Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Brazil [musik] 0:31 Bismillahirrahmanirrahim. 0:32 Asalamualaikum warahmatullahi 0:34 wabarakatuh. 0:36 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:38 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:41 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:44 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:48 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:50 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:53 wasallim wabarik ala nabiyana Muhammadin 0:56 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 1:00 taala fil Quranil karim. 1:02 Aubillahiminasyaitanirjim. 1:05 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 1:09 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 1:13 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 1:17 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:18 dipancarkan dari jalan Masjid 1:20 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi. 1:24 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 1:26 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:29 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala, 1:31 bagaimana kabar Anda di Jumat pagi ini? 1:34 Semoga selalu dalam keadaan sehat 1:36 walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:38 Ridwanul Haq ditemani oleh Ondi Saputra 1:41 dan juga Algi Fakhrali 1:45 menemani ikhwan akhwat dalam program 1:48 Hikmah Pagi Kajian Keluarga Islami edisi 1:51 Jumat 20 edisi Jumat 7 Zulka'dah 1447 1:58 Hijriah dan juga bertepatan dengan 2:01 tanggal 24 April 2026. Alhamdulillah 2:05 bersama guru kita Ustaz Agus Darmaji. 2:07 Beliau sudah hadir bersama kita. Kita 2:10 sapa guru kita terlebih dahulu. 2:12 Asalamualaikum warahmatullahi 2:13 wabarakatuh, Ustaz. 2:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:15 wabarakatuh, Bang Fauzi. Kabar baik, 2:17 Ustaz? 2:18 Alhamdulillah ini Jumat pertama bulan 2:20 Zulqadah, ya. Masyaallah. Alhamdulillah 2:23 kita dipertemukan kembali oleh Allah 2:24 dalam bulan yang haram, Ustaz. Ee awal 2:27 bulan haram kalau dalam hadis. 2:30 Iya. 2:31 Ya. 4 bulan haram itu, Ustaz. Ya. Baik, 2:33 Ikhwan Nawat. Semoga kita ee Allah 2:36 perkenankan di bulan haram ini dan Allah 2:39 sampaikan usia kita di menuju Idul Adha 2:43 insyaallah. Amin. 2:45 Semoga kesehatan juga [berdehem] 2:47 dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun 2:49 Anda berada. 2:51 Kami doakan semoga ikhwan akhwat dalam 2:53 keadaan sehat walafiat dan semoga kajian 2:56 bersama Ustaz Agus ini dapat menemani 2:58 ikhwan akhwat dalam segala aktivitas di 3:01 Jumat pagi 3:03 masih di rumah bersama keluarganya 3:07 dan juga bagi ikhwan akhwat yang sudah 3:10 keluar dari rumah mencari nafkah, 3:11 mencari maisyah untuk keluarga. Kami 3:14 doakan semoga dalam keadaan sehat 3:17 walafiat dan selamat sampai pulang 3:19 kembali menemu bertemu dengan 3:21 keluarganya masing-masing. Baik, ikhwan 3:24 akhwat. Jumat yang lalu kita sudah 3:26 belajar bersama Ustaz Ustaz Agus tentang 3:29 meneladani keluarga Abu Bakar Assiddiq. 3:34 Insyaallah pada Jumat kali ini kita 3:37 masih melanjutkan pembahasan tentang 3:40 sahabat yaitu sahabat Abu Bakar Assiddiq 3:45 dengan tema teladan pendidikan 3:48 keluarga Abu Bakar Assiddiq. ini ada 3:51 pendidikannya yang perlu kita garis 3:53 bawahi nanti apa saja ibrah dan 3:56 ilmu-ilmu tentang pendidikan yang perlu 3:59 kita ambil pelajarannya dari Ustaz Agus 4:03 nanti semoga dapat bermanfaat untuk kita 4:06 semua. Namun sebelumnya bagi ikhwan 4:08 akhwat yang ingin bertanya, 4:11 berpartisipasi dalam dapat menyampaikan 4:14 pertanyaan di 0811999720. 4:20 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 4:22 dengan ustaz dapat menghubungi di 4:25 0218451512. 4:29 Mari kita berdoa menuntut ilmu terlebih 4:31 dahulu. Bismillahirrahmanirrahim. 4:34 [berdehem] 4:41 amri wahlul uqdatanisani yafqohu allahum 4:46 inaluka ilman nafianiban 4:49 waalanqan. 4:51 Baik ikhwan aat, mari kita dengarkan 4:53 ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz 4:55 Agus tentang teladan pendidikan dari 4:58 keluarga Sayidina Abu Bakar Asiddiq. 5:00 Tafad Ustaz 5:02 Bismillahirahmanirahim. 5:03 Asalamualaikum 5:05 warahmatullahi wabarakatuh. 5:08 Waalaikumsalam warahmatullah. 5:09 Alhamdulillahi rabbil alamin. 5:13 Alladzi hadana lihadza wama kunna 5:15 linahtadi laula an hadanallah. 5:19 Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 5:23 syarikalah 5:25 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 5:28 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 5:30 sholli wasallim wabarik ala nabina 5:33 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 5:36 waman tabiahum ila yaumilqiamah. 5:40 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 5:44 la haula wala quwwata illa billahil 5:47 aliyil adzim. Amma ba'du. 5:51 Q Allahu taala fil kitabil karim. 5:54 Auzubillahiminasyaitanirjim. 5:56 Wal asri innal insana lafi khusrin illa 6:00 illalladina amanu wail shihat wattaw 6:04 bilhaqiwallahim 6:08 amma ba'du ikhwan dan akhwat 6:10 rahimakumullah selamat berjumpa kembali 6:12 dengan kami 6:14 di rubrik bimbingan keluarga islami 6:17 setiap Jumat pagi ya saya ditemani 6:21 beberapa rekan ee kru Rasil 6:26 Ada Bang Fauzi Ridwan Ridwanul Haq ya 6:31 Abu Bilal juga ada Bang Ondi Saputra 6:34 juga Abang 6:36 Algi 6:36 e Algih Fakrzi ya yang 6:40 pagi-pagi sudah sibuk melayani umat ini. 6:43 Masyaallah ya. Kita sedang melayani umat 6:45 masyaallah 6:46 karena umat memerlukan 6:50 ilmu, memerlukan penerangan. 6:53 Ini bagian dari pelayanan kepada umat. 6:56 Ikhwan sekalian, kita bersyukur kepada 6:59 Allah diberi umur untuk bertemu kembali 7:02 dengan salah satu bulan haram dalam 7:04 rangkaian 4 bulan haram ya. Pertama 7:06 Zulqadah, Zulhijah, Muharram. Kemudian 7:10 nanti beberapa bulan kemudian ada bulan 7:13 Rajab. 7:13 Rajab ya. 4 bulan yang Allah muliakan. 7:16 bulan haram ini tidak boleh kita 7:19 melakukan hal-hal yang mencederai orang 7:24 lain. Tidak boleh sebenarnya tidak boleh 7:25 berperang ya. 7:27 Iya. 7:27 Tapi kalau diperingi seperti saudara 7:29 kita di Iran sana ya kita wajib 7:32 mengangkat senjata juga ya. Nah, tapi 7:34 kita tidak boleh memulai perang di 7:37 bulan-bulan haram ini. Dan 7:39 saudara-saudara kita di Iran bukan pihak 7:42 yang memulai perang, tetapi justru yang 7:44 diperangi. Maka wajib bagi mereka untuk 7:47 membela diri. Ikhwan dan sekalian, 7:49 syukur pada Allah berkali-kali kita 7:52 diberikan oleh Allah nikmat yang tidak 7:55 terkira. Ya, tidak lupa memperbanyak 7:58 selawat atas Nabi di hari Jumat ya. Hari 8:02 Jumat. 8:02 Hari Jumat ya, Bang Fauzi. Tempo hari 8:05 kita sudah bicara ya, kalau ingin 8:07 merasakan Jumat, setiap Jumat itu 8:10 seperti hari raya ya, cobalah dimulai 8:13 dengan berpuasa di hari Kamisnya. Ya, 8:18 rasanya Jumat itu seperti kita sedang 8:20 berhari raya tiap pekan berhari raya, 8:23 tiap Jumat. 8:24 Ikhwan sekalian, masih bicara tentang 8:27 Abu Bakar Assiddiq ya, sahabat Nabi yang 8:31 dicintai oleh Nabi ya, sangat dicintai 8:34 oleh Nabi dan mendapatkan satu 8:39 ee apa namanya? Satu gambaran 8:45 akan datang masuk ke surga. Masyaallah. 8:50 Abu Bakar fil jannah kata Nabi. 8:54 Jadi Abu Bakar akan masuk ke surga. Dan 8:57 bahkan Abu Bakar ini sudah diprediksi 9:00 oleh Nabi dalam berbagai riwayat 9:02 dikatakan akan menggantikan Nabi 9:04 sallallahu alaihi wasallam. Ya, ala 9:07 kulihal hari ini kita akan fokus kepada 9:09 bagaimana Abu Bakar 9:13 mendidik keluarganya 9:16 dan ini sangat banyak ibrahnya. Maka 9:18 kita akan bicara fakta-fakta sejarah 9:22 bagaimana Abu Bakar mendidik 9:24 keluarganya. Kemudian kita akan 9:26 diskusikan ibrahnya apa. Ya. Yang 9:29 pertama, 9:31 Abu Bakar As-Siddiq radhiallahu anhu 9:35 itu 9:38 mempunyai 9:40 disiplin yang tinggi dalam keluarganya. 9:43 Beliau sangat mencintai dan menghormati 9:48 serta mendidik semua istri-istrinya dan 9:51 juga anak-anaknya. 9:53 Kita sudah sebutkan pada pertemuan yang 9:55 lalu, Abu Bakar Assiddiq itu punya empat 9:56 istri yang dinikah dan masing-masing 10:00 istri memberikan anak-anak buat mere 10:03 buat beliau. 10:04 Anak-anak yang hadir untuk beliau ada 10:08 yang pertama dari dari istri bernama 10:12 Qatilah binti Abdul Uzza bin Abdul As'ad 10:16 bin Nadr Ummu Kultsum punya dua anak 10:19 yaitu Abdullah dan Asma ya. Kemudian 10:24 Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir me 10:28 melahirkan Abdurrahman dan Aisyah. 10:31 Aisyah radhiallahu anha itu putrinya Abu 10:36 Bakar dan Ummu Ruman. 10:39 Yang ketiga, Asma binti Umais bin Ma'ad 10:43 bin Thaim melahirkan Muhammad bin Abu 10:47 Bakar. Terakhir Habibah binti Khadijah 10:51 melahirkan 10:53 Ummu Kultsum. 10:55 Ikhwan sekalian, semua istrinya di 10:59 dididik dengan baik. Apalagi 11:00 anak-anaknya ya. Nah, ada satu 11:04 kejadian ya [berdehem] 11:07 dan ini ibrahnya sangat dahsyat. 11:09 Bagaimana Abu Bakar meskipun anaknya 11:11 sudah berkeluarga 11:13 tetap beliau didik anaknya. Jadi 11:16 pendidikan keluarga tidak selesai kalau 11:18 anaknya 11:19 sudah berkeluarga. 11:19 Sudah berkeluarga. 11:20 I 11:21 tapi sang ayah 11:23 sebagai pendidik 11:25 itu berusaha untuk mendidik anak-anaknya 11:28 supaya betul akhlaknya. Nah, ini 11:30 kejadiannya begini. Di suatu ketika 11:35 Nabi sallallahu alaihi wasallam itu mau 11:38 menemui Nabi ee maaf Abu Bakar Assiddiq 11:41 itu mau bertemu Nabi sallallahu alaihi 11:43 wasallam sallallahu alaihi wasallam. Ya. 11:45 Dan ketika mendekati rumah beliau, 11:49 mendekati pintu pintu rumah Nabi 11:52 sallallahu alaihi wasallam, terdengar 11:54 suara yang agak keras, suara dengan nada 11:58 yang tinggi. 12:00 Rupanya 12:03 saat itu Aisyah sedang marah 12:07 dibakar oleh 12:11 ee rasa cemburu dia. Rasa cemburu dia 12:16 terhadap Ali. 12:18 Jadi kisah 12:21 kisah apa namanya? 12:24 Sengketa kalau disebut sengketa ya. 12:27 Kisah perbedaan 12:30 pendapat sampai kemudian sampai kepada 12:33 sengketa bahkan nanti terjadi terjadi 12:35 perang 12:37 itu terjadi antara Aisyah dan Ali ibn 12:41 Abi Thalib. Nah, saat itu Abu Bakar 12:44 mendengar 12:46 ada teriakan dan itu dari suara Aisyah. 12:50 Aisyah itu kan putri beliau sehingga 12:52 Iya. 12:53 Abu Bakar paham betul suaranya ya. 12:55 Iya. Beliau bilang begini, "Demi Allah, 12:58 aku sudah tahu bahwa Ali lebih engkau 13:02 cintai daripada ayahku dan aku." 13:06 Diucapkannya dua kali, bahkan tercatat 13:09 tiga kali dalam satu riwayat. 13:13 Begitu Abu Bakar masuk ke rumah, Abu 13:15 Bakar langsung memukul Aisyah. Dipukul 13:19 Aisyah, jatuh Aisyah. 13:23 Ya, keras. Karena apa? Abu Bakar merasa 13:27 ini anaknya kurang ajar terhadap nabinya 13:30 Allah, utusannya Allah. Padahal kan 13:32 tidak boleh kita bersuara keras. 13:34 [mendengus] Itu dalam surah Al-Hujurat 13:36 ya. 13:37 Tidak boleh kita bersuara nadanya tuh 13:40 satu nada. 13:43 Kerasnya atau nyaringnya ketika kita 13:47 saling memanggil, saling berbicara 13:49 dengan sesama kita. Tidak boleh terhadap 13:51 Rasulullah. Harus diturunkan suaranya. 13:55 Ya. 13:57 Apa kata kata Abu Bakar kepada putrinya? 14:01 Hai putri Ummu Ruman. Ummu Ruman itu 14:04 ibunya Aisyah. 14:06 Tidakkah kamu melihat 14:09 kamu mengeraskan suaramu kepada Abu 14:12 Bakar? 14:16 Ya. 14:18 Nah, itu masih marah Abu Bakar karena 14:22 tidak berkenan anaknya berlaku kurang 14:25 ajar kepada suaminya. Apalagi suaminya 14:28 seorang nabi, utusan Allah yang agung. 14:32 Abu Bakar masih 14:35 ingin marah, melanjutkan marahnya tapi 14:37 dicegah oleh Nabi sallallahu alaihi 14:38 wasallam. Sudah, Abu Bakar, kamu keluar 14:40 dulu, ya. 14:41 Heeh. 14:42 Nah, 14:44 kemudian 14:47 Nabi bilang kepada Aisyah, "Lihat ya, 14:51 gimana menurut kamu? 14:54 Aku telah menghindarkan kamu dari 14:56 kemarahan ayahmu, kan?" Nah. 14:59 Heeh. 15:00 Jadi 15:02 di situ 15:04 Nabi mau ingin mengambil hati Aisyah. Ya 15:06 memang namanya perempuan itu suka 15:08 cemburu, ya kan? Nah, ini sekali lagi 15:10 para suami ya. Ini ibrahnya salah satu 15:13 Bang ya. Nah, 15:14 kalau istri cemburu itu biasa. 15:19 Istri marah karena dibakar cemburu itu 15:21 biasa. 15:23 Ini cemburunya bukan kepada sempama 15:25 perempuan loh, tetapi kepada laki-laki 15:27 yang sahabat Nabi ya. Nah, tapi ini Nabi 15:33 me 15:35 mengatasinya, menghadapi sikapnya itu 15:37 dengan sangat-sangat santun. Nabi tidak 15:42 memukul Aisyah, malah yang marah, yang 15:45 terbakar emosi itu Abu Bakar ayahnya. 15:48 karena tidak ingin anak itu 15:50 berlama-lama. Kurang ajar kepada suami. 15:53 Ya, ini jadi seorang ayah itu 15:56 bagaimanapun punya kewajiban mendidik 15:58 anak perempuannya, jangan kurang ajar 16:00 sama suaminya. Tidak boleh seorang istri 16:02 itu lebih tinggi suaranya melengking 16:07 ya kepada suaminya. Tuh, ini 16:09 pendidikannya, Bang, ya. Salah satu 16:11 ibrah ya. 16:11 Iya. 16:12 Nah, 16:14 baik. 16:15 Kemudian ada kisah lagi dari Nu'man bin 16:18 Basyir radhiallahu anhu, sahabat yang 16:20 juga masyhur. Beliau mengatakan, 16:25 "Beberapa hari Abu Bakar berdiam diri 16:27 hingga kemudian meminta izin ketemu 16:29 Rasulullah. 16:30 Ternyata Abu Bakar mendapat beliau telah 16:33 berdamai dengan Aisyah." 16:35 Ah, ia pun berkata kepada keduanya, 16:38 "Tolonglah libatkanlah aku dalam 16:41 perdamaian kalian seperti aku kalian 16:44 libatkan dalam perseteruan kalian." Nabi 16:48 bersabda, "Kami lakukan deh." Ya, kami 16:51 lakukan. Dua kali Nabi sebut itu. Nah, 16:54 ikhwan sekalian, 16:57 [berdehem] 16:59 ketika Nabi sedang 17:02 punya masalah, marahan lah ya. Kalau 17:04 sekarang bilang marahan. 17:06 Iya. 17:06 Marahan sama Aisyah, sama istrinya. Ini 17:08 Aisyah ini memang istri yang paling 17:10 manja, istri yang paling muda ya di 17:13 antara istri-istri beliau paling muda. 17:15 Gadis sendiri mungkin disebut 17:16 satu-satunya gadis yang di diik 17:21 nikah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya 17:23 adalah Aisyah radhiallahu anha. Yang 17:25 lain itu janda-janda semua yang sudah 17:28 pernah menikah. yang termasuk Khadijah 17:31 ee alkubra 17:33 kata ee diriwayatkan dari Umar Ibn Abdul 17:38 Aziz mengatakan ketika itu ada 17:40 perselisihan antara Nabi dengan Aisyah. 17:43 Beliau itu memegang tangan Aisyah, 17:45 meletakkan tangan beliau kepada Aisyah. 17:48 Aisyah itu menampiknya marah. [tertawa] 17:51 Aisyah itu menepis tangan beliau. Ah, ya 17:54 gitu ya. Namanya istri lagi cemburu ya 17:57 kan? istri lagi marah di di apa namanya? 18:00 Di ditepis tangan Nabi. 18:02 Dihalau. 18:03 Dihalau ya. 18:06 Nah, kemudian 18:09 begitu berkali-kali 18:11 Rasulullah bersabda, "Kamu tidak boleh 18:13 mengabaikan aku begitu saja loh." 18:16 Heeh. 18:17 Sekarang gini deh, kamu tunjuk 18:20 seseorang untuk menjadi penengah antara 18:22 aku dan kamu. Ah, ini kalau suami sama 18:25 istri lagi marahan boleh mengambil orang 18:29 ketiga, ya kan? 18:30 Tapi harus orang ketiga harus yang 18:32 disetujui keduanya ya. Jadi ngobrol 18:34 dulu. Karena kadang-kadang kalau 18:37 dua-duanya 18:39 masih panas, masih marahan itu enggak 18:42 ketemu dalam berbicara. Betul enggak? 18:45 Iya. H akhirnya ambil orang ketiga. Nah, 18:48 ditawari, "Kamu mau siapa? Nunjuk 18:51 siapa?" "Umar aja, ya." Nah, 18:54 Aisyah nyebut nama Umar. 18:57 Namun kemudian beliau mengkoreksinya, 19:00 "Enggak ah. Umar orangnya keras gitu ya. 19:02 [tertawa] 19:03 Umar orangnya keras, kaku ya." Nah, 19:06 kalau gitu Nabi mengusulan, "Kalau gitu 19:08 gini deh, penengah antara kamu dan aku 19:10 adalah ayahmu." Ya, dia sebut ayahnya 19:13 Aisyah. Tentu Abu Bakar kan. Iya. 19:15 Nah, kemudian Aisyah pun menyetujui 19:18 usulan beliau. Setelah ditemui Abu Bakar 19:21 datang lantas duduk, Rasulullah bilang 19:24 begini ke Abu Bakar, "Ya Abu Bakar, 19:26 putrimu ini kurang berkenan dengan 19:31 tindakanku begini begitu." Ya. 19:35 Nah, 19:37 Abu Bakar mendengar istrinya itu 19:39 menjawab. 19:41 Mungkin dianggap biasa menjawab, padahal 19:43 enggak boleh. 19:46 menukas gitu kan membantah begitu. 19:48 Takutlah kepada Allah. Jangan-jangan 19:50 katakan selain yang yang benar. Aisyah 19:52 menyangga dikira Rasulullah 19:53 melebih-lebih-lebihkan. Abu Bakar marah. 19:57 Abu Bakar marah. Emosi justru 20:00 h 20:00 emosi Abu Bakar. Karena apa? Aisyah 20:03 mengatakan 20:06 kalau Nabi itu seolah-olah 20:09 mengatakan sesuatu yang tidak benar. 20:12 Disuruh takut sama Allah. 20:14 Itu itu karena lu ungkapan marahnya 20:17 seorang istri ya. Wah, Abu Bakar yang 20:19 emosi. Nabi diam saja dipukul tuh istri 20:22 Aisyah bahkan dipukul ditampar di 20:24 wajahnya sampai jatuh 20:28 ya hingga tersetungkur sampai bilang 20:30 begini, "Hai musuh dirinya sendiri 20:34 kepada Aisyah ya kan." 20:35 Iya. 20:36 Celaka kamu itu. Kamu dan ayahmu 20:39 mengatakan benar sementara Rasulullah 20:41 tidak mengatakan benar. Nah, jadi 20:43 dipikir 20:45 dia lebih benar ucapannya daripada 20:47 Rasulullah. Itu durhaka sebenarnya. 20:50 Durhaka itu. Bukan saja durhaka pada Abu 20:53 Bakar sebagai ayah, ini durhaka kepada 20:55 Rasulullah. Bagaimana tidak emosi sang 20:57 Abu Bakar ya? 20:58 Iya. 20:58 Sang ayah itu. Masyaallah. 21:01 [berdehem] 21:02 Kemudian Abu Bakar tuh masih marah itu 21:06 Abu Bakar pengin mencari pelepah ini. 21:09 Pelepah apa? pelepah pisang atau pelepah 21:12 kurma gitu ya. Heeh. 21:14 Nabi tahan karena Abu Bakar sudah dapat 21:17 pelepah ni. Rasulullah 21:20 pegang 21:20 melihat Aisyah lari ke belakang 21:23 Rasulullah pegangan punggungnya kan 21:24 kencang begitu ya. Memegang punggung 21:26 Rasulullah. 21:27 Berlindung 21:28 berlindung daripada kemarahan Abu Bakar 21:30 ya kan. Rasulullah mungkin senyum-senyum 21:32 gitu ya. Ya, wahai Abu Bakar, 21:35 sesungguhnya kami tidak menginginkan 21:36 kamu bertindak seperti itu. Ya, 21:39 berlebihan mungkin ya Abu Bakar karena 21:40 marahnya. Aku bersumpah kepada kamu 21:43 sebaiknya kamu keluar dulu deh. Nah, nah 21:46 Nabi senyum-senyum kan. Setelah Abu 21:47 Bakar keluar, Aisyah berdiri langsung 21:50 duduk di sisi yang lain. Rasulullah 21:52 kemudian memanggilnya 21:54 namun ia enggan mendatangi beliau. Jadi 21:57 masih marah tuh Aisyah masih marah. Nah, 22:00 Nabi kemudian menggodanya kan. Nah, 22:02 kalau disebut menggoda kan antara suami 22:04 istri kan boleh kan? Eah menghiburnya. 22:07 Kamu tadi erat memegang punggungku 22:10 berpegangan ya kan berlindung dari 22:12 ayahmu kan ya. 22:13 Aisyah diam aja ya. Jadi ini 22:16 memperlihatkan bagaimana 22:19 apa ya kejolak cinta di antara dua hamba 22:22 Allah itu yang luar biasa ya antara Nabi 22:24 dan istrinya itu. Masyaallah. Dan Abu 22:27 Bakar tidak berkenan kalau sang istri 22:30 itu berlaku 22:33 ber tutur kata yang berlebihan. Tidak 22:36 boleh. Nah, jadi masyaallah Abu Bakar 22:41 itu 22:44 mencoba untuk adil, tidak membela 22:48 anaknya. Bayangkan itu ya. Nah, jadi ini 22:51 kepada para ayah yang anaknya sudah 22:53 berkeluarga, mari kita adil. 22:56 Abu Bakar tidak serta-merta membenarkan 23:00 anaknya kalau memang salah anaknya ya. 23:03 Tetapi juga bagaimana mantunya itu, di 23:07 mana benarnya, di mana salahnya, itu 23:09 beliau pertimbangkan dengan dengan 23:10 objektif. Itu adalah sikap yang adil ya. 23:14 Anak meskipun sudah keluarga diluruskan 23:17 perilakunya ya. Nah, jadi di sini 23:21 masyaallah Abu Bakar mendidik anaknya 23:23 sampai sudah berkeluarga ya. Nah, 23:26 berikutnya kita akan bicara tentang 23:30 suatu peristiwa yang besar 23:33 ya, bahkan disebut mungkin sangat besar 23:38 dan ini menjadi rujukan hukum yang 23:42 sangat banyak ya dalam hubungan antar 23:45 manusia, 23:46 dalam hubungan antar ee 23:50 strata sosial yang berbeda antara ee 23:54 kaum satu dengan kaum kaum yang lainnya 23:56 ya, yaitu kisah yang masyhur dengan 24:00 julukan hadisul ifqi. 24:05 Hadis itu perkataan ifqki itu bohong, 24:08 perkataan yang bohong atau disebut 24:10 berita yang bohong. Kalau sekarang 24:11 mungkin hoa ya. Nah, fake news. 24:15 Apa yang terjadi? Jadi ceritanya begini. 24:19 Dalam suatu perjalanan peperangan, Nabi 24:23 itu sering mengundi istri-istrinya untuk 24:25 ikut perang. Masyaallah. Ya, Nabi 24:27 sallallahu alaihi wasallam itu mengajak 24:29 istrinya perang. 24:31 Untuk apa? Mungkin satu, mendidik para 24:36 istrinya. Yang kedua, untuk 24:38 keperluan-keperluan tertentu, 24:41 Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak 24:44 tidak ingin diurusi oleh orang lain, 24:46 tapi diurusi oleh istrinya sendiri. Itu 24:49 masyaallah ya. Nah, kali ini 24:53 yang mendapatkan giliran menemani beliau 24:55 adalah Aisyah binti Abu Bakrin. 24:59 Masyaallah, 25:00 radhiallahu anha. Ya. 25:04 Nah, kisahnya 25:06 peperangan 25:09 yang 25:11 terjadi 25:13 di sekitar tahun kelima dan 6 Hijriah, 25:18 yaitu 25:20 perang Muraisi. 25:25 Dalam 25:27 perjalanan pulang dikisahkan perjalanan 25:30 pulang nih kembali dari perang 25:34 biasa Nabi mengistirahatkan pasukan. 25:37 Jelas pasukan kalau terlalu lelah justru 25:41 banyak korban nanti di perjalanannya. 25:43 Karena ini bukan perjalanan biasa tengah 25:45 padang pasir. 25:47 Beliau menyuruh pasukan berhenti untuk 25:51 sekedar istirahat dan itu tidak lama. 25:56 Setelah selesai, 25:59 Aisyah keluar dari sekedup untanya. 26:03 Jadi, masyaallah istri-istri Nabi itu 26:06 dikasih unta ada sekedupnya. Sekedupnya 26:08 itu apa? Semacam pelindung ya yang 26:11 khusus 26:13 seukuran badan orang yang berada di atas 26:16 untanya itu 26:18 ya. Apa yang terjadi? 26:22 sudah kembali ke sekedup. 26:26 Aisyah merasa, "Oh, kalungnya hilang." 26:29 Beliau mungkin ada satu ke tempat ada 26:30 yang mengatakan beliau habis buang hajat 26:32 atau apa. Tapi kembali ke sekedup 26:36 untanya, kalungnya hilang. 26:39 He. 26:40 Waduh, itu kalung yang sangat dia sukai. 26:43 Perhiasan sangat dia sukai. Dia turun. 26:46 Nah, ini juga ibrah. 26:48 Kalau turun meninggalkan rombongan harus 26:51 bicara dengan orang yang ada di situ. 26:53 Ya, izin. Nah, harus izin. Nah, beliau 26:56 mungkin karena buru-buru khawatir 26:57 kalungnya ketinggalan. Kalungnya apa 26:59 namanya? Hilang ya. Nah, beliau kembali 27:03 ke tempat di mana merasa kalungnya 27:04 tertinggal. Betul kalungnya didapatkan. 27:07 Iya. 27:08 Buru-buru kembali. Ternyata apa? 27:10 Rombongan sudah pergi jauh. Enggak 27:12 kelihatan. 27:15 tidak kelihatan kerombongan. Waduh, 27:16 bingung di tengah padang pasir ya. Kalau 27:18 sekarang mungkin tinggal 27:20 grab ya. Nah, apa namanya? Kalau 27:23 sekarang mungkin tinggal e order. Heeh. 27:27 Order apa namanya? Ee Grab atau telepon 27:30 ya kan. Dulu enggak ada apa-apa ya. 27:33 Di tengah padang sendirian itu langsung 27:36 beliau tersergap, perasaan takut 27:40 tertinggal jauh. Beliau istri nabi. 27:44 Kalau disergap sama musuh gimana ya kan? 27:46 Iya. 27:47 Atau binatang buas atau macam-macam ya. 27:50 Kaget dia tak lama. 27:53 Dan ini memang ada satu protapnya Nabi 27:56 sallallahu alaihi wasallam. Tidak boleh 27:58 pasukan berangkat bersama tapi ada 28:01 pasukan yang di belakang yang akan 28:04 menjadi 28:05 terakhir 28:06 e terakhir 28:08 menyisir ya. Iya. 28:11 Ketika itu 28:15 sahabat yang sedang menyisir itu, 28:17 patroli menyisir itu Safwan bin 28:19 Muatthal. 28:22 Safwan ini 28:24 memang menjadi idola ibu-ibu nih kalau 28:26 sekarang ya. Nah, orangnya ganteng, 28:28 masih muda. 28:32 Dan dulu waktu Aisyah belum menikah sama 28:34 Nabi, ee Safwan pernah melihat Aisyah ya 28:42 begitu 28:44 melihat ee Aisyah karena ee diceritakan 28:48 mungkin bercadar waktu itu. H 28:51 tahulah ini ini istrinya Nabi nih 28:55 kaget Safwan. Tidak ada satu kata pun 28:59 yang keluar dari dari lisan beliau 29:01 kecuali inn lillahi wa inna rojiun. 29:05 Kemudian belum enggak ngomong tuh tuh 29:09 sama sekali enggak ngomong. 29:10 Enggak nyapa, Ustaz. 29:11 Enggak menyapa. Pokoknya 29:13 dipersilakan. Bahkan ngelihat aja tidak. 29:16 Oh gitu. 29:17 Ini memang adabnya sahabat Rasulullah. 29:19 Apal dia seorang petempur ya. 29:20 Iya. 29:21 Dia seorang perwira di bawah pasukannya 29:24 Nabi sallallahu alaihi wasallam 29:25 sallallahu alaihi wasallam. 29:28 Disuruh naik ke unta beliau kan. Nah 29:32 naiklah. Tidak melihat, tidak 29:36 bersentuhan apalagi ya. 29:37 Iya. 29:38 Tidak bicara 29:42 ya. Kemudian apa? Sofwan buru-buru 29:46 karena dia menguasai Medan. ya karena 29:48 seorang petempur, seorang tentara. 29:51 Dia tahulah akhirnya ceritanya bisa 29:55 mengejar rombongan yang sudah berjalan 29:58 agak jauh itu. Oh, masyaallah. Tapi 30:01 kisah tidak berhenti di situ. Justru ini 30:04 awal dari kisah yang panjang 30:08 ya. Masyaallah 30:11 ya. Ada yang bilang 30:14 sopan menuntun. Iya dituntun tidak 30:17 sopan. 30:18 berada ini. Kalau orang pikirannya 30:21 negatif, 30:22 udahlah ee enggak mau repot ya kan. 30:25 Untanya di dinaikin yang 30:27 dibonceng 30:28 dibonceng itu 30:29 tidak. Ini sahabat Nabi ini memang orang 30:31 takwa, orang yang saleh. 30:33 Iya. 30:35 Ada yang mengatakan dituntun sampai 30:37 Madinah karena pasukan sudah sampai 30:39 Madinah rombongan atau terkejar agak 30:42 jauh. itu 30:45 intinya sopan tidak sopan tidak melihat 30:48 beliau tidak ngomong sepatah kata pun 30:50 sepanjang perjalanan. Nah, ini adab juga 30:53 ya terhadap perempuan yang bukan muhrim 30:57 jangan banyak ngomong ya, apalagi kalau 30:59 berdua ya. Oh, udah. Safan kemudian 31:05 mengantar itu Aisyah sampailah ketemu 31:08 rombongan. Apakah sudah masuk Madinah 31:10 atau belum? Itu tidak ada keterangan 31:12 yang lebih detail ya. 31:13 Nah, kemudian saya tidak menemukan itu. 31:16 Mungkin dari kitab yang lain ada ya. 31:18 Nah, 31:20 apa yang terjadi? 31:24 Ini yang digarap, 31:28 direkayasa, digoreng sana, digoreng sini 31:30 oleh kaum munafik yang memang saat itu 31:32 masih ada di Madinah. 31:38 Digelontorkanlah 31:40 isu perselingkuhan. Wah, 31:44 perselingkuhan antara Aisyah dengan 31:46 Sofan. 31:48 Dua-duanya masih muda, ya kan? 31:50 Iya. 31:52 Apfan itu menjadi idola kaum ibu kan. 31:56 Waduh 31:58 ini 32:00 berita besar ini. 32:03 Dan kisahnya tuh merebak seperti virus 32:07 Covid ya. berembang cepat namanya yang 32:11 begini-begini kan menjadi buah bibir 32:12 yang mudah di antara kaum munafik itu. 32:14 Apalagi memang itu dibarkan 32:19 dengan sengaja dengan masif oleh kaum 32:21 munafik supaya apa? Supaya Nabi 32:25 mendapatkan fitnah. 32:27 Memfitnah Nabi dan keluarganya. Itu 32:29 berita besar ya. 32:32 Sampai-sampai nanti turun 32:35 ayat 10 ayat di surat Annur dari ayat 11 32:40 sampai ke 20. 32:42 Tapi itu kita tidak bahas ya untuk. Nah, 32:45 ikwan sekalian yang kita ingin katakan 32:48 bahwa kaum munafikun itu akan selalu 32:51 berusaha di mana pun ini ibrahnya di 32:55 mana pun kapan pun berada mereka akan 32:58 berusaha untuk meredupkan 33:00 kehormatan Islam dan muslimin. Apalagi 33:03 Rasulullah kaum munafik itu 33:07 dipimpin oleh satu orang yang bernama 33:12 Abdullah bin Ubay bin Salul. 33:15 Cerita bohong ini, hadisul fikih ini 33:18 menyebar begitu cepat dari mulut ke 33:20 mulut. Sehingga beberapa sahabat 33:23 termakan fitnah itu tanpa disadari ikut 33:27 andil dan ikut menyebarkan. 33:29 Ikut nyebarkan tuh mungkin sesuatu yang 33:31 yang 33:33 diobrolkan itu enggak sengaja. Itu 33:36 meluas. Sengaja atau tidak? Kalau kaum 33:39 kafir pasti sengaja untuk untuk 33:41 menghancurkan citra Rasulullah 33:43 sallallahu alaihi wasallam. 33:46 Di antara para sahabat yang terkena 33:49 fitnah [berdehem] itu termasuk yang ikut 33:52 menyebarkannya tercatat adalah sepupunya 33:55 Abu Bakar sendiri yaitu Missah bin 33:57 Usasah juga Hasan bin Tsabit serta 34:00 Hamnah bintu Yahsi radhiallahu anhum. 34:03 Mereka sahabat dan sahibiyah. Bayangkan 34:06 sahabat a kena fitnah apalagi 34:07 orang-orang biasa ya. Apalagi kaum kufar 34:09 munafik. Wah 34:11 mesti digoreng sana sini. [berdehem] 34:14 Nah, menghadapi fitnah yang menyebar 34:17 dengan cepat itu Rasulullah sedih. 34:21 Beliau terpukul juga ya. 34:25 Ini karena serangannya langsung masuk ke 34:27 rumah Rasulullah. Serangannya, serangan 34:30 fitnah ini. 34:33 Rasulullah tidak meragukan kesetiaannya 34:35 Aisyah radhiallahu anha. 34:38 Tidak sedikit pun meragukan. Tapi 34:41 bingung beliau nih menghadapi kayak gini 34:43 orang-orang terbakar 34:45 ya, termakan fitnah. Nah, Aisyah sakit. 34:51 Aisyah sakit dikunjingkan seperti itu di 34:54 fitnah. Nah, apa yang terjadi? 34:58 Beliau itu 35:01 ee minta izin Nabi sallallahu alaihi 35:04 wasallam untuk pulang ke rumah orang 35:07 tuanya. Ya, pulang ke rumah Abu Bakar. 35:09 [mendengus] 35:10 menghadapi fitnah itu enggak enggak apa 35:14 enggak kuat bertemu Rasulullah juga 35:16 merasa bersalah ya padahal beliau tidak 35:18 tidak 35:20 sengaja tertinggal tidak sengaja. Yang 35:22 salah kaum-kaum munafikun 35:25 yang menyebar berita hoa ini, berita 35:27 bohong, berita jahat ini ke seluruh 35:31 penduduk Madinah 35:33 tertekan. Kalau sekarang mungkin sedih, 35:35 depresi ya, sakit. Aisyah pulang. 35:39 Apa yang terjadi coba? 35:44 Aisyah dinasihati oleh Abu Bakar, 35:46 "Pulanglah, Nak. 35:48 Kamu jangan ke rumah. 35:51 Pulanglah. Beradalah kamu di sisi 35:54 Rasulullah." 35:58 Ya, diantar sama ayahnya pulang. 36:01 Nah, yang menarik begini. 36:07 Aisyah itu salat 36:10 minta doa kepada Allah Subhanahu wa 36:13 taala supaya apa? 36:16 Ini orang Aisyah tuh orang alim ya. 36:19 Bunda radhi anha ini orang yang alim. 36:22 Ya Allah, 36:26 beritahukanlah Rasulullah ya Allah 36:29 kejadian yang sebenarnya 36:33 supaya beliau juga tidak sedih lagi, 36:35 supaya beliau juga punya kekuatan hati 36:38 lagi. 36:41 Tapi beritahukanlah kepada beliau dalam 36:45 bentuk ilham. Nah, 36:48 mungkin beliau merasa kalau nanti turun 36:51 wahyu karena kasusnya waduh gimana ya? 36:56 He 36:56 kasusnya ini jadi turun wahyu ya kan 36:59 berat juga kan jadi abadi ini kasusnya 37:03 ya kan. 37:05 Waduh ini namanya perempuan yang sedang 37:08 terpukul ya. Ini memang ceritanya 37:10 dahsyat ini. 37:14 Jadi beliau minta Allah menerangkan 37:18 kejadian sebenarnya melalui ilham kepada 37:21 Nabi sallallahu alaihi wasallam. 37:23 Jangan bentuk wahyu dah gitu. 37:25 Terlalu rendah saya ini. Kesalahan saya 37:28 ini terlalu besar ya Allah. dalam 37:31 perasaan dia ya 37:36 menimbulkan seperti ini dia pukulan 37:37 terhadap Nabi dan pukulan kepada kaum 37:40 muslimin Madinah waktu itu ya karena 37:41 kaum munafikun masih banyak di Madinah 37:44 sampai sekarang pun masih banyak di 37:46 Madinah kaum munafikun di mana-mana ya 37:48 kan orang munafik ya 37:51 akhirnya Allah menjawab 37:53 menjawab ya 37:55 menjawab doa Aisyah bukan lewat ilham 38:00 wahyu Wahyu turun 10 ayat lagi. 38:03 Masyaallah. 38:03 Masyaallah. Wahyu turun satu ayat aja 38:05 sudah luar biasa. Apalagi 10 ayat karena 38:08 kejadian ini. Ya. Tapi memang semuanya 38:12 semuanya dalam desain Allah ya tentunya 38:14 ya. 38:15 Supaya menjadi pembelajaran buat kita 38:18 sekalian. Nah sekalian 38:22 kita coba baca ayat ayat 11 12 dulu ya. 38:26 Jadi saya ingin menyatakan begini. 38:29 Ketika terjadi 38:32 berita bohong yang menyebar 38:37 begitu luas di kalangan ee para sahabat 38:40 dan warga Madinah. Seorang sahabat 38:46 bernama Saad bin Muad radhiallahu anhu 38:49 itu menyatakan 38:51 komitmennya kepada Rasul. Ya Rasulullah, 38:53 aku akan membunuh siapa saja yang 38:55 terlibat dalam 38:58 ee berita bohong ini. Si penyebar fitnah 39:02 aku akan bunuh ya Rasulullah. Nah, Nabi 39:05 sallallahu alaihi wasallam tahan ya, 39:06 tahan dulu. Ini belum ada ee 39:11 perintah dari Allah. 39:13 Tapi Saad bin Ubadah ada dua Saad nih. 39:17 Saad bin Muad Saad bin Ubadah bilang 39:19 gini, "Jangan, jangan, jangan seperti 39:23 itu ya, Saad. 39:25 Aku enggak setuju." 39:28 [mendengus] Karena sebagian itu sahabat 39:31 kita 39:33 ya. 39:35 Karena sebagian dari ee apa ee 39:38 penyebab fitnah, 39:39 kaum Aus ya, Bani Aus. He 39:41 itu adalah keluarga-keluarga saat juga 39:43 yang termakan fitnah itu ya. Masyaallah 39:46 itu dahsyat memang kalau orang memang 39:48 memang fitnah perselingkuhan itu paling 39:51 mudah diterima orang. Betul enggak? 39:52 Padahal tidak betul. 39:56 Sebagian itu tidak betul. Maka 39:57 masyaallah saya mendapatkan berita 39:59 beberapa tokoh yang kemudian bercerai 40:02 itu kemudian ditelusur beritanya bohong 40:05 semua. H 40:07 ini jangankan orang biasa, Nabi 40:10 sallallahu alaihi wasallam aja terpapar 40:12 fitnah selingkuh 40:14 ya kan keluarga Nabi. 40:15 Iya. 40:17 Dalam hal ini adalah istri beliau. Nah, 40:20 ini untuk melemahkan ya. Akhirnya 40:21 Rasulullah 40:23 memberikan ee apa namanya? solusi. 40:27 Beliau merendedam api kemarahan para 40:29 sahabatnya sendiri 40:32 dan kaum munafikun 40:35 merasa masgul, merasa gagal dalam 40:39 mengadu domba umat Islam. Ya. Nah, ini 40:42 kan tadinya kan sahabat Saad bin Muad 40:44 sudah marah, Saad bin Ubadah menolak ya 40:47 kan. Nah, turunlah 40:51 10 ayat dari surah Annur. Silakan, Bang, 40:54 dibacakan 3 ayat 11 10 eh 11 12 13 ya. 41:01 Innalladzina 41:02 [berdehem] 41:02 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 41:07 Innalladzina 41:09 jau 41:11 bil ifqi usbatum minkum laa tahsabuhu 41:16 syarron lakum bal hua khairul lakum 41:20 likulli mriim minhumasaba 41:24 minal itq walladzi tawalla kibrohu 41:28 minhum lahu adzabun adzim. 41:32 Sesungguhnya orang-orang yang membawa 41:34 berita bohong itu adalah dari gorongan 41:37 kamu juga. Janganlah kamu mengira berita 41:40 itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik 41:43 bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan 41:46 mendapat balasan dari dosa yang 41:49 diperbuatnya. Dan barang siapa di antara 41:52 mereka yang mengambil bagian terbesar 41:54 dari dosa yang diperbuatnya, dia 41:57 mendapat azab yang begitu besar pula. 42:01 Iya. Sadaqallahim. 42:02 Sodqallahim. 42:03 Jadi ini ayat menegaskan 42:06 dan mensucikan Aisyah radhiallahu anha 42:09 beserta keluarga Nabi sallallahu alaihi 42:10 wasallam sallallahu alaihi wasallam 42:12 membuka 42:15 tabir 42:17 bahwa sebagian orang-orang yang menyebar 42:20 berita yang yang membuat berita itu 42:22 tersebar itu juga dari golongan 42:26 sahabat Nabi. Dari golongan kamu juga 42:29 ya. Nah, tapi Allah katakan jangan kamu 42:33 mengira itu 42:36 ee syarrul lakum ya kan? 42:38 Iya. 42:39 Buruk buat kamu. Tidak. He. 42:42 Ya. Bal hua 42:43 kirulakum. 42:44 Khairul lakum itu malah bagus buat kamu. 42:47 Kenapa? Nah, 42:50 tidak benar kan beritanya. Jadi kalau 42:54 kita kemudian difitnah jangan kemudian 42:56 kita langsung terpukul. Ya, ini dari 42:58 pelajaran dari Allah nih. Ibrah lagi 43:02 kita harus berbesar hati. Su jangan 43:06 suuzan tetapi khusus pada Allah. 43:09 H 43:10 ya 43:11 difitnah 43:12 difitnah. Tenang saja ini Allah akan ah 43:14 ya kan ini kan. 43:15 Iya. 43:16 Bal 43:17 kir 43:18 khairul lakum. Masyaallah. 43:21 Nah, jadi 43:24 orang-orang yang di antara penebar 43:26 berita itu yang ikut membiarkan berita 43:28 itu tersebar itu bertingkat-tingkat 43:30 kesalahannya. 43:33 Ada yang sekedar kayaknya begitu deh. 43:35 Nah, ada yang bilang justru 43:37 menceritakan, "Eh, kamu tahu enggak 43:39 giniini kalau berita bohong kita jangan 43:41 ikut nyebar. Dia diam aja. Enggak tahu 43:44 saya." 43:45 Tetapi yang betul-betul mengambil bagian 43:48 terbesar ya kan. Nah, disebutkan situ 43:52 ee yang mengambil bagian terbesar 43:54 walladzina tawallau 43:58 ee kabiratun ya e minhu 44:02 itu akan mendapatkan azab yang 44:05 paling besarim 44:07 yang paling besar andilnya dalam 44:09 menyebarkan 44:11 berita bohong itu akan mendapatkan 44:13 berita yang eh mendapatkan azab yang 44:15 besar. Walladzi tawalla kibrohu minhum 44:19 lahu adabun lahu adabun adim lahu 44:23 adzabun adzim buat dia azab yang besar 44:28 ya. Nah, Ikhwan sekalian, 44:31 ayat-ayat berikut ini dari 10 11 12 44:35 sampai 20 44:37 itu membersihkan 44:41 Aisyah radhi anha khususnya dan Allah me 44:45 masyaallah Aisyah menangis itu 44:48 menitipkan salam 44:50 buat Aisyah. 44:53 Allahumma sholli ala Muhammad. Dapat 44:55 salam. 44:55 Iya. Salam. Salam pada Aisyah. 44:58 Dapat 44:58 Allah itu. 45:01 Jadi ini tes case ya. Aisyah 45:05 tidak kemudian berputus asa dari rahmat 45:08 Allah. Justru kembalikan pada Allah dan 45:10 Allah menjawabnya dengan menyenangkan 45:14 beliau dan juga Rasulullah sallallahu 45:15 alaihi wasallam sebagai suaminya. 45:17 Intinya ikhwan sekalian saya menggaris 45:20 bawahi bagaimana Abu Bakar ini 45:22 mendampingi Aisyah. Bukan justru 45:25 kemudian mohon maaf 45:27 menekan Aisyah. Tidak. Kembalilah nak 45:29 kamu 45:31 ya 45:33 pulanglah ke rumahmu. 45:35 Apa yang bisa kita 45:38 ambil sebagai ibrah? 45:40 Satu, 45:42 jangan menekan anak kalau kita belum 45:44 tahu. 45:45 He. 45:46 Berita yang sebenarnya. 45:49 Bersikaplah netral dan objektif. Yang 45:52 kedua, 45:54 jangan biarkan anak kalau ada masalah 45:58 pulang ke rumah orang tuanya, ya kan? 46:00 Nah, punya masalah sama suami kabur 46:04 minggat. 46:06 Tahu enggak minggat? 46:07 Pergi ke 46:08 pergi dari rumah pulang ke rumah orang 46:10 tua. Orang tua 46:11 meninggalkan suaminya enggak boleh itu. 46:14 Meskipun Aisyah minta izin Rasulullah, 46:17 tapi kembalilah Nak. 46:19 Apapun masalahmu hadapilah. Jangan lari 46:22 dari 46:23 masalah. 46:23 Masalah itu ya. Abu Bakar memberikan 46:28 memberikan penguatan pada Aisyah. Kalau 46:30 yang salah diluruskan tapi kamu jangan 46:32 pergi dari rumah. Ya. Suamimu adalah 46:36 majikan kamu. Suamimu adalah junjunganmu 46:40 di rumah. Betul ya? 46:43 Baik. E 46:46 berikutnya yang terakhir bagian tadi 46:48 dari ibrah. Bagaimana Abu Bakar 46:53 mendidik keluarganya, istri dananya 46:55 adalah Abu Bakar itu menghormati 46:59 istrinya begitu rupa. 47:02 Bahkan Abu Bakar pesan kepada istri yang 47:03 ketiga, Asma binti Uwais ya, agar kalau 47:08 beliau meninggal yang memandikan 47:12 jenazah suaminya adalah istrinya. Yang 47:15 memandikan jenazah Abu Bakar adalah 47:18 istrinya. Dan ini wasiatnya Abu Bakar. 47:22 Kata Abu Bakar, "Kalau kalau aku 47:24 meninggal ketika kamu sedang Jadi orang 47:26 orang saleh ya dia tahu ya, masyaallah 47:30 tanda-tanda mau meninggal tuh. Kalau 47:31 kamu nanti kiranya kamu lagi 47:34 berpuasa, aku meninggal pas kamu puasa, 47:37 kamu berbuka deh ya. Dan dan asma 47:42 bersumpah akan melaksanakan ee pesan 47:46 dari suaminya. 47:48 Betul. Kejadian Abu Bakar meninggal, 47:52 Asma lagi puasa, akhirnya dia berbuka. 47:56 Akhirnya ini tercatat dalam sejarah 48:01 bahwa asma adalah orang pertama, 48:04 orang perempuan pertama yang memandikan 48:08 jenazah suaminya. 48:10 Masyaallah. 48:11 Ini jadi ee sejarah hukum nih ya. 48:17 Boleh enggak perempuan me me 48:19 memandikan suaminya? 48:21 Memandikan 48:22 laki-laki. 48:23 Laki-laki boleh. Hanya apa? Suami 48:26 terhadap istrinya atau istri terhadap 48:29 suaminya. 48:31 Ya, tidak boleh yang lain. 48:35 Nah, asma itu memandikan jenazah Abu 48:39 Bakar. 48:41 Dari sini kita melihat bahwa Abu Bakar 48:43 itu sangat mencintai istri-istrinya dan 48:46 menghormati mereka sampai pun beliau 48:49 sudah meninggal. memberikan kehormatan. 48:52 Yang memandikan jenazahnya itu istrinya. 48:54 Bayangkan. Oh, 48:56 itu kan suatu kehormatan ya. 48:58 Iya. 48:59 Masyaallah. 49:01 Ya. Terakhir ee terhadap orang tua nih. 49:06 Abu Bakar punya ayah. 49:10 Bang Fauzi tahu enggak nama ayah Abu 49:12 Bakar? 49:14 Belum, Ustaz. 49:15 Abu Bakar punya ayah namanya Abu 49:17 Quhafah. 49:17 Abu Quhafah. Abu Quafah ini 49:22 rambutnya putih, jenggotnya putih. 49:25 Dibawa sama Abu Bakar. Udah, udah sepuh 49:27 ya. Digendong sama Abu Bakar dari rumah. 49:30 Digendong, ada cerita digendong dari 49:32 rumah ketemu rumah Nabi. Digendong itu, 49:38 "Ya Rasulullah, ini ayahku. Ya 49:39 Rasulullah, 49:42 [mendengus] 49:42 aku ingin engkau doakan sampai ke surga. 49:44 Bayangkan Abu Bakar ingin ayahnya masuk 49:48 surga, 49:50 ingin didoakan dan diislamkan. 49:56 Nah, terjadi apa namanya? Hadis hukum 49:59 juga di situ. Apa itu? Rambutmu yang 50:02 putih, jenggotmu yang putih. Boleh kamu 50:05 kasih warna tidak putih semua begitu 50:07 boleh, tapi jangan yang hitam. Ya, maka 50:09 banyak ee muslimin yang mengikuti sunah 50:13 beliau ya. 50:14 Iya. 50:15 me 50:16 ubannya menghilangkan ubannya tapi tidak 50:19 dengan warna hitam. H warnanya apa? Hena 50:22 ya. E warnanya agak coklat atau orang 50:26 gitu ya. [tertawa] 50:28 Itu boleh kalau laki-laki tanpa hitam 50:30 ya. Terakhir kepada ibunya. Gimana 50:32 ibunya? Ah, Abu Bakar pernah suatu 50:34 ketika lagi dakwah nih. 50:40 Lagi dakwah 50:43 diserang oleh sekelompok 50:46 musyrikin Quraisy waktu di Madinah. 50:50 Sampai Abu Bakar itu ee terkapar. 50:56 Tapi begitu bangun beliau 51:00 dipapah oleh ibunya. Tolong ibu, aku 51:04 ingin ketemu Rasulullah. Yang terpikir 51:06 Rasulullah gimana? Rasulullah, 51:07 Rasulullah gimana? Rasulullah juga kan 51:09 beliau diserang juga orang-orang kafir. 51:12 Melihat Rasul beliau padahal babak belur 51:13 Abu Bakar 51:15 melihat Rasulullah 51:17 ee 51:19 sehat selamat, beliau senang diciumnya 51:22 itu Rasulullah. Ya Rasulullah, 51:23 junjunganku. 51:26 Biarlah mungkin omongannya begini. 51:27 Biarlah apa yang terjadi dengan diriku 51:29 asal aku melihat engkau itu selamat itu 51:31 sudah membahagiaan membahagiakan aku. 51:34 Jadi ikhwan sekalian, 51:36 ibu dan ayahnya Abu Bakar itu kata Nabi 51:39 sallallahu alaihi wasallam dihormati 51:41 oleh Allah karena apa? Jasa-jasa 51:45 [berdehem] anaknya. 51:47 Jadi, Bapak, Ibu sekalian, kalau Ibu 51:50 Bapak melihat anak Ibu melayani umat, 51:57 berdakwah di jalan Allah menjadi 52:00 dai-dian 52:02 dalam dakwah, 52:04 Bapak dan Ibu akan dihormati Allah. 52:07 Seperti juga halnya Abu Bakar 52:10 menghormati, 52:12 dihormati oleh Allah. 52:14 Jadi inna lanhfaduhu liayyadi ibnihiana. 52:21 Sesungguhnya kami menjaganya lantaran 52:24 jasa-jasa putranya yaitu Abu Bakar pada 52:28 kami. Jadi ayahnya ibunya tuh dijaga 52:30 oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, 52:31 dijaga oleh Allah, dihormati. 52:34 Maka itu masyaallah ya Abu Bakar itu ee 52:38 menjadi seorang anak, menjadi seorang 52:40 suami, menjadi seorang ayah yang terbaik 52:45 buat keluarganya ya. Karena apa? Beliau 52:49 mendapatkan 52:51 bimbingan langsung dari Nabi sallallahu 52:53 alaihi wasallam. Ya, beliau mendapatkan 52:55 model yang terbaik dari Nabi sallallahu 52:57 alaihi wasallam. 52:58 Demikian. Wallahuam bissawab. 53:02 Alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullah 53:04 hairan kat ustaz atas ilmu [berdehem] 53:08 tentang teladan ibrah dari keluarga Abu 53:12 Bakar Assiddiq itu pada 53:15 ee putrinya Siti Aisyah binti Abu Bakar. 53:20 Ee baik ikhwan akhwat. 53:23 Kita sekarang akan sesi kedua, sesi 53:26 diskusi bersama ikhwan akhwat. 53:27 Alhamdulillah ada Ibu Ani Hufaidah 53:31 menyimak mendengarkan siaran pagi 53:34 bersama Ustaz Agus. Ada juga Bapak 53:37 Musyawir bin Abdul Basyir. Alhamdulillah 53:40 setia menyimak. Kemudian 53:43 Bapak 53:45 Ibu Darma di Bekasi. Alhamdulillah 53:47 menyimak. Ibu Lise 53:51 eh Bapak Fajar, Ibu Angit juga 53:54 alhamdulillah menyimak Bapak Budi. 53:57 Kemudian kita akan bacakan pertanyaan 53:59 dari Ibu Fani. Ustaz 54:00 Ibu Qoni. 54:01 Ibu Fani. 54:02 Ibu Fani. Iya. 54:04 Asalamualaikum warahmatullahi 54:05 wabarakatuh, Ustaz. 54:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:07 wabarakatuh. 54:07 Saat ini kita hidup di akhir zaman yang 54:11 penuh dengan fitnah, Ustaz. 54:12 Iya. Bagaimana tauhid menjadi benteng 54:15 akhir menghadapi fitnah di akhir zaman 54:18 ini, Ustaz? Kemudian, 54:20 Ustaz, masih bolehkah orang tua ikut 54:23 campur dalam rumah tangga anaknya? 54:26 Banyak perceraian terjadi karena orang 54:29 tua yang terlalu ikut campur di rumah 54:31 tangga anaknya yang telah menikah, 54:32 Ustaz. Demikian, mohon nasihatnya. 54:34 Ya, masyaallah. 54:35 Bismillahirrahmanirrahim. Shli ala 54:37 Muhammad wa bdu. Ibu Fani. Terima kasih 54:40 setiap Jumat pagi ibu selalu hadir 54:44 menyimak bahkan berinteraksi ya. 54:46 Alhamdulillah. Masyaallah. 54:47 Alhamdulillah. Barakallah fik. 54:51 Pertama betul kita sudah berada di zaman 54:54 akhir 54:56 atau akhir zaman 54:58 dan fitnah ini 55:01 menghempas begitu rupa. 55:04 Dahsyat. 55:06 Salah satu fitnah terbesar adalah betapa 55:10 umat manusia 55:13 semakin jauh dari ilmu. 55:16 Kalau semakin jauh dari ilmu berarti 55:18 yang dipakai adalah nafsu. 55:21 Maka kegelapan. 55:23 kegelapan fitnah ini. 55:28 Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam ibu 55:33 menyuruh kita 55:37 untuk berhati-hati 55:39 terhadap fitnah ini. 55:45 Tiap pagi terutama ee sebelum salat 55:49 subuh ya, salat sunah dua rakaat sebelum 55:52 subuh atau salat sunah fajar itu kita 55:55 disuruh membaca doa-doa untuk 55:58 meminta perlindungan dari fitnah. 56:02 Allahum ini azubika min adzabinar 56:06 wamin adzabil qobri 56:10 wamin fitnatil mahya wal mamat wamin 56:13 syari fitnatin masihid dajal. 56:18 Ya Allah ya Rabb lindungilah aku dari 56:21 siksa neraka. Amin. 56:24 Yang kedua, lindungilah aku dari siksa 56:27 kubur. Yang ketiga, lindungilah aku dari 56:30 fitnah kehidupan dan kematian. 56:34 Dan lindungilah aku dari kejinya fitnah 56:38 dajal. 56:39 Heeh. 56:40 Ya, 56:42 itu yang pertama, Bu. Membetangi diri 56:43 kita minta pada Allah. 56:46 Yang kedua, [mendengus] kok terjadi 56:49 fitnah yang begitu dahsyat? Nabi suruh 56:51 kita itu berjamaah. 56:55 Talzamu jamaatul muslimin wa imamahum. 56:59 Itu perintah Nabi. 57:01 Jadi kita enggak boleh hidup 57:02 sendiri-sendiri. 57:04 Temukan jemah itu di mana. 57:07 Ya, Ibu nanti kalau ada kesempatan di 57:10 Google hadis Nabi tentang menghadapi 57:13 fitnah untuk berjamaah. Ketemu 57:18 hidup berjamaah seperti apa? Cari yang 57:20 sudah orang berjamaah. punya imam 57:24 kemudian ditaati oleh makmumnya. Jadi 57:28 berjamaah itu memang wajib. Apalagi di 57:30 akhir zaman ini, Bu. Ya, 57:34 cari kaum muslimin yang sudah berjamaah. 57:38 Kalau tidak kita akan selamanya berada 57:42 dalam kegelapan dalam ee hempasan 57:47 fitnah akhir zaman yang dahsyat ini. 57:50 Jadi salah satu yang menyelamatkan kita 57:52 dari fitnah akhir zaman adalah hiduplah 57:54 berja berjamaah. 57:57 Yang kedua tentang campur tangan orang 58:00 tua dalam rumah tangga. 58:03 Dalam hal campur tangan memang enggak 58:05 boleh ya, karena masing-masing sudah 58:07 mandiri. Tetapi yang kita lihat dari 58:12 kisah Abu Bakar sebatas menasehati. 58:16 Tidak mendidik Abu Bakar misalnya 58:19 ee anak mau beli rumah 58:24 yang memutuskan rumahnya seperti apa, di 58:27 mana, itu enggak boleh. Orang tua 58:29 biarkan mereka 58:32 ya. 58:34 [mendengus] 58:34 Abu Bakar tidak banyak campur tangan. 58:36 Tidak mau campur tangsisnya. Bahkan Abu 58:38 Bakar pulanglah ke rumah nanya kan. 58:42 Jangan apa-apa kamu kalau nanti ribut 58:44 sama suamimu pulang rumah. Waduh ini 58:47 campur tangan itu intervensi ya kan? 58:50 Intervensi dalam keluarga anak itu tidak 58:53 boleh. Jadi sebatas 58:57 melihat mana yang benar, mana yang 58:59 salah. Yang salah diluruskan. yang betul 59:03 dikuatkan itu Bu ya. Nah, tadi Ibu Fani 59:07 tidak menyebutkan secara rinci apa saja 59:11 yang disebut dengan campur tangan. Ya, 59:13 campur tangan terhadap keluarga anak 59:16 kita hindari kecuali apa? Memberi 59:19 nasihat pada anak-anak. Apalagi tentang 59:21 kewajiban 59:23 dalam hal beragama. 59:26 Apa kewajiban suami terhadap istrinya? 59:28 Kewajiban istri terhadap suaminya. Ini 59:31 mesti diingatkan anak-anak. Betul 59:32 enggak? 59:32 Betul. 59:34 Melihat sang suami ya, anak ibu yang 59:37 laki-laki misalnya, mohon maaf ada yang 59:40 masih kurang 59:43 kurang apa ya? Kurang semangat dalam 59:46 mencari nafkah buat anak istrinya. 59:48 Dinasihati 59:52 malas-malasan ya. 59:55 Rokoknya kuat ya. Wah, ini [berdehem] 1:00:01 kan ada 1:00:03 ada ini 1:00:05 anak laki-laki 1:00:08 kurang semangat mencari nafkah tapi 1:00:10 rokoknya semangat. 1:00:11 Astagfirullah. Sehingga 1:00:14 tega-teganya mengambil bagian belanja 1:00:17 untuk keluarga, hari-hari belanja dapur 1:00:20 diambil juga untuk rokok dia. 1:00:23 Zalim 1:00:24 ini. Zalim ini. Zalim ini 1:00:26 ini. Kalau ini bukan campur tangan, ini 1:00:28 kewajiban 1:00:30 ya. 1:00:32 Nasihati kamu keluar nak cari rezeki. 1:00:39 Kalau para sahabat dulu kan masyaallah 1:00:43 ada yang boyak 1:00:45 sedekah 1:00:48 untuk 1:00:49 membiayai peperangan ya. Ya, seperti 1:00:53 terjadi sekarang di Iran itu. 1:00:54 Iya. 1:00:56 ada dari pimpinan tertinggi Iran dari 1:01:01 pemerintah Iran untuk 1:01:03 para 1:01:05 warga Iran, rakyat Iran itu 1:01:07 menyumbangkan ya. Ada yang datang bawa 1:01:10 apa? Tabungan itu. Tabungan celengan 1:01:11 itu. 1:01:12 Masyaallah 1:01:13 dibuka di situ juga pecahkan. Wah, ada 1:01:16 duitnya berapa pun. 1:01:18 Ada yang bawa kambing, datang bawa 1:01:22 kambing, serahkan kepada pemerintah. Ada 1:01:25 yang bawa mobil tuh. Nah, para sahabat 1:01:28 juga itu kalau enggak punya apa-apa 1:01:29 datang ke pasar 1:01:32 cari duit di pasar 1:01:35 jadi kuli panggul. 1:01:36 He. 1:01:36 Saya tadi pagi perjalanan dari rumah, oh 1:01:38 iya. Kalau saya enggak punya duit, saya 1:01:41 ke pasar aja ya. Mungkin Pak bisa enggak 1:01:43 saya panggulin Pak [tertawa] 1:01:45 sampai begitu ya. I 1:01:46 itu para sahabat itu termasuk Ali bin 1:01:49 Abi Thalib tuh enggak punya uang. Ali 1:01:50 gimana? Datang ke ke rumah orang Yahudi. 1:01:55 Eh, rumahmu kan ee jauh dari tempat air 1:01:58 ya. Ya, aku yang bantu ya untuk monohi 1:02:01 itu Ali itu. 1:02:02 Masyaallah. 1:02:03 Diangsu mungkin air. Kalau dulu, kalau 1:02:05 dulu belum ada mesin air yang 1:02:07 tinggal cetek itu air listriknya kan 1:02:09 belum ada dulu. Angkat air tuh Ali 1:02:13 pikul. Bayangkan. Masyaallah. Ali bin 1:02:15 Abi Thalib. 1:02:18 [mendengus] 1:02:19 Jadi inilah Ibu Fanni 1:02:22 kasih tahu anak-anak itu yang semangat 1:02:26 mencari rezeki untuk anak istri. 1:02:31 Kalau kamu pulang dalam keadaan lelah 1:02:34 dan kamu tertidur di malam hari, kamu 1:02:37 enggak usah istigfar. Allah sudah ampuni 1:02:40 dosa-dosamu. Masyaallah. 1:02:41 Masyaallah. Itu penghormatan Allah 1:02:43 kepada seorang suami 1:02:47 yang keras kerjanya 1:02:50 menghidupi anak istrinya 1:02:53 sampai kelelahan di malam hari dia tidur 1:02:55 enggak sempat istigfar. Diampuni 1:02:57 dosa-dosanya sama Allah. 1:03:00 Betapa rahmat Allah ya. 1:03:01 Masyaallah. 1:03:02 Begitu dahsyat untuk para suami yang 1:03:06 semangat dan rajin mencari nafkah untuk 1:03:09 ee anak istrinya 1:03:11 ya. Sebaliknya anak perempuan ibu 1:03:13 dinasehati 1:03:16 memperbaiki 1:03:18 akhlaknya kepada suami, amanahnya di 1:03:21 dalam rumah tangga. 1:03:26 Jangan cuma gadetan terus ya. Aduh 1:03:30 tiktokan segala macam konten-konten a 1:03:33 ternyata Pak di belakang itu cucian 1:03:36 piring numpuk 1:03:38 dari pagi sampai sore enggak sempat 1:03:39 nyuci piring. 1:03:42 Lihat di dekat ee mesin cuci masih bagus 1:03:46 ada mesin cuci ya. 1:03:47 Iya. [mendengus] 1:03:49 Numpuk itu pakaian sudah 2 3 hari enggak 1:03:51 dicuci. Enggak sempatkan apa? Sibuk 1:03:54 gajetan. Allahu Akbar. Ini istri-istri 1:03:58 ini dinasehati 1:04:02 ya. Nasihat itu sangat penting untuk 1:04:04 mengingatkan yang lupa, 1:04:06 untuk meluruskan yang salah. Ya, 1:04:10 demikian Bu Fani. Semoga Allah meridai 1:04:12 Ibu sekeluarga ya. Kita berdoa Allah 1:04:17 memberikan perlindungan buat kita 1:04:19 sekeluarga dari fitnah kehidupan dan 1:04:23 kematian. Amin. Allahum amin. 1:04:24 Amin. Demikian Ibu Fani semoga dapat 1:04:26 menjawab. Ee Ibu [mendengus] Nurjanah 1:04:28 juga alhamdulillah menyimak. Kemudian 1:04:34 ada 1:04:36 Ibu Dharma di Bekasi. 1:04:40 Ee minta didoakan Ustaz 1:04:42 ya. Atas nama 1:04:43 Ibu siapa? 1:04:44 Iya, anaknya Ustaz, anaknya Bu Darma. 1:04:47 Namanya Aldis binti Sudarman. 1:04:50 Ibu Darma ya? 1:04:51 Iya. Lagi cek kesehatan kemarin katanya 1:04:54 ada batu di empedunya. Semoga tidak 1:04:56 harus dioperasi. Amin. 1:04:58 Namanya siapa? 1:04:59 Namanya Aldis. 1:05:00 Aldis 1:05:00 binti Sudarman. 1:05:02 Bin 1:05:02 binti. 1:05:03 Oh, binti. Oh, Muslimat ya? 1:05:05 Iya, 1:05:06 binti Sudarman. E 1:05:09 sebagai penutup dan Ustaz dan berdoa 1:05:11 Ustaz. Silakan, Ustaz. 1:05:12 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:14 Para ikhwan sekalian, alhamdulillah kita 1:05:16 tuh sama Nabi disuruh 1:05:19 ee belajar dari para sahabat beliau 1:05:24 karena mereka orang-orang terbaik, 1:05:25 generasi terbaik. 1:05:28 Dengan mempelajari sirah Nabi dan juga 1:05:32 sirah para sahabat, kita akan mencintai 1:05:35 Nabi dan para sahabat. Ya. 1:05:39 Nah, 1:05:41 kita melihat Abu Bakar ini sosok yang 1:05:44 santun tetapi tegas. 1:05:47 Tegas beliau kalau sudah masalah prinsip 1:05:50 beliau tidak kompromi. Ya. Nah, marilah 1:05:54 kita banyak lagi membaca kisah-kisah 1:05:56 tentang Abu Bakar yang masyaallah kalau 1:05:59 dirinci tuh aduh kita menjadi orang yang 1:06:02 kepengin seperti Abu Bakar ya. 1:06:07 Kemudian kita doakan buat Ananda Aldis 1:06:10 ya binti Sudarman dan juga anak-anak 1:06:13 kita atau bagian dari kita yang sedang 1:06:15 sakit ya. Kita 1:06:18 berdoa untuk pertolongan dari Allah 1:06:21 Subhanahu wa taala. 1:06:21 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:06:22 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06:24 Alhamdulillahbilamin 1:06:26 Allah wasallim wik nabina Muhammadin wa 1:06:29 alianaakalam 1:06:38 allahbana 1:06:39 inilikumanafirlanaunubanairatina 1:06:50 abrbana 1:06:59 Allahana 1:07:01 azwaj 1:07:06 allahbanaquina 1:07:15 inakafurahim 1:07:16 allahumbanafirlana 1:07:18 waliwalida warhamhum 1:07:27 binti Sudarman ishi isfiha ya Allah 1:07:32 is 1:07:34 minal muslimin wal muslimatin ya Allah 1:07:36 anyafiukifanaukanaidun 1:07:48 hasanah wail 1:07:53 Alalamualaikum warahmatullah 1:07:55 wabarakatuh. 1:07:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:57 wabarakatuh. Jazakumullah ustaz. Baik 1:07:59 ikhwan awan. Semoga bermanfaat apa yang 1:08:01 disampaikan oleh Ustaz Agus. Saya Fauzi 1:08:04 Ridul mohon undur diri mohon maaf atas 1:08:06 segala khilaf. Subhanakallahumma 1:08:08 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:08:11 astagfiruka waubu alalamualaikum 1:08:13 warahmatullahi wabarakatuh.