Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:20 rahimakumullah. 0:22 Senang sekali, bersyukur sekali kita 0:25 dapat bersama-sama di acara perlindungan 0:28 anak yang mudah-mudahan mempersuasi kita 0:31 semua untuk bisa lebih menjadi sosok 0:35 yang mendukung anak-anak kita 0:37 putra-putri Indonesia bersama Dr. Hamid 0:41 Pati Lima. Tidak lupa tentu saja salam 0:43 selawat kita lantunkan kepada junjungan 0:46 umat kekasih kita 0:48 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:50 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:53 syafaat beliau dan dipertemukan di saat 0:55 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:58 akhir. 0:59 Narasumber kita sudah hadir, kita sapa 1:01 beliau. Asalamualaikum warahmatullahi 1:04 wabarakatuh. 1:05 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:07 Alhamdulillah segar, bugar, bersemangat 1:10 ya untuk hadirkan kalau enggak salah 1:13 bahasan sebelum kita on air tadi itu 1:15 betapa pentingnya seseorang yang disebut 1:18 ayah. Kalau dia mampu bisa tumbuh 1:22 kembang bersama anak-anak. Ya, 1:24 jadi persisnya 1:28 apa? Bermain bersama, bertumbuh bersama 1:31 ayah yang hebat. Masyaallah. Baik ee 1:34 ikhwan akhwat, mari kita simak bagaimana 1:37 menjadi seorang ayah yang bisa bermain 1:40 dan tumbuh bersama anak-anak kita. 1:42 Silakan. 1:43 Baik, terima kasih Bunda. 1:45 Bismillahirrahmanirrahim. 1:47 Asalamualaikum warahmatullahi 1:50 wabarakatuh. 1:51 Waalaikumsalam 1:52 pendengar Radio Rasil di mana saja 1:54 berada. Alhamdulillah 1:57 kita masih diberi kesempatan oleh Allah 2:00 untuk berbagi informasi. 2:08 Insyaallah kali ini kita akan 2:10 melanjutkan bahasan 2:13 2 minggu yang lalu dengan tema tentang 2:17 ayah. Kali ini kita akan membahas 2:21 bermain bersama, bertumbuh bersama 2:25 dengan ayah yang hebat. Ini tema yang 2:30 perlu diketahui 2:32 oleh setiap mereka yang merasa sebagai 2:37 seorang ayah. 2:39 Status sebagai seorang ayah itu 2:43 diberikan oleh Allah kepada mereka yang 2:46 dipercaya melalui sulbi mereka. Lalu 2:50 kemudian 2:52 ee menyatu di rahim. Lalu kemudian 2:55 lahirlah seorang anak, baik itu anak 2:58 laki-laki maupun anak perempuan. 3:03 Indonesia telah meratifikasi konvensi 3:05 Hana sejak tanggal 25 Agustus tahun 3:11 1990. 3:14 berarti sudah sekitar beberapa tahun 3:17 yang lalu. Untuk itu, bagi seorang ayah 3:21 yang hebat, 3:23 dia perlu mempelajari banyak hal. Salah 3:27 satu terkait dengan hak anak untuk 3:30 bermain di konvensi hak anak Bunda 3:33 Nuning 3:34 itu diatur di pasal 31 konvensi H anak 3:38 dan itu yang kemudian 3:41 telah diadaptasi atau terharmonisasi 3:44 dalam Undang-Undang 3:47 Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan 3:53 Anak 3:54 di salah satu pasal yaitu pasal 22 3:59 yaitu menekankan 4:01 di sebuah kabupaten kota itu harus 4:04 tersedia 4:06 ee infrastruktur yang ramah anak. He. 4:10 Dan itu yang kemudian di 4:15 transformasi, 4:17 diterjemahkan oleh Kementerian 4:20 Pemberahan Perempuan dan Perlindungan 4:21 Anak dengan melahirkan ruang bermain 4:25 ramah anak yang kemudian oleh Badan 4:29 Standar Nasional juga telah melahirkan 4:32 SNI 4:34 nomor 9196 4:39 ee 4:40 2023. 4:42 Jadi 4:45 apa yang perlu dilakukan oleh seorang 4:47 ayah untuk memastikan hak anak bermain 4:50 ini? Bermain ini, Bunda Nuning adalah 4:54 bahasa cinta seorang 4:57 ayah kepada seorang anak. bagaimana dia 5:02 memastikan 5:04 anak itu sejak di dalam kandungan sudah 5:08 mulai diajak untuk berinteraksi. Setelah 5:13 lahir itu anak sudah mulai di buat ee 5:19 gembira dengan cara si ayah harus 5:23 melakukan gerakan-gerakan 5:25 yang seakan-akan anak itu ee merasa 5:29 diajak atau si ayah mengajak anaknya 5:33 untuk berinteraksi. He. 5:35 Dengan begitu si anak mau tidak mau akan 5:41 tertarik dengan ayahnya. 5:45 Sebagai 5:47 individu yang diberi kepercayaan oleh 5:50 Allah sebagai pendidik pertama satu 5:54 paket dengan ibunya. 5:56 Si ayah memang benar-benar harus 5:59 memiliki pengetahuan yang banyak tentang 6:04 bagaimana memastikan hak anak itu 6:08 benar-benar terpenuhi. 6:10 Nah, yang berku yang bertanggung jawab 6:14 untuk memenuhi hak anak untuk bermain 6:16 ini adalah orang tua itu sendiri. Dalam 6:19 hal ini ayah. Untuk itu sebagai seorang 6:23 ayah, coba 6:26 sekali-sekali kita dalami apa nih 6:30 manfaat bermain untuk anak kita. 6:36 Bermain ada dua, ada bermain pasif, ada 6:41 bermain aktif. Kalau bermain pasif, si 6:46 ayah tinggal memberikan gadget kepada 6:49 anak dan biarkanlah anak itu 6:51 berinteraksi dengan gadget yang itu yang 6:54 kemudian yang akan rugi 6:58 bukan hanya anak itu sendiri, tetapi 7:02 ayahnya yang tidak punya kesempatan 7:05 untuk 7:07 melihat 7:09 mata si anaknya itu 7:13 menyampaikan sebuah pesan, "Ayah, aku 7:16 bisa loh melakukan ini." 7:19 Lalu si ayah juga tidak akan mampu 7:23 merekam apa yang terjadi dari detik demi 7:27 detik yang ada pada diri anak. Kalau itu 7:31 bermain 7:32 pasif, 7:34 tapi yang paling utama adalah bermain 7:36 aktif. Coba 7:39 ayahanda dan bunda ee di rumah itu 7:43 bantal saja itu Bunda Nuning bisa jadi 7:47 ee alat permainan bersama. Nah, 7:49 iya. 7:50 Bagian tubuh Bapak juga bisa misalnya ee 7:54 main kuda-kudaan, 7:57 lalu 7:58 ee dua kaki itu dibuat ayunan juga bisa. 8:06 Iya. 8:08 Dan semua itu bisa tangan lalu hentakan 8:13 kaki. Kemudian 8:16 apaagi? sarung saja itu dibuat 8:21 seperti moncong apa tuh dan seakan-akan 8:25 menjadi ulat, 8:28 jadi ee tikus atau apa. Jadi si anak 8:32 akan ee kadang-kadang dia baru lihat itu 8:36 otomatis dia akan ee tertawa, dia 8:39 gembira. 8:41 Tapi apakah masih ada enggak ee 8:44 kesempatan-kesempatan 8:46 yang 8:48 mungkin sudah tidak ada lagi di 8:50 saat-saat sekarang? 8:53 Melalui pertemuan kali ini kita mulai 8:56 coba dorong pemerintah apalagi sudah 8:59 mulai memiliki kesadaran tinggi untuk 9:03 memastikan sebuah kabupaten kota itu 9:06 menjadi sebuah kabupaten yang layak 9:08 anak. itu ditandai dengan adanya 9:11 fasilitas-fasilitas 9:13 bermain. Seperti 9:16 besok insyaallah itu saya akan 9:18 mendampingi 9:20 Kota Cimahi 9:21 dan ee Kabupaten Kutai Timur untuk 9:27 memastikan ruang bermainnya itu 9:30 terstandar. 9:33 Kalau pemerintah sudah ada fasilitas 9:35 seperti itu, 9:38 itu tidak ada maknanya bila tidak ada 9:43 dukungan dari ayah. Menjadi penting. 9:47 Seperti 9:49 ee beberapa bulan yang lalu kami 9:53 melakukan 9:55 standar nasional Indonesia ruang bermain 9:58 anak di Kota Denpasar. He 10:01 itu akan terlihat tuh bagaimana seorang 10:05 ayah yang mengantarkan anaknya lalu 10:09 melihat interaksi antara si anak dan si 10:14 ayah itu memang benar-benar akan 10:18 terasa sentuhan. Kita tidak bicara ibu 10:22 ya kalau ibu sudah otomatis. 10:25 ini adalah bagaimana peran ayah itu 10:28 menjadi sangat penting. Ayah Anda dan 10:31 bunda melalui interaksi bermain, 10:36 berbicara lalu memberikan perintah 10:38 sekali-sekali 10:40 lalu kemudian memberikan ee catatan ini 10:45 yang boleh dan ini yang tidak boleh. 10:48 Lalu apa konsekuensinya kalau melewati 10:52 aturan-aturan yang sudah disepakati itu 10:55 otomatis akan dirasakan oleh anak dan di 10:58 sana anak akan banyak belajar bagaimana 11:04 dia melihat kesungguhan 11:06 kasih sayang cinta dari ayah terhadap 11:11 anaknya dan anak merasa dicintai. Ini 11:14 menjadi penting. Jadi perlu kita garis 11:16 bawahi bahwa bahwa bahasa cinta seorang 11:22 ayah kepada anak itu akan terasa pada 11:27 saat mereka berinteraksi 11:30 melalui bermain. Pertanyaannya, apakah 11:35 ayahanda dan ayahanda-ayah Anda yang ada 11:40 di berbagai tempat ini yang terjangkau 11:44 dengan siaran Radio Rasil? Apakah masih 11:47 punya waktu untuk anak bermain? 11:51 Kapan? Nah, itu yang kemudian kita akan 11:55 coba bahas hal yang kedua. 11:58 Waktu bermain adalah waktu yang 12:02 berharga. Kapan itu waktu yang bermain 12:05 tuh? Saya punya pengalaman. 12:09 Saya luangkan waktu hari Sabtu atau hari 12:14 Minggu itu bermain bersama anak dan 12:17 mengajak 12:19 teman-temannya untuk memanfaatkan 12:23 fasilitas yang ada di komplek. Kita 12:26 tidak tinggal di komplek Bunda Nuning 12:28 waktu itu, tapi tinggal di sekitar 12:31 komplek. Bagaimana fasum fasos yang ada 12:37 di komplek itu adalah milik publik? 12:40 bukan hanya milik dari mereka yang 12:47 menghuni di komplek, tetapi orang-orang 12:50 yang ada di sekitar itu dapat 12:52 memanfaatkan karena itu sudah menjadi 12:55 aset dari kota atau aset dari kabupaten. 13:01 Itu menarik, Bunda Nuning. Heem. 13:04 Jadi kita ajak anak itu baris berbaris 13:09 lalu main kayak itu apa tu? Tapi saya 13:13 bisa membaca mata 13:16 para ayah yang duduk yang ada di atas 13:20 beca memandang tuh ekor matanya 13:23 menelusuri mengikuti gerakan saya 13:26 bersama anak-anak itu. 13:29 Coba bayangkan kalau itu semua ayat 13:31 turun ya. terasa senangnya ee anak-anak 13:37 itu bagaimana 13:40 me lihat merasakan kepeledulian dari 13:45 setiap ayah mereka. 13:47 He. 13:48 Itu baru satu ayah itu yang aktif. Tapi 13:50 bagaimana tuh kalau semua ayah tu turun 13:53 bersama-sama dengan kita buat tagline 13:57 hari Sabtu ceria bersama ayah 14:01 tidak harus ke Ancol, tidak harus ke 14:05 Ragunan, 14:06 tidak harus ke Taman Mini. Ya di sekitar 14:10 rumah kita aja Bunda Nuning. Dan itu 14:13 semuanya tergantung dari mau atau tidak. 14:19 nih untuk itu ayahanda dan bunda kita 14:24 memang sudah ditakdirkan sebagai ee 14:28 tulang punggung keluarga. Otomatis harus 14:33 ee mensisikan waktu yang banyak untuk 14:36 bekerja. Tapi coba mulai 14:41 dirancang, 14:42 di beri apa? ee beri jadwal. 14:48 Jadwal itu bisa saja setiap hari Bunda 14:51 Nuning kita pulang 14:54 ee dari tempat kerja jam berapa kalau 14:59 anak kita masih bangun. He he. 15:02 Sempatkan untuk bercanda, 15:06 bermain, bergembira, lalu sekali-sekali 15:10 juga mulai untuk menggali apa saja 15:15 pengalaman yang dia alami satu hari 15:18 penuh. Insyaallah dengan momen-momen 15:22 seperti itu kita tidak hanya mendapatkan 15:26 kabar gembira dari anak kita, tapi juga 15:30 anak kita merasa ayah nih menaruh 15:33 perhatian kepada aku. 15:35 Dan ini yang benar-benar kita harus coba 15:39 ambil, kita harus kejar. Jangan sampai 15:44 nanti pada suatu waktu 15:47 kita akan merasa kehilangan. Ini jadi 15:52 ayah ibu yang dipercaya oleh Allah 15:57 melalui sulbi. 16:00 Kita akhirnya lahir seorang anak lalu 16:03 anak itu kita tidak beri kesempatan 16:07 bermain dengan kita atau anak itu tidak 16:11 berkesempatan berinteraksi dengan kita 16:14 secara optimal. Yang rugi bukan hanya 16:18 kita sebagai seorang ayah. 16:21 Tetapi 16:22 yang paling rugi anak kita yang masih 16:26 memiliki waktu yang panjang. 16:29 Jadi 16:29 apalagi kalau dia 16:34 didorong terus-menerus untuk melakukan 16:38 permainan aktif daripada permainan 16:42 pasif. Ini yang kemudian menjadi satu 16:46 hal yang perlu mulai kita pikirkan 16:49 bersama-sama dan perlu kita 16:53 ee atur waktu kita. Kapan nih kita mau 16:57 bermain dengan anak kita? Setiap 17:01 harikah? Kalau setiap hari di jam 17:04 berapa? 17:05 Kalau akhir pekan hari apa? Hari Sabtu 17:10 atau hari Minggu? 17:12 Ini kesempatan 17:14 permainan apa saja? Yang penting 17:17 bermain. Karena bermain itu banyak hal 17:21 yang akan diperoleh oleh seorang anak 17:26 dari kita dan kita sendiri otomatis akan 17:30 banyak belajar dari anak itu sendiri. 17:33 Coba bermain peran kan boleh juga. 17:35 Iya. 17:36 jadi raja, jadi dokter atau jadi apa itu 17:41 akan 17:43 menjadi wadah 17:45 bagi anak kita untuk pengembangan diri 17:48 dia dan juga menjadi wadah bagi ayah 17:53 untuk membangun kepercayaan 17:56 diri anak kita kepada kita. Tapi yang 18:01 tidak kalah penting ini yang sudah mulai 18:03 hilang yaitu respek rasa hormat anak 18:09 kepada ayahnya dan rasa hormat 18:14 ayah kepada anaknya. Dan ini kalau di 18:20 uangkan itu kemungkinan besar nilainya 18:24 itu tidak akan ee tersebutkan. Untuk itu 18:29 membeli waktu bersama anak itu menjadi 18:33 penting. Untuk itu ayo buat agenda 18:38 supaya anak kita tahu, "Ayah, ayo kita 18:43 main ayah." 18:45 meskipun si ayahnya lelah apa capek lalu 18:50 kemudian mendapat tekanan dari ee tempat 18:54 kerja apalagi kalau ee pimpinannya itu 18:58 agak ee otoriter 19:01 dengan 19:02 dia bermain dengan anaknya, akhirnya dia 19:04 akan bisa mengekspresikan bersama ee 19:08 anaknya hal-hal yang menjadi tekanan. 19:11 Nah, ini menjadi penting 19:14 pertanyaan kuncinya, 19:17 apakah ayah dan 19:20 apakah ayah punya waktu bersama anak 19:24 yang terjadwal secara teratur? Kalau 19:27 belum, ayo kita sama-sama menghidupkan 19:31 kembali tradisi-tradisi ini yang sudah 19:35 juga diperkenalkan oleh para 19:38 pendahulu-pendahulu kita. Dan juga 19:41 menjadi 19:42 pertanyaan besar ya sekarang ini kenapa 19:46 banyak anak-anak itu ee keranjingan 19:50 dengan gadget atau dengan 19:53 ee permainan-permainan yang ada di 19:55 gadget karena tidak ada lagi ee apa 20:00 permainan aktif yang diperkenalkan oleh 20:04 orang tua sejak dari awal pada kehidupan 20:08 anak-anak kita. He. 20:09 Lalu hari-hari ini banyak video-video 20:14 yang beredar 20:16 di mana ada anak SD, anak SMP melakukan 20:22 smackdown kepada ee temannya dan itu 20:26 direkam. Pertanyaannya, siapa itu yang 20:30 menyebabkan anak-anak menjadi beringat 20:34 seperti itu? He 20:35 kalau bukan, kalau tidak adalah ayah itu 20:40 sendiri yang sudah tidak punya waktu 20:43 lagi bersama anak-anak mereka. Coba 20:47 kalau dia punya waktu, otomatis itu akan 20:51 terbaca. Pertanyaannya sampai usia 20:54 berapa anak itu perlu berinteraksi, 20:57 perlu bermain dengan kita? Bermain itu 21:00 tidak harus diterjemahkan. harus main 21:02 sepak bola, 21:03 main bulu tangkis, 21:06 bermain peran itu juga menjadi satu poin 21:09 penting. Itu yang kedua. Tapi yang tidak 21:12 kalah penting ini kita juga harus 21:16 membangun sebuah pemahaman baru lagi dan 21:19 terkait dengan hak bermain. 21:23 Bukan lebih dari sekedar hiburan, tetapi 21:27 di sana kita akan membangun empati, 21:33 kerja sama, tapi yang tidak kalah 21:35 penting adalah bagaimana mengatur emosi. 21:40 Nah, untuk itu coba kita baca baik-baik 21:44 pasal 31 21:47 konvensi Hana. 21:49 He. 21:50 Sebagai ayah yang hebat, kita tidak 21:53 cukup hanya mendapatkan informasi yang 21:58 tidak punya referensi, tapi kita harus 22:01 kuat juga di referensi. Nah, salah satu 22:03 referensi yang perlu kita ee pahami, 22:07 perlu kita baca, yaitu pasal 31 konvensi 22:13 anak. Kalau punya gadget, coba buka, 22:15 ketik konvensi H anak, lalu kemudian 22:20 ambil itu pasal 31. Kalau mau lebih 22:23 detail lagi kita ambil general komen 22:27 nomor 17. itu jurnal komen yang 22:30 diterbitkan oleh komite Hana PBB tentang 22:34 bagaimana itu ee memastikan hak ana 22:39 untuk bermain. di sana itu 22:44 para 22:45 ahli yang ada di komite anak PBB itu 22:49 berharap 22:51 setiap anak 22:54 sebagai warga dunia itu mereka 22:59 memiliki hak yang sama. Bermain. 23:05 Bermain adalah 23:08 hak anak. Bermain adalah dunia anak, 23:11 tetapi 23:13 itu tidak akan terwujud 23:17 apabila tidak mendapatkan dukungan dari 23:21 orang tua. 23:22 Heeh. [berdehem] 23:23 Kali ini kita membicarakan dukungan ayah 23:27 itu menjadi sangat penting dan menjadi 23:33 sangat kunci. kunci berarti dia sangat 23:36 menentukan tuh gimana tuh. Nah, di di 23:40 bermain itu nanti banyak hal yang akan 23:43 kita dapatkan 23:46 dan 23:47 menjadi tidak kalah penting. Akhirnya 23:50 seorang ayah juga akan banyak belajar 23:53 nih bagaimana nih kalau anaknya ini suka 23:57 lempar-lempar. Itu berarti ada sesuatu 24:00 yang perlu kita diskusikan bersama-sama. 24:04 mengenai 24:06 bagaimana penghargaan 24:09 penghormatan 24:11 seorang anak terhadap fasilitas bermain 24:15 meskipun itu hanya sebatas bantal yang 24:19 ada di rumah Bunda Nuning. 24:20 He 24:21 bantal itu kalau kotor yang susah siapa 24:24 Bunda Nuning? 24:27 Ibunya. 24:28 Iya. 24:29 Tapi yang tidak kalah penting juga kalau 24:34 kotor harus dicuci itu menggunakan apa? 24:38 Menggunakan mesin cuci. Kalau yang sudah 24:41 memiliki fasilitas untuk mesin cuci 24:44 itu berarti mesin cuci harus 24:47 digerakkan oleh apa? Oleh listrik. 24:53 Supaya 24:55 bantal itu apa? Kulit bantal. He. 24:58 Itu bisa wangi lagi. Pakai apa? 25:01 Pengharum. 25:02 Pengharum pakai sabun. Pakai uang siapa? 25:06 Ayah lah. Di situ anak akan belajar 25:10 bagaimana dia akan menghargai 25:14 setiap 25:15 fasilitas 25:17 alat pendukung, alat perabot permainan. 25:20 Apalagi kalau di setiap kabupaten kota 25:25 itu sekarang sudah ada ruang bermain 25:27 ramah anak yang sangat diharapkan 25:32 dengan adanya fasilitas itu anak-anak 25:37 banyak belajar, 25:39 anak-anak memanfaatkan fasilitas itu 25:42 secara optimal. He. 25:44 Tetapi di sana juga mereka diberi 25:47 penekanan bagaimana terbangun pada diri 25:51 mereka adalah menghargai 25:53 pemanfaatan 25:55 dari fasilitas tersebut. Siapa yang akan 25:59 membicarakan itu? Siapa yang akan 26:02 mengingatkan itu? Bunda Nuning. Siapa 26:04 yang akan mengatur itu semua Bunda 26:06 Nuning? Kalau bukan 26:08 ayah bunda. 26:10 Tepuk tangan ayah yang sudah melakukan 26:13 apa yang kita diskusikan. Bagaimana 26:15 kalau yang belum tidak ada ee kata 26:18 terlambat? Kita mulai dari sekarang, 26:21 dari hari ini, dari anak kita itu 26:24 sendiri dan insyaallah banyak hal. 26:28 Lalu yang paling penting di bermain ini, 26:32 Bunda Nuning bersama anak, 26:36 ayah akan belajar menjadi sahabat. Wah, 26:41 ini berarti permainannya sudah di level 26:45 yang tinggi. Bagaimana kita menurunkan 26:50 status kita sebagai ayah menjadi 26:54 sahabat? Nah, sahabat berarti ee 26:57 memahami 26:59 apa yang diharapkan 27:02 dan sahabat otomatis memahami apa yang 27:07 diharapkan dari temannya atau dari 27:09 sahabat. Jadi, saling pengertian. 27:12 ini 27:14 lumayan Bu Nuning. Sekarang ini ada satu 27:19 hal yang mulai hilang di dalam ee 27:24 interaksi di dalam hubungan antara ayah 27:29 dan anak. 27:30 Terutama pada saat anak-anak menjelang 27:34 transisi dari anak masuk ke usia remaja 27:38 dan dari usia remaja masuk ke dewasa. 27:41 Ah, ini 27:43 ada anak-anak tidak mau lagi mau bicara 27:46 dengan ayah, tidak mau lagi bicara 27:49 dengan ibu. 27:52 Apa wadah yang paling jitu 27:56 mengembalikan suasana itu? Tiada lain 28:00 adalah 28:01 mengajak anak kita bermain bersama-sama. 28:06 Kapan itu harusnya dimulai? tiada lain 28:10 sejak dari dalam kandungan lalu anak itu 28:14 lahir terus dia masuk sesuai waktu-waktu 28:19 anak itu bertumbuh. Hah. Untuk itu coba 28:24 kita mulai bangun sebuah pemahaman baru 28:29 terkait dengan bertumbuh bersama anak. 28:33 Bertumbuh bersama anak itu bukan 28:36 lahir begitu saja. He 28:40 itu ada prosesnya Bunda Nuning. 28:42 Iya. 28:43 Coba kalau seorang ayah 28:48 telah memberikan dampingan 28:52 pelayanan yang rahmah kepada istrinya, 28:57 lalu kemudian istrinya itu mengandung, 29:01 si ayahnya itu memfasilitasi segala hal 29:07 terhadap istrinya yang sedang 29:09 mengandung, itu akan dirasakan oleh anak 29:12 itu sendiri. Itu proses 29:15 dari awal. Lalu kemudian 29:17 si 29:19 ayah hadir kapan saja, di mana saja, 29:25 di 29:27 saat-saat dibutuhkan oleh ibu atau istri 29:31 yang sedang mengandung. itu itu akan 29:34 terjalin tuh komunikasi antara ee calon 29:39 anak atau calon bayi dengan ayahnya. 29:42 Lalu kemudian pada saat anak lahir, si 29:46 ayah seperti tema yang 2 minggu yang 29:48 lalu 29:49 he 29:50 hadir di awal tuh ini ada kaitannya 29:54 dengan saat anak ini mulai tumbuh. Ah, 29:59 tumbuh otomatis sangat ditentukan. 30:02 minimal oleh dua hal, apa yang dia makan 30:06 dan apa yang dia minum. 30:10 Seorang ayah 30:12 menghendaki kalau anaknya ini menjadi 30:17 anak yang hebat, memiliki postur tubuh, 30:21 lalu memiliki ee power dan kekuatan 30:25 tubuh yang tidak mudah ee 30:29 menyerah itu sangat ditentukan oleh apa 30:32 yang dia makan, 30:34 apa yang dia minum. Untuk itu kalau 30:37 boleh 30:39 ayah ambil Undang-Undang Nomor 11 tahun 30:44 2022 tentang keolahragaan. 30:49 Ah, di sana ada satu 30:53 kewajiban dan satu tanggung jawab dari 30:56 orang tua dalam hal ini ayah untuk 31:00 melahirkan anak-anak yang berprestasi. 31:04 Jadi tadi dia sudah bermain lalu 31:07 berprestasi. Berprestasi itu ditentukan 31:10 oleh proses dia tumbuh. Untuk itu mulai 31:15 dipikirkan kalau kita mau melahirkan 31:19 seorang anak yang hebat sangat 31:21 ditentukan apa yang dimakan oleh anak 31:25 kita. Tetapi di balik itu, Bunda Nuning 31:28 ada satu tuntutan 31:30 sumber untuk membeli makanan itu harus 31:35 jelas kehalalannya. Jadi bukan hanya 31:38 makanan yang halal, tetapi sumber 31:42 keuangan yang akan untuk membeli makan 31:48 apalagi minum untuk anak kita itu harus 31:51 halal dan thayiban. He 31:54 belum bicara 31:56 jenis-jenis makanan apa yang 31:59 akan mendukung proses tumbuh anak kita. 32:03 Seperti saat sekarang program dari 32:06 Presiden terkait dengan ee makan bergizi 32:11 gratis itu juga sudah dipikirkan. Tetapi 32:16 kalau itu sudah dipikirkan sejak dari 32:20 awal oleh seorang ayah, insyaallah kita 32:24 akan menemukan anak laki-laki kita, anak 32:29 perempuan kita menjadi anak yang hebat. 32:32 Untuk itu, mari kita coba sama-sama 32:35 mulai memikirkan bagaimana bertumbuh 32:39 bersama dengan anak kita sebagai seorang 32:43 ayah. ini menjadi satu tanggung jawab 32:48 penting untuk memastikan setiap apa yang 32:53 diberikan kepada anak kita sumber 32:57 keuangannya harus jelas. Bukan hasil 33:01 dari memeras orang, hasil menekan orang, 33:05 apalagi korupsi. Nah, ini menjadi 33:08 penting. 33:09 Dengan begitu, akhirnya kita menjadi 33:13 seorang ayah sudah mulai memikirkan 33:16 hal-hal yang terbaik untuk anak kita 33:19 dengan cara mencari pekerjaan yang 33:23 benar-benar halalan daniban. Ini mungkin 33:27 awal pembicaraan kita. Semoga dalam 33:30 proses berlanjut kita akan mendapatkan 33:33 pertanyaan dan kita bisa kalau kita bisa 33:36 jawab, kita jawab. Kalau tidak kita coba 33:39 cari sumber informasi lain yang sudah 33:44 dikaji, sudah diteliti oleh banyak 33:49 peneliti. Tapi hari ini kita fokus 33:52 bagaimana kita bermain bersama, 33:56 bertumbuh bersama dengan ayah yang 33:59 hebat. 34:00 Masyaallah. Jadi bukan hal yang 34:04 sederhana kalau kita sibuk dari waktu ke 34:07 waktu. Apalagi kalau tadi ada istilah 34:11 sabtu ceria bersama anak ya. Ya, 34:14 kebetulan sekali ini sesuai dengan 34:16 pertanyaan yang kita terima nih. Kenapa 34:19 anak lebih suka bersama teman-temannya 34:22 kalau akhir pekan diajak berakhir pekan? 34:25 Enggak mau. Bagaimana caranya? Maok iya 34:28 sih mesti maksa, Pak Hamid. 34:30 Heeh. 34:31 Baik. Ini pertanyaan yang menarik dan 34:34 itu menjadi sebuah tantangan yang baru 34:38 yang harus kita ee pilih. 34:42 Kesempatan anak berinteraksi dengan 34:45 teman-temannya itu adalah hal yang 34:47 positif. He 34:49 akan lebih positif lagi hasil interaksi 34:53 antara anak-anak dengan teman-temannya 34:56 itu akan ditinjau atau di-review oleh 35:00 ayah di sore hari. Ah, di sana itu akan 35:05 menjadi sesuatu yang sangat ee berkesan 35:09 dan akan tinggal di dalam memori anak 35:12 kita. Dan kita sebagai seorang ayah 35:15 otomatis akan ee mendapatkan informasi 35:19 yang banyak si tentang si A, tentang si 35:23 B, tentang si C dari sahabat-sahabat 35:27 atau dari teman-teman anak kita. Ah, 35:30 dalam kesempatan itu juga mulai kita 35:33 masukkan agenda kita. 35:37 Kalau minggu ini dengan teman-teman 35:41 kamu, boleh enggak kita bersama-sama 35:45 dengan ayah? ini otomatis yang usia yang 35:48 masih usia anak ya kalau udah semai 35:52 makin 35:53 ee remaja 35:56 tergantung kita memilih permainan apa. 35:59 Kan ada sekarang itu fasilitas bermain 36:03 panah, 36:04 berkuda, 36:06 berenang, 36:08 banyak pilihan. Tapi yang perlu kita 36:11 hindarkan jangan main gadget itu aja. 36:15 jangan bermain yang ee pasif, tapi boleh 36:20 enggak pasif untuk 36:23 mengisi ee waktu-waktu tertentu itu 36:26 tergantung dari kebutuhan. Tapi itu 36:29 semua kalau didiskusikan bersama 36:32 anak-anak kita sejak dari awal, bukan 36:37 ujuk-ujuk anak itu tidak suka lagi 36:40 dengan kita. itu berarti ada sesuatu. 36:43 Ini juga perlu kita 36:45 ee cari 36:47 ee sebab dan musababnya kenapa anak kita 36:52 lebih tertarik bermain bersama ee 36:57 teman-temannya di akhir pekan dan kalau 36:59 kita ajak dia tidak mau bersedia. itu 37:02 juga perlu kita telusuri 37:06 siapa nih yang menjadi ee pembuat 37:11 masalah di balik itu. Itu juga perlu 37:14 kita introspeksi, perlu kita cari ee 37:18 jawaban atas kegundahan kita itu juga 37:21 penting. 37:21 He. 37:22 Tapi yang tidak kalah penting adalah 37:24 seperti yang kami sudah uraikan tadi. 37:27 Demikian Bunda Noning. 37:29 Iya. Em kemudian ini dari ibu seorang 37:32 ibu ya. Saya seorang ibu eh bagaimana 37:36 mengalihkan perhatian yang sang ayah 37:40 yang lebih suka nonton badminton di 37:42 layar kaca padahal anaknya pengin sepeda 37:45 sepeda-sepedaan di sore hari. Kenapa ya? 37:49 Gimana ya? 37:50 Baik. Oke, 37:51 Bunda yang hebat cari waktu bersama 37:54 suami. 37:56 Coba telusuri awal kita sebelum bersatu 38:01 dalam lembaga perkawinan pasti banyak 38:05 cerita dan banyak hal yang sudah kita 38:09 rancang bersama-sama. Tetapi berjalannya 38:13 waktu itu tidak ada lagi atau sudah 38:18 mulai tidak sesuai. Ah, itu perlu ada 38:22 refreshing. Jadi mulai coba ajak diskusi 38:25 bersama-sama. Apalagi tema ini baru kita 38:28 bahas hari ini ya. 38:29 Ada buku saya terkait dengan tema ini di 38:32 amazom.com tuh boleh dicari itu buku. 38:36 Ee temanya sama seperti yang kita bahas. 38:40 Mau milih mana? Memilih Amazon atau 38:42 mendengarkan siaran ini? 38:44 Dua-duanya [tertawa] boleh. Ah, kalau 38:46 siaran ini ee agendakan pertemuan ibu 38:51 dan suami. 38:54 Dan salah satu tema atau salah satu 38:57 topik yang kita bahas adalah bagaimana 39:02 ee waktu yang digunakan oleh ayah untuk 39:07 main badminton, 39:09 nonton badminton 39:11 main 39:12 lewat televisi. [tertawa] Nah, itu 39:13 dirubah menjadi bermain bersama anak 39:16 kita. Untuk otomatis coba sekali-sekali 39:18 kita ajak ke toko olahraga. Ada tuh di 39:22 samping rumah kita ada toko olahraga. 39:24 Coba kunjung ajak bersama anak kita. 39:27 Terus tapi Bapak jangan kosong informasi 39:33 harus perkaya. 39:35 Ukuran lapangan badminton itu berapa 39:38 harus tahu. Lalu jenis ee satel atau 39:43 raketnya itu harus seperti apa dan siapa 39:46 tuh tokoh-tokoh dalam olahraga itu dari 39:50 Lin Wiking, terus Rudi Hartono, terus 39:55 Taufik yang sekarang jadi wakil menteri 39:59 olahraga. Oh dia harus tahu tuh jadi si 40:03 ayah tuh. Ah ada akhirnya anak oh 40:06 tertarik karena ada penjelasan. 40:07 Hebat juga ayahku nih. Tahu semua hal. 40:10 Kenapa ini aku tidak tahu? Berarti 40:13 tergantung dari ibu. 40:16 Ayo, Ibu beri ee dorongan kepada 40:19 suaminya yang sudah lupa hasil diskusi 40:23 waktu pacaran atau waktu 40:26 apa itu kalau 40:30 me saling mengenal dengan pasangan itu 40:33 apa namanya? Taaruf. Ah, coba 40:35 ingat-ingat waktu taaruf tuh ada enggak 40:38 ruang-ruang seperti itu untuk di sentuh 40:42 lagi sehingga seorang ayah ee bersadar 40:47 diri bahwa tugas dia bukan hanya menjadi 40:52 sebagai tulang punggung tetapi juga 40:55 harus bermain bersama anaknya. Demikian 40:58 Bunda Nuning. 41:00 Jadi karena acara ini juga ada 41:02 YouTube-nya para ayah yang enggak 41:04 nonton, yang menyimak, yang menyaksikan 41:07 sementara ini, para ibu, coba deh nanti 41:09 diajak nonton bareng ya. Karena biasanya 41:13 aktivitas kesibukan seorang ayah, 41:16 seorang pria itu luar biasa banget. 41:18 termasuk juga ini tadi yang nonton 41:21 [tertawa] badminton tetapi bisa jadi 41:24 akan terpersuasi dengan menyimak apa 41:27 yang dibahas Dr. Hamid hari ini. Ini 41:31 saya ingat dulu waktu masih zaman saya 41:36 SD itu diajak main sama Bapak sama 41:40 Kakak-kakak main Gobodor. 41:43 Apa tuh? 41:44 Gobak sodor, Mas. 41:45 Heeh. terus juga em petak umpet. Kenapa 41:49 sekarang orang-orang tua tidak melakukan 41:52 hal itu ya sama anak-anaknya? 41:55 Karena ee banyak sebagian ayah itu 42:00 mereka waktunya hampir habis di jalan. 42:04 Kalau yang ada di kota, 42:06 kalau yang ada di 42:08 ee daerah itu habis di warung kopi. 42:12 Jadi ngobrol sana sini. 42:15 Lalu mereka ee lupa. Atau ada juga para 42:21 ayah sekarang yang terikat dengan 42:25 judi online itu waktunya juga habis 42:28 untuk bermain di gadget. Lalu kemudian 42:33 mereka banyak nonton film-film Cina yang 42:37 pendek-pendek itu 42:38 menarik tuh. 42:39 Menteri keuangan yang sekarang juga itu 42:42 dia juga suka nonton yang ee 42:46 film yang ada di TikTok atau yang ada di 42:50 ee Facebook atau ada di ee Instagram. 42:58 para ayah itu mungkin mereka 43:03 tidak memikirkan hal ini. Untuk itu, 43:06 kenapa saya dorong kalau boleh 43:09 baca Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022 43:15 tentang keolahragaan. 43:19 Negara sangat berharap 43:23 dukungan 43:25 dari setiap ayah dan ibu melahirkan 43:29 anak-anak yang berprestasi di bidang 43:33 olahraga 43:35 yang berharap 43:37 suatu waktu dari keluarga itu akan lahir 43:41 anak-anak yang mencium bendera merah 43:44 putih 43:45 memperdengarkan lagu kebangsaan 43:47 Indonesia Raya di event internasional 43:51 itu berarti ee penerima mendali emas tuh 43:56 kalau yang perak atau yang perunggu itu 44:00 lagunya tidak diperdengarkan. itu 44:03 harapan ah untuk melahirkan anak-anak 44:06 yang akan 44:10 membawa harum nama baik bangsa itu 44:14 otomatis 44:16 ee keluarga juga ikut Bunda Nuning. 44:19 Itu sangat ditentukan dari 44:23 peran 44:24 ayah yang ada di setiap rumah. Kapan 44:29 seorang ayah akan menghasilkan anak-anak 44:32 yang berprestasi? 44:33 Itu sangat ditentukan dari hari ini. 44:36 Nah, untuk itu boleh loh baca itu 44:39 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 2022. 44:44 sudah capek-capek anggota DPR yang kita 44:46 pilih, sudah capek orang pemerintah 44:49 sudah bahas undang-undang itu. Tetapi 44:52 kita sebagai rakyat yang seharusnya 44:56 mengimplementasikan undang-undang itu 44:58 malah justru tidak tahu. Nah, ini 45:00 menjadi penting dan jangan berharap 45:03 kepada pemerintah, jangan berharap 45:06 kepada DPR untuk me 45:11 membacakan undang-undang itu pasal demi 45:13 pasal di hadapan kita. Itu harus kita 45:16 yang aktif, yang harus kita yang ambil 45:19 bagian. yang kemudian 45:22 undang-undang itu kita jadikan menjadi 45:27 nyata dengan peran kita kepada anak 45:30 kita. 45:31 He. 45:31 Dengan cara apa? Pertama, jadikan 45:35 bermain itu sebagai bahasa cinta antara 45:39 ayah dan anak kita. Yang kedua, 45:43 buat agenda. 45:45 Agenda itu menjadi sangat kunci sebelum 45:49 anak kita mencium bendera merah putih 45:52 itu tidak selesai di situ. 45:54 He. 45:55 Apalagi ee kalau kita lihat memang Bunda 46:00 Nuneng kalau di lapak di kehidupan 46:02 keseharian 46:04 semua 46:06 atlet-atlet yang berprestasi di belakang 46:09 itu adalah ibu mereka. Tetapi 46:15 ibu akan bergerak itu apabila dapat 46:19 dukungan yang sangat ee kuat dari 46:23 ayah. 46:23 Ayah. Ah. 46:25 Ah. Untuk itu 46:27 coba bersama 46:30 istri, bersama ibu di rumah, ayah juga 46:34 perlu tampil bersama-sama. Seperti Bunda 46:38 Noning ya, di Indonesia ada salah satu 46:42 cabang olahraga di sana dominannya peran 46:46 ayah yaitu angkat ee berat, angkat besi. 46:51 Itu rata-rata dari Banten dan dari 46:54 Lampung. Dan kalau kita telusuri mereka 46:57 benar-benar tidak banyak mendapatkan 47:00 dukungan dari pemerintah, tetapi mereka 47:03 mampu membuka mata pemerintah dengan di 47:08 dengan apa? Dengan diwujudkan dengan 47:11 adanya medal emas. Kita kenal Eko dari 47:14 Lampung atau Banten kemarin, terus 47:17 beberapa waktu yang lalu dari Bandung 47:19 juga. Itu peran dari seorang ibu 47:22 terlihat. Tapi di balik itu semua peran 47:26 dari seorang ayah. Coba bayangkan 47:28 Indonesia itu 47:31 banyak ee kesempatan-kesempatan untuk 47:35 Jadi 47:37 kalau kita banyak mempengaruhi ayah, 47:39 insyaallah ayah ini kan ada yang jadi 47:42 anggota DPR, Bunda Nuning. 47:43 He. 47:44 Ada yang jadi kepala dinas, ada yang 47:49 jadi bupati, ada yang jadi walikota. 47:52 Coba saat mereka merasa bahwa mereka 47:57 juga seorang ayah, kenapa tidak 48:00 kebijakan program lalu ee kebijaksanaan 48:06 mereka itu itu benar-benar mereka ee 48:09 wujudkan 48:11 atas kasih, atas cinta mereka kepada 48:17 anak-anak. Bukan saja anak yang ada di 48:21 rumah mereka yang berasal dari sulbi 48:24 mereka, tapi anak-anak yang ada di 48:27 sekitar mereka sebagai ayah sosial. Cuma 48:31 bagaimana tuh mewujudkan 48:36 ide, gagasan ini semua? Itu tiada lain 48:40 dari peran ayah menjadi penting. 48:43 Untuk itu 48:43 masyaallah. Coba mulai kita kembalikan 48:47 bersama-sama. 48:50 Ee seorang ayah itu 48:54 akan banyak belajar 48:58 melihat dunia 49:00 lewat mata anak-anak mereka. H 49:03 coba 49:05 ayah itu akan lihat tuh bagaimana si 49:08 anak uh dia merasa diakui dia merasa 49:15 ayahku hadir itu menjadi penting tuh dan 49:18 si ayah merasa ada satu energi baru itu 49:24 lahir yang kemudian dia sangat antusias 49:28 dan 49:30 mulai besok dia akan menjadwalkan secara 49:33 terat atur untuk selalu berinteraksi 49:35 dengan anaknya. Itu penting. Tapi yang 49:38 tidak kalah penting kalau kita tanyakan 49:40 kepada anak kita, 49:42 ayahku paling jago main. Ah, coba 49:44 bayangkan. 49:45 He. 49:46 Kan anak itu ada sesuatu permainan yang 49:50 dia belum dia belum mampu melakukan. 49:52 Kalau ayahnya kan sudah punya 49:54 pengalangan, pernah jadi anak juga 49:58 pernah melakukan banyak hal dan lewat 50:02 permainan itu si anak akan merasa, "Wah, 50:06 ini hebat banget nih, tidak ada di 50:09 gadget nih." itu tuh coba pastikan kalau 50:13 kalau kalau nih kita 50:16 ee membayangkan ini kalau benar-benar 50:19 tapi sebetulnya saya sebagai ee auditor 50:23 ruang bermain ramah anak di beberapa 50:26 tempat saya sangat melihat ee apa tuh 50:32 hubungan antara 50:35 ayah dan anak itu terbaca saat mereka 50:40 mengantarkan anaknya ke fasilitas ruang 50:43 bermain ramah anak. Heeh. 50:45 Dan ini yang juga kalau boleh ada 50:48 kesadaran baru dari setiap ee orang tua 50:53 yang memiliki hak politik 50:58 saat mau memilih anggota DPR nanti pada 51:01 waktunya ya Bunda Nuni. 51:03 He he. 51:04 Anggota DPR memilih gubernur, memilih 51:07 bupati, memilih walikota, memilih 51:10 presiden. Pastikan orang-orang yang kita 51:14 pilih itu sepemikiran dengan kita yang 51:18 sangat sayang, sangat cinta, berharap 51:22 anak-anak kita mendapatkan pelayanan 51:24 yang ramah anak. Ah, itu penting. Kalau 51:27 kita salah pilih, ya sudah 5 tahun yang 51:30 akan datang Bapak Ibu akan menemukan 51:34 bupati, walikota yang hanya memperkaya 51:38 diri mereka sendiri dengan tidak 51:41 menyediakan fasilitas ruang bermain yang 51:45 ramah anak. Ada alat kadarnya. Kadarnya 51:49 apa, Bunding? 51:50 He, 51:51 banyak karatan. Hm. Itu berarti tidak 51:53 layak untuk anak-anak bermain. Masa anak 51:57 kita 51:58 ee 52:00 biarkan dia bermain di fasilitas yang 52:03 nantinya tadinya dia sehat eh 52:07 sekembali dari ruang bermain tidak 52:10 sehat. Tadinya anak ini sangat ramah 52:13 kepada orang lain. Setelah keluar dari 52:16 ruang bermain bicaranya kasar. 52:19 Heeh. ee lalu suka marah-marah. 52:24 Insyaallah kalau ini semua didukung oleh 52:27 setiap orang tua, 52:29 kita akan menemukan anak-anak kita yang 52:31 hebat. Ini mungkin yang dapat kita bahas 52:35 hari ini. Pertama yang harus kita 52:38 pastikan bermain adalah bahasa cinta 52:42 dari seorang ayah kepada anaknya. Yang 52:45 kedua, 52:47 agendakan waktu bermain bersama anak 52:52 menjadi penting lalu yang tidak kalah 52:55 penting adalah bermain adalah komunikasi 52:59 awal antara ayah dan anak yang 53:04 insyaallah kalau ini terus-menerus 53:09 dijaga, dirawat, 53:12 insyaallah kita tidak akan kehilangan 53:18 waktu-waktu terbaik dengan anak kita. 53:22 Terutama pada saat mereka mau memasuki 53:26 transisi dari anak ke remaja itu 53:28 biasanya mereka sudah mulai bangun 53:31 kepercayaan dengan temannya. 53:32 Sama ayahnya dia sudah mulai sembunyi 53:35 informasi. 53:37 Kemudian yang kedua, saat transisi dari 53:41 remaja ke dewasa. He. 53:44 Itu sudah mulai lagi. Nah, ini aku nih 53:47 udah jadi dia udah mulai egonya itu 53:50 sangat ee kuat. Tapi kalau waktu-waktu 53:55 itu terus dirawat, dijaga, lalu kemudian 54:00 dioptimalkan, insyaallah kita akan 54:03 selalu menemukan 54:05 anak-anak kita di dalam hati kita, dalam 54:10 waktu kita. Dan begitu juga sebaliknya. 54:13 Anak-anak kita akan selalu mencari kita, 54:17 menemukan kita dengan penuh kegembiraan. 54:21 Dan akhirnya kita akan menemukan anak 54:24 kita, menganggap kita sebagai pahlawan 54:28 yang serba tahu. Lalu kita juga akan 54:32 semakin yakin dan percaya kepada anak 54:36 kita bahwa anak kita mau ke mana saja, 54:40 mau di mana saja, dia akan survive. He 54:44 karena dia sudah dilebihkan 54:47 oleh Allah banyak hal yang telah kita 54:52 asah, kita didik, kita dampingi. Tapi 54:57 yang paling penting adalah kita mengakui 55:00 keunggulan dari anak kita. itu semua 55:04 bisa terjadi Bunding. 55:05 Karena 55:06 apa yang kita beri kepada anak dalam 55:11 bentuk makan dan minum itu bersumber 55:15 dari uang yang halal dan thayib. Jelas 55:21 ee sumber keuangannya. Ini mungkin yang 55:24 bisa kami sampaikan. Demikian. 55:26 Asalamualaikum warahmatullahi 55:29 wabarakatuh. 55:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:32 wabarakatuh. 55:33 Meskipun seorang ayah dengan tuntutan 55:37 pekerjaan yang tinggi yang membuat 55:40 stres, menjadikan anak-anak sulit 55:43 mendapatkan kesempatan karena energi 55:45 ayahnya sudah terserap habis. Tapi 55:49 bahasan hari ini mudah-mudahan 55:50 mempersuasi kita semua bahwa interaksi 55:53 dengan anaklah yang membentuk kedekatan 55:55 kita. Dan interaksi yang berkualitas itu 55:59 adalah investasi yang baik untuk masa 56:02 depan anak-anak kita. Karena menjadi 56:04 teman bermain bisa membantu membangun 56:08 kedekatan yang kuat. Yuk, Sabtu atau 56:10 Minggu enggak usah lama-lama sih, 30 56:13 menit 1 jam gitu sama anak-anak. Kalau 56:15 dulu seperti yang tadi kita dengar ada 56:18 main baksodor, petak umpet, sekarang 56:20 boleh dipilih yang lain ya. Oke, Dr. 56:22 Hamid. Terima kasih banyak dan juga 56:23 untuk teman-teman yang sudah 56:26 menyebarluaskan siaran ee rasil dari 56:29 Cibubur ini. Billahi taufik wal hidayah. 56:32 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:34 wabarakatuh.