Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan 0:19 akhwat rahimakumullah. 0:21 senang sekali bisa bersama-sama kembali 0:23 di acara kita yang mudah-mudahan Radio 0:27 Silaturahim senantiasa mempersuasi dan 0:31 memotivasi kita untuk menjadi sosok yang 0:34 lebih lebihnya banyak banget ya. Tidak 0:37 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:40 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:44 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 0:47 beliau di saat yang sangat kita 0:48 rindukan. Enggak puasa berapa kali 0:51 sudah? Oh, selalu puasa. Alhamdulillah 0:55 ya sudah sampai ke pertengahan di bulan 0:58 Ramadan ini acara kita menghadirkan Dr. 1:02 Hamid Pati yang sudah siap hadir, sudah 1:06 duduk di sini sejak tadi. Asalamualaikum 1:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:12 Alhamdulillah wasyukurillah. 1:14 Mudah-mudahan semua yang bersama kita 1:16 juga sehat ya. Amin. Kalau bicara soal 1:20 pengasuhan berbasis anak, persisnya 1:23 untuk hari ini kita bahas tentang apa 1:24 nih? Kita akan menekankan terkait tujuan 1:29 pendidikan. Tujuan 1:32 pendidikan. Masyaallah. Karena segala 1:35 sesuatu kalau kita tahu persis tujuannya 1:38 pasti sampainya juga lebih mudah begitu 1:40 ya. Oke, mari kita simak sepenuhnya apa 1:43 yang akan menjadi bagian dari pemahaman 1:47 baru kita terkait 1:49 dengan pengasuhan pada anak-anak kita. 1:52 Silakan. Terima kasih, Bunda. 1:56 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh. 2:00 Waalaikumsalam. Pendengar Radio Rasil di 2:03 mana saja berada. Alhamdulillah kita 2:06 masih diberi kesempatan oleh Allah untuk 2:09 berbagi informasi. Insyaallah masih 2:12 terkait dengan materi pengasuhan 2:14 berbasis hak anak khususnya terkait 2:17 dengan tujuan 2:19 pendidikan. Kalau 2 minggu lalu kita 2:22 membicarakan tentang pendidikan, 2:25 sekarang kita akan menurunkannya. 2:28 Sebetulnya tujuan pendidikan itu 2:32 apa? Bila kita merujuk pada konvensi hak 2:37 anak itu ada di pasal 2:40 29 konvensi anak yang telah kita 2:44 ratifikasi sejak tanggal 25 Agustus 2:47 tahun 1990. 2:50 Kalau kita mau mendalami lagi ada 2:53 di Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 2:57 tentang sistem pendidikan nasional. Ini 3:00 yang kalau boleh aya dan bunda mendalami 3:04 dua dokumen itu supaya kita menjadi 3:07 pendidik pertama dan utama itu ee 3:11 memiliki kelayakan. Heeh. 3:14 Pertanyaannya, apakah kita sudah layak 3:17 untuk menjadi pendidik pertama dan utama 3:20 untuk anak kita, aya dan bunda yang tahu 3:24 jawabannya. Apakah kita sudah 3:27 sungguh-sungguh atau kita masih 3:29 meraba-raba? 3:31 Ya, kalau kita masih meraba-raba berarti 3:34 anak kita juga lebih parah dari itu. 3:37 Untuk itu kita coba apa sesungguhnya 3:41 yang diharapkan dari 3:45 pendidikan. Tujuan pendidikan berharap 3:48 bahwa setiap anak itu mengalami 3:52 perubahan. perubahan yang di sini yang 3:56 tadinya belum tahu menjadi tahu lalu 3:59 kemudian tahu dapat ee memahami kemudian 4:03 dari memahami dia mampu melaksanakan 4:07 dari mampu melaksanakan dia sudah mulai 4:10 mampu menilai apakah apa yang aku 4:13 lakukan ini bermanfaat untuk diriku atau 4:16 orang lain. Nah, ini si anak itu sudah 4:19 mulai diberi penekanan. Nak, kamu hari 4:23 ini dapat apa dari ayah? Kamu dapat apa 4:27 dari ibu? Kamu dapat apa dari megang 4:30 gadget? Itu pertanyaan-pertanyaan itu. 4:34 Itu yang harus terus-menerus kita 4:37 tanyakan. 4:38 Dengan dia selalu kita tanyakan, 4:41 akhirnya dia akan mulai mencatat. Pasti 4:45 kalau aku ketemu ayah, pertanyaannya 4:47 yang paling utama, kamu hari ini dapat 4:49 apa saja dari temanmu? He dapat apa saja 4:53 dari gurumu. Insyaallah dengan dia di 4:57 selalu dimintai pendapat, dimintai 5:00 keterangan, dimintai informasi, dia 5:04 akhirnya sudah mulai mempersiapkan 5:07 diri. Seperti yang dilakukan oleh anak 5:10 saya Bunda Nuning, pada saat dia ulang 5:12 tahun dan dia nyetak kaosnya ee 5:15 bersamaan dengan ayahnya. itu apa yang 5:18 saya informasikan ke dia, dia catat di 5:22 kaus yang dia cetat. Dan itu menjadi ee 5:27 satu kebahagiaan bagi saya. Ternyata apa 5:30 yang saya tekankan kepada dia, dia 5:33 selalu memperhatikan. Bagaimana dengan 5:36 ayah? Bagaimana dengan bunda hari ini? 5:39 Apakah sudah bertanya, "Kamu tadi main 5:42 gadget dapat apa?" 5:44 Dengan pertanyaan yang sederhana itu, 5:47 akhirnya kita akan tahu bahwa ada 5:51 perkembangan yang terjadi pada diri anak 5:56 kita. Sekecil apapun yang dia dapat dari 6:00 orang lain itu kita harus tanya, apalagi 6:03 dari ayah dan ibu. Untuk itu, ayah dan 6:07 ibu sebagai pendidik pertama dan utama 6:10 untuk memastikan apa yang kita 6:14 sampaikan, apa yang kita ucapkan, apa 6:17 yang kita lakukan, itu harus kita jaga. 6:21 Karena di sekitar kita ada murid yang 6:25 siap untuk merekam. Sejak kapan anak itu 6:28 merekam? Sejak di dalam kandungan. Nah, 6:31 ini ini yang perlu kita catat. Dan 6:34 sampai kapan itu optimalnya? Sampai usia 6:38 8 tahun itu 6:40 80%. Selebihnya 6:42 20% itu dari kelas 3 SD sampai kelas 3 6:46 SMA atau SMK atau sederajat. Untuk itu, 6:50 ayah Anda dan bunda, bila kita 6:52 mengharapkan anak kita yang hebat dan 6:55 tujuan pendidikan itu tercapai, kita 6:58 sebagai pendidik pertama dan utama ini 7:02 harus memperhatikan dan kita bersyukur 7:05 ini selamat ya bagi warga Jawa Barat 7:09 memiliki gubernur yang progresif yang 7:12 memiliki kehendak bagaimana memastikan 7:15 nilai-nilai kesundaan itu kembali kepada 7:18 anak-anak. anak yang ada di Jawa Barat. 7:21 Dan itu perlu kita ee syukuri. Tinggal 7:25 pertanyaannya, apakah ayahanda dan bunda 7:27 siap? Nah, untuk itu kita coba 7:30 perhatikan apa yang kita jelaskan hari 7:34 ini. Pastikan tujuan pendidikan pertama 7:37 itu si anak dia mengalami perkembangan. 7:42 Lalu dari perkembangan itu kita bisa 7:45 ukur hari ini dia bisa mampu apa. 7:49 Terutama terkait dengan kompetensi. 7:52 Kompetensi itu dilihat dalam tiga hal. 7:55 Pertama apa yang dia ketahui. Jadi 7:58 pengetahuan dia tentang apa yang dia 8:00 pelajari. Lalu yang kedua, keterampilan. 8:04 Apakah keterampilan dia sudah mulai 8:06 berkembang? Tadinya dia baru mampu ee 8:10 berucap. lalu kemudian sudah mulai 8:13 bercakap-cakap 8:14 dan dari percakapan itu kita sudah mampu 8:17 mengerti dia sudah mulai juga 8:20 menggoreskan dari hasil goresan itu kita 8:23 sudah bisa memahami. Lalu banyak hal 8:27 dari keterampilan apa saja yang ayah 8:29 Anda dan bunda coba cek berkembang 8:32 enggak dia dari hari ke hari dan kalau 8:35 mau spesifik dari pagi ke sore lalu 8:40 malam itu ayah Anda dan bunda mampu ee 8:43 mendeteksi kalau ini kita biarkan 8:46 akhirnya anak 8:48 akhirnya lewat begitu saja dan sebagai 8:52 pendidik pertama dan utama ni harus tahu 8:55 Kemudian pastikan anak itu sudah mulai 8:59 memiliki sikap. Sikap rata-rata anak itu 9:03 dia secara ee sunatullah dia membawa 9:08 sikap-sikap baik yang diturunkan oleh 9:11 Allah kepada diri dia. Tapi sudah mulai 9:14 rusak kalau ada di sekitarnya yang 9:17 kemudian ee membuat sikap dia itu 9:20 berubah. 9:21 Dan sikap itu sebetulnya Bunda dan 9:23 Nuning mulai terbentuk di dalam 9:25 kandungan. Jadi kalau ayahnya sangat 9:29 hormat, sangat menghargai, sangat ee 9:32 menyayangi ibunya dan ibunya sebaliknya 9:36 dan pada saat anak itu dalam kandungan 9:38 dia ee merasa nyaman, insyaallah itu 9:42 akan kita temukan nanti sikap-sikap anak 9:46 kita setelah dia lahir. Ini kompetensi 9:49 berkembang tidak? setiap detik, setiap 9:53 menit, setiap jam, setiap hari, setiap 9:57 minggu, setiap bulan. Jangan nanti 10:00 semesteran kita ketinggalan. Dan kalau 10:03 boleh ayah bunda punya catatan 10:07 masing-masing terkait dengan anak kita. 10:09 Kalau catatan itu terekam dengan baik, 10:12 itu bisa menjadi sebuah hadiah untuk 10:14 anak kita. Saya punya ee teman Bunda 10:19 Nuning. Pada saat anaknya menikah, kado 10:24 dari bundanya itu adalah buku 10:27 tentang perjalanan tentang perjalanan 10:29 dari si anak gadisnya yang kemudian 10:33 menjadi hadiah kadu dan itu dibagi-bagi 10:36 ke seluruh ee undangan perkawinan. dan 10:39 saya sangat senang beliau saya boleh 10:41 sebut nama ya mungkin supaya bisa jadi 10:43 contoh sekarang ketua ee PWI pusat yang 10:48 sedang menjabat dan nanti ee pelantikan 10:51 dia sudah tidak terpilih lagi seorang 10:53 ibu dan dia menjadi ee menurut saya itu 10:59 bisa jadi ee catatan untuk kita karena 11:03 ayahanda dan bunda mampu merekam dengan 11:07 baik. mau mampu mencatat dengan baik 11:11 detik demi detik anak-anak kita. Itu 11:13 tujuan pertama pendidikan. Terjadi 11:16 perubahan pada diri setiap anak kita. 11:19 Perubahan di sini adalah hal yang 11:21 positif yang tetap harus kita 11:23 pertahankan. Kalau ada hal-hal yang 11:25 perlu mendapat perhatian, itu yang perlu 11:28 kita garis bawahi. Itu yang kemudian 11:30 jangan 11:32 sampai terekspresi melalui mulut dan 11:35 tangan dia dan itu yang kemudian akan 11:38 mengganggu hubungan dia dengan 11:40 teman-temannya. He. Dan kalau ini sudah 11:43 mulai diperhatikan oleh ayah, oleh 11:47 bunda, ah apalagi kakek juga ee turut 11:52 serta, lalu kemudian paman, bibi, nenek, 11:55 akhirnya anak itu 11:57 akan ee merasa uh dia mendapat 12:00 perhatian. 12:02 Dan orang yang mampu melihat sikap anak 12:06 kita yang terbaik ini jarang 12:08 dimanfaatkan oleh ayah dan bunda adalah 12:11 tetangga. Heeh. Sekali-sekali dong tanya 12:14 ke tetangga. Bu, bagaimana dengan anak 12:17 saya hari 12:18 ini? Pak RT, Pak RT adalah orang yang 12:21 terbaik juga menilai anak-anak kita. 12:24 Tapi yang tidak kalah penting adalah ibu 12:28 kantin. Tidak cukup ibu kantin satpam di 12:32 depan sekolah. Lalu guru piket. 12:36 Sekali-sekali ibu ayah kalau pengin tahu 12:40 apa yang sudah kita investasikan, 12:43 investasi di sini bukan hanya dalam 12:45 bentuk uang, tapi apa yang keluar dari 12:47 mulut kita, apa yang kita tangani, apa 12:51 yang kita layani kepada anak kita, itu 12:53 kita bisa ukur bukan dalam bentuk angka 12:56 rapot. itu hal lain yang secara 13:00 administrasi memang penting, tapi hal 13:03 yang kita ceritakan ini adalah hal yang 13:07 perlu Ibu Bapak lakukan. Dengan begitu 13:10 kita akan mudah 13:13 mengetahui lebih awal apakah anak kita 13:16 itu bakat dan minatnya 13:19 berkembang. Lalu kemudian apakah ada 13:22 hal-hal yang akan mengganggu hubungan 13:24 dia dengan orang lain? Dan ini menjadi 13:28 catatan penting untuk kita ketah. Itu 13:31 yang pertama. Yang kedua, ini yang kedua 13:35 Bunda Nuning. Ini akan mulai terdampak 13:39 bila anak-anak di rumah hak-haknya dia 13:45 dihargai atau hak-hak dia dihormati. 13:49 Yang dalam hal ini kita bahasanya hak 13:52 asasi manusia. Hak asasi manusia yang 13:56 paling penting itu sebetulnya ada empat 13:59 poin. Coba kita perhatikan. 14:01 Pertama, hak asasi manusia itu adalah 14:04 hak 14:06 berpolitik. Berpolitik itu adalah 14:08 bersuara. Sejak kapan anak itu 14:12 mulai bersuara dan perlu kita dengar dan 14:16 perlu kita perhatikan dan perlu juga 14:19 kita tanggapi, yaitu sejak dia di dalam 14:23 kandungan ibunya saat roh ditiupkan oleh 14:27 Allah pada usia berapa tuh si anak itu 14:30 sudah mulai bergerak, sudah mulai 14:32 berinteraksi dengan bundanya melalui 14:36 sentuhan-sentuhan dan itu sangat 14:39 tergantung dengan situasi yang ada di 14:41 luar itu suara anak. Lalu pada saat dia 14:44 dilahirkan dan pada saat sudah mulai dia 14:47 berbilang a i u atau melalui komunikasi 14:51 dengan gerakan matanya atau yang paling 14:55 ee sangat manusiawi itu adalah tangisan 14:58 dia. Tangisan anak itu juga beraneka 15:03 ragam sesuai 15:05 dengan apa yang terjadi pada diri dia. 15:08 Kalau ini diperhatikan dan insyaallah 15:12 kalau anak itu mendapat haknya seb 15:16 bersuara, dia juga akan melakukan hal 15:19 yang serupa dengan orang lain. Untuk itu 15:22 kok anak ini mudah berbicara dengan 15:24 orang lain, mudah memahami siapa dulu? 15:27 Ayah dan siapa dulu ibunya. He 15:30 tergantung dari orang yang ada di rumah 15:32 dia. Untuk itu, Ibu Bapak juga mampu 15:36 mengecek apakah ada perkembangan terkait 15:39 dengan ini. Itu hak berpolitik, hak 15:42 bersuara di Indonesia ini sangat 15:46 dijamin. Terutama di pasal 15:49 24 Undang-Undang 35 Tahun 2014. 15:55 negara, pemerintah, pemerintah daerah 15:58 menjamin suara anak didengar sesuai 16:01 dengan usia dan 16:05 kecerdasannya. Untuk Ibu Bapak, kita 16:08 harus mulai perhatikan anak kita dalam 16:11 kandungan, lahir, berkembang dari detik 16:14 ke menit ke jam. Itu harus mulai kita 16:16 perhatikan. 16:18 Dan insyaallah kalau anak sudah terbiasa 16:21 berbicara dengan kita, dia akan mudah 16:27 berinteraksi dengan orang lain. Dan pada 16:30 saat kesempatan itu ada catatan yang 16:34 perlu kita berikan. Ini harus 16:37 dipertahankan komunikasinya. Ini yang 16:40 perlu mendapatkan catatan. Anak-anak 16:43 kita hari 16:45 ini kalau dia berbicara dengan lantang, 16:49 dengan penuh kesupan santunan, siapa 16:51 dulu yang mengajarkannya? Tapi 16:54 sebaliknya, kalau anak itu meresahkan, 16:57 membuat orang lain tersinggung, 16:59 terganggu, siapa dulu ayah ibunya? 17:03 Banyak orang juga tidak ee mengakui itu. 17:07 Ini Pak, kami sudah berbicara dengan 17:09 anak kami dengan baik-baik. 17:13 Tapi fakta menunjukkan. Nah, itu kita 17:16 bisa segera koreksi. Itu yang pertama. 17:18 Yang kedua, hak asasi manusia yang harus 17:23 mulai diperhatikan oleh kita pada anak 17:26 kita adalah hak bersosial. Sosial saling 17:31 jalin ee interaksi dengan orang lain. 17:35 Tidak cukup dengan orang lain, dengan 17:37 manusia, dengan makhluk hidup lain. 17:39 Ciptaan Allah. 17:41 Kalau anak kita sudah terbiasa dari 17:44 rumah, hak sosialnya dia sangat 17:46 dihargai. Nih, mau ke mana nih? Saya 17:50 mau sudah mulai ada pembatasan tuh. 17:53 Pembatasan boleh, tapi ada 17:57 argumennya. Destriksi. Jadi, anak itu 18:01 punya destriksi. Hak asasi manusia juga 18:04 itu punya destriksi. Asal jangan 18:07 mengganggu orang lain. Itu destriksi. 18:09 Jadi sebetulnya hak asasi manusia itu 18:12 tidak 18:14 sebebas-bebasnya. Dia ada batasannya. 18:16 Tinggal siapa yang menerjemahkan 18:19 batasannya. Batasannya itu kalau dia 18:22 sudah bersentuhan kepada orang lain dan 18:25 orang lain itu terganggu, berarti hak 18:28 asasi manusia orang lain 18:30 terganggu. Jangan main dengan ini. Nah, 18:33 jangan main dengan dia. Jangan. Itu 18:36 berarti kita sudah melakukan pembatasan. 18:38 Tapi 18:39 pembatasan yang sesungguhnya itu harus 18:42 kita beri 18:43 argumen. Itu poin yang ketiga. Anak itu 18:48 tidak selamanya hidup bersama dengan 18:50 kita. Untuk itu beri di kesempatan untuk 18:55 mengembangkan entrepreneurship dia, 18:58 kemampuan untuk berbisnis. Nah, bisnis 19:01 di sini jangan kita langsung konotasikan 19:03 atau kita hubungkan. harus jualan kue, 19:07 jualan ikan atau jualan apa jualan 19:11 ide atau jualan jasa itu masuk. Tapi itu 19:16 harus kita persiapkan dari sekarang kita 19:18 cek apakah anak kita ini kalau ayah ibu 19:23 tidak ada lagi anak kita mandiri 19:27 tidak. Dengan cara apa? Kita coba lihat 19:30 apakah dia mampu tidak e menghidupi diri 19:33 dia dengan kemampuan yang diberikan oleh 19:36 Allah yang sama seperti orang lain. Dia 19:40 mampu, kenapa anak kita tidak? Ah, itu 19:42 kita bisa lihat tuh. Nah, coba cek 19:44 apakah dia sudah mampu 19:49 me ya jual jual apa yang dia bisa jual 19:53 pada diri dia? Jasa atau tenaga atau 19:57 pikiran. atau 20:00 produk misalnya belum Bunu nih. He. Eh, 20:04 aku enggak punya sarapan hari ini. Kamu 20:06 punya nanti aku buatin PR. Nah, boleh 20:09 juga itu kan bisnis. Iya. Atau gini, dia 20:13 punya 20:14 mainan ee anak kita tidak punya mainan 20:17 yang punya di boleh enggak aku punya 20:20 mainan kamu? Aku punya ini tapi kamu 20:22 enggak punya kan? Ah, kita barter. Nah, 20:24 itu bisnis juga itu ekonomi. Jadi, kita 20:27 boleh mencoba 20:30 ee meng ng mengecek itu apakah anak itu 20:34 punya kemampuan itu. Dan kalau anak kita 20:37 sudah terbiasa menghargai ekonomi, 20:41 insyaallah dia akan menghargai orang 20:43 lain. Dan apapun yang ada depan dia 20:47 misalnya, "Ayah kamu kerja apa?" Ojek. 20:50 Wah, hebat ya. Kalau tidak ada ayah 20:52 kamu, pasti banyak orang yang terlambat. 20:55 Itu itu ee ayah kamu apa? Petani. Ayah 21:01 kamu apa? Ayahku penjaga kebun. Ayahku 21:06 merawat taman. Wah, hebat ya kamunya 21:09 punya ayah seperti itu. Coba bayangkan 21:11 kalau tidak ada ayahmu, ada enggak taman 21:15 yang bagus? Itu yang mau kita tekankan, 21:18 Bunda Nuning. Jadi, akhirnya bakal ada 21:21 enggak anak itu saling menjelekkan ee 21:24 orang lain atas profesi? Misalnya nih, 21:29 kerja ayah kamu apa? Wah, ayah aku tahu 21:32 enggak? Dia 21:35 memastikan kantor itu pada malam hari 21:39 aman dari pencoleng. Itu apa benar ni? 21:43 Iya. Penjaga malam. 21:46 Satpam. Jadi 21:48 akhirnya kerja ayah kamu apa? Ayah aku 21:51 tukang pemulung. Weh, hebat. Coba 21:54 bayangkan kalau tidak ada pemulung, 21:58 bayangkan rumah sampah-sampah itu 22:01 perserakan. Dan kita tidak akan mengenal 22:04 3R. Ah, ini ini 3R itu recycle, reuse. 22:10 Betul. Penting tuh. 22:13 Akhirnya ayah Anda dan bunda kalau anak 22:16 kita sudah terbiasa ini. Ah yang 22:18 terakhir ini hak asasi yang keempat 22:21 ini terkait dengan budaya. Ayah kamu 22:25 dari mana? Wah ayahku dari Sunda. Kalau 22:29 aku dari Batak. Wah itu saling berbagi 22:32 cerita. itu nanti akan efeknya ke ee 22:36 sekarang kan kita 22:39 sedang anti ee fobia ini poinnya. Jadi 22:44 hak asasi manusia. Jadi, ayahanda dan 22:47 bunda, kalau kita berharap anak kita itu 22:52 mengalami kemajuan di dalam hak asasi 22:54 manusia, salah satu tujuan pendidikan 22:56 itu adalah menghargai hak asasi orang 23:00 lain. Dari mana anak itu mempelajari hak 23:05 asasinya? 23:07 dari apa yang 23:10 diupayakan, apa yang 23:12 diperkenalkan, apa yang dilakukan oleh 23:15 ayah dan bunda selama berinteraksi 23:18 dengan anak kita. Insyaallah dengan 23:21 begitu akhirnya pada saat dia 23:24 berinteraksi dengan orang lain, dia 23:27 sangat menghargai hak asasi orang lain. 23:32 Salah satu hak asasi orang lain itu 23:34 tidak melakukan 23:37 diskriminasi atas suku, ras, politik, 23:43 agama, apalagi banyak hal itu dapat kita 23:47 ukur. Dan siapa yang mengukur? Jangan 23:51 nanti Menteri Komnas HAM yang 23:53 mengukur kejauhan. dia harus 23:56 mengeluarkan uang banyak untuk itu. 23:59 Padahal guru yang hebat yang mampu 24:02 menerjemahkan hak asazi manusia itu 24:05 adalah ayah dan ibu yang sesungguhnya. 24:10 Jangan pernah berharap kepada orang 24:11 lain. Berharaplah hanya kepada Allah dan 24:16 insyaallah dengan kita selalu berharap 24:19 kepada Allah, cahaya akan langsung dan 24:23 kita baca itu Al-Qur'an dari surat 24:26 pertama sampai surah terakhir itu berisi 24:29 itu semua dan kita akan kaya terkait 24:32 dengan itu. Pertanyaannya apakah kita 24:35 sudah mulai melakukannya atau belum? ini 24:38 nanti akan dimintai pertanggung jawaban. 24:40 Nah, ini ukuran. Lalu tujuan pendidikan 24:44 yang ketiga, yang 24:47 ketiga, 24:49 anak 24:51 menghargai orang 24:53 tua. Coba 24:55 kebayang tujuan pendidikan hari ini. 24:59 Apakah anak kita telah mengucapkan 25:01 terima kasih kepada kita? Bunda, terima 25:04 kasih ya. Aku telah dibangunkan. 25:08 Ada itu rasa ucapan terima kasih anak 25:15 kepada ayah 25:17 ibunya. Cek hari ini 25:20 ada. Itu akan dicontoh oleh anak kita 25:23 saat ayah. Bunda, terima kasih sudah 25:26 buat buka hari ini. Enak sesuai dengan 25:30 selerah ayah hari ini. Oh, anak itu akan 25:32 dengar, "Ayah aja mengucapkan terima 25:34 kasih kepada bunda, aku tidak." Itu akan 25:38 ee berefek. 25:41 Jadi, anak kalau sudah terbiasa 25:44 mengucapkan terima kasih kepada ayah dan 25:47 bunda, insyaallah akan mudah juga 25:50 berucap syukur kepada Allah. segala 25:53 sesuatu apa yang dia lakukan hanya 25:56 karena Allah. Dan itu yang sudah kita 25:59 bahas dari poin dari pendidikan itu 26:02 adalah itu. Tapi sekarang adalah tujuan 26:04 pendidikan. Tujuan pendidikan adalah 26:07 bagaimana anak menghargai orang tua. Ah, 26:12 orang tua sekarang definisi orang tua 26:15 Bunda ni. He. Orang tua ini definisinya 26:18 bukan orang tua sebatas yang melahirkan 26:21 dan membesarkan. Tapi orang tua di sini 26:24 adalah orang yang memperkenalkan sesuatu 26:27 yang belum anak ketahui menjadi 26:30 diketahui itu juga orang tua. Berarti 26:32 siapa? 26:34 guru, pengatur jalan. Siapa lagi yang 26:38 mengantar anak itu dari rumah ke 26:41 sekolah? Itu orang tua berarti 26:46 guru di 26:47 sekolah. Siapa lagi? Penjaga sekolah. 26:52 Apaagi ni? Penjaga kebersihan di 26:55 sekolah. 26:57 Lalu yang dikanting. Jadi intinya anak 27:02 itu termudahkan segala urusannya itu 27:06 adalah 27:07 atas fasilitas layanan yang diberikan 27:10 oleh orang tua. Dan si anak itu berucap 27:14 terima kasih. Terima kasih, Pak. Terima 27:16 kasih, Pak. 27:18 Salah satu ucapan terima kasih kepada 27:20 tukang kebersihan di sekolah apa, Bunda? 27:26 Enggak nyampah. Itu ucapan terima kasih 27:29 yang paling tinggi 27:31 derajatnya. 27:32 Dengan memastikan si anak tidak mudah 27:36 buang sampah sembarang, itu sudah ucapan 27:38 terima kasih. Gitu juga kalau di jalan. 27:40 He jalan itu di jalan itu ee samp apa 27:46 ada satu kota itu tong sampah terpanjang 27:50 di dunia hanya ada di Indonesia 27:52 tuh itu lahir dari orang-orang yang 27:57 tidak mau berucap terima kasih kepada 28:00 penjaga 28:01 kebersihan ayah Anda dan bunda banyak 28:05 mobil saya itu sehari bisa lihat ada 1 2 28:09 tiga yang buka pintu, buka jendela, 28:13 buang sampah. Padahal kalau kita lihat 28:15 orang itu dia bermobil yang hebat. 28:19 Mungkin bukan 28:21 sopir adalah pemilik mobil itu, mungkin 28:23 drivernya. Para driver ini mungkin dulu 28:27 dia tidak punya orang tua yang 28:30 mengajarkan hal itu. Kalau kita melihat 28:32 itu, kalau kita 28:33 tegur lebih galak dia. Karena orang yang 28:37 kita tegur itu dia sesungguhnya adalah 28:39 orang yang masih dirasuki oleh iblis. 28:43 Heeh. Iblis itu dia suka merusak-rusak, 28:46 mengganggu. Kita tekankan itu bagaimana 28:49 kita memastikan anak kita menghargai 28:53 orang lain. Berucap nih banyak orang 28:56 tidak lakukan benda ni terutama di jalan 29:01 raya terutama pengemudi sepeda motor 29:05 yang tidak menghargai lampu merah. Benar 29:08 nih? He sudah ada lampu merah, ada 29:11 markahnya, tidak boleh lewat, dia 29:13 lewatin tuh. Itu orang semacam itu tidak 29:17 menghargai bahwa garis merah, lampu 29:21 merah itu dibiayai oleh dia. Ini poin. 29:26 Karena dia merasa, "Ah, ini lampu merah 29:29 yang ada di Jakarta kan aku orang Depok 29:31 atau aku orang Bogor." Terserah gua aja. 29:35 Ini 29:36 ini sebetulnya ini anak ini atau bapak 29:40 ini dia sebetulnya punya ayah punya ibu 29:43 enggak sih? Waktu di 29:45 rumah kalau dia punya ayah dan punya ibu 29:49 dia pasti akan berucap terima kasih. 29:52 Terima kasih yang sudah membuat lampu 29:54 merah. Terima kasih yang sudah membuat 29:57 markah. Terima kasih ee anggota DPR, 30:01 terima kasih pemerintah yang sudah 30:04 memastikan uang aku sudah dimanfaatkan 30:07 dengan baik. Iya, itu ucapan terima 30:10 kasih. Tujuan pendidikan ayahanda dan 30:14 Bunda kalau melihat budaya 30:18 tertinggi di sebuah negeri, lihat aja di 30:21 lampu merah. Ah, kalau di lampu merahnya 30:24 bagus, itu berarti ayah dan ibu di rumah 30:29 telah melakukan hal yang 30:31 terbaik. Apakah itu tugas sekolah? 30:35 Enggak. Tugas Pak Guru di sekolah? 30:37 Enggak. 30:39 Malah justru 30:40 sekaring karena ketidak ada perhatian 30:44 orang dewasa kepada anak-anak di sekolah 30:48 itu kita dorong terbentunya rute aman 30:51 selamat ke sekolah. Ada jos. Dulu kan 30:54 kalau kita melewati tangsi militer kita 30:57 harus pelan-pelan kan Buning. Karena 30:59 apa? Karena kita ingin mau mengucapkan 31:02 terima kasih kepada TNI yang telah 31:04 menjaga negeri ini dari para penjajah. 31:08 Itu ucapan terima kasih kita. Tapi 31:11 sebetulnya ucapan terima kasih yang 31:13 paling tinggi itu sebenarnya kita harus 31:14 mulai tanamkan waktu dia anak-anak ini 31:17 di sekolah dengan cara setiap pengemudi 31:20 yang melewati sekolah dia harus 31:23 pelan-pelan ada calon pemimpin yang 31:27 sedang kita lewati. Itu poinnya. Bapak, 31:31 Ibu pernah enggak lewat ada di depan 31:35 sekolah itu ada berwarna ee cat berwarna 31:39 orange yang panjang itu 31:42 diskusinya lama sekali 2005. Bunda 31:45 Nuning, kami harus belajar apa yang 31:48 terjadi di ee di Denmark lalu 31:51 dikembangkan di Inggris di Indonesia. 31:53 itu kita perkenalkan tahun 2005 dan 31:57 sekarang sudah hampir di seluruh 31:58 Indonesia itu menyebar. Hanya satu 32:02 pengin mengucapkan terima kasih 32:05 anak-anakku di sekolah. Kalian adalah 32:08 calon bupati, calon kepala dinas, calon 32:12 orang tua yang hebat. Ini ucapan terima 32:15 kasih. 32:16 Kita cek anak kita mampu enggak dia 32:19 mengucapkan terima kasih dalam bentuk 32:21 sikap, perilaku atau tindakan atau 32:25 ucapan. Ini poin penting. Kayak hari ini 32:28 kita berucap terima kasih kepada para 32:31 donatur Radio Rasil ya yang telah 32:34 memberi kesempatan kita untuk berbagi 32:36 cerita. Ini poin penting juga. 32:40 Lalu yang 32:43 keempat, tujuan pendidikan yaitu anak 32:48 akan menghargai 32:50 nilai-nilai 32:54 budayanya. Pasti, Ibu, Bapak, setiap 32:57 anak itu punya rumah. Iya. Rumah itu 33:02 pasti berada di 33:04 RT. Pasti RT itu ada di RW. He RW pasti 33:10 ada kelurahan itu 33:13 masing-masing dari rumah, kumpulan, 33:17 komunitas itu pasti ada nilai-nilai yang 33:20 ditanamkan oleh orang-orang yang ada di 33:23 situ. Dan Ibu Bapak, tidak ada satu 33:26 rumah atau satu komunitas itu menanamkan 33:29 nilai-nilai yang bertentangan dengan 33:31 sunatullah. 33:34 pasti memperkenalkan nilai-nilai 33:37 sunatullah. Karena kalau bertentangan 33:40 itu akan bersentuhan dengan orang lain 33:42 atau berisin dengan orang lain dan itu 33:44 akan membuat masalah nilai-nilai sosial. 33:50 Belum lagi nilai-nilai budaya, Heeh. 33:53 nilai-nilai agama, apalagi nilai-nilai 33:57 kemanusiaan. 33:59 Jadi intinya Bunda Nuning itu harus 34:02 dipastikan oleh ayah dan ibu sebagai 34:06 pendidik pertama dan utama. Kalau 34:09 tidak kita berharap nanti di sekolah 34:12 dapat PPKn apalagi PSPB yang sudah tidak 34:16 ada lagi atau 34:19 antropologi atau mata pelajaran apalagi 34:22 yang berkaitan dengan budaya. 34:25 berharap di 34:26 sana. Di sana itu tinggal anak saling 34:30 mengenal budaya orang lain. Uh, teman 34:33 aku orang Batak. Orang Batak itu apa 34:35 kelebihannya? Ya, itu nanti sesi yang 34:37 kelima itu tapi yang paling penting itu 34:40 si anak harus dia mengenal budaya diri 34:42 dia. H apalagi kalau anak itu ayahnya 34:47 Batak ibunya ayahnya ibunya itu ee Aceh 34:52 sudah berubah berbeda tuh benar-benih. 34:54 Iya. Terus ibunya, neneknya Sunda, 34:58 papanya Jawa. W ada berapa, Bu? Empat 35:02 budaya yang bergabung di dalam diri anak 35:07 itu. Itu di materi-materi sebelumnya 35:10 kita sudah bahas secara detail, tapi ini 35:12 khusus sebagai seorang ayah, sebagai 35:15 seorang ibu, kita harus pastikan ini 35:18 pada diri setiap anak kita. Dan kalau 35:21 ini khatam apa? Atam itu benar-benar 35:24 apa? Berarti lengkap utuh didapat dari 35:28 mulut ayah, dari sikap ayah, dari 35:31 perilaku ayah dan itu direkam semua oleh 35:34 anak kita. Lalu 35:36 kemudian apa yang disampaikan oleh 35:38 bundanya, apa yang diperkenalkan oleh 35:41 bundanya, diperkenalkan oleh kakeknya, 35:44 diperkenalkan oleh neneknya, 35:46 diperkenalkan oleh paman bibi. Apalagi 35:48 hari mulai tanggal 21 kan libur nih ya. 35:52 Iya. Semua orang mau mudik. Nah, ini 35:55 mulai kita persiapkan anak kita. Nak, 35:58 nih kalau di sana kakek begini, ee nenek 36:03 begini, paman seperti ini, budek seperti 36:06 ini, kamu jangan pegang handphone. Kamu 36:10 harus berinteraksi dengan mereka supaya 36:12 kamu tidak kehilangan akar. Dan yang 36:15 menarik nih, Bunda ni seharusnya ada 36:17 satu materi ee Ramadan yang ramah anak 36:21 itu. Materi-materi pernah kita sampaikan 36:23 itu adalah mempersiapkan catatan hari 36:27 ini mengikuti jejak ayah waktu masih 36:31 kecil. Kalau liburan di kampungnya ayah. 36:35 Lalu kalau dapat jatah berlibur di 36:38 kampung ibu kebetulan berbeda. Mencatat 36:41 ibu waktu masih kecil mainnya di mana? 36:43 Heeh. Lahirnya di mana? Terus kalau 36:46 temannya siapa? Boleh enggak saat kita 36:49 liburan kita ke sana? Wah, itu jadi 36:55 tur. Jadi apa nih, Bunda? Kesukaan teman 37:00 Bunda apa ya? Wah, wah kesukaan Bunda ee 37:03 teman Bunda ini boleh enggak kita 37:04 siapkan sarang oleh-oleh 37:07 sesederhana. Yang penting aku bisa 37:10 mengenal teman bunda, aku bisa mengenal 37:14 di mana Bunda berkunjung. Ah, itu 37:18 menjadi sangat penting. Berguna enggak 37:20 nih Bunda 37:22 nih? Berlebihan tidak? Enggaklah. 37:26 Sederhana. He. Ini penting sekali. 37:29 Kalau si anak sudah mengetahui secara 37:33 utuh nilai-nilai budaya 37:36 dari orang yang terdekat dia, 37:39 insyaallah dia akan 37:41 menghargai. Pasti Bunda Nuning kalau 37:44 ketemu dengan orang sebudaya apa yang 37:47 terutama pada saat antrian di bank. He. 37:50 Kalau ada dengar Buneng kan orang Jogja. 37:53 Iya. Di depan itu ada orang yang sedang 37:55 berbahasa Jawa. Jawa. He. Jawanya khas 37:58 Jogja. Apa yang Ibu lakukan? 38:02 Tidak mungkin diam saja. Pasti. Wah, 38:05 senang banget nih mau ketemu nih. Jadi 38:07 mau dan itu harapannya ada pada diri 38:12 setiap anak kita. Dan siapa gurunya? 38:15 Kalau tidak bukan lain adalah ayah dan 38:19 ibu. Itu budaya sendiri. 38:23 Selanjutnya ini tujuan selanjutnya, 38:26 tujuan pendidikan adalah menghargai 38:28 budaya orang lain. Nah, berarti budaya 38:33 orang lain itu budaya yang di luar yang 38:38 keseharian yang diketahui oleh anak 38:41 kita. Misalnya nih, kita tidak pernah ya 38:46 mengetahui rencana Allah di mana anak 38:50 ini akan bersekolah. di mana ini akan 38:53 anak ini akan bekerja, di mana anak ini 38:57 akan berkarir, di mana anak ini akan 39:00 menemukan jodoh, kita tidak pernah tahu. 39:03 Tapi dengan kita memperkenalkan dari 39:06 Sabang sampai Merauke, ada berapa budaya 39:10 tuh? kita perkenalkan budaya yang ee 39:14 mayoritas dulu Aceh, Melayu, 39:19 Batak apa ee 39:23 Minang, kemudian 39:26 Palembang, 39:27 Lampung, Batak ee 39:30 Betawi, Banten, 39:34 Sunda, apalagi Jawa, Madura, Dayak, 39:39 Banjar. He he. 39:43 Makassar, 39:45 Bugis, apalagi ee 39:48 Tolaki, kemudian 39:52 ee Gorontalo, 39:55 Minahasa, 39:57 Maluku, Papua, 40:01 Bali, 40:02 Lombok, ee Timur. itu semua punya 40:08 flores, punya budaya masing-masing. 40:11 Kebayang 40:13 kalau pada suatu hari anak kita itu ayo 40:16 nak kita ke Taman Mini Indonesia. Indah. 40:21 Wah kita harus berucap syukur kepada Ibu 40:24 Tin Soeharto telah menyediakan fasilitas 40:27 itu. Kita mau ngapain, Bunda? Ah, kita 40:32 target tahun ini 40:36 mendalami Aceh. Berarti kita ke anjungan 40:41 Aceh. Aceh. Tapi sebelum kita ke 40:43 anjungan Aceh, kita coba berkunjung ke 40:46 Google. Kalau mau murah itu di Google 40:48 semua ada. Cari tahu di sana. Cari tahu 40:50 apa Google kita dalami itu semua. Apa 40:54 ini kelebihan orang Aceh? Apa kebiasaan 40:56 orang Aceh? Apa yang tidak disukai oleh 40:59 orang Aceh? Apa nih kesukaan orang 41:02 Melayu? Apa nih kelebihan orang Melayu? 41:05 Apa nih? Semua kita beri 41:08 anak pengetahuan yang seluas-luas dan 41:11 itu tidak ada 41:13 ruginya. Apa keuntungannya? Pada suatu 41:16 waktu anak itu berkesempatan ke 41:20 Aceh. Yang pertama sekali yang dia ucap, 41:24 "Terima kasih ya Allah, Engkau telah 41:26 mengirimkan seorang Bunda yang telah 41:29 mengenalkan aku lebih awal sehingga aku 41:33 menjadi lebih ee respek, menghargai apa 41:38 yang ada di Aceh." Kalau dulu cuma 41:40 cerita-cerita, hari ini aku bisa makan 41:42 mie Aceh, mie Rojali. atau apaagi banyak 41:46 apalagi masakan Melayu. Uh, enak sekali 41:50 masakan Melayu orang kampung yang enak 41:54 apalagi kita ke 41:56 Palembang. Saya 41:58 ke Minang, Bundan saya pengin cari rumah 42:03 makan ee khas. Khas itu adalah yang 42:07 kampung dia bawa ramai sekali di sana. 42:11 Dan banyak orang ternyata pengin 42:13 merasakan itu semua. 42:15 Ayahnda dan bunda pengin anak-anak kita 42:17 akan menghargai budaya orang lain 42:20 caranya begitu. Dan ini menjadi satu hal 42:24 sehingga apa yang terjadi benar-ben 42:26 nanti pada saat dia di kelas di SD, SMP, 42:32 SMP itu sudah mulai beragam itu 42:33 budayanya. SMA apalagi apalagi di 42:37 universitas seperti saya dulu dari 42:40 Gorontalo 42:42 terus masuk ke Universitas Indonesia. 42:45 Kami dari luar daerah itu matrikulasi 1 42:49 bulan Bunda Nuning. Heeh. itu berjumpa 42:52 seluruh orang dari Indonesia yang punya 42:57 beragam budaya, bahasa, tingkah, 43:02 perilaku yang kita harus coba bayangkan 43:05 kalau itu sudah didapat oleh anak kita 43:08 di rumah, apa yang terjadi? Dia akan 43:11 mudah berinteraksi dengan siapapun dan 43:15 dia akan 43:16 menghargai respek kepada siapapun. 43:20 berdasarkan budaya dia ini menjadi 43:22 penting. Siapa lagi yang bertanggung 43:25 jawab terkait dengan ini, Bundan ni? 43:27 Kita minta ee Fadli John sebagai Menteri 43:30 Kebudayaan. Enggak. Jauh 43:33 sekali. Ibu Bapak yang ada di rumah itu 43:36 harus menerjemahkan apa yang diharapkan 43:39 oleh Fadli Jon sebagai Menteri 43:42 Kebudayaan. 43:44 Siapa giring sebagai wakilnya? Kita coba 43:49 pastikan itu terjadi di rumah kita. 43:53 Lalu ini yang paling penting Bening. He. 43:58 Anak menghargai bangsa lain. Bangsa lain 44:02 berarti tidak hanya bangsa Indonesia 44:04 tapi 44:05 bangsa lain. Berarti luar negeri, 44:10 Malaysia, Timor Leste, ee Filipina, 44:15 Thailand, kemudian Laos, Vietnam. Itu 44:19 berarti ASEAN. Iya. Kambodia. 44:25 Laos, Myanmar atau Burma. Lalu kemudian 44:28 kita mulai loncat lagi ke Asia 44:32 Pasifik masuk 44:34 Jepang eh Tionkok Cina ee India untuk 44:40 Asia 44:41 Selatan, ee Bangladesh, kemudian Sri 44:44 Lanka. setiap anak kita ee diberi 44:49 informasi terkait dengan itu. Apalagi 44:51 sekarang di Google itu kita tinggal 44:54 masuk ke art and cultural ada itu seni 44:59 dan budaya itu menu yang ada di Google 45:02 kita. Ayo, Dek, Bapak punya ee program 45:07 baru hari ini. Apa itu, Ayah? Kita 45:09 menonton berkunjung ke London. Wow. 45:14 mendalami orang-orang Inggris. Kemudian 45:18 kalau ada waktu lagi kita ke 45:20 Skotlandia, ada waktu lagi kita ke 45:23 Irlandia, ada waktu kita ke ee Belanda, 45:28 kemudian ke Jerman, kemudian jangan lupa 45:32 kita singgah ke Arab Saudi. Ada apa di 45:34 sana? Oh, banyak itu. 45:37 Ini Bunda Nuning, apa yang ingin kita ee 45:42 tekankan adalah anak kita tidak pernah 45:46 tahu dia akan berjumpa dengan 45:48 orang-orang dari berbagai ee suku bangsa 45:51 itu dan itu akhirnya dia akan 45:54 berinteraksi dengan baik 45:56 karena sejak dari awal sudah 45:59 diinvestasikan oleh ayah dan bunda dan 46:02 itu tidak mahal. 46:05 Mahalnya itu waktu. Ada enggak waktu 46:07 dari ayah? Ada enggak waktu dari bunda 46:10 untuk melakukan dengan sekarang ada 46:12 gadget, ada AI, itu bisa kita 46:15 optimalkan. Jangan anak langsung 46:17 dibiarkan. Udah ini ada gadget kamu cari 46:19 sendiri. Anak itu butuh bimbingan. AI 46:25 apalagi sekarang sudah mulai 46:26 diperkenanakan oleh Kementerian 46:29 Pendidikan Dasaran Menengah. Ada dua 46:31 naskah akademik yang sudah beredar. 46:35 Tolong dibaca. Saya juga sudah buat 46:37 tulisan ada di Kompasana untuk 46:39 mengkritisi. Ini penting AI atau 46:43 sejenisnya itu ayahanda dan bunda di 46:45 rumah hanya sebagai alat 46:49 bantu. Untuk mendalaminya itu butuh 46:55 dampingan, butuh dukungan, butuh 46:58 perhatian. Dan yang paling kunci adalah 47:01 filter. He. Filter yang paling dahsyat 47:04 itu adalah dari ayah dan ibu. Tapi 47:08 jangan mudah memfilter tanpa argumen. 47:12 Jadi silakan memfilter tapi beri 47:15 argumen. Nah, ini kenapa kamu tidak bisa 47:17 mengakses ini? Apa alasannya? Beri. 47:21 Jangan anak mencari sendiri. 47:23 kita beri 47:24 argumen. Lalu yang paling akhir, tujuan 47:27 pendidikan kita adalah Bunda Ning, 47:31 memastikan 47:32 kemandirian 47:34 anak. Lalu kalau anak ini sudah mandiri, 47:38 nanti akan terukur 47:40 dari pertama kedisiplinan dia dan 47:45 tanggung jawab. Insyaallah kalau ini 47:48 semua kita dapat pastikan pada diri 47:51 setiap anak, tujuan dari inti pendidikan 47:55 akhirnya 47:56 nanti 47:57 meningkatkan potensi-potensi pada diri 48:00 anak untuk kemaslahatan diri dia dan 48:04 orang yang ada di sekitarnya dalam 48:06 rangka ibadah kepada Allah. Jadi tujuan 48:11 diciptakan manusia dan jin itu apa? 48:14 Beribadah kepada Allah. melalui tujuan 48:17 pendidikan. Ini mungkin yang bisa kami 48:20 sampaikan. Semoga materi hari ini dapat 48:23 dipahami. Tapi kami 48:26 berharap ayah dan bunda sebagai pendidik 48:29 pertama dan utama perlu melakukan update 48:33 setiap saat. Demikian. Asalamualaikum 48:35 warahmatullahi wabarakatuh. 48:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:39 wabarakatuh. Keren banget ya. 48:42 Karena terkait dengan apapun yang sudah 48:46 kita lakukan kayaknya banyak yang 48:49 ketampar nih. Seperti ee ini kebetulan 48:52 ada bukan pertanyaan kali 48:54 ya. Sebagai orang tua yang sibuk sekali, 48:57 kami memang tidak menanamkan hal-hal 49:01 sebagaimana yang tadi dibahas. Rugi 49:03 banget. Jadi kalau kemudian nanti 49:06 setelah mereka dewasa enggak dong, 49:09 enggak paham dengan kondisi 49:12 lingkungan pergaulan atau apa, itu salah 49:15 kami dong ya, Pak. 49:18 Iya, Bunda. Jadi, akhirnya nanti apa 49:21 yang kita tanam itulah yang kita tuai. 49:25 Demikian itu. 49:27 Tapi enggak ada kata terlambat, kan? 49:29 Tidak ada kata terlambat. yang paling 49:31 utama adalah ayah dan bunda meminta maaf 49:35 kepada mereka. 49:38 Dengan kita telah meminta maaf, otomatis 49:41 kita akan mau membayarnya. Banyak orang 49:44 tua itu mau membayarnya dengan berbagai 49:46 cara. Yang tadinya belum ada diadakan, 49:50 yang sudah ada dioptimalkan, yang 49:53 optimal tetap dijaga supaya ee 49:56 terus-menerus. Jadi belajar tanpa batas. 50:00 itu yang menjadi utama. Tapi mengakui 50:03 kesalahan menjadi utama juga. 50:06 Jadi bukan hanya maaf memaafkan di bulan 50:10 Idul Fitri ya. Iya. Engak minta maaf 50:12 penting banget. Ee ini kebetulan sekali 50:16 Mbak Nun kami akan pulang kampung. Jadi 50:19 nanti di liburan pas di kampung ya mau 50:23 enggak mau seperti yang disarankan oleh 50:27 ee narasumber kita Pak Hamid kita ke 50:32 tempat-tempat yang bisa jadi cerita di 50:34 masa dewasa mereka. Wis menarik kalau 50:37 boleh nih. He ee sejak dari awal udah ee 50:42 time screen diatur, jadi penggunaan 50:46 gadget diatur. 50:48 Lalu kapan di kampung buat ee 50:52 menggunakan ee gadget? Saat rekam. Ah 50:56 jadi bisa merekam atau apa, tapi harus 50:59 seizin orang yang mau direkam. 51:02 Ada orang yang mau direkam enggak mau. 51:05 Itu lagi-lagi menghargai ya bagaimana 51:07 hak orang menghargai hak orang lain. Hak 51:09 si anak harus diajarkan. Terus kemudian 51:11 kalau pas jatahnya ke kampung ayah. Ah, 51:15 berarti kita 51:17 identifikasi ayah ee waktu kecil di 51:20 mana, lalu mainnya di mana, lalu PAUDnya 51:26 di mana, SD di mana, SMP di mana, 51:30 kemudian selalu berteman dengan siapa? 51:34 Siapa teman ee idola e teman dekatnya? 51:37 Ah, itu juga harus siapa tahu masih ada 51:38 di kampung, masih ada insyaallah. Dan 51:41 itu yang kemudian he ayahnya mau kasih 51:45 ee surprise kepada ee seseorang yang 51:49 membuat ayah seperti hari ini. Wah, itu 51:52 itu menjadi menarik. Siapa tuh ayah? Ah, 51:55 rahasiaan. Tapi kayaknya orang itu butuh 51:58 ini. Mau enggak kamu ee urunan? Ah, 52:01 boleh. Bukan punya ya. Itu itu jadi dia 52:04 mau. Kemudian pas jatah ibu. Ah, 52:09 kebetulan Ibu ee berarti Ibu lahir di 52:13 mana nih? Sudah mulai 52:15 diidentifikasi. Kalau masih ada 52:17 puskesmasnya yang waktu lahirnya atau 52:19 bidannya atau datangin. Oh, itu sangat 52:23 menarik tuh. Dan orang yang kita datangi 52:27 dia tidak berharap oleh-oleh, tapi ee 52:31 dia disebut namanya lalu kita ucapkan 52:34 terima kasih. 52:36 itu otomatis akan terbayar tuh dan dia 52:40 sangat senang. Kita bisa lihat dari raut 52:42 muka dari masing-masing orang itu. Iya. 52:45 Ini ada yang ketampar lagi. Eh, dari 52:47 tadi ketampar kecubit ya. Saya jadi 52:50 sadar 52:52 kenapa buah hati kami kurang menghargai 52:55 tukang sampah karena kami juga tidak 52:58 mengajarinya. Meremehkan profesi orang 53:02 itu sudah terlanjur bagi mereka. 53:06 Jadi harus bagaimana nih, Pak? 53:08 Sederhana. Kita jadwalkan datang ke 53:11 Bantar Gebang. 53:14 Datang ke Bantar Gebang. Betapa 53:17 orang-orang yang ada di sana memang 5 53:20 menit pertama kita ee mencium wewangian 53:25 yang kita tidak kehendaki. Tapi setelah 53:28 5 menit itu hilang karena kita sudah 53:31 beradaptasi. Iya. dan bagaimana mereka 53:35 itu 53:37 ee melakukan 53:40 pekerjaan-pekerjaan yang mungkin tidak 53:42 semua orang ee lakukan. Ee beberapa hari 53:46 ini saya sedang 53:48 menonton ee semacam sinetron dari Turki 53:52 yang pemerannya itu ada orang yang sudah 53:56 menjadi profesor ni. He he. Tapi dia 53:59 melakukan sebuah kesalahan. Untuk 54:01 membayar kesalahan dia itu, dia harus 54:04 mendatangi Darwis. Jadi ada 54:08 semacam tokoh agama dan Darwisnya itu 54:12 tidak mudah menerima dia. Dia harus 54:15 mengawali bagaimana dia masuk ke bagian 54:20 penyamak kulit. kulit itu yang disamak 54:22 Bu Bunda Nuning itu kan kumpulan 54:26 kulit-kulit itu menghasilkan wewangian 54:28 yang tidak dikehendaki dan bertentangan 54:32 dengan karena awalnya dia sudah guru 54:34 besar dan merasa sudah eko lalu sudah 54:38 lebih dari orang lain ini sekarang dia 54:40 diturunkan dan itu sangat bertentangan 54:44 tapi akhirnya dia bisa melewatinya dan 54:46 itu menjadi menarik. Iya. Dan tidak ada 54:50 kata terlambat. Yang paling utama itu 54:55 dengan kita langsung mengetahui, kita 54:57 langsung meminta maaf. Dan tidak hanya 55:00 meminta maaf tapi upaya untuk 55:03 menyelamatkan anak kita agar dia menjadi 55:06 individu yang tadinya dia tidak 55:10 menghargai tukang ee pemungut atau 55:14 pemulung. pemulung dia akan berbalik 55:18 menghargai dengan dia. Kita datang 55:20 datang. Jadi lagi-lagi ikhwan akhwat 55:24 mempertemukan anak-anak dengan yang yang 55:27 seperti itu. Bukan cuma orang-orang 55:30 dengan profesi tertentu, tetapi juga 55:33 daerah-daerah yang juga akan memberikan 55:37 pemahaman baru itu luar biasa. Ya, saya 55:40 saya belajar dulu pada awal-awal tahun 55:45 2000-an itu kami punya program 55:47 mendatangkan dokter yang terbaik dari 55:50 seluruh Indonesia berkunjung ke ee 55:55 perusahaan in the Food Sukses Makmur. 55:58 He. Apa yang kami dapat pelajaran 56:01 pertama sekali? Yaitu pelajaran tentang 56:05 budaya perusahaan. 56:08 Bagaimana mereka menghargai kebersihan 56:11 dengan cara tidak boleh membuang sampah 56:15 sembarang. Dengan kita tidak membuang 56:17 sampah sembarang, berarti kita sudah 56:19 menghargai ee cleaning service. Heeh. 56:23 Kita punya bandara ee Soekarno Hatta, 56:26 ada satu stiker yang dipasang di ee 56:32 bandara jangan meninggalkan jejak. Itu 56:35 ada di toilet. Hm. Kebayang 56:39 enggak toilet itu pasti setelah kita ada 56:43 orang orang lain lagi masuk menggunakan. 56:46 Tapi kadang kita juga ee bersyukur 56:51 diberi kesempatan oleh Allah untuk 56:53 membersihkan bekas toilet orang lain. 56:56 Tapi awal-awal kita sedikit ngedungel. 57:00 Kalau kita ngedungel kita tidak dapat 57:01 pahala. Tapi sebetulnya kita mau 57:03 mengajarkan ini mungkin dulu dia di 57:06 rumahnya tidak punya 57:08 toilet atau dia punya toilet dia tidak 57:12 memiliki banyak air sehingga dia setelah 57:17 masuk ke toilet seharusnya membersihkan 57:20 itu tapi dia tidak lakukan. Nah, ini 57:23 banyak orang yang kita lakukan. Tapi 57:25 sebetulnya kalau itu sudah diawali dari 57:28 rumah, orang-orang semacam itu tidak ada 57:30 di masyarakat. Dan yang akan menanggung 57:33 dosa dari orang-orang itu adalah ayah 57:35 dan ibunya. itu yang sebetulnya dosa 57:39 ya. Ya. Ya. Kalau memang kita harus cari 57:42 tahu bagaimana anak-anak seperti yang 57:45 tadi Pak Hamid bilang, apakah itu di 57:47 kantin sekolah, apakah di tetangga dan 57:50 segala macamnya, sementara belum kita 57:53 lakukan karena sibuk. Mudah-mudahan ke 57:55 depannya sayangnya kita dibatasi waktu. 57:58 Jadi closing statement untuk bahasan 58:00 kita kali ini. Silakan. Baik, terima 58:02 kasih ayahanda dan bunda. Kalau berharap 58:07 kita akan menjadi ayah dan ibu yang 58:10 hebat sebagai pendidik pertama dan 58:13 utama. Dan jabatan itu diberikan 58:14 langsung oleh Allah, bukan oleh 58:16 presiden. Itu dari Allah yang 58:19 disampaikan oleh para rasul. Kita harus 58:22 mempersiapkan diri ee kita agar kita 58:27 akan menjadi individu yang bertanggung 58:29 jawab nanti kepada Allah. 58:31 pada hari pertanggungjawaban itu 58:34 dimintai dengan cara memastikan 58:38 anak-anak kita itu memiliki pendidikan 58:42 dan pendidikan yang optimal itu akan 58:44 terlihat dari apa yang telah kita 58:47 upayakan dan dari sana kita akan 58:51 melihat hasil dari upaya kita. Yang 58:55 paling sederhana adalah anak mau 58:58 mengucapkan terima kasih kepada kita. 59:00 Itu yang pertama. Yang kedua, anak 59:03 menghargai orang lain, mau mendengarkan 59:06 orang lain, menghargai profesi dan 59:08 budaya orang lain. Itu berarti dia 59:11 memiliki hak asasi manusia. Jadi tidak 59:15 kalah penting adalah dia sangat 59:19 menghargai orang tua yang ada di sekitar 59:22 dia. Siapapun orang yang memberikan 59:25 informasi yang memberdayakan diri dia 59:28 menjadi individu yang tidak tahu menjadi 59:30 tahu itu adalah orang tua. Lalu yang 59:34 tidak kalah penting dia sudah mulai 59:36 menghargai budaya dari ayah, budaya dari 59:39 ibunya. Lalu dia menghargai budaya orang 59:42 lain. Lalu kemudian menghargai bangsa 59:45 lain. Dan tidak kalah penting pada diri 59:48 anak kita dia menjadi individu yang 59:51 mandiri. Mandiri itu ambil keputusan 59:55 sendiri. Bukan tergantung pada ayah, 59:58 tergantung pada ibu. Coba bayangkan 1:00:00 kalau ayah dan ibunya sudah tidak ada, 1:00:03 dia 1:00:04 harus meminta ee persetujuan dari siapa? 1:00:08 Jadi tanggung jawab nanti 1:00:11 yang apa yang dia putuskan konsekuensi 1:00:14 pada diri dia tanggung jawab dan harus 1:00:17 disiplin. Ini semua kita berharap kepada 1:00:20 Allah memberikan cahaya kepada kita 1:00:23 untuk 1:00:25 memampukan apa yang kita upayakan kepada 1:00:28 anak kita menjadi individu yang 1:00:30 diharapkan oleh ayah dan bunda, 1:00:33 diharapkan oleh masyarakat, oleh bangsa, 1:00:37 oleh negara, dan yang paling utama oleh 1:00:40 agama ini. Semoga kita diberikan cahaya 1:00:43 yang berlimpah terutama di bulan Ramadan 1:00:46 ini. Dan kita akan berlibur di rumah 1:00:52 atau dengan tetangga atau pulang 1:00:55 kampung. Pastikan punya agenda untuk 1:00:58 mengunjungi tempat-tempat di mana ayah 1:01:01 dan ibu pernah melewatinya. Dan kalau 1:01:04 boleh itu dikenal oleh anak kita dan 1:01:07 anak kita merasa 1:01:10 wah menghargai kita. Ternyata ayah 1:01:14 menjadi seperti hari ini adalah tidak 1:01:16 lahir dengan begitu saja tapi ada 1:01:19 proses. Demikian asalamualaikum 1:01:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:25 wabarakatuh. Terima kasih, Dr. Hamid 1:01:28 dengan 1:01:30 bahasan terkait dengan tujuan 1:01:32 pendidikan. Karena biar bagaimanapun 1:01:34 juga kitalah pendidik pertama dan utama 1:01:37 bagi anak-anak kita. Mudah-mudahan kita 1:01:39 akan semakin mampu menjadi ee pendamping 1:01:43 mereka. Selamat melaksanakan ibadah 1:01:46 puasa di bulan Ramadan ini. Insyaallah 1:01:49 akan berkah dan lebih optimal. Ya, kita 1:01:53 ketemu lagi insyaallah di kesempatan 1:01:55 berikutnya. Billahi taufik wal hidayah. 1:01:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:01:59 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:02:01 warahmatullahi wabarakatuh.