Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:37 [musik] 0:44 [musik] 0:53 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:54 warahmatullahi wabarakatuh. 0:55 Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu 0:58 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 1:01 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 1:05 allahumfani bima alamtani waimni ma 1:08 yangfoni warzuqni ilman yangfauni. 1:10 Dipancarkan dari jalan Masjid 1:11 Silaturahim nomor 36 Kalimangis, 1:14 Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim dan 1:16 Rasil TV untuk Islam yang satu. 1:19 Pendengar ikhwan akhwat yang dirahmati 1:22 Allah Subhanahu wa taala. Apa kabar Anda 1:24 di pagi menuju siang hari ini? Semoga 1:27 kabar Anda dalam keadaan sehat walafiat 1:30 di mana pun Anda berada yang di rumah 1:33 ataupun di perjalanan ataupun di tempat 1:35 kerjanya masing-masing. Ikhwan akhwat, 1:37 senang sekali saya di kesempatan kali 1:39 ini dapat kembali menyapa Anda. Saya 1:41 Angga Aminuddin ditemani oleh Ondi di 1:44 kameramen. Ada Algi di meja operator. 1:47 Kami hadir dalam kajian ekonomi Islam. 1:51 Kita masuki hari Selasa, hari yang ke-23 1:55 di bulan Juni 2026, hari yang ke-8 ya di 1:59 bulan Muharram 1448 Hijriah. Dan kajian 2:04 ekonomi Islam kita edisi hari ini 2:06 bersama guru kita, narasumber kita yang 2:09 alhamdulillah beliau telah hadir di 2:10 studio, Ustaz Ikhwan Basri. 2:13 Asalamualaikum warahmatullahi 2:14 wabarakatuh, Pak Ustaz. 2:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:17 wabarakatuh. 2:18 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 2:19 Alhamdulillah sehat walafiat. 2:21 Alhamdulillah sehat walafiat. Ini siaran 2:23 perdana kita di tahun hijriah yang baru 2:28 1448 2:30 Hijriah nih, Pak Ustaz ya. [batuk] 2:33 Ee topik kita Ikh ikhwan akhwat di 2:36 kesempatan kali ini 2:38 ee kita berduka cita ya, Pak Ustaz ya. 2:41 Du 2:41 kita berdukacita di pekan lalu, Ikhwan 2:45 Akhwat. Salah satu tokoh ekonomi Islam 2:49 yang paling berpengaruh di dunia bisa 2:52 dikatakan seperti itu ya dan juga 2:55 populer di dunia ekonomi Islam yaitu Dr. 2:59 Muhammad Umir Capra wafat 13 Juni 2026 3:05 pekan lalu di rumahnya di Jeddah Saudi 3:09 Arabia. Dan bagi kajian ekonomi Islam 3:13 kita familiar dan kita ee sering 3:16 mendengar gitu ya. Karena memang 3:18 rujukan-rujukan 3:20 apa yang kita kaji di acara ini itu 3:23 banyak bersumber dari karya-karya 3:26 beliau. Begitu Pak Ustaz ya. 3:28 Tulisannya, buku-bukunya, 3:30 pandangan-pandangannya 3:32 gitu ya. Dan ternyata beliau ini wafat 3:35 di usia di atas 90 tahun. Iya. 93 tahun 3:40 nih 3:41 di 13 Juni 2026 yang lalu dan dimakamkan 3:44 di Jan Almualla. Ini saya langsung dia. 3:48 Iya. Ini beritanya sudah langsung ada 3:51 nih, Pak Ustaz. 3:52 Nanti kita akan mengenal lebih dalam 3:54 ikhwan akhwat siapa sebenarnya sosok dr. 3:56 Muhammad Umir Capra ini gitu ya. Dan 3:59 kita mengenang dari pemikiran-pemikiran 4:02 ekonomi Islam yang saat ini digunakan 4:05 oleh sebagian besar umat itu teori 4:07 tentang apanya gitu ya. Lalu bagaimana 4:09 pandangan-pandangan beliau melihat 4:11 ekonomi Islam ini di masa lalu, di masa 4:13 kini, bahkan di masa yang akan datang 4:16 gitu ya. Karena kan prediksi-prediksinya 4:18 juga ada tuh dalam catatan-catatan 4:20 beliau. 4:21 Bagi Ustaz Ikhwan sendiri, beliau pasti 4:25 mengenang lebih ee lebih dalam lagi gitu 4:27 ya dan lebih intim lagi karena memang ee 4:30 banyak juga analisa, tulisan bahkan buku 4:34 yang terinspirasi dari almarhum ya Pak 4:36 Ustaz ya. Nah, di kesempatan kali ini 4:38 Ustaz Iwan Basri akan cerita Iwan Ah 4:40 bagaimana sebenarnya beliau mengenal ee 4:43 tokoh ini. Lalu juga beliau nanti akan 4:46 ee mengingatkan kita kembali bahwa 4:49 pemikiran dr. Umir Capra dalam ekonomi 4:52 Islam itu ternyata ee sangat ee penting 4:55 dan juga menentukan gitu ya dalam 4:57 perkembangan ekonomi Islam. Memulai dari 5:00 mana, Pak Ustaz? Berbicara tentang 5:01 [berdehem] 5:02 almarhum Dr. Muhammad Umir Capra. Monggo 5:05 Pak Ustaz. Ya, terima kasih Masangga. 5:08 Asalamualaikum warahmatullahi 5:10 wabarakatuh. 5:11 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 5:15 wassalamu ala asrofil iya wal mursalin 5:18 nabiyina wa rasulina Muhammadin wa ala 5:21 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 5:24 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:27 radio silaturahim yang dirahmati Allah 5:29 subhanahu wa taala. 5:31 Alhamdulillah 5:33 kita bersyukur ke hadirat Allah 5:35 Subhanahu wa taala yang selalu dan 5:37 senantiasa 5:39 mencurahkan rahmatnya kepada kita 5:41 sekalian sehingga 5:44 pada hari ini kita 5:47 dapat ee melangsungkan siaran live 5:52 terutama sekali ialah tentang guru saya 5:56 sendiri, Dr. Muhammad Umar Capra. 6:00 Dan siaran ini spesial. Sebetulnya 6:04 harusnya minggu lalu ya. Karena minggu 6:06 lalu itu kita hari tanggal merah. 6:09 Iya. 6:10 Hari Selasanya tanggal merah 6:12 tanggal 14 ya. 6:14 Padahal tanggal 13 ini beliau wafat dan 6:16 langsung saya dapat ee berita itu ee 6:20 dari Jeda dari beberapa kawan juga ya. 6:23 Saya sangat bersedih. Maka saya ucapkan 6:27 innillahi 6:29 wa inna ilaihi rojiun atas wafatnya guru 6:32 saya, Dr. Muhammad Narrang. Nah, ee di 6:39 Republika juga teman saya nulis tentang 6:41 itu ya. dan di seluruh media di 6:44 mana-mana itu apalagi di Pakistan ya itu 6:48 sangat apa namanya besar kayak jadi 6:51 headline ya tentang wafatnya beliau ini 6:54 termasuk di Saudi Arabia. Jadi saya mau 6:58 cerita dari awalnya dulu ya. Ee beberapa 7:02 informasi yang akan saya sampaikan ini 7:04 ada yang tertulis, ada yang beliau 7:06 sampaikan langsung kepada saya. Karena 7:09 semenjak tahun 2000 saya dengan beliau 7:13 ini ee terlibat langsung ee apa namanya 7:17 ee pertemuan langsung beberapa kali. 7:20 Bahkan saya pernah ke rumahnya itu dua 7:22 kali hampir tiga kali ya yang tiga kali. 7:25 Jadi karena ada hal yang tidak membuat 7:27 kita bisa ketemu. Jadi ee Dr. Muhammad 7:31 Umar Sapra ini sebetulnya aslinya itu 7:34 adalah dilahirkan di Bombai di India 7:38 tahun 1932 kalau tidak salah. Pada waktu 7:42 itu belum ada Pakistan. 7:46 Jadi beliau ini ee masih ee dilahirkan 7:50 di subkontin istilahnya itu India lah 7:52 gitu. Sama dengan orang-orang yang lahir 7:55 tahun 1930 di Indonesia tidak dinamakan 7:58 di Indonesia 7:59 India Belanda. Bung Karno lahirnya di 8:03 Indaia Belanda. Pak Harto ya lahirnya di 8:05 Inda Belanda. Bapak saya sendiri 8:07 lahirnya di Hind Belanda karena dulu 8:09 belum ada Indonesia. Nah, itu sama. Jadi 8:11 pada waktu itu belum terjadi pemisahan 8:14 antara India dengan Pakistan. Tapi kedua 8:18 negara itu dulu disatukan dengan India 8:20 di bawah kekuasaan Inggris ya. 8:23 Kemudian ketika terjadi apa namanya 8:27 pemisahan antara Pakistan dengan Inggris 8:30 ee perjanjian Simla 1947 kalau tidak 8:33 salah begitu itu kemudian terjadi hijrah 8:37 ya. 8:38 Jadi sebetulnya Pakistan itu terjadi 8:40 empat provinsi. Satu itu shin yang ibu 8:44 kotanya karaji. Dua itu lah apa namanya? 8:47 Panjak itu nama ibu kotanya Lahor. 8:50 Kemudian NFV itu pesyawar. Kemudian 8:53 Balucistan di kueta. Itu empat itu ya. 8:57 Kenapa empat ini menjadi negara 8:59 Pakistan? Karena dalam perjanjian SIMLA 9:02 itu dikatakan bahwa 80% penduduk 9:05 beragama Islam ya ikut Pakistan. Yang 9:07 kurang daripada itu ikut India. Makanya 9:10 dulu Bangladesh itu Pakistan namanya 9:13 Pakistan Timur is Pakistan karena lebih 9:16 dari daripada 20% eh 80% pendukunnya 9:18 beragama Islam. Nah, itu semenjak 9:20 Pakistan didirikan itu sebenarnya 9:22 terdiri dari dua negara yaitu Pakistan 9:24 Barat dan Pakistan Timur. Tapi semenjak 9:26 tahun 1971 9:28 dia mendirikan negara sendiri namanya 9:30 Bangladesh ya sampai sekarang. Nah, 9:34 beliau kelahirannya di India, tapi 9:37 setelah ee berdirinya negara Pakistan, 9:39 beliau hijrah ke Karaci. 9:42 Ya, kelihatannya ini beliau ini 9:44 keluarga-keluarga pedagang ya. Iya. 9:47 Keluarga berada dan pedagang. Dan banyak 9:49 guru-guru saya itu yang pindah karar. Di 9:51 antaranya ya Prof. Dr. Khursusid Ahmad 9:55 itu juga temannya Pak Umar Capra. Begitu 9:57 juga Prof. Dr. Anis Ahmad itu juga itu 10:01 asalnya dari Bombai ya, pindah ke 10:03 Pakistan karena ingin hijrah dari India 10:06 ya. Nah, setelah di Karaci beliau ini eh 10:10 kuliah di University of Karaci ee apa 10:15 kalau dulu namanya BA MBA begitu lah ya. 10:17 Jadi memang dari kecil itu udah udah 10:20 dari S1-nya itu udah ekonomi, kemudian 10:23 S2-nya juga ekonomi. Nah, setelah 10:26 selesai di master di ee master di eh 10:29 Karj University, beliau mendapatkan apa 10:32 namanya beasiswa untuk melanjutkan S3 di 10:35 Amerika Serikat 10:37 tahun '. Jadi pada tahun 50-an itu 10:40 banyak negara merdeka itu mendapatkan 10:42 beasiswa kebanyakan ya dari Food 10:44 Foundation, macam Indonesia juga banyak 10:47 ya. Misalnya kita lihat tokoh-tokoh apa 10:50 namama ekonom kita, Pak Sumitro, Pak 10:52 Sadli ya ee itu kan dapat biasa seperti 10:56 itu termasuk BJ Habibi 10:58 ya walaupun itu ke Jerman ya. Kemudian 11:00 yang yang lain banyak yang ke 11:02 negara-negara sosialis, negara Uni 11:04 Soviet dulu ke Rusia, ke Hongaria, ke 11:07 Polandia, ke Cekot Slovakia tapi karena 11:10 peristiwa G30S mereka enggak bisa balik 11:12 pulang ke sini. Ya, itu jadi ee banyak 11:17 yang sarjana-sarjana muda dari 11:19 negara-negara berkembang itu mendapat 11:21 beasiswa untuk belajar beberapa 11:24 perguruan tinggi di Amerika atau di 11:26 Barat ya dalam berbagai bidang termasuk 11:29 berbagai teknis ataupun bidang ekonomi. 11:32 Dr. Umar Japra salah satu di antaranya. 11:35 Jadi akhirnya beliau menyelesaikan ee 11:37 apa namanya kuliah di Amerika Serikat 11:41 dan menyelesaikan doktornya. Dan pada 11:44 tahun 4065 11:46 1965 beliau balik ke Pakistan ya untuk 11:51 ya mungkin maksudnya pada waktu itu 11:53 mengabdi ke negaranya karena beliau 11:57 adalah warga negara Pakistan pada waktu 11:58 itu. Tapi enggak lama ya ee beliau di 12:02 Pakistan itu kelihatannya kurang cocok 12:05 lingkungannya kalau enggak salah ya. 12:07 Akhirnya dia balik lagi ke Amerika dan 12:09 kemudian tidak berapa lama pindah ke 12:11 Saudi. Di Saudi beliau bekerja di sama 12:17 Saudi Arabia Monetary Agency kalau 12:20 enggak salah namanya begitu. 12:21 Iya. 12:22 Itu sama itu kayak OJK di sini. Dan 12:24 beliau bekerja di sama itu sampai 12:27 pensiun tahun 99. 12:30 Hm. 12:30 Jadi kalau dihitung 35 tahun ya. 12:34 Nah, semenjak itu beliau dianugerahi 12:38 menjadi warga negara Saudi. Maka kalau 12:41 kita lihat dari kewarganegaranya ya, 12:43 pertama India, He. 12:45 Kemudian Pakistan, kemudian Saudi Arabia 12:48 sampai beliau wafat ini ke warganegarnya 12:51 Saudi Arabia. Iya. G 12:55 itu ya. Jadi setelah beliau pensiun dari 12:58 sama, beliau masuk IRTI 13:01 international training eh international 13:04 research and training institute. Itu 13:06 bagian dari IDB 13:08 untuk tran training perbankan syariah. 13:10 Jadi termasuk cekal bakal bank syariah 13:13 di Indonesia ini pusat trainingnya di 13:15 IRTI itu 13:16 termasuk saya pernah di training sana. 13:18 Malaysia juga begitu. Jadi IDB didirikan 13:21 pada tahun 1976 kalau tidak salah. 13:25 Kemudian mereka membuat namanya IRTI 13:28 international research and training 13:30 institute dan melatih semua sumber daya 13:32 manusia yang akan mendirikan bangsa rara 13:35 masing-masing termasuk Indonesia, 13:36 Malaysia, Brunei dan lain sebagainya. 13:39 Ya, jadi karena itu maka perbankan 13:42 setara Indonesia itu ya istilahnya cucu 13:44 cicitnya daripada IDB gitu. 13:47 [berdehem][mendengus] 13:47 Karena tanpa itu enggak mungkin ya 13:49 termasuk saya sendiri saya ditraining 13:52 oleh Irti ya. 13:54 Jadi ee cikal bakal bangsa ada di dunia 13:57 itu ya dari IDB. Nah, Dr. Umar Capra 13:59 akhirnya setelah pensiun beliau di irti. 14:02 Selama diirti saya ketemu sekali saya di 14:05 Jeda ya. Jadi saya ketemu di kantornya 14:08 kemudian sekali lagi saya ketemu di 14:10 rumahnya. Di rumah mungkin dua kali. 14:12 H 14:12 ya. Kemudian apa namanya yang ketiga itu 14:17 hampir yang ketiga itu saya mau ke sana 14:18 itu tahun 2019. Nah, ini di rumahnya ini 14:22 foto saya di rumahnya itu pas habis 14:23 umrah itu. 14:24 Hm. 14:25 Tahun berapa itu, Ustaz? 14:26 Itu 2019. 14:27 Iya. Iya, 14:28 iya. Nah, kalau ini di LPPI di kantor 14:30 saya ee lembaga pengembangan. Iya. 14:33 Oh, ketika beliau berkunjung ini ke 14:34 Indonesia. itu tahun 2005 kalau enggak 14:35 salah ketika ada konferensi 14:37 internasional tentang ekonomi dan 14:39 keuangan syariah 14:40 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan 14:43 beliau mendapat kesempatan untuk 14:45 berbicara di situ. Kemudian waktu 14:47 kosongnya saya bawa kantor saya ini di 14:49 kantor saya di LPPI di Kemang Raya 35 14:51 itu. Iya. 14:52 Iya. 14:54 Iya. 14:55 Ya, kalau ini di rumahnya sebetulnya 14:57 kalau di rumahnya itu banyak foto-foto, 14:58 tapi yang hanya saya dengan berdua itu 15:01 cuman satu perdua. Yang lainnya kan 15:03 dengan istrinya, dengan istri saya 15:05 segitu banyak. 15:06 Jadi saya tampilkan yang ini aja ya itu. 15:09 Jadi saya itu kenal dengan beliau itu 15:13 mula-mula tahun 99 kalau tidak salah. 15:16 H 15:17 ya beliau sudah diirti, sudah pensiun 15:20 ya. Pada waktu itu saya ee 15:24 menterjemahkan empat buku beliau. Yang 15:26 pertama adalah Islam and Economic 15:29 Challeng. Ini ada Islam dan Tentangan 15:30 Ekonomi, 15:31 kemudian Islam dan Pembangunan Ekonomi, 15:35 kemudian masa depan ekonomi Islam, 15:38 kemudian sistem notar Islam. Yang ini 15:40 diterbitkan oleh ee Gema Insanipres. 15:43 Nah, pada waktu itu Gema Insani Pres 15:45 ingin mendapatkan apa? Kayak semacam 15:48 kata pengantar gitu loh 15:49 dari beliau. beliau kirim 15:52 ya. Setelah dikasih itu kemudian dikirim 15:55 suratnya satu lembar dari dr. Marcapra. 15:58 Maka kalau kita lihat di dalam buku ini 16:01 itu ada kata pengantarnya dari beliau 16:03 ya. Satu lembar ya 16:06 yang membolehkan bahwa ee buku-buku saya 16:09 kata beliau diterjemahkan oleh saudara 16:10 Ikhwan Abidin, 16:12 diterbitkan oleh Gema Insan Press atau 16:14 yang lain disebutkan begitu. 16:16 Dan beliau tidak minta royalti. Enggak. 16:20 Di dalam surat itu dikatakan begitu juga 16:21 di liner terakhir, 16:23 saya tidak minta apapun nih. Itu kalau 16:27 terjadi misalnya ee dijual belikan 16:29 menjadi ini itu hanya menjadi amal 16:31 jariah saya saja. 16:33 Biasanya kan ada royalti ya karya 16:35 intelektual gini. 16:35 Iya. He 16:36 dia membolehkan semua gitu. Makanya 16:39 kalau ada orang-orang Indonesia itu yang 16:42 mau menterjemahkan bukunya, beliau 16:44 nanya, "Kamu minta izin ke Ikhwan 16:47 Abidin?" Padahal saya bukan pemiliknya, 16:50 tapi selalu begitu ya. 16:52 Jadi seolah-olah saya itu menjadi wakil. 16:54 Jadi pada waktu itu ee saya belum kenal 16:58 eh belum ketemu secara fisik ya. Tapi 17:01 saya mengenal beliau ini ketika saya 17:03 kuliah ya. 17:05 Jadi beliau kan dari tahun 5, 1965 17:09 sampai 99 itu kan dia kerja di sama di 17:12 Saudi Arabia dan beliau tidak menjadi 17:15 dosen ya, tapi peneliti. 17:18 Hm. He. 17:18 Makanya bukunya itu banyakbanyak dari 17:20 situ ya, 17:21 dari situ. Nah, salah satu ciri khas 17:24 tulisan Dr. Umar Japra menurut Dr. 17:28 Khursyid Ahmad adalah 17:31 tulisan beliau ini ee mencerminkan dua 17:34 sumur yang berbeda. 17:36 Hm. 17:36 Dua sumur yang berbeda. 17:38 Pertama, sumur yang pertama adalah 17:40 akademis. 17:41 He. 17:42 Yang kedua adalah praktik. karena 17:44 akademis beliau kan gak di enggak 17:46 diragukan lagi sebagai seorang doktor 17:49 dan kuliah di Amerika, mengajar di 17:50 Amerika. Tapi karena beliau bekerja di 17:53 sama jadi mengerti betul selukbeluk 17:56 keuangan internasional, keuangan negara 17:58 itu kayak apa dikelola 18:00 dan lain sebagainya, kebijakan ee 18:02 kebijakan moneter ee suku bunga dan lain 18:05 sebagainya dia ngerti sama ngerti 18:06 benar-benar. Maka itu kata dr. Khusus, 18:10 tidak ada seorang yang dari kita yang 18:13 memiliki ke pengalaman seperti Dr. 18:16 Marsabra. Rata-rata kalau kita itu kalau 18:19 enggak akademisi ya praktisi. Kalau tapi 18:21 kalau beliau ini menggabungkan 18:22 dua-duanya karena itu maka tulisannya 18:25 itu hidup. Nah. 18:26 Nah, ketika saya kuliah ee mulai tahun 18:29 1000 berapa? 18:33 7 sampai 1994 di International Institute 18:39 of Islamic Economic yang tersedia buku 18:42 tentang ekonomi Islam yang utuh ya 18:45 artinya A to Z gitu ya hanya dr. Umarra 18:49 yang lainnya itu berbentuk seperti 18:52 seminar atau apa ya paper begitu ya 18:55 paper makalah-makalah begitu yang 18:58 umumnya itu ditulis untuk satu judul 19:00 atau subjudul. Tapi kalau drkter Umar 19:03 Capra ini dari awal sudah kelihatan 19:05 misalnya misalnya Islam and economic 19:08 jaleng ya ini kan Islam dan tangan 19:10 ekonomi ini menggambarkan tentang 19:13 bagaimana tantangan ekonomi yang 19:14 dihadapi oleh masyarakat sekarang dan 19:17 bagaimana sebetulnya ekonomi Islam 19:18 menjadi solusi ya. 19:20 Kemudian sistem monetar Islam ini 19:23 sebetulnya 19:24 apa namanya bukan sebagai alternatif 19:27 moneter yang sekarang ada, tapi mencoba 19:30 tentang bagaimana sebuah ee apa nam 19:34 logika yang berbeda dalam melakukan ee 19:38 implementasi kebijakan moneter suatu 19:41 negara. Jadi di sini dicoba untuk tidak 19:45 dijadikan 19:46 interest rate atau suku bunga itu 19:48 sebagai main variable, tetapi hanya 19:51 sebagai salah satu variabel saja. Dan 19:53 dimasukkan pula tentang bagaimana 19:55 variabel yang akan menggantikan interest 19:57 rate itu dalam sebuah perekonomian. Dan 20:00 kalau yang seperti ini barulah seorang 20:02 itu ee hanya dr. Marsra yang menulis 20:05 tentang ini. Ee makanya itu kalau buku 20:08 ini ee to adjust monetary system yang 20:11 saya terjemahkan menjadi ee menuju 20:14 monotor Islam itu kalau sarjana bukan 20:18 dari ee sarjana ekonomi yang dia belajar 20:22 makro kemudian kebijakan moneter sulit 20:25 untuk memahami buku ini ya. Ya. Buku ini 20:27 ee teknis sekali ya kan. Kemudian yang 20:30 ketiga itu Islam dan pembangunan 20:31 ekonomi. Islam and economic development. 20:35 Nah, ini buku yang beliau tulis itu 20:39 untuk memberikan gambaran tentang 20:41 bagaimana pembangunan ekonomi suatu 20:43 negara harus dibangun. H. 20:45 Jadi, dalam buku ini beliau cerita 20:47 tentang negara-negara Islam itu merdeka 20:51 pasca perang dunia kedua ya, paruh kedua 20:54 abad 20 ya. Rata-rata merdeka. kita 20:56 merdeka tahun 45, Malaysia tahun 2 ya, 21:01 dan negara Pakistan juga tahun 7. Jadi 21:04 rata-rata paruh kedua di abad 20 itu 21:07 negara-negara Islam yang dulu dijajah 21:09 oleh Eropa, Inggris atau Belanda atau 21:11 Portugal atau Spanyol atau Itali, Jerman 21:14 dan Amerika itu merdekanya pada waktu 21:17 itu. Setelah merdeka pertanyaan yang 21:20 terbesar adalah negara ini mau dibangun 21:23 apa? 21:24 Ekonominya mau dibangun seperti apa? 21:27 antara tahun setelah pasca perang dunia 21:29 kedua sampai dengan tahun 1980-an 21:34 ini terjadi dua kutub. Kutub ee 21:37 sosialisme yang diwakili oleh Uni Soviet 21:40 dan kutub kapitalis yang diwali oleh 21:42 Amerika dan NATO ya kan. 21:44 Nah, negara-negara Islam enggak punya 21:46 jati diri ya termasuk di Indonesia waktu 21:49 itu Indonesia membangun dasarnya apa ya? 21:53 Kalau Bung Karno itu kan arahnya agak ke 21:56 sosialis. 21:57 Iya. 21:57 I Pak Harto harusnya kapitalis sekarang 22:01 enggak jelas gitu. Maka pada zaman itu 22:05 Dr. Umar Capra sudah memberikan 22:07 kontribusi tentang bahwa Islam ternyata 22:10 bisa menjadi premis untuk membangun 22:13 ekonomi. 22:13 He. 22:14 Nah, di waktu itu beliau banyak 22:16 berdebat. Ini saksinya itu temannya 22:18 sendiri yaitu Prof. Dr. Zafar S. Anshari 22:22 itu cerita kepada saya dia ada dalam 22:24 bukunya itu Prof. Dr. Jafaris Ansori ini 22:28 termasuk guru saya mengajar sekali di 22:30 waktu saya kuliah 22:32 dan beliau muridnya Abulala Maudi. 22:35 Itu cerita waktu saya apa namanya ee 22:39 ketemu dengan saya. Kamu dari Indonesia 22:41 ya? Iya. Kamu kenal dr. Rasyidi ya? 22:45 Kenal itu. 22:46 Heeh. 22:46 Prof. Dr. HM Rosy itu kan intelektual 22:49 kita Indonesia yang pertama ya. Dia 22:52 kenal dia katanya itu gurunya. 22:54 H 22:54 ya luar biasa. Nah jadi ee Dr. Umar 23:00 Sapra ini ee kenapa 23:04 dia kuliah di Amerika tapi dia merasa 23:07 bahwa Islam bisa dijadikan premis untuk 23:11 pembangunan ekonomi? Ada dalam bukunya 23:13 itu ya buku 23:14 Islam Economic Development itu ya. He. 23:16 Jadi pada waktu itu di dunia ini hanya 23:19 ada dua alternatif. Kalau membangun 23:21 negara itu kalau enggak sosialis ya 23:24 kapitalis gitu loh pada waktu itu. Tapi 23:27 beliau enggak. Ada yang ketiga yaitu 23:29 Islam. Nah, maka dia tulis ekonomi Islam 23:32 dari seri pertama tahun 60-an sampai 23:34 sekarang itu semua mujahadahnya, 23:37 jihadnya itu dipakai untuk menulis 23:38 tentang bahwa ekonomi Islam ada. Bukan 23:41 hanya mungkin wajib hukumnya ditegakkan. 23:44 ini kita buat mulai dari sistem moneter 23:47 dari bagaimana membangun berdasarkan 23:49 maqasid syariah ada semua ya itu dia. 23:52 He 23:53 ya. Jadi saya juga berpikir waktu itu 23:56 kenapa beliau ini 23:59 apa namanya ee masih muda usianya 20 24:02 sampai 30 tahun dikirim ke Amerika kok 24:05 bisa bertahan berpegang kepada Islam 24:08 pada tahun-tahun 50-an yang pada waktu 24:10 itu lagi jaya-jayanya kapitalisme. 24:12 Iya. Ya, ternyata beliau cerita waktu 24:16 saya kata beliau itu waktu saya hijrah 24:19 ke Karaji 24:20 H 24:21 saya kuliah di University Karaji dan 24:24 saya ngaji sama Abulala Mududi. 24:27 Heeh. Ya, ternyata beliau itu berguru 24:31 atau ngaji bersama Abu La Maudi. Yang 24:34 dia sebutkan beberapa teman saya juga 24:36 itu satu di antaranya adalah Dr. 24:38 Khursyid Ahmad, yang kedua Jafar Ansori. 24:41 Kemudian ketika Khurra Murad ya namanya 24:44 Hur Muradan Ustaz. Jadi Iwan Ahad Abu 24:46 Almaudidi juga tokoh di Pakistan. 24:48 Abu Al Maududi itu yang mendirikan 24:50 Pakistan. 24:50 Nah dan di Indonesia itu bukunya yang 24:52 terkenal itu khilafah dan kerajaan. Saya 24:54 termasuk 24:56 pikiran saya dibentuk oleh Abu Lala 24:58 Mududi. 24:58 Iya iya iya. 24:59 Buku pertama yang saya baca dari Abu 25:01 Lala Mududi adalah Mabad Islamiyah. 25:04 Heeh. 25:05 Prinsip-prinsip Islam yang diterjemahkan 25:07 ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdullah 25:09 Suhaili tahun 1976. 25:13 He. 25:13 Itu saya baca buku di SMP. Iya. Waktu 25:15 saya sekolah di pondok itu. Dan itu buku 25:19 yang memberikan inspirasi begitu 25:20 mendalam kepada saya. He 25:22 akhirnya seluruh buku Abulala Mauduti 25:24 yang diterjemahkan dalam bahasa 25:25 Indonesia itu saya baca. 25:27 Iya. 25:27 Nah, ketika saya ke Pakistan dapat semua 25:30 dapat semua dikasih saya. 25:32 Nah, itu Abul Mududi ini adalah 25:36 istilahnya mentor lah. 25:38 Iya. Iya. mentor dan dari Khurid Ahmad, 25:42 dari Umar Sapra, Khur Murad ee Zafari 25:45 Asori dan murid-murid yang lain. Seluruh 25:48 ceramahnya Abu Laila Modudi 25:49 diterjemahkan dalam bahasa Inggris dalam 25:51 bahasa Arab sehingga tersedia dalam 25:53 bahasa Indonesia. 25:54 Kalau enggak salah buku-bukunya lebih 25:56 dari 10 juga yang diterjemahkan dalam 25:58 bahasa Indonesia. He. 25:59 Tahun-an, 70-an, 90-an. Tapi sekarang 26:02 jarang mungkin sudah enggak ada. 26:04 He. 26:05 Tapi semua yang ada dalam bahasa 26:06 Indonesia saya baca. Nah, makanya saya 26:08 bisa mengambil kesimpulan. Oh, karena 26:10 beliau itu diberikan apa namanya? 26:14 Diberikan bekal oleh gurunya ini, 26:16 He. 26:16 Maka dia itu bertahan dengan prinsip 26:19 Islamnya. Walaupun dia di Amerika pada 26:21 tahun-an kayak apa itu ya? Kata dia, 26:25 "Saya kalau salat Jumat itu harus naik 26:28 mobil 26:29 dari kota ke kota karena dalam kota 26:31 belum tentu sudah ada masjid." H 26:33 sampai segitunya berarti beliau itu ee 26:36 bertahan Islamnya itu luar biasa. 26:38 Pemikiran sama keimanannya dijaga dulu 26:40 diaganya 26:42 beliau karena ada bimbingan dari Abu 26:44 Laudi. 26:45 Oh iya i 26:46 ini mengingatkan saya ya ee apa namanya 26:48 ada seorang ee namanya Syekh 26:51 He. 26:51 Ee apa itu salah seorang tokoh Mesir ya. 26:55 He 26:57 yang apa namanya? Penceramah beliau ya 27:01 seeki Syik namanya. He. 27:02 Saya kasih cerita dalam salah satu apa 27:05 namanya? Ceramah yang di saya dengarkan 27:08 di kaset ya. Di mobil saya ada banyak 27:10 sekali kasetnya. Ada 22 judul kalau 27:13 enggak salah. 27:14 Nah, salah satu yang saya dengarkan itu 27:17 suatu hari dia kedatangan seorang 27:20 ya dia datang kepada rumah ke rumahnya 27:23 Syekh Gisik terus bertanya, "Syekh, saya 27:26 ini mendapat kesempatan untuk belajar ke 27:29 Amerika." He 27:30 apa nasihat saya untuk saya? 27:33 Ee saya kisik menjawab muka Ahmad Tiib 27:39 antahab ila Amerika watarji wa anta 27:42 Ahmad. 27:44 Ngerti enggak maksudnya itu? Kamu boleh 27:46 sekolah kuliah di Amerika dan kamu 27:48 namanya Ahmad. Pulang tetap namanya 27:51 Ahmad. 27:51 Harus [tertawa] 27:52 iya. 27:53 Iya. Maksudnya apa? kamu tetap sebagai 27:56 seorang muslim ketika kuliah di Amerika 27:58 dan pulang selesai kuliah tetap sebagai 28:01 Ahmad yang sekarang ini saya lihat. 28:03 He. 28:04 Jadi jangan ter ini apa namanya? Ee 28:07 terpengaruh oleh budaya Amerika yang apa 28:10 itu namanya yang serba boleh ya. 28:13 Iya. Iya. 28:13 Ya. Ibakiah atau 28:15 liberal? 28:15 Iya. Sangat liberal. 28:17 Nah, banyak contoh kan sebetulnya yang 28:19 dikirim ke Amerika gagal. Contoh 28:22 misalnya bapaknya 28:25 yang punya Apple itu apa? 28:27 Steve Job. 28:28 Eh, job. Steve Job kan? 28:29 Iya. Bapaknya, 28:30 Bapaknya itu kan orang Suriah. 28:32 Iya. 28:32 Ee orang Muslim. 28:33 Suriah. Muslim. 28:35 Tapi kemudian kedahulu dia dikirim oleh 28:37 pemerintah Suriah untuk belajar ke 28:39 Amerika. 28:40 S3 doktor. 28:41 Sekarang masih hidup kalau enggak salah. 28:43 Loh, tapi 28:44 berubah. 28:45 Berubah sampai di Amerika kegoda oleh 28:47 kehidupan. akhirnya berzina 28:50 melahirkan nama 28:51 Step Job. 28:51 Step Job. 28:53 Nah, itu kira-kira kalau dilihat dari 28:55 tahunnya ya mirip ya sama dengan zaman 28:57 Umar Umar Japra itu. 29:00 Maka itu ee ternyata beliau cerita bahwa 29:03 dia bisa bertahan untuk tetap dengan 29:06 akhlak Islam di Amerika yang begitu 29:08 brutal gitu ya. 29:09 Heeh. 29:10 Itu salah satu di antaranya adalah dalam 29:12 bimbingan Abulala Maudi. Ya, 29:15 subhanallah. Iya. 29:16 Nah, kalau yang dikirim oleh orang 29:18 Indonesia ya enggak tahu. 29:19 Ada yang jadi liberal, ada yang jadi 29:21 apa-apa [tertawa] Ustaz. 29:23 Alhamdulillah ada yang Pak Habibi kan, 29:24 Mas. 29:25 Oh iya, kalau itu ke Jerman, ya. 29:28 Oke. Jadi, Ustaz itu ya banyak tadi 29:31 ceritanya Ikhwan Alhad sudah diberikan 29:33 oleh ee beliau bahkan tadi awal mula 29:37 mengenal beliau juga ya, Pak Ustaz tahun 29:39 '99 itu 29:41 ee waktu kuliah itu antara 29:44 1987 29:46 he 29:46 sampai ee 94. 29:49 Hm. Jadi saya kuliah itu kan waktu itu 29:51 kan 29:53 nama tempat saya kuliah aja 29:55 International Institute of Islamic 29:57 Economic. 29:57 Iya. 29:58 Yang lembaga ini didedikasikan untuk 30:00 mengkaji, membangun ekonomi Islam. 30:02 Tapi pada zaman itu enggak ada buku. 30:06 Yang ada itu proseding ya. 30:10 Iya. Kumpul-kumpulan jurnal paper 30:13 dari konferensi yang pertama konferensi 30:15 di Mekah tahun 1975. itu pangalan drar 30:19 ada 30:22 Profid Ahmad ada semuanya itu bahan 30:25 kita. 30:26 Nah, kemudian yang punya dr. Umar ini 30:28 berupa buku sudah berubah buku ya. 30:30 I 30:31 ee kayak tadi yang kita sebut itu ya kan 30:32 ada 30:33 Islam dan tentangan ekonomi. Kemudian 30:36 ada sistem tentara Islam dan lain-lain. 30:38 Ini ada langsung. 30:40 Jadi buku-buku ini semenjak saya temu 30:42 ketika saya kuliah ini langsung saya 30:44 jatuh cinta gitu. H 30:46 dan saya berkeinginan untuk 30:49 menterjemahkannya. 30:50 Heeh. He. 30:50 Tapi karena beliau ini enggak di 30:52 Pakistan, beliau tinggal di di Saudi, 30:55 ya saya enggak bisa ketemu ya, belum ada 30:57 koresponden, 30:59 tapi saya sudah jatuh cinta duluan. 31:00 Bukunya sudah saya bawa ke mana-mana. 31:02 Ya, 31:03 itu alasan Pak Ustaz kenapa ingin 31:05 menterjemahkan beliau. 31:07 Iya, belum betul. Tapi dapat cerita dr. 31:10 Umir yang menterjemahkan buku-buku Abual 31:12 Almaudidi juga itu kayaknya berlanjut 31:15 tuh. 31:15 Iya. Itu ini apa namanya? Teman-teman 31:18 koleganya Dr. Nar yang yang mendakwahkan 31:21 Islam ke Eropa. 31:22 Oh 31:23 kayak hur Murad buku-bukunya Khura Murad 31:26 kalau kita baca 31:27 itu tentang statistik muslim di Eropa. 31:31 Tentang buku-buku sangat dasar untuk 31:33 orang apa? Mualaf. 31:35 Heeh. He 31:35 iya. buku-buku kanak-kanak itu 31:38 banyak sekali yang beliau tulis, tapi 31:40 enggak ada yang sifatnya itu kayak 31:41 ekonomi, enggak. Ee lebih kepada 31:44 bagaimana dakwah di Eropa 31:45 I. Iya. 31:46 Di bawah Islamic Foundation lah kalau 31:48 enggak salah Islamic Foundation di 31:50 Inggris, di London ya. Itu luar biasa 31:53 buku-buku semua buku yang diterbitkan 31:55 oleh Islamic Foundation yang terkait 31:57 dengan statistik perkembangan Islam di 31:59 Eropa itu bagus sekali ya. 32:01 Hm. 32:02 Iya. Terus mengenai buku Dr. Umar Capar, 32:05 Ustaz, bagaimana menilai buku-buku 32:06 beliau? 32:07 Ya, ini makanya saya bilang ya, ada dua 32:10 orang yang menurut saya itu menulisnya 32:12 fokus dalam bidang fiskal, moneter 32:15 khusus gitu ya yang dari versi Islamnya. 32:18 He. 32:18 Itu dr. Muara Sabra. Yang satu lagi dr. 32:21 Nijatull Siddiqi. Ya, beliau ada dalam 32:23 insuransi bagaimana mengajarkan ekonomi 32:25 Islam di sekolah dan seterusnya dia 32:27 fokus. Cuman saya waktu itu ada 32:30 foto-foto saya dengan beliau di London 32:32 ya pada waktu itu. 32:33 Tapi saya waktunya sudah enggak ada lagi 32:35 karena sudah fokus kepada Umar Sabra. 32:38 He. 32:38 Ketika saya minta ee apa namanya? Izin 32:41 kepada ee Dr. Nijatul Siddiq untuk saya 32:44 terjemahkan buku-bukunya. Beliau dengan 32:47 lapang dada member membolehkan itu. 32:50 Tapi Qadarullah beliau wafat itu kalau 32:51 enggak salah 2 3 tahun yang lalu di 32:53 Amerika Serikat. 32:55 Ikut anaknya yang di Amerika. Jadi ada 32:58 hal yang diceritakan oleh dr. Umar 33:00 tentang ee dr. Nijatul Siddiqi. 33:03 Eh ketika itu saya tanya, "Kenapa antum 33:06 dapat ee kewarganegaraan Saudi?" Ya saya 33:09 enggak tahu mungkin pemerintah Saudi 33:11 melihat saya apa banyak jasanya kepada 33:14 kepada negeri ini sehingga saya 33:16 dianugerahi warga negara. 33:17 Hm. 33:18 Tapi saya enggak puas. Kenapa enggak 33:20 puas? Ada teman saya yang juga 33:22 kontribusinya kepada Saudi banyak 33:24 banget. Siapa? Nijatullah Siddiqi. 33:26 Heeh. 33:27 Saya enggak apa namak enggak tahu kalau 33:30 dia enggak dapat. Harusnya dia dapat. 33:32 Kalau diukur itu kontribusinya mungkin 33:34 lebih baik dia daripada saya ceritanya. 33:36 Seharusnya itu ya. 33:37 Tapi enggak dikasih. Nah, itu cerita 33:39 dokter Umar Sabra ke saya waktu itu ya. 33:43 Jadi [mendengus] buku-buku beliau yang 33:44 paling ee Ustaz lihat 33:48 apa gitu ya? Berpengaruhlah di dunia 33:51 ekonomi Islam tuh yang mana nih Pak 33:53 Ustaz dari buku-bukunya? 33:54 Ada hal ya 33:56 misalnya the future of economic ya masa 33:58 depan ilmu ekonomi 33:59 h 34:00 itu beliau apa namanya menceritakan 34:03 tentang bahwa ekonomi kapitalis atau 34:06 sosialis atau apapun 34:08 Heeh 34:08 itu enggak akan bisa memberikan 34:11 ee menjawab atau memenuhi 34:13 kebutuhan-kebutuhan manusia di as di 34:15 masa yang akan datang. 34:17 Karena manusia tidak hanya sifatnya 34:19 materi. Ada kebutuhan-kebutuhan di luar 34:22 materi itu. Tetapi enggak bisa dipenuhi 34:24 oleh sistem ini, 34:26 sosialis ataupun kapitalis. Hanya 34:29 Islamah yang bisa naik di situ. Tapi 34:32 untuk bisa berkesimpulan seperti ini, 34:35 lama dia ceritanya itu. 34:37 Heeh. 34:37 Kan tebal bukunya rata-rata ya. Dia 34:39 menggunakan analisa Ibnu Khaldun. He. 34:41 Iya. Jadi menurut beliau bahwa 34:46 semua persoalan ekonomi yang kita alami 34:48 sekarang ini dulu atau sekarang 34:51 itu tidak boleh kita lihat dengan 34:53 kacamata analisa ee kacamata ekonomi 34:58 saja. 34:58 He. 34:59 Harus melibatkan aspek yang lain 35:01 istilahnya multidimensional. He. 35:03 Aseket ekonomi itu kita harus lihat aset 35:06 sosiologi, aspek budaya, aspek agama dan 35:11 segala macam. Tidak boleh kita ketika 35:14 mengalami ee krisis, persoalan dalam 35:16 bidang ekonomi, hanya ekonomi saja yang 35:18 kita pakai, nanti enggak akan selesai, 35:20 ya. Nah, ini kata beliau diambil dari 35:23 pendekatan Ibnu Khaldun, 35:25 ya. Nah, sekarang pendekatan seperti ini 35:29 saya kira seluruh ekonomi percaya. ikut 35:33 gitu loh. Adalah sangat sangat naif 35:36 kalau kita itu menyelesaikan persoalan 35:39 ekonomi hanya menggunakan kacamata dan 35:40 pendekatan ekonomi tidak melibatkan 35:43 bidang-bidang yang lain gitu loh ya. 35:46 Makanya misalkan masalah ada defisit 35:48 neraca perdagangan itu kan masalah 35:50 ekonomi. 35:51 Apakah harus ekonomi saja? Enggak. Bisa 35:54 kita menggunakan pendek kata yang lain 35:55 atau paling tidak ditambah variabelnya. 35:58 H 35:58 jangan hanya satu variabel gitu. 36:02 Itu pentingnya 36:04 ee bagaimana menulis buku sebenarnya, 36:05 Pak Ustaz ya. 36:06 Buku itu berarti bagi seorang tokoh itu 36:08 warisan apa nih menurut Ustaz? 36:10 Saya itu kalau apa ya sepertinya cara 36:14 berpikir saya itu terbentuk 36:17 karena saya membaca 36:18 bukunya dr. Marsapra. 36:20 Kalau hanya membaca saja enggak akan 36:22 enggak enggak sampai segitu. Tapi 36:24 menterjemah itu beda. Kita sampai 36:26 menjiwai ya. Sampai menjiwai bahasanya 36:28 kenapa begini, katanya kenapa begini. 36:31 diksinya kenapa begini itu apa namanya 36:34 apa namanya itu mempengaruhi penterjemah 36:38 iya apalagi saya meang backgroundnya 36:40 ekonomi gitu ya 36:42 gitu 36:42 bukan hanya memahami isi karena 36:44 menterjemah juga kita berusaha untuk 36:46 mentransfer pemahaman di buku itu sama 36:48 kita menerjemah gitu maksudnya 36:51 karena ingin berusaha memahamkan juga ke 36:53 orang lain ini maksud tulisan dan maksud 36:55 kalimat ini tuh begini loh gitu orang 36:57 lain tuh gitu maksudnya 36:58 iya iya makanya beberapa teman saya itu 37:00 Ada yang apa namanya? Ada yang merasa 37:04 bahwa memahami tulisannya Umar Saira 37:07 agak sulit ya. 37:09 Iya. 37:09 Agak sulit. Ada teman saya yang yang 37:11 enggak mau saya sebutkan namanya sulit. 37:13 Tapi kalau saya merasa enggak karena dia 37:16 tuntas gitu loh. 37:17 Iya 37:18 kan saya sudah baca yang ekonomi Islam 37:20 dan pembangunan. Islam dan pembun 37:21 itu sudah diterjemahin sama Pak Ustaz 37:22 ya. [tertawa] Mungkin jadi 37:24 jadi lebih mudah. Padahal yang aslinya 37:26 mungkin agak sulit juga kalau saya mau 37:27 baca. 37:29 Saya itu juga ada temannya dr. Marcapra 37:31 namanya Prof. Dr. Mas'udul Alam Codri. 37:35 Hm. 37:36 Beliau dosen tamu di Trisakti untuk 37:38 kajian ekonomi Islam. 37:39 Heeh. 37:40 Saya ketemu dia dan saya baca buku dia 37:42 itu banyak. 37:45 Ah, saya bilang, "Saya kesulitan baca 37:48 buku Anda." 37:49 Heeh. 37:50 Ee, gimana ya kalau saya baca bukunya 37:53 Umar Sapra, Khurid Ahmad atau yang 37:55 lain-lain itu gampang. Tapi kalau saya 37:58 membaca buku Anda itu agak keberatan 37:59 sulit untuk ini ee bagi saya sulitlah 38:02 gitu. Saya komplain ke beliau 38:05 itu beliau mengatakan kamu ini apa 38:08 namanya melihat variabelnya cuma satu. 38:11 Kalau dalam dalam buku saya itu 38:13 variabelnya pokoknya harus semuanya 38:15 dimasukkan ya. 38:16 Mungkin kamu single 38:19 single minded ya tapi variabelnya itu 38:22 multidimensional. Iya. Enggak bisa. Tapi 38:24 enggak saya bilang buunya marapra juga 38:26 seperti itu. Artinya multidimensional 38:28 juga tapi kok saya kesulitan. 38:32 Nah, yang hal yang sama pada konferensi 38:34 tahun 2005 di Jakarta itu kedua-duanya 38:38 datang. 38:38 Mas Abdul Alam Sodri datang, kemudian 38:40 Umar Sabra datang. Nah, di situ terjadi 38:43 debat ya. Ya, 38:44 debatnya itu 38:46 Pak Umar Sabar sendiri mengatakan ee ee 38:49 karyanya Dr. Masud Mas'udul Alam Jadur 38:52 ini memang agak agak berat gitu karena 38:54 banyak filosuf kata Umar, "Saya belajar 38:56 filsafat juga tapi tetap saya 38:58 kesulitan." Ini bukannya apa bukannya 39:01 ditanggapi dengan apa respek malah agak 39:04 dibully itu di di forum itu. 39:07 Oh dikatakan rezus 39:11 belajar filsafat gitu. agak gimana ya? 39:14 Masa sih di depan orang ramai begitu? 39:17 Saya kan di forum ya. 39:18 Di [tertawa] forum 39:19 di ngomong begitu ya. Jadi hubungannya 39:21 enggak tahu antara beliau ini ee kurang 39:25 apa gimana gimana gitu loh. Tapi kalau 39:28 hubungannya yang baik itu dengan 39:30 Nijatullah Siddiq dengan Profesor Abdul 39:33 Manan itu itu baik sekali ya. Tapi 39:36 dengan masuk alam sri maka ini agak 39:38 beda. 39:40 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 39:42 subhanahu wa taala, saat ini Anda sedang 39:44 menyimak siaran live kajian ekonomi 39:47 Islam bersama Ustaz Ikhwan Basri. 39:50 Mengenal dan mengenang tokoh Dr. 39:54 Muhammad Umir Capra. Kami mengundang 39:57 adik Wanwat untuk bergabung. Silakan 39:59 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 40:00 ke nomor WhatsApp hasil di 0811999720. 40:08 Tetap bersama kami, kami akan segera 40:09 kembali. 42:54 [musik] 43:00 [musik] 43:09 [musik] 43:15 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 43:17 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 43:18 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 43:19 Terima kasih masih bersama kami dalam 43:21 kajian ekonomi Islam bersama Ustaz 43:24 Ikhwan Basri. Topi kita mengenal dan 43:27 mengenang Dr. Muhammad Umer Capra, 43:32 tokoh ekonomi Islam yang wafat 13 Juni 43:35 lalu, Ikhwan Akhwat, di Jeddah, Saudi 43:38 Arabia. Beliau salah satu pionir ekonomi 43:41 Islam yang paling awal dan banyak sekali 43:45 pemikiran-pemikiran yang beliau tuangkan 43:48 dalam tulisan menjadi buku-buku gitu ya 43:52 dalam rangka mengembangkan ekonomi 43:54 Islam. Dan narasumber kita Ustaz Iwan 43:57 Basri itu muridnya lah bisa dikatakan 44:00 begitu Ustaz ya. Muridnya ketemu dengan 44:03 dr. Dr. Umar Capra dan juga 44:05 menterjemahkan buku-bukunya gitu ya. Dan 44:08 kajian ekonomi Islam juga banyak sekali 44:10 pemikiran-pemikiran dari dr. Umar Capra 44:12 yang sering disampaikan oleh ee beliau. 44:16 Saya akan menyapa di sini Ibu Ani 44:19 Cudaifah yang menyimak siaran di kali 44:22 ini. Alhamdulillah Pak Ustaz menyimak 44:24 saya siaran di pagi hari ini. Terima 44:27 kasih Rasil Kajian Ekonomi Islamnya. 44:30 Begituun Pak Fajar ya. Alhamdulillah 44:32 menyimak, Pak Ustaz. Ada juga ini ee Ibu 44:36 Nurjanah. Asalamualaikum warahmatullahi 44:38 wabarakatuh. Syukran Ustaz Ikhwan Basri 44:40 atas ilmunya. Saya mendengar ceritanya 44:44 yang ditar yang dituturkan oleh Ustaz 44:48 Dr. Muhammad Umir Capra. Sepertinya 44:51 bukunya juga asik untuk dibaca. Iya. 44:54 Ibunda Nurjana nih, Pak Ustaz ya. Lalu 44:57 juga ada ini 45:00 Ibu Fani. Asalamualaikum warahmatullahi 45:02 wabarakatuh. 45:02 Waalaikumsalam. 45:03 Saya menyimak dan tidak bisa ikutan 45:06 soalnya lagi menyiapkan materi meeting. 45:08 Semoga Ustaz selalu sehat 45:10 dalam lindungan Allah Subhanahu wa 45:13 taala. Ada Ibu Lise juga ini yang 45:15 menyimak. Alhamdulillah, Pak Ustaz 45:17 Ikhwan Basri menyimak siaran di 45:18 kesempatan kali ini. Sementara itu, ini 45:22 ada Pak Ahmad ya di Bogor. 45:24 Asalamualaikum warahmatullahi 45:25 wabarakatuh. 45:26 Waalaikumsalam. 45:27 Tokoh-tokoh ekonomi Islam selain beliau 45:30 itu dari Timur Tengah ada tidak, Pak 45:33 Ustaz? Terima kasih. Oke. 45:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:37 wabarakatuh. 45:38 Ada ya selain daripada Umar Capra itu 45:41 kalau dari Saudi itu ada Munzher kaf 45:44 mungir kaf. H 45:45 itu ada. Kemudian ee 45:49 apa namanya? 45:51 Ee dari Mesir banyak kalau dari Mesir 45:53 ya. Tapi buku-bukunya rata-rata dalam 45:56 bahasa Arab ya. 45:57 Yang kenapa tokoh-tokoh ee ekonom muslim 46:01 itu lebih dikenal dari Pakistan atau 46:05 Bangladesh atau India? 46:06 Heeh. 46:07 Karena rata-rata bukunya itu dalam 46:09 bahasa Inggris. Ya. 46:11 Sekalipun sebetulnya kalau bukunya Umar 46:13 Capra ini kalau diterbitkan oleh irti 46:15 itu tiga bahasa ya. 46:17 Bahasa Inggris mula-mula aslinya itu 46:19 kemudian diterjemahkan dalam bahasa 46:21 Prancis kemudian dalam bahasa Arab. Maka 46:23 Dr. Marfra ini rata-rata bukunya ada 46:26 tiga bahasa I 46:27 yang sebelum diterjemahkan ke dalam 46:30 bahasa yang lain. Kalau diterjemahkan 46:32 banyak sekali puluhan bahasa dalam 46:33 bahasa Urdu ada gitu. Bahasa apa 46:37 namanya? Sowahili ada, bahasa Spanyol 46:39 pun ada itu ya. 46:41 Tetapi kalau dalam bahasa Indonesia ya 46:44 banyakan yang kita terbitkan sendiri ee 46:47 dari Gema Insanipres itu saya kira sudah 46:51 habis jatahnya. Kalau misalkan 46:54 teman-teman atau para pendengar yang 46:57 ingin beli bukunya itu bisa di internet 47:00 ya. Ada dari Al-Aqwam itu rata-rata 47:03 sekarang buku saya diterbitkan oleh 47:05 Aqwam ya. H 47:06 itu dan selain daripada Umar Capra, yang 47:09 kedua yang sangat penting lagi tokoh 47:11 penting dalam ekonomi Islam adalah ee 47:14 Muhammad Nijatullah Siddiqi. Beliau ini 47:17 hasil 47:17 dari Pakistan juga ituak enggak India. 47:19 Oh India. 47:19 Iya. Sampai e wafatnya pun di India. 47:23 Kemudian Abdul Manan, e Prof. Dr. Abdul 47:26 Manan ini adalah orang yang pertama kali 47:29 lulus S3 dan disertasinya tentang 47:31 ekonomi Islam. H. Maka karena sangat 47:34 terkenal dan pionir ee buku desertasinya 47:38 itu diterjemahkan ke dalam bahasa 47:40 Indonesia juga ada 47:41 ee di judulnya kalau enggak salah 47:44 ekonomi Islam teori dan praktik ya. Ya, 47:47 itu mencakup semua ee Abdul Manan ini 47:50 dari Bangladesh. Kemudian ee Mas'udul 47:54 Alam Codri ini se ee seusia dengan 47:57 beliau itu. Beliau juga 47:58 tapi beliau ini 48:00 tinggal di Kanada ya. tidak tidak di 48:03 Bangladesh ya. 48:05 Dan banyak lagi yang lainnya itu 48:06 termasuk Dr. Khursyid Ahmad ya. Beliau 48:09 kalau menurut ee apa namanya? Penggagas 48:13 ekonomi Islam, Dr. Khursyid Ahmad ini 48:16 dinamakan 48:18 Harun. Kalau dibandingkan dengan Nabi 48:20 Musa dia Harun 48:22 artinya lebih bisa komunikasi. Beliaulah 48:25 orang yang mengumpulkan semua pakar 48:27 ekonom 48:29 itu untuk menggagas ekonomi Islam. Jadi 48:32 inisiatornya itu dr. Khursyid Ahmad ya. 48:35 Dr. Khursyid Ahmad ini muridnya 48:37 Abdulamudin langsung ya sama dengan dr. 48:40 Japra tetapi dr. Jabra ini kan tinggal 48:42 di Saudi. Kalau Khurjit Ahmad tinggal di 48:45 Pakistan dan pernah menjadi Menteri 48:47 Planning, Menteri Perencanaan pada tahun 48:52 1980 48:54 waktu itu presidennya adalah Jenderal 48:57 Ziul Haq. He. 48:58 Jadi pada waktu Ziul Haq itu 49:01 mengkudeta pemerintah sebelumnya 49:04 Zulkar Ali Butu dari Pakistan Partai ya 49:08 itu ee dia merangkul jemaat Islami. 49:12 Hm. 49:12 Jemaat Islami pada waktu itu masih di 49:14 bawah pimpinan Abu Laala Maudi. 49:17 Itu partai apa gerakan? 49:18 Ormas. 49:19 Ormas. 49:20 Ormas. Jemaat Islam itu yang ya 49:23 istilahnya yang membesarkan Khursyid 49:26 Ahmad. 49:27 ee tokoh-tokoh yang terkenal itu kalau 49:30 di sini itu apa ya? Masumi atau gitu. 49:33 Dia partai juga tapi ormas juga. Iya. I 49:36 pendirinya Abulila Modudi. 49:38 Abu Laila Modudi salah satu pendiri 49:40 Pakistan. Beliau bersama dengan Muhammad 49:43 Iqbal. Ya, kalau di dalam sejarahnya itu 49:46 Muhammad Iqbal itu kan dari India juga. 49:48 Iya. 49:49 Dengan Eli Cina. Eah. Dua tokoh ini yang 49:51 akhirnya mendirikan Pakistan. 49:53 Iya. Presiden pertama Pakistan Muhammad 49:55 Ali Jina. Cinta. 49:56 Tapi tanpa Iqbal enggak ada Pakistan 49:58 katanya. 49:59 H. 50:00 Saking terkenalnya Iqbal itu di 50:03 Universitas 50:04 Negeri ataupun swasta di Pakistan ada 50:07 namanya Faculty of Iqbal 50:11 [tertawa] atau Iqbali gitu ya. 50:12 Berarti belajar pemikiran-pemikiran 50:14 Iqbal. 50:14 Iya. Iqbal saking terkenalnya itu. 50:17 Bahkan kalau kita lihat ee priambul 50:19 Undang-Undang Dasar Pakistan itu 50:22 konsepnya itu Abulala Maudi. Bisa lihat 50:24 kita kalau di kita kan ee preambul 50:28 undang-undang itu bunyinya ee dan 50:31 kemerdekaan ialah segala bangsa ya gitu. 50:33 I 50:34 kalau preambul undang-undang Pakistan 50:37 dan kedaulatan adalah milik Allah 50:39 Subhanahu wa taala [tertawa] 50:42 ya suveren itu ya. kedaulatan itu milik 50:45 Allah Subhanahu wa taala gitu. Dan 50:47 konsep ini mirip sekali dengan 50:50 apa yang ada dalam kitab Abu La Maududi 50:52 tentang Islam ee Islamic Constitution 50:55 and Law. 50:56 Ada dia buku buku judulnya begitu Abul 50:58 Maudi. 50:59 Eh Islamic Constitution. Ini buku wajib 51:02 di fakultas hukum di Pakistan. 51:04 Heeh. 51:05 Semua orang belajar ya. Nah, kalau kita 51:07 lihat di dalam teori itu kayaknya nempel 51:09 di dalam preambul Undang-Undang 51:10 Pakistan. 51:12 kedaulatan ialah milik Allah Subhanahu 51:14 wa taala itu luar biasa. [tertawa] 51:16 Kalau di sini milik segenap bangsa. 51:18 Jadi kenapa apa tokoh-tokoh ee ekonomi 51:22 Islam itu kebanyakan dari Pakasan India 51:24 atau Bangladesh ya kemudian Malaysia ya 51:28 belakangan ini karena mereka nulisnya 51:30 dalam bentuk bahasa Inggris. 51:31 Oh itu ya. 51:32 I kalau dalam bahasa Arab itu ya ada 51:34 tetapi terbatas ya. Ya. 51:38 Baik Pak Ustaz. Ada Pak Sutrisno. 51:40 Asalamualaikum warahmatullahi 51:42 wabarakatuh. 51:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:44 wabarakatuh. 51:45 Apakah pemikiran-pemikiran drra juga 51:47 masuk ke dunia Barat, Pak Ustaz? 51:50 Iya. 51:50 Seperti halnya pemikirannya Adam Smith 51:53 yang masuk ke dunia Islam. 51:55 Iya. 51:56 ee semenjak setelah saya bertemu dengan 51:59 beliau tahun 2000 itu, banyak hal yang 52:03 beliau ceritakan pada saya yang tidak 52:05 bisa di ini ya, tidak tertulis di dalam 52:11 media-media atau mungkin buku-buku ya. 52:13 Salah satu yang dia ceritakan kepada 52:15 saya adalah 52:17 dia diminta oleh Bank Dunia 52:19 Heeh. 52:20 World Bank untuk memperkenalkan 52:22 ekonomi Islam. H 52:24 teori-teori ekonomi Islam, kemudian 52:27 konsep-konsep monetar Islam. 52:28 Ya, 52:29 dia juga menjadi apa namanya konsultan 52:33 di IMF 52:35 ya Bank Dunia sama itu. Kalau dua 52:39 lembaga donatur ini sudah mengundang 52:42 beliau sebagai ya. 52:43 He. 52:44 Ya, itu mau enggak mau orang Barat itu 52:47 ee pasti belajar tentang teorinya. 52:49 Iya. Dan setiap buku dia yang 52:52 tebal-tebal itu misalkan eh Islam and 52:55 economic challenge atau eh to just 52:58 monetary system menuju sistem monetary 53:02 Islam itu sebelum diterbitkan diedarkan 53:05 dulu kepada pakar-pakar termasuk 53:08 orang-orang Barat. He. 53:09 Makanya kalau kita lihat di halaman 53:11 belakangnya, di cover belakangnya itu 53:12 ada tulisan kutipan-kutipan dari 53:14 pakar-pakar yang nonmuslim termasuk non 53:17 muslim dan juga orang Barat tentang 53:19 buku-buku dia ini. 53:20 Nah, kalau kita baca komentar 53:22 beliau-beliau ini positif terhadap apa 53:24 yang di ini 53:25 ee yang diungkapkan oleh ee dr. 53:27 Marcapra, bahkan ada yang mengatakan 53:30 harusnya seperti ini dikaji, mulai 53:31 dikaji di barat juga. 53:33 He 53:33 ya. Karena menurut sebagian pengamat ya, 53:38 [mendengus] ibaratnya ekonomi itu adalah 53:41 sarang burung ya. 53:42 Heeh. 53:43 Sarang burung. Dia tidak terletak pada 53:45 dahan yang kuat. Dia terletak pada 53:49 cabang yang mau runtuh. He. 53:52 Itu diumpamakan seperti itu. Jadi di 53:54 tepi jurang ya dan harus diselamatkan. 53:57 Karena katanya di masa yang akan datang 53:59 itu tuntutan manusia terhadap ekonomi 54:02 bukan hanya ini, bukan hanya uang, bukan 54:04 hanya materi, tapi kebutuhan-kebutuhan 54:06 yang sifatnya non materi dan itu tidak 54:09 akan bisa di apa namanya? Dipenuhi ya, 54:12 kecuali dari ekonomi yang dikembangkan 54:14 oleh dr. Umar Sabra ini. H. 54:16 Iya. 54:18 Baik. 54:19 Terakhir, Pak Ustaz, pesan kepada 54:22 generasi Islam [batuk] ini dalam 54:24 [berdehem] merjuakan gagasan-gagasan 54:26 ekonomi Islam dari sosok Dr. Muhammad 54:29 Umir Capra. Apa nih yang bisa saya 54:31 sampaikan? 54:31 Iya, sebetulnya saya ingin saya 54:34 sampaikan ada aspek kehidupan yang belum 54:37 saya sampaikan ya. 54:38 Heeh. 54:39 Ee selama saya bergaul dengan beliau ini 54:42 apa yang saya lihat itu sederhana. 54:44 Kesederhanaan dalam segala hal 54:46 seperti itu ya. dan menghindari mewah. 54:49 Bukan mewah, yang biasa aja dia 54:50 dihindari. H. 54:52 Masyaallah. Saya mendapat kesempatan 54:55 ee waktu saya ikut apa namanya 54:58 konferensi ekonomi Islam di 55:02 Lboro di Inggris tahun 2000. Ya, saya 55:06 mendapat undangan. Waktu itu saya enggak 55:07 punya tiket. 55:09 Saya bilang, "Pak, saya mau mau datang 55:11 ke sana tapi saya enggak punyaak enggak 55:13 bisa beli tiket. Enggak apa-apa nanti 55:16 saya tambahin kekurangannya. [tertawa] 55:20 Akhirnya saya bisa berangkat itu eh 55:22 sendirian dulu. 55:23 Iya. Iya. 55:23 Kemudian ketemu di sana. Nah, di situ 55:25 tuh saya melihat seluruh tokoh-tokoh 55:27 ekonomi Islam, Mursyid Ahmad, 55:30 Nizatullah Siddiqi, Abdul Manan, dan 55:33 lain-lain sebagainya. Itu Ana Zarqo itu 55:35 ya. Ana Zarqo itu ahli ekonomi ee 55:39 bapaknya itu ahli fikih terkenal ya. 55:41 Eh, alfikih ala alubi aljadid apa 55:46 judulnya itu? Itu buku sangat terkenal 55:49 sekali. 55:49 Nah, anaknya itu muridnya Najatullah 55:52 Siddiqi. 55:53 Ketika konferensi selesai, Dr. Anna 55:57 Zarqo itu apa namanya? Diminta bikin 56:01 resume 56:02 ya 56:02 kayak komuniki gitu ya. Komunik hasil 3 56:05 hari kita 56:06 kita konferensi. 56:07 Heeh. 56:09 Nah, Njatull Siddiq itu guru beliau ya. 56:13 Ini Dr. Ana Zarko juga sudah doktor, 56:15 sudah profesor. Ketika mau bikin resume 56:19 dalam bentuk bahasa Inggris ini 56:21 dia itu masih saya lagi menyelesaikan 56:25 ini menyelesaikan resume untuk ee 56:28 komunike. Tapi saya minta di ini di apa 56:31 ya? di-review oleh Pak Nijatull Siddiqi. 56:34 He. 56:35 Saya lihat di situ berapa sederhanya, 56:37 betapa tawadunnya profesor-profesor ini 56:39 ya. He. 56:40 Yang kita sendiri enggak enggak 56:42 mengalami di Indonesia. 56:43 Hm. [mendengus] 56:44 Itu tawadunnya kepada gurunya. 56:46 He he. 56:46 Di depan umum minta direstui, minta 56:49 segala macam. Padahal beliau sendiri 56:51 sudah profesor. 56:53 Nah, ini aspeknya itu yang 56:54 Iya. Iya. apa yang saya enggak dapatkan 56:57 sama dengan ketika 56:59 ada konferensi mukjizat Al-Qur'an di 57:02 Islam Abad yang datang Dr. Yusuf 57:04 Qardowi. 57:04 Heeh. 57:05 Nah, ee rektor saya itu Dr. Hamid Hasan 57:10 sama Wakil Rektor Dr. Ahsal H 57:13 itu memberikan kalimat pembuka dalam 57:16 konferensi itu. 57:17 Terus dia cerita bahwa Dr. Alwi dengan 57:19 beliau ini satu Korea, satu desa. 57:22 Heeh. 57:22 Cerita. Tapi begitu Dr. Alqardowi itu ke 57:27 podium mau menyampaikan kuliahnya, para 57:30 profesor ini bawa catatan. 57:32 Hm. 57:33 Bawa catatan apa yang diomongkan Dr. 57:36 Sukar catat. 57:37 Iya. 57:37 Saya bilang luar biasa ya thabul 57:39 ilminya. Kita ini merasa sudah pintar. 57:42 Kemudian kalau ada orang yang lain itu 57:43 enggak mau perlu kita catat. 57:45 Nah itu. 57:46 Nah yang adab-adab seperti ini yang saya 57:48 tidak dapatkan di sini dan saya dapatkan 57:50 di toko-toko itu termasuk dokter Sabra. 57:53 Hm. sederhana sekali. [berdehem] 57:54 Pernah ya waktu itu datang ke Jakarta 57:57 mungkin lima kali datang ke Jakarta yang 57:59 pertama kali tahun 2000 waktu itu kita 58:01 diundang ke Universitas ee Surabaya itu 58:04 apa? UNER ya UNER 58:05 Fakultas Ekonomi. Saya meng ini 58:08 ee mengikuti selama di Indonesia berdua 58:10 dengan saya. 58:11 He. 58:12 Dia cerita apa? Saya enggak mau bisnis 58:14 kelas katanya untuk tiket pesawatnya 58:18 itu. 58:18 He. 58:19 Saya mau sama kamu. Kamu ekonomi saja 58:20 berdua. gitu. Kita dapat itu ekonom 58:23 paling belakang [tertawa] 58:26 dan enggak masalah beliau. I 58:28 kalau dia diketahui oleh IDB mungkin 58:30 saya dimarahi karena kelasnya nanti 58:32 enggak begitu tapi beliau mau 58:34 Iya. Hm. 58:34 Jadi tawadunnya kesederan yang saya 58:37 merasa ini 58:39 next level. 58:40 Iya. I 58:41 itu itu kesannya ya. Nah, untuk pesan 58:44 kepada generasi muda yang punya 58:47 entusiasme mempelajari ekonomi Islam, 58:50 maka buku-buku doktor Marsarab itu bisa 58:53 dijadikan apa? Na rujukan ya. 58:55 He 58:55 banyak hal. Kalau bukunya itu kita bagi 58:58 dua. Yang satu tebal-tebal di atas 200 59:00 halaman ya. Yang satu lagi itu yang 59:02 kutebat yang kecil yang biasanya kayak 59:05 misalkan tentang bunga itu kan cuman 50 59:08 halaman buku kecil-kecil yang bisa kita 59:11 baca sambil santai. Iya. Buku saku gitu 59:13 ya. Itu banyak sekali. Misalnya 59:15 membangun ekonomi dengan berdasarkan 59:18 maqasidus syariah yang kita pernah 59:20 siarkan ya. Itu juga kecil ya. 59:23 Ee yang seperti itu itu bagus sekali ya. 59:26 bisa dijadikan apa namanya rujukan yang 59:29 sangat tinggi boleh dikatakan akademis 59:32 itu pakai itu semuanya tidak ada lagi 59:35 buku-buku yang ditulis oleh ee pionir 59:37 ekonomi Islam yang lebih lebih akademik, 59:41 lebih ilmiah daripada umat Zabrang ya 59:45 yang sekarang ini semuanya menuju kepada 59:47 sana. Makanya apa namanya kalau menurut 59:50 saya ee aliran pemikiran ekonomi 59:53 Marsapra itu ee sudah seperti tren gitu. 59:58 Dan ada seorang ee ada seorang akademis 1:00:01 di Indonesia yang begitu kagumnya dengan 1:00:04 beliau namanya Prof. Dr. Bambang 1:00:07 Setiaji. 1:00:08 H. 1:00:09 Mantan rektor Universitas Muhammadiyah 1:00:11 Surakarta. 1:00:12 Beliau menjadikan apa? Institut Umar 1:00:16 Capra. [tertawa] 1:00:17 Oh, 1:00:17 di Solo. 1:00:18 Di ada sekarang 1:00:19 ada sekarang. 1:00:20 Iya. 1:00:21 Pengagum berat. 1:00:22 Heeh. 1:00:22 Ya, saking kagumnya itu sampai tiga kali 1:00:24 saya diundang ke UMS tuh dalam periode 1:00:28 dia menjadi rektor ya. 1:00:30 Dan kekegumannya itu semakin 1:00:31 menjadi-jadi sampai beliau sendiri 1:00:34 mendirikan 1:00:35 Institut Umar Zakura. I 1:00:37 itu 1:00:38 baik Pak Ustaz sebagai penutup Pak Ustaz 1:00:39 singkat dari seluruh bahasan kita yang 1:00:41 ingin diingatkan kembali kepada Ihan apa 1:00:43 Pak Ustaz? Terima kasih para pemirsa 1:00:45 Rasul TV dan para pendengar radio 1:00:47 silaturahim bahwa hari ini kita ee 1:00:52 mendapatkan ya kabar duga tapi sudah 1:00:54 lewat 1 minggu. Jadi guru saya Prof. Ee 1:00:57 Dr. Marsapra itu wafat pada tanggal 13 1:01:01 ee Mei eh 13 Juni 2026 di ee dijeda di 1:01:07 rumahnya dan dikuburkan di Mala pada 1:01:09 hari berikutnya tanggal 14 dan 1:01:13 dikuburkan beliau di Mala ini merupakan 1:01:15 suatu penghormatan dari kerajaan Saudi 1:01:19 Arabia atas kontribusi beliau terhadap 1:01:22 Saudi Arabia sendiri di bidang moneter 1:01:24 ya. dan tidak ada orang yang ee 1:01:26 menyangkah eh menyangkal gitu ya, bahwa 1:01:30 beliau ini kontribusinya luar biasa 1:01:32 sampai-sampai beliau dianugerahi ee 1:01:35 warga negara Saudi. Dan beliau adalah 1:01:37 merupakan satu-satunya ekonom Islam yang 1:01:41 tulisan-tulisannya itu sangat 1:01:43 berpengaruh, sangat luas pengaruhnya di 1:01:45 seluruh dunia. Eh memang ada yang lain 1:01:48 kek seperti Nizatullah Siddiq atau 1:01:51 Profesor Khursid Ahmad tapi pengaruh Dr. 1:01:53 Marsra lebih luas ya dan 1:01:56 pemikiran-pemikiran di beliau dikaji di 1:01:58 mana-mana. Maka bagi Anda, bagi pemirsa 1:02:02 ataupun para para pendengar yang 1:02:05 antusias untuk mempelajari ekonomi Islam 1:02:08 silakan ee cari di internet dalam bahasa 1:02:11 Indonesia. Sebagian besar sudah saya 1:02:13 terjemahkan kalau tidak salah itu ada 11 1:02:16 judul atau 10 judul atau 12 judul 1:02:19 tentang buku beliau besar dan kecil yang 1:02:21 sudah saya terjemahkan dalam bahasa 1:02:23 Indonesia untuk memberikan apa namanya 1:02:25 penjelasan tentang berbagai aspek 1:02:27 ekonomi Islam dan mudah-mudahan kalau 1:02:31 tersedia masih tersedia di internet atau 1:02:34 di pasar di marketplace bisa Anda beli. 1:02:37 Tapi kalau enggak bisa seandainya bisa 1:02:40 ee telepon saya atau WA saya nanti saya 1:02:43 akan kasih. 1:02:44 Seandainya itu sudah habis kita akan 1:02:46 terbitkan lagi enggak masalah. 1:02:47 Masyaallah. 1:02:48 Saya kira itu, Mas Angga. 1:02:49 Baik. 1:02:51 Demikianlah hewan akhwat yang dirahmati 1:02:52 Allah subhanahu wa taala, kajian ekonomi 1:02:54 Islam edisi hari ini bersama guru kita 1:02:56 Ustaz Ihwan Basri. Semoga apa yang 1:02:58 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 1:03:01 semua. Dari studio kami undur diri. 1:03:04 Mohon maaf atas segala kesalahan kata. 1:03:06 Billahi wal hidayah subhanakallahumma 1:03:08 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:03:11 astagfiruka waubuik. Asalamualaikum 1:03:14 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:15 Waalaikumsalam.