Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:28 [musik] 0:29 He. 0:32 [musik] 0:41 Bismillahirrahmanirrahim. 0:43 Asalamualaikum warahmatullahi 0:44 wabarakatuh. Iwan akhwat rahimakumullah. 0:47 Alhamdulillah kita bersama-sama lagi di 0:49 tausiah pagi dari Radio Silaturahim yang 0:53 mudah-mudahan memberikan pencerahan, 0:56 menjadikan hari-hari terasa lebih 0:58 ringan. Dan tentu saja tidak lupa salam 1:02 selawat kita lantunkan untuk junjungan 1:03 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:06 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:08 kita mendapatkan syafaat beliau dan 1:12 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:14 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:18 Ikhwan akhwat, 1:20 pernahkah merasakan bahwa kok setiap 1:22 saat selalu saja ada ujian, selalu saja 1:25 ada tantangan, 1:27 atau mungkin memang hidup ini memerlukan 1:31 hal-hal semacam itu agar kita bisa 1:34 menjadi lebihnya 1:36 ini tentu semakin dekat dengan Allah 1:39 Subhanahu wa taala ya. Nah, tadi di off 1:41 air ustaz yang hadir seperti biasanya 1:45 Ustaz Abul Hidayah Sairoji bilang 1:46 tentang motivasi hidup. Hidup harus ada 1:50 motivasinya. Nah, seperti apakah itu 1:52 nanti kita sapa beliau. Asalamualaikum 1:55 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. 2:00 Alhamdulillah, Bugar Gar sehat, aman ya. 2:03 Soal motivasi, soal hal yang tidak 2:07 pernah tidak boleh itu juga bagian dari 2:09 buku kita ya. 2:10 Iya. 2:10 Meniti jalan ke surga. 2:12 Jadi persisnya 2:14 topiknya adalah 2:15 lanjut kelanjutan dari minggu kemarin 2:18 tentang motivasi hidup bagi orang 2:19 beriman. 2:21 Motivasi hidup bagi orang beriman. Yuk 2:24 kita simak. Silakan, Ustaz. [berdehem] 2:27 Bismillahirrahmanirrahim. 2:30 Asalamualaikum warahmatullah 2:32 wabarakatuh. 2:33 Waalaikumsalam. 2:34 Alhamdulillah nahmaduhu wa nastainuhu 2:38 wafiruh 2:40 wa naud nauzubillahi min syururi 2:41 anfusina wamin sayiati amalina. 2:45 May yahdillah fala mudilalah wam yudlil 2:49 fala hadiyaalah. 2:51 Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:53 syarikalah 2:55 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:58 rasulu la nabi ba'dah. 3:01 Masyaallah kan wama lam yasya lam yakun 3:05 la haula wala quwwata illa billah. Amma 3:08 ba'd. Ayuhal ikhwah rahimakumullah. 3:11 Saudara-saudaraku 3:13 kaum muslimin di mana pun Anda berada. 3:19 Teriring doa untuk antum dan kita semua. 3:22 Mudah-mudahan pagi ini bagi yang membawa 3:25 keberkahan bagi kita semua, 3:28 bagi yang sedang menghadapi masalah 3:30 semoga diberikan solusi yang terbaik. 3:34 Bagi yang bagi yang sakit mudah-mudahan 3:36 segera diangkat penyakitnya 3:39 bersama dosa-dosanya dan kembali dalam 3:42 keadaan sehat walafiat 3:44 dan sembuh dari penyakit yang tidak 3:46 kambuh-kambuh lagi. Amin ya rabbal 3:49 alamin. 3:53 Pagi ini kita ingin melanjutkan bahasan 3:56 kita membahas 3:59 mendalami buku Meniti Jalan Surga pada 4:03 bab 4 4:05 yang subjudulnya adalah Motivasi Hidup 4:09 Bagi orang yang beriman. 4:11 Kemarin sudah kita sampaikan bahwa 4:16 hidup orang beriman adalah sebuah 4:18 rangkaian perjalanan ibadah dalam arti 4:22 yang luas baik dalam ibadah mahdh maupun 4:26 ghairu mahdoh. 4:28 Sehingga nilai setiap saat, langkah, 4:33 aktivitas menjadi bernilai ibadah. 4:37 Karena memang tidak diciptakan jin dan 4:40 manusia di dunia ini kecuali untuk 4:43 ibadah dalam arti yang luas. 4:45 Wama khalaqtul jinna wal insa illa 4:48 liya'budun. 4:49 Tidak kami ciptakan jin dan manusia 4:52 kecuali untuk ibadah. 4:54 Nah, ibadah yang sifatnya khusus, ibadah 4:57 mahdah jelas 4:59 ini gak bisa ditawar-tawar kewajiban 5:02 sebagai manusia yang kewajiban ini 5:05 diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala 5:07 satu keharusan bagi kita. Hamba yang 5:10 telah diciptakan dilengkapi dengan 5:13 berbagai macam kesempurnaan, 5:16 kecerdasan intelektualnya, [berdehem] 5:19 hati nuraninya, 5:21 kemudian diberikan kemampuan-kemampuan 5:23 lainnya, bahkan diberikan 5:27 petunjuk jalan yang benar yang harus 5:29 ditempuh dan diberikan perboden 5:33 mana-mana jalan yang membahayakan dalam 5:35 kehidupan kita. diturunkan syariat yang 5:39 Allah tidak berkepentingan tapi justru 5:41 manusia itu sendiri menjadi satu 5:45 ya keharusan karena dengan syarat itu 5:49 ini adalah jalan menuju keselamatan. 5:52 Tapi di luar itu hal-hal yang bersifat 5:55 mubah aktivitas 5:58 dinamika kita bagaimana supaya menjadi 6:02 bernilai ibadah tidak sekedar mubah 6:06 sia-sia belaka. Nah, tentu di sini 6:09 tergantung daripada niat. Maka orang 6:12 beriman dalam setiap kehidupannya atau 6:15 setiap gerak kiprahnya 6:20 mempunyai motivasi. 6:22 sebagai wujud 6:24 ibadah kepada Allah. 6:28 Dan motivasi orang beriman adalah 6:30 rentang kehidupan yang diberikan 6:33 kesempatan kita hidup di dunia sekitar 6:35 60 dan 70 tahun 6:38 plus minusnya. He 6:40 bagaimana itu menjadi satu perjalanan 6:45 perjuangan ibadah. 6:47 Kalau sudah motivasinya ibadah, 6:51 artinya ibadah itu sebuah perjalanan 6:54 pengabdian. 6:56 Dalam bahasa Jawa disebutnya mangawulo. 6:59 Heeh. 7:00 Mangawulo Gusti. 7:02 Sebab mangawulo itu hanya boleh kepada 7:04 Gusti kama agung. Yaitu kepada Allah 7:06 Subhanahu wa taala. mangawulo Gusti 7:09 Allah 7:10 samna wa atna apabila diperintah sendiko 7:14 dawuh 7:16 ini bagi orang beriman. Jadi hidup itu 7:18 menjalani [berdehem] apa yang menjadikan 7:19 titah dan perintah sang pencipta. 7:23 Nah, ini tentu 7:25 harus punya motivasi yang kuat. 7:29 Kalau motivasi ini benar, kita mengerti 7:32 mengikuti petunjuk agama, 7:35 insyaallah aktivitas kita, kegiatan 7:39 kita, lapang sempitnya, susah payahnya, 7:42 senang sedihnya itu bernilai ibadah. 7:46 Nah, ini yang dikehendaki. 7:50 Karena di balik sesuatu yang tidak kita 7:53 sukai, ternyata ada hikmah. He. 7:56 Kalau kita melihatnya dengan iman dan 7:58 motivasi hidup yang benar, 8:01 ada sesuatu yang tidak kita sukai, 8:03 ternyata Allah menjadi memberikan itu 8:05 yang terbaik buat kita. Akibatnya 8:08 ada yang disebut dengan apa? Sengsara 8:11 membawa nikmat. Nah, itu kan dalam kisah 8:14 kisah film ataupun cerita-cerita awalnya 8:18 menderita. Tapi justru penderitaan itu 8:20 justru jalan kesuksesan dan kebahagiaan. 8:25 Kita kadang-kadang tidak tahu. Memang 8:27 manusia ini maunya apa-apa itu serba 8:30 instan. Mau senang terus, mau kaya 8:34 terus, mau banyak uangnya terus, mau 8:36 sehat terus. Ya gak ada. Kalau mau 8:39 senang terus nanti di surga. Kalau 8:40 namanya dunia ya itu ada dua. Tertawa 8:43 dan menangis, 8:45 lapang dan sempit, mendaki dan menurun, 8:49 hitam putih siang malam. itu dunia 8:53 memang sifatnya sementara dan sementara 8:56 pun kalau tidak ngerti, tidak pandai 8:59 memanage-nya, tidak pandai memainkan 9:03 dalam kehidupan ini dan memposisikan 9:05 diri dengan benar, maka kita akan 9:08 menjadikan orang yang rugi. Dipermainkan 9:10 oleh situasi dan kondisi yang kadang 9:12 menyenangkan kadang tidak menyenangkan. 9:16 Kalau menyenangkan karena kehilangan 9:18 motivasi gak jelas dia lupa diri, 9:23 berkeberhasilan disertai dengan 9:25 kesombongan, keangkuhan. 9:28 Nanti giliran tidak 9:31 tidak senang atau nasib kurang 9:32 beruntung, maka dia akan putus asa. 9:36 Gelap mata, poek panon, 9:39 kemudian nekat, ngawur hidup dan 9:42 seterusnya. Ini gak jelas. Karena 9:44 motivasi yang salah, maka tegas baginda 9:47 Nabi mengatakan, "Innamal a'malu bin 9:50 niat." Sesungguhnya amal tergantung 9:51 niat. Nah, di dalam niat inilah yang di 9:55 apa yang mewarnai motivasi hidup. 9:58 Nah, kemarin sudah kita bahas bahwa 10:01 motivasi hidup orang beriman adalah 10:03 sebuah rentang perjalanan pengabdian 10:07 mangawulo Gusti ibadah baik ibadah mahd 10:11 maupun ibadah ghairu mahd. Ini yang 10:13 harus kita catat. Betul. 10:16 Kita bekerja 10:18 selain mendapatkan keuntungan hasil kita 10:22 mendapat pahala. Kenapa? Karena niatnya 10:25 pengabdian kepada Allah. 10:28 Seorang suami yang banting tulang kerja 10:31 keras pagi berangkat pulang malam untuk 10:34 mencari nafkah menafkahi keluarga. Kalau 10:37 tidak diniatkan mangawulo Gusti 10:41 melaksanakan titah dan perintah Allah 10:43 atau niat ibadah ya dapatnya mungkin ya 10:47 kalau hasil tapi kalau tidak berhasil ya 10:50 dapatnya capek putus asa kemudian dan 10:53 seterusnya. Tapi kalau niatnya bahwa 10:55 hidup itu sepanjang perjalanan hidup 10:57 kita memang niatnya 11:00 perjalanan pengabdian atau ibadah kepada 11:03 Allah, maka suka dukanya itu syarat akan 11:07 pahala yang akan diberikan oleh Allah 11:09 Subhanahu wa taala. Ini maksudnya jadi 11:12 motivasi hidup bagi orang beriman. Nah, 11:16 orang yang lepas dari atau tidak 11:18 memiliki motivasi hidup 11:22 karena memang mereka tidak ngerti untuk 11:25 apa diciptakan. 11:29 Pada setiap hari itu terjadi dua 11:31 transaksi besar yang dilakukan oleh 11:33 manusia. 11:36 Transaksi 11:38 manusia yang sadar, 11:41 insaf, tahu bahwa dia hamba yang 11:45 diciptakan oleh Allah, bahwa hidup itu 11:48 adalah perjalanan ibadah. Mengawulo 11:51 datang Gusti Allah, manembah datang 11:54 Gusti Allah, berbuat kebaikan 11:57 sebagai wujud pengabdiannya seorang 11:59 hamba di hadapan sang pencipta. 12:02 Maka dia gadaikan hidup ini 12:05 kepada Allah. 12:08 Di dalam Al-Qur'an surah Albaqarah ayat 12:10 207 disebutkan waminanasi may yasri 12:14 nafsahubtig amardotillah 12:16 wallahu rauf bil ibadah. Ada sebagian 12:20 manusia yang mereka gadaikan hidup ini 12:24 untuk apa? Untuk mendapatkan rida Allah. 12:30 Allah maha lembut, maha penyantun 12:32 terhadap hamba-hambnya. 12:34 Jadi dia tahu posisi diri. Oh, hidup ini 12:37 sebenarnya satu jalan kebaktian. Hidup 12:41 sebagai wujud pengabdian. Dia gadaikan 12:43 hidupnya. 12:45 Maka ikrar yang setiap saat kita baca 12:47 dalam salat, inna shati wausuki wa 12:51 mahyaya waamati lillahbil alamin. Ini 12:57 dalam ungkapan kata-kata dan doa 13:00 di hadapan Allah kita waktu salat kita 13:02 ucapkan seperti itu. Tapi 13:04 mengekspresikan 13:06 apa yang kita sebut tadi yang kita 13:07 ucapkan itulah wujud pengabdian seluruh 13:11 perjalanan hidup kita. 13:14 Sudah sering saya katakan bahwa kalau 13:16 sudah niatnya pengabdian berarti 13:19 diperlukan perjuangan. 13:21 Iya. 13:23 Kalau perjuangan jelas diperlukan 13:26 pengorbanan ya waktu ya tenaga dan 13:29 sebagainya. 13:31 Kalau sudah namanya perjuangan dan 13:33 pengorbanan tentu 13:36 arahnya adalah kalimat apa yang harus 13:40 saya berikan, apa yang bisa saya 13:42 sumbangkan. Apa yang bisa saya kerjakan 13:45 untuk kebaikan, keutamaan? 13:47 Apa yang harus saya lakukan sebagai 13:49 wujud rasa syukur kita kepada Allah? 13:53 Dimensi horizontal secara sosial. Apa 13:56 yang bisa saya persembahkan untuk 13:58 manusia banyak memberikan manfaat? Itu 14:02 yang dia pikirkan. Makanya dia pikirkan 14:05 hanya bagaimana saya bisa memberikan 14:08 sesuatu yang bermanfaat untuk manusia 14:11 dan bagaimana sikap perilaku kita di 14:15 hadapan sang pencipta dalam rangka 14:18 mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah 14:20 Subhanahu wa taala. Ini pikiran mindset 14:23 berpikirnya orang beriman. Jadi hidup 14:26 itu memberi bukan merau punya orang 14:29 lain. 14:31 Memberi. Apa yang bisa saya berikan, 14:34 apa yang bisa saya bantu? Apa yang bisa 14:37 saya lakukan untuk kemaslahatan 14:39 masyarakat? Apa yang harus saya 14:41 persembahkan kepada Allah? Itu makna 14:43 yang disebut dengan mangawulo Gusti 14:45 tadi. Nah, orang yang sadar seperti ini 14:49 maka hidupnya dia niatkan wujud 14:52 pengabdian dan mempersembahkan amal 14:55 kepada sang pencipta. 14:58 Tiga yang akan diberikan pada dirinya. 15:02 Satu, ketenangan 15:05 jiwa. 15:07 Kalau hatinya tenang, jiwanya tenang, 15:09 damai. Damai pikirannya. Damai hatinya, 15:13 damai perilakunya, damai tutur katanya, 15:16 damai sikap dan tindak perilaku terhadap 15:19 sesamanya. 15:20 Hatinya damai, tentram. Beda. Ketemu 15:23 orang yang hatinya damai, hatinya 15:25 tentram, 15:27 perilakunya, pandangannya sejuk. 15:31 Ya, seperti digambarkan pohon yang 15:32 daunnya rimbun, hijau, royo-royo. 15:36 Selain indah juga sejuk, menyejukkan. 15:41 Karena motivasi karena jiwanya tentram, 15:44 jiwanya tenang, jiwanya damai. Kenapa 15:47 dia bisa damai dalam menghadapi 15:48 mengarungi kehidupan? Suka duk naik 15:51 turun, tertawa dan menangis. Buat dia 15:54 itu variasi. 15:56 Kalau sudah diniatkan dengan ibadah, 15:59 hidup itu dinikmati variasi. 16:05 Buat dia. Bukan masalah ya. Dadapi kalau 16:07 ada problem. 16:09 Kalau lapang dia bersyukur kepada Allah. 16:13 Diberikan kebaikan-kebaikan, tambah 16:15 harta, tambah pangkat, tambah panjang 16:17 umur, sehat. Dia gunakan untuk kebaikan. 16:21 Dia gunakan untuk ibadah kepada Allah. 16:24 Jadi semakin diberikan kebaikan, 16:26 bertambah-tambah kebaikan itu bukan 16:29 hanya untuk dirinya, keluarganya, tapi 16:31 juga manusia. Bahkan untuk alam 16:33 sekelilingnya. 16:36 He 16:40 yang kedua 16:42 ketika dia menghadapi problem dan 16:44 masalah 16:47 karena dunia itu isinya sebenarnya 16:49 masalah. 16:51 Coba kita pikir perjalan hidup kita atau 16:54 semua manusia lah kan masalah problem 16:58 dari problem ke problem yang lain. 17:01 Harapan dan problema silih berganti 17:05 datang dan pergi. Coba ayo 17:09 waktu 17:11 sekolah mau sekolah problem. 17:13 Punya biaya apa enggak. 17:16 Dari SMP mau naik SMA. dari SMA lulus 17:20 harapannya bisa kuliah. 17:23 Begitu diterima problem enggak ada duit 17:25 duitnya kurang problem. 17:28 Udah itu harapannya keterima diterima 17:31 problem masalahnya dia ngadapi 17:35 harus belajar serius bersaing dengan 17:37 yang lain. Itu juga tidak mudah. 17:41 Begitu harapannya selesai kuliah di 17:43 wisuda sebagai wisudawan sukses problem 17:47 muncul. Apa? 17:49 pekerjaan cari kerja. Cari kerja juga 17:52 tidak mudah. Problem harapannya 17:54 terpenuhi. Dia bisa bekerja problem lagi 17:57 masalah. Kepengin duwe bojo. Sudah punya 18:01 istri problem lagi harus punya rumah 18:04 harus membiayai anaknya dan sebagainya. 18:07 Kapan kita lepas dari problem? Problem 18:10 dan harapan. Tetapi bagi orang yang niat 18:14 hidupnya itu ibadah kepada Allah 18:17 mangawulo Gusti ketika dia menghadapi 18:21 problema, Allah memberikan solusi. 18:25 Masyaallah. 18:26 Allah tidak membiarkan dia berkutat 18:28 dengan problemnya. Pasti diberikan 18:31 pertolongan. Dan pertolongan solusi yang 18:34 diberikan oleh Allah itu adalah solusi 18:37 yang terbaik. 18:40 Enak kan jadi orang beriman. Masyaallah 18:43 dikasih 18:44 ujian, contoh-contoh segala macam. Tapi 18:47 kemudian ujungnya Allah juga yang 18:48 menolong. 18:50 Allah yang memberikan solusi dan solusi 18:52 yang terbaik dari Allah. Karena Allah 18:54 tahu. Maka di hati itu ayam tentram 18:57 orang beriman itu 18:59 dalam segala keadaan 19:01 bisa tersenyum dia di balik 19:04 penderitaannya. 19:06 Ya, bukan senyum diplomat. Senyum 19:08 diplomat itu 19:11 ahli para politikus tuh senyum diplomat 19:14 menghadapi lawan-lawan ideologinya 19:18 ya. Senyum di bibir tapi hatinya 19:21 masyaallah karena dia pakai topeng. Iya. 19:25 Yang ketiga, 19:28 Allah memberikan jaminan 19:31 rezeki itu pasti tidak bisa ketukar, 19:34 pasti akan sampai, tidak bisa ditolak 19:37 oleh siapapun. 19:39 Tuh jaminannya orang yang motivasi 19:42 hidupnya ibadah kepada Allah Subhanahu 19:45 wa taala. Rezekinya sudah ditanggung 19:46 oleh Allah. Karena sebelum lahir ke 19:48 dunia ini rezeki sudah siapkan tuh 19:50 gudang rezekinya. Belum makan mati 19:53 sebelum gudang rezekinya itu habis. 19:55 Yakin kita kepada Allah. Maka ketika 19:58 menghadapi problem dan masalah orang 20:00 beriman bukan keluh kesah. DP-DP 20:04 menghadap Allah. Sideku sujud mohon 20:09 pertolongan Allah. Pertolongan Allah 20:11 datang. 20:13 Rezeki tidak diundang. Kadang-kadang di 20:15 luar dugaan 20:18 banyak. Coba aja lihat orang-orang 20:21 beriman yang jujur, yang ikhlas, 20:24 walaupun hidup sederhana tapi hatinya 20:26 damai. Dia bisa menolong orang. 20:30 Ada care peduli. Padahal penghasilan 20:32 pas-pasan. 20:34 Dia selalu baik sama tetangga, saudara 20:37 apalagi, pengasih, penyayang. 20:40 Kenapa? Karena hatinya. 20:43 Itu satu. 20:44 Ya, golongan kedua adalah golongan orang 20:49 yang motivasi hidup salah. Memotivirnya, 20:54 memotivasinya itu salah. Hidup itu ya 20:58 apa yang dia lihat dengan mata kepala 21:01 yang dia rasakan, yang dia butuhkan. Oh, 21:03 kalau gitu yang hidup itu ya senang. 21:07 Senang dari mana? Banyak uang. Akhirnya 21:09 uang segalanya. Bahkan lepas daripada 21:14 motivasi hidup sebagai wujud pengabdian 21:17 ibadah pada Allah, dia terjebak kepada 21:20 berhala baru, neopaganism. 21:25 Materi menjadi 21:28 berhala, 21:29 duit menjadi seolah-olah yang sangat 21:32 dipuja siang dan malam. Kalau sudah 21:35 urusan harta, urusan duit, orang Jawa 21:38 Timur bilang linak linggo, licilur, lali 21:42 sanak, lali tonggo, lali sedulur. 21:45 Kalau sudah urusan uang. Dunia itu heboh 21:49 sampai hari ini. Dari zaman primitif, 21:51 zaman kuda gigit besi, zaman sebelumnya 21:54 sampai abad ini orang cerdas berpikir 21:57 masih berkutat dengan 21:59 persoalan-persoalan 22:00 neopaganism itu. Makanya kisruh 22:03 terus-menerus 22:06 rebutan materi. 22:08 Yang sudah banyak pun masih merasa 22:10 kurang. Kurang. Kurang. Emang iya? Iya. 22:13 Coba kita lihat apa koruptor-koruptor 22:16 yang miliaran triliunan itu orang miskin 22:20 atau orang kaya cukup sandang pangannya 22:23 enggak habis dimakan tujuh turunan masih 22:27 tomak saja masih serakah 22:30 karena memang materi sebagai tujuannya. 22:33 Nah, terhadap orang yang menggadaikan 22:35 hidupnya untuk dunia semata, bahkan 22:38 dunia, materi, uang, kesenangan menjadi 22:42 tuhan-tuhan kecil yang langsung ataupun 22:45 tidak 22:47 [berdehem] 22:48 menjadi Tuhan yang dipuja. 22:55 Jadi bukan kalau kalimatnya bangsa 22:58 Indonesia kan dasar negara Pancasila 23:01 Ketuhanan Yang Maha Esa. 23:05 Praktiknya keuangan yang maha kuasa 23:09 maju tak gentar membela yang benar. 23:12 Mestinya 23:13 kita nyanyi di SR dulu SD maju tak 23:16 Gentar bela yang benar. Eh sekarang kok 23:18 praktiknya maju tak gentar membela yang 23:21 bayar. Apa-apa wani piro? Wani piro wani 23:25 piro. Lihat bersahabat karena wani 23:27 pirunya karena ada uangnya. Bahkan dia 23:32 dengan tidak segan-segan menjilat. 23:36 Ada menjilat setor muka. Yang penting 23:39 wani pironya itu yang penting ada 23:41 fulusnya. 23:43 Mafiulus mampus. 23:45 Ndak dopiti mati. 23:48 Haah. ini uang jadi menjadi berhala baru 23:53 terhadap orang seperti ini. Kemarin 23:55 surah Thaha ayat 124 sampai 127 24:00 Allah sudah menyebutkan 24:02 kalau dia lepas dari mengingat Allah, 24:05 lepas dari agama lepas daripada iman 24:08 fainna lahu maatongka 24:11 kami berikan kepadanya baginya adalah 24:14 kehidupan yang sempit problem masalah. 24:18 60 tahun, 70 tahun itu ruwet aja 24:21 masalahnya. Problem problem dan Allah 24:24 tidak menolong karena sombong dia gak 24:27 pernah bersandar kepada Allah. 24:32 Nah, terhadap orang seperti ini yang 24:35 memotivasi hidup salah bukan untuk 24:38 ibadah, bukan untuk mengawula gusti, 24:41 bukan untuk ee sebuah perjalanan 24:43 pengabdian kepada Allah, tapi dia akan 24:46 meraup 24:48 sekenyang-kenyangnya, sepuas-puasnya 24:51 dunia. Dunia bukan sebagai instrumen, 24:54 tapi menjadi the ultimate goal, sasaran 24:57 utama. 25:00 Maka akan menjadi tiga hal yang akan 25:02 diberikan. Satu, 25:04 pandangan kemiskinan 25:08 di dua bola matanya tertanam kurang 25:12 terus. 25:15 Lah kalau 25:16 definisi miskin itu sebenarnya secara 25:18 garis besar adalah orang yang kurang 25:21 kurang penghasilan. 25:24 Kalau kurang ilmu ya bodoh, namanya juga 25:26 miskin. 25:27 kurang adab yaitu jahil jahiliah 25:31 jadi kurang. Nah, kalau dia sebenarnya 25:34 sudah dapat banyak buondo, bandu semua 25:39 itu lengkap banyak sudah segala macam 25:41 ada, tapi di matanya itu dirasakan 25:46 kurang. Berarti dia miskin. Mungkin kaya 25:50 harta tapi miskin jiwanya. Jadi di depan 25:52 mata dia memandang yang sudah dimiliki 25:54 itu kurang terus. 25:57 Dan kurangnya orang kaya yang duitnya 25:59 banyak, yang punya jabatan tinggi, itu 26:02 tidak bain-bain kata orang Jawa. Kalau 26:06 orang desa yang kekurangan ya kurang 26:08 sandang pangan paling mau beli beras 26:12 enggak kebeli. Kurangnya berapalah 26:14 paling 100, Rp200.000. 26:18 Tapi kalau kurangnya ini konglomerat 26:21 ini orang-orang yang punya pengaruh, 26:23 yang punya macam-macam itu kurangnya 26:25 banyak. 26:27 Coba tanya itu konglomerat kurang 26:29 berapa, Pak? Uang ini mau buat pabrik. 26:32 Pabrik satu pengin dua pengin dan 26:34 seterusnya. Kurangnya berapa? M. 26:38 M itu bukan mencret. M itu miliar. 50 26:42 miliar, 100 miliar dan sebagainya. 26:45 Nah, ini jadi di depan matanya dia 26:47 kurang lah. Kalau orang kurang kan 26:50 blingsatan 26:53 haus, dahaga. 26:56 Persis seperti orang bijak mengatakan 26:59 dunia tanpa iman seperti menenggak air 27:03 laut. Makin banyak yang dia tenggak, 27:05 makin haus dahaga. Makin banyak, makin 27:08 banyak kehausan. Maka yang muncul 27:12 seraka. 27:13 Seraka bahasa Arabnya tomak. 27:16 Toma itu hurufnya bolong semua. Th 27:19 bolong, mim bolong, ain mangap. Jadi 27:22 kantong bolong diisi berapa saja kurang 27:26 terus. Jangan heran kalau sebenarnya 27:29 orang sudah lebih dari cukup paseak we 27:32 di rumah suami istri urusan harta urusan 27:35 ini urusan itu. Anak entah ke mana ndak 27:37 urus dunia aja pikirannya. 27:40 Itu satu. Nauzubillah minzalik. Yang 27:43 kedua, 27:46 semakin banyak harta, 27:50 semakin tinggi jabatan, 27:52 semakin populer problemnya makin banyak. 28:00 Dan karena dia tidak pernah bersandar, 28:02 jangankan bersandar, eling we ora. 28:05 [tertawa] 28:06 Ingat aja enggak sama Allah. Merasa 28:08 kesuksesannya adalah aku adalah orang 28:11 hebat, aku orang pintar. Aku orang 28:13 cerdas. Aku kaya karena aku hebat. Aku 28:16 jadi pejabat, jadi penguasa karena aku 28:18 adalah perjuangan luar biasa. Tidak 28:21 seperti orang-orang. Jadi yang muncul 28:23 itu kesombongan, takabur. 28:26 Allah gak pernah disebut. 28:30 Nah, karena Allah gak pernah disebut, 28:31 gak pernah diingat, maka Allah pun tidak 28:35 ingat pada dia. 28:38 Itu sering dinyanyukkan oleh Bimbu 28:41 yang sering dikumandangkan oleh Rasil. 28:44 Aku dekat, engkau dekat, 28:48 engkau jauh, aku jauh. 28:51 Maksudnya apa? Itu hadis qudsi. 28:54 Kalau kamu manusia itu 28:57 jauh dari Allah, maka Allah pun akan 29:00 jauh. 29:03 Dibiarkan dia berkuta dengan problem dan 29:05 masalah. Tapi kalau kamu dekat dekat 29:08 kepada Allah, Allah akan lebih dekat 29:10 lagi. Allah akan lebih santun, sayang, 29:13 memperhatikan kita. 29:16 Orang ingat aja enggak sama Gusti Allah, 29:18 maka Allah biarkan tidak ingat lagi sama 29:20 dia. Maka ketika dia menghadapi problem 29:22 dan masalah, 29:26 Allah tidak pernah memberikan solusi. 29:31 Dibiarkan dia dan berkutat dengan 29:34 problem dan masalahnya. 29:38 Itu yang kedua. Yang ketiga, rezekinya 29:41 tidak lebih dari yang telah ditetapkan 29:45 oleh Allah. Rezeki itu yang dimakan, 29:48 rezeki itu yang dinikmati, rezeki itu 29:51 yang dipakai, rezeki itu yang digunakan. 29:54 Itu rezeki namanya. Kalau deposito 29:57 perusahaan yang di sana-sana itu atas 29:59 nama dia, tanah yang berhektar-hektar, 30:02 kebun yang ribuan hektar, dan 30:04 seterusnya, 30:06 itu belum tentu rezekinya. baru atas 30:09 namanya. 30:11 Nanti di akhirat itu akan ditanya, 30:13 dikuyo-kuyo dari mana, untuk apa, 30:17 uangnya dikemanakan, wo masyaallah zakat 30:20 apa tidak, kepedulian sesama sesama 30:24 fuqara, masakin apa tidak, bagaimana 30:27 sikapnya sombong apa takabur apa 30:29 macam-macam itu ditanya. 30:32 Mending to wong sing ora duwe malah 30:34 gampang, enggak ditanya apa-apa. 30:37 Tapi kalau itu digunakan untuk kebaikan, 30:39 woh masyaallah mampu mengangkat derajat 30:41 martabat. Jadi bukan berarti tidak boleh 30:44 Islam itu melarang menjadi orang kaya. 30:47 Oh dianjurkan kaya silakan supaya bisa 30:49 zakat, bisa haji, bisa membangun hal-hal 30:52 yang manfaat untuk masyarakat banyak 30:54 untuk orang yatim, piatu dan seterusnya. 30:59 Jadi rezekinya 31:02 tidak lebih dari porsi yang di tetapkan. 31:05 Saking banyak urusan, saking banyak 31:07 kekayaan, perusahaannya aja banyak. 31:11 Pagi-pagi mikirnya perusahaan yang di 31:13 sana, yang di sana. Enggak sempat 31:15 sarapan. 31:16 Paling ngopi aja sudah berangkat ke 31:19 kantor sampai pikirannya wang terus. 31:23 Nauzubillah. Ini salah motivasi. 31:26 Maka Rasulullah sallallahu alaihi 31:28 wasallam bersabda, 31:30 "Nanti 31:33 pada suatu saat manusia akan datang pada 31:35 manusia yati alanas zaman himmatuhun 31:39 butunuhum." 31:43 Motivasi hidup mereka itu karena perut, 31:48 karena materi, karena uang itu aja yang 31:51 mendorong dia melakukan sesuatu. 31:55 Jadi berpikirnya berpikir pragmatis. 31:59 Dia mau melakukan sesuatu kira-kira 32:01 kalau ada untung, ada keuntungan. 32:04 Ada mendapatkan untung, mendapatkan 32:06 uang, mendapatkan materi. 32:09 Kalau enggak enggak mau. 32:12 Wasarofuhum matauhum. Dan kemuliaan 32:15 mereka ditakar oleh hal yang sesuai 32:18 dengan syahwat. 32:20 Jadi bukan karena nilai keutamaan, 32:23 kebenaran. 32:25 kebaikan bukan. Tapi karena cocok enggak 32:28 dengan selera syahwatnya, maka untuk 32:31 hal-hal yang cocok dengan syahwat, dia 32:34 berani mengundang apa wanita-wanita 32:36 cantik. Kemudian sesuai dengan hobinya 32:40 dia akan bayar berapun. 32:43 Maka ada orang yang wanita-wanita yang 32:47 kerjanya tahapan tapi kok rumahnya 32:51 miliaran, kendaraannya mewah. Wallahuam. 32:54 Tidak suhudon. Tapi ya antara lain 32:57 karena memang ada manusia-manusia 33:00 yang memberikan apresiasi didasarkan 33:03 pada nafsu syahwat semata-mata. 33:06 Waqiblatuhum nisauhum. Dan orientasi 33:09 hidup mereka itu pada wanita 33:12 atau lawan jenisnya. 33:15 Itu kesenangannya, hobinya itu. Pergi ke 33:18 sini, pergi ke sana, pergi ke luar 33:20 negeri, ngelencer. 33:23 Yang dicari adalah betina-betino galo, 33:28 wanita-wanita itu yang dicari ke 33:30 mana-mana. Nah, ini yang lebih berbahaya 33:32 lagi adalah wadinuhum darohimuhumirum. 33:43 Agama mereka adalah dirham dan dinar, 33:49 dolar dan rupiah. 33:52 Itu agama mereka. Jadi agamanya bukan 33:55 syariat yang diturunkan dari Allah, tapi 33:57 uang. 33:59 Kalau sudah uang, masyaallah luar biasa 34:01 itu agamanya. 34:03 Ulaika syarul khalq. Itulah 34:05 seburuk-buruk makhluk di kolong langit 34:08 ini. Jadi kalau bumi bumi di mana-mana 34:13 di masyarakat di satu bangsa, Indonesia 34:16 umpamanya itu penghuninya banyak 34:18 manusia-manusia seperti itu. Itulah 34:21 seburuk-buruk makhluk. Ya, kalau seburuk 34:24 makhluk itu ya pikirannya, hatinya, 34:27 sikapnya, perilakunya itu jelas membuat 34:31 rugi orang lain. Kalau jadi pemimpin, 34:33 pemimpin yang gak mengayami dan 34:35 memberikan kesejahteraan, kebaikan pada 34:37 rakyatnya dipimpin. 34:39 Kalau jadi suami, ya suami yang malah 34:41 melintang gak jelas gitu meremehkan 34:45 terhadap istrinya, anaknya juga 34:47 terlantar dan seterusnya. di mana-mana. 34:50 Kalau jat orang begini mah repot nih. La 34:53 khq la khalaqo lahum indallah. Dan tidak 34:57 akan mungkin dia mendapatkan kebahagiaan 35:00 di sisi Allah Subhanahu wa taala. 35:03 Bagaimana dengan yang Islam? Umpamanya 35:05 dia kan orang 35:08 ya umrah 35:10 ya banyak misalnya kelihatannya 35:13 tekun ibadahnya. Tapi kalau sudah salah 35:16 motivasi dan arah dalam hidupnya itu 35:18 akan berbeda. Dalam hadis lain yang 35:21 diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah 35:24 bersabda, "Idza adamat 35:27 umati umat dunya 35:30 nuziat minha haibatul Islam. Waidza 35:35 tarokatil amru biluf wahyu anil munkar." 35:40 Khimat barokatul wahyu. 35:44 Jika 35:46 umatku 35:48 telah mengagungkan keterlaluan terhadap 35:52 dunia, terhadap materi, bahkan materi 35:56 sebagai berhala baru, maka akan 35:59 dicabutlah kehebatan Islam. Jadi Islam 36:03 mahjub muslimin. Islam terhijab oleh 36:06 karena kelakuan orang Islam. 36:09 Kadang-kadang kita dengar enggak enak 36:10 juga. Itu kan bolak-balik haji tapi kok 36:14 korupsi. 36:16 Itu kok orang Islam kok ini lah. Kan 36:19 memilukan dan memalukan. 36:22 Itu karena memang berhala baru tadi 36:23 salah motivasi hidup. Dan apabila amar 36:27 makruf nahi mungkar telah ditinggalkan, 36:30 masa bodoh, ada kejahatan, ada 36:33 kezaliman, ada ketidakadilan, diam aja 36:37 nglehem, 36:39 maka akan diharamkan 36:42 barokahnya wahyu dalam kehidupan. Jadi 36:45 kehilangan barokah bahkan bisa 36:48 mengundang musibah dan bencana kalau 36:52 tidak ada amar makruf nahi mungkar. 36:54 Kemudian banyak orang melakukan 36:56 kezaliman, 36:58 ceritan rakyat, orang-orang yang 37:02 dua orang-orang miskin, 37:06 ketidakadilan, 37:08 kezaliman di mana-mana sampai dia 37:10 menjerit mengadu kepada Allah itu akan 37:13 mengundang bencana. Turunnya bala 37:16 bencana. Jangan salahkan siapa-siapa. 37:19 Kalau satu negeri banyak 37:21 bencoleng-bencoleng, 37:23 tikus-tikus yang gerogoti kekayaan 37:26 negeri ataupun perilaku, manipulasi, 37:30 bohong, munafik, dan seterusnya itu 37:33 dibiarkan, maka itu berarti sama dengan 37:36 mengundang turunnya bencana dari Allah 37:39 Subhanahu wa taala. Maka mari sebagai 37:42 seorang mukmin kita reposisi diri dalam 37:46 memotivasi hidup hidup adalah perjalanan 37:50 sebuah pengabdian 37:52 mangawula gusti atau ibadah kepada Allah 37:55 subhanahu wa taala. Dan jangan 37:57 menjadikan dunia sebagai tujuan 38:01 segala-galanya, tapi jadikanlah materi, 38:03 pangkat, jabatan, kekayaan sebagai 38:07 instrumen untuk mengangkat harkat, 38:09 martabat dirinya sebagai manusia yang 38:12 mudah-mudahan dimuliakan oleh Allah 38:14 Subhanahu wa taala. Itulah sebenarnya 38:16 yang Allah kehendaki dengan turunnya 38:17 syarat Islam. Wallahuam 38:20 bisawab. 38:22 Masyaallah. E beneran ya, ikhwan akhwat. 38:27 Apa yang dibahas terkait motivasi. 38:31 Kalau memang ada yang membuat kita 38:36 menjadi lebih ringan melangkah lewat 38:38 motivasi, masyaallah bayangkan 38:40 [mendengus] 38:41 hari-hari kita, kehidupan kita 38:45 adalah meniti jalan ke surga. Seperti 38:49 yang dibahas Ustaz barusan. 38:51 [berdehem][batuk] 38:52 Kalau rangkaian perjalanan hidup kita 38:55 berbingkai ibadah, betapa indahnya ya. 38:58 Ustaz boleh langsung ke pertanyaan ya. 39:00 Iya, silakan. 39:01 Ini dari Pak Rudi yang 39:04 menanyakan terkait dengan kalau ujian 39:09 datang dan datang kegagalan kita juga 39:14 terjadi dan terjadi lagi. Apakah ini 39:17 termasuk rencana Allah juga, Ustaz? 39:20 Terima kasih. 39:21 Iya. 39:22 [menghela napas] 39:23 Kita sering dengar ungkap untaian 39:27 firman Allah. 39:28 He 39:33 yang disebutkan dalam yang artinya 39:37 asa an tak taqrahu sayia wahua 39:42 khairul lakum. 39:44 Wa asaan tuhibbu saya wahua syarrul 39:47 lakum. 39:49 bisa jadi apa yang tidak kau sukai. 39:53 Padahal Allah berkehendak baik di balik 39:55 itu. 39:58 Sebaliknya bisa jadi yang kau sukai 40:00 cocok dengan selera keinginan pikiran 40:03 kita. Maunya begini, maunya begitu. 40:08 Padahal itu buruk 40:10 baginya akibatnya. 40:13 Jadi yang tahu tentang kita, 40:16 apa yang Allah berikan pada seseorang 40:20 itu adalah yang terbaik. 40:24 Terbaik dalam arti yang luas. Bukan 40:25 hanya dunia saja kan hidup ini kan bukan 40:27 hanya di dunia. Dunia kan sementara 40:32 cuma 1 jam enggak lebih itu kalau umur 40:35 kita kira-kira 40:38 100 tahun. 40:40 Karena dunia akhirat itu satu hari 40:42 akhirat 1000 tahun di dunia lah. Kita 40:45 hidup berapa tahun? 40:47 Kalau 100 tahun aja berarti 1/10 * 24 40:51 jam. 2,4 itu kalau kalau umur kita 100 40:56 lah. Kalau hanya 50 40:59 berarti hanya berapa? 41:03 Cuma 60 menit. 41:06 Jadi 1 jam enggak nyampai. Nah, jadi 41:09 dunia ini sementara 41:11 dan ketika Allah memberikan sesuatu yang 41:15 kita tidak sukai berupa penderitaan, 41:18 kekurangan itu bukan karena Allah itu 41:21 zalim. 41:24 Allah memberikan sesuatu yang sesuai 41:26 dengan kadar kemampuan kita. 41:31 Contoh saja misalnya, kenapa Allah 41:33 berikan penyakit pada seorang? Bahkan 41:35 Allah mengatakan kalau Allah cinta pada 41:37 hamb-Nya, hambanya itu diuji oleh Allah 41:40 dengan berbagai macam ujian dan ujian 41:42 yang diberikan itu sudah kadar sesuai 41:46 dengan kemampuan. Karena Allah adalah 41:48 walaupun sering disebut alazizun hakim, 41:52 maha wenang tapi maha bijaksana. 41:55 Allah tidak pernah menurunkan syariat 41:57 memberikan takdirnya untuk menganiaya 41:59 hamba-Nya 42:01 melainkan untuk kebaikan. 42:03 Orang sakit diambil empat hal. Satu, 42:08 raut wajahnya, sinar wajahnya menjadi 42:11 pucat ya, lesu, layu. 42:16 Yang kedua, tenaganya 42:18 namanya orang sakit. 42:21 Yang ketiga, nafsu makannya 42:24 enggak diberikan ini diberikan itu. 42:26 Enggak mau, enggak bisa makan, enggak 42:27 mau inilah jadi kurang. Gak mau makan. 42:30 Yang keempat, dosanya akan diambil. 42:34 Nanti yang tiga akan dikembalikan. 42:37 Jadi orang yang diberikan sakit itu 42:38 sebenarnya sedang dicuci, putar giling, 42:43 dibasuh, 42:45 disetrika, 42:47 baru pewangi masuk lemari. 42:50 Tuh, makanya dalam hidup ini melihat 42:54 kondisi yang kita hadapi, merasakan apa 42:56 yang kita hadapi baik senang maupun 42:59 susah. 43:00 Lihatlah jangan hanya dengan rasa-rasa 43:04 dan mata kepala semata. Lihat dengan 43:07 iman, 43:10 dengan hati nurani, 43:13 dengan keimanan. Insyaallah dengan 43:15 keimanan itulah kita bisa melihat hikmah 43:19 di balik setiap peristiwa. Ah, ini 43:23 memang tidak mudah. Tetapi dengan 43:25 kecernian hati, dengan cahaya Al-Qur'an, 43:29 dengan keimanan, insyaallah kita bisa 43:32 melihat. Maka kalau orang imannya 43:34 mantap, hatinya bersih, dekat sama 43:36 Allah, dia bisa tersenyum di balik 43:39 kesulitan. 43:41 Dia tidak seperti orang susah. Dia biasa 43:44 aja. Padahal mungkin akak punya apa-apa 43:45 dia. 43:48 Para nabi, Rasulullah sendiri orang 43:51 paling mulia. di dunia. 43:55 Tapi Aisyah cerita di rumah pernah tidak 43:57 ada apa-apa kecuali kurma dan air. 44:01 Nah, jadi jangan melihat hanya dengan 44:04 mata kepala, dirasa-rasanya hanya dengan 44:06 selera, tapi lihatlah dengan mata iman. 44:10 Iman yang disinar oleh cahaya Al-Qur'an, 44:12 keimanan yang berdomisili 44:16 ada di hati kita, dia akan bisa melihat 44:19 mutiara hikmah di balik setiap 44:21 peristiwa. 44:22 Wallahuam. 44:25 Iya. Kemudian ini ada pertanyaan yang ke 44:30 dua terkait dengan proses, Ustaz. 44:34 Betapa orang begitu mudah mencapai 44:37 cita-citanya. 44:39 Sementara proses bagi yang lain begitu 44:42 sulit. Apakah kalau kesulitan di dalam 44:45 mencapai apa yang kita inginkan, 44:47 prosesnya begitu berat, itu ada hadiah 44:50 dari Allah, Ustaz? Terima kasih. Enggak 44:53 ada namanya. Iya. Wamay yaal mqadaratin 44:57 khairo yaroh. 44:59 Wam ya'mal misqolarin 45:01 sarro yarah. 45:04 Ketika Allah memberikan 45:06 anugerah ataupun ujian yang Allah ingin 45:10 lihat sikap hati dan pikirannya. 45:14 Bagaimana prasangka dia kepada Allah 45:17 itu yang didengar. 45:19 Dan satu keluhan jiwa yang Allah suka 45:22 sekali pada diberikan pada hambanya 45:25 ketika dia dapat ujian, ketika dia 45:28 melakukan suatu perbuatan dosa, dia 45:31 mengadu dan mohon ampun pada Allah. 45:35 Seorang yang mengadu dp-dp 45:38 keluh kesahnya kepada Allah itu Allah 45:40 suka sekali pada hambanya. 45:43 Lah itu kalau dinilai bukan hanya 45:45 miliaran itu triliunan itu juga enggak 45:47 akan bisa menjawab. 45:49 Itulah kasih sayang Allah. Memang dunia 45:51 itu ujian. 45:55 Fitnah waaina turjaun. Kami akan menguji 45:59 kamu dengan keburukan dan kebaikan 46:02 dan kepada kami kamu akan kembali. Jadi 46:05 dunia memang ujian. Jadi orang beriman 46:08 tidak pernah kemudian menjadi jumawa, 46:10 sombong, takabur, keberhasilan, kemudian 46:13 dan dongak agak congkak hidupnya. Dia 46:17 makin tawadu 46:19 dengan filsafat padi. Makin berisi makin 46:23 makin merunduk. Makin makin berisi makin 46:25 merunduk. Bukan dengak. Kalau yang padi 46:27 tengah itu berarti kosong itu. 46:30 Jadi Allah itu maha ya Allah luar biasa 46:34 kasih sayang. 46:36 Dunia gak bisa diukur dengan ukuran 46:38 apapun. 46:40 Karena dunia itu sendiri kita di dunia 46:43 coba kita lihat agak sedikitlah 46:45 ciptaannya saja yang seperti galaksi. 46:49 Dunia berapa besarnya lalu kita berapa 46:52 besarnya 46:54 maka Allah kalau memberikan pahala itu 46:56 gak tanggung-tanggung. Misalnya salat 46:58 sunah fajar pahalanya seperti dunia 47:01 beserta isinya. Karena memang dunia itu 47:03 kecil sekali bel apa-apanya. Banyak alam 47:06 raya ini yang belum bisa diketahui oleh 47:08 manusia. 47:09 Jumlah galaksi, bintang-bintang yang 47:11 miliaran jarak satu dengan yang lain, 47:14 ukuran kecepatan cahaya ribuan tahun 47:17 lah. Terus masyaallah luar biasa. Nah, 47:19 kalau kita baru diberikan sedikit itu 47:22 ujian kita sudah mengeluh masyaallah 47:24 jadi kita rugi. Jadi Allah itu tidak 47:28 pernah mengani hambnya. Kalau menjalani 47:31 satu proses Allah ingin tahu ini 47:33 sungguh-sungguh enggak sih? Ini orang 47:34 punya cita-cita coba diuji 47:37 seperti anak kecilah baru belajar jalan. 47:41 Apa kalau jatuh baru berdiri jatuh 47:44 diangkat digendong terus besok jangan 47:47 jangan jangan disuruh jalan sendiri. Ah, 47:49 kasihan jatuh melulu gendong terus malah 47:52 ora iso melaku. 47:54 Dibiarkan nanti dia jatuh bangun 47:56 berangkat selangkah, dua langkah jadi 47:58 pintar. Dulu belajar sepeda itu berapa 48:01 kali terguling kita naik sepeda, tapi 48:03 kalau kemudian dicekeli terus ya enggak 48:05 bisa-bisa. Allah maha bijaksana. Maka 48:09 sebaiknya kita dalami sifat-sifat kasih 48:13 sayang Allah ya. Arrahman dan arrahim. 48:16 keutamaan Allah dan Allah tidak pernah 48:19 mengani hambnya, tidak pernah menzalimi 48:21 dan setiap di balik sesuatu apapun itu 48:25 ada ada konsekuensi, ada hikmah di 48:29 baliknya yang mesti kita dapatkan. 48:31 Wallahuam. 48:33 Iya. Kemudian ini dari tidak ada namanya 48:36 juga, tapi ibu-ibu, 48:39 Ustaz, saya boleh tanya? Suami saya itu 48:43 keras hati bukan cuma keras kepala. 48:46 Meskipun saya juga sudah bersabar, tapi 48:50 bagaimana cara melunakkannya ya, Ustaz? 48:53 Adakah cara-cara tertentu? Terima kasih. 48:57 Iya. 48:58 Keras hati. Keras 48:59 kalau memang memang urusan hati itu 49:02 Allah yang menggenggam urusan hati. 49:05 Jadi setiap lihat doain aja, Bu. 49:09 Bukan doain cepat mati jangan. Tapi 49:11 doakan lembutkanlah hatinya. 49:14 Ya, habis salat kita doakan lagi, "Ya 49:17 Allah, mohon pada Allah lembutkan 49:19 hatinya." Kemudian juga dengan perilaku 49:22 kita memberikan contoh pelayanan kita 49:25 terhadap Dia dengan lembut, jangan putus 49:28 asa. 49:29 Insyaallah hanya dengan doa insyaallah. 49:31 Karena yang menggamti itu Allah 49:33 Subhanahu wa taala menggamati manusia. 49:35 Doakan salat malam kita doakan. Waktu 49:39 berangkat kerja kawal dengan doa. 49:41 Lembutkan hatinya ya Allah. melembutkan 49:43 hatinya. Insyaallah mudah-mudahan Allah 49:47 kabulkan doa Ibu sehingga suami Ibu 49:49 menjadi orang yang lembut, penyayang 49:51 kepada keluarga khususnya anak-anak dan 49:54 seterusnya. Wallahualam. 49:56 Jadi doa, doa dan doa ya sekali lagi 49:59 doalah yang akan memudahkan 50:02 apapun yang jadi kesulitan kita. Ini 50:05 Ustaz dari ee Ibu Intan ya. 50:09 Ngomong-ngomong saya sering dengar tuh 50:11 kalau yang namanya rezeki enggak pernah 50:15 salah alamat 50:17 dan datangnya juga pasti pas diperlukan. 50:21 Terus kalau ada orang yang sangat 50:23 menderita, menengadahkan tangan di 50:25 pinggir jalan karena lapar itu juga atas 50:30 ee kehendak Allah jugaah. Terima kasih. 50:34 Heeh. 50:35 Iya. 50:37 di dunia ini tidak ada yang bergerak 50:39 melainkan dengan izin Allah. 50:43 Kalau seseorang kemudian sampai 50:47 ya kalau sekarang kan agak sulit 50:50 diprediksi, 50:52 dilihat 50:54 kadang-kadang orang pinggir jalan tuh 50:55 justru sebenarnya punya kekayaan karena 50:58 jadi profesi. 51:00 Profesi ngemis. 51:02 Ternyata rumahnya gedung punya kekayaan. 51:05 Nah, itu kan lain lagi itu. Tapi kalau 51:07 memang betul-betul dia Allah takdirkan 51:10 sebagai orang miskin, Allahu Akbar. 51:14 Terpaksa 51:15 ya itu mang takdir Allah. Tapi di balik 51:19 itu sebenarnya 51:21 meringankan dia nanti di akhirat. 51:25 Di dunia, di akhirat nanti kita akan 51:27 menghadapi satu hisab, 51:29 perhitungan, amal 51:32 akan dilihat semuanya. Dan bagi orang 51:35 miskin yang saleh yang beriman tapi dia 51:38 tidak putus asa dan dia tidak 51:41 berprasangka buruk kepada Allah, dia 51:43 tetap jaga muruah harga dirinya 51:46 ya, maka dia jauh lebih dulu masuk surga 51:50 dibanding orang kaya yang saleh yang 51:52 banyak hartanya. 51:54 Jadi sebenarnya meringankan nanti di 51:56 akhirat dari hisab ya. Dan setiap 52:00 penderitaan yang dia terima, lapar, 52:03 kepanasan, kehujanan, mencari nafkah itu 52:06 tidak sia-sia. 52:08 Makanya orang seorang suami yang 52:10 motivasi hidupnya bekerja itu mencari 52:13 nafkah dengan niat ibadah beda dengan 52:15 yang mencari uang semata-mata. 52:19 Kenapa? Itu dihitung tiap langkah. 52:23 Debu yang menempel itu bisa menjadi 52:25 dinding dari api neraka. 52:27 Keringat yang jatuh, pegel-pegelnya, 52:30 capeknya, itu ada hitungannya. 52:35 Orang menderita, orang susah, orang 52:36 miskin itu ada ada imbalannya. Allah 52:39 maha bijaksana, maha lembut, 52:43 maha pengasih, penyayang. Cuma kita yang 52:45 enggak yakin. 52:47 [mendengus] 52:48 Ada peristiwa terjadi pada 52:52 tahanan seorang wanita. 52:54 He. 52:56 Yang kehilangan anaknya pisah. Anak yang 52:59 masih digendong, masih menyusui. 53:04 Sedihnya kayak apa? 53:06 Nah, pada suatu saat 53:10 itu bisa bertemu, dipertemukan, ternyata 53:13 itu anaknya. 53:15 Heeh. 53:17 Kayak apa itu bahagianya orang tua? 53:19 Heeh. 53:20 Ketika dipertemukan langsung tentu saja 53:23 disambut, digendong, dipeluk dengan 53:27 air mata bahagia. 53:29 Dia susui anaknya. Rasul melihat seperti 53:33 itu, 53:34 beliau tanya memberikan pelajaran para 53:37 sahabat. 53:39 Tahukah kalian 53:41 adakah kasih sayang melampaui kasih 53:43 sayang ibu pada anaknya seperti yang kau 53:45 lihat? 53:49 Siapa yang lebih kasih sayang dari ibu 53:51 pada anaknya? Coba rela berkorban, rela 53:55 menderita, rela lapar. Makanya durhaka 53:58 sama ibu itu masyaallah menutup pintu 54:00 surga. 54:01 Astagfirullah. mengurusi orang tua yang 54:04 sudah sepun, sudah uzur, itu berarti 54:06 memberikan kesempatan masuk surga. Itu 54:09 seorang ibu. 54:12 Tentu sahabat tawadu karena itu memang 54:14 metodologi tanya jawab dalam rangka 54:17 mendidik sahabatnya Rasulullah. 54:19 Rasulullah menjelaskan Allah jauh 54:24 kasih sayangnya dibanding kasih sayang 54:26 seorang ibu pada anak. Bayangkan itu 54:30 merasa enggak kita? 54:33 Jadi kasih sayang Allah itu yang ada 54:36 pada manusia yang kasih sayangnya kita 54:39 kadang-kadang salut terhadap orang yang 54:42 loman, dermawan, penyayang. Itu aja kita 54:45 sudah hormat. Itu baru percikan kecil 54:48 daripada sifat rahman dan rahimnya 54:50 Allah. 54:52 Ya, cuma kita enggak yakin itu. 54:55 Ah, jadi dalam hal ini mantapkan 54:58 keyakinan kita kepada Allah. 55:00 Makrifatullah, 55:01 sifat-sifat Allah kita hayati. 55:05 Ketika kita baca Fatihah saja sudah 55:07 pertama bismillahirrahmanirrahim. 55:10 Arrahman dan arrahim. 55:12 Nanti diulang lagi. Alhamdulillahiabbil 55:14 alamin. Arrahmanirrahim. 55:17 Itu sifat Allah. Cuma kita yang gak 55:20 yakin. 55:23 Jadi tidak ada di dunia semua yang 55:25 terjadi adalah dengan kehendak Allah. 55:27 Tapi Allah itu maha wenang dan maha 55:30 pengasih penyayang, maha bijaksana. 55:33 Bijaksana manusia bukan apa-apanya. 55:36 Kasih sayang manusia belum apa-apanya. 55:39 Sekalipun puncak kasih sayang itu bisa 55:42 dilihat dari kasih seorang ibu pada 55:44 anaknya, kayaknya enggak ada 55:45 bandingannya. Tapi Allah jauh melebihi 55:48 kasih sayang seorang ibu terhadap 55:49 anaknya. 55:50 Nah, itulah keyakinan yang harus kita 55:52 miliki. Wallahuam. 55:54 Emm, Ibu Fani nih, Ustaz bertanya, "Kiat 55:58 agar tetap bersemangat belajar agama 56:02 atau menuntut ilmu itu apa ya? Karena 56:05 akhir-akhir ini saya rasanya lemah dalam 56:08 menuntut ilmu. Terima kasih." 56:11 Ya. Ya. Memang harus ayujadida imanakum 56:15 fi qulubikum. 56:18 Kau perbaharui iman dalam dirimu. 56:21 Menuntut ilmu itu bagian daripada ibadah 56:24 kewajiban yang disebut oleh Rasul 56:26 sebagai wajib hukumnya. 56:30 Faridatun ala kulli muslimin wal 56:32 muslimat. Wajib bagi muslimin dan 56:35 muslimat. Jadi keharusan. Kalau makan 56:38 itu satu keharusan itu dihitung pagi, 56:41 siang, sore tiga kali. 56:44 Kalau belum makan sedikit siangnya belum 56:46 makan. Waduh saya belum makan siang ini. 56:49 Waduh saya belum makan malam ini. 56:51 Dihitung betul. 56:54 Tetapi kalau ilmu 56:57 santapan rohani, konsumsi jiwa ini 57:01 kadang-kadang kita terlantar jiwanya. 57:04 Bagaimana mungkin bunga di musim kemaro 57:06 kalau tidak disiram 57:08 berharap muncul bunganya? 57:11 Pasti layu. Nah, kalau layu ya lama-lama 57:14 kering kerontang habis. Banyak orang 57:16 yang kering kerontang jiwanya tanpa ilmu 57:19 tanpa pengetahuan agama. 57:22 Orang bisa segar imannya karena ilmu, 57:25 karena rohaninya diirami terus dengan 57:27 siraman Al-Qur'an sebagai obat penawar 57:30 jiwa dalam menghadapi problem dan 57:32 masalah hidup. Jadi mesti jadikan satu 57:36 motivasi bahwa menuntut ilmu itu wajib. 57:39 Sampai kapan? Sampai sepanjang kita 57:41 masih mampu. Kan banyak menuntut ilmu 57:44 satu yang bersama-sama. 57:48 Kalau ibu-ibu ada taklim, ibu-ibu 57:50 ada ceramah sekarang apalagi ceramah di 57:53 radio, di TV, YouTube, macammcam banyak 57:56 itu. Kemudian membaca buku, 57:59 membaca macam-macamlah kita bisa 58:02 bertanya dekat para ulama. Nah, ini 58:05 memang jadikan itu sebagai konsumsi, 58:07 kebutuhan konsumsi jiwa kita. Jangan 58:10 dibiarkan jiwa kita kering, kerontang, 58:13 menghadapi problem, masalah rapuh. Kalau 58:15 seperti itu nanti imannya muncul 58:17 tiba-tiba lenyap. Wah, repot karena 58:19 enggak punya kekuatan. Wallahualam. 58:22 Baik. Em sebelum kita ke closing idea 58:25 saya ingin menyampaikan informasi. 58:27 Ikhwan wahat yang dirahmati Allah. Di 58:29 dalam rangka membantu masyarakat 58:31 berikhtiar menjaga kesehatan dengan 58:33 metode pengobatan sunah, Saung Sehat 58:36 Rasil akan mengadakan bakti sosial Tibun 58:40 Nabawi insyaallah Selasa, 28 Juli 58:46 2026. Tentu saja mulai dari jam .00 pagi 58:49 sampai jelang asar di gedung radio 58:53 silaturahim lantai 2 Jalan Masjid 58:57 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 59:00 Cibubur. Layanan yang tersedia itu 59:02 meliputi bekam, fasdut, totok punggung, 59:05 dan refleksi yang akan ditangani oleh 59:08 terapis profesional dan berpengalaman. 59:10 Nah, untuk ikhwan dan akhwat yang ingin 59:13 mengikuti kegiatan ini, daftar ke Abi 59:16 Agus ya di 08176762331. 59:23 08176762331. 59:28 Kegiatan ini, Ikhwan Akhwat, terbuka 59:31 untuk umum dan dengan infak seikhlasnya. 59:35 Yuk, kita manfaatkan kesempatan ini 59:37 sebagai ikhtiar menjaga kesehatan agar 59:39 semakin optimal dalam beribadah dan 59:43 menjalankan aktivitas sehari-hari. Baik, 59:46 Ustaz Abul. Closingnya idea untuk 59:50 bahasan kita kali ini terkait dengan 59:53 motivasi hidup. 59:55 Ya, alhamdulillah. Saudara-saudaraku 59:58 kaum muslimin mudah-mudahan senantiasa 1:00:01 dirahmati Allah. 1:00:03 Jadi 1:00:05 kita perlu terus melihat 1:00:08 evaluasi 1:00:10 tentang motivasi hidup kita yang menjadi 1:00:12 dorongan hidup kita. Jangan sampai 1:00:15 keliru dan salah. Karena insyaallah 1:00:17 dalam menghadapi problem dan masalah 1:00:20 persis seperti perahu yang berlayar 1:00:23 mengarungi lautan. 1:00:25 Makin ke tengah makin deburan ombak, 1:00:28 arus, gelombang. badai mungkin suatu 1:00:31 saat. Oleh karenanya pegang teguh 1:00:34 kemudian 1:00:36 dan sunah. 1:00:38 Jadikan hidup ini dengan motivasi ibadah 1:00:42 kepada Allah. Kalau lepas daripada ini, 1:00:45 dia pasti akan terjebak pada motivasi 1:00:47 lain 1:00:48 dalam bentuk pengabdian pada materi, 1:00:52 mangawulo kepada kepentingan perut, 1:00:55 menjadi hamba-hamba nafsu. Itu sama 1:00:58 jauh. ini lebih buruk lagi. Maka tetap 1:01:01 motivasi hidup niat ibadah kepada Allah 1:01:05 dalam arti yang luas. Mohon maaf segala 1:01:08 kekurangan, kekeliruan. Wabillahi taufik 1:01:10 walhidayah. Wasalamualaikum 1:01:12 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:16 wabarakatuh. Mudah-mudahan ya, ikhwan 1:01:18 akhwat, kita dapat menggenggam erat yang 1:01:22 namanya jiwa yang tenang, hati yang 1:01:26 damai, jernih pikir kita, dan juga 1:01:28 bening hati kita. Terima kasih. Dan 1:01:31 habis ini acara kita adalah bincang 1:01:35 bersama Bapak Rodi Marianto. 1:01:39 Beliau dari kitabisa.com 1:01:42 bersama dengan Mas Krishna Purwana. 1:01:45 Sekali lagi terima kasih untuk 1:01:47 kebersamaan ini. Billahi taufik wal 1:01:48 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:01:51 wabarakatuh.