Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:16 Brail TV. [musik] 0:23 Asalamualaikum warahmatullahi 0:25 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:28 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 0:31 Muhammad. Apa kabar ikhwan dan akhwat 0:33 pecinta radio dan TV silaturahim di mana 0:36 saja Anda berada. Selamat berjumpa 0:38 kembali di acara perlindungan anak. 0:41 Insyaallah di acara perlindungan anak 0:43 hari ini saya Nurfitri Tah juga ada Neja 0:46 dan Anis akan menemani ikhwan dan akhwat 0:48 sampai dengan pukul 11.30 30 nanti. 0:51 Ikhwan akhwat, insyaallah pada acara 0:54 perlindungan anak kali ini kita akan 0:56 berbicara mengenai informasi lawak anak, 1:00 unsur utama dalam perlindungan anak 1:02 bersama dengan narasumber kita Pak Hamid 1:05 Patilima. Asalamualaikum, Pak Hamid. 1:08 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:10 Baik, alhamdulillah. Bagaimana dengan 1:11 Pak Hamid? 1:12 Alhamdulillah. ini ee pasti bahasan ini 1:15 akan menjadi maaf penting sekali 1:17 terutama di saat-saat di mana anak kita 1:20 sangat ee terlibat dengan gadget-gadet 1:23 mereka ya, Pak. 1:23 Benar. 1:24 Baik, untuk jelasnya kita akan dengarkan 1:26 penjelasan yang lengkap dari Pak Hamid 1:28 Fati 5. Kami mengundang ikhwan dan 1:30 akhwat untuk mengirimkan pertanyaan 1:33 dalam bentuk WhatsApp ke nomor 1:34 0811999720 1:40 atau ikhwan dan akhwat juga dapat 1:42 langsung menelepon kami di studio di 1:44 nomor 0218451512. 1:48 Silakan Pak Hamid. 1:49 Baik terima kasih Bunda. 1:51 Bismillahirrahmanirrahim. 1:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. Pendengar Radio Rasil dan 1:59 pemirsa media Rasil di mana saja berada, 2:04 terutama yang ada di Kota Batam, 2:08 Kota Palembang, Kota Pontianak, Kota 2:11 Sukabumi, 2:13 di Jabut Tabek, kemudian di Semarang, 2:17 Magelang, Yogyakarta, Bundowoso, dan 2:20 Banyuwangi. 2:22 Insyaallah hari ini kita akan berbagi 2:24 informasi penting terkait dengan 2:27 informasi layak anak menjadi unsur utama 2:31 dalam perlindungan anak. Apa poin 2:33 pentingnya? Kalau kita mengacu kepada 2:38 Al-Qur'an yang diperintahkan 2:41 langsung oleh Allah kepada Rasulullah 2:44 adalah membaca. membaca ini menjadi 2:48 kunci di mana setiap individu terutama 2:53 anak dia akan 2:56 ee mendapatkan berbagai informasi yang 2:59 kemudian informasi itu akan terekspresi 3:03 melalui mulut dan tangannya. Untuk itu 3:07 di dalam konvensi Hak Anak Bunda yang 3:12 sudah diratifikasi oleh Indonesia pada 3:15 tanggal 25 Agustus tahun 1990 3:20 melalui keputusan Presiden nomor 36 3:23 tahun 1990, 3:25 ada pasal penting yang mempersyaratkan 3:32 informasi layak anak itu, yaitu pada 3:35 pasal Pasal 13. Di sana anak itu diberi 3:40 kebasan untuk berekspresi. 3:42 Berekspresi itu baik itu melalui mulut 3:46 si anak atau melalui tangan dia dalam 3:49 bentuk karya-karya. 3:51 Yang itu semua tergantung 3:55 oleh apa yang dia baca. 3:58 Jadi kalau 4:00 si anak membaca informasi-informasi yang 4:04 positif, baik dari berbagai jenis buku 4:09 atau dari berbagai paket yang sudah 4:11 dikemas di dalam gadget itu insyaallah 4:16 yang akan keluar itu hal yang positif. 4:20 Begitu juga dengan sebaliknya. dan 4:22 sebaliknya ini yang kemudian akan 4:25 bertentangan dengan perlindungan khusus 4:28 atau perlindungan anak. Untuk itu si 4:33 anak [berdehem] memang diberi kebebasan 4:36 untuk berekspresi, 4:38 tetapi negara punya restriksi, ada 4:41 batasan-batasan yang sudah diatur oleh 4:43 undang-undang. Jangan sampai apa yang 4:47 diekspresikan itu membuat 4:50 temannya, gurunya atau orang tuanya ee 4:54 tersinggung 4:56 atau mengganggu ketertimb 5:01 atau meresahkan masyarakat atas ee 5:05 pernyataan dia atau karya lukisan dia 5:09 atau apa yang membuat orang lain itu 5:12 tidak menerima begitu saja. Jadi bebas 5:15 yang bertanggung jawab ya, Pak? 5:16 Iya. 5:17 Baik. 5:17 Dan itu sangat ditentukan oleh informasi 5:22 yang dia terima dari mana saja yang tadi 5:25 bacaannya. Jadi dari bacaan ini, Bunda, 5:30 kemarin saya ee berkeliling di Provinsi 5:34 Banten untuk memastikan apakah setiap 5:38 kabupaten kota itu sudah layak atau 5:42 tidak. Ah, ternyata 5:45 ee hampir semua desa di Banten itu 5:49 mereka sudah menyediakan minimal pojok 5:54 baca, baik itu yang ada di kantor desa 5:58 atau ada ee warga yang punya inisiatif 6:04 kemudian menyediakan ee berbagai jenis 6:07 bacaan. Dengan adanya penyediaan 6:12 berbagai jenis bacaan itu kemudian 6:14 diakses oleh anak-anak, akhirnya 6:16 anak-anak punya pilihan. Dan itu Bunda 6:20 tidak hanya dikerjakan oleh masyarakat 6:23 biasa, ada juga teman-teman yang 6:26 mendapat amanah terutama dari TNI atau 6:30 Polri ee Babinsa, Babamtipmas 6:34 itu mereka kan punya fasilitas motor 6:37 agar mereka itu dekat dengan anak-anak 6:42 ee motor mereka dimodifikasi 6:45 dengan menyediakan ee kotak 6:48 baca 6:49 ini juga bagus untuk menghilangkan momok 6:51 anak atau ketakutan anak dari para 6:53 petugas itu ya, Pak. 6:54 Iya. Dan itu sebetulnya ee sangat 6:57 strategis sekali di dalam e membangun 7:00 karakter anak, lalu membangun kecintaan 7:04 anak terhadap ee aparatur negara 7:08 terutama yang di bidang pertahanan. 7:12 berarti mereka akan ya minimal dengan 7:15 sering berjumpa dengan ee Babinsah si 7:18 anak-anak itu ada ketertarikan dia untuk 7:22 ee ya ikut TNI dalam rangka menjaga ee 7:28 keutuhan negara. Lalu kemudian ada 7:31 beberapa anak yang teraksis dengan 7:33 Babing Kam Tipmas itu minimal mereka 7:36 mendapat informasi apa saja nih 7:39 pekerjaan dari ee Babam Tipmas. Apakah 7:43 hanya keliling-keliling saja terus 7:45 mencegah jangan sampai ada ee perbuatan 7:49 yang melanggar hukum. Nah, si anak-anak 7:52 dengan mereka terfasilitasi 7:56 atau difasilitasi oleh teman-teman 7:59 Babtip Mas lalu Babinsa mereka ee sangat 8:04 antusias. Ah, keantusiasan ini ini yang 8:07 kemudian tidak cukup hanya ee didukung 8:13 oleh para pihak yang 8:17 mendap atau yang memiliki kewenangan. 8:19 Tetapi kalau bisa setiap rumah itu 8:22 menjadi sumber pembelajaran dari setiap 8:25 anak dan setiap anak itu ee akan mau 8:30 berbagi. Aku nih loh punya buku, mau 8:33 enggak kamu ee 8:35 baca atau mau pinjam tapi dengan syarat 8:38 boleh enggak aku pinjam buku kamu? Nah, 8:40 ini yang intinya dari pertukaran buku 8:44 bacaan 8:46 yang ada di masyarakat itu yang kemudian 8:50 akan 8:51 menjadikan 8:53 anak dia lebih banyak 8:57 informasi-informasi yang kemudian 9:00 menjadi satu kekayaan bagi diri dia pada 9:03 saat dia mau mengekspresikan 9:06 itu akan terlihat bahwa anak ini yang 9:10 suka membaca dan yang tidak ee atau 9:12 jarang membaca itu akan terlihat dari 9:15 kosakata yang 9:17 digunakan atau kata-kata 9:20 ee yang keluar dari mulut dia adalah 9:22 selalu kata-kata yang positif, tidak ada 9:25 kata-kata yang ee merendahkan orang 9:28 lain. Nah, kuncinya di mana? yaitu 9:33 fungsi dari orang tua untuk memastikan 9:35 bacaan yang diakses oleh anak ini. Ini 9:38 yang kemudian ya kalau bisa buku-buku 9:41 yang ada itu terfilter dari orang ee 9:46 dewasa. Jadi ee 9:50 review atau tinjauan atau ya minimal 9:56 saling mengecek apakah di bacaan-bacaan 9:59 itu ada tiga jenis informasi tidak yang 10:02 ee negatif. Yang paling penting itu 10:04 pertama informasi kekerasan. 10:08 Ada enggak kata-kata kekerasan yang atau 10:12 dari cerita itu yang kemudian ee bukan 10:15 yang hero tapi kekerasan intinya ee suka 10:18 merendahkan martabat orang lain. Ada 10:21 enggak dari hasil bacaan itu? Kalau ada 10:24 ya kalau bisa itu menjadi catatan bagi 10:27 orang dewasa. Lalu yang kedua informasi 10:31 ee pornografi. Pornografi itu Bunda, 10:35 kalau kita mengikuti definisi 10:37 undang-undang tentang pornografi, dari 10:39 tulisan saja atau dari kata-kata itu 10:43 juga akan 10:45 membuat orang itu ee agak sedikit 10:49 bisa saja senang atau terganggu. itu 10:51 bisa dikategorikan ke dalam hal itu. 10:54 Lalu yang ketiga ini adalah yang terkait 10:57 dengan intoleransi. Nah, dari 10:59 bacaan-bacaan ini ada enggak hal-hal 11:01 yang ee membuat orang lain itu merasa 11:06 terdiskriminasi, 11:08 dia merasa terendahkan suku bangsanya 11:11 atau apapun. Jadi si orang dewasa yang 11:15 akan menyediakan informasi layak anak 11:18 kepada anak-anaknya itu ada ee 11:23 inisiatif. Jadi tidak tidak harus 11:26 menunggu karena memang sudah ada tugas 11:29 dari negara dan ada orang-orang yang 11:32 diperankan untuk itu terutama dari 11:34 kejaksaan, dari Kumham, dari kepolisian, 11:39 dari intelijen yang memfilter 11:42 bacaan-bacaan itu. Tapi kan kita sebagai 11:44 orang dewasa yang ada di sekitar anak 11:48 kalau mengikuti apa yang dipesankan oleh 11:51 Undang-Undang 35 tahun 2014 di pasal 72 11:56 itu, Bunda, ada salah satu item yaitu 11:59 kita diminta untuk melakukan pengawasan, 12:02 pemantauan, dan turut ee atau ikut 12:06 bertanggung jawab. Salah satu yang perlu 12:09 kita ee ikut di dalam 12:13 bacaan anak-anak itu adalah memfilter. 12:16 Jadi ya sedikit-sedikit kita coba lihat 12:20 nih bacaan anak-anak kita di rumah 12:22 apakah ada enggak hal-hal yang negatif 12:24 yang kita sebutkan tadi. Kalau yang 12:27 positif ya itu yang otomatis yang kita 12:29 harapkan. Itu yang pertama. Yang kedua, 12:35 anak itu dia bebas ee berekspresi sangat 12:40 ditentukan oleh apa yang dia alami. Jadi 12:44 pengalaman pengalaman itu Bunda berarti 12:47 pengalaman bukan saja yang ada di rumah 12:50 kalau anak memang ee 80% pengalaman yang 12:55 ada pada diri anak itu sebetulnya dia 12:58 ambil ee atau dicopy paste dari ayah 13:02 ibunya. Jadi kalau kita lihat ada 13:04 seorang yang cerdas di depan kita atau 13:07 sebaliknya itu sebetulnya 13:10 gambaran 13:10 gambaran dari rumah. Kalau di rumah si 13:15 anak punya pengalaman melihat ayah, 13:18 melihat ibu, ee segala sesuatu itu 13:23 selalu merujuk kepada referensi atau 13:26 pada bacaan. 13:27 Jadi kalau misalnya ada ee anak berbuat 13:31 sesuatu, lalu orang tuanya enggak tahu 13:32 nih anak kenapa bisa begini, kita 13:35 tersenyum saja ya, Pak. Ya, itu berarti 13:37 ada 13:38 sudah menutupi. 13:39 Iya. kita sudah tahu bahwa 13:40 sudah mengerti ya 13:42 orang itu ee tidak menjadi referensi 13:45 yang sesungguhnya. Dia 13:47 opin ee bebas mau sebetulnya dia mau 13:53 keluar dari lingkaran itu bahwa dia 13:55 tidak salah. Tapi sebetulnya itu 13:57 memperlihatkan orang itu tidak 13:59 bertanggung jawab. Jadi ee Bunda, 14:03 Ayahanda dan Bunda di rumah ini menjadi 14:06 penting bahwa apa yang dialami oleh anak 14:10 misalnya dia selalu melihat ayahnya ee 14:13 atau bundanya atau kakeknya lalu RT RW. 14:17 Nah, itu akan tergambar bahwa itu baru 14:21 terasa Bunda, si anak itu keluar dari 14:23 RT. 14:25 dia bergaul di RT lain. Oh, akan 14:27 terlihat ini anak ini dari RT ini yang 14:31 selalu memperhatikan bacaan anaknya. 14:34 Lalu orang-orang di RT itu adalah 14:36 orang-orang yang ee ya minimal punya 14:40 satu bacaan 14:42 ya. Kita tidak jauh selalu dekat dengan 14:46 Al-Qur'an. Dan Al-Qur'an tidak cukup 14:48 hanya yang dalam ee bahasa Arab tetapi 14:52 terjemahan. Kalau sekarang Bunda ee saya 14:56 juga sedang merekam tafsir Quran yang 14:59 ada di ee gadget yang disediakan oleh 15:02 Kemenak. Jadi ee ayahanda dan bunda, 15:06 kita sudah difasilitasi oleh negara 15:11 dengan adanya ee fasilitas yang ada di 15:15 kita. Negara sudah menyediakan 15:17 konten-konten. Tinggal kita ambil yang 15:19 positif-postif. ee Google juga sudah 15:22 menyediakan informasi. Tetapi ini yang 15:26 kemudian ee agak sedikit mengganggu 15:29 banyak orang dewasa itu termakan hoa 15:33 kenapa? Karena mereka tidak memiliki 15:36 referensi yang banyak dan itu akan 15:39 terbawa juga pada diri anak. Tapi kalau 15:41 anak yang cerdas, dia akan 15:42 mempertanyakan, 15:44 masuk akal tidak yang apa disampaikan 15:47 oleh bundanya? masuk akal tidak apa yang 15:49 diperbuat oleh ayah dan bundanya atau 15:51 oleh masyarakat. Dia akan ee memfilter 15:54 sendiri dengan catatan anak itu sudah 15:58 terkapasiti. Jadi apa yang akan dialami 16:02 itu itu yang kemudian 16:05 itu akan terekspresi Bunda, 16:08 dengan penuh kesadaran. Kalau yang tidak 16:11 sadar berarti dia sedang bermasalah. 16:13 Tapi dengan kesadaran dia melakukan 16:16 hal-hal ee dari yang terungkap dari 16:20 mulut dia atau dari tangan dia atau dari 16:23 karya-karya dia itu akan ee mempengaruhi 16:29 sumber informasi yang dia alami itu 16:32 seperti apa. Jadi misalnya eh kan 16:35 walaupun kita masih anak-anak, tidak 16:36 semua yang kita lihat di dalam rumah 16:38 kita misalnya yang dilakukan orang tua 16:40 kita eh extended family kita, nenek, 16:43 kakek, paman, ee bib 16:46 semua yang mereka lakukan kita suka. 16:48 Tapi suka atau tidak kita akan cenderung 16:50 untuk meng-copy itu ya, Pak ya. 16:52 Iya. 16:52 Baik. 16:53 Iya. yang karena mungkin selalu 16:57 seringnya dia lihat. Padahal kalau 17:00 dinilai oleh pihak luar apa yang dia 17:03 lakukan itu adalah penuh dengan ee 17:07 misalnya merendahkan martabat orang lain 17:10 itu akan keluar dari mulut Bunda. Lalu 17:12 yang terakhir 17:14 di dalam berekspresi itu tergantung 17:17 dengan apa yang dia rasakan. Jadi apa 17:20 yang dia alami dan yang terakhir apa 17:22 yang dia rasakan. Kalau dia merasakan 17:25 bahwa dari hasil bacaannya 17:29 ee membuat dia sangat gembira atau 17:33 membuat dia bahagia atau senang, itu 17:37 akan keluar dari ee mulut dia. Ekspresi 17:42 dari si anak. Untuk itu ayahanda dan 17:45 bunda terkait dengan informasi layak 17:49 anak ini akan sangat menentukan 17:53 ee anak itu benar-benar dia ee bebas 17:58 berekspresi. Itu yang pertama. Yang 18:00 kedua, Bunda, di pasal 14, Konvensiah 18:04 anak ini juga sangat tergantung dari 18:07 bacaan si anak atau informasi yang dia 18:11 peroleh dari fasilitas-fasilitas yang 18:14 disediakan oleh pemerintah, oleh 18:16 masyarakat, baik itu melalui 18:19 perpustakaan 18:20 daerah atau perpustakaan nasional, 18:23 Bunda. Perpustakaan nasional sangat 18:25 lengkap dan buka ee 7 hari dan kita 18:31 nyaman, 18:32 kita menikmati apa saja. Harapannya apa 18:35 yang ada di perpustakaan nasional itu 18:37 diikuti oleh perpustakaan daerah. Ah, 18:39 ternyata di beberapa provinsi itu hampir 18:41 sama seperti di ee Riau. dia punya ee 18:47 perpustakaan provinsi yang sangat ee 18:50 mewah dan ini menjadi ee menarik untuk 18:56 setiap ayah dan bunda kalau bisa 19:00 memiliki kartu 19:02 ee keanggotaan di perpustakaan nasional 19:06 atau di perpustakaan daerah atau di 19:09 perpustakaan kabupaten kota. Karena 19:12 dengan 19:14 si ayah, si ibu memiliki kartu 19:17 perpustakaan, 19:19 otomatis akan diikuti oleh anaknya. 19:24 Apakah itu butuh uang? Tidak. Gratis 19:26 semua. Yang dibutuhkan itu hanyalah ibu 19:29 foto ee KTP lalu kita kasih. Dan di sana 19:34 otomatis oleh petugas akan dicek kalau 19:37 di Perpustakaan Nasional sudah 19:39 menggunakan data ee basis dari 19:43 Kementerian Dalam Negeri akan terlihat 19:45 oh keaslian dari ee KTP yang diberikan 19:49 menjadi menarik kita di sana bisa 19:51 mengakses dari usia ee PAUD sampai orang 19:57 yang mau S3 itu terfasilitasi. 20:02 Silakan ayah Anda dan bunda. Itu 20:04 perpustakaan. Lalu kedua perpustakaan 20:07 keliling. Sekarang ee perpustakaan 20:11 nasional dan perpustakaan daerah itu 20:13 mereka tidak mau ee di di tempat tapi 20:18 bagaimana menjangkau daerah-daerah yang 20:21 sulit, kecamatan atau des atau kelurahan 20:24 yang belum memiliki fasilitas. Lalu 20:26 kemudian di daerah itu 20:30 ini seperti yang ada di lembaga kami itu 20:33 mereka datang ke 20:36 bawah-bawah pohon yang otomatis di sana 20:40 sudah mendapat izin dari lurah, mendapat 20:44 izin dari RW, mendapat izin dari RT. 20:47 Kalau tiga orang ini sudah merestui, itu 20:51 otomatis warga mau datang, anak-anaknya 20:54 mau datang. Nah, tinggal bagaimana kita 20:57 ee mendorong ini. Lalu kemudian tadi 20:59 yang seperti saya ceritakan tadi ee ada 21:03 dari Babinsa, ada Babamtimas. Tapi ada 21:06 satu anak yang di dari Lampung, Bunda. 21:09 Dia masih usia 8 tahun waktu itu dengan 21:13 melihat ayahnya wartawan meliput ee 21:16 seseorang yang cinta buku, lalu kemudian 21:20 dia aplikasikan menjadi kegiatan 21:22 keseharian dia. Jadi akhirnya dia 21:25 memiliki buku banyak, dia 21:27 pinjam-pinjamin ke teman-temannya dan 21:29 akhirnya dia banyak teman. Dan Bunda, 21:33 kalau orang itu sudah aktif di 21:36 perpustakaan, kita mau tanya apa saja, 21:40 dia akan jawab. Karena apa? sebelum buku 21:43 yang dia pinjamkan kepada temannya itu 21:46 sudah dilahap habis oleh dia. Nah, ini 21:49 menjadi satu kekuatan terkait dengan 21:52 pasal 14 21:54 dengan anak-anak sudah terakses dengan 21:56 informasi layak anak 21:59 adalah anak akan selalu berpikir. Jadi 22:03 di pasal 14 itu kebebasan berpikir. 22:07 Kebasan berpikir itu kan tergantung dari 22:10 input yang masuk pada ee pikiran dia 22:13 yang melalui mata dan dari melalui mulut 22:16 dia yang kemudian hasil dari pembacaan 22:20 dia itu baik dari bacaan apa yang dia 22:23 alami dan apa yang dia rasakan itu yang 22:26 kemudian dia akan selalu memikirkan 22:28 hal-hal yang positif. memikirkan hal 22:31 yang negatif itu kemungkinan sudah tidak 22:35 ada lagi karena dia selalu dapat 22:37 informasi 22:38 disibukkan oleh 22:39 disibukkannya 22:40 informasi positif 22:41 kalau ada informasi yang negatif yang 22:43 saya sebutkan tadi dengan dia 22:45 mendapatkan ee 22:49 apa 22:50 peringatan atau kapasiti kemampuan dari 22:54 orang dewasa yang ada di sekitarnya nak 22:56 kalau kamu membaca informasi masih 23:00 kekerasan ee pornografi, intoleransi itu 23:04 hanya menjadi pengingat bagi dirimu. 23:07 Jadi tidak usah serta-merta di sensor 23:10 kita larang ya, Pak. Anak bakal 23:12 dari save dia dari diri dia dan kita 23:15 sudah pasang 23:17 sejak dari awal. Kalau dari awal dia 23:20 sudah dapat informasi atau benteng kata 23:22 benda tadi, 23:24 dia diingatkan kalau mendapatkan 23:27 informasi kekerasan, 23:29 pornografi, intoleransi itu hanya 23:31 menjadi pengingat. 23:33 Kalau bisa tidak terekspresikan dari 23:35 mulut dia dan dari tangan dia. Berkata 23:38 ah saja tidak boleh kepada orang lain. 23:40 Apalagi sampai tangannya ee melakukan 23:44 gerakan yang ya kalau sudah 90 derajat 23:48 itu sudah emosi. 23:50 Jadi mohon maaf nih Pak Hamid saya 23:51 potong. Biasanya kan kalau anak 23:53 mendapatkan informasi negatif tanpa 23:55 sengaja dari luar terus bertanya ke 23:57 orang tuanya. Mungkin ada orang tua yang 24:00 bisa menjawab dengan bijak. Tapi ada 24:02 juga, "Heh, enggak boleh sekali lagi 24:04 ngomong begitu." Ya, itu sebenarnya apa 24:06 si yang harus dilakukan orang tua ketika 24:08 anak bertanya, "Eh, ayah, ibu, saya 24:11 mendapatkan informasi ini dari luar. 24:13 Bagaimana sih sebenarnya?" gitu. 24:15 Harusnya si ibu mendengarkan dulu 24:17 baik 24:18 atau si ayah mendengarkan dulu apa yang 24:20 diceritakan. Kan otomatis dari ee uraian 24:24 yang akan disampaikan oleh anak itu akan 24:28 tersusun menjadi sebuah kronologis. 24:30 Hm. Kalau dari kronologis itu akan 24:33 diketemukan 24:35 ini dia dapat dari sini. Kalau belum 24:38 kita memberikan ee kemampuan kepada anak 24:42 kita, di situlah ruang kita untuk 24:45 mengkapasiti 24:47 dan itu menjadi ee praktik baik yang 24:50 kemudian si ayah juga, si ibu juga tidak 24:54 langsung emosi. Nah, di situ kuncinya 24:57 kalau teman-teman yang 25:00 menangani anak-anak yang bermasalah 25:02 suruh narik atau ee tarik napas panjang 25:07 yang kemudian ee jadi tenang lalu 25:10 kemudian dari awal ee kita mendengarkan 25:16 cerita itu dari si anak kita, akan 25:18 terlihat apakah orang itu emosi atau dia 25:22 sedang ee mau me beri ikan ee pelajaran 25:28 kepada anaknya atau dia sedang 25:30 memperhatikan 25:33 apa yang akan disampaikan oleh anaknya. 25:35 Kalau dia sudah memiliki kemampuan 25:38 terkait dengan hal itu, itu yang 25:40 kemudian akan menghasilkan ide-ide yang 25:43 ee brilian. 25:45 Dan mungkin seharusnya orang tua 25:46 harusnya bersyukur bahwa mereka 25:48 dijadikan rujukan pertama oleh anak ya 25:50 sebelum ke orang lain 25:52 bertanya ke kita dulu. apapun 25:53 pertanyaannya kita harus bersyukur 25:55 seperestinya Pak Hamid. 25:56 Iya. Dan itu sebetulnya tidak lahir 25:59 begitu saja Bunda itu harus ada ikut 26:03 kelas-kelas pelatihan. Kalau di BKKBN 26:08 itu ada nama kelas bina keluarga balita. 26:12 Tapi Bunda itu ee bina keluarga balita 26:16 masih namanya saja tapi belum optimal. 26:19 Lalu kemudian banyakan 26:22 orang tua yang tidak mampu berdiskusi 26:24 dengan ee anak remajanya. Ah, di BKKBN 26:28 itu juga ada kelas BKR, bina keluarga ee 26:32 remaja yang kemarin saya sangat ee 26:36 senang melihat posk-nya 26:38 ee Sule dan putranya yang tertua. Di 26:43 situ bagaimana hubungan yang ee sangat 26:47 ee menarik untuk disimak dari segi kita 26:51 sebagai orang tua yang ingin belajar 26:53 bagaimana cara kita mau berkomunikasi 26:55 dengan anak remaja kita. 26:57 intinya adalah pemberian kepercayaan 27:00 100%. Kalau mereka sudah percaya kepada 27:03 kita dan kita memberikan kepercayaan 27:05 pada diri anak kita, insyaallah apa yang 27:08 tadi tidak akan terjadi. Nah, ini apa 27:12 yang dia baca, apa yang dia rasakan, apa 27:18 yang dia alami yang kemudian akan ee 27:21 menentukan dengan apa yang dia pikirkan. 27:23 Jadi anak bebas berpikir. Jadi kebebasan 27:26 berpikir itu adalah sebetulnya hak asasi 27:29 manusia yang diberikan oleh Allah kepada 27:31 kita untuk kita 27:35 ee lakukan atau kita rasakan, kita 27:38 ekspresikan. Tapi tergantung dari orang 27:41 dewasa yang menyediakan informasi 27:44 apa-apa selalu ee pembatasan-pembatasan. 27:48 Akhirnya si anak itu ya seperti air 27:53 dia ee dicegat dia akan mencari tempat 27:58 yang di mana dia mau bebas. untuk itu 28:01 ada yang bolong dia akan ee meluncur 28:04 atau jadi intinya kita memberikan 28:09 kebebasan atau melalui konvensi anak ini 28:13 kebebasan itu bukan berarti 28:15 sebebas-bebasnya 28:17 tapi bebas 28:18 ee ada destriksinya. Jadi dia berpikir 28:23 misalnya kalau kita hidup di Indonesia 28:25 kan kita sudah punya batasan ideologi 28:29 Pancasila. Berarti yang dipikirkan itu 28:31 tidak bertentangan dengan ee ideologi. 28:35 Kalau mereka yang sudah memiliki 28:38 kekuatan iman dan dia berbasis kepada 28:41 Quran, hadis, lalu kemudian dia berbasis 28:45 kepada sirah nabawiyah, sirah sahabat, 28:48 lalu kemudian ada dari ee kisah-kisah 28:52 yang heroik, yang positif dari ee 28:56 pejuang-pejuang, baik itu pejuang ee 29:00 agama atau pejuang nasional yang 29:01 mempertahankan negara ini. yang kemudian 29:04 akan menginspirasi dia dan itu yang akan 29:06 dia pikirkan terus. Bagaimana ini kita 29:09 mau keluar dari berbagai masalah. 29:12 Kuncinya informasi laya anak. Lalu yang 29:16 kedua di pasal 14 ini, ini akan 29:20 menentukan apakah si anak itu memiliki 29:23 hati nurani tidak. 29:26 Dari bacaan Bunda atau apa yang dia 29:28 alami atau apa yang dia rasakan. Memang 29:31 setiap anak itu oleh Allah sudah 29:35 dilengkapi cips ee hati nurani. Karena 29:40 Rasulullah juga sudah menyampaikan hakim 29:42 yang tertinggi itu adalah hati. 29:45 si anak itu dia tidak ee senang kalau 29:50 ada orang ee mengganggu 29:54 mainannya atau ada orang buang sampah 29:58 sembarang, dia tidak senang karena di 30:01 hati nurani dia itu menolak. Ah, di di 30:06 hal-hal seperti itu dia langsung 30:07 mengingatkan. Tapi itu akan rusak, 30:10 Bunda, 30:11 pada saat dia melihat ada ayah atau 30:14 ibunya atau orang dewasa di sekitarnya 30:17 yang me 30:19 lampaui aturan-aturan. Misalnya kalau 30:22 dilarang buang sampah sembarang, eh 30:24 justru dia buang sampah. Nah, itu yang 30:27 kemudian hati nuraninya itu sudah mulai 30:30 terkikis. Kok ayahku biasa tuh melakukan 30:35 hal seperti itu, Bundaku biasa. Dan 30:37 bukan hanya membuang sampah, tapi 30:39 misalnya merasa bersalah, tapi ah enggak 30:41 apa-apa terucap [tertawa] seperti itu 30:43 ya, Pak. 30:44 Enggak apa-apa. Pernah saya di satu 30:46 momen ee pertemuan ada orang itu 30:49 sebetulnya 30:51 ee berpendidikan tetapi dari perilakunya 30:55 dia 30:55 enggak memperlihatkan 30:56 tidak memperlihatkan. dia buang sampah 30:59 terus ee kita dekati dengan ee penuh ee 31:04 penghargaan yang tinggi pada diri dia. 31:06 Pak, ini tolong diambil 31:09 dia biarkan saja ada petugasnya. 31:14 Nanti ee petugasnya tidak ada kerjaan. 31:17 Jadi anggapan diaah itu sangat 31:19 bertentangan dengan pengalaman yang 31:21 pernah saya datangi satu perusahaan 31:24 ee di 31:27 perusahaan ee 31:30 apa? instan 31:32 yang menerapkan ee standar yang tinggi. 31:37 Ee seorang direktur 31:40 pada saat dia membuang ee satu potongan 31:45 sampah sedikit saja, dia akan diingatkan 31:48 oleh petugas kebersihan karena ee 31:53 direktur itu telah membebani pekerjaan 31:56 dia atau menambahkan pekerjaan dia. 31:58 seharusnya kalau itu sudah bersih dia 32:01 tidak perlu mengeluarkan energi untuk 32:05 memungut sampah itu. 32:06 Energi ekstra 32:08 karena ee di 32:11 perusahaan itu sudah menanamkan 32:14 kebudayaan atau budaya meninggikan 32:17 harkat martabat ee manusia. 32:20 Buang sampah saja itu tidak di ee 32:23 benarkan. Dan ketika kita meninggikan 32:27 nilai-nilai seperti itulah kesuksesan 32:29 itu akan langgeng ya, Pak. Sepertinya 32:31 dapat kita lihat sendiri seperti apa 32:33 Hamid bilang 32:33 kalau kita lihat di negara-negara Eropa 32:36 atau ada orang yang suka apa di radio 32:39 ini juga selalu 32:42 menyatakan statement itu ee di Eropa 32:46 bukan negara berbasis Islam, tetapi 32:50 Islam ditemukan di sana. di sana. Iya. 32:52 Dibandingkan sebaliknya di negara Islam 32:55 tetapi ee tidak ada Islam itu 32:58 diketemukan karena apa? Ee yang ada 33:02 hanyalah menghafal lalu hanya ee di 33:07 ceramah-ceramah saja. Nah, ini yang 33:09 kemudian kalau di sana dipraktikkan. 33:13 Iya. Padahal Islam itu kan sebenarnya 33:15 memiliki ee nilai-nilai universal yang 33:17 bisa dilakukan oleh pemeluk agama 33:19 manapun yang sayangnya justru kurang 33:21 dipraktikkan oleh kita-kita nih, Pak. 33:24 Kalau kita ikuti sejarahnya Nabi Adam 33:28 yang kedua kan adalah Rasulullah yang 33:32 beliau 33:33 nilai keuniversalan 33:36 yang beliau memperjuangkan hak asasi 33:38 manusia, memperjuangkan hak anak, 33:41 memperjuangkan hak perempuan dan 33:44 memperjuangkan ee bagaimana kita harus 33:47 memiliki hati nurani meskipun kita sudah 33:50 diincak 33:52 atau direndahkan kan. Tetapi kita selalu 33:55 mengeluarkan kata kasihan orang ini 33:58 sudah berbuat seperti itu. Coba kalau 34:00 dia tahu bahwa saya adalah manusia 34:02 sampai berhemat air untuk wudu pun 34:05 diatur oleh Rasulullah. 34:06 Iya. Itu yang karena hakim tertinggi 34:11 diri kita di adalah hati. Itu yang 34:16 kemudian yang dapat menentukan ini 34:18 adalah hal yang baik atau yang tidak. 34:23 Tinggal bagaimana kalau kognitif 34:26 atau 34:29 kognitifnya itu sudah mati jadi blank. 34:33 Nah, ini yang kemudian ee butuh 34:36 terapis-terapis. 34:38 Itu yang terkait dengan ee pasal 14 itu. 34:42 Tapi kuncinya kembali lagi, Bunda, 34:44 adalah dari apa yang dia lihat, terutama 34:48 dari kemasan-kemasan bacaan. Untuk itu 34:51 aya dan bunda kalau bisa diperbanyak ee 34:55 bacaan kepada anak kita itu ingat 0 35:00 sampai 4 tahun itu 50% perkembangan anak 35:04 itu akan tumbuh. Lalu kemudian 5 sampai 35:08 8 itu 50. Jadi totalnya 0 sampai ee 8 35:15 tahun itu 80% 35:17 enam aspek kecerdasan anak atau enam 35:21 aspek perkembangan anak itu terbentuk. 35:24 Salah satunya adalah nilai-nilai agama 35:26 dan moral itu hasil dari bacaan. Lalu 35:30 aspek ee kognitif juga dari bacaan. 35:35 Kemudian motorik halus, motorik kasar. 35:38 dia mau seperti misalnya menjadi atlet 35:41 yang hebat. Itu dari hasil bacaan 35:44 orang-orang dari autobiografi, 35:46 orang-orang yang sukses. Saya pernah 35:49 menonton seorang ee Tiger Woods yang 35:55 dari awal dia sudah dibentuk oleh 35:59 ayahnya yang ayahnya itu juga adalah 36:02 seorang ee guru golf. Jadi si anak itu 36:06 dibentuk meskipun di akhir hidupnya itu 36:09 ada perbuatan yang negatif karena juga 36:12 dibentuk oleh ayahnya. Jadi dia agak 36:16 sedikit ee bertentangan dengan 36:19 nilai-nilai kemanusiaan terutama ee 36:22 merendahkan ee perempuan itu karena dia 36:26 melihat pengalaman dia berhubungan 36:29 dengan ayah. Berarti kalau misalnya kita 36:32 sekarang ambil contoh Rasulullah ya, Pak 36:34 Hamid. Beliau kan tidak bisa membaca, 36:36 dikabarkan ketika ee tumbuh dewasa. Tapi 36:39 berarti pengalaman rasa yang beliau 36:42 dapatkan ini luar biasa bisa e memenuhi 36:46 semua kriteria yang dibutuhkan manusia 36:48 dong, Pak, untuk menjadi manusia yang 36:50 baik. 36:50 Iya. Jadi tinggal kita baca saja ee 36:54 apa sirah nabawaah. Jadi bagi 36:57 daerah-daerah yang juga misalnya masih 36:59 kekurangan buku bacaan seharusnya tidak 37:01 berscil hati ya, Pak. 37:02 Iya. Dan kita bisa belajar. Saya punya 37:07 teman yang mendalami ee anak suku dalam. 37:13 Mereka itu yang bergelar PhD adalah yang 37:16 mampu memanjat eh pohon ox dan mengambil 37:22 ee madu. Coba kita suruh yang PhD 37:25 lulusan dari universitas ee negeri atau 37:28 swasta untuk suruh manjat pohon itu 37:30 mereka tidak sanggup. Jadi konsep ee 37:34 kemampuan seseorang itu ditentukan oleh 37:38 orang yang membuat konsep itu sendiri. 37:42 Baik. 37:43 Jadi bukan dari penilaian ee orang dari 37:45 luar. Nah, ini tergantung dari ee kita 37:48 bagaimana ee membangun atau memberikan 37:52 akses. Lalu kemudian di pasal 14 itu 37:55 juga anak-anak diberi kebebasan untuk 37:58 mempraktikkan 38:00 ee keagamaannya. 38:03 Kunci dari keagamaannya itu juga dilihat 38:06 dari literasi dari si anak itu sendiri. 38:10 apa yang dia baca, lalu apa yang dia 38:13 lihat dan apa yang dia rasakan. Jadi 38:15 baca juga mungkin baca dengan tanda 38:17 kutip ya. Apa yang dia baca dari alam, 38:19 apa yang dia baca dari 38:21 yang terjadi di sekitarnya. 38:22 Iya. Dan 38:25 kayak semalam saya menonton ee filmf 38:29 film kisah Nabi Sulaiman di sana dia 38:34 sangat ee memiliki kemampuan meskipun 38:37 ada tantangan tantangan tapi itu semua 38:39 lolos. Lalu yang terakhir Bunda terkait 38:43 dengan informasi layak anak ini itu ada 38:47 di pasal 17 konvensi anak. Di pasal 17 38:53 ee negara tidak boleh dilemahkan 38:57 oleh ee 39:00 perusahaan-perusahaan 39:01 media. 39:03 Untuk itu para pemilik media dia perlu 39:08 harus memikirkan bagaimana membangun 39:12 kapasitas dari ee pembaca dia. Jadi 39:17 pembaca dia atau yang menonton dari 39:19 hasil-hasil yang dia hasilkan itu adalah 39:25 tentang bagaimana 39:27 melek media, melek digital itu terbangun 39:31 pada diri si anak, diri orang dewasa 39:36 yang akan ee menjadi pengawas, pemantau 39:39 atas informasi-informasi yang dikemas 39:43 oleh perusahaan-perusahaan 39:45 media yang kita sudah ketahui mereka itu 39:50 punya misi untuk me 39:53 mendapatkan keuntungan yang 39:55 seluas-luasnya. 39:57 meskipun di balik itu mereka juga punya 40:00 misi lain. Ah, misi lain itu yang 40:02 kemudian bagi ayah dan ibu kita perlu 40:05 identifikasi media ini apa misinya, dari 40:10 mana cara kita membaca visi misi dari 40:15 media itu sendiri. Kalau bukan kita 40:17 lihat portofolio dari perusahaan itu. H 40:20 siapa pemilik perusahaan ini? Lalu siapa 40:24 yang ee pemilik sahamnya 40:27 dari kemampuan kita membaca 40:31 pemilik lalu CEO-nya, lalu kemudian para 40:36 redakturnya. 40:38 Kalau ini semua terinformasikan kepada 40:41 anak, anak akan semakin punya pilihan. 40:44 aku akan memilih ee media 40:48 media cetak atau media elektronik baik 40:52 dalam bentuk ee TV ee radio atau dalam 40:57 bentuk karya-karya lain yang 41:00 perusahaan-perusahaan perfilman lalu 41:03 perusahaan sinetron kemudian yang 41:06 kemudian sekarang ini dimudahkan dengan 41:08 adanya YouTube, Facebook atau Instagram 41:12 si ayah dan ibu atau orang dewasa di 41:15 sekitar anak itu perlu mengkapasitisi 41:17 anak ini sehingga dia tidak ee hidup di 41:22 ruang yang hampa atau ruang kosong yang 41:26 kemudian kalau dijejal informasi ya 41:29 sudah nanti diterima saja. 41:30 Mungkin kalau media ee ee kontrolnya 41:34 masih bisa kita atur ya, Pak. Tapi kalau 41:36 iklan terutama di ee internet misalnya 41:39 iklan itu kan tiba-tiba muncul gitu 41:42 kadang-kadang tidak mengerti ee jam yang 41:46 misalnya jam yang ramah anak atau jam 41:48 kira-kira anak sudah tidur karena kan 41:50 internet itu 24 jam dan global gitu ya. 41:52 Ini bagaimana ya, Pak kita mengatasi? 41:54 Itu juga ternyata dari ee 42:00 perilaku si orang pengguna gadget itu 42:03 sendiri. Jadi kalau dia sering 42:06 ee mengakses informasi A itu oleh 42:10 algoritma 42:11 ee Google-nya yang penyedia ee iklan itu 42:15 akan 42:17 merespon menawarkan sesuai dengan 42:20 ee ketertarikan dari si atau habit dari 42:23 si pengguna gadget. Nah, untuk itu kalau 42:26 kita sudah 42:28 mengetahui hal itu, itu yang perlu kita 42:31 kapasiti kepada anak. Kalau misalnya 42:33 kita mendapat iklan A yang kita tidak 42:36 suka oleh Google kan diberi pilihan tuh. 42:38 Iya. 42:39 Mau terus 42:40 don't recommend jangan rekomendasikan 42:43 atau mau dihentikan. Tapi dia tanya 42:45 kenapa kamu mau hentikan itu? 42:48 Mungkin asusila atau apa tidak sesuai 42:51 dengan atau berulang-ulang tergantung 42:54 dari 42:55 kita mengingatkan anak kita untuk 42:57 mengkapasti. Jadi intinya Bunda ee 43:01 kuncinya ada pada orang dewasa yang ada 43:04 di sekitar anak untuk ee memperkaya 43:09 diri anak itu memiliki kebebasan untuk 43:12 berekspresi, berpikir, lalu kemudian 43:15 mengakses berbagai informasi. Kontrol 43:17 tetap ada pada orang dewasa bukan pada 43:21 diri anak. Dan poin penting juga yang 43:24 harus dibangun oleh kita terkait dengan 43:27 penyediaan informasi layak anak itu 43:29 adalah 43:31 membangun kapasity si anak dan juga 43:35 membangun kapasiti orang yang 43:37 menyediakan fasilitas. 43:39 Kalau ke media sekarang Kementerian 43:41 Pemberahan Perempuan mendorong ada ee 43:46 jurnalis kawan, anak. Jadi mereka itu 43:49 yang tergabung di jurnalis itu itu yang 43:53 kemudian sudah mulai berhati-hati di 43:57 dalam mengemas berita yang akan di ee 44:01 beritakan. Lalu mereka juga sudah mulai 44:04 wanti-wanti untuk jangan sampai 44:07 identitas anak ini terekspos karena ada 44:10 undang-undang yang mengatur hal itu. 44:14 terutama bagi pelaku saksi atau korban 44:18 tindak pidana anak itu mereka sudah 44:20 mulai ee punya ee kesedaran meskipun 44:25 masih kita lihat ada beberapa orang 44:27 dewasa terutama dari penegak hukum yang 44:31 sebetulnya sedang memperlihatkan 44:34 kegagalan mereka untuk mencegah jangan 44:37 sampai ada kejadian-kejadian seperti itu 44:40 terjadi tapi justru mereka komprehensi 44:42 pers atas kegagalan mereka. Tapi 44:45 [tertawa] karena orang kita uh sangat 44:47 senang ada 44:49 ee sensasi ada Kapolda ada humas eh 44:53 Polri atau humas Polda yang tiap hari 44:57 konvensi jadi seperti jadi sekarang itu 45:00 ada artis dari polisi. Nah itu itu bukan 45:04 pekerjaan dia. Pekerjaan dia itu adalah 45:07 bagaimana mengkapasiti 45:09 masyarakat agar taat hukum. Tapi yang 45:13 sekarang adalah orang itu ditangkap dulu 45:15 kemudian ini melanggar undang-undang 45:18 seharusnya 45:19 iya sosialisasi undang-undangnya 45:21 mencegah. 45:23 Iya. 45:24 Karena penegakan hukum itu Bunda 99% 45:27 adalah sosialisasi. 45:29 Iya. Bahkan ee kan kalau misalnya akan 45:32 ada tilang kamera diberi peringatan dulu 45:35 ya di jalan. Anda sedang berada dalam 45:37 pengawasan ee tilang kamera misalnya dan 45:41 di situ kita sadar. Jadi kan bukan 45:43 maksudnya 45:44 ee pemerintah itu ingin ngerjain kita, 45:48 menunggu kita lengah, [tertawa] 45:50 bisa menilai. Kan tujuannya bukan 45:52 seperti itu. Harusnya ini bisa terjadi 45:53 di semua lingkup ee negara ya, Pak ya. 45:57 Karena itu di kita bisa maklumi karena 46:01 orang-orang seperti itu dulu dia 46:03 mengalami 46:04 pengalaman yang serupa dan dia pengin 46:07 pengalaman yang dialami ini dia terapkan 46:09 kepada itu adalah ee masih sangat ee 46:13 jahil. 46:14 Itu sebenarnya dendam. Apakah menganggap 46:17 bahwa toh saya diperlakukan seperti itu, 46:19 saya jadi seperti ini sukses 46:22 sebenarnya apah ee kejahilan dari orang 46:25 itu yang ee membenarkan seperti 46:29 baik 46:30 ee istilah-istilah 46:33 penjara dirubah menjadi lembaga 46:35 pemasyarakatan itu sebetulnya bukan mau 46:39 mencerahkan, tetapi mau mengkapasiti 46:42 orang itu untuk kembali sadar bahwa apa 46:46 yang dia lakukan 46:48 sebagai individu 46:51 bertentangan dengan aturan-aturan atau 46:53 ketentuan-ketentuan. Bukan menjerakkan. 46:56 Yang ada adalah penjeraan yang kalau 46:58 kita lihat di atmosfer sekarang itu 47:02 dengan komprehensip seakan-akan orang 47:04 akan belajar dan akan jera tidak mau 47:07 berbuat itu 47:08 seakan-akan itu keberhasilan. Padahal 47:10 coba kita lihat sebelum ada orang yang 47:13 menodongkan 47:14 ee 47:16 satu benda yang berbahaya, 47:19 kita pengin tidak akan terjadi lagi. 47:22 Ternyata kemarin ada lagi. Karena 47:24 itu sesuatu yang kemudian ee tidak 47:29 efektif. efektif yang sesungguhnya itu 47:32 kalau kita diperintahkan oleh Al-Qur'an 47:34 melalui surah ee Al-Asar, demi waktu 47:39 semua orang itu merugi kecuali orang 47:42 yang selalu mengingatkan dalam rangka 47:44 kebaikan dan dalam rangka kesabaran. Itu 47:47 lagi diulangi di surah Albalad. Ada 47:50 diulangi di beberapa surat yang intinya 47:52 adalah bahwa manusia itu tugasnya lupa, 47:56 suka lupa. Ah, dengan adanya azan sehari 48:01 lima kali itu sebetulnya kita 48:03 diingatkan, 48:04 "Halo, L ee kamu sudah melanggar nih, 48:09 kamu sudah berbuat hal-hal yang 48:11 bertentangan dengan aturan Tuhan." Oh, 48:13 datang lagi untuk ee mengelu kepada ya 48:17 itu poin. Jadi, 48:19 ayah dan bunda dengan informasi layak 48:22 anak harapannya nanti di negeri kita 48:26 setiap orang dewasa memiliki kesadaran 48:29 untuk memfasilitasi anak. Dengan cara 48:33 apa? Pertama, 48:35 membaca bacaan terlebih dahulu. Apakah 48:40 di sana ada hal-hal yang bertentangan 48:42 dengan nilai-nilai agama atau 48:44 bertentangan dengan nilai-nilai yang 48:46 berlaku di masyarakat atau bertentangan 48:48 dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. 48:50 Lalu itu ee bertentangan, 48:53 tugas kita bukan langsung 48:56 mencegah, tetapi kita mengkapasitisi 48:59 anak bahwa nanti di bacaan itu kamu akan 49:03 menemukan hal-hal yang 49:06 dan itu tidak boleh atau tidak perlu 49:08 terekspresi melalui mulut menantanganmu 49:11 karena akan menyakiti orang lain. Tapi 49:13 itu hanya menjadi pengingat tugas orang 49:15 dewasa seperti itu. kemudian 49:18 memfasilitasi membentuk perpustakaan. 49:22 Negara sudah mengeluarkan ee investasi 49:25 yang banyak untuk membangun 49:28 perpustakaan. Jangan sampai perpustakaan 49:30 itu ee bukunya tidak tersentuh, masih 49:35 licin. 49:35 Licin. Kalau bisa perpustakaan yang 49:39 bagus itu adalah perpustakaan yang 49:41 bukunya sudah kumal yang artinya banyak 49:45 orang membaca buku itu. Kalau ada kita 49:49 lihat ada tokoh-tokoh yang hebat tuh 49:52 dengan latar belakang foto ee buku-buku 49:55 tafsiran besar. perlu dipertanyakan 49:58 apakah dia sempat baca enggak tuh 50:00 tafsir-tafsir itu? Baik. 50:01 Apakah itu cuma apa ee damai e itu perlu 50:05 juga 50:06 dan mungkin juga apa kita harus 50:08 mengingatkan terutama diri kita sendiri 50:09 ya Pak Hamit. Bukan kita punya buku yang 50:11 banyak gitu. 50:13 Jangan hanya dipajang 50:14 tapi kita tawarkan siapa yang mau pinjam 50:17 apakah mau ee bergantian membacanya gitu 50:20 ya Pak. Tapi kunci utama orang tuanya 50:24 harus membaca dulu atau orang dewasa 50:26 dalam hal ini ya Bunda. 50:28 Lalu yang terakhir adalah anak itu 50:32 adalah cerminan dari orang yang ada di 50:34 sekitar kita. Jadi kalau dia sangat 50:38 cinta ilmu pengetahuan itu berarti di 50:42 tempat itu sangat cinta ilmu 50:44 pengetahuan. Tinggal bagaimana kita ee 50:47 memastikan hal itu. Demikian. Semoga apa 50:50 yang kita bagi ini ee mendapat catatan 50:55 atau perhatian dari ayah dan bunda di 50:58 rumah. Informasi layak anak sebagai 51:01 unsur utama dalam perlindungan anak. 51:03 Demikian Ben. 51:04 Ee terima kasih banyak Pak Hamid Pati 51:06 Lima. Saya jadi ee tersadar nih 51:08 bagaimana kita sebagai orang tua harus 51:10 selalu menasehhati anak-anak kita dan 51:12 juga lingkungan kita yang lebih besar 51:14 sampai negara harus seharusnya tidak 51:16 bosan-bosan menasihati warganya. Karena 51:19 Allah saja yang sudah memberitahu kita 51:21 kapan waktu salat subuh, kapan waktu 51:24 salat zuhur, kapan waktu salat asar 51:26 tetap dibuatkan azan gitu untuk 51:28 mengingatkan kita setiap hari semenjak 51:31 azan itu ada sampai sekarang ya, Pak. 51:32 Dan ada leker lagi. 51:34 Iya. sekarang juga di gadget juga sudah 51:36 ada. 51:37 Iya. Padahal seharusnya kan kita sudah 51:38 tawa saja di letak matahari, tapi toh 51:41 Allah terus memfasilitasi ee kemudahan 51:44 bagi kita untuk ee mendatangi Allah dan 51:47 menyembahnya. Baik, Subhanallah. Ee 51:49 ikhwan dan akhwat, acara kali ini ee 51:52 saya yakin kita semua banyak belajar 51:54 dari e penjelasan mengenai informasi 51:57 layak anak unsur utama dalam 51:59 perlindungan anak. Kita ucapkan terima 52:01 kasih banyak kepada Pak Hamid Pati Lima 52:03 sekali lagi atas pencerahannya dan juga 52:05 terima kasih banyak kepada seluruh 52:07 ikhwan dan akhwat yang telah mengikuti 52:09 acara perlindungan anak hari ini. Saya 52:11 Nurfitri Tahir dan juga Neja Anis undur 52:15 diri. Kita bertemu lagi insyaallah di 52:17 acara perlindungan anak berikutnya. 52:20 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 52:22 ilahailla anta astagfiruka waubuai. 52:25 Wasalamualaikum warahmatullahi 52:27 wabarakatuh. 52:28 Waalaikumsalam.