Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:07 Brail TV. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:14 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahiabbil alamin. 0:19 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:21 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan 0:23 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:25 subhanahu wa taala. Bagaimana kabarnya 0:27 di pagi? Mohon maaf di siang hari ini 0:31 senang sekali kami dapat kembali 0:33 menjumpai ikhwan dan akhwat dalam 0:36 program Info Sehat di edisi hari ini 0:40 tepat di hari Sabtu di tanggal 2 Agustus 0:44 2025. 0:46 Ada dua narasumber kita yang telah 0:48 hadir, ada Dr. Henri Hidayatullah dari 0:53 Klinik Wismari dan Dr. Eka Mus 0:58 Musridarta, SPN. KIS, MS atau Mars dari 1:03 Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. 1:05 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06 wabarakatuh. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. 1:10 Sehat ya? 1:11 Alhamdulillah. 1:13 Ini alhamdulillah kita 1:14 alhamdulillah 1:15 di hari ini ada program baru, dokter. 1:19 Iya. 1:20 Iya, dokter ya. 1:21 Ya, 1:22 monggo, Dokter. 1:22 Siap. [tertawa] 1:23 Siap, Mas. Mas Agus, Dr. Eka, para 1:26 pendengar Radio Silaturahmi di mana pun 1:30 berada. Ee sangat senang sekali 1:32 betul 1:32 ee siang hari ini kita bisa bersua, 1:35 bertiga dan tentunya bersama dengan 1:37 pendengar Rasil. Semoga para pendengar 1:41 hasil dalam kondisi sehat dan penuh 1:43 berkah Allah subhanahu wa taala. 1:45 Amin. 1:45 Baik. Ee kali ini ee agak berbeda 1:49 mungkin dari minggu-minggu lain dengan 1:52 topik ee tentang info sehat. 1:56 Heeh. 1:57 Info sehat ini kita coba gulirkan. 2:01 Semoga berbagai informasi kesehatan, 2:03 berbagai informasi tentang medis bisa 2:06 kita sajikan kepada pemirsa. dan semoga 2:09 bermanfaat ke depannya ee pada minggu 2:12 setiap minggu pertama dan minggu ketiga 2:14 di setiap bulan mudah-mudahan kita bisa 2:16 bersama untuk berbagi dengan 2:19 narasumber-narasumber yang tentunya 2:21 kompeten, profesional, dan bisa 2:24 berinteraksi dengan 2:26 Heeh. 2:26 pendengar hasil. 2:28 Heeh. 2:28 Begitu, [berdehem] Mas Agus. 2:29 Siap, Dokter. Terima kasih, dokter. Dan 2:32 tema kita di hari ini tentang brand 2:34 mapping, ya. Optimalkan otak anak-anak 2:36 Anda. 2:36 Iya. E brand mapping, optimalkan otak 2:39 anak Anda. 2:40 Heeh. 2:40 Kebetulan sekali kalau kita ingat nih 2:43 ya, ini kan bulan Agustus. 2:44 Iya. 2:45 Selain bulan kemerdekaan tentunya sangat 2:48 dekat dengan bulan di mana tahun ajaran 2:51 baru, 2:52 anak-anak baru sekolah, i. 2:54 Nah, para orang tua 2:56 akan sangat konsern, terutama emak-emak 2:59 nih ya. 2:59 Heeh. He. 3:00 Emak-emak sibuk mempersiapkan 3:02 perlengkapan sekolah, 3:03 fokus gimana anak-anaknya bisa 3:05 berprestasi. 3:06 Heeh. 3:07 Optimal dalam belajar. Nah, kita 3:11 di tengah kita itu hadir dr. Eka, Mas 3:13 Agus. 3:14 Heeh. 3:14 Para pemirsa, Dr. Eka ini beliau 3:17 spesialis neurolog ya, lulusan Fakultas 3:21 Kedokteran Universitas Indonesia, dokter 3:23 umumnya tahun '93. berikutnya 3:25 melanjutkan lagi ke spesialis neurolog 3:28 di kampus yang sama dan terus lagi ada 3:33 magister administrasi rumah sakit 3:35 kemudian konsulen intensifis. Jadi 3:38 beliau ee luar biasa kompetensinya dan 3:40 satu lagi beliau fellowship di bidang 3:44 quantitif 3:45 elektroencevalogram 3:47 yang berkaitan dengan topik kita bahas 3:51 siang ini. 3:51 H itu dia 3:53 begitu Mas Agus. Baik. Nah, ee terkait 3:56 dengan hal itu ee dokter ee mengapa ee 4:02 penting atau banyak orang tua yang ee 4:06 ingin anaknya saya langsung ke fokus 4:09 i 4:09 langsung kepada pertanyaan lebih fokus 4:12 yang ingin anak lebih fokus dan 4:13 berkembang maksimal. Nah, brain mapping 4:15 ini sebenarnya apa, Dok? Dan bagaimana 4:18 bisa membantu anak-anak atau mungkin 4:19 dokter ingin memperkenalkan diri? 4:21 Silakan, Drter Ek. 4:23 Ek. Iya, terima kasih. Asalamualaikum. 4:25 Puji syukur kepada Allah kita bisa 4:26 bertemu di sini. Selawat dan salam 4:28 kepada junjungan kita Nabi Besar 4:29 Muhammad sallallahu alaihi 4:30 wasallam wasallam. 4:31 Terima kasih nih Rasil mengundang saya 4:33 dan kebetulan Henri ini teman saya seang 4:35 angkatan 4:35 satu angkatan. 4:36 Jadi [tertawa] kita e FKUI ee masuk 93 4:40 lulus 99 4:41 cuma beliau lebih ke arah pengembangan 4:44 klinik dan saya juga 4:46 di medis gitu. Nah, ngajak nih gimana 4:49 Klinik 4:50 Mismari gimana kita bisa meningkatkan 4:53 kualitas anak-anak kita. Nah, 4:55 selama ini kita ngelihat kualitas ya 4:58 sudah diamati segala macam. Cuma apakah 5:01 ada cara yang lebih objektif? Nah, 5:04 dengan 5:05 karena [berdehem] saya sebagai neuroloh 5:06 ya, dokter ee sebagai saraf yang 5:07 ngurusin saraf, ngurusin otak, kita bisa 5:09 merekam fungsi otak anak kita. 5:13 Hm. He. 5:13 Dengan fungsinya kita bisa tahu, kita 5:15 bisa tahu nih apakah fungsinya sudah 5:17 optimal atau belum. 5:18 Heeh. 5:18 Karena kadang-kadang hasilnya masih bisa 5:21 kita lebih optimalkan lagi. Nah, jadi 5:23 dengan kita lakukan 5:25 suatu mapping ya, perekaman gitu ya, 5:27 kita bisa tahu nih apa yang ada di anak 5:29 kita, 5:30 apakah sudah mencapai istilah 5:33 sunatullahnya dapat giftedanya, tapi 5:36 jangan-jangan masih bisa kita optimalkan 5:38 lagi potensi anak-anak kita. Nah, itu 5:41 sebagai pembukaannya. 5:42 Iya. Nah, berarti kan pemetaan otak nih. 5:46 Heeh. 5:46 Dokter Eka itu pakai alat apa sih, Dok? 5:49 Sebenarnya, Dok? 5:50 Sebenarnya suatu alat medis ya, 5:53 bukan alat baru ya. Jadi 5:54 kalau kita lihat sejarahnya sejak 1875 5:58 ee dokter-dokter itu mulai meneliti 6:02 gimana perilaku waktu itu pada hewan 6:04 percobaan ya. Wah, direkam dulu kita 6:06 kayak praktikum faal gitu ya. Nah, sejak 6:08 1920 6:10 sudah bisa direkam pada binat coba dan 6:11 pada manusia. 6:13 Jadi, sudah hampir 100 tahun alat ini 6:16 sudah ada. 6:17 Oke. 6:17 Cuma kalau dulu baru nyari, 6:19 oh adakah penyakit pada otak seseorang? 6:22 Apakah ada kejang, ada stroke, ada 6:25 perdalan dan lain sebagainya. 6:26 I. Nah, jadi baru nyari penyakit nih. 6:29 Padahal di Amerika sejak 1970-an 6:33 sudah juga dikembangkan dari EEG berubah 6:35 menjadi QEG untuk melihat bagaimana pola 6:38 perilaku seseorang. 6:39 Jadi istilahnya mungkin 6:41 kenapa orang berperaku. Nah, 6:43 saya sampaikan ee para pemirsa. Jadi 6:45 kalau EEG itu ee lebih ke arah 6:47 diagnostik ya. 6:48 Iya. 6:48 Eh namanya elektroenfalogram. 6:52 E encefalografi 6:54 e jadi EEG. Kalau ini ee yang digunakan 6:57 oleh dr. Eka adalah QEG 7:00 kuantitatif 7:01 kuantitatif elektroencefal encefalog. 7:05 Lanjut, Dok. Jadi ee jadi sebenarnya 7:08 kalau 7:10 ee untuk anak-anak nih ya, untuk 7:11 anak-anak ee anak-anak yang bagaimana 7:14 sih yang perlu yang perlu apa atau 7:17 disarankan ya? 7:17 Iya. untuk pemeriksaan dengan e QEG ini 7:20 atau dengan brand mapping. 7:22 Nah, jadi biasanya kalau orang kan kalau 7:24 ada masalah mencari gitu kan. Nah, jadi 7:27 apa sih biasanya yang sering masalah 7:28 pada anak kita 7:29 sering gangguan konsentrasi. 7:32 Misalnya ee mulai kok belajarnya enggak 7:34 bisa duduk tenang. Kenapa nih? 7:37 Atau kok jadi mengingatnya susah 7:40 atau 7:41 ee buat belajar kok nilainya jelek. Nah, 7:44 kalau misalnya atau anak yang lebih 7:45 kecil ya 7:46 Heeh. dibanding teman-temannya kok 7:48 bicaranya telat ya. Nah, gitu kalau kita 7:52 mau cari. Cuma 7:54 yang juga kita target kita adalah bukan 7:56 hanya pada anak yang memang kelihatan 7:59 bermasalah, pada anak yang kesannya 8:01 sehat, 8:02 apakah bisa kita lebih tingkatkan lagi 8:04 potensinya? 8:05 Oke. Eh, I see. Jadi, bisa melihat baik 8:09 yang tanda kutip ee ada gangguan ataupun 8:12 juga yang kita sehari-hari lihat kita 8:14 normal gitu. itu bisa kita bisa kita 8:17 deteksi. 8:18 Heeh. 8:18 Oke 8:19 ya. Kayak kita misalnya check up lah. 8:22 Kan check up 8:23 ke misal ke dokter yang sakit iya 8:26 berobat. Tapi kan ada yang sehat tapi 8:27 tap check up juga. Oh ternyata ketahuan 8:30 apa-apa masalahnya. Nah jadi kita bisa 8:33 lebih perbaiki fungsi otak. Oke. 8:37 Ini ee mungkin bisa menggambarkan, Dok. 8:41 Pemeriksaannya seperti apa sih, Dok? 8:42 ininya ee gambarannya berapa lama 8:45 pemeriksaannya? 8:47 Mungkin kalau mau di ini di videonya ya 8:50 coba saya 8:51 Oke, ditayangkan Dok ya 8:53 dia 8:58 apakah sudah terlihat? 8:59 Hm. 9:00 Ya. 9:00 Nah, ini waktu itu kita mulai ee di 9:03 Indonesia memang baru sejak 9:05 2015 kita melakukan ini. Ini saat 9:08 pandemi pun kita kerjakan. Jadi akan 9:10 kita pasangkan cap ke kepala anak kita. 9:14 Oke. 9:14 Nah, jadi ini suatu standar medis ya. 9:18 Ratusan tahu buat meriksa gelombang otak 9:21 kita tempelkan cap. Jadi kayak kalau 9:23 orang jantung kan tempel di dada, ini 9:25 tempel di kepala. Jadi kita pasangkan 9:27 cap. 9:28 Heeh. 9:28 Pemeriksaannya sih tidak lama sekitar 5 9:31 menitan ya. Mungkin ditambah masang 9:33 cap-nya 5 menit lagi ya. Tergantung 9:35 bagaimana apa ee kepala anaknya. gampang 9:38 enggak kita pasang gitu. Misalnya kalau 9:40 rambutnya tebal ya pasti harus kita 9:41 sisir-sisir dulu. 9:43 Jadi e kalau memeriksa cukup keramas 9:45 sehari sebelumnya 9:46 sehingga bisa kita rekam. Sudahud 9:48 [berdehem] 9:49 dari hasil itu nanti kita dapat 9:50 hasilnya. itu ee berapa lama kalau tadi 9:54 pasang cap sampai kemudian diperiksa 9:57 selesai 9:57 ngerekamnya kan sekitar 5 menit 10:01 ee buat masang ininya sekitar 5 menit 10:03 administrasilah ngisi-ngisi apa menitah 10:06 sekitar ya 15 20 menit sudah selesai 10:10 kemudian ya kita olah karena olahnya 10:12 pakai ee kita ada program khusus jadi 10:15 hasilnya bisa cepat kita tampilkan. Oke. 10:19 Nah, 10:20 kalau ada anak-anak yang kadang kan ini 10:22 ya 10:23 enggak bisa diam tuh. Nah, itu gimana 10:25 tuh, Dok? 10:26 Nah, jadi ee kalau buat anak yang normal 10:29 kan memang bisa duduk tenang. 10:30 Nah, saya juga ee banyak pasien yang 10:32 misalnya anak berputan khusus jadi masih 10:34 gaduh bisa 10:35 ya kita bedung, kita peluk. 10:37 Oke, ya. Sudah kita 10:39 I. 10:40 Eh, untuk usia sendiri. 10:43 Jadi, pasien saya paling muda 13 bulan. 10:46 Oke. Oh, 13 bulan. 30 bulan. Jadi bukan 10:49 karena bayi enggak enggak bisa ya bisa 10:52 tapi cap bayi itu ukurannya 10:55 terbatas terbatas. Jadi e agak sulit 10:58 saya buat cap bay. Jadi saya cap anak 11:00 gitu kan anak kan di atas ee 1 tahun. I 11:03 pasien saya paling dewasa 87. 11:05 87 tahun. 11:06 Jadi siapapun yang ee otaknya mau kita 11:10 periksa bisa kita lakukan. 11:11 Iya. Artinya tidak hanya buat anak-anak 11:13 sekolah, 11:14 tidak hanya 11:15 mahasiswa, pekerja segala macam bisa 11:17 juga ya. 11:18 Luar biasa. 11:18 Ini ada pagi ini segmen untuk anak 11:21 duluak sekolah. 11:22 Ini bisa dilakukan di luar rumah sakit. 11:25 Bisa. Jadi itu yang tadi saya bilang 11:27 dulu kita lakukan pada saat pandemi 11:30 terpaksa kan enggak bisa ngumpul. Nah, 11:32 petugas saya yang 11:34 datang misalnya dikumpulkan klinik mana 11:36 nanti. Nah, jadi dari klinik Wismari 11:38 nanti ke situ kita periksa. Jadi, Mas 11:42 Agus 11:42 untuk ee narasumber kita Dr. Eka ini 11:45 kerja sama dengan sebagai konsultan di 11:48 Wismari, klinik Wismari yang berada di 11:52 Jalan Hajiwaya nomor 5D, Jakarta 11:55 Selatan. Heeh. 11:56 Nah, untuk ee pemeriksaan segala macam 11:59 itu tentunya akan ee bisa dilakukan 12:03 Heeh. 12:04 Dengan misalnya janjian terlebih dahulu 12:06 nih ya kontak ee pihak admin dari Klinik 12:10 Wismari. 12:11 Klinik Wismari itu apa, Dok? 12:13 Klinik utama Wismari. Jadi, klinik yang 12:17 saat ini ya unggulannya memang di 12:20 ee fisioterapi, home healthc 12:23 ya. Ee kemudian lagi ada dokter umum, 12:26 dokter fisioterapi, 12:28 brand mapping yang kemudian memang kita 12:30 gulirkan di bulan Agustus. 12:32 Hm. 12:33 Gitu. Brand mapping. Ada juga dokter 12:36 kebidanan baik itu vetomaternal maupun 12:40 dokter spesialis subspesialis 12:42 infertilitas. 12:43 Heeh. Jadi, bagi para pemirsa yang punya 12:47 keluhan kesulitan anak segala macam bisa 12:50 ee konsultasi, bisa melakukan 12:52 pemeriksaan di klinik Wismari. 12:54 He. 12:55 Nah, tadi eh brand mapping sudah 12:57 dijelaskan sama drika. Ini kegunaan 12:59 brand mapping buat anak-anak ini apa 13:01 sih, Dok? Gitu. 13:02 Jadi, kita bisa lihat misalnya gangguan 13:05 apa menyebabkan kok hasilnya enggak 13:07 bagus. Jadi, buat gampang gini ya, 13:08 misalnya anak kita nilai pelajaran 13:11 jelek, suruh ngapain, Mas Agus? belajar 13:14 belajar 13:15 kalau [tertawa] 13:16 kalau masalahnya di gelombang yang 13:17 ngatur belajar. Nah, secara umum ya ada 13:20 gelombang namanya delta, teta, alfa, 13:22 beta, gama. 13:24 Jadi ada gelombang yang ngatur tidur, 13:26 ada ngatur memori, ada ngatur mood 13:29 konsentrasi, ada ngatur belajar dan atur 13:32 pengambilan keputusan. Nah, jadi 13:33 misalnya gini, nilai jelek 13:35 belum tentu di gelombang belajar salah. 13:37 Jangan-jangan di gelombang yang mengatur 13:39 tidur. 13:40 Nah, gimana kayak gini? Kayak kita lah 13:42 begadang. Heeh. 13:43 3 hari 13:45 enggak kita belajar begadang kayak 13:46 duluah kita begadang 3 hari kuat tapi 13:49 besok pagi kan kalau anak sekarang 13:50 bilang bawannya senggol bacok 13:52 emosinya enggak bagus. Jadi buat ujian 13:55 ah malas karena anak saya bilang BT 13:57 mager. Nah gitu. Jadi 13:58 ah jangan-jangan gangguan di kualitas 14:00 tidur 14:01 atau gangguan di gelombang tetangga 14:03 gangguan memori. 14:04 Nah kalau memori itu contohnya anak 14:06 saya. 14:06 He 14:06 anak saya itu kalau diajarin 14:09 Heeh. 14:10 terus ditanya lagi bisa. He. 14:12 Tapi kalau ditanya 3 minggu kemudian dia 14:15 bilang memang pernah diajarin 14:17 asih 14:18 peristiwa ngajarin apalagi yang diajar. 14:21 Nah, jadi yang harus dibenerin 14:22 memorinya. 14:24 Nah, 14:25 atau tadi gelombang yang ngatur mood 14:27 konsentrasi. 14:28 Oke. 14:29 Nah, mood konsentrasi is kayak giniilah. 14:31 Kalau kita senang bola, 14:32 kita tahu, "Wah, ini pemain nomor 14:34 punggung dua transfer dari mana? Nomor 14:37 tuuh golin berapa kali." 14:38 Tapi kalau kita mood-nya enggak ada, 14:39 cuma ngelihat orang lari-lari ngir bola. 14:41 Nah, [tertawa] sama kalau mood pas dia 14:43 ke sekolah yang enggak bagus, ya sudah 14:45 informasi dari gurunya 14:47 kedengar tapi enggak masuk. Nah, 14:50 oke. Jadi, ini sebenarnya buat pesan 14:52 buat para orang tua jangan langsung 14:54 men-judge anaknya 14:56 bodoh. 14:56 Karena bisa jadi problemnya bukan 14:58 masalah IQ. Problemnya bisa jadi nanti 15:00 tadi pola tidur, pola mood ya kan 15:03 mood, konsentrasi, 15:04 konsentrasi segala macam. Dan itu bisa 15:05 dideteksi dengan QEG brand mapping ini. 15:09 Begitu ya, Dok ya. Iya. Oke. 15:12 Nah, sekarang nih, Dok, 15:15 terkait dengan ee apa brand mapping ini 15:18 ya. Jadi kalau dari hasil kan tadi 15:21 bicara tentang gelombang tuh ya, 15:22 gelombang alfa, teta, segala macam ee 15:25 dari hasil setelah diperiksa pakai cap 15:27 segala macam ee hasil yang akan 15:30 didapatkan oleh orang tua itu laporannya 15:33 macam mana? 15:34 Nah, coba kita lihat gambarnya. Oke, 15:37 lihat gambar lagi. 15:38 Nah, ini adalah peta dari otak yang kita 15:41 bilang brain mapping. 15:43 Bagaimana gelombang delta, teta, alfa, 15:46 beta, dan gamma. Jadi saya seperti dulu 15:48 kita belajar ee peta kalau gunung 15:51 warnanya apa, laut warna apa karena dua 15:53 dimensi kan. Nah, tapi dari sini kita 15:55 bisa tahu nih, oh bagaimana pola 15:57 gelombang-gelombang tadi yang gelombang 15:59 ngatur tidur, ngatur mood, ngatur 16:01 konsentrasi, ngatur kemampuan belajar, 16:04 dan yang tidak kalah penting sering ee 16:06 anak-anak kita gangguannya di problem 16:09 solving. Jadi maksudnya perencanaan 16:11 jangka panjang. Jadi nih anak ini 16:12 misalnya 16:13 tambah-tambahan kali-kalian bisa bagus. 16:15 Hm. 16:16 Tapi kalau [berdehem] dikasih soal 16:17 cerita yang panjang kan hasil A buat ke 16:20 B, B buat ke C kan gitu ya. Tanggung 16:21 jawab. Cuma kadang-kadang data A di 16:23 tengah, 16:24 Heeh. 16:24 B di depan, C di 3/4 akhir. [berdehem] 16:27 Dia bingung nih enggak bisa ngerjain. 16:28 Tapi kalau disuruh ayo ngerjain itunya 16:30 dulu bisa ngerjain itu bisa. Tapi kalau 16:32 dikasih soal yang lengkap ya 16:34 kehidupan sehari gitu. Jadi 16:36 perencanaan langsung bingung anaknya. 16:37 Nah jadi 16:38 enggak bodoh. Tapi problem solvingnya 16:40 enggak bagus. [berdehem] Jadi lihat 16:42 gelombang 16:43 gelombang mana yang 16:44 kurang optimal untuk usianya. 16:47 Oke 16:48 gitu. 16:48 Ee boleh ditampilkan lagi. Nah ini ya 16:50 dia. 16:50 Heeh. itu ya. Jadi ini ee jadi bisa 16:54 melihat 16:55 ee jadi apa aja, Dok? Masalah fokus. 16:58 Jadi 16:58 masalah 16:59 sebenarnya kita bisa lihat ada 17:04 ya fokus kemudian masalah mood. 17:06 Nah, ini apa yang bisa lihat? 17:08 Nah, ini nih aspek 17:09 bisa bagaimana pola istirahat. Jadi 17:12 bukan jam istirahatnya ya. Jadi apakah 17:14 tidurnya berkualitas? Jadi pas bangun 17:16 pagi dia sudah segar atau belum. 17:18 Heeh. Heeh. 17:18 Kita bisa lihat bagaimana terhadap 17:20 lingkungan kan banyak anak sekarang yang 17:22 istilahnya cuek gitu ya. Nah, kenapa 17:24 janj memang gelombang yang buat 17:26 sosialisasi dia belum berkembang dengan 17:28 sempurna. Kita bisa lihat daya ingat, 17:31 konsentrasi, manajemen stres. Karena ada 17:33 anak yang kalau lagi biasa bagus tapi 17:35 tiba-tiba lagi ada stresor ujian, 17:37 tekanan langsung berantakan. Nah, kita 17:40 bisa lihat tuh fokusnya, regulasi, 17:43 gimana dia ngambil keputusan. Nah, kita 17:45 bisa lihat dari gelombang otaknya. Hm. 17:48 He. Jadi cukup banyak nih pola istirahat 17:51 saya, kesadaran terhadap lingkungan, 17:53 daya ingat, konsentrasi, manajemen 17:55 stres, regulasi emosi, fokus, inovasi, 17:58 pengetahuan, dan pengambilan keputusan. 18:00 Iya, 18:00 cukup komplit ya. 18:02 Ya, fungsi otak yang kita petakan. 18:04 Oke. Nah, kalau QEEG ini kan ee selama 18:10 ini kan lebih familiar misalnya tes 18:11 psikologi itu ya. 18:12 Iya. 18:13 Ah, bedanya tuh apa tuh, Dok? Nah, jadi 18:15 sebenarnya ini ee kalau secara ilmu 18:18 adalah lebih advance dari tes psikologi. 18:20 Kalau tes psikologi kan kita nanya ee 18:23 diamati gitu ya memang benar. Cuma 18:26 kadang-kadang ada beberapa yang enggak 18:28 bisa hanya kalau dilihat dan ditanya. 18:30 Ya, sebagai gampang kalau kita dokter 18:32 deh. 18:33 Saya ngaku ee 18:36 demam bisa dipegang 18:37 artinya dia enggak dia ngakunya tidak 18:39 soraku. Demam 18:40 demam. Ternyata setelah diperiksa enggak 18:42 demam. He. Jadi ini lebih objektif. 18:44 Heeh. 18:44 Saya tensinya tinggi. 18:46 Kalau cuma ngomong kan enggak bisa 18:47 diuban. Harus kita 18:49 tensi. Nah, jadi ini objektif. Objektif. 18:52 Kenapa berperilaku seperti itu? Karena 18:55 ada perintah dari otaknya. Nah, perintah 18:57 otaknya itu yang kita 18:59 kita tangkap. 19:00 Jadi lebih ke arah bisa disimpulkan tes 19:02 psikologi lebih ke arah subjektivitas 19:05 ya. Pemeriksaan-periksaan kan banyak 19:06 nanya ya. 19:07 Nanyanya 19:08 nanya sementara di sini objektivitas. 19:10 Tapi tentunya saling melengkapi dong. 19:11 Saling melengkapi. 19:12 Saling melengkapi. 19:13 Jadi kalau dari ilmunya namanya 19:14 neurobhavioral. 19:16 Neurobhavioral. 19:17 Ilmu perilaku tapi berdasarkan 19:18 [berdehem] 19:19 perintah dari otak. 19:20 Oke. 19:22 Tanda-tanda anak yang sebaiknya segera 19:24 diperiksa brand mapping-nya apa, Dok? 19:25 Nah, tadi tuh pertama ya kok nilainya 19:28 dibanding temannya kok enggak bagus ya? 19:31 Nah, kenapa? Terus konsentrasinya atau 19:34 kalau kok temannya main ke mana dia 19:36 enggak punya teman? Nah, apa sosialisasi 19:39 bagus 19:40 atau gampang emosi. Jadi dikasih tugas 19:43 langsung stres apa segala macam. 19:45 Bahkan kalau anak lebih kecil 19:46 kadang-kadang sampai tantrum. 19:48 Kalau disuruh apa misalnya dia ingin 19:49 sesuatu 19:50 enggak diberikan keinginannya 19:53 guling-guling, banting-banting barang. 19:54 Nah, [berdehem] 19:55 kita mau lihat nih kenapa dia 19:56 berperilaku seperti 19:58 itu. Jadi perilaku itu tidak ada yang 20:01 salah, tapi apakah cocok dengan kelompok 20:03 usianya? I see. 20:05 Nah, jadi kayak bayi nangis wajar 20:08 tapi udah anak SD kalau enggak dikasih 20:10 permen nangis enggak wajar nih. 20:12 Dia harus sudah mulai pendewasaan. Nah, 20:15 kita bisa lihat cocok enggak dengan usia 20:17 yang seharusnya. 20:20 Ah, sudah kita bicara mengenai 20:23 manfaatnya, polanya, cara 20:25 pelaksanaannya. Sekarang kalau 20:27 ngedapetin nih, Dok. 20:29 Heeh. 20:29 Ngendapetin sudah pemeriksaan kan dapat. 20:31 Oh, memang ada gangguan nih. 20:34 Treatmen berikutnya gimana tuh, Dok? 20:35 Nah, jadi saya sebagai neurolog, 20:37 he 20:38 kan kita gimana sih memperbaiki fungsi 20:41 seseorang gitu ya, terutama fungsi 20:43 otaknya. Jadi, gelombang-gelombang itu 20:45 bisa kita optimalisasi, maka kita 20:47 namakan neuromodulasi. Nah, seperti 20:50 kayak dokter jantung kan kalau oh 20:52 pasiennya ada gangguan irama jantung 20:53 dipasang alat 20:54 pacemaker buat agar iramanya sesuai ke 20:57 sana. He. 20:57 Saya juga bisa dengan stimulasi 20:59 tertentu, bisaul visual, stimulasi 21:02 auditorik agar otaknya timbul gelombang 21:05 yang kita harapkan. 21:07 H. 21:08 Jadi, istilahnya kayak zaman sekarang 21:09 kan mobil bisa diap gitu ya. Heeh. 21:11 Otaknya kita perbaiki agar fungsinya 21:14 seperti usia yang seharusnya. 21:16 H. itu ee terapi modulasi itu juga untuk 21:20 semua yang tadi indikator-indikator 21:22 tadi. 21:22 Iya. Tergantung masalahnya apa. 21:24 I see. Tapi sebenarnya kalau misalnya 21:26 nih ee artinya kan gini, bisa aja pada 21:30 satu anak bisa problem enggak cuma satu 21:32 unsur dong, 21:33 bisa beberapa itu juga bisa. 21:35 Bisa, bisa. Jadi kadang-kadang ini 21:37 mungkin problemnya banyak tapi 21:39 penyebabnya gelombang yang mana? Nah, 21:40 jadi saya lebih objektif. Nah, kayak 21:43 orang misalnya 21:45 ee pneumoni infeksi paru kan bisa 21:48 keluhannya batuk, keluhannya demam, 21:50 [berdehem] 21:50 keluhannya ee nyari tenggorok dan lain 21:52 sebagainya. Paling kan satu satu 21:53 penyakit. 21:55 Jadi kadang-kadang kita lihat akar 21:57 masalahnya apa. Oh, yang mana. Jadi bisa 21:59 kita perbaiki. 22:00 Ah, berarti gini, Mas Agus. Berarti 22:03 tidak hanya masalah simptom, keluhan. 22:06 Heeh. 22:06 Jadi, yang diobatin adalah penyebab akar 22:10 masalah. He. 22:11 Jadi kausanya. Nah, itu lebih dahsyat 22:13 itu sebenarnya. 22:14 Artinya kalau misalnya tadi ya, misalnya 22:16 ada ee pasien demam, batuk segala macam. 22:20 Jadi enggak enggak cuma ngobatin demam 22:22 sama batuknya. 22:23 He. 22:23 Tapi diobatin akar penyebab sebenarnya 22:25 dia penyakit apa. Nah, kurang lebih 22:27 gitulah ya. 22:28 Jadi mungkin perlu antibiotik, perlu apa 22:30 kayak gitu. Nah, pada kasus ini bisa 22:32 ngedeteksi 22:34 akar penyebab masalah. 22:35 Heeh. 22:36 Bagaimana gelombang otaknya itu baik 22:39 pada anak yang sehat. ataupun misalnya 22:41 juga misalnya pada anak-anak yang memang 22:43 jelas berkebutuhan khusus gitu ya, anak 22:45 kebutuhan khusus kan kadang gaduh 22:46 gelisah, tantr, [berdehem] tidurnya 22:49 enggak sesuai jam e jam 12. malam masih 22:52 bangun, jam .00 pagi sudah bangun. Nah, 22:54 itu nah itu bisa kita lihat nih, oh 22:55 ternyata gelombang yang ngatur tidurnya 22:57 tidak benar. Nah, itu bisa kita 23:00 optimalkan agar bisa sama seperti anak 23:03 yang lainnya. 23:05 Nah, gitu. 23:06 Kalau anak-anak yang suka main gadgetnya 23:08 itu 23:09 nah itu bagaimana, Dok? Apakah bisa 23:10 diobati dengan beringin? He 23:12 main gadgetnya itu yang bikin kita 23:15 namanya ada suatu siklus kita bilang 23:17 namanya di otak siklus papes dia 23:19 mendapatkan kepuasan dari ee melakukan 23:23 suatu tindakan tertentu. 23:24 Nah, 23:25 tergantung tadi otaknya kekurangan 23:27 enggak itu kalau otaknya sudah ngerasa 23:29 cukup puas dia pasti enggak perlu 23:32 mendapatkan kepuasan dari tempat lain. 23:35 Nah, jadi itu yang kita bisa perbaiki. 23:37 [berdehem] He. 23:38 Eah, jadi bukan gadgetnya salahin karena 23:40 gadget memang haruslah zaman sekarang 23:42 ya, tapi nanti 23:44 dia bisa mendapatkan manfaat dari 23:45 gadget. Jadi bukan cuma main doang 23:47 gitu. Perbaikilah otaknya. 23:50 He. Sekarang kalau seandainya nih di 23:53 terapi nih 23:54 Heeh. 23:54 ee pure murni itu menjadi terapi 23:57 satu-satunya terhadap masalah yang 23:59 didapatnya atau gimana tuh, Dok? 24:00 Nah, jadi kita lihat nih apa sih akar 24:02 masalahnya. Oke. 24:03 Misalnya kalau memang 24:05 dia ada gangguan tidur. 24:07 Nah, sering kadang-kadang gangguan tidur 24:09 itu 24:10 gara-gara kita bilang irama sinkardian. 24:13 Nah, kita tahu irama singardian itu 24:14 irama 24:15 ee gelap terang. Karena sunatullahnya 24:17 manusia itu kalau ada matahari 24:20 bangun. 24:21 Enggak ada matahari dia tidur. 24:23 Nah, yang jadi masalah kalau jam 09.10 24:25 malam pakai gadget. 24:27 Heeh. 24:27 Terang. [berdehem] 24:28 Otaknya bilang, "Eh, terang nih." gitu. 24:31 badannya capek otaknya bilang eh kan 24:34 tadi jam 12 ya 24:35 eh apa terang ya kayak jam 12 siang 24:37 ngapain gua tidur gitu tanda jadi antara 24:40 otak dan badan sinkron jadi pas bangun 24:43 pagi badannya selesai istirahat otaknya 24:46 belum selesai istirahat nah jadi kalau 24:49 gitu kita bisa ngatur agar sesuai 24:51 sunatullah lah habis magrib mulai gelap 24:53 nah handphone kan yang baru sekarang tuh 24:55 ada namanya dm biasa habis magrib mulai 24:57 redup nah habis isya selesai salat jam 25:00 09.10 ya sudah semua pancaran cahaya itu 25:04 kalau bisa kita kurangi agar kita masuk 25:06 ke 25:07 posisi tidur sehingga pas bangun pagi 25:10 mulai ada cahaya kita akan bangun. Nah, 25:13 kembali sunatullah gitu. I 25:14 h 25:16 apa sudah ada pertanyaan mungkin 25:18 sudah ada pertanyaan tapi kita jeda dulu 25:19 ya. 25:20 Jeda dulu siap 25:20 kita jeda dulu. Ikhwan dan akhwat yang 25:22 dirahmati Allah subhanahu wa taala 25:24 kami akan jeda sejenak dan kita undang 25:26 Anda untuk bergabung. Sakan kirimkan 25:29 pertanyaan Anda di 0811999720. 25:34 Kami akan kembali setelah jeda berikut 25:36 ini. 25:43 [musik] 25:45 Brail TV [musik] 25:51 silaturahim untuk Islam yang satu info 25:54 sehat bersama eh Dr. Henri Hidayatullah 25:58 dan juga dr. Eka dari Rumah Sakit Pon 26:01 dan dari klinik Wismari. Kalau tadi kita 26:05 berbicara berbincang tentang brand 26:08 mapping terus ee bagaimana penanganannya 26:10 dan segala macamnya, kita akan buka 26:14 termin tanya jawab. Silakan bagi Anda, 26:16 Ikhwan dan Akhwat untuk ee bertanya 26:19 kepada kami di 0811999720. 26:26 Ini ada pertanyaan pertama eh Dr. Eka 26:30 dan juga eh dr. Henri dari 26:35 eh Ihsan. Asalamualaikum warahmatullahi 26:37 wabarakatuh. 26:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:39 wabarakatuh. 26:40 Dok, bisa diterangkan hal menyangkut 26:42 perkembangan otak dan pengaruhnya dengan 26:44 fenomena 26:46 screen time or game yang terlalu banyak 26:48 juga di segi makanan. 26:50 Iya. 26:50 Hm. 26:52 Memang nih jadi masalah ya sekarang ya. 26:54 He. 26:54 Jadi tadi kalau kita terpapar cahaya 26:57 tidak 26:58 Heeh. 26:58 sesuai dengan sunatullahnya itu tadi 27:00 bisa bikin pola gelombang otaknya enggak 27:03 optimal. 27:04 Nah, kemudian kalau makanan 27:06 makanan itu zaman sekarang itu kita 27:08 terlalu banyak makan karbohidrat 27:10 sederhana. 27:12 Karbohidrat sederhana itu misalnya kayak 27:13 boba, kayak apa, milo-miloan dan segala 27:16 macam. Nah, memang karbohidrat 27:18 dibutuhkan tubuh untuk energi. 27:20 Tapi kalau terlalu banyak bisa bikin 27:22 otaknya terlalu on istilahnya. Nah, itu 27:25 jadi gelombangnya enggak gelombang yang 27:28 sesuai. Jadi, kalau kita lihat misalnya 27:29 pada anak-anak dengan bekutan khusus ya, 27:32 kalau dia makannya tidak sesuai dengan 27:34 yang kita anjurkan sering jadi gaduh 27:36 gelisah, susah tidur dan lain 27:38 sebagainya. Nah, jadi pola makan ini 27:41 juga harus kita sesuaikan. proteinnya 27:44 cukup, lemaknya cukup, karbohidratnya 27:47 cukup. Yang sering jadi masalah adalah 27:49 karbohidrat itu berlebih di pola makan 27:51 kita. 27:52 Misalnya apa? Makan nasi uduk. 27:55 Lauknya apa? Ada mie, ada bihun, ada 27:58 pergeda. 27:59 Karbohidrat semua, semua mana protein 28:02 dan lemaknya? Ah, itu yang kadang-kadang 28:04 menyebabkan tadi 28:06 ee otak itu ee kayak pendengar semua kan 28:09 pernah lihat ya otak ya. Otak itu kan 28:11 isinya lemak. Jadi artinya untuk biar 28:13 otak bisa tumbuh sempurna butuh lemak. 28:15 Bukan lemak yang jahat tapi lemak yang 28:17 bagus. Omega3, omega 6, omega9. He. 28:20 Sedangkan kalau karbohidrat bagus buat 28:22 apa? Buat tubuh. Gedein badan. Iya. 28:24 Tapi kan tubuh, otak, dan badan harus 28:26 seimbang. Nah, tadi 28:28 konsumsi karbohidratnya kalau bisa ya 28:30 sesuai dengan kebutuhan, 28:31 konsumsi protein dan lemaknya juga 28:33 sesuai dengan kebutuhan. 28:36 Gitu. 28:36 Betul. 28:37 Baik. Nah, kalau tadi kan dokter juga 28:38 menerangkan tentang brand mapping ini, 28:40 ini apakah nanti setelah ini di eh 28:43 diobatinya seperti apa, dapat obat atau 28:46 bagaimana? 28:47 Jadi pengobatan pada brand mapping kita 28:48 bilang bukan pengobatan ya, kita 28:50 melakukan neuromodulasi. Jadi pola 28:52 gelombang otaknya kita kembalikan ke 28:55 seperti yang seharusnya. He 28:56 bukan obat bukan apa, tapi dengan 28:59 modulasi otaknya kita modulasi bisa 29:02 lewat visual bisa dengan auditori. Kalau 29:05 mau bisa lihat di 29:07 ini ya, 29:07 di layar ya. 29:08 Layar ya. 29:09 Heeh. 29:18 Sudah. Nah. 29:19 Heeh. 29:20 Ini kalau kita terapinya visual. Nah, 29:22 jadi seperti nih anak ini memainkan game 29:25 ya karena anak biar gampang ini ya. Tapi 29:27 sebenarnya bukan tangannya, lihat 29:29 tangannya enggak ini. 29:30 Tapi dari gelombang otaknya. Nah, jadi 29:32 kalau konsentrasinya bagus ini jalan 29:35 kencang lurus tidak nabrak tapi kalau 29:37 konsentrasi terganggu bisa berhenti, 29:40 belok bahkan nabrak dan lain sebagainya. 29:42 Nah, gitu. 29:43 Jadi itu bergeraknya melalui gelombang 29:45 otaknya. 29:46 Oh, tidak ada stik ya. 29:47 Engak ada stik dari gelombang otaknya. 29:48 Jadi bisa 29:48 itu cara belokinnya gimana kalau pakai 29:50 otak, Dok? Nah, itu otak kita tuh 29:52 suatu 29:53 yang maha dahsyat Allah ciptakan otak. 29:56 Nah, jadi kita tahu. Nah, kemudian atau 29:58 juga bisa k melalui satu lagi. 30:01 Satu lagi boleh. 30:02 Nah, ini yang audio. 30:04 Jadi tadi sama kita rekam juga dengan 30:06 gelombang audio diberikan ee gelombang 30:09 tertentu agar pola gelombang otaknya 30:11 sesuai yang kita harapkan. Jadi enggak 30:14 ada obat-obatan minum apa segala macam 30:16 kita ee modulasi baik visual dan 30:18 auditorik. sehingga pola gelombangnya 30:21 menjadi seperti yang kita harapkan. Jadi 30:23 istilahnya kayak kalau kita misalnya 30:25 punya amplifier di rumah deh, 30:27 bass kencang, kencang, vokal kencang, 30:30 tapi harus ada harmonisasi. Nah, 30:32 aturannya sama kayak di radio kan juga 30:34 ngatur suara nih. Nah, sama juga tadi 30:36 gelombang alfa, beta, teta, delta, 30:38 gamanya 30:39 harus sesuai karena kalau enggak sesuai 30:41 perilakunya tidak seperti orang yang 30:44 biasa. Nah, itu yang kita sesuaikan. 30:46 Nah, kalau orang yang suka tell me, Dok. 30:49 Nah, makanya tadi, 30:49 nah ini bisa pakai ini, Dok. 30:51 Gangguannya di mana? Misalnya saya kasih 30:53 [tertawa] mau ngasih contoh nih, ya. 30:55 Saya pernah 30:57 pernah punya pasien. 30:59 Heeh. 30:59 Oke. Contoh kasus nih, ya. 31:01 Contoh kasus nih. Contoh kasus 31:02 kita bisa lihat nih 31:04 IQ-nya rendah. 31:05 Oke. Sor ini tes tes psikolog ya. 31:08 Tes psikologi ya. Jadi ee dia membawakan 31:10 ke saya sebelum di ini ee ada hasil tes 31:13 ee IQ-nya rendah lah gitu. kan artinya 31:17 oh enggak bisa sekolah biasa jadi ee ke 31:19 sana tanda kutip bodoh gitu enggak? Wah 31:21 anak ini bodoh ya tadi 31:23 apakah benar dia IQ yang rendah? 31:25 Ternyata saya periksa dia bukan gangguan 31:28 di 31:29 ee IQ 31:31 tetapi gangguan konsentrasi. 31:33 Nah jadi salin nih 31:35 ee ini kan anak SD 31:36 Sori Sor. Ini IQ-nya berapa? 31:38 80 ya. 31:39 Heeh. Sebelumnya sih ada lebih rendah 31:41 lagi, tapi yang pas terakhir ini abang 31:42 bertiga. Oke. 31:43 Kemudian dia ada gangguan konsentrasi. 31:45 Jadi gini, gurunya bercerita tentang 31:48 perang di Ponegoro. Nah, jadi pas guru 31:50 bercerita kan Pangeran Diponegoro naik 31:52 kuda, masuk gua, naik turun gunung 31:54 berperang dengan Belanda. Itu mungkin 31:56 butuh waktu 5 menit. 31:58 Nah, sehingga ee setelah guru cerita, 32:00 teman-teman ditanya, "Ayo anak-anak, apa 32:02 yang dikerjakan Pangeran Diponegoro?" 32:04 Pasti ngambil kesempulan temannya 32:05 berperang dengan Belanda 32:07 5 menit tuh. Nah, anak ini konsentrasi 32:10 cuma bisa 15 20 detik pertama. Habis itu 32:12 dia udah gadu bisa apa segala yang dia 32:14 ingat 32:15 eh 15 detik pertama Pangeran Boro naik 32:17 kuda ditulis naik kuda. 32:19 Naik kuda. Pertanyaannya [tertawa] 32:21 apa yang dikerjakan Pangeran Borong? 32:23 Naik kuda. 32:24 Bodoh enggak? Enggak bodoh. Tapi 32:26 konsentrasi dia 32:27 sempit. Cuma bisa segitu 32:30 kita perbaiki. Heeh. 32:34 Nah, IQ-nya bisa naik jadi 901 itu. 32:39 Heeh. Jadi normal. [berdehem] 32:40 Nah, nanti bisa kita jadi 32:42 ini kita enggak bikin anak kita lebih 32:44 pintar, bukan. 32:45 Kita kembalikan ke sunatullahnya dia 32:47 berapa. 32:48 Allah ngasih modal misalnya IQ-nya 120. 32:52 Tapi kadang-kadang pas kita tes belum 32:54 segitu. Karena tadi ada masalah medis 32:56 yang mempengaruhi gangguan kualitas 32:58 tidur, memori mood, konsentrasi, 33:01 pengambilan putusan. Nah, 33:02 kita bisa kembali ke sunatullahnya dia 33:04 musuhnya berapa. Nah, jadi kita 33:06 optimalkan pola gelombangnya sehingga 33:09 tadi perilakunya bisa seperti yang 33:11 seharusnya. 33:13 Iya. Cukup menarik ya, Mas Agus ya. 33:15 Menarik. Berarti saya bisa dong, 33:17 bisa 33:17 bisa tabah [tertawa] saya bisa. 33:19 Makanya kita ee J enggak bisa 33:23 tergantung sekarang sudah maksimal 33:25 belum? Kalau sudah maksimal ya sudah 33:26 enggak bisa. Oh, enggak bisa. 33:27 Tapi kan katanya tadi pernah punya kasus 33:29 yang usia 84 tahun. Ada. Jadi kalau 33:33 misalnya pada orang dewasa lebih ke arah 33:34 ini mulai dia gangguan memori gampang 33:37 lupa. Kan sering kan kita nih i 33:39 pakai gini nih. 33:40 Iya. Diam kacamata 33:42 kacamata ada ada di jidatel. Nah 33:45 gangguan memori, gangguan konsentrasi. 33:47 Kan kadang-kadang sering 33:49 kok udah ini capek healing tapi masih 33:51 apa enggak nyaman gitu. Nah 33:53 ternyata motor stresnya tinggi. 33:55 Nah stresnya yang kita perbaiki, 33:57 mood-nya kita benar. Nar tadi masalahnya 33:59 apa? Heeh. 34:01 Nah, terkait terapi nih. Terkait terapi 34:04 itu terapinya ee apa? Sekali, dua kali 34:08 atau gimana tuh, Dok? Atau gimana tuh 34:10 metode ini? 34:10 Biasanya biasanya kita ee terap yang 34:12 auditory itu satu bats ya, satu paket 34:14 gitu ya. Nah, jadi ada dua kali 34:16 perekaman dengan kali modulasi. Nanti 34:19 kita lihat pre dan posnya. Jadi 34:21 objektifnya ada rekaman awal dan rekaman 34:23 akhir 34:24 dan juga secara subjektif kan tetap. 34:27 sekarang apa sih Mas misalnya gangguan 34:29 kualitas tidur kah, mood-nya kah, 34:31 konsentrasinya, [berdehem] kemampuan 34:32 belajar dan lain sebagainya. Jadi 34:33 kadang-kadang kalau udah gini, "Dok, 34:35 anak saya ee temannya udah nambah atau 34:38 nilai sekarang ini bagus atau kata 34:40 gurunya enggak lari-lari lagi di kelas." 34:42 Nah, gitu. Itu subjektif kan perasaan 34:44 dari hewan. Tapi objektifnya 34:46 subjektif 34:46 kita lihat bagaimana pola gelombang 34:48 sebelum 34:49 dan sesudah. 34:51 Oke. 34:52 Ini adanya di klinik Wismari. 34:54 Klinik Wismari. He. 34:55 Ada di klinikari dengan perjanjian, Mas. 34:57 He. Oh, begitu ya. 34:58 Gitu. Nah, tentunya kan ini problem ini 35:02 ee cukup banyak ya di masyarakat cukup 35:04 banyak. 35:05 He, 35:05 cukup banyak. Dan ini bisa kemudian kita 35:08 adop misalnya oleh satu institusi 35:10 sekolah gitu ya. Nah, itu juga bisa ya. 35:14 Jadi ee komunitas populasi dalam jumlah 35:17 besar juga bisa dilakukan Mas Agus. 35:19 Iya. Jadi, bagi Anda ikhwan dan akhwat 35:21 yang ingin e brand mapping optimalkan 35:25 otak anak-anak Anda, Anda bisa langsung 35:30 ee mendatangi klinik Wismari. Begitu. Ee 35:34 untuk bulan [berdehem] Agustus ini akan 35:36 dapat diskon 20% ya, Dok ya. 35:38 He 35:39 20%. Ee password-nya Rasil. 35:43 He. 35:43 Silakan hubungi admin di 0852 35:47 13.150. 150. 35:50 Sekali lagi di 0852 35:53 13.150 35:55 atau eh untuk IG-nya di 35:58 @klinikwismare.hcare. 36:02 Ada pertanyaan dari Bapak eh Primario, 36:06 Dok. Asalamualaikum warahmatullahi 36:08 wabarakatuh. Waalaikumsalam 36:10 warahmatullahi wabarakatuh, 36:12 Pak Wongso. Ee saya Pak Wongso 36:15 dianugerahi Allah Subhanahu wa taala, 36:17 putra dan putri yang mengalami 36:20 neurodivergen 36:21 yang masing-masing memiliki 36:23 karakteristiknya tersendiri. 36:25 Ananda yang putra mengalami motoric 36:28 development coordination disorder. 36:31 Sedangkan Ananda yang putri 36:33 mengalami disleksia. Mohon izin bertanya 36:36 kepada dr. Eka, 36:38 apakah brand mapping dengan 36:41 QIG 36:42 hah 36:43 Q 36:44 QEG tersebut dapat diimplikasikan 36:47 bagi putra dan putri kami? Dok, apakah 36:50 QEG ini sama dengan pemberian terapi 36:53 neurofedback? 36:54 Mohon izin arahan dan bagaimana kami 36:56 dapat konsultasi lebih lanjut, Dok. 36:58 Terima kasih Rasil dan dokter yang 37:00 mencerahkan. 37:01 Mas Agus 37:01 I 37:02 nyebutin umur mungkin ada 37:04 gak ya? 37:05 Heeh. 37:06 Jadi memang secara besarnya karena ilmu 37:09 neurologi ni feedback di mana kita 37:12 mengoptimalkan gelombang otak. 37:14 Macam-macam caranya. Nah, salah satunya 37:16 dengan QG brand mapping neuromodulasi. 37:19 Nah, sekarang apa sih yang kita sebagai 37:21 dokter saraf akan kerjakan? 37:23 Jadi, kita pernah masalahnya apa? 37:25 Masalah anatomikal. 37:27 Heeh. 37:28 Atau masalah fungsional buat gampang 37:29 kayak di laptop deh. 37:31 Heeh. Kalau laptop rusak, apakah 37:33 hardware-nya yang rusak 37:34 atau software 37:35 atau software-nya? Nah, kalau 37:37 hardware-nya ya harus medis yang lain. 37:40 Nah, ini kita berbagi software-nya, 37:42 pola gelombangnya. Jadi, kita harus tahu 37:43 nih kenapa seseorang anak seperti itu. 37:46 Mungkin dulu [berdehem] 37:46 lahirnya enggak cukup bulan, lahir 37:49 enggak langsung nangis, sempat kuning 37:51 pas bayi lahir kejang. Nah, itu mungkin 37:53 ada kerusakan struktur hardware. 37:56 Nah, hardware ya terapinya ada tapi yang 37:58 lain. Tapi yang kita lebih sekarang pada 38:01 brand maffing 38:02 fungsinya mungkin ada ee tadi 38:05 kerusakan otak tapi fungsinya fungsinya 38:07 kita perbaiki. 38:09 Kalau pada kasus yang Bapak tadi yang ee 38:11 putranya dua itu kita diseleksi apakah 38:14 gangguan konsentrasi? Sekarang gini, 38:17 kita bisa berbicara kalau kita bisa 38:20 punya vabbul cukup ya kayak drter Henry 38:22 lah. Tiba-tiba ditaruh di Afrika. 38:24 Iya. 38:24 Kita enggak ngerti bahasa Afrika, kita 38:26 langsung enggak bisa bicara karena apa? 38:27 Kita enggak punya vocab. 38:28 Gimana kita punya vokep? Kita harus 38:30 pernah mendengar. Gimana kita bisa in 38:32 harus bisa ngingat. Nah, jadi tadi 38:34 bisakah menyerap informasi? Bisakah 38:36 menyimpan informasi sehingga bisa 38:38 dikeluarkan. 38:39 Kalau nyerapnya enggak bisa, simpan 38:40 enggak bisa ya tadi bicaranya jadi 38:43 enggak bisa. Nah, jadi kita lihat nih 38:45 apa masalahnya. 38:46 Hm. Oke, oke, oke. 38:48 Baik, sudah. 38:50 Oke. Ada lagi pertanyaan dari hamba 38:53 Allah. Ee, Dok, anak saya disleksia umur 38:56 16 tahun. Dia lumayan susah diminta stop 39:00 screening time. Apakah bisa diterapi, di 39:02 mana dan berapa biayanya? 39:05 Kalau pertanyaan kedua nanti silakan 39:06 hubungi adminnya nomor dimari [berdehem] 39:09 tadi. Nah, 39:11 sekarang tadi kenapa dia screen 39:14 time-nya? Jadi artinya ada mungkin pola 39:18 otaknya yang belum sesuai dengan 39:20 usianya. 39:21 Heeh. 39:21 Anak kecil seperti ini makin dewasa, 39:23 makin dewasa harus kita sesuaikan. Nah, 39:26 nanti lihat pola gelombangnya. Jadi 39:27 gini, tidak ada pola gelombang salah, 39:29 tapi apakah usia cocok? Jadi buat 39:31 gampang kayak kita buat ngatur ee sopan 39:35 santun misalnya 39:37 bayi kalau ingin pipis langsung pipis. 39:39 Heeh. 39:39 Normal. 39:40 Normal. 39:41 Makin besar dia oh kalau pipis harus ke 39:43 toilet. 39:43 Betul. 39:44 Makin besar lagi kalau ada orang di 39:46 depan dia enggak boleh nyalip nunggu. 39:48 Makin besar lagi oh kalau pria ke sini 39:50 wanita ke sini. Nah itu artinya kan 39:52 perkembangan otak. ada pola gelombangnya 39:55 pada beberapa anak berkebutan khusus 39:57 tadi mungkin fisik bertambah dewasa ada 39:59 satu daerah otak yang 40:01 fungsinya belum sesuai usia. Nah, tadi 40:04 masih ingin ini segala macam. Nah, kita 40:05 lihat nih kalau memang masalah bisa kita 40:09 optimalkan 40:10 karena kadang-kadang yang bikin menjadi 40:12 masalah adalah pola perilaku seorang 40:15 anak tidak seperti usianya. Nah, saya 40:17 pernah punya contoh satu nih. 40:19 Anak kelas 12 SMA atau kelas 3 SMA nih 40:21 ya. He 40:22 kita duluah zaman SMA kalau kelas 3 40:24 tiba-tiba guru enggak masuk. Apa sih 40:26 respon yang wajar? He 40:27 umumnya apa, Mas? Kalau gurunya enggak 40:30 masuk umumnya eh mau ujian tiba-tiba eh 40:32 gurunya enggak masuk. 40:33 Apa responnya? 40:34 Bercanda. 40:34 Senang 40:35 senang senang. [tertawa] 40:36 Ada satu anakol. 40:37 Heeh. Ada satu anak 40:39 weh guru enggak masuk. Yuk kita cari 40:41 guru pengganti. Yuk kita ke 40:43 perpustakaan. Yuk kita belajar kelompok. 40:45 B 40:46 ini kalau anak S2 wajar 3 SMA enggak 40:49 kayak gitu. ke kantin. Ke kantin 40:51 teman-temannya [berdehem] 40:52 beda sama dia. Dia ngerasa kok saya beda 40:54 ya sama teman kan saya niatnya niatnya 40:56 baik kan pasti mau belajar. 40:57 Idealnya begitu ya. 40:58 Tapi anak SMA enggak kayak gitu yang 41:00 normal. [tertawa] Akibatnya 41:02 dia merasa terbully oleh lingkungan. Kok 41:05 lingkungan beda sih sama saya? Pal 41:07 temannya enggak ngapa-ngapain. Rasa 41:08 terbully. Nah, 41:09 seseorang kalau terbully lingkungan dia 41:11 tadi pasti tidak akan mau ee bergaul 41:14 menyampaikan informasi dalam dirinya. 41:16 Nutup dirilah istilahnya. I. 41:18 Nah, tapi otak kita ituak bisa cuman 41:20 diri saat bergaul. Pas ujian pun dia 41:22 nutup diri. Jadi m dia bisa ngerjain 41:24 semua. Ah, enggak saya keluarin cuma 41:27 60%. 41:28 Takut dibilang ini 41:29 ya. Pokoknya otaknya langsung semuanya. 41:32 Nah, jadi kita perbaiki agar dia bisa 41:35 tadi sosialisasi bagus, mood-nya bagus, 41:37 ya sudah semua yang ada dalam otaknya 41:39 bisa dia 41:40 keluarkan. Jadi kadang-kadang masalahnya 41:42 bukan di sini nih, ada di sini tapi bisa 41:44 kita. Oke. Nah, kalau stigma, Dok. Kalau 41:47 stigma kan biasanya nih kayak tadi 41:49 misalnya kan stigma ee oh IQ-nya sekian 41:53 kayak kesannya terbawa terus gitu ya. 41:55 Nah, kalau misalnya didapetin pada itu 41:57 pada kasus misalnya brand mapping 41:59 kemudian ditemukan kasus masalah apa ya? 42:03 Masalah 42:03 konsentrasilah. 42:04 Konsentrasilah misalnya. 42:06 Jadi jangan-jangan konsentrasi kalau 42:07 konsentrasi kita benerin 42:08 oke 42:09 IQ-nya bisa 42:10 seperti yang seharusnya 42:12 diberikan oleh Allah. Nah, kadang-kadang 42:14 enggak enggak semuanya keluar gitu. 42:16 Potensinya enggak 42:17 bisa keluar gitu. 42:19 Jadi sebenarnya di anak-anak itu 42:21 ee tidak ada anak yang bodoh ya 42:24 secara kalau enggak ada masalah medis ya 42:26 misalnya ee dia infeksi ada ee pas tumor 42:30 apa segala. Nah, hampir semua tuh anak 42:33 ee kalau kalau istilahnya anatominya 42:36 normal, fungsinya normal. Cuma 42:37 kadang-kadang ada beberapa yang pola 42:40 perkembangannya belum seperti usia 42:42 seharusnya. 42:43 Misalnya tadi anak SD ya sudah harus 42:45 bisa gini, tapi salah satu fungsi masih 42:48 seperti anak yang lebih kecil, 42:49 masih emosi, masih segala macam. Anak 42:51 bayi emosi wajar. 42:52 Iya. 42:53 Udah SD 42:54 emosinya beda. Nah, kayak konsentrasi. 42:56 He. 42:57 Kalau anak SD konsentrasi 5 menit, tapi 42:59 anak kuliahan harus 2 jam dia kuat 43:01 konsentrasi. Nah, kadang-kadang sudah 43:03 kuliah tapi konsentrasi bisa 5 menit. 43:05 Nah, jadi tadi potensinya enggak keluar. 43:07 sama. 43:08 Hm. 43:08 Iya. Ya. Ya. 43:10 Untuk tadi yang berapa biaya dan juga 43:13 bagaimana? Langsung saja menghubungi ee 43:16 admin dari klinik Wismari ya, Dr. Hendri 43:19 ya. 43:19 Di 0852 43:21 13.150. 43:24 Sekali lagi di 0852 43:27 13.150. 43:29 Jangan lewatkan selama bulan Agustus ini 43:31 Anda yang ke klinik Wismari bisa 43:35 mendapatkan diskon 20% 43:37 untuk brand mapping password-nya Rasil 43:41 begitu. Jadi ke sana sebutin nama Rasil 43:43 gitu. 43:43 Harus harus disebutkan. 43:45 Oh gitu ya. [tertawa] 43:46 Iya. 43:47 Baik. 43:48 Lumayan kan dapat 20% diskon nih. Baik. 43:51 Ada dari Bapak Bagas di Bogor. 43:55 Asalamualaikum, Dok. Ada. 43:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:58 wabarakatuh. Dia 2 seteng tahun daya 44:00 tangkapnya bagus banget dan cepat dalam 44:02 menghafal. 44:03 Cuma melihat tanpa diajari dia sudah 44:05 bisa mencoba mempraktikkannya sendiri. 44:08 Namun bicaranya masih kurang banget dan 44:11 sulit untuk diajak komunikasi dua arah. 44:13 Ini kenapa ya, Dok? Dan apa perlu 44:15 diterapi? 44:16 Hm. 44:16 Hm. Sampai tadi kita lihat apa sih 44:19 masalahnya? Nah, jadi mungkin ada suatu 44:21 daerah otak yang berkembang dibanding 44:23 usianya lebih kayak tadi yang anak tadi 44:25 kan musa masih main-main dia sudah pola 44:28 pikirnya kayak anak ini. Nah, jadi kita 44:31 kembalikan ke seperti usia yang 44:34 seharusnya. Nah, mungkin karena ini 44:36 lebih ada fungsi otak yang 44:38 kurang buat usianya. Nah, itu yang kita 44:40 harus seimbangkan. tadi kayak nyeting 44:42 amplifier 44:44 ee apa ee bassnya, trelnya tadi 44:46 gelombang alfa, beta, teta, delta, 44:48 gamanya kita sesuaikan seperti yang usia 44:51 dia seharusnya. Nah, itu yang akan kita 44:53 optimalkan, 44:54 Dok. Terkait kasus ini, Dok. 44:56 Heeh. 44:56 Kan tadi dengan ee katakan ditemukan ee 44:59 problem, ya. 45:00 Iya. 45:00 Ditemukan problem dari hasil assesment 45:02 itu dan kemudian diterapi moderasi. 45:05 He. 45:06 Perlu dikombinasi dengan terapi bicara. 45:09 Jadi kalau buat gambangnya gini, 45:12 kalau kita mau punya padi, artinya apa? 45:16 Harus dibajak sawahnya, harus ditanam. 45:18 Nah, saya ini yang ngebajak 45:20 menyiapkan otaknya agar siap menerima 45:23 informasi. Nah, jadi kalau langsung 45:25 dikasih terapi otaknya belum siap enggak 45:27 masuk. 45:28 Tapi kalau saya cuma siapkan enggak 45:29 diisi juga enggak kembali. Nah, jadi 45:32 saya sebagai dok mempersiapkan 45:34 istilahnya otaknya siap nih menerima 45:36 informasi, siap belajar, siap 45:38 konsentrasi, siap-siapsap semua. 45:39 Nah, tugas guru, sekolah, orang tua yang 45:42 mengisinya. Artinya 45:44 kerja sama kerja sama. Terapi modulasi 45:46 bukan satu-satunya terapi, tapi harus 45:48 dikombinasi, disesuaikan dengan tadi ee 45:52 kelainan yang ditemukan. 45:53 Iya, gitu. Baik. Kalau ee 45:58 ada anak yang dulu dia jatuh gitu, Dok, 46:01 kemudian kepalanya terbentur, apakah 46:04 ada pengaruhnya? Ada yang bisa 46:06 disembuhkan? 46:07 Nah, makanya kalau terbentur selama 46:09 tidak ada kerusakan struktur gitu ya. 46:11 Nah, jadi kayak misalnya kita punya 46:13 handphone nih misalnya kalau jatuh 46:15 enggak retak enggak apa ya fungsinya 46:16 masih bagus kan kadang-kadang 46:18 jatuh retak 46:19 retak. Nah, jadi kalau memang ada 46:20 gangguan 46:21 Heeh. 46:22 struktural, anatomikal kita bilang 46:24 strukturnya harus kita benerin. 46:25 Nah, tapi kalau enggak artinya ya bisa 46:28 otaknya kita optimalkan. Jadi, kita 46:30 harus ee membedakan nih penyebabnya apa 46:32 gitu. 46:34 Ada infeksi, infeksinya kita benerin 46:35 dulu gitu. 46:36 Iya, iya iya. 46:38 Baik, ada Ridwan. Asalamualaikum, Dok, 46:40 anak. 46:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:42 wabarakatuh. 46:42 Anak saya senangnya main rakit lego dan 46:45 puzzle. Tapi kalau belajar matematika 46:47 kurang semangat. He. 46:49 Apakah minat dan kebiasaan seperti itu 46:51 bisa jadi tanda dominasi salah satu 46:53 bagian otak? Brain mapping bisa membantu 46:56 lihat itu ya. 46:57 Nah, salah satu itu bisa kita lihat 46:59 apakah dia lebih cocok misalnya ee 47:03 kinestetik, auditorik, visual. Jadi 47:05 kadang-kadang gini, 47:06 seseorang itu mendapatkan informasi 47:09 melalui panca indra. 47:11 Ada orang yang mengerti kalau membaca, 47:14 I 47:14 ada yang melihat, ada yang mengerjakan. 47:16 Nah, jadi kayak sering perusahaan 47:18 mengadakan outbond 47:20 buat meningkatkan kualitas karyawan. 47:22 Bagus untuk tipe orang kinestetik dengan 47:24 bergerak dia mencoba melakukan sesuatu 47:27 jadi ngerti. 47:28 Tapi ada orang yang bagus dengan 47:30 melihat. 47:31 Nah, itu suruh apa? Studi banding 47:33 membandingkan A dengan B dengan C. 47:35 Tapi kalau orang kinestetik suruh studi 47:37 banding yang ada jalan-jalan doang 47:39 dia enggak dapat manfaat. Nah, 47:41 ada juga yang belajarnya ee melalui 47:44 auditorik. He 47:45 dia kalau dengar ngerti, tapi kalau ee 47:49 suruh nyobain ah dia bingung, dia harus 47:51 dengar dulu. Nah, dari situ bisa tahu 47:53 anak ini potensinya di mana, kekurangan 47:55 di mana sehingga kita bisa 47:57 optimalkan. 47:58 Hm. 47:59 Gitu. 48:00 Baik, 48:01 iya. Jadi ee buat para pemirsa ee Rasil 48:06 Radio Silaturahmi ataupun Rasil TV ya 48:10 bisa ee berkomunikasi dengan tim admin 48:13 kami di Klinik Kismari. Ya, 48:14 itu dia. 48:15 Jadi, baik personal, perorangan, ataupun 48:18 secara komunitas ee sekolah atau apa. 48:21 Heeh. 48:21 Tentunya ee mudah-mudahan sekali lagi 48:23 bahwa brand mapping ini bisa membantu ya 48:27 namanya juga mapping dipetakan. Setelah 48:29 dipetakan tentunya akan ada 48:32 apa hasil yang kemudian tahu akar 48:35 permasalahannya dan kemudian dilanjutkan 48:37 dengan terapi 48:38 terapi modulasi. 48:39 Dan Anda bisa menghubungi Klinik Wismari 48:42 di 0852 48:43 13.150. 48:46 Di 0852 48:48 13.150. 48:50 Bagi Anda yang ingin melakukan brand 48:52 mapping bagi anak-anak Anda, maka di 48:55 bulan Agustus ini diskaun 20%. Jangan 48:59 lupa password-nya Rasil. 49:01 Ada Ibu Nur di Tangerang Selatan. 49:05 Dok, saya punya anak usia 6 tahun. dia 49:07 aktif banget enggak bisa diam dan kadang 49:09 susah fokus kalau disuruh belajar. H. 49:12 Nah, kalau ikut brand mapping bisa 49:14 enggak kita tahu apakah memang otaknya 49:17 dominan kinestetik atau ada indikasi 49:20 gangguan lain? 49:21 Hm. Jadi sering itu pada anak-anak yang 49:25 istilahnya tidak bisa tenang. 49:27 Heeh. 49:27 Enggak bisa diam. Enggak bisa diamak 49:29 muer muter ke mana aja. Nah, kalau guru 49:33 zaman dulu kan guru 49:35 anak yang pintar itu yang duduk tenang 49:38 padahal belum tentu. 49:39 Belum tentu. 49:39 Nah, jadi kita lihat nih masalahnya apa. 49:42 Kadang-kadang ada yang bikin dia ee 49:44 tidak nyaman untuk dud tenang. Jadi kita 49:46 lihat gelombang mana yang mengaturnya. 49:48 Mungkin mood-nya belum bagus, ada 49:51 emosinya belum yang sesuai, itu kita 49:53 bisa optimalkan. 49:54 Tapi kalau terkait mood nih ya, 49:56 kan biasanya mood kan ini ya ee 49:58 tergantung waktu, kondisi segala macam. 50:00 pada kasus-kasus itu misalnya akan 50:02 mood-nya akan terus gitu atau gimana 50:04 dong? 50:04 Jadi mood itu istilahnya membuat 50:08 bagaimana perilaku kita sesuatu. 50:10 Misalnya kayak gampang ini drter Henry 50:11 saya cubit. 50:12 Oke. 50:13 Sakitnya segitu ya. 50:14 Tapi bayangkan lagi menang ee undian 50:18 berhadiah naik haji senang. 50:21 Enggak apa-apa. [tertawa] 50:23 Tiba-tiba ee dapat berita mobilnya 50:26 rusak, cucian numpuk kotor, dicubit 50:29 keselnya minta 50:29 ampun. Padahal stresor dari 50:31 lingkungannya sama. Nah, pada anak-anak 50:34 seperti tadi tidak bisa memanage 50:36 stresor, 50:37 tetap sekolah itu stres. Enggak mungkin 50:39 orang, "Oh, saya senang sekolah, ketemu 50:41 teman senang." Tapi sekolah itu tetap 50:43 suatu stres. 50:45 Pada anak yang normal dia bisa 50:46 menghadapi stres itu sehingga 50:48 bisa tenang, 50:48 beradaptasi, ya. 50:49 Beradaptasi pada anak yang ada gangguan 50:52 buat adaptasi tadi. Stres masuk. Ah, 50:54 gimana ya? Biar anak kan kalau kalau 50:56 enggak nyaman dia akan muter muter 50:58 muter. Nah, gitu. Kadang-kadang di situ 51:00 gelombang yang ngatur buat mood dia 51:03 belum optimal. Nah, itu bisa [berdehem] 51:05 optimal. 51:06 Bisa bisa disimpulkan enggak, Dok, kalau 51:07 dengan misalnya tadi misalnya dia orang 51:09 enggak bisa diam, anak enggak bisa diam 51:10 segala macam sudah pasti problemnya mood 51:14 atau 51:14 enggak bisa pasti. Nah, makanya kalau 51:17 cuma ngelihat, 51:18 nah kan tadi kita namanya dokter 51:20 diajarin kan anamnesis memang 80% dapat 51:23 dapat 51:24 tapi 20% [berdehem] tuh harus ada 51:25 pemerhatian. 51:27 Gejalanya sama 51:29 belum tentu penyebabnya 51:31 sama. Nah, jadi itulah gunanya kita 51:34 pakai alat brand mapping. Tahu nih 51:36 salahnya apa. Cuma paling kalau ini kan 51:38 ini anak beda ya dengan anak lain. Nah, 51:40 kita mau cari bedanya di mana kita brand 51:42 mapping. 51:43 H baik. Ada Eka di Jogja. 51:46 Iya. Selamat siang, Mas Eka ya. Sama 51:49 saya namanya. 51:50 Iya, sama namanya. 51:51 Oke. Apakah brand mapping ini aman untuk 51:54 anak-anak, Dok? Saya sempat dengar 51:55 katanya pakai alat-alat yang ditempel di 51:58 kepala. Ini enggak berbahaya atau bikin 52:00 ketergantungan? 52:01 Nih namanya pemeriksaan ya. Pemeriksaan 52:04 itu enggak ngasih sesuatu, ngambil data. 52:06 Jadi kayak kita gini misalnya 52:08 kita ngambil nadi. 52:09 Heeh. 52:10 Nah, nempel 52:12 tensimeter bisa pakai tangan. Heeh. 52:14 Bisa pakai kayak misalnya nih, saya 52:16 pakai jam yang ee 52:18 yang ada 52:18 ada alat itu ngambil data. Nah, sama mau 52:21 ngambil data di jantung rekam jantung, 52:23 ngambil data di otak rekam. Kayak pas 52:26 zaman dulu pandemi kita ngambil data 52:28 suhu. 52:29 Nah, ngambil jadi tidak ada sesuatu 52:32 masalah kita ngambil data nanti baru 52:34 kita lakukan neuromodulasi. Nah, karena 52:37 modulasi ini terhadap otak, jadi artinya 52:39 harus yang kompeten. Dalam hal ini 52:42 dokter spesialis saraf dengan kompetensi 52:45 tertentu 52:46 tertentu sudah tersertifikasilah. 52:48 Nah, beliau ini Dr. Reka sudah 52:50 tersertifikasi. He. 52:51 Beliau ee di University Malaysia ya, 52:55 Malaysia University. 52:57 Heeh. 52:57 Artinya ee insyaallah 53:00 kompetenet insyaallah. 53:02 Ada Ibu Nadya di Batam. 53:05 Hm. E asalamualaikum warahmatullahi 53:07 wabarakatuh, Doktersam warahmatullahi 53:09 wabarakatuh. Bu, 53:10 saya sering bingung ngebedain mana yang 53:12 namanya bakat alami dan mana yang hanya 53:15 sekedar minat sementara. 53:17 Brand mapping bisa bantu kita sebagai 53:18 orang tua untuk membedakan dua hal itu 53:21 enggak dong. 53:21 Hmm. Mungkin saya bisa contohkan ini ya. 53:24 He 53:24 coba. 53:25 Heeh. Nah, ini ini kalau biasa saya buat 53:29 anak SMA. 53:30 Heeh. Jadi [berdehem] kita bisa melihat 53:34 cocoknya buat kuliah di man lah 53:35 istilahnya gitu ya. 53:37 Penjurusan. Jadi kayak gini. 53:39 Heeh. 53:40 E fisika, kimia, biologi bagus. Jadi 53:43 dokter apa masuk teknik? 53:45 Oke. 53:45 Karena kalau buat tes dua-duanya bisa. 53:47 Nah, tapi kita lihat nih 53:48 kalau dokter dia harus bisa empati. 53:50 Kenapa? Karena berbicara dengan manusia. 53:53 Sedangkan anak teknik kan ketemu 53:54 komputer, ketemu robot, empatinya enggak 53:56 perlu. Nah, jadi kita bisa tahu nih 53:58 orang ini cocok di mana, tapi kurang 54:00 cocok di mana berdasarkan pola 54:02 gelombangnya. Karena tadi tidak ada pola 54:04 gelombang salah, tapi kita bisa 54:06 menempatkan pada bidang yang tepat. Buat 54:08 gampangnya 54:09 saya dengan anak saya, anak saya kanya 54:11 itu 54:12 masuk ke Visip komunikasi. Di Visip 54:14 ngapain sih? Dia ee advertising kan, 54:16 bikin [berdehem] film, bikin cerita, 54:18 bikin segala macam. 54:20 Saya bilang, "Ih, susah kakak kak 54:22 apa-apa enggak bisa ngerjain." Buat dia, 54:23 "Ah, gampang gini gini gini." He 54:25 karena buat dia ya memang itu bidangnya 54:27 dia lulus dari kumlot 54:29 bisa IPnya 3,9 gantian dia ngelihat saya 54:32 buku kedokteran tahu kan buku faal 54:34 segini 54:35 tebal-tebal 54:36 ah bingung buku apa tapi kalau buat saya 54:38 eh kedokteran susahnya apa ya 54:40 ya karena dulu saya lulus kumlot 54:43 mewakil angkatan kan jadi [tertawa] buat 54:44 saya kedokteran eh susahnya apa ya kayak 54:46 kayak anak SD lah naik kelas 1 kelas 2 54:48 buat saya kedokteran gampang tapi saya 54:49 ngelihat visip wah 54:51 nyerah saya nah jadi nanti kita bisa 54:53 lihat nih anak kita cocok di mana tapi 54:56 kurang cocok 54:57 di mana. Jadi jangan kita paksakan yang 55:00 bukan oh misalnya bapaknya ingin dia 55:02 jadi sarjana hukum tapi kalau potensi di 55:04 ekonomi ya kita ini kan ekonomi. 55:07 Ini kasus-kasus kayak banyak nih. 55:09 Bapak ibunya dokter 55:11 maksain anak jadi dokter maksain anaknya 55:12 jadi dokter banyak tuh. 55:14 Bapaknya bankers minta anaknya jadi 55:17 banker. 55:18 Kasus-kasus yang cukup sering 55:20 sebenarnya. 55:20 Nah kita lihat aja potensinya. Memang 55:21 dia cocok di situ ya enggak apa-apa. 55:24 Alhamdulillah kalau misalnya dia punya 55:25 bakat banyak ya sudah bisa milih. Tapi 55:27 kalau nyata bakatnya itu tidak cocok itu 55:29 kasihan anaknya. 55:31 Ada contoh kasus ya, Dok? Ketika ada 55:33 orang tua yang datang ke dokter dia 55:34 pengin tahu minat anaknya itu. 55:36 Nah, kalau kalau ini sebenarnya buat di 55:38 Lab School ya, A School 8 sekolah Lab 55:40 School dari sejak 2017 55:42 memang kerja sama dengan saya untuk 55:45 bagaimana sih kita memetakan sehingga 55:47 nanti alternatif pas dia pemilihan 55:49 jurusan apa yang cocok segala macam. 55:51 Nah, jadi biar lebih, oh dia di bidang 55:53 ini cocok tapi bidang ini kurang cocok. 55:56 Jadi dia bisa ada alternatif, oh yang 55:57 ini bagus-bagus nih, yang ini usaha 55:59 harus kuat, yang ini. Oh, jangan deh 56:01 pola pikirnya enggak cocok bidang itu. 56:03 Kayak saya 56:03 saya taruh ke Visip, waduh 56:05 ngeblank saya. Tapi kedokteran enggak 56:07 boleh gitu. 56:09 Ini seharusnya dilakukan untuk anak-anak 56:11 ketika dia ada di SD, SMP, SMA atau 56:14 ketika mau masuk kulit? 56:15 Nah, biasanya kan kalau penjurusan ya 56:17 anak SMA ya. I. Nah, jadi tergantung 56:19 usia nih. Biasanya kalau pada anak SD 56:21 tadi kemampuan belajar konsentrasi, SMP 56:24 mulai dia sosialisasi kita lihat. Nah, 56:27 SMA penjurusan nanti orang dewasa tadi 56:29 apakah mulai ada pikun, ada gangguan 56:31 mood konsentr tergantung kebutuhan. 56:34 Tergantung kebutuhan, tergantung tujuan 56:36 sehingga kita bisa lebih apa menjuruskan 56:39 nih terkait dengan ee masing-masing 56:43 kebutuhan tersebut. 56:44 Iya. 56:44 Kayak kita bersalep lah. 56:46 Semua bisa bersalep. kan apa mau 56:48 dicarinya beda. 56:49 Betul, beda-beda. 56:51 Ada Ibu Siti dokter. Asalamualaikum 56:54 warahmatullahi wabarakatuh. 56:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:57 wabarakatuh. Bu Siti, 56:58 kalau anak cenderung pendiam, 57:00 suka menyendiri dan lebih suka kegiatan 57:03 sendiri seperti menggambar, 57:05 apakah itu berarti ada dominasi tertentu 57:08 di otaknya 57:09 atau ada hal lain yang perlu 57:10 diperhatikan dari sisi psikologi atau 57:13 neurologi? 57:14 Nah, makanya dominansi itu pasti ada 57:16 seseorang. He. 57:17 Tapi apakah itu mengganggu interaksi dia 57:20 dengan sosial? 57:21 Hm. 57:21 Kenapa saya bilang gitu? Karena lu anak 57:23 saya yang paling kecil seperti itu. 57:26 Dia enggak bisa interaksi sosial. 57:28 Jadi ditanya atap 57:30 introvert berarti 57:31 ee bukan introvert dia. Jadi dia 57:33 benar-benar cuek sama lingkungan. Jadi 57:35 atau teman kamu sebelah siapa namanya? 57:37 Enggak tahu. 57:37 Enggak tahu. [tertawa] 57:38 Ini enggak tahu 57:40 ee ujian e kamu dapat ini ya. Nah 57:43 sekelas rata-rata berapa? Enggak tahu 57:45 dia ya hidup [berdehem] dengan dirinya. 57:46 Jadi dia tidak nyaman dengan Lincon. 57:48 Jadi kalau dulu ee bel langsung dia 57:50 nelepon sopir 57:51 di mana? Langsung pulang. 57:53 Hm. 57:53 Enggak enggak enggak engin. Jadi 57:55 kadang-kadang sampai ribut sama 57:57 abangnya, "Abang mau main dulu ya udah 57:59 terpaksa super saya dua kali 58:01 jemput anak. 58:02 Abangnya masih mau main setengah jam 58:03 [tertawa] lagi." 58:04 Nah, 58:05 enggak kompak. 58:06 Iya. Karena dia enggak nyaman. 58:07 Iya, iya iya. saya ya namanya anak ya 58:10 pasti kita perbaiki. Makanya sejak 2015 58:13 kan kita perbaiki 58:14 loh 58:15 tiba-tiba nelpon ke 58:16 istri saya, "Mama mau ini belajar 58:19 kelompok di sini mau ini m sekarang 58:21 layapan mulu jadinya [tertawa] banyak." 58:24 Nah, jadi dia sudah nyaman dengan 58:26 lingkungan 58:27 dengan terapi modulasi itu ya. 58:28 Heeh. Kita perbaiki. Jadi tadi 58:30 sosialisasi bagus dia nyaman orang. 58:32 Soalnya kalau dengan keluarga dia ramai, 58:35 tapi kalau di sekolah udah ngeluncung. 58:37 Enggak enggak enggak enggak enggak 58:39 enggak punya teman. Bukan karena dia 58:40 berantem, [tertawa] tapi ya lonely aja. 58:42 Nah, kita lihat nih memang sifatnya dia 58:45 atau memang ada gangguan di 58:46 otaknya. 58:47 Jadi ee asiknya ini nih. Asiknya 58:50 contohnya dari keluarganya Dr. Eka 58:52 sendiri nih anak-anaknya dan 58:54 tiga-tiganya saya modulasi. 58:55 Modulasi. Oke. 58:56 Anak saya yang kedua gangguan di mood. 58:59 H. Nah, jadi 59:01 ee waktu itu kelas 1 SD 59:02 H 59:03 terpaksa saya harus mindahin sekolah 59:05 karena dia ada satu guru yang 59:07 He 59:08 ee pokoknya kalau guru itu jadi enggak 59:10 mau belajar gitu. Saya bilang kenapa ya? 59:11 Oh, perama apa mau minta waktu itu minta 59:13 beli sepeda saya kasih cuma seminggu 59:15 habis itu enggak mau. Ternyata dia ada 59:18 gangguan mood dengan gurunya. 59:19 Jadi kelas 1 SD ingat kan belum bisa 59:21 nulis baru nyalin. 59:23 Gurunya cuma bilang, 59:24 "Ayo anak-anak disalin nanti kalau sudah 59:27 selesai boleh istirahat." 59:28 Salah enggak kata-kata gurunya? 59:30 Enggak salah. Tapi mood anak saya pada 59:33 saat itu enggak bagus. Jadi kering, wah 59:36 biar istirahat. Mau istirahat? Wah 59:38 gurunya jahat enggak ngasih saya 59:40 istirahat. 59:41 Nah jadi ada konflik dia enggak nyaman 59:43 sehingga kalau ketemu guru itu nangis 59:45 mulu segala macam. Nah kita perbaiki 59:48 udah sekarang mah cuek dia. Nah jadi 59:50 kita lihat nih salahnya di mana. Jadi 59:53 yang kita lihat apakah ada mengganggu 59:55 dengan lingkungan. He. 59:56 Nah, itu yang kita perbaiki. 59:58 Hm. 59:59 Gitu. 1:00:00 Ada Ibu Rina. Dokter. Asalamualaikum 1:00:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:05 wabarakatuh. Saya ingin bertanya ee 1:00:07 sebagai orang awam saya sempat ragu 1:00:10 dengan brand mapping. Takutnya ini cuma 1:00:11 tren atau marketing saja. 1:00:13 Bisa dijelaskan secara medis apa dasar 1:00:15 ilmiah dari metode brand mapping ini. 1:00:18 Nah, mau lihat gambarnya. Makanya saya 1:00:20 silakan e e 1:00:30 ini tekbook-nya banyak. Nah, ini 1:00:32 pengembangannya itu seperti saya bilang 1:00:34 1875 mulai diperiksa pada binatang 1:00:38 percobaan. Sejak 1912 sudah direkam pada 1:00:41 hewan coba. Jadi dulu kita praktikum 1:00:42 faal segala macam tuh ya 1:00:44 pada manusia sejak 1928. 1:00:46 Jadi sudah hampir 100 tahun. Jadi kalau 1:00:49 trending masa 100 tahun sih gitu ya. Dan 1:00:51 ini suatu alat medis yang memang ada di 1:00:55 rumah sakit-rumah sakit rumah sama kayak 1:00:57 kan saya rumah sakit pusat otak nasional 1:00:59 ya. Jadi memang rumah sakit yang 1:01:01 terutama bertanggung jawab di Indonesia 1:01:03 untuk mengembangkan kualitas otak dan 1:01:06 persarafan. Nah jadi 1:01:07 itu yang kita kembangkan. Jadi 1:01:09 kalau buat trending mungkin trending 1:01:11 terapinya. Karena apa? He. 1:01:13 Di dunia sejak 1972 di Indonesia memang 1:01:16 baru 2015 masuk itu saya belajar bersama 1:01:18 teman saya ke 1:01:20 ee Asia Pasifik. Kebetulan Malaysia 1:01:23 masuk region Asia Pasifik. Jadi saya 1:01:25 punya licens-nya Asia Pasifik gitu. Nah, 1:01:28 jadi itu 2015 ya saya bersama 5 teman 1:01:31 saya mengembangkan ya artinya sekarang 1:01:33 sudah 10 tahun ya pasti mulai mulai 1:01:36 banyak yang bisa melakukan terapi 1:01:39 seperti ini. Tapi memang masih relatif 1:01:40 baru di 1:01:41 Indonesia. Di dunia sih sejak 1970-an. 1:01:44 Jadi sudah 50 tahun kalau di dunia di 1:01:46 kita memang baru 10 tahun terakhir. 1:01:48 Artinya di Indonesia sendiri sebenarnya 1:01:50 belum belum begitu 1:01:52 lama. 1:01:53 Belum begitu lama dan belum begitu 1:01:54 familiar sebetulnya. 1:01:55 Belum begitu familiar. Hm. 1:01:57 Walaupun alatnya sudah 100 tahun ada. 1:02:00 Iya. Ya. 1:02:01 Hm. Gitu ya. Dan mungkin kita juga baru 1:02:03 mendengar ya. 1:02:04 Heeh. 1:02:05 Ada. 1:02:05 Tapi kalau Bu siapa tadi? Bu Sri ya? Bu 1:02:07 Sri sudah familiar kayaknya ya. 1:02:08 Iya. 1:02:10 Baik. Dari Ibu Salma. Asalamualaikum 1:02:14 warahmatullahi wabarakatuh dokter. 1:02:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:17 wabarakatuh Salma. 1:02:18 Gimana caranya dokter bisa tahu otak 1:02:20 kiri atau otak kanan anak lebih dominan? 1:02:22 He. 1:02:23 Apakah itu hasil dari tes tertentu atau 1:02:25 hanya observasi perilaku saja? 1:02:27 He 1:02:27 dari rekaman. 1:02:29 Heeh. 1:02:30 Kan kita rekam tadi sama kayak tadi kita 1:02:33 gimana tahu drter Henry tensinya berapa 1:02:35 ya? Saya tensi gitu. Jadi kita 1:02:37 rekam jantung juga sama. 1:02:38 Heeh. Kita rekam jadi enggak enggak 1:02:40 tebak-tebakan nih. 1:02:42 Karena saya dokter ya dokter dokter kita 1:02:44 diajarkan untuk ada namanya metode 1:02:46 ilmiah 1:02:47 buat menegakkan suatu masalah suatu 1:02:49 diagnosis. harus ada dari anamnesis, 1:02:52 pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan 1:02:53 penunjang. Nah, ini namanya pemeriksaan 1:02:55 penunjang. He. 1:02:57 Hm. Baik, [mendengus] pertanyaan 1:03:00 terakhir ya. 1:03:00 Ya, 1:03:01 Dr. eh Henri dan Dr. Eka. Ee Ibu eh 1:03:05 Bapak Dani, usia Asalamualaikum. 1:03:08 Waalaikumsalam, Pak Dani. 1:03:10 Usia berapa sih, Dok, yang paling ideal 1:03:12 untuk dilakukan brain mapping pada anak? 1:03:16 Apakah harus menunggu mereka sekolah 1:03:17 dulu atau justru makin cepat makin baik? 1:03:21 Istilahnya kayak kita check up. 1:03:25 Kenal check up tuh ya kalau ada 1:03:26 kebutuhan. Nah, di Indonesia memang 1:03:29 belum check up itu suatu kebutuhan yang 1:03:31 wajib. Kalau di luar negeri kan orang 1:03:33 rutin check up. Di Indonesia kan kalau 1:03:35 ada masalah baru check up. Nah, gitu. 1:03:37 Jadi 1:03:38 atau pada ini, Dok, pada 1:03:39 perusahaan-perusahaan itu mewajibkan 1:03:41 tuh. 1:03:42 Jadi kayak misalnya kalau di lab 1:03:45 itu wajib. Jadi setiap anak yang masuk 1:03:47 lab 1:03:48 ee sekolah labol gitu ya, dia ada 1:03:51 nilainya. Jadi bukan hanya cek fisik, 1:03:53 cek juga fungsi otaknya. Nah, jadi 1:03:55 biasanya pada tahun ajaran baru seperti 1:03:57 ini nih biar tahu nih modal dia gimana, 1:04:00 apakah modalnya sudah optimal, apakah 1:04:02 masih bisa kita maksimalkan lagi. Nah, 1:04:04 jadi tergantung 1:04:06 kita maunya apa. 1:04:07 Baik, Ikot. Brain mapping optimalkan 1:04:11 otak anak Anda bisa Anda dapatkan di 1:04:14 klinik Wismari ya. Ee silakan hubungi 1:04:19 adminnya di 0852 1:04:22 13.150 150 dan selama bulan Agustus 1:04:26 insyaallah akan ada diskon 20%. Jangan 1:04:29 lupa password-nya Rasil, 1:04:32 Dr. Henri. 1:04:33 Oke, terakhir ya. Ee 1:04:35 silakan, Dok. 1:04:36 Saya ini aja nih. Jadi ee pemirsa Rasil 1:04:41 Radio Silaturahmi dan Rasil TV ee 1:04:45 optimalkan, pikirkan. 1:04:47 Heeh. He. 1:04:47 Ikhlaskan hati, wujudkan kebaikan karena 1:04:50 dunia sedang menunggu jejak terbaikmu. 1:04:53 He. 1:04:53 Demikian. 1:04:54 Oh, itu saja. 1:04:55 Nah, 1:04:55 Dr. Eka mungkin penutup. 1:04:57 Jadi, ee target kita bagaimana kita bisa 1:05:00 memaksimalkan potensi anak-anak kita 1:05:03 sehingga dia bisa menjadi the best dalam 1:05:05 dirinya. 1:05:06 Nah, itu saja. 1:05:07 Itu saja. Baik, ikhwan dan akhwat yang 1:05:09 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 1:05:11 Dengan demikian sesudah jumpa kita dalam 1:05:13 program Info Sehat bersama Dr. Henri 1:05:18 Hidayatullah dari Klinik Wismari dan Dr. 1:05:21 Eka dari Rumah Sakit Pusat Otak 1:05:24 Nasional. di mana tema kita pada hari 1:05:26 ini tentang brand mapping optimalkan 1:05:29 otak anak Anda. Bagi Anda yang ingin 1:05:33 tahu bagaimana perkembangan otak anak 1:05:35 Anda, silakan hubungi ee Klinik Missmari 1:05:39 di 0852 1:05:41 13.150. 1:05:44 0852 1:05:45 13.150. 1:05:49 [mendengus] Ee untuk bulan Agustus 1:05:52 diskonnya 20%. 1:05:54 Password-nya Rasil begitu ya. Alamatnya 1:05:57 di mana, Dok? Klinik, 1:05:59 Jalan ee ee Hajinawi. 1:06:01 Heeh. 1:06:01 Jalan Haji Raya. 1:06:04 Heeh. [berdehem] 1:06:05 Tidak jauh dari Radio Dalam. 1:06:07 Heeh. 1:06:08 Ee kurang lebih sekitar dari ee PIM ya, 1:06:12 Pondok Indung sekitar 700 metan. 1:06:14 Baik, 1:06:15 itu dia ikhwan dan akhwatnya. Atau 1:06:16 langsung saja ya di Google Maps ya. 1:06:18 Sudah 1:06:18 sudah ada sudah ada, 1:06:19 sudah ada ya. Baik. Baiklah ikhwan 1:06:21 ikhwat. kami yang bertugas mohon undur 1:06:23 diri saya Agus ditemani dan juga ada ee 1:06:27 siapa Fajar di meja operator. Billahi 1:06:30 [mendengus] taufik wal hidayah. 1:06:31 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:06:33 wabarakatuh.