Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Asalamualaikum warahmatullahi 0:02 wabarakatuh. 0:05 Saya Frihardi 0:07 eh 0:09 pengamat sosial budaya 0:12 ee dengan ini mengucapkan 0:16 selamat menjalani puasa dengan ikhlas 0:20 dan tulus menyerahkan diri karena Allah 0:25 Taala. Semoga puasa yang kita jalani 0:28 dengan kuat dan ikhlas ini bisa 0:32 memperbaiki 0:33 hidup kita, langkah kita, hati kita, dan 0:37 pikiran kita menjadi lebih bersih, lebih 0:41 kuat, dan lebih tegar dalam menghadapi 0:45 kehidupan yang semakin 0:47 ee dunia yang semakin panas ini. 0:52 Terima kasih. 1:03 Bismillahirrahmanirrahim. 1:05 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 1:08 rahimakumullah. 1:11 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 1:14 bersama-sama di bulan penuh berkah bulan 1:18 Ramadan ini di acara sahur bersama Rasil 1:23 yang mudah-mudahan 1:25 apa yang kita simak di sahur bersama 1:29 Rasil bisa mempersuasi kita semua, bisa 1:32 memotivasi kita semua untuk lebih 1:35 optimal mengisi hari-hari dan langkah 1:38 kita di bulan yang berlimpah berkah dan 1:42 berlimpah 1:44 juga pengampunan dari Allah Subhanahu wa 1:46 taala. 1:48 Hari-hari di mana kita nanti mesti 1:51 menahan diri dari haus dan lapar mulai 1:55 dari subuh sampai magrib. Bahkan bukan 1:58 cuma hanya itu ya, tetapi juga menahan 2:01 diri dari emosi yang kadang-kadang 2:03 membuat kita ya terpaksa batal deh 2:07 puasanya kalau misalnya marah-marah atau 2:10 yang lainnya yang sedikit banyak harus 2:13 juga kita tahan. Mudah-mudahan kita 2:16 dapat mencapai ketakwaan yang jauh lebih 2:20 optimal di bulan Ramadan ini. Acara ini, 2:25 ikhwan akhwat, juga disimak oleh Radio 2:28 Sela FM yang ada di Batam, Radio Latan 2:32 yang ada di Sukabumi, kemudian Radio 2:36 Silaturahim di Bondowoso, juga Radio 2:39 Suara Habibullah di Banyuwangi. 2:43 Siarkan juga oleh radio silaturahim yang 2:47 ada di Piungan, Yogyakarta serta radio 2:50 megafon yang ada di Aceh. 2:54 Ikhwan dan akhwat, sahur bersama Rasil 2:58 kali ini itu akan menghadirkan Dr. Fre 3:02 Harti M. Humum. Sosok yang punya beragam 3:05 aktivitas luar biasa. Beliau adalah 3:08 akademisi sekaligus penulis yang saat 3:12 ini menjabat sebagai ketua umum PSBNS 3:16 Perhimpunan Sastrawan Budayawan Negara 3:19 Serumpun yang fokus mengembangkan 3:23 kesusastteraan dan beliau ini juga 3:25 dikenal sebagai penulis yang mengkaji 3:28 karya dari berbagai negara seperti Cina, 3:32 Korea, Jepang, dan juga Yugoslavia. 3:37 Ikhwan akhwat, Dr. Fri Harti ini 3:39 merupakan pegiat literasi Indonesia yang 3:42 sangat aktif di dunia sastra dan 3:44 kebudayaan yang juga sering sekali 3:49 mendiskusikan 3:51 banyak hal yang terkait dengan sastra. 3:54 Ya, di dunia sastra dr. Priharti ini 3:57 terpilih menjadi tokoh sastra emah 4:03 maharajan di Malaysia. Dan beliau ini 4:07 juga sekaligus kesibukannya luar biasa 4:09 nih, ketua umum wanita penulis Indonesia 4:13 atau WPI selama tiga periode. 4:17 Aktif mendorong pengembangan literasi 4:20 serta kebudayaan. sekaligus juga satu 4:24 lagi beliau adalah ketua umum Woman for 4:28 Harmony Institute atau Whai dan pernah 4:33 menjadi Presiden Friendship Force 4:35 Jakarta. Satu lagi di dalam ranah 4:38 akademi juga menjadi sekretaris jurusan 4:43 serta ketua jurusan. Tahu enggak sih? 4:46 Dr. Friharti ini pernah meraih predikat 4:50 dosen teladan nasional di era 4:53 pemerintahan Presiden Soeharto. Nah, 4:57 untuk kali ini beliau sudah hadir 5:00 bersama kita di sahur Bersama Rasil. 5:04 Kita sapa beliau yuk. Asalamualaikum 5:06 warahmatullahi wabarakatuh. 5:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:09 wabarakatuh. Terima kasih sekali atas 5:12 kesediaannya untuk hadir di sahur 5:16 bersama Rasil yang merupakan 5:20 bulan Ramadan penuh 5:22 hikmah. 5:23 Hikmah. Ngomong-ngomong sehat yaar? 5:27 Aman. 5:27 Alamdulillah. Alhamdulillah. 5:28 Alhamdulillah. Ngomong-ngomong nih ee 5:31 dr. Friharti itu memilih sastra sebagai 5:35 ee karir dalam kehidupan ini itu gimana 5:39 ceritanya awalnya? dipersuasi oleh siapa 5:42 gitu. 5:42 Iya, sebenarnya menulis ini sudah sudah 5:46 dicintai sejak karena waktu itu saya 5:48 tinggal di Makassar. 5:49 He 5:50 waktu di Makassar SD itu 5:52 itu kita sudah dilatih untuk menulis 5:55 oleh guru bahasa Indonesia. 5:57 Masih SD. 5:58 Masih SD. Itu hebatnya dulu. 6:00 He. 6:01 Nah, setiap kali menulis karangan itu 6:04 karangan saya dibacakan di depan kelas. 6:07 Anak-anak. 6:08 Nah, di depan kelas. Nah, waktu pindah 6:11 ke Padang saya kok lebih tertarik dengan 6:14 hal-hal yang sifatnya wah menari, 6:17 menyanyi, main band. 6:20 Itu kayaknya kalau kita muncul ditepukin 6:22 oleh penonton itu rasa 6:23 beda dengan kalau nulis ya, 6:25 beda dengan nulis yang bergerak dalam 6:28 dunia yang sunyi gitu. 6:30 He. 6:30 Tapi ee sampai sempat sebagai tim 6:34 muhibah ke Malaysia. Namun pulang dari 6:37 situ, Bang Leon, Leon Agusta 6:39 Heeh. 6:40 yang sering ke rumah tuh bilang begini, 6:43 "Yat, dia panggil panggilannya Yat Yat, 6:46 ngapain sih kamu tuh mencari yang 6:48 wah-uah kayak gitu?" 6:50 Ee cari kegiatan yang melatih otakmu, 6:54 yang melatih pikiranmu. 6:56 He, aku bilang apa, Bang? Itu jadilah 6:59 penulis, jadilah ee ee sastrawan. 7:04 Ah, akhirnya tapi ee waktu itu aku sudah 7:08 rajin menulis tapi tidak berani me 7:12 ngirim ke media 7:13 diekspos tuh belum. 7:14 Enggak, enggak enggak karena memang aku 7:16 dari dulu tuh pemalu. 7:18 Jadi menulis simpan di laci, menulis 7:20 simpan di laci. 7:22 Nah, sekali aku masih ingat tahun 2 itu 7:27 ada karya di Aman Makmur. 7:29 He. 7:30 Aku loh ini kan karya aku, nama aku 7:33 Friharti. 7:36 Ini siapa yang memasukkan? Aku tanya, 7:38 "Papa, kamu tuh karya kamu banyak di 7:41 laci. Udah, Papa kirimin aja." 7:43 Oh, jadi peran Papa luar biasa. 7:46 Luar biasa. Maka aku masih ingat waktu 7:48 itu judulnya kuda kencang. ada lagunya 7:52 lagitu ya. 7:54 Nah, ee terus kami waktu itu sempat 7:57 ribut di Padang. 8:00 He. 8:00 Karena aku dianggap bukan penulis. Yang 8:03 penulis itu Papa. Yang penulis itu 8:05 Unizan. Jadi mereka anggap, "Wah, ini 8:08 tulisannya Pak Zaidin ini bukan 8:10 tulisannya Free." 8:13 Aku nangis. 8:14 Aku bilang sama Papa, "Itulah papa. Papa 8:16 masukin juga." Orang pikir itu tulisan 8:19 papa. Nah, waktu itu ada satu lagi Bapak 8:22 Rusli Marzuki Sariah. 8:24 Itu sastrawan nasional yang sangat 8:26 dikenal juga. He. 8:27 Terus dia bilang gini, "Eh, itu kamu 8:30 yang nulis. Ih, gimana aku panggil Bapak 8:32 juga gimana sih? Bapak enggak percaya 8:34 sama aku?" Nah, kalau memang kamu nulis, 8:37 pertahankan nulis terus. Nah, sejak 8:40 itulah aku 8:41 ee aku di bawah bimbingan Rusima Rusia. 8:44 kita termaksud dalam ini RMI remaja 8:48 minggu ini. Jadi aku selalu menulis 8:51 puisi, selalu menulis itu dibimbing oleh 8:56 Rusli Marjuk Sarja. 8:57 Nah, kemudian 8:59 begitu aku tamat sekolah, Pal aku 9:01 tamatnya kan SKKA ya. 9:03 Ee 9:04 ee aku sekalian jadi wartawan waktu itu. 9:08 Nah, kemudian ini pimpinan redaksi 9:11 ee siapa namanya? 9:15 itulah ee mengatakan ya ee kamu kalau 9:22 mau kuliah ambil jurusan sastra ya. 9:26 Lanjutkan ee kerja bapak kamu. Aku 9:29 bilang loh papa kan bukan 9:32 penulis. Papa kan tentara ya tapi kan 9:35 dia tentara yang penulis. Kamu lanjutkan 9:37 dong. 9:38 H 9:39 makanya akhirnya aku tamat ee SKKA masuk 9:42 ke STBA dulu. eh apa belajar bahasa 9:45 Inggris? Karena menurut guruku ee bahasa 9:49 Inggris itu adalah jendela buat kamu 9:52 mengenal dunia. 9:53 Jadi banyak buku yang bisa kamu baca 9:55 yang dalam bahasa Inggris. 9:57 Nah, tamat ee apa karena aku dapat nilai 10:01 paling tinggi diajak lagi oleh dosen, 10:05 "Sudah kamu nyambung S1 ya. Nyambung 10:07 lagi S1. Ee ngambil kan sastra juga 10:11 sastra Inggris. 10:12 Tamat S1 10:14 aku di Santang lagi ngambil S2 10:18 sama di sastra juga. 10:20 Di sastra juga tapi aku ngambilnya 10:21 kajian wilayah Amerika. 10:23 He. 10:24 Nah, itulah itu dibiayai oleh Bung Hatta 10:26 S3. Nah, setelah S3 ditantang lagi. Bisa 10:31 enggak ee S2? Bisa enggak S3? Ya 10:35 bisalah. Akhirnya aku melamar S3 ke UI 10:38 dan UGM. diterima dua-dua. Terus 10:41 pilih mana tuh 10:42 orang OGM bilang ee kamu kan belum nih 10:46 UGM ke UGM dong ee nyambung S3-nya. Tapi 10:50 kan aku mikirnya tinggal gitu ya. 10:53 Misah dari rumah dong jauh. 10:55 Iya misah dari keluarga. Ya udah aku 10:57 ambil UI aja. Nah, di situlah aku ketemu 11:01 Ibu Ibu Melani, Budianta, Safardi, Joko, 11:05 Damono 11:06 yang semuanya tuh menggembleng aku. 11:08 Waktu di Jogja juga aku digembleng oleh 11:10 Umar Kayam. 11:11 He, 11:12 oleh Bakti Sumanto, oleh banyak 11:15 sastrawan-sastrawan. Nah, itu membuat 11:17 aku menjadi semakin cinta dengan sastra. 11:20 Itu aja sih. 11:21 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, peran 11:25 ayah luar biasa untuk kemudian tetap 11:28 berkiprah di ranah yang ini. Ini 11:31 ngomong-ngomong kan Ramadan. 11:33 Iya. 11:34 Belajar puasa tuh dulu dari umur berapa? 11:38 Umur saya enggak salah ya, umur 6 7 11:41 tahun lah. 11:42 Oh, jadi masuk sekolah dasar itu sudah 11:43 mulai. 11:45 Mulai karena kita kan dihadiahkan oleh 11:46 papa. 11:47 Heeh. 11:48 Siapa? 11:48 Siapa yang bisa sampai sore gitu gitu. 11:52 Jadi itulah 11:52 dan itu sudah sampai magrib betulan 11:56 enggak? Prosesnya berapa lama tuh? 11:58 Selama sebulan itu boleh dihitung yang 12:00 sampai magrib ya. Yang lain-lainnya 12:03 dibilangin oleh nenek gitu. 12:05 Boleh kok kamu puasa dua kali sehari, 12:07 tiga kali sehari gitu. 12:09 Jadi buka puasa lagi gitu. 12:11 Iya. Terus buka puasa lagi. Terus buka 12:13 puasa lagi. Gitu aja. 12:15 Sadar banget bahwa aku harus puasa 12:18 sampai waktunya berbuka itu setelah umur 12:20 berapa? SMP atau mungkin masih di 12:23 ee SD sudah 12:24 masih di SD juga, tapi bukan pas baru 12:26 mulai ya. Ya sudah belajar-belajar kan 12:30 sampai enggak sore, sampai enggak sore 12:32 mulanya masih menghitung-hitung jam. 12:36 Kok enggak jamjam. Gitu 12:38 kok semakin lama semakin lama aja sih 12:41 sudah jam 5. Ke jam 0.00 itu lama 12:42 banget. 12:43 Lebih lama dari kalau pagi. 12:44 Dari pagi sampai itu. Tapi akhirnya 12:46 terlatih juga gitu. 12:48 Iya. Iya. Kalau orang puasa dan enggak 12:51 puasa itu kegiatannya kan tentu ada 12:55 perbedaannya ya, aktivitas di bulan di 12:57 mana kita harus puasa dan tidak. Kalau 13:01 boleh berbagi ide nih mulai dari yang 13:03 kapan sadar banget bahwa ini harus lebih 13:07 dioptimalkan. Jadi bukan cuman puasa 13:09 doang itu kira-kira 13:11 ya SD, SMP itu masih ambad ya 13:14 karena berpikir 13:16 kalau puasa tuh enaknya tidur, 13:20 syukur-syukur bangunnya sudah mau buka 13:22 gitu loh. Nah, tapi lama-lama akhirnya 13:24 sadar bahwa dengan ee puasa aja kalau 13:29 hanya begitu kata nenekku itu mah hanya 13:32 menahan lapar gitu loh, enggak ada 13:34 amalannya gitu. Jadi itu yang apa sampai 13:39 sekarang cucu aku kan juga ngomong gitu. 13:41 He. 13:42 Aku kemarin puasa loh, Bundo. Terus aku 13:45 enggak sengaja terminum maca katanya 13:48 kan. Terus gimana ya? Aku puasa terus 13:52 tapi amalannya berapa persen? 13:54 Oh yang gitu juga ya. Iya. I 13:56 aduh nih kayak aku kecil nih dulu. Jadi 13:59 kita ngitung-ngitung berapa persen kita 14:01 dapat amalan sampai kita merasa mendapat 14:04 100% amalan. 14:07 Benar niatnya enggak di ee apa 14:11 kontaminasi oleh hal-hal lain. Itu dulu 14:14 ketika kemudian menjadi remaja dewasa, 14:17 ada juga kegiatan yang merupakan 14:20 perbedaan antara puasa dan enggak puasa. 14:25 Apalagi remaja. Remaja itu banyak 14:27 godaan. Jadi enggak pernah salat tarawih 14:29 gitu. 14:30 Ah, itu kalau salat tarawih kalau di 14:32 Padang salat tarawih Mas terus karena 14:34 itu kan berteman salat lima waktu yang 14:37 yang ditinggal anu bolong-bolong 14:39 dengan di Jogja. Jogja gitu. Kalau salat 14:42 tarawih 14:43 rumah penuh, rumah-rumah orang tuh penuh 14:46 tapi salat biasa enggak gitu. Jadi ee 14:50 aku 5 tahun di Jogja aku pikir sama aja 14:53 ya Jogja Padang itu juga. 14:54 Oke. Itu kan masa lalu, masa sekarang. 14:58 seperti apakah melewati bedanya puasa 15:00 dan enggak puasa di sekarang-sekarang 15:03 ini 15:04 ee dengan usia segini 15:07 saya kebetulan aja dalam ee tahun ini ya 15:10 dengan usia segini sudah masuk 75 15:13 kemudian penyakit dengan berbagai macam 15:15 penyakit 15:16 Heeh 15:16 saya kemudian dilarang puasa 15:19 karena hari pertama saya coba puasa, 15:21 hari kedua saya hampir hypo. 15:24 Hm. E jadi ee ya sudahlah kata sisi, 15:27 mama bayar fid aja sudah boleh kok gitu. 15:30 Jadi ee gimana ya caranya ya? Jadi puasa 15:35 mungkin tidak, tapi mendekatkan diri 15:37 lebih 15:38 iya kepada 15:39 itu perbedaan penggunaan waktunya ya, 15:41 bukan soal puasanya kan. 15:43 Iya. Iya. Jadi ee 15:45 saya 15:47 bangun salat subuh ngaji, nanti salat 15:51 zuhur lagi ngaji 15:53 bahkan mungkin duha juga gitu. 15:55 Iya. Heeh. 15:56 Itu jadi ee itu aja. Jadi di ee saya 15:59 hanya memohon bahwa kesehatan saya baik 16:02 sehingga bisa ditingkatkan amal ibadah 16:05 saya. Amin. 16:07 Ya, itu aja. Nah, ee di zaman sekarang 16:11 ini anak-anak kita itu rasanya lebih 16:15 banyak perlu dukungan dari peran ibu 16:20 agar mereka tumbuh menjadi anak yang 16:22 kalau mungkin zaman dulu godaannya belum 16:24 terlalu banyak ya. Sekarang kan banyak 16:27 sekali godaan bagi remaja-remaja kita 16:29 sekarang ini. Bagaimana membentuk nilai 16:32 spiritual mereka mungkin bisa 16:35 mempersuasi kita yang anak-anak masih 16:37 remaja gitu. 16:38 Iya. Saya melihat nih ada perbedaan yang 16:42 sangat sangat besar antara remaja zaman 16:45 dulu. 16:45 He. 16:46 Karena dulu kita waktu remaja itu masih 16:49 ada Rohis ya. 16:50 Iya. Ee saya enggak tahu apakah sekarang 16:52 ada, tetapi sekarang itu luar biasa. 16:56 He. 16:57 Bukan saja godaan luar biasa, anak-anak 17:00 Genzi, anak-anak Gen Alfa 17:03 itu ee kecerdasannya luar biasa. 17:07 Sehingga karena kecerdasannya luar 17:09 biasa, mereka juga bertanya 17:12 macam-macam 17:13 ee ininya macam-macam. Jadi apalagi pun 17:17 di luar sendiri banyak sekali yang punya 17:20 punya pemahaman-pemahaman yang jauh 17:23 berbeda. Apalagi kan terobosan-terobosan 17:26 dari luar juga banyak mengganggu ya. 17:29 Jalan satu-satunya adalah orang tua 17:32 harus berteman dengan anaknya. 17:36 Jadi tidak hanya memberikan 17:39 ee 17:41 dana memberikan cuan, memberikan 17:43 kebutuhan apa yang dia minta diberikan 17:45 bukan, tapi memberikan ruang diskusi, 17:48 memberikan ruang dialog. Nah, 17:51 jadi ee kalau tidak seperti itu saya 17:54 khawatir anak-anak Genji 17:58 ee ini sudah di bawah milenial ya, 18:01 anak-anak Genji, anak-anak gen alfa 18:04 itu sudah terlepas dia dari ee dia 18:08 mengikuti nilai-nilai apa yang dia pikir 18:11 baik buat dia gitu. Padahal sekarang nih 18:15 ee sekarang ini kan banyak sekali 18:18 apalagi Denver Frank, Iran. 18:21 Iya. 18:21 Ini aduh sudah sangat mengacaukan sekali 18:24 gitu loh. Jadi pemahaman mereka tentang 18:27 agama juga bisa kacau gitu. 18:32 Jadi memang peran ibu itu luar biasa 18:35 sekali. 18:35 Per luar biasa. peran peran ee keluarga 18:39 lah. Itu sebabnya saya 18:41 bercermin dari ee dari luar dari apa 18:44 yang ada. Saya dari dulu sebelum 18:47 anak-anak menikah. 18:48 He. 18:49 Ketika mereka menikah yang saya minta 18:51 hanya satu, kamu bisa sekali seminggu 18:54 berkumpul dengan mama. 18:57 Nah, itu yang setiap Sabtu mereka 19:01 kumpul, saling berdialog, saling bicara 19:04 dan alhamdulillahnya 19:06 saya masih bisa menjadi tempat bertanya 19:09 gitu loh. 19:10 Jadi menurut ee Dr. Fre, bertanya pada 19:14 anak itu akan mengembangkan daya pikir 19:18 mereka. Bukan cuman sekedar 19:19 menginformasikan, menasehati, tidak, 19:22 tapi bertanya dan diskusi berdialog. 19:25 Betul. Betul. Karena ee sekarang saya 19:28 lihat ya Alisa itu kan baru 6 tahun. 19:31 He he. 19:32 Terus dia tanya ee Bundo ee apa 19:35 maksudnya orang itu ee dengan agama itu 19:39 dekat? Apa yang dia lakukan? 19:41 Alesa ini cucu ya? 19:42 Cucu. 19:43 He. 19:43 Cucu sudah gen alfa itu. 19:45 Heeh. Heeh. 19:46 Jadi ee dia sangat sangat apa? Apalagi 19:50 sekarang untuk anak-anak Gen Alfa itu 19:52 bukan saja kita, tapi media pun media 19:56 dia 19:56 Heeh. 19:57 itu sudah sangat luar biasa. Makanya ee 20:01 saya sendiri tidak heran kalau melihat 20:03 bagaimana seorang anak melawan ibunya, 20:06 bagaimana seorang anak membunuh adiknya, 20:08 membunuh kakaknya, membunuh 20:11 ee temannya. karena dia dibiarkan 20:15 dengan dia berpikir 20:18 harusnya orang tua dan itu yang yang 20:22 tidaknya peran orang tua. Saya sangat 20:24 berharap peran pemerintah dalam 20:28 membangun itu bahwa 20:31 mereka bisa memberikan didikan bagaimana 20:35 peran seorang anak, bagaimana 20:39 masyarakat. Karena pendidikan itu kan 20:41 hanya bukan pendidikan formal, ada 20:44 pendidikan informal. 20:46 He 20:46 informal ini yang diperoleh dari 20:48 masyarakat, teman 20:51 karena ditentukan oleh temannya gitu. 20:55 Jadi kalau anak-anak ini banyak sekali 20:59 dipengaruhi oleh hal-hal semacam itu 21:02 memang intervensi kita perlu banget ya. 21:05 Sangat perlu. Apalagi di zaman sekarang 21:08 ini di mana daya kreativitas mereka 21:11 ataupun juga daya kritis mereka sangat 21:14 ter 21:14 imajinasi mereka juga bisa liar seperti 21:17 itu. Nah, kalau mereka tidak menemukan 21:20 teman bercerita di rumah, nah itu yang 21:23 bisa menjadikan seperti yang membacok 21:26 pacarnya itu kan 21:27 iya 21:27 anak pendiam padahal dia cerdas. 21:31 Dia cerdas ternyata 21:33 karena dia enggak enggak disalurkan jadi 21:35 enggak punya tempat bercerita, enggak 21:37 punya tempat orang yang memahami. 21:39 Apalagi zaman sekarang ML itu sudah 21:42 dianggap biasa. 21:43 Astagfirullahalazim. itu kan mereka 21:45 sudah ML, sudah segala ada yang anak SD 21:49 sudah minta menikah sama orang tuanya. 21:52 Itu karena pelajaran itu tidak diinikan 21:56 gitu loh. 21:57 Pengaruh media sosial itu memang 21:59 sekarang ini luar biasa banget. 22:01 Bagaimana mereka bisa mengikuti opini 22:06 mayoritas tanpa refleksi dan ya pokoknya 22:09 percaya sana, percaya sini. 22:10 Iya. I 22:11 itu 22:13 dr. berpikir bagaimana cara membantu 22:16 mereka ini untuk enggak terperosok, 22:18 terpengaruh ke kondisi seperti bisa 22:20 melepas diri. Pemerintah tidak bisa 22:22 melepaskan diri. 22:24 Astagfirullah. 22:25 Enggak bisa. Dia mesti bikin aturan gitu 22:27 loh. Bikin aturan apa? Ee dulu saya 22:31 melihat KDM ya. 22:33 Heeh. 22:34 KDM datang itu hanya main-main kan. ada 22:38 KDM ee apa siapa anak-anak yang enggak 22:42 mau makan yang asik main itu. Itu untuk 22:46 saya cobakan ke Alisa itu mangkus loh. 22:49 Oh iya 22:49 iya. Jadi saya bilang, "Ayo les makan 22:52 nak." Kenapa Bundo? Nanti KDM datang. 22:56 Nah, dia makan makan sendiri gitu loh. 22:59 Jadi ee pemerintah harus memberikan role 23:02 ya, bahwa ee apa yang boleh ditonton 23:06 anak, apa yang bisa ditonton anak, jam 23:09 berapa anak-anak itu kalau dia masih 23:12 menonton orang tuanya dihukum. 23:15 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, benda 23:17 berukuran 5* 10 cm ini memang luar biasa 23:20 sekali pengaruhnya 23:22 dan untuk mencegah hal-hal yang semakin 23:25 buruk itu tidak bisa tidak ee kita 23:28 memang harus betul-betul peduli 23:31 apa yang ditonton, berapa lama menonton. 23:33 Betul. Belum lagi kalau sering kita 23:36 dengar juga kabar tentang rusaknya mata 23:40 karena 23:41 memandang benda yang luar biasa satu 23:43 itu. 23:44 Jadi bukan bukan psikis saja, fisik pun 23:46 rusak. 23:47 Iya. 23:50 Kemudian terkait dengan aktivitas ee 23:52 dokter Fre yang luar biasa sekali, 23:56 sibuknya pasti juga em ya enggak bisa 24:00 disebut ya, enggak bisa dibilang itu 24:02 untuk meningkatkan etos kerja kita 24:05 memegang teguh integritas itu kan modal 24:08 ya untuk maju dengan ee 24:11 mungkin tidak mudah sih tapi tetap itu 24:13 yang harus kita genggam. pernah enggak 24:15 mengalami kondisi yang amburadul atau 24:18 acakadul di dalam perjalanan sampai 24:21 sekarang? Nah, itu kalau terjadi apa 24:24 yang harus dilakukan? 24:26 Ee saya dari dulu sejak dari dosen 24:30 he 24:31 itu menemukan karakter-karakter manusia 24:34 yang aneh-aneh gitu loh. 24:35 Menemukan, dikenali, dipelajari. 24:37 Iya. 24:38 Terus 24:38 dan ee saya merasa beruntung bahwa dapat 24:41 kesempatan mengunjungi lima benua. He 24:45 kota-kota di Lima B2A. Dan saya melihat 24:47 di situ tingkah pola manusia. Saya 24:50 belajar bagaimana orang dengan gampang 24:54 ee terpengaruh oleh satu hal, dengan 24:58 gampang bicara begini ya. Seperti yang 25:01 kita sering dengar bicara 25:05 pagi kedele, siangnya sudah tempe, 25:09 malamnya singkong goreng. Jadi hal 25:13 seperti itu enggak bisa di dihindari 25:15 gitu loh. Bahwa oh kita mau mengatur 25:17 orang enggak bisa. Kita yang harus 25:20 ngatur diri kita gitu. 25:22 Menyesuaikan diri. 25:23 Menyesuaikan diri. Jadi kalau saya 25:25 ketemu dengan orang dari dulu itu saya 25:28 ya 25:28 kalau saya ketemu dengan orang yang 25:31 berbohong kepada saya, mengkhianat 25:33 kepada saya, saya ini kan diri saya. 25:36 That's okay. Just get away from her, 25:39 from him. He. 25:40 Dan 25:42 itu bukan bukan urusanmu. Urusanmu 25:46 adalah 25:47 ketika kamu yang membohongi orang, 25:50 ketika kamu yang mengkhianati orang, 25:52 ketika kamu menyakiti orang, itu urusan 25:55 kamu. Tapi ketika orang yang melakukan 25:57 itu kepada kamu, apa urusan kamu gitu 26:00 loh. Itu kan urusan dia, dosanya dia. 26:03 Karena dari dulu 26:04 he 26:05 ee nenek saya selalu mengatakan dulu 26:07 saya pernah marah dengan nenek ketika 26:10 saya dikhianati teman terus saya nangis. 26:13 Saya bilang sama nenek kok gitu ya 26:15 manusia ya kok mau berkhianat. Nenek 26:18 bilang terus masalah kamu apa? Ya sakit 26:21 dikhianati sakit loh. Kamu berkhianat 26:24 enggak sama dia? Enggak. Ya udah itu 26:26 sudah bagus katanya. Kalau kamu 26:28 dikhianati, bersyukurlah kamu bahwa 26:31 Tuhan memperlihatkan bahwa ini bukan 26:33 teman yang baik buat kamu. Menghindar 26:35 sajalah di dari remaja aku diajar. Oh ni 26:39 nenek ya bukan ibu ya. Nenek aku itu 26:42 sangat ee banyak 26:44 berperan ya. 26:45 Berperan. Jadi nenek dengan papa 26:47 berperan. Kalau ibu kan hanya penuh 26:49 kasih sayang. 26:52 Iya. Kadang-kadang enggak masuk akal 26:54 juga sih kasih sayang ibu. Saking 26:56 sayangnya, saking kasihnya, hal-hal yang 26:59 sebetulnya tidak boleh dibiarkan 27:02 terlewatkan. Ya. 27:03 Iya. 27:04 Ya. Aku belajar belajar memasa, belajar 27:07 menjahit ya dengan ibu. 27:09 Heeh. Oke. 27:10 Belajar masalah-masalah hubungan. 27:14 Jadi kita memang tidak bisa lari dari 27:17 fakta dan kenyataan bahwa 27:19 enggak karena kita kan jangankan dengan 27:21 orang lain, dengan suami atau dengan 27:23 saudara kita kan sakit perut gitu. Itu 27:26 aja masih terjadi 27:27 dengan suami kita kan satu rumah mana 27:29 bisa kita mengikuti dia atau dia 27:32 mengikuti kita. Makanya ketika suami 27:34 saya dulu waktu masih pasaran dibilang 27:37 nanti kalau kamu jadi istri saya kamu 27:39 gini gini gini 27:40 sudah diatur duluan gitu 27:41 sudah diatur kan saya cek 27:43 centang 27:44 oke okeang 27:46 ada yang disilang enggak 27:47 bisa iya saya silang oke oke oke. Terus 27:50 saya kasih ke dia, "Kenapa kamu enggak 27:51 kawin dengan diri sendiri?" Terus dia 27:54 ketawa kok gitu. loh kamu dengan kawin 27:56 dengan orang lain loh orang yang 27:58 dibesarkan oleh keluarga lain. Jadi 28:01 dalam rumah tangga itu bukan siapa yang 28:03 mematuhi siapa, tapi siapa yang bisa 28:07 memaknai hubungan gitu. 28:08 Jadi ikhwan akhwat ketika ee Dr. Fre 28:12 mengalami sesuatu yang entah 28:13 mengecewakan entah karena ee terluka 28:17 atau gagal kembali ke pemikiran bahwa 28:21 kitalah yang memiliki diri kita dan 28:23 perasaan serta pikiran kita. Kalau 28:25 hitung-hitung, seberapa pentingnya sih 28:27 introspeksi diri? Jadi, 28:28 Oh, itu sangat penting. Sangat penting. 28:30 Apalagi ini Ramadan ya? 28:32 Iya. He. 28:32 Ee bagi saya ketika ada orang menyakiti 28:37 saya, 28:37 he 28:38 ada orang mengkhianati saya, saya akan 28:41 introspeksi diri. Saya tidak cenderung 28:44 menyalahkan orang lain dulu. saya apakah 28:47 perbuatan saya yang salah 28:49 yang memancing memancing atau bagaimana 28:52 gitu loh. Makanya saya selalu dalam 28:55 mengajar gitu, saya selalu mengatakan ee 28:58 belajar literasi sebelum literasi ini 29:00 menjadi booming seperti sekarang, saya 29:03 selalu mengatakan pahami apa yang 29:05 dikatakan orang, pahami apa yang ditulis 29:08 orang, dan pikirkan sebelum kamu 29:11 memberikan komentar gitu. Karena orang 29:15 kan sedikit saja emosinya kasih komentar 29:20 macam-macam gitu loh. E yang saya bilang 29:23 karena ini 29:24 apalagi sekarang sarananya banyak banget 29:26 ya. 29:27 Ini nenek saya bilang gini kamu jangan 29:29 suria dengan orang. Kenapa nih? Aku 29:32 panggil on sama dia. Kenapa nih? Kamu 29:34 tahu anak kamu sudah curiga sama orang 29:36 kamu tuduh orang itu begini ternyata 29:39 enggak. Yang malu kamu. 29:42 Iya. Ya. Jadi ee jadi makanya saya 29:46 membiasakan diri saya ketika saya 29:48 mengatakan orang itu begitu, yang 29:50 pertama dilakukan adalah observasi, 29:53 kumpulkan data, kumpulkan fakta. Itu 29:56 yang dianalisis. 29:58 Jadi saya tidak mau asal menuduh orang. 30:01 Oke. 30:03 Bukan hal mudah tapi harus kusti. 30:06 Apalagi ini di bulan yang penuh berkah 30:09 terbuka pintu maaf yang luas dan lebar. 30:12 Terus ngomong-ngomong soal 30:15 bahagia, sukses itu dua hal yang 30:17 dirindukan semua orang. Tapi kan enggak 30:19 bisa jalan bareng. 30:21 Bahagia sama sukses jalan bareng itu 30:23 bukannya enggak bisa, tapi sulit. Nah, 30:26 gimana 30:27 menciptakan keseimbangannya ini? Gimana? 30:30 Nah, buat saya tergantung bagaimana Anda 30:33 melihat sukses. 30:35 Oh, dari kacamata itu, 30:36 kacamata kita. Kalau kita melihat sukses 30:38 itu adalah menjadi popularity saja 30:42 tanpa quality, maka saya bilang, "Enggak 30:45 perlu deh, saya populer, tapi 30:47 kualitasnya, nilai kualitasnya meningkat 30:50 gitu loh." 30:51 Dan ee ee 30:53 ada malah yang menyarankan saya 30:56 enggak usah mengejar popularitas, tapi 30:58 kejarlah kualitas diri. 31:01 Jadi ee ee buat apa bikin ini, bikin 31:04 itu, bikin ini, bikin itu. Untuk 31:06 mengejar popularitas itu hanya sekejap 31:09 kemudian hilang. Tapi ketika kamu 31:12 mengejar kualitas, 31:14 He 31:15 yang kamu tulis itu semacam filosofi 31:18 refleksi itu akan dikenang orang. 31:22 Jadi, tulislah apa yang merupakan ee 31:26 bisa menjadi perenungan buat orang. 31:29 Keren banget. Sama-sama tas, tapi beda 31:31 arti kualitas dan 31:33 popularitas. 31:34 Popularitas. 31:35 Saya enggak populer, kamu enggak 31:37 populer. Enggak perlu. Buat apa? Buat 31:39 saya popularitas. 31:41 Tapi kualitas ee terserah Anda menilai 31:44 saya punya kualitas atau enggak, tapi 31:47 saya tidak memerlukan popularitas. Saya 31:50 membutuhkan kualitas. Kalau Anda saya 31:52 masih belum berkualitas, saya akan 31:54 belajar meningkatkan nilainya. 31:56 Kesadaran diri. 31:57 Kesadaran. Iya. 31:58 Luar biasa sekali. Jadi, dr. Friharti 32:01 ini terkait dengan sehat ya, sehat 32:04 fisik, sehat ee mental, sehat sosial 32:08 juga itu yang paling perlu dioptimalkan 32:13 di bulan Ramadan ini. Sehat fisik 32:16 pastilah ya, kalau enggak enggak bisa 32:17 puasa gitu. Itu untuk sehat ee spiritual 32:21 ini dengan cara apa? 32:23 Saya justru mendekatkan diri kepada 32:25 Allah. saya lebih 32:28 membaca hal-hal yang berkaitan dengan 32:30 ajaran-ajarannya. 32:32 Maka saya tidak selalu terpengaruhkan. 32:34 Ada yang mengata-ngatai saya, "Kok kamu 32:36 berdiri dengan Iran? Kenapa Iran itu 32:39 Syiah loh." Oh, aku bilang, "Jadi kalau 32:42 kamu enggak berdiri dengan Iran karena 32:44 Iran itu Syiah." Artinya Amerika dengan 32:47 dengan Israel sunyi dong. 32:51 Kalau enggak ngapain kamu dengan mereka? 32:54 Kan? Kalau aku sih melihat gak gak 32:56 seperti itu. Aku melupakan agama. Agama 32:59 itu tidak aku inikan tapi aku pahami 33:02 sehingga aku melihat bahwa hampir semua 33:05 agama, semua agama aku rasa bahwa mereka 33:08 itu tidak menerima 33:10 kezaliman. 33:11 Iya. 33:12 Tidak menerima ee 33:14 pengkhianat-pengkhianatan. 33:16 Jadi aku hanya melihat bahwa Iranah yang 33:19 menyerang dulu atau Amerika? kan Amerika 33:22 dan dia menebar fitnah, menebar 33:25 kebohongan. 33:26 Tadi kita bicara soal sehat spiritual 33:30 perlu didukung dengan 33:32 ee perenungan ya, instropek sendiri 33:34 juga. Itu 33:36 biasanya tingkat kesulitannya ada di 33:38 mana? 33:41 Saya ee enggak tahu. Barangkali saya 33:44 dengan usia begini 33:45 He. 33:46 Saya tidak merasa kesulitan karena sudah 33:48 pensiun ya. He he. 33:49 Kalau dulu saya ee tidak bisa terlalu 33:53 fokus. Umpamanya saya enggak bisa loh 33:55 baca Quran satu juz satu hari karena 33:58 kesibukan. 33:59 Iya. 33:59 Tapi sekarang lebih bisa. Dulu juga saya 34:02 enggak bisa ee melakukan salat-salat 34:05 sunah. He. 34:06 Sekarang sudah bisa gitu loh. Dan 34:08 dan ee zikir itu selalu saya lakukan 34:12 karena dulu saya berzikir 34:15 ee 34:17 nyebut ya gitu ya. Tapi saya baca-baca 34:21 bahwa bagi orang tua bisa kuat zikir 34:24 dalam hati gitu 34:25 di batin ya. di batin dan ee saya 34:29 disuruh zikir ini 500 kalau umpamanya 34:33 lelah karena itu melelahkan juga 34:35 bisa disambung dengan dalam batin. Nah, 34:38 itu itulah dan saya merasakan ee saya 34:42 juga melihat contoh ya seperti ee 34:45 Bondaanin. 34:47 He 34:47 contohnya itu zikir itu enggak pernah 34:49 lupa loh dari dia. Dan saya melihat 34:52 bagaimana Tuhan menolong dia gitu loh. 34:55 Dia operasi memudahkan operasi. 34:58 Bayangkan jantungnya dikeluarkan kayak 35:00 kakak saya. 35:01 He. 35:02 Yang di Belanda 35:03 dan dia sudah pasrah tapi 35:08 hidup lagi gitu loh. Dan berapa kali 35:10 pergi kita kan dia jatuh gitu loh. 35:13 He. 35:14 Saya pikir ini orang aduh memang jadi 35:16 memang seperti saya juga ya ee karena 35:21 rajin itu barangkali mendekatkan diri 35:23 kepada Allah dan saya menyerahkan 35:25 sepenuhnya kepada Allah. 35:28 Saya katakan kalau saya salah tolong 35:30 hukum saya. Tapi kalau saya tidak salah 35:33 tolong tunjukkan kebenaran itu kepada 35:35 saya. 35:35 H. 35:36 Nah, itu selalu Allah membantu gitu. 35:40 Jadi untuk sehat secara spiritual itu 35:43 berdialog dengan Allah iya 35:46 ee apa dengan diri sendiri itu 35:50 meningkatkan ya 35:51 sangat meningkatkan sangat meningkatkan 35:54 iman dan takwa 35:56 insyaallah ya ikhwan akhwat terus ee 35:59 drti tahu kan bahwa sedekah di bulan 36:03 Ramadan itu luar biasa banget 36:06 tapi bagi orang-orang yang dompetnya 36:08 tipis 36:09 Ada enggak sih sedekah yang bisa membuat 36:12 kita cukup merasa bersyukur bisa 36:14 melakukan sedekah itu meskipun enggak 36:16 dari dompet gitu? Idenya kira-kira 36:19 sedekah apa aja nih? 36:20 Sedekah itu kan tidak harus ee ee dengan 36:24 bukan cuman senyum sih gitu yang lainnya 36:26 bukan bukan bukan bukan ee cuan aja gitu 36:29 loh. 36:30 Banyak cara kita bersedekah. ee orang 36:34 jalan menemukan ada orang tua jatuh dia 36:37 tolong itu sudah semacam sedekah amalan. 36:40 Sedekah itu kan amalan kan. 36:42 Nah, jadi banyak sekali ya ada juga yang 36:46 umpamanya dia kemampuannya ini. Nah, dia 36:49 ingin menyedekahkan kemampuannya itu. 36:53 Dia bisa. Hanya saja kadang-kadang orang 36:56 dia bilang dia bersedekah. Tapi kalau 36:59 bersedekah kepada orang yang mampu itu 37:01 kan artinya enggak enggak 37:03 bukan sedekah 37:03 bukan enggak enggak ini jadi buat saya 37:06 kalau kamu mau bersedekah bersedekahlah 37:10 tapi kalau dia mampu hak kamu minta ini 37:14 disedahkan kepada orang yang lebih memk 37:18 jadi jembatan gitu loh jadi 37:20 ee 37:21 jangan karena kadang-kadang begini kita 37:24 bermaksud baik tapi dimanfaatkan 37:27 dengan baik baik juga, tapi untuk 37:29 keuntungan dia gitu 37:31 ada ya. 37:32 Banyak itu yang begitu. 37:33 Banyak itu yang begitu 37:35 kita maksudnya baik menolong dia. Eh, 37:38 ternyata kesempatan maja memanfaatkan 37:41 kita yang sudah bersedekah 37:44 ilmu sudah bersedekah ini kesempatan. 37:48 Nah, ee 37:50 Bundo pernah aku pernah ee berniat 37:53 sedekah itu saja. 37:55 Heeh. dan ee 37:58 sharing ilmu aku sudah mengatakan enggak 38:01 usah dibayar 38:03 karena itu memang memang ee berniat 38:07 amalan. Tapi ternyata kemudian aku 38:10 mendengar bahwa penyelenggara mendapat 38:12 dana banyak sekali. 38:14 Oke. 38:15 Nah, terus aku bilang, "Wah, banyak dana 38:17 nih." Oh, iya maaf. Katanya ee Windo 38:21 juga mau aku kasih. Aku bilang, "Terima 38:24 kasih." Tapi aku mau kasih ke panitia 38:26 separuh, separuh lagi mau aku 38:28 sumbangkan. 38:29 Hm. Jadi, 38:30 jadi buat kita enggak, tapi kita 38:32 menjematani kepada orang yang butuh. 38:35 Tadinya itu mau sedekah ilmu berarti 38:37 sedekah profesi, tapi karena kebetulan 38:40 ada hasilnya tetap aja disedekahkan ke 38:42 tempat yang lain. I pernah ee berjanji 38:45 seperti itu ya kita sedekahkan karena 38:48 juga gak ada artinya buat kita kan. 38:51 He. Ee dr. Friharti sekarang ini remaja 38:55 kita, anak-anak muda kita dengan 38:57 aktivitas yang seperti ee beragam tadi 39:00 itu bagaimana 39:03 persuasi mereka agar seimbang antara 39:07 ibadah ee ritual dan ibadah sosial. 39:11 Nah, memang ee itu enggak bisa kerja 39:14 orang tua saja. He 39:16 itu itu harus kerja sama ya antara guru, 39:20 antara pemerintah, dan antara ee 39:25 mencari teman. Karena kadang-kadang di 39:27 rumah sudah diajar dengan baik, mendapat 39:30 guru yang baik, tetapi teman-teman tidak 39:32 baik, tetap juga dia terpengaruh. 39:34 Kadang-kadang anak ini lebih mendengar 39:38 ucapan teman daripada ucapan orang tua. 39:41 Lebih mendengarkan ucapan teman sama 39:44 bermain daripada ucapan guru. Nah, ini 39:47 kalau tidak dibatasi, kalau tidak 39:50 diberikan 39:51 semacam rule itu bisa kebablasan. 39:55 itu kan ee bisa saja baru aku dengar di 39:59 TV seorang anak membunuh ibunya. Hanya 40:02 karena ibunya menegur, 40:05 "Kenapa masih main HP juga gitu loh." 40:08 Heeh. 40:09 Iya. Ya, 40:10 emosi dia. Nah, itu apa? Ee 40:14 Alisa saja yang sekarang usianya 67 40:17 tahun. 40:17 He. 40:18 Itu aku bilang sudah ee Ayu harus bawa 40:21 ke psikiater ya. karena ee dia 40:25 kadang-kadang suka seenaknya. 40:28 Sementara ucapan kita enggak pernah 40:30 didengar, dia selalu jawabnya, "Ya udah 40:33 tahu, sudah tahuanya." Jawabannya selalu 40:36 begitu. Tapi ketika dia dibawa ke dokter 40:40 langsung dibilang, "Kata dokter, ini 40:42 enggak boleh. Kata dokter ini enggak 40:43 boleh." 40:44 Berarti lebih dengerin yang di luar 40:46 daripada yang di rumah. 40:48 Kalau Bunda melihat kebanyakan dan 40:50 mulanya aku pikir itu cuma Alisah. 40:53 Ternyata banyak cucu teman seperti itu. 40:56 Bisa jadi ikhwan akhwat, cucu-cucu kita 40:59 pun juga seperti itu. 41:01 Jangan terlalu kecil hati, tapi mari 41:04 kita terus berusaha ya. 41:05 Iya. Terus berusaha dan memang kita 41:07 harus mendekati juga teman-temannya, 41:10 mendekati juga guru-gurunya bahwa dia 41:12 kadang-kadang ee mengadukan hal sesuatu 41:16 kepada yang negatif, kepada gurunya itu 41:19 malah semacam kerja sama. Jadi enggak 41:21 usah malu menceritakan negatif anak 41:24 kepada guru. Karena itu kemudian minta 41:26 bantuan guru juga untuk bisa ee bekerja 41:30 sama dalam membangun itunya. Iya. Ya. 41:33 Dr. Friharti tahu persis kalau yang 41:36 namanya Ramadan ini bulan penuh berkah 41:40 yang dari 360 hari cuman ada 30 hari ya. 41:44 Nah, ada 10 hari terakhir di Ramadan 41:47 yang nilainya juga luar biasa tinggi. 41:51 Kira-kira ee gagasan ee dr. Friharti apa 41:55 agar kita juga jadi terprustasi? Oh iya 41:57 ya. Jadi di 10 terakhir ee kita puasa 42:01 nanti aku juga mau ah bla bla bla. 42:03 Kira-kira apa nih? ee kami sudah punya 42:06 rencana ini 42:07 sama sisi 42:09 ee biasa setiap tahun ee lebaran Salsa 42:13 juga punya rencana kita membagi-bagi ini 42:17 takjil 42:18 ee takjil dan nasi kotak kepada ee 42:23 mereka-mereka. Jadi nanti ee mama berapa 42:26 nih? Aku 30. Sisi berapa? 30. Salsa 30 42:29 jugalah. He. 42:30 Jadi digabung antara apa yang disediakan 42:34 buah hati kita 42:35 dengan yang dr. Friharti juga. Terus itu 42:38 dibawanya ke mana? 42:40 E kan kita naik mobil itu banyak tuh 42:43 orang orang-orang yang inikan sampah 42:45 orang itu banyak sekali. 42:46 Oh jadi 42:47 kadang-kadang enggak cukup sudah 100 42:49 kotak pun enggak masih enggak cukup. Itu 42:52 kadang-kadang Alis bilang kok dikit 42:55 banget sih bawanya. 42:57 Kok dikit banget bawanya di luar 42:59 perhitungan kita ya. Dan ternyata itu 43:01 langsung to the point ke yang 43:03 bersangkutan beda banget ya dengan kalau 43:06 titip gitu. 43:07 Aku dari dulu suka langsung termasuk 43:10 membayar zakat, membayar ini selalu 43:13 langsung aku enggak enggak enggak ini 43:15 enggak mau me pakai perantara gitu loh. 43:20 Iya. 43:23 Di dalam perjalanan hidup kita ya ikhwan 43:25 akhwat. peran ayah ibu itu kan biar 43:28 bagaimanapun juga sungguh sangat luar 43:31 biasa. Tapi kalau misalnya sekarang nih 43:36 yang menyimak acara sahur bersama Rasil 43:39 itu masih punya ayah bunda, dr. Priharti 43:43 bisa kasih gambaran enggak apa yang 43:45 sebaiknya kami lakukan mumpung ini bulan 43:48 berlimpah berkah terhadap ayah bunda 43:51 bukan cuma sekedar doa 43:53 iya sebenarnya 43:55 sahur dan dan 43:57 apa ee buka buka itu buka bersamalah 44:01 gitu kan ee sering sekali kita melihat 44:05 ma hari ini aku enggak buka aku buka 44:07 bersama teman-teman 44:09 kayaknya kebanyakan itu deh 44:10 kebanyakan gitu gitu loh. Padahal ee 44:13 selain itu melukai hati ibu yang 44:15 menyiapkan di rumah juga mereka tidak 44:19 punya kesempatan untuk saling sharing 44:21 gitu. Nah, usahakan 44:23 ee seperti kemarin ini kita buka bersama 44:27 di rumah terus Edo bilang, "Ma, Edo ada 44:30 perlu hari Sabtu, Ma?" "Ya udah kata si 44:33 kita undur hari Minggu, ya." Nah, hari 44:36 Minggu gitu loh. Pokoknya 44:38 upayakan sedemikian rupa. 44:39 Upayakan sedemikian rupa dalam karena 44:41 kita kan enggak satu rumah semua kan. 44:44 Jadi kapan waktunya bisa bersama, bisa 44:46 buka bersama, bisa ini apalagi anak-anak 44:51 yang kos kan. 44:53 Iya. kayak Lala dan Zaki itu kan kos 44:55 dia. 44:57 Jadi itu memang ee bagaimana kita 44:59 sebagai orang tua yang apa ee cukup 45:03 cukup intens lah menghubungi anak gitu. 45:07 Itu aku kagum juga sama anak menantuku 45:10 ini. Si Lisb itu tiap sebentar nelepon 45:15 anaknya. He. 45:16 Sekali anaknya bilang, "Eh, Pak, aku mau 45:19 sahur di luar, Pah. Nanti jam . Dia 45:23 langsung bilang, "Nak, kamu beli aja 45:26 sekarang sahur di rumah." Karena 45:28 kriminal meningkat tinggi sekarang. 45:32 Jadi itulah apa? 45:35 Jadi, ikhwan akhwat, kalau orang tua 45:38 kepada anak itu banyak sekali yang bisa 45:41 kita pahami. Tapi sekarang ini dr. 45:44 Friharti, anak-anak ke orang tua mungkin 45:47 bisa mempersuasi dan memotivasi mereka. 45:50 Ngapain nih enaknya selain buka puasa 45:53 bersama gitu? Ada 45:54 makanya dia loh. 45:56 Nah, lagi-lagi ke yang pertama kita 45:57 bahas tadi. Dia loh. Jadi ee 46:01 Salsa Lala Zaki, Salsa malah berapa 46:04 tahun dia di Malaysia kan. 46:06 He. 46:06 Setiap kegiatan itu dia harus melapor. 46:10 Jadi 46:10 karena kita sering menceritakan kisah 46:12 tentang bagaimana seorang anak yang 46:15 tidak melapor kepada orang tuanya. He. 46:18 Tiba-tiba dia sudah terjadi sesuatu 46:21 seminggu orang tuanya juga enggak nyari 46:23 tahu gitu. 46:25 Betul-betul hubungan yang tidak bisa 46:28 kita abaikan sedemikian rupa. Karena 46:31 tanpa ayah ibu mana ada kita di dunia 46:33 ini. 46:33 Enggak ada yang se yang setulus se se 46:37 itu kasihnya ya. 46:39 Heeh. Ya, mudah-mudahan 46:40 kita mengatakan teman enggak setulus 46:42 itu. 46:44 Mudah-mudahan kita masih dikaruniai 46:46 kesempatan untuk yang masih ada ayah 46:48 bunda 46:49 agar 46:50 ee kita benar-benar menunjukkan bukan 46:54 cuman kasih sayang dan kepedulian, tapi 46:56 berbakti 46:57 ya. 46:57 Karena tanpa ayah bunda mana ada kita di 47:00 dunia ini. 47:01 Betul. Betul. 47:03 Ya. 47:05 Saya juga banyak belajar loh dari Alisa. 47:08 Heeh. Alisa itu bagaimana kecerdasannya? 47:11 Ya kan dia kadang-kadang merasa aku 47:14 neneknya. 47:15 He. 47:16 Jadi kadang-kadang suka menghardik atau 47:18 suka ngagetin gitu. 47:19 Terus dididik oleh mamanya. Jangan gitu 47:22 ya, Nak. Kamu kalau mama sakit, mama 47:25 tiba-tiba pergi, kamu sedih enggak? 47:29 Nangis. Enggak, enggak, enggak. Aku 47:31 enggak mau. Nah, gitu juga. Kalau kamu 47:33 gitu sama Bundo. Bundo tuh sudah tua 47:36 kan. kasihan ee ayah kamu. Tapi apa yang 47:41 terjadi cara dia menangkap ya sekali dia 47:44 kagetin aku, aku kaget 47:47 kaget beneran terus 47:48 kaget beneran lesa nanti bundo sakit 47:51 jantung bundo bundo bisa kejadi terjadi 47:54 sesuatu pergi tahu apa yang terjadi 47:57 dia lama termenung tapi dia bilang sama 47:59 aku apa kasihan ayah ya kenapa kasihan 48:03 ayah kehilangan ibunya 48:07 aku melihat itu sebagai cara anak-anak 48:11 gen alfa 48:13 melihat sesuatu. Nah, itu yang harus 48:15 hati-hati kita 48:17 karena sudut pandang mereka juga akan 48:19 sangat terpengaruh dari apa yang mereka 48:21 lihat. 48:21 Betul. Jadi aku melihat seperti itu. 48:23 Waduh, aku langsung bilang sama 48:25 anak-anak, "Hati-hati menghadapi Alesa." 48:28 He he. 48:29 Dia kecerdasannya, imajinasinya jauh 48:31 melebihi kita. sehingga 48:34 apapun yang yang kita ucapkan dia 48:38 nangkapnya dengan point of view-nya 48:41 beda. 48:42 Iya. 48:44 Cucu itu ya. 48:45 Heeh. Ee saya jadi ingat waktu itu 48:48 pernah di ee acara di studio waktu 48:53 terima banyak respon dari pendengar itu. 48:59 Seorang ibu meneteskan air mata luar 49:02 biasa bukan karena sedih, tapi karena 49:04 haru. Apa coba tebak Uni? H 49:07 anaknya nyuapin neneknya 49:10 ya. 49:11 Masyaallah. Iya. 49:12 Jadi dia lihat dia lihat si ibu ini 49:14 melihat anaknya kok nyuapin neneknya. 49:18 Didengerin aja dari dia tidak segera 49:20 mendekat gitu kan. Terus ee dia ngomong 49:24 kedengaran kan kapan-kapan kalau ada aku 49:28 aja yang bantuin nenek makan ya karena 49:31 kan udah susah tangannya gitu. 49:33 Masyaallah. Itu pasti juga karena 49:36 didikan orang tuanya ya. Si cucu bisa 49:38 sedemikian sayangnya. 49:39 Iya. Betul. Aku ee kalau anak-anak SC 49:42 sih begitu sama aku dulu. 49:45 Iya. Jadi 49:47 masih kecil-kecil 49:48 itulah kondisinya. Terus ngomong-ngomong 49:51 nih kita sudah ada di penghujung mungkin 49:54 bisa menambahkan ini dan itunya yang 49:58 kira-kira dr. Priharti perlu sampaikan 50:01 untuk ikhwan-akhwat yang jam .00 50:03 pagi sudah sahur sudah menyiapkan sahur 50:07 sambil dengerin ee radio silaturahim. 50:10 Jadi ee dr. Friharti memberikan gambaran 50:14 betapa pentingnya peran ayah bunda 50:16 terhadap buah hatinya sekaligus juga 50:19 betapa pentingnya buah hati terhadap 50:22 ayah bundanya. Karena semua kebutuhan 50:25 itu saling ya 50:27 tidak bisa tidak gitu. Dalam hubung 50:30 keluarga itu ada tiga hal yang penting. 50:32 Saling memberi informasi. 50:34 Saling memberi informasi. 50:35 Saling komunikasi. 50:37 Saling komunikasi 50:38 dan berdialog. 50:39 Dan berdialog. 50:40 Iya. Jadi saling saling pahamlah ya. 50:43 Jadi bertanya kepada siapapun yang ada 50:46 di rumah untuk menjadi jembatan 50:49 pemahaman itu penting banget. 50:51 Baiklah closing statement untuk sahur 50:53 bersama Rasil dari dr. Priharti Mhum. 50:57 seorang ee dosen, penulis yang begitu 51:01 luar biasa karirnya. 51:03 Silakan. 51:04 Iya. Ee kalau sahur sih yang penting itu 51:09 niat kali ya. 51:11 Niat kita untuk menjalani puasa esok 51:14 hari itu untuk apa? Itu biasanya kita 51:17 kan karena Allah ya. 51:19 Demi Allah sehingga semuanya bisa 51:21 berjalan dengan lancar. 51:24 tidak ee selama ini, sebelum ini saya 51:26 selalu ee dengan niat, dengan usaha dan 51:30 dengan doa, zikir seperti itu. Dan kalau 51:33 itu bisa dilakukan, kok saya merasa 51:36 bahwa Tuhan selalu bersama kita kalau 51:40 kita bisa melakukan itu. Jadi, ee tidak 51:43 perlu pula berpuasa terhadap hal-hal 51:45 yang lain, tapi menahan diri untuk tidak 51:49 melakukan hal yang dilarang. 51:52 Jadi kita lakukan saja apa hal yang 51:55 disuruhnya, 51:57 kita lakukan suruhannya dan kita 51:59 hentikan larangannya. Nah, itu yang 52:03 menahan menahan diri untuk dalam ee 52:07 menjalani puasa selama sebulan. Semoga 52:11 kita keluar dari bulan puasa ini dengan 52:14 kembali kepada fitrahnya, lebih suci, 52:17 lebih ee tertata dan terjaga. Baik, 52:22 mulut dan langkah kaki. Karena untuk 52:26 mulut itu kita menjaga apa yang masuk. 52:28 He 52:29 menjaga apa yang keluar. 52:32 Yang masuk adalah 52:33 yang masuk makanan, 52:34 yang keluar 52:35 yang keluar perkataan. 52:37 Iya. 52:38 Semoga semakin tertata dan terjaga. Itu 52:40 aja. 52:41 Terima kasih. 52:42 Mudah-mudahan 52:43 selama sebulan ini kita dilatih untuk 52:47 menahan diri ya, Ikhwan Akhwat. Amin. 52:49 Bukan cuma nahan lapar dan haus, tapi 52:51 juga emosi yang kadang-kadang beragam 52:53 tadi. Betul. 52:55 Iya. Terima kasih sekali atas 52:57 kesediaannya hadir di sahur bersama 53:01 Rasil ini, Dr. Priharti. 53:04 Dan juga terima kasih sudah mengganggu 53:06 kesibukannya atau istirahatnya. Enggak, 53:09 enggak. Sekarang kan enggak banyak lagi 53:11 kesibukan. Mudah-mudahan di Ramadan yang 53:14 berlimpah berkah ini kita semuanya bisa 53:16 melangkah lebih mantap, 53:18 lebih baik daripada Ramadan Ramadan 53:20 sebelumnya. 53:21 Sekali lagi terima kasih. 53:23 Iya, sama-sama. 53:24 Billahi taufik wal hidayah. 53:25 Wasalamualaikum warahmatullah 53:27 wabarakatuh.