Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Di Swedia, seorang kalau hamil begitu
- mulai pertengahan hamilnya disuruh
- istirahat, gaji diberikan terus. Begitu
- menyusui selama masa menyusui, dia
- diberikan gaji penuh, diizinkan untuk
- tidak bekerja. Kenapa? Karena anak yang
- dikandung dilahirkan anak yang kelak
- akan menjadi apa?
- Orang yang akan mengemban amanat di masa
- akan datang.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah. Alhamdulillah
- wasyukurillah, kita bisa bersama-sama
- kembali di acara psikologi keluarga yang
- mudah-mudahan
- kehadirannya, bahasannya mempersuasi
- kita semua untuk bisa menjadi anggota
- keluarga yang jauh lebih baik sebagai
- ayah bundakah atau sebagai anak-anak.
- Dan tidak lupa tentu saja salam selawat
- kita lantunkan untuk junjungan umat
- kekasih kita Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita mendapatkan syafaat
- beliau dan dipertemukan dengan beliau di
- saat yang sangat kita rindukan di yaumil
- akhir.
- Ikhwan akhwat yang [berdehem] disayang
- Allah,
- ustad kita sudah datang untuk membahas
- kasus hari ini. Assalamualaikum Ustad
- Husein, Ustad Abu Bakar.
- [berdehem]
- Jadi kasus yang datang ada dua,
- yang pertama dari penyekapan wanita dan
- yang kedua nanti kita akan bahas tapi
- seperti biasanya sebelum kita mulai kita
- akan bersama-sama membaca ummul kitab.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem]
- alhamdulillahirobbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maliki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in
- ihdinash shirothol mustaqim
- shirothol ladzina an'amta alaihim
- ghoiril maghdubi alaihim walad
- dhooooollin
- Amin
- [berdehem]
- amin
- Jadi ikhwan akhwat ustad ini yang
- pertama dari seorang istri yang sudah
- menikah 10 tahun punya dua anak nah
- ketika anak pertama perempuan itu
- melakukan hal-hal yang tidak baik
- seperti mengambil uang di dompet
- kemudian diingatkan untuk jangan
- melakukan hal itu dia berjanji tapi
- tetap saja dia melakukannya berkali-kali
- masih saja seperti itu saya enggak sabar
- melihat anak seperti ini jadi saya
- menghukumnya dengan tidak memberi uang
- jajan memang sih dia hanya diam saja
- tapi dia tetap saja mengambil lagi dan
- enggak merasa jera tuh ustad dengan
- marah kemarahan saya dan juga pukulan
- yang saya berikan yang jadi permasalahan
- tuh ustad apa yang harus dilakukan agar
- dia tidak melakukan hal itu
- itu satu kemudian kasus yang satunya
- lagi terkait dengan
- penyekapan wanita selama 3 tahun usianya
- 29 tahun wanita ini jadi korban karena
- kasus ini
- eh baru terungkap setelah korban masuk
- ke rumah sakit yaitu di rumah sakit
- Hasan Sadikin Bandung.
- Dia dapat informasi melalui WA. Keluarga
- korban langsung menuju rumah sakit dan
- mendapati korban dalam kondisi yang
- sangat memprihatinkan, Ustaz.
- Yaitu luka berat di bagian kepala,
- wajah, dan juga kaki.
- Memang sih berdasarkan keterangan polisi
- belum ditemukan siapa yang melakukan hal
- tersebut, tidak diketahui keberadaannya
- selama 3 tahun tadi. Dan korban diduga
- mengalami berbagai bentuk kekerasan baik
- fisik ataupun yang menggunakan tangan
- kosong, dengan benda tumpul juga, dan
- benda tajam.
- Pelajaran apa nih, Ustaz, yang bisa kita
- ambil dari kasus ini?
- Masih banyak wanita-wanita yang menjadi
- korban kekerasan kan, Ustaz? Terima
- kasih untuk pencerahannya. Iya.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi
- kama yuhibbu rabbuna wa yarahu.
- Allahumma shalli wa sallim wa barik ala
- abdika wa rasuli
- sayyidina wa nabiyyina Muhammadin wa
- alihi wa shahbihi wa sa'irina ala
- nahjihil qawim ila yaumiddin.
- Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Allahumma hdina subulassalam wa akhrijna
- minadzulumati ilannur wahdina ila
- shirathikal mustaqim.
- Amma ba'du, ikhwan akhwat,
- [berdehem]
- pendengar pemirsa yang dirahmati Allah,
- Ustaz Abu Bakar Baraja
- yang
- setia menemani kita
- dengan senyumnya yang menyejukkan,
- begitu juga Ibu Nur Nuning
- yang membawa cahaya ya pada majelis kita
- dengan izin Allah
- ada juga Al Ustad Abul Hasan Asy'ari
- ditemani oleh Atif Setiabudi.
- Kita kembali bertemu dalam psikologi
- keluarga. Dengan sendirinya kita sebagai
- kaum muslimin merujuk kepada bimbingan
- dan tuntunan Allah Subhanahu wa ta'ala.
- [berdehem]
- Allah berfirman
- di dalam
- surat At-Tahrim
- mengingatkan kita semuanya, "Ya
- ayyuhalladzina amanu
- qu anfusakum
- wa ahlikum nar wahai orang-orang yang
- beriman
- lindungi diri kalian dan keluarga kalian
- dari azab api neraka."
- Melindungi keluarga kita [berdehem]
- termasuk diri kita
- dari azab api neraka maksudnya
- dari amal perbuatan yang akan
- menjerumuskan kita ke dalam api neraka.
- Oleh karena itu
- untuk menjaga keluarga kita, menjaga
- diri kita, menjaga masyarakat kita
- maka dimulai pertama-tama dengan
- menumbuhkan dan menyuburkan iman dalam
- hati kita.
- Iman akan tumbuh dengan ilmu
- memahami kebesaran keagungan Allah,
- memahami bahwa Allah pencipta kita yang
- Maha tahu tentang diri kita
- juga memahami bahwa kita merupakan
- makhluk yang berhutang amat besar kepada
- Allah dengan nikmat-nikmat yang kita
- dapatkan.
- Kita ditempatkan di muka bumi sebagai
- khalifahnya.
- Allah jadikan makhluk-makhluk di bumi
- menjadi pelayan yang melayani manusia.
- Bahkan sinar mataharinya, kehangatannya,
- angin yang bertiup, hujan yang turun,
- kemudian oksigen juga yang kita hirup.
- Berbagai macam kekayaan di bumi dari
- mulai
- pertanian, peternakan, kekayaan lautnya
- ya. Dan berbagai macam kekayaan
- tambangnya, Allah sediakan bagi manusia.
- Allah tidak menuntut dari manusia untuk
- membayar sepeserpun
- atau menuntut dari mereka untuk
- memberikan rezeki bagi Allah.
- Tapi Allah
- menguji kita, apakah kita bersyukur
- dengan nikmat yang Allah berikan. Lalu
- kita mematuhi bimbingan petunjuknya,
- semua kebaikannya kembali kepada kita.
- Maka iman akan terus berkembang dengan
- subur dengan ilmu,
- dengan syukur,
- dengan kita taat pada Allah Subhanahu wa
- Ta'ala.
- Dari sana lahirlah buah-buah iman.
- Apa buah iman yang paling penting Pak
- Ulung?
- Akhlak.
- Akhlak itu merupakan buah iman yang amat
- penting dan itulah merupakan
- tujuan diutusnya Nabi kita Muhammad
- Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam.
- Innama buitsu liutamma makarimal akhlak.
- Sesungguhnya aku diutus hanya apa?
- Hanya untuk menyempurnakan
- makarimal akhlak.
- Akhlak bersama Allah.
- Menjadi hamba yang bersyukur, hamba yang
- taat, hamba yang selalu mengagungkan
- Allah, merasakan kehadiran Allah bersama
- diri kita, malu di hadapan Allah
- atas segala kebaikan yang begitu besar
- terhadap kita.
- Kalau jiwa sudah betul-betul apa?
- Dipenuhi dengan syukur,
- kemudian mendorong dirinya untuk taat,
- malu kepada Allah. Niscaya dia akan
- menghiasi dirinya dengan apa yang
- dicintai Allah dan dia berusaha menjauh
- dari apa-apa yang tidak disukai Allah.
- Dan ketahuilah
- dalam timbangan amal saleh manusia yang
- paling berat adalah husnul khuluq,
- akhlak yang baik.
- Ma min syai'in
- ma min syai'in
- atsqal fil mizan min husnil khuluq.
- Tidak ada sesuatu yang lebih memberatkan
- timbangan di sisi Allah daripada akhlak
- yang baik.
- Diriwayatkan oleh Tirmidzi. Begitu juga
- akmalukum imanan ahsanukum akhlaqa.
- Orang yang paling sempurna imannya kalau
- kalian ingin lihat, bukan dengan
- Qur'annya,
- bukan dengan pembicaraannya,
- bukan dengan gelarnya, bukan dengan
- kekayaan dan penampilan nya atau dengan
- nasabnya maupun sukunya.
- Orang yang paling sempurna imannya
- adalah orang yang paling baik akhlaknya,
- ahsanukum [menghela napas]
- akhlaqa.
- [mendengus]
- Oleh karena itu
- kalau kita ingin mengetahui sampai di
- mana kedalaman dan kesempurnaan iman
- seseorang, kita lihat pada akhlaknya.
- Nah, orang tua
- seharusnya betul-betul ya
- memulai dari dirinya, dia menjaga
- dirinya agar dia berakhlak sempurna.
- Hari demi hari bukan bertambah mundur
- malah bertambah maju akhlaknya.
- Kemudian dia memberikan contoh di tengah
- keluarganya agar berakhlak baik dan
- mulia manusia.
- Agar dia menjaga hak-hak orang
- sebagaimana dia menjaga hak dirinya. Dia
- menghormati orang sebagaimana dirinya
- ingin dihormati, dia mencintai bagi
- orang sebagaimana apa yang dicintai
- untuk dirinya.
- Nah, kalau setiap orang tua membimbing,
- ya,
- anaknya bukan hanya melalui kata-kata
- tapi melalui sikap dan perbuatan.
- Jadi, pendidikan pertama dimulai dengan
- pendidikan akhlak.
- Agar iman yang ditanamkan dalam hatinya
- itu betul-betul berbuah bukan hanya
- daunnya banyak tanpa buah, tapi buahnya
- amat banyak dalam kehidupan ini.
- Kata-katanya baik, mulia,
- jujur,
- amanat, ya.
- Kemudian menepati janji,
- menghargai kehormatan orang lain.
- Kalau semua ini kita miliki, dengan
- sendirinya orang akan merasa aman dari
- gangguan kita.
- Oleh karena itu, Mbak Nuning, kata
- mukmin,
- kata mukmin ini, ya,
- bisa menjadi nama Allah, Al Mukmin.
- Artinya yang melimpahkan,
- menganugerahkan
- rasa aman.
- Dengan dia beriman pada Allah, dia tidak
- akan gentar pada selain Allah. Dia tidak
- akan takut dalam hidup ini. Kebutuhannya
- semua ada pada Allah.
- Kemudian mukmin yang menjadi ciri
- manusia yang beriman,
- yaitu orang lain semua di sekelilingnya
- merasa aman dari gangguannya.
- Bahkan orang tersebut mengharapkan
- kebaikannya. Jadi, Al Mukmin itu
- ya, yukmanus syarruhu.
- Eh, ya, yukmanus syarruhu wa yurja
- khairuhu. Orang berharap kebaikannya dan
- merasa aman dari gangguannya.
- Nah, kalau pendidikan ini, Mbak Nuning,
- dimulai di tengah-tengah anak-anak kita,
- di tengah-tengah anak kita,
- secara merata.
- Seperti kita lihat karakter building
- yang dibangun di Jepang,
- di Australi, di Selandia Baru, di Eropa,
- mereka sebelum mengajarkan pelajaran
- umum seperti matematik dan lain
- sebagainya, yang pertama mereka bangun
- akhlaknya.
- Akhlak ini mereka biasakan hingga apa?
- Tanpa mereka perlu memikirkan lagi,
- mereka tahu apa yang harus dilakukan
- dalam setiap gerak-gerik mereka. Karena
- apa? Selalu diingatkan. Jadi selama 1
- tahun, 2 tahun bangunin, itu masalah
- akhlak diutamakan.
- Bahkan lulus tidak lulusnya seseorang,
- bukan hanya bergantung pada kemampuan
- dalam berbahasa atau matematik atau yang
- lain, tapi tergantung bagaimana sikap
- akhlak.
- Saya punya teman kebetulan, dia menjadi
- atase militer di Belanda.
- Kira-kira mungkin sekitar,
- mungkin 20 tahun yang lampau ya.
- Saya lama enggak bertemu dengan beliau.
- Dia bekerja di atase militer di Belanda.
- Ya maksudnya mewakili Indonesia.
- Anaknya sekolah di sana.
- Anaknya sekolah di sana.
- Waktu si anak pulang ke Indonesia,
- si ayah ibu bingung luar biasa.
- Karena si anak selalu mengatakan, "Ini
- tidak benar ya.
- Ini salah. Ini enggak boleh sama sekali
- kita mengganggu hak-hak umum. Ini pada
- saat salat Id
- atau Jumat, orang keluar ke jalan. Ini
- enggak benar ya.
- Ini betul-betul mengganggu fasilitas
- umum.
- Mengganggu lalu lintas orang lain.
- Bicara juga kalau bohong, ya.
- Jadi si ayah ibu bingung bagaimana.
- Kalau dia salahkan anaknya, menyalahkan
- yang benar.
- Kalau dia benarkan,
- si anak bagaimana akan hidup di
- tengah-tengah masyarakat Indonesia yang
- semuanya boleh.
- Jadi bagaimana mereka dari mulai
- kanak-kanak, membangun karakter yang
- sehat dan baik.
- Maka tak heran di Swedia,
- anggota DPR Mahfuni, enggak punya mobil
- pribadi dinas itu. Enggak punya juga
- apa? Eh, pengawal yang mengawalnya
- dengan voider-nya. Dia naik mobil umum
- berangkat ke DPR. Dia bekerja berjuang
- untuk untuk rakyat.
- Presiden Uruguay
- Mujica
- diminta tinggal di istana, dia menolak.
- Tinggal di rumah sederhana di
- perkebunan.
- Gaji 90% diserahkan kepada orang-orang
- yang butuh. Dia hanya menerima
- 10% dan dia cukup dengan pakaian
- sederhana, gaya hidup sederhana.
- Dia mengabdikan dirinya untuk rakyat.
- Dia pernah merasakan masa-masa susah.
- Dia tidak ingin sama sekali rakyatnya
- merasakan penderitaan seperti yang
- dialami dia karena tragedi dan perbuatan
- zalim orang lain.
- Di Swedia seorang
- kalau hamil
- begitu mulai pertengahan hamilnya,
- disuruh istirahat. Gaji diberikan terus.
- Begitu menyusui, selama masa menyusui
- dia diberikan gaji penuh
- diizinkan untuk tidak bekerja.
- Kenapa? Karena anak yang dikandung anak
- yang kelak akan menjadi apa?
- Akan menjadi
- orang yang akan mengemban amanat di masa
- akan datang.
- Padahal Swedia bukan negara subur
- seperti kita, negara yang sebagian
- waktunya itu
- dalam kondisi bersalju, negara
- Skandinavia kan jangan ditanya.
- Tapi mereka dengan kondisi yang ekstrem
- tersebut, mereka berjuang, mereka
- berusaha menegakkan keadilan. Padahal
- agama tidak dominan.
- Tapi apa? Melalui karakter building yang
- dibangun dari mulai kanak-kanak sampai
- mereka merasakan bahwa ini bagian dari
- hidupnya.
- Kalau kita umat Islam, hafal Quran.
- Menguasai hadis.
- Berjubah
- berjidat hitam, bersorban, ya.
- Tapi ternyata tidak berakhlak.
- Malah menyebarkan fitnah, perpecahan,
- masing-masing mengklaim dirinya
- merupakan orang yang benar, yang lain
- semua salah dan bejat.
- Maka kalau kita lihat mereka maju kita
- mundur, jangan salahkan mereka.
- Jangan kalau kita gagal, kita katakan
- bahwa ini konspirasi
- negara-negara Zionis. Betul mereka
- berkonspirasi, tapi kalau kita tidak
- buka diri kita
- mengikuti ajakan mereka, tidak mungkin
- kita akan apa?
- Kita akan mundur dan hancur.
- Saksikan Iran.
- Bukan merupakan negara adidaya tadi.
- Bahkan ketika diboikot bertahun-tahun.
- Dia memulai
- memulai perkembangan teknologinya
- dari kapal-kapalan dia belajar dulu nih.
- Kapal-kapalan main-mainan.
- Mulai dari sana mereka belajar sedikit
- demi sedikit.
- Mereka bertahan berhadapan dengan
- embargo, bertahan berhadapan dengan
- kesulitan. Tapi rakyat hidup sejahtera,
- harga bahan bakar murah, gas juga murah.
- Mereka bukan menetapkan harga,
- membandrol harga sebagaimana harga gas
- dunia atau
- minyak bumi, tapi disesuaikan untuk
- rakyat. Bayangkan per liter 500 rupiah.
- Gas mereka bisa pakai sepuas-puasnya,
- bayar cuma beberapa bulan sekali.
- Rakyat merasakan keadilan. Hingga ketika
- mereka diserang, mereka terpanggil untuk
- bersatu.
- Saya menyampaikan Iran bukan mengajak
- orang menjadi Syiah.
- Tapi belajar dari sebab kemajuan orang
- lain.
- Kalau masih menggiring ke sana, berarti
- memang Anda orang yang tidak layak untuk
- diajak bicara.
- Orang-orang yang betul-betul tidak mampu
- berpikir. Belajar, walaupun dari negara
- kafir atau negara yang tidak seiman.
- Selandia Baru, Australia, kenapa mereka
- maju?
- Kenapa negara Skandinavia maju seperti
- Finlandia dan lain sebagainya? Padahal
- beberapa bulan itu gelap gulita.
- Kenapa mereka maju?
- Karena mereka pertama-tama membangun
- akhlak pekerti yang luhur.
- Hingga
- rakyat mereka bekerja sama, saling
- menghargai, saling menghormati.
- Saya punya teman
- berangkat ke Australia bekerja.
- Kebetulan pulang di malam hari, Mbak
- Nuning.
- He em.
- Karena tidak tahan mengantuk, dia tidur
- di antara dua kursi. Jadi kakinya
- merentang di jalan.
- He em.
- Seorang perempuan mau keluar dari bus,
- tertahan oleh apa?
- Kaki.
- Dia berusaha untuk
- keluar dari bawah dia. Apa namanya?
- Dia tidak melangkahi dia, tapi dari
- bawah. Kesenggol.
- Ketika bangun dia
- si perempuan yang minta maaf. Saya minta
- maaf, Anda mengantuk, saya mengganggu
- tidur Anda.
- He em.
- Bayangkan, Mbak Nuning.
- Luar biasa.
- Jadi kita lihat
- bahwa kita betul-betul telah kehilangan
- inti dari agama kita yang merupakan buah
- dari iman dan merupakan tujuan dari misi
- nabi kita, yaitu akhlak dan pekerti yang
- luhur. Nah, kalau kita berhadapan dengan
- kasus kita saat ini.
- Ibu
- punya dua orang anak. Satu laki-laki,
- satu perempuan.
- Yang perempuan ternyata tangannya suka
- panjang.
- He em.
- Mengambil, ya
- apa yang menjadi milik ibunya. Ibunya
- memukul
- menghukum. Apakah ini jalan keluar?
- Tidak.
- Pukulan akan meningkatkan
- pembangkangannya.
- He em.
- Penentangannya.
- Hukuman-hukuman juga yang tidak mendidik
- bukan membuat dia jera, malah membuat
- dia mencari-cari jalan bagaimana untuk
- melakukan aktivitasnya dengan cara yang
- licin.
- Apalagi pergaulan di luar. Ibu pernah
- bertanya enggak apa kira-kira sebab
- sampai dia melakukan perbuatan seperti
- ini? Ibu harus tahu. Ibu harus kenali
- anak Ibu dari dekat.
- Karena kalau Ibu tidak berusaha, masa
- orang lain lebih kenal anak Ibu.
- Ibu perhatikan enggak bagaimana
- pergaulannya di luar?
- Apalagi zaman sekarang kan terjadi
- persaingan pada anak-anak yang masih
- puber.
- Yes, betul.
- Pada anak-anak usia SMP, SMA, itu anak
- ingin menonjol di antara teman-temannya.
- Nah, kalau teman-temannya punya uang,
- beli jajan,
- punya ini, punya itu, sedangkan anak Ibu
- tidak punya kemampuan tersebut,
- dia akan berpikir, kalau tidak ada jalan
- yang baik, yang benar, dia akan tempuh
- jalan yang salah, mengambil uang orang
- tuanya.
- Yes, betul.
- Oleh karena itu, Ibu harus selalu
- betul-betul dekat dengan anak,
- mengingatkan kepada anaknya. Pada saat
- kita susah, bersabar, pada saat kita
- mampu, kita nikmati nikmat Allah sambil
- bersyukur. Kamu jangan tergiur pada
- teman-teman kamu yang nampak mereka itu
- kelihatan
- bersenang-senang dengan apa yang
- diberikan orang tua, itu bukan hasil
- kerja mereka.
- Dan kebiasaan seperti ini, kebiasaan
- yang tidak sehat.
- Pada saat sibuk atau orang tua punya,
- dia hidangkan buat anaknya apa yang
- pantas. Kemudian pengaruh gadget.
- Pengaruh gadget ini baru ini luar biasa.
- Kenapa banyak anak-anak melakukan
- tindakan-tindakan
- ofensif yang ekstrem?
- Mhm.
- Padahal orang tuanya cukup baik.
- Lingkungan juga cukup baik. Kenapa? Dia
- menyaksikan tontonan-tontonan film,
- baik itu kekerasan,
- termasuk di antaranya penyekapan wanita.
- Jadi film-film horor,
- film-film juga eh katakan yang
- menunjukkan apa namanya kesadisan
- laki-laki atau perempuan yang melakukan
- penyekapan terhadap wanita,
- terkadang hanya karena disakiti,
- ditolak, terkadang karena dia punya
- hypersex, dia perlakukan wanita dengan
- perlakuan-perlakuan yang tidak baik.
- Ini berbagai macam sebab dari tontonan
- yang disaksikan
- itu berdampak negatif pada dirinya.
- Kalau orang dewasa masih bisa menimbang.
- Tapi kalau orang kecil?
- He eh.
- Yang sedang tumbuh, masa-masa puber,
- syahwatnya sedang bergelora dan dia
- minder untuk mendapatkan teman perempuan
- ya, karena dia merasa dipandang remeh,
- mungkin karena latar belakang tidak
- punya uang atau karena latar belakang
- katakan keluarganya yang tidak punya.
- Itu bisa saja menyebabkan akhirnya
- laki-laki yang minder ini berubah
- menjadi laki-laki yang apa?
- Keras.
- Yang melakukan tindakan apa? Karena
- begitu tertekan jiwanya, dia enggak
- mampu secara baik berapa namanya
- berinteraksi dengan teman-temannya,
- melakukan pendekatan dengan cara baik
- karena rasa minder akhirnya
- mengakibatkan ledakan. Akhirnya
- mendorong dia untuk melakukan
- tindakan-tindakan apa?
- Kejahatan. Biasanya yang melakukan
- penyiksaan seperti ini
- penyekapan, orang-orang yang mengalami
- gangguan jiwa.
- Mengalami gangguan jiwa. Mengalami
- trauma.
- Dia tidak mampu lakukan ya, hal-hal yang
- baik, yang sehat dengan cara yang baik,
- dia lakukan cara-cara yang buruk dan ini
- sering terjadi.
- Laki-laki yang di rendahkan oleh seorang
- wanita.
- Perempuan mengatakan kalau di dunia
- tidak ada manusia
- kecuali hanya engkau, saya lebih suka
- menikah dengan seekor anjing.
- Itu ucapan yang menyakitkan ini
- membuat si laki-laki menyimpan dendam
- yang luar biasa, apalagi si perempuan di
- kalangan mampu, berkumpul bersama
- teman-temannya juga yang mampu
- akhirnya dia menyimpan
- dendam kebencian.
- Satu hari dia punya kesempatan
- dia culik wanita yang disekap, bahkan
- ada yang dikubur hidup-hidup.
- Oleh karena itu hendaknya
- perempuan-perempuan juga menjaga omongan
- mereka, mereka berakhlak baik, mereka
- juga berdoa kepada Allah memohon
- perlindungan. Karena yang bisa
- melindungi anak-anak kita termasuk kita
- hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi
- orang tua disamping mendidik anaknya
- berakhlak baik, menghormati orang lain,
- menjaga lisannya, mendidik dirinya untuk
- selalu berdoa, sehabis sholat, bangun di
- waktu malam, mohon pada Allah. Karena
- cara-cara seperti ini akan membuat dia
- dicintai Allah, Allah lindungi dia, dan
- dicintai, dihormati oleh manusia.
- [mendengus]
- Dan hendaknya wanita-wanita yang di
- bawah umur ini, orang tua jangan pernah
- sama sekali mengabaikan pengawasannya.
- Pergaulan dia, lingkungan dia, dan
- ingatkan.
- Ingatkan perlakuan-perlakuan
- yang berbahaya buat dirinya.
- Jadi wanita kalau sudah mulai
- berkembang, jangan bergesekan dengan
- laki-laki. Jangan laki-laki dibiarkan
- apa namanya memegang tubuhnya, ya, dan
- lain-lain sebagainya. Artinya jangan
- sampai dibiarkan.
- Karena kalau ini dibiarkan lama-kelamaan
- berdampak negatif pada si wanita
- tersebut, begitu juga kepada
- pelaku. Kan kadang-kadang mereka
- menutupi gerak-geriknya dengan apa?
- Dengan alasan-alasan sayang dan lain
- sebagainya.
- Padahal orang ini mengalami kelainan.
- Kita lihat penyakit pedofilia dan lain
- sebagainya kan berkembang saat ini.
- Bahkan
- pemerkosaan terhadap anak-anak laki-laki
- yang melakukan adalah orang-orang yang
- kita sangka-sangka sama sekali.
- Laki-laki melakukan pencabulan terhadap
- anak kecil. Oleh karena itu disamping
- pendidikan akhlak, menegakkan hukum
- betul-betul harus tegas.
- Kalau dibiarkan, tidak akan menimbulkan
- efek jera. Oleh karena itu pencabulan
- terhadap anak-anak kecil atau pencabulan
- terhadap wanita,
- itu seharusnya hukumannya mati.
- Bukan hukuman
- cambuk, tapi hukuman mati. Apa? Kalau
- zina itu suka sama suka.
- Artinya orang berzina,
- baik dia dengan pelacur atau dengan
- teman wanitanya atas dasar suka sama
- suka tanpa paksaan.
- Oleh karena itu hukuman zina itu
- dikenakan 100 kali cambukan
- apabila terbukti dengan empat orang
- saksi yang adil. Kalau tidak dapat
- dibuktikan, maka ingatkan dia untuk
- beristigfar.
- Untuk mohon ampun, bertobat dari
- kesalahan.
- Tapi kalau mencabuli orang, itu
- traumanya luar biasa. Sampai sepanjang
- hidupnya dia mengalami trauma.
- Oleh karena itu
- hukumannya hukuman al-ifsad fil ard.
- Orang-orang yang melakukan kerusakan di
- muka bumi. Jadi yang melakukan
- pencabulan
- yang menimbulkan trauma berat, bukan
- hanya pada anaknya, pada orang tuanya
- juga. Dan pada masyarakat. Ini
- penyekapan menimbulkan takut enggak?
- He eh.
- Menimbulkan ketakutan kan?
- Oleh karena itu orang-orang seperti ini
- tidak boleh sama sekali apa?
- Diberikan hak istimewa. Dihukum mati.
- Agar menimbulkan efek jera buat orang
- lain. Bukan karena kekejaman. Biasanya
- satu kali dua kali hukuman akan membuat
- masyarakat dan umat apa?
- Berhenti melakukan perbuatan tersebut.
- Oleh karena itu pada masa Nabi
- dalam riwayat sepanjang Nabi itu ya
- eee memerintah
- begitu juga diikuti oleh para sahabatnya
- hanya enam kasus perzinahan yang
- dihukum.
- Enam kasus perzinahan.
- Orang berhati-hati. Suatu saya di Mesir
- itu kalau perempuan keluar malam hingga
- pukul 12 malam
- tidak ada yang berani ganggu sama
- sekali.
- Beda dengan kondisi bisa sekarang.
- Ketika
- kita saksikan bagaimana
- eee satelit-satelit terbuka untuk
- menyaksikan film-film yang vulgar
- film-film yang berbahaya terbuka buat
- rakyat Mesir semua melalui parabola
- tanpa harus bayar.
- He eh.
- Sampai kita saksikan pria sama wanita
- bisa berciuman di mal yang dulu tidak
- pernah ada. Dulu kalau ada laki-laki
- sama perempuan tertawa atau di jalan
- ada namanya polisi adab yang Anwar
- Syahadat apa namanya mulai, itu langsung
- ditangkap.
- Diberikan peringatan.
- Jam 12 malam perempuan keluar, kenapa?
- Karena kalau sampai dia berani
- memperkosa hukumannya mati.
- Jadi karena hukuman yang berat
- membuat apa?
- Orang khawatir dan takut. Ini bukan
- berarti kejam, tapi hukuman sifatnya itu
- pertama menimbulkan efek jera, kedua
- menjaga kehormatan orang-orang yang tak
- berdosa, yakni menjaga kesucian
- kehormatan mereka. Ini sampai iman
- pendidikan akhlak yang buah-buahnya
- begitu indah harus betul-betul kerja
- sama antara negara [berdehem] dan rakyat
- masyarakat.
- Oleh karena itu kenapa ada amar ma'ruf
- nahi mungkar? Supaya kalau ada yang
- ganjil bersama-sama masyarakat
- mengingkari perbuatan tersebut hingga
- dia merasa perbuatannya salah. Tapi
- kalau masyarakat mendiamkan,
- membenarkan, apalagi merestui seperti
- ketika menganggap LGBT merupakan hak
- asasi manusia.
- Mereka menganggap LGBT itu merupakan
- varietas seksual bukan penyakit jiwa.
- Ini kejadian.
- Jadi kita lihat bagaimana mereka
- memandang LGBT, pergaulan homoseksual
- dan kaum lesbi ini merupakan varietas
- seksual dan merupakan hak mereka untuk
- melakukan bukan gangguan jiwa.
- Jadi dengan pendidikan iman, akhlak yang
- dibiasakan orang tua, lingkungan yang
- sehat melahirkan opini yang sehat. Dan
- film-film
- yang berkembang baik melalui melalui
- apa? Melalui YouTube, melalui juga
- katakan bab sinema, itu harus
- betul-betul film yang sifatnya mendidik,
- yang buruk harus dihindari.
- Yang menarik Cina.
- Cina itu negara yang betul-betul
- memprotek hal-hal semacam ini untuk
- tidak disaksikan oleh rakyat.
- Hingga
- etos kerja mereka meningkat, pergaulan
- mereka juga semakin baik, ya. Padahal
- jumlah penduduk mereka kan 1 miliar
- lebih.
- Bayangkan coba.
- Tapi mereka berhasil mengubah Cina yang
- tadinya merupakan negara candu, negara
- seks, negara minuman bebas, ya.
- Ternyata sekarang berubah.
- Tidak ada YouTube di Cina. Tapi mereka
- punya apa?
- Punya pengganti YouTube, yaitu semua
- yang bermanfaat untuk rakyatnya. Ya,
- mereka sajikan. Sedangkan yang tidak
- baik mereka filter. Mereka menggunakan
- YouTube juga, tapi menyaring.
- Mereka saring yang dianggap apa?
- Kemudian mereka juga punya apa?
- Punya juga apa?
- Punya juga berbagai macam provider yang
- menyajikan hal-hal yang sifatnya
- pendidikan.
- Jadi kalau kita
- mau apa namanya, menyaksikan YouTube
- misalnya enggak ada sama sekali.
- Jadi hal-hal yang bisa merusak
- rakyatnya, semua dijauhkan.
- Bahkan kampanye anti rokok itu
- berkembang dengan pesat sampai-sampai
- apa enggak usah ulang-ulang.
- Jumlah perokok dari hari ke hari
- menurun. Indonesia?
- Meningkat.
- Ini menunjukkan bahwa kita ini mayoritas
- beragama Islam, tapi iman belum tumbuh
- di hati kita.
- Dari iman akan muncul nanti akhlak
- pekerti yang luhur. Bukan hanya tata
- krama, bahasa yang manis seperti
- orang-orang bilang Indonesia rakyatnya
- santun. Tapi pemimpinnya amanat, jujur,
- tidak korupsi, menepati janji. Ini
- akhlak.
- Tapi kalau basa-basi, kata-kata yang
- baik dan santun, itu bisa saja casing
- yang menutupi kebusukan akhlak
- seseorang. Jadi betul-betul kita harus
- serius
- mendidik akhlak bangsa kita. Yang
- beragama Kristen, mereka fokus mendidik
- akhlak pada pemeluknya. Yang beragama
- yang lain pun demikian. Dan kalau kita
- lihat orang-orang Buddha itu
- memperhatikan berbagai macam nilai-nilai
- universal dan ujar-ujar yang membimbing
- mereka untuk apa? Untuk bisa betul-betul
- berakhlak baik.
- Jadi kesimpulannya
- tidak sama sekali bermanfaat orang yang
- beragama
- tapi akhlaknya buruk, malah dia akan
- menodai agamanya.
- La dina liman la akhlaq qola, tidak ada
- agama
- bagi orang yang tidak memiliki akhlak.
- Begitu juga la dina liman la akhlaq,
- tidak ada agama pada seorang yang tidak
- berakal.
- Jadi, antara iman, akal, dan akhlak
- merupakan kesatuan yang tidak dapat
- dipisahkan. Oleh karena itu, kita
- perlu mengingatkan diri kita.
- Berhadapan dengan kejadian anak Ibu.
- Ibu harus akrab dengan anak Ibu, harus
- mengetahui
- kenapa sampai dia melakukan hal ini. Ibu
- ajak dia berdiskusi,
- berdialog. Kita kalau disentuh oleh
- orang tua kita,
- oleh Ibu kita,
- dengan bahasa yang baik, dengan mengajak
- dia berpikir, merenung, itu hati kita
- luluh.
- Kita akan merasa malu, menyesali
- perbuatan kita.
- Dan hibur, kamu wajar kalau melakukan
- hal ini karena dasar kebodohan, tidak
- tahu sebabnya. Tapi, kalau kamu biarkan
- kamu bergaul di luar, itu menunjukkan
- kamu lebih baik dari teman kamu, bukan
- dengan cara ini.
- Dengan belajar, dengan ilmu, dengan
- akhlak, kamu bisa mengalahkan mereka.
- Berikan cerita-cerita pengalaman yang
- berguna buat dia.
- Jadi, orang tua harus tahu betul
- apa yang menyebabkan anak melakukan
- perbuatan seperti ini. Bisa saja
- teman-teman yang menyuruh karena ingin
- disayang oleh teman, dia mencuri supaya
- bisa membelikan rokok teman, ada yang
- membelikan itu kenyataan. Kita anak
- kecil itu ingin dihargai oleh apa? Oleh
- teman-teman kita.
- Jadi, masalahnya
- Ibu tanamkan yang baik buat anak-anak
- Ibu.
- Kemudian dekat dengan anak.
- Biarkan dia terbuka.
- Kalau dia berbuat kesalahan, berikan
- pintu maaf yang seluas-luasnya. Ingatkan
- padanya, kamu tidak
- eh tidak hina karena kamu melakukan
- kesalahan.
- Tapi, orang yang tidak berupaya untuk
- memperbaiki diri, berulang-ulang
- melakukan kesalahan, lama-kelamaan
- akalnya akan apa?
- Akalnya akan menurun.
- Nah, berkaitan dengan kasus penyekapan
- ini
- dengan sendirinya di samping agama
- orang tua
- pemerintah dan masyarakat
- harus bekerja sama. Kalau tidak,
- mustahil
- kasus semacam ini bisa dihindari. Maka
- kita berharap menghimbau para ulama para
- ustad para cendekiawan tokoh masyarakat,
- coba mari bersama-sama. Kalau kita
- biarkan hal ini terjadi kita berdiam,
- besok akan mengenai kita.
- Besok akan menimpa keluarga kita. Tapi
- kalau kita serius melakukan perbaikan
- watawasau bil haqqi watawasau bis sabri
- insyaallah kasus kejahatan semacam ini
- akan dapat dihilangkan atau tidak
- diminimalisir.
- Dan ingat, jangan pernah lepas
- hendaknya kita selalu berdoa doakan diri
- kita, anak kita. Dan cara-cara memukul
- cara-cara yang kita anggap
- tidak sesuai untuk pertumbuhan anak pada
- masa kini.
- Ini cara-cara yang tidak dilakukan Rasul
- tidak dilakukan keluarga Rasul, tidak
- dilakukan juga oleh sahabat-sahabat
- Rasul. Yang melakukan biasanya
- masyarakat jahiliyah.
- Jadi kerasnya orang tua seperti ini
- merupakan hal yang tidak tepat tidak
- akan menyelesaikan persoalan malah akan
- menambahkan pembangkangan bagi anak-anak
- kita. Kebencian yang bisa mendorong
- mereka melakukan perbuatan-perbuatan
- yang lebih buruk lagi.
- Seperti kasus seorang anak bisa membunuh
- ibunya sendiri.
- Hanya karena apa?
- Karena si ibu mengingatkan dia belajar
- jangan sering-sering
- menggunakan handphone. Tapi dengan cara
- yang apa? Menyakitkan. Kalau diambil
- hati anaknya pelan-pelan
- diingatkan untuk berpikir, walaupun
- sedang mabuk Jajet masih bisa teriak.
- Jangan sekali-kali baik itu orang tua
- terhadap anak,
- anak terhadap orang tua, suami terhadap
- istri, istri terhadap suami, atau di
- antara sesama teman menggunakan
- kata-kata yang menyakitkan.
- Wallahualam.
- Masyaallah.
- Jadi, ikhwan akhwat enggak gampang ya
- dalam kondisi seperti sekarang ini
- membangun jiwa-jiwa yang bening, jernih
- pada buah hati kita karena memang banyak
- hal yang mempengaruhi.
- Terus terkait dengan kasus kali ini, apa
- kata Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk kita
- simak.
- Mmm, masyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah.
- Kalau kita ingat
- begitu banyaknya
- kekasih Allah yang selalu
- dekat kepada-Nya.
- Kekasih Allah yang selalu bisa
- mendekatkan dirinya
- karena ada ucapan yang
- ringan tapi berat.
- Yaitu alhamdulillah.
- Ketika kita mengucapkan alhamdulillah,
- bagaimana Allah memberikan syukurnya
- kita kepada
- hamba yang benar-benar bersyukur.
- Jadi, kekasih Allah itu selalu berharap
- mensyukuri
- nikmat-nikmat yang datang kepada
- dirinya.
- Yang selalu dia memperoleh
- apa yang
- dirinya mendapatkan suatu hadiah yang
- besar dari siapa? Dari Allah.
- Kenikmatan-kenikmatan
- yang selalu dia harapkan, dia selalu
- mengatakan dari Allah.
- Ketika itu
- kita bisa perhatikan
- ketika seorang anak
- ya kurang lebih usianya 9 tahun
- dia bisa mengambil
- uang di dompet ibunya
- dengan mudah dia mengambil di dompet
- ibunya kemudian ibunya melihat dan marah
- menghukumnya
- apa yang terjadi?
- Terus-menerus seperti ini
- tapi ibunya tidak pernah melihat apa
- yang menyebabkan
- anak itu mengambil.
- Apa yang membuat anak itu mau mengambil?
- Padahal bukan dirinya ingin mengambil
- karena ada sesuatu dorongan yang bisa
- diambil untuk melakukan sesuatu.
- Apa yang membuat anak itu bisa
- mengambil?
- Bisa jadi karena anak laki-lakinya
- adiknya lebih diutamakan daripada si
- kakak ini.
- Bisa juga seperti itu
- si ibu tidak memahami keutamaan
- pada si anak laki-laki diutamakan karena
- anak perempuan
- sudah besar, ini anak kecil diutamakan.
- Dengan keutamaan anak itu, yang besar
- dibiarkan.
- Ketika si anak kecil meminta sesuatu
- diberikan, minta ini lagi diberikan.
- Tapi,
- ketika
- dia meminta sesuatu, nanti dulu.
- Walaupun diberikan, tapi ada kata-kata
- nanti dulu.
- [mendengus]
- Permasalahannya cuman sedikit, nanti
- dulu, nanti diberikan. Cuman nanti dulu.
- Kata-kata nanti dulu ini, sedangkan yang
- kecil langsung diberikan, langsung
- diberikan. Nah, coba kita perhatikan.
- Dari permasalahan yang kecil ini,
- akan menunjukkan diri anak itu
- berlebihan.
- Seperti yang tadi diutarakan oleh Ustaz
- Husein, bagaimana membimbing anak itu
- mencapai akhlak yang baik.
- Membimbing anak-anak kita untuk
- mendapatkan akhlak yang baik.
- Ketika dia melakukan sesuatu, kita
- berikan. Kalau kita tidak bisa, kita
- katakan, "Baik."
- Nah, oke, kita akan berikan.
- "Kamu sabar sebentar."
- Jadi, kata-kata bukan nanti dulu, "Kamu
- sabar, nanti saya kasih." Jadi, dia bisa
- menunggu, bukan nanti dulu.
- "Ntar dulu ya, ini dulu. Nah, Mama lagi
- megang adik. Oh, Mama lagi memberikan
- makan untuk adik." Dan dia menunggu,
- ngelihatin adiknya diberikan makan. Dia
- tidak
- Bagaimana prosesnya ini?
- Ketika dia menunggu, menanti, dia
- menunjukkan sifat-sifat yang tidak
- menyenangkan.
- Dengan kata-kata menunggu, dia berhasil
- untuk melakukan sesuatu.
- Karena dia tidak bisa menunggu dengan
- pelama.
- Dengan mencari, nungguin adiknya makan,
- nungguin adiknya ini, tapi dia tidak
- pernah tercapai keinginannya dan selalu,
- selalu, selalu seperti itu.
- Nah, ketika kesempatan datang,
- kesempatan datang, dia melihat, "Oh,
- mamanya ngambil ngambil uang dari dompet
- itu. Oh, mamanya dari dompet itu
- mengambil uang." Dia dengan diam dia.
- Dengan mamanya tidak ada, dia buka,
- diambil dia. Kerjakan.
- Dia bisa mengambil.
- Dia tidak memperhatikan bahwa ini salah.
- Kalau misalkan
- anak yang pertama itu meminta sesuatu,
- kemudian oke, baik.
- Kamu sabar sebentar. Kamu sabar
- sebentar. Oke, sabar.
- Sebentar, ya. Jangan kita bilangin bahwa
- saya sedang memberikan makan adik kamu.
- Saya lagi memberikan adik kamu makan,
- tidak.
- Kamu sabar sebentar. Insyaallah Ibu akan
- berikan.
- Dia oke, sabar. Ibu memberikan makan,
- mengasih ini, tiba-tiba memberikan, "Oh,
- saya dapat, saya bisa."
- Karena tidak ada efek yang menyebabkan
- kenapa kok adik? Kenapa kok adik dikasih
- makan dulu, bukan saya yang diminta
- duluan.
- Nah, dalam proses ini saja yang membuat
- dirinya dia
- akan mengambil, dia melihat.
- Dia melihat satu gejala, yang dua gejala
- dia akan melihat lagi. Misalnya
- dimarahin, dipukul enggak boleh ngambil
- di dompet. Oke, saya tidak akan
- mengambil di dompet.
- Dia diam.
- Misalnya di mana? Di lemari. Oh, naruh
- uangnya di lemari. Dia akan buka.
- Nah,
- kuncinya di mana? Diumpetin. Oke,
- kuncinya di mana? Taruhnya di mana? Dia
- akan melihat.
- Karena anak usia 9, 8 tahun itu sudah
- mulai berpikir.
- Kalau anak sudah mulai berpikir
- dikerjakan kepada negatif,
- bagaimana besar-besarnya dia kalau tidak
- pernah bernegatif?
- Ketika dia meminta sesuatu, mengambil
- sesuatu dengan sendiri, dan melakukannya
- dengan sendiri, dengan tindakan yang
- sendiri,
- kemudian apa yang kita harus lakukan?
- Ketika anak sejak dini kita buatkan
- akhlak yang baik,
- sebagaimana akhlak-akhlaknya Rasulullah
- dan sahabat-sahabatnya.
- Bagaimana?
- Tentunya kita berikan berdua anak dua
- anak ini dengan ucapan atau cerita
- tentang bagaimana akhlak-akhlak yang
- baik.
- Kalau kita menceritakan
- perbuatan-perbuatan yang baik,
- insyaallah
- si ibu juga akan merasakan, "Oh, saya
- telah memberikan perbuatan yang baik.
- Saya menyampaikan perbuatan yang baik."
- Maka ketika dia meminta sesuatu yang
- enggak bisa di langsung dikatakan tunggu
- sebentar. Oke, maaf. Tidak kata tunggu.
- Sebentar.
- Insya Allah
- Ibu akan kasih. Mama akan berikan.
- Jadi enggak pakai ngatakan kata-kata
- tunggu, nanti dulu.
- Kata-kata tunggu dan nanti dulu itu
- berat buat dia. Dia harus menungguin.
- Aduh, ini lama banget.
- Baru 5 menit, baru 3 menit, itu sudah
- lama.
- Waktunya akan berbagai.
- Karena dia waktunya begitu lama.
- Begitu lama waktunya dia, sehingga wah,
- enggak mantap, enggak enak.
- Dia merasakan waktu yang begitu lama,
- akhirnya diambil. Dia melakukan sesuatu
- yang tidak baik.
- Perbuatan-perbuatannya
- dia itu akibatnya. Coba kalau kita
- renungkan sejak kecil, coba kita berikan
- sama-sama bagaimana adiknya, kakaknya
- suatu hal yang baik, bagaimana akhlak,
- bagaimana bicara yang ter yang membuat
- dirinya
- adalah kebaikan.
- Dengan seperti itu akan membuat dirinya
- kuat.
- Dan kalau tidak, kalau tidak
- dari kecil dia diteruskan,
- dimarahin
- dia besar sedikit SMP, SMA, terus dia
- marah, dia akan berpikir sampai dia
- kuliah, sampai dia menikah, dia akan
- berpikir negatif.
- Jadi, anak itu yang membuat orang-orang
- yang negatif.
- Kalau dia sudah berpikir yang negatif,
- dia akan melakukan sesuatu yang negatif,
- maka perbuatan-perbuatannya
- itu teruskan negatif.
- Bisa nanti SMP dia cuman ngambil barang
- orang, lihatin ini ada orang punya. Dia
- enggak sengaja dalam orang minta, "Eh,
- kok diambil?" Oh, iya enggak cuman
- pegangan doang. Padahal dia akan ambil,
- kalau enggak ketahuan dia terus. Tapi
- kalau ketahuan, "Oh, iya."
- Sampai besar dan sampai besar itu dia
- akan memunculkan korupsi.
- Tindakan-tindakan yang kecil.
- Tindakan-tindakan semuanya
- nega eh
- tindakan-tindakan yang negatif.
- Jadi, perbuatan-perbuatan negatif itu
- yang membuat kecelakaan buat dirinya
- dia.
- Nah, coba kita perhatikan yang kedua.
- Bagaimana kok orang itu dia bisa
- disekap?
- Bagaimana orang itu di ambil, diculik,
- kalau tidak dilakukan perbuatan yang
- positif. Kalau orang itu benar-benar
- melakukan perbuatan yang positif, yang
- benar-benar bertindak baik, insyaallah
- tidak ada orang yang
- jahat pada dirinya.
- Karena ketika kita berbuat baik, ketika
- kita melakukan akhlak dari kecil sampai
- besar, sampai umur 29 tahun berbuat yang
- baik, insyaallah Allah akan jaga dirinya
- dari perbuatan-perbuatan yang tidak
- baik.
- Oleh karena itu, kenapa kok dia disekap
- dan sebagainya?
- Wallahualam
- apa yang terjadi
- pada diri anak itu. Yang penting bahwa
- sejak kecil, sejak mulai besar, dia
- dilakukan perbuatan negatif seperti itu.
- Tapi kalau dilakukan akhlak-akhlak yang
- baik, insyaallah kita tidak akan pernah
- dapat perbuatan seperti ini.
- Jadi yakinkan bahwa perbuatan-perbuatan
- yang positif, perbuatan-perbuatan yang
- baik, insyaallah akan menjadikan yang
- baik juga.
- Insyaallah.
- Masyaallah,
- jadi ikhwan akhwat,
- membangun karakter yang baik, akhlak
- yang baik, kayaknya sesuatu yang harus
- terus diperjuangkan. Ustaz Husein,
- closing idea, waktunya sudah habis.
- Bismillahirahmanirahim.
- Oleh seorang penyair yang bernama
- Syauqi, yang dibuang
- ke Andalusia
- oleh Inggris.
- Dia mengatakan, "Innamal umamul akhlaqu
- ma baqiyat, fainhumu dzahabu dzahabat
- akhlaquhum."
- Fondasi dan pilar satu bangsa adalah
- akhlak.
- Apabila akhlaknya
- rusak, bobrok, maka negara tersebut
- dipastikan dalam keadaan hancur walaupun
- menguasai sumber kekayaan alam yang amat
- baik.
- Oleh karena itu, akhlak
- [berdehem]
- yang akan membuat seorang hamba dicintai
- Allah,
- berkumpul di sisi Rasul karena yang akan
- bersama di samping Rasul yang paling
- mulia akhlaknya.
- Dan juga akan dicintai oleh keluarganya,
- dicintai oleh manusia. Karena Nabi
- dicintai bukan karena apa?
- Embel-embel yang bermacam-macam karena
- akhlak dan pekertinya yang mulia.
- Akhlak juga merupakan buah dari iman.
- Akhlak juga
- yang membuat seseorang mengalami
- kesuksesan dalam perjuangannya.
- Oleh karena itu, mari bersama-sama yang
- tadinya selama ini kita abaikan yang
- penting anak kita bisa bagus angkanya,
- nilainya, bisa keluar dari SMA masuk
- perguruan tinggi terbaik.
- Ini bukan merupakan apa?
- Sesuatu yang bisa
- membuat anak kita menjadi sukses. Tanpa
- akhlak dia gagal. Seperti kita lihat
- pendidikan-pendidikan yang menghasilkan
- sarjana bahkan tamat dari Harvard, dari
- Oxford, dari berbagai universitas.
- Kembali ke tanah air bukan membawa
- solusi, malah menjadi beban buat rakyat.
- Agar rakyat melayani dia, memberikan
- gaya hidup yang berlebihan, korupsi
- sana-sini. Di di akhlak itu yang akan
- memajukan bangsa kita. Akhlak yang
- menciptakan keharmonisan. Akhlak juga
- yang akan memberikan rasa aman dalam
- kehidupan kita. Kita akan menjadi orang
- yang dicintai Rasul, dicintai Allah,
- dicintai keluarga kita, dicintai oleh
- masyarakat. Mudah-mudahan
- Allah hiasi kita dengan makarimul
- akhlak, jauhkan dari
- ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan yang
- tidak senonoh yang menjatuhkan martabat
- kita di hadapan Allah, di hadapan juga
- keluarga kita maupun manusia.
- Subhanakallahumma wabihamdih. Asyhadu an
- la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik.
- Wal afwu minkum. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Dutin,
- Pak Abu Bakar dan ikhwan akhwat di
- manapun Radio Silaturahim bisa disimak.
- Mudah-mudahan kita dikaruniai kemampuan
- untuk meningkatkan, mengutamakan akhlak
- dalam keluarga kita ya. Billahi taufik
- walhidayah, wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- wabarakatuh.