Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Bang Dulah apa kabar? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:23 wabarakatuh, Mas Ihsan. Alhamdulillah. 0:25 Alhamdulillah. 0:27 We, pagi ini kita didengar dari Kanada 0:29 sampai New Zealand, Bang Dula. Banyak 0:31 pulang dengar kita nih. Lebih di 0:33 Amerika, Bang Dula. Ah, nampaknya banyak 0:36 penggemar nih, Bang Dula di sana. Ah, 0:38 Bang Dula, kita tahu nih negeri kita ini 0:41 bentar lagi punya utang 10.000 triliun, 0:45 sekarang masih 9.600. 0:48 Belum yang ter apa ya, tertutup ya, ini 0:50 yang terbuka saja. Jadi kira-kira tuh 0:53 kalau dibagi rata 34 juta lah per orang. 0:56 lumayanlah tah. Tapi ini kan cara 0:58 hitungnya lain ya. Negeri kita ini kata 1:00 orang besar pasak dari tiang. Walaupun 1:03 tiangnya banyak tapi bukan di bawah 1:05 pasak kita. Pengusahalah yang banyak 1:07 untung ya. Apa yang Bang Dula lihat 1:10 dengan korupsi dari sebuah negara 1:13 kemajuannya? Karena rating kita ini 1:15 terus turun. Tata kelola negara ini 1:18 menjadi catatan nomor 34 dari 100 negara 1:21 dan nomor peringkat 109 dari 182 negara. 1:26 Malaysia 47 ya peringkatnya korupsinya. 1:29 Eh macam inilah negeri kita ini. 1:31 Bagaimana Bang Dula melihatnya? Karena 1:33 hari ini ada demo Bang Dula. Di tengah 1:36 demo ini banyak juga pinjol yang resmi 1:38 saja sudah berapa tadi? 100 ee 1:42 102 triliun lebih itu yang resmi. Belum 1:45 yang enggak resmi Bang Dula sian ini 1:47 orang Indonesia banyak yang nampaknya. 1:49 Oh nampaknya. Akankah kejadian ini 1:52 dipicu oleh dolar yang terus naik? 1:54 Sementara Pak Polisi sudah punya 1:56 undang-undang baru, Bang Dula. Ini lebih 1:59 lincah mereka bekerja. Akankah ini 2:02 menjadi sebuah kisah lain dari kekerasan 2:05 aparat terhadap para pendemo? Mungkin 2:08 Bang Dula bisa ingatkan. Dan pasti Bang 2:11 Dula pegang kartu BPJS. BPJS pun 2:14 nampaknya tahun depan katanya bakal 2:16 boncos 2 triliun per bulan. Ini menjadi 2:20 sebuah catatan. Ini kan harusnya negara 2:22 iuran sih iuran tapi kan nah ini mungkin 2:25 Bang Dula bisa ingatkan belum lagi 2:27 urusan makan bergizi gratis baru 2:30 kebongkar sekarang ini Hang henghong 2:33 akankah ini mengalihkan siapa yang 2:34 bertanggung jawab nampaknya dadan 2:36 menjadi bulan-bulanan tapi ini kan 2:39 sebuah kerja besar dari sebuah negara 2:41 yang punya cita-cita macam begini 2:43 silakan Bang Dullah pencerahan buat 2:46 pendengar radio di mana pun entah mulai 2:47 dari manah lebih bijaklah memilihnya 2:50 untuk pencerahan 30 menit ke depan. 2:53 Tafadol Bang Abdullah ya. 2:56 Baik para pendengarasil yang insyaallah 3:00 dirahmati pada Jumat berkah pagi ini. 3:03 H 3:04 yang pertama soal utang negara 10.000 3:09 triliun sekian. 3:10 Dikit lagi. 3:11 Itu utang APBN. 3:14 Hm. 3:14 Mas Iksan. 3:15 Hm. 3:16 Ada hutang BMN. 3:18 Uh. 3:19 utang BM itu sekitar 6.000 triliun apa? 3:23 Kemudian ada utang proyek-proyek yang 3:27 masih berjalan katakanlah IKN kemudian 3:31 kereta api Jakarta Bandung dan 3:34 macam-macam seperti sehingga total 3:36 sebenarnya 20.000-an ribuan lebih 3:39 seperti itu. 3:41 Jadi ee persoalan utang ini kan karena 3:47 kita tidak memanfaatkan 3:51 apa yang ada dalam negara dalam negeri 3:54 kita sesuai dengan ketentuan pasal 33 3:57 Undang-Undang Dasar 45. 3:59 Bumi, air dan sumber daya di dalamnya 4:02 dikuasai oleh negara untuk digunakan 4:04 semaksimal mungkin kepentingan 4:06 masyarakat. Nah, jadi harus negara 4:09 negara itu yang mengelola hutan, negara 4:13 yang mengelola laut, negara yang 4:15 mengelola tambang, di mana kemudian 4:18 negara itu diwakili oleh BMN, BUMD. ee 4:21 seperti itu. Tapi ternyata yang terjadi 4:25 adalah pengusaha-pengusaha 4:28 ee swasta baik dalam negeri maupun luar 4:31 negeri. 4:32 Ee misalnya tentang ee emas hijau, ada 4:37 istilah emas hijau itu adalah hutan 4:39 kita. H 4:40 hutan kita itu kan hutan tropis ketiga 4:43 terluas di dunia seperti itu. 4:46 Nah, kita lihat bahwa kasus Aceh, 4:49 Sumatera Barat, Sumatera Utara yang 4:53 akhir tahun lalu itu satu fenomena. Tapi 4:57 sebelumnya kan juga sudah banyak di Jawa 4:59 Barat, kemudian di Kalimantan karena 5:02 penebangan pohon itu secara suka hati 5:06 saja yang disebut dengan illegal 5:09 logging. 5:10 Ee saya mau ingatkan lagi bahwa ee Riau 5:16 itu mencapai hatrick. Tiga gubernurnya 5:18 hatrick ditangkap KPK. 5:20 Hm. 5:22 Ee dua dua berturut-turut itu karena 5:26 illegal logging. Loging. 5:28 Kemudian di Papua Barat itu satu 5:31 kecamatan itu rata banjir karena ilegal 5:34 loging antara pemda dengan pengusaha HPH 5:38 seperti itu. Itu hutan. 5:41 Kemudian sekarang ini ee beberapa tahun 5:45 terakhir ini beberapa perusahaan distrik 5:49 swasta itu sudah mati. 5:52 Ee kenapa? Karena ee persediaan batu 5:55 bara itu ee ternyata kemudian lebih 5:59 banyak diekspor keluar. He. 6:01 Nah, batu bar ekspor keluar dalam bentuk 6:04 dolar karena harganya tinggi. Tapi dolar 6:06 itu tidak masuk ke Indonesia. dolar itu 6:09 disimpan oleh para mereka 6:10 pengusaha-pengusaha oligarki baik yang 6:13 oligarki dalam negeri maupun luar 6:15 negeri. 6:15 Sehingga akhirnya sekarang ini yang kita 6:18 rasakan dengan e dolar makin tinggi, 6:20 rupiah makin hancur itu karena orang 6:24 kemudian mau beli dolar karena mereka 6:27 mau keluar 6:28 mau keluar sehingga dolar naik. Nah, ada 6:31 istilah apa namanya selu. 6:35 Nah, jadi oleh karena itu ee andai kata 6:38 misalnya pemerintah 6:40 kemudian masyarakat itu kembali kepada 6:44 Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33, kondisi 6:48 hutang seperti ini tidak terjadi. 6:51 Ee kenapa pasal 33 itu dirumuskan 6:55 begitu? Karena itu disusukkan oleh Bung 6:57 Hatta. He. 6:58 Saya sering mengatakan bahwa Bung Hatta 7:00 meskipun pendidikan Belanda, tapi Bapak 7:03 dan kiai dan kakeknya itu kiai terkenal 7:06 di Sumatera Barat waktu itu. Dan dari 7:09 mereka itulah menemukan, mendengar bahwa 7:13 ada hadis Rasulullah yang mengatakan 7:16 bahwa mafhumnya umat Islam berkongsi 7:19 dalam tiga hal. 7:20 Yang pertama air, yang kedua rumput, 7:23 yang ketiga api. H. He. 7:25 Jadi karena padang pasir maka rumput. 7:29 Tapi kalau Indonesia, Malaysia, Thailand 7:31 kan hutan. 7:32 H. 7:33 Nah, kemudian air. Air itu apa namanya? 7:36 white gold di di padang pasir seperti 7:39 itu. 7:40 Baru yang ketiga api itu adalah energi. 7:44 Energi. 7:45 Nah, jadi tiga ini harus dikuasai oleh 7:47 negara baik melalui BMN, BUMD, maupun 7:50 koperasi petani, koperasi nelayan ee 7:54 atau ee koperasi masyarakat seperti itu. 7:56 Nah, karena itu tidak dilaksanakan, maka 7:58 kemudian hutan habis, laut itu juga 8:02 kemudian ee tidak difungsikan dengan 8:05 optimal. Data-data yang ada itu 8:07 menyebutkan bahwa kalau laut kita itu 8:11 dilola oleh BUMN, BUMD atau koperasional 8:13 lain tanpa KKN, Mas Ihsan, kita punya 8:16 20.000 triliun 1 tahun. 8:18 Hm. H 8:19 potensi laut kita seperti itu. 8:21 Karena ee 70% wilayah Indonesia itu laut 8:25 dan pantai kita itu nomor dua terpanjang 8:28 di dunia setelah Kanada. 8:30 Tapi karena oligarki maka kemudian 8:32 akhirnya ya kita aneh kita masih impor 8:38 ikan, kemudian udang, kemudian kepiting, 8:42 kemudian cumi. 8:43 Garam. Iya. Garam juga. 8:45 Kalau garam garam itu saya pernah tanya 8:48 waktu masih di KPK saya satu satu dijen 8:52 saya undang kemudian saya tanya kita du 8:55 pertiga wilayah ini laut kenapa kita 8:57 impor garam 8:58 dari Australia dari Amerika dari India 9:01 kata beliau garam kita itu tidak cocok 9:04 apa se seperti kenapa karena prosesnya 9:07 itu apa namanya biayanya besar nah 9:09 kenapa tidak dibuat supaya kemudian 9:11 seperti negara-negara bisa produk 9:13 sendiri Jadi ujung-ujungnya kalau import 9:16 itu kan Mas Ihsan ada VE 9:18 ada VE 9:19 di siapa saja 9:22 mulai dari atas sampai ke bawah seperti 9:24 itu. 9:25 Nah kasus NBG ini kan kita lihat kan 9:28 dari atas sampai ke bawah kan seperti 9:29 itu. 9:30 Nah kemudian 9:32 ee apa namanya ee murid-murid itu dapat 9:35 6.000 1 hari. 9:37 Tapi kemudian apa namanya bos-bos itu R 9:40 miliar 1 hari coba. Jadi 9:44 bisnis apa yang 1 hari dapat nak 1 9:47 miliar 1 hari ee 30 hari 30 miliar. 9:51 Karena itu waktu bulan Ramadan he 9:54 tetap harus jalan. 9:54 Waktu bulan Ramadan itu kan ee orang tua 9:57 protes karena anak-anak mau dilatih 9:59 puasa kan anak SD, SMP, SMA itu mengti 10:03 puasa. Tapi tetap saja saya ditanya sama 10:06 mahasiswa, saya bilang, "Ini kan bisnis, 10:09 kalau toko tutup enggak enggak laku 10:11 seperti itu." Karena 1 hari itu 1 M, 1 10:14 hari 1 M seperti itu. 10:16 Nah, akhirnya apa? sekarang itu sudah 10:19 ada unjurasa para investor yang sudah 10:22 berapa bulan itu tidak dibayar uangnya 10:24 apa segam sekarang seperti itu. 10:26 Nah, jadi ee sebelum dilaksanakan 10:31 2026 10:32 awal akhir tahun saya sudah nulis 10:34 artikel khusus tentang MBG itu 10:37 problemnya akan 10:38 bla bla bla sudah nulis artikel soal 10:41 pengadaannya, soal jaminannya, soal 10:45 pengawasannya, soal pelaksana dan 10:47 seterusnya. 10:48 Nah, jadi oleh karena itu maka proses 10:52 apa namanya utang, proses MBG, proses ee 10:58 apalagi itu ujung-ujungnya memang 11:00 korupsi, Mas Isen. Nah, korupsi itu 11:04 karena 11:05 ada yang disebut dengan corruption by 11:07 need, 11:07 H 11:08 yaitu karena kebutuhan. Kebutuhan. Jadi 11:11 ASN itu waktu zaman ee Soeharto itu ya 11:16 bukan kecil tapi tidak manusiawi yang 11:19 selalu saya katakan PNS yang jujur 1 11:21 bulan mati tiga kali seperti itu karena 11:24 cukup untuk 10 hari seperti itu. 11:27 Tapi kalau pejabatnya ASN-nya lebih 11:30 tinggi jabatannya bisa jadi komisaris 11:32 bisa jadi apa segala macam seperti itu. 11:35 Nah, sekarang ini kemudian ee pemerintah 11:40 memberikan apa namanya ee kenaikan 11:43 insentif dan seterusnya. 11:45 Tapi problemnya adalah bahwa sistemnya 11:48 yang tetap saja tidak kondusif. Nah, 11:50 oleh karena itu maka ee dalam salah satu 11:55 ee hadis disebutkan bahwa kata 11:57 Rasulullah, satu masyarakat seperti 12:00 taman yang indah 12:02 karena ulama, 12:04 karena adilnya pemimpin, karena jujurnya 12:08 pedagang, ikhlasnya ibadah hamba-hamba 12:11 Allah, dan terakhir disiplin rakyat. He. 12:14 Nah, jadi ilmunya ulama, ilmunya ulama. 12:17 Ulama. 12:18 Ulama. Ulama itu kan e plural. Jamak 12:22 dari alim. Alim orang yang berilmu. 12:25 Kemudian jamaknya menjadi ulama. Nah, 12:28 tapi kalau ulamanya misalnya sudah 12:30 dijanjikan gedung baru dan seterusnya 12:32 kemudian yes men saja menjadi problem 12:36 seperti itu. 12:37 Nah, kemudian adilnya pemimpin. Kalau 12:40 adilnya pemimpin berarti bahwa ee 12:43 pemimpin itu yang paling sedikit 12:45 terhadap 12:47 dalam sejarah disebutkan dalam 12:49 peperangan itu gonima itu Al-Qur'an 12:52 menyebutkan gonima itu bagi Allah, bagi 12:54 Rasul, bagi kerabat baru kemudian yang 12:56 lain-lain seperti itu. 12:58 Tapi Rasulullah begitu dapat ganimah 13:01 bagi dulu. Bagi dulu kepada apa namanya? 13:04 Prajurit, kepada yatim, kepada fakir 13:06 miskin. baru sisanya kalau ada baru 13:10 kemudian beliau ambil bawa pulang. 13:12 Karena itu kita tahu kisah tentang 13:15 ee para istri yang ketika mendengar umat 13:17 Islam menang besar dalam satu peperangan 13:20 mereka sudah mengkhayal nanti dapat 13:22 kalunglah, dapat apa segala macam. 13:24 Ternyata Rasulullah pulang tidak buat 13:25 apa-apa seperti itu. Seperti itu. E 13:28 sehingga kemudian mereka apa namanya 13:30 seakan-akan apa namanya protes apa 13:32 segala macam sampai Rasulullah marah 13:34 sampai Rasulullah berkembungan dengan 13:36 mereka begitu. Maka kemudian turun turun 13:38 wahyu kepada Rasulullah bahwa sampaikan 13:41 kepada istri-istrimu, kepada 13:43 perempuan-perempuan muslimah itu kalau 13:46 mau dunia maka kemudian ceraikan mereka. 13:49 Tapi kalau mereka mau akhirat, maka 13:52 ampuni mereka, damaikan mereka. Maka 13:54 para istri kemudian 13:55 bertobat dan seterusnya. Jadi itu 13:57 pemimpin. Pemimpin. 14:00 Kita lihat misalnya Abu Bakar ketika ke 14:02 Umar ee ada orang datang mau ketemu dari 14:05 utusan-utusan apa namanya Nasrani Yahudi 14:09 mencari apa namanya ee pemimpin 14:11 khalifah. Ditemukan ada tidur di atas 14:14 apa namanya tanah di pohon kurma dengan 14:17 seperti begitu. itu khalifah seperti 14:19 itu. Nah, kita 14:20 ee pemimpin kita kalau bukan mobil 14:23 mewah, 14:24 istana di mana kemudian setiap bulan ee 14:29 apa ya ke 14:31 luar negeri dan seterus seperti nah ini 14:33 problem 14:35 baru kemudian pedagang yang jujur. Jadi, 14:37 jadi tadi ee hutan, kemudian batu bara 14:42 kemudian emas, kemudian nikel, kemudian 14:45 laut itu karena pedagangnya curang 14:47 seperti itu. Nah, baru kemudian ee 14:50 ibadah-ibadah hamba kita ya h 14:53 masih ingat waktu menjelang Pilpres 2000 14:57 ee 24 kemarin itu ada yang capres salah 15:01 satu capres ambil wudu didemonstrasikan 15:04 tapi wudunya itu baju-baju itu tidak 15:07 diangkat terus jadi bagaimana mau mau 15:10 wudu apa namanya 15:13 siku-sikunya kena air tangan 15:16 edisi kampanye saja Ya. 15:20 Jadi karena kamp seperti itu 15:22 baru kemudian 15:24 ee disiplin rakyat 15:27 Mas Insan saya beberapa kesempatan di 15:29 masjid di Musa Lakar itu saya selalu 15:32 tanya anak-anak SD yang hadir dengan 15:34 bapaknya saya tanya, 15:35 "Adik kelas berapa?" Kelas 2 atau kelas 15:38 3? Terus tanya pernah lihat lampu merah? 15:41 Pernah, Ustaz. Kalau lampu merah itu 15:43 tandanya apa? berhenti. Kalau kuning 15:46 siap-siap, hijau jalan. 15:48 Nah, itu anak SD tahu. Lampu merah itu 15:51 berhenti, lampu hijau jalan. 15:53 Tapi setiap hari kita dapat laporan, 15:56 kita lihat di TV kecelakaan, tabrakan 15:58 dan seterus seperti ini itu itu. Nah. 16:02 Nah, begitu juga orang Islam 16:05 di dalam surah Al-Ahzab ayat 21 16:07 disebutkan 16:12 iman jullah akhir sesungguhnya pada diri 16:16 Rasulullah itu ada sebaik-baik teladan 16:18 bagi mereka yang beriman kepada Allah, 16:20 percaya pada hari akhirat dan selalu 16:22 ingat Allah. Jadi tidak ada umat Islam 16:24 yang tidak percaya bahwa Rasulullah itu 16:25 sebaik-baik teladan, tapi cuma percaya, 16:27 tidak ikuti. 16:28 Itu itu 16:29 ikut seperti itu. 16:30 Nah, itu itu problem personal persoalan 16:32 kedisiplinan. 16:34 Nah, sehingga akhirnya kemudian 16:36 kondisi seperti ini terjadi seperti itu. 16:40 Nah, sekarang kita lihat bagaimana 16:42 kondisi yang terakhir ini 16:44 menghadapi Iran, menghadapi Israel dan 16:47 seterus. Heeh. 16:48 Ee baru kemudian saya dapat ee apa 16:52 namanya? WhatsApp dari salah seorang 16:55 teman di Malaysia 16:56 bahwa ee lembaga apa namanya ee 17:02 lembaga hukum internasional memutuskan 17:05 bahwa 17:08 Israel harus ee keluar dari apa namanya 17:11 dari dari Palestina seperti itu. 17:13 H 17:14 itu putusnya sudah lama sudah berapa 17:16 tahun yang lalu dan dari tahun 9 sampai 17:20 sekarang berapa resolusi PBB? 17:22 Hm. yang tidak 17:23 dan tidak ada satu dilaksanakan oleh 17:25 Israel seperti itu. Jadi, oleh karena 17:27 itu maka saya selalu istilahkan bahwa 17:29 Yahudi itu adalah penghuni neraka yang 17:32 kabur ke dunia seperti itu. 17:36 Banyak banyak orang humanis bilang baru 17:38 baru sadar adanya neraka dalam konsep 17:40 Islam buat orang kayak begini. 17:44 Jadi karena itu saya ke orang Indonesia 17:47 ini 17:48 tiga negara yang memberikan pengakuan 17:51 kedaulatan kepada Indonesia, Palestina, 17:54 Arab, Mesir, India. Ee terus kemudian 17:57 kita kerja sama dengan apa namanya ee 18:01 orang negara yang menghancurkan 18:02 Palestina seperti itu. Nah, ini ini 18:05 problem bagi kita. H. 18:07 Oleh karena itu, maka 18:09 kalau dalam konteks unjurasa nanti 18:13 siang, 18:13 H 18:14 maka problemnya adalah kalau unjurasa 18:17 oleh mahasiswa ini mahasiswa kubu mana? 18:20 Karena tahun lalu 18:22 ada pemilihan BEM. H. 18:24 Nah, data-data yang saya dapatkan dari 18:26 seorang aktivis ee dia dia dosen tapi 18:31 dia selalu ikuti dengan para-para 18:33 mahasiswa itu mengatakan bahwa 50% BEM 18:36 se-Indonesia itu dikuasai oleh polisi. 18:39 50% BEM Indonesia. H. 18:43 Nah, saya kemudian 18:44 ee percaya itu karena saya ee ee berapa 18:48 bulan lalu, tahun lalu itu datang ke 18:51 rumah sakit UI. 18:52 Hm. ee antarnya 18:55 waktu itu lagi pemilihan BEM. Saya lihat 18:57 itu spanduk 18:58 spanduk itu seperti kampanye pemilu, 19:01 kampanye presiden luar biasa oligarki 19:04 juga ke BEM gitu. 19:06 Padahal ini mahasiswa mahasiswa mau 19:09 kemudian pakai spandu besar-besar apa 19:11 segala macam. He. 19:12 Maka saya percaya informasi dari aktivis 19:15 itu bahwa 50% BEM itu dikasih oleh 19:18 polisi. Jadi berarti polisi ikut masuk 19:21 sana seperti itu. Nah, problemnya adalah 19:23 undang-undang yang baru ini 19:25 unjurasa sore ini siang ini. Ini siapa 19:28 kubu siapa seperti itu. Nah, 19:31 pada waktu yang sama kemudian nanti 19:34 diadu antara kelompok apa namanya 19:37 mahasiswa yang membela 19:38 apa namanya masyarakat rakyat dengan 19:41 mahasiswa yang sudah dibayar yang di apa 19:43 seperti itu. Nah, ee itu bisa kita lihat 19:46 lagi dari amandemen Undang-Undang Polri. 19:49 H 19:50 amand Undang-Undang Polri itu kan 19:52 menjadi problem yang sangat serius. 19:55 Kalau saya masih Isak selalu saya 19:56 katakan di mana-mana bahwa saya ikuti 20:00 pola KPK Hongkong ketika baru dibentuk 20:03 KPK Hongkong dibubarkan itu polisi. 20:06 Hm. 20:07 Institusi polisi itu dibubarkan baru 20:09 kemudian untuk ketentraman jalan raya 20:11 keamanan apa dipilih anggota-anggota 20:14 polisi, mantan-mantan polisi yang masih 20:15 baik-baik kemudian di apa namanya? 20:18 Dipekerjakan. Jadi, oleh karena itu maka 20:22 ee seharusnya kan ini lucu 20:25 polisi punya punya ma problem apa 20:28 namanya 20:29 orang katakan itu individu saya katakan 20:31 bukan individu Mas Iksan 20:33 kasus jenderal Sambo 20:35 itu bukan individu ada strukturnya 20:38 dari Polri sampai ke polsek 20:41 sampai ke Polres ada strukturnya jadi 20:44 berarti bukan individu 20:46 tapi institusi. Institusi. Nah, seperti 20:49 itu. Sehingga begitu maka ee saya setuju 20:52 dengan beberapa pendapat yang mengatakan 20:54 digabung saja kalau misalnya urusan ee 20:58 ketertiban masuk ke Departemen Dalam 21:00 Negeri, kalau urusan keamanan masuk ke 21:03 Hankam e Manhankam dan Studen seperti 21:06 itu. Sehingga kemudian tidak ada lagi 21:08 institusi polisi. Nah, sekarang itu apa 21:11 namanya? mereka sudah melakukan 21:13 pelanggaran di mana seharusnya melalui 21:15 undang-undang poli yang lama itu tidak 21:18 boleh jabat-jabatan apa namanya publik 21:21 kalau dia masih aktif sebagai polisi. 21:24 Tapi itu dilakukan 21:25 dan seharusnya kan Kapolri sekarang ini 21:28 kan sudah harus di apa namanya 21:31 diganti 21:32 tapi kemudian di diubah di amandemen 21:36 undang-undang Polri itu dengan ee usia 21:39 pensiunan apa namanya itu di 21:41 diperpanjang seperti jadi ini 21:43 akal-akalan betul apa namanya untuk bisa 21:45 tapi saya bisa paham Mas Isan karena 21:48 Kapolde ini orangnya Jokowi 21:50 ketika Joko masih 21:52 masih walikota sana. Nah, ini temannya 21:55 di sana jadi Kapolres di sana. Kemudian 21:58 terjadi jadi ee Prabowo pun juga 22:00 tersandra seperti itu. 22:02 Ee sehingga akhirnya kemudian ya tidak 22:04 bisa berkutik juga kepada Kapolri 22:08 beberapa instansi. 22:09 Iya. 22:10 Itu beberapa catatan saya. 22:12 Iya. Luar biasa. Ee tadi Bang eh ee Bang 22:16 Dulah ee tata kelola suatu negara itu 22:19 dilihat dari tingkat korupsinya. Sudah 22:21 seberapa parah sih sebenarnya korupsi 22:23 Indonesia kok sampai tingkat 34 dari 22:27 data yang ada. Ee ee apa pengaruhnya 22:30 terhadap ee keberlangsungan e Indonesia 22:34 ke depan? Kebocoran macam mana? Uangnya 22:37 pun uang pinjaman pula lagi. Bagaimana 22:39 Bang Dulah ni melihat? 22:41 Ya. Jadi saya sudah pernah sampaikan 22:43 beberapa waktu lalu, saya ulangi lagi 22:45 bahwa ee dalam salah satu sabda 22:48 Rasulullah, beliau katakan bahwa pemilik 22:50 unta yang tidak diikat unta itu kalau 22:53 dicuri maka pencurinya tidak dihudeti 22:56 ditakzir. 22:57 Nah, dalam ayat 38 disebutkan bahwa 23:01 laki-laki muslim, perempuan muslim kalau 23:03 mencuri dipotong tangannya. Tapi dalam 23:05 kasus ini Nabi tidak suruh potong 23:07 tangannya tapi takzir tajir putusan 23:10 hakim. Kenapa? Karena orang itu dari 23:12 rumah tidak niat mau mencuri. Mungkin 23:15 bulan tua belum sarapan terus di luar 23:18 dilihat ada leluasa maka ditangkap. Ah 23:21 dari hadis ini lahir teori dalam ilmu 23:24 korupsi oleh seorang profesor dari 23:26 Inggris mengatakan bahwa korupsi itu 23:28 karena niat dan kesempatan. H 23:30 jadi niat dan kesempatan. Nah, karena 23:32 itu maka dia tidak berniat tapi 23:36 kesempatan setiap hari setiap hari maka 23:39 kemudian dia korupsi. Mas Ihsan ingat 23:42 tahun 2005 KPK tangkap hampir separuh 23:45 anggota KPU waktu itu. 23:49 Mereka itu dosen, profesor doktor. 23:52 Tugasnya di kampus mengajar mereka tidak 23:55 pernah lihat uang R1 miliar. Di KPU itu 23:58 ada triliunan. Nah, setiap hari 24:01 pengusaha-pengusaha pada zaman Orde Baru 24:02 itu kan yang laksanakan Pemilu itu kan 24:05 Kementerian Dalam Negeri langsung. 24:07 Nah, itu maka kemudian bisa dipahami 32 24:11 tahun pemilu itu selalu golkar menang 24:14 karena caranya seperti itu. Nah, ketika 24:16 or reformasi kemudian anggota KPU, 24:20 pimpinan KPU yang profesor doktor yang 24:22 dosen ini setiap hari datang itu jebol 24:26 jebol. Jadi karena 24:28 adanya kesempatan. Nah, itulah yang saya 24:31 selalu saya katakan korupsi itu karena 24:33 niat dan kesempatan. Maka untuk 24:36 menyelesaikannya kita selesaikan niat 24:38 dan kesempatan. Niat bagaiman, niat. 24:40 Niat itu domain individu di bank melalui 24:42 pendidikan rumah, pendidikan sekolah, 24:44 pendingan, masyarakat. Berarti kita 24:45 perbaiki sistem pendidikan kita. Nah, 24:48 sistem pendidikan kita kan sekarang 24:49 amburadul seperti itu, Mas Isan. 24:52 sehingga akhirnya kemudian ee mantan 24:54 Menteri Pendidikan diproses berapa 24:57 rektor, berapa dekan ditangkap oleh KPK 25:00 dan seterusnya pendidikan kita problem. 25:02 Baru kesempatan itu adalah sistem 25:04 sistem yang diterapkan. 25:06 Sistem diterapkan di apa organisasi di 25:09 partai ee kemudian di 25:13 ee apa kementerian di daerah dan 25:15 seterusnya. Kenapa 25:18 MBG itu kemudian e banyak nanti kita 25:21 lihat ee akan tidak hanya cuma berapa 25:24 orang ini karena kan sudah ada lagi raja 25:27 buntutnya. 25:29 Nah, karena mereka perlu dana untuk 25:32 membayar dana yang keluar waktu Pilkada, 25:35 waktu pemilu, waktu Pilpu. 25:38 Nah, karena itu maka sistem itu yang 25:40 harus diperbaiki. Nah, inilah yang saya 25:42 sering katakan bahwa tahun 2006 2007 KPK 25:46 sudah memperkenalkan apa yang disebut 25:49 dengan reformasi birokrasi. Hm. 25:51 Tapi sampai hari ini belum sampai 50% 25:55 dari kementerian, lembaga negara dan 25:57 pemda yang melaksanakan apa namanya ee 26:00 konsep reformasi birokrasi itu. 26:02 Reformasi birokrasi itu dimulai dengan 26:05 rekrutmen ASN yang berintegritas dan 26:09 profesional. 26:10 Kedua, remunerasi yang menyejakan, 26:14 dan yang ketiga fungsionalisasi IT. He. 26:17 Dan keempat, pengelolaan sumber daya 26:19 alam sesuai dengan pasal 33 Und 4. 26:22 Masyaallah. 26:22 Kalau keempat itu dilaksanakan 26:26 beres 26:26 oleh pemerintah dari pusat sampai di 26:29 bawah, insyaallah 26:31 2045 itu betul-betul bisa Indonesia 26:35 berkah. 26:36 Jika tidak, bahkan bukan Indonesia emas, 26:39 tapi Indonesia cemas yang akan terjadi 26:42 2014. Begitu, Mas. Makasih. Terima 26:44 kasih. Terima kasih, Bang Dula. Luar 26:46 biasa. Boleh tambah cie, Bang Dula. Ini 26:49 kalimat hikmah apa nasihat buat Jumat 26:51 berkah hari ini? Karena Jumat berkah 26:54 yang di imigrasi itu tiap jumatan sudah 26:57 kita lewati kemarin dia tuh dapat 100 27:00 miliar eh R juta tiap Jumat. Mantap. 27:03 Luar biasa. Apa kalau dari Bang Dulah 27:06 tingkat jumatjumat berkah ini kalimat 27:08 yang ingin disampaikan? Silakan, Bang 27:10 Abdulahim. Penutup kata hari ini. 27:12 Saya saya lihat di TV jemaah haji pulang 27:18 terus kemudian mereka pamerkan 27:22 ee perhiasan yang dibeli 27:25 orang Makassar tu biasanya kampung Bang 27:27 Dulah itu 27:29 dipakai apa semacam. Jadi, 27:33 jadi kalau kita merujuk kepada ayat 27:35 Al-Qur'an inatiusuki wahyamin 27:40 baru baru kemudian kita mengerti 27:42 kenapa dari masih penjajahan sampai 27:44 sekarang orang sudah berapa puluh juta 27:47 yang pergi haji seharusnya Indonesia itu 27:50 sudah selesai masalahnya 27:52 kalau haji mereka mabrur ternyata 27:54 kemudian ee mungkin haji yang mabrur itu 27:58 individunya tapi kalau haji yang bukan 28:01 individu misalnya untuk instansi apa 28:03 segala macam tidak mabrur ya akhirnya ee 28:05 terjadi seperti sekarang ini. Jadi oleh 28:08 karena itu maka persoalan keikhlasan itu 28:11 menjadi penting. Saya selalu katakan Mas 28:12 Ihsan kalau pergi ke masjid atau ke 28:15 musala apalagi kalau hari Jumat 28:17 ee jangan bawa dompet. H 28:20 e karena kalau bawa dompet begitu tromol 28:24 dibawa ke depan kemudian buka dompet 28:26 dipilih warna merah, warna kuning. 28:30 Tapi rumah itu kita masukkan ke kantong 28:33 R000 R.000 28:36 000 masuk sehingga kemudian itu ikhlas 28:38 begitu teromong laut langsung masuk 28:40 seperti 28:42 jadi ikhlas betul itu. Nah, dalam 28:45 konteks 28:46 ee bagaimana bisa menjadi seseorang yang 28:49 berintegritas itu kata Rasulullah Allah 28:52 mencintai pekerjaan yang kecil tapi 28:56 konsisten kontinue terus 28:58 daripada pekerjaan yang besar tapi tidak 29:01 kontinue. Misalnya setiap datang ke 29:03 masjid 5.000 29:04 setiap 5.000 atau 1.000 atau 2.000 29:08 daripada setahun sekali baru kemudian 29:11 kasih R.000 misalnya seperti itu. Nah, 29:14 jadi konsistensi itu dalam Jumat berkah 29:17 ini ee bagaimana agar supaya kita bisa 29:20 mendapatkan Jumat yang berkah semua dari 29:23 rumah ikhlas, kemudian istri kemudian 29:27 ikhlas menyiapkan perlengkapan bagi 29:28 suaminya ke masjid dan kemudian 29:31 anak-anak pergi sekolah. Diingatkan juga 29:33 kalau waktu sekolah masih di masjid atau 29:36 di musala ikut, kalau pulang ya ikut 29:38 ikut ke masjid, ke musala seperti itu. 29:41 Maka keikhlasan itu akan menjadikan kita 29:44 mulai. Jadi saya saya tertarik dengan 29:47 satu ilustrasi bahwa kalau orang miskin 29:50 punya 2 dirham, dia kasih 1 dirham. 29:53 H 29:54 itu maka berarti 50% kan 29:56 masih 29:57 50 berarti 50%. Tapi kalau dia punya 30:00 uang R miliar 50% juta. Enggak enggak 30:04 enggak mungkin mikir dia. 30:08 Jadi oleh karena itu yang kecil tapi 30:10 kontinue itu lebih baik dicintai oleh 30:12 Allah daripada besar tapi tidak 30:14 kontinue. 30:15 Itu barangkali. 30:16 Terima kasih Bang Abdullah Mawa. Luar 30:18 biasa hari ini. Mudah-mudahan Allah 30:20 berikan kesehatan, keberkahan dan 30:22 kemanfaatan buat banyak orang. 30:24 Asalamualaikum warahmatullahi 30:26 wabarakatuh. Bang Abdullah ya.