Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Asalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh. Kepada pendengar dan ee ee 0:06 pemirsa Rasil ee selamat menunaikan 0:11 ibadah Ramadan. Semoga Ramadan 0:15 yang kita jalani mendapatkan rahmah ee 0:19 dari Allah Subhanahu wa taala. dan 0:21 Ramadan yang kita jalani juga ee tidak 0:23 hanya bermanfaat buat ee kita, tapi juga 0:26 bermanfaat buat ee kepentingan umat ee 0:30 ee Islam secara ee keseluruhan. Sekali 0:33 lagi selamat menjalankan ibadah ee 0:36 Ramadan. 0:42 [musik] 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:50 warahmatullahi wabarakatuh. 0:51 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 0:54 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:56 alihi wasbihi ajmain. Rbi zidni ilma 1:00 allahumfani bima alamtani waimni ma 1:02 yangfani warzuqni ilman yangfoni. 1:05 Dipancarkan dari Jalan Masjid 1:06 Silaturahim nomor 36 Kalimbanggis Cibur 1:09 Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:12 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:14 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:16 pendengar dan pemirsa di mana saja Anda 1:18 berada. Apa kabar Anda di waktu sahur 1:22 kali ini? Senang sekali saya Angga 1:23 Aminudin ditemani ee tim yang bertugas 1:27 ya, ada Abi Agus, ada juga Kang Atef 1:30 dapat kembali menyapa Anda di mana pun 1:32 saja Anda berada. Bagaimana ibadah 1:36 puasanya hari ini? Semoga ikhwan akhwat 1:39 terus terjaga keikhlasannya, 1:41 kesabarannya, dan tentu saja terus 1:43 ditemani oleh siaran-siaran Radio 1:45 Silaturahim. 1:46 Berjumpa bersama saya di acara Sahur 1:50 Bersama Rasil. Memang tahun ini namanya 1:52 sudah tidak bukan sahur bersama tokoh 1:54 lagi ya, tapi sahur bersama Rasil. 1:56 Katanya sih kalau kata Abi Agus nih 1:58 produsernya biar lebih akrab katanya. 2:01 Dan tamu kali ini edisi Ramadan kali ini 2:04 bersama saya kami akan menghadirkan 2:06 Bapak Dr. Andri Hadi Basalama dan saat 2:10 ini saya sedang berada di kediaman 2:12 beliau di daerah Jakarta Selatan. Siapa 2:15 tamu kita? Siapa yang akan berbagi 2:17 cerita dengan kita semua di waktu sahur 2:19 ini? Kita sapa beliau ya. Asalamualaikum 2:20 warahmatullahi wabarakatuh Pak Andri 2:22 I. Waalaikumsalam. Ee Pak Angga 2:24 bagaimana kabarnya? Alhamdulillah sehat. 2:26 Alhamdulillah 2:27 Ramadan ini luar biasa ya. 2:28 Luar biasa. Luar biasa. Ramadan pertama 2:31 saya setelah 5 tahun di Brussel. 2:33 Nah, itu baru saya mau tanya pulang dari 2:36 Eropa kapan gitu. 2:37 Ee awal Januari. 2:39 Awal Januari. 2:40 Itu setelah berapa tahun meninggalkan 2:41 Indonesia, Pak? 2:42 Setelah 5 tahun. 2:43 5 tahun. 2:44 5 tahun. 5 tahun. Tugas kami di sana 2:46 tepat 5 tahun. November 2020 2:49 waktu itu masa Covid 2:51 dan kembali 2025. Alhamdulillah. 2:54 Alhamdulillah. 2:54 Berkah. 2:55 Berkah ya. Iya. 2:56 Dan memang pertemuan Rasil bersama Pak 2:59 Andri ini ee karena hasil dari 3:02 silaturahim ya, silaturahim kita dengan 3:04 Bu Mona. Alhamdulillah ketemu dengan 3:06 dengan Pak Andri. Kalau saya googling 3:08 ternyata ini beliau ini pengalamannya 3:11 lebih dari 30 tahun di Kementerian Luar 3:13 Negeri. Wah, 3:14 tepatnya 38 tahun. 3:16 38 [tertawa] tahun. 3:18 Hampir hampir 40 tahun. 3:19 Hampir 40 tahun. 3:20 Bahkan sudah menjadi duta besar di 3:22 beberapa negara. 3:23 Di dua negara. 3:25 Iya. Iya. pertama di Singapura dan kedua 3:27 di Uni Eropa. 3:28 Singapura dan Uni Eropa. Dan sekarang 3:30 pun masih bertugas ya. 3:32 Sekarang masih bertugas. Alhamdulillah 3:34 masih mendapatkan kepercayaan dari Pak 3:36 Menl eh sebagai Governor of the Republic 3:39 Indonesia di Asia 3:41 Europe Foundation di Singapura. 3:43 Europe Foundation. Kalau saya lihat itu 3:46 di googling itu Gubernur Indonesia. 3:48 Iya iya iya. 3:49 Nah, ini Gubernur Indonesia sesungguhnya 3:50 ya [tertawa] 3:52 sebelum-sebelumnya sempat ada tuh 3:53 Gubernur Indonesia. 3:54 Iya. ini sesungguhnya karena ada 3:56 jabatannya ingin inginnya sih gubernur 3:58 wilayah tapi cukup ini gubernur cukup 4:00 [tertawa] 4:01 kiranya saya itu cuma sebutan istilah 4:02 politis ternyata gubernur emang ada 4:04 jabatannya ya tapi itu lebih kepada 4:07 istilah aja dalam bahasa Inggris yang 4:10 intinya sih itu kayak semacam 4:12 ee dewan komisaris lah gitu 4:14 iya dewan komisaris di situ. 4:16 Baik 4:17 kita nih ingin lebih dekat dengan Pak 4:19 Andri. He. 4:19 Ciri khas dari obrolan kita di sahur ini 4:22 kan obrolan yang menginspirasi pendengar 4:25 sesuai dengan profil yang kami hadirkan. 4:27 Kita ingin lebih kenal lebih dekat gitu 4:29 dengan Pak Andri. Pak Andri 4:31 lahir di mana? 4:33 Saya lahir di Bandung. 4:34 Di Bandung ya? 4:34 Di Bandung. Iya. Ee 12 Februari 1960. 4:40 Tapi saya besar di Cirebon. 4:41 Di Cirebon ya? 4:42 Di Cirebon. Di ya di kota pantura 4:46 apa? Masih daerah Jawa Barat. 4:47 Masih daerah Jawa Barat. Sunda lah 4:48 cbonnya. Sunda Jawa mix itu 4:51 itu unik sekali bahasanya. 4:53 Unik sekali bahasanya. 4:54 Bagaimana pengalaman Pak Andri ketika 4:56 kecil lalu sampai menimpa ee pendidikan 4:59 gitu ya bisa diceritakan kepada 5:01 pendengar? 5:02 Iya. Ee waktu kecil ee salah satu ee 5:07 hobi saya pada waktu itu Pak Angga itu 5:09 membaca. Saya tuh sejak kecil senang 5:12 sekali membaca dan alhamdulillah selalu 5:15 mendapatkan apresiasi dari guru-guru 5:17 saya mengenai pelajaran bahasa 5:18 Indonesia. 5:19 Iya. I 5:20 karena selalu bagus Masga. Tapi yang 5:21 lain-lainnya enggak begitu bagus. 5:23 Matematik, fisika enggak begitu. 5:24 Bahasa Indonesia. 5:25 Bahasa Indonesia malah bahasa Indonesia 5:27 waktu 5:29 waktu ee SD. Jadi sejak kecil itu saya 5:31 membiasakan 5:33 ee membaca dan ini ee berlanjut ee ee 5:36 keingintahuan mengenai 5:38 ee dunia itu saya kenal lewat membaca. 5:40 Jadi pada waktu SD saya tuh sudah 5:42 membaca buku-buku seri enggak tahu ini 5:45 bukan zamannya Mas Mas apa Angga ya itu 5:47 Winowo 5:48 yang cerita-cerita e pahlawan ee Indian 5:52 dari ee Amerika berbahasa Inggris 5:55 ee berbahasa bahasa Indonesia waktu itu 5:57 sudah diterjemahkan. Iya. He. 5:58 Lalu ada ada cerita mengenai car May itu 6:03 yang di Balkan apa? Nah, 6:05 dalam episode-episodenya itu selalu 6:07 mereka itu eh moving dari satu country 6:10 ke country yang lain dalam cerita 6:12 bukunya itu. Sehingga saya selalu 6:15 membayangkan oh ini kayaknya ee ee tour 6:20 istilahnya perjalanan dengan berbagai 6:22 pengalaman yang luar biasa. Iya. 6:24 Traveling itu sesuatu hal yang sangat ee 6:27 menarik. Jadi saya memang ee dunia saya 6:30 terbuka itu lewat lewat membaca apa 6:33 enggak? Baca coping ho sempat 6:34 sempat koping ho tapi tidak tidak 6:36 rajin-rajin benar. 6:37 Iya tidak rajin-rajin benar. Saya tadi 6:39 mau nebak nih kayak kopingho nih. 6:40 Iya, Kopingho. Jadi saya sejak sejak ee 6:44 ini 6:45 berlangganan koran apa itu sebagai satu 6:47 hal tradisi yang sejak SMP itu dilakukan 6:50 di keluarga kami. 6:52 Kalau riwayat pendidikan yang Pak Andri 6:56 ee jalani sampai dari mana saja itu 6:58 mulai? 6:58 Di di ee SD saya pendidikan di Cirebon 7:01 mengawali ya. Lalu pindah sempat pindah 7:03 ke Bandung 7:04 ee selama 2 tahun lalu kembali lagi Ibu 7:06 berusaha di Cirebon. Heeh. 7:08 Dan sampai selesai SMA di Cirebon. 7:10 He. 7:11 Ee kalau zaman pendidikan dulu saya kira 7:15 kurang begitu pas untuk diceritakan di 7:17 sini karena tidak begitu bagus 7:18 sejarahnya, [tertawa] Pak. 7:20 Tahun 60-an 70-an. 7:21 Iya. Tahuntahun waktu SMA SMA itu 7:24 itu ee apa ee jujur boleh saya katakan 7:29 ee track record saya tidak begitu. 7:31 Saya termasuk anak yang relatif, anak 7:34 SMA yang bandel. 7:35 Iya. Tapi alhamdulillah mengalami 7:39 transformasi ketika saya itu lulus SMA 7:42 itu tidak diterima di mana-mana, Pak. 7:44 Oh, gitu. Iya, betul. 7:45 Tapi sempat masuk maksudnya gitu ya? 7:47 Sempat daftar. Sempat daftar. 7:48 Sempat daftar di berbagai universitas, 7:50 tapi tidak ada satu universitas pun 7:52 negeri yang 7:53 yang yang waktu itu menerima karena 7:55 memang ee tidak begitu bagus waktu nilai 7:58 waktu SMA itu. 7:59 Iya. Tapi ee saya selalu ee terinspirasi 8:03 oleh ibu saya 8:05 yang ketika saya tidak diter di 8:07 mana-mana, dia tuh sama sekali enggak 8:08 marah. Cuman dia titip pesan ee dia 8:11 manggil saya Didi. Nama kecil saya. 8:14 Iya. Masa depan itu 8:16 di di Didi. Dia bilang bukan bukan di 8:18 mama. He 8:19 karena mama kan ada batas, ada batas 8:21 kemampuan, ada batas umur 8:23 dan Didi satu-satunya laki-laki 8:26 yang akan merubah keluarga kita itu ya 8:30 saya gitu istilahnya. Sehingga 8:31 berapa bersaudara, Pak? 8:32 Ada empat ee bersaudara. Jadi empat ee 8:35 perempuan e adik laki-laki. Ada adik 8:38 perempuan saya 8:39 ee e Mas Angga. Nah, setelah saya di 8:43 setelah saya 8:45 istilahnya itu kan kalau zaman SMA itu 8:48 kan kita kan maaf ya, Pak, enggak tidak 8:50 baik untuk ditiru itu kan gampang 8:52 nyontek. 8:53 Heeh. 8:53 Iya kan 8:54 ya pokoknya kenakalan anak remaj. 8:55 Kenakalan anak remaja lah. Iya. Iya. 8:57 Tapi mungkin ada sisi baiknya. [tertawa] 9:00 Ada sisi baiknya. Jadi sudah sudah 9:02 istilahnya di waktu SMA itu sudah 9:03 mentok. 9:04 Sudah mentok. 9:05 Iya. Iya. Jadi ee ini masa transformasi 9:08 dan ketika itu saya 9:11 selama 1 tahun saya ambil kursus-kursus 9:13 khusus 9:14 untuk menghadapi dulu Sipenmaru ya, Pak 9:16 ya? Masuk Iya, Sipenmaru ya. Masa 9:18 Sipenmaru Siparu 9:19 dan alhamdulillah dan alhamdulillah 1 9:22 tahun kursus tapi saya betul-betul 9:24 belajar dengan luar biasa dengan iya 9:27 intensif motivasi dari 9:28 seorang ibu. Heeh. 9:30 Sampai adik-adik saya itu pikir bahwa 9:33 saya ini ini waduh ini Did ini karena 9:35 saya jangan lagi di mana, Pak? Di 9:39 rumah atau di mana ya. Even sampai ke 9:41 toilet pun saya itu belajar dan baca 9:44 buku. 9:44 Oh, gitu ya. 9:45 Sampai sampai sebegitunya gitu. Tekadnya 9:47 luar biasa sekali bahwa saya harus saya 9:49 harus bisa. Dan alhamdulillah ketika itu 9:53 ya ketika ee tahun 0 saya masuk ee 9:59 mendaftar di hampir semua universitas 10:00 negeri dan semua universitas negerinya 10:02 menerima. 10:03 Oh. Ambil jurusan apa? 10:04 Ambil saya jurusan sosial karena saya 10:06 pikir saya kuat di sosial ee ee bukan di 10:10 hukum internasional. 10:11 Iya. dari beberapa di Jogja saya 10:14 diterima di di ini diterima di apa 10:16 ee di ee ini lalu saya masuk ngambil di 10:21 Universitas Pajajaran di Fakultas Hukum 10:24 UNPAN 10:24 Bandung ya. 10:25 Iya Bandung. Dan alhamdulillah 2 tahun 10:27 kuliah saya masuk dalam kategori 10:31 mahasiswa teladan tingkat nasional. 10:33 2 tahun. 2 tahun saya 2 tahun. Iya. 10:36 [tertawa] 10:36 Enggak, enggak selesai. Saya lama 10:38 selesai cuman tahun 4 tahun, maaf 10:41 setelah 4 tahun saya kuliah. 10:44 Ee saya ikut kompetisi mahasiswa teladan 10:47 dan alhamdulillah menerima 10:49 predikat mahasiswa teladan tingkat 10:52 nasional, wakil dari Universitas 10:54 Padjajaran. Jadi luar biasa 10:57 transformasinya dan itu hanya dengan 11:00 tekad yang ee kuat dan hanya dengan apa 11:03 nih ee ingin ingin menunjukkan bahwa 11:06 saya bisa dan ee bentuk bakti kepada ibu 11:09 saya. 11:09 Berarti ngambil hukum internasional 11:11 apakah waktu itu sudah ada punya 11:12 cita-cita apa? I. Nah. Nah, karena 11:14 mungkin latar belakang saya, saya hobi 11:17 baca, jadi saya tuh ingin, "Wah, ini 11:19 profesi apa ya yang kira-kira saya itu 11:21 bisa apa 11:22 yang saya itu kita saya bisa banyak 11:24 traveling ya, tapi juga ada sisi 11:26 pengabdian kepada 11:28 ee negara gitu ya. Tidak maksudnya saya 11:30 mungkin bisa traveling kalau saya kerja 11:32 di private e sektor yang multinational 11:36 company atau apa bisa aja ya. Tapi saya 11:38 juga ada sisi ingin ada pengabdian 11:41 kepada ee negara karena dalam keluarga 11:43 saya tidak ada tradisi menjadi pegawai 11:44 negeri. Semuanya pedagang, Pak. Angga. 11:47 [tertawa] 11:48 Iya. Semuanya 11:49 kalau lihat dari nama kalau dari namanya 11:50 kan bahasa lama ya. Itu semuanya 11:52 pedagang 11:53 keluarga Arab. Kalau jamaah biasanya 11:55 jarang-jarang 11:56 pegawai negeri. Maka dari itu ya agak 11:59 deviasi ini profesi saya ini. 12:01 Tapi di keluarga enggak masalah waktu 12:02 itu ya. 12:03 Oh enggak enggak ada masalah. Kalau 12:04 kalau kalau istilahnya kalau keluarga 12:06 saya, ibu saya ee menyerahkan sepenuhnya 12:09 kepada saya mengenai pilihan, tapi yang 12:11 penting 12:12 eh if you wants to do something, do it 12:15 seriously lah gitu. Lakukan dengan apa 12:17 nih 12:18 sebaik mungkin. 12:19 Dan sejak kuliah sudah serius 12:20 ya. Nah, sejak kuliah itu saya sudah 12:22 betul-betul menjadi anak yang 12:24 berarti punya cita-cita pengin traveler 12:26 keliling dunia. Profesi apa yang sudah 12:27 kepikiran waktu itu? 12:28 Iya. Pada waktu itu diplomat. 12:30 Diplomat. 12:30 Iya. Maka itu saya masuk jurusan hukum 12:32 kan dulu ada dua pilihannya. 12:34 Fakultas Ilmu Sosial Politik jurusan 12:37 Hubungan Internasional 12:38 atau Fakultas Hukum Jurusan Hukum 12:41 Internasional dan saya masuk 12:43 di Fakultas Hukum. Jadi saya ketika 12:45 lulus 12:46 ketika lulus ee kuliah 12:48 He. 12:48 Saya tidak mendaftar tidak pernah punya 12:50 sejarah mendaftar ke mana-mana, Pak. 12:52 Karena memang niat saya ke Kemlu. 12:54 Oh, gitu. 12:54 Iya. Nah, jadi hanya satu aja itu 12:56 posisi emang udah ini udah target khusus 12:59 target target khusus target khusus 13:02 target khusus dan kebetulan juga pada 13:06 waktu itu Kemlu itu programnya itu ada 13:10 semacam talent coat Pak. Jadi 13:12 Iya, jadi mencari ee ee apa bibit-bibit 13:16 diplomat 13:17 bibit kader 13:17 kader 13:18 dengan merekrut ke 13:20 universitas-universitas gitu. Dan pada 13:22 waktu saya selesai ee selesai 13:26 sebenarnya tidak tepat dengan kedatangan 13:28 tim dari Kemlu untuk mengetes ya. 13:31 Dan hanya satu-satunya yang dari hukum 13:32 internasional itu hanya saya 13:34 yang eligible 13:35 karena sudah lulus e sampai saya minta 13:38 keterangan dari sampai sekarang ingat 13:41 itu e Pak Samsudin 13:43 ee bagian bagian 13:45 klasifikasinya apa aja waktu itu sampai 13:47 lulus? 13:48 Kenapa 13:48 klasifikasinya apa sampai keterima itu? 13:51 ya ee pastinya kan e pengetahuan 13:54 mengenai ee ee masalah-masalah ee 13:57 internasional, 13:59 bahasa bahasa pasti 14:00 bahasa pasti. Jadi bahasa pasti dan juga 14:04 dan cuman karena saya senang bahasa yang 14:06 tadi saya sampaikan, jadi saya sering ee 14:09 SMA apa itu sudah mulai baca-baca koran 14:12 dalam bahasa Inggris atau apa. Jadi 14:13 memang 14:14 saya saya prepare. 14:16 Iya saya prepare dan terutama saya 14:17 prepare 1 tahun 14:19 dan ketika saya jadi setelah saya masuk 14:21 ke UNPAD itu langsung saya kursus bahasa 14:24 Inggris hampir selama 4 tahun sampai 5 14:26 tahun sampai saya selesai. 14:28 Itu syarat kayaknya ya. syarat memang 14:29 syarat dan lebih baik lagi akan sangat 14:32 lebih baik kalau seandainya kita 14:33 menguasai bahasa PBB yang lainnya 14:36 misalnya bahasa Arab pastinya 14:38 iya tambahan bahasa Arab atau katakanlah 14:41 tambahan bahasa ee Prancis atau tambahan 14:46 iya Mandarin itu saya kira kan seperti 14:49 bahasa Arab itu kan di itu language yang 14:51 hampir berapa puluh negara kan gitu ya 14:54 Pak ya atau bahasa Latin gitu bahasa 14:57 Latin yang banyak juga yang 14:58 betul Betul. 14:59 Yang di di digunakan oleh berbagai 15:01 negara di dunia 15:02 dari S1 berlanjut apa kerja dulu gitu 15:06 ya? 15:06 S enggak enggak enggak langsung saya 15:07 dari S1 langsung berlanjut 15:10 dan karena saya perasaan saya hanya 15:11 satu-satunya dari hukum internasional 15:13 dan pada waktu itu menlunya itu Pak 15:16 Mukhtar Kusumatmaja 15:18 Menlunya itu di UNPAD dia dosen UNPAD 15:21 dosen UNPAD. 15:22 Iya rektor malah ya malah dosen UNPAD. 15:25 Jadi saya berpikir, "Ah, karena saya 15:27 satu-satunya pasti kayak insyaallah 15:29 lulus deh saya masuk." Ah, [tertawa] 15:31 tapi sekarang persaingannya masuk 15:35 sekarang itu lebih dari 10.000, Pak, 15:38 untuk masuk ke Kementerian Luar Negeri 15:40 dan sangat 15:41 objektif ee tesnya 15:43 sangat sangat tough, sangat ee sulit, 15:46 tidak gampang karena kan masuk pegawai 15:48 negeri dulu ya, tes bersama itu. Lalu 15:51 setelah pegawai negeri baru masuk ke 15:52 kemlu. Nah, kekuannya ini yang yang 15:55 sekarang itu berat sekali. Persaingannya 15:57 ketat sekali. 15:57 Betul. Betul. Seleksinya betul-betul ee 16:00 objektif. 16:01 Iya. Heeh. Bahkan ya istilahnya 16:04 putranya kepala biro ee Sekjen atau 16:07 Kepala Biro Kepegawaian pun belum tentu 16:09 bisa masuk. 16:11 Di masa itu ya ketika sudah mulai di 16:14 Kemenlu gitu ya. 16:16 Kira-kira ada sosok siapa yang dijadikan 16:18 palutan bagi Pak Andri 16:20 pada waktu itu ya? Seperti yang Pak 16:23 Angga tahu salah satunya yang legendaris 16:25 kan Pali Alatas. Oh iya. Menteri luar 16:27 negeri. Menteri luar negeri 16:29 yang ee saya kira sangat ee legendaris. 16:32 Beliau itu menteri luar negeri yang 16:34 yang ee apa? Saya sih dapat banyak 16:38 ceritanya juga kan kalau di kalangan 16:40 wartawan kalau lagi baca biografinya 16:43 karena memang yang paling dekat sama 16:44 duta besar-duta besar utusan-utusan 16:46 negara-negara cara pendekatannya beda 16:48 kan 16:49 dan mereka lebih hormat kalau Iya. Iya. 16:51 Iya. Karena Pak Ali itu ya dia track 16:53 record-nya luar biasa 16:55 dan dia memang tipe orang yang 16:57 ee ketika ada jadi trouble trouble 17:00 shooter istilahnya itu ya. 17:02 Iya. Jadi ketika ada permasalahan macat, 17:05 deadlock dalam setiap negosiasi itu, Pak 17:07 Ali itu selalu muncul sebagai figur yang 17:10 meng 17:10 apa ya? Yang menyatukan berbagai-bbagai 17:13 apa 17:13 ee dan ide-ide ataupun solusi-solusinya 17:17 itu sangat 17:17 sangat dan bahasa 17:20 Inggrisnya itu sangat berkelas sekali. 17:22 Sangat berkelas, 17:22 sangat berkelas sekali. Itu above eh 17:25 afraid lah. Jadi ee sangat-sangat 17:28 berkelas sekali dan 17:29 personality-nya itu sangat sangat 17:31 hangat, Pak. Hm. 17:32 Jadi orang merasa nyaman di dekat dia. 17:34 Iya. Jadi dia ngobrol dengan menteri 17:37 luar negeri, ngobrol dengan 17:38 kepala-kepala negara. H 17:41 dia ngobrol. Jadi pastinya pada waktu 17:44 itu presiden pada waktu itu tentunya 17:46 seperti Pak ee Soeharto merasa sangat 17:49 nyaman, 17:49 sangat mengandalkan juga. 17:50 Sangat mengandalkan. 17:51 Ya, dapat cerita juga sih kalau pas lagi 17:52 ada konferensi tingkat tinggi 17:54 negara-negara. Iya. I 17:55 itu yang daftar untuk pertemu beliau tuh 17:58 banyak. 17:58 Banyak. Iya. Iya. dan ee dan ee waktu 18:02 itu alhamdulillah 18:03 kesempatan yang sangat baik sekali. Saya 18:06 sempat saya sempat saya sempat menjadi 18:08 salah satu sesprinya 18:10 iya sekretaris pribadi beliau itu kan di 18:12 setmen di sekretariat menteri saya salah 18:14 satunya sempat dampingin kalau traveling 18:17 ke luar negeri apa 18:19 berarti ketika itu sudah ada keinginan 18:21 untuk saya kayaknya harus jadi menteri 18:22 luar negeri atau saya harus jadi 18:23 diplomat nih? 18:24 Iya jadi diplomat. Iya ya. Iya ya ya. 18:27 Saat itu kan kita jadi ee banyak banyak 18:31 belajarlah 18:32 banyak belajar gimana beliau meriksa 18:35 iya apa ee speech pidato sangat teliti 18:38 sekali orangnya dan rapi sekali 18:40 telitinya luar biasa urusan urusan 18:43 perjanjian 18:44 iya iya statement ketika dia nulis 18:46 statement itu dia koreksi gitu 18:49 dia koreksi dia satu-satu kata-kata itu 18:52 betul-betul dan 18:54 ee saya kira dia figur figur ideal untuk 18:58 seorang 19:00 menteri luar 19:00 itu dari segi karir. Saya juga ingin 19:02 bertanya dari segi 19:03 ee keluarga. 19:04 Iya iya iya iya. 19:05 Nah, Pak Andri mulai menikah kapan? 19:08 Calonnya calonnya orang mana nih? Gitu 19:09 [tertawa] ya. 19:11 Calonnya orang orangor Jakarta. Iya, 19:14 calonnya orang e Jakarta. Ee tahun 91 e 19:18 tahun iya 1 kita 19:20 menikah. Dan alhamdulillah kita 19:22 diberkahi oleh tiga anak, dua putra dan 19:25 satu ee putri sudah besar ya dan dua 19:29 cucu. 19:30 Cucu sudah dua cucu. Jadi alhamdulillah. 19:33 Terus juga di pengalaman 19:36 ee bekerjanya 19:38 Pak Andri gitu ya, kira-kira 19:40 ee bagaimana perjalanan di Kementerian 19:44 Luar Negeri itu melihat 19:47 tantangannya, lalu juga melihat ee 19:51 tugas-tugasnya gitu ya. Pasti isu luar 19:53 negeri kan jadi harus dikuasai atau 19:56 diketahuilah motivasi terbesar ee Pak 19:59 Andri waktu itu apa mulai bekerja di 20:01 Kementerian Luar Negeri itu? 20:02 Iya. ee motivasi terbesar saya pada 20:06 waktu itu saya ingin betul-betul 20:09 ee merepresentasikan 20:11 Indonesia di luar 20:13 ee negeri dengan dengan ee dengan 20:16 memberikan potret bahwa Indonesia ini 20:18 adalah suatu negara yang besar, suatu 20:20 negara yang 20:22 yang ee memiliki potensi yang sangat ee 20:26 besar dan satu negara yang cinta dengan 20:28 ee damai gitu, Pak. 20:30 I 20:30 ee cinta cinta perdamaian. Jadi dalam 20:32 hal-hal tertentu saya berusaha keras 20:34 untuk ee bagaimana kita menciptakan 20:37 persepsi. Tapi itu kan semua diplomat 20:39 ya, 20:40 hampir semua diplomat itu ee berusaha 20:43 keras untuk menjaga kepentingan nasional 20:45 kita ee baik dari segi ekonomi, politik, 20:48 dan keamanan. 20:50 Nah, itu sangat sangat sangat ee perlu 20:52 kita bawa karena kan at the end kan ee 20:56 diplomasi itu kan hubungan antar negara 20:59 ya, Pak ya. bisa hubungan antar 21:00 pemerintah, bisa hubungan antar 21:02 masyarakat. 21:03 I 21:03 iya antar berbagai ee pihak dan kita 21:06 yang mewakili 21:07 ee antar ee negara. Ee dan ee saya kira 21:13 ee ini profesi yang sangat ee menarik 21:17 karena intinya bagaimana kita menjaga 21:20 apa ee 21:23 marwah Indonesia. Iya. Di luar negeri 21:26 betul betul. Hm. He. 21:27 Di Kementerian Luarageri begitu, 21:30 begituun pernah menjadi ee diplomat. 21:32 Berarti kan ada keterampilan diplomasi 21:34 sebenarnya di sini ya. 21:35 Iya. Iya. Memang kita dididik Iya. Iya. 21:37 Kita dididik memang 21:39 ee kan tidak mudah ya, Pak ya. Setelah 21:41 kita masuk Kemlu itu ada pendidikan 21:43 khusus namanya ee Sekdilu e sekolah 21:46 dinas luar negeri itu training buat para 21:49 trainingnya itu ya. 21:49 Iya. Diplomat ya. Training buat para 21:51 diplomat. Kita diajarkan 21:53 bagaimana kita ee berbicara dengan baik. 21:57 H bagaimana kita menyus menyusun konsep 22:00 e nota diplomatik 22:01 ya. Bagaimana kita diajarkan untuk 22:04 bernegosiasi 22:06 lobi negosiasi. Tapi kan biasanya memang 22:10 memang karakter juga kan sangat 22:12 mempengaruhi ya. Dan ada satu dimensi 22:14 baru lagi di era ketika itu Pak Hasan 22:17 itu bagaimana kita fokus untuk melakukan 22:20 pelayanan terhadap masyarakat Indonesia 22:21 di Hasan Wirayuda. Pak Hasan Wirayuda 22:24 mulai mulai Pak Hasan lalu diinikan oleh 22:26 Pak 22:27 Pak Pak Marti dan Ibu Retno dan juga 22:30 dengan Menteri Luar Negeri Sugiono 22:32 sekarang bagaimana kita 22:34 bagaimana perwakilan-perwakilan 22:36 Indonesia dan diplomat itu tidak hanya 22:38 bekerja dalam konteks kita visavi dengan 22:42 counterpart kita orang asing setempat 22:43 tapi juga bagaimana kita melayani warga 22:46 kita, perlindungan warga negara berada 22:48 di 22:49 Iya. Iya. dan dan itu sangat sangat 22:52 sangat ee sangat ee kompleks sekali, 22:54 Pak. Tidak mudah. Ada yang strended, ada 22:57 yang kena masalah hukum. Iya. Ada yang 23:00 perlu kita bela. 23:02 Iya. Ada yang perlu apa ee kita mewakili 23:05 perusahaan-perusahaan Indonesia yang 23:07 yang tidak jadi ee banyak sekali dimensi 23:11 diplomasinya 23:12 dari mulai pendampingan, advokasi sampai 23:16 advokasi, pendampingan, advokasi apa 23:18 semua. Saya ingat waktu Pak karena saya 23:20 jurnalis ya, saya ingat peristiwa 23:23 menteri Komdigi yang sekarang itu. 23:25 Iya iya 23:25 Mbak. 23:27 Oh iya i ya. Ibu betul saya termasuk 23:30 timnya Pak. 23:31 Iya saya termasuk timnya ya. 23:34 Termasuk timnya 23:34 itu gimana wartawan di apa ditawan. Nah 23:39 itu kan 23:40 kita kan bagaimana kita operasi Iya. 23:43 Bisa bebas operasi intelijen yang sangat 23:46 termasuk Pak timnya. 23:46 Saya termasuk timnya. Nah, iya. Saya 23:48 waktu itu dengan Pak Duta Besar Triono, 23:51 dengan Pak Marti, dengan Pak Umar Hadi 23:53 pada waktu itu. 23:55 Itu ee tim yang ee membebaskan ee Ibu ee 24:01 Ibu Mutia Mutia Hafid. Iya. Dan sampai 24:04 saya ini, Pak, sampai saya waktu itu 24:06 sama seperti model yang dilakukan oleh 24:08 Rasil 24:09 karena ada pesan dari 24:11 dari orang dari ee kedutaan kedutaan di 24:14 Irak 24:15 dan ada beberapa pesan dari orang yang 24:17 sangat mengerti budaya Arab. Iya. 24:19 Ee tolong 24:20 ee tolong dibuatkan 24:23 ee dibuatkan video. 24:26 Heeh. 24:26 Itu himbauan dari ibunya Mutia Hafiz. 24:30 Oh, 24:30 karena biasanya orang Arab dia kalau 24:32 seorang ibu 24:34 yang meminta itu 24:36 itu iya sangat dihormati. Iya, itu 24:38 tradisi mereka. Jadi saya waktu itu 24:40 datang ke tempat ibunya ee ibunya ee ee 24:45 Ibu Mutia, Ibu Menteri. Saya datang ke 24:47 rumah beliau. 24:48 Saya set up seperti yang Rasil set up 24:51 sekarang ini. 24:52 Direkam pesan-pesannya. 24:54 Iya. Direkan sampai pesan-pesannya 24:55 sambil sambil menangis ibunya ee itu 24:58 menghimbau dan itu dilakukan dalam 25:00 bahasa Indonesia tentunya nanti kan ada 25:01 translationnya ya 25:03 ee ada translation-nya dan waktu itu 25:05 juga 25:05 ee ee itu disampaikan 25:09 gitu disampaikan 25:10 sampai itu ke kelompok Alkaidah itu 25:12 sampai kita tidak tahu kelompok apa ya 25:14 Pak ya Iya iya tidak jelaslah ya I tapi 25:17 itu itu nyampai 25:18 dan itu betul-betul betul-betul salah 25:21 satu faktor yang menjadi pemicu dia di 25:23 apa 25:24 dibebaskan. 25:24 Dia dibebaskan. Tapi pada waktu itu 25:27 mungkin karena ini 25:29 code and code penyandraannya atau 25:31 penculikannya itu sifatnya politis. Jadi 25:33 ya seingat cerita saya yang disampaikan 25:36 oleh Ibu Menteri sih 25:37 si para penculik itu sangat menghormati. 25:40 Oh itu ya 25:40 maksudnya 25:41 setidaknya 25:42 sangat menghormati yang diculik 25:43 setidanya ada pengaruhnya itu 25:44 ada pengaruhnya gitu apalagi mungkin 25:46 wanita, 25:47 muslim. Jadi mungkin 25:49 dalam situasi itu pun ukhuwah islamiah 25:53 tetap terjagalah antara [tertawa] antara 25:55 yang menyandera dengan yang yang 25:57 disander. 25:58 Betul. Belum lagi ketika mengurus ee TKI 26:02 TKI yang bermasalah ya. 26:04 berhukumti 26:08 seperti saya ingat ketika saya bertugas 26:09 di Singapura 26:11 ee Pak Angga ee itu ee bagaimana kita 26:16 melakukan langkah-langkah supaya TKI 26:19 kita itu mendapatkan gaji yang wajar. 26:21 Oh iya 26:22 yang yang layaklah yang sesuai standar. 26:24 Karena pada waktu itu waktu saya datang 26:26 gajinya oke di Singapura ya relatif ee 26:29 karena ini kan Singapura kan negara yang 26:30 berbasis 26:31 ee hukum dan berbasis kontrak ya. 26:34 Tapi ee saya berpikir mungkin ee karena 26:39 gaji para PLRT itu diserahkan kepada 26:43 mekanisme pasar, dia tidak punya apa 26:45 yang namanya apa 26:46 ee apa ee standar minimum 26:50 UMR. 26:51 UMR tidak ada itu diserahkan 26:53 kan enggak tahu sepertinya. 26:54 itu pasar diserahkan kepada pasar. Iya, 26:57 pasar. Dan saya pikir kan yang hire, 26:59 yang sewa, yang menggunakan jasa para 27:02 PLRT kita itu kan itu pastinya kan 27:04 orang-orang berada kan di Singapura. 27:06 Jadi saya waktu itu 27:08 ee setiap perpanjangan kontrak itu 27:11 saya keluarkan aturan bahwa itu gajinya 27:15 minimal 20% naik dari gaji yang sudah 27:19 harus ada kenaikan. 27:20 Harus ada kenaikan dari 450 ke 550. 27:24 dari 550 ke 650 ya. Berbagai pihak di 27:27 Singapura banyak yang tidak suka, tapi 27:29 kan itu hak kita. 27:30 Iya 27:31 kan kita yang ee apa yang endorse 27:33 kontraknya 27:35 iya yang menyediakan fasilitas ya 27:37 perpanjangan apa begitu. Jadi 27:40 alhamdulillah pada waktu 27:41 di tahun berapa Pak di Singapura 27:43 itu tahun ee di Singapura itu 2012 27:46 sampai 2014 27:48 2012 sampai 2014. Jadi ketika saya 27:50 pulang itu mungkin ada puluhan 27:54 perwakilan-perwakilan PRT yang 27:57 yang mengantar saya ke, Pak. I 27:59 berarti pasti ada pendengar Rasil yang 28:01 kenal sama Pak Andri Hadi. Karena siaran 28:03 kami sampai Singapura. 28:04 Iya, alhamdulillah. Iya, teman-teman di 28:06 Singapura insyaallah masih pada ingat. 28:08 Iya. Dan kami punya komunitas pendengar 28:09 hasil di Singapura. 28:10 Oh, iya. Iar memang para pekerja-pekerja 28:13 itu. 28:13 Iya. Iya. Iya. Iya. Para pekerja dan ada 28:15 ketua-ketuanya begitu. Alhamdulillah. 28:17 Alhamdulillah. Tapi selama ini gitu ya 28:19 yang Pak Andri alami, tantangan terbesar 28:22 apa sih selama menjadi diplomat atau 28:23 menjadi duta besar yang pernah Pak Andri 28:26 hadapi? 28:28 Ee 28:30 ee di setiap negara saya bertugas 28:32 tentunya kan ada tantangan. 28:34 Iya. Seperti di Singapura tantangan 28:36 terbesarnya adalah itu. Dan seperti saya 28:38 bertugas ketika pada waktu itu saya 28:40 bertugas di Amerika Serikat. Iya. 28:43 tantangan terbesar pada waktu itu kan 28:45 kita pada waktu itu kan ee dikenakan ee 28:48 sanksi 28:48 itu di era kapan 28:50 tahun ee ee pada waktu itu posisi saya 28:53 bukan sebagai duta besar 28:54 itu tahun 9293. Oh, 9293 kita kena 28:58 sanksi ya. 28:59 Ee ini kita e TNI kita. 29:02 Iya. Karena faktor Timur ya. Iya. Kita 29:05 kena sanksi militer. Nah, itu kan Iya. 29:07 Itu kan tugas yang diberikan 29:09 oleh negara itu kan luar biasa. Karena 29:11 saya harus melobi, harus bisa 29:13 mendudukkan ee apa ee situasi pada 29:17 proporsi yang sebenarnya dengan situasi 29:19 apa 29:19 gitu. pada akhirnya sih pada akhirnya ya 29:22 dalam beberapa tahun kena tapi setelah 29:24 itu 29:25 ee apa sudah clear tidak tidak ee tidak 29:29 tidak tidak masalah dan sampai sekarang 29:31 hubungan 29:32 ee kita dengan mereka sangat sangat baik 29:34 berarti tantangan yang paling sulit yang 29:37 pernah dihadapi itu ketika 29:38 menegosiasikan sesuatu 29:40 menegosiasikan sesuatu 29:41 dengan pihak Iya utusan negara lain dan 29:44 itu tidak mudah itu 29:45 tidak mudah 29:45 dan itu tidak mudah termasuk 29:47 pada waktu 29:49 ee ee saya menjadi ee 29:52 baik duta besar 29:54 ataupun pada waktu menjadi dirjen 29:56 itu itu kan khususnya ketika saya jadi 30:00 kepala protokol negara tantangan 30:02 terbesar saya itu bagaimana mengatur 30:04 katakanlah ya ee pengaturan 30:06 kepala-kepala negara yang datang ke 30:09 Indonesia ataupun ketika Bapak Presiden 30:12 itu akan traveling ke luar negeri itu 30:14 kan saya yang harus memastikan, Pak. 30:16 Karena pertemuan bilateral tu. 30:17 Iya. Pertemuan mengatur pertemuan 30:19 bilateral itu kan 30:20 kalau tingkat kepala negara kan harus 30:22 perfect. 30:23 Iya, betul. 30:23 Iya. Jadi harus betul-betul apa di apa 30:26 di di apa di 30:27 konfirmasi, verifikasi. 30:29 Iya, verifikasi, konfirmasi dan itu 30:31 banyak sekali. 30:32 Banyak sekali yang harus harus ya. Jadi 30:35 ee 30:36 tidak ada sesuatu yang tidak ada sesuatu 30:39 yang sangat ee apa ya, Pak ya? Karena 30:42 masing-masing punya dimensi yang 30:44 berbeda-beda. Ketika di Singapura ada 30:47 ketika 30:47 ada tantangannya masing-masing. 30:48 Masing-masinglah. Iya, ada tantangannya 30:50 masing-masing. Tapi ya sepanjang kita 30:53 approach-nya 30:55 ya kita lakukan dengan dengan I. 30:58 Jadi kalau bicara juga tentang 31:01 menjadi duta besar. 31:02 Iya. Iya. 31:03 Duta besar ini kan menjadi wajah negara 31:05 gitu ya. 31:06 Kita tuh membawa ee misi ee dari negara 31:09 kita gitu. Nah, kira-kira apa makna 31:11 tanggung jawab menjadi wajahnya negara 31:14 di negara lain bagi seorang Pak Andri 31:17 gitu? Apa yang harus ditampilkan? 31:18 Indonesia itu begini loh. 31:20 Iya. Iya. I 31:20 gitu ya. 31:21 Apalagi kalau misalkan kita bicara ada 31:24 stigma negatif. 31:25 Iya. I 31:25 stereotip gitu ya. 31:27 Ee di luar nih tentang Indonesia gitu 31:29 ya. Dari pengalaman Pak gimana? 31:32 Iya. E era sekarang kan era digital ya, 31:34 Pak ya? 31:34 Era digital ya. 31:35 Iya. Semua informasi itu terbuka. He. 31:39 Jadi dalam konteks eh duduk dudukan 31:43 right or wrong is my country dudukan ya 31:45 mau salah mau benar 31:47 itu negara saya. Iya. Heeh. To some to 31:51 some extent. Yes. Betul. itu dan itu ada 31:53 itu yang perlu kita tapi kan dalam era 31:56 sekarang kan kita tidak bisa 31:58 he 31:58 diplomasi yang berbasis kepada ee tidak 32:02 adanya daya dukung data yang 32:04 daya dukung kan 32:06 counterpart kita orang ee luar juga kan 32:09 paham 32:10 apa yang situasi kejadian di Indonesia, 32:12 bagaimana kondisi ekonomi Indonesia, 32:14 bagaimana kebijakan pemerintah dan 32:16 hal-hal yang lainnya itu kan tidak 32:18 mungkin kita 32:19 kita apa Pak kita dalam era keterbukaan 32:22 sekarang. Maka itu yang paling penting 32:25 itu kita selalu memberikan 32:29 merepresentasikan Indonesia itu secara 32:31 objektif, Pak. 32:32 Iya. Iya. 32:33 Ya, secara objektif. Ini loh ini 32:36 Indonesia bukan negara yang sangat 32:38 sempurna. 32:39 Iya. Kita punya punya situasi begini, 32:42 approach kita begini 32:44 gitu. Heeh. Tapi kita tidak bisa 32:45 membohongi fakta. 32:47 Iya kan, Pak? Betul. 32:48 Karena kalau diplomasi berbasis kepada 32:50 kebohongan 32:51 itu bahaya. 32:52 Satu saat akan mudah. 32:53 Iya. Itu 32:54 ee akan rapuh. 32:56 Iya. 32:56 Iya. Malah malah malah nanti kita 32:58 backfire malah kita yang jadi 33:00 yang tidak tidak pas gitu. Jadi selalu 33:03 kita melakukan diplomasi 33:05 ya. Kita menjelaskan situasi yang 33:07 sebenarnya tapi kita dalam perspektif 33:09 kita dan dalam kepentingan kita. Apa 33:12 sebab kita mengambil langkah ini? Karena 33:14 ini kepentingan kita di sini ada. 33:16 Jadi hal-hal seperti itu yang yang 33:19 sekarang perlu kita representasikan itu 33:21 representasikan dengan apa? Dengan 33:24 elegan lah. 33:25 Dengan elegan. 33:25 Dengan elegan. 33:26 Dan wajahnya bukan wajah yang palsu lah. 33:30 Iya. Bukan yang desptif. Iya. Bukan 33:32 bukan yang yang elegan. 33:34 Heeh. Ee mungkin kita berbeda pendapat. 33:36 Mungkin orang akan mengatakan, "Oh, 33:38 tidak begitu approach-nya." Oh, tidak. 33:40 Approach kita memang begini. Karena ini 33:42 kepentingan nasional kita yang harus 33:43 kita jaga. 33:44 Belum lagi bicara jati diri, ya. Heeh. 33:47 bangsa. Nah, itu yang yang dan kita 33:49 harus clear dan tegas soal 33:51 soal itu seperti masalah kedaulatan, 33:53 masalah ekonomi, masalah security dan 33:55 yang lain-lainnya. 33:56 Baik, Pak Andri. 33:57 Iya. 33:58 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, saat 34:00 ini ee amanat beliau adalah sebagai 34:04 gubernur Indonesia di 34:06 Asia Europe Foundation. 34:08 Asia Europe Foundation 34:09 di Singapura. 34:10 Kalau yang ini lebih ber 34:11 ini lebih kepada lebih kepada soft 34:14 diplomasi. OS diplomasi. 34:15 Iya. Bagaimana kita ee menyambungkan 34:18 kepentingan antara negara-negara Asia 34:20 dengan negara-negara Eropa 34:22 ee untuk melakukan kerja sama, 34:24 projek-projek kerja sama untuk 34:26 meningkatkan hubungan kedua benua itu. 34:28 Iya. 34:29 Atau kalau saya bisa lebih pakai bahasa 34:31 yang 34:32 Iya. 34:32 Ee 34:34 lebih bahasa kasarnya kali ya. 34:35 Apakah menjaga sesuatu gitu di 34:37 Singapura? 34:38 Oh tidak juga. Karena itu headqunya di 34:40 Singapura. Singapura ya menjaga 34:41 kepentingan apa gitu. 34:43 Enggak, enggak. Itu ee memang itu kan ee 34:46 kita kan dulu ee ada Asia Europe eh 34:50 meeting ya yang rutin ya yang rutin 34:53 dan ini bentukbentuk ee institusi 34:55 pelaksanaannya. Jadi Asia Europe 34:58 Foundation ini. Nah, ini terdiri dari 53 35:02 ee negara. 35:04 Nah, e 25 35:06 dari Asia berapa? ada 28 dari ee Eropa. 35:10 Nah, itu mereka membentuk apa yang 35:13 disebut dengan European 35:15 ya, ASEAN European Foundation. 35:17 Kalau di ASEAN Singapura, apakah sekuat 35:19 itu ya diplomasinya kepada negara-negara 35:21 lain? 35:22 Ya, Singapura ee ee saya kira dengan ee 35:27 ee kekuatan ee ee ekonominya. Jadi 35:30 meskipun beliau dia kecil tapi dia 35:32 bagian bagian bagian yang penting dari 35:35 suatu negara ASEAN. Tapi tentunya kalau 35:37 kita bicara ASEAN ya kita bicara 35:40 Indonesia lah. Tidak akan mungkin apa 35:42 nih [tertawa] 35:43 tidak akan mungkin menafikan salah satu 35:45 negara terbesar di ASEAN dan kita boleh 35:47 dikatakan menjadi 35:49 ee ininya lah. E 35:52 baik Pak Andri ee bicara tentang 35:55 Kementerian Luar Negeri ya. 35:56 Iya. Iya. 35:57 Lalu juga seorang diplomat. 35:58 He. 35:59 Apalagi pengalaman lebih dari 30 tahun 36:01 dari tahun-an. 36:02 Iya. He. 36:03 Bagaimana Pak Andri melihat ee perbedaan 36:08 para pemimpin negeri ini? 36:10 He. He. 36:10 Presiden lah. 36:11 He he. 36:11 Gitu. Dalam mengatur arah kebijakan 36:14 luar negerinya. Heeh. He 36:15 berarti kan pasti di era ee Presiden 36:18 Soeharto, Presiden ee Bej Habibi, 36:21 Presiden Gus Dur, bahkan Presiden 36:23 Megawati dan Presiden SBY, Presiden 36:25 Jokowi sekarang Presiden Prabowo. 36:27 Yang Pak Andri amati itu arah kebijakan 36:30 mana yang 36:31 sama dengan pemimpin-pemimpin yang 36:33 berbeda itu, 36:34 mana yang berubah banget gitu sekarang 36:36 nih. Wah, ini terjadi perubahan banget 36:38 nih arah kebijakannya. H ee saya kira ee 36:42 setiap pemimpin memiliki ciri dan 36:44 khasnya masing-masing ya. Dan itu wajar 36:46 saya kira 36:47 bagaimana dia memanage ee memanage ee 36:50 hubungan ee luar negeri antara satu 36:52 negara dengan negara yang lainnya. He 36:54 ee mungkin pada waktu ee era ee Pak 36:59 Harto karena tidak begitu saya baru 37:01 junior tidak begitu apa tidak begitu 37:04 terasa ee ininya ya baru menapakah 37:07 baru menapaki dan ee era-era berikutnya 37:10 Pak Harto dengan khasnya Ibu Megawati, 37:13 Pak Habibi meskipun periodenya sebentar 37:15 tapi dia Iya. Tapi yang jelas 37:18 ee pattern yang sama itu kepentingan 37:21 nasional kita itu selalu prevail. selalu 37:24 berada di atas, Pak. 37:26 Iya. I 37:26 iya. Dari dari cuman gaya saja 37:28 beda-beda. 37:29 Iya. Seperti Pak Pak ee SBY ee ee itu ee 37:36 beliau memang ee menitik beratkan antara 37:39 ee kepentingan sekurity dengan 37:41 kepentingan ekonomi. 37:42 Iya. Dalam konteks e politik luar 37:44 negerinya. He 37:45 ee Pak Pak Jokowi yang banyak 37:48 menempatkan kepentingan ee ekonomi 37:51 investasi apa ya investasi dan ee dan ee 37:55 ee ee kerangka hubungan ekonomi yang 37:58 lebih luas dengan berbagai negara dalam 37:59 konteks untuk membangun membantu 38:02 perekonomian. Karena seperti investasi 38:04 yang dan lain-lainnya itu secara tidak 38:06 langsung kan akan meningkatkan taraf 38:07 hidup rakyat kita, Pak. He. Jadi memang 38:11 ee semua pemimpin memiliki ininya dan 38:14 Pak Prabowo yang ee yang berusaha 38:18 menekankan ee balance antara security, 38:22 keamanan, kedaulatan, dan juga mengenek 38:24 ekonominya. Ya, saya meskipun ee ee 38:28 istilahnya ee baru 1 tahun mengabdi 38:31 kepada beliau, 38:32 tapi ee ketika di Brussel kemarin 38:36 ee tahun lalu itu 38:38 perundingan Uni Eropa dengan Indonesia 38:41 mengenai trade agreement I ya itu 38:45 dicapai pada waktu era Pak Prabowo. Jadi 38:48 perundingan yang selama hampir 10 tahun 38:50 macet 9 tahun 38:52 tidak 9 tahun ini perundingan 38:55 Indonesia Indonesia Indonesia cepa 38:56 namanya IU IU Indonesia 38:59 Isif 39:01 isu produk Indonesia yang sempat ditolak 39:05 I banyak ya seperti kelapa sawit dan 39:08 yang lain-lainnya itu gimana ceritanya 39:11 Iya iya itu kan itu kan tidak tidak 39:13 mudah Pak bagaimana kita menggolkan 39:15 kelapa sawit 39:16 supaya itu menjadi ekspor yang 39:18 sustainable. Karena kan dianggap kelapa 39:20 sawit ini kan merusak hutan. 39:23 Iya. Mengganggu habitat orang hutan. 39:26 Iya. Dianggap tidak dianggap tidak 39:28 sehat. 39:29 Padahal kelapa sawit kita itu kelapa 39:31 sawit yang memang dirancang sustainable, 39:34 Pak. 39:35 Jadi maksudnya ee betul-betul ditanam 39:37 dengan sistem ee sustainability 39:39 keberlanjutan. Ya. Memperhatikanlah 39:42 ekologi ya. E sistem kesehatannya kan 39:45 tidak. Nah, ini yang yang kita ee yang 39:49 kita yang kita bawa kepentingan itu, 39:51 Pak. Karena bagi seperti yang kemarin 39:54 itu ee kan Uni Eropa mengeluarkan 39:57 kebijakan bahwa kalau seandainya 40:00 ee produk-produk pertanian dari seluruh 40:02 dunia yang masuk ke Uni Eropa itu bukan 40:05 dari tanah deforestasi. 40:07 Hm. 40:07 Iya. 40:08 Mereka punya 40:08 punya ada ketentuan itu aturan-kentuan 40:10 itu meskipun baru masih menjadi 40:12 rancangan ya. He. 40:13 Nah, itu kita menegosiasikan, kita ikut 40:16 memberikan masukan. 40:17 Iya. Karena ee ini akan akan sama sekali 40:21 mengganggu ekspor e agriculture kita ke 40:24 Eropa. Padahal Eropa itu boleh dikatakan 40:27 itu kan penduduknya hampir 470 juta. Itu 40:31 kan pasar yang luar biasa sekali, Pak. 40:33 He. 40:34 Dan dan 40:37 kelapa sawit itu kan seperti palm oil 40:39 itu kan tidak tumbuh di negara lain 40:42 kecuali 40:43 negara-negara tertropis tertentu kan 40:44 Pak. Indonesia, Malaysia, ada beberapa 40:47 negara 40:48 dan itu kita produser terbesar. Jadi 40:49 kita menjaga kepentingan kita 40:51 supaya produk-produk kita itu bisa 40:53 diterima 40:54 di mana? H 40:55 di di ini dan ee seperti ee kita dengan 40:59 Eropa ini kan ee kemarin yang 41:01 dirundingkan selama 9 tahun itu kan 41:04 Eropa memberlakukan 0%, kita 41:06 memberlakukan 0%. 41:08 Jadi sepatu-sepatu produksi, 41:10 produksi sepatu yang di Tangerang dari 41:13 berbagai merek itu bisa masuk pasar 41:15 Eropa dengan 41:17 ee 41:17 ya ternyata kita baru tahu Adidas itu 41:20 yang besar itu bahan bakunya dari 41:21 Indonesia dari mulai bolanya. 41:24 Iya. Jadi ee pusat distribusi sepatu di 41:27 Eropa itu di Belgia, Pak. 41:29 He. 41:29 Di Belgia, di satu kota kecil di luar 41:31 Brusel, di Belgia, Pak. 41:33 Dan itu sistem distribusinya itu luar 41:35 biasa sekali. Dan 40% itu dari Indonesia 41:38 baku. 41:39 Iya. Sepatunya. 41:40 Iya, 41:41 sepatunya itu. 41:42 Heeh. Sepatunya. Nah, sama juga dengan 41:45 apa yang dilakukan oleh Vietnam kan. 41:47 Vietnam juga kan produsen sepatu yang 41:49 terbesar. Jadi kita kalau misalnya 41:51 Vietnam bisa masuk dengan 41:53 he 41:53 0% ke pasar Eropa kita masih dikenakan 8 41:57 10% kan agak berat kan Pak. Maka dari 42:00 itu kita menegosiasikan supaya 0% 42:04 karena kan margin keuntungan kayak model 42:06 produk-produk sepatu pakaian jadi 42:08 Indonesia kan tipis sekali. 42:10 Iya. 42:10 Perbedaan tarif aja sudah sangat 42:12 betul 42:12 mempengaruhi. He. 42:14 Lalu dari segi ee peran Indonesia. 42:18 Iya. Iya. ee Pak Andri khususnya 42:21 konflik-konflik yang terjadi di dunia 42:23 ini gitu ya. 42:25 Kalau kita bicara tentang sejarah 42:28 konferensi Asia, di situ kan banyak 42:30 tokoh-tokoh yang disegan nih Asia-Afrika 42:33 kok bisa Indonesia ini berperan di 42:35 tengah konflik global. 42:37 Kalau sekarang Pak Andri melihat gimana 42:39 konflik 42:40 ee Palestina Israel gitu ya 42:43 yang kalau kita lihat masyarakat 42:44 Indonesia kan Palestina bangetlah gitu 42:45 ya. Iya. 42:47 Bukan hanya itu yang di konflik e Rusia 42:49 Ukraina juga atau di era-a terdahulu 42:51 juga konflik Bosnia kita sebut kita 42:53 lihat atau konflik yang terjadi di Asia 42:55 sendiri gitu ya. 42:56 Bagaimana peran Indonesia selama ini 42:58 menurut Pak? 42:58 Ee 43:00 saya kira Pak ee Indonesia memiliki 43:04 postur 43:05 ee politik luar negeri yang bersandarkan 43:08 kepada 43:09 Heeh. 43:10 solusi perdamaian adalah yang terbaik. 43:12 Heeh. 43:12 Ya, itu itu kita itu pegangan kita gitu, 43:15 Pak. sama seperti ada di dalam pembukaan 43:17 undang-undang ya, Pak ya. 43:18 Sesuai undang-undang 43:19 iya sesuai dengan undang-undang 43:20 pembukaan Undang-Undang Dasar 45 dan 43:24 ee itu yang selalu kita kejar Pak. Jadi 43:26 dalam setiap event katakanlah dari skala 43:29 di lokal ya, Pak ya 43:31 di ketika ada masalah di Kamboja itu 43:34 dulu ingat Pak Mukhtar Kusumatmaja. 43:36 Iya. Heeh. dia yang ee merundingkan 43:40 supaya ada penyelesaian 43:42 ee ee masalah ee ee Kamboja dan itu ee 43:46 berhasil ee diitu karena memang itu 43:49 regionnya masih dalam region 43:51 ASEAN 43:51 I ASEAN kita ya. Nah, ketika kita 43:54 beralih ke konflik yang boleh dikatakan 43:56 sudah lama sekali dan berlarut-larut 43:59 seperti konflik Israel dengan Palestina 44:02 ee kita kan dikenal sebagai 44:05 pembela Palestina yang yang 44:07 yang e orang-orang Palestinanya aja kek 44:10 kagum gitu, Pak. Dengan dengan bagaimana 44:13 giroh kita untuk apa 44:15 ee tekad kita dan komitmen kita untuk 44:17 membela kepentingan ee Palestina. He. 44:20 Jadi ee nah dan itu kita lakukan dalam 44:23 berbagai ya tidak secara langsung 44:27 i tidak secara langsung tapi kita 44:28 lakukan dalam berbagai ee forum Pak. 44:31 Di berbagai forum di di event-event 44:35 di berbagai event kita selalu 44:36 menyuarakan betapa pentingnya untuk 44:38 mencari solusi dua negara gitu Pak. Itu 44:41 yang 44:42 yang penekanan yang orang semua tahu 44:44 posisi standing kita. Sama juga seperti 44:46 Ukrain dengan Rusia gitu ya. ee ketika 44:50 mereka berkonflik ee tentunya ee 44:55 apa ee kok sama sekali sih tidak ada 44:58 solusi 44:59 damai gitu. Nah, kita berusaha 45:01 memberikan penekanan dalam berbagai 45:03 forum 45:03 bahwa harus ada solusi damai. 45:06 He. 45:06 Harus ada ee ini kan kayak lorong gelap 45:09 ini antara Ukrain dengan ya ada Ukrain 45:12 dengan apa sekarang belum selesai 45:13 belum selesai kan ya 4 tahun. Padahal 45:15 kan ini kan antar negara Eropa kan ya, 45:17 Pak ya. Tentunya kan lebih lebih 45:19 lebih beradab lah dalam dalam 45:21 menyelesaikan. Tapi kita selalu 45:22 mengatakan ee solusi perdamaian adalah 45:25 yang yang terbaik buat apa 45:28 ya? Karena memang itu blade kita gitu 45:30 Pak. 45:30 Jadi kita banyak berkiprah lah, Pak ya. 45:32 Iya. banyakbanyak berkiprah meskipun 45:35 tidak secara langsung 45:36 ee ini ya ee iya termasuk i bicara 45:40 politik Indonesia yang bebas aktif itu 45:42 sebenarnya yang seperti apa sih gitu ya. 45:45 Apalagi sekarang kan ee pasti adalah 45:48 pihak-pihak ataupun negara-negara yang 45:50 memang mereka tuh ingin menjadikan ee 45:52 Indonesia ini bagiannya bloknya gitu ya. 45:56 Jadi ketika berkonflik dia harus ngeblok 45:58 ke sini ngelawan itu jadi teman bebas 46:01 aktif politik gimana? pengertiannya itu 46:03 kan mungkin bisa ditafsirkan seperti 46:05 itu. Tapi kan 46:07 politik bebas aktif itu 46:08 pada basic dasarnya itu 46:11 adalah bagaimana kita serve kepentingan 46:13 nasional kita kan, Pak? 46:14 Kepentingan nasional dulu. 46:15 Iya. Iya. Iya. Kan kita seperti 46:18 seperti katakanlah oh kita G20 46:21 negara G20 yang boleh dikatakan code in 46:24 code dikatakan adalah 46:26 mungkin blok barat lah gitu ya, Pak ya. 46:28 Heeh. I tapi kan kita juga kan anggota 46:31 I 46:31 yang boleh dikatakan di itu di global 46:33 sou. Iya. Berarti kan kita kita merasa 46:36 bahwa kepentingan kita juga memiliki 46:39 kepentingan besar 46:40 untuk menjadi anggota bricks. 46:42 Jadi pendekatan itu pendekatan yang yang 46:45 Iya. Heeh. 46:47 Tapi ee 46:49 ee di satu pihak kita dekat dengan ee 46:52 Barat karena memang ada kepentingan. 46:54 Iya. Igara-ara 46:57 pun, 46:59 South Afri dengan Rusia yang menjadi 47:02 fundamen Brazil 47:04 itu kan kita 47:05 anggota dan kita e dekat juga dan mereka 47:08 mereka mewelcome kita dengan luar biasa. 47:11 Jadi negara yang bisa diterima di 47:13 mana-mana, Pak istilahnya. Iya, Pak. 47:15 Kalau orang sudah bicara mengenai satu 47:17 negara kan sudah kelihatan, oh dia 47:18 bloknya mestinya ke ke pihak barat atau 47:21 kita kan tidak. Kadang-kadang Pak 47:23 Andria, 47:24 ada yang memang tidak dipahami oleh 47:25 orang awam kan. 47:27 Orang awam tidak memahami sebenarnya 47:28 langkah ee negosiasi ataupun langkah 47:31 diplomasi yang dilakukan Indonesia. Dia 47:33 bri iya gitu ya. J iya. Lalu ketika ada 47:36 trade war-nya Amerika dan Cina 47:38 dua-duanya kita mesra Indonesia mau ke 47:41 mana sih gitu. 47:41 Iya. I iya. Ya. Sebenarnya sebenarnya 47:43 kita tidak ke mana-mana. Kita berusaha 47:46 untuk untuk apa? Untuk e 47:49 merepresentasikan kepentingan kita. He. 47:51 Karena dengan dengan negara-negara 47:53 barat, dengan negara-negara Eropa 47:56 ee yang mostly terwakili di G20, 47:59 kepentingan kita terjaga, Pak. Karena 48:01 apapun yang terjadi kan itu kan ekspor 48:03 kita, ee perdagangan kita, 48:07 ee aturan-aturan ini itu kan 48:10 ee negara G20 itu kan sangat sangat 48:12 strategis sekali. kita kan yang kita 48:14 yang di satu-satunya di Asia yang masuk 48:17 ya e maksudnya satu-satunya di ASEAN 48:19 yang masuk kepada negara G G G G G20 ya 48:22 Pak ya itu kan dengan melihat Iya dengan 48:24 melihat kekuatan ekonomi 48:26 ee potensi kita yang sangat ee luar 48:29 biasa 48:30 dan itu mereka paham 48:31 ya seperti katakanlah ketika ada perang 48:34 tarif itu 48:35 ee ada perang tarif antara ee katakanlah 48:38 Indonesia dengan dengan ee Amerika 48:41 Serikat Ya, di sisi lain kita mencari 48:44 peluang, Pak. 48:45 Iya. I 48:46 kita tanda tangan ee apa FTA free trade 48:50 agreement dengan Uni Eropa yang 0% 0% 48:53 berarti kok itu terobosan yang sangat 48:55 luar biasa. 48:55 Kalau Uni Eropa sama Amerika sendiri 48:57 masih belum ada titik. Iya. Iya. Heeh. 48:59 Jadi ee mereka juga kan ee bingung ini 49:02 dengan langkah Indonesia dan itu di saat 49:04 di saat ditandatangani di saat 49:06 ketika sedang 49:08 istilahnya masih masih situasinya masih 49:10 belum belum iya masih gamang. H. Jadi 49:12 langkah langkah Indonesia yang 49:17 e ya mencari ee istilahnya 49:21 ee jangan jangan jangan selalu berbasis 49:24 kepada tradisional partner lah gitu ya, 49:26 Pak. 49:27 Iya. Kita harus 49:28 harus looking for other opportunity yang 49:31 bisa 49:32 Iya. Ya kan sekarang 49:35 ee situasi dunia yang global yang sangat 49:40 ee kompleks ini kan 49:41 Iya. Iya. kepentingan kita kan mesti 49:43 terjaga di mana-mana, Pak. 49:44 Ee karena kita berdagang tidak hanya 49:46 dengan satu negara. 49:48 Iya. Kita berdagang dengan dengan hampir 49:50 hampir semua negara di dunia. Iya. 49:52 Terus ada pengamat yang melihat bahwa 49:54 sekarang masuk di era ketidakpastian kan 49:56 orang menyebut itu di era 49:57 ketidakpastian, era post trud juga gitu 50:00 ya. 50:00 Iya. Betul. Betul. 50:01 Dalam pengalaman Pak Andri ini 50:03 kerja sama-kerja sama Indonesia dengan 50:05 negara-negara lain 50:07 baik itu di bidang politik, 50:09 budaya ataupun ekonomi. 50:10 Iya. Iya. Ya, biasanya paling sulit itu 50:12 kalau negos negosiasi itu sama negara 50:14 mana sih? 50:15 Ya tergantung ya, Pak ya. 50:16 Tergantung ya [tertawa] 50:17 tergantung ya. Masing-masing negara 50:19 punya 50:19 kita ada negara Amerika lah, Cina gitu 50:21 ya. 50:21 Iya. Iya kan? Kita kita bisa melihat 50:23 Pak, kita bisa melihat kalau kita dalam 50:26 konteks negosiasi itu kan 50:28 lawan lawan lawan negosiasi kita ini 50:32 negara mana gitu kan. Kan mesti dilihat 50:34 juga postur negara itu Pak. 50:36 Iya. 50:36 Bagaimana kondisi dan situasi dalam 50:39 negerinya. 50:40 Heeh. Iya kan ya, Pak ya. Karena kan 50:41 tidak mudah kalau kita menandatangani 50:43 suatu negosiasi tapi ternyata nanti 50:45 parlemennya tidak setuju. 50:47 Jadi kan kondisi dalam negeri-negara itu 50:50 apa visinya, apa challenge dan ee ininya 50:53 kan mesti kita ya seperti katakanlah 50:56 sekarang dengan Uni Eropa, Pak. 50:57 Iya. 50:58 Kita dengan Uni Eropa itu bernegosiasi 51:00 dengan 27 negara diwakili oleh Uni Eropa 51:03 selama 10 tahun, Pak. Baru selesai. 51:05 Iya. Ya. 51:06 Iya. kemarin ditandatanganin oleh Pak 51:09 Menko selama 10 tahun kita negosiasi 51:11 bagaimana kompleksnya. 51:13 Betul 51:13 gitu. Bahkan yang saya dengar Pak Uni 51:15 Eropa bernegosiasi dengan Mercursur 51:19 dengan negara-negara latin Pak 19 tahun. 51:21 Oh 51:22 negosiasi sampai sekarang belum selesai. 51:24 Sampai sekarang belum selesai. 51:24 Sampai sekarang belum selesai. Untuk 51:26 untuk trade agreement aja. 51:27 Untuk trade agreement. 51:28 Trade agreement aja. 51:30 Jadi Uni Eropa termasuk relatif negara 51:32 yang yang ketat. ee ya ketat dalam 51:36 konteks kita menjaga kepentingan kita, 51:39 mereka menjaga kepentingan mereka. 51:41 Iya. Terus nanti at the end kan ada 51:43 ruang, ada room for for agreement gitu, 51:47 Pak. 51:47 Iya. Setelah kok ini enggak ini macet 51:50 ini ke sini macet, ini kepentingan kita 51:52 cepat nih. Banyak yang kita pertaruhkan. 51:54 Nanti kita membuka ruang. 51:56 Okelah kita kasih ini tapi saya minta 51:58 ini. 51:59 Iya. I. 51:59 Nah, itu berlangsung itu, Pak. 52:01 Berproses. 52:02 Heeh. berproses. Ada juga trade-trade 52:04 agreement yang dalam waktu 2 3 tahun 52:06 bisa selesai. 52:07 Bisa selesai dan di ruang lingkup itu 52:09 Iya. Iya. 52:09 Di pekerjaan itu gitu ya. Apalagi 52:11 melibatkan profesi e diplomat gitu ya 52:14 ataupun 52:15 ee seorang duta besar. 52:17 Kalau di Amerika sendiri kan sebenarnya 52:18 ada satu profesi lobis ya. 52:21 Iya. Iya. I 52:21 atau negosiator lah. 52:23 Iya. Iya. I. 52:23 Kalau di Indonesia sendiri sepertinya 52:24 belum ada tuh. 52:25 Ee itu tergantung sistem ee politik 52:28 dalam negerinya sih, Pak. Iya. Karena 52:30 kan di sana yang powerful itu kan 52:31 kongres. Oh iya 52:33 iya kan kongres. 52:34 Nah ketika berhadapan dengan pihak-pihak 52:36 itu, contoh Indonesia misalkan Amerika 52:38 yang membawa perusahaan swastanya gitu 52:40 ke negeri ini, ke Indonesia gitu, itu 52:42 gimana menghadapi para lobi dan 52:43 negosiator itu yang disiapkan biasanya 52:45 oleh kembentu apa gitu. 52:46 Iya ya. Kita kan ee e lobis itu kan 52:49 hanya istilahnya kan di feri-veri ya, 52:52 Pak ya. Tidak kan penentunya kan 52:55 iya tetap. Iya. ketika ee pada waktu 52:59 kemarin pada waktu pengalaman saya di 53:01 mana di Amerika Serikat memang peran 53:04 lobis itu sangat sangat besar sekali ya 53:07 Pak ya. Tapi kita sepanjang ee era pada 53:10 waktu saya di sana dua kali saya posting 53:12 di Amerika Serikat 53:14 kita tidak memiliki lobis yang resmi 53:16 gitu Pak sepanjang bahkan kadang-kadang 53:18 anggota kongres atau anggota parlemen 53:21 atau apa itu lebih senang direct konakct 53:24 dengan Iya Pak. 53:25 Iya Pak. Jadi ee kemarin di Uni Eropa, 53:28 di Parlemen Eropa, ada satu perancang 53:31 salah satu anggota ee Parlemen e Uni 53:34 Eropa yang menjadi apa, Pak? Menjadi 53:38 salah satu arsitek untuk menggolkan 53:41 undang-undang mengenai deforestasi. Dia 53:44 tidak menerima lobis, Pak. 53:45 Oh, gitu ya. 53:45 Dia tidak menerima lobis malah dia 53:47 nerimanya duta besarung 53:49 langsung. 53:50 Apa apa you? Apa keberatan Yu? Saya 53:52 sampaikan keberatan-keberatan kita. Anda 53:55 tidak bisa melakukan ini karena ini akan 53:57 sangat mempengaruhi kali negara saya, 53:59 ekspor saya, kita 54:00 bisa turun ini ekspor kita 54:02 atau bahkan even kopi-kopi ee teh kita 54:06 tidak bisa masuk ke Uni Eropa 54:08 kalau undang-undangnya begini. 54:10 Jadi untuk membangun suatu kemitraan, 54:12 you boleh punya undang-undang, tapi yang 54:14 juga mengakomodasi kepentingan. Nah, itu 54:16 kan 54:18 ee 54:19 bahkan teman-teman ASEAN yang di Brussel 54:22 itu meminta tolong kami, Pak. untuk 54:24 kalau seandainya mau bertemu dengan 54:26 ee anggota parlemen ee karena kita 54:29 banyak apa 54:30 istilahnya relatif rajin lah 54:32 relatif rajin 54:32 relatif rajin ya jadi kita mengalahkan 54:34 lobis-lobis yang 54:35 begitu ya 54:36 yang iya malah mereka lebih cenderung 54:37 untuk menerima kita 54:39 ya kan konsep dasarnya lobis itu win-win 54:41 solution 54:41 iya win-win solution ya mereka kan 54:43 merepresentasikan tapi kan kadang-kadang 54:45 kan 54:46 dia kan lebih senang langsung iya 54:48 nih Pak Andri saya pengin analisanya Pak 54:51 Andri ya 54:51 he 54:52 kira-kira win-win solution apa yang bisa 54:56 kita lihat 54:58 dengan isu yang sekarang ini? 55:00 He he. 55:00 Ee perjanjian terbaru antara Indonesia 55:03 dengan Amerika Serikat. 55:04 Iya. I 55:05 kan lagi panas nih isunya. 55:07 Apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo 55:08 itu 55:09 banyak dikritiklah di dalam negeri 55:12 sendiri gitu ya. Karena itu merugikan 55:14 Indonesia sendiri dalam hal perdagangan 55:16 dengan Amerika. He. 55:17 Tapi dari Win Solution ini apakah ada 55:19 menurut Pak? 55:21 Ee ini kan perjanjian yang sudah 55:23 ditandatangani dan akan diberlakukan. 55:26 Tapi kan dengan adanya keputusan 55:28 Heeh. ee keputusan apa nih ee 55:32 Mahkamah Agung Amerika Serikat yang 55:34 berubah menjadi di 55:36 ee dari 10 ke 15% 55:38 ya itu kan ee itu kan membuat merubah 55:42 jadi dinamikanya kan menjadi 55:44 ee ee merubah berubah lagi ya Pak ya 55:47 tentunya kita memiliki kesempatan untuk 55:49 berbicara lagi dengan 55:51 pihak-pihak Amerika ya saya bukan bagian 55:54 saya tidak iya ada tambahan selanjutnya 55:56 yang sebenarnya perlu kita bicarakan kan 55:58 ya. Tapi tentunya kan sudah dipikirkan 56:00 mengenai ee kan dalam konteks perjanjian 56:03 itu kan ee tidak tidak take saja kan Pak 56:06 kita ambil ambil ambil ambil tapi kan 56:08 ada take and give take and give and take 56:11 and take gitu dalam setiap perjanjian. 56:13 Dan saya pikir ee kalau pengalaman saya 56:16 yang menangani langsung saya di Amerika 56:18 saya tidak tidak begitu paham 56:21 ya. Saya juga tidak mau jadi pengamat 56:24 apa [tertawa] 56:25 karena saya biasa langsung itu. Tapi 56:27 kalau Eropa perjanjian itu 56:30 ee ya memang dirundingkan dengan cukup 56:33 lama dan cukup negosiasinya cukup cukup 56:36 cukup intens gitu. 56:37 Dan kalau sama orang Barat contoh di 56:39 meja perundingan ada istilahnya ada yang 56:42 kalimat basa-basi ada yang ngomong to 56:44 the point. 56:44 Iya. 56:44 Jadi kalau ee orang barat tu the point 56:46 aja gitu ya. Enggak ada istilah 56:47 basa-basi sebenarnya. 56:48 Iya ya. Ada juga lah kan mereka juga ada 56:50 kan. Jadi, kan ada yang bisa ee kita 56:54 bisa menyampaikan oh ini loh keperluan 56:55 kita itu begini. 56:56 He 56:57 ya. Kita cuman kan dalam perjanjian juga 56:59 kan ee ini kepentingan kita itu ini 57:02 seperti ini yang tidak bisa kita 57:03 negosiasikan. 57:04 Iya. 57:05 Ya kan ada red line-nya itu, Pak. 57:07 Iya. Dalam negosiasi ini kalau untuk 57:09 sudah urusan ini, ini redline karena ini 57:11 karena melanggar aturan ee di Indonesia. 57:14 Kalau seandainya kita masuk ke dalam 57:16 perjanjian ini, aturan itu perlu kita 57:18 rubah undang-undang itu dan 57:19 undang-undang untuk merubah 57:20 undang-undang itu perlu konsultasi 57:22 dengan DPR, perlu. Nah, itu jangan. 57:25 Iya. Terus dicari formula yang kira-kira 57:29 kira-kira tidak perlu merubah 57:31 merubah apa undang-undangnya, tapi 57:34 memenuhi keinginan dari apa? Ee tidak 57:38 keinginan 100%. 57:40 Iya. Tapi, tapi itu. Heeh. 57:43 Oke, Mbak Andri. Selanjutnya 57:46 saya ingin lebih ke 57:48 menjadi wajahnya Indonesia. 57:50 He he. 57:51 Kalau kita sudah bicara tentang dinamika 57:54 dalam negeri ya, 57:55 dari mulai yang 57:56 menyedihkan, yang ironi, apa itu banyak 57:58 sekali lah. Iya. I. 57:59 Sementara hal yang membanggakan dari 58:02 negeri ini yang selalu Pak Andri bawa ke 58:05 luar negeri itu apa? Dari negeri kita 58:07 nih? Saya kira ee ini negeri yang 58:10 memiliki potensi besar sekali, Pak. 58:12 Heeh. 58:12 Kita kita harus bangga dengan Indonesia 58:15 dan saya sangat bangga sekali dengan 58:16 dengan e dengan dengan bangsa kita. 58:19 Bangsa yang sangat ee toleran 58:22 ya. Bangsa yang menjaga nilai-nilai ee 58:25 demokrasi 58:26 ya. Bangsa 58:27 yang sebagian besar apa ee penduduknya 58:31 adalah muslim dan muslimnya muslim yang 58:34 sangat ee moderat Pak. Jadi orang ini 58:37 laboratorium 58:39 dunia yang 58:41 multipleks, 58:43 indah mozaik-nya itu Pak 58:45 dan kita sangat menghargai perbedaan. 58:47 Jadi kalau kalau ee saya bingung gitu, 58:50 Pak, kalau ada orang kalau ada orang 58:52 yang katakanlah tidak bangga dengan 58:55 dengan negerinya ya, dengan Indonesia 58:59 itu saya terbingung-bingung karena 59:00 orang-orang asing pun 59:02 ee memiliki kesan yang sangat positif. 59:04 tentunya tentunya ini bangsa yang tidak 59:07 sempurna Pak. Di mana kita mau cari 59:09 negara yang sempurna tuh? Di mana Pak? 59:11 Ya kan tidak mungkin 59:12 yang negara yang memiliki pendapatan 59:16 tertinggi juga kan kan selalu ada ada 59:18 isu dan ada masalah 59:20 gitu. Tapi ee 59:23 dengan patokan-patokan yang sederhana ya 59:26 ee kita menghormati hak azazi manusia 59:28 meskipun banyak sekali ekses-ekses yang 59:31 kecil-kecil riak, tapi kan secara 59:33 fundamental itu kan pemerintah kan punya 59:35 punya kebijakan yang clear mengenai kita 59:39 sangat pro demokrasi 59:40 ya pemilihan umum dengan berbagai 59:42 dinamikanya ya Pak ya. Kita memiliki 59:45 potensi ekonomi yang sangat luar biasa 59:48 dengan dengan natural resources. Oh, itu 59:51 iya itu sangat kaya sekali. Kayak sangat 59:53 kaya sekali. Kita memiliki bonus 59:56 demografi 59:57 yang yang sangat menguntungkan. Besar, 59:59 Pak. Karena ee mayoritas penduduk 1:00:02 Indonesia itu kan umur-umur muda. 1:00:04 Lain dengan negara-negara ee tetangga 1:00:06 kita katakanlah. 1:00:08 Iya. Jepang jadi masalah karena 1:00:09 kebanyakan orang generasi tua yang beban 1:00:12 beban apa? tanggungan sosialnya 1:00:14 istilahnya BPJS-nya berat sekali buat 1:00:16 mereka itu. 1:00:17 Tapi ini kan bonus demografi yang sangat 1:00:20 dinamik, Pak. Jadi orang melihat, Pak, 1:00:23 tidak akan mungkin negara-negara itu mau 1:00:25 bernegosiasi katakanlah menginikan trade 1:00:28 agreement kalau dia tidak memiliki ee 1:00:31 apa ada apa pandangan ke depan bahwa ini 1:00:34 negara akan menjadi negara negara besar, 1:00:37 akan menuju negara besar dan 1:00:38 prediksi-prediksi semuanya mengatakan 1:00:40 confirm dengan berbagai dinamikanya 1:00:43 ya di tahun bisa kita menjadi kekuatan 1:00:46 ekonomi ee at least masuk 10 besar 1:00:49 di di 2000 ee di 2045 dan itu kan sudah 1:00:53 sudah bonus yang sangat luar biasa 1:00:55 tentunya Pak yang seperti saya tekankan 1:00:57 lagi masih ada kekurangan di sana di 1:01:00 tapi kan kita jangan eksploitasi 1:01:02 kekurangannya itu 1:01:03 kita gimana kita mengekpose kekuatan 1:01:06 kita 1:01:07 saya kira di situ. He 1:01:08 ada juga nilai-nilai yang ingin saya 1:01:10 gali sebenarnya dari Pak Andri 1:01:12 sebagai seorang abdi negara. 1:01:14 Iya. Iya. kira-kira nilai kejujuran 1:01:17 ataupun nilai-nilai integritas gitu ya 1:01:20 menjadi ee pejabat negara negara 1:01:24 yang penting dipegang tuh di era 1:01:27 sekarang tuh apa menurut Pak Andri 1:01:29 ya saya kira 1:01:30 amanah apa gitu 1:01:31 iya iya yang penting itu integritas Pak 1:01:34 integritas is very is number one untuk 1:01:36 menjadi ya keep your word gitu Pak 1:01:38 keep dengan janji And apalagi kita 1:01:40 sebagai diplomat ya Pak ya 1:01:42 e itu ee integritas dan ee komitmen kita 1:01:47 untuk memberikan kepada negara gitu, 1:01:50 Pak. Kalau misalnya kita sebagai pegawai 1:01:51 negeri ya, Pak ya. 1:01:52 Heeh. Jadi ee bagaimana kita ee 1:01:57 melakukan pekerjaan kita dengan 1:01:59 integritas yang tinggi itu kan kalau 1:02:00 sudah integritas kan mencakup kejujuran, 1:02:03 tanggung jawab terhadap pekerjaan kita. 1:02:06 Iya. Terus kita bagaimana kita 1:02:07 memberikan yang terbaik buat negara. Itu 1:02:10 kan semua nilai-nilai itu kan 1:02:12 nilai-nilai yang harus kita anut. Saya 1:02:13 kira orang boleh bekerja sebagai pegawai 1:02:15 negeri 1:02:16 ataupun untuk swasta. Integritas kan 1:02:19 itu yang paling utama, Pak, yang 1:02:21 dipegang, Pak. Iya. Jangan sampai 1:02:23 integritas kita istilahnya dipertaruhkan 1:02:27 ee sehingga persepsi orang asing 1:02:29 terhadap Indonesia itu malah jadi ah ini 1:02:32 diplomat ini bohongan. Jadi iya tidak 1:02:35 tidak clear ya janji mau ketemu. Jadi 1:02:38 hal-hal dari hal-hal yang kecil aja, 1:02:40 Pak. 1:02:40 Dari sikap 1:02:41 dari sikap aja itu kan sudah sangat 1:02:42 menentukan. I 1:02:43 misalnya kita janji oke jam 10 kita 1:02:46 ketemu tapi kemudian 10 ketika dia on 1:02:49 the way ke tempat kita, dia telepon sor 1:02:52 enggak bisa itu kan tidak bisa 1:02:54 ya jadi jadi ee 1:02:56 ee itu merupakan suatu suatu saya kira 1:03:00 yang yang 1:03:03 tidak perlu kita kompromikan lah Pak. 1:03:04 Iya. Iya. Iya. 1:03:05 Heeh. 1:03:05 Tapi kalau dari sikap diplomat ini dalam 1:03:09 istilahnya apa ya? komunikasi 1:03:12 interpersonalah. Komunikasi 1:03:13 interpersonal git. He. 1:03:15 Apakah ada pengaruhnya, Pak, dari latar 1:03:18 belakang suku gitu ya? 1:03:19 Latar belakang oh ini orang ini kita 1:03:21 harus dekati dengan begini. Oh, ini 1:03:22 orang ini kita harus dekati begini. Ini 1:03:24 orang Eropa, ini orang Arab. 1:03:28 Iya. I itu pasti itu, Pak. 1:03:30 Iya, itu pasti. Masing-masing 1:03:32 ee masing-masing 1:03:34 orang 1:03:35 ee itu kan punya ini masing-masing ya, 1:03:38 Pak. Ya, seperti katakanlah ee ee 1:03:43 kita deal dengan orang Arab 1:03:45 i 1:03:45 ya dengan budaya Arab dengan apa gitu 1:03:47 kan kita mesti mesti paham budayanya 1:03:49 mereka gitu Pak sehingga mudah kita 1:03:51 masuknya atau kita jadi tidak terlalu 1:03:53 banyak kecewa nantinya kan begitu kalau 1:03:55 misalnya kita expect 1:03:56 ee yang ini atau kita deal dengan dengan 1:03:59 orang Eropa dengan gaya Eropa dengan 1:04:01 gaya Amerika dengan gaya orang Barat 1:04:03 tentunya agak beda beda beda juga ee 1:04:06 approachnya mereka lebih senang yang 1:04:08 terbuka yang straight to the point. 1:04:10 Tidak yang tadi Mas bilang tidak terlalu 1:04:12 banyak basa-basi kiri kanan ya. Tapi 1:04:14 dengan orang Asia tentunya kita masih 1:04:16 perlukan ada bunga-bunganya lah sedikit 1:04:19 lah. Iya. Jadi memang beda-beda 1:04:22 beda-beda kita approachnya istilahnya 1:04:24 customize. 1:04:25 Customize. 1:04:25 Iya. Cara kita approach, cara kita 1:04:27 berdiskusi, cara kita ngobrol tentunya 1:04:29 customize, Pak. Heeh. Heeh. 1:04:32 Hal lain 1:04:33 Pak Andri, kita juga ingin bertanya. 1:04:36 Seberapa kuat sebenarnya didikan orang 1:04:40 tua ya? 1:04:40 He he. 1:04:42 Kalau menjadi diplomat kan nanti ke 1:04:43 mana-mana nih. Ke mana-mana. 1:04:45 Iya. He. 1:04:46 Jadi 1:04:47 penanaman apa ya istilahnya itu 1:04:50 nilai-nilai agama atau nilai religius 1:04:53 gitu ya seberapa kuat itu ya yang 1:04:55 ditanamkan oleh orang tua Pak Andri. 1:04:57 Iya. Jadi kalau ke mana-mana tuh orang 1:04:59 tu tuh enggak khawatir 1:05:01 saya kira itu itu itu apa, Pak? 1:05:04 Ee itu sangat fundamental sekali, Pak. 1:05:07 Jadi nilai-nilai 1:05:08 nilai-nilai ya alhamdulillah 1:05:11 nilai-nilai keluarga, etika, kejujuran, 1:05:14 yang lain-lain itu kan 1:05:15 kan kita kan tumbuh 1:05:18 di di sebuah keluarga yang di mana orang 1:05:21 tua itu kan menjadi senter gitu, Pak. 1:05:23 Dalam dalam era pada waktu saya dulu ya, 1:05:25 Pak ya. Mungkin sekarang ee pengaruh 1:05:28 influencer, pengaruh TikTok, pengaruh 1:05:31 Instagram itu tidak hanya tidak 1:05:33 [tertawa] 1:05:34 ya mungkin bisa menggeser peran orang 1:05:36 tua itu tidak sedominan 1:05:39 ya seperti 1:05:40 masa-masa kita tahun tahun 60, 70, 80-an 1:05:44 ya, Pak ya. pada waktu itu kan orang tua 1:05:47 itu kan sangat sangat sangat ee dominan 1:05:49 sekali dan 1:05:50 ee didikan keluarga 1:05:53 ee agama ee kita menjalankan agama 1:05:57 dengan baik, dengan konsisten itu itu 1:05:59 potret tersendiri, Pak. I 1:06:01 seperti kita dengan cara dengan cara 1:06:03 katakanlah 1:06:04 ee ketika saya di di Eropa itu saya 1:06:07 tidak ragu untuk merepresentasikan bahwa 1:06:09 saya seorang muslim 1:06:10 tapi saya seorang muslim yang sangat 1:06:12 menghormati kepercayaan ee orang lain 1:06:15 gitu Pak. dan istilahnya ee dalam ee 1:06:21 dan saya tidak juga menyembunyikan oh 1:06:23 misalnya saya tidak minum wine saya akan 1:06:24 jelaskan 1:06:25 iya bahwa saya sori saya tidak minum 1:06:28 tidur minum wine karena faktor 1:06:30 kepercayaan saya yang apa jadi itu dan 1:06:32 mereka menghormati Pak 1:06:35 Iya menghormati tidak jadi mereka 1:06:38 berpikir oh kampungan 1:06:40 oh kenapa sih ini bukan diplomat modern 1:06:43 apa tidak gitu ya 1:06:44 sangat-sangat menghormati 1:06:45 kita PD aja sebenarnya Iya. PD aja kita 1:06:47 dan kita secara dengan sangat baik atau 1:06:50 kita menginformasikan 1:06:52 iya nanti ee duta besar saya biasanya 1:06:55 sekretaris pribadi saya menginformasikan 1:06:57 kepada host ya nanti 1:06:59 ee apa dieternya gitu ya. Oh, saya saya 1:07:04 tidak minum alkohol, tidak 1:07:05 makanan-makanan tertentu apa begitu yang 1:07:08 di ini dan tidak dan mereka sangat 1:07:12 menghormati sangat menghormati dan itu 1:07:14 biasa penting dan itu penting juga untuk 1:07:16 sangat biasa. 1:07:17 Jadi kita jangan mengkompromikan hal-hal 1:07:19 seperti itu kalau memang itu keyakinan 1:07:21 kita ya, Pak ya. Tapi kan orang kan ada 1:07:23 yang merasa ah tidak apa-apa sepanjang 1:07:25 kita itu kan macam-macam 1:07:27 macam-macam kan. Dan itu juga diversi 1:07:29 itu pun saya hormati. Iya, iya, 1:07:31 iya. Saya hormati juga orang-orang yang 1:07:33 istilahnya yang Oh, mungkin dia 1:07:35 menganggap bahwa ini biasa. 1:07:37 Berarti Pak Andri ini dengan sekarang 1:07:39 Pak Andri sekarang usia sudah berapa 1:07:41 berarti, Pak? 1:07:41 Sudah 66. 1:07:42 Sudah 66. 1:07:43 Dulu cita-citanya keluar apa? Keling 1:07:45 negara. Sudah berapa negara ya, Pak 1:07:47 Andi? 1:07:47 Wah, sudah banyak ya, Pak ya? 1:07:48 Sudah banyak berarti ya. 1:07:49 Iya. Berarti ee saya posting dua kali di 1:07:52 Amerika, 1:07:53 satu kali di Kanada, 1:07:55 di Singapura, lalu di Brussel. 1:07:58 Pernah sekolah di Australia juga. Udah 1:08:00 udah dia tidak terlalu banyak tapi 1:08:03 negara Afrika pernah. 1:08:04 Negara Afrika tidak pernah. Tugas di 1:08:06 sana tidak. Tapi traveling ya sering 1:08:07 maksudnya travelingnya. 1:08:08 Oh iya sering sering sering ya 1:08:09 pengalaman ya. Iya ke Ethiopia 1:08:12 berarti memang sudah inilah ya. Iya ya. 1:08:15 Kalau kalau kalau traveling malah saya 1:08:18 senang traveling kalau ke negara-negara 1:08:19 yang eksotik Pak. 1:08:21 Seperti Katmandu, Nepal itu kan menarik. 1:08:24 Jangan-jangan naik gunung juga ya. 1:08:25 Iya. Enggak juga [tertawa] 1:08:27 ya. 1:08:27 Seperti kayak Ethiopia itu menarik. 1:08:30 Iya. Kalau Cina sih ya wajarlah karena 1:08:32 kan banyak sekali tugas ke sana. 1:08:33 Betul. Betul. Berarti kalau di Uni Eropa 1:08:35 pernah tugas ke sana, pernah keliling 1:08:37 Eropa? 1:08:37 Iya. Seluruh ya hampir seluruh Eropa 1:08:39 lah. 1:08:39 Jadi mulai dari mulai yang paling dingin 1:08:41 sampai sejuk 1:08:42 sampai Iya. Iya iya dari mulai Norwegia 1:08:45 sampai Iya. Sampai 1:08:47 Belanda. Jadi 1:08:48 dari seluruh pengalaman itu, Pak, 1:08:50 kira-kira pengalaman spiritual, 1:08:52 pengalaman religius kan ada ayat 1:08:55 Iya. Iya. 1:08:55 Yang mengatakan bahwa pantasiru art 1:08:57 gitu ya. Ada perenungan terbesar apa 1:09:00 yang Pak Andri dapat tugas di berbagai 1:09:02 negara, traveling ke berbagai tempat 1:09:05 yang Pak Andri temukan ini tuh kebesaran 1:09:07 Allah. Ada pengalaman apa, Pak? 1:09:09 Ya, ee dalam konteks itu pastinya ya, 1:09:13 Pak ya. 1:09:14 Ketika kita 1:09:16 traveling ke berbagai negara kan 1:09:18 tentunya kan dinamikanya berbeda-beda 1:09:20 ya, Pak ya. 1:09:20 Iya. Dan saya selalu merasa saya selalu 1:09:23 diberi kelancar kelancaran dalam dalam 1:09:27 tugas itu. Saya tidak pernah 1:09:28 alhamdulillah dalam sejarah ee ini saya 1:09:32 itu selalu diberi kelancaran dan ini 1:09:35 tentunya berkah berkah dari Allah juga 1:09:37 itu itu yang paling utama, Pak. Karena 1:09:39 kalau misalnya kita mengalami 1:09:41 kompleksitas 1:09:42 ketika menjalankan tugas tentunya itu 1:09:44 kan challenge yang sangat 1:09:45 luar biasa. satu itu. Kedua, 1:09:48 kedua 1:09:49 ya di berbagai tempat manaun 1:09:52 ya kebaikan itu selalu ada, Pak. H 1:09:55 ya rahmat Allah itu selalu Iya. Itu 1:09:57 selalu 1:09:58 ee selalu saya saya ee temukan ketika 1:10:02 saya ee bertugas. Ada saja pertolongan 1:10:04 dari Allah itu. 1:10:06 Iya. Heeh. tidak apa ee saya tidak 1:10:08 pernah mengalami kesulitan yang sangat 1:10:10 luar biasa ketika deal dengan berbagai 1:10:13 pihak di apa 1:10:14 di berbagai ee belahan dunia. Heeh. Ee 1:10:18 jadi dalam konteks itu ee saya merasa 1:10:21 bahwa Allah itu selalu berada di samping 1:10:24 saya. 1:10:24 Iya. Membimbing membimbing saya. Dan 1:10:26 yang ketiga, 1:10:27 kesempatan kita buat mengagumi 1:10:30 Iya. 1:10:30 Alam yang Allah ciptakan, Pak. 1:10:32 Heeh. 1:10:33 Iya. ketika lihat ee apa 1:10:36 bongkahan-bongkahan salju di di Norwegia 1:10:39 ataupun ketika melihat gurun, ketika 1:10:42 melihat ee pemandangan di mana? Di 1:10:45 Nepal, Pak, Gunung Himalaya dan yang 1:10:47 lain-lainnya. Betapa besar, Pak. 1:10:49 Iya. Allah itu menciptakan 1:10:52 ee dunia ini dengan berbagai 1:10:53 perbedaannya dan berbagai persamaannya. 1:10:57 Jadi ee saya kira itu ee kunci ketika 1:11:00 kunci ketenangan. 1:11:01 Kunci ketenangan. kunci ketenangan 1:11:02 ketika juga ada keberkahan itu ya 1:11:03 keberkahan itu, Pak. keberkahan itu 1:11:05 pasti juga memang karena kita bisa dekat 1:11:08 ya sama. 1:11:09 Iya. Iya. Iya. Iya. Itu yang dan ya 1:11:11 alhamdulillah 1:11:12 ya sepanjang kita menjalankan apa yang 1:11:16 di ya diwajibkan salat lima waktu puasa 1:11:19 dalam keadaan situasi apapun itu dijaga. 1:11:21 Betul. Betul. Apalagi ini di sesi 1:11:23 terakhirnya ya Pak Andri ya. Kita masuki 1:11:25 bulan Ramadan. 1:11:26 Ramadan ini biasanya kalau selain bicara 1:11:29 tentang ibadah-ibadahnya gitu ya ke IS 1:11:31 juga bicara tentang makanannya. 1:11:32 Iya iya iya iya. Demi sebagai negara 1:11:34 makanan apa yang paling favorit buat 1:11:36 buka puasa nih? 1:11:37 Makanan Indonesia, Pak. 1:11:38 Makanan [tertawa] Indonesia. Oh, gitu 1:11:39 ya. Ketemu ke Eropa Indonesia enak ya 1:11:43 kita ee memang udah ininya, Pak, ya. 1:11:47 Mungkin udah body ininya, Pak, ya. Udah 1:11:49 udah tuntutan tubuh ya, Pak, ya. Paling 1:11:51 kita bertahan untuk makanan-makanan 1:11:54 barat ataupun makanan itu 2 3 hari, Pak. 1:11:57 Setelah itu kita akan cari 1:12:00 iya. ee kita akan berusaha untuk mencari 1:12:03 ada satu periode misalnya kalau misalnya 1:12:05 saya conference gitu ya, Pak ya, 1:12:07 selama 1 minggu 1:12:08 Oh iya 1:12:08 ya di hotel kan itu makanannya kan 1:12:10 itu-itu aja kan Pak. Wah itu itu berat 1:12:12 sekali. 1:12:13 Berat sekali itu. Jadi harus ada periode 1:12:15 di mana 3 hari 1:12:17 ya ada satu hari yang 1:12:18 istilahnya itu 1:12:20 di kalangan diplomat disebut no rise no 1:12:22 glory. Tanpa tanpa nasi tidak ada 1:12:24 kemenangan. Pak ada [tertawa] 1:12:25 istilahnya ya. No rice no glory. 1:12:27 Jadi masih diplomat kampung Pak. 1:12:28 Oh gitu. Ee jadi tetap tetap kita 1:12:31 kembali ke habitat. Betul. Betul. 1:12:33 Iya. Dan kalau tugas di berbagai negara 1:12:36 kan tentunya kan makanan Asia kan kalau 1:12:39 di rumah ya, Pak ya itu kan ada kan, 1:12:41 Pak. Jadi tiap hari kita tidak lepas 1:12:43 dari makanan-makanan. Tapi kalau lagi 1:12:46 konferensi yang 1:12:49 di hotel apa itu kita Iya selalu kita 3 1:12:52 hari itu nyari kira-kira kalau enggak 1:12:54 ada restoran Indonesia kita nyari ya 1:12:56 apalah restoran yang mirip Indonesia lah 1:12:58 ya. Iya. Oke. 1:13:00 Dan juga di penutup 1:13:02 Pak Andri kira-kira pesan Ramadan 1:13:06 dari seorang mantan duta besar, seorang 1:13:08 diplomat untuk pendengar hasil apa dari 1:13:10 Pak Andri? ee saya kira ee 1:13:16 kita eksistensi kita sebagai insan Allah 1:13:19 itu, Pak, dalam profesi apapun saya 1:13:23 selalu berpikir bahwa apa yang kita 1:13:26 lakukan itu harus memberikan manfaat 1:13:29 buat orang, Pak. 1:13:30 Itu kenikmatan tertinggi. 1:13:32 Iya. Iya. 1:13:33 Ee tertinggi saya. Jadi dalam konteks ee 1:13:36 Ramadan ini ee 1:13:39 ee saya mengajak ee kepada semua ee 1:13:43 terutama umat Islam bahwa marilah kita 1:13:46 memberikan hidup kita itu akan sangat 1:13:49 berarti ketika kita memberikan manfaat 1:13:51 buat 1:13:51 buat buat ee buat orang dan ee jaga 1:13:55 ukhuwah islamiah ya, jaga toleransi kita 1:13:59 ee sehingga kita bisa menjadi ee 1:14:02 istilahnya Ramadan kita itu Ramadan yang 1:14:04 paripurna, Pak. 1:14:05 Iya. 1:14:06 Ya. Yang memberi manfaat kepada orang, 1:14:08 yang memperbanyak ee ibadah ee dan kita 1:14:12 bisa tenang dalam menjalani ee hidup 1:14:15 ini. Tapi 1:14:16 memberikan manfaat kepada orang dalam 1:14:18 bentuk apapun, even selevel senyum itu 1:14:21 sudah baik, Pak. 1:14:22 Masyaallah. 1:14:23 Iya. 1:14:24 Luar biasa. 1:14:24 Iya, [tertawa] 1:14:26 I. Demikianlah dialog kita di waktu 1:14:31 sahur kali ini. Sahur bersama Rasil gitu 1:14:34 ya. Tokoh dan tamu kita adalah Bapak Dr. 1:14:37 Andri Hadi Bahasa Lama. Nah, semoga 1:14:41 banyak hal yang dapat diambil dari 1:14:44 cerita-cerita beliau dan mudah-mudahan 1:14:46 menginspirasi Anda. Terima kasih banyak 1:14:49 telah bersama kami dan juga saya 1:14:50 sampaikan terima kasih banyak kepada Pak 1:14:52 Andi sudah berbagi dengan kita semua. 1:14:54 Semoga selalu sehat. 1:14:55 Amin. Alhamdulillah. sama-sama juga 1:14:57 semua rasil 1:14:58 ee semoga terus sukses, terus menyiarkan 1:15:00 dakwah yang baik buat kepentingan umat 1:15:03 dan mudah-mudahan 1:15:05 menjalankan dakwah dengan sukses dan 1:15:08 amin 1:15:09 demikianlah Iwan Ahwat kami undur diri 1:15:11 mohon maaf atas segala kesalahan kata 1:15:13 dan terima kasih banyak atas kebersamaan 1:15:15 Anda. Kami yang bertugas undur diri. 1:15:17 Billahi taufik wal hidayah. 1:15:19 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:15:21 alla ilaha illa anta astagfiruka waubu 1:15:23 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:15:25 wabarakatuh. 1:15:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:15:27 wabarakatuh.