Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail 0:28 Bismillahirrahmanirrahim. 0:30 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:32 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:34 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:36 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:39 akhwat, penengar ada silaturahim dan 0:41 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:43 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:44 berjumpa Iwan Ahwad di hari ini di Kamis 0:48 siang ini tanggal 9 Safar 1448 Hijriah 0:53 bertepatan dengan tanggal 23 Juli 2026. 0:58 Kembali kita hadir bersama di acara 1:00 tausiah siang yang tentunya akan 1:02 disampaikan oleh Ustaz Umar Rasyid Hasan 1:05 yang alhamdulillah siang hari ini telah 1:07 hadir di studio. Kita sapa Iwan Akwad. 1:09 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10 wabarakatuh, Ustaz. 1:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13 wabarakatuh. 1:14 Bagaimana kabarnya, Ustaz? 1:15 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:17 Sekarang ee cerah terus saja cuac ya. 1:20 Masyaallah. Panas juga 1:21 sudah mulai kemarau. Iya. Masyaallah. 1:23 Allahu Akbar. di beberapa tempat sudah 1:25 kekurangan air. 1:26 Di Jonggol aja sudah mulai agak kurang 1:28 ya. 1:29 Masyaallah semoga kita dilindungi ya 1:31 tentus diberikan 1:33 kesejahteraan, kesehatan, keselamatan 1:35 semuanya. Amin ya rabbal alamin. Amin. 1:37 Hari ini kita akan bersama-sama 1:39 mempelajari Quran surah Aljumah, Ustaz. 1:42 Ya. 1:43 Iya. Surat 1:43 Aljumah ayat yang kedua. Insyaallah kita 1:46 akan sama-sama pelajari wan akhwat. Dan 1:48 nanti yang ingin bergabung bertanya 1:49 silakan Anda bisa kirimkan melsapp kami 1:51 di 0811999720. 1:57 Tapah ustaz. 1:58 Jazakallah khair. 2:00 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:02 warahmatullahi wabarakatuh. 2:04 Waalaikumsalam. Innalhamdalillah 2:07 nahmaduhu wasastainuhu wastagfiruh wa 2:11 naud nazubillahi minuri anfusina wamin 2:14 sayiati a'malina man yahdihillahu fala 2:18 mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah 2:22 wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 2:25 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 2:27 abduhu wa rasuluh allahumma sholli ala 2:31 muhammadin waa alihi wasoati ajma amma 2:37 illa 2:39 inaka antalimul hakim 2:42 ala innaka ant tawabur rahim allahum 2:46 inna nasaluka ilman nafiq was amalan 2:49 mutaqbala allahum inna naudubika min 2:52 ilmin la yanfa wamin qolbin la yaksya 2:56 wamin nafsin la tusba wamin dawatin la 2:59 tustajabulah 3:01 sahabat terhasil di mana saja berada 3:04 ikhwat Al iman yang dirahmati Allah. 3:07 Semoga di siang hari ini antum semuanya 3:11 dalam keadaan sehat walafiat. 3:13 Amin. 3:14 Dalam keadaan 3:16 keberkahan dari Allah Subhanahu wa 3:17 taala, lindungan dan rahmatnya. Amin ya 3:20 rabbal alamin. 3:21 Tentunya bagi yang sedang sakit kita 3:24 doakan bersama-sama semoga 3:27 Allah Subhanahu wa taala memberikan 3:29 kesembuhan. 3:31 kesembuhan yang di dalamnya tidak ada 3:33 lagi penyakit yang dirasakan. Insyaallah 3:36 taala seperti itu. Amin. 3:38 Dan kita yang sehat agar dapat menjaga 3:40 sebaik-baiknya kesehatan kita. 3:43 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah 3:45 subhanahu wa taala. Aakumullah. 3:49 Di kesempatan siang hari ini, Ustaz 3:52 teringat sekali pada 3:54 dunia akademisi yang kalau kita langsung 3:59 ikut terjun kepada dunia akademisi itu 4:03 tentu akan ee menghadapi 4:07 berbagai tantangan. 4:08 Tantangannya banyak ya. Masyaallah 4:10 sangat ya. 4:12 Dan set 4:15 akademisi itu justru tantangan awalnya 4:19 itu bukan pada strata S1, S2, S3. 4:24 He 4:24 bukan. 4:25 Bukan si 4:26 yang menjadi tantangan awal adalah pada 4:29 strata paring rendah TK. 4:32 Hm. 4:32 Tuh, 4:33 paling awal itu ya. 4:34 Paling awal. Jadi manakala 4:38 kita 4:39 berhasil 4:41 pada pengelolaan 4:43 anak generasi kita di unsur TK. 4:46 Hm. 4:47 Tuh lihat. 4:49 Maka 4:51 ee pengembangan 4:54 pola pikir mereka itu akan beranjak 4:59 dibawa ke jenjang berikutnya. 5:03 kesuksesan di TK itu akan dibawa kepada 5:06 jam berikutnya ke SD sekarang. SD. 5:09 Kemudian selanjutnya kebaikan SD, 5:12 SMP-nya kesuksesannya dibawa ke SMA. 5:14 He. 5:15 Nah, ujung-ujungnya sampailah ke S1, S2, 5:18 S3. Heeh. Heeh. 5:19 Tapi kalau di 5:21 di TK-nya saja sudah tidak sukses, 5:24 maka ke sananya itu akan mengalami 5:26 semacam kesulitan-kesulitan tertentu. 5:29 Heeh. He. 5:30 Ah, ini pentingnya kita 5:32 membicarakan tentang kepedulian 5:36 pendidikan terhadap ee 5:39 apa namanya? Terhadap 5:42 unsur yang paling bawah dari dunia 5:44 pendidikan itu. Dan ternyata kalau di 5:48 awal-awal kita menanamkan akhlak mulia 5:52 sekalipun yang paling enak tuh dari 5:53 bawah. 5:54 Betul, Ustaz? Dari dasar ya. 5:55 Iya, dari dasar itu 5:57 basicnya. Nah, itu maka di mana-mana 6:00 ikhwan fillah ee pendengar hasil ini 6:03 yang memiliki kesempatan 6:06 mendirikan lembaga TK semisal. 6:08 Iya. 6:09 Nah, ini anjuran ee Ustaz Umar kepada 6:12 semua stakeholder masyarakat yang mampu 6:16 untuk ee membentuk lembaga ee 6:19 pendidikan, maka lakukanlah di awal 6:21 waktu untuk pendidikan terendah. 6:24 Heeh. 6:24 Yaitu TK. Nah, karena kita ini sudah 6:28 dibentuk oleh ee semacam sistem ya. 6:32 Iya. 6:33 Jadi pendidikan kita ini ee SD 6 tahun 6:37 ya kan, SMP sampai SMA 6 berarti 6 tahun 6:40 juga kan. 12 tahun 6:41 kita sudah terlanjur mengikuti daripada 6:44 sistem yang ada dari 6:48 ee kondisi 6:49 dan ini sebetulnya kaitannya dengan 6:51 politik. 6:53 Cara-cara klasifikasi 6:56 ee apa namanya generasi belajar ini 6:59 periode periode pembelajaran ini itu 7:02 masuk kepada ranah politik ternyata 7:04 kalau jauh kita berbicara. 7:07 Kenapa begitu? Karena kalau kita merujuk 7:10 pada tatanan pendidikan Islam, Islam itu 7:14 tidak mengenal kurikulum, tidak mengenal 7:17 periode 7:19 itu loh. 7:20 Bahkan pada zaman dahulu itu ulama-ulama 7:23 itu soal belajar tidak mengenal wak 7:25 waktu 7:26 waktu kan gitu. 7:28 Bagaimana mengenal waktu lawong hadis 7:30 yang di yang di akan yang mereka kuasa 7:33 aja 7:34 kurang ada yang bisa menghafalkan hadis 7:37 600.000. 1000 hadis. 7:39 I 7:39 600.000 hadis. Bayangkan. 7:41 Iya. 7:42 Allahu Akbar. Kalau hanya 6 tahun enggak 7:45 cukup waktu kan gitu. 7:48 Ah, ini luar biasa. Maka tema di siang 7:50 hari ini Ustaz akan ee 7:54 mengambil dari surah Al-Jumah ayat 2 7:59 yang berbunyi 7:59 azubillahiminasyaitanirrajim. 8:02 Bismillahirrahmanirrahim. 8:05 Hualladzi ba fil ummiina rasulan 8:11 hualladzi bail ummiina rasulam minhum 8:15 yatlu alaihim atihiakihim 8:21 waimuhumul kitaba wal hikmata wau 8:26 minqblu lafialim mubin. 8:30 Arti terjemahan bebasnya adalah dialah 8:33 Allah Subhanahu wa taala yang mengutus 8:36 dari kalangan bangsa Arab yang ee ummi. 8:41 Umi itu tidak cakap tulis, tidak pandai 8:43 baca. 8:44 H. 8:44 Nah, itu umi dari kalangan bangsa Arab. 8:47 Yaitu diutus dari kalangan mereka itu 8:50 rasul. Nah, rasulan seorang rasul. Ee 8:56 gitu kan. 8:59 yang mereka itu 9:02 rasul-rasul rasul itu ee membaca 9:07 kepada e atas mereka itu atas penduduk 9:10 Arab itu ayat-ayat Allah Subhanahu wa 9:13 taala itu menyampaikan risalahnya itu 9:19 sekaligus wuzakihim 9:21 dan membersihkan jiwa-jiwa merekaumul 9:27 kitab 9:28 dan mengajarkan kepada mereka isi kitab 9:32 dan hikmah-hikmah di situ adalah sunah 9:34 Rasul sallallahu alaihi wasallam. Wau. 9:36 Meskipun pada dasarnya mereka dulu itu 9:39 minqoblu sebelum datangnya Al-Qur'an 9:42 sunah itu lafal mubin dalam keadaan 9:46 sesat yang sangat nyata. Karena pada 9:49 zaman itu banyak yang terjemus pada 9:52 dunia kesyirikan. H 9:54 mengeluk-elukkan ee apa namanya? 9:58 perdukunan dan patung-patung itu pada 10:01 zaman dulu itu. Itu. 10:04 Nah, inilah ayat yang ada dalam surat 10:06 Jumah ayat kedua. Hm. Tafsirnya ikhwatal 10:10 iman 10:13 eh 10:15 Allahu Subhanahu wa taala hualladzi 10:17 arsala fil arabilladina la yaqraun 10:22 wala kitab indahum wala arar risalatin 10:26 ladaihim rasulan minhum ilanasi jamia. 10:31 Allah Subhanahu wa taala telah mengutus 10:33 dari kalangan bangsa Arab itu ya seorang 10:36 rasul yang komunitas mereka bangsa Arab 10:39 itu tidak cakap menulis, tidak pandai 10:42 baca itu. Tapi diangkat dari mereka oleh 10:47 Allah Subhanahu wa taala rasul yang 10:49 tugasnya menyampaikan isi isi kitab dan 10:52 sunah. 10:55 yaqra alaihimul quran 11:00 wiriruhum minal aqidil fasidati wal akqi 11:04 sayiah 11:05 yang mana mereka rasul-rasul itu 11:08 diperintahkan untuk membacakan Al-Qur'an 11:11 di situ kalau membaca berarti 11:13 mendakwahkan Al-Qur'an dan isinya 11:15 dan membersihkan jiwa-jiwa mereka dari 11:19 kerusakan-kerusakan akidah. Hm. 11:23 kerusakan-kerusakan akidah dan 11:25 keburukan-keburukan akhlak. 11:28 Wallimuhumul Quran wasunah. Dan 11:31 sekaligus mengajarkan pada mereka 11:34 Al-Qur'an dan sunah. Innahum minq minqlu 11:45 baatuiqasu 11:49 lafi infinil. 11:52 Dan sebelum datangnya ee 11:56 utusan Allah itu 11:58 dan sebelum adanya penerangan Al-Qur'an 12:01 dan sunah itu, bangsa Arab saat itu ada 12:04 pada dalam kesesatan. Nah, kesesatan 12:07 yang dimaksud karena mereka terjemus 12:09 pada kesyirikan gitu kan. 12:12 Ee penyembahan-penyembahan pada selain 12:15 Allah, patung-patung dan sebagainya. 12:18 Hm. 12:21 Maka di tafsir ini mengandung makna 12:24 bahwa 12:26 ini ada kaitannya dengan 12:29 itu tadi masalah pendidikan gitu kan. 12:32 Mana yang harus dikedepankan? 12:37 Belajar ilmu kah gitu loh atau akhlak 12:42 terlebih dahulu? 12:43 Iya. 12:44 Jadi ada dua bagian ya. 12:47 ada bagian ilmu dan ada bagian akhlak. 12:50 Akhlak. 12:51 Nah, dari dua bagian ini mana yang harus 12:53 didahulukan? 12:54 H 12:55 dan itu akan berlaku pada semua ee 12:59 segmen pendidikan. 13:00 I 13:00 pada semua segmen pendidikan. Segmen 13:03 terendah tadi TK. 13:05 Heeh. 13:05 sampai tertinggi mana yang harus 13:08 didahulukan. 13:10 Nah, melalui ayat ini makanya Ustaz tadi 13:13 menyampaikan kepada jemaah yang mampu 13:15 mendirikan lembaga dirikanlah TK itu 13:18 loh. 13:18 Heeh. 13:19 Dirikan TK 13:21 ya supaya dari 13:24 kecil itu sudah mengenal akhlak gitu. 13:26 Iya, betul betul. 13:28 Nah, 13:29 ikhwan fillah. Nah, ayat ini 13:31 menggambarkan pada kita 13:34 ee keutamaan 13:38 ataupun 13:40 memulai pendidikan itu dari segmen 13:44 akhlak 13:46 itu akan lebih bagus hasilnya 13:50 ketimbang 13:53 ketimbang memulai pendidikan itu dari 13:56 mempelajari ilmu 14:00 dan di kita juga sekarang berapa banyak 14:02 orang pintar tapi tidak memiliki akhlak 14:06 akhlak 14:07 itu 14:09 ya enggak usah kita kasih contohlah 14:11 semua kita tahu 14:13 iya 14:14 yang bertengger-tengger di pemerintahan 14:16 itu kan banyakan orang pintar 14:17 orang pintar semua 14:18 iya kan bertengger pintar 14:19 berketail semua 14:20 iya bahkan pengelola-pengelola 14:24 ABG eh ABG apa 14:27 MBG 14:27 MBG G 14:30 e B badan apa? Giji nasional BGN ya. 14:34 BGN pengelola itu kan orang-orang yang 14:37 berpendidikan semua 14:39 tapi minus dalam unsur akh akhlak. 14:44 Sangat minus sekali. 14:46 Maka jika seperti itu akan kita jumpai 14:49 ketimpangan-ketimpangan hidup 14:52 itu fitnah-fitnah 14:54 yang bakal hadir pada komunitas manusia 14:57 itu sendiri. He. 14:58 Nah, oleh karenanya ulama besar 15:00 mengatakan lebih baik kita mengajarkan 15:02 akhlak dulu ketimbang ilmu pengetahu 15:07 itu. 15:11 Pesar akan memberikan beberapa ee 15:16 pendapat ulama ya pada masalah ini yang 15:18 mungkin bisa dikembangkan 15:20 oleh kita yang akan ee atau yang sudah 15:25 terjun menjadi pendidik ya. Dan usah 15:29 berharap 15:31 kita menjadilah pendidik bukan jadi 15:32 guru. 15:34 Karena ee antara pendidik dan guru itu 15:38 sangat jauh berbeda makna dan tujuan 15:40 serta kiprahnya. 15:42 He 15:42 itu kalau guru mungkin hanya sekedar 15:45 transfer ilmu ya gitu kan. 15:47 H 15:48 dari pagi sampai siang sudah pulang. 15:50 Iya. 15:50 Tapi kalau pendidik yang mentransfer 15:52 ilmu yang ya yang mentransfer akhlak ya 15:55 ilmu ya 15:57 pengayoman. Ayuman 15:59 lebih lengkap pendidik 16:00 lebih lengkap sebagai pendidik itu. Nah, 16:03 kita berharap untuk kita menjadi 16:05 pendidik gitu. Nah. Nah, di sini 16:08 ikhwatal iman 16:11 bahwa pendapat ulama itu me memberikan 16:16 penekanan makna pada ayat tadi pada 16:19 surah Aljumah ayat 2 tadi. Min aqwali 16:24 sahabah wasalaf. Dari kata-kata sahabat 16:27 Rasul sallallahu alaihi wasallam dan 16:28 ulama salaf. Salaf itu adalah kelompok 16:31 hamba-hamba Allah yang hidupnya di masa 16:34 lalu. 16:34 Masa lalu 16:35 tuh. 16:36 ada yang mengatakan bahwa 16:39 ee 16:41 di antaranya 16:43 mauiful Imam Malik bin Anas 16:46 itu maukif itu ee 16:49 dimaknakan kepada kecenderungan gitu kan 16:53 ee atau dia menentukan sikap gitu ya. 16:58 Sikap 17:00 ulama salaf yang namanya Malik bin Anas. 17:04 Ada Anas bin Malik, ada Malik bin Anas. 17:06 Ya, 17:06 itu nanti kita balik. 17:08 Iya, bolak-balik ya. 17:10 Ada Malik bin Anas mengatakan, "Kana 17:15 yaakulu lifata min Quraisy." 17:18 Ulama Malik bin Anas ini berkata pada 17:21 pemuda-pemuda Quraisy dengan 17:24 ungkapannya, "Ya Ibna akhi, 17:27 wahai putra saudaraku." Kata Malik bin 17:31 Anas ini, "Taalamul adab." 17:35 Taalamul adab qobla an tataalamal ilma. 17:40 H. 17:42 Wahai anak saudaraku, belajarlah kamu 17:44 adab. 17:46 Adab itu mungkin ee lebih mudahnya 17:50 pengertian itu sopan santun gitu kan. 17:53 Kan di situ ada ada adab sopan santun. 17:55 Iya. 17:56 Tata krama 17:57 gitu gitu ya. 17:59 Tutur bahasa yang bagus itu adab gitu 18:03 kan perilaku yang terpuji gitu. Nah, itu 18:07 belajarlah akan hal itu, yaitu masalah 18:10 adab sebelum kalian mempelajari ilmu. 18:15 Ilmu itu kan kalau berupa kitab, waduh 18:18 kitab itu ribuan. 18:20 Iya, 18:21 itu loh, ribuan judul 18:25 itu kan. Dari tafsirnya aja sudah berapa 18:27 puluh tafsir barangkali ya. Yang ustaz 18:29 tahu tuh ada ee Thabari, ada tafsir 18:33 Marogi, ada tafsir Ibnu Katsir, ada 18:36 tafsir Jalal lain, 18:38 ada tafsir Almanar macam-macam kan. Ada 18:41 tafsir fiilalil Quran itu kan, ada 18:44 tafsir Asyuddi. 18:46 Iya. 18:46 Ada tafsir Muyasar macam-macam itu kan. 18:50 itu dari tafsir dari hadisnya saja kan 18:52 sudah ada kutubut tisah e enam eh kitab 18:56 induk fikih tafsir tafsir 18:58 ee apa hadis ada lagi dari empat mazhab 19:02 fikih i kan 19:03 itu 19:04 luar biasa banyak sekali 19:06 dan pecahan-pecahannya dan soal ulama 19:09 fikih itu bukan hanya empat sebetulnya 19:11 he 19:12 ratusan cuman yang masyhur ada ada empat 19:16 gitu 19:17 itu luar biasa bisa ambil lagi dari 19:20 sejarah dari nusus al-adabiyah 19:23 macam-macam 19:24 itu kan belum lagi dari ilmu-ilmu ee apa 19:28 namanya wirid dan zikir macam-macam itu 19:32 itu. Jadi kalau kita ungkapungkapkan 19:35 ilmu itu adanya pada kitab, jangan 19:38 merujuk pada kitab dulu ilmu itu sebelum 19:41 kita berakhlak. 19:42 Iya. 19:44 Karena akan percuma isi kitab itu kita 19:46 konsumsi lalu jadi ilmu sebelum kita 19:48 memiliki akhlak. Bisa jadi orang kita 19:51 akan menjelma hanya menjadi orang pintar 19:57 yang tidak memiliki akhl akhlak. itu 20:01 yang idealnya adalah kita punya akhlak 20:04 dan punya ilmu gitu. 20:07 Tetapi dalam masalah mana yang utama 20:10 utamakan akhlak. 20:13 itu langkah kedua adalah ilmu. Ada lagi 20:16 yang berkata 20:18 dari ulama besar masa lalu yang bernama 20:21 Abdullah ibn ibn Wahab yaakul berkata, 20:26 "Ma taalamna min adab malik." 20:30 Kami tidak mempelajari 20:33 ee adab-adab dari Malik aksar mim taamna 20:38 min ilmihi itu kan. Terkecuali 20:43 adab yang kami pelajari dari Malik itu 20:45 lebih banyak daripada saat kami belajar 20:48 ilmunya. 20:48 Iya. 20:50 Jadi Malik ini ulama besar di yang pada 20:53 diri beliau ada akhlak dana ilmunya. 20:56 Ulama yang namanya Abdullah bin Wahab 20:58 ini belajar adabnya ke Imam ke Malik itu 21:02 lebih banyak dan lebih lama ketimang 21:04 belajar ilmu dari Maliknya gitu loh. 21:07 Allahu Akbar. 21:07 Masyaallah. 21:09 Ada lagi dari Ibnu Ibnu Mubarok. Imam 21:12 Ibnu Mubarak mengatakan kuntu atlubul 21:15 adab. 21:17 Aku nih belajar adab. Dia bilang siapa 21:21 tadi? ee eh Imam Ibnu Muba Mubarok. 21:26 Nah, aku belajar adab ya. Adab seperti 21:30 tadi, sopan santun, tuturus apa yang 21:32 bagus gitu ya kan. 21:33 Ee akhlak yang mulia itu lamanya saya 21:37 menuntut adab belajaran itu salasin 21:40 sana. 21:42 Salasin itu 30 30 tahun. 30 tahun 21:46 di situ tergambar enggak ada ee 21:49 kurikulum 21:51 enggak tergambar kurikulum 21:54 ada enggak dunia pendidikan yang sampai 21:55 30 tahun mempelajari adab untuk zaman 21:57 sekitar sekarang 21:58 ada 21:59 habis usia iya kan 22:01 maka dalam Islam itu tidak mengenal 22:03 namanya kurikulum sebetulnya 22:04 enggak terbatas 22:05 enggak terbatas gitu nah Ibnu Mubarak 22:09 mengatakan saya belajar adab itu 30 22:12 tahun lamanya 22:14 baru setelah Setelah itu waatlubul ilma 22:17 isrina sanatan. 22:20 Baru setelah itu baru aku mau beranjak 22:23 menuntut ilmu, yaitu belajar ilmu. Ya 22:26 ilmu itu kan kalau fikihnya dari bab 22:28 taharah sampai bab jihad. Heeh. 22:31 Itu kan itu ilmu dipelajarinya itu 22:34 selama 20 tahun. 22:37 Jadi kalau digabung 30 dengan 20 berapa? 22:39 50 tahun. 22:41 Lebih banyak ke adab ya? 22:42 Lah lebih ke adab. Maka kalau ada 22:44 kulatul adab ambil tuh. 22:47 Nah, di sini tidak tidak tergambar dong 22:49 kurikulum. 22:50 Iya betul. 22:51 Silabus enggak ada 22:53 30 tahun. 22:56 Siapa yang sanggup menyusun kurikulum 22:57 dan silabus? 22:58 Mungkin disimpelkan bisa. 23:00 Hah? 23:01 Di 23:01 Iya. Nah, dipadatkan pun ilmu tidak bisa 23:04 mungkin dipadatkan. 23:05 Iya. 23:06 Tetapi dia ada mukhtasar sifatnya. 23:09 He. 23:09 Mukhtasar itu diambil yang 23:12 penting-penting ya. tim penting saja. 23:14 Karena pada ilmu itu ada hadis-hadis 23:16 yang sifatnya sama di beberapa riwayat 23:19 tapi isinya sama 23:21 sama 23:21 matannya sama itu periwayatnya berbeda. 23:24 Mungkin diambil yang satu atau dua saja 23:26 itu nanti bentuk kitabnya mukhtasar. 23:29 Mukhtasar itu ringkasan 23:31 itu. 23:33 Dan kalau soal ilmu ringkasan pun tidak 23:35 bisa dipadatkan. 23:37 Dipadatkan justru mengurangi kualitas 23:39 kan gitu. 23:42 kecuali dipadatkannya itu menggunakan 23:44 waktu. 23:46 Bukan bukan ilmunya yang dipadatkan 23:48 waktunya. Ilmunya tetap satu ibaratnya, 23:50 tapi dipadatkan waktunya dari pagi 23:52 sampai malam ibarat. 23:53 He heeh. Betul 23:54 itu. Kejar paket 23:56 untuk kelas karyawan semisal. He. 24:01 Ee S1 1,5 tahun atau 1 tahun selesai 24:04 padatkan tuh setiap hari. 24:06 Setiap hari kuliah sampai larut malam. 24:09 ibaratnya 24:10 baru ilmu itu bisa diraih gitu. 24:14 gitu. Kemudian ikhwan, ada lagi ulama 24:16 yang namanya Ibn Sirin. 24:18 Ibn Sirin 24:19 rahimahullahu taala mengatakan ee kanu 24:23 asahabata wat tabiin. 24:26 Digambarkan oleh Ibn Sirin bahwa pada 24:29 kalangan para sahabat dan attabiin yaitu 24:33 generasi 24:36 generasi kedua terbaik dari umat ini. 24:39 Yataallamunal huda. Dia mereka 24:43 mempelajari huda. 24:46 Huda itu adalah petunjuk ya kan. Wal 24:49 akhlaqo 24:53 kama yataalamunal ilma. 24:57 Wasumta was bukan wasumta wasamtu kama 25:01 yataamun al ilma. Jadi pada masa lalu 25:04 itu para sahabat mempelajari 25:08 apa yang namanya petunjuk 25:10 kemudian akhlak dan keutamaan itu 25:14 seperti belajarnya ilmu 25:16 jadi disamain gitu bahkan lebih utama. 25:20 Nah, 25:26 ada lagi yang mengatakan, "Kana ba'dus 25:29 salaf yaquluna ibnihi." Sebagian ulama 25:31 salaf menasihati anak-anaknya tuh dengan 25:35 kata-kata begini dan kita boleh 25:36 menasihati pada anak-anak kita. 25:38 Iya. 25:38 Dengan ungkapan yang sama. Bagaimana 25:40 nasihatnya? Ya bunayya, wahai anakku. 25:44 Itu kan 25:48 laata 25:50 lian tataalama baban 25:54 minal adab 25:56 ahabbu ilaiya min anataalam sabina baban 26:00 min ababil ilm. Wahai anakku 26:05 kamu belajar satu bab dari adab. 26:11 Contohnya bagaimana cara ee duduk di 26:15 hadapan orang tua itu kan adab. 26:17 Iya. 26:19 Enggak boleh dong kita 26:22 ngobrol ngomong sama orang tua sambil 26:25 begini-gini kayak 26:27 ee naruh tangan di pinggang gitu kan. 26:31 Gerak-geriknya kan? 26:31 Iya. Gerak-geriknya bagaimana kita ee 26:35 memperlakukan kedua orang tua kan harus 26:37 dipelajari. 26:38 Betul. Betul. 26:39 Dan kalau jadi buku itu satu bab. 26:42 He. 26:42 Bab akhlak pada orang tua. Iya. Iya. 26:45 Bab akhlak pada guru. He. 26:47 Bab akhlak pada sesama. 26:49 Tetangga pada 26:50 Iya. Tetangga. Bab bahkan ada bab 26:52 bagaimana kita berinteraksi dengan hewan 26:55 sekalipun. He 26:56 itu dibahas. Nah, 26:58 ulama ya ulama dulu mengatakan, "Wahai 27:01 anakku, kamu mempelajari satu bab pada 27:05 masalah adab." H 27:07 itu buat saya kata orang tuanya lebih 27:09 baik. 27:10 H 27:11 betap pun kamu bila dibandingkan kamu 27:14 mempelajari 70 pasal atau bab ilmu. 27:19 Hm. 27:19 Kalau 70 pasal, 70 bab ilmu. Pasal itu 27:23 kan bab ya. 27:24 Iya. 27:25 70 pasal atau 70 bab ilmu tergambar sama 27:28 Ustaz Umar. 27:30 Bayangkan 70 buku 27:35 kan bab kan? 27:36 Iya. 27:36 Kalau dari satu buku ada katakanlah 30 27:40 bab i kan atau 100 bab. 27:43 Iya 27:43 ya. Kalau satu bukunya hanya satu bab 27:47 berarti kan 70 buku. 27:48 70 buku. Masyaallah. 27:50 Luar biasa kan? 27:50 Heeh. 27:51 Itu lebih baik kata orang tua masa lalu 27:54 tuh. H 27:55 kamu mempelajari satu bab masalah adab 27:58 lebih baik daripada kamu mempelajari 70 28:02 masalah 28:02 ilmu. 28:03 Ilmu 70 28:06 saking pentingnya adab. 28:07 Masyaallah. 28:08 Nah, pada zaman sekarang masalah adab 28:10 itu ya Allah remeh temeh kayaknya kan. 28:13 He 28:13 coba anak-anak kita jangankan yang SSD 28:17 dan SMP, anak kecil aja sudah berani 28:19 sama kita yang masih TK. 28:22 Iya iya. Aduh, 28:23 anak zaman sekarang. 28:24 Anak zaman sekarang 28:25 gen Z gen al itu gen G gen 28:28 Gen Z 28:29 gitu kan. 28:31 Makanya penting buat kita yang sadar 28:34 terhadap pendidikan ini, yuk kita didik 28:36 anak kita dari sedini mungkin. 28:39 Iya. 28:39 Dengan akhlak. 28:41 Ajarkan mereka bismillah saat makan. 28:44 Betapa pun sulit 28:46 mengucapkannya anak-anak etkuh muncul 28:48 bismillah susah kan. 28:49 Iya betul. belajar dulu inilah inu 28:54 enggak ada masalah sabar kita ya 29:00 ah waduh karena apa ustaz di rumah ustaz 29:03 ada tk masalahnya 29:06 ada preschool 29:08 gitu jadi ustaz ingin 29:10 pengembangan ee pola pikir anak-anak 29:15 yang akan sekolah di SD SM itu diawali 29:20 dulu semenjak kecil. 29:21 Oh, dari TK itu ya di apa? Di basicnya 29:24 si 29:24 Iya. Basicnya diperkuat gitu. Siap. 29:27 Nah, itu nanti insyaallah taala akan 29:30 menjadi generasi yang sangat mudah kita 29:33 arahkan. 29:35 He. 29:35 Apalagi zaman sekarang. Ya Allah, ya 29:37 Rabbi. Yang namanya handphone. 29:39 Heeh. 29:41 Ini alat kontrol. 29:44 Alat kontrol kepribadian ini. 29:46 Betul, Ustaz. Ini dengan ini aja kita 29:48 bisa nebak anak kita, pribadi anak kita 29:50 seperti apa. Ini bisa dilihat dari ini 29:53 gitu. Nak cuci piring. Iya 29:57 masih kagok katanya. 29:59 2 jam scroll-sroll 30:01 nyuci piringnya belum. Ininya udah 2 30:02 jam. Kuduci piring belum nak? Sebentar 30:05 lagi ya. Masih begini. Nah pribadi anak 30:09 itu saat itu kita bisa membaca oh ini 30:11 anak tidak taat sama orang tu. 30:13 Heeh. Taatnya sama hand 30:14 handphone. 30:15 Handphone 30:16 tantangan besar itu handphone. 30:17 Tantangan besar. Jangan dikira 30:19 sekarang ya. 30:19 Apalagi kalau sudah ee terpengaruh 30:22 dengan gadget. 30:23 Hm. 30:24 I kan ada lagi YouTube. Aduh aduh aduh 30:29 opsinya banyak banget. 30:31 Iya game online-nya. 30:32 Oh iya belum belum game game 30:36 online-nya. 30:37 Iya kan? 30:40 sampai 30:41 penggunaan ini sampai keluar batas yang 30:45 dewasanya sampai terpengaruh pada 30:49 perjudian onl 30:50 online dan pinjaman online. 30:52 Nah, dan pinjaman ojol 30:55 apa tidak berbahaya? 30:59 Nah, makanya kalau kita melihat 31:01 perkembangan teknologi hari ini bila 31:04 disandingkan dengan keberhasilan kita 31:07 mendidik akhlak di generasi kita ini, 31:10 ini penyakit ini. 31:13 Perkembangan teknologi ini penyakit. 31:16 Betul. Memang ada manfaatnya 31:18 ya kan. Tapi untuk zaman sekarang kita 31:21 belum bisa ngambil manfaat yang lebih, 31:23 tetapi lebih kepada madarat yang 31:26 menguasai mereka hari ini. 31:28 Kan berbahaya. Lah 31:31 ikhwan pilah yang dirahmati Allah. 31:34 Makanya dalam hal ini para alim ulama 31:36 itu tidak asal ngomong sebetulnya untuk 31:39 masalah pendidikan. He. 31:41 Nah, maka pendidikan ini utamakan kepada 31:43 nilai-nilai akhlakul karimah itu. 31:48 Nah, itu dalam pendidikan di ruang 31:50 lingkup ee katakan klasikal ya, 31:53 kayak TK tuh kan 31:56 ada yang dikelas-kelasin. 31:58 He. 31:58 Beberapa jam nanti dia dibawa keluar 32:00 untuk melihat suasana luar ya. He. 32:03 Itu itu lebih bagus. Nah, ee soal kelas 32:09 kelas sendiri kan ee tahapan 32:13 akhlak yang diterapkan juga kan berbeda 32:15 nanti. 32:15 Iya. 32:16 Dari tahun ibaratnya TK itu kan ada yang 32:19 setahun, ada yang 6 bulan gitu, kadang 32:21 ada yang lebih ya. Heeh. 32:22 Itu tahapannya harus harus kelihatan itu 32:26 ibaratnya satu hari 32:28 harus harus dia kita kenalkan satu hadis 32:31 ibarat. 32:32 Heeh. bagaimana cara makan, bagaimana 32:35 besoknya bagaimana cara ee minum gitu, 32:39 terusnya bagaimana cara ee menghormati 32:42 guru, macam-macam lah. 32:44 Nah, kalau itu di tahapan itu dapat 32:46 dilalui 6 bulan saja ibaratnya itu akan 32:49 membentuk karakter anak itu sendiri. I 32:52 itu tinggal selanjutnya kita arahkan. G 32:57 ikhwan fil yang dirahmati Allah. Maka 33:00 kalau saja kita berhasil 33:06 mendidik generasi kita dari tingkat 33:09 bawah sampai tingkat jauhnya kepada 33:13 tingkat universitas 33:16 yang diharapkan sekeluarnya mereka itu 33:18 dapat menguasai dan menyelesaikan 33:22 kasus-kasus kehidupan yang beragam 33:26 ini akan insyaallah dapat diatasi oleh 33:28 generasi yang berakhlak 33:31 gitu. Saat mereka sudah kita tanamkan 33:34 nilai-nilai kejujuran dari sedini 33:36 mungkin, nilai-nilai ee akhlak mulia, 33:40 nilai-nilai ee keadilan, 33:45 lalu mereka menjelma menjadi S1, S2, S3. 33:50 Waduh. 33:52 Kalau saja 33:54 sekarang nih kalau anak-anak yang masih 33:57 terkorban 33:59 karena ketidakmampuan orang tuanya 34:02 sekolah itu sekarang anak-anak SD itu 4 34:04 juta di Indonesia yang belum sekolah. 34:06 Hm. Yang enggak mampu gitu ya. 34:07 Iya. 34:08 Jika itu pemerintah memperhatikan betul 34:11 terhadap ee 34:14 Undang-Undang 31 yang menekankan tentang 34:16 wajibnya berpendidikan bagi anak bangsa 34:19 itu yang 4 juta selesaikan dulu tuh. I 34:22 sehingga di ee kalau ibaratnya jenjang 34:26 pendidikannya ibaratnya 6 6 12 12 34:31 katakanlah 20 tahun mereka belajar bisa 34:35 diharapkan menjadi generasi yang dapat 34:39 meneruskan 34:40 masyaallah cita-cita bangsa 34:43 itu loh. Tidak sulit kita mencang jujur 34:46 saat itu ya kan. Maka tugas pemerintah 34:50 ini memperhatikan yang 4 juta anak ini 34:54 karena masih SD. 34:56 SD sekarang berapa tahun nih? Ibaratnya 34:58 7 tahun, 8 tahun ya, kelas 1, kelas 2. 35:01 Oke. 35:03 Ketika mereka sudah umur 30 tahun 35:06 ibaratnya 35:07 masyaallah kalau dididik dengan alhak 35:10 mulia tidak sulit kita ee istilahnya 35:13 mencari 35:15 pasokan gitu kan. ee calon-calon 35:19 pemimpin i 35:20 untuk meneruskan bangsa ini ke mana 35:21 arahnya 35:23 itu. 35:24 Dan soal pendidikan ini, akhlak 35:27 pendidikan ini yang kita harapkan itu 35:31 hasilnya di masyarakat. 35:33 H. 35:34 Nah, masyarakat bisa terbagi dua 35:36 utamanya nih, masyarakat rumah dan 35:38 masyarakat luar rumah. 35:40 Heeh. 35:41 Masyarakat dalam rumah ya kan? 35:43 Masyarakat rumah nih terdiri dari siapa? 35:46 Ayah, ibu, anak atau kalau mencucu 35:49 sebagian 35:51 ayah, ibu, dan anak kata utamanya 35:53 satu keluarga gitu ya. 35:54 Ya, keluarga. Selain itu masyarakat di 35:56 luar rumah yang begitu luas. 35:58 Nah, setidaknya hasil pendidikan itu 36:01 mencoba menghiasi rumah mereka 36:04 he 36:05 kesehariannya dengan akhlak itu. 36:07 Minimal, 36:08 minimal aja. Hormati deh orang tua. 36:12 Kan gitu. 36:13 hormati orang tua. Maka dalam hadis 36:17 Rasul sallallahu alaihi wasallam, 36:19 ada seorang laki-laki datang pada Rasul 36:22 sallallahu alaihi wasallam ee dia 36:24 berkata, "Ya Rasulullah, 36:28 man ahaqquunasi 36:31 bihusni 36:33 bihusni eh shahabati. 36:36 Bihusni sahabati. Ya Rasulullah, kata 36:40 orang yang datang tadi berkata, "Ya 36:43 Rasulullah, siapa di rumah aku nih?" Itu 36:47 kan dari di rumah aku itu ada ayah, ada 36:51 ibu, ada adik, ada kakak gitu kan. Di 36:55 rumah aku ini siapa yang paling utama? 36:59 Aku bisa aku boleh berbuat baik. 37:02 Kepada siapa ya Rasul? 37:04 Rasul mengatakan, "Qala ummuk." 37:08 Ibu. 37:09 Ummuk itu apa? Ibu. 37:10 Ibu. 37:10 Ibu 37:12 itu 37:14 dia masih penasaran 37:15 siapa lagi? 37:16 Si laki-laki tadi. Sumaman. 37:20 Kemudian kepada siapa lagi? Aku harus 37:23 mengutamakan kebaikanku itu saat aku di 37:26 dalam rumah. 37:28 Bahkan kalau ini sampai di luar rumah 37:29 sekalipun gitu kan. 37:32 faqala 37:35 ummuk 37:37 ibu lagi 37:37 ibumu lagi. 37:40 Summa qala 37:43 summa man. Lalu siapa lagi? Masih 37:47 jawaban ketiga. Qala rasul sallallahu 37:49 alaihi wasallam ummuk ibumu. Berarti 37:52 untuk ibu 37:53 tiga kali 37:54 utamanya tiga kali kebaikan dari kita. 37:57 Baru yang keempatnya summaan ya 38:00 Rasulullah. 38:01 Qala abuk barulah arahkan kebaikan 38:06 akhlakmu itu pada ayahmu. 38:09 Coba lihat keutamaan ibu tiga, ayah 38:12 satu. Bukan berarti 38:15 iya kan ee boleh ngelawan ke ayah karena 38:18 ee lebih hormat pada ibu. Dijitak kamu 38:21 nanti sama bapakmu gitu loh. 38:24 Artinya semuanya harus dapat porsi yang 38:27 sama. Namun 38:29 berikan kepada ibu itu keutamaan yang 38:32 lebih 38:34 berdasar pada apa? Berdasar pada 38:37 perjuangan dan sejarah seluruh ibu di 38:39 dunia ini. Ya, mengandung 38:43 ibu. Betul enggak? 38:44 Betul. 38:45 Ya, yang melahirkan 38:46 ibu juga. 38:47 Ibu ya? Yang menyusui 38:49 ibu. Apa bapak ada yang menyusui? 38:52 Enggak ada kan? 38:53 Paling cari duit. Iya kan? Apa ada Bapak 38:57 yang mengandung? Enggak ada kan? 39:00 Apa ada Bapak yang melahirkan? Enggak 39:02 ada kan? Tuh kalau soal mengajarkan 39:05 anaknya makan lalu berjalan mungkin 39:07 duaua orang ini bisa ayah ibu kan. 39:10 Nah, oleh kerenanya lihat perjuangan 39:12 sejarah seorang ibu tuh seperti itu. 39:14 Iya. 39:16 Wahnan ala wahnin wa fisuhu fi amain. 39:20 Betapa susahnya saat mengandung anaknya. 39:23 Wahnan al wahnin. Duh ini susah begini 39:25 duduk susah bebaring susah dibawa-bawa 39:28 berat kan gitu. 39:30 9 bulan itu. 39:31 Iya iya 9 bulan. Lalu di sapihnya 39:36 dikasih nenen fiin dalam du ta 2 tahun. 39:41 Oh dahsyat seorang ibu. 39:42 Maka hadis ini mengarahkan pada kita 39:45 abal 39:47 abnaul basyar anak-anak manusia ini 39:49 untuk mengutamakan kehormatannya. tiga 39:52 kali lipat kepada seorang ibu. 39:55 Bukan maknanya boleh melawan kepada ayah 39:57 ya. Tidak. 39:59 Ayah dia yang luar biasa mencari rezeki 40:03 siang malam. Tidak peduli jauh, tidak 40:06 peduli dekat, tidak peduli susah. 40:08 Seorang ayah mencari rezeki, tidak 40:10 peduli senang. Hayo untuk siapa? Untuk 40:14 anak dan istrinya. 40:16 Namun pun demikian untuk zaman sekarang 40:18 malah yang paling banyak kerja adalah 40:20 istrinya. 40:21 juga ya. 40:23 Ee suaminya malah diam di rumah sambil 40:27 memelihara burung perkutut. Ah. 40:30 Ah. 40:30 Dunia balik nih. Kebalik dunia gitu kan. 40:34 Ada enggak gambaran yang Mas-mas orang 40:36 Jawa tuh di rumahnya Pap Pur Kutut? 40:39 Ah, 40:41 istrinya 40:41 kerja 40:42 kerja ke Saudi. 40:45 Akbar. Nah, itu jadi pada masalah akhlak 40:49 yang di rumah tuh seperti itu. Jika itu 40:52 dikembangkan di luar rumah, oh anak yang 40:55 terbiasa menghormati orang tua tadi 40:58 bertutur kata bagus, 41:01 sayang pada orang tuanya, bahkan orang 41:03 tuanya masyaallah sehat pun diladeninya 41:06 untuk makan disuapin ibaratnya. 41:08 Kalau di rumah-rumah, wah lebih dahsyat 41:10 lagi itu berakhlak. 41:11 Iya. Kalau dia jadi pejabat, saya rasa 41:14 pejabat yang adil, jujur, amanah, 41:17 tinggi. Itu 41:19 itu 41:20 ya itu di dalam rumah. 41:26 Nah, bahkan kalau di luar rumah ini yang 41:28 tadi ustaz bilang ada di ada dua ya, di 41:32 di rumah dan di luar di luar rumah. 41:34 Kalau di luar rumah maka ruang 41:36 lingkupnya akan lebih luas. 41:40 Maka hadis-hadis Rasul sallallahu alaihi 41:42 wasallam itu mengarahkan pada kita yang 41:43 hidup bermasyarakat setidaknya dapat 41:46 memenuhi hak-hak masing-masing. 41:49 Iya. 41:50 Apa haknya? Rasul mengatakan haqqul 41:53 muslim alal muslim situn. Di antaranya 41:56 hak satu muslim yang lain kepada muslim 41:59 yang lain adalah enam. Yang pertama idza 42:03 ee 42:05 apa? Idza laqitahu fasallim alaihi. 42:09 Kalau ketemu ucapkan salam. 42:11 Iya 42:12 ya kan? Asalamualaikum. 42:14 Nak Fahri gitu kan. 42:16 Nyaman enggak kira-kira 42:17 ketimbang pas datang awas lu gua timpuk 42:23 baru datang berpapasan berantem 42:25 apaan lu jelek lu malah dihina-hinakan. 42:30 Itu berbeda dengan asalamualaikumi. Wah 42:33 beda jauh kan? 42:34 Iya. 42:35 Waalaikumsalam ustaz. Masyaallah apa 42:36 kabar? Indah. Itu hak pertama yang harus 42:40 terjadi di masyarakat luas. 42:42 H saling sapa gitu. 42:43 Saling sapa. Waid daaka faajib. Jika 42:47 temanmu itu memanggilmu, maka 42:51 mengundangmu maka jawab undangannya. 42:54 Terkecuali saat mengundang pada 42:56 pernikahan yang di dalamnya ada orahan 42:58 tunggal, 42:59 ada dangdut-dangdutan, ada gambus, 43:03 ada wayang golek. Noh, jangan datang. 43:05 Begitu. Itu maksiat. 43:08 Entar aja amplopnya di rumah itu 43:12 waisamu 43:15 atau waamu. 43:18 Jikalau saudaramu berbangkis bersin, 43:21 maka setelah dia mengucapkan 43:22 alhamdulillah doakan 43:24 yarham 43:24 yarhamukallah. Dijawab oleh yang 43:26 berbangkis, "Yahdikumullah yusriuakum." 43:30 Betapa indahnya 43:31 gitu kan. 43:35 Jika saudaramu butuh nasehat, nah ini 43:37 kayak kita dirahasil menasehatkan berapa 43:40 juta masyarakat pendengar. Jika mereka 43:44 atau hamba Allah muslim meminta nasihat 43:47 padamu, kalau kamu mampu beri nasihat. 43:50 Tentunya nasihat-nasihat yang baik, 43:52 arahan-arahan kehidupan yang indah 43:55 yang mengandung manfaat dan kebaikan 43:57 yang banyak. 43:59 Yang kelima ini yang harus dipahami oleh 44:01 masyarakat ya. 44:03 Iya. 44:03 Bahwa hidup itu harus seperti itu. Yang 44:05 kelima, waid marid faudhu. 44:09 Jika ada saudara kita itu sakit sesama 44:13 muslim, ya di rumah rumah sakit mana 44:16 kek? He 44:17 e 44:19 keluarga kek 44:22 parmata kek Umi Bogor. 44:23 Umi Bogor. 44:25 Ustaz lagi terapi di rumah sakit Umi 44:28 Bogor. 44:29 Karena kata pemiliknya, "Sudah Ustaz 44:32 berobat di rumah sakit saya aja 44:35 enggak usah bayar meskipun ada BPJS." 44:38 Alhamduillah. 44:40 Ketika saudara kita ada yang sakit di 44:42 rumah sakit mana saja, sebetulnya soal 44:46 besuk itu 44:48 ya boleh kepada saudara kita yang tidak 44:51 tahu pun kita besuk enggak ada masalah. 44:53 He 44:54 gitu loh. Bahkan itu yang utama. Bukan 44:58 karena yang kenal doang 44:59 ya enggak kenal juga enggak apa-apa 45:00 ya. Enggak ada masalah kan. Doa itu 45:02 untuk mereka. Malah tingkat 45:04 kesembuhannya bisa dipastikan bisa 45:07 insyaallah itu lebih tinggi 45:08 tingkat kesembuhannya. 45:10 Kenapa? Uh orang yang jauh itu peduli 45:12 sama saya. 45:12 Iya 45:14 gitu. Dan kita belum pernah melakukan 45:16 itu ya. 45:17 Belum. Kalau enggak per 45:18 besuk-besuk ke rumah sakit itu belum 45:21 pernah kepada orang yang 45:22 enggak kenal ya. 45:23 Enggak kenal 45:24 dia apa? 45:25 Padahal sesama muslim 45:26 t disangka aneh gitu ya. 45:27 Iya kan? 45:28 Iya. 45:28 Bahkan mungkin ini siapa ya? 45:31 Padahal itu merupakan 45:33 syariat yang memang harus berlaku. 45:36 Itu 45:38 tujuan membesuk itu tidak lain. 45:41 Mengeratkan ukhuwah islamiah. 45:43 He 45:43 menghidupkan silaturahim dan saling 45:46 mendoa. 45:47 Saling mendoakan. 45:48 Saling mendoakan. 45:48 Maka tingkat kesembuhannya buat umat 45:50 Islam cepat-cepat terangsang untuk 45:53 sehat. Kecuali kalau yang sudah 45:55 sakaratul maut ya itu pun doa ke sana 45:58 lebih mempercepat ee keluarnya ruh dari 46:01 jasad saudara kita kan itu 46:04 yang keenam haakl muslim di masyarakat 46:06 itu adalah waidza mata fatbau jika 46:09 betul-betul sudah diyakini meninggal 46:11 dunia sahabat kita itu ikut ke kuburan 46:14 maksudnya ikut 46:16 memproses daripada memandik mengkapan 46:19 meskipun itu fardu kifayah atau fardu 46:22 kifai 46:23 fardu yang kalau sudah ada yang 46:25 melaksanakan gugur bagi yang lain. 46:29 Lalu mensalat, mengkapani, mensalatkan 46:31 dan menguburkan. Ini hak-hak kaum 46:33 muslimin. 46:35 Subhanallah. 46:37 Bahkan diancam oleh Rasulullah 46:38 sallallahu alaihi wasallam. 46:41 La tadkhulul jannata hatta tukminu. Kata 46:44 Rasul sallallahu alaihi wasallam, 46:46 "Kalian wahai umatku diprediksi sulit 46:49 masuk surga." 46:50 Hm. 46:52 Di sini masih menggunakan la bukan lan. 46:56 Kalau lan enggak bakal sama sekali 46:57 masuk. Kalau pakai la ada prediksi 47:00 sulit. 47:00 Oh 47:02 laadulul jannu. Diprediksi kamu sulit 47:06 masuk surga. 47:09 Itu kan sebelum kalian beriman. 47:11 Iya. 47:12 Kalau iman kan rukun iman yang enam gitu 47:14 kan. 47:16 La tumminu hatta tahabbu. 47:20 Dan kalian tidak mungkin menjadi orang 47:22 beriman sebelum kalian saling cinta 47:27 mencintai sesama. 47:29 Allahu Akbar. 47:32 Lalu Rasul menegaskan, "Awala adullukum 47:36 ala saaiin idza fa'altumuhu 47:40 tahababtum. 47:43 Sukaah kalian aku tunjukkan pada suatu 47:45 perbuatan jika kalian mengamalkannya, 47:49 sudah dipastikan kalian akan bisa saling 47:51 mencinta, 47:53 saling sayang-menyayangi, 47:55 saling bantu-membantu, saling peduli. 47:58 Termasuk sekarang nih penggalangan dana 48:00 untuk rumah sakit kita yang akan kita 48:02 bangun RSID di Gaza ini dalam rangka 48:05 saling cinta 48:07 mencintai, saling sayang, saling pedul 48:11 peduli kepada saudara kita yang di 48:12 Palestina betapaap pun jauh. 48:16 Nah, sukakah kalian aku tunjukkan pada 48:19 sesuatu amalan yang kalau kamu lakukan 48:22 kamu akan saling mencintai? Ini lintas 48:24 negara. 48:26 Hm. Di kitanya juga harus terjadi itu. 48:30 Apa yang harus kita lakukan? 48:32 Maka Rasul mengatakan, "Afsus salam 48:35 bainakum." Afsus salam bainakum. 48:39 Hendaknya kalian saling mengucapkan 48:41 salam setiap ketemu di antara kalian. 48:44 Jangan kayak tadi pas ketemu apa lu? 48:46 Jelek lu. Aduh, udah dihina-hinanya 48:50 saudara kita loh. Beda dengan ketika 48:52 temu, Asalamualaikum. Masyaallah, makin 48:56 gemuk aja 48:58 kan. 49:00 Allahu Akbar. Ah, itu indahnya. Nah, 49:04 kenapa demikian? Jauh bahasanya. Karena 49:09 innamal mukminuna ikhwah. Almuslimu 49:12 akhul muslim. Satu muslim kepada yang 49:15 bersaudara. Kenapa demikian? Karena 49:17 innamal 49:19 mminun ikhwah. Innamal mukminuna 49:21 ikhwatun. Karena sesungguhnya sesama 49:24 orang muslim beriman itu bersaudara. 49:27 Bersaudara. 49:28 La yadlimuhu wala yahkiruhu wa yakduluh. 49:32 Tuh. Maka kalau bersaudara kita tidak 49:35 boleh kita mengambil hartanya, tidak 49:37 boleh menjatuhkan harga dirinya, 49:39 tidak boleh menghinakannya. Allahu 49:42 Akbar. Itu bahkan Rasul mengatakan 49:46 attaqwa hauna. 49:49 Takwa itu adanya di sini di dalam 49:51 dadamu. Tiga kali loh Rasul mengatakan 49:54 attaqwahu hahuna. Attaqwahu hauna. 49:58 Takwa itu adanya di sini bukan di mulut 50:01 di hati. 50:02 Bahkan Rasul mengatakan biasbimriin 50:05 minasyar anahqir akhiro 50:09 akhu al muslim. Cukup seseorang itu 50:13 berperangai buruk manakala kebiasaannya 50:17 suka mencaci menghina saudara 50:20 saudaranya. Ikhwan fillah yang dirahmati 50:23 Allah. Tidak panjang yang ustaz 50:26 sampaikan. Namun ini merupakan hal-hal 50:29 yang betapa pentingnya 50:31 jika kita bahas dan kita renungkan 50:33 bersama. Ee dan sebelum diakhiri, Ustaz 50:37 ee terkenang sekali dengan hadis-hadis 50:40 yang menunjukkan bahwa nilai akhlak itu 50:44 dapat menembus dahsyatnya kenikmatan 50:47 surga. 50:49 Nikmat 50:50 akhlak. 50:50 Akhlak mulia itu dapat menembus 50:53 nikmatnya 50:54 surga. 50:55 Nikmat surga. 50:57 Seperti dahsyatnya kekafiran dapat 51:00 menembus dahsyatnya api nera neraka. 51:04 Mana yang mau dipilih? Kan gitu 51:06 akhlak. Rasul mengatakan 51:11 mizanil mukmin yaumalqiamah 51:14 min husnil khuluk. 51:16 Tidak ada sesuatu yang lebih ee berat 51:20 dalam timbangan seorang beriman di hari 51:23 kiamat terkecuali letaknya pada akhlak 51:28 mulia. Husnul khuluk. 51:30 Wa inallahidul fah badi. Dan 51:34 sesungguhnya Allah sangat membenci 51:36 orang-orang yang berperangnya buruk dan 51:38 suka menghina orang. 51:41 Betul. 51:41 Betul. 51:42 Rasul pun mengatakan inin 51:46 ahabbikum ilaiya waqukum 51:50 eh minni majelisan yaumalqiamah. 51:54 Rasul mengatakan, "Sesungguhnya 51:56 orang-orang yang paling aku sukai 52:01 dan orang-orang itu dari umatku yang 52:03 yang paling dekat denganku." Kata Rasul 52:05 sallallahu alaihi wasallam, "Siapa 52:07 mereka 52:09 yang paling dekat majelisnya dengan 52:11 majelis Rasul sallallahu alaihi wasallam 52:12 di hari kiamat itu adalah ahasinukum 52:17 akhlaqon." 52:19 Ahasinukum akhlaqon. Yang paling-paling 52:22 baik perangai akhlaknya. Allahu Akbar. 52:27 Allahu Akbar. Ketemu guru. 52:29 Asalamualaikum guru. Ambil tangan cium. 52:33 Allahu Akbar. Ketemu sahabat. Eh, teman 52:37 lama kita enggak ketemu ya. Ayo, ayo 52:39 mampir dulu saya ngopi. Ya, dirangkul 52:43 pundaknya dibawa ke rumah. Kecelakaan 52:46 brek dibantu. Bukan malah disyukurin lu 52:49 ngebut sih. 52:51 Bantu meskipun ngebut bantu bantu dengan 52:54 akhlak. Iya kan? Bantu. Ada yang 52:57 tabrakan, ada yang apa saja. 52:59 Subhanallah. Bantu itu loh. Jangan 53:02 saling menghinakan dan membiarkan itu. 53:06 Dan Rasul ditanya saala Nabi sallallahu 53:10 alaihi wasallam an aksar ma yudkilunasul 53:14 jannata. Rasul ditanya oleh masyarakat 53:18 sahabat tentang 53:21 banyaknya orang yang masuk surga itu 53:24 apa? 53:26 ee perkara penyebabnya. 53:28 H. 53:29 Jadi banyak orang masuk surga apa? Wah 53:31 aduh kenapa ya mereka masuk surga? 53:33 Ada apa gerangan mereka masuk surga? 53:36 Ditanya penyebabnya apa? Rasul menjawab, 53:39 "Faqala takwallahi." 53:43 Mereka-mereka itu ahli surga yang banyak 53:45 masuk surga itu adalah saat di dunianya 53:48 takwa pada Allah 53:51 wa husnul khuluq. Dan ketika hidup 53:53 mereka di dunia berakhlak mulia. Indah 53:56 enggak? 53:57 Indah. 53:57 Alhamdulillah. Itu saja ikhwatul iman 54:00 yang dapat Ustaz berikan di siang hari 54:03 ini. Semoga bermanfaatin 54:04 dan semoga 54:06 kita termasuk figur-figur pemmerhati 54:10 satu pada pendidikan. 54:11 He. 54:12 Yang pada pendidikan dalam segmen paling 54:14 bawah sajalah. I 54:15 itu loh masalah TK. 54:18 Siapkan 54:20 apalah selama 6 bulan itu berapa ruk 54:23 berapa ayat Quran, berapa hadisnya itu 54:25 berapa ulasan-ulasan yang harus mereka 54:28 pahami. Siapkan untuk pendidikan anak 54:31 kita sediri mungkin. Ketika mereka 54:33 beranjak ke SD, ke SMP, insyaallah kita 54:35 akan lebih mudah mengarahkan mereka 54:38 bahkan sampai pada jenjang segmen 54:40 terakhir S1, S2, S3 menjadi doktor yang 54:44 mulia, menjadi doktor yang berakhlak, 54:46 doktor yang jujur, doktor yang amanah 54:49 saat mereka jadi menteri. 54:51 Menteri yang jujur, 54:52 tidak korupsi. 54:53 Tidak korupsi. Saat mereka menjadi 54:55 gubernur, gubernur yang amanah. Ya kan? 54:59 saat mereka menjadi bupati, bupati yang 55:02 baik akhlaknya tidak menjadi 55:06 bulan-bulanan masa kan gitu. Demikian 55:09 kalau saat mereka jadi bupati, jadi 55:12 camat, jangan camat comot. 55:14 H 55:14 gitu kan itu jadi pegawai desa ya kan, 55:19 lurah, Kuwu. Jadilah mereka 55:21 pengaman 55:22 pengayam masyarakat yang jauh daripada 55:25 asusila. Apa asusila itu? 55:28 tidak bersusila 55:30 berarti tidak berakhlak asusila itu 55:33 jangan menjadi ee figur masyarakat yang 55:36 menampakkan keburukan jiwa mereka. He. 55:39 Namun kita berharap di negeri ini jika 55:43 kita menanamkan akhlak mulia insyaallah 55:46 negeri ini akan dikuasai oleh 55:48 mereka-mereka yang takut pada Allah yang 55:51 dalam saat mereka jadi penguasa 55:53 sekalipun yang dikedepankan adalah 55:55 ketakwa 55:56 ketakwaan. 55:59 Masyaallah. Setelah kita bersama-sama 56:01 simpanwa tausiah siang kajian tafsir 56:05 Ibnu Kasir Ustaz ya bersama Ustaz Umar 56:07 Rasyid Hasan. Kita tadi pelajari surah 56:09 Aljumuah ayat kedua. Betapa pentingnya 56:12 akhlak ya dalam kehidupan kita ee 56:15 didahulukan dulu akhlak daripada ilmu, 56:16 Ustaz ya. Walaupun kedua-duanya penting 56:18 tapi yang lebih penting akhlak dulu, 56:19 Ustaz ya. Masyaallah. Dan jika satu 56:21 negara semua warganya berakhlak mulia, 56:23 insyaallah enggak ada istilah korupsi, 56:25 enggak ada istilah ada. Subhanallah. dan 56:27 sebagainya malah semakin mulia itu malah 56:29 semakin berkah negeri itu. Badatun 56:32 walaupun gofur itu masunatun walaupun 56:35 gofur. 56:35 Itu yang diharapkan ya insyaallah. 56:37 Ini yang sudah bergabung ustaz yang 56:38 bertanya dan juga menyapa banyak saya 56:41 akan bacakan Ustaz ya. 56:42 Kita langsung aja ke sesi kedua ikhwan 56:44 akhwat ini sapaan dari Bapak Fauzi di 56:47 Cibubur sedang menyimak. Ustaz terima 56:49 kasih tausiahnya. Ada juga Ibu Nuraisyah 56:51 di Bogor. Ada Bapak Ad di Bogor juga. 56:53 Ada Ibu ada Bapak Fikri di Bekasi juga 56:55 sedang 56:56 menyimak. Selanjutnya sapan dari Ibu 56:58 Yeti di Depok, Bapak Mugi Jumana, Ibu 57:01 Bahri ya, Ibu Siti Rahma juga sedang 57:04 menyimak, Bapak Asraf juga ya sedang 57:06 menyimak kita di siang hari ini. Terima 57:08 kasih tausiah dan juga nasehatnya. Ini 57:11 juga ada dari Ibu Aminah Citra Indah, 57:14 ada Bapak Baron Betawi yang selalu setia 57:16 menyimak hasil. Ibu Hajah Purwati, Ibu 57:19 Marayati di Sukabumi juga sedang 57:20 menyimak. Pelata, FM, Bapak Sumardi di 57:23 Jaktim. Allah. 57:24 Dan masih banyak lagi yang bertanya. 57:26 Yang pertama saya bacakan Ustaz dari 57:27 Bapak Fikri di Bekasi. Asalamualaikum 57:29 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 57:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:33 wabarakatuh. 57:33 Kita sering mendengar ungkapan bahwa 57:36 adab lebih didahulukan daripada ilmu. 57:39 Itu maksudnya apa, Pak Ustaz? Apakah 57:41 seseorang yang ilmunya banyak tetapi 57:43 adabnya kurang bisa dikatakan belum 57:46 berhasil dalam menuntut ilmunya ini? 57:48 Bagaimana, Pak Ustaz? 57:49 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 57:51 Alhamdulillahirabbil alamin wasallallahu 57:53 ala nabina Muhammadin wa ala alihi 57:54 wasbihi ajmain amma ba'd. 57:57 Jadi pada permasalahan yang ditanyakan 57:59 itu ini sharing berarti ya kelihatannya 58:01 nampak lebih kepada sharing 58:02 sharing 58:04 sharing ustaz pada kondisi yang tadi 58:06 dikatakan bahwa seseorang yang banyak 58:09 ilmu itu akan percuma gitu kan 58:12 manakala 58:14 tidak disisipkan akhlak di sisi ilmu 58:18 itu. 58:19 Heeh. Contohnya 58:23 banyak ustaz hari ini 58:25 nauzubillah ya ya moga-moga enggak 58:28 banyak lagi itu ada ee ee apa namanya 58:31 oknum 58:32 oknum ustaz itu kan 58:34 ada oknum ustaz dan boga ustaz salah 58:37 ngomong ya enggak banyaklah insyaallah 58:38 ya 58:39 ada 58:39 ada gitu kan 58:43 dia 58:44 ceramah di mana tempat 58:46 berilmu dia orang. 58:48 Heeh. 58:49 Eh, pulang-pulang pacaran ya. 58:51 Nauzubillah. 58:52 Ada yang begitu. 58:54 Oknum itu ya. 58:55 Okum. 58:58 Besoknya ada lagi yang dakwah dan ini 59:00 udah Ustaz temuin. Tapi bukan Ustaz ya, 59:03 bukan Ustaz Umar ya. 59:05 Langsung melihat gitu ya, 59:06 langsung melihat. 59:08 Udah dia berdakwah. Subhanallah adzim. 59:12 Bagus kan dakwah kan? 59:13 Ngajak orang untuk baik, ngajak orang 59:15 untuk bertakwa. Enggak tahunya suka 59:19 berantem. 59:22 Banyak. Eh, banyak. Ada oknum ustaz yang 59:25 ya Allah dakwah. Iya, berantem. Iya. 59:27 Tapi kalau berantem melawan kemaksiatan 59:29 bagus 59:29 lah. Kalau berantem melawan kemaksiatan 59:31 mah itu sebentuk cerminan 59:33 ee amal amal jamai yang itu bersandar 59:37 pada akhlak mulia malah. 59:39 Heeh. 59:39 Ini berantem tanpa ujug-ujug berantem. 59:42 Yang salah siapa? 59:43 Heeh. 59:44 Iya kan? Yang enggak salah siapa 59:45 berantem. Heeh. 59:47 Ya, kita merelai malah kita 59:49 kena juga. 59:50 Kena juga dampratnya itu loh. Tiba-tiba 59:53 lagi ada ustaz berdakwah sini sini sini 59:56 ikut pada kelompok yang enggak enggak 59:58 korupsi. 1:00:00 Akhirnya apa kata orang? Saat dia ngajar 1:00:03 lagi di tempat sama ngapain sama dia? 1:00:06 Enggak usah ikut ngaji sama dia. Dia 1:00:08 pacaran, dia suka berantem, dia suka 1:00:11 korupsi. Enggak usahlah. 1:00:12 Ini yang ditanyakan sama Ibu tadi ya, 1:00:15 Bapak. 1:00:15 Apa? Bapak ya. Itu 1:00:17 jadiikri 1:00:17 betapa dahsyatnya 1:00:20 perilaku kotor itu ya kan 1:00:25 ada istilah kalau ustaz bilang ee 1:00:30 apa air rusak sebelangah apa namanya 1:00:33 yang 1:00:33 karena karena nila setik karena nila 1:00:35 setitik 1:00:36 karena nilah setitik 1:00:37 rusak susu sebelah 1:00:38 maka rusaklah susu atau air yang 1:00:40 sebelang 1:00:42 sebelanga itu ee kalau kita pasok Ya, 1:00:45 kalau Sunda itu ada tempat air yang 1:00:48 besar, 1:00:49 kulah gitu. 1:00:50 Kulah ya, kolam-kolam kecil. 1:00:51 Nah, kolam kecil atau untuk wudu rumah 1:00:53 tuh 1:00:54 kan ya istilahnya tempat yang banyak 1:00:56 airnya istilahnya. Nah, 1:00:58 gara-gara nilai setitik, nilai itu apa? 1:01:01 Kotoran. 1:01:01 Kotoran. 1:01:02 Iya kan? 1:01:03 Najis gitu ya. 1:01:03 Najis. Setitik tes. Setetes bisa rusak 1:01:08 itu air sebelangnya. 1:01:10 Tetapi dalam Islam ada ukuran memang 1:01:12 selama itu dua kulah 1:01:14 najis apapun tidak merusak air itu gitu. 1:01:17 Ini istilah. 1:01:20 Maka jangan kita berperangnya seperti 1:01:22 itu. 1:01:24 Ilmunya banyak ya. Dakwah di sana sini, 1:01:28 ceramah di sana sini, khotbah jumah di 1:01:30 masjid mana h 1:01:32 data apa daftar-daftar taklimnya penuh. 1:01:36 satu saja cela dari dirinya nampak di 1:01:40 masyarakat, maka ratusan bahkan ribuan 1:01:44 kebaikan itu akan hancur oleh perilaku 1:01:46 yang kotor tadi. 1:01:49 Yang paling nampak itu 1:01:50 kekotoran-kekotoran masyarakat. 1:01:53 Maling ya kan? ee korupsi, 1:01:57 i kan berdusta, berbohong 1:02:01 ee macam-macamlah itu. Maka ikhwan yang 1:02:04 dirahmati Allah, jika memang berilmu, 1:02:07 berilmulah dengan ilmu yang baik. 1:02:10 Ini arahannya yang dasar ilmu yang baik 1:02:13 itu berdasarkan Al-Qur'an dan 1:02:15 sunah-sunah Rasul sallallahu alaihi 1:02:16 wasallam. 1:02:17 Maka jika kita sudah mendapatkan ilmu 1:02:19 yang baik, di situ ada akhlak. Karena 1:02:23 Rasul ketika ditanya oleh ee Siti Aisyah 1:02:27 istrinya itu 1:02:28 ditanya oleh sahabat ya Aisyah umuna 1:02:33 kaum muslimin ya bagaimana sih akhlak 1:02:36 keseharian Rasul sallallahu alaihi 1:02:37 wasallam tuh bagaimana wahai ibunda 1:02:40 akhlak keseharian Rasulullah sallallahu 1:02:43 alaihi wasallam itu 1:02:45 berjawab menjawab Aisyah mengatakan kana 1:02:49 khuluquul Quran 1:02:51 Rasul sallallahu alaihi wasam AM itu 1:02:52 akhlaknya adalah Al-Qur'an. 1:02:56 Maka mari kita galakkan pada diri kita, 1:02:58 pada keluarga kita, pada masyarakat kita 1:03:00 tentang bagaimana kita memiliki akhlak 1:03:03 dari Al-Quran itu. Sehingga saat kita 1:03:05 menjelma menjadi orang yang banyak 1:03:07 ilmunya, ilmunya bermanfaat didasari 1:03:09 dengan akhlak yang mulia. Hindarkan 1:03:12 jauh-jauh 1:03:15 mencari ilmu yang banyak, namun tidak 1:03:17 dengan akhlak. akan sia-sia nanti. He. 1:03:20 Itulah tadi ratusan bahkan ribuan 1:03:23 kebaikan bakal hancur oleh satu 1:03:25 perbuatan yang buruk saat dapat dinilai 1:03:29 oleh masyarakat luas. Ingat bahwa sosial 1:03:32 masyarakat itu kalau menilai pedas. 1:03:35 He 1:03:36 pe 1:03:37 pedes. 1:03:38 Jangan sampai kita dapat penilaian pedas 1:03:40 dari masyarakat. 1:03:41 Karena kita tidak berhati-hati 1:03:44 dalam hidup. Betapun kita banyak ilmu. 1:03:47 Wallahuam bawab. 1:03:49 Baik, kita beralih ke pertanyaan 1:03:51 selanjutnya. Ini datang dari Bapak Fauzi 1:03:53 di Cibubur. Asalamualaikum 1:03:54 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:03:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:57 wabarakatuh. 1:03:58 Tadi dari dalam surah Aljumuah ayat 2 1:04:01 tadi disebutkan bahwa Rasulullah diutus 1:04:04 kepada kaum yang umi untuk membacakan 1:04:06 ayat-ayat Allah mensucikan jiwa mereka 1:04:09 serta mengajarkan Al-Qur'an dan hikmah. 1:04:12 Heeh. 1:04:12 Yang ingin saya tanyakan, mengapa 1:04:14 pensucian jiwa disebutkan sebelum 1:04:17 pengajaran Al-Qur'an dan hikmah 1:04:18 tersebut? 1:04:19 Apakah ini menunjukkan bahwa kebersihan 1:04:22 hati merupakan syarat utama agar ilmu 1:04:24 agama benar-benar memberi manfaat, Pak 1:04:26 Ustaz? Dan bagaimana cara seorang muslim 1:04:28 di zaman sekarang menerapkan kandungan 1:04:30 ayat ini dalam kehidupannya sehari-hari? 1:04:33 Ustaz, mohon pencerahannya, Ustaz Umar. 1:04:35 Demikian 1:04:36 tafsir dari ayat itu tidak jauh dari apa 1:04:40 yang beliau sampaikan tadi. 1:04:42 Kenapa didahulukan tazkiatun nafas 1:04:44 sebelum ee ee sebelum ilmu kan gitu. He. 1:04:48 Sebelum hikmah Al-Qur'an wal hikmah kan 1:04:50 gitu. He. 1:04:52 Karena justru 1:04:54 tazkiyatun nafs ini merupakan 1:04:57 ee apa namanya? Kumpulan-kumpulan 1:05:01 akhlak. 1:05:02 Kumpulan akhlak ya. 1:05:03 Iya. 1:05:04 Tazkiah sendiri maknanya kan 1:05:05 pembersihan. 1:05:07 Hm. Hati 1:05:08 pembersihan apa dan dari apa kan gitu. 1:05:10 Pembersihan jiwa dari sebarang 1:05:12 kekotoran. Kekotoran apa? Kekotoran 1:05:15 intinya kesyirikan, kekafiran, 1:05:18 dosa-dosa besar dan akhlak buruk. 1:05:21 dibersihkan oleh tazkiyatun nafas ini. 1:05:24 Nabi sallallahu alaihi wasallam dari 1:05:27 kalangan Arab yang umi. Umi itu tidak 1:05:31 pintar baca, tidak pandai nulis, 1:05:34 tapi tidak bodoh. 1:05:37 Iya, 1:05:37 itu indahnya ayat itu. Tidak menunjukkan 1:05:41 pada kelompok yang bodoh, jenius bahkan. 1:05:45 Namun dia tidak bagaimana tulis 1:05:48 nulis tidak bisa baca tidak baca. Tapi 1:05:51 pantai pandai bukan main berarti kan 1:05:52 jenius 1:05:53 jenius 1:05:53 gitu berbeda dengan orang yang pintar 1:05:56 nulis pintar baca tapi nableg 1:05:59 nasihat apapun enggak masuk 1:06:01 enggak masuk 1:06:02 gitu loh ya. Jadi ikhwan pillah Allah 1:06:07 mendahulukan tazkiah di sini karena 1:06:09 tazkiah mengandung hal-hal yang pokok 1:06:12 dalam kehidupan. 1:06:14 Iya. Bayangkan kalau kita mengerjakan 1:06:17 apapun pekerjaan 1:06:19 untuk hidup kita di dunia bahkan 1:06:21 akhirat, kalau hati kita masih kotor, 1:06:26 maka perlu pembersihan dahulu. Nah, 1:06:29 setelah hati kita bersih barulah 1:06:32 dinasehati oleh Al-Qur'an 1:06:35 yang isinya Al-Qur'an itu kan nasihat 1:06:38 ya. seperti walau auladakum min imla 1:06:42 nahnu narzuquukum waahum kan gitu 1:06:46 wqbul fawah min w kan gitu jangan engkau 1:06:51 membunuh anakmu padahal aku yang memberi 1:06:54 rezeki kepada engkau dan anakm jangan 1:06:57 dekat-dekat pada harta anak yatim kan 1:07:00 begitu itu kan nasihat 1:07:02 g kan 1:07:04 bahkan wal asri innal insana lafi 1:07:07 khusirin itu nasihat 1:07:09 Setelah hati kita bersih, dapat nasihat 1:07:12 semakin bersinar. 1:07:13 Iya. Nempel gitu ya. 1:07:15 Nempel itu 1:07:18 sinar di atas sinar 1:07:20 gitu kan. 1:07:21 Sudah jiwanya bersih dapat nasihat yang 1:07:24 cemerlang. Oh dahsyat itu. 1:07:26 Keimanan seseorang muncul 1:07:29 seperti emas dipoles. 1:07:33 Ditambah lagi dengan alhikmah. Alhikmah 1:07:36 yang dimaksud tafsirnya adalah 1:07:38 sunah-sunah kehidupan Rasulullah 1:07:41 sallallahu alaihi wasallam yang beliau 1:07:43 adalah uswah hasanah kita. Laqad kana 1:07:46 lakum fi rasulillahi uswatun hasanatun 1:07:51 limanana yarjullaha wal yaumal akhir. 1:07:55 Sungguh terdapat pada diri rasul 1:07:57 sallallahu alaihi wasallam itu uswah 1:07:59 yang baik ya bagi kita umatnya. Untuk 1:08:03 apa? untuk orang-orang yang berharap 1:08:06 kenikmatan hari akhirat. 1:08:09 Kan begitu. Oleh karenanya jika kita 1:08:12 amati baik-baik tentang mengapa Allah 1:08:14 Subhanahu wa taala mendahulukan tazkiah 1:08:16 daripada ilmu, itulah tadi keterangan 1:08:19 para alim ulama. Betapa dahsyatnya 1:08:21 akhlakul karimah di sisi il ilmu. Bahkan 1:08:25 tadi yang belajar adabnya 30 tahun, 1:08:27 belajar ilmu hanya 20 tahun. 1:08:31 Ee saya lebih suka anakku, saya lebih 1:08:34 suka kamu belajar satu bab masalah adab, 1:08:37 akhlak-akhlak itu ketimbang kamu 1:08:40 belajar 70 pasal bab ilmu itu karena 1:08:44 apa? Masyaallah, karena dahsyatnya 1:08:46 nilai-nilai akhlak itu. 1:08:49 Bila dibandingkan dengan ilmu, ilmu 1:08:51 bukan bukan tidak baik. Oh, ilmu. Kita 1:08:54 hidup tanpa ilmu sesat. 1:08:55 Iya. Sesat kita tanpa ilmu. 1:08:58 Gelap kehidupan tanpa ilmu. Tapi betapa 1:09:01 gelapnya lagi kalau kita punya ilmu 1:09:03 tanpa 1:09:04 akhlak. 1:09:05 Akhlak gitu loh. Sudah punya ilmu nih 1:09:07 yang semestinya menerangi jiwa kita tapi 1:09:10 tidak berakhlak lebih gelap sebetulnya. 1:09:13 Bukan berarti lebih baik tidak punya 1:09:14 ilmu ya. 1:09:15 Lebih baik punya ilmu dan punya akhlak. 1:09:17 Itu 1:09:17 harus paket dua 1:09:19 paket yang tidak bisa dipisahkan. 1:09:21 Iya. 1:09:22 Dua sejoli. 1:09:23 Dua sejoli. 1:09:24 Heeh. Dua sejo, dua sejoli, akhlak dan 1:09:28 ilmu ini merupakan dua sejoli yang tidak 1:09:31 boleh dipisahkan oleh apapun alasannya. 1:09:34 I 1:09:34 itu. Wallahuam bisawab. Itulah mengapa 1:09:38 Allah mendahulukan tazkiah 1:09:40 ketimbang ilmu itu. Wallahuam. 1:09:42 Supaya hatinya bersih dulu. Supaya. 1:09:44 Nah, adapun bagaimana kiprah hari ini 1:09:46 kita umat di akhir zaman? Ya, kita harus 1:09:49 mengikuti pada 1:09:52 pola kehidupan Rasul. di sana ada 1:09:54 program ya kan hidup-hidup Rasul itu kan 1:09:58 sudah kelihatan di sejarah 1:09:59 gitu kan 1:10:00 di sana ada paket-paket sederhana 1:10:02 kehidupan 1:10:04 ya di Nasi Padang ada paket 10.000 Ibu. 1:10:06 Iya. 1:10:08 Ambil paket yang ringan gitu loh. Di 1:10:11 sana ada konsep-konsep kehidupan yang 1:10:14 boleh dikatakan kehidupan harian, 1:10:16 kehidupan pekanan, konsepnya nih ada 1:10:19 kehidupan bulanan, ada tahunan. 1:10:21 Itu kan itu konsep konsep-konsep Rasul 1:10:23 sallallahu alaihi wasallam. He 1:10:25 adanya di akhlak. 1:10:28 Maka kalau tadi yang bertanyakan 1:10:30 bagaimana kita mengaplikasikan katakan 1:10:33 nilai-nilai akhlak pada zaman sekarang. 1:10:36 Saya merasa 1:10:38 ambil handphone darinya yang secukupnya 1:10:41 saja. Setidaknya arahan Ustaz seperti 1:10:43 itu. 1:10:44 Yang penting-pentingnya saja. 1:10:45 Yang penting-pentingnya saja. 1:10:47 Jangan malah berlebihan. 1:10:49 Ya Allah. Di kasur handphone. 1:10:52 Heeh. Kebiasaan 1:10:53 di dapur handphone. Jangan-jangan bab 1:10:55 pun di hadapannya handphone. Ini teh 1:10:58 kumaha hirup teh dengan handphone? 1:11:00 dikendalikan sama handphone. 1:11:01 Dikendalikan sama handphone. Akhirnya 1:11:03 salat handphone berdering. Makanya 1:11:06 banyak DKMDKM mengatakan off-kan dulu 1:11:10 sebelum salat supaya tidak mengganggu. 1:11:12 Kan begitu. 1:11:13 Wallahuam bissawab. 1:11:14 Baik Ustaz, kita dibatasi oleh waktu 1:11:16 mungkin sebelum pamit disimpulkan kita 1:11:19 tema kita di hari ini, Ustaz. 1:11:20 Nasihat buat kita semua Ustaz. Jazakal 1:11:22 khair pendengar setia Rasil dan pemirsa 1:11:26 televisi Rasil di mana saja berada. 1:11:29 Sekali lagi bahwa ustaz akan mengatakan 1:11:33 enggak percuma sebetulnya kita punya 1:11:35 ilmu banyak. 1:11:35 Iya. 1:11:36 Itu enggak percuma. 1:11:39 Ee karena 1:11:42 ee Abi Hurairah pun dulu pernah 1:11:45 ee diajari ilmu oleh setan. 1:11:48 Ya. Iya. 1:11:49 Pernah gitu ya? 1:11:50 Pernah. 1:11:51 Ilmu apa tuh? Jadi ada setan itu, ada 1:11:55 seseorang saat itu meminta bantuan 1:11:58 dibantu 1:12:00 H 1:12:00 datang lagi dibantu lagi. Emang yang 1:12:04 dibantu dia doang gitu. 1:12:07 Datang lagi dibantu lagi untuk ketiga 1:12:09 kalinya tuh kok kamu lagi kamu lagi sih. 1:12:13 Iya. Kata yang dibantunya, "Kalau kamu 1:12:17 tidak mau saya datang lagi kamu, coba 1:12:19 baca ayat kursi." 1:12:21 H. 1:12:22 Lalu disampaikan kepada Rasul 1:12:24 kejadiannya, "Ya Rasul, ada orang minta 1:12:26 sama saya, saya kasih, saya kasih." 1:12:28 Terus kok dia lagi sih yang datang? 1:12:32 Habis itu kalau saya tidak mau datang ke 1:12:35 kamu, coba baca ayat kursi. 1:12:38 Saya tidak akan datang ke kamu. 1:12:40 Kata Rasul, "Dia setan." 1:12:44 Ya, jadi kita bukan bukan bukan bukan 1:12:48 masalah dengan ilmu, tidak bermasalah. 1:12:50 dengan ilmu. Tapi manakala ilmu itu 1:12:53 tidak dihiasi dengan subhanallahiladzim 1:12:57 pupuk 1:12:59 agar ilmu itu dapat tumbuh subur, yaitu 1:13:02 akhlak. 1:13:04 Ya Allah, ya Rabbi. 1:13:06 Ada pepatah mengatakan, 1:13:09 kullu saaiin idza katsur rakhuso illal 1:13:12 adab. 1:13:14 Segala sesuatu itu jika jumlahnya 1:13:16 banyak. 1:13:18 Nah, ketika musim rambutan 1:13:21 Heeh. Dik 1:13:22 keranggan aja banyak banget harga 1:13:24 rambutan. Murah apa mahal? 1:13:25 Murah, Pak. 1:13:26 Murah. 1:13:26 Saking banyaknya itu. 1:13:27 Saking banyaknya. Duren aja yang kita 1:13:30 hari ini enggak bisa beli. Kalau banyak 1:13:32 murah. 1:13:32 Iya 1:13:33 ya. Tapi semurah-murahnya duren ya. 1:13:35 Agak mahal. 1:13:37 Segala sesuatu itu kalau banyak 1:13:39 jumlahnya murah. Heeh. 1:13:43 Terkecuali adab. Semakin banyak semakin 1:13:47 mahal harganya. 1:13:49 Iya. 1:13:49 Dahsyat enggak, Nak? 1:13:50 Iya. 1:13:51 Yuk, kalau gitu sama-sama Ikhwan fillah 1:13:53 di mana saja berada, pendengar setia 1:13:56 Rasil, pemirsa televisi, Rasil, Ustaz 1:13:58 menghimbau pada semua lapisan masyarakat 1:14:02 yang mendengar rai, yang tidak mendengar 1:14:04 sama nasat Ustaz. Mari kita berakhlak 1:14:07 mulia. 1:14:10 Utamakan akhlak mulia itu kepada ayah, 1:14:12 bunda. 1:14:13 Iya. 1:14:14 Setelah itu kepada saudara-saudara kita, 1:14:18 kepada pemili kita. 1:14:20 selebihnya kita harus berakhlak mulia di 1:14:24 tatanan sosial masyarakat kita. Kita 1:14:26 bentuk yang namanya civilization 1:14:29 gitu. 1:14:31 Jadikan ruangan masyarakat itu sebagai 1:14:34 university of civilization. 1:14:37 Betul. 1:14:38 Universitas peradaban. 1:14:39 Peradaban. 1:14:40 Apa yang dimaksud peradaban situ? 1:14:42 peradaban akhlak mulia, attitude 1:14:45 itu 1:14:47 of good attitude itu. Jadi peradaban 1:14:50 dibangun berdasarkan 1:14:53 ee kedahsyatan kebaikan akhlak yang muli 1:14:56 mulia. Maka itu tadi kata Rasul, 1:14:59 banyaknya ahli surga itu bukan oleh 1:15:01 surga itu didiamin bukan oleh orang yang 1:15:03 banyak ilmu. 1:15:05 Heeh. 1:15:05 Sampai profesor. 1:15:07 Iya kan? bukan oleh yang banyak harta 1:15:10 sampai dunia ini seakan miliknya. 1:15:13 Bukan yang memiliki ketinggian derajat 1:15:15 sampai dia jadi presiden perdana menteri 1:15:17 Bu. Gak. 1:15:19 Gambarannya banyaknya penghuni di surga 1:15:21 itu hanya saat manusia ini berakhlak 1:15:25 mulia. Allahu Akbar. 1:15:28 Allahum'alna mimman yamliku aklaqun 1:15:31 karimah. Ya Allah, jadikanlah kami 1:15:33 hamba-hamba-Mu yang dalam hidupnya ini 1:15:37 memiliki akhlak mulia sehingga kami 1:15:40 layak untuk dapat hidup dalam surga-Mu 1:15:42 ya Rabb atas izin dan ridam-Mu. Semua 1:15:45 kami umat Muhammad ini menginginkan 1:15:48 surga itu yang kita tebus dengan akhlak 1:15:51 yang mulia. Amin. 1:15:52 Amin ya rabbal alamin. Itu saja. Baik. 1:15:56 Masyaallah. Terima kasih Ustaz atas ilmu 1:15:57 dan pencerahannya. Semoga kita bisa 1:15:59 menerapkan semua tadi yang telah 1:16:00 disampaikan. Amin. Insyaallah. 1:16:02 Kita perbaiki akhlak kita dari mulai 1:16:03 dari hal-hal kecil, Ustaz, ya. Dari 1:16:05 mulai dari hal-hal kecil dari lingkungan 1:16:07 kita sendiri, dari sekarang mulainya. 1:16:10 Insyaallah. Baik, dan terima kasih yang 1:16:13 sudah sudah bergabung mengirimkan 1:16:14 WhatsApp dan saya Pak Harri ditemani 1:16:16 Ondi dan juga Algur pamit. 1:16:18 Subhanakallahumma bihamdika asadu alla 1:16:20 ilahailla anta astagfiruka wauubik. 1:16:22 Alalamualaikum warahmatullahi 1:16:23 wabarakatuh.