Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah kita dapat
- bersama-sama pada pagi hari ini yang
- tausiahnya mudah-mudahan akan membuka
- cakrawalapan dan kita menjadi hamba
- Allah yang jauh lebih bisa menempatkan
- diri dan tentu saja rasa syukur ini
- mudah-mudahan akan membuat kita juga
- semakin dekat kepada Ilahi Rabbi. Dan
- tidak lupa pula salam selawat kita
- lantunkan kepada kekasih kita, kepada
- junjungan kita, penghulu umat Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- beserta dengan keluarga dan kerabatnya.
- Insyaallah kita semua nanti berada
- bersama-sama di saat-saat yang sangat
- kita rindukan. Untuk hari ini kita akan
- bersama-sama dengan Ustaz Abul Hidayat
- Saioji yang sudah hadir. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat alhamdulillah,
- Ustaz. Emm belakangan ini bahkan sejak
- zaman entah kapan kita selalu dihadapkan
- pada dilema, dilema dan dilema. Dan yang
- terakhir sekarang ini sebagai masyarakat
- zaman now, masyarakat modern itu
- dilemanya menurut ustaz semakin
- bervariasi atau semakin meningkat atau
- apa? Kita bahas hari ini, Ustaz. Iya.
- Justru hari ini kita akan bahas dilema
- masyarakat modern. Iya. Jadi ee
- mudah-mudahan ini akan menjawab beberapa
- ketidakpahaman kita masyarakat modern
- menghadapi dilema seperti apa bersama
- Ustaz Abul Hidayat Saioji? Silakan,
- Ustaz.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahi alhamdulillah nahmaduhu wa
- nastainuhu
- waastagfiruh wa nauzubillahi min dururi
- anfusina wamin sayiati aalina.
- May yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah.
- Amma
- ba'du. Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.
- Para pencinta radio silaturahim dan TV
- Rasil yang
- berbahagia. Tentu saja yang harus kita
- ucapkan adalah kalimat alhamdulillah.
- Segala puji bagi Allah juga mengingatkan
- kita dan ini selalu saya
- ulang-ulang bahwa segala kebajikan itu
- milik
- Allah. Segala keutamaan
- miliknya. Kalau kita hebat, kita jaya,
- kita pintar, kita kaya, kita punya
- pangkat, kita hebat, itu mutlak dari
- Allah. Dengan kalimat hamdalah ini
- mengingatkan kita untuk tidak sombong,
- untuk tidak
- takabur, untuk tidak bangga diri,
- melainkan
- syukur. Karena kalau Allah tidak
- memberikan itu, kita gak punya
- apa-apa. Apa yang kita bisa
- lakukan kalau Allah tidak
- memberinya? Kita lahir juga tidak bawa
- apa-apa, tidak punya apa-apa, tidak bisa
- apa-apa.
- Siapa yang menjaga
- kita dari berbagai macam bakteri yang
- berhamburan, berterbangan di mana-mana.
- Kalau bukan Allah yang menjaga kita,
- mungkin gak
- hidup. Begitu dalam seluruh kehidupan.
- Karenanya, alhamdulillah kalimat
- ini menyadarkan
- kita bahwa sebenarnya kita ini hamba
- yang segalanya adalah dianugerahi Allah
- Subhanahu wa taala.
- Dengan demikian kita bisa mereposisi
- diri sebagai seorang hamba, sebagai
- seorang makhluk terhadap sang
- penciptanya untuk tunduk dan taat
- melaksanakan perintah dan titahnya,
- meninggalkan apa yang
- dilarang. Ayo ikhwah rahimakumullah,
- hidup ini terus
- bergolak dari hari ke hari. Problema
- silih berganti datang dan pergi tiada
- henti. Selesai satu masalah muncul di
- hadam kita problem. Selesai problema
- kemudian muncul harapan. Harapan selesai
- timbul masalah. Gak ada hari tanpa
- masalah tapi setiap peristiwa ternyata
- mengandung hikmah. Nah, di sinilah kita
- diuji. Pandaikah kita menemukan hikmah
- di balik semua peristiwa?
- Mampukah kita mengumpulkan
- mutiara-mutiara hikmah yang bertebaran
- ada di mana-mana yang menyertai berbagai
- peristiwa. Inilah yang akan menentukan
- apakah kita menjadi manusia yang
- berkualitas atau tidak. Ada orang yang
- dalam hidup ini, ya
- sudah pokoknya jalan aja tapi gak dapat
- apa-apa. Dapatnya yang apa yang dia
- sukai.
- Kalau
- yang
- berpikirnya berpikir hanya sekitar
- hal-hal yang bersifat fisik, material,
- ya itulah yang dia
- dapatkan. Dan sering saya sampaikan di
- sini bahwa ketika orang kecenderungan
- orientasi hidupnya kepada hal yang
- bersifat fisik, material, maka sulit
- untuk bisa beranjak menembus hal-hal
- yang bersifat metafisik.
- Sulit untuk diajak bicara soal hal-hal
- yang bersifat spiritual,
- ruhi. Bicara keadilan, bicara
- keutamaan, bicara kemuliaan, bicara
- nilai, sulit. Gak nyambung. Kalau orang
- anak-anak muda sekarang bilang enggak
- nyambung. Kenapa? karena orientasinya
- berbeda. Kalau orang sudah berpikir
- fisik ya orientasinya,
- daurnya, dinamikanya ya sekitar yang
- bisa diraba oleh panca
- indra. Kalau orang berpikir
- kecenderungan dominasi berpikir
- materialis, maka akan semakin sempit
- hal-hal yang bersifat ruhi atau
- spiritual.
- Dan orang yang orientasi hidupnya
- berpikir materi, maka yang ada adalah
- pikiran-pikiran yang terbina menjadi
- manusia-manusia pragmatis dalam arti
- hitung-hitungan angka, untung dan rugi
- dari segi
- materi. Dia katakan benar kalau benar
- itu mendatangkan keuntungan.
- Apakah cara yang dilakukan itu benar
- atau salah itu gak jadi ukuran, gak jadi
- jadi standar, gak jadi
- parameter. Yang penting dia untung apa
- tidak. Maka orang yang berpikir
- pragmatis seperti ini kalau pekerjaan
- dia menjadi bandar judi yang menjadikan
- dia menjadi orang kaya, maka dia bilang
- judi itu benar.
- Bahkan sampai
- pada orang menjual
- diri. Dia bilang, "Justru dari sini saya
- hidup. Saya menghidupin
- keluarga, saya punya orang tua yang
- sudah tidak berdaya. Saya punya anak
- dari mana? Saya bekerja mencari kerja
- susah. Akhirnya saya menjual diri
- sebagai wanita penghibur. Saya dapat
- uang, dapat menghidupkan keluarga.
- Dianggap itu benar.
- repot kalau sudah begini. Yang ada cuma
- untung rugi dari segi
- materi. Bahkan sampai pada gilirannya
- menjadi pengedar narkoba, bandar
- narkoba. Benar menurut dia logika
- berpikir pragmatis seperti itu. Justru
- saya hidup di sini. Saya mudah mencari
- uang, tidak usah
- susah-susah. Saya juga banyak
- menghidupkan banyak keluarga. saya
- menolong juga anak yatim dan seterusnya.
- Benar. Jadi orang yang berorientasi itu
- berdominasinya materi maka akan sempit
- bicara soal hal yang bersifat spiritual
- secara maknawi. Sehingga parameternya
- pun berubah karena terbentuk berpikir
- secara
- pragmatis. Nah, apa kaitannya dengan
- dilema masyarakat modern?
- Masyarakat modern adalah masyarakat
- yang segalanya sudah ditopang oleh
- penemuan sains dan
- teknologi. Jarak yang jauh jadi
- dekat. Dulu bayangin
- zaman orang naik gerobak, naik kuda
- jarak 50 m, 50 kilo, 100 kilo, itu bisa
- ditempuh berapa hari?
- Satu hari berjalan tanpa berhenti paling
- 50
- kilo. Kalaupun kecepatan kuda
- berapa? Apalagi antar benu antar pulau
- jauh. Tapi dengan penemuan sains
- teknologi yang dimiliki oleh orang-orang
- modern, jarak tidak menjadi
- masalah. Komunikasi juga tidak menjadi
- masalah.
- Apalagi di zaman seperti sekarang ini.
- Hightech di zaman era
- informasi kita bicara
- bicara di belahan bumi sana. Kita bisa
- bicara dari sini kita bisa tertawa. Yang
- lawan bicaranya ada di sana. Lawan
- tertawa ada di
- sana. Nah, di
- sinilah di satu sisi
- kehidupan menjadi lebih mudah.
- Tetapi di sisi lain justru kemudahan itu
- juga bisa lebih mudah terjerumus kepada
- yang tidak
- benar. Kalau kita tidak mampu
- memfilter, tidak mampu memilah dan
- memilih
- sehingga lebih cenderung kepada hal-hal
- yang bersifat negatif. Jadi komunikasi
- terbukanya sains, komunikasi dan
- sebagainya
- justru lebih cenderung pada hal-hal yang
- negatif di satu sisi. Walaupun di sisi
- lain juga ada nilai positifnya. Kemajuan
- sains teknologi di era informasi seperti
- ini juga akan lebih mudah mengakses
- hal-hal yang baik.
- Di sinilah ketergantungan atau
- tergantung bagaimana kita memfilter,
- memilah dan memilih. Dan ternyata
- memilih seperti ini, memilah dan memilih
- ini itu yang memang tidak
- mudah. Banyak yang parameternya berbeda
- sehingga yang ketemu adalah hal-hal yang
- negatif.
- Contoh dalam sebuah rumah tangga, rumah
- tangga
- modern. Dalam buku saya yang 25 karakter
- orang beriman, saya tulis pada halaman
- 59 tentang rumah tangga
- Islam. Dilema masyarakat
- modern adalah
- ketidakmisan, kehilangan
- keharmonisan dalam
- keluarga. Rumah bukan lagi menjadi
- tempat tinggal yang nyaman dan tentram.
- kepercayaan cinta kasih yang
- dibina bertahun-tahun nyaris retak
- digoncang persoalan yang datang silih
- berganti. Nah, kenapa? Nah, ini karena
- penyalahgunaan tidak mampu memfilter
- perkembangan zaman lewat
- informasi. Banyak sekali terjadi
- perselingkuhan, penyimpangan,
- penyalahgunaan.
- Akhirnya karena
- perselingkuhan, karena penyimpangan,
- karena berbagai hal itu
- mengguncang rumah tangga menjadi
- prahara. Anak-anak menjadi
- korban jiwanya terlantar karena kurang
- kasih sayang.
- pertumbuhan kepribadinya
- terganggu sebagai kompensasinya
- masing-masing mencari saluran di luar
- rumah yang dianggap dapat mengobati
- kekecewaannya. Ini kan dilema masyarakat
- modern. Banyak suami ganteng tampan,
- istri cantik jelita, anak pintar tapi
- salah urus.
- Karena salah
- memfilter, salah memilah dan memilih,
- salah menetapkan parameter kehidupan,
- hanya terbawa
- arus. Terbawa arus yang saringannya
- tidak kuat.
- Inilah akibatnya terjadi. Bukan sedikit
- rumah tangga yang sebenarnya dari status
- sosial mapan ya. Tapi kenapa terjadi
- perhara perceraian? Akibat perceraian
- karena disebabkan oleh orang ketiga,
- orang keempat karena perselingkuhan,
- karena penyalahgunaan dan sebagainya
- timbul masalah.
- Kalau rumah tangga sebagai komunitas
- terkecil dari sebuah masyarakat yang
- luas ini amburadul seperti itu, kita
- bisa bayangkan apa yang terjadi. Nasib
- satu masyarakat, nasib satu
- bangsa. Kita sering
- lupa bahwa sebenarnya kasus seperti ini
- adalah akibat dari satu sebab.
- Kita harus mencari sebab musababnya
- secara
- mendasar. Kemudian baru kita mencari
- pemecahannya. Sebagai orang beriman
- dalam melihat suatu permasalahan yang
- timbul tentu yang pertama adalah kita
- lihat dari segi kitabullah dan sunah
- nabinya. Karena itu agama pegangan kita.
- Jadi kita bercermin depan Al-Qur'an.
- Kenapa sih terjadi begini? Kenapa? Dari
- segi ekonomi, status sosial kita, suami
- tampan, istri cantik, jelita, dan
- populer, kok bisa terjadi perhara rumah
- tangga? Coba kita lihat, kita bercermin
- depan Al-Qur'an. Di mana letak
- kekeliruan kesalahan kita? Salah
- langkahnya di mana?
- Kemudian selanjutnya baru kita lihat
- pendekatan dari beberapa disiplin
- ilmu misalnya pertimbangan psikologis,
- sosiologis dan lain sebagainya. Selama
- hal itu tidak bertentangan dengan
- Al-Qur'an dan sunah Nabinya. Sebab pokok
- dari semua masalah yang melahirkan
- krisis,
- fitnah, prahara rumah
- tangga, anak-anak yang
- kurang beradab, kehilangan akhlak,
- pintar, cerdas intelektualnya, tapi
- kehilangan apa namanya? budi pekerti,
- kehilangan akhlak, kehilangan
- unggah-ungguh.
- Anak-anak muncul dengan kemanjaan
- kemewahan dunia. Di sisi lain rohani
- dibiarkan
- terlantar. Nah, ini
- bagaimana dan sebabnya apa? Nah, itulah
- yang kita
- lihat di dalam satu ayat Allah Subhanahu
- wa taala berfirman,
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Wam yasyuikri
- rahman nuqayyid lahu sitona fahua lahu
- qorib. Yang artinya barang siapa yang
- berpaling dari pengajaran Allah yang
- maha pemurah lagi maha pengasih yaitu
- Al-Qur'an kami adakan baginya setan yang
- menyesatkan, maka setan itulah yang
- menjadi teman yang selalu menyertainya.
- Ini firman Allah di dalam surat
- Azzukhruf ayat
- 36. Allah dengan kasih
- sayangnya menurunkan
- Al-Qur'an. Kenapa Allah tahu? Walaupun
- Allah sudah memberikan kecerdasan pada
- manusia, tapi kita
- lihat justru kadang-kadang kecerdasan
- itu jadi alat untuk mempermudah
- melakukan
- kejahatan. Walaupun di sisi lain dengan
- kecerdasan itu juga bisa mempermudah dia
- mendekatkan diri pada Allah menjadi
- orang baik. Tapi lebih dominan, lebih
- banyak orang-orang yang menyalahgunakan
- atau kecerdasan itu malah disalahgunakan
- menjadi
- penopang dari syahwat dan
- nafsunya. Maka banyak orang kejahatan
- sekarang luar biasa karena dilakukan
- orang-orang pintar.
- Kalau orang bodoh jadi maling ya sering
- saya sampaikan paling maling ayam,
- maling kambing, maling sepeda. Sekalinya
- insaf ke masjid, sandal orang hilang,
- kotak amal hilang. Ya, paling sekitar
- itu. Tapi kalau orang cerdas, masyaallah
- dia mampu membuat senjata pemusnah
- masal. Bayangin itu satu bom dijatuhkan
- berapa puluh ribu orang bisa mati.
- Kampung, gedung, kota bisa
- hancur. Ini kejahatan yang gak
- terasa. Kalau orang cerdas yang menjadi
- maling, kalau yang orang cerdas menjadi
- pemimpin, kalau orang cerdas menjadi
- seorang pengusaha, masyaallah rusak
- tatanan kehidupan ini dengan rekayasa
- rekayasa
- hitam. Kenapa begitu? Karena dia
- berpaling dari dari pelajaran dari
- Allah. Padahal Allah menurunkan syariat
- itu, masyaallah untuk m-back up
- kecerdasan, untuk memperkuat hati nurani
- supaya jalannya itu
- lurus. Silakan modern penemuan sains,
- teknologi, menguasai mesin, menguasai
- komputer, menguasai komunikasi. Tetapi
- kalau akidahnya di atas jalan kebenaran
- yang Allah
- turunkan, insyaallah selamat
- kita. Artinya kemajuan zaman modern akan
- bawa berkah. Tapi kalau lepas dari itu,
- berpaling dari pengajaran Allah yang
- maha pengasih lagi maha
- penyayang. Nuqayyid lahusitana fahua
- lahu qonin. Maka kami adakan baginya
- setan sebagai temannya.
- Kalau setan jadi temannya,
- masyaallah dia akan
- berpengaruh. Kalau setan bersemayam di
- matanya, di di dalam
- hatinya, muncul di pandangan
- penglihatan, pandangan hidup didasarkan
- pandangan setan. Muncul di otak, di
- kepalanya adalah otak berpikir secara
- setan. masuk di perut maka perutnya
- lapar terus serakah tidak cukup dengan
- apa yang
- masuk. Kalau ini ada pada seorang
- pemimpin, bayangkan pemimpin yang
- berpikir dan berlaku seperti
- setan. Nauzubillah minzalik. Ini
- bahayanya dilema sebuah masyarakat
- modern. Maka tidak heran kalau sebuah
- rumah tangga saja berantakan menjadi
- prahara. Padahal apa yang kurang?
- Saya kadang-kadang melihat tayangan TV,
- kok orang suaminya cantik. Eh, suaminya
- suaminya punya istri cantik. Tuh, salah
- ngomong aja ya. Suaminya tampan,
- istrinya
- cantik, populer, dikenal di mana-mana,
- rumahnya megah be istana, tingkat tiga,
- tidak tanggung-tanggung. Ada kolam
- renang, ada macam-macam. Kendaraan
- mewah, tidak cukup dengan satu. Bahkan
- ada satu juga yang bisa beli untuk 20
- mobil yang lain. Lah kok
- cerai masing-masing gugat cerai. Ada
- apa? Di mana kekurangannya? Kurang uang
- enggak. Kurang tampan dia tampan. Kurang
- cantik istrinya cantik. Kurang apa? Nah
- di sini salah memilah. salah memilih,
- salah membuat
- kriteria, salah
- memegang apa namanya pegangan hidupnya.
- Yang jelas kalau firman Allah karena dia
- berpaling dari konsep ilahi yaitu
- agama, menyimpang dari Al-Qur'an. Setan
- yang akan menangkap. Kalau setan
- menangkap, yang baik jadi buruk, yang
- buruk jadi baik. Itu pandangan setan.
- Jadi yang melihat istri itu karena itu
- yang halal rasanya membosankan. Tapi
- kalau lihat yang haram kok rasanya
- manis, rasanya bagus, indah. Apa kata
- orang melihat rumput tetangga lebih
- hijau? Ya kacau kalau begini. Jadi yang
- baik itu dianggapnya buruk, tidak
- memuaskan, tidak menyenangkan. Tapi
- hal-hal yang diharamkan oleh Allah yang
- dilarang justru itu yang mengasyikkan.
- Karena Nabi juga pernah mengatakan,
- "Hujibatil jannah fil makari wah
- hujibatinar
- bisyahwat." Jalan ke surga itu
- dihalang-halangi dengan
- bayangan-bayangan, kesulitan-kesulitan
- yang tidak enak,
- rekoso, payah,
- susah. Sebaliknya kalau jalan ke neraka
- itu dihasi dengan bunga-bunga syahwat.
- lah ini kalau enggak difilter, enggak
- punya akidah yang kuat, enggak punya
- kepribadian yang matang, enggak ngerti
- arah tujuan hidup yang benar, ya kacau
- apapun yang diberikan, bahkan dunia
- diberikan pada dia tetap dia pongah
- pangeh. Dia tetap keluh
- kesah, dia tidak pernah merasa puas dan
- kenyang. Sekalipun istrinya sudah cantik
- jelita, dia juga tidak akan puas juga.
- cari sasaran yang lain. Maka di dalam
- dunia modern orang-orang yang sudah
- lebih dari cukup dari segi materi
- lahir kelompok-kelompok komunitas
- kaum happis, the happies, the have.
- Orang-orang the have dia sudah punya
- segalanya tapi hatinya
- kosong. Kosong.
- kering, kerontang, gelondangan, hatinya
- itu kosong,
- melompong. Untuk bisa tidur nyenyak saja
- repot. Bagaimana ini harus ke dokter?
- Kata dokter, "Minum ini minum itu, minum
- obat penenang sekadar untuk bisa
- tidur. Bagaimana yang lain?" Maka
- narkoba menjadi marah. Bukan di kalangan
- orang-orang putus asa yang gak punya
- uang, justru di kalangan selebriti. Dan
- banyak kaum selebriti yang tersohor di
- dunia mati. Karena
- overdosis ini menunjukkan jiwa tidak
- bisa diobati dengan hal-hal yang
- bersifat fisik. Salah menentukan
- pilihan, mengingkari konsep ilahi,
- mengambil konsep setan, hancurlah
- kita. Ini problem barangkali yang perlu
- kita ingatkan. Karena itu Allah
- mengingatkan kepada kita kembali pada
- pimpin Allah dan rasulnya.
- Karena Allah menjadikan manusia itu
- konsepnya Allah turunkan
- agama. Fitratallahillati fatarasa
- alaiha. Allah ciptakan manusia itu.
- Allah turunkan agama itu dengan
- fitrahnya
- manusia. Seperti hanya ikan fitrahnya
- dalam air. Namanya ikan itu mesti dalam
- air. Kalau dia mencoba keluar dari
- fitrah, keluar dari air walaupun
- bergelimang dengan segala macam makanan,
- dia akan menggelepar.
- berkelepar. Gak akan ada
- ketenangan, gak akan ada
- kedamaian. Yang ada
- kucing-kucingan. Coba rumah tangga,
- rumah megah hampir 1 hektar rumah itu
- dibuat sedemikian rupa. Anaknya cuma
- satu, suaminya sibuk, istrinya juga
- mencari kesibukan
- sendiri. Masing-masing mencari kesibukan
- sendiri. Mau ketemu aja susah.
- Di mana harmonisnya rumah
- tangga? Sedangkan suami banyak uang,
- orang
- terkenal dikelilingi wanita-wanita
- cantik. Katanya kalau orang banyak uang
- dikelilingi wanita-wanita cantik kayak
- perangko nempel terus lah. Ini kan
- ujian ya. Kalau gak punya akidah, enggak
- punya iman, gimana? Dan dia punya uang
- bisa berbuat apa saja dengan uangnya.
- Sementara istrinya keleran di rumah. Ke
- mana dia
- cari? Cari
- konvensasinya. Kenapa kalau laki gua
- bisa begitu gua enggak bisa? Gua juga
- keluar. Emang el doang? Gua juga bisa
- dong. Istrinya juga pintar kok. Pergi
- dia. Ah, sudah repot deh kalau sudah
- begini. Anaknya ke mana? Terlantar. Dari
- segi fisik. Betul. Kasih mobil, kasih
- segala macam, tapi rohaninya kosong.
- jiwanya
- kering, sekolah gak
- jelas. Ke mana pelariannya? Pelariannya
- sesuai dengan syakhwat,
- dengan teman kepada siapa dia bergaul.
- Lah lah kalau ketemu yang gak beres
- seperti itu. Ketemu kelompok-kelompok
- bebas yang tidak percaya sama Tuhan,
- kelompok hedonisme misalnya hidup itu
- senang. Ah, kapan lagi? masih muda.
- Puas-puaskan segala muda di mana
- kenikmatan dia kejar sekalipun dengan
- uang ada kok, uang ada, teman ada mau
- bisa apa aja untuk raup keserangan
- sepuas-puasnya. Dimulai dari
- minum-minuman keras, mabok-mabokan,
- pesta hanya pesta seks bersama
- teman-temannya
- free kemudian tidak puas juga LGBT
- kepengin jadi umatnya Nabi Luth, pesta
- macam-macam. karena pelampiasan jiwa
- yang
- tidak. Tidak hanya di Prancis, tidak
- hanya di Italia, di mana negara-negara
- Eropa, di Indonesia ada. Untuk mencari
- kepuasan, kebebasan, saya cari satu
- tempat. Kemarin saya waktu
- ke bencana di Lombok, saya sempat ke
- sana selama 8 hari.
- Saya ketemu dengan para ulama, di antara
- mereka ada yang seperti ini. Kenapa
- Lombok ini digoncang kembang seperti
- ini? Dahsyatnya. Rumah-rumah roboh.
- Kemudian mereka berhari-hari bahkan
- berbulan-bulan tidur di
- tenda. Dan goncangan yang luar biasa.
- Goncang kanan kiri kemudian ke atas dan
- ke bawah. Hancurlah rumah-rumah itu.
- Masyaallah. Ada yang orang pergi ke luar
- negeri menjadi TKI tak ditabung uang itu
- baru aja. Jadi kemudian orangnya pergi
- lagi untuk apa? Ke luar negeri untuk
- bekerja. Baru sampai ke negeri Cir ada
- berita bahkan di WA rumah yang baru jadi
- kemarin digoncang kemb hancur
- berkebing-kebing rata dengan tanah.
- Jadi yang ulama yang saya
- jumpai ada kalimat begitu. Mengapa kok
- Lombok ini diguncang dengan gempa
- seperti itu? Mungkin seperti pertanyaan
- Ebit ya. Mengapa apa negeri ini
- digoncang dengan apa Bu? Bu ini yang
- jelas tanyakan pada rumit yang
- bergoyang. lah itu saya bilang
- begini saya waktu mengatakan begini,
- "Pak Tuan
- Guru saya yang menurut saya
- tahu ya Allah itu tidak
- pernah menganiaya
- hamba-Nya. Allah itu pengasih dan
- penyayang." Jadi kalau ada sesuatu itu
- pasti ada sebabnya.
- Jangan-jangan ada sesuatu yang
- disalahgunakan. Di Lombok memang
- masyarakatnya masyarakat
- religius dikenal sebagai pulau 1000
- masjid. Maksudnya begitu banyak masjid
- megah-megah yang dibangun oleh
- masyarakatnya. Sampai ada satu komplek
- itu masjidnya ada empat. Jadi kalau
- jumatan itu bergantian. Jumat pertama di
- sini, nanti Jumat kedua di sana, Jumat
- ketiga di sini dan seterusnya.
- Mungkin ada sebabnya. Sebab yang lain
- apa? Ada sekelompok orang yang melakukan
- tindakan-tindakan yang melanggar firman
- Allah. Lalu Allah turunkan bencana
- sebagai
- ujian, bisa juga sebagai cobaan, bisa
- juga sebagai perskot azab tergantung
- bagaimana menyikapinya.
- Dan ternyata
- terungkap dari mereka sendiri memang ada
- tiga pulau di sana yang disebut Gili.
- Gili
- Terawangan,
- Gili, Gili Air, Gili apalagi satu
- lagi. Dan di situ menjadi tempat yang
- pantainya indah, suasananya mengasikkan,
- di
- disalahgunakan. Ada kelompok-kelompok
- nudis yang di situ bertelanjang.
- Siapa yang masuk situ harus
- telanjang apalagi terang bulan purnama
- nauzubillah laki-laki
- penang betul kebanyak orang Barat tapi
- juga mempengaruhi orang-orang. Lalu
- masalahnya apa? Satu dibiarkan hal
- seperti itu karena mendatangkan income
- karena
- uang. Lalu para ulamanya juga diam
- membisu. Tidak lakukan amar makruf nahi
- mungkar. Wallahuam.
- Tapi jelas setiap perbuatan yang
- melanggar pasti tidak akan menimbulkan
- kedamaian dan ketentraman. Kalau
- berpaling dari ajaran yang Allah
- turunkan sebagai wujud kasih sayang
- Allah dan rahmatnya kok diabaikan bahkan
- ditolak. Apalagi kalau sudah disampaikan
- kok dia berani menolak. Wah, ini bila
- ini pasti akan turun bencana sebagai
- peringatan, sebagai ujian ya sangat
- tergantung. Nah, demikian juga
- masyarakat dilema masyarakat modern
- adalah satu sisi kalau mau berbuat baik
- juga sebenarnya fasilitas itu memadai.
- Sebab mau dengerin ceramah sekarang gak
- mesti harus ke masjid.
- Cukup buka YouTube aja. Berbagai macam
- ungkapan dan gaya masing-masing para
- ulama, para dai kita. Kita bisa
- dengarkan. Kalimat-kalimat hikmah yang
- ditulis oleh orang-orang bijak juga
- bertebaran ada di
- mana-mana. Tapi kalau mau buruk juga
- banyak caranya, macam-macam. Ada ya
- gambar-gambar yang tidak seronok, yang
- macam-macam ya. Dia tergantung bagaimana
- kita. Nah, di sinilah dilema masyarakat
- modern mau membangun sebuah rumah tangga
- dalam hal ee rumah tangga bagaimana ya
- sangat tergantung kepada kita. Oleh
- karenanya, mari kembali pada pimpinan
- Allah dan Rasul karena Allah maha
- pengasih dan penyayang menurunkan agama
- bukan untuk membuat sulit kita, justru
- akan mengangkat harkat martabat kita
- agar kita selamat dunia dan akhirat.
- Wallahuam bawah. Subhanallah. Jadi
- ikhwan akhwat, apapun yang terjadi
- sekarang ini sebagaimana yang
- disampaikan Ustaz Abu tadi memang
- menjadi bagian yang tidak bisa tidak.
- Yang terjadi di negeri tercinta kita
- juga bagian dari yang tidak bisa tidak
- bisa kita nafikan
- melalui pemahaman dan kesadaran kita
- untuk semakin mendekatkan diri kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Tetapi lagi-lagi perjuangan hari demi
- hari untuk lebih dekat dengan Allah
- bukan hal yang mudah. Karena zaman
- modern dengan dilema yang seperti
- disampaikan tadi merupakan daya tarik
- yang luar biasa. Baik, telepon kami
- tunggu, SMS dan WA juga kami nantikan.
- Kami akan kembali ke ruang Anda sesudah
- jeda berikut.
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Terima kasih ikhwan akhwat yang masih
- tetap bersama Rasil, teman-teman yang
- ada di Batam, Singapura, Pontianak,
- Banyuwangi juga di Semarang dan Sukabumi
- yang turut
- menyebarluaskan siaran-siaran dari
- Trasil. Dan untuk pertanyaan yang sudah
- masuk, Ustaz boleh langsung dijawab.
- Iya, silakan. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam. Kenapa keadaan sekarang
- ini orang yang beriman selalu dicoba
- dengan kekurangan harta? Jadi, susah
- untuk mempertahankan iman
- itu? So, harus bagaimanakah? Sing kondo
- sopo orang Jawa?
- Yang ngomong siapa? Yang kaya juga
- banyak. He. Jadi hidup itu ujian. Kaya
- ujian, miskin ujian. Jangan dianggap
- hanya orang miskin saja yang
- diuji. Walaupun kaya, tapi kalau tidak
- beriman ya bahaya. Malapetaka ini.
- Mungkin senang sesaat tapi akibatnya
- luar biasa. makin kaya makin banyak noda
- dosa. Karena mudah untuk berbuat dosa
- sebenarnya lebih manfaat orang enggak
- punya uang karena dia tertunda, tertahan
- untuk tidak melakukan dosa. Lah mau gaya
- bagaimana enggak punya duit. Coba kalau
- punya uang kanan kiri godaannya banyak.
- Nah, kalau enggak punya uang kan enggak
- digoda. Enggak banyak godaan. Cuma
- godaannya memang gak punya itu saja.
- Padahal di sisi lain orang yang gak
- punya uang itu sebenarnya memperingan di
- akhirat nanti dari hisab yang begitu
- banyak. Kalau saja dia iman, dia sabar,
- dia
- rida,
- sesaat ujian itu hanya sesaat
- sebentar. Dan ketika dia sudah
- istikamah, Allah lengkapi, nanti. Sabar.
- Pada saatnya Allah berikan itu akan
- dibalas amal salehnya di dunia maupun di
- akhirat. He. Cuma kita kadang-kadang kan
- kepenginnya instan, maunya cepat diuji
- sedikit aja seolah-olah mau kiamat dunia
- ini. Itu di sisi lain. Maka lihatlah
- jangan dengan mata kepala, lihat dengan
- mata hati. Bukan karena dihina oleh
- Allah orang miskin.
- Para nabi juga menderita bukan karena
- Allah tidak apa memuliakan dia. Justru
- itu di situ
- pahalanya. Kalau tahu orang yang
- menderita dengan ujian kemiskinan, tahu
- pahalanya, barangkali semua orang
- kepengin miskin.
- Nah, cuma kita kadang-kadang nafsu ini
- penginnya kesenangan yang dekat,
- kenikmatan yang sesaat, walaupun
- kadang-kadang menjerat kepada syahwat.
- Atat-at semua. Iya, at-at semua. Jadi,
- tergantung bagaimana kita
- melihatnya. Jadi, pemimpin hebat kita
- lihat bintang film yang semua ada itu
- ujian. Jangan lupa. Masyaallah itu
- banyak sekali peluang-peluang,
- pintu-pintu yang maksiat, yang dosa
- kalau dia tidak kuat martabatnya. He.
- Jadi, semua itu ujian. Orang miskin juga
- bisa jadi kafir, tapi juga bisa menjadi
- ahli
- surga. Di di akhirat nanti hisabnya
- ringan. Waktu dihisab, "Kamu hartanya
- dari mana?" "Egak punya." Untuk apa? Ya
- enggak punya apa-apa. Salatnya bagus.
- Sudah masuk surga cepat duluan. Lebih
- dulu daripada orang-orang kaya.
- Bahkan Nabi mengatakan orang miskin
- kavlingnya lebih banyak, orang susah,
- orang menderita kaplingnya lebih banyak
- di surga daripada orang kaya. Artinya
- ujian orang kaya itu tidak ringan berleh
- karena lihatlah segala sesuatu dengan
- akidah keimanan. Kuatkan keimanan. Saya
- yakin orang yang imannya kuat tidak akan
- dibiarkan di dunia.
- Pasti oleh Allah diberikan itu banyak
- sudah contoh. Hanya memang diberikan
- kesabaran dulu. Diuji dari batas ini
- sampai sini kamu menderita. Coba Allah
- ingin lihat kalau hati sudah istikamah,
- sudah mantap, insyaallah akan dibuka
- rezekinya sedikit demi sedikit. Yang
- namanya kaya belum tentu dengan kaya
- harta. Mungkin kaya jiwa kebutuhannya
- dipenuhi. Sugih bondo. Sugih tanpo
- bondo. Tahu sugih tanpa bondo. Secara
- pengakuan gak punya. Tapi dia skala
- keperluannya dipenuhi oleh Allah.
- Subhanallah. Nah, jadi lihat dengan
- akidah. Jangan hanya mengandalkan mata
- kepala. Jadi syukurilah kemiskinan
- begitu ya. Karena banyak jalannya untuk
- mendapatkan pahala-pahala Allah
- Subhanahu wa taala. Siapa yang tahan
- miskin? Ya, itu luar biasa. Jadi bisa
- miskin harta, kaya jiwa, kaya hati.
- Baik. Kemudian ini dari Ibu
- Riska
- Rista. Kalau ingin menyelaraskan dengan
- kehidupan modern, Ustaz, yang semuanya
- ada di depan mata memang terus terang
- dilematis. Anak-anak tuh, Pak Ustaz,
- lebih dekat dengan HP dibanding dengan
- ayah ibunya. Harus bagaimana? Sudah saya
- upayakan banyak hal. Terima kasih
- pencerahannya.
- Kalau kita mengartikan modern bukan
- berarti negatif ya. He kan itu
- perkembangan teknologi, perkembangan
- berpikir kita. Tidak semua perkembangan
- seperti negara-negara maju itu jelek.
- hanya tinggal memfit dan memilah dan
- memilih. Dari tadi saya ngomong milah
- milih, milah milih. Pandai-pandai
- memilah dan
- memilih. Ketika kita berada di pada
- masyarakat yang modern seperti sekarang
- ini, mestinya kita tanamkan akidah
- keimanan anak sejak dini sehingga
- kemajuan itu akan terarah menjadi
- positif.
- Ini yang tidak kita lakukan.
- Misalnya punya anak, anak dari kecil
- karena orang tuanya dulu susah truko
- dari Jawa datang ke Jakarta modalnya
- dengkul. He. Gak punya apa-apa. Dia tahu
- pedih-perihnya penderitaannya sampai
- sukses, banyak materi, banyak kekayaan
- yang
- berlimpah. Dia berpikir yang kurang pas
- ketika punya anak. Jangan sampai anak
- menderita seperti ayah bundanya.
- dimanjain. Dimanjin dari segi materi
- semua dicukupkan. Sepatu yang harganya
- 10 kali daripada orang-orang miskin.
- Saya pernah membelikan orang kaya sepatu
- pesan dari pesantren. Min tolong Pak anu
- ustaz saya sampaikan pada ibu saya
- pengin beli sepatu. Saya diajak sama
- ibunya ke toko. Begitu bayar sepatunya
- melompong saya. Ini kalau beli sepatu
- saya dapat 10.
- sampai dikasihkan pada anaknya cuma
- dipakai 2 hari karena warnanya gak
- selera gak cocok ya. Heeh. Nah, kemudian
- semua di dicukupi semua pembantu. Lepas
- sepatu aja pembantu. Pakai baju aja
- pembantu. Ini mengkerdilkan jiwanya.
- Secara fisik betul
- dimanjakan. Apalagi agama jauh.
- Saya kan sering memberikan ilustrasi dan
- ini juga menjadi kenyataan ketika ibunya
- menerima rapot anak di sekolah, padahal
- sekolah favorit ini nilainya jeblok,
- rapotnya merah. Sedih orang tuanya, "Ya
- Allah, Pak pulang ke rumah, Pak, lihat
- anak kita ini madesu apa sih? Madesu
- suram. Madesu apa sih, Ma? Masa depan
- yang suram emang? Kenapa? Lihat nih
- rapot anak kita ni jeblok semua.
- Diam aja papanya itu sambil ngerokok aja
- klecasklecus. Gimana ma? Ma diam aja gak
- bisa. Diundanglah guru priva. Enggak ada
- anak yang bodoh, cerdas.
- Ketika
- sudah apa guru biva dipanggil semua
- ternyata matematika 8 bahasa Inggris 9
- pintarlah. He.
- Tapi diabaikan dari nilai-nilai agama.
- Ketika sudah dewasa enggak bisa salat,
- enggak bisa baca Quran, tidak menutup
- aurat. Papanya bilang, "Mak, anak kita
- sudah pintar-pintar sekarang, tapi saya
- lihat enggak bisa salat, enggak bisa
- baca Quran, tidak menutup aurat. Eh,
- mamanya ketus bilang begini, "Lah, gitu
- aja kok repot. Nanti kan kalau soal
- begitu sudah dewasa kan pintar sendiri."
- Nah, di sinilah kesalahannya.
- Jadi, mendidik anak menjadi baik itu
- memang harus sedini mungkin.
- Cari pasangan yang saleh
- salehah. Begitu rumah tangga, rumah
- tangga motivasinya
- ibadah. Begitu mau bergaul ada aturan
- dan caranya, ada doanya. Masih dalam
- kandungan ayah bundanya prihatin, banyak
- sujud dan mohon pada Allah. Kemudian
- dari kecil sudah dikenalkan Allah,
- salam, alhamdulillah syukur itu akidah.
- Jadi dari sedini mungkin ditanamkan
- nilai-nilai akidah yang kuat. Di zaman
- modern seperti ini akidahnya harus lebih
- kuat sehingga kemajuan itu membawa
- manfaat. Tidak mudarat karena tidak
- mudarat karena kita tidak mempersiapkan
- mental pada anak kita. Ustaz, ada yang
- tanya mau beli buku Pak Ustaz tadi di
- mana? Oh, di Etara ada. Masih tersedia
- banyak di Etara. Jadi datang saja ke ee
- Rasil bukunya mungkin bisa diclose up
- itu ada di sana ya. Terus kemudian yang
- lainnya
- lagi, asalamualaikum ustaz. Kalau
- seandainya wabarakatuh ee saya harus
- menjaga agar setan tidak tertarik pada
- mata dan hati saya, apa yang harus saya
- lakukan, Ustaz? Baca istigfar terus
- dekat dekat kepada Allah. He baca
- Al-Qur'an.
- Hidupkan jiwa, hubungkan jiwa kepada
- Allah dengan banyak zikir. He. Bangun
- tidur
- zikir. Masuk keluar kamar mandi ada
- zikirnya. Keluar rumah zikir. Menutup
- pintu bismillah. Masuk rumah salam dan
- bismillah pakai baju bismillah. Dengan
- nama Allah setan menjadi kerdil. Jadi
- itu semua akan membuat kita sama sekali
- tidak menarik bagi setan-setan
- insyaallah. Berlindung kepada Allah.
- Setan bencinya bukan main. Tapi kalau
- kita bersaleh macam-macam setan makin
- gembul, makin gede, makin kuat, makin
- dekat kepada kita. Nauzubillahzalik.
- Ustaz, apakah musibah yang dialami
- negeri ini konsekuensi logis dari
- perilaku kita? Oh, iya banyak ayat.
- Kemarin sudah dalam dua periode. Satu
- bahasa Jawa. He. Apa kemarin bahasa
- judulnya? Kok lupa ya? opo lupa colo
- bendu zaman kolo bendu banyak musibah he
- kemudian sebelumnya dengan bahasa
- Indonesia siarannya adalah dosa
- mengundang bencana
- dan Al-Qur'an mengatakan bahwa bencana
- itu disebabkan oleh perilaku kita
- manusia karena bangga dengan dosa-dosa
- kata Ebit ya Al-Qur'an menyatakan
- walakin kadzabu faaknahum
- Tapi mereka mendustakan agama,
- mengutamakan syahwat, banyak dosa dan
- noda. Maka kami turunkan azab di
- sebagaimana perilaku mereka. Doaharal
- fasadu fil barri wal bahr bima kasabat
- aidinas liudziqohum ba'dadzi amilu laum
- yarjiun. Kerusakan di darat, di laut
- nampak akibat perilaku manusia. Aku
- tampakkan mungkin dengan musibah, dengan
- bencana disebabkan oleh perilakunya agar
- mereka kembali. Jadi Allah tidak akan
- mengazab kecuali ada alasan yang karena
- maksiat dan dosa. Sekali lagi dosa
- membawa mengundang bencana. Dosa
- mengundang bencana. Ada pertanyaan yang
- memang belum bisa terjawab seperti
- filternya apa dong biar hati enggak keru
- dan pikiran enggak mabuk dunia? Kemudian
- ada lagi yang kembali menanyakan buku.
- tetapi waktu kita dibatasi. Jadi, Ustaz,
- kita rangkum bahasan pada pagi hari ini
- terkait dengan dilema yang harus kita
- hadapi sebagai masyarakat moderat.
- Subhanallah. Para ikhwan
- rahimakumullah, mari
- kita
- senantiasa memandang kehidupan dengan
- hati kita.
- selalu tidak hanya selalu melihat
- keluar, tapi sesekali atau
- sering-seringlah melihat ke
- dalam siapa saya, apa yang sudah saya
- lakukan bagaimana pertanggung jawab
- bertanggung jawab di hadapan Allah.
- Insyaallah dengan agama inilah kita
- menjadi lebih arif memandang bukan hanya
- dengan mata kepala tapi dengan mata iman
- kita. Kita akan bisa melihat hikmah di
- balik fenomena. Suka dan duka, kaya dan
- miskin itu hanya variasi dalam
- kehidupan. Esensi orang beriman semua
- akan senantiasa baik kalau akidahnya
- keimanannya kuat. Mudah-mudahan apa yang
- saya sampaikan bisa memberikan manfaat
- untuk kita semuanya. Mohon maaf segala
- kekurangan. Wabillahi taufik wal
- hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima
- kasih Ustaz Abul Hidayah Soji dan Ikhwan
- Akhwat rahimakumullah. Mudah-mudahan apa
- yang kita simak dapat membeningkan hati,
- menjernihkan pikir kita, dan memperkuat
- keimanan kita. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]