12 rahmat. Maka hidup ini mulailah dengan 30:14 bismillahirrahmanirrahim. 30:18 Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi 30:20 maha penyayang. Begitu kita ucapkan hal 30:22 ini, semua yang kita lakukan setelah itu 30:24 di bawah naungan rahmat yang maha 30:26 pengasih lagi maha penyayang. Ini kan 30:28 peringatan. Kalau kita beristri dengan 30:30 bismillahirrahmanirrahim, 30:32 perlakukan istri kamu dong dengan penuh 30:34 rahmat dan kasih. Kalau kamu ingin 30:36 mendapatkan rahmat Allah yang maha 30:38 pengasih lagi, jangan kita mengharap 30:42 dari Allah rahmatnya, tapi kita justru 30:44 halangi manusia dari rahmat Allah 30:46 Subhanahu wa taala. Wallahuam. 30:48 Masyaallah. 30:50 Jadi, ikhwan akhwat, yang menghadirkan 30:52 cinta di dalam hati kita kepada pasangan 30:55 itu adalah Allah. Tanpa rahmat Allah. 30:58 Maka ya yang berantakan tadi itu 31:02 belakangannya dan itu semua bisa jadi 31:04 karena kedekatan kita yang mulai 31:07 menipis. Apakah gerangan kata Ustaz Abu 31:10 Bakar Baraja terkait dengan kasus kita? 31:13 Silakan. 31:14 Bismillahirrahmanirrahim. 31:17 Asalamualaikum 31:19 warahmatullahi 31:21 wabarakatuh. 31:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:24 wabarakatuh. 31:26 Alhamdulillah. Segala 31:29 yang indah-indah itu adalah milik Allah. 31:35 Sesuatu yang bagaimana yang menarik itu 31:40 dari Allah. Yang kita sukai adalah yang 31:45 dari Allah. Yang kita ambil, yang 31:48 menyenangkan itu dari Allah. 31:52 Jadi, apapun yang terjadi yang baik itu 31:56 dari Allah. Kalau yang tidak baik itu 31:59 bukan dari Allah. 32:03 Bagaimana sesuatu itu yang menjadikan 32:05 yang terbaik? 32:07 Seperti yang kita dengarkan kasusnya 32:13 seorang suami istri yang sudah menikah 32:17 bersama, mempunyai anak yang di 32:21 pesantren, yang disekolahkan, 32:25 yang dididik. dengan benar, dengan 32:28 rahmatnya. 32:31 Namun ketika itu suami istri itu 32:36 timbulnya berbagai permasalahan. 32:41 Apa yang terjadi ketika timbul berbagai 32:45 masalah? 32:47 Kita tidak mengetahui apa yang terjadi. 32:51 Yang terjadi 32:52 ada sesuatu yang tidak menyenangkan. 32:57 Kalau kita mendengarkan 33:00 apa yang disampaikan oleh Ustaz Husin 33:03 tadi, itu merupakan suatu hal yang luar 33:07 biasa. Bagaimana seorang suami istri itu 33:12 bisa mendapatkan 33:14 rahmatnya Allah. 33:17 Karena menikah itu datangnya rahmatnya 33:21 Allah. Namun di sini tidak terjadi 33:28 bahwa Allah menciptakan manusia itu 33:31 berpasang-pasangan. 33:33 Antara yang baik akan mendapat kebaikan. 33:38 Nah, tapi ini kok enggak dapat? 33:42 Jadi sekarang dia waktu menikah dengan 33:45 kebaikan. Waktu menikah dengan kebaikan. 33:49 Jadi suami istri ini menikah dengan 33:52 kebaikan, tapi timbulnya berbagai macam 33:57 permasalahan. 34:01 Timbulnya berbagai macam persoalan yang 34:04 terjadi. 34:06 Apa yang terjadi? Kok bisa melepaskan 34:10 ledakan-ledakan 34:12 yang tidak diinginkan? 34:17 Jadi, bagaimana 34:20 dia merasakan 34:23 kenikmatannya berkeluarga 34:26 tidak akan ada karena sang suami melihat 34:31 seorang istri yang berlebihan. 34:35 Seorang istri melihat suami yang 34:38 berlebihan, saling masing-masing 34:40 berlebihan. 34:42 Maka munculnya ekspektasi yang 34:46 berlebihan, 34:50 akhirnya apa yang terjadi? Yang terjadi 34:53 adalah 34:55 pensilangan. 34:57 Terjadi kesilangan yang masing-masing 35:00 mempunyai keinginan, 35:02 mempunyai satu kebutuhan. 35:07 Akhirnya enggak dapat. 35:09 Dan apa yang menjadi korban? Kita lihat 35:13 pertama anak-anaknya. 35:19 Anak-anaknya itu menjadi korban 35:25 ketika dia misalkan pisah. 35:29 Suami di rumah yang lain, istri di rumah 35:32 yang lain. Apalagi suami sudah menikah, 35:35 istri sudah menikah. Bagaimana anaknya 35:38 itu? 35:40 Kalau anak itu masih kecil, dia akan 35:43 merindukan seorang 35:47 seorang bapak. Dia merindukan seorang 35:49 ibu, tapi dia enggak dapat. 35:53 Karena apa? Karena masing-masing 35:55 mempunyai keinginannya sendiri. Maka si 35:59 anak itu apa yang terjadi? Yang terjadi 36:02 kebingungan. 36:04 Akhirnya dia lari. Dia lari ke mana? 36:10 Akhirnya anak ini lari ketemu sesuatu 36:14 yang negatif, narkoba, 36:17 perbuatan yang negatif. 36:20 Melakukan perbuatan nakal, 36:23 yaitu perbuatan negatif. 36:27 Perbuatan-perbuatannya dia ini 36:29 dikarenakan kedua orang tuanya. 36:35 Apa yang terjadi? 36:37 Kok dia datang-datang 36:39 bisa seperti itu? 36:44 Yang kita lihat ketika dia berhadapan 36:47 dengan papanya ya, dia mengatakan yang 36:51 enak-enak saja. Tapi setelah keluar dari 36:55 papanya, papanya enggak melihat, papanya 36:58 tidak mengetahui. Dia bebas 37:01 ketemu sama ibunya. Oh, iya. Papa 37:03 mengatakan ini mengatakan semuanya 37:06 dibohongin. Ketika itu larilah dia ke 37:10 tempat yang nega. 37:13 Nah, ketika ini yang terjadi 37:17 karena apa? Karena kedua orang tuanya, 37:22 kedua orang tuanya benar-benar berpisah. 37:29 Di situlah ketika ketidakadilan 37:33 bukan Allah, ketidakadilan 37:36 diri masing-masing. Ketika dia 37:39 mengatakan bahwa saya tidak bisa 37:42 sampaikan kepada anak-anak, katakan 37:46 bahwa oh papa sama mama sekarang sudah 37:50 berpisah. pertama kali sampaikan sama 37:54 anak itu. 37:57 Ketika mau mau berpisah, sampaikan 38:01 bagaimana 38:03 ketika kita mau berpisah, kita bilang, 38:06 "Karena papa tidak cocok sama mama." 38:11 Anak itu mengatakan apa yang terjadi? 38:14 Misalnya masih 10 tahun, masih 15 tahun, 38:18 apa yang terjadi? 38:20 Oh, karena mama punya pikiran yang 38:24 berbeda dengan pikirannya Papa. 38:27 Apa yang terjadi? Si anak itu masih 38:30 bingung. 38:33 Nanti kamu kalau sudah besar, kamu akan 38:36 mengerti 38:39 daripada di dalam kehidupan keluarga. 38:44 Di dalam keluarga bersama ribut si anak 38:49 kita. Aduh, dengerin ributnya, dengerin 38:51 ramainya, dengerin ceritanya, dengarin 38:55 macam-macam permasalahan. 38:58 Anak itu apa yang bingung. 39:02 Nah, sekarang berpisah tapi kita 39:05 sampaikan kepada anak kita, yuk. Kamu 39:09 tetap menjadi anak, kamu tetap menjadi 39:14 anak mama. Insyaallah 39:18 dengan berbagai macam kita ketemu 39:20 misalnya seorang suami papanya 39:23 mengatakan seminggu sekali kita harus 39:25 bertemu. Bertemu seminggu. Ketika 39:28 seminggu enggak bertemu, telepon katakan 39:31 bahwa papa tidak bisa bertemu. 39:33 Insyaallah kita akan bertemu lagi. Dan 39:36 teruskan interaksi ini. 39:40 Kalau interaksi itu terjadi, insyaallah 39:44 dia akan lebih tenang. 39:47 Dan arahkan yang kedua, kedua ini 39:51 walaupun sudah berpisah tetap bagaimana 39:56 mengarahkan anak itu. Arahkan anak itu 40:00 kepada sesuatu yang jalannya. 40:06 Oh, dia mau masuk kepada pendidikan. 40:09 Oke, masukin kepada pendidikan apa? Oh, 40:12 dia mau masuk ke insinyur, arahkan 40:14 kepada insinyur. Oh, dia mau masuk 40:16 kepada ee ekonomi, kita arahkan kepada 40:19 ekonomi. Fokuskan. 40:24 Jadi, arahkan oh pada agama, fokuskan 40:28 pada agama. Dan setiap kali kita 40:31 berdialog, 40:33 papanya berdialog, mamanya berdialog, 40:37 tapi jangan ikutkan diri papanya kepada 40:43 dii anak itu. Jadi seakan-akan masih 40:47 hidung, insyaallah anak itu tidak ke 40:51 mana-mana. dia akan tetap kalau memang 40:57 dalam berkeluarga 40:59 harus berpisah. 41:02 Harus berpisah. 41:05 Kalau harus berpisah ya kita sampaikan 41:08 dan arahkan anak-anak itu kepada 41:13 profesinya 41:15 atau kepada keahliannya. 41:18 Insyaallah anak tersebut akan tetap dan 41:22 tidak terjadi pengalihan, tidak terjadi 41:27 lari ke sana, tidak menjadi lari ke 41:30 mana-mana, tidak dia karena masih ada 41:35 ibu bapaknya, 41:38 papa mamanya, dia tetap menjadi seorang 41:42 yang benar-benar sekolah dengan tertib 41:46 dan dia tidak akan lari. 41:48 Bukan seenaknya. 41:51 Bukan sudah pizza udah dia biarin dia 41:54 mau ke mana, dia mau ke mana. Masa 41:55 berdak 42:01 tetap apabila 42:04 ketika kita pisah kita sampaikan dan 42:08 keduanya masih tetap memperhatikan 42:12 anak. 42:14 Insyaallah anak itu tidak akan lari-lari 42:18 ke mana-mana. 42:20 Insyaallah, Ustaz. Kalau suami istrinya 42:24 enggak cerai, 42:26 kelihatannya baik-baik saja, tapi 42:27 anaknya berantakan gitu, lantas apa yang 42:30 harus dilakukan? 42:33 Imam Ali pernah berkata, "Kalau kamu 42:36 menjaga hak Allah, tidak 42:38 mempersekutukannya dengan sesuatu, 42:41 kamu bertakwa padanya, Allah akan 42:42 menjaga kamu dan orang-orang yang kamu 42:44 cintai." 42:46 Nah, tadi ada hal yang saya lupakan juga 42:49 untuk 42:50 jawab berkaitan dengan anak-anak 42:53 yang mengalami broken home. 42:57 Akhirnya mereka menjadi liar, ada yang 42:59 terjerat oleh pergaulan bebas. narkoba 43:02 dan lain sebagainya. Dalam surah 43:04 Thaalaq, Allah sudah mengingatkan 43:06 pasangan suami istri kalau mereka 43:08 berpisah. 43:11 Allah berfirman, "Askinuhunna min 43:14 haitsitu sakantum wujikum wunqu 43:24 [Musik] 43:27 arna lakum faatuhunna ujurum." 43:32 Ini masa perceraian sebelum total 43:34 berpisah. Tempatkan pasangan kalian pada 43:36 saat kalian menceraikan istri kalian. 43:40 Dalam waktu indah ketinggal serumah 43:41 sama-sama. 43:43 Jangan dikeluarkan. 43:46 Tapi tempatkan istri kalian ya di tempat 43:50 yang kalian biasa diami. Arti sama-sama 43:52 jangan pindah ke kamar pembantu. 43:55 Kalau cuma satu kamar yang istimewa, 43:57 istri di kamar utama, si suami bisa di 43:59 luar. Semua diberikan waktu oleh Allah 44:02 kurang lebih selama 3 bulan. 44:04 untuk berpikir apa betul-betul mau 44:06 berpisah. Nah, selama idah tersebut 44:08 kalau suami mau balik tinggal balik 44:10 tarik istrinya berkumpul selesai. 44:12 Indah enggak? 44:13 Indah. 44:14 Tapi jangan dipulangkan ke rumah orang 44:15 tua nanti akhirnya banyak. Ada tukang 44:18 pulnya, ada tukang organnya yang 44:21 menghasut, memanas-manas. Ini penyebab 44:24 rumah tangga susah untuk diperbaiki. 44:30 Kalau istri kalian sedang hamil, kalian 44:32 ceraikan dia sedang hamil, maka sampai 44:34 melahirkan anaknya. 44:36 Berikan nafkah mereka secara. 44:40 Kalau mereka melahirkan anak, berarti 44:42 berpisah dari suaminya. 44:44 Maka fain ardna lakum. Kalau mereka 44:47 menyusui anak-anak kalian, kalian wajib 44:49 memberikan gaji mereka. bukan nafkah 44:52 gaji mereka. 44:57 Lalu Allah jelaskan wa taasum. 45:01 Kalau tidak ada kesepakatan, biaya yang 45:04 diminta istri umpamanya untuk menyusui 45:06 anaknya cukup tinggi, suami umpamanya 45:08 keberatan biar disusui oleh wanita. 45:13 Jangan sampai ana dikorbankan karena 45:15 kemarahan di antara kalian. Kemudian 45:18 waamiru bainakum bruf. Kalian musyawarah 45:21 dengan cara yang makruf dalam mendidik 45:23 anak. Kalian berpisah tapi jangan anak 45:26 kalian dikorbank. Suami menjalankan 45:29 tugasnya ya untuk memberikan nafkah. 45:32 Waal mauludi lahu rizquunna waiswatuhun 45:35 biluf. 45:37 Bapak ya dengan sendirinya apa? Punya 45:40 kewajiban untuk memberikan nafkah, 45:42 makan, pakaian bahkan tinggal yang layak 45:45 bagi mereka. 45:48 Waal waralik. 45:50 Kalau searisi si bapak enggak ada kan 45:52 ada saudaranya mungkin ahli warisnya 45:53 punya tanggung jawab. Jadi anak ini 45:56 menjadi tanggungan dari apa? 46:00 Pada saat menyusui ibu menyusui 46:01 diberikan gaji karena dia menyusui anak 46:05 dan musyawarah cara baik-baik. Jadi 46:07 kalau seandainya anaknya mau sekolah, 46:10 ibu minta disekolahkan di tempat ini, si 46:14 Bapak berbeda pendapat. Coba musyawarah 46:18 ya dengan hasil yang akan membawa 46:20 anaknya lebih baik. Jangan masing-masing 46:22 bersih kuku bawa caranya. Betul gak? 46:24 Karena gara-gara ini bisa apa? Bisa 46:26 ribut. 46:29 Dan Bapak punya kewajiban untuk 46:30 mengunjungi anak. Istri tidak berhak 46:32 menghalangi. Dan istri jangan 46:35 jelek-jelekkan suami atau ayah mereka di 46:37 depan mereka. Suami juga jangan 46:41 menjelek-jelekkan 46:42 ibu mereka. 46:45 Kalau si anak-anak bertanya, "Mah, 46:46 kenapa ayah berpisah?" 46:49 Rupanya ini kehendak Allah. Allah 46:52 Subhanahu wa taala batasi jodoh kita 46:55 sampai di sini. Tapi mungkin kita 46:56 kembali, "Ayah kamu orang baik." Ayah 46:59 juga kalau ditanya kenapa? 47:01 Sebutkan ibu kamu orang baik. 47:03 Masyaallah. Tapi rupanya e ada 47:05 ketidakcocokan. Tapi mungkin ayah bisa 47:07 kembali lagi. Kamu berdoa yang terbaik 47:10 buat ayah ibu kamu. Jangan kamu bersikap 47:12 kurang ajar pada ibu kamu. 47:14 Si ibu juga begitu. Bukan menanam 47:16 kebencian di hati mereka. Ini yang akan 47:18 mengakibatkan rasa percaya diri mereka 47:21 terhadap idola mereka hilang. 47:23 Idola anak-anak tuh bapak ibunya. 47:25 Kalau si ibu jelekkan bapak, bapak 47:27 jelekkan ibu, maka mereka akan 47:29 kehilangan idola mereka. Cari idola di 47:31 luar. 47:33 Kalau tidak dapat cari pelarian. 47:36 Ditawarkan minuman, dia minum. 47:38 Ditawarkan perempuan dia. Ini semua 47:40 karena ulah perbuatan orang tuanya yang 47:43 tidak menjaga anak mereka. Kebersihan 47:45 hati mereka pada saat mereka bercerai 47:48 sebagaimana mereka wajib pada saat 47:50 mereka dalam keadaan rukun. 47:53 Jadi sebetulnya penyebabnya semua karena 47:56 mereka tidak bijak dalam menyikapi saat 47:59 mereka bercerah. Oleh karena itu saya 48:01 temukan ada kasus perceraian suami 48:04 istri, 48:07 perpisahan di antara keduanya. 48:10 Si ibu itu walaupun sudah bercerai 48:12 selalu mengingatkan anaknya untuk hormat 48:14 pada abahnya. Kita berpisah bukan karena 48:16 ayah kamu tidak baik pada ibu, tidak. 48:19 Tapi mungkin karena belum ada kecocokan. 48:22 Si bapak juga sama. Marah sekali kalau 48:24 si anak ini menentang ibunya. 48:29 diingatkan untuk bakti pada ibunya, 48:31 berbuat baik pada ibunya. Allah kasih 48:33 subhanallah itu anak tumbuh dalam 48:34 keadaan sehat dan baik. Dan pada 48:36 akhirnya kedua-duanya rujuk kembali. 48:40 Tapi kalau ada kata-kata yang buruk yang 48:42 pernah keluar dari mulut mereka, enak 48:43 enggak? 48:45 Enak enggak? Nanti anak dulu ayah 48:47 ngomong begini. Betul enggak? 48:51 Dulu ibu pernah ngomong begini. Jadi 48:53 sebetulnya kita harus ingat kata-kata 48:55 itu bisa menimbulkan dampak psikologi 48:58 yang amat luar biasa buruknya pada anak 49:00 atau baik. Yes. 49:01 Kata-kata yang baik dari ibu tentang 49:04 ayahnya yang telah meninggalkan itu akan 49:06 membuat anak hormat pada ayahnya. Ayah 49:08 juga begitu sama. 49:09 Kata-kata yang baik mengenai istrinya 49:11 itu akan membuat si anak hormat pada 49:13 ibunya. Jangan sampai hati mereka 49:16 tergores oleh aib ya yang ada di antara 49:19 mereka. 49:21 Tapi sayang sungguh sayang. Kebanyakan 49:23 orang ini lepas kendali suka ikuti hawa 49:25 nafsunya. 49:27 Ibu kamu begini, ibu kamu tuh begini, 49:29 ibu kamu begini. Si bapak juga ibu bapak 49:31 kamu tuh begini, bapak kamu begini. Kan 49:33 enggak bagus sama sekali. 49:36 Jadi betapa indahnya kalimat thayyibah 49:39 itu menjadi apa? Menjadi wasilah kita 49:42 dalam berkomunikasi dengan siapapun. 49:45 Allah ingatkan, "Khudil afwa wamur bil 49:47 urfi wail jahilin." Kalau kamu katakan 49:51 merasa dizalimi orang, ambil sikap 49:53 memberikan maaf, ajat pada kebaikan dan 49:56 berpalinglah dari orang. 49:59 Allah berfirman di dalam 50:03 surah Tagabun. Ya ayyuhalladzina amanu 50:05 inna min azwajikum wauladikumakumaruhum 50:11 wainuasfahuagfiru 50:14 fainnallaha gofurahim. Innama amwalukum 50:16 wauladukum fitnah. Pertama Allah 50:20 ingatkan, hati-hati 50:23 sebagian dari pasangan kalian, 50:27 sebagian dari pasangan orang yang 50:28 beriman ini, begitu pula anak-anak 50:30 kalian itu musuh bagian. 50:34 Kalau kita kembali ke belakang, kita 50:36 akan temukan dulu sahabat Nabi yang akan 50:39 berhijrah dari Makkah. 50:42 Akan berhijrah dari Makkah 50:45 dihalang-halangi oleh istri sama 50:47 anaknya. Istrinya menangis, anak-anaknya 50:50 menangis. Kalau kalian pergi berhijrah, 50:54 gimana nasib kami nanti? 50:57 Suaminya mengajak mereka berhijrah, tapi 51:00 mereka berat untuk meninggalkan tempat 51:02 kediaman mereka, harta mereka. Berkumpul 51:05 bersama Rasulullah. Ha, suaminya marah. 51:08 Kalau Allah menangkan rasulnya, 51:12 saya tidak akan menerima kalian untuk 51:17 Jadi maksudnya dia tidak akan berikan 51:18 maaf buat istrinya maupun anaknya. Lalu 51:21 Allah ingatkan, wain tagfiru 51:24 wain tagfiru 51:26 watasfahu fainnallah 51:29 wain tagfiru 51:32 wain enggak wain tagfiru wainfu 51:35 watasfahu watagfiru wainfuasfahu 51:38 watagfiru fainnallah kalau kalian 51:41 maafkan yang lalu 51:43 begitu juga melupakan ya kebencian dan 51:47 memberikan maaf Allah juga maha 51:50 pengampun lagi. 51:52 Jadi sebetulnya ini merupakan gambaran 51:55 bahwa kadang-kadang sebagian istri anak 51:57 kita ini bisa menjadi penghalang menuju 51:59 kebaikan. 52:01 Pejabat yang tadinya baik, rapi 52:04 taat pada Allah, jujur, dihasut oleh 52:08 istrinya, dirongrong oleh istrinya, oleh 52:10 anaknya, kasihan anak-anak kita. Jangan 52:12 sampai susah seperti kita dulu. Akhirnya 52:15 bapaknya menutup mata dari 52:18 pelanggaran-pelanggaran yang mereka 52:20 lakukan. Akhirnya merusak orang tuanya 52:23 sampai ada yang masuk KPK. Akhirnya 52:25 kemudian dijebloskan dalam penjara. 52:28 Padahal tadinya baik. Jadi maksudnya 52:32 sebahagian dari pasangan kalian, anak 52:34 kalian, musuh kalian, maksudnya apa? 52:36 Mereka bisa menjadi alat musuh untuk 52:38 menjerumuskan kita. 52:41 Bahaya gak? Bahaya. Padahal tadinya 52:45 istiqamah, rapi, baik-baik, digoda oleh 52:48 materi, dia bersabar. Begitu anak 52:51 istrinya menggoda 52:54 akhirnya goyah. Jadi maksudnya bisa 52:56 menjadi alat bagi setan untuk 52:58 menjerumuskan kita wali iyadubillah 53:01 kepada apa yang mencelaka. 53:04 Nah, berikutnya innama amwalukum wa 53:07 auladukum fitnah. 53:10 sesungguhnya harta kalian dan anak-anak 53:13 kalian tuh fitnah. 53:16 Apa arti fitnah? Dalam bahasa Arab, 53:19 yuftanu adzahabu binar wauftanul mukmin 53:23 bil bal. Emas itu kalau mau diuji 53:26 keasliannya menggunakan api. 53:28 Orang yang beriman dengan bala. Nah, 53:32 fitnah yang datang dari istri kita ini 53:34 yang menggoda, mempesona. 53:37 Karena kecintaan kita pada istri kita 53:39 kadang-kadang lupa dan lengah. Betul 53:41 gak? Kecintaan kita pada anak juga 53:43 begitu kan. Terkadang kita tidak sadar 53:46 sedikit demi sedikit. 53:49 Kita hanya apa? Step by step digiring 53:52 oleh setan tanpa kita sadari karena 53:54 kecintaan kita pada istri dan anak. 53:58 Jadi kata fitnah di sini bukan fitnah 54:00 dalam arti mengaruh domba, tapi fitnah 54:02 di sini ya contohnya dalam bahasa 54:05 imraatun fatinah. 54:07 Artinya wanita yang mempesona, yang 54:10 membuat orang lupa. Bahkan istri di 54:12 samping dia lupa. Betul enggak? Ada 54:15 sekali waktu di YouTube pasangan suami 54:17 istri lagi olahraga lihat seorang 54:19 perempuan yang seronok matanya langsung 54:21 apa? 54:23 Di istri langsung marah. Panggil itu 54:25 perempuan. Kemari, kemari, kembali, 54:27 kemari, kemari. Dia bilang sama suaminya 54:28 dipegang kepalanya, "Lihat tuh, lihat 54:30 tuh." Kenapa? 54:33 Karena matanya jelatan kan. Siapa 54:35 istrinya enggak sakit hati? 54:38 Jadi kata Fatinah di sini fitnah itu 54:42 godaan yang luar biasa menggoda 54:44 orang-orang kafir menggunakan harta 54:46 tawaran untuk menggoda orang yang 54:48 beriman supaya apa? Keluar dari imannya. 54:50 Innalladina fatanul mukminina wal 54:52 mukminat. Bisa berarti dengan bujukan, 54:55 dengan harta. bisa berarti dengan 54:56 ancaman dan penindasan. 54:59 Jadi innama amwalukum wa auladukum 55:01 fitnah. Kita ini merasakan kita kalau 55:04 dicoba dengan tawaran macam-macam kita 55:06 bertahan. Tapi kalau sudah berkaitan 55:08 dengan anak istri apalagi istrinya 55:12 cantik menawan sedangkan dia kurang 55:14 tampan, takut kalau sampai istrinya 55:15 nanti terbang meninggalkan dirinya. Goda 55:18 gak? Godaan. Begitu juga anak. 55:22 Jadi ingat bahwa istri kalian, pasangan 55:25 kalian nih, begitu juga anak kalian 55:27 fitnah. Dan ini juga bukan berlaku hanya 55:29 istri karena azwaj itu berlaku untuk 55:31 suami, berlaku juga untuk istri. 55:33 Perempuan baik-baik jatuh cinta semua 55:35 seorang laki-laki nonmuslim, Haji pindah 55:37 agama. Betul gak? Jadi kata-kata azwaj 55:41 ini berlaku untuk pasangan. Sesungguhnya 55:43 wahai orang yang beriman, sebagian 55:45 pasangan kalian, anak kalian itu fitnah 55:47 bagi suami juga bagi istri. 55:51 Makanya kita disuruh memilih fadfar 55:54 bidzatidin. Solusinya supaya tidak 55:56 terjerumus, pilih wanita bukan hanya 55:59 beragama Islam tapi beratuddin Islamnya 56:01 menyatu dengan dirinya. Tariba tiada 56:03 kalau kamu enggak mau kamu salah pilih 56:06 kedua tangan kamu berlumuran tanah. 56:08 Maksudnya berlumuran kehinaan. 56:11 Bisa-bisa istri menjerumuskan kita dalam 56:13 kehinaan. Tapi wanita salihah dia yang 56:15 akan membawa kita dengan amalnya, dengan 56:18 kesetiaannya menuju kemuliaan. Karena 56:21 terang-terangan rumah tangga itu kalau 56:23 hilang ketenangannya karena perilaku 56:26 istri yang tidak baik atau karena 56:28 perilaku suami yang tidak baik, itu 56:30 betul-betul membuat neraka ya. Neraka 56:33 apa? Neraka dalam kehidupan dunia. 56:37 Tapi kalau kita damai, walaupun rumah 56:39 kita kecil, katakan bahkan tanpa ubin. 56:43 Zaman saya masih kecil, kita sering 56:45 berkumpul di rumah tetangga kita ya, 56:47 rumahnya ya biasa bangunan-bangunan 56:50 gubuk, lantainya tanah. Paling kalau 56:54 nanti apa namanya kalau seandain mai 56:56 otak pakaian air lagi diratakan lagi. 56:59 Dan subhanallah kalau kita lagi 57:00 kepanasan tidur di tanah enak luar biasa 57:03 makan juga luar biasa enaknya. Betul 57:05 enggak? Kebetulan pemiliknya tukang jual 57:08 rebusan. Kita tidur di sana makan 57:10 singkong rebusan. Nikmat luar biasa. 57:13 Padahal apa? Hidup mereka sederhana. 57:17 Jadi bukan karena rumah mewah, bukan 57:19 karena kekayaan, kedudukan, tapi 57:23 sakinatun nafsi yang merupakan anugerah 57:25 Allah. Jangan disia-siakan. Siram pupuk 57:27 dengan baik dan jaga kalimat kita. 57:30 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 57:33 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 57:35 ilaik. 57:37 Wasalamualaikum warahmatullahi 57:38 wabarakatuh. 57:39 Waalaikumsalam 57:41 wabarakatuh. 57:42 Terima kasih sekali Ustaz Husin, Pak Abu 57:45 Bakar dengan pencerahannya hari ini. 57:46 Jadi ikhwan akhwat, kalbu kita itu bukan 57:49 dalam genggaman kita dan keharmonisan 57:52 tidak akan terwujud tanpa izin dari 57:55 Allah Subhanahu wa taala. Jadi yang 57:58 harus kita lakukan insyaallah ya semakin 58:00 dekat dengan Allah. Semoga juga keluarga 58:03 kita sakinah mawadah warahmah. Amin. 58:07 Billahi taufik walidayah. 58:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:10 wabarakatuh.