Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail [musik] TV.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabarnya di kesempatan
- siang hari ini? Senang sekali kami dapat
- kembali menjumpai ikhwan dan akhwat
- dalam program Info Sehat edisi Sabtu di
- tanggal 18 Zulhijah 1447
- Hijriah yang juga bertepatan di tanggal
- 13 Juni 2025 Masehi. telah hadir dua
- narasumber kita melalui sambungan
- aplikasi Zoom. Ada Dr. Hendri
- Hidayatullah, kemudian ada Dr. Hendrana.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Mas Agus.
- Baik, sehat, Dr. Henri dan juga Dr.
- Hendrana?
- Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah
- sehat.
- Sehat ya. Alhamdulillah. Ya, saya
- manggilnya Bang nih, Bang Henri sama
- Bang Hendrana aja ya.
- Siap. [tertawa]
- Biar lebih akrab.
- Iya.
- Baik, Ikhwan dan Akhwat. Acara ini juga
- dirilay langsung oleh ee jaringan radio
- silaturahim teman-teman kita ee kru
- Radio Sela FM Batam. Kemudian ada kru
- Radio Silaturahim Sukabumi, serta di
- Yogyakarta ada Radio Silaturahim
- Yogyakarta. Ikhwan dan akhwat, di siang
- hari ini Info Sehat hadir kembali ke
- ruang dengar Anda dan tema kita yaitu
- tentang ee alat kesehatan untuk di
- rumah, Dokter. Ya,
- betul Mas.
- Betul. Dan seperti biasa, Ikhwan dan
- Akhwat, kami nanti akan mengundang Anda
- untuk berinteraktif. Silakan hubungi
- kami di nomor WhatsApp di 0811999720.
- Saya tidak sendiri ada Neza di kameramen
- Rasil TV dan juga ada Fajar di operator
- radio silaturahim. Baik, saya ke dr.
- Henri terlebih dahulu untuk membuka
- acaranya. Silakan, dokter.
- Baik, terima kasih Mas Agus. Ee selamat
- pagi, asalamualaikum pemirsa Radio
- Silaturahmi dan Rasil TV
- ee yang hadir kali ini. Selamat pagi
- juga Pak Hendrana, Mas Agus dan tim ee
- siaran radio Silaturahmi di mana pun
- berada. Kali ini cukup menarik nih ee
- obrolan ringan tapi insyaallah
- memberikan manfaat bagi pendengar dan
- pemirsa Radio Silaturahmi dan Radio TV
- di mana pun berada. Semoga kita dalam
- kondisi sehat walafiat. Kali ini kami
- hadirkan narasumber yang cukup luar
- biasa di mana beliau ini kebetulan
- sahabat saya, kakak kelas di S2. Nah,
- beliau adalah Bapak Dr. H. Hendrana
- Cahyadi, ST, M.Si. Beliau S1, S2, dan S3
- di UI.
- S1-nya teknik elektro, S2-nya teknologi
- biomedis, S3-nya juga teknik elektro.
- Saat ini beliau menjadi salah satu dosen
- di Universitas Pertahanan. Selain itu
- beliau ee juga sebagai Ketua Kolegium ee
- Teknologi Biomedis Elektro
- Medik Indonesia. Demikian begitu Pak
- Hendrana. Asalamualaikum Pak Hendrana.
- Alhamdulillah, Dr. Henri.
- Iya. Eh, pemirsa eh Rasil dan Radio
- Rasil TV. Eh, Pak Hendrana ini kalau
- pada masa COVID itu mungkin sebagian ada
- yang melihat di TV atau di ee serah
- satu penggagas
- untuk ventilator. Demikian, Pak Hendrana
- ya. Alhamdulillah di UI ya betul bersama
- dengan ee para ahli dari Universitas
- Indonesia dan tentunya ventilator ini
- menjadi cukup ee sangat fundamental
- karena pada saat masa-masa COVID ee
- kebutuhan akan ee alat ventilator ini
- menjadi sangat tinggi. Mungkin Pak
- Hendrana bisa cerita-cerita sekilas
- tentang apa yang ee pernah menjadi
- penelitian atau kemudian ee
- pengalaman-pengalaman Pak Hendrana
- terkait dengan ee peralatan medis yang
- ee apa Pak Hendranas e sering teliti
- ataupun eh hal-hal lain yang terkait
- dengan pengalaman Pak Hendrana. Demikian
- silakan Pak Hrana.
- Terima kasih Dr. Henri.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- ala Muhammad wa Ali Muhammad.
- Alhamdulillah. Eh, selamat pagi kepada
- audiens Radio Silaturahmi dan Radio TV
- ya. Ee terima kasih atas amanahnya bisa
- bergabung di sini. Insyaallah kita bisa
- sharing keilmuan ya, Dok ya. Dan ee
- memang ee keilmuan saya adalah tentang
- di sebenarnya di eh biomedical
- engineering atau kalau di ee keilmuan
- Indonesia adalah ee namanya adalah
- teknik elektromedis. Jadi ee teknik ini
- ee keilmuan ini adal menggabungkan ee
- apa merupakan multidisiplin ilmu ya
- karena kita bicara klinis juga jadi saya
- belajar juga tentang anatomi, Dok.
- Tentang atau anatomi fisiologi ya
- itu ada lumayan tuh SKS-nya itu, Dok.
- Betul.
- Dan kemudian
- ee kita belajar juga tentang elektro ya
- di sini. Jadi kita menggabungkan
- bridging antara ee elektro dengan ee ee
- anatomi atau atau ee e anatomi fisiologi
- ya. Dan ini
- ee bagaimana kita harus karena kita
- harus paham tentang sistem tubuh ya,
- tapi kita juga harus paham tentang
- sistem elektro untuk menghasilkan satu
- peralatan yang dapat digunakan untuk
- mendiagnosa atau menterapi. Jadi pada
- dasar cuma ada dua bagian besar alat
- kesehatan, Dok. Yaitu alat untuk
- diagnostik dan alat untuk terapi, Dok.
- Ya, jadi dua bagian besar ini ee
- tentunya ee sangat-sangat aplikatif dan
- menurut saya saya sangat e passion di
- sini, Dok. Karena di satu sisi memang
- Alkes ini ee banyak membantu ya dalam
- arti tidak hanya sekedar teknologi yang
- menghancurkan, tapi ini benar-benar
- teknologi yang positif. Jadi, kita
- belajar laser juga, Dok. Belajar laser
- yang di kalau di dunia militer digunakan
- untuk menghancurkan. Tapi kalau di
- bidang kita digunakan untuk ee
- menghilangkan atau mengurangi speris,
- Dok, yang jadi ada namanya ee laser
- untuk mata ya, untuk mata, kemudian
- laser untuk eh cutting ya. Dan kemudian
- kita belajar juga ultrasound sonar.
- Kalau di militer sonar untuk radar,
- kalau kita ultrasound untuk mendeteksi
- atau bisa membaca ya organ tubuh ya. Dan
- alhamdulillah juga ee karena memang
- bidang [mendengus] saya ee bidang saya
- saya fokus di bidang ini dan
- alhamdulillah ee saya sudah ada dua
- paten ya, dua paten dan paten pertama
- paten ee komplit dan satu lagi paten
- sederhana. Nah, ini ee berhubungan paten
- nih bersifat internasional, Dok. Jadi
- karena itu paten itu butuh lebih dari 2
- tahun, Dok. Jadi bahkan bisa ada lebih 4
- tahun ya karena memang tuh di di apa di
- disounding dulu ya, diclearkan dulu di
- apa apakah ada yang sama atau tidak gitu
- ya. Alhamdulillah saya
- berupa alat apa Pak? [mendengus]
- Ee pertama yang untuk alat ventilator
- UI, Dok. Jadi
- itu merupakan sebenarnya ventilator
- banyak, Dok, ya. Tapi kenapa kita bisa
- dapat paten?
- Karena ada satu sistem yang kita ee
- tidak perlu adanya sensor ee apa satu
- sensor, ya sensor oksigen waktu itu ya.
- Seurity dan kita memiliki satu apa
- karena ada keterbatasan di Indonesia kan
- keterbatasan ee material ya dan kita
- pahamlah untuk mendapatkan satu sensor
- yang akurat itu harganya lumayan. Nah,
- kita ada terobosan tuh, Dok. Ada
- terobosan untuk bisa menggantikan fungsi
- dari sensor ee oksigen tersebut, Dok.
- Nah, ini kita dengan tim ya itu ada
- empat orang ya. Dan satu lagi,
- alhamdulillah eh
- paten sederhana itu adalah alat high
- flow nasal kan.
- High flow nasal kan. Nah, bisa
- dijelaskan lebih ininya, Pak,
- ya. Jadi ee waktu itu sebenarnya ee di
- waktu COVID, Dok, ya itu seluruh
- akademisi di tergerak untuk bagaimana
- kita bisa mengatasi COVID dari bidang
- keilmuan masing-masing, Dok, ya. Jadi,
- dokter juga
- tentunya juga berjuang ya, berjibaku
- untuk dari sisi klinis bagaimana apa ee
- mendapatkan satu solusi agar ee apa
- pasien COVID yang cepat sembuh. Namun
- dari sisi kami, kami juga bergerak juga,
- Dok karena waktu itu ee alat kesehatan
- tuh sangat-sangat langka ya dan eh di
- situlah muncul kemandarian alkes, Dok.
- Nah, eh sebagian besar itu
- universitas-universitas besar itu lebih
- fokus ke ventilator. Memang digagasi
- oleh ITB waktu itu ya. dan ee kita dalam
- satu [berdehem][mendengus] sisi kita ee
- dalam satu universitas ke universitas
- lain memberikan satu warna ya. Dia ada
- ada apa ada semacam apa ee tidak apa
- tidak tidak monopoli tapi memberikan
- saling masukanlah, saling mengisi. Nah
- ee kemudian kami dengan tim itu tim UI
- dan saya ada tim lagi tim Poltekes Dok,
- Poltekes Jakarta 2 ya. Dan eh ternyata
- setelah kita baca literatur ya, kita
- untuk yang high fence ini lebih tidak
- pomo lah. Kalau ventilator tuh ee sangat
- pomo ya. Artinya ketika mereka bikin
- ventilator kita coba ventilator gitu ya.
- Tapi kalau Hens ini benar-benar melalui
- eh metodologi penelitian. Jadi kita
- adakan studi eh literatur dulu, Dok,
- better interview. Ternyata pasien COVID
- itu banyak yang bermasalah ketika masuk
- ventilator, Dok.
- Hm. Karena memang dalam keadaan sehat
- ya, Dok ya. Dia harus diknockdown ya.
- Dik knockdown artinya dibuat pingsan ya.
- Nah, di situ terjadi banyak ee kegagalan
- ketika menggunakan ventilator. Nah, ada
- beber ada penelitian yang menarik buat
- kita ya. Ternyata eh penggunaan HFNC
- ini ternyata sangat membantu eh apa?
- Pasien lebih apa? Lebih cepat recovery,
- Dok. Karena di situ ada terapi oksigen.
- Jadi pasien tidak di knockdown, Dok.
- Iya. Jadi diberikan apa ee ee oksigen
- murni ya, oksigen pulitin 100% nanti
- turun turun turun sampai 21 dan tapi itu
- kita berikan tekanan, Dok. Jadi kita
- berikan agar pasien itu mudah bernaapas.
- Jadi healingnya dia secara internal,
- Dok. Jadi tidak dipaksakan jadi secara
- normal ya. Jadi sehingga organ tubuh itu
- juga bisa apa mengadaptasi ya keadaan
- itu dan nanti pada saat dia memang sudah
- cukup kuat kita turunkan terus ee apa
- kondisi puritasnya karena kan kondisi
- oksigen murni
- di udara itu kandungannya cuma 21% Dok.
- Baik
- seperti itu, Dok ya. Baik. Jadi ee
- dengan penjelasan yang disampaikan oleh
- Pak Hendra cukup bisa membuktikan bahwa
- ee narasumber kita adalah memang
- kompeten dalam bidang peralatan
- kesehatan ya spesifik ya karena beliau
- memang menekuni pada bidang peralatan
- kesehatan dalam hal ini yang lebih
- spesifik adalah elektromedik. ee Pak
- Hendrana ee mungkin sekilas nih karena
- mungkin ee beberapa pemirsa juga mungkin
- belum ada yang mengenal tentang ee
- terkait dengan teknologi biomedis ya ee
- dan ini menjadi peluang juga yang besar
- buat rekan-rekan anak-anak SMA yang
- mungkin ee suatu saat ingin mengambil
- kuliah ya
- melanjutkan pendidikan. Nah, ini kan
- tentunya ee teknologi biomedis bisa
- menjadi alternatif gitu. Ee mungkin
- sekilas saja sedikit sebelum kita ee
- masuk ke tahap ee topik berikutnya.
- Baik, menarik, Dok. Karena memang ee di
- Indonesia ini sebenarnya ada dua
- kluster, Dok, ya. Ada ee
- ilmu elektromedik, ya. Itu ee memang ee
- lulusannya itu ee otomatis menjadi
- nakes, Dok. Ada satu lagi adalah eh
- kluster keilmuan untuk ee teknik
- biomedik ya, TBM ya, yang ada di UI,
- ITB, ITS. Nah, yang lulusan jadi kalau
- yang e elektromedik itu berupa vokasi,
- Dok, D3, D4. Otomatis dia sudah profesi
- sehingga otomatis lulus menjadi e
- seorang nakes. Nakes namanya didakan
- elektromedis, Dok. Kalau elektromedik
- kan keilmuannya, ya. Tapi kalau
- personnya itu ada elektromedis. masuk ya
- ke nakes bukan namet ya bukan tenaga
- medis tapi nakes. Nah, sedangkan yang
- sekarang banyak berkembang juga adalah
- keilmuan TBM teknik biomedik ya. Teknik
- biomedik ini bukan vokasi dia dari sisi
- akademisi dia memang S1 ya, S1 murni
- dan ee sudah ada S2-nya juga ya baik di
- apa sama seperti kita, Dok ya di HOT di
- UI ya. Alhamdulillah kita satu almameter
- [mendengus]
- ee kita ambil sama-sama S2 ya, S2 TBM
- Dok ya
- ee waktu itu ya dan ini ee output-nya
- bukan nakes, Dok. outputnya bukan
- profesi. Jadi sekolah non profesi, Dok.
- Nah, tinggal teman-teman pilih kalau
- ingin ee ingin menjadi satu tapi sumber
- keduanya ini sama, Dok. Satu nenek
- moyang lah, satu DNA.
- Iya.
- Yaitu adalah biomedical engineering.
- Iya.
- Nah, itu nanti terbagi menjadi beberapa
- ilmu cabang ya. Nah, itu ee kalau di
- kita nih karena memang kita berasal dari
- awalnya tuh ee kena elektromedis ya,
- kebetulan saya dari D3 elektromedis, Dok
- ya. Jadi saya nakes juga ya dan maka itu
- saya bisa ee mandat amanah menjadi ketua
- kolegiumis di satu sisi ya dan eh
- sejarahnya awalnya adalah eh kita
- mendapatkan bantuan radiologi dari
- Jerman, dong untuk rumah sakit tipe A SM
- waktu itu. Nah, namanya waktu itu ke
- electromedicine.
- Elektromedicine. Nah, itu yang muncul
- kenapa? Tapi dari sisi keilmuan kita
- mengacu ke sama-sama satu buku bukunya
- Bronzino ya itu teknik biomedik ya. Jadi
- itu, Dok. Jadi silakan nanti kalau
- misalnya kalau ingin menjadi nakes dan
- nakes menjadi PNS ya. Ee kebanyakan
- memang lulusan dari eh elektromedis ini
- D3, D4 ini mereka kebanyakan di PNS,
- Dok. Jadi ASN. Nah, kalau di TBM
- kebanyakan di swasta bahkan dia mereka
- ada ee apa bisa bekerja luar negeri
- juga. Nah, ininya.
- Iya.
- Jadi silakan dua-duanya bisa.
- Iya. Mungkin gini eh mungkin saya coba
- simplifikasi ya, sederhanakan bahwa eh
- elektromedis yang tadi dimaksudkan oleh
- Pak Hendrana yang ee pendidikannya D3
- atau D4 itu lebih ke arah ee bagaimana
- ee dia mengetahui persis bagaimana cara
- kerja alat itu dan kemudian yang paling
- penting adalah misalnya perbaikan.
- Kurang lebih seperti itu ya, Pak. Pak
- Hendrana ya.
- Ee lebih ke profesi, Dok. Jadi
- sebenarnya ilmunya sama. Jadi dari sisi
- TBM dan elektromedis itu mereka bisa
- sama-sama bisa memperbaiki, bisa
- [berdehem] apa jadi invertor juga bisa,
- Dok. Cuma outputnya itu, Dok kalau kalau
- di kalau ini seperti dokter kan dokter
- jadi profesi ya kan profesi ya. Ini
- kalau mededis pendidikannya profesi,
- Dok.
- Jadi kalau ingin jadi profesi itu medis
- pilihnya yang di 3 D4 tapi kalau ingin
- menjadi
- ee apa e ilmuwan atau tadi non apa non
- profesi bisa pilih ke yang TBM
- teknologi biomedis. Baik
- ya. ee termasuk penemuan-penemuan segala
- macam ee proses pembuatan segala macam
- itu bisa di ee lakukan pendidikannya di
- teknologi biomedis begitu ya Pakrana ya.
- Iya betul betul. Oke. Baik, kita masuk
- ke topik berikutnya yang tentunya cukup
- menarik adalah terkait dengan alat-alat
- kesehatan nih, Pak. Kan kita tahu ya
- kalau dalam ee kita ambil data riskes
- das 5 tahun ee 5 tahun terakhir ya,
- bahwa tingkat ee penyakit yang paling
- tinggi tiga terbesar. yang pertama
- adalah hipertensi, kedua diabetes
- melitus, dan kemudian yang ketiga
- stroke. Ini kan ee cukup mendominasi di
- Indonesia gitu dan ee ketiga penyakit
- itu saling terkait dan kemudian
- menyebabkan ee angka mortalitas atau
- angka kematian yang cukup ee tinggi juga
- tentunya. Nah, ee untuk alat-alat
- kesehatan nih, Pak, bagusnya seperti apa
- sih ee bagi masyarakat di Indonesia
- khususnya ee untuk di rumah tuh seperti
- apa, Pak?
- Baik, Dok. Mungkin saya cerita latar
- belakang dulu, Dok, ya. Prolognya
- sebentar, Dok.
- Jadi, sebenarnya tubuh kita itu memiliki
- beberapa sensor, Dok. Jadi, sebenarnya
- kalau kita mengalami gangguan itu pasti
- sensor tuh langsung memberikan tanda,
- memberikan tanda misalnya pusing ya, itu
- sensor, Dok. ya
- sensor bekerja akibat apa? Pusing itu
- tentu ada penyebabnya. Kemudian ee
- sakit, rasa sakit pun sensor itu
- merupakan anugerah berkah dari Allah ya.
- Jadi bayangkan kalau kita enggak punya
- rasa sakit mungkin kita sudah di jadi
- zombie ya. Jatuh berulang-ulang
- berdarah-darah kita santai aja kan. Jadi
- Allah menciptakan itu sudah sudah
- sempurna Dok. Sudah sempurna manusia
- sudah sangat sempurna Dok ya.
- Dan ee di satu sisi
- ee sensor-sensor ini inilah yang kita
- ganti, Dok. Inilah yang kita ganti agar
- bisa divisualisasi, Dok.
- Ya, sebenarnya tubuh Nah. di ee zaman
- Rasul ya, zaman-zaman apa Cina itu kan
- mereka menggunakan tabib ya, tanpa alat
- ya. Dan itu sebenarnya intuisi yang
- didasarkan dari dari teori juga, Dok.
- Jadi bukan bukan sekedar apa bukan dukun
- ya, dia tabib,
- tak beda dan dukun. Dukunnya sudah
- artinya sudah sesuatu yang apa yang
- menurut saya ee di dari sisi ilmu
- ketahuan tuh enggak kosong besar ya, nol
- besar gitu ya. Tapi ini bahkan mereka
- bisa menggambarkan anatomi tubuh ya
- secara lengkap ya. ada dan itu dari
- aliran darah dan dan ternyata, Dok, ee
- semua penyakit itu sebenarnya cuma satu
- penyebabnya, Dok, itu dari
- ee kondisi darah, Dok.
- Oke.
- Jadi ee darah ini sangat penting ya
- buatbuat manusia karena di sini dia bisa
- ee mengikat oksigen ya. Otomatis dengan
- mengiat oksigen dia bisa memberikan
- seluruh oksigasi termasuk ke sel-sel, ke
- atom-atom ya, ke atom-atom terkecil ya,
- itu di di apa? disuplai oleh oleh darah
- itu dengan mengikat oksigen Dok ya kan.
- I.
- Kemudian darah itu pun bisa memberikan
- makanan ya kan nutrisi untuk sel-sel
- berikutnya kan. Jadi sebenarnya tubuh
- kita hidup semua hidup Dok sampai ke
- mikroskopis pun hidup ya. Dan menariknya
- lagi ternyata kan atom pun bertawaf gitu
- ya. Jadi bertahuda dan itu bersifat ee
- kalau kalau kita lihat sih sudah coding
- itu coding malaikat Dok.
- Jadi jantung itu atom itu coding coding
- malaikat. Artinya diperintahkannya
- begitu begitu terus Dok ya. Kebanyakan
- kalau codingnya manusia ya, bisa nanti
- jantung tuh kalau baper atau mager dia
- bisa berhenti sendiri seenaknya gitu ya.
- Nah, itu Allah menciptakan itu. Ee jadi
- sifat malaikat itu sebenarnya bisa
- diwakilkan. Jadi sifat malaikat tuh
- bukan secara apa ya e kalau di kita nih
- AI sekarang ada n coding Dok ya.
- He.
- Robot itu akan kita coding sesuai dengan
- yang kita mau Dok. Dia kan lurus-lurus
- aja gitu loh. Itu malaikat beda dengan
- manusia. Manusia itu makhluk yang
- termulia karena bisa mengenal benda kan
- dibandingkan malaikat. Nah, di satu
- sisi, Dok,
- ya, darah ini ee menjadi satu parameter
- utama buat alat-alat kesehatan, Dok.
- Karena di situ bisa mewakili atau bisa
- ee mewakili apa? Diagnosa ya, untuk ee
- penyakit yang ada di tubuh kita. Maka
- itu ada lab ya. Nah, ada lab ya kan.
- Kemudian kenapa sebelum kita diilakukan
- satu operasi atau satu tindakan kita
- dilab dulu nih kadar oksigen apa
- kolesterolnya kemudian gula darahnya ya
- kan. ee [mendengus] dan semuanya itu
- nanti dari sisi dokter termasuk dokter
- Hendy pasti bisa mengetahui tuh ini
- memang positif positif sakit apa gitu di
- sehingga terapinya seperti itu. Mungkin
- itu prolognya sedikit toh.
- Iya. Jadi pemirsa ee radio silaturahmi
- dan radio TV. Jadi, tubuh kita itu ee
- mempunyai mekanisme yang sangat canggih
- di mana tadi sempat disebutkan oleh Pak
- Hendrana bahwa ee dia apa ya sensor
- artinya memberikan sinyal pada
- level-level tertentu. akan memberikan
- sinyal kepada kita yang itu memberikan
- mungkin ee bentuk rasa sakit yang
- sebenarnya itu menjadi feedback kita
- kembali lagi kita supaya lebih aware ya
- kan kita langsung bisa melakukan sesuatu
- atau bisa mencari pertolongan untuk
- mereduksi terhadap gangguan yang
- terjadi. Jadi sinyal yang begitu ee pada
- kondisi tertentu itulah yang kemudian
- sebenarnya ee membantu. Nah, seringki
- beberapa hal itu perlu di konfirmasi
- dengan bentuk alat yang kemudian bisa
- menjadi data-data objektif ya untuk bisa
- dipakai ke semua orang. Demikian, Pak
- ya.
- Ya, benar sekali Dok. Benar sekali Dok.
- Jadi fungsi siap.
- Heeh. Kita mau bicara apa nih, Pak
- Hendrana untuk kali ini? Ee alat-alat
- kesehatan yang mungkin bisa digunakan di
- rumah gitu.
- Baik ya. Jadi karena memang tadi
- berhubungan darah ee saya sarankan ee di
- setiap rumah minimal ya harus pertama
- memiliki alat untuk pengukur tekanan
- darah ya. Jadi situ ada apa tensimeter
- ya ee untuk lebih mudahnya karena
- tensimeter sebenarnya yang gold standar
- adalah menggunakan ee tensimeter manual
- ya sekarang anoid namanya kan tapi
- dibutuhkan stetoskop ya kan. Nah, ini
- dibutuhkan satu kompetensi khusus. Tapi
- kalau Bapak, Ibu atau audiens dari radio
- ee apa silaturahmi ini ya saya sarankan
- beli yang digital ya, digital. Namun ee
- yang digital ini bukan medical grade ya,
- Bapak, Ibu ya. ee medical grade-nya itu
- harganya puluhan juta. Jadi kalau Bapak
- Ibu beli yang di ee marketplace ya itu
- seb se sebanyak sebagai home care. Jadi
- dia sebagai screening awal lah. Jadi
- indikator misal hari ini kita ee 120
- tiba-tiba kita agak pusing nih malam
- tadi apa malam kita ukur ternyata naik
- tuh. Itu sudah ada kenaikan. Tapi
- walaupun dia tidak akurat nilainya, tapi
- itu sudah indikator bahwa adanya
- perbedaan waktu kita pagi dengan malam
- dan malam itu disertai ada sensor dari
- tubuh. Nah, sensor tubuh ini ketika kita
- bisa menjadi petanda apa? Bertanda bahwa
- kita butuh pertolongan ya, butuh
- diagnosis lebih lanjut sebelum ke ini
- kita ukur aja dulu menggunakan tesimeter
- ya. Jadi ee dari apa? dari sensor tubuh
- yang sudah memperingati kita sakit, kita
- pusing, kita mual itu segera menggunakan
- ee alat bantu untuk bisa melihat ee
- berapa sih tekan darah. Nah, Bapak Ibu
- ee audiens dari radio ee ham ini ee
- tekanan darah merupakan salah satu
- faktor penting ya. Jadi maka itu
- dinamakan vital sign. Jadi vital sign
- itu termasuk tekanan darah Bapak Ibu.
- Jadi ee tanda-tanda vital. Jadi di situ
- menjadi apa patokan untuk klinis secara
- klinis ya itu bagaimana orang itu sehat
- ee atau mendapat gangguan atau dalam
- kondisi kritis itu di ee apa di diwakili
- oleh tekanan darah. Jadi ee nanti kalau
- detailnya kita apa mungkin ada lain
- waktu untuk apa itu tekanan darah
- mungkin dokterdokter yang bisa drter
- bisa menjelaskan lebih dalam gitu.
- Pertama itu Dok ya. Baik, Pak Hendrana.
- Tadi kan sempat disebutkan tuh yang
- paling ideal sebenarnya manual ya,
- sementara kebutuhan ee secara ee
- kebutuhan di masyarakat tentunya yang
- memudahkan mereka dalam penggunaan
- sehingga menjadi bisa lebih terkontrol.
- Nah, dalam hal ini digital sebenarnya
- memang ada perbedaan yang sangat cukup
- signifikan atau tidak terlalu bermakna
- perbedaan antara yang ee digital dan
- manual, Pak?
- Iya, Dok. Jadi ee untuk yang analog ya
- memang analog ini benar-benar ee di apa
- kita deteksi dari ee pulsa sistolik dan
- diastolik ya dan itu berupa suara yang
- berbeda, Dok ya.
- Di yang bisa dideteksi oleh stetoskop
- dan itu real ya, real artinya real
- keadaan, Dok, ya. Namun kalau digital
- ini kan dia konversi konversi dari suara
- itu ee ditangkap oleh detektor sensor
- kemudian ditampilkan oleh di apa di
- layar, Dok, ya.
- Nah, ini masalahnya adalah sensornya,
- Dok. sensornya itu kalau bahkan sekarang
- saya bisa mendapatkan eh tensimeter
- digital ya versi market mungkin sekitar
- Rp50.000 Dok sangat murah dulu
- kelasnya waktu saya ingatingat 2 tahun
- lalu 3 tahun sebelum COVID itu harga
- bisa Rp500.000 dong. Nah, dengan ee
- konteks seperti itu, apakah kemudian
- bisa ee dipercaya atau dalam arti yang
- paling gampang gini, bagaimana sih
- masyarakat bisa kemudian menggunakan
- atau bisa mempercayai alat itu? Ee tips
- ee ee tips apa yang bisa masyarakat
- pakai untuk kemudian memilih yang ee
- alkes atau dalam hal ini tensimeter yang
- baik
- ya. Ee dalam hal ini memang ee karena
- ini berupa home care, Dok, ya. Jadi
- kalau dari medical grade kita di kita di
- Kemen Cast ada ee rambu-rambunya, Dok.
- Jadi enggak semua alkes itu boleh
- digunakan rumah sakit, Dok. Karena
- tingkat akurasinya harus di 5% dia, dia
- paling tinggi 5%. Kalau lebih dari itu
- dia enggak boleh digunakan. Nah, itu
- yang yang itu melalui namanya ee makanya
- itu ada namanya izin edar, Dok, ya. Ada
- uji produk sebelum dipasarkan ke
- masyarakat. Tapi kalau yang ee yang
- dibeli saat ini adalah yang Bapak, Ibu
- bisa beli secara bebas itu adalah yang
- tipenya adalah untuk homecare gitu.
- Homecare ini untuk screening, Dok. Jadi
- tidak bisa digunakan untuk diagnostik.
- Jadi [mendengus] tidak ada validasinya,
- Dok. Tidak apa, tidak mempunyai kekuatan
- hukum lah, ya. Jadi ee sekedar
- screening, tapi itu juga menurut saya ee
- kembali kepada pengguna, Dok. Misalnya
- tadi
- apakah ini ee cocok atau tidak? Ya
- memang ee ini menarik, Dok. Menarik
- banget karena kebanyakan ee yang saya
- apa yang saya gunakan ya itu ee bisa
- tornya di atas 20% Dok toleransinya,
- Dok. dibandingkan yang analog ya. Tapi
- itu kan ee e tapi itu ee berbanding rus
- dengan kondisi saya, Dok.
- Ketika saya merasa fusi itu ada sesuatu
- gangan, saya ternyata tekanan darahnya
- memang tinggi gitu loh. Tapi nilainya
- itu ya, Dok, yang jadi tidak jadi
- patokan. Jadi nilainya itu yang yang apa
- yang menjadi bias gitu ya. Karena memang
- e tusnya sangat sangat apa? Sangat
- errornya itu sangat tinggi gitu, Dok.
- Tapi bisa menjadikan patokan kita
- minimal ee dalam keadaan kita sehat atau
- perlu perlu bantuan gitu, Dok. itu apa
- ya alat di alat di alat itu dalam bentuk
- apa ya kemudian kita bisa
- mengidentifikasi Pak oh ini alat oke nih
- gitu di alat di alatnya sendiri di
- tensimeternya tandanya apa tuh Pak
- Baik ee kalau bisa Bapak Ibu atau apa
- audiens dari radio silaturrahmi ya ee
- itu beli yang memang sudah ada ee
- standarnya. Jadi misalnya dapat kita ada
- berapa pilihan ya dari berapa harga
- pilihan sudah memiliki C ya CE itu
- adalah eh itu standar Eropa jadi CE
- approval itu ada tulisan C di kardusnya
- tulisan C minimal itu atau SNI atau SNI
- ya SNI standar S Indonesia kalau dapat
- itu bolehlah ee itu menjadikan eh upper
- reference ya di apa di buat rumah kita.
- Namun kalau tidak ada tanda itu ya
- artinya memang mereka di apa dibuat
- hanya untuk ee memenuhi apa ya banyakan
- gimiknya kali ya. Jadi jadi seperti
- nomor gitu menunjak angka gitu ya.
- Nah itu bisa dilihat seperti misalnya di
- smartwatch ya. Smartphone sekarang ada
- yang bisa mengukur tekanan darah itu
- menurut saya banyakan gimiknya lebih
- banyak gimmiknya
- masih artinya kalau yang di smartwatch
- ya smartw kan sekarang sudah menjadi
- kayaknya menjadi umum gitu ya
- dengan harga yang ee sangat rendah gitu
- bisa dijangkau oleh masyarakat
- ee masih bisa di ini enggak artinya bisa
- dipercaya enggak angka tersebut kalau
- dari saya dari analisa saya enggak
- enggak enggak bisa dipercaya dongkok
- [berdehem] jadi dari kalau hard rate oke
- rate itu memang sudah bisa dipercaya
- hard rate ya.
- Eti itu bisa ke temperatur itu di smart
- sudah oke, Dok. Sudah akurasi cukup
- bagus. Tapi kalau untuk
- ee tekanan darah itu saya sarankan ee
- itu enggak enggak apaak belum bisa di
- apa digunakan angkanya, Dok, ya. Karena
- masih jauh dari dari akurasi.
- Oke. Artinya tetap dikomparisi dengan
- apakah kemudian misalnya nih seseorang
- itu ada keluhan atau tidak. Yang
- pertama. Yang kedua misalnya memang ada
- histori gitu ya. Ada histori penyakit
- tertentu katakanlah hipertensi. atau
- penyakit yang lain gitu menjadi sebagai
- warning untuk kita ee melakukan
- pemeriksaan berkala sehingga kita
- sendiri bisa aware terhadap misalnya oh
- ini kok indikator di tensimeternya kok
- enggak seperti biasa yang apa yang ee
- apa seseorang temukan itu gitu ya. Jadi
- sehari-hari misalnya tensinya sekitar
- 120 terus tiba-tiba dia pakai alat
- tersebut tiba-tiba diangka 180 tanpa
- misalnya dengan ada keluhan, tanpa ada
- ee histori penyakit atau misalnya dari
- ke riwayat keluarga tidak ada ee pola
- hidup bagus gitu tentunya akan kita
- komparasi dengan keluhan dan histor
- demikian ya Pak ya
- ee lebih bagus kalau memang ee dari yang
- bersangkutan punya ee hasil pemeriksaan
- terakhir yang menggunakan ee apa
- tensimeter di ee ee analog ya mungkin
- tadi pagi dari Pusesmas kemudian
- kebetulan diukur itu dicatat tuh.
- Jadi pada saat di rumah kita punya
- patokan bahwasanya menggunakan dalam
- keadaan yang hampir sama gitu ya
- beberapa jam itu kondisinya seperti itu.
- Dan tadi saya setuju dengan dokter
- memang harus dibuat logbook, Dok. Kalau
- memang ada ee sangat beresiko atau punya
- apa ee riwayat ya itu dibuat jadi
- misalnya 1 hari berapa kali pengukuran
- ya kan itu bisa digunakan Dok karena
- yang dilihat dari ada trennya kan tren
- naik atau tren turun ya dibandingkan
- dengan apa dengan angka seperti itu.
- I sama satu lagi mungkin usia pengaruh
- ini. Jadi otomatis ee Bapak Ibu sekalian
- yang usianya di atas 40 harus lebih
- aware terhadap ee tanda-tanda vital yang
- tadi disebutkan oleh Pak Hendrana gitu
- ya.
- Dan bahkan sekarang ee untuk usia 40
- atau 50 ke atas itu 14090.
- Jadi bukan 12080 tapi sudah 14090 itu
- mesti dianggap normal Dok. Dan kemudian
- posisinya Dok posisi untuk ee memeriksa
- itu sebaiknya dalam keadaan tidur ya.
- Jadi dalam tidak dalam keadaan berdiri
- atau duduk ya. Jadi kalau ingin ingin
- lebih akurat lagi Bapak Ibu ya ee itu
- bisa ee bisa apa kondisi tidur ya,
- kondisi tidur ya. Jadi itu lebih lebih
- apa lebih akurat ininya pengukuran
- karena dalam kondisi semua rileks ininya
- untuk seperti itu.
- Mungkin saya tambahkan ee terkait dengan
- pemeriksaan ini Pak Hendrana ya. pertama
- yang jelas ee pemasangan mansetnya itu
- harus di bagian lengan atas ya, lengan
- atas dalam kondisi sejajar dengan
- jantung ya. Dan satu lagi dalam kondisi
- tenang mungkin ee mungkin kalau pada
- idealnya pemeriksaan tidak ee pada saat
- ee setelah misalnya ya minum kopi ya,
- kemudian lagi dalam kondisi tenang. Dan
- satu lagi adalah yang ideal lagi adalah
- persis bahwa manset itu di lengan bukan
- di atas ee apa baju ya. Bukan begitu Pak
- Hendra.
- I dan ee mohon izin, Dok, ya. Jadi
- mungkin ee saya akan kasih apa ada
- sedikit posisi dan itu posisi di lengan
- kiri, Dok, ya. Kenapa lan kiri? Karena
- itu langsung berhubungan dengan jantung.
- Jadi ee kita bisa melakukan pengukuran
- dengan kanan, tapi idealnya itu
- dilakukan di lengan kiri, ya. Jadi
- seperti itu ininya apa dari sisi apa?
- Sisi
- sisi apa? Penggambaran, Dok, ya. J
- mungkin e
- di sini bisa kita bisa share, Dok, ya.
- Silakan, Mas. minta tolong dibantu. Oke,
- bisa ya. Oke, sebentar ya. Ini sedikit
- yang ini ya.
- [berdehem]
- Ya, jadi seperti ini ya. Jadi posisi
- seperti ini, Dok.
- Ini posisi duduk ini ya? Iya. Iya. Ini
- posisi tidur. Posisi duduk ya?
- Iya. Ini ee bisa yang ideal tidur ya. Ee
- dan ini posisinya seperti ini di lengan
- kiri ya bagian atas. Dan ini ee apa
- jangan di siku ya karena dia bisa mengak
- apa tidak optimal ininya oppressornya
- nanti. Dan jangan lupa juga kalau
- dipakai T baterainya karena kalau
- baterainya lemah dia akan pengukuran
- juga akan tidak tidak akurat. Jadi
- sebaiknya memang ee ee belinya beli alat
- dengan ada ada apa indikator baterai di
- sini ya. Nah, sekarang ada beberapa alat
- yang sudah ada apa ee sebentar ya
- yang sudah ada indikator ee sehatnya di
- sini ada misalnya 140 termasuk apa
- apa hiper ya hipertensi misalnya 180 ke
- atas atau di bawah ini menjadi
- apa namanya ya tekanan rendah gitu ya
- seperti itu dan ee
- ya
- [mendengus] dan ee ya tadi ya artinya
- nya ee ee artinya sahabat semua ee
- membeli membeli alat tidak artinya ee
- tadi ya artinya dalam bentuk memang
- untuk homecare dan ee disesuaian dengan
- budget ya tapi minimal ee kita sudah ada
- apa di rumah itu adalah alatimeter yang
- menjadi ee apa alat-alat utama ya alat
- utama yang memang sebenarnya harus ada
- di ee setiap rumah gitu ya seperti itu
- Dok.
- Terima kasih. Baik, saya cuma ee ingin
- mengulangi bahwa indikator yang bisa
- menjadi rujukan kita dengan adanya di
- alat tersebut ada SNI atau C ya, C gitu
- ya.
- C.
- Betul. Oke. Baik.
- Mungkin ee
- ee ada lagi Pak Hendrana.
- Jadi ee alat kedua dengan alat-alat
- I. Baik. Alat kedua adalah ee namanya
- puls oximeter, Dok. Oke. Pulsimeter yang
- sering dikenal sejak masa COVID ya, Pak
- ya. Betul. Betul. Betul. Jadi nanti saya
- apa saya ada apa sharing e gambarnya,
- Dok ya. Jadi ee di sini ee plus oximeter
- ini sebenarnya ee bisa dia ee alatnya
- kecil, kompact ya. Ee mengukur ee
- apa ee dari sisi apa? Dari sisi
- menggunakan infrared, Dok, ya. Jadi di
- sana ada infrared kemudian ada detektor
- sehingga menembus tulang dan kulit kita
- ya daging itu ya. Jadi nah dari satu
- alat ini bisa beberapa param. Pertama
- adalah kadar saturaksi oksigen. Apa itu
- kadar satur oksigen? Adalah ee besarnya
- oksigen yang terikat di dalam darah,
- Dok. Nah, satuannya persen dan ee paling
- tinggi itu ee satuan 99% Dok.
- Oke.
- Jadi 99% ini kita bisa bernaapas normal
- dong.
- Hm. He.
- Nah, ketika di bawah 95% itu napas kita
- terengangah karena asupan oksigennya ee
- kemampuan darah mengiat oksigen sudah
- berkurang, Dok. Entah ada virus kemarin
- COVID seperti itu, Dok. Jadi rata-rata
- ee yang terkena COVID itu saya ngalami
- sendiri ya ee ini saya sampai 93 waktu
- itu
- 93 sulit sekali napas napas panjang
- sulit sekali dong
- 9 itu. Nah di bawah 90 itu butuh
- pertolongan oksigen terapi dari tadi
- dari tabung oksigen ya kan atau dari
- central gas itu harus ee
- ee rekan-rekan harus
- langsung ke rumah sakit dan ini menjadi
- satu patokan ketika misal bangun pagi
- atau malam tiba-tiba jam 12.00 semalam
- kita kok sesek ya, kok susah napas,
- ambil langsung itunya dilihat. He
- kadang-kadang kan ada semacam ketakutan
- gitu ternyata oh enggak enggak apa-apa
- itu karena bukan karena kaget ya kita
- jadi seolahlah susah bernafas tapi kalau
- ternyata benar di bawah apa ee 90 ya
- rekan harus segera masuk UGD ya itu dari
- dari alat kecil pun ee itu sudah bisa
- mewakili ee kondisi ee oksigenasi di
- tubuh kita dan kita tahu bahwa oksigen
- ini merupakan ee bahan bakar ya bahan
- bakar baik ee dari untuk sel-sel kita ya
- dan indul menunjang kehidupan itu
- termasuk vital sign juga. Jadi selain
- pressure ee apa eh blood pressure tadi
- tekanan darah ya eh SP2 ini atau
- saturasi oksigen merupakan vital sign
- juga ya. Dari kemudian dari alat ini
- juga kita bisa mengukur denyut nadi Dok.
- Jadi namanya eh pass rate. Jadi beda
- dengan heart rate. Kalau heart rate itu
- denyut jantung Dok ya. Denyut jantung
- ini
- eh sumber sumber semua denyut
- sebenarnya. Namun dia bersifat
- elektrikal. ya. Nah, itu yang eh
- dibutuhkan satu alat yang complicated
- namanya ECG. ECG recorder
- elektrocardiograph.
- Sedangkan yang kita tempatkan di eh di
- mana di menggunakan tadi pulse oximeter
- itu adalah berupa denyut nadi, Dok.
- Oke,
- jadi namanya pulse rate. Nah, ini pulse
- rate ini hampir e ini sama besarnya sama
- dengan hard rate. Jadi untuk menget hard
- rate cukup kita mengetahui pul rate gitu
- dong. Bisa direfleksikan di full rate.
- Nah, itu bisa juga kita lihat ee jantung
- kita berdetak dengan cepat atau tidak
- atau ada tadi ada apa ada serangan ee
- jantung ya di awal ya. Apakah dia eh
- hard rate-nya lambat atau hardnya cepat
- itu bisa lihat di situ.
- Nah, setelah itu ee kita dapat juga
- namanya sinyal fotopritismograf.
- Hm. Apa tuh, Pak Hendrona?
- Nah, sinyal PPG ini sebenarnya
- [berdehem] ee kita bisa melihat ee
- denyut nadi secara signal gitu, Dok, ya.
- Cuma eh inilah yang digunakan oleh para
- tabib biksu ya apa sinse ya untuk maka
- itu ee sinse itu atau tabi itu tidak
- pernah memegang jantung kita dong.
- Tidak pernah tapi yang [tertawa]
- dipegang apa? Pergelangan tangan kita,
- Dok. Ya,
- tangan nadi ya.
- Nadi, Dok. Nah, itu dan alhamdulillah
- saya beberapa penelitian saya itu saya
- menggunakan ee filosofi itu dong
- dari beberapa jurnal yang saya sudah
- hasil dan alhamdulillah ada beberapa
- hilirisasi ya ee untuk mengukur. Jadi
- dari nadi itu kita bisa mengetahui tadi
- kadar gula darah ee kemudian
- ee ee pres apa dari tekanan darah itu
- bisa dari cukup dari nadi dong. Itu
- ee memang lebih kompleks ya keilmuannya.
- Namun ee itulah kebijakan ee betapa
- bijaknya tabib dan
- ee Sinse pada masa itu yang memang belum
- punya alat, tapi mereka sudah mengenal
- filosofi tubuh. Jadi, bagaimana kita
- bisa apa memberikan ee menolong kalau
- kita enggak mengenal diri sendiri gitu.
- Jadi sebaiknya memang yang tadi seperti
- Rasul ee apa habis Rasul perang yang
- paling berat kan berperang melawan diri
- sendiri. Artinya kita harus lebih paham
- tentang diri kita gitu loh. Termasuk
- tadi jadi bukan berarti kita apa? Oh,
- saya bukan dokter. gini-gini ya. Tapi
- kita harus paham minimal ee cara kerja
- tubuh kita tu kita harus paham. Jadi
- itulah yang sebenarnya kita bersyukur
- itu dalam bentuk menjaga kesehatan kan.
- Ini kan aset yang Allah berikan
- diamanahkan ke Allah ya. Nah, ini dalam
- arti ee itu bisa di diwujudkan dan zaman
- waktu itu a bisa apa kita bisa
- menyembuhkan beberapa atom di Indonesia
- tanpa tanpa alat gitu ya, Dok. Jadi yang
- kedua adalah eh puls oximeter dan saya
- sebentar, Dok. Mohon izin ya.
- Saya akan share sebentar, Dok.
- Untuk gambarnya mungkin ada eh pemirsa
- yang atau audiens yang
- belum terbayang ya apa soft meter ya.
- Jadi, puls oximeter ini ee pemirsa alat
- yang sering ee ya kecil dia sukuran jari
- karena memang penggunaannya di jari ya.
- I jaring yang tadi
- cara kerjanya sudah disampaikan oleh
- Pakrana
- dan ini untuk mengukur ee kadar oksigen
- yang ee tentunya sangat penting untuk
- kita ketahui terutama pada kasus-kasus
- tertentu sebagaimana persis yang terjadi
- pada saat COVID.
- Kita 2 menit menuju jeda ya, dokter ya.
- Baik Mas Agus
- ya.
- Ee ini
- nah ini dia pulakri silakan. Nah, ini di
- ini adalah eh kadar oksigen 90% ini
- adalah heart rate atau pulse rate ya.
- Dan ini pul apa ppg Dok? Potopletisme.
- Jadi ini sinyal PPG nih yang tadi
- denyutan ini seperti ini ya.
- Nah, seperti ini ya. Dan ini cukup satu
- alat bisa mewakili beberapa parameter
- he
- ee kehidupan atau sinyal apa vital sign
- dari apa tanda-tanda hidup di tubuh
- kita. Itu saya mungkin itu dari sesi
- pertama ya.
- Iya, dokter
- I.
- Ee Pak jangan diinikan dulu saya mau
- nekan. Iya. Baik. Ini SPO2 ini yang tadi
- disampaikan saturasi oksigen 98 yang ee
- nilai nilai idealnya adalah 99%.
- Kemudian BPM denyut nadi ya nilainya
- antara 60 sampai dengan e 100.
- Kemudian yang PPG ini bisa menandakan
- ini gak ee ee Pak Hendrana menandakan
- keteraturan denyut nadi juga atau bisa
- gimana tuh?
- Jadi sebenarnya di sini kalau kita tahan
- napas, Dok, ini dia landai dia agak
- landai dia ininya ya. Jadi sebenarnya ee
- PPG ini kalau kita dalami ini merupakan
- satu modality yang yang akan ke depannya
- masa depan ini menjadikan jadi nanti ke
- depan itu untuk alat diagnostik tuh
- wajib non invasif, Dok. Jadi ee nanti
- mungkin dokter bisa jelaskan apa itu
- invasif, non invasif. Jadi non invasif
- tanpa pendarahan dan wireless Dok. Jadi
- tidak ada lagi ya bisa di bisa warna
- artinya ee pasien di Papua kita bisa cek
- di Jakarta begitu ya. Jadi masa depan
- diagnostik tuh tidak ada lagi
- darah-darah, tidak ada lagi e apa
- sakit-sakit karena nanti ke depannya for
- the future
- alat apa medikal yang untuk di adalah
- wajib eh non invasif dan wireless Dok
- Dok.
- Baik
- baik Pak. Oke,
- untuk sementara kita jeda dulu ee para
- pemirsa.
- Mas Agus silakan.
- Siap, dokter.
- Terima kasih, Dr. Henri dan juga Dr. eh
- Hendrana. Kita akan jeda sejenak
- terlebih dahulu. Ikhwan dan akhwat.
- Tetaplah bersama kami masih dalam info
- sehat.
- Brail TV
- Islam yang satu yang masih
- dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Info sehat di siang
- hari ini bersama Dr. Henri Hidayatullah
- dari Klinik Wismari dan juga Dr.
- Hendrana. Kami akan menjawab beberapa
- pertanyaan yang sudah masuk ya ee
- abang-abang kita yang ada di ujung Zoom
- sana dari Bapak Ahmad di Depok nih
- dokter. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dokter, apa sebenarnya perbedaan utama
- antara alat diagnostik dan alat terapi
- dalam dunia kesehatan dan mengapa
- keduanya sama-sama penting dalam
- pelayanan medis? Terima kasih.
- Baik.
- langsung dijawab atau bagaimana?
- Langsung jawab ya. Langsung silakan
- Pakih ee dari Depok ya tadi
- dari Depok Bapak Ahmad di Depok.
- Baik eh Pak Ahmad alhamdulillah ee untuk
- peralatan Alkes memang dibagi dua
- kluster ya. Satu diagnostik itu untuk
- memonitoring Pak memonitoring kondisi
- tubuh kita ee tapi tidak untuk
- penyumbuhan. Maka itu kita perlu ada
- namanya alat ee kalkas yang bersifat
- terapi. Nah, terapi ini seperti ee saya
- ambil contoh misalnya ee alat untuk ee
- memotong atau ee apa di apa untuk dalam
- sisi apa sisi ee di fisi fisioterapi itu
- Pak ya. bisa terap itu ada microwave ya,
- microwave ee diatermi. Jadi kalau ada
- apa pegal karena ada apa ada kejepit ya,
- syarat kejepit itu digunakan nama
- alatnya kita berikan ee apa namanya
- radiasi atau pancaran dari mikrow terapi
- sehingga tubuh itu ee apa di yang
- diharapkan ee penyakit yang ada di atau
- gangguan yang ada di tubuh itu bisa bisa
- lekas sembuh. Itu direkam terapi. Jadi
- kalau di terapi itu indikatornya
- gampang. Tidak ada parameter yang ee
- vital tadi tidak ada parameter vital.
- Jadi tidak ada, Bapak tidak akan melihat
- heart rate, Bapak tidak bisa melihat ee
- kadar oksigen, Bapak tidak bisa melihat
- tadi ee apa denyut jantung itu masuk ke
- terapi. Tapi kalau alat diagnostik itu
- ee ee itu dipastikan itu alat itu ada
- indikator untuk ee alat-alat apa
- namanya? Vital sign atau tanda-tanda
- kehidupan dari tubuh. Jadi ada
- sebenarnya ada tujuh ya sampai delapan.
- pertama adalah ee saturasi kadar
- oksigen, kemudian lyut jantung, kemudian
- respirasi ya itu termasuk ee kemudian
- temperatur. Jadi termometer juga penting
- ya. Jadi BP mungkin nanti ditambahkan
- sedikit termometer ee wajib ada di rumah
- ya. Itu termasuk ee indikasi tadi ketika
- ada demam, ada infeksi tentunya ee suhu
- tubuh meningkat. Jadi Bapak Ibu harus
- siapkan juga tadi itu termometer kecil
- tapi itu juga sangat bermanfaat. Nah,
- itu salah satunya seperti itu. Itu ee
- Mas Budi penjelasan singkat dari saya.
- Terima kasih.
- Baik, terima kasih untuk ee jawaban dari
- Bapak Ahmad di Depok. Lalu ada Ibu Siti
- di Jakarta Timur ini ee Pak Hendrana
- dari Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dokter, kalau tensimeter kemudian
- glukometer dan oksimeter ini masuk
- kategori alat diagnostik. Bisakah dokter
- memberi contoh alat terapi yang sering
- digunakan di rumah sakit untuk kasus
- sehari-hari?
- Mohon izin untuk yang ee jadi memang
- nanti setelah ini kita akan bahas
- tentang glukometer ya. Jadi ee jadi ee
- saya kita sarankan ada empat alat tadi.
- Ada ee tensimeter, kemudian eh saturasi
- oksigen atau plus oksimeter, kemudian
- termometer, dan satu lagi adalah
- glukometer. Ini ee ee kenapa e perlu ada
- di rumah? Karena di satu sisi alat ini
- bisa dibeli bebas ya dan ada semacam
- grading-nya. Jadi kalau di rumah sakit
- memang ee gradingnya ad medical grade
- indikasinya indikatornya adalah [batuk]
- akurasinya sangat tinggi dibandingkan
- dengan HK dan harga pun bisa
- berkali-kali lipat lebih mahal
- dibandingkan yang Bapak Ibu ee dapatkan
- di apa di marketplace ya di toko online
- atau Bapak Ibu beli di toko alkes yang
- ada di apa dekat rumah Bapak Ibu. H
- ini tuh Pak
- ee saya tambahkan mungkin
- ya
- Bu Siti. Jadi
- alat-alat terapi yang ada di rumah sakit
- nih contoh paling gampang adalah
- misalnya di ruang gawat darurat atau di
- ambulans ya
- ada nama yang alat yang orang familiar
- dengan bahasa kejut listrik.
- Nah itu bagian dari dia ada
- diagnostiknya, ada terapinya. dia
- kombinasi tuh dia bisa ngukur bahwa
- misalnya denyut jantungnya tidak teratur
- sehingga perlu ee tidak teratur, cepat
- segala macam. Ee nah dari alat yang
- namanya namanya defibrilator
- ya. defibrilator di apa ee di rumah
- sakit. Ee kalau pada beberapa tempat
- umum ya, tempat umum contohnya adalah di
- bandara kemudian lagi di stasiun.
- Heeh. He.
- Nah, itu namanya AED eh automatic eh
- eksternal defibrillator. Itu fungsinya
- adalah untuk membuat ee denyut jantung
- menjadi
- ee bahkan bahasanya gini, tidak berdetak
- ya, tidak berdetak untuk kemudian
- menjadi berdetak normal untuk
- mengembalikan kembali ee denyut yang
- normal diharapkan. Demikian. Jadi itu
- salah satu contoh ya namanya ee
- defibrilator. Kalau untuk Nah, ini
- sebenarnya ee yang namanya AED karena
- tadi kasus-kasus juga heart attack
- serangan jantung juga cukup banyak ya
- kita temukan. Saya kebetulan lama di
- emergency di salah satu rumah sakit
- swasta di Jakarta Selatan
- itu banyak sekali kasus-kasus ee
- serangan jantung dan penggunaan ee
- defibrilator sangat signifikan. Jadi,
- he
- dengan alat itu bisa kemudian ee apa
- mengurangi sangat rut dan mengurangi
- kematian angka kematian
- itu. Kemudian lagi contoh lainnya adalah
- sebenarnya alat-alat operasi ya.
- Iya.
- Alat-alat perangkat-perangkat operasi ee
- gunting dan lain-lainnya. Ada gunting
- yang gunting yang secara manual, ada
- juga gunting yang elektrik. Itu menjadi
- bagian dari ee terapi ya. bagian dari ee
- terapi.
- Ee demikian ya.
- Baik, ada Bapak Arif di Tangerang
- Selatan. Dokter,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee seringki orang baru sadar sakit
- ketika sudah parah. Apa langkah praktis
- yang bisa dilakukan masyarakat untuk
- lebih aware terhadap sinyal tubuh
- sekaligus mencegah penyakit seperti
- hipertensi dan diabetes?
- Iya,
- dokter.
- Baik. Ee terima kasih Pak Arif. Jadi
- tadi sinyal-sinyal yang paling umum ya
- untuk hipertensi yang paling umum sakit
- kepala ya. Paling umum ya sakit kepala.
- Meskipun sakit kepala belum tentu
- kemudian penyebabnya adalah hipertensi
- tapi ee e apa sinyal tubuh yang kemudian
- dirasakan oleh ee apa penderita atau
- seseorang itu salah satunya adalah sakit
- kepala. Nah, berikutnya lagi adalah
- misalnya
- bahwa
- ee itu dari dari segi tensi ya, dari
- tekanan darah tinggi. Kemudian misalnya
- pada kasus ee gula darah ya, gula darah
- yang kemudian tinggi ataupun rendah itu
- juga akan memberikan dampak ke tubuh.
- Kalau yang rendah bisa orang sampai
- kemudian lemas, kemudian sampai pingsan
- itu bisa. Karena salah satunya
- penyebabnya adalah gula darah yang
- sangat rendah. Kalau gula darah tinggi
- ya, gula darah tinggi juga akan
- memberikan dampak ke efek yang lain.
- misalnya misal ya
- yang paling contoh yang ee indirect itu
- seseorang dengan gula darah yang tinggi
- tidak terkontrol segala macam itu bisa
- saja kemudian dia mempunyai luka yang
- tidak dirasakan
- ya di daerah terutama di daerah kaki, di
- daerah tungkai gitu dia punya luka tapi
- dia enggak tahu bahwa ee ada luka karena
- ee apa secara saraf-sarafnya sudah
- terganggu akibat gula darah yang tinggi
- gitu.
- Jadi demikian ya yang bisa disampaikan.
- Baik, Dokter. Ee
- Bang Hendrana mungkin ingin menambahkan
- ya. Ee jadi ee oleh karena itu kan kita
- tubuh sudah memberikan sinyal ya, sinyal
- yang negatif ya
- dan itu untuk memastikan kita butuh
- alat. Maka itulah kita butuh beberapa
- alat ya yang bisa digunakan untuk
- berdiagnosa apakah sumber apa
- penyebabnya itu masih aman atau tidak. E
- jadi vital sign itu yang nanti akan
- terus dimonitor. Jadi kita di rumah
- suhu, kemudian kadar oksigen, kemudian
- denyut jantung, kemudian tekanan darah
- dan temperatur.
- Tambah lagi satu lagi ee kadar apa? Gula
- dalam darah ya.
- Iya. Baik, kita lanjut ke pertanyaan
- atau ada materi lagi, Dokter?
- Boleh satu lagi pertanyaan.
- Pertanyaan ya dari Bapak Fahmi di
- Jakarta Selatan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalumsalam warahmatullahi
- wabar.
- Izin bertanya, bagaimana cara menjaga
- keseimbangan pola makan, olahraga, dan
- pemeriksaan rutin agar tubuh tetap sehat
- dalam jangka panjang.
- Baik, terima kasih tadi dengan Pak Arif
- ya, Mas Agus.
- Pak Fahmi.
- Pak, maaf, Pak Fahmi.
- Pak Fahmi di Jakarta Selatan. Iya, Pak
- Fahi. Ee jadi yang pertama adalah
- keseimbangan itu berdasarkan
- pola hidup. Pola hidup dipengaruhi oleh
- pola tidur, pola makan, pola aktivitas,
- dan tingkat stres. Ya, tingkat stres
- artinya ya pola hidupnya keteraturan
- aktivitas olahraga ya. seminggu harus
- dibikin rutin
- ya. Yang paling yang paling ee baik
- adalah misalnya seminggu itu 3 sampai
- emp kali masing-masing setengah jam
- tentunya ini akan sangat dipengaruhi
- oleh kondisi pada saat itu dan ee usia.
- Yang berikutnya adalah pola makan. pola
- makan seimbang ya tentunya yang memenuhi
- unsur-unsur gizi ya karbohidrat, protein
- ee [berdehem] kemudian lemak ya kemudian
- lagi ee mineralnya itu harus vitamin itu
- harus terpenuhi secara seimbang ya. Nah,
- masalahnya kan di Indonesia ee yang
- paling terkenal adalah karbohidrat
- sehingga ee pemenuhan ee keseimbangan
- gizinya akan didominasi oleh
- karbohidrat. Nah, berikutnya adalah ee
- ee terkait dengan pemeriksaan.
- Pemeriksaan semakin usia semakin
- bertambah tentunya pemeriksaan harus
- menjadi rutin tuh setahun sekali.
- Makanya dikenal medical check up. Nah,
- sekarang yang jadi ee yang dianjurkan
- adalah di atas usia 40 tahun.
- Nah, apalagi pemeriksaan medical checkup
- yang lebih baik adalah kalau seandainya
- sudah diketahui ya sudah sering ada
- keluhan atau kemudian lagi ee ada
- riwayat histori keluarga, orang tua,
- Bapak, Ibu punya riwayat tertentu,
- hipertensi, stroke, ee kencing manis.
- Nah, tentunya pemeriksaan itu harus
- lebih rutin.
- Demikian.
- Baik, terima kasih ee Dr. Hendri atas
- jawabannya. Silakan mungkin ada materi
- yang bisa dilanjut.
- Baik,
- Pak Hendrana. Kita bicara glukometer ya.
- Tadi
- ada juga yang nyebut-nyebut masalah
- glukometer ya.
- Baik, mungkin e untuk glukometer ini kan
- menyangkut tentang apa ee penyakit
- diabetes ya.
- Iya.
- Dan tadi seperti di pembukaan di awal
- dr. Rendi sudah memberikan ee beberapa
- penyakit ya apa nam peringkatnya
- termasuk kategori yang perlu di apa
- diwaspadai untuk diabetes ini dan
- diabetes ini sebenarnya ee ee bukan
- dikatakan penyakit apa ee menurun gitu
- ya karena habitnya yang menurun
- sebenarnya bukan dari DNA itu [berdehem]
- bukan dari DNA. Jadi ee ibu apa orang
- tua kita diabetes otomatis kita diabetes
- karena memang pola hidupnya yang memang
- kita kopas dari orang tua kita. Dan ini
- kan sebenarnya ee saum atau fasting ya,
- puasa itu merupakan satu kegiatan yang
- sangat sehat ya, terapi yang sangat
- sehat ya untuk
- tadi dari sisi apa ee ee tubuh kita juga
- kemudian juga dari apa ee detoks ya dari
- itu juga dan memang disarankan kalau
- bisa puasa sunah gitu ya apalagi bisa
- puasa Daud itu ya untuk ee apa
- rekan-rekan yang ikhwan dan akhwat
- [tertawa] yang ee mengalami gangguan
- diabetes itu itu lebih apa lebih efektif
- gitu ya. Nah, namun untuk ee
- pengukurannya kita kan butuh alat ya dan
- alat itu dinamakan glukometer ya. Di
- situ Bapak apa ikhwan akhwat bisa beli
- satu alat tapi bisa bisa mendeteksi
- beberapa ee parameter. Pertama selain
- glukos ee kemudian bisa mengukur
- kolesterol dan kemudian bisa mengukur
- asam urat ya itu yang standar ya itu
- harganya sekitar Rp300.000. ee yang
- lumayan itu adalah yang tesnya. Jadi kan
- ketika kita ingin periksa kita ini
- dinamakan invasif karena harus ada ada
- pendarahan. Jadi kita disuntik oleh satu
- apa? Suntikan ya. Kemudian ee darah itu
- ditempelkan ke tespek dan dari tespek
- itu kemudian kita masukkan ke alat. dari
- alat itu akan mengukur ya mengukur dan
- ini ee bagi yang berpindah diabetesnya
- sangat penting karena bias biasanya bisa
- mengukur di pagi hari dan ee sebelum
- tidur ya pada saat kita ee bangun pagi
- hari kita tes. Jadi kalau dites sudah
- hampir 220 berarti ya kita harus menjaga
- makanan kita karena stoknya sudah habis
- tuh stok apa stok untuk apa untuk ee
- glukosa sudah terlalu tinggi gitu ya.
- Pagi-pagi sudah tinggi ya. Nah, kalau
- pagi-pagi masih rendah dan kemudian kita
- malam rendah berarti kan masih dalam
- keadaan normal. Dan ini penting untuk di
- apa di bisa dimonitor untuk seluruh
- anggota. Jadi diabetes itu tidak hanya
- untuk orang tua sekarang. Jadi anak-anak
- pun sekarang banyak yang kena, Dok. Ya,
- mungkin dokter eh bisa dijelaskan lebih
- detail untuk masalah ini. Silakan, Dok.
- [mendengus]
- Dia ee glukometer ee ngukur gula darah,
- ya. ee sebagaimana yang tadi kami
- sampaikan bahwa ee ini terkait dengan
- usia, terkait dengan histori keluarga
- itu menjadi ee hal yang perlu kita
- sadari dari masing-masing individu ya
- atau bahkan pola hidup misalnya tadi
- jarang aktivitas, jarang gerak, kemudian
- ee berat badan sampai obes ya, kemudian
- lagi ee ngerokok. Nah, ini tentunya ee
- kans atau risiko faktor risiko menjadi
- lebih banyak tentunya akan menjadi lebih
- tinggi untuk terkena ya menderita peny
- ee diabetes melitus. Sekali lagi potensi
- atau risiko menjadi lebih tinggi. Bukan
- berarti pasti ya, tapi ee secara
- penelitian resiko adalah potensi untuk
- terkena diabetes menjadi lebih tinggi.
- Nah, pemeriksaannya yang paling urgen
- adalah memang gula darah. Tadi
- disebutkan glukometer sampai saat ini
- itu dengan ee bisa dengan apa?
- menggunakan jarum suntik atau juga bisa
- menggunakan lanset ya yang ee kita
- lakukan pemeriksaan di ujung jari ya.
- Ya, ditekan kemudian darah keluar darah
- keluar itu masuk ke strip ee strip ke
- glukometernya dan kemudian glukometernya
- akan bekerja untuk menunjukkan berapa ee
- jumlah ee gula darah yang pada orang
- tersebut. Nah, [berdehem]
- ee mungkin nah ini ada informasi terba
- terbaru mungkin dari Pak Hendrana
- terkait e glukometer ya. Kalau tadi
- invasif itu karena ditusukkan keluar
- darah. Pakrant mungkin punya informasi
- terkait ada glukometer yang ee tanpa
- mengeluarkan darah atau invasif non
- invasif gitu Pakrana.
- Baik, baik, Dok. Jadi ee alhamdulillah
- kami dengan tim ee kita dapat ee atensi
- dari satu ee perusahaan di Singapura ya
- yang memang ee mereka mengembangkan
- namanya personal device, Dok.
- Heeh. Ya, jadi ee selama ini mereka
- gunakan untuk di komunity-nya di sport
- ya, di olahraga gitu ya, di gym segala
- macam. Nah, ini ee karena apa? dari sisi
- ee jurnal kita ada beberapa jurnal dan
- itu jurnal kita dibaca oleh mereka gitu,
- Dok.
- Jadi [berdehem] jurnal kita dibaca
- dan menurut mereka nih konsepnya menarik
- ya, konsep menarik bagaimana ee ee
- mengukur gula gula apa glukosa darah
- tanpa pendarahan. Jadi ee kita tadi
- menggunakan sinyal PPG tadi, Dok. Sinyal
- fotismograf ya. Dan ee dari sini
- alhamdulillah ee nanti kapan waktu saya
- bisa demokan ya ke langsung secara
- offline ya. ee itu terlihat pola yang
- sangat-sangat jelas ya ketika ee gula
- darah meninggi dan keluar gula darah
- dalam keadaan ee rendah itu
- sangat-sangat signifikan. Jadi tidak
- perlu artificial intelligence, tidak
- perlu kecerdasan buatan dan ini
- merupakan menurut saya eh satu terobosan
- ee dari sisi keilmuan yang bisa di
- langsung diaplikasikan. Jadi kalau ini
- ee bukan promo ya, mohon izin ya, karena
- tapi kalau nanti ingin
- ini kebanggaan buat kita loh, Pak. Bahwa
- kemudian bisa
- menciptakan ee suatu alat ee kesehatan
- yang tentunya secara penggunaan akan
- lebih memudahkan buat masyarakat gitu
- kan.
- Mohon izin saya e apa di kamera ya,
- nanti kalau mali lebih lebih apa bisa
- bisa
- ee ee sahabat ee Ikhwan dan Akhwat bisa
- langsung ke ee apa ke apa radio apa
- ee
- silaturahmi ya
- silaturahim ya bisa nanti bisa minta
- dapatkan mungkin apa mau diemo kelihatan
- enggak di sini ya enggak kelihatan ya
- sebentar saya saya mungkin saya matikan
- dulu
- belum kelihatan Pak
- saya lihat matikan background sebentar
- Yap kelihatan si
- oke ini di pergelangan tangan, Pak, ya?
- Iya. Jadi ini semacam e personal device
- ya. Jadi bentuknya mungkin seperti ini,
- Dok.
- Oke,
- ya. Ini seperti ini.
- Oke.
- Iya. Jadi nanti di sini ada sensor
- berapa sensor dan nanti ee nilainya itu
- akan ada di di ini di apa? di handphone
- gitu, Dok. Seperti ini, Dok.
- Heeh.
- Oh, dikonektikan ke aplikasi, ya, Pak,
- ya?
- Masih seperti ini. Ya, ini kebalik, ya.
- Sor, maaf. Maaf. Kebalik, ya. Gini, ya.
- Hm. Iya.
- Ya. Ya, iya.
- Jadi, ee gambar seperti ini ya.
- Iya.
- Heeh.
- Glukos.
- Kalau boleh tahu ini yang sudah
- diproduksi e Pak Hendrana dan
- kawan-kawan begitu
- ya. H.
- Iya, betul. Kita sudah hilirisasi, Dok.
- Dan ini tinggal ee apa kita sebenarnya
- kita soft opening ya. Sudah sih sudah
- beberapa di ee komunitas sport
- itu mereka tertarik ya untuk apa untuk
- menggunakan [batuk]
- dan dari sisi harga sekitar R jutaan Dok
- ya sisi harga ya. Dan ini kan e
- sebenarnya ee kalau dari sisi
- penghematan jauh berhemat karena kalau
- gluukometer itu kan beli 300 tapi kan
- kita harus beli test pack-nya kan
- lumayan tuh sekitar R.000 apa berapa
- Rp80.000 Dan itu mungkin dipakai hanya 2
- minggu ya. Kalau ini kan bisa selamanya
- bisa gunakan.
- Dan intinya itu aja sih ee apa intinya
- ee dari empat alat itu ya ee itulah
- kenapa ee diperlukan agar bisa disiapkan
- di apa di mana di di setiap rumah gitu,
- Dok. Ininya, Dok.
- Ya, tentunya nanti ke depan kita akan
- kasih
- diskon khusus untuk pemirsa Rasil ya,
- Pak Hendrana ya.
- Siap. Siap. Siap, Dok. nanti ee
- kebetulan secara ee prinsip nanti kita
- akan informasikan secara resmi terkait
- dengan glukometer non invasif ini dan ee
- buat pemirsa Rasil tentunya akan ada
- harga khusus yang bisa ee kita sampaikan
- Pak Hrana ini ee sudah masuk artinya
- secara tadi ee izin edar dan lain-lain
- sudah ee sudah ini ya sudah dapat ya.
- Ya, untuk yang ini versi pertama, Dok.
- Untuk versi dua kita masuk nanti ke
- Alkes ya karena versi pert versi kedua,
- Dok ya. Karena nanti versi kedua tuh
- nanti ada ada layarnya seperti
- smartwatch ya. Jadi ee bisa langsung
- pakai apa di jadi ee ee rekan-rekan
- ikhwan dan akhwat bisa langsung monitor
- secara real time. Jadi pada saat kita
- makan itu nanti akan naik tuh gula
- darahnya. Pada saat kita puasa kita
- turun. Jadi itu secara real time, Dok.
- Jadi selama ini kan kita harus puasa ya,
- harus puasa 8 jam baru diukur ya. I. It
- sangat-sangat tidak nyaman kalau kita
- langsung jadi nanti kita langsung bisa
- stop. Jangan makan terlalu banyak untuk
- gula ya. Karena ini gula darahnya akan
- naik. Itu nanti versi dua, Dok. Yang
- versi pertama masih menggunakan eh
- handphone tapi itu seperti itu juga dan
- kita masukkan ke personal device. Jadi
- tidak perlu izin eder, dong. Jadi masuk
- ke smartp smartp kan gak perluar ya. ini
- masuk ke ee ke personal device. Jadi
- maksudnya memang tidak di tidak di apa
- kita tidak masuk ke apa ke rumah sakit
- ya karena memang dia tidak tidak apa
- tidak memiliki izin untuk sebagai alkes
- tapi sebagai personal device. Tapi nanti
- yang kedua itu kita bisa gunakan untuk
- di
- di rumah sakit Dok atau klinik itu Dok.
- Baik,
- baik Mas Agus. Kita bangga sekali nih
- Mas Agus nih.
- Masyaallah
- adaana dan tim yang kemudian menciptakan
- alat yang sangat ee revolusioner ya,
- non invasif loh, Pak Mas Agus.
- Tanpa ditusuk,
- tanpa ngeluarin darah, kemudian bisa
- memperlihatkan indikator gula darah dan
- itu bisa eh real time.
- Ya,
- begitu Mas Agus ya.
- Berapa lama risetnya, Pak Hendrana? Nah,
- saat kita riset dari tahun 2020, Pak.
- Wus. 2020 dan ee alhamdulillah dengan
- istri juga ya kebetulan he
- ee kita punya keilmuan yang sama dan
- alhamdulillah kita juga ber apa punya
- apa di dan ini rezeki ya dalam satu sisi
- kita enggak perluakan apa ya kita
- peneliti itu kan
- ee apa meneliti sesuatu yang ada ketika
- ada gap masalah kita buat penelitian
- untuk mendapatkan solusi dan
- alhamdulillah tahun awal tahun ee
- kemarin itu kita dapat lamaran dari
- Singapura tadi
- He
- dari perusahaan Singapura untuk ee di
- apa di realisasi dan kita dapat royalty.
- Masyaallah
- seperti itu. Jadi sebenarnya kita
- enggak ada roadmap untuk apa untuk
- menjadiu yang apa bisa diaplikasikan di
- masyarakat ya awalnya. Awalnya.
- Iya.
- Kita ke pertanyaan kembali Dr. Henri.
- Pak Hendrana.
- Baik ya. Silakan.
- Ada pertanyaan dari Ibu Maria.
- Asalamualaikum dokter.
- Waalaikumsalam.
- Saya ingin bertanya. Kepala saya sering
- pusing dan akhirnya mata saya yang
- sebelah kanan dioperasi. Sekarang saya
- melihat benda-benda itu bergeser atau
- miring ke kanan. Apakah hal ini ada
- kaitannya dengan gula darah saya atau
- karena sakit kepala saya sebelumnya?
- Terima kasih.
- Baik. Baik, Bu
- Maria.
- Bu siapa?
- Ibu Maria. Dokter. Ibu Maria.
- Maria. Ibu Maria. Baik, Bu Maria. Eh,
- kita juga perlu harus tahu historical
- kenapa kemudian ada operasi di mata,
- problemnya apa, itu juga harus kita
- ketahui karena ee bisa jadi ya dalam
- artian bahwa itu ee penyebab yang sama.
- Jadi apakah kemudian problemnya di di
- apa ee metabolis metabolik jadi ee
- darah, pembuluh darah, jantung atau
- kemudian secara lokal yang berada di
- sekitar kepala, otak, kemudian mata,
- telinga dan itu ee ya perlu perlu
- mendeteksi, perlu pemeriksaan lebih
- lanjut. Jadi historical kenapa kemudian
- ibu dioperasi, jenis operasinya apa.
- Nah, itu ee menjadi penting data-data
- itu. Apakah ada kaitannya atau tidak?
- Demikian.
- Baik. Ada Ibu Nurul, dokter di Dubai.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ibu Nurul. Wah, luar biasa
- dari Dubai.
- Nurul Dubai. Ee dokter, apakah bisa
- diberikan foto beserta nama alat untuk
- mendeteksi diabetes? Terima kasih.
- Baik, itu nanti menyusul kali Pak
- Hendrana ya.
- I menyusul nanti di ee nanti admin untuk
- ee apa ee radio silaturahmi nanti kita
- berikan browur ya.
- Dan bisa ada apa ada semacam videonya
- juga video demonya ya.
- Heeh.
- Dan ee tadi harga harga sekitaran
- sekitar R jutaan nanti atau nanti ada
- diskon khusus untuk ee
- Iya. Nanti persisnya kita akan
- sampaikan. Kemudian Bu Nurul
- begitu. Betul. Baik, terima kasih ee Pak
- Hendrana dan juga Dr. Henri. Pertanyaan
- terakhir dari Ibu Nurjanah di Singapura.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee izin bertanya, Dokter. Saya ingin ee
- izin bertanya. Selain menggunakan alat,
- apakah ada gejala awal diabetes yang
- mudah dikenali di rumah? Bagaimana cara
- memantau gula darah secara rutin agar
- lebih aman? Terima kasih. jazakumullah
- khair
- ya. Baik, terima kasih. Ee ini Bu siapa?
- Saya tadi yang dari Singapura.
- Singapura.
- Bu Nurjana.
- Bu Nurjana.
- Iya.
- Baik Bu Nurjana. Jadi tanda-tanda khas
- ee dari
- ee diabetes ee salah ya tiga tiga tiga
- ciri khas dia cepat lapar, cepat haus,
- dan sering buang air kecil. ini ciri
- khas yang sangat tipikal dari ee
- diabetes. Tapi tentunya pada banyak
- orang juga ee tiga tipikal gejala ini
- tidak selalu menyertai gitu loh. Atau
- seringki kemudian ee si penderita tidak
- menyadari ini gitu loh. Dia sering lapar
- jadi sering makan ya. Kemudian sering
- buang air kecil gitu ya. ya. Nah, atau
- mungkin lagi misalnya ee tadi dia selama
- ini makan makan biasa kemudian kok ee
- apa ee secara berat badan tidak tidak
- naik-naik gitu, kurus terus. Nah, itu
- bisa menjadi ee tanda-tanda ya. Tapi
- sekali lagi bahwa kemudian pemeriksaan
- yang secara objektif itulah yang
- kemudian bisa memberikan data yang
- akurat dari gula darahnya, gula darah
- puasa ya. Itulah yang kemudian bisa
- mendiagnosa secara tepat exactly bahwa
- kemudian oh ini memang ee kencing manis,
- oh ini memang diabet. Demikian Bu Nur
- Janah.
- Baik, terima kasih Dr. Hendri atas
- jawabannya dan kita sudah berada di ee
- akhir acara. Sebelum kita tutup, saya
- ingin ke Pak Hendrana mungkin ingin
- memberikan kesimpulan sebelum nanti ke
- Dr. Hendri. Silakan, Pak Hendrana.
- Alhamdulillah. Ee jadi sebenarnya tadi
- kembali ya, bagaimana kita bersyukur
- terhadap nikmat Allah dalam menjaga
- tubuh kita karena kita mendapat amanah
- dari Allah ya. Jadi ee tadi jaga pola ee
- pola hidup ya, makan ee tidur ya. Jadi
- ee kemudian ee gunakan sunah-sunah rasul
- sebenarnya itu juga menurut saya sesuatu
- ee tindakan preventifnya menurut saya
- sudah terbukti ya. dan siapkan tadi
- kembali kepada untuk sehari-hari siapkan
- alat-alat ee pertama adalah tensimeter,
- kemudian puls oximeter, kemudian eh
- termometer dan terakhir adalah
- glukometer yang di di apa yang digunakan
- untuk bisa [batuk] mendiagnose secara
- preventif gitu. Terima kasih.
- Baik, Pak Hendrana. Dr. Henri dari
- Klinik Wismari. Silakan, Dokter.
- Baik. Eh, ikhwan akhwat eh pemirsa Radio
- Silaturahmi di mana pun berada eh bahwa
- kesehatan ini menjadi modal yang sangat
- basic dan sangat mendasar dan sangat
- penting buat kehidupan kita. Karena
- tanpa sehat tentunya akan sangat
- mengganggu aktivitas kita, ibadah kita,
- dan lainnya. tentunya dengan kita terus
- menjaga kesehatan kita, mendeteksi tadi
- disampaikan ee mungkin juga perlu
- peralatan-peralatan yang ee basic untuk
- berada di lingkungan kita menjadi
- pelengkap kita untuk tetap menjaga
- kesehatan. Demikian
- baik, Dokter. Terima kasih banyak, Dr.
- Hendri dan juga eh Pak Hendrana. Dr.
- Hendri ini, ikhwan akhwat, beliau dari
- klinik Wismari. Bagi Anda yang ingin ee
- klinik Wismari ini buka setiap hari,
- Dokter ya.
- Ee buka dari Senin sampai dengan Sabtu
- dari pukul 09.00 hingga pukul 19. Ee ee
- 19 malam.
- H. Jadi ee layanannya ada layanan dokter
- umum, layanan kebidanan, ee spesifiknya
- adalah vetomaternal, kemudian
- infertility. Bagi ee mungkin ee pasangan
- yang belum mempunyai anak bisa
- berkonsultasi di sana. Ada dr. Rizki
- Rizki Isnaini. Kemudian ee unggulan kita
- adalah ee fisioterapi
- eh home healthcare. Jadi buat pemirsa
- yang kemudian ada orang tua atau
- keluarga yang membutuhkan layanan di
- rumah, perawatan baik caregiver maupun
- rawat inap bisa menghubungi dari klinik
- Wismari.
- Hm. Jadi klinik Wismari ini lebih ee
- ringkasnya klinik rehabilitasi, home
- care dan fisioterapi.
- Iya. Ada satu lagi.
- Iya, dokter. ee ee terapi wicara. Jadi
- terapi wicara. Terapi wicara terapi
- dan kemarin sebagaimana minggu lalu kita
- launching terkait dengan brand mapping.
- Iya.
- Dan bagi ikhwan dan akhwat yang ingin ee
- konsultasi di Klinik Wismari bisa
- menghubungi di 0811
- 90035432.
- Betul.
- Betul.
- Iya. Alamatnya di Jalan Haji Nawi Raya.
- nomor 5D RT 10 RW2 Gandaria Selatan,
- Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta
- Selatan. Lebih tepatnya lebih dekat ke
- Pondok Indah Mall ya, dokter? Ya,
- betul dekat Radio Dalam Pondok Indah
- Mall ataupun ee ITC Fatmawati ya.
- Iya. Baik, demikian ikhwan dan akhwat.
- Jumpa kita dalam program Info Sehat di
- siang hari ini bersama Dr. Henri
- Hidayatullah dari Klinik Wismari dan ada
- Dr. Hendrana. Terima kasih kepada ee
- narasumber kita. Semoga selalu sehat
- walafiat. Terima kasih dokter. Kami
- mohon.
- Terima kasih Mas Agus. Terima kasih, Pak
- undur diri.
- Terima kasih pemirsa Rasil.
- Siap. Kami mohon undur diri dari ruang
- dengar Anda. Ikhwan dan akhwatifah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.