Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:09 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh, Bang. Apa kabar? 0:21 [mendengus] 0:21 Waalaikumsalam 0:24 warahmatullahi [berdehem] 0:25 wabarakatuh. Bahaya. 0:27 Alhamdulillah. Ah, ini ini dia 0:30 [mendengus] nampaknya oh nampaknya buku 0:33 yang Anda buat tentang dolar dan 0:34 lain-lain ini mulai berbicara sekarang 0:37 ini ya. Yah, IMF mau kasih pinjaman 0:41 katanya ditolak. Tapi krisis ini akankah 0:45 mulai dari sana atau coba-coba melawan 0:48 sang gajah? Apa yang akan terjadi dengan 0:51 dolar yang akanah terus meningkat? 0:54 Nampaknya sebuah kisah akan tercatat di 0:57 negeri kita ini. Sementara negeri ini 1:00 luar biasa. Bahkan orang se apa ya 1:04 setingkat Wley CK bilang ini negeri weh 1:07 weh luar biasa. Hanya perlu pemimpin 1:09 yang dapat menjalankan ini. Apa yang 1:12 Bang Ihsanuddin Nursi ternyata ee 1:15 kekayaan alam ini menyembap musibahkah 1:18 buat kita atau barkah harusnya? dan 1:21 belum lagi 1:23 ee apa ya rakyat sekarang bahkan ada S2, 1:27 S1 sarjana yang jadi supir ojol banyak 1:30 itu kita lihat ya karena gak ada lagi 1:33 lapangan kerja lah macam mana gitu ya 1:35 orang hidup sekarang ini. Ah belum lagi 1:38 yang rebahan sambil kutak-katik saham 1:40 ISG anjlok pula. Nah pusing dia sekarang 1:43 itu kan duitnya meluncur ke mana-mana. 1:46 Apa konsekuensi dari seorang menteri 1:48 atau apa akibat ini? kerja sama, 1:50 koordinasi atau apa nampaknya urusan 1:53 makan bergizi gratis saja kita 1:56 uring-uringan di tengah pemborosan yang 1:58 luar biasa. Para pendengar juga ingin 2:01 mendengar dari analisa Bang Ihsanuddin 2:03 Nursi ketika Iran dan Israel, Lebanon 2:07 menjadi sebuah bukti ke e keserakaan 2:11 dari sebuah rezim di Israel. Silakan 2:15 Bang Ihsanuddin Nursi. kita akan 2:18 mendapat pencerahan 40 menit ke depan. 2:21 Tafadol, Bang. 2:24 Nauzubillah. 2:25 Bismillahirrahmanirrahim. 2:27 Asalamualaikum warahmatullahi 2:29 wabarakatuh. Waikumsalam 2:30 warhamdulillahiabbilamin 2:32 wasatu wasalam asal 2:39 subhanakanair 2:53 Allah sayidina Muhammadidina 2:57 yang pertama soal 3:00 Saling serang antara Iran dengan Israel. 3:03 H 3:04 dan teleponnya 3:08 Trump ke Netanyah 3:12 baru nyangkut dolar dan baru nyangkut 3:14 soal sumber daya alam. 3:17 yang 3:19 ee 3:21 sejak gencatan senjata April 3:25 di Pakistan Islam 3:28 yang 3:30 dalam pembicaraan itu Israel mengirim 3:33 mata-matanya untuk ee mengetahui 3:36 pembicaraan di dalam kan Israel enggak 3:38 ikut waktu pembicara di situ. Betul. 3:43 ee lalu beredar ternyata Israel bukan 3:47 mengirim putusannya delegasinya, 3:50 tapi [berdehem] 3:52 Israel mengirim mata-matanya, 3:56 mengirim agennya untuk mengikuti 3:58 pembicaraan langsung di Islam Mabed. 4:02 Yang dalam pembicaraan itu 4:05 ee 4:06 disepakati untuk gencatan senjata. Tapi 4:09 gencatan senjata tanpak makna 4:10 istilahnya. 4:12 Karena tetap saja terjadi serangan dari 4:14 Amerika terhadap Iran. 4:17 Blokade terhadap pelabuhan Iran tidak 4:19 dihentikan dan Iran melanjutkan untuk 4:22 tetap menutup platform Hormus. 4:27 Serangan pun berlanjut. Lalu yang paling 4:30 menarik adalah ketika Trump bicara 4:32 dengan si Jin Ping agar si Jinping 4:35 bicara dengan Iran dalam rangka membuka 4:38 salat harmus, Tin Jinping tidak 4:43 merespon 4:45 dengan cukup 4:47 ee dan kelihatannya 4:50 ee permintaan itu tidak dipenuhi. Tapi 4:52 secara diplomatis ee tidak ada 4:54 pembicaraan khusus mengenai pembicaraan 4:57 lanjutan lebih lanjut tentang salat 4:58 harus antara Sujining Trump. 5:01 Hm. 5:02 Lalu berlanjut lagi dengan ee e situasi 5:07 di Amerika sendiri 5:09 di mana 5:11 DPR sudah menyetujui perang segera 5:13 dihentikan. 5:14 Tinggal persetujuan senat gitu. 5:18 ee dan angka 200 miliar yang diajukan 5:21 tidak pernah dibahas. Itu menunjukkan 5:23 bahwa memang tidak akan ada lanjutan 5:26 perang. 5:29 Nah, dari sana permintaan Iran kalau 5:32 perang mau dihentikan agar bayar 300 5:34 miliar sesungguhnya menggambarkan 5:39 ee Iran menang secara moral. 5:44 Iran menang dalam ee dalam negosiasi. 5:47 Iran menang dalam diplomasi 5:50 dan Irang menang dalam e mengundang 5:52 simpati publik. 5:55 Sementara 5:57 tarikan Israel pada Amerika untuk ikut 6:01 memerang Iran itu justru 6:05 mengundang ee antipati 6:08 terhadap Washington dan ASUT. Bahkan 6:11 ketika 6:12 ee 6:14 ee 6:16 lembaga internasional IC ICC kembali 6:20 lagi menekankan soal perilaku relatif 6:24 perilaku Netanyahu, beberapa 6:27 ee negara panggung global 6:30 I 6:30 itu menyetujui bahwa memang ee Israel 6:34 adalah negara yang tidak patut. Dan saya 6:37 baru saja menulis ee bersama seorang 6:40 teman di Peranoto. 6:42 H 6:42 tentang bagaimana Israel sebagai negara 6:45 parasit. [tertawa] 6:48 Iya. Pajak Amerika dan lain-lain. 6:52 Iya. 6:54 Dan dan di Amerika menariknya mereka 6:56 akhirnya menyadari bahwa pajak yang 6:58 mereka gunakan he 7:00 pajak yang mereka berikan itu digunakan 7:02 untuk membantu Israel. 7:05 Lalu sikap 7:07 Inggris dan Trump yang mengundang 7:10 antipati itu eh ternyata diam-diam 7:12 memang mendukung Israel. Nah, dari situ 7:14 kelihatan 7:16 sesungguhnya perang ini kalau orang 7:18 bilang tidak ada urusan dengan agama, 7:21 lagi-lagi forum Selasa pagi ini ee 7:25 menyatakan bahwa ini bukan soal Timur 7:28 Tengah belaka gitu. Ini soal bagaimana 7:31 Yahudi tepatnya Zionis ya. memahami 7:34 betul bahwa dia tidak punya kesempatan 7:37 ketiga 7:39 untuk bangkit disebabkan 7:41 hak istimeewa yang pernah diberikannya 7:43 memang sudah dicabut sehingga memang dia 7:46 punya hak yang sama dengan ee suku 7:48 bangsa apapun yang di ya bani israil 7:52 nikmat 7:54 alikum 7:57 alamin itu tidak ada lagi 8:01 ee itu tidak ada lagi dia habis sudah ee 8:05 dan tapi dia tetap mempertahankan. Dalam 8:08 bahasa yang lain kalau saya mengambil 8:12 riwayat ee historiografinya Al-Qur'an, 8:17 maka dua kali kesempatan yang diberikan 8:20 Allah sudah tidak ada lagi dan mereka 8:23 mempertahankan itu. Di situ mereka 8:25 berupaya dengan berbagai hal. Nah, salah 8:28 satu upayanya saya menyingatkan dengan 8:30 apa yang saya sebut sebagai financial 8:32 military industrial complex itu artinya 8:37 mereka memahami diri, mempertahankan 8:39 diri ee dan ee menunjukkan satu ee 8:43 perlawanan bukan sekedar perlawanan 8:46 terhadap bangsa manapun, tapi perlawanan 8:49 terhadap Tuhan. 8:50 pelan terhadap Tuhan melalui 8:54 ee keuangan, melalui militer, melalui 8:57 teknologi. Nah, itu yang mereka karena 9:00 itu saya menyebut nanti berhubungan ini 9:02 dengan nilai tukar yang nilai tukar 9:05 rupiah yang jatuh bagaimana situasi 9:07 Indonesia. Nah, dari situ mereka enggak 9:10 mau dipergilirkan. Mereka menolak 9:12 dipergilirkan. Mereka menolak untuk ee 9:17 situasinya tidak diistimewakan. 9:20 Dan karena itu enggak ada urusan dengan 9:22 bangsa lain. Kami adalah bangsa yang 9:25 unggul. Kami bangsa yang punya hak 9:27 istimewa. 9:27 Di atas hukum di atas hukum mana? Luar 9:31 biasa. 9:31 Di atas hukum mana? Nah, itu sebenarnya 9:34 ada ee ada tadi riwayat sejarahnya 9:38 begitu. 9:39 [berdehem] 9:40 Kalau peperangan ini tetap berlanjut 9:42 karena memang dia tidak akan pernah 9:43 berhenti memerangi. Jadi saya baru saja 9:45 memposting misalnya [mendengus] B 9:47 bagaimana Golden Mayer betul. 9:49 He 9:50 oh iya 9:50 heeh 9:51 ee pada tahun 2 itu membunuhi 9:54 orang-orang Palestina ketika ketika 9:57 teroris 9:58 Palestina itu 10:00 membunuh 11 atlet dari Israel sehingga 10:03 diperlukan. Nah, orang tentu cuma 10:06 sekedar melihat ada beberapa pejuang 10:09 militan Palestina yang ngebunuh ee orang 10:11 Israel. Padahal orang tidak e harusnya 10:13 mengkaji lebih dalam bahwa di balik 10:16 pembunuhan itu adalah karena karena 10:18 tanah mereka, kekayaan mereka, posisi 10:21 mereka ditindas, diduduki, diambil dan 10:24 kemudian diperlakukan dengan istilah 10:26 saya dengan dengan buas, dengan keji, 10:29 dengan ee tanpa ada tanpa ada. Jadi 10:33 kalau saya saya kebetulan ngikuti satu 10:36 media sosial yang isinya mereka gitu ya 10:40 memang kekejamannya sangat sangat sadis 10:42 gitu. 10:44 Luar biasa saya kalau saya ngelihat 10:46 media sosial yang saya ikuti. [berdehem] 10:50 Nah, dari situ ee memang sulit untuk 10:53 mempercayai bahwa ada gencatan senjata 10:57 yang bermakna bagi para pihak karena 10:59 peperangan akan terus berlanjut. 11:01 Kalaupun misalnya ini tesa saya sehingga 11:04 saya tidak tidak banyak tidak sepakat 11:06 dengan kalangan analis dari Indonesia 11:09 baik yang merasa ahli tentang Timur 11:11 Tengah maupun yang merasa ahli tentang 11:13 studi kajian Amerika gitu ya. 11:15 Saya tidak percaya bahwa ee akan 11:17 berhenti yang namanya perang ini. Saya 11:19 enggak percaya. tu 11:21 eh karena kebetulan presentasi saya 11:23 sejak sejak awal abad 21 menunjukkan 11:27 artinya ini dan ini si juga sudah saya 11:28 presentasikan berkali-kali dengan 11:31 dengan rasil di rasil gitu ya bahwa akan 11:33 ada perang dan itu tidak akan pernah 11:34 berhenti perangnya gitu. 11:37 Ee nah jadi kalau kalau akan saling 11:40 serang 11:41 ee saling serang antara Israel dan Iran, 11:44 nah itu bagian dari peperangan tidak 11:46 akan berhenti. Dibelhon. Kenapa? karena 11:49 memang industri militer 11:50 dan Amerika kan sudah 11:53 sudah mau damai kemarin, tapi Libanon 11:55 diacak-acak lagi. Jadi memang di 11:57 dihindari perdamaian itu begitu, Bang? 12:01 Ah bukan itu bukan dihindari itu 12:03 multiple suitable standar. 12:05 Oh sandiwara juga begitu. [tertawa] 12:09 Enggak enggak ada itu. Enggak enggak 12:11 ada. Jadi dan kalau jadi kalau saya 12:13 misalnya debat dengan AI gitu ya, 12:16 ketika AI menggunakan istilah istilah 12:18 double standard. Noah bukan 12:20 ini multiple suitable standard pokoknya 12:22 gua unggul pokoknya suka-suka gua 12:24 mau-maunya gua enggak ada urusan sama lu 12:26 pada gitu. [tertawa] 12:28 Iya. Iya. 12:29 Nah, itu dalam rangka bayangkan kalau 12:32 saya ini berdasarkan ee 12:36 berdasarkan email yang saya peroleh dari 12:38 pihak sana gitu ya. Heeh. 12:40 Bayangkan [berdehem] ketika ketika 12:41 perang ini terjadi ee kerabat Trump 12:44 mendapat proyek ratusan miliar dalam 12:46 rangka pengadaan senjata itu gimana? 12:48 [tertawa] 12:51 Dan dan pengusaha gas di Sulawesi dapat 12:54 juga proyek di Indonesia. Itu juga kan 12:55 lucu juga. [tertawa] 12:57 Iya. I jadi artinya artinya e ya kalau 13:03 jadi ee itu AI tahu betul e kajian saya 13:08 gitu ya. He 13:09 dia bilang ini dalam perspektif ujungnya 13:11 adalah pertanyaan sebenarnya siapa yang 13:13 paling diuntungkan dari situasi yang 13:15 penuh dengan kemelut ini gitu. [tertawa] 13:19 Karena ujung saya akan saya tanya kayak 13:21 gitu. Siapa yang paling diuntungkan? 13:23 Siapa yang merasa bisa tertawa, 13:25 terbahak-bahak di atas ee atas kekejaman 13:28 gitu ya? Atas kekejaman kemanusiaan itu. 13:31 Itu kan kita kan selalu ada begitu. 13:33 Sementara kalau namanya Islam tidak akan 13:35 pernah ada tawa, tidak ada 13:37 namanya-namanya bahagia di atas perang. 13:40 Yang ada adalah kembalikan kepada Allah. 13:42 Gitu. Misalnya ketika Islam menang dalam 13:44 sebuah peperangan, mereka tidak 13:45 serta-merta langsung menepuk dada 13:47 walaupun kemudian memang dapat gonimah 13:49 gitu ya. 13:50 Ee dapat h papasan perang tapi enggak 13:54 tidak kemun lantas terta bahagia tetapi 13:56 meminta petunjuk Allah, meminta ee 14:00 menunjukkan sikap syukur gitu ya. tidak 14:02 menepuk dada itu. Makanya kita kita bisa 14:06 mempertahankan Islam bisa menunjukkan 14:08 satu kondisi yang demikian lamanya di 14:11 panggung global dalam satu satu 10 14:15 milenium 1 milenium lebih gitu ya ee 14:19 dalam posisi begitu bukan sembarang ee 14:23 ee kekuasaan. Demikianlah. Nah, kalau 14:26 kita ngelihat mereka, mereka enggak akan 14:28 begitu. Karena tadi yang sudah disebut 14:30 ee keserakahan, bukan sekedar 14:32 keserakahan, 14:33 ini bentuk perlawanan. 14:35 H. 14:36 Jadi kalau kalau saya masuk ke dalam 14:40 kajian yang saya bangun gitu ya, ini 14:43 betul-betul perlawanan terhadap ee nah 14:45 ini masuk ke nilai 14:47 dalam ini bentuk perlawanan mereka kok. 14:49 Jadi ketika terjadi 14:52 ee dedolarisasi dan ternyata dalam 14:55 perspektif dolar itu misalnya ee 14:57 dihadapkan oleh persoalan menguatnya 15:00 bricks gitu ya, menguatnya Brazil, 15:02 Rusia, India, China, Afrika dan kemudian 15:05 ikut beberapa negara Afrika termasuk 15:07 Indonesia. 15:09 Mereka merasa bahwa ini didularisasi 15:13 ee ya sudah enggak apa-apa. Toh mereka 15:16 cumaat sebagai alat tukar dan sebagai 15:17 cadat tangan global. Nanti ini bisa 15:19 diatasi menurut mereka dalam perdebatan 15:22 saya dengan mereka gitu ya. Ee ini akan 15:24 bisa kita atasi akan ketika dolar 15:28 sebagai currency eh sebagai underlying 15:31 aset gitu ya eh dalam central banking 15:35 digital currency. Nah, ketika masuk 15:37 central banking digital currency, dia 15:39 bukan hanya sebagai cadangan mata uang 15:42 global. Dia bukan cuma sekedar sebagai 15:44 alat tukar. Dia cuma bukan sekedar masuk 15:46 ke dalam sistem pembayaran, tapi dia 15:49 merupakan arsitektur. S Nah, ini 15:51 kalimatnya begitu. Dia merupakan 15:53 arsitektur sistem pengendalian dunia. 15:56 H. 15:58 Nah, di situ terjadi peperangan seru. 16:00 Peperangannya lebih seru. Ini yang saya 16:01 maksud peperangannya lebih seru 16:03 ketika masuk ke dalam 16:05 dalam dalam posisi arsitektur sistem 16:08 teknologi, arsitektur sistem 16:10 platformnya, arsitektur sistem 16:12 keuangannya gitu ya. He. 16:14 Dan kemudian ternyata masuk dia ke dalam 16:16 arsitektur, sistem pengendalian sosial, 16:18 sistem politik, sistem militer, 16:20 semuanya. Jadi tidak ada yang tidak 16:21 terkendali ketika masuk ke dalam central 16:23 banking digital currency dan central the 16:25 banking digital currency itu tentu 16:26 berlapis. Indonesia maakukan digital 16:29 currency seperti mereka menyebutnya 16:31 sebagai mata uang. Padahal basis 16:34 currencinya adalah dolar. Dia termonitor 16:36 semua. Seorang ahli Iksan Thalib 16:38 misalnya akan termitor habis. Kalau Anda 16:41 tidak termor habis, Anda tidak akan 16:43 pernah bisa transaksi 16:45 gitu. Gimana tuh? [tertawa] 16:48 Kalau Anda tidak bisa transaksi, maka 16:50 Anda tidak bisa melakukan interaksi 16:51 sosial. Kalau Anda tidak bisa melakukan 16:53 interaksi sosial, maka interaksi Anda 16:55 akan terbatas hanya pada orang-orang 16:57 tertentu saja. Karena untuk melakukan 16:59 interaksi, Anda harus tunduk pada 17:01 ketentuan-ketentuan mereka. Wah, 17:03 dahsyat. Luar biasa. 17:05 Itulah Iran macam Cina begitu yang 17:07 melakukan itu. 17:09 Betul. Benar. Nah. 17:11 ee jatuhnya nilai tukar itu diarahkan 17:13 betul agar Indonesia tunduk patuh pada 17:16 arah bentuknya central banking digital 17:20 currency. 17:22 ya walaupun menteri keuangannya pergi ke 17:25 Cina ini sekarang kan masalah Pandab itu 17:28 [tertawa] 17:30 bilang tidak ada gunanya 17:31 H 17:32 karena dia tidak bisa mengatasi akar 17:33 masalah 17:34 ya iya itu 17:35 akar masalahnya bukan soal anda jual 17:36 Pandabon kok 17:38 akar masalahnya bukan soal Anda kemudian 17:40 menjual surat hutang kok 17:42 akar kalau jadi kalau kalau 17:45 lagi-lagi kalau saya saya 17:48 seperti kajian saya di beberapa televisi 17:51 swasta gitu gitu ya. 17:51 Heeh. 17:52 Kalau melihat situasi sekarang seperti 17:55 yang saya bilang dan sudah saya tulis 17:57 berkali-kali gitu ya, 17:58 minimal sudah ada lima tulisan tentang 18:01 ini gitu, enggak ada urusan dengan 18:03 persoalan Andain surat utang. Justru 18:06 surat utang itu adalah pintu masuk anda 18:08 terperangkap ke dalam satu 18:11 h 18:11 satu model dikt, satu model intimidasi, 18:15 satu model indoktrinasi, satu model 18:18 invasi gitu ya. ee dalam nilai tukar. 18:23 Nah, kalau Anda menyadari bahwa 18:24 hancurkan negara, hancurkan mata 18:26 uangnya, 18:27 maka penerbitan bon itu adalah di sini 18:30 ketemu di sini istilahnya 18:32 adalah lingkaran setan atas upaya 18:34 bangkitnya rupiah tanpa bisa tanpa bisa 18:36 dihancurkan. Itu lingkaran setan. 18:38 Hm. 18:39 Lingkaran setan anda. Jadi, Anda bikin 18:41 Pandab, Anda bikin yang namanya samurai 18:44 bon, Anda bikin namanya apab pun 18:46 ceritanya itu tidak ngatasi salah. 18:48 Hm. itu cuma sekedar menambah likuiditas 18:51 dalam bentuk itu. Tapi likuiditas itu 18:55 untuk jangka pendek kelihatannya 18:56 terselesaikan. Nah, ini kalimat 18:58 pentingnya. 18:59 Untuk jangka pendek nampaknya 19:00 terselesaikan. Tapi untuk jangka 19:02 panjang, Anda terperangkap dalam namanya 19:03 kesinambungan kejatuhan gitu loh. 19:05 Kesinambungan depresiasi, kesambungan 19:07 menolak. Nah, itulah argumentasi saya 19:10 kenapa saya menolak. Kalau ingat ya, 19:12 ketika saya bicara denominasi di sini 19:15 1000 jadi Rp1 misalnya. He. 19:17 Nah, itu kan kesinambungan kelemahan 19:18 kelemahan, kesinambungan depresiasi 19:21 namanya. sudah jatuh nanti berkembang 19:23 jatuh lagi 19:24 terus [tertawa] jatuh lagi. 19:27 Nah, kalau kita ngelihatnya begitu 19:29 sesungguhnya problemnya bukan bukan Anda 19:31 pergi ke ke penghujung dunia manaun tapi 19:35 Anda mesti ngelihat 19:37 tadi yang masuk kalau mengutip West 19:40 Clark. Saya pernah juga hadir 19:42 dalam diskusi dengan West Clark 19:43 negeri luar biasa 19:45 di Bojong Koneng gitu ya kan saya pernah 19:47 hadir tuh 19:48 iya 19:49 dalam satu satu dialog khusus dengan 19:51 he 19:51 dengan kelompok Bojong Koneng gitu ya 19:54 dengan kelompok Kertanegara 46 itu ya 19:57 [berdehem] 19:58 saya ngelihat di situ problem utamanya 20:00 sebenarnya akhirnya kalau seperti saya 20:01 bilang ee bagaimana kita memposisikan 20:05 Indonesia ee dalam dua hal posisi ke 20:08 dalam dan posisi keluar 20:10 posisi ke dalam. Anda tidak serta-merta 20:12 dong membebaskan ee ee pihak asing 20:15 menjadi tuan rumah di negeri Anda. Anda 20:17 kan membebaskan pihak asing menjadi tuan 20:19 rumah di negeri Anda sehingga dia bisa 20:21 ngacak-ngacak bukan hanya ruang tamu, 20:23 tapi ngacak-ngacak kamar tidur, 20:25 mengacak-ngacak brankkas Anda, 20:26 mengacak-ngacak dapur Anda. Gimana? 20:29 Enggak bisa dong begitu. 20:30 Hm. 20:31 Anda mengizinkan itu, gitu. Jadi, Anda 20:33 mengizinkan asing itu mengacak apa sih 20:36 yang dilakukan oleh Morgan Stanley 20:38 Capital Indonesia 20:40 dengan istilah free floating dengan 20:41 istilah yang namanya rebalancing itu 20:43 itu kan dia ngacak-ngacak 20:45 dengan standarisasi yang dia bangun 20:47 dengan instrumentasi yang dia pakai itu 20:50 dia namanya kacak-kacak dengan 20:51 akuntabilitas ee dalam bahasa yang 20:53 sederhana mereka tidak percaya dengan 20:56 dan antara sumber daya Indonesia dan 20:58 mereka tidak percaya dengan yang namanya 21:00 ee MBG gitu sebagai alasan. 21:03 He. 21:03 Kalau mereka tidak percaya, mereka tidak 21:05 bisa terima itu, itu kan artinya mereka 21:07 memainkan sentimen pasar, kan. 21:09 Iya. [tertawa] 21:11 Korbannya rakyat dengan pajak-pajak yang 21:13 dinaikkan dan lain-lain. Akhirnya 21:16 posisinya 21:17 sebelum sampai pada korban gitu ya, 21:20 pertanyaannya apa urusan dengan itu? 21:23 Kan bahasa lain, 21:25 bahasa lain dari keinginan mereka 21:26 mendikte lewat yang namanya pasar modal, 21:29 mendikte lewat namanya pasar uang. itu 21:32 kan menunjukkan bahwa mereka sudah 21:33 melakukan intervensi, mereka sudah 21:35 melakukan invasi dan dalam debat saya 21:38 dengan mereka, saya sebut ini bukti 21:40 bahwa kalian melakukan 7I gitu. 21:42 [tertawa] 21:44 Ingat ya ketika saya sampaikan 7i di 21:46 sini ya. 21:47 Hm. ada invasi gitu kan, ada intervensi, 21:52 ada infiltrasi, 21:54 ada interferensi kan gitu, ada 21:57 indoktrinasi, 21:58 ada intimidasi dan ada inflasi yang 22:02 hasilnya adalah instability seperti 22:05 sekarang 22:06 dan impovishment yang Anda bilang 22:07 korbannya rakyat 22:09 kan gitu. [tertawa] 22:13 Jadi, jadi jangan jangan ee jangan 22:17 terkejut kalau memang hasil begini. 22:19 Karena watwil haqqobar 22:21 sudah disampaikan lewat Selasa pagi 22:24 selama hampir 8 tahun. [tertawa] 22:30 Selama hampir 89 tahun kita ngomong 22:32 kayak gini. Coba dalam metode pendekatan 22:35 dan dalam metode pendekatan referensi 22:38 yang 22:38 he data [tertawa] semuanya ada yang 22:40 bilang basisnya datang 22:42 ini kok Bang Iksanudin Nur ini 22:44 ngeri-ngeriin terus tapi memang mesti 22:46 ada yang bikin peringatan macam gini kan 22:48 nah itu ini sekarang kejadian 22:50 wun 22:51 Heehun [berdehem] 22:52 walaupun dengan kondisi saya sekarang 22:54 saya akhirnya mendapat ee mendapat 22:56 kiriman menarik 22:57 uh 22:58 saya dapat kiriman bangkai tikus busuk 23:01 gitu kan 23:02 mantap 23:02 Waduh, [tertawa] 23:05 saya dapat saya dapat teguran saya dapat 23:08 saya bilang saya dapat watawil haqq wat 23:11 dari 150 nomor [tertawa] 23:15 gitu dan nomor Anda tidak pernah diganti 23:17 gitu ya. 23:19 Enggak pernah saya ganti. Dan saya 23:20 berterima kasih atas kirimannya. 23:22 Mudah-mudahan Allah memberkati untuk 23:25 mereka yang melakukan itu dengan saya. 23:27 Terima kasih. Saya doain Anda. Saya 23:28 enggak marah sama Anda kok. 23:30 [tertawa] 23:30 Ini ini 23:31 saya saya enggak 23:33 saya enggak marah gitu ya. E saya cuma 23:35 minta terbalik bahkan yuk undang saya 23:37 dong. 23:38 H 23:38 kan sudah saya bilang yuk undang saya 23:39 dong. Mari kita berdialog gitu kan. Saya 23:42 mengajaknya dialog. 23:43 H 23:44 saya bukan ngajaknya Anda melakukan ee 23:46 melakukan ee apa yang dilakukan perilaku 23:50 Yahudi gitu. [tertawa] 23:54 Luar biasa 23:56 ya. Saya saya anda meneror bahasa 23:59 sederhana kalau saya bilang itu bukan 24:00 neror itu peringatan bagi saya 24:03 diingatkan untuk watabil haq enggak 24:06 masalah saya terima itu saya diingatkan 24:08 terima kasih saya sudah diingatin 24:10 gitu ya 24:11 ee nanti akan tetap kelihatan inal 24:13 batilauqo 24:15 akan kelihatan namanya mana yang batil 24:17 mana yang hak gitu ya 24:20 dan saya cuma minta satu sama anda ayo 24:22 duduk bareng yuk sama saya yuk gitu 24:24 [tertawa] 24:26 duduk bareng untuk berdialog gitu. 24:28 Iya. Sada [tertawa] 24:30 jangan, jangan, jangan. Kemudian Anda, 24:32 saya, saya bisa duga siapa yang, siapa 24:34 yang mendirim, saya tahu. 24:36 H 24:36 saya bisa duga karena ini terjadi 24:38 setelah dialog di dua tipis swasta gitu 24:41 ya, Kejeng. It's ok, enggak masalah, 24:43 enggak ada masalah. Saya sekali lagi 24:45 saya bersyukur pada Allah karena Allah 24:47 tetap hasbiallah 24:50 hati-hati hati-hati 24:52 kalau ngopi. Hati-hati Bang ngopi bawa 24:55 tumbler sendiri aja L dari rumah 24:56 sekarang. [tertawa] 25:01 Nang ini lanjut lagi Bang. Silakan masih 25:04 ada lagi. Silakan. 25:05 Oke. Nah, jadi ketika kita masuk lagi ke 25:08 soal sumber daya 25:09 H 25:09 ini kan balik lagi ke artikel IANDin 25:11 Mursi tahun 2000. 25:14 Hm. 25:14 Securitisasi aset nasional. H. 25:17 Di situ konsepnya kan jelas gitu. 25:20 Konsepnya yang saya bangun adalah 25:22 sebagaimana pasal 33 yang disampaikan 25:24 oleh Presiden. Tapi kan Presiden tidak 25:27 bisa melakukan sepotong-sepotong tanpa 25:29 melihat total picture dari permasalahan. 25:33 Total picture dari permasalahan itu 25:34 adalah gitu ya. Sebagaimana yang Anda 25:37 sebut dalam pasal 11 AD Gerindra. 25:42 Hm. 25:44 Jadi ketika Anda memang mau kembali ke 25:46 dalam struktur berpikir yang benar gitu 25:48 ya, dalam cara berpikir yang benar, 25:49 bersikap yang benar, tidak melanggar 25:52 spiritual, tidak melanggar moral, tidak 25:54 melanggar intelektual, Anda akan 25:56 mendapat petunjuk kok. Tapi kalau Anda 25:58 masuk, Anda termasuk melakukan 26:00 pelanggaran spiritual, Anda melakukan 26:03 pelanggaran moral, Anda melakukan 26:04 pelanggaran intelektual, 26:06 perlawanan intelektual, ya 26:09 yang yang muncul tambah. Nah, jadi kalau 26:11 kita ngelihat nilai tukar pun 26:12 sesungguhnya bagian dari bisa jadi 26:14 bagi itu. 26:15 Betul. Betul. [tertawa] 26:18 Kan tadi sudah dibilang tuh sama si 26:20 Whsisley CK ya dibutuhkan 26:23 hanyalah hanyalah kepemimpinan yang 26:25 tepat dan kesempatan yang tepat. 26:27 He 26:29 ini negeri memang luar biasa harusnya 26:31 begitu kan, Bang? Gede loh ini negeri. 26:33 Iya. Kalau kalau pemimpin yang tepat di 26:36 waktu yang tepat gitu ya, 26:38 ee saya saya tetap masuk ke dalam model 26:40 berpikir Albaqarah 284 286. 26:44 Hm. 26:45 Metodologi sistem dan metodologi aktor. 26:47 Hm. 26:48 Jadi kalau dalam kajian saya dengan 26:49 dengan mereka kayak gitu gitu ini 26:52 katanya saya sampai di sampai sampai 26:54 saya diang ini Anda memaksa betul 26:56 metodologi yang sifatnya integratif, 26:58 komprehensif tetapi sekaligus ee 27:01 mendasar gitu. Saya saya sampai dituding 27:04 mereka bilang zaman sudah berunakan 27:06 metodologi itu gitu loh. [tertawa] 27:09 Metodologi pendekatan sisi. Kalau pakai 27:11 28428 Albaqarah kan nah. Nah, itu 27:15 artinya ada Anda menegakkan sistem 27:18 dengan aktor yang benar gitu loh. 27:20 [tertawa] 27:21 Ada sistemnya benar, aktornya benar 27:23 sehingga dia mendapatkan posisi ideal 27:26 gitu. 27:27 Gitu ceritanya. Nah, dari situ pemikiran 27:30 West kan sebenarnya sama seperti 27:31 pemikiran kaum ee intelektual sebelumnya 27:35 bahwa negara-negara yang kaya itu pada 27:37 hakikatnya mendapatkan 27:40 [berdehem] laknat Allah. Katanya justru 27:42 sumber daya itu menjadi sumber bencana 27:45 bagi mereka. 27:46 Itu bukan jangan begitu berpikirnya itu 27:48 negatif. itu karena Anda melakukan 27:50 invasi, Anda melakukan intervensi, ee 27:53 Anda melakukan infiltrasi 27:56 dengan kemarin straight time menyatakan 27:58 sel Indonesia dengan ekonomis 28:00 memberitakan tentang bagaimana situasi 28:03 ee Indonesia. H 28:04 katakan bahkan kemudian 28:07 sejumlah Indonesia, sejumlah orang di 28:09 media, sejumlah media di Indonesia 28:12 tidak melihat bagaimana misalnya ee ee 28:15 kerisauan Wall Street Journal tentang 28:18 situasi kapitalisme mereka ke mana atau 28:20 tidak melihat bagaimana belum pun 28:22 melakukan kajian seperti itu gitu. 28:24 Dan itu sepi. 28:26 Padahal ini omongan di Indonesia sejak 28:27 2008 28:30 ketika yang namanya Amerika sudah 28:32 berhasil dikalahkan oleh Cina. 28:34 Saya menggunakan istilah kalahnya 28:36 Amerika 28:37 terhadap Cina dalam perang industri 28:39 manufaktur. Saya tidak menggunakan 28:41 istilah 28:41 ee ee perang dagang, tapi industri 28:43 manufaktur. Karena begitu disebut dengan 28:45 kalah perang industri manufaktur, dia 28:47 akan melibatkan banyak. Kalau perang 28:48 dagang kan cuma dua hal. 28:49 Iya. 28:50 Cuma menyangkut nilai tukar, perang 28:52 nilai tukar dan perang barang. 28:54 Tapi kalau kita bilang perangnya 28:55 industri manufaktur itu menyeluruh gitu 28:56 melihatnya. Masuk peristiwa di di 28:59 Pakistan dan di Iran ketika pesawat 29:01 Amerika hancur diduga 29:03 teknologi Cina 29:04 itu. Makanya muncul pertanyaan 29:06 pertanyaan kalangan geopolitik. 29:08 Kenapa Pakistan yang menjadi tempat 29:10 negosiasi Iran dan Amerika gitu? Kenapa 29:13 bukan India katanya [tertawa] gitu? 29:17 Itu menarik. Itu menarik. Hm. 29:19 Jadi kalangan geopolitik itu 29:20 mempertanyakan kenapa pilihan untuk ee 29:24 negosiasi ee gencatan senjata itu Islam 29:28 abad bukan New Delhi. Padahal New Delhi 29:30 yang demikian bersikap eh baik dengan 29:33 Netanyahu, bersikap baik dengan Donald 29:35 Trump gitu ya. [tertawa] 29:37 Dan juga kemudian net ee si ee apa 29:40 si New Delhi ini 29:43 ee ee itu juga bersikap baik terhadap 29:45 Iran gitu. 29:47 Wah, itu ternyata ada pertimbangan 29:48 tersendiri situ. Sampai Pakistan 29:50 berangkat ke Saudi Arabia, Pakistan 29:53 berangkat ke untuk menang. [tertawa] 29:56 Seru tu. 29:56 Betul betul 30:00 percaturan ini makin ramai karena negeri 30:02 ini bisa bersentuhan dengan berbagai 30:06 pihak di di kawasan. [berdehem] 30:09 Nah, karena itu sesungguhnya ketika 30:11 dibilang bisa bersentuhan muncul 30:13 pertanyaannya. 30:14 Hm. 30:15 Saya ingat betul ketika saya berdebat 30:17 dengan seorang lulusan Fakultas Ekonomi 30:21 dari Depok gitu ya 30:23 di sebuah TV swasta. 30:24 He. 30:25 Saya ingat betul waktunya waktunya malam 30:27 hari dan kemudian dilanjutin pagi hari 30:28 gitu. 30:29 Jadi apa kabar pagi dan apa kabar 30:31 Indonesia pagi dan apa kabar Indonesia 30:33 malam. Heeh. [tertawa] 30:34 Saya ingat betul ee dia dia bilang, "Ya, 30:38 kita memang menganut ekonomi terbuka." 30:40 Dan saya ingat lagi dengan seorang 30:42 seorang ekonom 30:44 dari 30:46 ee FE Depok juga gitu ya, 30:49 ketika menyebut apa? Kita memang mau 30:51 menjadi katak dalam tempurung menutup 30:52 diri katanya. [tertawa] 30:58 Jadi analisisnya analisis ee fatalistik 31:02 gitu ya. H 31:02 dia bukan analisis futuristik dan 31:04 kemudian berbasis apa yang sesuai sebut 31:07 sebagai ee refleksi ee posisi gitu kan 31:11 dan proyeksi kan gitu misalnya kan kalau 31:13 kita kita begitu kita ngelihat Cina 31:16 merefleksi dirinya dengan mendaya 31:17 gunakan seluruh kekuatan sejarahnya 31:19 sebagai ee modal intangible gitu modal 31:23 strategis dalam pembangunan itu. Cina 31:25 lakukan 31:26 Cina melakukan itu. Makanya kemudian 31:27 kayak gitu. Iran pun sama. Dia 31:31 menggunakan kekuatan sejarahnya untuk 31:34 bangkit sebagai bangsa yang bermartabat, 31:36 sebagai bangsa yang punya harga diri 31:38 dengan kekuatan refleksinya, "Kami 31:40 adalah bangsa yang sudah tegak lebih 31:41 dari 14 abad." Katanya 31:43 literasinya matang. Lain sama kita ya 31:46 yang bacanya masih 0,00 sekian ya. Macam 31:49 korban MBI. 31:51 [tertawa] 31:51 Selain literasi, selain literasi kayak 31:54 gitu, 31:54 kita pun diam ketika yang namanya ada 31:56 pihak-pihak tertentu yang menghapus 31:58 sejarah. 31:59 Nah, itu 32:00 menghapus jejak sejarah. Coba gimana tuh 32:03 [tertawa] 32:04 betapa kalau makanya keluar tulisan 32:07 saya. 32:07 H 32:08 makanya saya bilang ee ini enggak 32:10 sebenarnya saya ngambil ayat tapi saya 32:12 jadikan artikel saya gitu. Saya bilang 32:14 begini 32:16 [tertawa] 32:17 hanyut dalam kebodohan gitu. dan terjaga 32:20 dalam ketersesatan. [tertawa] 32:22 Ini seperti literasi kesederhanaan 32:25 orang-orang Iran sekarang pemimpinnya ya 32:28 dan kecerdasan. Kita kan punya sejarah 32:30 itu. Ada itu kesederhanaan 32:32 sumbangan-sumbangan para pejabat atau 32:35 orangor rakyat kepada negara, kepada 32:37 masyarakat kan luar biasa itu ya. Itu 32:40 literasi itu nampaknya gak 32:41 diangkat-angkat gitu kan. 32:44 Ambil contoh Sudirman deh. 32:46 Ambil contoh Sudirman gitu. Dalam 32:48 keadaan ditandu pun dia tetap memimpin 32:51 perang. 32:51 Kalau memang Jakarta mau berdiplomasi 32:53 silakan gitu. 32:56 Itu terjadi. Iya betul betul terjadi 32:58 perpecahan walaupun tidak diungkap dalam 33:00 sejarah itu kan. Iya kan kalimatnya 33:03 begitu gitu atau kelihatan ambillah 33:05 bagaimana semangat 10 November 45 gitu 33:07 kan sampai yang namanya gurka ketakutan 33:10 menghadapi ee rakyat yang melakukan 33:12 perlawanan. Kami baru kali itu katanya 33:15 dalam sejarah perang dunia itu mereka 33:17 melihat orang melakukan perlawanan tanpa 33:20 rasa takut dan menyerahkan 33:22 dirinya untuk ditembak ke dan mereka 33:24 sendiri ketakutan. Di situ ketemu ayat 33:26 tuh, 33:26 "Aku akan masukkan rasa takut ke dalam 33:28 dada mereka." Masyaallah. 33:31 [tertawa] 33:32 Masyaallah. 33:33 Jadi artinya artinya balik-balik lagi ke 33:35 soal bagaimana e saya menyebutnya 33:37 sederhana bagaimana spiritual, moral dan 33:40 intelektual kita ee dalam rujukan 33:43 Al-Qur'an, 33:44 dalam rujukan hanfis sepanjang 33:46 spiritual, moral, dan intelektual kita 33:48 keluar dari Al-Qur'an dan isinya bahkan 33:50 melakukan perlawanan gitu ya, ya hancur 33:53 berantakan. Sejarah bangsa ini terbukti 33:56 ketika kita sepenuhnya total dalam 33:58 rujukan itu, maka kita dalam jalan yang 34:01 penuh dengan kedamaian. Tapi begitu 34:03 bergeser sedikit seperti terjadi 34:04 pertarungan di konstituante sejaknya 34:07 namanya RIS 1950, kita berantakan total. 34:10 itu makanya saya bilang Indonesia 34:12 berantakan total itu sejak ris 34:14 sejak 1950 34:16 ituatnya 34:18 [berdehem] 34:19 iya 34:20 sejarah dan kalau kan sekarang ini orang 34:23 sedang memposting banyak bagaimana 34:24 perdebatan ee ee Buya Hamka menghadapi 34:28 kalangan itu yang 34:29 yang menyebut 34:31 ee menyebut ee kalangan yang hendak 34:33 mendasarkan Indonesia dengan rujukan 34:35 Islam gitu ya. He 34:36 menyebut sebagai pengkhianat sampai Buya 34:39 Hamka panjang lebar menjelaskan waktu 34:41 Jepang ya lagi belain Jepang lah pada 34:43 saat itu. Betul. Lanjut. 34:45 Iya. Tolong jelaskan kami sedang 34:47 berkhianat terhadap siapa? 34:49 Apakah kami kami sedang berkhianat 34:51 terhadap Walter Mongun Cidi? Katanya 34:53 apakah kami sedang berkhianat terhadap 34:55 yang namanya pahlawan dari siapa tuh 34:57 yang dari Sumatera Utara yang Batak itu 34:59 satu. 34:59 Wah pokoknya disebutin satu persatu. He. 35:01 Oh, disebutin satu persatu bahwa justru 35:04 wah dahsyat luar biasa argumentasi boya 35:06 saat itu luar biasa. 35:07 Dan saya ingat betul argumentasi 35:08 orang-orang tua dulu sesungguhnya itu 35:10 konsisten dengan kata pembukaan 35:12 gitu. Itu 35:14 jadi 35:16 jadi ketika ketika kita melakukan 35:18 reformasi dan kemudian kita mengkhianati 35:20 kata pembukaan, 35:21 jadilah laknat Allah itu seperti 35:23 sekarang. Itulah yang saya bilang. 35:24 Hm. 35:25 Itulah yang saya bilang. Kita terjebak 35:27 dalam posisi bagaimana kita bangga. yang 35:30 saya bilang kalau minggu lalu silakan 35:32 Anda merasa bersyukur dengan 35:33 liberalisasi yang anda h berhasil 35:36 canangkan, berhasil anda bela, berhasil 35:39 anda junjung habis anda Anda junjung 35:41 tinggi-tinggi dan anda kemudian menjadi 35:43 pejuangnya. Sementara di Amerika sendiri 35:45 dalam posisi yang amat risau dari posisi 35:47 liberalisasi yang mereka punya gitu. 35:50 Eh, apa? 35:52 Iya. [berdehem] Jadi artinya kalau balik 35:54 lagi ke dalam situasi kita gitu ya, 35:56 melihat situasi Iran terhadap Israel 35:59 gitu ya, sori terbalik Israel dan 36:02 Amerika terhadap Iran gitu ya. 36:04 Dan itu saya bilang kalau orang bilang 36:06 bukan pra agama saya tetap bertahan 36:09 dengan argumentasi apapun dengan 36:11 argumentasi sejarah ini soal agama 36:14 gitu. 36:14 Ee eh ee itu itu fundamentalnya 36:18 strukturalnya. Ini soal bagaimana Iran 36:20 menjadi ee batu penghalang terbesar 36:25 bagi Israel melakukan penetrasi terhadap 36:29 negara-negara teluh. Jadi pendekatannya 36:31 tiga nih struktural, fundamental, 36:33 fungsional. 36:34 Secara fundamental ini perang agama. 36:35 Secara struktural Iran adalah penghambat 36:38 besar, batu penghalang besar. Bukan batu 36:41 kerikil. 36:42 Batu penghambat besar 36:44 bagi kekuasaan Israel terhadap 36:46 negara-negara di Teluk. fungsionalnya 36:48 mainkan yang namanya peperangan ini 36:50 dalam rangka industri militer, industri 36:53 keuangan, dan industri teknologi. Gitu 36:56 ngelihat [tertawa] 36:57 itu yang jadi masalah. 37:00 Nah, Indonesia terkena karena Indonesia 37:02 tidak pernah mempersiapkan diri dengan 37:04 baik gitu ya. Cuma berani-beraninya 37:07 menyatakan saya terbuka. Saya telanjang 37:08 ke hadapan Anda. Maaf ya kasar. 37:10 [tertawa] 37:13 Pilih mana yang Anda suka katanya kan 37:15 kacau kayak gitu [tertawa] cara 37:16 berpikirnya. Iya kan lucu bikin 37:18 perjanjian di sana macam gini pergi ke 37:20 Cina pakai Cina ini kan ini gimana sih 37:23 ya [tertawa] 37:24 eh tapi ya apalah daya ya mungkin 37:28 sebagai menit-menit terakhir Bang 37:29 Iksanuddinusi bisa mengingatkan bangsa 37:32 ini entah kenapa ini 3 hari 4 hari ini 37:35 kok banyak mancanegara siaran kita 37:38 didengar. Nah, dari Aceh juga dari 37:40 sampai Banyuwangi mungkin ada pesan dari 37:43 seorang Ihsanuddin Nursi buat seluruh 37:45 pendengar radio silaturahim. Silakan, 37:47 Bang. 37:49 Ee saya merefleksi 37:52 karena ini kajian saya bukan kajian satu 37:55 ee apa kajian setahun 2 tahun gitu ya. 37:58 Betul. 37:59 Tapi kajian panjang, kajian satu 38:00 generasi gitu. 38:02 He. 38:02 Ketika saya berada di panggung 38:03 kekuasaan, 38:05 He. 38:05 Ketika saya terlibat dengan dunia 38:07 internasional dalam negosiasi. He. 38:10 Ketika saya terlibat dalam seminar, 38:13 diskusi dengan mereka. He. 38:15 Ketika saya mendapatkan dokumen-dokumen 38:18 yang ee isinya 38:20 ee membelalakkan mata, menggetarkan hati 38:24 gitu ya. 38:26 Bukan, bukan hanya tikus ya, bukannya 38:27 dokumen juga [tertawa] 38:30 bukan bukan tikus bukan tikus bangkai 38:32 tikus yang terkirim bukan itu gitu 38:34 [tertawa] 38:35 loh. Lah eh 38:38 walaupun saya dimaki-maki sebagai 38:39 nasionalisme pret gitu atau apapun 38:41 ceritanya gitu ya. Saya tidak dalam 38:43 konstan nasionalisme. Saya sedang 38:46 membela, saya sedang melakukan intansah 38:48 yang wabitdamakum. Saya tidak peduli 38:51 dengan dengan yang lain. Buat saya 38:53 sejarah bangsa ini terbukti dengan 38:56 intanskumitamakum. 38:58 Maka kita merdeka. Maka kalimatnya 39:00 berkat rahmat Allah yang maha kuasa 39:04 dan didorongkan oleh keinginan luhur. 39:07 Loh, itu yang sedang saya sori maaf ya 39:09 bukan 39:11 astagfirullah 39:13 tidak sedang mengumumkan sebenarnya tapi 39:15 karena media sosial 39:18 beberapa media sosial mendiskreditkan 39:21 Nursi dengan model begitu gitu ya. 39:24 Ya. Ya. Baca buku saya baik-baiklah. 39:26 Silakan bongkar track record saya selama 39:28 satu generasi. Jangan tanggung-tanggung. 39:30 Jangan setahun, 2 tahun. 39:32 Tanggung setahun, 2 tahun treknya gitu. 39:34 TRKnya satu generasi gitu loh. 25 tahun 39:37 lebih kalau perlu sampai 30 tahun akan 39:39 kelihatan kok. 39:40 30 tahun itu akan kelihatan kayak apa 39:42 [tertawa] 39:42 konsistensi orang. [terkesiap] 39:44 Buku apa yang akan dibuat lagi oleh Bang 39:46 Iksandus ini yang sedang dirancang 39:48 mungkin? 39:49 Saya saya sedang menulis solusi atas 39:51 dominasi sebenarnya. Hm. 39:53 Ee lagi-lagi tentu basisnya adalah kalau 39:56 saya menulis ee selamat datang di negeri 39:59 empuradul. Kita belum merdeka. 40:01 Meya. Siapa mengorbankan apa apa 40:03 ditindas siapa dan kemudian berlanjut ke 40:05 bangsa terbelah dan prahara bangsa 40:07 yang sebbenumnya basisnya adalah 40:09 ee Al-Qur'an dan sunah sebagai ilmu 40:11 pengetahuan gitu ya, 40:12 sebagai sumber ilmu pengetahuan. 40:14 Maka kali ini pun judul yang saya ambil 40:16 adalah solusi atas dominasi. Sebenarnya 40:19 buku ini sudah lama saya rancang, tapi 40:22 saya melihat dinamikanya mungkin seru 40:24 disebabkan penguasaan digitalisasi, 40:27 otomatisasi AI makin berkembang pesat. 40:29 Apalagi 40:31 misalnya saya masuk ke dalam perdebatan 40:33 berpikir terakhir. 40:34 Perdebatan berpikir terakhir itu sudah 40:36 masuk dalam posisi perdebatan kuantum. 40:38 Bukan lagi perdebatan pola pikir linear, 40:41 lateral, ee sekensial, tapi sudah 40:43 kuantum. Jadi orang berlompat-lompat 40:46 dalam cara berdebatnya. He. 40:48 Tapi tetap punya pijakan linear latar 40:50 sekensial yang kokoh gitu. 40:51 H. 40:52 Saya jadi berpikir begini, kalau bangsa 40:54 saya yang literasinya seperti ini 40:56 kemudian berhasil dibodohkan, bagaimana 40:58 mungkin masuk ke dalam perdebatan yang 41:00 sifatnya kuantum seperti peperangan itu 41:02 yang kuantum yang dilakukan oleh 41:04 Amerika, yang dilakukan oleh Israel itu 41:06 sudah quantum war. 41:09 Betul 41:09 namanya. Sudah quantum war. 41:13 Jadi ya tidak sederhana memang 41:16 ngelihatnya. Tapi kalau kalau Anda tidak 41:19 belajar dengan baik, Anda tidak membuka 41:21 membuka Al-Qur'an dalam tadabur. Tadabur 41:24 itu merenungi, tadabur itu memperdalam 41:26 gitu ya. 41:27 H 41:27 kalau dalam bahasa saya mentadaburi 41:30 secara benar, secara baik, maka Anda 41:32 tidak akan mendapatkan apa-apa. Anda 41:34 cuma mendapatkan tekstual. 41:36 Anda cuma mendapatkan konteks dan 41:37 tekstual belaka gitu. 41:39 Masyaallah. 41:40 Padahal di dalamnya ilmunya amat sangat 41:42 dahsyat. Saya bilang amat sangat dahsyat 41:44 coba. 41:45 Amat sangat teramat dahsyat. Luar biasa 41:47 ilmunya. 41:49 [terkesiap] 41:49 Ya, kembali kepada Al-Qur'an ya. Ya, 41:52 closing statement Bang. [erangan] 41:56 Closing statement saya adalah 41:58 tidak ada yang bisa mempersatukan umat 42:01 manusia di dunia selain ajarannya 42:04 Al-Qur'an menurut sunah Rasul. 42:06 Tidak ada. 42:08 Ulang. Tidak ada yang bisa mempersatukan 42:10 umat manusia dunia dalam rangkuman 42:13 kedamaian, 42:15 ketentraman, kesejahteraan, dan keadilan 42:19 selain Al-Qur'an dan sunah Rasul. Jadi 42:21 kalau banyak pihak mimpi bisa 42:24 mempersatukan umat manusia global, umat 42:26 manusia internasional dengan ajaran di 42:29 luar Al-Qur'an dan sunah, dia sebenarnya 42:32 dalam posisi mimpi. 42:34 Mimpi 42:35 dia sebenarnya dalam posisi tidak ketemu 42:38 ilmu yang sesungguhnya. Karena ilmu yang 42:40 sesungguhnya itu cuma Al-Qur'an. 42:43 Masyaallah. Ilmu yang tidak menunjukkan 42:45 kepentingan subjektif ee kepentingan 42:48 interest satu pihak, tapi ilmu yang 42:50 menunjukkan betapa pentingnya manusia 42:52 memahami bahwa dirinya adalah objek 42:54 ajaran dan karenanya dia menjadi subjek 42:57 untuk menegakkan ajaran. 42:59 Subhanakallahumma wabihamdika asadu anta 43:01 astagfir alalamualaikum warahmatullahi 43:04 wabarakatuh. 43:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:08 wabarakatuh.