Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh, Bang Dula. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:20 wabarakatuh, Mas Angga. 0:22 Bang Dula, Jumat berkah. Sehat ya? 0:25 Amin. Amin. Insyaallah. Namun sepertinya 0:27 keberkahan itu hilang di negeri ini, 0:30 Bang Dula. Ketika birokrasinya ini malah 0:35 makin kotor karena korupsi ya, Bang Dula 0:38 ya. Banyak sekali sorotan kita ini, Bang 0:40 Dula di pagi hari ini. Dari mulai Kang 0:43 Dadan katanya gitu ya, yang kalau 0:46 terlihat di foto-foto yang dirilis di 0:49 media sosial maupun di media massa 0:52 sepertinya menyedihkan gitu sih. Ee apa 0:54 Kang Dadan ini ya udah pakai rompi ke 0:56 jagung gitu ya warna pink. Tapi banyak 0:59 masyarakat juga yang menilai ee skeptis 1:02 gitu dengan hal seperti itu tuh gitu ya. 1:04 sekarang aja kayak gitu. Nanti kan 1:06 sebentar lagi dilepas, sebentar lagi 1:08 poya-poya lagi, sebentar lagi 1:10 pejabat-pejabat itu akan dapat ee 1:12 jabatan lagi. Nah, bukan hanya kita 1:15 menyoroti kasus-kasusnya yang terungkap 1:17 sekarang ataupun ee drama-drama 1:19 penangkapannya, Bang Dulah, kita juga 1:21 ingin menyoroti ee hukum ini perputaran 1:25 perputarannya seperti apa? Lalu efek 1:27 jeranya itu ee kualitasnya bagaimana? 1:31 Karena itu yang masyarakat lihat. Iya. 1:34 sekarang terlihat sedih, tunggu beberapa 1:35 tahun kemudian dia akan kembali ee ee 1:39 berwibawa lagi gitu ya, menjabat lagi 1:41 bahkan gitu ya. Karena kasus-kasus yang 1:43 sebelumnya yang menyangkut orang lain 1:45 juga banyak terpidana korupsi tapi bisa 1:47 jadi wakil komisi ee 4 DPR gitu, bisa 1:50 jadi bisa melenggang di Pilkada lagi 1:52 gitu ya. Sebenarnya ada apa nih dengan 1:55 ee hukum ini dan juga birokrasinya yang 1:58 kok butek gitu atau terus-menerus 2:01 kasusnya itu dengan ee korupsi. Belum 2:04 lagi kita lihat kalau ee MBG ini program 2:08 ini e Bang Dulah dilihat secara 2:10 jejaringnya. Kalau dari Bang Dul ini ee 2:13 siapa saja sebenarnya di situ yang 2:15 bermain di proyek-proyek MBG gitu ya. 2:18 Kalau media Indonesia menyoroti Presiden 2:21 Prabowo kaget gitu dengan kasus-kasus 2:22 ini gitu ya sampai dalam pidato ingin 2:25 mengganti orang-orang yang bermasalah. 2:27 Sebenarnya bagaimana kita melihat 2:28 jejaringnya sendiri gitu? jejaring 2:30 politikah atau jejaring ee 2:32 orang-orangnya sendiriah. Bukan hanya 2:34 orang di MBG kan, tapi juga orang-orang 2:36 yang di partai ataupun orang-orang yang 2:37 ada di e jabatan-jabatan lain itu kan 2:40 pasti ee terlibat. Halhal ini Bang Dula 2:42 yang ingin kita soroti secara ee 2:44 mendalam nih Bang Dula. Bang Dula mulai 2:46 dari mana? 2:49 Ya. Baik. Ee yang pertama 2:53 tujuan hukum itu 2:56 menurut ilmu hukum adalah terciptanya 2:59 kepastian hukum, 3:01 yang kedua tegaknya keadilan dan yang 3:05 ketiga asas manfaat bagi masyarakat. 3:10 Kenapa perlu ada kepastian hukum agar 3:12 supaya kemudian seseorang yang diduga 3:17 melakukan sesuatu pelanggaran pidana 3:21 ada kepastian bagi beliau diproses atau 3:25 tidak. Kemudian masyarakat juga mendapat 3:28 kepastian bahwa hak-hak masyarakat yang 3:32 diambil oleh seorang ee penjahat itu 3:36 dikembalikan. H 3:38 Nah, kepastian hukum itu menjadi penting 3:41 bahwa kemudian 3:43 Dadan dan kelompoknya itu diproses 3:46 kejasamaan agung itu salah satu dari 3:50 tujuan hukum tercapai yaitu ada 3:52 kepastian hukum. 3:54 Persoalannya adalah tujuan kedua 3:56 tegaknya keadilan. H 3:58 apakah tercipta atau tidak? Kita akan 4:01 lihat prosesnya. Kemudian kenapa? Kalau 4:05 misalnya hukumannya cuma 4:09 1 2 3 4 5 6 tahun, sudah itu kemudian di 4:14 dalam mendapat fasilitas ee 4:17 bermacam-macam 4:19 ee kamar AC, kemudian kamar mandi pakai 4:22 tab, terus kemudian ada TV, maka 4:26 kemudian berarti cuma pindah tempat 4:28 bukan penjara. H 4:30 artinya di rumah tidur di kasur ee 4:33 kemudian berac 4:38 penjara juga dapat seperti itu. Jadi 4:40 berarti cuma pindah tempat bukan penjara 4:42 namanya. 4:43 H 4:43 penjara itu adalah sesuatu tempat yang 4:46 membuat orang merasa 4:49 hukuman atau mencerahkan seperti itu. 4:53 Nah, itu apa namanya? ee fungsi penjara. 4:57 Yang ketiga, ee terciptanya asas 5:00 keadilan bagi masyarakat. Apakah dengan 5:04 ditangkapnya ketua BGN 5:06 H 5:07 kemudian 5:08 masyarakat yang dimaksudkan untuk 5:11 mendapatkan makanan gizi gratis itu? Itu 5:15 dipulihkan hak-hak mereka. misalnya yang 5:19 korban ee masuk rumah sakit karena 5:22 keracunan, bahkan ada yang meninggal dan 5:24 seterusnya seperti itu apakah hak-haknya 5:26 mereka dikembalikan seperti itu? 5:29 Sehingga dengan begitu maka kemudian ee 5:33 keadilan yang diperoleh oleh masyarakat, 5:35 manfaatnya masyarakat itu adalah bahwa 5:37 kemudian betul-betul MBG itu berjalan 5:41 sebagaimana mestinya. 5:44 sebelum MBG dilaksanakan ee awal tahun 5:47 ini baru merupakan ide. Saya sudah 5:50 menulis artikel 5:52 tentang bahwa akan terjadi persoalan 5:55 tentang MBG itu 5:56 karena menyangkut persoalan 5:57 organisasinya, persoalan bahan bakunya, 6:00 persoalan pengelolaannya, persoalan 6:03 pertanggung jawab dan seterusnya. itu 6:04 saya sudah jelaskan pada artikel saya 6:06 tahun lalu dan memang ak terjadi seperti 6:08 itu. 6:09 Nah, sekarang ee kemudian diganti. Yang 6:13 lucunya dalam filosofi kapal itu kalau 6:16 kapal itu bocor maka semua anak buah 6:19 kelasi kapten bua itu itu bertanggung 6:22 jawab. Nah, yang menggantikan beliau itu 6:25 adalah orang dalam juga. 6:27 Iya. 6:27 Orang dalam juga. Ini ini ini [berdehem] 6:29 lucu seperti itu. Apakah orang dalam itu 6:32 tidak tahu persoalan selama sudah 1 6:34 tahun 6:35 ee sehingga kemudian beliau yang 6:36 menggantikan ee yang ditangkap seperti 6:39 itu. Itu itu problem. Semestinya kan 6:42 kalau kita pakai filosuf filosofi orang 6:45 di rumah ee di masyarakat kampung kalau 6:49 mau nyapu sampah itu menggunakan sapu 6:51 yang bersih. 6:52 H. Kalau menggunakan yang kotor ya 6:54 sampah tidak pernah bersih, tetap saja 6:57 kotor. 6:57 Jadi kalau orang internal yang di situ 6:59 bersama-sama selama setahun ini, maka 7:02 kemudian sama saja ee seperti apa 7:05 namanya istilah Al-Qur'an perempuan yang 7:09 apa menyulam ee tikar kain ayun ee tunan 7:14 sudah selesai diuraikan lagi, dilepaskan 7:16 lagi seperti itu. Nah, ini persoalan 7:21 yang serius di mana kemudi 7:24 seka ketika 7:27 itu hanya merupakan formalitas 7:29 maka kemudian akhirnya masyarakat akan 7:33 menghilangkan kepercayaan dan hanya 7:35 menganggap ini cuma politis 7:37 bukan peninggalkan hukum 7:39 tapi politis yang [mendengus] 7:41 pencitraanakan bahwa 7:43 pemerintah dalam hal presiden 7:46 apa namanya memberantas korupsi sih. 7:48 Terus urusan itu 7:51 bagaimana? 7:52 Iya, Bang Dul. Yang yang yang urusan 7:54 hukum dicampuradukan dengan tanggung 7:57 jawab jabatan, ada juga tanggung jawab 8:00 pidana. Ini kan ini nih melihat kasus 8:03 menteri ee mantan Menteri Nadim juga ya 8:06 dan juga mantan menteri ee ee Gus Yakut 8:09 juga itu gimana tuh, Bang? 8:12 Iya. Jadi ee oleh karena itu maka ee 8:18 kita lihat bahwa kalau Prabowo sebagai 8:23 presiden itu serius, 8:25 maka seharusnya kan bukan terjadi kasus 8:28 seperti begitu dilaporkan oleh orangp 8:31 apa baru kemudian proses. Tapi ketika 8:34 merekrut kabinetnya, saya selalu 8:36 mengatakan di berbagai kesempatan bahwa 8:39 dari Mengku satu orang yang belum belum 8:43 terlibat yaitu AHY 8:45 belum terlibat. MKO yang lain semua 8:47 punya kasus. 8:48 Iya. Iya. 8:48 Baik kasusnya di Kejaksaan Agung maupun 8:50 kasus di KPK Peru. Bahkan Prabowo 8:53 sendiri juga punya kasus. Misalnya ee 8:57 istana mengatakan bahwa pergi ke luar 8:59 negeri itu ee ketika apa namanya ee 9:03 berpersoalan pribadi ditanggung oleh 9:06 pribadi Prabowo. Ini betul-betul naib 9:08 sekali. 9:09 Naib sekali karena apa? Itu kan tugas 9:11 negara. 9:12 Tugas negara. Maka kemudian harus 9:15 menggunakan APBN. 9:16 Kalau misalnya menggunakan uang pribadi 9:18 berarti bukan tugas negara. 9:20 Seperti itu. Itu satu. Yang kedua, saya 9:23 khawatir Prabowo tidak pernah membaca 9:25 Undang-Undang Tindak Pana Korupsi. 9:27 Kenapa? 9:28 Karena dalam Undang-Undang Tindak Pen 9:29 Korupsi disebutkan mengembalikan 9:32 kerugian ke negara tidak menggugurkan 9:34 pidana. 9:34 Hm. 9:35 Hm. 9:36 Nah, kita ingat pidato-pidato beliau 9:38 tahun lalu itu ee mengatakan bahwa ya 9:41 yang sudah curi-cang apa segala macam 9:44 itu kembalikan diam-diam sembunyikan, 9:46 nanti kita selesaikan. Itu betul-betul 9:48 perabot tidak paham tentang 9:49 Undang-Undang Tindak Borupsi. mengembali 9:52 kedu negara tidak menggugurkan pidana. 9:56 Kenapa? Karena 9:57 korupsi itu disebut straordinary crime. 10:00 Salah satunya karena kalau pidana umum 10:04 hukumannya penjara, kalau perdata 10:06 hukumannya denda. Kalau korupsi dua-dua 10:08 iya 10:09 secara juga 10:10 mengganti juga kerugian ke negara. 10:12 Itulah disebutkan sebagai kejahatan luar 10:14 biasa. Jadi mengembalikan kerugian ke 10:17 negara tidak mengguguran pidana seperti 10:19 itu. ee beberapa kasus yang ditangani 10:21 KPK termasuk waktu saya masih di KPK 10:23 ee kembali dikembalikan uang yang 10:26 diambil itu tapi kemudian hukuman 10:27 berjalan proses berjalan seperti itu. 10:30 Nah, di sinilah salah satu sebabnya yang 10:33 saya ingin kongsi dengan para pendengar 10:36 Radul Rasin yang insyaallah saya hormati 10:38 pada berkat ini bahwa kenapa Al-Qur'an 10:40 menetapkan hukuman badan 10:43 bukan hukuman ya 10:45 hukuman badan bukan hukuman pjaran. 10:47 Misalnya orang mencuri dipotong 10:49 tangannya. Nah, kenapa perlu potong 10:53 tangan? Karena dengan ada potong tangan 10:56 itu seseorang itu akan merasakan dampak 10:58 langsungnya keluarganya, masyarakat. 11:01 Jadi dia kalau jalan di jalan kemudian 11:03 tangannya buntung atau dia pakai tangan 11:05 palsu, maka orang tanya itu kenapa dia 11:08 mencuri. Nah, seperti itu. Jadi 11:10 dampaknya itu luar biasa. Kenapa ee 11:12 Islam menetapkan apa namanya ee harus 11:16 hukuman badan seperti itu. Yang kedua, 11:19 kalau misalnya ee perzinahan laki-laki 11:22 dan perempuan yang belum berkeluarga, 11:24 maka kemudian di disabit apa namanya 100 11:28 kali disaksikan oleh beberapa orang. Ee 11:31 tapi kalau suami dengan perempuan lain 11:34 atau istri dan laki-laki lain maka 11:36 kemudian dirajap e sampai mati ya. Nah, 11:39 sehingga dengan begitu maka kemudian 11:41 akan dampak kepada masyarakat, kepada 11:43 dirnya, kepada keluarga besar. 11:45 Hari ini penjara seperti itu yang saya 11:48 katakan tadinya pindah rumah pindah 11:50 rumah. 11:52 Pindah rumah saja. Nah, kemudian setelah 11:55 di dalam penjara menjadi seperti 11:58 ee dermawan begitu ee k suruh suruh 12:02 sipir atau petugas penjara beli rokok 12:05 kasih R.000 R000 rok cuma Rp50.000 kasih 12:09 R500.000 12:11 kemudian memberi santunan apa segala 12:13 macam dianggap sebagai orang 12:15 berkelakukan baik dipotong tahanan 12:17 potong tahanan hari ini potong tahanan 12:19 potong tahanan 12:20 sehingga kemudian setelah melewati 2/3 12:23 maka kemudian bisa bebas bersyarat 12:25 seperti itu. Nah Angga seseorang yang 12:29 saya kenal betul 12:31 itu dua kali penjara. Dua kali masuk 12:33 penjara. 12:34 Iya. ee pertama kali oleh KPK, yang 12:37 kedua kali oleh Kejaksaan. Jadi, jadi 12:41 apa namanya? Seperti ee pengalaman 12:44 ketika saya kasus Malari tahun 4 waktu 12:47 masih mahasiswa di Makassar kemudian 12:49 unjuras kemudian ditangkap sekian banyak 12:52 tokoh-tokoh mahasiswa seluruh Indonesia. 12:55 Saya saya selama kurang lebih 2 tahun di 12:57 penjara itu saya menyaksikan ada satu 12:59 anak 13:00 yang itu beberapa bulan masuk lagi, 13:01 beberapa bulan masuk lagi, beberapa 13:03 bulan masuk lagi. Kenapa? Karena 13:04 kasus kasus apa itu? 13:06 E ya 13:07 kasus apa itu? 13:09 Kasus pencuri ya. Kasus pencuri misalnya 13:11 dia dia tidak punya keluarga lantas dia 13:14 mau tinggal di mana, makan di mana, maka 13:16 dia pergi curi e kaca spion motor atau 13:19 kaca spion apalah begitu. Kemudian 13:21 ditangkap 13:22 tangkap Mas Penjur dia bisa makan bisa 13:25 seperti jadi ada [tertawa] ada seperti 13:28 itu dan saya wawancara dia wawancara dia 13:30 kan punya keluarga m tidak punya 13:31 keluarga apa seperti itu. Nah ternyata 13:35 orang-orang yang sarjana ini S1, S2, S3 13:38 saya selalu katakan bahwa 13:40 yang ditangkap KPK itu 86% itu sarjana. 13:43 Sarjana 13:44 ada S1, ada S2, ada S3 ada profesor, 13:46 guru besar. He. 13:47 Nah, sehingga bisa berapa kali masuk 13:50 karena ee di penjara dianggap pindah 13:52 tempat kemudian akhirnya tidak ada efek 13:54 cerah seperti itu. 13:55 Nah, itu 13:56 itu yang jadi masalah. 13:59 Nah, 13:59 jadi oleh karena itu maka ee jangan 14:03 sampai kemudian masyarakat menganggap ah 14:05 ini cuma peralihan isu 14:07 peran isu dari persoalan yang sebenarnya 14:10 lebih serius seperti itu. 14:12 Nanti kemudian masyarakat terus lupa 14:14 kepada persan seperti itu. Nah, 14:16 jangan lupa bahwa BGN itu diproses oleh 14:20 Jokowi. 14:21 Hm. 14:22 Jangan lupa ya. 14:24 Bukan Prabowo oleh Jokowi ketika masih 14:26 Jokowi jadi masih presiden. 14:27 Hm. Nah, kenapa? Karena anaknya CAPres 14:31 dia siapkan anaknya 14:33 sehingga kemudian nanti ini bisa 14:35 dikendalikan 14:36 dan ini apa namanya 14:38 ee sudah mulai terbongkar pelan-pelan 14:41 bahwa apa BGN itu juga setor ke sana dan 14:44 setor ke 14:45 seperti itu. Nah, ini kan ee lucu yang 14:49 sering ee kita dengar atau kita bicara 14:51 atau saya pernah sampaikan bahwa guru 14:54 honorer itu 400.000 Ibu tidak setiap 14:56 bulan ada beberapa bulan baru 14:59 baru terima seperti itu. Sementara 15:01 petugas di apa namanya bagian itu 3 juta 15:05 apa namanya bulan itu kan sangat tidak 15:07 adil seperti itu. 15:09 Nah 15:10 baru yang lucu ini kemudian Menteri 15:12 Keuangan mengatakan beliau ee kecoplosan 15:16 atau kecolongan ee apa namanya BGN 15:19 belikan motor sekian ee ribu apa unit 15:22 seperti itu loh. Kok bisa seperti itu? 15:24 Iya, 15:24 bisa seperti itu. Nah, padahal itu kan 15:27 ee di dalam proses penggunaan dana APBN 15:32 atau APBD itu kan ee ada mata 15:34 anggarannya dalam APPN kemudian ada 15:37 ee pengguna anggaran itu apakah menteri 15:40 kemudian apa namanya Dirjen dan 15:42 seterusnya dan kepala badan seperti itu. 15:45 masa menteri ee tidak tahu artinya 15:48 berarti bahwa BGN ini tidak anggap ada 15:51 orang lain di situ, tidak anggap menteri 15:53 penanggung jawab sehingga tidak lapor 15:54 atau proses atau jangan-jangan kemudian 15:58 Menteri Keuangan ya cuci tangan saja 16:01 seperti orang-orang lain yang juga cuci 16:03 tangan seperti itu. Karena ini sekali 16:06 kalau misalkan [berdehem] 16:08 ee dalam proses bagaimana mengendalikan 16:12 pemerintahan itu tidak berdasarkan apa 16:15 yang selalu saya katakan 16:17 integritas dan profesional. 16:19 Integritas yang utama 16:21 baru kemudian profesional. Kenapa? 16:24 Karena kalau 16:26 sudah berintegritas profesional bisa 16:28 dikembangkan ketika sudah menjabat 16:30 melalui pelatihan diklat dan seterusnya. 16:33 Tapi kalau integritasnya bermasalah dari 16:35 sononya, maka kemudian itu tidak bisa 16:38 diharapkan pasti akan terjadi ee 16:41 penyimpangan, kebocoran dan seterusnya. 16:43 itu beberapa he 16:45 seperti itu. Berbarengan dengan itu, 16:47 dugaan korupsi di tubuh Kementerian 16:50 Imigrasi juga ini ee disidik juga oleh 16:53 ee KPK tadi menyambung bahwa 16:56 jejaring-jejaring 16:58 di era pemerintahan ee Prabowo ini 17:00 bagaimana, Bang Dula melihatnya? Apakah 17:03 jejaringnya ini makin kuat gitu ya pasca 17:06 eranya ee Jokowi sekarang di era Prabowo 17:09 siapapun pemimpinnya enggak ngaruh gitu 17:11 ya, bahwa birokrasi ini itu makin basah 17:14 untuk korupsi. Bagaimana, Bang Dula? 17:18 di dalam grup WhatsApp. H 17:22 seseorang kemudian mengirim WhatsApp ke 17:25 saya bahwa mereka menghadap Paris Krim 17:30 untuk mengajukan data-data dan 17:33 mempersoalkan menanyakan apakah sudah 17:36 diproses [mendengus] 17:38 soal ijazah Jokowi. H 17:40 saya katakan bahwa secara teori itu 17:45 harus dilakukan oleh 17:47 pareskrim atau Polri karena aparat 17:51 penegak hukum itu tidak boleh menolak 17:54 laporan masyarakat. He. 17:56 Tapi secara operasional faktual Kapolri 17:59 itu orang Jokowi, mantan bawaannya 18:01 Jokowi. Nah, sehingga apa Kapol bisa 18:04 seperti itu? Nah, oleh karena itu maka 18:06 kita lihat ee ketika Prabowo terpilih 18:10 jadi presiden itu kalau tidak karena 18:13 Jokowi dan kemudian anaknya menjadi 18:17 Jawa, 18:18 Prabowo akan terpilih jadi presiden. 18:21 Saya setelah pemilu pilan lalu saya ke 18:24 Singapura, saya ketemu dengan 18:26 teman-teman lama di Singapura. Mereka 18:28 bilang Pilpres 2024 itu seharusnya dua 18:31 dua putaran. 18:32 Dua putaran. Nah, tapi karena permainan 18:35 antara MK kemudian KPU kemudian Bawaslu 18:38 maka kemudian disunglaplah menjadi satu 18:41 putaran sehingga kemudian Prabowo. Nah, 18:43 karena itu maka negara ini adalah negara 18:46 yang saling menyandra. Semua mereka 18:49 saling menyand 18:50 ketika Prabowo mau jadi presiden dan 18:54 sudah dilantik, dipanggil oleh Jokowi ke 18:56 Solo ee datang ke sana. Kemudian Jokowi 18:59 menyodorkan ee 19 nama 19:02 untuk kabin dan kemudian kata Jokowi, 19:05 ini daftar tidak boleh diubah tambah. 19:09 Boleh. Itu satu. Yang kedua, kata 19:12 Jokowi, jangan libatkan Megawati dalam 19:14 proses ini. Yang ketiga, maafkan 19:18 anak-anak saya. 19:19 Kalau tidak kata Jokowi, maka sembilan 19:23 naga akan turun. 19:24 Nah, problemnya jangan se naga. satu 19:27 naga saja turun itu problem ee apa 19:29 namanya sekarang ini pagi ini dolar 19:32 kita, rupiah kita sudah 20.000.000 19:36 apakah ini permainan oligarki seperti ee 19:40 98 98 itu permainan apa namanya juga 19:44 oligark nasional sehingga kemudian ee 19:47 Soeharto kemudian dijatuhkan. Apakah itu 19:49 juga permainan yang sekarang dilakukan? 19:52 Nah, kita lihat ee kalau memang 19:54 betul-betul Prabowo itu berani, dia 19:58 melakukan perawanan. yang selalu saya 20:00 katakan kalau beliau seorang jenderal 20:02 betul maka menggunakan adagium 20:05 di dalam dunia yaitu to kill all to be 20:08 killed, membunuh atau dibunuh seperti 20:10 itu. Nah, kalau berani ini bisa 20:13 dijadikan sebagai entry point untuk 20:15 kemudian menghabisi semua 20:17 jaringan-jaringan yang ada apa namanya 20:20 di antara kelompok Jokowi dengan 20:22 Prabowo. Nah, sehingga dengan begitu 20:24 baru kemudian Prabowo bisa mendapat 20:26 dukungan dari masyarakat sehingga 20:29 kemudian isunya sekarang bergerak untuk 20:31 kemudian ee melakukan apa pelangsaran 20:34 Prabowo beralih kepada pelangsaran ee 20:37 wakil presiden Jibran karena secara 20:40 konstitusional Jibran itu tidak sah 20:43 karena merupakan anak haram dari 20:45 konstitusi. Sebab beliau bukan punya 20:49 ijazah ee SMA. 20:51 Ee tapi saya tanya teman di Singapura, 20:54 apakah Jibr waktu di Singapura itu 20:56 kuliah? Tidak. Dia ikut kursus, ambil 20:58 kursus. 20:59 Kursus bahasa 21:01 bukan kuliah, bukan sekolah. 21:02 E jadi bukan sekolah SMA, tapi kursus. 21:05 Saya begitu maka secara konstitusional 21:08 Jibran bisa dilengsarkan. Problemnya 21:11 adalah Mas Angga hampir semua partai 21:14 pendukung itu sudah setuju 21:15 untuk menggantikan tapi kemudian 21:18 persoalan siapa yang gantikan itu lagi 21:20 problem di dalam partai. 21:22 Jadi saling berebut antara partai-partai 21:24 seperti itu. E sehingga akhirnya 21:26 kemudian mentah lagi sekarang. Nah 21:29 sekarang diarahkan kepada agar supaya 21:31 Perboan 21:33 sehingga kemudian nanti Jibril yang 21:34 naik. Ini berbahaya. Saya selalu katakan 21:37 kepada mahasiswa saya bahwa dalam kaidah 21:39 fikih disebutkan kalau dua pemimpin sama 21:43 baik maka dipilih yang lebih baik, yang 21:46 terbaik. Tapi kalau dua pemimpin itu 21:49 sama jelek maka dipilih yang paling 21:51 kecil mudaratnya bagi umat masyarakat. 21:54 Nah, antara Prabo dan Jibran, maka 21:57 Prabowo yang paling kecil mudaratnya 21:58 kepada masyarakat dibanding dengan 22:00 Jibril. H. 22:00 Oleh karena itipun Prabowo salah, 22:03 Prabowo jahat, perbawa apa semacam tapi 22:06 lebih 22:08 dahsyat Jibran daripada perbowa. Kalau 22:11 Jibran berarti kembali lagi oligarki 22:13 Nagal berkuasa Jokowi dan kemudian e 22:17 Jokowi hanya akan memperalat e Jibran 22:19 sehingga kemudian nanti 2029 atau 2034 22:24 apa namanya ee Joko bisa maju lagi 22:27 karena yang dilarang oleh Undang-Undang 22:28 Dasar itu kan 22:30 dua periode berturut-turut. He. 22:32 Nah, tapi kalau diselangi satu periode 22:34 kan bisa maju lagi seperti [berdehem] 22:36 itu. Itu bisa saja. Kemudian 22:38 akal-akalan Jokowi karena ee oligarki 22:41 punya kepentingan dengan Jokowi. Ada 22:43 soal IKN, soal US, 22:46 soal apa namanya ee PIK 1, PIK 2, PIK 3 22:49 dan seterusnya. itu kan ee apa 22:51 janji-janji atau MOU atau perjanjian 22:54 kesepakatan antara Jokowi dengan mereka 22:56 seperti itu 22:57 sehingga kalau J bisa berkuasa lagi 22:59 mereka oligark ini bisa aman terus untuk 23:02 bisa mengeruk 23:04 e kekayaan negara seperti itu. 23:05 Hm. 23:06 Itu Mas Angga. Nah, Bang Dola sebagai 23:09 penutup secara terang benderang kan ini 23:12 publik ini sudah melihat gitu ya korupsi 23:16 terjadi dengan mudahnya tadi alih-alih 23:19 mati korupsi malah tumbuh sepertinya ee 23:23 kian subur gitu akibat salah satunya 23:26 sistem pencegahan yang masih longgar. 23:28 Bagaimana Bang Dol melihat ide mulai 23:31 dari ke jagung ataupun e KPK gitu ya, 23:34 momentum penguatan kembali sistem 23:37 pengawasan dari mulai pencegahan sampai 23:39 ke tindak pidananya penangkapan yang 23:43 harusnya bisa menjadi shok terapi juga 23:46 bagi para ee pejabat gitu ya. Itu 23:48 bagaimana Bang Dol melihat supaya ee 23:51 pemberantasan korupsi ini bukan hanya 23:53 ilusinya Pak Presiden gitu Bang Dula. 23:57 Iya. Berdasarkan tahap MP 11 Romawi 24:01 tahun 98, maka di sana diamanatkan 24:05 pembentukan dua lembaga. Ee lembaga 24:08 pertama yang namanya KPKPN, Komisi 24:11 Pemeriksa Kekayaan P negara 24:14 menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 99. 24:17 Tugasnya adalah pencegahan. Kemudian 24:20 undang-undang yang kedua adalah 24:21 Undang-Undang Nomor 3199 24:24 diuntung Undang-Undang nomor 2001 24:26 tentang pemberantasan tindak pdana 24:28 korupsi. Jadi ini tab MPR nomor 11 24:31 Romawi 998 itu sudah menyiapkan ee apa 24:35 namanya infrastruktur hukum yang bagus, 24:37 satu pencegahan, satu penindakan. Tapi 24:40 ketika KPKPn waktu itu saya salah 24:42 seorang wakil ketua menyentuh Megawati 24:45 dengan jaksa Agung punya harta segala 24:48 macam. Kemudian terjadi bola liar di 24:50 Senayan, di DPR ketika membahas 24:53 Undang-Undang ee korupsi, undang-undang 24:55 KPK, maka kemudian KPKPN dibubarkan 24:59 terus kemudian dimasukkan jadi salah 25:01 satu direktorat 25:02 bukan DPD, satu direktorat di KPK. Nah, 25:05 sehingga akhirnya kemudian ee tidak 25:07 berfungsi ee bagaimana pencegahan 25:10 korupsi melalui ee pelaporan harta 25:12 kekayaan, monitoring dan seterusnya 25:14 seperti itu. Nah, akhirnya ee hanya 25:18 fokus pada penindakan. hanya pus 25:20 penidakan, tapi kalau tidak memperbaiki 25:23 sistem, nah tetap saja seperti begitu 25:25 terjadi. Nah, oleh karena itu maka 25:27 menurut saya kalau Prabowo beliau 25:30 terbitkan Perpus sudah sering katakan 25:32 itu mengembalikan undang-undang KPK yang 25:35 lama mengembalikan Undang-Undang nomor 25:37 28 tahun 98 99 tentang KPKPn sehingga 25:43 dua ini berjalan secara sinergis, satu 25:45 menangani pencegahan, satu menangani 25:48 penindakan maka kemudian 25:51 ee ketika satu institusi ditangkap 25:54 menterinya atau tangkap dirjennya. Maka 25:57 puluhan tahun 25:59 baru ada lagi kasus. Puluhan tahun 26:00 mungkin 20 tahun, 30 tahun, 50 tahun. 26:03 Tapi buktinya ada beberapa menteri, ada 26:07 beberapa gubernur, ada beberapa dirin di 26:09 satu institusi ditangkap karena e 26:12 penindakan lakukan tapi tidak perbaikan 26:14 sistem seperti itu. Nah, itu itu 26:16 problemnya. Nah, oleh karena itu maka 26:18 harus ada proses rekrutmen ASN mengikuti 26:23 pola KPK dulu sebelum KPK diberangus 26:26 oleh Jokowi yaitu bagaimana 26:29 mereka yang mempunyai integritas dan 26:31 profesional sehingga semua yang di 26:33 kementerian-kementan dilakukan reformasi 26:35 birokrasi baru kemudian bisa berjalan 26:38 dan itu kalau berjalan dilakukan dalam 5 26:41 tahun atau 3 tahun lebih ini oleh 26:43 Prabowo. Diharapkan 2029 ke sana bisa 26:46 berjalan mulai normal. Maka kemudian 26:49 2045 bisa tercipta Indonesia berkah. 26:52 2045. Jika tidak maka 2045 bukan 26:56 Indonesia emas, tapi Indonesia cemas. 26:58 Itu Mas. Baikbaik Bang Dola. Terima 27:01 kasih dialognya di pagi hari ini, Bang 27:03 Dulah. Insyaallah kita jumpa lagi pekan 27:05 depan, Bang Dulah. Ya. Semoga Bang Dulah 27:07 selalu sehat. 27:08 Asalamualaikum. 27:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:12 wabarakatuh.