Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Halo. Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh, Bang Toni. 0:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Mas Angga. 0:19 Bagaimana Bang Toni kabarnya di pagi 0:21 hari ini? 0:22 Alhamdulillah sehat walafiat. Meski 0:25 suasana tak mendung di langit ini. 0:27 Sehat mendung di langit. Padahal hari 0:29 ini peringatan hari kebangkitan nasional 0:31 ya. 0:32 Oh mestinya harus bangkit dengan mendung 0:34 sayup-sayup kan harus bangkit meskipun 0:36 dolar sudah 17.7. 0:39 Iya. Enggak bangkit-bangkit malah terjun 0:41 terus itu Bang Toni. 0:43 Masyaallah. Semoga mulai hari ini 0:45 sakitlah. 0:46 Iya Bang Toni. Kita ingin menyoroti 0:48 beberapa hal di pagi hari ini. 0:52 Ee yang pertama ini mengenai efisiensi 0:55 ee MPG Bang Toni ya. Badan Gizi ee 0:59 Nasional kan terus-menerus sebenarnya di 1:01 ee soroti gitu ya, oleh publik, oleh 1:04 para ahli, oleh para ee pengamat. Namun 1:08 ya ini jalan terus gitu ya MPG ini. 1:11 Kira-kira dengan kondisi ekonomi ee 1:14 sekarang kalau alasan dari Menteri 1:17 Keuangan maupun dari BI gitu ya, itu kan 1:20 mereka tetap mengatakan bahwa ekonomi 1:22 ini masih ee stabil gitu ya. Jadi 1:24 program-program pemerintah masih 1:26 berjalan terus. Nah, kata stabil ini 1:28 menjadi kata yang ee mengerikan gitu ya 1:31 bagi e masyarakat karena ee daya beli 1:34 makin menurun gitu ya. Lalu juga 1:36 pendapatan mereka juga makin tidak 1:38 menentu, kelas menengah juga makin 1:40 berkurang gitu ya. pengangguran juga 1:42 ternyata ee makin banyak, PHK juga masih 1:45 terjadi. Nah, bagaimana Bang Toni 1:47 melihat efisiensi MBG di tengah ee 1:50 rupiah melemah, lalu juga harga BBM non 1:53 Susibdi naik gitu ya, kelas menengah 1:55 tadi minim belanja, produksi turun, 1:58 perusahaan colabs belum lagi nih, banyak 2:00 gitu ya. Kemiskinan akhirnya dilihat di 2:02 sini ee bertambah. Ini yang pertama. 2:05 Yang kedua, Bang Toni ini beberapa 2:08 ee hari ini gitu ya, Kejaksaan Agung 2:11 terbitkan SE auditor kerugian negara 2:14 tidak hanya BPK. Akhirnya MK putuskan 2:18 hanya BPK yang berhak hitung kerugian 2:21 negara. Ini kaitannya, Bang Toni ketika 2:24 kita lihat ya, kalau misalkan ee badan 2:27 pemeriksa keuangan ini ya, kedudukannya 2:30 itu sebenarnya ee dengan MA, dengan MK 2:34 gitu ya atau dengan ee presiden 2:37 sekalipun itu sebenarnya posisi dalam 2:39 politik atau posisi dalam struktur 2:41 negara itu bagaimana gitu ya. Ini kan 2:44 lembaga yang dia seharusnya ee 2:46 independen, tidak gampang disetir gitu 2:49 ya. Apakah keputusan 2:52 MK ini hanya BPK yang berhak hitung 2:55 kerugian negara? Apakah itu ee sudah ee 2:58 pas dan juga sesuai dengan ee regulasi 3:01 gitu ee Bang Toni atau secara politik 3:03 bagaimana Bang Toni ee melihatnya. 3:06 Selain itu juga kita ingin ee Bang Toni 3:09 ee menyoroti juga gitu ya ee isu di ee 3:13 luar negeri yang kaitannya dengan ee 3:15 Indonesia ini ee ketika sikap Prabowo 3:19 gitu ya di dunia internasional kan masih 3:21 terus dipertanyakan gitu dari mulai 3:24 bop-nya lalu juga sampai ke ee bagaimana 3:28 hubungannya dengan Trump gitu yang masih 3:31 terus ee sepertinya 3:33 ee menguat gitu ya atau ini kiblatnya 3:37 itu masih akan terus ke barat gitu dan 3:40 sikap-sikap ee politik lainnya. Begitu 3:42 Bang Toni. Monggo mulai dari mana Bang 3:44 Toni di pagi hari ini? 3:47 Baik Mas Sangga dan seluruh pendengar 3:49 hasil di mana pun berada. kita mulai 3:52 dari 3:54 ee 3:55 tadi MBG ya 3:58 begini itu ee pertama [berdehem] 4:04 pemerintah 4:06 terlalu semangat ya untuk MPG tetapi 4:09 bagaimanapun itu adalah kunci politik 4:11 yang harus ditunaikan. Satu. Kemudian 4:14 yang kedua mesti lebih bijak di dalam 4:18 penganggaran. 4:20 Ee lebih bijak gimana? Tidak sekaligus 4:23 serentak tahun ini harus selesai semua 4:26 atau tahun depan harus selesai semua. 4:27 Pak Prabowo ini kan minimal jadi 4:29 presiden 5 tahun 4:30 H 4:31 ya bisa jadi 10 tahun. Artinya apa? ee 4:35 dengan kondisi ekonomi domestik yang 4:40 tidak kuat-kuat amat ya ee kenyataannya 4:45 memang ada berbagai efisiensi. Efisiensi 4:49 ini ee memang [berdehem] 4:52 selalu dikemukakan alasannya adalah 4:54 karena kalau di sana tidak efektif 4:56 kemudian dikorupsi dan sebagainya itu is 4:59 ok ya. Tetapi faktanya memang ketika 5:02 efisiensi itu kan diambil untuk program 5:04 yang lain. 5:05 Ini menunjukkan sekaligus betapa 5:08 sesungguhnya kita punya kemampuan fiskal 5:10 yang juga terbatas 5:13 ya. Ee ini ini kecuali kalau memang itu 5:16 efisiensi ya. Efisiensi tetapi tidak 5:19 digunakan untuk apa ee dengan skala 5:22 prioritas misalnya pendidikan ya khusus 5:25 untuk pendidikan tidak efisiensi 5:27 misalnya dan untuk kesehatan tidak 5:29 difisiensi. 5:30 dan lain-lain sebagainya ya. Tetapi 5:33 ketika semua daerah itu atau TKD 5:36 transfer ke daerah itu ee efisiensi ada 5:40 pengurangan sampai sekian persen dan itu 5:42 menurut saya sangat signifikan. Ee ini 5:45 kan juga menjadi sebuah petunjuk bahwa 5:48 pada akhirnya akan berakibat efisiensi 5:50 di bidang pendidikan. Karena untuk 5:52 kabupaten ee dan provinsi itu kan punya 5:56 kewajiban untuk mengurus pendidikan SMP 5:59 dan SMA. He. 6:07 Ini yang kemudian tidak ada skala 6:09 prioritas efisiensi. Jadi bukan karena 6:11 memang kepala daerah korupsi. Kalau 6:13 pertanyaannya kepala daerah banyak yang 6:15 korupsi yang kemudian ditangkap KPK. 6:17 Emang menteri enggak ada yang korupsi? 6:18 Menteri kan juga banyak juga yang 6:20 ditangkap oleh KPK. Artinya apa? Itu 6:22 tidak bisa menjadi sebuah alasan atau 6:24 argumentasi yang kuat untuk alasan 6:27 efisiensi. Tetapi oke kita menyadari 6:30 bahwa ee kekuatan fiskal kita sangat 6:33 terbatas. Karena itu memang efisiensi 6:35 dibutuhkan tetapi ee mestinya tidak 6:38 gebiah uyah kata orang Jawa itu tidak 6:41 semuanya tidak ee tetapi dipilih dan 6:43 dipilah mana yang perlu diefisiensi, 6:45 mana yang perlu tidak. E kembali lagi ke 6:47 soal MBK pada akhirnya kan efisiensi di 6:50 antaranya ee sebagian dana itu 6:53 dialokasikan ke MB sampai 400 triliun 6:57 dan pada akhirnya sekarang MB juga kena 6:59 efisiensi karena faktor global. Berarti 7:02 memang ee khususnya dari tim ekonomi ya 7:08 ee Brazim sekarang atau Pak Prabowo itu 7:11 tidak bisa membaca situasi ekonomi ke 7:13 depan akan seperti apa. 7:15 Kalau bisa membaca ekonomi ke depan itu 7:17 kan tidak perlu kemudian ee perlu 7:20 melakukan antisipasi yang tidak ee lalu 7:23 kebingungan untuk melakukan efisiensi. H 7:26 MBG ini 7:28 berulang kali saya bilang MBG ini 7:31 bermanfaat besar bagi masyarakat. Coba 7:33 kita bayangkan betapa banyak masyarakat 7:35 kita terutama di kampung-kampung yang 7:37 tidak bisa makan dengan anak bik ini kan 7:39 bisa makan mesti itu menjadi skala 7:41 prioritas daerah-daerah terpencil, 7:43 daerah-daerah terluar, daerah-daerah e 7:47 terpinggir ya 3T lah terpinggir, 7:50 terluar, terpencil atau daerah-daerah 7:52 kepulauan, daerah-daerah yang nasi itu 7:55 mahal sekali dan sebagainya itu mestinya 7:57 mendapatkan prioritas daerah-daerah yang 7:59 tingkat kemiskinannya banyak. tidak asal 8:01 kemudian semua daerah langsung enggak 8:03 usah dicicil misalnya tahun ini 8:07 digunakan untuk daerah-daerah terpencil 8:09 di wilayah Sumatera, Jawa, kemudian 8:12 Kalimantan, ee Sulawesi, Maluku dan 8:16 sebagainya ee Papua ya itu daerah-daerah 8:19 terpencil dulu atau daerah-daerah 8:20 pinggiran dulu terda susah. kemudian 8:23 dianggarkan untuk masuk mulai masuk ke 8:26 ee yang agak apa ke ee ke dalam ke dalam 8:30 ke dalam ke dalam seandainya toh 8:33 nantinya anggaran cekak anggaran kurang 8:37 ya ee tidak ada masalah karena yang 8:39 terbantu itu adalah orang-orang miskin, 8:40 orang-orang susah 8:42 h 8:42 gitu kan kalau toh kemudian itu diadakan 8:44 di perkotaan, perkotaan itu perlu 8:46 dipilih ya ini bukan persoalan adil itu 8:50 bukan soal ini bersikap tidak adil Adil 8:52 bukan adil itu kan proporsional 8:55 lebih cenderung kepada siapa yang 8:57 membutuhkan. 8:59 Kalau sudah seperti ini ya ini belum 9:01 soal teknis ya. 9:03 ada yayasan yang mendapatkan sekian 9:05 banyak, ada institusi yang mendapatkan 9:09 sekian banyak, pada akhirnya dijual 9:11 orang-orang mereka dapat fee gitu loh. 9:13 Itu itu juga menjadi sebuah persoalan 9:15 yang sekarang sedang dibenahi. Terus 9:18 juga masalahnya bahwa ee soal-soal 9:21 teknis itu banyak masalah ya. Ee begitu 9:25 juga ketika MBG ditaruh di apa namanya? 9:30 Ee di efisiensi begini. He. He. 9:34 MBG ini kan melibatkan pihak ketiga. 9:37 Siapa mereka? Ya, mereka adalah 9:40 orang-orang yang selain berbisnis ya, 9:44 tetapi pemerintah bisa mengambil 9:45 keuntungan dengan biaya mereka. Nah, 9:49 ketika kemudian mereka membuat 9:53 ee kemudian terjadi perubahan kebijakan 9:56 kan kasihan mereka. mereka sudah 9:58 investasi bikin dapur ke bikin beberapa 10:01 dapur terus kemudian mekanismenya 10:04 berubah. Mereka kan sudah namanya orang 10:05 bisnis sudah punya perhitungan oke aku 10:07 buat ini karena ada keuntungan ini. Ya 10:10 kalau kebijakannya itu kemudian berubah 10:12 mereka akan dirugikan dan ini akan 10:14 menyulitkan sendiri bagi pemerintah ke 10:16 depan. Orang bikin MBG bikin dapat MBG 10:19 jadi mikir. 10:20 He he he. 10:21 Gitu ya. Padahal ini menurut saya ee 10:25 kebijakan melibatkan pihak swasta ini 10:28 bagus. 10:29 Iya. 10:29 Ya, asal tidak ada monopoli 10:32 ya. Bea swasta misalnya di Jawa Tengah 10:34 apa ya lipatkanlah pengusaha-pengusaha 10:36 Jawa Tengah siapa kalau tidak mampu baru 10:38 ambil yang lain ya. kemudian di Jawa 10:41 Timur atau di Maluku ya merekalah 10:44 libatkan kalau sudah tidak mampu, tidak 10:47 ada yang mampu dan lain akan jauh lebih 10:50 indah menurut saya kalau ee 10:54 koperasi ya koperasi merah putih KMP itu 10:57 berdiri dulu, 10:59 koperasi SLE kemudian bikin dapur, maka 11:03 supplier utama daripada dapur itu adalah 11:06 KMP. KMP itu milik dari orang-orang desa 11:11 di situ yang punya sayur mereka dapat 11:12 keuntungan berlimpah 11:14 dan mereka bisa jual sayurnya ke KMP. 11:17 Kemudian KMP juga keuntungannya balik 11:19 kepada masyarakat itu sendiri. KMP 11:21 langsung bisa punya pekerjaan nyetok ke 11:24 MBK di mana berada. Jadi sinergi antara 11:27 KMP berdiri kemudian MBK di situ 11:29 berdiri. KMP berdiri MBK berdiri. Ya, 11:32 ini dihitung KMP itu ee kira-kira KMP 11:35 yang cocok berdiri di mana? Bukan hanya 11:37 sebarang tempat. 11:38 Jadi perlu melakukan sebuah studi 11:40 analisis. Oh, ini cocok ini. Libatkan 11:43 para ekonom, libatkan orang para e 11:45 orang-orang yang memang ahli di bidang 11:47 bisnis dan usaha sehingga betul bisa 11:49 membaca peluang entrepreneur di situ. 11:52 Nah, mereka bisa mentraining. Kalau 11:54 kemudian dilepas masyarakat kita yang 11:56 entreprene itu cuma 10%. 11:59 H 11:59 gitu kan. Bahkan 5% sampai 10% itu 12:02 masyarakat entrepreneurnya rata-rata 12:03 nyari jadi pegawai nyata-nyata jadi 12:05 pekerja. Jadi ini soal mental 12:08 entrepreneur ini soal mental bukan ee 12:12 soal mental dan pengalaman. Dan ini 12:14 artinya apa? Ee memang perlu apa ee 12:19 revolusiah MP tetap diteruskan karena 12:21 itu melibatkan pihak ketiga dan ini 12:23 janji politik. Kalau ini sampai gagal, 12:25 maka ini adalah wajah Pak Prabowo lah. 12:27 Janji politiknya Pak Prabowo. Kalau 12:29 kemudian rusak, ya nama Pak Prabowo ikut 12:31 rusak. Kalau ini berhasil, nama Pak 12:32 Prabowo juga ikut ituut bagus gitu loh. 12:35 Itu itu tidak mungkin MBQ itu akan 12:37 dihentikan. Tidak mungkin karena ini ee 12:41 pertaruhan politiknya Pak Prabowo. 12:43 Karena ini menjadi bagian janji politik 12:45 dan kemudian diagungkan untuk menjadi 12:47 program prioritas. He. 12:49 Jadi jangan pernah berharap MK itu 12:51 berhenti dan kemudian juga MPK 12:53 dibutuhkan oleh masyarakat gitu ya. 12:55 tinggal bagaimana ada perbaikan secara 12:58 revolusionir ya terhadap MBG ini. Jadi 13:01 orang-orang yang menjadi di dalam sana 13:04 menjadi toksin karena Pak Prabowo 13:06 bagaimanapun seorang presiden tidak ee 13:08 tidak sepenuhnya tahu di lapangan hanya 13:11 laporan-laporan yang orang melaporkan 13:13 kan ee mungkin ee ada ee kemungkinan 13:16 besar orang yang melaporkan itu 13:18 melaporkan sebagian-sebagian yang 13:19 asik-asyik aja, yang bagus-bagus saja 13:22 gitu loh. Ya, makanya saya sangat ee 13:25 saya teringat betul apa yang dilakukan 13:26 oleh Pak Harto pada saat itu dengan 13:28 semua kekurangan dan kelebihannya ya. 13:31 Pak Harto itu seringki keluar dari 13:33 istana kemudian jalan-jalan ke 13:36 pasar-pasar mendadak tanya harga cabai, 13:39 tanya artinya apa? langsung lihat 13:41 lapangan tidak sepenuhnya dipercayakan 13:43 kepada pembisik tapi langsung turun ke 13:46 lapangan nanya tidak pakai protokol 13:48 tidak pakai perencanaan sehingga tidak 13:49 ada persiapan-persiapan orang langsung 13:51 bisa tanya harga beras berapa di sini 13:53 harga kangkung berap ya harga cabe 13:55 berapa langsung tahu di situ. Ah di 13:58 situlah kemudian akan mudah membuat 14:00 kebijakan dan pada masa Pak Harto untuk 14:02 pangan ya itu stabil. Betul ya untuk 14:05 stabil gitu loh. 14:07 Ee itu soal MBG. Kemudian yang kedua 14:10 adalah soal dolar ini naik terus yang 14:14 disalahkan BI, ketua ketua BI dan ketua 14:19 gini eh ee apa namanya ini kan merupakan 14:24 ee akibat dari banyak faktor 14:28 faktor ekspor impor, faktor global. 14:31 Tidak bisa dong kemudian ini dibebankan 14:33 kepada ketua OJK atau kepada BI saja. 14:37 Pecat DTER BI. ya pecah ketua OJK enggak 14:40 sesederhana itu. Apakah kemudian kalau 14:42 dipecat atau diganti akan juga bisa 14:44 menyelesaikan? Memang faktornya itu 14:47 adalah faktor ketua OJK. 14:49 Emang faktornya itu adalah direktur BI 14:51 kan enggak ya. Kenapa ee rupiah melemah 14:56 ya? Rupiah melemah ya karena memang 14:58 ekspor kita ee rendah ya kebutuhan kita 15:01 akan impor jauh lebih besar. Kemudian 15:04 harga-harga sekarang naik gitu kan ya 15:07 otomatis kan. Sementara harga-harga itu 15:10 belinya pakai minyak naik perginya pakai 15:13 dolar ya otomatis kan dolar banyak 15:15 keluar tersedot kan 15:18 ya 15:19 dan ee karena BBM naik yang lain yaikut 15:22 naik-naik. Ah ini berbicara tentang 15:24 domestik BBM naik begini. 15:28 Betul memang orang kampung enggak 15:29 butihan dolar. 15:31 Hmm. He. 15:31 Tapi kita pakai tempe itu delaynya delay 15:35 beli dari dolar. 15:35 Delay. 15:37 Kita beli terigu, terigunya pakai dolar 15:42 ya. Kita beli banyak bahan pokok eh 15:45 bahan mentah ya. Kemudian ee apa ee 15:51 kebutuhan-kebutuhan ya 15:53 kebutuhan-kebutuhan mentah itu belinya 15:55 pakai dolar. 15:57 Hm. Dan ini kalau kemudian orang beli 16:00 bikin mie, mie mi mie instan gitu loh 16:03 mya naik. Orang kampung makan mie naik 16:05 juga. Memang mereka enggak punya dolar, 16:07 enggak paling beli pakai rupiah. Tapi 16:09 yang semula misalnya belinya itu 2.000 16:12 jadi 2.500 naik juga 16:15 bawang kita bawang impor. Bawang putih 16:18 ada impor, bawang merah ada impor ya kan 16:22 ya. bras kita ya banyak juga masih impor 16:26 ya. Artinya kalau kita bicara tentang 16:28 ketahanan pangan ya, ya kita belum 16:31 betul-betul mampu untuk apa ini 16:33 ketahanan pangan ketahanan panen artinya 16:35 ya kita memang memiliki kemampuan untuk 16:39 menyediakan 16:41 ee bahan dasar pangan gitu loh 16:44 ketahanan pakan ya ee jadi ee di sinilah 16:48 kemudian terjadi jadi jadi banyak kritik 16:51 kepada ee narasi maka perlu memberikan 16:54 masukan yang tepat menurut saya ya 16:57 kepada Pak Prabowo dalam konteks ini. 16:59 Ah, lalu ketika BBM kita naik gitu loh, 17:03 terutama sekarang non subsidi industri 17:06 dari 18 jadi 30 diskon macam-macam lah. 17:09 Intinya kan naik kalau naik produksi 17:12 jadi naik kalau produksi naik gitu kan 17:15 ya barang kan jadi naik harganya 17:18 gitu loh. Siapa yang beli barang? Ya 17:19 masyarakat Indonesia enggak di kota, 17:21 enggak desa semua semua masyarakat. 17:24 Kemudian kelas menengah. Kelas menengah 17:26 non subsidi katakan Pertamina Dek dari 17:30 14700 ya sekarang sudah menjadi 27900. 17:36 Mereka beralih otomatis kelas ini memang 17:38 diajar kelas menengah 17:40 tapi kelas menengah itu belanja paling 17:42 banyak. Kalau kemudian kelas menengah 17:44 itu ee pakai ini pakai mobilnya tidak 17:48 setiap hari lagi karena naik BBM mereka 17:51 mempunyai efisien ya otomatis daya beli 17:54 masyarakat kan juga berkurang 17:56 kan sederhana 17:58 ini kan ada ada siklus gitu loh ada mata 18:01 rantai pertumbuhan ekonomi perputaran 18:03 ekonomi ada mata rantainya kemudian 18:06 sekarang mau dinaikkan teks ya 23% untuk 18:09 restoran ya kira-kira Mas Angga juga 18:12 sekarang kalau teksnya itu kita sudah 18:14 kena teks, sudah kena ee apa namanya? 18:17 Service charge gitu kan ya. Kalau Mas 18:19 Angga dari teks yang 11% kemudian 18:22 sekarang menjadi 23% dua kali lipat ya 18:26 ee kira-kira kelas menengah itu 18:28 berhitung apa enggak? 18:29 berhitung 18:31 ya kita kelas menengah lah kita harus 18:33 akui kita kelas menengah kita bukan 18:35 kelas menengah bawa tapi kita kelas 18:37 menengah lah middle class lah gitu kan 18:39 yang biasalah makan di restoran itu. 18:41 Saya juga mikir kok gitu loh. [tertawa] 18:44 Woh, boh. 23 ini yang biasanya kita apa 18:47 ee setiap hari meeting 35 tempat di 18:50 restoran sekarang ya kita cari 18:52 tempat-tempat yang lebih murah kan 18:54 yang enggak ada teksnya ke kafe-kafe 18:56 enggak ada teksnya kan 18:58 kafe-kafe yang kecil gitu kan ya. Ee 19:00 dari situlah kemudian ya banyak restoran 19:03 yang ee yang pada akhirnya ee apa ee 19:07 daya belinya rendah. Nah, kalau daya 19:09 berembah itu tidak sesuai dengan target 19:12 atau di bawah ee kemampuan untuk 19:14 menghidupi restoran kan tutup. Kalau 19:16 tutup berarti pegawai restorannya ini. 19:19 Ini kalau betul-betul nanti dinaikkan 20 19:22 apa 23% gitu kan 19:24 ya mudah untuk diprediksi akan banyak 19:27 restoran yang tutup juga. 19:29 H 19:29 karena sepi pembeli 19:31 ya. Kalau semua BBM naik kelas menengah 19:35 kemudian restoran naik tek gitu dikepung 19:37 itu ya kelas menengah akan efisiensi 19:40 juga. 19:41 H 19:42 gitu. Jadi sudah 2 tahun ini kan ee 19:45 penurunan dari kelas menengah kemudian 19:47 menjadi kelas menengah bawah itu kan 19:49 terjadi sudah banyak. Nah, kalau 19:51 kemudian kebijakan-kebijakan teks dan ee 19:54 ee apa kebijakan ini ee BBM itu naik 19:59 kelas menengnya memang tidak teriak, 20:01 tapi efeknya pasti. 20:02 H 20:04 efeknya pasti dan pada akhirnya nanti 20:07 gitu kan itu akan banyak yang tutup. 20:09 Otomatis kalau banyak restoran tutup, 20:11 banyak perusahaan tutup, efisiensi kelas 20:13 menengah, karena gara-gara efisiensi 20:15 kelas menengah apa yang keman terjadi? 20:17 Pertumbuhan ekonomi juga akan menurun. 20:20 He. He 20:22 ini yang pro aja yang yang istilahnya ee 20:26 mengaminkan bahwa pertumbuhan ekonomi di 20:28 kuartal pertama itu adalah 5,61%. 20:32 Itu aja sekarang harus mengatakan sudah 20:34 mulai turun. 20:35 Apalagi bagi mereka yang mengkritik para 20:38 para ekonomlah ya. mereka yang tahu 20:40 indikator-indikatornya 20:42 ee mempertanyakan pertumbuhan ekonomi 20:44 yang 561% 20:47 ya itu variabelnya dari mana saja yang 20:49 mrupl terhadap pertumbuhan itu. Itu kan 20:51 juga menjadi sebuah ee 20:53 pertanyaan-pertanyaan tersendiri gitu 20:56 Mas Angga. 20:57 Jadi 20:58 ee ini semua mata rantai ekonomi ini 21:02 bisa dibaca. Jadi naik BM kemudian teks 21:06 kalau nanti dinaikkan meskipun untuk 21:08 kelas menengah memang kelas menengah 21:10 tidak teriak karena kelas menengah itu 21:11 kelas mapan yang tidak biasa demo ya 21:14 tetapi nanti efek kelas menengah akan 21:16 banyak yang turun menjadi kelas menengah 21:18 bawah dan pada akhirnya juga ee 21:21 perputaran ekonomi melambat, pertumbuhan 21:23 ekonomi melambat otomatis akan 21:26 menciptakan PHK dan sekarang sudah 21:28 dikatakan oleh Kemenagar ada PHK yang 21:30 sekitar ee 15.000an ribuan sekian gitu 21:33 kan akan bertambah terus-menerus ya ee 21:37 untuk ini baru tahu kuartal pertama ya 21:40 sudah 15.000 di Jawa lagi 21:42 ee kemudian kalau pengangg kalau PHK 21:44 otomatis terjadi pengangguran yang 21:46 menumpuk, pengangguran otomatis tingkat 21:48 kemiskinan naik. Jadi 21:50 hitungannya begitu ya. Enggak mungkin 21:53 kemudian ee tingkat kemiskinan kita 21:56 stabil, enggak mungkin tingkat 21:57 pengangguran stabil kalau melihat 21:59 situasi seperti ini. Jadi ee saya 22:03 sepakat kepada pemerintah untuk 22:05 senantiasa memberikan ee optimisme ya 22:07 semangat ya atau gairah optimisme dan 22:10 sebagainya itu 22:12 ee tetapi jangan kemudian semua dibantah 22:14 banyak semua hal dibantah. Jadi kan 22:16 semua itu ee masukan jangan mengatakan 22:19 aman-aman saja. ee kalau mengatakan 22:22 aman-aman saja ini aman-aman saja dalam 22:24 rangka untuk menciptakan aktivisme. Oke. 22:27 Tetapi soal data ee jangan juga ee apa 22:32 disimpangsi ya. Kalau memang istilahnya 22:35 tidak perlu diungkap, enggak usah 22:36 diungkap tapi juga tidak perlu kemudian 22:39 ee apa membuat argumentasi seolah-olah 22:43 tidak terjadi apa-apa begitu. Hm. 22:46 Selanjutnya ini mengenai MK yang 22:47 memutuskan hanya BPK yang berhak hitung 22:50 kerugian negara nih, Bang Toni ya. Ini 22:54 gimana komentar? Karena orang melihat 22:56 BPK itu kan ada di Undang-Undang Dasar 22:59 45 itu dari rangkaian ini kan rangkaian 23:04 apa ee 4 tahun berturut-turut amandemen 23:08 Undang-Undang Dasar 45 kan gitu kan ya. 23:11 Kalau MK sudah membuat sebuah keputusan 23:13 gitu kan ya itu kan mengikat kepada 23:15 semuanya 23:16 ada efeknya kira-kira 23:17 termasuk kepada kepolisian e MK ini ya 23:20 di situ harus dijaga marwah MK dijaga 23:23 ini ini kan peraturan hukum tata negara. 23:26 Heeh. 23:27 Ya. Ya. Gunanya MK itu adalah untuk 23:31 membuat keputusan terakhir pasca ee 23:34 ketika ada gugatan. 23:36 Hm. 23:36 Kan MK itu standarnya adalah 23:38 Undang-Undang Dasar 45. H 23:41 ya dari Undang-Undang Dasar 45, maka 23:43 semua produk undang-undang ketika itu 23:46 digugat ke MK, dipelajari kemudian 23:48 dibaca, dianalisis oleh MK ya MK membuat 23:53 membuat sebuah penilaian berbasis kepada 23:55 undang ee berbasis atas Undang-Undang 23:57 Dasar 45. Jadi yang menjadi standar 24:01 untuk menilai semua gugatan itu adalah 24:03 Undang-Undang Dasar 45. Maka keputusan 24:06 MK itu adalah keputusan konstitusional. 24:09 Hm. Kira-kira gitu. Keputusan berbasis 24:12 kepada ee Undang-Undang Dasar 45. 24:16 Jadi, keputusan MK berbas kepada 24:18 Undang-Undang Dasar. Kalau kemudian kita 24:19 bicara tentang hierarki of law ya ee 24:23 hierarki hukum itu kan ya Undang-Undang 24:26 Dasar 45 itu di atas baru kemudian ee 24:30 apa tab MPR baru kemudian undang-undang. 24:33 ee sementara soal ya soal ee yang boleh 24:39 apa ee untuk menjukan korrigen itu kan 24:42 undang-undang undang-undang ya. Kalau MK 24:45 mengatakan bahwa ini bertentangan dengan 24:47 Undang-Undang 45 pasal sekian pasal 24:49 sekian pasal sekian ya sudah selesai. 24:52 Semua lembaga semua institusi negara 24:54 atupuh 24:55 H 24:56 kepada keputusan itu ya polisi, jaksa 25:00 enggak bisa kemudian melawan keputusan 25:02 MK. 25:04 Ah, polisi dan jaksa itu ya ee bisa 25:07 diintervensi oleh Presiden. Presiden 25:09 ingatkan mestinya itu 25:12 ya. Kalau semua kebijakan MKP tidak 25:14 diikuti karena kekuatan dari sebuah 25:16 lembaga itu ya kita mau ikut siapa? 25:20 H 25:21 ini terjadi kerusakan hukum 25:22 ketatanegaraan. 25:24 Enggak ada keputusan MK itu yang 25:26 kemudian bisa di apa? dibantah. Enggak 25:29 ada keputusan MK itu bisa di keputusan 25:32 MK itu mengikat. 25:34 Hm. 25:34 Kita tahu ketika MK membuat keputusan ya 25:38 bahwa ee seorang apa calon presiden dan 25:42 wakil presiden umur 40 ketika bla bla 25:45 bla bla pak gitu kan. itu saja ya yang 25:48 kemudian terjadi sebuah pelanggaran etik 25:51 ya yang dilakukan oleh ketua MK pada 25:54 saat itu dan kemudian ketua MK-nya di ee 25:58 apa digeser posisinya ya dan juga tidak 26:02 boleh ikut mensidangkan soal pemilu 26:05 sebagai sebuah punishment tapi 26:07 keputusannya itu tetap mengikat 26:09 h 26:10 gitu keputusannya mengikat apalagi ini 26:13 keputusan bahwa BPK adalah satu-satunya 26:16 ya lembaga yang ee berhak untuk yang 26:19 prioritas ee untuk menghitung 26:22 ee kerugian negara kan tanpa ada 26:25 intervensi apapun kepada MK ya tidak ada 26:29 tanpa intervensi itu artinya ya ee 26:31 kenyataannya tidak ada gugatan kepada ee 26:35 MK karena melakukan kesalahan dalam 26:37 membutuhkan keputusan ini. Kenapa kok 26:39 tidak diikuti? 26:41 yang jelas-jelas dianggap salah ya pada 26:44 saat memutuskan Presiden dan Wak 26:46 Presiden berusia 40 ketika dan sebag bla 26:49 bla bla ke pelantikan dan sebagainya itu 26:51 ya 26:52 itu saja meskipun sudah dikasih 26:54 punishment itu saja keputusannya 26:56 mengikat kenapa ini tidak mengikat gitu 26:59 kalau ini dibiarkan terus-menerus ini 27:01 kan sudah kejadian beberapa kali ya 27:02 kalau dibiarkan terus-menerus dianulir 27:06 apa yang kemudian terjadi yang terjadi 27:08 adalah hukum tata negara kita rusak 27:10 rusak 27:12 gitu kan enggak karuan ini. Inilah yang 27:16 kemudian harus menjadi perhatian kita 27:18 ini bernegara berbasis kepada ee tata 27:21 tata cara mengelola negara itu berbasis 27:23 kepada hukum ketatanegaraan. 27:25 Maka hukum inilah kemudian kalau mau 27:28 ngerubah nanti ya amandemen lagi 27:30 Undang-Undang Dasar 45 27:32 saya akan diamandemen. 27:34 Lalu bagaimana Bang Toni nanti 27:36 mengkondisikan ke jagungnya itu 27:38 bagaimana gitu. Apalagi nih muncul kan 27:40 di sini DPR dan pemerintah versus Kejung 27:44 nih masalah audit kerugian negara nih ya 27:46 dengan BPK nih. 27:48 Iya makanya panggillah itu DPR gitu kan 27:51 e panggillah itu Kejaksaan Agong oleh 27:53 DPR gitu loh ya. panggil Kejaksaan 27:56 Agung. Eah, dalam konteks-konteks ini 27:58 saya sepakat dengan Yusuf Kala dulu 28:00 ketika ditanya kok Pak Yusuf Kala ini 28:03 inter apa ee intervensi kepada hukum. Oh 28:06 saya enggak intervensi saya perintahkan 28:09 katanya. 28:11 Jadi ada situasi-situasi darurat, ada 28:13 situasi-situasi sudah melenceng ya. Maka 28:16 perlu ya ee orang yang paling berkuasa 28:20 di negeri ini itu memberikan peringatan. 28:22 Eh, jangan begitu. Kamu rusak nanti 28:25 aturan. Ya, kalau kita enggak mengikutin 28:27 aturan itu, kemudian mau mengikutin 28:28 aturan yang mana? Aturan itu dibuat ya 28:32 berbasis kepada semua aspirasi rakyat 28:34 meskipun tidak semua ya. Artinya apa? 28:37 Berdasarkan sebuah kajian-kajian 28:39 tertentu dan serius oleh para ahli. 28:41 kemudian 28:43 apa ee mempertimbangkan karakter 28:46 masyarakat kita, budaya masyarakat kita 28:49 ee dan juga ee apa ee semua norma-norma 28:53 yang dimiliki oleh masyarakat kita 28:55 mendengarkan dan sebagainya sebagainya 28:58 untuk kemudian demi masa depan maka 29:01 dibuatlah keputusan-keputusan hukum itu. 29:04 Ini loh cara hukum katanya ya. Kalau 29:06 enggak gitu ya sudah bubarkan MK saja. 29:08 Kalau kemudian MK tidak dimen seperti 29:11 itu kan. 29:12 Iya. Iya. Akhirnya Bang Toni malah jadi 29:15 banyak terjadi pelanggaran hierarki. 29:17 Hierarki ini ya apa ee kekuatan hukum 29:20 gitu. Ini kan sebenarnya kita berangkat 29:22 kan dari ini ya dari penetapan kerugian 29:24 negara untuk pengadilan tipikor. Nih 29:27 emang sih 29:28 ujung-ujung ini urusan urusan Tipikor 29:30 terus nih korupsi-korupsi. Yang terakhir 29:32 kan urusan ee mantan Menteri Pendidikan 29:34 ya Nadim. 29:36 Iya. Iya. Jadi permainan di level 29:39 kekuatan hierarki hukumnya ini ternyata 29:42 juga waduh bikin pusing rakyat itu, Bang 29:44 Toni. 29:45 Heeh. Kok apa kerugian? 29:47 Iya. 29:48 Jadi kadang-kadang swasta dengan swasta 29:51 yang kemudian saling membayar mereka 29:53 kok kerugian. Kan uang itu tidak akan 29:54 masuk ke negara kok dihitung kerugian 29:56 negara gitu loh. He 29:58 gitu. Artinya potensi kerugian negara 30:00 itu ketika uang itu memang betul-betul 30:03 gitu kan ya kalau itu tidak diambil sama 30:06 dia itu masuk negara dia jadi dia 30:08 menghalangi masuknya uang itu ke negara. 30:11 Nah itu kerugian negara he 30:13 gitu loh 30:14 ya. Tapi kalau kemudian dihitung sendiri 30:16 ah itu yang kemud supaya ini ya supaya 30:19 jadi satu ada lembaga. Jadi kejaksaan 30:22 itu menetapkan itu berdasarkan dari BPK 30:25 ya. PPK-nya juga harus dibersihkan. 30:28 bersih-bersih amat banyak juga di situ. 30:31 Artinya kalau BPK kemudian benar bersih 30:33 gitu kan, jadi tidak satu lembaga 30:35 menetapkan istilahnya jangan ceruk makan 30:37 jeruk gitu loh. 30:38 Iya. Iya 30:39 gitu loh. I jadi ada perimbangan. Oh BPK 30:42 seperti ini. Contohlah misalnya 30:44 kepolisian menetapkan jadi tersangka ya. 30:47 P21 serahkan kepada kejaksaan itu kan ee 30:50 supaya saling kontrol, tidak dimonopoli. 30:53 Begitu juga dengan peran BPK itu supaya 30:57 tidak terjadi sebuah monopoli dan 30:59 semaunya. Karena apa? Seringki ya 31:02 terjadi ee apa keputusan-keputusan hukum 31:06 itu diintervensi satu oleh politik ya. 31:09 Yang kedua oleh e apa ee conflict of 31:13 interest. I 31:14 ada kepentingan-kepentingan di situ 31:16 dengan tawar-menawar pasal dan 31:18 sebagainya supaya ini bisa diminimalisir 31:21 ada lembaga yang lain untuk menghitung 31:24 ya ee supaya intervensi politik dan 31:27 konflik ya tidak hilang memang tetapi 31:30 paling tidak bisa diminimalisir bisa 31:32 dikurangi dengan munculnya lembaga lain 31:35 sebagai balance gitu kan untuk menjadi 31:37 balance gitu kan 31:38 ya jadi ee BPK nanti juga masyarakat 31:41 akan lihat jadi ketika kerugian negara 31:43 itu ee hitungan satu gitu loh. He he. 31:47 Tidak banyak versi gitu loh ya. 31:49 Satu-satu versi ee BPK menggunakan 31:52 standar ini loh standar hitung. Silakan 31:54 masyarakat itu akan lihat mengkritik 31:56 cara kami menghitung ya apakah kami 31:58 salah. Nah, tapi kalau kemudian ini 32:01 menurut saya bagus ee keputusan MK ini 32:03 kalau kemudian masing-masing lembaga 32:05 hukum ya ee menghitung itu cara 32:08 menghitungnya seringki standarnya 32:10 berbeda. 32:10 Heeh. 32:12 Dan memang BPK punya keahlian untuk 32:13 menghitung ya hidupnya di situ. Dia 32:15 tugasnya itu, kewenangannya itu. 32:17 Hari-hari dia menghitung itu. 32:20 Dihitung wah ini ini e apa penyimpangan 32:23 ini. Oh ini kemahalan ini ya. Oh ini 32:27 apa? Kemurahan ini ya. Ee ini ada ada 32:31 potensi ini ya. Di situlah BPK kemudian 32:33 serahkan. 32:34 Oke. 32:36 Baikbaik Bang Toni. Waduh sudah dikasih 32:38 kode nih ya. [tertawa] 32:40 kode waktunya sudah akan habis. Bang 32:42 Toni sebagai ee penutup di dialog kita, 32:46 bagaimana ee pandangan Bang Toni ketika 32:48 media The Economist yang berbasis di 32:50 London ini mempublikasikan artikel gitu 32:54 ya, menyinggung tentang ee Presiden 32:57 Indonesia yang membahayakan ekonomi dan 32:59 demokrasi. Komentar singkat aja dari 33:01 Bang Toni. 33:03 Iya. Ya. Ee tapi memang situasi di 33:06 Indonesia itu dilematis. Jadi, presiden 33:08 harus betul-betul mengambil 33:10 keputusan-keputusan yang bijak ya, tapi 33:13 juga presisi kan terukur. Ini yang yang 33:16 yang terpenting gitu. Yang terpenting 33:19 karena memang ee yang lebih utama 33:21 diutamakan oleh Indonesia adalah ekonomi 33:23 dengan ya keterbatasan ee fiskal. 33:27 Bagaimanapun para ekonomic, Indonesia 33:29 butuh ee pinjaman kepada luar negeri ya. 33:33 Pinjaman kalau dari China kemudian dari 33:35 Jepang itu pinjaman kan pinjaman by 33:37 project, pinjaman investasi. Sementara 33:40 Indonesia butuh uang cash ya untuk 33:43 menangani ee berbagai kebutuhan yang 33:46 sekarang ini termasuk intervensi ee 33:49 rupiah, intervensi apa moneter dan 33:51 sebagainya. Oleh karena itu ee mau tidak 33:55 mau ya yang bisa lobi-lobi seperti itu 33:58 ya Amerika yang punya uang itu siapa? 34:00 Yang punya uang kan Black Road, Buffet 34:02 dan sebagainya gitu kan. dan yang bisa 34:04 kemal 34:07 ee dalam konteks ini. Jadi ee apa yang 34:10 dilakukan oleh oleh Presiden ya, apa 34:12 yang dilakukan oleh Presiden ee untuk 34:16 mendekati Amerika yang memang dianggap 34:18 Amerika adalah ee solusi ya tidak 34:21 salah-salah amat gitu kan tidak 34:22 salah-salah amat. Tetapi juga di dalam 34:25 negeri harus dibenahi, harus lebih 34:27 teratur, lebih tertib ya. Kalau kemudian 34:30 kita mengandalkan luar sementara di 34:32 dalam negeri itu tidak ditertibkan di 34:34 lapangan khususnya berkaitan dengan ee 34:37 pengelolaan dana ya ini juga akan 34:40 kesulitan meskipun sesungguhnya ketika 34:42 kita dapat pinjaman misalnya sekarang 34:44 kan sudah dikeluarin bon kemarin ada 34:46 bonat segala gitu kan ya malah ee saya 34:49 dengar ya ini perlu diklarifikasi 34:51 informasinya perateriat dari pengusaha 34:54 pengusaha bukan keluar dari uang sendiri 34:55 malah pinjam ke bank ambil selisih waduh 34:57 ini makan jer ini enggak ada solusi 35:00 kalau begitu. Itu namanya bukan patriot, 35:02 tapi sikapnya enggak patriot kalau 35:04 memang itu betul ya praktiknya seperti 35:06 itu. Betul. Kemudian suku bunga 35:08 dinaikkan mau tidak mau otomatis kan 35:10 naik semuanya. Nah, dalam konteks ini 35:14 perlu lebih tertib lagi, lebih disiplin, 35:18 lebih bijak dengan mempertimbangkan 35:21 semua hal ya pejabat-pejabat saat ini 35:25 tidak boleh kepan. 35:27 Iyaah. karena situasi global ya yang 35:29 kemudian merembet dampaknya kepada 35:32 Indonesia ya tidak boleh kemudian 35:34 membuat optimis penting ya tetapi tidak 35:37 boleh ter over confidence itu bahaya 35:40 over confidence ya saya seringki 35:43 memberitahu kepada teman-teman yang 35:44 terjun di dunia politik ya ini ini 35:46 politik ya apalagi situasi kayak gini 35:48 kan situasi politik juga muncul 35:50 iya 35:51 ee SOP-nya adalah ya tidak boleh 35:54 overcfident tidak boleh meremehkan, 35:56 mengecilkan apapun. 35:57 Nah, 35:58 ya apun situasi seperti ini ya ee perlu 36:01 lebih berhati-hati, lebih waspada, lebih 36:05 disiplin, lebih ee wise ya 36:10 kemudian ee lebih bijak di dalam membuat 36:14 keputusan-keputusan dan 36:16 keputusan-keputusan itu harus 36:17 betul-betul dihitung dalam sebuah segala 36:19 hal tepat, presisi, terukur, dan 36:22 dampaknya bisa diperkecil. Begitu. 36:24 Iya. Iya. Iya. Baik, Bang Ton Rosid. 36:26 Terima kasih banyak dialognya di pagi 36:29 hari ini. Semoga bermanfaat untuk 36:31 pendengar. Insyaallah kita jumpa lagi 36:33 Rabu depan ya, Bang Toni ya. Semoga 36:35 selalu sehat. 36:35 Insyaallah. 36:36 Asalamualaikum. 36:37 Amin. 36:38 Waalaikumsalam.