Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:23 bahagia sekali dapat bersama-sama kita 0:26 di acara psikologi keluarga yang 0:28 mudah-mudahan mempersuasi kita untuk 0:32 bisa menjadi bagian dari anggota 0:33 keluarga yang membuat langkah kita 0:36 semakin ringan. Tidak lupa salam selawat 0:40 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:42 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:44 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:47 kita dipertemukan dengan beliau di saat 0:50 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:52 akhir. Ikhwan akhwat, hari ini Ustaz 0:57 Husein alhamdulillah hadir bisa sampai 1:00 penghujung acara kita juga Ustaz Abu 1:03 Bakar Baraja. Asalamualaikum 1:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:10 Jadi sebelum kita mulai seperti biasa 1:13 kita membaca ummul kitab. 1:18 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:25 Bismillahirrahmanirrahim. 1:30 Alhamdulillahirabbil 1:33 alamin 1:36 arrahmanirrahim. 1:41 iki yaumiddin 1:45 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 1:51 ihdinasirathal 1:53 mustaqim 1:56 shathalladzina 1:58 an'amta alaihim 2:01 ghairil maghdubi alaihim waladin 2:12 Amin. Allahum amin. 2:15 Jadi, Ustaz dan ikhwan akhwat, dua kasus 2:19 yang hadir di kesempatan kali ini. Yang 2:24 pertama dari seorang pria. 2:28 Asalamualaikum, Ustaz. 2:30 Saya 2:32 pengusaha yang sedih karena ditinggal 2:35 istri. meninggal sudah 1 tahun 3 bulan 2:38 yang lalu dan sakit selama 3 tahun. Saya 2:42 masih cukup muda, Ustaz. 43 tahun dan 2:46 anak satu 13 tahun. Yang jadi masalah 2:50 sekarang saya itu membutuhkan pendamping 2:54 yang sama seperti istri saya. Dia 2:58 menghargai dan mengerti apa yang saya 3:00 punya dan dia tidak pernah mengeluh. 3:04 yang saya dapatkan, Ustaz, semuanya 3:05 enggak ada yang seperti istri saya. 3:07 Jadi, bagaimana dong saya membutuhkannya 3:11 sampai-sampai badan saya kurus turun 11 3:14 kilo, Ustaz? Itu kasus yang pertama. 3:18 Kemudian yang kedua dari Bapak Ian di 3:21 Slipi, Ustaz, dalam Islam bagaimana ya 3:24 batasan antara marah dan berdebat antara 3:26 suami dan istri? Apa langkah yang islami 3:30 yang harus dilakukan untuk menyelesaikan 3:34 perselisihan biar enggak berujung pada 3:36 pertengkaran dan perceraian? Bagaimana 3:39 juga membangun komunikasi yang sehat dan 3:41 efektif dengan pasangan? Apalagi kalau 3:43 pas lagi bahas yang sensitif dengan 3:46 perbedaan pendapat. Ustaz, emang ada ya, 3:49 Ustaz, tanda-tanda komunikasi yang 3:52 toksik atau beracun di dalam pernikahan? 3:54 Terima kasih. Wasalamualaikum. 3:57 Iya. itu dua kasus. 4:02 Bismillahirrahmanirrahim. 4:07 Seorang suami pada waktu pasangannya 4:10 hidup 4:12 mungkin 4:13 kurang menghargai, 4:17 suka membanding-bandingkan istrinya 4:20 dengan wanita lain. 4:23 Karena terlalu dekat, suami terkadang 4:26 tidak bisa melihat kelebihan keutamaan 4:29 istrinya. 4:31 Begitu juga istri seringki juga 4:35 melakukan hal yang sama karena dianggap 4:37 suaminya sudah merupakan bahagia dari 4:39 dia. Terkadang tidak menjaga tutur kata 4:43 yang diucapkan, sikap penghormatan. 4:46 Akhirnya seperti dua kabel yang 4:48 esolatornya 4:50 terkupas, terjadi koslet karena terlalu 4:52 dekat. Bagaimanapun akrab dekatnya suami 4:56 istri, tetap mereka harus menjaga adab 4:59 dan sopan santun dalam berbicara. 5:03 Masing-masing menghargai pasangannya. 5:05 Baru setelah salah satunya meninggal 5:08 dunia atau berpisah, baru dia menyadari 5:11 bahwa selama ini dia kurang menghargai 5:15 pasangannya. 5:17 Dia kehilangan sesuatu yang amat 5:19 berharga buat dirinya. 5:22 Oleh karena itu hendaknya pasangan suami 5:24 istri 5:26 betul-betul 5:28 mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa 5:30 taala. Suami menggauli istrinya dengan 5:33 cara yang mulia, berkata yang mulia, 5:36 tidak merendahkan pasangannya, 5:39 memberikan apresiasi ya pada saat dia 5:42 melakukan kebaikan. 5:45 Sedangkan bila dia melakukan kesalahan, 5:48 coba berikan pengarahan dengan cara yang 5:50 tidak menjatuhkan dirinya, tapi berupaya 5:53 untuk mengangkat dan memperbaiki 5:56 apa-apa yang salah. Begitu juga pihak 5:59 istri jangan sekali-kali merendahkan 6:01 atau menjatuhkan suaminya. Apalagi kalau 6:04 mengatakan kamu suami yang tak berguna. 6:07 Ini betul-betul merupakan pukulan yang 6:09 berat. Nah, dari apa yang diceritakan 6:12 oleh Bapak tadi, 6:15 dia ditinggal kembali oleh istrinya 6:18 menghadap ke hadapan Allah. Setelah 3 6:20 tahun sakit, dia meninggal dunia. 6:23 Dia hidup sebagai seorang duda berusia 6:26 kurang lebih 43 tahun ya mungkin. 6:31 Kemudian dia memiliki seorang anak 6:33 laki-laki dalam usia 11 tahun 13 tahun. 6:38 Dan dia setelah merasa kehilangan ini, 6:40 dia ingin ada pendamping yang 6:41 mendampingi dirinya 6:43 yang perilakunya sama dengan istrinya, 6:48 yang menghargai suami ya, yang tidak 6:50 banyak menuntut ya, yang bersikap mulia. 6:54 Saya kira setiap laki-laki pasti 6:56 mengidamkan 6:58 pasangan seperti ini. 7:01 Kalau untuk 7:04 serupa mustahil, 7:06 tapi untuk sama bahkan yang lebih baik 7:08 bisa ada. 7:10 Asal kita pertama mohon pada Allah 7:13 Subhanahu wa taala. 7:16 Kita beristikharah mohon ditunjukkan 7:18 pasangan yang sesuai yang kita harapkan. 7:23 Kemudian kita bisa musyawarah, 7:24 bertanya-tanya. 7:27 Jangan 7:29 motivasi kita memilih perempuan hanya 7:31 soal keindahan lahir saja atau nafsu ya 7:34 yang menimbulkan rasa kecewa. Setelah 7:38 nafsunya reda, kecantikan di mata kita 7:41 seiring dengan rendahnya nafsu akan 7:43 kembali normal di hadapan kita. Pada 7:46 saat itu baru yang tertutup terlihat. 7:49 Oleh karena itu, jangan sekali-kali 7:50 hanya semata-mata karena kecantikan, 7:53 keindahan tubuh atau karena apa? Karena 7:58 katakan 7:59 ee sebab-sebab yang lain, tapi mohon 8:03 pada Allah ditunjukkan pasangan yang 8:05 betul-betul Allah ridai buat dirinya. 8:09 Sambil bertanya-tanya 8:11 dengan kita berdoa kepada Allah 8:13 Subhanahu wa taala, Allah Subhanahu wa 8:15 taala akan tunjukkan. 8:18 Saya waktu menikah dulu, saya pasrahkan 8:22 pilihan kepada Allah. Saya bilang, "Ya 8:23 Allah, pilihkan buat saya yang tepat, 8:26 yang sesuai dengan saya, yang bisa 8:29 bekerja sama dalam keridaannya." 8:32 Kita istikharah, melamar satu ditolak, 8:34 berarti Allah tidak izinkan. Jangan 8:37 kecewa. Kedua juga demikian, ketiga juga 8:40 demikian. Mungkin yang kelima setelah 8:43 kita minta pada Allah Subhanahu wa 8:45 taala, Allah tunjukkan bahkan sebelum 8:47 kita menikah ijab kabul tidak pernah 8:50 melihat mukanya. 8:53 Jadi Allah Subhanahu wa taala maha tahu, 8:55 maha melihat dan dia lebih tahu orang 8:58 yang cocok buat kita. Tapi kalau kita 9:01 mencocok-cocokkan belum tentu cocok. 9:03 Akhirnya muncul rasa kecewa. Jadi, Bapak 9:06 beristikharah mohon petunjuk Allah 9:08 Subhanahu wa taala kemudian 9:11 bertanya-tanya 9:13 dan pada saat menentukan pilihan jangan 9:16 hanya terbatas kecantikan, daya tarik 9:18 fisik, tapi lihat akhlak kepribadian. 9:21 Kalau perlu lihat bagaimana pribadi 9:24 orang tuanya. 9:26 Karena anak perempuan biasanya mencontoh 9:28 ibunya. Wanita yang paling dikagumi 9:31 dalam hatinya ibunya. 9:34 Nah, kalau ibunya merupakan wanita 9:36 salehah, baik ya, yang perilakunya juga 9:39 begitu mulia terhadap orang tuanya, 9:41 insyaallah bisa menjadi istri yang 9:43 saleh. 9:45 Tapi kalau ibuy memberikan contoh yang 9:47 tidak baik di tengah-tengah 9:49 anak-anaknya, anak-anak ini menganggap 9:51 perilaku ibunya merupakan perilaku yang 9:53 benar. Itu juga yang akan dilakukan 9:56 bersama suaminya. 9:58 Jadi pertama minta kepada Allah. 10:02 Kemudian jangan malu kita juga bertanya 10:04 ya kalau ada yang bisa menunjukkan 10:07 wanita salehah yang baik. Karena kita 10:10 kan enggak mungkin langsung melihat ke 10:11 sana kemari seperti kita membeli barang 10:13 di pasar Indo atau supermarket. 10:15 Iya. 10:16 Kita tanya pada orang-orang yang 10:17 kira-kira bijak untuk menunjukkan buat 10:19 kita pasangan yang sesuai. 10:23 Dan jangan terlalu perfeksionis. mau 10:26 sempurna semuanya cantik, tinggi, putih, 10:30 rambutnya panjang ya kemudian juga yang 10:33 apa yang akhlaknya baik ya. Di dalam 10:35 kehidupan dunia enggak ada laki sempurna 10:37 ataupun perempuan sempurna tapi Allah 10:40 jadikan pria wanita saling melengkapi 10:42 dan menyempurnakan satu dengan baiknya. 10:44 Hunna libasul lakum wa antum libasunah. 10:48 Kalau Bapak turun timbangannya 8 kilo, 10:51 makan daging yang banyak 10:54 13. Jangan dijadikan ini sebagai beban. 10:57 Periksakan kesehatan Anda. Mungkin gula 10:59 Anda turun atau karena beban pikiran. 11:01 Coba lepaskan. Serahkan pada Allah untuk 11:04 memilih yang terbaik buat kita. Kalau 11:07 kita mengalami kebuntuuhan, jangan lupa 11:10 kembali pada Allah. Dan jangan pernah 11:14 kita berhenti untuk mengucapkan 11:16 bismillahirrahmanirrahim. 11:18 Karena manifestasi dari Ar-Rahman alam 11:21 semesta dan seluruh isinya termasuk kita 11:22 semua. Sedangkan arrahim manifestasinya 11:26 hidayah, petunjuk, ketentraman hati yang 11:29 Allah berikan buat kita semuanya. 11:33 Jadi hendaknya selalu kita menjalin 11:36 hubungan yang hangat, mesra bersama 11:38 Allah. Allah akan berikan kita yang 11:40 terbaik dalam hidup ini. Adapun kasus 11:43 yang kedua, 11:45 bagaimana suami istri dapat berdialog 11:49 tanpa berujung kepada 11:52 keributan dan perceraian. 11:56 Pertama-tama yang perlu kita ingatkan 11:58 kalau mau berdialog bersama pasangan 12:01 kita jangan pada saat dia lagi 12:04 menghadapi masalah 12:06 jangan dia lagi mau tidur. Kalau dia 12:09 lagi mau tidur atau bangun dari tidur 12:12 itu mesti dihindari. 12:14 Karena kalau dia mau tidur dalam keadaan 12:16 letih, lelah, 12:17 kalau bangun tidur masih belum apa 12:19 belum sadar 12:20 belum penuh konsentrasi. Ini yang 12:22 seringki menimbulkan keributan. 12:25 Kemudian jangan pada saat pasangan kita 12:27 dalam keadaan lapar. Ini saat-saat yang 12:30 mesti dihindari. 12:33 Kemudian untuk kedua pasangan ini 12:36 pertama harus dalam dialog itu niat dan 12:39 tujuannya 12:41 mencari solusi, 12:43 bukan tujuannya untuk mencari masalah 12:47 atau menunjukkan ego masing-masing 12:53 dengan niat kita beribadah kepada Allah. 12:55 Karena pasangan suami istri dalam 12:57 menjalankan hidup mereka, dalam 12:59 menjalani hidup mereka ini mereka sedang 13:02 mengalami ujian. Bisa yang ditempuh 13:05 ibadah pada Allah Taala atau yang 13:07 dilakukan perbuatan-perbuatan yang 13:09 melanggar 13:11 norma-norma yang Allah Subhanahu wa 13:13 taala ajarkan. Karena hidup kita tidak 13:15 akan keluar dari dua. Ibadah kepada 13:17 Allah dengan hidup kita atau berbuat 13:20 maksiat. Kalau kita menjalani kehidupan 13:22 kita dengan selalu kembali pada Allah. 13:27 Kita mendengarkan bimbingan petunjuk 13:28 Allah, mengharapkan ridanya. Insyaallah 13:32 dengan standar ini kita dapat menemukan 13:34 jalan keluar yang baik. Seorang suami ya 13:38 di saat dia menemukan dirinya salah, 13:41 sikapnya tidak benar, dia harus berani 13:44 minta maaf mengakui kesalahan. Begitu 13:47 juga istri di saat dia menemukan 13:50 perbuatan yang tidak benar, salah, dia 13:53 harus berani minta maaf. 13:55 Dan mereka berdua harus memiliki standar 13:58 yang jelas sebagai tolak ukur. Kalau 14:01 orang mau beli tanah katakan 10, dia 14:04 harus punya tolok ukur meteran yang 14:06 disepakati antara penjual dan pembeli. 14:09 Tapi kalau masing-masing bawa meteran, 14:11 repot gak? 14:12 Repot. 14:13 Si penjual 14:15 mau jual tanah meterannya 14:18 berapa? 14:20 1,5 m. 14:22 Jadi dia tanahnya kelihatan banyak. 14:25 Yang beli datang bawa semeternya 50 14:29 cent. 14:32 Sudah semeter ya, tapi pakai meteran dia 14:35 50 cent supaya dia bisa apa? 14:37 Ini enggak benar. Dua-duanya harus punya 14:40 standar yang disepakati. 14:42 Nah, kita sebagai orang yang beriman 14:44 kepada Allah Taala, standar kita ada 14:47 Al-Qur'an, ada sunah Rasul. Apa yang 14:50 Allah perintahkan kita patuhi. Apa yang 14:53 dilarang Allah kita hindari. Tujuan kita 14:56 berdialog untuk mencari jalan keluar, 14:58 bukan mencari ribut. Kalau niat 15:01 pertamanya sudah mencari ribut, mau 15:02 menang sendiri, dia 100 tahun juga 15:05 enggak pernah ketemu. 15:07 Oleh karena itu, pasangan suami istri 15:09 harus mensyukuri nikmat Allah. di mana 15:12 Allah pasangkan buat laki-laki. 15:15 Wanita 15:17 yang setia mendampingi dia, mengurus 15:20 kebutuhan dia, jangan berharap istrinya 15:23 sempurna. 15:25 Begitu juga perempuan jangan 15:28 mengharapkan suaminya sempurna seperti 15:31 yang dia inginkan. Mana ada suami yang 15:33 sempurna. 15:36 Syukuri nikmat Allah dengan Allah 15:38 menganugerahkan Anda seorang laki-laki 15:40 yang peduli perhatian mencari nafkah 15:43 buat Anda. Kalau ada kekurangan, coba 15:45 Anda bisa menjadi pelengkap yang 15:47 menyempurnakan kekurangan. Kalau kita 15:49 bersyukur sedikit nikmat akan berarti 15:52 buat kita. Tapi begitu kita lupa untuk 15:54 bersyukur walaupun banyak hal yang 15:56 diberikan untuk kita tidak akan pernah 15:59 puas dan menghargainya. Saya kenal 16:01 seorang perempuan, 16:04 suaminya belikan emas, belikan 16:06 macam-macam, bahkan sediakan rumah yang 16:08 cukup layak. Tapi kalau cerita di 16:11 tengah-tengah orang, suami saya enggak 16:13 pernah membelikan apa-apa, 16:15 enggak pernah ini, enggak pernah itu. 16:17 Kalau ditanya itu emas, itu yang 16:18 belelikan orang tua saya. Apa saja yang 16:21 dibelikan suami enggak dihargai sama 16:23 sekali. 16:24 Nah, orang seperti ini ingin cari belas 16:27 kasihan dari orang lain, tapi dengan 16:29 menjelekkan suaminya. 16:32 Mau tidak mau lama-kelamaan suaminya 16:34 tahu perbuatan dia. Kan ini merupakan 16:37 bob waktu yang bisa merusak rumah 16:39 tangga. 16:41 Nah, kita nih kadang-kadang kurang 16:43 mensyukuri pasangan kita yang Allah 16:45 anugerahkan buat kita. Padahal 16:47 dibesarkan orang tuanya. Setelah dia 16:49 menjadi pria yang baik atau istri yang 16:51 baik, diserahkan pada kita tanpa 16:53 mengharapkan imbalan. Orang tuanya 16:56 berharap kita perlakukan dirinya dengan 16:58 mulia. Sebagaimana orang tuanya berkata 17:00 baik, memperlakukan dengan mulia, peduli 17:03 terhadapnya, khawatir terhadap dirinya, 17:06 suami yang menerima amanat juga harus 17:07 melakukan hal yang sama. Begitu juga 17:10 perempuan di saat menghadapi suaminya. 17:12 Kalau dia berkata tidak baik, bersikap 17:14 tidak baik, orang tua yang membesarkan 17:16 dia pasti akan sakit hati. 17:18 Nanti akhirnya melibatkan dirinya 17:20 menjadi bahagian dari apa? Dari konflik 17:23 yang susah untuk bisa diperbaiki. 17:28 Oleh karena itu, kalau orang bertanya 17:31 kepada kita, "Wanita mana yang paling 17:33 cantik?" Katakan, "Istri saya, karena 17:37 dia yang Allah halalkan buat kita." 17:38 Iya. Begitu juga seorang wanita ditanya, 17:41 "Siapa pria yang paling tampan?" 17:43 Katakan, "Suami saya yang paling 17:44 tampan." Itulah merupakan pasangan yang 17:46 Allah halalkan buat saya. Kalau kita 17:48 bandingkan suami kita dengan pria lain 17:51 atau kita bandingkan dengan aktor dan 17:53 lain sebagainya, lalu mulai kita pandang 17:55 suami kita enggak mengenakkan. Ini 17:57 namanya orang-orang yang lupa kepada 17:59 Allah yang tidak tahu sama sekali apa. 18:02 Bahwasannya ini perbuatan yang 18:05 sebetulnya akan menghancurkan diri 18:07 sendiri. 18:09 Oleh karena itu, ada sebuah kisah Mbak 18:12 Duni. 18:14 Seorang wanita dikenal di satu suku 18:16 bangsa Arab cantik jelita. 18:19 Kebetulan 18:21 ada seorang laki-laki melamar wanita 18:24 ini. Wanita ini cantik jelita, sedangkan 18:28 yang melamar prianya 18:30 hampir dikatakan perbandingannya jauhlah 18:33 antara si laki-laki dengan istri. Saya 18:35 enggak mengatakan jelek karena merupakan 18:37 ciptaan Allah. Iya, 18:38 tapi ini ujian. 18:41 Orang tua perempuan ini setuju karena 18:44 melihat perilaku laki-lakinya baik 18:46 terhadap keluarganya, tanggung jawab. 18:49 Artinya banyak sifat-sifat mulia pada 18:51 pria ini. 18:54 Si perempuan waktu ditawarkan ya melihat 18:57 orang tuanya sudah sepenuhnya menerima 18:59 dia serahkan pada Allah. Dia setuju 19:03 menikah lalu hidup bersama-sama. Si 19:05 wanita walaupun cantik dia hormati 19:07 suaminya, 19:08 dia layani suaminya. Suaminya 19:10 betul-betul apa? Amat bersyukur pada 19:13 Allah. Memperlakukan istrinya dengan 19:15 mulia. Sampai setelah sekian lama hidup 19:18 bersama-sama, mereka juga mendapatkan 19:20 anak. Si wanita berkata kepada suaminya, 19:24 "Insyaallah kita merupakan orang-orang 19:26 yang akan menjadi penghuni surga." 19:29 Suaminya bertanya, "Wama yudriki." Dari 19:31 mana kamu tahu? Dia bilang, "Allah 19:34 menguji kamu dengan saya yang diberikan 19:36 kecantikan. Kamu bersyukur. Perlakukan 19:39 istri kamu dengan mulia. Kamu bersyukur 19:42 kepada Allah. Saya yang diberikan 19:44 kecantikan, diberikan suami yang tidak 19:47 tampan. Saya bersabar menerima dan saya 19:51 mensyukuri apa yang Allah berikan." 19:54 Jadi sebetulnya kita ini kalau 19:59 hidup di dunia tidak mensyukuri nikmat 20:02 Allah, tidak menghargai apa yang Allah 20:04 berikan, bagaimanapun besarnya h 20:07 pemberian yang Allah berikan dan apa 20:09 yang kita miliki tidak akan pernah 20:11 membawa kebahagiaan buat kita. 20:14 Saya temukan ada laki-laki tampan, 20:16 gagah, istrinya sederhana sekali. Sampai 20:19 kalau seandainya orang masuk ke rumahnya 20:21 dia menggunakan daster dianggap 20:22 pembantu. 20:24 Iya, 20:25 betul-betul. 20:26 Tapi kalau orang lihat kecintaan 20:28 suaminya terhadap dirinya luar biasa. 20:32 Betul-betul. 20:35 Kenapa kira-kira? 20:36 He 20:36 karena kelebihan wanita ini akhlaknya, 20:39 pribadinya. Ya, kebetulan laki-laki ini 20:42 punya ee apa namanya? Orang tua yang 20:45 keras. 20:47 Si ibu suka marah, si istri bisa 20:49 menempatkan dirinya. 20:51 Bisa 20:52 menempatkan dirinya. 20:54 Ada juga wanita cantik jelita kawin 20:58 dengan pria biasa-biasa aja. 21:01 Arti kalau seandainya kita lihat 21:03 pasangan tersebut perbedaannya langit 21:05 bumi. 21:08 Tapi si perempuan cinta sama suaminya 21:10 luar biasa. Karena apa? Pertama marah 21:12 menangis waktu dikawinkan. Begitu mereka 21:15 berumah tangga, ternyata suaminya 21:17 menjadi ramah di hadapan dia. 21:19 Masyaallah. 21:20 Menjadi Arjunanya. 21:22 Karena kepeduliannya, 21:24 sayangnya membuat hati wanita dulu. 21:29 Jadi kalau kita perhatikan dalam hidup 21:30 ini yang penting bersyukur. 21:33 Dan di saat ada perbedaan pendapat suami 21:35 istri, kita bertanya pertama pada Allah 21:37 Taala. 21:39 bertanya pada Rasul, kira-kira ini 21:42 sesuai dengan keridaan Allah dan 21:43 Rasulnya apa tidak? 21:46 Kalau seandainya mereka tidak menemukan 21:48 dalam kitab Allah dan apa yang 21:50 dicontohkan rasulnya karena ini 21:51 merupakan kasus yang baru, kita bertanya 21:54 pada orang yang bijak, yang ahli, yang 21:56 bisa merujuk pada kitab Allah, yang bisa 21:59 berbicara dengan akal sehat, bukan 22:02 masing-masing membawa apa? 22:04 membawa 22:06 pendapatnya bersih, keras, menganggap 22:08 pendapatnya yang benar. Karena terkadang 22:10 kebenaran itu kalau dipandang dari sudut 22:12 pandang yang berbeda, kesimpulan juga 22:15 berbeda. 22:18 Apalagi kalau sudut pandang kita sempit, 22:21 terbawa oleh perasaan dan emosi. Dengan 22:24 sendirinya tanpa kita sadari kita masuk 22:26 dalam frame yang dibuat oleh setan. 22:29 Ini yang paling mengerikan. Tapi kalau 22:31 saatnya kita serahkan pada orang yang 22:32 bijak, dia bukan hanya melihat dari satu 22:35 sisi, melihat dari berbagai macam sisi 22:37 dan sudut. Dia memberikan kesimpulan 22:40 yang amat indah. Tanya pada orang yang 22:43 berpengalaman yang bijak. Jadi kalau 22:46 kita berdua berkutet, ujung-ujungnya 22:49 apa? Ujung-ujungnya 22:52 akhirnya tarik-menarik yang membuat 22:54 hubungan kita putus. Karena pada saat 22:56 emosi pria maupun wanita keluar 22:58 kata-kata yang enggak bagus. 23:00 emosi. 23:01 Begitu emosi, kata-kata yang tadinya 23:03 tersimpan di hati enggak keluar, mulai 23:05 keluar. Akhirnya suami bilang, "Saya 23:07 baru tahu. Ternyata selama ini kata-kata 23:10 manis kamu menutupi 23:13 yang sebenarnya di hati kamu." Si 23:15 perempuan juga sama. Setan akhirnya 23:17 mulai apa? 23:18 Bertuk tangan. 23:18 Mulai bertepuk tangan meniupi api yang 23:21 sedang membara di hati mereka. Dan setan 23:24 paling suka memecah belah pasangan suami 23:26 istri karena akibatnya akan menimbulkan 23:30 korban anak-anaknya dari cinta menjadi 23:33 kebencian dua rumah tangga yang tadinya 23:35 akur dua keluarga akhirnya mulai 23:38 tertanam kebencian di hati mereka 23:40 semuanya. 23:41 Jadi kalau ingin dialog ya hindari 23:44 saat-saat suami dalam keadaan tidak 23:46 nyaman, istri tidak nyaman, cari waktu 23:49 dan harapkan keridaan Allah. Apalagi 23:51 kita bisa bicara sama istri kita, saya 23:54 ada masalah, mungkin kamu juga begitu. 23:57 Coba bagaimana kalau seandainya kita 23:59 sama-sama coba bertukar pikiran. 24:03 Bertukar pikiran sambil mohon pada Allah 24:06 memberikan petunjuk yang baik. Dan dalam 24:08 berbicara jangan kita menggunakan bahasa 24:11 apa? Kamu sebagai serangan. Kamu kamu, 24:13 kamu, kamu, kamu. Ini jelas-jelasan 24:16 merupakan apa? Serangan. Tapi gunakan 24:20 kita 24:22 gunakan kita dalam kondisi seperti ini. 24:25 Cara yang terbaik kita mohon petunjuk 24:27 kepada Allah sambil bertukar pikiran 24:29 mungkin kamu benar dalam masalah ini. 24:31 Bisa saya juga saya benar. 24:33 Yang penting bukan saya kamu. Yang 24:35 penting kita ini bisa merajut ya 24:38 hubungan yang membawa kebaikan buat 24:40 kita. Karena kita pasangan suami istri 24:42 bukan lagi kamu, bukan lagi saya, tapi 24:44 kita. 24:46 Kalau ada kebaikan kita nikmati bersama. 24:49 Kalau ada hal yang salah kita juga 24:51 semuanya. Betul gak? 24:52 Iya. 24:53 Iya. Oleh karena itu, dalam rumah tangga 24:56 bukan kontrak hanya sekedar perjanjian 24:59 antara fisik dengan fisik, 25:03 tapi ini merupakan ikatan di antara apa? 25:05 Dua hati ini. Jangan seperti ada 25:07 wanita-wanita zaman sekarang 25:10 bertanya pada seorang ustaz. Ustaz, 25:13 apakah istri wajib memasak untuk 25:15 suaminya? Ustaz mengatakan tidak wajib 25:17 memasak bagi suaminya. 25:24 Lalu suaminya mengatakan, 25:27 "Kalau demikian sudah, kewajiban saya 25:30 memberikan nafkah buat istri ya. Ini 25:32 uang buat beli setiap hari makan kamu 25:34 dari Wartek atau dari restoran Padang 25:37 buat anak-anak suaminya sibuk di luar. 25:40 Kumpul bersama teman-teman, kumpul di 25:42 rumah orang tuanya. Kalau hubungan 25:44 seperti ini hambar." 25:46 Suami 25:48 bagaimana lebih dulu bersikap baik pada 25:50 istri, memperlakukan dengan mulia, 25:52 menjadi kenangan yang indah, istri juga 25:54 melakukan hal yang sama. Suami istri 25:57 kalau seandainya hangat menyatu tidak 25:59 pernah hitung-hitungan. 26:02 Suami melayani suaminya bahkan pada saat 26:05 sakit tidak berdaya dia tidak berhitung. 26:07 Suami juga demikian. Saya kenal seorang 26:10 dokter, Mbak Runing. 26:12 Dia punya anak empat, dua laki-laki, dua 26:15 perempuan. 26:19 Tidak lama kemudian istrinya sakit. Jadi 26:22 setelah melahirkan yang keempat, 26:24 istrinya sakit. 26:26 Dokter ini bertahun-tahun dampingi 26:29 istrinya tidak menikah lagi. 26:31 Pernah saya tanya, 26:34 "Kamu enggak berpikir menikah lagi?" 26:37 Saya pikir enggak perlu, Ustaz. 26:39 sudah cukup 26:42 sampai istrinya meninggal dunia sekian 26:44 lama nih Mbak ni di pembaringan istrinya 26:46 meninggal bahkan istri suruh dia kawin 26:50 istrinya meninggal dunia 26:53 baru setelah lama datang cerita kepada 26:56 saya bawa anak-anaknya bawa dia mau 26:57 nikah 27:00 nikah setelah sekian lama mungkin 27:02 usianya pada saya itu sudah di atas 50 27:05 ada lagi seorang syekh besar terkenal 27:09 Dia baru menikah beberapa lama, istrinya 27:12 terkadang koma, terkadang bangun, tidak 27:14 sadar. Heeh. 27:15 Itu bertahun-tahun suami setiap mau 27:17 pergi ke luar negeri karena 27:19 berpindah-pindah kan, 27:20 dia bisikan istrinya, "Apa yang kamu mau 27:23 saya belikan dari luar?" Istri 27:25 kadang-kadang sadar pesan sesuatu. 27:28 Jadi, sepanjang puluhan tahun istrinya 27:30 dalam keadaan sakit. Di hari tua sudah 27:33 usia 60 sekian tahun mungkin apa yang 27:34 berkati 70. Istrinya bilang, "Sekarang 27:37 kalau kamu mau kawin lagi, silakan 27:39 kawin." Suami bilang terlambat. 27:42 Terlamb 27:43 terlambat. 27:44 Suami tertawa bukan berarti mau menikah 27:45 lagi. 27:46 Artinya kalau kita perhatikan di sini 27:51 bagaimana kesetiaan itu tidak lagi 27:53 berhitung, 27:54 enggak akan berhitung. 27:55 Enggak lagi berhitung. 27:58 Kalau istri baik pada suami, pada saat 28:00 istri tidak berdaya suami pasti 28:02 menghargai. Begitu juga kalau suami baik 28:04 pada istrinya, tahu-tahu dia di PHK, 28:06 sudah enggak mampu memberikan nafkah, 28:08 istri enggak bakal begitu. Jadi apa yang 28:10 kita lakukan dari kebaikan itu merupakan 28:12 deposit 28:14 yang kita tanam dan insyaallah akan 28:17 mengeluarkan hasilnya. Dan yang paling 28:19 utama pasangan suami istri hendaknya 28:21 harus dalam menjalani hidup sadar bahwa 28:24 ini ujian yang kelak akan 28:25 dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. 28:27 Bukan kebanggaan punya ini, punya itu, 28:29 beli ini, beli itu. Cerita di antara 28:32 teman-teman mengenai barang yang 28:34 dikoleksi ini semuanya merupakan apa? 28:37 Gambaran dari wanita yang tidak beriman. 28:41 Walaupun kita memiliki segala-galanya, 28:43 kalau sudah jadi milik kita, seminggu 28:45 kita banggakan, setelah itu kita 28:46 lupakan. Kalau hilang baru kita cariin. 28:51 Jadi kesimpulannya jadikan rumah tangga 28:53 kita ibadah, dialog kita juga untuk 28:55 mencari solusi. Hindari saat-saat suami 28:59 istri dalam keadaan sedang bermasalah 29:02 atau saat-saat dia tidak menerima karena 29:05 mau tidur istirahat atau bangun dari 29:07 tidur atau letih pulang dari pekerjaan. 29:10 Insyaallah Allah tunjukkan bagi kita 29:13 semua jalan keluar yang sebaik-baiknya. 29:15 Wallahuam. Fadol. 29:16 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, tidak 29:21 ada orang yang sempurna. Pasangan kita 29:24 pun juga pasti ada kekurangannya. Tetapi 29:27 yang jelas 29:29 emm syukuri apa yang ada karena hidup 29:32 itu anugerah dan pasangan itu juga Allah 29:34 yang ee menyediakannya untuk kita. 29:38 Lantas kalau dari sisi sudut pandang Pak 29:42 Abu Bakar Barraja yang psikologi ini, 29:45 kira-kira apa yang bisa kita dapat? Ya, 29:47 silakan. 29:48 Eh, saya 29:52 bismillahirrahmanirrahim. 29:56 Asalamualaikum warahmatullahi 29:59 wabarakatuh. 30:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:02 wabarakatuh. 30:04 Alhamdulillah 30:06 sebaiknya kita bersyukur 30:09 kepada Allah. 30:11 Karena ketika kita bersyukur 30:14 maka anugerah itu akan terus melimpahkan 30:18 pada diri kita. 30:22 Anugerah ini akan mendatangkan berbagai 30:25 macam 30:27 kesenangan, 30:28 keindahan, 30:30 kesejukan, 30:32 menjadikan sesuatu yang baik buat 30:36 kehidupan kita. Karena kita bersyukur 30:39 kepada Allah. 30:42 Nikmatnya syukur kepada Allah itu sangat 30:46 luar biasa. 30:49 Apa yang terjadi? 30:51 Ketika 30:53 seorang 30:54 suami 30:57 mempunyai seorang istri 31:01 yang baik, yang menyenangkan 31:05 dan begitu indahnya dan dia merasakan 31:09 itu 31:12 dan terus menerusmenerus 31:14 dan dia bisa menikmati. 31:18 Begitu indahnya. 31:21 Tapi apa yang terjadi ketika itu sudah 31:25 sekian lama, sudah hampir 13 tahun, 10 31:29 apa 13 tahun dengan kemudian dia 31:32 meninggal. 31:36 Terus apa yang terjadi pada dirinya? Dia 31:39 bingung, 31:40 "Ke mana istri saya?" Kata dia 31:45 yang selama ini 31:47 dia nanti-nantikan 31:51 ke mana istri saya. Dia bingung 31:55 mengambil satu sikap. 31:58 Apa yang terjadi pada saat ini? Kita 32:01 bisa lihat 32:03 bisa saja ketika dia diberikan 32:07 penghargaan, 32:08 pengertian, kepedulian 32:11 dengan berbagai macam, 32:14 dianya cuek aja, santai saja. 32:19 Yang penting dia menikmati saja, tapi 32:23 tidak berinteraksi, 32:26 tidak memberikan apa yang terjadi pada 32:30 dirinya, 32:34 tidak memberikan pengertian, penghargaan 32:37 juga. Dia hanya istri saja sepihak. Ini 32:41 yang membuat dirinya 32:44 kebingungan. 32:48 Karena dia cuman pertama doang. Dia 32:51 bingung pertama doang ngelihatin 32:54 istrinya baik dan menyenangkan. Dia 32:57 sudah santai aja. 33:01 Tapi dia tidak bisa memberikan interaksi 33:03 kembali. Ini yang membuat dia bingung. 33:07 Setelah ditinggal, hah ke mana istri 33:11 saya yang memberikan penghargaan 33:14 ee pengendalian, pengertian semua ke 33:18 mana 33:20 tidak ada. 33:23 Dia mengalami kebingungan karena dia 33:25 tidak memberikan interaksi 33:30 sehingga dia mencari mencari 33:34 saya akan mencari istri seperti istri 33:37 saya. 33:41 menjadi istri seperti istri saya 33:48 karena dia tidak pernah memberikan. 33:53 Jadi kita perhatikan beda dengan seorang 33:56 yang selalu memberikan 34:00 ketika istrinya memberikan penghargaan 34:03 pengertian, dia juga memberikan 34:06 penghargaan pengertian. Jadi timbal 34:09 balik. 34:11 Nah, di dalam timbal balik ini 34:15 meningkatkan hubungan. 34:18 Apakah dia akan mencari? Tidak. Karena 34:20 dia sudah memberikan. 34:23 Karena dia sudah mening. Oh, sudah 34:25 meninggal. Sudah dia pasrahkan kepada 34:28 Allah bahwa istri saya sudah meninggal. 34:34 Dia mencari orang lain bukan sama. N 34:40 [tertawa] 34:43 ketika dia mencari yang sama ya enggak 34:46 bisa orang itu berbeda-beda. 34:50 Dia akan mencari. Tapi ada orang yang 34:53 memberikan penghargaan, pengertian ada. 35:00 Tapi tidak sama. Nah, namun dia tidak 35:04 memikirkan sama karena dia juga akan 35:07 memberikan pengertian dan penghargaan. 35:11 Itu yang benar. 35:14 Nah, kenapa kok dia mencari susah? 35:17 Karena dia tidak pernah memberikan 35:19 pengertian dan penghargaan. 35:24 Dia hanya memberikan dia hanya terima 35:26 pengertian dan penghargaan dari 35:28 istrinya. Dia senang, dia senang doang 35:31 tapi tidak pernah memberikan. Maka dia 35:34 mencari yang susah. Dia mencari yang 35:38 istri saya yang baru saja meninggal. 35:44 Itu yang dicari, dicaari enggak akan 35:47 bisa. Maka itu lepaskan dirimu, yakinkan 35:52 dirimu bahwa kamu akan memberikan 35:57 memberikan pengertian, penghargaan, 36:00 memberikan kasih sayang, memberikan 36:04 penghormatan yang benar-benar. Nah, 36:07 ketika seorang suami memberikan, 36:10 istrinya memberikan, maka itu yang 36:12 terjadi. 36:16 Dan kalau misalnya kehilangan dia enggak 36:18 akan memberi, enggak mencari sama 36:20 seperti istri istri saya. Dia akan 36:23 mencari seorang istri yang mampu 36:27 memberikan penghargaan dan pengertian. 36:32 Itu yang benar. yang kalau dia mencari 36:36 masih mencari dia ketakutan. Kenapa dia 36:39 takut? Enggak ada yang enggak ada yang 36:42 sama seperti itu? Enggak bisa. 36:45 Enggak bisa sama. 36:48 Tapi pengertian, penghargaan bisa sama. 36:53 Tapi dia kan mengatakan yang sama. Dia 36:56 enggak bisa. 36:58 Dia mau cari ini, mencari di bawah itu, 37:00 dia bilang enggak ketemu. 37:03 Mau cari apapun enggak ketemu. Maka itu 37:06 katakan sama diri kita, saya akan 37:09 berikan penghargaan, pengertian, kasih 37:13 sayang. Insyaallah bisa. Maka dari situ 37:18 insyaallah 37:20 bisa memberikan penghargaan 37:24 dan pengertian. 37:28 Dan yang kedua 37:32 ada satu 37:34 berita bahwa 37:37 marah, 37:39 perdebatan 37:42 antara marah dan perdebatan bedanya 37:44 kecil. 37:47 ya. Nah, kalau seorang suami marah sama 37:52 istrinya 37:54 atau istrinya marah sama suaminya, maka 37:58 akan terjadi 38:00 pertentangan. 38:04 Karena marah itu pertama kali marah itu 38:10 akan menegangkan sel-sel otaknya ee 38:14 sel-sel semua yang ada pada dirinya. 38:17 Maka sel tangan, sel kepala, kaki 38:21 semuanya akan tegang. 38:26 Dan ketika tegang itu dia akan marah dan 38:30 capek. 38:34 dia akan mengasakan capek. 38:37 Bagaimana capeknya ini? Karena dia marah 38:42 mengeluarkan energi yang besar 38:47 itu marah. Dan apa akibatnya? Berbagai 38:50 macam akibatnya pertentangan sama istri, 38:55 pertentangan terus perlawanan. Enggak 38:59 pernah ada keakuran. 39:05 itu yang terjadi. Maka itu katakan 39:09 jangan marah. 39:13 Maka Rasulullah juga mengatakan jangan 39:17 marah. 39:18 Kalau kita marah, kita pengin marah 39:21 karena kita dipancing, karena kita di 39:25 ujuk-ujuk harus marah. 39:29 kita dipancing. 39:33 Terus kalau kita dipancing, kita diam 39:35 aja. Tidak mau marah, bingung. Apa yang 39:40 harus kita keluarkan? Tidak marah. 39:45 Kalau kita benar-benar tidak marah, 39:48 berarti berhasil kita tidak marah. Maka 39:52 enak badan kita. 39:57 Untuk apa marah? 40:00 Marah itulah yang membikin kesusahan 40:05 dan komunikasi istri dan suami. 40:09 Ee 40:10 terjadinya 40:12 sesuatu yang menyenangkan. 40:17 pertama kali yang diambil 40:21 dalam proses 40:23 pembicaraan berkomunikasi 40:26 pertama kali ada komunikasi netral. Apa 40:30 kabar? Bagaimana kamu senang? Kamu 40:35 insyaallah kamu berbahagia, kamu 40:38 menyenangkan. 40:42 Di sini yang letaknya bahwa hubungan itu 40:47 indah, netral. 40:50 Jadi benar-benar 40:52 netral. Tidak ada komunikasi tentang 40:56 subjektif. 40:59 Komunikasinya adalah objektif. 41:03 Ketika komunikasi objektif, di situ 41:07 terjadinya sesuatu yang menyenangkan. 41:11 Maka komunikasi netral ini sangat 41:16 dibutuhkan. 41:18 Pertama kali kita berkomunikasi dengan 41:20 seseorang sebaiknya netral dulu. Heh, 41:24 indah sekali wajahnya tuh. Senyumnya 41:27 menarik. 41:30 Oh, bagus sekali. Jangan. Ih, ganteng 41:34 ya. Wah, dia merasa tersinggung karena 41:37 dia enggak ganteng. 41:39 Dia merasa tersinggung. 41:42 Kita jangan mengambil itu. Kita ngambil 41:45 senyumnya menarik. 41:49 ini kalau dia berkata baik sekali, 41:53 menyenangkan, 41:55 berikan sesuatu apresiasi pada dirinya, 42:00 insyaallah dia akan merasa senang. 42:05 Dan yang kedua 42:08 adalah 42:10 menjadi tidak berdebat. 42:16 Yang kedua ni tidak terjadi perdebatan. 42:22 Satu ketika 42:24 seorang 42:26 ee satu pasangan suami istri sedang naik 42:30 mobil. 42:32 Tiba-tiba di dalam perjalanan 42:35 persimpangan ke kanan atau ke kiri, 42:41 si istri mengatakan, "Baiknya kita ke 42:43 kiri. 42:45 Sang suami tidak mau dia ke kanan 42:48 langsung 42:51 ya. Ke kanan langsung. Nah, kalau istri 42:54 yang suka berdebat tuh saya sudah bilang 42:56 ke kiri aja. Kenapa ke kanan? Enggak. 42:59 Orang ini ke kanan dulu baru nanti ke 43:02 sana. Wah, ribut. Karena apa? 43:06 Pertentangan 43:07 dan perdebatan. 43:11 Tapi sang istri dengan senyum mengikuti 43:17 suaminya yang salah. 43:20 Padahal sudah diizin ee sudah diingatkan 43:25 ke kiri. 43:28 Itu jalan yang benar. 43:30 Tapi sang suami tidak mau. Dia harus ke 43:33 kanan. 43:35 Bukan tidak mau dia ngambil kanan dengan 43:40 tidak menyadarinya. 43:44 Ngambil kanan lagi asik jalan jalan 43:47 jalan. Nah gitu terus terus dia mulai 43:49 sadar. Oh ini salah jalan. Oh iya tadi 43:52 kan saya sudah ingatkan istri yang 43:55 mengatakan 43:56 oh iya cukup. Jangan. Makanya tadi kan 44:00 sudah diingatin. Makanya itu kalau 44:02 misalnya kayak gini kan tambah jauh. 44:05 Si istri begitu, itu tidak benar. 44:09 Tapi si istri hanya mengatakan tadi kita 44:11 ke kiri 44:14 dengan seperti itu. Oh ya kalau gitu 44:16 kita balik. 44:19 Kita muter balik. 44:22 Kalau berdebat tuh lihat. Oh iya iya. 44:25 Entar sebentar entar balik nih. Sang 44:27 suami mengatakan sebentar mau balik. Pas 44:30 tikungan dia terus tuh. Makanya kamu 44:33 enggak mau dengar, kamu jangan bicara 44:35 terus. Akhirnya perdebatan terus sampai 44:39 perjalanannya jauh sekali. 44:43 Coba kalau kita tenang, istrinya diam, 44:47 pas waktu mau muar balik dia tahu 44:51 sang suami mengetahui bahwa di situ ada 44:54 putaran balik. Si istri diam. 44:58 Ketika dia balik, dia lihat diam, tenang 45:03 sampai muar balik dan kembali kepada 45:07 jalan yang benar. 45:09 Waktu jalan yang benar, apa yang 45:12 terjadi? Benar yang terjadi. 45:16 Baru saja terjadi sesuatu yang kita 45:19 tidak inginkan. 45:22 Bisa saja ada kejadian macetnya begitu 45:26 panjang. 45:27 Bisa saja nanti kalau kita nabrak atau 45:30 ban kita pecah atau apa saja, tapi itu 45:34 tidak 45:37 jalannya ke kiri terus sampai 45:40 benar-benar. 45:43 Itu permasalahan tidak berdebat. 45:49 Karena dia tidak berdebat. Kalau dia 45:52 berdebat berantakan. 45:54 Maka dia tidak berdebat. perjalanan itu 45:57 lancar dan pada masuk kepada tempatnya 46:02 pada waktu yang pas. 46:06 Apa yang terjadi? Hikmah di sini. Karena 46:09 Allah mengetahui kalau ke kiri tadi 46:12 macet atau bagaimana atau bagaimana 46:15 diambil kanan. 46:18 Diambil kanan karena dia harus mengambil 46:21 kanan dan muar balik ke kiri. Dan 46:24 alhamdulillah 46:26 pas tepat pada waktunya. 46:30 Itu tidak berdebat. 46:32 Kalau berdebat bisa lebih panjang, lebih 46:34 enggak karuan. Jadi usahakan suami istri 46:39 itu yang pertama netral, yang kedua 46:44 tidak berdebat. 46:46 Bagaimana seorang istri mengikuti sang 46:48 suami? Begitu indahnya 46:52 keluarga yang seperti ini. Insyaallah. 46:56 Masyaallah. Jangan berdebat, jangan 46:59 bantah-membantah. 47:01 Tapi kalau dua-duanya ideal, kalau yang 47:03 satunya mau menang sendiri bisa enggak 47:05 sih? Atau yang satunya ee apa ya? 47:09 Pokoknya gitu deh. Nah, karena kita 47:11 masih cukup punya banyak waktu nih, 47:13 Ikhwan Akhwat, Ustaz Husein akan 47:15 menambahkan agar bisa itu tadi damai dan 47:20 nyaman apapun yang terjadi meskipun 47:23 kondisinya nyebelin gitu ya, Ustaz. 47:25 Silakan, Ustaz. 47:27 Kalau Bismillahirrahmanirrahim. Kalau 47:29 suami menemukan istrinya menentang, 47:33 membangkang, 47:34 menolak untuk tunduk, diajak bicara juga 47:38 menutup diri. Dalam kondisi seperti ini 47:41 Allah memberikan petunjuk. Wain khiftum 47:44 siqoq baini 47:46 fabatu hakam min ahlihi wa hakam min 47:50 ahliha. In yurida islahan yuwaiqillahu 47:54 bainahum. 47:58 Kalau kalian khawatir terjadi perpecahan 48:01 di antara keduanya karena istrinya tidak 48:05 mau tunduk, menentang, membangkang, 48:09 maka untuk menghindari kebentuhan ini, 48:12 kirim perwakilan dari pihak laki-laki, 48:15 perwakilan dari pihak perempuan menjadi 48:18 penengah. Karena kalau satu api, satu 48:22 bensin ya pasti kan kobongan. 48:23 Iya. 48:25 Jadi kirim penengah yang bisa mendengar 48:27 dari pihak lain. Karena biasanya 48:31 perempuan enggak mau dengar dari 48:33 suaminya tertutup telanya pada saat 48:34 marah. Laki juga begitu. 48:37 Tahu-tahu datang pendengar 48:40 menyampaikan kepada yang mengutus dari 48:42 pihak sana minta begini begini begini 48:45 begini. Yang menakjubkan silakan kalau 48:47 ini si saya siap. Tapi bukan begitu 48:51 yang saya dengar. Ternyata komunikasi 48:53 mereka apa? Kacau akibat emosi yang 48:56 meletup. 48:58 Jadi utus perwakilan dari pihak 49:00 laki-laki, perwakilan dari pihak 49:02 perempuan memberikan nasihat dari pihak 49:05 perempuan kepada laki-laki. Dari pihak 49:08 laki-laki datang kepada pihak perempuan. 49:10 Apa sebetulnya masalahnya? 49:13 Dipertimbangkan baik-baik. 49:16 Kalau mereka ingin berbaik kembali, 49:18 Allah Subhanahu wa taala memberikan 49:20 taufik di antara mereka. 49:25 Tapi kalau mereka bersih keras mau 49:27 berpisah, ya berarti daripada merawat 49:30 gigi yang dalam keadaan infeksi 49:33 berlubang sana sini daripada menularkan 49:35 kepada gigi yang sehat. Kalau sudah 49:38 tidak ada jalan lagi 49:40 diangkat. Tapi biasanya kalau ada 49:42 penengah memberikan masukan, memberikan 49:46 nasihat juga mendinginkan situasi bisa 49:49 diharapkan pasangan suami istri kembali. 49:53 Cuma sekarang kita jumpai pasangan suami 49:56 istri itu mereka datang sama kita minta 50:00 kita melamarkan, kita nikahkan. Begitu 50:02 mereka berumah tangga ribut, mereka 50:05 tetap ambil keputusan singkat 50:09 tanpa sama sekali bermusyawarah langsung 50:11 menjatuhkan 50:14 keputusan. Diceraikan istrinya tanpa 50:17 menempuh jalan-jalan dan prosedur yang 50:20 diajarkan Allah. Nanti begitu mereka 50:22 berpisah, suami ingin balik lagi, tetap 50:26 perempuannya sudah diambil orang. 50:30 Ini kejadian pada satu orang teman kita, 50:33 dia pulang salat lebaran, pulang ke 50:36 rumah rupanya dia makan makanan lebaran 50:39 kurang nyaman. Dia marah, dia usir 50:42 istrinya suruh pulang ke rumah orang 50:43 tua. 50:46 Kalau orang Arab kalau bilang ilhaqi 50:47 biahliki, berkumpullah kamu kepada 50:49 keluarga kamu. Itu kata cerai. 50:53 Nah, si laki-laki rupanya alasan mau 50:55 didik istrinya. Dia tahan-tahan untuk 50:57 rujuk. Padahal kalau pada waktu idah si 51:00 perempuan tidak pulang dari rumah, tidak 51:03 keluar dari rumah, tinggal sama-sama, 51:05 mereka punya kesempatan berpikirikir. 51:07 Akhirnya sampai waktu idahnya tanpa 51:09 disadari habis. 51:10 Ya Allah, 51:11 ini perempuan cantik. Begitu idahnya 51:13 habis langsung yang berburu apa? 51:15 Oh, banyak. 51:16 Banyak. 51:18 Begitu 51:20 si perempuan diambil orang baru timbul 51:22 penyesalan. Allah 51:24 sampai akhirnya hidupnya nelangsa merana 51:27 kawin sama orang lain enggak cocok 51:29 enggak 51:29 akhirnya meninggal dunia kita ini memang 51:32 kalau sesuatu masih di tangan kita, kita 51:36 suka muncul kesombongan, kebanggaan 51:39 kita laki-laki 51:41 patah satu berganti 1000. 51:43 Memang ngomong gampang. 51:45 Perempuan juga begitu 51:48 terbawa emosi. 51:50 Kita lebih baik berpisah aja. 51:53 Masing-masing menempuh jalannya. 51:55 Pakai bahasa puiti lagi. Puitis lagi. 51:57 Dia cari dari apa? Dari novel-novel, 52:00 dari cerita-cerita. Lalu disampaikan 52:02 pada suaminya. Begitu nanti mereka 52:04 berpisah baru mereka merasa ternyata 52:07 apa? Sudah masuk ke daging. 52:09 Lengket ditarik. Akhirnya apa? Kan sakit 52:12 kan. 52:13 Iya. 52:14 Nah, ini kesombongan yang mesti kita 52:15 hindari. Kita harus tahu kita ini 52:17 manusia yang kurang, yang lemah, yang 52:19 penuh dengan berbagai macam kesalahan 52:22 hingga tahu diri. 52:24 Jangan kita memandang kita ini laki-laki 52:26 sempurna, istri kita yang kurang tahu 52:28 diri atau perempuan merasa dirinya sudah 52:31 sempurna melayani suami. Dia enggak 52:33 melihat kekurangan masing-masing, laki 52:35 maupun perempuan. Lebih baik kita 52:38 berusaha tanya pada pasangan kita, "Apa 52:40 kesalahan saya? Apa yang kurang dari 52:43 saya? Kalau memang ada kekurangan, 52:46 hendaknya dia minta maaf dalam hal ini. 52:49 Kenapa sih orang minta maaf malu-malu? 52:54 Ada seorang anak sakit hati pada orang 52:56 tua. Karena orang tua marah rupanya 52:59 enggak pada tempatnya. 53:01 Si orang tua gengsi, 53:04 si anak lama-kelamaan ini akumulasi 53:07 sampai komunikasi sama bapaknya putus. 53:12 Lalu orang bilang, "Kamu coba kamu 53:15 perbaiki kesalahan kamu, panggil anak 53:16 kamu, kamu minta maaf." 53:19 Akan menghapuskan apa yang 53:22 melekat di hatinya. Anak kamu akan 53:25 terharu 53:26 tapi dia enggak mau. 53:28 Dia merasa tidak patut orang tua minta 53:31 maaf sama anak. Anak patut minta maaf 53:33 sama orang tuanya. Padahal orang tuanya 53:35 jelas-jelas salah. 53:39 Nah, orang tua menghancurkan anaknya, 53:42 menghancurkan dirinya akibat dari ulah 53:45 yang seperti ini. Tapi ada orang tua di 53:47 saat dia tahu dia dipanggil anaknya, 53:49 "Ayah, minta maaf. Ayah rupanya salah 53:51 paham, salah sangka atau ayah dalam 53:53 keadaan emosi. Yang salah di sini ayah 53:56 itu akan menjadi pelajaran yang baik 53:58 buat si anak 53:59 untuk memahami bahwa apa? 54:01 Mengakui kesalahan itu bukan hal yang 54:03 buruk. Buktinya apa? Si anak yang 54:05 tadinya sakit hati sama orang tuanya, 54:08 hatinya langsung terbuka. 54:10 Enggak harus keluar duit, enggak harus 54:12 pergi ke mall, enggak harus ke luar 54:14 negeri. Begitu juga assalamualaikum yang 54:17 diabaikan. Kenapa kita enggak mau 54:18 ucapkan salam tanpa harus keluar apa-apa 54:20 kok. 54:21 Betul gak? 54:22 Berarti biaya untuk kerukunan, kedamaian 54:25 tuh murah, enggak ada biayanya. 54:28 Tapi ternyata manusia tidak mau 54:29 melakukan ini semua karena sombong, 54:32 Mas, 54:33 bangga diri. suka merasa diri sempurna 54:36 orang lain kecil dan rendah. 54:38 Waliyadubillah. Jadi kesimpulannya Mbak 54:41 Nuning, 54:42 paling baik orang itu kalau bisa melihat 54:45 kekurangan dirinya, 54:46 menghargai kelebihan orang lain. Kalau 54:48 kita bersama istri, kita lihat selama 54:51 ini bersama kita banyak kebaikannya, ada 54:54 kesalahan kita bisa maafkan. 54:58 Kecuali kalau kesalahan yang sifatnya 55:00 berkaitan dengan kesetiaan, lain 55:01 masalahnya. 55:03 Ada suami istrinya sedang marah-marah 55:06 emosi, banting pintu, banting piring. 55:09 Suaminya bukan marah ketawa. [tertawa] 55:12 Karena apa? Karena ada deposit kebaikan 55:16 istri yang enggak bisa dilupakan. Jadi 55:18 jangan hanya kita boleh marah, istri 55:20 kita enggak marah. Betul enggak? Istri 55:23 kita bisa aja cemburu seperti ustaz 55:25 jangan jauh-jauh komunikasi. Ada 55:27 perempuan datang ya kemudian mengeluhkan 55:31 masalah dia. 55:34 Kalau dia ada mungkin enggak begitu, 55:36 tapi kadang-kadang laporan dari orang. 55:39 Iya. 55:39 Tadi ustaz habis begini begini begini 55:41 begini dia enggak tahu masalahnya kan. 55:42 Tapi setan memberikan bayangan-bayangan 55:44 yang bermacam-macam. 55:45 Masyaallah. 55:46 Nah, itu bisa timbul fitnah. Jadi kalau 55:48 istri pulang meledak-ledak 55:50 karena dengar kabar dari luar dan pasti 55:52 yang membawa berita suka kasih bumbu kan 55:55 ada bumbu pedasnya ya akhirnya membuat 55:59 istri dan kadang-kadang yang membawa 56:01 berita ingin sengaja menyakiti perasaan 56:04 perempuan tersebut. Oleh karena itu 56:07 perlu ya laki-laki dalam menyikapi hal 56:09 ini bukan dia mengatakan kamu perempuan 56:12 tidak berhak ikut campur tahu menahu 56:14 dalam enggak berikan penjelasan 56:16 masalahnya begini begini begini jangan 56:19 apa salah sangka apa susahnya memberikan 56:23 keterangan yang baik 56:26 makanya yang paling berbahaya perempuan 56:28 kalau suaminya masuk ke rumah dimatiin 56:30 handphone-nya 56:31 atau laki-laki lagi berbicara istri tahu 56:34 laki Eh, 56:35 ada apa tadi? Enggak apa-apa. Siapa 56:37 teman? Eh, 56:39 itu paling berbahaya. 56:42 Paling berbahaya. Akhirnya muncul 56:44 kecurigaan sedikit demi sedikit akhirnya 56:47 menjadi kanser. 56:50 Waliillah. 56:51 Habis sebagian orang beranggapan kalau 56:53 kita transparan 56:55 nanti macam-ma 56:56 nanti dia macam-macam. Padahal apa? 56:58 Betul, Mbak Uni. 56:59 Iya. 57:00 Hah? 57:00 Enggak juga 57:01 enggak kan? 57:03 dan sebaiknya perempuan juga bersama 57:05 suami demikian. Hidup ini sebetulnya 57:08 mudah tapi kita yang mempersulit. 57:12 Dunia lapang sebetulnya asal kita mau 57:15 berlapang dada. Tapi yang kita cari 57:17 justru yang menyusahkan diri sendiri. 57:20 Dan banyak Mbak Uni contoh-contoh dalam 57:21 kehidupan rumah tangga. Pasangan suami 57:24 istri sederhana, hidupnya sederhana tapi 57:27 berdua masing-masing bersyukur. Allah 57:30 berikan kebahagiaan buat mereka. Bukan 57:32 dengan harta, bukan dengan berbagai 57:35 macam pernik-pernik kehidupan, tapi 57:37 dengan ketulusan bersama-sama dengan 57:40 mengharapkan rida Allah, Allah berikan 57:42 keberkahan bagi mereka. Wallahuam. 57:46 Iya, Ustaz. Jadi kalau misalnya memang 57:50 akan diskusi atau membahas sesuatu, yang 57:52 penting jangan pas capek, jangan pas 57:54 lapar, jangan pas lagi 57:56 mau tidur baru dari tidur 57:59 segenting apapun ya, Ustaz ya. Jangan di 58:01 waktu-waktu itu. 58:02 Baik. 58:03 Dan pada saat kita lagi marah juga, 58:05 He. 58:05 Jangan kita buka masalah. 58:07 Saya punya mertua laki-laki kalau lagi 58:10 marah dia tidak akan sama sekali apa? 58:13 Menegur anaknya atau menegur siapa. Tapi 58:16 begitu dingin baru dia marah. Itu 58:19 marahnya meletup-letup padahal hati 58:20 dingin. 58:20 Iya. 58:22 Arti marahnya untuk memberikan 58:23 peringatan bahwa ini merupakan hal yang 58:26 tidak benar dan abah kamu enggak suka 58:28 supaya besok jangan diulangi. Bukan 58:30 tapi karena dia dingin dalam luarnya 58:32 panas 58:33 kata-katanya yang keluar apa? 58:35 Terkendali. 58:36 Betul. 58:37 Tapi kita kalau lagi marah Allah kasih 58:39 kata-kata yang keluar beracun. Itu yang 58:41 dikatakan dialog apa? Toxic. Apa 58:44 namanya? Iya. Waliah. 58:48 Baik ikhwan akhwat. Seandainya ada 58:50 sesuatu yang ingin ditanyakan karena 58:52 memang ada kasus silakan bisa WA ke 58:55 0811999720 59:01 dengan di judul diberi judul psikologi 59:04 keluarga ya agar nanti studio yang akan 59:08 menyampaikannya kepada program ini. 59:11 Kalau bisa 59:12 bagi yang bertanya tidak perlu sebutkan 59:15 nama. 59:16 Iya. Tapi sebutkan usia kasusnya biar 59:19 agak jelas dikit. Jangan sebutkan nama 59:22 biar menjadi rahasia di antara kita. 59:25 Baik, Ustaz. Sekali lagi terima kasih. 59:27 Mudah-mudahan kita bisa terus berada di 59:32 acara ini untuk membuat yang rada gelap 59:35 jadi agak bercahaya. 59:38 Agak biar bercahaya. 59:39 Oh, malah lebih bercahaya. Baiklah, 59:42 sekali lagi terima kasih semua yang 59:45 bersama-sama Radio Silaturahim. Billahi 59:47 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 59:49 warahmatullahi wabarakatuh.