Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
4:05 Semoga tercurah pada junjung Nabi Besar 4:06 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 4:09 beserta keluarganya, sahabatnya, serta 4:12 para pengikutnya. Alhamdulillah 4:15 pada pagi ini kegiatan rutin kita setiap 4:18 Ahad pagi dengan 4:21 kajian diskusi Islami 4:25 kita juga lakukan pada hari ini. Dan 4:27 alhamdulillah telah hadir di 4:29 tengah-tengah kita guru kita Ustaz Agus 4:34 Sudarmzi, psikolog, M.Sc. Asalamualaikum 4:37 Ustaz. 4:38 Waalaikumsalam. 4:38 Iya. Semoga Allah selalu memberikan 4:41 kekuatan kesehatan untuk bisa memberikan 4:43 kajian-kajian kepada para jemaah. 4:47 Dan pada materi kita pagi ini, 4:51 kita akan membahas terkait dengan 4:55 keluarga islami 4:57 di mana tentunya kita semua sebagai 5:02 bagian dari keluarga. 5:05 Jika yang sudah berkeluarga punya istri, 5:08 punya 5:10 anak dan juga kita sebagai anak juga 5:12 punya orang tua di dalam keluarga kita, 5:17 keluarga kita. 5:19 Jadi, bagaimana kita membangun sebuah 5:23 keluarga yang islami 5:26 di dalam keluarga kita masing-masing 5:29 tentunya yang sesuai dengan pedoman 5:30 Islam seperti apa dan juga tentunya kita 5:34 juga sering mendengar atau sering 5:37 mendoakan teman kita yang baru membangun 5:41 keluarga baru dengan doa semoga menjadi 5:44 keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah 5:47 dan tentunya nya itu seperti apa dalam 5:51 implementasinya dan juga dalam 5:54 pengamalan keseharian yang berimpact 5:56 terhadap keluarga yang islami. 5:59 Selanjutnya 6:01 akan disampaikan secara lebih lanjut 6:04 oleh Ustaz kami persilakan. 6:08 Tafadol Ustaz 6:10 Terima kasih Pak Utsman. Asalamualaikum 6:15 warahmatullahi 6:16 wabarakatuh. 6:18 Waalaikumsalam 6:20 warahmatullahi wabarakatuh. 6:23 Alhamdulillahiabbil 6:24 alamin. 6:26 Alladzi hadana lihadza 6:29 wama kunna linahtadi laula an 6:32 hadanallah. 6:34 Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 6:39 syarikalah. 6:40 Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 6:44 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 6:48 sholli wasallim wabarik ala nabina 6:51 Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman 6:56 tabiahum ila yaumilqiamah. 6:59 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 7:03 la haula wala quwwata illa billahil 7:06 aliilim. Amma ba'du qallahu taala 7:10 kitabil karim. 7:12 Aubillahiminasyaitanirjim. 7:17 Bismillahirrahmanirrahim. 7:22 Ya ayyuhalladzina 7:26 amamanuttaqulaha 7:28 haqqa tuqatih 7:31 wala tamutunna 7:33 illa wa antum muslimun. 7:40 Bapak-bapak, Ibu-ibu, terutama yang kami 7:43 hormati 7:45 pengurus DKM Masjid Raya Cibubur 7:50 Country. 7:52 Alhamdulillah pagi ini kita bisa 7:54 bermuwajahah, bisa bertemu 7:57 persis di penghujung bulan Zulkadah. 8:01 Insyaallah besok kita sudah masuk bulan 8:04 apa, Pak? Zulhijah. 8:08 Dan kita disunahkan mulai berpuasa yang 8:10 mampu 9 hari 8:14 dari tanggal 1 sampai tanggal 9. Nanti 8:18 puncaknya kita berhari raya tanggal 10 8:21 Zulhijah, hari raya Idul Adha dengan 8:24 berkurban. Ya. 8:27 Yang kedua, kita banyak-banyak 8:30 berselawat atas Nabi 8:33 bahwa dengan diutusnya Rasulullah 8:36 sallallahu alaihi wasallam kita dapat 8:38 keluar dari kegelapan dan insyaallah 8:41 kita berdoa pada Allah diberikan 8:43 syafaatnya kelak di akhirat. Amin. 8:46 Allahumma amin. Allahumma sholli ala 8:47 Muhammad wa ala ali Muhammad. 8:50 Saya berbangga hati ini sebagian 8:53 anak-anak muda nih sini ya. Depan saya 8:54 ini persis anak-anak muda. Masyaallah 8:57 ya. Bapak-bapak juga masih semangat. 8:59 Semangat muda Pak ya. Alhamdulillah. 9:02 Nanti di surga enggak ada orang tua Pak. 9:05 Di surga enggak ada jenggot putih. 9:08 Insyaallah semuanya mudah-mudah ya. 9:12 Pagi ini saya ingin bicara sesuatu topik 9:15 yang sangat-sangat penting 9:19 tentang anak saleh. 9:24 Kalau kita dengar orang bicara tentang 9:26 anak saleh itu yang terpikir Pak anaknya 9:30 kecil. Betul, Pak ya? Anak saleh. 9:33 Padahal sampai tua seperti saya pun 9:36 seperti Pak Utsman. Pak Utsman belum 9:38 turut tua nih ya. Heeh. 9:40 Kita semua anak, betul, Pak. Ya. Nah, 9:44 anak yang saleh, Pak, itu bukan cuma 9:47 dambaan orang tua atau keluarganya. Anak 9:51 yang saleh itu dambaan Allah, 9:55 dambaan bumi, 9:58 dambaan semesta raya. 10:02 Bapak, Ibu sekalian 10:05 ada muslimat juga ya di sana ya. 10:06 Alhamdulillah. 10:10 Bumi kita ini sudah begitu menderita 10:16 karena 10:19 kezaliman tangan manusia, Pak. 10:26 Aceh Tamiang. Dari utara sampai Tamiang. 10:29 Kemarin rekan-rekan kami dari ukh 10:32 Alfattah Rescue 10:35 sebelumnya 1 bulan persis Ramadan 10:38 disuruh ke sana lagi, Pak. 1 bulan 10:40 beramal saleh, Pak. Menjadi saksi 10:42 bagaimana alam 10:45 yang begitu permai sebenarnya di Aceh, 10:48 Pak. Saya pernah ke Aceh waktu tsunami 10:50 tahun 2005 26 Pak. Ya. 20 tahun kemudian 10:55 suasana berubah, Pak. 10:58 Kerosakan alam begitu dahsyat. Dan yang 11:01 sekarang kalau Bapak tahu 11:04 yang sekarang sedang heboh dengan film 11:06 dokumentari 11:09 apa, Pak? Pesta babi, ya mengerikan, 11:14 Pak. 11:18 Tidak mungkin alam ini 11:21 rusak kecuali nilai-nilai kesalehan 11:25 ditinggalkan manusia, Pak. 11:28 yang kita harapkan, Pak, ada anak-anak 11:30 saleh 11:32 di pemerintahan kita, 11:35 anak-anak saleh di masjid-masjid kita, 11:39 anak-anak saleh di sekolah-sekolah kita, 11:42 anak-anak saleh sampaiun 11:45 di ruang-ruang pengadilan kita sebagai 11:49 hakim, sebagai jasa, sebagai pembela, 11:52 kita memerlukan anak-anak saleh. 11:57 Tangkap ini 12:00 tanpa kesalehan, Pak. Dunia ini hancur. 12:06 Ketika Allah ingin menciptakan manusia, 12:12 dipil. Sekarang judulnya dipil ya, Pak 12:15 ya. 12:17 Zaman saya masih remaja, enggak ada tuh 12:19 istilah spil. Eh, kita spil dulu, Pak. 12:24 disepil informasi kepada para malaikat. 12:27 Inni jailun fil ardi khalifah. 12:31 Hei para malaikatku dan para makhlukku 12:35 jin 12:37 iblis 12:39 sudah ada sebelum manusia. Ini jailun 12:42 fil ardhi khalifah. Aku akan menciptakan 12:46 di muka bumi pengganti 12:50 alkhalifah. 12:52 Ada mengatakan pengganti generasi 12:54 sebelumnya. Karena sebelumnya pernah ada 12:57 makhluk yang juga duduk di bumi, menetap 13:02 di bumi melakukan kerusakan. Kata 13:04 malaikat apa? 13:07 Ataj'alu fiha yufsidu fihafdima. 13:13 Ya Rabb, ya Tuhan kami, apakah Engkau 13:16 akan menciptakan di sana di muka bumi 13:20 makhluk yang akan membuat kerusakan 13:23 dan menumpahkan darah? 13:27 Kata Allah, "Inni a'lamu ma la tamun." 13:30 Aku lebih tahu apa yang kamu tidak 13:33 ketahui. Bapak, Ibu sekalian, 13:37 malaikat sudah memprediksi bumi ini akan 13:40 terjadi kerusakan dan pertumpahan darah, 13:43 Pak, oleh makhluk bernama manusia. 13:47 Tetapi malaikat tidak tahu makhluk yang 13:49 kayak yang baru mau diciptakan oleh 13:52 Allah ini berbeda dengan sebelumnya. 13:54 Karena apa? Makhluk yang akan diciptakan 13:56 Allah bernama manusia ini diberi 13:59 kapasitas 14:01 memperbaharui 14:02 bumi, Pak, 14:05 dengan apa? Kapasitas kesalehan dalam 14:08 diri dia. 14:11 Jadi, anak-anak saleh itu 14:14 adalah anak-anak yang baik. Bapak kalau 14:16 lihat, kalau saya sebut anak-anak yang 14:18 dilihat jangan anak kecil, Pak. Tapi 14:20 saya juga anak. Kita semua anak. Betul 14:22 ya? 14:26 Kapasitas apa itu? Kemampuan untuk 14:28 berbuat baik. 14:31 Tidak stop di situ. Berbuat baik dan 14:34 perbaikan. 14:36 Ya, itu saleh, Pak. Ya, berbuat baik dan 14:41 perbaikan. 14:43 Kebaikan sudah biasa kita lihat, tetapi 14:46 perbaikan bagaimana? 14:48 Bagaimana memperbaiki kerusakan di Aceh? 14:51 bagaimana memperbaiki kerusakan di 14:53 Papua. 14:56 10 hari saya 14:59 berada di Kalimantan Barat, Pak. 15:02 Sebagian alamnya pun rusak. Bapak-bapak 15:04 yang mungkin lahir di Bandung 15:07 60 70 tahun yang lalu, sekarang lihat 15:10 Bandung sekitarnya apa menangis. 15:14 Alamnya sudah hancur. Karena apa? 15:16 Tangan-tangan manusia 15:19 yang merusaknya. Maka sekarang kita 15:21 bicara tentang kesalehan. Mari kita 15:23 sama-sama 15:25 tanpa kesalehan, Pak, kita tidak mungkin 15:28 mendapatkan bumi yang baik, bumi yang 15:31 makmur, bumi yang adil. Ya. Jadi, Bapak 15:35 Ibu sekalian, 15:37 perkara anak saleh ini sudah dibahas 15:41 bahkan sejak sebelum manusia diciptakan. 15:44 Ya, ini kita garis bawahi dulu sampai 15:47 akhir zaman, sampai sekarang ini masih 15:50 tetap relevan. Baik, kita akan bicara 15:52 anak saleh dengan 15:55 role modelnya, uswah hasanahnya adalah 15:59 Nabi Ibrahim. Ya, Nabi Ibrahim ini 16:02 anaknya saleh, Pak. 16:04 Ibrahim sendiri anak saleh. Dan kemudian 16:07 dia mencetak anak-anak saleh. 16:12 Ibrahim punya dua anak. Ayo adik-adik, 16:14 siapa yang tahu dua anak Nabi Ibrahim 16:16 siapa? 16:18 Pertama siapa? Ismail. 16:21 Yang lahir pertama Ismail yang kedua? 16:25 Ah, Ishak. Dari kedua anak laki-laki 16:29 ini, Pak, akan turun nabi-nabi sampai 16:34 kemudian yang terakhir Nabi Muhammad 16:36 sallallahu alaihi wasallam. Memang yang 16:37 paling banyak nabi-nabi dari garis 16:41 nasabnya Ishaq. 16:44 Ishak turun ke bawahnya. Yaakub, Yakub 16:48 ada Yusuf dan seterusnya sampai Isa 16:51 Alaih Salam. 16:54 Tapi dari Ismail hanya satu nabi yang 16:57 turun yaitu Nabi Muhammad sallallahu 17:01 alaihi wasallam. 17:03 Dua keluarga besar ini, dua nasab yang 17:07 diturunkan dari Nabi Ibrahim ini 17:09 sekarang yang menjadi penguasa bumi, 17:12 Pak. 17:14 Cerita bumi kita ini dari kedua jalur 17:17 nasab ini. Ya, saya tidak berlama-lama 17:20 di situ. Siapakah Ibrahim ini? Nabi 17:24 Ibrahim 17:26 dia pernah ada di Mesir, dia pernah ada 17:29 di Babilonia 17:31 dan dia pernah ada di tanah suci 17:35 Palestina, tanah yang berkah. 17:37 Alhamdulillah saya pernah ziarah, Pak. 17:40 Ziarah ke makamnya Nabi Ibrahim. 17:44 Jadi ini sekedar informasi 17:48 di Westbank di tepi barat itu ada 17:51 namanya Masjid Ibrahimi, Syarif Ibrahimi 17:55 di Hebron namanya, Pak. Ya. Di sana ada 18:00 sebagian ruang dari masjid itu ada makam 18:04 pertama Nabi Ibrahim dan istrinya yang 18:08 pertama. Siapa istri pertama? Nabi 18:09 Ibrahim 18:11 Sarah. 18:13 Kemudian ada makamnya Daud. Nabi Daud, 18:17 Pak. Tetapi dibagi dua. Dibagi dua, Pak. 18:23 Yang ada makam Daud sudah langsung 18:25 diambil alih oleh Yahudi. Padahal itu 18:28 masjid, Pak. Bentuknya masjid. Tapi 18:31 langsung dijadikan tempat ibadahnya 18:34 Yahudi 18:35 di Hebron itu. Masyaallah. Nah, Nabi 18:38 Ibrahim ini disebut sebagai teladan yang 18:40 terbaik. 18:43 Ada dua ayat yang berurutan 18:46 yang menyebut keteladanan Nabi Ibrahim. 18:49 Masyaallah. Bapak, Ibu sekalian, kalau 18:52 kita dikasih oleh Allah role model yang 18:54 terbaik, maka ikutlah dan yakin absolut 19:01 haqqul yakin kita akan selamat. Apa kata 19:05 Allah dalam surah almumtahan ayat 19:07 keempat dan keenam? 19:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Qod kanat 19:11 lakum 19:14 ha uswatun hasanatan fi Ibrahima 19:18 walladzina maahu. 19:21 Sungguh telah kami jadikan buat kamu 19:26 pada diri Ibrahim dan orang-orang yang 19:30 bersamanya yaitu keluarga dan 19:31 pengikutnya. Siapa mereka? Teladan yang 19:35 terbaik. Uswah sana. 19:37 Diulang lagi oleh Allah dalam surah yang 19:40 sama ayat yang berikutnya surat ke-6 ya. 19:43 Boleh dicatat anak-anak ya. Nanti 19:46 dikonfirmasi ke Qurannya mushafnya tapi 19:49 dicatat surat Al apa? Almumtahanah 19:52 ayat yang keempat dan keenam. Berikutnya 19:56 tambah lagi Pak kalau tadi cuma qad. 19:59 Qad itu dalam bahasa Arab kita akan 20:01 dengan harfu taukid 20:04 ditambah lam taukid Pak. Jadi dobel ya. 20:08 Laqad sungguh-sungguh sungguh-sungguh 20:12 laqod kanana lakum 20:16 fihim 20:17 uswatun hasanah. 20:21 Sungguh-sungguh telah dijadikan pada 20:23 diri mereka Ibrahim dan keluarganya 20:27 uswatun hasanah. Bagi siapa? Bagi 20:30 orang-orang yang berharap bertemu Allah 20:32 dan hari akhir dengan selamat. Dan 20:36 barang siapa yang berpaling dari 20:39 uswah hasanah itu, maka kata Allah, 20:43 Allah akan membiarkan dia. Karena Allah 20:45 maha kaya dan Allah maha terpuji. 20:50 Ternyata ada orang, Pak, tidak doyan, 20:53 tidak mau mengambil Ibrahim sebagai 20:57 uswah hasanah, Pak. 20:59 Akhirnya yang terjadi 21:01 kalau dia mencetak anak, kalau dia 21:04 membentuk atau dia mendidik anak, gak 21:06 terjadi anak itu anak saleh. 21:10 Ya. Baik, kita lanjut ya. 21:13 Dan ternyata Bapak Ibu sekalian, 21:17 orang-orang yang mengikut caranya 21:20 Ibrahim dalam kehidupan, caranya Ibrahim 21:23 dalam beribadah, caranya Nabi Ibrahim 21:26 dalam mencetak anak saleh, Pak, itu 21:28 disebut orang yang agamanya terbaik, 21:30 Pak. Masyaallah. 21:33 Ini ayatnya Quran, bukan Taurat, bukan 21:36 Injil, bukan Zabur. Quran. 21:40 Apa kata Allah? 21:44 ahsan 21:46 mimman aslama wajahuillahi 21:49 wahua muhsinun 21:53 ibrahim hanifaallahu 21:56 ibrahima khila 22:00 dan siapakah yang lebih baik 22:04 agama dia 22:07 daripada orang yang menyerahkan dirinya 22:10 nya 22:12 kepada Allah 22:14 dan dia berbuat kebaikan muhsin 22:18 dan dia mengikuti milahnya cara hidupnya 22:22 Ibrahim 22:24 yang lurus itu 22:27 ditanya oleh Allah 22:30 tidak ada orang lebih baik dari yang 22:32 ikut Ibrahim. Ya, watakallahu Ibrahim 22:36 kholila. Dan Allah menjadikan Nabi 22:38 Ibrahim sebagai 22:40 kesayangannya, sahabat kesayangannya. 22:43 Jadi Nabi Ibrahim punya 22:47 punya gelar Khalil Khalilullah. Kalau 22:52 Nabi Muhammad gelarnya apa? 22:55 Rasul Rasulullah. Kalau yang disebut 22:58 sama Allah di 23:01 Quran Rasulullah ya beliau bukan yang 23:03 lain Rasulullah ya. Nabi Isa 23:08 ruhullah 23:10 ya karena ditiupkan langsung roh ke 23:15 dalam Nabi Isa. Satu lagi Nabi Musa 23:18 gelarnya apa? 23:20 Hah? Kalamullah. Wah ini anak-anak 23:23 ngajinya sudah bagus Pak ya. 23:25 Alhamdulillah. 23:27 Baik. Kita lanjut ya 23:29 terkait anak saleh, Pak. 23:32 Gimana kita mendidik anak saleh? Pertama 23:35 yang diajarkan oleh Allah melalui Nabi 23:36 Ibrahim adalah doa. 23:40 Doa, Pak. 23:43 Doanya itu diajarkan langsung oleh Nabi 23:45 Ibrahim 23:47 ya. Surat Safat Assfat ayat ke-100. 23:50 Rbi habli 23:54 minas shihin. 23:56 Wahai Tuhanku, 23:59 berikanlah kepada aku 24:04 keturunan dari golongan orang-orang yang 24:07 saleh. Ya, jadi ini doanya Nabi Ibrahim 24:11 minta 24:12 mendapatkan anak yang saleh, Pak. 24:16 Ini karena orang saleh ini masyaallah 24:19 seperti saya sampaikan tadi, Pak. Orang 24:21 saleh ini sangat diharapkan oleh bumi. 24:25 Bumi ini menangis, Pak, karena 24:27 kezaliman. Bumi begitu rupa 24:29 dieksploitasi, diperkosa, dihancurkan. 24:33 Tapi orang saleh nih akan menjadi 24:35 pewaris bumi. Ya, masyaallah. Nah, 24:40 kemudian 24:41 doa itu dikabul sama Allah. 24:45 Ya, doa itu dikabul sama Allah. 24:49 Maaf, [berdehem] 24:52 Nabi Ibrahim bersyukur pada Allah. 24:54 Alhamdulillahi 24:57 Alhamdulillahilladzi 24:59 wahabali alal kibari Ismail wa Ishaq. 25:04 Innabbiami 25:05 dua. Doa Ibrahim itu ketika dia sudah 25:09 sepuh, sudah lansia, sudah usia lanjut, 25:12 Pak, Ibrahim belum dikasih keturunan. 25:17 Tetapi kemudian di usia lanjutnya itu 25:19 Ibrahim dikasih dua anak yang berurutan 25:23 datangnya. Pertama Ismail dulu, 25:29 kemudian Ishak. Dan ini urutan ayatnya 25:34 disebut Ismail du dulu baru isya. Karena 25:38 urutan lahirnya begitu 25:40 ya. Saya tidak berpanjang dengan sejarah 25:44 Ishak dan Ismail. Kita langsung jumping 25:47 karena waktunya terbatas ya. Karakter 25:50 anak saleh seperti apa? Ah, ini Pak 25:51 penting 25:54 Bapak Ibu sekalian 25:56 kita bisa mengambil kesimpulan 25:59 anak saleh itu seperti apa. Anak saleh 26:02 ada dua 26:04 karakter pokoknya. Amanu wa amilus 26:08 shihat. 26:11 Dia beriman dan beramal saleh. Ya, Pak 26:14 ya. Ah, Bapak, Ibu sekalian, 26:20 kelak di akhirat ada orang-orang yang 26:24 menyesal ketika hidupnya tidak saleh. 26:28 Minta sama Allah dikembalikan 26:31 sebentar saja ke muka bumi, sebentar 26:34 saja turun ke dunia, Pak. Silakan dicek. 26:38 Ini ayat sebenarnya dibaca oleh 26:42 imam salat Jumat sebagai sunah 26:46 pasangannya. 26:48 Kalau pasangan pertama Al ee surah 26:53 Al-Ghasyah 26:56 yang berpasangan dengan surat apa coba? 26:59 Yang pertama Sabihis Sabisma dan surah 27:02 Al-Ghasiyah. Yang kedua pasangannya apa 27:05 jo anak-anak? 27:08 Alla sama alghosi itu pasangan pertama. 27:10 Kalau pasangan kedua, 27:12 Aljumuah dengan 27:15 almunafiqun. 27:16 Bapak, Ibu sekalian, ketika bicara 27:18 tentang surat almunafiqun di ayat 27:19 terakhir ada, Pak statement mayit baru 27:24 mati, Pak, masuk ke barzakh sudah minta. 27:27 Ya Allah, Rabbi, ya Tuhanku nangis 27:31 menjerit. 27:33 Air matanya mungkin sudah habis air mata 27:36 darah. 27:37 akani 27:40 kalau saja engkau izinkan aku pulang 27:42 sebentar, Pak, ke dunia sekejap saja. 27:46 Faasqo kata mayit itu, maka aku akan 27:51 bersedekah. 27:53 Wa akum minas shihin. 27:57 Dan aku akan menjadi orang yang saleh. 28:03 Mayit nangis ketika di barzakh. 28:07 Nangis, Pak. Minta sekejap aja, Pak. 28:13 Itu kita ilustrasikan mungkin, Pak, ya. 28:17 Kalau ada mayit yang mati membawa 28:18 kekayaan 400 triliun 28:22 seperti kekayaannya yang sekarang sedang 28:24 di obral sana kemari melalui MBG ya kan? 28:31 Saya yakin Pak dia begitu dikembalikan 28:34 ke dunia Pak karena tahu bagaimana 28:37 dahsyatnya siksa kubur. Cicilan pertama 28:41 siksa kubur. Nauzubillah minzalik. 28:44 Kemudian nanti akan terus perjalanan 28:46 panjang dengan siksa akhirat yang lain. 28:49 Saya yakin orang itu akan menulis cek, 28:54 "Habiskan semua hartaku ini karena 28:58 enggak berguna di kubur nanti." Ya, 29:03 habiskan untuk sedekah. 29:06 Nangisnya mayit 29:09 tidak bersedekah. Yang kedua, tidak jadi 29:11 orang saleh. Meninggalkan salat, 29:17 tidak berakhlak baik, merusak bumi, 29:21 merusak persaudaraan. Nah, ya. Baik. Ini 29:25 ceritanya di barzakh seperti itu. 29:28 Karakter anak saleh pertama apa? 29:31 Pertama adalah 29:34 halim. 29:35 Halim itu penyantun. 29:38 Ya, slide-nya slide ke berapa itu, Mas? 29:42 E S Ra, Mas Neza, Mas Rizal? Sat yang 10 29:46 ya. 29:51 Halim. 29:53 Maka 29:55 kami memberikan bagi dia kabar gembira 29:59 dengan seorang anak laki-laki gulam yang 30:03 penyantun. 30:06 Masyaallah. Kalau kualitas alhalim itu 30:10 seperti sifat Allah yang penyantun, Pak. 30:14 Maka kalau ada orang namanya Abdul Halim 30:17 ya Bapak-bapak dulu kita kalau terbang 30:20 belum ada Cengkareng kita terbangnya 30:21 dari Jakarta ke mana-mana ke mana, Pak? 30:24 Ah Halim Perdana Kusuma itu namanya 30:26 Abdul Halim Perdana Kusuma. 30:31 Ya. Kenapa dikasih nama Halim? Supaya 30:35 penyantun orangnya lembut. 30:37 Ya. Nah, ini sikapnya tenang, 30:41 penuh kendali diri, enggak emosian, Pak. 30:44 Diprovokasi dia. Tenang. 30:48 Ini orang-orang hebat ini, Pak. 30:51 Kalau dia sedang pegang senjata meskipun 30:54 diproposasi senjatanya tidak gampang 30:56 dihunus, Pak. Pistolnya tidak gampang 30:59 meletus. 31:00 Ya, kalau pedang terhunus. Kalau pistol 31:03 meletus, ya kan? 31:05 Oh, sekarang, Pak, 31:07 pistol ke mana-mana dihunus. Betul 31:09 enggak, Pak? 31:13 Semua orang ditodong 31:15 teror. Ya, maka terorisme itu di 31:18 mana-mana, Pak. Terorisme tidak mungkin 31:21 dilakukan oleh orang-orang tidak 31:22 bersenjata. Ya, terorisme itu lebih 31:27 cenderung dilakukan oleh orang 31:29 bersenjata. Coba ya. Kalau zaman dulu 31:32 pedang, sekarang pestol, ya kan? 31:36 Yang kedua, orangnya pendiam. Kalau 31:38 tidak di provokasi dia enggak ngomong. 31:41 Tapi diamnya karena apa? Diamnya karena 31:44 dia mengendalikan diri. Meskipun dia 31:46 marah, dia tidak ngomong, Pak. Ya, tidak 31:49 kelihatan marahnya dalam ucapannya. 31:52 Kalau sekarang kan, Pak, orang marah 31:55 melampiaskannya kata-kata, Pak. Ya, maka 31:58 ada motivasi, kata-kata motivasi. Kalau 32:02 marah jangan ngomong, 32:05 Bapak-bapak. Kalau kita lagi marah diam. 32:08 Salah satu orang Halim itu kalau marah 32:11 jangan ngomong. Anak-anak kalau marah 32:12 jangan ngomong, diam. Rasulullah juga 32:15 kalau enggak berkenan, kalau marah diam. 32:18 Tapi ternyata ini sifat para nabi, Pak. 32:22 Tapi sebaliknya 32:24 kalau ngomong jangan marah ya. Saya 32:27 ulangi kata-kata motivasinya. 32:30 Kalau kalau apa tadi? Kalau ngomong, 32:33 kalau bicara jangan marah. Kalau marah 32:37 jangan ngomong. Ah, jangan bicara ya. 32:41 Diam aja. 32:43 Baru ngomong kalau sudah enggak marah 32:45 ya. Karena ucapan manusia bikin tambah 32:48 orang marah. Betul, Pak. Hah? Bikin 32:50 tambah orang marah. Baik. Yang terakhir, 32:52 penyantun itu peduli, welas asih, 32:55 mendahulukan orang lain dan 32:58 senang memberi dengan ikhlas. Yang 32:59 kedua, waktu terus bergulir. 33:03 Sabar ini akan saya bahas sangat penting 33:06 yang ini, Pak. Sabar 33:08 apa kualitas sabar ini? Saya singkat 33:11 saja. 33:13 Ketika Ibrahim sampaikan kepada Ismail, 33:16 "Anakku, 33:18 aku diberi oleh Allah perintah melalui 33:22 mimpiku 33:23 dan ini mimpi betul, mimpi kenabian, 33:26 mimpi nubuwah. 33:29 Aku disuruh menyembelih kamu. Kira-kira 33:32 bagaimana pendapatmu?" 33:34 Kalau anak biasa langsung, "Bapak ini 33:36 gimana ya? Mosok anak sendiri 33:38 disembelih." 33:40 Tapi kala Ismail, Pak, dari kecil sudah 33:43 dididik oleh ibundanya, ibunda Hajar, 33:47 bahwa ayahnya adalah seorang nabi 33:50 pembawa risalah nubuwah. Ayahnya tidak 33:53 mungkin berbuat zalim. Ketika sampai 33:57 umurnya, 33:59 sampai umurnya disembelih, Pak Ismail 34:01 bilang nih, 34:05 "Ya abati if'al ma tummar 34:11 satajiduni 34:13 insyaallahu 34:16 minas shobirin." 34:20 Ini kata-kata yang indah, Pak. 34:23 Ibrahim sebagai ayah tidak langsung 34:28 otoriter. Heh, ini perintah Allah harus 34:30 mau 34:32 ikat langsung cincang langsung jagal 34:36 Pak. Ya. Tapi kata Ibrahim coba ya 34:41 bunayya 34:43 anakku sayang. Ibrahim tuh jarang ketemu 34:46 Ismail Pak. Bayangkan, Pak. Kita sudah 34:49 udah berpuluh tahun enggak punya anak. 34:52 Begitu dikasih anak, Pak, disuruh 34:55 tinggal. Ibrahim pulang ke Palestina 34:58 ditinggal di Makkah itu anak sama 35:00 istrinya, Pak. 35:02 Tiap hari Ibrahim memendam apa, Pak? 35:05 Rindu. Tapi enggak boleh sama Allah 35:06 ketemu. Enggak boleh ketemu 35:09 sering-sering sama anak, Pak Ibrahim 35:11 tuh, Pak. 35:14 Ya, ini mungkin salah satu bagaimana 35:16 anak-anak yang tumbuh di pesantren itu 35:19 lebih tangguh, Pak. Lebih mandiri, 35:23 jarang ketemu bapaknya, ya kan? Ah, ini 35:26 anak-anak ketemu Bapak tiap hari atau 35:29 berapa tahun sekali nih? Hah? Jarang 35:32 ketemu Bapak ya? 35:35 Masyaallah ya. Kata Nabi Ibrahim, 35:39 "Anakku begit ya, anakku ya." Tetapi 35:42 kata Ismail, "Ya ayah, 35:47 lanjutkan perintah Allah ya. 35:51 Engkau akan mendapati aku 35:55 orang yang sabar." Sabar ya. Kalau Pak 35:59 Osman ke sini berarti waktu saya sudah 36:00 hampir habis, Pak. Ya, 36:03 kita skipskip aja ya. Ada skip, ada 36:06 spill. Saya belajar sama anak-anak 36:09 sekarang nih, Pak. [tertawa] 36:11 Berikut yang kedua eh tadi sabar ya. 36:15 Yang ketiga. Ah ini yang penting Pak ini 36:18 sudah jarang sekarang nih yaitu sodiqul 36:22 wa kata Allah dalam surah Mary 54 ya. 36:26 Wkur fil kitabi Ismail 36:31 innahu kaana shodq wa'di waana rasulan 36:37 nabiya. 36:40 Ingatlah 36:43 tentang 36:45 kisah Ismail di dalam kitab ini. 36:49 Sesungguhnya dia adalah orang yang benar 36:51 janjinya 36:52 dan dia ya 36:56 nabi dan rasul, Pak. Ni ditegaskan 36:59 [tertawa] sini ismah itu nabi dan rasul. 37:04 Bapak-bapak, 37:08 kalau orang berjanji lewat kampanye, 37:11 berapa persen janjinya dipenuhi, Pak? 37:14 100%, Pak. 37:16 Berapa persen, Pak? 37:19 Saya janji 37:22 membuka lapangan kerja 19 juta. 37:28 Janji enggak tuh, Pak? 37:30 Itu janji, Pak. Benar enggak? Janji 37:33 Bapak lihat TRKnya di digital, rekam 37:37 digitalnya ya. Tapi yang terlaksana 37:39 berapa, Pak? 37:43 Saya enggak ngomong, nanti saya 37:44 ditangkap, Pak. 37:47 Ya, janjinya pasti benar, tapi tidak 37:50 mudah janji. Kalau sudah berjanji tidak 37:52 meleset. Nih Ismail ada cerita gini, 37:54 Pak, sama orang. Saya sama Pak Utsman 37:56 nih. Pak Utsman Ismail saya temannya 38:00 Il. Besok kita ketemu di sini ya. 38:05 Habis asar jam 0.30. Siap Ismail, Pak. 38:11 Besoknya Ismail nunggu di sini Pak. 38:14 Sampai malam lagi. Sampai besok lagi dia 38:16 belum ke mana-mana. Di sini terus, Pak. 38:18 Ismail 38:21 temannya datang. Il kamu kamp di sini. 38:23 Aduh, benar kita kemarin janjian ya lupa 38:28 saya. Maaf ya, Ilmail kayak gini, Pak. 38:33 Ada enggak orang kayak gitu sekarang, 38:34 Pak? 38:37 Jawab sendiri ya. 38:39 Yang keempat, ini orang senang 38:42 kebersihan. Anak sekolah itu senang 38:45 bersih, bersih-bersih, 38:48 ya. 38:50 Membersihkan apa saja. Jadi kalau anak 38:51 saleh, masjid kotor bersihkan, kampung 38:53 kotor bersihkan, Pak. Itu anak saleh, 38:56 orang saleh gitu, Pak. Dirinya kotor 38:57 bersihkan. Masyaallah. Ya, kita lanjut. 39:02 Jadi, bersihkanlah rumahku untuk 39:04 orang-orang yang tawaf, yang iktikaf 39:07 serta sujud, rukuk dan sujud. Nah, 39:10 maksudnya apa? Karena Ibrahim sama 39:12 Ismail disuruh merawat Masjidil Haram, 39:15 Pak. Bapak-bapak yang pernah ke Masjidil 39:17 Haram ya, Pak Utsman ya. Kayak gini nih 39:21 zaman sekarang. Kalau zaman dulu Ibrahim 39:23 sama Ismail yang bersih-bersih, Pak. 39:25 Masjidil Haram 39:27 ya. Tapi Masjid Haram enggak seperti 39:29 sekarang [tertawa] dulu ya. Kita lanjut 39:31 ya. Berikutnya peduli lingkungan dan 39:34 ekonomi. Ya, intinya pokoknya peduli 39:37 lingkungan bukannya justru menjadi 39:40 perusak alam. Berikutnya anak saleh nih 39:44 sigap membantu orang tua. Waarfa 39:48 Ibrahima 39:49 alqwaida minal baiti wa Ismail. Ya, jadi 39:54 sangat senang membantu orang tua. Jadi 39:56 Ismail ini ketika Ibrahim ketemu itu 39:58 anaknya sudah 89 tahun, Pak. Itu anak 40:02 itu badannya kencang, Pak. 40:05 Karena dia merawat 40:07 merawat kambing 40:10 di pertanian bantu ibunya. Masyaallah 40:14 ya. Saya punya anak lima, Pak. Yang saya 40:18 semua anak saya lima-limanya ini masuk 40:20 pesantren. Tapi yang kenal dengan 40:22 kambing, 40:24 tidur sama kambing, makanin kambing, 40:27 Pak. Itu anak saya nomor empat. Eh, 40:29 nomor tiga, 40:30 akhlaknya berbeda dengan saudara yang 40:32 lain. Itu kalau saya, kalau saya mau 40:36 makan 40:38 dia langsung ambilkan minumnya, Pak. 40:42 Anak saya yang lain enggak ada. 40:46 Dia paling lembut, 40:48 paling duluan bantu ibunya, paling 40:51 sayang sama saudara-saudaranya. Anak 40:52 saya laki-laki 40:54 namanya Abdullah. 40:57 Jadi anak-anak kalau belum punya 40:58 kambing, besok di sini cari kambing, 41:00 Pak. Ya, karena semua nabi adalah 41:03 penggemembala, Pak. Jadi, anak Bapak 41:06 kalau mau jadi benar saleh, Pak, suruh 41:08 belajar dari kambing. Ya. Nomor tujuh, 41:14 amalnya itu sangat dirawat. Rabbana 41:18 taqobbal minna innaka antas samiul alim. 41:22 Bagaimana supaya amalnya itu diterima 41:25 oleh Allah. 41:26 Ya, niatnya ikhlas. 41:29 Amal saleh diterima oleh Allah karena 41:32 niatnya dulu ikhlas. Yang keelapan, 41:34 ingin dirawat menjadi muslim selamanya. 41:37 Ini, Pak, bukti bahwa Nabi Ibrahim itu 41:40 muslim, Pak. Tidak mungkin Ibrahim yang 41:42 muslim Ishak jadi Yahudi. Enggak 41:45 mungkin, Pak. Jadi, Yahudi itu bukan 41:48 agama samawi, bukan agama langit. Yahudi 41:51 itu buatan manusia. Ya, Ibrahim tidak 41:55 Yahudi. Ibrahim adalah mus M muslim. 41:58 Tadi imam kita membacakan 42:02 ayat di rakaat kedua. Ibrahim Hanifah 42:05 musliman ya. Seorang muslim yang hanif 42:08 meminta ilmu yang terbaik. Rbana arina 42:11 wa arina manasikana. 42:14 Berikan aku ilmu terbaik ya Allah. Ya. 42:17 10. Senang bertobat ya. Intinya 10 42:20 karakter anak saleh ya. pertama 42:22 penyantun lembut hati ya boleh dicatat. 42:27 Yang kedua sabar 42:30 yang ketiga janjinya benar. Yang keempat 42:34 senang kebersihan dan senang 42:37 membersihkan, Pak. 42:41 Termasuk kalau dia jadi presiden, Pak, 42:44 dia sedang bersih-bersih nih 42:46 koruptor-koruptor yang jadi tikus ya. 42:49 Ahah. Bersihkan semua. 42:52 Berikutnya, 42:54 peduli lingkungan dan kemakmuran bangsa. 42:57 Yang keenam, sikap membantu orang tua. 42:59 Yang ketujuh, sangat cermat 43:04 dalam hal kualitas amal. Merawat 43:07 keislaman. Yang kedelapan 9. Menimba 43:10 ilmu yang terbaik. Yang ke-10 bertobat. 43:13 Terakhir 43:15 cara Ibrahim 43:17 me mendidik anak adalah pertama 43:22 tauhid. Bapak, Ibu 43:26 tidak mungkin anak yang saleh bapaknya 43:28 itu musyrik 43:31 lah. Wong bapaknya sudah saleh, anaknya 43:34 belum tentu saleh seperti kejadian dari 43:36 keluarga Nabi Nuh. 43:39 Ya, Nabi Nuh anaknya girirus Saleh. 43:44 Ya. Yang kedua, keteladanan orang tua. 43:47 Orang tua memberi teladan, "Eh, kamu 43:50 salat." Orang tuanya enggak salat, Pak. 43:52 Ya. Yang ketiga, kekompakan antara ayah 43:56 dan ibu. Kompak. Jangan ayahnya tegas, 43:58 ibunya kasih manja. Tidak begitu dengan 44:01 Hajar. Jadi masyaallah di balik Ismail 44:04 yang saleh, Pak, ada ibu yang salehah, 44:09 ya. Ada ibu yang saleh merawat anaknya, 44:13 membesarkan hatinya. Ayo, Nak, kamu 44:17 bisa menjadi orang yang saleh. Berdoa 44:20 dan mengajarkan doa ya. Karena doanya 44:23 anak yang saleh ditunggu-tunggu orang 44:25 tuanya yang sudah meninggal. Yang 44:26 kelima, tawakal kepada Allah. Yang 44:29 keenam, komunikasi. Ya tadi kan dimulai 44:31 dengan ya bunayya ya, Pak. Ya, itu 44:34 Ibrahim mengajar kita kasih sayang pada 44:37 anak, Pak. Jangan sama anak kita 44:39 manggilnya manggil yang 44:43 laqab, yang buruk, Pak. Eh, pitak. Nah, 44:50 anaknya hitam. Eh, eh hitam mana? Si 44:52 hitam mana? Ah, 44:55 ya. Masyaallah. Yang ketujuh, menegakkan 44:58 salat. Ini salat 45:00 delapan mengajarkan ilmu, maaf 45:03 yang melatih life skill. Anak-anak 45:07 Ibrahim itu jago berkelai, Pak. Nabi 45:09 Ibrahim, Pak. 45:11 Ada ratusan berhala 45:14 dengan satu kampak aja, Pak. Pak, pak 45:16 pak pak. [tertawa] 45:17 Tinggal satu yang besar dikalungkan itu 45:20 kapaknya, Pak. Ya. Dan Ibrahim jalan 45:22 dari Hebron sampai ke Makkah. Bukan 45:25 tanpa halangan, Pak. di begal, begalnya 45:29 disikat, Pak. Jadi, anak-anak wajib 45:32 kalian belajar bela diri. Dulu para kiai 45:36 termasuk saya belajar bela diri 45:39 itu para pendekar. 45:41 Saya pendekar, Pak. Pendek dan kekar ya. 45:47 Sampai sekarang masih berlatih bela 45:49 diri, Pak. Saya masih bisa push up 200 45:53 kali sehari insyaallah. Mau coba? Boleh, 45:55 Pak. 45:56 Ya, 45:58 lari keliling sepama sepak bola tanpa 46:01 henti selama 30 menit. 46:05 Karena apa? Life skill ya kan ya. Itu 46:08 semua. Jadi jangan sampai santri-santri 46:11 itu lemah enggak punya bela diri ya. 46:15 Terakhir membangun sikap sabar dan 46:18 syukur. Nah, Pak Utsman 2 menit lagi 46:21 masih Pak ya. Ah, Bapak Ibu 46:24 ini tolong dibaca dengan indah nih. Kata 46:28 Nabi sallallahu alaihi wasallam, ini 46:29 hadis Nabi, ajaban li amril mukmin 46:33 menakjubkan. 46:35 Ajaib 46:37 urusannya orang beriman. Nabi bilang 46:41 gitu, Pak. Orang beriman, Pak, hidupnya 46:43 itu ajaib, Pak. Karena dua faktor. Apa 46:47 itu? Yang pertama. Nah, ini 46:50 kullahu kirun waaisa 46:54 liahadin illa lil mukmin. 46:58 Bahwa keajaiban urusan orang beriman itu 47:02 tidak terjadi di luar orang beriman. 47:06 in asakaro 47:11 kalau mendapatkan kebaikan, kenikmatan, 47:13 kemudahan dia bersyukur. Sebaliknya 47:21 kalau diuji dengan keburukan, 47:24 kesempitan, 47:26 dia bersa bersabar. Ya, jadi Ismail itu 47:30 punya kualitas utama kesalahan adalah 47:33 bersa sabar. Nah, saya kira itu yang 47:37 ingin saya sampaikan bahwa sabar ini 47:41 adalah kualitas pokok dari seorang 47:45 saleh, anak saleh bernama Ismail. Ya, 47:48 satajiduni 47:50 insyaallah minas shobirin. Masyaallah, 47:53 Pak. Jadi, Pak 47:56 orang sabar enggak bakal kalah. 48:00 Kalau dia jadi pengusaha, penguasa, dia 48:03 tetap lempeng. Jadi pengusaha tetap 48:06 lempeng. Enggak manggil, enggak ambil 48:08 jalan pintas. Lah ini orang sabar. 48:12 Kenapa sekarang banyak korupsi? Karena 48:15 orang tidak sabar. Karena hidupnya penuh 48:17 dengan kenyamanan. Ismail hidupnya penuh 48:21 dengan keterbatasan. Ketika dia bilang, 48:24 "Mama, aku ingin makan ini, Nak. Jangan 48:29 kita belum punya uang. Tapi Pak 48:32 anak-anak yang dibesarkan 48:36 di keluarga memanjakan dia, Pak. Apa-apa 48:38 langsung kalau orang Jawa bilang sakdat 48:41 sakat 48:43 tastes, Pak. Ya, 48:45 itu tastes, Pak. Pengin ini langsung 48:48 belikan. Nah, anak-anak kalau bapak 48:50 ibumu bilang, "Mah, aku pengin sepatu. 48:53 Tunggu dulu bulan depan ya. Bulan depan 48:55 belum ada lagi. Kamu sabar, kamu jadi 48:58 orang kuat. 49:00 Ya, jangan hidup penuh dengan kemudahan. 49:04 Ketika kamu penuh dengan kemudahan, kamu 49:06 jadi manusia bermental lemah. Tetapi 49:10 ketika kesulitan-kesulitan mendera kamu, 49:12 kamu calon orang besar. Betul enggak? 49:16 Ini mulai sekarang kalau dapat 49:17 kesulitan, alhamdulillah ya Allah ini 49:20 ujian agar agar aku menjadi orang yang 49:22 kuat. 49:24 Allahu Akbar. Nah, ya demikian terima 49:27 kasih atas semua perhatian. Kembali 49:29 kepada Pak Usman. Asalamualaikum 49:30 warahmatullahi wabarakatuh. 49:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:33 wabarakatuh. Ya, demikian kajian materi 49:37 keluarga islami dengan topik anak yang 49:39 saleh. Jadi ee kita sebagai anak 49:43 tentunya semua kita adalah anak gitu ya. 49:47 Tapi juga kita ada juga bagian yang 49:50 mempunyai anak atau seorang sebagai 49:52 seorang tua gitu. Nah, kita ada sesi 49:56 tanya jawab. Dipersilakan bagi Bapak 49:58 Jemaah juga ada pertanyaan dari 50:01 teman-teman mulai WhatsApp WhatsApp 50:03 Ustaz. Jadi ada beberapa pertanyaan juga 50:05 yang mulai dikirimkan WhatsApp dan juga 50:07 ada yang bisa langsung bertanya. Bagi 50:09 jemaah yang ingin bertanya dipersilakan. 50:13 Dari Pak Agus 50:16 yang bawa HP bisa tanya langsung ke 50:18 YouTube karena ini live sama tim kru 50:21 radio silaturahim TV silaturahim Mbak. 50:23 Masyaallah. Jadi kita nih langsung 50:25 streaming live ya. 50:28 Jadi kalau di YouTube kan bisa komen ya. 50:31 Silakan Bapak. 50:32 Ee asalamualaikum Ustaz. 50:33 Waalaikumsalam. 50:34 Izin bertanya Ustaz. 50:37 ee setiap manusia itu pasti diuji ya, 50:40 Ustaz ya. Ada yang diuji dengan 50:43 pekerjaan, ada yang diuji dengan ee apa 50:47 namanya ee keuangan. Nah, yang terkait 50:51 dengan tema ini misalnya orang diuji 50:53 dengan keluarga. Seperti Ustaz sampaikan 50:56 tadi ya, Nabi Ibrahim itu sebetulnya 50:59 adalah ee orang yang diuji paling berat 51:03 karena enggak ada ujian yang sampai 51:06 menyembelih anaknya kecuali Nabi 51:07 Ibrahim, Ustaz. Ya. Nah, 51:11 tentunya kita akan bangga kalau kita 51:13 punya ee anak keluarga seperti Nabi 51:17 Ibrahim. Nah, bagaimana kalau misalnya 51:20 orang itu diuji seperti Nabi Nuh, 51:23 anaknya durhaka, istrinya juga. Nabi 51:27 Luth juga, istrinya juga durhaka. Nah, 51:32 kita tarik ke zaman sekarang nih, Ustaz. 51:34 Ee di zaman ee sosial media teknologi 51:39 begitu pesat itu pengaruh-pengaruh Barat 51:42 itu kan demikian kuat ya, mempengaruhi 51:44 anak-anak kita. Nah, bagaimana ee supaya 51:47 kita bisa menjaga semua, supaya kita 51:52 bisa punya keluarga seperti Nabi 51:54 Ibrahim. 51:55 Karena sekarang, Ustaz, kalau kita lihat 51:58 banyak yang dari kecilnya berhijab, 52:03 sudah besarnya hijabnya dibuka. Ustaz, 52:06 itu realitas, Ustaz, ya. Dek yang masih 52:09 kecil kita didik bisa jadi orang yang ee 52:14 saleh, turut, nurut begitu. Orang ee 52:17 sudah besarnya dia ee membangkang gitu. 52:21 Terima kasih, Ustaz. Asalamualaikum 52:22 warahmatullahi wabarakatuh. 52:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:24 wabarakatuh. Mohon kenalan dulu Pak, 52:26 nama Pak siapa, Pak? 52:28 Iya, Ustaz. 52:29 Nama Bapak 52:29 Agus Sismo, Ustaz. 52:30 Wah, kita nama Agus, Pak, ya. Heeh. Pak 52:33 Agus panggilannya, ya. Pak Agus Siswoyo. 52:36 Sispa Agus Sismo. Baik, terima kasih 52:38 ya. Bismillahirrahmanirrahim. Shi ala 52:40 Muhammad w baduh. Bapak Ibu sekalian, 52:45 Nabi selevel Nabi Nuh 52:50 diuji sama Allah, Pak. 52:54 Begitu inginnya Nuh itu anaknya saleh. 52:57 Ayo, Nak. 53:00 Ikutlah ayah, Nak. 53:03 naik ke kapal 53:05 ini di Quran 53:08 ya. 53:10 Kita tidak bisa bersama ya, kita sudah 53:12 berseberangan. 53:15 Aku punya prinsip sendiri. Aku sudah 53:17 besar gitu, Pak. 53:20 Aku akan selamat aku akan naik ke puncak 53:24 gunung yang tertinggi. 53:26 Pakai otak ya, Pak. Ya, otak manusia 53:30 biasa. 53:31 Silakan. Sudah diingatkan belum, Pak? 53:34 Sudah diingatkan. Ya Allah, tolong 53:37 selamatkan anakku. Kata Allah tidak bisa 53:41 Nuh. Dia sudah memilih. Pak, kalau ada 53:45 anak memilih jalan berbeda ketika sudah 53:47 dewasa. Dari kecil Bapak sudah kasih dia 53:50 pelajaran pendidikan terbaik jadi anak 53:51 saleh. Dia berbeda di dewasa, Pak. 53:54 Jangan dipaksa, Pak. 53:58 Enggak usah dipaksa. 54:00 Bapak sudah selamat, itu urusan dia sama 54:03 Allah 54:04 ya, Pak. Ya gitu, Pak Agusismo ya. 54:08 Berikutnya, Pak. 54:11 Nabi Ibrahim ini mendoakan dirinya dan 54:13 anaknya salat. Ini memang agak berat, 54:15 Pak. Berat. 54:19 Rbij'alni mukimah 54:22 waminriyati rbana inaka samiuda. Ini 54:26 Nabi Ibrahim sendiri, Pak. Ibrahim. Ulul 54:29 azmi kata Pak Agus Sisma tadi, nabi yang 54:32 diuji sangat berat. Ulul azmi. 54:37 Apa doanya? Ya Allah, jadikanlah aku dan 54:40 keturunanku menegakkan salat. Karena 54:43 apa, Pak? Salat ini, Pak, pendidikan 54:46 sabar. Ini Bapak-bapak sama adik-adik 54:51 datangi salat pagi ini, Pak Utsman. 54:53 Insyaallah kita termasuk orang yang 54:55 sabar. Amin. 54:57 Karena apa, Pak? Enggak mungkin orang 54:59 datangi salat subuh, Pak. Ya, kok dia 55:01 enggak sabar, Pak. 55:05 Mudah-mudahan kita dikumpulkan sama 55:07 orang paling sabar di akhirat, Pak. 55:10 Amin. Siapa, Pak, orang paling sabar, 55:11 Pak? Kanjeng Nabi Muhammad sallallahu 55:15 alaihi wasam. Amin, Pak. Ini masyaallah. 55:17 Pak Gus ya. Berikutnya 55:21 juga 55:24 Nabi Muhammad menyuruh kita 55:27 ya Allah Pak melalui Quran di surah 55:30 Thaha 132 55:33 ahlaka 55:36 suruhlah keluargamu untuk salat 55:41 wastobir alaiha Pak Agus sabar 55:45 sabar Pak Anak Bapak enggak mau salat, 55:48 Pak. Tetap Bapak kasih peringatan. 55:53 Jangan berhenti. 55:57 Ustaz kalau setahun 365 hari dia enggak 56:01 salat 3 tahun. Jadi 300* 65 sekitar 1000 56:04 hari saya apa namanya ngingatkan dia. 56:08 Betul, Pak. 56:13 Pak, ini nyuruh siapa, Pak? Allah. Tapi 56:16 ganjarannya, Pak. Nah, ini la'aluqon. 56:20 Kata para ulama, Bapak selama ngingetin 56:23 anak salat, Pak, rezeki Bapak dijamin 56:26 sama Allah, Pak. 56:29 Kalau saja orang-orang yang sulit 56:31 rezekinya, sempit rezekinya, itu tahu 56:35 ayat ini, Pak, dia akan ngajak anaknya 56:38 salat, istrinya salat salat dulu yuk. 56:39 Salat dulu, salat dulu. Yakin, Pak, itu 56:43 rezekinya 56:46 dimudahkan. 56:48 Nahnu narzuquuka. Kami yang kasih kamu 56:52 rezeki. Ini Allah yang 56:55 nyatakannya Allah begitu ya. Walqibatul 56:59 taqwa dan akibat yang baik pada orang 57:01 yang takwa. Begitu Pak Kas ya. Jadi ayo 57:03 Pak terus Pak terus. 57:06 Dan memang di antara anak dan istri kita 57:09 ada musuh kita. Kata Allah kamu jangan 57:13 marah diamin aja. 57:17 itu begitu, Pak. Jadi 57:20 kalau ada Bapak-bapak 57:22 atau Ibu yang diuji belum punya anak, 57:27 udah puluhan tahun enggak punya anak, 57:29 Pak, Nabi Ibrahim diuji enggak? Diuji. 57:32 Bahkan kalaupun sampai Bapak mati 57:36 atau ibu mati tidak punya anak, 57:38 urusannya sama siapa? Sama Allah. Dan 57:41 Bapak atau Ibu itu sabar. Insyaallah 57:47 kata para ulama akan dimasukkan surganya 57:51 yang terbaik namanya Baitul Hamdi, Pak. 57:56 Masyaallah. 57:57 Ada surga yang mewah, Pak. Namanya 58:00 Baitul Hamdi. 58:03 Tidak punya anak itu memang aduh, Pak. 58:07 Atau Bapak sama Ibu diuji anaknya 58:10 bandel, memusingkan 58:14 sedikit-dikit polisi, sedikit-dikit 58:17 jaksa sedikit-dikit hakim. 58:20 Sabar, Pak. 58:23 Bapak lagi dipilih sama Allah seperti 58:26 para nabi dipilih di antara nabi-nabi 58:28 yang lain, Pak. Ya 58:30 kok bukan dia, ya? Aku nih paling keras 58:34 didik anak untuk saleh. Loh, dia enggak 58:37 didik anaknya saleh, salatnya biasa 58:39 saja. Kok anaknya jadi penghafal Quran? 58:41 Ada enggak gitu, Pak? Ternyata ada, Pak. 58:45 Kita kurang apanya? Malam tahajud anak 58:48 kita antar ke tahfiz Quran. Kok anak 58:52 kita enggak hafal-hafal? Itu ujian, Pak. 58:56 Supaya Bapak nanti tidak nepuk dada. Ini 58:59 anak saya saleh karena siapa nih? Siapa 59:02 dulu bapaknya? Pak ya, 59:06 anak saleh, anak hafal Quran itu Allah 59:08 yang milih. Maka jangan sesak dada kalau 59:12 anak kita tidak saleh, anak kita tidak 59:14 hafal Quran meskipun upaya kita sudah 59:16 maksimal. Betul, Pak. Serahkan kepada 59:20 Allah. Suatu ketika anak itu akan 59:22 diselamatkan Allah dengan doanya bapak 59:24 jangan berhenti ber doa. Demikian. 59:27 Wallahualam bisawab. 59:29 Masyaallah bisa. 59:33 Oh, closing-nya kata Pak Utsman. Bapak, 59:37 Ibu sekalian, alhamdulillah 59:40 tidak ada keluarga yang terbaik kecuali 59:43 keluarga yang saleh. Bapaknya saleh, 59:46 ibunya 59:49 salehah, Pak. Jangan saleh. [tertawa] 59:53 Anaknya saleh-salehah, Pak. Karena apa? 59:56 Ini keluarga yang kuat. Tidak mungkin 59:58 dibeli, Pak. Ah, ada 1:00:02 senior saya hakim, Pak. Hakim, Pak. Luar 1:00:06 biasa. Hakim 1:00:10 dianya lurus, istrinya lurus sampai 1:00:13 akhir jabatannya husnul khatimah 1:00:17 tanpa cacat, tanpa cela. 1:00:21 Beliau cerita gini, Pak. Kadang-kadang 1:00:25 yang namanya ujian itu dari belakang 1:00:27 istri, Pak. 1:00:29 Dan hakim-hakim bilang begini, "Pak 1:00:31 Utsman, 1:00:33 kalau didatangi orang yang mau 1:00:34 gratifikasi 1:00:36 ini kalau hakim yang enggak saleh. 1:00:39 Maaf saya 1:00:42 terikat sumpah jabatan. 1:00:45 Orang yang mau nyuap itu pergi, Pak. 1:00:47 Mas, Mas, Mas yang terikat sumpah 1:00:49 jabatan saya, istri saya enggak. 1:00:53 Maka banyak kehancuran 1:00:57 karena apa? Yang belakang bobol. 1:01:01 Tetapi pada teladan Nabi Ibrahim, Nabi 1:01:03 Ibrahim kuat, istrinya juga kuat, Pak. 1:01:07 Apa yang dikatakan Siti Hajar ketika 1:01:09 Ibrahim mau pergi, Pak? Bayangkan anak 1:01:12 masih merah 1:01:14 ditinggali kurun tandus, kurun tandus. 1:01:21 Ibrahim pergi aja, Pak. Ibrahim juga 1:01:23 kayak apa hatinya ya meninggalkan istri 1:01:26 dan anak yang disayanginya. 1:01:28 Hajar bilang, "Ya suamiku Ibrahim, 1:01:32 apakah ini keputusanmu atau ini perintah 1:01:36 Allah?" Ibrahim bilang, "Enggak 1:01:38 noongleh. Enggak noleh. Ini perintah 1:01:40 Allah. 1:01:42 Kalau begitu aku yakin Allah tidak akan 1:01:45 diam. 1:01:46 Ini perintahnya Allah akan mengurus kami 1:01:49 dengan baik. Sampai sekarang justru 1:01:52 tempat itu tempat yang paling 1:01:54 berkah di bumi ini, Pak. Tempat yang 1:01:56 paling banyak dikunjungi jutaan orang. 1:01:59 Di mana itu? Makkah almukarramah. 1:02:03 Demikian mohon maaf dari saya. Terima 1:02:05 kasih. Luar biasa hari ini kita sudah 1:02:07 pada semangat ya, Bapak, Ibu. 1:02:09 Alhamdulillah juga kru Rasil, 1:02:12 rekan-rekan dari tim Rasil ini 1:02:14 Subhanallah. Alhamdulillah 1:02:17 kembali kepada Pak Utsman. Mohon maaf 1:02:18 dari kami. Terima kasih kerja sama yang 1:02:20 baik ini. Semoga Allah memberkahi kita 1:02:23 semua. Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:02:26 warahmatullahi. 1:02:28 Alhamdulillahiabbil alamin. Kajian kita 1:02:31 pada pagi ini telah disampaikan dengan 1:02:35 sangat detail oleh ustaz dan kita 1:02:39 mendapat banyak pemahaman bagaimana kita 1:02:42 menjadikan sebuah keluarga yang islami 1:02:46 dengan materi anak yang saleh. Karena 1:02:49 pada dasarnya kita semua adalah seorang 1:02:52 anak yang mempunyai orang tua dan kita 1:02:56 bisa menjadi anak yang saleh yang 1:02:59 diharapkan oleh orang tua kita. Dan 1:03:02 tentunya dengan doa anak yang saleh juga 1:03:04 kita bisa memberikan kebaikan bagi orang 1:03:07 tua kita. Dan tadi disampaikan bagaimana 1:03:10 karakter anak yang saleh. Ada 10 tadi 1:03:14 yang disampaikan dan kita bisa ee 1:03:17 mempelajari dan mengamalkannya gitu ya. 1:03:20 Jadi kalau kalau mengaji kita ini 1:03:23 belajar gitu ya, setelah belajar kita 1:03:26 mengamalkan gitu ya. Jadi belajar 1:03:28 mengamalkan dan juga tentu nanti 1:03:31 selanjutnya kita berbagi dengan yang 1:03:34 lain setidaknya adalah dengan keluarga 1:03:37 kita. teman dekat kita, sahabat-sahabat 1:03:40 kita sehingga semua di antara kita 1:03:42 mendapatkan ilmu dan menjadi orang-orang 1:03:47 yang saleh. Demikian dari kami sebagai 1:03:51 pembawa acara. Terima kasih. Mohon maaf 1:03:53 jika ada kesalahan. Wabillahi taufik wal 1:03:56 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:03:59 wabarakatuh. 1:04:02 sallallah 1:04:04 ala