Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Di sana sederhana banget. Listrik setiap 0:03 hari masih mati. Kadang 6 jam nyala, 4 0:06 jam mati jam nyala. 0:09 Setiap hari mati 0:12 juga [musik] 0:14 bensin kadang susah. Ada masanya saya 0:17 ngisi bensin mobil tuh ngantrinya sampai 0:19 1 jam 45 menit. 0:22 Uang juga kadang susah. Kita kan nuker 0:24 pakai uang dolar ya. Tapi kita punya 0:26 uang dolar. kita nukar ke real tuh harus 0:28 ke money changer. Kadang realnya 0:30 menghilang jadi kita tuh terbatas. Tapi 0:33 dari semua keterbatasan itu ya orang 0:36 Tarim ini memiliki keistimewaan tidak 0:38 pernah mengeluh. 0:41 Mereka menganggap hidup nih ya udah 0:44 bukan ini tujuannya. Nanti di akhirat 0:46 senang-senang hidup mah ya udahlah 0:48 dijalanin aja. Enggak pernah ngeluh. 0:49 Kadang saya iseng nanya gitu ee saya 0:53 ngeledekin gitu gimana nih pemerintahnya 0:55 kok gini banget? Orang Tarim jawabannya 0:56 apa? Alhamdulillah memang begini hidup 0:59 tuh memang begini. Makanya ketika ada 1:01 yang meninggal, ketika ada yang 1:02 meninggal nih kata yang pertama tuh 1:04 bukan inil rjiun. Misalkan dikabarin 1:07 aminya meninggal, aminya meninggal. Kata 1:09 yang pertama alhamdulillah. 1:11 Alhamdulillah. Karena ee mereka 1:14 menganggap bahwa alhamdulillah ujian 1:16 dunia ini sudah selesai. Tinggal 1:17 senang-senangnya aja di akhirat gitu. 1:20 Nah, 1:23 akhirnya saya ngelihat, oh ternyata 1:24 masih ada yang begini tolong-menolongnya 1:26 tinggi banget. Waktu pertama kali datang 1:29 tuh saya pertama datang saya mau nyari 1:34 seseorang. Saya mau janjian ketemu sama 1:36 petugas sampah yang angkat sampah setiap 1:38 hari. Saya enggak tahu nih di mana 1:40 rumahnya. Patokannya di depan Masjid 1:42 Raudah. Sampai di depan Masjid Raudah 1:44 saya teleponin enggak bisa nih, enggak 1:45 aktif nomornya. Saya lagi bingung. 1:48 Tiba-tiba ada orang lewat bawa gerobak 1:50 nih. Dia dalam keadaan buru-buru karena 1:52 bawa gerobak itu mau pergi. Dia ngelihat 1:54 muka saya kebingungan. Terus dia 1:56 nanyain, "Kenapa? Apa yang bisa saya 1:58 bantu?" "Ayo khidmat." Katanya, "Apa 2:00 yang bisa saya khidmat ke kamu?" Saya 2:01 bilang, "Enggak, enggak, enggak apa-apa. 2:02 Saya lagi nyari orang." Oh, siapa 2:04 namanya? Saya bilang, "Namanya Hadi." 2:07 Hadi. Di sini enggak ada yang namanya 2:08 Hadi, kata dia. Oh, gitu. Tapi saya 2:11 punya nomor teleponnya nih. Saya bilang, 2:12 "Saya punya nomor teleponnya nih." Ee 2:14 dia bilang, "Oh, sebentar sebentar." 2:16 Terus dia pergi tuh. Saya pikir, "Oh, ya 2:18 udahlah dia udah mungkin dia memang 2:20 enggak bisa bantu." Ternyata selang 2:21 berapa lama dia datang lagi bawa 2:23 handphone. Ternyata dia pergi pulang ke 2:25 rumahnya ngambil handphone. Berapa nomor 2:27 teleponnya? Dicatat sama dia. Sini, 2:29 sini, sini. Setelah dicatat keluar nama 2:31 di nomor handphone-nya. Oh, ini mah 2:32 bukan si Hadi. Di sini nama 2:33 panggilannya. Ini panggilannya Budi. 2:35 Misalkan. Oh, ini mah Budi. Tunggu 2:37 sebentar dia hilang lagi, Bu. Dia hilang 2:40 lagi. Kemudian dia datang lagi mengajak 2:43 seseorang gandeng seseorang. Nih Budi 2:45 nih. Kata dia. Udah ya udah kan nih Budi 2:48 nih. Ee ternyata dia pergi menjemput si 2:50 Budi. Dia nganterin Budi ke saya. Saya 2:53 sudah ketemu Budi. Dia pergi lagi. 2:55 Begitu kehidupannya. Dan enggak satu dua 2:57 kalau kita kalau misalkan naik motor nih 3:00 kita mogok. Dorong aja motornya 3:02 sebentar. Nanti tiba-tiba akan ada orang 3:04 yang menghampiri kita memberikan bensin 3:06 dari motornya. Walaupun bensin di 3:08 motornya sedikit. kita dikasih supaya 3:09 kita sampai ke pom bensin atau kita 3:11 sampai ke rumah 3:13 dengan sederhananya hidup saling 3:15 tolong-menolongnya tinggi sehingga Allah 3:17 kasih keberkahan 3:19 daerahnya berkah enggak ada yang stres 3:23 penduduknya nih enggak ada yang kayaknya 3:24 saya enggak pernah dengar orang Tarim 3:25 ada yang meninggal bunuh diri karena 3:27 stres. Ada orang Tarim yang sampai gila 3:29 karena frustasi kehidupan. Enggak 3:30 kayaknya enggak pernah dengar walaupun 3:32 hidupnya sederhana banget Bu. Teman saya 3:34 ada yang mengurus ee janda, 3:37 ada yang dibantu sama dia. Mungkin ada 3:40 sekitar 100 sampai 200 janda. Ini Abu 3:42 Janda sesungguhnya nih dia. 3:46 Karena dia 3:48 mengayomi janda-janda yang ditinggal 3:50 suaminya di Tarim. Dia cerita. Jadi 3:53 setiap bulan nih dia ngasih amplop 3:55 isinya kalau dirupiahin kurang lebih 3:56 sekitar Rp200.000. R00.000 satu 3:59 keluarga. R.000 satu keluarga. Dia 4:01 cerita ada satu masa dia lupa ngantar ke 4:04 satu janda. Setelah dia lupa, dia baru 4:08 ingat setelah 2 hari, "Oh, ada yang 4:09 kelewat satu." Dia datang ke rumah itu, 4:13 dia kasih. Ternyata di rumahnya dalam 4:14 keadaan tidak ada beras selama 4:15 berhari-hari. 4:17 Dan orang ini tidak meminta kepada teman 4:21 saya. Padahal kan biasanya mungkin 4:23 ngasih kode-kode, mungkin lagi ini belum 4:25 belum cair nih, belum datang nih. Tapi 4:27 enggak, tetap bertahan di rumahnya 4:30 karena menjaga harga diri supaya tidak 4:32 meminta. Akhirnya Allah kasih keberkahan 4:34 cukup aja. Kalau ibu-ibu tinggal di sana 4:37 mungkin bukan fasilitasnya enggak 4:39 memadai, tapi di hati itu tenang. Di 4:42 hati itu tenang. Dan banyak 4:45 cerita-cerita yang saya dengar, 4:46 cerita-cerita spiritual ya. Ada salah 4:48 satu orang kan di sana banyak orang 4:50 Eropa, banyak orang Amerika, orang 4:52 Australia. 4:53 Ada satu orang Eropa cerita, "Saya 4:55 pernah ee saya pernah dia cerita saya 4:58 pernah suatu hari saya dengar ee fadilah 5:01 tentang membaca selawat." Allahumma 5:03 shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 5:05 sayyidina Muhammad. Allahumma shalloli 5:06 ala sayidina Muhammad. Di salah satu 5:09 ulama bilang begini, kata dia, "Kalau 5:11 kita punya masalah, 5:14 coba selesaikan dengan selawat." Coba 5:17 selesaikan dengan selawat. Insyaallah 5:18 nanti ketemu solusinya. 5:21 Mungkin bukan selawat secara langsung 5:23 memberikan solusi, tapi nanti insyaallah 5:24 akan ada pertolongan Allah. Akhirnya 5:26 suatu hari si bule ini cerita, suatu 5:30 hari saya turun ke saya tinggal di 5:32 apartemen lantai 5 saya salat subuh di 5:35 masjid. Apartemennya itu, Ibu-ibu, 5:37 Bapak-bapak. Apartemennya itu kalau mau 5:39 masuk ke ada akses pintu yang harus 5:42 dibuka pakai kartu. Jadi mau masuk ke 5:45 area apartemen nih kan gedung nih masuk 5:47 harus ada kartu diap gitu kebuka. Nah, 5:50 apartemennya tuh harus ada kartu. Dia 5:53 berangkat salat subuh lupa bawa kartu. 5:56 Dia lupa bawa kartu nih. Nah, terus 5:59 ketika dia lupa bawa kartu, waduh, 6:01 gimana nih? Ini belum belum suruk nih, 6:05 masih habis subuh. Kalau dia teriak juga 6:07 istrinya enggak mungkin dengar di lantai 6:08 atas, lantai 5. Dia mau teriak enggak 6:10 mungkin dengar dia handphone 6:11 ketinggalan. Gimana nih? Akhirnya dia 6:14 ingat, "Oh, Ustaz pernah bilang kalau 6:17 kita punya masalah baca selawat." Kata 6:20 dia gitu. Ini dia cerita waktu itu di 6:23 waktu ziarah Nabi Allah Hud. Jadi banyak 6:24 yang mendengarkan, banyak yang bisa 6:25 bersaksi bahwa dia menceritakan ini. 6:28 Akhirnya dibaca selawat. Ibu-ibu, 6:30 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 6:31 wa ali sayyidina Muhammad. Allahumma 6:32 shalli ala sayyidina Muhammad wa ala 6:33 sayyidina Muhammad. Dia sambil ngitung 6:35 baca selawatnya. 6:37 Di selawat ke-50, hitungan ke-50 dia 6:40 ngelihat ada satu orang di ujung sana. 6:42 Ih ada orang tersenyum sama dia. Di 6:45 ujung mata dia nih. Dia baca selawat 6:48 orang itu mendekat. Terus dia berhenti. 6:51 Dia baca selawat berhenti, orang itu 6:52 berhenti. Dia pikir, "Ah, kebetulan nih 6:56 baca dia pelan-pelan." Allahumma shalli 6:57 ala sayidina Muhammad. ngelangkah dia 6:58 berhenti. Eh, berhenti lagi dia gitu 7:00 terus, Bu. Dia ngerasa ah enggak 7:03 mungkin. Kebetulan nih dibaca lagi 7:05 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 7:07 wa ala sayidina Muhammad. Jalan lagi, 7:08 Bu. Pelan-pelan tuh orang ke dia. Dia 7:10 berhenti baca selawat, berhenti lagi tuh 7:12 orang. Sampai di hitungan ke-75 sudah 7:15 semakin dekat orang, dia berhenti lagi. 7:17 Ternyata berhenti tuh orang itu 7:19 berhenti. Ketika dia berhenti baca 7:20 selawat, orang itu berhenti. Dan ini 7:21 kisah nyata yang ngalami juga bukan yang 7:24 mengalami orang-orang Eropa nih yang 7:26 tinggal di Tarim. Karena di Tarim banyak 7:27 orang yang Eropa yang tinggal di sana. 7:30 Kemudian Bu tahu enggak di menit ke-75 7:32 dia baca eh di hitungan ke-75 sudah 7:35 semakin dekat, sudah di tengah dia baca 7:37 lagi. Semakin dekat, semakin dekat, 7:38 semakin dekat. Di hitungan ke-99 itu 7:41 orang persis di depan pintu itu orang 7:43 tersenyum dari kantongnya. Diambil kartu 7:46 ditap tak kebuka pintunya. 7:49 Kebuka pintunya itu orang pergi. Orang 7:52 orang Eropa ini enggak pernah ngelihat 7:53 orang itu di lingkungan apartemennya. 7:56 Wallahualam. Siapa orang itu? Mungkin 7:58 malaikat, 8:00 entah siapa mungkin Allah kirim sebagai 8:02 pertolongan buat dia. Kebuka itu 8:04 apartemen. Akhirnya dia bisa masuk ke 8:06 atas. Dia menceritakan kisah ini. Nah, 8:09 kisah ini diceritakan ketika ziarah Nabi 8:12 Allah Hud. Jadi di Tarim nih eh bukan di 8:15 Tarim, di Hadromut nih ada makam 8:17 Nabiullah Hud. Memang makam Nabi Hud di 8:18 situ. Setiap tahun seluruh orang 8:21 Hadramut banyak yang menziarahi ke situ. 8:23 Kita janjian semua ulama-ulama besar 8:25 kumpul di situ. Cerita ini diceritakan 8:27 ketika itu saya mendengar kan setelah 8:30 selesai jadi di atas nih Bu. Di atas di 8:32 atas bukit. Setelah selesai acara saya 8:35 pergi mau pulang. Sendal saya hilang. 8:38 Wah hilang sendal nih. Jadi 8:41 di bukit gini saya naruh sendal di sini 8:44 bawahnya sudah jurang. Sendal saya 8:47 hilang. Saya ingat cerita orang tadi. 8:50 Apapun masalahnya baca selawat. Saya tes 8:53 lah. Ah, kebetulan nih bisa dites nih. 8:56 Benar enggak nih ceritanya? Saya baca 8:58 selawat sendal saya hilang. Saya baca 8:59 Allahumma shalli ala sayidina Muhammad 9:00 wa sayidina Muhammad. 9:02 Allahumma shalli ala sayidina Muhammad 9:03 sayidina Muhammad. Mana ini? Enggak 9:05 ketemu-temu Bu. Saya enggak butuh. Baca 9:07 aja udah. Toh juga ee enggak ada usaha 9:11 yang bisa saya lakukan selain mencari. 9:12 Supaya mencarinya lebih gampang, saya 9:14 baca selawat. Allah shi saya baca 9:16 selawat tiba-tiba saya ngelihat saya 9:18 sebelah. Wah tanda-tanda nih. 9:23 Akhirnya saya ambil saya sebelah saya 9:26 lanjutin lagi baca baca selawatnya. 9:27 Allahumma shalli Muhammad sampai tuh 9:30 area bersih enggak ketemu. Aduh gimana 9:32 nih? Udah enggak ada lagi yang bisa saya 9:33 cari. Udahlah saya pulang aja. Tapi saya 9:36 tetap sambil baca selawat saya turunkan. 9:38 Allahum 9:39 di tempat yang tidak saya sangka-sangka 9:41 di tengah-tengah itu ada sendal saya 9:43 nyempil satu. saya temukan ketika saya 9:45 sambil membaca selawat. 9:48 Jadi, Bu, benar baca selawat itu bisa 9:50 jadi solusi. Benar, Ibu-ibu nih, 9:53 Bapak-bapak enggak bisa dikasih tahu di 9:54 rumah selawatin. 9:57 Benar, Bapak-bapak, Ibu-ibu nih sudah 10:00 mulai minta uang belanja tambahan di 10:02 tengah bulan, selawatin, Pak. Insyaallah 10:05 Allah kirim bantuan. Entah mungkin 10:08 hatinya dilembutkan, entah mungkin 10:11 rezeki datang di dari arah yang tidak 10:13 terduga-duga. 10:15 Makanya kalau orang Tarim bilang, 10:17 "Usahakan baca selawat setiap hari 10:19 minimal 1000. Biar minimumnya tuh itu 10:22 1000 baca selawat 1000. Nah, ketika kita 10:26 membaca selawat Rasulullah sallallahu 10:28 alaihi wasallam tahu kita membaca 10:29 selawat sehingga kita semakin dekat ee 10:31 sama Rasulullah sallallahu alaihi 10:32 wasallam. Termasuk ibu-ibu yang belum 10:35 pernah umrah angkat tangan. 10:37 Yang sudah umrah angkat tangan. 10:40 Nah, berarti masih ada yang Bapak-bapak 10:42 yang sudah umrah angkat tangan. 10:45 Nah, berarti masih ada yang belum umrah. 10:47 Gimana caranya supaya kita bisa umrah 10:51 tetapi padahal kita enggak punya uang? 10:54 Gimana caranya 10:56 baca selawat? Benar, Bu. 10:59 Allah. Alhamdulillah Allah kasih saya 11:02 amanah membersamai silaturahim travel 11:04 untuk waktu yang lumayan panjang 5 11:08 sampai 7 tahun saya sama Ustaz Heri 11:09 membawahi silaturahim travel. Saya 11:11 menemukan banyak jemaah yang enggak 11:13 punya yang secara kemampuan tidak punya 11:16 tapi dia bisa ke tanah suci dengan cara 11:18 dia ikhtiar. Ikhtiarnya macam-macam Bu. 11:21 Ada yang baca selawat hingga akhirnya 11:23 Allah panggil. Ada yang ikhtiarnya, ada 11:25 teman saya ini teman saya langsung waktu 11:27 dia nanya, "Sa, doain dong." Kebetulan 11:30 waktu itu saya di tanah suci, "Sa doain 11:31 dong supaya saya sampai ke sana." Saya 11:33 ceritain ada kisah supir taksi. Mungkin 11:35 ibu-ibu sudah tahu ya. Ada ada kisah 11:38 Hah? Belum. 11:43 Ah, saya ceritain ulang ya. Ini saya 11:46 sudah udah cerita beberapa kali di 11:47 radio. Mungkin juga udah bosan 11:48 dengarnya. 11:50 Jadi, ada spopir taksi, Bu. Spir taksi 11:53 Bluebird. 11:54 Super Bluebird. Dia nih pengin banget 11:57 umrah tapi enggak punya uang. Uangnya 11:59 enggak cukuplah. Setiap hari aja buat 12:00 setoran kadang kurang. Akhirnya yang dia 12:03 lakukan adalah dia pakai peci haji 12:05 ketika dia nyetir. Usahanya sederhana 12:08 cuma pakai peci haji. Ini peci yang 12:09 kayak gini nih cuma warna putih. Ketika 12:11 dia nyetir dia pakai peci haji. Suatu 12:14 saat ada penumpang eksekutif muda gitu 12:17 masih muda. Eksekutif muda duduk di 12:20 belakang. Penumpangnya nih nanya, "Mas, 12:23 kok pakai peci haji?" Bluebird kan 12:24 seragamnya enggak ada peci hajinya. Kata 12:26 dia. Kata supir taksinya, "Enggak 12:28 apa-apa, Mas. Ini usaha saya supaya saya 12:31 Allah panggil saya ke tanah suci. 12:32 Makanya yang saya lakukan adalah pakai 12:33 PC haji ke manaun termasuk ketika 12:35 nyetir." Udah tuh penumpangnya cuma 12:38 tersenyum, duduk diam. Sampai di tujuan, 12:42 penumpangnya turun. Sebelum turun 12:44 penumpangnya ngasih amplop tipis. "Mas, 12:46 ini buat nambah-nambah ke tanah suci." 12:49 Udah tuh supir taksi nerima. Oh enggak 12:51 usah Pak, enggak usah. Udah enggak 12:52 apa-apa. Enggak usah Pak, enggak usah. 12:53 Tapi sambil tarik. Enggak usah Pak, 12:54 enggak usah. Tapi diambil akhirnya 12:57 penasaran nih Zir Taksi nih. Berapa nih 13:00 tipis nih. Dia pikir lumayanlah. Mungkin 13:01 R500.000 buat DP, mungkin sejuta buat DP 13:05 travel. Nah, beliau ini pendengar radio 13:06 silaturahim. 13:08 Begitu penumpangnya pergi, penasaran 13:10 dong dia dibuka isinya. Ibu-ibu tahu 13:13 isinya berapa? amplop tipis itu 13:19 ternyata bukan rupiah isinya dolar. 13:22 Hari itu silaturahim travel lagi iklan 13:26 dirasil paket umroh bintang 5 harganya. 13:34 Hah? 13:35 Pas dia datang ke kantor travel, dia 13:38 cerita kisah itu langsung ke saya, "Kak 13:40 Musa, saya mau daftar, saya punya uang 13:42 ini." Dia cerita. Jadi Allah panggil 13:45 langsung, "Bu." Nah, 13:47 teman saya yang waktu saya lagi umrah 13:50 minta doa, saya ceritain kisah itu. 13:53 "Tahu ibu-ibu apa yang dilakukan teman 13:54 saya?" "Oh, kalau gitu enggak harus 13:56 punya uang ya?" Akhirnya dia ada 13:58 tabungan dirham. 14:01 Dinar. Tabungan dinar. Dinar. Dirham. 14:05 dinar ya. Ya, dia punya tabungan dinar 14:07 satu keping gitu. Memang tabungan buat 14:09 umrah nilainya kalau dirupiahin sekitar 14:11 R5 juta. Tapi enggak nambah-nambah 14:14 karena mungkin ya ibu-ibu kan kita ada 14:15 kebutuhan di keluarga akhirnya enggak 14:17 nambah-nambah tuh tabungan. 14:19 Akhirnya Mas kalau satu sen datang tu 14:21 enggak tahu ya 14:24 Mas Fajar. Kalau satu sen sudah datang 14:25 tolong kasih tahu. Kalau Ustaz sudah 14:27 datang tolong kasih tahu. 14:31 Hah? 14:34 Ah, udah, Bu. Lanjut. [tertawa] 14:39 Enggak enak saya. Terakhir. Akhirnya 14:41 teman saya tabungannya dicairin sama 14:44 dia. Dia cetak spanduk gede di kamarnya. 14:46 Gambarnya Ka'bah. Sehari-hari dia salat, 14:49 seakan-akan dia menghadap Ka'bah. 14:51 Di tembok besarnya. Setiap hari dia 14:53 salat, kiblatnya ke arah situ Ka'bah. 14:56 Dia bayangin, dia visualisasiin. 14:57 Seakan-akan dia salat di depan Ka'bah. 15:00 sisa uangnya kan mungkin itu 300 400.000 15:03 Ibu sisa wangnya dia buat DP umrah 15:07 di langsung dia DP keberangkatan tanggal 15:09 bulan Desember dia DP. Nah, sisa wangi 15:11 dari mana dia enggak tahu yang penting 15:12 dia sudah ikhtiar. 15:28 Desember 15:38 insyaallah 15:39 kalau dia sampai 15:49 yang 15:51 sebumnya 15:52 ini kita ee berbagi 16:02 salah satu 16:04 di belakang yang 16:06 ternyata 16:10 jadi Eh saya di 16:22 bahwa 16:41 kita 16:58 Allah yang Allah yang dari 17:03 ada yang ber dia enggak 17:09 di 17:14 sana ada 17:19 kalau 17:28 dan 18:52 Bismillahirrahmanirrahim. 18:54 Baik, Ibu-ibu ee yang di belakang 18:56 mungkin agak mendekat supaya suaranya 18:58 lebih jelas terdengar. 19:01 Alhamdulillahirabbil alamin. Kita 19:03 bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala 19:04 hari ini kita bisa berkumpul di masjid 19:06 silaturahim di majelis Umahad pada hari 19:09 ini. Insyaallah kita akan belajar 19:11 banyak, kita akan mendapatkan ilmu yang 19:13 bermanfaat. Yang bawa buku tolong 19:15 dikeluarkan, yang bawa pulpen tolong 19:17 dicatat. Karena mencatat adalah cara 19:20 kita mengikat ilmu. Nah, mohon ibu-ibu 19:22 ke depannya ketika ada majelis atau 19:25 datang ke pengajian jangan dengan tangan 19:27 kosong. Minimal bawa buku sama pulpen. 19:30 Catat. Apapun yang ustaz katakan yang 19:32 bisa kita catat, catat. Oke. Hari ini 19:35 insyaallah kita akan ee 19:38 melakukan kajian dengan tema bersandar 19:40 pada yang maha kokoh, menemukan 19:43 kedamaian di tengah ketidakpastian. 19:46 Mudah-mudahan ilmunya bermanfaat, bisa 19:48 kita bawa pulang, bisa bermanfaat buat 19:50 diri kita, keluarga, dan juga ee 19:52 kerabat-kerabat terdekat kita. 20:04 Di akhir 20:06 tausiah, Ustaz, nanti ada sesi tanya 20:08 jawab. 20:09 Kalau Ibu-ibu ada yang ingin ditanyakan 20:11 kepada guru kita, monggo disiapkan 20:14 pertanyaannya. 20:16 Mau pertanyaan sesuai tema bagus, 20:18 pertanyaan di luar tema juga insyaallah 20:20 boleh, Ustaz. Ya, 20:20 insyaallah. 20:21 Insyaallah boleh. Pertanyaan-pertanyaan 20:23 tentang kehidupan, rumah tangga semuanya 20:25 tanyain tentang bagaimana suami ini, 20:27 suami itu, suami ini, tanyain sekarang 20:29 saatnya supaya jadi pembelajaran 20:31 bersama. Baik, silakan, Ustaz. 20:34 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 20:37 Alhamdulillahiabbil 20:39 alamin 20:41 hamdan katiron thayyiban mubarakan f 20:46 kama yuhibuna waard. Allahumma sholli 20:51 wasallim wabarik ala abdika wa rasulika 20:54 sayyidina wa nabina Muhammadin 20:58 wa alihi wasohbihi wasallim. 21:03 Allahumma atina minika rahmah waimna min 21:07 ladunka ilman nafi 21:11 bimaamanaidna 21:13 ilman 21:16 amma ba'du para jemaah hadirin 21:19 bapak-bapak ibu yang dirahmati 21:21 Allahualaikum 21:24 warahmatullah 21:25 wabarakatuh 21:28 war 21:29 alhamdulillah pagi hari ini 21:33 kita dapat berkumpul kembali di bawah 21:36 naungan Al-Qur'an. 21:39 Begitu juga Nabi kita Muhammad 21:41 sallallahu alaihi wa alihi wasallam 21:44 dengan tuntunan beliau yang terindah 21:48 yang Allah jadikan sebagai suri tauladan 21:50 kita semuanya. 21:53 Sebelum kita mulai mari bersama-sama 21:55 kita membaca suratul fatihah ya. 21:59 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 22:06 Bismillahirrahmanirrahim. 22:11 Alhamdulillahirabbil 22:14 alamin 22:16 arrahmanirrahim. 22:22 iki yaumiddin 22:25 iyaka na'budu wa iyaka nasta 22:31 ihdinasirathal 22:33 mustaqim 22:37 sirathalladzina 22:39 an'amta alaihim 22:42 ghairil maghdubi alaihim 22:46 wad 22:50 in 22:56 alladzina amamanu wa tatmainnu 23:00 qulubuhum 23:02 bidzikrillah 23:05 ala bidzikrillahi 23:08 tatmainnul 23:10 qulub 23:12 alladzina amanu wailus 23:23 Sqallahulzimqallahulim 23:30 wasq rasuluhul karim wahnu alalika 23:34 minasahidun. 23:38 Para jemaah hadirin hadirat sekalian. 23:43 Begitu orang yang beriman meninggalkan 23:46 dunia, 23:50 Allah Subhanahu wa taala menantikan 23:52 mereka, 23:55 memanggil mereka dengan panggilan yang 23:57 hangat mesra. 24:02 Ya ayyatuhan nafsul mutmainah 24:07 irji ilbiki 24:09 ratan marah. 24:17 Wahai yang berjiwa tentram, 24:22 kembalilah kamu ke haribawaan Tuhan. 24:28 Irji'i ilaiki 24:31 ratan mariah. 24:33 Dalam keadaan rida 24:36 juga diridai oleh Allah. 24:38 Fadkhuli fi ibadi wadkuli jannati. 24:42 Masuklah ke tengah-tengah hambaku 24:45 dan masuklah ke dalam surgaku. 24:49 Ini jiwa yang akan disambut oleh Allah. 24:52 Kenapa? 24:53 Karena di dunia dulu sewaktu hidup di 24:56 dunia jiwa mereka tenteram damai. 25:01 Mereka tidak terombang-ambing 25:04 oleh berbagai macam cobaan dunia yang 25:07 membuat banyak orang terombang-ambing. 25:12 Mereka juga tidak terpengaruh oleh 25:16 kegelapan hidup ini karena jiwa mereka 25:19 diterangi oleh iman kepada Allah. 25:23 Kegelapan bagi orang yang beriman 25:25 saat-saat mereka beristirahat. 25:28 Sedangkan cahayanya 25:31 merupakan ladang beramal buat mereka. 25:33 Kedua-duanya merupakan nikmat dari Allah 25:36 bagi mereka. Mereka tidak menggantungkan 25:39 hidup mereka kepada makhluk, 25:42 kepada harta, kepada kedudukan, 25:46 [berdehem] kepada benda apapun. Mereka 25:49 bergantung kepada siapa? kepada Allah 25:53 Subhanahu wa taala Rabbul alamin 25:57 yang dalam genggamannya 25:59 seluruh kerajaan langit dan bumi tidak 26:02 ada satu benda yang kecil 26:05 maupun yang besar 26:08 yang terdapat di bumi maupun di langit 26:10 melainkan semuanya tunduk manut kepada 26:14 Allah. Apa yang Allah perintahkan itu 26:17 yang akan dilakukan. 26:19 Nah, Allah perintahkan alam semesta ini 26:23 untuk bersahabat bersama hamba-hambnya 26:27 yang selalu berpegang kepada Allah. Ada 26:30 enggak yang bisa membahayakan diri? 26:35 Hamb ini hatinya selalu 26:38 berserah diri pada Allah, bertasbih 26:41 kepadanya, memuji dan mengagungkannya. 26:43 Sebagai bumi juga apa? Juga bertasbih 26:47 memuji Allah. 26:49 Jadi dia bersama alam raya ini 26:51 bersahabat bersama-sama bersuci 26:54 mengagungkan Allah. 26:57 Kira-kira 26:59 siapa yang akan membahayakan orang 27:01 semacam ini? 27:03 Siapa yang membuat takut? Siapa yang 27:06 membuat dirinya bergelisah? 27:10 Sedangkan pegangan mereka adalah Allah. 27:13 Innalladina qubbunallahmqomu 27:19 fala khaufun alaihim wala hum yahzanun. 27:22 Dalam suratul ahqf dalam surah fusilat 27:26 tatanazzalu alaihim alaikatu 27:30 takofu w tahzanu wairu bilati kuntum 27:36 tuad nahnu auliyaukum filyid dunya wafil 27:40 akhirah wakum fiha maahi anfusukum wakum 27:45 maadda 27:48 nuzulan min gfurir 27:51 kalau Orang ditanya, "Siapa pendukung 27:54 kamu? Siapa pelindung kamu, siapa yang 27:58 jadi backup kamu." Dia mengatakan, "Saya 28:01 punya backup Bapak Presiden. 28:05 Kamu jangan macam-macam di hadapan saya. 28:08 Bapak yang m-backup saya panglima Abri 28:12 atau katakan 28:14 Kaporri. 28:16 Dia bilang, "Kapan saja saya butuh 28:18 tinggal hubungi dia." 28:21 Ada lagi yang merasa aman karena apa? 28:24 Dia dilindungi oleh konglomat yang bisa 28:29 memenuhi apa yang dia inginkan. 28:33 Ada lagi dengan orang ya yang dianggap 28:37 punya pengaruh yang besar. Semua ini 28:40 merupakan makhluk-makhluk yang lemah. 28:43 Lemah gak ringki? 28:47 Seandainya dia mau belum tentu Allah 28:50 izinkan. 28:52 Manusia di hadapan Allah ini amat-amat 28:56 lemah. Dan Bapak Ibu tahu gak kita 28:59 tinggal di bumi ini 29:02 tinggal di satu planet yang amat-amat 29:06 kecil 29:09 berada di pinggiran alam semesta. 29:13 Di pinggiran alam semesta. Planet yang 29:17 mengitari salah satu bintang yang ada 29:19 pada galaksi kita yang jumlahnya 29:22 bermiliar-miliar bintang. Matahari 29:24 merupakan salah satu bintang kita pelet 29:27 kecil yang mengikuti matahari. 29:32 Sedangkan alam semesta yang teramati 29:34 ini, tahu enggak ibu-ibu sekalian? 29:38 Hasil penemuan akhir 29:42 panjangnya alam semesta ini yang 29:44 teramati, yang ditemukan manusia 29:47 seluas 93 29:49 miliar tahun cahaya. 29:52 93 29:54 miliar tahun cahaya itu merupakan jarak 29:58 ujung alam semesta yang diketahui oleh 30:01 manusia. Nah, sekarang saya berikan 30:04 contoh. 30:06 Bulan jauh enggak dari kita? 30:10 Cahaya yang kecepatannya 30:13 diperkirakan 300.000 ya km/detik 30:18 sampai ke bulan hanya 1 kom sekian 30:20 detik. 30:23 Kalau Bapak Ibu punya kendaraan yang 30:25 cepatnya bagaikan cahaya menuju matahari 30:29 hanya 8 kom sekian menit. 30:33 Bayangkan coba 30:36 300.000 30:37 km/dik kalau dikalikan 6 berapa sudah? 30:42 Itu baru menit kalikan 1 jam kalikan 30:45 lagi 60 kali lipat. 30:48 Itu baru apa? 30:50 baru 1 menit cahaya. Nah, 8 menit 30:53 cahaya. Bayangkan jauhnya hanya dalam 30:57 waktu 8 kom sekian menit 31:01 sampai ke matahari. 31:06 Kita berada di galaksi yang namanya Bima 31:09 Sakti atau Milky Way yang bentangannya 31:12 cukup luas. 31:15 Di sebelahnya lagi ada Andromeda yang 31:17 diperkirakan bintangnya sebanyak 31:21 1 triliun bintang bahkan lebih. Jarak 31:24 dari kita menuju ke Andromeda 31:26 diperkirakan 2 juta tahun cahaya. 31:29 Bayangkan jauh gak? 31:31 Nah, sekarang diameter alam semesta ini 31:36 93 miliar tahun cahaya. Coba bayangkan 31:41 jauh gak lah kita di bumi, 31:45 di alam semesta ini enggak ada 31:46 apa-apanya apalagi kita. 31:49 Eksistensi kita, kemuliaan kita ini 31:52 karena disapa oleh Allah, ciptakan 31:54 Allah, disapa oleh Allah, dikirimkan 31:57 rasulnya, diturunkan kitabnya. Lalu 32:00 Allah uji kita dalam kehidupan dunia 32:03 dengan kesenangan, dengan kelapangan, 32:06 dengan kemudahan. Terkadang terkadang 32:09 Allah uji kita dengan kesempitan, dengan 32:12 kesusahan ya dengan juga berbagai macam 32:15 cobaan. Di samping kesehatan, Allah uji 32:18 juga dengan sakit. Kesehatannya ujian, 32:21 bukan kekayaannya ujian. 32:26 Barri walhair fitnah. Kami uji kalian 32:28 dengan berbagai macam cobaan yang 32:31 sifatnya kebaikan, kekayaan, kesehatan, 32:34 kelapangan, dan kemudahan. Kami uji juga 32:37 kalian dengan kesusahan. Allah mau lihat 32:40 waktu diberikan kemudahan syukur apa 32:42 enggak. 32:45 Waktu enggak punya niatnya mau beramal, 32:47 mau sedekah, mau pergi haji. Begitu 32:50 punya uang perginya ke Hawai umpamanya 32:54 perginya ke Bali. Yang tadinya mau 32:56 sedekah kikir dengan sedekahnya berarti 32:58 gagal dalam ujian. 33:01 Ada lagi yang diuji dengan penyakit, 33:04 hartanya menipis, lapangan pekerjaan 33:08 sulit, 33:09 diuji tetap dengan tenang. Dia 33:11 mengatakan innalillah wa inna ilaihi. 33:16 Kita ini milik siapa? 33:18 Allah. Ibu milik Allah. Anak ibu milik 33:22 Allah. Betul enggak? Harta ibu milik 33:25 Allah. Kita bukan pemilik, penerima 33:27 amanat sebagai khalifah. Wa inna ilaihi 33:31 rojiun. Dan kita enggak bakal tinggal di 33:32 sini terus. 33:34 Kita sedang berangkat kembali kepada 33:37 Allah. Jadi jangan terlalu ngoyoh, 33:41 jangan terlalu rakus, jangan terlalu 33:43 sibuk ngumpulin 33:46 hiasan dunia yang bakal kita tinggalkan. 33:48 Padahal kita ke mana? Kita lagi pergi 33:51 untuk kembali kepada Allah. Nah, Bapak 33:53 Ibu bawa apa? 33:57 Bawa deposito R miliar. Berguna gak? 34:01 Emas 34:04 katakan 70 kilo emasnya. 34:09 Berarti enggak? Enggak ada artinya sama 34:11 sekali. 34:13 Biar ibu punya uang dalam bentuk dolar, 34:15 bentuk rupiah, punya emas, ya, suami 34:18 yang tampan, gagah, anak-anak yang baik. 34:21 Begitu ibu pulang, ada enggak dari 34:24 mereka yang mau nemenin ibu? 34:26 Mau enggak? Nangis sedih waktu orang 34:29 tuanya meninggal dunia. 34:33 Kalau suruh nomorin, mau enggak? Enggak 34:35 bakal mau. Dia yang ditangisin siapa? 34:37 Ibunya apa dirinya? 34:40 Siapa yang ditangisin? 34:42 Waktu dia nangis, ibunya meninggal atau 34:44 bapaknya meninggal atau kekasihnya 34:46 meninggal, dia nangisin ibunya apa 34:48 dirinya? 34:50 Dirinya. 34:52 Betul enggak? Sedih karena ditinggalkan. 34:55 Selama ini ada ibunya yang bantu, 34:56 bapaknya yang bantu. Begitu ditinggalkan 34:59 dia bersedih. Bukan nangisi ibunya, 35:01 nangisi dirinya. 35:03 Di dunia dia masih banyak yang hibur. 35:05 Begitu dia meninggal, ibunya meninggal 35:06 dunia, tamu datang semoga kamu sabar, 35:11 diampuni Allah, dirahmati oleh Allah. 35:13 Betul gak? Lalu yang takziah di kuburan 35:16 siapa? 35:17 Kalau kita meninggal siapa yang hibur 35:19 kita? 35:21 Anak enggak ikut, suami ibu ya. Begitu 35:25 ibu meninggal siap-siap kawin lagi. 35:29 Betul gak? 35:31 Ya, kalau seandainya kita bicara 35:33 blak-blakan. 35:37 Begitu juga semua yang capek kita 35:39 kumpulkan tidak akan menjadi pendamping 35:41 kita. Tapi yang setia tidak pernah 35:43 meninggalkan Bapak Ibu, amal yang kita 35:45 perbuat. Syukur, nikmat sabar dalam 35:48 menghadapi cobaan ini yang membuat kita 35:52 di dunia rida, di akhirat juga apa? 35:55 rida. 35:56 Oleh karena itu, orang yang beriman 35:58 jiwanya ini tidak dikuasai kerakusan, 36:01 ketamakan, kedengkian, kebencian, 36:05 permusuhan, jiwanya amat berharga untuk 36:08 diisi dengan hal-hal seperti ini. Diisi 36:10 dengan cinta pada Allah, cinta di jalan 36:13 Allah, berharap dari rahmat Allah, 36:15 hingga walaupun dia orang kecil, enggak 36:17 ada yang bisa perbudak dia. Kenapa? 36:19 Karena Tuhannya Allah. 36:22 Dia bergantung pada Allah, bukan 36:24 bergantung kepada pejabat atau 36:26 konglomerat. 36:28 Jadi ketika orang membanggakan 36:30 pendukungnya, dia bilang apa? 36:33 Rabbunallah, Rabb kami, pelindung kami 36:36 adalah Allah. 36:37 Innalladzina qalu rbunallah 36:40 tummaqamu 36:43 fala khaufun alaihim w hum yahzarun. 36:46 Orang yang berkata, "Rabb kami Allah 36:48 dengan bangga dia mengatakan, kalian 36:50 boleh banggakan pelindung kalian 36:52 sedangkan pelindung kami, harapan kami, 36:54 pegangan kami adalah Allah." 36:57 Saya mau tanya, 36:59 kalau Allah pasti enggak? 37:01 Kalau makhluk? 37:04 Katakan penguasa sekarang menjamin ibu 37:07 bisa selamanya berkuasa. 37:09 Kemarin yang bergantung sama Pak Jokowi, 37:13 Jokowiya turun sekarang. 37:15 Jokowi dulu menarik orang untuk 37:17 memberikan dukungan buat dia. Sekarang 37:19 dia enggak butuh dukungan lagi. Betul 37:22 gak? Sebagian pindah ke Prabowo, cium 37:24 tangannya Prabowo. Sebentar lagi Prabowo 37:26 pergi, ganti lagi enggak? Kalau Allah, 37:32 Allah yang menciptakan awal semesta 37:34 semua yang menjaganya, yang 37:35 melindunginya. Orang-orang terdahulu 37:36 juga ciptaan Al berkuasa. Orang yang 37:39 sekarang juga yang akan datang juga yang 37:43 akan menghisab kita. Siapa? Maliki 37:46 Yaumiddin. Dan sebelum kita sebutkan 37:49 Maliki yaumiddin, kita orang yang 37:51 beriman memulai segala sesuatu terhubung 37:54 dengan Allah. Bismillahirrahmanirrahim. 37:58 Yang lain tidak terhubung dengan Allah. 38:00 Kita berusaha tapi diiringi rahmat Allah 38:03 yang maha pengasih lagi maha penyayang. 38:06 Oleh karena itu, kelanjutannya kita 38:08 bersyukur. Alhamdulillahi rabbil alamin. 38:10 Ibu enggak bangga sama bapak diakui sama 38:12 Allah sebagai hambanya. 38:15 dimuliakan oleh Allah sebagai hambanya 38:17 yang beriman, diperhatikan, dikabulkan 38:20 doanya. Saya mau tanya, pernah enggak 38:22 Allah ninggalin kita? 38:25 Kalau kita 38:28 lagi senang, 38:30 lagi cukup lupa Allah, lagi kepepet 38:33 baru, "Ya Allah, hambaMu di hadapanmu 38:35 mohon bantuanmu." Allah pernah bilang 38:37 enggak ente ke mana aja lagi? senang 38:41 lupa. Sekarang ente datang ke mana aja 38:43 selama ini, Pak? 38:45 Ibu kapan saja ketuk pintu Allah? Siang 38:48 atau malam atau buka? 38:50 Betul gak? Oleh karena itu, Allah 38:54 Subhanahu wa taala pasti tidak meragukan 38:57 janjinya. Pasti ditepati Allah bersama 39:00 hambnya yang selalu mengingatnya. 39:03 Oleh karena itu dalam sebuah hadis qudsi 39:06 Nabi meriwayatkan dari Allah, "Ana 39:08 indoni 39:10 abdi bi." Saya ini tergantung sangkaan 39:14 hamba saya kepada saya. Kalau hambanya 39:17 yakin kepadanya, ya Allah setiap saat 39:20 akan dampingi dirinya. 39:23 Tapi kalau dia ragu, sesuai dengan 39:26 keraguannya, Allah tinggalkan dirinya. 39:30 Wa ana maahu idakaroni. Dan saya selalu 39:34 bersamanya kalau mengingat saya. 39:39 Kira-kira kalau ibu mau ingat Allah 39:42 perlu keluar duit enggak? Perlu enggak? 39:45 Perlu bayar pajak enggak? 39:47 Ibu pakai listrik aja terlambat bayar 39:49 diputusin. 39:52 Kalau ibu pakai ledeng terlambat bayar 39:54 diputusin. Betul gak? 39:57 Tapi kalau Allah pernah enggak mengambil 40:00 dari kita, selalu dia memberi. 40:04 Tidak pernah dia meninggalkan kita. 40:05 Kalau hati ibu ingat sama Allah, ibu 40:07 enggak bakal takut ngadapin kehidupan 40:09 ini. Yang bikin kita takut waktu lupa 40:12 kepada Allah. Allah bilang, "Wala takunu 40:15 kalladina nasulullah faansahum 40:17 anfusahum." Jangan kalian termasuk orang 40:19 yang lupa kepada Allah. Begitu dia lupa 40:22 kepada Allah apa? Dia bahkan lupa diri. 40:26 Begitu lupa diri, kacamata di kepala 40:28 dicariin. 40:31 Tas di tangan mana tasnya nih 40:33 bolak-balik di tangannya. 40:35 Dia cariin tasnya ada orang nyariin 40:37 jamnya di tangannya. Bayangin coba. 40:40 Karena apa? Lupa diri. Nah, begitu orang 40:43 lupa diri Allah yang bersamanya dia 40:45 lupakan. 40:48 Bukan dia berlindung pada Allah, 40:49 berlindung kepada makhluk-makhluk yang 40:51 lemah, berhala-berhala 40:53 makhluk. 40:55 Coba diangkat tangannya. Oleh karena itu 40:58 kita ini sebetulnya apa? Harus 41:00 banyak-banyak bersyukur. Karena apa? 41:03 Allah kirimkan kita amalan yang bisa 41:06 menghubungi Allah tiap waktu. Apa? 41:10 Doa. 41:12 Betul enggak? 41:14 Salat 41:16 diundang lagi sama Allah lima kali satu 41:20 hari. 41:21 Di samping undangan lima kali, Allah 41:24 Subhanahu wa taala juga apa? Buka pintu 41:27 bagi siapa saja yang mau berhubungan 41:29 dengan Allah. Mau siang, mau malam, 41:31 Allah sambut. Tapi kita enggak syukuri 41:34 hubungan dengan Allah. Kita bangga 41:36 hubungan dengan manusia. Dekat pejabat 41:38 bahkan dekat camat saja. 41:40 Merasa bangga luar biasa. Satu orang 41:43 cerita, "Saya kemarin ketemu walikota, 41:45 tangan saya di samping dia, dengkul dia 41:48 sama dengkul saya. Dia bangga luar 41:50 biasa. 41:51 Dia enggak tahu itu walikota lagi pusing 41:54 mikirin dirinya. Boro-boro ingat sama 41:57 dia. Lagi pusing lagi mikirin kalau 41:59 sampai dicopot dari jabatan gimana. 42:02 Betul enggak Bapak Ibu? Kalau perhatikan 42:04 orang yang jadi wakil rakyat di atasnya 42:07 jadi pejabat 42:09 yang dipikirin rakyat apa takut kalau 42:11 sampai turun? 42:14 Ada seorang anggota DPRD, saya enggak 42:16 sebutkan namanya ya, dari kalangan juga 42:20 partai Islam. Tiap bulan terima. Terima 42:24 apa? Terima gaji ya. Cukup buat 42:27 kehidupannya, buat anaknya. Waktu 42:29 berikutnya dia mencalonkan lagi enggak 42:31 terpilih, langsung muntah-muntah, 42:35 gelisah, resah, kehilangan harapan. 42:38 Kenapa? Karena dia gantungkan hidupnya 42:41 dari gaji yang diterima. 42:45 Begitu kita bergantung pada sesuatu 42:47 selain Allah, Allah akan buat kita 42:50 terjerumus dalam kehinaan. 42:53 Oleh karena itu, banyak pejabat-pejabat 42:56 selalu menjaga keridaan atasannya supaya 43:00 jangan digantiin. 43:02 Mau salah, mau benar dia enggak peduli. 43:05 Yang penting tetap menjabat. 43:09 Kemudian dia mau ajak Allah main. Dia 43:11 korupsi R miliar dia keluarkan R00 juta. 43:16 200 juta kali 10 berapa? 43:18 2 miliar. Dia bilang saya masih untung 43:20 semiliar. Dia korupsi semiliar dia 43:23 keluarkan R00 juta. Kebaikan satu 43:25 dibalas 10 dia masih untung R miliar. 43:30 Artinya dia mau akal-akalan sama Allah. 43:32 Padahal yang diterima sedekahnya orang 43:35 yang bertakwa. Walaupun Rp1.000 R000 43:37 dari hasil takwa itu yang diterima oleh 43:39 Allah. 43:41 Jadi kalau kita tahu ibu-ibu sekalian 43:44 bahwa orang yang berlindung kepada 43:47 Allah, berpegang pada Allah, tidak akan 43:49 takut terhadap sesuatu, tidak akan sedih 43:52 karena kehilangan karena enggak ada yang 43:53 hilang. Anaknya meninggal dunia kembali 43:56 kepada Allah. 43:58 Istrinya juga begitu, hartanya juga 44:00 demikian. Dia kembali kepada Allah 44:02 setelah menjalani cobaan senang dan 44:04 susah. Dengan syukur dan sabar Allah 44:07 muliakan dirinya. Saya mau tanya sama 44:10 Bapak Ibu. Cobaan Nabi dibanding cobaan 44:14 kita besaran mana? 44:19 Nabi enggak pernah sempat duduk 44:20 ketawa-tawa ngobrol makan singkong ma 44:22 ubi. Enggak ada. Betul gak? Sepanjang 44:25 hidupnya perjuangan 44:28 mengeluarkan manusia dari kegelapan 44:29 dengan bimbingan petunjuk Allah. Kalau 44:31 kita kan sepanjang hidup kita apa? Ada 44:33 waktu makan pisang goreng, singkong, 44:35 ngobrol ke sana kemari. Betul enggak? 44:38 Yang arisan kemudian yang nonton bola, 44:41 belum lagi yang jejet. Betul enggak? 44:45 Masih ngeluh lagi. Masih ngel Allah 44:49 kasih rezeki buat sekolah anaknya buat 44:52 ini. Ternyata mintanya apa? 44:55 yang enggak ada yang enggak yang ada 44:57 disyukurin. Seperti satu orang kerja 45:00 mulai kerja alhamdulillah dapat kerjaan 45:02 dia senang luar biasa dia minta doa 45:04 supaya dapat kerjaan 45:07 habis dapat kerjaan dia naik bus kan 45:09 tiap hari dia bilang ya Allah 45:13 asal kamu karuniakan buat saya motor 45:15 biar asal gelinding saya bersyukur 45:17 daripada naik bus terkadang terlambat 45:20 kerja Allah kasih motor yang baik naik 45:24 motor sambil menggunakan helm sama zaman 45:27 dulu pakai selampe di mukanya supaya 45:29 jangan apa enggak ada masker kan pakai 45:31 selampe 45:33 seminggu, dua minggu dia bangga sama 45:35 motornya sebulan dia senang enggak 45:37 alamat kemudian ya Allah kalau kamu 45:40 hadiahkan saya mobil asal gelinding aja 45:42 ya Allah enggak kena asap enggak ini, 45:44 enggak itu. Saya bersyukur kepada kamu. 45:46 Dikasih mobil yang lebih baik lagi. 45:51 Mulai temannya lingkungannya berubah. 45:53 Tadinya jalan kaki, naik bus, naik 45:57 motor, kemudian pindah naik mobil. Kan 45:59 lingkungannya beda. Dia enggak main sama 46:01 orang bawah lagi, main sama yang di 46:03 atas. 46:05 Akhirnya setelah dia punya mobil, 46:06 lama-kelamaan dia bilang, "Ya Allah, 46:08 orang lain pakai mobil ada AC-nya. 46:11 Mobil-mobil bagus enggak ngerongrong. 46:13 Saya punya mobil sering mogok ini. Itu 46:15 kalau kamu hadiahkan saya mobil yang 46:17 sehat, yang nyaman buat keluarga, saya 46:19 akan banyak bersyukur kepada kamu." 46:21 Diturutin oleh Allah Taala. 46:23 Ternyata apa? Tetap saja manusia apa? 46:27 Tidak puas dan bersyukur. Oleh karena 46:29 itu, orang-orang dulu 46:33 banyak yang tidak ingin kemewahan bukan 46:35 karena enggak mampu. Kekayaannya 46:36 melimpah. 46:38 Tapi apa? Dia tidak mau sama sekali 46:41 ikuti hawa nafsunya supaya bersyukur 46:43 pada Allah. 46:45 Karena begitu orang naik ke atas dengan 46:47 gaya hidup yang di atas, dia memandang 46:50 ke bawah. Terkadang kalau enggak 46:52 bersyukur dengan kesombongan. 46:54 Kemudian memandang yang di atas dengan 46:56 iri dan dengki. Ada seorang konglomerat 46:59 pengusaha dari Amerika 47:02 namanya Warren. 47:06 Kekayaan dia pada saat itu diperkirakan 47:08 mencapai 65 miliar dolar. Dia sudah 47:12 beristri beranak. Tahu enggak Bapak Ibu 47:14 sekalian? 47:17 Orang ini sepasang suami istri 47:20 dari mulai mereka berusaha bekerja, tas 47:23 yang dipakai istrinya tidak berubah. 47:27 Bukan tas mewah. Banyak orang beli tas R 47:31 juta, R00 juta, isinya cuma Rp10.000. 47:34 Kalau dimintain duit sama orang susah. 47:36 Banyak tas mewah, baju mewah, tapi 47:39 isinya enggak ada. Melihat mana? Tas 47:42 plastik isinya banyak. 47:49 Jadi kendaraan yang dibeli pun kendaraan 47:51 yang tidak berlebih-lebihan. 47:53 Dia tidak punya sama sekali apa namanya 47:56 studio khusus, tempat olahraga. Dia 47:58 bermain bersama masyarakat. 48:02 Kekayaannya 65 miliar dolar. 3/4nya 48:07 diinfakkan untuk manusia. 48:11 Jadi 3/4at dari hartanya itu dikeluarkan 48:14 untuk kemanusiaan. 48:16 Tinggal seperempat kan dia usahakan 48:19 kembali berkembang dengan pesat. Satu 48:21 hari wartawan bertanya, "Itu yang 48:24 seperempat kamu akan tinggalkan buat 48:26 anak-anak kamu." Dia bilang, "Tidak. 48:28 Anak saya tidak butuh banyak. Anak saya 48:31 tidak butuh ba banyak. 48:34 Hartanya tumbuh kembali dia berinfak di 48:36 jalan Allah. 48:38 suami istri, orang lain hidup di high 48:40 class. Dia hidup sederhana, berkumpul 48:42 sama masyarakat dan dia bisa menikmati 48:45 nikmat Allah Subhanahu wa taala. 48:47 Sedangkan kita gemar kemewahan hidup. 48:52 Apalagi ustaz mulai kondang, mulai 48:54 banyak yang mengundang, tarifnya mulai 48:56 naik, gaya hidupnya berubah, mobil-mobil 49:00 mewah. 49:01 Betul gak? yang tadinya ketemu negorin 49:04 orang kampung, sekarang tutup kaca jalan 49:07 tidak menegor orang kampung. 49:10 Akhirnya orang ini karena terbiasa 49:12 memanjakan hasrat sama keinginannya, 49:15 lupa kepada Allah, lupa pada perannya. 49:19 Jadi, Bapak Ibu sekalian yang buat kita 49:21 nih takut menghadapi kehidupan yang 49:24 tidak pasti karena kita meninggalkan 49:26 Allah yang pasti, kita gantikan dengan 49:28 dunia yang tidak pasti. Gelisa enggak? 49:31 Pasti. 49:34 Nah, coba renungkan ayat dalam surah 49:36 Fusilat di samping surah surat al-Ahqf 49:39 tadi. 49:41 Innalladzina qodu rbunallah tummaq. 49:45 Sesungguhnya orang-orang 49:48 yang berkata mengumumkan di 49:49 tengah-tengah manusia, "Rabb kami adalah 49:51 Allah, Tuhan kami, pelindung kami, 49:54 penjaga kami, pemberi rezeki kami adalah 49:56 Allah." 49:58 Bukan hanya mulut, tapi dibuktikan 50:00 melalui amalanazalu 50:03 alaihimul malaikah. 50:05 Malaikat turun berduyun-duyun. 50:09 Allah enggak bilang tanzil, tapi 50:10 tatanazal yang menggambarkan malaikat 50:12 ini turun berduyun-dulun siri berganti. 50:15 Mereka menghibur alla taku wahzanu. 50:19 Kalian jangan takut, jangan sedih. 50:22 Walaupun kita tidak menyaksikan 50:24 malaikat, tapi orang yang berpegang pada 50:26 Allah, hatinya akan mendengarkan bisikan 50:29 dari malaikat. Alla taku wun. Orang 50:33 dalam keadaan goncang, dia dalam keadaan 50:35 amai. 50:38 Wa absyiru bil jannatillati kuntum 50:40 tuadun. Sebelum meninggal, 50:43 pada saat sakaratul maut, Allah kasih 50:46 orang menderita, dia dalam keadaan 50:48 nyaman dan tenang. Bahkan Allah 50:50 perlihatkan surga yang Allah bakal 50:52 berikan kepadanya. Kira-kira sakit 50:55 enggak? Mungkin Bapak Ibu sering dengar 50:57 berita Nabi Muhammad waktu meninggal 51:00 dunia merasakan sakit yang luar biasa 51:02 kan? Ini bukan dari Al-Qur'an, bukan 51:05 dari sunah yang sahih, tapi ini 51:08 israiliat. 51:11 Kira-kira orang yang beriman 51:13 bagaimanapun salehnya 51:16 sama enggak dengan rasul? 51:19 Saya pernah menyaksikan orang meninggal 51:21 dunia di samping saya dalam keadaan aman 51:24 dan tenang. 51:27 Habis membaca ayat Allah langsung plek 51:30 dia meninggal dunia. 51:32 Dipegang sudah tidak ada sama sekali apa 51:38 dibawa ke dokter pun dokter bilang sudah 51:40 meninggal. Padahal dia ini hanya seorang 51:43 yang suka membantu, menderma, bangun 51:46 masjid, bangun sekolahan. 51:49 bukan orang yang kita anggap berlebihan. 51:51 Tapi waktu dia meninggal dunia dengan 51:53 tenang, pas di hadapan saya, 51:57 saya lihat jarak antara hidup sama mati 51:59 begitu dekat luar biasa. 52:02 Kemudian satu orang di daerah Cempaka 52:05 Putih. Jadi kejadian cukup lama ya, 52:09 seorang pedagang yang halal, yang bersih 52:13 untuk memberikan nafkah buat 52:14 keluarganya. Pada saat dia mau meninggal 52:17 dunia, dikumpulkan keluarganya. 52:19 Kemudian dia bilang sama anak-anaknya, 52:22 "Abah sudah sampai di sini." Dia berikan 52:25 nasihat kepada anak-anaknya, 52:28 keluarganya. 52:30 Selesai dia bilang, "Ab sudah sampai di 52:32 sini." Terus dia bicara, waktu sampai di 52:35 sini dia ucapkan salam, dia baca 52:38 lailahaillallah kemudian meninggal dulu 52:40 tanpa ada sakit sedikit pun. 52:45 Mana mungkin nabi yang lebih mulia dari 52:48 kebanyakan orang kok meninggal merasakan 52:51 derita sakit akan meninggalkan dunia 52:53 setelah perjuangan disambut dengan 52:55 penderitaan mustahil gak 52:59 orang yang bukan nabi wa absyiru bil 53:01 jannatillati kuntum tuadun kenapa 53:04 orang-orang Kristen Katolik kalau mau 53:06 meninggal keluarganya berpegangan tangan 53:08 sambil berdoa memberikan kabar gembira 53:12 Yesus akan menjemputkan kamu dan lain 53:14 sebagainya. Kita umat Islam 53:15 ditakut-takutin. 53:18 Ada sebuah riwayat, man ahabba liqa 53:20 Allah ahabballahu liqaah. Orang kalau 53:22 rindu ingin berjumpa dengan Allah, Allah 53:24 juga rindu berjumpa dengan dirinya. 53:27 Waman kariha liqa Allah kariu liqaah. 53:30 Orang kalau tidak suka berjumpa dengan 53:32 Allah, Allah juga enggak suka berjumpa 53:34 dengan dirinya. 53:36 Dalam surah al-Hadid, ya mukminina wal 53:41 mukminatum 53:47 jannatunjal 53:49 anhar khidhaika 53:53 fauzulim. Ketika kamu menjumpai para 53:57 malaikat 53:59 dengan cahaya menerangi kamu dari 54:01 hadapan kamu sebelah kanan kamu. Satu 54:03 malaikat mengatakan busyrumulum. Kabar 54:06 gembira kalian pada hari ini. 54:10 Surga yang di bawahnya mengalir 54:11 sungai-sungai kekal di dalamnya itulah 54:14 keberuntungan yang amat kekal. 54:17 Jadi, Ibu-ibu sekalian, Bapak-bapak, 54:20 jangan sekali-kali kita mendengarkan 54:22 bisikan setan yang menakut-nakuti kita 54:26 menjalani kehidupan di dunia atau pada 54:28 saat menjelang kematian. 54:31 Karena banyak orang-orang saleh yang 54:33 meninggal dunia, mereka meninggalkan 54:34 dengan hati yang tenang dan disambut 54:37 oleh Allah, ya ayyatuhan nafsul 54:39 mutmainnah, irji'i ilabiki ratahim. 54:44 Jadi, Ibu, Bapak semua jangan gantungkan 54:48 hidup kita pada makhluk yang tidak 54:50 pasti. Karena sekarang ada besok bisa 54:53 pergi. Betul gak? 54:57 Sekarang dia kuat, besok bisa lemah. 54:59 Sekarang kaya, besok bisa miskin. Tapi 55:00 kalau Allah 55:02 dalika biannallaha huwal haqqul mubin. 55:06 Allah alhaq. Kapan saja, di mana saja, 55:10 di daratan, di lautan. Kalau kita 55:13 bersama Allah tidak akan ada yang kurang 55:15 bagi kita. Inama amruhu 55:18 aranquu. 55:23 Saya mau tanya beda-bedain orang enggak? 55:28 Ah, ini orang Sawangan belakangan entar. 55:32 Ini orang Jelebut, 55:34 ini orang Jakarta, ini kalangan 55:35 bangsawan. Beda enggak? 55:39 Allah sama sekali di hadapannya, 55:42 di mata Allah semua sama hambnya. Enggak 55:45 ada yang istimewa kecuali yang beriman 55:48 bertakwa. Inna akramakum indallahi. Jadi 55:52 jangan kita anggap orang kecil, orang 55:54 miskin, orang papa di mata Allah rendah. 55:57 Kita ini yang berasat sebagai keluarga 56:00 bangsawan atau kaya, kita orang mulia. 56:03 Ini justru yang menjatuhkan kita. Jadi 56:06 tidak ada yang lebih mulia. 56:08 Ya, di mata Allah seorang dari yang lain 56:11 karena nasabnya, hartanya, kedudukannya 56:13 melainkan iman dan takwa. Kalau iman 56:16 takwa tiap orang bisa apa? Meraih. 56:19 Enggak harus ke Hongkong, enggak harus 56:21 ke Amerika, enggak harus pergi ke mall. 56:24 Semua orang bisa beriman, bertakwa. 56:25 Betul enggak, Ibu-ibu sekalian? Jadi, 56:27 jangan sia-siakan kesempatan yang Allah 56:30 berikan buat kita ini. Setiap orang 56:32 punya kesempatan yang sama untuk 56:34 mendekat, merapat ke sisi Allah. Ibu 56:37 jangan merasa minder. 56:39 Jangan bilang kalau ente sih ustaz atau 56:41 anak ulama enak doanya dikabulkan. Kalau 56:44 saya kan orang-orang siapa yang bilang 56:46 terkadang doa orang awam dikabulkan 56:48 daripada kita. Ulama cuma ngomong aja 56:51 tapi enggak mengamalkan. Ibu-ibu yang 56:53 dengar tapi ngamalkan, ibu-ibu yang 56:54 diterima doanya. 56:58 Jadi jangan pernah meninggalkan yang 57:01 pasti, kita gantikan dengan yang tidak 57:03 pasti. Ini merupakan jalan menuju 57:06 kesedihan, kegelisahan, keresakan. 57:10 Tapi kalau kita bersama Allah, 57:13 wahua maakum ainama kuntum. Nah, saya 57:16 akan tutup sebelum tanya jawab dengan 57:18 permulaan dari suratul hadis, 57:24 permulaan beberapa ayat dari suratul 57:26 hadid ya. 57:29 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 57:35 Bismillahirrahmanirrahim. 57:41 Sabbahaillahi 57:42 maa fis samaawati wal ard wahuwal azizul 57:48 hakim. 57:52 Lahu mulkus samaawati wal ardhi yuhyi wa 57:57 yumit. 57:58 Wahua ala kulli saaiin qadir. 58:05 Huwal awwalu wal akhiru wazahiru wal 58:09 batin wahua bikullaiin 58:12 alim. 58:15 Hualladzi khalaqas samaawati wal ard 58:20 bilhaqqi 58:22 wasalladzi 58:24 khalaqas samawati wal ard bilhaqq. 58:29 Apagi 58:32 apa ibu sekalian? 58:35 Hualladzi khalaqas samawati wal ardho 58:39 bilhaqqi. 58:44 Alis ada buka enggak? 58:47 Hah? 58:52 Iya. Hualladzi khalaqas samaawati wal 58:56 ard. 59:02 ard fiati aamin tummawa 59:07 alal ars y'lamu maa yaliju fil ardhi 59:11 wama yakhruju minha 59:14 wama yanzilu minasamaai 59:18 wama ya'ruju fiha 59:21 wahua maakum ainama kuntum wallahu bimaa 59:26 tamal 59:35 turjaul umur 59:38 yulijul laila fin nahari wa yulijun 59:43 nahara fil lail 59:46 wahua alimum 59:48 bidzatisur 59:52 sadaqallahulazim 59:55 ayat-ayat ini kalau bisa Bapak, Ibu 59:57 sering baca di rumah. Jadi kan zikir dan 59:59 wirid di samping ayatul kursi, akhir 1:00:02 suratul baqarah juga akhir suratul 1:00:06 hasyrallahululladzi la ilahaillallah. 1:00:08 Coba renungkan ya. 1:00:10 Sabbahaillah 1:00:12 ma fis samawati wal ard. Semua yang di 1:00:16 langit, di bumi, apa yang terdapat di 1:00:20 antara keduanya semua bertasbih, 1:00:23 mensucikan dan mengagungkan Allah. 1:00:26 Dan semuanya bersaksi bahwa Allah dialah 1:00:30 satu-satunya yang maha perkasa lagi maha 1:00:33 bijaksana. Artinya semuanya tunduk 1:00:36 kepada 1:00:37 mensucikan Allah Subhanahu wa taala. 1:00:41 Lahu mulkus samawati wal ard. 1:00:43 Kepunyaannya hanya dia yang memiliki 1:00:47 kerajaan langit dan bumi. 1:00:50 Yuhyi wa yumit. Dia juga yang 1:00:52 menghidupkan dan mematikan. 1:00:55 Wahua ala kulliin qodir. Dan dia maha 1:00:59 kuasa atas segala sesuatu. 1:01:02 Artinya apa? Semuanya 1:01:06 berada dalam genggaman Allah yang 1:01:09 menghidupkan, yang mematikan, yang 1:01:11 mengatur, dan Dia Maha Kuasa atas segala 1:01:13 sesuatu. Ketika Ibu mendengarkan hal 1:01:16 ini, apa hati ibu enggak merasa aman 1:01:18 kalau ibu bersama Allah? 1:01:22 Lalu Allah terangkan juga hual awalu wal 1:01:24 akhir. 1:01:26 Dialah yang awal. 1:01:28 Tidak ada sesuatu yang mendahuluinya 1:01:30 tapi dia yang mengawali segala sesuatu. 1:01:34 Wal akhir juga keputusan semua pada 1:01:37 akhirnya di tangan Allah. La syarikalah 1:01:41 tiada sekutu baginya. Tidak ada sesuatu 1:01:44 juga setelah Allah. Artinya dari awal 1:01:47 sampai akhir demikian pula diperjalan 1:01:49 semua dalam kendali Allah. 1:01:52 Huwal awwalu wal akhir wzahiru wal 1:01:55 batin. Dan keberadaan Allah keberadaan 1:01:58 yang paling jelas dan paling gamblang. 1:02:01 Karena kalau enggak ada Allah enggak 1:02:02 bakal ada kita. Jantung kita enggak 1:02:05 mungkin berdenjut. Paru-paru kita tidak 1:02:07 mungkin berkembang dan kuncup. Bukan 1:02:09 kita yang mengendalikan. Tapi Allah 1:02:11 walaupun mata tidak melihat tapi 1:02:14 keberadaan Allah keberadaan yang paling 1:02:16 jelas. 1:02:17 Wal batin dalam waktu yang sama. tidak 1:02:20 terjangkau oleh indra mata kita. Padahal 1:02:24 segala sesuatu semua dalam kendali. Oh, 1:02:27 ibu bekerja dapat rezeki, Ibu terima 1:02:30 gaji kan sepintas dari usaha kita 1:02:34 padahal semua dari Allah. 1:02:36 Orang bercocok tanah menghasilkan padi, 1:02:39 buah-buahan katakan separah kita 1:02:41 usahakan pada semua dari Allah. Petani 1:02:44 cuma menanam, menjaga, menyiram, tapi 1:02:46 yang menumbuhkan siapa? yang memberikan 1:02:49 ilmunya juga Allah subhanahu wa taala. 1:02:52 Jadi hual awalu wal akhir wzahiru 1:02:56 wahua bikulliin alim. Dan dia maha 1:02:59 mengetahui segala sesuatu kebutuhan kita 1:03:03 sampai bisikan hati kita. 1:03:05 Lalu selanjutnya, 1:03:08 hualladzi khalaqos samawati wal ard fi 1:03:11 sittati ayyamin. Dia yang telah 1:03:14 menciptakan langit maupun bumi hanya 1:03:16 dalam enam masa. 1:03:19 Hari di sini bukan berarti hari-hari 1:03:22 dunia kita yang singkat. Karena hari di 1:03:25 sisi Allah juga perbandingannya 1 1:03:27 banding 1000. Tapi maksudnya secara 1:03:30 bertahap diciptakan oleh Allah selama 6 1:03:33 masa supaya kita bisa belajar. 1:03:36 Allah kuasa enggak menciptakan kita 1:03:38 sekaligus dengan kurfayakun? Bisa gak? 1:03:41 Tapi kalau Allah ciptakan kita 1:03:43 sekaligus, kita enggak bisa belajar. 1:03:46 Contohnya 1:03:48 kalau seandainya ibu dibawain masakan 1:03:51 atau roti disediakan, 1:03:54 ibu bisa enggak mencontoh? 1:03:57 Tapi tukang roti bilang ini saya ajarin 1:03:59 cara bikin roti. Begitu juga manusia 1:04:02 diciptakan bertahap dari mulai sperma 1:04:05 yang membuahkan ovum terjadi zigot 1:04:08 kemudian berkembang menjadi apa? Alaqah 1:04:10 mubghah hingga menjadi manusia sempurna 1:04:12 agar kita merenung dan berpikir. Padahal 1:04:15 Allah kuasa menciptakan Adam sekaligus 1:04:17 tanpa proses tersebut. Menciptakan Nabi 1:04:20 Isa tanpa seorang ayah. Betul gak? 1:04:23 Jadi bertahap ini supaya kita belajar 1:04:26 cara berkebun 1:04:28 kan bisa Allah Subhanah tumbuhkan padi 1:04:30 sekaligus tapi ajarkan secara bertahap 1:04:32 supaya kita bisa belajar. 1:04:37 Dia yang telah menciptakan langit dan 1:04:39 bumi dalam enam masa. 1:04:42 Kemudian 1:04:45 fi sittati ayyamin tummawa alal ars. 1:04:48 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 1:04:51 memerintah dari arasy kebesaran 1:04:53 keagungannya. Artinya Allah tidak 1:04:56 meninggalkan alam semesta begitu saja. 1:04:58 Tapi dia memerintah. Dia memperhatikan 1:05:01 kerajaannya, memperhatikan kita yang 1:05:03 bersyukur ingkar semua diketahui oleh 1:05:06 Allah. Keputusan Allah 1:05:09 bersifat langsung. Betul gak? Kita 1:05:12 berhubungan dengan Allah enggak pakai 1:05:14 perantara. Perlu enggak perantara? 1:05:17 Kalau Ibu pakai perantara mesti bayar 1:05:18 lagi. Entar 1:05:21 kita berhubungan dengan Allah kapan 1:05:23 saja, di mana saja bisa connect langsung 1:05:26 kepada Allah. Bahagia enggak, Ibu-ibu 1:05:28 sekalian? Allah kuasa enggak mengabulkan 1:05:30 doa ibu sekaligus? Kuasa. Enggak harus 1:05:33 pakai malaikat. Allah kuasa mengabulkan 1:05:35 apa yang ibu minta. 1:05:38 Apa yang meragukan lagi? Coba 1:05:40 kita bisa berhubungan langsung 1:05:42 mendapatkan jawaban langsung dari Allah 1:05:44 Subhanahu wa taala. Apalagi yang kita 1:05:47 khawatirkan dalam hidup ini. 1:05:53 Hualladzi khalaqos samawati wal ard fi 1:05:55 sittyamin tummawa. Dia memerintah dari 1:05:59 arasy kebesaran. Yalamu ma yaliju fil 1:06:01 ardhi. Allah tahu semua yang masuk ke 1:06:03 bumi. W yakhruju minha dan apa yang 1:06:06 keluar dari bumi. Wanzilu minama wuju 1:06:10 fiha. Dan apa yang turun dari langit 1:06:12 maupun yang naik ke langit semua 1:06:14 diketahui oleh Allah. 1:06:16 Kemudian hiburan buat kita, wahua maakum 1:06:19 ainama kuntum. Dan dia bersama kalian di 1:06:22 mana pun kalian berada. 1:06:25 Bukan hanya bersama ulama atau kiai, 1:06:27 tidak bersama kalian semua di mana pun 1:06:29 kalian berada. 1:06:30 Karena Allah tidak terikat oleh tempat. 1:06:33 Kita makhluk terikat oleh kalau Allah 1:06:35 tidak. Bersama yang di Amerika, bersama 1:06:38 yang di sini, bersama juga yang di 1:06:40 Australia, bersama yang di langit dan di 1:06:42 bumi. Karena semuanya milik Allah. Allah 1:06:44 tidak berdiam di dalamnya. 1:06:47 Wahua maakum ainama kuntum wallahu bima 1:06:51 tammaluna basir. Allah maha melihat 1:06:53 semua yang kalian kerjakan. 1:06:56 Allah tidak menyerahkan kepada malaikat 1:06:57 sebagai wakil. 1:06:59 Malaikat cuma nyatat tapi semua di bawah 1:07:01 pengawasan Allah. Ibu jangan beranggapan 1:07:04 Allah meninggalkan ibu sama sekali. 1:07:06 Tidak. Dalam kesusahan ibu, kesedihan 1:07:09 ibu, kesempitan ibu, Allah Subhanahu wa 1:07:12 taala semua melihat. Tergantung ibu 1:07:15 minta sama siapa. Minta sama Allah apa 1:07:17 selainnya. 1:07:19 Kalau kita minta sama Allah kita hina 1:07:21 enggak? Boleh kan? Nanti Allah mau 1:07:24 kirimin melalui siapa aja itu terserah 1:07:26 Allah. Yang penting jangan minta kepada 1:07:28 makhluk, minta kepada Allah. 1:07:31 Allah maha melihat apa yang kalian 1:07:33 lakukan. 1:07:35 Yurijul laila fin nahar waijun nahara 1:07:38 fin lail. Allah juga yang memutar malam 1:07:40 menjadi siang, siang menjadi malam. Dan 1:07:43 dia mengetahui semua yang menjadi 1:07:45 bisikan hati kita. Apa tidak yakin? 1:07:47 Ibu-ibu sekalian saya mau gambarkan 1:07:50 bagaimana cepatnya Allah mengabulkan 1:07:52 doa. Ini cerita saya sering ceritakan 1:07:54 karena bukan dari orang saya dengar. 1:07:56 saya hadapi sendiri. 1:07:59 Kebetulan saya masih ngontrak 1:08:01 di daerah Celitan jauh di pinggir kali. 1:08:05 Kalau sekarang kebanjiran terus-terusan 1:08:07 di sana depan rumah saya kuburan, saya 1:08:09 ngontrak di sana. 1:08:13 Kita sempat minta, "Ya Allah, kalau kita 1:08:15 lagi jalan asal kita punya rumah 1:08:18 walaupun kecil begini 1:08:20 enggak ngontrak, 1:08:22 kita bersyukur luar biasa." Ternyata 1:08:24 Allah enggak kabulkan doanya. 1:08:27 Tahun kemudian ada orang nawarkan untuk 1:08:30 jual tanah. Kapan saya dibayarnya? Allah 1:08:32 kasih saya bangun pada saat itu dengan 1:08:34 rahmat Allah. Dalam 2 3 bulan punya 1:08:36 rumah enggak ngontrak lagi. 1:08:40 Kalau Allah kabulkan kan kontrak kan. 1:08:43 Dari mana rezekinya? Semua dari rahmat 1:08:45 Allah Taala. 1:08:48 Nah, ketika sedang duduk depan rumah 1:08:50 kita bersama teman-teman pulang dari 1:08:52 masjid, satu orang datang menghadap ke 1:08:55 hadapan saya terseok-seok, 1:08:58 sudah cukup tua dan guru Al-Qur'an. 1:09:02 Dia bilang sama saya, "Ustadz, saya 1:09:05 butuh uang untuk masukin anak saya 1:09:07 sekolah. 1:09:09 Saya enggak ada uang." 1:09:11 Ustaz bisa bantu enggak? 1:09:13 Saya bilang sama dia, "Keadaan saya 1:09:15 enggak lebih luas dibandingkan kamu. 1:09:18 Saya dalam kondisi enggak bisa bantu 1:09:21 kamu." Tapi ada yang bisa bantu kamu. 1:09:24 Siapa? Allah. 1:09:27 Kita doa sama-sama. 1:09:30 Saya ingin dia betul-betul merasa Allah 1:09:32 yang bantu langsung. Kita doa sama-sama 1:09:34 dengan khusyuk. Dia juga berdoa 1:09:36 sama-sama kelar doa. Kita baru duduk 1:09:39 sebentar kelar doa. Enggak lama dua 1:09:41 orang datang masuk ke rumah saya. 1:09:45 Saya enggak sebutkan namanya. 1:09:47 Salam. Kemudian dibilang, "Ustaz, ini 1:09:50 ada uang titipan tempatkan di jalan 1:09:53 Allah." 1:09:55 Dia ngasih saya ucapkan selamat. Dia 1:09:57 pulang. Saya bilang, "Coba kamu buka." 1:10:00 Begitu dibuka, jumlahnya sama dengan apa 1:10:03 yang dia butuhkan. 1:10:05 jumlahnya sama persis seperti yang dia 1:10:08 butuhkan. 1:10:10 Cepat enggak Allah kabulkan doa? 1:10:13 Ibu perlu enggak minjam sama bank bayar 1:10:15 bunga tiap-tiap tiap bulan? Enggak 1:10:17 perlu, kan? 1:10:19 Dan kisah orang ini ada kisah uniknya. 1:10:22 Sebelum dia seperti ini, tadinya dia 1:10:25 punya pekerjaan bacaan Qurannya bagus. 1:10:28 Kalau ada orang meninggal dunia, 1:10:31 dia bikin tim untuk baca di kuburan. 1:10:36 R juta, 15 juta selama seminggu 1:10:39 tergantung orang yang mampu. Itu dia 1:10:41 anjurkan buat orang-orang kampung. 1:10:44 Jangan keluarga kalian kalau mati kayak 1:10:46 babi enggak didoain. 1:10:50 Ini kan proyek 1:10:52 dia lakukan. Dan saya juga secara umum 1:10:54 dalam ceramah kebetulan di masjid tempat 1:10:56 dia saya berikan peringatan-peringatan. 1:11:00 Subhanallah. Setelah sekian lama saya 1:11:02 pernah kalau lagi salat jadi imam 1:11:03 ditepuk dari belakang sama dia. 1:11:06 Jangan lama-lama 1:11:08 artinya pada saat itu kejadian itu 1:11:10 stori. Saya baru pulang dari Mesir pada 1:11:12 saat itu. 1:11:14 Saya ketawa aja satu hari mungkin 1:11:17 kira-kira setelah berapa bulan begitu 1:11:19 datang dia ke rumah 1:11:21 dia ceritakan mimpi malam-malam minum 1:11:25 darah sementara. 1:11:31 Dia gelisah yang luar biasa. Saya 1:11:34 bilang, "Ustadzulan, kamu Allah kasih 1:11:38 alhamdulillah anugerahkan, dianugerahkan 1:11:40 Allah Al-Qur'an, orang yang dimuliakan 1:11:42 Allah. Tapi cara hidup kamu salah. Kamu 1:11:46 mengalir rezeki tapi dengan cara yang 1:11:48 salah. Orang-orang enggak mampu yang 1:11:51 lagi sedih meninggal dunia keluarganya. 1:11:55 Kamu ajak mereka mengeluarkan uang untuk 1:11:57 ngaji di kuburan seminggu, dua minggu 1:12:00 dengan biaya yang cukup tinggi. 1:12:02 Kamu takut-takuti mereka nanti jangan 1:12:05 sampai enggak diampunin dosanya. 1:12:08 Ini yang menyebabkan kamu makan dari 1:12:10 darah semenanahnya orang lain. Akhirnya 1:12:13 apa yang mereka perbuat, mereka lakukan 1:12:15 itu menjadi darah sama nanah. dosa 1:12:17 mereka nanti pindah ke kamu. 1:12:22 Dia bilang, "Habis bagaimana keadaan 1:12:24 saya?" Dia enggak punya pendapatan 1:12:26 apa-apa. Saya bilang begini, "Kamu 1:12:28 berhenti tobat dari perbuatan kamu. 1:12:31 Kalau kamu mau doakan orang yang 1:12:32 meninggal dunia, doakan." 1:12:35 Tapi jangan dengan cara begini. Matok R 1:12:37 juta, 20 juta. Ada yang sebulan sampai 1:12:40 4050 juta. 1:12:43 Orang kalau doa kamu dibayar seperti ini 1:12:46 hasilnya bagaimana? Doakan dengan 1:12:48 ikhlas. Seperti saya pernah lagi ceramah 1:12:51 tempat datang ibu-ibu bawain amplop ada 1:12:53 uang mungkin Rp50.000an berapa. Ustaz 1:12:56 tolong baca alfatihah buat orang tua 1:12:57 saya. 1:12:59 Jadi kebiasaan-kebiasaan enggak bagus. 1:13:03 Kenapa harus dibayar? Doakan. 1:13:06 Betul enggak? Kasihan orang miskin yang 1:13:08 enggak punya uang. 1:13:10 Jadi tradisi seperti ini enggak bagus. 1:13:12 Salat jenazah juga tiap orang dikasih 1:13:14 uang. 1:13:16 Seharusnya dia salat jenazah sekarang 1:13:18 dia salatkan, besok disalatkan dapat doa 1:13:21 orang-orang yang ikhlas. Kan kita juga 1:13:23 bakal mati. 1:13:25 Saya bilang begini, "Kamu tinggalkan 1:13:27 pekerjaan kamu. 1:13:30 Mulai sekarang kamu ngajar di masjid, 1:13:33 kamu tunggu orang yang mau belajar." 1:13:35 Enggak usah terima dari mereka. Kita 1:13:37 cariin dana buat kamu. Insyaallah tiap 1:13:40 bulan kamu bakal dapat tanpa susah, Pak. 1:13:43 Ya Allah kasih dia lakukan. Mulai saat 1:13:46 itu dia mengajar di masjid, anak kecil, 1:13:48 orang tua yang mau belajar diajarkan 1:13:50 tanpa minta apa-apa. 1:13:53 Allah kasih. Alhamdulillah banyak 1:13:54 darmawan yang ngasih uang bantuan buat 1:13:57 gaji dia. 1:13:59 Gara-gara seperti ini, teman-temannya 1:14:02 termasuk saudaranya yang biasa ngajiin 1:14:04 orang meninggal dunia semua ninggalkan 1:14:06 dia. 1:14:09 Tapi dia punya hati tenang. Berjalan 1:14:11 mungkin enggak sampai setahun. T-tau 1:14:13 datang panggilan Allah menjemput dia. 1:14:15 Mukanya juga bercahaya. Cahaya 1:14:18 orang-orang yang bertobat. Jadi kita 1:14:20 ingin jangan agama semua diduitin, 1:14:22 diuangin. 1:14:24 Cari uang dengan cara seperti ini 1:14:26 membuat keikhlasan kita kepada Allah 1:14:28 turun. Tapi kalau ada ustaz-ustazah 1:14:31 mengajar tanpa minta apa-apa, kalau 1:14:34 Bapak Ibu ingin hadiah buat dia, jangan 1:14:36 dihubungkan aja. Kasih hadiah buat dia. 1:14:40 Itu halal. Tapi kalau semua dikaitkan 1:14:43 dengan uang, entar jual doa, entar jual 1:14:45 air, entar jual ini, entar jual itu, 1:14:48 akhirnya lama-kelamaan orang Islam 1:14:49 bilang, "Agama apa?" 1:14:52 Betul enggak, Ibu sekalian? Jadi, Bapak 1:14:54 Ibu gantungkan harapan kita ini kepada 1:14:57 Allah. 1:14:59 Bukankah kita baca tiap hari iyaka 1:15:01 na'budu wa iyaka nastain? Dan 1:15:03 alhamdulillah saya terang-terangan 1:15:05 bersyukur kepada Allah. Setiap saya 1:15:08 menghadapi persoalan, Allah berikan 1:15:11 pertolongan. Saya ingat sebagai cinta, 1:15:13 saya punya anak laki-laki bersama sepupu 1:15:16 saya mau masuk kedokteran 1:15:18 sudah diterima. 1:15:21 Untuk sepupu saya kebetulan sudah ada 1:15:24 persiapan dana. Anak saya enggak ada 1:15:27 uang pada saat itu karena cukup besar 1:15:29 itu kira-kira R0 juta pada saat cukup 1:15:31 besar. 1:15:32 Sekarang yang diminta R00 juta. 1:15:36 Akhirnya saya bilang, "Sudah sama kamu 1:15:39 tahun depan kamu lanjutkan kuliah. 1:15:41 Sekarang yang duluan biar dia." Apa yang 1:15:44 terjadi? Saya lagi datang mampir ke 1:15:46 rumah orang, satu orang telepon, "Ustaz, 1:15:49 komisi ustaz silakan diambil sekarang. 1:15:53 Hari terakhir saya mesti bayar uang 1:15:54 sekolah saat itu. 1:15:58 Saya langsung ke tempat dia, saya terima 1:16:01 komisi saya sebanyak 60 juta, tidak 1:16:03 lebih. 1:16:06 Langsung pergi ke bank mandiri bayar 1:16:10 diterima. Alhamdulillah. 1:16:12 Sebelumnya kita enggak punya apa-apa 1:16:15 tapi dengan kita doa Allah kabulkan 1:16:17 permintaan kita. Kalau kita mau pikirin 1:16:20 pusing enggak? 1:16:22 Kita mau bayangin stres, enggak menerima 1:16:24 ketentuan Allah, kita bakal stres. Tapi 1:16:27 terima apa yang datang dari Allah, itu 1:16:28 pangkal kebahagiaan. Jadi, Ibu-ibu 1:16:30 sekarang insyaallah Bapak jadi orang 1:16:32 kaya semuanya. Bagaimana bersama Allah 1:16:34 enggak kaya? Betul gak? Bersama Allah 1:16:37 harus kaya. Jadi, jangan pernah 1:16:39 meninggalkan yang pasti. Kita gantikan 1:16:41 dengan yang tidak pasti. Percaya 1:16:43 terhadap bujuk rayu setan. Wali 1:16:45 iyadubillah. 1:16:47 Sekarang ada waktu sedikit nih mau tanya 1:16:49 jawab. Silakan 1:16:51 Bapak kita. Silakan. 1:16:54 Ada enggak itu? E sudah. Silakan. 1:16:59 Silakan Bapak. 1:17:02 Kita dilahirkan ke dunia menunggu untuk 1:17:05 mati. 1:17:06 Kenapa? 1:17:07 Kita dilahirkan ke dunia menunggu untuk 1:17:09 mati. Jasa. 1:17:12 Hah? 1:17:12 Kita lahir ke dunia menunggu untuk mati. 1:17:15 Mana? Mengut. 1:17:15 Lahir ke dunia menunggu untuk mati. 1:17:17 Menunggu untuk mati. Silakan, Pak. Ya, 1:17:18 gilhannya belum. 1:17:20 Belum 1:17:21 belum. Betul. 1:17:23 Jadi ingin saya tanyakan Ustaz ya apa 1:17:25 masuk ceramah tadi? He 1:17:28 soal kematian. 1:17:32 Maaf bukan kita sedih terharu. Iya. 1:17:37 Kenapa mati? Insyaallah kita akan ketemu 1:17:40 lagi. Persoalannya bagaimana hidup sudah 1:17:43 mati ustaz? 1:17:44 Iya. 1:17:45 Jalan tinggal dua. Nah, jana. Baik 1:17:50 kita semua ya kita akan tahu ya dalam 1:17:54 doa biasanya orang yang meninggal dunia 1:17:58 ashadu annal mauta haqqu 1:18:02 wal ba' haqqu wasaata haqquun waallaha 1:18:07 yabatu fil qubur. Kita bersaksi bahwa 1:18:10 kematian itu pasti datang tanpa 1:18:12 terelakkan. 1:18:14 Begitu juga 1:18:17 kebangkitan merupakan satu hal yang pas. 1:18:21 Allah akan bangkitkan kemudian menghisab 1:18:23 kita kembali. 1:18:25 Kalau kita hidup di dunia hanya sekedar 1:18:28 ya mencari kesenangan dalam kehidupan 1:18:31 dunia, tidak sadar bakal datang kematian 1:18:34 menjemput kita, maka kita hancurkan 1:18:36 hidup kita. Kita bangun dunia kita, lupa 1:18:39 kepada akhirat kita yang kekal dan 1:18:41 abadi. Semua kembali pada perbuatan 1:18:44 manusia. Oleh karena itu dalam suratul 1:18:48 mulk Allah berfirman, "Alladzi khalaqal 1:18:52 mauta wal." Yang disebutkan dua apa? 1:18:56 Alladzi khalaqal mauta. Bukan alhaya 1:18:59 tapi almaut wal hayah. Allah ciptakan 1:19:04 mati baru hidup. Liyabluakum 1:19:07 ayyukum ahsana. Untuk menguji kalian 1:19:10 siapa yang terbaik amalnya. Kita mati 1:19:13 dua kali, hidup juga dua kali. Sebelum 1:19:16 kita lahir dalam kehidupan ini, kita 1:19:19 tiada sama sekali. Kemudian Allah 1:19:22 hidupkan kita. Setelah itu Allah matikan 1:19:26 kita kembali, kemudian hidupkan untuk 1:19:29 mempertanggungjawabkan amalan kita. 1:19:32 Kalau orang menjabat dipanggil sama KPK 1:19:35 atau kepolisian, gemeteran gak? Sampai 1:19:39 ada yang buang-buang air, gelisah. Dia 1:19:42 bingung dipanggil untuk apa ini apa 1:19:43 kesalahan dia. Betul enggak? Padahal 1:19:46 semua cara hidupnya salah. 1:19:49 Padahal KPK enggak bisa buat 1:19:51 macam-macam. Paling masukkan dia penjara 1:19:53 bahkan bisa kong kali kong dibayar juga 1:19:55 keluar. Tapi kalau Allah 1:19:59 begitu kita dibangkitkan 1:20:01 maka yauma la yanfaun wala banun illa 1:20:05 man atallahin salim. Jadi jangan kita 1:20:08 bangga dengan apa yang kita punya. 1:20:10 Jangan bersedih dengan apa yang hilang, 1:20:13 tapi syukuri yang Allah berikan. Minta 1:20:15 agar ditempatkan dalam keridaan Allah. 1:20:18 Kemudian sabar sambil menantikan rahmat 1:20:21 dan kemurahan Allah. Para nabi hidup 1:20:24 mengalami cobaan yang berat. Masa kita 1:20:27 dicoba sedikit aja kita berkeluh kesah. 1:20:30 Betul enggak? Satu orang kemarin cerita 1:20:32 sama saya, "Ustaz, sekarang saya punya 1:20:34 kondisi dia tadi mampunya luar biasa. 1:20:37 Semenjak COVID orang mulai online. 1:20:40 Akhirnya orang yang tadinya kuliah 1:20:42 setiap hari sekarang datang seminggu 1:20:45 sekali. Dia buka usaha kuliner yang 1:20:48 tadinya setiap bulan menghasilkan luar 1:20:50 biasa. Tahu-tahu universitasnya berubah 1:20:53 jadi online. Akhirnya pendapatan dia 1:20:56 berkurang. Jadi semenjak berapa tahun 1:20:58 mundur usahanya. Saya bilang, "Berapa 1:21:00 lama kamu?" Ya, kurang lebih 3 tahun. 1:21:04 Kamu diberikan nikmat sama Allah. Berapa 1:21:05 lama sudah? 1:21:07 diberikan nikmat selama sekian lama. 1:21:10 Betul gak? Usahanya maju berkembang. 1:21:13 Kamu sudah berkeluarga, punya anak 1:21:15 masing-masing sudah mandiri. Sekarang 1:21:17 masih punya kendaraan. Betul gak? Makan 1:21:20 di rumahnya juga macam-macam. Masa kamu 1:21:23 sedih? 1:21:24 Masa kamu sedih? Coba lihat orang-orang 1:21:26 yang di bangsal, coba lihat orang-orang 1:21:28 yang susah yang tidak dapat kebutuhan 1:21:31 mereka. Kita malu kalau enggak bersyukur 1:21:33 sama Allah Taala. Jadi jangan kita 1:21:35 beranggapan kalau lagi susah jatuh. 1:21:37 Enggak. Itu ujian juga mau mengangkat 1:21:39 derajat kita mengampuni dosa k kita. 1:21:42 Jadi berkaitan dengan kehidupan kita 1:21:44 memang diciptakan untuk apa? Kematian. 1:21:49 Setelah kematian Allah bangkitkan kita. 1:21:52 Kita hidup di dunia katakan 100 tahun. 1:21:56 100 ta tahun. 1:21:58 Dibandingkan satu hari di akhirat berapa 1:22:01 perbandingannya? 1:22:03 Wa inna yaumanbika 1:22:06 kaalfi sanat mimma taudun. 1:22:09 Satu hari di sisi Allah sama dengan 1000 1:22:12 tahun dalam hitungan kita. Jadi ibu-ibu 1:22:16 kalau hidup 100 tahun cuma 1/10 hari 1:22:19 akhirat. Hari-hari dunia berakhir dengan 1:22:23 cepat. Kalau hari akhirat enggak ada 1:22:24 akhir sama sekali. 1:22:26 Kehidupan yang panjang, bahagia 1:22:29 selama-lamanya atau penderitaan 1:22:31 selama-lamanya. Kira-kira pantas enggak 1:22:34 kalau ibu utamakan dunia yang fana 1:22:36 meninggalkan akhirat yang kekal? Kan 1:22:38 sayang. 1:22:40 Makanya kalau kita banyak angan-angan 1:22:42 capek capek mau ini, mau itu, mau ini, 1:22:46 mau itu. Betul enggak, Ibu-ibu sekalian? 1:22:47 Saya ingat zaman saya nyantren dulu, 1:22:50 kalau saya pulang dari dari tempat orang 1:22:53 tua mau ke pesantren, tempat orang tua 1:22:54 juga saya. Saya mampir di Sukabumi 1:22:58 sebelum ke kampung kan karena di gunung 1:23:00 saya punya pesantren. 1:23:02 Saya cium orang yang jual sate. Sate 1:23:05 ayam 1:23:07 sama ada telur puyuhnya, 1:23:09 bumbunya. Masyaallah kita nafsu. Cuma 1:23:12 uang enggak punya. 1:23:15 Kita niat kalau punya uang insyaallah 1:23:16 kita mau makan apa? Se ayam sama 1:23:18 lontongnya. Sate Madura. 1:23:21 Sekali waktu kita punya uang, kita makan 1:23:23 luar biasa nikmatnya. 1:23:26 [mendengus] Sekarang alhamdulillah ada 1:23:28 uangnya, nafsunya yang hilang. 1:23:31 Nafsunya yang hilang. Begitu punya uang 1:23:33 yang kita pengin, 1:23:35 ternyata enggak ada lagi. Kita makan ini 1:23:37 kita enggak nafsu, makan ini kita enggak 1:23:38 nafsu. Salah makan, buang-buang air, 1:23:41 kembung, tiap hari bisa kembung. Betul 1:23:42 gak? 1:23:45 Jadi sebetulnya orang yang paling bisa 1:23:47 menikmati kenikmatan dunia itu bukan 1:23:49 orang yang kaya. yang kayak makanan 1:23:52 bermacam-macam di meja pikirannya ke 1:23:54 mana-mana. Tagihan bank, kebutuhan untuk 1:23:57 ini, kebutuhan untuk ini, bahkan punya 1:23:59 uang triliunan tapi hidupnya gelisah dan 1:24:02 ketakutan. Jadi, Bapak Ibu jangan pernah 1:24:05 banyak berangan-angan, berkhayal-khayal. 1:24:07 Nikmatin apa yang Allah berikan buat 1:24:09 kita. Betul gak? Kita bersyukur, 1:24:12 alhamdulillah mudah-mudahan Allah 1:24:14 sempurnakan nikmatnya buat keluarga kita 1:24:17 di dunia maupun di hari akhirat. Jadi, 1:24:19 nahnu abnaul akhirah. Kita putra-putri 1:24:22 akhirat. Mudah-mudahan saya juga bukan 1:24:24 pintar ngomong aja. Saya ingin hidup ini 1:24:27 bergantung sepenuhnya pada Allah. 1:24:30 Pada saat senang, pada saat susah, kita 1:24:32 berharap dari Allah. Sekarang kelihatan 1:24:34 ibu-ibu yang mau nanya siapa ibu-ibu 1:24:36 sekalian? 1:24:38 Ini Ibu siapa namanya? 1:24:40 Rukmini. 1:24:40 Hah? 1:24:41 Rukmini. 1:24:42 Ini pengganti Ibu Sumiati ini. Iya. 1:24:44 Allah yarham. Saya enggak tahu waktu dia 1:24:46 meninggal dunia. Ibu siapa? 1:24:49 Ibu ini Ibu 1:24:50 Rukmini. 1:24:51 Rukmini. Masyaallah. Ibu Asmiatifi itu 1:24:54 ngaji di sini, ngaji di Keranji, ngaji 1:24:57 di Bekasi. Tiap saya datang ke Bekasi 1:24:59 saya suruh lihat beliau. Waktu beliau 1:25:01 meninggal saya tanya, "Mana Ibu 1:25:02 Sumiati?" 1:25:04 Asmiati sudah meninggal dunia. Matanya 1:25:06 juga enggak melihat sama sekali, tapi 1:25:08 hatinya lebih terang dibandingkan hati 1:25:10 kita, [berdehem] mata kita. Silakan, 1:25:11 Ibu. 1:25:13 Pak, kata saya pernah dengar ee katanya 1:25:16 di Al-Qur'an bumi ini katanya datar. 1:25:19 Tapi kalau Nasrani bilang katanya bumi 1:25:22 ini bulat yang mana yang benar, Pak? 1:25:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:25:25 wabarakatuh. 1:25:26 Waalaikumsalam. Ini sebetulnya karena 1:25:29 orang menafsirkan Quran 1:25:30 sepotong-sepotong. 1:25:35 Bumi kita kan menurut pandangan kita kan 1:25:37 luas. 1:25:39 Luas gak? 1:25:42 Kalau seandainya ibu ya katakan berjalan 1:25:45 menuju ke puncak, 1:25:48 setiap berapa meter naik 5 cm, setiap 1:25:52 berapa meter naik 5 cent, Ibu terasa 1:25:56 curam enggak? Curam enggak? Enggak. 1:26:00 Tapi kalau kita mendaki langsung ke 1:26:01 puncak kan tinggi. Jadi Allah kasih bumi 1:26:04 ini yang bulat, Allah Subhanahu wa taala 1:26:07 di mata kita jadikan seolah-olah 1:26:09 mendatang. Adapun bumi ini bulat dari 1:26:12 dalam Al-Qur'an apa? Al-Qur'an bilang 1:26:14 apa? Yukawirulilan 1:26:18 naharun 1:26:21 alil. 1:26:23 Tahu enggak kawarah dalam bahasa Arabnya 1:26:24 apa? 1:26:26 Kawara diambil dari qurah. Qura itu 1:26:27 bola. 1:26:30 Kura itu bo bola. Kawaral imamah. Kalau 1:26:34 saya ambil sorban nih ya, saya putar ini 1:26:37 mengelilingi begini itu namanya karar 1:26:39 imam. Nah, yukawir laila naharun nahar 1:26:44 alil. Maksudnya Allah putar ya siang dan 1:26:48 malam siri berganti dengan gerakan semu 1:26:51 matahari mengitari bumi kita sebagaimana 1:26:53 kalau sorban. 1:26:56 Nah, itu katulistiwa itu. Nah, kalau 1:26:59 seandainya bumi itu datar, begitu 1:27:01 matahari terbit, semua wilayah bumi akan 1:27:05 diterangi. Betul gak? Kalau bumi datar, 1:27:09 maka matahari waktu terbit ya dari apa? 1:27:13 Dari arah timur. Sebetulnya bumi yang 1:27:17 bergerak bukan mataharinya kan. Gerakan 1:27:19 semua matahari. Jadi, bumi yang berputar 1:27:21 begini di hadapan matahari. matanya dari 1:27:23 arah timur ke barat. Kalau dia datar, 1:27:27 balik lagi musinya dong. Betul enggak? 1:27:31 Kalau bumi datar dari timur ke barat 1:27:33 lalu balik lagi dari barat ke timur kan 1:27:35 datar. 1:27:37 Betul enggak? 1:27:39 Tapi karena dia bulat terjadi perubahan 1:27:42 siang dan malam sir berganti. Jadi 1:27:44 katakan matahari sini, bumi di sini. Ini 1:27:46 berputar berpu berputar hingga di 1:27:50 hadapan matahari. yang membelakangi 1:27:52 matahari gelap yang berhadapan dengan 1:27:54 matahari terang. Wallaili idza ysya 1:27:58 wnahari idza tajalla. Begitu juga 1:28:02 wasyamsi wuhaha wal qamari idza talaha w 1:28:06 nahari idza jallaha. Kita lihat 1:28:09 bagaimana gerakan tersebut tidak terasa. 1:28:13 Saya mau gambarkan sama ibu. Kalau 1:28:16 ibu-ibu ya, ibu-ibu nih naik kereta 1:28:21 masih ada dua jalur berangkat ke 1:28:23 Surabaya, kecepatannya sama, relnya juga 1:28:26 sama. Waktu jalan sama-sama, Ibu berasa 1:28:29 bergerak enggak? 1:28:32 Berasa bergerak enggak? Enggak. 1:28:35 Tapi kalau ibu di stasiun, 1:28:39 kereta ibu diam. Kereta yang dari depan 1:28:42 jalan. Kita berasa jalan enggak? Kita 1:28:44 merasa jal kita diam. 1:28:47 Nah, alam semesta ini Allah kasih 1:28:49 semuanya bergerak termasuk bumi kita, 1:28:51 gunung kita juga. Watar jibahansab 1:28:54 jamidatan wahya tamurq. 1:29:00 Kamu menyaksikan gunung seolah-olah 1:29:02 berdiam. Sebetulnya dia bergerak. 1:29:04 Bagaikan awan bergerak. Itulah keindahan 1:29:07 keagungan ciptaan Allah. Tahu enggak, 1:29:09 Ibu-ibu sekalian? Bumi ini berputar 1:29:11 mengitari sumbunya kecepatannya amat 1:29:13 tinggi lebih cepat dari pesawat terbang. 1:29:16 Ibu rasain enggak? Perhati ini gelas 1:29:18 bergerak enggak? Kalau Ibu naik pesawat 1:29:21 buatan manusia bagaiman pun canggihnya 1:29:24 kalau ibu taruh gelas 1:29:26 makanan juga goyang enggak? Tapi bumi 1:29:28 yang begini besar di mata kita bergerak 1:29:31 dengan kecepatan tinggi tapi ibu enggak 1:29:34 merasa getaran sama sekali. Coba kalau 1:29:37 getaran terasa sudah tidur enggak? 1:29:40 Bisa enggak tidur? Enggak bisa tidur 1:29:42 kan? Baru gerakan cuma sembilan skala 1:29:45 rektor membuat Aceh hancur pora-pura. 1:29:47 Venezuela hancur sembilan. 1:29:51 Coba pada saat kiamat nanti bumi 1:29:53 digoncang, mataharinya padam. Insyaallah 1:29:56 Ibu, Bapak enggak bakal ngalamin. 1:29:58 Insyaallah yang ngalamin orang-orang 1:29:59 yang kafir saja. Insyaallah hidup di 1:30:02 dunia dengan penuh keyakinan pada Allah. 1:30:04 Waktu meninggal, malaikat berikan kabar 1:30:06 gembira dalam kubur diterangi jadi taman 1:30:08 surga. dibangkitkan juga diantar sama 1:30:11 malaikat. Yang penting apa? Jangan lupa 1:30:13 kepada Allah. Jangan berpegang kepada 1:30:16 selain Allah. Kita bergaul sama-sama 1:30:18 hamba, saling membantu, saling menolong, 1:30:20 tapi jangan gantungkan hidup kita 1:30:23 kecuali pada om istri. Jangan gantungkan 1:30:26 hidup pada suami-suami meninggal 1:30:29 akhirnya putus asa. Suami juga jangan 1:30:31 gantungkan harapan pada istri maupun 1:30:34 anak. 1:30:35 Begitu mereka tak berdaya, muncul di 1:30:37 hati kita rasa jengkel, rasa sedih, rasa 1:30:41 yang bermacam-macam. Tapi kalau pada 1:30:43 Allah enggak ada siang, enggak ada 1:30:45 malam, enggak ada susah, enggak ada 1:30:47 mudah. Semua buat Allah kapan saja Dia 1:30:50 kehendaki, semuanya mudah. 1:30:53 Ada lagi, Ibu-ibu? 1:30:55 Nah, satu lagi silakan. Biasanya ibu 1:30:58 tiga, bapak satu. 1:31:01 Karena hak ibu tiga. Biar ibu tahu Islam 1:31:03 memuliakan wanita. 1:31:05 Silakan 1:31:08 mau silakan dulu. Silakan sekalian. 1:31:11 Asalamualaikum warahmatullahi 1:31:13 wabarakatuh. 1:31:14 Waalaikumsalam. 1:31:16 Ee Pak Ustaz ee saya mau nanya 1:31:19 [berdehem] ee kalau kita itu yang harus 1:31:23 yakin dan berdoa kepada Allah Subhanahu 1:31:25 wa taala. 1:31:25 Maaf Bu, kurang kurang apa kurang jelas 1:31:27 suaranya biar jelas? 1:31:29 Kita kan harus yakin selalu berdoa 1:31:31 kepada Allah Subhan Allah Subhanahu wa 1:31:34 taala dan saya itu benar-benar saya 1:31:36 yakini. 1:31:38 Tapi ee karena memang saya terlalu 1:31:42 banyak dosa kali, Pak Ustaz. 1:31:44 Sama-sama. Saya banyak dosa, Ibu-ibu 1:31:45 sekalian. 1:31:47 Ee 1:31:49 ini ee saya kan selalu berdoa ee di 1:31:52 mana-mana di tempat-tempat mustajab 1:31:54 seperti kemarin lagi bikin haji di 1:31:58 Masjidil Haram di depan Ka'bah. Kita 1:32:01 berdoa anak-anak biar pada selam pada 1:32:03 selamat 1:32:04 biar [berdehem] pada sehat. 1:32:07 Eh, pas saya pulang dari ee Pak Wab. 1:32:11 Iya. [berdehem] 1:32:12 Ke hotel. 1:32:15 Ternyata kabarnya 1:32:17 anak saya kecelaka. 1:32:18 Iya. 1:32:20 Begitu, Pak Ustaz. Itu pertanyaannya 1:32:21 gimana itu maksudnya 1:32:24 apa yang harus saya diri saya perbaiki 1:32:28 ee untuk meyakini bahwa 1:32:31 doa-doa [berdehem] saya pasti dikabul. 1:32:33 Terima kasih, Pak Ustaz. Baik. 1:32:34 Asalamualaikum warahmatullahi 1:32:36 wabarakatuh. 1:32:39 Subhanallah. Nabi kita Muhammad 1:32:41 sallallahu alaihi wasallam 1:32:44 anak yang laki-laki satu persatu diambil 1:32:46 oleh Allah termasuk yang bernama 1:32:49 Ibrahim. 1:32:50 Waktu Ibrahim meninggal dunia terjadi 1:32:53 gerhana. 1:32:55 Akhirnya orang-orang bilang, katya 1:32:58 langit bersedih karena wafatnya anak 1:33:00 Rasul. 1:33:02 Rasulullah mengatakan, "Innasyamsa 1:33:04 walqamar 1:33:06 ayatani min ayatillah. 1:33:09 La tuksafan wala tuhsafani 1:33:13 limauti ahad." 1:33:15 Sesungguhnya matahari bulan adalah dua 1:33:19 benda yang merupakan tanda-tanda 1:33:20 kebesaran Allah. Dia tidak akan 1:33:23 mengalami gerhana 1:33:25 karena wafatnya seseorang. 1:33:29 Artinya ini merupakan pilihan dari 1:33:31 Allah, ujian bagi apa? Bagi nabi kita. 1:33:35 Pada masa jahiliah, Ibu-ibu sekalian, 1:33:38 perempuan itu enggak ada harganya. 1:33:41 Perempuan dianggap rendah, laki-laki 1:33:44 yang menjadi harapan. 1:33:46 Oleh karena itu, orang Arab kalau punya 1:33:48 anak laki-laki gembiranya luar biasa 1:33:50 wim. Tapi kalau punya anak perempuan 1:33:53 dulu nih langsung mereka malu, enggak 1:33:57 mau ketemu orang. 1:33:59 Karena bersedih berduka. Allah kasih. 1:34:02 Subhanallah anak laki-laki Nabi kita 1:34:04 satu persatu diambil. Yang tinggal 1:34:06 perempuan. 1:34:07 Dan Nabi memperlakukan anak wanitanya 1:34:10 itu luar biasa. Kalau anak perempuannya 1:34:12 datang, dia bangun, dia kecup keningnya, 1:34:14 letakkan di tempat duduknya. Dipanggil 1:34:17 dengan ummu Abiha, ibu dari ayahnya. 1:34:20 Kalau mau pergi musafir, Nabi kalau mau 1:34:23 pergi musafir. 1:34:25 Apa yang dilakukan? 1:34:27 Yang pertama eh rumah pertum yang 1:34:29 terakhir ditinggali adalah rumah 1:34:31 putrinya. Waktu pulang dari safar rumah 1:34:34 pertama yang dikunjungi rumah putrinya. 1:34:37 Bagaimana Nabi memberikan contoh dalam 1:34:40 memperlakukan wanita. 1:34:43 Jadi wafatnya anak laki-laki Nabi bukan 1:34:45 berarti sial. Orang-orang jahiliyah 1:34:48 bilang, "Inna Muhammadan abtar." Nabi 1:34:51 Muhammad telah putus keturunan. Karena 1:34:52 laki-lakinya semua meninggal. Turun 1:34:54 surat innaakal 1:34:56 kautsar fasollibbika 1:34:59 wanhar innaaka 1:35:01 absar. Kami telah menganugerahkan kamu 1:35:03 alkautsar itu kebaikan yang amat banyak. 1:35:06 Bukan hanya telaga termasuk keturunan 1:35:08 beliau. Maka salatlah sebagai ungkapan 1:35:11 syukur dan bersembelihlah ya sebagai 1:35:14 syukur pada Allah. Yang mencaci maku 1:35:17 yang mencaci maki kamu putus-turusan dia 1:35:19 yang putus. Kenapa? Karena orang yang 1:35:22 berkafir kalau punya anak beriman putus 1:35:26 enggak [mendengus] terhubung dengan 1:35:27 ayahnya. Abu Jahal putus keturunan. 1:35:30 Kenapa? Karena dia kafir. Walaupun 1:35:32 anaknya Ikrimah masuk ke dalam Islam 1:35:34 enggak ada hubungan sama ayahnya. 1:35:37 Jadi hubungan hanya berlaku untuk orang 1:35:39 yang beriman. Kalau anaknya kafir atau 1:35:43 anak bapaknya kafir tidak bersatu. Tapi 1:35:46 yang beriman Allah akan satukan di 1:35:48 antara mereka semuanya. Jadi, ibu 1:35:50 katakan pergi ke tanah suci ibu berdoa. 1:35:53 Tahu-tahu anak ibu mengalami kecelakaan. 1:35:56 Kecelakaan ini justru mungkin untuk 1:35:58 ngangkat derajat ibu. Ibu dicoba dengan 1:36:01 cobaan ya. Kalau ibu bersabar menerima, 1:36:05 ibu diangkat derajat itu sudah pulang 1:36:06 dari haji. Doa ibu diterima. Allah ingin 1:36:10 lakukan yang terbaik buat ibu. Karena 1:36:13 waasa an takqrahu saian wahua khairul 1:36:16 lakum. Apa? Apa yang kalian benci belum 1:36:19 tentu buruk mungkin lebih baik buat 1:36:20 kamu. Nabi Ayub coba nabi dari mulai 1:36:24 hartanya habis, anak-anaknya dipanggil 1:36:27 oleh Allah kemudian terkena penyakit 1:36:29 sampai orang kampung bilang dia orang 1:36:31 yang kena kutukan. 1:36:33 Tapi akhirnya Allah tunjukkan kemuliaan 1:36:36 Ayub. Jadi orang yang diangkat 1:36:38 derajatnya yang menjalani cobaan. Ibu 1:36:41 kalau mau naik dari SD ke SMP ujian 1:36:43 enggak? 1:36:44 Mau ke SMA? Iya. Enggak mungkin ibu 1:36:47 dikasih ijazah. Ijazah palsu paling. 1:36:49 Betul gak? 1:36:51 Jadi, Ibu-ibu sekalian, untuk meraih 1:36:54 kemuliaan di akhirat, kita harus siap 1:36:57 menjalani ujian. Kalau ada yang pahit, 1:37:00 katakan innillahi wa inna ilaihi rojiun. 1:37:03 Kalau ada yang baik, kita terima, jangan 1:37:05 lupa untuk bersyukur pada Allah dan 1:37:08 sadar bahwa ini juga merupakan ujian. 1:37:11 Jadi, sebetulnya hidup ini bukan seperti 1:37:14 yang kita rencanakan. Kita sebagai hamba 1:37:17 menjalani ujian. Allah yang merencanakan 1:37:19 ujiannya mau melihat sabar dan syukur 1:37:21 kita pada Allah. Yang terakhir satu 1:37:24 siapa tadi ya? Silakan. 1:37:27 Iya boleh bareng-bareng sekalian. 1:37:30 Silakan Bu. 1:37:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:37:43 wabarakatuh. Ustaz Husein ee saya Yuniar 1:37:47 dari Cilengsi. Yang ingin saya tanyakan 1:37:50 ee Ibunda Aisyah radhiallahu an itu ee 1:37:54 meriwayatkan 2.210 hadis yang pernah 1:37:58 saya baca. Ee sedangkan di zaman ini ada 1:38:01 masih beberapa kelompok yang mensitkan 1:38:05 ee perempuan tidak boleh pintar, tidak 1:38:07 boleh lebih pintar daripada laki-laki. 1:38:10 Ee saya minta tolong adakah ee ayat 1:38:13 Al-Qur'an yang secara tegas menjelaskan 1:38:16 bahwa kedudukan perempuan dan laki-laki 1:38:19 itu memang ee boleh sama dalam hal ilmu, 1:38:23 ibadah ee dan apa namanya dalam 1:38:26 bermasyarakat. Jazakallah. 1:38:28 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:38:30 wabarakatuh. 1:38:32 Kita ini masih sebetulnya 1:38:35 masih apa? Masih tidak lepas dari 1:38:38 sisa-sisa jahiliah. 1:38:42 Allah jadikan laki-laki pasangan 1:38:45 wanitanya. Wanita sebagai pasangan bagi 1:38:48 suami. Bukan untuk menjadi lawan hingga 1:38:50 harus bersaing di antara mereka tapi 1:38:54 bekerja sama. 1:38:56 Laki-laki lebih mulia bukan karena dia 1:38:58 laki-laki. 1:39:00 Perempuan lebih mulia juga bukan karena 1:39:03 dia perempuan. Tapi kemuliaan tergantung 1:39:06 bagaimana pengabdian, ketaatan, dan 1:39:09 pengorbanannya. Sebagai contoh, 1:39:12 Sayidah Khadijah Ummul Mukminin 1:39:14 radhiallahu anha wanita yang benar-benar 1:39:18 amat-amat mulia. Tidak ada satuun istri 1:39:20 Rasul yang bisa menandingi beliau. 1:39:22 Sampai pernah Sayidah Aisyah cemburu 1:39:24 kan? Apa saja untuk temannya Khadijah, 1:39:28 apa saja untuk ininya Khadijah. Sampai 1:39:31 dia bilang, "Dia kan kamu nikahi seorang 1:39:32 janda, saya seorang gadis." Rasulullah 1:39:35 marah besar pada saat tersebut. Ketika 1:39:37 orang memusuhi saya, dia yang membela 1:39:39 saya. Ketika orang 1:39:43 menahan harta mereka, Sayidah Khadijah 1:39:45 justru yang mengorbankan semua hartanya. 1:39:49 Sampai-sampai dalam riwayat yang 1:39:50 diriwayatkan dalam hadis, tiap Jibril 1:39:53 turun berkata pada Khadijah, "Innallaha 1:39:56 yukriuk salam." Allah menyampaikan salam 1:39:59 kepada kamu wahai Khadijah. Menjelaskan 1:40:02 peran wanita kan. Kemudian istri-istri 1:40:04 Rasul juga yang lain semua merupakan 1:40:06 wanita-wanita mulia. 1:40:09 Istri Rasul menjadi orang-orang yang 1:40:10 meriwayatkan hadis dari Nabi. Bahkan 1:40:13 termasuk Sayidah Aisyah orang yang 1:40:16 banyak mengitisi hadis-hadis palsu pada 1:40:18 masanya. 1:40:21 Ketika seorang sahabat tanpa sadar 1:40:23 mengatakan bahwa orang yang meninggal 1:40:25 dunia disiksa karena tangisan 1:40:28 keluarganya, Sayidah Aisyah mengatakan 1:40:30 ini tidak benar sama sekali. Wala taziru 1:40:32 waziratun 1:40:34 ukhra. Seseorang tidak akan menanggung 1:40:36 dosa yang dilakukan orang lain. Itu 1:40:38 Quran. Oleh karena itu ada kumpulan 1:40:41 hadis namanya istidrakat Aisyah al 1:40:43 Sahabah. koreksi Aisyah kepada 1:40:46 sahabat-sahabat Nabi. 1:40:49 Jadi kalau Ibu menjadi orang yang 1:40:50 berilmu, orang yang taat, yang bertakwa 1:40:53 tanpa mengabaikan peran ibu sebagai 1:40:55 istri, peran ibu sebagai ibu, ya peran 1:40:59 ibu sebagai anak, hormat kepada orang 1:41:01 tua, ibu menjadi orang alim, ibu dapat 1:41:04 kemuliaan dunia akhirat. 1:41:07 Tapi jangan begitu kita diberikan ilmu, 1:41:10 ninggalkan kewajiban pada suami, 1:41:12 memandang remeh suami, mentang-mentang 1:41:14 ilmunya kurang dibandingkan dia. 1:41:16 Mengabaikan kewajiban terhadap anaknya, 1:41:19 keliling ke sana kemari. Alasan saya kan 1:41:21 dakwah, dakwah, dakwah. Tapi kewajiban 1:41:25 pada suami jangan diabaikan. Kewajiban 1:41:28 pada anaknya jangan diabaikan. Jangan 1:41:30 kita nyiramin yang jauh-jauh, yang di 1:41:32 rumah kering. Betul enggak, Ibu-ibu 1:41:34 sekalian? Jadi kalau seorang wanita 1:41:36 menjalankan tugasnya sebagai istri yang 1:41:38 baik, bahkan mempengaruhi suaminya untuk 1:41:41 jadi orang baik, ibu yang baik, anak 1:41:44 yang baik, anggota masyarakat yang baik, 1:41:47 dia dapat kemuliaan dunia, kemuliaan 1:41:49 juga akhirat. 1:41:51 Oleh karena itu, kita harus tahu kita 1:41:54 ini tanpa wanita tidak akan menjadi 1:41:56 manusia mulia. Peran ibu kepada kita 1:42:00 enggak bisa dibandingkan dengan apapun. 1:42:03 Istri juga punya peran bisa membangun, 1:42:06 bisa menghancurkan. 1:42:07 Istri yang memberikan motivasi suami, 1:42:10 mendukung suami, mengingatkan bersabar, 1:42:12 bisa melahirkan suami-suami yang luar 1:42:14 biasa. Tapi kalau istri yang enggak 1:42:17 berhenti ngerogrong, selalu ngajak 1:42:20 bantah-bantahan suami, ngecilin suami, 1:42:23 istrin yang bisa ngancurin suaminya. 1:42:25 Berarti yang membangun siapa? 1:42:28 Oleh karena itu, fat Arab mengatakan, 1:42:31 "Inna waroa kulli rajulin najihin 1:42:34 imraah." Begitu juga wa inna warli 1:42:38 rajulin fasyirin imraah. Ketahuilah di 1:42:41 sisi pria yang berhasil pasti ada 1:42:44 perempuan. Tapi di sisi pria yang gagal 1:42:47 juga pasti ada perempuan. 1:42:50 Bisa aja ibunya enggak men dengan baik. 1:42:52 Saya sebagai contoh, saya tinggal sama 1:42:54 abah itu mungkin 4 tahun. 1:42:57 Sebelumnya saya lebih banyak tinggal 1:42:59 sama nenek sama keluarga ibu. Itu yang 1:43:02 paling banyak berperan memberikan 1:43:04 motivasi dari perempuan. 1:43:07 Kita berterima kasih banyak kepada 1:43:09 perempuan. 1:43:11 Dan kalau orang mengatakan perempuan 1:43:13 diciptakan dari iga laki-laki yang 1:43:15 bengkok. Kalau kita tanya mana Qurannya? 1:43:17 Enggak ada. Yang ada kita Perjanjian 1:43:19 Lama bukan dari Al-Qur'an. Allah 1:43:23 ciptakan pria wanita berpasang-pasangan. 1:43:28 Kalau perempuan bengkok, Sayidah 1:43:31 Khadijah enggak bakal ada. Istri-istri 1:43:33 Rasul, Sayidah Fatimah, Sayidah Maryam. 1:43:36 Ini semua pekerjaan laki-laki jahiliah 1:43:40 yang ingin menjatuhkan perempuan supaya 1:43:41 nurut sama dia. Si laki-laki enggak taat 1:43:45 sama Allah, salat enggak benar, bahkan 1:43:47 terkadang buat maksiat, tapi ngancam 1:43:50 istri, "Kalau kamu enggak taat sama 1:43:51 suami, enggak bakal cium bau surga. Biar 1:43:53 kamu ngaji, belajar dan beramal. Baik. 1:43:56 Begitu enggak? 1:43:58 Ini enggak benar. Kalau suaminya 1:44:01 tidak taat pada Allah, si istri tidak 1:44:04 harus mengikuti apa yang diminta 1:44:06 suaminya. Dia hanya boleh mentaati 1:44:08 suaminya pada apa yang Allah ridai. 1:44:13 Anak pun kalau orang tuanya, bapak aja 1:44:15 bilang, "Tolong beliin minuman khamer 1:44:17 dong." Enggak boleh anak turutin. Bukan 1:44:19 durhaka. Enggak boleh menuruti orang tua 1:44:21 dalam perbuatan yang enggak benar. Tapi 1:44:23 yang benar diikutin. 1:44:26 Jadi, ibu-ibu enggak ada yang 1:44:27 menghalangi ibu untuk menjadi manusia 1:44:29 mulia, berilmu. Enggak ada. Di Mesir 1:44:31 banyak wanita-wanita hafiz Quran, alim 1:44:35 besar, 1:44:36 tapi tetap menjadi wanita sebagai istri 1:44:39 yang baik, ibu yang baik, bahkan 1:44:40 anak-anaknya menjadi anak-anak yang 1:44:42 sukses. [mendengus] 1:44:43 Jadi yang penting jangan seperti satu 1:44:45 orang kejadian di Jakarta, ustazah. 1:44:48 Istrinya kelilingan ke sana kemari, 1:44:51 suami bilang, "Di rumah dong, 1:44:53 sekali-sekali nemin kita sama anak-anak. 1:44:54 Jangan saya jagain anak kapan mau 1:44:56 kerja." Heh, tahu enggak saya ini jihad 1:44:58 di jalan Allah Taala, dakwah di jalan 1:45:00 Allah, kamu menghalangi saya durhaka. 1:45:02 Bayangin coba ibu-ibu sekalian. 1:45:05 Nah, perempuan seperti ini perempuan 1:45:07 yang betul-betul tidak bijaksana. 1:45:10 Ilmunya bukan membawa pada kebenaran, 1:45:13 tapi membawa pada kesombongan, 1:45:15 keangkuhan. Betul enggak, Ibu-ibu 1:45:16 sekalian? Ibu setuju enggak kalau punya 1:45:18 anak perempuan kayak begini? 1:45:21 Enggak bakal setuju, kan? Apalagi punya 1:45:22 mantu kayak begini. Akhirnya anak ibu 1:45:25 yang terpontang panteng enggak karuan ke 1:45:27 sana kemari. Demikianlah ibu-ibu 1:45:29 sekalian. Insyaallah ada yang mulai lagi 1:45:31 tadi satu lagi. 1:45:32 Silakan 1:45:35 Bapak-bapak kesempatan kita kasih 1:45:36 ibu-ibu kesiaran ya. Kalau Bapak Silakan 1:45:39 Ibu-ibu. 1:45:39 Asalamualaikum warahmatullahi 1:45:41 wabarakatuh. 1:45:41 Iya. 1:45:43 Pertama-tama ucap syukur alhamdulillah 1:45:45 masih bisa hadir ke sini. Semoga Pak 1:45:48 Ustaz selalu sehat. 1:45:49 Amin. Ibu juga sama-sama. Insyaallah 1:45:51 ya. selalu diberi kemudahan dalam segala 1:45:54 hal. 1:45:54 Amin. Insyaallah. 1:45:55 Begini, Pak Ustaz. Saya mau tanya kalau 1:45:58 kalau Pak Ustaz pernah ee kalau diadua 1:46:01 seik 1:46:02 menganjurkan 1:46:04 ayatnya untuk selalu bersedekah. 1:46:07 Saya kurang jtik ya samping berapa, Pak? 1:46:09 Apa? 1:46:10 Iya, Pak Ustaz. Sudah membaca ayat 1:46:13 iya. 1:46:13 Yang suka kita harus selalu bersedekah. 1:46:17 Alhamdulillah 1:46:19 saya merasa suka diberi sedekah. Saya 1:46:22 mengucap syukur alhamdulillah semua yang 1:46:25 memberi sedekah kepada 1:46:29 sekarang ee juga sudah berusaha semampu 1:46:34 hamba untuk bersedakah kembali di man 1:46:38 masjid atau apa gitu. 1:46:41 Ibu berikan nasihat baik semua orang 1:46:42 sedekah. 1:46:43 Alhamdulillah. 1:46:45 Ustaz sama-sama ibu man panjang umur, 1:46:47 sehat afiat ya, husnul khatimah. 1:46:49 Mudah-mudahan semuanya ibu-ibu sekalian 1:46:51 ya. 1:46:53 Sama-sama. Bismillahirrahmanirrahim. 1:46:55 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:46:58 sholli wasallim wabarik ala abdika wa 1:47:00 rasulika sayyidina Muhammadin wa alihi 1:47:03 wasohbihi wasallim. 1:47:06 Allahumma rabbana doamna anfusana waam 1:47:09 tagfirlana watarhamna lanakunanna minal 1:47:12 khirin. Rbanagfirlana waliwalida walil 1:47:16 mukminin yauma yaquum hisab. 1:47:20 Allahumma bariklana fi auladina wadurum 1:47:23 waumika warzuqnaum. 1:47:27 Allahum jaalna abron abqiya shhin 1:47:30 munibina ilaika mualinauliyaik 1:47:34 muadik 1:47:36 allahumana 1:47:41 waaina wahanard 1:47:45 wa aslih lana firiyatina inna ilaika wa 1:47:49 inna minal muslimin 1:47:53 ibadihin 1:48:02 maal abr ya aziz ya gar yaalaminanaqbal 1:48:07 min inahhamdulillahilam 1:48:13 ini pengajian sebulan sekali ya 1:48:15 sebulan sekali 1:48:17 ibu di mana tinggalnya 1:48:21 oh jauh juga masah Ya, jauh betul 1:48:25 jaraknya. Masyaallah. Semuanya 1:48:27 insyaallah selalu diberkahi Allah ya. 1:48:29 Kita bisa sering ketemu sama-sama nanti 1:48:31 insyaallah dalam kesempatan. Insyaallah. 1:48:33 He. 1:48:34 Kenapa 1:48:35 boleh tidak? 1:48:36 Siapa ya? 1:48:37 Ee salat sunah digabung niatnya. 1:48:40 Ee ada pertanyaan. Boleh enggak salat 1:48:42 sunah digabung niatnya? Salat hajat, 1:48:45 salat tobat, ya. Kemudian katakan ee 1:48:48 salat yang lain. Allah Subhanahu wa 1:48:51 taala itu enggak kayak kita 1:48:52 hitung-hitungan. 1:48:54 Cukup dong, jangan kebanyakan. Entar 1:48:57 bayarnya makin mahal lagi. Kalau Allah 1:48:59 yang maha kaya, Ibu niat segala kebaikan 1:49:03 dalam katakan dua rakaat salat bisa. 1:49:07 Begitu juga puasa, ibu niat puasa sunah 1:49:10 ya yang bermacam-macam silakan. Tapi 1:49:12 jangan antara puasa sunah sama yang 1:49:14 wajib. yang wajib lain masalahnya. Tapi 1:49:17 kalau yang sunah ibu niat macam-macam. 1:49:19 Karena niat itu sebetulnya yang paling 1:49:21 menentukan diterimanya amal kita atau 1:49:23 tidak. Dan kalau ibu minta sama Allah 1:49:25 jangan sedikit yang banyak minta sama 1:49:28 Allah yang sebanyak-banyaknya kebaikan. 1:49:30 Asal jangan minta sama orang lain. Allah 1:49:32 paling enggak suka kalau hambanya minta 1:49:35 sama Allah enggak yakin minta lagi sama 1:49:38 yang lain. Jadi sabar insyaallah 1:49:41 mudah-mudahan secepatnya ibu dapat 1:49:42 anugerah dari Allah. Subhanallah 1:49:44 walhamdulillah. 1:49:45 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:49:47 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:49:49 ilaik walu minkum. Wasalamualaikum 1:49:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:50:01 Terima kasih ibu-ibu semua atas 1:50:02 kehadirannya. Insyaallah kita berjumpa 1:50:04 lagi di bulan depan hari ra 1:50:08 buu. 1:50:10 Hari Rabu ya, hari Rabu ketiga. 1:50:12 Iya. setiap Rabu, Kak Musa 1:50:16 pekan terakhir. Iya.