Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:08 Brail [musik] TV. 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:19 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:21 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:24 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:26 Bagaimana kabarnya di kesempatan 0:30 siang hari ini? Senang sekali kami dapat 0:33 kembali menjumpai ikhwan dan akhwat 0:36 dalam program Info Sehat edisi Sabtu di 0:40 tanggal 18 Zulhijah 1447 0:44 Hijriah yang juga bertepatan di tanggal 0:46 13 Juni 2025 Masehi. telah hadir dua 0:52 narasumber kita melalui sambungan 0:55 aplikasi Zoom. Ada Dr. Hendri 0:59 Hidayatullah, kemudian ada Dr. Hendrana. 1:04 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05 wabarakatuh. 1:06 Waalaikumsalam. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh, Mas Agus. 1:10 Baik, sehat, Dr. Henri dan juga Dr. 1:12 Hendrana? 1:13 Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah 1:15 sehat. 1:15 Sehat ya. Alhamdulillah. Ya, saya 1:17 manggilnya Bang nih, Bang Henri sama 1:20 Bang Hendrana aja ya. 1:22 Siap. [tertawa] 1:23 Biar lebih akrab. 1:25 Iya. 1:26 Baik, Ikhwan dan Akhwat. Acara ini juga 1:28 dirilay langsung oleh ee jaringan radio 1:31 silaturahim teman-teman kita ee kru 1:35 Radio Sela FM Batam. Kemudian ada kru 1:40 Radio Silaturahim Sukabumi, serta di 1:44 Yogyakarta ada Radio Silaturahim 1:47 Yogyakarta. Ikhwan dan akhwat, di siang 1:50 hari ini Info Sehat hadir kembali ke 1:52 ruang dengar Anda dan tema kita yaitu 1:55 tentang ee alat kesehatan untuk di 1:58 rumah, Dokter. Ya, 2:02 betul Mas. 2:03 Betul. Dan seperti biasa, Ikhwan dan 2:05 Akhwat, kami nanti akan mengundang Anda 2:07 untuk berinteraktif. Silakan hubungi 2:10 kami di nomor WhatsApp di 0811999720. 2:17 Saya tidak sendiri ada Neza di kameramen 2:20 Rasil TV dan juga ada Fajar di operator 2:25 radio silaturahim. Baik, saya ke dr. 2:28 Henri terlebih dahulu untuk membuka 2:29 acaranya. Silakan, dokter. 2:31 Baik, terima kasih Mas Agus. Ee selamat 2:34 pagi, asalamualaikum pemirsa Radio 2:37 Silaturahmi dan Rasil TV 2:40 ee yang hadir kali ini. Selamat pagi 2:42 juga Pak Hendrana, Mas Agus dan tim ee 2:46 siaran radio Silaturahmi di mana pun 2:49 berada. Kali ini cukup menarik nih ee 2:52 obrolan ringan tapi insyaallah 2:54 memberikan manfaat bagi pendengar dan 2:57 pemirsa Radio Silaturahmi dan Radio TV 3:00 di mana pun berada. Semoga kita dalam 3:03 kondisi sehat walafiat. Kali ini kami 3:05 hadirkan narasumber yang cukup luar 3:08 biasa di mana beliau ini kebetulan 3:12 sahabat saya, kakak kelas di S2. Nah, 3:16 beliau adalah Bapak Dr. H. Hendrana 3:20 Cahyadi, ST, M.Si. Beliau S1, S2, dan S3 3:25 di UI. 3:27 S1-nya teknik elektro, S2-nya teknologi 3:31 biomedis, S3-nya juga teknik elektro. 3:35 Saat ini beliau menjadi salah satu dosen 3:39 di Universitas Pertahanan. Selain itu 3:42 beliau ee juga sebagai Ketua Kolegium ee 3:46 Teknologi Biomedis Elektro 3:50 Medik Indonesia. Demikian begitu Pak 3:53 Hendrana. Asalamualaikum Pak Hendrana. 3:56 Alhamdulillah, Dr. Henri. 3:58 Iya. Eh, pemirsa eh Rasil dan Radio 4:04 Rasil TV. Eh, Pak Hendrana ini kalau 4:08 pada masa COVID itu mungkin sebagian ada 4:13 yang melihat di TV atau di ee serah 4:19 satu penggagas 4:21 untuk ventilator. Demikian, Pak Hendrana 4:23 ya. Alhamdulillah di UI ya betul bersama 4:28 dengan ee para ahli dari Universitas 4:31 Indonesia dan tentunya ventilator ini 4:33 menjadi cukup ee sangat fundamental 4:37 karena pada saat masa-masa COVID ee 4:40 kebutuhan akan ee alat ventilator ini 4:43 menjadi sangat tinggi. Mungkin Pak 4:45 Hendrana bisa cerita-cerita sekilas 4:48 tentang apa yang ee pernah menjadi 4:51 penelitian atau kemudian ee 4:53 pengalaman-pengalaman Pak Hendrana 4:55 terkait dengan ee peralatan medis yang 4:58 ee apa Pak Hendranas e sering teliti 5:01 ataupun eh hal-hal lain yang terkait 5:04 dengan pengalaman Pak Hendrana. Demikian 5:07 silakan Pak Hrana. 5:08 Terima kasih Dr. Henri. 5:10 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 5:12 warahmatullahi wabarakatuh. 5:14 Waalaikumsalam 5:15 ala Muhammad wa Ali Muhammad. 5:17 Alhamdulillah. Eh, selamat pagi kepada 5:20 audiens Radio Silaturahmi dan Radio TV 5:23 ya. Ee terima kasih atas amanahnya bisa 5:26 bergabung di sini. Insyaallah kita bisa 5:29 sharing keilmuan ya, Dok ya. Dan ee 5:32 memang ee keilmuan saya adalah tentang 5:34 di sebenarnya di eh biomedical 5:36 engineering atau kalau di ee keilmuan 5:39 Indonesia adalah ee namanya adalah 5:40 teknik elektromedis. Jadi ee teknik ini 5:43 ee keilmuan ini adal menggabungkan ee 5:46 apa merupakan multidisiplin ilmu ya 5:49 karena kita bicara klinis juga jadi saya 5:51 belajar juga tentang anatomi, Dok. 5:52 Tentang atau anatomi fisiologi ya 5:54 itu ada lumayan tuh SKS-nya itu, Dok. 5:57 Betul. 5:57 Dan kemudian 5:59 ee kita belajar juga tentang elektro ya 6:02 di sini. Jadi kita menggabungkan 6:03 bridging antara ee elektro dengan ee ee 6:08 anatomi atau atau ee e anatomi fisiologi 6:11 ya. Dan ini 6:13 ee bagaimana kita harus karena kita 6:15 harus paham tentang sistem tubuh ya, 6:17 tapi kita juga harus paham tentang 6:18 sistem elektro untuk menghasilkan satu 6:20 peralatan yang dapat digunakan untuk 6:24 mendiagnosa atau menterapi. Jadi pada 6:26 dasar cuma ada dua bagian besar alat 6:28 kesehatan, Dok. Yaitu alat untuk 6:30 diagnostik dan alat untuk terapi, Dok. 6:32 Ya, jadi dua bagian besar ini ee 6:35 tentunya ee sangat-sangat aplikatif dan 6:39 menurut saya saya sangat e passion di 6:41 sini, Dok. Karena di satu sisi memang 6:43 Alkes ini ee banyak membantu ya dalam 6:46 arti tidak hanya sekedar teknologi yang 6:48 menghancurkan, tapi ini benar-benar 6:49 teknologi yang positif. Jadi, kita 6:51 belajar laser juga, Dok. Belajar laser 6:53 yang di kalau di dunia militer digunakan 6:55 untuk menghancurkan. Tapi kalau di 6:57 bidang kita digunakan untuk ee 7:00 menghilangkan atau mengurangi speris, 7:02 Dok, yang jadi ada namanya ee laser 7:05 untuk mata ya, untuk mata, kemudian 7:07 laser untuk eh cutting ya. Dan kemudian 7:09 kita belajar juga ultrasound sonar. 7:11 Kalau di militer sonar untuk radar, 7:13 kalau kita ultrasound untuk mendeteksi 7:15 atau bisa membaca ya organ tubuh ya. Dan 7:19 alhamdulillah juga ee karena memang 7:22 bidang [mendengus] saya ee bidang saya 7:23 saya fokus di bidang ini dan 7:24 alhamdulillah ee saya sudah ada dua 7:27 paten ya, dua paten dan paten pertama 7:31 paten ee komplit dan satu lagi paten 7:33 sederhana. Nah, ini ee berhubungan paten 7:35 nih bersifat internasional, Dok. Jadi 7:37 karena itu paten itu butuh lebih dari 2 7:40 tahun, Dok. Jadi bahkan bisa ada lebih 4 7:42 tahun ya karena memang tuh di di apa di 7:44 disounding dulu ya, diclearkan dulu di 7:47 apa apakah ada yang sama atau tidak gitu 7:49 ya. Alhamdulillah saya 7:51 berupa alat apa Pak? [mendengus] 7:53 Ee pertama yang untuk alat ventilator 7:55 UI, Dok. Jadi 7:56 itu merupakan sebenarnya ventilator 7:59 banyak, Dok, ya. Tapi kenapa kita bisa 8:00 dapat paten? 8:01 Karena ada satu sistem yang kita ee 8:04 tidak perlu adanya sensor ee apa satu 8:08 sensor, ya sensor oksigen waktu itu ya. 8:10 Seurity dan kita memiliki satu apa 8:13 karena ada keterbatasan di Indonesia kan 8:14 keterbatasan ee material ya dan kita 8:18 pahamlah untuk mendapatkan satu sensor 8:20 yang akurat itu harganya lumayan. Nah, 8:22 kita ada terobosan tuh, Dok. Ada 8:24 terobosan untuk bisa menggantikan fungsi 8:26 dari sensor ee oksigen tersebut, Dok. 8:29 Nah, ini kita dengan tim ya itu ada 8:32 empat orang ya. Dan satu lagi, 8:34 alhamdulillah eh 8:37 paten sederhana itu adalah alat high 8:39 flow nasal kan. 8:41 High flow nasal kan. Nah, bisa 8:43 dijelaskan lebih ininya, Pak, 8:45 ya. Jadi ee waktu itu sebenarnya ee di 8:50 waktu COVID, Dok, ya itu seluruh 8:52 akademisi di tergerak untuk bagaimana 8:54 kita bisa mengatasi COVID dari bidang 8:56 keilmuan masing-masing, Dok, ya. Jadi, 8:58 dokter juga 8:59 tentunya juga berjuang ya, berjibaku 9:01 untuk dari sisi klinis bagaimana apa ee 9:04 mendapatkan satu solusi agar ee apa 9:07 pasien COVID yang cepat sembuh. Namun 9:08 dari sisi kami, kami juga bergerak juga, 9:11 Dok karena waktu itu ee alat kesehatan 9:13 tuh sangat-sangat langka ya dan eh di 9:17 situlah muncul kemandarian alkes, Dok. 9:19 Nah, eh sebagian besar itu 9:21 universitas-universitas besar itu lebih 9:23 fokus ke ventilator. Memang digagasi 9:25 oleh ITB waktu itu ya. dan ee kita dalam 9:30 satu [berdehem][mendengus] sisi kita ee 9:31 dalam satu universitas ke universitas 9:33 lain memberikan satu warna ya. Dia ada 9:35 ada apa ada semacam apa ee tidak apa 9:39 tidak tidak monopoli tapi memberikan 9:41 saling masukanlah, saling mengisi. Nah 9:44 ee kemudian kami dengan tim itu tim UI 9:48 dan saya ada tim lagi tim Poltekes Dok, 9:51 Poltekes Jakarta 2 ya. Dan eh ternyata 9:55 setelah kita baca literatur ya, kita 9:58 untuk yang high fence ini lebih tidak 10:00 pomo lah. Kalau ventilator tuh ee sangat 10:03 pomo ya. Artinya ketika mereka bikin 10:05 ventilator kita coba ventilator gitu ya. 10:07 Tapi kalau Hens ini benar-benar melalui 10:09 eh metodologi penelitian. Jadi kita 10:12 adakan studi eh literatur dulu, Dok, 10:14 better interview. Ternyata pasien COVID 10:17 itu banyak yang bermasalah ketika masuk 10:20 ventilator, Dok. 10:21 Hm. Karena memang dalam keadaan sehat 10:23 ya, Dok ya. Dia harus diknockdown ya. 10:25 Dik knockdown artinya dibuat pingsan ya. 10:27 Nah, di situ terjadi banyak ee kegagalan 10:29 ketika menggunakan ventilator. Nah, ada 10:32 beber ada penelitian yang menarik buat 10:34 kita ya. Ternyata eh penggunaan HFNC 10:38 ini ternyata sangat membantu eh apa? 10:41 Pasien lebih apa? Lebih cepat recovery, 10:43 Dok. Karena di situ ada terapi oksigen. 10:46 Jadi pasien tidak di knockdown, Dok. 10:48 Iya. Jadi diberikan apa ee ee oksigen 10:53 murni ya, oksigen pulitin 100% nanti 10:55 turun turun turun sampai 21 dan tapi itu 10:57 kita berikan tekanan, Dok. Jadi kita 10:59 berikan agar pasien itu mudah bernaapas. 11:01 Jadi healingnya dia secara internal, 11:04 Dok. Jadi tidak dipaksakan jadi secara 11:07 normal ya. Jadi sehingga organ tubuh itu 11:09 juga bisa apa mengadaptasi ya keadaan 11:12 itu dan nanti pada saat dia memang sudah 11:14 cukup kuat kita turunkan terus ee apa 11:18 kondisi puritasnya karena kan kondisi 11:20 oksigen murni 11:22 di udara itu kandungannya cuma 21% Dok. 11:25 Baik 11:26 seperti itu, Dok ya. Baik. Jadi ee 11:29 dengan penjelasan yang disampaikan oleh 11:32 Pak Hendra cukup bisa membuktikan bahwa 11:36 ee narasumber kita adalah memang 11:40 kompeten dalam bidang peralatan 11:42 kesehatan ya spesifik ya karena beliau 11:46 memang menekuni pada bidang peralatan 11:49 kesehatan dalam hal ini yang lebih 11:52 spesifik adalah elektromedik. ee Pak 11:54 Hendrana ee mungkin sekilas nih karena 11:57 mungkin ee beberapa pemirsa juga mungkin 12:00 belum ada yang mengenal tentang ee 12:03 terkait dengan teknologi biomedis ya ee 12:06 dan ini menjadi peluang juga yang besar 12:09 buat rekan-rekan anak-anak SMA yang 12:12 mungkin ee suatu saat ingin mengambil 12:14 kuliah ya 12:15 melanjutkan pendidikan. Nah, ini kan 12:17 tentunya ee teknologi biomedis bisa 12:20 menjadi alternatif gitu. Ee mungkin 12:22 sekilas saja sedikit sebelum kita ee 12:25 masuk ke tahap ee topik berikutnya. 12:28 Baik, menarik, Dok. Karena memang ee di 12:32 Indonesia ini sebenarnya ada dua 12:34 kluster, Dok, ya. Ada ee 12:38 ilmu elektromedik, ya. Itu ee memang ee 12:41 lulusannya itu ee otomatis menjadi 12:43 nakes, Dok. Ada satu lagi adalah eh 12:46 kluster keilmuan untuk ee teknik 12:48 biomedik ya, TBM ya, yang ada di UI, 12:51 ITB, ITS. Nah, yang lulusan jadi kalau 12:54 yang e elektromedik itu berupa vokasi, 12:56 Dok, D3, D4. Otomatis dia sudah profesi 12:58 sehingga otomatis lulus menjadi e 13:01 seorang nakes. Nakes namanya didakan 13:03 elektromedis, Dok. Kalau elektromedik 13:05 kan keilmuannya, ya. Tapi kalau 13:06 personnya itu ada elektromedis. masuk ya 13:09 ke nakes bukan namet ya bukan tenaga 13:10 medis tapi nakes. Nah, sedangkan yang 13:13 sekarang banyak berkembang juga adalah 13:14 keilmuan TBM teknik biomedik ya. Teknik 13:17 biomedik ini bukan vokasi dia dari sisi 13:20 akademisi dia memang S1 ya, S1 murni 13:23 dan ee sudah ada S2-nya juga ya baik di 13:26 apa sama seperti kita, Dok ya di HOT di 13:28 UI ya. Alhamdulillah kita satu almameter 13:30 [mendengus] 13:30 ee kita ambil sama-sama S2 ya, S2 TBM 13:33 Dok ya 13:34 ee waktu itu ya dan ini ee output-nya 13:36 bukan nakes, Dok. outputnya bukan 13:38 profesi. Jadi sekolah non profesi, Dok. 13:40 Nah, tinggal teman-teman pilih kalau 13:42 ingin ee ingin menjadi satu tapi sumber 13:46 keduanya ini sama, Dok. Satu nenek 13:48 moyang lah, satu DNA. 13:49 Iya. 13:50 Yaitu adalah biomedical engineering. 13:52 Iya. 13:53 Nah, itu nanti terbagi menjadi beberapa 13:56 ilmu cabang ya. Nah, itu ee kalau di 13:59 kita nih karena memang kita berasal dari 14:01 awalnya tuh ee kena elektromedis ya, 14:03 kebetulan saya dari D3 elektromedis, Dok 14:05 ya. Jadi saya nakes juga ya dan maka itu 14:08 saya bisa ee mandat amanah menjadi ketua 14:10 kolegiumis di satu sisi ya dan eh 14:13 sejarahnya awalnya adalah eh kita 14:16 mendapatkan bantuan radiologi dari 14:18 Jerman, dong untuk rumah sakit tipe A SM 14:21 waktu itu. Nah, namanya waktu itu ke 14:23 electromedicine. 14:25 Elektromedicine. Nah, itu yang muncul 14:27 kenapa? Tapi dari sisi keilmuan kita 14:29 mengacu ke sama-sama satu buku bukunya 14:33 Bronzino ya itu teknik biomedik ya. Jadi 14:36 itu, Dok. Jadi silakan nanti kalau 14:38 misalnya kalau ingin menjadi nakes dan 14:40 nakes menjadi PNS ya. Ee kebanyakan 14:42 memang lulusan dari eh elektromedis ini 14:44 D3, D4 ini mereka kebanyakan di PNS, 14:47 Dok. Jadi ASN. Nah, kalau di TBM 14:50 kebanyakan di swasta bahkan dia mereka 14:52 ada ee apa bisa bekerja luar negeri 14:54 juga. Nah, ininya. 14:55 Iya. 14:55 Jadi silakan dua-duanya bisa. 14:57 Iya. Mungkin gini eh mungkin saya coba 15:00 simplifikasi ya, sederhanakan bahwa eh 15:03 elektromedis yang tadi dimaksudkan oleh 15:05 Pak Hendrana yang ee pendidikannya D3 15:08 atau D4 itu lebih ke arah ee bagaimana 15:13 ee dia mengetahui persis bagaimana cara 15:16 kerja alat itu dan kemudian yang paling 15:18 penting adalah misalnya perbaikan. 15:20 Kurang lebih seperti itu ya, Pak. Pak 15:21 Hendrana ya. 15:22 Ee lebih ke profesi, Dok. Jadi 15:24 sebenarnya ilmunya sama. Jadi dari sisi 15:26 TBM dan elektromedis itu mereka bisa 15:28 sama-sama bisa memperbaiki, bisa 15:30 [berdehem] apa jadi invertor juga bisa, 15:31 Dok. Cuma outputnya itu, Dok kalau kalau 15:34 di kalau ini seperti dokter kan dokter 15:37 jadi profesi ya kan profesi ya. Ini 15:40 kalau mededis pendidikannya profesi, 15:41 Dok. 15:42 Jadi kalau ingin jadi profesi itu medis 15:44 pilihnya yang di 3 D4 tapi kalau ingin 15:46 menjadi 15:46 ee apa e ilmuwan atau tadi non apa non 15:50 profesi bisa pilih ke yang TBM 15:52 teknologi biomedis. Baik 15:53 ya. ee termasuk penemuan-penemuan segala 15:56 macam ee proses pembuatan segala macam 15:58 itu bisa di ee lakukan pendidikannya di 16:02 teknologi biomedis begitu ya Pakrana ya. 16:04 Iya betul betul. Oke. Baik, kita masuk 16:07 ke topik berikutnya yang tentunya cukup 16:10 menarik adalah terkait dengan alat-alat 16:13 kesehatan nih, Pak. Kan kita tahu ya 16:16 kalau dalam ee kita ambil data riskes 16:18 das 5 tahun ee 5 tahun terakhir ya, 16:21 bahwa tingkat ee penyakit yang paling 16:25 tinggi tiga terbesar. yang pertama 16:27 adalah hipertensi, kedua diabetes 16:29 melitus, dan kemudian yang ketiga 16:31 stroke. Ini kan ee cukup mendominasi di 16:34 Indonesia gitu dan ee ketiga penyakit 16:38 itu saling terkait dan kemudian 16:40 menyebabkan ee angka mortalitas atau 16:42 angka kematian yang cukup ee tinggi juga 16:44 tentunya. Nah, ee untuk alat-alat 16:47 kesehatan nih, Pak, bagusnya seperti apa 16:49 sih ee bagi masyarakat di Indonesia 16:53 khususnya ee untuk di rumah tuh seperti 16:56 apa, Pak? 16:58 Baik, Dok. Mungkin saya cerita latar 17:00 belakang dulu, Dok, ya. Prolognya 17:02 sebentar, Dok. 17:03 Jadi, sebenarnya tubuh kita itu memiliki 17:05 beberapa sensor, Dok. Jadi, sebenarnya 17:07 kalau kita mengalami gangguan itu pasti 17:09 sensor tuh langsung memberikan tanda, 17:11 memberikan tanda misalnya pusing ya, itu 17:13 sensor, Dok. ya 17:13 sensor bekerja akibat apa? Pusing itu 17:15 tentu ada penyebabnya. Kemudian ee 17:18 sakit, rasa sakit pun sensor itu 17:20 merupakan anugerah berkah dari Allah ya. 17:22 Jadi bayangkan kalau kita enggak punya 17:23 rasa sakit mungkin kita sudah di jadi 17:25 zombie ya. Jatuh berulang-ulang 17:27 berdarah-darah kita santai aja kan. Jadi 17:29 Allah menciptakan itu sudah sudah 17:30 sempurna Dok. Sudah sempurna manusia 17:32 sudah sangat sempurna Dok ya. 17:33 Dan ee di satu sisi 17:35 ee sensor-sensor ini inilah yang kita 17:38 ganti, Dok. Inilah yang kita ganti agar 17:40 bisa divisualisasi, Dok. 17:42 Ya, sebenarnya tubuh Nah. di ee zaman 17:44 Rasul ya, zaman-zaman apa Cina itu kan 17:47 mereka menggunakan tabib ya, tanpa alat 17:48 ya. Dan itu sebenarnya intuisi yang 17:51 didasarkan dari dari teori juga, Dok. 17:53 Jadi bukan bukan sekedar apa bukan dukun 17:55 ya, dia tabib, 17:57 tak beda dan dukun. Dukunnya sudah 17:58 artinya sudah sesuatu yang apa yang 18:01 menurut saya ee di dari sisi ilmu 18:03 ketahuan tuh enggak kosong besar ya, nol 18:04 besar gitu ya. Tapi ini bahkan mereka 18:07 bisa menggambarkan anatomi tubuh ya 18:09 secara lengkap ya. ada dan itu dari 18:11 aliran darah dan dan ternyata, Dok, ee 18:14 semua penyakit itu sebenarnya cuma satu 18:16 penyebabnya, Dok, itu dari 18:18 ee kondisi darah, Dok. 18:20 Oke. 18:20 Jadi ee darah ini sangat penting ya 18:22 buatbuat manusia karena di sini dia bisa 18:25 ee mengikat oksigen ya. Otomatis dengan 18:28 mengiat oksigen dia bisa memberikan 18:30 seluruh oksigasi termasuk ke sel-sel, ke 18:32 atom-atom ya, ke atom-atom terkecil ya, 18:34 itu di di apa? disuplai oleh oleh darah 18:37 itu dengan mengikat oksigen Dok ya kan. 18:40 I. 18:40 Kemudian darah itu pun bisa memberikan 18:42 makanan ya kan nutrisi untuk sel-sel 18:44 berikutnya kan. Jadi sebenarnya tubuh 18:46 kita hidup semua hidup Dok sampai ke 18:48 mikroskopis pun hidup ya. Dan menariknya 18:50 lagi ternyata kan atom pun bertawaf gitu 18:53 ya. Jadi bertahuda dan itu bersifat ee 18:56 kalau kalau kita lihat sih sudah coding 18:58 itu coding malaikat Dok. 19:00 Jadi jantung itu atom itu coding coding 19:02 malaikat. Artinya diperintahkannya 19:03 begitu begitu terus Dok ya. Kebanyakan 19:05 kalau codingnya manusia ya, bisa nanti 19:07 jantung tuh kalau baper atau mager dia 19:10 bisa berhenti sendiri seenaknya gitu ya. 19:12 Nah, itu Allah menciptakan itu. Ee jadi 19:14 sifat malaikat itu sebenarnya bisa 19:15 diwakilkan. Jadi sifat malaikat tuh 19:17 bukan secara apa ya e kalau di kita nih 19:20 AI sekarang ada n coding Dok ya. 19:22 He. 19:22 Robot itu akan kita coding sesuai dengan 19:25 yang kita mau Dok. Dia kan lurus-lurus 19:27 aja gitu loh. Itu malaikat beda dengan 19:28 manusia. Manusia itu makhluk yang 19:30 termulia karena bisa mengenal benda kan 19:32 dibandingkan malaikat. Nah, di satu 19:34 sisi, Dok, 19:35 ya, darah ini ee menjadi satu parameter 19:39 utama buat alat-alat kesehatan, Dok. 19:41 Karena di situ bisa mewakili atau bisa 19:44 ee mewakili apa? Diagnosa ya, untuk ee 19:48 penyakit yang ada di tubuh kita. Maka 19:50 itu ada lab ya. Nah, ada lab ya kan. 19:52 Kemudian kenapa sebelum kita diilakukan 19:55 satu operasi atau satu tindakan kita 19:57 dilab dulu nih kadar oksigen apa 19:59 kolesterolnya kemudian gula darahnya ya 20:02 kan. ee [mendengus] dan semuanya itu 20:04 nanti dari sisi dokter termasuk dokter 20:06 Hendy pasti bisa mengetahui tuh ini 20:08 memang positif positif sakit apa gitu di 20:11 sehingga terapinya seperti itu. Mungkin 20:12 itu prolognya sedikit toh. 20:14 Iya. Jadi pemirsa ee radio silaturahmi 20:17 dan radio TV. Jadi, tubuh kita itu ee 20:22 mempunyai mekanisme yang sangat canggih 20:24 di mana tadi sempat disebutkan oleh Pak 20:26 Hendrana bahwa ee dia apa ya sensor 20:30 artinya memberikan sinyal pada 20:32 level-level tertentu. akan memberikan 20:34 sinyal kepada kita yang itu memberikan 20:36 mungkin ee bentuk rasa sakit yang 20:39 sebenarnya itu menjadi feedback kita 20:41 kembali lagi kita supaya lebih aware ya 20:44 kan kita langsung bisa melakukan sesuatu 20:47 atau bisa mencari pertolongan untuk 20:50 mereduksi terhadap gangguan yang 20:52 terjadi. Jadi sinyal yang begitu ee pada 20:55 kondisi tertentu itulah yang kemudian 20:57 sebenarnya ee membantu. Nah, seringki 21:00 beberapa hal itu perlu di konfirmasi 21:04 dengan bentuk alat yang kemudian bisa 21:06 menjadi data-data objektif ya untuk bisa 21:10 dipakai ke semua orang. Demikian, Pak 21:13 ya. 21:14 Ya, benar sekali Dok. Benar sekali Dok. 21:16 Jadi fungsi siap. 21:17 Heeh. Kita mau bicara apa nih, Pak 21:19 Hendrana untuk kali ini? Ee alat-alat 21:21 kesehatan yang mungkin bisa digunakan di 21:24 rumah gitu. 21:29 Baik ya. Jadi karena memang tadi 21:30 berhubungan darah ee saya sarankan ee di 21:34 setiap rumah minimal ya harus pertama 21:37 memiliki alat untuk pengukur tekanan 21:40 darah ya. Jadi situ ada apa tensimeter 21:42 ya ee untuk lebih mudahnya karena 21:45 tensimeter sebenarnya yang gold standar 21:47 adalah menggunakan ee tensimeter manual 21:51 ya sekarang anoid namanya kan tapi 21:53 dibutuhkan stetoskop ya kan. Nah, ini 21:55 dibutuhkan satu kompetensi khusus. Tapi 21:57 kalau Bapak, Ibu atau audiens dari radio 22:00 ee apa silaturahmi ini ya saya sarankan 22:03 beli yang digital ya, digital. Namun ee 22:06 yang digital ini bukan medical grade ya, 22:09 Bapak, Ibu ya. ee medical grade-nya itu 22:11 harganya puluhan juta. Jadi kalau Bapak 22:13 Ibu beli yang di ee marketplace ya itu 22:17 seb se sebanyak sebagai home care. Jadi 22:19 dia sebagai screening awal lah. Jadi 22:21 indikator misal hari ini kita ee 120 22:25 tiba-tiba kita agak pusing nih malam 22:27 tadi apa malam kita ukur ternyata naik 22:29 tuh. Itu sudah ada kenaikan. Tapi 22:31 walaupun dia tidak akurat nilainya, tapi 22:33 itu sudah indikator bahwa adanya 22:35 perbedaan waktu kita pagi dengan malam 22:37 dan malam itu disertai ada sensor dari 22:39 tubuh. Nah, sensor tubuh ini ketika kita 22:42 bisa menjadi petanda apa? Bertanda bahwa 22:44 kita butuh pertolongan ya, butuh 22:46 diagnosis lebih lanjut sebelum ke ini 22:48 kita ukur aja dulu menggunakan tesimeter 22:51 ya. Jadi ee dari apa? dari sensor tubuh 22:54 yang sudah memperingati kita sakit, kita 22:55 pusing, kita mual itu segera menggunakan 22:58 ee alat bantu untuk bisa melihat ee 23:00 berapa sih tekan darah. Nah, Bapak Ibu 23:03 ee audiens dari radio ee ham ini ee 23:07 tekanan darah merupakan salah satu 23:10 faktor penting ya. Jadi maka itu 23:12 dinamakan vital sign. Jadi vital sign 23:14 itu termasuk tekanan darah Bapak Ibu. 23:17 Jadi ee tanda-tanda vital. Jadi di situ 23:19 menjadi apa patokan untuk klinis secara 23:21 klinis ya itu bagaimana orang itu sehat 23:25 ee atau mendapat gangguan atau dalam 23:27 kondisi kritis itu di ee apa di diwakili 23:31 oleh tekanan darah. Jadi ee nanti kalau 23:33 detailnya kita apa mungkin ada lain 23:35 waktu untuk apa itu tekanan darah 23:36 mungkin dokterdokter yang bisa drter 23:39 bisa menjelaskan lebih dalam gitu. 23:40 Pertama itu Dok ya. Baik, Pak Hendrana. 23:42 Tadi kan sempat disebutkan tuh yang 23:44 paling ideal sebenarnya manual ya, 23:46 sementara kebutuhan ee secara ee 23:49 kebutuhan di masyarakat tentunya yang 23:51 memudahkan mereka dalam penggunaan 23:53 sehingga menjadi bisa lebih terkontrol. 23:56 Nah, dalam hal ini digital sebenarnya 23:58 memang ada perbedaan yang sangat cukup 24:00 signifikan atau tidak terlalu bermakna 24:03 perbedaan antara yang ee digital dan 24:05 manual, Pak? 24:07 Iya, Dok. Jadi ee untuk yang analog ya 24:10 memang analog ini benar-benar ee di apa 24:14 kita deteksi dari ee pulsa sistolik dan 24:17 diastolik ya dan itu berupa suara yang 24:19 berbeda, Dok ya. 24:20 Di yang bisa dideteksi oleh stetoskop 24:22 dan itu real ya, real artinya real 24:25 keadaan, Dok, ya. Namun kalau digital 24:27 ini kan dia konversi konversi dari suara 24:29 itu ee ditangkap oleh detektor sensor 24:32 kemudian ditampilkan oleh di apa di 24:34 layar, Dok, ya. 24:36 Nah, ini masalahnya adalah sensornya, 24:37 Dok. sensornya itu kalau bahkan sekarang 24:40 saya bisa mendapatkan eh tensimeter 24:42 digital ya versi market mungkin sekitar 24:44 Rp50.000 Dok sangat murah dulu 24:47 kelasnya waktu saya ingatingat 2 tahun 24:49 lalu 3 tahun sebelum COVID itu harga 24:50 bisa Rp500.000 dong. Nah, dengan ee 24:53 konteks seperti itu, apakah kemudian 24:54 bisa ee dipercaya atau dalam arti yang 24:57 paling gampang gini, bagaimana sih 24:58 masyarakat bisa kemudian menggunakan 25:01 atau bisa mempercayai alat itu? Ee tips 25:04 ee ee tips apa yang bisa masyarakat 25:06 pakai untuk kemudian memilih yang ee 25:08 alkes atau dalam hal ini tensimeter yang 25:10 baik 25:11 ya. Ee dalam hal ini memang ee karena 25:15 ini berupa home care, Dok, ya. Jadi 25:17 kalau dari medical grade kita di kita di 25:20 Kemen Cast ada ee rambu-rambunya, Dok. 25:22 Jadi enggak semua alkes itu boleh 25:24 digunakan rumah sakit, Dok. Karena 25:26 tingkat akurasinya harus di 5% dia, dia 25:28 paling tinggi 5%. Kalau lebih dari itu 25:29 dia enggak boleh digunakan. Nah, itu 25:31 yang yang itu melalui namanya ee makanya 25:34 itu ada namanya izin edar, Dok, ya. Ada 25:36 uji produk sebelum dipasarkan ke 25:37 masyarakat. Tapi kalau yang ee yang 25:39 dibeli saat ini adalah yang Bapak, Ibu 25:41 bisa beli secara bebas itu adalah yang 25:43 tipenya adalah untuk homecare gitu. 25:45 Homecare ini untuk screening, Dok. Jadi 25:47 tidak bisa digunakan untuk diagnostik. 25:49 Jadi [mendengus] tidak ada validasinya, 25:51 Dok. Tidak apa, tidak mempunyai kekuatan 25:52 hukum lah, ya. Jadi ee sekedar 25:54 screening, tapi itu juga menurut saya ee 25:57 kembali kepada pengguna, Dok. Misalnya 25:59 tadi 26:00 apakah ini ee cocok atau tidak? Ya 26:03 memang ee ini menarik, Dok. Menarik 26:05 banget karena kebanyakan ee yang saya 26:08 apa yang saya gunakan ya itu ee bisa 26:11 tornya di atas 20% Dok toleransinya, 26:13 Dok. dibandingkan yang analog ya. Tapi 26:16 itu kan ee e tapi itu ee berbanding rus 26:20 dengan kondisi saya, Dok. 26:22 Ketika saya merasa fusi itu ada sesuatu 26:23 gangan, saya ternyata tekanan darahnya 26:25 memang tinggi gitu loh. Tapi nilainya 26:27 itu ya, Dok, yang jadi tidak jadi 26:28 patokan. Jadi nilainya itu yang yang apa 26:30 yang menjadi bias gitu ya. Karena memang 26:33 e tusnya sangat sangat apa? Sangat 26:34 errornya itu sangat tinggi gitu, Dok. 26:36 Tapi bisa menjadikan patokan kita 26:38 minimal ee dalam keadaan kita sehat atau 26:42 perlu perlu bantuan gitu, Dok. itu apa 26:45 ya alat di alat di alat itu dalam bentuk 26:48 apa ya kemudian kita bisa 26:49 mengidentifikasi Pak oh ini alat oke nih 26:52 gitu di alat di alatnya sendiri di 26:54 tensimeternya tandanya apa tuh Pak 26:56 Baik ee kalau bisa Bapak Ibu atau apa 27:00 audiens dari radio silaturrahmi ya ee 27:03 itu beli yang memang sudah ada ee 27:07 standarnya. Jadi misalnya dapat kita ada 27:09 berapa pilihan ya dari berapa harga 27:11 pilihan sudah memiliki C ya CE itu 27:14 adalah eh itu standar Eropa jadi CE 27:17 approval itu ada tulisan C di kardusnya 27:19 tulisan C minimal itu atau SNI atau SNI 27:23 ya SNI standar S Indonesia kalau dapat 27:26 itu bolehlah ee itu menjadikan eh upper 27:29 reference ya di apa di buat rumah kita. 27:32 Namun kalau tidak ada tanda itu ya 27:34 artinya memang mereka di apa dibuat 27:37 hanya untuk ee memenuhi apa ya banyakan 27:40 gimiknya kali ya. Jadi jadi seperti 27:42 nomor gitu menunjak angka gitu ya. 27:44 Nah itu bisa dilihat seperti misalnya di 27:47 smartwatch ya. Smartphone sekarang ada 27:48 yang bisa mengukur tekanan darah itu 27:50 menurut saya banyakan gimiknya lebih 27:52 banyak gimmiknya 27:53 masih artinya kalau yang di smartwatch 27:55 ya smartw kan sekarang sudah menjadi 27:58 kayaknya menjadi umum gitu ya 28:00 dengan harga yang ee sangat rendah gitu 28:02 bisa dijangkau oleh masyarakat 28:04 ee masih bisa di ini enggak artinya bisa 28:07 dipercaya enggak angka tersebut kalau 28:09 dari saya dari analisa saya enggak 28:11 enggak enggak bisa dipercaya dongkok 28:13 [berdehem] jadi dari kalau hard rate oke 28:15 rate itu memang sudah bisa dipercaya 28:16 hard rate ya. 28:18 Eti itu bisa ke temperatur itu di smart 28:21 sudah oke, Dok. Sudah akurasi cukup 28:22 bagus. Tapi kalau untuk 28:24 ee tekanan darah itu saya sarankan ee 28:26 itu enggak enggak apaak belum bisa di 28:28 apa digunakan angkanya, Dok, ya. Karena 28:31 masih jauh dari dari akurasi. 28:33 Oke. Artinya tetap dikomparisi dengan 28:36 apakah kemudian misalnya nih seseorang 28:38 itu ada keluhan atau tidak. Yang 28:40 pertama. Yang kedua misalnya memang ada 28:42 histori gitu ya. Ada histori penyakit 28:44 tertentu katakanlah hipertensi. atau 28:47 penyakit yang lain gitu menjadi sebagai 28:50 warning untuk kita ee melakukan 28:53 pemeriksaan berkala sehingga kita 28:55 sendiri bisa aware terhadap misalnya oh 28:58 ini kok indikator di tensimeternya kok 29:02 enggak seperti biasa yang apa yang ee 29:07 apa seseorang temukan itu gitu ya. Jadi 29:09 sehari-hari misalnya tensinya sekitar 29:12 120 terus tiba-tiba dia pakai alat 29:14 tersebut tiba-tiba diangka 180 tanpa 29:16 misalnya dengan ada keluhan, tanpa ada 29:19 ee histori penyakit atau misalnya dari 29:21 ke riwayat keluarga tidak ada ee pola 29:24 hidup bagus gitu tentunya akan kita 29:26 komparasi dengan keluhan dan histor 29:28 demikian ya Pak ya 29:29 ee lebih bagus kalau memang ee dari yang 29:31 bersangkutan punya ee hasil pemeriksaan 29:35 terakhir yang menggunakan ee apa 29:37 tensimeter di ee ee analog ya mungkin 29:39 tadi pagi dari Pusesmas kemudian 29:41 kebetulan diukur itu dicatat tuh. 29:44 Jadi pada saat di rumah kita punya 29:45 patokan bahwasanya menggunakan dalam 29:48 keadaan yang hampir sama gitu ya 29:49 beberapa jam itu kondisinya seperti itu. 29:52 Dan tadi saya setuju dengan dokter 29:53 memang harus dibuat logbook, Dok. Kalau 29:55 memang ada ee sangat beresiko atau punya 29:57 apa ee riwayat ya itu dibuat jadi 30:01 misalnya 1 hari berapa kali pengukuran 30:03 ya kan itu bisa digunakan Dok karena 30:06 yang dilihat dari ada trennya kan tren 30:08 naik atau tren turun ya dibandingkan 30:10 dengan apa dengan angka seperti itu. 30:12 I sama satu lagi mungkin usia pengaruh 30:15 ini. Jadi otomatis ee Bapak Ibu sekalian 30:18 yang usianya di atas 40 harus lebih 30:20 aware terhadap ee tanda-tanda vital yang 30:23 tadi disebutkan oleh Pak Hendrana gitu 30:25 ya. 30:26 Dan bahkan sekarang ee untuk usia 40 30:28 atau 50 ke atas itu 14090. 30:31 Jadi bukan 12080 tapi sudah 14090 itu 30:35 mesti dianggap normal Dok. Dan kemudian 30:37 posisinya Dok posisi untuk ee memeriksa 30:39 itu sebaiknya dalam keadaan tidur ya. 30:41 Jadi dalam tidak dalam keadaan berdiri 30:43 atau duduk ya. Jadi kalau ingin ingin 30:45 lebih akurat lagi Bapak Ibu ya ee itu 30:49 bisa ee bisa apa kondisi tidur ya, 30:52 kondisi tidur ya. Jadi itu lebih lebih 30:55 apa lebih akurat ininya pengukuran 30:56 karena dalam kondisi semua rileks ininya 30:59 untuk seperti itu. 31:00 Mungkin saya tambahkan ee terkait dengan 31:02 pemeriksaan ini Pak Hendrana ya. pertama 31:04 yang jelas ee pemasangan mansetnya itu 31:08 harus di bagian lengan atas ya, lengan 31:12 atas dalam kondisi sejajar dengan 31:15 jantung ya. Dan satu lagi dalam kondisi 31:18 tenang mungkin ee mungkin kalau pada 31:21 idealnya pemeriksaan tidak ee pada saat 31:25 ee setelah misalnya ya minum kopi ya, 31:29 kemudian lagi dalam kondisi tenang. Dan 31:32 satu lagi adalah yang ideal lagi adalah 31:35 persis bahwa manset itu di lengan bukan 31:38 di atas ee apa baju ya. Bukan begitu Pak 31:42 Hendra. 31:44 I dan ee mohon izin, Dok, ya. Jadi 31:47 mungkin ee saya akan kasih apa ada 31:49 sedikit posisi dan itu posisi di lengan 31:51 kiri, Dok, ya. Kenapa lan kiri? Karena 31:53 itu langsung berhubungan dengan jantung. 31:55 Jadi ee kita bisa melakukan pengukuran 31:57 dengan kanan, tapi idealnya itu 31:58 dilakukan di lengan kiri, ya. Jadi 32:00 seperti itu ininya apa dari sisi apa? 32:02 Sisi 32:04 sisi apa? Penggambaran, Dok, ya. J 32:05 mungkin e 32:07 di sini bisa kita bisa share, Dok, ya. 32:09 Silakan, Mas. minta tolong dibantu. Oke, 32:13 bisa ya. Oke, sebentar ya. Ini sedikit 32:16 yang ini ya. 32:18 [berdehem] 32:36 Ya, jadi seperti ini ya. Jadi posisi 32:38 seperti ini, Dok. 32:40 Ini posisi duduk ini ya? Iya. Iya. Ini 32:42 posisi tidur. Posisi duduk ya? 32:44 Iya. Ini ee bisa yang ideal tidur ya. Ee 32:47 dan ini posisinya seperti ini di lengan 32:48 kiri ya bagian atas. Dan ini ee apa 32:51 jangan di siku ya karena dia bisa mengak 32:54 apa tidak optimal ininya oppressornya 32:55 nanti. Dan jangan lupa juga kalau 32:58 dipakai T baterainya karena kalau 33:00 baterainya lemah dia akan pengukuran 33:03 juga akan tidak tidak akurat. Jadi 33:05 sebaiknya memang ee ee belinya beli alat 33:08 dengan ada ada apa indikator baterai di 33:11 sini ya. Nah, sekarang ada beberapa alat 33:15 yang sudah ada apa ee sebentar ya 33:19 yang sudah ada indikator ee sehatnya di 33:21 sini ada misalnya 140 termasuk apa 33:24 apa hiper ya hipertensi misalnya 180 ke 33:27 atas atau di bawah ini menjadi 33:29 apa namanya ya tekanan rendah gitu ya 33:32 seperti itu dan ee 33:36 ya 33:39 [mendengus] dan ee ya tadi ya artinya 33:42 nya ee ee artinya sahabat semua ee 33:46 membeli membeli alat tidak artinya ee 33:48 tadi ya artinya dalam bentuk memang 33:51 untuk homecare dan ee disesuaian dengan 33:53 budget ya tapi minimal ee kita sudah ada 33:57 apa di rumah itu adalah alatimeter yang 33:59 menjadi ee apa alat-alat utama ya alat 34:02 utama yang memang sebenarnya harus ada 34:03 di ee setiap rumah gitu ya seperti itu 34:06 Dok. 34:06 Terima kasih. Baik, saya cuma ee ingin 34:09 mengulangi bahwa indikator yang bisa 34:10 menjadi rujukan kita dengan adanya di 34:13 alat tersebut ada SNI atau C ya, C gitu 34:17 ya. 34:17 C. 34:18 Betul. Oke. Baik. 34:20 Mungkin ee 34:23 ee ada lagi Pak Hendrana. 34:26 Jadi ee alat kedua dengan alat-alat 34:29 I. Baik. Alat kedua adalah ee namanya 34:31 puls oximeter, Dok. Oke. Pulsimeter yang 34:34 sering dikenal sejak masa COVID ya, Pak 34:37 ya. Betul. Betul. Betul. Jadi nanti saya 34:40 apa saya ada apa sharing e gambarnya, 34:42 Dok ya. Jadi ee di sini ee plus oximeter 34:46 ini sebenarnya ee bisa dia ee alatnya 34:50 kecil, kompact ya. Ee mengukur ee 34:54 apa ee dari sisi apa? Dari sisi 34:57 menggunakan infrared, Dok, ya. Jadi di 34:59 sana ada infrared kemudian ada detektor 35:01 sehingga menembus tulang dan kulit kita 35:03 ya daging itu ya. Jadi nah dari satu 35:06 alat ini bisa beberapa param. Pertama 35:08 adalah kadar saturaksi oksigen. Apa itu 35:10 kadar satur oksigen? Adalah ee besarnya 35:13 oksigen yang terikat di dalam darah, 35:15 Dok. Nah, satuannya persen dan ee paling 35:19 tinggi itu ee satuan 99% Dok. 35:23 Oke. 35:23 Jadi 99% ini kita bisa bernaapas normal 35:26 dong. 35:27 Hm. He. 35:27 Nah, ketika di bawah 95% itu napas kita 35:30 terengangah karena asupan oksigennya ee 35:34 kemampuan darah mengiat oksigen sudah 35:36 berkurang, Dok. Entah ada virus kemarin 35:38 COVID seperti itu, Dok. Jadi rata-rata 35:40 ee yang terkena COVID itu saya ngalami 35:43 sendiri ya ee ini saya sampai 93 waktu 35:47 itu 35:48 93 sulit sekali napas napas panjang 35:50 sulit sekali dong 35:51 9 itu. Nah di bawah 90 itu butuh 35:53 pertolongan oksigen terapi dari tadi 35:55 dari tabung oksigen ya kan atau dari 35:57 central gas itu harus ee 35:59 ee rekan-rekan harus 36:01 langsung ke rumah sakit dan ini menjadi 36:04 satu patokan ketika misal bangun pagi 36:07 atau malam tiba-tiba jam 12.00 semalam 36:08 kita kok sesek ya, kok susah napas, 36:10 ambil langsung itunya dilihat. He 36:12 kadang-kadang kan ada semacam ketakutan 36:15 gitu ternyata oh enggak enggak apa-apa 36:16 itu karena bukan karena kaget ya kita 36:18 jadi seolahlah susah bernafas tapi kalau 36:20 ternyata benar di bawah apa ee 90 ya 36:25 rekan harus segera masuk UGD ya itu dari 36:28 dari alat kecil pun ee itu sudah bisa 36:30 mewakili ee kondisi ee oksigenasi di 36:33 tubuh kita dan kita tahu bahwa oksigen 36:35 ini merupakan ee bahan bakar ya bahan 36:37 bakar baik ee dari untuk sel-sel kita ya 36:39 dan indul menunjang kehidupan itu 36:41 termasuk vital sign juga. Jadi selain 36:43 pressure ee apa eh blood pressure tadi 36:46 tekanan darah ya eh SP2 ini atau 36:49 saturasi oksigen merupakan vital sign 36:51 juga ya. Dari kemudian dari alat ini 36:54 juga kita bisa mengukur denyut nadi Dok. 36:58 Jadi namanya eh pass rate. Jadi beda 37:01 dengan heart rate. Kalau heart rate itu 37:03 denyut jantung Dok ya. Denyut jantung 37:05 ini 37:06 eh sumber sumber semua denyut 37:08 sebenarnya. Namun dia bersifat 37:10 elektrikal. ya. Nah, itu yang eh 37:12 dibutuhkan satu alat yang complicated 37:15 namanya ECG. ECG recorder 37:17 elektrocardiograph. 37:18 Sedangkan yang kita tempatkan di eh di 37:21 mana di menggunakan tadi pulse oximeter 37:24 itu adalah berupa denyut nadi, Dok. 37:26 Oke, 37:27 jadi namanya pulse rate. Nah, ini pulse 37:29 rate ini hampir e ini sama besarnya sama 37:32 dengan hard rate. Jadi untuk menget hard 37:34 rate cukup kita mengetahui pul rate gitu 37:36 dong. Bisa direfleksikan di full rate. 37:39 Nah, itu bisa juga kita lihat ee jantung 37:41 kita berdetak dengan cepat atau tidak 37:42 atau ada tadi ada apa ada serangan ee 37:46 jantung ya di awal ya. Apakah dia eh 37:49 hard rate-nya lambat atau hardnya cepat 37:50 itu bisa lihat di situ. 37:52 Nah, setelah itu ee kita dapat juga 37:55 namanya sinyal fotopritismograf. 37:59 Hm. Apa tuh, Pak Hendrona? 38:01 Nah, sinyal PPG ini sebenarnya 38:04 [berdehem] ee kita bisa melihat ee 38:07 denyut nadi secara signal gitu, Dok, ya. 38:10 Cuma eh inilah yang digunakan oleh para 38:13 tabib biksu ya apa sinse ya untuk maka 38:17 itu ee sinse itu atau tabi itu tidak 38:19 pernah memegang jantung kita dong. 38:21 Tidak pernah tapi yang [tertawa] 38:22 dipegang apa? Pergelangan tangan kita, 38:24 Dok. Ya, 38:25 tangan nadi ya. 38:26 Nadi, Dok. Nah, itu dan alhamdulillah 38:29 saya beberapa penelitian saya itu saya 38:32 menggunakan ee filosofi itu dong 38:36 dari beberapa jurnal yang saya sudah 38:37 hasil dan alhamdulillah ada beberapa 38:39 hilirisasi ya ee untuk mengukur. Jadi 38:42 dari nadi itu kita bisa mengetahui tadi 38:44 kadar gula darah ee kemudian 38:47 ee ee pres apa dari tekanan darah itu 38:49 bisa dari cukup dari nadi dong. Itu 38:51 ee memang lebih kompleks ya keilmuannya. 38:53 Namun ee itulah kebijakan ee betapa 38:56 bijaknya tabib dan 38:58 ee Sinse pada masa itu yang memang belum 39:00 punya alat, tapi mereka sudah mengenal 39:02 filosofi tubuh. Jadi, bagaimana kita 39:04 bisa apa memberikan ee menolong kalau 39:08 kita enggak mengenal diri sendiri gitu. 39:09 Jadi sebaiknya memang yang tadi seperti 39:11 Rasul ee apa habis Rasul perang yang 39:14 paling berat kan berperang melawan diri 39:15 sendiri. Artinya kita harus lebih paham 39:17 tentang diri kita gitu loh. Termasuk 39:19 tadi jadi bukan berarti kita apa? Oh, 39:21 saya bukan dokter. gini-gini ya. Tapi 39:23 kita harus paham minimal ee cara kerja 39:26 tubuh kita tu kita harus paham. Jadi 39:28 itulah yang sebenarnya kita bersyukur 39:29 itu dalam bentuk menjaga kesehatan kan. 39:31 Ini kan aset yang Allah berikan 39:33 diamanahkan ke Allah ya. Nah, ini dalam 39:35 arti ee itu bisa di diwujudkan dan zaman 39:38 waktu itu a bisa apa kita bisa 39:40 menyembuhkan beberapa atom di Indonesia 39:42 tanpa tanpa alat gitu ya, Dok. Jadi yang 39:44 kedua adalah eh puls oximeter dan saya 39:46 sebentar, Dok. Mohon izin ya. 39:48 Saya akan share sebentar, Dok. 39:51 Untuk gambarnya mungkin ada eh pemirsa 39:53 yang atau audiens yang 39:55 belum terbayang ya apa soft meter ya. 40:07 Jadi, puls oximeter ini ee pemirsa alat 40:11 yang sering ee ya kecil dia sukuran jari 40:15 karena memang penggunaannya di jari ya. 40:18 I jaring yang tadi 40:20 cara kerjanya sudah disampaikan oleh 40:22 Pakrana 40:24 dan ini untuk mengukur ee kadar oksigen 40:27 yang ee tentunya sangat penting untuk 40:30 kita ketahui terutama pada kasus-kasus 40:33 tertentu sebagaimana persis yang terjadi 40:35 pada saat COVID. 40:37 Kita 2 menit menuju jeda ya, dokter ya. 40:40 Baik Mas Agus 40:41 ya. 40:42 Ee ini 40:44 nah ini dia pulakri silakan. Nah, ini di 40:47 ini adalah eh kadar oksigen 90% ini 40:49 adalah heart rate atau pulse rate ya. 40:50 Dan ini pul apa ppg Dok? Potopletisme. 40:54 Jadi ini sinyal PPG nih yang tadi 40:56 denyutan ini seperti ini ya. 40:58 Nah, seperti ini ya. Dan ini cukup satu 41:01 alat bisa mewakili beberapa parameter 41:04 he 41:04 ee kehidupan atau sinyal apa vital sign 41:06 dari apa tanda-tanda hidup di tubuh 41:08 kita. Itu saya mungkin itu dari sesi 41:10 pertama ya. 41:11 Iya, dokter 41:12 I. 41:13 Ee Pak jangan diinikan dulu saya mau 41:15 nekan. Iya. Baik. Ini SPO2 ini yang tadi 41:18 disampaikan saturasi oksigen 98 yang ee 41:21 nilai nilai idealnya adalah 99%. 41:25 Kemudian BPM denyut nadi ya nilainya 41:27 antara 60 sampai dengan e 100. 41:30 Kemudian yang PPG ini bisa menandakan 41:35 ini gak ee ee Pak Hendrana menandakan 41:39 keteraturan denyut nadi juga atau bisa 41:41 gimana tuh? 41:42 Jadi sebenarnya di sini kalau kita tahan 41:44 napas, Dok, ini dia landai dia agak 41:47 landai dia ininya ya. Jadi sebenarnya ee 41:51 PPG ini kalau kita dalami ini merupakan 41:53 satu modality yang yang akan ke depannya 41:56 masa depan ini menjadikan jadi nanti ke 41:59 depan itu untuk alat diagnostik tuh 42:00 wajib non invasif, Dok. Jadi ee nanti 42:02 mungkin dokter bisa jelaskan apa itu 42:04 invasif, non invasif. Jadi non invasif 42:06 tanpa pendarahan dan wireless Dok. Jadi 42:09 tidak ada lagi ya bisa di bisa warna 42:11 artinya ee pasien di Papua kita bisa cek 42:14 di Jakarta begitu ya. Jadi masa depan 42:16 diagnostik tuh tidak ada lagi 42:17 darah-darah, tidak ada lagi e apa 42:19 sakit-sakit karena nanti ke depannya for 42:22 the future 42:23 alat apa medikal yang untuk di adalah 42:25 wajib eh non invasif dan wireless Dok 42:29 Dok. 42:30 Baik 42:30 baik Pak. Oke, 42:33 untuk sementara kita jeda dulu ee para 42:36 pemirsa. 42:37 Mas Agus silakan. 42:38 Siap, dokter. 42:40 Terima kasih, Dr. Henri dan juga Dr. eh 42:44 Hendrana. Kita akan jeda sejenak 42:46 terlebih dahulu. Ikhwan dan akhwat. 42:48 Tetaplah bersama kami masih dalam info 42:51 sehat. 43:01 Brail TV 43:08 Islam yang satu yang masih 43:09 dipancaruaskan dari Jalan Masjid 43:12 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 43:14 Cibubur, Bekasi. Info sehat di siang 43:17 hari ini bersama Dr. Henri Hidayatullah 43:21 dari Klinik Wismari dan juga Dr. 43:24 Hendrana. Kami akan menjawab beberapa 43:27 pertanyaan yang sudah masuk ya ee 43:30 abang-abang kita yang ada di ujung Zoom 43:32 sana dari Bapak Ahmad di Depok nih 43:35 dokter. Asalamualaikum warahmatullahi 43:37 wabarakatuh. 43:39 Waalaikumsalam. 43:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:40 wabarakatuh. 43:41 Dokter, apa sebenarnya perbedaan utama 43:43 antara alat diagnostik dan alat terapi 43:46 dalam dunia kesehatan dan mengapa 43:48 keduanya sama-sama penting dalam 43:50 pelayanan medis? Terima kasih. 43:53 Baik. 43:55 langsung dijawab atau bagaimana? 43:56 Langsung jawab ya. Langsung silakan 43:58 Pakih ee dari Depok ya tadi 44:01 dari Depok Bapak Ahmad di Depok. 44:03 Baik eh Pak Ahmad alhamdulillah ee untuk 44:07 peralatan Alkes memang dibagi dua 44:09 kluster ya. Satu diagnostik itu untuk 44:12 memonitoring Pak memonitoring kondisi 44:15 tubuh kita ee tapi tidak untuk 44:17 penyumbuhan. Maka itu kita perlu ada 44:19 namanya alat ee kalkas yang bersifat 44:21 terapi. Nah, terapi ini seperti ee saya 44:25 ambil contoh misalnya ee alat untuk ee 44:29 memotong atau ee apa di apa untuk dalam 44:34 sisi apa sisi ee di fisi fisioterapi itu 44:37 Pak ya. bisa terap itu ada microwave ya, 44:39 microwave ee diatermi. Jadi kalau ada 44:42 apa pegal karena ada apa ada kejepit ya, 44:44 syarat kejepit itu digunakan nama 44:46 alatnya kita berikan ee apa namanya 44:49 radiasi atau pancaran dari mikrow terapi 44:51 sehingga tubuh itu ee apa di yang 44:54 diharapkan ee penyakit yang ada di atau 44:56 gangguan yang ada di tubuh itu bisa bisa 44:59 lekas sembuh. Itu direkam terapi. Jadi 45:01 kalau di terapi itu indikatornya 45:02 gampang. Tidak ada parameter yang ee 45:04 vital tadi tidak ada parameter vital. 45:06 Jadi tidak ada, Bapak tidak akan melihat 45:08 heart rate, Bapak tidak bisa melihat ee 45:10 kadar oksigen, Bapak tidak bisa melihat 45:13 tadi ee apa denyut jantung itu masuk ke 45:15 terapi. Tapi kalau alat diagnostik itu 45:18 ee ee itu dipastikan itu alat itu ada 45:22 indikator untuk ee alat-alat apa 45:25 namanya? Vital sign atau tanda-tanda 45:26 kehidupan dari tubuh. Jadi ada 45:28 sebenarnya ada tujuh ya sampai delapan. 45:30 pertama adalah ee saturasi kadar 45:33 oksigen, kemudian lyut jantung, kemudian 45:36 respirasi ya itu termasuk ee kemudian 45:38 temperatur. Jadi termometer juga penting 45:40 ya. Jadi BP mungkin nanti ditambahkan 45:42 sedikit termometer ee wajib ada di rumah 45:45 ya. Itu termasuk ee indikasi tadi ketika 45:48 ada demam, ada infeksi tentunya ee suhu 45:50 tubuh meningkat. Jadi Bapak Ibu harus 45:52 siapkan juga tadi itu termometer kecil 45:54 tapi itu juga sangat bermanfaat. Nah, 45:56 itu salah satunya seperti itu. Itu ee 45:58 Mas Budi penjelasan singkat dari saya. 46:00 Terima kasih. 46:02 Baik, terima kasih untuk ee jawaban dari 46:05 Bapak Ahmad di Depok. Lalu ada Ibu Siti 46:09 di Jakarta Timur ini ee Pak Hendrana 46:12 dari Asalamualaikum warahmatullahi 46:15 wabarakatuh. 46:16 Waalaikumsalam. 46:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:18 wabarakatuh. 46:18 Dokter, kalau tensimeter kemudian 46:21 glukometer dan oksimeter ini masuk 46:23 kategori alat diagnostik. Bisakah dokter 46:26 memberi contoh alat terapi yang sering 46:28 digunakan di rumah sakit untuk kasus 46:30 sehari-hari? 46:35 Mohon izin untuk yang ee jadi memang 46:37 nanti setelah ini kita akan bahas 46:39 tentang glukometer ya. Jadi ee jadi ee 46:42 saya kita sarankan ada empat alat tadi. 46:43 Ada ee tensimeter, kemudian eh saturasi 46:46 oksigen atau plus oksimeter, kemudian 46:48 termometer, dan satu lagi adalah 46:50 glukometer. Ini ee ee kenapa e perlu ada 46:53 di rumah? Karena di satu sisi alat ini 46:56 bisa dibeli bebas ya dan ada semacam 46:59 grading-nya. Jadi kalau di rumah sakit 47:01 memang ee gradingnya ad medical grade 47:04 indikasinya indikatornya adalah [batuk] 47:06 akurasinya sangat tinggi dibandingkan 47:07 dengan HK dan harga pun bisa 47:09 berkali-kali lipat lebih mahal 47:10 dibandingkan yang Bapak Ibu ee dapatkan 47:13 di apa di marketplace ya di toko online 47:15 atau Bapak Ibu beli di toko alkes yang 47:17 ada di apa dekat rumah Bapak Ibu. H 47:19 ini tuh Pak 47:21 ee saya tambahkan mungkin 47:23 ya 47:24 Bu Siti. Jadi 47:25 alat-alat terapi yang ada di rumah sakit 47:28 nih contoh paling gampang adalah 47:29 misalnya di ruang gawat darurat atau di 47:31 ambulans ya 47:32 ada nama yang alat yang orang familiar 47:35 dengan bahasa kejut listrik. 47:38 Nah itu bagian dari dia ada 47:41 diagnostiknya, ada terapinya. dia 47:43 kombinasi tuh dia bisa ngukur bahwa 47:46 misalnya denyut jantungnya tidak teratur 47:49 sehingga perlu ee tidak teratur, cepat 47:51 segala macam. Ee nah dari alat yang 47:55 namanya namanya defibrilator 47:59 ya. defibrilator di apa ee di rumah 48:02 sakit. Ee kalau pada beberapa tempat 48:06 umum ya, tempat umum contohnya adalah di 48:10 bandara kemudian lagi di stasiun. 48:13 Heeh. He. 48:13 Nah, itu namanya AED eh automatic eh 48:18 eksternal defibrillator. Itu fungsinya 48:21 adalah untuk membuat ee denyut jantung 48:26 menjadi 48:28 ee bahkan bahasanya gini, tidak berdetak 48:32 ya, tidak berdetak untuk kemudian 48:34 menjadi berdetak normal untuk 48:36 mengembalikan kembali ee denyut yang 48:39 normal diharapkan. Demikian. Jadi itu 48:42 salah satu contoh ya namanya ee 48:45 defibrilator. Kalau untuk Nah, ini 48:47 sebenarnya ee yang namanya AED karena 48:51 tadi kasus-kasus juga heart attack 48:53 serangan jantung juga cukup banyak ya 48:56 kita temukan. Saya kebetulan lama di 48:59 emergency di salah satu rumah sakit 49:01 swasta di Jakarta Selatan 49:03 itu banyak sekali kasus-kasus ee 49:05 serangan jantung dan penggunaan ee 49:09 defibrilator sangat signifikan. Jadi, 49:11 he 49:11 dengan alat itu bisa kemudian ee apa 49:16 mengurangi sangat rut dan mengurangi 49:18 kematian angka kematian 49:20 itu. Kemudian lagi contoh lainnya adalah 49:23 sebenarnya alat-alat operasi ya. 49:25 Iya. 49:25 Alat-alat perangkat-perangkat operasi ee 49:28 gunting dan lain-lainnya. Ada gunting 49:30 yang gunting yang secara manual, ada 49:33 juga gunting yang elektrik. Itu menjadi 49:34 bagian dari ee terapi ya. bagian dari ee 49:38 terapi. 49:40 Ee demikian ya. 49:41 Baik, ada Bapak Arif di Tangerang 49:44 Selatan. Dokter, 49:45 asalamualaikum warahmatullahi 49:47 wabarakatuh. 49:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:49 wabarakatuh. 49:50 Ee seringki orang baru sadar sakit 49:52 ketika sudah parah. Apa langkah praktis 49:55 yang bisa dilakukan masyarakat untuk 49:57 lebih aware terhadap sinyal tubuh 49:59 sekaligus mencegah penyakit seperti 50:01 hipertensi dan diabetes? 50:04 Iya, 50:04 dokter. 50:05 Baik. Ee terima kasih Pak Arif. Jadi 50:09 tadi sinyal-sinyal yang paling umum ya 50:12 untuk hipertensi yang paling umum sakit 50:14 kepala ya. Paling umum ya sakit kepala. 50:17 Meskipun sakit kepala belum tentu 50:19 kemudian penyebabnya adalah hipertensi 50:22 tapi ee e apa sinyal tubuh yang kemudian 50:25 dirasakan oleh ee apa penderita atau 50:29 seseorang itu salah satunya adalah sakit 50:31 kepala. Nah, berikutnya lagi adalah 50:34 misalnya 50:36 bahwa 50:38 ee itu dari dari segi tensi ya, dari 50:42 tekanan darah tinggi. Kemudian misalnya 50:44 pada kasus ee gula darah ya, gula darah 50:47 yang kemudian tinggi ataupun rendah itu 50:50 juga akan memberikan dampak ke tubuh. 50:52 Kalau yang rendah bisa orang sampai 50:54 kemudian lemas, kemudian sampai pingsan 50:57 itu bisa. Karena salah satunya 50:59 penyebabnya adalah gula darah yang 51:01 sangat rendah. Kalau gula darah tinggi 51:03 ya, gula darah tinggi juga akan 51:05 memberikan dampak ke efek yang lain. 51:08 misalnya misal ya 51:09 yang paling contoh yang ee indirect itu 51:12 seseorang dengan gula darah yang tinggi 51:15 tidak terkontrol segala macam itu bisa 51:17 saja kemudian dia mempunyai luka yang 51:20 tidak dirasakan 51:22 ya di daerah terutama di daerah kaki, di 51:25 daerah tungkai gitu dia punya luka tapi 51:27 dia enggak tahu bahwa ee ada luka karena 51:30 ee apa secara saraf-sarafnya sudah 51:32 terganggu akibat gula darah yang tinggi 51:35 gitu. 51:36 Jadi demikian ya yang bisa disampaikan. 51:40 Baik, Dokter. Ee 51:42 Bang Hendrana mungkin ingin menambahkan 51:45 ya. Ee jadi ee oleh karena itu kan kita 51:48 tubuh sudah memberikan sinyal ya, sinyal 51:50 yang negatif ya 51:52 dan itu untuk memastikan kita butuh 51:53 alat. Maka itulah kita butuh beberapa 51:56 alat ya yang bisa digunakan untuk 51:58 berdiagnosa apakah sumber apa 52:01 penyebabnya itu masih aman atau tidak. E 52:03 jadi vital sign itu yang nanti akan 52:05 terus dimonitor. Jadi kita di rumah 52:07 suhu, kemudian kadar oksigen, kemudian 52:10 denyut jantung, kemudian tekanan darah 52:12 dan temperatur. 52:14 Tambah lagi satu lagi ee kadar apa? Gula 52:17 dalam darah ya. 52:19 Iya. Baik, kita lanjut ke pertanyaan 52:22 atau ada materi lagi, Dokter? 52:25 Boleh satu lagi pertanyaan. 52:26 Pertanyaan ya dari Bapak Fahmi di 52:29 Jakarta Selatan. 52:31 Asalamualaikum warahmatullahi 52:32 wabarakatuh. 52:34 Waalaikumsalumsalam warahmatullahi 52:35 wabar. 52:35 Izin bertanya, bagaimana cara menjaga 52:37 keseimbangan pola makan, olahraga, dan 52:40 pemeriksaan rutin agar tubuh tetap sehat 52:43 dalam jangka panjang. 52:45 Baik, terima kasih tadi dengan Pak Arif 52:48 ya, Mas Agus. 52:49 Pak Fahmi. 52:51 Pak, maaf, Pak Fahmi. 52:52 Pak Fahmi di Jakarta Selatan. Iya, Pak 52:54 Fahi. Ee jadi yang pertama adalah 52:58 keseimbangan itu berdasarkan 53:02 pola hidup. Pola hidup dipengaruhi oleh 53:05 pola tidur, pola makan, pola aktivitas, 53:09 dan tingkat stres. Ya, tingkat stres 53:12 artinya ya pola hidupnya keteraturan 53:18 aktivitas olahraga ya. seminggu harus 53:22 dibikin rutin 53:24 ya. Yang paling yang paling ee baik 53:27 adalah misalnya seminggu itu 3 sampai 53:30 emp kali masing-masing setengah jam 53:32 tentunya ini akan sangat dipengaruhi 53:34 oleh kondisi pada saat itu dan ee usia. 53:38 Yang berikutnya adalah pola makan. pola 53:40 makan seimbang ya tentunya yang memenuhi 53:43 unsur-unsur gizi ya karbohidrat, protein 53:47 ee [berdehem] kemudian lemak ya kemudian 53:50 lagi ee mineralnya itu harus vitamin itu 53:53 harus terpenuhi secara seimbang ya. Nah, 53:57 masalahnya kan di Indonesia ee yang 53:59 paling terkenal adalah karbohidrat 54:01 sehingga ee pemenuhan ee keseimbangan 54:04 gizinya akan didominasi oleh 54:06 karbohidrat. Nah, berikutnya adalah ee 54:10 ee terkait dengan pemeriksaan. 54:13 Pemeriksaan semakin usia semakin 54:15 bertambah tentunya pemeriksaan harus 54:18 menjadi rutin tuh setahun sekali. 54:19 Makanya dikenal medical check up. Nah, 54:21 sekarang yang jadi ee yang dianjurkan 54:23 adalah di atas usia 40 tahun. 54:26 Nah, apalagi pemeriksaan medical checkup 54:30 yang lebih baik adalah kalau seandainya 54:32 sudah diketahui ya sudah sering ada 54:34 keluhan atau kemudian lagi ee ada 54:37 riwayat histori keluarga, orang tua, 54:39 Bapak, Ibu punya riwayat tertentu, 54:41 hipertensi, stroke, ee kencing manis. 54:43 Nah, tentunya pemeriksaan itu harus 54:45 lebih rutin. 54:47 Demikian. 54:49 Baik, terima kasih ee Dr. Hendri atas 54:52 jawabannya. Silakan mungkin ada materi 54:55 yang bisa dilanjut. 54:57 Baik, 54:57 Pak Hendrana. Kita bicara glukometer ya. 55:00 Tadi 55:01 ada juga yang nyebut-nyebut masalah 55:02 glukometer ya. 55:05 Baik, mungkin e untuk glukometer ini kan 55:08 menyangkut tentang apa ee penyakit 55:10 diabetes ya. 55:11 Iya. 55:11 Dan tadi seperti di pembukaan di awal 55:14 dr. Rendi sudah memberikan ee beberapa 55:16 penyakit ya apa nam peringkatnya 55:19 termasuk kategori yang perlu di apa 55:21 diwaspadai untuk diabetes ini dan 55:24 diabetes ini sebenarnya ee ee bukan 55:27 dikatakan penyakit apa ee menurun gitu 55:29 ya karena habitnya yang menurun 55:31 sebenarnya bukan dari DNA itu [berdehem] 55:34 bukan dari DNA. Jadi ee ibu apa orang 55:37 tua kita diabetes otomatis kita diabetes 55:39 karena memang pola hidupnya yang memang 55:41 kita kopas dari orang tua kita. Dan ini 55:44 kan sebenarnya ee saum atau fasting ya, 55:47 puasa itu merupakan satu kegiatan yang 55:50 sangat sehat ya, terapi yang sangat 55:51 sehat ya untuk 55:53 tadi dari sisi apa ee ee tubuh kita juga 55:57 kemudian juga dari apa ee detoks ya dari 56:00 itu juga dan memang disarankan kalau 56:02 bisa puasa sunah gitu ya apalagi bisa 56:05 puasa Daud itu ya untuk ee apa 56:08 rekan-rekan yang ikhwan dan akhwat 56:10 [tertawa] yang ee mengalami gangguan 56:11 diabetes itu itu lebih apa lebih efektif 56:14 gitu ya. Nah, namun untuk ee 56:17 pengukurannya kita kan butuh alat ya dan 56:19 alat itu dinamakan glukometer ya. Di 56:22 situ Bapak apa ikhwan akhwat bisa beli 56:25 satu alat tapi bisa bisa mendeteksi 56:29 beberapa ee parameter. Pertama selain 56:31 glukos ee kemudian bisa mengukur 56:34 kolesterol dan kemudian bisa mengukur 56:35 asam urat ya itu yang standar ya itu 56:38 harganya sekitar Rp300.000. ee yang 56:41 lumayan itu adalah yang tesnya. Jadi kan 56:43 ketika kita ingin periksa kita ini 56:46 dinamakan invasif karena harus ada ada 56:47 pendarahan. Jadi kita disuntik oleh satu 56:50 apa? Suntikan ya. Kemudian ee darah itu 56:53 ditempelkan ke tespek dan dari tespek 56:55 itu kemudian kita masukkan ke alat. dari 56:57 alat itu akan mengukur ya mengukur dan 57:00 ini ee bagi yang berpindah diabetesnya 57:02 sangat penting karena bias biasanya bisa 57:03 mengukur di pagi hari dan ee sebelum 57:05 tidur ya pada saat kita ee bangun pagi 57:08 hari kita tes. Jadi kalau dites sudah 57:10 hampir 220 berarti ya kita harus menjaga 57:13 makanan kita karena stoknya sudah habis 57:16 tuh stok apa stok untuk apa untuk ee 57:19 glukosa sudah terlalu tinggi gitu ya. 57:20 Pagi-pagi sudah tinggi ya. Nah, kalau 57:22 pagi-pagi masih rendah dan kemudian kita 57:25 malam rendah berarti kan masih dalam 57:26 keadaan normal. Dan ini penting untuk di 57:29 apa di bisa dimonitor untuk seluruh 57:30 anggota. Jadi diabetes itu tidak hanya 57:32 untuk orang tua sekarang. Jadi anak-anak 57:34 pun sekarang banyak yang kena, Dok. Ya, 57:36 mungkin dokter eh bisa dijelaskan lebih 57:38 detail untuk masalah ini. Silakan, Dok. 57:41 [mendengus] 57:41 Dia ee glukometer ee ngukur gula darah, 57:45 ya. ee sebagaimana yang tadi kami 57:48 sampaikan bahwa ee ini terkait dengan 57:51 usia, terkait dengan histori keluarga 57:54 itu menjadi ee hal yang perlu kita 57:58 sadari dari masing-masing individu ya 58:00 atau bahkan pola hidup misalnya tadi 58:03 jarang aktivitas, jarang gerak, kemudian 58:05 ee berat badan sampai obes ya, kemudian 58:09 lagi ee ngerokok. Nah, ini tentunya ee 58:13 kans atau risiko faktor risiko menjadi 58:16 lebih banyak tentunya akan menjadi lebih 58:19 tinggi untuk terkena ya menderita peny 58:24 ee diabetes melitus. Sekali lagi potensi 58:28 atau risiko menjadi lebih tinggi. Bukan 58:30 berarti pasti ya, tapi ee secara 58:33 penelitian resiko adalah potensi untuk 58:36 terkena diabetes menjadi lebih tinggi. 58:38 Nah, pemeriksaannya yang paling urgen 58:42 adalah memang gula darah. Tadi 58:44 disebutkan glukometer sampai saat ini 58:47 itu dengan ee bisa dengan apa? 58:50 menggunakan jarum suntik atau juga bisa 58:51 menggunakan lanset ya yang ee kita 58:54 lakukan pemeriksaan di ujung jari ya. 58:57 Ya, ditekan kemudian darah keluar darah 59:00 keluar itu masuk ke strip ee strip ke 59:03 glukometernya dan kemudian glukometernya 59:05 akan bekerja untuk menunjukkan berapa ee 59:09 jumlah ee gula darah yang pada orang 59:12 tersebut. Nah, [berdehem] 59:14 ee mungkin nah ini ada informasi terba 59:17 terbaru mungkin dari Pak Hendrana 59:18 terkait e glukometer ya. Kalau tadi 59:21 invasif itu karena ditusukkan keluar 59:23 darah. Pakrant mungkin punya informasi 59:25 terkait ada glukometer yang ee tanpa 59:28 mengeluarkan darah atau invasif non 59:31 invasif gitu Pakrana. 59:33 Baik, baik, Dok. Jadi ee alhamdulillah 59:37 kami dengan tim ee kita dapat ee atensi 59:41 dari satu ee perusahaan di Singapura ya 59:45 yang memang ee mereka mengembangkan 59:47 namanya personal device, Dok. 59:49 Heeh. Ya, jadi ee selama ini mereka 59:52 gunakan untuk di komunity-nya di sport 59:55 ya, di olahraga gitu ya, di gym segala 59:57 macam. Nah, ini ee karena apa? dari sisi 1:00:01 ee jurnal kita ada beberapa jurnal dan 1:00:03 itu jurnal kita dibaca oleh mereka gitu, 1:00:05 Dok. 1:00:06 Jadi [berdehem] jurnal kita dibaca 1:00:08 dan menurut mereka nih konsepnya menarik 1:00:10 ya, konsep menarik bagaimana ee ee 1:00:13 mengukur gula gula apa glukosa darah 1:00:15 tanpa pendarahan. Jadi ee kita tadi 1:00:18 menggunakan sinyal PPG tadi, Dok. Sinyal 1:00:20 fotismograf ya. Dan ee dari sini 1:00:23 alhamdulillah ee nanti kapan waktu saya 1:00:25 bisa demokan ya ke langsung secara 1:00:27 offline ya. ee itu terlihat pola yang 1:00:30 sangat-sangat jelas ya ketika ee gula 1:00:33 darah meninggi dan keluar gula darah 1:00:35 dalam keadaan ee rendah itu 1:00:36 sangat-sangat signifikan. Jadi tidak 1:00:38 perlu artificial intelligence, tidak 1:00:41 perlu kecerdasan buatan dan ini 1:00:43 merupakan menurut saya eh satu terobosan 1:00:45 ee dari sisi keilmuan yang bisa di 1:00:47 langsung diaplikasikan. Jadi kalau ini 1:00:49 ee bukan promo ya, mohon izin ya, karena 1:00:52 tapi kalau nanti ingin 1:00:53 ini kebanggaan buat kita loh, Pak. Bahwa 1:00:56 kemudian bisa 1:00:57 menciptakan ee suatu alat ee kesehatan 1:01:01 yang tentunya secara penggunaan akan 1:01:04 lebih memudahkan buat masyarakat gitu 1:01:05 kan. 1:01:06 Mohon izin saya e apa di kamera ya, 1:01:08 nanti kalau mali lebih lebih apa bisa 1:01:10 bisa 1:01:12 ee ee sahabat ee Ikhwan dan Akhwat bisa 1:01:14 langsung ke ee apa ke apa radio apa 1:01:18 ee 1:01:20 silaturahmi ya 1:01:21 silaturahim ya bisa nanti bisa minta 1:01:23 dapatkan mungkin apa mau diemo kelihatan 1:01:26 enggak di sini ya enggak kelihatan ya 1:01:27 sebentar saya saya mungkin saya matikan 1:01:29 dulu 1:01:29 belum kelihatan Pak 1:01:30 saya lihat matikan background sebentar 1:01:37 Yap kelihatan si 1:01:41 oke ini di pergelangan tangan, Pak, ya? 1:01:43 Iya. Jadi ini semacam e personal device 1:01:45 ya. Jadi bentuknya mungkin seperti ini, 1:01:47 Dok. 1:01:49 Oke, 1:01:50 ya. Ini seperti ini. 1:01:51 Oke. 1:01:53 Iya. Jadi nanti di sini ada sensor 1:01:54 berapa sensor dan nanti ee nilainya itu 1:01:58 akan ada di di ini di apa? di handphone 1:02:00 gitu, Dok. Seperti ini, Dok. 1:02:01 Heeh. 1:02:02 Oh, dikonektikan ke aplikasi, ya, Pak, 1:02:04 ya? 1:02:04 Masih seperti ini. Ya, ini kebalik, ya. 1:02:06 Sor, maaf. Maaf. Kebalik, ya. Gini, ya. 1:02:07 Hm. Iya. 1:02:08 Ya. Ya, iya. 1:02:11 Jadi, ee gambar seperti ini ya. 1:02:13 Iya. 1:02:14 Heeh. 1:02:15 Glukos. 1:02:15 Kalau boleh tahu ini yang sudah 1:02:17 diproduksi e Pak Hendrana dan 1:02:18 kawan-kawan begitu 1:02:20 ya. H. 1:02:21 Iya, betul. Kita sudah hilirisasi, Dok. 1:02:23 Dan ini tinggal ee apa kita sebenarnya 1:02:27 kita soft opening ya. Sudah sih sudah 1:02:29 beberapa di ee komunitas sport 1:02:32 itu mereka tertarik ya untuk apa untuk 1:02:34 menggunakan [batuk] 1:02:35 dan dari sisi harga sekitar R jutaan Dok 1:02:38 ya sisi harga ya. Dan ini kan e 1:02:40 sebenarnya ee kalau dari sisi 1:02:42 penghematan jauh berhemat karena kalau 1:02:44 gluukometer itu kan beli 300 tapi kan 1:02:47 kita harus beli test pack-nya kan 1:02:48 lumayan tuh sekitar R.000 apa berapa 1:02:51 Rp80.000 Dan itu mungkin dipakai hanya 2 1:02:53 minggu ya. Kalau ini kan bisa selamanya 1:02:54 bisa gunakan. 1:02:56 Dan intinya itu aja sih ee apa intinya 1:02:59 ee dari empat alat itu ya ee itulah 1:03:02 kenapa ee diperlukan agar bisa disiapkan 1:03:06 di apa di mana di di setiap rumah gitu, 1:03:08 Dok. Ininya, Dok. 1:03:09 Ya, tentunya nanti ke depan kita akan 1:03:12 kasih 1:03:14 diskon khusus untuk pemirsa Rasil ya, 1:03:16 Pak Hendrana ya. 1:03:16 Siap. Siap. Siap, Dok. nanti ee 1:03:18 kebetulan secara ee prinsip nanti kita 1:03:22 akan informasikan secara resmi terkait 1:03:24 dengan glukometer non invasif ini dan ee 1:03:28 buat pemirsa Rasil tentunya akan ada 1:03:30 harga khusus yang bisa ee kita sampaikan 1:03:34 Pak Hrana ini ee sudah masuk artinya 1:03:37 secara tadi ee izin edar dan lain-lain 1:03:39 sudah ee sudah ini ya sudah dapat ya. 1:03:42 Ya, untuk yang ini versi pertama, Dok. 1:03:44 Untuk versi dua kita masuk nanti ke 1:03:45 Alkes ya karena versi pert versi kedua, 1:03:47 Dok ya. Karena nanti versi kedua tuh 1:03:49 nanti ada ada layarnya seperti 1:03:51 smartwatch ya. Jadi ee bisa langsung 1:03:54 pakai apa di jadi ee ee rekan-rekan 1:03:57 ikhwan dan akhwat bisa langsung monitor 1:04:00 secara real time. Jadi pada saat kita 1:04:01 makan itu nanti akan naik tuh gula 1:04:03 darahnya. Pada saat kita puasa kita 1:04:05 turun. Jadi itu secara real time, Dok. 1:04:06 Jadi selama ini kan kita harus puasa ya, 1:04:08 harus puasa 8 jam baru diukur ya. I. It 1:04:12 sangat-sangat tidak nyaman kalau kita 1:04:13 langsung jadi nanti kita langsung bisa 1:04:14 stop. Jangan makan terlalu banyak untuk 1:04:16 gula ya. Karena ini gula darahnya akan 1:04:17 naik. Itu nanti versi dua, Dok. Yang 1:04:20 versi pertama masih menggunakan eh 1:04:22 handphone tapi itu seperti itu juga dan 1:04:25 kita masukkan ke personal device. Jadi 1:04:27 tidak perlu izin eder, dong. Jadi masuk 1:04:29 ke smartp smartp kan gak perluar ya. ini 1:04:32 masuk ke ee ke personal device. Jadi 1:04:34 maksudnya memang tidak di tidak di apa 1:04:37 kita tidak masuk ke apa ke rumah sakit 1:04:39 ya karena memang dia tidak tidak apa 1:04:42 tidak memiliki izin untuk sebagai alkes 1:04:44 tapi sebagai personal device. Tapi nanti 1:04:46 yang kedua itu kita bisa gunakan untuk 1:04:48 di 1:04:48 di rumah sakit Dok atau klinik itu Dok. 1:04:50 Baik, 1:04:52 baik Mas Agus. Kita bangga sekali nih 1:04:54 Mas Agus nih. 1:04:54 Masyaallah 1:04:55 adaana dan tim yang kemudian menciptakan 1:04:58 alat yang sangat ee revolusioner ya, 1:05:03 non invasif loh, Pak Mas Agus. 1:05:05 Tanpa ditusuk, 1:05:06 tanpa ngeluarin darah, kemudian bisa 1:05:08 memperlihatkan indikator gula darah dan 1:05:10 itu bisa eh real time. 1:05:13 Ya, 1:05:13 begitu Mas Agus ya. 1:05:14 Berapa lama risetnya, Pak Hendrana? Nah, 1:05:17 saat kita riset dari tahun 2020, Pak. 1:05:20 Wus. 2020 dan ee alhamdulillah dengan 1:05:23 istri juga ya kebetulan he 1:05:25 ee kita punya keilmuan yang sama dan 1:05:27 alhamdulillah kita juga ber apa punya 1:05:28 apa di dan ini rezeki ya dalam satu sisi 1:05:31 kita enggak perluakan apa ya kita 1:05:33 peneliti itu kan 1:05:34 ee apa meneliti sesuatu yang ada ketika 1:05:38 ada gap masalah kita buat penelitian 1:05:40 untuk mendapatkan solusi dan 1:05:41 alhamdulillah tahun awal tahun ee 1:05:43 kemarin itu kita dapat lamaran dari 1:05:45 Singapura tadi 1:05:47 He 1:05:47 dari perusahaan Singapura untuk ee di 1:05:49 apa di realisasi dan kita dapat royalty. 1:05:52 Masyaallah 1:05:53 seperti itu. Jadi sebenarnya kita 1:05:55 enggak ada roadmap untuk apa untuk 1:05:58 menjadiu yang apa bisa diaplikasikan di 1:06:00 masyarakat ya awalnya. Awalnya. 1:06:01 Iya. 1:06:03 Kita ke pertanyaan kembali Dr. Henri. 1:06:06 Pak Hendrana. 1:06:06 Baik ya. Silakan. 1:06:08 Ada pertanyaan dari Ibu Maria. 1:06:09 Asalamualaikum dokter. 1:06:11 Waalaikumsalam. 1:06:12 Saya ingin bertanya. Kepala saya sering 1:06:15 pusing dan akhirnya mata saya yang 1:06:17 sebelah kanan dioperasi. Sekarang saya 1:06:19 melihat benda-benda itu bergeser atau 1:06:22 miring ke kanan. Apakah hal ini ada 1:06:24 kaitannya dengan gula darah saya atau 1:06:27 karena sakit kepala saya sebelumnya? 1:06:29 Terima kasih. 1:06:31 Baik. Baik, Bu 1:06:33 Maria. 1:06:33 Bu siapa? 1:06:34 Ibu Maria. Dokter. Ibu Maria. 1:06:36 Maria. Ibu Maria. Baik, Bu Maria. Eh, 1:06:40 kita juga perlu harus tahu historical 1:06:43 kenapa kemudian ada operasi di mata, 1:06:47 problemnya apa, itu juga harus kita 1:06:49 ketahui karena ee bisa jadi ya dalam 1:06:52 artian bahwa itu ee penyebab yang sama. 1:06:56 Jadi apakah kemudian problemnya di di 1:06:59 apa ee metabolis metabolik jadi ee 1:07:03 darah, pembuluh darah, jantung atau 1:07:05 kemudian secara lokal yang berada di 1:07:08 sekitar kepala, otak, kemudian mata, 1:07:11 telinga dan itu ee ya perlu perlu 1:07:15 mendeteksi, perlu pemeriksaan lebih 1:07:17 lanjut. Jadi historical kenapa kemudian 1:07:20 ibu dioperasi, jenis operasinya apa. 1:07:23 Nah, itu ee menjadi penting data-data 1:07:26 itu. Apakah ada kaitannya atau tidak? 1:07:29 Demikian. 1:07:30 Baik. Ada Ibu Nurul, dokter di Dubai. 1:07:35 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:36 wabarakatuh. 1:07:37 Waalaikumsalam. 1:07:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:39 wabarakatuh, Ibu Nurul. Wah, luar biasa 1:07:41 dari Dubai. 1:07:42 Nurul Dubai. Ee dokter, apakah bisa 1:07:44 diberikan foto beserta nama alat untuk 1:07:47 mendeteksi diabetes? Terima kasih. 1:07:50 Baik, itu nanti menyusul kali Pak 1:07:53 Hendrana ya. 1:07:53 I menyusul nanti di ee nanti admin untuk 1:07:55 ee apa ee radio silaturahmi nanti kita 1:07:59 berikan browur ya. 1:08:00 Dan bisa ada apa ada semacam videonya 1:08:02 juga video demonya ya. 1:08:04 Heeh. 1:08:05 Dan ee tadi harga harga sekitaran 1:08:06 sekitar R jutaan nanti atau nanti ada 1:08:08 diskon khusus untuk ee 1:08:10 Iya. Nanti persisnya kita akan 1:08:11 sampaikan. Kemudian Bu Nurul 1:08:13 begitu. Betul. Baik, terima kasih ee Pak 1:08:16 Hendrana dan juga Dr. Henri. Pertanyaan 1:08:18 terakhir dari Ibu Nurjanah di Singapura. 1:08:23 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:24 wabarakatuh. 1:08:25 Waalaikumsalam. 1:08:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:27 wabarakatuh. 1:08:27 Ee izin bertanya, Dokter. Saya ingin ee 1:08:30 izin bertanya. Selain menggunakan alat, 1:08:32 apakah ada gejala awal diabetes yang 1:08:35 mudah dikenali di rumah? Bagaimana cara 1:08:38 memantau gula darah secara rutin agar 1:08:40 lebih aman? Terima kasih. jazakumullah 1:08:42 khair 1:08:43 ya. Baik, terima kasih. Ee ini Bu siapa? 1:08:46 Saya tadi yang dari Singapura. 1:08:48 Singapura. 1:08:49 Bu Nurjana. 1:08:50 Bu Nurjana. 1:08:51 Iya. 1:08:52 Baik Bu Nurjana. Jadi tanda-tanda khas 1:08:55 ee dari 1:08:57 ee diabetes ee salah ya tiga tiga tiga 1:09:01 ciri khas dia cepat lapar, cepat haus, 1:09:04 dan sering buang air kecil. ini ciri 1:09:06 khas yang sangat tipikal dari ee 1:09:10 diabetes. Tapi tentunya pada banyak 1:09:13 orang juga ee tiga tipikal gejala ini 1:09:17 tidak selalu menyertai gitu loh. Atau 1:09:20 seringki kemudian ee si penderita tidak 1:09:23 menyadari ini gitu loh. Dia sering lapar 1:09:26 jadi sering makan ya. Kemudian sering 1:09:28 buang air kecil gitu ya. ya. Nah, atau 1:09:32 mungkin lagi misalnya ee tadi dia selama 1:09:34 ini makan makan biasa kemudian kok ee 1:09:37 apa ee secara berat badan tidak tidak 1:09:40 naik-naik gitu, kurus terus. Nah, itu 1:09:43 bisa menjadi ee tanda-tanda ya. Tapi 1:09:47 sekali lagi bahwa kemudian pemeriksaan 1:09:51 yang secara objektif itulah yang 1:09:53 kemudian bisa memberikan data yang 1:09:56 akurat dari gula darahnya, gula darah 1:09:58 puasa ya. Itulah yang kemudian bisa 1:10:02 mendiagnosa secara tepat exactly bahwa 1:10:05 kemudian oh ini memang ee kencing manis, 1:10:09 oh ini memang diabet. Demikian Bu Nur 1:10:11 Janah. 1:10:12 Baik, terima kasih Dr. Hendri atas 1:10:15 jawabannya dan kita sudah berada di ee 1:10:18 akhir acara. Sebelum kita tutup, saya 1:10:20 ingin ke Pak Hendrana mungkin ingin 1:10:22 memberikan kesimpulan sebelum nanti ke 1:10:24 Dr. Hendri. Silakan, Pak Hendrana. 1:10:26 Alhamdulillah. Ee jadi sebenarnya tadi 1:10:28 kembali ya, bagaimana kita bersyukur 1:10:30 terhadap nikmat Allah dalam menjaga 1:10:32 tubuh kita karena kita mendapat amanah 1:10:34 dari Allah ya. Jadi ee tadi jaga pola ee 1:10:37 pola hidup ya, makan ee tidur ya. Jadi 1:10:41 ee kemudian ee gunakan sunah-sunah rasul 1:10:43 sebenarnya itu juga menurut saya sesuatu 1:10:46 ee tindakan preventifnya menurut saya 1:10:47 sudah terbukti ya. dan siapkan tadi 1:10:50 kembali kepada untuk sehari-hari siapkan 1:10:52 alat-alat ee pertama adalah tensimeter, 1:10:55 kemudian puls oximeter, kemudian eh 1:10:58 termometer dan terakhir adalah 1:10:59 glukometer yang di di apa yang digunakan 1:11:02 untuk bisa [batuk] mendiagnose secara 1:11:05 preventif gitu. Terima kasih. 1:11:07 Baik, Pak Hendrana. Dr. Henri dari 1:11:09 Klinik Wismari. Silakan, Dokter. 1:11:11 Baik. Eh, ikhwan akhwat eh pemirsa Radio 1:11:15 Silaturahmi di mana pun berada eh bahwa 1:11:18 kesehatan ini menjadi modal yang sangat 1:11:20 basic dan sangat mendasar dan sangat 1:11:22 penting buat kehidupan kita. Karena 1:11:25 tanpa sehat tentunya akan sangat 1:11:27 mengganggu aktivitas kita, ibadah kita, 1:11:30 dan lainnya. tentunya dengan kita terus 1:11:34 menjaga kesehatan kita, mendeteksi tadi 1:11:38 disampaikan ee mungkin juga perlu 1:11:40 peralatan-peralatan yang ee basic untuk 1:11:43 berada di lingkungan kita menjadi 1:11:46 pelengkap kita untuk tetap menjaga 1:11:48 kesehatan. Demikian 1:11:50 baik, Dokter. Terima kasih banyak, Dr. 1:11:53 Hendri dan juga eh Pak Hendrana. Dr. 1:11:57 Hendri ini, ikhwan akhwat, beliau dari 1:11:59 klinik Wismari. Bagi Anda yang ingin ee 1:12:02 klinik Wismari ini buka setiap hari, 1:12:05 Dokter ya. 1:12:06 Ee buka dari Senin sampai dengan Sabtu 1:12:10 dari pukul 09.00 hingga pukul 19. Ee ee 1:12:14 19 malam. 1:12:15 H. Jadi ee layanannya ada layanan dokter 1:12:19 umum, layanan kebidanan, ee spesifiknya 1:12:23 adalah vetomaternal, kemudian 1:12:25 infertility. Bagi ee mungkin ee pasangan 1:12:28 yang belum mempunyai anak bisa 1:12:30 berkonsultasi di sana. Ada dr. Rizki 1:12:32 Rizki Isnaini. Kemudian ee unggulan kita 1:12:36 adalah ee fisioterapi 1:12:39 eh home healthcare. Jadi buat pemirsa 1:12:41 yang kemudian ada orang tua atau 1:12:44 keluarga yang membutuhkan layanan di 1:12:46 rumah, perawatan baik caregiver maupun 1:12:48 rawat inap bisa menghubungi dari klinik 1:12:52 Wismari. 1:12:53 Hm. Jadi klinik Wismari ini lebih ee 1:12:56 ringkasnya klinik rehabilitasi, home 1:12:58 care dan fisioterapi. 1:13:00 Iya. Ada satu lagi. 1:13:01 Iya, dokter. ee ee terapi wicara. Jadi 1:13:05 terapi wicara. Terapi wicara terapi 1:13:07 dan kemarin sebagaimana minggu lalu kita 1:13:11 launching terkait dengan brand mapping. 1:13:13 Iya. 1:13:15 Dan bagi ikhwan dan akhwat yang ingin ee 1:13:19 konsultasi di Klinik Wismari bisa 1:13:21 menghubungi di 0811 1:13:24 90035432. 1:13:26 Betul. 1:13:27 Betul. 1:13:29 Iya. Alamatnya di Jalan Haji Nawi Raya. 1:13:31 nomor 5D RT 10 RW2 Gandaria Selatan, 1:13:37 Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta 1:13:39 Selatan. Lebih tepatnya lebih dekat ke 1:13:42 Pondok Indah Mall ya, dokter? Ya, 1:13:44 betul dekat Radio Dalam Pondok Indah 1:13:46 Mall ataupun ee ITC Fatmawati ya. 1:13:50 Iya. Baik, demikian ikhwan dan akhwat. 1:13:53 Jumpa kita dalam program Info Sehat di 1:13:58 siang hari ini bersama Dr. Henri 1:14:00 Hidayatullah dari Klinik Wismari dan ada 1:14:03 Dr. Hendrana. Terima kasih kepada ee 1:14:07 narasumber kita. Semoga selalu sehat 1:14:11 walafiat. Terima kasih dokter. Kami 1:14:13 mohon. 1:14:13 Terima kasih Mas Agus. Terima kasih, Pak 1:14:15 undur diri. 1:14:16 Terima kasih pemirsa Rasil. 1:14:19 Siap. Kami mohon undur diri dari ruang 1:14:21 dengar Anda. Ikhwan dan akhwatifah. 1:14:25 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:27 wabarakatuh.