Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar Bang Ihsanudin 0:21 Nursi? 0:23 Waalaikumsalam warahmatullah 0:25 wabarakatuh. Alhamdulillah. 0:27 Masyaallah. Puasa, Bang, hari ini, Bang. 0:30 Insyaallah. Insyaallah. 0:34 Luar biasa ya. 203 221.000 0:38 jemaah haji kita bergabung dengan hampir 0:41 2 juta jemaah di sana ya ee Arafah. 0:45 Nampaknya kalau ini menjadi sebuah momen 0:47 persatuan umat keren kali ya. Tapi ya 0:50 begitulah umat Islam masih menjadi 0:53 simbol dalam persatuannya. Semoga Allah 0:55 mengabulkan doa-doa para jemaah dan 0:58 seluruh bangsa Indonesia. Ya, Bang. 1:01 Amin. Bang Hanudin Nursi nampaknya 1:06 e ekonomi belum baik-baik saja. Ada yang 1:09 baru, Bang. Dari awal bahkan sebelum 1:12 diekspos Bang Ihsanuddin Nursis telah 1:15 men-share tentang PT DSI. Ini 1:18 menyebabkan 8 hari bursa efek itu 1:21 uring-uringan perekonomian. Neraca 1:24 pembayaran negara juga babak blur dan 1:27 APBN kita masih minus. Nah, apalagi 1:30 defisit yang lain yang belum lengkap 1:32 lagi ya dengan transaksi berjalan kita. 1:35 Indonesia punya gaya. Apakah ini betul 1:38 pengaruh dari pergolakan di Timur 1:40 Tengah? Dalam hal ini Israel, Amerika 1:44 melawan Iran dan seberapa besar 1:48 pengaruhnya di tengah babak belurnya 1:50 perekonomian kita. Sementara ada tokoh 1:53 yang mengingatkan pendekatan penghematan 1:56 di rakyat tidak diimbangi dengan ee 1:59 penghematan di atas. Terjadi pemborosan 2:02 bahkan urusan koperasi Desa Merah Putih 2:05 yang disorot katanya buat penguatan 2:08 negara pembelanja rakyat. Tapi sebuah 2:11 perusahaan besar [berdehem] menangguk 2:13 untung di sana. Belum lagi urusan makan 2:16 bergizi gratis yang nampaknya direm 2:18 dikit-dikit ini dengan keadaan sekarang. 2:21 Mungkin Bang Ihsanuddin Nursi bisa 2:23 memberikan pencerahan kepada para 2:25 pendengar radio silaturahim dan ada 2:28 sudut lain mungkin yang akan disorot 2:29 dari pergolakan yang ada dunia dan 2:33 Indonesia. Sering disebut ee apa pondasi 2:37 ekonomi Indonesia kuat. Tapi apakah 2:39 demikian? Silakan, Bangsan. 2:43 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 2:46 Subhanid 2:55 Muhammad 3:06 sudah mulai dulu dari 3:09 dari situasi 3:11 bukan bukan Amerika Israel melawan Iran. 3:15 Hm. Seolahiran ngeberontak kalau 3:17 kalimat. He. 3:21 Tapi menyerang. 3:23 Menyerak. 3:23 Kalau kalimatnya mengagresi. 3:26 Mengagresi. 3:26 Jadi kalau ee 3:30 kalau beberapa media barat mengakui 3:34 bahwa memang Amerika menyebutnya sebagai 3:36 agresor. 3:37 He 3:38 ee bukan kalau kalau dibilang Iran ee 3:43 melawan betul. Tapi kalau dibilang 3:46 Amerika Israel melawan Iran, seolah-olah 3:48 Iran yang berantakan. 3:53 Enggak, enggak boleh begitu kalimat 3:54 salah. Kita enggak boleh ee proporsional 3:57 karena memang kita. Nah, kalau kita 3:59 melihat ee Amerika Israel menyerang, 4:03 mengagresi Iran 4:06 hingga hari ini dan [berdehem] kita 4:08 ketahui ternyata 4:12 ee 4:15 dialog di Pakistan, dialog Dhamma itu 4:18 Pakistan. He. 4:19 Lalu 4:21 ancaman Trump pada tanggal 16 Mei 17 Mei 4:26 bahwa dia akan menyerang habis-habisan 4:29 pada pada hari Minggu kemarin, bentar, 4:32 Sabtu, Minggu paling telat Senin 4:33 katanya. 4:35 Ternyata 4:37 itu dibatalkan atas permintaan 4:38 negara-negara Teluk. 4:41 Jadi jangan melakukan serangan lagi 4:44 karena aliansi Amerika di Teluk dalam 4:47 hal ini United Amerikat Arab Arab Saudi 4:52 [berdehem] 4:53 itu meminta agar Amerika 4:57 menunda masa mereka menyerang 5:00 habis-habisan 5:01 karena ee Trump menggunakan istilah big 5:04 hit. 5:05 Hm. pukulan besar. 5:08 Ee 5:10 karena itu mereka balik lagi ke dalam 5:12 proposal damai. Ketika masuk ke dalam 5:15 proposal damai di sini kita melihat oh 5:19 hari ini pembicaraan yang muncul 5:21 misalnya di media 5:24 ee kalangan intelektual Amerika ee Trump 5:28 sesungguhnya tidak menang. 5:31 Yang menang secara secara moral justru 5:33 Iran. 5:34 Lalu mereka yang menarik lagi berikutnya 5:37 selain membandingkan PDB yang pernah 5:40 saya bilang 5:41 itu mereka juga membandingkan 5:44 belanja ee ee persenjataan 5:49 eh 5:51 event spending, military spending mereka 5:55 bandingkan 5:57 ternyata masyaallah 6:00 [tertawa] 6:02 lalu itu di situ ee kelihatan 6:08 ada ee besarnya belanja pertahanan 6:12 Amerika yang tidak ada apa-apanya 6:13 dibanding dengan 6:15 belanja 6:17 pertahanan Iran. 6:19 Nah, 6:21 tapi ketika hari ini Iran menjanjikan 30 6:25 hari Selat Hormus dibuka karena 6:27 perjanjian damai. 6:29 Nah, di situ ee Iran memenangkan simpati 6:34 global gitu. 6:36 Jadi, Iran bukan saja memenangkan 6:37 simpati moral global, tapi juga Iran 6:41 memenangkan 6:42 ee simpati moral. 6:44 H 6:44 tadinya Iran mendapat simpati. Oh, 6:48 karena apa? Mendapat moral. Simpati 6:50 moral dari dunia dari dunia global dari 6:53 dunia. Tapi hari ini Jiran mendapat juga 6:56 simpati. 6:57 Jadi moral dia menang, simpati dia 6:59 dapat. 7:01 ee 7:03 ini membuktikan 7:05 bahwa memang cara berpikir mau menang 7:09 sendiri cara berpikir kalau ngambil 7:12 ngambil istilah Stepen W dari Harvard 7:15 University cara bertindak sebagai 7:19 hegemon predator 7:22 itu 7:24 eh 7:26 sesungguhnya tidak tidak 7:28 menampilkan sosok yang cukup baik. Dan 7:31 memang bukan persoalan kebaikan karena 7:33 bicara kebenaran adalah kekuatan. 7:35 Kekuatan adalah kebenaran. 7:37 Heeh. 7:38 Peace through strength. Kalau pakai 7:39 Nation Defense Strategic PPS Januari 20. 7:43 Nah, eh dari situasi SLAT hormus dibuka 7:48 akan dibuka dalam 30 hari ke depan ee 7:51 orang bisa bernapas leg 7:54 bahwa pasokan energi akan kembali 7:56 normal. Maka diharapkan 7:59 ee dunia 8:01 akan kembali terpenuhi kebutuhannya 8:05 karena 20% minyak ee dunia akan 8:07 terpenuhi kembali. 8:09 Nah, ketika dunia global 8:13 mendapat 8:15 ee harapan yang pasti, maka 8:18 ketidakpastian yang selama ini melanda 8:21 dunia 8:22 ini masuk ke pemikiran ketidakpastian 8:25 politik dan ekonomi. 8:27 Eh, itu 8:29 mendapat angin segar. 8:31 Oh, kita masih bisa melihat matahari 8:35 terbit dan menyegarkan. 8:39 Walaupun akhirnya memang Amerika harus 8:42 mengakui ee daya tahan Iran luar biasa. 8:45 Nah, ketika masuk daya tahan Iran luar 8:48 biasa itu ee jelas di sini Iran tidak 8:50 berdiri sendiri. Ee kajian yang paling 8:54 akhir menyebut ee hubungan Iran dengan 8:58 Cina, hubungan Iran dengan Putin, 9:02 hubungan Iran bahkan diam-diam dengan 9:03 Korea Utara. 9:06 ee itu telah melahirkan 9:10 multipolaritas. 9:12 Bukan multipol tapi multi apa yang 9:14 disebut dengan multipolaritas? 9:16 Satu bentuk ee polar yang sangat berbeda 9:20 dengan multipolar yang lama. 9:22 karena multipolar yang baru ini berusaha 9:27 ee ee akan mencari nilai-nilai yang 9:30 mereka sepakati bukan didasarkan atas 9:33 kekuatan, bukan di atas di bukan berdiri 9:37 di atas ee dominasi satu kalangan. Dan 9:40 karenanya kepemimpinannya bukan 9:42 kepemimpinan tunggal, 9:44 bukan unipola, bukan kepemimpinan 9:45 Amerika, tapi kepemimpinan bersama. Nah, 9:48 ketika masuk dalam kepemimpinan bersama 9:51 ini ketemu tesisnya, ketemu tesis belt 9:54 and road inisiatif 9:56 yang disebut sebagai kerja sama 9:58 pertumbuhan. 9:58 H 10:00 kerja sama pertumbuhan ekonomi. 10:03 Nah, perspektif seperti ini sebenarnya 10:06 dunia sedang melangkah mencari bentuk 10:09 baru hubungan internasional. 10:12 Karena kita melihat mandulnya PBB, 10:15 mandulnya 10:17 ee Dewan apa ee 10:22 Dewan Keamanan PBD ya. 10:25 Dan juga mandulnya 10:27 ee bagaimana 10:29 AMF dan Wadback termasuk WCO. 10:33 Jadi hampir semua lembaga yang tadinya 10:37 didominasi oleh Amerika dan kemudian 10:40 Amerika diam-diam menarik ee secara 10:42 terbuka menarik diri ee 10:45 itu menunjukkan 10:49 obsolit sudah usang 10:52 dan dicari oleh bentuk baru. Bentuk baru 10:55 itu itulah mopola. Jadi pertama nilainya 10:58 baru, kelembagaannya baru, model 11:01 kepemimpinannya bersama. 11:03 ikatan-ikatannya dalam rangka 11:04 ikatan-ikatan kepentingan nasional, 11:07 bukan kepentingan salah satu pihak gitu 11:09 ya. Dan karena kepentingan yang 11:11 kepentingan nasionalnya menjadi utama 11:14 dibicarakan, maka sifatnya menjadi 11:17 pragmatis dan akhirnya bahkan cenderung 11:21 hubungannya 11:23 ee tidak terpo solid, tapi ee tidak juga 11:26 cair total. 11:28 ee ini ini berdampak pada ee ikatan 11:34 hubungan itu yang juga dipengaruhi oleh 11:38 perang teknologi, oleh peranan teknologi 11:41 ee komunikasi. 11:43 Ee itu yang keempat. Yang kelima yang 11:45 mendasar dari situ itu dampaknya menjadi 11:50 multipolaritas. sesungguhnya 11:53 menggambarkan kondisi masyarakat yang 11:56 yang 11:58 berada dalam 12:00 posisi di satu sisi ee demikian 12:04 bisa mudah disatukan 12:06 tapi pada saat juga rentan atau rapuh 12:08 nilai-nilainya 12:10 karena virtual. 12:12 karena virtual dia tidak menunjukkan 12:14 satu nilai-nilai yang kokoh di situ. 12:17 Nah, di situ terpulang pada sistem 12:20 negara masing-masing untuk menyatakan 12:22 bagaimana mereka ngebangun bisa 12:24 membangun public trust, bagaimana mereka 12:27 bisa ngebangun suatu kepercayaan publik 12:29 sebagai wujud adanya modal sosial pada 12:32 level nasional dan modal sosial pada ee 12:36 ee level global. 12:38 Ee itulah multipolaritas yang gitu ya. 12:41 dan militer menjadi pendukung bukan 12:44 menjadi hal yang utama. Tapi memang 12:46 tidak pernah bisa dilepaskan karena 12:49 unsur kekuasaan jauh melibatkan 12:50 kekuatan. 12:52 Bukan cuma sekedar kecerdasan, bukan 12:54 cuma sekedar kekayaan, bukan sekedar 12:56 pengaruh, bukan sekedarmatik gitu. Ada 13:01 lima unsur unsur kekuasaan. 13:04 Nah, ee di sini kita melihat dialog 13:08 Putin dengan si Jinping, dialog si Jin 13:12 Ping dengan Trump itu menunjukkan betul 13:17 ee 13:19 multipolaritas tadi itu belum ketemu 13:21 bentuk, 13:22 tapi dunia juga cemas. Pada saat yang 13:25 sama dia juga cemas karena berakhirnya 13:28 perjanjian nuklir Amerika dengan Rusia 13:32 itu belum diperbaharui dan e dan Amerika 13:35 dan Cina 13:36 Cina tidak mau terlibat atas posisi itu. 13:39 sehingga bisa saja ketika 13:42 ee para pihak ee punya kesinggungan 13:46 ee dan kemudian muncul emosi dengan 13:48 egoisme yang enggak-karuan gitu kan 13:52 itu e tiba-tiba mereka bicara dengan 13:54 nuklir. Nah, itu yang dunia itu cemas 13:57 situasinya begitu. 13:58 Mulai latihan-latihan pula lagi. 14:01 Iya. Satu. Nah, dari situasi itu dia 14:04 mempengaruhi Indonesia. Makanya salah 14:07 satu artikel saya 14:09 ketika kita bicara tentang pertemuan ee 14:13 si Jinping dengan Trump 1315 Mei, si 14:16 Jinping dengan Putin 1920 Mei dan 14:19 ditambah dengan bagaimana ee Cina gagal 14:24 didaya gunakan oleh Amerika untuk merayu 14:26 Iran gitu. [tertawa] 14:30 H 14:30 ee itu itu ee menunjukkan dunia mencari 14:35 bentuk dalam multipolaritasnya. 14:37 Ee namun Indonesia lagi-lagi tidak jelas 14:39 posisinya gitu ya ee mau ke mana sudah 14:43 terlanjur menunjukkan ke panggung dunia 14:47 bahwa Indonesia condong ke barat, 14:50 condong ke Washington. Nah, kecondongan 14:52 ini ee memantik perdebatan 14:56 apakah memang nonblok itu tidak relevan 14:59 gitu. 15:01 H. 15:01 Nah, ternyata kalau kalau dalam kajian 15:04 kajian saya gitu ya melihat situasi tadi 15:07 multipolaritas yang muncul kayak gitu 15:09 justru nonblok itu nonblok itu adalah 15:12 Pak. 15:13 Hm. Tapi bukan soal bukan soal 15:18 ee bukan soal 15:21 non alignment movement-nya gitu. 15:23 Hm. 15:24 Jadi bukan soal non align align tapi 15:28 realignment movement-nya mestinya 15:30 muncul. 15:32 Hm. 15:33 Ngerti maksudnya? Jadi kan e non block 15:35 itu non alignment movement. gerakan 15:38 tidak berpihak ke timur. Karena di satu 15:41 sisi memang perang Timur Barat sudah. 15:44 Tetapi kan ketika merujuk situasi dunia 15:47 tetap berbasis pada kekuatan seperti 15:49 yang ditunjukkan oleh Amerika, maka 15:53 sesungguhnya tetap terjadi tetap terjadi 15:56 pemihakan. Cuma pemihakannya bukan lagi 15:59 merujuk pada posisi blok timur, blok 16:01 barat. Ah, nah kalau dibilang dia bukan 16:04 pemelihatan, maka realignment 16:06 movement-nya, gerakan untuk kembali 16:09 menunjukkan posisi keseimbangannya gitu. 16:11 Menyeimbangkan posisi dari para pihak 16:14 itu menjadi sangat relevan. di situ 16:16 butuh kepemimpinan 16:18 yang bukan cuma sekedar berani, 16:22 cerdas, 16:24 tapi juga punya keberpihakan secara 16:27 struktural 16:29 atas tegaknya 16:31 di sini atas tegaknya 16:34 kesejahteraan 16:36 gitu ya 16:37 dan keadilan 16:39 secara global dengan nilai-nilai global. 16:42 Jadi kalau berpihaknya pada stabilitas, 16:45 kesejahteraan, 16:46 dan keadilan global, maka dia butuh 16:49 nilai baru. Itu itu relevan dengan 16:51 multipolaritas. 16:53 Nah, kita enggak punya itu sekarang ini 16:55 kayak gitu gitu. 16:57 Kita enggak nampilin itu. Padahal 16:58 Indonesia pernah menjadi penggagas utama 17:02 ee Asia 17:04 sebagai gerakan nonblok gitu ya. Dan 17:06 sekarang dalam suasana kayak gini, kita 17:08 tidak menjadi penggagas utama dalam 17:10 rangka menemukan multipolaritas baru 17:13 gitu. 17:14 Padahal dengan kalau membaca baik-baik 17:18 pembukaan Undang-Undang Dasar 45, dia 17:21 punya modal luar biasa. 17:24 Luar biasa. 17:24 Karena Undang-Undang Dasar 45 bicara 17:26 tentang kemanusiaan, 17:27 Undang-Undang Dasar 45 tentang 17:29 kesejahteraan, tentang pencerdasan, 17:31 tentang keadilan global gitu kan. itu 17:33 semuanya ada di situ di 17:36 kata di kata pembukaan. 17:38 Tapi kita tidak mendayunakan nilai lebih 17:41 kita, pemahaman baik kita tentang 17:44 bagaimana sesungguhnya global sedang 17:47 membutuhkan 17:49 penyejahteraan, menyejahterakan, 17:52 mencerdaskan, mengatasi mengatasi 17:54 berbagai tekanan gitu dan ujungnya 17:56 adalah keadilan global. Nah, itu ee 18:00 hubungan dengan Indonesia secara 18:02 ekonomi, secara politik. Nah, secara 18:05 ekonomi 18:07 ya kalau 18:10 Gubernur Bank Indonesia menyatakan bulan 18:12 Juli nilai tugas akan menguat 18:16 antara 16.800 sampai dengan 17.200 gitu. 18:19 He. 18:20 Nah, saya bisa membenarkan 18:23 karena pembayaran jasa sudah selesai. 18:27 pembayaran dividen. 18:29 Pembayaran tapi itu pembayaran dividen 18:31 disebabkan karena kesalahan sistem yang 18:33 kita bangun berdasarkan Undang-Undang 18:35 2507 gitu. Jadi artinya ee kita tidak 18:40 punya fundamental yang kokoh. Nah, saya 18:42 menjawab pertanyaan tadi dan 18:44 ee 18:46 eh seorang pejabat ee PAPENAS lalu 18:52 menjabat Menteri Keuangan, menjabat 18:54 Gubernur Bank Indonesia dan menjabat 18:56 Wakil Presiden yang selalu dikutip oleh 18:59 media-media mainstream di Indonesia dan 19:01 di luar selalu mengatakan fundamental 19:04 makro kita kuat gitu ya. He. 19:07 Sehingga mereka juga menyatakan dan 19:09 kalau dalam ee kebijakan ekonomi fiskal 19:14 yang mereka sudarkan pada 20 Mei 19:16 kemarin, mereka bilang fundamental 19:18 ekonomi yang solid. Itu kalimatnya. 19:20 Mereka enggak berani menyatakan, tapi 19:23 mereka ganti solid. Saya bilang, "Iya, 19:25 solid yang rapuh." Saya bilang, 19:29 solid tapi rapuh gitu. Dalam bahasa yang 19:31 lain ee pejabat yang punya seseorang 19:34 yang punya jabatan hebat tadi ketika 19:36 meyakinkan publik bahwa ee fundamental 19:40 ekonomi Indonesia kuat ee publik 19:43 disodorkan oleh bukti bahwa fundamental 19:46 ekonomi Indonesia rapuh. Nah, ketika 19:48 dijawab dengan fundamental ekonomi 19:50 Indonesia solid, publik-biuh. 19:55 Ngelihat itu ngelihatnya gampang kok 19:58 gitu. Apa indikatornya tadi? 20:01 Bagaimana sektoril tetap terseok-seok, 20:04 terutama UMKM, bagaimana moneter kita 20:07 tetap tunduk pada Washington, bagaimana 20:09 fiskal kita tetap tertekan karena utang 20:11 luar negeri, karena defisit, karena 20:15 ketidakmampuan 20:17 mengelola alokasi secara efisien dan 20:19 efektif. Seperti nampak pada posisi ee 20:23 soal belanja di ee MBG, belanja di 20:27 Koperasi Merah Putih gitu. Nah, 20:29 kelihatan di situ. Nah, apalagi tetap 20:33 yang namanya 20:34 Andris BLW, hutang yang disetujui tapi 20:38 tidak dicairkan tetap tinggi jumlahnya 20:42 2.527,46 20:44 triliun gitu ya. Menggambarkan situasi 20:47 transmitter moneter perbankan 20:50 menunjukkan dunia usaha dalam posisi 20:53 cemas menghadapi situasi Indonesia. 20:57 Mereka menunggu saja. Jadi istilahnya 20:58 wait and see. Yuk kita lihat yuk. Kita 21:00 tunggu apa sebenarnya situasi politik di 21:02 Indonesia, apa sebenarnya situasi 21:04 ekonomi di Indonesia. Nah, itu berdampak 21:06 ke orang kecil semuanya. 21:08 Ee di tengah yang namanya ancaman PHK 21:10 juga ikut. 21:11 Nah, itu yang menunjukkan 21:14 bahwa situasi publik domestik 21:17 Indonesia tidak tumbuh dalam posisi 21:20 tras. Nah, itu juga tergambarkan pada 21:24 alal saya semalam di CNN gitu ya. itu 21:28 kelihatan di tiga media sosial ee X gitu 21:33 ya, Twitter, X 21:35 ee dan Instagram itu kelihatan yang ada 21:39 adalah satirefsatri, 21:42 ejekan-ejekan 21:44 dan kemarahan gitu ya terhadap 21:46 pemerintah dan ketidakpercayaan intinya 21:48 gitu. Lalu mereka juga menyebut soal ee 21:52 bagaimana sesungguhnya 21:54 Indonesia dalam posisi ee orang tetap 21:58 tempatnya presiden misalnya itu punya 22:01 ucapan-ucapan yang ungkapan-ungkapan 22:04 yang yang sesungguhnya tidak berusaha 22:07 menenangkan tapi tidak menunjukkan bukti 22:09 bagaimana tindakan gitu 22:12 dan partai-partai yang 22:14 yang mendukungnya koalisi besar gitu ya 22:18 gitu Ya, itu tidak memberi manfaat bagi 22:23 presiden 22:25 bagi rezim ceritanya. 22:27 Iya. [berdehem] 22:28 Nah, kalau kalau ngelihatnya begitu maka 22:31 sesungguhnya yang terjadi cuma keamanan 22:35 pada peri tulisan saya. 22:37 Keamanan pada sejumlah subsektor pangan 22:40 gitu ya 22:42 posisnya. Lalu [berdehem] ditambah lagi 22:44 dengan ee ya subsidi subsidi pada energi 22:49 tidak naik sehingga masyarakat tidak 22:51 marah. 22:53 Iya. 22:53 Nah, itu kurang lebihnya begitu 22:55 ya. Eh entah ya eh tadi eh Bangksusi 22:59 sempat menyebut masalah peran nonblok 23:02 yang nampaknya dalam e pemerintahan 23:04 sekarang ini makin ditinggalkan karena 23:07 terbukti dengan ee apa upacara-upacara 23:10 nonblok yang hilang dalam perjalanan 23:13 bangsa ini. Tapi di Jawa Barat ada juga 23:16 peran baru sekarang Bang Iksanuddin 23:18 Nursi masalah pangkalan Herkules yang 23:22 akan menjadi sebuah cerita dari 23:25 pangkalan Kerta Jati yang nampaknya 23:27 sekarang hanya diisi oleh burung walet 23:30 sebagian akan banyak pesawat-pesawat 23:32 ini. apa yang di di apa ya di ee 23:36 diharapkan apakah karena sudah 23:39 sedemikian dolar di mana adanya dan juga 23:42 penciptaan dari PT Danantara Sumber Daya 23:45 Indonesia menyebabkan megap-megapnya 23:48 sebagian pengusaha mineral ini. Ee 23:51 bagaimana sorotan dari Bang Ihsanudin 23:53 Nursi? 23:55 Saya saya masuki dulu ee ee 23:59 ee barang yang sudah jadi ya. H 24:01 dalam hal ini Bandara Kertajati ya. 24:04 H 24:05 saya memang sedang menulisnya. 24:08 Nah, tapi karena kesibukan sudah 3 hari 24:10 enggak selesai-selesai itu tulisannya. 24:12 [tertawa] 24:15 Karena tadi sedang sedang melihat 24:17 multipolaritas itu sedang semanas. 24:20 Jadi kenapa mestinya Bara Kertas Jati ee 24:24 itu menggambarkan 24:26 ee pendagunaan atas ee 24:31 potensi pasar. 24:33 H. 24:33 Nah, potensi pasarnya kan tadinya 24:35 diharapkan 24:36 orang mundar-mandir ke Bandung jenengan 24:38 dari luar di mana-mana 24:40 lihat pesawat. Orang mundar-mandir Jawa 24:42 Barat, 24:43 orang mundar-mandir ke Cirebon ke 24:47 Bandung. Titik-titik itu dengan 24:49 Indramayu semua. 24:51 Tapi itu lagi bukti 24:56 membangun infrastruktur 24:59 yang tidak punya hubungan dengan ini 25:02 pernah kita bicarakan bersama ah sekali 25:06 ulama 25:07 yang tidak ada hubungannya dengan sumber 25:10 daya yang interconnektivity dengan pasar 25:14 gitu kan. 25:16 Iya. itu tidak ada gunanya 25:20 kan? Ingat enggak ketika kita bicara 25:22 tentang damanya, enggak ada salurannya. 25:25 Ingat ya? 25:26 Betul. Iya. Air ada tapi pertanyaannya 25:28 enggak saluran enggak punya gitu 25:30 sering kejadian gitu. 25:31 Nah, pada bandara kereda jati sama. 25:35 dia tidak punya relasi antara sumber 25:38 daya dengan ee supply chain dengan mata 25:43 rantai pasokan sehingga dia tidak ketemu 25:45 dengan pasar dengan konsumen gitu. 25:49 Nah, terus sebenarnya dalam ee 25:54 musim haji sudah dipakai untuk semua 25:57 musim haji dari kawasan Jawa Barat 25:59 sehingga mereka tidak perlu ke 26:00 Cengkareng. 26:01 Tapi itu kan musiman gitu. Yang 26:04 diperlukan adalah rutinitas gitu. Nah, 26:07 artinya lagi-lagi benar juga angka yang 26:10 yang saya sodotkan dengan merujuk angka 26:13 dari berbagai sumber 26:16 yang menyebut bahwa pada Joko Widodo, 26:19 era Joko Widodo telah terjadi 26:22 inefisiensi pembangunan infrastruktur 26:25 yang diindikasikan 26:28 yang ditunjukkan 26:30 oleh 26:32 incremental capital output ratio. itu 26:36 gitu ya. 26:37 Jadi, setiap tambahan modal dia harusnya 26:40 menunjukkan peningkatan output 26:43 inkremental tambahan-tambahan modal. 26:46 Nah, ternyata dia tidak semakin tinggi 26:49 angka itu gitu ya. 26:51 Iya. 26:51 Itu semakin tidak efisien. itu seperti 26:54 juga saya presentasikan berkali-kali di 26:56 Trasil 26:57 dari tahun 23, 24 sampai kemarin 25 gitu 27:00 ya untuk nunjukin itu. Sehingga Bank 27:03 Dunia memvonish 27:05 dalam risetnya bahwa logistik di 27:08 Indonesia setelah yang namanya 27:11 infrastruktur dibangun turunnya hanya 27:14 0,3% 27:15 dari 24% menjadi itu menunjukkan 27:18 betul-betul kebocoran di sana sini 27:21 bahasa sombongnya kebocoran. 27:23 Iya. 27:24 Bahasa benarnya apa? Korupsi. [tertawa] 27:27 Nah, itu BUM yang ceritanya 27:31 maka beban Indonesia berkali-kali sudah 27:35 diperlihatkan. 27:36 Beban IKN, beban wus, beban kerta jati 27:41 gitu ya. Beban yang namanya sumber daya 27:43 alam yang diambil begitu saja gitu ya. 27:46 Sudah enggak tahu corak. 27:48 Nah, ketika ingin digunakan sebagai 27:52 pusat perawatan terkutes gitu, ee orang 27:56 menggeser analisisnya menjadi dari 27:59 sekedar posisi bandara umum menjadi 28:02 bandara yang cenderung punya kekuatan 28:04 militer, dia akan menjadi spesifik dan 28:07 bisa jadi di situ malah menunjukkan kita 28:09 tidak lagi dalam posisi nonbok dan bisa 28:12 dipandang sebagai pangkalan militer. 28:16 Nah, di situ berpengaruh ke dalam posisi 28:20 Indonesia yang memang tidak menyedorkan 28:23 diri atau tidak menempatkan diri sebagai 28:25 salah satu kekuatan ee global, tapi 28:27 menampilkan diri sebagai kekuatan 28:29 bersama. Itu yang saya bilang tadi. 28:31 Mestinya Indonesia ikut dalam arus 28:33 membentuk multiolaritas. 28:37 Itu mestinya begitu gitu 28:38 mestinya. Nah, itu kan normalnya 28:41 normatifnya tepatnya. Non, normatif ini 28:43 kan tergantung pada motivasi orientasi 28:47 sang penguasa. 28:49 Oleh motivasi orientasi sang penguasanya 28:51 adalah ee 28:56 pengemis penghormatan dan penghargaan. 28:58 Saya menggunakan istilah enggak enak ya. 28:59 Iya. 29:00 Pengemis atas penghormatan dan 29:01 penghargaan Barat. Jadinya begini. 29:05 Wah, saya kan pernah di eh di dicekal 29:07 sama sekian puluh tahun untuk tidak bisa 29:09 masuk ke situ. 29:11 Kan ada omongan kayak gitu. He. 29:12 Dan sekarang begitu mendapat penghargaan 29:14 seolah-olah betul 29:16 dengan B. 29:17 Iran itu 49 29:19 Iran itu 49 tahun bukan cuma sekedar 29:21 dicekal para pejabatnya, dicekal 29:23 bangsanya lewat sanksi ekonomi dan 29:25 embargo yang saya bilang your sanction, 29:28 your embargo is our blessing. 29:31 Berkali-kali juga saya gambarin di di 29:33 Rasil kayak gini gitu. 29:35 Luar biasa. Jadi ee itu itu ada 29:39 pergeseran nilai dalam posisi netralitas 29:42 Indonesia atas konflik global yang 29:44 muncul dan itu ditunjukkan lewat yang 29:47 namanya persetujuan. Ada dua 29:49 persetujuan. Persetujuan lintas udara 29:51 yang tidak perlu lagi minta clearance 29:53 gitu ya. Yang kedua ini berkaitan sama 29:56 bandara kerta jatuh. 29:57 Bukannya belum itu, Bang. baru 29:59 permintaan belum disetujui. 30:01 Sama-sama artinya permintaan itu belum 30:03 disetujui. Tapi 30:05 ee itu menggambarkan 30:08 betapa diplomasi Indonesia 30:10 di era ini melemah apalagi kemudian 30:12 negosiasi. Nah, ketika sampai pada 30:14 diplomasi melemah, negosiasi juga makin 30:16 lemah. Nah, ini itu diindikasikan pada 30:20 agreement on reciproat tarif. 30:23 Iya. [berdehem] 30:23 ART 30:25 diplomasi. Dan kemudian kemarin dalam 30:27 posisi dalam posisi DSI Amerika 30:31 dikecualikan. Gimana coba? [tertawa] Oh 30:34 ini baru 30:34 isunya begitu. 30:35 Oh isinya begitu ya. Heeh. Oh karena ada 30:38 ada perjanjian IR yang sebelumnya ya. 30:41 Oh iya betul karena rujukannya ART. 30:43 ART. 30:44 Kalau rujukan ART ya Amerika harus 30:47 dikecualikan. 30:49 Hatta hatta menyambut relawan Sumut 30:52 Flotila kemarin Deplu Menteri luar 30:54 negerinya wabil khusus agak-agak kan 30:57 bicaranya kan ini menyebabkan sebuah 30:59 sebuah 31:00 sebuah konstitusi yang nampaknya sudah 31:02 dikesampingkan atau macam mana Pak Pak 31:05 Bang Nursi ini 31:07 jadi kalau kalau kalau kita ngelihat Pak 31:09 sebelum ke situ kita jawab dulu DSI. 31:11 Oh DSI tuntaskan. 31:13 Heeh. 31:14 Kalau kita bicara DSI, maka persoalan 31:18 besarnya menjadi gini. 31:20 Apakah memang DSI serta-merta menjamin 31:26 kan ee tesis besar hari ini 31:28 H 31:28 dan itu sudah berlangsung sejak 20 tahun 31:32 lalu adalah public services 31:36 he 31:37 yang faster cepat, 31:40 better lebih baik, 31:42 cheaper lebih murah gitu kan. 31:44 Heeh. 31:45 faster, greater, cheaper and bigger. 31:51 H 31:52 lebih besar itu. Apa DSI bisa begitu? 31:55 Itu pertanyaan besar. 31:56 Apa DSI dan antara sumber daya Indonesia 32:00 itu 32:01 bisa memberikan layanan lebih cepat, 32:03 bisa memberikan layanan lebih murah, 32:05 bisa memberikan layanan lebih baik, bisa 32:09 memberikan layanan lebih besar. 32:12 Karena basisnya semuanya teknologi. 32:15 Semua basisnya teknologi. Jadi tidak. 32:17 Kalau dulu saya ini karena bagian dari 32:21 bagian dari kerjaan saya mengkritisi 32:24 soal penerima negara. 32:26 Iya. 32:28 Hampir setengah usia saya nih. 32:31 Itu kan saya bilang ini kan sampai ke 32:34 rumah tuh datang seorang tokoh dia cukai 32:37 dengan tumpukan dokumen. W ngeri enggak? 32:42 tokoh senior datang ke rumah. Saya ingat 32:44 banget gitu nih. Kalau kursi kursi tamu 32:46 bisa cerita dia cerita datanya di bank 32:48 kata sekalian gitu ya. Karena kan cum 32:50 sealian kayak gini 32:54 sedikit orang yang bisa bicara tentang 32:56 ini berdasarkan data begitu. Hit. 32:59 Iya. Jadi dan karenanya saya terus 33:01 dimusuhin kan. H 33:03 kan saya mau mau menyelesaikan soal ini 33:05 ke akar akarnya enggak jauh-jauh di 33:07 jalan Ahmad itu dulu 33:10 [tertawa] 33:11 dan karenanya Dirjennya langsung 33:13 diomongin di televisi kan sampai kayak 33:15 gitu. 33:16 Nah, artinya sesungguhnya 33:19 ketika 33:21 ee persoalan 33:24 be cukai diselesaikan dengan pendekatan 33:27 kelembagaan dalam hal ini lewat dan 33:30 antara sumber daya Indonesia dan itu 33:33 kemudian disertai dengan sejumlah 33:35 aturan. Maka pertanyaannya pendekatan 33:38 regulasi yang baru dan pendekatan 33:41 kelembagaan yang ciptakan apakah 33:45 menjawab 33:46 layanan menjadi lebih murah, lebih 33:50 cepat, lebih baik, dan lebih besar gitu. 33:54 Apakah itu ee ini kita di ini kita di 34:00 didengar ini Pak Alantar saya dari dari 34:04 awal tadi saya bilang rupanya ada yang 34:06 dengar nih saya dengar nih soalnya 34:07 mereka bicara 34:11 enggak apa-apa Anda dengerin baik-baik 34:12 kalau perlu undang saya sendirian situ 34:13 saya bicara sama anda ya 34:15 betul [tertawa] 34:18 saya I'm talking by data jadi enggak 34:19 usah saya enggak saya enggak khawatir 34:23 [berdehem] 34:23 lah Lalu kalau kita melihat DSI kayak 34:27 gini, maka 34:30 respon pada 34:32 respon pada pasar modal sebenarnya lebih 34:35 ke persoalan. 34:37 Ada empat emiten di luar yang dihentikan 34:41 perdagangannya. 34:43 Emiten itu berkaitan dengan ee berkaitan 34:47 dengan grup mulia, berkaitan dengan grup 34:50 sinar gitu ya. 34:52 Itu di luar tu dicabut. ya itu memberi 34:56 informasi ke pasar modal dunia karena 34:58 itu dicabut gitu ya ee itu memberi 35:02 informasi ke dunia bahwa memang punya 35:04 masalah dalam pasar modal kita dan itu 35:07 punya masalah pada posisi bagaimana 35:10 pengelolaan sumber daya yang melahirkan 35:14 keuangan bagi para pihak dalam hal ini 35:16 kepada para investor dan juga memberi 35:18 manfaat kepada para pihak 35:21 analisis pihak terkait 35:23 ee ee seoptimal-optimalnya. 35:27 Apa poinnya? Poinnya adalah 35:32 ketika Presiden menyatakan ada problem 35:35 pada under invoicing, under accounting 35:39 gitu ya, under pricing. 35:42 Lalu kemudian ada masalah pada transfer 35:46 pricing. 35:48 Transfer pricing saya teriak sejak tahun 35:50 2000 nih. [tertawa] 35:56 Begitu juga under invoicing sama. Jadi 35:58 sudah 26 tahun lalu gitu 35:59 karena sekarang diperlukan dolarnya atau 36:01 baru ngeh tah entah gimana gitu loh atau 36:03 masih jauh dari pemilu. [tertawa] 36:07 Jadi jadi ee DSI ini tidak serta-merta 36:12 ee bisa menunjukkan efektivitasnya. 36:16 Ah ini kita dalam bahasa lebih bijaksana 36:19 gitu ya. Kita masih menunggu menunggu 36:23 menunggu waktu untuk membuktikan bahwa 36:26 resolusi kalau pakai bahasa kerennya 36:28 jalan keluar yang disodorkan oleh 36:30 pemerintah atas amburadulnya, atas 36:33 kebocorannya 36:34 pendapatan negara karena tadi under 36:38 invoice, under pricing, ee transfer 36:41 pricing gitu ya, itu bisa memperbaiki 36:43 prem negara. Nah, semalam kalau saya 36:46 lihat gitu dari dari badan komunikasi 36:51 yang dibentuk oleh pemerintah, saya 36:53 enggak dapat jawaban konkret soal itu. 36:55 H 36:56 karena mereka bilang, "Ya, kita masih di 36:58 waktu baru, kita masih menunggu 36:59 bagaimana orang-orang." Nah, begitu 37:02 orang dipilih, ketemu nama orang bule. 37:05 [tertawa] 37:09 Nah, ini 37:12 di sini menunjukkan 37:15 bahwa memang ternyata orang Indonesia 37:17 budaya 37:18 sangat miskin untuk punya keterampilan 37:21 tinggi, 37:22 sangat miskin untuk bisa dipercaya, 37:24 sangat miskin dipercaya untuk mengelola 37:28 gitu ya. 37:29 Sehingga akhirnya membutuhkan orang bule 37:31 untuk memanage itu gitu. 37:34 e apalagi kalau kita tahu juga ada 37:37 sebuah perusahaan terbuka milik 37:39 ee online yang sudah terbuka juga 37:41 mengundang 37:42 mengundang orang asing kan menjadi 37:44 direksinya gitu. 37:46 Nah iya. 37:47 Nah itu fakta. 37:49 Tapi sebenarnya kalau baliknya begitu 37:52 itu menunjukkan bahwa 37:55 ada budaya kita yang salah, ada 37:57 peradaban kita yang salah. Nah, 37:59 peradaban yang salah itu enggak pernah 38:02 dicari akar masalahnya secara benar. 38:04 Presiden hanya menyatakan 20 Mei ada 38:06 kesalahan sistem itu setelah saya nulis 38:10 tentang lima penyebab kejatuhan rupiah. 38:13 Hm. 38:14 Yang saya bilang ada ekonomi khayalan. 38:17 Ingat ya? 38:17 Ketika saya ngomong dial ekonomi kalan 38:21 masih ada empat hal lagi yang harus 38:24 diselesaikan. Padahal ketika bicara 38:26 sistem itu juga harus ditengar. Betul. 38:29 Maksud dan tujuan atau perdefinisi 38:32 kesalahan sistem itu yang bagaimana 38:34 gitu. Ketika ternyata ketika Anda bicara 38:38 sistem, kabinet Anda oversizing. 38:42 [tertawa] 38:43 Iya. Itu dia yang dibilang rakyat suruh 38:45 menghemat tapi kabinet boros-borosan 38:47 gitu. [berdehem] 38:48 Heeh. Betul. Bahkan kalau bicara utang 38:51 luar negeri, rakyat disuruh kencang ikat 38:53 pinggang. 38:54 He. 38:55 Mereka bermewah-mewah gitu kan. Gitu 38:57 kan. Bukan sekedar itu. Kalau kalau 38:59 pakai kalimat saya 39:01 di atas derita dan tangis rakyat gitu 39:03 ya, 39:04 kalian tertawa bahagia. Itu kalau saya 39:07 nulis. 39:09 Nah, itu yang akhirnya orang tidak punya 39:11 kepercayaan atas kebijakan yang diambil. 39:14 Karena 39:16 antara tindakan kebijakan dengan antar 39:19 kebijakan dengan tindakan itu berbeda. 39:22 Tidak satu kata gitu. Tidak satu satu 39:25 garis lurus. Tidak siratal mustaqim, 39:27 tidak istikamah. 39:28 Tidak istiqamah. 39:30 Nah, kalau sudah sampai di situ itu 39:32 diindikasikan apa tuh? Itu ada ukurannya 39:34 itu almunafik. 39:37 Ah, benar. Dia dia menandakan itu. Nah, 39:41 ketika masuk sampai di situ kajian saya 39:44 lebih dalam lagi. 39:45 H 39:46 dia bukan hanya bicara tentang 39:47 perspektif moral, dia bukan hanya 39:50 perspektif intelektual 39:53 tadi yang juga berkaitan dengan 39:54 perspektif modal sosial. Jadi ada ada 39:56 kita sudah temukan masalah moral, 39:58 intelektual, dan modal sosial. Ke 40:01 belakangnya ketemu lagi dengan problem 40:02 spiritual. Nah, tadi ketemu 40:05 bangsa Indonesia yang berangkat haji itu 40:07 kenapa tidak melahirkan berkah? Ya gitu. 40:12 [tertawa] 40:12 Masyaallah. 40:12 Padahal yang berangkat sampai 221.000 40:15 ditambah lagi dengan 40:17 belasan ribu yang ee haji khusus gitu 40:19 kan. 40:20 Sekarang yang yang haji khusus kan saya 40:22 dengar 40:22 17.600 apa 40:24 17.000 Iya. Tiba-tib 40:26 iya sampai begitu mestinya kan 40:28 melahirkan berkah gitu gitu dari posisi 40:31 itu. Nah, 40:32 ah itu ee unit analisisnya tidak 40:36 akhirnya tidak bisa unit analisis dalam 40:39 satuan besar 221.000 ditambah dengan 40:42 17.600 00 40:44 tapi unit analisisnya menjadi 40:45 individual. 40:46 Jadi mabruk dan mabrurnya 40:49 enggak lagi dalam pengertian kelompok 40:51 besar unit analisis sosial tapi unit 40:54 analisis individual. Maka unit analisis 40:56 individual orang akan merasakan 40:58 beda-beda keberangkatan haji itu kan 41:00 masing-masing punya pengalaman spiritual 41:02 beda. Begitulah ketika masuk ke dalam 41:04 situasi ee perpolitikan, perekonomian, 41:08 dan kehidupan sosial di Indonesia. Unit 41:10 analisisnya mestinya negara. Tapi karena 41:13 kemudian muncul ee kelembagaan ini yang 41:18 dengerin kita masih asik nih kelihatan 41:22 kah 41:24 karena unit analisis negaranya 41:25 ditampilkan secara berubah sehingga 41:27 akhirnya muncul meme jangan kasih 41:30 mikrofon presiden gitu kan itu kan 41:32 beredar ke mana-mana tuh gitu [tertawa] 41:35 iya iya 41:37 kan e artinya ee orang sudah satiril 41:41 yang kayak gitu gitu ya. Sikap yang 41:43 kayak gitu itu kan respon dari 41:46 penolakan 41:47 itu order juga 41:48 penolakan masyarakat gitu. 41:50 Masyaallah ya luar biasa kiamatkiamat 41:53 tambah dekatlah inilah itulah 41:55 macam-macamlah. [tertawa] 41:57 Iya. Jadi, jadi dalam bahasa yang lain 42:00 gitu kalau kita ngambil situasi kekinian 42:04 ee 42:06 ee 42:08 leluruhnya modal sosial domestik itu 42:11 yang menjadi penyebab utama 42:14 bahwa kehidupan ekonomi politik kita 42:16 tidak membarik. 42:17 H. Jadi jangan jangan dibilang Anda 42:20 sudah berhasil ngebangun ee bukan 42:23 berhasil Anda boleh menyampaikan ee 42:27 narasi-narasi yang diharapkan 42:29 menumbuhkan kepercayaan publik, 42:31 menumbuhkan kepercayaan pasar yang dalam 42:34 bahasa sederhana welding market 42:37 confidence lewat narasi-narasi Anda. 42:39 Tapi narasi-narasi seperti itu ketika 42:41 kita saksikan respon publik gitu ya, 42:44 yang muncul bukannya simpati, yang 42:47 muncul bukannya mau, bukannya 42:49 mengiyakan. Nah, dari sana tadi 42:53 ee Anda sudah menemukan penyebabnya 42:56 yakni sistem. Nah, kalau Anda sudah 42:58 menemukan penyebabnya bahwa ini sistem, 43:01 maka penyelesaiannya bukan seperti yang 43:03 muncul pada dan antara sumber daya 43:05 Indonesia saja. H. 43:07 Tapi mari kita lihat bahwa di dalamnya 43:10 ada problematik. Ah, ini saya sebutin 43:13 ada problematik di lalu lintas devisa 43:16 dan sistem nilai tukar. Oh, 43:19 ekspor impor itu ada problem pada lalu 43:22 lintas devisa dan sistem nilai tukar. 43:24 Nah, kalau dia ketemunya di situ, maka 43:26 dia bukan sekedar memunculkan persoalan 43:29 ee neraca perdagangan, 43:32 tapi juga neraca jasa, tapi juga neraca 43:35 modal. 43:36 itu itu loh mony jadi itu pendekatan 43:38 sistem tuh. Nah, itu sampai kayak gitu 43:40 nanti berhubungan dengan fiskal. Jadi 43:42 moneternya begitu berhubungan dengan 43:45 kekuatan fiskalnya baru nanti ketemunya 43:47 dengan bagaimana sektor relnya. Jadi 43:49 kalau kita cerita tentang dan antara 43:51 sumber daya Indonesia yang menimbul 43:53 menimbulkan respon korporasi itu sektor 43:56 real. 43:57 Sektoril di yang punya relasi antara 44:00 sektoril dengan sektor keuangan sehingga 44:02 muncul di kelihatan di pasar modal sear 44:04 pas modal sekarang. Tapi dia naik dengan 44:06 kebijakan fiskal, dia naik dengan yang 44:08 namanya kebijakan moneter. Itu musinya 44:10 ngelihatnya itu bicara sistem gitu. 44:13 Wah, itu terlampau besar. Kita kan 44:15 menyelesaikannya. [berdehem] 44:17 Kita kan menyelesaikannya secara 44:18 bertahap. Iya. 44:20 Tapi jelaskan karena sekarang 44:22 dunia-dunia IT, dunia teknologi 44:25 informasi. 44:26 Hm. 44:27 Maka mestinya ketika Anda menyatakan 44:30 delapan asasita kan Anda sudah 44:32 mengkomunikasikan delapan astasita. H 44:34 karena sudah mengkomunikasikan RPJMN. 44:37 Hm. 44:38 Maka mestinya konkrit bukan dalam rangka 44:40 meraih simpati 29. 44:43 H. 44:45 Oh, gitu. 44:48 Iya dong. 44:51 Repot. 44:51 Anda kan sedang berinvestasi untuk merai 44:53 simpasi 229 nih gitu. Apalagi revisi 44:56 undang-undang sedang dibuat pula lagi 44:57 tentang pemilu. Ya, tapi panjang, Bang. 45:01 ini waktunya pula yang sudah terbatas 45:03 sebagai closing. Saya bisa ngerti 45:05 ee iya jadi memang saya mau masuk 45:06 closing statement dari tadi sudah saya 45:09 saya tengarai waktu yang Nah, kalau nah 45:12 ee kita besok akan masuk hari ini kita 45:15 sudah puasa Arafah. 45:16 Insyaallah 45:17 puasa Arafah adalah bentuk simpati kita 45:20 dan empati kita atas pertemuan 45:23 umat Islam sedunia di Arafah. Hm. 45:27 Ee mereka sekarang sedang menuju 45:31 berada di Arafah sana gitu ya. 45:32 He 45:33 pukul .00 berarti sekarang di sana ya. 45:35 Iya. 45:35 Sekitar pukul 4. Subuh subuh. 45:38 Dan 45:38 nah nanti ee beberapa waktu kemudian 45:40 sekitar 6 jam kemudian 45:42 mereka akan berada di posisi wukuf di 45:44 Arabah di waktu zuhur. 45:46 Nah kita mendoakan mereka agar doa 45:50 mereka di arpa sana makbul. 45:53 Amin. 45:54 Amin. 45:55 Ulang. Agar masyarakat Islam sedunia 45:58 yang doanya pada saat wukuf di apa? 46:01 Makbul. 46:02 Karena Allah yang menyatakan uni astajib 46:05 lakum. 46:07 Mintalah niscaya ku beri. Nah, karena 46:09 sudah memenuhi labbaik allahum laka 46:11 labbaik innal hamda wal nikmat lakal wal 46:13 mulk la syarikalak gitu ya. Maka 46:16 mudah-mudahan doa di buku Arafah ini 46:19 betul-betul diijabah. 46:21 Insyaallah 46:22 betul-betul diijabah. Termasuk doa umat 46:24 Islam Indonesia. Doanya diabah mendoakan 46:28 agar bangsa ini tidak terpecah belah. 46:31 Mendoakan bangsa ini tetap diikat dalam 46:33 Undang-Undang Dasaran 45 yang asli 46:36 sehingga tidak menjadi 46:37 pengkhianat-pengkhianat 46:39 pendiri republik, tidak menghancurkan 46:42 warisan nilai-nilai yang ditanam oleh 46:44 pendiri republik. Saya bilang ya, tidak 46:46 menghancurkan warisan nilai-nilai 46:49 yang ditegakkan yang diperjuangkan oleh 46:53 pendiri republik ya. 46:55 Mudah-mudahan terjadi. Yang ketiga, kita 46:58 tetap menjadi bangsa yang tidak ikut 47:01 hanyut dalam kebodohan, 47:04 larut dalam lalai akan kebenaran. 47:07 Sebagaimana Allah katakan, "Kalau kalian 47:09 seperti itu, tunggu saatnya kalian akan 47:11 hancur 47:13 mengerikan 47:15 supaya kita tidak hanyut dalam 47:16 kebodohan, kita tidak larut dalam 47:19 ketersesatan." Ini saya khawatir nih 47:21 untuk halimat saya karena artikel saya 47:23 judulnya begitu. artikel saya merawat 47:25 kebodohan, 47:27 menjaga ketersesatan itu kan saya sudah 47:29 ngomong pada klimaks. Ngomong klimaksnya 47:32 sedemikian rupa pada bangsa ini. Dan itu 47:35 tertulis bukan ucapan. 47:37 H 47:37 artinya dia lebih merupakan bukti bahwa 47:40 bangsa ini ternyata memang hanyut dalam 47:41 kebodohan dan larut dalam ketersesatan. 47:45 Nah, 47:48 dan mudah-mudahan eh kita betul-betul 47:51 dalam posisi ihdinatal mustaqim. Am. 47:53 Dan posisiat mustaqim untuk menegakkan 47:55 yang hak adalah hak 47:56 menyingkirkan yang batil b dan kemudian 47:58 hidup kita bermanfaat bagi semua. 48:01 Amin. 48:01 Horenasenas. 48:03 Nah, itu puncak haji. 48:05 Jadi, puncak haji adalah bagaimana umat 48:07 Islam Indonesia tampil sebagai pribadi 48:10 yang memberi manfaat atas memberi 48:13 manfaat pada pihak lain karena ajaran, 48:15 karena menegakkan ajaran, karena 48:17 menegakkan 48:26 warahmatullah wabarakatuh.