Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
4:43 Brail TVrahmanirrahim. 4:48 [musik] 4:51 Asalamualaikum warahmatullahi 4:53 wabarakatuh, ikhwan wa 4:54 khotrafiimakumullah. 4:57 Alhamdulillah ya, kita bersama-sama 4:58 kembali di pagi hari ini bicara soal 5:02 kesehatan Islami itu sesuatu yang akan 5:07 sangat-sangat membantu perjalanan 5:09 langkah kita untuk sehat lahir dan 5:12 batin. Semua sehat ya? Alhamdulillah. 5:15 Dan tidak lupa tentu saja salam selawat 5:18 kita lantunkan untuk junjungan umat 5:20 kekasih kita Muhammad Rasulullah 5:22 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 5:25 kita dipertemukan dengan beliau di saat 5:28 yang sangat kita rindukan di yaumil 5:30 akhir. 5:32 Ikhwan akhwat, seperti biasa maka 5:36 narasumber kita yang hadir kali ini itu 5:40 RM Alvian yang merupakan 5:43 ee sok-sok praktisi pengobatan 5:47 tradisional integratif ya, akademisi, 5:51 penulis dan juga pendiri rumah sehat 5:56 Alvian. 5:57 berkecimpung di 6:00 bidang pengobatan ini sudah lebih dari 6:02 15 tahun loh. Wow. 6:05 Dengan pendekatan yang memadukan ilmu 6:08 kesehatan modern, herbal, dan juga 6:11 tradisional Chinese medicine atau TCM 6:15 yang saat sekarang ini juga 6:17 aktif loh di Rasil sebagai narasumber 6:22 untuk program kesehatan ini. 6:25 Beliau sudah ada di ujung sana. Kita 6:27 sapa beliau. Asalamualaikum 6:29 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Alvian. 6:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 6:33 wabarakatuh. 6:34 Dengar dengar lagi ujian ya, 6:37 sempat-sempatnya gitu. Keren banget. 6:39 Gimana? Sehat ya? 6:41 Sehat alhamdulillah. Iya. Sambil ujian 6:43 dikejar-kejar. [tertawa] 6:45 Dikejar-kejar masih bisa sambil siaran 6:47 siaran. Luar biasa. Emm. Hari ini 6:51 bahasannya terapi fisik teknik pijat 6:55 tradisional Cina. Ya, tadi waktu di off 6:56 air kita ngomongin 6:58 persisnya nih nyebutnya benar enggak 7:00 nih? Tuina Chengq. Betul enggak? 7:03 Cengku. 7:04 Oh, bukan ceng tapi ceng. [tertawa] 7:06 G itu dibacanya ku ka. 7:10 Heeh. Jadi bukan ceng tapi ceng cengku 7:12 ya. Oke. Jadi itulah ikhwan akhwat. 7:16 Bahasan kita tentu merupakan bahasan 7:18 yang mudah-mudahan terkait dengan terapi 7:21 fisik, teknik pijat tradisional China. 7:26 Silakan, Pak Alvian. 7:28 Baik, terima kasih e Mbaking. 7:31 Asalamualaikum [berdehem] warahmatullahi 7:32 wabarakatuh. 7:34 Waalaikumsalam. 7:34 Alhamdulillahabbil alamin. Wasalatu 7:36 wasalam asursalin wa ali bau. 7:41 Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur 7:43 ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas 7:45 berkat rahmatnyaalah kita dapat live nih 7:50 hari ini. Live. 7:52 Iya. sebelum-sebelumnya 7:54 recording [tertawa] 7:55 recording karena masih kuliah ya, masih 7:58 kuliah 1 tahun. Nah, ini sudah 8:01 alhamdulillah tadi ujian UAS sudah 8:04 selesai. Jadi next-nya Sabtu berikutnya 8:06 bisa live lagi ya karena tinggal 8:09 menunggu ee apa itu proposal ya, 8:13 proposal disertasi. 8:15 Jadi saya tinggal membuat proposal 8:16 disertasi kuliahnya sudah aman. Jadi, 8:18 Sabtu bulan depan insyaallah 8:20 mudah-mudahan bisa live lagi. 8:22 Amin. Insyaallah. 8:24 Jadi ini kemarin saya tuh mikir apa ya, 8:26 lagi ujian lagi bikin apa ya [tertawa] 8:28 gitu ya. Ken sudah udah 14 tahun ya di 8:32 Rasil ya. Nah, itu sebagai narasumber 8:36 apa ya yang paling ini? Oh, iya 8:38 keretek-keretekan lagi ramai. Kenapa 8:40 enggak saya bahas dulu tuh ya gitu ya. 8:43 Nah, ini sebenarnya ee sama metodenya 8:46 seperti keretek-kretek ya. Karena 8:49 sebenarnya di Cina duluan ya ee karena 8:52 Cina itu sudah ee cengku ini sudah lama 8:54 banget ribuan tahun ya. Nah, terus 8:58 diadopsi lagi dengan barat ee namanya 9:01 kiropraktik ya. Kiropraktik. Nah, 9:04 diadopsi lagi kita retek-retek ya. 9:06 Padahal saya dulu sudah melakukan ini 9:08 2010 ya sudah udah lama banget ya. Jadi 9:11 sudah 16 tahun saya praktik ya. Jadi 9:14 sudah lama banget ya. Nah, cuman enggak 9:15 kepikiran ini baru baru kepikiran 9:17 kemarin apa ya tema yang agak bagus 9:19 bagus ya untuk saat ini ya gitu. Udah 9:22 saya bikin ee tentang ee Twina cungku 9:25 ya. Kalau kemarin kan kita mainfulness 9:27 ya. 9:29 Nah, ini apa sih ee Tina Cengku ini? 9:32 Karena kemarin tuh kan banyak banget 9:34 pasien yang bermasalah ya, bermasalah di 9:37 pinggang, bermasalah di lutut, leher ya. 9:40 Nah, kemarin enggak bisa mengangkat 9:42 tangan ya ee frozen shoulder ya, terus 9:45 enggak bisa noleh ya. Nah, ada juga yang 9:48 trigger finger kemarin ya. Nah, makanya 9:50 saya pikir oh bagus juga ya digali ee 9:53 pemahaman tentang Tuina Cengku. Nah, 9:56 Tenu Cungku ini ya di sini dibikin 9:59 jalannya membuka ee judulnya membuka 10:01 kembali jendela gerak Anda. Ya, tujuan 10:03 ee maksudnya tuh ee dengan tuina cengku 10:06 ini yang tadi susah bergerak, yang susah 10:09 berdiri, yang susah berjalan ee 10:13 kesakitan. Nah, ini ee bisa membuka 10:16 gerak ya gerak kita lagi ya. Nah, ini 10:20 sebenarnya Tuina ini sudah banyak 10:23 jurnalnya ya, evident base-nya juga ada 10:25 ya di jurnal-jurnal China itu juga 10:29 banyak ya. Jadi terapi manual 10:31 tradisional ya berbasis sains ya untuk 10:33 nyeri saya bahas untuk nyeri punggung 10:35 ya. Nyeri punggung bawah atau low back 10:37 pain ya. 10:38 Karena kalau mau bahas satu-satu banyak 10:40 banget ya. Jadi saya yang khas saja yang 10:43 pingganglah. Biasa orang sakit pinggang 10:45 [tertawa] 10:45 ya. Jadi bahas tentang sakit pinggang 10:47 ya. Nah, ini eviden bas-nya banyak ya ee 10:51 karena sudah ribuan tahun ya. 10:54 Nah, ini relatif kita ya. Kita ini 10:57 biasanya kan kadang duduk e sering lama 11:00 ya. Apalagi setelah kita WFH dulu ya. 11:04 COVID itu kan luar biasa ya. Kerja kita 11:08 di rumah duduk banyak ya gerak jarang 11:11 ya. Karena mau gerak keluar kan ee COVID 11:14 ya. Jadi khawatir orang keluar ya. 11:16 Akhirnya di rumah ya. Nah, akhirnya 11:19 terjadilah kaku ya. Jadi bangun dari 11:22 kursi terasa kaku ya. Terus 11:25 ancang-ancang dulu ya. Duduk berdiri itu 11:27 ancang-ancang dulu ya. Di YouTube saya 11:30 tuh ada beberapa pasien yang duduk 11:31 ancang-ancang ya setelah kita benerin 11:33 jadi bagus ya. Itu ada itu ya. 11:35 Nah, terus kadang-kadang pas ee sore 11:38 hari ya setelah aktivitas ya yang banyak 11:41 yang dia setiap setelah nyantai ya. Nah, 11:45 akhirnya dia ngerasakan aduh pegal ya, 11:49 panas ya. Ada juga yang panas ya sampai 11:51 panas ya. Nah, terus ada lagi yang 11:54 ketarik yang mau rukuk aja dia susah. 11:56 Rukuk itu enggak bisa full ya. Rukuknya 11:59 enggak bisa full. Nah, pas dia mau 12:00 berdiri juga ee kayak kayak ya 12:03 lambat-lambat slow motion lah ya. Nah, 12:05 akhirnya terjadilah ee 12:09 apa ya? Ee fis ee psikis ya. Psikis ya, 12:12 beban mental ya. Jadi akhirnya takut 12:15 untuk membungku atau mengangkat barang 12:18 ya. Nah, sebenarnya kalau kita ngangkat 12:20 barang tu boleh-boleh aja ya. Cuman 12:23 postur ngangkat itu jangan salah. 12:25 Maksudnya kita jongkok dulu ya baru kita 12:28 angkat. Jangan kita langsung nunduk 12:30 karena beban tuh di L5 itu paling berat 12:33 ya. Apalagi ya barang itu berat ya. Nah, 12:36 kalau 10% dari berat badan kita sih 12:39 masih oke ya. Tapi kalau sudah berat nah 12:41 harusnya kita tuh jongkok dulu. ya 12:43 supaya bebannya menyeluruh bukan ke L5 12:47 ya. Biasanya kan L5 S1 yang kena tuh 12:49 lumbal ya lumbal pinggang ya S2 S1 itu 12:52 sakrum ya. Nah kadang-kadang mindset 12:55 juga khawatir tulang bergeser ya sudah 12:59 bergeser ya karena sudah sakit tadi 13:01 nyari n aduh tulang saya bergeser nih 13:03 gitu kan. 13:04 Nah tulang bergeser nih kalau enggak ada 13:05 trauma ya enggak ada benturan ya 13:08 biasanya jarang ya bergesernya. Nah, 13:10 biasanya orang yang ee spondulosis 13:12 litesis ya namanya itu ya kalau bahasa 13:14 medisnya. Nah, itu biasanya 13:16 kadang-kadang ada trauma atau ada 13:19 benturan ya atau ya karena dia 13:23 degeneratif ya, spondulosis ya atau ada 13:26 benjolan bisa lari juga posisinya. Tapi 13:29 kalau misalnya dia enggak ada masalah 13:32 apa-apa misalnya dia cuman duduk lama 13:34 kaku, nah itu biasanya jarang ya untuk 13:36 berubah posisi tulang ya. Tapi kalau dia 13:38 jatuh terduduk ya, ada pasien saya waktu 13:41 itu dia bersihin eh bersihin benerin 13:42 listrik ya, listrik ya. Nah, ketrum jadi 13:45 jatuh kan setrum jatuh. Nah, itu memang 13:48 berubah posisinya ya pas waktu di MRI 13:51 sudah jelas banget ya. Nah, ada juga 13:54 kemarin yang terlalu over dia ee ya 13:58 mungkin ee enggak semuanya ya, mungkin 14:01 enggak semuanya ada pijet ee apa 14:03 Thailand ya, pijet Thailand ya, Tha situ 14:05 ya. Nah, dia ditekan pakai apa? Kaki ya, 14:09 kaki ya. Nah, kaki itu kan enggak ada 14:11 sensorik di kekuatan kita ya. Mungkin 14:13 lagi semangat kali ya atau gimana 14:15 SOP-nya saya juga enggak paham. Dia 14:17 cerita seperti itu. Nah, pas diinjek itu 14:21 dia terlalu kuat mungkin ya. Nah, dari 14:23 situ dia mulai sakit. Nah, ternyata pas 14:25 di MRI ya memang spondiletesis ya, jadi 14:28 ee agak maju ke depan ya di L4 dan L-nya 14:32 ya. 14:33 Nah, itu biasanya ada trauma ya. Nah, 14:36 terus aktivitas semakin berkurang ya. 14:39 Karena dia nyeri kan, nyeri mau gerak 14:42 sakit, mau rukuk sakit, akhirnya enggak 14:45 percaya diri ya untuk dia bergerak ya. 14:49 Nah, kalau pasien-pasien yang lama yang 14:51 sering datang ke saya tuh sudah tahu dia 14:53 kalau udah pegal-pegal dikit pasti ke 14:55 bengkel katanya. Ke bengkel, Pak. 14:57 [tertawa] 14:59 ya. Nah, memang bagusnya kalau sudah 15:01 ngerasa 3 hari enggak hilang ya. Nah, 15:04 biasanya bukan otot lagi itu biasanya 15:07 ada posisi yang salah. Nah, itu harus 15:08 yang dibenarkan ya. Nah, mudah-mudahan 15:11 sih ee selama ini sih beres ya. Itu 15:14 hasilnya bagus ya. 15:17 Nah, ini kita harus mengubah ya cara 15:20 kita memahami ee nyeri pinggang ya. 15:23 Karena saya tadi bilang ee low backp ya. 15:26 Nah, ee sebagian besar ya keluarnya di 15:29 pinggang ini atau punggung bawah ini ya 15:32 non spesifik ya artinya menjadi tidak 15:35 berasal dari suatu kerusukan tunggal 15:38 yang hancur atau yang bergeser ya. 15:40 Yangcurnya biasanya dia karena 15:44 degeneratif ya. Nah, dia jadi apa? Ee 15:49 kompresi fraktur ya namanya ya. Kompresi 15:51 fraktur itu karena dia ketekanan 15:52 akhirnya 15:53 kayak gompel ya. gompel tulang itu kan 15:56 kotak ya, jadi dia mamanya 15:59 biasanya kompresi fraktur ya namanya ya. 16:01 Jadi bukan patah karena akibat benturan 16:03 tapi karena akibat degeneratif ya. 16:05 Tulang ketemu tulang bergesek-gesek 16:07 kayak ban habis kan. Nah seperti itu ya. 16:10 Nah ee 16:13 ini ada mitos ya. Tubuh sebagai mesin 16:16 rusak ya. Nah tubuh dianggap Iya. tubuh 16:19 dianggap rapuh Bu ya. 16:22 Nah, padahal tubuh ini Allah ciptakan 16:25 sudah sempurna sekali ya. Kadang-kadang 16:27 kita gula tinggi aja dia jadi kencing ya 16:30 supaya dia mengeluarkan gula di tubuh 16:32 kita yang banyak ya. 16:34 Nah, tapi yang salahnya tuh orangnya 16:36 sudah tahu gula masih hantem gula 16:38 [tertawa] 16:40 ya. Nah, kadang ee 16:43 apa ya? 16:45 Kolesterol misalnya kolesterol itu kan 16:47 dibuat bantalan ya untuk bantalan sendi. 16:49 Nah, tapi kalau berlebihan ya jadi 16:51 masalah ya. 16:52 Jadi Allah tuh sudah menciptakan tubuh 16:54 kita tuh luar biasa ya. Homostasis yang 16:57 namanya homostasis tuh ee seimbang ya. 17:00 Kalau dia berlebih dikeluarkan ya. Kalau 17:03 dia ee apa diperlukan dia pakai ya. 17:08 Terus kalau di China itu namanya yin and 17:12 yang. Nah, di dalam yin ada yang, di 17:15 dalam yang ada yin. Ya, ada atas, ada 17:17 bawah, ada panas, ada dingin. Nah, itu 17:20 namanya seimbang juga balance ya. 17:23 Nah, kadang-kadang nyer ini diyakini 17:25 bahwa ada masalah struktur tulang tuh 17:29 hancur ya. Kadang-kadang orang nganggap 17:30 gitu ya. Nah, padahal hasil MRI ya ee 17:36 apa pengapuran ya, pengapuran ya. Ada 17:39 osteofid ya. Nah, kadang-kadang orang 17:42 sudah osteofid itu sudah memikir sampai 17:46 aduh ini harus operasi ya belum tentu 17:49 ya. Nah, kadang-kadang ee ada juga orang 17:52 yang sudah parah ya. Dulu saya ada 17:54 pasien tuh dia sudah parah ya, sudah 17:57 mipih ya tulangnya kompresif fraktur 17:59 tapi dia sudah enggak nyeri lagi ya 18:01 cuman posturnya jadi bongkok ya karena 18:04 tulangnya tadi mipih ya mipih ya kotak 18:06 bagus jadi dia mipih terus dia mipihnya 18:09 tuh kayak segitiga. Nah akhirnya dia 18:11 ngebongkok ya. Nah udah yang penting dia 18:14 enggak nyeri disuruh pakai korset ya 18:16 pakai korset atau penyangga ya supaya 18:18 enggak tambah nekan tujuannya itu ya. 18:21 Karena ee kalau orang-orang tua kan suka 18:24 keropos ya, tulangnya osteoporosis ya. 18:26 Nah itu jadi supaya dia nyangga aja agak 18:28 tegap karena kalau dibiarin dia makin 18:29 bongkok karena dia tadi tulangnya sudah 18:31 mipih ya. Tulangnya sudah sudah enggak 18:34 bentuk kotak ya. Sudah sudah mipih sudah 18:37 ee apa ya ee memendek ya memendek apa ya 18:40 ya mipih ya. Mipih kalau kita bahasanya 18:42 lebih gampangnya ya. Nah sebenarnya 18:46 tubuh ini ya Allah ciptakan 18:49 enggak bisa bersuara kalau kita sakit 18:51 ya. Misalnya 18:53 pinggang kita sakit, saya sakit. 18:55 [tertawa] Enggak bisa ya. Nah, sinyalnya 18:57 itu sinyal nyeri ya. Allah ciptakan tuh 19:00 nyeri ya. Nah, tubuh kita tuh kuat ya. 19:05 Nah, Allah ciptakan nyeri itu sensorik 19:07 sensor untuk ke hipotalamus, ke otak 19:10 kita bahwa kita ada sesuatu masalah ya. 19:12 Nah, tinggal masalah itu bagaimana kita 19:15 mencari akarnya ya, bukan menghilangkan 19:18 simptomnya. Nah, banyak orang kan 19:20 menghilangkan simptomnya dulu ya. Ya, 19:23 tapi okelah kalau sakit banget bolehlah 19:25 ya. Tapi jangan jangka panjang ya. Kalau 19:28 jangka panjang misalnya kita menggunakan 19:30 ee anagesik ya. Anagesik yang standar 19:33 masih oke, tapi kalau sudah menggunakan 19:36 ee kostoroid ya ee yang sound itu ya. 19:39 Nah, itu kan jangkapannya enggak boleh 19:41 ya di aturan menggunakan juga enggak 19:43 boleh kan. Nanti dia jadi moonf dan 19:45 lain-lain ya. 19:47 Nah, makanya kita harus ee mengetahui 19:51 nih, oh masalah saya apa. Nah, kalau 19:53 pasien yang lama-lama tuh sudah paham 19:55 dia ah udah e ke bengkel nih ke Pak 19:57 Alvian gitu kan. Nah, udah udah nyambung 19:59 dia daripada dia makan obat ya gitu ya. 20:02 Nah, obat itu kan hanya menghilangkan 20:03 simptom tapi tidak menyelesaikan akar 20:06 permasalahannya. 20:08 Nah, kadang-kadang ee ada otot yang 20:12 menegang atau muscle garding ya. Ee nah 20:15 ini tubuh kita tuh sebenarnya ada 20:18 pelindung ya, pelindung untuk melindungi 20:20 diri ya. Jadi supaya enggak apa ya, 20:23 enggak cedera. Nah, cuman karena kita 20:26 ngejut ya, kadang-kadang kita tuh 20:27 ngejut. Nah, itu yang kadang-kadang 20:29 muscnya itu jadi tegang ya. Nah, 20:31 kadang-kadang narik juga dia karena dia 20:33 tegang tadi ototnya mendek atau dia 20:37 narik ya. Akhirnya kan otot itu kan 20:39 narik tulang, narik ee ee apa 20:42 serabut-serabut di situ ya. fasia segala 20:45 macam. Nah, kadang-kadang itu yang bikin 20:47 masalahnya jadi masalah sakit ya. Nah, 20:50 itu setelah kita lemesin ya, kita twina 20:54 ya, kita benerin ya, nanti dia akan 20:56 rilis biasanya akan rilase ya. Nah, itu. 21:01 Oke, terus kita nyambung. [berdehem] 21:04 Nah, ini ee ada mitos ya, mitos yang 21:07 menghambat ee pemulihan ya. Ini kemarin 21:10 saya cari-cari banget ini apa yang 21:12 menarik ya? Apa yang menarik ya? 21:13 [tertawa] Ternyata dapat nih ya. Dapat 21:15 ya 21:17 idenya. Dapat ya. Nah, ini kadang-kadang 21:19 orang kalau sakit tulang tulangnya tadi 21:22 bergeser ya harus dibetulkan ya 21:25 sebenarnya ada benarnya ya tapi tidak 21:28 tidak full tulangnya bergeser 21:30 kadang-kadang tadi ya muscle garding 21:33 tadi terus ee inflamasi ya. Nah atau ada 21:38 yang tertekan sarafnya ya bisa juga ya. 21:42 Tapi kalau untuk bergeser tadi ya, 21:44 seperti yang saya bilangkan, kalau 21:45 memang dia ada trauma yang keras 21:48 ketabrak atau jatuh ya atau ditekan 21:51 kuat, nah mungkin bisa ya karena dia 21:53 [berdehem] akan merubah posisi ya. 21:57 Nah, ee terapi manual yang manjur itu 22:00 harus sakit ya enggak juga ya. Ada orang 22:03 pijat sampai biru-biru ya, biru-biru 22:06 sampai yang sakit yang itu. Nah, itu 22:07 juga kadang-kadang ada ee pasien ya yang 22:11 datang dia pijet muscle ya, pijat pijit 22:14 enaklah ya. Nah, karena dia sakit 22:16 sebelah kiri ya, dipijatlah ee sebelah 22:19 kiri tadi ya, lama-lama lama lama lama 22:22 lama lama ya. Nah, padahal yang kiri itu 22:25 enggak ada bermasalah malah yang kanan 22:27 karena tulangnya kebengkok ya. Ngbengkok 22:30 bending C namanya. bendisik ke kanan ya. 22:32 Nah, karena kirinya ditekan terus 22:34 akhirnya kan lari ke kanan tambah. Nah, 22:36 sebenarnya yang kanan yang dipijat ya 22:38 yang ditekan supaya apa? Enggak over dia 22:42 lari ke kanan, enggak bending C ya. Nah, 22:44 itu tujuannya kadang-kadang ee harus 22:47 biru, harus sakit, enggak juga ya. Jadi 22:50 kita mengetahui anatomi ee fisiologi 22:53 tubuh ya, biomekanik ya. Jadi kita harus 22:56 tahu, oh poster tubuh yang bermasalah 22:58 ini, oh ini terlalu masuk atau ini ee 23:02 ototnya atau ini dia terlalu miring 23:04 misalnya. Nah, itu kita perbaiki 23:06 posturnya ya. Nah, tidak perlu juga kuat 23:10 ya. Nah, ee kalau kita kuatkan ya tubuh 23:15 tadi kan ada muscle grading ya, malah 23:17 kadang-kadang dia makin tegang ya, makin 23:20 tegang mestinya ya senyaman pasien ya. 23:22 Jangan sampai ee dia malah stres ya. 23:26 Senyaman dia ya. Senyaman dia tapi kita 23:29 tahu tuh poster yang salah ya. Nah, 23:32 kalau memang perlu memang kita tekan 23:34 kuat ya kita bilang dulu supaya dia 23:36 rileks. Tarik napas ya baru kita tekan 23:38 ya. Tarik napas baru kita tekan ya biar 23:40 dia rileks ya. G. 23:42 Nah ada lagi harus terdengar bunyi crack 23:45 [tertawa] 23:46 agar tulang kembali ya. Enggak ya. Bunyi 23:49 itu berasal dari gas ya. kayak tangan 23:52 kita gini. Nah, ini kan bunyi ya. Nah, 23:54 sending kan ada gas ya. Nah, bukan 23:57 berhasil ya harus kelotok enggak ya. 24:01 Jadi yang penting posturnya itu sudah ee 24:04 bagus tidak menekan atau ada 24:06 inflamasinya yang berkurang. Intinya itu 24:09 ya. Nah, kalau dia forward head ke depan 24:12 terlalu ke depan lehernya. Nah, kita 24:13 harus perbaikin posturnya ya. Atau dia 24:16 terlalu miring ke kiri ya ee bahunya ya. 24:19 kita harus ke kananin. Nah, tapi kita 24:20 terapi juga ya pakai tuina itu. Nah, 24:23 jadi enggak harus dia krak ya, enggak 24:26 harus ya. Ya kadang ya kalau orang tua 24:29 bahaya ya harusnya ya. Karena orang tua 24:32 itu kan sudah osteoporosis ya dipaksa 24:35 ya. Dulu ada pasien saya tuh dia kurus 24:38 dipaksa kuat ya ada enggak tahu di mana 24:40 ya. Nah akhirnya torakalnya itu agak 24:42 masuk ke dalam ya. Nah itu akhir sesak 24:45 dia napasnya sesak ya. Napasnya sesak. 24:47 Jadi ee enggak harus ya, enggak harus 24:50 bunyi, enggak harus kuat ya. Jadi kita 24:53 memahami anatomi tubuh ya. Anatomi tubuh 24:57 ya yang mana kita harus perbaiki, yang 24:59 mana kita harus penekanan kuat ya. Nah, 25:03 itu juga harus tahu ya, enggak 25:05 sembarangan ya. 25:07 Nah, ini apa sih tuina cengku ya? Kita 25:10 tadi bahas di awal ya. Apa sih ee Tuina 25:14 cengku ini? 25:15 Nah, tu ini kan sebenarnya bahasa dari 25:19 Mandarin ya. Tui itu mendorong ya. Na 25:23 itu menggenggam atau memegang ya. Jadi 25:26 mendorong dan mengegam ya itu twina ya. 25:29 Twina ya. Nah, twina ini mengatur 25:32 kelancaran jaringan pergerakan tubuh 25:34 karena dia membikin relaksasi, dia 25:37 membikin postur tidak ee kaku ya. Nah, 25:40 tapi ya tidak kita bisa ngomong, "Oh, 25:42 ini bisa sembuh secara instan ya." Tidak 25:45 juga, ya. Nah, dia harus juga nanti 25:48 latihan ya. Setelah kita benarin dikasih 25:51 senamnya. Saya biasa kasih senam, Bapak, 25:53 Ibu. Habis ini Ibu senam ya sebelum 25:55 tidur dan sesudah bangun. Senamnya 25:57 begini ya. Nah, kadang-kadang pasien itu 26:00 sudah sembuh, bagus sampai 5 tahun ya 26:02 karena sudah ngerasa sehat ya. Kadang 26:05 ada yang setahun, 2 tahun lupa senamnya 26:08 ya kena lagi. [tertawa] Itu biasanya 26:10 begitu ya. Nah, padahal senam itu untuk 26:14 stretching ya, untuk dia ee supaya 26:17 elastis ya. Nah, jadi itu menjaga kadang 26:21 dia kena posisi yang salah dengan senam 26:24 itu dia bisa membenarkan posisi karena 26:26 dia stretching ya. Nah, itu kadang saya 26:28 saya apa saya informasikan, saya jelasin 26:32 malah di YouTube tuh ada senamnya ya. 26:34 Jadi harusnya enggak lupa ya, cuman 26:36 kadang-kadang ee malas ya karena sudah 26:39 sembuh ya. Padahal senamnya cuma 10 26:41 detik ke kanan, 10 detik ke kiri. Bu 26:43 Sungin ada 10 detik, jadi cuma 30 detik 26:45 ya. Ya, paling lama 101 menit lah ya 26:48 sebelum tidur dan sesudah bangun ya. 26:51 Nah, tujuannya apa? Untuk memberikan 26:54 rangsangan mekanis dan sensorik ke 26:57 sistem saraf ya. Nah, sehingga dia bisa 27:00 mengurangi ee nyeri ya dan mengurangi 27:04 ketegangan ya tadi ya musel muscle 27:07 garding tadi ya. Nah, itu tujuannya ya 27:10 tujuan tuina cengku ya. Jadi ya pijet eh 27:13 tradisional China dengan mendorong dan 27:16 menggenggam ya. Tapi tuina itu ada yang 27:19 anmu, ada yang ee apa tadi? Eh satu lagi 27:23 tuh saya lupa. Li. Nah, nanti kita bahas 27:26 ya. Terus ada Nah, ini lijin ya. Jin ya. 27:28 Nah, itu ee dia ee teknik atau 27:33 manfaatnya ya. Tapi kalau teknik itu 27:35 anmu cengku ya. 27:38 Nah, saya lagi sudah bikin bukunya sih. 27:39 Tuina itu ada bukunya sudah ya gitu. 27:43 Nah, ee 27:45 wi, saya lupa ya mau ngirim Mbak 27:47 Nuningnya buku. Lupa terus ya. [tertawa] 27:50 Ingat nanti saya kirim deh. Nanti minta 27:51 alamat ya. Langsung saya kirim buku jamu 27:54 dan buku Tuina ya. ada dua yang saya 27:57 bikin ya. 27:59 J 28:01 apa siarkan ee dibaca ya bagi-bagi yang 28:05 memang ee mendengar ya. Jadi bisa Mbak 28:07 Nuning nanti apa sambil bacain ya. Nah. 28:12 Heeh. Ee nah ini ada namanya liin ya 28:17 mengatur jaringan lunak ya. Nah 28:18 targetnya otot, tendon, ligamin, dan 28:21 fasia. Nah, kadang-kadang banyak yang 28:23 lengket tuh di fasia ya. Lengket di 28:25 fasia. 28:27 Makanya akhirnya dia nyeri ya, lengket 28:30 ya, ee ketarik ya. Nah, di fasianya itu 28:34 banyak teknik-teknik yang melepaskan 28:36 fasia dengan ee jarum di China ya. Ee 28:40 namanya ee apa eh apa tuh namanya? dry 28:44 needle ya. Dry needle ya. Jadi jarum 28:47 dimasukin di fasia itu di di apa? 28:50 Dilepasin ya. Nah, kadang-kadang dia 28:52 lengket di situ ya. Kadang ada gas ya. 28:55 Nah, kadang-kadang banyak ya 28:56 kadang-kadang di jaringan itu ada ada 29:00 kayak semacam apa ya, benjol kalau kita 29:03 di USG itu kayak ada gap ya. Nah, kadang 29:07 ditusuk gap-nya itu sudah rilis dia ya. 29:09 Nah, itu kadang-kadang banyak. Nah, 29:10 dengan teknik Tina ini kan dia dari luar 29:13 ya. Nah, kadang-kadang saya hubungkan 29:15 metode-metode itu ya. Ketemu ya 29:17 sebenarnya ya. Ketemu. Oh, di sini ee 29:19 apa ee apa tekniknya ya. Ya, karena saya 29:24 multidisiplin ya ee multidisiplin 29:27 kuliah. Jadi enak nemukan fisioterapi, 29:30 nemukan herbal, nemukan TCM ya. Nah, 29:33 sekarang belajar agama malah [tertawa] 29:36 apalagi belajar agama. Nah, mindfulness 29:38 itu masuk ya akhirnya ee satu kesatuan 29:42 ya. Jadi ketemu ya apa ya punya teknik 29:45 sendiri ya. Nah, itu saya senang sekali 29:47 ya untuk apa untuk ketemu-ketemu hal-hal 29:50 itu ya. apa ya? Ada ada excited. Wah ini 29:53 oh begini tekniknya gitu ya. Nah teknik 29:57 utama legin ini adalah rolling ya. 29:59 Rolling ee atau berguling luas ya. Ee 30:04 ada lagi keniding ya menguleni ya. Ada 30:07 lagi pressing ya menekan ya. Nah ee 30:11 sensasi ini membikin hangat ya rileks. 30:13 Tekanan nyaman merata ya. Nah tujuannya 30:17 tadi apa ya? Mengurangi ketegangan ya. 30:20 menyiapkan tubuh supaya lebih fleksibel 30:22 ya, flexibility. Jadi ada rolling ya, 30:26 ada keding ya, ada diulenin ya, ada yang 30:29 apa eh pressing ya, ada yang pressing 30:32 ya. Jadi dia namanya hunfa ya, tekniknya 30:35 itu ya ada rova ya. Nah, ada an ditekan 30:39 ya. Nah, sama kalau teknik pijit-pijit 30:42 kita tuh kan ada juga yang direfleksi 30:43 itu ya. Nah, ee kalau saya runut-runut 30:47 ee lebih lamalah tualah yang di Cina ya. 30:50 Ternyata ya kalau saya runut-runut ya 30:52 karena dia apa karena mereka itu di apa 30:57 diarsipkan ya. Kalau kita ini kan banyak 30:59 enggak diarsipkan ya. Kalau di sana tuh 31:01 diarsipkan ya. Nah, makanya ee dia itu 31:05 tersimpan, tercatat dengan rapi ya. Nah, 31:08 ada cengku. Nah, kita ke cengku ya. 31:10 Targetnya itu apa ya? Gerak sendi dan 31:13 hubungan fungsional antar bagian tubuh 31:16 ya. Karena otot, muscle, ligam itu kan 31:19 menghubungkan ee tulang sendi ya. Nah, 31:21 itu supaya dia apa? Mobilisasinya tu e 31:24 geraknya itu lebih bagus ya, lebih 31:27 fleksibel ya. Nah, mobilisasinya itu ya 31:30 kita lakukan perlahan-lahan berulang ya. 31:34 Terus kadang-kadang kita menggunakan 31:36 teknik cepat ya. Nah, tapi ya kita tetap 31:39 ya persetujuan pasien tetap ya kita 31:41 kasih tahu agak sakit atau agak nyeri 31:43 atau agak pegal ya kita kasih tahu atau 31:45 kita lakukan ee manipulasi yang memang 31:48 agak menekan ya. Nah, itu kita juga ee 31:51 kasih tahu ya. Nah, nanti ee ada juga 31:55 ayunan ya, ayunan ya kadang kita 31:58 twisting ya, ada juga kita twisting yang 32:00 kita perlukan. Kadang dia sedip 32:02 panggulnya itu turun ke bawah, akhirnya 32:03 kakinya panjang sebelah ya. Nah, karena 32:06 kakinya panjang sebelah itu kita 32:07 twisting, kita putar berlawanan arah ya. 32:11 Nah, supaya apa si panggulnya tadi si ee 32:15 apa tuh siasnya tadi ya kalau bahasa 32:18 Indonesia siasnya tadi ya. Nah, dia akan 32:20 naik ya. Nah, akan naik ya. Nah, itu 32:23 kadang ada teknik-teknik seperti itu ya 32:25 yang yang ya di fisioterapi sebenarnya 32:28 ada cuman ee dia 32:31 tidak mendalam. kita dapat dulu tuh ya 32:33 kir praktik ya cuma enggak mendalam ya 32:35 di TCM nih malah lebih dalam ya. Nah, 32:38 karena saya waktu itu ya di rumah sakit 32:40 itu lama juga ya di Tuwina itu ya di 32:43 stasenya ee ortopedik ya. Nah, lama 32:47 banget ya. Jadi kita tuh ya ribuan 32:49 pasien kita temukan ya. Nah, ee 32:54 ya teknik itu ternyata berguna ya sampai 32:56 dia punya tempat duduk yang untuk dia 33:00 jadi tempat duduk itu menahan kaki dia 33:02 ya supaya dia bisa putar badan orang itu 33:05 ya. Nah, supaya berubah posisinya posisi 33:08 yang ee dia tadi e miring tadi ya. Nah, 33:12 di twistingnya ya. Nah, itu 33:14 kadang-kadang kita perlu ya itu tapi ya 33:17 perlahan ya. Bukan yang prak-prak 33:19 [tertawa] enggak ya. 33:21 Oke. Nah, ini ada ee bagaimana sih ee si 33:28 efek dari terapi manual tuina cengku ini 33:31 yang bisa menjadikan ee pengobatan ya. 33:35 Nah, di sini ada tingkat nyeri kaku ya. 33:39 Sebelah kiri ada waktu ya. Nah, ini 33:43 curve-nya ya. Nah, satu sentuhan aman 33:46 ya. mengirim sinyal ke sistem saraf 33:48 untuk menurunkan volume alam nyeri ya. 33:50 Jadi karena dia tadi sentuhan aman ya, 33:53 pelan-pelan, perlahan ada yang cepat ya, 33:56 ada yang kita apa tadi tekan, ada yang 34:00 kita rolling, ada yang kita keniding ya, 34:03 ada yang kita pressing ya. Nah, nyerinya 34:06 akan berkurang ya. Terus otot, nah 34:09 jendela terbuka itu otot perlahan rileks 34:11 ya. Jadi yang tadi membungkus tadi atau 34:13 membuku susah berjalan tadi, nah fasia 34:16 atau apanya lebih ee lentur ya, lebih 34:19 lentur ya. lebih rileks ya. 34:22 Nah, terus ee kita ya setelah kita 34:25 twisting, kita benarkan, kita twina ya, 34:29 nah kita harus mengajarkan ya latihan 34:33 ya. Karena kadang-kadang sudah bagus 34:37 sudah ini dia enggak latihan ya lengket 34:39 lagi akhirnya ya ee kaku lagi ya. Nah, 34:42 makanya diajarkan senam. Saya biasa 34:44 ajarkan senam ya. 34:46 Nah, saya itu pengin bikin acara tuh 34:48 karena saya dijadiin ketua cabang apa 34:51 ya, PKBSI itu senam senam senam energi 34:55 ya namanya. Tapi bagus gerakannya bagus 34:57 ya kalau menurut saya gerakannya bagus 34:58 itu TCM ya. Jadi meridian ya yang 35:00 dipakai dia ya. Nah, tapi belum sempat 35:03 [tertawa] 35:04 belum sempat ya. Nah, terus hasil jangka 35:07 panjangnya apa ya? Nanti akan bisa 35:10 mandiri ya misalnya ada salah sedikit 35:12 dia bisa dengan senam itu memperbaikin 35:15 sendiri. ya. Nah, makanya ada saran 35:18 berenang ya, jalan ya. Nah, itu untuk 35:23 apa? Untuk ee fleksibilitas ya. 35:26 Fleksibilitas otot sendi kita ya. Ya, 35:30 jangan lari aja ya. Karena lari itu 35:33 kadang-kadang high impact ya. Dakduk 35:35 dakduk dakduk ya. Tapi kalau orang yang 35:38 sudah biasa enggak masalah. Tapi kalau 35:39 orang yang dia habis sarap kejepit, dia 35:42 lari udah pasti dia kena lagi ya. 35:45 Apalagi lari dari kenyataan. Wah, repot 35:47 lagi itu ya. [tertawa] 35:51 Nah, ini ada ee apa nih? Oh, ini 35:54 cara-cara teknis ya. Cara teknis supaya 35:58 aman, terukur, dan ee transparan ya. 36:00 Jadi ee ee kita asesmen ya namanya tuh 36:05 asesmen ya. Asesmen itu ee pemeriksaan 36:09 ya, pemeriksaan yang ee apa ya yang ada 36:13 SOP-nya ya. Jadi bukan asal-asalan. Jadi 36:15 ya, jadi kita pasti akan mendengarkan 36:18 keluhan si pasien ya, bukan langsung 36:22 memijat. Pastikan dia, "Aduh saya 36:24 sakitnya di ee pundak kanan. Aduh saya 36:27 sakitnya di pinggul ya. Aduh saya 36:29 sakitnya di kantong misalnya gitu ya. 36:31 Jadi ee pasti dia akan membicarakan itu 36:34 ya. [tertawa] Nah dari situ kita akan 36:37 kumpulkan informasi tersebut ya. Kita 36:40 namanya asesmen mendalam ya. Nah, kita 36:43 evaluasi. Bapak, Bapak rukuk gimana? 36:45 Misalnya, aduh duuh ketarik. Aduh, 36:47 sakit, sakit, sakit, sakit, sakit. 36:48 Misalnya, e Bapak coba ee duduk berdiri, 36:51 Pak. Duduk berdiri. Aduh ee ketarik 36:54 misalnya ya, Bapak coba 36:57 sujud, Pak misalnya, ya, kan. Atau 36:59 tangan misalnya frozen shoulder, Bapak 37:01 coba angkat deh ee tangannya ke atas ee 37:04 coba ke belakang ya. Nah, itu kan bisa 37:06 kita cek ya di situ ya atau kita suruh 37:08 berdiri posturnya kita lihat atau dia 37:11 suruh tengkurep ya. ya. Nah, dengan itu 37:14 kita tahu nih masalahnya, tapi kita juga 37:17 harus tahu ee bahaya ya, reflek eh 37:20 refleks ya, reflex itu ee sinyal yang 37:24 membahayakan yang tidak bisa kita 37:26 lakukan ya. Nah, kemarin ada pasien 37:28 bukan sinyal membahayakan sebenarnya ya. 37:31 Jadi ee dia itu habis ke bentur ya, 37:34 jatuh ke bentur. Jadi ee punda di 37:38 skapula belakang itu ya apa kalau kata 37:40 orang itu entong-entong ya. Nah itu kuat 37:44 ya. Nah kayaknya robek ya. Ada robek 37:47 otot atau ligam ya. Nah pas dia tunjukin 37:52 dia minta benerin. Pak ini kayaknya saya 37:54 dislock deh Pak. Saya dia bilangnya 37:56 klavikula saya naik nih Pak. dikasih 37:58 ronsen juga. Benar memang disock ya. 38:01 Nah, cuman pas dia ya maaf buka baju ya 38:05 laki-laki ya. Nah, saya e dia tekan ya 38:08 dia tekan yang klavikulanya. Jadi 38:11 klavikulanya tuh kayak ada per net 38:13 ditekan turun naik lagi. Turun naik 38:15 lagi. Wah, Bapak nih enggak bisa nih 38:17 Pak. Ini memang di oke tapi di sloknya 38:21 ini penyangganya itu otot-otot yang 38:23 menarik dia itu robek. Ya. Jadi, makanya 38:27 Bapak ditekan balik lagi, tekan balik 38:29 lagi. Enggak bisa ini. Ya, mau kita 38:31 benarkan ee ee beberapa kali ya lebih 38:36 dari 100 kali juga enggak bisa. Karena 38:38 ini kan kayak kita gimana ya ee kayak 38:43 ada yang nahan nahan ya. Jadi tulang 38:46 kita tuh kan ada serabut-serabutnya ya. 38:48 Ada ligamen, ada 38:49 tendon di daerah-daerah situ ya, ada 38:52 serabut ya. Nah, itu kan menahan. Jadi, 38:55 ada kesatuan dari dari skapula kita ke 38:58 klavikula itu ada kayak otot ya, kayak 39:01 otot atau ligam ya yang dia nahan. Jadi 39:04 supaya dia tuh tidak lari begini. Nah, 39:07 ini ditekan lari, tekan lari. Nah, itu 39:09 enggak bisa dibenarkan. Nah, itu harus 39:11 tahu. Wah, percuma ini kalau dibenarkan. 39:14 Nah, memang salah satu jalannya operasi 39:16 karena supaya untuk dia ee apa? Untuk 39:21 dia bisa nahan. Nah, supaya nahan ya di 39:24 yang robekan tadi dibenerin ya. Nah, 39:26 akhirnya akan balik ya. Nah, ternyata 39:29 benar dia sudah ke mana-mana udah yang 39:33 bisa benar-benerin tulanglah segala 39:35 macam ya tetap ya saya bilang ini bukan 39:37 masalah di situ. Masalahnya itu robeknya 39:40 itu saya [tertawa] bilang ya. Nah, 39:42 kadang ada yang kita harus tahu ya atau 39:46 ya memang nih orang ee kecelakaan ya, 39:49 fraktur ya, fraktur sudah bengkak 39:51 datang. Nah, itu jangan kita paksakan 39:54 ya. Apalagi kalau dia ada robek ya, 39:57 ACL-nya misalnya nah kita jas ya, tambah 40:00 robek ya. Nah, itu namanya asesmen 40:02 mendalam ya. Nah, terus kita jangan lupa 40:04 ya ada persetujuan inem konsern ya. 40:07 misalnya ee persetujuan pasien misalnya 40:10 kita mau melakukan pemeriksaan ya dan 40:14 lain-lainnya ya. Terus ada tadi si lijin 40:18 ya, lijin ini teknik ya, teknik 40:21 bagaimana dia bisa 40:25 merilekskan tubuh Bu ya. Nah, supaya si 40:29 fasia tadi ototnya enggak tegang terus 40:32 muscle gradingnya tadi mengurang ya. 40:34 Nah, baru kita lakukan tuina cengku ya. 40:37 Biasanya saya tuh izin tuh saya suruh 40:39 stretching dulu, saya renggangin ya. 40:41 Jadi saya ee renggangin dulu, lemesin 40:44 dulu segala macam. Nah, baru kita ee 40:46 cengku ya mobilisasinya ya. Nah, tadi 40:49 kayak kita twisting ya ee supaya dia 40:52 turun dia luruskan ya. Yang pinggangnya 40:54 nyeri tadi karena dia misalnya ketarik 40:57 sebelah ya, kita e luruskan ya atau ada 40:59 yang masuk sedikit ya misalnya ya. Nah, 41:02 kita naikkan. Nah, itu ada tekniknya. 41:04 Jadi ada namanya hukum neutronnya itu 41:06 aksi min reaksi. Dengan kita tekan nanti 41:09 ada min reaksi ya. Aksi kita tekan dia 41:13 akan menekan lagi balik. Nah itu 41:15 kadang-kadang kita gunakan juga teknik 41:17 itu ya. Ee teknik itu lebih lebih apa ya 41:21 sesuai dengan hukum Newton tadi ya. 41:24 Biomekanik. Nah, terus jangan lupa 41:26 latihan. Nah, latihan saya tuh gampang 41:28 banget ya. Sebelum tidur sesudah bangun 41:31 ya. sebelum tidur sesudah bangun ya. 41:33 Senamnya gampang banget ya 30 detik, 30 41:36 detik sudah selesai ya. Nah, itu paling 41:38 penting ya. Jadi kita lakukan ya 41:40 senam-senam tersebut ya. Untuk apa? 41:44 Untuk mereka bisa menjaga postur sendiri 41:46 ya. Kadang dia ngangkat beban lupa ya. 41:51 Terus kadang-kadang sudah sembuh 41:52 ngangkat lagi pot. Ada itu pasien saya 41:54 tuh ngangkat pot lupa ya. Ada lagi yang 41:58 sudah bagus ee apa bersihin mobil ya, 42:01 nunduk-nunduk ya udah kena lagi ya. 42:06 Nah, ini ada lagi mengenali sensasi 42:08 tubuh selama terapi ya. Nah, tadi ada 42:13 rolling ya. Rolling itu kita apa kayak 42:16 kunva rolling ya. Nah, itu kita 42:21 terus ya kita lakukan ya berirama ya. 42:25 ya. Nah, rileks ya. Dan kalau kita sudah 42:28 ahli itu kita tuh badan-badan kita 42:31 bergerak ya. Badan-badan kita bergerak 42:32 ya. Saya lihat tuh lose di sana ya itu 42:35 pasiennya ribuan ya. Sekadang sampai dia 42:39 sore ya itu pasien banyak banget ya. 42:41 Saya juga bingung ya. Dia kuat banget 42:43 ya. Nah, ternyata ada tekniknya ya. 42:46 Teknik itu kita rileks. Tangan kita 42:48 bergerak semua, badan kita juga ikut 42:50 gerak. Jadi bukan hanya kalau kita pijit 42:53 tradisional kan kadang menggunakan otot 42:55 tangan ya. Nah itu aja. Nah itu pegal. 42:58 Ada yang teman saya tuh memang dia hobi 43:00 terapi tradisional ya. Dia ikut sekolah 43:04 Losen langsung ngomong lah udah ini 43:05 cepat selesai katanya. [tertawa] 43:08 Ya benar cuman satu pasien sudah lemas 43:10 dia. Nah karena dia tahu tekniknya. Oh 43:13 ini kelihatan ini ya. Nah terus rasa 43:15 hangat ya. Jadi ada rasa tekanan, ada 43:19 rasa hangat ya, terasa mengendur ya, 43:22 terus ee membikin rileks ya, membikin 43:25 rileks ya. Jadi kita ee enak ya. Nah, 43:30 tapi harus ada kita waspadai ya. 43:33 Misalnya ada nyeri tajam menusuk ya. Ada 43:37 yang kalau nyeri tajam menusuk nih 43:39 kadang-kadang ada posisi yang salah ya. 43:42 Kadang dia kayak tertusuk-tusuk tuh, 43:44 kadang-kadang ada posisi dikit 43:45 tertusuk-tusuk ya. Ada juga rasa strum, 43:48 metastrum. Nah, biasanya karena radik 43:50 ya, radik akar saraf ya. Ya, nekan 43:52 saraf. Nah, kadang tersetrum itu sampai 43:55 baal ya, kesemutan ya. Nah, itu ada juga 43:59 ada yang kebas ya tadi baal ya, kebas. 44:01 Nah, itu kadang-kadang penekanannya 44:03 lebih kuat biasanya ya. Biasanya dia tuh 44:05 nyeri dulu tertusuk-tusuk terus dia 44:07 kesemutan baal. Nah, kadang-kadang sudah 44:10 baal itu sudah ya mulai dia kakinya 44:13 mengecil kadang-kadang kalau enggak 44:15 dibuat aktivitas ya. Nah, atau ada 44:19 masalah mual atau pusing berat. Nah, ini 44:21 kita ee harus waspada ya. Jadi tidak 44:24 sembarang juga ya. Jadi harus kita ada 44:27 redflex itu ada kita apa ya? Kita lihat 44:30 ya kondisi-kondisi tersebut ya. 44:34 Nah, terus ada nah kapan harus kita 44:37 berobat ya. Nah, praktisi atau terapis 44:41 itu harus ee benar-benar safety pasien 44:45 ya. Safety pasien ya, safety dan etika 44:47 ya. Nah, misalnya yang lampu hijau nih, 44:51 lampu hijau ini aman untuk twina ya. 44:53 Misalnya nyeri pinggang, nyeri bahu ya, 44:56 yang non spesifik, yang stabil ya, kaku 45:00 misalnya setelah duduk berdiri lama atau 45:02 susah memulai aktivitas ee terasa tegang 45:06 ya. Nah, ada yang lampu kuning ya. Lampu 45:09 kuning yang hati-hati ya, perlu 45:11 modifikasi ya. Nah, seperti lansia tadi 45:14 ya yang saya bilang ya, kemungkinan 45:16 osteoporosis tuh pasti ada ya. Ee kalau 45:20 kita mau cek bond-nya itu ya bisa dengan 45:22 density atau dengan ruangsen juga 45:24 kelihatan ya opak atau enggak ya. Nah, 45:27 Ibu hamil ya, hamil ya trimester pertama 45:30 hati-hati ya. Takutnya nanti pendarahan 45:33 ya tapi kita modifikasi bisa ya. jangan 45:36 suruh tengkurep ya atau tekan ya 45:39 [tertawa] apalagi ya sudah besar ya. 45:41 Nah, itu bisa kita lakukan ya tapi kita 45:44 hati-hati ya. Terus ada juga yang 45:47 menggunakan pengencer darah ya. Nah, 45:50 kalau kita manipulasi cepat kan darah 45:53 lebih lancar ya, lebih encer. Nah, itu 45:54 juga hati-hati ya. Nah, yang berat 45:59 banget yang merah ya ini harus ke IGD 46:02 ya. Misalnya dia ada masalah kauda ya, 46:07 misalnya dia kelemahan tungkai kaki atau 46:12 sulit menahan air kecil ya atau kebas 46:15 ya. Nah, ini kelemahan ee harus segera 46:18 di ditanganin medis ya 46:21 atau 46:23 foot drop ya atau kaki mendadak lemas 46:26 ya. Nah, ini kita harus tahu lebih dalam 46:29 lagi ya. Tapi kalau kita sudah jam 46:31 terbangnya tinggi ya, tahu cara 46:33 menangani boleh ya. Tapi kalau memang 46:36 kelihatan ini tidak memungkinkan ya kita 46:39 evaluasi dengan ee pemeriksaan penunjang 46:42 ya atau demam menggigil. Nah, ini 46:46 hati-hati kadang-kadang ada infeksi atau 46:48 ya terus ada misalnya benjolan atau 46:51 kanker ya atau trauma hebat ya. Misal 46:54 luka terbuka ya, luka terbuka. Nah, itu 46:57 juga enggak boleh ya. Jadi harus harus 46:59 tahu ya yang mana boleh, yang mana 47:01 enggak ya. 47:04 Nah, ini bagaimana kita lakukan ya untuk 47:09 ee tubuh kita ya supaya kita tuh bisa 47:12 menjaga postur ya, menjaga biar enggak 47:16 sakit pinggang ya, menjaga supaya kita 47:20 rileks ya. Jadi bukan hanya terapi tapi 47:24 kita juga harus ya. Jadi ya kalau 47:27 bengkelnya ada sih aman ya, tapi kalau 47:29 misalnya kita bisa melakukan sendiri why 47:31 not ya, kenapa tidak ya? Kenapa tidak 47:34 ya? Jadi usahakan kita rileks. Misalnya 47:37 sekali-sekal lah kayak misalnya kita 47:39 habis siaran nih Mbak Neng habis siaran 47:40 duduk ya kayak rileksasilah duduk ya 47:43 duduk relaksasi ya. Ee ini gambarnya 47:46 begini karena enggak ada gambar lain ya. 47:49 Iya seperti relaksasi duduk ya. Nah 47:53 tarik nafas ya. Tapi kita postur kita 47:56 kita benarin ya. Postur kita tuh ee 47:58 ergonomis ya. Ee posturnya bagus ya. 48:01 Bukan nunduk udah bukan terlalu ke 48:04 depan, terlalu ke belakang ya. Nah, 48:06 sambil kita tarik napas kita rasakan tuh 48:08 rongga dada tuh melebar ya. Karena kita 48:11 ke tarik napas ya, Hinterkosta kita tuh 48:14 melebar ya. Jadi kayak stretching jadi 48:17 terasa tuh stretching ya. Nah, terus 48:19 perlahan-lahan kita rileksasi. Nah, 48:21 otot-otot tuh rileks ya, merengang semua 48:25 ya. Nah, itu kan banyak penelitiannya 48:28 dengan kita tarik napas itu ya. Ee ada 48:31 waktu S3 itu saya lihat ee dengan metode 48:34 tarik napas dan zikir ya. Ee nah dia 48:39 sampelnya itu ee di rumah sakit malah ya 48:42 itu ya. Jadi ada perawat-perawat yang 48:45 dilakukan dengan relaksasi, ada yang 48:47 tidak ya. Nah, dengan relaksasi ini 48:50 ternyata ee perpr tersebut lebih 48:53 badannya lebih segar, lebih kuat ya, 48:55 imunnya tinggi ya, dia diperiksa juga 48:57 dengan lab ya. Nah, itu bagus ya. 48:59 Ternyata ada ya seperti itu ya. Nah, 49:02 kemarin saya mau ngambil mainfulness 49:03 awalnya. Ah, tapi ternyata ribet banget 49:05 ya. Akhirnya saya ubah ya dengan majelis 49:07 taklim ya. Saya bikin konsep. Nah, Mbak 49:10 Nuning, saya bikin konsep. Jadi nanti 49:12 kalau Mbak Nuning punya majelis taklim, 49:15 konsep buku sudah jadi itu bisa dicopy 49:17 paste ya. Jadi selama ini kan majelis 49:20 taklim hanya ee dia belajar agama ya 49:25 untuk menggali agama dia belajar dengan 49:28 ee apa tuh namanya rohani ya tapi saya 49:32 gabungkan dengan pelatihan herbal. Nah 49:35 pelatihan herbal. Jadi nanti ee majelis 49:38 taklim itu bukan hanya dia sehat rohani, 49:41 tapi sehat jasmani. Nah, itu saya bikin 49:43 konsepnya. Kemarin sudah saya bikin 49:45 SLR-nya, penelitian pendahuluannya saya 49:47 bikin need asmen ya. Nah, setelah itu 49:50 saya bikin mixed method kuasi 49:52 eksperimen. Nah, itu untuk disertasi 49:54 saya. Nanti kalau sudah jadi bisa 49:57 di-copy paste ya untuk seluruh majelis 49:59 taklim di Indonesia. Silakan nanti saya 50:01 bikinya tinggal download ya. Itu ya. 50:06 Nah, ini ada lagi ekspolasi eh 50:08 eksplorarisasi panggul ya. Panggul ini 50:11 banyak banget masalahnya ya. Panggul nih 50:13 ya karena gerak tubuh kita, jalan kita 50:15 pasti dipanggul di di ya di panggul kita 50:18 ya semua gerakan dipanggul ya. 50:22 Nah, kita bisa juga mengolah gerakan 50:24 panggul ini dengan ke depan ya, ke 50:27 belakang ya, ke depan ke belakang ya. 50:31 Apa sih namanya tuh? Kayak bridging ya 50:32 namanya. E jadi hit e apa tuh sias kita 50:36 dimainin ya kayak kita tuh ada apa ya 50:39 enrollen ya rasain aja ya maju mundur 50:43 maju mundur ya. Nah tapi nyaman ya 50:45 jangan dipaksa ya. Maksudnya kalau 50:47 enggak nyaman ya jangan dipaksa ya 50:48 sambil duduk kita kita gerakkan karena 50:51 ee sias kita nih panggul kita nih sangat 50:53 banyak ya ee gerakannya ya. Nah supaya 50:57 dia otot-otot itu rileks ya. 51:00 Terus ada. Nah, K kan kita berdiri lama 51:03 ya. Berdiri lama kadang-kadang ee kita 51:06 berdiri lama itu ee posisi itu menyangga 51:10 cuma satu tempat ya. Misalnya hobinya 51:12 senang di kanan ya. Kadang kan coba aja 51:14 kalau orang ngobrol ya jarang yang dia 51:16 dua-dua ee berdiri tegap ya. Kadang dia 51:21 pasti sebelah kanan atau sebelah kiri ya 51:24 dia numpunya. Nah, itu dengan kita 51:27 begitu kita harus ya tadi ya kita ganti 51:31 dengan ee apa senam kita dengan lawan 51:34 ya. Misalnya kita sudah ke kanan kita 51:35 lawan ke kiri ya. Nah, kayak ini duduk 51:37 ini kan saya duduk lama nih. 51:38 Kadang-kadang kaki saya naik sebelah 51:40 kiri ya. Saya ulang sebelah kanan juga 51:42 [tertawa] 51:42 ya. Kadang-kadang gitu ya. Nah, itu bisa 51:44 kita menyeimbangkan ya atau ee kita 51:51 ee bisa juga kita ee hip hip hip tuh 51:56 panggul ee hipi 51:59 bonggolbonggol kaki kita ya, bonggol 52:01 paha kita itu. Nah, boleh juga kita 52:02 putar-putar ya sambil kita duduk ya 52:05 kanan ke kiri ya. Nah, atau tadi jalan 52:09 ya, jalan tadi 30 menit ya karena dia 52:11 supaya merileks ya, hip hip hip itu ya, 52:14 hip antara panggul dengan kaki kita. 52:16 Nah, itu sangat bermanfaat ya. Nah, ini 52:20 bisa mandiri ya. Jadi ada terapinya, ada 52:23 mandirinya ya. 52:25 Nah, ini ee ada pertanyaan ya sebelum 52:29 memilih terapis ya. Nah, ini juga saya 52:31 masukin kemarin kenapa ya saya juga lupa 52:33 ya. [tertawa] 52:34 Harus ada asesmen awal ya. Oh, supaya 52:37 redflek tadi ya. Hati-hati ya, karena 52:39 banyak sekali yang kemarin masukan dari 52:42 berbagai ya teman-teman lah ya. Sampai 52:45 waktu kita di Monev ya, Monev ya, Monev. 52:49 Nah, kebetulan yang Monev kita tuh ee 52:51 orang fisioterapi ya kok bisa orang ee 52:56 dengan follower banyak ya, dengan apa 52:59 gitu ya. Nah, tidak ada asesmen langsung 53:02 kretak-kretek ya. Nah, dia khawatir ya. 53:04 dia khawatir. Nah, dari situ saya 53:06 kepikiran ya, kepikiran ya, dan dia 53:08 khawatir ee kita aja melakukan di 53:11 fisioterapi ya tidak sembarangan ya, 53:13 tidak pertaper ya, harus ada smart. Nah, 53:17 ini kemarin ya saya kepikiran ya 53:19 sudahlah sekalian ajaalah biar ee 53:22 pemirsa mendengar ya kehati-hatian itu 53:24 lebih penting ya. Nah, kita juga ada 53:27 asesmen awal ya. Ee terus kita 53:30 menanyakan riwayat kesehatannya ya. Ada 53:34 enggak reflek tadi yang berbahaya ya 53:36 sebelum kita melakukan tindakan ya. Nah, 53:39 tujuan terapi ya kita tu kita kasih tahu 53:43 ya misalnya ee 53:47 dia bisa ngangkat anak atau ngangkat 53:49 cucu atau tadi ya dia bisa nunduk enggak 53:52 atau dia bisa dari duduk berdiri ya. 53:55 Nah, kita tanya ya tujuan dia tuh 53:59 dibicarakan nanti kita akan melakukan 54:01 seperti ini ya seperti ini ya. Nah, kita 54:04 jelaskan ya tapi bukan hanya untuk bunyi 54:07 ya. Jangan sampai ada, "Oh, saya pengin 54:09 dikerek ya, dibunyi ya." Enggak juga ya. 54:14 Itu ada juga yang enggak perlu bunyi ya 54:16 karena gas ya tadi ya. Nah, persetujuan 54:19 inform konsern itu paling penting ya. 54:21 Persetujuan pasien kita melakukan 54:23 tindakan terapi ya. Nah, terus kita 54:26 evaluasi ada evaluasi ya. Evaluasi itu 54:29 bagaimana perubahannya ya misalnya ROM 54:32 dia menambah atau MMT dia lebih kuat ya 54:36 muscle muscle MMT muscle ototnya ya. 54:39 Kalau rom tadi rank of motion-nya atau 54:42 lingkaran atau dia bisa fleksi ekstensi 54:45 atau dia bisa naik bisa turun ya. Nah 54:47 itu lebih lebih 54:49 ee [berdehem] ada kemajuan ya. Nah itu 54:51 kita harus evaluasi. Kalau misalnya 54:53 enggak ada ya kita evaluasi juga ya. 54:55 Kenapa enggak ada? Nah itu ya. 54:57 Nah, terus kita jangan lupa tadi ya 54:59 ajarkan edukasi. Edukasi ya sudah sembuh 55:02 ya. Angkat-angkat berat hati-hati ya. 55:04 Terus nunduk-nunduk hati-hati ya. Terus 55:08 lari hati-hati. Nah, ada juga pasien tuh 55:10 hobi main bulu tangkis ya. Jadi akhirnya 55:13 lututnya cedera. Saya bilang, "Ya oke 55:16 bisa diterapi. Tapi ya kalau Bapak main 55:19 cedera lagi ya. Nah, Bapak mau sakit 55:21 atau mau mau sehat ya." Nah, olahraga 55:24 itu buat kita sehat. 55:27 Bukan olahraga itu membuat kita sakit. 55:29 Saya gituin [tertawa] 55:31 ya. Akhirnya dia mikir ya itu 55:33 kadang-kadang hobi ya susah hobi ya. 55:35 Kadang saya ganti aja Pak bilang ganti 55:37 Bapak berenang ya sepeda boleh ya. 55:41 Jangan jangan high impact ya yang 55:43 tekanan kuat ya. Karena kalau tekanan 55:45 kuat itu pasti akan bermasalah ya. 55:49 Oke ini yang ee terakhir ya terakhir ya. 55:53 Jadi punggung Anda kuat dan mampu 55:55 beradaptasi. Yaah. Kalau kita enggak 55:57 kuat ya gimana beradaptasi ya? Nah, 56:01 cengku hadir bukan untuk menjanjikan 56:03 kejaiban instan, melainkan memberikan 56:05 pengalaman sentuhan terarah agar tubuh 56:08 Anda kembali merasa aman. Sentuhan untuk 56:12 menenangkan, gerakan untuk memulihkan, 56:14 latihan untuk mempertahankan. 56:18 Makasih Buoning [tertawa] 56:25 dengar apa yang disampaikan ini enggak 56:27 bisa enggak kita memang harus bergerak 56:29 ya [tertawa] 56:31 dan tadi waktu di awal saya belum 56:33 sebutin alamatnya nanti ya di penghujung 56:35 ya boleh langsung ke pertanyaan Pak Alvi 56:38 silakan iya silakan 56:41 jadi terkait dengan lutut nih sakit sih 56:44 enggak Mbak tapi kenapa bunyi 56:46 keretek-kretek terus ya. Wow. Tapi masih 56:50 salat 56:51 ee Ibu ya masih salat masih biasa. Cuman 56:54 bunyinya itu loh. Kenapa gerangan 56:57 umurnya? Umurnya 56:58 enggak disebut di sini 57:00 ya. Biasanya kalau ibu-ibu ya dengan 57:03 umur di atas 56 ya. 57:06 Ee nah itu biasanya oa ya. OA itu 57:09 osteatritis ya karena dia sudah 57:12 monopause ya. Jadi cairan di 57:14 sininovialnya itu sudah berkurang ya. 57:17 Nah, akhirnya terjadilah osteatritis 57:19 atau peradangan sendi atau degeneratif 57:22 sendi ya. 57:23 Nah, akhirnya terjadilah kapur. Nah, 57:25 biasanya keretek-kerretek bunyi, ya. 57:27 Keretek-kretek. Nah, malam hari 57:29 kadang-kadang lebih nyeri ya karena 57:31 malam tuh dingin ya. Makanya kompres 57:33 dengan hangat ya. Nah, banyak orang 57:35 salah juga tuh Mbak Doning kompres pakai 57:37 airin ya tambah sakit ya. 57:39 [tertawa] 57:39 Jadi meradang itu karena meradang dari 57:43 dalam itu menggunakan air hangat. Boleh 57:45 tambah jahe, seri ya, cengkeh ya, 57:48 diparemin ya. Tapi kalau kita kena 57:51 benturan benar air dingin ya kayak orang 57:53 petinju itu ya petinju tos ya kan 57:55 ditonjok. [tertawa] 57:56 Nah itu benar air dingin ya karena 57:58 benturan dari luar tapi kalau dari dalam 58:00 itu air hangat ya itu banyak salah ya. 58:02 Nah, jadi kalau orang oa itu malam-malam 58:05 dia sore-sore lebih sakit biasanya lebih 58:06 nyeri bunyi kerepetasi nam ketek-kretek 58:09 ya tadi ya. 58:10 Terus rom-nya tuh apa? Gerak sendinya 58:12 tuh berkurang ya. Biasanya dia bisa full 58:15 meneku. Nah, dia tidak bisa full lagi 58:17 segini doang ya. Nah, segini doang 58:19 nanti. Nah, itu hati-hati karena 58:21 kapurnya makin banyak ya. Makanya 58:23 dilatih pelan-pelan ya. Nanti ada 58:25 namanya heill slide ya, pront itu bisa 58:28 dilatih ya. Supaya dia fleksibelnya 58:30 nambah. Tapi jangan, jangan dipaksa ya. 58:32 Takutnya terjadi banget ya, nanti 58:35 bengkak ya. Jadi itu kemungkinan oa ya, 58:38 osteatritis ya bisa ditanganin selama 58:40 dia belum grade 4 yang lengket yang 58:43 sudah enggak bisa neku ya. Itu 34 lah ya 58:46 34 lah ya. Baik. Kemudian dari Bapak 58:50 Sumardi. 58:51 Asalamualaikum Pak Alvian. Saya lansia. 58:56 Lansia usia 75 tahun. Tiap hari kok 58:59 pusing dan kelayengan ya, leher belakang 59:02 kaku. Tensi normal, dengkul sakit kalau 59:06 berdiri waktu salat. Telapak kaki 59:10 lengket kalau kena air. Obat herbalnya 59:14 apa? Ya, terima kasih. Iya. 59:17 Ya, ini banyak ya keluhannya kalau saya 59:20 lihat ya. 59:21 Pertama tadi dia sebutkan tengkuk berat 59:24 ya, terus sering pusing ya. Nah, 59:27 ditambah lagi dia ngomong tadi lengket 59:29 ya cuci kaki ya. Nah, kemungkinan 59:33 di sini ada sumbatan ya, sumbatan aliran 59:35 darah ya kemungkinan besar ya karena kan 59:38 kita enggak ketemu langsung ya. Jadi 59:40 kemungkinan besar ada sebutan pembuluh 59:41 darah ya dari gula dan kolesterol ya 59:45 kemungkinan ya karena kalau gula dia 59:47 naik kolesterol naik ya atau salah 59:49 satunya ya jadi coba cek lab ya e HBA1C 59:54 atau kolesterol lengkap ya tapi 59:57 kolesterol lengkap itu puasa biasanya ya 59:59 kolesterol total RDL HDL trigerid ya 1:00:03 sama HBA1C ya nah kalau kolesterol itu 1:00:07 puasa tapi kalau HBA1C enggak perlu ya. 1:00:10 Nah, supaya kita lihat tinggi enggak ya. 1:00:13 Nah, tapi kemungkinan itu tinggi ya. 1:00:14 Makanya dia ee pusing ya, aliran darah 1:00:17 enggak lancar ya, ke kaki juga kayak 1:00:19 lengket ya, aliran darah enggak lancar 1:00:21 ya. Terus berat tadi tekuknya berat ya. 1:00:24 Nah, kemungkinan besar. Nah, ee 1:00:26 solusinya apa ya? Alir alirkan darahnya 1:00:29 ya. Lancarkan aliran darahnya dengan 1:00:31 apa? Pertama pantangan dulu ya. Jangan 1:00:33 empat sehat lima sembarangan ya. yang 1:00:36 gula-gula ya, yang manis-manis itu sudah 1:00:39 mulai stop ya. E kalau enggak lihat Mbak 1:00:42 Nuning tuh ya. Kalau pengin manis ya 1:00:44 [tertawa] 1:00:45 ya pokoknya sudah pantangin ya manis ya. 1:00:49 Ganti stepia kalau mau ya. 1:00:51 Terus kayu manis boleh ya. Terus ee 1:00:54 makanan yang berlemak ya, keju, coklat, 1:00:57 nasi uduk, mentega ya, seafood ya, udang 1:01:00 kerang, cumi, kepiting, pokoknya yang 1:01:01 enak-enak yang berlemak ya. Nah, setelah 1:01:04 itu baru kita kasih terapi intervensinya 1:01:07 ya. Boleh terapi lintah ya, 1:01:09 ee terapi yang aliran darah ya, lintah 1:01:12 boleh ya, bekam boleh ya misalnya ya, 1:01:15 pokoknya yang ee apa untuk sirkulasi 1:01:18 darah ya. Nah, ee terus herbal boleh 1:01:22 herbal. Herbal yang melancarkan aliran 1:01:24 darah apa ya? Misalnya bawang putih ya. 1:01:27 Kalau dia peri di lambung kasih kunyit 1:01:29 ya. Ee terus ee apalagi ee sambung nyawa 1:01:35 ya, daun dewa ya, seledri ya. Nah, itu 1:01:38 bisa untuk membantu ee lemak ya. Nah, 1:01:42 atau ee 1:01:46 ee apa tadi? dengan gulanya ya. Gulanya 1:01:49 tadi dengan sambiloto ya, ee brotoali 1:01:52 ya, kayu manis ya. Nah, itu bisa untuk 1:01:55 ee gula ya. Nah, untuk tambahan-tambahan 1:01:58 gula jadi bisa kita kombinasi ya 1:02:01 sehingga apa? Jadi gulanya turun ya, 1:02:03 kolesterolnya turun, aliran darahnya 1:02:05 lancar. Nah, mudah-mudahan sih sudah 1:02:08 jauh berkurang ya. Terus jalan boleh 1:02:10 jalan ya 30 menit ya. 1:02:12 Jalan 30 menit ya. Kalau misalnya memang 1:02:15 kakinya enggak kuat, ya bisa dulu jangan 1:02:17 30 menit ya ee 5 menit ya nanti 1:02:20 naik-naik 10 menit ya sampai memang kuat 1:02:23 ya itu untuk supaya apa aliran darahnya 1:02:26 lancar ya. Oke. Baik, lanjut kembali ke 1:02:30 pertanyaan berikutnya ini dari Australia 1:02:33 nih dari Ibu Nurjana 1:02:37 Madio. 1:02:39 Asalamualaikum Dr. Alvian mohon 1:02:42 penjelasan. 1:02:43 Gimana caranya mengatasi frozen 1:02:46 shoulder? Kalau minum herbal, apa 1:02:48 herbalnya? Apakah frozen shoulder bisa 1:02:51 sembuh dengan stretching? Terima kasih 1:02:54 banyak. Iya. 1:02:56 Ya, jadi ini jauh juga ya Australia ya 1:02:59 tadi ya? [tertawa] 1:02:59 Iya. 1:03:00 Kok sampai kita juga ada di Australia 1:03:02 ya? 1:03:02 Lah kan kita pakai ini apa ee bukan 1:03:05 gelombang biasa. 1:03:08 Waduh mantap. [tertawa] 1:03:10 Nah, jadi eh tadi frozen solder ya, 1:03:12 frozen solder itu kan dia frozen ya. 1:03:15 Frozen namanya frozen ya, beku ya. Beku 1:03:18 ya. Nah, lengket ya. Ada kaput, ada 1:03:21 bonggol lengket di situ ya. Ada ee 1:03:24 problem di antara bonggol sama sendinya 1:03:27 ya. Lengket ya karena dia freezing ya. 1:03:29 Freezing [berdehem] atau frozen tadi ya. 1:03:31 Nah, caranya apa ya? Herbal itu ya untuk 1:03:34 inflamasinya ya untuk apa? untuk 1:03:37 otot-ototnya longgar tapi tetap harus 1:03:40 latihan ya atau dibenarkan posisinya 1:03:43 cuman agak sakit ya. Nah, karena 1:03:47 posisinya itu lengket ya. Kalau di medis 1:03:49 biasanya dianestesi dulu ditarik 1:03:51 [tertawa] ya ditarik dipaksa ya. Nah, 1:03:54 cuman takutnya robek ya. Jadi caranya 1:03:57 ada ya caranya, tekniknya ada ya. Jadi 1:03:59 kita perlahan-lahan tadi sama tadi ya 1:04:01 kita ee tuina unmo dulu ya, 1:04:04 lemes-lemesin dulu ya. Nah, terus kita 1:04:07 tuina cengku ya tadi sama ya tekniknya 1:04:09 cuman tekniknya tidak tidak dipaksa yang 1:04:13 kayak di media sosial sekarang ya. Nah, 1:04:17 kita perlahan-lahan jangan sampai dia 1:04:19 sakit takutnya robek ya. Nanti ada 1:04:21 masalah lagi di rotator kaf-nya ya. Nah, 1:04:23 jadi ee kita masel dulu pelan-pelan kita 1:04:26 hangatkan bola kita tambah moksa ya 1:04:29 terus baru kita ke herbal boleh ya. Nah, 1:04:33 baru kita tuina cengku ya. Ada tekniknya 1:04:35 itu ya, nanti narik ke atas, narik ke 1:04:38 bawah ya, direnggangkan ke belakang ya. 1:04:41 Itu ada tekniknya. Nah, sambil dia nanti 1:04:43 latihan di rumah ya, kayak latihan 1:04:45 pendulum pakai apa beban diputar-putar 1:04:48 ya ke atas turunkan ke atas ya maksimum 1:04:51 aja ya. Nah, tapi memang agak agak lama 1:04:55 ya kalau teknik dengan dia sendiri 1:04:56 memang harus dibantu dengan terapi ya 1:04:59 karena dia lengket ya cuman ya agak 1:05:01 sakit ya kalau paksaan benerin ya cuman 1:05:03 ya perlahan-lahan jangan dipaksain 1:05:05 banyak kok yang di YouTube saya itu yang 1:05:06 frozen solder ya yang bisa langsung 1:05:09 naik tangannya ya gitu. 1:05:11 Oke berikut dari Ibu Suratmi di 1:05:15 Kalisari. Assalamualaikum, Pak Alvian. 1:05:19 Umur saya 72 tahun, 1:05:22 sakit lutut, pengapuran 1:05:25 menahun. Bisa enggak sih melakukan 1:05:28 sesuatu untuk mengurangi sakit lututnya? 1:05:33 Terima kasih. Iya. 1:05:34 Ya. Yang pertama, turunkan berat badan 1:05:38 kalau gemuk. 1:05:39 Kalau gemuk ya itu karena clue-ya itu 1:05:42 biasanya orang-orang yang sakit lutut 1:05:44 nih karena ada beban ya. ada beban yang 1:05:46 berat ya biasanya ya. He. 1:05:49 Nah, dia pasti menekan kompresi ya. 1:05:51 Akhirnya sinovialnya enggak ada ee ee 1:05:55 lapisan sendinya berkurang ya akhirnya 1:05:58 bergesek-gesek antara sendinya itu ya. 1:06:01 Nah, nah caranya apa? Ya pertama 1:06:03 turunkan berat badan kalau memang berat 1:06:05 ya. Nah, kedua caranya apa? Pakai deker 1:06:09 dulu ya supaya dia tidak terlalu menekan 1:06:12 ya. 1:06:13 Nah, ketiga latihan ya. latihan tadi 1:06:15 namanya hill slide ya, front hang ya ee 1:06:19 pokoknya latihan-latihan yang lutut ya 1:06:21 untuk direnggangkan ya di YouTube saya 1:06:23 tuh ada ya untuk latihan-latihan lutut 1:06:25 tu ada ya. Nah, tekniknya apa? Supaya 1:06:28 merenggangkan antara gap-nya itu tidak 1:06:30 menyempit ya. Nah, kalau orang OA itu 1:06:33 kan 1:06:33 dia gap-nya menyempit ya. Pertama dia 1:06:36 enggak kelihatan, kedua dia ada kapur, 1:06:38 ketiga mulai kelihatan nyempit, keempat 1:06:40 nyempit benar. Ya, akhirnya kayak engsel 1:06:43 pintu kan kalau renggang engel pintu 1:06:45 bisa buka tutup kan. Tapi kalau dia 1:06:47 rapat gimana buka tutup? 1:06:49 Nah, akhirnya apa? Dia enggak bisa ini 1:06:51 enggak bisa neku lagi ya. Akhirnya 1:06:53 enggak bisa neku ya. Nah, itu problemnya 1:06:56 ya. Jadi pertama dia harus menurunkan 1:06:59 berat badan ya kalau memang dia berat 1:07:01 ya. Kedua, dia harus ee latihan ya. 1:07:05 Latihannya itu untuk fleksibilitasnya 1:07:07 ya. Bisa nekuk bisa lurus, bisa nekuk 1:07:10 lurus supaya untuk merenggangkan ya. 1:07:12 Kalau misalnya dia pengin aktivitas 1:07:14 gunakan deker ya supaya tidak tambah ya. 1:07:17 Terus ya ada aktivitas yang high impact 1:07:19 ya. High impact itu yang menekan terlalu 1:07:21 kuat lari ya. Nah, terus beban ya. Nah, 1:07:25 itu dia akan menekan ya. Nah, boleh kita 1:07:28 tambahkan dengan herbal ya yang untuk 1:07:30 mengurangi nyari sendi ya mesti misalnya 1:07:33 ee kelor ya, seri ya, jahe ya, kunyit 1:07:38 ya. Nah, itu boleh cengkeh ya itu boleh 1:07:41 atau diparemin juga ya di di lututnya 1:07:43 itu ya. Nah, setelah itu ya dia harus 1:07:47 jaga memang posisi-posisi yang tertentu 1:07:50 yang menekan ya. Kadang-kadang dia 1:07:51 kakinya panjang sebelah tuh akhirnya 1:07:53 yang pendek itu menekan terus. Nah, itu 1:07:55 juga kadang-kadang jadi problem ya. 1:07:57 Makanya kadang-kadang ada orang yang 1:07:58 sakit lututnya, wah, sebelah kiri doang 1:08:00 yang lebih sakit ya. Kenapa? 1:08:01 Kadang-kadang kakinya lebih pendek ya, 1:08:03 menekan 1:08:04 itu. Jadi ya selama yang bisa disarankan 1:08:07 di di apa di 1:08:10 ee Rasil TV ya seperti itu ya gitu. 1:08:14 Kalau enggak lihat di YouTube-latihan 1:08:16 sendi ya, latihan lutut ya 1:08:18 bisa ditengok di YouTube-nya ya jadi 1:08:20 aman. Oke, ini pertanyaan dari Bunda 1:08:25 Emilda. Tapi di luar tema nih. Enggak 1:08:28 apa-apa ya, Mbak? 1:08:30 Penyebab sering terjadi alergi, gatal, 1:08:33 dan bengkak merah saat capek dan cuaca 1:08:36 sedang dingin itu hampir 2 hari sekali 1:08:39 selalu kena obatnya untuk alergi ini. Ee 1:08:44 apa ya? Mohon pencerahannya, Pak Alvian. 1:08:47 Terima kasih. 1:08:49 Ya, alergi ini kan sensitivitas ya, 1:08:52 terlalu lebai ya. Jadi 1:08:54 kita tuh punya 1:08:56 apa ya namanya? Pertahanan tubuh ya, ada 1:08:59 imun ya. 1:09:00 He. 1:09:00 Nah, karena dia ni hipersensitivitas ya, 1:09:03 ada apa tuh dingin ya, ada debu ya, dia 1:09:08 terlalu lebay ya. Nah, biasanya 1:09:10 [berdehem] orang-orang yang alergi 1:09:11 tinggi ini jarang sakit yang berarti ya. 1:09:14 Maksudnya jangan jarang sakit yang 1:09:16 bahaya banget ya maksudnya. Karena daya 1:09:18 tahan tubuhnya kuat ya. Daya tahan 1:09:20 tubuhnya kuat malah lebai ya. Lebih 1:09:22 lebih lebih 1:09:24 sensitif ya. Ada apa-apa langsung 1:09:26 benjol-benjol, ada apa-apa dia mengi ya. 1:09:29 Asma ya. Nah, caranya apa? Ya pertama 1:09:32 hindarin dingin ya. Hindarin pencetusnya 1:09:34 ya. Usahakan yang hangat atau 1:09:36 menggunakan ee baju yang hangat ya, tapi 1:09:39 tidak ee apa harus menyerap ya. 1:09:42 Maksudnya menyerap keringat ya. Nah, itu 1:09:44 pertama hindarin dingin ya dengan baju 1:09:47 hangat ya yang menyerap ya. Nah, kedua 1:09:50 bisa kita turunkan ya imunpresan namanya 1:09:53 jangan terlalu lebai ya. Kalau di medis 1:09:56 itu kan disuruh antihistamin biasanya 1:09:58 kan 1:09:59 dikasih antihistamin. Nah, herbal-herbal 1:10:01 yang antihistamin banyak ya daun alpukar 1:10:04 ya ee terus patikan kebo ya terus 1:10:08 apalagi antihistamin ya ee ciplukan ya. 1:10:12 Nah, itu antihistamin ya. Bisa direbus 1:10:15 ya daunnya bisa direbus, diminum ya. 1:10:18 Nah, itu antihistamin ya. Sama air 1:10:19 kelapa juga antiamin ya. Makanya ee 1:10:22 jangan salah ya. Tapi ee air kelapa bisa 1:10:25 asam urat kalau ada asamurat ya. Nah, 1:10:27 kadang orang ee menggunakan air kelapa 1:10:30 supaya segar ya. Padahal dia nurunkan ya 1:10:32 dia antihistamin ya. Dia nurunkan ee 1:10:35 imunitas ya sebenarnya ya. Nah, jadi 1:10:37 boleh juga air kelapa sekali-sekali ya. 1:10:39 Tapi kalau ada samurat jangan ya. Nah, 1:10:41 itu untuk menurunkan ya antistamin 1:10:43 supaya dia alerginya berkurang ya, 1:10:45 supaya enggak lebai ya. Supaya enggak 1:10:47 lebai 1:10:48 itu ya intinya itu ee apa sensitifasitas 1:10:50 [tertawa] 1:10:51 ya. 1:10:52 Baik, kita ke Ibu Nurati 1:10:56 usia 63 tahun pegal di leher dan di 1:11:00 lutut sering sekali terasa. Apakah 1:11:03 terapi tuina zengku aman untuk lansia 1:11:07 dengan osteoporosis atau pengapuran 1:11:10 tulang ini? Terima kasih. Iya. 1:11:14 Ya. Ya. Kalau sudah pegal leher, lutut 1:11:18 ini kan hal yang jauh jauh ya posisinya 1:11:21 ya. Nah, intinya dia kurang ee 1:11:25 elastisitas ya, kurang gerakan yang bisa 1:11:29 ee fleksibilitas ya. Nah, Tina cocok ya, 1:11:33 cuman dengan ahlinya ya. Jangan sampai 1:11:36 yang dia enggak ahli dia paksakan sudah 1:11:38 keropos ya ee dianggap anak muda ya 1:11:42 hajar ya. [tertawa] 1:11:43 Nah, itu repot bisa patah, bisa fraktur 1:11:46 ya boleh ya perlahan-lahan ya. Pasien 1:11:49 saya ada yang 94 tahun ya ke saya. 1:11:52 Nah, saya itu memang banyak 1:11:54 pasien-pasien yang umur-umur yang datang 1:11:55 ke saya malah ya. 1:11:57 Jadi memang pasien-pasien yang umur 1:11:59 banyak ya. Walaupun memang ada juga anak 1:12:01 kecil ya, anak muda, tapi paling banyak 1:12:03 tuh rata-rata yang umur ya. Ya, mungkin 1:12:05 kelihatan sabar saya kali ya. [tertawa] 1:12:09 Nah, sebenarnya yang penting kita tahu 1:12:11 tekniknya, bagaimana cara 1:12:12 menanggulanginya, 1:12:14 bagaimana rambu-rambu yang ee tadi 1:12:17 reflek tadi ya, yang yang hati-hati, 1:12:20 kehati-hatian. Nah, ini itu aman 1:12:21 sebenarnya. Makanya tadi saya jelaskan 1:12:24 ya, karena tadi ada asesmen waktu untuk 1:12:26 kita monf ya. E saya kepikiran, oh ya 1:12:29 benar juga ini harus disarankan ya. Nah, 1:12:31 supaya kehati-hatian itu safety pasien 1:12:33 itu paling utama ya. Safety pasien dan 1:12:35 etika itu paling utama ya. Nah, jadi 1:12:38 kehati-hatian diperlukan supaya apa? 1:12:40 Supaya tidak menjadikan suatu masalah 1:12:43 ya. Jadi kita lihat dulu ya kalau 1:12:44 keropos ya kita pelan-pelan ya dan minta 1:12:47 persetujuan pasien ya inform konsern-nya 1:12:50 ya itu. 1:12:53 Oke Pak. 1:12:54 Baik. Emm masih ada satu dulu nih 1:12:57 meskipun ada juga beberapa yang baru 1:13:01 masuk baru saja masuk ini. Kalau saya 1:13:04 pernah dengar nih dari Bapak Hendra 1:13:07 orang yang justru tambah parah setelah 1:13:09 dipijet karena ternyata mengalami patah 1:13:12 tulang. Apa saja sih tanda-tanda yang 1:13:15 harus diwaspadai agar enggak salah 1:13:17 penanganan? Oh, jadi patah tulang tapi 1:13:19 dipij. [tertawa] 1:13:21 Iya, iya. 1:13:22 Ee enggak, saya nangkapnya tadi dia 1:13:24 dipijat akhirnya patah tulang malah jadi 1:13:27 lebih parah. Nah. 1:13:28 Oh, karena pijatannya itu oke yang 1:13:31 pernah kita kehati-hatian tadi ya. 1:13:34 Sebenarnya sudah saya jelasin ya karena 1:13:36 mungkin baru masuk tadi ya. 1:13:38 Jadi kehati-hatian itu nomor satu ya. 1:13:40 pertama tadi orangnya umur enggak? 1:13:42 Biasanya umur itu kan sudah pengeroposan 1:13:44 ya, sudah osteoporosis. Nah, kita juga 1:13:47 penekanan juga enggak boleh kuat ya. 1:13:50 Kalau penekanan kuat ya takutnya 1:13:52 interkostanya apa kita nekan dari 1:13:53 belakang misalnya jadi ee apa iga iga ya 1:13:57 iga intercosta itu iganya ee terlalu 1:13:59 kuat ya bisa rapuh ya bisa pecah patah 1:14:03 ya. Nah, intinya tuh disesuaikan dengan 1:14:06 kondisi ya, kondisi si pasien ya. Enggak 1:14:10 perlu kita menggunakan kepala tangan ya. 1:14:13 Kadang kita menggunakan jari cuman ya 1:14:15 jari karena memang 1:14:17 enggak perlu kuat ya. Makanya jari itu 1:14:20 paling penting ya. Jadi senam jari itu 1:14:23 paling penting ya kalau orang-orang yang 1:14:24 harus menarin tulang ya. 1:14:26 Nah, ee kadang pakai jari aja cukup ya. 1:14:30 Enggak perlu kita menggunakan kepalan 1:14:31 tangan ya. 1:14:33 Nah, terus juga kita muselnya juga 1:14:36 hati-hati ya. Jangan sampai yang 1:14:38 pressing yang pakai pressing yang atau 1:14:41 terlalu kuat ya, yang anfa ya, anfanya 1:14:43 dipressing kuatkuat kuatkuat ya itu bisa 1:14:46 fraktur ya, bisa patah ya. Tadi benar 1:14:48 kata Pak Hendra tadi ya, kalau pijetnya 1:14:52 terlalu berlebih dia keropos malah patah 1:14:55 jadi masalah. 1:14:56 Iya 1:14:57 ya. Jadi malah sakit [tertawa] 1:15:00 itu ya. 1:15:02 Baik. 1:15:03 Jadi, ikhwan akhwat, mudah-mudahan 1:15:06 bahasan hari ini menyadarkan kita 1:15:09 perlunya untuk ee menggerakkan 1:15:13 kaki jalan, menggerakkan jemari dan 1:15:16 yang jelas lagi tadi saya sudah janji 1:15:18 mau nyampein siapa tahu masih ada yang 1:15:20 belum nyatat alamatnya ee Pak Alvian di 1:15:23 Jalan Ruyung nomor 7 blok A20 RT4 RW4 di 1:15:30 Pondok Kelapa Duren Sawit. Jakarta 1:15:33 Timur. Oke, masih pegang BPIN. Nomor 1:15:37 teleponnya di 0813 1:15:41 8326 1:15:44 2040. 1:15:46 Sekali lagi 081383262040. 1:15:51 Baik, sekarang kita dengarkan closing 1:15:53 idea dari beliau. Silakan 1:15:56 ya. Terima kasih Mbak Noning ya. Nanti 1:15:58 kalau misalnya susah, Rumah Sehat 1:16:00 Alvian, Pondok Kelapa, udah di Gogel tuh 1:16:03 ada ya. 1:16:04 Nah, jadi tadi kita sudah bahas masalah 1:16:07 tuina cengku ya atau keretek-keretek 1:16:09 atau kiropraktik ya hampir 1:16:11 mirip-miriplah ya cuman ee mungkin dasar 1:16:14 teori ya yang sudah lama di China ya. 1:16:17 He. 1:16:17 Nah, jadi ee Tina Cengku ini sangat 1:16:19 bermanfaat ya kalau selama ini saya ee 1:16:23 apa menggelutin akademisi dan praktisi 1:16:26 ya selama 16 tahun ya dan eviden 1:16:29 base-nya juga ada ya. Nah, ee tapi kita 1:16:33 perlu kehati-hatian tadi asesmen ya. 1:16:35 Perlu hati-hatian ke asesmen tadi. 1:16:37 Kenapa ya? Kadang ada tadi pasien yang 1:16:39 umur yang sudah kropos ya. Nah, ada yang 1:16:43 kita perlu lakukan dengan teknik ee 1:16:46 penekanan kuat, ada yang tidak perlu, 1:16:48 ada yang kita cuman untuk merelaksasi, 1:16:51 ada yang cuman kita rova atau kita 1:16:54 rolling ya, atau kita anfa ya atau kita 1:16:59 kunva namanya itu ada kunva juga ya. 1:17:01 Nah, itu ada teknik-teknik yang perlu 1:17:03 kita 1:17:05 lakukan menyesuaikan kondisi si pasien 1:17:08 tadi ya. Jadi pertama asesmen terus kita 1:17:12 lihat perlukah ini kita terapi atau 1:17:15 tidak ya. Kalau orang fraktur luka 1:17:18 terbuka ya jangan ya. Eah terus yang 1:17:21 ketiga inform konsen jangan lupa ya kita 1:17:23 minta persetujuan ke ee pasien. Nah yang 1:17:26 ketiga kita lakukan apa? Pelemasan dulu 1:17:28 ya tadi pelemasan dulu dengan ee apa 1:17:33 tinaanmu ya atau lizin tadi ya. Ee nah 1:17:37 setelah itu lemas, sudah rileks, baru 1:17:39 kita cengku ya. Itu inah cengku namanya 1:17:41 ya. Di cengku itu kita membukin membuat 1:17:44 fleksibilitas sendi-sendinya. Nah, cuman 1:17:46 kita perlu kehati-hatian ya. Nah, yang 1:17:49 ke selanjutnya adalah mengajarkan 1:17:52 latihan ya. Pantangan dan latihan ya. 1:17:56 Jangan sampai pantangannya lupa. Nanti 1:17:59 ee sudah enak, lupa dikasih pantangan, 1:18:02 dia ngambil barang kena lagi ya. Nah, 1:18:05 setelah itu kita berikan latihan. Nah, 1:18:07 Bapak, Ibu latihannya seperti ini ya. 1:18:10 Nanti Bapak ke kanan ke kiri busungin 1:18:12 dada ya 10 detik, 10 detik, 10 detik 1:18:15 sebelum tidur dan sesudah ee bangun ya. 1:18:19 Atau nanti tangannya ke atas kayak ke 1:18:21 dinding merayap ya. Itu untuk bahu ya. 1:18:23 Misalnya e push up kayak pusap di 1:18:25 dinding ya atau ee tangannya diluruskan 1:18:28 ke depan ya ke atas. Nah, ini untuk bahu 1:18:32 ya, senam bahu. Nah, itu kita ajarkan 1:18:34 ya. Nah, supaya dia bisa latihan 1:18:37 mandiri. Nah, sewaktu-waktu dia merasa 1:18:40 ada yang ketarik atau ketekan ya. Nah, 1:18:42 bisa lakukan itu biasanya ya, kecuali 1:18:45 dia nyangkut ya. Nah, nyangkut perlu ke 1:18:47 bengkel ya kata orang ke bengkel ya. 1:18:50 Nah, jadi ee sangat bermanfaat ya karena 1:18:52 eviden bas-nya ada. Itu aja Mbak Nuning. 1:18:56 Masyaallah. Terima kasih sekali Pak 1:18:58 Alvian dengan pencerahannya hari ini. 1:19:01 Ikhwan akhwat. Mudah-mudahan ya kita 1:19:03 tidak mager, malas gerak. Karena biar 1:19:06 bagaimanapun juga dari beberapa yang 1:19:08 kita simak tadi kejadian-kejadian 1:19:13 pada tubuh, pada fisik kita. Apalagi 1:19:15 kalau sudah lansia enggak bisa ditolak 1:19:17 ya. Baik, sekali lagi terima kasih. 1:19:20 Selamat ujian. Orang sedang ujian masih 1:19:22 ngaj eh masih ngisi juga di studio 1:19:24 Rasil. Masyaallah. 1:19:27 Terima kasih banyak sekali lagi. Billahi 1:19:29 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:19:30 warahmatullahi wabarakatuh.