Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:53 Assalamualaikum warahmatullahi 0:55 wabarakatuh. 0:56 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 0:59 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 1:01 Apa kabar pecinta radio dan TV 1:04 Silaturahim di mana saja Anda berada? 1:06 Selamat berjumpa kembali di acara 1:08 Perlindungan Anak. Insyaallah pagi ini 1:11 saya Nurfitri Taher, ada juga Anis dan 1:13 Atep akan menemani Ikhwan dan Akhwat 1:16 sampai pukul 11.30 nanti. 1:19 Ikhwan dan Akhwat, pada acara 1:21 Perlindungan Anak kali ini kita akan 1:23 membahas mengenai Forum Anak sebagai 1:26 pelopor dan pelapor dalam perlindungan 1:29 anak. Bersama narasumber kita, Pak Hamid 1:32 Patlima. Assalamualaikum Pak Hamid. 1:35 Waalaikumsalam. Apa kabar, Bunda? 1:37 Baik, alhamdulillah. Bagaimana dengan 1:38 Pak Hamid? 1:39 Alhamdulillah. 1:40 Ini bagi saya dan mungkin bagi banyak 1:42 pendengar dan pemirsa merupakan topik 1:44 yang yang masih asing nih, Pak ya, Forum 1:47 Anak. Nanti insyaallah kita akan 1:48 mendengar penjelasannya eh secara 1:50 lengkap dari Pak Hamid Patlima. Kami 1:53 mengundang Ikhwan dan Akhwat untuk 1:54 mengirimkan pertanyaan dalam bentuk 1:57 WhatsApp ke nomor 08111999720 2:03 atau Ikhwan dan Akhwat dapat langsung 2:05 menelepon kami di studio di nomor 2:07 0218451512. 2:12 Silakan Pak Hamid. 2:12 Terima kasih, Bunda. 2:14 Bismillahirrahmanirrahim. 2:16 Assalamualaikum warahmatullahi 2:17 wabarakatuh. 2:18 Pendengar Radio Rasio dan pemirsa Rasio 2:22 TV di mana saja berada. 2:24 Terutama yang ada di Pulau Batam, 2:28 Kota Pontianak, 2:31 Palembang, 2:32 di Jabotabek, Sukabumi, Magelang, 2:36 Semarang, 2:38 lalu Jogja, Bondowoso dan 2:42 Banyuwangi. 2:43 Insya Allah hari ini kita akan berbagi 2:45 informasi yang 2:47 menjadi penting, bagaimana kita 2:49 memastikan anak-anak kita itu dia aktif 2:54 di organisasi. 2:57 Di dalam organisasi itu nanti akan 2:59 berperan sebagai pelopor dan pelapor. 3:04 Bunda, eh pembicaraan terkait dengan hal 3:07 ini, ini sesungguhnya 3:09 kalau 3:11 kita mengacu kepada Alquran, itu satu 3:15 ayat khusus dibahas di surat As-Saffat 3:18 ayat 102. 3:22 Di sana ada satu dialog yang terjadi 3:25 antara 3:27 seorang ayah dan seorang anak 3:30 yang 3:31 kita kenal dengan Nabi Ibrahim dan Nabi 3:34 Ismail 3:36 pada saat proses diskusi untuk 3:40 melaksanakan perintah Allah untuk 3:42 menyembelih 3:44 Nabi Ibrahim meminta Nabi Ismail untuk 3:48 berpikir lalu kemudian berpendapat. 3:52 Konsep ini sesungguhnya 3:55 menjadi 3:56 konsep yang seharusnya terus-menerus di 3:59 kampanyekan 4:01 ke 4:02 manusia bahwa sejak dari 4:05 dini itu 4:07 orang dewasa selalu memintai pendapat 4:10 dari 4:11 seorang anak sehingga anak itu sudah 4:13 mulai terbiasa. 4:15 Di sana dia harus terpastikan 4:18 ada jaminan untuk anak itu berpikir lalu 4:22 kemudian dari hasil berpikirnya itu 4:24 kemudian 4:25 berpendapat. Berpikir seperti yang kita 4:27 jelaskan 4:29 2 minggu yang lalu itu tergantung dari 4:32 apa yang dia baca 4:34 apa yang dia 4:36 eh alami dan apa yang dia rasakan. Yang 4:39 itu yang kemudian 4:40 akan terekspresikan dari mulut dan 4:43 tangan dia. Dan itu yang menjadi hak 4:46 dari seorang anak. 4:48 Lalu kemudian 4:51 hal ini mendapat perhatian pada saat 4:54 seluruh kepala negara menyepakati 4:57 konvensi hak anak itu dikhususkan pada 5:00 pasal 12. 5:02 Di pasal 12 itu mendorong ada jaminan 5:06 dari 5:07 negara 5:09 yang otomatis negara akan diwakili oleh 5:11 pemerintah dan masyarakat untuk 5:13 memastikan mendengarkan suara anak. 5:18 Yang oleh 5:20 eh Indonesia itu sudah diratifikasi dan 5:23 kemudian 5:24 itu supaya 5:26 operasional 5:28 maka lahirlah Undang-Undang 35 tahun 5:31 2014 tentang perlindungan anak. 5:35 Itu di pasal 24 Bunda ditegaskan 5:40 bahwa 5:41 ada 5:43 eh jaminan dari pemerintah 5:47 pemerintah daerah, masyarakat untuk 5:50 mendengarkan suara anak sesuai dengan 5:52 usia dan kematangan. Jadi, 5:55 untuk mengharapkan 5:58 seorang anak bisa berpendapat, lalu 6:01 kemudian hasil atau pendapatnya itu 6:04 tidak membuat orang lain tersinggung, 6:07 itu tergantung dari bagaimana orang 6:10 dewasa memfasilitasi dia. 6:13 Jadi, ini benar-benar 6:15 ke depan kita perlu memperhatikan kalau 6:19 kita menelusuri dari sejarah awal sampai 6:22 saat ini, itu sudah jelas ada 6:24 dasar-dasar aturan-aturan yang sudah 6:28 ditentukan oleh Allah, lalu kemudian 6:31 oleh dunia internasional dan kemudian 6:33 oleh nasional. 6:35 Lalu, bagaimana konsep ini agar bisa 6:40 ee 6:41 terlaksana? 6:43 Di konvensi hak anak itu juga ada satu 6:45 pasal yang mengatur tentang bahwa anak 6:49 itu berhak untuk berorganisasi. 6:53 Berorganisasi 6:55 bagi negara, itu kan ada 6:57 batasan-batasannya. 6:59 Organisasi-organisasi 7:00 seperti apa yang memungkinkan seorang 7:04 anak itu terfasilitasi 7:07 untuk menyampaikan 7:09 apa yang dia pikirkan, kemudian hasil 7:12 pikiran itu dipertimbangkan 7:14 oleh yang memiliki kuasa 7:17 untuk dijadikan dasar pada saat 7:20 pembuatan kebijakan atau program 7:23 yang oleh Kementerian Pemberdayaan 7:26 Perempuan dan Perlindungan Anak, 7:28 konsep itu yang kemudian kita kenal 7:31 menjadi forum anak. 7:33 Jadi, forum anak ini sebetulnya wadah 7:37 bagi 7:38 setiap anak untuk memikirkan banyak hal, 7:43 apa saja yang terkait dengan kehidupan 7:45 dia 7:47 dan kemudian 7:48 apa yang akan dilaksanakan di kemudian 7:51 hari 7:52 tidak cukup membahas tentang apa yang 7:55 dia sedang hadapi misalnya 7:57 berhubungan dengan kedua orang tuanya 8:00 atau keluarga atau dengan masyarakat 8:03 yang ada di sekitar dia tetapi dia itu 8:05 sudah mulai dilibatkan untuk memikirkan 8:08 bagaimana kita membawa negeri ini 8:11 ke kemajuan kalau dari setiap negeri 8:15 sudah maju itu kan kumpulan-kumpulan 8:17 negeri akhirnya akan menjadi dunia yang 8:21 damai dunia yang maju lalu dunia yang 8:25 tidak ada lagi orang 8:28 hanya mementingkan kepentingan golongan 8:32 atau mementingkan kepentingan bangsanya 8:36 tetapi sudah memikirkan bagaimana 8:38 menjadi dunia yang layak 8:40 tujuan dari apa yang sudah dibangun 8:43 konsep itu dari tahun 89 8:47 yang disepakati di dalam konsep 8:51 konvensi hak anak 8:53 lalu Bunda 8:55 pada tahun 1992 8:59 itu ada pertemuan di 9:01 Brazil 9:04 seluruh kepala negara juga 9:06 seluruh kepala pemerintahan itu 9:08 menyepakati satu dokumen 9:11 pembangunan yang berkelanjutan 9:14 pembangunan yang berkelanjutan itu ada 9:17 25 bab 9:19 hasil kesepakatan itu salah satu bab itu 9:23 berisi tentang bagaimana kita memastikan 9:27 anak dan remaja itu sudah mulai 9:29 dilibatkan untuk merancang pembangunan 9:33 yang berkelanjutan 9:34 jadi estafetnya lancar ya Pak Hamid ya 9:36 iya 9:36 dari generasi ke generasi itu apa eh 9:39 mungkin generasi yang terdahulu bisa 9:41 lebih tenang memberikan eh estafetnya 9:44 kepada generasi yang akan datang. 9:46 Iya, jadi melepaskannya itu dia semakin 9:49 tenang. Ah, untuk itu kalau kita di 9:51 Indonesia 9:53 melalui 9:54 kebijakan kabupaten kota layak anak itu 9:57 secara besaran untuk memastikan 10:01 kabupaten 10:03 kota 10:04 lalu menjadi provinsi layak anak lalu 10:06 kemudian menjadi Indonesia layak anak, 10:08 kumpulan Indonesia berarti negara-negara 10:10 lain menjadi dunia yang layak anak, itu 10:13 ditentukan 10:15 bagaimana kita memerankan anak itu yang 10:19 kemudian kita kenal menjadi pelopor 10:24 dan pelapor di dalam 10:26 eh pemenuhan hak-hak anak dan 10:29 perlindungan khusus anak itu kan banyak 10:32 eh hal-hal 10:34 penting yang perlu dipelopori oleh 10:36 anak-anak. Jadi tidak 10:38 dari hanya di lingkup 10:41 eh rumah saja si anak itu bisa 10:44 memelopori apa nih yang aku bisa 10:46 lakukan, Bunda? 10:48 Apa yang aku bisa lakukan, Ayah? Untuk 10:51 mencapai rumah yang bersih lalu rumah 10:54 yang tenang kemudian harus banyak 10:57 hal-hal yang harus dipenuhi lalu 11:00 kemudian ada aturan-aturan yang dibuat 11:03 oleh Ayah bersama Ibu bersama anak itu 11:06 bisa terlaksana itu kan harus dipelopori 11:09 oleh anak di rumah itu. Jadi 11:13 semakin anak itu dia eh diberi ruang 11:19 untuk didengar pendapatnya lalu kemudian 11:23 eh pendapat itu dilaksanakan oleh orang 11:26 dewasa, dia semakin antusias. Ah 11:29 keantusiasan ini harapannya tidak cukup 11:33 hanya ada di rumah saja, tapi kan dia 11:35 jadi warga masyarakat. Jadi di level 11:38 lingkungan harapannya anak itu sudah 11:41 mulai dilibatkan sebagaimana dia ada di 11:44 rumah untuk memelopori banyak hal 11:47 terkait dengan pemenuhan-pemenuhan hak 11:49 anak. Lalu kemudian 11:51 di lain hal anak ini kan 11:55 tidak ingin melihat ada sesuatu yang eh 11:59 membuat orang lain menderita atau 12:02 membuat temannya tidak terpenuhi 12:04 hak-haknya, dia juga diberi ruang untuk 12:07 melaporkan. Melaporkan ke mana? 12:11 Ditentukan di rumah juga ada sudah 12:13 dibangun oleh ayah, oleh bunda 12:15 mekanisme. Misalnya kalau ada air atau 12:19 keran yang bocor atau ada genteng yang 12:23 eh mungkin sudah lapuk, itu kan 12:27 kalau ada anak yang melihat, dia harus 12:29 melapor ke mana? 12:30 Atau ada orang yang 12:32 eh misalnya 12:34 kalau ada yang mau menyakiti, kita lapor 12:37 ke ayah atau ke bunda. 12:40 Mekanisme-mekanisme itu sebetulnya sudah 12:42 dibangun di rumah. Nah sekarang 12:45 apa yang ada di rumah ini sejak tahun 89 12:49 itu sudah dibuka untuk publik. 12:52 Karena urusan anak bukan hanya menjadi 12:55 urusan domestik semata tetapi menjadi 12:58 urusan publik. Di sinilah sudah mulai 13:00 dikembangkan sejak tahun 89, terus 13:03 kemudian tahun 92 disepakati di Rio de 13:06 Janeiro, Brazil bahwa 13:08 untuk memastikan pembangunan 13:10 berkelanjutan itu 13:12 itu harus memastikan suara anak 13:15 didengar, suara remaja itu juga didengar 13:18 karena mereka nanti yang akan 13:20 menjalankan kehidupan eh di kemudian 13:22 hari. Lalu kemudian 13:25 eh waktu di 13:27 Johannesburg, aku kebetulan waktu itu 13:30 saya ee sempat hadir, konsep membangun 13:34 kelompok anak itu sudah terwujud. Jadi 13:37 Bunda di sana 13:38 waktu itu 13:40 ee 13:41 kalau tidak salah 13:43 ee Sekjen PBB-nya Kofi Annan dan yang 13:47 hadir dari Indonesia itu 13:49 ee Kepala Delrinya itu Ibu Megawati 13:52 Soekarnoputri. 13:54 Si anak sudah diberi ruang untuk 13:58 menyampaikan 13:59 apa yang mereka pikirkan untuk ee dunia. 14:04 Itu yang dikemas dalam 14:06 ee WHAP atau 14:09 topik-topik yang terkait dengan air 14:12 lalu energi 14:15 kesehatan, pertanian, kemudian 14:18 keanekaragaman hayati. 14:21 Si anak sejak dari awal itu sudah 14:25 diminta untuk memikirkan itu lalu 14:28 kemudian apa yang mereka bisa pelopori 14:31 dan apa yang 14:32 mereka bisa laporkan. Itu yang kemudian 14:36 dilanjutkan ada pertemuan di New York 14:39 menghadirkan 300 anak untuk kelanjutan 14:42 pertemuan sebuah konferensi di ee 14:46 Istanbul, Turki tentang inisiatif kota 14:49 layak anak yang kemudian oleh seluruh ee 14:53 walikota yang dikumpulkan dan 300 anak 14:57 di New York itu mereka bersepakat ada 14:59 satu dokumen yang lahir adalah World Fit 15:02 for Children. 15:04 Di World Fit for Children itu 15:06 partisipasi anak menjadi unsur utama. 15:10 Nah, di Indonesia hari ini kita akan 15:12 coba 15:14 dalamkan apa yang 15:15 mereka bisa perankan 15:19 melalui forum anak. Nah, forum anak itu 15:22 Bunda sudah dibentuk 15:25 di tingkat nasional, itu sekretariatnya 15:28 ada di 15:29 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan 15:31 Perlindungan Anak. Di sana 15:33 eh mereka sudah di 15:37 jadikan apa 15:39 poin penting untuk didengarkan 15:41 pandangan-pandangannya. Itu nanti akan 15:43 lahir pada saat pertemuan Hari Anak 15:46 Nasional, itu mereka ada semacam eh 15:50 sidang kecil-kecil untuk 15:52 mengidentifikasi 15:54 hal-hal apa nih yang perlu mereka 15:56 usulkan kepada Presiden. Itu terjadi 15:58 setiap tanggal 20 16:02 eh 3 Juli. 16:03 Tapi sayang sekali ya kalau misalnya 16:06 hal-hal seperti ini hanya dijadikan 16:08 seremonial aja ya, Pak, ya. Belum belum 16:11 misalnya anak itu selalu berpikir gitu 16:14 untuk kebaikan bangsanya gitu kan. 16:16 Itu karena eh nanti di akhiran kenapa 16:20 itu tidak jalan, nanti kita bisa temukan 16:22 penyebabnya. Ah, setelah dibentuk di 16:25 nasional ada di 34 provinsi. 16:29 Mmm. 16:29 Sudah terbentuk mereka. 16:31 Ah, yang paling menonjol eh saya catat 16:34 terakhir ini, Bunda. 16:37 Eh di Forum Anak Provinsi Sumatera 16:40 Barat. Pada saat eh gubernurnya baru 16:44 ini, yang kebetulan gubernur ini punya 16:47 pengalaman menjadi walikota di Kota 16:51 Padang yang juga di Kota Padang itu eh 16:54 Forum Anak kuat pada saat eh pembahasan 16:59 eh rencana pembangunan jangka menengah 17:02 Provinsi Sumatera Barat, si Forum Anak 17:05 ini di 17:07 eh ajak untuk didengar apa nih yang 17:09 mereka pikirkan. 17:11 Kemudian yang maju juga itu ada di 17:14 eh Jawa Tengah. Lalu ada juga di DKI 17:18 Jakarta. Kemudian, 17:20 di Jawa Timur. Lalu, di Sulawesi 17:24 Selatan. Forum-forum anak itu, mereka 17:28 sudah eh mendapat eh tempat. Karena, 17:32 mereka itu diangkat sesuai dengan SK 17:35 Gubernur. 17:37 Itu yang ada di provinsi. Lalu, sekarang 17:40 sudah tersebar di 451 17:43 kabupaten/kota. 17:46 Lalu, ada di 1.200 kecamatan. Kemudian, 17:49 di 2.000 eh desa. Harapannya sebetulnya, 17:54 ini terbentuk di seluruh desa. Kita 17:56 punya 70.000 17:58 desa sekian itu, harapannya ini sudah 18:01 ada. 18:02 Lalu, 18:03 apa yang harus dilakukan oleh forum 18:07 anak? Ini yang belum jalan secara 18:09 optimal, Bunda. Dari atas pertanyaan 18:11 tadi. 18:13 Harapannya, 18:15 si anak ini kan mau memelopori satu eh 18:21 hal yang sangat dibutuhkan oleh 18:24 masyarakat. 18:25 Itu sangat ditentukan oleh 18:29 kementerian 18:31 atau lembaga atau dinas-dinas teknis 18:34 yang ada di provinsi atau di 18:36 kabupaten/kota 18:37 untuk mengkapasiti anak ini. 18:40 Sebagai fasilitator dari forum ini. 18:42 Iya. Jadi, mereka kan anak ini misalnya 18:45 ambil contoh, 18:47 eh 18:48 anak itu akan menjadi 18:51 pelopor 18:52 memperjuangkan 18:54 agar setiap anak di sekitar dia memiliki 18:59 kutipan akta kelahiran. 19:01 Jadi, yang perlu memfasilitasi atau 19:04 mengkapasiti si anak ini, yaitu dari 19:08 Kementerian Dalam Negeri 19:10 yang 19:11 ada bagian untuk memastikan eh 19:14 registrasi lalu eh administrasi 19:17 kependudukan. Jadi, semua 19:19 kebijakan-kebijakan, 19:21 kemudian program-program yang ada di 19:24 kementerian itu diuraikan atau 19:26 dijelaskan kepada anak. 19:28 Kita tinggal 19:30 eh menunggu 19:31 apa nih reaksi dari anak, apa yang bisa 19:34 dia perankan. 19:35 Kan banyak yang bisa diperankan saat 19:37 ini, Bunda, dengan adanya fasilitas 19:40 em 19:41 media sosial. 19:43 Misalnya dari Instagram, dia buat eh 19:45 gambar yang 19:48 di sana mungkin bisa menggunakan bahasa 19:50 lokal 19:51 untuk menyampaikan "Apakah adikmu sudah 19:54 teregistrasi?" 19:56 Atau yang kemarin 19:58 kita pernah ketemu salah satu di radio 20:01 ini mengurus akta kelahiran 20:03 disusah-susahin oleh camat sama oleh 20:06 lurahnya yang kemudian sampai detik ini 20:10 belum eh mendapat kutipan akta karena 20:14 berbagai alasan, informasi. Jadi, 20:17 sebenarnya intinya adalah menghambat. 20:19 Ah, 20:20 si anak 20:22 sudah mendapat pengetahuan dari menteri, 20:25 lalu kemudian oleh pejabat, kemudian di 20:28 provinsi juga begitu, lalu kemudian di 20:31 kabupaten/kota. 20:32 Insyaallah apa yang akan 20:35 eh dilakukan oleh 20:38 eh kementerian atau oleh dinas teknis 20:41 terkait dengan 20:43 pemenuhan hak anak 20:45 yang akan membantu mendesiminasikan, 20:48 mensosialisasikan, mengkampanyekan itu 20:51 adalah anak itu sendiri. Jadi, tidak 20:53 perlu harus ada resource 20:56 eh banyak untuk menyedot anggaran untuk 21:00 membuat. Kita minta anak-anak ini, dia 21:02 akan bisa eh ambil bagian. 21:05 Dan pada dasarnya anak anak itu suka 21:07 dibuat sibuk ya, Pak ya. 21:08 Dan dia sangat senang, apalagi kalau 21:11 karya dia 21:13 itu misalnya di 21:15 di Instagram atau di Twitter, lalu 21:19 kemudian ada yang memberi komen 21:22 Pengakuan. 21:23 Pengakuan, uh lebih antusias. Kemudian 21:27 tidak cukup masalah registrasi 21:29 kependudukan, masalah yang kemarin kita 21:32 bahas informasi layak anak, si anak 21:36 dia bisa memelopori 21:38 bagaimana meminjamkan bukunya. Karena 21:41 dia mendapat penjelasan dari 21:43 Perpustakaan Nasional atau dari Menteri 21:46 Pendidikan menjelaskan bahwa pentingnya 21:48 buku, lalu kemudian diperkaya dia 21:51 teknik-teknik untuk memfilter, lalu me 21:55 mencegah jangan sampai dia terpapar 21:57 informasi itu dari Kementerian 22:00 Komunikasi dan Informasi, lalu kemudian 22:03 dia disupport oleh 22:04 Mabes Polri dapat dari Cyber Crime 22:07 menjelaskan anak-anak ini dia akan 22:10 semakin 22:11 cerdas dan dia makin paham apa yang 22:14 harus dia perbuat. Dan sebetulnya, 22:17 Bunda, apa keuntungan nanti kalau kita 22:19 sudah mengkapasity dia? 22:21 Anak akan meng berinisiatif 22:25 atau dia akan memikirkan, kayaknya apa 22:28 yang dilakukan Bapak itu sebetulnya 22:31 tidak simpel 22:32 berbelit-belit. Dari dia, dia mungkin 22:35 hanya mengambil bekas 22:38 apa? Kertas kalender yang sudah tidak 22:40 terpakai, dia gambar lalu 22:42 ditempel-tempel dan itu yang kemudian 22:45 eee 22:46 akan menjadi hal yang bisa dia pelopori. 22:50 Salah satu anak yang 22:52 kerjanya, Bunda, di satu kampung di NTT 22:55 karena dia mendapat eee capacity dari 22:58 satu lembaga 23:01 dia mendorong temannya 23:03 kalau bisa bersekolah 23:05 dan jangan sampai kita menikah usia 23:08 dini. 23:09 Apa yang dibalas oleh dunia untuk dia? 23:12 Dia diundang untuk hadir di pertemuan di 23:15 PBB. 23:16 Dari orang dari pelosok yang jauh di NTT 23:20 itu berbicara di 23:22 eh New York. 23:24 Dan 23:24 mungkin orang 23:26 eh New York sudah tahu apa yang akan dia 23:29 sampaikan, tetapi adalah memberi ruang 23:32 dia untuk berbicara 23:34 lalu menyampaikan apa yang dia sudah 23:37 pelopori. 23:37 Dan juga memotivasi anak-anak lain. 23:39 Iya. 23:40 Bahwa apa pencapaian yang besar itu bisa 23:43 mereka raih di usia dini sekalipun. 23:44 Iya. Dan itu Bunda, kalau kita lihat 23:47 dari seluruh kementerian yang ada di 23:49 negeri ini itu tidak ada satu 23:52 kementerian pun yang tidak berurusan 23:54 dengan anak. 23:55 Hmm. 23:57 Kalau ini sudah dilakukan as seperti 24:00 sekarang ini kementerian 24:02 eh pendidikan yang 24:04 ber 24:05 masalah 24:07 karena lahirnya satu PP 24:09 yang menterinya 24:11 itu tidak memperhatikan ada dua hal yang 24:16 harus diperhatikan tetapi itu abai. 24:19 Akhirnya energi hilang lagi menteri itu 24:22 harus menyurati kepada presiden untuk 24:24 membahasnya. 24:25 Coba kalau sejak dari awal dokumen itu 24:29 di share ke forum anak dan anak-anak 24:34 dimintai untuk coba 24:37 adik-adik cek kita punya undang-undang 24:40 dasar kita punya dasar negara lalu kita 24:43 punya undang-undang sistem pendidikan. 24:45 Dari pengalaman yang kalian 24:49 eh alami, rasakan coba cek standar 24:53 pendidikan yang sudah diatur, akan 24:55 diatur melalui peraturan pemerintah ini 24:57 dan akan ditandatangani oleh presiden 24:59 sudah sesuai tidak dengan apa yang 25:02 ada di lapangan. Nah, insya Allah 25:05 anak yang 25:06 sudah diberi amanah dia akan membangun 25:09 satu kelompok. Apalagi sekarang sudah 25:11 ada kelompok anak itu. Di seluruh 25:14 provinsi sudah ada, di nasional juga 25:16 sudah ada. 25:17 Yang tidak ada adalah 25:19 mereka orang dewasa ini menjadwalkan 25:23 diri untuk presentasi atau mengundang 25:27 anak-anak itu agar mendengarkan suara 25:31 orang dewasa dulu. Jadi, itu poin 25:33 kapasitas. Semoga melalui pertemuan 25:37 kita hari ini ada yang mendengar 25:40 yang mendengar. 25:40 Iya, orang kementerian atau orang dari 25:43 ini terutama 25:45 gubernur-gubernur, bupati-bupati, 25:47 walikota yang baru terpilih 25:49 apa yang kalian susun di RPJMD itu tidak 25:54 akan dirasakan oleh anak-anak kalau 25:57 sejak dari awal tidak pernah 25:59 melibatkan 26:00 melibatkan anak-anak. Nah, ini menjadi 26:02 poin penting. Lalu kemudian 26:04 dengan 26:06 eee 26:07 menteri, bupati, gubernur, lalu 26:10 pejabat-pejabat yang ada di dinas itu 26:13 Bunda mengkapasitasi anak 26:16 jangan lupa pada akhir sesi 26:19 si anak-anak ditinggalkan nomor telepon 26:23 atau nomor eee 26:26 hotline yang sudah biasa untuk menampung 26:31 keluhan-keluhan dari masyarakat. Karena 26:32 nanti anak akan menjadi 26:35 pelapor. Apa saja yang akan dia lapori 26:38 Bunda? Misalnya nih 26:40 Kementerian PU 26:43 Menteri PU itu kan memastikan 26:45 jalan-jalan, trotoar-trotoar itu sesuai 26:47 dengan standar. 26:48 Sampai ada yang pernah waktu banjir itu 26:51 orang 26:52 eee dia enggak tahu bahwa jalan itu ada 26:54 lubang, gorong-gorong itu lubang dan dia 26:57 masuk ke situ dan akhirnya meninggal, 26:58 Pak. Itu kan 26:59 Coba bayangkan kalau sejak dari awal 27:02 anak-anak tahu tentang itu, dia akan 27:05 eh memberi peringatan atau melaporkan 27:08 kepada para pihak. Jadi, Bunda Menteri 27:11 PU ah bisa mendapat laporan dari anak. 27:16 Pak Menteri, kami melewati jalan ini 27:19 sepertinya ada teman kami yang eh di 27:22 kursi roda tidak bisa lewat. Nah, itu 27:24 berarti eh membangun sense-nya Menteri 27:28 untuk me 27:30 memastikan apakah dirjen-dirjennya itu 27:33 bekerja tidak sesuai dengan eh 27:36 standar-standar 27:37 inklusif ya. 27:38 Iya, jadi 27:40 pada saat eh Menteri Perhubungan, 27:43 Menteri Perhubungan 27:45 pasti akan menjadi Menteri yang 27:48 eh memperhatikan standar-standar seperti 27:53 yang ada di 27:55 pelabuhan udara di pelabuhan laut atau 28:00 terminal-terminal atau di moda-moda 28:02 transportasi. Di sana pasti ada anak. 28:07 Dan 28:08 itu saat sekarang sudah terlihat apa 28:11 yang dilakukan oleh Kementerian eh 28:13 Perhubungan. 28:15 Coba, Bunda di berbagai bandara sekarang 28:18 sudah ada fasilitas bermain anak terus 28:21 eh reading corner, terus apa lagi? Jadi, 28:24 intinya anak-anak sudah difasilitasi. 28:27 Tapi, akan lebih optimal lagi sejak dari 28:30 awal mereka 28:32 adik-adik di forum anak 28:34 Bapak Menteri punya program seperti ini. 28:37 Menurut kalian bagaimana? Ah, jadi 28:39 anak-anak akan semakin eh antusias. 28:43 Butuh kesadaran bahwa anak-anak itu 28:44 memang sudah menjadi anggota masyarakat 28:46 yang harus diperhitungkan begitu ya, 28:48 Pak. 28:48 terbangun sekarang adalah 28:50 saat ini kamu sedang belajar saja di 28:52 sekolah. 28:53 Iya, dan dihibur saja biar anteng 28:55 dikasih tempat main saja. 28:57 Jadi, nanti pada saat jadi pejabatlah, 29:01 jadi orang dewasa, kalian akan belajar 29:03 apa yang akan dikerjakan oleh seorang 29:05 pejabat. Nah, itu akhirnya 29:06 terlambat semuanya. 29:08 apatisme eh terjadi. Karena 29:11 sejak dari awal si anak tidak eh 29:15 diikutsertakan. 29:17 Apa nih yang sedang dipikirkan oleh 29:19 presiden? 29:21 Apa yang sedang dipikirkan oleh wakil 29:23 presiden? Apa sedang di dipikirkan oleh 29:25 gubernur, oleh menteri, oleh kepala 29:28 dinas, oleh siapa saja yang orang dewasa 29:30 itu? Ah, tidak cukup pemerintah. 29:33 Pengusaha. 29:35 Pengusaha supaya 29:37 eh produk-produk dia ramah anak, lalu 29:41 dia memiliki kebijakan-kebijakan 29:43 ramah anak, lalu kemudian eh dia 29:46 memiliki CSR yang tepat sasaran. 29:50 Forum anak. 29:51 Yang akan menjadi orang 29:54 eh 29:56 memberikan usulan, misalnya kebijakan 29:58 seperti apa perusahaan yang akan eh jaya 30:01 5 atau 10 tahun yang akan datang. 30:03 Kemudian produknya itu tidak perlu lagi 30:06 harus diiklankan, 30:08 tetapi lewat forum anak ini, anak-anak 30:11 memberi usulan dan anak itu juga 30:14 di-share karena ah nomor telepon 30:16 ditinggalkan karena anak. Nah, ini 30:17 produk dari eh perusahaan kami yang 30:21 sudah memperhatikan eh apa yang kalian 30:24 butuhkan. 30:25 Iya, eh eh ada perusahaan kopi luar sih 30:29 ya, internasional yang sukses mereka itu 30:31 tidak terlalu mengandalkan iklan, tapi 30:32 malah 30:33 eh mereka membesarkan namanya dengan 30:36 aktivitas-aktivitas 30:38 aktivitas yang seperti NGO begitu 30:40 padahal, Pak. Jadi kan orang melihat, 30:42 wah apa perusahaan ini melakukan hal-hal 30:44 yang baik apa akhirnya terlihat dan itu 30:46 membawa keuntungan balik ke perusahaan 30:48 mereka kan. 30:49 Dan di Indonesia di pasal 72 itu diminta 30:53 perusahaan itu memiliki kebijakan 30:56 lalu kemudian memiliki produk dan CSR 30:59 kalau bisa 31:00 sebelum mereka melaunching produk mereka 31:03 Ehm. 31:04 tanya 31:05 ada 31:06 eee 31:08 sepertiga jumlah 31:11 penduduk itu usia anak dari sepertiga 31:14 itu ada sekian anak yang berusia 9 31:17 sampai 15 tahun yang sudah tergabung di 31:20 forum anak mereka itu di capacity 31:23 pada akhir capacity itu kan kita juga 31:26 pengin eee umpan balik dari mereka apa 31:29 nih yang perlu kalian pikirkan dan apa 31:32 yang bisa kalian pelopori itu mereka 31:34 sudah menjadi pelopor lalu kemudian 31:37 kita bisa belajar dari 31:39 eee satu pengusaha eee Bob Sadino yang 31:43 menjadikan 31:45 humas itu adalah orang yang eee kritis 31:48 yang cerewet eee anak-anak ini diberi 31:51 nomor akses telepon kalau kalian melihat 31:54 ada produk dari kami yang 31:57 eee tidak layak kalian lapor nanti kami 32:00 akan eee ganti dua kali lipat seperti 32:03 Bob Sadino itu di ceritanya 32:06 dia mencari ada seorang ibu yang cerewet 32:10 tuh terus dia bilang kalau kamu temukan 32:13 di 1 kilo telur itu ada yang 32:16 busuk 32:17 busuk akan saya ganti 1 kilo lagi mod 32:20 dan 32:21 Bob Sadino mungkin dengan trik ini hanya 32:24 ibu itu yang dapat lalu dia akan cerita 32:27 ke mana-mana itu kan gratis Bunda jadi 32:29 tidak perlu harus 32:31 tidak cukup dunia usaha 32:34 lembaga masyarakat ada 32:36 Muhammadiyah ada NU 32:40 Kedua lembaga ini, mereka punya 32:42 forum anak. Apa? Semacam 32:45 kelompok anak. Mereka bina dari 32:47 organisasi awal. Dan itu, Bunda, itu 32:50 sudah masif terbentuk sejak dari bawah 32:54 sampai di atas. Tapi negara tidak 32:56 mencontoh dari dua organisasi yang besar 32:58 ini. Di Muhammadiyah sudah 33:01 eh matang sekali. Kemudian di NU 33:05 ini harapannya 33:07 kenapa kita tidak membaca apa yang sudah 33:10 ada di sini? Dan itu dijadikan bagian. 33:13 Negara sudah membentuk forum anak, 33:15 tetapi forum anak ini tidak akan menjadi 33:20 optimal kalau 33:22 tidak diperkaya dengan 33:23 informasi-informasi yang banyak dari 33:26 setiap kementerian. Coba. 33:28 Yang mana nih yang bermasalah sekarang? 33:31 Misalnya terkait dengan Covid. 33:33 Kita minta pendapat dari anak. 33:36 Dampaknya, Bunda, Covid ini mereka tidak 33:38 bersekolah. Lalu kemudian mereka harus 33:42 belajar di rumah. 33:44 Kalau sejak dari awal kita memintai 33:47 mereka untuk berpendapat, lalu hasil 33:50 pendapatnya itu kemudian menjadi 33:52 kebijakan tiga menteri yang suka membuat 33:55 apa itu SK bersama. 33:58 Lalu kemudian dari hasil kebijakan yang 34:02 disusun itu kemudian mereka diminta 34:04 untuk "Ayo, apa yang bisa kalian 34:06 pelopori?" 34:08 Masing-masing anak ditantang. 34:10 Itu yang kemudian dari hasil pelopori 34:13 mereka itu 34:14 kita kan perlu juga mengapresiasi 34:18 hasil upaya anak-anak ini. Dari hasil 34:21 upaya mungkin kita cuma berbekal 34:25 sertifikat. Dan sertifikat itu nilainya 34:28 sangat tinggi karena ditandatangani oleh 34:30 seorang menteri atau seorang gubernur 34:33 atau bupati itu yang kemudian 34:35 kalau ditukar di dalam riwayat hidup si 34:39 pewawancara terhadap anak ini 34:41 mempertimbangkan oh anak ini dia sudah 34:44 punya inisiatif-inisiatif sosial 34:47 jadi dia tidak memikirkan tentang diri 34:50 dianya saja tetapi dia sudah memikirkan 34:53 tentang orang lain 34:55 mungkin yang harus disadarkan adalah 34:56 justru generasi kita yang dipahami bahwa 35:00 anak-anak itu bisa kok diajak serius 35:03 ad 35:04 yang jadi tantangan adalah kita di 35:07 kita sendiri yang memiliki Qur'an 35:10 itu tidak dijelaskan secara detail 35:14 tentang yang ada di surat As-Saffat 35:16 iya 35:18 di surat As-Saffat itu sampai 35:21 masalah hidup dan mati gitu 35:23 itu harus diambil 35:26 nyawanya untuk dikorbankan 35:29 hmm 35:29 karena 35:30 keberbaktian kepada Allah yang paling 35:33 tinggi dan kemudian dibayar lunas 35:36 langsung oleh Allah 35:38 itu adalah 35:40 pikirkan apa pendapatmu 35:43 yang oleh dunia internasional itu sudah 35:45 diwadahi di pasal 12 konvensi anak tapi 35:49 tidak cukup di pasal 13 dia dilatih 35:53 untuk berekspresi 35:55 di pasal 17 dia harus mendapatkan 35:58 informasi yang layak anak lalu kemudian 36:01 di pasal 36:03 15 dia di 36:05 beri keleluasaan untuk membangun 36:07 kelompok organisasi yang organisasi ini 36:10 ada deskripsinya deskripsinya itu adalah 36:13 jangan sampai merongrong negara 36:18 jelas kita sudah punya undang-undang 36:19 organisasi masyarakat dan ada 36:22 larangan-larangan 36:24 lain bahwa tidak boleh membuat keonaran 36:28 lalu kemudian jangan sampai menyinggung 36:31 perasaan orang lain dan jangan punya 36:33 niat untuk merubah yang sudah disepakati 36:37 oleh pendiri ee Republik ini. 36:40 Ini 36:41 sejak dari awal si anak harus diberi 36:44 pengetahuan itu sehingga mereka 36:47 "Kenapa nih ee 36:49 menteri ini larang-larang kita? Apa 36:51 dasarnya?" 36:53 Sejak dari awal si anak sudah memiliki 36:56 pemahaman tentang itu, dia sudah tidak 36:59 perlu lagi bertanya terkait dengan itu 37:01 tapi 37:02 bagaimana dia meng-create satu 37:06 inisiatif 37:08 yang 37:09 ee mencapai tujuan itu tapi tidak 37:11 membuat orang lain bermasalah. Itu yang 37:14 kita butuhkan. 37:15 Berarti kalau ada keluarga-keluarga kan 37:17 yang sangat strict gitu ee terhadap 37:19 anaknya pada dalam urusan kegiatan di 37:21 luar itu berarti harus ditegur ya, Pak? 37:23 Karena kan anak itu berhak untuk 37:25 berorganisasi. 37:27 Iya. 37:27 Ee si ayah ibu seperti itu itu ee dia 37:31 belum selesai ada satu kelas parenting 37:35 membahas tentang memberikan keleluasaan 37:38 anak untuk bersilaturahim. Nah, di di 37:41 organisasi itu kan tujuannya sebetulnya 37:44 anak akan belajar bagaimana mengenal 37:47 orang lain 37:48 dari apa yang dibangun oleh orang 37:52 tentang ee temannya itu tapi 37:55 dengan dia temukan langsung itu akan 37:58 berbeda. Jadi 37:59 Belajar bermasyarakat ya, Pak? 38:00 Ya, itu poin. Tapi 38:03 ini semua, Bunda, apa keuntungan 38:06 yang akan dihasilkan apabila 38:09 ee si anak ini sejak dari awal terlibat 38:12 di dalam 38:13 forum anak atau kelompok anak sebagai 38:17 pelopor dan pelapor. Adalah pertama 38:21 sejak dari awal 38:23 si anak akan 38:26 terpupuk kemampuan 38:29 bakat dan minatnya 38:31 misalnya dia memiliki bakat di bidang 38:34 apa itu yang kemudian terfasilitasi 38:37 dan itu terekspresikan melalui apa yang 38:41 dia pelopori di kehidupan masyarakat 38:44 jadi apa saja nih 38:45 yang dia bisa pelopori 38:48 coba Bunda sebut apa saja yang bisa 38:50 dilakukan oleh seorang anak di 38:52 masyarakat itu dan masyarakat 38:55 akan melihat hasilnya itu tidak ada yang 38:58 menolak 38:59 memperhatikan kebersihan lingkungan 39:01 misalnya hal itu saja kan sudah luar 39:03 biasa banget Pak saya jadi teringat 39:06 cerita Pak Munif bahwa di Jepang itu 39:10 SMP dan SMA kalau tidak salah sekolah 39:12 itu menanyakan ke anak mereka mau 39:14 belajar apa semester ini itu kan berarti 39:17 luar biasa banget ya Pak 39:19 dan itu artinya sedang mau 39:22 memfasilitasi dia 39:24 tapi orang yang dewasa sebagai 39:26 fasilitator dia harus membaca apa nih 39:29 keunggulan dari anak yang ada di hadapan 39:33 dia 39:33 iya dan itu sebenarnya PR buat 39:34 guru-gurunya tapi guru-gurunya rela gitu 39:37 ya untuk menyerahkan apa yang mau di 39:39 dipelajari oleh anak 39:41 terus gurunya bersiap diri untuk 39:44 mempersiapkan kurikulum silabus untuk 39:47 akhirnya bisa menjelaskan 39:49 pelajaran-pelajaran itu ke anak-anak 39:51 iya dan itu sebetulnya yang sekarang 39:54 mulai dikembangkan di 39:56 kurikulum 2013 39:59 memastikan anak adalah pusat guru 40:02 sebagai fasilitator 40:04 berarti yang 40:06 akan 40:07 ber 40:09 fungsi nanti si anak itu keunggulan 40:13 minat dan bakat dia akan benar-benar 40:15 ee 40:16 tertancap dan berkembang dan 40:18 terfasilitasi. Yang kemudian oleh forum 40:22 anak ini 40:23 karena dia sudah dipupuk, 40:26 terus dipersiapkan 40:29 oleh guru di sekolahnya dari level PAUD, 40:33 SD, SMP, SMA, SMK atau 40:38 sejenisnya atau pesantren, ini kemudian 40:42 ini ada di ruang publik, dia diminta 40:45 untuk 40:47 "Ayo apa yang bisa atau yang 40:49 kamu mampu lakukan untuk masyarakat 40:52 terkait dengan ee kemaslahatan ee orang 40:54 banyak." Nah, dia 40:56 antusias. 40:57 Itu yang pertama. 40:59 Yang kedua, si anak ini 41:02 akan ee benar-benar memfungsikan mata 41:05 dia. 41:06 Jadi, mata yang diberikan oleh Allah 41:10 untuk melihat segala sesuatu yang 41:13 positif, terus yang negatif, lalu di 41:16 dalam itu perlu dikoreksi 41:19 oleh Allah, dia dilengkapi sepasang ee 41:22 bibir dan satu lidah untuk menyampaikan 41:25 apa yang ee dia ketahui demi 41:28 kemaslahatan orang banyak. 41:30 Dengan catatan 41:32 ada mekanisme yang sudah dibangun dari 41:34 keluarga dan itu sudah terbiasa di 41:36 masyarakat, misalnya 41:38 ada orang suka buang sampah sembarang, 41:41 kita bisa mekanismenya potret 41:44 terus kita kirim itu ke petugas yang 41:48 ada di 41:50 ee pusat komando 41:52 untuk mendeteksi bahwa ini informasi 41:56 yang perlu di la diperbaiki oleh dinas 42:01 kalau ada yang buang sampah atau ada 42:03 jalan yang lubang atau ada anak yang 42:05 tidak bersekolah. 42:07 Dia 42:09 tidak perlu menyinggung si dinas itu, 42:11 tetapi dinas itu juga tadi sejak dari 42:13 awal kalau kalian melihat ada hal-hal 42:16 yang eh tidak sesuai dengan apa yang 42:19 dijelaskan oleh Bapak atau oleh Ibu 42:23 kalian bisa lapor. Itu sudah ada seperti 42:25 di rumah, begitu juga di masyarakat. 42:27 Jadi yang 42:28 perlu dibangun mekanisme, kemampuan 42:31 untuk melaporkan dan 42:34 orang yang akan menerima laporan itu 42:37 otomatis dia sudah kuat. 42:39 Dia sudah tahu SOP-nya untuk mengatasi 42:43 persoalan ini. Bukan 42:45 oh dapat informasi seperti ini langsung 42:47 dia dikritik terus kemudian eh merasa 42:51 sakit hati. Ah, Ibu Bapak sebagai 42:53 informasi kalau ada orang yang 42:56 mudah sakit hati lalu mudah tersinggung, 42:59 itu dulu adalah korban kekerasan. 43:02 Ehm. 43:02 Ah, jadi itu catatannya. Jadi 43:04 ini menjadi poin penting. Lalu yang 43:06 ketiga, Bunda 43:08 anak-anak ini dia 43:10 akan semakin mengenal 43:12 diri dia dan lingkungan dia. 43:15 Jadi dia tidak lagi hanya mementingkan 43:18 eh apa yang 43:21 terhadap diri dia. 43:23 Tapi dia sudah memikirkan orang lain 43:27 di mana dia adalah bagian dari 43:30 lingkungan itu. 43:32 Jadi 43:33 tidak main tunjuk-tunjuk saja, tetapi 43:35 dia melakukan apa yang dia sanggup. 43:38 Apa yang dia bisa pelopori. Misalnya 43:40 kalau ada sampah kecil dia bisa ambil 43:43 saja. Atau dia punya tem 43:45 ada teman yang tidak bersekolah lalu dia 43:47 tidak sanggup untuk 43:49 eh mengumpulkan uang dia bisa pelopori 43:52 untuk mengajak teman-temannya ayo urunan 43:54 atau melaporkan ke yang punya uang. 43:58 Lalu yang 43:59 maaf eh anak-anak ini juga pastinya kan 44:01 nanti jadi orang-orang dewa dewasa yang 44:04 sadar hukum, paham SOP, tidak bingung 44:07 kalau mau mengurus sesuatu ya, Pak ya. 44:09 Ya. 44:10 Dan 44:11 Bunda, 44:13 si anak ini sejak dari awal 44:17 sudah diberi 44:20 peran 44:21 dan kemudian dia sudah diberi tugas 44:25 untuk itu akan terbawa sampai dia 44:28 dewasa. Itu yang kemudian muncul eh 44:31 pertanggungjawaban eh diri dia sebagai 44:34 eh anggota masyarakat. Dan dia dengan 44:37 sudah memelopori juga 44:40 dia sudah sema ada semacam eh filter 44:43 diri. Jadi, tidak berani melakukan 44:45 hal-hal yang negatif. 44:47 Lalu yang keempat, Bunda, apa yang 44:50 keuntungan apa dengan anak aktif di 44:53 forum anak? 44:54 Dia memiliki kemampuan untuk 44:56 berorganisasi. 44:58 Yang mungkin itu tidak didapat di 45:01 sekolah. Kecuali kalau dia aktif di 45:04 eh organisasi kelas atau di OSIS. 45:09 Dengan di forum anak ini tidak lagi 45:11 bicara sekolah, tapi bicara eh 45:16 satu 45:18 organisasi yang besar dipimpin oleh 45:20 seorang Bupati. 45:22 Berarti ada di bawah-bawah Bupati itu 45:24 kepala-kepala dinas. Itu dia sudah 45:26 langsung bisa berkomunikasi dengan 45:27 kepala-kepala dinas. 45:29 Dengan luas gitu, tahu apa yang harus 45:31 dilakukan. Tapi mungkin juga ini saat 45:33 yang sama kita harus mengingatkan 45:35 sekolah-sekolah yang sangat membuat 45:37 murid-muridnya sibuk untuk mengurangi 45:40 eh PR-PR di luar sekolah itu ya, Pak. 45:42 Karena kan anak itu harus diberi 45:43 kesempatan untuk berorganisasi dan 45:46 berada di forum anak seperti yang Pak 45:47 Hamid katakan tadi. 45:48 Kalau itu sudah optimal, insyaallah ya 45:52 akan eh 45:54 Dengan sendirinya. 45:55 Dengan sendirinya berjalan. 45:56 Baik. 45:57 Karena masih ada juga eh sekolah-sekolah 46:00 yang membatasi 46:02 keaktifan anak-anak ini di Forum Anak. 46:05 Ehm. 46:06 Tapi ada sekolah-sekolah yang eh memberi 46:08 keleluasaan 46:10 karena ada perubahan pada eh sekolahnya 46:14 dia. 46:15 Apa poin penting ini yang keuntungan 46:17 kelima, Bunda? 46:19 Anak-anak yang aktif di organisasi ini, 46:22 dia akan menjadi peer 46:25 eh 46:27 untuk menjadi eh edukator bagi 46:30 teman-temannya yang tadinya tidak 46:32 mengenal, misalnya 46:34 eh si A, dia aktif memperjuangkan minat 46:38 baca. 46:39 Dia itu mengetahui isi semua kebijakan, 46:44 aturan, lalu program-program yang ada 46:46 berhubungan dengan minat baca. 46:48 Dengan kemampuan ini, kan dia bisa 46:51 menjelaskan kepada teman-teman yang 46:54 sebaya dia. Itu sebetulnya 46:56 eh efek atau dampak dari dia diberi 47:00 pengetahuan ini itu akan menjadi orang 47:03 penyambung lidah 47:05 dari kementerian atau dari dinas itu 47:09 sendiri. Jadi, tidak perlu lagi kita 47:12 harus eh susah payah memperkenalkan 47:16 program-program kita. Karena anak 47:18 sebagai pelopor itu akan berbicara dia 47:21 ke siapa saja yang dia temui. 47:24 Ada 47:25 eh beberapa anak saya temukan tuh 47:28 Bunda 47:29 awal-awalnya mereka dibatasi oleh orang 47:32 tuanya 47:33 tapi setelah mengetahui apa yang mereka 47:35 kerjakan dan kemudian mereka jelaskan 47:38 kepada Bunda dan Ayahnya 47:40 itu dulunya ada pembatasan jajan 47:44 atau transport untuk dia aktif di 47:47 organisasi, dengan diketahui oh bahwa 47:50 anak aku itu di sana dia mendapat 47:53 eh peningkatan kapasitas yang kemudian 47:57 kapasitas 47:58 itu akan digunakan di kemudian hari. 48:02 Akhirnya 48:03 si orang tua eh memberi keleluasaan. 48:06 Guru-guru yang tadinya eh apa membatasi 48:10 dengan tahu bahwa anaknya ini 48:13 disebut-sebut di hadapan eh kepala 48:15 sekolah pada saat dia 48:17 eh rapat dengan kepala dinas, dengan 48:19 bupati 48:20 itu kemudian membuka wawasan dia. Oh, 48:22 ternyata anak-anakku kemarin aku larang 48:26 untuk aktif di organisasi, ternyata 48:28 mereka sangat eh 48:30 berperan terutama pada saat Musrenbang, 48:33 Bunda. 48:34 Jadi, Musrenbang itu merencanakan 48:36 pembangunan dari level desa, lalu 48:39 kecamatan, kabupaten, lalu provinsi, dan 48:42 terakhir di tingkat nasional, anak-anak 48:44 itu sudah dilibatkan. Ah, siapa nih yang 48:47 tidak eh senang? 48:49 Kalau awalnya melarang lalu kemudian 48:52 mendapatkan diseminasi yang lebih kuat. 48:56 Lalu yang paling penting 48:58 yang terakhir, Bunda. 49:00 Adalah ini yang kemudian menjadi 49:03 kekuatan bagi si anak itu di kemudian 49:06 hari adalah networking. 49:08 Mmm. 49:08 Jaringan. 49:09 Iya. 49:09 Bunda 49:10 anak-anak yang ada di forum anak 49:13 nasional sekarang 49:15 itu misalnya dia melakukan perjalanan 49:18 eh misalnya dia sudah tidak lagi di 49:20 forum anak, dia berarti sudah jadi 49:22 fasilitator. 49:24 Misalnya dia anak dari provinsi A sedang 49:27 berlibur di provinsi B, tinggal 49:29 eh share 49:32 bahwa aku ada di sini, itu 49:33 teman-temannya yang akan eh menjemput 49:35 dia atau memberikan informasi lebih 49:38 detail tentang eh daerah di mana ada eh 49:41 kolega atau teman dia. 49:43 Kita saja yang sudah dewasa senang gitu 49:44 ya kalau berkunjung ke daerah ternyata 49:46 ada teman kita di sana gitu. 49:48 Dan itu sudah berlaku pada forum-forum 49:50 anak yang sudah alumni-alumni. Karena 49:53 forum anak ini sudah dibangun eh sudah 49:56 beberapa tahun yang lalu. 49:58 Dengan mengikuti sejarahnya dari tahun 50:01 eh 89, kemudian 92, 2002, lalu kemudian 50:07 mulai masif itu 2006. 50:09 Itu sudah mulai eh terbentuk. 50:12 Lalu kemudian dengan dia sudah punya 50:15 networking 50:16 akhirnya 50:18 banyak keuntungan lain yang akan 50:20 diperoleh anak. Salah satunya 50:23 dia di CV-nya 50:26 itu ada pengalaman berorganisasi 50:30 dan SK-nya itu ditandatangani oleh 50:34 bupati atau walikota. 50:36 Apalagi sekarang kan banyak orang yang 50:38 punya dilema, kami baru lulus kuliah 50:41 sementara kalau yang eh mencari 50:44 eh SDM mintanya yang punya pengalaman, 50:46 tapi dengan ikut forum anak masalah itu 50:49 teratasi. 50:49 Teratasi. Dan ini harapannya Bunda, eh 50:53 satu kementerian yang sudah mulai 50:55 memanfaatkan dan dinas yang 50:58 eh sama di daerah sudah menggunakan. 51:02 Forum-forum anak ini kan dia batasnya 51:05 sampai usia 18 tahun. Itu yang kemudian 51:08 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga 51:11 mengembangkan adalah 51:14 kabupaten kota peduli pemuda. 51:18 Dengan anak-anak yang sudah aktif di 51:20 forum anak ini, lalu kemudian mereka eh 51:24 jadi dewasa, direkrut oleh kementerian 51:27 atau oleh dinas olahraga untuk aktif 51:29 lagi di kepemudaan. Semakin kuat lagi 51:32 organisasinya. Dan yang menjadi menarik 51:37 DPR 51:38 itu sudah mengadaptasi 51:41 parlemen remaja. Ah. 51:44 Sebagian besar anak-anak yang ikut 51:48 seleksi mengikuti parlemen remaja di 51:51 sana mereka itu Bunda 51:53 dilatih 51:55 dan belajar bagaimana mensimulasikan 51:59 sebuah peraturan perundangan itu disusun 52:02 dari mendengarkan pendapat masyarakat 52:06 kemudian menyusun naskah akademik 52:09 kemudian mendaftar 52:11 menjadi sebuah rancangan lalu kemudian 52:13 sampai memutuskan 52:15 itu sebagian besar alumni-alumninya itu 52:18 adalah dari forum anak 52:20 yang 52:21 semakin diperhatikan dan terakhir ini 52:25 ee 52:26 forum-forum anak ini 52:28 yang alumni-alumninya ini menjadi 52:30 fasilitator untuk teman-temannya agar 52:34 lebih optimal tetapi yang belum ada 52:37 ketulusan itu dari orang dewasa 52:40 yang orang dewasa ini 52:42 kita bisa maklumi Bunda karena dulu 52:45 mereka tidak memiliki pengalaman yang 52:48 sama seperti anak-anak sekarang yang 52:51 oleh negara ini sebetulnya aturan yang 52:55 ada di Quran di surat As-Saffat lalu 52:57 kemudian aturan di internasional itu 53:00 sudah diadaptasi di undang-undang kita 53:03 melalui undang-undang 35 tahun 2014 ada 53:06 di pasal 24 yaitu 53:09 menjamin 53:11 suara anak didengar sesuai dengan usia 53:14 dan kematangannya yang mengetahui usia 53:17 dan kematangan hanya orang dewasalah 53:20 lalu kemudian bagaimana memfasilitasi 53:22 anak ini orang dewasalah yang 53:24 memfasilitasi anak jadi bukan anak ber 53:28 inisiatif sendiri datang ke Gubernur 53:31 datang ke Bupati untuk usul-usul ini 53:34 tidak 53:35 tapi dia harus 53:36 Bagaimanapun mereka masih anak-anak 53:38 masih anak-anak 53:39 harus dibimbing 53:40 iya 53:40 iya 53:41 bimbingan ini atau 53:43 memfasilitasi anak ini menjadi penting 53:46 sehingga 53:48 mereka yang tadinya ee punya pemikiran 53:52 tentang A 53:54 yang mungkin ee agak sedikit tidak 53:56 berstruktur dengan mendapatkan 53:59 penjelasan dari orang dewasa apa saja 54:02 aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan 54:04 dan program yang akan dia lakukan sesuai 54:07 dengan 54:08 visi, misi dari seorang bupati atau 54:11 gubernur atau walikota atau presiden si 54:14 anak ini akan menerjemahkannya. 54:18 Bimbingan ini menjadi penting. Terutama 54:21 dari dinas-dinas teknis yang selama ini 54:23 baru terbangun hanya dinas yang 54:26 berurusan dengan anak, dinas 54:27 pemberdayaan perempuan dan perlindungan 54:29 anak. Tidak cukup di situ tapi semua. 54:33 Lalu kemudian dunia usaha. 54:36 Dunia usaha menjadi penting. Lalu yang 54:38 paling akhir adalah media. 54:41 Ah, media kalau pingin 54:43 ee kita memiliki ee follower 54:48 yang masif dari anak yang sekarang juga 54:52 ee banyak orang dewasa komen-komen 54:55 dengan 54:56 seorang YouTuber 54:58 dengan pengikut yang banyak 55:00 ee mengacaukan pembangunan karakter. Ah, 55:03 mereka ini rata-rata komentator yang 55:06 tidak mengetahui bahwa 55:08 kita diatur dan diawasi oleh Allah. 55:11 Hanya seorang YouTuber itu kemudian kita 55:13 jadi ee takut. 55:16 Lalu jadi khawatir nanti ee follower-nya 55:19 akan ee 55:20 terganggu. Tugas medialah yang harus 55:24 mengkapasiti anak-anak ini. Lalu 55:27 kemudian kalau bisa ada 55:29 setiap media itu punya ruang untuk anak. 55:33 Didengar suaranya lalu di mereka diberi 55:36 ruang untuk eee 55:39 mempelopori atau mengekspresikan apa 55:41 yang mereka tahu. Satu minggu itu pasti 55:44 ada kegiatan-kegiatan dengan anak itu 55:47 tidak akan eee hilang. 55:50 Atau satu bulan satu sesi atau satu 55:54 tahun sekali juga boleh. Tapi jangan 55:57 jangan sampai tidak ada. Ah, media itu 55:59 akan langgeng karena sejak dari kecil si 56:03 anak sudah dipupuk dan dia nanti akan 56:05 jadi orang yang eee sangat apa tuh 56:08 fanatik 56:09 dengan media itu sendiri. Karena 56:12 dia nanti punya anak, kalau punya cucu 56:16 itu akan mendorong, kamu nonton di sini. 56:19 Kamu menggunakan produk ini. Itu yang 56:22 seperti dialami sekarang oleh 56:26 media-media atau produk-produk. Ah, 56:28 bagaimana dengan di pemerintah? Agar 56:30 anak-anak itu 56:32 eee dia antusias. Terakhir, Bunda. 56:36 Kalau sejak dari 56:39 kecil anak dilibatkan, insyaallah pada 56:42 saat mereka menjadi seorang pejabat 56:45 mereka akan 56:47 melakukan hal yang serupa yang pernah 56:50 mereka alami dari orang dewasa. 56:52 Demikian. Asalamualaikum warahmatullahi 56:54 wabarakatuh. 56:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:56 wabarakatuh. Luar biasa nih, Pak Hamid 56:59 Fatilima. Mungkin dengan cara ini 57:01 anak-anak kita senang untuk berkegiatan, 57:03 senang untuk sibuk karena telah 57:05 didengarkan oleh orang-orang dewasa ya. 57:07 Semoga acara kita ini didengar oleh 57:09 orang yang banyak. 57:10 Amin. 57:11 Eee terima kasih ikhwan dan akhwat telah 57:13 mengikuti acara perlindungan anak eee 57:16 kali ini. Insyaallah kita bertemu lagi 57:18 dua minggu mendatang ya, Pak Hamid dan 57:20 juga ikhwan dan akhwat. Akhir kata, saya 57:23 Nurfitri Taher dan juga segenap kru 57:25 sudah ada meja di sini undur diri. 57:28 Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu 57:30 alla ilaha illallah anta, astagfiruka wa 57:32 atubu ilaih. Wassalamualaikum 57:34 warahmatullahi wabarakatuh. 57:36 Waalaikumsalam.