Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Apa kabar, Bang Dula? 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Alhamdulillah. 0:24 Alhamdulillah. Maaf nih, Bang Dula 0:26 mengganggu. ada acara rupanya pencerahan 0:29 buat di Pulau Dewata hari ini, Bang. Ya. 0:32 Iya. 0:35 Terus 0:35 masyaallah. 0:37 Ee radio kita juga didengar sudah 0:39 separuh Bali ya. Dari Jembrana ke sana 0:41 tuh dari Banyuwangi mendengar ini Bang 0:43 Dula. 0:44 Nah, Bang Dulah apa yang terjadi di 0:47 negeri kita ini? Dulu ada cecak lawan 0:50 buaya, sekarang tah ya buaya lawan buaya 0:53 atau gorila lawan gorila ya. Karena luar 0:56 biasa kasus yang satu ini. Sehingga 0:59 junior Pak Bangdula seperti Saud 1:01 situmorang itu mengatakan kok KPK tuh 1:04 uwuh pekewuh gitu ya si baju hitam ini 1:07 [mendengus] bagaimana sikapnya. Tapi ada 1:10 pula juru bicara yang mengatakan ini 1:12 yang menangani para alumni KPK katanya 1:14 di Kejaksaan. Sementara masyarakat 1:18 menilai melalui berbagai meme ya bah 1:21 tentang terpecahnya alat-alat ee negara 1:24 pada kisah Prabo bersama TNI dan jaksa. 1:28 Sementara Jokowi bersama Polri dan KPK. 1:32 Rakyat bersama Damkar. Hidup Damkar kata 1:34 mereka. Tapi ini kan sebuah meme yang 1:37 harusnya tidak terjadi, Bang Dula. Belum 1:39 lagi urusan masalah OTT yang terus 1:43 terjadi. Sudah lebih dari 15 kepala 1:45 daerah. Salah sistem atau salah orang 1:48 ini? Apa yang terjadi dengan bangsa ini, 1:50 Bang Dula? Mungkin Bang Dula bisa 1:52 menyampaikan belum lagi masalah LGBT. 1:55 Wah innalillah. Silakan Bang Abdullah. 1:58 Hehamaa beberapa catatan buat hari ini. 2:01 Jumat penuh berkah. Tafadol Bang Dula. 2:03 Ya, [mendengus] para pendengar radio 2:06 silaturahim yang saleh dirahmati Allah 2:09 Taala pada Jumat berkah ini. [mendengus] 2:11 Yang pertama 2:13 ketika amandemen Undar 45 2:17 menjadi Undang-Undar 2002 2:19 di situlah terjadi 2:20 kecelakaan-kecelakaan dan 2:22 musibah-musibah seperti itu. ya antara 2:25 lain bahwa kalau 2:29 pemilu memilih anggota DPR tingkat satu, 2:33 tingkat dua dan pusat maka kemudian 2:37 Presiden Wakil Presiden dipilih oleh 2:39 MPR. 2:40 Hm. 2:41 Seingatin begitu pertama costnya itu 2:44 menjadi murah. H 2:45 yang kedua kalau terjadi penyimpangan 2:48 seperti kak atau apa itu bisa diketahui 2:52 dan KPK juga bisa memprosesnya. 2:55 H 2:55 kenapa? Karena beberapa tahun yang lalu 2:57 KPK menangkap 32 dari 34 anggota DPRD 3:01 Kota Malang jadi satu bus 3:04 yang dari Mal 3:05 Jakarta. Kalau sekarang PPES Pilkada itu 3:11 bagaimana KPK mau tangkap jutaan orang 3:13 itu tidak mungkin [tertawa] seperti itu. 3:15 Iya. 3:17 Sebab apa? 3:18 Mani politik luar biasa. Sehingga 3:21 akhirnya kemudian ketika seseorang 3:23 menjadi presiden, jadi mentor, jadi 3:25 gubernur, jadi bupati, walikota anggota 3:27 di depan dia harus kembalikan utang. 3:31 Kembalikan hutang. Hm. 3:33 Jangan, jangan Mas Ihsan kira bahwa 3:35 kalau jadi menteri itu tidak setor. 3:38 Oh, 3:38 jadi menteri juga setor. 3:40 Masyaallah. 3:41 Saya punya punya teman 3:43 apa namanya ee di UI 3:46 H 3:46 ee dosen cerita 3:48 temannya dia itu diundang untuk jadi 3:51 calon Menteri pendidikan. 3:53 H. 3:54 Maka kemudian disuruh oleh pelobi itu 3:58 sekian mil. 4:00 H. Ternyata ketika pemung kabinet dia 4:02 tidak terpilih. 4:04 Yang terpilihnya adalah orang lain jadi 4:06 mentor pendidikan. Kapa 4:08 karena dia stornya lebih tinggi daripada 4:12 yang dosen UIN. 4:14 Maka kompensasinya katanya sudah anda 4:16 jadi duges saja. temannya bilang 4:18 mengapain jadi dubes. Jadi untuk jadi 4:21 menteri itu juga harus setor setor 4:24 sehingga jadi menteri harus kembalikan 4:27 modal itu. Maka kemudian banyak menteri 4:29 yang terlibat gubernur anggota deur dan 4:33 seterusnya. 4:34 Nah, oleh karena itu maka persoalannya 4:37 adalah bukan persoalan individu 4:39 tapi persoalan sistem. 4:41 sistem itu yang kemudian bisa melibatkan 4:45 dari presiden sampai operad sistem. Nah, 4:48 ini yang selalu saya katakan kembali ke 4:51 yang asli 4:52 itu mengat sistem seperti itu. Jadi 4:55 kalau misalnya ee Presiden Biden dipilih 4:58 oleh MPR kalau masih ada terjadi mani 5:01 politik KPK bisa tangkap karena cuma apa 5:04 namanya 700-an orang sekarang. H 5:07 tapi kalau seperti pres dan pemilu 5:11 bagaimanakah pengamat angka jutaan orang 5:13 meng 5:14 nah jadi demikian sehingga kemudian 5:17 gubernur dipilih oleh DPRD tingkat satu 5:21 bupati walikota dipilih DPRD tingkat du 5:24 nah sehingga begitu maka kalau terjadi 5:26 ada manipoltek bisa diproses oleh 5:30 itu satu yang kedua 5:32 dikembalikan kepada tupuksi menurut 5:35 undang-undang dengan dasar 45 asli 5:38 bahwa kejaksaan itu tugasnya adalah 5:41 penuntutan. 5:42 Oh. 5:42 Bukan penyelidikan dan penyidikan 5:44 itu. Iya. 5:48 Itu penyelidikan dan penyidikan. 5:49 He. 5:50 Nah, sekarang kejaksaan juga melakukan 5:52 penyelidikan dan penyelidikan 5:55 ee [mendengus] padahal dia harus 5:57 tugasnya menut Undang-Undang Dasar itu 5:59 ada penuntutan. 6:00 H. Nah, oleh karena itu maka harus 6:02 dikembalikan Undang-Undang Kejaksaan 6:05 yang asli Undang-U5 asli bahwa dia nah 6:09 kemudian penjukan [mendengus] 6:11 penyendidikan oleh polisi. Nah, sehingga 6:13 kemudian bisa terjadi itu. 6:16 Nah, kasus yang yang pitsus itu 6:21 seharusnya diambil alih oleh KPK. 6:24 Kenapa? Dalam Undang-Undang Tindak Pand 6:27 Korupsi memang ditetapkan kalau satu 6:30 kasus ditangani oleh polisi maka jaksa 6:33 dan KPK tidak boleh menangani lagi. 6:35 Satu kasus tangan kejaksaan maka polisi 6:38 dan KPK tidak 6:39 tangan. Tapi apa kelebihan KPK kasus 6:42 yang ditangani oleh polisi atau jaksa, 6:44 KPK punya wewenang untuk melakukan 6:48 supervisi melakukan supervisi 6:50 begitu. Kalau misalnya diproses di 6:53 kepolisian atau diisan terjadi 6:55 penyimpangan, KPK bisa mengambil alih. 6:58 Ee pengalaman saya di KPK KPK kasus 7:01 bupati pertama di Jawa Tengah diproses 7:05 oleh KPK itu karena Polda Jawa Tengah 7:09 itu menyerahnya KPK karena Polda Jawa 7:12 Tengah tidak berani karena bupati ini 7:15 he 7:15 orang partai besar ya waktu itu partai 7:18 besar 7:18 ee sehingga kemar tidak mampu serahkan 7:21 KPK KPK tangan 7:24 begitu juga ada kasus di Bengkulu 7:26 itu sudah sampai tingkat kejaksaan tapi 7:29 juga tersad tidak berani dan itu waktu 7:31 datang ke KP saya hadir dengan pimpinan 7:34 maka KKA ambil alih. Jadi itu kewenangan 7:37 supervisi dari KPK. 7:39 Nah, dalam kasus Polri dan Kejaksaan 7:42 Agung ini seharusnya yang ambil Ali. 7:45 Oh. Nah, tapi problemnya adalah bahwa ee 7:49 bet kekuatan yang ada itu Polri ketika 7:54 itu masih di bawah kuasa Jokowi. 7:58 Kejaksaan itu sudah tidak lagi dibawa ke 8:00 kuasa Jokowi. 8:03 Polri ini adalah polnya Jokowi ketika 8:08 Jokowi jadi walikota Solo. 8:11 Sehingga begitu dikendalikan. Seharusnya 8:14 kan Kapol ini sudah harus pensiun kan. 8:16 Iya. Banyak orang bilang begitu harus 8:18 terlama ini. Betul. [mendengus] 8:20 Tapi malah kemudian di diperpanjang 8:22 seperti itu. 8:23 Nah, itu itu problem. Nah, oleh karena 8:26 itu maka 8:28 ee seperti yang kita ketahui bahwa ee 8:32 jampitsus ini memang orang cukowi karena 8:34 itu ditangkap, ditangkap, ditangkap. 8:36 Tapi ketika ditangkap itu kemudian juga 8:39 ada permainan di bawah meja. E sehingga 8:42 kemudian 8:43 ee kalau misalnya Mas Isa punya 72 gram 8:48 mas di rumah, saya saya percaya saja 72 8:51 gram kan. Tapi ini 72 kilo. 8:54 72 kilo lebih dari Monas. Ini [tertawa] 8:58 lebih 9:01 tapi tahun terakhir 9:03 ada peribahasa yang meli mengatakan 9:04 bahwa siapa dekat air basah, siapa dekat 9:07 air panas. Maka tahun terakhir ini 9:09 ternyata Jin sudah rapat dengan Prabowo 9:13 dan Probowo. 9:14 Maka kemudian di situlah Jokowi 9:17 melakukan tindakan 9:18 ya melalui PO itu dihabis 9:22 itu. 9:22 Nah, ini permainan antara kekuasaan lama 9:26 kekuasaan [mendengus] 9:28 ini yang selalu saya katakan kalau 9:30 Prabowo itu adalah gender 9:33 bukan karena dia mantu dan Soeharto. Dia 9:36 gunakan adaum dalam dunia militer to 9:38 kill or to kill, membunuh atau dibunuh. 9:42 Nah, kalau dia tidak memulai dia seperti 9:44 itu. Nah, itu problem dia perbo berani 9:47 atau tidak 9:48 atau tersandra dengan kasus pula gitu 9:50 atau bagaimana Bang? 9:51 Nah, itu 9:52 memang memang ini kan negara ini saling 9:56 menyandera. 9:56 H 9:57 Megawati menyandar Jokowi juga 9:59 menyandera Megawati. 10:01 Kemudian Prabo menyandar Jokowi juga 10:03 menyando. 10:05 Iya. Ih ingat ketika tahun pertama itu 10:07 ada tuntutan untuk Jibran di apa 10:10 namanya? 10:11 Iya betul digugat 10:13 diturunkan. 10:15 Nah, maka kemudian J mengatakan iya satu 10:17 paket. 10:18 Iya. 10:18 Terus ada wartawan mengatakan ini Jokowi 10:20 enggak paham Undang-Undang Dasar seperti 10:22 itu. 10:22 E kan bisa satu orang bisa dua orang. 10:26 Saya bilang bukan Jokowi tidak paham dia 10:29 dua dua [mendengus] dua periode walikota 10:31 Soro, setengah periode dan 10 tahun jadi 10:35 tidak mungkin dan tidak 10:36 tapi itu adalah sinyal 10:38 sinyal kepada Prabowo bahwa kalau anak 10:41 saya JB diproses maka anda juga maka 10:45 ternyata itu kemudian informasi yang 10:47 saya terima habis Pilpres kan saya ke 10:49 Singapura ketemu teman-tem Singapura 10:52 e mereka Pilpres 2004 itu dua 10:55 dua tahapan bukan satu tahap dua tahapan 10:59 maka kemudian cukup mengatakan 11:02 24 itu dua tahap bukan satu tahap nah 11:06 sehingga begitu maka bahwa PP 24 itu 11:10 curang tidak harus Prabo yang menang 11:13 kalau dua putaran 11:15 antara Prabowo dengan Anis tentu saja 11:17 Anis akan menang nah karena itu maka 11:19 Jokowi memberikan sinyal dia berani 11:22 diproses ya sudah pakai seperti itu. 11:25 Nah, kemudian nah problemnya itu ketika 11:29 menjadi Menteri Pertahanan juga Prabowo 11:31 punya kasus ee menangani put estate di 11:35 Kalimantan Tengah. 11:37 Kalau kementerian melaksanakan meskipun 11:40 itu luar job itu kan joban pertanian 11:43 kan. 11:43 Iya. 11:43 Tapi masih dipahami lagi seperti itu. 11:46 Tapi ternyata [mendengus] e Gerind 11:49 yayasan yayasan yang melaksanakan state 11:52 itu. Jadi berarti sudah melanggar. 11:54 SOP yang ada sudah itu ee gagal lagi. 11:57 Kalau berhasil masih bisa juga tapi 11:59 gagal. [tertawa] Iya gagal. Iya. 12:02 Kemudian masih ingat ketika jagung di 12:05 sana ya mau pesawat itu kan pesawatin 12:10 perusahaan abal-abal gitu 12:13 e masyarakat maka tidak jadi beli. Tapi 12:17 ee Prabowo sudah bayar fee, 12:20 sudah bayar fee tanda jadi tanda jadi. 12:22 Nah, ketika saya protes itu kemudian 12:26 orang gereja mengatakan itu fi uang 12:29 pribadi Prabowo in 12:31 bukan uang negara bukan uang 12:32 kementerian. 12:33 Saya bilang uang pribadi atau tidak 12:36 menurut undang-undang tindak p korupsi 12:38 itu sudah masuk pasal percobaan 12:40 dan pengalaman saya di KPK ada kasus 12:42 percobaan yang kemudian sampai 12:44 dipenjarakan. Jadi belum jadi baru 12:47 percobaan. Nah, itu sudah jadi sudah 12:50 baik itu berarti sudah masuk kategori 12:52 percobaan. 12:54 Yang ketika sudah jadi presiden, 12:56 pertama kali Prabowo ke luar negeri itu 12:59 tidak pakai pesawat presiden. 13:01 Hm. 13:02 Pakai pesawat swasta. Pakai pesawat 13:04 swasta. 13:05 Pertanyaannya adalah pesawat swasta itu 13:08 itu dibeli, disewa atau hadiah? Hadah. 13:14 Kalau hadiah itu gratifikasi. 13:18 dalam Undang-Undang tidak kopi pasal 12B 13:21 lebih besar itu harus melapor ke KPK 13:24 dalam waktu 30 hari kerja. 13:26 He. 13:27 Nah, ini sudah hampir 2 tahun itu. Jadi, 13:30 kalau misalnya ee terbukti bahwa itu ee 13:34 hadiah disewakan dikasih free, maka itu 13:38 adalah ifikasi sehingga itu bisa kena. 13:41 Nah, [mendengus] jadi simpan itu kasus 13:45 food estate dengan kasus itu sehingga 13:48 kapan-kapan itu bisa. Nah, kita tahu Mas 13:52 Ihsan 13:53 waktu Prabowo pelantikan kan luar biasa 13:55 kan 13:56 herois. Betul seperti itu. 13:58 Iya. Mantap. H 14:01 beberapa hari dipanggil Jokowi ke Solo. 14:04 Nah, Jokowi serahkan ini daftar 17 orang 14:07 tidak boleh diganti. Nambah boleh satu. 14:11 Yang kedua itu libatan 14:13 yang ketiga maafkan anak-anak saya yang 14:16 keempat kalau tidak se naga turun. 14:18 Jangankan se naga masih satu naga. 14:21 Iya. Ini berarti pertarungan antara naga 14:24 pula ya yang yang terjadi 14:27 yang [mendengus] 14:28 itu harusnya seperti [berdehem] 14:31 sekarang. sekarang ini saya 14:32 jadi yang jadi problem itu kan gajah 14:35 dengan gajah berantem pelanduk yang 14:38 susah. 14:40 Oleh [berdehem] karena itu, maka 14:42 satu saran kepada masyarakat ee kepada 14:45 para pendengar ee supaya kemudian 14:49 punya keberanian untuk menggunakan 14:52 haknya kan apa namanya pilpres atau 14:56 menilu itu kan hak bukan kewajiban kan 14:59 bukan kewajiban itu hak. 15:01 Nah hak itu digunakan caranya bagaimana? 15:04 Jangan lagi milih partai-partai yang 15:06 sekarang ini berkolaborasi mulai dari 15:09 Jokowius sekarang begitu. Maka kemudian 15:12 eh apa namanya tidak ada lagi partai 15:15 yang lurus. habis partai semua 15:17 berkorporasi 15:21 kepada dasar part yang asli 15:24 bahwa presiden dipilih oleh MPR, 15:26 gubernur dipilih oleh di tingkat satu, 15:29 kemudian 15:31 tingkat du dengan cara itu sanksi kita 15:34 ber partai sehingga kemudian akhirnya 15:38 tidak jadi korban percobaan, kelinci 15:39 percobaan setiap 5 tahun sekali. itu 15:42 beberapa catatan yang terjadi 15:45 soal LGBT eh Mas Issan saya kaget 15:50 menemukan data bahwa Indonesia itu nomor 15:52 lima LGBT tersatillah 15:55 nomor 15:56 nomor lima 15:57 sehingga kemudian saya lihat 15:58 musibah-musibah Aceh kemudian Sumatera 16:01 [mendengus] Utara kemudian 16:03 Sumatera Barat terakhir bulan lalu di 16:06 Palu apa segala macam saya terus ingat 16:08 kasus e Nabi Nuh saya ingat kasusnya 16:11 Nabi Luth. Dan Nabi Luth itu kan luar 16:14 biasa apa namanya ee apa ee homoseks dan 16:18 seperti itu. Dan kemudian Allah 16:21 hancurkan itu sampai tidak ada bekasnya 16:24 kaum Nabi Luth dengan 16:27 kita itu lupa bahwa kita mohon 16:30 iya [mendengus] 16:31 kita lupa bahwa tentara Allah itu bukan 16:34 hanya malaikat. Tentara Allah itu 16:36 banjir. Tentara Allah itu kuntur, petir, 16:41 ombak, angin. Itu tentara Allah. Tentara 16:44 Allah. Jadi jangan sampai kemudian kasus 16:47 di Haj, kasus Sumatera Utara, Sumatera 16:49 kasus Palunya 16:52 berulang lagi. Karena kemaksiatan yang 16:54 kita lakukan salah satunya LGBT. LGBT 16:58 itu berkat sekali. Nah, apalagi kalau 17:00 misalnya masyarakat [mendengus] 17:02 khawatir LGBT ini sudah markir ke istana 17:05 misalnya atau mendekati istana itu repot 17:08 lagi. Pap. 17:09 Iya. Kan seperti Bang Amin Rais bilang 17:11 kan macam begitu sebuah ee apa ya 17:15 ingatan kepada sahabat beliau. Iya. Luar 17:18 biasa. 17:19 Hah. Apakah bencana itu juga tercipta 17:23 seperti korupsi ini bukan hanya alam 17:25 atau bagaimana, Pak? 17:28 Jadi ee 17:31 di dalam salah satu hadis Rasulullah 17:34 yang panjang, saya singkatkan saja 17:36 maknanya. Kata Rasulullah, umat Islam 17:39 itu seperti buih di lautan bergantung 17:41 dari mana datangnya angin. 17:44 Para sahabat bertanya, "Kenapa ya 17:46 Rasulullah?" Kata Rasulullah, "Kubud 17:48 dunia maut, cinta dunia takut mati." H. 17:53 Jadi, oleh karena itu, maka apakah 17:55 jabatan, apakah kursi, apakah ee bansos 17:59 atau apa saja itu ee cinta dunia, cinta 18:02 dunia. Ee sehingga akhirnya kemudian ya 18:05 ee takut mati. Jadi apakah presiden yang 18:09 gubernur, walikota, bupati yang takut 18:12 mati sehingga kemudian ya sudah apa ikut 18:15 dan seterusnya. Padahal kalau tidak 18:17 takut mati. Nah, saya selalu katakan 18:20 kepada masuk saya Ali bin Walid itu 18:23 berapa puluh perang 18:25 h 18:25 yang beliau 18:28 tapi matinya di tempat tidur. 18:30 Iya. 18:30 Dan dia menangis. Temannya sahabat 18:32 mengatakan pada menangis. Kata Ali bin 18:34 Walid, "Kenapa saya tidak meninggal di 18:36 dalam perang supaya sebagai saudara?" 18:39 Jadi soal ajal itu bukan soal sakit atau 18:43 tidak sakit. Ajal itu waktunya sudah 18:45 sampai atau belum. Sehingga demikian, 18:47 maka kemudian ketika para pejuang, para 18:50 saudai seperti itu, itu adalah sesuatu 18:53 yang sudah ditetap oleh Allah. Sehingga 18:55 kita jalani saja. Kemudian apa dalam 18:59 Al-Qur'an disebutkanallah 19:02 ketika kamu sudah berusaha, sudah 19:04 bersiap, serahkanlah kepada Allah. Allah 19:06 yang menentukan bagaimana hasil. He. 19:08 Nah, ini yang problem bagi masyarakat 19:11 Islam ya. Kemudian ketika ketika 19:14 pemilih, ketika di Pilkada itu 50.000 19:17 ee satu calek Rp50.000 10 calek R500.000 19:21 sudah rasa panjang 20 calek 1 juta. Tapi 19:24 itu satu kali 5 tahun sudah itu kemudian 19:27 mereka harus bayar pajak ini, pajak ini, 19:29 pajak ini, pajak ini. 19:30 Jadi sebelum ada munas munas ee mir. 19:36 Itu saya sudah kat tahun lalu bahwa 19:39 kalau kita kembali kepada sistem Islam 19:41 pada 5, tidak ada pajak PBB, tidak ada 19:45 pajak kendaraan. Karena dalam Islam itu 19:48 kita punya rumah yang kita tinggali itu 19:51 tidak boleh tenat. Kita punya mobil yang 19:53 dimunikan untuk pergi kantor, motor 19:56 pergi di kantor itu tidak kena pajak. 19:58 Yang kena pajak itu adalah rumah yang 20:01 bisnis, e 20:02 kendaraan bisnis, tapi itu bukan pajak, 20:04 itu zakat. Zakat harta seperti itu. 20:07 Nah, kalau kembalikan kepada zakat, 20:09 maka akan ada keberkahan. Ini yang 20:12 sering saya katakan 20:14 Allah memberikan keberkahan luar biasa 20:16 buat Indonesia ini. Hutannya, tambah 20:19 lautnya. Kalau dengan masyaallah masan 20:23 kita punya laut itu 20.000 triliun 20:26 1 tahun potensi laut. 20:28 Kita punya APBN tahun ini cuma 3.500 20:31 triliun. 20:31 Beres itu hutang. 20:33 Jadi kalau 1 tahun saja bisa dapat 6 20:35 APBN 20:36 karena 20.000 Justru 20:39 yang sering saya ulang-ulangi itu kita 20:41 punya 17 tambah. Data-data di KPK 20:43 menyebutkan kalau 17 tambah yang dilola 20:46 oleh BUMN, BUMD oligarki setiap war 20:49 negara dari 265 juta itu setiap terima 20:52 20 juta. 20:53 Iya. Dulu Bang Abraham Samad pernah 20:56 bilang itu. Tapi [terkesiap] 20:59 terakhir Bang Dulfur nikmat. Kufur 21:01 nikmat namanya. 21:02 Iya. Iya. Kufur nikmat. Nasihat Bang 21:06 Dula di hari Jumat ini apa, Bang? Buat 21:08 pendengar di 28 negara juga dari Aceh 21:11 hingga Banyuwangi. Silakan, Bang Dula. 21:13 [mendengus] 21:15 Yang pertama kata Rasul Ibda binik. 21:20 H. 21:20 Jadi saya, Mas Isa, para pendengar mulai 21:24 apa saja yang baik dari diri sendiri 21:26 h 21:27 menghindari daripada satu kemar 21:30 kejahatan pada diri sendiri. H 21:32 baru yang kedua kata Alqur 21:38 ini perintah kepada suami dirimu dan 21:41 keluargamu dari sisanya di neraka 21:43 yang bahan bakarnya dari manusia dan 21:46 patung. Nah, kalau itu sudah kita 21:48 lakukan pada diri sendiri, suami, istri, 21:52 anak, kemudian keluarga, maka kemudian 21:55 akan terciptalah keluarga Sakinah, 21:58 kemudian RT Sakinah, kemudian RW 22:00 Sakinah, kemudian Kecamatan Sakinah, 22:03 kabupaten Sakinah, Provinsi Sakinah, 22:06 negara sakinah, itulah badan 22:09 2020. Insyaallah 22:10 2045 bisa kita temukan itu masyarakat 22:15 tidak maka bisa jadi 22:18 masyarakat bukan 22:20 Indonesia tapi Indonesia cemas dan itu 22:23 berbahaya sekali. 22:23 Masyaallah. Masyaallah. Terima kasih. 22:26 Terima kasih, Bang Dula. Mudah-mudahan 22:28 Bang Dula selalu sehat dan selalu 22:30 bermanfaat. 22:31 Eh, salam buat teman-teman di sana. 22:33 Asalamualaikum warahmatullahi 22:34 wabarakatuh. 22:36 Waalaikumsalam [berdehem] 22:37 warahmatullahi wabarakatuh.