Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:17 Ee namun ee dengan ee beratnya sedang 0:20 beratnya kondisi ekonomi dunia dan 0:23 adanya beberapa potensi yang menyebabkan 0:25 ee krisis ekonomi mungkin bakal terjadi 0:28 dalam beberapa tahun ke depan dengan 0:30 adanya konflik ee peperangan antar 0:33 negara. Kemudian resiko adanya krisis 0:36 sumber daya alam ya, sumber daya energi 0:40 ee dan beberapa isu ekonomi lainnya. 0:44 Mungkinkah ee Pak Prabowo, 0:47 kabinetnya Pak Prabowo ini selama 5 0:49 tahun ke depan bisa mencapai target 0:51 pertumbuhan ekonomi 8%. Di sisi lain 0:54 memang ee ee salah satu tujuan dalam 0:58 bernegara kita adalah mewujudkan 1:00 kemakmuran ya dan kesejahteraan umum. Ee 1:03 dan kemakmuran kesejahteraan umum itu 1:05 memang hanya bisa dicapai apabila 1:07 pertumbuhan ekonomi di negara kita ini 1:10 cukup tinggi dan cukup besar gitu ya. 1:12 dan juga PR lainnya ee terkait dengan 1:15 middle income trap negara kita sudah 1:17 sekian lama ee Indonesia ee seperti 1:21 masih sulit untuk keluar dari jebakan ee 1:24 negara ekonomi menengah ya untuk bisa 1:27 masuk ee menembus batas ee threshold 1:32 ee batas psikologi untuk bisa masuk ke 1:34 negara besar. Dan untuk bisa mencapai 1:37 itu kira-kira apa kebijakan strategis 1:39 dan juga program strategis yang perlu 1:41 diambil pemerintah yang bukan cuma 1:43 sekedar lip service atau janji kampanye, 1:46 tapi benar-benar bisa berdampak untuk 1:48 meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara 1:50 signifikan. Untuk itu pada malam hari 1:52 ini kita akan membahasnya ee bagaimana 1:55 caranya Indonesia bisa mencapai 8% 1:58 pertumbuhan ekonomi itu. Sudah hadir 2:00 bersama kita para narasumber ahli ekonom 2:02 kita dan praktisi ekonomi kita. Yang 2:05 pertama Mas Efan Rozi. Beliau adalah 2:08 peneliti ahli utama kluster PIS ya PRP 2:11 Brin. Asalamualaikum Mas Rozi. 2:15 Waalaikumsalam. Waalaikumsalam Bang. 2:18 Ya, terima kasih sudah hadir eh dan juga 2:23 sudah hadir bersama kita Mas e Riansyah 2:25 Hasriansyah. Beliau adalah pengusaha dan 2:28 pengamat kebijakan publik. 2:29 Asalamualaikum, selamat malam Mas 2:31 Hasriansyah 2:36 dan juga sudah hadir. 2:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:38 wabarakatuh. Kasih 2:40 terima kasih atas kehadirannya dan juga 2:42 sudah hadir bersama kita tuan rumah 2:44 Indonesia Pak Mardanera. Asalamualaikum 2:46 Pak Mardani. 2:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:49 wabarakatuh. Bahadi Mas Asriansah 2:53 Safan. Matur nuwun semua temanya ee 2:58 tidak populis tapi strategis dan 3:00 fundamental. Ini kita bahas bersama 3:02 insyaallah. Wah jagoan kita sudah 3:05 kelihatan juga itu. [tertawa] 3:07 Ya sudah hadir 3:10 Bung Rocky Grung. Selamat malam. 3:11 Asalamualaikum Rocki. 3:14 Asalamualaikum. warahmatullahi 3:16 wabarakatuh. Ini 3:21 baik ee terima kasih atas ee 3:24 kehadirannya para narasumber. Baik, 3:27 sebelum kita mulai diskusi kita pada ee 3:30 malam hari ini menuju pengujung tahun 3:33 2025, tahun pertama di mana masa 3:35 kepemimpinan Pak Prabo akan memegang 3:38 kendali penuh pengelolaan APBN gitu ya. 3:44 Apakah akan bisa dengan pengelolaan dan 3:46 pengendalian penua PBN 2025 ini akan 3:50 mewujudkan kemakmuran di Indonesia, 3:52 pertumbuhan ekonomi 8%. Ee kami 3:55 mengucapkan terima kasih yang 3:56 sebesar-besarnya kepada pemirsa setia 3:59 Industal Stok baik di dalam negeri 4:01 ataupun luar negeri yang terus 4:02 senantiasa setia menyaksikan acara ini. 4:05 Ee dan juga kepada rekan-rekan media dan 4:07 wartawan yang juga terus menyaksikan dan 4:09 memberitakan acara kita. Terima kasih 4:12 atas partisipasinya. Acara kita ini 4:14 Industal Stock bisa disaksikan saat ini 4:16 secara langsung melalui siaran live 4:19 streaming YouTube eh Mardani Alisera PKS 4:21 TV dan juga Rasil TV dan juga disiarkan 4:24 melalui jaringan radio Rasil di 4:27 Jabodetabek dan beberapa kota di e 4:29 seluruh Indonesia yang terhubung dengan 4:30 Radio Rasil. Baik, ee kita mulai ee 4:34 diskusi kita pada malam hari ini. 4:36 Mungkinkah Indonesia mencapai 4:38 pertumbuhan 8% ee di masa kepimpinan Pak 4:41 Prabowo ini sesuai dengan janji beliau 4:43 pada Pak Marani dipersilakan untuk 4:45 memberikan pengantar dan paparan. Kasih 4:46 Bang Haldi. Izin eh Mas Hasri eh Mas 4:50 Saful bro. Bismillahirrahmanirrahim. 4:53 Asalamualaikum warahmatullahi 4:55 wabarakatuh. 4:57 Alhamdulillah. Allahumma shli ala 4:59 sayyidina Muhammad Amma ba. Selamat 5:03 malam. Ee salam sejahtera untuk kita 5:06 semua. Bahagia sekali ee sore ini, malam 5:10 ini kita membahas satu tema yang 5:13 strategis 5:14 ee mengejar pertumbuhan 8%. Ee tiga hal 5:19 saya ingin sampaikan nanti Mas Hasri dan 5:21 Mas ee Sopan Bro juga punya banyak 5:24 catatan. Yang pertama sudah terlalu lama 5:28 kita ada di Middle income Country Trap 5:31 ya ee perangkap jadi bangsa mediokare 5:37 dengan pertumbuhan 45% 5:40 yang membuat serapan yang membuat 5:42 serapan tenaga kerja kita terbatas, 5:44 kemiskinan kita ee cukup membesar dan 5:48 pada saat yang sama akhirnya yang 5:50 terjadi kita ee bisa mendapatkan kan 5:55 bencana untuk urusan bonus demografi. 5:59 Karena itu wajib kita keluar dari middle 6:02 income country trad dan salah satunya 6:05 tentu dengan mencapai pertumbuhan 8% 6:09 bahkan dalam kajian minimalnya 10 tahun 6:11 berturut-turut baru kita bisa keluar. 6:14 Nah, target 6:16 tapi yang kedua tidak mudah mencapai 6:19 pertumbuhan 8%. 10 tahun di awan Pak 6:22 Jokowi rata-ratanya 4,9% 6:25 kalau tidak ada perubahan struktural, 6:27 kalau tidak ada pertambahan foreign 6:29 direct investment, kalau ekspor kita 6:31 tidak meningkat, kalau industri kita 6:34 tidak berkembang, maka angka 5% itu 6:37 sudah mentok. Nah, karena itu malam ini 6:39 mudah-mudahan kita punya beragam 6:42 terobosan yang bisa kita dorong agar 6:45 pemerintah kita lecut seperti kuda pacu 6:47 yang bijak ya. kapan waktunya ngebut, 6:50 kapan waktunya harus betul-betul menjaga 6:52 agar no one left behind. Terakhir yang 6:55 ketiga tentu pandangan saya adalah bahwa 6:59 kita punya banyak kita punya banyak 7:02 sekali potensi untuk tumbuh berkembang 7:05 bahkan bukan cuma delan bisa 10%. 7:08 Saatnya memang ee bakat-bakat terbaik, 7:11 otak-otak terbaik bangsa diberi 7:12 kesempatan untuk tumbuh berkembang dalam 7:15 suasana dan ekosistem yang nyaman. malam 7:17 ini. Mudah-mudahan setelah ini kita bisa 7:19 melihat jalan yang lebih cerah, lebih 7:22 indah. Indonesia bisa tumbuh 8 sampai 7:25 10% dengan tidak menaikkan rasio gini 7:28 dan juga dengan tetap menjaga semua UMKM 7:32 khususnya tumbuh dan berkembang. Matur 7:34 nuwun. Terima kasih. Monggo dilanjutkan, 7:36 Dik. Asalamualaikum warahmatullahi 7:38 wabarakatuh. 7:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 7:43 wabarakatuh. Terima kasih, Pak Marani. 7:45 Ee sekarang kita ee mendengar dulu 7:48 paparan awal dari ekonom kita, masa 7:50 Farozi. Ee bagaimana ee target ee 8% ini 7:55 apakah visibel ee untuk kita mungkinkah 7:59 untuk kita capai dan apa kira-kira 8:01 kebijakan yang perlu diambil oleh 8:03 pemerintah agar pertemuan ini bisa 8:05 tercapai. 8:12 Monggo, Mas. 8:14 Iya. Asalamualaikum ee Bang Roki Gerung, 8:17 Bang Hardani, Bang Yansah dan Bangam. 8:21 ya saya coba mencoba men-challenge apa 8:24 yang menjadi tema malam ini. Ee 8:29 saya melihat ee ada ada berapa peluang 8:32 yang bisa ee dilakukan kalau memang ee 8:35 kita mau ee negara ini mencapai angka 8:39 yang optimis tadi. Jadi saya coba 8:41 membuat kombinasi tiga model ekonomi 8:43 menuju pertumbuhan ekonomi yang 8:45 diharapkan. Nah, saya melihat memang ee 8:50 ee iklim ee demokrasi kita memang ee 8:53 menjadi syarat penting untuk bisa tadi 8:55 Bang Mardani bilang ya, kita mengawal, 8:57 memecut, mengingat ee agar negara ini 9:01 menjadi ee sama-sama tidak ada yang 9:03 tertinggal ya. Jadi semangat untuk 9:05 membangun demokrasi substantif, 9:08 demokrasi deliberatif, membuat ruang 9:10 publik yang selama ini Bang Roki Gerung 9:12 ee rintis. ee itu menjadi ee kata kunci 9:15 untuk membuka ee ee diskusi malam ini. 9:19 Nah, tapi ada beberapa poin yang ee 9:22 muncul ya atau kritik yang ee yang yang 9:26 ee terkait dengan ee target 8% itu 9:31 pertama banyak pihak yang menganggap itu 9:33 tidak real tidak tidak realistis karena 9:36 memang ee banyak faktor yang ee berbeda 9:40 dengan mas baru dan yang paling menjadi 9:43 pertanyaan adalah bagaimana atau 9:46 spesifik model ekonomi dan paket 9:48 kebijakan apa yang akan dibuat oleh tim 9:50 kepresidenan 9:52 ee untuk mencapai angka 8% ini. Sampai 9:54 hari ini kita masih bertanya-tanya ee ee 9:58 angka yang 8% itu akan di dicapai dengan 10:02 model ekonomi seperti apa? Lalu paket 10:05 kebijakan yang bagaimana. Nah, kita tahu 10:08 ee di masa yang yang lalu ee memang 10:14 ee orang menganggap untuk mengukur 10:16 pertumbuhan kemakmuran itu dengan satu 10:18 satu model aja ya, pertumbuhan ekonomi 10:21 dengan ee angka pertumbuhannya. Tapi 10:23 sekarang kan ada model lain ya yang 10:25 sudah dilakukan juga oleh Indonesia ee 10:28 model ee mengukur ee indeks 10:32 kebahagiaannya ya. Jadi angka 10:33 pertumbuhannya tinggi, indeks indeks 10:35 kebagiannya juga harus diukur. Jadi 10:38 bagaimana angka pertumbuhan ekonomi ee 10:41 harus juga diikuti dengan indeks ee 10:43 kebahagiaan warga negara yang yang bukan 10:45 hanya kita ee melakukan ee langkah itu, 10:50 tapi berbagai dunia sudah mempunyai 10:52 parameter ee untuk mengukur ee indeks 10:56 kebahagiaan itu. Jadi menurut saya sudah 10:59 ada dua persoalan dalam ee mencapai 11:01 target itu. pertama ee 11:04 kita belum jelas model ekonomi yang akan 11:07 dibangun seperti apa, lalu kebijakan ee 11:11 seperti apa dengan perspektif atau 11:13 paradigma yang mana gitu. Itu satu hal. 11:16 Yang kedua, tidak cukup angka 11:17 pertumbuhan ekonomi yang kita bahas, 11:19 tapi juga indeks kebahagiaan karena ee 11:23 ee bukan persoalan kuantitatif saja yang 11:25 perlu dicapai, tapi juga persoalan 11:27 kualitatif. Itu poin yang kedua yang 11:29 mungkin kita bisa ee lihat. 11:31 Nah, tadi Mas Haldi sudah mengangkat ya 11:34 ee bagaimana perjalanan bangsa kita dari 11:38 ee pasa kemerdekaan sampai hari sampai 11:40 hari ini ternyata ee di Orde Baru lebih 11:43 tinggi angka pertumbuhannya ya. Dan kita 11:45 bisa belajar bagaimana ee 11:48 ee para ekonom ee di zaman odo baru 11:51 membuat kebijakan yang yang terobosan 11:55 ya. ada paket ee paket paket Juni, ada 12:00 paket Oktober gitu ya. Jadi ee terobosan 12:05 itu yang belum tampak di masa 12:07 kurang dari 100 hari Presiden Prabowo 12:10 gitu. Jadi itu yang kita bertanya ee 12:13 capaiannya optimis tapi gebrakannya 12:15 belum belum ini belum ee belum fokus. 12:18 Itu yang kita tunggu-tunggu. Nah, 12:20 pertama gini. Ada ee 12:24 persoalan kalau hanya mengukur 12:25 kemakmuran dengan ee angka pertumbuhan 12:28 ekonomi karena ada persoalan 12:30 ketidakmerataan, ada persoalan 12:32 ketidakadilan. 12:34 Tadi yang Bang Eardani bilang apakah ee 12:37 pertumuan ekonomi untuk semua atau hanya 12:40 untuk kelas atas. Nah, ini menjadi 12:42 persoalan. Padahal jumlah populasi yang 12:43 paling banyak itu kelas menengah bawah 12:46 dan kita tahu generasi ee alfa Z itu 12:50 hampir ee 30 40% dari populasi kita. Ee 12:53 spesifikasi seperti itu juga harus 12:55 dihitung jadi lebih spesifik. 12:59 Nah, berikutnya adalah dalam mengukur ee 13:03 angka pertumbuhan ekonomi akan ee akan 13:05 ada masalah karena itu hanya angka. Tapi 13:07 apakah kualitas 13:09 pemerataannya ke ya kita katakanlah 13:12 apakah indeks kebagian juga menjadi 13:15 parameter yang yang akan dilihat gitu 13:17 ya. Kita tahu ee sudah banyak 13:20 pengindeksan ee indeks kebagian yang 13:25 dimodelkan. Ada ada model Finlandia yang 13:28 model Skandinavia dan ada model Asia. Di 13:30 model ya. Nah, Bang Rocki kan senang 13:33 naik gunung ya. Butan adalah salah satu 13:35 ee negara yang pintu masuknya ee puncak 13:39 Himalaya. Jadi kita juga harus belajar 13:41 bagaimana indeks kebahagiaan juga harus 13:44 dilihat bukan hanya ee angka angka 13:46 pertumbuhan ekonomi. Nah, untungnya BPS 13:49 sejak tahun 2021 sudah membuat ee riset 13:53 tentang ee indeks kebagian ini. 13:55 Sayangnya ini enggak digunakan ya. Jadi 13:58 ee presiden kita terlalu ee semangat 14:01 mengeluarkan angka pertumuan ekonomi 14:03 tapi tidak memanfaatkan hasil riset ya, 14:06 bahwa BPS sudah mengeluarkan ee 14:09 angka-angka indeks ke bagian per 14:12 provinsi gitu ya. Apa aja yang diukur, 14:14 apa aja yang menjadi kurang dan lebih 14:16 itu harusnya juga di dipakai untuk 14:18 mengukur ee apa pertumbuhan ekonomi kita 14:21 atau kemakmuran ee yang akan dibangun 14:23 selama 5 tahun ke depan. Nah, 14:25 berikutnya. Nah, saya akan ee apa ya 14:28 mendiskusikan ada tiga hal yang bisa ee 14:32 di di ibaratnya kalau bermain silat ini 14:35 ee jurus-jurus yang harus dikombinasikan 14:37 gitu ya. Ee tidak hanya satu ee model 14:40 ekonomi saja ya, tapi ada beberapa yang 14:44 menurut saya harus dikombinasikan. 14:46 Pertama model ekonomi sular atau grand 14:48 ekonomi ya. ee itu satu yang ee perlu 14:51 dilakukan oleh tim ee Probowo. Yang 14:55 kedua, model ekonomi kultural kultural 14:57 humaniora. Ini mungkin nanti akan saya 14:59 jelaskan karena ini menurut saya term 15:01 yang tidak lazim digunakan di di apa di 15:05 ekonomi politik karena saya melihat 15:06 konteks Indonesia ya. Lalu term yang 15:09 lazim itu model ekonomi biru ya yang 15:11 sudah dirintis oleh presiden-presiden 15:13 sebelumnya. Menurut saya tiga model 15:16 ekonomi ini harus menjadi paradigma 15:18 dalam mencapai ee angka pertumbuhan 15:21 ekonomi dan indeks sebagian bangsa kita. 15:24 Nah, mulai mulai model pertama saya mau 15:26 cepat. Kalau kita lihat modal ekonomi 15:28 sirkular atau ekonomi hijau k rewot ini 15:32 sudah membuat model ee model ekonomi 15:34 donat ya. Jadi dia sudah membayangkan ee 15:37 banyak faktor yang harus dimasukkan 15:39 untuk bisa membuat ekonomi itu seimbang. 15:43 kemudian melaju dan tanpa membuat 15:47 kerusakan. Itu yang menjadi ee ee 15:50 menariknya ekonomi sirkular ini kan. Dia 15:53 melawan hukum ekonomi dengan modal 15:55 sekecilnya, untuk sebesar-besarnya. dia 15:57 membalikkan paradigma itu. Kalau mau 15:59 untung besar ya harus memperhatikan 16:02 lingkungan yang yang harus didukung juga 16:05 eh voice atau suara para pihak juga 16:07 harus di di dilibatkan karena bukan saja 16:11 menyangkut ee apa namanya ee kita 16:14 mendapat untung tapi juga kita perlu 16:16 mendapat kebahagiaan gitu. Dua hal ini 16:18 yang menurut saya menjadi paradigma yang 16:20 harus disampaikan oleh Presiden Prabowo. 16:23 8% itu menurut saya terlalu optimis. 16:26 Kenapa enggak dibikin 6 sampai 8% gitu 16:28 ya? Kalau kalau jatuh kita enggak 16:30 terlalu sakit gitu ya. Saya saya 16:33 mengatakan bahwa ekonomi sirkular ee 16:36 misalnya adalah bagaimana kita bisa 16:39 mengolah sampah kita yang begitu banyak 16:41 yang merusak ee sungai dan laut kita. 16:46 Nah, kalau ada kebijakan khusus kita ee 16:48 fraksi saja bilang bagaimana Presiden 16:50 Probowo akan 16:52 menggerakkan ada kebijakan memanfaatkan 16:54 semua sampah yang ada di sungai dan di 16:56 laut untuk ee perbaikan jalan atau 17:00 pembangkit listrik atau ee diolah 17:03 kembali gitu ya dari hulu sampai hilir. 17:05 Jadi, jadi itu menurut saya ee 17:08 detail-detail yang harus disampaikan 17:09 untuk mencapai 8% itu adalah ketika 17:12 ekonomi serikula digerakkan, ekonomi 17:13 hijau digerakkan, banyak para pihak 17:16 ekonomi kelas bawah, kelas tengah 17:19 menjadi pemain yang yang 17:22 ee ikut dalam orkestra ini gitu ya. Itu 17:25 satu baru satu jurus. Yang kedua, yang 17:27 jurus kedua itu adalah, nah kalau Bang 17:29 Yansa kan ee bergerak di bidang ee 17:32 traveling dan pariwisata, menurut saya 17:34 memang dalam konteks bagaimana wisata 17:37 bisa berkembang kalau sampah ee di 17:41 mana-mana gitu ya. Saya saya melihat 17:43 kalau datang ke tempat satu ee satu 17:46 tempat wisata itu problem yang paling 17:49 masalah adalah di pantai terlalu banyak 17:50 sampah, di gunung juga begitu gitu ya. 17:54 Jadi ini ee kita harusnya mendayung dua 17:58 mendayung dan melampaui beberapa pulau 18:00 ya. Memperbaiki ekonomi kita ee tapi 18:03 juga menyelamatkan lingkungan kita agar 18:06 ee kebijakan ee wisata ya itu menjadi 18:11 sejalan. Berikutnya yang saya akan 18:13 tambahkan adalah model ekonomi kultural 18:15 humaniora. Jadi persoalan kita adalah 18:18 kita tidak mencoba membangun ekonomi 18:21 berbasis budaya dan kemanusiaan gitu ya. 18:23 Apa yang saya maksud seperti itu? Jadi, 18:25 bagaimana orang mau berwisata kalau 18:28 misalnya ee harga tiket terlalu mahal 18:31 untuk bisa dijangkau oleh kelas menengah 18:34 dan bawah gitu ya, padahal mereka 18:36 jumlahnya paling banyak. Kalau lalu 18:40 mereka datang ke satu tempat yang mereka 18:42 lihat hanya biasa-biasa saja ee statis 18:45 budayanya. Saya bayangkan Presiden 18:47 Prabowo harus menggerakkan ee kembali 18:50 misalnya festival budaya mingguan ya di 18:53 38 provinsi, 416 kabupaten dan kota itu 18:58 harus punya dalam 1 bulan itu minimal 19:01 ada satu pekan yang mereka menggerakkan 19:03 budaya lokal, tari, musik, lagu, 19:05 permainan rakyat, parad busana eh 19:08 kuliner eksotis misalnya. Jadi 19:10 sentuhan-sentuhan itu enggak bisa 19:11 diserahkan kepada komunitas saja, harus 19:14 ada gerbongnya. 19:15 kementerian yang terkait itu harus 19:17 dikasih target kalau mau ekonomi kita 8% 19:20 Anda harus melakukan ini minimal dalam 1 19:23 bulan, 1 tahun misalnya. Itu ee penting 19:26 sekali dan melibatkan generasi 19:29 X Yz alpa 19:31 untuk bisa menjadi karena jumlah mereka 19:33 cukup besar ya untuk bisa menjadi bagian 19:36 pelaku dari ee model ekonomi kultural 19:39 Humaniora ini. Jadikan setiap keluarga 19:42 sebagai produsen sekalus konsumen bagi 19:44 satu komunitas. 19:45 jadikan ee ada budaya baru bagaimana ee 19:48 berbagi makanan ya orang datang ke suatu 19:51 tempat ketika dia lapar misalnya dapat 19:55 bagian makanan, dapat harga yang murah 19:56 gitu ya. Saya salut dengan misalnya di 19:59 Bintan itu ada nasi campur enak seharga 20:01 Rp2.000. Kemudian Babak Alun juga 20:03 menggulir nasi kuning ya yang harganya 20:06 Rp3.000 Rp3 Rp3.000 di Jakarta, Cianjur 20:11 ee di Bandung sudah mulai digerakkan. 20:13 Kemudian komunitas yang lain juga ya, 20:15 komunitas Tionghoa juga mulai apa 20:18 menggerakkan bagaimana ee apa ee makanan 20:22 lokal itu biasa bisa dijangkau lebih 20:24 murah. Jadi ada kebagian orang datang ke 20:26 satu tempat mendapatkan makanan murah 20:28 dan enak. Itu menurut saya itu bagian 20:30 dari ee menggerakkan modal ekonomi 20:32 kultural semani orang. Lalu ee gerakan 20:35 altruism ya. Jadi sekarang itu ee ee 20:39 kalau kita lihat ee sayur dan buah itu 20:43 ee mahal sekali ya. Jadi bagaimana ee 20:46 ada gerakan ee sedekah buah, berbagi 20:50 menanam buah gitu ya. Kalau hari ini 20:51 kita menanam buah mungkin masih ada 5 20:53 tahun ke depan buah-buah itu ada di 20:55 sepanjang jalan di tanah-tanah kosong 20:57 yang tidak dikelola menjadi bagian dari 21:00 wisata. Jadi, jadi orang bisa menikmati 21:03 ee buah ee dan sayur juga ya. itu karena 21:07 ada budaya untuk ee ee karena 21:10 negeri-negeri negeri negeri pertanian 21:12 memang harus ada ee upaya untuk 21:15 menggerakkan 21:17 ee budaya menanam itu. Terus berikutnya, 21:20 nah yang menjadi bagian penting juga 21:22 adalah bagaimana ee saya lagi-lagi 21:24 mengatakan bahwa tidak mungkin ee 21:28 pertumbuhan ekonomi itu ee bisa jalan 21:31 sendiri kalau tidak di dibikin 21:33 triggernya gitu. kendala kita untuk ee 21:36 mendatangkan orang atau orang lokal 21:39 bergerak ee membeli produk ee atau 21:43 berwisata itu. Karena mungkin Mas bisa 21:45 jelaskan bagaimana ee harga harga ini 21:48 ya, harga ee transportasi ya, biaya 21:51 transportasi, ongkos transportasi gitu 21:52 ya. Jadi itu menurut saya tuh harus ee 21:55 itu juga yang di apa di ee dipicu dulu 21:58 kalau harga-harga 22:01 ee atau biaya transportasi itu mahal. 22:04 Jadi bagi ee saya saya rasa ekonomi ee 22:09 ekonomi berbasis ee budaya ini tidak 22:12 akan bisa ee ee optimal. Jadi yang 22:17 terakhir model ekonomi biru saya lihat 22:19 ada stagnasi ya ketika di masa-masa 22:23 presiden sebelumnya ada keinginan 22:25 membangun ee ekonomi biru ee saya saya 22:28 rasa ee 22:31 masa Presiden Jokowi yang terakhir itu 22:33 tidak begitu aktif apa membangun itu ya 22:37 ee poros maritim lautnya, tidak 22:39 membangun industri kelautannya, tidak 22:41 ada inovasi untuk mendorong PTDI 22:44 misalnya mengubah pesawat-pesawat 22:46 ee ee yang mereka buat bisa mendarat di 22:48 sungai atau di Teluk gitu ya. Sehingga 22:51 jangkauan orang untuk ee berwisata itu 22:54 bisa menjadi lebih luas. Tidak ada upaya 22:56 untuk inovasi membuat apa ee rumah 22:59 terapung, pasar terapung yang di sungai, 23:02 di di danau atau di laut. yang menurut 23:04 saya ini ee para pergerine kita 23:09 juga harus memikirkan inovasi bagaimana 23:12 ada tempat-tempat baru ee berwisata, 23:14 tempat-tempat baru untuk tinggal, 23:16 membangun livelihood, kehidupan itu juga 23:19 harus diperluas. Jadi kita bukan hanya 23:21 bangun daratnya, kita juga bangun 23:23 lautnya. Di Kepulauan Riau itu hanya 4% 23:26 daratannya. 96 96% itu adalah laut. Dan 23:29 itu artinya apa? ee harus ada ee 23:32 prioritas ee membangun apa ekonomi biru 23:36 itu dan 8% itu menurut saya ee apakah 23:39 dihitung juga untuk membangun ee apa ee 23:43 perairan kita gitu. Jangan-jangan yang 23:44 dihitung hanya ee di darat saja. Nah, 23:48 terakhir saya melihat ee catatan 23:50 terakhir bahwa akan ee akan timpang 23:53 kalau hanya mengukur pertumbuhan ekonomi 23:55 kita ee dari satu ee satu sisi 23:58 angka-angka pertumbuhan ekonominya, kita 24:00 perlu kembangkan indeks kebagiannya 24:02 juga. Jadi secara kuantitatif dan 24:04 kualitatif itu saling melengkapi gitu 24:07 ya. Dan yang penting adalah 24:08 terobosan-terobosan apa yang ee akan 24:10 dilakukan menurut saya tiga modal 24:12 ekonomi tadi harus digabungkan gitu. 24:14 Lalu ada kebijakan-kebijakan yang 24:17 inovatif supaya orang mau mau bergerak, 24:20 mau ee mau berwisata, mau mau 24:24 berbelanja. Jadi kalau kita lihat 24:27 misalnya terobosan di zaman Pak Harto 24:28 ada ee ada hari ee di mana 1 bulan itu 24:33 ee Sabtu Minggu orang di diminta untuk 24:37 ee ee berwisata ke desa. Kalau saya 24:40 sekarang di jadi Presiden Prabowo, saya 24:41 akan melakukan satu kebijakan satu 1 24:45 bulan itu ada ee satu libur e 3 hari 24:48 libur gitu ya. misal di akhir bulan atau 24:51 di tengah bulan yang di akhir bulan ya 24:53 supaya orang punya waktu untuk keluarga 24:55 untuk berwisata, untuk berbelanja 24:59 sehingga menjadi proden dan konsumen 25:00 bagi yang lain gitu. Kalau itu dilakukan 25:03 digerakkan ya di angka pertumbuhan 25:05 ekonominya ya ee menaiklah. Saya saya 25:09 pikir mungkin enggak 8% antara 6,5 atau 25:13 ee kalau ulet tujuh gitu ya. enggak 25:15 mungkin delapan dengan krisis dunia yang 25:18 tadi dikatakan Bangaldi. Karena saya 25:20 yakin apa yang diramalkan oleh John 25:22 Nesbit ya tentang kebangkitan Asia dan 25:25 ada the well being index indeks sebagian 25:27 yang dibangun di di Jepang ya di Butan 25:30 di Finlandia itu menjadi pelengkap kita 25:33 mengukur kemakmuran yang yang akan 25:36 dipimpin oleh Presiden Prabowo dan ee 25:39 timnya. Itu saja ee catatan saya. ee 25:43 Bang Mardani ee Bang Roki Grung dan Bang 25:46 Yansyah. Terima kasih. 25:52 Terima kasih Masan. Ee sebelum kita ini 25:56 satu pertanyaan mungkin request Mas 25:57 Afan. Sebenarnya kalau kalau kita lihat 26:00 tenagar-negara maju dan ee apa namanya? 26:04 Ciri-ciri peradaban yang sedang 26:05 berkembang 26:07 itu salah satu cirinya adalah kemajuan 26:10 ilmu penerapan ilmu pengetahuan di 26:12 negara tersebut atau bangsa tersebut. 26:15 Dan kita juga melihat ya bagaimana 26:17 negara-negara yang start pertumbuhan 26:19 ekonominya saat ini seperti Cina, Korea 26:21 ya, Korea Selatan dan beberapa negara 26:24 lainnya itu ee penguasaan ilmu 26:27 pengetahuan gitu ya. kita mungkin 26:29 sehingga ee tidak bisa kita lepaskan 26:33 aspek ekonomi ini dengan bagaimana 26:35 negara tersebut konsern untuk memajukan 26:37 pendidikan dan ilmu pengetahuan di 26:38 negaranya. Nah, itu jadi fundamental 26:42 yang membuat kemajuan itu menjadi 26:44 signifikan, bukan cuma sekedar permainan 26:46 angka-angka pertumbuhan ekonomi. 26:48 Bagaimana Masan melihatnya? 26:51 Iya. Saya lihat gini, kita mengukur saja 26:53 misalnya ee tayangan TV atau YouTube 26:56 atau media sosial kita kalau ee tidak 26:59 menteri misalnya Menteri Riset dan 27:00 Teknologi eh Brain atau nanti ee ee 27:04 kalangan kampus atau kalangan yang 27:06 membuat rumah produksi tidak membuat ee 27:09 produksi misalnya ee mengangkat tema 27:11 penemuan ee terbaru bangsa ini ya. Jadi, 27:14 bincang-bincang ee desain baru, ee alat 27:18 baru, ee jenis tanaman baru gitu ya atau 27:21 makanan baru di media dan media sosial. 27:24 Menurut saya itu pertanda angka 8% itu 27:29 sangat-sangat bombastis. Tapi negara 27:32 tidak mendorong untuk menjadikan ee 27:35 bangsa ini sebagai bangsa penemu. Jadi 27:37 kita kenal manusia itu sebagai homo 27:39 sapiens ya, makhluk berpikir. Tapi juga 27:42 dia homoludence, makhluk bermain gitu ya 27:45 atau homo makhluk bekerja. Nih Bang eh 27:49 Gerung sebagai orang yang belajar filat 27:51 mengetahui betul hakikat manusia. kita 27:53 harus kembangkan potensi manusia sebagai 27:55 makhluk berpikir, manusia sebagai 27:57 makhluk bermain, manusia sebaik sebagai 27:59 makhluk bekerja dengan ikconnya itu 28:02 media. Jadi ee mungkin nanti saat ketika 28:05 Bang Aldi dan Bang ee ee kita ee bicara 28:10 dengan bincang-bincang dengan penemu ya, 28:12 dengan inventor ya, baik ee 28:14 temuan-temuan ee ilmiah maupun 28:16 temuan-temuan praktis sederhana ya, 28:18 alat-alat baru yang dibuat oleh bangsa 28:19 ini. Kita tahu kalau kita lihat ee 28:22 peralatan yang dibuat oleh bangsa kita 28:24 itu kita punya tidak tidak terbiasa 28:27 menyebut penemunya ya. Jadi kalau di di 28:30 Barat kan ada tris penemu ini adalah 28:32 siapa? Thomas Alfred Edison. Nah, kalau 28:35 kita punya tradisi anonim gitu, jadi 28:37 penemuan tuh tidak begitu dihargai gitu. 28:40 Jadi kita kurang menjadi bangsa penemu 28:42 sehingga kita hanya terbiasa menjadi 28:44 bangsa konsumer. Ya, itu yang 28:46 menyebabkan tradisi membeli. Ah, 28:49 gampangnya yang penting beli gitu. Tapi 28:51 kita lihat bangsa lain yang yang menjadi 28:54 bangsa pencipta. sekarang ee Tiongkok ya 28:56 atau Cina ya dia begitu ee cepat 28:59 belajarnya ya dia juga dulu mungkin 29:01 belajar dari kita tapi kita sekarang dia 29:04 begitu cepat belajarnya sehingga kita 29:06 lihat teknologi di Cina itu benar-benar 29:08 bisa sangat cepat karena biaya risetnya 29:11 ya kalau kita di Indonesia di LIPI itu 29:13 hanya 0,5% dari anggaran nasional ee 29:18 institut eh sains China itu hampir 29:20 mendekati 20% ee PDB-nya. Jadi itu itu 29:24 juga pertanda keserius yang tadi mengal 29:27 dipertanyakan ya. Jadi bagaimana bangsa 29:29 kita menghargai para penemu ee para 29:33 kreator gitu ya. Itu itu yang menurut 29:36 saya ee semakin harus digerakkan gitu. 29:38 Itu poinnya Bangi. 29:40 Baik terima kasih Masan. 29:43 Sekarang kita ingin mendengar dulu 29:44 pandangan dari Mas Rah. Bagaimana Mas 29:46 Ransah eh terkait dengan tema kita dan 29:48 mungkin tadi juga Mas ada dengan tiga 29:51 kombinasi model ekonomi ya, hijau, 29:54 sosial, humaniora dan juga ekonomi biru 29:56 yang tiga potensi Indonesia yang harus 29:59 dioptimalkan. Bagaimana Mas Siran? 30:01 Mungkin ada pandangan lain apa yang 30:03 perlu kita lakukan untuk bisa mencapai 30:05 target pertemuan 8% dan terwujudnya 30:07 kemakmuran Indonesia. 30:10 Baik, eh terima kasih Mas Haldi. Eh 30:12 salam eh Pak Mardani Alisera dan Bung Ri 30:16 Gerung. Kehormatan bagi saya, saya 30:19 panggil aja saya Ansah ya untuk ee bisa 30:22 sedikit berbagi ee dalam diskusi ee kita 30:27 malam hari ini. Terima kasih juga Mas eh 30:30 Rozi ya. ee menarik sekali apa yang 30:32 disampaikan oleh Mas Rozi tadi. Mungkin 30:34 sedikit yang bisa saya paparkan bahwa 30:38 negara kita yang sebagaimana kita tahu e 30:42 begitu besar ya ee 17.000 RIB pulau 30:45 5.120 km garis katulistiwa ya kan ee 30:49 potensinya sangat besar ee dan memiliki 30:55 prediksi bisa dapat berkembang hingga ee 30:58 ekonomi ke-18 ya sekarang di dunia ke 31:02 depan mungkin bisa masuk ke tujuh besar 31:05 ekonomi dunia. 31:08 Nah, di sini kalau kita lihat sumber 31:12 daya alam kita baik itu dari sektor ee 31:16 ee SDA, migas, ee sumber pertanian 31:20 perikanan, kelautan ee tadi blue 31:23 ekonomi, green ekonomi yang disebutkan 31:25 oleh Mas Rzi tadi 31:29 itu belum ee mencapai ee harapan karena 31:34 ee apa yang kita ekspor, yang kita olah 31:37 itu masih menjadi masih bahan mentah 31:40 yang masih bisa dilakukan proses 31:43 pengolahan supaya masih ber ee 31:45 mendapatkan nilai tambah. 31:48 Apa yang disebut hilirisasi dan 31:51 reindustrialisasi itu ee yang akan 31:54 dilakukan di ee kepemimpinan Presiden 31:58 Prabowo dan ee Mas Gibran. 32:01 Nah, 32:03 kalau kita lihat ee analisis-analis 32:05 memprediksi perekonomian Indonesia akan 32:07 terus meningkat didasarkan pada beberapa 32:10 indikator ee di antaranya stabilitas 32:13 makroekonomi di mana inflasi masih tetap 32:16 bisa dikendalikan. Raja utang pemerintah 32:19 terhadap PDB masih di kisaran 30%. 32:24 Artinya kemampuan untuk membayar ee 32:26 masih wajar. Dan tadi sumber daya alam 32:31 Indonesia yang tersedia melimpah, pasar 32:33 domestik kita masih tinggi. Ee terbukti 32:37 ee kita masih mampu melewati krisis. Em 32:42 iniasi dulu ya, Prof. 32:44 Parf ada akses ke 32:46 COVID19. 32:48 Em, lalu efek gangguan eksternal seperti 32:52 ee perang Rusia, perang Israel ini kita 32:56 masih 32:58 masih bertahan di sekitaran 5%. 33:01 Nah, 33:03 SDM manusia Indonesia juga diperkirakan 33:05 semakin membesar. Kalau kita lihat 33:07 sensus ee BPS sekarang di 280 sekian 33:12 juta jiwa populasi kita dan PBB 33:15 memproyeksikan populasi kita akan terus 33:17 meningkat sampai sekitar 330 33:21 juta jiwa di 2065. 33:24 Nah, ini penting karena peningkatan 33:26 populasi berarti peningkatan permintaan 33:29 makanan, air, energi, peningkatan 33:33 permintaan barang dan jasa. di mana 33:35 dengan itu pun kita berarti ee perlu 33:41 tidak tidak khawatir dengan ee membangun 33:45 perekonomian yang berorientasi pada 33:46 pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Jadi 33:49 untuk memenuhi pasar domestik aja 33:51 seharusnya kita sudah bisa tumbuh ya. 33:53 Ditambah lagi dengan orientasi ekspor 33:56 apalagi ditambah dengan hilirisasi 33:58 produk ee barang ee dan ekonomi digital 34:02 kita nanti kita kembangkan. Insyaallah 34:05 kita akan bisa mempertahankan 34:08 ee apa ee surplus perdagangan misalkan 34:12 ya. Nah, bonus demografi seperti yang 34:15 disebutkan oleh Pak Mardani tadi, Pak 34:17 Mardani relatif kita berada penduduk 34:20 kita berada di rata-rata usia muda 34:23 produktif. Nah, ini kan kelebihan yang 34:26 saat ini tidak dimanfaat tidak tidak ada 34:29 di negara seperti China yang sudah 34:32 diklining karena dia punya one child 34:34 policy ya eh kebijakan satu anak yang 34:37 kemudian sekarang eh berakibat kepada 34:40 populasinya meskipun meningkat namun ee 34:43 society-nya menjadi ee ee tua ya menua. 34:48 Begitu juga dengan Jepang. Ee lalu ada 34:51 rasio ketidakseimbangan gender. Nah, 34:55 Indonesia memiliki ee tenaga kerja ee 34:58 bonus demografis yang bisa dimanfaatkan. 35:02 Namun bisa juga berbanding terbalik 35:04 apabila tidak dilengkapi dengan 35:08 pendidikan yang cukup, skill yang cukup 35:11 yang mumpuni yang seharusnya menjadi 35:14 potensi positif malah bisa menjadi 35:16 negatif bisa menjadi beban ya tenaga 35:18 kerja yang tidak tercapai. Lalu kita 35:22 bisa perhatikan juga bahwa inovasi 35:25 teknologi itu terkait dengan ee jumlah 35:28 ee ee apa namanya ee ee pengenyam 35:33 pendidikan tinggi. Indonesia bergelar 35:36 pendidikan tinggi ee sekelas S3 35:40 kisarannya masih 60.000 sementara di 35:43 China sudah lebih dari R juta. Nah, 35:46 inovasi ee ini berarti kan agak sulit 35:49 untuk dikejar. yang kita bisa kejar 35:51 adalah ee alih teknologi atau transfer 35:55 eh technological transfer yang mungkin 35:59 eh terkait dengan masalah ke depan 36:03 pemerintahan Pak Prabowo, Pak Gibran 36:07 telah menentukan ee apa namanya ee 36:11 pertumbuhan ekonomi 8% ya kan. Itu 36:15 apakah memungkinkan? Nah, itu ee saya 36:17 tadi sudah kirim slide ke panitia. 36:21 Mungkin Mas Haldi atau dari pihak 36:25 panitia bisa menampilkan kalau boleh 36:30 slide-nya. 36:31 Oh, baik. Bentar saya saya 36:33 I Heeh. 36:34 Lanjut aja, Mas. Eh, bentar. 36:35 Iya, saya lanjutkan ya. Jadi, 36:37 nah berarti ke depan untuk mengejar 36:40 ketertinggalan kita terkait ee apa 36:43 namanya di dunia pendidikan anggaran 36:45 20%-nya pendidikan nasional kita ini 36:49 mungkin harus secara 36:52 ee linier setiap tahunnya ada kenaikan 36:55 terus gitu untuk mengejar itu tadi ya. 36:58 Nah, 36:59 supaya teknologi itu bisa terkejar. Nah, 37:02 di sini kan target pertumbuhan 8% ini 37:06 saya kutip dari ee apa ee Kemenko Ekon 37:10 eh yang disampaikan di Rakornas 37:13 Investasi baru-baru ini untuk fokus 37:16 strategi apabila mau mengacu kepada 37:19 pertumbuhan ekonomi yang pernah 37:21 dilakukan oleh pemerintah Indonesia 37:23 tahun '95 di 8,2% 37:26 itu ee key drivers-nya adalah ee 37:30 investasi konsumsi rumah tangga tangga 37:32 dan ekspor di mana di situ dijaga di 37:35 sekitaran 5 sampai 6%. Investasi tumbuh 37:38 di di sekitaran 10% di mana dan ekspor 37:42 tumbuh di kisaran 9%. 37:45 Nah, kalau mau dilihat ke bawah satu 37:48 slide lagi di bawahnya. 37:51 Nah, investasi yang dibutuhkan itu 37:56 13.528 37:58 triliun. Nah, ini data dari BAPENAS. 38:01 Jadi kalau estimasi 38:04 ee datanya adalah yang diharapkan 38:08 pertumbuhannya 8% berarti kita harus 38:10 mengejar investasi. Di tahun ini 38:14 ditargetkan R650 triliun, 38:18 di 2025 1900, 38:21 di 2026 2.200 38:24 dan sampai 2029 di mana totalnya kalau 38:27 kita total adalah 13.528. 38:30 Nah, rata-rata pertumbuhan investasi 38:33 tadi yang diestimasi oleh BAPENAS ini 38:36 justru lebih tinggi dibandingkan yang 38:38 diproyeksikan oleh Kemenkoon tadi. 38:40 Kemenkoekon kan tadi bilang sekitaran 38:42 10% investasinya. Rata-rata pertumbuhan 38:46 investasi yang 38:48 ee digambarkan di sini itu justru harus 38:51 lebih tinggi 16,75%. 38:54 Nah, pertanyaannya bagaimana ya kan kita 38:58 menyerap ee mendapatkan investasi yang 39:00 sebesar itu realisasinya? 39:04 Lalu hilirisasi itu seperti apa sih 39:06 gitu? Bagaimana ee penerapannya? coba di 39:10 ee kebawahin lagi, Mas. Ee Haldi. 39:16 Ini yang menjadi 39:19 em program hilirisasi yang ee di akan 39:24 dilaksanakan oleh pemerintahan Pak 39:26 Prabowo adalah ee hilirisasi 28 39:30 komoditas. 39:32 Tentu aja dalam paparan kali ini saya 39:34 tidak bisa menjelaskan semuanya, 39:37 namun saya highlight dari sektor migas 39:40 yaitu dari minyak bumi, gas alam, dari 39:44 sektor minerba saya ambil hanya satu 39:46 saja nikel. Dari PKPK itu adalah ee ee 39:51 ee perkebunan ee kehutanan 39:56 ee dan perikanan kelautan. Nah, di situ 39:59 saya ambil contoh adalah sawit dan untuk 40:02 dari perikanan saya ambil tuna cakalang 40:05 Tongkol yang kebetulan saya ee termasuk 40:08 ee salah satu tenaga ahli utama yang 40:11 ikut membantu untuk ee kajian 40:14 hilirisasi. 40:16 Nah, kalau kita lihat angka-angkanya di 40:18 sini ya ee ini adalah potensi 40:24 kenyataannya di lapangan seperti apa? 40:26 Apakah betul minyak bumi ee memiliki 40:30 demand yang seperti itu? Nilai tambahnya 40:33 adalah 1,8 kali, value-nya 148 miliar US 40:37 dolar. Ya, betul. Nah, tuna cakalan 40:41 Tongkol juga punya potensi semua 40:44 kekayaan alam kita, baik itu di darat, 40:46 di laut, ya kan di hutan, di 40:51 apa, di ee tanaman itu luar biasa. Namun 40:57 ee yang menjadi PR terbesar kita adalah 40:59 bagaimana mengolah 41:02 yang selama ini sumber daya alam ini 41:04 masih mentah kita ekspor sekarang bisa 41:08 kita olah di dalam negeri dibangun 41:11 industrinya dihilirisasi 41:14 serat tenaga kerja alih teknologinya di 41:17 dilakukan 41:20 sehingga kemudian secara jangka panjang 41:23 ee sustain untuk kita lakukan. Artinya 41:27 kan ini target pertumbuhan ekonomi itu 41:30 bukan sesuatu yang one time lalu 41:33 kemudian hilang. Kalau bisa itu 41:35 terusmenerus ee menjadi apa namanya eh 41:40 sustainable lah ya bisa dibilang gitu. 41:42 [mendengus] 41:43 kita juga punya potensi di transisi 41:45 energi. Kalau tadi Mas eh Sofyan Rozi 41:48 sampaikan eh terkait dengan eh green ee 41:53 kita juga belum menggarap apa yang 41:55 disebut eh carbon capture utilization 41:58 storage. Misalnya eh dari kunjungan kami 42:02 ke Washington misalkan. Di situ kita 42:06 mengetahui bahwa ee potensi Indonesia 42:09 untuk carbon capture dan storage itu 42:13 bisa dibilang salah satu yang terbesar 42:14 di dunia. Exon Mobil sudah tertarik 42:18 untuk masuk ke Indonesia dan sudah 42:20 melakukan kerja sama di Asri Bin di 42:22 Sunda apa di Selat Sunda itu mau bisa 42:25 disimpan untuk penyimpanan karbun ya 42:28 kan. 42:30 Nah, [berdehem] 42:31 potensinya luar biasa. Sekarang 42:33 penerapannya gimana? Oke, di slide yang 42:36 berikutnya. 42:38 [mendengus] Kenyataannya 42:40 permasalahan investasi ini tidak mudah. 42:44 Kalau kita lihat ee em realisasi 42:48 investasi kita 1650 42:52 apa ee triliun itu sekarang di triwulan 42:56 ketiga itu mencapai hampir 80%. 43:00 Nah, apakah iya tahun depan kita bisa 43:02 mencapai 3.000 triliun misalnya? 43:05 [mendengus] Iya kan? Pertanyaan itu bisa 43:08 saja dilakukan 43:10 investasi menjadi salah satu tolok ukur 43:13 tadi ya untuk menuju pertumbuhan ekonomi 43:15 8%. Nah, sekarang realisasinya gimana? 43:19 Pak Prabowo keliling 20 hari ke berbagai 43:23 negara kembali dia membawa R2 triliun. 43:28 apa itu sudah berupa uang, apa sudah 43:30 direalisasikan belum. Itu masih 43:33 komitmen. 43:35 Nah, komitmen investasi ini gimana 43:38 direalisasikan? Kan itu jadi 43:40 pertanyaannya. 43:41 Nah, sementara banyak carut-marut, 43:44 banyak keluhan. Ketika investasi asing 43:48 mau masuk ke Indonesia, penerbitan 43:50 sulit. 43:52 Ada terkait banyak kendala di lapangan. 43:55 permasalahan lahan, tumpang tind, 43:57 perizinan, dan lain-lain. Nah, ini 44:00 adalah yang saya gambarkan di sini 44:02 adalah konsep untuk bagaimana 44:05 memperlancar realisasi investasi. 44:09 Jadi kita perlu integrasi permit ee 44:13 sistem yang terbuka dan transparan 44:17 dengan ee apa ee 44:20 kepastian penerbitan perizinan yang 44:23 sudah terukur dan wajib terbit gitu loh. 44:26 Nah, kalau misalkan nanti ada 44:28 permasalahan gimana? Ah, itu adalah 44:30 tugas pengawas. Pengawas di lapangan 44:32 nanti gimana realisasinya? Apakah betul 44:35 tenaga kerjanya sesuai dengan yang di 44:38 yang dikomitmen? Apakah betul apa ee 44:42 fasilitas yang diberikan kemudahan ee 44:45 mesin masuk lalu pabriknya sudah 44:48 berjalan? Apakah betul ee sesuai dengan 44:52 peraturan? Kan itu kan kembali di 44:54 pengawasan. Jangan sampai kita kembali 44:56 ke periode yang sebelumnya di mana 44:59 perizinan 45:00 dilakukan 45:02 ee kalau semuanya sudah beres baru izin 45:05 dikasih. Waduh repot itu yang ada ini 45:08 dikasih dulu lalu kemudian secara 45:10 bertahap pengawasan diterapkan dan 45:12 diterapkan sanksi. Nah, dengan begitu 45:15 kita juga akan bisa ee memberi membuat 45:19 daya saing kita dibandingkan dengan 45:22 investasi di Vietnam misalkan atau di 45:25 Thailand, di ee negara ASEAN lainnya, 45:28 kita bisa lebih kompetitif. Lalu terkait 45:31 dengan permasalahan lahan. Lahan di 45:34 Indonesia ini kan sudah terkenal ya ee 45:37 apa bahwa ada tumpang tindi lahan, 45:39 peruntukan yang berbeda, zonasinya dan 45:41 lain-lain. Nah, itulah yang kita 45:43 butuhkan sekarang. ada data 45:46 di mana di situ terisi ee geospasial, 45:50 data peruntukan, zonasi, bisa bisnis apa 45:54 aja di situ. Jangan sampai yang terjadi 45:56 seperti ee PIK 2, 46:00 menteri ATR-nya bilang tidak sesuai itu 46:03 area hutan. Nah, ini sudah dibangun 46:06 [berdehem] ya kan. Lalu seperti ada 46:08 banyak pabrik yang sudah berjalan, 46:10 ternyata dia berdiri di atas lahan ee 46:14 sawah yang dilindungi. 46:16 Nah, ini kan persyaratan dasar. Ini kan 46:18 seharusnya sudah confirm clean and clear 46:21 di depan. Tidak sebelum investasi itu 46:24 berjalan. Nah, inilah kita butuh. Itu 46:26 adalah data ee apa peruntukan ee yang 46:31 disebut sekarang RDTR, rencana detail 46:34 tata ruang. kesesuaiannya dengan aturan, 46:37 pengembangannya seperti apa. Kalau untuk 46:39 percepatan investasi ada yang namanya 46:42 Kek, kawasan ekonomi khusus di mana di 46:44 situ sudah diatur infrastruktur 46:46 pendukungnya dan lain-lain fasilitas 46:49 baik itu fasilitas untuk mempercepat 46:52 realisasi investasi asing maupun 46:54 mempercepat eh domestic direct 46:57 investment juga. Jadi ee PMDN penaman 47:01 modal negeri juga wajib untuk di 47:03 dikembangkan ya dan ee industri yang 47:07 sudah ada seharusnya juga dipertahankan 47:09 bahkan ditingkatkan. 47:12 Jadi jangan sampai pemerintah ini selalu 47:14 fokus hanya untuk investasi baru. Tidak. 47:18 Sekarang perlu kebijakan bagaimana 47:21 mempertahankan industri yang sudah ada 47:23 tetap hidup, bisa naik, bisa lebih hebat 47:27 lagi. 47:29 Jadi jangan selalu fasilitas-fasilitas 47:31 itu untuk memfasilitasi investasi baru 47:34 yang sudah ada diperkuat ya kan dibikin 47:37 maju 47:38 ya. Em, kalau dari saya apabila apabila 47:45 skema yang real ini bisa dilakukan, 47:50 ya kan 47:51 em investasi baik dari ee luar maupun 47:56 dari dalam negeri itu bisa terealisasi 47:59 lalu dipastikan berjalan dengan baik, 48:02 tenaga kerja terserap dengan baik, ada 48:06 ahli teknologi, ya kan, ada ahli 48:08 teknologi lagi sehingga kita mampu 48:11 mengembangkan lagi menduplikasi lalu 48:14 misalkan kita bikin mobil listrik versi 48:16 Indonesia kita harus punya itu kayak 48:19 begitu industri pertahanan kita gimana 48:23 lalu untuk makan siang gratis kenapa 48:25 kita harus beli susu dari luar negeri 48:26 atau dari mana kita kan bisa bikin ee 48:31 susu yang berbasis dari ee 48:36 tepung ikan yang memiliki kandungan 48:39 memiliki kandungan protein tinggi itu 48:42 diolah lalu jadikan susu. Bukan susu 48:45 ikan dalam arti ikan yang pikir punya 48:47 susu. Bukan. Itu adalah kandungan tepung 48:50 protein 48:53 yang kemudian bisa diolah menjadi susu, 48:54 menjadi biskuit apa untuk mendukung 48:57 programnya Pak Prabowo. Makan siang 48:59 gratis ber apa namanya? Bergizi. Jadi 49:03 kita program-program itu dari 49:05 sumber-sumber yang sudah ada. Jangan 49:07 beli lagi, impor lagi, impor lagi, impor 49:10 lagi. Malah malah lebih repot kan. Nah, 49:13 kalau dengan begitu berarti visi Pak 49:17 Presiden Prabowo bahwa ketahanan pangan 49:20 tercapai, ketahanan energi tercapai, air 49:25 aman, lalu ee apa namanya? Visi menuju 49:30 Indonesia Emas 2045 mudah-mudahan bisa 49:33 tercapai. 49:35 Demikian dari saya, terima kasih. 49:40 Baik, terima kasih Mas Ransah. 49:43 Ee sekarang kita dengar dari Bung Roki. 49:47 Bagaimana Bung Rocki pandangannya atas 49:49 tadi dua paparan dari narasumber kita 49:52 dan satu pertanyaan ee tambahan dari 49:55 saya juga Roki tadi sudah saya tanyakan 49:57 juga ke Basfan bahwa kalau kita lihat 49:59 dari sejarah ee negara-negara yang besar 50:03 yang makmur itu ee berintisan dengan 50:05 peningkatan sumber daya manusia dan 50:08 penguasaan ilmu pengetahuan. ya enggak 50:10 ada negara yang besar yang maju bangsa 50:13 peradaban besar itu tidak menguasai 50:15 pemetahuan gitu. Jadi kalau menurut bisa 50:18 jadi kalau salah satu faktor kalau kita 50:20 benar-benar serius mau memajukan bangsa 50:22 kita ekonomi bahwa penguasaan pendidikan 50:25 dan ilmu pengetahuan ini penting. 50:26 Bagaimana Bung Roki? 50:28 Ya itu ilmu pengetahuan penting, 50:30 teknologi penting, tetapi visinya itu 50:33 yang seringki tidak ada. Mau diapain 50:36 kapasitas 50:38 ee [berdehem] 50:39 software kita misalnya kalau 50:41 software-nya itu tersedia, lalu 50:43 manufacturingnya itu dengan cara apa? 50:45 itu kalau manufakturnya dibuat lalu 50:47 mentalnya apa? Mau ekspor apa mau impor? 50:49 Kan ini satu 50:53 krisis tentang apa yang mau kita 50:55 lakukan. Ini bagus. Betul tadi Pak Khas 50:57 dan Pak Sofyan menerangkan dengan sangat 50:59 sederhana apa yang disebut cara berpikir 51:02 visioner. Kan itu intinya kan. Dan saya 51:05 kira kabinet hari ini justru itu yang 51:07 tidak ada karena merasa bahwa ini 51:09 kabinetnya besar 100 itu artinya mampu 51:12 untuk menghasilkan semua hal yang 51:15 dibayangkan oleh Pak Prabowo. Kalau kita 51:17 bayangkan misalnya 8%, oke semua orang 51:19 bicara 8% baru Brain yang bicara 8% itu 51:23 boleh pertumbuhan 8% tapi berapa persen 51:26 jejak ekologi yang akan ditinggalkan? 51:29 ecological food-nya berapa persen? Itu 51:32 kalau 8% artinya ada yang akan bertumbuh 51:38 mungkin 15% 51:40 supaya yang 3% itu naik kan 8% rata-rata 51:43 kan. Jadi pasti juga akan terjadi 51:46 ketimpangan gini rasionya tuh dengan 51:48 sendirinya tuh. Karena enggak mungkin 51:50 UMKM itu tumbuh 8% tuh antar sektor 51:52 apalagi itu antar daerah apalagi itu. 51:54 Jadi potensi-potensi itu yang 51:57 diseludupkan [mendengus] lewat angka 51:58 makro 8% tadi itu. Kalau kita tanya pada 52:01 anak muda Eropa 8% itu masuk akal 52:02 enggak? Mereka bilang masuk akal tapi 52:04 separuh dari Kalimantan itu berubah jadi 52:06 padang pasir tuh kan. Itu cara 52:08 berpikirnya begitu tuh. Nah, kita coba 52:10 bandingkan misalnya itu ya ee betul tadi 52:14 ilmu pengetahuan diperlukan dan harusnya 52:17 itu yang jadi patokan utama kan kalau 52:20 misalnya kita bandingkan dengan Cina 52:22 yang yang mengejar teknologi itu sejak 52:25 50 tahun lalu sebetulnya disiapkan tuh 52:27 atau Vietnam yang nyusul 20 tahun 52:29 kemudian tetapi mereka mulai dengan 52:31 riset dasar itu juga terkait dengan 52:34 kurikulumnya apa kurikulum dasarnya apa 52:36 itu supaya ada ee ee industri yang 52:41 memungkinkan kita tadi produk 52:43 software-nya bukan sekedar jadi tukang e 52:46 tukang ee ee apa namanya nih? Tempel 52:50 sana tempel sini teknologi orang kan. 52:52 Tapi itu pun enggak ada soal. asal kalau 52:55 kita misalnya belum mampu untuk 52:57 memproduksi software seperti Vietnam 52:59 juga software software industri 53:01 software-nya tuh ya kebanyakan titipan 53:04 dari negara lain kecuali Cina yang mampu 53:06 secara ee fundamental menerangkan pada 53:10 dunia bahwa kami maju karena ada riset 53:13 dasar tuh dan itu investasinya di bidang 53:14 matematik, fisika atau ngundang segala 53:17 macam pakar kita baca itu di dalam ee ee 53:21 ee ee asas-asas kemajuan ekonomi Cina 53:23 Nah, Vietnam menyusul tapi dia 53:25 konsisten. Dia mulai dengan riset dasar 53:29 lalu tumbuh jadi manufaktur. Walaupun 53:32 itu masih aseming-asemlingan, tetapi dia 53:35 pastikan dia akan ekspor. Jadi ada 53:37 pemasukan di situ. Nah, kita dua hal itu 53:39 tidak kita lakukan tuh karena ada mental 53:42 import, import, impor kan di situ 53:44 sebetulnya problem kita. Jadi tadi kalau 53:48 Pak Khas tadi menerangkan dengan baik 53:50 bahwa mestinya ada semacam sebut aja 53:54 oversiz komite yang memantau visi 53:56 presiden ini dijalankan secara visioner 54:00 atau justru membahayakan karena tidak 54:02 ada kontrol etik di situ kan. Jadi betul 54:05 tadi ya kita mengukur indeks 54:06 kebahagiaan. Iya. Tetapi bagi 54:08 pelaku-pelaku ekonomi di kalangan 54:10 pemerintah sendiri ini bukan indeks 54:12 kebahagiaan yang mereka indeks kebagian. 54:14 Kebagian apa enggak gue kan soal-soal 54:17 semacam itu sebetulnya tuh yang kita 54:19 tahu dari awal tuh. Kalau kita lihat 54:21 misalnya dari sekarang kita dengar 54:24 bagaimana eh 54:26 bupati-bupati itu berlomba-lomba untuk 54:29 cari dukungan tanpa peduli distribusinya 54:33 bagaimana nanti. Itu saya kemarin saya 54:36 dari ee Mimika itu, Mimika itu 54:40 APBD-nya itu 6,5 triliun, penduduknya 54:44 Rp300.000. Bayangin coba. Jadi diam di 54:48 rumah pun dia mesti sudah kaya kan. Jadi 54:50 ada sesuatu di situ. Ada ada software 54:52 kebijakan yang ngacau tuh. Coba kita 54:55 lihat lagi tuh. Saya kemarin setelah 54:57 dari Mimika saya pindah ke dekat-dekat 55:00 Samarinda di situ tuh KM 37 tuh. 55:04 Teman saya undang saya untuk lihat ee 55:06 percobaan untuk membuat tadi sirkular 55:09 ekonomi itu dengan prinsip siro eh nol 55:13 sampah itu. Waktu dia minta izin, 55:17 Dinas Perus datang periksa pabriknya. 55:22 Pabrik kecil, pabrik sederhana itu 55:24 memulai supaya green ekonomi itu ada 55:26 modelnya di Kalimantan tuh. Kata 55:28 [tertawa] kata Departemen Perrian, dia 55:30 tanya mana tempat pembuangan sampah? 55:34 Kata direktur di situ, "Enggak ada, Pak. 55:36 Kenapa enggak ada sampah?" Loh, ini kan 55:37 konsepnya siro waste kan. Tapi dia 55:40 bilang, "Enggak boleh, mesti ada 55:41 pembuangan sampah." Jadi bayangkan 55:43 konsepnya enggak dipahami sampai ke 55:45 daerah kan. Buat apa ada ee industri 55:49 yang nol sampah itu harus bikin tempat 55:52 pembuangan sampah. Jadi bayangkan 55:54 misalnya itu hal yang sederhana di mana 55:57 kita ingin berupaya supaya jangan karena 55:59 ada growth di growth itu adalah ideologi 56:02 dunia hari-hari ini kan dan 56:04 kemungkinan-kemungkinan itu yang akan 56:05 membatalkan karena Pak Prabowo saya tahu 56:07 dia mbrief menteri-menteri itu dengan 56:11 filsafat atau polisi yang bersifat 56:14 environmental ethics. Tapi kelihatannya 56:16 enggak ada satuun menteri waktu di BF di 56:18 Hambalang itu bertanya tentang soal itu 56:19 kan. itu sebetulnya yang menerangkan 56:21 pada kita bahwa kapasitas pengetahuan 56:25 yang sangat mendasar itu tidak dimiliki 56:27 oleh pengambil kebijakan karena mereka 56:29 semua disupply bahkan dioutsource secara 56:31 politik kan itu itu problem kita ada di 56:33 situ. Pengambil kebijakan itu tidak 56:35 berpikir. Mereka hanya berupaya untuk 56:38 mengintip supaya ee menterinya itu bisa 56:41 dapat suplly informasi dari badan 56:44 anggaran. Kan itu semua yang ada di 56:46 kepala mereka kan. Jadi kelihatannya di 56:48 depan kita akan gagal tuh mulani 56:51 berkeluk kesah tuh dan minta supaya 56:54 orang mengerti ya tapi dia tugasnya 56:56 adalah kasir tetapi diberi beban untuk 56:59 cari pinjaman itu. Sementara kalau kita 57:02 e 57:05 jual surat berharga itu pasti ee 57:08 apa namanya bunganya tinggi karena 57:09 ketahuan kita butuh sekali kan itu 57:11 soalnya tuh. Nah, kalau kita mau 57:13 sebetulnya dari awal buka ini sebagai 57:16 problem tuh hentikan prinsip untuk 57:18 digrows untuk grows grows grows itu kan 57:21 dibikin aja 45% tapi betul-betul dia 57:23 berbasis pada keadilan sosial tuh itu 57:26 lebih masuk akal sebetulnya tuh enggak 57:27 usah gaya-gayaan mempercepat lalu ada 57:30 hilirisasi ya saya berapa kali bicara 57:33 dengan teman-teman di Eropa tuh mereka 57:35 bilang iya hilirisasi betul tetapi di 57:38 hulu masalahnya adalah kompetisi di 57:40 antara pemain nikel itu cuman empat 57:42 orang itu artinya dihilir bersih secara 57:45 secara ekologi, di hulu itu kotor secara 57:48 politik. Itu masalah juga kan. dan 57:50 investor juga akan melihat itu bahwa 57:52 kalau tidak ada eh kompetisi bisnis yang 57:55 fair, mereka enggak akan investasi 57:57 karena mereka akan dikritik oleh 57:58 anak-anak muda di Eropa dan Amerika kan 58:00 karena menganggap bahwa mereka membantu 58:01 perusakan lingkungan atau membantu 58:03 bisnis yang kotor di kulu itu walaupun 58:06 impactnya e hasil energinya bersih di 58:08 hilir. Jadi ini komplikasi yang 58:11 menyebabkan mungkin Pak Prabowo dalam e 58:14 2 bulan ini sudah mulai frustrasi itu 58:16 mau mau diapain nih pulang dari luar 58:18 negeri tetap enggak cukup itu. Sementara 58:20 tuntutan ee bonus demografi Indonesia 58:24 emas itu makin lama makin jadi slogan 58:27 kosong. Kita bicara misalnya ya Pak 58:31 Jokowi bilang bonus demografi nanti anak 58:34 muda yang tahun ini yang hari-hari ini 58:37 pendapatannya e akan bertambah 5 kali 58:40 atau 10 kali lipat di 245. Oh iya, itu 58:43 kalau kalau kalau Kuala Lumpur dan 58:48 Singapura misalnya berhenti 58:49 pertumbuhannya kan kan cara membaca 58:51 bonus demografi juga ngacau tuh 58:52 seolah-olah generasi yang sekarang itu 58:54 dibandingkan dengan generasi ini di 2045 58:58 kan mestinya perbandingan generasi yang 59:00 sama di dua tempat yang berbeda. Kalau 59:03 misalnya kita masuk ke mulai memproduksi 59:06 industri dasar di tahun emas yang masuk 59:09 ya anak muda dari dari Kuala Lumpur 59:11 bukan anak muda dari Depok yang masuk di 59:13 situ kan. Jadi itu intinya itu anak muda 59:15 Depok ya berapa pendapatannya per kapita 59:17 sekarang? 3.500 dolar. 59:20 Sementara ee saya kebetulan ada di Kuala 59:22 Lumpur hari ini. Sementara di Kuala 59:24 Lumpur pendapatan berkapitnya sudah 59:26 13.500. 59:28 Jadi tetap kita akan tercecer kan. Jadi 59:30 tentang konsep pun itu menipu 59:32 sebetulnya. dikasih angin surga tuh 59:33 kalian bonus demografi akan dapat e 59:36 pendapatan 10 kali lipat. Oh iya kalau 59:38 kalau kalau kula lumpur itu minus 10 59:42 baru Indonesia bisa bisa ee lampa kan. 59:45 Jadi sekali lagi itu bagus betul ini ini 59:48 semacam refleksi walaupun refleksi ini 59:50 tentu jadi kegekiran bagi eh Pak Mardani 59:53 karena Pakani ada di Kimples itu 59:55 masalahnya [tertawa] 59:59 ini ILT pertanggungjawaban moral supaya 1:00:01 bisa tetap berakal sehat [tertawa] 1:00:04 ya bagus bagus banget 1:00:07 makasih Bu 1:00:10 Pak Madani apa masih gabung 1:00:13 [tertawa] 1:00:14 Masih, Dik. Hai, Bro. 1:00:16 Yang yang kimplus yang lain, di 1:00:20 Iya, iya iya iya. Nah, sekarang kita ke 1:00:23 Pak Maren. Pak Mar tadi menarik ya, ada 1:00:25 dari Mas Sofan terkait tiga perpaduan 1:00:28 model ekonomi ya, ee hijau ya, 1:00:31 humaniora, terus ee ekonomi biru ya, 1:00:34 plus dari Masasriansa bagaimana 1:00:36 menggenjot investasi. Kita enggak akan 1:00:39 bisa naik pertumbuhan ekonomi kita kalau 1:00:41 investasi kita turun ya. Bahkan 1:00:44 prasyarat tadi sudah dihitung-hitung 1:00:45 kurang lebih 1.000 triliun sampai 202 1:00:49 kita butuh total investasi. Nah, 1:00:52 kira-kira ada insight lain enggak, Pak 1:00:53 Mardani? Ee faktor-faktor utama yang 1:00:56 perlu dimunculkan 1:00:58 oleh pemerintah agar pertumbuhan ekonomi 1:01:01 kita bisa naik? Ya, kalau saya tadi 1:01:03 menyinggung soal penguasaan dan 1:01:05 pengembangan ilmu pengetahuan ya ee 1:01:07 sehingga bangsa kita ee memiliki 1:01:09 kemampuan nilai tambah yang tinggi 1:01:11 dengan penguasaan ilmu pengetahuan itu 1:01:13 sendiri. Bagaimana Pak Mar? 1:01:16 Makasih Bang Haldi. Makasih Maswan, 1:01:19 makasih Mas Hasri, Bro. Eh, jadi gini 1:01:23 ya. 1:01:25 Foreign direct investment itu 1:01:30 tentu kita akan bersaing. Tadi Bro eh 1:01:33 Rocky sudah bilang e di Singapura 1:01:36 sekarang Laos dan Kamboja itu juga lagi 1:01:38 coba ngejar kita Vietnam speednya sudah 1:01:41 di atas kita gitu kan. Nah, ee saya 1:01:45 justru berpikir begini, Bang Haldi. 1:01:47 Masan, Mas eh Asri 1:01:52 ee penataan di orkestrasi 1:01:56 manajemen nasional kita ya yang terjadi 1:02:00 sekarang ini mens sana incorpore sana 1:02:02 loh ke sana gue ke sono pemerintah pusat 1:02:04 mau 8% ya. Tetapi yang terjadi pemdanya 1:02:09 tidak punya inovasi. 1:02:11 Ee sebagian kementerian bisnis as usual 1:02:15 ya kalau kita ngelihat minta maaf ya ee 1:02:18 kalau ada yang bilang ee aparat dengan 1:02:22 segala ee pekerjaannya. Kemarin saya 1:02:24 ditanya wartawan tuh bagus Bung Roki. Ee 1:02:28 gimana ee pengelolaan kepolisian? Saya 1:02:31 bilang kalau di Amerika kepolisian itu 1:02:34 di bawahnya mayjer gitu. bupati walikota 1:02:36 gitu loh. Karena memang ee fungsinya 1:02:39 bukan di politiknya gitu, tapi fungsinya 1:02:42 di penertiban dan keamanannya gitu loh. 1:02:46 Selagi kita tidak berani mengambil 1:02:48 keputusan drastis ee saya mengusulkan di 1:02:51 pembahasan di Komisi 2 Bung Roki Mas ee 1:02:56 Sopoasi bahwa otonominya di daerah 1:03:00 tingkat satu ee ada pemilihan gubernur 1:03:03 tapi jumlah provins diperbanyak satu 1:03:06 provinsi cuma 6 sampai 8 kabupaten kota 1:03:09 ya contohnya Jakarta bupati walikotanya 1:03:11 diangkat saja oleh gubernur gitu loh. 1:03:14 Jadi orkestrasi di tingkat kabupaten 1:03:17 kota yang sekarang ini jadi raja-raja 1:03:18 kecil ya itu bisa dirapikan. Yang kedua 1:03:22 ee perencanaan harus dari pusat tidak 1:03:24 bisa pendidikan kesehatan diberikan 1:03:26 kepada bupati walikota 1:03:29 yang kemampuan teknokratisnya, kemampuan 1:03:31 strategisnya, kemampuan implementasinya 1:03:33 jauh panggang dari api. Jatuhnya 1:03:36 project. Padahal enggak bisa kita 1:03:40 menghasilkan 1:03:41 foreign direct investment kalau ICORE 1:03:43 kita masih 6 sekarang 6,4 bahkan ee 1:03:47 bahwa untuk tumpuh 1% kita punya perlu 1:03:49 6,8. Wah rugi gitu loh. Negara lain 1:03:52 sudah ee mendekati empat dulu zaman orde 1:03:55 baru kita empat gitu loh. Nah jadi 1:03:58 enggak semudah membalik telapak tangan. 1:04:00 Nah, por dari investment yang kita rayu 1:04:04 kalau kondisi internal kita masih 1:04:06 centang perenang kayak gini nanti kayak 1:04:09 aguan gitu loh ya cuma kasihan aja gitu 1:04:12 loh bikin habis itu enggak akan 1:04:13 sustainable. Kalau mau sustainable ya 1:04:16 memang kita kerjakan PR kita merapikan 1:04:19 keseluruhan pekerjaan kita dan nanti 1:04:22 kalau kita sudah rapi mereka enggak 1:04:23 perlu minta itu atau segala macam 1:04:27 segala macam tex even lah segala macam 1:04:30 karena pasar kita 1:04:32 jiwa 1:04:38 Jadiasan 1:04:45 keberanian dalam beberapa zaman memotong 1:04:49 para koruptor, para oligar yang mungkin 1:04:51 kemarin membantu Pak Prabo menang gitu. 1:04:54 Begitu Bang Ali. 1:04:57 Baik, terima kasih Pak Mardani. Sekarang 1:05:01 ke Mas eh Sofa Rozi. ini gimana e bentuk 1:05:06 kombinasi konkritnya ya Mas Rovan Rozi 1:05:08 antara tiga kombinasi tadi ya ada konsep 1:05:13 ekonomi hijau, biru, sama yang sosial 1:05:15 humanioranya itu ee seperti apa ini 1:05:19 mensinergikan 1:05:20 sehingga ketiga ekonomi, konsep ekonomi 1:05:23 ini bisa berjalan dengan baik gitu ya. 1:05:29 Ya, menurut saya yang paling lemah itu 1:05:31 adalah ekonomi berbasis kultural 1:05:35 humaniora. Itu yang paling tertinggal. 1:05:38 Jadi kalau yang tadi ekonomi sirkular 1:05:40 atau ee ekonomi biru itu ee kita bisa 1:05:44 lakukan ee apa ya ee tiru, coba terapkan 1:05:50 ya untuk ee skala yang yang ada di 1:05:53 negeri kita. Tapi kalau model ee model 1:05:58 kultural homeera kita begitu banyak ee 1:06:01 suku bangsa di di negeri kita ini. Saya 1:06:04 contohkan di kasus yang ee Rempang ya. 1:06:07 Saya saya kebetulan 1 bulan penelitian 1:06:09 di Kepulauan Riau. Saya enggak kebayang 1:06:12 di di Batam itu sudah ada model kampung 1:06:15 tua. Jadi di ee Sisona sudah ada perda 1:06:18 yang melindungi ee komunitas ee 1:06:22 orang-orang Melayu yang tidak boleh 1:06:23 digusur oleh e industri. Kemudian 1:06:27 misalnya pesisir yang ada di Kampung 1:06:28 Bakau Strip itu dijadikan ee konservasi 1:06:32 yang tidak boleh digusur, diambil alih 1:06:34 dan dijadikan status kampung tua. Tapi 1:06:37 kenapa yang di Rempang di pulau 1:06:38 sebelahnya tuh tidak ada gitu. Jadi 1:06:41 sama-sama satu provinsi kebijakan antara 1:06:43 pulau aja berbeda. Jadi kalau kita lihat 1:06:46 di pulau di Batam itu ee bagaimana ee ee 1:06:51 karivan lokal ada model ada perda 1:06:54 tentang kampung tua sehingga bisa 1:06:55 berdampingan dengan ee industri dan 1:06:59 modernisasi 1:07:01 itu bisa berjalan. Tapi di sebelahnya 1:07:04 tidak. bagaimana ee daerah yang sebelah 1:07:07 pulau itu kemudian menjadi tadi area 1:07:10 konflik gitu ya. Ee ketika investor 1:07:13 datang ke sana seolah-olah tanah itu 1:07:14 enggak bertuan, tidak ada penghuninya 1:07:16 gitu. Padahal kita baca riwayat konflik 1:07:19 sebelumnya itu ee investor sebenarnya 1:07:21 sudah melihat ada daerah yang ee tingkat 1:07:23 konfliknya rendah yang ada di kepulauan 1:07:25 di Bangka ya di yang bisa mereka pakai 1:07:28 untuk ee industri sejenis gitu ya. itu 1:07:32 juga menjadi ee ee problem yang menurut 1:07:35 saya kita masuk menyelesaikan dulu ee 1:07:38 yang paling berat adalah membangun 1:07:40 ekonomi berbasis ee kultural humaniora 1:07:43 karena paling paling tertinggal k kita 1:07:45 paling kompleks di situ. Nah, yang 1:07:48 sisanya yang model ekonomi sular eh 1:07:50 model eh green ekonomi dan model ekonomi 1:07:54 biru itu tinggal ee ininya melanjutkan 1:07:57 apa yang sudah dibangun ee di di era 1:08:00 sebelumnya gitu. Tapi saya setuju tadi 1:08:02 dengan Bung Bung Roki Gerung ya. Ee 1:08:04 persoalan hulu itu menjadi penting ya. 1:08:07 misalnya tentang ee apa bagaimana ee 1:08:10 pemain kompetisi di sektor-sektor hulu 1:08:13 itu juga harus ya ini kuncinya kalau 1:08:16 kalau kata teman saya itu adalah 1:08:18 bagaimana kita membangun ee eh akses dan 1:08:22 environmental justice ya di di hulunya 1:08:25 itu. Jadi ketika kita mau mengolah ee 1:08:27 sumber daya alam itu selesaikan dulu 1:08:29 bahwa pertambangan itu bukan kutukan 1:08:32 buat orang lokal. bahwa pemainnya itu 1:08:35 saya penelitian di Nusa Tenggara Timur 1:08:37 ee pemda sana ingin membuat satu perda 1:08:41 membangun ee kita moratorium tambang 1:08:43 atau menyiapkan pertambangan yang 1:08:45 melibatkan rakyat dengan basis koperasi. 1:08:49 Ini sangat ironis ya, koperasi adalah 1:08:50 model ekonomi kita. Tapi ketika kita 1:08:53 menerapkan ee pertambangan di di hulu 1:08:57 misalnya, pemain-pemainnya adalah pemain 1:08:58 asing, pemain besar, tapi sektor di 1:09:01 bawah mereka cuma menjadi pemasuk ee 1:09:03 pasar gelap, mangan misalnya. itu suatu 1:09:06 yang ironi. Jadi menurut saya bagaimana 1:09:08 mau menggerakkan pertumbuhan ekonomi 1:09:10 Indonesia kalau hal-hal yang tadi 1:09:13 Bungoki Bang Mardani katakan kita tidak 1:09:16 selesaikan dengan ee dengan tuntas 1:09:20 masalah siapa, mendapat apa, kapan, dan 1:09:22 bagaimana untuk pemanfaatan ee sumber 1:09:26 daya alam sebesar-besarnya. 1:09:28 Itu satu poin. Yang kedua, bagaimana ee 1:09:31 Bang Yansa tadi melihat ya ee ee 1:09:35 pelajaran ketika orang mau investasi ya 1:09:39 di permuda dan yang paling penting saya 1:09:40 set dengan Bayangsa ya yang sudah ni 1:09:42 sudah dirawat gitu. Jadi kalau kita 1:09:44 main-main ke ee Baturaja itu ada satu 1:09:47 baleho yang menarik gitu dalam bahasa 1:09:50 Komering ya. Kalau kita tidak bisa 1:09:53 bangun yang baru, tidak merusak yang 1:09:55 sudah ada cukup gitu. Nah, ini jadi 1:09:57 problem kalau misalnya ya tadi misalnya 1:09:59 industri tekstil kita ya, kita sudah ee 1:10:02 mencoba membangun industri tekstil, 1:10:04 membuka papan pekerjaan bahkan bisa 1:10:07 ekspor, tapi kemudian karena perang 1:10:10 dagang karena ee satu hal ee bisnisnya 1:10:14 ee mati gitu ya ee bubar gitu. Jadi ini 1:10:19 pertanyaan besar yang tadi ee Bu saya 1:10:21 kritikkan ya. merawat yang sudah ada itu 1:10:23 juga bagian yang penting. Jadi kebijakan 1:10:26 merawat kita di Indonesia kurang banyak 1:10:28 para penghubung dan perawat. Kalau yang 1:10:31 buat baru iya, tapi yang merawat dan 1:10:35 menghubungkan yang sudah ada menjadi 1:10:37 lebih baik itu adalah problem terbesar 1:10:39 dalam membuat angka pertumbuhan 8% itu. 1:10:43 Dan bagi saya ee orang tidak akan begitu 1:10:46 bahagia indeks sebagian itu ya kalau 1:10:49 melihat dari dari awal itu mereka enggak 1:10:51 diajak bicara gitu ya. Nah, bagi saya 1:10:54 itu adalah penting sekali ruang publik 1:10:56 ya. Jadi, Bung Rocky sangat penting 1:10:58 membangun ee ruang publik ya. Bung Rocky 1:11:01 datang ke Papua, Bung Rocky datang ke 1:11:03 NTT, Bung Rocky menjadi eh motor ee 1:11:07 ruang publik yang selama ini hilang gitu 1:11:10 ya. Jadi bagi saya itu memang ee bangsa 1:11:13 ini ee ee perlu sekali apa ya ee lebih 1:11:18 merawat apa yang sudah dimiliki. 1:11:20 Kemudian yang paling penting juga 1:11:22 menurut saya dalam tadi pertanyaan Bang 1:11:24 Haldi adalah bagaimana mengkombinasi 1:11:26 tiga model ekonomi itu menjadi model 1:11:29 yang terbaik. Jadi saya pikir itu harus 1:11:31 ada siapa melakukan apa, kapan dan 1:11:33 bagaimana bagian kerjanya itu. Jadi kita 1:11:37 harus belajar dengan dari tradisi lisan 1:11:39 dan tradisi seni pertunjukan bangsa 1:11:41 kita. Jadi bagaimana orang bisa bermain 1:11:44 ee satu lakon, satu peran yang orang 1:11:47 sudah tahu apa yang harus dia lakukan 1:11:48 dan apa yang tidak boleh dia lakukan. 1:11:50 Karena memang sejak awal briefingnya itu 1:11:51 dibicarakan sebelum ee pentas dilakukan. 1:11:55 itu ibaratnya ya model seperti itu. 1:11:57 Sekarang kita lihat e seni pertunjukan 1:11:59 tidak ada. Di zaman tahun '0-an saya 1:12:01 masih menyaksikan ada wayang orang, ada 1:12:03 seni pertunjung, ada permainan rakyat 1:12:05 yang mungkin eranya sekarang berbeda. 1:12:07 Tapi menurut saya itu pelibatan 1:12:09 masyarakat menengah bawah gitu dalam 1:12:11 satu ee apa upaya menggerakkan ekonomi. 1:12:15 Itu yang menjelaskan kenapa begitu 1:12:16 banyak orang yang terselamatkan dengan 1:12:19 menjadi ee super ojek ya. Karena 1:12:21 sektor-sektor lain yang yang kreatif, 1:12:24 yang inovatif, yang ee budaya berapa 1:12:27 banyak di daerah di provinsi Indonesia 1:12:29 itu ada seni pertunjukan? Kecuali di 1:12:31 Bali misalnya berapa banyak? Kalau di 1:12:33 Bali ada pentas ini, pentas itu. Apakah 1:12:35 di 38 provinsi yang lain tidak tidak 1:12:38 perlu dibuat yang sama? Itu untuk 1:12:40 menciptakan lapangan pekerjaan supaya 1:12:41 mereka yang selama ini cuman jadi objek 1:12:44 ee apa? pengobjek ee jadi juru ojek 1:12:47 online itu bisa melakukan ee multi 1:12:49 pekerjaan ya. kereta seninya di di apa 1:12:53 bisa dijadikan bagian orang tidak mesti 1:12:56 bekerja ee hujan-hujanan siang malam 1:12:58 untuk mencari nafkah di jalan, tapi dia 1:13:00 bisa menjadi pekerja seni, pekerja 1:13:02 budaya, tapi bagaimana ee ruang mereka 1:13:05 untuk bisa memasarkan kemampuan ee seni 1:13:08 budayanya itu. Itu yang menurut saya 1:13:10 tadi yang saya katakan ke Bang Aldi, ini 1:13:12 masih sangat lemah, belum ada modelnya, 1:13:14 belum ada ee itunya ee 1:13:18 template-nya gitu ya. Jadi saya pikir 1:13:20 harus ada daerah-daerah yang menjadi 1:13:21 model misalnya model Bali ya, bagaimana 1:13:24 ekonomi ekonomi ee tumbuhan di Bali itu 1:13:27 bisa menjadi ee model buat daerah lain. 1:13:30 Kalau memang model Bali bisa dijadikan 1:13:33 salah satu model percepatan atau daerah 1:13:35 lain yang seperti saya katakan kampung 1:13:37 tua yang ada di ee di Batam itu bisa 1:13:41 menjadi contoh untuk membangun ee 1:13:44 bagaimana ketika membangun satu ee 1:13:47 peradaban kota orang lokal itu menjadi 1:13:49 tuan di negerinya sendiri. Dan itu yang 1:13:52 menurut saya ee hilang dari kata Bang 1:13:56 Rocki tadi ya. Ee angkanya tinggi tapi 1:13:59 banyaknya sakit hati, banyak yang 1:14:00 menderita. Itu yang jadi catatan saya, 1:14:02 Bang. Makasih. 1:14:04 Baik, terima kasih Masfan. Sekarang kita 1:14:07 ke Bang Ransah. 1:14:09 Ee 1:14:11 saat ini ee banyak ee beredar bahwa 1:14:16 Indonesia ini tidak ramai investasi ya, 1:14:18 Bang Riansa ya. ee banyak yang ee 1:14:21 mengarahkan ke Vietnam nih sekarang 1:14:23 investor-investor global dunia ya e 1:14:26 Vietnam, Thailand gitu ya yang sekarang 1:14:29 lagi booming tuh Vietnam 1:14:32 bahkan ee ee dan banyak beberapa 1:14:36 industri besar yang membatalkan 1:14:38 investasinya juga di Indonesia 1:14:39 mengalihkan ke Vietnam dan negara 1:14:41 lainnya. 1:14:42 Nah, kira-kira ee Pak Prabowo akan bisa 1:14:46 enggak untuk ee mengembalikan 1:14:48 kepercayaan investor ini ee Pak Riansyah 1:14:51 ya? E karena memang seperti tadi 1:14:53 benar-benar ketika kita ingin 1:14:55 pertumbuhan tinggi syaratnya adalah 1:14:57 investasi harus deras masuk. Sementara 1:15:00 saat ini Indonesia belum ramah 1:15:01 investasi. Sepertinya seperti itu. 1:15:03 Bagaimana, Bang Rans? 1:15:06 Iya. 1:15:07 Jadi kalau kita bicara daya saing ya, 1:15:10 daya saing investasi, 1:15:13 kenapa Vietnam itu menikmati lebih 1:15:16 banyak? Kalau kita ee tilik ee dari 1:15:21 secara lebih 1:15:23 apa lebih makro ya kan. Ee kenapa sih 1:15:26 Vietnam itu menikmati ee investasi baru 1:15:30 masuk gitu ya? Ini kan karena geopolitik 1:15:33 antara China dengan Amerika. 1:15:36 itu menyebabkan barang-barang yang 1:15:39 diekspor dari China masuk ke Amerika itu 1:15:41 diband sehingga kemudian 1:15:45 ee efek langsungnya adalah pabrik-pabrik 1:15:48 dari China banyak yang pindah keluar 1:15:50 dari China ya kan. Nah, waktu di era 1:15:58 tahun 90-an kita ikut menikmati itu 1:16:01 karena ada ee dari Jepang banyak yang 1:16:04 pindah. Indonesia mampu menangkap 1:16:08 industri-industri untuk dibangun di 1:16:10 Indonesia. Tapi kalau Vietnam ini dia 1:16:12 banyak mendapatkan investasi dari China 1:16:17 terkait dengan beberapa hal. Yang 1:16:19 pertama ee mengenai lahan. Lahan itu dia 1:16:23 lebih ee lebih mudah bahkan dikasih 1:16:26 gratis untuk dikelola sel sekian puluh 1:16:30 tahun. Lalu pajaknya juga di apa? 1:16:33 Dipermudah. Perizinannya juga dipercepat 1:16:37 ya kan. Jadi kemudahan-kemudahan 1:16:40 ee ee berusaha inilah yang kemudian ee 1:16:46 membuat daya saing investasi yang masuk 1:16:49 ke Vietnam itu tinggi. Di lain sisi, 1:16:52 Indonesia juga sudah berupaya 1:16:56 mencari cara supaya daya saing investasi 1:16:59 kita juga bisa kompetitif ya, 1:17:02 kompetitif. 1:17:04 Nah, 1:17:05 permasalahannya di mana sih gitu? Di 1:17:08 Vietnam, lahan itu dikuasai oleh 1:17:10 pemerintah ya kan. Indonesia tahu 1:17:14 sendiri di atas lahan ada kepemilikan 1:17:17 yang bisa menumpuk dan ee konflik 1:17:19 masyarakat, penolakan dan lain-lain. 1:17:22 Lalu juga terkait dengan ee kompetisi 1:17:26 di harga gas industri. Harga gas 1:17:31 industri kita tinggi dibandingkan dengan 1:17:33 Malaysia, dibandingkan dengan Vietnam. 1:17:36 harga 1:17:37 A itu kan berarti energi kan energi ini 1:17:39 kan menjadi apa ya menjadi momok e 1:17:45 seperti yang terjadi di Kendal misalkan 1:17:47 pabrik ee pabrik kaca ya kan mereka 1:17:52 sudah ee mau berinvestasi di Indonesia 1:17:55 dengan janji 1:17:59 harga energi gasnya adalah sudah 1:18:02 ditentukan 6 mmBTU gitu kan. 1:18:05 gitu. Namun ternyata waktunya hanya 1:18:09 sampai 2024 [tertawa] 1:18:11 setelahnya naik ya kan ya mereka 1:18:13 teriaklah. Nah, inkonsistensi kebijakan 1:18:18 maupun inkonsistensi 1:18:20 apa namanya insentif ya kan ini kan ada 1:18:23 dikasih insentif akhirnya dia masuk. 1:18:25 Ketika dia masuk eh ternyata ada klausul 1:18:29 lain ya kan. Loh kok gitu ya? 1:18:33 ini menyebabkan ketidakpercayaan 1:18:37 investor terhadap iklim investasi di 1:18:40 Indonesia gitu loh ya kan kalau kita 1:18:43 promosi bagus-bagus menarik 1:18:46 sebanyak-banyaknya dari luar negeri tapi 1:18:47 ketika implementasinya bermasalah ini 1:18:50 akan menjadi word of mouth di antara 1:18:53 pengusaha-pengusaha 1:18:55 di luar sana bahwa tadi investasi kita 1:19:00 hanya janji-janji manis begitu masuk tu 1:19:03 terperangkap sana terperangkap sini. 1:19:05 Seperti Pak Madani tadi disebutkan, 1:19:07 pemerintah pusat punya kebijakan di 1:19:09 daerah ternyata dianulir, 1:19:12 tidak berlaku lalu kemudian dipersulit 1:19:15 ya kan. Lalu kemudian ya banyaklah 1:19:18 kejadian kan. Tadi Pak ee ee Bang Roky 1:19:22 juga, Bang Rocky Grung juga tadi 1:19:23 menyampaikan ee apa namanya ee gini 1:19:27 rasio meningkat. 1:19:29 Lalu seperti Maluku Utara contohnya, 1:19:31 Maluku Utara kalau secara 1:19:35 apa pertumbuhan ekonominya tertinggi 1:19:37 se-Indonesia di atas 30%. Namun kemudian 1:19:41 kenyataannya masyarakat lokal tidak 1:19:44 menikmati. 1:19:45 Artinya itu 1:19:48 pergerakan ekonomi yang begitu besar itu 1:19:51 larinya ke mana gitu ke pemerintah pusat 1:19:54 kah apa ke kantong siapa ya kan ya. 1:19:58 tidak dinikmati, tidak ada trigling down 1:20:00 effect kepada penduduk sekitar. Nah, ini 1:20:04 yang kemudian menjadi masalah 1:20:05 pertumbuhan ekonomi itu tadi ee oke 8% 1:20:09 secara angka. Iya. Tapi apakah 1:20:12 penerapannya betul-betul merata 1:20:15 dirasakan oleh masyarakat? tenaga kerja 1:20:18 yang terserah benar-benar 1:20:21 ee sesuai ya kan itu yang menjadi 1:20:24 konsep. 1:20:28 Baik, terima kasih Mas Triansyah. 1:20:30 Sahabat-sahabat ee kita sudah masuk di 1:20:33 pengujung acara Industal Dust pada malam 1:20:35 ini. Sangat menarik pembicaraan para 1:20:38 narasumber ee apa rekomendasi kebijakan 1:20:42 dan program yang perlu diambil oleh 1:20:43 pemerintah ee agar serius bisa mencapai 1:20:47 pertumbuhan ekonomi bukan cuma sekedar 1:20:49 lip service atau janji-janji politik 1:20:51 belaka. Eh, karena sudah di akhir acara 1:20:54 seperti biasa ya setiap narasumber kita 1:20:57 minta untuk memberikan closing ideas 1:20:59 atau closing statement. Closing pertama 1:21:01 Bung Roki persilakan. 1:21:04 Ini saya gembira nih ada semacaming 1:21:07 pendalaman ide tentang apa yang disebut 1:21:09 kemakmuran, apa yang disebut kebahagiaan 1:21:11 tuh. Jadi sebetulnya hal semacam ini 1:21:14 yang mesti didengar oleh Pak Prabowo tuh 1:21:17 jangan Pak Prabowo dengerin dengerin tah 1:21:19 pahlil melulu tuh kan. E dan dan bagus 1:21:22 kemarin Prabowo meledek si baklil kan. 1:21:24 Jadi kita ada di dalam banyak kebohongan 1:21:27 itu. Coba bayangkan misalnya 1:21:30 satu waktu saya ee ke tentena ini saya 1:21:33 kasih ilustrasi aja supaya karena saya 1:21:35 suka suka naik gunung itu saya masuk 1:21:37 sampai wilayah-wilayah kecil itu di 1:21:39 Tentena adaamaanya Danau Tentena. Di 1:21:42 situ ada ikan yang perilaku ikan itu 1:21:45 seperti ikan salmon. dia akan mengikuti 1:21:47 arus ke bawah bertelur di muara lalu dia 1:21:51 naik ke atas untuk jadi gemuk dan 1:21:54 dikonsumsi oleh masyarakat Tentena suatu 1:21:56 waktu mereka kaget kok enggak ada enggak 1:21:59 ada lagi ikan itu kan semacam ikan belis 1:22:01 kecil-kecil itu. Karena ternyata antara 1:22:05 danau dan muara itu dihalangi oleh micro 1:22:09 power plant itu. Lalu saya tanya kenapa 1:22:12 ee ada power plan? Karena yang bikin itu 1:22:14 bilang nanti dia akan supply voltage ke 1:22:16 kampung-kampung itu. Ternyata betul 1:22:19 voltage-nya ee sedikit aja yang disuplly 1:22:22 karena kebutuhannya cuma sekian ee ratus 1:22:24 ee sekian ribu atau sekian puluh megaw. 1:22:28 Tetapi dia produksi berlebih untuk apa? 1:22:30 Untuk disuplly ke beberapa eh smelter di 1:22:33 sekitar situ sebetulnya tuh. Tapi 1:22:35 masalahnya adalah ikan itu dia punya 1:22:38 tradisi turun bertelur ke muara nanti 1:22:41 balik ke [berdehem] danau. Dihalangi di 1:22:43 tengah jalan dia enggak bisa balik lagi 1:22:45 ke danau. Jadi bayangin misalnya sumber 1:22:48 protein dari anak-anak di situ pasti 1:22:50 berkurang maka stunting naik di situ 1:22:52 kan. Nah itu yang kita sebut sebagai 1:22:54 analisa dampak lingkungan. enggak pernah 1:22:55 dipelajari [berdehem] itu. Dan itu yang 1:22:57 memungkinkan kita mulai berpikir apakah 1:23:02 ee Pak Prabowo akan dapat juga 1:23:05 keterangan yang jujur dari ee mereka 1:23:07 yang ada di bawah itu soalnya. Nah, 1:23:10 sekarang masalah berikutnya barusan ada 1:23:12 berita bahwa 3 juta rumah yang akan 1:23:16 dibangun oleh pemerintah itu, itu akan 1:23:19 memanfaatkan sawah-sawah di Jawa itu. 1:23:21 Maka akan diambil alis sawah itu, 1:23:23 dibikin dibikin 1:23:25 ee rumah R3 juta itu. Lalu sumber 1:23:28 hidupnya dari mana? Itu nanti pemerintah 1:23:31 bilang, "O pemerintah kelebihan 1:23:33 kelebihan listrik silakan rumah-rumah 1:23:35 itu tambah voltage-nya tuh." Oh iya, 1:23:37 kita tahu kelebihan listrik. Tapi 1:23:39 kelebihan listrik karena industri lari 1:23:41 ke Vietnam, maka pemakai industri di 1:23:43 Jawa itu ee idol listriknya, kan. Jadi 1:23:47 kejujuran dari birokrat di bawah itu, 1:23:50 itu yang enggak ada di kita tuh lain 1:23:52 misalnya kalau di di Cina itu Cina ya 1:23:56 itu gubernurnya itu bahkan sampai ke 1:23:59 tingkat partai komunis satu perintah. 1:24:02 Nah, silakan orang desa atau kepala 1:24:04 desa, bupati itu undang kapitalis tetapi 1:24:07 distribusi kita yang pegang ya. negara 1:24:09 memegang hak distribusi itu 1:24:11 kapitalis-kapitalis itu boleh melakukan 1:24:14 akumulasi tapi hanya melalui negara 1:24:16 distribusi itu terjadi. Itu ada 1:24:18 konsistensi di dalam eh 1:24:21 social market policies itu. Kita juga 1:24:23 bisa pakai hal semacam itu. Sebetulnya 1:24:25 bukankah kita itu memakai prinsip 1:24:29 keadilan sosial bagi seluruh Indonesia. 1:24:31 Nah, di kita justru terbalik kita 1:24:34 memakai market ekonomi itu sebagai 1:24:36 sinyal untuk mengatur efisiensi. Tapi 1:24:39 kemudian dalam kasus rempang misalnya, 1:24:41 market ekonomi masuk ke wilayah 1:24:42 kultural. Dirubahlah wilayah kultural 1:24:45 itu menjadi market society. Yang enggak 1:24:47 mereka enggak pernah paham apa itu 1:24:49 fungsi pasar. Sehingga bagi bahlil ya 1:24:51 gampang aja. Saya perlu lahan di situ 1:24:55 walaupun cuman P 1700 dia bilang 17.000 1:24:57 Ibu mesti gusur gampang nanti dihitung 1:25:00 aja tuh konversikan aja kan rumahnya 1:25:02 berapa dipindin ke apartemen loh. 1:25:04 Apartemen itu tidak diperlukan oleh 1:25:06 cultural cultural society ini kan. 1:25:09 Mereka dipindahkan dari habitat pergi 1:25:12 pada beton. Artinya dia kehilangan 1:25:15 keakraban. Karena bagi mereka apartemen 1:25:18 itu bukan bukan home itu sekedar house 1:25:20 bangunan, bukan suasana. Jadi hal-hal 1:25:23 semacam ini saya kira Pak Prabowo 1:25:25 berkali-kali 1:25:27 menginginkan dengan cara mendesak saya 1:25:30 ingin jadi pemimpin rakyat pertama. 1:25:32 Bahkan dia mungkin berpikir akan jadi ee 1:25:35 sosialis pertama di Asia tuh. Nah, ini 1:25:38 akan ada kontradiksi karena 1:25:39 menteri-menterinya itu bukan datang dari 1:25:41 tradisi kerakyatan. Itu saja soalnya. 1:25:44 Karena dia di outsource dari 1:25:46 partai-partai putih yang cara 1:25:47 berpikirnya adalah ngintip angkaran, 1:25:49 nyolong. Itu aja akibatnya tuh. Nah, 1:25:52 kita mungkin masuk dalam era baru bahwa 1:25:54 ada transisi dari sistem ekonomi yang 1:25:57 kapitalistik itu. Di mana-mana saya baca 1:25:59 banyak eh bahkan pemimpin dunia yang 1:26:01 berkumpul di Dao setiap tahun itu oleh 1:26:04 pendiri Daos. Siapa namanya tuh? E SF 1:26:07 apa Carl Swaf itu mulai meminta supaya 1:26:11 berpikirlah tentang gross. Jangan gross 1:26:13 grows terus karena masalah kita bukan 1:26:15 soal NKRI harga mati tapi bumi harga 1:26:18 mati. itu dasar pikirannya itu di 1:26:20 Amerika ada survei terakhir bahwa 70% 1:26:22 anak muda Amerika itu tidak percaya pada 1:26:23 kapitalisme. Jadi kelihatannya akan ada 1:26:26 parodif, ada realignment dalam soal-soal 1:26:29 ideologi ekonomi dan kita juga mesti 1:26:31 masuk di situ. Saya senang tadi Pak eh 1:26:33 Khas [tertawa] dan eh teman dari dari 1:26:37 Brain itu memberi insight kepada kita 1:26:39 tentang 1:26:41 cara lain untuk memajukan Indonesia 1:26:43 tanpa harus bertumbuh pada ambisi grows 1:26:46 grows grows itu. Saya kira itu eh 1:26:50 kesimpulan saya. Terima kasih. 1:26:52 Terima kasih, Bu Roki. Sekarang Mas 1:26:55 dipersilakan closing ideas atau closing 1:26:58 statement. 1:27:00 Iya, tadi Bang RQ dengan sangat tajam 1:27:04 menyampaikan tandanya bersama. Jadi, 1:27:06 pertumbuhan ekonomi itu enggak cukup 1:27:08 kalau keadilan dan ee apa ya? kebagian 1:27:12 itu tidak dipikirkan. karena dan ee kita 1:27:15 harus tahu akar kita ada di mana, kita 1:27:17 duduk di mana. Jadi itu yang menjadi ee 1:27:20 buat ee apa kita merasa bangga menjadi 1:27:23 orang Indonesia kalau presiden kita ee 1:27:25 bisa belajar dari apa 1:27:27 kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat 1:27:28 di masa lalu itu. Itu aja e Bang Haldi. 1:27:35 Baik, terima kasih, Mas. Sekarang Mas 1:27:37 Ransah persilakan. 1:27:45 Iya. Jadi kalau kita mau closing 1:27:49 statement ya intinya kan ee untuk 1:27:53 menjalankan 1:27:54 apa yang ditargetkan oleh Pak Prabowo, 1:27:58 beliau harus menjalankan program. 1:28:01 Programnya ini harus punya anggaran yang 1:28:05 mencukupi, ya kan? Anggaran fiskalnya 1:28:08 juga cukup. Nah, tentu saja kalau sudah 1:28:12 ada seperti itu, bagaimana kemudian ee 1:28:17 [erangan] 1:28:17 efisiensi dari pelayanan untuk bagaimana 1:28:21 pemerintah 1:28:23 membuat segala macam kegiatan program 1:28:27 itu berjalan efektif, efisien, lancar, 1:28:30 baik itu merealisasi investasi baik dari 1:28:34 luar negeri maupun dari dalam negeri. 1:28:36 Lalu ee ekspor impor bisa berjalan 1:28:39 dengan baik. Utamakan apa duelling time, 1:28:43 ee kendala-kendala di pelabuhan, 1:28:45 logistik dan lain-lain itu dipercepat. 1:28:47 Harga lebih murah. Pesawat tadi Mas eh 1:28:51 Rozi sampaikan untuk ee kita liburan 1:28:55 Natal misalkan sekarang nih, pengebaran 1:28:57 harga tiket tinggi ya kan itu diatasi 1:29:00 gitu kan. hal-hal seperti ini ini 1:29:04 menjadi ee satu keharusan ee sehingga ee 1:29:09 ekonomi kita itu tidak terbebani, tidak 1:29:12 apa, tidak 1:29:15 ee 1:29:17 pergerakan itu tidak terbebani dengan 1:29:19 biaya-biaya tinggi, tapi bisa efektif, 1:29:23 efisien, 1:29:24 produktif ya kan ee 1:29:28 ya baru apa yang ditargetkan. kan bisa 1:29:31 tercapai. Tanpa itu ya berat. 1:29:35 Itu aja dari saya. 1:29:41 Terima kasih Mas Ransyah. Terakhir Pak 1:29:43 Mardani. Pemisi bergabung. 1:29:47 Halo, Paki. 1:29:51 Mungkin beliau lagi di luar ya. Baik eh 1:29:54 terima kasih Bung Ri, Masan, Bangah. Oh. 1:30:00 ide. [tertawa] 1:30:03 Siapa tidak mengerjakan PR dia tidak 1:30:06 akan lulus. Siapa tidak menanam dia 1:30:09 tidak akan memanen. 1:30:12 Dan kalau kata baginda Nabi Muhammad 1:30:14 sallallahu alaihi wasallam tuh ibda 1:30:16 binafsika. Mulai dari diri sendiri, 1:30:19 mulai dari dalam. Dengan 1:30:21 ee jumlah kementerian yang 100 1:30:25 sebetulnya sudah tantangan. Tapi, Bro, 1:30:27 dengan kebijakan Pak Prabowo ngambil 1:30:29 Kementerian Keuangan, Setnek, kemudian 1:30:32 BAPENAS dan juga ee PAN RB langsung di 1:30:36 bawa presiden itu sebuah langkah cerdas. 1:30:39 J saya tetap suuzon eh tetap husnuzon. 1:30:42 Sangkah baik Pak Prabowo insyaallah akan 1:30:44 mampu untuk keluar dari jebakan. ee kita 1:30:48 lihat ee 100 hari pertama ini. 1:30:51 Mudah-mudahan kalau ada 1:30:52 kebijakan-kebijakan yang tegas ee itu 1:30:55 akan memberikan message yang jelas bagi 1:30:57 pasar yang menentukan pasar. Kita harus 1:31:01 betul-betul 1:31:02 ee menampilkan kinerja yang memang 1:31:05 menjaga bangsa tapi juga terbuka kepada 1:31:08 kemajuan. 1:31:09 Makasih, Mas. Makasih, Bro. Makasih, 1:31:12 Mas. 1:31:12 Mantap. [tertawa] 1:31:15 PKS itu jadi mestinya PKS itu tetap Kim 1:31:19 tapi Kim Minus 1:31:21 minus Mulo. 1:31:22 Siap [tertawa] 1:31:23 siap maju terus pokoknya. Baik, terima 1:31:27 kasih Bu Roki Bang Hariansa, Mbak San eh 1:31:31 ILT akan terus membahas ee semua gagasan 1:31:34 yang bisa ee apa membangun bangsa ini. 1:31:38 Walaupun mungkin kita harus juga kritik 1:31:40 ke pemerintah, tapi kita ingin kritik 1:31:42 yang membangun dan mudah-mudahan semua 1:31:44 rekomendasi dan pemikiran yang 1:31:45 disampaikan oleh para narasumber ini 1:31:47 bisa didengar dan juga diimplementasikan 1:31:50 oleh para pengembil kebijakan di negeri 1:31:52 kita. Terima kasih. Sampai ketemu pada 1:31:54 acara Indonesia Stok pekan depan pada 1:31:56 waktu dan channel yang sama. 1:31:58 Asalamualaikum warahmatullahi 1:31:59 wabarakatuh. 1:32:00 Waalaikumsalam.