Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Apa kabar Mas Toni? 0:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Kabar baik Pak Ihsan dan 0:24 ya. ASG sudah mulai bergerak naik tapi 0:27 merosotnya luar biasa. Dalam sejarah 0:29 republik ini baru pernah ngelihat angka 0:33 18.000 lebih per dolar Amerika. Woh ini 0:36 obat naik ya semua naik. Yang tidak naik 0:39 harga diri saja ya. Apa yang Mas Toni 0:42 lihat ya nampaknya ee apa ya BGN pun ini 0:47 badan apa ya orang banyak plesetkan 0:49 macam-macam. sehingga Dewan Ekonomi 0:51 Nasional pun perlu rapat dengan berbagai 0:54 isu yang berkembang. Ada subsidi 0:57 kedelila, ada apa ee tentang nah 1:01 pokoknya mereka kumpul. Apa yang akan 1:04 terjadi? Mungkin Mas Toni punya kabar di 1:07 balik layar sana. Belum lagi urusan 39 1:11 daerah yang enggak bisa apa tuh P3T 1:15 katanya ya. ini juga menjadi cerita lain 1:18 dan juga tentang ee MBG nampaknya 1:23 ee ketua MBG yang baru ini mulai bikin 1:26 terobosan dan saya enggak ngebayangin 1:28 itu para investor MBG yang sudah 1:30 miliaran. Ah, kejadian pula ini kisah 1:34 tentang mangkaknya beberapa dapur MBG. 1:38 Apa yang akan terjadi kepada mereka? 1:40 Apalagi kalau itu berupa pesantren dan 1:42 lain-lain. BPJS pun mengalami sebuah 1:46 gejolak di tengah harga obat naik. Ada 1:48 23 juta peserta BPJS kesehatan. Nilainya 1:52 tuh 14T bakal diputihkan. Tapi kabar ini 1:55 sudah hampir berapa bulan nih e gak 1:57 jadi-jadi. Mungkin Mas Toni punya cerita 2:00 di balik cerita di balik gejolak Timur 2:02 Tengah dan berbagai tempat di muka bumi. 2:05 Silakan Mas Toni. [berdehem] 2:08 Baik, Pak Ihsan dan seluruh pendengar 2:10 hasil di mana pun berada terkait dengan 2:14 ee apa pasar ya kita tahu semua IC kita 2:19 itu turun drastis 2:21 ee BRI misalnya enggak pernah sampai di 2:25 bawah 3.000 dalam 5 tahun ini sekarang 2:27 di bawah 3.000 gitu kan. 2:29 Ee Mandiri itu yang blue chip emiten 2:33 yang blue chip yang kokoh yang kuat 2:36 fundamennya. itu aja rontok apalagi ini 2:39 dan kemarin dalam waktu 1 minggu itu 2:41 hampir setiap hari antara 2 sampai 5% 2:44 turunnya. 2:45 Ini kan juga ee menjadi sebuah 2:48 pertanyaan 2:50 ee sementara rupiah juga terus melemah 2:55 gitu kan. Padahal kalau kita lihat bahwa 2:58 ee neraca perdagangan kita surplus tapi 3:01 rupiah terus menengah. Ee apa arti dari 3:04 semua ini? Itu setidaknya bisa dipahami 3:09 bahwa ee dua faktor ini akibat dari para 3:15 investor yang tidak percaya dan akhirnya 3:19 pada lari. Terutama investor asing itu 3:22 keluarnya itu apa selnya itu luar biasa. 3:25 Kenapa mereka tidak percaya? karena ada 3:27 situasi yang tidak kondusif di dalam 3:29 negeri ini. Maka dari semua karot-marot 3:32 ini yang perlu dilakukan paling awal dan 3:35 prioritas itu adalah memberikan 3:37 kepercayaan kepada para investor 3:40 sehingga semua kebijakan-kebijakan itu 3:43 tidak kontra pasar. H 3:46 gitu. 3:47 Apalagi kontra pasarnya itu secara masif 3:49 serentak ber gitu kan. gitu ya. Awan 3:53 ee ada satu cerita bahwa ee kepala 3:57 daerah yang kemudian ee apa dia ee 4:01 kepala daerah misalnya pade lah yang 4:04 sudah terjadilah ya. Ada beberapa selain 4:06 P itu dia melawan arus gitu loh. Niatnya 4:10 mungkin baik gitu tapi karena memang 4:12 persiapannya perencanaannya itu tidak ee 4:15 tidak ee maksimal akhirnya berantakan. 4:19 sementara dia harus menghadapi berbagai 4:21 tantangan yang tidak kecil atau tidak 4:24 ringan. Maka dalam konteks ini ada dua 4:27 hal yang paling tidak harus dilakukan. 4:29 Pertama adalah optimalisasi program. Apa 4:32 pengertian optimalisasi? Apakah itu MBQ, 4:35 apa itu KMP, apakah itu yang lain-lain? 4:37 Ya, secara optimal perencanaannya itu 4:40 perlu matang. 4:41 Hm. He. 4:41 Jadi sudah ada desainnya nanti akan 4:45 seperti ini, seperti ini, seperti ini. 4:47 Tidak terkesan tergesa-gesa 4:48 mendadakidentil apa yang dipikirkan lalu 4:51 kemudian ide bagus langsung langsung 4:53 diterapkan. Tidak. Semua itu harus by 4:57 desain, terus by planning dengan sebuah 4:59 perencanaan yang lebih matang. Ee dengan 5:02 perencanaan yang tidak matang kasusnya 5:03 MBG, hamburadul enggak karuan. 5:06 Eh, kita tidak bisa memungkiri, Pak 5:09 Ihsan, bahwa MPP itu banyak positifnya 5:12 juga gitu. Terutama kalau kemudian itu 5:16 daerah-daerah yang dimembutuhkan. Banyak 5:18 anak yang tidak bisa makan, terus 5:20 kemudian stunting, ibu hamil yang 5:24 bermasalah, lansia yang tidak yang 5:26 kesulitan ekonominya. Dengan hadirnya 5:29 MBG ini kan memberi manfaat betul buat 5:32 mereka. He. 5:33 Kemudian juga lapangan ee kerja ee 5:37 hidupnya UMKM kalau suplly apa ee CHnya 5:41 itu betul gitu kan dan sebagainya. Dan 5:44 itu banyak manfaatnya. Tetapi karena 5:46 memang desain dari awalnya itu tidak 5:50 betul-betul matang sehingga menghasilkan 5:53 sistem yang kacau balau, kemudian 5:57 diserahkan kepada SDM yang masih 6:01 menimbulkan pertanyaan soal integritas 6:03 dan kapasitasnya atau kompetensinya itu 6:06 juga akan menambah juga kekacauan itu. 6:08 Jadi ee desainnya tidak matang. kemudian 6:12 melahirkan sebuah sistem yang ee banyak 6:15 lubangnya ya kemudian dikelola oleh 6:18 orang-orang yang sebagian tidak memiliki 6:21 kompetensi dan juga ee ee integritas 6:24 yang baik. Ini yang kemudian 6:25 menghasilkan ee yang kita lihat semua 6:28 gitu kan. Kita lihat semua ya banyak 6:31 cerita di balik ke cerita ya. Sebelumnya 6:34 kan informasi rumor ya, saya bisa ngajar 6:36 rumor rumor yang beredar sebelumnya itu 6:39 KPK sudah mau masuk. 6:41 Hm. 6:41 Ya. 6:42 Kemudian terjadi A i U e dan sebagainya. 6:46 Drama bahasanya itu kalau bahasa 6:48 intelijennya itu banyak drama di situ 6:50 yang terjadi dan publik di media enggak 6:52 ada dan publik tidak tahu ya. Tetapi 6:55 kemudian ujung-ujungnya dianggap aman, 6:57 tahu-tahu kejaksaan masuk 7:00 [tertawa] 7:01 kemudian bongkar membongkar 7:03 yang yang apa ee 7:07 eh hebah lagi gitu kan ya. Yang heboh 7:10 lagi tahu-tahu di HP-nya Sony 7:14 Pak Toni 7:16 gitu kan ya. itu ee yang disita oleh 7:19 kejaksaan itu ada semua daftar para 7:22 penerima manfaat 7:24 di luar yang peredar di ini di apa 7:27 namanya 7:29 ee kan menjadi sebuah penyembedan di 7:31 medsos Pak. 7:32 Iya. Iya, betul. 7:34 Ee pertanyaannya adalah masa sih orang 7:38 sekelas Pak Soni ya Jenderal. Terus 7:41 kemudian itu ada daftar para penerima 7:46 secara detail gitu loh. Di situ ada 7:48 anggota DPR, ada ketua dan wakil ketua 7:51 banggar, ada [tertawa] 7:52 ada kemudian dari 7:55 apa namanya Kadin ya. Kemudian dari ee A 8:00 B C disebutkan secara detail ya itu 8:04 artinya apa? Seolah-olah memberikan 8:06 sebuah pesan, eh bukan gue aja ini 8:09 [tertawa] yang lain juga ikut ini loh 8:10 daftarnya. Kira-kira kan gitu. 8:13 Ini ini menurut saya ee apa bukan 8:16 kecerobohan tetapi kesengajaan yang ada 8:19 di dalam HP gitu kan. 8:21 Iya. Tapi kan sudah dibuktikan kan dalam 8:23 kasus Menteri Pendidikan walaupun para 8:26 saksi itu menerima uang enggak kena tuh 8:28 tapi inilah hukum di republik ini yang 8:31 lucu-lucuannya ini, Mas. Bukan begitu 8:33 Mas Toni? [berdehem] 8:34 Ya kan Pak Pak Ehsan 8:37 kita bisa pahami di dalam sejarah 8:39 penangkapan KPK 8:41 H 8:42 ya ee yang gede-gede banget gitu kan 8:46 aman. 8:46 He 8:47 yang kena yang kecil. 8:49 Oh gitu. Kenapa gitu kan ya? 8:52 Kalau yang dibongkar yang gede itu maka 8:56 si A, si B, si C, si D terlibat 8:59 [mendengus] 9:00 penjaranya penuh. 9:01 Tapi kalau yang kecil ini yang gede 9:03 enggak ikut terlibat. 9:05 Meskipun pada oknum yang sama katakan si 9:08 A ketangkap dia punya korupsi 200 ee 200 9:12 tril 300 triliun misalnya gitu kan. 9:15 Terus kemudian kenapa yang dibongkar itu 9:17 yang 2 miliar gitu? Karena yang 2 miliar 9:19 lingkarannya kecil. 9:20 Oh, gitu. 9:22 Yang kalau 3 triliun lingkarannya besar. 9:25 Maka membidik A BC yang dihadapi oleh 9:28 aparat itu terlalu kuat, berat. 9:31 Maka dibidik yang tidak berat-berat. Dan 9:34 ini kan sudah menjadi sebuah karena 9:36 ketidaktegasan hukum inilah investor 9:38 pada lari karena ada comotan A, comotan 9:41 B, comotan C gitu kan. 9:43 Semua pencomot adalah aparatur sipil 9:45 negara. Itu juga bikin ribet juga kan 9:47 [tertawa] ya. Iya ya. Bagaimana mungkin 9:51 Pak Ihsan gitu kan ee rumor juga perlu 9:55 diklarifikasi ada sekitar 22 sampai 20 e 10:00 sampai 24 10:02 ee itu ee dana beredar yang unrecording. 10:08 Sementara PDB kita itu kan 23 triliun eh 10:11 23.000 triliun lebih. H 10:13 kira-kira kalau ditambah 22 sampai 10:15 24-nya sekian persen itu tidak akan 10:18 pernah terjadi kalau tidak melibatkan 10:21 para oknum yang punya akses kekuasaan 10:23 tunai berarti itu ya tidak tercatat 10:27 karena kan tidak lewat PPTK tidak lewat 10:30 empat sektor itu empat sektor itu UMKM 10:33 UMK nomor satu memang yang unrecording 10:36 itu dana yang recording paling besar itu 10:38 India tapi India kan UMKM-nya besar 10:41 betul betul 10:42 artinya nya dana anil coding itu 10:43 termasuk UMKM, peredaran di UMKM. 10:46 Kemudian yang kedua ilegal ya, judi 10:48 online dan sebagainya. 10:51 Terus kemudian yang ketiga itu adalah ee 10:55 apa namanya? Uninvoicing 10:58 ya. Ee yang kamu sempat dibongkar sama 11:00 si siapa namanya dulu? E Fasal Bakri. 11:04 Bakul uring-uringan urusan gitu kan. 11:08 Terus e pada akhirnya almarhum juga. He. 11:11 Kemudian yang keempat itu adalah yang 11:13 sekarang lagi digarap sama eelusuk 11:18 kemudian melahirkan sebuah e danantara 11:21 atau DSD gitu gitu undering. 11:24 Jadi, Pak Ihsan gitu kan ee ketidak 11:28 kepastian regulasi dan juga ee 11:32 ketidaktegasan hukum yang sehingga 11:34 banyak bandit-bandit baik bandit ee apa 11:37 ee 11:39 maupun bandit ee koroping gitu yang 11:43 mencelak-mencelok ya atau bandit yang 11:45 istikamah gitu kan. Ya, inilah yang 11:47 kemudian mengakibatkan para investor itu 11:50 lari gitu kan para investor lari. He. 11:53 Ah, maka yang pertama harus dilakukan 11:55 oleh negara itu adalah meyakinkan bahwa 11:59 Indonesia ini aman untuk investasi, 12:03 aset-aset diamankan, terus kemudian ee 12:07 apa regulasinya itu oh ada kepastian. 12:12 Lalu diminimalisir para pencoleng dan 12:14 bandit itu sehingga tidak banyak 12:16 pungutan sehingga menambah cost yang 12:18 begitu ee besar ya. ee ini kalau 12:21 kemudian ini yang harus menjadi 12:23 perhatian karena kalau seperti ini maka 12:26 akan ekonomi akan pulih. Kalau ini tidak 12:29 diselesaikan ekonomi akan menjadi 12:31 terancam. Dolar akan terus ee apa ee 12:35 naik harganya dengan rupiah melemah. 12:37 Terus kemudian juga IAS SK akan 12:40 berantakan dan sebagainya itu. Ah 12:43 kembali lagi soal MBG Pak Ihsan ya 12:46 karena ini desain dari awal yang tidak 12:48 matang. Jadi ee K3 ini sudah jalan. 12:53 Tidak boleh kemudian ee kita mengusulkan 12:56 sudah hentikan saja enggak bisa Pak 12:58 Ihsan. Ini melibatkan banyak 13:02 ee apa pengusaha swasta. 13:05 Mereka dikasih titik. 13:06 He 13:07 ya investor. Mereka sudah dikasih titik 13:09 suruh garap sudah suruh setoran A B C D 13:12 E 13:13 mereka ikuti semua gitu kan. Sudah 13:16 begitu belum sampai kemudian baru 13:19 berjalan sebentar dihentikan. Kalau 13:21 kemudian dihentikan apakah mereka dapat 13:23 kompensasi? Siapa yang akan bertanggung 13:24 jawab? 13:25 Adakah 13:26 ah inilah gunanya pemerintah 13:29 seorang leader itu akan dihadapkan 13:32 kepada dilema-dilema. 13:34 Ya, dari dilema itulah mematangkan diri 13:37 untuk mengambil sebuah sesuatu yang 13:39 bijak. Jadi akan kalau ke A B rugi, 13:43 kalau B A rugi lah. Bagaimana 13:46 meminimalisir semua ini? 13:48 Satu sisi ee ee e fiskal kita itu tekor 13:54 gitu kan dengan MBG ini. Maka perlu 13:56 efisiensi-efisiensi. 13:58 Tetapi di sisi lain banyak orang yang 14:00 merelakan diri untuk membantu program 14:03 ini dengan dana mereka. Apapun ceritanya 14:06 meskipun di situ ada sisi bisnis 14:08 otomatis 14:09 ya. Tetapi ketika mereka ya mau turun ya 14:14 tanpa sebuah regulasi yang begitu kuat 14:16 untuk menjadi pegangan MOU mereka ya ini 14:19 kan menurut saya ada niat baik dari para 14:21 pengusaha itu. 14:23 Ah oleh karena itu langkah-langkah yang 14:26 dilakukan Nani menurut saya ini positif 14:28 ya. 3T diutamakan. Coba kalau dari dulu 14:32 3T Pak itu. Itu itu dia 14:35 kalau dari dari dulu 3T 14:37 ya. Wah, semua akan mengatakan Pak 14:41 Perbowo hebat, Pak Perbowo luar biasa. 14:44 Kita harus dukung bersama. Satu sisi 14:46 tidak menguras fiskal kita, ya. Kemudian 14:50 di sisi lain asas manfaatnya langsung 14:53 terasa secara optimal. 14:55 Nah, inilah yang saya maksud dengan 14:57 optimalisasi program. Kalau program itu 15:00 dioptimalasi dalam pengertian bahwa ee 15:03 yang pertama itu perlu desain yang kuat 15:06 ya, perencanaan yang kuat, yang kedua di 15:09 diserahkan kepada SDM yang bisa bekerja 15:12 secara profesional, yang ketiga 15:14 kontrolnya juga ee kuat gitu. Saya yakin 15:19 ini akan berjalan dengan baik gitu ya. 15:22 Maka ini sudah sudah di pertengahan 15:25 jalan dengan karot-marot yang luar 15:26 biasa. belum ada kata terlambat untuk 15:29 memperbaiki 15:31 supaya bijak maka tidak boleh apa 15:34 merugikan para investor. Saya ee 15:38 mengapresiasi Pak Prabowo panggil para 15:40 investor itu untuk memberikan jaminan 15:42 bahwa mereka tidak akan dirugikan. Dan 15:45 sejak itu juga maka ee semua 15:48 setoran-setoran yang diwajibkan itu ya 15:51 yang melalui bangku belakang harus diing 15:55 ada yang 25 20 yang saya dengar ya ada 15:58 20% 20% jadi itu kan skemanya 16:01 Rp15.000.000 16:03 itu untuk ee mana itu 10.000 itu untuk 16:08 ee untuk makanan. Kemudian 3.000 untuk 16:11 koperasional, 2.000 untuk dapur. Ah, 16:14 2.000 ini harus dikembalikan kepada 16:15 investor yang potongan-potongan kemarin 16:17 yang harus dihentikan. 16:19 Terus kemudian yang 3.000 harus 16:20 dioptimalkan betul-betul untuk ee para 16:24 pekerja itu untuk operasional. Yang 16:26 Rp10.000 jangan dikurang-kurangi. 16:29 10.000 Ibu kelihatannya kecil, Pak 16:31 Ihsan, tetapi kalau belanjanya partai 16:34 partai besar ya itu bisa menjadikan 16:36 hitungan teman-teman yang bermain MBG 16:39 itu hitungannya bisa kelas restoran 16:41 menengah itu. 16:41 Hm. Harusnya 16:44 [tertawa] R.000 itu artinya bisa daging, 16:46 bisa telur, bisa ikan, bisa susu, dan 16:49 bisa ee macam-macam harus mendapatkan 16:51 kontrol. Kalau dari awal itu dimulainya 16:54 cuman misalnya ya 100 dulu itu kan 16:57 terkontrol. He. 16:59 Tapi kalau kemudian dimulainya sekian 17:01 juta mati mak. 17:05 Tapi kan ada lembaga yang langsung 17:07 menangkap dan mendapat penghargaan ya 17:09 seperti kepolisian dan para anggota 17:13 partai pun menjadi bancakan dari apa BGN 17:16 ini. Eh ngomong-ngomong masalah 17:18 kepolisian ini Mas Toni kan ingat hari 17:21 ini nih undang-undang kepolisian pun 17:24 disahkan nih padahal pemilu masih 3 17:26 tahun lagi. Dan apa yang terjadi dengan 17:29 ini pula? sudah urusan MBG juga ee ke 17:33 apa kekuasaan yang semakin besar. Ah, 17:36 mau ke mana negeri ini? Mungkin lanjut 17:38 lagi Mas Toni. [berdehem] 17:39 Iya. dengan disahkannya undang-undang ee 17:42 Polli di mana ee 17:45 bintang 4 itu bisa 60 tahun dan bisa 17:48 ditambah ee Kak Polri itu bisa ditambah 17:51 1 tahun berdasarkan ee apa ini yang 17:55 okelah kalau kalau soal itu yang kita 17:58 enggak masalah ya Pak Ihsan. Tapi yang 18:00 Pak yang penting ada namanya ee apa 18:04 rotasi jabatan. 18:05 Hm. Itu 18:07 itu itu yang harus ditekankan. He. 18:09 Jangan sampai Kri terlalu lama sehingga 18:12 di ya kita tahulah di TNI, di Polri atau 18:15 di institusi kementerian ya semua itu 18:17 kan punya geng, 18:17 ada karir juga ya. 18:19 Heeh. Ada gengnya, Pak, ada kelompoknya. 18:23 Nah, kalau kemudian yang jadi Kapolri 18:25 itu terlalu lama begitu atau Panglima 18:26 TNI terlalu lama seperti itu atau 18:28 menteri terlalu lama seperti itu gitu, 18:30 akhirnya apa ya? Geng mereka atau 18:33 kelompok merekalah yang kemudian 18:35 mendapatkan jabatan yang bagus. 18:37 Sementara yang di luar kelompok mereka 18:39 itu tidak jalan 18:40 ya. Maka Harington ya pada abad ke17 itu 18:45 ada namanya seorang pemikir politik yang 18:48 cikalbakal ee adanya trias politika itu 18:51 Herrington itu bilang jadi sebuah negara 18:55 itu akan menjadi sehat jikalau ada 18:58 rotasi jabatan secara ee berkala 19:02 ya. Jadi kalau tidak ada rotasi jabatan 19:05 berkala itu akan melahirkan berpotensi 19:07 melahirkan otoritarianisme. 19:10 Ee kita sudah batasi dua periode untuk 19:12 presiden misalnya ya. Kemudian di ee di 19:16 Polri ini sudah terlalu lama ke Polri 19:18 enggak masalah di situ misalnya ya ee 19:21 dinaikkan menjadi ee jadi 60 meskipun 19:24 banyak kritik ya. Tetapi yang lebih 19:26 bermasalah menurut saya lebih bermasalah 19:29 adalah rotasi harapan enggak jalan. 19:31 Hm. itu dia 19:32 kalau toh kemudian berjalan itu di 19:34 lingkaran mereka sendiri dan itu menurut 19:36 saya akan terjadi siapapun Kapolrinya 19:39 siapapun pemimpinnya akan akan selalu 19:42 seperti itu. bahwa secara alamiah akan 19:45 terjadi kelompok-kelompok ya yang 19:48 namanya adik asuh ya leteng adik asuh 19:52 itu di apa aparat keamanan itu biasa ya 19:56 tapi kalau kemudian bergantian maka akan 19:59 semua mendapatkan senjata 20:01 karena sulit untuk ee ke posisi yang 20:04 begitu lama ya kemudian bekerja secara 20:08 ee profesional dan proporsional dalam 20:11 konteks rotasi jabat 20:13 Kasihan, Pak. Kita kan banyak keluhan, 20:15 Pak, dari para polisi. Kita banyak 20:17 keluhan dari para tentara yang mereka 20:20 kemudian kok ini enggak ganti-ganti. 20:23 Kalau enggak ganti kami enggak akan ee 20:25 ada polisi yang saya gaji cuma R juta 20:29 ya, seol tunjangan. Gimana kami masih 20:31 hidup? Itu pangkatnya Kombes, Pak. 20:33 Oh, 20:33 coba bayangkan. 20:35 Heeh. 20:35 Hidup di Jakarta. 20:37 He dan keluhan ini bukan 1 2 3, Pak. 20:41 Nah, ini yang kemudian perlu perlu 20:43 mendapatkan sebuah perhatian gitu kan. 20:46 Itu yang pertama. Kemudian yang kedua 20:48 soal jabatan sipil. 20:50 Hm. Iya. 20:52 Di tentara sudah dibatasi, kenapa polisi 20:54 enggak dibatasi? Harus dibatasi jabatan 20:56 sipil al 20:57 ya. Ee supaya profesionalitas itu semua 21:02 apa? Ee proporsional, Pak. 21:05 Kalau tidak proporsional tidak akan 21:06 profesional. itu itu itu ya. 21:10 Jadi proporsional itu artinya jelas 21:13 bahwa ini orang punya skill di sini ya 21:16 dididik dalam konteks ini maka dia hanya 21:19 bisa jabatan di A B C D tidak lainnya. 21:23 He. 21:23 Jadi ada ketentuan-ketentuan 21:25 ya yang kemudian kalau tidak dibatasi 21:28 seolah-olah e ini semuanya bisa dan pada 21:32 akhirnya super body [tertawa] dan itu 21:34 enggak punya dalam 21:37 sampai ngurusin kambing, tebu dan 21:38 lain-lain. Itu kan jadi lucu ya ini 21:41 negeri ya. 21:43 Iya, Pak. Misalnya saya dosen filsafat 21:47 dan apa namanya ee dosen filsafat ya 21:50 terus kemudian punya keahlian di bidang 21:52 politik. Lalu saya bicara kedokteran 21:55 saya kan enggak paham. Kalau saya 21:57 kemudian dibase kerjaan soal kedokteran 22:00 dan saya ambil kan kacau. 22:02 Hm. Iya. 22:03 Dan itu bisa terjadi kalau memang 22:05 diberikan ee peluang. Tetapi kalau 22:08 aturan mainnya tidak ada, itu enggak 22:10 bisa terjadi. Kalau toh terjadi ya pada 22:13 akhirnya diprotes. 22:15 Tapi kalau kemudian di situ regulasinya 22:17 memberikan ruang, ya siapa yang bisa 22:19 memprotes? H 22:21 e karena protes etik itu tidak akan ee 22:23 seringki diabaikan kalau tidak berbasis 22:26 kepada regulasi. 22:27 He 22:28 ini ini masalah ini masalah gitu kan. Ah 22:31 ee kembali lagi soal ee apa namanya? 22:34 soal ini dan terus kemudian apakah ini 22:37 merupakan sebuah jawaban dari e tim 22:40 reformasi Polri kemarin kan jadi 22:42 pertanyaan begitu. Iya. 22:45 Antara [berdehem] 22:45 hasil undang-undang ini RU yang kemudian 22:48 ditetapkan kepada undang-undang ya 22:50 dengan reformasi polri 22:53 ini seperti bertolak belakang 22:55 yang satu ngalur yang satu ngidul. 22:57 Nanti kata ke depan ketika ada isu 23:00 reformasi lagi publik sudah enggak 23:02 percaya. Kenapa? Kemarin relat e 23:04 cenderung tidak ada hasilnya. 23:06 Hm. 23:06 Padahal di situ ada tokoh-tokoh hebat 23:08 seperti Pak Jimli, seperti Pak Mfot MD 23:11 ya. ee apa hasilnya? 23:14 Hm. 23:15 Apakah undang-undang ini adalah hasil 23:17 daripada reformasi Polri? Kan 23:19 pertanyaannya akan seperti itu. 23:21 Iya. Iya. I 23:21 e itu Pak Pak Ihsan. Jadi ee kita tidak 23:25 bisa gebiah ulah bahwa semuanya itu 23:27 jelek ya. Ee ada hal-hal yang perlu juga 23:30 kita kritisi, tetapi ada hal-hal yang 23:33 memang perlu kita apresiasi atau hal-hal 23:35 yang memang ee kita tidak boleh kemudian 23:38 ee apa, oh ini semua buruk, ini semua 23:41 jelek. tidak boleh. Jadi harus 23:43 betul-betul didasar kepada niat baik. Ee 23:45 kemudian kita bisa melihatnya secara ee 23:48 objektif. 23:50 Seperti niatan dari Dewan Ekonomi 23:52 Nasional yang lagi pada kumpul. Banyak 23:54 nih yang dibahas ini e apa Mas Toni dari 23:57 Dewan Ekonomi Nasional sampai ada isu 24:00 Pak Hati menggantikan ee Menteri 24:02 Keuangan. Tapi sebenarnya apa yang 24:04 dibalik ini dan duit ee SPTP P3T di 39 24:09 daerah pun belum belum bisa terbayar. 24:13 Apa sebenarnya yang kisah dari ee para 24:17 ahli ini sedang berunding di sana, Mas? 24:20 Iya. Jadi ee 24:23 Denwan 24:25 Ekonomi Nasional ee saya dengar ini 24:29 dengar informasi bisa salah bisa benar 24:31 perlu diklarifikasi. 24:33 ya e HT Basri ini kan relatif bisa 24:36 diterima pasar daripada si 24:38 he 24:39 Purbaya 24:39 Purbaya he 24:40 gitu kan apapun ceritanya lah oh Inun 24:43 Neolip itu dekat dengan IMF dan 24:45 sebagainya memang chemistrinya sama Pak 24:47 Prabowo eh Faisal Basri sama apa Hib 24:50 Basri samao tentu tidak sejalan cocoknya 24:53 memang sama Cipurbaya gitu kan ya tetapi 24:56 lagi-lagi soal pasar Hib Basri relatif 24:59 bisa prediksinya berarti bisa diterima 25:01 ee baik Baik ee di dunia di ekonomi 25:04 nasional maupun ekonomi global itu 25:06 relatif. Saya dengar-dengar itu Pak 25:09 Khatib mau menggantikan Purbaya kalau ya 25:14 kalau ini bukan fitnah ya ini namanya 25:16 berta. Saya juga menanyakan ya supaya 25:18 semua yang mendengar ini ikut mencari 25:21 mencari infonya apakah benar atau tidak. 25:23 Nanti saya dikasih tahu juga gitu kan 25:25 apa benar MBG harus di ee kalau dia 25:27 mensyaratkan MBG itu harus dihentikan. 25:30 Ya, menurut saya ini juga tidak 25:32 rasional. MPQ tidak mungkin dihentikan. 25:35 Kenapa tidak mungkin dihentikan, Paksan? 25:38 Ya, yang pertama ini wajahnya Pak 25:39 Prabowo. 25:40 Wajahnya. He 25:42 wajahnya [berdehem] Pak Prabowo. Pak 25:43 Prabowo identik dengan MBK. Kalau di MBK 25:45 dihentikan. Prestasi apapun Pak Prabowo 25:47 itu akan dianggap gagal. Kenapa? MBK aja 25:49 gagal. Heeh. 25:52 Gu itu Pak Propo tidak mungkin 25:54 digentikan. 25:55 Iya. Itu yang pertama. Yang kedua itu 25:58 merugikan merugikan para investor akan 26:00 terjadi gejola. 26:01 Hm. 26:02 Iya. 26:03 Akan terjadi kemarahan. Yang ke yang 26:05 keempat itu kan yang keempat ee trust 26:08 kepada Pak Prabowo itu akan hilang itu 26:11 ketika MBQ dihentikan teras investor 26:15 dengan Pak dengan pemerintah akan hilang 26:16 itu. Tiga-tiga faktor ini menurut saya 26:19 seandainya itu betul menjadi syaratnya 26:21 Hib Basri menurut saya ini syarat yang 26:23 tidak rasional secara tidak realistis 26:26 ya. Ee tetapi dalam konteks beberapa 26:29 masukan dari Denis 26:35 ya ini sebenarnya ya ee Pak Luhud gitu 26:39 kan ya 26:40 Pak ee LBP itu orang yang sangat 26:43 realistis orangnya. He [berdehem] 26:45 ya. Saya melihat sepak terjangnya dari 26:47 dari ee dari lama ya realistis ya. Ee 26:51 soal kemudian beliau ada pembisnis itu 26:53 soal lain ya. He. 26:54 Tapi soal realistis beliau bisa ngomong 26:56 A kencang di ini ya menyerang si B gitu 26:59 misalnya tapi komunikasi dengan si B di 27:01 belakang layar intens 27:04 [tertawa] 27:04 itu Pak LPP itu hebatnya [berdehem] Pak 27:06 LPP itu loce panggung depan panggung 27:09 belakang dimainkan secara sempurna oleh 27:11 Pak LBP itu gaya 27:13 kita dengan kita [berdehem] 27:15 terutama orang Jawa itu kan orang Jawa 27:17 seperti saya misalnya gitu ya kalau 27:19 kalau sudah ngomong ah kepada si si 27:22 malas ya malas gitu He 27:24 gitu kan. Ah ee di situlah sudah ee 27:27 beyond ini Pak LPP itu 27:30 makanya bisa masuk ke pemerintahan 27:32 siapapun itu loh. [tertawa] I Pak Orde 27:34 Baru masuk gitu kok Gus Dur masuk gitu 27:36 kan terus Bu Mega masuk terus kemudian 27:39 ee apa ee Pak Jokowi masuk kemudian Pak 27:44 siapa? Pak Prabowo masuk juga. [tertawa] 27:47 Ini ini orang yang menurut saya hebat 27:50 dari sisi itu ya. dari sisi itu ee 27:53 kemudian kembali apa ee masuk ke 39 27:56 daerah. Saya mengikuti ketika kemarin 27:59 RDP dengan Komisi 2 di DPR, Pak. 28:02 Heeh. 28:03 Begini, Pak. Pak Ihsan, ada kewajiban 28:07 memang untuk belanja pegawai itu 39%. 28:13 H 28:14 ya e apa 30% maksimal 28:17 kewajibannya. Maksimal 39%. 28:20 Ah, itu Pak Ihsan ee pada akhirnya 28:23 muncullah efisiensi satu efisiensi yang 28:26 kedua pencairan TKD ee transfer ke 28:29 daerah itu telat 28:31 gitu ya. Itu telat 28:34 ee dari dari ee postur APBD itu ada 39 28:41 ee kabupaten kota dan provinsi yang 28:44 tidak yang melampaui 30. Ee apa 28:47 solusinya? Apakah kemudian itu 28:49 dikurangi? Kan enggak mungkin ngurangi 28:50 gaji orang. [tertawa] 28:53 Kondisi apa kok kaji? Kecuali lagi 28:56 krisis ya masih oke masyarakat menerima, 28:59 pegawai menerima. Kalau tidak gitu loh 29:01 apalagi kemudian yang kecil-kecil ikut 29:03 dikurangi. Yang kedua tidak mungkin juga 29:07 apa memberhentikan mereka, mempihakkan 29:10 mereka misalnya gitu tenaga honorer. 29:13 Tambah pengangguran. Sekarang 29:14 pengangguran makin banyak, tambah 29:15 pengangguran. 29:17 Terus ya karena pengangguran makin 29:19 banyak, kewajiban-kewajiban perusahaan 29:22 kepada buruh itu juga terjadi efisiensi. 29:26 Maka kemudian terjadi protes. Supaya 29:28 protes itu tidak meluas ya. Ya. 29:32 Ee teman saya jumhur jadi menteri gitu 29:35 kan. [tertawa] 29:36 Iitu ee 29:39 Mas Iqbal jadi penasihat presiden ya. 29:43 Itu cara-cara politis meredam. 29:46 [tertawa] 29:47 terhadap gejolak bur ya. Karena itu 29:50 bijak yang dilakukan yang diputuskan 29:52 oleh Mendagri tidak ada pemutusan kerja. 29:56 H itu menjaga 29:57 ya kalau ada pemutusan kerja bahaya. Ini 30:01 P3K ini kaum terdidik Pak. 30:03 Hm. Iya. 30:04 Yang paling rentan untuk diputus itu kan 30:07 honor ya. Dan honor itu di ASN itu kaum 30:10 terdidik. [berdehem] 30:11 Terus kemudian juga P3K. P3K terutama 30:16 paruh waktu itu juga kaum tertidik. 30:19 Hm. 30:19 Mereka orang-orang pintar. 30:22 Kalau pengangguran orang pintar, Pak 30:24 Ihsan, [tertawa] 30:26 provokasinya lebih matang gitu loh. 30:30 Pengaruhnya lebih lebih kuat ya. Karena 30:33 itu menurut saya maka tadi ee 30:36 efisiensinya itu perlu perlu tepat ya, 30:39 tepat situasi dan ee tepat ee kondisi 30:43 dan tepat sasaran efisiensi ini. 30:46 He gitu 30:47 ya. Kalau daerah di efisiensi ini 30:49 mengancam kesejahteraan daerah ya 30:52 ini ini berbahaya ya. Jadi Pak Ihsan 30:55 tadi yang ee tiga hal sebagai kesimpulan 30:59 saya. Yang pertama ya yakinkan investor, 31:03 bangun iklim investasi yang kondusif, 31:06 sehat ya, dan terukur. Yang kedua, 31:09 optimalisasi program sehingga teras 31:11 publik itu ya manfaatnya lebih besar dan 31:14 teras publik itu naik. 31:16 Kemudian yang ketiga adalah efisiensi 31:19 secara proporsional. 31:21 Iya. 31:21 Jangan seolah-olah efisiensi ini menjadi 31:25 jalan keluar. He 31:27 gitu 31:27 ya. Jalan keluar. Jadi jangan kemudian 31:30 juga hasil dari efisiensi itu dipakai 31:32 untuk ee kekerjaan-kerjaan yang tidak 31:35 optimal. Ini semua saling terhubung. 31:37 Misal ini ini yang yang saya contohkan 31:40 seperti misalnya pemutihan. Pemutihan 31:44 itu adalah langkah pemalas. Itu 31:47 sebenarnya 31:48 strategi para pemalas. 31:50 Sikit-dikit memutihan, dikit-dikit 31:51 memutihan. Kenapa enggak dipetakan? 31:54 Misalnya, kenapa orang itu enggak bayar 31:56 pajak gitu loh. 31:57 He. 31:57 Pajak kendaraan. He. 31:59 Apakah karena faktor ekonomi ya atau 32:02 karena pelayanan yang kurang bagus atau 32:03 langkah-langkah yang proaktif tidak 32:05 dilakukan? Sosialisasinya yang tidak 32:07 dilakukan. 32:09 Hm. 32:09 Ya. 32:10 Iya. 32:10 Coba kalau dari awal selalu jangan 32:12 kemudian diumumin ya apa ada pemeriksaan 32:16 apa ee kendaraan di jalan, operasi A 32:19 sampai Y. Operasi kok diumumkan. 32:24 mendingan itu terus-menerus dilakukan 32:27 gitu kan ya operasi yang lama-lama 32:30 gerak. Contohlah misalnya juga ini ini 32:32 contoh-contoh ee kita perlu bikin 32:34 sistem. Kalau sistemnya bagus, saya 32:36 pikir rakyat itu mudah kok ngikutin 32:38 apalagi rakyat kelas menengah ke bawah. 32:40 Yang susah kan menengah ke atas banyak 32:42 akalnya, banyak penipuannya itu yang 32:44 menengah ke bawah itu banyak nurut 32:46 ya karena takut karena enggak punya 32:48 akses ya. Contoh misalnya bikin SIM Pak. 32:51 Hm. 32:52 Iya. Mayor orang kan bikin SIM rata-rata 32:54 nembak Pak. 32:56 [tertawa] 32:57 Kenapa enggak lulus gitu [berdehem] loh. 33:00 Betul. 33:01 yang kata siapa ee jenderal polisi itu 33:03 bilang masa saya mau tidak dilulusin? 33:06 Saya ini jenderal [tertawa] polisi bikin 33:09 SIM tidak dilusin matang ketua KPK itu 33:11 kan bilang ya pakai motor. Emang jalanan 33:14 kita itu berbelok-belok segitunya gitu 33:16 loh sampai kemudian tesnya harus 33:18 berbelok-belok gitu kan ya enggak 33:19 luluslah dengan tes seperti itu dan kita 33:21 tidak akan menemukan jalan di Indonesia 33:23 seperti itu katanya kata beliau ya 33:26 beliau 33:27 30 menit sudah nih Bang penutup kisah 33:29 Bang silakan. Jadi tiga hal saya saya 33:31 tegasin lagi ya iklim investasi dengan 33:34 regulasi yang ee ada kepastian regulasi 33:38 penegakan hukum ee terus kemudian ee dan 33:42 lain-lain ya. Kemudian yang kedua itu 33:44 berkaitan dengan ee apa nam optimalisasi 33:47 program supaya program betul-betul 33:49 optimal. Optimal itu apa? Direncanakan 33:51 betul-betul dari awal desainnya jelas, 33:53 SDM-nya dipersiapkan, lapangannya jelas, 33:55 jangan tergesa-gesa ya sampai 33:57 betul-betul siap. kemudian dilakukan 34:00 secara bertahap dan terukur. Kemudian 34:02 yang ketiga adalah efisiensi. Perlu 34:04 dievaluasi efisiensi yang lebih tepat ya 34:07 yang 34:09 berimbang gitu. Jangan kemudian 34:11 efisiensi menjadi biang kerok dari ee 34:14 problem ekonomi kita yang semakin 34:16 merosot. Begitu Pak. 34:17 Masyaallah. Terima kasih, Mas Toni. 34:20 Semoga kita bisa lewat dari turbulensi 34:22 yang dalam tulisan pas Toni terakhir. 34:25 Luar biasa. Terima kasih, Mas Toni. 34:28 Sampai Rabu mendatang. Asalamualaikum 34:30 warahmatullahi wabarakatuh. [berdehem] 34:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:34 wabarakatuh.