Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:23 Hari ini Senin kita berada bersama-sama 0:26 di acara perlindungan anak yang 0:30 mudah-mudahan menambah wawasan kita, 0:33 pemahaman kita untuk menjadi bagian yang 0:36 membantu pertumbuhan buah hati kita. 0:40 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:42 untuk junjungan umat kekasih kita 0:44 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:45 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:48 syafaat beliau. Dan sudah hadir di acara 0:52 pagi ini yaitu Dr. Hamid Pati yang kalau 0:57 enggak salah sih hari ini akan lebih 1:00 banyak bicara tentang bagaimana ya 1:03 munculnya hal-hal yang tidak kita 1:06 inginkan bagi anak-anak yang berdekatan 1:11 dengan gawai. Gawai itu gadget ya. 1:15 persisnya keamanan digital anak dan juga 1:19 privasy data terkait dengan gawai ini 1:22 konten dan jejak digital. Kita sapa 1:25 beliau. Asalamualaikum warahmatullahi 1:27 wabarakatuh, Dr. Hamid. 1:29 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:31 Alhamdulillah sehat. Kayaknya bahasan 1:34 kali ini untuk ayah bunda yang punya 1:38 anak milenial atau bahkan yang masih 1:41 bocah itu akan sangat diperlukan. Beda 1:44 dengan zaman kita dulu ya, gangguan 1:48 benda yang disebut gawai atau gadget ini 1:51 tidak ee masuk di dalam hitungan. Baik, 1:55 silakan kita akan dengarkan sepenuh 1:57 hati, sepenuh rasa. 1:58 Baik, terima kasih Bunda. 2:00 Bismillahirrahmanirrahim. 2:02 Asalamualaikum warahmatullahi 2:04 wabarakatuh. 2:05 Waalaikumsalam. 2:07 Alhamdulillah kita masih diberi 2:10 kesempatan oleh Allah untuk berjumpa. 2:14 Bagaimana kabar ayahanda dan bunda di 2:16 rumah? Insyaallah hari ini kita akan 2:20 berbagi informasi terkait dengan 2:24 keamanan digital 2:27 privasi 2:29 anak terkait dengan gawai konten dan 2:34 jejak digital. 2:37 Semoga ayahanda dan bunda dapat menyimak 2:42 informasi ini sebagai bekal untuk 2:46 berdiskusi dengan anak-anak kita di 2:48 rumah. 2:50 Sebagaimana kita ketahui, Indonesia 2:53 telah meratifikasi konvensi hak anak 2:57 sejak tanggal 25 Agustus tahun 1990 3:04 melalui keputusan Presiden Nomor 36 3:09 Tahun 1990. 3:13 Di 3:14 konvensi itu ada dua pasal penting yang 3:19 perlu ayahanda dan bunda jadikan bahan 3:23 untuk berdiskusi dengan anak-anak kita. 3:27 Pertama terkait dengan pasal 17 terkait 3:30 dengan informasi layak anak dan yang 3:33 kedua pasal 16 terkait dengan privasi. 3:39 Ah, apa yang kita bahas hari ini ini 3:42 juga perlu kita perkuat dengan materi 3:48 yang telah diundangkan 3:51 oleh 3:53 pemerintah melalui Peraturan Pemerintah 3:56 Nomor 17 tahun 2025. 4:01 Dan tidak kalah penting yang perlu kita 4:05 baca juga secara operasional itu di 4:11 peraturan Menteri Komunikasi dan Digital 4:16 Nomor 9 tahun 2026 tentang tata kelola 4:22 penyelenggaraan 4:24 sistem elektronik dalam perlindungan 4:26 anak. 4:28 Kedua peraturan ini khususnya peraturan 4:32 pemerintah nomor 17 tahun 2020 4:38 5 itu mulai berlaku sejak tanggal 28 4:43 Maret tahun 4:46 2026. 4:47 He. 4:47 Jadi baru beberapa hari yang lalu ini. 4:50 Jadi ayah Anda dan bunda kalau boleh 4:55 peraturan-peraturan yang kami sebut itu 4:58 segera diunduh di gadget kita 5:01 masing-masing dan cari waktu kapan 5:05 berdiskusi dengan anak-anak dan kalau 5:08 boleh mulai di 5:11 sorot atau di-highlight 5:14 atau dibuat kesimpulan. 5:18 dari peraturan-peraturan itu mana yang 5:22 penting untuk kita bahas bersama-sama. 5:26 Apa masih ada lagi undang-undang lain 5:28 yang perlu dibaca? Ini menarik juga ya. 5:31 Untuk itu ambil Undang-Undang Nomor 1 5:35 tahun 5:38 2024 tentang IT perubahan yang terakhir 5:43 itu benar-benar 5:45 di sana. 5:47 anak itu 5:49 dilindungi. Lalu yang tidak kalah 5:51 penting adalah Undang-Undang Nomor 27 5:56 Tahun 2022 tentang perlindungan data 6:01 pribadi. Wah, jadi kaya ya ayahanda di 6:05 rumah ini kalau membaca ini dan 6:08 didiskusikan dengan anak-anak, 6:10 insyaallah anak-anak kita semakin melek 6:14 hukum. Jadi semakin tahu tentang hukum. 6:19 Begitu juga 6:21 dengan ayah dan bunda. Akhirnya kita 6:23 akan lebih mengenal. Coba bayangkan 6:27 kalau setiap ayah dan bunda di rumah 6:31 sudah 6:33 memahami apa saja yang diatur oleh 6:37 negara dalam hal ini oleh pemerintah, 6:40 kita akan semakin mengikuti. Jadi tidak 6:44 mudah ee terpapar oleh 6:47 informasi-informasi yang tidak ee layak. 6:51 Nah, untuk itu kita kembali ke topik 6:55 yang kita bahas. Kalau berangkat dari 6:58 peraturan perundangan itu sudah lengkap. 7:01 Tinggal bagaimana kita 7:03 mengimplementasikan 7:05 [menghela napas][terkesiap] masalah 7:06 digital anak sering tidak dimulai dari 7:09 hal besar. 7:11 Kadang ia dimulai dari hal-hal yang 7:14 kecil 7:16 dari mengklik 7:19 terus me 7:23 mengunduh 7:25 membagi informasi akhirnya akan 7:29 tertinggallah ee jejak kita. Nah, kalau 7:34 anak-anak kita tidak kita berkali 7:39 kompetensi. He. 7:40 Baik itu dalam bentuk pengetahuan, 7:44 keterampilan, tapi itu juga sangat 7:46 ditentukan oleh sikap atau prinsip dari 7:50 anak tersebut. Ah, ayah, aku hanya 7:53 pengin yang ini. Wah, itu perlu kita 7:56 acungin jempol. 7:59 Tapi juga kita perlu dengar apa yang ada 8:02 di pikiran mereka dan apa yang akan 8:06 mereka jalani. Kita tinggal minta apa 8:09 yang boleh dan apa yang tidak boleh. 8:13 Karena kalau kita 8:15 tidak jadikan itu bahan diskusi dan 8:18 keputusan akhir ada pada ayah dan bunda, 8:22 ingat tugas anak itu cuma satu ya, lupa. 8:29 Tugas ayah dan bunda ya memberikan kabar 8:32 gembira dan peringatan. Apa kabar 8:35 gembiranya? Kalau kita asik di dunia 8:39 digital, kita akan banyak mendapatkan 8:43 informasi yang mungkin hari sebelumnya 8:47 kita tidak dapat. Hari ini kita bisa 8:50 dapat banyak informasi. Kita akan 8:53 mengetahui betapa ee hebatnya teknologi 8:57 itu dikembangkan. tetapi juga ada 9:02 peringatan atau kabar-kabar yang perlu 9:06 dihindari yang kemudian 9:09 anak-anak akan semakin tahu, "Oh, ini 9:13 menurut ayah, menurut bunda, ini yang 9:15 terbaik." 9:16 He. 9:17 Tapi perlu aku cek dulu apakah betul 9:21 atau tidak. ini juga harus menjadi 9:23 penting ah terkait dengan apa yang 9:29 ada di ruang digital itu. Di ruang 9:32 digital ayah Anda dan bunda kita 9:35 sama-sama sudah tahu sama tahu. Tapi 9:39 saya sebagai 9:41 pengingat atau pemberi informasi, kita 9:44 bisa dalami bagian perbagian. 9:47 Di ruang digital itu kita akan berjumpa 9:50 dengan konten. Nah, konten 9:53 ada beragam konten. 9:56 Ada konten yang sangat berguna, ada yang 10:00 berguna, ada yang cukup, ada yang tidak 10:05 cukup, dan ada yang berbahaya. Ah, 10:07 tinggal kita pila nih. 10:11 Untuk itu, Ayah Anda dan Bunda perlu 10:14 juga mendalami bagian-bagian 10:17 konten-konten itu. Mana nih yang menurut 10:20 kita ee positif dan mana yang 10:25 mungkin bernilai tidak layak dikonsumsi 10:29 oleh anak-anak kita. Jadi dengan kita 10:32 punya pengetahuan tentang isi konten, 10:36 baik itu konten di mana ini web, di 10:40 Facebook, 10:42 di mana? Di TikTok, di Instagram, di 10:47 YouTube, pokoknya konten 10:50 yang tahu tentang konten itu bermanfaat 10:55 atau tidak. Kalau kita tidak ee dalami 10:58 masing-masing, kita akhirnya akan 11:01 terjebak. Ah, di dalam ee memahami 11:04 konten itu. Kalau boleh ayah Anda dan 11:07 bunda sudah mulai searching siapa nih 11:11 yang membuat konten, 11:13 siapa pemilik konten. 11:16 Lalu ada enggak sejarah awal dia? Apakah 11:19 ini 11:21 dia hanya pengin populer atau dia hanya 11:24 ingin berbagi informasi atau dia punya 11:27 niat lain lagi. Ah, itu kita sebagai 11:31 orang tua yang ingin berdiskusi dengan 11:34 anak tidak cukup hanya dari informasi 11:39 asal-asalan. Tapi kita harus mendalami 11:42 sampai detailnya siapa itu yang membuat 11:46 itu. Bagaimana riwayat hidup dia. Kalau 11:49 kita tahu itu ah kita akan mampu 11:53 melihat, 11:55 mampu mendalami, mampu memahami. Oh ini 12:00 ya maksud dia mau berbagi informasi 12:02 karena dia punya pengalaman. 12:04 He 12:05 kalau pengalaman positif alhamdulillah. 12:08 Kalau pengalaman untuk mau menghindari 12:11 hal-hal negatif itu juga lebih baik. 12:14 Tetapi itu semua harus diawali oleh ayah 12:20 dan bunda supaya kita tidak dari ruang 12:24 kosong. Berdiskusi dengan anak-anak, 12:27 cari waktu yang bagus. Usia mana nih 12:31 yang layak untuk kita ajak anak itu ber 12:34 ya kalau boleh sejak anak dalam di dalam 12:36 kandungan kita sudah ajak diskusi. Nak 12:39 kalau besok-besok kamu punya waktu, 12:42 punya umur kalau ketemu dengan ini 12:46 ambil. Kalau ketemu yang ini hindari. 12:49 Nah, supaya anak punya pilihan. 12:53 Pilihan-pilihannya dia punya dasar. Tapi 12:56 itu semua nanti kita bahas ya. dalam 13:00 ruangan ini. 13:01 Yang kedua, 13:03 pasti ruang digital itu menimbulkan 13:06 interaksi. Apalagi kalau di sosial 13:10 media, di Facebook, kita akan bisa 13:13 berinteraksi di 13:17 Instagram, 13:19 di YouTube, di TikTok kita bisa 13:23 interaksi. Tinggal interaksinya dalam 13:25 bentuk apa nih? face to face atau 13:28 meninggalkan pesan di kolom komentar 13:32 atau lewat 13:34 ee DM pesan khusus. tinggal itu. Nah, 13:39 ini juga kita harus tahu nih apa itu DM, 13:44 apa itu komen. Terus kita mulai ajak 13:48 anak untuk berdiskusi. Tuh bagus ini. 13:51 Saya sarankan kalau mau belajar diskusi 13:54 terkait dengan orang yang berakhlak atau 13:57 yang sangat buruk, gunakan tuh ee 14:02 webdetik.com. 14:05 itu apa saja itu para komentatornya. 14:09 Kalau kita tidak siap itu kadang-kadang 14:12 marah sendiri. Tapi itu buat kita 14:15 belajar. Nah, di situ ada interaksi. 14:19 Tapi ruang digital itu meninggalkan 14:24 hal-hal yang sangat ee penting. Untuk 14:28 itu terkait dengan privasi. 14:32 privasi hal-hal yang tidak boleh diumbar 14:35 ya apa saja itu 14:39 nama atau alamat atau 14:44 usia 14:45 itu jenis kelamin. Kadang-kadang karena 14:48 kita pengin ee terakses, kita buka 14:53 privasi kita. Nah, ruang digital itu 14:56 harus mulai sadar setiap ayah dan bunda 15:00 pada saat berdiskusi dengan anak-anak 15:02 kita di rumah. Fokuskan topik terkait 15:06 dengan privasi itu sangat penting untuk 15:09 kita bahas dengan mereka. Lalu yang 15:13 paling akhir di ruang digital itu adalah 15:17 jejak digital. Nah, jejak digital itu 15:21 kita 15:24 ee klik apa saja lalu kita aktifkan 15:28 cookies-nya. Nah, itu akan terbaca itu 15:33 kesukaan kita, kematan kita, kemauan 15:37 kita. Apalagi ini kita menganggap 15:40 undang-undoning ya. He 15:42 kita suka meninggalkan handphone. Kita 15:45 pikir handphone itu tidak punya telinga. 15:48 Ya. Jadi handphone itu kita anggap tidak 15:51 kita gunakan untuk menghubungi orang 15:54 atau kita tidak membuka aplikasi. Kita 15:57 anggap dia diam. Eh handphone itu adalah 16:00 pendengar yang aktif. 16:02 Untuk itu kalau ada yang sensitif 16:06 sensitif ee perlu kita bicarakan ee 16:11 handphone itu kalau boleh dikondisikan 16:15 dalam keadaan power-nya nol atau mati 16:19 supaya dia tidak bisa merekam. 16:22 Karena kalau kita bicara handphone 16:26 tidak kita gunakan, dia dengar pas kita 16:29 buka itu dia akan menampilkan apa yang 16:33 kita bicarakan tadi 16:34 melalui iklan atau ah itu jadi mungkin 16:41 pada saat ee meninggal kita salah satu 16:44 yang akan ditanya oleh malaikat itu 16:46 menanyakan ke handphone kau apakan 16:49 handphone-emu ini 16:51 Ah, jejak digital. Jejak digital ini 16:55 penting. 16:57 Apa sebegitu penting ruang digital itu 17:01 kita perlu diskusikan dengan anak? Wah, 17:03 sangat. Karena mereka adalah orang yang 17:07 nanti akan menggunakan. Coba bayangkan 17:10 kalau mereka sudah tahu sejak awal itu 17:16 didiskusikan oleh ayah dan bunda, 17:18 insyaallah mereka akan menjadi individu 17:21 yang sangat pendengar. Untuk itu para 17:25 kakek nenek di rumah, Paman, Bibi, ayo 17:29 bantu ayah dan bunda atau keponakan kita 17:32 yang sudah punya anak kalau mereka belum 17:36 mengupayakan diskusi-diskusi ini. Karena 17:39 digital juga kita tidak bisa tinggalkan. 17:42 Itu menjadi satu kebutuhan. Tapi tinggal 17:44 bagaimana kita menggunakan alat ini 17:48 dengan penuh kebijaksanaan. Penting tuh. 17:51 Kemudian 17:53 apa saja risiko digital yang ee perlu 17:58 kita kenali? Jadi risiko-risiko. 18:02 Jadi ini perlu belajar risk manajemen 18:06 nih. 18:06 Heeh. 18:07 Manajemen risiko. Risiko digital itu apa 18:10 saja? Ini ayahanda dan bunda. 18:14 Ini materi yang penting untuk kita coba 18:19 dalami. Bukan saat kita pengin punya 18:23 handphone lalu kita main beli aja. Lalu 18:26 kita punya ee pengin apa ini? iPad atau 18:31 laptop kita beli aja. 18:35 Ah tahu tuh. Ah, kita perlu memang 18:39 mengoperasionalkan itu gampang. 18:43 Anak-anak yang baru lahir saja kalau 18:45 kita kasih handphone dia utak-atik dia 18:48 bisa. Tapi bukan di situ yang 18:51 persoalannya. 18:53 Risiko pertama tadi konten. 18:58 Konten itu disesuaikan dengan usia. 19:02 Apakah konten yang ada itu sesuai tidak? 19:06 Apalagi dengan kebijakan 19:09 ee Komdigi dan peraturan pemerintah yang 19:13 ditandatangani oleh Presiden Prabowo 19:17 nomor 17 tahun 2025 itu, itu juga 19:22 mengatur usia, batas usia sampai usia 16 19:27 tahun saja tidak boleh menggunakan atau 19:30 memiliki ee akun medsur 19:36 Tapi bagaimana itu pemerintah ee dapat 19:41 mendeteksi bagaimana platform-platform 19:44 yang ada itu mampu menghindarkan. Ah, di 19:47 situlah ada tuntutan. Ee 19:51 ini mungkin jadi satu materi nanti kita 19:53 akan bahas itu. Kita harus paham tentang 19:57 ee bagaimana 20:01 tanggung jawab dari pemilik platform itu 20:05 bukan hanya artifisial saja atau hanya 20:08 asal-asalan saja. Dia hanya memenuhi ee 20:12 apa administrasi. 20:14 Tapi ini juga menjadi penting ayahanda 20:18 dan bunda di rumah terkait dengan konten 20:21 kalau kita tidak baca 20:25 Permen Komigi nomor 9 tahun 2026, oh 20:30 kita tidak tahu tuh apa batasannya. Ah, 20:33 itu penting. Kenapa saya ee sampaikan 20:36 tadi ada batasan 20:39 ini usia berapa nih konten ini? Apakah 20:43 untuk nenek-nenek, kakek-kakek atau 20:45 untuk ayah ibunda atau untuk ee 20:50 anak-anak. Anak-anak juga dikelompokkan 20:53 di usia 0 sampai 2 tahun, 3 sampai 4, 5 20:59 sampai 6, 21:02 7 sampai 8, 8 sampai 13 21:06 dan seterusnya. 21:08 Ah, yang kita harus jaga itu di range 21:12 usia 0 sampai 8 tahun. Karena di sana 21:17 80% 21:19 kecerdasan anak itu terbentuk. Jadi, 21:23 jangan tunggu setelah usia 9 tahun nanti 21:26 kita bahas itu dengan anak. Tidak. 21:28 Dari usia 0 sampai 8 tahun. Karena di 21:33 situ hal-hal yang ingin kita tancapkan 21:37 kepada anak-anak kita itu akan terekam 21:40 dengan baik. Kalau dia merekam yang 21:44 positif, alhamdulillah. Tapi bagaimana 21:47 kalau di usia 0 sampai 8 tahun itu 21:51 konten yang terekam itu yang sangat 21:55 meresahkan kita, 21:57 sangat mengganggu 22:00 dan yang tidak kalah berbahaya itu 22:02 adalah membuat anak tertekan. Ah, ini 22:07 penting. Yang kedua, 22:11 risiko terkait dengan 22:15 ee 22:16 konten ini yaitu orang asing. Wah, orang 22:21 asing. Kebetulan 22:23 pada tahun 22:26 2025 ya kami ee diundang menjadi salah 22:31 satu narasumber untuk pelatihan 22:35 ee jaksa dan hakim terkait dengan 22:41 eksploitasi 22:43 dan kekerasan seksual secara online. itu 22:48 rata-rata 22:50 nih ayah dan bunda, 22:53 pelaku-pelaku 22:55 yang membuat anak kita jadi korban itu 22:58 adalah semuanya orang asing. 23:01 Orang asing. 23:03 Kita sudah membentengi anak, 23:06 sudah kita pagar rumah kita baik-baik 23:09 supaya jangan sampai anak kita itu ee 23:13 jadi korban dari orang lain. Tapi hari 23:17 ini orang asing itu ada di depan 23:21 anak-anak. Nah, untuk itu bagaimana nih 23:24 mendeteksi bahwa orang asing itu orang 23:28 yang sangat 23:30 berguna untuk anak-anak kita atau justru 23:34 yang akan menjadi perusak atau menjadi 23:38 pelaku terhadap anak-anak kita. Orang 23:41 asing melalui mana itu orang asing? Ya, 23:44 kalau kita lewat gadget, lewat apa itu 23:49 Instagram, Facebook, 23:52 WhatsApp, wah apalagi kalau anak kita 23:56 terpapar dengan Telegram. Oh, itu 24:00 untuk itu naik kita coba 24:03 beri ee kesadaran pada anak-anak untuk 24:08 mengenal siapa orang-orang yang ada di 24:12 seberang sana. 24:15 seberang itu sebetulnya hanya berbatas 24:18 antara 24:20 ee kaca handphone kita udah itu batasnya 24:26 itu sangat tipis. 24:29 Beri ee kemampuan anak-anak untuk 24:32 mendeteksi itu salah satu ee risiko 24:36 digital. Yang ketiga adalah 24:40 tekanan 24:42 teman sebaya. 24:44 tekanan teman sebaya kalau anak-anak 24:46 kita udah aktif di 24:49 ee WhatsApp grup. Wah, 24:55 ayahanda dan bunda, ini kasus yang 24:58 sedang ee menghebohkan beberapa waktu 25:02 yang lalu itu kumpulan anak-anak tuh di 25:05 level mahasiswa 25:08 mereka ee 25:10 saling mempulih. tidak cukup di situ. 25:13 He. 25:15 Apakah itu sudah terjadi pada anak-anak 25:17 kita? Ada tuh kalau mereka sudah punya 25:21 berani buat akun-akun 25:24 dengan me merubah sebelum peraturan ini 25:28 berlaku. Ya, semoga hari ini coba cek. 25:32 Nah, sekarang coba bantu ayahanda dan 25:35 bunda cek masing-masing apakah anak-anak 25:39 kita punya akun gadget tidak. 25:42 punya akun TikTok, punya akun Facebook, 25:46 punya akun WhatsA apa ee Facebook, 25:50 WhatsApp juga punya enggak? Ah, kalau 25:53 punya itu 25:57 kemungkinan mereka berisiko akan 26:00 mengalami 26:02 pembulian atau perundungan yang kemudian 26:05 membuat anak kita tertekan. 26:08 terkait dengan eksploitasi 26:11 ee 26:13 kekerasan seksual 26:16 melalui online itu adalah saat semua 26:20 foto anak kita disedot yang sudah tanpa 26:24 benang dan itu yang kemudian lawan di 26:27 sana ngirim WA lagi tolong transfer di 26:33 remor rekening ini. Kalau tidak, wah itu 26:35 kan membuat anak kita semakin terancam. 26:39 Nah, ini risiko nih. Dan risiko-risiko 26:42 ini jangan dijadikan ee bahan untuk 26:45 menakutkan anak kita. Tetapi anak dengan 26:49 kita ajak berdiskusi, dia sudah mulai 26:53 punya kesadaran baru dan berharap, 26:57 "Ayah, berarti kita ah itu berarti sudah 27:00 sesuatu yang sangat pasti." Jadi kita 27:03 pancing anak itu. Bagaimana menurutmu, 27:05 Nak? Jadi tolong pikirkan bersama-sama. 27:09 Tapi 27:11 jangan main larang-larang aja, tapi 27:14 tidak disusun larangan itu bersama-sama. 27:17 Memang tugas orang tua membuat aturan, 27:21 tetapi aturan yang sangat bijaksana 27:23 adalah melalui sebuah proses diskusi 27:27 bersama anak-anak kita. He 27:29 ini perintah sila keempat 27:34 Pancasila. 27:36 Apa itu bunyi sila keempat? Masih tetap 27:39 kan seperti yang dulu. Ah itu baca tuh 27:42 baik-baik. 27:44 Kemudian 27:47 risiko digital itu penyebaran 27:50 foto. Oh, kalau foto masih kalau sudah 27:56 ee video, wah itu sangat berbahaya tuh 28:00 penyebaran foto. Wah, ya ini kan anak 28:04 saya kan, cucu saya ee keponakan saya. 28:08 Saya dong berhak dong kirim lewat WA 28:12 grup. WA grup. Wuh. Wih, hebat ya 28:16 keponakanmu. Iya. Tuh, di antara yang 28:20 ada di WA grup itu 28:23 kita tidak tahu ya apakah dia 28:26 ee kondisi kejiwaannya dalam kondisi 28:30 aman 28:31 aman atau bagaimana? 28:35 Ada itu 28:37 kita bersyukur ya. 28:38 di 16 anak-anak yang tergabung di WA 28:43 grup itu, dia membocorkan pesan itu 28:46 kepada orang lain. Akhirnya kasus semua 28:48 anak-anak itu kan terbongkar. Ah, itu 28:50 tuh karena ada satu orang yang kita 28:54 tidak tahu. Mungkin di antara 28:56 orang-orang kita mm ada 29:00 pengin pammer kah, pengin flexing kah 29:05 atau pengin ada tuh saya suka lihat di 29:08 Facebook titip di sini titip. Jadi 29:12 foto-foto itu dititip. Untuk itu, Ayah 29:15 dan Bunda kalau boleh semua foto 29:18 anak-anak di Facebook ee anak-anak di 29:22 Facebook kita semua kalau boleh mulai di 29:25 ee hindari terutama 29:29 kalau dia menampilkan wajah langsung 29:32 yang kemudian ee apa retina matanya itu 29:36 bisa diambil oleh orang di luar sana. 29:40 Heeh. 29:40 Ah, itu bisa dimanfaatkan. 29:43 Ah, kalau boleh ya boleh taruh foto yang 29:46 foto yang membelakangah, menyamping atau 29:51 sedang ee beraktivitas 29:55 ee matanya pokoknya matanya tidak bisa 29:58 diambil sama. Nah, gitu ya. itu. Tapi 30:01 bagaimana kan kita pengin tampil gagah 30:04 di 30:06 di foto? 30:09 Ah yang jadi soal itu orang-orang dewasa 30:12 itu 30:14 dia 30:16 apakah 30:18 ya hanya andalah yang tahu ya menilaah 30:21 masing-masing. Coba risiko-risiko ini 30:24 harus mulai kita hindari. Ee apalagi? 30:28 Tolong baca ya Undang-Undang Nomor 12 30:32 Tahun 2022 tentang tindak pidana 30:36 kekerasan seksual. 30:40 anak-anak yang 30:42 atau 30:43 korban yang identitasnya lolos sampai ke 30:47 media massa atau ke elektronik itu 30:51 undang-undang itu memerintah jaksa harus 30:54 menyedot itu semua supaya tidak 30:57 tertinggal 30:58 itu. Undang-undang ini belum berl apa 31:02 belum terimplementasi dengan baik. 31:05 Karena 31:08 aparat hukum juga masih berdebat dengan 31:13 ee 31:15 pasal itu. Kebetulan saya diminta oleh 31:20 ee pemerintah untuk merancang 31:23 penyusunan pasal-pasal apa peraturan 31:26 pemerintahnya saat di ruangan diskusi 31:30 itu masih saling berdebat. 31:33 Ada yang berani, ada yang setengah 31:36 berani, ada yang tidak berani. Ah, ini 31:39 menyangkut priuk katanya. Ada. Ah, itu 31:42 ini penting, Ayah, Anda dan bunda. Jadi, 31:46 pintu akhir untuk menyelesaikan 31:49 persoalan ini 31:52 adalah orang yang ada di rumah. Siapa? 31:55 Ayahanda dan bunda. 31:57 Untuk itu 31:58 kita mulai persiapkan anak kita dari 32:01 usia 0 sampai 8 tahun. Dik, kalau ada 32:04 foto jangan sebar ya. Jangan bagi-bagi 32:06 sama teman, sama tante, sama opung, sama 32:11 opa, sama nenek, sama siapa aja. Kamu 32:15 saja tidak boleh menyebar apalagi kamu 32:17 sebar kepada mereka itu. Ah, kita tidak 32:19 tahu mereka itu punya kebaikan yang 32:23 masih tersisa. Kalau ada syukur 32:26 alhamdulillah dia tidak mau menyebarkan. 32:29 Tapi kalau yang tidak ada itu dia ee 32:32 sebar. Untuk itu tolong 32:36 jadikan ini, Pak. Berharap di usia 0 32:39 sampai 8 tahun ini mereka 32:40 berpengetahuan. Ah, nanti pada saat usia 32:43 anak masuk remaja, masuk orang dewasa, 32:46 kita akan punya generasi yang taat atau 32:51 ee melek digital. Amin. 32:54 Biarkan aja orang-orang tua yang 32:56 sekarang ini kan mereka juga nanti 32:59 akhirnya tidak ada juga ah penggantinya 33:01 ini. Jangan kita meninggalkan mereka 33:04 dalam keadaan lemah. Untuk itu harus 33:08 kita perkuat ini pengetahuan tertama 33:10 menyangkut risiko. Risiko yang terakhir 33:13 adalah penyalahgunaan data. Wah, ini 33:17 data ini risiko data apa saja yang 33:21 ayahanda dan bunda tinggalkan 33:25 di atau anak-anak kita tinggalkan di apa 33:29 Instagram, di Facebook, apalagi di 33:32 aplikasi. 33:33 Ada aplikasi kan harus menuntut kita 33:36 mengisi tanggal lahir. Tujuannya untuk 33:39 apa? Ah, untuk bisnis lah untuk 33:43 disalahgunakan. 33:45 Ya, kita tidak ikut rumor ya. Ya, 33:48 dikirim ke Amerika lah. [tertawa] 33:51 Kita cuma dengar-dengar aja. Tapi ee 33:55 benar tidaknya walahu alam bissawab. 33:58 Tapi itu ada kesadaran pada diri kita. 34:04 kita untuk itu kalau ada 34:07 pengisian aplikasi kita harus 34:10 benar-benar 34:11 aplikasi ini dikelola oleh pemerintah 34:16 atau oleh siapa. 34:18 Kalau oleh pemerintah 34:20 kita harus ee mengisinya dengan 34:23 sungguh-sungguh. Tapi juga pemerintah 34:28 punya titik lemah. 34:30 diseranglah, 34:32 dibajaklah 34:34 oleh para hacker. Untuk itu 34:36 kita percayalah pemerintah memiliki 34:39 kemampuan untuk menjaga data kita. 34:41 Tetapi kesadaran itu harus mulai 34:44 dibangun dari rumah. Kebayang ayahanda 34:47 dan bunda, kalau anak-anak kita nanti 34:51 dewasa kelak, mereka mendapatkan 34:53 pengetahuan ini dari ayah dan bundanya, 34:56 pada saat mereka dapat amanah untuk 34:59 menjaga data ini, mereka akan Kalau 35:02 swasta bagaimana? 35:04 Kalau swasta yang jujur, yang menjaga ee 35:09 komitmen ini, mereka akan melakukannya. 35:12 Karena kalau tidak, mereka akan kena 35:15 juga. ee dampak dari ketidakpercayaan. 35:19 Untuk itu kita masih berani memberikan 35:21 informasi ke beberapa aplikasi tapi ada 35:25 nih yang menyalahgunakan. 35:27 Untuk itu kita harus 35:29 memiliki kesadaran. 35:31 Ya, sekali-sekali salah mungkin kita ee 35:36 ada keteledoran, ketidak apa ee 35:40 ketelitian. Tapi dengan anak-anak kita 35:43 ini menjadi penting kita ajak mereka 35:46 berdiskusi bukan diceramahi. Ajak 35:49 diskusi. Dari hasil diskusi biarkanlah 35:53 mereka melakukan apa ee role play. Lalu 35:58 kemudian mereka bersimulasi. 36:01 Tapi nanti kita akan lihat bagaimana di 36:04 akhirnya mereka akan memberi refleksi. 36:09 Wah, refleksi berbagi cerita itu kalau 36:11 bagus ee menjelang magrib ya. Kak, apa 36:15 kabar hari ini, 36:18 Dek? Apa kabar hari ini? Putri, apa 36:21 kabar? Jadi tanya tuh 36:25 boleh share informasi apa yang hari ini 36:29 putri klik atau adik klik atau kakak 36:32 klik? Wah, itu penting. Ah, untuk itu 36:36 pendampingan lebih penting daripada 36:40 larang-larang. 36:43 Kita sebagai orang tua tidak cukup hanya 36:47 anak patuh. 36:50 Ah, dia patuh sesaat tapi diam-diam dia 36:53 klik klik klik klik. Apalagi ada itu 36:57 saya lihat di beberapa tetangga. He he. 37:01 Pas anak nangis disogok dengan 37:06 gadget. Ah, itu potensial tuh. Ah, tuh 37:09 kita cek tuh. Kemudian 37:13 anak 37:15 bisa mencari 37:17 jika diam-diam dia cari. Kalau kita 37:21 tidak hanya larangan, tapi kalau jika 37:24 mendampingi anak belajar terkait dengan 37:28 batas-batas apa yang harusnya mereka ee 37:32 hindari, batas-batas apa yang harus 37:36 mereka upayakan untuk mau coba cari 37:39 tahu. 37:41 Orang tua menjadi tempat aman untuk 37:45 bercerita. 37:47 Cerita nih, Ayah. 37:50 Bunda, kok aku dikirim foto ini? Gimana 37:53 nih? Wah, tuh dapat. Ayah, kok teman aku 37:58 share kata-kata seperti ini? Gimana ya, 38:01 Ayah? Wah, itu kan jadi 38:06 ah enggak usah bagi-bagi sama ayah kayak 38:07 gitu. Enggak usah bagi-bagi sama Bunda 38:10 seperti itu. Gimana anak mau ee berbagi 38:14 cerita? Jadi penting kita sebagai orang 38:18 yang aman untuk anak-anak kita bertanya, 38:23 berbagai cerita. 38:25 Kemudian 38:27 kalau ada risiko 38:30 kita bahas bersama. 38:32 Kalau ada risiko kita bahas bersama. 38:35 Risiko apa nih tadi? risiko konten tidak 38:38 sesuai dengan umur. Terus apalagi risiko 38:44 orang asing sudah mau kasih 38:48 apa ini ee pulsa, 38:52 kasih gift, kasih apa itu ee tanda-tanda 38:57 apa itu saya jarang saya malah tidak 39:00 pernah menggunakan itu ee simbol-simbol. 39:03 Kalau di WA kan ada tuh, di Facebook tuh 39:05 ada tuh atau di mana? Di YouTube ada 39:09 juga tuh simbol-simbol saya tidak 39:11 gunakan 39:12 karena ada beberapa simbol yang menurut 39:15 kita ya seharusnya kita tidak ee 39:18 gunakan. Nah, itu penting juga 39:21 pengertian terkait dengan simbol-simbol. 39:23 anak-anak juga harus tahu. Kemudian 39:26 dengan 39:28 kita mendampingi anak sejak dari awal 39:32 terutama di usia 0 sampai 8 tahun dan 39:36 setelah usia 9 sampai karena mereka 39:39 sudah kita dampingi 80% lah mereka 39:44 mendapatkan pengetahuan ee dari kita, 39:48 keterampilan dari kita, lalu ketegasan 39:51 dari kita. mereka sudah dapat. 39:53 Insyaallah kita hanya bermohon kepada 39:56 Allah dan memberikan kepercayaan 100% 40:00 mereka tetap terus berupaya menjaga 40:04 bagaimana mereka mengolah informasi itu. 40:08 Kemudian 40:10 apa saja nih yang perlu kita 40:14 fokuskan 40:16 untuk menjaga privasi anak 40:19 sebagaimana yang diatur di pasal 16 40:22 Konvensi H Anak dan di Undang-Undang 40:26 Nomor 27 Tahun 2022. Ah, privasi ini. 40:32 Privasi ini bagian dari keselamatan. 40:37 Pertama, 40:39 kalau boleh anak tidak share 40:43 nama sekolahnya. 40:45 Heeh. 40:45 Jangan share loh nama sekolahnya. 40:49 Yang kedua, 40:52 lokasi di mana dia sedang berada. 40:56 Kalau ke Bunda penting, 40:59 Bunda. Aku sudah di sini loh. Nah, tuh. 41:03 Kasih tahu, Bunda. Kasih tahu ayah. 41:06 Share. lokasi 41:08 ke teman kita perlu enggak? Perlu 41:11 telepon aja. Aku sudah di sini loh. 41:13 Bukan share lokasi lewat kan sekarang di 41:16 handphone kita kan bisa meninggalkan 41:19 lokasi itu bisa. Lalu yang ketiga apaagi 41:23 nih yang tidak boleh ini privasi ini 41:26 foto. Foto foto video. Jangan share dik 41:34 apapun kamu enggak usah kirim foto ke 41:37 Bunda saja tidak boleh. Apalagi kepada 41:40 orang yang baru kamu kenal. 41:43 He. 41:43 Ah. Kalau ada tuh prinsip gitu ke Ibu 41:48 guru boleh enggak? 41:49 ke bunda saja enggak boleh apalagi ke 41:51 ibu guru itu tuh penting karena 41:56 ada kasus-kasus yang terindikasi 42:00 beberapa foto anak itu digunakan oleh 42:03 orang-orang yang menurut kita 42:06 terpercaya 42:09 kepada bunda, kepada ayah saja tidak 42:11 boleh apalagi ah itu ketegasan tuh 42:15 penting. 42:17 Ah, enggak kok begitu amat. Nah, itu 42:20 kita diskusikan. Ini kan untuk 42:22 kepentingan 42:25 pembuatan buku 42:27 apa tuh kalau mau akhir lulus itu Bunda 42:30 buku kenang-kenangan. 42:31 He 42:32 ya. Kita harus clear juga dulu ke mana 42:35 kita kirim dan kita harus ada semacam 42:39 kesepakatan. Foto ini hanya untuk 42:41 kenang-kenangan. Jangan sampai foto yang 42:44 seperti dibahas dengan ijazah. Ijazah 42:48 kita tidak bahas itu tapi foto ini 42:49 penting ya. Kemudian 42:53 ee 42:56 cerita pribadi. Wah [mendengus] 42:59 kita suka tuh 43:00 ada orang-orang yang ya kalau artis 43:04 mereka cerita pribadi ada maksud dan 43:06 tujuan merekalah untuk ee komersial. 43:10 Tapi cerita anak-anak kita itu 43:15 jangan di-share, "Ih, anakku loh dibagi 43:18 lagi." Terus karena ini terbiasa dibagi, 43:23 anaknya bagi juga tuh. 43:27 Jadi akhirnya 43:29 yang namanya cerita pribadi itu adalah 43:33 sesuatu yang terjadi 43:35 termasuk penyakit saja itu tidak 43:39 diceritakan. 43:41 Hanya kita ceritakan kepada dokter. 43:44 Kenapa dokter? Karena dokter punya 43:47 sumpah eh medical record saja itu tidak 43:51 boleh diakses oleh sembarang. 43:53 sampai ee polisi saja itu harus ada 43:57 putusan dari pengadilan meminta medical 43:59 record eh kita bain-bagin anak saya ini 44:03 sakitnya begini cerita tuh akhirnya tuh 44:07 jadi akhirnya anak itu sudah sembuh tapi 44:11 di memori orang-orang yang tahu dia ya 44:15 dapat cerita ni cerita 44:19 pribadi jangan dibagi-bagi itu privasi 44:22 Lalu terakhir terkait dengan jadwal 44:25 kegiatan. Wih, anakku ini dia aktif di 44:30 sini loh, di sini loh. 44:33 Itu bagi mereka yang ee 44:37 ingin mengincar anak kita itu gampang. 44:40 Oh, dia jadwalnya nih di sini loh. 44:44 Presiden saja 44:46 jadwal kegiatannya tidak di-share. Hanya 44:49 yang kalau sudah ada 44:52 upacara di istana, mau cari aja di 44:54 istana presiden. Kalau dia kegiatan ee 44:58 melakukan kunjungan tertentu tidak. Oh, 45:02 kita pengin pamer aja. Wih, aku ada di 45:05 sini loh, anak aku di sini loh. Ngapain? 45:08 Ikut pramuka, ikut esol, ikut apa nih? 45:13 Jadi semua itu di-share di ruang 45:17 digital. 45:19 Ayo ayah dan bunda. 45:23 Semalam saya nonton cerita anak-anak 45:27 Trisu Trisno. H 45:29 menurut kita mereka adalah keluarga 45:33 pejabat. Tetapi di balik itu ada satu 45:36 tuntutan dari ayah almarhum sekarang 45:40 semoga mendapatkan surga yang terbaik. 45:43 Itu dia minta 45:45 apa yang kamu lakukan yang terbaik. 45:48 Tapi kalau kamu melakukan sesuatu yang 45:51 bertentangan, kamu yang tanggung jawab. 45:53 Nah, untuk itu kenapa anak-anak Pak Tri 45:57 di balik namanya itu tidak ada akhiran 45:59 nama ayahnya. Untuk itu perlu nonton 46:02 juga di Rosi ya. Saya nonton semalam 46:06 sudah beberapa hari tuh. 46:08 Di situ ada parenting yang terbaik yang 46:12 ditinggalkan oleh 46:15 eh Jenderal Trisutrisno kepada 46:18 anak-anak. Tapi kita sebagai orang 46:21 pembelajar, kita perlu mempelajarinya 46:24 terutama dari sikap 46:28 istri Pak Trisutrisnyo, orang hebat tuh. 46:32 Kita perlu pelajar itu. Dan anaknya juga 46:35 sudah membuat satu buku filosofi 46:39 parenting dari Triutrisno perlu dimiliki 46:43 tuh. Ah, tu baca tuh buku-buku seperti 46:46 itu supaya kita punya 46:50 bahan untuk berdiskusi dengan anak-anak 46:54 kita. Kita target ya usia 0 sampai 8 46:57 tahun. lebih dari itu mereka sudah kita 47:01 bisa lepas karena kita sudah percaya 47:04 mereka adalah anak-anak yang sudah kita 47:07 dampingi, sudah kita bimbing, yang sudah 47:11 kita ee buat mereka memiliki kompetensi 47:15 sebagai seorang anak yang sangat 47:18 dipercaya. Nah, itu penting. 47:21 [menghela napas][terkesiap] 47:22 Lalu terakhir mengenai jejak digital. 47:26 Wah, jejak digital ini juga satu materi 47:30 yang perlu kita diskusikan dengan 47:32 anak-anak kita. Apa itu jejak digital? 47:35 Pertama, 47:37 klik jangan sembarang. Sekarang Bunda 47:40 Nuning, 47:41 buka gadget saja itu langsung datang tuh 47:45 berbagai ee iklan. 47:48 kita lewat satu mall, lewat satu toko, 47:52 lewat apa itu satu stasiun atau apa. 47:56 Tahu-tahu handphone kita, 47:58 wah mau makan atau tidak nih, mau beli 48:02 atau tidak, mau pinjam uang atau tidak 48:05 nih. Tinggal kita yang 48:09 memilihnya. Uh, kayaknya saya butuh uang 48:12 nih. Main klik aja tuh. Ah, untuk itu 48:16 dengan anak-anak kita. 48:18 Kak di rumah, Adik di rumah. 48:21 Pastikan kalau mau mengklik sesuatu, 48:25 tanya Bunda dulu. Ayah, boleh enggak aku 48:28 klik ini? 48:29 Kalau masih ada anak kita selalu 48:31 bertanya tentang itu, berarti anak kita 48:34 masih memiliki moral. 48:36 Kalau sudah tidak, 48:38 Anda yang lebih tahu tentang anak-anak, 48:41 ayah Anda dan bunda di rumah. Tuh, cek 48:44 tuh. Boleh enggak aku klik ini, ya? Itu 48:48 materi pertama untuk didiskusikan untuk 48:51 digital. Yang kedua dengan anak-anak 48:53 kita 48:55 kirim. Wah, ayah, Bunda, boleh enggak 48:58 aku kirim ini? Tanya dulu tuh. Jadi 49:01 jangan main, kirim aja. Ke mana 49:05 tujuannya? Harus tahu tuh ke mana, ke 49:08 siapa. Lalu 49:11 mengunggah untuk disimpan. 49:14 unggah. 49:16 Lalu yang paling penting itu 49:20 adalah men-share. [tertawa] 49:24 Sekali share, seumur hidup tidak boleh 49:26 dicabut tuh. Oh, langsung hapus. Enggak 49:29 mungkin karena akan terekam. Apalagi 49:32 dengan WhatsApp. Semua yang kita bagi, 49:36 oh kita sudah hapus di di handphone 49:38 kita. I coba lihat di ee 49:43 web-nya. WhatsApp 49:44 masih 49:45 masih tertinggal. Ini mungkin yang bisa 49:48 kami bagi. Semoga kita akan menemui 49:51 ayahanda dan bunda yang selalu peduli 49:53 kepada anak-anak. Kepada siapa lagi 49:57 anak-anak kita ee berharap selain kepada 50:01 Allah juga kepada ayahanda dan bunda. 50:04 Untuk itu ayahanda dan bunda yang hebat 50:07 adalah ayahanda bunda yang berkompetensi 50:11 di bidang digital. Demikian. 50:15 Asalamualaikum warahmatullahi 50:16 wabarakatuh. 50:16 Masallah. Waalaikumsalam. 50:19 Apa yang kita dengar barusan kayaknya 50:22 nyubit juga ya. Karena kebanyakan dari 50:24 waktu-waktu yang kita miliki, yang kita 50:27 lewati, kemudian juga anak-anak kita. 50:31 Apalagi tadi kita dengar di bawah 16 50:34 tahun ya, 50:35 16 tahun 50:36 enggak boleh untuk memiliki akun 50:40 sendiri. Ee masyaallah. 50:43 Nah, kalau resiko terkait dengan apa 50:46 yang barusan kita dengar sungguh 50:49 sebetulnya sangat mencemaskan, 50:52 mengkhawatirkan. 50:54 Sekali lagi kita memang harus peduli 50:57 pada hal yang kelihatannya sih enggak 50:59 apa-apa. Ini ada pertanyaan sayang, 51:01 tidak ada namanya terkait dengan ee 51:04 kesehatan mata nih. Katanya enggak boleh 51:07 ya pakai gadget itu 1 jam sebelum tidur 51:12 karena bahaya banget. Ini ada kaitannya 51:15 dengan berbahaya 51:19 terkait bukan dengan mata juga kah. 51:21 Gerangan Mbak Nuning tolong ditanyain. 51:23 Heeh. 51:24 Baik, terima kasih ayahanda dan bunda 51:27 yang sudah bertanya menyangkut hal ini. 51:29 Adilannya itu sudah banyak dokter-dokter 51:33 mata itu tinggal searching di Halo Dok 51:37 ada tuh. 51:38 Heeh. Tapi yang paling penting adalah di 51:41 rumah kita ada aturan screen time. Jadi 51:47 berapa waktu kita bisa mengakses ee 51:51 gadget? 51:52 Nah, dengan begitu kita punya materi 51:57 untuk mengingatkan anak. 51:59 Minimal sehari lima kali kita ingatkan. 52:03 K AD terakses ke layar itu tertentu, 52:10 tidak boleh lebih dari sekian. Nah, itu 52:13 bukan aturan begitu jadi, tapi itu harus 52:16 didiskusikan. Ayah, bagaimana kalau aku 52:19 ada PR cari bahan dengan adanya batasan 52:23 waktu ini bagaimana caranya? Ahah. Itu 52:25 seperti apa solusinya? Ya, itu kita 52:27 harus ee atur bersama-sama, harus 52:31 didiskusikan dengan anak-anak. 52:33 Diskus 52:34 ee dengan kita mendiskusikan dengan 52:36 mereka, mereka merasa aku didengar, 52:40 iya. 52:40 Aku dihitung, 52:43 aku mau diambil pendapatku untuk 52:48 diputuskan oleh ayah. Nah, itu penting. 52:50 Jadi, terkait dengan dampak itu, itu 52:54 para ahli sudah banyak bercerita. Tapi 52:57 yang kami tekankan adalah batasan 53:00 mengenai screen screen time ee lama 53:05 melihat layar 53:07 berapa jam tuh. 53:09 He 53:09 gitu, Bu. 53:11 Ngatur anak tapi kita sendiri enggak 53:13 ngasih contoh kayaknya enggak juga. 53:15 [tertawa] 53:15 Aduh, itu yang harus tuh. 53:18 kita harus ee konsisten 53:21 komitmen 53:23 itu. Tapi yang tidak kalah penting 53:26 adalah sebagai tauladan. 53:28 Nah, ini dia ya 53:30 fungsi orang tua itu tauladan. 53:32 Kalau kita jujur tanya pada diri sendiri 53:35 dalam 24 jam tuh itu kita enggak pegang 53:38 gadget mungkin enggak 53:40 lebih dari 53:41 ah itu ada ee pengalaman yang di-share 53:44 oleh Wimpre Show 53:46 terkait dengan 53:48 diet teknologi. Diet. 53:50 Jadi bukan cuman makanan doang ya. 53:51 Iya. Diet teknologi. Jadi janjian 1 53:54 minggu tidak boleh pegang gadget. 53:57 Oh bisa. Heeh. 53:59 Jadi gadget satu keluarga itu 54:01 dikumpulin 54:02 dikumpulkan ditaruh di 54:05 akuarium yang terkunci. Jadi dia lihat 54:08 tuh ada masuk keluar informasi. 54:11 Oh 54:12 dampaknya apa, Bunding? Yang tadinya 54:15 makan 54:16 ee langsung ambil piring masuk ke kamar 54:19 lagi. Ah sekarang mereka sudah bisa 54:21 masak bareng-bareng, nyapu, merawat 54:25 halaman bareng-bareng. Oh, ini yang seru 54:28 Bunda Nuning di hari ketujuh 54:30 di Opera Mimpri itu cerita tuh masih ada 54:33 di YouTube tuh 54:35 cerita 54:36 mereka wah antusias karena mau melewati 54:41 hari 54:42 terakhir 54:42 ee terakhir pembebasan ni. Jadi 54:46 Opera Imperi bersepakat dan berdiskusi 54:50 lagi. Bersepakat akhirnya 1 bulan jadi 54:54 akhirnya ada perubahan. Jadi belajar 54:57 dari ee diet teknologi itu bisa 55:02 diterapkan juga diet ee kredit juga. 55:05 [tertawa] 55:05 Karte kredit bisa diet juga tergantung 55:08 dari masing-masing orang yang akan 55:11 menjalaninya. 55:13 itu semua Bunda Nuning. Karena 55:16 orang-orang yang ada di dalam 55:18 punya pengetahuan yang sama, punya 55:22 keterampilan yang sama, tetapi sangat 55:25 ditentukan oleh sikap 55:28 yang sudah ee mendarah daging, sikap 55:33 tegas. 55:34 itu yang penting 55:36 ee terkait dengan jangan asal isi 55:39 aplikasi dari Pak Budi kan harus dicek 55:43 ke bagian apanya dulu kalau itu misalnya 55:45 dari memang ee organisasi atau sekolah 55:50 yang memang perlu mengisi aplikasi tetap 55:53 harus dicekkah atau bagaimana? 55:57 Baik, pertanyaan yang menarik yang perlu 56:00 kita kejar itu 56:02 he 56:03 aplikasi yang masuk ke sekolah. Sekolah 56:06 itu kan cuma pemilik ee apa 56:12 nama tapi apa, data itu nanti akan 56:15 bermuara ke satu ee ESP. kita harus 56:19 tahu. Tapi 56:21 penyedia jasa 56:24 sangat menjaga komitmen untuk keamanan 56:27 itu. Tetapi di balik itu kan ada orang 56:31 yang akan menyerang ee sistem itu, 56:34 mengambil, mengeruk, 56:36 punya negara saja bisa diambil. 56:39 Kita bersyukur beberapa bulan ini belum 56:42 ada informasi. Tapi sebetulnya di dunia 56:45 internet itu 56:46 sudah luar biasa ya. 56:47 Luar biasa. He. 56:48 Kita harus ee mendapatkan penjelasan 56:53 yang detail ini penyimpanannya di rumah 56:57 sendiri atau di tetangga. Tetangga itu 57:00 berarti kita punya perusahaan yang kita 57:02 percaya. 57:03 Ee kalau 57:05 di perusahaan itu bagaimana menjaga 57:09 keamanan, 57:10 lapisan keamanannya itu seperti apa? itu 57:13 penting juga untuk kita tahu. Untuk itu 57:17 kalau kita sudah tahu, oh ini tidak 57:19 aman. Padahal di aplikasi itu diberi ee 57:24 bintang. Kalau bintang itu kan informasi 57:27 yang wajib kalau tidak diisi 57:30 ee tidak di e disetujui 57:34 data yang kita kirimkan. Nah, untuk itu 57:37 kepada sekolah yang pengelola apa 57:41 peminta data itu kita harus bersepakat 57:43 data mana nih yang sangat penting untuk 57:47 kita informasikan dan yang mana kalau 57:50 boleh kita kasih yang manual. Nah, itu 57:52 itu harus 57:53 karena kita 57:56 tidak punya satu jaminan yang 100% 58:02 seperti lauful mahfuz yang datanya itu. 58:05 Iya. Iya. 58:06 dari langit aja informasinya 58:09 ada yang mencuri-curi lalu dikejar oleh 58:13 bintang atau oleh [tertawa] api. 58:17 Apalagi yang kita di manusia itu penting 58:19 juga 58:20 sayang waktu kita sudah di penghujung 58:22 jadi mari kita simak ikhwan akhwat 58:25 closing idea untuk bahasan kita kali 58:28 ini. Silakan. 58:28 Baik terima kasih ayahanda dan bunda di 58:31 rumah. Ada hal yang perlu kita tekankan. 58:36 Selain berbagai peraturan perundangan 58:39 yang diterbitkan oleh pemerintah, oleh 58:43 dunia internasional juga itu jadi bahan 58:46 dasar untuk kita diskusikan dengan 58:47 anak-anak kita. Kalau boleh ya buat 58:50 sekali-sekalilah PowerPoint gitu supaya 58:53 uh ayah bunda kok hebat sekarang bisa 58:56 ngalahkan Bunda PAUD di sekolah nih. Ah 58:59 itu penting buat 59:01 yang sekarang yang terakhir penekanannya 59:05 perlu kita bangun aturan keluarga 59:09 digital 59:11 yang perlu kita ee konsistenkan untuk 59:15 menjalankannya. Apa aturan-aturannya? 59:18 Pertama, kapan pakai gawai. Ah, itu 59:23 kapannya itu kan dari Allah telah 59:25 menyediakan waktu untuk kita dari bangun 59:27 tidur sampai tidur lagi. Kapan-kapan 59:31 kita menggunakan gawai itu 59:34 ke siapa saja, ayah, bunda, anak-anak 59:38 yang ada di rumah. Semoga pengetahuan 59:41 ini juga sampai ke sekolah. Di sekolah 59:43 bagaimana penggunaan gawai itu ya. 59:47 Kedua, aplikasi. 59:49 Aplikasi 59:51 ya atau platform yang aman. Aplikasi 59:54 mana nih yang aman yang melalui kita 59:57 bisa kita gunakan? Itu harus kita tanya 1:00:01 sama Meta AI 1:00:04 atau Jet CPT. Jet CPT tolong dong bantu 1:00:07 saya sebagai seorang ayah, sebagai 1:00:09 seorang ibu. ee aplikasi mana ini yang 1:00:13 sangat friendly untuk anak-anak saya. 1:00:16 Nah, itu dia akan kasih tahu itu. 1:00:19 Semoga JCPT jujur ya. 1:00:21 He. 1:00:22 Yang kedua, yang ketiga, apa yang tidak 1:00:26 boleh dan apa yang boleh. Jadi kalau 1:00:30 dengan anak saya, saya minta dia yang 1:00:34 nyusun proposal itu. Lalu dia kan di 1:00:36 proposal itu ada yang boleh, ada yang 1:00:39 tidak boleh. Tolong ayah ee bacakan atau 1:00:43 tolong papa dengar apa yang ada di situ. 1:00:47 Ah, dia baca tuh. Ah, tinggal saya 1:00:49 menyetujui dan yang tidak menyetujui. 1:00:53 Tapi semua 1:00:54 uzulan-uzulan itu 1:00:56 bukan ayah, bukan bundanya yang 1:00:58 menyusun, tetapi diri anak itu sendiri. 1:01:02 Dan itu ayah Anda dan bunda perlu tahu 1:01:04 itu melalui sebuah proses dari berpikir 1:01:08 lalu transfer ke tangan lalu kemudian 1:01:11 menjadi kata akhirnya berbentuk kalimat 1:01:14 dan akhirnya membentuk sebuah aturan. 1:01:17 Ahah. Itu itu perlu kita apresiasi pada 1:01:21 anak-anak kita. Untuk itu, yang boleh 1:01:23 dan yang tidak boleh kalau boleh tidak 1:01:25 keluar dari mulut kita, tapi dari mulut 1:01:29 anak-anak atau dari tulisan anak-anak. 1:01:32 Tinggal kita menyetujui dan kita jadikan 1:01:34 bahan diskusi. Kemudian siapa yang akan 1:01:39 dihubungi 1:01:42 bila terjadi sesuatu? misalnya salah 1:01:46 kirim atau dikirimi orang atau ada yang 1:01:49 mau mengintimidasi kita ke ibukah, ke 1:01:53 ayahkah atau ke ibu guru di sekolah atau 1:01:56 siapa itu harus kita tetapkan itu supaya 1:02:00 anak tahu ke mana dia akan berbagi 1:02:04 cerita dan cerita itu sangat disimpan 1:02:09 ee dengan baik oleh yang penerima cerita 1:02:13 untuk tidak dia tebar. Wah, itu penting 1:02:15 juga tuh laksana. Saat kita mau 1:02:18 memandikan jenazah kan kita disumpah apa 1:02:22 yang dilihat di mata, apa yang dicium di 1:02:25 telinga, apa yang dirasa hanya di kulit. 1:02:28 Wah, itu penting tuh. Tidak boleh itu. 1:02:31 Lalu apa yang 1:02:34 ee yang berlaku di rumah dan apa yang 1:02:39 berlaku di sekolah itu harus disepakati 1:02:42 bersama-sama. berharap aturan-aturan ini 1:02:46 disusun bersama anak-anak kita di rumah. 1:02:49 Semoga kita akan menemukan anak-anak 1:02:52 kita yang hebat, ayah dan ibu yang melek 1:02:56 digital. Begitu juga dengan anak-anak 1:02:58 kita yang sangat ee menaati peraturan. 1:03:02 Tapi ingat, 1:03:04 tugas anak cuma satu, lupa. [tertawa] 1:03:07 Tugas orang tua adalah mengingatkan 1:03:10 mengingatkan 1:03:11 lima kali dalam sehari minimal selama 3 1:03:14 tahun. 1:03:15 Masyaallah. 1:03:15 Sekarang juga masih ada yang kakek-kakek 1:03:17 punya anak, anaknya terus diingatin. 1:03:20 Paling dia, "Ayah, aku lupa." Itu tugas 1:03:24 anak. Begitu. Demikian. Semoga apa yang 1:03:27 kita bahas hari ini mendapatkan rida dan 1:03:30 berkah dari Allah dan kita berharap 1:03:33 terus diberikan cahaya oleh Allah yang 1:03:36 sudah lembut kepada anak-anak semakin 1:03:38 lembut lagi. Demikian. Asalamualaikum 1:03:41 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:45 wabarakatuh. Terima kasih Dr. Hamid 1:03:48 Patih 5 dan ikhwan akhwat di manapun 1:03:51 radio silaturahim bisa disimak. Ternyata 1:03:55 jejak digital penting sekali menjadi 1:03:58 kepedulian kita. Jangan sampai anak-anak 1:04:00 mengalami perilaku cyber baling buling 1:04:03 dan bisa menjadi pribadi yang irasional 1:04:07 atau kerugian-kerugian lain yang sangat 1:04:10 kita ee tidak inginkan terjadi. Sekali 1:04:14 lagi terima kasih. Billahi taufik wal 1:04:15 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:18 wabarakatuh.