Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan juga Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar dan pemirsa yang
- mungkin baru saja bergabung bersama kami
- di siang hari ini. Saat ini khon sedang
- mengikuti acara kajian siang bersama
- Ustaz Abul Hidayat Seroji. Kita langsung
- bacakan beberapa ini sudah banyak SMS
- yang
- masuk langsung yang
- pertama
- dari ee ini dari hamba Allah di
- Sukabumi. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Eee, Pak Ustaz, terkadang
- saya kalau salat berjamaah tidak terlalu
- fokus karena mungkin ramai-ramai
- melainkan kalau salat sendiri lebih
- fokus. Manakah yang lebih baik? Mohon
- pencerahannya, Pak Ustaz.
- Iya, soal fokus tidak fokus itu memang
- tergantung bagaimana kita ya. Tapi Rasul
- mengatakan bahwa salat berjamaah adalah
- lebih utama daripada salat
- sendirian. 27 derajat dibanding salat
- sendiri.
- Setiap langkah berjalan menuju ke masjid
- menjadi ampunan, peningkatan
- derajat, mendapat
- pahala. Dan
- salatnya imam, bagusnya salatnya imam,
- kita dapat pahala. Kalau salahnya imam,
- kita tidak ikut-ikut terkena. Nah, ini
- luar biasa. Jadi tetap salat berjamaah
- jauh lebih baik daripada salat sendiri.
- He. Nah,
- adapun tidak fokus satu itu kan
- subjektif ya, mungkin tidak fokus itu
- karena apa dan seterusnya. Sebenarnya
- justru dengan berjamaah itu kalau kita
- lakukan itu malah satu dengan yang lain
- saling saling apa? Berpengaruh.
- Berpengaruhlah akan mempengaruhi
- kita. Akan mempengaruhi kita insyaallah.
- Jadi nuansanya sendiri itu insyaallah
- akan menjadikan baik pada kita. He
- karena rahmat Allah akan turun pada
- kita, doa malaikat dan sebagainya. Jadi
- kalau soal fokus, tidak fokus itu karena
- subjektif ya. Tapi kita upayakan supaya
- justru soal berjamaah itu lebih fokus
- ya. Insyaallah bacaan imam kita
- dengarkan fokus kan. Gerakan yang indah
- sama itu akan lebih fokus tertib dan
- rapi insyaallah. Jadi lebih lebih baik
- dan lebih utama salat berjamaah di
- masjid ya. Baik, semoga
- tercerahkan. Kemudian kita ke SMS dari
- Pak Tukio di Ciputat. Asalamualaikum,
- Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sebenarnya saya suka sekali
- salat berjamaah, tapi kadang-kadang agak
- kurang semangat karena imamnya bacaan
- tajwidnya kurang bagus. Kadang-kadang
- saya memutuskan salat berjamaah di rumah
- dengan anak dan istri. Apakah pahalanya
- juga sama 27 kali?
- Ya, Rasulullah menganjurkan kepada kita,
- Ustaz. Mungkin kita jawab telepon dulu.
- Ada yang masuk. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam, Pak Kiai. Silakan dengan
- Bapak siapa? Di mana? Ya, ini ada yang
- mau
- ditanya. Alhamdulillah selama ini saya
- terus monorasi. Iya.
- ee mengenai salat malam terus tepat
- waktu saya insyaallah jalan
- terus. Kemudian jadi masalah ini Pak
- Kiai di rumahnya
- kan kinik anak jadi saya secara enggak
- langsung jadi satu kayak gitu. Mohon
- maaf kurang jelas bisa diulang tadi. E
- bagaimana
- Pak di rumah kan ada klinik nih klinik
- saya. Oh ada klinik. Iya silakan. Iya.
- Secara enggak langsung saya jadi satpam
- juga jadi saya enggak bisa ninggalin.
- Jadi kalau keluar dari rumah tuh
- kayaknya ragu bimbang gitu. Kurang
- kurang kurang gitu.
- Iya. Mohon pencerahannya Pak Kiai. Oh
- iya. Baik. Jelas tadi Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Iya,
- memang ini ujian. Kalau klinik atau
- kegiatan kegiatan itu di rumah kita
- sendiri sebaiknya
- kita rancang sedemikian rupa, kita atur,
- kita manage bahwa ketika waktu salat itu
- kita bisa kegiatan kita
- hentikan. Kan kita sendiri yang ngatur.
- Jadi begitu waktu salat ya sejenak waktu
- istirahat kita salat
- berjamaah ini memang kalau tidak nanti
- ya kapan kita bisa salat berjamaah
- sebab masing-masing kita punya kesibukan
- kecuali situasinya
- darurat ada yang darurat misalnya yang
- sudah harus kita tolong nah itu lain
- lagi. Tapi dalam situasi normal yang
- bisa kita atur ya, bisa kita manage
- sedemikian rupa dan waktu kita yang
- baik. Apalagi klinik misalnya klinik
- sendiri misalnya tapi upayakan tetap
- salat lima waktu itu menjadi satu skala
- prioritas kecuali yang uzur ya misalnya
- dalam situasi yang tidak bisa tidak kita
- tetap semenangani karena
- kritis karena bahaya. karena sendiri
- tidak aman dan sebagainya itu lain lagi.
- Tapi dalam situasi normal upayakan tetap
- bisa salat berjamaah di masjid.
- Wallahuam. Baik, semoga menjadi solusi.
- Kembali ke SMS yang tadi, Pak Ustaz ya,
- tentang ee salat di rumah dengan anak
- istri karena di masjid kadang imamnya
- kurang bagus bacaannya. Baik. Nah,
- inilah yang perlu kita perbaiki. Oleh
- karenanya perlu kita sampaikan kan Islam
- itu kan ada musyawarah. He. Kita bertemu
- dengan orang-orang tua kita, tokoh-tokoh
- kita, DKM kita agar menetapkan imam
- salat itu yang kita anggap paling baik.
- Kan ada
- ketentuannya. Yang boleh menjadi imam
- salat itu satu yang
- paling a'lam, yang paling alim di antara
- kita.
- Alim di situ tentu ya dia mengetahui
- Al-Qur'an bacaannya paling bagus, paling
- fasih kalau ada ya. Tapi yang terbaik di
- antara kita yang ada. Kalau sama
- misalnya ya yang paling tahu banyak
- tentang sunah, tentang Islam.
- Paling misalnya sama juga yang lebih
- dahulu hijrah di zaman Nabi yang paling
- tua di antara kita yang banyak
- pengalaman dan
- sebagainya. Nah, ini jadi kita
- musyawarahkan jangan yang bacanya
- amburadul jadikan
- imam ya. Kita musyawarah kita sepakat
- gitu. Itu satu. Yang kedua, kalaupun
- imam itu misalnya bacaannya tidak
- sebagus bacaan makmumnya, apalagi
- umpamanya salah, itu makmum tidak
- kebagian salahnya. Jadi kalau imamnya
- bagus, kita makmum dapat bagian
- pahalanya. Kalau kok imamnya salah, kita
- tidak ikut salah. Itu urusan imam
- sendiri. Jadi enak kita makmum itu
- insyaallah. Nah, jadi saya kira tetap
- salat berjamaah berbeda salat berjamaah
- di masjid dengan di rumah. Ya, bahkan
- istri-istri Rasul sendiri tidak dilarang
- ketika beliau ikut salat berjamaah.
- Justru istri-istri Nabi itu banyak hafal
- Al-Qur'an karena sering mendengar
- Rasulullah sallahu alaihi wasallam
- mendengarkan bacaan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam di masjid.
- Yang dilarang kalau istrinya sudah
- menor, sudah dandan,
- berharum-harum ya apalagi malam mau ke
- masjid. Nah, itu memang itu
- bisa apa namanya dikhawatirkan akan
- fitnah. Tapi kadang-kadang alasan kalau
- ke mall kalau belanja mau kondangan itu
- menornya bukan main, harumnya bukan
- main. Ee tidak ngomong itu fitnah. Tapi
- kalau ke masjid katanya fitnah. Nah, ini
- tentu keliru. Jadi saya kira utama salat
- berjamaah di masjid tetap afdal lebih
- afdal daripada sendiri di rumah.
- Wallahuam. Baik. Syukrad atas
- jawabannya. Kembali kita kembali terima
- penelepon. Halo. Asalamualaikum.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Iya,
- silakan dengan Ibu siapa di mana? Ibu
- Puji. Ibu Fuji. Ustaz, saya mau tanya.
- Ini saya seorang ibu yang tidak bisa
- melihat mata saya. Iya. Ee sewaktu ee
- suami saya masih ada, saya rutin saya
- salat ee berjamaah ke musala, ke ee
- masjid ee bersama suami saya. Setelah
- suami saya meninggal, saya berhenti
- total karena anak-anak saya dinasnya
- sip-sipan, Ustaz. Iya. Heeh. Jadi ee
- kalau saya ya waktunya anak saya tidak
- ee ee waktunya sip ee malam dia kan
- sampai pagi sampai jam 0.00 atau jam .00
- berarti kan saya tidak bisa ikut
- berjamaah ee salat ke musala atau ke
- masjid. Nah, itu saya hati saya ingin
- sekali ee ee yang selama ini ee anak
- saya sip ee sipsipan itu ee apa
- pahalanya saya itu di hati saya itu
- Allah ee sama dengan saya salat
- berjamaah, Ustaz. Sebelumnya saya terima
- kasih Ustaz. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz ya. Ibu Puji.
- Alhamdulillah. Subhanallah.
- Ibu memang untuk muslimat tidak
- ditekankan salat berjamaah sebagaimana
- muslimin. H tapi juga tidak dilarang
- untuk bisa meraih pahala yang
- utama. Karena Allah maha tahu ya.
- Muslimat itu banyak hal, banyak repot,
- banyak macam-macam.
- Jadi insyaallah
- ibu
- ketika ada yang nuntun ibu ke masjid,
- tapi ketika tidak hatinya ada di masjid,
- insyaallah dengan niat itu ibu sudah
- dapat
- pahala. Dan ini yang disebut orang
- beriman niatnya jauh lebih baik daripada
- amalnya. Ketika seseorang itu sudah
- berniat tapi kemudian uzur, tidak bisa
- dilakukan, dia sudah mendapat pahala.
- Jadi, Ibu insyaallah tetap niatnya
- terselalu. Bahkan orang beriman tuh
- niatnya selalu saja ingin berbuat baik,
- ingin salat di masjid, ingin taklim,
- ingin menolong, ingin beramal dan
- seterusnya. Itu memang orang beriman
- hatinya selalu baik dan tidak pernah
- terlintas untuk berniat buruk. Jadi
- mudah-mudahan insyaallah sekalipun Ibu
- tidak bisa ke masjid karena tidak ada
- yang menuntun tapi hati ibu selalu ingin
- mendapatkan salat berjamaah, Ibu sudah
- mendapatkan pahala. Insyaallah
- mudah-mudahan Ibu diberikan berkah,
- dimantapkan lagi iman Islamnya.
- Insyaallah lanjutkan Ibu untuk lebih
- tekun lagi ibadah dan mudah-mudahan Ibu
- menjadi ahli surga. Amin. Allahum amin.
- Baik, semoga kembali menjawab pertanyaan
- dari penelepon. Kemudian ini masih
- berhubungan dengan pertanyaan barusan,
- Pak Ustaz ee dari hamba Allah di Pulau
- Gebang. Jika perempuan salat di masjid,
- apakah pahalanya sama dengan lelaki, Pak
- Ustaz?
- Dengan salat. Jika perempuan salat di
- masjid, apakah pahalanya sama dengan
- lelaki?
- Ya sama. Gak ada. Orang beriman tuh gak
- dipisahkan antara laki-laki dan
- perempuan sama. Tidak disebut situ. Oh,
- kalau muslimin pahalanya sekian.
- Muslimat sekian tidak ada sama karena
- perintahnya ya ayyuhalladzina amanu
- beritanya pada orang beriman baik
- muslimin maupun muslimat. Wallahuam.
- Baik. Kemudian SMS dari hamba Allah di
- Sukabumi. Asalamualaikum Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ketika saya terbaring sakit
- selama seminggu di rumah sakit, saya
- melakukan salat sambil duduk. Wudunya
- pun kadang tayamum ke dinding. Bagaimana
- dengan salat saya? Apakah harus
- mengqodnya ketika sembuh nanti? Iya. Ee
- hamba Allah di
- Sukabumi, orang sakit
- itu insyaallah bukan karena Allah akan
- menganiaya pada
- hambanya. Ini ujian buat yang
- sakit untuk menguji sejauh di mana
- keimanan,
- kesetiaan, dan prasangkanya kepada
- Allah.
- Kalau diberikan sakit kemudian dia
- rida, dia tidak berperasa kabur kepada
- Allah, dia tetap iman, sabar, ikhlas
- menerima. Ini luar
- biasa. Empat yang akan diambil
- oleh Allah terhadap orang sakit. Satu,
- cahaya
- mukanya menjadi pucat.
- Yang kedua
- tenaganya jadi menjadi lesu, lemah. Yang
- ketiga nafsu
- makannya. Yang keempat
- dosanya. Ini
- nanti tiga ini akan
- dikembalikan. Cahaya mukanya akan
- dikembalikan. Ketika dia sembuh menjadi
- bercahaya lagi, menjadi tidak pucat
- lagi. Yang kedua, tenaganya pun akan
- pulih.
- nafsu makannya pun bahkan kadang-kadang
- kalau habis sakit jadi gembul. Lebih
- gembul lagi. Namanya katanya apa itu
- habis sakit ya itu makannya lebih banyak
- kemudian dosanya tidak dikembalikan.
- Jadi ketika orang sakit itu sebenarnya
- pembersihan dari dosa kita.
- Bahkan dalam satu riwayat Rasulullah
- mengatakan ketika menggambarkan bahwa
- orang sakit itu seperti kita me
- memukul daun pohon dengan ranting, maka
- berguguran daun-daun yang dipukul tadi.
- Kalau dalam bahasa Jawa itu gepyok ya.
- Bahasa Indonesia memang kurang kosakata
- ya. Mukul dengan gepiok itu kurang.
- Kalau gyak itu dengan apa ya? Jadi
- begitu digebyok gitu terus berguguran
- daunnya banyak sekali. Itulah orang
- sakit digambarkan seperti itu. Jadi
- makin sakitnya makin terasa makin sakit
- itu makin banyak dosa yang bergurun dari
- kita. Asal syaratnya itu tadi. Iman,
- ikhlas rida, tidak berprasangka buruk
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- sebenarnya orang sakit itu sedang
- menjalani
- pembersihan. Ibarat pakaian sedang
- dicuci, digilas, diputar giling,
- dirinso, disetrika, dicemur, disetrika
- nanti sudah harum masukkan ke lemari
- yang indah. Jadi sebenarnya itu
- satu. Yang kedua, orang sakit juga
- mengingatkan kita betapa terasa kita itu
- nikmatnya sehat kalau sakit.
- Tapi kalau enggak pernah sakit tuh
- walaupun dia bisa lompat main bola, main
- futsal dianggap biasa aja. Coba kalau
- sakit ngangkat telinga a enggak mampu.
- Nah, betapa nikmatnya itu sehat. Jadi
- mengingatkan kepada supaya kita evaluasi
- diri dan menjadi manusia yang tahu
- diri. Ah dalam keadaan sakit seperti itu
- ada
- ruksah, ada dispensasi, ada keringanan.
- Kalau susah menimbulkan
- mudarat dengan wudu,
- tayamum ya dengan tayamum. Tayamum
- itu bukan berarti tidak sempurna.
- Tayamum itu sudah menggantikan
- wudu, bahkan bisa menggantikan junub,
- tayamum. Kalau memang kalau kena air itu
- akan bisa menimbulkan mudarat. Kemudian
- salat. Ketika salat itu bisa berdiri,
- tidak boleh dia sambil duduk. Tapi kalau
- berdiri tidak bisa ya sambil duduk.
- Duduk tidak bisa sambil
- berbaring. Itu memang sunah ajaran Islam
- seperti itu. Karenanya dalam syariat
- Islam itu dikenal sebagai ajamu bainas
- subut wal
- murunah. Syariat Islam itu adalah antara
- yang
- pasti dengan yang menerima perubahan.
- Artinya apa? Syariatnya bisa
- dirubah-rubah. Kalau salat zuhur sudah
- jelas waktunya kapan. Ketika matahari
- mulai tergelincir ke barat ya sampai
- nanti bayangan lebih panjang daripada di
- artinya masuk masuk waktu asar. Salatnya
- empat rakaat. Begitu juga waktu salat
- asar, salat magrib, salat subuh, salat
- Jumat. Gak bisa diganti Jumat itu hari
- Sabtu. Cuma ada agama lain salat itu
- bisa dipindah-pindah hari Minggu boleh
- hari Sabtu boleh hari Jumat. Kalau dalam
- Islam subti jumatan ya hari Jumat enggak
- bisa aduh karena repot kita semua
- jumatan diganti besok hari Sabtu bukan
- jumatan lagi namanya
- Sabtuan ya
- pasti salat zuhur 4 rakaat salat asar 4
- rakaat magrib 3 rakaat subuh dua rakaat
- ya puasa di bulan Ramadan dan seterusnya
- tapi dalam kondisi
- tertentu syariat menerima perubahan
- Misalnya
- musafir boleh jamak, boleh
- qasar. Yang empat jadi
- dua dijamak asar diajikan satu dengan
- zuhur. Zuhur ditarik ke asar. Asar
- ditarik ke zuhur itu dibolehkan. Ada
- tapi perubahan itu ada aturan, bukan
- dirubah sendiri. Siapa aturannya? Rasul
- yang memberikan ketentuan. Tidak menurut
- kita masing-masing. Jadi misalnya salat
- zuhur dijamak dengan asar. Jamak takdim
- didahulukan asarnya tarik ke zuhur.
- Jamak takakhir zuhurnya ditarik ke asar.
- Di kala musafir yang empat diberikan
- ruksah keringanan jadi
- dua. Magrib dengan isya. Jangan di ganti
- sendiri asar dengan
- magrib nanti isya sama subuh. Enggak.
- Jadi ada aturannya. Nah, begitu. Oleh
- karenanya ee antum yang sedang sakit itu
- sudah gak perlu lagi diganti lagi karena
- tayamum itu pengganti dari wudu sah
- salatnya. Demikian salat juga sambil
- berbaring karena enggak bisa berdiri itu
- juga sah. Jadi tidak perlu lagi diqada.
- Wallahuam ba. Baik kembali syukran p
- atas jawabannya. Semoga menjadi solusi
- yang bagi yang bertanya. Kemudian kita
- beralih ke SMS dari Bapak Zainuddin di
- Tangerang. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kalau kita jemaah di musala, adakah
- salat tahiyatul masjid atau bagaimana
- kalau kita pertama datang ke musala?
- Terima kasih. Iya. Sebenarnya musala
- dengan masjid itu masjid tempat sujud,
- musala tempat salat. Oh ya. Hanya
- kadang-kadang kita membedakan masjid
- katanya tempat yang bisa untuk jumatan.
- H. Jadi ya sebaiknya tetap sekalipun di
- musala ya menghormati musala itu sama
- dengan
- masjid. Kita salat tetap aja salat
- tahiyatul masjid karena juga sebenarnya
- masjid tempat sujud juga ini menurut
- saya. Wallahualam. Baik. Kemudian kita
- ke SMS dari Ibu Pur. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Eyang-eyang atau ibu-ibu
- yang kebetulan sendiri di rumah karena
- anak-anak kerja waktu zuhur asar supaya
- dapat bonus. Baikkah kalau ikut salat di
- masjid, Pak Ustaz?
- Masyaallah, baguslah. Kenapa? Emang
- enggak dilarang ibu-ibu ke masjid? Gak
- ada larangan. Seorang muslimah juga
- boleh meraih salat berjamaah. Ya, jadi
- tidak dilarang. Bahkan kita justru bisa
- disiplin salatnya, bisa dapat bagusnya
- salatnya imam, bisa dapat 27 derajat.
- Insyaallah. Jadi boleh, enggak ada yang
- dilarang, enggak ada yang melarang. Hm.
- Baik ya. Insyaallah kalau perlu
- sering-sering Ustaz ya. Iya.
- Alhamdulillah. Kemudian dari hamba Allah
- di Depok 29 tahun. Asalamualaikum
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya seorang
- pedagang. Ingin sekali Pak Ustaz untuk
- selalu salat berjamaah. Tapi saya
- bingung. Pak Ustaz, siapa yang jaga
- tokoh saya?
- Iya. Nah, ini memang ya diaturlah karena
- toko itu kan punya kita. Kalau bisa
- diatur misalnya ibu waktu salat ibunya
- nunggu misalnya atau memang ada
- pembantu. Kalau memang tidak ada bisa
- ditutup, tutuplah sebentar. Insyaallah
- jauh lebih berharga, lebih beruntung
- meninggalkan tokonya sejenak untuk salat
- berjamaah. Nanti habis salat dibuka
- lagi. H saya kira gitu. Itu memang
- masalahnya harus dengan kesungguhan
- kecintaan kita, kesungguhan kita. Sebab
- kalau tahu pahalanya salat berjamaah,
- barangkali merangkak pun kita akan
- datang.
- Itu fadilah dan keutamaan salat
- berjamaah itu luar biasa ya. Masyaallah.
- Bahkan sahabat itu kalau ketinggalan
- satu rakaat aja masbuk itu masyaallah
- beliau getun. Apa bahasa Jawa, bahasa
- Indonesia itu ketun tuh kecewa yang
- mendalam tuh. Kemudian bahkan untuk itu
- dia menutupinya dia sedekah bah.
- Kadang-kadang tanah disedekahkan, kebun
- disedekahkan, lalu pengganti menutupi
- ketinggalannya walaupun tidak
- ketinggalan semua. Mungkin hanya masbuk
- aja dua rakaat, satu rakaat. Itu karena
- luar biasa salat berjamaah itu.
- Baik.
- Kemudian SMS dari Ibu Tursiati, 59 tahun
- di Jakarta Timur. Asalamualaikum, Pak
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya ingin bertanya ketika
- saya salat di musala di mall dari
- kemudian dari belakang ada orang yang
- meluk maksudnya untuk menjadi makmum.
- Saya belum memenuhi syarat untuk jadi
- imam. Terus bagaimana, Pak Ustaz?
- Ya se Islam itu kan masyaallah indah,
- mudah ya. Tidak. Allah itu tidak pernah
- membebani seseorang di luar batas
- kemampuannya. Lakukan aja yang ibu
- mampu.
- Kalau ibu waktu itu salat kemudian ada
- yang makmum di belakang, ya tunaikan aja
- sebaik-baiknya yang ibu
- bisa. Ya bacaannya qulhu ya qulhu aja
- terus tiap hari. Memang itu mampunya
- Allah tidak pernah membebani seseorang
- di luar batas
- kemampuannya. Ya la yukallifulahu nafsan
- illa wus'aha.
- Jadi lakukan yang terbaik insyaallah
- yang kita mampu itulah batas kemampuan
- kita. Karena Allah tidak akan membebani
- seseorang di luar batas kemampuannya.
- Wallahuam. Baik. Kemudian satu SMS lagi
- mungkin ini penutup Ustaz I dari hamba
- Allah di Tangerang 65 tahun.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- selama ini saya berusaha salat
- berjamaah, tapi saya merasa jadi
- terganggu kalau di sebelah saya perokok
- berat, saya tidak tahan baunya. Mohon
- penceranya, Pak Ustaz. Iya, memang rokok
- itu pengganggu. Betul. Makanya kalau
- saya melarang ya, bukan saya ternyata
- terbukti ya, bahwa rokok itu
- bahaya. Membahayakan dari segi medis,
- kesehatan.
- Dan di dalam Islam itu prinsip Islam itu
- adalah segala sesuatu yang membahayakan
- mudarat itu bisa jatuh kepada yang
- haram. Bahkan dalam Al-Qur'an surah
- Ala'raf sebutnya ada at-tayyibat, ada
- yang ee apa
- namanya?
- Alkobisat,
- alkhabais. Khabais. Kalau menurut saya
- rokok itu masuk
- alkhabais. Wauharimu alaihimul khabais.
- diharamkan atas mereka alkhabais.
- Khabais itu dalam arti itu banyak yang
- bau ya, yang membahayakan, yang bisa
- menjadikan
- penyakit itu maknanya banyak. Di situ
- diharamkan.
- Apalagi rokok menurut
- ahlinya itu adalah racun ya. Racun yang
- bukan satu dua racun tapi banyak sekali
- kandungan racun yang membahayakan.
- Ya, bagaimana kalau kita salat? Ya,
- pertama yang tukang rokok itu ya
- sebaiknya kalau enggak bisa
- diberhentikan juga merokok mau ke masjid
- ya sikat gigi dulu kek apa kumur-kumur
- dulu ya. Yang kedua
- ya tahanlah apa boleh apa boleh buat.
- Tapi kan gak semua orang ke masjid itu
- rokok. Kalau bisa tahu itu tukang rokok
- ya jangan
- dekat-dekatlah. Jangan dekat-dekat
- karena nanti baunya ya. Jadi ini saya
- kira masalahnya jangan sampai terganggu
- hanya karena ada tukang rokok masuk ke
- masjid lalu kita tidak salat berjamaah.
- Saya kira itu ya kalau memang kebetulan
- di sebelah kita tukang rokok baunya
- rokok ya taala itu barangkali musibah ya
- itu ujian buat kita. Baik. Saya kira
- inilah para ikhwan dan akhwat pendengar
- radio silaturahim dan pemirsa TV yang
- berbahagia. Mudah-mudahan apa yang saya
- sampaikan menjadi bahan pemikiran, bahan
- renungan. Betapa indahnya salat
- berjamaah dan satu hidangan yang
- dihidangkan oleh Allah kepada kita
- sebagai wujud kasih sayang dan
- pemurahnya Allah kepada kita. Masihkah
- kita tidak mau mengambil kasih sayang
- dan pemurahnya Allah? Kalau ini sampai
- lewat sedangkan kita berpacu dengan
- waktu akan menyesal di kemudian hari.
- Betullah firman Allah, wal asri innal
- insana lafi khusrin illalladzina amanu
- wailus
- shihat wataw bilhaq wat taw bisr. Jadi
- banyak manusia rugi melewati waktu yang
- hanya
- singkat karena tidak mengambil
- momen-momen
- penting yang disajikan oleh Allah kepada
- kita. Lalu kita lalai, kita mengambil
- pilihan-pilihan lain, ya. pilihan yang
- lain. Oleh karenanya, para ikhwan dan
- akhwat di mana pun berada, mari kita
- jadikan hidup ini menjadi bermakna,
- hidup ini
- berkualitas. Kita rencanakan, kita
- manage hidup ini, kita agendakan dari
- waktu ke
- waktu sehingga menjadi berobot dan
- berkualitas hidup ini. Sampai pada
- saatnya kita menutup
- mata, hidup kita bernilai. di sisi Allah
- maupun di sisi
- manusia. Demikian yang bisa saya
- sampaikan lebih kurang mohon dimaafkan.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Alhamdulillah ikhwan dan
- akhwat telah kita simak nasihat yang
- insyaallah banyak memberikan kita hikmah
- dan pelajaran yang tadi sudah
- disampaikan oleh Ustaz Abul Hidayat
- Seroji. Beliau menyampaikan sebuah tema
- mengenai indahnya salat berjamaah yang
- diambil dari buku karya beliau sendiri
- yaitu berjudul Meniti Jalan Ke Surga,
- agenda harian Seorang Muslim. Dan
- terakhir saya mundur pamit. Saya
- Zulfikar, ada Anis di meja operator dan
- juga Bang Yusuf, ada Rian dan juga Zen
- dari Kurasil TV beserta kerabat kerja di
- daerah yang bertugas. Mohon maaf apabila
- ada kesalahan dan kekurangan kita tutup.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wub.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]