Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Kemudian pejabat-pejabatnya menjadi 0:02 contoh, menjadi con 0:04 jangan pejabat yang menganjurkan agar 0:06 kita membeli produk lokal, tapi mereka 0:09 sendiri hidup dengan gaya hidup yang 0:11 jauh dari apa yang mereka ucapkan. 0:17 [Musik] 0:22 Brail TV. 0:29 Bismillahirrahmanirrahim. 0:31 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:32 kiriban barokan fih kama yuhibuna. 0:36 Allahumma shalli wasallim wabarik ala 0:38 sayyidina Muhammadin waa ali sayyidina 0:39 Muhammad. Masyaallahu kanu ma lam yasya 0:42 lam yakun. La haula wala quwwata illa 0:44 billahil aliyilim. 0:47 Masih dipancarkan dari Jalan Masjid 0:48 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:51 Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasil 0:53 TV untuk Islam yang satu. Asalamualaikum 0:55 warahmatullahi wabarakatuh. 0:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. Ikhwan Ahwat yang dirahmati 1:00 Allah. Senang sekali di kesempatan eh 1:03 Kamis pagi ini kami bisa kembali 1:05 menjumpai ikhwan akhwat dalam program 1:08 acara renungan di bawah naungan 1:10 Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein 1:13 Alatas dan juga Bapak Safril Lubis yang 1:17 akan membahas terkait produktivitas. 1:19 Alhamdulillah telah hadir di studio 1:22 Ustaz Husein. Asalamualaikum 1:23 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:25 wabarakatuh. 1:26 Juga Pakil sehat Pak ya? Alhamdulillah. 1:28 Alhamdulillah. Pak Safril ini beliau e 1:32 berpengalaman di beberapa perusahaan 1:34 multinasional, Pak Safril, ya. Dan nanti 1:37 juga akan ee membahas mengenai 1:38 produktivitas. Dan insyaallah di 1:41 kesempatan ini topik yang akan kita 1:43 bahas terkait ee PHK dan susahnya 1:48 lapangan pekerjaan yang memang ee 1:50 akhir-akhir ini banyak dibahas juga di 1:53 media massa ataupun media sosial dan 1:56 juga oleh ee masyarakat ya, oleh 1:58 netizen. Masyaallah. Baik, untuk itu 2:00 kita buka dulu dengan bacaan dengan 2:04 membaca Quran surah al-Fatihah yang akan 2:05 dipimpin langsung oleh Ustaz. Kami 2:07 persilakan. 2:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:14 Bismillahirrahmanirrahim. 2:19 Alhamdulillahirabbil 2:23 alamin 2:27 arrahmanirrahim. 2:32 Maiki yaumiddin 2:36 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:41 ihdinasirathal 2:44 mustaqim 2:47 shathalladzina 2:49 an'amta alaihim 2:52 ghairil maghdubi alaihim 2:56 waladin. 3:03 Amin. 3:05 Baik, ikhwan akhwat. Telah kita buka 3:07 bersama dengan pembacaan Quran surah 3:09 Al-Fatihah yang di bimbing langsung 3:11 dipimpin langsung oleh Ustaz Husin 3:12 Altas. Selanjutnya seperti biasa nanti 3:14 akan disampaikan pengantar oleh Pak 3:16 Safril dan di kesempatan ini juga nanti 3:19 ee selain tanggapan ee dan juga mungkin 3:22 pembahasan dari Ustaz Husein, kami minta 3:24 juga dari sisi profesional mungkin Pak 3:26 Sfil nanti di akhir bisa memberikan 3:27 pandangannya juga 3:29 ee terkait PHK dan ee sulitnya mencari 3:32 lapangan pekerjaan. beberapa waktu lalu 3:35 saat kampanye mungkin masih terengiang 3:38 sampai sekarang janji dari Presiden dan 3:41 Wakil Presiden mengenai 19 juta lapangan 3:43 pekerjaan, Pak Sapil. Padahal hal itu 3:47 disampaikan di tengah ee PHK massal. 3:51 Saya lihat data di 2023 itu kan sekitar 3:54 ee 60.000 yang ee di PHK. Kemudian 2024 4:00 Rp80.000. 4:02 Saya lihat juga sampai April 4:06 2025 ini sumber dari LDBank Partai Buruh 4:09 dan juga koalisi serikat pekerja itu 4:11 sudah sampai 70.000 4:13 buruh yang di PHK. Teman-teman kami 4:16 dunia jurnalis juga media ribuan 4:19 jurnalis itu diberhentikan 4:21 dengan alasan restrukturisasilah 4:24 kemudian efisiensi betul penghematan dan 4:27 sebagainya. Silakan Pak Safil untuk 4:28 pengantar lengkapnya. 4:29 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 4:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam 4:33 warahmatullahi wabarakatuh. 4:34 Bismillahirrahmanirrahim. 4:36 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu 4:38 wassalamu ala asrofil iya mursalin wa 4:41 ala alihi wasohbihi wabarik wasallim. 4:45 pemirsa TV Silaturahim, 4:49 di antara 4:52 hal-hal yang memprihatinkan yang kita 4:54 lihat di lingkungan kita adalah semakin 4:58 sulitnya memperoleh penghasilan untuk 5:00 kehidupan keluarga. 5:03 Ditambah lagi dengan serangkaian 5:07 pemutusan hubungan kerja terutama di 5:10 sektor-sektor formal terutama pabrik 5:13 tekstil. yang kalau di tootal dari 5:15 berbagai sumber itu selama 2 tahun 5:17 terakhir itu jumlahnya 5:20 mencapai 422.615 5:23 orang. 5:25 Belum lagi menghitung 5:28 kehilangan pekerjaan dari sektor 5:31 informal berupa 5:33 toko-toko minuman kecil, kopi dan 5:35 sebagainya yang tumput. Usaha-usaha 5:37 mikro 5:39 yang karena usahanya tutup maka mereka 5:42 juga kehilam pekerjaan. 5:45 Mencermati hal ini tentu landasan utama 5:48 yang harus kita cari adalah bagaimana 5:51 Islam mengaturnya. Karena itu kita nanti 5:53 sebentar lagi akan mendengar bagaimana 5:55 arahan dari guru kita 5:58 sehingga saudara-saudara kita yang 6:01 terkena PHK ini atau keluarga yang saat 6:06 ini mendengarkan memiliki keluarga juga 6:08 yang terkena PHK atau mungkin tetangga 6:11 yang terkena PHK. Ini semua menjadi 6:14 bagian dari upaya kita memberantas 6:18 kemiskinan, berbagi 6:21 upaya-upaya 6:22 yang produktif agar bisa menyelesaikan 6:26 hal-hal yang memberatkan 6:29 ekonomi masyarakat kecil ini akibat dari 6:32 pemutusan hubungan kerja. Di penghujung 6:34 acara ini kita akan coba lihat apa saja 6:37 yang kita bisa buat secara real 6:40 untuk menanggulangi mencari rezeki Allah 6:45 walaupun di sektor yang mungkin belum 6:48 kita pikirkan selama ini. Kurang lebih 6:50 sebagai pembuka seperti itu, pemirsa 6:53 pendengar sekalian. Mari kita cermati 6:56 bagaimana Islam mengatur kondisi yang 6:59 berat seperti sekarang ini dari guru 7:00 kita. 7:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 7:08 Bismillahirrahmanirrahim. 7:11 Alhamdulillahi rabbil alamin. 7:15 Hamdan katsiron thayyiban mubarokan fih 7:19 kama yuhibbuna waard. 7:22 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 7:24 Muhammad. 7:27 Asalamualaika ya rasulullah. Wasalamu 7:29 alaina wa ala ibadillah shihin. 7:32 Wasalamualaikum 7:34 ayyuhal ikhwah wal akhwat 7:36 almustami 7:39 wal musyahidun warahmatullahi 7:41 wabarakatuh. 7:42 Waalaikumsalam warahmatullah. 7:44 Allahumma atina minika rahmah waimna 7:47 minadunka ilman nafi bimam. 7:51 Allahumma ahdina subulam waakrijna 7:54 minulumati 7:56 wahdinaal 7:57 mustaqim. 7:59 Amma ba'du. 8:03 Alhamdulillah wasyukrillah pagi hari ini 8:05 bersama Bapak Syafril Lubis, 8:09 Kang Rizal, 8:11 Atep Setiawudi dan anak-anak kita yang 8:13 sedang magang. 8:16 Bersama seluruh keluarga besar Radio TV 8:20 Silaturahmi, kita dapat 8:22 berbincang-bincang 8:25 di seputar 8:27 produktivitas, 8:29 kelangkaan 8:32 untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. 8:35 Begitu pula arus PHK yang hari demi hari 8:37 semakin meningkat. Banyak orang 8:40 kehilangan lapangan pekerjaan mereka. 8:43 Hingga mereka yang tadinya damai, 8:47 harmoni bersama keluarga mereka, mulai 8:50 terjadi kelibutan, ketegangan. Bahkan 8:53 banyak pasangan suami istri yang 8:56 berpisah, anak-anak yang kurang 8:58 mendapatkan perhatian dari orang tua 9:00 mereka sebagai akibat 9:04 PHK yang menjerumuskan ke dalam 9:07 kebingungan. 9:09 rasa putus asa dan kefakiran akhirnya 9:12 menimbulkan gangguan-gangguan jiwa dan 9:15 dampak-dampak juga sosial yang amat 9:18 luas. Meningkatkan juga akhirnya 9:23 intensitas ya dan volume apa? Kriminal 9:27 semakin meningkat. 9:30 Artinya kemiskinan ini bukan hal yang 9:33 sebelangi. 9:36 Bukan kita pasrah di hadapan kemiskinan, 9:39 tapi kita wajib berjuang. 9:42 Dan kita tahu bagaimana Imam Ali 9:46 menjelaskan kepada kita bahaya 9:48 kemiskinan. Kadal faqru an yakuna kufro. 9:52 Kefakiran itu nyaris bisa menjerumuskan 9:55 orang dalam kekafiran. Begitu dia dalam 9:58 keadaan susah, anaknya susah untuk 10:01 menyambung hidupnya. Tah-tahu datang 10:03 tawaran 10:05 dari orang-orang yang menawarkan bantuan 10:07 pekerjaan 10:09 dan kebutuhan hidup mereka, tapi mereka 10:11 pindah agama. 10:14 Nah, pada saat umat Islam tidak sama 10:16 sekali peduli, 10:19 mereka hidup hanya untuk diri mereka dan 10:21 mereka merasa masing-masing biar 10:24 menjalankan hidupnya. 10:26 ini akan menimbulkan akibat jangka 10:30 pendek, jangka panjang yang akan yang 10:33 akan mengancam apa? 10:35 Kedaulatan negeri kita 10:38 dan juga daya tahan 10:41 keimanan kita yang gampang digerogoti 10:44 oleh ancaman yang datang 10:46 melalui kemiskinan dan bisikan-bisikan 10:49 setan. 10:50 Mereka putus asa terhadap saudara mereka 10:52 yang tak peduli. 10:54 Akhirnya mereka melakukan 10:56 tindakan-tindakan yang tidak benar. 10:59 Seperti tadi yang Pak Syafil sebutkan, 11:02 angka PHK yang hari demi hari semakin 11:04 meningkat, 11:07 tokoh-tokoh yang tutup juga 11:10 pegawai-pegawai tol yang sekarang 11:11 digantikan oleh mesin otomatik. 11:15 bukan hanya tol, 11:17 tapi kita saksikan ya berbagai macam 11:21 aktivitas ekonomi yang tadinya dilakukan 11:24 secara manual 11:26 yang membuka lapangan pekerjaan sekarang 11:29 dilakukan secara digital. 11:33 Kemudian juga pasar-pasar tradisional 11:38 digantikan dengan pasar-pasar 11:41 modern. 11:42 Modern dan kita tahu uang kita yang 11:45 masuk ke sana sebagian besar itu pergi 11:47 keluar 11:50 pergi ke tangan orang yang tidak peduli 11:52 terhadap nasib rakyat. Coba mereka ya 11:56 berkolaborasi dengan sesama saudara 11:59 mereka. Mereka juga berbelanja 12:01 mengkonsumsi produk-produk lokal dari 12:04 tanaman-tanaman lokal, pakaian lokal 12:06 yang diproduksi oleh sesama saudara kita 12:09 yang uangnya berputar dengan apa? 12:12 Dengan betul-betul apa? Ee putaran yang 12:15 amat dinamis. Dinamika perputarannya di 12:18 antara sesama saudara mereka. 12:23 Tapi kita lupa 12:25 bahwasanya kita bukan hidup sendiri. 12:27 Kita sebagai makhluk sosial yang saling 12:30 membutuhkan. Sekarang kita kuat, satu 12:32 hari kita lemah. Sekarang kita kaya, 12:36 satu hari bisa kita jatuh miskin. Kalau 12:39 kita bekerja bergerak dalam bidang 12:41 industri, mempekerjakan sekian banyak 12:43 orang, ketahuilah mereka yang bekerja 12:45 mitra kita, bukan sebagai budak. 12:48 He. 12:49 Kita harus perhatikan kebutuhan mereka. 12:51 Jangan hanya mau untung sendiri. Seperti 12:53 kebanyakan oligarki saat ini menggaji 12:56 semurah-murahnya. menjual 12:57 setinggi-tingginya, meraih keuntungan 12:59 juga semahal-mahalnya. 13:00 Iya. 13:02 Dan mereka bukan merupakan pilar-pilar 13:05 ekonomi bangsa kita. Mereka 13:07 kebanyakannya culas. Mereka untuk modal 13:10 meminjam dari bank-bank kita. Begitu 13:13 mereka mengekspor keluar, uangnya mereka 13:15 tidak tarik kembali ya. Tapi mereka 13:17 simpan di bank-bank asing. Akhirnya 13:20 perekonomian kita digerogoti oleh 13:22 oligarki yang makannya besar tapi 13:25 kontribusinya terhadap bangsa negara 13:27 sedikit 13:27 kecil tidak berarti sama sekali. 13:31 Oleh karena itu, kita ingin pasar 13:34 tradisional kembali dihidupkan. 13:36 Kemudian kegemaran untuk 13:40 membeli dan mengkonsumsi produk-produk 13:42 lokal ya diutamakan. 13:45 Oleh karena itu, kita ingin semuanya 13:48 kembali kepada apa? Kepada hasil-hasil 13:51 yang dihasilkan oleh saudara kita, anak 13:53 bangsa kita. 13:55 Dalam cemilan kita bisa mengkonsumsi 13:58 katakan ubi-ubian yang bermacam-macam, 14:02 singkongnya, betul gak? Jagungnya. Asal 14:05 kita kreatif, kita bisa menghasilkan 14:07 berbagai macam jenis menu dari 14:09 bahan-bahan dasar tersebut, termasuk 14:10 dari talas. Betul gak? 14:12 Iya. supaya anak kita semenjak kecil 14:14 terbiasa dengan makanan lokal lidahnya. 14:17 Bukan semenjak kecil terbiasa dengan 14:19 McDonald's, kentaki, Supermie, Indomie 14:23 yang sebagian besarnya 14:25 untuk membeli bahan bakunya kita harus 14:27 mengimpor. Seperti Supermi. Kita enggak 14:29 menghasilkan gandum. Betul enggak? 14:33 Anehnya kita harus mengimpor kedelai 14:36 padahal negara kita, tanah kita mampu 14:39 untuk menghasilkan kedelai dengan baik. 14:41 Kalau pemerintah betul-betul fokus 14:45 dalam menjaga amanat Allah, kemudian 14:49 mengembangkan potensi masyarakatnya, 14:51 kemudian juga mengurangi impor, 14:54 mengingatkan kepada anak bangsanya untuk 14:56 berjuang demi bangsa dan tanah air, 14:59 membangun dan menumbuhkan jiwa 15:01 patriotik, pejabat-pejabatnya menjadi 15:03 contoh, menjadi con 15:06 jangan pejabat yang menganjurkan agar 15:08 kita membeli produk lokal, tapi mereka 15:10 sendiri 15:11 hidup dengan gaya hidup yang 15:13 jauh dari apa yang mereka ucapkan juga 15:16 para tokoh, para ustaz, 15:20 para cendikiawan ya juga menjadi contoh. 15:25 Pernah sekali waktu saya mengajar di 15:27 LSPAD 15:30 lalu seusai mengajar saya tidak mau 15:32 terima uang juga tidak minta apa-apa 15:34 dari mereka. Mereka berikan hadiah 15:36 berbagai macam menu makanan dari Holland 15:39 Bakery. Dari mulai cake-nya sampai 15:42 kepada rotinya, ager-agernya. Saya 15:44 mengatakan bukan saya sombong, saya 15:47 tidak terima ini. Lebih baik Anda 15:50 kirimkan buat saya makan-makan yang tadi 15:53 makan ubi, 15:54 kacang rebus, singkong. itu menunjukkan 15:58 betul-betul kecintaan dan kesediaan kita 16:00 pada bangsa dan tanah air. Bukan kita 16:03 anti barang-barang asing, tapi utamakan 16:07 saudara kita. 16:10 Kita bisa produksi dari singkong 16:11 berbagai macam menu seperti zaman dulu 16:13 getuk lindrinya, getuk yang coklatnya. 16:15 Betul gak? 16:16 Kemudian hidupkan kembali makan seperti 16:18 dongkal. 16:19 Pada saat-saat dingin kita makan dongkal 16:21 kan nikmat sekali kan. 16:22 Belum dari sisi kesehatan. 16:23 Dari sisi kesehatan lebih apa? Dan semua 16:26 makan yang dihasilkan dari bumi kita ini 16:29 itu lebih sehat, lebih cocok dengan 16:31 tubuh kita. Makanya yang dihasilkan di 16:34 daerah subtropis ya itu cocok untuk 16:37 penduduknya. 16:38 Iya. 16:39 Jadi setiap makanan Allah tumbuhkan di 16:41 satu tempat sesuai dengan kebutuhan dan 16:43 kondisi apa? 16:45 Kondisi daripada apa? Dari 16:50 kesehatan dan kebutuhan penduduknya. 16:53 Oleh karena itu kita ini yang tidak 16:55 menghasilkan gandum 16:58 Allah kasih subhanallah mereka yang 17:00 makan roti seringki mengalami alergi 17:02 akibat gluten. 17:03 Iya. 17:03 Betul gak? Seringki mengalami bahkan 17:06 penyakit maah di antara sebab 17:08 penyebarannya adalah barang-barang 17:10 tepung semacam ini. 17:12 Jadi kita ingin kembali bagaimana para 17:14 ustaz memberikan edukasi kepada 17:16 masyarakat di bawah. 17:19 Kemudian para tokoh, orang-orang 17:21 kayanya, coba mari bersama-sama kita 17:23 berkreasi untuk menghasilkan berbagai 17:25 macam menu makanan kebutuhan yang 17:28 dihasilkan dari bahan baku lokal, 17:32 diproduksi secara lokal, kemudian 17:35 uangnya berputar di antara kita hingga 17:36 uang kita tidak akan tidak akan pergi 17:39 keluar. 17:41 Tapi yang terjadi sekarang seperti yang 17:43 saya sebutkan dalam pertemuan yang lalu, 17:45 defisit transaksi berjalan yang amat 17:47 mengerikan. 17:49 Di mana kita tahu barang-barang asik 17:52 masuk ke Indonesia 0%. 17:55 Saya dengar katanya produk Amerika masuk 17:56 ke Indonesia% 17:58 dengan 0%. Sedangkan produk kita kalau 18:01 kita mau jual ke Amerika dikenakan 19%. 18:03 Bayangkan coba. 18:06 Akhirnya 18:08 kita lebih banyak mengkonsumsi ya, lebih 18:11 banyak menggunakan barang-barang asing 18:13 yang duitnya semua bakal pergi ke negara 18:15 mereka. Kita berikan subsidi untuk 18:17 negara mereka pada saat negara kita 18:19 sedang membutuhkan apa? 18:21 Uang tersebut. Ini kan kezaliman. 18:24 Kezaliman yang luar biasa. Nah, ini 18:26 sekedar ee mengeluarkan unek-unek. 18:30 Sekarang kita mau bicara tentang solusi 18:33 dan jalan keluarnya. 18:36 Kita di Indonesia mayoritas umat yang 18:39 beragama. Baik beragama Islam ada yang 18:43 mengikuti ee yang makluk agama Katolik, 18:46 ada yang memeluk Protestan ya, ada juga 18:48 orang Buddhanya ya. 18:51 Nah, di sini kita harus paham 18:54 betul-betul bahwa alam semesta ini dan 18:57 seluruh isinya 18:59 dari mulai bintang-bintang di angkasa 19:04 sampai kepada apa? Hewan yang melata. 19:07 Tumbuh-tumbuhan hewan semua tidak lepas 19:10 daripada kendali Allah. 19:13 Oleh karena itu, kelapangan dan 19:15 kesempitan tidak lepas dari izin Allah 19:18 dan kehendaknya. 19:20 Begitu juga kemudahan dan kesulitan. 19:24 Apabila orang beriman dan bertakwa, 19:27 Allah berjanji untuk membuka pintu 19:29 rahmat keberkahannya dari langit dan 19:31 bumi. Tapi begitu seorang fasik, 19:35 maka pada saat itu langsung rahmat 19:37 keberkahan akan diangkat oleh Allah. 19:40 Sebagaimana firmannya, 19:42 walau anna ahlal qura amanu wattaqau 19:45 lafatahna alaihim barokati minasama. 19:49 Apabila penduduk-penduduk negeri beriman 19:51 bertakwa, kami pasti akan bukakan bagi 19:55 mereka keberkahan kami dari langit 19:57 maupun bumi. 19:59 Walakin kadzabu. Tapi karena mereka 20:01 mengingkari Allah yang menciptakan 20:04 mereka, 20:05 yang menjaga mereka, melimpahkan 20:07 rezekinya bagi mereka. Faaknahum bima 20:10 kamu yafsukun. Kami hukum mereka 20:13 disebabkan kefasikan mereka. 20:16 Nah, yang dialami oleh anak bangsa kita 20:18 ini dari kemiskinan, kesulitan hidup, 20:21 kelangkaan, lapangan, pekerjaan, arus 20:23 PHK. 20:25 Sebab utamanya kita lupa pada Allah dan 20:28 hidup dalam kefasikan. Arti fasik keluar 20:31 dari jalan Allah. 20:33 Karena kita lupa kepada Allah untuk 20:35 bersyukur padanya, menghormati kerajaan 20:38 Allah. Ini alam semesta merupakan 20:40 kerajaan Allah. Oleh karena itu, Allah 20:42 harus kita utamakan, kita hormati, kita 20:46 mengikuti keridaannya, menjauhkannya 20:48 dari perbuatan-perbuatan fasik dari 20:51 mulai korupsi. Ini kan perbuatan fasik, 20:55 korusi, 20:57 nepotisme, ya 20:59 ketidakadilan, 20:59 ketidakadilan, 21:02 perbuatan khianat. Ini merupakan 21:03 perbuatan fasik. Di samping banyak dari 21:05 kita yang meninggalkan salat, melakukan 21:09 perbuatan maksiat, dosa-dosa yang besar. 21:13 Ini yang menjadi penyebab menyempitnya 21:16 rezeki sebagai peringatan dari Allah 21:18 kalau Allah masih sayang pada kita. Tapi 21:20 kalau Allah tidak sayang pada kita, 21:22 semakin dia bermaksiat, Allah biarkan 21:24 dia semakin maju. 21:26 Sampai akhirnya datang azab Allah yang 21:28 mengerikan. istidraj itu 21:30 jadi istidraj begitu dia bermaksiat 21:32 karena Allah sudah sama sekali tidak 21:34 peduli padanya, Allah buka pintu 21:37 rezekinya seluas-luasnya 21:40 semakin maju. Ada seorang pengusaha, 21:44 seorang pengusaha 21:46 yang sering membangun hotel, dia berkata 21:48 apa? 21:49 Kenapa setiap kali saya itu bermaksiat, 21:53 melakukan perbuatan dosa, rezeki saya 21:55 semakin maju, 21:57 semakin berkembang? 22:00 dipanggil Datuk dia. 22:03 Tapi apa yang terjadi? Yang terjadi 22:06 semua itu hanya merupakan istidraj. Dia 22:08 meninggal dunia tidak membawa apa yang 22:10 pernah dibanggakan. Dia akan berhadapan 22:13 dengan Allah menghadapi kenyataan yang 22:15 pahit dan mengerikan. 22:18 Sering orang kaya ini lupa diri. Dia 22:21 beranggapan dia kuat. 22:24 Begitu dia mulai digerogoti oleh 22:25 penyakit. 22:27 Ya. Apa yang terjadi ketika mendapatkan 22:31 vonis dari dokter bahwa terjadi kanker 22:34 pada ususmu, 22:37 mulai gelisah dia. Dia berusaha menoleh 22:40 ke sana kemari apa yang bisa digunakan 22:41 untuk menyelamatkan dirinya. 22:44 Ternyata sudah berada pada stadium 22:45 akhir. 22:48 Ada yang terkena kanker paru-paru, 22:50 kanker hati, kanker sums-sum tulang. 22:54 Subhanallah. Pada saat itu baru dia 22:56 menyadari selama ini dirinya tertipu, 22:58 terpedaya. Betapa lemahnya dirinya di 23:01 hadapan kekuasaan Allah Subhanahu wa 23:03 taala. 23:06 Oleh karena itu, jangan sampai kita 23:08 mengalami keadaan kondisi seperti ini. 23:12 Pada saat itu kita akan menyesal, 23:15 berputus asa. Apa yang kita kumpulkan 23:18 walaupun banyak tidak bisa menyelamatkan 23:20 kita. Tapi sedikit dalam keridaan Allah 23:23 membuat hati tenteram, membuat kita 23:24 dijauhkan dari berbagai macam bala dan 23:27 adab. 23:29 Bapak mantan presiden kita yang bekerja 23:32 selama 10 tahun mengumpulkan harta 23:35 pengaruh kekuatan, sedikit demi sedikit 23:38 apa yang dimiliki juga akan digerogoti 23:40 kesehatannya digerogoti oleh penyakit. 23:43 Belum lagi serangan, tudingan, cacian, 23:46 makian yang membuat dia tidak dapat 23:48 hidup tenang. itu di dunia. Kalau benar 23:51 tudingannya, maka dia akan menderita 23:54 dunia dan akhirat. Belum lagi dalam 23:56 kuburnya nanti, belum lagi di hari 23:58 akhirat akibat penyalahgunaan kekuasaan 24:01 terhadap rakyatnya. Membuat rakyat 24:04 miskin menjerumuskan negara dalam hutang 24:07 yang menghilangkan kemerdekaannya. 24:09 Akhirnya didiktai oleh pihak asing 24:11 karena kita tidak merdeka. 24:15 Jadi pertama-tama bagi mereka yang 24:18 mengalami PHK, jangan berputus asa. 24:22 Kalau selama ini kamu beranggapan 24:24 pekerjaan kamu yang memberikan rezeki 24:26 kepada kamu, kamu lupa pada Allah bahwa 24:29 Allahlah sang pemberi rezeki. Maka 24:31 kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. 24:34 Kamu bertobat, 24:36 kamu kembali bersyahadat, 24:39 keluar dari syirik sebelumnya, 24:40 menganggap seolah-olah pekerjaan dan 24:43 manusia itu yang memberikan kehidupan 24:45 pada kamu. Kembali kamu bersyahadat, 24:47 mengucapkan dua kalimat syahadat, 24:50 bertobat kepada Allah dan katakan, "Ya 24:53 Allah, aku mohon ampun kepada-Mu atas 24:56 dosa kesalahanku dan kelalaianku 24:58 sebelumnya. 25:00 Aku kembali kepadaMu, ya Allah. Aku 25:03 hanya menjadikan Engkau sebagai harapan 25:05 dan tumpuan hidupku. Aku berlepas tangan 25:08 dari selainmu. Ya Allah, bukakan aku 25:11 pekerjaan dan rezeki yang luas yang 25:14 dapat membuat aku hidup terhormat 25:17 berjalan di atas keridaan-Mu. Dan kau 25:19 selalu mengingatkan aku bahwa sebetulnya 25:23 dalam hidup ini Engkaulah sang pemberi 25:25 nikmat tanpa sekutu yang telah 25:27 melimpahkan nikmat-Mu atas kami selama 25:29 ini. anugerahkan kami rezeki yang halal, 25:32 pekerjaan yang halal yang penuh 25:34 keberkahan dan jadikanlah hati kami 25:37 sepanjang hidup kami hingga akhir hayat 25:39 ini selalu betul-betul menambatkan hati 25:42 kami kepada-Mu dan tidak mempersekutukan 25:45 Engkau. Ini penting betul-betul untuk 25:48 menyadari kesalahan dan kembali kepada 25:51 Allah. 25:53 Pekerjaan jauh dari kita. Tapi kalau 25:56 Allah bersama kita, sekejap pun Allah 25:58 tidak pernah meninggalkan kita. 26:01 Cuma Allah menunggu kita sadar dan 26:03 kembali kepadanya. Wahua maakum ainama 26:06 kuntum. Dia bersama kalian di mana pun 26:08 kalian berada. Coba kamu angkat tangan 26:10 mohon ampun pada Allah. Mohon 26:12 petunjuknya, mohon cahaya penerangan dan 26:15 hidayahnya. Setelah kamu lakukan hal 26:17 ini, lalu kamu cari kira-kira 26:21 evaluasi 26:23 kemampuan kamu. Apa yang paling kamu 26:26 sukai dari pekerjaan? Pekerjaan bukan 26:29 hanya bekerja di kantor, baik di 26:30 perusahaan pemerintah atau perusahaan 26:32 swasta, kamu diberikan potensi yang luar 26:34 biasa. 26:36 Coba evaluasi kemampuan kamu. Lalu kamu 26:40 pilih apa yang kamu suka. Lalu kamu 26:43 mulai pekerjaan kamu. Jangan merasa 26:45 minder atau kecil dengan pekerjaan yang 26:47 kamu lakukan. Selagi dia pekerjaan yang 26:50 halal yang kamu sukai, itu yang terbaik 26:52 buat kamu. 26:54 Dan berbagai macam lapangan pekerjaan 26:57 tersedia buat kita. Bukan hanya sekedar 27:00 menjadi pegawai 27:01 yang menerima gaji bulanan ya, di mana 27:05 harapan kita akhir bulan menerima gaji 27:09 kita atau awal bulan. Begitu terputus, 27:13 maka putuslah harapan kita. Banyak orang 27:16 yang gila karena di PHK. 27:19 Banyak orang yang tadinya stabil berubah 27:21 menjadi orang tidak waras, berperilaku 27:23 tidak baik pada keluarganya. 27:26 Bahkan banyak orang yang diceraikan oleh 27:27 istrinya, "Kamu sudah tidak berguna sama 27:30 sekali, tidak mampu untuk menjadi pilar 27:33 rumah tangga." Jadi, kita lihat 27:35 bagaimana orang kalau menggantungkan 27:36 hidupnya kepada selain Allah Subhanahu 27:38 wa taala, dia akan kecewa dan kehilangan 27:41 harapan. Tapi kalau bersama Allah 27:44 Subhanahu wa taala, seandainya langit 27:46 runtuh, Allah akan lindungi dirinya. 27:49 Seandainya seluruh sebab tertutup, Allah 27:53 kuasa untuk membuka dari jalan yang tak 27:55 terduga. Lihat Sayidah Hajar di padang 27:57 yang tak bertuan. 27:59 Ibadah sah itu pendidikan. S itu artinya 28:02 berusaha pendidikan untuk mendidik kita 28:04 agar tidak berputus asa. Walaupun dalam 28:06 kondisi yang bagaimanapun juga. Masa 28:09 kita tidak merasa malu 28:11 tempat di mana Sayidah Hajar ditempatkan 28:15 oleh Allah tanah yang kering kerontang 28:18 tak terdapat air maupun tumbuhan. 28:20 Sedangkan kita di Indonesia di daerah 28:22 yang subur. Betul enggak Pak? Negara 28:26 yang subur ya. Sampai orang bilang besi 28:29 saja kalau ditanam bisa apa? 28:32 Bisa tumbuh melahirkan kayu besi. 28:36 Iya. Saya ingat nyanyian oma Irama 135 28:39 juta dulu ya, 28:40 penduduk Indonesia. 28:41 Tongkar dimasukkan ke dalam tanah bisa 28:43 menghasilkan apa? 28:45 Bisa menghasilkan tumbuhan. Tapi jangan 28:46 hanya sekedar slogan. 28:49 Yakinlah kalau kita bersama Allah, Allah 28:52 akan membimbing kita menuju kehidupan 28:55 yang lebih baik. Jangan pernah kamu 28:58 berlepas tangan dari Allah. Jangan 29:00 pernah hatimu kamu hadapkan pada selain 29:02 Allah hingga kamu tidak bingung menoleh 29:04 ke sana kemari. di depan kamu. Harapan 29:07 kamu dekat dari kamu. Bukan hanya pada 29:09 saat kamu di siang hari, bahkan setiap 29:12 saat di malam hari pun Tuhanmu tidak 29:14 pernah meninggalkan kamu. 29:17 Oleh karena itu, Pak Syafi kita lihat 29:19 dalam surah Aljumah 29:22 pada akhir suratul Jumah 29:25 Allah Subhanahu wa taala setelah 29:27 memanggil orang untuk berkumpul dalam 29:29 salat Jumat, berkumpul bersama-sama 29:31 mendengarkan nasihat, wasiat untuk 29:33 kembali kepada Allah. 29:36 Seusai salat mereka diperintahkan untuk 29:38 menyebar, 29:41 mencari karunia. 29:42 Kemudian mereka di samping berusaha 29:45 berzikir kepada Allah Subhanahu wa 29:47 taala. 29:50 Ya. Ya ayyuhalladzina amanu numil 29:55 jumtiikrillahumirakumam. 30:01 Wahai orang yang beriman, apabila kalian 30:04 diseru, diajak untuk berkumpul pada hari 30:08 Jumat, jumuah itu menggambarkan hari 30:11 umat Islam berkumpul bersama-sama. 30:14 Di samping mereka melakukan salat di 30:15 musala masing-masing, pada hari Jumat, 30:18 mereka meninggalkan musala, mereka 30:20 bersama-sama berkumpul di masjid jamik, 30:24 mengukuhkan persaudaraan, 30:26 kemudian menumbuhkan rasa rahmat, 30:28 kecintaan di hati mereka. Lalu khatib 30:31 memberikan nasihat, wasiat untuk 30:33 bertakwa, mengingatkan mereka bekerja 30:36 sama bersatu di jalan Allah. 30:39 Lalu tinggalkan semua perdagangan kamu, 30:41 jual beli kamu. 30:45 Dalikum khairul lakum in kuntum tamamun. 30:48 Itu akan lebih baik bagi kalian kalau 30:49 kalian tahu. Kalian tinggalkan 1 jam 30:52 untuk salat, mendengarkan khotbah, tapi 30:55 janji hadiah dari Allah setelah ini 30:58 Allah berikan kalian rezeki yang luas. 31:01 Begitu salat diselesaikan, 31:04 menyebarlah di muka bumi sesuai dengan 31:06 bidang masing-masing. 31:12 Dan banyak-banyaklah kalian berzikir 31:14 kepada Allah agar kalian beruntung, 31:17 sukses dalam usaha kalian. 31:21 sambil dia berdagang, sambil dia 31:22 berzikir. 31:25 Itu subhanallah 31:27 terbukti 31:28 keampuhannya. 31:32 Kita 31:33 mungkin sering atau kalau orang 31:36 berangkat ke Singapura mungkin dia suka 31:37 mampir di pusat perbelanjaan yang 31:39 bernama Mustofa Syamsuddin. 31:42 Mustofa 31:43 Syamsuddin seorang pedagang yang berasal 31:47 dari India. 31:50 Orang ini pertama kali usaha dia usaha 31:54 ti tarik to. 31:57 Dia minta izin untuk berdagang di depan 32:01 sebuah toko. Mungkin dia bayar juga. 32:04 Jadi dia menjual teh yang siap saji 32:07 untuk diminum. 32:10 Kalau tidak ada pembeli, dia membaca 32:11 Al-Qur'an. 32:13 Sampai Allah kasih dia hafal Al-Qur'an. 32:17 Kalau ada pembeli dia melayani mereka. 32:19 Selesai itu dia selalu berzikir membaca 32:22 Al-Qur'an. 32:23 Subhanallah. 32:25 Tahu-tahu 32:27 dari seorang pedagang Too yang numpang 32:29 di depan sebuah tokoh tidak lama 32:31 kemudian dia bisa sewa toko. Dari sewa 32:35 tokoh kemudian dia membeli toko. 32:40 Allah berikan rezeki dari jalan yang tak 32:42 terduga-duga. Waman yattaqillah 32:43 yaj'alahu makhraja. yang bertakwa pada 32:45 Allah, Allah akan berikan jalan keluar. 32:47 Wararzu min haitsu la yahtasib. 32:50 Allah bisa memberikan rezeki dari jalan 32:53 yang tak terduga-duga. 32:55 Allah kasih. Subhanallah, Pak Syafrin. 32:58 Saya kebetulan mengikuti perkembangan ee 33:01 Mustofa Syamsuddin yang menakjubkan ini. 33:06 Dulu saya sering bolak-balik ke 33:07 Singapura untuk berdakwah. 33:10 Untuk berdakwah. 33:12 kira-kira ya mungkin tahun 90 sekian 33:16 akhirnya 2000an itu setiap tahun saya 33:19 tinggal di sana 2 minggu 10 hari 33:23 saya datang berbelanja ke Mustofa 33:25 Syamsuddin pada saat itu tokonya hanya 33:28 kira-kira mungkin panjangnya sekitar 50 33:31 m 50 33:33 meter kalau enggak salah tiga lantai. 33:36 Pada saat itu kita berbelanja ke sana 33:38 untuk beli sparep ya, baterai-baterai 33:42 yang agak langka sedikit. Saya temukan 33:44 berbagai macam jenis makanan bumbu-bumbu 33:47 terdapat tersedia di sana. 33:50 Lalu sekian lama saya tidak ke Singapura 33:52 saya datang ke sana lagi. Ternyata apa? 33:55 Itu hampir satu wilayah jadi milik 33:57 mereka semuanya. 33:59 Mereka beli toko-toko di sebelahnya ya. 34:04 Sampai kalau kita berjalan muter, kita 34:07 merasakan rasa letih yang luar biasa. 34:09 Mereka sediakan berbagai macam jenis 34:11 barang. 34:13 Jadi tokoh-tokoh itu bersambung ya. 34:16 Kalau bawahnya enggak bersambung, 34:17 atasnya bersambung, itu menjadi milik 34:19 mereka semuanya. 34:22 Dari mulai barang-barang murah sampai 34:24 barang-barang yang mahal. Dari mulai 34:26 bumbu-bumbu ya yang sesuai kita dapatkan 34:29 di tempat lain, di sana kita dapatkan 34:31 barang-barang tersebut. 34:33 Allah kasih subhanallah menjadi pusat 34:35 perbelanjaan yang luar biasa. 34:38 Hotel-hotel yang tadinya berbintang tiga 34:41 bisa sama harganya dengan bintang lima. 34:42 Karena apa? Karena mereka ingin 34:44 berbelanja di sana. Orang kalau turun di 34:46 airport ada shuttle bas yang 34:48 mengantarkan mereka kalau transit untuk 34:50 berbelanja di Mustfa Syamsuddin. 34:54 Berawal dari seorang bapak ya yang 34:57 berdagang to sambil membaca Al-Qur'an. 35:01 Dan ini sudah diterangkan dalam surah 35:03 Fatir. Innallina 35:05 kitaballah 35:07 wau 35:18 sesungguhnya orang yang membaca 35:20 ayat-ayat Allah, 35:22 membaca ayat-ayat merenungkannya lalu 35:25 mendirikan salat berjamaah dan mereka 35:28 juga apa? membiasakan diri mereka 35:31 berinfak, menginfakkan sebagian nikmat 35:34 karunia yang Allah berikan pada mereka. 35:37 Setiap hari dia tetapkan dirinya untuk 35:39 berinfak 35:42 sesuai dengan kemampuan dia. Jangan 35:44 tunggu kaya baru berinfak. Karena satu 35:47 infak yang dikeluarkan dibalas 10 hingga 35:49 700 kali lipat. Ada enggak deposit yang 35:52 sebesar itu? 35:53 Tidak ada. 35:54 Allah kasih Kang Rizal. 35:57 Ketiga hal dipraktikkan oleh Syamsuddin 35:59 dari mulai membaca ayat Allah, 36:01 mendirikan salat, kemudian berinfak. 36:05 Allah janjikan yarjuna tijaratan lan 36:07 tabur. Mereka akan selalu mengharapkan 36:10 perdagangan yang tidak akan pernah 36:11 bangkrut untuk selama-lamanya. Allah 36:14 akan membalas, melunasi balasan mereka, 36:16 bahkan menambahkan dari karunianya. Dia 36:18 maha pengampun lagi maha penyukur. Saya 36:21 teringat berhubungan dengan hal ini. 36:24 Seorang teman saya Allah yarhamu sudah 36:25 meninggal dunia belum lama ini. Dia 36:27 bilang, "Ustadz, ada enggak dalam Quran 36:29 petunjuk 36:31 untuk 36:33 membuat usaha kita ini berkah dan maju?" 36:35 Saya bilang, "Ada." 36:37 Kebetulan dia pengusaha alat-alat 36:39 kesehatan, usahanya sedang sepi yang 36:41 luar biasa. 36:44 Saya bacakan ayat tadi. Kamu amalkan ini 36:47 insyaallah Allah bukakan pintu rezeki. 36:48 Dan orang imang dharmawan suka membantu. 36:51 Langsung semenjak saat itu 36:53 sebelum subuh dia bangun qiyamulail 36:56 kemudian membaca Al-Qur'an. Setelah 36:59 salat subuh kembali dia membaca 37:00 Al-Qur'an. Kemudian setelah itu 37:02 istirahat sebentar. Pagi-pagi dia 37:04 berangkat ke kantor. Dia sudah siapkan 37:07 beras 5 kilo, 5 kilo. Uang ada yang 37:10 Rp100.000, Rp200.000. 37:13 ketemu orang-orang susah atau disuruh 37:16 sopirnya untuk mengantarkan ke mereka 37:18 orang-orang yang susah. 37:20 Jadi resep pada ayat tadi diamalkan 37:23 membaca kitab Allah, ini ayat-ayat 37:26 Allah, 37:27 mendirikan salat dan berinfak. 37:30 Orang kalau ingin kaya tapi malas untuk 37:32 berinfak, kalah sama pengusaha-pengusaha 37:34 Chinese yang infaknya besar. 37:39 Tidak lama kemudian ini kira-kira enggak 37:40 sampai 2 minggu, 3 minggu atau dibilang, 37:43 "Ustah 37:45 saya dapat kontrak. 37:48 Saya dapat kontrak 37:51 dari orang yang punya hubungan ke rumah 37:52 sakit. Ketika datang kepada saya, saya 37:55 bilang, "Saya tidak akan sama sekali 37:59 berdagang dengan cara kebohongan." 38:01 Jadi kalau kamu minta katakan dari 38:04 proyek dua bon, satu yang real, satu 38:07 lagi double invoice, saya enggak mau. 38:09 Dia bilang, "Enggak, saya beli barang 38:11 kamu. Urusan masukan ke rumah sakit itu 38:13 urusan saya." 38:16 Allah kasih terjadi kesepakatan kontrak. 38:20 Dia mengimpor barang-barang ya atau alat 38:23 kesehatan masuk ke rumah sakit. langsung 38:26 pada saat itu dia membeli beberapa rukoh 38:28 dari kontrak membeli beberapa ruko dan 38:30 selalu tidak lupa selalu dengan nikmat 38:33 yang Allah berikan padanya dia berbagi. 38:36 Jadi kalau kita menggunakan kemampuan 38:39 kita saja, usaha kita, pikiran kita, 38:41 kita di tengah-tengah tantangan hidup 38:42 nih berat, saingan banyak. Betul gak? 38:46 Belum tentu barang yang kita produk 38:48 orang suka. Tapi kalau kita cari 38:50 keridaan Allah, barang kita yang enggak 38:52 berarti orang bisa suka. 38:53 Iya. Allah gerakkan hati orang untuk 38:55 membeli. 38:56 Jadi kesimpulannya 38:58 kita rayu Allah Taala. Jangan merayu 39:01 manusia. Kita menjunjung tinggi manusia. 39:04 Menggantungkan hidup kita kepada mereka 39:06 yang tak kuasa untuk menyelamatkan kita. 39:08 Bahkan di saat dia krisis kita diphk. 39:11 Pada saat dibutuhkan, kita digaji dengan 39:12 rendah. Betul gak? 39:13 Iya. 39:14 Kenapa enggak datang kita bermunajat 39:15 pada Allah? Bangun di waktu malam kita 39:19 menangis meratap di hadapan Tuhan kita 39:21 pencipta kita yang maha pengasih. Dan 39:23 subhanallah kita tidak akan hina. Malah 39:25 kita dekat dengan Allah semakin mulia. 39:26 Coba kita meratap di hadapan manusia. 39:29 Jadi 39:30 kehinaan. Jadi kembali pada Allah, baca 39:34 ayat Allah, berzikir kepadanya dalam 39:36 usaha-usaha kita. Dan jangan berkecil 39:38 hati. Usaha kita yang kita usahakan 39:40 sambil mengingat Allah, usaha yang 39:43 langsung 39:45 ditangani oleh Allah. 39:47 Baca bismillahirrahmanirrahim. 39:50 Apa yang kita lakukan? langsung teriring 39:52 rahmat dari Allah yang maha pengasih 39:54 lagi maha penyayang. Jadi pertama-tama 39:57 kita bertobat kembali kepada Allah 40:00 kemudian berlepas tangan dari syirik 40:03 yang selama ini wali iyadzubillah 40:05 membuat kita beranggapan seolah-olah 40:07 apa? Seolah-olah kita ini ya hidup 40:11 bergantung kepada mereka. 40:16 Sampai kalau bosnya panggil tidak pernah 40:18 ragu-ragu. Bahkan salat ditunda. 40:21 Salat ditunda sampai liwat waktunya. 40:24 Terus bagaimana Ustaz? Kita kan 40:26 bergantung sama bos kita. Allah juga 40:28 tahu kelemahan kita. 40:30 Nah untuk lapangan pekerjaan sebetulnya 40:33 banyak di hadapan kita. 40:36 Ada seorang ya menanam dari tamannya 40:39 sedikit saja. Dia menanam di pot ya 40:43 menggunakan pakai plastik apa namanya? 40:44 Olibag. 40:45 Pobag. 40:46 Iya. 40:46 Dia menanam 40:49 cabe rawit. 40:51 Diberikan pupuk dengan baik disirami. 40:53 Dia menanam kira-kira 100 pobag. 40:57 Tapi ternyata dia selalu betul-betul 41:00 ingat kepada Allah. Allah jadikan 41:02 pohon-pohonnya betul-betul menghasilkan 41:04 cabe yang luar biasa 41:05 sampai seolah-ah daunnya berganti dengan 41:07 buah. 41:08 Masyaallah. 41:08 Luar biasa. 41:10 Kebetulan ketika panen hasilnya cabai 41:13 sedang mahal. Cabai rawit bisa sampai 41:15 Rp10.000. 41:16 Iya. 41:17 Sampai bakso karena enggak pakai cabai 41:18 gara-gara itu kan. 41:19 Iya. 41:20 Jadi Allah kasih dengan 100 pibag dia 41:23 bisa menghasilkan uang yang lebih besar 41:25 daripada pendapatan yang diterima dari 41:27 pekerjaannya. 41:29 Dan itu kan enggak butuh macam-macam. 41:31 Betul enggak? taruh di rumah bisa 41:33 istrinya yang menyiram, bisa dia. Dan 41:36 itu ada kenikmatan kita bekerja, menanam 41:39 sesuatu tumbuh di hadapan kita kelihatan 41:41 jelasnya. Dan pada saat itu kita hanya 41:44 bergantung pada Allah Subhanahu wa 41:46 taala. 41:47 Dari mulai usaha seperti ee pertanian, 41:51 kita bisa memilih berbagai macam. Bahkan 41:53 di rumah kita ya ada orang punya 41:56 pertanian di atas dak rumahnya. 41:58 Kebetulan di atas dibikin dak kemudian 42:01 isinya semua pibag rumahnya. 42:04 Ternyata bisa menghasilkan macam-macam. 42:07 Bukan hanya cabe rabut bahkan dia bisa 42:10 aduh bisa menanam 42:13 cabe yang besar tuh yang bulat yang 42:14 mahal apa? Yang harga satu biji bisa 42:15 R.000. 42:16 Paprika. 42:16 Paprika. 42:17 Oh mahal 42:19 paprika. Tanam paprika sem paprika 42:22 sekalian dua-duanya untuk menghasilkan 42:24 apa? Arti kalau kita mau terbuka yang 42:26 penting harus bersama Allah, 42:28 hati bersama Allah berzikir kepada 42:30 Allah. Apa saja yang ditangani oleh 42:32 orang yang selalu ingat Allah pasti 42:34 diberkahi. Ini pasti pasti diberkahi. 42:38 Saya rasakan sendiri. Jangan lupa Quran 42:41 dirikan salat berinfak. Jangan hanya mau 42:44 diberikan rezeki sama Allah tapi dia 42:46 pelit pada orang lain. 42:48 Kemudian berikan juga motivasi buat 42:51 orang lain. Berikan kabar gembira. 42:53 Jangan kamu takut disaingi. 42:54 He. 42:55 Ketahuilah 42:56 Allah kasih rezeki Allah amat luas. 42:58 Jangan kamu pernah berpikir takut 43:00 disaingi. Berikan motivasi saudara kamu 43:02 melakukan hal yang sama. Begitu juga di 43:05 antaranya menanam toge. Toge gampang 43:07 enggak? 43:07 Gampang sekali. 43:09 Satu orang bisa menghasilkan toge 43:11 bertont-ton. 43:12 bertont-ton itu dia bagi ada yang hari 43:15 Senin dipanen, ada yang hari Selasa 43:17 dipanen dari kacang hijau hanya 43:19 membutuhkan penyiraman di tempat yang 43:21 sejuk menghasilkan toge yang luar biasa 43:24 tinggal dia cari pasar. 43:26 Iya. 43:26 Nah, ini pentingnya kita bekerja sama 43:29 berkolaborasi antara yang menanam antara 43:32 suppliernya. Betul gak? Antara supplier, 43:34 antara distributor jangan kita kuasai 43:36 juga. Sudah kita menanam menghasilkan 43:39 distributor kita ambil alih juga. Enggak 43:41 berikan apa? 43:42 Berbagi. 43:43 Berbagi. Jangan kita bangun rumah 43:46 pangkalan kita punya juga. 43:48 Kemudian kita jadi supplier juga. Jadi 43:51 berikan kesempatan buat orang lain untuk 43:53 berbagi rezeki. Itu yang akan diberkahi 43:54 oleh Allah Subhanahu wa taala. Jangan 43:57 dari hulu kehilan kita kuasai. seperti 43:59 kerakusan sebagian orang 44:02 dari mulai kulit ee ee apa ee catatan 44:05 umpamanya apa namanya ee 44:09 pertanian tadi kemudian hasil taninya 44:11 kan bisa dikelola oleh apa? 44:14 Oleh saudara-saudara kita. Seperti yang 44:16 pernah saya sering contohkan orang kalau 44:18 bikin gado-gado itu menampung hasil yang 44:21 cukup banyak. 44:22 Iya. 44:22 Yang menanam togenya, kacang panjangnya, 44:24 kemudian kangkungnya, kemudian gula 44:27 arennya. Tambah lagi kacangnya. Betul 44:29 enggak? 44:30 Satu mangkok menampung. 44:32 Nah, ini kita biasakan bagaimana kita 44:35 biasakan mengkonsumsi apa? Ini perlu 44:37 peran edukasi dari para ulamanya, dari 44:40 para tokohnya. Mereka menjadi contoh 44:42 yang baik bikin bazar-bazar semuanya 44:45 merupakan apa? Produk lokal. 44:47 Kalau perlu hidupkan kembali kerak 44:49 telurnya, 44:50 iya getuknya, pameran makanan lokal. 44:53 Biar orang-orang yang baru sekarang ini 44:54 kenal bahwa kita ini bisa menghasilkan 44:57 berbagai macam jenis menu yang tidak 44:59 kalah enaknya dibandingkan makanan luar. 45:01 Makanan luar kalau kita makan efek 45:03 sampingnya banyak mengandung MSG yang 45:05 cukup tinggi. Betul enggak? Lemak 45:07 jenuhnya yang dulu orang kita enggak 45:10 dengar 45:11 banyak kena penyakit jantung. Sekarang 45:12 harta anak kecil kena penyakit jantung. 45:14 Bahkan kucing kena penyakit jantung. 45:16 Bayangkan coba. 45:18 Jadi dari mulai usaha pertanian kemudian 45:21 hasil taninya coba kreatif kita kelola 45:25 singkong. Jangan hanya jual singkong 45:27 saja. Bagaimana kita bisa mengelola 45:31 dengan kreatif hasil singkong menjadi 45:33 berbagai macam ilmu. 45:34 I 45:35 ubi begitu juga tales. 45:38 Kenapa kita enggak bisa bikin donat yang 45:41 asalnya kandungannya dari apa? Bisa dari 45:43 singkong, dari ubi. Betul enggak? 45:45 Kemudian untuk menghindari makan yang 45:46 mengandung gluten, penggantinya 45:48 ubi-ubian, singkong-singkongan. Betul 45:50 gak? Kan? Cukup bagus. 45:53 Jadi berbagai macam menu bisa. Kemudian 45:56 toge. Coba pengusaha toge goreng 45:58 sekarang sudah menghilang sekarang. 46:00 Padahal ini menu yang cukup nikmat dan 46:03 sehat 46:05 akan menghidupkan orang-orang yang 46:07 dagang tauconya. 46:08 Iya. 46:08 Yang dagang toge gorengnya. Betul gak? 46:10 Yang bikin ketupatnya. Kalau perlu yang 46:12 bikin ketubat orang lain. Jadi dari ini 46:15 aja bisa betul-betul apa? menghidupkan 46:19 dan menghasilkan lapangan pekerjaan yang 46:21 cukup banyak. Kemudian di samping 46:24 pertanian kuliner 46:27 kuliner katakan ada kantor-kantor yang 46:29 butuh katakan catering. Kita bisa 46:31 sediakan untuk kebutuhan makanan dia 46:33 yang sederhana, menguntungkan, tapi 46:35 enggak mahal. Karena kalau pegawai kecil 46:37 harus beli barang-barang mahal sekali 46:39 makan R.000 kan berat. 46:40 Berat. Kita bisa sediakan menu sederhana 46:43 ada dagingnya cuma R.000 Rp10.000 46:46 sekarang ada restoran Padang yang murah 46:48 cuma dengan 11.000 dia bisa makan nasi 46:51 pakai daging rendang walaupun enggak 46:52 besar atau telur. 46:55 Tapi kalau harus makan yang R30.000 kan 46:56 berat buat dia. Betul gak? 46:59 Ada menu bahkan yang cuma R.000 sarapan 47:01 pagi cuma 3.000 4.000 seperti nasi uduk 47:04 nasi ulam. Betul gak? 47:05 Iya. 47:06 Sesuai dengan perut orang-orang kita. 47:07 Kalau dikasih roti enggak kenyang. 47:10 Jadi kita siapkan nasi ulam atau nasi 47:12 uduk pagi-pagi sesuai dengan pesanan. 47:14 Sebelum kita sediakan pagi-pagi kita 47:16 berikan 47:18 pilihan mau pilih apa pagi ini. Nasi 47:20 uduk katakan nasi ulam atau mereka mau 47:23 makan bubur ayam, lontong sayur, kita 47:25 bisa produksi atau kita menjadi 47:27 reseller. 47:28 Iya. 47:28 Betul gak? 47:29 Kita hidangkan buat mereka ada 47:30 keuntungan sedikit aja berkah. 47:32 Insyaallah mudah-mudahan. Jadi dari 47:34 mulai kuliner termasuk pedagang 47:36 gado-gadonya, pedagang kredoknya 47:38 hidupkan kembali di mana-mana tempat. 47:41 Kemudian supplier yang membawa berbagai 47:43 macam kebutuhan mereka hingga mereka 47:45 tidak perlu pergi ke pasar tapi mereka 47:46 dapat untung. He. 47:48 Kemudian apalagi, Pak Safil termasuk 47:50 kebutuhan beras di satu kampung. 47:53 H 47:54 tanpa mereka harus apa? Pergi ke pasar 47:58 bisa ada orang-orang ya yang bertugas 48:01 untuk membawa kebutuhan mereka. itu jasa 48:03 titip untuk belanja atau mereka 48:06 menyediakan kebutuhannya. 48:08 Ada pekerja yang mengantar nanti sampai 48:10 ke rumah berasnya, gulanya, minyaknya 48:12 dengan harga yang sama dengan harga 48:14 toko, tapi dia mendapatkan selisih 48:16 karena beli dalam jumlah 48:17 banyak, 48:18 jumlah besar. 48:20 Artinya banyak pekerjaan yang bisa kita 48:22 mulai. Ini hanya sebagai contoh ya. 48:24 Artinya membangun harapan dengan kita 48:27 bekerja bersama Allah yakin Allah akan 48:29 turun tangan betul-betul. Kemudian baik 48:32 kita mengisi memasukkan katering kita ke 48:34 perumahan-perumahan, ke toko-toko 48:38 seperti yang dilakukan banyak saya 48:39 jumpai dulu orang-orang Tionghoa yang 48:41 masih belum punya apa-apa naik sepeda, 48:43 bawa makanan, mengantarkan ke 48:45 tempat-tempat, kantor-kantor dan 48:48 orang-orang iya orang-orang Tionghoa ini 48:50 ya punya kelebihan, punya loyalitas 48:51 kepada bangsa mereka. Jadi mereka hanya 48:54 makan yang dibawakan oleh apa? Orang 48:56 enggak mampu diberikan pekerjaan sama 48:58 mereka. Kalau kita tidak. 49:00 Kita nih orang Indonesia gemarnya 49:02 makan-makan 49:03 asing. 49:03 Asing. 49:05 Jadi berbagai macam kebutuhan. Kemudian 49:08 juga jasa laundri bisa kan 49:10 jasa laundri banyak itu kelowongan 49:12 pekerjaan jasa laundri ini hanya 49:14 membutuhkan katakan mesin cuci triskaan 49:17 sama sabun. 49:18 I 49:18 artinya bisa kerja sama dengan orang 49:20 yang mampu pertama-tama berkolaborasilah 49:22 katakan. 49:23 Kemudian jasa cuci kendaraan bermotor. 49:26 Motor maupun apa? 49:27 Mobil. 49:27 Mobil. 49:30 Allah kasih banyak orang yang punya apa 49:32 namanya mobil cuma malas cuci mobil. Dia 49:35 bisa katakan gimana kalau saya cuikan 49:37 mobilnya? Betul enggak? Satu rumah, dua 49:39 rumah 49:40 dapat 10 rumah aja buat dia apa? 49:43 Sudah lumayan. 49:43 Cuci mobil panggilan saja. 49:45 Iya. Dia tinggal datang pakai motor 49:46 banyak begitu dari rumah ke rumah. Yang 49:48 penting kualitas cucinya cukup bagus. 49:50 Betul enggak? Dia enggak keluar apa-apa 49:52 kecuali cuma sabun 49:54 sama apa? 49:56 Sama mesin cucinya ya. Atau katakan yang 50:00 bekerja untuk membersihkan AC, 50:01 memperbaiki kulkas itu kita sekarang 50:04 bayar untuk membersihkan AC 1 berapa? 50:08 R5.000 sampai Rp80.000 katakan Rp100.000 50:11 satu rumah bisa banyak AC. 50:12 Nah, kalau satu rumah sekali kerja 50:15 sehari 2 hari enggak kerja istilahnya 50:16 kalau begitu. 50:17 I 50:18 kemudian di samping bersikat AC, bersik 50:20 memperbaiki kulkas dan lain sebagainya, 50:22 ini pekerjaan yang tidak membutuhkan 50:23 teknologi yang amat luas. Enggak asal 50:26 kursus pendingin aja dia bisa kuasai hal 50:27 tersebut. Iya, betul. Enggak. Kemudian 50:30 di samping ee ee seperti produk-produk 50:35 dan kerajinan. Ibu-ibu kita bisa ya 50:38 melakukan produk-produk headmade ya atau 50:41 kerajinan-kerajinan yang bisa dijual 50:43 oleh suaminya. Nah, di sini dibutuhkan 50:45 kerja sama antara suami istri. Saya 50:47 kenal satu orang jemah masjid kita. 50:50 Hm. 50:51 Jemah masjid. 50:53 Kerjaannya enggak berat. Suami istri 50:55 kerjaannya dagang nasi kuning, nasi uduk 50:57 di depan laguna. 51:02 Kita bisa lihat tiap salat dia di 51:03 masjid. Dia kalau katakan ee habis kelar 51:09 pagi-pagi di Taman Laguna tu subuh-subuh 51:10 pagi-pagi dijual si kuning, ada sumur 51:13 tahunya, ada lauk-lauknya. Ya, itu 51:15 lokasi enggak sampai jam 08. 9. Habis 51:17 semuanya. 51:19 Pulang ke rumah ya nanti suaminya 51:22 berbelanja. itu barang suami istri tuh 51:24 berbelanja suaminya sediakan di rumah 51:26 istri masak dia bisa ke masjid zuhurnya 51:28 bisa ke masjid asarnya bisa ke masjid 51:30 juga magribnya isyanya kerjaan tidak 51:33 berat tapi hasilnya apa 51:36 nasi kuning semur tahu ya kalau mau ada 51:39 tambahan yang mahal-mahal katakan buat 51:41 kelas tingginya ada empal atau telur 51:43 betul gak 51:44 itu merupakan perdagangan yang murah 51:47 tapi hasilnya apa nah pagi-pagi Kang 51:49 Rizal atau Pak Sag boleh pergi ke Laguna 51:51 pagi-pagi. H 51:53 lihat bagaimana mereka berdagang 51:55 sederhana tapi bisa menghasilkan. Saya 51:57 zaman masih kanak-kanak kecil dulu Pak 51:59 Syafril masih SD mungkin kelas 1, kelas 52:02 2 52:03 di kampung kebetulan ada yang jual 52:05 rebusan-rebusan ya jual ini, jual itu. 52:08 Akhirnya saya tanya-tanya cara bikin 52:09 bajigur. 52:11 Kita bikin bajigur. 52:12 Bikin bajigur dari mulai bukan bandrek. 52:14 Kalau brek pakai jahe. 52:15 Oh 52:15 kalau bajigur itu rasanya juga lembut. 52:18 Oh gitu. Kita bikin pakai santan, 52:21 pakai gula aren, pakai daun pandan. Itu 52:24 aja enggak lebih. 52:25 He. 52:26 Selesai kita jual pakai meja depan rumah 52:29 itu keuntungannya 100%. Bayangkan coba 52:33 ada orang jual nasi ulang di pedati itu 52:35 bisa berangkat haji suami istri, 52:37 bisa berangkat anaknya ke Mesir. 52:39 Jadi ada pesan acara 10 nampan 50 52:43 nampan. Orang kalau mau kerja asal 52:45 jangan pernah lupa sama Allah Taala. 52:47 Jangan lupa juga untuk mendirikan salat 52:49 berjamaah, membaca Al-Qur'an. Allah 52:51 kasih rezekinya terbuka. Jadi jangan 52:53 kita mengharapkan pemerintah menyediakan 52:56 lapangan pekerjaan buat kita. Karena 52:58 untuk masuk kerjaan aja pakai bayar. 53:00 Belajar nyogok, belajar bohong, belajar 53:01 ini. Betul gak? 53:02 Iya. 53:03 Tapi kalau kita wirausaha kita terhormat 53:05 dan mulia, pejabat yang naik turun mobil 53:09 mewah belum tentu lebih mulia dari 53:10 pedagang si Uduk. H. 53:12 Karena apa? Dia enggak korupsi. Enggak 53:15 sama sekali apa? Korupsi. enggak 53:17 melakukan kebohongan dan lain sebagainya 53:19 dan memberikan manfaat buat orang yang 53:21 mau berangkat kerja pagi-pagi. 53:23 Jadi yang mau berangkat kerja pagi-pagi 53:25 mudah kita bisa apa sediain ketat 53:28 kemudian apa namanya nasi uduk, nasi 53:30 ulam ya lontong-lontong. Saya ingat satu 53:34 perempuan datang ke rumah saya lagi 53:37 nangis karena PHK. 53:39 PHK dia nangis putus asa- tuh bagaimana 53:43 anaknya? Bagaimana keluarganya? Saya 53:45 bilang, "Enggak usah repot-repot, bikin 53:47 aja gado-gado." 53:49 Bikin gaduh, 53:50 gado-gado. 53:50 Gado dia bikin gado-gado. Modalnya cuma 53:54 meja, ulekan ya, sama apa? Sayur mayur. 53:58 Berapa kira-kira modalnya? 54:01 Modalis enggak seberapa. Rp100.000 aja 54:03 sekarang sudah cukup buat jual 54:04 gado-gado. Betul gak? 54:05 Iya. 54:06 Dia mulai jual gado-gado. Pertama emang 54:08 enggak begitu enak. Lama-kelama enak 54:10 Allah kasih jual gaduh-gaduh. Akhirnya 54:12 orang mulai nitip pagi-pagi ada yang 54:14 jual nitip ketahan, nitip lontong biasa 54:17 penitipan dapat keuntungan selisih. 54:19 Iya. Iya. 54:20 Akhirnya dia berpikir kalau siang 54:23 gado-gado, pagi-pagi buat 54:25 makanan-makanan ringan, malamnya nasi 54:27 goreng. Itu pendapatan dia puluhan kali 54:31 lipat lebih besar daripada gajinya. 54:33 Merdeka gak? 54:34 Merdeka. suaminya makan di situ, anaknya 54:37 makan di situ, dia makan di situ. Punya 54:39 kelebihan. 54:42 Jadi dalam hal ini, Pak Syafril, 54:44 sebetulnya kita ini punya apa? Punya 54:46 kesempatan yang amat luas, luar biasa. 54:50 Kalau kita mawa kerja, lapangan 54:51 pekerjaan banyak yang luar biasa. 54:53 Kemudian apa? Jasa privat les. 54:58 Orang kalau kerja di kantor ya katakan 55:01 dalam bidang keuangan pasti kan kuasai 55:03 matematika. 55:03 Iya. kuasai matematik ini less privat 55:07 matematik mau laki-laki mau perempuan 55:09 itu amat dibutuhkan 55:11 bahkan kalau enggak dia datang ke rumah 55:13 orang melalui apa Zoom 55:15 ya 55:16 sekarang 55:16 betul gak 55:17 betul 55:17 sekarang banyak orang ngajar bahasa 55:19 Inggris melalui Zoom nanti kalau jasa 55:20 privat yang penting kamu harus tahu 55:22 Allah berikan kamu potensi yang 55:24 bermacam-macam pilih yang kamu mampu 55:27 pilih yang kamu suka, kemudian yang 55:29 sesuai dengan kebutuhan kamu, keadaan 55:31 kamu bisa jasa privat les mengajar dan 55:33 lain sebag dan sebagainya. 55:36 Kemudian jual minuman. 55:40 Satu orang enggak punya kerjaan, jual es 55:42 kelapa. Jual es kapa. 55:45 Berapa modalnya, Pak Syafir? 55:47 Jual es kelapa. Lama-kelamaan berkreasi, 55:50 jual apa? Jual es teller. 55:54 Modal juga enggak seberapa. 55:56 Bukan enggak butuh teknologi canggih, 55:58 enggak butuh ilmu yang luas. Cuma dia 56:00 sediakan nangkanya buat esteler, 56:03 kelapanya, kolangkalingnya. Betul 56:05 enggak? Ternyata dia jual itu dikemas 56:08 dengan baik, berkembang dengan baik. 56:11 Setelah itu pindah jual es campur 56:14 yang sehat dari mulai pembuatan esnya, 56:18 dari air yang sudah dimasak ya semuanya 56:20 sehat diberikan kan luar biasa. 56:23 Apalagi kalau bulan puasa. 56:25 Iya. 56:25 Subhanallah. Allah kasih bulan puasa itu 56:27 orang jual minuman-minuman yang dingin 56:29 itu luar biasa. Asal sehat bersih ya 56:33 pasti menarik. Ini merupakan sebahagian 56:36 yang apa namanya yang saya sebutkan dari 56:37 apa jasa-jasa, kesempatan-kesempatan 56:40 dan bukan hanya 10 20 bisa sampai 56:42 ratusan kesempatan buat kita tapi yang 56:44 penting kembali pada Allah. Ingat bahwa 56:47 dialah sang pemberi rezeki. Mohon ampun 56:50 atas dosa kesalahan kita yang selama ini 56:51 mempersekutukan Allah dengan tuan 56:53 majikan tempat pekerjaan kita. hendaknya 56:56 seperti seorang ketika dia tidak 56:59 menyenangkan tuannya karena bersikap 57:00 jujur atasannya mengatakan, "Kalau kamu 57:04 tidak mau ikuti kami, saya pecat kamu. 57:07 Akan membuat kamu jatuh miskin." Ketawa 57:09 dia. 57:10 H. 57:10 Jadi orang ketawa apa? 57:13 Yang memberikan rezeki bukan kamu. Saya 57:15 juga menerima imbalan ini atas kerjaan 57:18 saya. Bukan dengan jalan bohong dan 57:19 mencuri. 57:20 H. 57:21 Kalau kamu katakan pecat, saya keluar. 57:24 Tuhan saya maha kaya, maha pengasih, 57:27 maha penyayang. Tapi kalau saya ikuti 57:29 kamu, rusak dunia saya, begitu juga 57:31 akhirat saya. Dia keluar dengan bangga 57:33 diri. Allah kasih enggak lama kemudian 57:35 bosnya ditangkap. 57:37 H. 57:38 Jadi sebetulnya kalau kita bersama Allah 57:40 tidak perlu takut, tidak perlu gelisah. 57:44 Wahua maakum ainama kuntum. Dia bersama 57:46 kalian di mana pun kalian berada. 57:49 Wallahuam. 57:51 Masyaallah. Terima kasih Ustaz Atas. 57:53 Wah, masyaallah. jawaban dan tadi juga 57:55 beberapa solusi yang mungkin insyaallah 57:57 kita bisa apa memanfaatkan potensi 58:00 dari dalam diri kita dan tentunya 58:03 membangun harapan Ustaz ya kepada 58:04 masyarakat Pak Sapril terakhir mungkin 58:07 bagaimana dari sisi profesional terutama 58:09 dengan ya pengalaman Pak Sapril di dunia 58:11 ee pekerjaan formal yang multinasional 58:15 di HR juga nah sumber daya manusia yang 58:19 ya banyak sekarang yang di PHK sulit 58:21 mencari kerja bagaimana silakan Pak. 58:23 Baik. Ee pendengar pemirsa sekalian, 58:26 apakah Anda ikut menjadi korban PHK? 58:30 Apakah Anda memiliki di keluarga Anda 58:33 yang terkena PHK atau mungkin tetangga 58:36 atau sahabat Anda? Guru kita sudah 58:39 menggambarkan yang pertama kita harus 58:41 lakukan adalah dekat kepada Allah. 58:44 Ya, 58:45 karena itu tingkatkan keimanan. Menjadi 58:48 ironi, Ustaz. Ternyata penelitian hanya 58:52 38,9% 58:54 orang yang salat. 58:57 Jadi kalau dikaitkan ini hanya 38,9% 59:01 umat Islam yang salat. 59:04 Maka rasanya 59:06 jauh sekali berkah dari Allah untuk 59:08 turun ke negara ini. Karena itu, 59:10 pendengar sekalian pemirsa, mari kita 59:11 tingkatkan kualitas salat kita dekat 59:14 dengan Al-Qur'an. Kemudian tingkatkan 59:17 kepedulian ya. Tingkatkan kepedulian 59:21 karena kemiskinan ini harus kita 59:23 tangguling bersama. Umat yang besar ini 59:27 kalau bersatu bersama membangun sinergi 59:32 seperti digambarkan Ustaz Rusin dari 59:34 yang kecil digabung maka akan 59:36 menghasilkan satu upaya yang dan hasil 59:39 besar insyaallah. Kemudian pemirsa 59:42 sekalian, pendengar 59:45 siap-siaplah pindah ke sektor yang 59:48 membutuhkan. 59:50 Kalau tadi yang ada di industri industri 59:53 pakaian, 59:55 sepatu dan sebagainya, 59:57 ternyata ada satu sektor yang 59:59 membutuhkan orang. Banyak sekali, Ustaz. 1:00:02 Sektor pertanian ya. 1:00:03 Kita mengimpor bahan pangan. 1:00:06 Sementara itu sekarang 1:00:10 tanah terlantar itu tidak kurang dari 1:00:13 1,3 juta. Tanah terlantar itu artinya 1:00:16 sudah dibuka, Ustaz, tapi tidak 1:00:17 dimanfaatkan. Tidak termasuk 1:00:19 hektar 1:00:20 seh 1:00:20 hektar, 1:00:21 tidak termasuk hutannya. tanah terlantar 1:00:23 ini kurang lebih 1,3 juta. Sementara 1:00:26 sawah seluruh di e di secara nasional 1:00:30 itu kurang lebih 7,46 juta. 1:00:34 Artinya masih ada luas sekali banyak 1:00:37 tanah yang masih bisa diolah untuk 1:00:40 meningkatkan produktivitas di pertanian 1:00:42 ini. Nah, tentu saja banyak 1:00:45 contoh-contoh usaha lain tadi 1:00:47 digambarkan Ustaz Husin. yang sederhana 1:00:50 sekali kuncinya adalah satu dekat dengan 1:00:54 Allah niatkan karena Allah dan 1:00:56 tingkatkan kualitas kompetensi dan 1:00:59 produktivitas 1:01:00 ya dengan keberserah dirian yang sangat 1:01:04 kuat kepada Allah. Kemudian kita 1:01:07 memperbaiki diri kita, memperbaiki 1:01:09 kualitas produk kita, maka akan terbuka 1:01:12 luas upaya-upaya usaha yang akan memberi 1:01:15 hasil yang mencukupi. Suatu ketika saya 1:01:19 di Medan berkunjung ke satu kebun orang 1:01:22 Cina. Di Medan dikenal satu konsep 1:01:25 namanya konsep Cina kebun sayur. 1:01:28 Konsep itu begini. setiap hari menanam, 1:01:32 setiap hari memanen. Seperti ustaz 1:01:34 gambarkan tadi, toge 1:01:36 dia bikin 30 galangan. 1:01:38 Dia tanam sayur yang umurnya tidak lebih 1:01:41 dari 30 hari, maka setiap hari dia akan 1:01:44 bawa ke pasar. Anak-anaknya ada tiga, 1:01:46 empat orang, itu semua kuliah. Dan 1:01:48 konsep seperti ini banyak sekali, 1:01:50 termasuk di Palembang dan sebagainya. 1:01:53 Yang menjadi pertanyaan adalah bagi kita 1:01:56 yang kehilangan pekerjaan di sektor 1:01:59 formal selama ini, mari kita mulai buka 1:02:02 wawasan kita sehingga kita bisa melihat 1:02:05 potensi yang sedang sedemikian besar dan 1:02:08 tentu saja ditambahkan dengan semakin 1:02:11 tinggi pula kedekatan kita kepada Allah. 1:02:14 Maka insyaallah dengan ini masalah 1:02:17 kehilangan pekerjaan Allah akan bukakan 1:02:19 kesempatan kerja yang juga tidak kalah 1:02:23 dengan apa yang kita dapat selama ini. 1:02:25 Dan kita dihasil akan terus mendorong 1:02:29 aspek produktivitas ini 1:02:32 dengan berbagai cara. termasuk mungkin 1:02:34 pada ulang tahun Rasil kita akan 1:02:36 mengadakan 1:02:37 ee seminar produktivitas secara kecil, 1:02:39 Ustaz, yang diharapkan menjadi pendorong 1:02:42 bagi tumbuhnya upaya-upaya 1:02:45 sinergi yang mendorong meningkatkan 1:02:48 produktivitas umat. Karena itu, ikhwan 1:02:52 dan akhwat sekalian, mari kita dekatkan 1:02:54 diri kepada Allah. Kemudian kita buka 1:02:56 pikiran kita. 1:02:58 bergeraklah bersama-sama 1:03:01 dalam mencari rida Allah ini. Insyaallah 1:03:04 Allah akan bukakan jalan mengatasi 1:03:07 kesulitan kita. Kurang lebih sebagai 1:03:08 penutup seperti itu. 1:03:10 Jadi, Ustaz mungkin ada penutupnya cukup 1:03:12 ya. Baik ikhwan akhwat demikianlah 1:03:14 renungan di bawah naungan Al-Qur'an 1:03:16 dengan tema produktivitas di kesempatan 1:03:18 ini. Semoga yang disampaikan oleh guru 1:03:22 kita dan juga Pak Safril bermanfaat 1:03:24 untuk kita semua. Dan jangan lupa 1:03:26 ikhwanat kita tingkatkan iman dan takwa 1:03:29 dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan 1:03:31 keberkahannya kepada kita semua. 1:03:33 Akhirnya saya Rizal Haq bersama 1:03:34 teman-teman yang bertugas ada Pak Atep 1:03:36 dan juga mahasiswa dari Universitas Dian 1:03:39 Nusantara ya undur diri. Subhanakallah 1:03:42 bihamdika asadu alla ilahailla anta. 1:03:44 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:03:45 wabarakatuhamdulillah.