Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:07 Brail TV. [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Senang sekali bisa bersama-sama Anda 0:25 pagi ini di acara yang mudah-mudahan 0:27 mempersuasi kita semua sebagai ayah 0:30 bunda, sebagai pendidik atau apapun yang 0:33 ada kaitannya dengan anak ke-anak di 0:37 kesempatan yang mudah-mudahan semuanya 0:39 hari ini sehat ya, bugar, aman, dan 0:43 terkendali. Tidak lupa salam selawat 0:46 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:48 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:51 sallallahu alaihi wasallam beserta 0:53 harapan semoga kelak kita dipertemukan 0:56 dengan beliau di saat yang sangat kita 0:59 rindukan di yaumil akhir. 1:01 Ikhwan akhwat, 1:03 apakah Anda seorang ayah? Kenapa 1:06 bertanya kayak gitu? Karena tadi waktu 1:08 di off air dr. Hamid 5 bicara soal 1:11 gimana nih jadi ayah ee digital. Wow, 1:15 sesuatu yang pasti informasinya akan 1:18 sangat bermanfaat sekali ini. Baik, kita 1:21 sapa beliau yang sudah hadir di sini. 1:22 Asalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh. 1:25 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:27 Alhamdulillah. 1:29 Jadi, topiknya ini lebih ke ayah ya, 1:34 menjadi ayah digital. 1:36 Iya. Mudah-mudahan ya nanti ini jadi 1:39 semakin paham bagaimana menjadi ayah 1:42 kalau mungkin ada latihannya. Keren juga 1:44 nih. Silakan Pak Amid. 1:47 Baik terima kasih Bunda. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:50 Asalamualaikum warahmatullahi 1:53 wabarakatuh. Waalaikumsalam. Pendengar 1:55 Radio Rasil di mana saja berada. 1:59 Alhamdulillah 2:00 kita masih diberi kesempatan oleh Allah 2:03 untuk berbagi informasi. Insyaallah kali 2:07 ini lanjutan dari topik-topik yang sudah 2:11 kita bahas terkait dengan 2:15 tema ayah. Kali ini kita akan fokus 2:19 menjadi ayah digital. 2:22 berharap 2:24 ayahanda dan bunda di rumah khususnya 2:27 mereka yang memiliki 2:31 anak yang sudah menjadi ayah ni. Bisa 2:35 jadi 2:37 apa yang kita bahas hari ini menjadi 2:40 penting untuk 2:43 dicermati baik-baik. 2:46 terutama terkait dengan saat ini kita 2:49 sudah masuk ke era digital. Untuk itu 2:55 menjadi seorang ayah 2:57 digital sangat penting kalau kemarin 3:01 kita membahas bagaimana ayah menjaga 3:04 amarah 3:07 sehingga anak itu ee memiliki ruang yang 3:11 aman bagi mereka. sekarang bagaimana 3:15 menjadi ayah digital 3:18 mendampingi anak-anak itu menjadi ee 3:23 kebutuhan. Tetapi yang perlu 3:26 diperhatikan oleh setiap ayah kita bukan 3:31 menjadi guru atau menggurui mereka. 3:35 Kemungkinan besar mereka lebih hebat 3:39 dari kita sebagai seorang ayah. Karena 3:42 anak-anak itu 3:45 mereka 3:46 masih memiliki ruang yang luas untuk 3:50 merekam segala hal dan mereka memiliki 3:55 ee keinginan 3:57 atau ingin tahunya itu sangat ee 4:02 tinggi atau sangat besar. Untuk itu kita 4:07 sebagai orang tua fokus saja mendampingi 4:11 mereka. 4:12 pada saat mereka terakses ke berbagai ee 4:18 yang berhubungan dengan digital, baik 4:20 itu televisi, 4:24 kemudian gadget, 4:28 para ayah harus sebagai pendamping yang 4:32 hebat. Namanya juga pendamping. Berarti 4:35 menjadi seorang pendamping kita lebih 4:39 tahu 4:41 berbagai informasi terkait 4:44 hal-hal apa yang perlu kita dampingi 4:47 pada anak-anak kita. Untuk itu tidak 4:49 cukup seorang ayah itu ee hanya fokus 4:55 sebagai tulang punggung keluarga, hanya 4:58 memberi makan, memberi uang untuk ee 5:02 biaya pendidikan atau biaya kesehatan, 5:05 tetapi pada 5:07 hal-hal yang terkait dengan bagaimana 5:11 kita memastikan anak-anak kita terakses 5:15 ke dunia luar dan dunia itu juga kita 5:20 ketahui. Untuk itu butuh ee 5:24 peran seorang ayah sebagai pendamping. 5:29 Apa sebetulnya yang ingin kita bahas 5:32 ini? Apakah ada aturan tidak yang 5:36 mengaturnya? 5:38 Perlu kita ketahui anak itu memiliki hak 5:44 dan hak-hak anak itu itu sudah diatur di 5:48 dalam konvensi Hana. Untuk itu sebagai 5:52 seorang ayah coba ambil gadgetnya ketik 5:57 di Google Konvensi H anak. 6:02 ambil ee PDF-nya lalu coba dibaca 6:06 baik-baik terutama ada tiga pasal 6:10 penting yang terkait dengan ee digital 6:14 ini. Pertama, Pasal 13. Pasal 13 6:19 Konvensi H anak itu terkait dengan 6:23 kebebasan anak berekspresi. 6:26 Ah, kebebasan anak berekspresi itu 6:30 sangat ditentukan oleh tiga hal. 6:35 pertama apa yang mereka baca selama ini 6:40 dengan kita mengetahui 6:44 lalu 6:46 coba-coba kita mendampingi mereka pada 6:49 saat membaca berbagai hal yang ada di 6:53 depan ee anak-anak, baik yang bersumber 6:57 dari buku bacaan, yang bersumber dari 7:01 tablet, yang bersumber dari televisi, 7:04 yang bersumber dari ee handphone atau ee 7:11 alat alat digital lainnya. Itu yang 7:14 kemudian 7:16 kita perlu ketahui apa saja 7:19 bacaan-bacaan yang mereka baca. He. 7:23 Dan kalau seorang ayah sejak dari awal 7:27 mengetahui 7:29 bacaan-bacaan yang dibaca oleh anak 7:32 kita, insyaallah 7:34 itu akan terlihat pada saat mereka ee 7:39 berekspresi, baik itu dalam bentuk suara 7:42 maupun dalam bentuk tulisan atau gambar 7:46 atau dalam ee hal-hal lain yang 7:49 diproduksi melalui jari. cemari mereka. 7:54 Ini penting. Yang kedua, itu sangat juga 7:58 dipengaruhi 8:00 oleh 8:02 pengalaman anak kita. Ah, pengalaman ini 8:06 jangan dianggap sesuatu yang tidak 8:09 penting. 8:11 Terutama pengalaman anak sejak di dalam 8:14 kandungan sampai detik ini. Kalau anak 8:17 kita berusia 17 tahun atau anak kita 8:21 berusia 15 tahun atau anak kita berusia 8:25 ee 12 tahun atau anak kita berusia 7 8:28 tahun atau anak kita berusia 5 tahun, 8:32 itu berarti kita tahu tuh 8:34 pengalaman-pengalaman dia. Kalau 8:37 pengalaman anak kita itu benar-benar 8:43 melewati 8:45 pengalaman yang membahagiakan, tidak 8:48 pernah mengalami kekerasan, 8:51 tidak pernah mengalami perendahan atau 8:55 tidak pernah mengalami bullying oleh 8:58 siapa saja. Insyaallah 9:01 dari omongan anak itu akan terlihat 9:05 bahwa apa yang dia alami terkait dengan 9:09 hal-hal yang terbaik itu akan 9:12 tercermin dari setiap kata, kalimat atau 9:18 suara yang keluar dari mulut dia. Begitu 9:21 juga dengan rangkaian kata-kata kalimat 9:25 yang keluar dari karya tangannya. atau 9:29 dari gambar-gambar yang dia produksi 9:32 menjadi penting. Untuk itu, Ayah Anda 9:35 dan bunda sebagai orang juga yang ada di 9:39 sekitar anak-anak kita, kalau ada anak 9:43 yang berkata-kata yang tidak pas, itu 9:47 perlu kita maklumi. Karena 9:52 anak tersebut punya pengalaman seperti 9:55 apa yang keluar dari mulut dia. He. 9:58 Nah, ini menjadi penting. 10:00 Pasti kita ingin 10:04 anak-anak kita akan berkata-kata atau 10:08 anak akan berbagi status itu kata-kata 10:12 yang terbaik. Nah, itu syaratnya adalah 10:15 dia punya pengalaman-pengalaman yang 10:17 terbaik. 10:18 Jadi, bagaimana kalau pengalaman dia 10:21 yang sebaliknya? Itu yang kedua. Yang 10:25 ketiga yang di yang terkait dengan 10:28 kebebasan anak berekspresi itu sangat 10:31 ditentukan oleh apa yang dirasakan oleh 10:37 anak pada saat sebelum dia berkata-kata 10:40 atau sebelum dia menulis. Bila 10:45 anak itu dari pagi 10:49 dia bangun tepat waktu, lalu dia mandi, 10:54 kemudian dia salat subuh, sarapan, pergi 10:58 ke sekolah tidak terlambat. Insyaallah 11:01 saat kita akan berbicara dengan anak itu 11:05 yang keluar adalah kata-kata terbaik. 11:07 Tapi sebaliknya, coba dia bangun telat. 11:12 He. 11:12 Tidak mandi, hanya cuci muka, tidak 11:16 sarapan. Lalu dia buru-buru ke sekolah. 11:18 Sampai di depan sekolah, pintu gerbang 11:21 sudah tertutup. Lalu dia maksa mau 11:25 masuk. Pasti pada saat kita akan 11:29 bertanya sama dia itu akan keluar 11:33 kata-kata yang tidak menyenangkan. Nah, 11:35 untuk itu menjadi penting setiap ayah 11:39 pada saat memastikan 11:42 anak-anak kita terakses pada 11:46 digital. Itu perlu kita ketahui itu 11:48 pasal 13 konvensi anak. Kemudian pasal 11:53 yang kedua nih yaitu pasal 16 11:58 terkait dengan privasi. 12:02 Untuk itu pastikan ayahanda 12:06 pada saat anak kita sudah diberi 12:11 keleluasaan untuk menggunakan tablet, 12:15 menggunakan handphone atau menggunakan 12:18 yang terkait dengan digital, pastikan 12:22 dia harus 12:25 [berdehem] 12:25 menjaga jangan sampai identitas dia 12:30 bocor. 12:31 Untuk itu bagaimana caranya di dalam 12:37 penggunaan 12:38 email atau penggunaan akun Facebook, 12:43 Instagram, TikTok atau YouTube itu ada 12:47 pembatasan usia atau pada saat 12:50 penggunaan aplikasi-aplikasi 12:53 yang tersedia di pasar itu selalu ada 12:56 pembatasan usia. Ah, yang jadi soal 13:01 anak-anak kita itu tidak didampingi 13:05 dengan 13:07 utuh oleh ayah dalam penggunaan akun 13:11 ayah. Ah, ini menjadi penting dengan 13:16 anak terakses ke berbagai aplikasi lalu 13:21 kemudian itu dia pertama sekali 13:24 menggunakan email ayah. Insyaallah 13:28 kita akan dapat memantau hal-hal apa 13:33 yang akan digunakan atau hal-hal apa 13:37 yang dibagi atau hal-hal apa yang 13:40 diakses oleh anak kita karena semua akan 13:43 tercord ke ee email kita. Tapi persoalan 13:48 apakah hari ini setiap ayah sudah 13:52 memastikan 13:54 agar anaknya transparan kepada orang 13:57 tuanya atau jujur kepada ayahnya atau 14:02 sebaliknya. Kalau sebaliknya ini yang 14:05 jadi persoalan hari ini yang dihadapi 14:08 oleh Indonesia ditemukan banyak 14:12 anak-anak memiliki akun judi online. 14:18 Pertanyaannya 14:20 ke mana para ayah? 14:23 Tidak. Itu saja. Pada saat anak kita 14:27 ikut bimbel online, apakah mereka 14:31 menggunakan akun email ayahnya atau 14:35 tidak? Kalau kita tidak pastikan, 14:39 akhirnya mereka akan berbohong dengan 14:42 menggunakan email palsu dengan merubah 14:46 umur mereka. ini juga menjadi persoalan 14:49 dan ini yang kemudian kita harus 14:52 pastikan 14:53 ini tidak cukup hanya dibicarakan tetapi 14:58 setiap ayah harus memastikan bagaimana 15:02 menjaga privasi anak-anak kita dan itu 15:04 diatur oleh 15:07 pasal 16 konvensi anak ini turunannya 15:10 Bunda Nuning. Ada tiga undang-undang. 15:15 Untuk itu kalau boleh setiap ayah ini 15:18 menjadi ayah digital perlu membaca tiga 15:21 undang-undang ini. pertama adalah 15:24 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 15:28 tentang Keterbukaan Informasi Publik 15:31 yang hari ini di Komisi Informasi tuh 15:35 Bonduning sedang menyindangkan tuh yang 15:38 disidang tuh tidak tanggung-tanggung 15:39 Buning KPU 15:42 lalu 15:44 ee UGM 15:46 terkait 15:47 identitas. 15:48 Iya. Nah, 15:51 setiap ayah itu harus pastikan terkait 15:54 dengan anak ada beberapa informasi yang 15:57 ada di pasal 17 itu tidak boleh diumbar 16:01 ke publik. Untuk itu bagaimana ayah-ayah 16:06 di Indonesia yang mendengarkan radio 16:09 Rasil itu memastikan 16:12 iya 16:13 anak gadis kita bagaimana dia berbagai 16:18 status, bagaimana dia berbagi gambar, 16:22 bagaimana dia berbagi video, bagaimana 16:25 dia berbagi selfie di mana, selfie di 16:28 sini, itu semua akan tertampang. 16:32 foto-foto anak-anak kita 16:35 dan juga sekarang anak laki-laki juga 16:39 itu sudah menjadi incaran para pedofil 16:43 terutama terkait dengan kekerasan 16:46 seksual, 16:49 eksploitasi seksual melalui online. 16:53 He. Kontribusi ayah di sana sangat 16:57 tinggi bila tidak melakukan pendampingan 17:01 pada anak-anak gadis atau anak laki-laki 17:06 mereka. Baik yang dari usia balita 17:10 sampai usia 17 tahun tinggal 1 detik 18 17:15 tahun. Nah, itu kita harus pastikan tuh 17:18 dan kita dapat berdebat dengan mereka 17:22 atau dapat berdiskusi dengan mereka 17:24 terkait dengan hal ini. Untuk itu tidak 17:28 cukup kita hanya mengetahui 17:30 undang-undang ini. Kita juga harus baca 17:33 Undang-Undang kedua ini, Bunda Nuning. 17:35 Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 17:39 tentang sistem peradilan pidana anak itu 17:43 ada pasal 17:45 19 dan pasal 97 untuk memastikan 17:51 terutama kalau anak-anak kita 17:56 menjadi pelaku atau menjadi korban atau 18:00 menjadi saksi tindak pidana identitas 18:03 mereka itu tidak boleh bocor. Ah, ayah 18:09 digital itu juga harus tahu terkait 18:13 dengan keberadaan undang-undang ini dan 18:17 hak-hak yang telah diatur di sebuah 18:21 peraturan 18:23 Presiden Nomor 75 tahun 2020. 18:29 Baca tuh di sana tuh ada hak. Misalnya 18:34 kalau anak kita identitasnya bocor ke 18:39 publik, terutama dia menjadi korban atau 18:42 jadi saksi, 18:44 identitas anak kita itu berhak untuk 18:48 dirubah. Misalnya tadinya dia nama A 18:51 berubah menjadi nama B. Itu sudah diatur 18:54 Bunda Nuning. 18:55 Iya. Bagaimana para ayah? Sudah tahu 18:58 belum nih? Sebagai ayah yang punya anak 19:02 laki-laki maupun anak perempuan harus 19:05 tahu dan harus dipaksa tahu. Tidak boleh 19:10 masa bodoh. Nah, ini menjadi penting 19:12 sekali penekanannya ini. Kemudian 19:15 undang-undang yang ketiga yaitu 19:19 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 19:23 2022. 19:25 tentang 19:27 perlindungan 19:28 data pribadi. 19:32 Sebagai ayah digital, 19:35 kalau tidak pernah membaca undang-undang 19:39 ini, bagaimana kita akan komplain ke 19:43 media, ke pemilik aplikasi, ke banyak 19:48 hal. 19:50 Karena Presiden juga melalui Komin 19:54 Komendigi itu sudah menerbitkan 19:57 peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025 20:02 tentang perlindungan anak di ee 20:06 lingkungan digital. Waduh, harus kita 20:09 baca itu semua supaya 20:13 ada bahan untuk kita berdiskusi dengan 20:16 anak-anak kita. Kadang-kadang kita akan 20:19 kalah dengan mereka kalau terkait dengan 20:23 penguasaan teknologi. Tetapi kalau 20:26 penguasaan terkait substansi, peraturan 20:29 perundangan, ah kita mungkin lebih punya 20:33 pengalaman. Ah, ini juga menjadi 20:36 bahan-bahan diskusi untuk kita. Kemudian 20:40 yang ada di konvensi anak Bunda Nuning 20:43 itu adalah pasal 17. 20:48 informasi layak anak 20:50 sebagai ayah yang mendapat amanah untuk 20:55 memastikan anak-anak kita itu 20:58 mengkonsumsi 20:59 ee informasi dari digital yang aman, 21:03 yang ramah 21:05 buat mereka. Kita harus tahu 21:09 informasi apa saja yang diproduksi oleh 21:14 berbagai aplikasi 21:16 kita. tidak harus mengetahui semua 21:20 aplikasi, tetapi perlu tahu siapa yang 21:25 mengembangkan aplikasi tersebut, siapa 21:29 yang mendanai aplikasi tersebut, lalu 21:34 target aplikasi itu siapa dan yang 21:37 paling penting apa sih misi mereka. 21:41 Kalau itu diketahui oleh setiap ayah, 21:46 itu menjadi bahan diskusi untuk bersama 21:49 anak-anak kita. Nah, misalnya nih 21:52 aplikasi game kita tahu tuh siapa yang 21:55 mengembangkan e aplikasi searching di 21:58 Google 22:00 latar belakang si pengembang itu. Kalau 22:05 kita tahu bahwa pengembang itu dulu 22:08 punya pengalaman menjadi korban atau 22:11 menjadi pelaku kekerasan, 22:15 kemungkinan besar 22:17 program-program atau aplikasi yang dia 22:20 kembangkan itu berisi hal-hal tersebut. 22:24 Seperti yang tadi kita bahas, seseorang 22:27 berbicara itu dipengaruhi oleh apa yang 22:29 dia baca, apa yang dia alami, dan apa 22:34 yang dia rasakan pada saat dia 22:36 mengekspresikan itu. Ini juga kita perlu 22:39 tahu nih pengalaman si pengembang. Lalu 22:42 yang kedua kita perlu tahu siapa yang 22:46 mendanai ini. 22:47 He. 22:48 Kalau pendanaan dia punya misi untuk 22:51 merusak negara, sudah otomatis 22:55 aplikasi-aplikasi yang dikembangkan oleh 22:59 orang itu tidak lari dari hal itu. Ah, 23:03 ini ini yang menjadi penting juga kita 23:07 perlu ketahui. Jadi ayah yang hebat 23:10 tidak cukup bilang, "Wah, anakku sudah 23:13 bisa menggunakan berbagai aplikasi yang 23:17 ada di gadgetnya, tapi kita harus tahu 23:20 tuh. 23:22 Kalau kita sudah tahu, akhirnya pada 23:25 titik temu pada saat kita berdiskusi 23:28 dengan anak, Dek atau Mas atau Mbak atau 23:33 kak, 23:34 Bapak hanya minta satu hal. Apa yang 23:39 terbaik kamu dapatkan dari gadget itu, 23:43 itu jadikan modal untuk pengembangan 23:46 dirimu. 23:48 Tapi yang paling penting kalau ada 23:51 hal-hal yang terkait 23:54 dalam bentuk kekerasan, 23:57 pornografi, 23:59 intoleransi, itu hanya menjadi pengingat 24:04 bagi dirimu untuk tidak diekspresikan 24:08 ke publik. 24:09 He. 24:10 Karena kalau yang terbaik kamu 24:13 ekspresikan, kamu akan mendapatkan 24:15 penghargaan. 24:17 Tetapi kalau yang 24:20 tadi seharusnya kamu tidak ekspresikan 24:23 tapi hanya menjadi pengingatmu, kamu 24:25 akan mendapatkan cemoohan dan diri kamu 24:29 pasti akan diri. Jadi menarik kan 24:31 diskusi itu Bunda Nuning ya. 24:33 Nah, untuk itu ayahanda dan bunda ini 24:37 tidak cukup kita hanya berkata-kata 24:42 tetapi yang dibutuhkan hari ini adalah 24:45 ambil bagian. dengan cara 24:49 memastikan 24:52 memahami 24:53 hak-hak anak yang diatur di dalam 24:56 konvensi anak tadi pasal 13, pasal 16, 25:02 pasal 17. Apakah sudah cukup 25:07 memahami itu? Belum. 25:10 Di pasal 13 itu ada Undang-Undang Nomor 25:15 1 Tahun 25:18 2024 25:20 tentang perubahan atas undang-undang IT. 25:25 Ah, di situ tuh pengaturan terkait 25:28 dengan perlindungan 25:31 data elektronik anak itu dilindungi. 25:35 itu setiap ay kalau boleh undang-undang 25:38 itu baru tahun kemarin ya Bunda Nuning 25:41 2024 dan nomornya unik nomor satu kita 25:46 baca kita pahami dan kemudian akhirnya 25:51 kita akan tahu juga terkait dengan 25:54 banyak hal di dalam pasal 17 konvensi 25:59 anak terkait dengan informasi layak anak 26:02 para ayah perlu juga nih Bunda Nun He 26:05 membaca Undang-Undang Nomor 40 Tahun 26:10 1999 26:13 tentang kebebasan pers. Ah, di situ tuh 26:17 oh ternyata 26:20 anak-anak itu 26:22 identitas atau kasus-kasus dia tidak 26:26 boleh dipublikasi melalui media. H 26:31 cetak. Nah, itu wacot. Terus 26:34 Undang-Undang 26:36 Nomor 32 Tahun 2000. Undang-undang apa 26:40 tuh? Muda Nuning 26:43 tentang penyiaran 26:47 radio televisi yang hari ini YouTube 26:51 belum diatur, Bunda Nuning. 26:52 Iya. 26:53 TikTok belum diatur. 26:55 Berarti siapa yang dapat mengatur itu 26:58 semua? 26:59 Untuk itu kalau ayah-ayah hebat-hebat 27:02 ini sudah membaca berbagai undang-undang 27:04 ini berarti ada kekosongan peraturan 27:08 perundangan. Ah kalau kita dorong 27:10 pemerintah, kita dorong pengusaha untuk 27:13 memastikan undang-undang, mereka kan mau 27:15 cari untung. 27:16 Iya. 27:17 Siapa yang harus memperjuangkan ini? 27:20 Kalau bukan kita saat memilih 27:24 anggota-anggota DPR yang duduk di DPR. 27:27 Nah, untuk itu perlu kecerdasan juga 27:31 apakah anggota-anggota DPR kita yang ada 27:34 di Komisi 1 itu mereka 27:38 memperjuangkan tidak anak-anak kita yang 27:42 mungkin 27:44 sebagai ayah, sebagai kakek, sebagai 27:48 paman, mungkin ada yang ee miss. Nah, 27:52 itu yang mereka harus perjuangkan untuk 27:55 memastikan anak-anak kita itu mereka 28:00 berada di ruang digital 28:04 yang aman, yang ramah, yang tidak ada 28:08 sekarang ini buling. kelihatan 28:11 pemerintah kelihatan ee apa tidak dapat 28:16 berdaya karena iya 28:19 tidak dikuatkan dulu ayah-ayahnya ini. 28:21 Nah, melalui pertemuan kita hari ini, 28:24 coba kita berusaha untuk memastikan 28:28 setiap ayah itu menjadi ayah digital. 28:32 bukan harus menguasai semua aplikasi, 28:35 tapi hadir secara aktif dan terbuka. 28:41 Aktif dan terbuka. Terbuka di sini 28:44 artinya Bunda Noni 28:46 ya dengan anak kita, kita harus selalu 28:49 berdiskusi dengan mereka. Seperti tadi 28:51 Bung 28:53 Ondi punya anak 28:57 dia langsung 28:59 melarang-larang berbagai hal yang 29:01 setelah dia nonton di gadget atau 29:05 biarkan mereka main game sepuas-puasnya 29:10 tetapi ada time screen H 29:14 atau screen time pembatasan penggunaan 29:18 ee ee gadget misalnya. Oke, ayah setuju 29:24 1 jam setelah menggunakan gadget. Ingat 29:29 sebelum salat magrib ayah pengin 29:32 mendengar cerita. Nah, ceritanya itu 29:35 banyak hal ini. Nah, coba dicatat ini 29:38 Bung Ondi. Apa saja yang perlu kita 29:41 minta sama anak? Ayah sangat senang kamu 29:45 bisa menggunakan gadget 29:47 tapi boleh enggak? 29:49 Ayah dibagi cerita siapa saja 29:53 tokoh-tokoh yang ada di gadget itu. 29:56 Lalu dari tokoh-tokoh itu, 30:00 apa saja yang kamu bisa ambil yang 30:04 terbaik untuk dirimu? Cerita tuh nanti, 30:08 oh ini ya ini si ini si ini. Tapi yang 30:12 ini ya kayaknya dia suka membully ee 30:16 temannya atau lawannya. Heeh. 30:18 Ini kayaknya aku tidak mau apa yang dia 30:21 perbuat ini aku lakukan. Nah, itu jadi 30:23 diskusi hidup. 30:25 Iya. 30:25 Untuk itu boleh enggak 30:28 Kak, Adik atau Mbak? Nah, jangan 30:31 disukakan. Terserah nama-nama anak kita 30:34 panggil apa saja sesuai dengan ee 30:37 kebaikan para ayah dan sudah disepakati 30:40 oleh anak kita. Boleh enggak ayah 30:45 mendapatkan dalam bentuk tertulis apa 30:48 yang kamu dapat? Wah, dia tulis itu 30:51 Bunda Nuning. 30:52 He. 30:53 Dia ingat tuh semua apa yang dia dapat 30:56 tuh. 30:56 Masyaallah. 30:57 Dan itu kemudian didiskusikan dengan 31:00 ayahnya. Dari hasil diskusi itu kembali 31:04 ada penguatan. Oke. 31:08 Tapi ada catatan nih. 31:10 Ini jadi diskusi, jadi hidup ya. Jadi 31:13 saling terbuka antara si anak dan si 31:19 ayah. Ayah aku tadi 31:22 sempat tuh mengklik ada iklan lewat. Aku 31:27 klik, 31:29 aku diajak untuk 31:32 berupaya untuk mengakses. Wah, ini 31:34 berarti ada sesuatu nih. Tapi jangan 31:37 khawatir, Ayah. Aku sudah baca di atau 31:40 aku punya cara untuk mengatasinya. itu 31:43 berarti si ayahnya tadi belum tahu 31:45 apa-apa 31:46 gak tahu jadi tahu. 31:47 Nah, ini menjadi penting 31:50 karena hari-hari ini 31:55 hampir sebagian besar para ayah memiliki 32:00 gadget. 32:02 Tapi pertanyaannya 32:05 sudah menyediakan waktu tidak untuk 32:09 anak-anaknya, 32:11 terutama anak-anak gadis-gadis 32:15 mereka. Karena potensial 32:19 untuk menjadi korban eksploitasi 32:23 kekerasan seksual 32:25 di rana digital atau di rana online itu 32:29 adalah mereka. ini menjadi penting. Kita 32:33 perlu coba 32:35 ajak diskusi mereka kalau sudah terbiasa 32:40 sejak dari usia dini, 32:42 lalu mereka masuk ke usia SD, kemudian 32:46 transisi ke SMP, sudah mereka sudah 32:49 mulai menghindar dengan ayah. Tapi kalau 32:53 mereka sudah diajak diskusi sejak dari 32:57 awal, insyaallah sampai kuliah pun saya 33:01 punya pengalaman anak saya sekarang 33:04 masih tetap berdiskusi dengan ayahnya 33:07 lewat WhatsApp atau lewat telepon atau 33:12 pada saat kami menjemput, pada saat kami 33:15 mengantar, diskusi terus terkait banyak 33:18 hal. Hanya dua hal yang saya ingin 33:21 pastikan. He 33:22 apa yang kamu dapat, apa yang kamu 33:24 hindari dan itu menjadi sangat efektif 33:28 dan berharap nih para ayah yang 33:31 mendengarkan siaran yang kita ee 33:36 hadirkan hari ini semoga bermanfaat. 33:39 Ini penting. 33:41 Ayah juga harus terus belajar. 33:45 Heeh. untuk terus belajar ini ada satu 33:48 dokumen kalau boleh 33:52 dicatat oleh para setiap ayah yang punya 33:56 Google, yang punya handphone. 33:58 He. 33:59 General komen nomor 25 tahun 2021 34:07 tentang digital anak. Ah, itu dibaca 34:10 tuh. 34:12 Dokumen ini disusun oleh komite H anak 34:18 PBB. 34:20 Para anggota komite ini cuma punya satu 34:25 tujuan menghadirkan dokumen ini 34:28 dan berharap dokumen ini dibaca oleh 34:33 setiap ayah agar apa? agar anak-anaknya 34:38 aman terlindungi 34:41 dari lingkungan digital. Dan ini 34:46 topik ini sudah mulai ee in lagi 34:51 didiskusikan di 34:54 ee lembaga-lembaga dan juga mulai 34:58 mendapatkan perhatian dari jurnal-jurnal 35:01 internasional untuk 35:05 menampilkan callpaper agar para ee 35:10 ilmuwan itu menulis tentang kejadian 35:13 kejadian yang ada di sekitar mereka. 35:16 Untuk itu, bagaimana para ayah-ayah 35:21 penting tidak untuk membaca dokumen ini? 35:24 He. 35:25 Untuk itu tidak perlu khawatir sekarang 35:28 dokumen itu memang disusun 35:31 sesuai dengan bahasa PBB, bahasa 35:35 Inggris. Nah, kita ambil kita bisa minta 35:38 sama AI CCPT. JCPT tolong cari dong 35:45 General Komen nomor 25 35:48 2021. 35:50 Resume untuk aku sebagai ayah yang 35:54 memiliki anak yang berusia. Tinggal 35:57 sebut 35:58 iya 35:58 anak perempuan, anak laki. Insyaallah 36:02 CCPTI dengan senang hati akan batu kita 36:07 dalam 36:08 meresumekan dokumen-dokumen ini. 36:11 Ini mungkin yang bisa kita sampaikan 36:15 dalam pertemuan ini. Kalau ada hal-hal 36:18 yang perlu kita diskusikan, wah ini 36:20 menarik ya, Bunda Ning. 36:21 Iya. 36:22 Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi 36:24 wabarakatuh. Waalaikumsalam 36:26 warahmatullah wabarakatuh. Jadi ikhwan 36:29 akhwat, era sekarang ini era digital 36:33 memang ya memudahkan komunikasi 36:37 tentang informasi tetapi juga sekaligus 36:41 seperti yang tadi kita dengar 36:42 memunculkan kesenjangan kalau kita 36:44 sebagai orang tua terlebih-lebih di sini 36:47 sebagai ayah ee kurang punya waktu untuk 36:52 berada bersama buah hati kita. Dr. Hamid 36:56 boleh langsung ke pertanyaan, ya. 36:58 Baik. 37:00 Emm ayah itu ini dari seorang ibu ya 37:03 tidak disebut namanya. Ayah itu di luar 37:05 rumah seharian pastilah lelah kalau 37:08 pulang perlu istirahat. Jadi idealnya 37:12 bagaimana dengan ayah yang sibuk seperti 37:15 ini? Apa pula yang harus dilakukan 37:17 sebagai istrinya yang lebih banyak waktu 37:21 di rumah? Terima kasih. 37:22 Baik. Terima kasih Bunda yang memiliki 37:27 suami yang super sibuk. Sesibuk-sibuknya 37:32 ee seorang ayah, kemungkinan besar dia 37:36 akan meluangkan lima waktu untuk ibadah 37:40 kepada Allah. He he. 37:41 Tetapi ada waktu senggang terutama di 37:45 hari Sabtu atau di hari Minggu atau di 37:49 hari-hari tertentu. Ah, untuk itu 37:53 topik yang kita bahas hari ini ibu di 37:56 rumah dapat membuat resume dan itu 38:01 menjadi bahan diskusi di tempat tidur. 38:06 Nah, bisa nih. Ayah, tadi aku mendengar 38:10 Radio Rasil membahas topik ini. Topik 38:13 apa itu? Ah, kalau ada sudah ada 38:15 pancingan seperti itu berarti ada 38:18 sesuatu perhatian. 38:19 Berhatian 38:19 ini nih. Coba kita lihat bersama-sama. 38:23 Tadi aku dengar kayaknya ada istilah 38:26 konvensi hak anak. 38:27 H 38:29 cari tuh apa itu konvensi anak. 38:33 tadi ada pasal 13, pasal 16, pasal 17 38:38 baca. Tapi tidak cukup di situ ya. Ada 38:41 undang-undang, materi-materi itu semua 38:44 jadi bahas diskusi. 38:45 Sampai 38:46 lalu minta nih komitmen dari ayah. 38:50 Gimana nih ya? Ayah punya peran penting 38:54 untuk memastikan 38:56 selain Bunda di rumah, tapi anak kita 39:01 perlu sosok yang dia akan selalu dengar. 39:07 Apa yang keluar dari mulut ayahnya 39:10 itu yang kemudian selalu dibenarkan 39:13 oleh Bunda itu akan semakin menguatkan. 39:18 Untuk itu boleh enggak cari waktu kapan 39:21 saja? Bukan mungkin hari ini tidak bisa 39:25 cari waktu saja 39:27 berdiskusi dengan anak-anak kita. Mau 39:32 mulai anak yang tertua kah, anak yang 39:36 tengah kah atau anak yang paling adik. 39:40 Ini menjadi penting. Wah kan anak kita 39:42 yang tua sudah nikah kan dia punya anak 39:44 juga 39:45 cucu kita. itu juga perlu untuk 39:48 mendapatkan informasi dan ini tidak ada 39:53 ee 39:55 waktu yang 39:57 kita ee hilang. Cari saja. Untuk itu, 40:01 Bunda yang hebat, bagaimana 40:04 memastikan ada komitmen dari suami kita 40:09 untuk ambil bagian berdiskusi dengan 40:11 anak apa yang dia dapat dari gadgetnya 40:15 dan apa yang perlu dia hindarkan. Dan di 40:18 akhir itu nanti si ayah hanya pengin 40:21 memastikan setiap momen boleh enggak 40:25 ayah dapat 40:27 catatan kecil dari apa yang kamu lihat, 40:32 apa yang kamu mainkan, apa yang kamu 40:35 share, apa yang kamu baca, apa yang kamu 40:39 tonton. Dengan begitu 40:42 semakin 40:44 ee mendorong ayah untuk mencari uang 40:46 yang banyak. agar kamu menjadi anak yang 40:49 hebat. Ah, itu menjadi penting. 40:52 Kapan itu? Hanya Bunda yang hebat yang 40:55 mampu meyakinkan suaminya. Seharusnya 40:58 dibalik ya. Harusnya [berdehem] suaminya 41:01 yang harus memastikan istrinya untuk 41:05 selalu memberi informasi atau memberi 41:09 peringatan atau kabar gembira kepada 41:11 anak-anaknya di rumah. Demikian. Yang 41:14 jelas harus kompak antara ibu dan ayah 41:17 yang mana yang memang 41:19 sampai waktunya harus diberitakan. Ya, 41:24 ini ada pertanyaan yang bukan pertanyaan 41:26 sih, seperti informasi dari Ibu Ida. 41:30 Katanya 41:32 buah jatuh tak jauh dari pohonnya. 41:35 Kalau kita berharap anak kita berwarna 41:39 biru, sementara kita ayah ibunya 41:42 warnanya acakadul, itu usaha seperti apa 41:46 yang harus dilakukan. Karena dunia kami 41:50 waktu masih anak-anak dengan dunia 41:54 sekarang beda banget. 41:56 Mohon petunjuknya. Iya. Baik, terima 42:00 kasih Bunda yang sudah berusaha untuk 42:04 memberi gambaran yang menarik. 42:07 He. 42:09 Anak itu adalah cerminan dari ayah dan 42:14 ibunya, terutama di usia 0 sampai 8 42:20 tahun. He 42:22 kalau di momen itu ayahanda dan bunda 42:28 benar-benar menjadi pendidik pertama dan 42:31 utama, insyaallah akan terbentuk sekitar 42:36 80% kecerdasan anak itu 42:40 akan kita lihat 42:42 sampai dia dewasa. 42:45 Tetapi 42:46 kalau itu kita tidak ambil, yang 42:50 kemudian ada pihak luar yang akan 42:55 merebutnya. Sekarang 42:58 siapa nih yang mau ee ambil perani? kita 43:04 membiarkan anak kita di usia 0 sampai 8 43:07 tahun itu dikuasai oleh 43:10 pengaruh-pengaruh dari luar 43:12 atau kita yang mempengaruhi mereka 43:15 sehingga akan lahir anak-anak yang 43:18 hebat. 43:19 Kalau 80% ini berhasil dibentuk oleh 43:25 para ayah dan bunda di rumah yang 43:28 mendapatkan status langsung dari Allah 43:32 sebagai pendidik pertama dan utama, 43:35 insyaallah yang sisa 20% itu tinggal 43:40 konfirmasi. 43:42 Kuncinya sederhana. 43:44 Ayah, hari ini aku dapat ini loh. 43:47 Menurut ayah bagaimana nih? 43:49 Sama seperti Bunda saat ini pasti selalu 43:54 kalau sudah terbiasa bertanya sama ayah, 43:57 sama ibu atau sama paman atau sama bibi, 44:02 sama orang-orang yang kita anggap 44:04 sebagai orang tua itu 44:08 rasanya terkonfirmasi. apa yang aku 44:11 pahami itu mendapat dukungan dari orang 44:15 yang aku anggap sebagai orang tua. Nah, 44:18 ini jadi penting. 44:21 Dan kalau setiap ayah sudah berhasil 44:25 mendampingi anaknya, insyaallah 44:28 pada saat dia menjadi ayah-ayah untuk 44:31 anak-anak yang ada di luar, 44:34 perlakuan yang sama akan terjadi pada 44:38 anak-anak tersebut. 44:40 Tinggal 44:42 apakah kita siap untuk mengambil itu? 44:45 Ini pilihan. 44:48 Iya. 44:48 Kalau kita memilih yang terbaik, 44:50 insyaallah kita akan menghasilkan yang 44:53 terbaik. Tetapi kalau kita melakukan 44:56 pengabaian di situ kita telah melakukan 45:00 kekerasan pada anak baik itu anak kita 45:04 sendiri maupun anak-anak Indonesia yang 45:07 ada di luar pagar rumah kita. Itu 45:11 mungkin. 45:12 Baik. Ini ada cerita sedikit menarik ee 45:14 dari sayang sekali enggak disebut 45:16 namanya. Pernah waktu kami kumpul, Mbak 45:19 Nuning 45:21 di antara ibu-ibu Oh, ibu-ibu arisan itu 45:27 kalau seorang anak laki-laki ingin 45:30 seperti ayahnya 45:32 kayaknya jarang ya bisa kita dapatkan di 45:36 dalam obrolan itu. Bahkan dibahas juga 45:39 kalau yang anak perempuan pengin punya 45:42 suami dengan cosok seperti ayahnya. 45:45 untuk menciptakan ini semua diskusi kami 45:47 sampai berlama-lama enggak kelar-kelar. 45:50 Mohon gambaran dari Pak Hamid. 45:53 Iya. 45:54 Baik, terima kasih Bunda. Ah, untuk itu 45:58 cari waktu ee tonton rekaman kita dari 46:03 ee pertemuan pertama sampai pertemuan 46:06 hari ini. Dan ada lagi beberapa 46:08 pertemuan atau membaca buku kami ada di 46:13 Amazon tuh. 46:14 Heeh. terkait ee ayah bukan hanya 46:18 menjadi tulang punggung, tetapi dia 46:22 harus ee berperan. Salah satunya topik 46:25 yang ee dibahas topik hari ini 46:29 bagaimana menjadi ayah 46:31 digital. Ayah digital. 46:33 Iya. Jadi memang ya kehadiran ayah yang 46:38 paham dengan dunia anak sekarang ini 46:41 diperlukan sekali. 46:44 Emm kalau yang anak perempuan pengin 46:47 punya suami seperti ayahnya itu berarti 46:50 ayahnya luar biasa banget ya sudah ya di 46:52 mata si anak ya 46:53 mendapat pendampingan, mendapatkan 46:56 pembimbingan, 46:58 dan dia mendapatkan kenyamanan, 47:01 ketenangan. Jadi, 47:04 Pak aku boleh tanya enggak? Ah, itu 47:07 kalau udah seperti itu dia ee mau 47:11 bertanya 47:12 itu berarti kita 47:15 sudah mendapatkan apa tuh sesuatu. Tapi 47:19 aku malas bertanya sama ayah. Ah, 47:21 berarti ada sesuatu yang membuat 47:23 ayahnya enggak suka diskusi. [tertawa] 47:24 Membuat dia trauma. Apa nih? Tanya-tanya 47:28 cari di Google. 47:31 Oke, ayah Anda dan bunda. Ini menjadi 47:34 hal yang penting. Tidak ada yang 47:36 terlambat. Kita bisa belajar dari apa 47:39 yang dilakukan oleh Rasulullah. 47:42 Rasulullah sebagai pendidik, beliau 47:47 belajar dan mengajar. 47:49 Balik perhatikan. 47:50 Ada kata beliau belajar dan mengajar. 47:54 Belajar dari mana, Bunda Nuning? 47:56 Mengajar 47:56 belajar dari anak-anaknya. He 48:00 atau belajar dari anak-anak yang ada di 48:03 sekitarnya atau belajar dari 48:06 sahabat-sahabatnya. 48:08 Kemudian mengajar apa yang beliau 48:12 dapatkan dari satu anak dia ajarkan 48:16 untuk anak-anak yang lain. Untuk itu 48:19 perkaya 48:21 perkaya dengan membaca buku sirah 48:25 nabawiyah dan sirah sahabat. di Radio 48:29 Rasil ada juga siaran terkait, tapi yang 48:32 membawa topik itu sudah diundang oleh 48:36 Allah lebih dahulu dari kita ya. 48:39 Kemudian 48:40 ini menjadi penting juga agar kita 48:44 menjadi sosok seperti itu. Coba 48:49 ikuti apa yang dilakukan oleh Khalifah 48:52 Umar. He. 48:54 Untuk proses tadi itu sebetulnya beliau 48:58 pada saat istrinya 49:01 Omel marah-marah, Khalifah Umar diam 49:06 merekam semua apa yang atau menyedot 49:09 semua energi negatif dari ee istrinya 49:14 dengan tujuan hanya satu, jangan sampai 49:18 istrinya masih punya energi negatif 49:21 untuk besok hari. Karena Khalifah Umar 49:25 akan banyak bekerja apalagi mengurus 49:27 negara itu ya atau mengurus banyak hal 49:31 di rumah anak-anaknya bersama istri yang 49:36 sudah tidak ada energi negatif untuk 49:39 memarahi anak-anaknya. Hari ini korban 49:43 kekerasan 49:45 yang banyak pelaku di rumah itu adalah 49:49 ibu dan korbannya adalah anak-anak 49:53 perempuan. 49:54 Masyaallah. 49:55 Dan itu yang kemudian anak-anak 49:57 perempuan ini akan menjadi ibu. Kalau 50:01 itu tidak mendapatkan pendampingan, 50:05 pembimbingan yang baik, mereka akan 50:08 memproduksi hal yang serupa kepada 50:12 anak-anak mereka. Untuk itu, ambil 50:15 bagian. 50:17 Siapa nih kuncinya? Ayah. [tertawa] 50:20 Terutama setiap ayah harus menguasai 50:23 berapa undang-undang tadi, Bunda Nuni? 50:25 Ada sekitar 50:27 ee enam undang-undang. He he. 50:30 Semoga apa yang kita bicarakan hari ini 50:34 mendapatkan berkah dan kita berharap 50:37 Allah selalu memberikan cahaya kepada 50:41 kita yang hari ini sudah lembut. Semoga 50:46 lebih lembut lagi. Demikian. 50:48 Asalamualaikum warahmatullahi 50:50 wabarakatuh. 50:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:53 wabarakatuh. Jadi, ikhwan akhwat, apa 50:56 yang kita dengar sekarang terkait dengan 50:59 menjadi ayah digital. Kalau misalnya 51:01 ayah enggak dengar bisa dilihat lagi di 51:05 ee 51:06 YouTube-nya Rasil TV ya. Ayah yang aktif 51:12 dan terbuka sering mengajak diskusi 51:15 terhadap kondisi apapun dengan 51:17 anak-anak. Apalagi kalau tadi yang Dr. 51:20 Hamid bilang, minta anak-anak menuliskan 51:23 apa yang didapat, yang ee dia pahami 51:28 dari keasikannya di Metsos. Luar biasa 51:30 banget ya. Sekali lagi, Dr. Hami terima 51:32 kasih banyak. Mudah-mudahan akan ada nih 51:35 pelatihan yang khusus untuk ayah-ayah 51:40 yang paham dengan dunia anak-anak 51:42 sekarang ya. Billahi taufik wal hidayah. 51:45 Wasalamualaikum warahmatullahi 51:46 wabarakatuh. Waalaikumsalam.