Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillah alhamdulillah sholatu 0:17 wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi 0:19 wasahbihi wa mawala. Assalamualaikum 0:20 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat 0:22 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa 0:23 kabar? Selamat pagi, senang sekali Alif 0:25 Ghairi Syah Alkhafi bisa kembali 0:27 menemani ikhwan akhwat di acara renungan 0:29 di bawah naungan Alquran bersama Kang 0:31 Atep dan murid-muridnya ini masyaallah 0:34 menemani di belakang kamera dan juga 0:36 bersama Mas Algie di meja operator. 0:39 Hari ini khusus ikhwan akhwat kita 0:40 bersama tamu spesial ada Pak Syafril dan 0:43 juga narasumber kita guru kita bersama 0:46 Ustad Husein bin Hamid Alatas. 0:47 Assalamualaikum Ustad. 0:48 Waalaikumsalam. 0:49 Masyaallah sehat Ustad? 0:51 Alhamdulillah. 0:52 Pak Syafril apa kabar? Ya Allah lama tak 0:54 jumpa di ruang siar alhamdulillah 0:56 berjumpa kembali. 0:57 sehat alhamdulillah. 0:57 Insyaallah alhamdulillah. Hari ini kita 1:00 akan membahas tentang mengelola pikiran 1:03 agar meningkatkan sumber daya insani. 1:07 Seorang hamba Allah subhanahu wa taala 1:09 ini dimaksudkan untuk ikhwan akhwat yang 1:11 barangkali punya pekerjaan di kantor 1:14 atau punya karyawan atau merupakan 1:16 seorang pembisnis atau barangkali ibu 1:18 rumah tangga bisa diajarkan ke suaminya 1:21 dan anak-anaknya agar mereka lebih 1:23 produktif lagi siaran khusus bersama Pak 1:25 Syafril namun tetap dilandasi dengan apa 1:28 yang Allah subhanahu wa taala ajarkan 1:30 dari dalam Alquran. Sebelum kita lebih 1:32 dalam pembahasannya ikhwan akhwat mari 1:34 sama-sama kita dengar pembacaan ummul 1:37 Quran surat Al Fatihah tafadhol Ustad. 1:42 Audzubillahiminasyaitonirojim. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:55 Alhamdulillahirobbil 1:58 alamin. 2:01 Arrahmanirrahim. 2:06 Maliki yaumiddin. 2:10 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:17 Ihdinas shirothol mustaqim. 2:22 Shirotol ladzina an'amta alaihim. 2:27 Ghoiril maghdubi alaihim waladh dhollin. 2:36 Amin amin ya rabbal alamin. 2:38 Allahummarhamna bil Qur'an. 2:40 Mudah-mudahan dari bacaan Alquran tadi 2:41 Al Fatihah, Allah subhanahu wa ta'ala 2:43 bukakan pintu hidayah dan pintu rahmat 2:45 untuk kita semua ikhwan akhwat. Eh, 2:47 sekali lagi kita akan membahas tentang 2:49 mengelola pikiran. Menarik sekali karena 2:51 kalau kita telaah lagi kayaknya anggota 2:55 tubuh yang paling capek dari tubuh kita 2:57 adalah pikiran. Karena bayangkan bet 3:00 berapa berapa lama kita berhenti 3:03 berpikir dalam sehari? Barangkali tidak 3:04 ada. Karena pada saat tidur pun kita 3:07 berpikir, dalam mimpi. 3:09 Otak kita masih terus berpikir. Jadi, 3:12 satu anggota tubuh yang kayaknya enggak 3:13 pernah berhenti bekerja adalah eh otak 3:16 kita atau pikiran kita yang 3:18 terus-menerus melayani kita. Tapi 3:20 sayangnya banyak diantara kita yang 3:23 mengisi pikirannya dengan sampah, dengan 3:25 sesuatu yang enggak berguna, eh dengan 3:28 sesuatu yang hanya menyenangkan tanpa 3:30 membawa manfaat, membuat kita bingung 3:32 dalam menghadapi menghadapi kehidupan, 3:35 membuat kita salah meng- dalam mengambil 3:38 keputusan, bahkan 3:40 menurut penelitian 3:42 apa yang kita baca pada zaman ini di era 3:44 digital per 1 April 100 tahun itu setara 3:47 dengan 100 tahun eh dengan apa yang 3:51 orang dulu dapatkan dari segi informasi. 3:55 Dalam satu hari kita mendapatkan 3:57 informasi lebih banyak atau mungkin 3:59 setara dengan 100 tahun orang dulu 4:01 mendapatkan informasi. 4:02 Karena sekarang informasi 4:05 seperti arus kan datang ke otak kita 4:08 yang kita lihat di sosial media, di 4:11 Instagram, di YouTube, di berbagai macam 4:14 tempat dan ini membuat kita 4:16 harus lebih rapi lagi mengelola pikiran 4:19 kita. Yang mana pikiran itu akan 4:21 berpengaruh terhadap kehidupan kita. 4:23 Menarik sekali kan ya kawan-kawan akan 4:25 kita bahas bersama ahlinya langsung Pak 4:27 Syafiq dan kita akan telaah juga bersama 4:30 guru kita Ustaz Husein bin Habib 4:31 Alattas. Tanpa berpanjang kata 4:33 barangkali Pak Syafiq ada yang ingin di 4:35 sampaikan dulu sebagai pengantar. 4:36 Baik, Assalamualaikum warahmatullahi 4:38 wabarakatuh. 4:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:39 wabarakatuh. 4:41 Pendengar, pemirsa 4:44 Syafiq 4:46 bahwa pada dasarnya tindakan seorang 4:49 manusia itu berawal dari muatan pikiran. 4:52 Iya. 4:53 Muatan pikiran ini terhimpun dari apa 4:57 yang didengar 4:58 dan apa yang dilihat. 5:00 Kemudian muatan pikiran ini akan diolah 5:04 dengan lima perangkat. 5:07 Perangkat itu yang pertama adalah 5:09 imajinasi. 5:10 Seseorang punya imajinasi apa saja bisa 5:14 diimajinasikan dalam waktu sangat 5:15 singkat. 5:16 Imajinasi ini artinya pikiran yang tidak 5:18 terwujud. Gambaran yang 5:22 bisa sangat jelas. 5:23 Oke. 5:23 Kalau sekarang Ustaz Izzat saya tanya 5:25 waktu umrah gimana kemarin? Ustaz Ustaz 5:27 Izzat langsung tergambar gambaran Ka'bah 5:30 yang sangat jelas. 5:31 Oke. 5:31 Dan seterusnya. 5:32 Itu imajinasi. 5:33 Oke. 5:34 Kemudian yang kedua adalah memori. 5:36 Memori adalah persediaan informasi, 5:39 pengetahuan, perilaku dan sebagainya 5:41 kita himpun dari kita kecil. 5:43 Oke. 5:43 Bagaimana orang tua mendidik kita, 5:46 sekolah, teman-teman dan seterusnya. 5:49 Yang ketiga adalah dorongan. Dorongan 5:51 ini yang merealisasikan apa yang kita 5:54 pikirkan menjadi satu tindakan. 5:57 Motivasi salah satu alat supaya dorongan 6:01 ini menjadi kuat. 6:01 Oke. 6:02 Atau menjadi positif. 6:03 Iya. 6:03 Nah, yang berikutnya ada nalar. Nalar 6:06 itu adalah semacam tolak ukur apakah 6:09 yang akan kita lakukan ini 6:11 He em. 6:12 baik atau tidak, salah atau benar. 6:15 Iya. 6:16 Nalar akan berfungsi melakukan evaluasi. 6:19 Yang kelima adalah emosi. Emosi ini 6:21 bukan amarah, tetapi di situ ada 6:22 keindahan termasuk juga ada amarah dan 6:26 sebagainya. 6:27 He em. 6:27 Nah, jadi apa yang sudah diolah dalam 6:29 pikiran kita, itu yang akan menjadi 6:31 tindakan. 6:32 Oke. 6:32 Kita mendengar, membaca, melihat di 6:35 berbagai media 6:36 bagaimana tindakan-tindakan yang sangat 6:39 tidak masuk akal 6:40 sangat tidak manusiawi sangat 6:44 tidak logis tapi dilakukan orang. 6:46 Diawali dengan apa yang masuk ke 6:48 pikirannya, itu yang dia lakukan. Kalau 6:50 pikirannya cenderung kotor, maka 6:53 langkah-langkahnya akan kotor. Kemudian 6:59 sekarang ini di masyarakat dengan 7:00 perilaku yang sedemikian rupa 7:04 banyak tindakan-tindakan yang cenderung 7:06 negatif karena memang 7:08 muatan pikiran ini sebagian besar bisa 7:10 berujung kepada tindakan negatif. Para 7:13 ahli mengatakan dari 60.000 muatan 7:15 pikiran yang masuk setiap hari 7:18 itu cenderung 80% nya negatif. 7:22 Sehingga kita punya kewajiban, punya 7:24 tugas berat sekali mengolah supaya 7:26 jangan negatif ini terus berujung 7:29 menjadi negatif. 7:30 He em. 7:30 Bisa diolah menjadi positif. Hari ini 7:32 kita akan bahas dengan guru kita. 7:34 Kemudian 7:37 kita perlu mengolah 7:40 agar pikiran kita itu menjadi pikiran 7:43 yang kita sebenarnya insaniyah 7:46 yang digambarkan dengan karakteristik 7:49 orang itu memiliki karakteristik 7:51 kemanusiaan atau nilai-nilai kemanusiaan 7:55 yang tercermin 7:56 dalam budi pekerti dan tingkah laku 7:59 sehari-hari. 8:00 Iya. 8:00 Nah, jadi dalam hal ini perilaku buruk 8:02 itu karena budi pekerti karena 8:06 informasi yang masuk 8:08 Ehm. 8:09 negatif dipilihkan tetap negatif. Apa 8:11 saja? 8:12 Termasuk 8:14 kekerasan, kekerasan seksual, 8:16 pembunuhan, korupsi diawali dengan 8:19 pikiran yang 8:22 menjurus kepada negatif dan tidak diolah 8:25 menjadi positif. 8:26 Orang yang mau korupsi, dia pasti 8:28 awalnya akan khawatir. 8:29 Ehm. 8:30 Tetapi 8:32 karena imajinasi yang digambarkannya 8:35 dari hasil korupsi sedemikian indah maka 8:38 dia akan pilih itu menjadi ganjil 8:40 Jadi 8:41 Ustaz Isa, hari ini kita akan 8:44 mencoba melihat bagaimana kita 8:48 mengolah, memelihara semua informasi 8:50 yang masuk melalui pendengaran 8:52 Ehm. 8:52 dan penglihatan yang akan mendorong kita 8:55 melakukan sesuatu 8:57 akan berakhir dengan tindakan yang 8:59 positif 9:00 Iya. 9:00 tindakan yang berkah yang ada rahmat 9:03 melalui bimbingan Ustaz guru kita dalam 9:06 perspektif bagaimana Alquran dan Allah 9:08 mengaturnya. Kurang lebih seperti itu. 9:09 Terima kasih banyak, Ustaz. Makin jelas 9:11 akan mukjizat Alquran, keagungan Alquran 9:14 mukjizat Baginda Nabi Muhammad 9:16 Shallallahu Alaihi Wasallam Allah 9:17 ilhamkan 9:18 bahwa Alquran adalah sesuatu yang akan 9:20 mencerahkan pikiran kita, yang akan 9:22 mempengaruhi hidup kita. 9:24 Tanpa berpanjang kata, kita dengarkan 9:25 penjabaran dari Ustaz Husein bin Hamid 9:27 Al Athas. Tafadhol, Ustaz. 9:32 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 9:35 Bismillahirrahmanirrahim. 9:39 Alhamdulillahirobbil 9:41 alamin. 9:42 Hamdan katsiron toyyiban mubarokan fihi 9:46 kama yuhhibu robbuna wa yaroh. 9:50 Allahumma sholli ala sayyidina wa 9:54 nabiyyina Muhammadin abdika wa rosulih. 9:59 Alladzi isthofaitahu wa abta'tahu 10:01 rahmatan lil alamin. 10:03 Wa ala alihi wa shohbihi. 10:06 Wa sa'irina ala nahjihim qowim ila 10:09 yaumiddin. 10:11 Assalamualaikum ya rosulallah. 10:15 Assalamualaikum wa ala ibadillahis 10:17 sholihin. Wassalamualaikum. 10:21 Ayyuhal ikhwatul mukminun wal akhwatul 10:24 mukminat warahmatullah wabarakatuh. 10:26 Wassalamualaikum 10:27 Wassalamualaikum 10:28 Allahumma atina min indika rahmatan wa 10:30 alimna min ladunka ilman nafi'an wa 10:33 af'ana bima alamtana. Rabbana zidna 10:36 ilman wa alhiqna bis sholihin. 10:40 Ikhwan akhwat pendengar pemirsa yang 10:42 dirahmati Allah. 10:44 Pagi hari ini kita bersama Ustadz Isa 10:46 bin Ahmad Taufiq. 10:48 Kemudian narasumber kita juga Bapak 10:51 Syafri Lubis ya. 10:54 Kemudian 10:57 seluruh kerabat kerja di studio 11:00 Algi, Atif Setiabudi, anak-anak kita 11:03 yang sedang magang. 11:05 Kepada seluruh pencinta Radio TV 11:07 Silaturahmi yang dirahmati Allah 11:09 Subhanahu wa ta'ala. 11:11 Semoga Allah jadikan kita sebagai 11:14 manusia-manusia 11:16 yang betul-betul memiliki kebersihan, 11:19 kesucian jiwa hingga dapat berpikir 11:22 secara positif, bekerja juga secara 11:25 positif 11:27 berada di jalan yang Allah Subhanahu wa 11:29 ta'ala tunjukkan bagi kita semua. 11:33 Allah Subhanahu wa Ta'ala bimbing kita 11:35 untuk mengerjakan amalan saleh yang 11:37 Allah ridai, ampuni dosa-dosa kita, 11:39 begitu pula kedua orang tua kita, 11:41 guru-guru kita, dan seluruh kaum 11:43 mukminin dan mukminat. Allah wafatkan 11:46 kita dalam keadaan muslimin, mukminin, 11:49 kumpulkan kita bersama 11:51 Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi 11:54 wasallam dan para nabi, para rasul, 11:56 saudara-saudara beliau yang menyampaikan 11:59 amanat yang sama, begitu pula para 12:01 pengikut mereka, keluarga mereka yang 12:04 beriman. Amin ya rabbal alamin. 12:09 Apa yang kita akan bicarakan pada 12:12 pagi hari ini 12:14 berhubungan dengan jiwa manusia 12:19 yang merupakan sentral dalam pengambilan 12:23 keputusan, melakukan kebijakan. 12:26 Di mana 12:28 organ-organ tubuh kita, ya, 12:32 syaraf kita, 12:35 baik itu ee alam sadar kita, ya, 12:39 itu dipengaruhi oleh kondisi jiwa kita, 12:42 termasuk alam bawah sadar kita, Pak 12:44 Syafri. 12:48 Dan kita di sini harus mengetahui 12:49 betul-betul struktur manusia. 12:53 Manusia bukan hanya terdiri dari jasad, 12:56 tapi juga terdiri dari jiwa atau an 12:58 nafs. 13:00 Kemudian yang menghidupkan kedua-duanya 13:02 adalah ruh. 13:04 Ruh, ya, 13:06 adalah nyawa bagi jiwa kita hingga bisa 13:09 melakukan aktivitasnya, begitu pula bagi 13:11 jasad kita. 13:14 Nah, jasad kita 13:17 dengan sendirinya di bawah kendali jiwa 13:19 kita. 13:21 Bila jiwa kita dalam keadaan sehat, maka 13:24 jasad juga akan sehat dan perilakunya 13:27 juga akan sehat. 13:29 Tapi bila jiwa kita sakit, 13:32 maka akan berpengaruh terhadap 13:36 tubuh kita dan perilaku kita. 13:39 Ini diungkapkan oleh Nabi kita Muhammad 13:42 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 13:48 Ala inna fil jasadi mudghah. 13:52 Idza shalahat shalahal jasadu kulluhu wa 13:55 idza fasadat fasadal jasadu kulluhu. 13:57 Ketahuilah, 13:59 dalam tubuh manusia ini terdapat 14:01 segumpal daging. 14:04 Bila dia sehat, tubuhnya akan sehat. 14:08 Tapi bila dia sakit, 14:11 maka tubuhnya juga akan, ya, langsung 14:14 merasakan efek dari apa? Penyakit yang 14:18 ada pada segumpal daging tersebut. 14:22 Lalu Rasulullah mengatakan, ala wa hiyal 14:24 qolbu, ketahuilah, 14:25 yang dimaksudkan dengan segumpal daging 14:28 tersebut adalah jantung. Al qolbu di 14:30 sini secara anatomi adalah jantung. 14:34 Nabi di sini ingin memberikan 14:35 perumpamaan mengenai qolbu manusia atau 14:38 jiwa manusia. 14:40 Bila jiwa manusia sehat, maka dengan 14:42 sendirinya apa? 14:44 Perhatian dan pikirannya kepada hal-hal 14:47 yang sehat dan menyehatkan. 14:50 Pada saat hatinya sehat, pikirannya 14:53 sehat, 14:54 dengan sendirinya apa? Perilakunya juga 14:56 akan apa? 14:57 Akan sehat. 14:59 Tapi sebaliknya, bila jiwa manusia 15:01 sakit, 15:02 maka dengan sendirinya yang akan 15:04 mempengaruhi pikirannya hal-hal yang 15:07 negatif. 15:09 Maka akan mendorong dirinya melakukan 15:12 perbuatan-perbuatan yang negatif. 15:17 Kalau jiwa manusia mampu mengendalikan 15:20 perhatiannya, 15:22 pikirannya ke arah yang positif, maka 15:24 jiwa manusia 15:25 menunjukkan jiwa yang sehat dan insya 15:28 Allah 15:30 tingkat kemanusiaan juga akan terus 15:32 tumbuh dengan baik hingga orang tersebut 15:34 betul-betul dihiasi dengan nilai-nilai 15:36 kemanusiaan yang telah Allah tanamkan 15:39 dalam jiwanya secara fitri. 15:43 Tapi bila jiwa manusia dalam keadaan 15:46 sakit dan tidak sehat 15:49 ini 15:50 dipengaruhi oleh berbagai macam 15:52 pengaruh. 15:54 Pengaruh apa yang dia lihat 15:57 apa yang dia dengar 15:59 memori yang melekat dalam pikirannya 16:02 pengaruh pendidikan, pengaruh 16:04 lingkungan, ini merupakan 16:05 pengaruh-pengaruh ya yang cukup kuat 16:09 dalam mempengaruhi apa? Pertumbuhan 16:11 manusia. 16:12 Termasuk juga 16:14 pengaruh apa? 16:16 Gen. 16:19 Nah, para ulama 16:21 menyebutkan ada tiga pengaruh, tiga 16:23 faktor 16:24 yang mempengaruhi manusia. 16:27 Tapi ketiga faktor ini tidak bersifat 16:30 mutlak. Tidak bersifat mutlak. 16:33 Artinya tidak pasti. 16:36 Kalau ada pengaruh ini, maka setiap 16:38 orang akan terpengaruh tidak? Yaitu 16:41 faktor genetik 16:44 pendidikan 16:46 lingkungan. 16:48 Sebagai contoh di mana orang tuanya 16:51 merupakan orang yang baik, yang saleh, 16:53 bertakwa kepada Allah, berilmu ya 16:57 dan berdakwah di jalannya. 16:59 Si orang tua tidak mengharapkan sama 17:01 sekali imbalan hingga hidupnya 17:02 sederhana. 17:04 Nah, si anak tumbuh 17:06 di bawah lingkungan seperti ini 17:09 ternyata anak ini tidak menyukai profesi 17:11 orang tua, dianggap orang tua terlalu 17:13 bekerja untuk orang lain. 17:16 Akhirnya si anak menjauh dari apa? 17:18 Profesi orang tuanya. 17:20 Dia lebih suka untuk apa? 17:22 Untuk mengembangkan potensi dalam bidang 17:25 lain. 17:28 Tapi di sisi yang lain ada seorang yang 17:30 belajar pada 17:32 orang tuanya yang tidak punya latar 17:34 belakang keilmuan. 17:36 Tapi dengan ketekunan, kesungguhan, 17:38 kecintaan terbuka baginya wawasan 17:40 ternyata dia justru yang mengikuti apa? 17:43 Sang guru. 17:45 Sedangkan si anak tidak menghormati 17:48 bahkan tidak ingin seperti orang tuanya. 17:49 Dianggap profesi orang tuanya 17:52 ya membuat mereka hidup miskin, membuat 17:54 mereka hidup prihatin. 17:57 Padahal itu merupakan pilihan orang 17:58 tuanya. 17:59 Jadi berkaitan dengan genetika ini 18:01 merupakan faktor yang berpengaruh tapi 18:04 tidak bersifat mutlak. 18:06 Belum tentu kalau bapak baik, anak pasti 18:08 apa? 18:08 Baik juga. 18:09 Baik. Belum tentu bapak akhlaknya tidak 18:11 baik, anaknya juga tidak baik. Kita 18:13 lihat contoh-contoh dalam kehidupan Nabi 18:15 Nuh. 18:16 Betul enggak? 18:17 Betul. 18:17 Seorang nabi yang saleh 18:19 bahkan hidup selama 950 tahun. Tapi 18:22 anaknya 18:24 tidak menghormati ajakan orang tuanya. 18:27 Bahkan ketika orang tuanya mengajak 18:29 untuk bersama-sama naik ke bahtera demi 18:31 keselamatannya, dia menolak. 18:33 Begitu pula istrinya. 18:35 Tapi sebaliknya 18:36 istri Firaun. 18:40 Bagaimana istri Firaun? 18:42 Dia rela meninggalkan singgasana, 18:44 kedudukannya 18:45 karena memilih Allah dan Rasul. 18:49 Begitu juga kita saksikan putri Abu 18:51 Lahab. 18:52 Ayahnya 18:54 merupakan musuh Allah yang menyebarkan 18:57 dan membusukkan nabi kita, sedangkan 18:59 putrinya beriman kepada Allah. 19:02 Begitu juga kita saksikan Abdullah bin 19:05 Ubay bin Salul ra'sul munafik. 19:08 Merupakan dalang dari apa? 19:11 Orang-orang munafik di Madinah yang 19:13 menyebarkan isu yang buruk, bekerja sama 19:15 dengan musuh Islam. Anaknya Abdullah 19:18 juga. 19:19 Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. 19:21 Bahkan dia berkata pada Rasulullah, "Ya 19:23 Rasulullah, kalau kamu satu hari ingin 19:25 memerintahkan seseorang untuk membunuh 19:27 orang tuanya, saya siap untuk melakukan. 19:29 Agar saya tidak menendam pada 19:31 pembunuhnya." 19:34 Ini merupakan fakta-fakta di lapangan 19:36 yang kita saksikan. 19:38 Bagaimana 19:40 ya. Walaupun lingkungan tidak mendukung, 19:42 asal ada minat di hati, 19:45 kecintaan pada kebaikan Allah buka 19:47 wawasannya. Tapi kalau tidak ada minat 19:49 di hati, tidak ada perhatian, walaupun 19:51 berbagai macam apa? Faktor mendukung 19:54 tidak akan berguna. 19:55 Ada seorang dokter 19:57 yang rajin bekerja, mempunyai seorang 20:00 anak, dimasukkan di kedokteran. 20:02 Ternyata apa? 20:04 Si anak enggak berminat. 20:06 Akhirnya baru semester pertama dia sudah 20:08 apa? 20:09 Drop out. 20:09 Sudah drop out. 20:11 Jadi kita harus ingat 20:13 bahwa ada beberapa faktor ya yang 20:15 berpengaruh terhadap seseorang tapi 20:17 tidak bersifat mutlak. 20:19 Di antaranya lingkungan dan pendidikan. 20:22 Ada orang semenjak kecil dididik sebagai 20:24 seorang ateis, Pak Syafri. 20:27 Tapi ternyata apa? 20:29 Satu hari 20:30 dia menemukan kesalahan dirinya. Dia 20:32 menemukan tanda-tanda bukti kebesaran 20:34 dan keagungan. Dia beriman. 20:37 Ada lagi tumbuh dalam lingkungan ulama, 20:39 di pesantren tumbuh 20:41 hingga menjadi seorang alim dan hafal 20:43 Quran. 20:44 Tapi ternyata begitu dia 20:47 memegang amanat, dia berkhianat. 20:49 Bahkan bersekongkol dengan musuh untuk 20:52 menghancurkan 20:54 sesama saudaranya. 20:56 Jadi ketiga faktor ini, genetik, 20:59 kemudian pendidikan ya, maupun 21:01 lingkungan tidak bersifat mutlak. 21:04 Oleh karena itu 21:06 jangan kita mengatakan orang-orang yang 21:08 hidup dalam lingkungan yang beragama 21:09 pasti akan taat kepada Allah, yang hidup 21:11 dalam lingkungan orang-orang yang tidak 21:13 beriman seperti di Amerika, di Eropa 21:16 bahwa mereka pasti ya akan apa? Akan 21:19 menjadi orang yang tidak beriman. Ini 21:21 merupakan 21:22 betul-betul rahmat dan juga 21:24 kebijaksanaan Allah. Jangan orang yang 21:26 diberikan nikmat bersikap sombong 21:29 jangan juga ya orang-orang yang jauh 21:32 dari nikmat Allah berkecil hati. 21:34 Sesungguhnya Allah bagikan karunianya 21:36 dan rahmatnya kepada siapa yang Allah 21:38 kehendaki. Nah, kembali kepada 21:42 manusia secara umum 21:45 apapun bangsanya, apapun latar 21:47 belakangnya, setiap manusia 21:50 sebelum dia tumbuh menjadi dewasa, Allah 21:52 telah tanamkan dalam jiwanya nilai-nilai 21:55 fitrah yang semuanya menunjukkan kepada 21:58 makarimul akhlak, akhlak dan pekerti 22:00 yang luhur. 22:01 Dia belum terjamah, belum ternoda oleh 22:05 hal-hal yang buruk. Walaupun bapaknya 22:07 seorang kafir, bapaknya seorang musyrik, 22:09 walaupun bapaknya seorang pezina, 22:11 bapaknya koruptor, anak tersebut lahir 22:14 dalam keadaan suci bersih. 22:17 Siap untuk menerima kebaikan, tapi juga 22:20 punya potensi ke arah keburukan. Oleh 22:22 karena itu malaikat ketika mendengar 22:24 firman Allah yang akan menempatkan 22:26 manusia sebagai khalifah dengan pilihan 22:29 dan amanat terkejutnya. 22:32 Qolu ataj'alu fiha mayyufsidu fiha 22:35 wayasyfikuddima. 22:37 Ya Allah, apa kamu akan tempatkan di 22:39 bumi makhluk yang akan berpotensi untuk 22:42 melakukan kerusakan dan menumpahkan 22:44 darah? 22:45 Wana 22:46 nusabbihu bihamdika wanukaddisulak. 22:48 Sedangkan kami selalu bertasbih, 22:50 mensucikan Engkau, memuji Engkau. 22:53 Kenapa bukan kami saja? 22:55 Jadi malaikat hanya melihat sisi negatif 22:57 manusia 22:58 mereka ya dalam benak mereka pasti 23:02 kebebasannya akan disalahgunakan, 23:03 apalagi mereka memiliki hawa nafsu. 23:06 Allah menjawab, "Qala inni a'lamu ma la 23:09 ta'lamun. Aku mengetahui apa yang kalian 23:11 tidak tahu." 23:14 Kemudian Allah berikan kelebihan pada 23:16 anak manusia, Pak Syafri. 23:18 Yang membuat malaikat akhirnya mengakui 23:21 ya, kekurangan mereka dan mereka 23:24 diperintahkan sujud di hadapan Adam, 23:26 yaitu ilmu. 23:27 Wa allama Adamal asma'a kullaha. Dengan 23:31 ilmu ini, manusia bisa membumbung tinggi 23:34 he, ya. 23:36 Tapi 23:38 dengan ilmu juga, manusia di saat 23:40 hatinya dalam keadaan sakit, bisa 23:42 menjatuhkan dirinya 23:44 ke lembah yang paling hina, ke jurang 23:47 yang paling dalam, bahkan lebih rendah 23:48 daripada hewan ternak. 23:51 Jadi, kita harus betul-betul 23:53 memahami hakikat ini yang amat penting. 23:56 Allah telah menanamkan nilai-nilai 23:58 fitrah dalam diri manusia dilahirkan 24:00 dalam keadaan suci dan bersih 24:03 maka menjadi tanggung jawab orang tua 24:06 bukan hanya memberikan dia makan 24:09 tapi mendidik dia bagaimana untuk dapat 24:11 menyempurnakan kebersihannya 24:14 melalui kebersihan jiwanya 24:17 kemudian 24:18 membimbing dirinya untuk menunjukkan 24:21 perhatian kepada hal-hal yang positif, 24:23 yang baik, ya. 24:25 Dan memperkenalkan dirinya sebagai 24:27 khalifah yang kelak bertanggung jawab di 24:29 hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. 24:31 Begitu 24:33 hatinya betul-betul terjaga, terpelihara 24:35 dalam kebersihan 24:38 kemudian dibiasakan dengan yang baik 24:41 kemudian diarahkan perhatiannya kepada 24:43 hal-hal yang positif 24:45 kemudian jiwanya dihubungkan dengan 24:47 Allah, Allah yang akan menjaga hamba 24:49 ini. Jadi, bukan hanya ilmu bukan hanya 24:52 pendidikan 24:53 bukan hanya membiasakan yang baik anak 24:56 dari mulai dini harus betul-betul 24:58 jiwanya dihubungkan dengan Allah. 25:01 Karena Allah ini yang akan menerangi 25:03 jiwanya. 25:04 Allah yang akan juga apa? 25:07 Yang akan menumbuhkan 25:10 nilai-nilai positif dalam jiwanya. 25:13 Oleh karena itu Allah jelaskan dalam 25:15 Alquran 25:16 bagaimana ya 25:18 seorang bisa mendapatkan jiwa yang 25:20 mutmain. Jiwa yang mutmain ini jiwa yang 25:22 sehat. 25:24 Yang dapat betul-betul mengendalikan 25:25 dirinya, mengarahkan perhatiannya kepada 25:27 yang positif, menghindari dirinya dari 25:30 hal-hal yang tidak baik. Allah berfirman 25:32 alladzina amanu 25:34 Wataq 25:34 Wataqmainnul qulubuhum bidzikrillah. 25:37 Orang-orang yang beriman 25:39 kalbu mereka, jiwa mereka akan tenang, 25:42 tentram bidzikrillah dengan mengingat 25:44 Allah. 25:45 Dia tidak akan bergelisah, takut 25:47 menghadapi kehidupan ini karena hatinya 25:49 selalu bersama Allah. 25:51 Dia tidak ingin hatinya terhijab dari 25:54 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 25:56 Dia beribadah pada Allah, dalam doanya 25:57 ditunjukkan pada Allah Subhanahu wa 25:59 Ta'ala. Tidak ada hijab yang yang 26:02 menghalangi antara dirinya dengan Allah. 26:05 Begitu hatinya terhubung dengan Allah, 26:07 perhatiannya tertuju pada Allah, maka 26:09 Allah akan mengarahkan perhatiannya 26:11 kepada hal-hal yang akan menumbuhkan dan 26:14 mensucikan jiwanya. 26:17 Lalu Allah sebutkan 26:18 ala bidzikrillah taqmainnul qulub. 26:21 Ketahuilah 26:22 hanya dengan berzikir kepada Allah baru 26:26 kalbu dan jiwa manusia akan tentram. 26:29 Dan kita harus pahami zikir yang 26:31 dimaksud Allah ini bukan hanya lidah 26:32 yang menyebut. 26:34 Karena sebetulnya zikir itu merupakan 26:36 amal hati. 26:37 Ingat lidah mengungkapkan dan yang 26:41 dimaksudkan dengan zikir di sini bukan 26:43 hanya terbatas kita bertasbih, 26:45 bertahmid, beristigfar tapi Alquran 26:48 kitab yang dinamakan zikir karena 26:51 Alquran mengingatkan kita, mengajak kita 26:53 merenung, bertafakur, hingga kita 26:55 meresapi kebesaran dan keagungan Allah. 26:58 Jadi satu-satunya jalan yang akan dapat 27:02 membuat hati kita dalam keadaan 27:04 betul-betul 27:07 selalu ingat Allah, 27:09 peduli terhadap Allah, mengharapkan 27:11 ridanya, hanyalah az-zikir. 27:14 Lalu Allah subhanahu wa taala 27:17 menerangkan pada akhir surat Al 27:19 Imran. 27:22 Bagaimana Allah memadu di sini antara 27:26 hati kita yang terkait dengan Allah dan 27:28 pikiran kita juga apa? Yang berpikir 27:30 secara positif, Pak Syafri. Karena kalau 27:33 pikiran kita tidak diarahkan ke arah 27:34 yang positif, pasti menuju ke arah 27:36 negatif. 27:37 Iya. 27:38 Allah berfirman, 27:39 Inna fi kholqis samawati wal 27:44 Sesungguhnya dalam ciptaan langit dan 27:45 bumi atau pada ciptaan langit dan bumi. 27:48 Wakh tilafil laili wan nahar. 27:50 Perubahan 27:52 malam dan siang yang silih berganti. Ini 27:55 di hadapan manusia secara umum dianggap 27:57 bagaikan angin lalu. 28:00 La ayatin liulil albab merupakan 28:02 tanda-tanda, rambu-rambu bagi para ulil 28:06 albab. 28:08 Lalu Allah terangkan siapa para ulil 28:10 albab ini. 28:11 Ini cendekia yang Allah sebutkan ya 28:13 dengan nama ulil albab ini karena kata 28:15 lub dalam bahasa Arab, Pak Syafri, itu 28:17 kedalaman hati. 28:18 Ehm. 28:19 Jadi kalau kita membuka kelapa, sabutnya 28:21 ya, 28:22 kemudian batoknya, 28:24 nah dalamnya itu namanya lub. 28:26 Jadi orang bukan hanya sekedar melihat 28:29 secara parsial, tapi menyelam ke dalam. 28:32 Itu namanya ulil albab. 28:34 Oleh karena itu sifat-sifat mereka, ya, 28:36 Pak Syafri, 28:37 Allah sebutkan alladzina 28:39 yadz-kurunallaha 28:41 Iya. 28:42 qiyaman wa qu'udan wa ala junubihim. 28:44 Ya Allah. 28:45 Wa yatafakkaruna 28:47 Iya. 28:47 fi kholqis 28:49 wal ard. Rabbana ma kholaqta hadza 28:51 batila subhanaka faqina adzabannar. 28:55 Ayat ini menjelaskan pada kita bagaimana 28:58 kita ya 28:59 mensucikan, 29:01 memperbaiki hati kita 29:03 dan bagaimana 29:05 pikiran kita dan perhatian kita itu 29:07 tertuju pada hal-hal yang akan 29:09 menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran 29:11 kita. 29:13 Lalu Allah jelaskan pertama-tama 29:15 mereka-mereka yang selalu ingat kepada 29:18 Allah. 29:19 Karena kalau ilmu terpisah daripada 29:21 dzikrullah, ilmu ini akan merusak. 29:23 Nah 29:24 begitu hati kita kosong dari dzikrullah, 29:26 setan yang akan masuk. 29:28 Tapi begitu hati kita terisi dengan 29:30 dzikrullah, Allah yang akan menjaga 29:32 kita. Sebagaimana firman Allah, inna 29:34 ibadi laisa laka alaihim sultan. 29:37 Hambaku, kamu enggak berkuasa pada 29:38 mereka. Wakafa birobbika wakila, cukup 29:41 Tuhanmu yang akan mewakili dia 29:42 menghadapi kamu. 29:45 Jadi bagaimana Allah akan menjaga 29:46 kebersihan hati kita, kelurusan hidup 29:48 kita kalau kita enggak menjaga Allah? 29:51 Bagaimana Allah peduli terhadap kita 29:52 kalau kita tidak peduli pada Allah? 29:54 Banyak orang memperhatikan ilmu, hafal 29:57 Quran, mempelajari disiplin keilmuan, 29:59 bertahun-tahun di pesantren kemudian 30:01 berangkat ke luar negeri. Kita 30:03 beranggapan cukup dengan ilmu, dia akan 30:05 selamat. Tidak. 30:08 Harus dengan dzikir. 30:10 Harus dengan hati yang selalu ingat 30:12 kepada Allah. 30:14 Jadi pertama-tama fondasinya alladzina 30:16 yadzkuurunallaha 30:18 qiyaman wa qu'udan wa ala junubihim. Itu 30:20 mereka yang selalu mengingat Allah di 30:23 saat dia berdiri 30:25 di saat dia duduk 30:26 di saat dia berbaring. Hatinya selalu 30:29 teringat. 30:31 Tapi ini bukan sesuatu yang berat. Orang 30:33 sambil berbaring mengingat Allah, 30:35 mendengarkan ayat Allah 30:37 di saat berkumpul kita berbicara, 30:38 bercerita juga yang berhubungan dengan 30:40 Allah. 30:41 Betul enggak? 30:42 Di saat kita duduk-duduk, bisa kita 30:44 berjalan sambil berzikir, hati kita ini 30:47 akan terasa indah. 30:49 Setiap kali kita melihat sesuatu, 30:50 memandang kebesaran, keagungan Allah, 30:53 menghadapi tantangan, kita kembali 30:55 berbekal dan bertawakal kepada Allah. 30:58 Menghadapi ancaman, kita berlindung 31:00 kepada Allah. Menghadapi setan, kita 31:02 juga apa? 31:04 Kembali berlindung kepada Allah. 31:06 Setan melihat kita, kita enggak mampu 31:08 untuk melihat mereka. 31:09 Tanpa bantuan Allah, mustahil. 31:13 Tapi kalau Allah turun tangan melindungi 31:14 kita, 31:16 hati yang selalu teringat pada Allah ini 31:18 merupakan hati yang sehat, yang akan 31:21 terus meningkat, ya. 31:24 Kesuciannya, kemuliaannya, dan dengan 31:26 sendirinya perhatian dia juga ke mana? 31:29 Kepada yang positif. Oleh karena itu, 31:31 hati yang sehat pada saat dia melihat 31:34 melalui pandangannya hal-hal yang 31:36 bersifat maksiat, dia akan palingkan 31:38 pandangannya. 31:39 Betul enggak? 31:41 Pasti dia akan palingkan pandangannya. 31:42 Tapi kalau hatinya sakit, 31:44 diikuti terus. Begitu dia melihat 31:46 pemandangan yang tidak benar atau 31:48 seorang wanita, katakan yang berpakaian 31:50 tidak senonoh, 31:51 dia akan apa? Fokus perhatiannya, 31:54 akhirnya melahirkan imajinasi, 31:56 khayalan-khayalan yang merusak hatinya. 31:59 Betul, betul. 32:00 Tapi begitu dia hatinya bersama Allah, 32:02 begitu dia melihat sesuatu yang tidak 32:04 benar, dia akan palingkan wajahnya. 32:06 Karena Nabi pernah mengatakan, "An 32:08 nazratu sahmu masmum min sihami iblis." 32:12 Pandangan mata ini bagaikan panah 32:14 beracun dari para iblis. "Faman tarokaha 32:16 min makhafati abdal tuhu imanan yajidu 32:19 halawatahu fi qolbihi." Orang yang 32:21 menjauhi pandangan yang tidak baik 32:24 karena Allah, 32:26 maka Allah akan anugerahkan di hatinya 32:28 keimanan yang akan dirasakan rasa 32:30 manisnya di hati. 32:32 Nah, untuk memalingkan wajah kita dari 32:34 yang tidak benar, tanpa ada iman di 32:36 hati, mustahil, tanpa kita mengingat 32:38 Allah mustahil. Begitu juga mendengar. 32:41 Misal kita mendengarkan sesuatu Pak 32:43 Syafril 32:44 yang tidak baik, pembicaraan tentang 32:46 keburukan orang lain atau menjatuhkan 32:49 orang lain atau berbicara katakan yang 32:52 merangsang hawa nafsu kita, yang beriman 32:54 akan pergi meninggalkan majelis. 32:59 Jadi sebetulnya 33:01 kelurusan hidup kita tergantung 33:03 bagaimana kebersihan hati kita. 33:06 Bagaimana kesehatan hati kita, begitu 33:08 hati sehat 33:10 bersih 33:12 dengan terhubung dengan Allah Subhanahu 33:14 Wa Ta'ala, maka tidak akan mungkin ada 33:15 gangguan yang mampu untuk menggoda 33:17 dirinya. 33:19 Jadi kalau kita renungkan sama-sama di 33:21 sini 33:22 perlu kita selalu betul-betul ingat 33:24 kepada Allah dan anak-anak kita. Kita 33:26 dalam mendidik anak jangan hanya kembali 33:29 kepada kemampuan kita dengan metodologi 33:32 pendidikan yang baik tapi harus selalu 33:33 kita mohon agar Allah menjaga mereka. 33:36 Agar Allah menyempurnakan akhlak mereka 33:38 sebagaimana doa yang diajarkan dalam 33:40 surah Al-Ahqaf 33:41 Rabbi auzi'ni 33:43 an asykura ni'matakallati an'amta alayya 33:46 wa'ala walidayya wa'an a'mala sholihan 33:49 tardhohu 33:51 wa'ashlih li fi dzurriyati inni tubtu 33:53 ilayka wa'inni minal muslimin. 33:56 Wahai Tuhanku 33:58 bantulah aku ya Allah untuk selalu 34:00 mensyukuri nikmatmu yang Kau limpahkan 34:02 atas diriku. 34:04 Begitu juga atas kedua orang tuaku dan 34:06 bantu aku untuk mengerjakan amal sholeh 34:08 yang Kau ridhoi. Perbaiki ya Allah 34:10 anak-anak keturunanku. 34:12 Aku bertobat kepadamu 34:15 sesungguhnya aku orang-orang yang 34:16 berserah diri kepada Allah. Ini doa yang 34:18 Allah ajarkan langsung, mengetahui bahwa 34:20 manusia ini sebetulnya lemah. 34:22 Jangankan anaknya, jangankan istrinya, 34:25 dirinya 34:26 kalau bukan karena penjagaan Allah tidak 34:28 mungkin dia mampu untuk apa? Untuk bisa 34:30 menjaga kebersihan hidupnya. Dalam surat 34:32 An-Nur Allah berfirman, "Walau 34:34 fadlullahi alaikum warahmatuhu mazaka 34:36 minkum min ahadin abada. Walakinnallaha 34:39 yuzakki man yasya'." Kalau bukan karena 34:41 karunia Allah dan rahmat-Nya pada 34:43 kalian, mustahil kalian akan mampu 34:45 menjaga kesucian dirinya. 34:48 Tapi Allah akan mensucikan siapa yang 34:50 dikehendaki. Mungkin orang bertanya, 34:52 "Kenapa Allah enggak kembalikan saja, 34:55 ya, kepada kemanusiaan untuk melakukan 34:57 usahanya?" 34:59 Di sini pentingnya doa. 35:01 Allah ingin hambanya ini bukan hanya 35:03 bergantung pada usaha. Sampai di kala 35:05 dia berusaha, selalu dia berhubungan 35:07 dengan Allah dan bermohon kepada-Nya. 35:10 Hingga manusia walaupun lemah, tidak 35:11 berdaya, tidak hanya bergantung pada 35:13 usahanya. Di saat dia tidak berdaya, dia 35:15 kembali kepada Allah. Allah mengulurkan 35:17 tangannya di saat tangannya tidak 35:19 sampai. 35:20 Allah subhanahu wa ta'ala datang 35:21 bergegas-gegas padanya di saat 35:24 langkahnya lambat dan limbung. 35:26 Jadi sebetulnya hubungan dengan Allah 35:27 ini yang paling penting. 35:29 Nah, kemudian atas dasar hubungan yang 35:32 baik dengan Allah, jiwa yang suci akan 35:34 melahirkan juga akhlak, pekerti yang 35:37 indah terhadap sesama manusia, terhadap 35:40 sesama makhluk Allah, terhadap 35:42 lingkungan hidup. 35:44 Oleh Pak Syafi'i diperhatikan, kelemahan 35:46 kita umat Islam dalam pendidikan agama 35:48 ini lebih banyak perhatian untuk membuat 35:50 seorang menghafal Qur'an. 35:53 Mempelajari juga fikih. 35:55 Kemudian bersikap keras dalam fikih. 35:58 Tapi subhanallah, buah-buah, 36:01 dalam kehidupan sosial tidak kita 36:03 saksikan. 36:04 Jidatnya hitam, perilakunya tidak baik, 36:07 mulutnya kotor, gemar mencaci, memaki, 36:11 dan memfitnah orang lain. 36:13 Dia penampilannya Islami, hafal Qur'an, 36:15 tapi tidak jujur dalam 36:18 dalam apa? Dalam muamalah bersama 36:20 manusia. Akhirnya kita menjadi cemoohan. 36:24 Banyak orang di di Islam lebih fokus 36:26 kepada hal ini. 36:28 Contoh kita lihat ya, kalangan para 36:30 pengikut Buddha Sica tuh. 36:32 Mereka lebih fokus mendidik 36:34 orang-orangnya untuk berbuat kebaikan. 36:36 Kemudian bersikap juga apa? Baik 36:39 terhadap lingkungan hidup. Hingga ketika 36:41 mereka masuk di tengah-tengah lingkungan 36:43 masyarakat yang tadinya penuh sampah, 36:45 yang tadinya danau yang begitu kotor, 36:47 berubah menjadi bersih. Akhirnya membuat 36:49 hati mereka apa? 36:51 Merasakan manisnya 36:53 hasil dari amal mereka. Sedangkan kita 36:56 beragama, tapi enggak merasakan rasa 36:58 manisnya dari beragama kita, kecuali 37:00 hanya kefanatikan yang buta. 37:03 Bukan kesadaran. 37:04 Kecintaan kepada Allah, lalu berhubungan 37:07 dengan manusia atas dasar cinta kita 37:09 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi 37:11 terang-terangan kita kalau mau bersaing 37:13 di tengah-tengah bangsa-bangsa, kita 37:15 malu. 37:16 Nanti kalau ada perlombaan dalam bidang 37:17 akhlak, kita ini tertinggal. 37:19 Padahal Nabi diutus itu apa? 37:21 Innamabuistul liutammima makarimal 37:23 akhlak. Hanya itu tujuannya. 37:26 Orang berangkat 37:28 ke Selandia Baru. 37:30 Dia melihat orang-orang di sana 37:31 akhlaknya baik, jujur, sopan, menghargai 37:34 manusia. 37:36 Tahu-tahu 37:37 orang-orang Islam yang tinggal di sana, 37:40 memberikan contoh yang tidak baik. 37:43 Ketika imigran dari Rusia, dari negara 37:46 Arab ditampung di Jerman, 37:48 ditampung di Finlandia, 37:52 yang seharusnya mereka sebagai orang 37:54 Islam memberikan contoh yang baik, tapi 37:56 ternyata mereka bersifat arogan. 37:59 Bersikap amoral terhadap sesama warga 38:03 yang 38:04 bersama-sama mereka pun sering terjadi 38:06 perkelahian. 38:07 Ada sebuah kisah menarik Pak Syafri. 38:11 Ada 38:12 sebuah kisah, kebetulan yang bercerita 38:14 ini orang yang mengalami bersama-sama 38:16 dalam penjara. 38:18 Teman saya ini kebetulan 38:20 tinggal di Amerika, kemudian masa 38:22 berlaku visanya sudah berakhir, 38:25 dia tertangkap karena bekerja. 38:27 Tertangkap disebabkan karena pelanggaran 38:28 teman-temannya, 38:30 ya. 38:31 Akhirnya ikut kena, karena biasanya 38:32 tidak ada pemeriksaan imigrasi kecuali 38:34 kalau ada pelanggaran. Nah, karena 38:36 kebetulan teman-temannya melanggar, dia 38:38 yang tidak buat pelanggaran kena, masuk 38:40 dalam penjara. 38:42 Kebetulan datang bulan puasa. 38:44 Datang bulan 38:45 puasa. 38:46 Lalu ee 38:49 pimpinan penjara bertanya, "Siapa di 38:51 antara kalian yang orang-orang Islam?" 38:53 Sebagian besar ternyata orang Islam. 38:56 Semua orang Islam kebetulannya ada pada 38:58 saat itu. 38:59 Jumlahnya katakan umpamanya ada 50 39:01 orang. Ada yang kulit hitam, kulit 39:03 berwarna, ada juga kulit putih. 39:07 Kemudian ditanya, 39:09 "Kalian ingin puasa tidak?" Yang ingin 39:10 puasa. "Apa yang kalian akan makan 39:13 menunya?" 39:14 Mereka sebutkan, 39:16 "Tapi kami ingin makanan-makanan yang 39:18 Islam ya, artinya yang dipotong secara 39:19 Islami." 39:20 Mereka mengatakan, "Kami tidak tahu di 39:21 mana." Disebutkan kalau ayam, yang 39:24 menjual ayam, kemudian yang menjual sapi 39:26 ya, disebutkan tempat-tempatnya. 39:29 Akhirnya mereka mengatakan, 39:31 "Karena kami tidak tahu apakah cara 39:34 memasak kami sesuai dengan kalian, 39:36 bagaimana kalau kalian memasak semua 39:37 sendiri?" "Baik." 39:40 Jadi, 39:41 narapidana ya, 39:44 semua diizinkan untuk memilih jenis 39:46 makanan mereka, bahkan minta kurma untuk 39:47 buka puasa disediakan semuanya. 39:50 Setelah itu masing-masing disiapkan satu 39:52 ekor ayam. 50 orang, 50 ekor ayam. 39:56 Mereka masak ya, selesai masak waktu 40:00 akan berbuka puasa, ternyata ada 40:03 narapidana yang tidak kebagian ayam. 40:09 Pihak penjara mengatakan, "Kami sudah 40:10 sediakan 50 50 sesuai dengan jumlah 40:12 kalian." 40:13 Siapa yang mengambil? 40:17 Berarti salah satu dari mereka yang 40:19 mengambil hak saudaranya, betul enggak? 40:21 Iya. 40:22 Seperti kasus juga yang kita jumpai 40:25 yang dinamakan Columbus 40:27 kelompok ibu-ibu yang suka membungkus 40:28 makanan. 40:30 Diundang dalam acara resepsi, ibu-ibu 40:32 ini ya 40:33 diundang, dihargai, tapi mempermalukan 40:36 tuan rumahnya. Makanannya disediakan 40:38 untuk 200 orang 40:39 diambil oleh 50 orang. Karena begitu 40:41 mereka makan, mereka juga siapkan 40:43 kantong untuk masukkan makanan prasmanan 40:45 dalam kantong mereka. 40:46 Akhirnya mereka mempermalukan tuan 40:48 rumah. Persediaan makanan sudah 40:49 disiapkan, tapi apa? 40:51 Ternyata kurang. 40:51 Dibungkus oleh ibu-ibu yang suka 40:53 membungkus. Dan anehnya bukan 40:55 orang-orang miskin, mereka ini 40:56 orang-orang mampu. 40:58 Ini merupakan akhlak yang amat buruk. 41:02 Jadi kita ini bagaimana mungkin akan 41:04 membawa rahmat bagi alamin. Bagaimana 41:07 mungkin akan menjadi contoh sebagai 41:09 sebaik-baiknya umat kalau kita ini 41:12 menjadi seorang muslim hanya dari sisi 41:14 ritual 41:15 sedangkan buahnya tidak ada sama sekali. 41:18 Jadi kita terang-terangan kalau kita 41:19 berangkat keluar, kita merasa malu 41:21 karena tidak terbiasa untuk bersikap 41:24 jujur, berbaris dengan baik dalam 41:26 antrian, kemudian menghargai hak orang 41:29 lain. Ini tidak kita biasakan, padahal 41:32 ini yang diajarkan Nabi kita Muhammad 41:34 Shallallahu Alaihi Wasallam. Saya punya 41:36 teman kerja di Australia. 41:40 Karena letih pulang di malam hari, 41:42 tengah malam 41:43 dia tidur di kendaraan, di bus ya. 41:46 Dia letakkan kakinya 41:48 pada kursi yang di sebelah. 41:50 Dia punya apa? Badan di kursi sebelah. 41:53 Ini ini kan ada lorong kan, jadi menutup 41:56 lorong karena kaki diletakkan di mana? 41:57 Di gang. 41:58 Kebetulan kendaraan kosong karena tengah 42:00 malam. 42:01 Subhanallah. 42:03 Ada seorang 42:05 mau keluar. 42:08 Sedangkan dia menjadi penghalang. 42:10 Untuk tidak mengganggu dia sedang tidur, 42:12 dia tuh dari bawah Bang, melintas dari 42:15 bawah, tapi rupanya kesenggol juga. 42:18 Waktu kesenggol dia bangun, dia minta 42:20 maaf karena menghalangi jalan. Dia 42:21 bilang, "Saya minta maaf karena 42:21 mengganggu tidur kamu." 42:24 Ini non muslim. 42:25 Jadi di sini saya tidak ingin sama 42:26 sekali membanggakan non muslim, tapi 42:28 kita harus malu. 42:30 Kita ini yang dipersiapkan menjadi 42:31 sebaik-baiknya umat, kenapa akhlak kita 42:33 seperti ini? 42:34 Iya. 42:35 Oleh karena itu kita saksikan, yang ada 42:37 pada saat ini bukan umat Islam, yang ada 42:38 komunitas. 42:40 Masing-masing berjuang untuk 42:41 komunitasnya, ya. Mereka begitu fanatik 42:44 terhadap komunitas mereka dan doktrin 42:45 mereka Islam justru diabaikan. 42:49 Jadi Pak Syafri, 42:51 kita lihat Allah menganugerahkan kita 42:53 mata, waja'ala lakumus sam'a wal abshara 42:56 wal af'idah. Allah berikan kita 42:57 pendengaran, penglihatan, 42:59 begitu juga Allah berikan kita akal dan 43:02 kecerdasan. Tapi qolilan ma tasykurun, 43:04 sedikit sekali 43:06 yang bersyukur dari kalian yang 43:07 menggunakan semua ini untuk betul-betul 43:09 ingat kepada Allah, bersyukur padanya. 43:12 Yang masuk ke dalam diri kita 43:13 limbah-limbah kotoran. 43:15 Karena perhatian kita, hati kita condong 43:17 ke arah yang tidak baik, yang kita pilih 43:20 untuk kita baca, untuk kita ingat, ya, 43:22 untuk kita kembangkan hal-hal yang 43:24 negatif. 43:25 Allah berikan dia kecerdasan, ilmu, 43:28 kekayaan, ya, tahu-tahu setiap hari dia 43:31 berpikir untuk mencari 43:33 perempuan yang memuaskan nafsunya. 43:36 Padahal dia salat. 43:37 Dia berpuasa. 43:38 Tapi kenapa? Karena jiwanya sakit. Oleh 43:41 karena itu yang perlu diperbaiki 43:43 pertama-tama jiwanya. 43:45 Begitu jiwanya sehat, perhatiannya juga 43:48 akan sehat, pikirannya juga ke arah yang 43:50 positif dan sehat. 43:52 Nah, sayangnya banyak orang-orang tua 43:55 pada saat ini yang agamis, salat 43:57 berjamaah di masjid, 44:00 dalam juga 44:02 pembicaraan mengenai agama juga aktif, 44:04 tapi anaknya 44:06 lebih didorong untuk perhatian kepada 44:08 jurusan 44:09 dalam pendidikannya sains daripada 44:11 agamanya. 44:13 Jadi kalau dia seorang yang katakan 44:15 menekuni sains, orang tuanya betul-betul 44:17 mengarahkan anaknya, memberikan dukungan 44:20 dan perhatian ke sana. Begitu si anak 44:22 mengalami guncangan jiwa, stres seperti 44:25 anak yang sampai tega membunuh bapak 44:27 ibunya. Kenapa coba? 44:30 Karena orang tua cenderung memberikan 44:32 instruksi kepada anaknya, bahkan 44:34 mengingatkan jangan sampai kamu gagal, 44:36 jangan sampai kamu ini. Si anak 44:37 bertanya-tanya, kok saya enggak 44:38 diperhatikan sama sekali, jiwa saya ini 44:40 enggak pernah orang tua bertanya. 44:42 Tapi kalau orang tua merangkul anaknya, 44:44 membelai anaknya, mendampingi anaknya, 44:47 menghibur dirinya, jiwanya juga 44:49 diperhatikan apa yang kamu rasakan. 44:51 Bukan hanya instruksi orang tua, tapi si 44:53 anak ditanya apa yang kamu rasakan, 44:55 diberikan solusi. Kedekatan orang tua 44:57 ini akan menjauhkan dari penyakit jiwa. 45:00 Tapi kalau orang tua hanya instruksi, 45:01 berikan uang, berikan kendaraan, berikan 45:03 sopir 45:04 tapi tidak pernah orang tua bertanya 45:06 mengenai jiwanya, jiwanya. 45:08 Ya, dan kita temukan orang tua yang 45:10 akrab dengan anaknya. 45:12 Walaupun bukan apa, bukan orang-orang 45:15 yang berpendidikan tinggi, itu Allah 45:16 kasih, subhanallah, anaknya 45:18 sehat jiwanya, termasuk orang tuanya pun 45:21 sehat. 45:24 Jadi kita hidup di masyarakat yang sehat 45:26 akan berpengaruh. Oleh karena itu perlu 45:28 betul-betul 45:29 orang tua sebelum memberikan 45:31 pendidikan-pendidikan yang lain 45:34 bagaimana anak tersebut dihubungkan 45:36 dengan Allah. 45:37 Bukan ditakut-takuti dengan ancaman 45:39 neraka semata-mata 45:41 bukan juga dengan iming-iming surga 45:43 semata-mata, tapi diperkenalkan pada 45:45 Allah. Jangan seolah-olah kalau kamu 45:47 begini kamu dapat surga, kalau kamu 45:48 begini kamu masuk api neraka. Jadi 45:50 seolah Tuhan itu apa? 45:52 Tuhan itu 45:53 di matanya sebagai hantu yang mengancam. 45:56 Bukan Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha 45:58 Penyayang. Ini rahasia kenapa suratul 46:00 fatihah kita baca setiap saat, untuk 46:02 selalu mengingatkan kita. Dengan 46:04 Bismillahirrahmanirrahim kita masuk 46:06 dalam rahmat Allah. 46:09 Dalam rahmat Allah, Allah akan menjaga, 46:11 memelihara kita. Tapi kalau hati kita 46:13 lengah, 46:14 ini yang petaka. Maka Allah berfirman 46:16 dalam surat Asy-Syams, 46:18 Bismillahirrahmanirrahim, 46:20 wa nafsin 46:21 wa ma sawaha. 46:22 Demi jiwa, 46:24 dan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala 46:25 menciptakannya dengan penuh 46:27 keseimbangan. Taswiyah itu penuh 46:29 keseimbangan. 46:32 Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha. 46:35 Ini ayat perlu kita perhatikan. Fa 46:37 alhamaha fujuraha 46:38 wa taqwaha. 46:39 Artinya sebelum manusia belajar, 46:42 sebelum manusia mengecap pendidikan, 46:44 bahkan sebelum kenal orang tuanya, Allah 46:46 telah menanamkan dalam jiwa manusia 46:48 secara ilham. 46:50 Naluri yang membantu dirinya membedakan 46:52 fujur, membedakan taqwa. 46:55 Sebelum datang seorang pendidik 46:57 mengatakan bahwa ini tidak baik, ini 46:59 baik, Allah sudah tanamkan dalam 47:01 jiwanya. Oleh karena itu di saat orang 47:03 mengatakan yang baik itu buruk, yang 47:04 buruk itu baik, hatinya pasti akan 47:06 menolak. 47:08 Jadi kecenderungan ke arah kebaikan itu 47:10 kuat, karena memang secara fitri 47:11 ditanamkan secara ilham, bukan melalui 47:14 pendidikan. 47:15 Nah, datangnya Nabi menyempurnakan apa 47:17 yang telah diilhami oleh Allah Subhanahu 47:19 wa Ta'ala. 47:20 Jadi apa yang Allah tanamkan dalam jiwa 47:22 manusia secara ilhami, 47:24 di mana dia tahu mana baik, mana buruk, 47:25 dia cinta pada kebaikan, benci kepada 47:27 keburukan, datang Nabi innama buistu 47:30 liutammima makarimal akhlak. Jadi bukan 47:32 menanam sesuatu yang baru, tapi 47:34 menyiram, memupuk, mengasah, mengasuh 47:37 dengan bimbingan Allah Subhanahu wa 47:38 Ta'ala. 47:39 Setelah itu qad aflaha man zakka. 47:42 Jadi yang paling penting justru apa? 47:44 Sungguh beruntung, selamat, sukses orang 47:47 yang menjaga kebersihan jiwa. 47:49 Bagaimana cara menjaganya? Dihubungkan 47:51 dengan Allah. Dibiasakan dengan berbuat 47:53 kebaikan, hingga jiwanya dalam keadaan 47:55 zakiyah. 47:58 Yanmu fihal khair. 48:00 Wayamutu fihas syar. Yang tumbuh 48:02 berkembanglah kebaikan. Jadi qod aflaha 48:05 man zakaha. 48:06 Waqod khoba man dassaha. Sungguh merugi 48:10 orang yang mengotori jiwanya, yang 48:12 menginjak-injak jiwa dengan perbuatan 48:14 buruk, memutuskan hubungannya dengan 48:16 Allah subhanahu wa ta'ala. 48:18 Hanya hawa nafsu, walaupun tampil di 48:21 luar megah, kaya raya, berpendidikan, 48:23 tapi orang yang paling kotor jiwanya. 48:26 Nah, bagaimana mungkin orang seperti ini 48:28 akan mampu berbuat kebaikan? 48:30 Jadi kita ingin betul-betul dapat 48:32 mewujudkan yang Allah janjikan sebagai 48:35 sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan 48:37 bagi umat manusia. 48:39 Yang mengajak kepada yang ma'ruf, 48:41 mencegah dari yang mungkar. 48:43 Dan hati kita penuh keimanan kepada 48:45 Allah. Jadi kelihatannya mungkin metode 48:47 pendidikan kita harus dirobah. 48:51 Jadi belajar agama kayak kita di SD 48:53 belajar agama dulu. 48:54 Hanya menghafal sejarah. 48:57 Tahu katakan hukum ini, hukum itu, tapi 48:59 enggak pernah sama sekali dikenalkan 49:00 pada Allah. 49:01 Malah yang kita dengar, itu nanti 49:04 siratul mustaqim itu bagaikan rambut 49:06 yang dibelah menjadi tujuh, yang 49:08 tajamnya lebih daripada pisau. Itu yang 49:09 kita hafal. 49:12 Tapi Allah yang seharusnya kita cintai, 49:14 Allah yang harusnya menarik perhatian 49:16 kita, Allah yang seharusnya menjadi 49:18 tujuan dan fokus kita, kita abaikan. 49:23 Wallahu a'lam. 49:25 Insya Allah. Jazakumullah khair Ustad 49:26 atas pencerahannya. 49:28 Pak Safril ada kesimpulan yang mau 49:29 diambil dari perspektif Alquran tadi? 49:32 Iya, Ustad Isa. 49:34 Pendengar, pemirsa sekalian. 49:37 Dari uraian yang sedemikian mendalam 49:41 dari guru kita. 49:43 Kita sekarang memahami. 49:45 Bahwa apa yang kita dengar. Apa yang 49:48 kita lihat. 49:50 Harus kita ambil pilihan dari situ 49:54 dan pilihan itu tidak ada pilihan yang 49:56 lebih baik daripada 49:59 didasarkan kepada 50:02 ingatan kepada Allah 50:04 yang dibarengi dengan ilmu saja 50:06 tadi Ustad Husein sudah menegaskan 50:08 ilmu saja tanpa didampingkan dengan 50:11 zikir kepada Allah 50:12 tidak akan cukup karena itu 50:15 pendengar pemirsa sekalian 50:17 mencermati muatan pikiran yang jumlahnya 50:20 setiap hari sedemikian banyak maka kita 50:22 perlu berhati-hati dalam memilih dan 50:25 dalam memilih memilih ini 50:28 tidak ada 50:30 yang lebih baik daripada kita sandarkan 50:33 hati kita kepada mengingat Allah 50:36 karena hanya dengan mengingat Allah hati 50:38 menjadi tenang yang Allah kalau enggak 50:40 salah diulangi Allah dua kali surat 50:42 Ar-Ra'd ayat 28 itu 50:45 dan ini kita ambil pelajaran pendengar 50:46 pemirsa sekalian 50:49 betapa dan berapa banyak pun informasi 50:52 yang negatif kita terima sandarkanlah 50:55 pilihan itu berdasarkan apa yang telah 50:58 Allah gariskan 50:59 di dalam Alquran dan dengan itu 51:02 insyaallah kita akan 51:04 menjadi orang yang bersih bukan orang 51:07 yang fujur dalam sebagai pilihan dan 51:10 dengan itu mudah-mudahan Allah 51:12 kelompokkan kita kepada orang-orang yang 51:14 hatinya bersih sebagai penutup di dalam 51:20 proses pengembangan sumber daya manusia 51:22 ada yang disebut 51:24 you are what you think, Anda itu adalah 51:26 apa yang ada dalam pikiran Anda nah 51:28 pendengar pemirsa kalau yang di dalam 51:30 pikiran kita itu adalah hal-hal yang 51:32 dikaitkan dengan mengingat Allah, 51:34 bimbingan Allah, ilmu dari Allah 51:37 insyaallah kita menjadi orang yang 51:39 selamat orang yang berakhlak baik kurang 51:42 lebih seperti itu 51:43 jazakallah khair Ustad Syafril, makasih 51:45 banyak Ustad Husein atas ilmu yang 51:47 dibagikan, makasih banyak ya karena yang 51:48 menyimak sejauh ini, mudah-mudahan 51:49 bermanfaat untuk kita semua. Kita doakan 51:52 mudah-mudahan sumber daya umat muslim, 51:53 sumber daya Indonesia juga pada umumnya, 51:56 mudah-mudahan Allah tingkatkan, Allah 51:57 tingkatkan ekonominya juga, Allah 51:59 tingkatkan kualitasnya juga, agar 52:01 pekerjaan kita kita hambakan kepada 52:03 Allah Subhanahu Wa Ta'ala jadi sarana 52:05 kedekatan kita kepada Allah Subhanahu Wa 52:07 Ta'ala. Kita tutup dengan doa kafaratul 52:09 majelis. Subhanallah. 52:14 Assalamualaikum Warahmatullahi 52:15 Wabarakatuh.