Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa 0:13 Ta'ala. Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillah alhamdulillah rabbil 0:20 alamin wabihi nastain ala umuri dunia wa 0:24 din washolatu wassalam 0:27 ala asyrofil anbiya'i wal mursalin 0:30 wa'ala alihi wa shohbihi 0:34 waman tabi'ahum bi ihsanin ila 0:37 yaumiddin. 0:43 Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah 0:45 Subhanahu Wa Ta'ala, tadi sama-sama kita 0:47 membaca surat Yasin, mari sama-sama kita 0:51 berdoa. 0:52 Doa yang diajarkan 0:57 untuk dibaca setelah membaca surat 0:59 Yasin. 1:00 Bismillahirrahmanirrahim 1:02 alhamdulillah rabbil alamin. Allahumma 1:05 sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin 1:08 wa'ala alihi wa shohbihi waman tabi'ahum 1:11 bi ihsanin ila yaumiddin. Allahumma inna 1:15 nastahfizuka 1:16 wanastaudi'uka 1:18 adiyanana wa anfusana wa ahlana wa 1:21 auladana wa amwalana wa kulli syai'in 1:25 a'thoitana. Allahumma ja'alna wa iyyahum 1:29 fi kanfika wa amanika wa jiwarika wa 1:32 iyadika min kulli syaitonin marid wa 1:35 jabbarin anid wa dzi ain wa dzi baghyin 1:39 wa min syarri kulli dzi syarr. Innaka 1:41 ala kulli syai'in qodir. Allahumma 1:44 jammilna bil afiyati wassalamah wa 1:48 haqqiqna bit taqwa wal istiqomah wa 1:51 a'idzna min mujibatin nadamah. Innaka 1:54 sami'ud du'a. Allahummaghfirlana 1:57 waliwalidina wa auladina wa masyayikhina 2:01 wal ikhwanina fiddin wali ashabina wa 2:04 ahbabina waliman ahsana ilaina wal 2:08 mukminin wal mukminat wal muslimin wal 2:11 muslimat ya rabbal alamin. Wa 2:13 shallallahu alaihi abdika wa rasulika 2:15 sayyidina wa maulana Muhammad wa ala 2:18 alihi wa shahbihi wa sallim warzuqna 2:20 kamalal mutabaatihi lahu zahiran wa 2:23 batinan fi afiyati wa salamah. 2:25 Birahmatika ya arhamar rahimin 2:27 walhamdulillahi rabbil alamin. Ibu-ibu 2:31 apa kabar? 2:33 Alhamdulillah sehat semua Ibu? 2:35 Masyaallah sudah makan alhamdulillah. 2:38 Alhamdulillah sudah sarapan? 2:40 Ada yang belum sarapan? 2:43 Itu di belakang ada ongol-ongol 2:45 masyaallah. Hah? 2:47 Ongol-ongol? 2:50 Kelebihan g-nya ya? 2:52 Ada lemper, ada lontong boleh dinikmati 2:56 sambil kita mendengarkan pengajian dan 2:58 hari ini sebagai pengantar saja kita 3:01 kedatangan tokoh nasional. 3:05 Masyaallah. Profesor Amani Lubis 3:10 pernah menjabat sebagai Rektor 3:12 Universitas Islam 3:15 Negeri 3:16 Syarif Hidayatullah. 3:19 Beliau juga merupakan Ketua dari MUI 3:23 bidang keluarga 3:26 perempuan 3:27 bidang keluarga dan perempuan saat ini 3:30 masih eh aktif sebagai 3:33 salah satu pengurus Majelis Ulama 3:37 Indonesia. Alhamdulillah Allah kasih 3:40 rezeki kita besar sekali kedatangan 3:42 beliau bertatap langsung Ibu-ibu dengan 3:45 beliau mendapat bimbingan beliau. 3:48 Ibu-ibu kami ingatkan ayo kita 3:51 maksimalkan. 3:52 Bu, saya senang banget banyak ibu-ibu 3:55 hari ini bawa pulpen sama bawa catatan. 3:58 Menggambarkan antusias yang luar biasa. 4:01 Gunakan kesempatan ini untuk bertanya. 4:05 Ya, bertanya sepuas-puasnya, silakan. 4:09 Mumpung Profesor ada di sini saat ini, 4:13 insyaallah mudah-mudahan menjadi 4:15 keberkahan buat kita. Allah subhanahu wa 4:17 taala jaga kesehatan beliau, Allah 4:20 panjangkan umur beliau, Allah subhanahu 4:23 wa taala berikan kita manfaat dari 4:24 ilmu-ilmu yang beliau miliki. Amin, amin 4:27 ya rabbal alamin. Berikutnya saya 4:29 serahkan kepada master seremoni daripada 4:32 kajian Ummahat, Ibu Winar. Silakan, Ibu 4:35 Winar. 4:39 Terima kasih, Ustaz Isa. 4:41 Ibu-ibu yang dirahmati Allah, mari 4:43 sama-sama kita langsung saja 4:45 mendengarkan kajian yang akan 4:47 disampaikan oleh 4:49 guru kita, narasumber kita, yaitu Ibu 4:52 Profesor 4:55 Hajah Amani. Kepada Ibu, kami persilakan 4:58 untuk 5:00 ke depan. 5:03 Assalamualaikum warahmatullahi 5:05 wabarakatuh. 5:09 Alhamdulillahi rabbil alamin. 5:12 Wabihi nastain ala umuriddunya waddin. 5:16 mursalin, 5:19 Sayyidina Muhammad 5:22 sallallahu alaihi wasallam 5:24 wa ala alihi wasahbihi ajmain. Amma 5:28 ba'd. 5:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:32 Bismillahirrahmanirrahim. 5:35 Subhanaka la ilmalana 5:38 illa ma allamtana. Innaka antal alimul 5:42 hakim. 5:44 Sadaqallahul azim. 5:48 Ibu-ibu yang saya 5:51 banggakan 5:52 hadir ke masjid silaturahim 5:56 dengan ceria 5:58 alhamdulillah 6:00 bapak-bapak juga yang hadir 6:03 alhamdulillah 6:04 telah 6:06 meringankan langkah untuk hadir acara 6:08 pagi ini 6:10 seluruh panitia yang sudah menyiapkan 6:13 saya ucapkan terima kasih 6:15 semoga apa yang disampaikan bermanfaat 6:20 saya senang sekali berada di sini 6:25 berada di tengah ibu-ibu 6:27 ada juga anak-anak kita yang muda-muda 6:31 yang masih sekolah 6:33 kemudian pemuda-pemuda juga bapak-bapak 6:38 kita berkumpul 6:40 untuk sama-sama kita memikirkan tema 6:43 penting 6:44 yang diberikan kepada saya ya 6:47 tentang bagaimana ibu 6:51 menyiapkan iman yang kuat bagi dirinya 6:55 dan juga bagi keluarganya 7:00 tema ini penting terus-menerus akan 7:02 dibahas 7:04 karena generasi bergenerasi selalu 7:06 berganti dan kita semua harus menjaga 7:11 diri kita agar iman tetap kuat serta 7:14 seluruh anggota keluarga agar imannya 7:19 juga kuat 7:22 sanggup menghadapi tantangan zaman yang 7:26 begitu banyak 7:28 tantangan kita banyak ya ibu-ibu ya 7:32 apalagi dalam pendidikan dan juga dalam 7:36 menjaga iman kita 7:38 agar tidak tergoda dengan kehidupan 7:41 duniawi agar tidak lupa 7:45 akan 7:47 hari perhitungan atau hari kiamat yang 7:51 nanti kita semua akan dihadapkan dengan 7:55 semua perbuatan kita yang baik dan yang 7:58 buruk. Mudah-mudahan kita semua menjadi 8:01 ahli surga ya, Bu ya. 8:03 Amin ya rabbal alamin. Semua amal ibadah 8:06 yang positif dilipatkan 8:09 dilipatgandakan oleh Allah menjadi 8:11 pahala yang mendukung untuk kita semua 8:15 insya Allah masuk surga. Amin ya rabbal 8:17 alamin. 8:20 Ibu-ibu 8:23 memang 8:24 iman 8:26 kalau ulama 8:29 dalam literaturnya, dalam buku-bukunya 8:32 sering membahas bahwa iman itu 8:36 bisa menjadi kuat dan bisa menjadi 8:39 lemah. 8:40 Bukan karena kita menjadi orang Islam, 8:44 umat Islam di Indonesia, orang tua kita 8:48 Islam, anak-anak sudah Islam 8:51 banyak ke masjid, banyak sekolah, lalu 8:54 kita sudah langsung menjadi iman kita 8:57 kuat. 8:58 Tidak demikian. 9:00 Tidak demikian karena ulama mengatakan 9:04 bahwa al imanu yazidu wa yanqusu. 9:09 Iman itu bisa bertambah dan bisa 9:13 berkurang. Al imanu yazidu wa yanqusu. 9:18 Nah 9:19 karena sudah demikian adanya, maka upaya 9:23 kita harus selalu dilipatgandakan untuk 9:27 menjaga iman. 9:30 Kewajiban menjaga iman untuk semua 9:33 laki-laki dan perempuan. 9:35 Dalam keluarga juga untuk menjaga iman 9:38 ya bapak-bapak, ayah dan juga ibu atau 9:42 istri juga harus menjaga iman 9:44 masing-masing serta iman anggota 9:47 keluarga. 9:49 Bagaimana ibu-ibu, iman bisa bertambah? 9:53 Iman bertambah apabila amal ibadah 9:58 ditambah. 9:59 Di di perbanyak. 10:02 Dijadikan amalan yang rutin. 10:07 Dijadikan amalan yang kita laksanakan 10:10 dengan khusyuk. 10:12 Maka dalam hal ini 10:15 amalan ibadah kita menjadi berkualitas 10:18 dan kita menjadi beriman, iman kita 10:21 bertambah. 10:22 Iman berkurang kapan ibu-ibu? 10:26 Iman berkurang apabila 10:29 kita lupa zikir 10:32 kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 10:36 Sang pencipta, Allah yang Maha Kuasa, 10:39 kita lupa. 10:41 Ketika pergi misalnya 10:45 eee berkunjung kepada sanak famili 10:50 lupa berzikir. 10:53 Niat silaturahimnya 10:55 dapat pahala, tetapi dalam perjalanannya 10:58 tidak berzikir. 11:00 Atau kita dalam me-menghadiri 11:04 satu pesta misalnya walimah, walimatul 11:07 ursy misalnya. 11:09 Kita senang-senang saja, coba 11:10 makanannya, coba apa ber-bersendau 11:14 gurau dengan para tamu, famili yang ada, 11:18 tapi di hati kita lupa zikir, maka akan 11:22 berkurang. 11:23 Nanti kita akan 11:26 larut juga 11:28 ngomongin orang misalnya ada namimah ya, 11:31 bergosip dan lainnya. Kalau 11:33 ngumpul-ngumpul kan biasa seperti itu, 11:35 nanti berkurang imannya. Belum lagi alat 11:39 gadget ini ya, gadget ini alat HP atau 11:43 tablet atau apapun yang ada internetnya, 11:46 semua informasi banyak sekali yang 11:48 datang ke sini. Nanti kita 11:51 tergoda, waktu jadi hilang banyak, 11:55 kemudian melihat yang gosip-gosip, 11:58 bahkan aib orang kita lihat. Nah, ini 12:02 jadi iman kita berkurang. 12:04 Itu kalau cuma 5 menit atau 10 menit. 12:07 Coba kalau lengah kita berhari-hari, 12:10 naudzubillah. Maka dalam hal itu iman 12:13 berkurang. Dan iman berkurang juga 12:18 selain tidak memanfaatkan waktu dengan 12:21 baik, iman berkurang dengan lupa zikir, 12:26 serta iman berkurang dengan melakukan 12:29 hal-hal yang tidak bermanfaat. 12:32 Ya, hal-hal yang tidak bermanfaat. 12:35 Tidak ada nilai tambahnya buat 12:37 kesejahteraan keluarga atau buat iman. 12:41 Nah, sekarang zamannya memang ee 12:46 kalau tidak dipandu dengan iman 12:48 sepertinya tidak ada gunanya. 12:51 Seperti misalnya 12:53 ibu-ibu 12:55 ee pekerjaan di rumah sudah makin mudah 12:58 ya. 12:59 Iya kan? Ada alat listrik ya banyak ya. 13:02 Ee kalau dulu setrikaan kan pakai arang 13:05 gitu ya. Nah, sekarang sudah tinggal 13:07 colok langsung bisa panas, berarti lebih 13:10 mudah. Kompor juga dulu seperti apa, 13:13 sekarang sudah lebih mudah. Maka 13:15 pekerjaan kita sudah lebih mudah 13:18 tapi kita tidak bersyukur. Nah, tidak 13:21 bersyukur 13:23 itu juga mengurangi iman. 13:26 Allah Subhanahu wa Ta'ala 13:29 berfirman 13:30 la insyakartum 13:32 la azidannakum. Nah, itu ayat yang sudah 13:36 jelas-jelas. Kalau kita bersyukur, maka 13:38 kita akan tambahkan. Allah akan berli- 13:41 eh tam- limpahkan, baik itu rezeki 13:44 maupun juga kekuatan iman. 13:47 Tadi iman kita bisa berkurang dan 13:49 bertambah. Maka salah satu untuk 13:51 bertambah adalah bersyukur. 13:54 Bersyukur 13:56 eh 13:58 ada lagi kalau kita misalnya punya anak 14:02 eh baru atau cucu ya, mau pergi sekolah 14:06 seperti hari ini cucu saya pertama kali 14:09 pergi sekolah. 14:10 Saya sekarang jadi cerita sama ibu-ibu. 14:13 Itu adalah rasa syukur saya, bukan riya, 14:16 tetapi rasa syukur bahwa eh cucu sudah 14:21 usia 5 tahun, sudah mau sekolah. Saya 14:24 cerita ke ibu-ibu untuk bersyukur kepada 14:26 Allah. Ibu-ibu juga 14:28 saya ingatkan untuk selalu bersyukur. 14:31 Apapun eh kegiatan kita sehari-hari, 14:35 kita bersyukur. Maka Allah akan menambah 14:39 iman kita. 14:41 Itu tadi ibu-ibu mukadimah untuk kita 14:44 menambah iman kapanpun, di manapun serta 14:49 eh menjaga agar iman kita tidak 14:52 berkurang. 14:54 Insya Allah tidak berkurang. 14:58 Nah, 15:00 sekarang bagian bagi ibu-ibu. Apakah 15:04 ibu-ibu kalau bekerja 15:06 bekerja di rumah 15:08 bekerja di sekolah bekerja di kantor 15:13 bekerja di 15:19 diganjar oleh Allah? 15:21 Apakah diberi pahala? 15:24 Sama dengan laki-laki 15:28 kalau sama-sama guru apakah pahalanya 15:30 sama 15:33 kalau sama-sama menjadi 15:36 direktur misalnya apakah pahalanya sama 15:40 pahalanya sama ibu-ibu 15:42 karena semua kita bekerja dengan niat 15:47 untuk kebaikan 15:49 ee 15:51 Auzubillahiminasyaitanirrajim 15:54 Bismillahirrahmanirrahim 15:57 Wamayya'mal minashalihati 16:01 min dzakarin au untsa wahuwa mukminun 16:05 faulaika 16:07 yadkhulunal jannah walayuzhlamuna 16:11 naqira 16:12 ini ada di surat An-Nisa ayat 124 16:18 saya bacakan sekali lagi Wamayya'mal 16:21 minashalihat 16:23 minadzakar min dzakarin au untsa wahuwa 16:26 mukminun 16:28 faulaika yadkhulunal jannah 16:31 walayuzhlamuna 16:33 naqira Sadaqallahulazim 16:35 artinya seseorang yang mengerjakan amal 16:39 saleh 16:40 baik laki-laki maupun perempuan 16:43 sedangkan ia adalah seorang yang beriman 16:45 maka 16:47 mereka itu akan masuk surga 16:50 dan mereka tidak dianiaya 16:52 sedikitpun 16:54 Subhanallah ayat ini ayat kesetaraan 16:57 benar-benar 16:59 kalau saya nyapu di rumah 17:01 sama bapak-bapak nyapu di rumah 17:03 pahalanya sama 17:07 bapak-bapak memandikan anak 17:09 ibu-ibu memandikan anak pahalanya sama 17:12 jadi kalau ibu-ibu terus yang memandikan 17:15 anak tapi bapak-bapak enggak pernah 17:17 memandikan anak, rugi kan? Dia enggak 17:20 dapat pahala memandikan anak. 17:23 Alhamdulillah kalau suami saya dulu bisa 17:25 mengasuh anak. 17:26 Bisa, terampil sekali justru sebelum 17:29 saya pintar ee beliau sudah duluan. 17:33 Orang Betawi yang sangat istimewa 17:37 dan ee biasa mengasuh keponakannya. 17:41 Jadi ketika sudah punya anak sendiri 17:44 juga di dirawat sendiri. Ya 17:46 alhamdulillah. Kemudian tentu saya juga 17:49 cepat belajar dan ee bisa merawat anak. 17:53 Nah, jadi bapak-bapak tidak dibedakan 17:55 pekerjaannya di rumah 17:57 sebenarnya ya. Bedanya hanya perempuan 18:00 yang melahirkan, menyusui. Tapi yang 18:03 nyuci baju, yang menggendong anak, 18:06 ngasih makan anak, boleh enggak 18:07 bapak-bapak? 18:08 Boleh, kan anaknya sendiri. Masa 18:11 ngundang orang lain untuk ngasih makan 18:13 anaknya sendiri ya. 18:15 Nah, jadi itu pengalaman dari saya bahwa 18:19 ee suami saya juga ee turut mengasuh 18:23 anak di rumah. Saya lihat juga ayah saya 18:25 juga begitu karena dulu mungkin didikan 18:27 zaman dulu ya. Ayah saya itu masak kalau 18:30 tiap lebaran. 18:31 Kalau zaman dulu misalnya 20-an tahun 18:33 lalu dia masih pakai kayu, ambil kayu di 18:36 halaman rumah, dia bikin, dia masak. 18:39 Kalau almarhum suka masak ee kikil ya, 18:42 kaki sop kaki gitu. Nah, itu dia 18:45 ee keahliannya di situ kalau tiap 18:47 lebaran. Sampai sekarang kita ingat 18:50 ternyata ayah begitu mahir masak ee sop 18:53 kaki. Kemudian ee ya banyak lagi yang 18:57 dia bisa 18:58 sebagai laki-laki. Ayat yang tadi 19:01 mendukung seperti itu. 19:03 Wamayya'mal minash shalihat 19:07 min dzakarin au untsa. 19:09 Amal saleh itu kalau sekarang diartikan 19:12 bukan artinya sedekah ya. 19:15 Amal saleh itu sudah berubah kan artinya 19:17 ya. Amal saleh artinya semua perbuatan 19:20 positif. 19:23 Kita menyumbang, oke itu positif. Kita 19:28 menasihati orang juga positif. 19:31 Kita melindungi 19:34 orang juga positif. 19:37 Kita bekerja mendapatkan hasil uang yang 19:40 halal juga positif. Semua itu adalah 19:43 amal saleh dan diberi ganjaran pahala 19:46 oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 19:48 Allah itu Maha Pemurah. 19:51 Jadi jangan 19:52 hitung-hitungan sama Allah. Hari ini 19:55 saya sudah amal saleh apa ya, Bu? Oh, 19:57 tadi pagi saya sudah bangun pagi, sudah 20:01 wudu, salat, 20:03 salat wajib, salat sunah. Kemudian tadi 20:06 sudah salat duha, sudah ngaji Quran. 20:08 Coba kalau dihitung gitu, terus kita 20:11 minta hitung pahalanya berapa. 20:13 Wah, repot sendiri. Terus juga tidak, 20:18 tidak demikian. Ternyata Allah dalam 20:21 hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 20:23 Wasallam, dalam ayat-ayat Alquran sudah 20:26 menceritakan banyak sekali bahwa 20:29 ganjaran itu Allah yang memberikan bukan 20:33 seperti hitung-hitungan ala manusia. 20:37 Bahkan Allah memberi keberkahan. 20:40 Berkah, berkah itu apa? Berkah itu 20:42 berarti kita diberi pahala bisa lebih, 20:47 rezeki bisa lebih, 20:49 waktu kita juga bisa lebih. 20:53 Tadi disampaikan oleh 20:56 Ustaz bahwa saya ini ketua Majelis Ulama 21:00 Indonesia bidang perempuan, remaja dan 21:03 keluarga. 21:05 Ditambah saya juga ibu ya untuk anak dan 21:08 punya cucu. Disamping itu saya juga 21:10 punya pekerjaan lainnya. Disamping itu 21:14 suka juga bepergian ke luar negeri. Lah 21:17 waktunya berapa jam saya ini setiap 21:19 harinya? 21:21 Hah? 21:23 Nambah kan? 21:24 Waktu saya nambah bukan 24 jam. Itu 21:27 namanya berkah dari Allah. Karena bisa 21:30 dilakukan banyak perbuatan, ibu-ibu juga 21:32 demikian. 21:33 banyak amal saleh di 21:35 lakukan, amal positif dilakukan setiap 21:38 harinya, waktu ibu-ibu bukan 24 jam. 21:41 Bapak-bapak waktunya bukan 24 jam. 21:44 Lebih. Kalau saya bisa waktunya 50 jam. 21:49 Alhamdulillah, alhamdulillah. Itu 21:52 namanya berkah. Belum lagi eee 21:55 keberkahan kita lihat pada kesehatan. 21:58 Kita sehat, anak-anak sehat, suami 22:01 sehat, orang tua kita sehat, itu kita 22:04 bersyukur. Itu namanya keberkahan. 22:07 Ya, jadi albarokah 22:10 adalah azziyadah fi kulli syai' 22:13 minallah. Keberkahan adalah sesuatu yang 22:16 diberikan oleh Allah lebih dari yang 22:18 kita harapkan, yang kita bayangkan dan 22:21 itu merupakan akibat dari amal saleh 22:24 kita. 22:25 Jadi amal saleh bukan hanya sedekah, 22:28 amal jariyah ya, tetapi semua kegiatan 22:31 positif kita. 22:33 Kita menegur anak-anak, eh pakaiannya 22:37 yang rapi. He eh, ini model-model 22:40 sekarang kalau beli baju yang di mall 22:42 itu kan tangannya segini-segini ya. 22:45 Apa tanggal tanggung? 22:47 Apa istilahnya? 22:49 Eee 3/4, apa 7/8 atau apa, pokoknya 22:52 enggak 100%, enggak panjang gitu, enggak 22:55 lengkap. Eee nah, kalau kita lihat 22:58 anak-anak beli yang kayak begitu, kita 23:00 nasehati, ini kurang panjang begitu. 23:04 Eee, tidak perlu yang pendek-pendek. 23:06 "Wah, ini kan mau di mall jualnya 23:08 begitu." Lah, yang semua ada di mall 23:10 bukan cocok buat kita. Jadi, kita 23:12 pilah-pilih. Anak kecil pakaiannya juga 23:16 kita perhatikan. Ya, itu caranya untuk 23:19 menjaga iman. Tadi kita tema kita adalah 23:21 bagaimana kita menjaga iman untuk diri 23:24 kita dan untuk keluarga. 23:28 Dalam pergaulan misalnya. 23:31 Tadi kita mau berkah 23:34 dengan anak-anak kita, karena anak-anak 23:36 kita nanti juga yang akan mendoakan kita 23:40 setelah wafat dan kita bisa mendapat 23:43 tambahan pahala juga, tambahan eee 23:47 rezeki dari Allah sehingga tidak diazab 23:50 di kubur, tidak disempitkan 23:54 kuburannya tapi dilapangkan, diberi 23:56 cahaya. Itu adalah dengan doa dan dengan 24:00 amal perbuatan baik kita di dunia. 24:03 Coba Ibu bayangkan ya, makam begitu 24:05 sempit tetapi perasaan orang yang 24:08 dikubur 24:10 dengan amal perbuatan baiknya bisa jadi 24:13 lapang 24:15 seperti lapang dan juga eee terang. 24:20 Maka dengan doa, dengan bacaan Alquran 24:23 kita bisa melapangkan eee makam 24:25 seseorang, orang yang kita cintai atau 24:29 ulama-ulama atau para sahabat nabi juga 24:33 kita selalu mendoakan kepada nabi dan 24:35 keluarganya. Itu semua memberikan cahaya 24:39 dan kelapangan di kuburnya. 24:41 Apakah mendoakan orang yang mati juga 24:44 pahala? 24:46 Amal baik? 24:47 Iya, tentu ya. Ajaran agama kita 24:51 demikian. Dengan demikian, tidak ada 24:53 beda kehidupan dunia dan akhirat. 24:57 Kita hidup di dunia untuk 24:59 untuk akhirat. 25:01 Gitu. Wal akhiratu khairum 25:05 minal ula. Itu dalam ayat Alqurannya. Al 25:09 akhirah 25:10 hari setelah hari perhitungan, hari 25:13 kiamat, khairum minal ula. Lebih baik 25:16 daripada al ula itu kehidupan di 25:20 dunia. 25:21 Ya. Jadi ibu-ibu, bapak-bapak 25:24 keberkahan kita bisa peroleh dengan amal 25:28 saleh tadi may ya'mal 25:31 minkum minas shalihat 25:34 min dzakarin 25:36 au unsa. Disamakan dalam ayat itu. Dari 25:40 orang yang laki-laki maupun perempuan. 25:43 Setelah kita melaksanakan semua amal 25:45 baik 25:47 maka Allah akan memberikan ganjaran 25:49 surga 25:51 dan tidak akan dianiaya sedikitpun. 25:53 Maksudnya dianiaya sedikitpun itu apa? 25:57 Iya, disiksa. Apakah kita ada orang yang 26:00 masuk surga tapi disiksa dulu ya? 26:04 Iya ya. Kita ketahui bahwa 26:07 surga itu lapis-lapis, juga 26:11 neraka juga lapis-lapis. Orang beriman, 26:15 kita inginnya berdoa langsung masuk 26:17 surga tanpa ada 26:19 siksaan. 26:21 Tapi kalau orang yang muflis 26:24 muflis itu adalah orang yang 26:26 nanti timbangan amalan baiknya berkurang 26:31 amalan buruknya meningkat 26:35 naik gitu. Nah itu namanya muflis. Dia 26:38 akan disiksa dulu sesuai dengan amal 26:42 buruknya, disiksa di api neraka baru 26:45 nanti dimasukkan ke surga. 26:46 Mudah-mudahan kita tidak begitu ya. Maka 26:49 kita persiapkan hari akhirat nanti 26:52 dengan sekarang di dunia. 26:54 Memang sepertinya tidak enak. Ini tidak 26:58 boleh, ini tidak boleh, begitu ya. Harus 27:01 seperti ini, harus seperti ini. Lah, 27:03 memang demikian. Di mana sih di dunia 27:05 ini tidak ada aturannya? Semua manusia 27:08 saja bikin aturan. Aturan di sekolah, 27:10 aturan di tempat pekerjaan, aturan mau 27:13 ke luar negeri, aturan di luar negeri, 27:16 aturan berhubungan internasional, semua 27:19 ada aturannya. 27:20 Jadi, kita pun dalam diri kita dan 27:22 keluarga kita harus ada aturan. 27:24 Insyaallah, yang baik-baik kalau kita 27:27 laksanakan semuanya bisa di ee 27:32 ee 27:33 menjadi baik ya. 27:35 Ibu-ibu, di dalam Alquran 27:38 ada surat Luqman. 27:43 Sering dibaca ya? 27:44 Surat Luqman. Luqman adalah 27:48 sosok yang mulia, 27:51 bukan nabi, 27:52 tetapi seorang ayah yang mampu mendidik 27:56 anaknya, memberikan nasehat kepada 27:58 anaknya. Ada ee 28:01 12 nasehat kepada anaknya 28:05 agar menjadi anak yang baik. Ya, tentu 28:09 karena ada 28:10 di dalam Alquran, ibu-ibu juga harus 28:13 pakai nasehat Luqman Al Hakim, biasanya 28:17 disebut demikian. Luqman Al Hakim, 28:20 nasehat-nasehatnya 28:22 ibu-ibu juga harus tahu supaya siap juga 28:26 menasehati 28:27 ee 28:28 anak-anaknya 28:30 untuk demikian. Tentu yang pertama 28:32 adalah iman, iman kepada Allah 28:36 yang Maha Esa. 28:39 Maha Esa berarti kita tidak ada lagi 28:42 hal yang lebih 28:44 penting daripada Allah di dunia ini. 28:48 Misalnya wah alat ini lebih penting dari 28:51 dunia eh dari akhirat atau dari 28:54 mengingat Allah itu tidak boleh berarti 28:56 kita menuhankan HP. Atau ada yang lebih 29:00 penting harus pergi ke sana ke sini 29:03 terus kita meninggalkan hal-hal yang 29:04 wajib. Misalnya salat atau meninggalkan 29:08 eh 29:08 eh 29:09 keluarga tanpa memberitahu atau apapun 29:12 baik bagi laki-laki maupun perempuan. 29:15 Itu berarti tidak baik dan mementingkan 29:18 hal yang eh 29:22 apa yang mestinya kita dahulukan adalah 29:26 maslahat kita dengan Allah Subhanahu Wa 29:29 Ta'ala. 29:30 Nah yang pertama al imanu billah yang 29:33 kedua 29:36 eh 29:38 tadi la tusyrik billah ya al imanu 29:40 billah yang kedua adalah jangan mencuri. 29:45 La tasrik jangan mencuri. 29:48 Jadi coba ibu-ibu selalu ingatkan 29:51 anak-anak. Mencuri itu berarti kalau 29:54 ngambil sesuatu harus izin 29:56 kemudian mencuri 29:58 kita perhatikan anak-anak kan suka 30:00 ngambil misalnya dari supermarket apa 30:03 begitu itu tidak boleh. Di di harus 30:05 disebut jangan bilang oh dia anak kecil 30:08 gitu enggak enggak boleh. Eh dia 30:11 berkunjung ke rumah orang atau apapun 30:13 lalu dia ambil atau apa kalau anak-anak 30:16 kan dibilang anak-anak tapi orang dewasa 30:19 harus mengarahkan. 30:21 Karena kalau biasa mencuri yang sedikit 30:24 akan mencuri yang yang banyak dan jadi 30:26 dia tidak sadar dalam pekerjaan kita ah 30:29 saya mau beli eh numpang deh sama uang 30:33 kantor beli kertas misalnya satu rim dia 30:38 bawa ke rumah nah itu enggak boleh 30:40 numpang deh beli apa Saya kan bukan 30:42 mencuri untuk ambil banyak-banyak. Lah 30:45 sedikit saja tidak boleh, apalagi 30:48 banyak. Ya, jadi tidak boleh mencuri, 30:51 tidak boleh berzina, itu 30:55 nasehat juga. 30:57 Tidak boleh berzina berarti tidak boleh 30:59 pacaran ibu-ibu. 31:01 Tolong dong ibu-ibu harus kuat hatinya, 31:04 bapak-bapak juga. Kalau melihat anak 31:06 sudah mulai dewasa, 31:08 jangan dibiarkan dia 31:10 berduaan dengan temannya. Atau jangan 31:14 juga diizinkan teman yang lawan jenisnya 31:17 datang ke rumah. 31:18 Ngapain anak SMP, SMA ada temannya 31:21 berkunjung ke rumah? Ngapain? 31:24 Kalau saya dari didikan saya dari kecil 31:27 sudah sangat mudah. Anak saya semua tahu 31:29 dari kecil dulu, enggak ada temannya 31:32 yang ngunjungin ke rumah. 31:34 Tahu, karena saya bilang kalau ada yang 31:36 mau datang, Mama lamar langsung. 31:40 Nah, takut deh dia. Masa masih SMP mau 31:42 dilamarin? Atau SMA masih mau dilamar? 31:45 Tapi hal yang menakutkan bagi dia itu 31:48 jadi selalu diingat. Oh, saya sama semua 31:52 teman berteman. 31:54 Ya, bertemannya ya di sekolah saja atau 31:56 di tempat kuliah, enggak usah sampai ke 31:58 rumah. Ngapain ke rumah? Gitu ya. Bisa 32:01 enggak ibu-ibu seperti itu? 32:03 Mulai sekarang begitu larang, tapi 32:05 dikasih dikasih pengertian. Kami di 32:08 Majelis Ulama Indonesia sudah menyatakan 32:13 bahwa pacaran itu haram hukumnya. 32:16 Dari dulu juga begitu, ulama-ulama juga 32:18 bilang begitu. Yang pacaran itu berarti 32:21 kenalan tanpa niat untuk nikah. 32:24 Tidak boleh. 32:26 Anak SMA, S S1 pun kuliah juga kalau dia 32:31 datang dan kenalan tidak dengan niat 32:33 nikah, tidak boleh. 32:35 Artinya tidak di tidak dengan niat 32:37 khitbah tidak boleh. Berarti semuanya 32:40 teman. 32:42 Tidak ada yang khusus. Kalau mau khusus 32:45 sudah niat halal, niat khitbah lalu 32:48 menikah. 32:50 Kalau ada nasib lanjut ke pernikahan 32:53 kalau tidak berarti buat apa berteman 32:55 dekat-dekat gitu. Ini awal dari zina. 32:59 Naudzubillah ya ibu-ibu. Ada 33:03 rilis atau kabar ya di medsos begitu 33:06 atau di berita 33:08 online bahwa 33:11 60% apa ya? Anak gadis di Indonesia 33:14 tidak perawan lagi. 33:16 Naudzubillah. 33:18 Ya kita enggak tahu ya. 33:20 Naudzubillah. Mudah-mudahan bukan 33:23 keluarga kita tetapi itu di masyarakat 33:25 ada. Masyarakat Indonesia berarti dari 33:29 semua pulau datanya itu dikumpulkan. 33:33 Naudzubillah. 33:34 Kemudian 33:36 pelecehan seksual ada di mana-mana 33:40 dan sering didiamkan. 33:43 Ada di lembaga-lembaga pendidikan, 33:46 sekolah-sekolah dan pesantren. Ini juga 33:48 salah. Naudzubillah. Berarti nasehat 33:51 Luqman Hakim tidak dilaksanakan. 33:54 Tidak boleh berzina. Berzina itu dengan 33:57 semua mukadimahnya atau semua 34:00 cara-cara yang sebelumnya itu dilakukan. 34:05 Bukan langsung hubungan intim bukan 34:07 tetapi ketika dibiarkan anak-anak 34:10 pakaiannya kurang-kurang tadi ya. Pendek 34:13 tangannya, di kakinya pendek. Itu sudah 34:16 mulai itu. Berarti dibiarkan anak-anak 34:19 supaya 34:20 eee nanti dilecehkan pun tidak apa-apa 34:24 karena badannya juga sudah ya khusus 34:26 untuk apa anak perempuan ya. Laki-laki 34:28 juga begitu. Laki-laki kan ada auratnya 34:31 juga. batas pinggang sampai bawah lutut 34:35 gitu nah 34:38 karena kita melihat data yang begitu 34:41 parah 34:42 maka saya yakin ajaran Islam itulah yang 34:44 paling benar, bagaimana menjaga 34:46 anak-anak 34:49 bukan hanya kewajiban ibu-ibu tetapi 34:51 juga bapak-bapak 34:53 baca saja data 34:54 data kita baca, berapa 34:57 yang di mengalami kekerasan seksual 35:01 berapa yang mengalami tadi itu 35:05 sudah 35:06 kecelakaan di luar pernikahan 35:09 bahkan nanti kalau sudah nikah pun 35:12 berapa yang cerai, itu sangat tinggi di 35:14 Indonesia meningkat 35:17 sangat disayangkan padahal kita 35:19 tujuannya menikah adalah untuk 35:22 kesejahteraan bersama, kebahagiaan 35:24 bersama, ada mawaddah, ada sakinah, 35:28 kemudian rahmat Allah turun 35:30 tetapi kalau enggak ada mawaddah, rahmah 35:33 ya langsung cerai, ini pun juga 35:36 menjadi 35:38 ciri dari masyarakat yang tidak kuat 35:42 jadi di Majelis Ulama Indonesia di 35:44 bidang saya perempuan, remaja dan 35:46 keluarga, kami menerbitkan buku tentang 35:49 ketahanan keluarga 35:51 ketahanan keluarga berarti 35:55 keluarga yang sudah menikah ini harus 35:59 menjaga 36:01 anggota keluarganya 36:03 menjaga lembaga perkawinannya 36:06 untuk menjadi sosok yang beriman, yang 36:09 sehat lahir batin 36:12 kalau tidak sehat lahir batin berarti 36:14 masih ada kurang hal yang harus 36:16 dilakukan 36:17 harus diperbaiki 36:19 imannya yang kurang harus diperbaiki, 36:22 akhlaknya yang kurang harus diperbaiki 36:25 supaya jadi keluarganya tahan, Tahan itu 36:28 berarti tangguh. 36:30 Tangguh. 36:32 Tidak rapuh. 36:35 Ayah Ibu tidak cepat cerai. 36:38 Ayah Ibu bisa menyelesaikan masalah. 36:41 Kemudian anak-anak 36:44 menerima nasehat. Ini juga ya, Bu, ya. 36:47 Anak-anak harus dibiasakan menerima 36:49 nasehat. 36:50 Kalau dari kecil enggak dinasehatin, 36:52 masa dari sudah besar mau menerima? 36:55 Kan tidak ya? Iya. 36:57 Alhamdulillah kalau suasana di Indonesia 37:01 masih positif. Anak-anak diajarkan ngaji 37:04 dari kecil. 37:05 Eee kemudian eee masyarakat juga 37:09 mendukung. 37:11 Ya, tetapi itu tidak cukup. 37:14 Mendidik anak 37:17 agar kuat imannya itu harus 37:20 berkelanjutan. 37:22 Jadi harus eee berkelanjutan supaya 37:27 benar-benar nanti menjadi sosok mukmin 37:30 muslim yang kuat. 37:32 Tadi syarat mau masuk surga apa di ayat 37:35 yang tadi dibacakan? 37:37 Syaratnya adalah 37:40 wahua 37:41 mukminun. 37:43 Jadi benar-benar beriman kepada Allah 37:45 tadi tidak melakukan hal yang syirik, 37:47 tidak melakukan hal yang melemahkan 37:50 iman, selalu bersyukur berarti dia 37:53 beriman, baru dia masuk surga. Jadi 37:56 Allah pun ketika memberi tuntunan, 37:58 memberi petunjuk 38:01 ada syaratnya. 38:03 Ya, ada syaratnya. Tadi agar kita 38:06 beriman. 38:07 Berarti Ibu-ibu menjaga iman kita adalah 38:10 kewajiban. 38:11 Mayya'mal 38:13 minashalihat. 38:15 Salihatnya juga jamak. Apapun. 38:18 Mau membantu, mau menasehati, mau eee 38:23 apa? Eee ke bakti. 38:27 Kerja bakti di lingkungan. Ayo, kita, 38:30 kalau Indonesia kan begitu ya. Guyub 38:32 dengan tetangga, itu ternyata pahalanya 38:35 sangat besar. Ayo, kerja bakti, 38:38 bersihkan selokan, bersihkan lingkungan, 38:41 halaman masing-masing, semprot nyamuk, 38:44 semprot yang lainnya. 38:46 Itu ternyata pahalanya besar. Itu adalah 38:50 ibadah sosial namanya. 38:52 Ibadah yang kita lakukan bersama 38:55 masyarakat. 38:57 Untuk menjaga kesehatan, menjaga 38:59 lingkungan. 39:00 Lingkungan harus dijaga, Ibu-ibu. Karena 39:03 kalau tidak menjadi, ee, bencana buat 39:08 kita sendiri. 39:09 Ya. 39:10 Ah, baik. 39:13 Maka untuk menjadi sosok mukmin yang 39:16 kuat, 39:20 sangat banyak syaratnya, tetapi 39:25 bisa diringkas 39:29 dengan membaca Alquran. 39:32 Alquran memberikan kita ketenangan di 39:35 dunia dan juga kebahagiaan di akhirat. 39:40 Dalam surat Al-Baqarah di awal itu, itu 39:43 sudah diberi kita tuntunan yang jelas. 39:46 Harus membaca Alquran, menggali dari 39:49 Alquran. Siapapun kita. Apalagi saya 39:52 seperti dosen, ee, saya dosen, itu harus 39:56 menambah wawasan tentang Alquran. 39:59 Siapapun. Ibu-ibu juga demikian. Baca 40:02 satu ayat, baca artinya, baca tafsirnya. 40:05 Harus seperti itu. 40:08 Ya, alif lam mim, zalikal kitabu la 40:14 raiba fih, hudan lil muttaqin. 40:18 Al-ayat selanjutnya. 40:20 Jadi 40:22 Alquran 40:24 adalah pegangan kita 40:26 sebagai umat Islam dan juga 40:31 menambah wawasan ilmu juga dari Alquran. 40:36 Dan Alquran mukjizat. 40:38 Pernah dengar begitu kan? Iya dan kita 40:41 yakini kan Alquran mukjizat, tapi 40:44 mukjizatnya 40:45 dulu saja atau sampai sekarang? 40:48 Sampai sekarang. Apa buktinya? 40:50 Coba kita pikirkan Ibu-ibu pulang ke 40:52 rumah atau dalam majelis seperti ini 40:55 besok-besok pikirkan apalagi ya 40:57 kemukjizatan Alquran yang ada di sekitar 41:00 kita sekarang ini. 41:02 Kalau ulama-ulama 41:04 ulama misalnya cende apa ilmuwan tentang 41:08 antariksa 41:09 mereka menemukan 41:11 misalnya 41:12 di dalam Alquran ada ayat 41:17 Wansyaqqal qamar. 41:19 Artinya 41:20 bulan 41:22 berbelah. 41:23 Itu 41:24 ayat diturunkan kepada Nabi Muhammad 41:27 sallallahu alaihi wasallam 41:28 ayat tersebut ada sebab nuzulnya mau 41:31 ingin membuktikan bahwa 41:34 risalah Nabi Muhammad ini benar-benar 41:36 dari Allah Yang Maha Kuasa dan 41:40 benar-benar Rasulullah ini utusan Allah. 41:43 Maka Rasulullah bermohon berdoa kepada 41:47 Allah bukti mohon bukti karena 41:49 orang-orang kafir Quraisy ini tidak mau 41:51 meyakini. 41:53 Akhirnya turunlah ayat Wansyaqqal qamar 41:55 dan bulan ini berbelah. 41:58 Lalu orang Quraisy langsung natap bulan 42:00 ternyata benar 42:02 bisa misah berbagi dua kemudian nyatu 42:05 lagi. Wah langsung orang Quraisy masuk 42:08 Islam. 42:09 Nah, bagi kita sekarang ternyata sudah 42:13 dibuktikan bulan berbelah itu ee di 42:17 lembaga antariksa di iya, di Amerika, 42:21 NASA. 42:22 Dibuktikan bahwa ada celah di di bulan 42:26 yang melingkari semuanya, sepertinya 42:28 dulu ini pernah ada retakan. 42:31 Nah, ternyata dibuktikan oleh ee 42:34 orang Amerika, ahlinya di sana, bulan 42:37 pernah berbelah. Orang Islam yang 42:39 mendengar demikian mengatakan 42:41 subhanallah. Ini sudah ada lebih 14 abad 42:45 di dalam Alquran dan Rasulullah juga 42:47 mengatakan itu adalah mukjizat 42:50 untuk membuktikan kebenaran Rasulullah. 42:53 Dengan Iqra, Iqra ayat tersebut mukjizat 42:56 bukan? 42:57 Kita yakini semua ayat mukjizat, tapi 42:59 bagaimana membuktikannya? 43:02 Apakah dengan membaca? 43:04 Dengan nama Allah, lalu kita bisa me 43:09 merasakan bahwa oh iya, 43:11 Allah ini Mahakuasa dan ini mukjizatnya. 43:15 Ya, sekarang ini 43:16 mukjizat tentang ayat Alquran atau Iqra 43:20 tadi itu 43:21 adalah sudah ditafsirkan lebih luas. 43:24 Iqra bukan berarti membaca buku atau 43:27 membaca Alquran, tetapi membaca alam. 43:31 Alam semuanya diba kita pelajari 43:35 sehingga menjadi mukjizat betul-betul. 43:39 Ketika alam dibaca, kita me menyadari 43:43 bahwa 43:45 ee di alam ini ternyata 43:49 yang se suka ada kemarin viral juga di 43:53 di YouTube ya, bahwa bu laut 43:56 enggak bisa nyatu ya. 43:58 Ya, selalu ada celah. Iya. 44:02 Jadi, ada ba laut kemudian dalam ayat 44:06 Alqurannya di surat Ar-Rahman la 44:08 yaltaqiyan tidak akan bertemu sama 44:11 dengan di di Indonesia antara laut Jawa 44:17 sama Selat Sunda itu juga 44:20 sudah ada celahnya tidak bisa bersatu 44:23 airnya. 44:25 Makanya namanya juga beda ini Selat 44:27 Sunda antara Sumatera sama Jawa nanti 44:30 Selat Jawa eh Laut Jawa di utaranya 44:33 tidak bersatu nanti ada laut di Timur 44:36 Arafuru itu juga tidak bersatu tidak 44:38 bersatu dengan Samudera Hindia 44:41 Subhanallah ya itu ada di Alquran lalu 44:44 kita buktikan dan di Indonesia karena 44:46 banyak laut kita membuktikan 44:48 kemukjizatan itu ternyata laut-laut yang 44:51 dengan nama berbeda ini semuanya eh 44:55 memang membuktikan tidak bersatu makanya 44:58 beda karakteristiknya beda kadar 45:00 garamnya juga beda makhluk biopa 45:02 hidupnya juga biota lautnya juga 45:05 beda-beda Subhanallah kan itu menambah 45:08 wawasan kita ya menambah iman menambah 45:10 kepercayaan kita kepada Allah Subhanahu 45:13 Wa Ta'ala. 45:14 Apakah belajar ilmu kelautan 45:17 ilmu tumbuh-tumbuhan itu hanya untuk 45:20 laki-laki? 45:22 Tidak ya untuk ibu-ibu juga saya suka 45:25 bercocok tanam alhamdulillah biji apa 45:28 saja saya tanam tumbuh senang sekali 45:30 saya rasa itu jadi hiburan yang sangat 45:34 melegakan. 45:35 Potek-potek pohon apapun saya tanam 45:38 tumbuh Subhanallah iya potek dari ujung 45:41 pohon saja saya tanam di rumah itu 45:44 tumbuh sekarang sudah bunga putih merah 45:46 dan lainnya. Eh coba ibu-ibu begitu itu 45:50 adalah juga menunjukkan rasa syukur 45:52 kepada Allah 45:54 kita mengenal ilmu tumbuh-tumbuhan 45:57 bagaimana dia bisa tumbuh dan bisa 46:00 menghias rumah kita menghibur kita 46:03 dengan yang hijau-hijau. 46:06 Ya, jadi sering saya ditanya ibu-ibu, 46:09 dari ibu-ibu gitu ya. 46:11 Ibu, Ibu Amani menghilangkan stres 46:13 bagaimana? 46:15 Banyak tugas, banyak tanggung jawab, 46:17 banyak ini. Saya bilang dengan memandang 46:20 hal yang hijau, walaupun hanya sebatang 46:22 rumput bergoyang begini, itu sudah lega 46:25 saya. 46:27 Karena ini adalah makhluk Allah yang 46:29 halus, lembut, saya sudah senang. 46:33 Ya, jadi saya senang kalau lihat ada 46:36 hijau-hijau di sekitar, bahkan kalau di 46:39 rumah pun ditaruh saja Bu, 46:40 tumbuh-tumbuhan ada yang bisa tumbuh 46:42 dengan air ya. Tapi dijaga jangan ada 46:44 nyamuknya airnya. Nah, itu kita bisa 46:47 juga 46:49 menghibur mata kita, jiwa kita dengan 46:53 yang hijau-hijau. 46:54 Ternyata 46:56 ayatnya juga sangat penting itu. 46:59 Innallaha la yuhibbul mufsidin. 47:03 Allah tidak suka orang yang 47:05 merusak. 47:07 Buang sampah sembarangan itu merusak. 47:10 Subhanallah, saya baru datang dari 47:12 Jepang ibu-ibu ya, cerita sedikit. Di 47:15 Jepang di kota-kota yang begitu ramai, 47:17 Kota Tokyo itu penduduknya 28 juta. 47:22 Subhanallah, jadi kalau di Jakarta ini 47:24 katanya 12 juta siang, 47:27 kalau malam sudah jadi 8 juta, 47:30 kita sudah rasanya macet, ramai sekali. 47:32 Kalau di Jepang sana 28 juta orang, 47:38 umumnya naik transportasi umum di bawah 47:40 tanah. Jadi ramainya di bawah tanah, 47:42 mereka kayak semut gitu, menghuni 47:44 menghuni di bawah tanah. Kalau di luar 47:47 kantor-kantornya saja sama mereka jalan 47:49 kaki nyebrang-nyebrang. 47:51 Nah, di sana 47:53 Kota Tokyo ya yang saya ke sana atau ke 47:56 kota-kota lainnya, Hiroshima, Tokyo tuh 47:59 saya ke sana tidak ada tong sampah. 48:04 Tidak ada sampah juga di jalan. Jadi 48:06 sampahnya dibawa ke mana? 48:09 Dikantongin, 48:10 di tas kita semua bekas botol Aqua, 48:13 botol apa biskuit, 48:16 tisu, apapun enggak ada yang dibawa. 48:19 Saya mau habis minum kan daripada taruh 48:21 di ini cari tempat sampah enggak ada. 48:23 Nanti ada di stasiun di mana begitu 48:26 di pojok-pojok ada satu dua. Jadi selalu 48:29 saya matanya nyari tempat sampah. 48:33 Subhanallah ya. Jadi kalau kita ya kita 48:36 ajari juga demikian kalau belum ada 48:38 kesadaran menyimpan sampah di tas 48:42 ya berarti banyak tempat sampah untuk 48:45 membuangnya di sana. 48:47 Iya, nah itu semua kita juga 48:50 menjaga lingkungan adalah menjaga iman 48:53 kita. 48:54 Berarti kita bersyukur. Kan kita sering 48:56 dengar ya 48:58 banjir, longsor di sungai atau di gunung 49:01 akibat dari penebangan pohon. Berarti 49:04 kita kasih kesadaran anak-anak juga 49:06 jangan merusak pohon. Kita didik dari 49:09 rumah. 49:10 Saya dari awal tidak mau mengatakan al 49:12 ummu madrasatul ula. 49:15 Ibu adalah sekolah yang pertama. 49:18 Nanti sudah takut lah saya enggak mau 49:20 jadi guru 49:22 untuk anak-anak saya ya saya didik saja 49:24 begitu saja lah. 49:26 Eee 49:27 sedapatnya, sebisanya. Tidak boleh 49:30 ibu-ibu. Justru 49:33 para ahli mengatakan dan itu ada 49:36 syairnya al ummu madrasatul ula. Ibu 49:39 adalah sekolah yang pertama bagi 49:42 anak-anaknya, bagi keluarganya. 49:44 Ya jadi kita yang harus nambah wawasan. 49:46 Nambah wawasan melalui apa ibu-ibu? 49:51 Membaca 49:52 Alquran. 49:54 Bacalah Alquran, semua akan dapat. Tadi 49:57 nasehat Luqman Hakim ee kesetaraan 50:00 laki-laki dan perempuan dalam pekerjaan 50:03 semua keadilan tidak boleh ada pelecehan 50:06 ada di dalam Alquran. Tidak boleh 50:09 mencuri sedikitpun supaya jangan jadi 50:12 koruptor besarnya. 50:14 Iya, jadi saya di kampus juga saya 50:16 bilang gitu ee apa mau ujian ngambil 50:20 kertas dua dulu, saya bilang semua boleh 50:23 dapat kertas empat atau enam asal diisi 50:26 jawabannya tapi jangan ngambil kertas 50:28 kosong. 50:29 Lalu dilipat-lipat dibuang atau itu 50:31 namanya korupsi. Kalau anak-anak 50:33 dibiarkan korupsi satu lembar kertas 50:36 nanti kalau sudah jadi pejabat mau 50:38 korupsi yang lebih banyak. 50:40 Iya, jadi korupsi itu harus dijaga dari 50:43 sekarang. 50:44 Kalau saya 50:47 dan juga untuk berbohong ya bohong itu 50:50 juga dia bilang ah ini bohong 50:52 kecil-kecilan tidak boleh Ibu, tidak ada 50:54 istilah bohong kecil-kecilan tidak ada 50:57 bohong itu tetap bohong. 50:59 Saya untuk menjadi jujur menjaga diri 51:01 supaya jujur dari saya masih muda 51:03 seingat saya masih SMA. Setiap dalam 51:07 sujud saya saya mohon agar saya tidak 51:09 bohong kepada Allah dari dulu. 51:13 Maka alhamdulillah sekarang sudah sudah 51:15 terbiasa enggak ada yang saya takuti 51:18 ngomong apa saja yang jujur. 51:20 Enggak ada yang saya mau sembunyikan 51:22 yang penting jujur. Saya sudah doanya 51:24 sudah dari dulu puluhan tahun 51:26 jadikanlah saya jujur jangan bohong. 51:29 Mintanya kepada Allah. 51:32 Iya, jadi anak-anak muda juga dilatih 51:34 begitu mohon apapun 51:36 amalan yang baik yang harus dijaga mohon 51:40 kepada Allah nanti sudah tuanya bisa 51:43 menjaga diri. Iya, jadi ketika saya 51:45 menjabatpun sudah tahu ini 51:47 praktik-praktik apa yang tidak benar, no 51:49 way. Saya tidak tolerir apapun yang 51:52 salah tidak lagi. Dari mana pendidikan 51:55 itu ada? Ya, dari masih muda kita sudah 51:57 latih diri jangan tolerir untuk bohong, 52:01 untuk mencuri, untuk juga menyakiti 52:05 orang, jangan itu. Ternyata kita bisa 52:07 kok. 52:08 Terus 52:09 ada orang yang mengatakan, "Ibu, 52:12 Ibu ini enggak bisa jadi modern kalau 52:15 enggak misalnya pergi ke disko." Zaman 52:17 dulu ya, gitu. Saya bilang, "Enggak. 52:21 Saya bisa keliling dunia enggak mesti 52:23 harus jadi modern dan pergi ke disko, 52:26 misalnya ya. Nah, atau melihat-melihat 52:29 yang tempat yang mana-mana begitu, 52:31 tidak. Jadi, ya, benar Ibu-ibu, 52:35 Bapak-bapak, kita mengikuti yang benar, 52:38 amal saleh tadi yang positif, maka kita 52:42 akan menjadi sosok yang positif. 52:45 Siap Ibu-ibu mendidik anggota keluarga 52:47 dan juga diri kita ya, seperti itu. 52:50 Jujur, tidak bohong, kemudian 52:56 menambah terus wawasan agar iman 52:59 bertambah. 53:01 Dan ini adalah pekerjaan yang tidak 53:03 sulit asal kita lakukan dengan ikhlas. 53:06 Tapi kalau tidak dengan ikhlas akan 53:08 sulit. Wah, sulit nih kita mau nasihati 53:11 anak, nasihati suami, nasihati istri, 53:14 sulit ini. Karena ya, masih ada apa 53:20 ya, kalau ada kesulitan mohon kepada 53:22 Allah dimudahkan. Saya yakin. 53:25 Yang penting lagi husnuzan kepada 53:28 Allah. 53:29 Tolong dicatat nih kalau mau nyatet, 53:31 karena ini implikasinya, dampaknya 53:34 sangat besar kalau kita berhusnuzan 53:37 kepada Allah. 53:38 Ber 53:39 prasangka baik kepada Allah. 53:43 bahwa Allah akan menolong kita, Allah 53:46 akan menyelamatkan kita, Allah akan 53:48 membantu kita 53:50 dan Allah suka dengan orang yang sabar. 53:53 Iya ya, innallaha yuhibbu 53:56 as-sabirin. 53:59 Lalu 54:00 ada bisa enggak kita sebagai umat yang 54:02 beriman mengatakan, "Wah, kesabaran saya 54:04 sudah selesai, eh sudah habis." 54:07 Boleh enggak? Pernah dengar enggak? 54:09 Hah. Pernah Ibu katakan, "Saya sudah 54:11 enggak sabar lagi." Gitu. 54:14 Pernah kan? 54:15 Nah, itu tidak boleh berarti kita tidak 54:17 mau disayang oleh Allah. 54:19 Padahal Allah yuhibbu as-sabirin. 54:23 Jadi, tidak ada ungkapan kesabaran itu 54:26 ada batasnya. Salah. Kesabaran tidak ada 54:30 batasnya, ya saya sabar terus. Kan 54:31 buktinya kita banyak musibah di negeri 54:35 ini ya, musibah alam, musibah sosial, 54:38 kejahatan, perang, konflik dan 54:41 lain-lainnya, ternyata kita sabar kan? 54:43 Iya, jadi memang itulah salah satu 54:45 satu-satunya cara kita bisa menghadapi 54:48 tantangan hidup ini dengan sabar. Tidak 54:51 boleh Ibu-ibu mengatakan, "Kesabaran 54:53 saya sudah habis." 54:54 Tidak boleh Bapak-bapak mengatakan 54:56 seperti itu, "Wah, anak ini begini atau 54:59 istri ini sabar saya sudah habis." Tidak 55:01 boleh, berarti kita melepaskan diri dari 55:04 dari Allah, tidak boleh. Sedangkan Allah 55:07 sudah mengatakan innallaha yuhibbu 55:10 as-sabirin. Allah sangat sayang kepada 55:13 orang-orang yang sabar. 55:15 Ya, saya kira itu ya yang saya bisa 55:18 sampaikan bahwa Ibu-ibu 55:23 kita semua harus menjaga iman kita dan 55:25 iman keluarga agar kehidupan eh 55:29 sejahtera dan bahagia, bisa melestarikan 55:33 alam ini dengan petunjuk-petunjuk yang 55:36 diberikan oleh Allah Subhanahu wa 55:38 ta'ala. Mari baca Alquran menambahkan 55:41 wawasan dan dengan sendirinya kita akan 55:44 menambah iman insya Allah. Amin ya 55:47 rabbal alamin. Terima kasih, 55:50 mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari 55:53 saya, wassalamualaikum warahmatullahi 55:55 wabarakatuh. 55:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:58 wabarakatuh. 56:00 Subhanallah, 56:02 sungguh bahasan yang sangat persuasif 56:06 tapi pasti masih akan ada yang 56:07 ditanyakan. Jadi silakan mungkin berapa 56:10 dua dulu atau tiga 56:12 pertanyaan yang akan diajukan kepada 56:14 Prof. Amani. 56:17 Satu, dua, satu lagi. 56:24 Assalamualaikum warahmatullahi 56:27 wabarakatuh. 56:29 Ya. 56:30 Ya, kami dari jamaah 56:34 Baiturrahim 56:36 eh ingin menanyakan kepada Ibu 56:39 apa yang Ibu sampaikan tadi cukup ilmiah 56:43 dan cukup ringan mungkin bagi yang 56:45 sering mengerjakan. 56:47 Yang saya ingin tanyakan, Ibu itu dari 56:52 dulu 56:53 waktu salat mengucapkan 56:57 kata tidak berbohong 56:59 tidak lain-lain dan macam-macam. 57:02 Itu kalau yang saya ikuti dari 57:05 ustaz-ustaz di YouTube katanya kalau 57:08 mengucapkan waktu kita salat itu harus 57:12 menggunakan bahasa Arab. 57:14 Ya. Nah, ini yang ingin saya tanya, 57:17 kapan kita bisa mengucapkan dengan 57:19 bahasa Indonesia itu? 57:21 Dan apakah sudah selesai salat? 57:24 Eh, sedangkan Ibu tadi menyatakan di 57:27 sujud Ibu salat. Kalau enggak salah saya 57:30 dengar itu ya, Bu ya. Ya, mohon 57:31 penjelasannya, Bu. Saya juga sering 57:34 kalau salat kok saya bicara bahasa 57:36 Indonesia ya, gitu. Nah, itu terima 57:39 enggak salat saya? Ya, itu saja. Terima 57:41 kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi 57:43 wabarakatuh. 57:46 Langsung atau satu lagi? Satu lagi, oke. 57:52 Bismillahirrahmanirrahim. 57:54 Asalamualaikum warahmatullahi 57:56 wabarakatuh. 57:59 Saya Ibu Linda dari Jatiranggon izin 58:03 bertanya. 58:05 Eh, tadi eh Umi sudah eh apa menjelaskan 58:09 bahwa salah satu faktor yang menyebabkan 58:12 lemahnya iman atau turunnya iman adalah 58:15 melakukan hal-hal yang tidak manfaat 58:17 atau hal-hal yang sia-sia. 58:20 Nah, sekarang saya sebagai seorang ibu 58:23 di rumah banyak sekali hal-hal yang 58:25 sia-sia yang dilakukan baik oleh anak 58:28 maupun oleh suami. Eh, seperti main 58:31 game. Itu mungkin eh anak saya itu sudah 58:35 kupingnya sudah ini mungkin mendengar 58:37 omelan ibunya eh yang melarang dia untuk 58:41 eh melakukan aktivitas yang itu-itu saja 58:43 tanpa 58:45 pernah pandang waktu, gitu. Nah, terus 58:47 untuk ayahnya mungkin di waktu senggang 58:50 dia memanfaatkan waktu berkumpul dengan 58:52 teman-temannya yang main gaple lah, apa. 58:55 Nah, itu eh mungkin sudah tidak kurang 58:59 saya eh menasihati anak saya dan memberi 59:03 masukan kepada suami bahwa hal itu 59:05 tidaklah bermanfaat, akan sangat merugi 59:09 gitu jikalau eh dia terus melakukan itu, 59:12 eh meninggalkan kewajibannya untuk 59:14 beribadah. 59:15 Tapi eh kondisi belum belum berubah. Ya, 59:19 kadang berubah sebentar balik lagi. Nah, 59:21 sekarang yang ingin saya tanyakan, Umi, 59:23 bagaimana sikap terbaik kita untuk eh 59:27 memberi apa ya, mengingatkan 59:28 mereka-mereka itu bahwa itu adalah salah 59:31 satu hal yang menyebabkan turunnya iman 59:33 dan lemahnya iman. Begitu saja ya, Umi. 59:36 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:38 wabarakatuh. 59:41 Satu lagi. 59:43 Assalamualaikum warahmatullahi 59:45 wabarakatuh. 59:49 Eh, 59:50 saya langsung ke pertanyaan saja ya, 59:51 Ustazah. 59:53 Eh, saya dalam beberapa bulan lagi ini 59:57 saya akan dapat cucu. 1:00:00 Nah, 1:00:00 tadi Ustazah bilang cucu saya jadi ingat 1:00:02 saya sebentar lagi juga akan dapat cucu. 1:00:05 Nah, 1:00:06 eh, 1:00:07 anak saya itu yang perempuan kerja, 1:00:11 suaminya juga kan kerja. 1:00:12 Nah, 1:00:13 saya juga kegiatan saya itu 1:00:16 ngajar TPA. 1:00:19 Nah, 1:00:20 anak saya bilang katanya kalau 1:00:22 seandainya nanti dia lahir anaknya, 1:00:25 pengin pakai baby sitter. 1:00:30 Saya bingung. 1:00:32 Kayaknya saya itu enggak enggak rela 1:00:34 gitu loh kalau cucu saya itu 1:00:36 orang baby sitter itu yang ngasuh gitu. 1:00:39 Saya pengin saya saya. 1:00:41 Tapi kan ada kendalanya, 1:00:44 saya kan tinggalnya di Cililitan. 1:00:46 Nah, anak saya di Sunter. 1:00:49 Otomatis kan kalau saya yang jaga, 1:00:51 kegiatan saya di sini kan 1:00:54 semua lepas semua kan. Nah, 1:00:57 sementara kalau saya di sana, 1:01:00 kegiatan saya kan hanya momong cucu. 1:01:03 Sedangkan yang saya tahu itu katanya kan 1:01:05 kalau punya ilmu, harus diamalkan. 1:01:10 Nah, itu saya tuh galau tuh. 1:01:12 Yang mana kalau saya ke rumah anak saya, 1:01:16 mesti yang di sini saya tinggalkan, saya 1:01:17 enggak bisa ngapa-ngapain. Kalau saya di 1:01:19 sini, 1:01:21 saya enggak rela kayaknya kalau cucu 1:01:23 saya itu ke orang lain gitu loh. 1:01:25 Terus 1:01:25 apa yang terbaik buat saya itu Ustaz, 1:01:27 Ustazah? 1:01:28 Terima kasih. Assalamualaikum 1:01:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:32 Baik, kita simak jawabannya dengan 1:01:35 telinga jiwa kita. Monggo. 1:01:38 Terima kasih Ibu-ibu sudah bertanya 1:01:41 ingin 1:01:42 dari apa yang saya sampaikan tadi ya. 1:01:45 Nah, salat dalam bahasa Indonesia Ibu 1:01:49 yang bertanya 1:01:50 ee boleh tidak ee apa berdoa dalam 1:01:53 bahasa Indonesia di dalam salat? Boleh 1:01:56 atau tidak? 1:01:57 Ee jadi salat itu artinya doa. 1:02:02 Tata cara salat sudah di di 1:02:06 beritahu atau diberi petunjuknya oleh 1:02:09 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 1:02:11 maka kita melakukan salat seperti yang 1:02:15 dilakukan oleh Rasulullah ee atau 1:02:18 terga-tergantung mazhab ya dari yang 1:02:20 kita di sini, mazhab di Indonesia 1:02:23 mazhabnya ee fikihnya Syafii kemudian 1:02:30 apa Ahlussunnah wal Jamaah dan 1:02:34 ee akidahnya Asy'ariyah, nah seperti itu 1:02:38 kita ikuti. 1:02:40 Tapi kan ulama banyak berpendapat 1:02:43 ya dan itu tidak salah kalau kita 1:02:45 lakukan. 1:02:47 Ee kita kenal juga surat ee salat 1:02:50 tasabih kan? 1:02:52 Salat dua rakaat yang banyak baca 1:02:56 ee ya tasbihnya banyak ya salat tasabih, 1:03:00 salat tasbih itu kan banyak itu kan 1:03:02 berdoa terus ya. Ya namanya memang salat 1:03:04 tasabih berarti kan banyak tasbihnya, 1:03:07 banyak berdoa, banyak memuliakan, 1:03:09 mengucap-mengucapkan Subhanallah kepada 1:03:11 Allah. Berarti ada salat yang seperti 1:03:13 itu. 1:03:14 Ada salat yang ee apa 1:03:18 Ee, ada doa qunutnya. 1:03:20 Berarti 1:03:22 di di salat subuh ya, atau salat ee, 1:03:26 witir. Ada yang dibaca ee, salat qunut. 1:03:29 Berarti boleh doa di tengah salat. 1:03:33 Kemudian ketika kita boleh salat ee, ada 1:03:37 hadis juga Rasulullah, "Waktu yang 1:03:39 paling baik untuk berdoa ya waktu di 1:03:41 dalam salat itu." 1:03:42 Kita mau apa misalnya tadi anak supaya 1:03:45 lulus. Ya lagi di salat itu. 1:03:48 Ya lagi sujud itu adalah waktu yang 1:03:50 paling baik untuk salat. Daripada kita 1:03:52 habis baca Fatihah gitu, dari dibanding 1:03:55 dengan sujud bagusan waktu sujud kita 1:03:58 baca doanya. Doanya jangan 1:04:00 panjang-panjang kayak kita mau baca 1:04:01 ceramah atau itu biar nanti di luar 1:04:05 salat. Tapi yang penting yang kita mau 1:04:07 sampaikan itu boleh, Bu. Tidak bukannya 1:04:10 tidak boleh. Dan ee, bahasa Arab atau 1:04:14 bahasa Indonesia? Mana yang mudah? Tadi 1:04:16 kan singkat ya. Kita bukan mau baca satu 1:04:18 halaman atau setengah halaman ee, dalam 1:04:21 bahasa Indonesia. Tidak, yang penting 1:04:23 saja. "Ya Allah luluskan anak saya." 1:04:25 Boleh dalam bahasa Indonesia. Allah Maha 1:04:28 mengetahui apapun. Dan kan kita tidak 1:04:30 lafazkan dengan keras-keras ya sampai 1:04:32 jemaah yang sebelahnya dengar. Kan dalam 1:04:34 hati. Jadi tidak apa-apa. Ya, Rasulullah 1:04:38 juga menuntun kita di se ketika tasyahud 1:04:43 akhir sebelum salam ada doanya juga kan? 1:04:46 Nah, itu dari mana kita tahu? Dari dari 1:04:50 menambah wawasan keagamaan kita. 1:04:53 Kalau dulu guru kita waktu di TPA atau 1:04:57 di SD tidak mengajarkan doa 1:04:59 banyak-banyak. Ya masa kita sudah dewasa 1:05:02 enggak kenal lagi doa? Sama dong sama 1:05:04 kita lagi level Ibtidaiyah. Enggak boleh 1:05:07 nambah doa karena guru kita dulu 1:05:10 ngajarnya gitu. Tidak demikian. Maka 1:05:12 kita banyak baca hadis, banyak baca 1:05:15 kitab-kitab ulama, eee supaya kita bisa 1:05:19 menambah 1:05:21 iman kita dengan cara ibadah yang bisa 1:05:24 mengantarkan kita lebih khusyuk, eee 1:05:27 lebih baik, seperti itu. 1:05:29 Eee Rasulullah juga eee kita mengenal 1:05:32 bahwa salat di eee di bumi ini semua 1:05:35 adalah masjid bagi kita. 1:05:38 Kalau saya dulu lihat keluarga saya ya, 1:05:40 ayah khususnya, kalau lagi jalan-jalan 1:05:42 mau ke Puncak, 1:05:44 ada waktu zuhur, dia berhenti mobilnya 1:05:46 di pinggir jalan, gelar koran, salat. 1:05:51 Di mana saja, jadi kita di diajarkan 1:05:53 seperti itu. 1:05:54 Kemudian eee saya juga karena belajar di 1:05:56 Mesir, kalau salat ya pakai begini saja, 1:05:58 enggak usah pakai mukena. Di mana pun 1:06:00 yang penting jangan tinggalkan salat. Ya 1:06:02 salat. 1:06:04 Gitu. 1:06:05 Eee iya. 1:06:07 Jadi salat bisa di mana saja, tapi 1:06:10 Rasulullah juga mengatakan yang lebih 1:06:12 baik adalah di masjid. 1:06:15 Kemudian kalau perempuan yang lebih baik 1:06:17 salatnya di se atas sejadahnya di rumah. 1:06:21 Tapi boleh ke masjid, bukan enggak 1:06:22 boleh. Ulama juga mengatakan boleh ke 1:06:24 masjid. Dari zaman Rasulullah juga ada 1:06:27 perempuan-perempuan ke masjid, berarti 1:06:29 boleh. 1:06:30 Kemudian 1:06:31 Rasulullah juga dalam hadisnya 1:06:33 mengatakan 1:06:34 salat di Masjidil Haram pahalanya 1:06:38 100.000. Salat di Masjid Nabawi 1:06:40 pahalanya 1:06:42 10.000. Jadi kan ada 1:06:43 penambahan-penambahan. 1:06:45 Itu yang tadi saya katakan 1:06:47 hitung-hitungan pahala tidak bisa oleh 1:06:50 manusia karena Allah memberi berkah. 1:06:52 Berkah salat di Masjidil Haram, berkah 1:06:54 salat di Masjid Al Masjidil Nabawi atau 1:06:57 di Masjidil Aqsa juga. Eee ya 1:07:01 mudah-mudahan nanti suatu waktu ya kita 1:07:02 bisa ke sana, eee bisa salat di sana 1:07:05 kalau selesai perang nanti insyaallah. 1:07:08 Dan eh jadi kita berdoa dengan bahasa 1:07:11 apapun boleh 1:07:13 singkat saja di tempat yang mustajab 1:07:16 yakni waktu sujud. Jangan nah kalau 1:07:19 waktu rukuk juga nanti kelamaan juga 1:07:21 tidak tidak nyaman. Rasulullah sudah 1:07:23 bilang di waktu sujud itulah. 1:07:26 Gitu. Nanti setelah salam kita juga ada 1:07:30 eh boleh berdoa waktunya berdoa. 1:07:33 Gitu. Bu waktu doa kapan saja juga boleh 1:07:36 misalnya Ibu ini habis majelis ini mau 1:07:39 berdoa secara khusus boleh. 1:07:41 Ambil wudu, salat dua rakaat lalu berdoa 1:07:44 sepanjang-panjangnyalah mohon kepada 1:07:46 Allah. Gitu. Di dalam salat boleh 1:07:49 sesudah salat dan waktu-waktu tertentu 1:07:51 boleh. Ya. 1:07:53 Eh baik Ibu yang kedua tadi 1:07:57 soal ya untuk cucu 1:07:59 Antara cucu dan ngajar. 1:08:01 tidak me ya hal yang sia-sia. 1:08:04 Memang ini perlu kesabaran dan perlu 1:08:08 banyak upaya. 1:08:10 Ya yang pertama mungkin ya Ibu ikut main 1:08:13 saja dulu sama anaknya. Nanti habis itu 1:08:16 yuk kita selesai eh kita melakukan hal 1:08:19 yang lain lagi. Misal main yang lain 1:08:22 lagi karena ini merusak mata, merusak 1:08:25 otak begitu kalau main di games terus. 1:08:30 Sebenarnya Bu ya games itu parah itu 1:08:34 dampak 1:08:35 Dampaknya bagi orang dewasa juga 1:08:37 demikian. Itu adalah mendidik otak kita 1:08:43 untuk eh main judi. 1:08:45 Karena kan maunya menang, maunya menang, 1:08:47 terus mau menang, enggak mau kalah. 1:08:50 Itu adalah cikal bakalnya judi. Apalagi 1:08:52 Bapak-bapak. 1:08:54 Gitu. 1:08:55 Eh buat apa ya? Buang waktu itu 1:08:59 sebenarnya dia sudah jatuh pada ee, apa? 1:09:04 Sudah ketagihan judi. 1:09:07 Judinya bukan kayak main kartu pakai 1:09:09 uang atau dipakai apa lagi yang lain 1:09:11 taruh-taruhan, pakai beli nomor atau apa 1:09:15 bukan begitu tapi dengan games. Kan 1:09:17 sekarang zaman sudah berubah, sudah 1:09:18 enggak ada lagi kertas-kertas robekan 1:09:20 lotre gitu sudah enggak ada. Sekarang 1:09:22 adanya di games. Itu adalah judi. 1:09:26 Nah, jadi bagaimana? Dan sekarang sudah 1:09:28 ada dampaknya ya judi online sangat 1:09:31 bahaya orang dimudahkan sekali pinjam 1:09:33 uang. 1:09:35 Staf saya di UIN Jakarta ada yang wafat 1:09:37 dia. Pinjam waktu zaman pandemi 2 juta 1:09:40 apa ya? Untuk anaknya sekolah atau apa 1:09:43 gitu. Tiba-tiba dalam seminggu sudah 1:09:45 berlipat. 1:09:46 Jadi 8 juta. Stres dia, meninggal. 1:09:50 Nah, jadi ee, 1:09:53 janganlah pencet-pencet itu HP ya ini 1:09:56 nasehat juga buat semua. Ibu-ibu juga 1:09:59 bapak-bapak nasehatkan semua orang bahwa 1:10:02 jangan pencet-pencet yang ada pinjaman 1:10:05 mudah atau lainnya itu jangan. Itu 1:10:08 ternyata sudah nyekek kita, sudah 1:10:10 melilit kita dengan ee, tali yang kita 1:10:14 tidak bisa lepas lagi. Ya, langsung 1:10:17 singkirkan saja atau buang atau apapun 1:10:20 jangan dilanjutkan. 1:10:21 Nah, ee, jadi caranya memang banyak Ibu. 1:10:26 Ee, suami-suami yang suka main juga 1:10:30 kartu ya malam. 1:10:33 Ya, itu repot juga. 1:10:36 Ee, tapi kita berdoa kepada Allah. 1:10:39 Doanya Ibu juga terus-menerus supaya 1:10:40 mereka diberi hidayah. 1:10:42 Tapi memang harus dicarikan alternatif. 1:10:46 Kalau mereka punya waktu terus ngapain? 1:10:49 Gitu. Ee, tadi ke ee, maka dia dari 1:10:53 masih muda begini harus diajarkan 1:10:56 hobi. 1:10:57 Punya hobi ini di mana-mana saya selalu 1:10:58 laksana ee, katakan. Hobi tadi tanaman, 1:11:02 hobi pelihara ikan, wah di Indonesia ini 1:11:05 banyak sekali yang bisa ajak 1:11:07 jalan-jalan, ya pemandangan yang indah, 1:11:10 wisata religi, wisata apa begitu ya. 1:11:14 Enggak usah mahal-mahal juga ke mana 1:11:15 saja kita datang, janji yuk. Nah, eh 1:11:19 berhenti dulu HP-nya, yuk kita bikin yuk 1:11:21 besok Minggu pagi kita mau ke mana, kita 1:11:24 bikin rencana sana dulu gitu. 1:11:25 Mengalihkan dia dari itu. Bapak juga 1:11:28 gitu, kita alihkan dengan yang lain, eh 1:11:31 rencana-rencana yang lebih positif gitu. 1:11:35 Eh terus 1:11:37 kalau saya banyak hobinya Bu. 1:11:40 Saya walaupun sibuk 1:11:42 tapi di mobil kalau macet di di 1:11:46 di jalanan ya, selalu ada Alquran, 1:11:49 setelah baca Alquran saya merajut. 1:11:52 Merajut saya biasa bikin selimut, taplak 1:11:54 meja yang besar, buat anak-anak jaket, 1:11:57 baju selama pandemi karena banyak zoom 1:12:00 begitu, 1:12:01 tangan saya saya merasa ini nganggur 1:12:03 ngapain ya. Dari dulu saya suka hobi 1:12:05 merajut, menyulam, jadi beli payet lagi, 1:12:09 beli mote-mote, itu semua zaman pandemi. 1:12:13 Dan lagi saya menjabat rektor. 1:12:15 Jadi hasilnya ada sekarang taplak-taplak 1:12:18 meja semua, tas-tas, tempat 1:12:21 HP gitu. Nah, kalau anak-anak lihat 1:12:24 ibunya seperti begitu, kan dia juga ada 1:12:26 yang kepingin ya, walaupun anak-anak 1:12:29 macam-macam ada yang mau juga ngikut 1:12:31 punya keterampilan, ada yang enggak. 1:12:33 Eh lalu hobi masak. 1:12:36 Tadi saya sebut bahwa suami saya suka 1:12:38 masak. Anaknya yang laki-laki yang 1:12:40 besar, anak saya juga menurunin suka 1:12:42 masak dan suka menjahit, jahit apa 1:12:45 kulit, tas-tas begini dia bikin ini. 1:12:48 Belajar dari YouTube saja. 1:12:51 Suami saya juga begitu, 1:12:52 Bikin tali pinggang sendiri, bikin 1:12:55 dompet sendiri. Anak saya bikin ransel, 1:12:58 suami saya juga gitu. Jadi dia kalau 1:12:59 duduk berdua, sudah lihat YouTube, ya 1:13:02 lihat YouTube yang bermanfaat tadi. 1:13:05 Makanan, masakan, wisata, kemudian 1:13:09 keterampilan. Ini tas ini rajut, 1:13:11 mudah-mudahan Ibu yang bikin sendiri ya. 1:13:13 Nah, saya bisa bikin seperti itu. 1:13:16 Heeh. 1:13:18 Iya, jadi harus ada hobi. Anak muda apa? 1:13:20 Olahraga. 1:13:22 Olahraga. 1:13:23 Ayo, eh Mama beliin bola ya, terus main 1:13:26 bulu tangkis. 1:13:28 Ditemenin dulu awalnya, jangan dia 1:13:29 kabur-kabur. Nah, maka dari anak masih 1:13:32 kecil itu dibiasakan olahraga. 1:13:35 Eh, basket lah atau ikut klub-klub 1:13:39 begitu. 1:13:41 Enggak usah ke tempat yang mahal di 1:13:43 lingkungan di sini, misalnya diusul saja 1:13:45 Pak RT. Kita anak-anak nih setelah TPA 1:13:48 mau diajarin olahraga dikit, supaya dia 1:13:50 besarnya suka olahraga. 1:13:52 Gitu. Belajarin voli dikit-dikit, yang 1:13:55 ngajarin siapa ya kakak-kakaknya nih 1:13:57 yang masih muda-muda. Gitu, atau 1:14:00 ahli-ahli boleh dipanggil dari sekolah 1:14:02 olahraga kan banyak. Mau ngajarin 1:14:04 anak-anak di sini. Lah, dari mana nanti 1:14:07 supaya ada yang keluar ahli bulu 1:14:08 tangkis, ahli-ahli olahraga semuanya kan 1:14:12 harus dari kecil. Kalau kita enggak ke 1:14:13 peduli, ya dari anak-anak kita enggak 1:14:15 ada yang juara. 1:14:16 Berarti tidak berprestasi, berarti 1:14:19 kerjaannya apa? Main games. Nah, jadi 1:14:22 harus ada hobi, harus banyak hobi. 1:14:25 Ya, eh suami saya kalau bikin kue nastar 1:14:29 paling enak atau kue kurma ma'mul itu ya 1:14:33 yang biasa dari Saudi dia bikin paling 1:14:35 enak. 1:14:36 Jadi, bisa dikembangkan maka harus ada 1:14:39 banyak hobi. 1:14:40 Keterampilan, bikin-bikin apa? Saya bisa 1:14:43 bikin janur, bikin apa? Di Indonesia nih 1:14:46 sangat banyak. 1:14:49 Saya kira ibu-ibu juga bisa ya bikin 1:14:51 besek dari yang plastik, tas atau apa 1:14:54 dari daur ulang, dari kertas, dari daun 1:14:58 pisang, dari apa saja ya. 1:15:01 Itu semuanya hobi 1:15:03 dan lagi kita mengerjakannya kita juga 1:15:05 berzikir. Kalau merajut seperti itu kan 1:15:07 begini, zikirnya sudah berapa kali itu. 1:15:10 Gitu, iya sambil berzikir. 1:15:13 Sama kita juga lagi masak, lagi apa 1:15:16 beres-beres rumah juga sambil berzikir. 1:15:19 Maka tadi 1:15:21 usul saya adalah ada hobi yang 1:15:23 dikembangkan lainnya. Dia kan karena 1:15:25 enggak punya ide lagi, maka dia main 1:15:27 games. Enggak punya ide, nanti 1:15:30 yang bapak-bapak main gaple 1:15:33 ya itu sama bapak-bapak yang lainnya 1:15:36 juga. Ayo main bulu tangkis saja atau 1:15:39 main apa gitu, habis capek tidur. Gitu, 1:15:41 jadi eee 1:15:44 atau ada 1:15:47 ya macam-macamlah mungkin ya tergantung 1:15:49 lingkungan sini mana yang harus 1:15:51 dikembangkan, tetapi boleh main gaple 1:15:54 jangan lama-lama satu jam saja nanti 1:15:56 selebihnya eee 1:15:59 ada yang lain lagi yang dikerjakan, 1:16:01 ngobrol-ngobrol tapi positif. Ngobrol 1:16:04 ada rencana perbaikan ini, perbaikan 1:16:06 itu. 1:16:07 Seperti itu. 1:16:09 Mudah-mudahan ya bisa ada perubahan. 1:16:12 Lalu kalau anak ke suami istrinya kerja 1:16:15 ya, iya iya iya iya. 1:16:18 Eee kalau benar dilaksanakan peraturan 1:16:21 yang di Indonesia ini, anak akan apa ibu 1:16:24 yang melahirkan boleh 6 bulan cutinya, 1:16:27 ya 6 bulan itu harus dimaksimalkan untuk 1:16:30 dia di rumah ya. Ibu yang baru 1:16:32 melahirkan ini dan punya bayi. Eee lalu 1:16:36 suaminya juga kayaknya diberi juga ya. 1:16:39 3 bulan. 1:16:41 Suaminya juga boleh 3 bulan. Nah, itu 1:16:44 berarti sudah ee ada kemudahan bagi Ibu 1:16:48 ya. 1:16:49 Ee sebenarnya Nenek Nenek tidak wajib 1:16:52 ngurus cucu. Iya, dia kan sudah ngurusin 1:16:55 anak-anaknya dulu. Sekarang cucu ya 1:16:56 giliran Ibu-ibunya yang ngurusin. 1:16:59 Kayak begitu ya. Tetapi orang Indonesia 1:17:01 masih sangat baik, Nenek-nenek masih 1:17:03 ngurusin cucu. 1:17:05 Boleh juga. 1:17:07 Ee keberadaan 1:17:10 baby sitter, baby sitter ya, Bu ya. 1:17:14 Baby sitter itu ee memang di Indonesia 1:17:17 juga sudah umum, tapi kita harus pilih 1:17:19 yang baik atau pembantu ya, asisten di 1:17:23 rumah yang bisa yang baik. Kalau menurut 1:17:27 saya itu nasib-nasiban. 1:17:29 Ya, yang penting ada kesepakatan suami 1:17:32 istri, itu adalah ngurus anak kewajiban 1:17:34 bersama. Bukan ngurus bukan kewajiban 1:17:37 istri saja, bukan kewajiban Nenek. 1:17:40 Bukan. 1:17:41 Tetapi kalau Ibu nanti harus dihadapkan 1:17:44 pilihan meninggalkan TPA atau ngurus 1:17:47 cucu, menurut saya untuk beberapa waktu 1:17:49 harus cucu dulu. Kan cucu Ibu. 1:17:52 Iya. 1:17:59 Atau Ibu ngajar TPA di sana, di tempat 1:18:02 ee tempat lingkungan 1:18:05 rumahnya cucu. 1:18:08 Ya, itu situasi nanti kalau harus 1:18:10 dihadapkan ya Ibu pilih saja. 1:18:13 Kita memilih terus supaya kita rida 1:18:15 dengan pilihan kita, 1:18:17 mohon kepada Allah. 1:18:20 Salat istikharah. 1:18:22 Tiap hari salat istikharah enggak? 1:18:24 Saya setiap hari salat istikharah. 1:18:26 Karena mau melangkah begini biar rida 1:18:29 Allah juga kan itu akhirnya kan mohon 1:18:31 rida Allah. 1:18:32 Harus ada 1:18:35 ya harus istikharah. Supaya tadi yang 1:18:37 bingung-bingung tadi apapun nanti ya 1:18:40 sudahlah saya saya pilih enggak mau 1:18:42 ngurus cucu, ya sudah jadi itu sudah 1:18:44 pilihan kita Allah kasih ridho dalam 1:18:47 diri kita sudah enggak dipikirin biar 1:18:49 orang tuanya yang mikirin. 1:18:50 Berhenti kerja kek apa kek terserah 1:18:52 juga, ah itu adalah kondisi tantangan 1:18:55 hidup yang harus dijalani. 1:18:57 Ah jadi kita dekat dengan Allah itu 1:19:00 banyak sekali manfaatnya, sehingga 1:19:02 pilihan-pilihan kita dalam hidup itu 1:19:04 kita jadi ridho, jadi jadi 1:19:09 rela bahasa Indonesianya ya jadi rela. 1:19:11 Kemudian pekerjaan yang kita dilakukan 1:19:14 dapat ridho Allah. 1:19:16 Ya itu yang ingin kita inginkan. 1:19:19 Ya saya kira itu Bu. Ah memang 1:19:22 husnudzon billah tadi itu, jangan 1:19:25 bingung Allah akan memberi jalan. 1:19:30 Memang pilihan kita sepertinya tapi kan 1:19:32 kita sudah doa dulu istikharah tiap 1:19:34 hari, ya Allah beri petunjuk dan beri 1:19:36 ridho kepada kami, beri petunjuk beri 1:19:39 ridho kepada kami. Ya sudah jadi 1:19:41 sekarang sekarang ini jadi mudah-mudahan 1:19:44 tidak ada penyesalan. 1:19:47 Karena kita memang tiap harinya sudah 1:19:48 berdoa dekat pada Allah. Insya Allah 1:19:51 amin ya rabbal alamin. Baik terima kasih 1:19:54 Ibu. 1:19:56 Subhanallah. 1:19:58 Benar-benar 1:19:59 se 1:20:00 penggal waktu yang sangat bermanfaat 1:20:03 bagaimana kita membimbing dan 1:20:05 mendampingi anak-anak buah hati kita 1:20:07 agar tumbuh menjadi sosok yang tangguh, 1:20:09 beriman dan istiqomah. Dan 1:20:13 Ustaz Husein sudah hadir, saya 1:20:15 kembalikan kepada MC silakan. 1:20:20 Masya Allah, terima kasih Mbak Noni yang 1:20:22 sudah mendampingi saya untuk 1:20:26 mendampingi juga Ibu Amani Ustazah 1:20:28 Amani, boleh saya sedikit memberikan 1:20:31 kesimpulan dari apa yang Ibu sampaikan 1:20:33 agar Ibu-ibu semuanya lebih 1:20:35 eh memahami ya bahwasanya 1:20:38 kita semua harus bersyukur kepada Allah 1:20:41 bahwasanya Allah telah memberikan kita 1:20:43 keberkahan waktu. 1:20:46 Dari waktu yang kita miliki 24 jam 1:20:49 terasa bisa melakukan seluruh pekerjaan 1:20:52 atau aktivitas selama 50 jam. 1:20:55 Ini satu poin yang sangat berkesan untuk 1:20:58 saya. 1:20:59 Kita harus bersyukur atas itu, Bu. 1:21:01 Dan kemudian keberkahan rezeki 1:21:04 pendapatan yang seakan bisa melebihi 1:21:06 daripada apa yang telah Allah berikan. 1:21:08 Kemudian keberkahan ini adalah semuanya 1:21:12 berkat amalan saleh kita semuanya. Al 1:21:15 barokah itu adalah azziyadah fi kulli 1:21:17 syai. 1:21:19 Dan terakhir agar kita dapat 1:21:21 meningkatkan iman kepada Allah, teruslah 1:21:24 berprasangka baik kepada Allah. Allah 1:21:26 akan menolong kita. 1:21:28 Allah akan menyelamatkan kita 1:21:30 dan membantu 1:21:32 dan Allah suka pada orang-orang yang 1:21:35 sabar. 1:21:36 Tambah wawasan kita dengan membaca 1:21:38 Alquran. Terima kasih banyak jazakillah 1:21:41 khair atas apa yang Ibu sampaikan dapat 1:21:43 memberikan pelajaran untuk kami Majelis 1:21:45 Ummat Silaturahim yang datang dari 1:21:47 jauh-jauh, datang dari segala penjuru. 1:21:50 Alhamdulillah bisa berkumpul di sini 1:21:52 bersilaturahim bersama. 1:21:54 Insya Allah mudah-mudahan akan berikan 1:21:56 pelajaran buat kita semua. Selanjutnya 1:21:58 kita akan mendengarkan 1:22:00 nasihat daripada guru kita Ustaz Husein 1:22:03 Alatas. Kepada guru kita Ustaz Husein 1:22:05 kami persilakan. Terima kasih Ibu Amani. 1:22:09 Bismillahirrahmanirrahim. 1:22:11 Alhamdulillahi rabbil alamin. 1:22:16 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 1:22:19 Muhammad. 1:22:20 Assalamualaikum ya Rasulallah. 1:22:24 Wasalam ala ahli baitika thayyibin wa 1:22:28 shahabati kalghuril 1:22:31 Wassalamualaina wa ala ibadillahis 1:22:34 sholihin wassalamualaikum warahmatullahi 1:22:37 wabarakatuh. 1:22:41 Alhamdulillah wasyukurillah pagi hari 1:22:44 ini 1:22:46 kita mendapatkan 1:22:48 kehormatan, keberkahan 1:22:50 dengan kehadiran 1:22:52 Profesor Amani Lubis. 1:22:56 Kebetulan suami beliau teman saya 1:22:57 lulusan Mesir. 1:23:00 Jadi Haji Muslih, Haji Husni Kamal 1:23:02 merupakan teman kita di Mesir. 1:23:04 Sebetulnya waktu kita di Mesir bersamaan 1:23:06 cuma saya enggak sempat berjumpa dengan 1:23:08 Ibu Amani sewaktu di Mesir dulu. 1:23:12 Alhamdulillah cuma sayangnya 1:23:13 sosialisasinya kurang rupanya ini. 1:23:16 Banyak orang bertanya-tanya ini majelis 1:23:18 ummahat apa majelis 1:23:21 aba dan ummahat. 1:23:23 Ternyata rupanya terbatas pada ummahat. 1:23:25 Saya kira kalau seandainya 1:23:26 sosialisasinya 1:23:28 lebih baik insyaallah yang hadir 1:23:30 dalam kesempatan ini insyaallah bakal 1:23:32 lebih besar. Mudah-mudahan bukan hanya 1:23:34 kali ini Ibu-ibu sekalian ya. 1:23:36 Kita berharap beliau dapat menyampaikan 1:23:38 nasihat-nasihatnya sesuai dengan 1:23:40 pengalaman beliau 1:23:42 yang bermanfaat buat Ibu-ibu sekalian 1:23:45 begitu juga buat Bapak-bapak supaya 1:23:47 Bapak-bapak tahu. 1:23:49 Jangan hanya Ibu-ibu. 1:23:51 Dan dengan sendirinya wanita lebih tahu 1:23:54 wanita. 1:23:56 Dan pepatah Arab mengatakan ahlu Makkah 1:23:58 adro bisyiabiha. Penduduk Makkah lebih 1:24:01 tahu lereng-lereng, jalan-jalan dan 1:24:03 gang-gangnya. Banyak yang tidak kita 1:24:05 ketahui tentang wanita 1:24:07 wanita lebih tahu dari masalah ini. 1:24:10 Nah, dalam kesempatan yang mulia ini 1:24:12 alhamdulillah bersama Bapak, Ibu ya. 1:24:17 Bersama Ustaz Isa di sini juga yang ikut 1:24:19 hadir bersama kita. Saya bersyukur 1:24:21 kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 1:24:23 Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh 1:24:25 Profesor Amani 1:24:27 sederhana, masuk ke dalam hati, 1:24:30 dapat 1:24:31 Ibu-ibu dan Bapak-bapak ikuti dan 1:24:33 amalkan hingga mengalihkan kita dari 1:24:36 hal-hal yang tidak berguna dalam 1:24:38 kehidupan sehari-hari kita semuanya. 1:24:41 Ibu-ibu yang dirahmati Allah, 1:24:44 kalau kita perhatikan 1:24:47 berbagai macam nikmat Allah Subhanahu wa 1:24:50 Ta'ala yang lahir maupun yang batin, 1:24:54 semuanya bertumpu di atas kehidupan. 1:24:57 Tanpa adanya kehidupan, 1:24:59 niscaya apa? 1:25:01 Tidak akan ada nikmat-nikmat ini. Jadi 1:25:03 seluruh nikmat Allah yang lahir maupun 1:25:05 yang batin, 1:25:07 baik yang berhubungan dengan kita 1:25:09 langsung atau yang berhubungan dengan 1:25:11 orang-orang di sekeliling kita, keluarga 1:25:13 kita atau yang terdapat di langit maupun 1:25:14 di bumi, bertumpu di atas kehidupan. 1:25:19 Oleh karena itu, kita harus 1:25:20 pandai-pandai mensyukuri nikmat yang 1:25:23 besar ini. 1:25:25 Kita pergunakan waktu hidup kita 1:25:27 sebaik-baiknya untuk bekal hari akhir 1:25:30 kita 1:25:32 dengan amalan-amalan saleh yang kita 1:25:34 lakukan dalam seluruh aspek kehidupan 1:25:36 kita. 1:25:39 Kita teringat kepada doa Nabi kita 1:25:41 Muhammad Shallallahu alaihi wa alihi 1:25:43 wasallam 1:25:44 yang berbunyi, "Ya Hayyu, 1:25:47 Ya Qayyum." 1:25:49 Dimulai dengan Ya Hayyu, Ya Qayyum. 1:25:53 Dua nama ini amat betul-betul erat 1:25:56 perhubungannya dengan kita 1:25:58 dan alam semesta ini. 1:26:02 Ya Hayyu artinya menganugerahkan 1:26:04 kehidupan, narasumber kehidupan. 1:26:06 Sedangkan kita 1:26:08 adalah makhluk yang dihidupkan. Berbeda 1:26:10 antara yang dihidupkan 1:26:12 dan narasumber yang menganugerahkan 1:26:14 kehidupan bagi kita semuanya. 1:26:18 Jadi, Rasulullah sallallahu alaihi 1:26:20 wasallam memanggil Tuhannya dimulai 1:26:22 dengan ya hayyu, 1:26:23 setelah itu ya qayyum. 1:26:26 Kata qayyum 1:26:28 sering disematkan qayyumus samawati wal 1:26:31 ard yang artinya yang menjadi penyangga 1:26:33 langit dan bumi. 1:26:36 Yang menjadi pemeliharanya. 1:26:39 Kemudian di antara makna qayyum juga 1:26:42 menjaga, memelihara, mengasuh hambanya, 1:26:44 mendidik mereka dan melimpahkan nikmat 1:26:46 karunianya atas mereka. 1:26:49 Kita diingatkan dengan dua nama ini 1:26:51 bahwa kehidupan kita berasal dari Allah 1:26:54 dan hidup kita bergantung kepada al 1:26:56 hayyul qayyum alladzi la takhudzuhu 1:27:00 sinatun wala naum. 1:27:03 Hanya Dia yang selalu mengawasi kita, 1:27:05 membelai kita, menjaga kita dalam 1:27:08 dekapan rahmat-Nya. Kalau Allah 1:27:10 meninggalkan kita, siapa yang bisa 1:27:11 menggantikan Allah? 1:27:13 Tapi kalau kita ditinggalkan oleh 1:27:15 seluruh makhluk asal Allah bersama kita, 1:27:17 tidak akan ada kerugian sedikitpun. 1:27:20 Saya teringat kepada ucapan Sayyid Qutb 1:27:22 dalam tafsirnya ketika menafsirkan 1:27:24 suratul ikhlas, 1:27:27 beliau mengatakan man wajadallah wajada 1:27:29 kullasyaik. 1:27:30 Orang begitu menemukan Allah, dia telah 1:27:33 menemukan segala sesuatu. 1:27:35 Biyadihi malakutu kulli syaik idza arada 1:27:38 syaik an 1:27:39 an yaqula lahu kun. 1:27:43 Waman faqadallah faqada kullasyaik. 1:27:45 Orang kalau kehilangan Allah, berarti 1:27:47 dia kehilangan segala-galanya. 1:27:51 Oleh karena itu yang harus mendapatkan 1:27:52 perhatian utama kita adalah Allah yang 1:27:55 selalu bersama kita di manapun kita 1:27:57 berada. 1:27:59 Bahkan di saat kita berpaling dari 1:28:00 Allah, Allah memanggil kita dengan 1:28:03 panggilan yang penuh dengan rahmat. 1:28:05 Seolah-olah ya Allah yang butuh kepada 1:28:07 kita, padahal kita yang butuh kepada 1:28:09 Allah. 1:28:10 Rahmat-Nya senantiasa turun, sedangkan 1:28:13 kemaksiatan kita naik ke sisi Allah 1:28:16 Subhanahu wa Ta'ala. 1:28:18 Oleh karena itu saya merasa Bapak Ibu 1:28:20 sekalian dalam pengalaman hidup ini 1:28:22 saya melalui pahit getirnya kehidupan 1:28:26 dan cobaan yang bermacam-macam. 1:28:29 Tapi saya merasakan hiburan saya Allah. 1:28:32 Pada saat saya menghadapi kesulitan, 1:28:34 saya berlari kepada Allah mengerjakan 1:28:36 salat. 1:28:38 Membaca Alquran. Jadi pada saat saya 1:28:40 mengalami betul-betul ketegangan, 1:28:43 kepusingan, sesuatu yang saya enggak 1:28:45 mampu hadapi 1:28:47 berwudu, salat, setelah salat membaca 1:28:50 Alquran, kita merasakan Subhanallah 1:28:53 kegelapan hidup kita berganti dengan 1:28:55 suasana yang terang benderang. 1:28:58 Yang tadinya sempit berubah menjadi 1:29:00 lapang, yang tadinya seluruh pintu 1:29:02 tertutup 1:29:04 tidak ada harapan lagi bagi kita, 1:29:06 ternyata 1:29:08 Allah buka berbagai macam pintu. 1:29:10 Sebagaimana janjinya walladzina jahadu 1:29:12 fina lanahdiyannahum subulana wa 1:29:15 innallaha lama'al muhsinin. 1:29:18 Ayat ini turun pada 1:29:20 periode Mekah, belum ada jihad di jalan 1:29:22 Allah dalam bentuk perang. 1:29:24 Tapi yang perlu kita jinakkan 1:29:26 berjuang menghadapi nafsu kita ini yang 1:29:28 sering kali apa? Mengajak kita untuk 1:29:31 menuju jalan-jalan 1:29:33 yang betul-betul berbahaya, menuju 1:29:36 belukar, menuju jurang bahkan. 1:29:39 Maka mereka mereka yang berjuang 1:29:42 di jalan kami, dia berjuang dengan 1:29:43 sungguh-sungguh untuk menjinakkan hawa 1:29:45 nafsunya, memerangi kemalasannya, 1:29:48 memerangi berbagai macam kendala dan 1:29:51 pengaruh setan untuk tetap di jalan 1:29:53 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 1:29:56 Lanahdiyannahum subulana 1:29:58 kami pasti 1:30:01 akan 1:30:02 membuka bagi mereka 1:30:06 jalan-jalan kami. Lanahdiyannahum, 1:30:09 Allah akan bukan hanya memberitahukan, 1:30:12 tapi memberitahukan kepada kita, 1:30:13 membimbing kita menuju jalan-jalan yang 1:30:16 begitu luas. 1:30:19 Menuju jalan yang 1:30:20 luas. 1:30:22 Jadi jalan yang luas terbuka bagi kita 1:30:24 semuanya sebagaimana firman Allah, fa 1:30:27 amma man a'tho. 1:30:28 Wa taqqa, wa shodaqqa bil husna 1:30:31 fasannuyassiruhu 1:30:33 lil yusra. 1:30:35 Barangsiapa yang memberi 1:30:38 tapi dari hasil ketakwaan dia kepada 1:30:40 Allah 1:30:41 dan dia yakin akan balasan yang lebih 1:30:43 baik yang dijanjikan Allah, bukan 1:30:45 mengharap balasan duniawi 1:30:47 tapi balasan yang lebih besar dari Allah 1:30:49 subhanahu wa ta'ala. Kami akan permudah 1:30:52 dirinya 1:30:53 menuju al yusra. 1:30:55 Al yusra sering diartikan surga. 1:30:58 Padahal al yusra ini kalimah jamiah. 1:31:01 Kata yang mencakup makna yang amat luas. 1:31:04 Yusra muannas merupakan kata feminim 1:31:06 atau muannas dari aisar. 1:31:09 Dari mudah Allah antarkan kita menuju ke 1:31:12 suasana yang lebih mudah dan lebih luas 1:31:14 lagi. Setiap kita melangkah di jalan 1:31:16 Allah 1:31:17 melaksanakan perintah Allah, Allah akan 1:31:19 perluas jalan kita. Tapi begitu kita 1:31:22 meninggalkan jalan Allah, berbuat 1:31:23 kemaksiatan dan lupa kepada Allah, yang 1:31:26 tadinya meluas akan menyempit sedikit 1:31:28 demi sedikit. Semua adalah ulah 1:31:30 perbuatan kita. Ma ashobaka min 1:31:32 hasanatin faminallahi wa ma ashobaka min 1:31:35 sayyi'atin famin nafsik. Wa arsalnaka 1:31:38 linnasi rasula wa kafabillahi syahida. 1:31:42 Apa saja yang kamu terima dari kebaikan, 1:31:44 ketahuilah semua dari Allah. 1:31:47 Karena usaha kita tidak sebanding dengan 1:31:48 nikmat yang Allah berikan pada kita. 1:31:51 Betul enggak ibu-ibu? 1:31:52 Seorang petani bercocok tanam, usahanya 1:31:55 dibanding 1:31:57 pertumbuhan yang menghasilkan padi ya 1:32:00 kira-kira lebih besar mana? 1:32:02 Usaha seorang petani dengan 1:32:05 dengan rahmat Allah Ta'ala. 1:32:08 Petani hanya 1:32:09 membersihkan lahan, membajak, memupuk, 1:32:12 kemudian menyemai, setelah itu menanam 1:32:14 dan 1:32:15 menanam 1:32:17 tunas padi yang sudah mulai apa? Yang 1:32:19 sudah mulai apa? Tumbuh. 1:32:21 Dia menjaga, membersihkan, tapi yang 1:32:23 menyerap sari-sari makanan 1:32:26 hingga menghasilkan butiran-butiran 1:32:28 beras, satu butir menghasilkan bisa 700 1:32:32 butir, tergantung bagaimana 1:32:35 amal perbuatan baiknya. 1:32:37 Dibandingkan dengan usaha petani, mana 1:32:39 yang lebih besar? 1:32:41 Amal seorang petani tidak berarti, 1:32:43 berarti kebaikan seluruhnya datang dari 1:32:44 Allah, adapun usaha kita merupakan jalan 1:32:48 yang Allah ridhoi. Bukan usaha yang 1:32:49 menghasilkan padi, usahanya jalan yang 1:32:52 Allah ridhoi. 1:32:54 Sebab, di samping menguji kita untuk 1:32:56 mendidik kita mensyukuri nikmat Allah, 1:32:58 tapi jangan jadikan sebab sebagai Tuhan 1:33:01 kita. 1:33:03 Jangan jadikan sebab sebagai 1:33:05 Tuhan kita. Kita berusaha, 1:33:08 bekerja, tapi hasilnya Allah yang 1:33:10 menganugerahkan. Seperti Sayyidah Hajar 1:33:12 bersa'i di antara Safa dan Marwah, sa'i 1:33:15 artinya usaha. 1:33:17 Oleh karena itu kata as'a dalam bahasa 1:33:19 Arab, bahasa Indonesianya usaha. Cuma 1:33:21 karena ain susah disebutkan, berubah 1:33:23 menjadi ha. 1:33:26 Seperti iklan jadi iklan. 1:33:31 Jadi Allah Subhanahu Wa Ta'ala tunjukkan 1:33:32 pada kita, ketika Sayyidah Hajar bersa'i 1:33:34 di antara Safa dan Marwah, 1:33:37 berhasil enggak usahanya? 1:33:39 Berhasil enggak? 1:33:42 Usahanya tidak menghasilkan apa-apa. 1:33:46 Tapi dia berusaha menjalankan kewajiban 1:33:49 dia sebagai seorang manusia, dia 1:33:51 berusaha. 1:33:52 Begitu selesai dia berusaha, baru Allah 1:33:55 Subhanahu Wa Ta'ala antarkan makanan 1:33:57 buat dirinya dan pancarkan zamzam. 1:33:59 Memancarnya zamzam dari usaha mereka 1:34:02 bukan? 1:34:03 Kalau seandainya 100 orang bekerja untuk 1:34:06 menggali sumur 1:34:08 di tanah haram tersebut kira-kira 1:34:11 berapa lama akan keluar air? 1:34:13 Belum tentu ada airnya. Kan di bawahnya 1:34:15 semua batu. Kalau kita lihat pembangunan 1:34:17 di daerah Mekah, itu untuk membangun 1:34:20 hotel di samping Kindah saja 1:34:22 mereka hancurkan batu demi batu sampai 1:34:24 ke bawah. 1:34:27 Tapi dengan rahmat Allah, dengan iman 1:34:29 seorang wanita kepasrahannya kepada 1:34:31 Allah setelah dia berusaha 1:34:33 menjalankan sebab yang Allah 1:34:35 perintahkan, Allah pancarkan zamzam yang 1:34:37 diminum oleh bermiliar-miliar manusia 1:34:40 selama ribuan tahun tidak pernah kering. 1:34:43 Itu 1:34:45 usaha yang didasari iman kepada Allah 1:34:47 Subhanahu Wa Ta'ala. 1:34:50 Sayyidah Maryam 1:34:51 ketika dalam keadaan 1:34:53 nifas melahirkan anak, ada tenaga enggak 1:34:56 kira-kira? 1:34:58 Allah perintahkan dia wa huzzi ilaikki 1:35:00 bijid'in nakhlati tusakit alaikki 1:35:02 rutaban janiyya, goyangkan pohon kurma 1:35:05 dia akan menjatuhkan rutab, buah-buah 1:35:07 kurma ya, yang baru saja matang ya. 1:35:11 Kelihatan lembut, matang dan itu paling 1:35:13 cocok untuk ibu yang habis melahirkan. 1:35:16 Kalau ibu menggoyang pohon kurma 1:35:18 sekarang jatuh enggak buahnya? 1:35:20 Apalagi wanita yang nifas kan. 1:35:22 Tapi kamu usaha dulu setelah itu baru 1:35:26 Allah Subhanahu Wa Ta'ala anugerahkan 1:35:28 nikmatnya. Jadi bukan usaha yang 1:35:30 menghasilkan rezeki. 1:35:32 Bukan juga dokter atau obat yang 1:35:33 menyembuhkan kita faiza maridtu fahuwa 1:35:36 yasyfin. Allah suka kita berobat 1:35:39 tapi yang menyembuhkan Allah. Allah. 1:35:42 Jadi kita harus ingat bahwa sebab hmm 1:35:44 merupakan jalan yang Allah perintahkan 1:35:47 untuk kita lalui dan jalan tersebut 1:35:49 harus jalan yang sesuai dengan keridhoan 1:35:51 Allah Subhanahu wa ta'ala. Jadi walaupun 1:35:54 di tengah-tengah lingkungan yang tidak 1:35:55 terdapat sebab jangan putus asa. 1:35:57 Sebagaimana Sayyidah Hajar ditinggalkan 1:36:00 oleh suaminya atas perintah Allah dia 1:36:02 tersenyum. 1:36:03 Dia tidak berputus asa, padahal 1:36:05 sendirian 1:36:07 bersama anaknya dalam gendongan. 1:36:10 Ketika dia kehabisan bekal dia bersaing, 1:36:12 dia berusaha di antara Safa dan Marwah 1:36:14 mencari sesuatu mungkin ada yang bisa 1:36:16 menjadi apa? 1:36:18 Menjadi sebab kehidupan. 1:36:20 Setelah dia berusaha baru dia pasrahkan 1:36:22 dirinya kepada Allah. Oleh karena itu 1:36:24 pepatah Arab mengatakan innallaha 1:36:26 yuhibbut tawakkul 1:36:28 wayakrohut tawakkul. 1:36:31 Allah paling suka orang yang bertawakal 1:36:33 karena bertawakal itu usaha dulu, 1:36:34 bekerja dulu baru pasrah pada Allah. 1:36:37 Kalau tawakkul ngandelin. 1:36:40 Tawakkala, ya tawakkalu enggak mau 1:36:43 kerja, enggak mau usaha tapi 1:36:45 mengandalkan apa? 1:36:47 Allah Subhanahu wa ta'ala. 1:36:49 Jadi innallaha yuhibbut tawakkul 1:36:51 wayakrohut tawakkul. 1:36:53 Jadi ibu-ibu sekalian 1:36:54 kita dianugerahkan 1:36:56 nikmat yang amat besar, kehidupan yang 1:36:58 begitu mulia. Allah limpahkan nikmatnya, 1:37:01 karunia-Nya. Allah muliakan kita di 1:37:03 antara makhluk-makhluk-Nya. Allah utus 1:37:05 rasul-Nya, turunkan kitab-Nya. Kurang 1:37:08 apa Allah baiknya terhadap manusia? 1:37:10 Tapi disaat dia terkena cobaan yang 1:37:12 disalahkan Allah. 1:37:14 Disaat dia menerima keuntungan 1:37:15 dikembalikan pada dirinya. 1:37:18 Punya anak rusak dia bilang 1:37:20 kita sudah berusaha menyekolahkan, 1:37:22 mendidik. Kalau anaknya baik dia bilang 1:37:24 siapa ibunya? 1:37:26 Siapa bapaknya? Betul enggak ibu-ibu 1:37:28 sekalian? 1:37:30 Oleh karena itu saya dengar seorang 1:37:31 laki-laki punya anak kebetulan kurang 1:37:33 baik, lakinya orang alim. 1:37:34 Punya anak kurang baik lalu dia bilang 1:37:37 waladumuk, ente anak ibu. 1:37:40 Tapi kalau baik dia bilang waladi ana. 1:37:42 Padahal rusaknya anak ini gara-gara 1:37:44 bapaknya. 1:37:45 Gara-gara? 1:37:46 Enggak harus orang alim bisa mendidik 1:37:48 anaknya. Kadang-kadang orang alim sibuk 1:37:51 dengan orang lain lupa sama anaknya. 1:37:54 Betul enggak Ibu-ibu sekalian? 1:37:55 Oleh karena itu seperti yang Prof Amani 1:37:57 tadi katakan, coba sibukkan diri kita 1:37:59 dengan kesibukan-kesibukan yang 1:38:01 bermanfaat. 1:38:03 Mencari hobi-hobi yang bermanfaat buat 1:38:05 kita, yang mengalihkan kita dari wasawis 1:38:08 asy-syaitan. Dari wasawis asy-syaitan. 1:38:11 Saya ingin tanya pada Ibu, siapa yang 1:38:13 punya hobi membaca diantara Ibu-ibu 1:38:19 Artinya 1:38:20 kira-kira diantara Ibu-ibu ini semua ini 1:38:22 berapa persen yang suka membaca? 1:38:26 Padahal membaca itu sebetulnya merupakan 1:38:29 teman yang amat indah. 1:38:31 Dan subhanallah ayat yang pertama turun 1:38:33 dalam Alquran Iqra. 1:38:35 Cuma bukan sembarang iqra, tapi iqra 1:38:38 bismi rabbikalladzi khalaq. Membaca 1:38:41 dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ini 1:38:43 mengingatkan apa yang kita lakukan 1:38:44 terhubung dengan Allah. 1:38:46 Khalaqal insana min alaq. Iqra 1:38:49 warabbukal 1:38:50 alladzi allama bilqalam. Menjelaskan 1:38:53 bagaimana melalui pena Allah mengajarkan 1:38:55 berbagai macam ilmu pengetahuan kepada 1:38:57 anak-anak Adam. 1:38:59 Artinya pentingnya pendidikan dan ilmu 1:39:01 pengetahuan. 1:39:02 Oleh karena itu hadirin sekalian, 1:39:04 Ibu-ibu yang dirahmati Allah, kita ini 1:39:06 sebetulnya berada dalam nikmat Allah 1:39:08 yang tak terhingga. 1:39:10 Ya hayyu, ya qayyum. Birahmatika 1:39:14 nasta'arif. Dengan rahmatmu ya Allah, 1:39:17 kami memohon pertolonganmu. Karena 1:39:19 rahmat Allah ini yang betul-betul apa? 1:39:22 Menaungi kita, menyelamatkan kita dan 1:39:24 melindungi kita. Sampai Nabi Yusuf 1:39:25 mengatakan wama ubarri'u nafsi, 1:39:28 innannafsa laammaratun bisu' illa marr 1:39:31 ahima rabbi. 1:39:32 Aku tidak mungkin mampu mensucikan 1:39:34 diriku atau menghadapi godaan-godaan 1:39:36 yang datang padaku. 1:39:38 Karena setan selalu mengajak jiwa kita 1:39:40 untuk apa? Melakukan hal-hal yang 1:39:42 menyenangkan hawa nafsu, kecuali yang 1:39:45 masuk dalam rahmat Tuhanku. 1:39:47 Oleh karena itu ketika Nabi Yusuf digoda 1:39:50 langsung dia menjerit ma'adzallah. 1:39:53 Ma'adzallah, aku berlindung kepada 1:39:55 Allah. Dia melarikan diri. 1:39:57 Kalau dia tidak berlindung kepada Allah, 1:39:59 dia akan masuk dalam perangkap setan. 1:40:02 Jadi seperti yang Prof Amani tadi 1:40:03 katakan, hendaknya kita selalu 1:40:05 betul-betul terhubung dengan Allah 1:40:06 Subhanahu wa ta'ala. Saya merasakan 1:40:09 begitu saya lengah dari Allah, 1:40:10 subhanallah kegelisahan, keresahan dan 1:40:13 juga dorongan-dorongan ke arah negatif 1:40:15 muncul. Tapi begitu kita kembali pada 1:40:17 Allah, semua itu akan hilang. 1:40:20 Setelah itu bagaikan mendung turun hujan 1:40:22 rahmat yang Allah limpahkan pada kita 1:40:25 dan keluarga kita. Dan hendaknya kita 1:40:27 harus berani mengakui setiap kita 1:40:29 mengalami cobaan 1:40:31 mengalami satu, katakan musibah 1:40:34 yang buruk, kita harus periksa diri kita 1:40:37 apa yang telah kita lakukan. 1:40:40 Dan saya menemukan tiap kali saya 1:40:41 menghadapi kesulitan dan cobaan 1:40:44 saya temukan ternyata ada kesalahan yang 1:40:46 saya lakukan. 1:40:48 Sebagai contoh jangan jauh-jauh. 1:40:52 Kesalahan kecil disebabkan ucapan kita 1:40:54 membuat kita enggak dapat tidur sama 1:40:56 sekali. 1:40:58 Gelisah luar biasa gara-gara salah 1:40:59 ngomong, ya. 1:41:01 Kita tidak maksudkan sama sekali, 1:41:02 bagaimana kalau dimaksudkan? 1:41:05 Saya habis salat 1:41:07 lalu berjabat tangan biasa sehabis salat 1:41:10 saya basa-basi dengan niat baik 1:41:12 bertanya, "Berapa anak kamu?" 1:41:13 La ilaha illallah, saya lupa ternyata 1:41:16 ini orang enggak punya anak. 1:41:20 Itu kan kata-kata biasa, kan? 1:41:22 Tapi saya pulang saya punya perasaan 1:41:23 enggak enak sama sekali. 1:41:25 Enggak nyaman, malam tidak nyaman hanya 1:41:27 gara-gara melakukan pertanyaan yang 1:41:29 seharusnya tidak boleh saya tanyakan. 1:41:32 Dia sudah usianya lanjut tidak punya 1:41:33 anak. 1:41:35 Mungkin dia menganggap ini biasa tapi 1:41:37 buat saya perasaan enggak nyaman muncul. 1:41:39 Begitu juga kalau kita mengabaikan satu 1:41:41 pekerjaan, ya. 1:41:44 Kadang-kadang tanpa kita sengaja 1:41:47 menimbulkan kegelisahan di hati kita. 1:41:49 Ini saya rasakan tiap kita berbuat 1:41:51 salah, apalagi kalau kita zalimi orang. 1:41:54 Akan muncul perasaan yang tidak nyaman 1:41:56 sama sekali. 1:41:57 Ini sebetulnya semua kegelapan yang 1:41:59 datang pada kita adalah apa-apa 1:42:02 eh buah-buah yang kita dapatkan dari 1:42:05 amal perbuatan kita. 1:42:07 Tapi subhanallah, seorang walaupun 1:42:09 mengalami penderitaan kalau dalam 1:42:11 kebenaran, dia tidak akan merasakan sama 1:42:12 sekali. 1:42:13 Saya kenal seorang 1:42:16 kebetulan menjalani siksaan di penjara 1:42:18 Jamal Abdul Nasir. Jamal Abdul Nasir ini 1:42:21 seorang saffah yang luar biasa. 1:42:23 Bahkan seorang wanita seperti Zainab 1:42:25 Al-Ghazali juga menjalani siksaan di 1:42:28 penjara sampai-sampai dia minta, 1:42:30 pemerintah minta suaminya untuk 1:42:31 menceraikan istrinya di penjara. 1:42:36 Seorang laki-laki di penjara, di penjara 1:42:38 Mesir. 1:42:39 Penjara itu hanya seluas badannya di 1:42:41 saat menekuk. 1:42:43 Kemudian dikunci pintunya. 1:42:47 Kebetulan sipir penjara di malam hari 1:42:49 karena kasihan padanya, dibuka. 1:42:53 Begitu dibuka, terdengar suara rintihan. 1:42:57 Kaget. 1:42:59 Bahkan minta ditutup kembali. 1:43:02 Dia bilang, "Saya heran terhadap kamu, 1:43:04 kenapa kamu di saat ditutup dalam 1:43:06 kesempitan kamu tidak mengeluarkan suara 1:43:08 rintihan, begitu saya buka kamu 1:43:10 merintih." Dia mengatakan, "Pada saat 1:43:12 kamu tutup, saya merasakan saya dalam 1:43:14 suasana yang lapang luar biasa." 1:43:17 "Begitu kamu buka, datang pertolonganmu, 1:43:20 yang saya rasakan hilang. Saya merasakan 1:43:21 sakit saya." 1:43:24 Artinya bersama kebenaran 1:43:26 Allah subhanahu wa taala akan bersama 1:43:28 ibu. 1:43:30 Tapi bersama perbuatan aniaya, bersama 1:43:32 perbuatan dosa akan mendatangkan 1:43:34 kegelapan di hati kita. Az zulmu 1:43:37 zulumaatun fid dunya wal akhirah. 1:43:40 Jadi dalam kesempatan ini Ibu-ibu 1:43:41 sekalian, kita kan sudah sama-sama tua 1:43:43 ya. 1:43:45 Artinya enggak lama lagi kita akan 1:43:46 melangkah. 1:43:48 Sekarang kita dalam antrian untuk 1:43:50 menunggu panggilan Allah. 1:43:53 Kalau dalam Hijriah saya sudah berusia 1:43:55 66 tahun sekarang ini. 1:43:58 Rasulullah 63 tahun, tapi yang 1:44:00 dihasilkan Rasul 1:44:02 termasuk Ibu-ibu sekalian masuk ke dalam 1:44:04 Islam memberikan saham untuk Rasul. 1:44:07 Sedangkan banyak Ustad meninggal dunia 1:44:10 meninggalkan fitnah, perpecahan, 1:44:12 kebencian, permusuhan dan menghasut 1:44:15 diantara umat Islam. 1:44:17 Menyedihkan enggak Ibu-ibu sekalian? 1:44:18 Nah, kita berharap mudah-mudahan kita 1:44:20 pada saat akan meninggal dunia, Allah 1:44:22 bersihkan dari dosa kita dan ditutup 1:44:25 dalam keadaan husnul khotimah. Nah, 1:44:27 sebagai penutup Bismillahirrahmanirrahim 1:44:31 wal asr. 1:44:33 Demi 1:44:36 Allah bersumpah demi masa karena 1:44:37 berhubungan dengan umur Ibu. 1:44:39 Ini merupakan masa yang menjadi modal 1:44:42 bagi kita. 1:44:43 Allah gunakan kata al asru dalam bahasa 1:44:45 Arab berarti apa? 1:44:48 Memerah. 1:44:49 Memer 1:44:50 Kalau Ibu ambil kain basah Ibu peras, 1:44:52 airnya keluar 1:44:54 bahannya kering kan? Nah, kalau umur Ibu 1:44:57 memeras sari-sari pati kehidupan. 1:45:00 Yang tadinya cantik, tampan, menawan, 1:45:04 gagah, bersemangat, lama kelamaan 1:45:06 berubah melayu sedikit demi sedikit. 1:45:08 Begitu juga masa akan memeras sari-sari 1:45:11 kehidupan kita yang tertinggal 1:45:13 ampas-ampasnya. 1:45:15 Ini yang tertinggal buat kita. 1:45:17 Tapi yang Allah sediakan di hari akhirat 1:45:19 wala saufa yu'tika robbuka 1:45:22 fatar dho. Innal insana lafi khusrin, 1:45:25 sesungguhnya manusia dengan umur dan 1:45:27 waktu yang Allah berikan kepadanya 1:45:29 benar-benar menghadapi ancaman kerugian 1:45:31 yang besar. 1:45:33 Illalladzina amanu wa amilus sholihat, 1:45:35 tunjukkan jalan keluar 1:45:37 kecuali orang yang beriman dan 1:45:39 mengerjakan amal sholeh. Wa tawashau bil 1:45:41 haqqi wa tawashau bis shobri seperti 1:45:43 saat ini, saling mengingatkan untuk 1:45:48 berpegang pada kebenaran dan bersabar 1:45:50 dalam menghadapi ujian. Ini hanya bisa 1:45:52 dilakukan dalam suasana berjamaah. 1:45:55 Ibu melihat Ibu dalam keadaan susah, 1:45:57 dalam keadaan menghadapi cobaan, berikan 1:45:59 hiburan, berikan juga dukungan dan 1:46:01 bantuan yang bisa dibantu. 1:46:03 Maka 1:46:04 tidak akan selamat kita kecuali kita 1:46:05 beriman, beramal sholeh dan berada dalam 1:46:08 suasana jamaah yang saling mengingatkan 1:46:11 untuk berpegang pada kebenaran 1:46:13 dan bersabar di jalan Allah Ta'ala. 1:46:16 Mudah-mudahan sebagaimana pertemuan kita 1:46:18 siang hari ini 1:46:19 kita bisa berkumpul bersama-sama 1:46:21 berziarah menghadap Rasulullah 1:46:23 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam di 1:46:25 hari kemudian nanti Allah bersihkan 1:46:27 hidup kita, keluarga kita dari 1:46:28 kotoran-kotoran yang melekat. Begitu 1:46:31 juga dari kebiasaan-kebiasaan buruk, 1:46:33 Allah jadikan kita manusia-manusia yang 1:46:35 beriman, bertakwa, yang selalu bersikap 1:46:38 mulia terhadap sesama kita 1:46:41 bahkan kita bukan hanya berakhlak mulia 1:46:43 pada manusia, pada hewan, pada alam pun 1:46:46 kita diajarkan untuk berakhlak mulia. 1:46:48 Subhanakallahumma Wa Bihamdik 1:46:50 Asyhadu An La Ilaha Illa Anta 1:46:52 Astaghfiruka Wa Atubu Ilaik. 1:46:55 Saya ucapkan jazakillah khairan 1:46:59 Ustadzah Wa Hafizhakillah Min Kulli 1:47:01 Makruh Insya Allah Wa Ja'alaki Min 1:47:02 Awatihis Sholihat Ad Da'iyat Al 1:47:04 Mukhlisat Al Munibat Lillahi Tabaraka Wa 1:47:07 Ta'ala Wa As'adaki Fid Dunya Wal 1:47:09 Akhirah. Kepada Ibu-ibu sekalian, 1:47:10 Bapak-bapak alhamdulillah mudah-mudahan 1:47:13 Bapak Ibu semua keluar dari tempat ini 1:47:15 membawa bekal manfaat untuk dunia dan 1:47:17 akhirat, Allah ampuni dosa-dosanya, 1:47:19 berkahi juga keluarga yang ditinggalkan. 1:47:22 Insya Allah mudah-mudahan pada pengajian 1:47:24 berikutnya Ibu Amai bisa datang kembali 1:47:25 lagi kemari insyaallah. Dan kita 1:47:27 harapkan bapak-bapak juga datang. 1:47:30 Bisa bersama-sama agar penyakitnya bisa 1:47:32 sama-sama apa? 1:47:34 Karena ibu-ibunya kalau sembuh 1:47:35 bapak-bapaknya enggak. 1:47:37 Betul enggak? 1:47:38 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:47:41 wabarakatuh. 1:47:42 Waalaikumsalam. 1:47:46 Waalaikumsalam. Warahmatullahi 1:47:48 wabarakatuh. Jazakallah khairan Ustaz 1:47:50 Husein dan Ustaz Isa dan Ibu-ibu doakan 1:47:51 guru-guru kita semuanya. Baik Ustaz 1:47:53 Husein, Ustaz Isa dan Ibu Profesor Amani 1:47:57 diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu 1:47:59 wa taala. 1:48:01 Eh, mohon sebelum meninggalkan tempat 1:48:04 saya sebagai koordinator 1:48:07 zikir mengucapkan banyak terima kasih 1:48:09 atas partisipasi Ibu-ibu semua yang 1:48:11 telah banyak memberikan sumbangan dan 1:48:15 memberikan banyak masukan kepada kami 1:48:17 semua mudah-mudahan menjadi amal jariyah 1:48:19 kepada Ibu-ibu semua. Untuk pertemuan 1:48:21 selanjutnya insyaallah akan selalu 1:48:23 dikabarkan melalui majelis umahat di 1:48:26 grup atau di Radio Silaturahim dan kita 1:48:29 juga mengucapkan banyak terima kasih 1:48:30 untuk para kru Rasio, para Ustaz-ustaz 1:48:32 Rasio dan khususnya Ustaz Hendi dan 1:48:34 Ustaz yang ada di 1:48:36 Masjid Silaturahim ini semoga semuanya 1:48:38 mendapatkan bagian pahala dari Allah 1:48:40 subhanahu wa taala. Amin ya Allah ya 1:48:42 rabbal alamin. Akhirul kalam saya 1:48:44 sebagai eh, koordinator daripada majelis 1:48:47 zikir, majelis umahat ini memohon maaf 1:48:49 apabila ada kekurangan 1:48:51 dan kesalahan dalam hal kata-kata maupun 1:48:54 dalam sikap yang kurang berkenan mohon 1:48:55 dibukakan pintu maaf yang 1:48:56 seluas-luasnya. Mohon maaf sekali lagi 1:48:59 sampai bertemu lagi. Kita tutup dengan 1:49:01 tadi sudah ya kafaratul majelis sudah 1:49:03 ya, sudah. Wabillahi taufik walhidayah. 1:49:05 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:49:07 wabarakatuh.