Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim ala habibil alamin.
- Sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi wasohbihi ajmain. Subhanaka la
- ilma lana illa ma alamtana innaka antal
- alimul hakim. Rbana jidna ilmanna bihin.
- Ikhwan akhwat pendengar setia radio
- silaturahim dan rasil visual di mana
- saja Anda berada. Senang sekali di
- kesempatan sore hari ini saya Rian
- Mulyana bisa kembali hadir di
- tengah-tengah ikhwan awat sekalian dalam
- program acara tausiah sore bersama Ustaz
- Wahyu DKS. Semoga ikhwan akhwat di sore
- hari ini dalam keadaan sehat walafiat
- dan senantiasa berada dalam lindungan
- Allah subhanahu wa taala. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Di kesempatan sore
- [berdehem] hari ini kita masih akan
- membahas kitab Mausu Adabil Islamiyah
- dan dalam tema 11 adab memuliakan tamu.
- Kemarin kita sudah membahas 11 adab ee
- tujuh adab dari 11 adab ini. Dan kalau
- boleh saya ulang kembali biar ikhwan
- akhwat bisa ng-refresh-nya. Yang pertama
- kita kemarin ada niat yang benar,
- kemudian yang kedua menerima dengan
- baik. Yang ketiga adab kita ee dalam
- memuliakan tamu adalah menempatkan tamu
- pada tempat yang pantas, tempat yang
- layak. Kemudian yang keempat,
- menyuguhkan hak-hak terhadap tamu.
- Kelima, menghidangkan
- makanan. Dan keenam, ee tidak berlebihan
- dalam menjamunya. Kemudian yang ee
- terakhir yang kita bahas kemarin adalah
- menunaikan hak-hak tamu. Kita akan
- lanjutkan pada poin berikutnya pada
- kesempatan [berdehem]
- sore hari ini. Iwan Awat silakan catat
- nomor telepon kami untuk Iwan Awat
- berinteraksi dengan kami di 0218451512
- untuk L telepon dan Ikhwan Awat bisa
- langsung WhatsApp kami di 0811999720.
- Iwanat yang dirahmati Allah, Ustaz
- Wahyudi sudah hadir di studio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Mudah-mudahan sehat selalu, keluarga
- sehat, Ustaz, ya.
- Amin. Amin.
- Amin. Alhamdulillah. Kita akan lanjutkan
- [berdehem] tema yang tertunda, Ustaz,
- ya.
- Iya.
- Adab memuliakan tamu pada poin keelapan.
- Kalau tidak
- ya, Ustaz. Mangga tafadul, Ustaz. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillah.
- Alladzi arsala rasulahu bilhuda wainil
- haqq liyuzhirahu aladini kulli wafa
- billahi syahida.
- Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh
- wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala
- alihi wa ashabihi wa mawalah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa
- tuqatih wala tamutunna
- illa wa antum muslimun.
- Amma ba'du.
- Faastqal hadis kitabullah
- wiral haji haju Muhammad shallallahu
- alaihi wasallam
- umri muhdasatuha wa muhdasin bidah wa
- bidatin dolah waalatin finar.
- Masyaallahu wam yasya lam yakun. La
- haula wala quwwata illa billah.
- Pemirsa Rasil Visual dan pendengar Radio
- Silaturahim yang semoga dimuliakan Allah
- di mana saja berada. Kita bersyukur
- kepada Allah hingga sore hari ini masih
- diberikan berbagai curahan nikmat. Baik
- itu nikmat iman dan Islam itu yang
- paling pertama dan utama. Demikian pula
- nikmat ilmu, nikmat harta, nikmat
- keluarga, dan nikmat kesehatan dan
- kesempatan. Dua kenikmatan yang terakhir
- ini yang paling banyak menjerumuskan
- manusia atau menipu manusia sehingga
- manusia terjebak di dalam ketidaktaatan
- atau dalam kemaksiatan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Maka Rasulullah
- mengingatkan, "Nikmatani magbunun
- fihimir minanas asihah wal faru." Dua
- kenikmatan yang banyak sekali manusia
- tertipu dengannya itulah nikmat
- kesehatan dan kesempatan.
- [berdehem] Oleh karena itulah sebagai
- wujud syukur kita kepada Allah Subhanahu
- wa taala, mari kita ee tingkatkan
- keimanan kita, keilmuan kita, dan amal
- saleh kita untuk supaya makin dekat,
- supaya makin
- baik.
- wujud atau eksistensi kita sebagai hamba
- Allah Subhanahu wa taala. Dan pada
- kesempatan sore hari ini kami akan
- lanjutkan kajian dari kitab Mausuatul
- Adabil Islamiyah yang ditulis atau
- disusun oleh Syekh Abdul Aziz bin Fatih
- Assayid Nada. Sekarang kita memasuki
- pada halaman 560
- ya. Jadi sudah lebih dari separuhnya
- ini.
- Nah, totalnya 971 halaman disampai pada
- 560 dan masuk dalam kajian ee memuliakan
- tamu ya.
- Dan [berdehem] kemarin pada pekan lalu
- kita sudah bahas sampai adab yang
- ketujuh ya. Kita akan lanjutkan pada
- adab yang ke-elapan
- yaitu aladabus samin. Adab yang
- ke-elapan hidmat hidmatu shohibil bait.
- Baiti aduyufa binafsihi.
- Jadi eh
- tuan rumah itu hendaknya melayani
- sendiri kepada tamunya itu jadi
- masyaallah
- mim arsala ilaiil quranil karim fi qis
- ibrahim alaihalam. Dan di sini adalah ee
- Allah Subhanahu wa taala memberikan
- penjelasan dalam Al-Qur'an, memberikan
- petunjuk dalam Al-Qur'an. Bagaimana ee
- Allah menyebutkan tentang kisah Nabi
- Ibrahim Alaih Salam saat menerima tamu.
- Fainahu kama qala taala farag ila ahlihi
- faja'a biidlin samin. Nah, jadi maka
- diam-diam Nabi Ibrahim ini pergi menemui
- keluarganya. Nah, kemudian di
- bawahnyaalah daging anak sapi yang
- gemuk. Ya, sebutkan sini biji bijijlin
- samin. Sapi yang gemuk yang sudah
- dibakar. Kemudian faqorahu ilaihim. Lalu
- dihidangkannya kepada mereka yang datang
- para tamu-tamu itu. Qala. Kemudian Nabi
- Nabi Ibrahim berkata, "Ala takulun."
- Nah, kenapa kamu tidak makan?
- Jadi Nabi Ibrahim ini seorang nabi yang
- dikenal ee sangat senang kedatangan tamu
- dan sangat ee perhatian sehingga
- memuliakan tamu yang luar biasa
- dan jadi contoh dan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjadikan
- teladan kepada Nabi Ibrahim juga karena
- milah Ibrahim juga dalam menerima tamu.
- Masyaallah. Termasuk ya artinya milah
- Ibrahim itu menerima tamu. Masalah haji
- kurban semua kan milah Ibrahim.
- Nah dalam masalah menerima tamu juga
- dicontohkan langsung oleh Nabi Ibrahim
- Alaih Salam dan sampai diabadikan Allah
- di dalam Al-Qur'an. Ketika Nabi Ibrahim
- merindukan tamu tak kunjung datang.
- Akhirnya Allah mengutus malaikat untuk
- bertamu kepadanya.
- Masyaallah.
- Masyaallah.
- Nih luar biasa. Kita malah kadang-kadang
- kalau dekat dengan tamu kan malah enggak
- nyaman gitu ya. Nah. Nah. Berdasarkan
- ayat di atas tadi di surah Azzariyat
- ayat di 26 dan 27.
- Jadi Nabi Ibrahim langsung melayani
- sendiri tamunya. Ya. Dan kalau kita
- bertamu, lantas yang menerima kehadiran
- kita di rumah tersebut mana yang lebih
- nyaman? Diterima oleh pembantu atau
- diterima oleh tuan rumah?
- Mesti akan lebih nyaman diterima oleh
- tuan rumah. Seperti halnya Nabi Ibrahim
- tadi melayani langsung kepada tamunya.
- Nah, nah di dalam hal ini Imam albukhari
- membuat satu bab di dalam kitab sahihnya
- ya disebutkan di sini ee
- waqad bawwaba alaiha albukhari
- rahimahullahu fi shahihi faqala babu
- iram iqromi ya babu iqramid diif jadi
- bab memuliakan tamu wahidmatihi iyahu
- binafsihi ya jadi dan ee melayaninya
- kepada tamu itu dengan dirinya sendiri.
- [berdehem]
- Nah, sini wala syakka anna hadza ablag
- fi hidmat diifi wa ikramihim. Nah, jadi
- bahwasanya tidak diragukan lagi bahwa
- merupakan bentuk pelayanan dan pemuliaan
- tamu yang terbaik yaitu dengan dirinya
- sendiri.Aya Masyaallah. Ini kepada
- pemirsa Rasil Visual dan pendengar di
- silaturahim. Tentu siapapun di antara
- kita pernah didatangin tamu ya
- insyaallah.
- Betul.
- Kecuali kalau tinggal di hutan belantara
- gitu ya. Nah, kalau selama kita masih
- bermasyarakat mesti akan didatangi tamu.
- Baik itu tamu membuat kita senang atau
- membuat kita gelisah gitu ya.
- Nah, yang pasti datangkan tamu. Nah,
- sikap seorang muslim terhadap tamu telah
- sungguh luar biasa. Makanya Allah sampai
- ee memberikan contoh Nabi Ibrahim alaihi
- salam dan Rasul wasam sendiri kan
- menyebutkan manana yun billahi walumil
- akhir falyukrim diifahu. Siapa yang
- beriman kepada Allah dan hari akhir
- hendaklah ia memuliakan tamunya.
- Nah, kemudian aladabut tasi adab yang
- kees9
- al ihsanu ilifi
- mudahu.
- Jadi berbuat baik kepada tamu selama ia
- tinggal di rumah kita
- nih.
- Jadi selama tamu itu tinggal di rumah
- kita, maka kita harus berbuat baik
- kepadanya dengan apa? Dengan menyediakan
- tempat yang layak ya baginya.
- Kemudian [berdehem]
- sebutkan.
- Jadi memberikan tempat yang layak
- seperti halnya termasuk juga ee untuk
- tidur ya disiapkan. Kemudian ee juga
- mencegah keributan anak-anak ya. Jangan
- sampai si tamu merasa terganggu ya
- dengan kehadiran anak-anak. termasuk
- juga memberikan handuk yang bersih,
- sarung yang bersih gitu ya. Itu
- alat-alat mandi dan sebagainya.
- Menyelurkan bantal baginya yang terbaik,
- menyiapkan kamar mandi untuknya yang ia
- miliki yang terbaik ya. Memberikan
- minyak wangi serta memberikan ee cermin
- untuk berhias. Tuh, ini jangan perkara
- yang kecil, tapi luar biasa pengaruhnya.
- Kadang-kadang ada satu rumah gitu ya,
- saya sendiri pernah bertamu pas di rumah
- itu tidak ada cermin di kamar tuh.
- Wah, rasanya enggak nyaman. Ada sesuatu
- yang kurang nih, gitu. Nah, apalagi
- kalau dilengkapi ada jam dinding ya,
- terus ada makanan. Kalau kita mampu nih
- bikin ada kulkas kecil di situ, ada ee
- airnya, ada buah-buahan dan sebagainya.
- itu dalam rangka kita memuliakan tamu.
- Dan ingat bahwa semakin kita baik
- memuliakan tamu, semakin besar pahala
- Allah azza wa jalla. Ya, kalau tidak
- mampu ya semampunya gitu. Jadi jangan
- dipaksakan.
- Udahlah pinjam dulu kulkasnya pinjam
- enggak usah ya semampunya saja gitu.
- Tapi kalau mampu akan lebih baik. Saya
- pernah masuk satu e apa di terima dalam
- di sebuah rumah tamu yang memang
- betul-betul nyaman seperti di hotel. Hm.
- Jadi kamar mandinya sendiri semua
- sendiri. Jadi kayak kita kayak Mas Hotel
- kan sendiri. Nah, itu padahal untuk
- tamu. Masyaallah. Saya bilang jadi aduh
- enak sekali kayak gini ya. Saya punya
- cita-cita sampai sekarang belum belum
- kesampaian cita-cita ingin punya ruangan
- khusus untuk tamu seperti itu.
- Masyaallah ya. Nah, jadi ya kalau kita
- tidak tidak mampu sendiri ya kita hidup
- berjamaah lah. Nah, mungkin di sebuah
- pesantren, alhamdulillah di pesantren
- Alfatah kita siapkan gas haus walaupun
- mungkin kelasnya enggak tahu bintang
- berapa gitu, [tertawa]
- tapi ya paling tidak orang datang merasa
- nyaman gitu
- ya.
- Nah, [berdehem] itu termasuk jadi dia
- perhatikan. Kemudian aladabul asyir adab
- yang ke-10
- khuruju shohiil baiti maifihi ilal bab.
- Nah, ini masyaallah indah sekali ya.
- Jadi, khuruj shahibil baiti maifihi ilal
- babi. Jadi, hendaklah tamu eh tuan rumah
- itu mengantarkan tamu sampai ke pintu.
- Masyaallah. Seringkiali kita tamu tuh
- pamitan kita duduk aja. Oh, iya. I iya
- iya silakan. Waalaikumsalam. Padahal
- yang paling bagus itu ikut si tamu
- ketika tamu itu berdiri untuk pamitan,
- maka sang tuan rumah pun berdiri. Lalu
- kemudian ya begitu misalkan bersalaman,
- pamitan kita antar sampai ke pintu.
- Bahkan dalam penjelasan di sini
- fauir
- apabila tamu itu menghendaki untuk pergi
- untuk pulang
- [berdehem]
- binafsihi
- tuh. Jadi hendaknya sebaiknya si tuan
- rumah itu mengantarkannya sampai ke
- depan pintu rumahnya.
- Masyaallah.
- Wah min ihtirami diifi wa ikromii. Ini
- adalah merupakan bagian dari
- menghormatinya dan memuliakannya.
- Masyaallah. Jadi fala ya shohiil bait ya
- fi makanihi tuh. Jadi janganlah yang
- punya rumah itu dia duduk di tempat di
- tempat duduknya ya.
- [berdehem]
- Kemudian
- kemudian ya silakan silakan. Jadi jangan
- seperti itu. Disebutkan di sini ya
- tentang kisah Abu Ubaid. Zar Abu Ubaid
- Al Imam Ahmad fi manzilihi. Jadi Abu
- Ubaid datang ke rumah Imam Ahmad ya
- berkunjung di rumahnya. Nah qala falamma
- aratama
- arulqiam. Seketika aku eh berkehendak
- untuk berdiri. Q mai. Maka Imam Ahmad
- pun ikut berdiri.
- La tafal ya Abu Abdillah. Kata Abu Baid,
- "Janganlah begitu loh. Udah duduk aja
- duduk gitu ya." Nah, tapi apa? Faqala
- qyb
- menyatakan
- minam [berdehem]
- zarir
- sampai begitu. Jadi termasuk
- kesempurnaan muliakan tamu itu adalah
- tuan rumah berjalan bersama tamunya
- hingga ke pintu rumah dan bahkan
- memegang tali kekang kendaraannya.
- Jadi kalau kita sekarang Pak tidak
- membukakan pintu mobilnya, nah silakan
- bahkan yang nutup pintu pun adalah
- putuan rumah.
- Ini sebuah penghormatan luar biasa.
- Nah, mudah-mudahan dengan ini akan
- semakin nyaman ya. Ketika ada tamu,
- ingat datangnya tamu berarti datangnya
- rezeki. Datangnya tamu, datangnya
- kemuliaan Allah kepada kita. Maka kita
- harus memuliakan tamu itu karena Allah
- telah memuliakan kita dengan kehadiran
- sang tamu. Jangan sampai disia-siakan.
- Nah, kemudian yang ke-11 aladabul hadi
- asyar
- adam duuli wailabi
- illa baofihi.
- Nah, ini juga masyaallah. Jadi tidak
- masuk ke rumah si tuan rumah itu dan
- mengunci pintu kecuali setelah tamu
- pergi.
- Jadi jangan si tamu masih di balik pintu
- sudah ditutup pintunya. Oh, masyaallah.
- Ada yang seperti itu ya. Oh, i ya. Rek
- rek tu ini kayak kayak istilahnya sana
- pergilah katanya. Sangat suka dengan
- kehadiranmu kayak gitu cuman dengan
- dengan bahasa yang ee bahasa tindakan
- gitu. Nah, ini hati-hati. Jadi jangan
- sampai tuan rumah masuk ke rumah dan
- mengunci pintu kecuali setelah tamunya
- pergi dan menaiki kendaraan atau
- kendaraannya telah berjalan.Ayaallah.
- Ini adalah adab ini termasuk daripada
- bentuk kemuliakan dan menghormati
- tamunya. [berdehem]
- Jadi fainna hadza min ikromi wtiramihi.
- Tuh
- disebutkan demikian yang juga berlaku
- sopan kepadanya. W yambagi lil muslimi
- ihmal mislil adab. Jadi hendaklah
- seorang muslim tidak mengabaikan
- adab-adab adab seperti ini.
- Nah, kemudian ee kita akan masuk kepada
- adab bertamu. Kalau tadi adalah adab
- memuliakan tamu, sekarang adab bertamu.
- Nah, kalau tadi kita sebagai tuan rumah
- sekarang bagaimana kita sekarang jadi
- seorang tamu ya? Karena banyak juga kan
- ada istilah ee di dalam bahasa sunah tuh
- semah hesun buka imah gitu bikin susah
- orang yang punya rumah gitu ya. E
- makanya disebutnya semah. E dia bukan
- tamu. Kalau tamu tuh harus ditata dan
- dijamu. Dia mah semah katanya
- ngahesekeun boga imah itu jadi bikin
- susah orang yang punya rumah. Nah ini
- makanya kita bahas sekarang alqismusani
- itu adab diif ya. Adab tentang tamu.
- Aladabul awal. Adab yang pertama dalam
- ini. Ijabatud dawati duya. Nah, ijabatud
- dwati duya. Jadi artinya eh memenuhi
- undangan apabila diundang.
- Jadi kalau kita diundang untuk hadir
- maka gak ada kita menghadirinya.
- disebutkan inial.
- Jadi seseorang hendaklah memenuhi
- undangan bila diundang.
- Min haqqil muslim alal muslim. Karena
- ini adalah hak seorang muslim atas
- muslim lainnya.
- [berdehem]
- Kama qa sallallahu alaihi wasallam.
- Sebagaimana rasul sahu alaihi wasallam
- bersabda, haqqul muslim alal muslim
- situn. Hak muslim atas muslim ada enam.
- Antara lain waid daaka faajibhu. Apabila
- kamu diundang maka hendaklah kamu
- memenuhinya.
- Nah, ini maka ee hendaklah seorang
- muslim menyambut undangan selama di
- dalamnya tidak terdapat kemungkaran.
- di siniambagiu
- ijabat dakwah maam yakun fiha mungkar
- lair
- nah jadi selama tidak ada kemungkaran
- yang tidak sanggup dia ubah
- anna
- dakwah malahu min haramin atau tuan
- rumah itu ya semelama kita tahu bahwa
- harta tuan rumah itu berasal dari yang
- haram jadi kalau kita tahu tahu wah ini
- adalah kemungkaran atau dia tuh
- barang-barangnya atau peralatannya semua
- hartanya itu dari yang haram. Jangan
- jangan kita bertamu. Kenapa? Karena kita
- bertamu nanti disuguhin berarti kita
- makan barang barang haram.
- Ini jadi termasuk hal yang hati-hati
- dalam hal ini ya.
- [berdehem]
- Kalau memang kita yakin ini orang baik
- kemudian mengundang kita ya menyediakan
- ee makanan dan minuman, kita tahu bahwa
- dialah sangat menjaga dalam hal ini
- bismillah ya kita bertamu dengan niat
- karena Allah.
- Kemudian al-adabusani adab yang kedua di
- dalam bertamu yaitu attaadubu
- biadabil istizani
- wazarah.
- Jadi [berdehem] melaksanakan adab
- meminta izin dan berkunjung.
- Minta izin dan berkunjung. Taadubu
- itulah ee melaksanakan adab. Audub
- biadabin.
- [berdehem] Nah, adab meminta izin dan
- berkunjung ini telah disebutkan secara
- rinci pada bahasan kitab ini yang dulu
- tentang izin ya. Ada izin kan dulu
- pembahasan tentang izin khusus. Nah, di
- sini disebut lagi sebagai mengingatkan
- di sini wahiyaatun
- bfsili fi mawadiha min hadal kitab. Jadi
- adab ini telah disebutkan secara rinci
- pada bahasan masing dalam kitab ini.
- Antara lain apaah?
- Memilih waktu yang cocok
- almunasib ya mengambil waktu yang cocok.
- Watlul bab biribin kemudian mengetuk
- pintu dengan lembut. Jadi jangan
- orang bisa kaget kayak orang inograsi
- aja begitu ya. Atau misalkan kayak orang
- apa gitu marin seorang yang karena
- marah. Nah, misalkan
- asalamualaikum. Nah, jadi jangan bareng
- juga salam jangan ketah asalamualaikum.
- Nah, kan j enggak jelas jadinya ini yang
- bunyi ketukan atau salam mestinya ketuk
- dulu atau salam dulu. Boleh salam dulu
- terus ketuk atau ketuk dulu baru salam.
- Nah,
- kemudian wala yastakqilal bab min tilqai
- wajhah. Tuh. Jadi tidak diperkenankan ya
- kita menghadap pintu
- wabdau bisalam dan memulailah dengan
- salam wuifu binafsihi dan memperkenalkan
- diri tuh ya. Jadi kalau misalkan ditanya
- siapa itu? Buka aja dulu buka. Oh itu
- enggak boleh harus sampaikan saya anu
- gitu ya.
- Kemudian juga wagu bar ya kemudian
- menahan pandangan
- warafauti dan juga tidak mengangkat
- suaranya artinya tidak mengeraskan suara
- yajarnya yang kira-kira
- wudu wudu hau yajlisahuhibil bait.
- Kemudian ia duduk di mana yang di mana
- shahibul bait menempatkan dirinya.
- Silakan, silakan duduk. Jangan ah saya
- pengin di sini. Enggak boleh itu orang
- dia yang punya rumah kok ngatur sendiri
- gitu. Nah,
- [berdehem]
- jadi itulah kemudian wala yaksiru taamul
- fi ma haulahu.
- Jadi setelah itu juga tidak
- ee adab yang lainnya adalah jangan
- mengamati isi rumah ya. Jadi mengamati
- jalalatan enggak boleh.
- Apalagi ee disebutkan hendaknya kita
- tidak memata-matai penghuni rumah. Lihat
- lihat istrinya, lihat anaknya, lihat
- membantunya. Enggak usah orang
- keperluannya dengan dengan apa dengan
- bapaknya sudahlah gitu. Nah,
- apalagi kita bukan tidak ada kaitan
- saudara misalkan ya, tidak ada kaitan
- nasab apalagi tu berbeda kalau memang
- dia telah merukan nasab kita. Wajar
- kalau misalkan bertanya-tanya ee mana si
- fulan, mana si fulan?
- Nah, kemudian
- dilanjutkan bahwa
- ee tidak memperbanyak eh tidak
- memperpanjang kunjungan. Jadi seperlunya
- di dalam Al-Qur'an tuh di surah
- Almujadilah itu sampai Allah menegur
- orang-orang beriman supaya jangan
- lama-lama berkunjung ke rumah
- Rasulullah.
- Karena boleh jadi Rasul terganggu. Rasul
- tidak tega gitu ya untuk mengusir para
- sahabat. Tetapi kadang para sahabat
- kadang-kadang kurang paham tu. Kita juga
- kadang-kadang gitu datang misalkan ke
- rumah seorang tokoh ya kita harus tahu
- apalagi kalau tidak janjian ya. Lain
- kalau janjian ada Pak misalkan Ustaz
- atau Pak Kiai atau ee
- Pak Bapak Pak kesepuhan gimana gitu ya
- misalkan. Nah oh saya mau berkunjung
- kapan? bulan bulan anu jam sekian
- tanggal sekian gitu berapa lama. Nah,
- itu perlu diperitahukan. Tapi boleh jadi
- dia punya kesibukan.
- Nah, kita mungkin semua sama punya satu
- hal yang kita sadari bahwa terkadang
- terganggu dengan kehadiran tamu. Ya,
- maka seorang yang bertamu itu harus tahu
- diri dalam hal ini. Bagaimana supaya si
- tuan rumah tidak merasa terganggu dengan
- kita. Maka tentu tadi ada janjian ya.
- Nah, kalau misalkan mau
- sekonyong-konyong tentu jangan sampai
- kita membuat dia enggan untuk
- apa? Melayani kita. Maka kita jangan
- sampai berlama-lama dalam bertamu
- kecuali dikehendaki oleh yang punya
- rumah.
- Udah jangan kalau ke situ jangan
- sebentar katanya. Paling tidak satu
- malam lah, katanya.
- Ini dulu ya. Mungkin kita bisa kumpul
- dulu, kita bisa berbagi dulu dan
- sebagainya. Nah, itu artinya intinya
- adalah semua sama-sama melakukan
- tindakan yang tidak melanggar aturan dan
- hendaknya yang kita harapkan adalah
- keridaannya. Ya.
- Kemudian yang ketiga,
- al-adabus salis. Adab yang ketiga.
- [berdehem] Ayaskur diifu
- shahibif diyafah. Ya. Jadi artinya
- hendaklah tamu berterima kasih
- kepada tuan rumah.
- Ayaskurifu
- shohibal difa
- tamu bersyukur berterima kasih kepada
- yang punya rumah.
- Jadi jangan sampai sudah dijamu, sudah
- diberikan ee pelayanan eh nyaman-nyaman,
- diam-diam aja gitu ya. Mesem aja gitu.
- Ini jangan sampai seperti itu.
- Islam. Jadi sampai disebutkan bahwa ini
- adalah merupakan perkara yang dianjurkan
- di dalam Islam. Qall wasallam. Rasulam
- bersabda, "Maam yaskurinasa
- lam yaskurillah."
- Barang siapa yang tidak bersyukur kepada
- manusia berarti ia tidak bersyukur
- kepada Allah.
- J kalau kita tidak bersyukur kepada
- manusia ber tidak bersyukur kepada
- Allah.
- Wika dan demikian pula Nabi sallallahu
- alaihi wasallam
- daa nabi sampai mendoakan [berdehem]
- atau nabi berkata kepada sad ya akram
- bin ubadah
- badahi
- [berdehem] bada an atamahu ya telah ee
- memberikan makan maka kemudian Nabi
- bersabda begini
- aftakum
- asoimun
- telah berbuka di rumah kalian
- orang-orang yang berpuasa. Maksudnya
- berikan kabar gembira betapa besar nilai
- pahala menjamu orang yang berpuasa.
- Kemudian telah memakan makanan kalian
- orang-orang yang saleh
- dan telah berselawat atas kalian para
- malaikat.
- Luar biasa. Ini ini adalah merupakan
- satu ungkapan dari tamu kepada yang
- menjamu tamu.
- Maka jangan pelit-pelit berdoa. Orang
- yang sudah dilayani, orang yang sudah
- diberikan pelayanan yang baik, jangan
- pelit berdoa. Doakanlah yang tuan rumah
- itu. Maka Rasulullah pun mendoakan
- Abdullah bin Buser ya radhiallahu anhu.
- Setelah ia menghidangkan makanan untuk
- beliau. Maka beliau berdoa, "Allahumma
- barik lahum, Allahumma bariklahum fima
- rozaqtahum
- wagfirlahum
- warhamhum."
- Ini silakan bisa ditulis di ini dalam
- riwayat Muslim nomor 2042
- ya hadisnya. Allahumma ya Allah barik
- lahum berkahilah mereka faktahum
- pada apa yang telah Engkau rezekikan
- kepada mereka. Wagfir dan ampunilah
- lahum bagi mereka. Warhamhum dan
- sayangilah mereka.
- Nih yang mungkin masih langka ya kita
- lakukan seperti itu.
- Jazakallah ya. Cuman gitu aja.
- Jazakallah hero katanya. Kasih ya
- mudah-mudahan jangan kapok ya menjamu
- tamu gitu.
- [berdehem]
- Nah, jadi hendaknya ada doa tadi,
- Allahumma bariklahum fima roqtahum
- wagfirlahum
- warhamhum. Ya, itu doa yang dicontohkan
- oleh Rasul sahu alaihi wasallam ketika
- beliau mendoakan ya Abdullah bin Husr
- yang telah menghidangkan makanan untuk
- Baik para ikhwan ee kita jeda seperti
- sejenak ya. ee masih ada berapa poin
- lagi? Kurang lebih dua poin lagi. Tapi
- kita istirahat sebentar, rehat dulu.
- Mudah-mudahan dengan itu fresh dan bisa
- memahami apa yang dijelaskan tadi. Kalau
- ada yang keliru, tolong diluruskan.
- Kalau ada yang ee kalah, tolong
- dibetulkan. Ya, mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala menunjuki kita pada
- jalan yang terbaik di dalam mengkhidmati
- Islam dan mengikuti sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Barakallahu
- fik.
- Baik, ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah. Tadi kita ikuti sesi pertama dari
- ee pemaparan tentang adab memuliakan
- tamu dan adab bertamu. Ikhwan awat yang
- ingin bertanya silakan layangkan
- pertanyaan Anda di 0218451512
- atau di WhatsApp di 0811
- 999720.
- kita [musik]
- [musik]
- berhasil [bernyanyi]
- [musik]
- [musik]
- Masih bersama Radio Silaturahim dan
- Rasil Visual untuk Islam yang satu. Anda
- sedang mengikuti tausiah sore dalam tema
- kita adab bertamu dan adab memuliakan
- tamu. Ikhwan akhwat yang ingin bertanya
- silakan telepon kami di 0218451512
- atau layangkan pertanyaan Anda di
- 0811999720
- untuk WhatsApp. Iwanawat. Tadi kita
- sudah membahas tentang adab bertamu ya,
- bahasan kita yang kedua dan kita sudah
- membahas tiga poin tadi dan masih ada
- beberapa ya Ustaz. Ada
- dua
- masih ada dua lagi kita akan selesaikan
- di sore hari ini. Ee setelah itu kita
- akan bahas ee pertanyaan pada sesi
- berikutnya. Tafadul Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim ikhwan
- alhamdulillah rahimakumullah. Ee jadi
- sudah
- tadi empat ya ee lima. lima ya, lima eh
- empat empat dari memuliakan tamu dan
- sekarang adab bertamu. Itu sudah
- sampaikan juga tiga tinggal dua lagi.
- Yang yang keempat adabur rabi itu luzumu
- diifi adabil aqli wasyurbi.
- [berdehem]
- Jadi
- hendaklah seorang tamu itu adalah
- memperhatikan
- adab makan dan minum.
- Jadi seorang tamu datang ke rumah satu
- ee rumah gitu datang ke satu rumah untuk
- bertamu. Dia pun hendak memperhatikan
- adab makan dan minum. Maksudnya apa?
- Disebutkan bahwa
- ee
- jadi adab makan minum ini telah
- disebutkan secara terperinci di dalam
- kitab ini. Dulu kita pernah bahas adab
- makan,
- adab minum. Nah, itu harus di
- perhatikan
- perhatikan
- ya. Karena darah seorang memperhatikan
- adab-adab tersebut saat kita duduk ya
- bersama tuan rumah jangan sampai kita
- mengabaikan adab-adab tersebut. Karena
- boleh jadi tuan rumah tidak merasa
- nyaman kalau kita tidak memperhatikan
- adab tersebut. Inilah merupakan ee
- bentuk kebaikan dirinya dan juga kepada
- saudaranya. Jadi selalu menjaga
- adab-adab ini
- [berdehem]
- agar mendatangkan kebaikan. Ya. Jadi
- jangan sampai kita
- mengabaikan, tidak mengabaikan atau
- tidak peduli dengan adab-adab. Dan di
- sinilah akan tumbuhnya keberkahan
- sehingga di samping itu juga tuan rumah
- pun tidak merasa bosan nanti untuk
- menjamu tamunya. Karena sang tamu sangat
- perhatian terhadap adab-adab makan.
- Misalkan contoh enggak boleh ngambil
- yang jauh-jauh gitu ya. Nah, kalau
- memang sangat terpaksa [berdehem] ya
- sampaikan apa adanya.
- Nah, terus lagi kalau sekarang memang
- alhamdulillah di beberapa tempat sudah
- ada meja putar kan?
- Iya.
- Jadi tidak perlu lagi itu putar aja.
- J saya pernah dijamu seorang makan
- berdua satu meja penuh gitu. Waduh saya
- sampai bingung saya
- ini mana yang harus saya makan teh ya?
- Ini semua ini C berapa orang ya? Kita
- berdua. Masyaallah. [tertawa] Nah itu
- contoh bentuk yang berlebihan.
- Iya.
- Akhirnya saya nasehhatin sebagai tamu
- karena pas qadarullah ini orang ini dulu
- pernah tinggal di rumah saya. H.
- Nah. Nah, jadi arnya bukan bukan orang
- yang baru kenal lah gitu ya. Dia sudah
- sangat kenal.
- Jadi saya nasehhatin
- yang yang saya sedih ternyata dia belum
- berangkat haji.
- Hm.
- Gitu. Padahal hartanya berlimpah ruah.
- H
- berbagai macam alasan karena itu
- macam-macam gitu. Akhirnya saya
- nasihatin juga gitu. Nah, itu
- artinya kehadiran tamu ini ada artinya
- gitu ya.
- Itu termasuk amar nahi mungkar. Tapi
- juga jangan sampai si tuan rumah merasa
- menjadi tidak nyaman gitu. Nah, itu
- tentu dengan cara yang baik.
- Sampaikan saya ini masyaallah betapa
- banyak orang-orang yang membutuhkan
- makanan ini. Saya bilang, "Masa kita
- hanya berdua. Saya berharap kalau ee
- menjamu tamu tidak harus berlebihan
- seperti ini. Kalau cukup untuk
- berdualah. Kalau ini seya cukup untuk 10
- orang." Saya bilang gitu. He
- gitu. Jadi semua jadi makanan-makanan
- yang mewah itu disediakan. Maksud dia
- memuliakan saya.
- Iya.
- Tetapi
- justru dia tidak nyaman. Karena ingat
- Rasul kan eh dalam Al-Quran dia katakan
- kulu wasrabu wala tusribu.
- Jangan makanlah kamu dan minumlah kamu.
- Jangan berlebihan. He
- akhirnya ya masyaallah saya sebagai tamu
- pun aknya jalan sehatin ya.
- Alhamdulillah itu orang yang bukan orang
- siapa-siapa tapi karena memang sudah
- dekat dari dulu. Nah ini contoh kecil ya
- dalam masalah bertamu seperti itu. Nah
- kemudian yang terakhir Aladabul Khamis
- Adam yang kelima.
- [berdehem]
- utkanakibilah
- hatta yukahu ya. Jadi tidak memberatkan
- tuan rumah sehingga merasa kesulitan.
- Jadi jangan sampai kehadiran tamu tuan
- rumah menjadi berat ya. Karena saat tamu
- ini adalah memang ee istilahnya apa ya?
- Pilih-pilihlah gitu. Contoh makan
- penginnya kalau di restoran yang paling
- mahal misalkan ya. Iya.
- Padahal yang menjamu itu boro-boro untuk
- menjamu tamu sampai semahal itu.
- Kadang-kadang untuk keluarganya pun
- kerepotan.
- Nah, ini contohnya tamu harus harus
- paham dan harus tahu diri dalam hal ini.
- Maka disebutkan [berdehem]
- eh faid wajada diifu
- anna anhibal baiti rqiqul har. Nah, ini
- sampai jika kamu melihat tuan rumah ini
- sedang kesulitan keadaannya
- ingat tak sanggup menunaikan hak atas
- kewajibannya maka e yastati ya ayuma
- biwajiba
- tamamagi sehingga dia tidak mampu untuk
- menjamu tamu sebagaimana layaknya maka
- di sini hendaknya kita tidak memberatkan
- sebutkan demikian bahwasanya orang tamu
- jangan sampai memperpanjang kunjungannya
- sehingga menjadikan tuan rumah merasa
- keberatan dan kesempitan. Nah, kemarin
- sudah dibahas dari tamu itu adalah yang
- wajibnya satu hari satu malam dijamu.
- Kemudian ee
- kita masih boleh berkunjung dalam waktu
- 3 hari ya itu selebihnya sedekah. Nah,
- kalau sudah lebih 3 hari mestinya dia
- segera untuk beranjak pergi gitu.
- kecuali kalau dikehendaki oleh tuan
- rumah
- atau misalkan tuan rumah hendaknya ee
- hendak untuk bersedekah itu lain lagi
- ya selebihnya itu adalah sedekah.
- Nah, tapi yang wajib ditekankan di dalam
- Islam menjamu tamu itu sehari semalam.
- Hm.
- Sehari semalam. Dan ee di riwayat lain
- menyebutkan ada sampai 3 hari 3 malam
- yang wajibnya satu hari semalam. Yang
- dua hari itu sunah gitu ya.
- Nah, yang selebihnya adalah tataw.
- Heeh.
- Tataw itu adalah tambahan kebaikan.
- [berdehem]
- Maka Rasul bersabda, "Wa yahu lahu
- ayaswiyaahu
- hatta yukrijahu."
- Tidak halal baginya, bagi tamu
- berlama-lama di tempat kunjungannya ya.
- Hatta yukhrijah sehingga memberatkan
- tuan rumah.
- Yuhrijahu. Bukan yukhrijahu beda kalau
- dengan [berdehem] KH. Beda artinya
- keluar.
- E kalau kalau kan kharaja dengan haraja.
- Kalau kharaja keluar. Kalau haraja itu
- sempit. He
- misalnya di Al-Qur'an w'alikum fiddini
- min haraj.
- Nah, ini juga ayukrijahu
- hatta yukhrijahu. Jadi sampai jangan
- sampai memberatkan tuan rumah. Nah,
- inilah ee
- adab-adab yang perlu diperhatikan di
- dalam kitab ini. Kita berharap
- mudah-mudahan kita menjadi orang yang
- terbaik di dalam memberikan pelayanan
- kepada tamu dan dengan itu pula kita
- insyaallah akan menjadi orang yang
- dimuliakan Allah karena memuliakan
- tamu-tamu kita. Demikian.
- Baik, ikhwan awat yang dirahmati Allah.
- Kita membahas adab memuliakan tamu dan
- adab bertamu. Iwan akwat yang ingin
- bertanya ada kesempatan silakan di 0811
- 999720
- atau langsung telepon juga boleh di
- 0218451512.
- Baik, langsung saja paling Pak Ustaz ee
- kita akan bahas beberapa pertanyaan yang
- masuk.
- di meja redaksi kita yang pertama
- ini dari
- hamba Allah di Bekasi. Oamah Rena di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Oh, ini pertanyaannya di luar tema. Ee
- kita lewat dulu, Pak Ustaz, ya. Nanti
- kalau ada waktu kita bahas dari Ibu Sri
- ee tidak menyebutkan tempatnya di mana.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee Pak Ustaz, kalau yang bertamu itu
- tidak salat dan suka merokok, sedangkan
- saya sekeluarga tidak suka dengan rokok,
- apalagi kami mempunyai anak kecil.
- Bagaimana cara menghormatinya? Terkadang
- tamu tersebut menginap. Syukran Ustaz
- atas penjelasannya.
- Pertama,
- sering terjadi ini.
- Iya, betul. Betul. He.
- Pertama, dari awal di rumah tuh dipasang
- saja ya, dipasang kalimat-kalimat yang
- tulisan ya
- ee tidak merokok. Misalkan contoh gini,
- "Terima kasih Anda tidak merokok di
- rumah ini."
- Heeh.
- Ya bahasanya sindiran kan.
- Tapi tukang merokok biasanya [tertawa]
- enggak baca tuh, Ustaz.
- Iya. Ya, makanya kalau biar biar kebaca
- itu pas memang
- biar perlu di kamar a dipasang juga. Ee
- nah dia mau nginap lagi misalkan di
- kamar pasang lagi.
- Heeh.
- [berdehem]
- Jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat
- misalkan gitu
- mohon tidak merokok di ruangan ini.
- Heeh.
- Kalau tadi ya terima kasih ada tidak
- merokok. Nah itu kalimatnya lain lagi.
- Intinya semuanya melarang merokok gitu.
- [tertawa]
- Sudah lebih tegas ya kalau sudah di
- dalam ya.
- Iya.
- Kalau urusan tidak salat
- ini berarti termasuk ladang dakwah.
- Hm. He
- tuh ladang dakwah yang harus diluruskan,
- harus diarahkan.
- He
- ya. Jadi sampaikan enggak apa-apa
- mungkin mungkin saat itu dia tidak mau
- salat, tapi mungkin nanti di hari kedua
- paling tidak dia tertarik gitu ya atau
- mungkin di kunjungan berikutnya dia
- tersentuh
- ya.
- Tapi dengan pelayanan kita mudah-mudahan
- dibukakan hatinya, diberikan hidayah.
- Jadi intinya tetap ee siapapun tamunya
- tapi tetap batas-batas syariah harus
- dijaga. Heeh. Heeh.
- Misalkan ini tamu nih tidak tidak tahu
- aturan syariat. Nah, kita yang tahu
- harus menyampaikan gitu
- ya. Kita harus menyampaikan seperti
- halnya menutup aurat ya.
- Maka jangan sampai si tamu melihat aurat
- keluarga kita.
- Hm.
- Nah, ini harus di disampaikan dan kita
- sebagai keluarganya juga sebagai tuan
- rumah hendaknya menjaga. Jangan sampai
- ah ini sudah karena di rumah jilbabnya
- dibuka padahal dia bukan mahram.
- Hm.
- Tuh.
- Jadi tuan rumah juga harus menyesuaikan
- kalau ada tamu ya. dia gitu. Makanya
- yang paling bagus itu memang
- ee ruang tamu itu adalah di tempat
- khusus.
- Hm.
- Yang tidak bisa dilewati atau melewati
- keluarga kita.
- Heeh.
- Itu tadi saya pernah berkunjung dan saya
- bertamu di satu tempat
- enggak bisa ketemu
- gitu. Jadi khusus di depan ya ruang tamu
- itu di depan satu ruangan luas
- itu khusus untuk tamu [tertawa]
- I.
- Jadi pintu sendiri ya semua walaupun
- rumahnya depet dengan yang punya rumah.
- Heeh. tetapi hijabnya jelas.
- H.
- Nah, itu yang
- sebaiknya begitu
- ya. Idealnya
- idealnya
- kan kita seringkiali bertabrakan antara
- idealisme dan kenyataan.
- Dan kenyataan gitu kan seperti kita di
- rumah petak dikontrakan agak sepertinya
- maka kita harus menjaga.
- Jadi tetap harus menutup aurat ya
- walaupun mungkin tidur pun dalam keadaan
- pakai jilbab. H.
- Kalau jangan sampai nanti di suatu malam
- misalkan ada tamu yang apa tadi yang
- bukan mahram tiba-tiba
- pakaiannya tersingkap. itu bahaya kan?
- He
- bisa menimbulkan dorongan ee kejahatan
- gituan fitnah intinya.
- Demikian.
- Iya. Iya.
- Baik. Ee demikian tadi Ibu siapa? Ee
- semoga terjawab pertanyaannya Ibu Sri
- ya. Dan berikutnya asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya H. Yudi mungkin Pak Haji Yudi
- barangkali ya.
- Ah, di
- bertanya pada Wahyudi depannya Yudi.
- [tertawa]
- Bertanya pada Wahyudi nih. Beliau di
- perumahan Cibubur Siti Bogor.
- Pak Ustaz, kalau kita bertamu ke rumah
- orang kafir ee terus disajikan makanan
- yang dimasak apa boleh kita makan?
- Ya. Pertama, dalam hal ini tentu sebagai
- bentuk kehati-hatian ya adalah kita
- kalau disajikan makanan-makanan yang
- dimasak olehnya tentu paling tidak
- sampai minimalnya syubhat. H minimalnya
- status makan itu jadi syubhat
- maksimalnya haram gitu.
- Kenapa? Karena mungkin dia misalkan
- daging ya memasak makanan-makanan yang
- diharamkan Allah
- maka tentu dalam kondisi giniuka
- tinggalkan yang meragukan dan ambil yang
- tidak meragukan.
- H
- misalkan ambil tidak meragukan, oh di
- situ disuguhkan ada makanan yang dia
- masak tapi juga ada roti yang di situ
- rotinya terjamin ada sertifikasi
- halalnya gitu ya. Dia beli misalkan di
- toko gitu ya. Nah itulah yang diambil.
- Hm. Jadi jangan mengambil yang dalam
- posisi syubhat. Karena kata Rasulullah
- sahu alaihi wasallam, "Man waqa fi
- subhat waq fil haram." Siapa yang
- menempatkan diri pada posisi syubhat,
- maka dia menempatkan diri pada posisi
- haram.
- Hm.
- Jadi akan lebih lebih ee dekat jatuhnya
- kepada haram
- tuh. Maka dijaga walaupun demi
- persahabatan, walaupun demi ee apa ee
- menghargai gitu ya. Tetap saja sebagai
- seorang muslim jangan kehilangan jati
- diri.
- Baik. Ee demikian ya, Pak
- Haji Yudi, semoga terjawab. Dan
- berikutnya dari Ibu Ejeh, maaf di luar
- tema. Ee nanti kami lewat dulu ya. Nanti
- ee kalau masih ada waktu kita bacakan
- berikutnya ee dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kadang ada orang yang bertamu tapi
- langsung nyelonong masuk aja. ee padahal
- kondisi kita tidak siap menerima tamu.
- Misalnya kita
- tidak sedang ee menutup aurat. Mohon
- penjelasannya bagaimana
- adab bertamu yang diajarkan oleh
- Rasulullah dalam hal ini, Pak Ustaz.
- Jadi tadi ya, seorang yang mau bertamu
- itu harus betul-betul yakin bahwa di
- dalam rumah itu tidak terganggu dengan
- kehadirannya.
- H ini berkaitan dengan adab yang bertamu
- ya.
- Iya, adab bertamunya. Jadi tidak boleh
- langsung nyelonong saja langsung. Tapi
- ada aja memang yang saya
- ada yang begitu [tertawa] kadang-kadang
- karena merasa akrab gitu
- nyeronong aja masuk. E padahal kita
- bukan mahram, bukan siapa-siapa.
- Hanya tetangga dekat misalkan ya karena
- sudah sering akrab gitu masuk.
- Asalamualaikum mari masuk. Wah itu
- bahaya itu.
- Dia melakukan pelanggaran banyak sekali.
- H
- pelanggaran pertama adalah pelanggaran
- ee
- dia belum dapat izin masuk.
- Hm. Pelanggaran yang kedua, dia tidak
- memperhatikan adab-adab syari. H
- karena boleh jadi ada yang suatu yang
- haram yang dia lihat. He.
- Nah, pelanggaran yang ketiga adalah
- tidak menghormati tuan rumah.
- H.
- Tuh, banyak sekali pelanggarannya.
- Kalau diurut bisa sampai 10 itu.
- [tertawa]
- Makanya di sini harus tahu diri sebagai
- seorang tamu.
- Ya, makanya tadi saat mengetuk pintu pun
- tidak boleh menghadap ke pintu.
- H. Tapi yang harus menjaganya kita ya.
- Itu jadi harus menjaganya. Tidak boleh
- begitu. Ketuk ketuk ya. Misalkan
- [tertawa]
- asalamualaikum. Jadi jangan sampai tim
- langsung kita belakang. H
- kita membang belakangi pintu.
- H.
- Nah nanti ada kejawab waalaikumsalam.
- Baru ketika dibuka
- ya barulah kita ditegur gitu. Tapi
- jangan sampai
- menghadap pintu karena boleh jadi tidak
- nyaman yang punya rumah. H
- tu.
- Nah itu termasuk adab di dalam berkah.
- Makanya ketika kisah tentang Muhajirin
- Anshar itu kan sampai seorang Ansar akan
- menolong Muhajirin ee sampai suruh di
- rumah dulu eh apa di luar dulu
- ya. Suaminya duluan masuk
- ditutup pintunya. Mohon maaf ya saya
- masuk dulu-duluan.
- Apa diamankan suasananya jangan sampai
- masuknya tamu akan menjadi fitnah.
- H.
- Nah, itu contohnya. Maka dalam hal ini
- seorang yang bertamu yang harus tahu
- diri
- yang tahu diri. Memang agak susah juga
- kalau misalkan orangnya dableg gitu ya.
- [tertawa]
- Susah. Betul.
- Itu sudah dikasih tahu eh
- dikasih tahu
- begitu lagi begitu lagi. Nah, susah
- emang kalau ngomong sama orang yang
- seperti itu. Jadi
- ngasih kacang sama orang yang tidak
- punya gigi itu susah. [tertawa]
- Atau ngasih makan sama orang yang sedang
- kehausan juga tidak bisa. He he.
- Nah, itulah. Jadi hal ini tentu kita
- hadapi ee
- dengan sabar juga
- dengan sabar ya. Maaf adanya. Makanya
- begitu kita tahu ini orang memang susah
- tuh kita yang harus
- menyelamatkan diri dari fitnah tadi.
- H
- gitu. Oh ada orang ini masuk masuk
- enggak ketuk pintu enggak apa gitu kita
- langsung masuk kamar aja.
- He kunci kamarnya gitu.
- Terus dia misalkan ee nanyanya Bu atau
- Pak gitu. Nah baru kasih tahu ya ada apa
- gitu. Terus nanti ketika dalam suasana
- yang tenang kita kasih tahu.
- Hm. Jangan marah-marah di situ ya.
- Jangan seperti itu. [tertawa]
- Jadi jangan
- itu malah jadi berantem gitu ya.
- Karena ini sudah sudah jelas orang ini
- orang awam,
- orang awam terhadap atur dan bertamu.
- Tapi kemudian kita malah jadi
- marah-marah. Akhirnya tidak baik. Sejak
- itu tak mau bertamu [tertawa] lagi.
- Tidak baik. Jadi hubungannya ya. Jangan
- juga seperti itu ya Pak Ustaz.
- Di situlah makanya
- Alquran begitu indahnya. Tolaklah
- keburukan dengan cara yang baik.
- Sehingga seolah-olah yang jadi
- permusuhan di antara kamu pun jadi
- sahabat setia. Nah, ini jangan dirubah
- malah sahabat jadi musuh.
- Akibat kita tidak nyaman menerima tamu
- tadi.
- Masyaallah.
- Mungkin kalau zaman sekarang bisa di ee
- apa namanya? Ada pintu pakai bolongan
- sedikit atau pakai kaca kecil. Ada yang
- seperti itu ya, Pak Ustaz ya. Habis itu
- dia mungkin itu lebih aman juga. Jadi
- lihat dulu orang siapa yang mau datang
- nih.
- Ya, itu tadi. Makanya kan kadang-kadang
- pintu kita kadang tidak dikunci.
- Hm. Betul. Betul. Tiba-tiba orang
- langsung nyeronong. Asalamualaikum.
- Langsung nyeronong masuk. Ada yang
- begitu.
- E sok akrab ya.
- Akrab [tertawa] itu. Betul. Betul.
- Ya. Baik. Ini hamba Allah. Semoga
- terjawab pertanyaannya. Dan berikutnya
- ini waktu masih banyak ya. Berikutnya
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustaz Wahyudi.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Yang dirahmati Allah yang insyaallah
- selalu dalam rahmat dan perlindungan
- Allah Subhanahu wa taala. Terkait dengan
- dengan tema sore ini, Pak Ustaz, ada
- bertamu. Saya ingin bertanya, apakah
- saya berdosa bila ada teman yang memaksa
- untuk berkunjung ke rumah padahal sedang
- tidak bersedia menerima tamu. Alasannya
- sangat pribadi, Pak Ustaz. Tapi dia
- terus memaksa, bagaimana caranya?
- Sukron dari Bu Tini di Bekasi. Ya,
- pertama ee harus disampaikan
- dan orang yang mau bertampung tadi harus
- tahu diri tadi. Enggak boleh memaksa
- seperti itu.
- Boleh
- tapi posisi kita sebagai penerima tamu
- nih bagaimana posisi?
- Iya. Kita sebagai penerima tamu
- tentu tidak tidak boleh ee juga ee
- membuat dia terluka atau tersinggung.
- Maka dengan cara yang baik seperti apa?
- Sampaikan mohon maaf
- ee mungkin insyaallah di lain waktu saya
- bisa menerima. Untuk saat ini saya
- sangat berkeberatan untuk ada orang yang
- bertamu. He.
- Karena hal yang sangat pribadi yang
- tidak perlu saya ungkapkan.
- He.
- Karena orangor yang cerdas pikirannya
- pasti langsung ini
- pasti paham. He
- tapi kalau orang yang apa [tertawa] agak
- susah gitu.
- Iya iya iya iya.
- Ya.
- Jadi itu memang ada kalanya ee
- seringkiali jadi gagal paham dalam mas.
- Heeh. He he.
- Nah, tapi ada juga begini. misalkan
- kenapa si fulan itu tidak tidak mau
- menerima ee boleh jadi ada sesuatu yang
- memang tidak mau diketai orang lain
- tentang kesulitan dirinya
- ya betul betul betul nah kalau seperti
- ini tentu harus dicari informasi
- dari orang-orang terdekatnya
- kalau memang ternyata oh ini berarti
- empati kita
- iya
- ee misalkan begini contoh orang ini ini
- t misalkan dia tidak tidak sanggup
- menyambut tamu
- karena memang tidak punya apa-apa gitu
- maka kita yang memiliki sesuatu
- ya memberikan hadiah kepadanya.
- Hm.
- Nah, misalkan contoh ee Pak mohon maaf
- ya ini ada sedikit hadiah untuk Bapak
- dan keluarga misalkan jadi saya dan
- keluarga ingin makan di rumah Bapak.
- Nah, ini tolong
- tolong dimasakin gitu ini berasnya
- misalkan atau ini uang untuk belanjanya.
- Nah, insyaallah pada hari H jam sekian
- saya akan berkunjung ke rumah Bapak.
- Nah, dengan itu insyaallah akan
- memberikan peluang
- gitu. Kalau memang si si tuan rumah tadi
- tidak mau menerima tamu karena keberatan
- tadi.
- H. Dan ini kadang-kadang di luar dugaan
- kita.
- Betul, betul, betul,
- betul. Inilah perlunya empati ya.
- Perlunya empati dalam ini. Apalagi kalau
- misalkan ini orang yang mau kita tamu
- itu memang orang miskin
- gitu. Orang tidak punya apa-apa. Tentu
- dia sangat berkeberatan dengan kehadiran
- kita. H
- satu sisi dia ingin memuliakan tamu tapi
- tak mampu, tak mau berbuat apa.
- Maka di sini kita harus empati ya
- sampaikan dan itu akan buat suatu kesan
- yang luar biasa.
- Heeh.
- Ini Pak, kita jangan juga memberikan
- sesuatu yang membuat dia bingung untuk
- membelanjakannya hanya karena
- sedikitnya.
- Perkirakan. Bahkan bila perlu begini,
- ini adalah uang saku buat Bapak dan ini
- untuk belanja untuk saya ikut makan di
- situ.
- Hyaallah.
- Jadi ada dua dua amplop se ya. Satu
- amplop ini khusus untuk
- Nah ini adalah untuk makan. Makan pun
- kita pikirkan kira-kira kalau saya makan
- berdua berapa nih saya dengan istri
- misalkan ya
- atau dengan anak-anak akan makan di situ
- berapa kira-kira?
- Nah perkirakan sekian baru yang wajar
- Allah akan memberikan suatu rahmat yang
- luar biasa.
- He
- kepada [berdehem] orang yang punya
- empati seperti itu.
- Mudah-mudahan ini jadi satu salah satu
- apa? trik atau satu tips ya
- untuk mendekatkan hubungan ukhuwah
- dengan sama kaum muslimin.
- Demikian.
- Baik, Ibu. Semoga [berdehem] terjawab ya
- pertanyaannya. Dan berikutnya,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, apakah secara
- syariat seorang suami dibolehkan
- memasukkan dan membawa serta ee
- laki-laki lain ke dalam rumahnya dan
- tinggal seatap dengannya tanpa
- persetujuan dan keridaan istrinya?
- Ya. Pertama, bahwa [berdehem] kita
- mentaati seorang istri mentaati suami
- itu adalah satu kewajiban. Hanya tetap
- la taat lluukin fiyatil khq. Tidak ada
- ketaatan pada makhluk dalam maksiat
- kepada khaliq.
- Dan itu maruf ketaatan itu dalam
- [berdehem] hal yang makruf.
- Maka tentu seorang istri adalah ee
- hendaknya memberikan nasihat kepada
- suaminya dengan jang dengan tidak
- mengguruinya.
- He
- ya. Sampaikan nasihat, sampaikan
- diingatkan suaminya
- bahwa sebuah pelanggaran syariat dan
- sebuah perbuatan dosa apabila suami rela
- urat istrinya dilihat orang lain.
- H.
- Jadi kalau seorang suami rela orat
- istrinya dilihat orang lain, dia telah
- berbuat dosa kepada Allah.
- Hm.
- Hari ini banyak enggak seperti itu?
- Banyak sekali. sengaja bawa istrinya
- pakai bajunya setengah ke istilah
- [tertawa] kalau istilahnya you can see
- kan ya you can see kan kamu dapat
- melihat
- kamu dapat melihat malah dibanggain ini
- istri saya gini nih
- masyaallah inilah karena karena dia
- tidak paham ya karena tidak belajar
- Islam dengan baik
- akibatnya banyak pelanggaran yang dia
- lakukan yang tidak sadar
- dan yang paling mengerikan k dia tidak
- sadar sampai pulang kepada Allah
- tiba-tiba masuk neraka gitu kaget
- [tertawa]
- Ya Allah, saya tidak tahu. Kata Allah,
- "Kenapa kamu tidak ngaji?"
- E,
- oh
- ya Allah enggak ada yang beritahu saya
- lah. Bukannya terdengar oleh telingamu
- ya. Banyak sekali sekarang media-media
- yang memberikan kajian.
- Kamu sendiri salah yang tidak ngaji. Oh,
- maka dia lakukan wama kunna muadabina
- hatta nabas rasul.
- Kami tidak memberikan azab kepada satu
- kaum kecuali Allah datangkan rasul dulu.
- Banyak mubalig, banyak dai, banyak ustaz
- yang sudah menyampaikan. He.
- Hanya kita tidak peduli, tidak mau
- ngaji, tidak mau belajar, maka rasakan
- sendiri nanti. H
- tuh
- ketidaktahuan keawaman itu kan akibat
- tidak ngaji itu akan dapatkan pahala
- yang berlipat eh apa? Dosa yang berlipat
- ganda. He.
- Lain kalau dia misalkan dilahirkan di
- hutan,
- enggak kenal siapa-siapa.
- Tak kenal siapa-siapa.
- Enggak ada radio rasil pula. [tertawa]
- Boro-boro rasil gitu ya. Petani yang
- datang pun tak ada lewat. [tertawa]
- Dia begitu lahir hidup bersama hutan,
- bersama hewan-hewan liar gitu ya
- sampai meninggal.
- Nah, sampai meninggalnya itu insyaallah
- itu urusan Allah itu.
- Hm. Jadi kebodohan yang dimaklumi ya.
- Iya gitu. Jadi kalau semua sekarang
- alasannya itu dan ini masyaallah
- [tertawa] gitu ya. Nah memang kalau
- kalau istilah sunah gini engkol itu ada
- ada musimnya. Kalau ekol itu tidak ada
- musimnya. [tertawa]
- Ekol itu alasan gitu ya. Kapan pun
- kapan pun bisa beralasan
- termasuk e mengerjakan sesuatu yang baik
- [tertawa] ya.
- Eko tuh tidak ada tidak ada musimnya
- kapan pun bisa gitu.
- [berdehem]
- Ilmu lagi di Ekol itu enggak ada
- waktunya nih. [tertawa]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee saya Indra di Depok mau bertanya.
- Kalau bertamu ucap salam tiga kali tidak
- dibukakan pintu. Apakah kita harus
- pulang, Pak Ustaz?
- Kalau berdasarkan Al-Qur'an begitu.
- E jadi ucapkan salam tiga kali. Dalam
- hadis juga dijelaskan bahwa kalau kita
- sudah mengucapkan salam tiga kali, maka
- tidak ada yang jawab, maka tinggalkan.
- Heeh. Tapi boleh jadi kita mencari tahu
- kepada orang di sekitarnya, adakah di
- rumah ada orang apa tidak. Jangan-jangan
- kita perkirakan ada orang, padahal tidak
- ada orang. Tentu tidak akan jawab
- kecuali jin yang jawab [tertawa]
- ya. Nah, dalam hal ini masalahnya
- [berdehem] jadi dipastikan dulu pastikan
- ini ada orang apa tidak lah. Kok Bu saya
- sudah salam tapi oh sedang pergi
- orangnya.
- H
- sejak tadi pagi sudah dikunci rumahnya.
- Oh kan jadi lain.
- H betul betul.
- Maka tadi alangkah baiknya kita juga
- dekati tetangga yang dekatnya.
- Sampaikan apakah tuan rumah tuh ada.
- Hm. Kalau jelas ada kemudian enggak ada
- salam ya mendingan dia pulang.
- Nah lain lagi. Kalau misalkan ada jelas
- kok suaranya di dalam ya banyak orang
- yang tiba-tiba begitu salam diam
- semuanya.
- Bahkan tak ada yang jawab. Nah kalau itu
- berarti tuan rumah tak berkenan dengan
- kehadiranmu gitu. [tertawa]
- Jangan dipaksakan gitu.
- Betul betul betul.
- Nah itulah betapa Islam itu indah.
- Hm hm.
- Tidak ada unsur paksaan.
- Jadi aturannya kedua belah pihak ya.
- Iya. bukan cuma kepada dalam satu pihak.
- Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya pendengar Radio Rasil via aplikasi
- Android. Biasa mendengarkan setiap pagi
- selama perjalanan menuju ke kantor. Ada
- keluhan sedikit yang perlu saya
- sampaikan kenapa dalam beberapa waktu
- terakhir ini siarannya kurang dapat
- terdengar dengan baik. Serangkali
- terputus-putus. Akhirnya saya tidak
- dapat mendengarkan dengan baik. Oh ya,
- saya mendengarkan saat berkendaraan di
- sepeda motor. Terima kasih. Nah, ini
- Bang Ondi atau siapa nih yang mau jawab?
- [tertawa]
- Emang sedang ada gangguan ya? Ada
- emang di musim COVID ini banyak gangguan
- ya. Mungkin sampai ke sinyal gitu ya.
- Ada pengaruh juga rupanya COVID ini ke?
- [tertawa]
- Oh iya. Ini ee aplikasinya sedang memang
- sedang ada ee sedang sedikit gangguan
- gitu Pak ya. Jadi ee memang sedang ada
- gangguan ya.
- Gitu. Jadi ee bukan bukan HP Bapak yang
- salah.
- Baik, Pak Asep di Bogor. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee alhamdulillah saya sedang mengikuti.
- Asalamualaikum. Bagaimana, Pak Ustaz,
- cara mengantisipasi tamu yang suka
- ngerok?
- Ngerok.
- Ngerokok.
- Rata rata-rata tamu suka ngerokok ya
- maksudnya ya. ini belum selesai ya. Jadi
- saya
- Hatur nuhun Pak Asep Bogor. Iya betul.
- Tadi ya tadi. Betul betul betul. Jadi
- ini semoga tadi Pak Asep mendengarkan ya
- tadi ee sudah dibaca ee dijawab oleh
- Ustaz tentang merokok ini. Jadi ee bisa
- memasang
- tulisan
- tulisan ya sebesar-besarnya pasang
- banner lah di depan ya. [tertawa]
- Sebenarnya saya juga sering itu seperti
- itu ya. Apalagi kalau di saya banyak
- anak-anak. Saya kebetulan di pondok.
- Jadi kadang-kadang
- kalau orang itu masih normal masa malu.
- [tertawa]
- Kalau tidak normal mungkin
- enggak dipedulikan itu tulisan itu.
- Kalau masih normal masih peduli lah.
- Pasti dipedulikan ya. Iya. Baik, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee ini buka dulu yang baru.
- Saya Rahmat di Jakarta Timur. Di Jakarta
- Timur. Mohon pencerahannya. Kalau kita
- sebagai tamu, bagaimana sebaiknya
- pembicaraan harus didahului dengan
- basa-basi dulu, menanyakan kabar dan
- lain sebagainya atau langsung
- menanyakan, menyampaikan maksud dan
- tujuan kita datang pertama, Pak Ustaz.
- Ya, dalam berbagai hal pun tentu ada
- mukadimah.
- Betul.
- Tidak ujug-ujug ya. He.
- Ee kalau ujug-ujug kan kesannya ee
- masyaallah gitu ya. Seperti halnya dalam
- kehidupan sehari-hari gitu. He.
- Kayaknya kalau kita ujuk-ujuk kaget juga
- kita ya.
- He
- ya. Tiba-tiba gitu misalkan. [tertawa]
- Nah, mesti ada mukadimah ya.
- Mukadimah ya enggak apa sampaikan gimana
- kabar.
- He.
- Terus jadi walaupun nanti ujung-ujungnya
- mau pinjam uang misalkan [tertawa]
- itu tetap harus dengan mukadimah yang
- baik gitu. Sehingga si tamu eh si tuan
- rumah itu
- betapa lapang dadanya menerima
- kehadirannya.
- Heeh.
- Jangan belum apa-apa sudah sumpek gitu
- ya. He.
- Nah, mau ngusir enggak nyaman juga
- gimana ngusir gimana? Nah, jangan sampai
- memaksa tuan rumah mengusir Anda,
- gitu. Maka hendaknya bersikaplah yang
- baik.
- Ya, doain bila per tuan rumah itu
- didoain
- ya. Kemudian gimana kabarnya? Mohon maaf
- bila kean saya mengganggu.
- Itu itu semua basa-basi. He.
- Ya, di dalam Islam memang ee tidak diama
- basa-basi istilahnya mujamalah. Kalau
- dalam tuj itu memperhias maksudnya kan
- memperhias gitu. Tapi dalam
- dalam kita disebut diartikan bahasa
- basi. Jadi basi terus [tertawa]
- bahasanya
- bahasanya jadi basi. Ya. Tapi kalau di
- timur memang ee secara adat sudah
- seperti itu ya. Jadi orang kalau
- langsung tiba-tiba tersinggung juga.
- Makanya dalam di Arab juga ya di daerah
- Timur Tengah itu namanya mujamalah.
- Mujamalah.
- Nah misalkan la syekh.
- He
- ee mohon maaf ya syekh bila Anda
- berkenan. Nah, waktu itu
- Anda berkenan tolong jelaskan kepada
- kami tentang ini.
- Heeh.
- Ee misalkan dia sy wahai Bapak ee mohon
- maaf ee saya mengganggu waktunya
- sebentar.
- Heeh.
- Nah, Bapak tidak keberatan dengan
- kehadiran saya mungkin Bapak dalam
- sibuk. Oh, enggak enggak silakan. Nah,
- jadi dengan sudah itu kan sudah mulai
- kontak tuh sudah mulai bagus
- baru saya akan sampaikan. Sebenarnya
- saya merasa malu untuk menyampaikan hal
- ini. Namun bagaimana lagi saya terpaksa
- karena terdorong dengan ee apa?
- Terdorong dengan keadaan gitu.
- Maka mohon ee saya pun tidak bermaksud
- untuk memaksa. Kalau misalkan Bapak
- berkenan saya akan lanjutkan. Kalaupun
- tidak ya kami pun akan pamitan.
- He.
- Kalau misalkan oh silakan silakan ada.
- Jadi ada seperti itu
- sehingga nyaman ketika masuk tuh sudah
- sudah dibersihkan. seperti kita masuk
- sebuah perjalanan yang di situ banyak
- sekali sampah ya kita bersihkan duluah
- biar rapi masuknya gitu.
- Demikian pula ketika akan menyampaikan
- maksud
- H. Jadi itulah manusia bukan hewan.
- H
- gitu. Kalau [berdehem] hewan misalkan
- senang se kepada lawan jenisnya langsung
- aja kan tidak ada basabasin. [tertawa]
- Kalau manusia kan ada ada angga unggul
- ramah dan sebagainya gitu.
- Dan itulah adab ya.
- Itulah adab.
- Heeh. Makanya kenapa Abdullah bin Mubar
- mengatakan 30 tahun saya belajar adab,
- 20 tahun saya belajar ilmu.
- Nah, jadi kalau orang keliharangan adab
- walaupun ilmunya tinggi maka rusuk maka
- suul adab kan adab yang buruk.
- He.
- Jangan sampai terjadi.
- Heeh. Demikian.
- Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kalau kita berkunjung ke teman yang
- jaraknya jauh, saat mau pamit dia
- menahan kita dan minta kita bermalam.
- Bagaimana nih seharusnya, Pak Ustaz?
- Ya, tentu sesuai kepentingan. Kalau
- memang misalkan kita tidak keberatan dan
- ee tidak ada urusan lain yang jauh lebih
- penting, tidak mengapa kita menerima
- tawaran itu dan itu akan membuat dia
- senang. H ya jujur saya sendiri kan
- sering gitu ya jalan-jalan sering
- musafir kadang saya
- ee misalkan
- ustaz katanya ustaz kenapa sih kalau ke
- sini cuman sebentar katanya polah kami
- ingin dengar tausiahnya dan sebagainya
- nah semua itu kita harus memberikan
- hiburan oh iya insyaallah kami akan
- agendakan di saat yang lain ini mohon
- maaf sekarang saya hanya pelipur lara
- saja untuk melepas rindu saya sejenak
- saya mampir kemari
- mudah-mudahan alus segera pertemukan
- kembali kita. Nah, jadi
- kita pun menolak dengan cara yang baik
- karena kita ada kementerian yang lebih
- penting.
- Penting.
- Kalau seperti tadi, ah tidak ada urusan
- lain, emang saya lagi longgar waktu nih.
- Nah, sudah terima saja. Tawaran itu
- adalah sebagai sebuah penghormatan
- kepada tamu.
- Demikian.
- Insyaallah kita memberikan ee apa?
- Membuat dia senang itu dapat pahala.
- Karena kebaikan itu kata Rasul kan kulu
- makrufin sedqah.
- H.
- Setiap kebaikan itulah sodqah. termasuk
- tabasum biakika seodqah
- sedqah
- tersenyumnya kamu kepada saudaramu
- itulah sedekah
- sedekah
- demikian pula menerima tawaran seorang
- yang berbuat baik kepada kita dan itu
- tidak memberatkan kita tahu dia tidak
- memberatkan
- serta kita pun tidak ada kepentingan
- yang lebih mendesak
- maka itu adalah menjadi sebuah kebaikan
- bagi kedua belah pihak
- hiki
- atau menerima pun apalagi memberi gitu
- ya
- iya
- apalagi memberi dan justru yang harus
- ditanamkan itu adalah sikap memberi.
- Hm. H
- memberi. Hendaknya kita memberi. Jangan
- kita meminta.
- He.
- Jadilah seorang pemberi dalam berbagai
- hal.
- Heeh.
- Berbagai kebaikan hendaklah kita
- memberi.
- Baik. [berdehem] Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ni hamba Allah, Pak Ustaz, terkadang
- kita agak ragu menerima tamu atau
- memuliakan tamu karena ee pada zaman ini
- banyak tindak kejahatan. menjadi takut
- karena kejahatan tindak kejahatan itu,
- Pak Ustaz, bagaimana ee sikap
- terbaiknya? [berdehem]
- Ya tentu kewaspadaan harus tetap
- dilakukan.
- H
- Allah berfirman,
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanuiru wasobiru
- warobitu.
- Heeh.
- Wahai orang beriman, bersabarlah dan
- kuatkan kesabaran kamu. Warabitu dan
- ribat. Ribat itu jaga-jaga, waspada,
- hati-hati ya. Jangan sampai kita
- terjebak. Dan banyak memang orang
- misalkan tanpa makanya termasuk tadi
- apalagi tamunya tamu tadi undang
- apalagi tamu tadi kenal ini harus lebih
- hati-hati lagi. He.
- Kalau dia menghendaki ingin tinggal di
- rumah kita atau ingin bertanggung kita,
- maka sebaiknya kalau kita tidak lihat ee
- kebaikan ini, maka di tempat yang kita
- kira aman.
- Misalkan kita punya paviliun yang
- terkunci aman, dia pun tidak bisa
- nerobos rumah kita. He.
- Atau misalkan ada gas haus gitu ya, ada
- tempat tertentu yang khusus tamu, tetapi
- itu pun tetap dalam pengawasan. Nah,
- kalau memang kita ada hal yang ee tidak
- apa tidak diyakini kebenarannya atau
- misalkan satu hal yang dilakukan, maka
- kita harus siapkan siapkan pengamanan.
- Hm.
- Tuh. Jadi, selama bertamu di situ maka
- tetap ada yang mengamankan, ada yang
- melihat, memantau sehingga gerak-gerik
- tamu itu bisa terjaga. He.
- Kalau itu tidak ada, kita tidak bisa
- menjamin, lebih baik kita sewakan hotel
- gitu. Itu kan lebih aman ya. Sewakan
- hotel, taruh losem lah gitu yang murah
- gitu ya.
- Kalau kita tak mampu hotel ya Rosman lah
- misalkan. Kalau tak mampu bintang lima,
- bintang satu enggak apa-apa gitu
- [tertawa]
- ya. Kita seakan aja
- sebagai bentuk kehormatan kepada tamu.
- Kita sampaikan mohon maaf rumah kami
- sangat tidak layak
- untuk menimat [berdehem] tamu. Ee baik
- dari sisi keadaan maupun sir syari.
- Karena di rumah kami tidak ada mahram
- misalkan
- atau di rumah kami ee tidak ada tempat
- untuk yang untuk tang tamu, maka kami
- persiapkan ini. Silakan, Bapak
- silakan nikmati sediakan makan-makanan
- ya, buah-buahan sudah tinggal kita
- amankan gitu. Nah, jadi tetap kita pun
- memantau tamu ini dengan cara apa?
- Caranya mengetahui tentang nomor kontak
- hotel
- dan nomor kamarnya.
- itu juga perlu kalau kita ee tahu bahwa
- ini tamu tadi kenal atau orang yang baru
- saja kenalan dengan kita.
- Nah, itu adalah salah satu di antara
- bentuk ribat, bentuk penjagaan atau
- kewaspadaan agar tidak terjadi sesuatu
- yang tidak kita inginkan.
- Demikian. Baik. [berdehem] Ee hamba
- Allah ini semoga terjawab pertanyaannya
- dan berikutnya ini ee tadi ada yang di
- luar ee tema boleh dibacakan, Pak Ustaz.
- Iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz mau tanya apa hukumnya kalau
- menjatuhkan talak lewat HP tapi sambil
- marah-marah?
- H
- itu dari Mamah Rena di Bekasi.
- [berdehem] Terima kasih.
- Ya. Pertama, talak itu adalah tidak
- boleh dipermainkan
- ya. Karena senda guraunya aja takti bisa
- jadi
- maka tidak boleh dipermainkan.
- Apalagi dengan lewat HP seperti itu,
- maka alangkah baiknya dipertegas.
- H
- dipertegas untuk mengetahui status
- hukumnya tadi. Heeh. Heeh.
- Ini kan bisa aja HP yang nulis orang
- lain bisa.
- Iya.
- Ya. Atau mungkin dia hanya sebagai kopas
- bisa saja kan
- sangat mungkin.
- Nah, maka untuk dipertegas dipastikan
- benarkah itu atau tidak. Dipastikannya
- apa? Dengan lisan
- secara langsung tidak dengan WhatsApp
- atau tidak dengan telepon misalkan maka
- akan lebih langsung
- disampaikan. Kalau misalkan dia
- menjatuhkan talak ya apa adanya
- disampaikan. H ini kadang-kadang orang
- enggak mau enggak mau apa enggak mau
- ribet gitu yaun lagi gitu ya
- mempermudah padahal
- pernikahan itu ikatan pernikahan disebut
- dalam Al-Qur'an gorizo perjanjian yang
- dahsyat
- maka tidak boleh dianggap remeh
- perjanjian pernikahan itu perjanjian
- yang dahsyat sedahsyat perjanjian para
- nabi dan rasul Allah ketika akan
- mendapatkan risalah Allah
- dan sehebat perjanjian Bani Israil di
- bawah gunung Tursina
- di Al-Qur'an hanya tiga yang disebut
- dengan misal Gol
- h
- perjanjian para nabi dan rasul Allah,
- perjanjian Bani Israel di bawah gunung
- Turina dan perjanjian pernikahan.
- Hm.
- Jadi bukan perkara yang sederhana maka
- tidak boleh dianggap remeh apalagi
- sampai dan digampangkan
- ya. HP ini ee harus tadi malam saya
- bahas tentang ee apa akhlak era digital
- gitu ya. He.
- Nah, karena penting misalnya
- ada satu kasus begini ee
- seorang istri
- mendapatkan HP suaminya di meja.
- Kemudian begitu dibuka ada tulisan,
- "Mas, kapan Mas mau nikahin saya? Kan
- saya sudah hamil 2 bulan gitu."
- [tertawa] Masyaallah.
- Si istrinya tidak tanya, tidak
- tanya-tanya sini itu langsung HP
- dibanting
- padahal HP harga R5 juta.
- Masyaallah itu. Heeh.
- Qadarullah. Setelah kejadian itu saya
- silaturahim ke rumah tetangganya
- gitu. Jadi kejadian dari tetangganya
- tuh. Tetangganya itulah yang cerita
- kepada saya, "Ustaz, baru saja kejadian
- gini gini gini." Hah, kaget saya tuh.
- Nah, terus gimana solusinya? Ini hampir
- terjadi perceraian itu. Akhirnya rupanya
- itu iseng dari temannya,
- dari laki-laki
- itu iseng ngirim bahasa begitu. Akhirnya
- datang orang itu dia minta maaf
- habis-habisan.
- Iya,
- teman akrab tuh biasanya. gitu.
- [tertawa]
- Jadi rupanya ngaruh domba ini kan
- bahaya. Nah, itulah makanya termasuk
- tadi
- talak dengan WhatsApp itu belum tentu.
- Artinya harus diperjelas
- h
- supaya tidak ada dalam keraguan.
- Diperjelasnya dengan dia mengucapkan
- talak
- ya atau mencabut kalimat itu di depan
- saksi.
- Hm. Apalagi sekarang ee handphone bisa
- diretas ya.
- Iya. Itulah saya kira cukup ee mengingat
- waktu juga.
- Baik ya.
- Ya. Baik. Demikian ya dari saya.
- Mudah-mudahan yang 16 poin
- i
- yang
- berkaitan dengan memuliakan tamu dan
- bertamu ini menjadi bekal kita untuk
- bisa melaksanakan kehidupan yang islami
- di dalam kita berinteraksi dengan
- tamu-tamu kita dan orang-orang yang kita
- tamui. Ya, mudah-mudahan Allah Subhanahu
- wa taala memberkahi kita semuanya
- dan kita berharap pulang kepada Allah
- dalam keadaan husnul khatimah. Demikian
- yang dapat sampaikanum subhanakallahumma
- wabihamdik asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka
- walhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Kajian kita di sore
- hari ini terkait dengan tema adab
- memuliakan tamu dan adab bertamu. Semoga
- kita menambah wawasan dan menambah ilmu.
- Dan yang paling penting adalah kita bisa
- mempraktikkannya dalam kehidupan kita.
- sehari-hari saya Harian Mulyana, ada
- Ondi di Meja Specher dan juga ada siapa
- di operator ada Bang Yusuf Subangket dan
- seluruh kru yang bertugas di sore hari
- ini undur diri mohon maaf atas segala
- hilap subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik alalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuhik