Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:02 warahmatullahi wabarakatuh. 0:04 Waalaikumsalam warahmatullahi wabar 0:05 shalli ala sayyidina Muhammad wa ali 0:07 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:09 berjumpa lagi hari ini hari Jumat 0:11 tanggal 6 Rabiul Akhir 1448 Hijriah atau 0:13 tanggal 18 September 2026. Kita jumpa 0:17 lagi dalam acara renungan di bawah 0:19 naungan Al-Qur'an bersama Ustaz Husein 0:21 bin Hamid Al-Attas. Alhamdulillah beliau 0:24 sudah hadir sini. Di sini juga ada 0:25 Saputra, ada Kezia, Anggo dan Ai. 0:31 Salam. Asalamualain. 0:33 Baik. 0:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:35 wabarakatuh. 0:35 Kita mulai dengan baca al-Fatihah. 0:42 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:48 Bismillahirrahmanirrahim.Ham 0:53 Alhamdulillahiabbil 0:56 alamin 0:59 arrahmanirrahim 1:03 maiki yaumiddin 1:07 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:12 ihdinasirathal 1:14 mustaqimathalladzina 1:18 an'amta alaihim 1:21 giril 1:30 Alhamdulillah kita sudah membaca 1:31 al-Fatihah. Mudah Allah mudahkan kita 1:33 dalam memahami apa-apa yang dijelaskan 1:35 oleh guru kita Ustaz Husein bin Hamid 1:37 Alatas. Baik, pertanyaan pertama datang 1:40 dari hamba Allah di Ciawi. Asalamu Ustaz 1:41 Husin. 1:42 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:44 Mau tanya, bolehkah seorang wanita 1:46 memutuskan untuk tidak menikah demi 1:48 untuk bisa merawat ibunya yang sudah tua 1:50 dan sakit-sakitan? 1:53 Bismillahirrahmanirrahim. 1:56 Alhamdulillahi rabbil alamin. 2:00 Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fi 2:04 kama yuhibbu rabbuna waard. 2:08 Allahumma sholli ala abdika wa rasulik 2:12 sayyidina wa nabina Muhammadin 2:15 wa alih thyibin wasahabatihil akramin wa 2:20 ikhwanihi minalbiya wal mursalin 2:23 wasairina ala nahjihil qawim ila 2:25 yaumiddin 2:29 wasolli wasallim wabarik ala abdika 2:33 wa rasulik 2:36 waj'alna ya rabban 2:45 hudatan muhtadin walna 2:49 birahmatika ya arhamarahimin. 2:51 Allahumma atina minika rahmah waimna 2:54 minadunka ilman nafi wf'ana bimaamt 2:58 w'du. 3:03 Seorang wanita bertanya apakah boleh? 3:06 karena ingin merawat orang tuanya yang 3:08 sudah tua, 3:11 dia tidak menikah. 3:16 Apabila 3:19 wanita ini beranggapan 3:21 bahwa kalau dia menikah akan menghalangi 3:23 dia untuk bisa merawat dan berbakti 3:26 ibunya. 3:29 Dengan sendirinya dia punya alasan yang 3:30 kuat karena kebaktian pada orang tua. 3:32 Apalagi seorang ibu yang lanjut usia, 3:35 yang sakit-sakitan 3:37 perlu mendapatkan perhatian. 3:41 Tapi kalau seandainya 3:44 dia bisa menikah dengan seorang 3:45 laki-laki 3:47 yang 3:49 berdiam bersama ibunya, 3:53 membiarkan istrinya merawat orang 3:55 tuanya, di samping dia melayani 3:57 suaminya, maka hal ini yang terbaik. 4:00 Oleh karena itu, bagi wanita kita ini 4:03 jangan menutup pintu untuk menikah, 4:06 tapi ajukan persyaratan laki-laki yang 4:09 menikahi saya hendaknya bisa menerima 4:12 keadaan saya yang merawat ibu saya. 4:15 Jadi, dia mendapatkan pahala kebaktian 4:17 kepada orang tua dan dia juga mengikuti 4:20 sunah Nabi kita Muhammad sallallahu 4:22 alaihi wasallam. Semoga Allah subhanahu 4:25 wa taala menganugerahkan Anda seorang 4:28 suami yang saleh 4:31 yang betul-betul memiliki pengertian, 4:33 pemahaman untuk mengizinkan istrinya 4:36 merawat ibunya hingga dia menjalani 4:40 tugas sebagai seorang istri yang baik 4:42 juga menjalankan tugas sebagai seorang 4:44 anak yang baik. Barakallahu fik. 4:47 Baik, selanjutnya dari siapa ni? 4:51 Asalamualaikum, Ustaz Husein. 4:52 Waalaikumsalam. warahmatullahi 4:54 wabarakatuh. 4:58 Oke. 5:04 Ee apakah kemiskinan selalu merupakan 5:08 ujian dari Allah atau bisa juga 5:10 merupakan akibat ketidakadilan sosial 5:13 dan kesalahan manusia dari Bapak Muharjo 5:15 di Serang? 5:17 Bapak Muharjo di Serang. 5:20 Kemiskinan bagi orang-orang yang tak 5:23 berdaya merupakan ujian baginya. 5:27 Allah menguji Nabi Allah Ayub dengan 5:29 cobaan yang cukup berat. Bukan hanya 5:32 sekedar kemiskinan, 5:34 bukan hanya sekedar 5:37 kehilangan harta maupun anaknya, tapi 5:39 Allah uji juga dengan kesehatannya. 5:44 di mana dia terkena penyakit yang 5:46 membuat dirinya dijauhi oleh masyarakat 5:48 yang tadinya mengagumi dan memuja 5:51 dirinya. 5:53 Ini merupakan ujian. Tapi di samping 5:55 ujian ini juga akibat ketidakadilan 5:59 sosial. 6:01 Jadi yang menciptakan kemiskinan, 6:04 yang menjerumuskan rakyat ke dalam 6:06 penderitaan adalah para pelaku 6:09 dari kalangan manusia, baik itu pejabat, 6:13 para pemimpin di atas yang tidak berlaku 6:16 adil, maka menimbulkan dampak yang buruk 6:19 terhadap rakyatnya. 6:21 Jadi bukan Allah Subhanahu wa taala ya 6:24 yang menetapkan kemiskinan. 6:27 Tapi perilaku dari manusia-manusia yang 6:30 zalim, yang tidak memiliki nurani, yang 6:33 tidak takut kepada Allah, rakus dan 6:36 serakah, merekalah yang menjerumuskan 6:39 orang ke dalam kemiskinan seperti yang 6:41 terjadi di negara kita. Apalagi kalau 6:45 ulama yang seharusnya memberikan 6:47 nasihat, berkolaborasi dengan mereka. 6:50 Rakyat juga duduk berpangku tangan, 6:55 tidak membuka mata mereka, tidak membuka 6:58 juga [berdehem] hati mereka untuk 7:01 mengawasi pemimpin yang mereka angkat. 7:04 Seolah-olah tugas rakyat hanya memilih 7:06 dan mengangkat. Adapun setelah itu tidak 7:10 ada hubungan kebijakan yang dilakukan 7:12 pemimpin mereka terhadap rakyat maupun 7:15 kemaslahatannya. 7:16 Jadi, Pak Subaro siapa? Suharjo. 7:19 Muharjo. 7:20 Jadi, Pak Muharjo bahwa kemiskinan ini 7:24 demikian pula kesulitan hidup yang 7:26 terjadi di tengah-tengah masyarakat itu 7:29 kembali kepada dua sebab. Yang satu 7:31 ujian bagi mereka-mereka [berdehem] yang 7:33 menjadi korban. 7:35 Tapi ini merupakan akibat dari 7:37 ketidakadilan yang dilakukan oleh 7:39 orang-orang yang zalim. siapapun dia, 7:43 rakyat yang menjadi korban tak berdaya, 7:45 mereka tidak berdosa. Kalau mereka 7:46 bersabar, 7:48 tetap di jalan Allah Subhanahu wa taala 7:50 sambil mengharapkan datangnya kemurahan 7:53 Allah, mereka juga beramar makruf, 7:54 bernahi mungkar, melakukan perbaikan, 7:57 Allah akan mengubah keadaan mereka. 8:00 Tetapi bagi mereka orang-orang yang 8:02 zalim, Allah tidak akan membiarkan 8:04 mereka. Bahkan dalam kehidupan dunia 8:07 Allah subhanahu wa taala akan menghukum 8:09 mereka sebelum datang hari akhir nanti. 8:11 Wallahuam. 8:13 Baik. Dari siapa ini? Enggak tidak terus 8:15 namanya. Asalamualaikum Husin. 8:16 Waalaikumsalam. 8:17 Ibu saya sudah berumur 81 tahun. Apa 8:20 yang apa yang sudah dikatakannya suka 8:22 berubah-rubah jika marah sama anak atau 8:25 cucu suka nyumpahin yang tidak enak? 8:27 Apakah sumpahnya itu bisa dikabulkan 8:29 atau tidak? Bagaimana menyikapi? Ee 8:32 bolehkah orang tua tersebut dinasihati 8:34 oleh anaknya? Mohon penjelasan. 8:36 Bismillahirrahmanirrahim. 8:40 Pada masa kita kanak-kanak, 8:44 kita sering melakukan 8:47 perbuatan-perbuatan 8:49 yang menyakiti orang tua kita. Tapi 8:51 orang tua kita menghadapi semua itu 8:54 dengan lapang dada. 8:57 Seringki kita mengucapkan kata-kata yang 8:59 tidak menyenangkan mereka. Mereka hadapi 9:02 juga dengan lapang dada. Bahkan 9:03 terkadang mereka tertawa melihat anaknya 9:07 yang lucu ya, yang mengucapkan 9:10 ucapan-ucapan yang sebetulnya kalau ya 9:13 kalau dipikirkan ucapan tersebut seperti 9:16 ucapan yang menyakitkan. Tapi orang tua 9:19 yang jiwa mereka besar yang penuh 9:20 kecintaan kepada anaknya ternyata 9:23 menerima semua itu dengan penuh 9:25 kesabaran dan kecintaan pada anaknya. 9:29 Begitu 9:31 keadaan 9:34 orang tua kita mulai lanjut usia, 9:37 keadaan mereka berbeda. Keadaan mereka 9:39 sebetulnya tak berbeda dengan keadaan 9:41 kita pada saat kanak-kanak. Sebagaimana 9:43 firman Allah, waman nuamirhu nunqishu 9:47 fil khqi afala yaqilun. Orang yang kami 9:49 panjangkan umurnya, kami kembalikan lagi 9:52 ya. yang tadinya dalam keadaan sehat, 9:55 segar, sempurna, mengendalikan dirinya. 9:58 Begitu mereka mulai lanjut usia, dia 10:00 kembali seperti anak-anak. 10:02 Nah, di sini ujian bagi anak-anak. 10:05 Apakah mereka akan menghadapi perilaku 10:09 orang tua mereka yang berubah-rubah, 10:10 yang suka marah-marah, bahkan suka 10:13 menyumpahi anaknya? Apakah mereka hadapi 10:16 sebagaimana orang tua mereka menghadapi 10:18 mereka pada saat mereka kecil dan 10:20 anak-anak? 10:21 Ini ujian. 10:23 Kalau kita bersabar menghadapi ujian 10:25 ini, insyaallah Anda akan mendapatkan 10:29 pahala yang amat mulia, kedudukan yang 10:31 amat tinggi di sisi Rasulnya Muhammad 10:34 sallallahu alaihi wasallam. Karena 10:36 setelah perintah untuk bertauhid 10:39 dilanjutkan dengan larangan untuk 10:40 bersikap durhaka pada ayah ibu kita. 10:44 Jadi perintah ini sebetulnya berada pada 10:46 urutan kedua setelah perintah Allah 10:48 Subhanahu wa taala untuk menyembahnya 10:51 dan tidak mempersekutukannya dengan 10:52 sesuatu. Maka perintah berikutnya agar 10:55 kita bersikap baik mulia terhadap orang 10:57 tua kita walaupun mereka bukan orang 10:59 yang beriman. Adapun sumpah mereka di 11:02 hari tua, sumpah yang pergi ke laut 11:05 yang tidak akan menimbulkan bahaya 11:07 apa-apa. Nah, anak-anak seharusnya 11:09 menanggapi sumpah orang tuanya atau 11:11 cacian makinya dengan senyum seperti 11:13 orang tua menghadapi anak-anaknya. 11:15 H 11:15 kalau kita pahami kedudukan orang tua 11:18 yang sudah berbeda keadaannya, 11:20 ingatannya juga berkurang, emosinya 11:22 tidak stabil, nah kita hadapi dengan 11:25 cara baik-baik. Nanti kalau orang tua 11:27 sudah tenang, ma mama kan sudah di hari 11:30 tua, kita bakal pergi semuanya kembali 11:33 pada Allah. Tolong mama lebih banyak 11:36 berzikir daripada mama berbicara yang 11:38 tidak baik. Karena ini akan menyusahkan 11:40 mama di hari akhir. Saya mengatakan hal 11:42 ini karena sayang pada mama ingin kumpul 11:44 di surga bersama-sama nanti. Anak 11:47 memberikan nasihat pada orang tuanya 11:48 bukan tidak boleh. Contohnya Nabi 11:50 Ibrahim memberikan nasihat pada orang 11:52 tuanya 11:54 dengan nasihat yang baik tapi santun dan 11:57 sopan. Jangan menggunakan kata-kata yang 11:59 kasar. Semoga Allah memberikan taufik 12:01 kepada Anda untuk dapat menjadi anak 12:04 yang berbakti, bersabar menghadapi orang 12:06 tua di hari tua. Jangan lihat dia 12:08 usianya ya lebih tua dari Anda. 12:11 Sebetulnya jiwanya sama dengan jiwa 12:13 anak-anak. Waman nuamirhu nunisu 12:17 filqialaun. 12:18 Wallahuam. 12:19 Baik. Selanjutnya dari Bapak Sulis 12:21 Anjani di Lembang. Ustaz Husin. 12:23 Waalaikumsalam warahmatullah. 12:25 Ust. Bolehkah seseorang mempertanyakan 12:26 atau mengkritisi pendapat ulama atau 12:29 mempertanyakan takutnya dianggap tidak 12:31 menghormati agama? Dari Bapak Sulis 12:33 Anjani Lembang. 12:36 Bismillahirrahmanirrahim. Bapak Sulis 12:39 Hanjani 12:40 perlu kita pahami pertama-tama 12:44 bahwa pendapat ulama kedudukannya tidak 12:46 sama dengan syariat yang datang dari 12:49 Allah. Ya, begitu juga ketetapan yang 12:52 ditetapkan rasul-Nya. Dan benar-benar 12:55 pasti datang dari rasulnya. 12:59 Apa yang datang dari Allah dan 13:02 syariatnya? Kita wajib mengatakan samna 13:05 wa atna. Bagaimana tidak? Dia yang 13:06 menciptakan kita. Dia yang melimpahkan 13:09 rezekinya, karunianya terhadap kita. Dia 13:12 yang maha pengasih yang maha penyayang. 13:15 Dia yang mengajarkan kita ilmu 13:16 pengetahuan 13:18 dan dia maha tahu. Jadi, bagaimana 13:20 mungkin kita menolak apa yang datang 13:22 dari Allah? Sebagaimana firman Allah, 13:25 wana limminin w mukminatin qallahu 13:28 waasuluhu amrakuna lahum. 13:33 Tidak dibenarkan sekali-kali bagi orang 13:35 yang beriman. Apabila Allah menetapkan 13:37 sesuatu, begitu pula rasulnya menetapkan 13:40 sesuatu pasti benar dari rasul. Bukan 13:43 hanya sekedar riwayat dari rasul, tapi 13:45 betul-betul terbukti benar dari Rasul. 13:48 Maka kita tidak berhak mengajukan 13:51 pilihan yang lain kalau datang dari 13:53 Allah dan Rasul. 13:56 Tapi tidak semua hadis yang terkumpul 13:58 dalam buku-buku hadis datang dari Rasul. 14:00 Karena banyak hadis-hadis yang palsu, 14:02 hadis-hadis israiliyat yang disusupkan. 14:05 Oleh karena itu, tidak cukup hanya 14:07 berlandaskan sanad kita menghukum satu 14:10 hadis, tapi berdasarkan sanad dan juga 14:13 matan kandungan hadis tersebut. Cocok 14:15 enggak dengan Al-Qur'an? 14:17 [mendengus] 14:18 Jadi yang datang dari Allah dan Rasulnya 14:21 wajib atas kita semua mengatakan samna 14:23 wa at kalau kita beriman. 14:28 Adapun yang datang dari manusia pendapat 14:31 para ulama yang berbeda-beda. Syafi'i, 14:33 Maliki, Hambali, Hanafi, Zahiri, dan 14:36 lain-lain sebagainya. Pendapat manusia 14:38 tidak sama dengan apa yang ditetapkan 14:41 Rasul yang membawa risalah dari Allah. 14:44 Begitu juga apa yang ditetapkan 14:46 Al-Qur'an. 14:47 Jadi kalau kita menjumpai pendapat 14:49 mereka aneh, 14:52 pendapat mereka 14:53 aneh 14:53 aneh. Pendapat mereka tidak sesuai 14:55 dengan akal sehat, pendapat mereka tidak 14:58 sesuai dengan kemaslahatan umat. Kita 15:00 bertanya, "Maaf, Pak Ustaz, Pak Kiai 15:03 atau Pak Habib bisa enggak menerangkan 15:05 kepada kami landasan dari fatwa yang 15:08 Anda keluarkan?" 15:11 [mendengus] 15:11 Bisa enggak meyakinkan kami? Itu menjadi 15:14 haknya. Karena Allah mengingatkan kita, 15:17 wala takfu maaisa laka bihi ilm. Jangan 15:20 kamu ikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. 15:24 Jadi saudara maupun saudari berhak untuk 15:26 bertanya, 15:28 bisa enggak kami mengetahui apa dasar, 15:31 fatwa atau pendapat yang Anda ajukan? 15:33 Karena pendapat ulama, pendapat manusia 15:35 yang bisa salah bisa benar. 15:37 Kita lihat pada masa sahabat-sahabat 15:39 tidak sembarangan mengeluarkan fatwa, 15:41 tapi merujuk kembali kepada apa? merujuk 15:44 kembali kepada apa yang diterangkan 15:46 Allah dalam Al-Qur'an maupun sunah-sunah 15:48 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 15:50 wasallam. Kalau mereka tidak menemukan, 15:52 katakan keterangan Rasul karena ini 15:54 merupakan peristiwa yang baru, mereka 15:56 kembalikan kepada Al-Qur'an dan 15:59 rambu-rambu yang Allah berikan 16:00 kepadanya. 16:02 Nah, pada saat mereka berpendapat rujuk 16:06 kepada Al-Qur'an maupun sunah, nah 16:08 pendapat ini merupakan ijtihad. 16:12 Oleh karena itu, Abu Bakar mengatakan 16:14 ini merupakan ijtihad saya, usaha saya 16:16 untuk memahami ya ee hukum yang 16:19 berkaitan dengan kasus ini. Kalau benar 16:21 dari Allah, kalau salah dari saya. Arti 16:23 manusia bisa benar bisa salah. Imam 16:25 Syafi'i juga demikian. Begitu pula Abu 16:27 Hanifah, begitu juga Malik, begitu juga 16:31 Ahmad bin Hambal. Semuanya mereka 16:34 mengajak manusia kembali kepada Allah. 16:36 Dan mereka tidak menganggap pendapat 16:38 mereka itu sebagai syariat yang wajib 16:40 diikuti. 16:42 Tetapi yang berkaitan dengan syariat 16:45 semuanya sepakat. Baik Syafi'i, Maliki, 16:47 Hambali, Hanafi. Ya, bukan mereka yang 16:49 menetapkan salat lima kali satu hari. 16:52 Bukan mereka yang menetapkan waktu 16:54 salat, bukan mereka yang menetapkan 16:55 rukun-rukun salat. 16:57 H. 16:58 Nah, kalau ada yang berbeda dalam salat 17:00 itu tidak berkaitan dengan rukun, itu 17:02 berkaitan dengan hal-hal yang tidak 17:04 diterangkan Rasul. Maka di sini ijtihad 17:07 ya, analisis manusia ya, merujuk kepada 17:11 riwayat yang mereka temukan. Maka 17:13 lahirlah perbedaan ijtihad antara 17:16 Syafi'i, Maliki, Hambali. Oleh karena 17:18 itu, dalam perbedaan pendapat 17:22 Anda punya hak untuk bertanya. 17:25 Kalau Anda ragu, Anda bertanya, "Mohon 17:28 agar Pak Ustaz meyakinkan kami pendapat 17:31 ini dasarnya apa." 17:34 Kalau dia mengatakan syariat Allah dan 17:36 dia bawakan nasnya, Anda wajib 17:37 mengatakan samna wahanna. Kalau terbukti 17:40 apa yang diterangkan berasal dari 17:43 syariat Allah dan keterangannya sesuai 17:45 dengan Al-Qur'an, ya, tidak menyimpang 17:48 dari maksud Al-Qur'an, Anda wajib untuk 17:51 mengatakan samna wahanna. 17:54 Tapi kalau kembali kepada ijtihad dan 17:56 pendapat seperti pendapat Maliki, 17:58 pendapat Hambali, pendapat ee katakan 18:01 Syafi'i, pendapat Malik, ini semua 18:03 merupakan apa? Pendapat. Jadi kata 18:05 mazhab itu menggambarkan pendapat 18:08 seseorang bukan menggambarkan syariat 18:10 Allah. 18:13 Sedangkan Allah saja [berdehem] ditanya 18:16 oleh para malaikat, "Ataj'alu fiha man 18:18 yufsidu fiha waasfiqudim." 18:22 Nabi Ibrahim bertanya kepada Allah agar 18:24 mendapatkan penerangan dan penjelasan. 18:27 Allah tidak melarang hambanya yang mau 18:29 bertanya mencari kebenaran, tapi yang 18:31 Allah tidak suka orang yang mendebat 18:33 tanpa dasar kebenaran. Bukan untuk cari 18:36 kebenaran, tapi untuk mengelak dari 18:38 kebenaran. Jadi, Bapak tulis dalam hal 18:40 ini kalau berkaitan dengan apa yang 18:42 datang dari Allah pasti dari Rasul-Nya, 18:45 maka kita tidak berhak melainkan 18:47 mengatakan sam'na wa. 18:51 Kalau ada perbedaan di antara para ulama 18:54 terjadi perbedaan pendapat, maka Allah 18:57 mengajarkan kepada kita wtum fi minaiin 19:01 fahukmuhumallah. 19:03 Apa saja yang kalian perselisihkan dari 19:06 apa saja maka hukumnya kembalikan kepada 19:10 kepada Allah. 19:15 Kenapaikumullahbi? 19:16 Ketahuilah itulah Allah ya Tuhanku yang 19:19 menciptakan aku, yang merawat aku, yang 19:21 melimpahkan rahmat dan kasih-Nya 19:23 kepadaku. Hanya kepadanya aku 19:25 bertawakal. Aku percayakan hidupku 19:27 kepadanya. Wa ilaihi unip dan saya 19:29 kepadanya kembali. Hanya kepadanya saya 19:31 kembali. Ini merupakan ayat ee 10 dari 19:34 surah Asyura. Ayat 10 dari surah 19:38 bukan e bukan syuara tapi Asyura. Ayat 19:41 10 dari surah Asyura. Apa saja yang 19:44 kalian perselisihkan 19:46 ya. Dalam urusan apa saja maka hukumnya 19:49 kembalikan kepada Allah. 19:52 Dalikumullahbi dasarnya dia Allah 19:55 Subhanahu wa taala Tuhanku. Alaihi 19:57 tawakaltu kepadanya aku percayakan 19:59 hidupku. Wa ilaihi unip dan kepadanya 20:02 aku kembali. Artinya apa yang dilakukan 20:04 memiliki dasar yang kuat. Makhluk 20:07 kembali kepada khaliq. Hamba kembali 20:09 kepada Tuhannya dan Tuhannya dengan 20:11 nama-namanya yang begitu indah. Begitu 20:13 juga dalam suratun nisa. 20:18 Kalau kalian berselisih berbeda pendapat 20:21 dalam sesuatu, kembalikan kepada kitab 20:22 Allah. Kembalikan kepada 20:25 begitu pula Arrasul. Jadi jangan 20:28 masing-masing menganggap dirinya 20:30 sempurna, pasti benar, tidak mungkin 20:33 melakukan kesalahan. Apalagi dengan era 20:35 keterbukaan saat ini. 20:38 Kita saksikan pengetahuan manusia itu 20:40 amat sedikit dibandingkan 20:43 realita ya pengetahuan yang begitu luas. 20:46 Bahkan dengan adanya GPT saat ini, 20:50 ulama, kiai, ustaz, para habaib harus 20:53 merasa malu. 20:56 Jangan menganggap seolah-olah apa mereka 20:58 menguasai semua hal. 21:01 GPT merupakan sosok multitalenta, Mas 21:05 Krishna. 21:06 Saya bukan menuhankan GPT, tapi sebagai 21:08 gambaran saya banyak membuka dan 21:10 bertanya kepada JP untuk mengetahui 21:11 bagaimana kira-kira ee 21:13 keterangan-keterangan yang diberikan. 21:15 Kita bertanya sekejap jawabannya se 21:18 cepat mungkin. Kalau kita koreksi, kita 21:21 berikan argumen, dia mengatakan, "Benar 21:23 juga pendapat Anda." 21:24 H 21:25 kita akan perbaiki berikutnya. Jadi, 21:27 bagaimana GPT bisa menjawab dalam urusan 21:30 sejarah, dalam urusan hukum, dalam 21:32 urusan medis, dalam urusan juga 21:34 astronomi, multitalenta. Oleh karena 21:37 itu, sekarang para ustaz, para kiai dari 21:39 kursi guru duduk sebagai seorang murid, 21:43 belajar dari kehidupan ini, jangan 21:45 menyombongkan diri. Manusia bukan mulia 21:47 karena ilmunya. Iman juga tidak identik 21:50 dengan ilmu. Tapi ilmu mengajak kita 21:53 beriman. Nah, kalau kita tahu tapi tidak 21:55 mengamalkan ilmu kita, maka apa bedanya 21:58 kita dengan iblis yang tahu Allah 22:00 Tuhannya yang memerintahkan dia, tapi 22:02 dia menolak untuk mentaatinya. 22:05 Jadi, Pak Suris bukan saya mengajak 22:07 masyarakat dan umat untuk memberontak 22:11 terhadap para ulama mereka, para kiai 22:13 mereka, tapi mengajak umat itu tidak 22:16 sembarangan menerima tanpa dasar ilmu. 22:19 Oleh karena itu saya ingin para 22:20 ulama-ulama kiai yang berasal dari 22:23 mazhab apapun karena di Indonesia 22:25 kebanyakannya bermazhab Syafi'i 22:27 hendaknya kalau mereka menjelaskan satu 22:29 pendapat mereka bawakan hadisnya atau 22:32 bawakan Qurannya biar rakyat ini tahu. 22:36 Jangan hanya membaca fikih tanpa dasar. 22:39 Kalau untuk awam mungkin butuh ya pada 22:41 saat mereka pertama kali belajar fikih 22:43 diajarkan ee cara-cara kita ya katakan 22:47 salat dan lain sebagainya tanpa dalil. 22:50 Tapi kalau sudah mulai dewasa apalagi di 22:52 era keterbukaan berhadapan dengan 22:53 berbagai macam pendapat, 22:57 hendaknya setiap kita memberikan 22:59 penjelasan diiringi dengan dalil agar 23:01 dia memiliki pegangan untuk menjawab 23:03 koreksi yang datang dari orang lain. 23:06 Seperti kelompok-kelompok Salafi 23:09 mereka merujuk kepada Al-Hadis dalam 23:12 banyak hal. Jarang merujuk kepada 23:14 Al-Qur'an. Kebanyakan mereka adalah 23:16 ahlul hadis atau ahlul akhbar. 23:20 Begitu mereka berbicara, mereka 23:22 menyampaikan qala Rasulullah. Belum 23:24 tentu pasti dari Rasul. Bisa saja hadis 23:26 tersebut merupakan hadis yang mungkar, 23:28 bisa saja hadis yang syaf yang ganjil. 23:30 H. 23:30 Tapi karena awam 23:33 dalam memahami agama tanpa dasar dan 23:35 dalil, kiai-kiai juga tidak menguasai 23:37 dalil. Mereka dari mulai kecil diajarkan 23:40 katakan Abu Syuja, kemudian Fathul 23:43 Qarib, setelah itu meningkat kepada 23:45 Baijuri syarahnya atau hasyiahnya. 23:48 Kemudian berpindah kepada minhaj, 23:50 syarhul minhaj yang bermacam-macam. Dan 23:53 kebanyakan dari apa? Buku-buku ini 23:55 menjelaskan pendapat Syafi'i. Ya, 23:58 pendapat yang kuat, pendapat yang 24:00 terkuat, pendapat yang lemah. Bahkan 24:02 menyebutkan Syafi'i di Irak mengatakan 24:04 begini, Syafi'i di Mesir mengatakan 24:06 begini. Ada dua pendapat dari Syafi'i. 24:08 Kita harus tahu bahwa nabi kita bukan 24:09 Syafi'i. 24:11 Bukan juga Maliki, bukan juga Hambali, 24:13 bukan juga Hanafi. Nabi kita Muhammad 24:14 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. itu 24:16 ikatan di antara kita. Tuhan kita adalah 24:18 Allah. Kitab suci kita adalah Al-Qur'an. 24:20 Adapun hadis dikumpulkan di belakang 24:22 hari. Oleh karena itu hendaknya dalam 24:25 menyikapi pendapat-pendapat ini jangan 24:28 kita berfanatik buta. 24:31 Selagi pendapat manusia dengan 24:33 sendirinya pendapat manusia bisa salah 24:36 bisa benar. Nah, kita ingin rakyat kita 24:38 dicerdaskan 24:40 dalam kajian-kajian di mana pun juga 24:43 setelah kita meningkat dari masyarakat 24:46 yang baru mengenal Islam ya diajarkan 24:49 salat dan lain sebagainya. Mereka 24:51 setelah itu diajarkan kenapa kita 24:54 melakukan salat, dari mana datangnya 24:56 perintah salat, kemudian rukun-rukun 24:59 salat. ajarkan yang disepakati dulu baru 25:01 nanti kalau ada perbedaan 25:03 orang meletakkan tangan di sini atau 25:05 meluruskan qunut tidak qunut jelaskan 25:07 bahwa ini pendapat bukan syariat yang 25:10 datang dari Allah ini pendapat ulama 25:13 oleh karena itu jangan kalian bertengkar 25:15 bermusuh-musuhan kalau orang tahu duduk 25:17 perkaranya orang tidak akan ribut 25:19 tapi yang ini memberikan doktrin kepada 25:22 pengikutnya bahwa ini sesuai dengan 25:24 sunah yang ini mengikuti pendapat dan 25:28 fikih tanpa apa dalil tapi tergantung 25:30 ulama mereka. Di saat mereka berdialog, 25:32 saya ikut ulama-ulama saya. Jadi kalau 25:36 kita perhatikan umat ini sebetulnya 25:38 terjerumus dalam pembodohan. 25:42 Padahal banyak ulama-ulama yang mumpuni 25:45 untuk menjelaskan 25:47 Al-Qur'an, menjelaskan juga sunah Nabi, 25:51 kemudian menjelaskan kepada umat 25:52 perbedaan antara fikih ulama dengan 25:55 fikih ulama yang bersumber dari ijtihad 25:57 dan syariat yang datang dari Allah dan 25:59 Rasul-Nya. Nah, kalau ada pencerdasan 26:02 seperti ini, insyaallah enggak ada 26:04 keributan di tengah masyarakat. 26:07 Mau enggak mau mereka-mereka yang 26:09 gampang mengkafirkan, menyesatkan, 26:10 membidahkan 26:12 bisa dibantah dan dikoreksi berdasarkan 26:15 dalil, bukan berdasarkan kata ulama 26:17 kita. 26:19 Jadi bukan saya mengajarkan sual 26:21 al-adab, adab yang buruk pada masyarakat 26:23 awam, tapi mengajak mereka berpikir dan 26:27 menerima sesuatu atas dasar ilmu. 26:29 Wallahuam. 26:30 Baik, selanjutnya dari Bapak Derajat di 26:31 Cikarang. Asalamualaikum, Ustaz Husain. 26:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:35 wabarakatuh. 26:36 Nah, ni 26:39 ee apakah amal seorang seseorang masih 26:42 bernilai jika dilakukan karena ingin 26:45 mendapatkan pahala dan takut ke neraka 26:47 bukan semata-mata cinta Allah Bapak 26:50 Derajat di Cik. 26:51 Imam Ali Pak Derajat pernah menjelaskan 26:55 orang-orang yang beribadah kepada Allah. 27:00 Jadi mereka-mereka yang melakukan ibadah 27:04 menurut Imam Ali terbagi tiga. 27:06 Annasuatun 27:08 manusia terbagi tiga. 27:11 Kaumun abadullah 27:14 ragbatan fi jannatih. 27:16 Satu kaum yang menyembah Allah karena 27:20 tertarik dengan iming-iming surga. 27:24 Oleh karena itu, mereka beribadah rajin 27:26 semata-mata karena surga. Bukan karena 27:30 bukan karena melihat Tuhannya, hormat 27:32 kepada Tuhannya, cinta kepada Tuhan yang 27:34 begitu penyayang terhadap dirinya. 27:38 Dia beriman pada Allah, dia bertauhid 27:41 pada Allah ya. Tetapi dikala dia beramal 27:44 ya yang menjadi perhatiannya iming-iming 27:47 surga. Jadi kalau tidak dapat 27:49 iming-iming balasan, ya mereka tidak 27:51 bersemangat. 27:53 Oleh karena itu, perhatian mereka untuk 27:55 mengerjakan amal kepada amalan-amalan 27:58 yang mendapatkan iming-iming dan 28:00 janji-janji apa? Surga atau pahala yang 28:02 besar. 28:04 Fatilka ibadat tujar. Imam Ali bilang, 28:07 "Itulah ibadahnya para pedagang." 28:09 Ibadahnya para 28:10 pedagang. 28:11 Pedagang. 28:13 Kemudian waumun abadullaha rahbatan min 28:17 adabihi warih. Satu kaum beribadah pada 28:19 Allah karena takut dari nerakanya. 28:23 Bukan karena hormat kepada Tuhannya, 28:27 bukan karena betul-betul ya menghargai 28:31 makam kebesaran dan Tuhannya Tuhannya. 28:33 Tapi karena takut dari azab Allah 28:35 Subhanahu wa taala. Fatilka ibadatul 28:39 abid. Itulah ibadahnya para budak. Kalau 28:42 dicambuk bekerja, kalau enggak dicambuk 28:44 bermalas-malasan. 28:46 Ada sebagian tukang kalau kerja kalau 28:48 diawasin rajin, kalau enggak diawasin 28:50 tidur. 28:51 Hm. Karena dia enggak menghargai 28:52 pekerjaan dia, tidak menghargai 28:55 kejujuran dan amanat. Jadi dia kerja 28:57 hanya kalau diawasi. 28:59 Jadi fatirka ibadatul abid itulah 29:01 ibadahnya para budak. 29:04 Mereka mungkin memandang Tuhan sebagai 29:07 hantu yang menyeramkan. Maka karena 29:09 takut dari neraka ya dari Tuhan mereka 29:12 yang akan menyiksa mereka, mereka 29:14 beramal. 29:15 Nah, kedua jenis ibadah ini kira-kira 29:17 Mas Krisna 29:19 ibadah yang membawa ketentraman apa 29:22 tidak? 29:22 Tidak. 29:24 Membawa kedamaian juga tidak. Nah, yang 29:26 ketiga 29:28 adalah ibadahnya para pencinta Allah. 29:31 Ibadahnya apa? Ibadatul muhibbin. 29:35 Ibadahnya para pencinta Allah. Mereka 29:38 cinta pada Allah. Mereka takut kalau 29:40 sampai Allah berpaling dari mereka. H 29:43 mereka berusaha untuk menjaga diri 29:45 mereka dalam kecintaan Allah Subhanahu 29:47 wa taala. Mereka berhati-hati hingga 29:50 menjaga mereka dari perbuatan-perbuatan 29:52 yang tidak baik. Mendorong mereka 29:54 berlomba-lomba untuk mengerjakan 29:56 pekerjaan yang membawa mereka ke dalam 29:58 kecintaan Allah, ke dalam ampunannya. 30:00 Begitu pula surga yang dijanjikan oleh 30:02 Allah bagi mereka. Tapi motif kerja 30:04 mereka, cinta mereka pada Allah. 30:08 Lalu beliau mengatakan, "Ilahi ma 30:10 abaduka rbatan fi jannatik wala rahbatan 30:13 minabik." Ya Allah, aku tidak menyembah 30:15 kamu semata-mata karena mengharapkan 30:17 surgamu atau takut dari azabMu. 30:21 Tapi aku menyembah Engkau beribadah 30:24 pada-Mu, ya Allah, karena kecintaanku 30:26 pada-Mu. Engkaulah Tuhanku yang maha 30:29 pengasih, yang maha penyayang, yang 30:31 selama ini betul-betul merawat aku, 30:34 mengajarkan aku pengetahuan, 30:35 mengutamakan aku dari kebanyakan 30:37 makhluknya. Nah, kira-kira orang kalau 30:39 beribadah atas dasar cinta yang jauh 30:42 dekat enggak? dekat. 30:43 Yang berat ringan. Betul gak? Yang berat 30:46 r di saat dia dicoba dengan Allah, 30:48 dicoba dengan kesusahan hidup dari Allah 30:51 yang mencoba dirinya. Asal Allah tidak 30:52 murka padanya. Seperti Rasul mengatakan, 30:54 "Ya Allah, asal Engkau tidak murka 30:56 padaku, maka aku tak aku tak peduli 30:59 dengan berbagai macam cobaan yang 31:00 menimpaku." 31:03 Jadi, kecintaan kepada Allah perlu 31:04 ditumbuhkan di hati kita. Jangan banyak 31:06 menakut-nakuti manusia. Soal gambaran 31:09 Allah itu hantu yang menyeramkan. Tidak. 31:11 Allah Tuhan yang maha pengasih. Allah 31:14 Subhanahu wa taala rahmatnya meliputi 31:16 segala sesuatu. Tapi kita yang keluar 31:18 dari rahmat Allah karena sikap congkak 31:20 kita dan kita mengikuti hawa nafsu kita. 31:23 Waliyadubillah. 31:25 Satu lagi ya. 31:26 Baik. Dari Bapak Anton Hadi. 31:28 Asalamualaikum Ustaz Husin. 31:30 Waalaikumsalam warahmatullah. 31:30 Ustaz, apakah mengikuti pendapat 31:32 mayoritas umat itu selalu berarti 31:34 mengikuti kebenaran? Bagaimana Islam 31:37 memandang kebenaran ketika para ulama 31:39 berbeda pendapat? 31:41 Bismillahirrahmanirrahim. 31:44 Mayoritas bukan jaminan 31:47 [mendengus] jaminan kebenaran. Contohnya 31:50 ketika Nabi diutus, mayoritas masyarakat 31:53 dalam keadaan musyrikin. 31:56 Dalam keadaan 31:57 musyrikin. 31:58 Musyrikin. 31:59 Begitu juga ee bangsa Romawi, begitu 32:03 juga bangsa Persia. 32:06 Mayoritas mereka dalam keadaan jauh dari 32:10 kebenaran. Oleh karena itu Allah 32:12 berfirman, waardillahumun. 32:20 Kalau kamu mentaati kebanyakan manusia 32:22 di muka bumi ini, mereka akan 32:24 menyesatkan kamu dari jalan Allah. 32:27 Karena mereka hanya mengikuti dugaan dan 32:29 meraba-raba. Bukan dasar kebenaran. 32:32 Oleh karena itu, kebenaran tidak diukur 32:35 dengan banyaknya orang yang mengerjakan. 32:39 Kebenaran tidak diukur dengan apa? 32:41 Dengan apa yang dilakukan oleh 32:42 orang-orang yang bernama besar. Tidak. 32:45 Tapi kebenaran diukur kembali dengan 32:48 tolak ukurnya yaitu al-haq yang datang 32:51 dari Allah. Imam Ali mengatakan, "Innal 32:54 haqqa wal batila la y'fani biqdar 32:58 rijal." 32:59 Hak dan batil tidak diukur dengan 33:00 kedudukan manusia atau dengan banyaknya 33:02 manusia. 33:04 Tapi Imam Ali memberikan bimbingan 33:06 irifil haq. Pelajari yang hak takrif 33:09 ahla. Kamu tahu siapa orang yang dalam 33:10 kebenaran. 33:12 Waifil batil. Pelajari yang batil. Ya, 33:16 kamu akan tahu apa itu yang batil. Nah, 33:19 kita di negeri kita sebagai contoh, 33:20 apakah mayoritas yang dilakukan rakyat 33:23 Indonesia ini benar? 33:25 Apakah yang dilakukan mayoritas ulama 33:27 kita benar? Tidak. Kalau betul-betul 33:30 mayoritas ulama kita mengajak kepada 33:32 Allah, kepada Rasulnya bersatu dalam 33:34 jalan Allah, enggak mungkin negeri 33:35 seperti ini. H 33:37 enggak mungkin orang yang zalim, 33:39 orang-orang yang korup, orang-orang yang 33:41 berbuat kejahatan 33:43 akan merajak lela, melakukan kejahatan 33:44 mereka. Tapi karena kebanyakan ulama, 33:46 ustaznya bukan mengajak kepada Allah, 33:48 tapi mengajak kepada dirinya, mengajak 33:50 kepada kelompoknya, golongan yang 33:52 memanfaatkan rakyat untuk kepentingan 33:53 diri mereka. Agama hancur dan manusia 33:56 akhirnya terjerumus dalam cobaan yang 33:59 amat berat. 34:01 Jadi mayoritas bukan tolok ukur. Oleh 34:04 karena itu, Islam menghormati demokrasi 34:07 tapi tidak menjadikan landasan hidup itu 34:09 demokrasi. Nah, kalau dikembalikan 34:11 kepada pilihan rakyat, rakyatnya bejat, 34:14 bobrok, katakan apa jadinya? 34:18 Nah, kalau istri Pak Purbaya mengatakan 34:21 kerusakan di negeri kita ini sudah 34:23 melampaui batas susah untuk diperbaiki. 34:26 Susah untuk 34:27 diperbaiki. 34:27 Diperbaiki. Karena apa? Karena 34:29 dari mulai atas sampai ke bawah 34:31 bersepakat untuk merusak. Yang mereka 34:33 rusak negeri mereka, diri mereka. Jadi 34:37 kondisi seperti ini jangan salahkan 34:39 Allah dan takdirnya. Tapi mari kita 34:41 melakukan muhasabah, melakukan 34:43 perbaikan. Para ulama juga jangan 34:45 terlalu bangga diri, jangan terlalu 34:47 sombong mengatakan pendapat mereka itu 34:49 yang benar. Coba duduk sama-sama 34:51 beramai-ramai pikirkan bagaimana 34:53 memperbaiki kondisi umat saat ini. 34:56 Bisa-bisa Indonesia satu hari nanti 34:58 Islam meninggalkan Indonesia. Karena 35:00 apa? Karena umatnya tidak menghargai 35:02 Islam. Umatnya bukan menghargai Islam, 35:04 tapi menghargai fanatisme dan doktrin 35:07 kelompok mereka. Saya khawatir nanti 35:09 akhirnya Islam akan meninggalkan 35:12 Indonesia sebagaimana kejadian yang 35:14 terjadi di Spanyol, 35:16 yang terjadi di Andalusia. Jangan kita 35:19 menganggap kita ini mayoritas kita kuat. 35:22 Kita mayoritas bagaikan pasir yang 35:23 berserakan Mas Krishna. 35:25 Jadi mayoritas bukan merupakan jaminan 35:29 kebenaran, tapi apa yang sesuai dengan 35:31 kitab Allah, petunjuk rasulnya, sesuai 35:34 dengan akal sehat, itulah merupakan 35:36 tolak ukur kebenaran. Subhanakallahumma 35:38 wabihamdik 35:40 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 35:42 wa atubu ilaik walu minkum. 35:44 Wasalamualaikum warahmatullahi 35:46 wabarakatuh. 35:46 Asalamualaikum warahmatullahi 35:47 wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih 35:49 Ustaz Hustin atas jawaban-jawaban yang 35:50 diberikan untuk para penanya. 35:52 Mudah-mudahan e jawabannya sesuai dengan 35:55 kehendak Allah ya. Baik. Saya Muhammad 35:56 Krisna Saputra dan juga Algi mohon 35:58 pamit. Wabillahi taufik walidayah. 35:59 Wasalamualaikum warahmatullahi 36:00 wabarakatuh. 36:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:02 wabarakatuh.