Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 di Swai dia seorang kalau hamil begitu 0:03 mulai pertengahan hamilnya disuruh 0:05 istirahat gaji diberikan terus begitu 0:07 menyusui selama masa menyusui dia 0:09 diberikan gaji penuh diizinkan untuk 0:12 tidak bekerja kenapa karena anak yang 0:14 dikandung dilahirkan anak yang kelak 0:16 akan menjadi apa orang yang akan 0:18 mengemban amanat di masa akan datangil 0:23 TV 0:29 bismillah Bisillahirrahmanirrahim. 0:31 Asalamualaikum warahmatullah 0:33 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:35 rahimakumullah. Alhamdulillah 0:37 wasyukurillah kita bisa bersama-sama 0:39 kembali di acara psikologi keluarga yang 0:42 mudah-mudahan kehadirannya, bahasannya 0:46 mempersuasi kita semua untuk bisa 0:48 menjadi anggota keluarga yang jauh lebih 0:51 baik. Sebagai ayah bundakah atau sebagai 0:56 anak-anak. Dan tidak lupa tentu saja 0:58 salam selawat kita lantunkan untuk 1:00 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:02 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:05 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:08 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:10 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:13 akhir. 1:15 Ikhwan akhwat yang disayang Allah, 1:19 ustaz kita sudah datang untuk membahas 1:23 kasus hari ini. Asalamualaikum Ustaz 1:26 Husein, Ustaz Abu 1:27 Bakar. H. 1:29 Jadi kasus yang datang ada dua. Yang 1:34 pertama dari penyekapan wanita dan yang 1:37 kedua nanti kita akan bahas. Tapi 1:40 seperti biasanya sebelum kita mulai kita 1:42 akan bersama-sama membaca ummul kitab. 1:47 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:53 Bismillahirrahmanirrahim. 1:58 Alhamdulillahiabbil 2:01 alamin 2:03 arrahmanirrahim 2:07 maiki yaumiddin 2:10 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:16 ihdinasirathal 2:18 mustaqim 2:21 shathalladzina 2:23 an'amta alaihim 2:26 giriril 2:35 Amin. Allahuma amin. Jadi, ikhwan 2:39 akhwat, ustaz ini yang pertama dari 2:42 seorang istri yang sudah menikah 10 2:45 tahun, punya dua anak. Nah, 2:49 ketika anak pertama perempuan itu 2:51 melakukan hal-hal yang tidak baik 2:54 seperti mengambil uang di dompet 2:56 kemudian diingatkan untuk jangan 2:58 melakukan hal itu. Dia berjanji tapi 3:01 tetap saja dia melakukannya. 3:03 Berkali-kali masih saja seperti itu, 3:06 saya enggak sabar melihat anak seperti 3:08 ini. Jadi, saya menghukumnya dengan 3:12 tidak memberi uang jajan. Memang sih dia 3:14 hanya diam saja, tapi dia tetap saja 3:17 mengambil lagi dan enggak merasa jera 3:19 tuh, Ustaz dengan marah kemarahan saya 3:22 dan juga pukulan yang saya berikan. Yang 3:25 jadi permasalahan tuh, Ustaz, apa yang 3:27 harus dilakukan agar dia tidak melakukan 3:30 hal itu? Itu satu. Kemudian kasus yang 3:34 satunya lagi terkait dengan 3:37 penyekapan wanita selama 3 tahun. 3:40 Usianya 29 tahun, wanita ini jadi 3:42 korban. Karena kasus ini ee baru 3:46 terungkap setelah korban masuk ke rumah 3:50 sakit yaitu di Rumah Sakit Hasan Sadikin 3:53 Bandung. 3:54 Dia dapat informasi melalui WA, keluarga 3:58 korban langsung menuju rumah sakit dan 4:01 mendapati korban dalam kondisi yang 4:03 sangat memperhatinkan, Ustaz, yaitu luka 4:06 berat di bagian kepala, wajah, dan juga 4:09 kaki. Memang sih berdasarkan keterangan 4:12 polisi belum ditemukan siapa yang 4:15 melakukan hal tersebut. tidak diketahui 4:18 keberadaannya selama 3 tahun tadi. Dan 4:21 korban diduga mengalami berbagai bentuk 4:24 kekerasan baik fisik ataupun yang 4:27 menggunakan tangan kosong dengan benda 4:30 tumbul juga dan benda tajam. Pelajaran 4:34 apa nih, Ustaz, yang bisa kita ambil 4:36 dari kasus ini? Masih banyak 4:39 wanita-wanita yang menjadi korban 4:41 kekerasan kan, Ustaz? Terima kasih untuk 4:43 pencerahannya. Iya. 4:47 Bismillahirrahmanirrahim. 4:49 Alhamdulillahi rabbil alamin. 4:53 Hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 4:57 kama yuhibbu rabbuna. 5:00 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 5:04 abdika wa rasul 5:06 sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi 5:10 wasohbihi wasairina ala nahjihil qim ila 5:14 yaumiddin 5:16 subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 5:20 innaka antal alimul hakim allahum ahdina 5:24 subulam waakrijna minulumati 5:27 wahdinaal 5:31 Amma ba'du. Ikhwan akhwat pendengar 5:34 pemirsa yang dirahmati Allah. Ustaz Abu 5:37 Bakar Baraja yang setia menemani kita 5:43 dengan senyumnya yang menyejukkan. 5:45 Begitu juga Ibu Nur Nuning yang membawa 5:49 cahaya ya pada majelis kita dengan izin 5:52 Allah. Ada juga Al Ustaz Abul Hasan 5:55 Asyadiri ditemani oleh Ateb Setiabudi. 5:59 Kita kembali bertemu dalam psikologi 6:03 keluarga. Dengan sendirinya kita sebagai 6:06 kaum muslimin merujuk kepada bimbingan 6:09 dan tuntunan Allah Subhanahu wa taala. 6:13 Allah berfirman 6:15 di dalam 6:17 surah at-Tahrim 6:20 mengingatkan kita semuanya. Ya 6:22 ayyuhalladzina amanu qu anfusakum 6:27 wa ahlikum nar. Wahai orang-orang yang 6:30 beriman, 6:32 lindungi diri kalian dan keluarga kalian 6:35 dari azab api neraka. 6:40 Melindungi keluarga kita. 6:42 termasuk diri kita dari azab api neraka. 6:46 Maksudnya dari amal perbuatan yang akan 6:50 menjerumuskan kita ke dalam api neraka. 6:54 Oleh karena itu, 6:56 untuk menjaga keluarga kita, menjaga 6:59 diri kita, menjaga masyarakat kita, maka 7:04 dimulai pertama-tama dengan 7:07 menumbuhkan dan menyuburkan iman dalam 7:09 hati kita. 7:13 Iman akan tumbuh ya dengan ilmu. 7:18 Memahami kebesaran keagungan Allah. 7:20 Memahami bahwa Allah pencipta kita yang 7:22 maha tahu tentang diri kita. Juga 7:25 memahami bahwa kita merupakan makhluk 7:28 yang berhutang amat besar kepada Allah 7:30 dengan nikmat-nikmat yang kita dapatkan. 7:35 Kita ditempatkan di muka bumi sebagai 7:37 khalifahnya. Allah jadikan 7:39 makhluk-makhluk di bumi menjadi pelayan 7:41 yang melayani manusia. Bahkan sinar 7:43 mataharinya, kehangatannya, 7:46 angin yang bertiup, hujan yang turun, 7:50 kemudian oksigen juga yang kita hirupi. 7:54 Berbagai macam kekayaan di bumi dari 7:56 mulai pertanian, peternakan, kekayaan 8:00 lautnya ya dan berbagai macam kekayaan 8:04 tambangnya Allah sediakan bagi manusia. 8:07 Allah tidak menuntut dari manusia untuk 8:09 membayar speser pun atau menuntut dari 8:12 mereka untuk memberikan rezeki bagi 8:14 Allah. Tapi Allah 8:17 menguji kita. Apakah kita bersyukur 8:21 dengan nikmat yang Allah berikan? Lalu 8:23 kita mematuhi bimbingan petunjuknya, 8:26 semua kebaikannya kembali kepada kita. 8:29 Maka iman akan terus berkembang dengan 8:31 subur, dengan ilmu, 8:33 dengan syukur, 8:36 dengan kita taat pada Allah Subhanahu wa 8:38 taala. Dari sana lahirlah buah-buah 8:42 iman. 8:44 Apa buah iman yang paling penting, Mbak? 8:47 Akhlak. 8:49 Akhlak itu merupakan buah iman yang amat 8:52 penting dan itulah merupakan 8:56 tujuan diutusnya Nabi kita Muhammad 8:58 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 9:02 Innama buitu diutam makarimal akhl. 9:06 Sesungguhnya aku diutus hanya apa? Hanya 9:09 untuk menyempurnakan 9:10 makarim alakhlak 9:13 akhlak bersama Allah. 9:17 menjadi hamba yang bersyukur, hamba yang 9:19 taat, hamba yang selalu mengagungkan 9:22 Allah, merasakan kehadiran Allah bersama 9:24 diri kita. Malu di hadapan Allah atas 9:28 segala kebaikan yang begitu besar 9:30 terhadap kita. Kalau jiwa sudah 9:33 betul-betul apa dipenuhi dengan syukur, 9:37 kemudian mendorong dirinya untuk taat 9:40 malu kepada Allah, niscaya dia akan 9:42 menghiasi dirinya dengan apa yang 9:44 dicintai Allah. dan dia berusaha menjauh 9:47 dari apa-apa yang tidak disukai Allah. 9:50 Dan ketahuilah 9:51 dalam timbangan amal saleh manusia yang 9:54 paling berat adalah husnul khuluk, 9:57 akhlak yang baik. Ma minyai 10:01 ma minaiin 10:03 afqol fil mizan min husnil khul. Tidak 10:07 ada sesuatu yang lebih memberatkan 10:09 timbangan di sisi Allah daripada akhlak 10:12 yang baik. 10:14 Diriwayatkan oleh Tirmidzi begitu juga. 10:19 Akmalukum imanan ahasinukum aklaq. Orang 10:23 yang paling sempurna imannya kalau 10:25 kalian ingin lihat bukan dengan 10:27 Qurannya, 10:29 bukan dengan pembicaraannya, 10:31 bukan dengan gelarnya, bukan dengan 10:33 kekayaan dan penampilannya, atau dengan 10:36 nasabnya maupun sukunya. 10:38 Orang yang paling sempurna imannya 10:41 adalah orang yang paling baik akhlaknya. 10:43 ahasukum aklaq. 10:46 Oleh karena itu, 10:48 kalau kita ingin mengetahui sampai di 10:51 mana kedalaman dan kesempurnaan iman 10:54 seseorang, kita lihat pada akhlak. 10:59 Nah, orang tua 11:01 seharusnya betul-betul ya memulai dari 11:04 dirinya, dia menjaga dirinya agar dia 11:07 berakhlak sempurna. 11:09 Hari demi hari bukan bertambah mundur 11:11 malah bertambah maju akhlaknya. Kemudian 11:14 dia memberikan contoh di tengah 11:15 keluarganya agar berakhlak baik dan 11:18 mulia Mbak Nuni. 11:20 Agar dia menjaga hak-hak orang 11:22 sebagaimana dia menjaga hak dirinya. Dia 11:24 menghormati orang sebagaimana dirinya 11:26 ingin dihormati. Dia mencintai bagi 11:28 orang sebagaimana apa yang dicintai 11:30 untuk dirinya. 11:33 Nah, kalau setiap orang tua membimbing 11:36 ya anaknya bukan hanya melalui kata-kata 11:39 tapi melalui sikap dan perbuatan. 11:43 Jadi pendidikan pertama dimulai dengan 11:45 pendidikan akhlak agar iman yang 11:49 ditanamkan dalam hatinya itu betul-betul 11:52 berbuah. Bukan hanya daunnya banyak 11:53 tanpa buah, tapi buahnya amat banyak 11:56 dalam kehidupan ini. Kata-katanya baik, 11:59 mulia, 12:01 jujur, 12:03 amanat, ya. Kemudian menepati janji, 12:07 menghargai kehormatan orang lain. Kalau 12:11 semua ini kita miliki, dengan sendirinya 12:13 orang akan merasa aman dari gangguan 12:15 kita. Oleh karena itu, Mbak Nuning, kata 12:18 mukmin, kata mukmin ini ya bisa menjadi 12:22 nama Allah almukmin 12:25 artinya yang melimpahkan, 12:27 menganugerahkan 12:28 rasa aman. Dengan dia beriman pada 12:31 Allah, dia tidak akan gentar pada selain 12:33 Allah. Dia tidak akan takut dalam hidup 12:34 ini. Kebutuhannya semua ada pada Allah. 12:37 Kemudian mukmin yang menjadi ciri 12:40 manusia yang beriman itu orang lain 12:44 semua di sekelilingnya merasa aman dari 12:46 gangguan. 12:47 Bahkan orang tersebut mengharapkan 12:50 kebaikannya. Jadi almukmin itu ya 12:53 yukmanusyaruh 12:55 eh yukmanarruhu waurja khairuhu. Orang 12:59 berharap kebaikannya dan merasa aman 13:01 dari gangguannya. 13:03 Nah, kalau pendidikan ini Mbak Nun 13:05 dimulai di tengah-tengah anak-anak kita, 13:08 di tengah-tengah anak kita secara merata 13:12 seperti kita lihat karakter building 13:14 yang dibangun di Jepang, 13:16 di Australia, Islandia Baru, di Eropa, 13:20 mereka sebelum mengajarkan pelajaran 13:22 umum seperti matematik dan lain 13:24 sebagainya, yang pertama mereka bangun 13:26 akhlak. 13:29 Akhlak ini mereka biasakan hingga apa? 13:32 tanpa mereka perlu memikirkan lagi. 13:34 Mereka tahu apa yang harus dilakukan 13:36 dalam setiap gerak-gerik mereka. Karena 13:38 apa? Selalu diingatkan. Jadi selama 13:41 setahun, 2 tahun Bapak itu masalah 13:42 akhlak diutamakan. 13:44 Bahkan lulus tidak lulusnya seseorang 13:47 bukan hanya bergantung pada kemampuan 13:49 dalam berbahasa atau matematik atau yang 13:51 lain, tapi tergantung bagaimana sikap 13:54 akhlak. 13:55 Saya punya teman, kebetulan dia menjadi 13:58 atase militer di Belanda. Kira-kira 14:01 mungkin sekitar ini mungkin 20 tahun 14:03 yang lampau ya. Saya lama enggak bertemu 14:06 dengan beliau. 14:09 Dia bekerja di atase militer di Belanda. 14:11 Ya, maksudnya mewakil Indonesia. 14:14 Anaknya sekolah di sana. Anaknya sekolah 14:16 di sana. Waktu si anak pulang ke 14:18 Indonesia, si ayah ibu bingung luar 14:21 biasa. 14:23 Karena si anak selalu mengatakan ini 14:24 tidak benar ya. Ini salah. Ini enggak 14:27 boleh sama sekali kita mengganggu 14:28 hak-hak umum. J pada saat salat Id atau 14:31 Jumat orang keluar ke jalan. Ini enggak 14:33 benar ya. Ini betul-betul mengganggu 14:36 fasilitas umum, mengganggu laluitas 14:38 orang lain. Bicara juga kalau bohong ya. 14:42 Jadi si ayah ibu bingung bagaimana kalau 14:44 dia salahkan anaknya menyalahkan yang 14:47 benar. Kalau dia benarkan si anak 14:50 bagaimana akan hidup di tengah-tengah 14:51 masyarakat Indonesia yang semuanya 14:53 boleh. 14:57 Jadi bagaimana mereka dari mulai 14:59 kanak-kanak membangun karakter yang 15:02 sehat dan baik. 15:05 Maka ter heran di Swedia 15:07 anggota DPR Masing enggak punya mobil 15:10 pribadi dinas itu enggak punya juga apa 15:13 ee pengawal yang mengawalnya dengan 15:15 voidnya. Dia naik mobil umum berangkat 15:17 ke DPR dia bekerja berjuang untuk 15:20 kepentingan rakyat. 15:22 Presiden Uragoai 15:25 Mojika 15:30 diminta tinggal di istana, dia menolak 15:31 tinggal di rumah sederhana di perkebunan 15:35 gajinya 90% diserahkan kepada 15:37 orang-orang yang butuh. Dia hanya 15:39 menerima 10% dan dia cukup dengan 15:42 pakaian sederhana, gaya hidup sederhana, 15:45 dia mengabdikan dirinya untuk rakyat. 15:48 Dia pernah merasakan masa-masa susah. 15:50 Dia tidak ingin sama sekali rakyatnya 15:53 merasakan penderitaan seperti yang 15:54 dialami dia karena tragedi dan perbuatan 15:57 zalim orang lain. 16:00 Di Swedia seorang kalau hamil 16:04 begitu mulai pertengahan hamilnya 16:06 disuruh istirahat gaji diberikan terus. 16:09 Begitu menyusui, selama masa menyusui, 16:12 dia diberikan gaji penuh, 16:16 diizinkan untuk tidak bekerja. Kenapa? 16:19 Karena anak yang dikandung dilahirkan, 16:20 anak yang kelak akan menjadi apa? Akan 16:23 menjadi 16:27 orang yang akan mengemban amanah di masa 16:29 akan datang. 16:32 Padahal Swedia bukan negara sumber 16:34 seperti kita. negara yang sebagian 16:36 waktunya itu dalam kondisi bersaju 16:38 negara Skandinavia kan jangan ditanya. 16:41 Tapi mereka dengan kondisi yang ekstrem 16:43 tersebut mereka berjuang, mereka 16:45 berusaha menegakkan keadilan padahal 16:47 agama tidak dominan. 16:49 Tapi apa? Melalui karakter building yang 16:51 dibangun dari mulai kanak-kanak sampai 16:54 mereka merasakan bahwa ini bahagia dari 16:55 hidupnya. 16:57 Kalau kita umat Islam hafal Quran, 17:01 menguasai hadis ya, berjubah, 17:05 berjidat hitam, bersorban ya, tapi 17:09 ternyata tidak berakhlak, 17:11 malah menyebarkan fitnah, perpecahan. 17:13 Masing-masing mengklaim dirinya 17:15 merupakan orang yang benar, yang lain 17:17 semua salah dan bejat. 17:20 Maka kalau kita lihat mereka maju, kita 17:22 mundur, jangan salahkan mereka. Jangan 17:25 kalau kita gagal kita katakan bahwa ini 17:27 konspirasi 17:29 negara-negara Z. Betul mereka 17:31 berkonspirasi. Tapi kalau kita tidak 17:32 buka diri kita mengikuti ajakan mereka, 17:36 tidak mungkin kita akan apa? kita akan 17:39 mundur dan hancur. 17:41 Saksikan Iran 17:44 bukan merupakan negara adidaya tadi. 17:47 Bahkan ketika diboikot bertahun-tahun, 17:51 dia memulai 17:53 memulai perkembangan teknologinya dari 17:57 kapal-kapalan. Dia belajar Mbak Uni 17:59 kapal-kapalan main-mainan. 18:01 Mulai dari sana mereka belajar sedikit 18:02 demi sedikit. 18:05 Mereka bertahan berhadapan dengan 18:07 embargo, bertahan berhadapan dengan 18:09 kesulitan. Tapi rakyat hidup sejahtera. 18:11 Harga bahan bakar murah, gas juga murah. 18:14 Mereka bukan menetapkan harga, 18:16 membandrol harga sebagaimana harga gas 18:18 dunia atau minyak dunia, tapi 18:20 disesuaikan untuk rakyat. Bayangkan per 18:22 literas 18:24 mereka bisa pakai sepuas-puasnya bayar 18:26 cuma beberapa bulan sekali. 18:30 Rakyat merasakan keadilan. Hingga ketika 18:32 mereka diserang, mereka terpanggil untuk 18:34 bersatu. 18:36 Saya menyampaikan Iran bukan mengajak 18:38 orang menjadi Syiah, tapi belajar dari 18:40 sebab kemajuan orang lain. Kalau masih 18:43 menggiring ke sana berarti memang Anda 18:45 orang yang tidak layak untuk diajak 18:46 bicara. Orang-orang yang betul-betul 18:48 tidak mampu berpikir. Belajar walaupun 18:51 dari negara kafir atau negara yang tidak 18:53 seiman, Selandia Baru, Australia. Kenapa 18:56 mereka maju? Kenapa negara Skandinavia 18:58 maju seperti Finlandia dan lain 19:00 sebagainya? Padahal beberapa bulan itu 19:02 gelap gulita. 19:04 Kenapa mereka maju? 19:06 Karena mereka pertama-tama membangun 19:08 akhlak pekerti yang luhur hingga 19:12 rakyat mereka bekerja sama saling 19:14 menghargai, saling menghormati. Saya 19:17 punya teman berangkat ke Australia 19:20 bekerja. 19:21 Kebetulan pulang di malam hari Mbak 19:23 Nuning. 19:24 He. 19:25 Karena tidak tahan mengantuk, dia tidur 19:27 di antara dua kursi. Jadi, kakinya 19:28 melintang di jalan. 19:29 Heeh. 19:31 Seorang perempuan mau keluar dari bus 19:33 tertahan oleh apa? 19:34 Laki 19:35 dia berusaha untuk 19:37 keluar dari bawah dia apa namanya? 19:40 Dia tidak melangkai tapi dari bawah ke 19:42 senggol. Ketika bangun dia, si perempuan 19:45 yang minta maaf. Saya minta maaf Anda 19:47 mengantuk saya mengganggu tidur Anda. 19:51 Bayangkan Pak 19:52 luar biasa. 19:54 Jadi kita lihat bahwa kita betul-betul 19:57 telah kehilangan inti dari agama kita 20:01 yang merupakan buah dari iman dan 20:03 merupakan tujuan dari misi nabi kita 20:06 yaitu akhlak dan pekerti yang luhur. 20:08 Nah, kalau kita berhadapan dengan kasus 20:10 kita saat ini, 20:12 ibu 20:14 punya dua orang anak, satu laki-laki, 20:15 satu perempuan. 20:17 Yang perempuan ternyata tangannya suka 20:20 panjang 20:21 mengambil ya apa yang menjadi milik 20:24 ibunya. Ibunya memukul, menghukum. 20:27 Apakah ini jalan keluar? 20:29 Tidak. 20:30 Pukulan akan meningkatkan 20:32 pembangkangannya, 20:34 penentangannya. 20:38 Hukuman-hukuman juga yang tidak mendidik 20:40 ya bukan membuat dia jerah malah membuat 20:43 dia mencari-cari jalan bagaimana untuk 20:46 melakukan aktivitasnya dengan cara yang 20:49 licin 20:51 apalagi pergaulan di luar. Ibu pernah 20:53 bertanya enggak apa kira-kira sebab 20:55 sampai dia melakukan perbuatan seperti 20:57 ini? Ibu harus tahu. Ibu harus kenali 20:59 anak ibu dari dekat. Karena kalau ibu 21:02 tidak berusaha, masa orang lain lebih 21:03 kenal anak ibu. 21:06 Ibu perhatikan enggak bagaimana 21:07 pergaulannya di luar? Apalagi zaman 21:10 sekarang kan terjadi persaingan pada 21:12 anak-anak yang masih puber. 21:14 Pada anak-anak usia SMP, SMA itu anak 21:17 ingin menonjol di antara teman-temannya. 21:19 Nah, kalau teman-temannya punya uang 21:21 berjajan, punya ini, punya itu, 21:24 sedangkan anak ibu 21:27 tidak punya kemampuan tersebut, dia akan 21:30 berpikir kalau tidak ada jalan yang 21:32 baik, yang benar, dia akan tempuh jalan 21:35 yang salah mengambil uang orang tuanya. 21:37 Yes, betul. 21:39 Oleh karena itu, Ibu harus selalu 21:41 betul-betul dekat dengan anak, 21:43 mengingatkan kepada anaknya. Pada saat 21:46 kita susah bersabar, pada saat kita 21:48 mampu, kita nikmati nikmat Allah sambil 21:50 bersyukur. Kamu jangan tergiur pada 21:52 teman-teman kamu yang nampak mereka itu 21:55 kelihatan 21:57 bersenang-senang dengan apa yang 21:59 diberikan orang tua. Itu bukan hasil 22:00 kerja mereka. 22:02 Dan kebiasaan seperti ini kebiasaan yang 22:04 tidak sehat. Pada saat si ibu atau orang 22:07 tua punya, dia hidangkan buat anaknya 22:09 apa yang pantas. Kemudian pengaruh 22:11 gadget. Pengaruh gadget ini Mbak Nun 22:13 luar biasa. Kenapa banyak anak-anak 22:16 melakukan tindakan-tindakan 22:18 ofensif yang ekstrem? 22:22 Padahal orang tuanya cukup baik, 22:25 lingkungan juga cukup baik. Kenapa? Dia 22:27 menyaksikan tontonan-tontonan film 22:31 baik itu kekerasan termasuk di antaranya 22:33 penyekapan wanita. 22:37 Jadi film-film horor, film-film juga ee 22:41 katakan yang menunjukkan apa namanya 22:43 kesadisan laki-laki atau perempuan yang 22:46 melakukan penyekapan terhadap wanita. 22:49 Terkadang hanya karena disakiti, 22:50 ditolak. Terkadang karena dia punya 22:53 hipersek, dia perlakukan wanita dengan 22:55 perlakuan-perlakuan yang tidak baik. 22:58 Jadi berbagai macam sebab dari tontonan 23:01 yang disaksikan 23:02 itu berdampak negatif pada dirinya. 23:05 Kalau orang dewasa masih bisa menimbang. 23:08 Tapi kalau orang kecil 23:09 yang sedang tumbuh masa-masa puber 23:12 syahwatnya sedang bergelora dan dia 23:14 minder untuk mendapatkan teman perempuan 23:18 ya karena dia merasa dipandang remeh. 23:21 Mungkin karena latar belakang tidak 23:22 punya uang atau karena latar belakang 23:24 katakan keluarganya yang tidak punya. 23:27 itu bisa aja menyebabkan akhirnya 23:29 laki-laki yang minder ini berubah 23:31 menjadi laki-laki yang apa 23:34 yang melakukan tindakan apa karena 23:35 begitu tertekan jiwanya dia enggak mampu 23:38 secara baik ber apa namanya berinteraksi 23:41 dengan teman-temannya melakukan 23:42 pendekatan dengan cara baik karena rasa 23:44 minder akhirnya mengakibatkan ledakan 23:47 akhirnya mendorong dia untuk melakukan 23:49 tindakan-tindakan apa kejahatan biasanya 23:52 yang melakukan penyiksaan seperti ini, 23:54 penyekapan, orang-orang yang mengalami 23:55 gangguan jiwa. 23:57 mengalami gangguan jiwa, mengalami 24:00 trauma. Dia tidak mampu lakukan ya 24:03 hal-hal yang baik, yang sehat dengan 24:05 cara yang baik. Dilakukan cara-cara yang 24:08 buruk. Dan ini sering terjadi laki-laki 24:10 yang direndahkan oleh seorang wanita. 24:14 Perempuan mengatakan, "Kalau di dunia 24:16 tidak ada manusia 24:18 kecuali hanya engkau, saya lebih suka 24:21 menikah dengan seekor anjing." 24:23 Itu ucapan yang menyakitkan ini membuat 24:26 si laki-laki menyimpan dendam yang luar 24:28 biasa. Apalagi si perempuan dari 24:30 kalangan mampu berkumpul bersama 24:31 teman-temannya juga yang mampu. Akhirnya 24:34 dia menyimpan dendam, kebencian. 24:37 Satu hari dia punya kesempatan 24:40 diculik wanitanya, disekap, bahkan ada 24:43 yang dikubur hidup-hidup. 24:46 Oleh karena itu hendaknya 24:48 perempuan-perempuan juga menjaga omongan 24:50 mereka. Mereka berakhlak baik. Mereka 24:52 juga berdoa kepada Allah memohon 24:54 perlindungan. Karena yang bisa 24:55 melindungi anak-anak kita termasuk kita 24:58 hanya Allah Subhanahu wa taala. Jadi 25:00 orang tua di samping mendidik anaknya 25:02 berakhlak baik, menghormati orang lain, 25:04 menjaga lisannya, mendidik dirinya untuk 25:07 selalu berdoa sehabis salat, bangun di 25:09 waktu malam, mohon pada Allah. Karena 25:12 cara-cara seperti ini akan membuat dia 25:14 dicintai Allah, Allah lindungi dia dan 25:16 dicintai, dihormati oleh manusia. 25:22 Dan hendaknya wanita-wanita yang di 25:24 bawah umur ini, orang tua jangan pernah 25:26 sama sekali mengabaikan pengawasan. 25:29 pergaulan dia, lingkungan dia, dan 25:32 ingatkan ingatkan perlakuan-perlakuan 25:35 yang berbahaya buat dirinya. Jadi wanita 25:39 kalau sudah mulai berkembang jangan 25:41 bergesekan dengan laki-laki. Jangan 25:43 laki-laki dibiarkan apa namanya memegang 25:46 tubuhnya ya dan lain-lain sebagainya. 25:48 Arti jangan sampai dibiarkan. 25:51 Karena kalau ini dibiarkan lama-kelamaan 25:53 berdampak negatif pada si wanita 25:55 tersebut. Begitu juga kepada pelaku. Kan 25:59 kadang-kadang mereka menutupi 26:00 gerak-geriknya dengan apa? Dengan 26:02 alasan-alasan sayang dan lain 26:03 sebagainya. Padahal orang ini mengalami 26:05 kelainan. 26:07 Kita lihat penyakit pedofilia dan lain 26:09 sebagainya kan berkembang saat ini. 26:11 Bahkan pemerkosaan terhadap anak-anak 26:14 laki-laki yang melakukan adalah 26:16 orang-orang yang kita enggak 26:17 sangka-sangka sama sekali. Laki-laki 26:19 melakukan pencaburan terhadap anak 26:21 kecil. Oleh karena itu, di samping 26:23 pendidikan akhlak, penegakan hukum 26:26 betul-betul harus tegas. 26:29 Kalau dibiarkan tidak akan menimbulkan 26:31 efek jerak. Oleh karena itu, pencabulan 26:33 terhadap anak-anak kecil atau pencabulan 26:36 terhadap wanita itu seharusnya 26:38 hukumannya mati. 26:40 Bukan hukuman cambuk, tapi hukuman mati. 26:44 Apa? Kalau zina itu suka sama suka. 26:47 Artinya orang berzina baik dia dengan 26:50 pelacur atau dengan teman wanitanya atas 26:52 dasar suka sama suka tanpa paksaan. Oleh 26:55 karena itu hukuman zina itu dikenakan 26:57 100 kali cambukan apabila terbukti 27:00 dengan empat orang saksi yang adil. 27:02 Kalau tidak dapat dibuktikan, maka 27:04 ingatkan dia untuk beristigfar, 27:07 untuk mohon ampun, bertobat dari 27:08 kesalahannya. Tapi kalau mencabuli orang 27:11 itu traumanya luar biasa. Sampai 27:13 sepanjang hidupnya dia mengalami trauma. 27:16 Oleh karena itu hukumannya hukuman 27:18 alifsad fil ard. Orang-orang yang 27:20 melakukan kerusakan di muka bumi. Jadi 27:23 yang melakukan pencabulan 27:25 yang menimbulkan trauma berat bukan 27:27 hanya pada anaknya, pada orang tuanya 27:28 juga dan pada masyarakat. Ini penyekapan 27:31 menimbulkan takut. Enggak 27:32 menimbulkan ketakutan kan. Oleh karena 27:34 itu, orang-orang seperti ini tidak boleh 27:36 sama sekali apa diberikan hak istimewa, 27:39 dihukum mati agar menimbulkan efek jera 27:43 buat orang lain. Bukan karena kekejaman 27:45 biasanya satu kali, dua kali hukuman 27:47 akan membuat masyarakat dan umat apa? 27:51 berhenti melakukan perbuatan tersebut. 27:53 Oleh karena itu pada masa Nabi dalam 27:56 riwayat sepanjang Nabi itu ya ee 28:00 pemerintah begitu juga diikuti oleh para 28:02 sahabatnya hanya enam kasus perzinaan 28:04 yang dihukum. 28:07 Enam kasus perzinaan. 28:11 Orang berhati-hati sewaktu saya di Mesir 28:14 itu kalau perempuan keluar malam hingga 28:16 pukul 12.00 malam tidak ada yang berani 28:19 ganggu sama sekali. Beda dengan kondisi 28:21 B sekarang ketika kita saksikan 28:24 bagaimana ee satelit-satelit terbuka 28:28 untuk menyaksikan film-film yang vulgar, 28:31 film-film yang berbahaya terbuka buat 28:33 rakyat Mesir cuma melalui parabola tanpa 28:35 harus bayar. 28:36 Heeh. 28:39 Sampai kita saksikan pria sama wanita 28:41 bisa berciuman di mall yang dulu tidak 28:43 pernah ada. Dulu kalau ada laki-laki 28:45 sama perempuan tertawa-tawa di jalan, 28:47 ada namanya polisi adab yang Anwar 28:49 Syahad apa namanya? E mulai itu langsung 28:52 ditangkap, diberikan peringatan. 28:55 Jam 12.00 malam perempuan keluar. 28:57 Kenapa? Karena kalau sampai dia berani 28:59 memperkosa hukuman mati. 29:03 Jadi karena hukuman yang berat membuat 29:05 apa? Orang khawatir dan takut. Ini bukan 29:08 berarti kejam tapi hukuman sifatnya itu 29:11 pertama menimbulkan efekah. Kedua, 29:13 menjaga kehormatan orang-orang yang tak 29:16 berdosa. Yakni menjaga kesucian 29:17 kehormatan mereka. Ini samping iman 29:20 pendidikan akhlak yang buah-buahnya 29:22 begitu indah, harus betul-betul kerja 29:25 sama antara negara dan rakyat 29:27 masyarakat. 29:29 Oleh karena itu, kenapa ada amar makruf 29:31 nahi mungkar? Supaya kalau ada yang 29:33 ganjil bersama-sama masyarakat 29:34 mengingkari perbuatan tersebut hingga 29:36 dia merasa perbuatannya salah. Tapi 29:38 kalau masyarakat mendiamkan, 29:40 membenarkan, apalagi merestui, seperti 29:42 ketika menganggap LGBT merupakan hak 29:44 asasi manusia, mereka menganggap LGBT 29:47 itu merupakan variitas seksual, bukan 29:49 penyakit jiwa. Ini kejadian. 29:53 Jadi, kita lihat bagaimana mereka 29:54 memandang LGBT, pergaulan homoseksual 29:56 dan kaum lesbi ini merupakan variitas 29:59 seksual dan merupakan hak mereka untuk 30:01 melakukan bukan gangguan jiwa. 30:05 Jadi dengan pendidikan iman, akhlak yang 30:08 dibiasakan orang tua, lingkungan yang 30:10 sehat melahirkan opini yang sehat dan 30:13 film-film yang berkembang baik melalui 30:16 ee melalui apa? Melalui YouTube, melalui 30:19 juga katakan sinema itu harus 30:22 betul-betul film yang sifatnya melidik. 30:25 Yang buruk harus dihindari. Yang menarik 30:28 Cina. Cina itu negara yang betul-betul 30:32 memprotect hal-hal semacam ini untuk 30:34 tidak disaksikan oleh rakyat hingga etos 30:38 kerja mereka meningkat, pergaulan mereka 30:40 juga semakin baik. Ya, pada jumlah 30:42 penduduk mereka kan miliar lebih. 30:45 Bayangkan coba. Tapi mereka berhasil 30:47 mengubah Cina yang tadinya merupakan 30:49 negara candu, negara seks, negara 30:52 minuman bebas. Ya, ternyata sekarang 30:55 berubah. Tidak ada YouTube di Cina, tapi 30:58 mereka punya apa? Punya pengganti 31:01 YouTube. Itu semua yang bermanfaat untuk 31:03 rakyatnya ya mereka sajikan. Sedangkan 31:07 yang tidak baik mereka filter. Mereka 31:09 menggunakan YouTube juga tapi menyaring. 31:12 Mereka saring. Yang dianggap apa? 31:13 Kemudian mereka juga punya apa? Punya 31:15 juga apa? Punya juga berbagai macam 31:19 provider yang menyajikan hal-hal yang 31:21 sifatnya pendidikan. Jadi kalau kita mau 31:24 apa namanya menyaksikan YouTube mis 31:26 enggak ada sama sekali. 31:28 Jadi hal-hal yang bisa merusak rakyatnya 31:30 semua dijauhkan. 31:32 Bahkan kampanye anti rokok itu 31:34 berkembang dengan pesat sampai-sampai 31:36 apa, Kak Ustaz? Jumlah perokok dari hari 31:38 ke hari menurun, Indonesia 31:41 meningkat. 31:42 Ini menunjukkan bahwa kita ini mayoritas 31:45 beragama Islam tapi iman belum tumbuh di 31:47 hati kita. Dari iman akan muncul nanti 31:50 akhlak pekerti yang luhur. Bukan hanya 31:52 tata krama bahasa yang manis seperti 31:55 orang-orang bilang Indonesia rakyatnya 31:56 santun, tapi pemimpinnya amanat, jujur, 32:01 tidak korupsi, menepati janji. Ini 32:03 akhlak. 32:04 Tapi kalau basa-basi, kata-kata yang 32:07 baik dan santun itu bisa aja casing yang 32:10 menutupi kebusukan akhlak seseorang. 32:13 Jadi betul-betul kita harus serius 32:15 mendidik akhlak bangsa kita. Yang 32:18 beragama Kristen mereka fokus mendidik 32:20 akhlak pada pemeluknya. Yang beragama 32:23 yang lain pun demikian. Dan kalau kita 32:25 lihat orang-orang Buddha itu 32:27 memperhatikan berbagai macam nilai-nilai 32:29 universal dan ujar-ujar yang membimbing 32:31 mereka untuk apa? Untuk bisa betul-betul 32:34 berakhlak baik. 32:36 Jadi kesimpulannya 32:39 tidak sama sekali bermanfaat orang yang 32:41 beragama 32:43 tapi akhlaknya buruk malah dia akan 32:45 menudaya agamanya. Ladina liman la 32:49 akhlaqalah. Tidak ada agama bagi orang 32:52 yang tidak memiliki akhlak. Begitu juga 32:54 ladina liman la. Tidak ada agama pada 32:57 seorang yang tidak berakal. 32:59 Jadi antara iman, akal dan akhlak 33:03 merupakan kesatuan yang tidak dapat 33:05 dipisahkan. Oleh karena itu, kita perlu 33:08 mengingatkan diri kita berhadapan dengan 33:10 kejadian anak ibu. Ibu harus akrab 33:14 dengan anak ibu harus mengetahui kenapa 33:17 sampai dia melakukan hal ini. Ibu ajak 33:18 dia berdiskusi, berdialog. kita kalau 33:21 disentuh oleh orang tua kita, oleh ibu 33:24 kita dengan bahasa yang baik, dengan 33:27 mengajak dia berpikir meren itu hati 33:29 kita luruh. 33:30 Kita akan merasa malu menyesali 33:31 perbuatan kita dan hibur. Kamu wajar 33:35 kalau melakukan hal ini karena dasar 33:37 kebodohan, tidak tahu sebabnya. Tapi 33:39 kalau kamu biarkan kamu bergaul di luar, 33:41 ini menunjukkan kamu lebih baik dari 33:43 teman kamu. Bukan dengan cara ini, 33:45 dengan belajar, dengan ilmu, dengan 33:46 akhlak. Kamu bisa mengalahkan mereka. 33:49 berikan cerita-cerita, pengalaman yang 33:50 berguna buat dia. Jadi, orang tua harus 33:53 tahu betul apa yang menyebabkan anak 33:56 melakukan perbuatan seperti ini. Bisa 33:58 aja teman-teman yang menyuruh karena 34:00 ingin disayang oleh teman, dia mencuri 34:02 supaya bisa memberikan rokok teman. Ada 34:04 yang membelikan ini kenyataan 34:06 kita anak kecil itu ingin dihargai oleh 34:08 apa? 34:08 Oleh teman-teman kita. 34:11 Jadi masalahnya ibu tanamkan yang baik 34:14 buat anak-anak ibu 34:16 kemudian dekat dengan anak. 34:19 Biarkan dia terbuka. Kalau dia berbuat 34:21 kesalahan, berikan pintu maaf yang 34:24 seluas-luasnya. Ingatkan padanya, kamu 34:26 tidak ee tidak hina karena kamu 34:29 melakukan kesalahan. 34:31 Tapi orang yang tidak berupaya untuk 34:34 memperbaiki diri, berulang-ulang 34:36 melakukan kesalahan, lama-kelamaan 34:38 akalnya akan apa? Akalnya akan menurun. 34:41 Nah, berkaitan dengan kasus penyekapan 34:44 ini dengan sendirinya di samping agama, 34:47 orang tua, pemerintah, dan masyarakat 34:51 harus bekerja sama. Kalau tidak mustahil 34:55 kasus semacam ini bisa dihindari. Maka 34:57 kita berharap menghimbau para ulama, 34:59 para ustaz, para cendikiawan, tokoh, 35:02 masyarakat. Coba mari bersama-sama kalau 35:03 kita biarkan hal ini terjadi, kita 35:05 berdiam, besok akan mengenai kita, besok 35:08 akan menimpa keluarga kita. Tapi kalau 35:11 kita serius melakukan perbaikan, watw 35:13 bilhaqqi watu bisabri, insyaallah kasus 35:17 kejahatan semacam ini akan dapat 35:19 dihilangkan atau tidak diminimalisir. 35:24 Dan ingat, jangan pernah lepas 35:28 hendaknya kita selalu berdoa. Doakan 35:30 diri kita, anak kita dan cara-cara 35:32 memukul, cara-cara yang kita anggap 35:36 tidak sesuai untuk pertumbuhan anak pada 35:39 masa kini. 35:40 Ini cara-cara yang tidak dilakukan 35:42 Rasul, tidak dilakukan keluarga Rasul, 35:45 tidak dilakukan juga oleh 35:47 sahabat-sahabat Rasul yang melakukan 35:49 biasanya masyarakat jahiliah. 35:52 Jadi kerasnya orang tua seperti ini 35:54 merupakan hal yang tidak tepat. Tidak 35:56 akan menyelesaikan persoalan malah akan 35:58 menambahkan pembangkangan bagi anak-anak 36:01 kita. kebencian yang bisa mendorong 36:03 mereka melakukan perbuatan-perbuatan 36:05 yang lebih buruk lagi. Seperti kasus 36:08 seorang anak bisa membunuh ibunya 36:10 sendiri. 36:12 Hanya karena apa? 36:14 Karena si ibu mengingatkan dia belajar 36:16 jangan sering-sering 36:18 menggunakan handphone, tapi dengan cara 36:21 yang apa? menyakitkan. Kalau dia ambil 36:24 hati anaknya pelan-pelan, dia ingatkan 36:26 untuk berpikir walaupun sedang mabuk 36:28 jejet masih bisa. Tapi jangan 36:30 sekali-kali baik itu orang tua terhadap 36:32 anak, anak terhadap orang tua, suami 36:35 terhadap istri, istri terhadap suami, 36:37 atau di antara sesama teman menggunakan 36:39 kata-kata yang meyakinkan. 36:42 Wallahuam. 36:44 Masyaallah. 36:46 Jadi, ikhwan akhwat, enggak gampang ya 36:50 dalam kondisi seperti sekarang ini 36:52 membangun jiwa-jiwa yang bening, jernih 36:56 pada buah hati kita. karena memang 36:58 banyak hal yang mempengaruhi. Terus 37:01 terkait dengan kasus kali ini, apa kata 37:03 Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk, kita simak. 37:09 Masyaallah. 37:10 Bismillahirrahmanirrahim. 37:13 Asalamualaikum warahmatullahi 37:16 wabarakatuh. 37:17 Waalaikumsalam. 37:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:19 wabarakatuh. 37:21 Alhamdulillah. 37:24 Kalau kita ingat 37:26 begitu banyaknya 37:32 kekasih Allah yang selalu 37:35 dekat kepadanya. 37:38 Kekasih Allah yang selalu bisa 37:42 mendekatkan dirinya karena ada ucapan 37:46 yang 37:48 ringan tapi berat. Yaitu alhamdulillah. 37:53 Ketika kita mengucapkan alhamdulillah, 37:57 bagaimana Allah memberikan syukurnya 38:01 kita kepada hamba yang benar-benar 38:04 bersyukur. 38:06 Jadi kekasih Allah itu selalu berharap 38:11 mensyukuri nikmat-nikmat yang datang 38:15 kepada dirinya 38:18 yang selalu dia memperoleh 38:21 apa yang membuat dirinya mendapatkan 38:24 suatu hadiah yang besar. Dari siapa? 38:27 Dari Allah. 38:30 kenikmatan-kenikmatan 38:31 yang selalu dia harapkan, dia selalu 38:35 mengatakan dari Allah. 38:39 Ketika itu kita bisa perhatikan 38:43 ketika seorang anak ya kurang lebih 38:48 usianya 9 tahun, 38:52 dia bisa mengambil 38:56 uang di dompet ibunya. 39:00 Dengan mudah dia mengambil dompet 39:02 ibunya. Kemudian ibunya melihat dan 39:06 marah 39:08 menghukumnya. 39:10 Apa yang terjadi? 39:14 terus-menerus seperti ini, tapi ibunya 39:18 tidak pernah melihat apa yang 39:22 menyebabkan 39:23 anak itu mengambil. 39:29 Apa yang membuat anak itu mau mengambil? 39:34 Padahal bukan dirinya ingin mengambil 39:39 karena ada sesuatu dorongan yang bisa 39:42 diambil untuk melakukan sesuatu. 39:48 Apa yang membuat anak itu bisa 39:51 mengambil? 39:52 Bisa jadi karena anak laki-lakinya, 39:57 adiknya lebih diutamakan daripada si 40:02 kakak ini. 40:05 Bisa juga seperti itu. Si ibu tidak 40:09 memahami keutamaan 40:12 pada si anak laki-laki diutamakan karena 40:15 anak perempuan sudah besar. Ini anak 40:18 kecil diutamakan. 40:23 dengan keutamaan anak itu yang besar 40:27 dibiarkan. 40:29 Ketika si anak kecil meminta sesuatu 40:32 diberikan, minta ini lagi diberikan. 40:36 Tapi ketika dia meminta sesuatu nanti 40:41 dulu walaupun diberikan tapi ada 40:44 kata-kata nanti dulu. 40:50 permasalahannya cuman sedikit. Nanti 40:53 dulu nanti diberikan cuman nanti dulu 40:57 kata-kata nanti dulu ini sedangkan yang 41:01 kecil langsung diberikan. Langsung 41:04 diberikan. Nah, coba kita perhatikan 41:08 dari permasalahan yang kecil ini 41:12 akan menunjukkan diri anak itu 41:15 berlebihan. 41:18 Seperti yang tadi diutarakan oleh Ustaz 41:21 Husin, bagaimana 41:23 membimbing anak itu mencapai akhlak yang 41:28 baik, 41:31 membimbing anak-anak kita untuk 41:34 mendapatkan akhlak yang baik. Ketika dia 41:38 melakukan sesuatu, kita berikan. Kalau 41:42 kita tidak bisa, kita katakan baik. Nah, 41:46 oke kita akan berikan. Kamu sabar 41:49 sebentar. 41:51 Jadi kata-kata bukan nanti dulu kamu 41:54 sabar nanti saya kasih. Jadi dia bisa 41:57 menunggu bukan nanti dulu 42:01 entar dulu ya. Ini dulu. Nah, mama lagi 42:03 megang adik. Oh, mama lagi memberikan 42:06 makan untuk adik. Dan dia menunggu 42:09 ngelihatin adiknya diberikan makan. Dia 42:11 tidak. 42:14 Bagaimana prosesnya ini? 42:18 Ketika dia menunggu, menanti, dia 42:22 menunjukkan sifat-sifat yang tidak 42:25 menyenangkan 42:28 dengan kata-kata menunggu, dia berhasil 42:31 untuk melakukan sesuatu. 42:36 Karena dia tidak bisa menunggu dengan 42:38 pelama dengan mencari nungguin adiknya 42:42 makan, menungguin adiknya ini, tapi dia 42:44 tidak pernah tercapai keinginannya dan 42:48 selalu selalu selalu seperti itu. 42:51 Nah, ketika kesempatan datang, 42:56 kesempatan datang dia melihat, "Oh, 42:58 mamanya ngambil mengambil uang dari 43:01 dompet itu." Oh, mamanya dari dompet itu 43:04 mengambil uang dan dengan diam dia 43:07 dengan mamanya tidak ada dibuka diambil 43:10 di kerjakan. 43:11 Dia bisa mengambil dia tidak 43:14 memperhatikan bahwa ini salah. 43:20 Kalau misalkan 43:22 anak yang pertama itu meminta sesuatu 43:26 kemudian, "Oke, baik, kamu sabar 43:30 sebentar, kamu sabar sebentar." Oke, 43:33 sabar sebentar ya. Jangan kita bilangin 43:38 bahwa saya sedang memberikan makan adik 43:40 kamu. Saya lagi memberikan adik kamu 43:43 makan. Tidak. Kamu sabar sebentar. 43:46 Insyaallah ibu akan berikan. 43:50 Ya. Oke. Sabar. Ibu memberikan makan, 43:52 mengasih ini, tiba-tiba memberikan oh 43:55 saya dapat, saya bisa. 43:59 Karena tidak ada efek yang menyebabkan 44:03 kenapa kok adik, kenapa kok adik dikasih 44:05 makan dulu bukan saya yang diminta 44:07 duluan. 44:09 Nah, dalam proses ini saja yang membuat 44:14 dirinya dia akan mengambil, dia melihat. 44:18 Dia melihat satu gejala yang dua gejala 44:21 dia akan melihat lagi. Misalnya 44:23 dimarahin, dipukul, enggak boleh ngambil 44:25 di dompet. Oke, saya tidak akan 44:28 mengambil di dompet. Dia diam. Misalnya 44:32 di mana? Di lemari. Oh, naruh uangnya di 44:34 lemari. Dia akan buka 44:37 kuncinya di mana? diumpetin. Oke. 44:39 Kuncinya di mana? Taruhnya di mana? Dia 44:42 akan melihat. 44:44 Karena anak usia 98 tahun itu sudah 44:49 mulai berpikir. 44:51 Kalau anak sudah mulai berpikir 44:55 dikerjakan kepada negatif, 44:59 bagaimana besar-besarnya dia kalau tidak 45:01 pernah bernegatif? 45:05 ketika dia meminta sesuatu, mengambil 45:09 sesuatu dengan sendiri dan melakukannya 45:12 dengan sendiri, dengan tindakannya 45:14 sendiri, kemudian apa yang kita harus 45:17 lakukan 45:20 ketika anak sejak dini kita buatkan 45:25 akhlak yang baik 45:27 sebagaimana akhlak-akhlaknya Rasulullah 45:30 dan sahabat-sahabatnya. 45:32 Bagaimana 45:34 tentunya kita berikan berdua anak dua 45:38 anak ini dengan ucapan atau cerita 45:42 tentang bagaimana akhlak-akhlak yang 45:44 baik. 45:46 Kalau kita menceritakan 45:48 perbuatan-perbuatan yang baik, 45:50 insyaallah si ibu juga akan merasakan, 45:54 "Oh, saya telah memberikan perbuatan 45:56 yang baik. Saya menyampaikan perbuatan 45:59 yang baik." Maka ketika dia meminta 46:03 sesuatu yang enggak bisa langsung 46:06 dikatakan tunggu sebentar. Oke, maaf 46:10 tidak kata tunggu sebentar 46:14 insyaallah 46:15 ibu akan kasih, mama akan berikan. 46:19 Jadi enggak pakai kata-kata tunggu nanti 46:23 dulu. 46:24 Kata-kata tunggu dan nanti dulu itu 46:27 berat buat dia. Dia harus menungguin. 46:30 Aduh, ini lama banget. 46:33 Baru 5 menit, baru 3 menit itu sudah 46:36 lama. 46:40 Waktunya akan berbagai 46:43 karena dia waktunya begitu lama. 46:50 Begitu lama waktunya dia sehingga wah 46:55 enggak mantap, enggak enak. 47:00 Dia merasakan waktu yang begitu lama. 47:02 Akhirnya dia ambil. Dia melakukan 47:05 sesuatu yang tidak baik. 47:08 Perbuatan-perbuatannya dia itu 47:10 akibatnya. Coba kalau kita renungkan 47:14 sejak kecil, coba kita berikan sama-sama 47:18 bagaimana adiknya, kakaknya suatu hal 47:22 yang baik, bagaimana akhlak, bagaimana 47:26 bicara yang ter yang membuat dirinya 47:31 adalah kebaikan. 47:34 Dengan seperti itu akan membuat dirinya 47:38 kuat. Dan kalau tidak, kalau tidak dari 47:42 kecil dia diteruskan, 47:45 dimarahin, 47:47 dia besar sedikit SMP, SMA terus dia 47:52 marah, dia akan berpikir sampai dia 47:55 kuliah, sampai dia menikah, dia akan 47:58 berpikir negatif. 48:01 Jadi, anak itu yang membuat orang-orang 48:04 yang negatif. 48:08 Kalau dia sudah berpikir yang negatif, 48:10 dia akan melakukan sesuatu yang negatif, 48:13 maka perbuatan-perbuatannya 48:15 itu teruskan negatif. 48:19 Bisa nanti SMP dia cuma ngambil barang 48:22 orang lihatin ada orang punya, dia 48:25 enggak sengaja dan orang kok diambil. 48:27 Oh, iya enggak cuman pegangan doang. 48:29 Padahal dia kan ambil. Kalau enggak 48:31 ketahuan dia terus. Tapi kalau ketahuan 48:34 oh iya. 48:36 sampai besar dan sampai besar itu dia 48:40 akan memunculkan korupsi, 48:44 tindakan-tindakan yang kecil, 48:47 tindakan-tindakan semua 48:50 ee tindakan-tindakan yang negatif. 48:55 Jadi perbuatan-perbuatan negatif itu 48:58 yang membuat kecelakaan buat dirinya 49:01 dia. Nah, coba kita perhatikan yang 49:05 kedua, 49:07 bagaimana kok orang itu di bisa disekap? 49:10 Bagaimana orang itu diambil, diculik 49:14 kalau tidak dilakukan perbuatan yang 49:19 positif? Kalau orang itu benar-benar 49:23 melakukan perbuatan yang positif, yang 49:27 benar-benar bertindak baik, insyaallah 49:31 tidak ada orang yang 49:34 jahat pada dirinya. 49:36 Karena ketika kita berbuat baik, ketika 49:39 kita melakukan akhlak dari kecil sampai 49:42 besar, sampai umur 29 tahun, berbuat 49:46 yang baik, insyaallah Allah akan jaga 49:50 dirinya dari perbuatan-perbuatan yang 49:53 tidak baik. 49:56 Oleh karena itu, kenapa kok dia disekap 49:59 dan sebagainya? 50:01 Wallahuam. Apa yang terjadi pada diri 50:05 anak itu? Yang penting bahwa sejak 50:09 kecil, sejak mulai besar dia 50:13 dilakukan perbuatan negatif seperti itu. 50:17 Tapi kalau dilakukan akhlak-akhlak yang 50:20 baik, insyaallah kita tidak akan pernah 50:24 dapat perbuatan seperti ini. Jadi 50:27 yakinkan bahwa perbuatan-perbuatan yang 50:31 positif, perbuatan-perbuatan yang baik, 50:34 insyaallah akan menjadikan yang baik 50:38 juga. Insyaallah. 50:41 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, 50:45 membangun karakter yang baik, akhlak 50:48 yang baik, kayaknya sesuatu yang harus 50:50 terus diperjuangkan. Ustaz Husein, 50:52 closing idea. Waktunya sudah habis. 50:55 Bismillahirrahmanirrahim. 51:01 Ada seorang penyair yang bernama Syaqi 51:03 yang dibuang 51:06 ke Andalusia 51:08 oleh Inggris. 51:10 Dia mengatakan, "Innamal umamul aklaqu 51:13 ma baqiat fain humuhabuhabat 51:15 akum." Fondasi dan pilar satu bangsa 51:19 adalah akhlak. 51:20 Apabila akhlaknya 51:23 rusak bobrok, maka negara tersebut 51:25 dipraktisikan dalam keadaan hancur 51:27 walaupun menguasai sumber kekayaan alam 51:28 yang amat baik. 51:30 Oleh karena itu, akhlak yang akan 51:33 membuat seorang hamba dicintai Allah, 51:37 berkumpul di sisi Rasul karena yang akan 51:39 bersa di samping Rasul yang paling mulia 51:41 akhlak dan juga akan dicintai oleh 51:44 keluarganya, 51:46 dicintai oleh manusia. Karena Nabi 51:48 dicintai bukan karena apa? Embel-embel 51:51 yang bermacam-macam. Karena akhlak dan 51:53 pekertinya Allah. 51:55 Akhlak juga merupakan buah dari iman. 52:00 Akhlak juga yang membuat seseorang 52:03 mengalami kesuksesan dalam 52:05 perjuangannya. Oleh karena itu, mari 52:07 bersama-sama yang tadinya selama ini 52:09 kita abaikan. Yang penting anak kita 52:11 bisa bagus angkanya, nilainya bisa 52:14 keluar dari SMA masuk perguruan tinggi 52:16 terbaik. 52:17 Ini bukan merupakan apa? Sesuatu yang 52:20 bisa membuat anak kita menjadi sukses. 52:25 Tanpa akhlak dia gagal. Seperti kita 52:27 lihat pendidikan-pendidikan yang 52:29 menghasilkan sarjana bahkan tambah dari 52:30 Harva, dari Oxford, dari berbagai 52:32 universitas 52:34 kembali ke tanah air bukan membawa 52:36 solusi malah menjadi beban buat rakyat 52:40 agar rakyat melayani dia, memberikan 52:42 gaya hidup yang berlebihan, korupsi sana 52:44 sini. Jadi akhlak itu yang akan 52:47 memajukan bangsa kita. Akhlak yang 52:49 menciptakan keharmonian. Akhlak juga 52:51 yang akan memberikan rasa aman dalam 52:53 kehidupan kita. Kita akan menjadi orang 52:55 yang dicintai Rasul, dicintai Allah, 52:57 dicintai keluarga kita, dicintai oleh 52:59 masyarakat. Mudah-mudahan Allah hiasi 53:02 kita dengan makarimul akhlak. Jauhkan 53:05 dari ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan 53:08 yang tidak senonoh yang menjatuhkan 53:10 martabat kita di hadapan Allah, di 53:12 hadapan juga keluarga kita maupun 53:14 manusia. Subhanakallahumma wabihamdik 53:17 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 53:19 wa atubu ilaik walu minkum. 53:22 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:24 wabarakatuh. 53:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:27 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Utin, 53:30 Pak Abu Bakar, dan ikhwan akhwat di 53:32 manaun radio silaturahim bisa disimak. 53:35 Mudah-mudahan kita dikaruniai kemampuan 53:39 untuk meningkatkan, mengutamakan akhlak 53:42 dalam keluarga kita ya. Billahi taufik 53:44 wal hiidayah. Wasalamualaikum 53:45 warahmatullahi wabarakat. 53:46 Waalaikumsalam.