Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Sil
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahi alhamdulillah
- wasalatu wassalamu ala rasulillah
- wa ala alihi wasohbihi
- wa jundihi waman tabiahum bishsanin ila
- yaumil qiamah. Masyaallahu kan wam yasya
- lam yakun la haula wala quwwata illa
- billah. Amma ba'd.
- Ayyuhal ikhwah rahimakumullah. Para
- ikhwan dan akhwat di manaun ruang dengar
- Anda bisa mengikuti acara ini.
- Teriring doa mudah-mudahan antum
- semuanya di mana pun berada senantiasa
- diberikan kekuatan iman dan Islam,
- kesehatan jasmani dan rohani, dimudahkan
- segala urusannya, dilapangkan rezekinya
- dan bahagia selalu di tengah
- bergolaknya kehidupan yang tiada henti.
- Ayyuhal ikhwan rahimakumullah.
- Pada
- pembicaraan kita pekan yang lalu, kita
- bicara di balik pergantian waktu,
- ternyata banyak hal yang patut kita
- cermati, kita renungi,
- kita mengambil pelajaran dari waktu yang
- berjalan.
- banyak peristiwa yang kita lihat, yang
- kita dengar, yang kita alami
- dan pergantian waktu ternyata banyak
- sekali mengandung pelajaran yang
- terus-menerus kita hayati agar ke depan
- yang kurang baik bisa kita perbaiki,
- yang keliru bisa kita luruskan, yang
- salah kita bisa benarkan. Maksudnya kita
- tunjukkan pada jalan kebenaran
- dan ke depan kita bisa mengambil
- langkah-langkah positif yang bisa
- membawa kepada kebahagiaan kita dunia
- akhirat. Amin. Allahumma amin.
- Masih berkisar dengan teguran Allah
- Subhanahu wa taala tentang waktu yaitu
- surat Al-Hadid ayat 16. Allah berfirman,
- "Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alam ya'ni lilladzina amanu anahsa
- qulubuhum lidikrillah
- w nazala minal haq. Wala yakunu
- kalladina utul kitaba minqoblu fathola
- alaihimul amadu faqosat qulubuhum
- wirum minhum fasiquun.
- Belumkah datang waktunya bagi
- orang-orang beriman untuk khusyuk kepada
- Allah, mengingat Allah?
- dan tunduk
- terhadap apa yang Allah turunkan kepada
- kita, untuk kita, yaitu Al-Qur'an. Wahyu
- Ilahi.
- Jangan kamu seperti orang ahli kitab
- terdahulu Yahudi dan Nasrani
- berlalu waktu yang panjang dipimpin oleh
- para nabi.
- Berbagai mukjizat di depan matanya,
- berbagai peristiwa.
- Namun makin lama hati mereka makin keras
- membatu. Itulah mereka orang-orang yang
- fasik.
- Ayo al ikhwah rahimakumullah.
- Ayat ini mengingatkan kepada kita, mau
- kapan lagi kita lebih baik,
- mau kapan lagi kita lebih khusyuk kepada
- Allah,
- lebih tunduk kepada syariat yang Allah
- turunkan yang dibawa oleh para nabi. Mau
- kapan?
- kita sudah diberikan umur panjang
- bertambah 1 tahun pergantian tahun
- kemarin
- sudah banyak sekali nikmat yang Allah
- anugerahkan kepada kita banyak
- peristiwa-peristiwa terjadi sebagai
- peringatan kepada kita umat manusia.
- Lalu pertanyaannya sejauh di mana
- tanggung jawab kita sebagai manusia?
- Sebagai orang yang beriman. Ini
- pertanyaan yang terus-menerus harus kita
- tanyakan pada diri kita.
- Karena pada hakikatnya yang Allah
- kurniakan kepada kita, baik itu usia,
- kesehatan,
- kemudian kecerdasan,
- rezeki yang berlimpah,
- kepintaran dan sebagainya, bahkan dunia
- diberikan pada manusia. Ini modal.
- Kalau seseorang diberikan modal yang
- besar, difasilitasi segalanya,
- tentu akan ditanya produknya mana,
- hasil karyanya itu mana, apa yang sudah
- kau perbuat.
- Ini yang perlu kita tanyakan pada kita
- semua, pada diri saya termasuk
- usia bertambah
- dan kesempatan ketika usia bertambah
- kesempatan hidup menjadi berkurang. 1
- tahun usia kita bertambah 1 tahun jatah
- hidup kita menjadi berkurang. Iraha deui
- atuh neng akang kita mau lebih khusyuk
- lagi kepada Allah. lebih serius
- beragama, lebih tekun beribadah, lebih
- banyak berbuat kebaikan
- sebanyak-banyaknya.
- Kalau bukan sekarang,
- cukuplah sudah bencana-bencana sebagai
- suatu peringatan.
- Ada pesawat jatuh, mobil tabrakan,
- kebakaran hutan, banjir, tanah longsor,
- dan bagaimana akibat perilaku manusia,
- kekejaman, peperangan masih terjadi.
- Sehingga Allah mengingatkan kita dengan
- berbagai bencana. Maksudnya supaya kita
- ingat kembali.
- Jadi berjalannya waktu dengan berbagai
- peristiwa, baik peristiwa yang
- menyenangkan ataupun tidak menyenangkan,
- mestinya timbul satu keinsafan diri.
- Oh, begini ternyata hidup ini.
- Lalu kita lihat pada diri kita apa yang
- sudah kita perbuat. Apakah saya menjadi
- manusia menjadi manusia yang berguna
- seperti yang orang tua yang punya anak
- pasti di
- apa? Diiringi dengan doa. Mudah-mudahan
- anak ini berguna bagi nusa, bangsa, dan
- agama. Apakah kita sudah menjadi manusia
- yang berguna?
- Karena kualitas manusia itu ditentukan
- bukan karena gemuknya,
- bukan karena tampannya, bukan karena
- cantiknya,
- tapi karena amalnya.
- Rasulullah bersabda, "Innad dunya
- khulwatun khodiratun." Fainnallah
- mustakhlifukum fiha fayzuru kaifa
- tamalun.
- Sesungguhnya dunia itu hijau,
- mengasikkan menyenangkan.
- Siapa yang enggak senang dunia? Siapa
- yang enggak senang perhiasan? Coba tanya
- wanita-wanita kalau ditanya suka enggak
- pakaian yang bagus? Suka enggak
- perhiasan yang mahal, berlian emas, suka
- enggak rumah yang megah, kendaraan
- mewah? Jawabannya pasti semua mengatakan
- suka.
- Laki-laki juga sama.
- Tanya laki-laki senang enggak punya
- istri cantik jelita? Suka.
- senang enggak punya kedudukan, punya
- jabatan, suka dan seterusnya. Memang
- dunia itu mengasikkan, menyenangkan.
- Karena itulah ribut rebutan dunia yang
- menyenangkan itu.
- Walaupun kesenangannya semu dan relatif
- karena sementara sifatnya, enggak ada
- yang kekal dan abadi.
- Jadi kalau enggak kekal, enggak abadi,
- persis seperti fragmen
- sebuah cerita dalam babak cerita.
- Maka Ahmad Albar mengatakan dunia itu
- sandiwara. Saya kira benar dunia itu
- permainan. Bahkan Quran menyebutnya
- laibu walahu wazinatu wa tafakurun
- bainakum. Dunia itu permainan senda
- gurau,
- perlombaan,
- main-main. Kalau permainan kayak
- anak-anak main
- anak-anak zaman dulu ya, zaman saya
- masih kecil tuh anak kita masih jadi
- anak-anak kan suka main-main.
- Mobil-mobilan,
- rumah-rumahan.
- yang muslimat perempuan tuh
- dagang-dagangan, pasar-pasaran,
- pakai uang, pakai daun, beli dan
- seterusnya. Sebentar,
- sebentar dunia ini.
- Jadi,
- gebiarnya dunia ini memang mengasikkan.
- Bahkan saking asyiknya kadang-kadang
- lupa diri.
- Saking asyiknya kadang-kadang menjadi
- mata kita silau, ngulik meripati kalau
- sudah lihat uang, lihat dunia.
- Maka dunia itu bisa juga menjadi linak,
- lingko, licilur, lali lisanak, lali lali
- tonggo, lali sedulur.
- Kalau sudah urusan dunia lain urusannya.
- Maka ada ungkapan kata-kata saudara sih
- saudara tapi urusan bisnis mah bisnis.
- Ada kalimat seperti itu.
- Jadi, masyaallah.
- Ini yang kita hadapi hari-hari
- dengan modal yang banyak itu. Fayadzuru
- kaifa tamalun. Allah melihat bagaimana
- kamu berbuat.
- Jadi, berbuat inilah yang dinilai Allah.
- Sikap jiwa kita, pandangan hidup kita,
- perilaku kita, itu yang dinilai oleh
- Allah.
- Jadi sesuai dengan modal yang Allah
- berikan pada kita. [berdehem] Kalau kita
- diberikan modal banyak jadi orang kaya,
- tentu produknya harus lebih besar Don.
- Profitnya harus lebih banyak karena
- modalnya besar. Coba amalnya sesuai
- enggak dengan modalnya yang diberikan
- oleh Allah. Jadi orang makin kaya makin
- dermawan mestinya makin banyak amalnya,
- makin banyak sosialnya
- makin tekun ibadahnya, makin dekat dia
- kepada Allah.
- Kalau kita diberikan kekayaan tapi jauh
- dari Allah, syukurnya sedikit, amalnya
- sedikit ya tekor.
- Wal asri innal insana lafi khusrin
- illalladzina amanu wailus shihati wat
- tawu bilhaq wat tawu bisobr.
- Rugi dia
- pakai istilah dagang. Rugi itu berarti
- boro-boro dapat untung. Tekor dengan
- modalnya habis.
- Di akhirat nanti akan ditanya empat
- pertanyaan di hadapan Allah.
- Satu, ke mana usia engkau habiskan?
- 40 tahun, 50 tahun, 55 tahun, 60 tahun,
- 63 tahun, 65 tahun, dan seterusnya.
- Dikemanakan?
- Apa saja yang kau kerjakan?
- itu akan ditanya enak aja pakai waktu.
- Emang
- enggak ada yang semua itu gratis. Gak
- ada istilah makan siang gratis. Kata
- pepatah Belanda
- ini akan ditanya waktu itu akan ditanya
- oleh Allah. Sehari ngapain aja kamu main
- melolo, hura-hura, senang-senang, cari
- dunia semata. Mana ingat kamu kepada
- Allah? [mendengus]
- Mana wujud ketaatan kamu kepada Allah?
- Mana wujud keimananmu kepada Allah? Itu
- akan ditanya
- salatnya. Akan ditanya salat
- kewajibannya akan ditanya.
- Kemudian dari larangan, kenapa kau
- langgar-larangan Allah? Ini kan
- diharamkan, ini tidak boleh. Kenapa kau
- langgar juga?
- Akan ditanya.
- Jadi usia kita ini akan ditanya oleh
- Allah. tambah usia 1 tahun berarti 1
- tahun kita mesti diperiksa.
- Hari ini untuk apa? Hari itu untuk apa.
- Jadi nanti kita akan menghadapi satu
- pemeriksaan
- mahkamah luar biasa di akhirat nanti.
- Waktu-waktu yang kita lewati itu akan
- ditanya satu persatu dengan detail dan
- terperinci. Dan semua tercatat ada
- catatan malaikat RQB dan Ati.
- Yang kedua, hartanya akan ditanya,
- "Dari mana kau peroleh harta banyak itu?
- Adakah keringat orang lain?
- Adakah hak-hak orang lain? Apakah kau
- tidak mengambil hak orang banyak atau
- temannya atau siapapun?
- Halalkah kau yang dapatkan itu?" Itu
- akan ditanya dari mana?
- Hati-hati loh. Masyaallah.
- Kemudian sesudah itu ditanya, "Dari mana
- hasilnya?"
- Kau dapatkan itu semua kau belanjakan ke
- mana? Untuk apa? Setiap rupiah kita
- belanjakan itu ada tanggung jawabnya.
- Enak sekarang kita umumpuk uang karena
- banyak uang kita hampur-hampurkan. Beli
- ini, beli itu, beli segala macam.
- Sepatu sudah satu kodi masih lagi beli
- lagi sepatu belum lagi baju asal ada
- model baru beli
- enggak tanggung-tanggung lagi baju kokok
- aja Rp1 juta.
- Tasnya yang harga Rp399
- juta.
- Untuk apa isinya? Paling berapa?
- Mending kantong kresek yang besar itu
- malah isinya banyak.
- Walaupun tas harganya 399
- juta, R00 juta, ya tetap aja isinya
- sedikit. Paling bedak, pengilon,
- lipstik, apalagi
- dan lain sebagainya.
- Itu akan ditanya untuk apa saja. Kau
- gunakan untuk hura-hura, kau gunakan
- untuk untuk senang-senang, untuk
- pestapora,
- bagaimana zakat, kewajiban zakatnya?
- Bagaimana kewajiban sosialnya terhadap
- orang-orang duafa? Anak-anak yatim
- piatu.
- Ada enggak tetangga kamu anak yatim
- piatu yang gak punya ayah, tidak punya
- ibunya yang terlantar, yang tidak makan,
- kelaparan, tidak mendapat pendidikan?
- Akan ditanya itu, "Kenapa tidak kau
- pedulikan?
- Padahal hartamu banyak, kau makan
- sendiri, kau tidur dalam kekenyangan.
- Sementara sekitarmu, sekelilingmu ada
- orang-orang miskin yang menderita,
- enggak bisa tidur karena kelaparan. Itu
- akan ditanya,
- "Ya Allah, jadi enak aja kita
- hampir-hampirkan uang seenak karena uang
- kita." Padahal ada tanggung jawab di
- hadapan Allah. Harta itu halalnya akan
- dihisab.
- Dihisab itu maksudnya dihitung,
- bukan dihisab seperti tukang rokok.
- Ngisap rok, ngisap tembako. Bukan.
- Dihisab itu dihitung.
- Halalnya haram mesti akan disiksa.
- Haramnya maksudnya halalnya akan
- diperiksa,
- haramnya pasti mendapat siksa.
- Bahaya itu. Ini dua akan ditanya.
- Yang ketiga,
- ilmu
- tentu utamanya ilmu agama. Kenapa kau
- lakukan ini? Padahal ini dilarang. Ini
- pekerjaan haram. Ini makanan haram. Saya
- enggak ngerti kalau itu haram. Kenapa
- kamu enggak punya pengetahuan? Saya
- enggak ngerti agama.
- Apa tidak ada rasul datang atau ajaran
- yang datang kepadamu?
- Ada. Tapi diabaikan.
- Gak mau belajar,
- gak mau ngerti, tidak peduli dengan
- syariat agama yang diajarkan oleh para
- nabi.
- Ini akan ditanya.
- Jadi kenapa dia berbuat dosa? Karena dia
- enggak ngerti ilmunya. Ilmunya kenapa
- tidak kau pelajari? Kau tidak belajar,
- tidak mau bertanya. Padahal
- diperintahkan di dunia wajib kamu
- menuntut ilmu sehingga tidak menjadi
- orang buta dalam buta agama dalam
- kehidupan.
- Kenapa engau tidak lakukan kewajiban
- ini? Saya enggak ngerti bagaimana cara
- salat cara ibadah. Saya enggak ngerti
- urusan zakat. Subhanallah.
- tekor ini orang seperti ini tekor jelas.
- Kemudian kalaupun ada dia melakukan
- sesuatu juga dasasarkan pada ilmu
- berarti kita harus menuntut ilmu dan
- mengerti soal seluk beluk kehidupan ini
- bagaimana penerapannya menurut ilmu
- agama, ilmu syariat yang Allah turunkan
- untuk kita semua.
- Ini yang ketiga. Yang keempat, masa muda
- yang akan ditanya.
- Masa muda itu kan penuh gairah,
- penuh potensi,
- semangat luar biasa. Tapi dikemanakan
- kemampuan potensi yang ada, kemampuan
- kesehatannya,
- kehebatannya waktu muda itu hanya
- digunakan untuk jalan yang enggak benar.
- ini pun akan ditanya kalau diminta
- tanggung jawab.
- Mestinya mudah itu kekuatan kemampuan
- kita kumpulkan ilmu sebanyak-banyak yang
- bisa kita lakukan. Kita berbuat kebaikan
- sekuat mungkin, ibadah sekuat mungkin,
- mungkin fisika masih hebat.
- Sehingga ketika di hari tuanya
- [berdehem]
- ketika sudah fisik tidak memungkinkan
- lagi banyak uzur, maka dia akan tetap
- diberikan pahala setiap harinya seperti
- hari-hari di waktu muda dia
- melakukannya.
- Jadi bukan pegawai negeri saja yang
- dapat pansiun, tapi amal saleh berbuat
- baik di waktu muda akan memberikan
- kebahagiaan di hari tuanya. [berdehem]
- Jadi kemurahan dan kasih sayang Allah
- kepada orang yang giat dia beramal,
- berbuat kebaikan, ibadahnya tekun,
- niatnya baik, pandangan hidupnya baik,
- bertutur kata baik, beramal baik,
- pergaulan baik, dia tingkatkan dalam
- kehidupan ini. [berdehem]
- Kemudian di hari tua di mana dia uzur
- tidak lagi bisa melakukan,
- maka dia akan tetap mendapat pahala
- seperti waktu mudanya.
- Demikian juga orang ketika sudah
- terbiasa berbuat baik, pada suatu saat
- dia diuji dengan sakit sehingga tidak
- bisa melakukan kegiatan seperti waktu
- sehat.
- [berdehem]
- Dia pun akan mendapat pahala seperti
- yang dilakukan di pada waktu sehat.
- Demikian juga orang musafir yang
- berkelan karena Allah berjalan dalam
- perjalanan yang baik bukan untuk maksiat
- sehingga dia tidak bisa melakukan
- seperti ketika dia ada di rumah misalnya
- salat malam, salat duha ataupun dan
- sebagainya. Karena di perjalanan gak
- bisa dilakukan dengan sempurna.
- [berdehem]
- Dia tetap mendapat pahala seperti
- kegiatan hari-hari di waktu di rumah.
- Inilah keberuntungan orang beriman itu.
- Makanya wal asri innal insana lafi
- khusrin.
- Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan
- rugi kalau dia enggak ngerti ilmunya.
- Kalau dia hidup hanya mengikuti motivasi
- nafsu biologi semata-mata. Hanya
- rasa-rasa dan selera.
- [berdehem] Hanya mengikuti pandangan
- mata semata.
- Dia tidak mengikuti petunjuk Ilahi,
- tidak mengikuti petunjuk Allah Subhanahu
- wa taala, maka dia akan rugi. Maka
- disebut illa illalladzina amanu, kecuali
- orang yang beriman. Waamus shihat.
- Iman dan amal saleh itu satu, selalu
- beriringan.
- Kalau dia beriman mesti amal saleh.
- [berdehem]
- Wat bilhaq wat taw bisobr. Dan orang
- beriman itu selalu ada k peduli sama
- orang lain. Dia membagi nasihat,
- tausiah, saling mengingatkan dalam
- perkara kebaikan dan kesabaran. Mas,
- sampean salah ini. Ayo kita sama-sama
- perbaiki. Itu memang harus orang beriman
- care dan peduli sama orang lain supaya
- orang lain itu selamat juga.
- Jadi kalau masing-masing ada dan ada
- peduli, sebab seseorang tuh biasanya
- yang dia lihat cuma kebaikannya.
- Sulit untuk melihat keburukan dirinya
- sendiri. Biasanya yang kelihatan yang
- baik-baik yang bisa melihat temannya.
- Maka tawas bil haqq wat tawab akan
- memberikan efek positif di antara
- keduanya. Inilah hebatnya kasih sayang
- Allah pada orang yang beriman.
- melintasi waktu atau di balik pergantian
- waktu itu ternyata luar biasa.
- Banyak hal yang patut kita benahi dan
- tahun ini belum tentu juga menjadi milik
- kita.
- Siapa yang bisa menjamin bahwa tahun ini
- adalah milik kita, usia kita sampai
- akhir tahun nanti? Belum tentu.
- Jangan-jangan hanya setahu tahun ini
- umur kita, jatah hidup kita.
- Atau jangan-jangan hanya satu semester
- saja. [berdehem]
- Jangan-jangan hanya 3 bulan, hanya 1
- bulan, hanya seminggu. Kita tidak tahu
- wong kematian itu misteri kok. Tidak
- ngomong dulu.
- Saya kan hidup sehat. Saya ini kan kuat.
- Saya olahraga, saya singkondo. Sopo?
- Wong sehat ndak mati. Sehat itu ndak
- membatalkan kematian.
- Saudara-saudara kita yang kena musibah
- kemarin pesawat. Masyaallah
- mudah-mudahan diampun dosanya.
- Insyaallah itu mati syahid yang beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kan mau
- berangkat itu angan-angannya kan mau
- pulang atau mau bekerja di sana bertemu
- dengan saudara kemudian dan sebagainya.
- Tapi apa yang terjadi?
- Nah, itulah Allah Maha Kuasa. Manusia
- gak bisa. Karena kita ini manusia
- makhluk yang dalam kegaman Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, sedangkan
- kematian yang terjadi itu justru saat
- finish [berdehem] untuk menentukan
- apakah kita orang baik atau orang buruk,
- apakah orang saleh atau orang salah,
- apakah kita ini orang beriman atau orang
- yang kufur itu pada waktu finish
- kehidupan ini.
- Karena Al-Qur'an dan sunah Nabi atau
- ajaran agama mengajarkan kepada kita
- kematian itu bukan akhir segala-galanya,
- tapi justru awal kehidupan yang kekal
- dan abadi. Hakikatnya kita ini
- sebenarnya tidak mati, hanya pindah
- alam.
- Dulu ketika proses penciptaan manusia
- dari alam roh kemudian pindah ke alam
- kandungan 9 bulan. [mendengus]
- dari alam kandungan 9 bulan kemudian
- dipindah ke alam dunia. Di alam dunia
- mungkin ya 70 tahun itu sekitar itu 60
- 70 tahun. Kemudian dipindah ke alam
- barzakh. Alam barzakh pindah lagi nanti
- alam yang kekal dan abadi di akhirat.
- Pada hakikatnya tidak mati hanya mau
- pindah pindah posisi, pindah alam.
- Nah, tetapi garis ketentuan final
- perjuangan hidup selama di dunia
- penilaiannya itu pada akhir
- apakah dia memang orang baik atau orang
- buruk nanti akan nampak di situ. Nah, di
- sini kompetisi itu pada ujungnya final.
- Apakah dia juara atau tidak?
- Kan harus terus-menerus diperjuangkan
- untuk bisa mendapatkan khusnul khatimah.
- Nah, inilah waktu itu. Jadi,
- Saudara-saudara para ikhwan
- rahimakumullah,
- [berdehem]
- Allah mengingatkan ayat tadi surat
- Al-Hadid ayat 16. Alam ya'ni lilladzina
- amanu anahya qulubuhum lidikrillah
- waman nazala minal haq. Kapan kamu mau
- lebih khusyuk lagi kepada Allah?
- mengingat Allah, taat kepada Allah,
- menjalankan perintah Allah, meninggalkan
- yang dilarang oleh Allah, melaksanakan
- ajaran-ajaran yang Allah turunkan,
- melaksanakan syariat sesuai dengan
- kemampuan kita masing-masing. [berdehem]
- Kapan?
- Dan tunduk kita, khusyuk kita dari apa
- yang sudah Allah turunkan kepada kita
- itu Al-Qur'an.
- Mau jadi orang beriman yang yang
- lebih baik itu kapan?
- Apakah Quran itu hanya iman itu hanya
- dikatakan saya beriman? Gak. Mesti
- ditelusuri satu persatu mulai kita
- lakukan yang bisa kita lakukan. Kita
- amalkan makin hari makin meningkat
- karena hidup itu sebuah pendakian.
- Bertambah umur naik posisi kita
- derajatnya. Nanti tambah lagi, tambah
- lagi, tambah lagi sampai akhir kehidupan
- kita ini. Posisi kita di puncak.
- Puncak prestasi. Kalau kita bisa
- mendapatkan takwa dan bisa mendapatkan
- husnul khatimah, itulah yang disebut
- dengan sukses yang sebenarnya. Kalau
- masih di dunia mah suksesnya itu
- sementara.
- Dielulukan orang tidak selamanya. Waktu
- muda dielulukan orang bareng sudah peot
- tua. Ah, lewat aja disapa juga tidak.
- bintangnya naik terus kemudian punya
- pangkat, punya segala macam juga
- sementara. Kalau habis masa pangsun
- sudah, apalagi kalau kelakuannya kurang
- baik ketika memimpin. Ah, disumpahi
- orang hari tuanya.
- Jadi sebentar.
- Kalau sukses dunia, maka sukses yang
- hakiki yang sebenarnya kalau kita bisa
- mencapai derajat takwa, kemudian kita
- mendapatkan husnul khatimah. Itu baru
- sukses yang sebenarnya.
- Kemudian pada maka pada ayat berikutnya
- juga kemarin saya ulang-ulang lagi untuk
- diri saya khususnya para pendengar
- semuanya surat Al-Hasr ayat 18, 19 dan
- 20.
- Pada ayat 18 Allah mengingatkan, "Ya
- ayyuhalladzina amanutqulah."
- Hai orang-orang beriman, bertakwalah
- kamu kepada Allah. Masa orang orangorang
- beriman masih harus diperintah lagi
- takwa? Apakah orang beriman tidak
- bertakwa? Orang beriman sudah bertakwa,
- tapi masih diingatkan. Kenapa? Karena
- pentingnya itu takwa.
- Karena takwa itu tidak bisa dilakukan
- hanya sekali. Hari ini takwa, besok
- menghadapi ujian, menghadapi godaan,
- menghadapi macam-macam harus tetap
- takwa. Waktu jadi rakyat biasa takwa.
- Nanti kalau dia sudah menjadi pejabat
- tinggi tetap dia harus menjadi orang
- takwa. Ketika dia miskin masih bertakwa,
- kalau dia menjadi orang kaya raya tetap
- malah mesti tambah takwa kepada Allah.
- Jadi takwa itu gak bisa dilepas.
- harus terus-menerus diperbaharui,
- ditingkatkan, diperjuangkan.
- Ibarat tanaman dipupuk, dirawat, disiram
- supaya ngerembuyung, tumbuh subur.
- Attaqwa hahuna. Takwa itu diada, kata
- Rasul. Ini yang harus kita rawat dengan
- baik. Jangan diabaikan.
- Walzur nafsum ma qodamat.
- Dan lihat dirimu bekal apa yang sudah
- kau persiapkan untuk hari esok. Apa yang
- sudah kamu amalkan, apa yang sudah kau
- perbuat. Waktu terus berjalan, umurmu
- tambah panjang,
- pengalamanmu makin banyak, ilmumu makin
- meningkat, makin luas wawasannya,
- pergaulannya makin luas, pengalamannya
- makin banyak. Tapi mana
- amalnya?
- Pundi-pundi
- amalnya mana?
- Mutiara hikmah yang bertebaran. Apa yang
- kau dapatkan dari mutiara yang
- bertebaran itu? Adakah kau mengambilnya?
- Masyaallah.
- Jadi ini hakikat hidup itu ini bukan
- yang apa popularitas. Kemudian
- senyam-senyum sana kompetisi tentang
- kecantikan, tentang kegantengan, tentang
- berbangga harta, berbangga anak-anak dan
- sebagainya. Yah itu sih ketoprak saja.
- Itu sandiwara.
- Sandiwara itu sebentar
- muncul di layar
- selesai
- happy ending-nya ya di situ saja besok
- berubah. Kalau bintangnya memang tukang
- macul ya besok macul lagi.
- Masa sandiwara di panggung pemain apa
- namanya panggung malamnya jadi raja
- besoknya masih tetap jadi raja. Gak
- mungkin. besok kembali
- pekerjaan ya jadi karyawan jadi apa
- biasa
- inilah ya Allah Subhanallah
- jadi
- bekal yang di Allah menanyakan dengan
- kasih sayang mumpung masih ada waktu
- kalau bekalnya sedikit nah perbaiki nih
- sisa hidup kita ini waktu yang masih ada
- kita kumpulkan perbekalan sebanyak
- mungkin yang bisa kita dapatkan kalau
- banyak kekeliruan kita. Inilah
- kesempatan waktu kita berbenah, kita
- bersih-bersih diri.
- Banyak kelakuan kita, banyak orang yang
- dirugikan. Inilah kesempatannya kita
- untuk islah, untuk minta maaf, untuk
- bertobat kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Itu maksudnya.
- Wattaqulah. Maka selagi takutlah kamu
- kepada Allah.
- Innallaha khobirum bima tammalun. Allah
- maha melihat, Allah maha mengeta
- terhadap apa yang kamu lakukan. Di mana
- pun kamu pasti akan dilihat dan
- diketahui oleh Allah. Sekalipun kau
- sembunyi di kolong, sembunyi di mana apa
- yang kamu lakukan. Allah itu tahu. Jadi
- gak ada yang tersembunyi.
- Nah, inilah oleh karenanya di balik
- pergantian waktu ternyata banyak hal
- yang perlu kita cermati, yang perlu kita
- benahi, yang perlu kita tafakuri
- sehingga kita tidak menjadi golongan
- orang yang rugi. Wallahuam bisawab.
- Masyaallah.
- Jadi
- kalau waktu berganti, hari berlalu,
- tahun merayap sampai dengan saat
- sekarang ini, mari kita renungkan apa
- yang sudah kita lakukan untuk menjadikan
- waktu berlalu, waktu berganti, sesuatu
- yang dapat kita genggam untuk bekal kita
- kelak.
- Kita jeda sejenak, kami kembali sesudah
- sajian berikut.
- [musik]
- Amin.
- [musik]
- Masih ditemani untuk yang bersama-sama
- tausiah pagi oleh Ustaz Abul Hidayah
- Saoji bahas tentang pergantian waktu.
- Kalau Anda harus merenung atau kita
- harus merenung, apa sih sebetulnya yang
- akan kita dapat dari waktu yang selalu
- berganti antara siang dan malam?
- [tertawa]
- Sementara saya ke pertanyaan yang
- dikirim ya, Ustaz ya.
- I silakan.
- Ee
- tunggu sebentar.
- Dari hamba Allah enggak ada namanya.
- Ustaz, saya sangat sibuk dan saya merasa
- tidak adil di dalam mengisi waktu.
- untuk bekal akhirat. Tapi sibuk saya
- bukan cuma buat senang-senang atau cari
- uang, Ustaz. Saya sibuk juga buat bantu
- umat. Akan terhitung atau tidak, ya,
- Ustaz? Saya ngurus anak-anak jalanan,
- ngurus orang lanjut usia, tapi terus
- terang waktunya tersita sekaligus juga
- untuk mencari nafkah. Jadi ngajinya
- kurang. Mohon pencerahan. Iya.
- Alhamdulillah. sayang sekali tidak
- menyebut apakah itu ibu-ibu
- atau bapak-bapak,
- emak-emak atau
- tolong disebutlah namanya supaya juga
- kita jadi tahu. Syukur kalau menyebut
- umurnya sehingga kami bisa memberikan
- tentu jawaban pada kakek-kakek beda
- dengan anak muda. [berdehem] Tapi
- baiklah secara umum ee
- bahwa ibadah itu tidak hanya dalam
- bentuk ibadah mahdh. Ada dua ibadah
- mahdah dan giru mahdh. He
- ibadah mahdah sudah jelas seperti yang
- sudah menjadi dituntunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Salat kemudian
- termasuk menuntut ilmu dan sebagainya
- itu sudah masuk di dalamnya. Nah, yang
- ghairu mah adalah seluruh dinamika
- aktivitas kita. Kebaikan aktivitas yang
- baik yang kita niatkan ibadah, kita
- niatkan pengabdian kita kepada Allah.
- Jadi, apapun kegiatan kita tapi kita
- niatkan bahwa yang saya kerjakan wujud
- pengabdian saya sebagai seorang hamba
- melaksanakan perintah Allah. Jadi ibadah
- itu ditujukan kepada Allah sebagai wujud
- pengabdian. Maka dia akan bernilai
- ibadah. Apalagi kegiatan-kegiatan sosial
- ya itu luar biasa. Jadi itu termasuk
- ibadah.
- Mencari nafkah juga ibadah dapat pahala.
- Maka bedanya orang beriman yang tahu
- dengan orang yang tidak punya iman
- apalagi tidak tahu itu akan berbeda.
- Sama-sama pekerjaannya mencari nafkah.
- Karena orang beriman itu polanya, pola
- pikirnya, hatinya sudah tercelup dengan
- celupan Allah. Bahwa mencari nafkah itu
- wujud pengabdian seorang hamba kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Maka dia
- nilainya ibadah. Pergi ke pasar itu
- dinilai ibadah. Langkahnya, capeknya,
- lelahnya.
- Bahkan kalaupun misalnya dagangnya rugi,
- dia masih tetap mendapat pahala. Jadi
- dia tidak rugi selamanya. Duduknya akan
- berbeda, berjalannya akan berbeda.
- Karena setiap aktivitas dia akan
- perhitungkan manfaatnya atau tidak,
- apakah ini perbuatan diridai oleh Allah
- atau tidak dan seterusnya.
- Ya, jadi itu termasuk ibadah. Tinggal
- mantapkan niatnya bahwa niatnya ib
- nawaitunya adalah ibadah kepada Allah.
- Kemudian soal ngaji tetap harus
- dilaksanakan cuma tinggal di-manage
- waktunya. Mudah-mudahan Allah memberkati
- antum dalam kegiatannya. Amin. Allahum
- amin.
- Niat yang memang betul-betul membantu
- hamba-hambnya
- meskipun banyak menyita waktu untuk ee
- beribadah lurus dalam artian ngaji dan
- zikir. Jawaban Ustaz cukup mem anu ya
- membangun semangat. Ustaz, ini
- pertanyaan berikutnya dari Batam, dari
- Bapak Sunan.
- Kalau doa yang bisa membuat kita dalam
- berganti waktu ini panjang umur tetapi
- diberkahi
- ee kayak apa ya, Ustaz?
- Iya, doa yang terbaik adalah doa
- maksurat yang diambil dari Al-Qur'an,
- diambil dari sunah Nabi, doa para nabi.
- Doa yang mencakup keseluruhan simpel itu
- doa sapu jagad.
- Ya itu semuanya fidunah rabbana atina
- fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah
- waqina adzabanar.
- Ya Allah
- berikan pada kami
- di dunia
- Rbana atina fid dunya hasanah yang baik
- wafil akhirati hasanah dan akhirat yang
- baik. waqinaabana dan lindungilah kami,
- selamatkanlah kami dari api neraka. Lah
- itu doa sabu jagat itu yang luar biasa.
- Dunianya baik, akhiratnya baik, selamat
- dari api neraka. Saya kira doa yang
- simpel itu insyaallah simpel, gampang
- dihafal dan semua ikhwan kayaknya
- muslimin hafal ya.
- Enggak ada yang enggak hafal itu ya?
- Enggak ada yang enggak hafal itu. Tapi
- itu cukup memadai semuanya. H
- banyak sih doa-doa, tapi itulah doa yang
- simpel yang makanya orang menyebut
- sebagai doa sabu jagat. Selesai dengan
- doa itu, insyaallah ada sarana yang
- sangat mudah yang membuat kita mantap
- melangkah dengan doa sapu jagat ya,
- Ustaz ya.
- Insyaallah.
- Baik, berikutnya dari Mbak Irna. Ustaz,
- waktu berganti dan berlalu kalau kita
- masih gini-gini aja rasanya malu sama
- Allah. Tapi saya masih jadi beban orang
- tua. Kerja enggak, ngapa-ngapain enggak,
- tapi udah usaha enggak dapat juga. Jadi
- saya hanya bersih-bersih di rumah
- meringankan
- beban orang-orang dan pembantu
- diberhentikan biar saya yang ngerjain.
- Gimana nih, Ustaz? Ohoh.
- Iya, baguslah. Artinya
- bermanfaat juga.
- Ee perbaikan itu dimulai dari kesadaran
- diri.
- He
- itu sudah modal.
- Cuma ke depannya ada action.
- Jangan putus asa.
- Jangan terus kemudian kita berhenti.
- Orang sukses itu tidak sekali seperti
- membalikkan tangan.
- Berkali-kali jatuh. Tapi ketika dia
- jatuh, dia bangun lagi. Jatuh dia bangun
- lagi. Semangat.
- Dan selalu jangan lupa mohon pertolongan
- Allah. Jangan mengandalkan apalagi
- menyombongkan kemampuan. Kalau
- menyombongkan kemampuan dan lupa kepada
- Allah, Allah biarkan kita berkutat pada
- persoalan kegagalan. Jadi, coba lagi,
- coba lagi. Jangan pernah putus asa,
- jangan pernah berhenti, jatuh bangun
- lagi. Terus tingkatkan jangan putus asa.
- Insyaallah di samping kita berdoa, mohon
- Pak pertolongan Allah pada saatnya Allah
- akan membukakan jalan itu.
- Insyaallah.
- Ustaz, kalau tanyanya di luar tema
- [berdehem] boleh enggak dari Ibu Sarah
- di Depok?
- Ya boleh saja. Pertanyaannya gampang
- aja, jangan yang susah-susah. [tertawa]
- Ada orang pinjam emas
- kemudian saya minta diganti emas juga,
- tapi pinjam emasnya apa? LM nih
- singkatan apa sih?
- Ya gitu deh ya. Kemudian saya minta
- diganti emas juga. Gimana, Ustaz? Betul
- enggak sih di dalam Islam?
- itu yang benar
- enggak diuangkan ya.
- Kalau uang itu kita kan gak boleh
- meminjamkan uang dengan bunga.
- He.
- Nah, itu dalam ketika kita akad pinjam
- meminjam itu di situ yang benar itu
- adalah emas. Saya pinjam emas 10 gram
- walaupun saat itu diuangkan tapi pinjam
- diberikan pada dia emas 10 gram. Mau 10
- tahun, 20 tahun lagi nanti
- kembalikan 10 gram. Kalau rupiah
- coba
- pinjam uang misalnya R5 juta, 2 tahun, 3
- tahun sudah berubah nilainya.
- Wong dulu tahun 0 itu kuliah di Jogja
- uang Rp10.000 cukup
- untuk makan Rp10.000. Coba sekarang
- punya atau kuliah di Jogja kasih uang
- Rp10.000.
- rokok sebungkus saja enggak dapat. Nah,
- itu sudah berubah. Jadi, yang benar itu
- seperti itu. Tapi ikrar ini saya
- pinjamkan emas 10 gram. Mau dinilai
- rupiah itu lain lagi nanti yang kedua.
- Tapi emas yang saya pinjamkan harga emas
- berapa nih? Nanti bayar emas sesuai
- dengan yang saya pinjamkan. Itu yang
- bagus. Malah seperti itu.
- Meskipun bukan emasnya yang diberikan
- ya. Ya, tapi kan nilainya nilainya emas.
- Ya,
- makanya uang itu sebenarnya namanya uang
- benar itu dinar.
- Iya, iya. Iya.
- Dinar itu walaupun enggak ditulis 100
- dinar umpamanya tetap aja nilainya 100
- dinar. Coba rupiah apa bedanya? Kan cuma
- merek tulisannya 0 + 0. Hanya gambar,
- hanya warna. Padahal nilai enggak ada
- nilai instrinsiknya. He he.
- Nah, jadi yang benar seperti itu. Jadi
- emas kalau utang piutang dalam jangka
- panjang sebaiknya
- emas yang jadi perjanjian. Saya
- pinjamkan emas nih sekian. Soal harganya
- berapa mau diuangkan itu lain lagi
- urusannya. Tapi nanti tolong kembalikan
- emas sekian gram. Itu yang terbaik
- insyaallah. Jadi tidak ada yang
- dirugikan.
- Iya insyaallah. Jadi [berdehem]
- hitungannya yang penting ya.
- Baik. Yang berikutnya, Ustaz, saya ini
- digantung. Oh, digantung sebagai istri
- enggak, sebagai janda belum. Waktu
- berlalu. Waktu berlalu saya tidak
- berkutik. Hak saya terabaikan.
- Saya berdosa enggak sih, Ustaz, kalau
- kemudian juga mengabaikan karena waktu
- berlalu saya lelah dari hamba Allah. Ee
- Allah.
- Iya. Ini laki-laki menggantungkan
- disebut istri juga tidak tanggung jawab,
- tidak memberikan nafkah, diceraikan
- tidak mau kawin lagi gak boleh dan
- sebagainya. Tentu karena masih terikat
- dalam pernikahan ini zalim suami seperti
- itu. Dosa dia mungkin dosa besar tuh
- termasuknya menganiaya oranglah orang
- wanita. Wanita dinikah itu bukan untuk
- dianiaya, bukan untuk disiksa.
- Justru perintah Rasul sallahu alaihi
- wasallam untuk mengayomi, melindungi,
- mengamankan, memberikan nafkah.
- Bahkan disebut ma akromanisa illa
- karimun. Kata Nabi, "Tidaklah seorang
- laki-laki yang memuliakan wanita kecuali
- laki-laki yang bermartabat mulia." Jadi,
- ibu-ibu nih kalau mau cari mantu, lihat
- laki-laki yang santun pada wanita yang
- memuliakan. Tapi wanitanya juga jangan
- manja di mentang-mentang dimuliakan
- terus. Tuh kan laki-laki harus
- memanjakan. Saya manja minta ini minta
- itu. Jadi sebaliknya wanita yang baik
- yang bagaimana? Yang setia dan taat
- kepada suami tidak menuntut di luar
- batas kemampuannya. Jadi sebenarnya
- sinkron ya kalau betul-betul agama itu
- dilaksanakan. Ibu jangan diam. Ada hak
- untuk menuntut. Kalau tidak diberikan
- nafkah sebagaimana mestinya tidak
- diperlakukan dengan baik. Ada hak untuk
- menuntut ajukan gugat cerai.
- Rapak ya kalau orang Jawa bilang
- ajukan gugat cerai. Alasannya apa?
- Selama alasan itu syari yang dipanggil
- syariat tidak berdosa. Kecuali wanita
- yang dinafkahi suaminya orang baik,
- orang saleh, tapi hanya kurang ganteng
- umpamanya. Kemudian dia minta cerai
- karena ada yang lain yang sudah menunggu
- lebih ganteng, lebih ha, lebih bagus,
- lebih kaya. Ah, ini nauzubillah tidak
- akan mencium baunya surga nanti. Tapi
- kalau memang dianiaya seperti itu,
- gantung tidak jelas, maka ada hak
- seorang istri untuk mengajukan gugat
- cerai. Jadi enggak boleh capek berjuang
- untuk membela hak-hak dirinya. Jadi
- wanita punya hak, harus dilindungi,
- harus di sesuai dengan syariat yang
- melindungi terhadap hak-hak seorang
- wanita. Wallahualam.
- Iya. Jadi
- pengajuan itu ada hak juga yang bisa
- dilakukan dengan alasan-alasan yang
- alasan yang dibenarkan syariat
- dibenarkan. Oke. Mudah-mudahan Ibu dapat
- menyudahi perasaan tidak nyaman ini
- dengan berjalan dan bergantinya waktu ya
- Ibu. Ustaz, berikut ini dari hamba Allah
- lagi. Kalau waktu asar berlalu,
- saya telat salat sehingga tinggal
- beberapa menit menjelang magrib.
- Seberapa besar kesalahan saya, Ustaz?
- Apakah lebih baik diobel pada waktu
- zuhur? Karena waktu asar saya
- betul-betul sangat ketat. Bukankah asar
- hanya bisa dilakukan di
- zuhur ya, Ustaz? Tidak boleh
- dimagribkan.
- Terima kasih.
- [berdehem]
- Iya. Ini dosanya satu, melalaikan.
- Lalai terhadap perintah Allah.
- Padahal Allah itu yang berikan rezeki,
- yang menghidupkan, yang menciptakan
- kita. Kok perintahnya diabaikan?
- Coba mengabaikan perintah atasan begitu.
- Ini kepada Allah, ini dosanya. Ya, maka
- melalaikan waktu-waktu salat. Panggilan
- Allah terhadap waktu salat ini sebuah
- perilaku yang menimbulkan dosa.
- Namun demikian, karena memang ketika
- masih ada waktu, salat saja waktu itu
- buru-buru
- insyaallah. Jangan nanti nungguah nanti
- gak langsung saja salat. Misalnya
- dapatnya separuh asar, separuh magrib,
- ya sudah insyaallah itu sah salatnya.
- Walaupun di sisi lain termasuk orang
- yang lalai menegakkan salat itu, tapi
- lakukan salat. Jangan nanti digabung
- dengan magrib. Jangan waktu itu salat.
- Kecuali memang sudah masuk waktu itu
- lalai berarti harus qada dan sebagainya
- dia lakukan. Wallahualam.
- Iya. Ini masih juga terkait dengan ee
- tengkat waktu yang
- tidak pas ya. Ini nenek 57 tahun sudah
- jarang mengikuti kajian atau tausiah
- karena sudah merasa sering capek. Saya
- memang mengikuti tausiah di radio-radio
- Rasil juga radio yang lain. Tapi tidak
- datang ke kajian tadi itu. Saya tidak
- lagi memiliki penghasilan
- karena usia saya sudah kedaluarsa.
- Jadi saya cuma hidup dari pekerjaan yang
- tidak tetap atau pemberian saudara,
- tetapi saya harus terus berjuang. Apakah
- saya termasuk orang yang zalim, Ustaz,
- dengan penggunaan waktu seperti ini?
- Terima kasih. Syukron. [berdehem]
- Allah Subhanahu wa taala maha pengasih,
- maha penyayang.
- Tidak memerintahkan,
- tidak memberikan beban di luar batas
- kemampuan.
- Agama itu mudah. Lakukan sesuai dengan
- kemampuan kita.
- Kalau kemampuan ibu atau nenek itu hanya
- tidak bisa ke sana kemari karena ke sana
- kemari ikut pengajian misalnya harus
- pakai transport, harus pakai uang gak
- punya umpamanya anaknya juga ndak ndak
- ada mungkin hidup sendiri ya apa yang
- bisa dilakukan? Karena mendengar radio
- itu juga niatnya taklim
- itu sudah hanya kan masalah komunikasi
- saja, masalah alat. Jadi itu sudah sama
- dengan taklim. Dengarkan radio. Kalau
- enggak tahu, tanyakan. Saya kira itu
- sama dengan taklim. Jadi, Allah tidak
- pernah
- membebani hambanya di luar batas
- kemampuan. Beramallah ibu sesuai dengan
- kemampuan yang ibu miliki. Insyaallah
- Allah maha tahu. Wallahuam.
- Baik, itu tadi dari Ibu Tini di Bekasi
- ya. Sekarang pertanyaan dari hamba
- Allah. Oh, tadi yang mengatakan LM itu
- logam mulia, Ustaz. Ditambahkan
- logam mulia. Iya. Baik, yang berikutnya
- pertanyaannya kalau ngomong soal waktu
- berganti, kalau saya sudah di atas 35
- dan masih sendiri, Ustaz, apa yang harus
- saya lakukan nih waktu berjalan terus?
- Ya, saya enggak disebutkan laki-laki
- atau perempuan. [tertawa]
- Iya, ya. Nyari dong upaya terus, jangan
- putus asa.
- Insyaallah ada hikmah di balik itu.
- Kenapa Allah belum berikan jodoh? Itu
- mesti ada rahasianya, ada hikmahnya.
- banyak kesempatan jadikan evaluasi
- ya. Tapi insyaallah pada saatnya Allah
- akan memberikan jodoh
- pada saatnya. Jangan putus asa dan
- jangan berprasangka buruk kepada Allah.
- Pasti pada saatnya Allah akan
- mempertemukan jodoh itu. Tapi ikhtiar
- tetap berdoa ikhtiar enggak apa-apa.
- Kalau perempuan Anda seorang wanita
- tidak apa-apa minta tolong sama siapa?
- Omnya sama
- siapa? Saudara, teman. Carikan jodoh
- dong. Saya gak apa-apa. Itu bukan
- sesuatu yang tabuh. Ya, itu satu.
- Kemudian berdoa terus pada Allah, mohon
- pada Allah bangun malam tahajud minta
- jodoh ya insyaallah pada saatnya entah
- berapa. Soal umur itu mah gak masalah
- mau berapa saja. Insyaallah pada saatnya
- datang juga. Kalaupun umpamanya
- sampai akhir hayatnya ndak ketemu jodoh
- umpamanya
- itu Allah tahu Allah pasti akan
- menjodohkan
- akan diberikan bidadari nanti di surga
- atau widodoro bidadara itu insyaallah
- Allah itu kan maha pengasih penyayang.
- Yang penting iman, amal saleh, banyak
- amalnya, baik hatinya. Menyembah Allah
- dengan tidak menyekutukan. Insyaallah
- semua akan dimudahkan. Gak ketemu di
- dunia, di akhirat. Dunia kan cuma
- sebentar. Di akhirat kekal dan abadi.
- Enggak ketemu widodari dunia, widodoro
- nanti di akhirat nanti ketemu
- insyaallah. Wallahualam.
- Iya. Jadi bilangan usia jangan
- meresahkan biarpun waktu terus berlalu
- ya ustaz. Iya,
- Ustaz. Mari kita rangkum bahasan kita
- pada pagi hari ini.
- Baik, para ikhwan rahimakumullah.
- Inilah sebenarnya antara lain
- ee makna dari hidup beragama.
- Agama itu berkali-kali saya sampaikan
- bukan hanya ritual tapi tanpa makna.
- Agama itu memberikan sibghah terhadap
- jiwa kita.
- Sehingga kita berpikir,
- kita punya hasrat, punya minat itu
- adalah
- terkendali atau ada bimbingan daripada
- nur ilahi Al-Qur'an dan sunah Nabinya.
- Pandangan hidup, sikap dan perilaku
- melihat bukan hanya dengan mata kepala
- tetapi dengan mata iman. Dengan iman
- itulah menjadi filter, iman itu menjadi
- guide, iman itu menjadi tameng dan
- seterusnya. Sehingga hidup kita dengan
- iman itulah hakikat agama. Segala
- sesuatu harus disaring, dilaras dengan
- iman. Insyaallah dengan itu kita akan
- selamat. Wallahuam. Mudah-mudahan ada
- manfaatnya.
- Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat. 24 jam
- terlewat tidak terasa dari hari ke hari,
- minggu ke minggu sampai tahun ke tahun.
- Jarum jam akan berputar terus, tidak
- peduli dengan sekitar.
- Jangan sampai saat mata mulai lelah dan
- ee rabun, rambut mulai beruban dan gigi
- sudah tanggal satu persatu, kita belum
- siapkan apapun sampai kita kehabisan
- waktu. Sementara gendang telinga kita
- robek tersayat mendengar kabar menyayat
- tentang negeri ini. Mata kita nanar
- memerah, pelupuknya panas menyaksikan
- polah keperadah pengelola negeri ini.
- Tapi sudahlah waktu melesat beranak
- panah tajam yang melaju dengan bisa dan
- racunnya menancap persis di depan mata.
- Yang harus kita lakukan adalah sadar
- berapa banyak waktu kita terbuang,
- berapa banyak waktu kita sia-siakan.
- hanya karena kita kurang cerdas membuat
- penggalan-penggalan yang bermanfaat bagi
- perjalanan kita kelak menuju destinasi
- terakhir. Terima kasih ee Ustaz Abul
- Hidayah dan teman-teman yang masih tetap
- berada bersama Rasil untuk Islam yang
- satu. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.