Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:11 [musik] 0:17 Bismillahirahmanirahim, 0:18 alhamdulillahirabbil alamin hamdan 0:20 katsiran thayyiban mubarakan fih kama 0:22 yuhibbu rabbuna wa yardha. Allahuma 0:24 shali wa sallim wa barik ala sayyidina 0:25 Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad 0:27 masya Allahu kana wa ma lam yasya' lam 0:28 yakun la haula 0:30 illa billahil aliyil adzim. 0:32 Masih dipanjatkan dari jalan Masjid 0:33 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:36 Bekasi, Radio Silaturahim dan juga 0:38 Rasiltv untuk Islam yang satu. 0:39 Assalamualaikum warahmatullahi 0:41 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 0:42 Allah. Senang sekali di kesempatan pagi 0:44 hari ini kami bisa kembali menjumpai 0:46 ikhwan akhwat dalam program acara 0:48 renungan di bawah naungan Alquran. 0:51 Untuk edisi Senin 26 0:53 Oktober ya 2026 0:56 bertepatan juga dengan hari ke-15 di 0:59 bulan Jumadil awal 1448 1:02 Hijriah. 1:04 Ikhwan akhwat semoga di kesempatan ini 1:06 ikhwan akhwat dalam keadaan baik, dalam 1:07 keadaan sehat dan selalu dalam lindungan 1:09 Allah subhanahu wa taala. 1:11 Dan seperti biasa bagi ikhwan akhwat 1:13 yang mungkin di kesempatan ini tengah 1:14 diuji sakit semoga diberikan kesabaran 1:17 dan kesembuhan yang sempurna ya dari 1:20 Allah subhanahu wa taala. Amin amin ya 1:22 rabbal alamin. 1:23 Alhamdulillah guru kita Ustaz Husein 1:25 telah hadir di studio. Assalamualaikum 1:26 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:29 wabarakatuh. 1:30 Alhamdulillah baik dan sehat selalu ya 1:31 ya. 1:32 Alhamdulillah wa syukrulillah. 1:34 Alhamdulillah ikhwan akhwat insyaallah 1:35 di kesempatan pagi hari ini kita akan 1:37 membahas mengenai hakikat syukur. 1:40 Namun sebelum kita mendengarkan kajian 1:43 penjelasan yang disampaikan oleh Ustaz 1:45 Husein Al Attas 1:46 kita mulai dulu dengan pembacaan Quran 1:48 surah Al Fatihah. Kami persilakan Ustaz. 1:52 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 1:59 Bismillahirrahmanirrahim. 2:06 Alhamdulillahirobbil 2:13 Arrahmanirrahim. 2:20 Maliki yaumiddin. 2:26 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:32 Ihdinash shirothol mustaqim. 2:36 Shirotholladzina 2:39 an'amta alaihim. 2:42 Ghoiril maghdubi alaihim waladh 2:46 dhollin. 2:53 Amin, amin, amin, amin ya robbal alamin. 2:56 Ikhwan akhwat, marilah kita buka bersama 2:58 eh pertemuan ini dengan pembacaan Quran 2:59 surah Al Fatihah, semoga Allah 3:01 mencurahkan rahmat-Nya kepada kita 3:02 semuanya. Amin, amin ya robbal alamin. 3:05 Ikhwan akhwat, untuk pembahasan hakikat 3:07 syukur ya sedikit saya menyampaikan 3:08 pengantarnya ikhwan akhwat. 3:10 Seringkali kita menganggap eh syukur itu 3:14 sederhana dengan mengucap alhamdulillah. 3:17 Saat mendapatkan rezeki melimpah atau 3:20 ketika doa-doa kita terjawab. Namun apa 3:23 yang sebenarnya terjadi saat hid saat 3:26 hidup tidak berjalan sesuai harapan 3:28 kita. Apakah rasa syukur itu masih 3:31 bisa hadir tengah kehilangan, kekecewaan 3:33 atau uji ujian hidup seperti sekarang 3:36 ini. 3:37 Nah ikhwan akhwat, insya Allah di 3:39 kesempatan ini Ustadz Husen akan 3:41 membimbing kita bagaimana menyelami 3:43 lebih dalam tentang hakikat syukur. 3:45 Bagaimana mengubah eh rasa syukur bukan 3:47 hanya menjadi ucapan lisan melainkan 3:50 sikap ya sikap batin ya dan pembuktian 3:53 nyata dalam setiap langkah 3:56 ibadah serta aktivitas-aktivitas 3:57 sehari-hari. Kami persilakan Ustadz 3:59 untuk penjelasannya. 4:01 Bismillahirrahmanirrahim. 4:05 Alhamdulillahirobbil 4:10 toyyiban mubarokan fiih. 4:13 Kama yuhhibu robbuna wa yardo. 4:17 Allahumma sholli 4:20 ala sayyidina wa nabiyina Muhammadin 4:25 wa alihi toyyibin wa shohabatihil 4:28 akromin wa ikhwanihil 4:30 minal anbiya wal mursalin 4:33 wa sairina ala nahjihil qowimi ila 4:36 yaumiddin. 4:38 Sholawatu robbi wa salamuhu 4:42 alaihi 4:44 wa ala alihi wa shohbihi 4:49 wa man ihtada bi hadihi ila yaumiddin. 4:52 Allahumma atina min indika rohmah wa 4:56 alimna min ladunka ilman nafi'a wanfa'na 5:00 bima alamtana. 5:04 Robbana zidna ilman walhikna bisholihin. 5:08 Amma ba'du. 5:10 Ikhwan akhwat 5:13 pendengar 5:14 pemirsa Radio TV Silaturahmi yang 5:17 dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. 5:22 Pada pagi hari ini insya Allah kita akan 5:26 berbicara mengenai hakikat syukur. 5:32 Sebagaimana yang tadi disampaikan oleh 5:34 Kang Rizal, bahwa bersyukur bukan hanya 5:37 sekedar kita mengucapkan 5:39 alhamdulillahirobbil 5:41 alamin. 5:43 Karena kita mendapatkan, meraih apa yang 5:46 kita inginkan. 5:48 Kemudian pada saat kita 5:51 tidak mendapatkan apa yang kita inginkan 5:55 atau Allah Subhanahu wa Ta'ala terlambat 5:57 mengabulkan doa kita 6:00 maka mulailah kita berkeluh kesah. 6:04 Mulai kita 6:06 merasa tidak puas terhadap 6:09 ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 6:14 Maka sikap semacam ini tidak 6:16 menggambarkan arti syukur yang 6:18 sebenarnya. 6:20 Hakikat syukur 6:23 baru akan betul-betul terpenuhi apabila 6:26 kita 6:28 memahami tiga hal yang amat penting 6:31 sekali. 6:33 Dan ketiga hal ini merupakan 6:36 esensi dan hakikat daripada syukur yang 6:39 sebenarnya. 6:42 Dan ini juga merupakan tujuan dari 6:44 penciptaan manusia. 6:48 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, 6:50 "Wama kholaqtul jinna wal insa illa 6:53 liya'budun." 6:55 Sesungguhnya Aku tidak menciptakan jin 6:57 dan manusia melainkan 7:00 agar mereka 7:02 mengabdikan hidup mereka kepada-Ku. 7:06 Agar mereka beribadah kepada-Ku. 7:09 Mengapa kita beribadah kepada Allah? 7:12 Kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wa 7:14 Ta'ala 7:17 merupakan ungkapan syukur kita yang tak 7:20 terhingga kepada Allah Subhanahu Wa 7:22 Ta'ala. 7:23 Oleh karena itu 7:26 yang pertama kita harus pahami dari kata 7:28 syukur di sini kepada Allah Subhanahu Wa 7:30 Ta'ala 7:32 itu kesadaran 7:34 dan pengakuan 7:36 bahwa seluruh nikmat 7:39 berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 7:44 Yang mengarahkan kita untuk menghadapkan 7:46 wajah kita kepada Allah Subhanahu Wa 7:48 Ta'ala, menyembahnya dan tidak 7:50 mempersekutukannya dengan sesuatu. 7:54 Yang menumbuhkan rasa cinta di hati kita 7:56 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 7:58 melebihi kecintaan kita kepada 8:00 selain-Nya. 8:01 Karena 8:03 seluruh nikmat 8:05 yang kita nikmati 8:07 seluruh nikmat juga yang Allah 8:09 anugerahkan kepada keluarga kita, 8:11 orang-orang yang kita cintai begitu pula 8:14 semua yang terdapat di alam semesta ini 8:18 dari segala kebaikan semua berasal dari 8:20 Allah Subhanahu Wa Ta'ala 8:23 oleh karena itu Allah mengajarkan kita 8:27 satu doa yang mengungkapkan hakikat 8:30 tersebut Bismillahirrahmanirrahim 8:35 mengapa kita mengucapkan 8:36 Bismillahirrahmanirrahim sebagai 8:37 ungkapan syukur kita yang tak terhingga 8:39 kepada Allah karena baik diri kita dan 8:42 seluruh nikmat yang kita nikmati 8:44 demikian pula nikmat-nikmat yang 8:46 dinikmati oleh seluruh makhluk di alam 8:48 semesta ini berasal dari Allah Ar-Rahman 8:52 Ar-Rahim Yang Maha Pemurah lagi Maha 8:54 Penyayang 8:56 oleh karena itu sebagai ungkapan syukur 8:58 kita dalam segala hal 9:00 kita mulai kita mengucapkan 9:02 Bismillahirrahmanirrahim 9:04 karena dari Allah segala sesuatu 9:08 segala kebaikan berawal 9:11 dan kepadanya kembali 9:13 oleh karena itu 9:15 ayat berikutnya merupakan doa yang amat 9:18 indah Alhamdulillahi Rabbil Alamin 9:22 segala puji-puji kami persembahkan 9:25 semata-mata hanya teruntuk Allah 9:27 Subhanahu Wa Ta'ala 9:29 Rabbil Alamin Rabb yang mencipta, yang 9:33 mengatur seluruh 9:36 alam semesta 9:38 Ar-Rahman Ar-Rahim dengan rahmat yang 9:41 Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka 9:43 sebetulnya Kang Rizal kita dan seluruh 9:46 alam semesta ini sebetulnya merupakan 9:48 manifestasi dari rahmat Allah 9:51 nah syukur kita kepadanya 9:53 dengan sendirinya itu yang seharusnya 9:56 kita lakukan 9:58 jadi 10:00 yang pertama-tama kita harus pahami 10:02 mengenai syukur ini yaitu kesadaran dan 10:04 pengakuan bahwa seluruh nikmat berasal 10:07 dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 10:10 yang 10:13 membuat kita 10:15 betul-betul menghadapkan wajah kita 10:17 secara penuh kepada Allah, 10:19 menyembahnya, 10:21 mencintainya, 10:23 melebihi kecintaan kita kepada segala 10:25 sesuatu. 10:28 Nah, syukur itu dinamakan asy-syukru bil 10:30 qalbi. Asy-syukru bil qalbi. 10:33 Nah, orang yang bersyukur kepada Allah 10:35 Subhanahu wa ta'ala 10:36 tidak mungkin dia mengalihkan wajahnya, 10:38 pandangannya kepada selain Allah. Tapi 10:41 dihadapkan wajahnya, hatinya, jiwa dan 10:44 raganya, semua tertuju pada Allah 10:46 Subhanahu wa ta'ala. 10:48 Baik dalam beribadah, 10:49 dalam memohon pertolongan, dalam memohon 10:52 perlindungan, dan seluruh hajatnya 10:56 ditujukan kepada Allah dengan penuh 10:59 kesadaran, ketulusan, dan juga dengan 11:01 penuh harap dan cinta. 11:05 Nah, orang yang benar-benar 11:07 yang benar-benar bersyukur kepada Allah 11:09 tidak mungkin dia akan mempersekutukan 11:11 Allah Subhanahu wa ta'ala dengan 11:13 selainnya. Dan tidak mungkin juga dia 11:15 akan mengambil jalan hidupnya dari 11:17 selain Allah Subhanahu wa ta'ala. 11:20 Nah, yang kedua, asy-syukru bil lisan. 11:24 Dari kesadaran, pengakuan 11:27 bahwa segala nikmat seluruhnya berasal 11:30 dari Allah Subhanahu wa ta'ala. 11:33 Maka dengan penuh kesadaran, dengan 11:34 penuh kecintaan, dia mengucapkan 11:37 alhamdulillahirobbil 11:39 alamin. 11:40 Memuja Allah, memujinya, mengagungkannya 11:43 sebagaimana alam semesta dan seluruh 11:45 isinya bertasbih, mensucikan, dan memuji 11:48 Allah. 11:49 Sebagaimana yang Allah Subhanahu wa 11:51 ta'ala terangkan dalam ayat-ayat 11:53 kitab-Nya, 11:55 sabbaha lillahi ma fis samawati wa ma 11:58 fil ardhi wa huwal azizul hakim. 12:01 Semua yang terdapat di langit 12:03 dan di bumi 12:05 bertasbih, mensucikan Allah Subhanahu wa 12:07 ta'ala. 12:08 Dan Dia lah satu-satunya yang Maha 12:10 Perkasa lagi Maha bijaksana. 12:13 [mendengus] 12:14 Begitu juga pada ayat yang lain, 12:16 yusabbihu lillahi ma fis samawati wa ma 12:20 fil ard. 12:21 Al malikil quddusil azizil hakim. 12:24 Seluruh yang terdapat di langit dan di 12:26 bumi senantiasa bertasbih, 12:29 mensucikan dan mengagungkan Allah 12:31 subhanahu wa taala. 12:34 Al malikil quddus, raja yang Maha suci, 12:37 yang Maha kudus. 12:40 Al azizil hakim, yang Maha perkasa lagi 12:42 Maha bijaksana. 12:44 Allah juga menerangkan kepada kita, wa 12:46 in min syai'in illa yusabbihu bihamdih, 12:49 walakin la tafqahuna tasbihahum. Tidak 12:52 satupun makhluk di alam raya ini, 12:55 melainkan seluruhnya bertasbih, 12:57 mensucikan dan memuji Allah subhanahu wa 12:59 taala. 13:01 Tapi kalian tak memahami tasbih mereka. 13:04 Tak memahami 13:06 tasbih maupun tahmid yang mereka 13:08 panjatkan kepada Allah. 13:11 Nah, kita sebagai manusia merupakan 13:13 makhluk yang Allah berikan keistimewaan 13:15 yang tak terhingga. 13:17 Allah subhanahu wa taala tempatkan kita 13:19 di atas muka bumi sebagai khalifahnya. 13:23 Allah subhanahu wa taala perintahkan 13:25 matahari, bulan untuk melayani kita 13:27 semuanya. 13:28 Bahkan apa-apa yang di bumi Allah 13:30 ciptakan bagi kita, walladzi khalaqa 13:32 lakum ma fil ardhi jami'a. Dia yang 13:35 telah menciptakan bagi kalian segala 13:37 sesuatu yang terdapat di bumi. 13:39 Kalau kita kembali ke belakang, ketika 13:41 Allah subhanahu wa taala menciptakan 13:44 kakek dan nenek kita, 13:46 bagaimana Allah memuliakan mereka di 13:47 hadapan para malaikat, memerintahkan 13:50 malaikat untuk sujud pada kakek dan 13:51 nenek kita. 13:53 Seluruh malaikat sujud, 13:56 dengan mentaati perintah Allah. Dan di 13:58 sini menunjukkan akan keutamaan manusia. 14:01 Dan Allah subhanahu wa taala menghukum 14:04 iblis, 14:05 yang hidup bersama para malaikat 14:07 sebelumnya, karena menolak untuk sujud 14:09 kepada kakek dan nenek kita. 14:12 [mendengus] 14:13 Kita melihat di sini bagaimana kedudukan 14:15 manusia dan Allah berfirman walaqod 14:17 karomna bani Adam. 14:20 Kami telah menganugerahkan berbagai 14:22 macam karunia kami kepada bani Adam, 14:25 anak-anak Adam. 14:27 Karena kata karoma yukarimu menunjukkan 14:29 apa? Menunjukkan karunia yang tak 14:32 terhingga yang Allah anugerahkan kepada 14:34 apa? Anak-anak Adam. 14:36 Wahamalnahum fil barri wal wal bahri. 14:40 Kami angkut mereka di daratan maupun di 14:41 lautan. 14:43 Warozaknahum minathoyyibat. Kami 14:46 anugerahkan mereka dari berbagai macam 14:48 rezeki yang baik. 14:51 Wafadholnahum ala katsirin mimman 14:53 kholaqna tafdhila dan kami 14:56 keutamaan mereka dengan berbagai macam 14:59 keutamaan. 15:03 Atas kebanyakan makhluk yang kami 15:05 ciptakan. 15:07 Apakah semua ini tidak menarik 15:08 mengundang kita untuk bersyukur 15:10 kepadanya? 15:12 Oleh karena itu sebagaimana hati 15:14 betul-betul dengan penuh kesadaran, 15:16 dengan penuh kecintaan, dengan penuh 15:19 ketulusan menyadari bahwa seluruh nikmat 15:21 berasal dari Allah, maka yang keluar 15:23 dari lisan kita 15:25 adalah puja-puji yang tak pernah 15:28 berhenti 15:30 kepada Allah subhanahu wa ta'ala semata. 15:32 Alhamdulillahirabbil 15:34 alamin. 15:36 Dalam surat Al Baqarah Allah subhanahu 15:38 wa ta'ala berfirman fazkuruni adzkurkum 15:41 wasykuruli wala takfurun. Oleh karena 15:44 kalian selalu mengingat aku. 15:47 Dan bersyukur kepadaku dan jangan kalian 15:50 ingkar. 15:51 Di sini kita lihat bagaimana antara 15:53 dzikir dan syukur saling melengkapi satu 15:56 dengan lainnya. 15:58 Apabila hati menyadari 16:01 ya, meresapi betul-betul dengan penuh 16:04 kecintaan, kesadaran dan ketulusan bahwa 16:06 seluruh nikmat berasal dari Allah, maka 16:09 yang di hati kita pertama-tama adalah 16:11 Allah subhanahu wa ta'ala. 16:12 Dan bisa kita mencintai selain Allah, 16:14 cinta kita kepada mereka karena cinta 16:17 kita kepada Allah. 16:18 Sebagaimana sabda Nabi, 16:21 "Ahibbullah lima ya'lufukum minni'amih." 16:24 Cintai Allah, karena Allah telah 16:26 melimpahkan nikmat karunia yang tak 16:28 terhingga kepada kalian. Seluruh nikmat 16:32 yang kalian nikmati, kalian cicipi, 16:33 begitu pula untuk seluruh makhluk di 16:36 alam semesta ini berasal dari Allah. 16:38 "Wahibbuni li hubbillah." Cintai aku, 16:41 karena cinta kalian pada Allah. 16:44 Begitu juga kalau kita mencintai 16:47 keluarga kita, istri kita, anak kita, 16:50 saudara kita, karena Allah. 16:53 Maka 16:54 cinta kita akan meluruskan diri kita dan 16:57 meluruskan juga orang-orang yang kita 16:59 cintai. 17:00 Akan selalu mengarahkan mereka, menjaga 17:03 mereka agar tetap dalam keridhoan Allah. 17:06 Tapi begitu cinta kita kepada selain 17:08 Allah bukan karena Allah, akan merusak 17:11 diri kita dan juga akan merusak 17:13 orang-orang yang kita cintai. 17:17 Jadi kita lihat bagaimana di sini Rasul 17:19 membimbing kita untuk mencintai Allah 17:22 dan mencintai Rasul, mencintai juga 17:24 selainnya semata-mata karena Allah Allah 17:26 Subhanahu wa Ta'ala. 17:28 Begitu juga, 17:30 "Wahibbu ahla baiti." 17:32 Cintai keluargaku, ya. Dengan sini apa? 17:35 "Li hubbi." Karena cinta kita pada 17:37 Rasul, 17:38 cinta kita kepada Allah. Oleh karena itu 17:40 tidak mungkin kita akan mengikuti 17:42 orang-orang yang memiliki hubungan 17:45 dengan Rasul, tapi menyeleweng dari 17:46 jalan Allah dan Rasul-Nya. 17:49 Karena cinta kita bukan cinta yang buta, 17:51 tapi cinta dengan penuh kesadaran, 17:53 semata-mata cinta karena Allah 17:55 Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jadi di saat 17:58 siapapun, ya, yang bertentangan dengan 18:01 keridhoan Allah, ya, 18:02 tidak mungkin kita akan mencintai 18:04 mereka. 18:05 Tapi kita akan mengingatkan mereka untuk 18:09 betul-betul kembali kepada Allah 18:11 Subhanahu wa Ta'ala. Ini bukan cinta 18:12 yang buta. 18:14 Begitu pula 18:16 di saat kita, ya, 18:18 katakan berusaha, bekerja, berjuang, 18:21 mengumpulkan harta, maka kecintaan kita 18:24 kepada pekerjaan yang kita kerjakan juga 18:26 karena Allah. Begitu juga hasil yang 18:28 kita dapatkan karena 18:29 kita pergunakan semua itu untuk 18:31 keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di 18:34 sini pentingnya kita memahami hakikat 18:36 syukur. 18:38 Jadi seluruh alam semesta bertasbih, 18:40 bertahmid, memuji Allah Subhanahu Wa 18:43 Ta'ala. Lalu kita bergabung 18:44 bersama-samanya 18:46 bertasbih memuji Allah Subhanahu Wa 18:48 Ta'ala. Kita bisa bayangkan betapa 18:50 indahnya hidup kita. Betapa manisnya 18:53 hubungan kita bersama Allah Subhanahu Wa 18:55 Ta'ala dan hubungan kita bersama alam 18:58 dan makhluk yang terdapat di alam 19:00 semesta ini. 19:02 Sebagaimana Daud ketika dia bertasbih, 19:05 ketika dia berzikir memuji Allah 19:07 Subhanahu Wa Ta'ala, burung-burung, 19:09 gunung-gunung juga ikut bertasbih 19:10 bersamanya. 19:12 [mendengus] 19:12 Akan membuat kita hidup betul-betul 19:15 selaras seiring dengan irama dan denda 19:18 seluruh makhluk di alam semesta ini. 19:21 Akan menciptakan keharmonisan. 19:24 Tapi sayang sungguh sayang, manusia 19:26 tanpa mereka sadari 19:28 banyak dari mereka yang ingkar kepada 19:30 Allah yang membuat kehidupan mereka 19:32 akhirnya gundah, resah 19:35 karena tidak merasakan keharmonisan 19:37 dalam hidup ini. Bahkan bersama 19:39 keluarganya, bersama orang-orang yang 19:41 dianggap dia cintai, ternyata dia 19:44 merasakan betul-betul keresahan, 19:46 kegelisahan yang tak terhingga. 19:49 Seluruh usaha dan upayanya sia-sia 19:51 karena dia melupakan Allah Subhanahu Wa 19:53 Ta'ala dan bersyukur kepadanya. 19:57 Oleh karena itu Allah ingatkan kita, "Ya 19:58 ayyuhalladzina amanu dzikrullah dzikron 20:01 katsiro wa sabbihuhu bukrotan wa asila." 20:04 Wahai orang-orang yang beriman, 20:07 hendaklah kalian banyak-banyak mengingat 20:09 Allah. 20:10 Apa yang kita ungkapkan dengan lisan 20:13 karena hati kita selalu mengingat Allah. 20:15 Orang kalau mencintai sesuatu pasti akan 20:17 banyak yang menyebut dan mengingatnya. 20:21 Dan bertasbihlah kepada Allah pagi dan 20:24 petang. 20:25 Lalu Allah terangkan bagaimana berzikir 20:27 mengingat Allah, memujinya, bersyukur 20:30 kepadanya akan menerangi hidup kita, 20:32 mengeluarkan kita dari kegelapan menuju 20:34 kehidupan yang terang benderang. 20:36 Huwalladzi yushalli alaikum wa 20:39 malaikatuhu 20:40 liyukhrijakum minadzulumati ilannur. 20:44 Wakana bil mukminina rahima. Dialah yang 20:47 senantiasa melimpahkan selawatnya untuk 20:49 kalian. 20:50 Selawat dari Allah 20:52 berarti rahmat, kasih, perhatian, 20:55 perlindungannya. 20:58 Dia senantiasa melimpahkan selawatnya 21:00 untuk kalian, begitu pula para malaikat 21:03 juga berselawat untuk kalian, memohon 21:05 ampun 21:06 bagi kalian. 21:08 Untuk mengeluarkan kalian dari berbagai 21:10 macam kegelapan hidup ini menuju 21:12 kehidupan yang terang benderang 21:13 diterangi oleh cahaya Allah. Dan 21:16 sesungguhnya Allah amat-amat mencintai, 21:18 menyayangi hamba-hambanya yang beriman. 21:21 [mendengus] 21:21 Berarti di saat kita 21:23 berzikir kepada Allah, bertasbih 21:26 kepadanya, memujinya, mensyukurinya 21:29 kita akan masuk dalam golongan 21:31 orang-orang yang dicintai dan disayangi 21:33 Allah, diterangi hidup kita, dikeluarkan 21:36 dari kegelapan menuju kehidupan yang 21:38 terang benderang. 21:41 Oleh karena itu, ikhwan akhwat yang 21:44 dirahmati Allah subhanahu wa taala 21:47 hendaknya kita fahami Allah subhanahu wa 21:49 taala tidak mem butuhkan ibadah kita, 21:52 tidak membutuhkan zikir kita, tapi Allah 21:55 menguji kita, apakah kita termasuk orang 21:58 yang bersyukur atas nikmatnya yang Allah 22:00 berikan pada kita 22:02 apakah kita termasuk orang-orang yang 22:04 ingkar. 22:05 Oleh karena itu Allah mengumumkan 22:07 melalui lisan nabi Allah Musa pada ayat 22:09 7 dari surah Ibrahim. 22:11 Wa idz taadzana rabbukum lain syakartum 22:15 laazidannakum 22:17 walain kafartum inna adzabi lasyadid. 22:20 Ketika Tuhan kalian mengumumkan 22:23 apa balik apabila kalian bersyukur 22:27 kepada Allah, maka aku berjanji untuk 22:30 menambahkan nikmatku bagi kalian. Bukan 22:32 hanya nikmat yang lahir tapi keimanan, 22:35 keteduhan, ketentraman, keyakinan. Semua 22:38 ini merupakan nikmat-nikmat yang Allah 22:40 anugerahkan sebagai apa? Balasan syukur 22:43 kita pada Allah. 22:44 Tapi walain kafartum kalau kalian ingkar 22:47 kepada Allah 22:48 kalian menyalahgunakan nikmat yang Allah 22:51 berikan kepada kalian, maka sesungguhnya 22:53 azabku amat pedih. 22:56 Oleh karena itu Allah mengajarkan kita 23:00 melalui ayat-ayat kitabnya agar kita 23:02 dapat mensyukuri nikmat Allah. 23:06 Allah ajarkan doa dalam surat Al-Ahqaf 23:09 Rabbi auzi'ni 23:12 an asykura ni'matakallati an'amta alayya 23:16 wa'ala walidayya wa an a'mala sholihan 23:19 tardho wa ashlihli fi dzurriyati 23:22 innitubtu ilaika wa inni minal muslimin. 23:25 [mendengus] 23:27 Allah ajarkan kepada kita 23:30 ya, doa yang amat indah. Wahai Tuhanku 23:36 bantulah aku untuk selalu mensyukuri 23:39 nikmatmu yang engkau telah limpahkan 23:41 atas diriku. 23:43 Begitu pula nikmat yang kau anugerahkan 23:46 ya 23:47 kepada kedua orang tuaku. 23:50 Hingga mereka bersabar merawat aku, 23:52 mendidik aku, bahkan mengorbankan waktu 23:55 mereka, perhatian mereka untuk diriku. 23:58 Nikmat yang Allah berikan kepada kedua 24:00 orang tua kembali juga kepada kita. 24:02 Wa an a'mala sholihan tardho dan bantu 24:06 aku untuk mengerjakan amal-amal sholeh 24:08 yang kau ridhoi ya Allah. 24:11 Kemudian wa ashlihli fi dzurriyati 24:14 dan perbaikilah bagiku ya Allah 24:16 anak-anak keturunanku. Inni tubtu ilaika 24:20 aku nyatakan diriku bertobat kepadamu. 24:23 Wa inni minal muslimin dan aku nyatakan 24:25 diriku sebagai orang yang betul-betul 24:28 berserah diri kepadamu. 24:31 Ini merupakan doa Nabi Sulaiman. Dalam 24:34 dalam ayat yang lain, "War khilni 24:36 birahmatika fi ibadikas sholihin." 24:38 Masukkan aku dengan rahmatmu ke dalam 24:40 hamba-hambamu yang sholeh. 24:42 Oleh karena itu, ketika Nabi Allah 24:43 Sulaiman menyaksikan singgasana Balqis 24:47 dipindahkan oleh seorang hamba yang 24:49 Allah ajarkan ilmu dari kitabnya. 24:53 Dalam sekejap mata, singgasana Balqis 24:56 berpindah dari Yaman menuju ke 24:57 Yerusalem. 24:59 Jarak yang begitu jauh. 25:01 Nabi Sulaiman mengatakan, "Qola hadza 25:03 min fadli robbi." Ini dari karunia 25:05 Tuhanku. "Liya baluani." Untuk menguji 25:07 aku. "Asykuru am akfur." Apakah aku 25:10 termasuk orang yang bersyukur? Apakah 25:12 termasuk orang yang ingkar? 25:15 Kita lihat bagaimana hamba-hamba Allah 25:17 Subhanahu wa Ta'ala yang mulia. 25:20 Mereka sadar 25:22 bahwa kehidupan kita di dunia ini untuk 25:24 menguji kita. Apakah kita termasuk orang 25:26 yang bersyukur? Apakah orang yang 25:28 ingkar? 25:30 Jadi, syukur yang kedua tadi, syukur bil 25:32 lisan, ya. 25:34 Kita mau senantiasa lidah kita tak 25:37 henti-hentinya menyebut nama Allah. Hati 25:40 tak henti-hentinya mengingat Allah dan 25:42 mengungkapkan syukur kita kepada Allah 25:44 Subhanahu wa Ta'ala. Baik fis sarro'i 25:46 wal dhorro'. Baik dalam berbagai macam, 25:49 ya. 25:50 Kebaikan, kenikmatan yang kita terima. 25:52 Bahkan dalam cobaan-cobaan yang 25:54 dipandang oleh sebagian manusia 25:56 merupakan hal yang buruk. Ternyata 25:58 [mendengus] di balik semua ini terdapat 26:00 karunia dan nikmat serta rahmat yang tak 26:03 terhingga dari Allah. 26:05 "Wa asaa an takrohu syai'an wa huwa 26:09 khairul lakum." 26:12 Banyak hal yang kalian tidak sukai. 26:14 Di balik semua ini terdapat 26:16 kebaikan-kebaikan yang tak terhingga. 26:19 [mendengus] 26:20 Allah Subhanahu wa Ta'ala jelaskan juga, 26:22 Kang Rizal, kepada kita. 26:24 Bagaimana Allah menciptakan kita, 26:27 ya. Dari asal-usul, ya, yang begitu 26:29 rendah. Lalu memberikan kita keutamaan 26:31 yang tak terhingga. 26:33 Memberikan kita pendengaran dan 26:35 penglihatan serta hati 26:37 untuk dapat merasakan betul-betul nikmat 26:40 karunia Allah agar kita bersyukur 26:42 padanya. 26:43 Dalam surat Sajdah Allah berfirman, 26:45 "Alladzi ahsana kullu syai." 26:48 Dialah yang telah memperindah segala 26:50 sesuatu yang diciptakan. 26:52 "Wa badaa kholqol insani min tin." 26:55 Allah memulai penciptaan manusia dari 26:57 asal-usul yang rendah, dari tanah. 27:01 Kakek dan nenek kita. 27:03 "Tsumma ja'ala naslahu min sulalatin min 27:06 ma'in 27:07 kemudian anak keturunannya berkembang 27:09 biak." Allah ciptakan dari sari-sari 27:12 pati tanah yang dimakan oleh ayah ibu 27:14 kita, melahirkan tetesan sperma yang 27:17 begitu rendah dan hina. 27:19 "Tsumma sawwahu." Dari asal-usul yang 27:22 begitu rendah, Allah sempurnakan 27:25 penciptaan manusia. Allah ciptakan 27:27 dengan penuh keseimbangan baik lahir 27:29 maupun batinnya. 27:33 "Wa nafakho fihi min ruhi." Allah 27:36 tiupkan roh ke dalam jasad tersebut yang 27:38 tadinya tak bergerak, tak berdenyut, tak 27:41 memiliki kehidupan, Allah tiupkan rohnya 27:44 yang merupakan karunia Allah. Roh ini 27:46 disebatkan kepada Allah subhanahu wa 27:48 ta'ala. 27:49 Kemudian, "Wa ja'ala lakumus sam'a wal 27:52 abshoro wal af'idata qolila ma 27:55 tasykurun." Lalu Allah anugerahkan 27:57 kalian pendengaran untuk menimba ilmu. 28:01 Allah anugerahkan penglihatan bagi 28:02 kalian agar kalian melihat, menyaksikan 28:05 ayat-ayat kebesaran, keagungan Allah, 28:07 mengajak kalian berpikir. 28:09 Allah berikan juga kalian 28:12 perasaan, hati yang merasa. 28:15 Tapi sedikit diantara kalian yang 28:16 bersyukur pada Allah. 28:19 Begitu juga pada ayat 78 dari surat 28:23 An-Nahl, Kang Rizal. "Wallahu akhrojakum 28:25 min butuni ummahatikum." 28:28 "La ta'lamuna syai'an." 28:30 Sesungguhnya Allah telah mengeluarkan 28:32 kalian dari perut ibu-ibu kalian. 28:35 Kalian pada saat tersebut tidak 28:37 mengetahui sesuatu, tidak 28:39 berpengetahuan. 28:41 Kalian tak berdaya untuk melakukan 28:43 apapun. 28:45 Tak memiliki kekuatan sedikitpun. 28:48 Waja'ala lakumusam'a wal abshara wal 28:51 af'idata la'allakum tasykurun. Lalu 28:53 Allah anugerahkan kalian pendengaran, ya 28:55 untuk menimba ilmu sebagai wasilah untuk 28:58 menyerap ilmu pengetahuan. 29:00 Allah anugerahkan juga 29:02 mata untuk dapat melihat dan belajar 29:05 dari alam semesta ini. 29:07 Kemudian Allah anugerahkan bagi kalian 29:10 al af'idah. 29:12 Hati yang merasa. 29:14 La'allakum tasykurun agar kalian 29:16 bersyukur kepada Allah. Berarti tujuan 29:19 penciptaan 29:20 ya 29:23 untuk menguji apakah kita termasuk dari 29:26 orang yang bersyukur apakah orang yang 29:27 ingkar. Bisa kita beribadah kepada 29:29 Allah, tidak mempersekutukan nya dengan 29:31 sesuatu. Kita mengikuti bimbingan 29:33 petunjuk Allah, di sana kita termasuk 29:35 orang yang bersyukur kepada Allah. 29:39 Nah, syukur yang ketiga ini Kang Rizal 29:42 kita beramal dalam hidup dan bekerja 29:44 semata-mata untuk Allah. 29:47 Mempergunakan nikmat Allah subhanahu wa 29:49 ta'ala dalam keridhoannya. 29:53 Kita tidak menggunakan nikmat Allah 29:55 untuk melakukan kerusakan di atas muka 29:57 bumi ini. 29:59 Tapi selalu betul-betul dalam sepak 30:01 terjang kita, usaha kita, pekerjaan kita 30:04 selalu betul-betul didasari oleh ingatan 30:08 kita kepada Allah. Demikian pula syukur 30:11 kepadanya atas nikmat karunia yang Allah 30:13 anugerahkan kepada kita. 30:16 Dan Nabi selalu dalam doanya subhanaka 30:19 la nuhsi sanaan alaika anta kama asnaita 30:23 ala nafsi. 30:25 Nabi menyadari bahwa dirinya tak akan 30:27 mampu untuk mensyukuri nikmat Allah, 30:29 memujinya ya 30:31 sebagaimana mestinya. 30:34 Setiap kali dia mengatakan lakal hamdu 30:36 atau alhamdulillah, Allah tambahkan lagi 30:38 nikmatnya. Sampai kapan kita akan dapat 30:41 mensyukuri nikmat Allah? 30:43 [mendengus] 30:44 Oleh karena itu, hendaklah kita selalu 30:47 memiliki sangkaan yang baik terhadap 30:49 Allah. 30:51 Hingga kita dapat mensyukuri nikmatnya. 30:53 Demikian pula bersabar dalam menghadapi 30:56 cobaan, bukan karena Allah bermaksud 30:57 tidak baik terhadap kita. Tapi Allah 31:00 menginginkan yang terbaik buat 31:01 hamba-hambanya. Allah akan selalu 31:04 membimbing, mengarahkan kita dan 31:06 memberikan pendidikan dengan penuh 31:07 kecintaan kepada hamba-hambanya yang 31:09 bersyukur kepadanya. 31:11 Oleh karena itu, hamba yang jiwanya 31:13 penuh dengan rasa syukur kepada Allah 31:15 subhanahu wa taala tidak akan berburuk 31:18 sangka terhadapnya. 31:20 Dan dalam suratul baqarah, Allah 31:22 menerangkan bagaimana 31:24 hamba-hamba Allah yang beriman, yang 31:26 bersyukur mereka akan mencintai Allah 31:29 melebihi kecintaannya kepada selainnya. 31:32 Waminannasi man yattakhidzu mindunillahi 31:35 andadan yuhhibbunahum kahubbillah. 31:39 Sebagian hamba Allah 31:43 ada yang mengangkat sekutu-sekutu dan 31:45 tandingan bagi Allah. Mereka cintai 31:47 sebagaimana cinta mereka kepada Allah. 31:50 Walladzina amanu asyaddu hubban lillah. 31:54 Sedangkan orang yang beriman, cinta 31:57 mereka kepada Allah melebihi kecintaan 31:59 mereka kepada selainnya. Hingga semua 32:01 cintanya 32:03 selalu searah dengan kecintaan dia 32:06 kepada Allah subhanahu wa taala. Apa 32:08 yang bertentangan dengan keridhoan 32:09 Allah, walaupun orang yang paling dekat 32:11 dengan dirinya, tak mungkin sama sekali 32:13 dia akan cintai. 32:16 Kita saksikan coba. Rasulullah 32:18 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 32:21 Yang merupakan rahmat bagi semesta alam 32:25 ini, yang membawa cahaya dan petunjuk 32:27 bagi kita semua. 32:29 Allah mengajarkan kita untuk 32:30 mengungkapkan cinta kita kepada Rasul 32:33 dengan kita berselawat kepadanya. 32:36 Allah perintahkan kita berselawat kepada 32:38 Rasul, termasuk juga kepada keluarga 32:40 Rasulnya. 32:42 Dan Allah menerangkan Allah 32:44 juga berselawat walaupun dengan makna 32:46 yang khusus. Begitu pula malaikat, 32:48 malaikat di langit semuanya berselawat 32:50 pada Nabi kita Muhammad sallallahu 32:52 alaihi wasallam. 32:53 Lalu kita diperintahkan untuk berselawat 32:55 dan mengucapkan salam kepadanya 32:58 sebagai ungkapan syukur kita 33:00 atas apa yang kita terima dari Nabi kita 33:03 Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan 33:05 syukur kecintaan ini akan membuat apa? 33:07 Akan membuat mudah bagi kita untuk 33:09 meneladani beliau dan mengikuti 33:10 petunjuknya, bersabar di atas jalan yang 33:13 Allah subhanahu wa taala tunjukkan 33:15 kepada kita melalui Nabi kita Muhammad 33:18 sallallahu alaihi wasallam. Jadi bukan 33:19 hanya selawat dan nyanyian-nyanyian yang 33:22 indah 33:23 tapi selawat yang kita 33:26 baca merupakan 33:28 luapan dan ungkapan cinta kita kepada 33:30 Rasul sallallahu alaihi wa alaihi 33:32 wasallam. Bisa dibayangkan Kang Rizal, 33:34 kalau hati kita penuh kecintaan kepada 33:37 Allah. 33:38 Melebihi cinta kita kepada segala 33:39 sesuatu, lalu kita mencintai Rasul. 33:43 Kita juga berselawat kepadanya juga 33:45 karena cinta kita kepada Allah, bisa 33:48 dibayangkan bagaimana hidup kita. 33:50 Tak akan ada lagi sesuatu yang berat 33:52 dalam menjalani perintah Allah. Bahkan 33:54 pada saat kita salat, kita menikmati 33:56 saat yang amat indah bersama Allah 33:59 subhanahu wa taala. 34:00 Di sana kita mencurahkan isi hati kita, 34:02 kerinduan kita, kecintaan kita, harapan 34:04 kita 34:05 juga berlindung kepada yang dari segala 34:07 apa yang kita takuti dan segala sesuatu 34:10 dalam genggaman Allah. Innamahu amruhu 34:12 idza arada syai'an an yaqula lahu 34:15 kun fayakun. 34:18 Jadi kesimpulan dari pelajaran kita 34:21 hakikat syukur yang sebenarnya dimulai 34:23 dengan kesadaran dan pengakuan bahwa 34:26 seluruh nikmat berasal dari Allah hingga 34:29 menarik kita ke sisi Allah, 34:30 mencintainya, mengutamakan Allah dari 34:32 segala sesuatu serta menghadapkan wajah 34:35 kita kepadanya dalam beribadah. Yang 34:38 kedua, zikir dengan lisan ungkapan dari 34:41 apa yang terdapat dalam hati kita. 34:43 Kemudian yang ketiga, kita mempergunakan 34:46 nikmat Allah dalam keridaannya. 34:49 [menghela napas] 34:50 Selalu yang menjadi perhatian kita 34:52 adalah Allah subhanahu wa taala. 34:55 Kalau kita lakukan hal ini, 34:57 maka kita akan termasuk dari orang yang 34:58 bersyukur. Nah, kalau kita membaca 35:01 suratul Fatihah, 35:02 dari mulai bismillahirrahmanirrahim, 35:05 di samping pengakuan seluruh nikmat 35:06 berasal dari Allah ar-rahman ar-rahim, 35:09 juga kita di sini mengungkapkan syukur 35:11 kita yang tak terhingga. Oleh karena itu 35:13 bismillahirrahmanirrahim 35:14 mengandung rahasia yang amat besar. 35:17 Kalau diresapi, disadari, akan mampu 35:19 membuka pintu rahmat Allah yang tak 35:21 terhingga. 35:22 Jadi jangan [mendengus] hanya kita 35:23 sekedar membaca, tapi resapi semua 35:25 nikmat berasal dari Allah. Maka kuncinya 35:28 ada pada bismillahirrahmanirrahim 35:30 dengan kita mensyukurinya. 35:32 Lalu ungkapan alhamdulillahirabbilalamin 35:35 merupakan 35:36 kelanjutan dari kesadaran dan pengakuan 35:39 kita. 35:40 Ar-rahmanir-rahim, Dia merawat, 35:42 mengasuh, memelihara kita, alam semesta 35:45 dan seluruh isinya dengan rahmat dan 35:47 kasihnya. 35:48 Lalu apalagi yang membuat kita 35:50 dipalingkan dari Allah subhanahu wa 35:52 taala? Semoga 35:54 Allah subhanahu wa taala 35:57 menjadikan kita dari hamba-hambanya yang 35:59 bersyukur. Dan jumlah mereka sebagaimana 36:02 yang Allah terangkan sedikit sekali. Wa 36:04 qolilum min ibadiyasyakur. Sedikit 36:06 sekali dari hamba-hambaku yang 36:08 bersyukur. 36:09 Nah, mudah-mudahan kita semua bersama 36:11 ikhwan, akhwat yang bekerja dalam Radio 36:14 Silaturahmi, begitu juga para pendengar, 36:16 para pemirsa kita, 36:18 Allah bimbing kita semuanya untuk 36:19 menjadi hamba-hambanya yang bersyukur. 36:22 Amin ya rabbal alamin. 36:24 Baik, masyaallah. Allah, terima kasih, 36:26 Ustaz. Ustaz Anas atas penjelasan 36:28 mengenai hakikat 36:29 syukur ya. 36:30 Penjelasan yang insyaallah mencerahkan 36:33 kita semua dan juga 36:35 bisa menyentuh hati kita mengenai 36:37 bagaimana menempatkan syukur sebagai 36:41 eh poros hidup kita juga Ustaz ya. 36:43 Betul. 36:44 Namun, mungkin eee mempraktikkan rasa 36:46 syukur ini tidak selalu mudah juga, 36:48 Ustaz, ya. Terutama, ya, ketika kita 36:50 berhadapan langsung dengan 36:52 ya, kenyataan kehidupan kita 36:53 sehari-hari, Ustaz. Terutama saat ini, 36:55 Ustaz. Dan di zaman media sosial, Ustaz, 36:59 eee kadang ketika 37:01 [berdehem] 37:01 ya, gara-gara kita sering melihat 37:03 eee kehidupan orang lain di media 37:05 sosial, misalnya kan, kita juga jadi 37:07 jadi mungkin 37:09 sering merasa tidak eee puas dengan apa 37:12 yang kita miliki, cemas, mungkin selalu 37:15 merasa hidup itu serba kurang karena 37:17 dengan lihat 37:18 ya, postingan-postingan dari ya, orang 37:20 lain gitu, Ustaz. 37:21 Yang menampilkan nikmat-nikmat Allah. 37:24 yang flexing, misalnya, Ustaz, ya. 37:26 Perjalananlah, eee materinya, mobilnya 37:29 gitu. Nah, bagaimana mungkin, Ustaz, 37:31 cara menata hati kita, Ustaz, agar eee 37:34 tidak mudah 37:36 silau, ya, dengan kesuksesan orang lain 37:39 dan bisa tetap tenang mensyukuri 37:41 apa yang kita punya, Ustaz. Apa yang 37:43 Allah anugerahkan kepada kita gitu, 37:45 Ustaz, di zaman media sosial seperti 37:47 ini. 37:48 Bismillahirahmanirahim. 37:50 Apabila hati kita penuh kecintaan kepada 37:53 Allah, 37:54 kecintaan ini betul-betul akan mengatasi 37:58 mengatasi apa? Perhatian kita kepada 38:01 selainnya. 38:02 Ehm. 38:03 Bagi sebagian orang, harta benda, 38:05 kedudukan, hiasan dunia merupakan satu 38:08 hal yang indah. 38:10 Tapi bagi orang yang beriman, 38:12 kecintaan dia kepada Allah, rasa 38:14 manisnya hubungan bersama Allah 38:16 mengatasi segala sesuatu. 38:18 Hingga 38:20 sebagian orang-orang yang arif dan saleh 38:22 berkata, 38:23 lau alimal muluku manahnu fihi, 38:26 kalau raja-raja mengetahui apa yang kita 38:29 rasakan di hati kita dari kenikmatan 38:31 kita berhubungan dengan Allah. 38:33 Ehm. 38:35 Lajaladuna alaihi, lajaladuna 38:38 alaihi bisyuyuf, 38:40 niscaya mereka akan kerahkan pasukan 38:42 mereka untuk merebut nikmat tersebut. 38:44 Tapi nikmat ini tidak Allah berikan 38:46 kecuali kepada para pencintanya. 38:50 Yang membuat mereka tenang, khusyuk 38:52 dalam menikmati hari-hari saat-saat 38:54 bersama Allah. 38:56 Mereka tidak pernah sama sekali apa? 38:59 Tidak pernah sama sekali melihat 39:02 sesama manusia yang berada di atas 39:03 mereka. 39:05 Karena dia merasa dirinya dengan 39:07 kenikmatan yang Allah berikan di atas 39:09 mereka para pencinta dunia. 39:12 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 39:14 memberikan pelajaran yang amat indah 39:16 kepada kita. 39:17 Undur ila man huwa asfala minkum. 39:22 Lihat atau unguru ila man huwa asfala 39:25 minkum, lihat orang yang di bawah 39:27 kalian. 39:31 Wala tanzuru ila man huwa fauqakum. 39:34 Jangan lihat orang yang di atas kalian. 39:38 Fainnahu ajdaru alla tazdaru 39:41 nikmatallah. Kalau kalian 39:43 belajar sikap ini, kalian tidak akan 39:46 pernah meremehkan nikmat Allah subhanahu 39:48 wa taala. 39:50 Dalam surat Al Baqarah Allah berfirman, 39:52 zuyyina lilladzina kafaru al hayat 39:55 dunia. 39:56 Bagi orang-orang kafir dihiasi kehidupan 39:58 dunia itu begitu menarik. Perhatian 40:00 mereka tertuju ke sana. 40:02 Wayaskharuna minalladzina amanu, mereka 40:05 mengejek dan mengolok-olok orang yang 40:07 beriman. 40:08 Walladzina taqau fauqahum yaumal 40:10 qiyamah, orang yang bertakwa akan berada 40:13 di atas mereka di hari kiamat nanti. 40:14 Wallahu yarzuqu man yasya bi ghairi 40:16 hisab. 40:17 Allah akan memberikan rezeki yang tak 40:19 terhingga bagi siapa yang dikehendaki 40:21 tanpa hisab. 40:22 Orang kalau hatinya penuh kecintaan 40:24 kepada Allah, kecintaannya akan 40:26 memalingkan perhatiannya dari selainnya. 40:29 Dan apa saja yang diminta Allah akan 40:30 kabulkan. 40:32 Allah akan kabulkan permintaannya. 40:36 Oleh karena itu dia tidak pernah merasa 40:37 kurang dengan doa dia, permohonan dia, 40:41 hati yang selalu memuji Allah. Apa-apa 40:43 yang diinginkan dari kebaikan untuk 40:45 dirinya, keluarganya, Allah subhanahu wa 40:47 taala akan penuhi. Oleh karena itu kita 40:49 mulai dengan mengenal Allah. 40:51 Mengenal bahwa seluruh nikmat bukan 40:53 berada di tangan makhluk, tapi di tangan 40:55 Allah. Dan semua yang kita terima, yang 40:58 ada pada makhluk merupakan nikmat yang 41:00 Allah berikan sebagai ujian. 41:02 Nah, kita sebagai hamba di sini 41:03 mensyukuri nikmat Allah, memujinya, 41:06 mempergunakan nikmat-nikmat yang Allah 41:08 anugerahkan kepada kita di jalan 41:10 keridhoannya, masa ke Allah akan 41:12 merendahkan kita? Mustahil. 41:15 Lihat Rasul, lihat para sahabat Rasul 41:18 yang berawal dari keadaan yang lemah, 41:20 miskin, Allah anugerahkan mereka 41:23 kekayaan dan kemuliaan. 41:26 Oleh karena itu penting kita menjaga 41:28 hati kita. 41:29 Karena begitu hati penuh dengan 41:30 kecintaan pada Allah, Allah akan 41:32 membalas cinta kita kepadanya dengan 41:35 apa? Balasan yang lebih indah. La 41:36 insyakartum 41:37 la azidannakum, walain kafartum inna 41:40 azabi lasyadid. Begitu juga dalam surat 41:42 Al-Baqarah tadi kita baca, fazkuruni 41:45 ingatlah Aku, azkurkum, Aku akan 41:48 mengingatkan kalian. 41:49 Wasykuruli, bersyukurlah pada-Ku dan 41:52 jangan kalian ingkar. Begitu kalian 41:54 mengingat Allah, Allah tak akan pernah 41:56 meninggalkan kita, melupakan kita. Nah, 41:58 orang yang selalu diingat oleh Allah, 42:00 dijaga oleh Allah, apalagi yang kurang 42:02 baginya? 42:03 Adapun hiasan dunia 42:05 hanya hiasan [berdehem] dunia yang 42:06 singkat, yang menipu sebagian orang, 42:08 tapi orang yang beriman mereka tak akan 42:10 silau dengan semua itu. Karena mereka 42:12 apa yang mereka nikmati jauh lebih indah 42:14 daripada apa-apa yang mereka nikmati di 42:16 luar. 42:19 Mudah-mudahan Allah jadikan kita sebagai 42:20 orang yang betul-betul mengenal Allah 42:22 dengan sebaik-baiknya, mencintainya 42:24 hingga merasakan bahwa selain Allah 42:26 Subhanahu wa ta'ala bukan merupakan 42:29 sesuatu yang berarti. 42:32 Baik, Ustaz. Terima kasih, terima kasih 42:33 atas jawabannya. Selanjutnya kita 42:36 beralih ke satu pertanyaan 42:39 di [berdehem] luar tema, Ustaz, yang 42:39 dikirimkan melalui 42:42 YouTube Wasilah TV, Ustaz. 42:43 Iya. 42:43 Di konten kita pekan lalu ini terkait 42:46 zakat, Ustaz. 42:47 Mmm. 42:48 Eh, dari Anwar Zahid. 42:51 Eh. 42:52 Nama akun YouTube-nya, Ustaz, ya. 42:54 Eh, 42:55 Habibana, izin menambahkan dalam mazhab 42:58 Syafii bahwa masjid tidak menerima 43:01 zakat. Oh ini penjelasan Ustaz mengenai 43:03 zakat sendiri 43:04 dan zakat 43:06 ditaksis dalam Alquran hanya ditujukan 43:09 untuk jiwa atau diri seorang muslim 43:12 apakah zakat untuk masjid dan pesantren 43:15 masuk pembahasan fikih kontemporer 43:17 seperti zakat profesi 43:20 atau hanya 43:21 sab sab kulisan saja 43:24 eee 43:25 hormat kami untuk Habibana Ustaz Husein 43:27 Alatas terima kasih 43:28 Bismillahirahmanirahim, ini merupakan 43:30 pertanyaan yang menarik dari saudara 43:31 kita Anwar Zahid barakallahufik 43:35 yang saya maksudkan 43:37 dengan zakat yang kita serahkan ke 43:39 masjid 43:41 maksud kita masjid mengatur 43:44 mengatur sebagai tempat kita sholat, 43:46 tempat kita berkumpul 43:48 maka masjid melakukan inventarisasi 43:51 orang-orang yang membutuhkan di sekitar 43:53 kita karena zakat itu diambil dari satu 43:56 daerah dari orang-orang yang mampu 43:58 kemudian dikembalikan kepada orang-orang 44:00 yang tidak mampu di daerah tersebut 44:02 tidak akan dipindahkan ke tempat lain 44:04 sebelum wilayah daerah orang yang 44:07 mengeluarkan zakat itu terpenuhi 44:10 jadi yang menerima zakat sudah terpenuhi 44:13 baru kita pindahkan ke tempat lain 44:17 jadi masjid ini menerima kemudian 44:19 mengatur dari mulai ya melihat 44:23 menghitung mereka-mereka para muhtajin 44:26 kemudian masjid menyalurkannya begitu 44:29 juga untuk perjuangan di jalan Allah 44:31 Subhanahu Wa Ta'ala 44:33 karena ada saham fisabilillah 44:35 dari delapan golongan yang Allah 44:37 sebutkan ada saham fisabilillah 44:38 eee 44:39 nah di antaranya bisa kita pergunakan 44:41 untuk menggaji 44:43 orang yang mengajar di masjid 44:45 termasuk marbot-marbot yang bekerja di 44:48 masjid karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala 44:50 disaat memerintahkan sesuatu menyediakan 44:52 bekalnya 44:52 eee 44:53 Allah perintahkan untuk berjuang di 44:55 jalan Allah, Allah tidak sia-siakan. 44:57 Allah subhanahu wa taala siapkan dana 44:58 untuk mereka. 44:59 Berarti termasuk imam juga, Ustaz? 45:01 Imam masjid termasuk juga marbot yang 45:04 bekerja di masjid. 45:05 Muazin, Ustaz. 45:06 Termasuk juga semua yang bekerja 45:08 melayani Allah taala fi sabilillah, 45:11 mereka berhak untuk menerima zakat 45:13 tersebut. Jangan kita menanti dari 45:15 sumbangan orang di luar. 45:16 Ehm. 45:17 Karena belum tentu 45:19 dari sumbangan ya akan mencukupi. 45:21 Sebagaimana contoh saat ini, banyak 45:23 masjid di Jakarta 45:25 apalagi daerah yang mengalami defisit. 45:27 Iya. 45:29 Untuk menggaji marbot, untuk membayar 45:32 listrik tidak berkecukupan padahal di 45:34 wilayah Jakarta dalam situasi ekonomi 45:35 saat ini. 45:37 [mendengus] 45:37 Allah subhanahu wa taala tidak pernah 45:39 menyia-nyiakan hamba-hambanya. Oleh 45:41 karena itu 45:42 Allah 45:44 tetapkan 1/8 45:46 dari zakat yang dikumpulkan untuk dana 45:49 fi sabilillah. Bukan hanya dana perang. 45:51 Fi sabilillah di sini adalah untuk 45:54 membantu mereka-mereka yang bekerja di 45:57 jalan Allah. 45:58 Oleh karena itu ulama tidak perlu harus 46:00 meminta dari sana-sini atau disuruh 46:03 mengajar di suatu tempat menerima 46:04 amplop. Dari apa yang Allah subhanahu wa 46:07 taala apa? Tetapkan fi sabilillah 46:10 seharusnya dapat mencukupi. Tapi sayang 46:13 orang-orang Islam ini belum mengeluarkan 46:15 zakat dalam arti yang sebenarnya. 46:18 Yang mereka keluarkan tidak berarti. 46:20 Pada masa Nabi ketika Rasul mengutus 46:23 orang-orang atau sahabatnya untuk 46:25 mengumpulkan zakat di Yaman 46:27 diambil dari yang kaya kemudian 46:29 diberikan kepada mereka-mereka yang 46:30 membutuhkan dari delapan golongan 46:33 sisanya mereka bawa ke Madinah. 46:37 Rasulullah bertanya kepada mereka, "Kami 46:38 kirim kalian bukan sebagai pemungut 46:40 pajak sebagai apa? Pengumpul zakat untuk 46:43 dibagikan kepada mereka-mereka yang 46:45 berhak." 46:46 Mereka mengatakan, "Ya Rasulullah kami 46:48 sudah mencukupi mereka ini 46:50 kelebihannya." 46:53 Bayangkan coba. 46:54 Iya. 46:55 Mencukupi delapan golongan. 46:58 Ini kelebihannya. Sedangkan kita, 47:00 jangankan mencukupi yang delapan 47:02 golongan, untuk kelompok fuqara wal 47:04 masakin saja tidak mencukupi. Ke mana 47:07 mereka yang mengaku sebagai hamba Allah 47:09 yang mencintai Allah subhanahu wa taala, 47:12 yang bersyukur kepada Allah atas nikmat 47:13 karunia-Nya, 47:15 ternyata mengabaikan kewajiban mereka. 47:17 Mereka mengeluarkan 2 1/2% itu pun 47:20 setelah dipotong ini, potong itu, dan 47:22 lain sebagainya. Bagaimana mungkin Islam 47:25 umat Islam akan bangkit dengan sikap 47:28 kikir mereka. Hingga Nabi mengatakan, 47:30 "Salasun muhlikat." Ada tiga hal yang 47:32 membinasakan. 47:34 Yang menghancurkan. Yang pertama, 47:37 hawan muttaba. 47:40 Hawan 47:40 Muttaba. 47:41 muttaba. Yang pertama, ee 47:43 ee 47:44 hawan muttaba, ya. 47:47 Yang kedua, syuhun mutha. Yang ketiga, 47:49 i'jabul mar'i binafsihi. 47:53 Sebab kehancuran yang pertama adalah 47:55 hawa nafsu yang diikuti. 47:58 Bukan mereka mentaati Allah, mengikuti 48:00 petunjuk Allah dalam hidup ini, tapi 48:02 mereka mengikuti hawa nafsu. Hingga 48:04 harta benda mereka pun mereka 48:05 hambur-hamburkan di tempat-tempat yang 48:07 sia-sia. Seperti yang kita saksikan di 48:09 negara teluk. 48:10 Iya. 48:11 Juga konglomerat di tengah-tengah kita. 48:13 Apakah mereka bekerja mengikuti petunjuk 48:15 Allah? Sama sekali tidak. Mereka 48:16 hambur-hamburkan harta di tempat 48:18 maksiat. Tapi kalau untuk perjuangan di 48:20 jalan Allah, kikir. Untuk membantu 48:21 saudara mereka, kikir. 48:24 Yang kedua, syuhun mutha. Rasa kikir 48:26 yang diikuti, dipatuhi 48:29 oleh mereka-mereka yang berada. 48:31 Yang ketiga, i'jabul mar'i binafsihi. 48:33 Orang merasa bangga, kagum dengan 48:35 dirinya. Ulama dengan ilmunya. 48:37 Kemudian mazhab juga pengikut mazhab 48:39 dengan mazhabnya. Pengikut kelompok juga 48:42 dengan kelompoknya. Saling menyerang 48:44 satu sama lain, bukan mengajak manusia 48:46 kepada Allah subhanahu wa taala. 48:48 [mendengus] 48:49 Kalau begini jadinya, maka tunggu 48:51 saatnya umat Islam akan mengalami 48:54 kemunduran, bahkan kehancuran. 48:56 Bisa-bisa Islam akan meninggalkan 48:58 mereka-mereka yang tidak menghormati 49:00 mentaatinya. 49:02 Jadi jangan kita beranggapan Islam 49:03 karena tidak, tapi Islam akan 49:05 meninggalkan mereka yang tidak 49:06 menghormati dan menghargainya. Akan 49:08 pindah ke tempat lain. Wa intatalau 49:11 yastabdil qauman ghairakum summa la 49:13 yakunu amsalakum. Kalau kalian berpaling 49:17 Allah akan menggantikan kalian dengan 49:19 umat dan kaum yang lain [berdehem] yang 49:20 menghargainya. 49:22 Sekarang kita saksikan negara teluk 49:24 berkhianat terhadap Allah, mengkhianati 49:26 saudara mereka di Palestina mengobarkan 49:28 peperangan terhadap sesama saudara 49:30 mereka, membuat Zionis akhirnya duduk 49:32 berpangku tangan tanpa mengeluarkan 49:34 biaya 49:36 menyaksikan pembantaian yang berlangsung 49:38 di antara sesama umat Islam wal 49:39 iyadzubillah. 49:41 Jadi Kang Rizal 49:43 kalau kita perhatikan bersama-sama di 49:45 sini 49:46 bahwa umat Islam sampai saat ini 49:48 sebagian besar belum mengeluarkan zakat 49:50 mereka. 49:52 Zakat yang merupakan ungkapan syukur 49:54 mereka kepada Allah 49:56 menjadi beban buat mereka. 49:59 Menjadi apa? Menjadi hal yang membuat 50:01 seolah-olah apa? 50:03 Jantung mereka akan keluar dari 50:05 kerongkongan mereka karena kecintaan 50:06 mereka kepada dunia. 50:08 Nah di Jakarta ada masjid-masjid 50:11 alhamdulillah sekarang 50:12 yang mulai mengumpulkan zakat, 50:14 dipergunakan bahkan untuk membantu 50:16 pengusaha-pengusaha kecil agar bisa 50:19 berusaha. 50:21 Dipinjamkan untuk mereka. Kalau memang 50:23 mereka tak mampu membayar lain 50:24 masalahnya. Dipinjamkan lalu mereka 50:26 kembalikan. Alhamdulillah sekarang usaha 50:28 mereka berkembang dengan pesat. Dari 10 50:30 orang, 20 orang sampai ribuan orang 50:33 dibantu untuk berusaha. Di samping 50:35 saluran-saluran yang lain seperti yang 50:38 dilakukan Masjid MRBJ di Bintaro, dia 50:40 melakukan hal yang amat-amat positif. 50:43 Jadi maksud saya bukan kita gunakan 50:46 semuanya untuk masjid, tapi tujuannya 50:50 masjid yang akan mengelola menyalurkan 50:52 zakat tersebut ya kepada lingkungan ya. 50:55 Begitu pula untuk memberikan bantuan 50:57 mereka-mereka yang membutuhkan modal 51:00 hingga mereka dapat bangkit. Tahun ini 51:02 mereka menerima modal, tahun kemudian 51:03 mereka sudah mampu untuk mengeluarkan 51:05 zakat mereka. 51:07 Jadi kita ingin zakat yang terkoordinir 51:09 dengan yang terkoordinir dengan baik ya. 51:11 Yang betul-betul 51:13 dapat ditempatkan pada tempatnya, bukan 51:15 zakat yang sia-sia yang tidak mengubah 51:17 keadaan kita kaum muslimin. Seperti yang 51:20 kita jumpai pada masa Rasul, bagaimana 51:22 zakat dapat mengubah nasib kaum 51:24 muslimin. 51:26 Tapi dengan sendirinya kita harus 51:27 memahami 51:29 berapa yang kita harus keluarkan dari 51:31 zakat dan kita keluarkan dengan penuh 51:33 kecintaan. Dan ini akan kembali 51:35 manfaatnya untuk kita. Satu kebaikan 51:38 yang kita infakkan di jalan Allah akan 51:40 menghasilkan balasan 700 kali lipat. 51:44 Jadi yang Anwar Zahid maksud saya 51:47 zakat yang diserahkan ke masjid 51:49 tujuannya untuk diatur, dikelola secara 51:52 benar dan secara baik. Wallahualam. 51:55 Baik Ustaz, mungkin terakhir-terakhir 51:56 Ustaz tadi mengenai Al Muhlikat menarik 51:57 Ustaz. 51:58 Iya. 51:58 Apakah Al Muhlikat atau tadi tiga 52:01 perkara yang membinasakan tadi ya. 52:03 Saya catat tadi hawa mut 52:05 Hawa muttaba. 52:07 suhun mutho 52:08 dan ijab 52:09 Ijab. 52:10 al mar'i bi nafsihi Ustaz. 52:12 Nah apakah ini juga eee 52:15 diidap atau menyerang juga 52:18 untuk [berdehem] para pengelola 52:19 pemerintah ini Ustaz. Karena kan kita 52:21 lihat bagaimana 52:23 ya mereka ya 52:25 mengikuti hawa nafsu kah atau eee tadi 52:27 merasa bangga dengan pencapaiannya yang 52:29 mungkin masyarakat luas tidak merasakan 52:31 kebanggaan itu Ustaz. 52:34 Jangankan pada pejabat-pejabat negara. 52:40 Penyakit ini sekarang sudah melanda, 52:42 mewabah di tengah para ulama. 52:44 Para ulama juga? 52:45 Di tengah para ulama. 52:48 Bukan masing-masing menanggalkan ya 52:51 asobiyah mereka, fanatisme mereka, duduk 52:54 berkumpul dengan penuh kecintaan, 52:55 mengharapkan ridho Allah, mencari 52:57 kebenaran. 52:58 Tapi yang kita jumpai pada saat ini 53:00 masing-masing bertepuk dada, merasa diri 53:03 mereka yang benar. 53:06 Merasa seolah-olah, ya, 53:08 merekalah orang yang terbaik. 53:11 Orang yang berada di atas kebenaran dan 53:13 orang yang diberikan kesempurnaan. 53:16 Ini penyakit melanda ulama, melanda juga 53:19 para habaib kita sama. 53:21 Yang mengakibatkan akhirnya mereka 53:22 berbicara tanpa dasar kebenaran. 53:25 Orang begitu mulai mengikuti hawa nafsu 53:28 mereka, akal mereka akan tertutup. 53:32 Kesadaran mereka juga akan hilang. 53:34 Akhirnya mereka berbicara, berbuat tanpa 53:37 malu-malu. 53:39 Kalau mereka masih berakal, masih sadar, 53:42 mereka akan malu mengucapkan 53:43 ucapan-ucapan yang tidak patut. 53:46 Tapi begitu mereka dikuasai hawa nafsu, 53:49 maka kesadaran mereka akan hilang, akal 53:51 mereka tertutup, mereka akan berbicara, 53:54 melakukan perbuatan-perbuatan yang hina. 53:56 Dalam waktu yang sama mereka merasakan 53:58 bahwa mereka telah melakukan hal yang 54:00 besar. 54:02 Ini mengerikan sekali. 54:04 Nah, kita berlindung kepada Allah dari 54:06 hal semacam ini. Kita di Rasil sama 54:09 sekali tidak menganggap diri kita 54:12 luput dari kesalahan. Kita sampaikan 54:14 berdasarkan dalil dan ayat-ayat Allah. 54:16 Orang yang melihat kekurangan kita, 54:18 kesalahan kita pada apa yang kita 54:19 ucapkan, tolong sampaikan. Insya Allah 54:22 kita akan melakukan perbaikan. 54:24 Dengan penuh kelapangan kita akan 54:25 melakukan perbaikan. Tapi ingat, 54:27 jangan dikaitkan 54:29 benar salah dengan kelompok A atau 54:31 golongan A. 54:32 Tapi kembalikan pada kitab Allah, sunah 54:35 rasul-Nya. Adapun 54:38 manusia diukur, dikembalikan kepada 54:41 kitab Allah dan tuntunan rasul-Nya, 54:43 bukan sebaliknya. 54:45 Quran maupun sunah rasul diukur dengan 54:48 sikap dan perbuatan manusia. Kalau 54:50 caranya begini, kebenaran tidak akan 54:52 pernah kita dapatkan. 54:54 [berdehem] 54:54 [mendengus] 54:55 Jadi kebenaran bukan diukur dengan 54:56 habib, diukur dengan ba'alwi, diukur 54:58 dengan kiai, diukur katakan dengan NU, 55:01 Muhammadiyah, Persis, Syiah, Sunni, 55:03 tidak. 55:04 Ini hanya orang-orang yang tidak berakal 55:07 yang mengucapkan hal ini. Imam Ali 55:09 pernah memberikan petunjuk yang amat 55:10 indah. 55:12 Innal haqqo wal batila la yurofani bi 55:15 akdaril rijal. 55:16 [terengah-engah] 55:17 Sesungguhnya al haqq dan batil tidak 55:20 diukur dengan kedudukan manusia. 55:22 Ehm. 55:24 Tapi beliau mengatakan i'rifil haqq 55:26 ta'rif ahlah. Pelajari yang haqq, dengan 55:28 sendirinya kitab Allah ta'ala yang tidak 55:30 meragukan, dari sunnah rasulnya, kamu 55:32 akan tahu siapa orang yang berada dalam 55:34 kebenaran. 55:35 Ehm. 55:35 Wa'rifil batil, pelajari juga kenali apa 55:38 itu kebatilan. Itu yang bertentangan 55:40 dengan Allah Allah dan rasulnya. 55:43 Ta'rif ahlah, kamu tahu siapa orang yang 55:45 berada dalam kebatilan. Jangan diukur 55:46 dengan habib fulan, kyai fulan, kelompok 55:49 fulan, golongan fulan. Ini yang membuat 55:52 kita berpecah belah dan jauh dari 55:54 keridhoan Allah. Kita ingin tidak lagi 55:56 ada, ya, orang yang mengukur kebenaran 55:58 dengan syiah atau sunnah. 56:00 Dengan Muhammadiyah atau NU atau Persis. 56:03 Masing-masing saling membanggakan diri 56:04 mereka dan menyerang kelompok yang lain. 56:07 Apa yang saya sampaikan dari kritikan 56:08 kepada habaib, bukan ingin mencemoohkan 56:11 mereka semuanya. 56:12 Tapi ini mencemoohkan, ini bertujuan 56:14 untuk melakukan perbaikan. 56:16 Meluruskan yang salah, kembali kepada 56:19 rasul. Kita memuliakan atau mencintai 56:21 mereka karena rasul. Disaat mereka 56:23 berpaling dari rasul, tidak ada hak bagi 56:25 mereka untuk kita cintai. 56:26 Ehm. 56:27 Itu merupakan hal yang 56:28 yang betul-betul harus kita pegang. Kita 56:31 tidak merendahkan siapapun, tidak 56:33 mencemoohkan siapapun, tidak juga 56:35 mencaci, mengolok-olok golongan manapun 56:37 juga. Kita tidak lebih baik dari mereka, 56:39 tapi kita ingin 56:41 betul-betul bekerja untuk Allah, 56:42 berjalan di atas jalan Allah. Semoga 56:44 Allah ampuni dosa-dosa kita semuanya. 56:47 Jadi kita bersama rasul tidak pernah 56:50 ingin untuk merendahkan, mengolok-olok 56:53 siapapun juga. Tapi in uridu illal 56:56 islaha mastataktu wama taufiqi illa 56:58 billah. Alaihi tawakkaltu wa ilaihi 57:01 unib. Dan saya rasakan bagaimana hawan 57:04 muttaba' ini telah mewabah di 57:06 tengah-tengah kita semuanya. 57:08 Sampai kita kehilangan kesadaran kita, 57:11 bangga dengan perbuatan rendah dan hina. 57:14 Kita meledek orang-orang yang berjalan 57:15 di atas kebenaran. Subhanakallahumma 57:18 wabihamdika asyhadu an la ilaha illa 57:20 anta, astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 57:23 minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi 57:25 wabarakatuh. 57:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:27 wabarakatuh. Terima kasih guru kita 57:29 Ustaz Husein Alatas atas pencerahannya, 57:31 atas nasehatnya di kesempatan hari ini. 57:33 Terkait hakikat syukur. Dan tadi di sini 57:36 disampaikan, jadi syukur itu bukan 57:37 sekedar penutup saat menerima nikmat, 57:39 melainkan cara pandang kita menjalani 57:42 setiap yang Allah takdirkan kepada kita, 57:44 Ustaz ya. Terima kasih, Ustaz, atas 57:46 penjelasannya dan terima kasih wan ahwat 57:48 atas kebersamaannya. Hamba Allah, Ibu 57:50 Anggit, dan beberapa WA yang belum 57:51 sempat kita bacakan. Terima kasih. Dan 57:54 insyaallah, Ustaz, kita bertemu hari 57:55 Rabu, Ustaz, ya, di Masjid Silaturahim. 57:57 Ikhwan ahwat, kami mengundang 57:58 kehadirannya, khususnya para ummahat ya, 58:00 untuk berdialog langsung dengan guru 58:02 kita Ustaz Husein di Masjid Silaturahim, 58:04 Rabu ini, lusa, ya. 58:06 Tanggal 28 Oktober 2026, mulai jam 09.00 58:10 pagi, insyaallah. 58:11 Bersama-sama menuju Allah. 58:12 Insyaallah. Baik, akhirnya Rizal Haq 58:14 bersama teman-teman yang bertugas di 58:15 kesempatan pagi hari ini undur diri. 58:17 Billahi taufik wal hidayah, 58:17 wassalamualaikum warahmatullahi 58:19 wabarakatuh. 58:19 Waalaikumsalam.