Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar, Ikhwan
- Akhwat rahimakumullah.
- Alhamdulillah ya, kita dapat
- bersama-sama kembali di acara psikologi
- keluarga yang mudah-mudahan mempersuasi
- kita semua menjadi sosok yang memang
- benar-benar dapat membuat ringan langkah
- dari anggota keluarga kita atau siapapun
- yang bersama-sama dengan kita. Tidak
- lupa salam selawat kita lantunkan untuk
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarga dan kerabatnya. Tentu
- saja mudah-mudahan kita dipertemukan
- dengan beliau di saat yang sangat kita
- rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat,
- Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar, dan
- beberapa sahabat-sahabat lain tentu
- berusaha untuk menjadikan acara
- psikologi keluarga ini ee menjadi bagian
- yang akan sangat bermanfaat untuk kita
- semua melalui kasus-kasus yang datang.
- Tetapi sebelumnya seperti biasa Ustaz
- kita awali dengan membaca ummul kitab.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin.
- Ustaz Husein, Pak Abu Bakar, kasusnya
- ada tiga yang masuk kali ini, Ikhwan
- akhwat. Yang pertama, ketika saya lahir,
- ibu membuang saya diberikan pada
- seseorang.
- Saya tidak tahu kenapa dan bagaimana.
- Sekarang saya sudah remaja, sudah
- dewasa.
- Ibu entah ada di mana, saya enggak tahu.
- Sementara ayah sudah menikah lagi dan
- punya keluarga. Dan orang tua saya tahu
- saya ada di mana, besar di mana. Tapi
- mereka tidak pernah peduli, tidak pernah
- mengunjungi saya atau apapun juga.
- Padahal mereka tahu saya hidup dengan
- siapa dan di mana, tapi benar-benar
- enggak peduli kok ada ya, Ustaz, ayah
- dan ibu yang seperti ini. Saya harus
- bagaimana? Bukankah anak harus berbakti
- pada orang tua? Wajib seburuk apapun
- mereka, Ustaz, mohon petunjuknya. Itu
- satu. Kemudian, asalamualaikum Ustaz.
- Saya sakit mental nih, ada sesuatu yang
- terjadi. Saya bangkrut dan orang enggak
- ada yang mau dengan saya. Saya sudah
- enggak punya apa-apa. Mereka enggak
- perhatian lagi, enggak peduli. Dan saya
- sudah 2 tahun ini di rumah sendirian.
- Istri dan anak mereka juga enggak peduli
- sama saya. Mereka melihat saya cuma
- karena harta dan apa yang ada pada saya.
- Apa yang harus saya lakukan, Ustaz? Saya
- enggak sanggup lagi hidup dengan kondisi
- seperti ini. Saya enggak mau lagi hidup.
- Mohon bantuannya. Astagfirullah. Yang
- terakhir, Ustaz izin minta nasihat
- melihat maraknya kasus perselingkuhan
- yang terjadi di kalangan public figure
- atau pejabat yang secara ekonomi mapan.
- Apakah dalam pandangan Islam melimpahnya
- materi dan tingginya jabatan jadi pemicu
- memfasilitasi syahwat seseorang? Jadi
- liar karena merasa memiliki segalanya
- atau ini merupakan bentuk istidraj atau
- jebakan kenikmatan akibat hilangnya rasa
- bersyukur. Mohon pencerahan ya, Ustaz.
- Korelasi antara fitnah, harta dan
- ketidaksetiaan ini bagaimana kami bisa
- membentengi keluarga dari godaan duniawi
- tersebut. Masyaallah, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan
- katsiran thayyiban mubarokan fi kama
- yuhibb rabbuna.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabiina Muhammadin wa alihi
- wasohbihi
- wasallim tasliman katsiran thyyiban
- mubarok.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Allahummafna
- Allahumma alimna ma yunfauna wfna
- bimaamtana
- allahumahdina subulam wa akrijna
- minadumatianur
- wahdinaatikal
- mustaqim rabbana zidna ilman wa alhikna
- amma ba'du
- ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah Subhanahu wa taala telah
- melimpahkan
- nikmat yang tak terhingga atas kita
- semua.
- Kita bukan hanya berhutang kepada Allah
- dengan sebahagian hidup kita, tapi
- seluruh hidup kita merupakan manifestasi
- dari rahmat, kasih, dan sayang Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tapi
- sayang sungguh sayang.
- Banyak manusia
- karena tidak menyadari
- bahwa dirinya merupakan manifestasi dari
- rahmat kasih sayang Allah Subhanahu wa
- taala.
- Dia terjerumus dalam keingkaran, hanyut
- bersama syahwat dan hawa nafsunya,
- menutupi akal sehatnya.
- akhirnya melakukan perbuatan-perbuatan
- yang merugikan dirinya.
- Nah, untuk menjawab pertanyaan atau
- beberapa pertanyaan yang tadi masuk,
- kita akan mulai dari pertanyaan yang
- terakhir.
- Seorang menjadi pejabat yang tadinya
- setia pada istrinya sebelum menjadi
- pejabat taat pada Allah.
- Bahkan dia tidak menginginkan istrinya
- berdandan, bersolek menggunakan jilbab
- yang menututi secara sempurna.
- Tapi semenjak dia memegang jabatan,
- dia terpengaruh oleh teman-temannya yang
- sekejap langsung memiliki aset di sana,
- aset di sini, berganti mobil mewah.
- Belum lagi banyak wanita-wanita
- yang menggoda
- sales-seles dengan pakaian yang
- mempesona,
- menunjukkan lekuk tubuhnya,
- bukan menawarkan barang sebetulnya, tapi
- menawarkan dirinya cuma dengan alasan
- menawarkan produk-produk tertentu.
- Akhirnya dia gelap mata. Mulai dia
- menerima
- uang-uang yang bukan menjadi haknya.
- Lama-kelamaan bukan hanya menerima,
- bahkan dia menanti, menunggu, dan
- berharap
- hingga kekayaannya melimpah. Mobilnya
- berganti dengan mobil mewah, rumahnya
- juga rumah mewah ya. Mulai membeli aset
- bukan hanya di dalam negeri, bahkan di
- luar negeri.
- Akhirnya, Subhanallah, yang tadinya
- betul-betul jijik terhadap
- perempuan-perempuan
- yang
- menjual tubuhnya.
- Semenjak saat itu mulai handphone-nya
- penuh dengan perempuan-perempuan semacam
- ini.
- Terbongkar kasusnya semenjak istrinya
- terkena penyakit kotor.
- Istrinya marah luar biasa karena
- istrinya orang yang jaga dirinya
- betul-betul.
- Akhirnya dari hasil pemeriksaan terbukti
- suaminya ternyata mengendap penyakit
- kotor.
- Si istri melihat suaminya telah berubah.
- Kalau seandainya menikah dia bisa
- terima.
- Tapi kalau menikah tidak mungkin terkena
- penyakit kotor.
- Akhirnya dia menuntut untuk berpisah.
- Nah, pertanyaannya kenapa kok semenjak
- menjadi pejabat, semenjak keuangannya
- bukan hanya membaik ya, bahkan melimpah?
- Kenapa mulai muncul
- perbuatan-perbuatan yang tidak baik?
- Apakah disebabkan harta?
- jabatan jawabannya tidak.
- Tapi yang menjadi penyebab terjadinya
- penyimpangan dirinya juga hawa nafsunya
- yang mengendalikan, mendominasi jiwanya
- adalah makanan yang haram.
- Makanan yang haram. Kita bisa baca
- Albaqarah ayat 168, 167 ya.
- Kita lihat bagaimana Allah menjelaskan
- hubungan antara makanan
- asupan yang masuk ke dalam tubuh kita
- dengan perilaku kita.
- Kita tahu bahwasanya dosa pertama yang
- dilakukan manusia memakan sesuatu yang
- diharamkan Allah. Dari tempat yang
- tinggi terjatuh menuju tempat yang
- rendah.
- dari seorang yang tadinya perpakaiannya
- tertutup, pakaian dengan rapi, mulai
- pakaiannya lucut. Dari aurat yang
- tertutup, auratnya tersingkap.
- Ini yang dilakukan setan terhadap kakek
- nenek kita.
- Pengalaman ini merupakan pengalaman yang
- pahit yang harus diingat oleh setiap
- manusia bahwa makanan itu menimbulkan
- efek positif atau efek negatif
- tergantung
- makanan kita. Kalau makanan yang halal
- bukan dari sumber-sumber yang haram,
- jiwa condong juga kepada apa? Kepada hal
- yang baik. Tapi kalau makanan haram,
- walaupun seorang ulama, seorang kiai,
- walaupun hafal Al-Qur'an, makanan yang
- haram bisa membelokkan dirinya ke
- tempat-tempat yang haram. Nah, Allah
- berfirman dalam suratul baqarah ayat
- 126.
- Ya ayyuhannas kulu mimma fil ardhi
- halalan thyiba.
- Wahai manusia, makanlah ya dari apa-apa
- yang terdapat di bumi yang halal dan
- thayib. Halal artinya
- tidak termasuk dari apa yang diharamkan.
- baik pada zatnya seperti katakanlah babi
- ya atau katakan apa darah, bangkai dan
- apa yang diharamkan Allah atau
- zatnya halal tapi untuk mendapatkannya
- haram.
- Kambing kambing halal, begitu juga sapi
- halal, kerbau halal, ayam juga halal.
- Tapi kalau uang yang kita gunakan untuk
- membeli dari uang haram, maka makanan
- yang masuk ke dalam tubuh kita adalah
- makanan yang haram.
- Jadi, makanlah dari bumi ini segala yang
- thayib yang Allah anugerahkan bagi
- kalian. Kemudian Allah ingatkan wala
- tabiu khutwatian. Jangan sekali-kali
- kalian mengikuti langkah-langkah setan.
- Karena setan kalau menjerumuskan manusia
- enggak bisa sekaligus, tapi step by
- step. Pertama disuruh makan yang haram,
- setelah itu mulai berani terhadap yang
- haram, mulai mencintai yang haram,
- mulai kecanduan yang haram. Sedangkan
- yang halal tidak menarik. Dia melihat
- istrinya walaupun cantik membosankan,
- tapi ketemu wanita-wanita yang penuh
- dengan dempol di wajahnya.
- yang juga penuh dengan kotoran, tapi
- ternyata dia bergairah terhadap wanita
- seperti ini. Kenapa? Dari asupan yang
- masuk ke dalam tubuh kita.
- Jadi, jangan kalian ikuti
- langkah-langkah setan. Innahu lakum adu
- mubin.
- Kemudian Allah jelaskan hubungan antara
- makanan yang haram dan perilaku kita.
- Innama yammurukum bisahsya
- wa anquulu alallahi ma tamamun.
- Sesungguhnya setan menganjurkan kalian
- makan yang haramnya apa? Untuk
- menjerumuskan kalian ke dalam apa?
- Perbuatan buruk
- dan perbuatan keji dan mendorong kalian
- untuk berbicara atas nama Allah hal-hal
- yang tidak benar. akhirnya mulai
- menyelewengkan ayat Allah menempatkan
- bukan pada tempatnya memberikan fatwa
- yang tidak sesuai dengan syariat Allah
- akibat dari makanan yang haram. Oleh
- karena itu, pejabat-pejabat baik itu
- anggota DPR, baik itu menteri di saat
- mereka menghalkan apa yang diharamkan
- Allah, menerima uang-uang yang tidak
- benar atau ulama memberikan fatwa yang
- tidak benar karena keuntungan dunia,
- maka mulai saat itu perhatikan pasti
- gaya hidupnya, cara hidupnya akan
- berubah. Oleh karena itu Allah ingatkan
- dalam suratul qulwil khitu wujak
- fattaqulah albabakum.
- Allah bilang katakan tidak sama yang
- busuk dan yang baik.
- Walaupun yang busuk jumlahnya banyak
- tidak sama dengan yang baik walaupun
- sedikit. Walaupun gaji kita, pendapatan
- kita sedikit dan pas-pasan, dibandingkan
- pendapatan yang haram bermiliar-miliar,
- yang baik itu yang sedikit tapi halal.
- Maka bertakwalah kalian kepada Allah
- kalau kalian ingin beruntung.
- Jadi banyak kita jumpai kiai, ustaz,
- ulama, habib ya. Begitu masuk di area
- yang haram, mengkonsumsi yang haram
- langsung jiwanya waliyadubillah ternoda
- dan setan langsung mengendalikan
- dirinya.
- Tapi orang yang hidupnya bersih, menjaga
- kebersihan makanannya, Allah kasih
- mulutnya, pandangan matanya,
- pendengarannya, perilakunya ke arah yang
- baik. Dan subhanallah barun
- orang yang menjaga kebersihan hidupnya
- dia lebih suka kumpul sama istrinya,
- sama anaknya dan di matanya istrinya
- tiap hari kecantikannya bertambah tidak
- berkurang. Tapi kalau yang makan yang
- haram waliyadubillah dari tadinya istri
- yang menawan menarik lama-kelamaan
- pudar. Lihat perempuan-perempuan di
- tempat remeng-remang yang penuh dengan
- dempul dan kotoran itu yang menggetarkan
- kalbunya.
- Dan saya bukan hanya asal ngomong, ini
- terjadi pada salah seorang teman saya.
- Orangnya ganteng dari keluarga kaya
- raya.
- Dia berjalan bersama kita dan dia
- bercerita habis menangis sambil menangis
- karena berapa saat sebelumnya dia habis
- berzina.
- Dia bilang, "Ustadz,
- saya ini hidup betul-betul menderita
- luar biasa. Jiwa saya bukan di bawah
- kendali saya.
- Kalau lagi bergairah terhadap pelacur
- itu di mata saya pelacur luar biasa
- menarik dan menawarnya.
- Begitu selesai saya melampaskan syahwat
- saya baru saya merasakan betapa
- menjijikkan ini pelajar
- yang disentuh oleh sekian banyak orang.
- Wajah yang tadinya cantik hilang semua
- pudar.
- Dan saya malu dengan diri saya
- mengeluarkan ucapan-ucapan
- yang tidak senonoh pada saat bernafsu.
- Tapi begitu syahwat saya kembali,
- kembali lagi saya melihat yang busuk
- menjadi indah. Padahal istrinya cantik,
- tapi kenapa tidak menarik?
- Jadi hati-hati terhadap makanan yang
- haram.
- Makanan yang haramnya luar biasa.
- Kalau tidak mungkin hadirin sekalian
- kakek kita turun dari surga
- karena makanan yang haram. Jadi kalau
- tadi tanya apakah ini perangkap
- kenikmatan? Ya sebetulnya bukan
- kenikmatan.
- Kalau kenikmatan itu sifatnya indah dan
- baik. Itu merupakan perangkap nafsu yang
- membuat orang kehilangan akal sehat.
- Jadi hati-hati waspada terhadap barang
- yang haram. Seringki seorang koruptor
- beranggapan di saat dia korupsi R miliar
- dia keluarkan 300 400 juta. Bantu sana
- bantu sini masjid sekolah. Dia
- beranggapan Allah akan toleransi
- terhadap dirinya.
- Allah tidak butuh kepada manusia. Allah
- maha kaya. Kalau Allah mau Allah bisa
- berikan rezekinya kepada seluruh
- makhluknya. Tapi ini ujian. Kalau kita
- enggak tahan dari yang haram, maka Allah
- akan kumpulkan bersama apa? Orang-orang
- juga yang mencintai yang haram. Jadi
- tadinya ustaz ulama baik, enggak suka
- ngomong jorok, menjaga kebersihannya,
- begitu mulai mengkonsumsi yang haram,
- dia mulai suka yang buruk, yang keenji,
- bahkan berani berbohong atas nama Allah.
- Oleh karena itu kita minta pada Allah
- rezeki yang halal, yang thayib dengan
- kelebihannya kita minta kalau bisa Allah
- bantu kita untuk berinfak di jalan Allah
- Taala. Kita minta anak kita dijaga
- kebersihannya, tidak berbuat yang
- tidak-tidak.
- Oleh karena itu,
- kita ingin pemuda-pemuda kita begitu
- mulai mereka remaja sebelum ee
- dipengaruhi pergaulan yang tidak baik,
- mereka segera menikah.
- Karena pada saat ini godaannya luar
- biasa. Dulu orang harus keluar jauh
- mencari bahkan tidak bertemu. Kalau
- sekarang tanpa harus mencari ketika dia
- buka bahkan ketika dia buka Muslim Pro
- iklan
- pornografian tampil di hadapan.
- Enggak punya duit pinjol menawarkan.
- Bayangkan coba dulu orang mau pinjam
- harus punya jaminan. Sekarang enggak
- perlu. Nanti anaknya pinjam datang de
- kolektor kepada orang tuanya.
- Jadi ini pelajaran buat kita semua.
- Seperti yang Allah bilang, jangan kita
- biarkan tertipu
- oleh kehidupan dunia ini. Akhirnya kita
- masuk dalam perangkap setan menjadi
- pengikut dan pengawalnya.
- Waliyadubillah. Ini yang pertama. Jadi
- dijelaskan pada Albaqarah ayat 1
- 68. 168 169. Maaf ya. Jadi buka
- Albaqarah 168, 169. Lihat bagaimana
- keterangan Allah yang menghubungkan
- antara perilaku seorang
- dengan makanan yang dimakan.
- Saya berikan ee apa namanya? Satu
- analogi sederhana saja. Orang kalau
- makan pete kira-kira keluar baunya apa?
- Mulutnya bawa pete, kencingnya bawa
- pete. Kalau makan daun kemangi keluar
- juga bawa kemangi kan.
- Jadi apa yang kita makan itu yang akan
- keluar.
- Nah, pertanyaan yang kedua,
- seorang laki-laki yang tadinya bekerja
- menghasilkan,
- tahu-tahu dia mengalami kebangkrutan.
- Begitu dia bangkrut yang tadinya
- istrinya memanja, merayu ya memberikan
- senyum berbalik langsung memalingkan
- wajahnya. Yang diberikan hanyalah muka
- asam. Begitu juga anak-anaknya sewaktu
- menyaksikan orang tuanya dalam keadaan
- jompo, tak berdaya, dia merasa kebutuhan
- dia pada ayahnya
- tidak ada. Ayah tidak mampu memberikan
- apa-apa. Dianggap oleh mereka sebagai
- beban.
- Nah, kondisi keadaan seperti ini membuat
- si laki-laki putus asa dari kehidupan
- ini.
- Padahal Allah mengatakan, "La yayasu min
- rauhillah illalmul kafirun." Tidak ada
- yang putus asa dari rahmat Allah kecuali
- orang-orang yang ingkar.
- Di sini sebetulnya Bapak harus belajar.
- Istri Bapak ternyata tidak dapat menjadi
- istri yang layak buat Bapak. mengingkari
- kebaikan Anda, meninggalkan Anda pada
- saat Anda keadaan menderita. Anak Anda
- pun demikian.
- Oleh karena itu, jangan berputus asa.
- Rezeki yang pergi Allah kuasa untuk
- menggantikan. Seperti Nabi Ayub yang
- sakit, anaknya satu persatu dipanggil
- oleh Allah,
- hartanya pun habis. Allah gantikan dia
- dengan harta yang lebih baik dan anak
- yang lebih banyak dari sebelum. Jangan
- berkecil hati. Tapi kita perlu ingatkan
- juga Bapak dulu waktu jaya suka enggak
- menganiaya istri sama anak? Karena kalau
- Bapak menganiaya istri sama anak ya,
- tapi Bapak mampu untuk memberikan nafkah
- mencukupi mereka, mereka masih bisa
- toleransi. Walaupun hati penuh
- kebencian, tapi mereka melihat Bapak
- masih menghasilkan. Tapi kalau Bapak
- dulu melakukan tindakan-tindakan yang
- tidak benar terhadap istri sama anak,
- kemudian bapak bangkrut, tidak punya
- apa-apa, maka yang akan muncul di hati
- anak sama istri kebencian.
- Keben kebencian. Bahkan mereka mungkin
- berdoa agar Bapak cepat-cepat diambil
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya
- tidak tahu keadaan Bapak yang
- sebenarnya, tapi yang terbaik buat
- Bapak. Bapak, sebentar lagi bersama
- saya, kita semua akan meninggalkan
- dunia. Tinggalkan kesan yang harum dan
- baik. Yang busuk dipisahkan dari yang
- baik. Kalau istri Bapak tidak baik,
- Allah pisahkan dan beritahukan dia bukan
- pasangan yang layak mendampingi Anda.
- Anda bisa berusaha kembali menikah lagi
- dengan wanita lain.
- Menikah dengan wanita yang salehah, yang
- baik. Semoga Allah anugerahkan istri
- yang saleh, anugerahkan juga anak-anak
- yang Tapi jangan pernah kecil hati
- berputus asa. Kalau perilaku Bapak
- sebelumnya tidak baik pada istri dan
- anak, bertobat.
- Bertobat. Perbaiki diri. Mohon maaf
- kepada istri Anda. Begitu juga kepada
- anak-anak. mulai hidup baru. Kalau
- mereka tidak menerima Anda, Anda mulai
- hidup baru dengan wanita yang lain yang
- mudah-mudahan bisa membahagiakan Anda.
- Hidup di dunia ini. Selagi kita masih
- dalam keadaan sehat, bernafas dengan
- baik, kesempatan buat kita. Begitu
- seorang meninggal dunia baru dia
- menyesali kelalaian dia sebelumnya.
- Orang di saat terjepit putus asa, ada
- yang minta cepat-cepat mati.
- Tetu begitu terjadi perubahan kembali
- sehat bahkan rezekinya berkembang dengan
- pesat.
- Orang yang pernah mendengar harapan dia
- mengatakan, "Kamu sudah siap mati ini
- sebagaimana permintaan kamu."
- Dia mengatakan tidak. Dulu itu kan dalam
- keadaan terjepit. Saya juga tidak sadar
- pada saat tersebut. Watkal aamuhari
- kami putar di antara manusia. Ada siang
- ada malam. Mudah-mudahan ini menjadi
- cemeti pelajaran buat Bapak untuk sadar
- kembali kepada Allah mempersiapkan bekal
- Anda dan Anda dapat betul-betul apa?
- Memilih pasangan yang baik dengan akal
- sehat.
- Mudah-mudahan Allah berikan Anda juga
- karunia anak-anak yang baik dan terhadap
- anak-anak Bapak Anda jangan mendoakan
- atau mengutuk mereka tapi doakan agar
- mereka mendapatkan hidayah juga. Istri
- Bapak doakan biar dapat hidayah agar
- seluruhnya selamat dalam ujian menuju
- menuju akhirat ini dan masing-masing
- beruntung. Oleh karena itu, orang yang
- hatinya bersih tidak menyimpan kebencian
- terhadap orang yang menzalimi dia pun
- dia mohon agar Allah berikan hidayah dan
- ampunan padanya. Karena hati kalau
- berisikan kebencian sama dengan orang
- tinggal di rumah membuka jendela yang
- ada kebun duri.
- Bayangkan coba duri-duri penuh di
- sekeliling rumahnya. Pemandangan yang
- gelap. Tapi beda kalau orang hatinya
- bersih ketika buka jendela berbagai
- macam aneka pohon, buah-buahan, aroma
- yang seberbak.
- Jadi tergantung hati kita. Hati kita ini
- yang membuat kita bahagia atau tidak
- bahagia.
- Ada orang di tengah-tengah kemewahan
- hidup, hidupnya menderita. Air matanya
- bercucuran bahkan putus asa. Tapi ada
- orang di tengah-tengah kehidupan
- sederhana, dia menikmati kebahagiaan.
- Tidur dengan lelat, enggak pakai obat,
- makan nafsu setiap saat. Sampai orang
- iri kamu tiap saat nafsu aja,
- alhamdulillah tengah malam, siang, kapan
- saja Allah berikan saya nafsu.
- Tetapi ya, maka enggak berlebihan
- menjaga kesehatan dirinya. Jadi jangan
- putus asa lihat dunia dengan penuh
- harapan dan harapan andalah Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan usaha anda.
- Anda berusaha tapi harapan Anda adalah
- Allah. Anda bekerja yang memberikan
- rezeki Allah. Anda beramal ya
- hasilnya Allah Subhanahu wa taala
- berikan seperti Sayidah Hajar.
- Nah akhir-akhir ini kita tahu lapangan
- pekerjaan semakin sulit, daya beli
- masyarakat juga semakin berat.
- Harapan untuk keluar dari kemelut ini
- hanya doa menjauhkan maksiat agar apa
- yang dialami oleh masyarakat di Tapanuli
- akibat
- kerakusan para pejabat
- terhindar. Oleh karena itu, kita jangan
- berdiam kalau ada pejabat yang tidak
- benar. Kita harus berani menegurnya,
- mengritiknya atau minta agar dia
- dicopot. Nah, kemarin saya berharap
- mudah-mudahan Bapak Presiden kita
- mencopot manhood kita nih.
- Manhood kita yang menjawab ya. Ee
- pertanyaan masyarakat, apa sebabnya
- kayu-kayu gelondongan tersebut ya
- dipotong secara liar? Dia mengatakan
- bukan dipotong itu terangkat ya.
- Akar-akarnya disebabkan karena apa?
- Karena banjir. Pertanyaan ke mana pergi
- dia punya ranting sama daun? Ke mana
- pergi dia punya akar?
- Baru 3 hari ternyata sudah mulai mereka
- mengangkut kayu lagi. Begitu juga
- gubernur apa Sumatera Utara juga
- Bobinasion ini yang merupakan menantu
- mantan presiden kita juga harus dicopot
- dan dibawa ke pengadilan
- karena dia bertanggung jawab dalam hal
- ini dia termasuk menteri kehutanan juga
- bertanggung jawab karena semua ini
- terjadi merupakan tanggung jawab dia
- akibat penebangan hutan secara liar.
- yang tadinya air diserap dengan baik ya,
- kemudian tebing-tebing gunung-gunung
- terjaga dari kelongsoran. Akhirnya yang
- tadinya menyerap air sekarang dihabisi.
- Tanah yang tadinya terikat oleh
- akar-akar ya
- akhirnya terlepas menimbulkan bahaya
- longsor. Begitu juga akibat hutan
- ditebang suhu bumi meningkat. Kemudian
- kelembaban di atmosfer juga meningkat
- mengakibatkan akhirnya apa? Begitu
- datang angin terjadi bencana. Semua
- akibat ulah perbuatan tangan manusia
- yang tidak bertanggung jawab. Nah,
- begitu juga rumah tangga kita ini.
- Rumah tangga kita kalau kita tidak
- menjaga pesan Allah atau memilih
- pasangan kita bukan pasangan yang taat
- pada Allah yang melaksanakan perintahnya
- baik itu istri maupun suami tunggu.
- Tidak lama kemudian suasana yang nampak
- bahagia akan berubah menjadi tangisan
- dan ratapan.
- Ada orang baru menikah
- 2 tahun.
- Tadinya luar biasa mereka mengadakan
- acara pernikahan yang wah dan
- besar-besaran.
- Si perempuan mengatakan, "Saya beruntung
- mendapat suami begini. Yang laki-laki
- juga begitu." Tidak lama kemudian
- ternyata apa?
- Terjadi pertengkaran yang berakhir
- menuju perceraian. Setelah viral di
- media saling menjatuhkan waliyadubillah.
- Oleh karena itu, mari kita hidup bersama
- Allah yang akan selalu menjaga kita,
- melimpahkan nikmat karunianya kepada
- kita semua. J Bapak jangan putus asa.
- Bapak jangan putus asa. Karena selagi
- diberikan kesempatan untuk beramal demi
- membangun masa depan kita, lupakan yang
- menyakitkan, lupakan orang yang
- meremehkan kita. Ketahuilah Allah tidak
- pernah meremehkan hambanya. Tidak pernah
- melupakan hambanya. Tapi kita sampean
- yang lupa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, kemudian persoalan yang
- ketiga
- berkaitan dengan seorang
- gadis
- yang dari mulai kanak-kanak dibuang oleh
- orang tuanya.
- Enggak tahu sebabnya apa. Apa sebabnya
- si anak dibuang.
- Apa? Karena
- dari hasil hubungan yang tidak halal,
- artinya berkumpul sebelum menikah
- atau disebabkan karena apa? Karena
- mungkin kondisi ekonomi yang sulit buat
- mereka atau disebabkan karena
- pertengkaran antara suami istri akhirnya
- merembet-rembet kepada anaknya.
- Contoh, kalau suami istri ribut, istri
- sakit hati pada suami, kalau dia lihat
- baiknya mirip suaminya, itu bisa menjadi
- lampiasan
- atau dia merasa benci pada anaknya
- karena anaknya selalu mengingatkan pada
- suaminya dibenci. Begitu juga sebaliknya
- kalau seorang laki-laki benci pada
- istrinya, ternyata anaknya mirip
- istrinya, itu juga bisa berimbas apa?
- Suami membenci anaknya karena membenci
- ibunya.
- Dan tidak semua laki-laki dan wanita itu
- orang yang beriman, bertakwa, yang tahu.
- Kebanyakan dari mereka berumah tangga.
- Tujuannya bukan untuk menjaga
- kehormatan, keimanan agar mereka
- bertakwa kepada Allah. Tapi tujuannya
- hanya kesenangan pribadi dengan
- melupakan Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- kita enggak tahu pasti apa sebabnya anak
- ini diabaikan, dibuang, bahkan
- diserahkan kepada orang lain.
- Tetapi kita harus ingat
- bagaimanapun dia mengabaikan kita, kita
- pernah berada dalam rahim ibu kita.
- Kita pernah ya membuat ibu kita
- menderita pada masa kehamilan, begitu
- juga pada masa kelahiran.
- Berat bagi seorang ibu walaupun dia
- tidak peduli kepada kita membuang kita
- tetap perintah Allah. Jangankan sesama
- orang yang beriman bahkan kalau orang
- tua kita kafir kita wajib memperlakukan
- mereka dengan penuh rasa syukur pada
- Allah dan syukur juga pada mereka yang
- telah menjadi sebab kita lahir ke dunia
- ini.
- Adapun perbuatan dia itu menjadi urusan
- Allah. Tapi tanggung jawab kita sebagai
- seorang anak yang beriman kepada Allah
- yang taat pada perintahnya. Waqbuka alla
- tabudu illa iya wabil walidain. Allahfka
- bahwa kalian tidak dibolehkan menyembah
- kecuali hanya Allah. Adapun terhadap
- kedua orang tua kalian diperintahkan
- untuk bersikap baik.
- Allah tidak mengatakan kalian wajib taat
- pada kedua orang tua. Tidak ada dalam
- Al-Qur'an yang memerintahkan anak taat
- kepada orang tua, tapi yang ada perintah
- berbuat baik kepada mereka. Walaupun
- muslim wain jahaka tusrika bimaaka bihi
- ilmun fiahuma. Kalau kedua orang tua
- kamu memerintahkan kamu berbuat yang
- tidak mempersekutukan Allah atau
- memerintahkan berbuat yang tidak benar,
- kamu jangan taati mereka, tapi tetap
- gauli mereka dengan cara baik dalam
- kehidupan dunia.
- Jadi, anak tetap bersyukur pada kebaikan
- orang tuanya walaupun kecil. Walaupun
- orang tua tidak mensyukuri nikmat Allah
- Subhanahu wa taala dengan kelahiran
- anaknya. Di sini yang membedakan antara
- yang beriman dan tak beriman. Orang yang
- beriman baik pada saat senang maupun
- susah, lapang ataupun sempit tetap dia
- jalan di atas keridaan Allah menjalankan
- perintahnya. Tapi perlu kita ingatkan
- yang wajib dilakukan berbakti berbuat
- baik pada ayah ibu bukan taat secara
- mutlak.
- Jadi kalau orang tua memerintahkan kita
- melakukan yang tidak benar, kita enggak
- wajib mentaati. Kalau orang tua
- memerintahkan kita mengerjakan sesuatu
- yang bisa membahayakan kita, walaupun
- dia mengatakan, "Saya tidak rida dunia
- akhirat kalau kamu tidak melakukan,"
- kita enggak boleh mengerjakan karena
- tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan
- kepada orang tua. Jadi, dia harus
- memilah mana yang bisa dilakukan dan
- mana yang tidak bisa dilakukan. Kalau
- orang tua memerintahkan kita untuk
- melakukan sesuatu yang bakal
- mencelakakan, memberatkan diri kita,
- jangan.
- Ada orang tua minta meminjam uang pakai
- nama anaknya.
- Anaknya tidak suka hal ini dan bisa
- berbahaya buat dia. Tapi orang tua
- mengancam, "Saya tidak akan rida kepada
- kamu. Kamu tetap hormat, perlakukan
- orang tua dengan baik. Tapi jangan
- taati,
- jangan taati orang tua dalam permintaan
- yang tidak benar. Dan kamu tidak wajib
- tinggal bersama orang tua kamu yang
- membuang kamu, yang mengabaikan kamu,
- tapi berbakti kepada mereka, mentaati
- mereka pada apa yang dihalalkan Allah
- Subhanahu wa taala. Menunjukkan sikap
- sebagai seorang mukmin dan mukminah,
- mencontoh meneladani Rasul itu merupakan
- kewajiban. Jangankan terhadap orang tua
- kita, terhadap sesama manusia saja kita
- diperintahkan untuk bersikap baik,
- apalagi terhadap orang tua yang menjadi
- sebab kelahiran kita di dunia ini. Jadi,
- jangan sikap kita dipengaruhi oleh
- perbuatan kedua orang tua, tapi
- hendaklah kamu selalu tampil dalam
- keadaan indah, baik, mulia, berbuat atau
- mengerjakan amalan yang sesuai dengan
- amalnya orang yang bertakwa.
- Dan kita jumpai hal ini ya ee banyak
- kejadian bahkan di negara Arab.
- Di negara Arab ada seorang pejabat
- tinggi negara.
- Dia rupanya menikah sebelum menjadi
- pejabat dengan orang biasa punya anak.
- Akhirnya bercerai. Dia kawin dengan
- seorang wanita baru dari kalangan
- orang-orang di atas sampai jabatannya
- tinggi bahkan menjadi menteri.
- Sang anak dari ibu yang lama ini rindu
- ingin berjumpa dengan orang tuanya.
- Si anak datang kepada orang tuanya, si
- orang tua mencampakkan dirinya bahkan
- tidak mengakui dia sebagai anaknya.
- Akhirnya
- si anak betul-betul merasakan terpukul
- luar biasa.
- si orang tua ingkar pada anaknya.
- Tapi rupanya kasus ini tidak berakhir
- sampai di sana. Akhirnya mulai viral
- heboh waktu diadakan pemeriksaan DNA.
- Ternyata itu betul-betul anaknya.
- Akhirnya yang berkuasa langsung memecat
- dia dari jabatan menteri karena viral di
- luar. Pemerintah takut, malu mengangkat
- seorang menteri yang tidak mengakui
- anaknya. Akhirnya si anak, si orang tua
- tinggal di rumah ya, di rumah apa yang
- betul-betul kecil, penuh penderitaan.
- Istrinya yang berasal dari keluarga yang
- terpandang meninggalkan dia.
- Akhirnya
- sang ibu yang pertama berkata pada
- anaknya, "Apapun yang dilakukan orang
- tua kamu, jangan pernah kamu berlaku
- tidak baik.
- Tunjukkan diri kamu sebagai seorang yang
- beriman yang taat pada Allah."
- Apalagi dia merupakan sebab kelahiran
- kamu. Dia dalam keadaan khilaf, lupa
- karena pengaruh setan. A si anak
- tersebut tetap memperlakukan ayahnya
- dengan perlakuan yang baik dan mulia. Si
- ayah penuh penyesalan kalau mengingat
- kenangan-kenangan masa lampau. Jadi
- hidup ini sebetulnya untuk meraih
- kebahagiaan tidak harus wah, tidak harus
- wih.
- Asal kita jalani kehidupan dengan
- ketaatan kepada Allah dan ketakwaan,
- Allah pasti akan membuka rezeki kita
- memberikan jalan keluar. Waman
- yattaqillah yaj'allahu makhraja warzuq
- min haitsu la yahtasib. Jadi ananda kita
- yang bertanya, "Tetap kamu menjadi
- manusia yang baik, yang mulia,
- berperilaku sesuai dengan kepribadian
- kamu." Bukan menjadi reaksi negatif dari
- perbuatan negatif yang dilakukan orang
- lain. Dalam sebuah riwayat, walaupun
- sanad hadis ini tidak kuat,
- diriwayatkan dari Nabi kita, beliau
- bersabda, "La takunu immaah." Jangan
- kalian pelintang ketemu sama siapa saja.
- Dia mengatakan, "Saya bersama kamu." Dia
- berwarna sesuai dengan warna tempat yang
- ditempati. Mirip dengan bunglon. Orang
- Arab bilang namanya herba. Yatalunil in.
- Berubah-rubah warnanya tergantung apa?
- Warna bejana tempat dia.
- W in ahsanas ahsantum. Orang baik kamu
- ikut baik. Wain asau wasum. Orang buruk
- kalian juga ikut buruk. Itu namanya
- perlimpahan. Wakinbu anfusakum. Tapi
- teguhkan diri kalian in ahsanas anin.
- Kalau orang berbuat baik, kamu lebih
- baik lagi. Wa asau alla tadimu. Kalau
- mereka berbuat buruk jangan kamu berbuat
- zalim. Dulu orang tua kamu berbuat zalim
- pada kamu, kamu jangan berbuat
- kezaliman. Kamu yang hidup menghadapi
- cobaan ini, kalau kamu lakukan perbuatan
- baik mulia, di mata Allah menjadi wanita
- mulia.
- Begitu juga akan mendapatkan selawat
- dari malaikatnya,
- selawat dari makhluk-makhluk Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, mudah-mudahan
- kita tetap bersikap mulia, baik terhadap
- orang yang baik pada kita. Lebih utama
- lagi terhadap orang yang berbuat buruk.
- Sebagaimana pesan Allah, khudil afwah
- wurfi
- wail jahilin. Kamu ambil sikap
- memberikan maaf, ajak orang pada
- kebaikan dan berpalinglah dari
- orang-orang bodoh. Itu yang terindah
- dalam hidup. Daripada menyimpan
- kebencian yang membuat hidup kita gelap,
- hendaknya kita simpan hal-hal yang
- membuat kita mudah tersenyum, tertawa,
- gembira. itu merupakan nikmat Allah yang
- tidak harus kita beli
- pergi ke Hongkong atau ke Singapura.
- Tidak.
- Dengan mengucapkan salam, dengan senyum,
- kita membahagiakan orang, Allah berikan
- kebahagiaan yang lebih indah lagi.
- Mudah-mudahan bermanfaat.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilai.
- Masyaallah.
- Tiga kasus semuanya mempersuasi kita.
- Tetapi yang jelas ikhwan akhwat,
- karena ayah bundalah kita ada.
- Berbakti kepada ayah dan bunda adalah
- sesuatu yang tidak bisa kita abaikan.
- Dan apalagi ya kira-kira yang dapat kita
- petik, yang bisa kita ambil dari kasus
- ini.
- Kita dengar dengan telinga jiwa kita
- juga apa yang disampaikan oleh Ustaz Abu
- Bakar. Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah
- kita senantiasa
- bersyukur kepada Allah, senantiasa
- menunggu nikmatnya Allah berikan.
- Selalu kita menanti apa yang diberikan.
- Apa yang kita akan dapat dari Allah?
- Ketika kita mendapatkan sesuatu nikmat
- yang besar,
- kita akan mendapatkan syukur. Bersyukur
- kepada Allah.
- Hati ini akan lebih tentram ketika kita
- benar-benar bersyukur kepada Allah.
- senantiasa menanti, menunggu
- nikmat yang akan datang. Itu adalah
- penantian yang luar biasa.
- Ketika seorang
- masih kecil, dia dibuang ataupun
- dikasihkan ke orang lain,
- dia tidak tahu apa sebabnya.
- Dia tidak mengerti apa sebabnya saya
- diberikan ke orang lain.
- Ketika dia tidak mengetahui apa
- sebabnya, ya dia hidup dengan
- ketentuan-ketentuan yang terjadi pada
- dirinya.
- waktu berlalu sehingga
- anak ini sudah masuk kepada remaja.
- Ketika remaja dia kaget bahwa saya ini
- bukan anaknya.
- Saya ini bukan anaknya. Oh, ayah saya si
- fulan
- mana ibunya? Dia tidak tahu.
- Dia bingung mencari ibunya, tapi dia
- enggak dapat.
- Dia mendapatkan ayahnya, tapi ayahnya
- ini tidak mau ketemu sama dirinya.
- Tapi dia tahu bahwa ayahnya ada di sini.
- Apa yang terjadi?
- Apa
- yang terjadi ketika anak itu dengan
- tegas bahwa saya itu siapa, bagaimana?
- Apa apa yang terjadi pada diri saya.
- Orang tuanya sudah menikah, sudah
- berkeluarga, tapi dia enggak tahu. Dia
- bingung.
- Kebingungan ini bukan pada dirinya.
- Jika kita memperhatikan perjalanan
- dirinya bahwa dari kecil sampai remaja
- dia berada di mana?
- Dengan seseorang.
- Dia berada sama seorang.
- Siapa orang itu? Nah, itu yang
- memelihara dirinya.
- Kita berlas kasihan, kita berputang budi
- kepada mereka yang memelihara kita dan
- dia
- menjadikan diri kita sebagai anaknya,
- namun bukan anak yang sebenarnya,
- anak angkat.
- Bagaimana kita harus mentaatinya? Kita
- taat seperti bagaimana dia menyampaikan
- kebaikan-kebaikan pada diri kita.
- Kita taati dia, kita bahagiakan dirinya.
- Yang telah membahagiakan dirinya. Ini
- yang menjadikan kepentingan. Oh, orang
- tua bagaimana?
- Kita taat ketika kita bertemu ya, kita
- senyumkan, kita katakan yang baik, kita
- memberikan yang tapi dia enggak mau
- ketemu.
- Dia tidak mau ketemu. Ya, kalau dia
- enggak mau ketemu, kita tetap taat. Apa
- yang bisa kita berikan, apa yang bisa
- kita sampaikan. Ada kata-kata yang baik.
- Itu yang kita sampaikan sehingga
- kita menjadi anak angkat karena
- ibu bapak kita.
- Apa yang terjadi? Kita enggak tahu.
- Apa yang terjadi itu bukan urusan saya.
- Yang penting saya sekarang sudah
- diangkat dan saya sudah menerima.
- Karena ketika kita diberikan kepada
- seseorang di saat itu kita enggak tahu
- kita kecil-kecil tahu-tahu besar kita
- tahu ibu bapak saya ini ternyata bukan
- ya kita katakan ini ibu bapak saya
- meskipun anak angkat
- tapi ibu bapaknya ke mana enggak tahu
- bapaknya tahu ibunya enggak tah Nah Yang
- paling penting di sini sama Ibu Bapak
- kita tetap sayang
- dan yang memelihara kita ya kita sayang.
- Ketika itu terjadi bahwa diri kita ini
- bersih, kita tidak terjadi sesuatu yang
- menyenang ee menyakitkan. Kita bersih.
- Kita bersih dari mana? Dari
- perbuatan-perbuatan mereka.
- Walaupun perbuatan mereka tidak baik,
- kita bersih. Walaupun perbuatan mereka
- yang menyakitkan,
- kita bersih. Karena kita dididik,
- diangkat menjadi yang baik.
- Kembali kepada diri kita, kita fokuskan
- pada diri kita bahwa kita adalah anak
- yang baik.
- Jadi kita fokuskan pada diri kita bahwa
- kita menjadi anak yang baik.
- Enggak pernah terpikirkan bahwa ayah
- saya begini, ayah saya begitu, tidak.
- Ibu saya juga nakal dan sebagainya,
- tidak.
- Itu tidak akan ada pada diri saya. Saya
- adalah diri saya.
- Katakan
- bahwa saya adalah diri saya yang saya
- sekarang di dipiara dengan
- kebaikan-kebaikan. Oleh siapa? Oleh ibu
- angkat, oleh bapak angkat. Kita tetap
- sayang sama ibu angkat kita dan bapak
- angkat kita. Kita tetap sayang dan sama
- orang tua pun tetap sayang.
- Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan
- sama Ustaz Husin, bagaimana kita pun
- terjadi tetap sayang
- insyaallah.
- Dan yang kedua,
- putus asa,
- menyerah,
- kecewa,
- enggak tahu apa yang terjadi.
- Karena kehidupannya dia pada saat lagi
- marak, lagi besar, mereka pada datang,
- mereka mengunjungi, mereka sayang sama
- kita.
- Mereka datang, mereka berkata, menyayang
- kita, menghargai kita, melakukan segala
- sesuatunya, tapi bukan yang sebenarnya.
- Apa yang terjadi? Kenapa kok enggak yang
- sebenarnya mereka melakukan itu?
- Karena kita melakukan
- kepada mereka pun tidak sebenarnya.
- Karena kita melakukan segala sesuatunya
- pada mereka tidak sebenarnya.
- Kita punya harta, punya bahagian, dan
- punya segalanya. Kita bagikan, kita
- berikan untuk mendapatkan penghargaan.
- untuk mendapatkan penghargaan.
- Ketika penghargaan itu enggak ada, ya
- lepas.
- Ketika itu sang istri, anak semua pada
- berpoya-foya
- karena kita punya, karena kita ada.
- Namun ketika kita jatuh
- bangkrut katanya ya di sini kita akan
- dilihat diuji sama Allah bahwa ini kamu.
- Apa sebabnya kok kita bisa seperti itu?
- Perhatikan kebangkrutan kita. Karena
- apa?
- Karena ada sesuatu yang tidak benar.
- kita tidak pernah melakukan hal yang
- baik.
- Jadi, perjalanan itu pun tidak baik.
- Karena kita melakukan, karena kita punya
- banyak, kita berikan kita bukan karena
- diri kita, tapi karena untuk harta untuk
- dihargai. Karena kita tidak baik.
- Kembali kepada diri kita bahwa kita saat
- itu diambil semuanya.
- Semuanya diambil, diberikan, dibuang.
- Sekarang kamu sudah tidak punya apa-apa
- lagi. Siapa yang datang?
- Siapa yang mau sama dia? Tidak ada.
- Semuanya pada pergi. Semuanya pada
- melengos ketika ketemu. Oh iya, oh iya.
- Bagaimana perasaan kita?
- Kita anggap siapa diri mereka kalau kita
- yakinkan itu mereka? bukan saya. Kalau
- kamu yakinkan bahwa itu mereka bukan
- saya, saya yakinkan bahwa saya adalah
- diri saya yang benar, yang besar, yang
- kuat.
- Kalau kita meyakinkan pada diri kita
- bahwa saya yang kuat, saya yang besar,
- saya yang menghargai diri saya, bukan
- orang lain menghargai.
- Kalau kita menghargai diri kita sendiri,
- yakinkan orang lain akan sayang sama
- kita, akan menghargai diri kita.
- Kalau kita benar-benar mengendalikan
- diri kita, maka orang lain akan
- mengendalikan diri.
- Karena diri kita ini punyanya siapa?
- Punya saya. Karena Allah.
- Karena diri kita ini milik siapa? Milik
- saya. Bukan milik mereka. Bukan punya
- mereka. Bukan permintaan mereka. Bukan
- semuanya dari mereka. Karena saya adalah
- saya.
- Katakan pada diri bahwa saya adalah
- saya. Yakinkan bahwa saya adalah besar.
- Dan yakin bahwa perbuatan-perbuatan yang
- kemarin, yang lalu, yang tidak benar,
- kita katakan semuanya tidak pernah
- terjadi.
- Dan kejatuhan kita, bangkrutnya kita
- bukan permasalahan. Katakan itu tidak
- pernah terjadi.
- Yakinkan pada diri kita, saya adalah
- saya yakin dia akan naik sedikit demi
- sedikit.
- Pastikan bahwa saya adalah saya.
- Tegaskan pada diri kita, saya adalah
- saya. Enggak perlu mereka mau
- mengendalikan. Mereka tidak mau
- perhatian. Mereka muat apa perhatian
- mereka? Perhatian hanya satu kepada
- Allah.
- Kalau kita perhatikan kepada Allah,
- yakinkan bahwa mereka semua akan
- mengikuti.
- Tidak mungkin. Karena mereka itu kan
- adalah kebutuhan yang tidak bisa bahwa
- Allah yang mengendalikan diri kita. Maka
- kita katakan, "Saya adalah saya."
- Yakinkan. Insyaallah kita akan berjalan
- dengan baik.
- Pastikan insyaallah kita akan berjalan
- dengan baik.
- Dan yang ketiga,
- penyelewengan.
- Sesuatu yang harganya murah.
- Menjadi pejabat
- dia menyeleweng.
- punya sesuatu sedikit dia menyeleweng.
- Apapun yang dia miliki untuk
- penyelewengan.
- Untuk apa
- penyelewengan ini? Karena perbuatan
- mereka
- bukan pada dirinya. Ketika sebelum
- menjabat baik banget,
- sayang sama istrinya. nya sama
- anak-anaknya
- ketika sudah mulai menjabat,
- mulai belum menjabat, mulai menjabat dia
- sudah menaruhkan
- benda-benda yang tertentu yang akan dia
- ketika dia menjabat benda-benda itu
- bergerak
- untuk apa?
- Ketika kita sebelum menjabat yakinkan
- pada diri kita bahwa saya menjadi orang
- yang baik.
- Saya menjadi orang yang baik. Ketika
- kita mulai menjabat dan menjadi pejabat,
- perhatikan
- bahwa pejabat itu bukan milik kita.
- bahwa jabatan itu bukan milik kita kan.
- Kita enggak ada di situ karena hanya
- sebentar.
- Hanya sebentar. Cuman duduk setelah itu
- bangun.
- Ketika kita duduk di satu kedudukan,
- kita menjabat sebagai seorang pejabat,
- setelah itu kita pindah. Kalau kita
- pindah, maka kita akan lepaskan semua.
- Perhatikan ketika kita hidup
- menyenangkan pada saat itu nenek kita,
- kakek kita hidupnya menyenangkan.
- Kemudian cuman diganggu sedikit makanan,
- lepas semuanya.
- Dan perhatikan,
- ketika
- kita mau menjabat,
- kita diuji, kita akan ditawarkan
- makanan, ditawarkan kedudukan,
- ditawarkan sesuatu, kita ambil,
- kita makan, maka dengan sendirinya
- ucul semuanya,
- lepas semuanya.
- yang menjadi apa itu?
- Bukan diri kita lagi.
- Bukan diri kita maka kita akan
- bertingkak berlaku semuanya bukan diri
- kita karena sudah lepas. Oleh karena
- itu, perhatikan ketika kita ingin
- menjabat katakan itu sementara.
- Waktu datang perbuatan-perbuatan yang
- tidak baik, katakan sementara saya tidak
- akan lakukan.
- Yakinkan pada diri kita berbuat baik itu
- lebih baik daripada perbuatan yang tidak
- baik. Oleh karena itu, perhatikan
- perbuatan baik kita. Kita selalu
- melakukan perbuatan baik, yakin bahwa
- kita akan menjadi baik.
- Yakin kita akan menjadi kebaikan.
- Insyaallah.
- Amin.
- Masyaallah. Ustaz, bisa tambahin
- sedikit? Kita masih punya waktu nih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Yang penting
- untuk kita ingatkan kepada ananda kita
- tadi yang diabaikan dan dibuang orang
- tuanya. Ingat, hargai, syukuri kebaikan
- orang tua yang mengangkat Anda.
- Dia peduli perhatian ya, mencintai Anda.
- Hargai mereka,
- bersikap baik dan mulia terhadap mereka.
- Ada sebuah kisah mungkin sebagai penutup
- ya, kisah inspiratif ya kalau enggak
- salah pernah kita sama-sama dengarkan
- diasil
- seorang
- wanita rupanya bergaul dengan bosnya
- hamil.
- Si bos ini
- setelah hamil ditinggalkan kemudian
- dijodohkan sama bawahannya.
- Jadi
- semenjak terbukti kehamilan dijodohkan
- dengan bawahannya,
- bosnya tersebut tidak peduli terhadap
- anak yang dikandung wanita yang pernah
- digauli.
- Akhirnya anak tersebut hanya mengetahui
- ayahnya itu yang merawat dirinya penuh
- kecintaan.
- Sampai si ibu mendekati ajal, si ibu
- bilang sama anak perempuannya,
- anak perempuannya sudah menikah.
- Yang menikahkan ayah
- angkatnya.
- Gimana, Ustaz? Saya menikah, yang
- menikahkan saya bukan ayah kandung saya.
- Karena ibu saya bercerita sebelum ajal
- bahwa ini bukan ayah kamu. Ayah kamu
- sebetulnya fulan.
- Lalu dia bingung, "Gimana keadaan saya?"
- Saya bilang, "Kamu enggak berdosa. Ayah
- angkat kamu mencintai kamu melebihi
- orang tua biologismu.
- Lu perlu enggak saya berbicara kepada
- orang tua kandung saya atau bapak
- biologis saya?" Saya bilang, "Tidak
- perlu."
- Dia enggak mengakui kamu. Ya, dia juga
- tidak sama sekali peduli terhadap kamu.
- Mungkin karena takut sama istrinya.
- Kalau kamu datang menjumpainya
- mengatakan bahwa saya anak kamu
- bisa-bisa ini menjadi skandal buat dia.
- Dia tumpahkan kebenciannya terhadap
- kamu.
- J sebaiknya syukuri nikmat Allah. Hargai
- orang tua yang mengangkat kamu.
- Kalau perlu kamu tidak perlu bercerita
- padanya bahwa kamu tahu dia bukan
- ayahnya. Hormati dia, hargai dia,
- muliakan dia. Adapun orang tua yang
- tidak mempedulikan kamu,
- dia lebih suka mencari aman buat
- dirinya. Padahal kamu merupakan buah
- perbuatan dosanya, kamu tidak perlu
- bertanya atau
- mohon untuk diakui sebagai anaknya.
- Mungkin perbuatan kamu akan menyakiti
- ayah yang mengangkat kamu.
- Jadi, syukuri nikmat Allah.
- Alhamdulillah kamu dirawat oleh seorang
- laki-laki yang bukan bapak biologis
- kamu, tapi begitu mencintai kamu. Ini
- merupakan nikmat Allah. Berapa banyak
- anak-anak yang dibuang di kantong
- dari hasil hubungan yang tidak baik,
- bergeletakan di jalan, manusia-manusia
- sudah kehilangan rasa rahmatnya, hanya
- mementingkan egonya.
- Nah, kamu alhamdulillah mendapatkan
- tempat yang baik dan mulia. Dan
- insyaallah pernikahan kamu tidak ada
- masalah apa-apa.
- Karena dalam mazhab Malik pun ada yang
- namanya wali bil kafarah. Walaupun bukan
- bapak biologis, tapi dia merawat
- semenjak karena dia lebih mencintai,
- peduli terhadap anak yang dirawat.
- Nah, mudah-mudahan hal ini menjadi
- pelajaran buat kita. Hargai orang-orang
- yang berbuat kebaikan pada kita, yang
- merawat kita. Jangan kita lupakan
- seorang yang mensyukuri kebaikan
- dan rahmat yang Allah berikan Allah
- Subhanahu wa taala akan lipat gandakan
- balasannya di dunia maupun di hari
- akhir. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubai. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih Ustaz Husein, Ustaz Abu
- Bakar, dan ikhwan akhwat. Andai ada yang
- ingin ditanyakan terkait dengan
- perjalanan hidup yang memerlukan
- pencerahan bisa kirim WA ke 081199
- 9 720.
- Sekali lagi 0811999720.
- Terima kasih Ustaz.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.