Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 0:17 subhanahu wa taala. Tiba kita di sesi 0:19 dialog spesial topik berita edisi hari 0:22 Selasa. Kita sudah terhubung dengan 0:25 narasumber kita Bang Ihsanudin Nursi di 0:28 ujung telepon. Halo. Asalamualaikum 0:30 warahmatullahi wabarakatuh, Bang 0:32 Ihsanudin. 0:34 Waalaikumsalam 0:36 warahmatullah wabarakatuh. 0:38 Bagaimana Bang Hanudin kabarnya di pagi 0:41 hari ini? Sehat ya? 0:43 Insyaallah. 0:45 Amin. Amin rabbal. 0:47 Tanggal merah memang hari yang spesial 0:49 ya bagi Muslim Indonesia nih. Sebagian 0:52 banyak yang ee sibuk sedang 0:54 mempersiapkan acara-acara [berdehem] 0:56 maulidnya ini Bang Ihsanudin. Dan kita 0:59 juga melihat bagaimana kesibukan ya 1:03 pemerintah ee dengan segala 1:07 ee infrastrukturnya gitu ya yang di 1:09 dipegang yang dikuasai gitu ya. Lalu 1:13 juga kita melihat ee bagaimana rencana 1:16 perang ekonomi baru Amerika Serikat ee 1:19 ketika 1:21 ternyata ini saya baca satu ee berita di 1:25 beberapa pemberitaan di eh FK News, di 1:28 News Max gitu ya, berita-berita online 1:31 ini menyoroti 1:32 ee target [berdehem] 1:34 perang ekonomi baru Amerika ee Serikat 1:37 ini betul-betul dipengaruhi dengan 1:40 bagaimana langkah ee ee Iran dan juga 1:43 posisi negara-negara yang ada di Timur 1:47 Tengah lalu menyoroti Amerika Tengah. 1:50 Jadi di media ini Bang Insanudin ada 1:53 mitos katanya Trump itu master 1:56 negosiator karena dilihat dia masuk ke 2:00 masuk ke Asia, masuk ke Eropa, masuk ke 2:02 Amerika Tengah. Tapi hal ini ee banyak 2:05 juga gitu ya yang ee membantahnya karena 2:08 ee di situ ada beberapa orang dan juga 2:12 ee pembisiklah dalam kata tanda petiknya 2:15 gitu ya yang sangat mempengaruhi apa 2:18 yang Trump ucapkan dan apa yang Trump 2:21 keluarkan gitu dalam berupa kebijakan ee 2:23 kebijakan. Nah, saya melihatnya 2:25 bagaimana ee Bang Insanudin itu melihat 2:28 ini ini 2:30 ee apa rencana rencana Amerika Serikat 2:33 ee setelah pasca gitu ya, kondisi Timur 2:36 Tengah sekarang, lalu juga pasca kondisi 2:39 Amerika, Amerika Tengah sekarang. Lalu 2:40 juga pasca kondisi ee Rusia dan ee Cina 2:45 gitu yang punya yang punya target sama 2:48 gitu dengan Amerika Serikat gitu. Nah, 2:50 ini juga ee perlu kita ee lihat 2:53 bagaimana rencana perang ekonomi baru 2:56 Amerika Serikat yang diangkat di 2:57 beberapa media barat itu. Bang Insanudin 2:59 melihatnya seperti apa? Lalu kedua, Bang 3:01 Ihsanudin, kita ke dalam negeri urusan 3:03 kebakaran hutan ini juga strategi 3:05 pemerintah itu kan selalu melibatkan ee 3:09 militer gitu ya. Video terbaru 3:11 koordinasi dengan TNI, dengan kepolisian 3:13 gitu ya. Kalau antigen ramai banget nih 3:15 dibahas mengenai ee sagu, tepung tapioka 3:18 gitu ya untuk bisa memadam kebakaran. 3:20 Tapi banyaknya juga yang menyoroti ee 3:22 coba bisa tidak pemerintah ini 3:24 melibatkan orang yang betul-betul 3:26 kapabel gitu ya, betul-betul berkualitas 3:29 gitu dalam menangani masalah-masalah 3:30 darurat, masalah-masalah penting gitu 3:32 ya. Belum lagi koordinasi di daerahnya 3:35 gitu ya, belum lagi koordinasi untuk 3:36 komunikasi publiknya gitu ya. Nah, 3:39 bagaimana nih Bang Insan melihat secara 3:41 umum urusan-urusan urgen, urusan-urusan 3:43 penting yang ee khususnya melibatkan 3:48 pemerintah pusat? Apakah ee kendala 3:51 besarnya di mana sih sebenarnya? Apakah 3:53 di kebijakannya? Apakah di 3:55 langkah-langkahnya gitu ya? Lalu juga 3:58 sebenarnya ada skanerio apa ketika 4:01 pemerintah sedang sibuk itu dengan 4:03 urusan-urusan ee kebakaran hutan, 4:05 bencana dan juga belum lagi urusan 4:08 pencitraannya. Ini netizen hari ini 4:10 diramaikan gitu ya menyoroti ketika ee 4:13 Jokowi melakukan koordinasi dengan 4:15 pendukung-pendukungnya. 4:17 Ada kode percepatan sebelum 2029 gitu 4:21 ya. masuk juga isu aksi 27 Agustus gitu 4:25 ya dengan tagar RUU perampasan aset riuh 4:28 banget ini media sosial nih gitu ya ada 4:30 pihak yang akan disiapkan menunggangi 4:32 itu ada pihak apa gitu ya hiruk pikuk 4:35 ini Bang Insanud ini melihatnya satu 4:37 satu jalan atau e satu garis besar apa 4:40 sih yang dialami bangsa ini Bang Hanudin 4:42 itu saja Bangudin yang kita ingin angkat 4:44 di pagi hari ini. Monggo. 4:46 Bismillahirrahmanirrahim. 4:47 Subhanaka ilana 4:51 hakim 4:53 sayidina Muhammadidina Muhammad. Rabbana 4:57 ilman 4:59 ilmanah. 5:06 Saya melihat hirup pikuk yang Anda sebut 5:11 tadi 5:12 bermula dari apa yang berkali-kali saya 5:15 sampaikan ke 5:18 publik 5:20 lewat TV, lewat wawancara, media, lisan. 5:27 Karena pemerintah, 5:30 gaya komunikasi pemerintah, isi 5:34 komunikasi pemerintah 5:36 saya bilang bukannya bijaksana. 5:39 Hm. 5:40 Tapi menyangkal, hina, menyangkal, 5:44 membantah. 5:46 [berdehem] 5:47 Ee 5:49 saya ngambil contoh pidato 14 Agustus 5:53 kemarin. 5:54 Hm. Kalimatnya begini kalimatnya. 5:57 Saya tidak diamanatkan oleh rakyat untuk 6:00 menyampaikan laporan. 6:02 Saya diamanatkan oleh rakyat untuk 6:05 bekerja. 6:07 Coba coba dipisahkan antara kata 6:11 berkomunikasi menyampaikan laporan gitu 6:13 ya. 6:13 Heeh. 6:14 Dengan pekerja. Coba dipisahkan argumen. 6:16 Argumennya itu argumen pidato itu 6:18 memisahkan itu. Itu 6:22 itu salah. H 6:26 itu dua term yang berhubungan 6:29 sangat terkomunikasi 6:32 dan bertindang. Kalau pakai kalau pakai 6:35 kalau pakai struktur imanunbiusan 6:41 ikrar dian ditunjukkan dengan amalkan 6:45 amalunkan 6:47 dikonstruksikan dengan pilan 6:50 h 6:51 enggak bisa dipisahkan 6:53 dan itu disampaikan dalam pidato 6:56 kenegaraan 6:59 itu disampaikan dalam pidato kenegaraan 7:01 itu yang yang 7:03 saya mendengar gitu ya, karena saya 7:06 berkepentingan mendengarkan pidato itu 7:08 untuk saya melihat apakah cara berpikir, 7:13 cara menyampaikan, cara berkomunikasi. 7:16 Nah, ee 7:20 logika apa yang ada dalam pembuat pidato 7:23 gitu ya. 7:23 Heeh. 7:25 Dan rasanya bisa saya dua siapa yang 7:27 buat pidatonya gitu. Karena saya paham 7:30 struktur kalimatnya, saya paham 7:32 penggunaan-penggunaan diksinya. 7:33 Sudah ketahuan lah ya. He 7:36 saya bisa juga itu 7:40 seakan-akan memahami 7:42 memahami betul amanat konstitusi gitu. 7:48 Saya akan memahami betul amanat 7:50 kepemimpinan. 7:52 Enggak bisa begitu. 7:55 Ee 7:57 ya 7:59 gimana mungkin Anda bicara begitu gitu 8:02 ya. 8:04 Masyaallah. Saya saya agak saya ee agak 8:08 terenyuh gitu ya ketika Iya. karena 8:13 ee 8:15 itu boleh 8:17 diambil surat ya ayyuhalladzina amanu 8:20 lima takulun tafalun. H 8:23 boleh diambil dari seperti itu, tapi 8:25 jangan lihat konstruksinya. Itu kan 8:28 bahkan harus di ee harus dipahami ee 8:32 dengan sebaik-baiknya bahwa seseorang 8:34 itu mengatakan terus mengerjakan. 8:36 seorang mengerjakan itu mengasihi. 8:40 Jadi jangan jangan begitu gitu. Jadi 8:43 hari ini gitu ya 8:46 saya ingin menyampaikan pendengar 8:50 hasil khususnya 8:54 kalau kita tahu bahwa 8:57 11 hari yang lalu 9:00 terungkap kata-kata begitu itu 9:02 membuktikan 9:03 bahwa badan komunikasi yang biasa muncul 9:06 di media itu justru karena 9:09 oh ternyata karena memang 9:12 ada gaya gaya berkomunikasi yang yang 9:16 salah, ada isi komunikasi yang salah. 9:19 Hm. 9:21 Kalau pakai ee metode lebih lanjut itu 9:25 bisa lihat dalam konstruksi 9:28 apa yang tersurat, apa yang tersirat, 9:31 apa yang tersat. 9:33 explicit message, 9:36 implicit message, 9:38 message. 9:41 Kalau kalau pakai Al-Qur'an, 9:46 lihat apa yang diucapkan, lalu apa yang 9:49 dimaknai dan bagaimana yang dilakukan 9:52 dan apakah dibentuknya sihir apa enggak. 9:54 Nah, begitu sampai zikir itu, itu dia 9:56 sudah sampai pada kalimat pada makna 9:59 pesan tersirat 10:02 dan pesan terselubung. 10:03 Hm. 10:04 Karena orang kemudian merasakan atas apa 10:06 yang ee merasakan atas apa yang 10:09 diucapkan. 10:11 Orang memikirkan atas apa yang 10:12 diucapkan. Itu yang tersirat, itu yang 10:14 terselubung. Itu implicit message dan 10:16 titip 10:18 disebabkan yang tersurat. 10:20 Hm. 10:20 Yang explicit miss yang tegas 10:22 dinyatakan. 10:23 Kalau pakai metodenya begitu, metode 10:26 explicit implicit passive 10:31 eh 10:34 ini yang bertentangan dengan di mana 10:38 digital itu 10:41 membuka ruang luas-luas 10:44 selebar-lebar. 10:47 Hm. 10:48 Informasi eksplisit dan implisit. Tiap 10:51 orang yang kemudian memahaminya dan 10:53 perspektivitas 10:57 pengetahuan orang. Nah, kalau hari ini 10:59 misalnya ee si 11:03 ee aliansi masyarakat Pati Bersatu itu 11:06 rekeningnya di 11:09 untuk menghimpun itu di bekukan oleh 11:12 polisi dan kemudian bahkan ditangkap 11:14 gitu ya dengan alasan meminta 11:16 klarifikasi dengan surat surat 11:18 permohonan klarifikasi tanggal 26. 11:22 ee maka 11:23 h 11:24 saya kira ada 11:26 ada wajah politik Indonesia yang 11:30 lagi-lagi memang menunjukkan krisis 11:33 multidimand, 11:35 krisis sociust, 11:38 social disorder, social disobedience. 11:41 H 11:42 political distrust, political disorder, 11:45 political disobedient. 11:47 Dan Anda bisa lihat berbagai rekening 11:50 muncul gitu ya. Ada rekening yang 11:53 dipakai untuk bicara 11:57 untuk kepentingan yang lain untuk 11:59 kembali ke UNES 45 untuk bicara 12:01 menggugat pembuktian pemalsuan 12:04 Undang-Undang Dasar 45 ee bahkan untuk 12:06 bicara dengan kalangan tertentu 12:09 kalangan penguasa karena memang 12:11 masyarakat tidak punya daya untuk 12:12 menghadapinya tapi muncul. 12:16 Nah, ee ini semua kalau saya ngelihatnya 12:20 gitu ya, yang tadiuk pikuk itu, itu 12:25 karena 12:28 tata kelolanya tidak digenahi dengan 12:32 kapasitas yang cukup, 12:34 hm. 12:34 dengan kapabilitas yang cukup. Apa 12:37 poinnya? 12:39 Poinnya karena Anda telah mengambil 12:43 ee orang-orang yang tidak kompeten untuk 12:46 menjalankan tugas dan tanggung jawab. 12:49 Jadi kalau mengambil analisis 12:53 tugas pokok dan fungsi toksi 12:56 kalau begitu ya 12:59 ee [berdehem] maka kita harus tahu bahwa 13:03 ada problematic incompetence 13:06 apalagi 13:09 Republik Indonesia punya kesepakatan 13:13 secara terbuka yang tidak dirumuskan 13:17 secara baik tetapi kemudian dan diterima 13:20 bahwa sesungguhnya kabinet merah putih 13:23 adalah kelanjutan kabinet 13:28 dari Jokowi Dodo 13:29 hm 13:29 adah kelanjutan kekuasaan dari Jokowid 13:32 dan kelanjutan kekuasaan itu kelanjutan 13:34 kekuasaan yang tidak diterima oleh 13:36 publik. 13:37 Iya. Iya. 13:37 Karena kebohongan, 13:39 karena kedustaan. 13:43 Jadi ee dan di sana di kelihatan di satu 13:48 sisi bicara efisiensi tetapi anggota 13:52 kabinet tidak dikenal 13:53 h 13:54 oleh pemimpinnya. 13:56 Di satu sisi bicara tentang keinginan 13:58 untuk melakukan MBG, melakukan koperasi, 14:01 tapi model bisnis tata kelolanya 14:03 berantakan. He. 14:06 Nah, itu makin k apalagi terus masuk ke 14:09 danaantara. 14:10 Nah, antara sumber daya Indonesia 14:13 ngambil orang asing sebagai pemimpinnya 14:16 gitu. 14:18 Jadi ada ee hiruk pikuk itu sumbernya ya 14:22 dari atas begitu. Karena atas itu hiruk 14:25 pikuk. 14:26 Ee saya ingin mengatakan begini, Kang. 14:30 Tahun 14:34 akhir tahun, menjelang tahun 0 sampai 14:36 dengan awal tahun gitu ya. 14:40 saya mengikuti berbagai pelatihan 14:43 pelatihan [berdehem] tentang 14:46 bagaimana ee ee kita diajarkan 14:50 perencanaan strategik dan karena 14:53 perencanaan strategik itu punya berbagai 14:55 aliran minimal yang saya kenal ada lima 14:57 aliran. 14:57 Hm. 14:58 Salah satu metodenya adalah metode 15:00 tentang pengambilan keputusan dengan 15:03 model kepemimpinan. 15:06 Nah, yang saya cerita dalam perspektif 15:08 metode pengambilan keputusan berbasis 15:11 kuantitatif dan kualitatif dengan 15:13 merujuk pada kepimpinan itu disebut di 15:15 situ. 15:16 Hm. 15:17 Satu kepemimpinan 15:19 dalam rangka memimpin langsung 15:21 orang-orangnya. 15:23 Jadi misalnya seorang guru gitu memimpin 15:26 kelas itu dalam riset tidak mungkin 15:29 lebih dari 24 orang. 15:31 Hm. 15:32 Itu riset riset. Jadi hasil ris ternyata 15:35 seorang guru efektif mengajar muridnya 15:38 jika di dalam muridnya tidak lebih dari 15:40 24. 24 orang ini sebenarnya kalau 15:44 dilihat dua kali dari bagaimana Nabi 15:47 Musa dikelilingnya 12 15:49 sahabatnya 15:51 dikali lipat dua. Jadi kalau pakai 15:53 sejarah spiritual kelihatan bagaimana 15:56 Nabi Musa dengan 12 sahabatnya 15:59 atau Nabi Yusuf gitu ya dengan 12 dengan 16:02 11 keluarga lainnya. 16:04 H 16:04 dikali lipat ternyata riset psikologi 16:07 menyatakan 16:08 itu akhir 80 dan awal 80 16:12 seorang pemimpin itu efektif hanya 16:14 memimpin 24 orang. 16:16 Hm. 16:16 Lebih dari 24 orang kepemimpinannya 16:18 tidak efektif. Apalagi 100 Ang. 16:21 Apalagi sampai 100 segitu loh, Angga. 16:23 Iya. Iya. 16:24 Jadi ya e Anda bayangkan itu pengetahuan 16:28 saya 46 tahun lalu gitu loh. 16:30 He he. 16:32 Dan itu didasarkan atas ee research gitu 16:35 ya yang ee yang ee yang begitu mendalam 16:39 di sebuah negara gitu ya yang mencoba 16:42 melakukan apa yang disebut dengan 16:44 kepemimpinan efektif. Waktu itu ingat 16:46 enggak kajian asalnya itu kajian tentang 16:49 just in time, kajiannya tentang 16:52 total quality control, 16:53 kajian tentang bagaimana manajemen by 16:56 result, manajemen by proses, manajemen 16:58 by target gitu kan. 16:59 W dengan 17:01 eh itu waktu itu yang paling top 17:03 melakukan sebuah perusahaan, sebuah 17:05 perusahaan K ATPM gitu ya. 17:08 H 17:08 kemudian dikaji oleh berbagai kalangan 17:10 diambil dalam kajian dengan ee 17:12 perencanaan strategik. Nah, ujungnya 17:15 adah tadi kenapa ee ceramah saya, 17:17 diskusi saya, seminar saya di mana-mana 17:19 saya tutup dengan kepemimpinan gitu. 17:21 He. 17:21 Nah, [berdehem] simpulannya tadi ketika 17:25 kepemimpinan itu melampaui dari 24 17:27 orang, dia akan tergambar tidak efektif 17:29 apalagi apalagi 17:32 gitu ya. 17:33 Kualitas pemimpinnya 17:35 sudah dalam posisi aging, 17:40 dalam posisi penuaan. 17:42 Heeh. Heeh. 17:44 Ah, apa yang terjadi dengan itu? Yang 17:46 terjadi adalah Anda tidak bisa melawan 17:48 hukum parabolik usia. 17:51 Saya bukan saya saya tidak menggunakan 17:53 hukum parabolik umur ya. 17:54 He. 17:55 Karena beda antara hukum parabolik usia 17:57 sama hukum parabolik umur beda. Di mana 17:59 bedanya? Saya jelasin. 18:01 H 18:01 hukum parabolik parabolik usia itu para 18:06 parabolik di usia 40 itu optimum. dia 18:10 akan bertahan habis-habisan sampai pada 18:12 level 60-an 63 lalu menurun 18:16 itu 18:17 Heeh. Heeh. 18:18 Sama seperti kualitas tubuh manusia dia 18:21 begitu puncaknya di 40 bertahan sampai 18:24 pada usia tertentu. 18:25 Ketika Anda tidak berdisiplin dalam 18:27 hidup, Anda tidak disiplin dalam makan, 18:30 Anda tidak disiplin dalam gerak tubuh, 18:31 Anda tidak disiplin dalam berpikir, Anda 18:33 tidak disiplin dalam merasakan, maka 18:35 aging akan mengalami percepatan. 18:39 Anda bisa lihat sekarang banyak anak 18:41 muda yang terkena stroke, banyak anak 18:43 muda yang terkena 18:44 darah tinggi. Ah, itu gaya hidup. Ah, 18:47 itu menunjukkan aging itu bisa lebih 18:48 cepat. 18:49 I 18:49 bayangkan kalau kemudian gitu ya, 18:52 aging paraboliknya itu gitu ya, itu 18:55 dihadapi dengan berbagai ya. Orang bisa 18:57 bilang, "Lihat Putin sekarang usianya 18:59 berapa 19:00 gitu kan. Si Jimping usianya berapa 19:03 ee ee Trump usianya berapa? Pra usianya 19:06 berapa." 19:07 Fin. Jadi, Anda bisa melakukan stem cell 19:10 namanya. 19:12 Itu stem cell teknologi biologi gitu ya. 19:15 Teknologi biologi membantu orang untuk 19:18 mempermudah sel. Mempermudah bukan 19:22 mempermudah ya, mempermudah sel 19:24 sehingga regeneratifnya jauh lebih 19:27 banyak daripada yang degeneratif. Tapi 19:29 dia tetap bisa tidak bisa tetap melawan 19:32 hukum alam, hukum sunatullah. 19:35 Hm. 19:37 yang disebut dalam hadis gitu loh. 19:39 Enggak apa arah kebijakan. Anda tidak 19:43 bisa ngelawan bahwa yang namanya hukum 19:46 usia itu tunduk pada hukum linear 19:48 lateral. 19:50 Hukum umur tunduk pada sekuensial 19:52 quantum. Tapi hukum usia dia tunduk pada 19:55 linear lateral yang artinya ketika 19:57 seseorang sudah pada batas tertentu 19:59 kepemimpinannya makin tidak efektif. 20:02 Self centernya masih akan berjalan 20:04 ujungnya begitu. Center Bangudin saya 20:08 ya 20:09 eh eh apa ya kalau masuk ini bercanda 20:12 mungkin bercanda atau satir gitu ya ee 20:14 ketika menjelaskan parabola usia 20:16 parabola umur saya jadi ingat 20:19 apakah ini memang pas disiapkan oleh 20:22 Jokowi untuk Gibran gitu ya sampai 20:24 akhirnya [tertawa] 20:27 itu yang itu yang 20:28 sampai secara yuridis dan konstitusi aja 20:31 itu digerombak karena dia tahu konsep 20:34 ini gitu. [tertawa] 20:35 Apakah begitu? 20:36 Itu yang itu yang saya bilang kemarin 20:38 pada tanggal 16 Agustus 20:40 saya bantai Jimli habis-habisan. 20:43 Eh, 20:43 saya bilang saya bantai Jimli 20:45 habis-habisan karena Jimli tegas-tegas 20:47 di forum menyatakan soal usia jangan 20:50 baperan ngomong dia kayak gitu. Wong dia 20:52 menghalalkan menghalalkan Gibran untuk 20:55 masuk kokim 20:56 itu 20:58 gimana? Jadi, nah itu bukti siapa? 21:01 Jimlin. 21:01 Hmm. 21:03 Loh, ini karena sudah viral ya, karena 21:05 memang Pak Kejadian di forum 21:07 jadi saya tidak dalam posisi saya tidak 21:09 dalam posisi gibah, saya tidak dalam 21:11 posisi fitnah gitu ya. 21:12 Dia menyampaikan secara terbuka di 21:15 forumnya Syukur Mandar dalam rangka 21:18 diskusi buku memandu revolusi meluruskan 21:21 jalan Indonesia. 21:22 Dia cannot speech. Setelah canot speech 21:24 dia kabur gitu ya. Seperti biasa dia 21:27 enggak mau hadapi saya gitu kan. Heeh. 21:30 Ee ya akhirnya gua bantai di situ. Oke, 21:33 lu bantai gua, gua bantai lu. Habis gitu 21:37 ya. Enggak, enggak ada cerita. Jadi, nah 21:39 kalau dia di jadi gini lihat ee itu yang 21:44 disebutkan setiap orang akhirnya ingin 21:46 mempercepat. 21:47 Iya. 21:49 Karena ada kesadaran bahwa yang namanya 21:51 Giibr punya kelemahan mendasar. 21:53 He. 21:54 Dia punya kelemahan prosedural. Walaupun 21:56 secara konstitusional benar, 21:59 tetapi secara prosedural itu cacat 22:01 namanya. 22:02 J cacat formil namanya. 22:03 H 22:04 ketika orang mulai menggugat soal 22:06 keapsahan ee ijazah yang disetarakan 22:09 dengan 22:11 Hm. 22:13 Iya iya iya. 22:15 Ya. Akhirnya mereka begitu. Itu cacat 22:18 formil secara hukum namanya cacat 22:19 formil. 22:20 Hm. Eh, lalu kemudian dalam berbagai 22:23 peristiwa kepemimpinan sebagai wakil 22:25 presiden tidak menunjukkan kompetensi. 22:29 Coba gimana [tertawa] itu catat materil 22:32 loh. Enggak saya ingin mengatakan saya 22:34 saya ingin menggunakan metode-metode 22:36 kalian deh. Gua ikut metode kalian. 22:38 Oke, gua ikut metode kalian. Maka 22:40 gunakanlah istilah formil keistilahkan 22:42 masalah materi. Walaupun kalau pakai 22:44 metodologi Islam ini sudah jelas 22:46 ee sesuatu yang memang tidak tidak layak 22:49 untuk sampai pada posisi ee pemimpin 22:52 gitu [tertawa] 22:54 ngambil gitu ya. 22:55 Tapi saya ikut pakai misalnya begini 22:58 kalau kita ngelihat gerakan Feri Amsari 23:01 dan kawan-kawan dan kabinet bayangannya 23:03 gitu kan kan motifnya ganti orang tidak 23:06 ganti rezim ganti sistem. 23:07 Heeh. Seperti pertanyaan Fatimah Azahra, 23:10 Anda mengganti rezim apakah termasuk 23:12 mengganti sisip? Tidak. Kita ingin 23:13 mengganti rezim. 23:14 Dia tidak sadar bahwa yang salah adalah 23:16 sistem. Coba 23:19 Dainal Arifin Mukhtar, UGM, Feri Amsari 23:23 misalnya. Begitu juga mereka yang 23:24 seperti saya pernah bilang juga sama 23:25 Angga. Mereka yang teriak-teriak tentang 23:27 parlemen bayangan. Mereka yang 23:29 teriak-teriak tentang Masyaallah gitu 23:32 ya. 23:34 [tertawa] 23:35 Eh, artinya artinya kalau kita pakai 23:38 sekarang ee ya hari ini kita merayakan 23:41 maulid gitu walaupun ada yang kemarin 23:43 ada juga orang yang merayakan maulid 23:45 bukan maulud ya, maulud ya. Maulid 23:48 kita meneraikan maulid ada yang kemarin, 23:50 ada yang hari ini. 23:50 Heeh. 23:52 Ah, itu kan menggambarkan bahwa secara 23:55 sederhananya kita sudah sangat 23:58 bertentangan dengan ajaran 24:01 Muhammad Rasulullah sallallahu 24:02 [berdehem] alaihi wasallam. H 24:04 sudah bertentangan dengan sunahnya gitu 24:07 lihatnya kalau mau ngambil begitu. Nah, 24:09 ee kenapa umat Islam demikian rupa bisa 24:12 masuk ke dalam perangkap ee bertentangan 24:15 dengan sunahnya? Kenapa dulu ikut-ikutan 24:17 memilih gitu loh? 24:18 Padahal di dalam surat akan 24:20 dipertanyakan, Anda akan dimintakan 24:22 pertanggungjawaban, kenapa memilih 24:23 pemimpin gitu 24:26 dan pertanggung jawaban cuma pertanggung 24:27 jawaban dunia? Enggak. 24:29 Itu juga pertanggungjawaban akhirat. 24:31 [tertawa] 24:33 Jadi artinya kalau masuk dalam kondisi 24:35 kayak gitu gitu ya, kita dituntut untuk 24:38 punya pengetahuan. 24:40 Dituntut pengetahuan itu diwujudkan 24:42 dalam tindakan. 24:44 Tidak sekedar artinya ketika pengetahuan 24:46 itu berproses menjadi pemahaman, menjadi 24:48 kesadaran, dia harus berwujud dalam 24:49 tindakan. Nah, ee pertemuan 24:54 ee kemarin 24:56 eh Budi Satiaji dengan dengan Joko 24:59 Widodo yang Budi Sejung ngomong dan itu 25:01 viral gitu. itu kan diawali dengan 25:04 pertemuan dengan sejumlah anggota DPD 25:06 I 25:07 yang katanya bersilaturahmi pada hari 25:08 Jumat lalu kemudian mereka konferensi 25:11 bahwa di belakang itu. Itu kan gambaran 25:13 ini kan bukan bukan pertemuan bukan 25:15 silaturahmi biasa 25:17 itu silaturahmi itu silaturahmi politik 25:20 yang memang punya rancangan ke depan 25:22 gitu loh ngelihatnya. 25:23 Iya. [tertawa] 25:26 Tapi, tapi sebelum ke situ, Bang 25:27 Isanudin, sebelum ke situ, karena tadi 25:29 dikatakan bahwa perlu ada pengetahuan, 25:31 perlu ada kompetensi, kualitas. Ee 25:34 berarti kalau tadi di awal nyinggung 25:36 tentang pemimpin, mencontohkan kenabian, 25:40 syarat pendidikan itu kan penting 25:42 berarti dan itu secara konstitusi kan 25:44 ada di negeri ini kan syarat pendidikan 25:46 untuk jadi pemimpin tuh. 25:48 Betul. Tetapi pendidikan di negeri ini 25:50 sudah pendidikan sekuler. [tertawa] 25:56 Bahkan saya bahkan saya bahkan saya 25:58 kemarin dalam pembelajaran di Tebet gitu 26:01 ya 26:02 ketika membandingkan pemikiran Hatta 26:05 Dom Raharjo dan Iksnandiri Nursi. 26:07 Heeh. Saya menunjukkan siapa yang 26:09 melakukan pembelajaran sekuler gitu 26:12 dalam ekonomi [tertawa] 26:15 nanti saya bagi angga bagaimana saya 26:18 saya bagi anggak bagaimana perbandingan 26:19 hartajo nih dan boleh nanti 26:23 artinya begini karena pembelajaran 26:26 dasar-dasar dasar-dasar pemikiran 26:28 ekonomi jadi anda perlu tahu. Nah, lalu 26:30 kita lanjutin sekarang akhirnya cerita 26:33 tentang ee protes ee perampasan aset 26:38 gitu ya. 26:38 He. 26:38 Perampasan aset koruptor macam-macam 26:40 itu. 26:41 Ee 26:43 mari kita mundur ke belakang. 26:47 Ee 26:49 dalam budaya Islam datang ke rumah orang 26:52 dengan membawa makanan gitu ya, itu satu 26:56 tradisi kan. 26:57 Iya. 26:59 Betul. Satu tradisi. Tapi kan memang 27:01 memberi macam-macam makna kan. 27:05 Iya. Tapi kalau dalam Islam niatnya 27:06 niatnya silaturahim. 27:08 Tunggu [tertawa] dulu, tunggu tung 27:09 tunggu tunggu dulu, tunggu dulu. 27:10 Heeh. 27:11 Pada Rasul lemah pemberian hadiah itu 27:14 dilihat dulu kepentingannya apa. 27:16 Iya. 27:17 Coba lihat sejarah-sejarah Rasulullah. 27:19 Dilihat kepentingan pemberian hadiah itu 27:21 apa. 27:22 Betul. 27:22 Dan kemudian keluarga dilarang menerima 27:25 zakat, gitu kan. 27:26 Heeh. 27:27 Oke, 27:28 makanya ada motif. I 27:30 Ah, iya, ada motif. Maka harus dilihat 27:33 hadiah itu punya motif buruk apa enggak. 27:36 Iya. Iya. 27:37 Kalau dia punya kepentingan, maka hadiah 27:40 itu patut ditolak. 27:43 Hm. 27:45 Saya pernah melakukan itu 27:48 tidak sekali, dua kali, tiga kali. Hm. 27:50 Begitu ada hadiah datang ke rumah, saya 27:53 tahu motifnya begitu, tidak ada cerita 27:56 kembali sana gitu. 27:58 Padahal padahal padahal hadiahnya wah 28:01 gitu loh. [tertawa] 28:05 Kita harus ngelihat motif dong. Kita 28:07 harus ngelihat motif. 28:09 Kita harus tahu motifnya. Jadi innalmalu 28:12 biniahnya itu kita analisis gitu kita. 28:15 Ini orang kira ini siapa dia, bagaimana 28:17 dia? Kenapa diberikan motif itu? 28:18 Kepentingan dia apa? Sama kita. kita apa 28:20 kemudian kan sampai kayak gitu gitu 28:21 ngelihatnya. Nah, dari situ ketika kita 28:24 bicara perampasan aset, saya pernah juga 28:27 bicara diskusi dengan beberapa ahli 28:30 hukum 28:31 di dalam satu kesempatan 28:34 bersama Laud Sarif, mantan KPK ya, terus 28:37 ada lagi seorang profesor gitu ya. Kalau 28:39 saya, nah di sini kan harus dibuktikan 28:44 dulu asetnya seperti apa, pembuktian 28:47 asetnya gimana, ee ada-ada prosesnya 28:51 sehingga akhirnya ee 28:54 dia bisa kita rampas dan sah raampat 28:58 setelah bukan dirampas dulu baru 29:00 dibuktikan. Enggak, dibuktikan dulu baru 29:03 dirampas. Mana kita mulai? 29:05 Dibuktikan dulu 29:06 baru dirampas. 29:07 Baru dirampas. atau dirampas dulu baru 29:10 dibuktikan. 29:10 Hm. 29:12 Nah, 29:13 di sini menyangkut soal budaya penegakan 29:16 hukum. Nah, begitu masuk budaya 29:19 penegakan hukum seperti saya kemarin 29:21 ngomong di INWS. 29:22 Heeh. 29:23 Bagaimana penegakan hukum itu bergeser 29:26 menjadi pemulihanet. 29:29 Halo. 29:30 Pemulihan. 29:30 Ini konstruksinya berbahaya loh. Benar. 29:33 Ini ini berbahaya. 29:34 Hm. He. Ini berbahaya di sini nih. 29:36 Kalimat-kalimat ini nih kalau tidak 29:38 ditengarai dengan baik dan banyak publik 29:41 tidak paham. Loh, kok bisa penegakan 29:44 hukum di sebagai pemulihan aset? Di situ 29:48 konstruksi penegakan hukum di Indonesia 29:50 menjadi campur aduk. 29:52 Nah, penertiban kawasan hutan. 29:55 Saya ngambil contoh penertiban kawasan 29:56 hutan 29:57 salah satunya adalah soal illegal 30:00 mining, illegal planting. 30:02 Heeh. 30:03 pertambangan ilegal, perkebunan ilegal 30:07 gitu kan. 30:08 Penambangan ilegal itu masuk batuara, 30:11 masuk nikel. Sementara yang namanya 30:14 perkebunan ilegal itu sawit. 30:15 Heeh. 30:16 Dilihat sebagai legal itu padahal tiga 30:18 hal. 30:20 Dilihat luasnya melampaui dari 30:22 ketentuan. 30:24 Luas lahan, luas kawasan, luas 30:27 perkebunan, luas pertambangan melampaui 30:30 itu dianggap ilegal. itu berarti ada 30:33 masalah di situ. Yang kedua kemudian 30:36 pada posisi 30:38 ee kalau ekspor dilaporkan jumlahnya 30:41 lebih rendah dengan harga lebih murah 30:43 under invoicing under pricing gitu ya. 30:47 Berikutnya kemudian ada laporan 30:49 perpajakan yang diubah dari pendapatan 30:53 menjadi biaya. Itu yang disebut dengan 30:56 transfer pricing 30:57 gitu ya. Tiga ya. Iya. 30:59 Tiga tadi 31:00 jumlahnya diturunin, harganya diturunin, 31:03 terjadi kemudian pendapatan dinyatakan 31:05 sebagai biaya transfer pricing. 31:07 Sekarang sebelum kita masuk ke dalam 31:09 posisi ekspornya dan dan e laporan 31:13 pajaknya, mari kita lihat sekarang di 31:16 posisi katakan e ke illegal plantingnya, 31:20 perkebunan ilegalnya, dan ee 31:24 tambambangan ilegal 31:26 diatasi dengan apa? Dengan pemutihan. 31:29 dengan pemilihan administratif. Saya 31:30 tanya balik sekarang 31:32 pada saat pemulihan itu kan dikenakan 31:34 denda. 31:37 Iya dong. 31:37 H 31:38 dikenaan dendakan 31:39 kan di situ ada unsur pidana di situ ada 31:42 unsur perdat kan. 31:45 Iya dong, ada unsur pidana, ada unsur 31:46 perdata. He makanya muncul kasus TPPU 31:51 gitu loh, 31:53 muncul kasus itu. Nah, ketika penegak 31:57 hukum 31:59 melakukan 32:01 penyidikan, penyelidikan, 32:04 penuntutan, penegakan, lalu kemudian 32:07 diminta untuk memulihkan situasi itu, 32:10 bagaimana appraisal atas illegal planing 32:13 illegal minor? 32:15 Appraisalnya, 32:16 metode appraisalnya kayak apa? Apakah 32:19 metode penilaian kerugian itu pakai 32:22 BPKP, pakai BPK, atau pakai metode apa? 32:25 Metode operationalnya dulu nih untuk 32:27 menyatakan ada kerugian. Siapa yang 32:30 menghitungnya? Mahkamah Konstitusi 32:32 menyatakan 32:33 harus menggunakan perhitungan BPK gitu, 32:37 bukan BPKP. Nah, sampai di situ sekarang 32:39 pertanyaannya 32:41 apakah 32:42 tim PKH itu menggunakan itu apa enggak? 32:46 [tertawa] 32:46 Siapa-nya? Apakah menggunakan surveyor 32:49 Indonesia ee apa menggunakan e siapa 32:54 surveyornya gitu loh. 32:55 H 32:56 akuntan langsung enggak bisa. Akuntan 32:58 enggak ngerti. dia akan menggunakan 33:00 surveyor, dia akan menggunakan peneliti. 33:03 Nah, saya tanya kemarin sama keponakan 33:07 ee ee itu surveir Indonesia ada terima 33:10 proyek untuk melakukan penelitian atau 33:13 penilaian atas enggak ada tuh. 33:16 Enggak ada [tertawa] 33:20 kan kita juga punya punya punya badan 33:23 klasifikasi Indonesia kan BKI kan 33:26 sebagai badan surveyor kan 33:28 BKI. nama holdingnya BKI Badan 33:30 Klasifikasi Indonesia 33:31 itu mestinya kan ke situ. Jadi artinya 33:33 saya mau bilang gini, kenapa saya hari 33:35 ini ngomong lebih ke dalam negeri gitu 33:37 ya? 33:38 Karena memang di luar sudah pasti 33:39 karut-marutlah, enggak perlu karun. Saya 33:41 konfirmasi kanan kiri dengan media, 33:43 dengan berbagai media pun pokoknya 33:45 selama Donald Trump sebagai presiden 33:47 sudahlah sesuka-suka hati di lah. Dia 33:50 mau begitu dia akan begitu. Benar 33:51 suka-suka dia aja enggak ada urusan 33:53 pokoknya gitu 33:54 ya. Yang yang penting gua tetap jadi eh 33:57 penguasa real berbasis kekuatan gitu. 33:59 I am the real power through the 34:02 strength. Kan gitu kan. I am the real 34:04 power through the strength. Gua adalah 34:06 penguasa nyata, penguasa sejati berbasti 34:08 kekuatan. Intinya itu gitu loh. 34:13 On power base istilahnya gitu. 34:15 Itu pasti begitu. Apakah kemudian ada 34:17 fakta makah? Apakah kemudian ada proses 34:19 itu itu cuman cuma mengikuti cuma 34:23 statusnya mengikuti istilahnya kalau 34:25 pakai kalau istilah kayak gini itu 34:27 pricaker aja tuh kalau pakai istilah 34:29 ekonomi bukan price maker gitu 34:32 ngerti maksudnya ya 34:33 follower lah [tertawa] 34:34 iya follower lah kalau pakai itu 34:36 pengikut aja gitu statusnya kita tidak 34:38 dalam posisi take a [berdehem] gitu pos 34:40 nah 34:41 makanya saya fokus dalam neger nah kalau 34:43 kita lihat bilang perampasan aset kayak 34:45 gitu 34:45 kan rakyat ngelihat 34:47 Heeh H 34:48 utang sudah sampai 10.293 34:53 kom sekian triliun. Hanya dalam waktu 34:55 pendek meningkat habis-habisan kayak 34:57 gitu gitu ya. 34:58 Dari bulan Juni, bulan 35:01 dari bulan Maret, Mei, Juni, Juli 35:04 naiknya sampai kayak gitu gitu. 35:06 Hm. 35:07 Lalu sudah naik kayak gitu tinggi gitu 35:10 SBM-nya 35:12 gitu. SBN syariah sukuk maupun SBN biasa 35:16 bergerak antara 6,8 6,9 sampai dengan 35:19 7,2. 35:21 Hm. 35:22 Apa artinya? Artinya kan berarti 35:25 ketidakpastian politik gitu ya. 35:27 Iya. Iya. 35:29 Risiko politik itu naik. 35:31 Hm. sehingga pasar hanya mau beli SBN 35:34 syariah atau SBN lain dengan tingkat 35:37 suku bunga tinggi karena ketidakpastian 35:39 politik tinggi, 35:40 risiko politik tinggi, 35:42 bacaannya begitu gitu. political race 35:45 itu makanya muncul soverein default 35:47 walaupun dengan pertanyaan yang dalam 35:50 bahasa itunya itu apakah Indonesia 35:52 bangkrut itu itu artinya risiko politik 35:54 di Indonesia artinya resiko 35:57 resiko kedaulatan resiko politik rezim 36:00 itu tinggi. 36:01 H he 36:03 dan dunia keuangan ketika masuk di situ 36:06 kelihatan. Tapi pada saat yang sama kita 36:07 lihat yang namanya para penguasa itu 36:11 bermewah-mekwah. 36:13 H 36:14 korporasinya menikmati luar biasa karena 36:16 sumber daya alam gitu. 36:18 Iya. 36:19 C gimana Pak D pada asat yang sama kelas 36:23 menengahnya jatuh masyarakat bawa 36:24 kesulitan likuiditas. 36:26 Lalu pun kalau pada saat yang sama juga 36:29 kalaupun diturunkan likuiditas pakai 36:31 jalur perbankan coba berlipat enggak 36:33 kesalahan. 36:34 Iya. I 36:35 kan Purbaya juga menyatakan saya akan 36:36 menurunkan 400 triliun melalui Himbara 36:38 kan setelah 200 triliun kemarin gagal 36:41 dia mau turunkan lagi 400 triliun kan 36:44 lewat Himbara lewat perbankan pemerintah 36:48 perbangan plat merah 36:49 ingin mengulangi lagi perbankan gitu ya 36:52 walaupun dengan suku bunga rendah atau 36:54 apapun ceritanya tetap saja rumusnya 36:56 adalah riba 36:57 tetap saja hasilnya adalah eksploitatif 37:00 tetap saja hasilnya adalah gitu ya 37:03 cerita bagaimana Anda telah bersiap 37:06 melakukan peperangan melawan Rasul dan 37:08 Allah. Coba ya itu kebayang dari dari 37:14 logika transendental menjadi logika 37:17 rasional, dari logika rasional menjadi 37:19 logika transendental. Itu konsisten 37:22 anggap. 37:23 Saya ulang ya ulang. 37:24 Jadi saya sedang mengajak pendengar 37:26 Rasil, saya sedang mengajak pemirsa 37:29 Rasil TV gitu ya. Bagaimana kita lihat 37:31 logika transendental dengan logika 37:34 rasional itu konsisten dalam bahasa 37:38 dalam bahasa Nursi dia tetap tunduk pada 37:41 konsistensi, korespondensi dan 37:43 koherensi. 37:44 Dia tetap tunduk di situ. Kalau dia 37:46 tetap tunduk di situ maka dia akan 37:48 terbukti pada konfigurasi sistem. Nah, 37:50 konfigurasi sistem itu yang menyatakan 37:52 amboradul. 37:55 Ah, itulah buku saya. Selamat datang di 37:57 negeri amburadul gitu. Dan itulah 37:59 disorder. Nah, sekarang ini 38:02 sekarang ini muncul disobedi-nya, 38:04 pembangkangannya. Muncullah isu tentang 38:07 27 ini akan ada ilmu besar-besaran. 38:11 Itu bagian dari social disobedience. 38:13 Nah, kalau social disobedient itu sudah 38:15 muncul itu menggambarkan bahwa Indonesia 38:18 mengidap krisis multidimensi. Maka 38:20 konsisten ketika menunjuk pada posisi 38:22 resiko politik menaik. 38:24 H 38:24 gitu. Angga ngelihatnya. Nah, bagaimana 38:27 ngebenahinnya? balik tadi ke model 38:30 komunikasi, ke isi komunikasi dan tata 38:33 kelola serta kebijakan yang muncul. 38:35 Mestinya pemerintah begitu dong 38:37 kembali 38:37 menjawab sederhananya. 38:38 Tapi tadi kalau Bang Ihsanudin menyebut 38:42 urusan perampasan aset kok kebacanya 38:45 jadi pemulihan aset. Apakah ini ada 38:48 kaitannya dengan niat presiden yang akan 38:52 mengampuni para koruptor BUMN? Ada 38:54 hubungannya enggak itu ke situ? 38:57 saya 38:59 konstruksi pemulihan setet itu berjalan 39:02 pada cerita tadi ee 39:06 ee pada batubara, pada sawit dan pada 39:11 ee nikel. 39:12 Hm. 39:13 Sementara pada konstruksi korupsi pada 39:15 umumnya saya tidak membaca model 39:17 pemulihan. 39:19 Heeh. He. 39:19 Yang saya baca dalam perdebatan saya 39:21 adalah apakah dibuktikan dulu terus 39:23 dirampas 39:25 atau dirampas dulu baru dibuktikan gitu. 39:27 H. 39:28 Misalnya ada seseorang seorang anak muda 39:32 yang tidak punya pengalaman bisnis gitu 39:34 ya. 39:34 He 39:35 baru lulus S2 dalam waktu singkat selama 39:38 2 tahun. LHKPN-nya 39:42 laporan harta kekayaan pejabat 39:44 negaranya lipat-lipat 39:46 17 miliar. Saya sebutin angkanya 17 39:48 miliar. 39:50 2 tahun [tertawa] 39:52 2 tahun lulus S2 dan menjadi anggota DPR 39:55 kekayaannya 17 miliar. 39:57 Wih, bisnis apa dia ya? Itu 39:59 pertanyaannya. Wih, bisnis apa ya? Atau 40:01 kemudian orang bertanya pada misalnya 40:03 pada isu tentang Rafli Ahmad gitu. 40:06 [tertawa] 40:07 Sticky bisnisnya begitu. 40:08 Sticky bisnis. Oh, 40:09 iya. Iya. sampai kayak gitu gitu 40:12 misalnya atau orang bertanya misalnya 40:14 pada kemarin ee 40:16 ee dagang pisang sama dagang apa lagi 40:18 tuh? 40:19 Martabak 40:20 [tertawa] 40:21 dagang pisang dagang martabak sampai 40:23 akhirnya bisa beli saham gitu loh. 40:25 Oh sahamnya besar-besaran lalu kemudian 40:28 enggak jelas lagi itu kayak mana gitu. 40:30 Iya iya iya iya. [tertawa] 40:32 E itu itu bagian dari apakah memang 40:35 dibuktian apa enggak gitu. 40:38 lalu kemudian dirampas dulu atau baru 40:39 dibuktikan itu metodologinya dan di situ 40:41 [berdehem] ada ketentuan-ketentuan 40:43 gambaran Anda pakai metode mana nih anda 40:46 pakai metode Eropa 40:48 atau Anda pakai metode siapa kalau soal 40:50 perampasannya begitu gitu. 40:52 Banyak itu di di modelnya. Nah, sekarang 40:55 balik lagi ke dalam konstruksi yang kita 40:57 bilang tadi. 40:58 Ini masih di bulan Agustus 41:01 gitu ya, masih he 41:03 tanggal 25 gitu. 41:06 Artinya kalau dari perayaan masih baru 8 41:10 hari memang 17 Agustus 45 saja sudah 41:14 terjadi masalah macam-macam ke 18 41:16 Agustusnya gitu ya. 41:18 Satu hari merdeka saja sudah terjadi 41:19 macam-macam. 41:20 Iya macam-macam. 41:22 Ada penangkatan Perdana Menteri Sahrir 41:24 lah. 41:25 Heeh. 41:26 Padahal dalam sisi Undang 5 tidak 41:28 dikenal perdana menteri. 41:29 Iya. Soekarno dalam rangka dalam rangka 41:32 tadi ee tadi ya mengakomodasi 41:36 teman-temannya gitu ya. Tahir ya 41:37 sudahlah diangkat. Nah itu itu akomodasi 41:40 politik itu bertentangan itu 41:42 begitu juga yang namanya pada 18 Agustus 41:45 tiba-tiba tujuh tujuh kata kunci hilang. 41:48 Nah itu 41:49 lalu dijanjikan. Nah itu macam-macam 41:51 semuanya kejadian itu muncul apalagi 41:53 sekarang. 41:54 Apalagi sekarang. Nah, jadi kalau kalau 41:57 kita ngelihat begitu 41:59 problem besar kita memang satu 42:03 dianggap bicara pendidikan. Hm. H 42:05 problem besar kita adalah problem 42:07 kejujuran. 42:08 Nah, 42:10 problem kita adalah problem kejujuran di 42:13 mana saya menyebut kejujuran adalah uang 42:16 universal gitu. Dalam pinteraksi sosial 42:20 gitu. 42:21 Hm. di mana pun gitu ya, di manaun 42:25 kapanpun dan kepada siapapun kejujuran 42:28 adalah mata uang universal. 42:31 Hm. 42:32 Dan karena sejak awal republik ini 42:34 berdiri sudah penuh dengan 42:35 ketidakjujuran gitu hingga sekarang maka 42:39 jadilah kita masuk dalam klasifikasi 42:43 mahdub. 42:45 Magdub. Waduh. Yang ini dong. 42:48 Masyaallah. Sudah loh. 42:50 Loh, kan dimulai dengar kata-kata 42:52 kazabah lalu berujung pada pahub. Kan 42:55 begitu kalau kita mengambil dalam 42:57 konstruksi logika transendentalnya gitu. 43:00 Nah, itu berarti memang dunia pendidikan 43:03 kita seperti saya bilang pada satu 43:06 podcast saya dengan dengan 43:09 ee dengan seseorang gitu ya, pentingnya 43:12 Indonesia melakukan revolusi pendidikan. 43:14 H. Nah, kalau Indonesia harus melakukan 43:16 revolusi pendidikan, revolusi itu 43:18 dimulai dari pemimpin yang paling atas. 43:21 Karena pemimpin yang paling atas itu 43:23 menjalankan pendidikan dengan 43:25 menunjukkan kebijakan, tata kelola, dan 43:27 ucapannya. 43:28 Iya, 43:29 gitu. Jadi, dia sumber. 43:33 Nah, persoalanoknya sumber negatif atau 43:36 sumber positif gitu. Keteladanan negatif 43:38 atau keteladan positif di situ Angira 43:41 begitu angka. 43:42 Baik. Baik, Bangudin, waktu kita sudah 43:44 habis ini gitu ya. 43:46 Itu bayangkan bahasa hal itu sampai 43:48 kayak gitu. Maaf ya. 43:49 Iya iya iya iya iya. Baik wabi asadu 43:54 anum. 43:56 Wasalamualaikum warahmatullah 43:59 wabarakatuh. 44:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:03 wabarakatuh.