Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah wasyukurillah kita
- dikaruniai kesempatan untuk berada
- bersama-sama psikologi keluarga.
- sepenggala acara yang mudah-mudahan
- mempersuasi dan memotivasi kita untuk
- bisa melangkah menjadi hamba Allah yang
- mendapatkan ridanya. Tidak lupa salam
- selawat kita lantunkan untuk junjungan
- umat kekasih kita Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak
- kita mendapatkan syafaatnya dan dapat
- bersama-sama beliau di saat yang sangat
- kita rindukan di yaumil akhir.
- Ikhwan akhwat. Mudah-mudahan topik hari
- ini juga akan merupakan bahasan yang
- kita perlukan.
- Dan asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dan semua yang berada bersama-sama
- psikologi keluarga. Sebelum memulai,
- kita akan bersama-sama membaca ummul
- kitab.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- wadolin
- Ustaz Husein, Pak Abu Bakar, dan
- teman-teman semua yang bersama-sama
- psikologi keluarga. Ada dua kasus, tapi
- intinya hampir sama terkait dengan
- perceraian ini. Banyak anak-anak menjadi
- broken home, Ustaz, yang tidak baik,
- tidak sedikit anak-anak yang tadinya
- saleh jadi nakal masuk ke pergaulan
- bebas.
- stres, depresi, terjebak narkoba akibat
- perceraian kedua orang tuanya. Banyak
- sih orang tua yang termasuknya tidak
- memikirkan dampak jangka panjang akibat
- perceraian ini. Percaya perceraian
- kebanyakan terjadi karena keduanya atau
- salah satunya enggak takut sama Allah.
- Begitukah, Ustaz? Sedangkan ee ini semua
- menjadikan terjadinya perbuatan yang
- menghancurkan hubungan di dalam rumah
- tangga. Bagaimana juga agar hidup rumah
- tangga kita tetap langgem sampai jannah.
- Itu yang pertama. Kemudian yang kedua,
- Ustaz, bagaimana orang yang cerai habis
- masa idahnya? Lantas suami ingin balik,
- sang istri juga masih ingin tetapi
- dihalangi oleh orang tuanya karena
- perasaan mereka lebih terluka.
- Pertanyaannya, di dalam hukum Islam
- bagaimanakah, Ustaz? Terima kasih. Iya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bismillahi khairil asma. Bismillahiabbil
- ardhi wasama. Bismillahilladzi la yaduru
- ma ismihi saaiun fil ardhi wala fisama.
- La ilahaillallahu wahdahu la syarikalah
- lahul mulk walahul hamdu yuhyi wa yumit
- wahua ala kulliyain qodir.
- Falillahil hamdu rabbis samawati waabbil
- ardhi rabbil alamin. Walahul kibriya fis
- samawati wal ard wahuwal azizul hakim.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wfaf'na bima
- alamtana. Rabbana zidna ilman waiknain.
- Amma ba'du.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Para pendengar
- pemirsa psikologi keluarga
- yang dimuliakan oleh.
- Banyak orang bertanya-tanya,
- bagaimana kita menjaga keharmonian rumah
- tangga kita agar tetap dalam suasana
- yang penuh dengan kedamaian, dalam
- ketaatan kepada Allah.
- Bukan hanya sebatas
- kehidupan dunia kita berkumpul, tapi
- juga dikumpulkan bersama-sama di hari
- akhir.
- Untuk menyatukan
- di antara dua tubuh tanpa cinta bisa
- terjadi.
- Kita jumpai bagaimana laki-laki ya yang
- melakukan hubungan yang diharamkan Allah
- bersama wanita yang bukan merupakan
- pasangan.
- bertemu mengadakan kesepakatan, lalu
- mereka melakukan hubungan tersebut tanpa
- dasar cinta dan rahmat.
- Tapi untuk menyatukan dua hati yang
- dapat melakukan hanya Allah Subhan.
- Tidak ada seorang pun selain Allah yang
- kuasa untuk menyatukan dua hati.
- Kalau Allah Subhanahu wa taala
- menyatukan kedua hati, tak ada seorang
- pun yang kuasa untuk memisahkan.
- Tapi bila Allah pisahkan, tak ada satuun
- kekuasaan yang mampu untuk menyatukan.
- Maaftahillahu linasi rahmatin fala
- mumsika laha w yumsik fala mursil lahu
- wahual azizul hakim. Kalau Allah membuka
- rahmatnya bagi seseorang, ada seorang
- pun yang kuasa untuk menutup dan
- menahan.
- Tapi kalau Allah menutup rahmatnya dari
- seseorang, tak ada seorang pun yang
- kuasa untuk membukanya. Wahual alazizul
- hakim. Dia maha perkasa lagi maha biasa.
- Oleh karena itu, kalau kita ingin hidup
- harmoni, damai dengan penuh kecintaan,
- rasa mawaddah dan rahmah, kita harus
- minta kepada pemilik dan penguasanya.
- Allah berfirman, "Wamin ayatihi an
- khalaqo lakum min anfusikum azwajin."
- Dari ayat-ayat dan tanda kebesarannya
- Allah menciptakan bukan dari jenis yang
- lain,
- dari jenis yang sama.
- Dari entitas yang sama, dari jiwa yang
- sama, Allah ciptakan pasangan kalian.
- Apa tujuan berpasangan di sini?
- Litaskunu ilaiha. Agar kedua-duanya
- menemukan dan merasakan rasa sakinah
- melalui apa? Melalui pasangannya.
- Laki-laki menemukan rasa sakinah bersama
- istrinya. Istri juga mendapatkan dan
- merasakan rasa yang sama bersama suami.
- Kemudian Allah tambahkan, waj'ala
- bainakum mawaddatan.
- Allah letakkan, jadikan di hati kalian
- rasa mawadah,
- rasa lengket, kedekatan yang luar biasa.
- Di samping rasa mawaddah
- juga Allah anugerahkan rasa rahmat.
- Rahmat ini yang membuat hidup ini penuh
- dengan
- dalam sebuah riwayat arahmatu maudat
- fiin illaatu.
- Rasa rahmat ini kalau diletakkan pada
- sesuatu akan membuat indah menarik.
- W nuziat minaiin illau. Begitu rahmat
- dicabut dari seseorang maka penampilan
- orang tersebut bagaimanapun tampan
- cantiknya akan kehilangan semua.
- Sebagai contoh,
- kalau kita menyaksikan seekor harimau
- yang sedang menjilati anaknya,
- tidak lama kemudian dia berburu,
- setelah itu mengupas kulit buruannya,
- dihidangkan pada anak-anaknya yang kecil
- sambil dijilati kepalanya dan anaknya.
- Setelah itu didekap ke sisinya untuk
- menyusu, sedangkan dia makan dari
- sisa-sisa makanan anak. Kira-kira
- pemandangan ini mengharukan apa tidak?
- Tapi seorang manusia kalau kehilangan
- kemanusiaan dan rahmat
- walaupun dia tampan kaya raya, dia
- menganiaya istrinya, menganiaya anaknya,
- memperlakukan mereka dengan betul-betul
- perlakuan yang tidak manusiawi.
- Kira-kira bagaimana pemandangan orang
- tersebut?
- kekayaannya, kedudukannya,
- ketampanan wajahnya maupun kecantikannya
- tidak akan dapat betul-betul apa? Tidak
- akan dapat menggantikan rahmat yang
- hilang.
- Jadi, Allah Subhanahu wa taala tanamkan
- di hati keduanya mawaddah dan rahmat.
- Nah, tinggal kita bagaimana
- menyiram dan memupuk sakinah tersebut.
- Mawaddah dan rahmah Allah sudah berikan
- ya bibitnya benihnya di hati kita. Nah,
- begitu kita bertakwa kepada Allah,
- menjaga Allah, Allah akan jaga. Allah
- akan bentengi rasa sakinah, mawaddah,
- dan rahmah di hati kita. Begitu kita
- mengerjakan
- perbuatan-perbuatan yang mulia pada
- pasangan kita, laki-laki penuh perhatian
- juga ya membantu pasangannya
- dengan penuh ketulusan. Pohon tersebut
- akan tumbuh di hati mereka. Rasa sakinah
- akan terus menyelimuti hati mereka.
- Mawadah dan rahmah akan tumbuh semakin
- apa? Semakin rindang.
- Buah-buahnya pun akan terus mengalir
- walaupun mereka dipisahkan oleh jarak
- yang jauh.
- Banyak wanita-wanita yang cantik di luar
- tapi hatinya selalu terbayang dan
- terkenang pada pasangan. Begitu juga
- istrinya walaupun terpisah jauh dari
- suaminya di rumah dia mendoakan suaminya
- juga mengharapkan keselamatannya
- menunggu saat kembalinya. Ini semua
- merupakan
- apa? karunia dari Allah bagi orang-orang
- ya yang bertakwa kepada Allah, yang
- menjaga Allah, Allah akan menjaga
- dirinya. Oleh karena itu perlu kita
- memahami kata takwa itu sesuai dengan
- akar katanya. Ini penting. Ketika Allah
- berfirman, "Ya ayyuhalladzina
- amanutaqulah."
- Wahai orang yang beriman, bertakwalah
- pada Allah. Bertakwanya bukan takut pada
- Allah.
- Kata ittaqo yattaqi asalnya taqo yaqi.
- Dari kata kerja asalnya itu waqo yaqi
- yang artinya menjaga.
- Yang artinya
- menjaga
- menjaga.
- Nah, ittaqulah. Bersungguh-sungguhlah
- kalian menjaga pesan-pesan Allah.
- Menjaga betul-betul apa? Bimbingan dan
- petunjuknya.
- Ittaqulah. Bersungguh-sungguhlah kalian
- menjaga pesan-pesan Allah, bimbingan
- petunjuk
- haqq tuqati dengan sebenar-benarnya
- semaksimal kemampuan.
- Begitu kita menjaga apa yang datang dari
- Allah dari bimbingan dan petunjuknya,
- apa yang Allah akan lakukan terhadap
- kita? Waman yattaqillah yaj'allahu
- makhrajan. Begitu dia bertakwa kepada
- Allah, menjaga Allah, langsung yang
- tadinya tertutup, yang tadinya buntu
- satu persatu terbuka di hadapan
- dalam urusan dirinya, pekerjaannya,
- anak-anaknya
- tanpa dirasakan subhanallah beban yang
- berat menjadi ringan.
- Seolah bukan dia yang mengemudikan, tapi
- Allah yang mengemudikan kendaraan hidup.
- Warzu min haitu la yahtasib. Allah juga
- memberikan dia rezeki dari jalan yang
- tidak terduga dunia. Bukan hanya dari
- usaha kita, tapi dari pintu-pintu
- rahmat Allah Subhanahu wa taala. Allah
- akan membuka bagi kita semua.
- Waman yatawakal alallah. Dan siapa yang
- berlepas diri dari dari selain Allah
- sepenuhnya dia bersandar, berpegang,
- berharap, berlindung kepada Allah, Allah
- Subhanahu wa taala akan betul-betul
- mencukupi semua yang diinginkan,
- melindungi dari segala apa yang di
- Tapi bagaimanapun cantiknya seorang
- wanita, tampnya seorang laki-laki yang
- diberikan berbagai macam fasilitas hidup
- Mereka hidup bersama tapi tidak
- menghormati Allah.
- Maka keindahan mereka hanya tampak di
- luar mirip dengan bunga plastik.
- Si laki-laki kalau manggil istrinya
- mama,
- si istri juga sebaliknya begitu. Mereka
- saling mengecup di muka umum. Tapi
- sebetulnya
- sebetulnya Allah yang tahu bagaimana
- hati.
- Terkadang itu hanya ditampilkan di muka
- umum, tapi si laki-laki ternyata tidak
- merasa tenang bersama pasangannya. Istri
- juga begitu, tapi malu untuk menampakkan
- ketidakharmonian mereka. Jadi kehidupan
- yang penuh dengan kepura-puraan,
- orang sepintas mengatakan luar biasa
- seharmoninya mereka. He.
- Tapi yang dekat bahkan yang yang apa
- yang menjalani lebih tahu bahwa ternyata
- itu hanya merupakan penampilan indah
- mirip dengan bunga plastik yang tidak
- memiliki ruh.
- Dan saya sering menjumpai orang semacam
- ini. Begitu juga curhat. Orang
- mengatakan beruntung sekali pasangan
- tampan, cantik, pendidikannya juga
- sekufuku,
- pekerjaannya luar biasa. Ya, mereka
- sering berjalan bersama-sama dalam
- acara-acara resepsi ulang tahun
- kelihatan begitu hangat dan besra papa,
- Mami,
- tapi semua itu ternyata apa? Hanya
- merupakan tampilan.
- Dia berjalan bersama istrinya, dia
- perintahkan istrinya untuk pergi ke
- salon menampilkannya dengan indah. Lalu
- di muka umum dia bergandingan dengan
- istrinya. Ketemu sama teman-temannya,
- dia tunjuk istrinya untuk dibanggakan.
- Padahal pulang tanpa dijamah di rumah.
- Tapi ada pasangan suami istri tinggal di
- rumah gubuk sederhana, pekerjaannya
- pekerjaan kasar. Si perempuan di rumah
- tuh lagi menantikan kembalinya suami.
- Ada istri juga begitu tengah hari ya
- datang ke sawah untuk membawa makanan di
- bakul dengan apa? Allah kadarnya ikan
- asin, sayur asem, sambal sama lalapan.
- Mereka dua makan dengan penuh
- kebahagiaan.
- Mereka mengatakan, "Betapa besarnya
- nikmat yang Allah berikan buat kita."
- Sedangkan yang di hadapannya berbagai
- macam menu makanan
- lagi megang-megang kepalanya,
- lihat makanan tidak bergairah, tidak
- nafsu sama sekali. Sedangkan petani yang
- makan nasi, ikan asin, sayur asem, dia
- merasakan itu menu yang paling istimewa
- dalam hidupnya. Habis berkeringat,
- letih, lelah kan luar biasa.
- Iya.
- Jadi jangan terpedaya dengan penampilan
- di luar
- yang nampak begitu menarik mempesona
- tapi sebetulnya isinya
- merupakan apa? Hal yang keropos dan rap.
- Jadi berkaitan dengan hati Mbak Nun Abu
- Bakar, hati ini betul-betul berada dalam
- genggaman Allah Subhanahu wa taala.
- Sehingga Allah berfirman, "Ya
- ayyuhalladzina amanustajibu
- lillahi
- walir rrasul idza daakum
- lima yuhyikum."
- Wamu annallaha yahulu bainalqarbi bainal
- mari waqbi.
- Wahai orang yang beriman, kamu kalau
- diseru oleh Allah, diajak untuk
- mengikuti sesuatu atau menjauhi sesuatu,
- kalian harusnya bergegas-gegas,
- bersungguh-sungguh untuk menyambut
- seruan
- Allah
- yang mengajak kalian menuju kehidupan
- kalian, yang membawa kemuliaan bagi
- kalian. Dan ini
- Allah kuasa untuk merintangi seseorang
- dari hatinya.
- Hati memang
- ada dada kita.
- Maksudnya kalbunya bukan hati dalam arti
- anatomi. Ya. Kalau arti anatomi kan hati
- itu liver. Tapi dalam arti maknawinya
- adalah apa? Jantung hati. Di sanalah
- markas sentral dari seluruh apa? Kemudi
- kehidupan kita.
- Walaupun
- kalbu kita di dada kita, tapi ketahuilah
- Allah kuasa untuk merintangi seseorang
- dari kalbunya. Apa yang diinginkan, apa
- yang dicita-citakan, apa yang didamban,
- Allah kuasa untuk menghalanginya.
- Walaupun
- kalbu itu dalam dadanya, tapi walaupun
- jauh dari jangkauan kita, kalau kita
- mohon kepada Allah, berpegang kepadanya,
- Allah kuasa untuk mendekatkan yang jauh,
- kuasa juga untuk menjauhkan yang dekat.
- Oleh karena itu, orang yang beriman atau
- seorang muslim harus betul-betul
- sepenuhnya hatinya bersama Allah.
- Begitu dia bersama Allah, melepaskan
- ketergantungannya pada selainnya, maka
- dunia ini akan melayani dirinya dan
- tidak akan mengkhianatinya. Tapi begitu
- dia mengkhianati Allah,
- mempersekutukan Allah, dunia
- karena tunduk kepada Tuhannya akan
- mengkhianatinya.
- mengkhianati orang-orang yang
- mencintainya tapi melupakan Allah tapi
- akan melayani orang-orang yang setia
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena
- dunia kan merupakan apa? Bahagian dari
- bala tentara Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimana mungkin dia akan taat kepada
- orang yang berkhianat pada Allah
- Subhanahu?
- Akhirnya istrinya yang dicintai, yang
- dinikahi dengan biaya yang begitu
- tinggi, tidak lama kemudian mulai
- percikan-percikan api dari kecil hingga
- besar.
- Sampai waktu mereka ditanya, "Sebetulnya
- apa sebab keributannya?"
- Si laki-laki mengatakan, "Ustadz, saya
- enggak tahu, bingung
- bahnya apa saja kalau saya sampaikan
- padanya menimbulkan keributan."
- Si istri ditanya, "Sebetulnya apa
- masalahnya?" Serius? Tidak. Bnya saya
- enggak tahu kenapa tiap dia menyampaikan
- sesuatu pokoknya hati saya kesal aja.
- Ini kan masalah hati.
- Bisa enggak diselesaikan dengan uang?
- Tapi dengan rahmat Allah. Rahmat Allah
- yang menggenangi hati hamba-hambanya
- bisa menyatukan mereka. Jadi kalau kalbu
- kita bukan di tangan kita, tapi di
- tangan Allah, maka seharusnya kita dalam
- kehidupan rumah tangga mengikuti
- petunjuk Allah dalam adab ya. Suami pada
- istrinya, istri pada suaminya, suami
- menjalankan kewajiban pada istri pada
- anaknya, istri juga demikian. Tapi kalau
- dia tidak mau tunduk kepada Allah, tidak
- menghargai aturannya, jangan salahkan
- Allah kalau Allah melupakan dan
- meninggalkan dirinya. Wala takunu
- kalladina nasulullah faansahum
- anfusahum. Jangan kalian termasuk dari
- orang yang lupa kepada Allah. Akhirnya
- Allah membuat mereka lupa diri. Akhirnya
- dia enggak mampu mengendalikan dirinya,
- pembicaraannya. Tiap perbuatan yang
- dilakukan bawanya menjengkelkan aja.
- Begitu juga yang lain. Sama. J tadi
- bertanya bahwa sebab terjadinya
- keributan itu pasangan suami istri yang
- tidak taat pada Allah atau salah satunya
- itu betul.
- Oleh karena itu, barang siapa yang ingin
- damai dalam hidup ini, harmoni dan Allah
- mudahkan urusannya, hendaknya selalu
- hatinya mengingat Allah. Begitu hati
- mengingat Allah, dia akan lembut. Begitu
- dijauhkan dari zikrullah, hati akan
- keras membatu. Bahkan lebih keras lagi,
- akhirnya mendorong dirinya berbuat
- perbuatan yang asik.
- Nah, yang kedua,
- pasangan suami istri yang sudah hidup
- bersama bahkan memiliki anak
- atau terjadi keributan, mereka bercerai.
- Keributan ini pasti sebabnya karena
- mereka lengah lupa pada Allah.
- Jangan mengatakan bahwa istrinya kurang
- cantik atau suaminya kurang tampan. Kita
- jumpai seorang laki-laki yang jauh dari
- kata tampan, istrinya cantik, tapi
- mereka bisa hidup damai harmoni.
- Jadi pasangan-pasangan cantik dan tampan
- dari Hollywood atau artis kita hidup
- bersama tidak lama kemudian selamat
- berpisah.
- Betul gak? Iya. Bahkan si perempuan lari
- kepada laki-laki lain. Si laki-laki juga
- pindah perhatiannya kepada wanita lain.
- Begitu gampang mereka berpisah karena
- rasa rahmat di hati mereka dicabut oleh.
- Tapi kalau masih ada rahmat walaupun
- kakek-kakek,
- nenek-nenek,
- ketampaan kecantikannya telah hilang,
- duduk berduaan susah dipisahkan di
- antara keduanya. Bisik-bisik
- kita pandang bagaimana air mukanya,
- sentuhannya yang luar biasa. Betul gak?
- Betul.
- Heeh.
- Nah, pasangan suami istri berpisah.
- Akhirnya setelah mereka berpisah dan
- habis masa idahnya,
- si laki-laki menyesal. Terbawa emosi dan
- marah yang tidak dikendalikan. Si
- perempuan juga menyesal. Kenapa dia
- mancing-mancing kemarahan istrinya
- dan kemarahan suaminya? Akhirnya suami
- ingin balik lagi pada mantan istrinya.
- Orang tuanya mengatakan, "Tidak sama
- sekali
- kamu. Ya, saya berikan anak saya untuk
- kamu hargai, tapi ternyata kamu sakiti
- perasaan.
- Kamu ceraikan juga dengan kata-kata yang
- tidak. Saya tidak akan mengikhlaskan
- meridai anak saya kembali kepada
- ini pernah terjadi pada masa Rasul.
- Seorang wanita diceraikan dia kembali
- kepada saudaranya.
- Begitu laki-laki mau kembali, saudaranya
- tidak mengizinkan sama sekali. Nah, pada
- ayat 232 dalam suratul baqarah Allah
- berfirman, waidumunisagna
- ajarah falaunihna
- azwajahunna
- wunna
- azwajahunna.
- Kalau kalian ceraikan istri-istri
- kalian,
- mereka sudah mengakhiri masa idah.
- Maka Allah ingatkan pada keluarga wanita
- falaulun
- jangan kalian halangi mereka azwajah
- untuk kembali menikahi pasangan-pasangan
- bainahum bil maruf. Kalau mereka masih
- suka sama suka dengan niat yang baik
- untuk memperbaiki hubungan mereka.
- Dalika
- yuadu bihi manana minkum yminu billah
- walumill. Lalu untuk menyadarkan orang
- tua atau saudara yang menjadi wali bagi
- wanita ini. Yang demikian itu nasihat
- dari Allah, bimbingan bagi yang beriman
- kepada Allah dan hari akhir. Dalikum
- azka lakum wahar. Itu akan lebih menjaga
- kesucian kalian.
- akan menjaga apa? Jiwa kalian dalam
- keadaan baik dan suci. Ikuti petunjuk
- Allah Subhanahu wa taala. Azka lakum
- wahar. Wallahu ylamu wa antum la tamun.
- Sesungguhnya Allah tahu. Bukan hanya
- tahu yang sekarang. Yang akan datang
- tahu yang baik bagi kalian.
- Azkakum wahar wallahu yamu wa antum la
- tamun. Allah maha tahu, kalian tidak
- tahu. Ketika turun ayat ini, saudara
- laki-laki tersebut yang tadinya
- menghalangi ya akhirnya melepaskan
- karena tidak ingin dikeluarkan dari
- golongan orang yang beriman kepada Allah
- dan
- akhirnya mereka berumah tangga setelah
- pelajaran sebelumnya yang pahit, mereka
- merasa kehilangan masing-masing
- laki-laki kehilangan istrinya, istri
- kehilangan suaminya. Begitu kehilangan
- baru merasa. Waktu belum kehilangan si
- laki-laki mengatakan,
- "Dunia tidak sedun, patah satu 1000
- berganti." Memang ngomong gampang. Betul
- gak? Ini bukan main, bukan hanya
- hubungan fisik, tapi hubungan hati
- dengan hati. Si perempuan juga eh saya
- masih muda, masih banyak yang mau besar.
- Itu menyakitkan hati.
- Jadi kamu jangan pakai macam-macam. Saya
- juga enggak butuh sama kamu. Saya selama
- ini sebetulnya nyimpan ketidaksukaan
- sama kamu. Sekarang terpaksa saya buka.
- Padahal sebetulnya hanya untuk menjaga
- apa gengsinya kan laki kembali
- mengeluarkan kata-kata yang tidak.
- Orang kalau lagi benci kata-kata kotor
- yang keluar. Kalau lagi cinta biar yang
- kotor menjadi indah.
- Yang berbau tidak sedap menjadi harum.
- Kan? Iya.
- Jadi Allah kasih subhanallah dengan
- pelajaran yang pahit ini mereka sadar
- karena terkadang orang setelah mengalami
- pukulan baru menyadari rasanya
- kehilangan.
- Tadinya dia sering ribut ya, sering ini,
- sering itu, begitu salah satunya pergi
- baru dia merasakan ternyata
- perpisahan tersebut amat mengiris hati.
- Presiden Soeharto ketika ditinggalkan
- oleh Ibu Tib sudah tua kan?
- Atau dibandingkan wanita muda yang
- cantik kan banyak ditinggalkan oleh Ibu
- Tim langsung semangatnya turun
- menghadapi tekanan
- dia mengundurkan diri.
- Sebelumnya kan dia gagah.
- Oleh karena itu, laki-laki tidak mungkin
- sama sekali akan bangkit maju sukses
- tanpa pasangannya.
- Begitu juga wanita ya walaupun tidak
- terlihat di luar, tidak mendapatkan
- bintang penghargaan sebagai pahlawan,
- tapi suaminya itu sebetulnya merupakan
- bintangnya. Karena walaupun suami yang
- pakai bintang, sebetulnya yang
- menganugerahkan siapa? Istrinya
- memberikan dukungan yang baik, semangat
- sebagaimana Sayidah Sayidah Khadijah
- yang memberikan dukungan pada Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi kesimpulannya
- siapa-siapa yang ingin hidupnya harmoni
- damai dunia dan akhirat, dengarkan
- Allah, ikuti Allah dan jaga pesan-pesan
- Allah. Jangan kita beranggapan kita
- lebih pintar dari Allah.
- Kita lebih pintar dari Allah. Ada
- laki-laki yang berusaha menjaga istrinya
- tiap tahun diberikan hadiah berlian.
- Tiap tahun diberikan hadiah berat. Satu
- hari
- usahanya lagi sepi. Dia minta maaf kalau
- ini belum bisa mengasih, akan
- digantikan. Marah istrinya.
- Dia mengatakan suami sudah enggak
- mencintai dia lagi. Kemudian menuntut
- untuk berpisah.
- Kenapa? Karena ikatannya berliar.
- Berliarnya enggak ada, cintanya pergi.
- Betul gak?
- Tapi kalau rasa rahmat ini Allah kasih,
- masyaallah. Seekor ayam yang biasa
- ketemu kita lari. Begitu dia mengerami
- anaknya langsung kelihatan begitu berani
- kan. Bahkan berani berhadapan dengan
- ular lagi.
- Bahkan berhadapan dengan kita dia
- menunjukkan apa? Menunjukkan bagaimana
- keberaniannya. Itulah rahmat terhadap
- anak-anak.
- Oleh karena itu Rasul mengatakan
- innallaha yarhammu min ibadihahamma.
- Allah menyayangi, mengasihi
- hamba-hambanya yang pengasih dan
- penyayang.
- Irhamu man fil ardhi yarhamkum fisama.
- Rahmati kasih yang di bumi yang di
- langit akan mengasihi kalian. Man la
- yarham la yurham. Yang tidak memiliki
- rasa rahmat juga akan diputuskan dari
- rahmat. Maka hidup ini mulailah dengan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi
- maha penyayang. Begitu kita ucapkan hal
- ini, semua yang kita lakukan setelah itu
- di bawah naungan rahmat yang maha
- pengasih lagi maha penyayang. Ini kan
- peringatan. Kalau kita beristri dengan
- bismillahirrahmanirrahim,
- perlakukan istri kamu dong dengan penuh
- rahmat dan kasih. Kalau kamu ingin
- mendapatkan rahmat Allah yang maha
- pengasih lagi, jangan kita mengharap
- dari Allah rahmatnya, tapi kita justru
- halangi manusia dari rahmat Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Masyaallah.
- Jadi, ikhwan akhwat, yang menghadirkan
- cinta di dalam hati kita kepada pasangan
- itu adalah Allah. Tanpa rahmat Allah.
- Maka ya yang berantakan tadi itu
- belakangannya dan itu semua bisa jadi
- karena kedekatan kita yang mulai
- menipis. Apakah gerangan kata Ustaz Abu
- Bakar Baraja terkait dengan kasus kita?
- Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Segala
- yang indah-indah itu adalah milik Allah.
- Sesuatu yang bagaimana yang menarik itu
- dari Allah. Yang kita sukai adalah yang
- dari Allah. Yang kita ambil, yang
- menyenangkan itu dari Allah.
- Jadi, apapun yang terjadi yang baik itu
- dari Allah. Kalau yang tidak baik itu
- bukan dari Allah.
- Bagaimana sesuatu itu yang menjadikan
- yang terbaik?
- Seperti yang kita dengarkan kasusnya
- seorang suami istri yang sudah menikah
- bersama, mempunyai anak yang di
- pesantren, yang disekolahkan,
- yang dididik. dengan benar, dengan
- rahmatnya.
- Namun ketika itu suami istri itu
- timbulnya berbagai permasalahan.
- Apa yang terjadi ketika timbul berbagai
- masalah?
- Kita tidak mengetahui apa yang terjadi.
- Yang terjadi
- ada sesuatu yang tidak menyenangkan.
- Kalau kita mendengarkan
- apa yang disampaikan oleh Ustaz Husin
- tadi, itu merupakan suatu hal yang luar
- biasa. Bagaimana seorang suami istri itu
- bisa mendapatkan
- rahmatnya Allah.
- Karena menikah itu datangnya rahmatnya
- Allah. Namun di sini tidak terjadi
- bahwa Allah menciptakan manusia itu
- berpasang-pasangan.
- Antara yang baik akan mendapat kebaikan.
- Nah, tapi ini kok enggak dapat?
- Jadi sekarang dia waktu menikah dengan
- kebaikan. Waktu menikah dengan kebaikan.
- Jadi suami istri ini menikah dengan
- kebaikan, tapi timbulnya berbagai macam
- permasalahan.
- Timbulnya berbagai macam persoalan yang
- terjadi.
- Apa yang terjadi? Kok bisa melepaskan
- ledakan-ledakan
- yang tidak diinginkan?
- Jadi, bagaimana
- dia merasakan
- kenikmatannya berkeluarga
- tidak akan ada karena sang suami melihat
- seorang istri yang berlebihan.
- Seorang istri melihat suami yang
- berlebihan, saling masing-masing
- berlebihan.
- Maka munculnya ekspektasi yang
- berlebihan,
- akhirnya apa yang terjadi? Yang terjadi
- adalah
- pensilangan.
- Terjadi kesilangan yang masing-masing
- mempunyai keinginan,
- mempunyai satu kebutuhan.
- Akhirnya enggak dapat.
- Dan apa yang menjadi korban? Kita lihat
- pertama anak-anaknya.
- Anak-anaknya itu menjadi korban
- ketika dia misalkan pisah.
- Suami di rumah yang lain, istri di rumah
- yang lain. Apalagi suami sudah menikah,
- istri sudah menikah. Bagaimana anaknya
- itu?
- Kalau anak itu masih kecil, dia akan
- merindukan seorang
- seorang bapak. Dia merindukan seorang
- ibu, tapi dia enggak dapat.
- Karena apa? Karena masing-masing
- mempunyai keinginannya sendiri. Maka si
- anak itu apa yang terjadi? Yang terjadi
- kebingungan.
- Akhirnya dia lari. Dia lari ke mana?
- Akhirnya anak ini lari ketemu sesuatu
- yang negatif, narkoba,
- perbuatan yang negatif.
- Melakukan perbuatan nakal,
- yaitu perbuatan negatif.
- Perbuatan-perbuatannya dia ini
- dikarenakan kedua orang tuanya.
- Apa yang terjadi?
- Kok dia datang-datang
- bisa seperti itu?
- Yang kita lihat ketika dia berhadapan
- dengan papanya ya, dia mengatakan yang
- enak-enak saja. Tapi setelah keluar dari
- papanya, papanya enggak melihat, papanya
- tidak mengetahui. Dia bebas
- ketemu sama ibunya. Oh, iya. Papa
- mengatakan ini mengatakan semuanya
- dibohongin. Ketika itu larilah dia ke
- tempat yang nega.
- Nah, ketika ini yang terjadi
- karena apa? Karena kedua orang tuanya,
- kedua orang tuanya benar-benar berpisah.
- Di situlah ketika ketidakadilan
- bukan Allah, ketidakadilan
- diri masing-masing. Ketika dia
- mengatakan bahwa saya tidak bisa
- sampaikan kepada anak-anak, katakan
- bahwa oh papa sama mama sekarang sudah
- berpisah. pertama kali sampaikan sama
- anak itu.
- Ketika mau mau berpisah, sampaikan
- bagaimana
- ketika kita mau berpisah, kita bilang,
- "Karena papa tidak cocok sama mama."
- Anak itu mengatakan apa yang terjadi?
- Misalnya masih 10 tahun, masih 15 tahun,
- apa yang terjadi?
- Oh, karena mama punya pikiran yang
- berbeda dengan pikirannya Papa.
- Apa yang terjadi? Si anak itu masih
- bingung.
- Nanti kamu kalau sudah besar, kamu akan
- mengerti
- daripada di dalam kehidupan keluarga.
- Di dalam keluarga bersama ribut si anak
- kita. Aduh, dengerin ributnya, dengerin
- ramainya, dengerin ceritanya, dengarin
- macam-macam permasalahan.
- Anak itu apa yang bingung.
- Nah, sekarang berpisah tapi kita
- sampaikan kepada anak kita, yuk. Kamu
- tetap menjadi anak, kamu tetap menjadi
- anak mama. Insyaallah
- dengan berbagai macam kita ketemu
- misalnya seorang suami papanya
- mengatakan seminggu sekali kita harus
- bertemu. Bertemu seminggu. Ketika
- seminggu enggak bertemu, telepon katakan
- bahwa papa tidak bisa bertemu.
- Insyaallah kita akan bertemu lagi. Dan
- teruskan interaksi ini.
- Kalau interaksi itu terjadi, insyaallah
- dia akan lebih tenang.
- Dan arahkan yang kedua, kedua ini
- walaupun sudah berpisah tetap bagaimana
- mengarahkan anak itu. Arahkan anak itu
- kepada sesuatu yang jalannya.
- Oh, dia mau masuk kepada pendidikan.
- Oke, masukin kepada pendidikan apa? Oh,
- dia mau masuk ke insinyur, arahkan
- kepada insinyur. Oh, dia mau masuk
- kepada ee ekonomi, kita arahkan kepada
- ekonomi. Fokuskan.
- Jadi, arahkan oh pada agama, fokuskan
- pada agama. Dan setiap kali kita
- berdialog,
- papanya berdialog, mamanya berdialog,
- tapi jangan ikutkan diri papanya kepada
- dii anak itu. Jadi seakan-akan masih
- hidung, insyaallah anak itu tidak ke
- mana-mana. dia akan tetap kalau memang
- dalam berkeluarga
- harus berpisah.
- Harus berpisah.
- Kalau harus berpisah ya kita sampaikan
- dan arahkan anak-anak itu kepada
- profesinya
- atau kepada keahliannya.
- Insyaallah anak tersebut akan tetap dan
- tidak terjadi pengalihan, tidak terjadi
- lari ke sana, tidak menjadi lari ke
- mana-mana, tidak dia karena masih ada
- ibu bapaknya,
- papa mamanya, dia tetap menjadi seorang
- yang benar-benar sekolah dengan tertib
- dan dia tidak akan lari.
- Bukan seenaknya.
- Bukan sudah pizza udah dia biarin dia
- mau ke mana, dia mau ke mana. Masa
- berdak
- tetap apabila
- ketika kita pisah kita sampaikan dan
- keduanya masih tetap memperhatikan
- anak.
- Insyaallah anak itu tidak akan lari-lari
- ke mana-mana.
- Insyaallah, Ustaz. Kalau suami istrinya
- enggak cerai,
- kelihatannya baik-baik saja, tapi
- anaknya berantakan gitu, lantas apa yang
- harus dilakukan?
- Imam Ali pernah berkata, "Kalau kamu
- menjaga hak Allah, tidak
- mempersekutukannya dengan sesuatu,
- kamu bertakwa padanya, Allah akan
- menjaga kamu dan orang-orang yang kamu
- cintai."
- Nah, tadi ada hal yang saya lupakan juga
- untuk
- jawab berkaitan dengan anak-anak
- yang mengalami broken home.
- Akhirnya mereka menjadi liar, ada yang
- terjerat oleh pergaulan bebas. narkoba
- dan lain sebagainya. Dalam surah
- Thaalaq, Allah sudah mengingatkan
- pasangan suami istri kalau mereka
- berpisah.
- Allah berfirman, "Askinuhunna min
- haitsitu sakantum wujikum wunqu
- [Musik]
- arna lakum faatuhunna ujurum."
- Ini masa perceraian sebelum total
- berpisah. Tempatkan pasangan kalian pada
- saat kalian menceraikan istri kalian.
- Dalam waktu indah ketinggal serumah
- sama-sama.
- Jangan dikeluarkan.
- Tapi tempatkan istri kalian ya di tempat
- yang kalian biasa diami. Arti sama-sama
- jangan pindah ke kamar pembantu.
- Kalau cuma satu kamar yang istimewa,
- istri di kamar utama, si suami bisa di
- luar. Semua diberikan waktu oleh Allah
- kurang lebih selama 3 bulan.
- untuk berpikir apa betul-betul mau
- berpisah. Nah, selama idah tersebut
- kalau suami mau balik tinggal balik
- tarik istrinya berkumpul selesai.
- Indah enggak?
- Indah.
- Tapi jangan dipulangkan ke rumah orang
- tua nanti akhirnya banyak. Ada tukang
- pulnya, ada tukang organnya yang
- menghasut, memanas-manas. Ini penyebab
- rumah tangga susah untuk diperbaiki.
- Kalau istri kalian sedang hamil, kalian
- ceraikan dia sedang hamil, maka sampai
- melahirkan anaknya.
- Berikan nafkah mereka secara.
- Kalau mereka melahirkan anak, berarti
- berpisah dari suaminya.
- Maka fain ardna lakum. Kalau mereka
- menyusui anak-anak kalian, kalian wajib
- memberikan gaji mereka. bukan nafkah
- gaji mereka.
- Lalu Allah jelaskan wa taasum.
- Kalau tidak ada kesepakatan, biaya yang
- diminta istri umpamanya untuk menyusui
- anaknya cukup tinggi, suami umpamanya
- keberatan biar disusui oleh wanita.
- Jangan sampai ana dikorbankan karena
- kemarahan di antara kalian. Kemudian
- waamiru bainakum bruf. Kalian musyawarah
- dengan cara yang makruf dalam mendidik
- anak. Kalian berpisah tapi jangan anak
- kalian dikorbank. Suami menjalankan
- tugasnya ya untuk memberikan nafkah.
- Waal mauludi lahu rizquunna waiswatuhun
- biluf.
- Bapak ya dengan sendirinya apa? Punya
- kewajiban untuk memberikan nafkah,
- makan, pakaian bahkan tinggal yang layak
- bagi mereka.
- Waal waralik.
- Kalau searisi si bapak enggak ada kan
- ada saudaranya mungkin ahli warisnya
- punya tanggung jawab. Jadi anak ini
- menjadi tanggungan dari apa?
- Pada saat menyusui ibu menyusui
- diberikan gaji karena dia menyusui anak
- dan musyawarah cara baik-baik. Jadi
- kalau seandainya anaknya mau sekolah,
- ibu minta disekolahkan di tempat ini, si
- Bapak berbeda pendapat. Coba musyawarah
- ya dengan hasil yang akan membawa
- anaknya lebih baik. Jangan masing-masing
- bersih kuku bawa caranya. Betul gak?
- Karena gara-gara ini bisa apa? Bisa
- ribut.
- Dan Bapak punya kewajiban untuk
- mengunjungi anak. Istri tidak berhak
- menghalangi. Dan istri jangan
- jelek-jelekkan suami atau ayah mereka di
- depan mereka. Suami juga jangan
- menjelek-jelekkan
- ibu mereka.
- Kalau si anak-anak bertanya, "Mah,
- kenapa ayah berpisah?"
- Rupanya ini kehendak Allah. Allah
- Subhanahu wa taala batasi jodoh kita
- sampai di sini. Tapi mungkin kita
- kembali, "Ayah kamu orang baik." Ayah
- juga kalau ditanya kenapa?
- Sebutkan ibu kamu orang baik.
- Masyaallah. Tapi rupanya e ada
- ketidakcocokan. Tapi mungkin ayah bisa
- kembali lagi. Kamu berdoa yang terbaik
- buat ayah ibu kamu. Jangan kamu bersikap
- kurang ajar pada ibu kamu.
- Si ibu juga begitu. Bukan menanam
- kebencian di hati mereka. Ini yang akan
- mengakibatkan rasa percaya diri mereka
- terhadap idola mereka hilang.
- Idola anak-anak tuh bapak ibunya.
- Kalau si ibu jelekkan bapak, bapak
- jelekkan ibu, maka mereka akan
- kehilangan idola mereka. Cari idola di
- luar.
- Kalau tidak dapat cari pelarian.
- Ditawarkan minuman, dia minum.
- Ditawarkan perempuan dia. Ini semua
- karena ulah perbuatan orang tuanya yang
- tidak menjaga anak mereka. Kebersihan
- hati mereka pada saat mereka bercerai
- sebagaimana mereka wajib pada saat
- mereka dalam keadaan rukun.
- Jadi sebetulnya penyebabnya semua karena
- mereka tidak bijak dalam menyikapi saat
- mereka bercerah. Oleh karena itu saya
- temukan ada kasus perceraian suami
- istri,
- perpisahan di antara keduanya.
- Si ibu itu walaupun sudah bercerai
- selalu mengingatkan anaknya untuk hormat
- pada abahnya. Kita berpisah bukan karena
- ayah kamu tidak baik pada ibu, tidak.
- Tapi mungkin karena belum ada kecocokan.
- Si bapak juga sama. Marah sekali kalau
- si anak ini menentang ibunya.
- diingatkan untuk bakti pada ibunya,
- berbuat baik pada ibunya. Allah kasih
- subhanallah itu anak tumbuh dalam
- keadaan sehat dan baik. Dan pada
- akhirnya kedua-duanya rujuk kembali.
- Tapi kalau ada kata-kata yang buruk yang
- pernah keluar dari mulut mereka, enak
- enggak?
- Enak enggak? Nanti anak dulu ayah
- ngomong begini. Betul enggak?
- Dulu ibu pernah ngomong begini. Jadi
- sebetulnya kita harus ingat kata-kata
- itu bisa menimbulkan dampak psikologi
- yang amat luar biasa buruknya pada anak
- atau baik. Yes.
- Kata-kata yang baik dari ibu tentang
- ayahnya yang telah meninggalkan itu akan
- membuat anak hormat pada ayahnya. Ayah
- juga begitu sama.
- Kata-kata yang baik mengenai istrinya
- itu akan membuat si anak hormat pada
- ibunya. Jangan sampai hati mereka
- tergores oleh aib ya yang ada di antara
- mereka.
- Tapi sayang sungguh sayang. Kebanyakan
- orang ini lepas kendali suka ikuti hawa
- nafsunya.
- Ibu kamu begini, ibu kamu tuh begini,
- ibu kamu begini. Si bapak juga ibu bapak
- kamu tuh begini, bapak kamu begini. Kan
- enggak bagus sama sekali.
- Jadi betapa indahnya kalimat thayyibah
- itu menjadi apa? Menjadi wasilah kita
- dalam berkomunikasi dengan siapapun.
- Allah ingatkan, "Khudil afwa wamur bil
- urfi wail jahilin." Kalau kamu katakan
- merasa dizalimi orang, ambil sikap
- memberikan maaf, ajat pada kebaikan dan
- berpalinglah dari orang.
- Allah berfirman di dalam
- surah Tagabun. Ya ayyuhalladzina amanu
- inna min azwajikum wauladikumakumaruhum
- wainuasfahuagfiru
- fainnallaha gofurahim. Innama amwalukum
- wauladukum fitnah. Pertama Allah
- ingatkan, hati-hati
- sebagian dari pasangan kalian,
- sebagian dari pasangan orang yang
- beriman ini, begitu pula anak-anak
- kalian itu musuh bagian.
- Kalau kita kembali ke belakang, kita
- akan temukan dulu sahabat Nabi yang akan
- berhijrah dari Makkah.
- Akan berhijrah dari Makkah
- dihalang-halangi oleh istri sama
- anaknya. Istrinya menangis, anak-anaknya
- menangis. Kalau kalian pergi berhijrah,
- gimana nasib kami nanti?
- Suaminya mengajak mereka berhijrah, tapi
- mereka berat untuk meninggalkan tempat
- kediaman mereka, harta mereka. Berkumpul
- bersama Rasulullah. Ha, suaminya marah.
- Kalau Allah menangkan rasulnya,
- saya tidak akan menerima kalian untuk
- Jadi maksudnya dia tidak akan berikan
- maaf buat istrinya maupun anaknya. Lalu
- Allah ingatkan, wain tagfiru
- wain tagfiru
- watasfahu fainnallah
- wain tagfiru
- wain enggak wain tagfiru wainfu
- watasfahu watagfiru wainfuasfahu
- watagfiru fainnallah kalau kalian
- maafkan yang lalu
- begitu juga melupakan ya kebencian dan
- memberikan maaf Allah juga maha
- pengampun lagi.
- Jadi sebetulnya ini merupakan gambaran
- bahwa kadang-kadang sebagian istri anak
- kita ini bisa menjadi penghalang menuju
- kebaikan.
- Pejabat yang tadinya baik, rapi
- taat pada Allah, jujur, dihasut oleh
- istrinya, dirongrong oleh istrinya, oleh
- anaknya, kasihan anak-anak kita. Jangan
- sampai susah seperti kita dulu. Akhirnya
- bapaknya menutup mata dari
- pelanggaran-pelanggaran yang mereka
- lakukan. Akhirnya merusak orang tuanya
- sampai ada yang masuk KPK. Akhirnya
- kemudian dijebloskan dalam penjara.
- Padahal tadinya baik. Jadi maksudnya
- sebahagian dari pasangan kalian, anak
- kalian, musuh kalian, maksudnya apa?
- Mereka bisa menjadi alat musuh untuk
- menjerumuskan kita.
- Bahaya gak? Bahaya. Padahal tadinya
- istiqamah, rapi, baik-baik, digoda oleh
- materi, dia bersabar. Begitu anak
- istrinya menggoda
- akhirnya goyah. Jadi maksudnya bisa
- menjadi alat bagi setan untuk
- menjerumuskan kita wali iyadubillah
- kepada apa yang mencelaka.
- Nah, berikutnya innama amwalukum wa
- auladukum fitnah.
- sesungguhnya harta kalian dan anak-anak
- kalian tuh fitnah.
- Apa arti fitnah? Dalam bahasa Arab,
- yuftanu adzahabu binar wauftanul mukmin
- bil bal. Emas itu kalau mau diuji
- keasliannya menggunakan api.
- Orang yang beriman dengan bala. Nah,
- fitnah yang datang dari istri kita ini
- yang menggoda, mempesona.
- Karena kecintaan kita pada istri kita
- kadang-kadang lupa dan lengah. Betul
- gak? Kecintaan kita pada anak juga
- begitu kan. Terkadang kita tidak sadar
- sedikit demi sedikit.
- Kita hanya apa? Step by step digiring
- oleh setan tanpa kita sadari karena
- kecintaan kita pada istri dan anak.
- Jadi kata fitnah di sini bukan fitnah
- dalam arti mengaruh domba, tapi fitnah
- di sini ya contohnya dalam bahasa
- imraatun fatinah.
- Artinya wanita yang mempesona, yang
- membuat orang lupa. Bahkan istri di
- samping dia lupa. Betul enggak? Ada
- sekali waktu di YouTube pasangan suami
- istri lagi olahraga lihat seorang
- perempuan yang seronok matanya langsung
- apa?
- Di istri langsung marah. Panggil itu
- perempuan. Kemari, kemari, kembali,
- kemari, kemari. Dia bilang sama suaminya
- dipegang kepalanya, "Lihat tuh, lihat
- tuh." Kenapa?
- Karena matanya jelatan kan. Siapa
- istrinya enggak sakit hati?
- Jadi kata Fatinah di sini fitnah itu
- godaan yang luar biasa menggoda
- orang-orang kafir menggunakan harta
- tawaran untuk menggoda orang yang
- beriman supaya apa? Keluar dari imannya.
- Innalladina fatanul mukminina wal
- mukminat. Bisa berarti dengan bujukan,
- dengan harta. bisa berarti dengan
- ancaman dan penindasan.
- Jadi innama amwalukum wa auladukum
- fitnah. Kita ini merasakan kita kalau
- dicoba dengan tawaran macam-macam kita
- bertahan. Tapi kalau sudah berkaitan
- dengan anak istri apalagi istrinya
- cantik menawan sedangkan dia kurang
- tampan, takut kalau sampai istrinya
- nanti terbang meninggalkan dirinya. Goda
- gak? Godaan. Begitu juga anak.
- Jadi ingat bahwa istri kalian, pasangan
- kalian nih, begitu juga anak kalian
- fitnah. Dan ini juga bukan berlaku hanya
- istri karena azwaj itu berlaku untuk
- suami, berlaku juga untuk istri.
- Perempuan baik-baik jatuh cinta semua
- seorang laki-laki nonmuslim, Haji pindah
- agama. Betul gak? Jadi kata-kata azwaj
- ini berlaku untuk pasangan. Sesungguhnya
- wahai orang yang beriman, sebagian
- pasangan kalian, anak kalian itu fitnah
- bagi suami juga bagi istri.
- Makanya kita disuruh memilih fadfar
- bidzatidin. Solusinya supaya tidak
- terjerumus, pilih wanita bukan hanya
- beragama Islam tapi beratuddin Islamnya
- menyatu dengan dirinya. Tariba tiada
- kalau kamu enggak mau kamu salah pilih
- kedua tangan kamu berlumuran tanah.
- Maksudnya berlumuran kehinaan.
- Bisa-bisa istri menjerumuskan kita dalam
- kehinaan. Tapi wanita salihah dia yang
- akan membawa kita dengan amalnya, dengan
- kesetiaannya menuju kemuliaan. Karena
- terang-terangan rumah tangga itu kalau
- hilang ketenangannya karena perilaku
- istri yang tidak baik atau karena
- perilaku suami yang tidak baik, itu
- betul-betul membuat neraka ya. Neraka
- apa? Neraka dalam kehidupan dunia.
- Tapi kalau kita damai, walaupun rumah
- kita kecil, katakan bahkan tanpa ubin.
- Zaman saya masih kecil, kita sering
- berkumpul di rumah tetangga kita ya,
- rumahnya ya biasa bangunan-bangunan
- gubuk, lantainya tanah. Paling kalau
- nanti apa namanya kalau seandain mai
- otak pakaian air lagi diratakan lagi.
- Dan subhanallah kalau kita lagi
- kepanasan tidur di tanah enak luar biasa
- makan juga luar biasa enaknya. Betul
- enggak? Kebetulan pemiliknya tukang jual
- rebusan. Kita tidur di sana makan
- singkong rebusan. Nikmat luar biasa.
- Padahal apa? Hidup mereka sederhana.
- Jadi bukan karena rumah mewah, bukan
- karena kekayaan, kedudukan, tapi
- sakinatun nafsi yang merupakan anugerah
- Allah. Jangan disia-siakan. Siram pupuk
- dengan baik dan jaga kalimat kita.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- wabarakatuh.
- Terima kasih sekali Ustaz Husin, Pak Abu
- Bakar dengan pencerahannya hari ini.
- Jadi ikhwan akhwat, kalbu kita itu bukan
- dalam genggaman kita dan keharmonisan
- tidak akan terwujud tanpa izin dari
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi yang
- harus kita lakukan insyaallah ya semakin
- dekat dengan Allah. Semoga juga keluarga
- kita sakinah mawadah warahmah. Amin.
- Billahi taufik walidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.