Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. 0:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar, Ikhwan 0:21 Akhwat rahimakumullah. 0:23 Alhamdulillah ya, kita dapat 0:24 bersama-sama kembali di acara psikologi 0:28 keluarga yang mudah-mudahan mempersuasi 0:31 kita semua menjadi sosok yang memang 0:35 benar-benar dapat membuat ringan langkah 0:40 dari anggota keluarga kita atau siapapun 0:42 yang bersama-sama dengan kita. Tidak 0:44 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:47 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:49 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 0:51 beserta keluarga dan kerabatnya. Tentu 0:55 saja mudah-mudahan kita dipertemukan 0:57 dengan beliau di saat yang sangat kita 1:00 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 1:04 Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar, dan 1:07 beberapa sahabat-sahabat lain tentu 1:11 berusaha untuk menjadikan acara 1:13 psikologi keluarga ini ee menjadi bagian 1:17 yang akan sangat bermanfaat untuk kita 1:20 semua melalui kasus-kasus yang datang. 1:24 Tetapi sebelumnya seperti biasa Ustaz 1:26 kita awali dengan membaca ummul kitab. 1:31 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:37 Bismillahirrahmanirrahim. 1:43 Alhamdulillahirabbil 1:46 alamin 1:49 arrahmanirrahim. 1:52 Maiki yaumiddin 1:57 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:03 ihdinasirathal 2:06 mustaqim 2:08 shathalladzina 2:10 an'amta alaihim 2:13 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:25 Amin. 2:26 Ustaz Husein, Pak Abu Bakar, kasusnya 2:28 ada tiga yang masuk kali ini, Ikhwan 2:32 akhwat. Yang pertama, ketika saya lahir, 2:37 ibu membuang saya diberikan pada 2:39 seseorang. 2:41 Saya tidak tahu kenapa dan bagaimana. 2:43 Sekarang saya sudah remaja, sudah 2:45 dewasa. 2:47 Ibu entah ada di mana, saya enggak tahu. 2:50 Sementara ayah sudah menikah lagi dan 2:53 punya keluarga. Dan orang tua saya tahu 2:57 saya ada di mana, besar di mana. Tapi 3:00 mereka tidak pernah peduli, tidak pernah 3:03 mengunjungi saya atau apapun juga. 3:07 Padahal mereka tahu saya hidup dengan 3:09 siapa dan di mana, tapi benar-benar 3:12 enggak peduli kok ada ya, Ustaz, ayah 3:15 dan ibu yang seperti ini. Saya harus 3:17 bagaimana? Bukankah anak harus berbakti 3:20 pada orang tua? Wajib seburuk apapun 3:24 mereka, Ustaz, mohon petunjuknya. Itu 3:26 satu. Kemudian, asalamualaikum Ustaz. 3:31 Saya sakit mental nih, ada sesuatu yang 3:33 terjadi. Saya bangkrut dan orang enggak 3:36 ada yang mau dengan saya. Saya sudah 3:38 enggak punya apa-apa. Mereka enggak 3:40 perhatian lagi, enggak peduli. Dan saya 3:43 sudah 2 tahun ini di rumah sendirian. 3:46 Istri dan anak mereka juga enggak peduli 3:48 sama saya. Mereka melihat saya cuma 3:52 karena harta dan apa yang ada pada saya. 3:55 Apa yang harus saya lakukan, Ustaz? Saya 3:56 enggak sanggup lagi hidup dengan kondisi 3:59 seperti ini. Saya enggak mau lagi hidup. 4:01 Mohon bantuannya. Astagfirullah. Yang 4:05 terakhir, Ustaz izin minta nasihat 4:08 melihat maraknya kasus perselingkuhan 4:10 yang terjadi di kalangan public figure 4:13 atau pejabat yang secara ekonomi mapan. 4:17 Apakah dalam pandangan Islam melimpahnya 4:19 materi dan tingginya jabatan jadi pemicu 4:23 memfasilitasi syahwat seseorang? Jadi 4:26 liar karena merasa memiliki segalanya 4:29 atau ini merupakan bentuk istidraj atau 4:32 jebakan kenikmatan akibat hilangnya rasa 4:35 bersyukur. Mohon pencerahan ya, Ustaz. 4:39 Korelasi antara fitnah, harta dan 4:41 ketidaksetiaan ini bagaimana kami bisa 4:46 membentengi keluarga dari godaan duniawi 4:49 tersebut. Masyaallah, Ustaz. 4:52 Auzubillahiminasyaitanirjim. 4:54 Bismillahirrahmanirrahim. 4:57 Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan 5:01 katsiran thayyiban mubarokan fi kama 5:05 yuhibb rabbuna. 5:07 Allahumma sholli 5:10 wasallim wabarik ala abdika wa rasulika 5:14 sayyidina wa nabiina Muhammadin wa alihi 5:18 wasohbihi 5:20 wasallim tasliman katsiran thyyiban 5:23 mubarok. 5:25 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 5:29 innaka antal alimul hakim. 5:34 Allahummafna 5:35 Allahumma alimna ma yunfauna wfna 5:38 bimaamtana 5:41 allahumahdina subulam wa akrijna 5:44 minadumatianur 5:46 wahdinaatikal 5:47 mustaqim rabbana zidna ilman wa alhikna 5:52 amma ba'du 5:56 ikhwan akhwat yang dirahmati 6:02 Allah Subhanahu wa taala telah 6:05 melimpahkan 6:07 nikmat yang tak terhingga atas kita 6:09 semua. 6:11 Kita bukan hanya berhutang kepada Allah 6:14 dengan sebahagian hidup kita, tapi 6:16 seluruh hidup kita merupakan manifestasi 6:20 dari rahmat, kasih, dan sayang Allah 6:22 Subhanahu wa taala. 6:26 Tapi 6:27 sayang sungguh sayang. 6:30 Banyak manusia 6:33 karena tidak menyadari 6:35 bahwa dirinya merupakan manifestasi dari 6:37 rahmat kasih sayang Allah Subhanahu wa 6:40 taala. 6:42 Dia terjerumus dalam keingkaran, hanyut 6:45 bersama syahwat dan hawa nafsunya, 6:48 menutupi akal sehatnya. 6:51 akhirnya melakukan perbuatan-perbuatan 6:53 yang merugikan dirinya. 6:57 Nah, untuk menjawab pertanyaan atau 7:00 beberapa pertanyaan yang tadi masuk, 7:01 kita akan mulai dari pertanyaan yang 7:04 terakhir. 7:08 Seorang menjadi pejabat yang tadinya 7:10 setia pada istrinya sebelum menjadi 7:13 pejabat taat pada Allah. 7:16 Bahkan dia tidak menginginkan istrinya 7:19 berdandan, bersolek menggunakan jilbab 7:22 yang menututi secara sempurna. 7:25 Tapi semenjak dia memegang jabatan, 7:29 dia terpengaruh oleh teman-temannya yang 7:32 sekejap langsung memiliki aset di sana, 7:35 aset di sini, berganti mobil mewah. 7:38 Belum lagi banyak wanita-wanita 7:41 yang menggoda 7:43 sales-seles dengan pakaian yang 7:45 mempesona, 7:47 menunjukkan lekuk tubuhnya, 7:50 bukan menawarkan barang sebetulnya, tapi 7:51 menawarkan dirinya cuma dengan alasan 7:53 menawarkan produk-produk tertentu. 7:57 Akhirnya dia gelap mata. Mulai dia 8:02 menerima 8:04 uang-uang yang bukan menjadi haknya. 8:09 Lama-kelamaan bukan hanya menerima, 8:10 bahkan dia menanti, menunggu, dan 8:12 berharap 8:14 hingga kekayaannya melimpah. Mobilnya 8:17 berganti dengan mobil mewah, rumahnya 8:19 juga rumah mewah ya. Mulai membeli aset 8:24 bukan hanya di dalam negeri, bahkan di 8:25 luar negeri. 8:27 Akhirnya, Subhanallah, yang tadinya 8:29 betul-betul jijik terhadap 8:32 perempuan-perempuan 8:34 yang 8:36 menjual tubuhnya. 8:37 Semenjak saat itu mulai handphone-nya 8:39 penuh dengan perempuan-perempuan semacam 8:41 ini. 8:44 Terbongkar kasusnya semenjak istrinya 8:47 terkena penyakit kotor. 8:50 Istrinya marah luar biasa karena 8:52 istrinya orang yang jaga dirinya 8:54 betul-betul. 8:55 Akhirnya dari hasil pemeriksaan terbukti 8:58 suaminya ternyata mengendap penyakit 9:01 kotor. 9:03 Si istri melihat suaminya telah berubah. 9:06 Kalau seandainya menikah dia bisa 9:07 terima. 9:09 Tapi kalau menikah tidak mungkin terkena 9:11 penyakit kotor. 9:13 Akhirnya dia menuntut untuk berpisah. 9:15 Nah, pertanyaannya kenapa kok semenjak 9:19 menjadi pejabat, semenjak keuangannya 9:23 bukan hanya membaik ya, bahkan melimpah? 9:27 Kenapa mulai muncul 9:30 perbuatan-perbuatan yang tidak baik? 9:33 Apakah disebabkan harta? 9:36 jabatan jawabannya tidak. 9:39 Tapi yang menjadi penyebab terjadinya 9:41 penyimpangan dirinya juga hawa nafsunya 9:46 yang mengendalikan, mendominasi jiwanya 9:49 adalah makanan yang haram. 9:53 Makanan yang haram. Kita bisa baca 9:57 Albaqarah ayat 168, 167 ya. 10:02 Kita lihat bagaimana Allah menjelaskan 10:04 hubungan antara makanan 10:07 asupan yang masuk ke dalam tubuh kita 10:10 dengan perilaku kita. 10:13 Kita tahu bahwasanya dosa pertama yang 10:15 dilakukan manusia memakan sesuatu yang 10:19 diharamkan Allah. Dari tempat yang 10:21 tinggi terjatuh menuju tempat yang 10:24 rendah. 10:26 dari seorang yang tadinya perpakaiannya 10:28 tertutup, pakaian dengan rapi, mulai 10:31 pakaiannya lucut. Dari aurat yang 10:34 tertutup, auratnya tersingkap. 10:37 Ini yang dilakukan setan terhadap kakek 10:39 nenek kita. 10:41 Pengalaman ini merupakan pengalaman yang 10:43 pahit yang harus diingat oleh setiap 10:45 manusia bahwa makanan itu menimbulkan 10:50 efek positif atau efek negatif 10:53 tergantung 10:54 makanan kita. Kalau makanan yang halal 10:58 bukan dari sumber-sumber yang haram, 11:00 jiwa condong juga kepada apa? Kepada hal 11:03 yang baik. Tapi kalau makanan haram, 11:05 walaupun seorang ulama, seorang kiai, 11:09 walaupun hafal Al-Qur'an, makanan yang 11:11 haram bisa membelokkan dirinya ke 11:13 tempat-tempat yang haram. Nah, Allah 11:15 berfirman dalam suratul baqarah ayat 11:18 126. 11:20 Ya ayyuhannas kulu mimma fil ardhi 11:24 halalan thyiba. 11:27 Wahai manusia, makanlah ya dari apa-apa 11:32 yang terdapat di bumi yang halal dan 11:35 thayib. Halal artinya 11:38 tidak termasuk dari apa yang diharamkan. 11:41 baik pada zatnya seperti katakanlah babi 11:44 ya atau katakan apa darah, bangkai dan 11:48 apa yang diharamkan Allah atau 11:53 zatnya halal tapi untuk mendapatkannya 11:56 haram. 11:57 Kambing kambing halal, begitu juga sapi 12:01 halal, kerbau halal, ayam juga halal. 12:04 Tapi kalau uang yang kita gunakan untuk 12:06 membeli dari uang haram, maka makanan 12:09 yang masuk ke dalam tubuh kita adalah 12:10 makanan yang haram. 12:15 Jadi, makanlah dari bumi ini segala yang 12:18 thayib yang Allah anugerahkan bagi 12:20 kalian. Kemudian Allah ingatkan wala 12:22 tabiu khutwatian. Jangan sekali-kali 12:25 kalian mengikuti langkah-langkah setan. 12:28 Karena setan kalau menjerumuskan manusia 12:31 enggak bisa sekaligus, tapi step by 12:33 step. Pertama disuruh makan yang haram, 12:37 setelah itu mulai berani terhadap yang 12:39 haram, mulai mencintai yang haram, 12:44 mulai kecanduan yang haram. Sedangkan 12:46 yang halal tidak menarik. Dia melihat 12:48 istrinya walaupun cantik membosankan, 12:53 tapi ketemu wanita-wanita yang penuh 12:55 dengan dempol di wajahnya. 12:58 yang juga penuh dengan kotoran, tapi 13:00 ternyata dia bergairah terhadap wanita 13:02 seperti ini. Kenapa? Dari asupan yang 13:06 masuk ke dalam tubuh kita. 13:09 Jadi, jangan kalian ikuti 13:11 langkah-langkah setan. Innahu lakum adu 13:14 mubin. 13:16 Kemudian Allah jelaskan hubungan antara 13:18 makanan yang haram dan perilaku kita. 13:21 Innama yammurukum bisahsya 13:25 wa anquulu alallahi ma tamamun. 13:28 Sesungguhnya setan menganjurkan kalian 13:30 makan yang haramnya apa? Untuk 13:33 menjerumuskan kalian ke dalam apa? 13:34 Perbuatan buruk 13:36 dan perbuatan keji dan mendorong kalian 13:41 untuk berbicara atas nama Allah hal-hal 13:44 yang tidak benar. akhirnya mulai 13:46 menyelewengkan ayat Allah menempatkan 13:48 bukan pada tempatnya memberikan fatwa 13:50 yang tidak sesuai dengan syariat Allah 13:53 akibat dari makanan yang haram. Oleh 13:56 karena itu, pejabat-pejabat baik itu 13:58 anggota DPR, baik itu menteri di saat 14:01 mereka menghalkan apa yang diharamkan 14:04 Allah, menerima uang-uang yang tidak 14:07 benar atau ulama memberikan fatwa yang 14:10 tidak benar karena keuntungan dunia, 14:12 maka mulai saat itu perhatikan pasti 14:15 gaya hidupnya, cara hidupnya akan 14:17 berubah. Oleh karena itu Allah ingatkan 14:20 dalam suratul qulwil khitu wujak 14:27 fattaqulah albabakum. 14:30 Allah bilang katakan tidak sama yang 14:33 busuk dan yang baik. 14:36 Walaupun yang busuk jumlahnya banyak 14:39 tidak sama dengan yang baik walaupun 14:41 sedikit. Walaupun gaji kita, pendapatan 14:44 kita sedikit dan pas-pasan, dibandingkan 14:47 pendapatan yang haram bermiliar-miliar, 14:49 yang baik itu yang sedikit tapi halal. 14:54 Maka bertakwalah kalian kepada Allah 14:57 kalau kalian ingin beruntung. 15:01 Jadi banyak kita jumpai kiai, ustaz, 15:04 ulama, habib ya. Begitu masuk di area 15:08 yang haram, mengkonsumsi yang haram 15:10 langsung jiwanya waliyadubillah ternoda 15:14 dan setan langsung mengendalikan 15:16 dirinya. 15:18 Tapi orang yang hidupnya bersih, menjaga 15:20 kebersihan makanannya, Allah kasih 15:22 mulutnya, pandangan matanya, 15:24 pendengarannya, perilakunya ke arah yang 15:25 baik. Dan subhanallah barun 15:29 orang yang menjaga kebersihan hidupnya 15:31 dia lebih suka kumpul sama istrinya, 15:33 sama anaknya dan di matanya istrinya 15:36 tiap hari kecantikannya bertambah tidak 15:39 berkurang. Tapi kalau yang makan yang 15:41 haram waliyadubillah dari tadinya istri 15:44 yang menawan menarik lama-kelamaan 15:46 pudar. Lihat perempuan-perempuan di 15:48 tempat remeng-remang yang penuh dengan 15:50 dempul dan kotoran itu yang menggetarkan 15:52 kalbunya. 15:54 Dan saya bukan hanya asal ngomong, ini 15:56 terjadi pada salah seorang teman saya. 16:00 Orangnya ganteng dari keluarga kaya 16:03 raya. 16:05 Dia berjalan bersama kita dan dia 16:07 bercerita habis menangis sambil menangis 16:11 karena berapa saat sebelumnya dia habis 16:13 berzina. 16:14 Dia bilang, "Ustadz, 16:16 saya ini hidup betul-betul menderita 16:18 luar biasa. Jiwa saya bukan di bawah 16:20 kendali saya. 16:22 Kalau lagi bergairah terhadap pelacur 16:24 itu di mata saya pelacur luar biasa 16:26 menarik dan menawarnya. 16:29 Begitu selesai saya melampaskan syahwat 16:31 saya baru saya merasakan betapa 16:34 menjijikkan ini pelajar 16:37 yang disentuh oleh sekian banyak orang. 16:39 Wajah yang tadinya cantik hilang semua 16:41 pudar. 16:43 Dan saya malu dengan diri saya 16:44 mengeluarkan ucapan-ucapan 16:47 yang tidak senonoh pada saat bernafsu. 16:52 Tapi begitu syahwat saya kembali, 16:54 kembali lagi saya melihat yang busuk 16:56 menjadi indah. Padahal istrinya cantik, 17:00 tapi kenapa tidak menarik? 17:03 Jadi hati-hati terhadap makanan yang 17:06 haram. 17:07 Makanan yang haramnya luar biasa. 17:10 Kalau tidak mungkin hadirin sekalian 17:13 kakek kita turun dari surga 17:16 karena makanan yang haram. Jadi kalau 17:18 tadi tanya apakah ini perangkap 17:21 kenikmatan? Ya sebetulnya bukan 17:23 kenikmatan. 17:26 Kalau kenikmatan itu sifatnya indah dan 17:28 baik. Itu merupakan perangkap nafsu yang 17:32 membuat orang kehilangan akal sehat. 17:36 Jadi hati-hati waspada terhadap barang 17:39 yang haram. Seringki seorang koruptor 17:42 beranggapan di saat dia korupsi R miliar 17:44 dia keluarkan 300 400 juta. Bantu sana 17:48 bantu sini masjid sekolah. Dia 17:50 beranggapan Allah akan toleransi 17:52 terhadap dirinya. 17:54 Allah tidak butuh kepada manusia. Allah 17:56 maha kaya. Kalau Allah mau Allah bisa 17:59 berikan rezekinya kepada seluruh 18:01 makhluknya. Tapi ini ujian. Kalau kita 18:03 enggak tahan dari yang haram, maka Allah 18:07 akan kumpulkan bersama apa? Orang-orang 18:10 juga yang mencintai yang haram. Jadi 18:13 tadinya ustaz ulama baik, enggak suka 18:16 ngomong jorok, menjaga kebersihannya, 18:18 begitu mulai mengkonsumsi yang haram, 18:21 dia mulai suka yang buruk, yang keenji, 18:23 bahkan berani berbohong atas nama Allah. 18:28 Oleh karena itu kita minta pada Allah 18:29 rezeki yang halal, yang thayib dengan 18:33 kelebihannya kita minta kalau bisa Allah 18:36 bantu kita untuk berinfak di jalan Allah 18:38 Taala. Kita minta anak kita dijaga 18:40 kebersihannya, tidak berbuat yang 18:42 tidak-tidak. 18:44 Oleh karena itu, 18:46 kita ingin pemuda-pemuda kita begitu 18:48 mulai mereka remaja sebelum ee 18:52 dipengaruhi pergaulan yang tidak baik, 18:54 mereka segera menikah. 18:56 Karena pada saat ini godaannya luar 18:58 biasa. Dulu orang harus keluar jauh 19:02 mencari bahkan tidak bertemu. Kalau 19:04 sekarang tanpa harus mencari ketika dia 19:07 buka bahkan ketika dia buka Muslim Pro 19:11 iklan 19:13 pornografian tampil di hadapan. 19:16 Enggak punya duit pinjol menawarkan. 19:19 Bayangkan coba dulu orang mau pinjam 19:21 harus punya jaminan. Sekarang enggak 19:23 perlu. Nanti anaknya pinjam datang de 19:27 kolektor kepada orang tuanya. 19:30 Jadi ini pelajaran buat kita semua. 19:32 Seperti yang Allah bilang, jangan kita 19:34 biarkan tertipu 19:36 oleh kehidupan dunia ini. Akhirnya kita 19:40 masuk dalam perangkap setan menjadi 19:43 pengikut dan pengawalnya. 19:45 Waliyadubillah. Ini yang pertama. Jadi 19:48 dijelaskan pada Albaqarah ayat 1 19:52 68. 168 169. Maaf ya. Jadi buka 19:57 Albaqarah 168, 169. Lihat bagaimana 20:02 keterangan Allah yang menghubungkan 20:05 antara perilaku seorang 20:08 dengan makanan yang dimakan. 20:10 Saya berikan ee apa namanya? Satu 20:13 analogi sederhana saja. Orang kalau 20:16 makan pete kira-kira keluar baunya apa? 20:21 Mulutnya bawa pete, kencingnya bawa 20:23 pete. Kalau makan daun kemangi keluar 20:26 juga bawa kemangi kan. 20:28 Jadi apa yang kita makan itu yang akan 20:31 keluar. 20:33 Nah, pertanyaan yang kedua, 20:37 seorang laki-laki yang tadinya bekerja 20:42 menghasilkan, 20:43 tahu-tahu dia mengalami kebangkrutan. 20:47 Begitu dia bangkrut yang tadinya 20:49 istrinya memanja, merayu ya memberikan 20:53 senyum berbalik langsung memalingkan 20:55 wajahnya. Yang diberikan hanyalah muka 20:58 asam. Begitu juga anak-anaknya sewaktu 21:01 menyaksikan orang tuanya dalam keadaan 21:04 jompo, tak berdaya, dia merasa kebutuhan 21:06 dia pada ayahnya 21:08 tidak ada. Ayah tidak mampu memberikan 21:11 apa-apa. Dianggap oleh mereka sebagai 21:12 beban. 21:15 Nah, kondisi keadaan seperti ini membuat 21:18 si laki-laki putus asa dari kehidupan 21:21 ini. 21:23 Padahal Allah mengatakan, "La yayasu min 21:26 rauhillah illalmul kafirun." Tidak ada 21:29 yang putus asa dari rahmat Allah kecuali 21:32 orang-orang yang ingkar. 21:35 Di sini sebetulnya Bapak harus belajar. 21:38 Istri Bapak ternyata tidak dapat menjadi 21:40 istri yang layak buat Bapak. mengingkari 21:42 kebaikan Anda, meninggalkan Anda pada 21:45 saat Anda keadaan menderita. Anak Anda 21:49 pun demikian. 21:51 Oleh karena itu, jangan berputus asa. 21:54 Rezeki yang pergi Allah kuasa untuk 21:57 menggantikan. Seperti Nabi Ayub yang 21:59 sakit, anaknya satu persatu dipanggil 22:01 oleh Allah, 22:03 hartanya pun habis. Allah gantikan dia 22:06 dengan harta yang lebih baik dan anak 22:07 yang lebih banyak dari sebelum. Jangan 22:10 berkecil hati. Tapi kita perlu ingatkan 22:13 juga Bapak dulu waktu jaya suka enggak 22:16 menganiaya istri sama anak? Karena kalau 22:19 Bapak menganiaya istri sama anak ya, 22:23 tapi Bapak mampu untuk memberikan nafkah 22:25 mencukupi mereka, mereka masih bisa 22:26 toleransi. Walaupun hati penuh 22:29 kebencian, tapi mereka melihat Bapak 22:31 masih menghasilkan. Tapi kalau Bapak 22:34 dulu melakukan tindakan-tindakan yang 22:37 tidak benar terhadap istri sama anak, 22:40 kemudian bapak bangkrut, tidak punya 22:42 apa-apa, maka yang akan muncul di hati 22:44 anak sama istri kebencian. 22:47 Keben kebencian. Bahkan mereka mungkin 22:51 berdoa agar Bapak cepat-cepat diambil 22:53 oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya 22:55 tidak tahu keadaan Bapak yang 22:57 sebenarnya, tapi yang terbaik buat 22:59 Bapak. Bapak, sebentar lagi bersama 23:02 saya, kita semua akan meninggalkan 23:04 dunia. Tinggalkan kesan yang harum dan 23:07 baik. Yang busuk dipisahkan dari yang 23:10 baik. Kalau istri Bapak tidak baik, 23:12 Allah pisahkan dan beritahukan dia bukan 23:14 pasangan yang layak mendampingi Anda. 23:17 Anda bisa berusaha kembali menikah lagi 23:19 dengan wanita lain. 23:21 Menikah dengan wanita yang salehah, yang 23:23 baik. Semoga Allah anugerahkan istri 23:26 yang saleh, anugerahkan juga anak-anak 23:28 yang Tapi jangan pernah kecil hati 23:31 berputus asa. Kalau perilaku Bapak 23:34 sebelumnya tidak baik pada istri dan 23:35 anak, bertobat. 23:38 Bertobat. Perbaiki diri. Mohon maaf 23:41 kepada istri Anda. Begitu juga kepada 23:44 anak-anak. mulai hidup baru. Kalau 23:46 mereka tidak menerima Anda, Anda mulai 23:49 hidup baru dengan wanita yang lain yang 23:52 mudah-mudahan bisa membahagiakan Anda. 23:55 Hidup di dunia ini. Selagi kita masih 23:58 dalam keadaan sehat, bernafas dengan 24:00 baik, kesempatan buat kita. Begitu 24:03 seorang meninggal dunia baru dia 24:05 menyesali kelalaian dia sebelumnya. 24:09 Orang di saat terjepit putus asa, ada 24:11 yang minta cepat-cepat mati. 24:13 Tetu begitu terjadi perubahan kembali 24:16 sehat bahkan rezekinya berkembang dengan 24:18 pesat. 24:20 Orang yang pernah mendengar harapan dia 24:22 mengatakan, "Kamu sudah siap mati ini 24:24 sebagaimana permintaan kamu." 24:27 Dia mengatakan tidak. Dulu itu kan dalam 24:30 keadaan terjepit. Saya juga tidak sadar 24:32 pada saat tersebut. Watkal aamuhari 24:37 kami putar di antara manusia. Ada siang 24:40 ada malam. Mudah-mudahan ini menjadi 24:42 cemeti pelajaran buat Bapak untuk sadar 24:46 kembali kepada Allah mempersiapkan bekal 24:48 Anda dan Anda dapat betul-betul apa? 24:53 Memilih pasangan yang baik dengan akal 24:56 sehat. 24:57 Mudah-mudahan Allah berikan Anda juga 24:59 karunia anak-anak yang baik dan terhadap 25:02 anak-anak Bapak Anda jangan mendoakan 25:04 atau mengutuk mereka tapi doakan agar 25:06 mereka mendapatkan hidayah juga. Istri 25:10 Bapak doakan biar dapat hidayah agar 25:12 seluruhnya selamat dalam ujian menuju 25:15 menuju akhirat ini dan masing-masing 25:18 beruntung. Oleh karena itu, orang yang 25:20 hatinya bersih tidak menyimpan kebencian 25:22 terhadap orang yang menzalimi dia pun 25:24 dia mohon agar Allah berikan hidayah dan 25:26 ampunan padanya. Karena hati kalau 25:28 berisikan kebencian sama dengan orang 25:31 tinggal di rumah membuka jendela yang 25:34 ada kebun duri. 25:37 Bayangkan coba duri-duri penuh di 25:39 sekeliling rumahnya. Pemandangan yang 25:42 gelap. Tapi beda kalau orang hatinya 25:44 bersih ketika buka jendela berbagai 25:47 macam aneka pohon, buah-buahan, aroma 25:50 yang seberbak. 25:51 Jadi tergantung hati kita. Hati kita ini 25:54 yang membuat kita bahagia atau tidak 25:56 bahagia. 25:57 Ada orang di tengah-tengah kemewahan 25:59 hidup, hidupnya menderita. Air matanya 26:01 bercucuran bahkan putus asa. Tapi ada 26:04 orang di tengah-tengah kehidupan 26:06 sederhana, dia menikmati kebahagiaan. 26:08 Tidur dengan lelat, enggak pakai obat, 26:10 makan nafsu setiap saat. Sampai orang 26:13 iri kamu tiap saat nafsu aja, 26:16 alhamdulillah tengah malam, siang, kapan 26:18 saja Allah berikan saya nafsu. 26:21 Tetapi ya, maka enggak berlebihan 26:23 menjaga kesehatan dirinya. Jadi jangan 26:25 putus asa lihat dunia dengan penuh 26:27 harapan dan harapan andalah Allah 26:29 Subhanahu wa taala. Bukan usaha anda. 26:31 Anda berusaha tapi harapan Anda adalah 26:34 Allah. Anda bekerja yang memberikan 26:36 rezeki Allah. Anda beramal ya 26:41 hasilnya Allah Subhanahu wa taala 26:42 berikan seperti Sayidah Hajar. 26:45 Nah akhir-akhir ini kita tahu lapangan 26:47 pekerjaan semakin sulit, daya beli 26:50 masyarakat juga semakin berat. 26:52 Harapan untuk keluar dari kemelut ini 26:55 hanya doa menjauhkan maksiat agar apa 26:58 yang dialami oleh masyarakat di Tapanuli 27:00 akibat 27:02 kerakusan para pejabat 27:05 terhindar. Oleh karena itu, kita jangan 27:08 berdiam kalau ada pejabat yang tidak 27:09 benar. Kita harus berani menegurnya, 27:12 mengritiknya atau minta agar dia 27:14 dicopot. Nah, kemarin saya berharap 27:16 mudah-mudahan Bapak Presiden kita 27:17 mencopot manhood kita nih. 27:20 Manhood kita yang menjawab ya. Ee 27:23 pertanyaan masyarakat, apa sebabnya 27:26 kayu-kayu gelondongan tersebut ya 27:28 dipotong secara liar? Dia mengatakan 27:31 bukan dipotong itu terangkat ya. 27:35 Akar-akarnya disebabkan karena apa? 27:37 Karena banjir. Pertanyaan ke mana pergi 27:40 dia punya ranting sama daun? Ke mana 27:42 pergi dia punya akar? 27:45 Baru 3 hari ternyata sudah mulai mereka 27:47 mengangkut kayu lagi. Begitu juga 27:50 gubernur apa Sumatera Utara juga 27:53 Bobinasion ini yang merupakan menantu 27:55 mantan presiden kita juga harus dicopot 27:58 dan dibawa ke pengadilan 28:01 karena dia bertanggung jawab dalam hal 28:03 ini dia termasuk menteri kehutanan juga 28:06 bertanggung jawab karena semua ini 28:07 terjadi merupakan tanggung jawab dia 28:11 akibat penebangan hutan secara liar. 28:14 yang tadinya air diserap dengan baik ya, 28:17 kemudian tebing-tebing gunung-gunung 28:19 terjaga dari kelongsoran. Akhirnya yang 28:21 tadinya menyerap air sekarang dihabisi. 28:24 Tanah yang tadinya terikat oleh 28:25 akar-akar ya 28:27 akhirnya terlepas menimbulkan bahaya 28:30 longsor. Begitu juga akibat hutan 28:33 ditebang suhu bumi meningkat. Kemudian 28:35 kelembaban di atmosfer juga meningkat 28:37 mengakibatkan akhirnya apa? Begitu 28:39 datang angin terjadi bencana. Semua 28:42 akibat ulah perbuatan tangan manusia 28:45 yang tidak bertanggung jawab. Nah, 28:47 begitu juga rumah tangga kita ini. 28:51 Rumah tangga kita kalau kita tidak 28:53 menjaga pesan Allah atau memilih 28:56 pasangan kita bukan pasangan yang taat 28:58 pada Allah yang melaksanakan perintahnya 29:01 baik itu istri maupun suami tunggu. 29:04 Tidak lama kemudian suasana yang nampak 29:07 bahagia akan berubah menjadi tangisan 29:09 dan ratapan. 29:12 Ada orang baru menikah 29:14 2 tahun. 29:16 Tadinya luar biasa mereka mengadakan 29:19 acara pernikahan yang wah dan 29:20 besar-besaran. 29:22 Si perempuan mengatakan, "Saya beruntung 29:24 mendapat suami begini. Yang laki-laki 29:25 juga begitu." Tidak lama kemudian 29:28 ternyata apa? 29:30 Terjadi pertengkaran yang berakhir 29:34 menuju perceraian. Setelah viral di 29:37 media saling menjatuhkan waliyadubillah. 29:41 Oleh karena itu, mari kita hidup bersama 29:44 Allah yang akan selalu menjaga kita, 29:46 melimpahkan nikmat karunianya kepada 29:48 kita semua. J Bapak jangan putus asa. 29:53 Bapak jangan putus asa. Karena selagi 29:55 diberikan kesempatan untuk beramal demi 29:57 membangun masa depan kita, lupakan yang 30:00 menyakitkan, lupakan orang yang 30:01 meremehkan kita. Ketahuilah Allah tidak 30:04 pernah meremehkan hambanya. Tidak pernah 30:06 melupakan hambanya. Tapi kita sampean 30:09 yang lupa kepada Allah Subhanahu wa 30:12 taala. Nah, kemudian persoalan yang 30:14 ketiga 30:18 berkaitan dengan seorang 30:21 gadis 30:24 yang dari mulai kanak-kanak dibuang oleh 30:26 orang tuanya. 30:28 Enggak tahu sebabnya apa. Apa sebabnya 30:31 si anak dibuang. 30:34 Apa? Karena 30:36 dari hasil hubungan yang tidak halal, 30:39 artinya berkumpul sebelum menikah 30:45 atau disebabkan karena apa? Karena 30:48 mungkin kondisi ekonomi yang sulit buat 30:50 mereka atau disebabkan karena 30:53 pertengkaran antara suami istri akhirnya 30:57 merembet-rembet kepada anaknya. 30:59 Contoh, kalau suami istri ribut, istri 31:03 sakit hati pada suami, kalau dia lihat 31:06 baiknya mirip suaminya, itu bisa menjadi 31:08 lampiasan 31:10 atau dia merasa benci pada anaknya 31:14 karena anaknya selalu mengingatkan pada 31:15 suaminya dibenci. Begitu juga sebaliknya 31:18 kalau seorang laki-laki benci pada 31:20 istrinya, ternyata anaknya mirip 31:21 istrinya, itu juga bisa berimbas apa? 31:25 Suami membenci anaknya karena membenci 31:28 ibunya. 31:30 Dan tidak semua laki-laki dan wanita itu 31:32 orang yang beriman, bertakwa, yang tahu. 31:35 Kebanyakan dari mereka berumah tangga. 31:38 Tujuannya bukan untuk menjaga 31:39 kehormatan, keimanan agar mereka 31:42 bertakwa kepada Allah. Tapi tujuannya 31:44 hanya kesenangan pribadi dengan 31:46 melupakan Allah Subhanahu wa taala. Jadi 31:49 kita enggak tahu pasti apa sebabnya anak 31:51 ini diabaikan, dibuang, bahkan 31:53 diserahkan kepada orang lain. 31:57 Tetapi kita harus ingat 31:59 bagaimanapun dia mengabaikan kita, kita 32:02 pernah berada dalam rahim ibu kita. 32:07 Kita pernah ya membuat ibu kita 32:09 menderita pada masa kehamilan, begitu 32:11 juga pada masa kelahiran. 32:14 Berat bagi seorang ibu walaupun dia 32:18 tidak peduli kepada kita membuang kita 32:21 tetap perintah Allah. Jangankan sesama 32:23 orang yang beriman bahkan kalau orang 32:25 tua kita kafir kita wajib memperlakukan 32:28 mereka dengan penuh rasa syukur pada 32:31 Allah dan syukur juga pada mereka yang 32:34 telah menjadi sebab kita lahir ke dunia 32:36 ini. 32:39 Adapun perbuatan dia itu menjadi urusan 32:41 Allah. Tapi tanggung jawab kita sebagai 32:43 seorang anak yang beriman kepada Allah 32:46 yang taat pada perintahnya. Waqbuka alla 32:49 tabudu illa iya wabil walidain. Allahfka 32:53 bahwa kalian tidak dibolehkan menyembah 32:56 kecuali hanya Allah. Adapun terhadap 32:57 kedua orang tua kalian diperintahkan 33:00 untuk bersikap baik. 33:03 Allah tidak mengatakan kalian wajib taat 33:05 pada kedua orang tua. Tidak ada dalam 33:08 Al-Qur'an yang memerintahkan anak taat 33:11 kepada orang tua, tapi yang ada perintah 33:13 berbuat baik kepada mereka. Walaupun 33:16 muslim wain jahaka tusrika bimaaka bihi 33:19 ilmun fiahuma. Kalau kedua orang tua 33:22 kamu memerintahkan kamu berbuat yang 33:24 tidak mempersekutukan Allah atau 33:27 memerintahkan berbuat yang tidak benar, 33:28 kamu jangan taati mereka, tapi tetap 33:30 gauli mereka dengan cara baik dalam 33:32 kehidupan dunia. 33:35 Jadi, anak tetap bersyukur pada kebaikan 33:37 orang tuanya walaupun kecil. Walaupun 33:40 orang tua tidak mensyukuri nikmat Allah 33:43 Subhanahu wa taala dengan kelahiran 33:45 anaknya. Di sini yang membedakan antara 33:47 yang beriman dan tak beriman. Orang yang 33:49 beriman baik pada saat senang maupun 33:51 susah, lapang ataupun sempit tetap dia 33:54 jalan di atas keridaan Allah menjalankan 33:57 perintahnya. Tapi perlu kita ingatkan 34:00 yang wajib dilakukan berbakti berbuat 34:02 baik pada ayah ibu bukan taat secara 34:04 mutlak. 34:05 Jadi kalau orang tua memerintahkan kita 34:07 melakukan yang tidak benar, kita enggak 34:09 wajib mentaati. Kalau orang tua 34:11 memerintahkan kita mengerjakan sesuatu 34:13 yang bisa membahayakan kita, walaupun 34:16 dia mengatakan, "Saya tidak rida dunia 34:18 akhirat kalau kamu tidak melakukan," 34:20 kita enggak boleh mengerjakan karena 34:22 tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan 34:25 kepada orang tua. Jadi, dia harus 34:27 memilah mana yang bisa dilakukan dan 34:29 mana yang tidak bisa dilakukan. Kalau 34:31 orang tua memerintahkan kita untuk 34:33 melakukan sesuatu yang bakal 34:34 mencelakakan, memberatkan diri kita, 34:36 jangan. 34:38 Ada orang tua minta meminjam uang pakai 34:41 nama anaknya. 34:43 Anaknya tidak suka hal ini dan bisa 34:45 berbahaya buat dia. Tapi orang tua 34:47 mengancam, "Saya tidak akan rida kepada 34:48 kamu. Kamu tetap hormat, perlakukan 34:51 orang tua dengan baik. Tapi jangan 34:52 taati, 34:54 jangan taati orang tua dalam permintaan 34:58 yang tidak benar. Dan kamu tidak wajib 35:00 tinggal bersama orang tua kamu yang 35:03 membuang kamu, yang mengabaikan kamu, 35:06 tapi berbakti kepada mereka, mentaati 35:08 mereka pada apa yang dihalalkan Allah 35:10 Subhanahu wa taala. Menunjukkan sikap 35:13 sebagai seorang mukmin dan mukminah, 35:16 mencontoh meneladani Rasul itu merupakan 35:19 kewajiban. Jangankan terhadap orang tua 35:21 kita, terhadap sesama manusia saja kita 35:23 diperintahkan untuk bersikap baik, 35:25 apalagi terhadap orang tua yang menjadi 35:27 sebab kelahiran kita di dunia ini. Jadi, 35:30 jangan sikap kita dipengaruhi oleh 35:32 perbuatan kedua orang tua, tapi 35:33 hendaklah kamu selalu tampil dalam 35:36 keadaan indah, baik, mulia, berbuat atau 35:40 mengerjakan amalan yang sesuai dengan 35:42 amalnya orang yang bertakwa. 35:45 Dan kita jumpai hal ini ya ee banyak 35:48 kejadian bahkan di negara Arab. 35:52 Di negara Arab ada seorang pejabat 35:54 tinggi negara. 35:57 Dia rupanya menikah sebelum menjadi 35:59 pejabat dengan orang biasa punya anak. 36:02 Akhirnya bercerai. Dia kawin dengan 36:05 seorang wanita baru dari kalangan 36:07 orang-orang di atas sampai jabatannya 36:11 tinggi bahkan menjadi menteri. 36:14 Sang anak dari ibu yang lama ini rindu 36:17 ingin berjumpa dengan orang tuanya. 36:20 Si anak datang kepada orang tuanya, si 36:22 orang tua mencampakkan dirinya bahkan 36:24 tidak mengakui dia sebagai anaknya. 36:29 Akhirnya 36:30 si anak betul-betul merasakan terpukul 36:32 luar biasa. 36:34 si orang tua ingkar pada anaknya. 36:37 Tapi rupanya kasus ini tidak berakhir 36:39 sampai di sana. Akhirnya mulai viral 36:42 heboh waktu diadakan pemeriksaan DNA. 36:45 Ternyata itu betul-betul anaknya. 36:48 Akhirnya yang berkuasa langsung memecat 36:50 dia dari jabatan menteri karena viral di 36:53 luar. Pemerintah takut, malu mengangkat 36:56 seorang menteri yang tidak mengakui 36:59 anaknya. Akhirnya si anak, si orang tua 37:02 tinggal di rumah ya, di rumah apa yang 37:06 betul-betul kecil, penuh penderitaan. 37:08 Istrinya yang berasal dari keluarga yang 37:10 terpandang meninggalkan dia. 37:14 Akhirnya 37:16 sang ibu yang pertama berkata pada 37:18 anaknya, "Apapun yang dilakukan orang 37:21 tua kamu, jangan pernah kamu berlaku 37:23 tidak baik. 37:24 Tunjukkan diri kamu sebagai seorang yang 37:26 beriman yang taat pada Allah." 37:29 Apalagi dia merupakan sebab kelahiran 37:31 kamu. Dia dalam keadaan khilaf, lupa 37:34 karena pengaruh setan. A si anak 37:36 tersebut tetap memperlakukan ayahnya 37:40 dengan perlakuan yang baik dan mulia. Si 37:42 ayah penuh penyesalan kalau mengingat 37:44 kenangan-kenangan masa lampau. Jadi 37:48 hidup ini sebetulnya untuk meraih 37:50 kebahagiaan tidak harus wah, tidak harus 37:52 wih. 37:54 Asal kita jalani kehidupan dengan 37:57 ketaatan kepada Allah dan ketakwaan, 37:59 Allah pasti akan membuka rezeki kita 38:02 memberikan jalan keluar. Waman 38:04 yattaqillah yaj'allahu makhraja warzuq 38:07 min haitsu la yahtasib. Jadi ananda kita 38:11 yang bertanya, "Tetap kamu menjadi 38:14 manusia yang baik, yang mulia, 38:17 berperilaku sesuai dengan kepribadian 38:19 kamu." Bukan menjadi reaksi negatif dari 38:22 perbuatan negatif yang dilakukan orang 38:25 lain. Dalam sebuah riwayat, walaupun 38:27 sanad hadis ini tidak kuat, 38:30 diriwayatkan dari Nabi kita, beliau 38:33 bersabda, "La takunu immaah." Jangan 38:36 kalian pelintang ketemu sama siapa saja. 38:40 Dia mengatakan, "Saya bersama kamu." Dia 38:43 berwarna sesuai dengan warna tempat yang 38:45 ditempati. Mirip dengan bunglon. Orang 38:48 Arab bilang namanya herba. Yatalunil in. 38:51 Berubah-rubah warnanya tergantung apa? 38:53 Warna bejana tempat dia. 38:56 W in ahsanas ahsantum. Orang baik kamu 38:59 ikut baik. Wain asau wasum. Orang buruk 39:03 kalian juga ikut buruk. Itu namanya 39:05 perlimpahan. Wakinbu anfusakum. Tapi 39:09 teguhkan diri kalian in ahsanas anin. 39:12 Kalau orang berbuat baik, kamu lebih 39:13 baik lagi. Wa asau alla tadimu. Kalau 39:16 mereka berbuat buruk jangan kamu berbuat 39:19 zalim. Dulu orang tua kamu berbuat zalim 39:21 pada kamu, kamu jangan berbuat 39:23 kezaliman. Kamu yang hidup menghadapi 39:26 cobaan ini, kalau kamu lakukan perbuatan 39:29 baik mulia, di mata Allah menjadi wanita 39:31 mulia. 39:33 Begitu juga akan mendapatkan selawat 39:35 dari malaikatnya, 39:37 selawat dari makhluk-makhluk Allah 39:39 Subhanahu wa taala. Nah, mudah-mudahan 39:41 kita tetap bersikap mulia, baik terhadap 39:45 orang yang baik pada kita. Lebih utama 39:47 lagi terhadap orang yang berbuat buruk. 39:50 Sebagaimana pesan Allah, khudil afwah 39:53 wurfi 39:55 wail jahilin. Kamu ambil sikap 39:59 memberikan maaf, ajak orang pada 40:01 kebaikan dan berpalinglah dari 40:03 orang-orang bodoh. Itu yang terindah 40:05 dalam hidup. Daripada menyimpan 40:07 kebencian yang membuat hidup kita gelap, 40:10 hendaknya kita simpan hal-hal yang 40:12 membuat kita mudah tersenyum, tertawa, 40:15 gembira. itu merupakan nikmat Allah yang 40:18 tidak harus kita beli 40:19 pergi ke Hongkong atau ke Singapura. 40:21 Tidak. 40:22 Dengan mengucapkan salam, dengan senyum, 40:25 kita membahagiakan orang, Allah berikan 40:27 kebahagiaan yang lebih indah lagi. 40:29 Mudah-mudahan bermanfaat. 40:31 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 40:33 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 40:36 ilai. 40:37 Masyaallah. 40:38 Tiga kasus semuanya mempersuasi kita. 40:42 Tetapi yang jelas ikhwan akhwat, 40:47 karena ayah bundalah kita ada. 40:50 Berbakti kepada ayah dan bunda adalah 40:53 sesuatu yang tidak bisa kita abaikan. 40:56 Dan apalagi ya kira-kira yang dapat kita 41:01 petik, yang bisa kita ambil dari kasus 41:04 ini. 41:05 Kita dengar dengan telinga jiwa kita 41:07 juga apa yang disampaikan oleh Ustaz Abu 41:10 Bakar. Silakan. 41:12 Bismillahirrahmanirrahim. 41:15 Asalamualaikum warahmatullahi 41:18 wabarakatuh. 41:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:21 wabarakatuh. 41:23 Alhamdulillah 41:26 kita senantiasa 41:29 bersyukur kepada Allah, senantiasa 41:34 menunggu nikmatnya Allah berikan. 41:38 Selalu kita menanti apa yang diberikan. 41:41 Apa yang kita akan dapat dari Allah? 41:48 Ketika kita mendapatkan sesuatu nikmat 41:51 yang besar, 41:52 kita akan mendapatkan syukur. Bersyukur 41:57 kepada Allah. 41:59 Hati ini akan lebih tentram ketika kita 42:04 benar-benar bersyukur kepada Allah. 42:08 senantiasa menanti, menunggu 42:12 nikmat yang akan datang. Itu adalah 42:15 penantian yang luar biasa. 42:20 Ketika seorang 42:23 masih kecil, dia dibuang ataupun 42:26 dikasihkan ke orang lain, 42:29 dia tidak tahu apa sebabnya. 42:33 Dia tidak mengerti apa sebabnya saya 42:37 diberikan ke orang lain. 42:40 Ketika dia tidak mengetahui apa 42:42 sebabnya, ya dia hidup dengan 42:45 ketentuan-ketentuan yang terjadi pada 42:48 dirinya. 42:51 waktu berlalu sehingga 42:54 anak ini sudah masuk kepada remaja. 43:00 Ketika remaja dia kaget bahwa saya ini 43:05 bukan anaknya. 43:09 Saya ini bukan anaknya. Oh, ayah saya si 43:13 fulan 43:15 mana ibunya? Dia tidak tahu. 43:18 Dia bingung mencari ibunya, tapi dia 43:21 enggak dapat. 43:24 Dia mendapatkan ayahnya, tapi ayahnya 43:28 ini tidak mau ketemu sama dirinya. 43:32 Tapi dia tahu bahwa ayahnya ada di sini. 43:37 Apa yang terjadi? 43:40 Apa 43:43 yang terjadi ketika anak itu dengan 43:46 tegas bahwa saya itu siapa, bagaimana? 43:51 Apa apa yang terjadi pada diri saya. 43:57 Orang tuanya sudah menikah, sudah 43:59 berkeluarga, tapi dia enggak tahu. Dia 44:02 bingung. 44:04 Kebingungan ini bukan pada dirinya. 44:11 Jika kita memperhatikan perjalanan 44:14 dirinya bahwa dari kecil sampai remaja 44:20 dia berada di mana? 44:23 Dengan seseorang. 44:25 Dia berada sama seorang. 44:28 Siapa orang itu? Nah, itu yang 44:31 memelihara dirinya. 44:35 Kita berlas kasihan, kita berputang budi 44:39 kepada mereka yang memelihara kita dan 44:44 dia 44:45 menjadikan diri kita sebagai anaknya, 44:51 namun bukan anak yang sebenarnya, 44:54 anak angkat. 44:58 Bagaimana kita harus mentaatinya? Kita 45:01 taat seperti bagaimana dia menyampaikan 45:04 kebaikan-kebaikan pada diri kita. 45:09 Kita taati dia, kita bahagiakan dirinya. 45:14 Yang telah membahagiakan dirinya. Ini 45:18 yang menjadikan kepentingan. Oh, orang 45:21 tua bagaimana? 45:23 Kita taat ketika kita bertemu ya, kita 45:27 senyumkan, kita katakan yang baik, kita 45:30 memberikan yang tapi dia enggak mau 45:32 ketemu. 45:36 Dia tidak mau ketemu. Ya, kalau dia 45:39 enggak mau ketemu, kita tetap taat. Apa 45:43 yang bisa kita berikan, apa yang bisa 45:46 kita sampaikan. Ada kata-kata yang baik. 45:50 Itu yang kita sampaikan sehingga 45:55 kita menjadi anak angkat karena 46:00 ibu bapak kita. 46:03 Apa yang terjadi? Kita enggak tahu. 46:07 Apa yang terjadi itu bukan urusan saya. 46:11 Yang penting saya sekarang sudah 46:14 diangkat dan saya sudah menerima. 46:20 Karena ketika kita diberikan kepada 46:24 seseorang di saat itu kita enggak tahu 46:27 kita kecil-kecil tahu-tahu besar kita 46:30 tahu ibu bapak saya ini ternyata bukan 46:34 ya kita katakan ini ibu bapak saya 46:38 meskipun anak angkat 46:42 tapi ibu bapaknya ke mana enggak tahu 46:45 bapaknya tahu ibunya enggak tah Nah Yang 46:48 paling penting di sini sama Ibu Bapak 46:52 kita tetap sayang 46:56 dan yang memelihara kita ya kita sayang. 46:59 Ketika itu terjadi bahwa diri kita ini 47:03 bersih, kita tidak terjadi sesuatu yang 47:06 menyenang ee menyakitkan. Kita bersih. 47:11 Kita bersih dari mana? Dari 47:13 perbuatan-perbuatan mereka. 47:17 Walaupun perbuatan mereka tidak baik, 47:20 kita bersih. Walaupun perbuatan mereka 47:24 yang menyakitkan, 47:26 kita bersih. Karena kita dididik, 47:28 diangkat menjadi yang baik. 47:34 Kembali kepada diri kita, kita fokuskan 47:38 pada diri kita bahwa kita adalah anak 47:41 yang baik. 47:44 Jadi kita fokuskan pada diri kita bahwa 47:48 kita menjadi anak yang baik. 47:52 Enggak pernah terpikirkan bahwa ayah 47:54 saya begini, ayah saya begitu, tidak. 47:58 Ibu saya juga nakal dan sebagainya, 48:02 tidak. 48:03 Itu tidak akan ada pada diri saya. Saya 48:07 adalah diri saya. 48:11 Katakan 48:13 bahwa saya adalah diri saya yang saya 48:16 sekarang di dipiara dengan 48:18 kebaikan-kebaikan. Oleh siapa? Oleh ibu 48:21 angkat, oleh bapak angkat. Kita tetap 48:24 sayang sama ibu angkat kita dan bapak 48:28 angkat kita. Kita tetap sayang dan sama 48:32 orang tua pun tetap sayang. 48:37 Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan 48:39 sama Ustaz Husin, bagaimana kita pun 48:42 terjadi tetap sayang 48:46 insyaallah. 48:49 Dan yang kedua, 48:53 putus asa, 48:56 menyerah, 48:58 kecewa, 49:00 enggak tahu apa yang terjadi. 49:03 Karena kehidupannya dia pada saat lagi 49:07 marak, lagi besar, mereka pada datang, 49:11 mereka mengunjungi, mereka sayang sama 49:15 kita. 49:18 Mereka datang, mereka berkata, menyayang 49:22 kita, menghargai kita, melakukan segala 49:27 sesuatunya, tapi bukan yang sebenarnya. 49:34 Apa yang terjadi? Kenapa kok enggak yang 49:36 sebenarnya mereka melakukan itu? 49:40 Karena kita melakukan 49:43 kepada mereka pun tidak sebenarnya. 49:49 Karena kita melakukan segala sesuatunya 49:52 pada mereka tidak sebenarnya. 49:55 Kita punya harta, punya bahagian, dan 49:59 punya segalanya. Kita bagikan, kita 50:02 berikan untuk mendapatkan penghargaan. 50:06 untuk mendapatkan penghargaan. 50:11 Ketika penghargaan itu enggak ada, ya 50:14 lepas. 50:16 Ketika itu sang istri, anak semua pada 50:21 berpoya-foya 50:24 karena kita punya, karena kita ada. 50:30 Namun ketika kita jatuh 50:35 bangkrut katanya ya di sini kita akan 50:40 dilihat diuji sama Allah bahwa ini kamu. 50:46 Apa sebabnya kok kita bisa seperti itu? 50:49 Perhatikan kebangkrutan kita. Karena 50:53 apa? 50:54 Karena ada sesuatu yang tidak benar. 51:00 kita tidak pernah melakukan hal yang 51:02 baik. 51:05 Jadi, perjalanan itu pun tidak baik. 51:12 Karena kita melakukan, karena kita punya 51:14 banyak, kita berikan kita bukan karena 51:18 diri kita, tapi karena untuk harta untuk 51:21 dihargai. Karena kita tidak baik. 51:27 Kembali kepada diri kita bahwa kita saat 51:31 itu diambil semuanya. 51:35 Semuanya diambil, diberikan, dibuang. 51:39 Sekarang kamu sudah tidak punya apa-apa 51:42 lagi. Siapa yang datang? 51:46 Siapa yang mau sama dia? Tidak ada. 51:49 Semuanya pada pergi. Semuanya pada 51:52 melengos ketika ketemu. Oh iya, oh iya. 51:57 Bagaimana perasaan kita? 52:02 Kita anggap siapa diri mereka kalau kita 52:06 yakinkan itu mereka? bukan saya. Kalau 52:10 kamu yakinkan bahwa itu mereka bukan 52:13 saya, saya yakinkan bahwa saya adalah 52:18 diri saya yang benar, yang besar, yang 52:21 kuat. 52:25 Kalau kita meyakinkan pada diri kita 52:27 bahwa saya yang kuat, saya yang besar, 52:30 saya yang menghargai diri saya, bukan 52:34 orang lain menghargai. 52:37 Kalau kita menghargai diri kita sendiri, 52:40 yakinkan orang lain akan sayang sama 52:44 kita, akan menghargai diri kita. 52:47 Kalau kita benar-benar mengendalikan 52:50 diri kita, maka orang lain akan 52:52 mengendalikan diri. 52:56 Karena diri kita ini punyanya siapa? 53:00 Punya saya. Karena Allah. 53:04 Karena diri kita ini milik siapa? Milik 53:08 saya. Bukan milik mereka. Bukan punya 53:12 mereka. Bukan permintaan mereka. Bukan 53:15 semuanya dari mereka. Karena saya adalah 53:19 saya. 53:20 Katakan pada diri bahwa saya adalah 53:24 saya. Yakinkan bahwa saya adalah besar. 53:27 Dan yakin bahwa perbuatan-perbuatan yang 53:31 kemarin, yang lalu, yang tidak benar, 53:35 kita katakan semuanya tidak pernah 53:37 terjadi. 53:40 Dan kejatuhan kita, bangkrutnya kita 53:44 bukan permasalahan. Katakan itu tidak 53:47 pernah terjadi. 53:49 Yakinkan pada diri kita, saya adalah 53:52 saya yakin dia akan naik sedikit demi 53:55 sedikit. 53:57 Pastikan bahwa saya adalah saya. 54:02 Tegaskan pada diri kita, saya adalah 54:04 saya. Enggak perlu mereka mau 54:07 mengendalikan. Mereka tidak mau 54:09 perhatian. Mereka muat apa perhatian 54:12 mereka? Perhatian hanya satu kepada 54:15 Allah. 54:18 Kalau kita perhatikan kepada Allah, 54:21 yakinkan bahwa mereka semua akan 54:24 mengikuti. 54:28 Tidak mungkin. Karena mereka itu kan 54:31 adalah kebutuhan yang tidak bisa bahwa 54:35 Allah yang mengendalikan diri kita. Maka 54:38 kita katakan, "Saya adalah saya." 54:42 Yakinkan. Insyaallah kita akan berjalan 54:46 dengan baik. 54:48 Pastikan insyaallah kita akan berjalan 54:52 dengan baik. 54:54 Dan yang ketiga, 54:58 penyelewengan. 55:02 Sesuatu yang harganya murah. 55:08 Menjadi pejabat 55:11 dia menyeleweng. 55:14 punya sesuatu sedikit dia menyeleweng. 55:19 Apapun yang dia miliki untuk 55:21 penyelewengan. 55:23 Untuk apa 55:27 penyelewengan ini? Karena perbuatan 55:31 mereka 55:32 bukan pada dirinya. Ketika sebelum 55:37 menjabat baik banget, 55:40 sayang sama istrinya. nya sama 55:43 anak-anaknya 55:46 ketika sudah mulai menjabat, 55:49 mulai belum menjabat, mulai menjabat dia 55:53 sudah menaruhkan 55:56 benda-benda yang tertentu yang akan dia 55:59 ketika dia menjabat benda-benda itu 56:02 bergerak 56:04 untuk apa? 56:08 Ketika kita sebelum menjabat yakinkan 56:12 pada diri kita bahwa saya menjadi orang 56:15 yang baik. 56:17 Saya menjadi orang yang baik. Ketika 56:21 kita mulai menjabat dan menjadi pejabat, 56:26 perhatikan 56:28 bahwa pejabat itu bukan milik kita. 56:35 bahwa jabatan itu bukan milik kita kan. 56:38 Kita enggak ada di situ karena hanya 56:41 sebentar. 56:44 Hanya sebentar. Cuman duduk setelah itu 56:47 bangun. 56:50 Ketika kita duduk di satu kedudukan, 56:52 kita menjabat sebagai seorang pejabat, 56:56 setelah itu kita pindah. Kalau kita 56:59 pindah, maka kita akan lepaskan semua. 57:03 Perhatikan ketika kita hidup 57:07 menyenangkan pada saat itu nenek kita, 57:12 kakek kita hidupnya menyenangkan. 57:15 Kemudian cuman diganggu sedikit makanan, 57:20 lepas semuanya. 57:24 Dan perhatikan, 57:27 ketika 57:28 kita mau menjabat, 57:31 kita diuji, kita akan ditawarkan 57:35 makanan, ditawarkan kedudukan, 57:39 ditawarkan sesuatu, kita ambil, 57:43 kita makan, maka dengan sendirinya 57:48 ucul semuanya, 57:50 lepas semuanya. 57:53 yang menjadi apa itu? 57:56 Bukan diri kita lagi. 58:01 Bukan diri kita maka kita akan 58:03 bertingkak berlaku semuanya bukan diri 58:05 kita karena sudah lepas. Oleh karena 58:10 itu, perhatikan ketika kita ingin 58:14 menjabat katakan itu sementara. 58:20 Waktu datang perbuatan-perbuatan yang 58:22 tidak baik, katakan sementara saya tidak 58:25 akan lakukan. 58:28 Yakinkan pada diri kita berbuat baik itu 58:33 lebih baik daripada perbuatan yang tidak 58:37 baik. Oleh karena itu, perhatikan 58:41 perbuatan baik kita. Kita selalu 58:45 melakukan perbuatan baik, yakin bahwa 58:48 kita akan menjadi baik. 58:51 Yakin kita akan menjadi kebaikan. 58:55 Insyaallah. 58:56 Amin. 58:57 Masyaallah. Ustaz, bisa tambahin 58:59 sedikit? Kita masih punya waktu nih. 59:01 Bismillahirrahmanirrahim. Yang penting 59:03 untuk kita ingatkan kepada ananda kita 59:05 tadi yang diabaikan dan dibuang orang 59:09 tuanya. Ingat, hargai, syukuri kebaikan 59:14 orang tua yang mengangkat Anda. 59:18 Dia peduli perhatian ya, mencintai Anda. 59:22 Hargai mereka, 59:24 bersikap baik dan mulia terhadap mereka. 59:26 Ada sebuah kisah mungkin sebagai penutup 59:29 ya, kisah inspiratif ya kalau enggak 59:32 salah pernah kita sama-sama dengarkan 59:35 diasil 59:37 seorang 59:40 wanita rupanya bergaul dengan bosnya 59:45 hamil. 59:47 Si bos ini 59:50 setelah hamil ditinggalkan kemudian 59:52 dijodohkan sama bawahannya. 59:56 Jadi 59:59 semenjak terbukti kehamilan dijodohkan 1:00:02 dengan bawahannya, 1:00:04 bosnya tersebut tidak peduli terhadap 1:00:06 anak yang dikandung wanita yang pernah 1:00:08 digauli. 1:00:11 Akhirnya anak tersebut hanya mengetahui 1:00:14 ayahnya itu yang merawat dirinya penuh 1:00:16 kecintaan. 1:00:19 Sampai si ibu mendekati ajal, si ibu 1:00:21 bilang sama anak perempuannya, 1:00:24 anak perempuannya sudah menikah. 1:00:27 Yang menikahkan ayah 1:00:29 angkatnya. 1:00:32 Gimana, Ustaz? Saya menikah, yang 1:00:34 menikahkan saya bukan ayah kandung saya. 1:00:37 Karena ibu saya bercerita sebelum ajal 1:00:39 bahwa ini bukan ayah kamu. Ayah kamu 1:00:41 sebetulnya fulan. 1:00:44 Lalu dia bingung, "Gimana keadaan saya?" 1:00:46 Saya bilang, "Kamu enggak berdosa. Ayah 1:00:49 angkat kamu mencintai kamu melebihi 1:00:51 orang tua biologismu. 1:00:54 Lu perlu enggak saya berbicara kepada 1:00:56 orang tua kandung saya atau bapak 1:00:58 biologis saya?" Saya bilang, "Tidak 1:01:00 perlu." 1:01:02 Dia enggak mengakui kamu. Ya, dia juga 1:01:05 tidak sama sekali peduli terhadap kamu. 1:01:07 Mungkin karena takut sama istrinya. 1:01:09 Kalau kamu datang menjumpainya 1:01:12 mengatakan bahwa saya anak kamu 1:01:14 bisa-bisa ini menjadi skandal buat dia. 1:01:16 Dia tumpahkan kebenciannya terhadap 1:01:18 kamu. 1:01:20 J sebaiknya syukuri nikmat Allah. Hargai 1:01:22 orang tua yang mengangkat kamu. 1:01:25 Kalau perlu kamu tidak perlu bercerita 1:01:28 padanya bahwa kamu tahu dia bukan 1:01:30 ayahnya. Hormati dia, hargai dia, 1:01:32 muliakan dia. Adapun orang tua yang 1:01:35 tidak mempedulikan kamu, 1:01:38 dia lebih suka mencari aman buat 1:01:40 dirinya. Padahal kamu merupakan buah 1:01:41 perbuatan dosanya, kamu tidak perlu 1:01:45 bertanya atau 1:01:48 mohon untuk diakui sebagai anaknya. 1:01:50 Mungkin perbuatan kamu akan menyakiti 1:01:52 ayah yang mengangkat kamu. 1:01:55 Jadi, syukuri nikmat Allah. 1:01:56 Alhamdulillah kamu dirawat oleh seorang 1:01:58 laki-laki yang bukan bapak biologis 1:02:00 kamu, tapi begitu mencintai kamu. Ini 1:02:03 merupakan nikmat Allah. Berapa banyak 1:02:06 anak-anak yang dibuang di kantong 1:02:09 dari hasil hubungan yang tidak baik, 1:02:11 bergeletakan di jalan, manusia-manusia 1:02:14 sudah kehilangan rasa rahmatnya, hanya 1:02:16 mementingkan egonya. 1:02:19 Nah, kamu alhamdulillah mendapatkan 1:02:22 tempat yang baik dan mulia. Dan 1:02:24 insyaallah pernikahan kamu tidak ada 1:02:26 masalah apa-apa. 1:02:28 Karena dalam mazhab Malik pun ada yang 1:02:30 namanya wali bil kafarah. Walaupun bukan 1:02:32 bapak biologis, tapi dia merawat 1:02:34 semenjak karena dia lebih mencintai, 1:02:36 peduli terhadap anak yang dirawat. 1:02:40 Nah, mudah-mudahan hal ini menjadi 1:02:42 pelajaran buat kita. Hargai orang-orang 1:02:45 yang berbuat kebaikan pada kita, yang 1:02:47 merawat kita. Jangan kita lupakan 1:02:51 seorang yang mensyukuri kebaikan 1:02:55 dan rahmat yang Allah berikan Allah 1:02:57 Subhanahu wa taala akan lipat gandakan 1:03:01 balasannya di dunia maupun di hari 1:03:03 akhir. Subhanakallahumma wabihamdik 1:03:07 ashadu alla ilahailla anta 1:03:09 astagfiruka waubai. Wasalamualaikum 1:03:13 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:17 wabarakatuh. 1:03:19 Terima kasih Ustaz Husein, Ustaz Abu 1:03:21 Bakar, dan ikhwan akhwat. Andai ada yang 1:03:24 ingin ditanyakan terkait dengan 1:03:26 perjalanan hidup yang memerlukan 1:03:29 pencerahan bisa kirim WA ke 081199 1:03:37 9 720. 1:03:40 Sekali lagi 0811999720. 1:03:45 Terima kasih Ustaz. 1:03:48 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:03:50 wabarakatuh.