Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar Bang Ihsanuddin 0:20 Nursi? 0:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:25 wabarakatuh. 0:27 Ha. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Wih. 0:29 Eh, lebaran haji tinggal dikit lagi nih, 0:31 Bang. 0:33 20 21 0:35 hari lagi. Nampaknya Menteri Keuangan 0:37 pun berharap ya perdagangan ini menambah 0:41 ee ramainya putaran uang. Tapi tulisan 0:44 Bang Isanuddin Nursi ini tadi mengawali 0:47 dua tulisan. Sebelumnya juga ada Pak 0:49 Triono Wibowo yang mengatakan tentang 0:52 geoekonomi Barat yang nampaknya ingin 0:54 meriset e keuangan dunia. Apa yang 0:57 terjadi? Sementara kita terjebak pada 0:59 slavery system. Wah, dari 66 Bang 1:03 Isanuddinusi terus mengamati sampai 1:05 sekarang. Sekarang sudah 17.000 berapa 1:07 nih? Entah sekarang ya. Ah, akankah ini 1:09 akan terus merosot ke 20.000? Apa yang 1:12 terjadi? 3 bulan lagi pabrik bakal pada 1:16 ee tutup. Sebagian sudah memberikan 1:18 sinyal. Tapi nampaknya sebagian para 1:22 petinggi negara mengatakan baik-baik 1:24 saja walaupun sudah ada ee kode ya 1:28 tentang mode itu ya gaya apa ee ee 1:32 emergency mode yang sudah dipencet oleh 1:34 Menteri Keuangan sampai sakit pinggang 1:37 itu menteri ya disuntik apan kali 1:39 katanya walaupun langsung bisa berenang. 1:42 yang lainnya pada over apa oversize itu 1:45 kalau kita lihat itu kan kabinet itu 1:47 badannya apakah yang oversize atau apa 1:49 bahkan berbagai isu malang melintang di 1:52 tengah kabinet kita apa yang Bang 1:54 Ihsanuddin Nursi melihat terakhir urusan 1:57 700.000 Ibu sepatu dari sekolah rakyat. 2:00 Belum lagi urusan MBG yang terus menjadi 2:03 pembicaraan gak kelar-kelar. Demo sudah 2:05 ada kemarin, tapi sikit-sikit aja gitu. 2:07 Silakan Bang Ihsanudin Nursi Tafad. 2:10 [berdehem] 2:12 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 2:16 Subhanakaidina 2:31 Muhammad 2:34 Muhammad. 2:37 Saya 2:39 tentang 2:41 nilai tukar 2:44 karena sebenarnya 2:47 ee 2:48 bingung 2:50 melihat 2:52 [tertawa] 2:52 ee orang-orang Indonesia 2:55 ee itu masih 2:58 masih tetap terkagum-kagum pada 3:03 sistem 3:06 ee vietman. 3:08 Hm. 3:08 Sistem uang cetak. 3:11 H 3:11 yang pernah yang pernah saya jelaskan ke 3:14 hadapan 3:15 h 3:16 ke hadapan teman-teman di Rasil, hadapan 3:18 sejumlah ulama 3:20 bahwa manu 3:23 cetak itu 3:26 bagian dari 3:29 ee strategi besar riba. 3:32 Hm. 3:34 Bagian besar dari 3:36 yang disebut dengan hidup dengan 3:39 khayalan. 3:42 Kenapa? Karena pada 15 Agustus 3:45 1971 3:48 saat terjadi nexon shock, 3:51 Amerika melepas 3:54 hubungan antara 3:57 ee dolar dengan emas. 4:01 Artinya anchornya, jangkarnya, 4:04 jangkarnya dolar adalah kepercayaan 4:09 dan karena digunakan dalam transaksi 4:12 keuangan dan perdagangan. 4:14 Ini berapa sebenarnya nilai dolar? Itu 4:16 enggak enggak jelas. 4:16 Enggak jelas 4:18 enggak jelas karena tidak ada anchornya, 4:20 tidak ada katanya 4:21 minyak mungkin. Tapi sekarang minyak 4:23 sudah mulai cuaan. 4:26 Kalau dibilang minyak juga enggak apa 4:28 relasinya dengan minyak. Karena nanti 4:30 kalau pakai teori moneter yang dibangun 4:33 gitu ya. 4:34 Heeh. 4:35 Kalau pakai teori moneter yang dibangun 4:38 ee itu kan ngelihatnya jadi begini. 4:43 Oh 4:45 nilai ee ini pernah saya jelaskanil 4:48 nilai tukar itu berhubungan dengan dua 4:50 saudaranya. H 4:52 namanya inflasi dan suku bunga. 4:55 H 4:56 nilai tukar punya dua sadar namanya 4:58 inflasi dan suku bunga. 5:00 Nilai tukar dalam hal ini dolar 5:04 dipakai untuk bertransaksi barang-barang 5:06 komoditas strategis 5:08 energi emas komoditas strategis dan 5:10 hidup orang banyak lainnya. Jadi kata 5:13 kuncinya energi emas dan komoditas 5:17 strategis lainnya. 5:19 Nah ini segitiga juga. 5:21 segitiga juga. Jadi kalau kalau segitiga 5:24 nilai tukar invasi suku bunga 5:27 segitiganya di tengahnya ada lingkaran 5:29 itu ditentukan oleh federal seank 5:33 sentral Amerika. Maka kalau dalam 5:36 segitiga emas, 5:40 energi dan komoditas strategis saja 5:42 tidak kurang banyak itu ditentukan oleh 5:45 penguasa pasar. 5:47 Hm. 5:48 Nah, federal reserve itu mendasarkan 5:51 nilai emas apa dari mana gitu. 5:55 Nimbang-nimbang nimbang-nimbang e minyak 5:58 enggak bisa juga. Kalau nimbang emas dia 6:00 cuma sekitar sebagai alat tukang. 6:03 Dari sana ketemu apa yang pernah saya 6:06 sampaikan juga dalam kajian ekonomi 6:09 Islam. 6:11 [berdehem] 6:12 Yang ini membuat saya berbeda dengan 6:14 kalangan 6:15 masyarakat ekonomi 6:18 Islam pada umumnya di Indonesia. 6:20 Bahwa ekonomi Islam itu basisnya adalah 6:24 satu, 6:27 menolak ketidakjujuran. 6:30 Basis ekonomi Islam harus jujur. 6:32 Hm. 6:34 Yang kedua, 6:36 dia tidak boleh serakah. 6:39 pertama jujur, yang kedua tidak boleh 6:43 serakah. 6:44 Yang ketiga 6:46 dia harus 6:49 terang dan tunai. Boleh enggak 6:51 berhutang? Boleh. Tapi ada syarat. Nah, 6:54 berlaku 282 tuh Albaqarahnya. 6:57 Jadi kalau sudah kok terang dan tunai 6:59 Albaqarah mengizinkan ee berhutang 282 7:04 gitu ya. Albaqarah 28. 7:06 Oh, betul. Tapi ada syaratnya. 7:07 syarat-syaratnya ketat sekali 7:10 dan tidak ada penambahan. 7:12 [tertawa] 7:16 Nah, kalau sudah sampai pada posisi 7:20 tidak boleh ada khayalan. Wah, ini kalau 7:24 saya jual dalam berhutang, wah ini mesti 7:26 begini nih. Itu khayalan. Jadi pakai 7:28 hipotesa-hipotesa itu khayalancet 7:31 langit. Jadi tidak iya ngecat langit 7:33 [tertawa] 7:34 itu enggak bisa itu begitu kalau mau di 7:37 jadi bukan berarti tidak boleh berhutang 7:39 boleh enggak masalah 7:40 tapi untuk masuk hutang itu ada 7:42 syaratnya. Nah ini rumus empat hal ini 7:45 mengubah pola pikir bahwa pendapatan 7:48 adalah 7:51 konsumsi dan saving atau pendapatan 7:54 adalah konsumsi dan tabungan. Bagi Islam 7:56 bukan konsumsinya duluan yang dipakai. 8:00 Bagi Islam yang dipakai kalau kita ambil 8:02 Albaqarah ayat 2, kita ambil Albaqarah 8:05 18 5 kita ambil beberapa ayat lain yang 8:11 didahului adalah wimmaun. 8:15 Jadi yang pertama kali yang pertama kali 8:18 diraih oleh seorang umat ketika 8:20 memperoleh rezeki dalam pengertian 8:22 rezeki materi maka yang pertama 8:24 dilakukan adalah menginfakkan. 8:29 Infak itu ada dua, ada infak tangible, 8:31 ada infak nyata, ada infak tidak nyata. 8:35 Nah, ketika rezekinya adalah rezeki 8:37 nyata, maka kata kuncinya adalah 8:40 infakkan rezeki nyata itu juga dengan 8:41 nyata. Jadi bukan dikonsumsi lain, 8:44 diinfakkan dulu. Nah, itu artinya 8:47 tabungan di situ ada dua di situ 8:49 tabungan. Tabungan untuk diri sendiri, 8:51 tabungan akhirat. Tabungan dunia, 8:52 tabungan akhirat, gitu. Nah, artinya 8:55 kuncinya dia tidak mengutam di situ kata 8:58 kuncinya kalau ketika dibilang wamimnya 9:01 duluan 9:03 dia menjadi mensyaratkan bahwa umat 9:07 Islam harus mengendalikan konsumsinya. 9:10 Nah, ayat lainnya kan perhatikan makan 9:12 kamu. 9:14 Entar kalau hadisnya kan makanlah gitu. 9:18 Tapi cukup aja. Nah, cukup itu bisa 9:20 diatur dengan puasa Daud. cukup itu bisa 9:22 diatur dengan puasa Senin Kamis dengan 9:24 yaumilbit. Nah, 9:26 pada konstruksi 9:27 Daud atau Yaumilbit ditambah dengan 9:30 Senin Kamis, umat Islam sesungguhnya 9:32 sedang diajarkan wamimak 9:35 Anda menabung sehingga tidak perlu 9:36 berutang [tertawa] 9:40 ujungnya. Jadi tidak perlu berhutang 9:41 jadi baliknya begitu gitu. Nah, nah di 9:44 situ saya lihat ketika beralih di dalam 9:46 kedilan tukar maka persoalan pokoknya 9:48 menjadi gitu ya [berdehem] 9:50 menjadi alat tukar apa yang kita pakai. 9:55 Alat tukar apa yang dipakai. 9:58 H 9:58 kenapa sejak yang namanya kan saya sebut 10:00 dalam tulisan saya 10:03 tahun ketika pertama kali kita nyatakan 10:06 kita menggunakan rupiah setelah ribut 10:08 dengan uang daerah, uang apa macam-macam 10:10 gitu. 10:12 Setelah itu 10:14 Rp1 10:16 dolar Amerika adalah 3,8 gitu kan. 10:21 Rp3,8. 10:22 Iya. 10:23 Iya. 10:24 Tapi begitu tahun berubah dia langsung 10:27 41 gitu. 10:29 Heeh. 10:30 Langsung lagi berubah lagi tahun 6 10:32 langsung enggak kedua sampai sekarang. 10:33 Coba kejatuhannya berapa kali? Padahal 10:35 katanya katanya Anda kaya raya, 10:39 Anda kaya di pertambangan. Anda kaya di 10:41 perkebunan, Anda kaya diak geografis, 10:44 Anda menjadi pasar gitu ya. Jadi berarti 10:47 Anda miskin di mana nih? Miskin itu 10:49 enggak punya. Maksudnya Anda enggak 10:51 punya dia apa nih? Kalau katanya Anda 10:52 kaya kok, 10:53 buktinya Anda tetap dijadikan pasar 10:55 sampai dengan sekarang. 10:56 He. 10:57 Anda tetap dijadikan pasar itu kan 10:59 kekuatan. Cina mendayagunakan kekuatan 11:02 pasarnya luar biasa. India 11:03 mendayagunakan kekuatan pasarnya luar 11:05 biasa. Brazil mendayagunakan kekuatan 11:07 pasarnya luar biasa. Contoh paling akhir 11:10 dan paling mutakhir dan paling kemudian 11:12 menekan 11:14 Amerika sebagai pasar digunakan oleh 11:16 Trump untuk menekan. Sekarang bukan 11:17 hanya menekan mitra dagangnya. 11:19 H 11:20 hari ini ribut tahu enggak menekan 11:21 siapa? 11:21 Apa Bang? 11:22 Menekan Uni Eropa. 11:23 Uh. 11:25 Uni Eropa 11:26 walaupun walaupun emasnya Uni Eropa buat 11:28 tonton ada di Amerika ya. 11:31 Iya betul. Jadi kalau kita baca hari ini 11:33 kalau saya saya ikuti perdebatan hari 11:35 ini, 11:35 seluruh negeri Europa juga balasbalik. 11:37 Oke, lu karenaakan tarif. Gue juga pakai 11:39 tarif. 11:39 Hm. Tarik 500 pasukannya 5 e apa semua 11:44 5.000 pasukannya. 11:46 Hm. 11:46 Ah, itu militer ini. Enggak. Ini perang 11:48 tarifnya. 11:49 Uh, 11:49 perang tarifnya dulu nih. 11:51 Perang tarifnya dulu. Kalau perang 11:52 tarifnya sudah kencang kayak gini itu 11:54 artinya memang gitu ya [berdehem] 11:57 berlaku ini bukan kita mau bukan 12:00 kemudian hukum Allah mengikuti situ 12:01 peristiwa enggak. Tapi berlaku ketentuan 12:04 Allah memang segala sesuatu itu akan 12:06 bergeser, akan bergulir, tidak mungkin 12:09 permanen. 12:11 Jarum pendek, jarum panjang itu selalu 12:13 bergulir dari 12 ke satu, 1 ke 12 terus 12:16 begitu terus bergeser gitu ya. Enggak 12:19 ada yang permanen tuh. Enggak ada yang 12:21 abadi. 12:22 Hm. 12:23 Yang abadi cuma satu 12:25 omah sendiri. 12:27 Yang abadi cuma bagaimana Anda membawa 12:29 amal dan ilmu pengetahuan ke dalam liang 12:31 lahad. 12:32 [tertawa] 12:34 Masyaallah lah halal. Nah, kalau sampai 12:36 di situ gitu kita ngelihat perang sampai 12:38 ke hidup, 12:40 maka masuk ke dalam nilai tukar 12:41 persoalan besarnya menjadi ini bukan 12:44 bukan 12:46 bukan apa saya menulis begini ketika 12:49 kita ngelihat tukar kita jatuh 12:50 terus-menerus kenapa kita tidak melihat 12:53 secara mendalam? Saya menyebutnya 12:54 sebagai lihatlah secara struktural, 12:57 fundamental dan fungsional. He. 13:00 Secara struktural kita harus melihat 13:02 sampai seberapa jauh hajat hidup orang 13:04 banyak di satu negeri Indonesia hajat 13:07 hidup orang banyak mestinya terpenuhi. 13:08 He. 13:09 Dari mulai pendidikan, kesehatan, 13:12 lapangan kerja, 13:13 infrastruktur, 13:16 h 13:16 makan gitu ya. Itu harusnya terpenuhi. 13:20 Nah, di pemenuhan ituah digunakan pakai 13:22 apa? [berdehem] Nah, kita terdikte di 13:26 sini. 13:27 Hm. Energi kita kita impor, 13:32 bawang putih kita impor, 13:34 tempe kedeluh. 13:37 Iya. Kedele kita impor, susu kita impor, 13:41 daging sapi kita impor. Coba. 13:44 Wah walaupun walaupun Menteri Amran 13:46 Sulaiman menyatakan komponen lain, 13:49 komponen pangan yang lain kita sudah 13:51 surplus 13:52 ee untuk menunjuk sebagai kita sudah 13:54 punya ketahan pangan. Sama seperti 13:55 beras. 13:56 Walaupun kemudian beras menjadi 13:57 perdebatan ramai. Nah, sekarang 13:59 ramai. Tapi syaratnya saya karena 14:02 kebetulan saya ikut dalam pemeriksaan 14:05 cek ee beras persediaan bulok gitu ya, 14:09 persediaan pemerintah. 14:11 Ee saya menggunakan model thanks 14:13 believiving karena kemudian ee saya 14:16 menganggap mereka berusaha jujur gitu. 14:19 H. 14:19 Nah, kejujuran kejujuran dari Amran 14:21 Sulaiman itu yang saya hormati, yang 14:23 saya hargai. 14:24 Heeh. keinginan dia untuk jujur gitu. 14:26 H. 14:27 Jadi kalau kita sudah tidak menghargai 14:28 kehormat kejujuran orang 14:30 berbahaya itu 14:30 tentu 14:31 ya jadi berbahaya kita 14:33 aman berani nunjukin kejujuran memang 14:35 mau begini kita hormati bahwa memang 14:37 tapi di situ bukan soal ketahanan pangan 14:38 di situ soal ketahanan beras itu. 14:41 Makanya saya bilang saya berbeda. 14:42 Anda menggunakan sasembad saya tidak 14:45 menggunakan istilah suas sembada. Saya 14:46 gunakan bahasa Indonesia 14:48 ketahanan 14:49 kemandirian kedaulatan. Tidak hanya 14:52 beras. 14:52 Artinya ketika kita [mendengus] 14:54 ketika kita ngelihat bahwa barang impor 14:57 kita untuk kebutuhan hidup tinggi, 15:00 kita juga mengimpor modal. 15:04 Ini yang pada berikutnya 15:05 apa, Bang? Kita mengimpor sistem 15:07 politik, kita mengimpor sistem 15:09 pendidikan, ya terjajah bangsa ini. 15:11 Innalillah 15:14 itu yang tidak disadari gitu loh. Kita 15:16 mengimpor peradaban, kita mengimpor 15:19 sistem pendidikan, kita mengimpor sistem 15:21 politik, kita mengimpor sistem ekonomi, 15:24 gitu. 15:24 Hm. 15:26 terjadi. Padahal kalau kita lihat kata 15:28 pembukaan Undang 45, kita sudah punya 15:30 filosofinya, kita sudah punya 15:32 groundlahnya, kita sudah punya grormnya, 15:35 gitu. 15:36 Ah, tinggal kita pahami secara mendalam 15:38 bagaimana kata pembukaan itu sebagai 15:41 pembimbing kita untuk merumaskan lebih 15:42 lanjut konsepsi teorinya dan 15:45 aplikasinya, gitu. H 15:47 seperti juga pernah saya sampaikan di 15:48 rasil di teman-teman rahasil gitu. 15:51 [tertawa] 15:52 N artinya ketika saya menulis seperti 15:54 itu 15:56 sebenarnya sebelum tulisan itu sudah 15:58 saya sampaikan ke kalangan pemerintah, 16:00 ke kalangan petinggi di negeri ini 16:02 bagaimana menjawabnya. 16:04 H 16:04 tiga paper saya berjudul Manifesto 16:06 Ekonomi Konstitusi. 16:08 H. 16:09 Jadi sudah saya serahkan itu ke para 16:10 petinggi. Mereka tahu kok 2019 itu kan 16:13 saya menkan pemikiran manifestasi 16:15 ekonomi konstitusi di mana saya diadu 16:17 oleh almarhum gitu. Diadu dengan 16:19 terhadap almarhum 16:21 seorang ekonom seorang ekonom muda lah 16:23 yang kemudian punya nama gitu ya. Kalau 16:25 saya sebut karena fitnah kubur 16:27 enggak enak gitu ya. 16:29 Tapi paling tidak 16:32 kalau tulisan saya seperti itu, itu 16:34 artinya saya punya jawaban. 16:37 Cuma kan saya saya secara akademiknya 16:41 saya usil usil akademik ya. 16:44 Usilnya gua aduh gua tandang nih chat 16:47 GPT coba nih gitu. [tertawa] 16:50 Jadi e sama seperti saya nantang CGPT 16:53 soal soal 25 Desember gitu. Mana yang 16:56 benar? 25 Desember musim salju atau 25 16:59 Desember musim panen kurma kan gitu kan? 17:02 [tertawa] Betul betul. kita uji yang 17:04 benar gitu yang oh ternyata dia enggak 17:06 bisa jawab misalnya contohnya begitu 25 17:09 Desember itu hari ini hari kelahiran Isa 17:13 ya [tertawa] 17:14 kan kalau pihak sana bilang musim salju 17:16 sehingga sehingga pakai pakai seluah 17:18 salju Pak Al-Qur'an kan bilangnya musim 17:20 panen kurma gitu [tertawa] 17:23 sehingga goyangkanlah kaki Maryam 17:25 terhadap kurma maka kurmanya berjatuhan 17:28 kan gitu ngelihatnya gitu ya itu kita 17:30 bisa uji di sit adu-adu pandangan kita 17:32 gitu dengan Al-Qur'an atau kita uji lagi 17:35 tentang ee sampai seberapa jauh dolar 17:39 itu akan leluruh gitu. Wah, dia bertahan 17:41 habis-habisan kita sodok habis-habisan 17:43 dengan angka-angka. Dia ngakuin akhirnya 17:46 iya memang dolar hasilnya meluruh. Dari 17:48 90% digunakan di seluruh dunia 17:51 sekarang cuma tinggal 56,77 katanya. H 17:54 ditambah lagi dengan geseran orang 17:56 menggunakan swe code itu akhirnya kalau 17:58 kita desak-desak dia ngakuin h 18:01 dia dia ya akan kan algoritma yang 18:03 kejawab enggak bisa menghindar dia dari 18:05 algoritma itu gitu. 18:07 Nahnya kita sedang menguji pengetahuan 18:09 kita kajian kita. 18:11 H. Nah, dari sana ketika saya bilang 18:14 saya punya jawaban ketika saya sampai 18:17 jadi baik presiden 18:20 atau petinggi-petinggi gerinder lainnya 18:25 atau sekelompok orang itu tahu bahwa 18:27 saya sudah punya jawaban 18:31 tapi gerbungnya 18:32 karena sudah saya bikin hitam atas putih 18:34 dengan judul di dalam baris itu dengan 18:35 judul manifesto ekonomi konstitusi. 18:39 sudah saya buat itu bagaimana mengatasi 18:41 itu gitu ya. Kalau mereka bilang belum 18:43 ya sudah saya bisa kirim lagi. 18:46 Artinya 18:46 bertis 18:47 dolar yang sekarang 18:49 dolar yang sekarang 17.403 18:51 ini pagi hari ini itu sebenarnya bisa 18:53 kalau kita mau menurunkan gitu. Begitu 18:55 Bang? 18:56 Bisa. Bisa. 18:58 Heeh. 18:58 Anda sekarang saya tanya balik Anda meng 19:01 jangkarnya dolar itu apa? Jangkar 19:03 rupiahnya apa? Bagaimana sekarang kalau 19:05 rupiahnya kita jangkarkan dengan sumber 19:07 daya alam kita? yang kemudian kita 19:09 kuasai, restruk, kita restrukturisasi. 19:11 Itu yang pernah saya e yang pernah dulu. 19:14 Betul. 19:16 Hm. 19:16 Ini ini perdebatan atau katakan diskusi 19:20 saya dengan guru monitor saya, 19:22 Harto Yowikyoto. 19:24 Saya ingat dulu Bang Iksanuddin Nursi 7 19:27 tahun at 6 tahun yang lalu berkumpul tuh 19:29 dengan timnya Pak Prabowo pula waktu itu 19:32 ya. [tertawa] Heeh. 19:33 Iya. 19:36 Jadi artinya 19:37 keberanian memerlukan 19:39 asal punya keberanian dan punya pemimpin 19:42 yang berani. Begitu 19:44 ya kan tiga syarat saya tadi. 19:46 Anda punya kejujuran, Anda punya 19:48 keberanian, Anda punya wawasan depan 19:51 yang jauh. Artinya 19:52 kalau pakai bahasa Al-Qur'an Anda jadi 19:54 ulil albab. 19:55 Hmm. 19:57 [tertawa] 19:58 Anda jadi ulil albab gitu loh. Nah, ulil 20:01 albab itu disebut tantangannya apa? 20:04 Tantangan menghadapi yang bagaimana yang 20:06 batil dengan yang apa? Bag bagaimana 20:09 mengatasi yang batil? 20:11 Karena doa pertamanya rbana battila 20:14 subhanakabanna. 20:16 Tantangan paling akhir disebut dalam Al 20:19 Imran itu gitu. 20:21 Apa itu? Tidak boleh terhina. 20:24 [tertawa] 20:25 Hm. Iya, itu dia 20:27 tidak boleh terhina di hari kiamat loh. 20:30 Kiamat kan ada dua, kiamat sugra sama 20:32 kiamat kubra. 20:33 Artinya jangan sampai terhina ketika 20:35 kita meninggal, 20:37 ketika kita wafat, 20:39 ketika kita ajal, ketika kita sakratul 20:42 maut, 20:43 ketika kita rjiun itu sampai kayak gitu 20:46 gitu. Artinya kalau kita mau ngambil 20:48 sosok diri kita yang bagaimanapun akan 20:51 mati, maka 20:54 di posisi kematian itu seperti juga 20:57 disebut 20:58 janganlah mati kecuali dalam keadaan 21:00 muslim. Tapi kalau pakai tadi albab 21:03 urayanya jangan mati dalam keadaan 21:05 terhina. 21:06 He. 21:07 Nah, ketika masuk dalam keadaan terhina 21:09 muncul masalah bagaimana perilaku kita 21:11 ketika memimpin. Muncullah, jauhilah 21:14 istana dari persoalan. 21:18 [tertawa] Saya enggak enak nyebutnya 21:20 karena di dalam artikel saya juga sudah 21:22 saya sebut di situ 21:24 kan saya sebut dalam artikel saya cuma 21:26 sesuatu yang tidak layak saya sebutkan 21:28 kan gitu di artikel saya. Saya 21:29 menyebutnya 21:30 jadi kelainan moral ya. [terkesiap] 21:32 Iya. 21:34 Ini persoalan. 21:35 Hm. 21:36 Ini persoalan walaupun kemudian juga 21:38 kita tahu di beberapa belahan dunia 21:40 pemimpinpemimpinnya adalah begitu gitu 21:43 loh. 21:43 Dan ini jadi penyakit dunia yang pernah 21:46 di yang pernah dirasakan oleh umat 21:49 terdahulu pula. Begitu. 21:51 Apa artinya? [berdehem] 21:52 Apa artinya? 21:53 Berulang. 21:54 Artinya memang ada pihak yang sedang 21:56 melakukan perlawanan terhadap Tuhan 21:59 dengan menyembarluaskan modal-modal 22:01 perlawanan terhadap Tuhan. H 22:03 ulang-ulang di sin di sini harus 22:04 dipahami. 22:06 Ada kelompok tertentu, kelompok pelangi. 22:08 He. 22:09 Kelompok pelangi. 22:11 He. 22:11 Yang memang menyebarluaskan model 22:13 kehidupan peradaban pelangi. 22:15 He. 22:16 Dan ini adalah model perlawanan terhadap 22:18 Tuhan, model perlawanan terhadap Allah 22:19 Subhanahu wa taala. 22:21 H. 22:22 Jadi kalau kalau modal perlawanan ini 22:25 dilakukan disebarluaskan, 22:27 maka ini berarti dia memang menjungkir 22:30 balikkan kehidupan. berbasis tadi ajaran 22:34 dia jungkir balikan kehidupan 22:37 karena memang ada yang dia lawan gitu 22:39 loh. [tertawa] 22:40 H gitu 22:42 ada. Jadi bukan cuma itu tadi 22:44 insulting-nya gitu ya, penghinaannya 22:47 gitu ya, tekanannya itu menjadi luar 22:48 biasa. Di sini nih ini ngomongnya jadi 22:51 berubah filosofis karena 22:53 apa belajar untuk berpikir lebih jauh 22:56 gitu. Silakan Pak. 22:58 He. 22:59 Jadi [berdehem] dari kerangka itu misal 23:01 karena nanti begini kan seperti juga 23:03 saya sampaikan ketika filosofi sampai 23:06 pada kerangka konsepsi teori maka 23:08 dibutuhkan aplikasi. Maka pembuktian 23:10 maka ketika aplikasi terjadi dia harus 23:13 terbukti bahwa dia tunduk pada kerangka 23:15 filosofi, teori dan konsepsi. 23:18 Bukti ini harus konsisten dalam rangka 23:20 menjalankan posisi diri yang memegang 23:22 amanah. 23:23 Ah gitu. Jadi ada filosofi, ada 23:26 konsepsi, ada teori, ada aplikasi, ada 23:28 bukti, ada konsistensi di dalamnya. 23:31 Hm. 23:33 Nah, sekarang pilihannya konsisten 23:36 menjalankan nur gitu ya. Konsisten 23:39 menjalankan yang hak adalah hak dan 23:41 konsisten menyingkarkan yang batil 23:43 tergantung kita kan. pilihannya cuma 23:45 itu, tidak ada pilihan lain. 23:49 Jadi kalau kita melihat, kalau kita 23:51 melihat dari Al-Fatihah pilihannya Anda 23:54 berada dalam siratal mustaqim atau Anda 23:56 dalam posisi makdub dan dol itu kan 23:59 pilihan. 23:59 Iya. 24:00 Anda tidak punya pilihan lain. Tidak 24:02 punya pilihan lain. Anda mengambil 24:04 tengah-tengah enggak ah saya enggak ikut 24:05 grup doalin. Saya juga enggak ikut 24:06 ihdinas surat mustaqim. Kan bisa. 24:08 Iya 24:11 bisa. 24:13 Tapi itu tetap Anda masuk dalam kka 24:15 makdub dan karena Anda diberikan 24:17 kekuasaan, kewenangan 24:22 dan Anda harus mempertanggungjawabkan 24:24 itu. Siapapun manusianya enggak peduli 24:26 dia apakah dia muskil atau nonmuslim 24:29 gitu. Karena pada saat dia di dalam 24:32 kandungan dia ada dalam posisi begitu 24:34 dalam posisi 24:37 dan itu ditagih gitu loh. Jadi artinya 24:40 ketika kita masuk ke dalam sistem 24:42 perekonomian yang di dalamnya ada nilai 24:44 tukar maka dia punya relasi terhadap dua 24:48 kondisi, tiga kondisi sebelumnya. Ada 24:51 modal spiritualnya, ada modal 24:54 sosialnya, ada modal politiknya, baru 24:56 ada modal finansialnya. Nah, alat tukar 24:59 itu di modal finansial, 25:01 di modal ekonomi. 25:04 Nah, kalau dia cerita modal ekonomi, 25:06 maka dia harus tumbuh, harus konsisten 25:07 pada moral, modal spiritual, modal 25:11 sosial, dan modal politik, modal 25:14 kekuasaan 25:16 itu dimiliki oleh tiap individu, itu 25:18 dimiliki oleh tiap keluarga, itu 25:20 dimiliki oleh tiap komunitas, itu 25:22 dimiliki oleh tiap bangsa, itu dimiliki 25:25 oleh yang namanya struktur 25:26 internasional. 25:28 modal spiritual, 25:30 modal sosial, modal politik, modal 25:33 ekonomi, modal peradaban. 25:37 Itulah yang disebut dengan bagaimana 25:41 ujung dari kehidupan yang nafsu 25:43 mutmainah, 25:45 gitu. Bukan berlama berdasarkan 25:47 kekuasaan. Adu tinggi-tinggi kekuasaan 25:49 lalu kemudian arogan dengan kekuasaan. 25:52 Loh, di TV loh saya ngomong. Saya cuma 25:54 minta satu sama pemerintah, 25:57 cobalah rendah hati gitu kan. Tegas saya 25:59 ngomongnya gitu. Coba 26:03 saya tegas loh. Coba ayo ayo undang gua 26:06 sekarang. 26:06 Gua nih punya data dari tahun '4 nih 26:08 sekarang nih. Nah ini ukurannya begini 26:10 coba gimana kata jangan lu bilang nih 26:13 kita mau melakukan redenominasi karena 26:15 loh itu nunjukin lu gagal mengatasi 26:18 nilai tukar gitu. 26:19 H. Nah, ee bisa enggak diatasi secara 26:23 teknik teknokratik gitu ya? Misalnya 26:25 begini, itu kan pendekatan-pendekatan 26:27 tadi bisa dengan pendekatan demokratik. 26:29 Kita cari sekarang nilai tukar itu 26:31 jangkarnya apa. Nah, 2019 26:35 saya menarik relasi 26:38 bagaimana rupiah dijangkakan pada 26:40 sejumlah sumber daya Indonesia 26:43 dan itu berarti sumber dayanya tidak 26:45 serah kita serahkan ke tangan korporasi 26:48 swasta baik domestik maupun asing. Loh, 26:50 ini kan sumber dayanya kita serahkan ke 26:53 korporasi sehingga beredar juga tulisan 26:56 saya tentang 10 orang terkaya [tertawa] 27:01 [berdehem] 27:03 dan 27:04 jadi itu itu dan di situ panjang sama 27:06 seperti sekarang 27:08 ketika Anda dibilang sebagai ee dibilang 27:11 sebagai kaya, 27:14 Al-Qur'an menjawabnya apa? Aku angkat 27:17 derajat kamu karena ilmu kamu. Aku 27:19 angkat derajat kamu karena iman kamu. 27:23 Sebaik-baiknya derajat adalah karena 27:24 ilmu dan iman. Kurang lebihnya begitu 27:27 gitu ya. 27:28 Saya bahasa bahasa Al-Qur'annya saya 27:30 enggak ingat tapi saya ingat betul 27:32 tesis. Artinya apa? Kalau derajat 27:34 kemuliaan yang dicari, kalau derajat 27:37 kehormatan yang dicari, maka derajat 27:39 kehormatan kemudian itu basis yang 27:41 paling kokohnya adalah iman dan ilmu, 27:44 bukan kuasa dan harta. 27:48 [tertawa] 27:50 Tapi bukan berarti kita tidak butuh 27:51 harta, butuh, bukan berarti kita tidak 27:54 butuh kuasa, butuh gitu. H. 27:56 Nah, di situ kelihatan relasi bagaimana 28:00 gitu ya. 28:01 Adam diciptakan lalu kemudian 28:04 disampaikan 28:06 headama asmaha 28:09 disampaikan asma. Begitu juga pada 28:11 namanya Muhammad disampaikan bismibiknya 28:14 asma semua yang disampaikan di situ 28:16 gitu. 28:17 itu nunjukin relasi ilmu dan iman yang 28:20 akhirnya terangkat ya sebagai manusia 28:22 mulia gitu loh. [tertawa] 28:25 Jadi apakah Muhammad dengan Khadijah 28:29 Kubra di akhir hayatnya masih tetap 28:31 punya harta harta harta yang demikian 28:34 rupa banyaknya. Padahal kita tahu yang 28:36 namanya Khadijah al kubra adalah orang 28:38 termasuk orang terkaya di Makkah 28:41 tapi akhirnya kan hartanya habis tapi 28:43 dengan tegaknya suatu kehidupan yang 28:44 mulia kan. 28:45 Betul betul. kehidupan mulia yang di ada 28:48 pilihan dikbankan oleh 28:49 pilihan ada pilihan ada literasi gitu. 28:52 Iya. Artinya ada ada 28:55 ee yang dipilih oleh Khadijah alkubra 28:58 yang mendampingi Muhammad Rasulullah 29:00 adalah dia habiskan hartanya dalam 29:03 rangka tegaknya nilai-nilai manusia ya. 29:06 Masyaallah luar biasa kan? 29:08 H 29:09 masyaallah luar biasa di situ. Gitu. 29:10 Jadi tidak ada sampai Muhammad sendiri 29:12 tidak ada harta waris yang aku 29:14 tinggalkan kecuali dua hal. 29:15 Hm. itu artinya harta yang dua hal itu 29:18 Al-Qur'an dan adalah kekayaan. Nah, 29:20 balik ketika ke Indonesia. Wah, 29:22 Indonesia muslim tapi baca Al-Qur'an aja 29:25 enggak bisa. Gimana coba? [tertawa] 29:28 Bisa bisa, Bang. 20%. 29:32 Iya dong. Ya, maksud saya yang mayoritas 29:34 kan susah baca gitu. Apalagi ketika 29:37 disuruh 29:38 disuruh memahami ya mahaminya cuman teks 29:41 enggak punya e di situ berkaitan dengan 29:43 pendidikan. Di situlah kemudian saya 29:44 sebut tadi Indonesia dijajah melalui 29:47 sistem antara lain sistem pendidikan, 29:49 sistem pendidikan barat. 29:50 Nah, hal-hal begini yang sesungguhnya 29:53 berkaitan dengan nilai tukar itu. Nah, 29:56 kan kuncinya di sini. Jadi, 29:58 he 29:59 uang itu kalau dalam tubuh manusia 30:01 ibarat darah dia. 30:03 Hm. Iya. 30:05 Dia mengalir dalam tubuh manusia. 30:08 Dia volumenya ketika kebanyakan 30:12 dia menjadi enggak keruk-koran tubuhnya. 30:14 Ketika tekanannya tinggi naik dia 30:16 tensinya. Inflasi. 30:17 Iya. Inflasi [tertawa] ya. 30:20 Iya kan? Inf. 30:22 Logikanya begitu gitu loh. Bahwa yang 30:24 namanya uang dalam tubuh manusia itu 30:26 namanya darah gitu. 30:27 H 30:28 dia menginformasikan dua hal. 30:31 Uang itu menginformasikan dua hal. Tadi 30:35 kalau pakai ekonomi namanya inflasi dan 30:38 suku bunga. Ke dalam tubuh manusia 30:39 namanya tadi bagaimana tensinya gitu 30:42 kan. 30:43 Bagaimana tensinya gitu 30:45 dan bagaimana kandungan-kandungan dalam 30:46 darah itu gitu 30:48 kan. Bunga mengandung macam-macam. 30:50 Dan tubuh manusia eorit yang kayak apa 30:54 [tertawa] 30:55 semuanya kandungan kelihatan di situ 30:56 gitu. Nah, kalau kita ngambil 30:58 pengistalan begitu, manusia hanya butuh 31:00 satu keseimbangan. Karena memang Allah 31:03 menciptakan manusia yang sehat itu 31:05 adalah sosok keseimbangan. Ketika 31:07 ekonomi gagal mencapai keseimbangan, 31:09 pada hakikatnya tubuh manusia gagal 31:10 mencapai keseimbangan. Analoginya 31:12 begitu, gitu. 31:14 Analoginya begitu. Maka kehidupan itu 31:16 butuh keseimbangan. Kehidupan itu 31:18 bersandar pada keseimbangan. 31:21 Itulah arrahman. Ara menyatakan siapa 31:24 saja yang merusak keseimbangan dia akan 31:26 terkena dampak dari keseimbangan yang 31:27 dia rusak. Maka ketemu fabah 31:32 [mendengus] 31:33 artinya ketika kita bicara nilai tukar 31:35 ketika dia tidak seimbang pasti rusak 31:38 perekonomian itu. Ketika rusak 31:41 perekonomian itu gitu ya karena dia 31:42 tidak seimbang dia akan naik ke atas ke 31:45 sebelumnya. Apa itu? Rusak politiknya. 31:48 Ketika naik lagi ke atas berarti rusak 31:49 modal sosialnya. Naik lagi ke atas 31:52 berarti rusak modal spiritualnya. 31:55 Ketemu. Kenapa modal spiritualnya rusak 31:58 tadi? 31:59 Karena Anda tidak jujur. Anda serah, 32:02 Anda bermain fantasi. 32:04 Anda kemudian tidak ketemu juga dengan 32:06 namanya permainan. Apa poinnya di situ? 32:09 Anda terkena riba. 32:11 Allah dan rasulnya yang akan memerang. 32:13 Ah, begitu. Jadi jatuhnya 32:16 lagi itu siklusnya begitu tuh. Gitu. 32:18 Iya. Kita siklusnya begitu. Betul. 32:20 Betul. 32:22 apa ya ini negeri namanya memang memang 32:24 betul-betul kekurangan literasi karena 32:27 sekolah yang diharapkan gratis dan 32:30 memang itu dijanjikan dalam kampanye 32:32 malah makan yang diberikan gratis antara 32:35 makan sama sekolah pendidikan ini kan 32:37 jauh beda panggang dari api ya juga 32:40 sekolah rakyat tapi guru honorernya 32:43 enggak dipikirkan bahkan sedemikian 32:46 miliaran dikeluarkan kok susah buat 32:48 beresin guru honorer yang enggak 32:50 kelar-kelar. Belum lagi urusan riba yang 32:53 akan mendampingi koperasi merah putih 32:56 ini. Apa yang akan terjadi? Akankah ini 32:59 memikirkan program yang tidak ada 33:01 seperti GBHN lalu? Jadi tiba masa datang 33:04 akal atau macam mana? Atau memang 33:06 setting dari geopolitik dunia, Bang? 33:10 Kalau [berdehem] 33:13 saya menjelaskan MBG berkali-kali 33:15 berkaitan dengan 33:20 ee tiga institusi 33:22 multilateral 33:24 dia berkaitan dengan WB program. 33:29 Dia berkaitan dengan 33:31 [batuk] 33:32 [berdehem] ee UNESCO 33:34 H 33:35 gitu ya. Dia berkaitan dengan WHO. 33:37 Hm. program besarnya seperti pernah saya 33:40 sampaikan di Rasil. 33:42 Hm. 33:42 Dia sebenarnya belajar dari bagaimana 33:44 mereka berhasil 33:45 h 33:46 mendikte Afrika. 33:47 Hm. 33:50 Hm. 33:50 Anda bayangkan kalau kita ambil sekarang 33:53 10 uang mata uang terburuk gitu ya 33:56 dibandingkan dengan dolar gitu ya. 33:58 He 33:59 tetap jadi kalau kita lihat berita 34:01 10 mata uang terbuk di duniaah 34:04 itu rujukannya dolar gitu. Artinya kita 34:06 merujuk pada mimpi-mimpi, merujuk pada 34:08 khayalan kan. 34:09 Iya. 34:09 Tapi lupakan rujukannya. Tapi siapa 34:12 kurbannya? 34:13 Nah, dari 10 34:15 10 yang teruruk itu salah satunya 34:17 Indonesia tapi sebagian besar Afrika 34:19 yang bawa duit sekarung-karung gitu ya. 34:22 Shar 34:25 termasuk yang buruk Iran. 34:26 Iran. Betul. 34:27 Sementara Iran buruk tapi ini menarik di 34:30 sini. 34:30 Ini unik ya? Unik. Betul ya? 34:33 Sangat unik. Bahkan ada, bahkan Paul 34:36 Kurman pun membandingkan PDB Amerika 34:39 dengan PDB Iran. 34:41 Tapi bahagia 34:41 itu lebih dahsyat lagi. Lebih dahsyat 34:43 lagi. [tertawa] 34:45 Ngeri kalau sudah sampai pada pada 34:47 kerangka gini. Di situ kelihatan bahwa 34:49 yang namanya modal ekonomi itu modal 34:52 he 34:53 modal finansial itu betul-betul cuma 34:56 mata rantai berikut. Setelah yang 34:57 namanya kokohnya modal spiritual, modal 34:59 sosial, dan modal politik. Itu kelihatan 35:01 banget gitu. Kelihatan. Nah, kita 35:03 balikin sekarang. [berdehem] Itu namanya 35:05 program dulunya 35:08 School Smills Coalitions. He. 35:11 Bagaimana koalisi memberi makan 35:14 kepada anak-anak sekolah gitu. 35:16 Hm. 35:17 Itu asal muasalnya begitu. 35:20 Nah, program itu sebenarnya dalam rangka 35:23 ee prevalensi kesehatan, 35:26 prevalensi kekurangan gizi. Nah, itu 35:29 sebenarnya itu motifnya. Maka kalau Anda 35:31 lihat bagaimana FAO bicara tentang 35:33 kecukupan pangan, dia tetap masuk ke 35:36 dalam dua hal. He. 35:38 Prevalensi gizi gitu ya. Prevalensi 35:42 gizi, prevalensi kesehatan. 35:44 Dan karena itu kemudian diukur berapa 35:47 biaya untuk mencapai akses pangan sehat 35:51 di negara-negara maju. Berapa biaya 35:55 yang dipakai untuk pengsas pangan sehat 35:58 Indonesia [berdehem] itu? akses pangan 36:00 sehatnya seperti saya tulis ee Prabowo 36:03 Gibran diselamatkan beras gitu ya. 36:05 He iya. 36:07 Ee Indonesia itu lebih mahal 36:11 4,75 dolar. 36:14 Hm. 36:14 Sementara negara maju cuma 4,7. 36:17 Jadi lebih mahal. 36:19 Nah, itu membuktikan 36:21 ee mata rantai pasok di Indonesia tidak 36:24 efisien. 36:25 Hm. 36:26 Nah, mereka mencoba mengatasi dengan 36:27 namanya koperasi merah putih. Tapi 36:29 pendekatan koperasi merah putih secara 36:31 mendasar juga salah. 36:33 Koperasi [tertawa] 36:34 di hutan katanya sebagian masyarakat. 36:39 Nah, jadi begitu gitu kalau ngelihatnya. 36:40 Jadi ee K dalam kaitan dengan MBG itu. 36:44 Nah, sekarang kalau kita ambil dulu 36:45 analisis MBG. Saya bukan tidak setuju 36:48 dengan MBG yang saya ini pernah saya 36:51 sampaikan. 36:51 H perlu perlu. 36:54 Tapi bagaimana sekarang caranya 36:55 mengatasi orang miskin tidak dengan 36:57 tangan dia di bawah. 36:58 Betul. 36:59 Itu 37:00 itu makanya 37:01 dan sudah ada ribuan posiandu yang yang 37:03 siap bergerak harusnya dengan aturan 37:05 yang sudah lama 37:07 dipelajari tanpa ahli gizi yang sudah 37:10 langkah di republik ini kan harusnya itu 37:12 berjalan Posiandu itu tapi ya 37:14 iya nah selain selain Posiandu 37:17 selain Posiandu kita pakai juga yang 37:19 namanya kita gunakan yang namanya 37:21 pemberian lapangan kerja 37:22 gitu 37:23 ah itu pasal 27 ayat 2 37:25 h 37:25 maka saya bilang kalau satu kuart 37:28 menghabiskan 1 triliun 100 triliun, maka 37:31 dalam 3 kuartal kita menghabiskan 300 37:34 triliun. Tapi multiplayer effectnya luar 37:37 biasa besarnya. 37:38 Kita sebut deh 37:40 orang miskin R5 juta. 37:41 He. 37:42 Kita sebut deh batas kemiskinan R juta. 37:44 Data BPS. 37:45 Maka ketika kita keluarin duit, kita 37:46 keluarin duit 100 triliun itu R5 juta 37:49 teratasi. 37:50 Multiver efeknya 3 bulan itu. 37:53 Masyaallah. 37:53 Multiver efek efek berlapisnya 37:56 kita keluarin lagi multiplayer effect. 37:58 Karena kalau kalau dia multifayer 37:59 effect, multiplyer effect, multifasi 38:02 tahunan 38:04 sekarang 38:05 karena dia punya pendapatan gitu loh. 38:07 Yang sibuk polisi, qodim, partai, pada 38:11 sibuk KPPS ya. Apa itu 38:14 bikin dapur-dapur itu kan jadi ya ke 38:17 mana larinya kalau bukan ke persiapan 38:19 lagi itu kan ya begitulah. Alkisah. 38:22 Lanjut, Bang. He. 38:23 Jadi kalau kalau kita balikin lagi 38:25 seperti hari buruh kemarin ya, 38:28 MBG berguna jawabnya tidak [tertawa] 38:31 keceplosan. Ngapa lagi ditanya gitu 38:35 [tertawa] 38:36 [terkesiap] 38:37 ya? Karena karena itu mau menguji apakah 38:40 memang 38:41 kebijakannya dianggap 38:43 Heeh. 38:44 efektif, efisien atau enggak. Ternyata 38:45 dijawab oleh rakyat 38:47 tidak gitu ya. [berdehem] E refle. 38:49 Nah, dari situ ketika kita balik lagi ke 38:52 dalam struktur ekonomi makro, 38:55 H 38:55 itu membuktikan 38:58 sudahlah tekanan fiskalnya tinggi, 39:00 alokasinya tidak efektif. Berarti berapa 39:04 kali masukkan masalahnya? Berkali-kali 39:06 jadinya. [tertawa] 39:09 Di situlah makin yakin saya bahwa yang 39:12 namanya bukan saja tersendat ini, 39:15 ini yang mengalami apa yang saya sebut 39:16 sebelumnya dihasil 2 tahun lalu. Ekonomi 39:20 Indonesia mengalami kelupuhan 39:22 gitu. 39:24 Nah, karena itu tadi moneternya 39:26 bermasalah, 39:28 fiskalnya bermasalah, fiskal itu APBN, 39:31 APBN-nya bermasalah, sektor realnya 39:34 bermasalah, pola pengelolaannya juga 39:36 bermasalah. Ya sudah, kita punya masalah 39:39 betul-betul. Sekarang pertanyaan 39:41 berikut, kenapa masalah ini tidak pernah 39:43 dibongkar secara serius dari struktur, 39:46 dari segi struktural, dari segi 39:47 fundamental, dari segi fungsional? Ya, 39:49 karena tadi Anda cuma berebut kuasa 39:51 untuk harta. Anda berebut harta untuk 39:53 kuasa. Cuman di situ 39:54 sekarang sudah mikirin 2029 ya. Itu kan 39:57 yang 39:59 itu itu itu problem besarnya. Nah, 40:02 lagi-lagi sebenarnya gitu ya. 40:08 Iran, Amerika, Israel, 40:10 lalu keributan NATO, 40:12 iya Eropa 40:13 gitu ya. 40:15 Lawan perang tarif gitu ya. 40:17 Lalu sikap perlawanan Cina. 40:20 H 40:20 bagaimana Rusia bertahan itu membuktikan 40:23 bahwa sistem kehidupan yang basisnya 40:26 cuma pola pikir manusia yang penuh 40:28 dengan keserakahan, 40:30 yang penuh dengan penjungkirbalikan 40:32 makna akan kebenaran, dia tidak akan 40:35 pernah melahirkan. apa yang disebut 40:37 dengan kedamaian, kesejahteraan, dan 40:40 keadilan. H 40:42 gitu. Jadi, sementara yang kita uj kita 40:44 buru adalah bagaimana kita sejahtera, 40:47 bagaimana kita damai, bagaimana kita 40:50 adil. 40:51 Nah, di situ setuju atau tidak setuju, 40:54 Anda menolak atau tidak menolak siapapun 40:56 ahlinya di Indonesia, saya bilang 41:00 siapapun ahlinya Indonesia dia tidak 41:02 bisa mengelak atau mengingkari bahwa 41:05 begitu universalnya kata pembukaan 41:07 Undang-Undang Dasar 45. He. 41:09 Dan ketika Anda terjemahkan ke dalam 41:11 batang tubuh secara inkonsisten 41:14 gitu ya, secara bertentangan, maka yang 41:17 menambahkan batang tubuh Undang-UJ 41:19 bertentangan dengan kata pembukaan. 41:21 Anda sesungguhnya tidak memahami bahwa 41:24 ada nilai-nilai universal di dalam kata 41:26 pembukaan. Nah, itu berarti ketika Anda 41:28 menjalankan juga pemerintahan 41:30 bertentangan dengan kata pembukaan, 41:33 tunggulah saatnya. 41:34 Hm. 41:35 Tunggulah saatnya. Saya tidak sedang 41:37 menyumpahi ya. [tertawa] 41:40 Serius? Nah, karena saya ngomong di raso 41:42 sudah berkali-kali tentang kalau 41:43 kekuasaan ini lahirnya begini, dia akan 41:45 terli terhina. Orang baru ikut 41:47 belakangan. Coba Hanib bongkarbongkar 41:50 memorinya, bongkar bongkar rekamannya 41:52 gitu. [tertawa] 41:54 Masyaallah. Jadi artinya di situ bukti 41:58 betapa manusia itu sudah diberikan 42:00 petunjuk. Persoalan pokoknya mau enggak 42:02 pakai petunjuk Al-Qur'an, mau enggak 42:04 pakai petunjuk hadis. He. 42:06 Nah, ketika Anda muslim tapi Anda tidak 42:08 mau menggunakannya, ya Anda berarti 42:10 mengingkari. 42:11 Itu dia. 42:11 Berarti Anda bukan cuma sekedar 42:12 mengingkari dalam sistem ekonomi, Anda 42:15 juga mengingkari dalam sistem kehidupan. 42:18 Nah, kalau sudah begitu ya Allah ya akan 42:21 mengambil keputusan. 42:22 Masyaallah. [terkesiap] Eh, luar biasa. 42:25 42 menit sudah ee kita bincang. 42:28 I, makanya saya mau tutup. 42:30 Silakan, Bang. Menjelang haji. 42:32 Iya. Haji. 42:34 Haji itu adalah ajaran yang menyatukan 42:39 umat 42:41 Islam sedunia. 42:43 Hujah adalah argumentasi satu sama lain 42:47 dalam rangka menyatukan kembali dalam 42:48 rangka menyatukan ee e pemikiran umat 42:52 Islam. Jadi pendekatan strategis 42:54 fungsional menghadapi masalah-masalah 42:57 yang muncul selama 1 tahun 42:59 sebelum-sebelumnya. 43:01 harus 43:01 masalah misalnya sekarang keluarnya UE 43:04 dari dari OPEC misalnya 43:07 itu gambaran bahwa ada pertarungan di 43:11 kalangan Islam sendiri dalam menyahuti 43:13 kepentingan negaranya masing-masing. 43:15 Nah, kepentingan negara masing-masing 43:16 paling tidak tidak diikat oleh Islam 43:18 gitu loh. 43:18 Iya. Karena enggak ada khilafah ya repot 43:20 gitu. 43:21 Iya. 43:22 Sebenarnya bukan persoalan khilafahnya. 43:24 Sistemnya sudah tersedia. Anda cuma 43:26 tinggal mau menjalankan sistem itu, Pak. 43:28 Enggak. Nah, gambaran UAE keluar dari 43:31 OPEC gitu ya, itu menggambarkan bahwa 43:33 memang mereka berhasil dipecah belah, 43:36 Islam berhasil dipecah belah gitu. Nah, 43:40 ini haji yang mestinya ee dalam posisi 43:43 bersatu mestinya dia jadi ajang untuk 43:46 duduk bareng sebelum pergi menuju 43:48 Arafah. 43:49 Masyaallah. 43:49 Sebelum wukuf di Arafah gitu ya, 43:51 mestinya duduk bareng bersama-sama di 43:54 pemimpinnya, rakyatnya almukaramah gitu 43:56 ya. Keren. 43:57 Jadi begitu dalam posisi masjid itu 43:59 duduk bareng 44:00 lalu kemudian dibawa ke dalam pidato di 44:04 Arafah, wukuf di Arafah. 44:05 He 44:06 pidato di Jabar Rahmah. 44:08 Bahwa kita umat Islam sedunia ini 44:10 bersatu dalam rangka menegakkan ajaran. 44:12 Wah itu 44:14 nah itu dimulai dengan hujahnya. 44:16 Bawa bawa bendera aja digeser ke sudut 44:19 gitu, Bang. Ya. [tertawa] 44:21 Ih. 44:23 Nah. Ee saya tidak tahu apakah kan ini 44:25 saya ngomong bahwa haji adalah 44:27 ee konferensi atau kongres umat Islam 44:29 internasional gitu ya. 44:31 Sudah ngomong berkali-kali juga di itu 44:33 dengan pendekatan hujah, dengan 44:35 pendekatan saling berargumentasi 44:37 berdasarkan ajaran gitu. 44:39 Saling [berdehem] mengadu keilmuan untuk 44:41 mencari yang terbaik 44:42 karena umat gitu kan. 44:51 Nah, itu [berdehem] dalam rangka kir 44:52 umat gitu. 44:53 Nah, kalau tidak terjadi juga 44:56 ya berarti kita tidak dalam rangka 44:58 bunial Islam ala khamsin. 45:00 Nah, karena kemudian bunial Islam ala 45:02 khamsinnya tidak terjadi ya berarti 45:06 ya persoalan struktur imannya. Jadi itu 45:08 juga ditanyakan. 45:09 Ini saya cuma dalam posisi menggugah 45:12 diri bukan menggugah siapapun gitu ya, 45:14 tapi menggugah sistem ajaran yang masuk 45:16 ke dalam diri kita. 45:17 sampai seberapa jauh kita memahami 45:19 relasi antara buni Islam malamsin yang 45:21 di dalamnya adalah haji yang haji 45:23 seperti tadi dia relasinya dengan 45:25 struktur iman. Nah, ketika tidak ketemu 45:27 dua-duanya antara struktur iman, sistem 45:29 iman dengan sistem Bunalahin, maka 45:32 sesungguhnya 45:33 ya 45:35 kita memang berhadapan dengan ya kita 45:37 tidak perlu menyalahkan bagaimana ada 45:40 pihak yang selalu berupaya untuk mecah 45:42 belah gitu ya. 45:44 Tapi begitulah ceritanya. Insyaallah 45:47 wabihalamualaikum 45:51 warahmatullahi wabarakatuhum. 45:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:56 wabarakatuh.