Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:25 berjumpa dalam program tausiah sore 0:29 yang akan merenungi satu tema yang 0:31 sangat dekat dengan kehidupan kita. Di 0:34 mana pada sore hari ini, Ikhwan dan 0:36 Akhwat, 0:38 kita akan mengambil tema nikmat Allah 0:41 yang dilalaikan. Di sore hari ini, 0:43 Ikhwan dan Akhwat, seperti biasa telah 0:46 kami hadirkan di ruang dengar Anda, 0:49 Ustaz Z. Mahmid yang kini telah 0:51 tersambung melalui sambungan Zoom. 0:55 Asalamualaikum warahmatullahi 0:57 wabarakatuh, Ustaz. 1:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. 1:02 Masyaallah, ikhwan dan akhwat. Seringki 1:06 kita sibuk mengejar keinginan dan 1:08 kebutuhan dunia hingga lupa bahwa 1:11 sejatinya kita dikelilingi oleh nikmat 1:13 Allah yang tidak terhitung jumlahnya. 1:17 Mulai dari nikmat kesehatan, waktu 1:20 luang, iman, keluarga hingga kesempatan 1:23 untuk beribadah. Namun sayangnya banyak 1:26 dari nikmat itu justru terabaikan dan 1:29 baru terasa berharganya ketika sudah 1:31 hilang. Di sore hari ini itu yang akan 1:34 dibahas oleh guru kita Ustaz Z Mahmid 1:38 dan alhamdulillah kita telah tersambung 1:41 dengan beliau. Langsung saja ikhwan dan 1:43 akhwat kita akan mendengarkan tausiah 1:46 yang akan disampaikan oleh guru kita. 1:49 Tafadol Ustaz. 1:52 Asalamualaikum warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 1:58 Alhamdulillahi rabbil alamin. 2:02 Alhamdulillahilladzi 2:05 anamana bdolilan. 2:09 Alhamdulillah 2:10 alladzi anama alaina binikmatal islam 2:14 wal iman. 2:17 Tumma innalhamdalillah nahmaduhu 2:19 waskuruhu wasastainuhu wastagfiruh 2:23 wa naud nazubillahi minuri anfusina 2:25 watialina 2:28 man yahdillah fahual muhad 2:31 waman [berdehem] yudlil falan tajid lahu 2:33 walian mursyida. 2:36 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:38 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 2:41 abduhu wa rasuluh. 2:45 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:48 nabina Muhammad an naabir rahma wa ala 2:52 alihi wasahbihi wasallama tasliman ka 2:55 Allahumma rabbisrohli sodri waassirli 2:59 amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu 3:01 qauli. 3:03 Allahum jaalna minalladina amanu wailus 3:06 shihat watwu bilhaq watwab 3:11 amin ya arhamarahimin. 3:13 Para pendengar sekalian, hamba Allah 3:15 yang mulia di mana aja Anda berada. 3:18 Segala puji dan puja bagi Allah 3:20 Subhanahu wa taala yang menghantarkan 3:23 kita bangun waktu pagi dengan nikmah 3:26 dari Allah Taala dan kita Allah 3:29 hantarkan sampai saat ini di waktu sore 3:32 juga dengan nikmat dari Allah Subhanahu 3:35 wa taala. 3:36 Allahum lakal hamdu ya rab asbahna 3:40 binikmah waliah wa amsa binma waliah. 3:46 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 3:48 Allah subhanahu wa taala di mana aja 3:50 Anda berada. 3:52 Insyaallah dengan kondisi saha waliah 3:56 kalau ada yang sakit mudah-mudahan Allah 3:59 Subhanahu wa taala menurunkan syifa 4:03 kepada mereka yang sakit. 4:06 Syifaun warahmah 4:09 ya obat penawar 4:13 dan kasih sayang Allah Subhanahu wa 4:15 taala tertumpah kepada mereka dan kepada 4:17 kita sekalian insyaallah. Begin ya 4:19 rabbana karim. Kepada mereka dalam 4:21 perjalanan yang mendengarkan siaran kami 4:24 ini, insyaallah Allah Taala 4:26 menghantarkan Anda sampai pulang ke 4:28 rumah bahat waliah 4:31 sampai di tujuan masing-masing dengan 4:33 kondisi yang sehat. 4:35 Saengat sekalian yang dimuliakan Allah 4:37 Subhanahu wa taala 4:41 tentang nikmah ya 4:45 bahasa Indonesianya 4:47 nikmat 4:50 ini dalam Al-Qur'an nikmah Allah Taala 4:53 itu sangat luas 4:56 berbeda dengan makna nikmat 5:00 dalam bahasa Indonesia berbeda. 5:04 Tapi hampir-hampir 5:06 mendekati maknanya hampir-hampir sama. 5:09 Tapi berbeda. Kalau kita berbicara 5:11 dengan nikmat dalam bahasa Indonesia ya 5:13 berbeda 5:16 ya. Seorang umpama 5:20 dia lagi makan sesuatu 5:24 dan enak di lidahnya, enak di 5:27 kerongkongannya, dia akan mengatakan, 5:28 "Aduh, nikmat banget ya makanannya. 5:33 Tapi belum tentu 5:36 nikmah yang Allah berikan ini dia pandai 5:39 menghargai kepada Allah Subhanahu wa 5:41 taala. 5:43 Di dalam Al-Qur'an Allah taala ingatkan 5:46 kepada kita sekalian 5:48 bahwa tidak ada satu nikmah 5:51 yang kita nikmati dalam kehidupan kita 5:54 ini yang tidak akan dimintakan 5:56 pertanggung jawab oleh Allah Subhanahu 5:58 wa taala. 6:00 Sehingga dalam Al-Qur'an Allah Taala 6:02 ingatkan kepada kita sekalian. 6:08 Allah Taala ingatkan kepada kita 6:10 sekalian bagaimana Allah Taala akan 6:12 menginterogasi 6:15 semua yang Allah berikan kenikmatan yang 6:19 kita nikmati dalam kehidupan kita. 6:24 Tumma latus'alunna yaumaidin anin naim. 6:30 Kemudian nanti 6:33 latusaluna 6:36 akan dimintakan pertanggung jawab, akan 6:38 dipertanyakan kepada mereka 6:44 alun yaumaidin 6:46 ketika di yaumul kiamah 6:49 anim 6:51 dengan semua bentuk nikmah yang telah 6:54 diberikan kepada mereka, kepada kita 6:57 sekalian. 7:00 Coba kita renungkan sejenak 7:04 nikmah apa aja yang dalam kehidupan kita 7:06 sehari-hari. 7:09 Di dalam Al-Qur'an Allah Taala ingatkan 7:12 ada dua kali dalam Al-Qur'an Allah Taala 7:14 ingatkan 7:17 wain taudu nikmatallah 7:20 laha. 7:22 Ya. Kemudian di ayat yang lain lagi 7:25 Allah Taala menyatakan waakum minalum 7:30 wauallah 7:34 innal insanaumun 7:36 kaa. 7:39 Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala 7:43 telah memberikan kepada kita 7:47 apa yang kita minta kepada Allah dan apa 7:51 yang kita tidak minta 7:55 Allah berikan. Banyak hal yang kita 7:57 tidak pernah minta kepada Allah tapi 7:59 Allah Taala berikan. 8:01 Karena Allah Taala lebih tahu apa yang 8:03 kita perlu apa yang kita perlukan dalam 8:05 kehidupan kita. 8:07 Kemudian Allah Taala menyatakan waudu 8:09 nikmatallah la. 8:13 Kalau kita ingin menghitung nikmat Allah 8:16 Taala 8:17 padahal terkadang sebagian manusia 8:19 berpikir begini. 8:22 Saya salat lima kali sehari. Saya sudah 8:25 taat, 8:26 saya bersedekah, 8:28 ya saya berbuat baik. 8:32 Apa yang saya dapatkan di dunia ini? 8:35 Apakah itu hanya untuk upacara akhirat? 8:40 Subhanallah. 8:42 Maka jauh-jauh hari sebelum kita 8:44 berpikir yang demikian, Allah Taala 8:46 menyatakan wain taudu nikmatallah. 8:49 Kalau Anda ingin menghitung-hitung 8:51 nikmat Allah Taala, kita kan biasanya 8:53 biasanya ya 8:56 kalau orang berbuat 8:58 baik ee kalau kita berbuat baik kepada 9:01 seseorang 9:03 ya boleh dibilang berbuat baik sekali, 9:07 dua kali ya mungkin satu waktu orang itu 9:10 minta tolong ini itu kita bantu. 9:15 sekali waktu kita minta pertolongan dari 9:18 orang tersebut. Kita ada perlu satu kita 9:21 minta pertolongan. 9:24 Kemudian orang itu 9:26 menolak dengan memberikan alasan umpama 9:28 dengan cara yang baik. Waduh, saya 9:31 enggak bisa karena begini begini begini. 9:33 Umpama 9:35 itu biasanya 9:37 kita menggerutu 9:39 dan terkadang kita marah kepada orang 9:42 tersebut. 9:43 Padahal mungkin kita bisa berbuat baik 9:45 kepadanya baru dua tiga kali. 9:50 Kemudian kita mulai menghitung 9:54 kan dulu dia begini saya bantu. Dia 9:56 begitu saya bantu dia begini. Sama 9:59 dengan kita menghitungkan kebaikan kita 10:02 kepada orang tersebut. 10:04 Coba kita balikkan kepada diri kita. 10:13 Kalau kita diperintahkan oleh Allah 10:15 untuk salat, 10:18 itu sebenarnya bukan untuk Allah, untuk 10:19 kita. 10:21 Karena nikmat yang kita terima dari 10:24 Allah Subhanahu wa taala, Allah taala 10:26 menyatakan kalian tidak bakal sanggup 10:28 untuk bisa menghitung sekalipun kalian 10:31 memakai komputer yang paling canggih. 10:37 Ya Allah, kalau kita berbicara dalam 10:39 kehidupan kita di dunia, 10:43 coba saya memberikan tamsil begini. 10:49 Ketika kita berada di rahim ibu-ibu 10:52 kita, 10:56 biasanya kalau orang hamil sesudah kita 10:58 lahir, ya kita sudah tahu, oh dulu kita 11:02 ibu kita yang hamil kemudian melahirkan 11:04 kepada kita. 11:08 Ya, baru kita tahu, aduh pengorbanan 11:11 ibunya luar biasa. 11:14 Tapi ketika kita masih berada di alam 11:16 rahim, 11:20 hampir tidak pernah kita akan mendengar 11:23 orang yang hamil itu dia berdoa minta 11:26 kepada Allah, "Ya Allah, 11:28 lahirkanlah anakku dengan tangan dua, 11:32 kakinya dua, ya, matanya dua." 11:37 Biasanya para ibu-ibu hanya berdoa, "Ya 11:40 Allah, permudah yang dalam persalinanku. 11:45 Lahirkanlah anak yang sehat walafiat, 11:48 anak yang salehah." Artinya general, 11:51 karena si ibu ini yakin Allah Subhanahu 11:55 wa taala lebih tahu apa yang dibutuhkan 11:57 oleh ibu ini. 12:01 Karena ini anak yang dalam rahim. 12:06 janin yang dalam rahim 12:08 dia tidak tahu tentang kehidupan dunia 12:11 dan dia belum sadar apa yang dia akan 12:13 hadapi dan dia belum tahu bahwa dia akan 12:16 berpindah ke dunia 12:20 tapi dia nikmati kondisi dalam rahim 12:23 termasuk kita semua 12:26 kita berputar-putar di alam rahim ya 12:30 dan saat itu kita terendam dalam air 12:34 Jadi kita hidup dalam air, terendam 12:36 dalam air. 12:41 Dia berputar-putar alam rahim. 12:44 Kalau umpama 12:46 kita waktu di alam rahim bisa ngomong, 12:49 berbicara kepada Allah Taala, kita akan 12:52 mengatakan kepada Allah, "Ya Allah, 12:55 aku di sini tidak butuh tangan, 12:58 aku tidak butuh kaki. 13:01 Supaya aku lebih gampang untuk 13:03 bermanuver di alam rahim ini. 13:05 Berputar-putar ke sana ke sini lebih 13:06 enak. 13:12 Tapi Allah Subhanahu wa taala mengetahui 13:16 apa yang kita butuhkan nanti 13:19 ketika kita dilahirkan oleh Allah 13:21 Subhanahu wa taala. 13:26 Ketika Allah sudah ciptakan kita 13:28 berbabak-babak kemudian Allah Taala 13:29 menyatakan tumma nuhriukumla. 13:34 Kemudian kami lahirkan engkau, pindahkan 13:37 engkau menjadi anak bayi di pangkuan 13:40 ibumu. 13:45 Dan hamba Allah yang mulia. 13:49 Ketika seorang anak lahir, 13:52 umpama aja 13:54 tangannya tidak sempurna. 14:04 Malaikah yang Allah sudah sediakan di 14:06 dunia untuk menerima kepadanya dengan 14:08 kasih sayang yaitu ibunya 14:11 akan menangis berhari-hari. 14:15 Walaupun dia terima dengan hati yang 14:17 gembira, 14:19 tapi hatinya menangis 14:24 karena dia melihat tidak sempurnanya 14:27 tangan yang dia butuhkan nanti 14:32 dalam kehidupan yang akan dihadapi ke 14:33 depan. 14:38 Tapi Allah Subhanahu wa taala maha tahu. 14:43 Justru itu ada hamba-hamba Allah yang 14:45 begitu dia lahir ke dunia memang 14:49 sengaja Allah Subhanahu wa taala 14:52 menjadikan dia lahir dalam keadaan buta. 14:56 Dan itu bagi yang bersangkutan 15:00 mungkin dia nikmati 15:03 karena di alam rahim dia enggak pernah 15:04 melihat apa-apa. 15:08 masih tertutup matanya. 15:11 Jadi walaupun sampai di dunia matanya 15:13 sudah terbuka, dia tidak merasa menyesal 15:16 ada sesuatu yang kurang kepadanya. 15:20 Namun biasanya hamba-hamba Allah yang 15:23 Allah Taala kurangi pandangannya, 15:26 artinya Allah Taala tidak memberikan 15:29 kesempatan untuk dia bisa melihat, tapi 15:32 Allah Taala memberikan kelebihan di hal 15:34 yang lain. Subhanallah. 15:39 Dan penyelidikan di dunia Barat. 15:42 Penyelidikan di dunia Barat. Ternyata 15:45 orang-orang yang buta dari lahir, 15:48 insting mereka itu dan pendengaran 15:51 mereka itu sangat tajam 15:54 melebihi daripada orang-orang yang 15:55 normal. 15:58 Jadi ada yang Allah Taala kurangi, ada 16:00 yang Allah Taala lebihan. 16:03 Tapi ketika kita berada di alam rahim, 16:06 Allah Taala tahu bahwa kita bakal butuh 16:08 tangan, 16:10 butuh kaki. Sekalipun janin ini 16:12 mengatakan, "Ya Allah, kalau tidak ada 16:14 tangan, tidak ada kaki, saya lebih enak 16:16 untuk berputar-putar di alam rahim 16:18 berbalik-balik." 16:21 Tapi Allah Taala berikan tangan 16:23 kepadanya. Walaupun dia tidak minta, 16:24 ibunya enggak minta. Ibunya hanya berdoa 16:26 minta, "Ya Allah, lahirkan anakku dengan 16:28 sehat. 16:34 Itu sesuatu yang kita tidak minta dari 16:36 Allah Taala. 16:38 Mana ada anak yang lahir janin dalam 16:42 rahim. Dia minta, "Ya Allah, 16:44 kompletkanlah aku dengan dua tangan, dua 16:46 kaki, ya, dua mata, bisa melihat 16:49 telinga, enggak ada. 16:54 Nanti sudah mulai berbulan-bulan 16:57 dalam pengkuan ibunya baru mulai nampak 17:00 kebutuhan kakinya, kebutuhan tangannya. 17:04 Jadi luar biasa nikmat Allah Subhanahu 17:07 wa taala dalam kehidupan kita. 17:11 Itulah sehingga di dalam Al-Qur'an 17:14 ada Allah Taala sebutkan kepada kita, 17:17 lain syakartu laazidan. 17:22 Kalau pandai kalian, kita semua pandai 17:24 mensyukuri nikmat Allah ini, Allah Taala 17:28 akan tambahkan nikmatnya, akan perbesar 17:30 nikmat. 17:31 Nah, nikmat Allah Taala ini sangat luas. 17:35 Kesehatan kita salah satu nikmat Allah, 17:38 kemampuan kita dalam soal ekonomi adalah 17:40 nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. 17:43 Kita mendapatkan istri yang salehah itu 17:46 nikmat dari Allah Taala. 17:48 Allah memberikan anak kepada kita adalah 17:50 nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. 17:54 Allah memberikan kekayaan yang berlimpah 17:56 ruah. 17:58 Itu nikmat dari Allah Taala. 18:02 Tapi 18:04 seberapa besar, seberapa banyak 18:07 ketika kita menikmati yang Allah berikan 18:11 nikmahnya ini, seberapa banyak kita 18:14 mensyukuri kepada Allah dan menyadari 18:17 siapa pemberi nikmah ini kepada kita. 18:24 Malahan terkadang 18:26 kita kufur kepada Allah Subhanahu wa 18:28 taala. 18:31 Saya ingin memberikan satu contoh para 18:34 pendengar sekalian yang dimuliakan Allah 18:36 Subhanahu wa taala. 18:40 Ketika Allah Subhanahu wa taala 18:41 menceritakan di dalam Al-Qur'an, 18:45 Subhanallah, 18:48 peristiwa tentang Harun, 18:54 Allah Taala menceritakan dalam 18:56 Al-Qur'an. 19:02 Kalau kita berbicara tentang Karun, 19:07 saya kira semua orang tahu. 19:10 Kita kalau dapat 19:12 kalau kita dapat kekayaan dalam tanah, 19:15 terkadang kita katakan, "Wah, ini harta 19:17 karun." Malahan harta karun itu sudah 19:20 menjadi sebutan. Kalau orang kaya raya 19:22 luar biasa kadang-kadang ada yang 19:24 mengkomentar, "Wah, ini dia mendapat 19:26 harta karun 19:30 sudah jadi nama." Padahal yang namanya 19:33 itu Qarun. 19:35 Allah Subhanahu wa taala menceritakan 19:37 dalam Al-Qur'an. 19:39 Siapa Karun ini? 19:42 [berdehem] 19:43 Allah Taala menceritakan, "Inna qaruna 19:47 minumi Musa fabag alaihim. 19:51 Sesungguhnya 19:53 Qarun ini 19:55 Qarun kana min kaumi Musa. Dia tadinya 19:59 pengikut Nabi Musa. Malahan di dalam 20:02 tafsir Ibnu Abbas 20:04 mengatakan bahwa Harun ini adalah 20:07 misanannya 20:09 atau saudara misan, saudara sepupu Nabi 20:11 Musa. 20:15 Saudara sepupu sangat dekat dan dia 20:18 termasuk orang yang mengikuti 20:22 kepada Nabi Musa Alaih Salam. 20:27 Kemudian Allah Subhanahu wa taala 20:29 membuka kepadanya rezeki yang berlimpa 20:31 ruah. Masyaallah. 20:37 Mungkin 20:38 kita perlu bertanya. 20:41 Peristiwa ini terjadi kan sudah ribuan 20:44 tahun yang lalu, puluhan ribuan tahun 20:46 yang lalu, mungkin 56.000 tahun yang 20:49 lalu di zaman Nabi Musa Alaih Salam. 20:53 Karena sesudah Rasulullah, Nabi Isa. 20:55 Kemudian ada beberapa nabi lagi baru 20:57 Nabi Musa. 20:59 Jadi mungkin 10.000 tahun yang lalu. 21:01 Kemudian Allah Taala mengabadikan kisah 21:04 ini dalam Al-Qur'an diwahyukan kepada 21:06 Rasulullah. Untuk siapa? 21:09 untuk kita semua mengambil pelajaran. 21:17 Kita perlu mengambil pelajaran. Karena 21:19 dalam Al-Qur'an ini Allah Subhanahu wa 21:21 taala mengingatkan kepada kita semua 21:26 bahwa 21:31 peristiwa-peristiwa dalam Al-Qur'an itu 21:34 untuk supaya kita mengambil contoh dan 21:36 pelajaran dalam kehidupan kita. 21:39 Bagaimana ketika Allah Taala akan 21:41 membalikkan satu keadaan 21:44 lebih cepat dari kita membalikkan 21:46 telapak tangan. 21:50 Innahu ala kulliin qadir. Dia Allah maha 21:54 sanggup atas segala sesuatu. 21:59 Maka Allah menceritakan kepada kita 22:00 sekalian dalam Al-Qur'an. 22:03 Innauna mini Musa fabag alaihim. 22:08 Karun ini termasuk 22:10 pengikutnya Nabi Musa, kelompok Nabi 22:12 Musa, pengikut Nabi Musa. 22:16 Tapi Allah Taala menyatakan, "Fabagha 22:19 alaihim." 22:27 Kemudian dia ini membangkang kepada Nabi 22:30 Musa, membangkang kepada kaumnya. 22:35 Karena ketika itu dia diberikan kekayaan 22:37 yang berlimpah ruah. Luar biasa. 22:41 Luar biasa kekayaan diberikan Allah 22:43 kepadanya. 22:49 Sehingga di dalam ayat ini, dalam 22:50 Al-Qur'an Allah Taala ceritakan kalau 22:53 dia berjalan 22:55 dengan pakaian kebesarannya, dia diikuti 22:59 oleh 23:01 bukan pengawal, pegawai-pegawainya dia 23:03 yang memikul 23:06 kunci-kunci 23:07 perbendaharaan gudang harta yang dia 23:10 punyai. 23:13 Malahan di dalam tafsir Ibnu Katsir 23:15 dikatakan hartanya juga dia ini dibawa. 23:20 Kalau dia berjalan, hartanya itu diikut 23:22 dengan yang memikul hartanya dia. Jadi 23:25 kita bisa bayangkan 23:28 berapa banyak kekayaan hamba Allah ini 23:31 karunkan 23:37 kesombongannya dengan apa yang Allah 23:39 berikan. 23:43 Kemudian kelompoknya dia, pengikutnya 23:46 Nabi Musa melihat ini. 23:52 Jadi Allah Taala menyatakan waainahu 23:55 minaludi ma inama fatihahu 23:59 biusbatiulil 24:01 quah. 24:05 Dan Allah taala menyatakan waainahu. Dan 24:08 kami Allah memberikan kepadanya 24:11 perbandaharaan harta yang masyaallah 24:15 dengan kunci-kuncinya dia. Kunci-kunci 24:17 gudang. Kalau sekarang kan kunci kita 24:19 sepotong-sepotong kecil gini. 24:27 Kuncinya dia besar-besar. 24:30 Nah, bayangkan ya gudang itu berapa 24:32 besar. 24:34 Kemudian harta dan kunci-kuncinya ini 24:37 kalau dia berjalan, dia bawa bersama, 24:40 diikutkan di belakangnya dia dengan 24:42 pakaian kebesarannya, dengan 24:44 kesombongannya. 24:50 Kemudian subhanallah 24:56 idala lahu qumuhu la tafrah. 25:01 Kemudian kelompoknya 25:04 pengikut Nabi Musa Alaih Salam 25:07 melihat tingkah lakunya 25:10 Karun. 25:11 Mereka nasihati kepadanyaah. 25:18 Karena mereka masih menganggap Karun ini 25:20 termasuk dari golongan mereka yang 25:22 pengikut Nabi Musa. 25:25 Jadi mereka mengatakan kepada Karun, "La 25:28 tafrah innallaha yuhibbul farihin." 25:33 Jangan terlalu membangga-banggakan apa 25:35 yang Allah berikan kepadamu. 25:38 Allah Taala sangat tidak ingin, sangat 25:42 tidak menginginkan 25:45 mereka yang terlalu merasa 25:47 berbangga-bangga. 25:50 Kemudian dia lanjutin nasihatnya. 25:57 Akhir. 26:00 Jadi mereka mengatakan seakan-akan 26:01 daripada Anda berbangga-bangga kepada 26:03 manusia dengan kekayaan yang Anda 26:05 punyai, nah itu sekarang terjadi. 26:08 Sekarang 26:11 seperti yang lalu yang saya pernah 26:12 sampaikan, 26:15 anggota DPR ketika lagi baru masuk calon 26:20 mereka mau merendah mengemis suara 26:23 daripada masyarakat lingkungannya. 26:27 Dan itu yang terjadi memang. 26:30 Tapi begitu sudah menjadi anggota DPR, 26:34 lebih banyak mereka membanggakan diri 26:36 menunjukkan kekayaan 26:40 ya 26:41 dan bentuk mobil yang mereka bawa. 26:46 Malahan baru-baru ini kan salah satu 26:48 anggota DPR 26:50 mobilnya berderet sampai berapa banyak? 26:53 Wallahualam. Ada 10 15 mobil. 26:57 Bagaimana mereka mau pakai? Subhanallah. 27:02 Dengan penampilan 27:04 pakaian mereka memakai jam tangan yang 27:06 berharga miliar. 27:08 Jadi lebih banyak hanya untuk 27:10 membanggakan menunjukkan 27:13 kepada masyarakat 27:15 berbanding terbalik dengan ketika mereka 27:18 baru masuk calon. 27:22 Dan ini Allah Taala sudah tunjukkan di 27:24 zaman Nabi Musa Alaih Salam. 27:27 Ketika kelompoknya Nabi Musa memberikan 27:29 nasihat kepada Farun, la tafrah. 27:33 Anda jangan terlalu menunjukkan 27:35 kesombongan, terlalu berlebih-lebihan 27:39 membanggakan diri. Karena sesungguhnya 27:42 Allah innallaha la yuhibbul farihin. 27:46 Allah Taala tidak menghendaki 27:48 orang-orang yang terlalu 27:49 membangga-banggakan diri. Kemudian 27:52 mereka datang wabakallah 27:56 darah. 27:58 Jadi ada baiknya 28:01 apa yang Allah berikan kepadamu 28:04 wabakallah. 28:09 dengan pemberian-pemberian Allah 28:10 kepadamu, 28:13 sediakan aja untuk engkau kembali nanti 28:16 ke yaumul akhir. 28:21 Nah, kita mau ingin tahu fakallah apa 28:24 aja pemberian Allah kepada kita. 28:26 Subhanallah. 28:28 Itulah sehingga Allah Taala 28:32 berulang nyatakan di dalam Al-Qur'an. 28:36 Wa nikmatallah. 28:39 Kita bisa merasa nikmah dari Allah Taala 28:42 itu karena ada pemberian Allah. 28:45 Apa pemberian Allah Taala kepada kita? 28:50 Kesehatan. 28:53 Coba 28:55 harta yang berlimpah ruang. 29:00 Kemampuan kita untuk ngomong. 29:08 Ada hamba-hamba Allah mendapat rezeki 29:11 dengan kepintaran dia untuk ngomong. 29:14 Apa dia ngomong untuk melucu ya 29:18 atau dia sebagai pengacara? Pengacara 29:22 kan kebanyakan pintar ngomong 29:26 dan dia dapat rezeki untuk itu 29:33 atau dia menjadi kaya raya karena 29:35 nyanyian ya artis. 29:40 Sekalipun untuk wanita 29:43 ya diharamkan kalau di depan orang 29:45 sambil nyanyi menggoyang-goyangkan badan 29:47 dengan pakaian-pakaian yang ket itu 29:49 enggak boleh dalam Islam. 29:53 Tapi dia Allah berikan rezeki dengan 29:55 itu. 30:00 Jadi apa aja yang Allah berikan kepada 30:02 kita, 30:05 setidak-tidaknya kita pergunakan 30:07 kesempatan ini untuk nanti kembalinya 30:10 kita ke yaumul akhir. Jadi sama bedanya 30:14 kira-kira begini. Ketika kita masih muda 30:17 sekolah, 30:19 kita sekolah kita mencari ya jurusan 30:22 yang banyak yang berpikir begini, ya 30:25 saya mau cari jurusan ini supaya begitu 30:27 selesai cepat bisa dapat kerjaan. 30:31 Boleh bukan? Enggak boleh bagus. 30:36 Tapi otomatis kan dia lakukan ini dengan 30:40 susah paya karena dia berpikir masa 30:42 depannya dia. 30:46 Tapi ada terkadang baru selesai sekolah 30:50 belum 30:52 mendapatkan hasil daripada masa depannya 30:55 dia sudah meninggal dunia. 31:01 Masa depan kita sebenarnya di yaumul 31:04 akhir itu masa depan kita. 31:09 Justru itu 31:11 sering-sering hamba Allah yang mulia 31:14 jalanlah ke kubur, duduk di kubur 31:16 sebentar renungkan. 31:20 Ternyata ini masa depan saya akan masuk 31:22 ke sini perjalanan ke yaumul akhir. 31:29 atau ketika kita mengantarkan jenazah, 31:32 renungkan 31:34 kita dalam keadaan nikmat 31:39 dan kita harus berpikir yang memberikan 31:42 nikmah kepada kita itu 31:52 masa depan kita di yaumul akhir. 31:56 Tapi Allah Taala nyatakan wala tansa 31:57 nasibaka minad dunya. Nanti kita 31:59 terangkan wala tansa nasibaka minad 32:01 dunya. Jadi kelompoknya Nabi Musa Alaih 32:05 Salam, pengikutnya Nabi Musa menasihati 32:07 kepada Qarun. 32:10 Seakan-akan kalau kalimat kita tiap hari 32:12 daripada Anda ini terlalu 32:14 membangga-banggakan diri, lebih baik 32:17 cari sesuatu untuk 32:21 adaral akhirah, untuk masa depan Anda di 32:24 yaumul akhir. 32:28 Karena apapun yang kita punyai, bukan 32:32 karena dengan kepintaran kita sendiri. 32:36 Bukan apa aja yang kita dapatkan, apa 32:40 aja yang kita punyai, 32:43 bukan karena kepintaran kita, 32:46 bukan karena kemampuan kita. Tugas kita 32:49 dalam kehidupan ini hanya berusaha 32:51 dengan baik. Soal rezeki sampai di mana 32:54 itu urusan Allah Subhanahu wa taala, 32:56 bukan urusan kita. 32:59 Ya, terkecuali kalau Anda mau ingin 33:01 motong jalan, ambil jalan pendek, 33:04 korupsi, ya, mencuri, menggelapkan, itu 33:09 ambil jalan pendek. Tapi Allah Taala 33:12 sudah ancam itu sesuatu yang haram. Anda 33:15 berangkat umrah dengan uang korupsi, 33:17 dengan uang menggelapkan uang negara, 33:20 subhanallah 33:22 itu mau cuci dosa dengan kotor, dengan 33:24 kotoran. 33:29 Jadi 33:32 kaumnya dia menasihati kepadanya 33:37 wabakallah. 33:40 Dengan pemberian-pemberian Allah 33:42 kepadamu, coba Anda dapatkan nanti untuk 33:46 kembalinya Anda ke yaumul akhir. Artinya 33:48 sama dengan kita katakan kita sisihkan 33:50 sebagian. 33:55 kita kirim ke akhirat. 34:00 Kita kan biasa kirim fulus. Anak kita 34:03 umpama sekolah luar negeri, kita kirim 34:05 fulus ke luar negeri. Ya, ada teman kita 34:09 umpama di luar negeri yang mungkin 34:11 pernah kita pinjam duit, kita kirim ke 34:13 luar negeri. 34:16 Bisa enggak kita kirim ke akhirat? 34:19 Ya bisa. Subhanallah bisa. Sangat 34:22 gampang lagi. 34:25 Enggak pakai ongkos ngirim, enggak 34:27 repot, enggak ruet. Dari mana aja bisa 34:30 kirim ke akhirat dan tidak akan hilang. 34:34 Dijaga, dicatat, disediakan semua untuk 34:38 terimanya di sana oleh para 34:40 malaikat-malaikat Allah Subhanahu wa 34:42 taala. Kita bisa kirim ke akhirat. Mau 34:44 kirim 1 miliar, 2 miliar boleh. Boleh 34:53 beli tanah kita wakafkan untuk masjid 34:58 sampai ke akhirat kiriman kita 35:01 ya. Kita menggali sumur untuk mereka 35:04 yang memerlukan air 35:06 itu namanya kita kan mengeluarkan duit 35:09 itu namanya kita mengirim uang kita ke 35:11 yaumul akhir. Nanti kita terima di sana. 35:23 Jadi mereka nasihati kepada Karun. 35:26 Apa jawab Karun kepada mereka ketika 35:29 mereka nasihat? 35:31 Qala innama utituhu ala ilmin. 35:37 Sebenarnya anak ini jadi kaya raya 35:39 begini seakan-akan 35:43 tinggal dia mengatakan aja tidak artinya 35:46 maknanya mengatakan sesungguhnya inama 35:52 aku dapatkan ini atau Allah berikan 35:55 kepadaku ini karena kepintaranku. 35:59 Coba bayangkan 36:02 kita lihat aja dalam kehidupan kita. 36:06 Berapa banyak 36:08 orang yang sangat pintar malahan punya 36:11 gelar doktor 36:15 bekerja di perusahaan yang punya 36:17 perusahaan orang mungkin cuma tamatan 36:18 SMA 36:20 mungkin enggak ada S1 banyak kejadian. 36:27 Jadi kepintaran tidak ada jaminan bahwa 36:29 kita akan jadi kaya raya. 36:33 Tapi kalaupun Allah Taala menjadikan 36:35 kita seorang yang kaya raya, 36:38 kalimat yang terindah kita balikkan 36:41 kepada Allah. Alhamdulillah 36:45 lakal hamdu ya. 36:47 Itu kalimat yang paling indah. 36:53 Di dalam Al-Qur'an itu Allah Subhanahu 36:55 wa taala terangkan kepada kita 36:57 berkali-kali 36:59 bagaimana nabi-nabi 37:02 apa yang mereka dapatkan, yang mereka 37:04 inginkan kemudian diberikan oleh Allah 37:06 Subhanahu wa taala atau dia terlepas 37:09 daripada 37:10 kecelakaan atau kezaliman 37:13 selalu mereka dahulukan dengan 37:15 alhamdulillah 37:18 alladzina jana minalumidalimin 37:21 itu Nabi Musa eh Nabi Nuh. 37:24 Alhamdulillah najjana minumilimin 37:28 Nuh mengatakan, "Ya Allah, segala puji 37:30 dan puja bagi kalian bagimu. Aku 37:34 terlepas daripada 37:36 mereka-mereka yang zalim." 37:39 Kemudian Nabi Ibrahim alaih salam, 37:43 alhamdulillahilladzi wahabali ala 37:46 kibaril ismail wa isha. 37:50 Jadi artinya ya Allah dan selanjutnya 37:53 ada banyak tentang nabi-nabi ini dimulai 37:55 dengan alhamdulillah. Nah, sekarang 37:58 kalau kita dalam keadaan nikmah, 38:02 berapa banyak kita bertahmid kepada 38:03 Allah? 38:09 kita menjadi kaya raya. Berapa banyak 38:11 yang kita kirim ke yaumul akhir 38:15 untuk perkampungan kita di akhirat, 38:17 tempat tinggal kita di akhirat? 38:20 Wabag faqallah adaral akhirah. 38:25 Semua pemberian Allah yang diberikan 38:27 kepadamu jangan lupakan untuk membeli 38:30 rumah di akhirat. ya 38:35 untuk menyediakan tempat yang lapang di 38:37 akhirat. 38:39 Cara kirimnya gampang kita kasih kepada 38:42 duafa 38:44 ya, kepada fuqara, 38:47 kepada penampungan anak-anak yatim. 38:52 Apalagi sekarang dengan kita lihat 38:54 Palestina yang lagi menderita. 38:55 Masyaallah. 38:58 Kalau sudah aman, sudah selesai, 39:01 tidak bakal dalam sebulan, 2 bulan terus 39:05 selesai mereka itu tidak. Mereka bakal 39:08 memerlukan uluran-uluran tangan dari 39:10 kita, bantuan-bantuan dari kita. 39:14 Mari kita balik kepada peristiwanya 39:17 Karun tadi. 39:19 Jadi, atak kepada kita itu luar biasa. 39:25 Kemudian Allah Taala menyatakan ee 39:27 kelompoknya wibaka minad dunya. Jadi 39:31 nasihat mereka ini Anda enggak usah 39:34 sia-siakan seakan-akan semua hartamu 39:36 harus dikirim ke akhirat bukan. 39:39 Dan ini juga wala tansaka minad dunya 39:43 kayak pisau yang bermata dua. Di atas 39:45 tajam di bawah tajam. 39:49 Jangan engkau sia-siakan nasibmu di 39:51 dunia. Artinya 39:54 juga ketika Allah memberikan kehidupan, 39:57 kenikmatan, kelapangan dalam hidup 39:59 kepadamu, jangan sia-siakan untuk nanti 40:03 engkau akan dikembalikan oleh Allah ke 40:06 yaumul akhir. Jangan kita lupa tempat 40:09 berpijak. 40:11 Di ayat yang lain lagi Allah Taala 40:14 memberikan lebih jelas lagi. 40:17 Innakum ba'da lamayitun. 40:22 Kemudian sesudah engkau nikmati apa yang 40:24 Allah berikan, 40:26 ya engkau banggakan apa yang Allah 40:28 berikan, 40:30 engkau berpesta porora dengan apa yang 40:32 Allah berikan kepadamu, 40:35 Anda akan berakhir dengan menjadi 40:37 jenazah 40:38 untuk Allah masukkan ke kubur 40:41 untuk nanti kita akan sampai ke yaumal 40:43 akhir. 40:47 Dan tidak ada harta yang kita bisa bawa. 40:50 terkecuali apa yang kita bisa kirim 40:53 ketika kita masih hidup. 40:59 Agen-agen untuk menerima kiriman ke 41:02 akhirat itu sangat banyak dalam 41:03 kehidupan kita. Kita tengok kiri, tengok 41:06 kanan, bergelimpangan agen-agennya. 41:09 Siapa agen-agen mereka ini? 41:12 Itulah mereka kelompok yang difukara, 41:17 kelompok yang miskin, yang fakir ya. 41:21 Penampungan anak yatim, memberikan anak 41:23 yatim itu mereka merupakan agen-agen 41:26 untuk supaya uang kita bisa terkirim ke 41:27 yaumal akhir. 41:35 Wala tansa nasibaka minad dunya. 41:38 Jadi Allah memberikan kesempatan kepada 41:40 kita dalam kehidupan dunia ini. Ada yang 41:42 Allah berikan kesempatan 20 tahun, ada 41:44 30 tahun, ada 70 tahun, ada sampai 80 41:47 tahun. 41:48 Pergunakan kesempatan ini karena 41:50 kesempatan tidak bakal datang dua kali. 41:53 Dan kapan kita akan dipindahkan menuju 41:56 ke yaumul akhir? 41:58 Tidak ada seorang pun yang tahu. 42:04 Tiba-tiba datang perintah Allah Taala. 42:08 Inn lillah wa inna ilaihi rajiun. 42:16 Ada teman saya baru kejadian minggu lalu 42:21 dengan beberapa orang. 42:24 Mereka kata masya ke Amerika, ke 42:25 Amerika. 42:27 Dan teman saya ini segar bugar. 42:29 Masyaallah. Segar. Tapi termasuk orang 42:32 yang saleh. Masyaallah. 42:35 Kalau antara magrib dan isya dia enggak 42:37 pulang. Dia tunggu itu tunggu untuk 42:41 salat Isya. Waktu subuh tetap dia tunggu 42:45 sampai syuruk bar dia pulang. 42:46 Masyaallah. 42:48 Dan hampir tiap waktu hadir di masjid. 42:52 itu saya tahu tahu benar tahu benar 42:56 karena saya terlibat di masjid tersebut 42:59 saya tinggal dekat masjid tersebut 43:02 sampai di Amerika 43:04 subhanallah 43:06 habis makan dia rasa perutnya enggak 43:08 enak 43:10 dia baring meninggal dunia 43:13 nah ini contoh aja contoh 43:17 kalau Allah Taala sudah datangkan utusan 43:19 untuk memindahkan kan kita ke alam 43:21 barzak. La yastairuna saatan wqdimun. 43:26 Tidak ada seorang pun yang bisa 43:28 mempercepat atau memperlambat. 43:32 Jadi Allah Taala ingatkan kepada kita 43:34 wala tans minun jangan sia-siakan 43:38 kesempatan yang Allah berikan kita di 43:40 dunia. 43:43 Karena kesempatannya begitu kita lewat 43:45 kita 20 tahun, begitu lewat 21 tahun 43:48 kita sudah enggak bisa balik lagi untuk 43:49 ke20. 43:54 Kemudian mereka nasihati kepadanya, 43:59 wa ahsin 44:00 kama ahsanallahu ilai. 44:04 Maka untuk itu wahai Karun, berbuat 44:07 baiklah sebagaimana Allah telah berbuat 44:10 baik kepadamu. 44:12 Tapi ayat ini bukan hanya khusus untuk 44:14 Qarun, untuk kita semua. 44:18 Allah nyatakan waahsin kamaallahu ilai. 44:23 Berbuat baik 44:25 sebagaimana Allah telah berbuat baik 44:27 kepadamu, kepada kita tiap-tiap orang. 44:33 Kebaikan Allah kepada kita itu yang 44:35 Allah Taala nyatakan mau coba-coba 44:37 hitung lahsuha 44:44 innal insanaulumun kaar. Tapi sayang 44:47 manusia kebanyakan membangkang kepada 44:50 Allah Subhanahu wa taala. Apa 44:56 kebaikan Allah kepada kita? 45:00 Subhanallah. Subhanallah. Satu contoh 45:03 aja. Contoh yang terjadi tiap hari 45:05 kepada kita. Tiap hari. 45:08 Tiap hari kepada kita terjadi 45:11 dengan nikmat yang luar biasa. Kita 45:13 kalau makan, 45:15 kalau makan 45:18 itu masyaallah kalau makanannya enak. 45:23 itu kita terasa di lidah 45:26 telannya enak. 45:32 Tapi begitu dia sudah lewat kerongkongan 45:35 sudah bukan urusan kita lagi, sudah 45:37 urusan Allah Taala. Apa makanan ini 45:40 menjadi gizi yang baik, menjadi nutrisi 45:42 yang baik atau makanan ini menjadi 45:44 penyakit baginya? 45:48 Dan yang menerima makanan kita ini ada 45:51 laboratorium yang sangat canggih yang 45:53 Allah berikan kepada kita tiap-tiap 45:55 orang. Perut kita itu berlaboratorium 45:58 yang luar biasa canggihnya. 46:01 Canggih luar biasa perut kita. Labor 46:04 laboratorium sangat canggih. 46:06 Ada seorang doktor, seorang wanita, 46:10 ada buku yang dia tulis buku tersebut 46:13 berjudul ee The Mankind. 46:17 Ya, the mankind is not standing alone. 46:21 Bangsa manusia tidak berdiri sendiri. 46:25 Jadi maksudnya dia, dia bukan seorang 46:27 muslim. Maksudnya dia ada kekuasaan yang 46:31 mengatur kepadanya yang dia katakan di 46:33 situ God Tuhan. 46:37 Dan dia katakan 46:39 kebanyakan manusia tidak sadari 46:43 bahwa ke mana aja dia pergi, dia membawa 46:46 laboratorium yang sangat canggih. 46:49 The most sophisticated laboratorium on 46:53 earth. 46:56 Laboratorium yang paling canggih di muka 46:58 bumi, perut kita. 47:01 Kenapa 47:03 kita makan nasi, kemudian kita minum 47:07 teh, kemudian kita makan buah, kita 47:10 makan manis, kita makan es krim, 47:13 diterima oleh perut kita. 47:16 Kemudian dia cerna, 47:19 ada yang dia kirim jadi antibodi, ada 47:22 yang dia kirim jadi nutrisi. Ya, 47:25 macam-macam. 47:28 Coba kita renungkan saja, Nak. 47:30 Kalau umpama nasi, 47:33 ice krim 47:35 ya, pisang apalagi kita campur jadi aduk 47:39 jadi satu. 47:44 Paling-paling jadi sampah orang enggak 47:45 bisa makan 47:48 tapi perut dia terima dengan baik. 47:50 Kemudian dia pisahkan. 47:53 Oh, ini untuk energi buat badan, ini 47:56 untuk nutrisi, 47:58 ini untuk apa? Antibodi. 48:04 Yang tidak terpakai ampas-ampasnya. Ada 48:06 yang dia buang melalui kencing, 48:09 ada yang dia buang melalui dubur, 48:11 pelepasan. 48:13 Di mana laboratorium yang Anda bakal 48:15 dapatkan seperti ini? 48:18 Siapa yang berikan itu? 48:21 Siapa yang perintahkan untuk 48:22 melaksanakan pekerjaan ini? Untuk 48:25 menggiling semua makanan, 48:26 memisah-misahkan 48:28 Allah Taala. 48:33 Enggak pakai listrik, enggak pakai 48:35 apa-apa, dia tetap bekerja. 48:38 Dia cerna apa yang kita makan. Dan kita 48:41 kalau sudah kenyang, merasa nikmah, 48:44 nikmah yang luar biasa. Justru itu kita 48:47 sesudah makan disuruh untuk bertahmid. 48:50 kepada Allah Taala. Sebelum makan kita 48:52 mulai dengan bismillahirrahmanirrahim. 48:57 Apakah itu bukan bagian dari pemberian 49:00 Allah? 49:02 Coba kalau Allah Taala rubah lidah kita, 49:07 ente makan yang manis, yang garam, yang 49:09 pedas, yang itu sudah enggak terasa. 49:10 Semua sama. 49:14 Bakal tidak ada kenikmatan di dalam 49:16 memakan tersebut. Makan- makanan 49:18 tersebut. 49:20 Jadi pemberian Allah Subhanahu wa taala 49:23 kepada kita itu luar biasa. Allah hanya 49:26 minta satu aja. Wa ahsin kama 49:30 ahsanallahu ilai. Sudah ber wah 49:33 berbabak-babak pemberian Allah kepada 49:35 kita yang baik. Allah Taala katakan maka 49:38 berbuat baiklah kalian kepada masyarakat 49:40 lingkunganmu. 49:42 Berbuat baiklah dalam ibadah yang Allah 49:46 perintahkan kepadamu, kepada kita. 49:49 Kama ahsanallahu ilaik. Sebagaimana 49:51 Allah Taala berbuat baik kepadamu. 49:56 Coba sekarang ini kan 50:01 ada sampai sekarang ini terjadi bentuk 50:04 apa? Bentuk ee pembunuhan kriminal 50:08 karena untuk mengambil organ manusia 50:10 untuk dijual. 50:13 Itu baru terjadi belum lama. itu yang 50:14 ditangkap beberapa orang yang terjadi di 50:17 mana dan mereka ingin menjebak 50:19 hamba-hamba Allah di Indonesia untuk 50:21 berikan pekerjaan. Sampai di sana 50:23 dioperasi, dibedah tanpak pakai biu 50:25 sampai itu untuk diambil ginjalnya 50:28 untuk dijual. 50:32 Dan menurut yang saya baca biasanya yang 50:34 dijual itu ke negeri Cina. Jadi sudah 50:37 ada agen-agennya untuk menampung. 50:41 Coba 50:43 ginjal kita itu bekerja untuk mencuci 50:46 darah kita, mempurify darah kita. Kita 50:49 tidur dia bekerja. Kita lagi jalan dia 50:51 bekerja. 50:53 Itu cuma bagian kecil dari dari dari 50:57 kebaikan Allah Taala. Tapi terhadap diri 51:00 kita satu nikmah yang paling besar yang 51:02 luar biasa. 51:05 Coba kalau Allah Taala hentikan fungsi 51:08 ginjal kita, apa yang terjadi? 51:13 Kita harus cuci darah di rumah sakit. Ya 51:16 Allah. 51:17 Cuci darah paling enggak satu minggu 51:20 tiga kali. 51:23 Jadi ini nasihat daripada kelompoknya 51:25 Nabi Musa Alaih Salam kepada Karun. 51:29 Orang yang kaya raya tapi lupa tempat 51:31 berpijak, lupa daratan. Maka ambillah 51:34 pelajaran 51:36 dan apa yang Allah Taala lakukan kepada 51:39 Karun. 51:40 Kemudian dalam nasihat ini dilanjutkan 51:43 dengan 51:45 wahsin kamallahu ilaik. 51:48 Kalau sudah tidak bisa berbuat baik, 51:51 [berdehem] 51:53 sudah tidak bisa berbuat baik, 51:57 jangan berbuat fasad, 51:59 jangan berbuat munkar, 52:02 jangan menghina orang, jangan memfitnah 52:05 orang, jangan mengadu domba orang. 52:09 Itu fasad. Itu bentuk fasad. 52:12 Wala tabil fasada fil ard. Jangan 52:15 tanamkan kefasikan di dalam kehidupanmu. 52:20 Ah, dan ini banyak yang terjadi. 52:24 Terkadang hamba-hamba Allah kalau sudah 52:26 kaya raya 52:29 dia sudah mulai mulai melirik. 52:31 Subhanallah. 52:35 dipakai untuk 52:44 datang tempatempat 52:47 ya. 52:49 Subhanallah. 53:00 Allah Taala dengan cara yang baik. Nikah 53:03 dengan cara yang baik. 53:06 Bukan dipergunakan harta yang Allah 53:08 berikan, kebaikan yang Allah berikan 53:10 kita pergaran yang diharamkan oleh Allah 53:12 Subhanahu waala. Jadi Allah Taala 53:14 menyatakan 53:16 di ayat ini nasihat mereka kepada Qarun 53:20 wala fasad. 53:23 Jangan tanamkan kefasikan kebongkaran 53:27 ya dalam kehidupanmu. 53:31 Orang luar terganggu denganmu. Anda 53:33 mempergunakan kekayaan Anda untuk 53:35 menzalimi orang. 53:38 Anda mempergunakan kekuasaan Anda untuk 53:41 menyalahkan orang. memenjarakan orang. 53:44 Nauzubillah. 53:47 Innallaha la yuhibbul mufsidin. 53:50 Maka ingat baik-baik, 53:52 Allah Taala sangat tidak menghendaki 53:54 orang-orang yang berbuat fasad. 53:58 Hamba Allah yang mulia, 54:01 itulah 54:03 sekilas cerita tentang Karun. 54:06 Mungkin kita ingin tahu apa yang terjadi 54:09 dengan Qarun sesudah itu. 54:12 Dia dan harta bendanya semua 54:14 ditenggalamkan Allah ke dalam tanah. 54:17 Tanah terbuka. Dia masuk bersama 54:19 hartanya dengan orang-orangnya semua ke 54:21 dalam. Kemudian tanahnya tertutup 54:24 kembali. 54:27 Jadi memang harta karun ada 54:30 dalam tanah. Apa sudah hancur atau 54:33 belum? Wallahualam. Di mana tempatnya? 54:36 Wallahuam. 54:38 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 54:40 mengharapkan magfirahnya. Waminallahi 54:42 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 54:44 warahmatullahi wabarakatuh. 54:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:48 wabarakatuh. Demikian ikhwan dan akhwat 54:52 telah kita simak bersama pemaparan yang 54:55 telah disampaikan oleh guru kita Ustaz 54:58 Zahmid melalui sambungan Zoom tentang ee 55:02 nikmat Allah yang diabaikan. 55:06 Kami akan jeda sejenak terlebih dahulu 55:08 ikhwan dan akhwat dan kami akan kembali 55:10 ke ruang negara Anda nanti setelah jeda 55:13 dengan menjawab beberapa pertanyaan yang 55:15 sudah masuk. Jadi tetaplah bersama kami 55:17 dalam program tausiah sore. 55:36 Satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati 55:39 Allah subhanahu wa taala. Terima kasih 55:41 Anda masih bersama kami dalam program 55:43 tausiah sore. 55:45 Kami sapa terlebih dahulu ada Ibu Henti 55:48 di Jakarta Utara, lalu ada Ibu Ani Hani 55:52 Khudaifah. 55:54 Ee semoga Pak Ustaz dan juga Bi Agus 55:57 selalu sehat walafiat. Alhamdulillah 55:59 hadir menyimak di radio pencerahan 56:01 tausiah sore. Ada Ibu Retno. 56:05 Alhamdulillah hadir menyimak tausah sore 56:07 Ustaz ZMAH. Jazakallah khair 56:10 pencerahannya, Ustaz. Kemudian ada 56:16 siapa ini? Ibu 56:18 Eyang Sri, lalu ada Bapak Arwin di 56:23 Jagakarsa. 56:25 Semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah 56:27 serta para pendengar Radio Rasil selalu 56:29 dalam keadaan sehat walafiat serta dalam 56:32 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 56:35 Amin. 56:36 Amin. [berdehem] 56:37 Ada Umi Abdul Aziz, ada Bapak Saihan 56:42 Rohili di Pulau Gebang bertanya, 56:45 "Assalamualaikum, Pak Ustaz. Apakah 56:48 bermalas-malasan dalam mengerjakan 56:50 ibadah dan tidak peduli terhadap 56:53 lingkungan di sekitarnya itu termasuk 56:55 mengingkari kenikmatan dari Allah?" 56:59 Itu, Pak Ustaz. 57:01 Pertanyaan pertama. 57:02 Iya. Iya. 57:03 Ya, memang kalau kita malas dalam ibadah 57:06 sama dengan kita mengingkari 57:08 nikmah yang Allah sudah berikan kepada 57:10 kita diikuti dengan perintah. 57:13 Padahal perintah untuk kita beribadah 57:15 ini tidak memberatkan kepada kita 57:16 sebenarnya. Cuma kita ada yang merasa 57:19 berat tapi sebenarnya tidak memberatkan 57:21 kepada kita. Malahan membawa nikmah yang 57:23 lebih besar kepada kita. 57:26 Itu benar. Sama dengan mengingkari 57:28 nikmat Allah Subhanahu wa taala. 57:30 mensyukuri nikmat Allah Taala itu bukan 57:32 hanya sekedar kita mengatakan 57:34 alhamdulillah. Alhamdulillah sebagian 57:37 daripada 57:38 niat kita berterima kasih kepada Allah 57:40 Taala mensyukai kepada Allah. Tapi dalam 57:43 tindak tanduk kita juga diperhatikan 57:45 oleh Allah Subhanahu wa taala. Apalagi 57:47 kalau dia tidak mempedulikan dengan 57:50 masyarakat lingkungannya. Karena Rasul 57:52 sallallahu alaihi wasallam menyatakan 57:54 man la yahtam biumuril mukminin muslimin 57:57 falaisa minna. Orang yang tidak peduli 58:00 dengan muslimin di lingkungan kita, 58:03 Rasulullah menyatakan bukan dari 58:04 kelompokku. 58:06 Berarti sama dengan dia mengingkari 58:08 Allah dan Rasulullah sallallahu alaihi 58:10 wasallam. Insyaallah terjawab. 58:12 Baik. Insyaallah terjawab. Kemudian dari 58:14 Bapak Raya di Sawangan, Pak Ustaz 58:18 ee alhamdulillah menyimak tausiah dari 58:21 Ustaz 58:23 menarik tentang mengirim uang ke luar 58:25 negeri baru terpikir mengirim ke akhirat 58:28 lebih mudah dan lebih aman. 58:32 Pak, 58:33 itu Ustaz. 58:34 Iya. Memang kita kan keluarkan kirim 58:36 uang ke luar negeri kan ada uang kosim. 58:40 Heeh. 58:41 Dan juga kita harus ke bank, kita harus 58:44 mana. Tapi kalau kita mau kirim ke 58:45 akhirat, gampang banget. Agen-agen di 58:48 lingkungan kita enggak pakai ongkos 58:50 kirim, enggak pakai mana-mana itu 58:51 langsung masuk. Dan yang ngirim lagi 58:54 malaikah. Masyaallah. 59:00 Silakan lanjut. 59:01 Baik, dilanjut Ustaz, ya. Kemudian 59:04 selanjutnya dari Bapak Samsudin di 59:06 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 59:08 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam. 59:11 Di usia saya yang sudah tidak muda lagi, 59:15 sering terlintas 59:17 penyesalan. Karena dulu banyak nikmat 59:20 Allah yang saya lalaikan. Terutama waktu 59:23 dan kesempatan beribadah. Bagaimana cara 59:26 menebus kelalaian di sisa umur yang ada. 59:29 Terima kasih usia 55 tahun. 59:33 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 59:34 shalli ala sayidina. 59:38 Penyesalan itu 59:41 sudah merupakan pintu taubat, 59:44 penyesalan. 59:45 Dan Allah Taala tahu orang yang merasa 59:47 menyesal kemudian kalau kita 59:52 apa begitu muncul penyesalannya, 59:55 perbanyak ikuti dengan istigfar kepada 59:57 Allah. 59:59 Ya Allahumma 1:00:02 inni astagfiruka wa atubu ilaik. 1:00:05 Astagfirullahaladzim. 1:00:07 Alladzi la ilahailla hayyul qayyum 1:00:10 waubuaih. Perbanyak baca itu. 1:00:13 Perbanyak baca itu. Karena di dalam 1:00:15 Al-Qur'an Allah Taala ingatkan orang itu 1:00:19 yang ketika dia bertauat ya 1:00:23 sesudah dia berbuat dosa ini, dosa itu, 1:00:25 dosa ini, dosa itu yang Allah Taala 1:00:26 menyatakan nanti Allah lipat gandakan 1:00:28 azabnya bagi mereka. Tapi kemudian Allah 1:00:31 Taala tutup di ayat ini dengan illa man 1:00:34 taba terkecuali mereka yang bertobat. 1:00:38 Penyesalan itu merupakan dia memasuki 1:00:40 pintu taubat. 1:00:43 Tinggal actingnya yang perlu dia 1:00:45 tambahkan. Actingnya apa? Kita 1:00:47 beristigfar yang banyak kepada Allah. 1:00:50 Minta kepada Allah. Allahumma inni 1:00:53 asaluka fi'aliratarkal 1:00:56 munkarat. Dengan bahasa Indonesia. Ya 1:00:58 Allah. Aku minta kepadamu supaya umur 1:01:02 kali yang sisa ini terisi dengan banyak 1:01:04 kebaikan dan aku tinggalkan semua bentuk 1:01:06 kemungkaran. 1:01:09 Allah Taala nyatakan ketika dia bertobat 1:01:11 dan dia rubah gaya hidupnya. 1:01:15 Tadinya suka berhura-hura, suka ini, 1:01:17 suka itu, yang tidak-tiubah 1:01:19 sekarang datang ke pengajian lebih 1:01:21 banyak duduk di masjid. 1:01:23 Iya. 1:01:23 Tobat. Terkadang-kadang dia baca Quran, 1:01:25 kadang-kadang bercucuran air matanya 1:01:28 kalau memikirkan dosa-dosa yang lalu itu 1:01:30 Allah Taala nyatakan 1:01:32 apa? Illa manaba wa amana wazina 1:01:39 ulaika yubadilah. 1:01:44 Maka dosa-dosa yang lalu-lalu 1:01:47 dihapus oleh Allah dan dibalikkan 1:01:50 seakan-akan dia berbuat baik saat itu. 1:01:55 Jadi banyak istigfar, 1:01:57 banyak bertobat kepada Allah Taala dan 1:02:00 banyak isi dengan salat-salat sunah. 1:02:04 salat di waktu malam, salat duha, salat 1:02:07 itu. Dan kalau umpama 1:02:11 Allah Taala menghendaki Allah Taala 1:02:14 rubah semua dosa-dosanya itu, kemudian 1:02:16 Allah Taala rubah menjadi perbuatan 1:02:18 hasan. 1:02:20 Insyaallah terjawab. 1:02:23 Baik, terima kasih untuk Pak Samsudin. 1:02:26 Kemudian ada Bapak Hasan. Asalamualaikum 1:02:31 warahmatullahi wabarakatuh di Bekasi. 1:02:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:35 wabarakatuh. 1:02:36 Saya ini kadang suka lupa bahwa 1:02:39 kesehatan juga nikmat Allah yang besar. 1:02:42 Baru terasa penting setelah jatuh sakit. 1:02:45 Bagaimana caranya supaya kita ini tidak 1:02:47 terlena dan selalu ingat untuk bersyukur 1:02:50 terutama di usia yang makin senja? 1:02:55 Masyaallah. 1:02:57 Banyak tadahkan tangan kepada Allah. Doa 1:02:59 minta kepada Allahumma ainikrikaukrika 1:03:03 wa husni ibadat. Ya Allah bantulah aku 1:03:06 ya Rabb. Bimbinglah aku untuk selalu 1:03:09 mengingat kepadamu, berzikir kepadaamu. 1:03:13 Wasyukrika bersyukur kepada wah husni 1:03:17 ibadah. Dan supaya ibadahku makin hari 1:03:19 makin baik. 1:03:21 Minta kepada Allah. Kemudian kita banyak 1:03:24 berzikir kepada Allah. Banyak baca 1:03:25 Al-Qur'an, 1:03:27 banyak zikir kalimat-kalimat zikir itu 1:03:29 macam 1:03:31 di antara Allah Taala menyatakan ada 1:03:32 kalimat zikir yang sangat dicintai oleh 1:03:34 Allah. Kalimatan khafifatan fil lisan, 1:03:38 fil mizan habibatan indarahman. Dua 1:03:42 kalimat yang sangat ringan di lidah. 1:03:44 Betul. Sangat ringan dan sangat berat di 1:03:47 timbangan amal dan sangat dicintai oleh 1:03:50 Allah, disukai oleh Allah. yaitu kalimat 1:03:53 subhanallah wabihamdihi subhanallahilim. 1:03:57 Perbanyak-banyak demikian. 1:04:00 Perbanyak baca lailahaillallah wahdahu 1:04:02 la syarikalah 1:04:04 lahul mulku wahul hamdu yuhyiumit wahua 1:04:08 qadir. Kemudian minta kepada Allah 1:04:09 Taala. Ya Allah inni 1:04:14 insyaallah terjawab. 1:04:16 Baik. Kemudian pertanyaan selanjutnya 1:04:19 dari Ibu Siti di Depok. Ustaz, saya 1:04:24 ingin bertanya. Kita sering mengeluh 1:04:26 tentang keadaan ekonomi. Padahal masih 1:04:28 bisa makan, masih punya tempat tinggal. 1:04:32 Apakah kebiasaan banyak mengeluh ini 1:04:34 termasuk bentuk melalaikan nikmat Allah? 1:04:39 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:04:40 shalli ala 1:04:45 ya. Artinya mengeluh itu kita rubah, 1:04:49 kita mulai dengan alhamdulillah. 1:04:54 Jangan sebab mengeluh tidak akan merubah 1:04:57 keadaan. 1:04:58 Mengeluh tidak akan merubah keadaan. 1:05:02 Tapi bertahmid kepada Allah akan 1:05:04 menjadikan keadaan kita berubah. 1:05:09 Karena mengeluh sama dengan seakan-akan 1:05:11 kita menyalahkan Allah Taala dengan 1:05:14 kondisi kita. 1:05:15 Padahal seperti Anda katakan ada makan, 1:05:18 ada tempat tinggal, ada gul 1:05:20 alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:05:23 Karena ada banyak yang lebih susah, 1:05:25 lebih sulit dari kita. Jadi keluhan itu 1:05:28 dirubah dengan kalimat alhamdulillah. 1:05:31 Insyaallah terjawab. 1:05:32 Baik. Ada Bapak Ridwan di Cibubur. 1:05:36 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:37 wabarakatuh, Pak Ustazam. 1:05:40 Saya melihat sekarang ini banyak orang 1:05:43 sibuk mengejar harta, termasuk saya 1:05:45 dulu. Kadang sampai lupa bahwa waktu dan 1:05:48 umur, usia juga nikmat Allah. Bagaimana 1:05:52 cara menata hati agar kita sadar nikmat 1:05:55 umur ini tidak boleh diabaikan? 1:05:58 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:06:00 shalli ala sayidina Muhammad. 1:06:03 Ada doa yang diajarkan oleh Nabi 1:06:05 sallallahu alaihi wasallam. 1:06:08 Ya 1:06:10 Allahumma 1:06:12 inni asaluka imanan yubirbian. 1:06:19 Ya Allah aku meminta kepadamu supaya 1:06:24 ronggaah dadahku ini, hatiku ini 1:06:28 dipenuhi dengan iman dan keyakinan 1:06:30 kepadamu. 1:06:32 Enggak harus dengan bahasa Arab, dengan 1:06:34 bahasa Indonesia banyak minta kepada 1:06:36 Allah Taala. Tapi di dalam keseharian 1:06:39 kita perbanyak kita membaca Al-Qur'an 1:06:42 banyak zikrullah, banyak ngingat kepada 1:06:45 Allah Taala. Kalau kita banyak ingat 1:06:47 kepada Allah, Allah mendekati kepada 1:06:50 kita itu lebih besar daripada apa yang 1:06:52 kita usahakan. 1:06:54 Sebab dalam hadis qudsi itu Allah taala 1:06:56 menyatakan Rasulullah sallallahu alaihi 1:06:58 wasallam qallah 1:07:01 man takarai 1:07:04 takaru ilaihira. 1:07:07 Siapa yang berusaha untuk mendekatkan 1:07:10 dirinya kepadaku satu jengkal, aku 1:07:11 datang kepadanya satu hasta. Satu hasta 1:07:15 itu kira-kira tiga jengkal. 1:07:17 Jadi berarti logikanya Allah Taala lebih 1:07:20 mendekat kepada kita tiga kali lipat 1:07:22 daripada kita mendekat kepadanya. 1:07:26 Ketika kita membaca Al-Qur'an 1:07:29 itu kita berusaha mendekatkan diri 1:07:30 kepada Allah. Ketika kita zikrullah, 1:07:33 ketika kita salat sunah, ketika kita 1:07:35 tadahkan tangan kepada Allah. 1:07:39 Sebab yang lalu kan mengenai doa kita 1:07:42 kalau pernahkan tangan kepada Allah sama 1:07:45 dengan kita ini memanggil kepada Allah 1:07:48 menunjukkan ketidakmampuan kita 1:07:50 mengharapkan pertolongan dari Allah 1:07:52 Taala. 1:07:55 Allah mencintai orang yang banyak selalu 1:07:57 berdoa kepadanya. Sehingga Rasul 1:07:59 sallallahu alaihi wasallam menyatakan 1:08:01 adoa maupun ibadah. Doa itu pemimpin 1:08:05 daripada semua ibadah. otak daripada 1:08:07 semua ibadah 1:08:09 insyaallah terjawab 1:08:11 ya dari Bapak Rudi, Pak Ustaz di Jakarta 1:08:15 Barat. Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:17 wabarakatuh. 1:08:18 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:08:19 Ustaz, terus terang sekarang ini kondisi 1:08:22 ekonomi memang terasa berat. Sudah kerja 1:08:25 keras siang malam, tapi penghasilan 1:08:27 segitu-gitu saja. Kadang hati ini ingin 1:08:30 mengeluh. Pertanyaan saya, apakah kita 1:08:32 memang tidak boleh mengeluh kepada 1:08:34 Allah? Bukankah Allah tempat kita 1:08:36 bersandar dan tempat kita mencurahkan 1:08:38 isi hati? Mohon pencerahannya, Ustaz. 1:08:43 Kita mengeluh kepada Allah boleh, tapi 1:08:46 bentuk keluhannya gimana? 1:08:49 Hm. 1:08:49 Nah, 1:08:52 saya berikan contoh begini. Nabi Ibrahim 1:08:54 Alaih Salam 1:08:57 kan yang perintahkan Nabi Ibrahim untuk 1:08:59 tinggalkan anak istrinya di lembah yang 1:09:02 gersang kan Allah Taala yang perintahkan 1:09:06 bukan maunya Ibrahim Allah Taala yang 1:09:08 perintahkan 1:09:10 tapi ketika dia akan tinggalkan mereka 1:09:13 sesudah dia jalan beberapa langkah sudah 1:09:16 ya lumayan 1:09:18 kemudian dia serahkan tangan kepada 1:09:23 Lihat ini bentuk pengeluhannya ya. Dia 1:09:27 menerangkan tentang kondisi yang lagi 1:09:31 dihadapi oleh anak istrinya. 1:09:36 Padahal Allah Taala lebih tahu karena 1:09:38 Allah yang perintahkan dan Allah maha 1:09:41 melihat, maha mendengar. 1:09:44 Nabi Ibrahim mengatakan, "Rabbana 1:09:48 inni askum minyati 1:09:54 muharam. 1:09:57 Ya Allah, aku tinggalkan anak istriku." 1:09:59 Sebagian anak istriku di lembah yang 1:10:01 gersang ya Allah tidak ada pohon, tidak 1:10:04 ada tempat perlindungan. 1:10:07 Allah maha mendengar, maha melihat. 1:10:09 Allah Taala tahu dan itu Allah yang 1:10:11 perintahkan. 1:10:16 apa namanya? Ee 1:10:19 perbendaharaan air yang ditinggalkan 1:10:21 oleh Ibrahim hanya cukup untuk 1 jam, 2 1:10:24 jam dia minum habis air. 1:10:28 Kan itu termasuk Ibrahim itu kan bentuk 1:10:31 mengeluh tapi kepada Allah Taala. 1:10:34 Umpama ini umpama contoh seorang yang 1:10:37 mempunyai anak yang banyak 1:10:40 terkadang anaknya masih kecil kecil 1:10:43 membeli beras enggak ada duit umpama ini 1:10:45 contoh aja. 1:10:47 Kemudian dia mengatakan, "Ya Allah, 1:10:49 Engkau lebih mengetahui 1:10:52 ketidakmampuanku untuk membeli baras 1:10:55 untuk anak-anak." Boleh, tapi kepada 1:10:57 Allah. Jangan mengelu kepada orang. 1:11:02 Kemudian ikuti dengan doa. 1:11:06 Ya Allah berikan kecukupan berikan jalan 1:11:10 keluar kepadaku. Ya Allah berikan rezeki 1:11:12 kepadaku. Boleh insyaallah terjawab. 1:11:16 Baik Ustaz kemudian ada 1:11:20 pernyataan begitu ya ee dari siapa ini? 1:11:23 Hamba Allah. Pak Ustaz. 1:11:26 Ustaz, terus terang memang hati ini 1:11:27 sering sedih melihat kondisi negeri kita 1:11:31 sekarang. Salah kelola di sana sini, 1:11:33 akhirnya rakyat kecil yang harus 1:11:35 menanggung akibatnya. Banyak yang 1:11:37 mengeluh karena daya beli turun. Padahal 1:11:39 dulu negeri ini tidak seperti ini. Itu 1:11:41 saja, Ustaz, curahan hati saya. Terima 1:11:43 kasih. 1:11:46 Ingin ditanggapi, Ustaz? 1:11:47 Memang keadaan memang keadaan sekarang 1:11:50 ini karena [berdehem] apa? 1:11:53 Subhanallah. Negeri kita ini negeri yang 1:11:55 kaya. Tapi ada saya teringat satu hadis 1:11:58 Rasul sallallahu alaihi wasallam. 1:12:02 Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:12:04 menyatakan, "Yadullah ala hadihil 1:12:06 ummah." Tangan Allah selalu berada di 1:12:10 atas umatku. 1:12:12 Ya, berarti kalau tangan Allah selalu 1:12:14 berada di atas umat Rasulullah, 1:12:16 kita-kita, berarti ada jaminan 1:12:19 macam-macam dari Allah Subhanahu wa 1:12:21 taala, ketentraman. 1:12:23 Tapi Allah Taala menyatakan 1:12:25 malam 1:12:27 yim abrarum fujarum. Selama 1:12:31 umatku 1:12:33 hamba-hamba Allah ini tidak 1:12:35 mengagungkan, membesar-besarkan 1:12:37 orang-orang yang berdosa yang munkar. 1:12:40 Orang-orang baik membesar-besarkan 1:12:42 orang-orang yang munkar. 1:12:44 Heeh. 1:12:47 Satu. 1:12:49 Dan kan buktinya banyak ulama-ulama yang 1:12:51 menyilat oleh penguasa. 1:12:54 Yang kedua, selama ahli hukum tidak 1:12:57 berlaku lunak kepada mereka yang 1:12:58 bersalah. 1:13:00 Yang ketiga, selama ahli-ahli agama 1:13:04 tidak menjilat-jilat kepada mereka. 1:13:08 Kalau tiga ini sudah dilakukan, 1:13:12 maka Allah Taala menyatakan, "Faanzala 1:13:14 alaihimul faqah." 1:13:16 Maka Allah Taala akan menurunkan kepada 1:13:19 mereka 1:13:20 kemelaratan. Melarat akan terjadi di 1:13:23 mana-mana. Kemiskinan terjadi di 1:13:25 mana-mana. 1:13:26 Heeh. 1:13:31 Kemudian Allah Taala menyatakan, 1:13:33 "Rafaahullahu anhumul barakah." Kemudian 1:13:36 Allah mengangkat keberkahan daripada 1:13:39 umat tersebut. 1:13:42 Nah, sebenarnya apa yang terjadi 1:13:44 sekarang kepada kita ini apa yang 1:13:45 diingatkan oleh Rasulullah dalam hadis 1:13:48 qudsi [tertawa] 1:13:50 ahli hukum sudah berlaku 1:13:58 Allah kepada mereka yang berfus. Ada 1:14:01 fulus 1:14:03 enggak? Ada fulus ya ada fulus enggak 1:14:06 perlu dipenjara. 1:14:07 Enggak ada fulus ya masuk penjara. 1:14:10 Ah, itu yang terjadi kebanyakan. 1:14:11 Walaupun enggak semua, tapi kebanyakan. 1:14:14 Berapa banyak para ahli-ahli hukum yang 1:14:16 menjual, menukar keadilan itu hanya 1:14:18 karena bentuk materi. 1:14:20 Iya. 1:14:21 Karena terima sogokan, terima ini, itu, 1:14:22 ini. Nah, untuk itu kita paling bagus, 1:14:26 paling banyak kita mendekatkan diri 1:14:28 kepada Allah. 1:14:29 Ingatkan kepada saudara-saudara 1:14:32 kita, jangan hanya karena faktor 1:14:33 keuntungan kita akan menjilat kepada 1:14:36 pejabat-pejabat yang berdosa yang sudah 1:14:38 jelas-jelas munkar. Insyaallah terjawab. 1:14:40 Terima kasih, Ustaz. 1:14:42 Baik, terima kasih Ustaz. Itu menjadi 1:14:44 statement terakhir Ustaz. 1:14:46 Alhamdulillah. 1:14:47 Baik. Dan bisa ditutup dengan ee 1:14:50 kesimpulan, Ustaz. 1:14:53 kesempurnaannya insyaallah kita usahakan 1:14:56 untuk merubah kondisi kehidupan 1:14:59 kita dan lingkungan kita. 1:15:02 Justru itu para ustaz-ustaz sekarang kan 1:15:04 lebih banyak yang berdakwah sana sini 1:15:06 sini sini. Masyaallah. 1:15:08 Heeh. 1:15:09 Supaya kondisi kita insyaallah berum dan 1:15:11 perbanyak kita tadahkan tangan kepada 1:15:13 Allah. 1:15:14 Minta supaya Allah Taala memberikan 1:15:16 pemimpin kepada kita yang akan 1:15:19 menjadikan negara kita ini subur. Apa? 1:15:21 Negara kita ini makmur. 1:15:24 Negara kita ini sangat kaya. Sangat 1:15:27 kaya. Kalau dikula-olula yang benar tiap 1:15:31 orang bisa menerima kira-kira mungkin 1:15:33 itu kan sudah pernah ada yang bikin 1:15:34 perhitungan. 1:15:36 Tiap orang bisa menerima 1 bulan itu 1:15:38 gratis R juta. 1:15:40 Heeh. Tiap orang kalauol 1:15:44 yang benar. Tapi karena terlalu banyak 1:15:47 tikus-tikus yang lapar 1:15:50 yang menggerogoti uang-uang negara. 1:15:54 Jadi uang-uang negara hanya 1:15:56 berkeliling-keliling di tempat mereka 1:15:58 dengan gaji yang fantastis 1:16:01 pada Allah yang datang duduk dengan 1:16:04 duit. 1:16:06 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:16:09 alla ilahaillallah wa anna muhammadar 1:16:10 rasulullah nastagfiruka waatubu ilaik 1:16:13 wasalamualaikum warahmatullah 1:16:15 wabarakatuh. 1:16:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:18 wabarakatuh. Jazakallah ustaz atas 1:16:20 tausiahnya. 1:16:22 Sebelum berpisah salam eh kami ingin 1:16:25 menyapai Bu Aminah dan Ibu Rukmini yang 1:16:28 juga hadir dan baru saja memberikan ee 1:16:31 komentarnya. 1:16:33 Akhirul kalam, kami yang bertugas mohon 1:16:35 undur diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:16:37 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:16:38 wabarakatuh. 1:16:41 Waalaikumsalam.