Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Hasil 0:02 [musik] TV. 0:08 Asalamualaikum, Mas Toni. Apa kabar? 0:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:13 wabarakatuh. Kabar baik Pak Isa dan 0:16 semua. 0:17 Ini ini dia nih kita pengin dengar dari 0:20 Ordal ini ya. Mah, gimana Madura Mas 0:22 Toni? Panas kah? Nampaknya pengurus PBNU 0:26 ini sudah bikin siap-siap yang penting 0:29 viral dan juga banyak biaya dikeluarkan 0:32 ya. Lain lubuk lain belalang kalau kita 0:34 lihat antara proses di Nahdatul Ulama 0:37 maupun di apalagi di Muhammadiyah ya. 0:39 Bagaimana kisah ini? Mungkin Mas Toni 0:42 bisa berikan kisah di balik cerita ini. 0:45 Arah ke mana ini? Tambang masih 0:47 diuruskah atau mungkin membawa sebuah 0:50 kisah lain? Nah, dan juga ada cerita 0:53 tentang pelaporan Tio Ardianto. 0:56 Nampaknya kalau kita viral dan pedas ini 1:00 harus mengalami resiko ya cerita amar 1:02 makruf nahi mungkar di negeri kita ini. 1:05 Belum lagi kritik terhadap PHK ya yang 1:08 dijanjikan 19 juta tenaga kerja sampai 1:12 34 bulan 5 bulan ini saja di tahun ini 1:15 saja sudah ada 41.000 1:18 46.015 1:20 15 orang yang kena PHK. Ini kan luar 1:22 biasa. Apa yang Mas Toni lihat dari Hang 1:25 Hengghong negeri ini. Sementara 1:28 para elit politik sudah mulai mikir 202 1:32 Prabowo Gibran periode kedua PKB sampai 1:36 [tertawa] 1:36 uring-uringan. Ini kok belum apa-apa 1:39 udah mikirin ke sana. dan juga urusan 1:42 motor BGN akan menjadi bubur. Nasi sudah 1:45 menjadi bubur. Mau dikemanakan ini? 1:47 Motor listrik pula lagi harga Rp2 juta 1:50 jadi berpuluh-puluh juta entah macam 1:52 mana. Silakan Mas Toni mungkin 1:55 memberikan narasi yang lebih jelas buat 1:57 negeri ini tentang gagasan etika publik 2:00 dan akuntabilitas yang menjadi mimpi 2:02 dalam perjalanan bangsa ini. Silakan Mas 2:05 Toni Rosid 30 menit ke depan. 2:09 Baik, Pak dan seluruh pendengar hasil di 2:11 mana pun berada, sehat selalu. Yang 2:14 pertama menyoroti tentang ee NU yang 2:17 akan muktamar tanggal 1 sampai tanggal 5 2:20 ya di Kediri. [berdehem] 2:23 Ee kenapa bukan pada saat pembukaan 2:26 muktamar di Kediri Presiden hadir ya? 2:29 Hm. Itu dia. 2:31 Kenapa di Madura 2:32 conditioning? 2:33 Ini terkait dengan mitos yang selama ini 2:37 berkembang bahwa siapapun presiden yang 2:40 datang ke Kediri itu akan jatuh. siapun. 2:44 [tertawa] 2:45 Oh, gitu ya. 2:45 Kun presiden Kediri enggak akan jadi. 2:49 Dan kemudian seolah-olah seolah-olah ya 2:53 melegitimasi ketika Gus Dur pernah 2:55 datang ke Kediri ya karena ke mana itu 3:00 ke Jombang. Kalau tidak lewat Surabaya 3:02 kan lewatnya Kediri kan. 3:05 itu terus kemudian jatuh di cocok coco 3:07 apa cocologi lah [tertawa] 3:09 cocokologi 3:11 danas ini dulu berangkat memang dari ee 3:14 katanya ya dari fatwa apa ee sumpah 3:18 seorang raja siapapun seorang pemimpin 3:21 seorang raja ya ee kalau tidak bersih 3:25 tidak lurus datang ke Kediri maka dia 3:28 akan jatuh tumbang 3:32 [tertawa] 3:33 luar biasa 3:34 He he. 3:35 Ee SB-nya juga datang ketika ke Gunung 3:37 Kelut itu kan e pinggiran antara dekat 3:41 dengan parah tapi enggak jatuh itu kan 3:43 [tertawa] 3:44 ya. Ee ya itu itu bagian daripada mitos 3:48 percaya tidak percaya 3:51 dan orang Indonesia itu orang Indonesia 3:53 itu 3:53 perlu membuktikan. 3:54 Iya betul betul. Lanjut dong 3:56 Pak Prabowo perlu datang sebenarnya 3:58 membuktikan bahwa ini salah saya datang 4:01 ke Kediri dan saya enggak jatuh. Cuman 4:03 masalahnya kalau kemudian jatuh makin 4:05 kuat mitas itu makin kuat. 4:09 I ee di dalam dinamika pemilihan NU 4:13 seringki terjadi sejumlah tokoh NU yang 4:17 kemudian 4:19 meminta bantuan, merapat ke istana untuk 4:21 mendapatkan bantuan. Ini yang menjadi 4:23 problem. 4:24 Hm. 4:25 Gitu. itu itu 4:26 jadi selama ini pemilihan-pemilihan 4:28 seperti itu ee perlu 4:32 dievaluasi NU perlu refleksi diri 4:34 melakukan evaluasi terhadap pemilihan 4:37 apakah pemilihan dengan cara itu cocok 4:39 dengan cara pemilihan beberapa apa ee 4:43 dari ee PWNO kemudian dari PCNU dari ini 4:49 ee apakah tidak ee kemudian melahirkan 4:53 apa KIA Langit misalnya banyak yang 4:56 langitan gitu loh. Ada 11 orang, 17 4:59 orang yang betul-betul tidak terafiliasi 5:02 dengan politik, yang betul-betul apa ee 5:06 punya integritas, yang betul-betul 5:08 diakui keulamaan dan kealimannya dan 5:11 sebagainya. Inilah yang kemudian ee ya 5:16 kira-kira tidak banyak tidak banyak dosa 5:19 inilah dosa sosial ya, tidak banyak 5:22 intrig ya. ada sekitar 117 orang yang 5:25 ini menjadi penentu siapa di antara 5:29 tokoh-tokoh NU yang kemudian layak 5:31 dijadikan pemimpin ee atas istiharah 5:34 mereka, atas ijtihad mereka, atas 5:37 kesungguhan mereka di dalam berkolwat 5:40 [berdehem] itu untuk menentukan. Saya 5:42 pikir NU itu kan punya punya kearifan 5:45 lokal dalam konteks ini 5:47 ya. ee kekuatan spiritualitas 5:50 gitu. Kemudian kekuatan zikirnya, 5:53 kekuatan berkhalwatnya, kekuatan 5:55 tarekatnya yang itu bisa membuka langit 5:59 yang kemudian dari arsy kemudian turun 6:02 ya ee turun ilham ya yang disampaikan 6:05 kepada para ulama-ulama khas ini. Lalu 6:07 di situlah muncul nama O, Sia atau 6:11 mungkin tiga orang kemudian dipilih eh 6:14 apa semacam majelis suronya lah kalau di 6:17 organisasi yang lain itu loh. itu yang 6:19 kemudian memilih siapa yang layak 6:21 menjadi PBNU sehingga ini akan 6:24 meminimalisir intervensi dari luar, 6:27 meminimalisir ambisi, meminimalisir 6:31 ee intrik-intrik, meminimalisir 6:34 kelompok-kelompok yang akan apa bermain 6:37 untuk menguas N. Ketika ini sudah jadi, 6:40 maka saya yakin mereka akan jauh lebih 6:42 amanah, lebih berintegritas, kemudian 6:45 juga lebih apa ee lebih kuat 6:49 pengabdiannya kepada untuk membesarkan 6:51 NU. Ya, saya pikir akan seperti itu. 6:54 Tapi kalau pemilihannya lagi-lagi dengan 6:57 pilihan ketua cabang kemudian ee apa ee 7:03 PPWNO, PCNO, Banon-banon yang lain dan 7:07 sebagainya ini menurut saya ee memberi 7:10 ruang dan peluang cukup lebar ee bagi 7:13 intervensi pihak eksternal yang ketika 7:16 diintervensi pihak eksternal apalagi 7:18 kalau pihak eksternal ini kemudian ada 7:20 janji dengan pihak internal. Oke. 7:22 MUI-nya begini, "Aku jadikan kamu ketua, 7:24 tapi sekretarisnya ini." Kemudian bla 7:27 bla bla bla bla bla. Dan ini enggak ada 7:29 bedanya misalnya dengan 7:31 organisasi-organisasi 7:33 ee non agama ya atau 7:35 organisasi-organisasi yang menjadi media 7:37 politik. Kalau ini terjadi perubahan 7:39 sebagaimana yang saya katakan tadi ini 7:42 relatif mensterilkan ee NU dari tangga 7:47 ya oleh oknum-oknum yang menjadikan NU 7:50 sebagai tangga untuk berkarir, sebagai 7:52 tetangga untuk ee membangun kepentingan 7:54 pribadi dan kelompoknya dan seterusnya 7:57 gitu. ee maka karena itu e pertarungan 8:01 yang begitu akut selama ini antara Ketua 8:04 PNU, Sekjen PBNU dengan benero Islam itu 8:07 kan segitiga yang menurut saya sangat 8:10 unik ya. Ee tidak ee akhirnya kemudian 8:14 memunculkan lagi Gus Ibul memberikan 8:16 komentar, "Oh, saya punya calon loh 8:18 bahasanya kan gitu. Ini calon saya ini." 8:20 gitu kan ya. He 8:22 ya dengan apunah argumentasinya intinya 8:25 dia menghan calon dan menurut saya 8:27 inilah imbas dari sebuah sistem yang 8:30 membuka ruang bagi permainan dan 8:32 intervensi Pak Ihsan. Eh karena itu 8:36 ketika sistem ini tidak diubah 8:38 rasa-rasanya ee perlu tenaga yang luar 8:42 biasa ekstra atau super ekstra ya untuk 8:46 apa meng bukan tidak percaya kepada NU 8:49 orang bukan tidak percaya kepada 8:51 ulama-ulama NU ulama-ulama NU itu luar 8:53 biasa ya yang banyak yang luar biasa 8:56 alim luar biasa integritas banyak yang 8:58 seperti itu. Tetapi ketika ada istilah 9:01 begini gitu loh 9:02 ee ini ini istilah ya ee apa namanya ee 9:10 apa stupid eh apa stupid system eh smart 9:15 person stupid system kalau ada orang 9:18 yang cerdas orang berintegritas tapi 9:20 sistemnya stupid gitu loh 9:22 biasa dikatakan artinya ketika sistem 9:24 itu sudah di ada yang merusak bukan 9:26 stupid ya bukan stupid ya pengertian 9:29 sama sekali tidak ini ada ungkapan orang 9:31 lain bahwa betapa banyak ya orang-orang 9:34 berintegritas tetapi ketika sistemnya 9:37 itu tidak pas, tidak cocok gitu kan ya, 9:40 tidak kondusif ya untuk melakukan sebuah 9:43 ee apa ee ee perbaikan-perbaikan maka 9:49 akan sulit untuk melakukan perbaikan 9:51 itu. atau mungkin Pak Mas Toni sindiran 9:54 Pak Prabowo ketika mengatakan 9:57 ee kaget banyak kekayaan negara hilang 10:00 dan mengomentari kelalaian bersama 10:02 bersama ini kan dari NU juga karena 10:04 paling besar kelalaian dilakukan untuk 10:07 pengingat kekayaan yang hilang itu macam 10:09 mana Mas Toni? 10:11 Oh, kelalaian bersama sebenarnya lebih 10:14 bagus diartikan bahwa NU dukung kami 10:16 dong melawan oligarki. 10:17 Itu 10:19 kita sikat oligarki gitu kan. Kita ini 10:21 ayo dukung gitu loh. Saya pikir kalau 10:24 kemudian NU misalnya ya dengan sebagai 10:28 ormas terbesar di Indonesia memberikan 10:30 dukungan Pak Prabowo ya ini datanya Pak 10:33 Prabowo ya. 10:35 Iya. He 10:37 data ini datanya Pak Prabowo ini harus 10:39 diambil alih gitu. Kemudian orang-orang 10:41 itu yang bayar pajak ngemplang harus di 10:43 ini. Kalau NU dukung Pak punya kekuatan 10:45 yang luar biasa. 10:46 Harusnya yang jadi masalah ini dia. 10:49 Lanjut. 10:50 Heeh. Semoga semoga 10:52 H 10:53 RU ini merekomendasikan itu di antara 10:56 jadi langsung bukan abstrak memberikan 10:59 rekomendasi kepada Pak Prabowo untuk A B 11:02 C D yang berkaitan dengan oligarki 11:04 dengan kekayaan negara. Ya, ini luar 11:07 biasa Pak kalau itu kemudian dilakukan 11:11 ya [berdehem] amat bermuktamar di PBNO 11:14 saya pikir PBNU adalah ormas terbesar di 11:17 Indonesia yang itu ikut memberi peran e 11:20 penentu sejarah bagi bangsa Indonesia di 11:23 masa yang akan datang. Maka mutamar kali 11:25 ini kita berharap betul-betul yang 11:28 terpilih adalah ya ee muktamar ini ee 11:32 minim intervensi, minim intrig, minim 11:35 permainan-permainan ambisius dan 11:37 minim-minim hal-hal yang bisa merusak 11:39 masa depan NU. Tetapi NU kembali kepada 11:42 khitah. Khitah sebagai organisasi para 11:45 ulama ya yang seahhatul Ulama. ulama 11:48 bangkit lagi untuk mengawal peran ee 11:52 kebangsaan ini menjadi bangsa yang 11:54 baldatun thayibatun warbun gfur. 11:56 Masyaallah. Masyaallah. Luar biasa ya. 12:00 Apalagi kira-kira ya urusan tenaga kerja 12:03 ini PHK juga sudah luar biasa ini Mas 12:05 Toni. 23.000 41 46.000 Ibu ya ee di ee 12:11 Kemenaker bilang apa yang terjadi di 12:13 tengah janji 19 juta lapangan kerja pada 12:16 saat kampanye Mas Ti. [berdehem] 12:18 [mendengus] Ini Pak Ihsan ini belum 12:20 seberapa. 12:21 Huh. Ini ini yang tercatat di apa tuh di 12:26 depak depnaker ya belum lagi yang tidak. 12:28 Iya 46.000 12:30 orang itu belum seberapa. 12:33 Begini, ini kan sudah kita bicarakan 12:35 dulu. Pertama ee kita jangan terjebak 12:38 kepada cash and cash, sesuatu yang ee 12:41 apa namanya ee masalah-masalah parsial 12:44 gitu kan. Kemudian perlu dilihat 12:46 faktor-faktor dan variabel-variabelnya. 12:49 Ee kemudian bisa memprediksi apa yang 12:51 akan terjadi ke depan. Pengangguran kan 12:54 saya sudah wawancara berapa kali sama 12:56 Pak Ihsan ini akan terus-menerus kan 12:58 soal pengangguran. Kenapa begini? 13:01 Sederhana kok ya ee bagi yang kita yang 13:04 agak awam ee soal ekonomi bukan eksert 13:08 di bidang ekonomi bisa membaca kok. 13:10 Investasi itu akan tumbuh bila ya 13:15 stabilitas politik kita ee politik dan 13:17 keamanan kita stabil. Sekarang politik 13:19 stabil apa enggak? 13:20 Hm hm. 13:22 Pertanyaan itu yang kedua ee adalah 13:24 kepastian hukum ee regulasi 13:27 ya. Ada enggak kepastian hukum investor 13:31 itu investasi di MBG terjadi 13:33 perubahan-perubahan teriak semua kan 13:36 [tertawa] 13:37 2 miliar bikin dapur gimana 13:39 kepastian itu itu satu contoh 13:41 contohcontoh kecil gitu kan ya kepastian 13:45 terus kemudian juga kekuatan institusi 13:48 efektivitas institusional efektivitas 13:51 institusional kita lihat Pak ya bikin 13:54 surat aja susahnya setengah mati bikin 13:56 izin susahnya setengah mati ada palakan 13:59 sana palakan sini institusi yang e 14:02 kemudian ya mengganggu sebuah proses 14:04 investasi maka banyak yang kemudian lari 14:07 ke Vietnam kan 14:08 enggak betul pabrik mobil apa tekstil ya 14:11 luar biasa 14:11 iya banyak dari Indonesia terutama 14:13 tekstil itu banyak lari ke sana itu 14:15 sudah PHK berapa banyak gitu loh 14:17 betul 14:18 ee e kemudian 14:21 apa ee perlindungan aset 14:24 h 14:25 gampang sekali di Indonesia itu aset 14:27 hilang gitu 14:28 kan ya. 14:29 Kalau empat unsur ini kita kan ada ada 14:32 masalah apalagi kemudian misalnya ee dan 14:36 antara ee sumber daya Indonesia ini kan 14:39 baru 14:39 betul 14:40 ya ee apa ee tras trust investor itu 14:45 belum ya memang dikatakan ada 1 kom ee 14:48 apa 1,5 miliar dana masuk untuk 14:51 investasi itu ya itu kan dana yang 14:54 kemudian diinvestasikan antara kebetulan 14:57 investasinya investasi si ee ee semacam 15:00 negara yang nanggung. Tapi kalau 15:02 investasi yang lain 15:03 h 15:03 siapa yang nanggung? 15:04 Apalagi situasi seperti ini. Nah, 15:07 sementara ee banyak-banyak aset juga 15:10 yang kemudian sekarang di diambilin ya 15:13 ee lepas bahwa kita penting untuk itu 15:16 tapi cuman momentumnya dan sebagainya 15:18 gitu loh. 15:19 Akhirnya apa? Investor menahan diri dan 15:21 banyak kemudian mengeluarkan uang lari 15:23 keluar uang dananya. 15:26 Heeh. 15:27 ee yang kita sadari betul bahwa 15:31 harga-harga bahan bahan pokok itu kan 15:35 ini ee naik 15:36 ya 15:37 luar biasa 15:37 e bahan ini bukan bahan pokok apa ee 15:40 bahan mentah naik 15:42 ya sementara 15:45 e 15:47 defilasi terjadi daya dibeli masyarakat 15:49 rendah 15:50 produk naik daya beli masyarakat sudah 15:53 rendah sudah awal tambah produk naik 15:54 makin rendah kalau kemudian rendah 15:56 rendah produksinya juga akan makin 15:58 rendah. 15:59 Kalau produksinya apa? Makin rendah maka 16:01 terjadi efisiensi dan efisiensi yang 16:03 paling gampang adalah PHK. 16:05 Hm. 16:06 Dan ini terusmenerus 16:08 ya. Eah kemudian kita lihat di Jakarta 16:10 misalnya ini contoh di Jakarta lah jabut 16:13 tabek gitu kan 16:15 ya. Ee Pak Prabowo bulan apa pada saat 16:19 Idul Fitri mengumpulkan 200.000 R000 16:22 orang dikasih itu insentif ee bantuan 16:26 ee itu Rp500.000 per orang. 16:28 Kemudian setelah itu ya setelah itu 16:31 Menteri ee ketua buruh dua-duanya jadi 16:35 pejabat tinggi. 16:36 Kemudian bikin satgas yang kemudian 16:38 kontroversi bikin satgas 16:40 ee untuk DKI ee keamanan 16:43 karena ada sekitar berapa itu? He 16:46 ee 1 bulan itu 1200 kasus pembegalan. 16:50 [berdehem] 16:51 Iya. kan bisa dibaca bahwa ee kemiskinan 16:54 naik. Ketika kemiskinan naik maka 16:57 tingkat ee ini juga akan naik. 16:59 Kriminalitas akan naik. 17:01 Kenapa kemiskinan naik? Karena PHK naik. 17:04 Hm. gitu. 17:05 Dan jadi tetapi kita juga perlu sadari 17:09 ya ada angin segar semoga ini dijalankan 17:12 efektif ya mengucurkan sekitar ee 26 ya 17:18 26 triliun sekian untuk insentif ini 17:22 efektif atau tidak? Ini yang kemudian 17:24 menjadi menjadi pertanyaan ya paling 17:27 tidak mengurangi kalau ini dilakukan 17:29 dengan tepat ya 17:30 ee bila perlu ditambah ya saya pikir 17:34 insentif ini bukan hanya ee untuk kalau 17:37 itu diberikan kepada masyarakat jangka 17:39 pendek 17:40 h 17:40 tapi kalau kemudian ini kalau itu tidak 17:43 dibarengi misalnya dengan relaksasi 17:45 pajak, tidak dibarengi dengan 17:48 kemudahan-kemudahan korporasi 17:51 terutama manufaktur gitu kan ya ini akan 17:54 ee hanya pada par ketika insentif itu 17:57 sudah habis ya selesai enggak ada jangka 18:00 panjangnya itu harus relaksasi pajak, 18:02 mendukung korporasi untuk tumbuh ya dan 18:05 sebagainya ya segala hal yang bisa 18:07 memberikan dukungan bagi tumbuhnya 18:10 sebuah korporasi terutama 18:11 korporasi-korporasi yang padat karya 18:14 yang kemudian membuka lapangan kerja 18:16 gitu kan itu akan sulit untuk diwujudkan 18:20 kalau tanpa itu semua jangka panjangnya 18:22 di situ. 18:23 Iya iya. Luar biasa memang ee apa banyak 18:27 kebijakan yang kadang-kadang tiba masa 18:29 datang akal. Ah BGN adalah salah satu 18:33 ide yang cemerlang tapi nampaknya eh 18:37 luar biasa ya. Dan ini ada urusan motor 18:41 lagi nih, Bang. Ini gede juga nih. Mau 18:43 dikasih para guru katanya kurang berkah 18:45 nih. Apa jadi Museum Motor Koruptor 18:48 seperti di ee Sentul masa lalu tuh yang 18:52 prek olahraga atau macam mana ini ee Mas 18:54 Toni idenya? 18:58 Ee jangan buru-burulah membuat 19:00 keperubahan keputusan. Makanya 19:02 tadi berkaitan juga dengan yang ee kedua 19:05 tadi 19:06 ya semua kebijakan itu harus 19:09 komprehensif. terus kemudian satu dengan 19:11 yang lain dihitung dan terhubung gitu 19:14 kan. Jangan parsial, sendiri-sendiri dan 19:17 spontan. Akhirnya apa yang terjadi itu 19:22 ee apa ya bahaya latin. Bahaya Latin itu 19:26 ada sesuatu yang di luar prediksi yang 19:30 pada akhirnya itu menimbulkan masalah. 19:33 Ada masalah-masalah atau efek-efek atau 19:35 dampak-dampak yang unpredictable tidak 19:37 diprediksi. He. 19:38 Oleh karena itu, untuk meminimalisir ya 19:41 yang tidak diprediksi itu, maka perlu 19:45 sebuah kebijakan itu ya melalui sebuah 19:48 ee apa? Kajian yang matang 19:51 dan kajiannya komprehensif 19:53 ya berhubungan dengan hal-hal yang lain 19:55 sehingga terhitung di situ ee ada 19:58 mitigasi yang lebih terukur. Ini akan 20:02 berdampak seperti ini, itu akan 20:03 berdampak seperti A B C D. Ya, ketika 20:06 itu dilakukan, saya pikir ini akan 20:09 meminimalisir ee situasi-situasi yang 20:13 tidak diinginkan yang selama ini 20:15 terjadi. Kenapa kaget-kaget kok begini, 20:17 kok begitu, ada inilah, ada itulah ya. 20:20 Karena memang ee kebijakan-kebijakan itu 20:23 tidak dilakukan melalui kajian yang 20:25 matang. 20:26 Hm. I 20:27 ya mulai dari sistemnya, anggarannya, 20:31 kemudian ee SDM-nya gitu kan. 20:35 Eeh. dan dan semua hal yang terkait 20:38 dengan itu. Kalau itu tidak dilakukan ya 20:40 kita seringkali terkaget-kaget ee dengan 20:44 ini dengan ee situasi-situasi yang 20:47 unpredictable atau dampak-dampak yang 20:48 prediktable itu Pak termasuk ya 20:51 motor-motor listrik itu jangan buru-buru 20:53 ini kemudian reaktif ya ee ini akan 20:56 dikasihkan se ke sini ini akan dilakukan 20:59 seperti ini. Janganlah begitu 21:01 dihitung dulu. [berdehem] 21:03 Memanggak enggak butuh itu ke depan. 21:06 Iya memang luar biasa ya kalau kita 21:09 mengkritik PRUSP maka macam tio yang 21:12 semalam itu dikulik di INWS ya ee 21:15 dilaporkan polisi dan lain-lain. 21:17 Sementara rezim ee sebagian ini sudah 21:21 mempersiapkan 5 tahun ke depan walaupun 21:23 baru 2 tahun belum lengkap ya Prabowo 21:26 Gibran dua periode sudah dicanangkan 21:30 lagi. Apa yang terjadi ini negeri kok 21:32 fokus pada ee Hang Hengghong yang satu 21:35 ini lagi. Emang demikian, Mas Toni, di 21:38 balik sana apa yang terjadi? Penutup 21:40 kayak kita enggak paham. 21:42 Kayak kita enggak paham, Pak Jokowi aja. 21:44 [tertawa] 21:46 Itu kan manusernya. Artinya ee harus 21:49 kita pahami dulu ada apa Pramudiaentatur 21:54 dia bilang begini, X sama bukan X 21:56 teorinya. Hm. 21:58 Jadi kalau J bilang bahwa ee itu bahwa 22:02 Pak Prabowo nanti samaan dua periode 22:05 gitu kan. 22:05 He 22:06 ya. Dua per bersama-sama gitu kan. Itu 22:09 artinya tidak dua tidak bersama-sama 22:11 gitu. 22:11 Oh gitu. Se kanan belok kiri ya. 22:14 Hama-sama. 22:17 Kemudian ee yang kita maknai dari siti 22:20 Pak Ihsan gitu. 22:21 Heeh. Pak 22:22 Pak Jokowi ingin memberikan sinyal 22:26 ee saya sudah tawarkan loh ya 22:29 bersama-sama tapi kamu enggak akomodir 22:31 gitu kan. Yang jelas tidak diakomodir 22:33 orang di lingkaran Pak Jokowi Pak 22:34 Prabowo enggak ada yang mau. 22:36 H pasti 22:37 ya baru masuk saja belum ada 1 tahun 22:39 sudah digoyang Pak Perbowo itu enggak 22:41 boleh sama Gibran terus ini ini harus di 22:44 diputus ini 22:46 gitu loh. Harus disesuaikan maka 22:48 purnawirawan dan sebagainya. Coba 22:50 silakan tanya kepada Gerindra. 22:52 H 22:52 iya 22:53 ya. Orang-orang Gerindra, orang-orang 22:55 ini ya di lingkaran sana kita tahulah 22:58 tidak ada yang dalam tanda kutip 23:00 menginginkan Pak Prabowo sama Gibran ya. 23:03 Maka mereka bahkan ingin dipercepat Pak 23:05 Prabowoama ini. Udahlah Gibran sampai di 23:08 sini aja jangan terus. Enggak e ini 23:11 enggak enggak proven gituak kayak itu 23:13 loh. Nah, Pak Jokowi tahu dan sadar 23:15 betul itu. Kemudian mengatakan kita dua 23:18 periode ya bersama-sama gitu dan itu kan 23:21 dalam tanda kutip ya 99% ditolaklah 23:24 kira-kira gitu. Kecuali ada situasi yang 23:26 darurat. 23:27 Nah, di situlah Pak Pak Jokowi punya 23:29 alasan untuk melakukan manuver dan 23:32 perlawanan. Ya, contoh manuvernya 23:34 sederhana kok. 23:35 Ya, mahasiswa datang ke K Pak Jokowi, 23:38 habis itu datang ke Gibran. soal MB 23:41 sekarang bicara tentang MB dan 23:43 sebagainya itu kan itu betul-betul MBG 23:46 itu ya ee bisa dikatakan wajahnya Pak 23:49 Prabowo. 23:50 H 23:51 sudah mulai diganggu oleh [tertawa] 23:54 si [berdehem] ini ya. Ee kita belum lagi 23:58 kalau kita lihat di institusi-institusi 24:00 keamanan itu pecah Pak. 24:02 Iya. 24:03 Kenapa Kapolri enggak diganti kemudian 24:06 Panglima TNI enggak diganti? Kita bisa 24:08 bayangkan orang-orang Basi 24:11 dan juga macet regenerasi di antara 24:14 institusi itu kan. 24:14 Oh otomatis kata Jerington itu ya ee 24:20 stabilitas 24:22 dan ee sehat dan stabilitasnya sebuah 24:25 negara apalagi terjadi sebuah ee apa ee 24:29 mutasi reguler atau mutasi yang se 24:32 air air mengalirlah gitu ya. Enggak bau 24:34 kan. Kalau enggak mengalir bau jadinya 24:36 kan 24:36 pergantian. Iya. Apa pergantian itu awal 24:40 abad ke-17 loh dibilang begitu itu 24:43 yang kemudian lahirlah dia mengarikan 24:45 ada dua itu lahirlah kemudian John Luke 24:48 dengan triat politika yang kemudian 24:50 dilengkapi oleh Montes itu kan 24:52 sebenarnya dalam rangka agar tadi kata 24:54 Pak Ehsan tidak bau 24:56 mengalir dia ada proses regenerasi ada 24:59 refresh gitu kan ada ada apa namanya 25:02 penyemangat ya spirit untuk bekerja 25:05 karena tempat yang baru karena tante 25:07 tangan yang baru, ada darah baru, ada 25:10 generasi baru dan seterusnya dan itu 25:13 mandek gitu kan ya. Pertimbangannya apa? 25:16 Apakah Pak Sikit terlalu kuat? Tidak. 25:18 Tapi di belakang Pak Sikit itu terlalu 25:20 kuat. Siapa di belakang Pak Sikit? Ya 25:22 Pak 25:22 Jokowi. 25:25 [berdehem] 25:25 Artinya apa? Di jajaran di dalam Pak 25:28 Jokowi terlalu terlalu kuat. Maka 25:30 kemudian kemarin ketika ada demo ya, 25:34 kenapa cuman yang demo itu 500 orang, 25:36 tentara dan polisi terlalu banyak 25:38 melebihi sampai 3.000-an ya 25:40 ya bisa [berdehem] en kali lipat itu kan 25:42 anggaran. Kalau kita melihat dari sisi 25:44 anggaran tapi di sisi lain kenapa 25:46 tentara itu dilibatkan dan berada di 25:48 belakang polisi? Tentara itu ngawasi 25:50 mahasiswa atau ngawasi ngamanin 25:52 mahasiswa atau ngawasi polisi? 25:54 Pertanyaan [tertawa] itu. 25:56 Iya. Luar biasa yah, Bang Toni. Waktu 26:00 puta yang memisahkan kita. Apa ingatan 26:02 Mas Toni ini? 26:03 Apalagi lebih-lebih di bulan Muharram 26:06 tahun baru ini waktu terus bergulir ee 26:09 menyongsong Indonesia 100 tahun ke 26:12 depan. Muharam ini besok 10 Muharam 26:14 banyak yang menjadi pengingat kita dalam 26:17 perjalanan hidup sejarah ee perjuangan 26:21 bangsa dan agama. Mungkin Mas Toni punya 26:24 pesan. Silakan, Masoni. [berdehem] Ya, 26:26 Pak. Tahun baru ya mesti dengan semangat 26:30 baru ya perlu kembali dibangun ke 26:34 kekompakan antara ee pemimpin dengan 26:37 rakyat ya. Tapi pemimpin sekali lagi 26:40 para pemimpin kita itu adalah orang yang 26:42 diberikan amanah oleh rakyat. Tidak ada 26:45 pintu dari jalan lain kecuali 26:46 baik-baiklah sama rakyat. Bagaimana cara 26:48 baik itu? Komunikasi yang baik dengan 26:51 rakyat, komunikasi yang intens dengan 26:53 rakyat. Kemudian yang kedua, 26:54 transparansi sebagai sebuah laporan 26:56 karena amanah itu dari rakyat. Yang 26:58 ketiga adalah jalankan sesuai, buat 27:01 kebijakan sesuai yang dimaui oleh 27:03 rakyat. Jadi komunikasi dengan ee rakyat 27:07 ya transparansi. Yang kedua, laporan dan 27:10 sebagai transparansi kepada rakyat. Yang 27:12 ketiga, buat kebijakan dan kelola negara 27:15 ini sesuai apa yang diharapkan oleh 27:16 rakyat. Kalau rakyat tidak paham, ajak 27:18 ngomong. Jangan diintimidasi, jangan di 27:22 yang lain-lain. Diajak bicara mereka ya, 27:25 ditemui mereka, diajak ngobrol mereka 27:28 sehingga menjadi sebuah ee apa namanya? 27:30 kesepahaman. Kalau sudah ada kesepan, 27:33 kesepahaman itu lahir dari komunikasi. 27:35 Kalau sudah ada kesepan, maka akan ada 27:38 tindakan yang ee lebih terukur. Begitu, 27:42 Pak. 27:42 Masyaallah. Terima kasih, Mas Ton Rosid. 27:45 tepat 8.30 waktu di studio. 27:48 Mudah-mudahan Allah memberikan 27:49 keberkahan dan terima kasih 27:51 pencerahannya pagi ini. Ditunggu 27:53 tulisan-tulisannya Mas Toni ya. 27:55 Mudah-mudahan 27:56 membawa cerita di balik cerita. 27:58 Asalamualaikum warahmatullahi 27:59 wabarakatuh, Mas. 28:01 Waalaikumsalam [berdehem] 28:02 warahmatullahi wabarakatuh.