Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Asalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh. Saya Muhammad Ihsan, Ketua 0:04 Umum DPP Porkabi mengucapkan selamat 0:09 menjalankan ibadah puasa 0:12 1447 Hijriah. 0:16 Ingat, bulan puasa adalah bulan ampunan. 0:19 Bulan puasa adalah bulan yang penuh 0:22 berkah. Manfaatkan bulan ini sebaik 0:24 mungkin. 0:26 jalin silaturahmi 0:28 dan yang paling penting lagi peduli 0:30 sesama. Terima kasih. Wasalamualaikum 0:33 warahmatullah wabarakatuh. 0:39 [musik] 0:44 [musik] 0:45 Bismillahirrahmanirrahim. 0:48 Asalamualaikum warahmatullahi 0:49 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:51 rahimakumullah. 0:53 Syukur alhamdulillah kita dapat 0:55 bersama-sama 0:57 di acara sahur bersama Rasil di bulan 1:02 Ramadan yang berlimpah berkah. Semoga 1:06 kebersamaan ini menambah semangat kita 1:09 sekaligus juga mempersuasi kita untuk 1:12 dapat ee optimal mengisi hari-hari, 1:16 melewati hari-hari di bulan Ramadan yang 1:19 berlimpah berkah ini. Bulan di mana kita 1:23 semua harus menahan diri bukan hanya 1:25 dari lapar dan haus, tetapi juga dari 1:29 hal-hal yang membatalkan dan mengurangi 1:33 nilai ibadah kita. ya, dari fajar sampai 1:37 terbena matahari. Luar biasa. 1:39 Mudah-mudahan kita semuanya sanggup 1:41 menjalaninya dengan dimudahkan. 1:45 Di sini kita dilatih disiplin, kemudian 1:48 juga ee meningkatkan empati kita 1:51 sekaligus juga kalau bisa sih menghapus 1:53 dosa ya ikhwan akhwat. 1:56 Bulan di mana kita semua mengendalikan 1:59 hawa nafsu dan karakter kita. 2:02 Nah, ikhwan akhwat, Sahur bersama Rasil 2:05 kali ini menghadirkan sosok yang luar 2:09 biasa. Beliau adalah Ketua Umum DPP 2:12 Forkabi, Haj Muhammad Ihsan, SH., MH. 2:16 Tahu enggak, Forkabi itu Forum 2:18 Komunikasi kaum Betawi Indonesia 2:22 merupakan organisasi kemasyarakatan 2:26 yang mudah-mudahan enggak salah usianya 2:28 tuh sudah masuk ke 24 tahun. berarti ee 2:31 tiga abad ya. Luar biasa sekali. dan 2:35 organisasi ini untuk mewadahi aspirasi, 2:38 melestarikan budaya dan memberdayakan 2:42 masyarakat Betawi di Jabodet Tabet atau 2:46 mungkin Betawi yang tinggal di tempat 2:47 lain. Nah, 2:50 ee seperti yang kita tahu ya, organisasi 2:52 ini punya anggota yang cukup besar yang 2:56 berperan di dalam dunia politik dan 2:58 aktif dalam kegiatan sosial serta 3:01 pelestarian budaya kita. Kita sapa yuk 3:04 narasumber kita tamu di Sahur Bersama 3:08 Ratsil. Asalamualaikum warahmatullahi 3:10 wabarakatuh, Bang Isan. 3:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:14 wabarakatuh. 3:15 Terima kasih banyak atas kesediaannya 3:18 hadir membersamai Sahur bersama Rasil. 3:22 Sama-sama. Ngomong-ngomong tertarik 3:25 ngurusin organisasi 3:27 seperti ini. Ee organisasi 3:30 kemasyarakatan Forkabi 3:33 itu dipersuasi oleh apa? 3:36 E pertama ya 3:39 ee saya orang Betawi. 3:41 Oh, karena Betawi. Oke. 3:44 Orang Betawi Roblong ya. Kemudian 3:48 berorganisasi itu buat saya adalah 3:52 sesuatu yang paling mengenakkan dan 3:55 menggairahkan. 3:57 Mungkin kalau di situ fashion saya di 3:58 situ. Mungkin ada orang 4:01 ee fashion-nya olahraga, fashion-nya 4:04 mungkin ee hobi-hobi tertentu gitu ya. 4:08 Iya. Kalau saya fashion saya ada di 4:11 berorganisasi dan saya tidak hanya di 4:13 FERKABI, diorganisasi banyak keagamaan, 4:15 kepemudaan, dan politik ya. 4:18 Nah, adapun kenapa saya sangat ee 4:22 bersemangat gitu ya atau selalu 4:25 tidak pernah 4:29 tidak pernah sekalipun gitu ya untuk 4:32 absen 4:33 absen dalam kegiatan-kegiatan 4:35 ya. Mungkin karena memang Forkabi ini 4:39 dari awal saya bagian daripada yang 4:41 mendirikan. Jadi rasa itu mungkin yang 4:44 membuat itu ya 4:46 ada kepedulian yang tidak bisa 4:49 diabaikan. 4:50 Terus ngomong-ngomong terkait dengan ini 4:53 ada juga enggak peruh dari ayah bunda? 4:56 Ada. Ayah saya itu memang organisatoris 4:59 ya. ee beliau aktif di kegiatan sosial 5:03 kemasyarakatan di partai politik 5:05 tertentu waktu itu. 5:07 Tetapi saya ini banyak dibangun karakter 5:11 saya ini sebenarnya dari 5:15 masa kuliah, masa sekolah ya 5:19 gini itu 5:20 ya lingkungan bukan cuman keluarga ya. 5:22 Iya. Betul betul. 5:23 Ngomong-ngomong nih Bang Isan Jakarta 5:25 itu kan bukan sekedar pusat pemerintahan 5:28 Belaka ya. Iya. 5:30 Tapi rumah besar bagi seluruh anak 5:33 bangsa 5:34 terutama ee Jakarta banyak orang 5:37 Betawinya gitu kan yang harus dijaga 5:39 bersama-sama. Nah, sekarang ini 5:42 perbedaan pandangan politik itu 5:44 merupakan hal yang wajar sih 5:46 biasa 5:47 dalam kehidupan demokrasi kita. Tapi apa 5:50 nih yang harus kita lakukan sebagai 5:53 warga ee warga Betawi terutama untuk 5:57 tetap bisa mewujudkan kekompakan dan 5:59 kebersamaan dalam situasi yang seperti 6:01 ini? 6:02 Ya, 6:04 Betawi itu ikatan emosional darah ya, 6:08 kita sebagai orang Betawi. 6:10 Heeh. 6:11 Kemudian 6:13 kalau kaitan dengan politik, 6:16 he 6:17 itu sesuatu yang kalau election ada 6:19 Pilkada, Pilpres, Pilek itu kan election 6:22 5 tahunan. 6:23 He 6:23 ya. 6:24 Tidak paslah rasanya kalau misalnya 6:28 politik harus mengkota-kotakan kita 6:30 selamanya. Cukup kita kotak ketika lagi 6:32 ada pemilu. Wajar, 6:34 wajar ada yang milih A, milih B, partai 6:37 E, partai B, Pilpres juga demikian. Tapi 6:40 sebagai orang Betawi darahnya tetap 6:43 mengalir darah Betawi. 6:45 Jadi ukhwah ke Betawian itu tentu 6:48 posisinya paling tinggi ya untuk 6:51 aktivis-aktivis Betawi. Walaupun dalam 6:53 politik dia kadang-kadang ada di 6:55 mana-mana kan gitu. 6:58 Nah, ee di zaman milenial ini, Bang 7:01 Isan, seberapa pentingkah pengaruh 7:05 sebuah ormas ataupun tokoh masyarakat 7:09 ee terhadap generasi muda Betawi di 7:12 dalam menjaga keharmonisan sosial? 7:14 Gini ya, 7:16 ee sekarang orang bisa dapat info, dapat 7:20 pelajaran, dapat apapun dari media 7:22 sosial. 7:23 Betul. 7:24 Tapi media sosial itu dia memposisikan 7:29 entah itu keilmuan, entah itu pendapat, 7:33 entah itu analisa, hanya sifatnya dari 7:36 personal 7:37 yang mungkin kalau secara personal kita 7:39 harus hitung ya intelektualitas dia, 7:42 kapasitas dia. Bicara tentang itu. 7:46 Nah, kalau organisasi ini beda. Dia 7:49 punya masa bakti, dia punya rapat-rapat. 7:53 Nah, di situlah bedanya organisasi 7:55 dengan mungkin isu yang bersiuleran di 7:58 media sosial. 7:59 Iya. 7:59 Kalau organisasi setiap menjadi sebuah 8:02 keputusan itu tentunya dibicarakan dalam 8:05 satu forum ya. Mungkin kalau kita 8:07 berorganisasi ada 8:09 kita raker atau mubes itu kan ada yang 8:12 namanya komisi A. OC membahasnya itu 8:15 enggak sembarangan dan para ahli pun 8:17 kita libatkan gitu. Tokoh-tokoh Betawi 8:20 organisatoris kita libatkan. Jadi buat 8:23 saya 8:24 kaum milenial ini jangan justru walaupun 8:28 cari ilmu di mana-mana ada media sosial 8:31 kita di kamar aja bisa cari ilmu, Pak. 8:33 Tetapi berorganisasi tetap yang terbaik 8:36 menurut saya tidak harus kedaerahan, 8:38 bisa keagamaan, pemuda, partai politik, 8:42 maupun organisasi yang memang kedaerahan 8:45 karena kita suku yang menguatkan kita 8:48 gitu. 8:48 Iya. Jadi penting adanya organisasi 8:51 masyarakat, penting karena itu membuat 8:55 kita tidak berkembang sendiri ya. 8:58 Betul berkembang sendiri. 8:59 Oh ya, ngomong-ngomong persatuan kan 9:01 warisan ya, warisan bagi leluhur Betawi 9:05 terutama. Nah, 9:07 pesan moralnya kepada seluruh masyarakat 9:10 apa nih kira-kira? agar kebersamaan bisa 9:13 kita jaga dan masyarakat Betawi tetap em 9:18 menggenggam erat bukannya makin 9:21 amburadul dengan kondisi yang seperti 9:23 sekarang ini. Perbedaan pandanganlah 9:25 atau apapunlah. 9:27 Iya. Makanya saya bilang ukhuwah 9:28 batawiyah tadi karena ada ukhuwah karena 9:32 kita 9:33 Islam. He. 9:35 Ukhuwah karena kita satu bangsa, satu 9:37 negara. Ada ukhuwah ke Betawian. 9:41 Yang pasti 9:44 berorganisasi 9:45 ya seperti yang saya pimpin di Forkabi 9:47 ini 9:48 tujuannya pasti baik. Bagaimana kaum 9:52 Betawi ini bisa menjadi kaum yang 9:55 mempunyai marwah 9:57 mengangkat harkat martabat kaum Betawi 10:01 gitu. 10:02 Di Forkabi kita ingin gitu ya. He 10:07 sekarang sudah enggak ada lagi 10:09 gaya-gaya gitu yang sudah usang kita 10:12 pakai. Misalnya kekerasan, intimidasi, 10:17 tidak patut hukum, tidak menghargai hak 10:21 asasi manusia, itu sudah enggak 10:23 zamannya. Goodbye. 10:24 Goodbye. Nah, organisasi inilah yang 10:27 akan menguatkan identitas personal kaum 10:30 Betawi dengan tentunya 10:32 keputusan-keputusan organisasi yang 10:35 banyak mengajarkan tentang tatakum, 10:38 saling menghargai, saling hormati, NKRI 10:42 harga mati. 10:43 Ya, gitu. 10:44 Jadi, banyak hal yang positif dalam ee 10:47 membangun ee peradaban melalui 10:49 organisasi. 10:52 Kalau mau jujur sih negeri merah putih 10:54 kita ini tidak sedang baik-baik saja ya, 10:57 Bang ya. 10:57 Iya. 10:58 Beredarnya informasi tentang adanya 11:01 ketidakadilan, tentang hal-hal yang 11:04 mengabaikan masyarakat kecil di bawah. 11:07 Bahkan mungkin enggak sih ini 11:09 memunculkan aksi yang menjurus pada ee 11:13 anarkisme gitu yang akan melukai citra 11:17 bangsa kita. Terus apa dong yang harus 11:20 kita lakukan pada anak-anak kita, 11:22 terutama warga Betawi, remaja-remajanya 11:26 untuk bisa aman di dalam konteks ini? 11:29 Kaum Betawi itu masyarakat IND Jakarta. 11:32 Ind Jakarta. 11:33 Iya. Dulu Pak Harto bilang ya bahwa kaum 11:35 Betawi ini masyarakat inti. 11:37 Tapi di Jakarta ini kaum Betawi hanya 11:40 sisa 28%. 11:42 Menyebar justru di Jabotabek dan di 11:43 seluruh daerah. Mungkin di dunia juga 11:45 ada ya. Heeh. 11:48 Kalau kita 11:52 ingin 11:53 Jakarta 11:55 yang katanya sih bukan ibuota, tetapi 11:57 kan justru ditingkatkan menjadi kota 11:59 global dan kota berbudaya. 12:01 Yes. 12:02 Justru itu akan menguatkan jati diri, 12:04 kesukuan atau budaya. 12:07 Ya, Jakarta sebagai kota global tentu 12:11 harus aman, nyaman, damai. 12:15 Dan masyarakat Betawi sebagai masyarakat 12:18 inti sudah memberikan kontribusi itu 12:21 selama republik ini berdiri. 12:23 Kami yakin bahwa masyarakat Betawi ini 12:27 akan tetap menjadi tuan rumah yang baik 12:31 karena sejarah sudah membuktikan 12:33 enggak kalah pamor lah ya. Enggak kalah. 12:35 Dan 12:36 ee ke depan ya melalui tentu melalui 12:40 organisasi ya kita ingin ini tetap ya 12:43 edukasi-edukasi tentang banyak hal kita 12:45 akan berikan melalui keputusan-keputusan 12:46 organisasi. Dan yang paling penting lagi 12:50 ya bahwa kalau kita bicara soal 12:54 bagaimana 12:55 kaum Betawi itu bisa menjadi perekat 12:58 gitu ya karena dia sebagai masyarakat 13:00 inti. He 13:01 kemudian penyejuk ya karena di Jakarta 13:04 semua suku lain pada kemari tentunya 13:07 juga persaingan ada insyaallah itu tetap 13:10 ya kami Forkabi selalu ee berusaha 13:13 dengan ormas-ormaserahan lainnya itu 13:16 selalu jalin komunikasi melalui kopi 13:18 bareng misal contoh dengan BPKB Banten 13:22 misalnya dengan Ikama Madura, Madas 13:25 Nusantara, 13:26 Ikatan Warga Sriwijaya, KKMS Makassar, 13:30 IKM ee Minang 13:33 semua itu sudah menjadi bagian daripada 13:36 ee sahabat sahabat yang sudah kebangun 13:40 silaturahmi yang baiknya. 13:42 Ibu kota negara gitu loh dari semua 13:44 daerah kan pasti datang. Bayangkan kalau 13:47 begitu kompak dengan penduduk setempat 13:49 si asli sang Betawi ini luar biasa 13:52 banget. I. 13:53 Tapi Bang Insan, 13:55 situasi politik sekarang ini jujur bukan 13:59 hanya sekedar menghangat, bahkan media 14:02 sosial itu menjadi sumber utama ee 14:05 informasi bagi generasi kita kan ya, 14:08 yang seringki itu justru membatasi daya 14:10 kritis mereka. Entah karena ee 14:13 kreativitasnya yang kemudian terhambat, 14:16 terlebih-lebih kalau anak-anak kita, 14:19 anak Betawi terutama yang menjadi 14:21 harapan bangsa terpengaruh ikut ee 14:26 opini-opini mayoritas yang enggak benar. 14:29 Menurut Bang Hisan, kira-kira apa ya 14:32 yang sebaiknya dilakukan untuk 14:34 menghambat arus ini? Enggak mungkin dong 14:36 mereka dijauhkan dari benda berusia 14:38 berumur eh berumur berukuran 5* 10 ini 14:42 ee yang pasti 14:46 kalau kita review kita zaman dulu ya 14:48 He. 14:49 karakter kita itu kan kuat ya karena 14:52 kebersamaan 14:53 ya apalagi di bulan Ramadan ya. Waduh 14:56 kita perasaan itu kita sahur sama orang 14:59 tua buka ya itu satu kenikmatan 15:03 tersendiri. 15:05 Malah dulu zaman kita kecil di depan 15:08 rumah kita ada orang jalan habis subuh 15:10 ya. Ingat enggak ya? 15:11 Ee sekedar ngabuburit ee sore gitu. 15:15 Nah, media sosial yang kita genggam yang 15:19 namanya HP yang di dalamnya apa aja ada. 15:21 Heeh. 15:22 Ini sesuatu yang liar sebenarnya karena 15:25 di situ semua informasi positif negatif. 15:29 He 15:29 mungkin informasi tercela ada di situ. 15:33 Nah, gunanya makanya pondasinya harus 15:35 ada di keluarga. 15:37 Pondasi keluarga itu kuat, harus kuat 15:40 ya. Ee pemahaman tentang agama ee 15:44 pemahaman tentang ya termasuk tentang 15:49 pemakaian gadget yang mungkin harus 15:52 benar-benar disaring itu harus 15:55 aturannya ya. Dan kalau saya melihat 15:57 begini ya, Indonesia ini 16:02 baik ya, kalau menurut saya baik ya. Ee 16:05 setiap ee pemerintahan itu bisa ada 16:09 plus, ada minus ya. Kalau kita ambil 16:12 dulu Orde Baru, kemudian Orde Lama, Orde 16:16 reformasi dan sampai saat ini 16:18 masing-masing pemerintahan itu ada plus 16:21 minus. Tetapi untuk saat ini kalau 16:25 menurut saya ini bagus ya. Kalau kita 16:28 lihat dunia internasional memandang 16:30 kita, income kita juga mulai naik gitu. 16:34 Jadi saya melihat 16:35 saya tidak tidak menyudutkan satu orde 16:38 ya. Saya lihat semua baik. Tinggal 16:40 kitanya sebagai rakyat, sebagai 16:42 masyarakat harus bisa memposisikan 16:45 fungsi kita sebagai masyarakat yang 16:47 baik. misalnya ya kritik 16:51 boleh 16:53 kritik 16:54 ada tapinya 16:54 ada tapi kritik yang membangun kan gitu 16:58 karena kalau tidak dikritik juga nanti 17:00 ee pemerintahan bisa jadi tidak baik kan 17:02 gitu 17:03 fungsi-fungsi fungsi baik itu fungsi 17:06 pemerintah, fungsi partai politik 17:09 kalau itu fungsi semua kita nih baik 17:12 kita ini kan apa ee politik kita ini kan 17:16 azasnya Pancasila 17:18 yang enggak ada di dunia lain. Hanya 17:21 kita yang punya. 17:22 Kalau dunia lain kenal mungkin demokrasi 17:26 liberal terpimpin, mungkin ada 17:30 kapitalis, mungkin ada sosialis ya kan. 17:34 Kita dengan bertahan menjadi negara 17:36 dengan landasan Pancasila ini sebenarnya 17:39 ee dunia lain juga iri sama kita. Kok 17:42 Indonesia enggak bubar-bubar ya? 17:44 [tertawa] Padahal sukunya itu ribuan kan 17:46 gitu. Berarti kita sebagai rakyat sudah 17:49 baik, pemerintah yang jalan juga baik 17:51 walaupun kekurangannya pasti ada. Dan 17:54 hal itu juga harus 17:57 kita bicarakan kepada teman-teman kita. 18:01 He. 18:03 Anak-anak kita tentang kondisi ini. 18:06 Sarana untuk berpolitik ada partai 18:08 politik. 18:09 Iya. 18:10 Sarana untuk naikkan ee keinginan ada 18:13 LSM yang memang fokus LSM tentang 18:15 perpajakan. tentang hukum, LSM tentang 18:18 apapun bisalah di negara kita di di 18:21 dikasih kebebasan itu. Nah, jangan 18:24 sampai 18:26 gadget di tangan kita, orientasi 18:29 berpikir kita gayanya gaya liberal 18:31 misalnya gitu 18:32 ya. Ada baiknya kan gadget kita pegang, 18:35 tapi-TV 18:38 nasional menjadi rujukan juga, 18:40 radio-radio nasional juga. Karena TV 18:43 nasional, radio nasional itu dia akan 18:46 berpikir bagaimana negara ini bisa akan 18:49 baik. Tapi kalau luar kita enggak tahu 18:51 kepentingannya gitu. 18:53 Itu pandangan saya. 18:55 Mudah-mudahan Rasil juga mampu 18:57 mempersuasi yang mendengar untuk 18:59 menjadikan Indonesia lebih bercahaya. 19:01 Oke, good, good. 19:04 Ngomong-ngomong Bang Isan, meningkatkan 19:07 etos kerja dan mempergang 19:11 teguh integritas itu kan maaf 19:15 menjadi modal utama perjalanan kita. 19:18 Berapa puluh tahun sudah Bang Insan 19:21 melangkah. pernah enggak mengalami 19:24 hal-hal yang merasakan terjerambap gitu, 19:27 acakadul enggak jelas itu? Kalau 19:29 seandainya sampai terjadi kita harus 19:31 menarik nafas panjang. 19:33 Ee pengalaman Bang Isan untuk mengatasi 19:37 ini se 19:38 ee setiap perjalanan pasti ada 19:41 lika-liku, 19:42 kesandung juga, nyusup juga 19:44 pasti pasti ya. He. 19:45 Cuma kita punya keluarga satu. 19:49 He. 19:49 Kita punya pegangan agama kan gitu ya. 19:54 Jadi saya tuh selalu punya filosofi 19:58 hidup begini. 20:00 Kalau kita yang namanya dunia ini dunia 20:03 itu etalase lah kita anggap ya. 20:04 He. 20:05 Yang jatuh daun jatuh itu kehendak 20:07 Allah. 20:09 Jadi kalau kita mau itu masalahnya 20:14 berat bakal kita masalahnya itu 20:17 nguntungin kita, membuat kita nikmat, ya 20:20 kita percaya itu kehendak Allah. Tetapi 20:23 sebagai seorang muslim, seorang manusia 20:26 ya kita jangan gampang nyerah ya. 20:29 Karena kalau kita belajar dari sejarah 20:32 ya, enggak ada pemimpin itu yang jadi 20:35 pemimpin tanpa tempaan yang berat. 20:38 Enggak ada. Semua tempaan berat. Nah, 20:40 ketika sudah ditempa berat lulusnya juga 20:42 makin baik. 20:43 He. 20:45 Enggak ada yang jadi begitu saja. 20:47 Enggak ada 20:48 secara spontan ya. 20:49 Engak ada. Enggak ada. [tertawa] Kalau 20:50 kita contoh rasul malah coba lihat 20:51 perjalanan Rasul dari Nabi menjadi rasul 20:54 juga kan gitu. 20:54 Betul. Di dalam situasi sekarang yang 20:57 berkembang luar biasa bagi generasi 20:59 milenial kita ini, apakah ee menurut 21:03 Bang Insan pengaruh ayah bunda masih 21:05 cukup kuat bagi anak-anak kita? di dalam 21:08 memilih ee perjalanan langkah kehidupan 21:11 langkah mereka ya 21:13 saya melihat makin kurang problemnya 21:16 banyak ya problem pertama 21:21 sekarang kan dalam satu keluarga anak 21:24 paling banyak dua tiga. 21:26 He 21:27 beda zaman kita dulu anak ke9 12 kan 21:30 gitu ya. sehingga kompetisi di dalam itu 21:32 juga objektivitas melihat kehidupan. 21:36 Asal kata gini, meminta ke orang tua itu 21:38 juga enggak terlalu ee seperti saat ini. 21:42 Tapi inilah dunianya saat ini bahwa 21:45 anak-anak sekarang 21:48 ada ada media sosial, ada sesuatu yang 21:51 memang dia lihat ketika kebutuhan dia, 21:54 ayahnya memang menjadi sebuah kewajiban. 21:56 He 21:57 kalau dulu kan kewajiban memang, tapi 21:59 saya punya saudara 11 orang ya berarti 22:01 saya mesti ngerti dong kan gitu. Kalau 22:03 sekarang enggak 22:04 salah satunya itu ya tapi ya saya lihat 22:08 tetap saya optimis lah. Misalnya saya 22:11 punya anak yang sudah selesai kuliah, 22:14 yang lagi kuliah sama lagi masuk SMA 22:17 gitu. SMP masuk SMA. 22:20 Karakternya tetap dari dari dia bukan 22:25 dari lingkungan. 22:26 Kalau kalau dari lingkungan cara 22:29 berpikir sama iramanya itu sama. 22:32 Ini beda-beda. Berarti karakter 22:35 masing-masing ini tetap menjadi sebuah 22:37 karakter masing-masing gitu. Tinggal 22:39 kita warnai sebagai orang tua warnai 22:41 yang dominan agama atau kita ee 22:46 kehidupan. Nah, itu tergantung kita. 22:49 Iya. Jadi peran orang tua tetap ya biar 22:52 bagaimanapun juga ya. He. 22:54 Makanya saya sendiri sampai saat ini 22:57 saya jadi ketua komite di SD hanya satu 23:00 tujuan saya. Saya ngurusin anak saya dan 23:02 ngurusin orang lain 23:03 sekalian. 23:04 Sekalian dan membuat bangga anak saya 23:07 bahwa ayahnya aja 23:09 peduli terhadap dia punya sekolah gitu. 23:11 Sekarang saya komite di SMP gitu. dari 23:14 SD, SMP saya jadi ketua komite. 23:16 Tujuannya itu bagaimana anak saya 23:19 melihat saya sebagai orang tua yang 23:21 benar-benar peduli. 23:22 Peduli 23:24 itu. Jadi ini saya menghimbau juga 23:26 kepada orang tua. Kadang-kadang ambil 23:28 rapot selalu ibunya disuruh 23:31 orang ini orang laki nih, orang tua nih 23:34 yang laki-laki 23:35 ayahnya ke mana? Seolah-olah dia kayak 23:37 orang paling sibuk terus gitu. Enggak 23:39 bisa gitu. Harus kalau perlu ngambil 23:41 rapat berdua. Ibunya sama ayahnya 23:43 datang. ambil rapat itu kan 6 bulan 23:45 sekali. 23:45 Iya. 23:46 Contoh ya gitu. Nih saya kritik nih. 23:48 Kadang-kadang kan kalau orang laki atau 23:50 bapak-bapak selalu bilang, "Oh, saya 23:52 sibuk." Ya, sibuknya apa sih? Orang 23:54 karyawan pagi pulang sore ya kalau mau 23:56 ngambil rapot tinggal izin cuti atau 23:58 izin 23:59 2 jam. 23:59 2 jam 2 jam gitu ya. Nah, saya 24:02 [berdehem] e agak stressing di sini 24:04 bahwa ngurusin anak itu bukan tanggung 24:06 jawab hanya ibunya. Kita ayahnya juga 24:10 bertanggung jawab. 24:12 Masyaallah. 24:13 Ikhwan akhwat, sepenggal bahasan kita di 24:17 sahur bersama Rasil ini yang 24:20 menghadirkan Ketua Umum DPP Forkabi H. 24:24 Muhammad Ihsan, SH., MH. sekali lagi 24:28 menghadirkan tokoh Betawi yang luar 24:30 biasa yang sudah entah berapa tahun ya. 24:33 Kalau Forkabi sudah 24 tahun. Bang Isan 24:36 berapa lama mengawal dan mendampinginya? 24:40 ee kejelasannya pasti beliau yang tahu. 24:43 Terus bagaimana Forkabi ini di Jakarta, 24:47 di Betawi kan organisasi Betawi enggak 24:50 cuman Forkabi aja kan. 24:52 Bagaimana ee fungsinya dan manfaatnya 24:55 yang luar biasa ini. Pokoknya terkait 24:57 Forkabi pengin tahu lebih banyak deh 24:59 Bang Isan. 25:00 Oke. Oke. Pertama PORKABI berdiri 18 25:04 April 2001. 25:07 24 tahun ya kurang 3 bulan. besok nih 25:09 25 25:11 ee 2026 25 tahun 25:15 kita berdiri 25:18 dari beberapa tokoh 25:21 dari berbagai macam 25:23 profesi. Ada militer Letnan Jenderal 25:26 Sanit, 25:27 He. Ada politisi Husein Sani, ada 25:30 militer lagi Haji Nahrow Ramli, ada 25:34 birokrat ketika itu, ada anak muda 25:37 aktivis kampus, ada ustaz kiai ketika 25:41 itu ya. Jadi memang segmented-nya 25:44 Forkabi itu lintas, 25:46 tidak diwarnai orangnya. Misalnya orang 25:49 yang hanya kalau orang Betawi bilang 25:51 tukang jalan gitu ya. 25:53 Nah, tidak. Jadi Forkab itu harus ada 25:57 birokratnya, harus ada politisinya, 26:01 harus ada kiai dan ustaznya, harus ada 26:04 pemuda, aktivis pemuda dan ada politisi. 26:07 Itulah Forkabi. Cikal bakal forkabi 26:10 adalah warna yang beragam, bukan satu 26:12 warna. Nah, kemudian 26:15 di organisasi kebetahuan ini juga banyak 26:18 ya, ada Forkabi, ada FBR ya, ada Permata 26:23 MHT, ada Iwarda dan lain-lain. 26:27 Ada 160 26:29 ormas ke Betawian 26:32 ya. Forkabi salah satunya. Tapi kalau 26:35 yang basis massanya besar hanya ada dua 26:37 sepertinya ya, FBR dan FORKABI. Nah, 26:42 ada induknya. Induknya itu Bus Betawi. 26:46 Bamus Betawi. 26:47 Heeh. Induknya kalau di 26:50 organisasi Islam tuh ada Al-Irsyad, 26:53 Muhammadiyah, NU Persis, induknya MUI. 26:56 H. 26:56 Ya kan? Kalau di pemuda ada pemuda 26:59 Sriwijaya, NU, Muhammadiyah, pemuda 27:02 Muhammadiyah ee ada Ansar induknya KNPI 27:07 gitu. Induk. Nah. 27:10 organisasi ke Betawian itu induknya 27:11 adalah Badan Musyawarah Suku Betawi. 27:14 Nah, 27:16 kita kok sudah banyak ada gitu ya kan 27:20 sudah ada hampir 100 ada. Nah, umumnya 27:23 umumnya 27:25 organisasi Betawi itu segmented-nya 27:28 hanya pada tataran lokal. Misalnya 27:30 Ikatan Betawi Roblong, Ikatan Betawi 27:35 Tanah Abang, Ikatan Betawi Kemanggisan 27:38 sangat lokal. He. 27:39 Nah, kalau Forkabi ini dia Jabot Tabek. 27:42 Kemarin kita sudah mengembangkan menjadi 27:45 nasional. Sekarang Forkabi ada di Bangka 27:48 Belitung, ada di Jogja, ada di Bengkulu, 27:52 ada di Riau. 27:54 Masyaallah. Heeh. 27:55 Jadi orang Betawi yang merantau yang 27:59 kita fasilitasi untuk membuat organisasi 28:02 agar nanti kalau dia ee merasa 28:07 kayak enggak punya kawan di rantau gitu, 28:09 minimal dia bisa calling-koling ke kita. 28:11 Kalaupun dia punya kebutuhan di sana 28:13 yang kita bisa jembatani, kita jembatan 28:16 begitu. 28:18 Mudah-mudahan Forkabi betul-betul bisa 28:21 menyatukan semangat daripada anak-anak 28:23 kita. Sementara bagi generasi sekarang 28:27 ini, generasi Z 28:31 itu bagaimana menjaga 28:34 keseimbangan antara ibadah ritual dan 28:38 ibadah sosial. Ini kan bulan puasa nih. 28:41 Oke, 28:42 mungkin saya akan masuk dulu kepada 28:45 definisi Betawi biar tuntas nih. 28:47 Oh, oke. 28:48 Betawi itu dia adalah 28:51 Jakarta ini bukan teritorial Betawi. 28:54 Teritorial Betawi itu Jabod Tabek. 28:56 He, 28:57 istilah kita gini, Betawi itu juga ada 28:59 yang Betawi memang sebagai kiri kanannya 29:04 bapaknya Betawi, ibunya Betawi. 29:06 Ada Betawi sosialis eh sosiologis, 29:08 antropologis. dan Betawi Semenda. 29:11 Seperti wakil gubernur kita ini kan ayah 29:14 ibunya bukan Betawi, 29:15 tetapi dia peduli dengan bikin sinetron 29:17 Dul ya kan. 29:19 Nah, kita anggap dia Betawi. Makanya 29:21 orang yang disebut Betawi itu tidak 29:23 harus dia punya genetiknya orang Betawi. 29:26 Nah, teritorial Betawi bukan Jakarta 29:29 saja, dia ada di Tangerang Raya, di 29:33 Depok, dan di Bekasi. ya. Ini biar biar 29:36 pemahaman tentang Betawi juga mungkin 29:39 kita makin clear ya. Nah, kaitan dengan 29:41 ibadah 29:43 berorganisasi itu ibadah. Saya selalu 29:46 bilang dalam saya ngambil sambutan, 29:49 ngambil ee narasumber, saya bilang 29:52 berorganisasi itu ibadah selama kita 29:56 kerjainnya itu dengan ikhlas dan niatnya 29:59 karena Allah. Berorganisasi. 30:02 Bukan berorganisasi bakal gagah-gagahan. 30:05 Bukan berorganisasi bakal nyari duit, 30:07 bukan berorganisasi bakal nakut-nakutin 30:09 orang karena kita pakai seragamah itu 30:12 enggak ada nilainya. 30:14 Nah, jadi kalau nilai ibadah saya pikir 30:18 kalau ibadah yang sifatnya amaliah kan 30:20 kita jelas ya salat ya zakat, naik haji 30:26 itu jelas. Tapi ibadah sosial menurut 30:28 saya 30:30 berorganisasi juga ibadah. Karena dengan 30:33 berorganisasi kita punya program seperti 30:35 saya nih besok bulan puasa saya ada 30:38 program bagi sembako, saya ada program 30:40 buka puasa bersama, saya ada program 30:43 santruddin yatim ibadah kan 30:45 gitu. 30:47 Jadi ibadah sosial itu justru sebetulnya 30:51 jauh lebih 30:53 menarik untuk bisa dilakukan karena 30:55 enggak sendiri kan. 30:56 Betul. He. 30:57 Karena kalau ibadah yang sudah itu itu 30:59 kan ya seperti sekarang kan ada masjid, 31:01 ada musala itu ada pengajian itu sudah 31:04 jelas ya wadahnya untuk memperkuat 31:07 ibadah itu ada punya organisasi yang ee 31:11 kuat seperti NU, Muhammadiyah, Persis, 31:14 dia sudah memberikan tuntunan-tuntunan 31:18 itu untuk kita jalankan sebagai 31:20 ibadah-ibadah amaliah yang ee memang 31:23 sudah kita pahami sebagai ibadah wajib 31:25 dan sunah. Tapi ibadah sosial ya di di 31:27 organisasi ini bagaimana kita kumpul, 31:30 kita kasih ee uang. Uangnya kita 31:35 kumpulin, kita kasih yatim. 31:37 Kita kumpul kayak kemarin ada bencana di 31:40 Sumatera cukup kita WA dikumpulin, kita 31:44 berikan bantuan. kemarin kita kirim 31:46 melalui Lazismo. 31:48 Jadi, ikhwan akhwat, betapa pentingnya 31:51 berorganisasi 31:52 berada di dalam kelompok kelompok di 31:54 mana kebersamaan menjadikan kita bisa 31:58 mengoptimalkan ibadah sosial kita. 32:01 Bang Isan, ini kan bulan penuh berkah 32:04 ya. 32:04 Allah Subhanahu wa taala mengampuni 32:06 dosa-dosa 32:08 hamba-Nya. Nah, menurut Bang Isan nih, 32:11 biar optimal kita mendapatkan ampunan, 32:14 limpahan berkah dari Allah Subhanahu wa 32:16 taala, 32:17 apa yang sebaiknya kita lakukan? 32:20 Yang pertama ya dari 12 bulan ada bulan 32:26 Ramadan sebagai bulan istimewa. Maka 32:28 dibilang 32:29 Ramadan ini kan bulan ee terbaik ya. 32:33 Walaupun ada bulan-bulan lain juga yang 32:35 baik. 32:37 Di dalamnya ada ibadah yang kalau saya 32:39 lihat ibadah yang full dari habis subuh 32:45 sampai magrib. 32:48 Tarawih lagi 32:49 ada tarawih 32:50 tambah salat malam lagi. 32:51 Salat malam ya. Manfaatkan ini dengan 32:54 maksimal ya. Di sini muhasabah diri kita 32:59 juga berusaha gitu ya. 33:02 Kalau di bulan-bulan lain ibadah yang 33:07 wajibnya kita masih belangbentong, kita 33:09 perkuat di sini, jangan jadi los gitu 33:11 kan. 33:12 Iya. Iya. 33:12 Kemudian ibadah sosial, yatim, orang 33:15 susah, orang miskin kita santuni. Jadi 33:18 saya memaknai ibadah puasa ini bukan 33:21 ibadah memperkuat ibadah kita langsung 33:25 kepada Allah saja. 33:27 Kepekaan sosial juga harus kita bangun. 33:30 Emang enak kita buka dengan makanan yang 33:33 mewah 33:33 sendiri 33:34 sendiri tetangga atau orang lain 33:38 makannya mungkin dia enggak punya. 33:40 Makanya perlulah mungkin nanti ya 33:42 forkabi biasanya juga buat misalnya 33:44 bikin buka puasa atau kalau itu minimal 33:49 takjil gratis selalu kita buat 33:52 gitu. 33:53 Nah, makanya 33:56 ee 33:57 bulan puasa ini harus kita jaga. 34:02 He 34:03 satu, harus kita manfaatkan semaksimal 34:07 mungkin karena belum tentu kita dapat 34:09 puasa lagi di tahun berikutnya gitu. 34:12 Karena janji Allah kita nih ya dengar 34:16 mau masuk bulan puasa aja tuh diharamkan 34:19 tubuh kita kena api api negara api 34:21 neraka apalagi kita menjalankannya kan 34:23 gitu. He 34:26 ya memang sih bulan ee 1000 bulan ya 34:31 bulan puasa juga katanya istilah ada 34:33 istilah 34:34 kalau 34:36 masuk bulan Ramadan nih orang-orang 34:39 Betawi itu biasanya khusus karena Abang 34:42 ada di ee FORKabi itu biasanya 34:45 em persiapannya seperti apa? Ada enggak 34:48 yang merupakan bagian dari tradisi gitu? 34:50 Tradisinya banyak ya. Kalau saya tradisi 34:54 menjelang bulan suci Ramadan itu pertama 34:57 ya di lingkungan kita tradisi bersihin 35:01 tempat ibadah. 35:02 Heeh. 35:03 Ya. Cuci-cuci karpet, bersih-bersih 35:06 apa ee dinding termasuk rumah kita. 35:11 Oke. 35:11 Kalau tradisi e kami itu gitu termasuk 35:13 rumah kita. Kita bersihin, kita rapiin 35:16 gitu. Gimana sih kita masuk 1 bulan suci 35:18 ya gitu? otomatisly dengan kita bersih 35:22 tempat ibadah, bersih rumah, bersih 35:24 diri, 35:25 bersih hati gitu. Persiapannya kalau 35:27 dulu ya makan buka, makan sore itu kan 35:31 ee 35:33 istimewa lah ya 35:35 masakannya itu khas-khas gitu ya. Kalau 35:38 kalau orang Betawi itu pasti di pertama 35:41 itu dia pasti ada yang nanya 35:43 semur-semuran tuh dari semur daging, 35:45 semur ee apa tahu, semur ee semur telur 35:50 gitu ya. Kemudian pasti ada asinan 35:53 karena itu yang bikin semangat ketika 35:55 kita makan buka gitu ya pasti ada kolak. 35:59 Itulah salah satu kenikmatan bulan 36:01 puasa. [tertawa] 36:03 Kolak dan asinan. Halo, nanti kita 36:05 ketemu dengan Kolak dan Asin. Tapi, 36:07 Bang, ngomong-ngomong di belakang Bang 36:10 Insan itu ada tulisan kata siape 36:12 ee anak Betawi ketinggalan zaman. 36:16 [tertawa] 36:17 Ini pesannya sebetulnya persisnya apa 36:19 sih? 36:19 Ya ini kan sebenarnya takeinnya Dul anak 36:22 sekolahan ya yang akhirnya kita adopsi 36:24 menjadi teleklin kita. I karena memang 36:28 ee masyarakat Betawi itu suka dianggap 36:33 ya seperti itu ya ketinggalan zaman. 36:36 Padahal nih 36:39 saya ingin kasih tahu ke pemeriksa Rasil 36:43 ya. 36:44 Kita bukan ketinggalan zaman orang 36:46 Betawi 36:47 tapi orang Betawi mempertahankan budaya 36:50 dan agama. Karena kita ada di kota besar 36:53 yang semua budaya-budaya masuk, akhirnya 36:57 terkesan kita ketinggalan zaman. 36:59 Mungkin kalau daerah lain enggak ada 37:01 kalimat itu. 37:03 Karena apa? Dia mempertahankan itu. 37:05 Kayak misalnya Jogja, Jogja enggak 37:07 pernah ada yang bilang ketinggalan Jamal 37:09 ya kan dia mempertahan adat istiadat. 37:12 Nah, orang Betawi identik dengan Islam 37:15 ini selalu mempertahankan budaya-budaya 37:18 itu gitu. Akhirnya kesan ketinggalan 37:20 zamannya ada. Misalnya orang Betawi itu 37:23 biasa sarungan, 37:25 biasa. Sedangkan 37:28 kaum-kaum yang datang kan pakai jeans 37:30 pakai. Nah, itulah ya. Ee misalnya juga 37:35 kadang-kadang 37:37 agama itu membuat seorang-orang kita itu 37:40 kuno. Padahal itu syariat. 37:43 Wah kuno lo. Pacaran lo 37:45 gitu am 37:46 gitu aja [tertawa] 37:47 kan gitu. Padahal itu syariat 37:49 enggak boleh dilanggar. Nah, itulah yang 37:50 mungkin ya. Jadi karena Jakarta adalah 37:53 kota metropolitan 37:55 yang datang ini orang dari banyak suku, 37:57 banyak bangsa, dia pasti bawa 38:00 budaya-budaya yang ya tentunya 38:02 budaya-budaya yang kurang modern lah. 38:05 Padahal budaya-budaya yang tidak baik 38:07 dan tidak islami. Karena orang Betawi 38:10 itu sebenarnya mirip dengan orang 38:11 Padang. 38:13 ee dia adat istiadat itu selalu 38:16 bersandikan kitabullah. Semua adat 38:18 Betawi itu hampir semuanya azasnya 38:21 adalah syariat Islam. 38:24 Masyaallah. Jadi siapa bilang kalau 38:27 orang bahasa Indonesia kalau orang 38:28 Betawi kata siape 38:31 anak Betawi 38:32 tinggalan zaman 38:32 tinggalan zaman. Yang jelas pegang yang 38:35 lama diserap yang baru. Jadinya keren 38:38 banget malahan. 38:39 Betul. Dan itu harus kita pertahan dan 38:40 kita jangan malu. Karena itu selain 38:42 budaya di situ ada nilai agama. 38:45 He. 38:46 Karena kalau kita bicara budaya luar ya 38:48 jelaslah dari segi agamanya sudah 38:50 bertentangan sama kita ya. Belum nanti 38:52 ada kaum-kaum yang merasa makin modern 38:55 semuanya ditabrak-tabrak begitu. Enggak 38:58 bisa begitu. 38:59 Keren banget. Jadi ikhwan akhwat jangan 39:01 lupa sediain sarung baru ya selama 39:03 Ramadan ini. 39:04 Bersarung. Eh, ngomong-ngomong bulan 39:07 Ramadan ini kan utamakan sedekah itu kan 39:09 tinggi banget ya. 39:10 Iya. 39:11 Tetapi di bulan yang penuh berkah ini 39:13 untuk yang kurang mampu nih, Bang, 39:16 enggak bisa deh kalau duit tuh misalnya 39:18 karena kurang buat kita sendiri. Ada 39:20 enggak sih ide gagasan sedekah yang 39:22 bukan uang, tapi keren banget nilainya? 39:27 Ya sedekah itu kan sebenarnya enggak 39:31 harus uang juga ya. 39:32 Senyum aja sedekah. 39:33 Senyum aja sedekah. kita berbuat baik 39:35 sedekah ya. Kemudian juga sedekah. 39:37 Kalau saya lihat sih di Jakarta nih ya 39:40 atau di Jabot Tabek ini 39:42 mungkin yang paling sebenarnya kan orang 39:46 di Jakarta ini itu kalau untuk sekedar 39:50 makan, sekedar sandang, papan tuh 39:53 relatif cukup 39:54 aman. 39:55 Aman. Yang berat kan orang di luar 39:58 Jakarta ya, di daerah-daerah terpencil. 40:01 Makanya saya ee melihat kalau bicara 40:05 sedekah ya saya lebih condong masih 40:08 sedekah uang tetapi untuk saudara kita 40:10 yang ada di luar. Kalau orang Jakarta 40:13 ini yang 40:16 susahnya orang Jakarta itu kan juga 40:17 masih bisa makan gitu loh. 40:19 Sesusah-susah 40:20 sesusahnya orang Jakarta masih bisa 40:21 makan. Tapi kalau daerah lain mungkin 40:23 karena faktor alam segala macam. Makanya 40:26 ee seperti misalnya ya kalau kurban 40:31 kita kurban motong 200 ekor 40:34 ekor pun kalau habis begitu aja enggak 40:36 ada yang panjang. Makanya sekarang kan 40:38 ada yang dibuat ee di kap segala macam. 40:40 Saya pikir yang seperti itu ke depan 40:42 harus benar-benar gitu. Nah, kalau 40:44 sedekah-sedekah 40:45 ee yang masih reasonable gitu kalau 40:49 untuk di DKI ini ya saya pikir 40:55 panti kali ya. 40:57 itu Mas kalau kayak anggota-anggota 40:59 Forabi gitu ya saya lihat 41:02 ya cukup sih [tertawa] dia kasar kata 41:04 kan kalau orang Jakarta nih kalau orang 41:06 Jakarta ya 41:07 iya 41:08 dia ngerjain ng-grab ah itu aja 41:11 sudahudah ada hasil si sedangkan kalau 41:14 yang dikatakan 41:15 sebagai duafa 41:18 sebagai orang yang menurut kriteria 41:20 Islam itu apa sih mustahik apa sih muzak 41:24 itu kan jelas ya dengan penghas Hasilan 41:26 segit kayaknya kalau Jakarta sih 41:27 aman-aman aja deh kayaknya. 41:30 Alhamdulillah. 41:31 Ngomong-ngomong Bang Ihsan kan melangkah 41:33 tuh sudah puluhan tahun ya 41:35 sampai dengan yang sekarang. Bukan cuman 41:37 di organisasi dalam kehidupan pribadi 41:39 berkeluarga. 41:41 Beragam peristiwa baik bahagia ataupun 41:44 em 41:45 sukses itu dua kata yang kayaknya enggak 41:48 mudah deh disatukan. Bahagia sekaligus 41:51 juga sukses. 41:53 Berjalan seiring. Mudah enggak sih? Bisa 41:55 sih sebenarnya kita bahagia kan gini ya, 41:58 bahagia itu kan 42:00 ada di kita 42:01 hati dalam rasa. 42:02 Saya mau tanya kalau bahagia ukurannya 42:05 makanan ya. 42:06 He 42:06 menurut ibu bahagia kalau makan apa? 42:10 Makan yang aku suka gitu dan itu 42:12 beda-beda kan? 42:12 Iya. Harga bisa di bawah bisa di atas. 42:15 Betul. 42:16 Bahagia itu ada di kita. 42:18 Sukses ada di bagaimana kita sebagai 42:21 muslim ya 42:22 anak kita 42:23 ngerti agama. 42:25 jalanin l waktu kan gitu suksesnya 42:27 enggak bisa sukses misalnya oh suksesnya 42:29 anak saya rumahnya 10 pakainya land 42:32 lover yang terbaru saya pikir enggak itu 42:35 yang dikategorisi ses suksesnya harus 42:38 dunia akhirat gitu kebahagiaannya ada di 42:40 diri kita saya selalu mengumpamakan 42:43 begini ya sekarang banyak kafe-kafe 42:47 ada tempat makan yang katanya sekali 42:50 makan R10 juta begitu ya orang yang ke 42:53 sana bahagia itu. 42:55 dengan dia punya uang itu dia bisa 42:56 makan. 42:58 Mungkin di situ kepuasan kebahagiaannya. 43:01 Tapi kita nih 43:04 makan ngeliwet pakai ikan peda, pakai 43:07 pete, 43:08 siapa bilang enggak bahagia. 43:09 Kita makan di pinggir e sawah gitu, di 43:12 pinggir kali. Waduh, lebih enak dari 43:14 itu. Saya yakin lebih apalagi makannya 43:17 teman-teman yang sejalan sama kita ya. 43:20 Jadi bahagia itu bagaimana responnya. 43:22 kembali lagi bahagia dan sukses 43:25 ukurannya itu sangat relatif. Tapi kalau 43:27 sebagai muslim 43:29 kan gitu ya, kalau muslim itu kan 43:30 bersyukur. Itu aja kuncinya. Makanya 43:32 kalau doa saya selalu berdoa poin 43:35 pertama saya ada dua. 43:38 Pertama saya minta maaf kepada Allah 43:40 atas kesalahan yang kita sudah perbuat. 43:42 He. 43:42 Kedua, kita bersyukur atas apa yang 43:46 sudah diberikan kepada kita. 43:47 Apapun itu, 43:48 apapun 43:49 umur, sehat 43:50 gitu. Nah, jadi kita enggak selalu lupa 43:53 dengan ini. Kita punya dosa, kita 43:55 bersyukur. Nah, nanti yang ke sananya 43:58 ketika dikasih lebih, bersyukurnya kan 44:00 lebih. 44:01 Iya. 44:01 Kitalah misalnya kita dapat keuntungan 1 44:03 hari Rp200.000. 44:06 He 44:07 lama-lama R00.000 itu biasa. Besoknya 44:11 dikasih keuntungan R1 juta, lama-lama 44:13 biasa. Tergantung kita lah semuanya 44:15 tergantung kita gitu. Jadi mengakurkan 44:18 antara sukses dan bahagia itu sebetulnya 44:22 tidak terlalu sulit. Kalau syukur 44:24 berlimpah di 44:25 syukurnya ada di kuncinya dari syukur. 44:27 Betul. Ramadan bulan yang agung ini kan 44:31 ada 10 hari terakhir yang luar biasa ni 44:34 apa ee nilainya itu 44:36 katanya 44:37 10 terakhir 10 hari terakhir di bulan 44:41 Ramadan ini adalah malam-malam yang 44:44 dicintai Allah. 44:47 Ada gambaran enggak kira-kira 10 harinya 44:48 tuh kita optimalkan di bagian apa nih? 44:51 Ya, pertama kan seperti orang lari gitu 44:54 ya, seperti orang olahraga stretching 44:57 loh. Ujung akhirnya kan bagaimana 44:59 penyempurna dari sebuah proses. 45:01 Proses beribadah kita 1 bulan nih 45:04 10 ee pertama ada pengampunan ya atau 45:09 apa gitu ee di 10 hari biasanya nanti 45:12 kita ingat lagi tuh menjelang kita ee 45:14 menjelang kita 10 hari kan ada malam 45:16 lailatul qadar dan lain-lain. 45:20 maksimalkan saja. Kalau kita sudah 45:23 misalnya kita 45:26 tarwih di masjid, di musala 45:30 ya kita di ujung itu kita bagaimana kita 45:34 melaksanakan kalau perlu semua fardu itu 45:35 ada di 45:37 Iya. Iya. 45:37 di musala di itu kita dekatkanlah. Nah, 45:41 biasanya saya selalu milih masjid-masjid 45:43 gitu. Oh, ini saya akan di masjid ini, 45:45 masjid ini. 45:45 Wow. di ikhwan akhwat keliling yuk dari 45:48 masjid sana ke masjid sana gitu karena 45:51 banyak sekali yang bisa kita serap ya 45:53 dan indah itu. 45:54 Iya. Iya. 45:56 Kan ada istilah yang disebut birul 45:59 walidain yang fardu ain. Bagaimana sikap 46:03 kita terhadap orang tua dan tanggung 46:06 jawab kita terhadap ayah bunda. Kalau 46:09 kita masih punya orang tua, 46:12 kita sebagai anak nih, padahal kita juga 46:14 punya anak-anak dan segala macamnya. 46:16 Saran dari Bang Isan apa nih agar kita 46:19 bisa tetap melaksanakan birul walidain 46:22 ini? 46:23 Ya, orang tua itu kan keramat kita ya. 46:27 Orang tua itu kalau saya malah kalau 46:29 lagi mau punya usaha, saya selalu yang 46:34 saya ingat muka mama saya ketika itu ya 46:37 dan selalu bernazar kalau rezeki ini 46:40 saya dapat, yang saya akan kasih mama 46:42 saya dulu gitu. 46:44 Nah, itu menjadi pendorong ya bagi kita 46:47 ya, bagaimana kita rasakan kita hidup di 46:50 dunia ini tanpa orang tua kan enggak ada 46:52 apa-apanya gitu kan, enggak ada kita 46:54 gitu ya. Jadi, birul walidain dan apa ee 46:59 rasa menghormati, menghargai, dan 47:02 memberikan rezeki. Karena kan orang tua 47:03 kita kan otomatis sudah tua juga mungkin 47:05 rezekinya sudah tidak seperti kita yang 47:07 sedang produktif. 47:10 Nah, kalau 47:12 yang sudah meninggal tentunya di di 47:14 bulan puasa ini kan doa-doa yang terbaik 47:16 untuk almarhum almarhumah ya. Kemarin 47:19 kalau ayah saya, mama saya sudah 47:20 meninggal jadi ya paling doa terbaiklah 47:23 untuk mereka. 47:25 Habis salat meringankan siksa kubur 47:28 misalnya, 47:29 jangan telat salat, 47:30 ingat mukanya gitu sambil kita mengingat 47:34 gituah. Itu luar biasa lah. 47:37 Oke. Enggak terasa kita sudah di 47:38 penghujung acara nih, Bang Issan. 47:42 Kira-kira pesan apa nih terkait dengan 47:46 kehadiran di sahur Bersama Rasil di 47:50 acara yang mudah-mudahan mempersuasi 47:53 kita semua? Oke. Ee para pemirsa Rasil 47:58 yang saya hormati ya, Radio Silaturahmi. 48:01 Bulan puasa ini belum tentu kita akan 48:05 temu lagi di bulan puasa tahun 48:07 berikutnya. 48:09 Umur enggak ada yang tahu, enggak tua, 48:10 enggak muda, enggak ada penyakit, banyak 48:13 hal yang bisa menyebabkan kita meninggal 48:16 gitu. Itu dulu ya. Jadi jangan ah puasa 48:19 tahun ini seperapat persen aja kadar 48:22 kita. Karena besok kita dapat lagi itu 48:25 dulu. Jadi ketika masuk bulan puasa 48:28 Allah kasih pengampunan di bulan ini. 48:30 Manfaatkan sebaik mungkin. Hablum 48:33 minallah kita perkuat, hablum minannas 48:35 kita perkuat. Kemudian kepekaan sosial 48:38 kita perkuat. Yang paling penting kalau 48:40 kita dalam satu keluarga, 48:42 jadikan keluarga ini sebagai sebuah ee 48:46 komunitas utama dulu di bulan puasa ini. 48:49 Kalau bisa ada kita ke masjid, ke 48:53 musala, ada juga yang salat jemahnya itu 48:55 di rumah 48:56 begitu 48:57 ya. 48:58 Dan kepekaan juga kita bangun kepada 49:00 anak kita ya, bahwa eh kita bisa makan 49:02 enak, orang lain belum ya sedikit. 49:05 Walaupun cuma yang kita masak itu enggak 49:07 banyak, kita berikan ke orang yang 49:09 terdekat 49:10 terdekat yang memang kita lihat mungkin 49:12 makannya belum tentu enak gitu ya. Nah, 49:14 kemudian sebagai ketua organisasi ya, 49:17 saya sih hanya menghimbau kepada anggota 49:19 saya ya, kita bikin kegiatan sosial yang 49:22 pas di bulan Ramadan biasanya pembagian 49:24 takjil. Nanti di ujung ya kita bisa 49:27 memberikan sembakau kepada yang 49:29 membutuhkan 49:31 minimal di lingkungan struktural 49:33 masing-masing. 49:35 Masyaallah. 49:36 Sekali lagi terima kasih untuk Ketua 49:40 Umum DPP Forkabi yang hadir hari ini 49:44 yang sudah mempersuasi kita. 49:46 Mudah-mudahan Ramadan ini benar-benar 49:49 bisa kita lewati, kita isi dengan 49:51 optimal dan kita dapat bersama-sama 49:54 kembali insyaallah di Ramadan tahun 49:56 depan. 49:57 Amin. 49:58 Ikhwan akhwat. Subhanakallahumma 50:00 wabihamdika ashadu alla illa anta 50:03 astagfiruka wa atubu ilaih. Billahi 50:05 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 50:07 warahmatullahi wabarakatuh. 50:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:10 wabarakatuh.