Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:17 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:20 warahmatullahi wabarakatuh. 0:22 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:25 nastain waa um dunya wdin wasatu wasalam 0:29 asrofili wal mursalin waa alihi wasohi 0:33 ajmain. Ashadu alla ilahaillallah wa 0:36 ashadu anna muhammadan abduhu wa 0:38 rasuluh. Allahumma sholli wasallim 0:41 wabarik ala nabiy muhammadin waa alihi 0:44 wasohbihi ajmain. Qallahu taala fil 0:47 quranil karim. 0:48 Azubillahiminasyaitanirjim. 0:51 Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 0:53 alaikumusam kama kutiba alalladina min 0:56 qoblikum la'allakum tattaquun. 0:59 Sadaqallahulzim. Alhamdulillahi rabbil 1:01 alamin. Masih dipancarkan dari jalan 1:03 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur, 1:06 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:10 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:12 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 1:14 taala, bagaimana kabar Anda di Jumat 1:17 pagi ini? Semoga Allah selalu memberikan 1:20 kesehatan. Kepada ikhwan akhwat di mana 1:23 pun Anda berada. Senang sekali saya 1:25 Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh Ondi 1:28 Saputra dan juga Algi Fakhrali 1:31 menemani ikhwan akhwat dalam program 1:34 Hikmah Pagi Kajian Keluarga Islami edisi 1:38 Jumat 16 Ramadan 1447 1:43 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:45 tanggal 6 Maret 2026 bersama guru kita 1:50 almukaram Ustaz Agus Darmaji. 1:52 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:54 kita di studio. Kita sapa guru kita 1:56 terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:58 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:59 Waalaikumsalam warahmatullah 2:00 wabarakatuh. 2:02 Bagaimana kabarnya, Ustaz? 2:03 Alhamdulillah, K. Fauzi, semuanya sehat, 2:06 ya. 2:06 Alhamdulillah. 2:07 Selama bulan Ramadan ini kita baru 2:08 ketemu, Ustaz. 2:09 Iya. Masyaallah. 2:10 Ternyata Ustaz ada kegiatan selama 2:13 Ramadan, bulan Ramadan ini di safari 2:16 dakwah di Kalimantan, Ustaz. Bagaimana 2:18 perjalanan selama bulan Ramadan di 2:21 Kalimantan, Ustaz? 2:22 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Sholli 2:23 ala Muhammad. Ya, jadi saya berada di 2:26 Kalimantan Barat sebenarnya. 2:27 Kalimantan Barat 2:28 tidak ke luar dari Kalimantan Barat 2:31 karena Kalimantan ini masyaallah ya 2:32 sangat luas ya. 2:33 Masyaallah. 2:34 Saya berada di sekitar 7uh atau delan 2:37 kabupaten kota di Kalimantan Barat ya. 2:40 Jadi kita berusaha untuk menyampaikan 2:44 pesan-pesan dakwah kepada masyarakat di 2:47 Kalimantan Barat ya. ee agar Ramadan ini 2:52 kita manfaatkan betul untuk beribadah 2:54 dan untuk meningkatkan iman dan takwa 2:57 kita ya. Jadi saya ada 11 hariah ya 3:02 sebelum 3:04 ee pertengahan Ramadan sudah selesai 3:07 ditarik kembali ke Jakarta. Begitu, 3:10 Bang. Alhamdulillah. 3:11 Bagaimana keadaan bulan Ramadan di warga 3:13 masyarakat? 3:14 Masyaallah. Masyaallah. masyarakat 3:15 sangat antusias ya untuk ee menjalani 3:19 ibadah selama bulan Ramadan. 3:22 Tarawih-tarawih di semua masjid ya. 3:25 Iya. 3:26 Baik di kota-kota atau 3:28 kabupaten-kabupaten sampai ke kecamatan 3:30 dan desa itu penuh ya. Alhamdulillah. 3:34 Masyaallah. 3:34 Saya paling pojok itu ke Sambas. 3:39 Ke Sambas. Sambas di Sungai Tengah ya 3:42 dekat dengan perbatasan Malaysia, dekat 3:45 dengan border aruk ya. Pernah dengar 3:47 border aruk ya? Aruk itu kalau ada dua 3:51 border ya kalau mau ke arah Malaysia ke 3:53 Sarawak ya itu melalui Entikong atau 3:56 melalui Aruk ya. Jadi saya lebih dekat 3:59 kepada e border atau ee pintu perbatasan 4:03 di Aruk. 4:05 Belum pernah ke sana ya Bang Fauzi ya. 4:07 Wah, mudah-mudahan Allah kasih 4:08 kesempatan melihat 4:09 bagaimana luasnya negeri kita ya. 4:12 Masyaallah.Allah. Masyaallah. Baik ya. 4:15 Semoga berkah untuk kita semua, Ustaz. 4:19 Ee baik, Ikhwan Akhwat. Jumat kali ini 4:23 Ustaz Agus akan bahas tentang 4:27 bulan Ramadan adalah bulan keluarga. H 4:31 tentunya ini adalah bekal untuk keluarga 4:33 kita semua selama bulan Ramadan dan kita 4:36 sudah masuk di paruh kedua ya, Ustaz ya. 4:38 Iya. 4:39 Masih ada setengah perjalanan lagi untuk 4:43 bekal dalam membimbing keluarga, 4:47 suami istri beserta anak-anak dalam 4:50 mengisi di bulan Ramadan dengan 4:51 kebaikan, dengan pahala yang berlipat 4:53 ganda yang Allah sediakan untuk kita 4:55 semua. Namun sebelumnya bagi ikhwan 4:57 akhwat yang ingin berpartisipasi 5:00 bertanya dan dapat mengirimkan di nomor 5:03 WhatsApp Rasil 0811999720. 5:08 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 5:11 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 5:13 di 0218451512. 5:17 Sebelum Ustaz memberikan ilmu kepada 5:19 kita, kita berdoa kepada Allah terlebih 5:22 dahulu. Bismillahirrahmanirrahim. 5:25 Firli wali warhambayanair 5:29 allahumma in nasaluka ilman nafian 5:32 waalan mutaqbalanisrohli 5:35 sodri waassirli amri wahlul uqdatan 5:38 lisani yafqahu quli. Baik ikhwan akhwat, 5:42 mari kita simak dan dengarkan ilmu yang 5:44 akan disampaikan oleh Ustaz Agus tentang 5:46 bulan Ramadan adalah bulan keluarga. 5:49 Tafad Ustaz. 5:50 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 5:53 warahmatullahi wabarakatuh. 5:55 Waalaikumsalam. 5:56 Alhamdulillahi rabbil alamin. Alladzi 5:59 hadana lihadza wama kunna linahtadiya 6:02 laula an hadanallah. Ashadu alla 6:05 ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa 6:08 ashadu anna muhammadan abduhu wa 6:11 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 6:14 sholli wasallim wabarik ala nabina 6:16 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 6:18 waman tabiahum ila yaumilqiamah. 6:21 Masyaallahu kan w lam yasya lam yakun la 6:24 haula wala quwwata illa billahil 6:27 aliilim. Amma ba'du. Qallahu taala fil 6:30 kitabihil karim. 6:31 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 6:34 Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi 6:38 khalaqokum min nafsin wahidah. 6:43 Alladzi khalaqokum 6:45 min nafsi wahidatin wa khalaqa minha 6:49 zaujaha wa minhuma rijalan 6:53 katsir wa nisaa 6:57 wattaqulahalladzi 6:59 tasaaluna 7:01 bihi wal arham innallaha 7:05 kaana alaikum rqqiba 7:08 sadaqallahulim amma ba'du ikhwan 7:11 sekalian Kita berdoa pada Allah 7:14 senantiasa 7:15 Allah memberikan limpahan rahmat dan 7:19 ridanya. 7:21 Kita dipermudah dalam semua urusan. 7:24 Amin. 7:24 Dalam beribadah kepada Allah, kita 7:27 diberikan juga kekhusyukan dan 7:30 kesempurnaan melaksanakan semua tuntunan 7:34 Allah dan nabiinya sallallahu alaihi 7:35 wasallam. 7:35 Amin. 7:36 Dan semoga Allah menerima semua ibadah 7:38 kita selama bulan Ramadan. Amin. 7:40 Tak lupa kita memperbanyak berselawat 7:42 atas Nabi 7:43 di bulan Ramadan ini, terutama di 7:46 hari-hari jumatnya. Alhamdulillah ya, 7:49 kita sudah berada di Jumat yang ke 7:51 berapa, Bang? 7:52 Jumat ketiga tadi. 7:53 Jumat yang ketiga ini ya. Masyaallah. 7:55 Mudah-mudahan Allah memberikan ee 7:57 keberkahan buat kita semua. 7:59 Amin. 8:00 Ikhwan sekalian, kita hari ini kan 8:03 bicara sebenarnya ini paketnya untuk 8:07 paket awal Ramadan. Namun karena saya 8:09 sedang safar di awal Ramadan ya. 8:11 Iya. 8:11 Seperti ditanyakan oleh Abang Fauzi 8:14 Ridwan. Maka ini kita undang dulu. 8:17 Semoga ada pemanfaat untuk kita 8:20 menghabiskan ya sisa dari bulan Ramadan 8:23 yang tinggal tak sampai 2 pekan lagi ya. 8:27 Bagi yang memulai puasa di hari Rabu, 8:29 hari ini sudah tanggal 17, Bang. 8:31 Iya. 8:32 Yang mulai hari Kamis itu tanggal 16 ya. 8:37 Ala kulihal. 8:38 Pagi ini kita akan bicara tentang bulan 8:40 Ramadan adalah bulannya keluarga. Ya, 8:44 Ramadan itu punya banyak punya banyak ee 8:49 nama ya. Para ulama yang masyhur 8:54 mengatakan Ramadan itu punya enam nama 8:56 yang utama. Namun saya sebagai bagian 9:00 dari ee 9:03 syukur atas nikmat bulan Ramadan, saya 9:06 mengatakan Ramadan itu punya 1000 nama. 9:09 Masyaallah. 9:10 Kenapa saya 9:13 mengatakan Ramadan punya 1000 nama? 9:16 Itu sesuai dengan juga ayat dalam 9:19 Al-Qur'an ya, syahru Ramadan alladzi 9:23 unzila fihil Quran. Kemudian di surah Al 9:26 ee Al-Qadr ya, 9:28 Lailatul Qadr 9:29 lailatul qadr khairum min alfisyah. Nah, 9:33 lailatul qadar. Lailatul qadarnya itu di 9:36 dalam bulan Ramadan lebih dari lebih 9:40 baik daripada 1000 bulan. 9:42 Nah, 1000 bulan itu punya nama setiap 9:45 bulan 9:46 dari Muharram, Safar ya kan Rabiul Aal 9:50 sampailah kepada Zulhijah. Itu 12 bulan. 9:54 Artinya kita juga bisa memberikan nama 9:57 Ramadan sesuai dengan kekayaan 10:00 dimensional dari Ramadan. Ya, 10:03 kekayaannya dahsyat kayak Ramadan itu 10:05 ya. 10:07 Mungkin umur kita tidak cukup untuk 10:11 mengungkap kekayaan dimensionalnya 10:14 Ramadan ya. Jadi 10:18 ada 1000 kurang lebih ya nama Ramadan. 10:21 Salah satunya Ramadan adalah bulan 10:23 keluarga ya. Syahru Ramadan, syahrul 10:26 usrah. Ya, dalam bahasa Arab keluarga 10:29 adalah us 10:30 usrah. Ya. Nah, kita itu, Ikhwan 10:34 sekalian, bersyukur pada Allah diizinkan 10:37 untuk bertemu Ramadan tahun ini 1447 10:40 Hijriah dalam keadaan sehat walafiat. 10:43 Alhamdulillah. 10:44 Bagi yang sakit kita doakan semoga 10:46 segera Allah angkat penyakitnya. Amin. 10:49 Dan dikembalikan sehat walafiat untuk 10:51 menyempurnakan ibadah di sisa bulan 10:55 Ramadan ini. Ya, masyaallah. 10:56 Amin. 10:57 Kita juga tempo hari sudah bicara ya, 10:59 Bang Fauzi ya. Untuk memuliakan bant 11:01 Ramadan kita jangan bicara, jangan 11:03 menyebut Ramadan saja. 11:05 Iya. 11:05 Tetapi dengan syahrul Ramadan ya. 11:08 Syahrur Ramadan 11:10 atau bulan Ramadan. 11:11 Bulan Ramadan. 11:13 Nah, bulan keluarga ini apa maksudnya? 11:18 Ian sekalian, 11:21 kita sekeluarga 11:24 itu oleh Allah punya peluang disatukan 11:27 kelak sampai ke ke 11:33 jannah. Insyaallah. 11:34 Amin. 11:35 Bukan cuma ketemu di Padang Mahsyar, 11:37 insyaallah disatukan di jannah. 11:40 Maka ini harus kita ingat betul 11:43 bagaimana caranya kita bisa sampai ke 11:44 jannah, sampai ke surganya Allah bersama 11:46 keluarga kita. 11:49 Setidaknya kita temukan ada dua dalil 11:52 dalam Al-Qur'an 11:54 yang nanti saya minta akhina Abu Bilal 11:59 untuk membacakannya untuk kita bersama 12:02 sari tilawahnya ya. 12:04 Surah Arra'du ayat ke-23. Silakan, Bang. 12:07 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 12:13 Jannatu 12:15 adnin yadkhulunaha 12:18 waman shola min abaiim 12:22 wa azwajihim wa dzurriyatihimurriyatihim 12:29 wal malaikatu 12:31 yadkhuluna alaihim 12:34 min kulli bab 12:38 yaitu surga-surga aden mereka masuk ke 12:41 dalamnya nya bersama orang-orang yang 12:44 saleh dari nenek moyangnya, 12:48 pasangan-pasangan dan anak cucunya. 12:50 Sedang para malaikat masuk ke 12:53 tempat-tempat mereka dari semua pintu. 12:56 Sadaqallahulazim. 12:56 Sadaqallahim. Masyaallah. Ini jelas 12:59 bahwa kita bisa ketemu dengan nenek 13:02 moyang kita. He. 13:04 Bahkan yang belum pernah ketemu di dunia 13:06 ya. 13:06 Iya. 13:08 Kelak di surganya Allah. 13:09 Amin. 13:10 Ini keterangannya ayatnya. 13:14 Jadi bagaimana kalau ingin ketemu dengan 13:18 kakek-kakek moyang kita? 13:21 Kalau kita tahu kakek moyang kita itu 13:23 orang yang saleh, 13:26 pejuang ya, 13:27 iya 13:28 juga mungkin perintis kemerdekaan atau 13:31 bahkan perintis dakwah di Nusantara. 13:33 Masyaallah. Masyaallah akan menjadi satu 13:36 kemuliaan, kehormatan bagi kita untuk 13:38 bertemu dengan beliau-beliau nanti ya. 13:41 Bersama siapa disebutkan? Abauhum 13:45 ya kan? 13:45 Iya. 13:46 Kemudian azwajuhum. 13:49 Pasangan-pasangan. Pasangan itu siapa? 13:51 Istri atau suami kita? Ya. Kemudian 13:55 keturunan wuriya tuh ya. Wurriyatihim 13:59 ya. 13:59 Iya. 13:59 Jadi dengan keturunan kita. 14:02 Nah, ini menjadi penguat bagi kita agar 14:05 kita betul-betul 14:08 menghayati bahwa kita tidak berkeluarga 14:11 di dunia saja, tetapi kelak di akhirat. 14:15 Berikutnya untuk memperkuat silakan Bang 14:16 Fauzi di surat atur ayat ke-21. 14:23 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 14:30 Walladzina amamanu wataba'athum 14:34 dzurriyatahum 14:36 biimanin alhaqna bihim dzurriyatahum 14:41 wama alatnaahum 14:45 min amalihim 14:47 minai 14:49 kullumriim 14:52 bimaa kasaba rahin dan orang-orang yang 14:55 beriman beserta anak cucu mereka yang 14:59 mengikuti mereka dalam keimanan. Kami 15:03 pertemukan mereka dengan anak cucu 15:05 mereka di dalam surga dan kami tidak 15:08 mengurangi sedikit pun dari pahala amal 15:10 kebajikan mereka. Setiap orang terikat 15:13 dengan apa yang dikerjakannya. 15:15 Sodqallahulazim. 15:16 Sadaqallahulazim. Nah, jadi Subhanallah. 15:19 Alhamdulillah 15:21 kita juga mendapatkan keterangan 15:24 bahwa kelak di akhirat 15:27 kita akan bersama-sama 15:29 mereka yang kita cintai ya Bang Fauzi 15:32 ya. 15:33 Ee asal kita sama-sama beriman kepada 15:37 Allah. 15:38 Nah, jadi disebutkan di situ orang 15:40 beriman dan anak cucu mereka disebut 15:43 sini lebih kepada anak cucu ke bawah 15:45 berarti ya. Kalau tadi kan ke atas. 15:46 Iya. Ah, ini sekarang ke bawah. 15:49 Ke bawah. 15:50 Nah, yaitu 15:53 mereka disebutkan di situ syaratnya 15:55 dalam keimanan ya. Jadi dalam keimanan 16:01 mereka ee 16:04 akan disatukan di surga. 16:07 Ya, kalau yang tadi kan tidak disebut 16:09 keimanannya ya. 16:10 Iya. 16:11 Cuma yang tadi itu disebutkan 16:14 kesalehannya. 16:15 Kesalehan 16:15 ya. disebutkan kesalehannya. 16:19 Jannatu adnin yadkulunaha waman sholaha 16:23 min abaiin. Jadi eh kunci utamanya 16:29 adalah kesalehan di ayat yang ke-23 e 16:32 suratra 16:33 min abaihim dari ee orang tua-tua mereka 16:37 wa azwajihim dan 16:40 pasangan mereka wzurriyatihim. 16:43 Adapun di ayat yang ke-21 surat azur itu 16:47 dengan tegas disebutkan 16:50 biimani ya dengan keimanan mereka. 16:55 Masyaallah. Jadi ini janji Allah bagi 16:57 kita. 16:58 Insyaallah kita makin mantap bahwa bulan 17:02 Ramadan ini saatnya kita membangun 17:05 keluarga secara intensif. Bulan-bulan 17:07 biasa mungkin juga biasa, tetapi bulan 17:10 Ramadan kita lebih intensif. Kalau 17:12 istilahnya orang bengkel itu sedang 17:14 overhaul ya, 17:15 overhaul. 17:16 Overhaul jadi perawatan total 17:19 termasuk dalam hal kehidupan berkeluarga 17:21 ya. Karena persis 10 pertemuan sebelum 17:25 ini kita bicara tentang 10 17:28 ee prinsip ya ee pembangunan keluarga ya 17:31 dari surah al 17:32 alati 17:32 alfatihah. Baik. 17:34 Bagaimana Ramadan itu bisa menjadi ee 17:38 bulan berkeluarga? Yang pertama 17:43 ya, yaitu kita jadikan bulan Ramadan ini 17:46 sebagai madrasahnya keluarga ya, 17:50 madrasatul ula. Jadi bulan Ramadan itu 17:54 adalah madrasatul ula. Madrasahnya 17:57 keluarga 17:59 ya. 18:02 keluarga kita 18:04 transformasikan, 18:06 kita ubah keluarga itu menjadi pusat 18:10 pendidikan manusia. 18:14 Ini yang sebenarnya idealnya di 18:16 masyarakat pendidikan pertama dan yang 18:19 utama itu bukan di sekolah-sekolah, 18:21 tetapi di keluarga-keluarga. 18:24 tempat 18:26 menyemai 18:28 nilai-nilai yang luhur yang nantinya 18:32 akan menjadi landasan berkepribadian 18:36 membangun karakter 18:38 itu intinya di keluarga. 18:41 Kita lihat orang-orang besar itu 18:46 dicetak yang pertamanya adalah di dalam 18:48 keluarga dengan cetakan yang baik dalam 18:51 keluarga. orang-orang besar itu kemudian 18:55 menjalani 18:57 perjalanan hidup 19:00 yang penuh dengan dinamika 19:04 dan mereka tumbuh menjadi orang yang 19:07 memang berkepribadian 19:10 baik ya, berjiwa besar. Maka orang-orang 19:14 besar itu karena jiwanya besar dari 19:16 membangun jiwa itu di mana? Di mana? 19:17 Dari keluarga. Dari siapa? terutama dari 19:19 ayah dan bunda dan keluarga inti ya. 19:25 Semangat untuk 19:28 berkarakter yang baik, semangat untuk 19:31 berintegritas di dalam kehidupan, 19:34 semangat untuk menjauhi kemungkaran. 19:37 Ya, termasuk di Indonesia kita sedang ee 19:41 melawan budaya korupsi. 19:44 Jangan sampai korupsi itu membudaya 19:45 bahkan ee berurat berakar. mendarah 19:49 daging dalam tubuh masyarakat kita. 19:52 Melalui apa kita potong 19:55 apa ee saraf atau 19:59 akar-akar korupsi di masyarakat kita 20:02 melalui keluarga. 20:04 Ya, sekali lagi kita memotong, kita 20:06 membasmi akar-akar budaya korupsi di 20:09 Indonesia itu melalui apa? 20:11 Keluarga. Ayo, keluarga-keluarga yang 20:15 sadar anti korupsi itu insyaallah akan 20:18 menghadirkan anak-anak dan generasi yang 20:22 anti korupsi. Ya, Bang ya. 20:24 Amin. Insyaallah. 20:25 Dan itu dicontohkan oleh Baginda Nabi 20:26 sallallahu alaihi wasallam 20:27 sallallahu alaihi wasallam. 20:28 Di zaman jahiliah sebelum beliau lahir 20:32 ya atau sebelum semasa beliau diutus 20:36 itu masyarakatnya memang korupted. 20:39 Sangat korupted. Korupsi korupsinya. 20:42 sudah ee membudaya di sana 20:47 dari tingkat atas sampai tingkat bawah, 20:50 dari para penguasa sampai para pengusaha 20:53 ya, dari orang pedagang besar sampai 20:56 pedagang kecil itu korupsi semua. 21:00 Praktik-praktik ribawi, praktik-praktik 21:03 penipuan, praktik-praktik 21:06 merugikan pelanggan ataupun penjual itu 21:09 ada semua. Maka oleh Nabi sallallahu 21:12 alaihi wasallam semua budaya itu 21:14 dihilangkan 21:15 akarnya dicabut 21:18 ya akarnya dicerabut dari mana? Dari 21:21 keluarga ya. Maka keluarga ini merupakan 21:24 madrasatul ula. Ini yang prinsip yang 21:26 pertama dalam hal ee bulan Ramadan 21:29 adalah bulan berkeluarga. Ya. Jadi kita 21:35 ee menyadari agar keluarga itu memang 21:39 kita transformasi menjadi 21:43 sekolah ya, madrasatul ula. Kalau 21:45 sekolah berarti katanya ada kepala 21:47 sekolah dong. Kepala sekolah. 21:48 Siapa kepala sekolahnya? 21:49 Ayah. 21:50 Ayah. Sang ayah. Kepala keluarga. Dan 21:52 harus ada kesadaran 21:56 bahwa 21:58 di keluarga itu harus punya value. 22:02 Value, 22:02 punya nilai. 22:07 Nilai kita apa ya? Ada yang namanya 22:11 nilai di keluarga kami itu adalah ee 22:15 jarum, 22:18 bukan jarum super. Jarang di rumah suka 22:20 pergi bukan ya? Nah, jarum apa yang 22:23 gampang denganat J. J-nya adalah jujur, 22:26 Bang. 22:27 Oh, jarum jujur. 22:28 Nah, 22:30 ya. 22:31 A-nya adil. 22:33 Jadi, di rumah semua orang harus harus 22:37 jujur. Yang kedua harus adil. Kalau dia 22:41 adil itu sifat kepemimpinan itu adil. 22:45 siapapun yang memimpin 22:48 atau sedang diberi amanah, 22:52 ibu diberi amanah untuk berbelanja atau 22:54 anak sedang diberi amanah untuk belanja 22:56 ya. 22:56 Ya, 22:57 itu jujur dan adil. Satu paket 23:01 adilnya apa? 23:03 Adilnya itu menempatkan semua hal sesuai 23:07 dengan tempatnya. 23:09 Ya, kalau dia diberi uang oleh ibunda ya 23:14 dia harus adil. 23:16 uangnya untuk transport ke pasar 23:19 misalnya PP Rp20.000 sekali jalan 23:22 Rp10.000 untuk jajan dia mungkin minum 23:25 atau makan ee jajanan Rp20.000 sama 23:28 bundanya ya dikasih R0.000 tuh kamu ke 23:31 pasar kasih Bunda nih ya 23:33 selebihnya dipegangin oleh bundanya 23:35 Rp200.000 untuk apa? Belanja, belanja 23:36 sayur, belanja ikan ya segala macam nih 23:39 ya. Dia harus adil. Mana hak dia? Mana 23:42 hak keluarga. Jangan dari uang 200 yang 23:46 dititipkan bundanya itu dia gunakan juga 23:49 untuk aduh saya masih lapar nih ya. Ah 23:53 sama Bunda dikasih cuma Rp40.000 yang 23:57 Rp20.000 untuk jajan yang R.000 untuk 23:58 untuk transport. 24:00 Tapi gunakan juga R.000 nih pengin coba 24:02 nih ada jajanan baru. Tidak seperti itu. 24:04 Dia harus adil. 24:06 Jujur, adil. C bang R-nya apa? Rajin. 24:10 Nah, 24:10 rajin. 24:12 Semua harus rajin di rumah 24:15 ya. 24:17 Nah, untuk jadi rajin gimana? Ayahnya 24:19 kelihatan rajin. Jangan ayahnya 24:22 pagi-pagi bangun tidur salat subuh 24:24 sebentar tidur lagi. 24:27 Itu ee 24:31 mazhabnya mazhab Mbah Surip itu ya. Mbah 24:33 siapa dulu? 24:34 Mbah Surip. Mbah Surif ya. Heeh. 24:36 Bangun tidur, 24:37 bangun lagi, tidur lagi. Nah, itu lagi 24:42 mazhabnya. Jangan Mbah Surib, ayahnya 24:45 harus memperlihatkan bahwa ayah seorang 24:47 yang rajin. 24:48 Alhamdulillah saya termasuk orang yang 24:51 disebut oleh dosen saya ini mahasiswa 24:54 yang rajin. Nah, 24:55 alhamdulillah. Masyaallah. 24:56 Waktu jadi mahasiswa ya kan. Nah, 24:59 jadi saya kelihatan rajin datang paling 25:01 awal. kemudian juga 25:04 aktif 25:05 ee dengan aktif di kampus ya. 25:08 Setelah bekerja 25:10 oleh senior-senior saya, oleh anak buah 25:13 saya, saya disebut 25:15 apa namanya ee karyawan yang rajin, bos 25:19 yang rajin ya. 25:21 Dan ketika saya sudah tidak lagi jadi 25:23 murid tapi bekerja jadi dosen, saya pun 25:26 termasuk dosen yang rajin. Saya pernah 25:28 mendapatkan anugerah dosen teladan ya 25:32 waktu mengajar di Universitas Negeri 25:34 Jakarta. Wah, UNJ orangangun. 25:36 Saya dulu dosen di sana. 25:38 Masyaallah. 25:39 Jadi rajin ini harus dicontohkan orang 25:40 tuanya. Rajin ayahnya, rajin ibunya, 25:43 anak-anaknya rajin. Lah wong orang 25:46 tuanya sudah berusaha menjadi teladan 25:48 kerajinan ya. rajin dua-duanya. Anaknya 25:50 aja ada yang enggak rajin, ada enggak? 25:52 Ada itu. Apalagi kalau dua-dua suami 25:55 istri enggak rajin, malas kelesat 25:57 keleset. Kalau orang Jawa bilang, "Ya, 25:59 pasti anak-anaknya enggak rajin." 26:00 H 26:01 ya itu jarum R. U-nya ulet. 26:06 Ulet. 26:06 Ulet itu apa? 26:09 Tekun. Ya, ulet itu tekun dan ada 26:13 semangat untuk mengatasi kesulitan. 26:16 Ulat. Kalau kamu dapat kesulitan, jangan 26:19 berhenti, jangan menyerah. Ulet ya. Ah, 26:24 ulet itu, Bang. 26:26 Beda dengan rajin, Ustaz, ya. 26:28 Beda. Kalau rajin kan dari sisi waktu. 26:33 Iya. 26:33 Ya. Dan dari sisi ee produktivitas. 26:37 Kalau ulet ini konsistensi, istikamah. 26:41 Dalam bahasa Arab istikamah ya. nya juga 26:45 ee 26:49 ee resiliensi 26:52 ketahanan diri ulet itu. Wah, ini 26:54 orangnya ulet nih. Enggak pantang 26:57 menyerah ya. 26:59 Jaru M + M. M-nya apa, Bang? Menuntut 27:01 ilmu. Nah, itu di kita kalau perlu itu 27:04 dibingkai ya. Saya mau buat bingkai 27:06 jarum. Apa namanya? Nilai keluarga kami 27:10 jarum, ya kan? Nah. 27:13 Boleh itu dibengkah. 27:16 Baik. Jadi untuk menjadi madrasah 27:21 keluarga itu punya nilai 27:23 ya. Visi saat itu kan 27:25 visi ke depan ya, visi pendidikan, visi 27:28 tarbiahnya ya. 27:30 Nah, itu 27:32 mendasarkan pada nilai-nilai yang luhur 27:34 ya. Semuanya berdasarkan tuntunan 27:37 Al-Qur'an. 27:39 Yang kedua, jadi Ramadan itu sebagai 27:41 madrasahnya keluarga. Yang kedua, 27:45 bulan Ramadan ini bulan kita menguatkan 27:48 ikatan keluarga. Nah, ini family bound 27:53 dalam bahasa Arab ya. Nah, 27:56 akidatul usrah. 28:00 Ikatannya 28:02 berkeluarga ikatannya di mana? Nah, ini 28:08 kalau kita menggunakan rujukan tadi 28:12 surah Ar-Ra'ad ayat 23 28:16 dan Azur ayat 21, 28:18 ikatan keluarga bahkan tidak terputus 28:21 sampai akhirat itu dua kesalehan dan 28:24 keimanan. Nah, 28:28 dua-duanya sama sebenarnya. DNA-nya sama 28:31 menjadi bagian dari DNA yang sama. DNA 28:34 spiritual. 28:38 Di mana letak kesalehan? 28:41 Di mana letak keimanan? 28:43 Mana yang lebih dulu datang? Iman atau 28:45 saleh? Ya, Bang Fauzi mana lebih dulu? 28:48 Iman atau saleh? 28:49 Iman. Ustaz. 28:49 Iman dulu. Iman ini fondasi kesalehan. 28:55 Nah, kesalehan ini 28:57 merupakan 28:59 wujud manifestasi 29:04 daripada 29:06 keimanan 29:09 anak yang saleh 29:11 itu sampai mati. Sampai mati anak yang 29:14 saleh. Di mana kita 29:17 kita mendapatkan keterangan ini? Di 29:19 rangkaian surah 29:22 Al-Isra, Bang. Ah. Nah, ayo Bang kita 29:25 buka 29:28 Al-Isra ayat berapa? 29:29 A e Alisra 29:33 kita lihat saja ya dari ayat yang ke-23. 29:37 Iya 29:39 sampai ayat yang ke 25. Di sana 29:44 disebutkan begini. 29:47 Dan telah diwajibkan oleh Tuhan kamu 29:52 untuk semata-mata 29:54 beribadah kepadanya. Wala waqbuka alla 29:58 tabudu illa iyahu wabil walidain ihsana. 30:03 Selain beribadah semata-mata kepada 30:05 Allah tiada 30:08 mensyerikatkan atau berlaku musyrik atas 30:11 Allah. Ya. Wabil walidaini ihsanah. Dan 30:15 terhadap kedua orang tuamu kamu berlaku 30:17 baik. 30:18 Berbakti. 30:19 Berbakti. 30:20 Nah, jadi kalau berlaku baik itu kan 30:22 cuma ee 30:25 cuma rata-rata ya. ini ihsana 30:28 berbakti pada tu orang tua. 30:33 Kemudian 30:35 imma yablugannaal 30:37 kibar ahaduhuma kilahuma fala taqul 30:41 lahuma 30:43 uffin. 30:45 Kalau kamu kedapatan keduanya sudah usia 30:49 lanjut jompo renta, 30:53 berarti kan kita sudah dewasa itu, Bang. 30:55 Iya. Bukan anak-anak lagi. Kita ini 30:58 sudah dewasa mengurus orang sudah 30:59 lansipo 31:01 ya. Fala takluma. 31:04 Janganlah kamu berkata kepada mereka uf. 31:09 Ah uh 31:12 ya 31:13 ih 31:13 atau ih. Pokoknya satu hardikan yang 31:17 sedikit saja 31:18 itu bisa melukai mereka. Apalagi yang 31:19 banyak. 31:21 Wala tanharhuma. Jangan kamu menghardik 31:23 mereka. 31:28 berbicara kepada mereka dengan cara yang 31:30 sangat mulia yang memuliakan mereka ya 31:33 wahmati 31:37 dan kamu punya sayap tuh sayap iya sayap 31:41 itu menurut para ulama kita punya dua 31:44 sayap nih sayap kita ini, Bang apa ini 31:47 sayap kita 31:48 pundak tangan 31:49 pundak bahu kita enggak boleh 31:51 mentang-mentang sama orang tua kalau 31:52 orang tua Kita kita sebenarnya enggak 31:55 boleh nih Bang Fauzi. 31:56 Iya. 31:57 Berkomunikasi di atas orang tua kita. 32:01 Misal Bang Fozi lihat ibu sedang duduk 32:03 ya. 32:03 Iya. 32:04 Foji mau bicara dengan ibu. Foji enggak 32:07 boleh duduk ya. Enggak boleh berdiri 32:08 sebenarnya. Duduklah 32:11 sehingga ibu dengan Fauzi matanya se 32:14 sama 32:15 setara. Matanya setara. 32:18 Jangan karena bicara itu anaknya di 32:22 atas, ibunya harus menengok ke atas. Ada 32:24 apa? Nak itu 32:27 duduklah turun. Ini disuruh Quran 32:29 wahfitlahuma 32:31 jana 32:32 janahadulli minarahmah. I kan 32:34 masyaallah. I 32:36 ya, Bang ya. Paham ya? Nah, itu akhlak. 32:38 Masyaallah 32:41 ya. Ee akhlak itu 32:46 karena apa? karena rahmat sifat 32:49 rahmatmu. 32:52 Kemudian waabirhamhuma kambayanih. Dan 32:57 hendaknya kamu berdoa kepada Allah agar 33:00 apa? Mereka diberikan 33:03 rahmat kasih sayang Allah sebagaimana 33:05 mereka menyayangi kamu ketika kecil. 33:08 Jadi betapa sayangnya mereka ketika kita 33:11 kecil ya. Ya. Waduh pokoknya mereka 33:14 sakit pun kita didulukan. Nah, kemudian 33:17 di sini yang saya bilang, kenapa kita 33:20 anak saleh itu sampai dewasa sampai 33:22 bahkan sampai mati ya? Ya. Rbukumamu 33:25 bima fi nufusikum. 33:28 Tuhan kalian 33:31 lebih tahu apa yang ada di jiwa-jiwa 33:33 kamu ya, Bang Pozi ya. 33:35 Iya. 33:36 In takunu shihina. 33:40 Ayo. Apa itu, Bang? Artinya, Bang. 33:41 Apabila jika engkau orang-orang yang 33:43 saleh. 33:44 Nah, kalau kamu menjadi orang yang 33:46 saleh, 33:48 ya kita disuruh tetap saleh dari anak 33:51 sampai dewasa sampai tua kepada siapa? 33:53 Orang tua kita. 33:56 Fa innahuana lil awwabina gofur. 34:01 Sesungguhnya Tuhan kamu itu terhadap 34:05 kamu 34:07 orang-orang yang bertakwa karena 34:09 dorongan kesalehannya itu Allah itu 34:12 awwabin. Apa itu? Gfuro. 34:16 Sangat mengampuni. Ah. Jadi itu 34:20 perbedaan antara saleh dan iman ya. 34:22 saleh itu adalah sifat yang menyayangi 34:27 orang tua. Kalau iman hubungan 34:32 seseorang sejarah pribadi kepada 34:34 Tuhannya. 34:36 Saleh itu lebih kepada amaliahnya ya, 34:40 kepada sesama manusia sebagai wujud atau 34:44 manifestasi dari keimanannya. Ya begitu, 34:47 Bang. Ya. 34:48 Jadi ikatan keluarga kembali kepada 34:49 ikatan keluarga 34:51 itu kita perbaharui dan kita setel ulang 34:54 supaya apa? Supaya 34:57 lebih rekat, supaya lebih kuat selama 35:00 bulan Ramadan. Ya. Jadi begini, Ikhwan 35:04 sekalian. Mengapa ikatan keluarga itu 35:06 sangat penting? Family bound. 35:09 Ikatan batin sangat penting. 35:12 Bahkan sangat dekatnya ee hati kebatinan 35:17 seseorang 35:19 ibu kepada anak-anaknya itu terasa kalau 35:22 anak sedang tidak tidak baik-baik saja. 35:27 Kok hatiku kok enggak enak ya? 35:31 Coba Bapak telepon dia. Dia ada di mana? 35:35 Betul. Ketika ditelepon, 35:38 "Nak, kamu lagi di mana?" "Iya ya, 35:42 aku lagi kena musibah nih, ya." 35:44 Oh, kamu kok enggak telepon ke rumah? 35:46 Maaf ya, aku lagi berurusan sama polisi 35:48 nih ya. Aku nabrak tukang bakso ya, 35:53 tukang baksonya terkapar juga. Aduh, nak 35:56 ya Allah inn lillahi wa inni rojiun. Ya, 35:58 kemudian doa orang tuanya. Ya sudah, 35:59 kalau gitu kamu selesaikan situ ya. 36:01 Baik-baik. Jangan lupa doa ya, Nak, ya. 36:03 Iya. 36:04 itu dekatnya hati seorang ibu kepada 36:07 anak itu terasa kalau anaknya sedang 36:10 kesulitan. 36:14 Waktu ibunya juga aduh rasanya kok 36:16 enggak enak ya. 36:19 Dia coba telepon ya anakmu. Ditelepon 36:23 kamu gimana nak ya? Aku enggak bisa 36:25 berangkat kuliah nih ya. Kenapa kamu 36:28 lagi sakit ya? Oh sakit ya? Sudah berapa 36:32 hari sejak semalam ya aku menggigil ya. 36:35 Kamu enggak usah kuliah dulu ya. Yang 36:37 penting kamu sehat dulu. 36:40 Ayah sama Bunda perlu datang enggak ke 36:42 kos kamu? Enggak usah ya. Aku berusaha 36:44 sehat dulu. Nanti kalau 3 hari aku 36:46 enggak enggak bangkit baru aku telepon 36:48 lagi ya. Ya. Tapi begitu ditutup 36:51 teleponnya keduanya pasti enggak enggak 36:53 tenang ya. 36:55 Pasti datang itu ya. Anaknya tidak tidak 36:58 bisa kuliah kan ya karena sedang sakit. 37:02 Itulah bagaimana 37:06 apa dampak kekuatan ikatan batin antara 37:10 orang tua dan anak itu dahsyat. 37:14 Ini kita temukan 37:16 jejak-jejak kisah teladan itu 37:20 pada apa? 37:22 pada hubungan antara ayah dan anak pada 37:27 level nabi minimalnya kita temukan pada 37:31 nabi Yaakub dan Nabi 37:32 Yusuf. 37:33 Yusuf. Masyaallah. 37:36 Yakub tuh enggak tenang hatinya 37:39 ketika Yusuf bersama saudara-saudaranya. 37:42 Betul enggak, B? 37:43 Betul. Betul. 37:44 Wuh. Itu ikhwan-ikhwan sekalian 37:47 buat akhwat ya. 37:49 Bagaimana kuatnya family bound? Apa e 37:52 personal bound? 37:55 Kekuatan ikatan kasih sayang antara ayah 37:58 dan anak itu sampai tahu Yusuf sedang 38:00 tidak baik-baik saja. 38:03 Ya. Nah, ini bisa kita kuatkan selama 38:05 Ramadan. keluarga 38:08 keluarga kita bimbing 38:11 untuk menjadi 38:13 lebih menguatkan ini 38:16 menguatkan ikatan batin ini selama dalam 38:19 bulan Ramadan yang mulia. Ya, gimana 38:23 caranya? Nah, 38:26 apalagi mumpung anak-anak masih 38:28 kecil-kecil nih, Bang. Seperti Bang Fazi 38:30 sedang membangun kehidupan keluarga nih, 38:31 ya. 38:32 Anaknya masih kecil-kecil ada tiga orang 38:34 ya. 38:34 Iya. 38:35 Nah. 38:36 yang lahir baru berapa bulan nih? 38:39 1 tahun. 38:39 1 tahun yang paling kecil. Kakaknya 38:41 namanya Bilal ya. Makanya disebut di Abu 38:43 Bilal ya. Kakaknya lagi perempuan ya. 38:47 Itu ikhwan sekalian 38:49 anak-anak masih kecil-kecil 38:52 hadirkanlah semangat berkeluarga. 38:56 Family verse ya 38:59 alusratul 39:01 ula ya. bahwa keluarga itu adalah 39:07 yang utama. Pertama dan utama 39:11 kita tuh saling menolong. Pertamanya 39:13 adalah keluarga. Waatial qurba di 39:15 rangkaian surah ee 39:19 Al-Isra tadi ditemukan ini perintah kita 39:22 mendahulukan keluarga 39:25 sebelum yang lainnya. Nah, ini mau saya 39:26 bacakan enggak? Coba bacakan ayat ke-26. 39:29 Silakan, Bang. 39:29 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 39:33 Wa aidal qurba haqqohu wal miskina 39:37 wabnasili 39:39 wala tubadzir tabdir. 39:42 Dan berikanlah haknya kepada keluarga 39:45 terdekat juga kepada orang-orang miskin 39:48 dan orang-orang yang ada dalam 39:49 perjalanan. Dan janganlah kamu 39:51 menghambur-hamburkan hartamu secara 39:54 boros. 39:55 Masyaallah. 39:57 Ini dalilnya para ikhwan. Bagaimana kita 39:59 tuh diwajibkan oleh Allah 40:03 mendahulukan 40:05 sanak kerabat kita, bukan yang lain 40:06 lain. 40:09 Nih kita punya duit nih, mau kita 40:11 zakatkan, mau kita sedqahkan, 40:14 lihat dulu keluarga kita 40:17 ya. Kalau zakat mungkin itu haknya amil 40:19 ya, amil zakat ya. Tapi sodqah itu kan 40:22 tidak terbatas. 40:24 Zakat katakanlah 2,5% lah, Bang. Ya. 40:26 Iya. Misalnya ada orang dia punya gaji 40:29 sebulan itu R juta itu sudah kena zakat. 40:32 Kalau gaji profesi ya, zakat profesi 40:35 keluarkanlah 2,5% 40:38 atau senil Rp250.000. 40:41 Lepas dari itu dia boleh bersedekah 40:44 tanpa limit. Dia boleh sedekah R5 juta, 40:47 R juta atau sekian silakan. Tapi 40:49 dahulukan sahabat dekat, anak sahabat 40:52 dekat 40:56 disuruh oleh Quran itu. Baru setelah itu 40:59 orang miskin 41:00 wal miskin, orang-orang miskin wabnas 41:03 sabil dan orang-orang ibnu sabil yang 41:05 beraktivitas 41:08 dalam ee melayani umat di jalan Allah 41:11 ya. Ibnu Sabil. 41:13 Nah, ikwan sekalian, ini kita sudah 41:16 jelas, sudah jelas betul kita itu 41:18 disuruh menguatkan ikatan keluarga C 41:21 dengan saling berbagi, saling ee menjaga 41:24 haknya, ya. 41:26 Nah, dengan begitu nanti sampai dewasa, 41:30 dewasa, dewasa anak-anak saling 41:32 mengasihi, menyayangi dan saling 41:34 berbagi. Bukan saling iri dengki, bukan 41:38 saling membaca, 41:40 dan bahkan tega-teganya saling 41:44 berebut 41:46 harta. banyak kejadian 41:51 warisan keluarga itu jadi jarahan 41:55 saudara-saudara 41:57 ya sehingga terjadi permusuhan karena 42:00 bagi waris. Betul enggak, Bang? 42:02 Ada itu kejadian. 42:03 Nah, kita kalau dari kecil sudah di 42:06 diasah 42:08 dengan tadi iman dan kesalehan. W 42:11 masyaallah. 42:14 Enggak peduli kok berapapun jatah kita 42:16 itu. Misalnya ada uang 10 miliar 42:20 misalnya ya dibagi 10 anak. 42:24 Katakanlah semuanya laki-laki semua ya. 42:27 Kalau perempuan kan beda hitungannya ya. 42:30 Satu orang dapat R miliar. 42:32 Tapi ada ada dari saudara itu yang 10 42:34 itu lebih kuat, ekonomi lebih mapan dan 42:38 dia lihat adiknya atau kakaknya tidak 42:41 beruntung, dia bilang, "Aku ambil 42:43 setengah aja, 42:46 setengahnya bagi dua ya buat adik sama 42:49 kakak. Ada enggak gitu?" Itu ada seperti 42:52 itu. 42:52 Masyaallah, 42:54 itu ahli surga. 42:57 Amin. 42:58 Ahli surga seperti itu. 42:59 Masyaallah. 43:00 Dan dia tidak permasalahkan misalnya 43:03 kakak adiknya punya hutang ke dia, 43:05 udahlah. 43:07 Bahkan dia datang ke kakaknya, "Bang, 43:10 abang tahun lalu bilang ke aku, nih 43:13 bulan Ramadan ini mau bayar hutang ke 43:17 aku R5 juta yang abang pakai untuk 43:21 keperluan anak abang sekolah, ya?" "Iya 43:24 iya, Dek. Tapi abang belum punya uang." 43:27 Gimana, Dek? Udah, Bang. Mau datang ke 43:29 sini bukan buat nagi hutang. Abang tuh 43:31 abangku dan aku disuruh Quran nih, Bang. 43:33 Masyaallah. 43:34 Disuruh Quran. Disuruh Tuhan kita, Bang. 43:36 Untuk apa? Memberikan hak kerabat 43:40 dekatnya. Maka itu, "Bang, udah Abang 43:41 enggak usah risau. 43:43 Doain aja aku dapat Allah. Kasih rezeki 43:46 lagi." 43:47 Jadi, gimana, Dek? Hutang abang udah 43:50 hutang abang sudah aku hapuskan sekarang 43:52 ini. Itu abangnya nangis. 43:54 Masyaallah. Ya, karena abangnya cuma 43:56 guru. Saya punya sahabat itu dia 43:58 pengusaha, abangnya guru. Anaknya lebih 44:00 banyak dari dia. Cum dia cuma anaknya 44:02 cuma tiga, abangnya anaknya delapan 44:04 gitu. Masyaallah. Guru anaknya delapan. 44:06 [tertawa] 44:08 Ini kapan saya dia pengusaha meng 44:10 sukseslah 44:12 di abangnya tuh. Ya Allah. Ya, namanya 44:16 ini titipan 44:18 keluarga besar itu sebenarnya bukan yang 44:21 bersangkutan saja, bukan si abangnya 44:23 yang guru dan punya anak delan tetapi 44:25 juga kawan saya yang pengusaha itu 44:26 anaknya tiga. Itu juga ketitipan ya. 44:29 Oke. Jadi intinya ikhwan sekalian 44:31 keluarga itu selama bulan Ramadan 44:34 menguatkan ikatan saling berbagi. Gimana 44:37 aplikasinya? Bagaimana penerapannya? 44:39 Pertama hadirkan sadar 44:42 berkeluarga. 44:43 Bukan karena nasab ya kita itu 44:47 berkeluarga bukan karena nasab. Karena 44:49 saya mungkin punya punya ee gelar Raden 44:53 Raden Mas ya. Ya, Raden Mas atau Raden 44:57 bukan karena itu, tapi karena yang lebih 45:00 kuat iman dan takwa. Ikatan-ikatan 45:03 jahiliah seperti kebanggaan-kebanggaan 45:06 nasab dan lain-lain itu kita tinggalkan. 45:08 Kita lebih kepada fokus kepada apa? 45:10 Ikatan yang Allah dan rasulnya hadirkan. 45:12 ikatan iman, takwa dan ukhuwah. 45:16 Ya, itu yang pertama. Yang kedua, 45:18 melatih kepekaan bersaudara. 45:22 Peduli atau kepekaan di peka. 45:27 Tahu sadar kondisi keluarga kita yang 45:30 sedang berkesusahan. Mungkin saudara 45:31 kita, kakak, adik kita ada yang susah. 45:33 Sampaikan ya kewajiban kita. Kita 45:37 sampaikan. Ini tadi ayat yang ke berapa? 45:39 Surat Al Bang 45:40 20. 45:41 26. 45:42 sur 26 tuh ya. Kemudian yang ketiga bisa 45:46 berlatih berbagi ee bersama anggota 45:49 keluarga yang lain sebagai habit ya. 45:51 Dalam hal apa? Anak-anak itu ditibatkan 45:54 untuk saling berbagi. 45:57 Ya, berbagi dalam hal apa? Mungkin 46:00 pekerjaan rumah tangga, kemudian 46:03 dalam hal sahur dan berbuka. berbagi ya. 46:08 Kakak sedang menyiapkan tempat ya. 46:14 Kemudian 46:15 adik yang membersihkan 46:19 ee piring-piring. 46:22 Adiknya lagi ikut menemani Bunda untuk 46:26 menyajikan makanan. Jadi semua semuanya 46:29 itu 46:30 ikut hadir. 46:31 Sibuk 46:32 iya 46:32 melayani keluarganya. Nah, ini sibuk 46:35 mana lain keluarganya? Bukan abai, bukan 46:38 tenggelam dengan keasyikan dirinya. Ini 46:41 banyak yang begitu nih. Akhirnya apa? 46:43 Bisa sakit jiwa. 46:46 Jadi kalau ada anak yang tenggelam 46:49 dengan dunianya sendiri 46:52 itu bisa kena serangan penyakit juga. 46:54 Apa intinya? Salah satu egoistis. 46:59 Egoistis itu mementingkan 47:01 diri sendiri. 47:02 Diri sendiri. Nah, itu sakit jiwa itu. 47:05 Akhirnya nanti jadi golongan bakhilun. 47:07 Apa itu bakhilun, Pak? 47:08 Pelit. Kikir 47:09 orang-orang yang kikir. Ya. Baik. Saya 47:11 kira itu sekalian. 47:13 Masyaallah 47:14 bahwa sekeluarga ini di bulan Ramadan 47:17 ini mesti spesial ya. Eeah mari kita 47:20 nikmati sisa bulan Ramadan yang tinggal 47:22 13 hari ini. 47:23 Iya. 47:24 Ya, betul-betul kita nikmati, kita isi 47:27 dengan amal yang terbaik. 47:30 ee puluhan kedua sudah tinggal 3 hari 47:33 lagi. Nanti puluhan ketiga itu kita 47:36 gaspol. Ya, kalau perlu Bapak-bapak atau 47:40 Ibu-ibu yang masih bekerja minta cuti 47:43 yang terbaik tuh 10 hari terakhir 47:46 Ramadan cuti. Mau cuti kemudian kita 47:49 iktikafnya di Makkah, Madinah atau di 47:51 masjid yang lain silakan. Tapi kalau 47:53 enggak ada masjid, enggak ada ongkos 47:55 atau persiapan belanja pepergian jauh, 47:59 cukup masjid terdekat dari rumah yang 48:01 menyelenggarakan ibadah iktikaf. Ya, 48:06 biasanya kalau di masjid kami baik e 48:08 ibadah iktikaf itu ada iuran iktikaf. 48:12 Misal ya, misal kita sebulan itu kalau 48:16 mampu Rp500.000 eh 30 hari 10 hari, 48:19 Bang, ya. 48:19 Oke. 48:19 R500.000 sudah dapat tiga kali makan 48:21 nih. Ee pertama takjil ya kan? Heeh. 48:24 Takjil kalau kita hitung sampai 10.000 48:26 sendiri mang ya. 48:27 Iya. 48:28 Ada minuman dua dua jenis minuman lagi 48:30 sama takjilannya Rp10.000 ya kan? Nah 48:34 makan malam sama sahur 20 R.000. Jadi se 48:38 selama 10 hari di masjid iktikaf jangan 48:41 hitung-hitungan kita kayak bayar kos 48:42 saja. Enggak. 48:45 Diminta sumbangan infak iktikaf oleh 48:48 masjid 500.000 R000. Jangan kita 48:51 hitung-hitungan. 48:53 Ya udah 500.000 ikhlas kalau perlu 48:57 ditambah karena banyak jemaah yang tidak 49:01 tidak mampu bayar. Ya, ini kan namanya 49:03 infak ya kan. 49:06 Ada enggak Pak R.000? Enggak ada Pak ya 49:08 sudah ada berapa Pak R.000 silakan. 49:10 Biasanya takmir atau DKIM masjid 49:13 mencarikan ya Bang ya untuk iktikaf. 49:16 Jadi itulah ikwan sekalian nanti kalau 49:19 10 hari terakhir usahakan kita bisa 49:23 iktikaf maksimal ya semampu kita ya. 49:26 Ustaz saya biasanya iktikafnya cuma 6 49:28 hari Ustaz. Loh kok cuma 6 hari? Kan 10 49:30 hari ee yang 4 hari perjalanan mudik ke 49:34 mana, Ustaz? Boleh enggak? Ya boleh aja. 49:36 [tertawa] 49:37 Iktikafnya di mana? Iktikafnya di 49:39 perjalanan mudik ya. Iya iktikafnya 49:41 kalau perjalanan mudik bukan iktikaf itu 49:43 safar ya. Jadi orangnya musafir bukan 49:45 muktakifin. Muktaqifun itu tidak keluar 49:47 dari 49:48 masjid. 49:48 Dari masjid. Demikian. Wallahuam 49:51 bissawab. 49:52 Masyaallah. Jazakumullah khairan kasiran 49:54 Ustaz. Alhamdulillah sudah ada Bunda 49:57 Fajar yang mendengarkan. Bapak Sodqin 49:59 menyimak. Bapak Setiawan, Ibu Hani 50:01 Hufaidah menyimak. Kemudian pertanyaan 50:05 kita bacakan dari Ibu Karisa, Ustaz. Ada 50:08 dua pertanyaan Ustaz. 50:09 Ibu Karisa. 50:09 Iya. Oh iya. Baik. 50:12 Asalamualaikum warahmatullahi 50:13 wabarakatuh, Ustaz. 50:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:14 wabarakatuh. 50:16 Ustaz, izin bertanya. Pertama ee jika 50:20 kita memasuki bulan Ramadan dalam 50:22 keadaan 50:24 berada di titik yang paling lemah, 50:27 bagaimana untuk membangun 50:30 bulan Ramadan 50:32 ee dengan keluarga atau dengan hidup 50:35 yang baik, Ustaz? 50:38 Yang kedua, bagaimana? 50:40 Sebentar. Titik terlemahnya ada 50:41 keterangan dia sedang lemah dalam hal 50:42 apa nih? Ekonomiah 50:45 dalam hal 50:46 bahwa pertolongan Allah sangat dekat 50:48 ketika hamba berada di titik yang lemah. 50:51 Oh, titik yang terlemah. Iya. Oke. 50:53 Kemudian yang kedua, bagaimana menata 50:56 batin yang mengedepankan keseimbangan 51:00 antara dua kutub yang seringki 51:02 bertentangan, yaitu kekuatan dan 51:04 kelembutan, usaha dan penyerahan, 51:08 ambisi, dan kerendahan hati. Ustaz, 51:12 jazakumullah khairan kir. 51:13 Amin. Rabbalamin. Ini Ibu Karisa ya. 51:15 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 51:17 shalli ala Muhammad ba'du. 51:20 Pertama, masyaallah. 51:22 ee Ramadan ini bulan lebih baik dari 51:27 1000 bulan ya. Malamnya itu ada malam 51:30 laatul qadar. Masyaallah. 51:32 Kalau kita berada pada titik yang paling 51:34 lemah ya memang pertolongan Allah itu 51:37 datang ketika kita sedang tidak ada 51:41 kemampuan untuk meminta pertolongan dari 51:44 yang lainnya. Kita pasrahkan kepada 51:47 Allah. 51:49 Ya, dengan itu kita dekat kepada Allah 51:52 dan Allah akan memberikan maunahnya 51:56 atau pertolongannya. Nah, gimana 51:58 caranya? Hendaknya kita yakin sepanjang 52:01 hari, sepanjang waktu. Meskipun kita 52:03 dalam top, ya, kita sedang top dan kita 52:07 tidak lagi berlindung kepada yang lain. 52:09 Kita tidak bergantung pada kita jangan 52:11 mentang-mentang duitnya banyak, ya kan? 52:14 Ee 52:16 hartanya melimpah. 52:18 itu duit banyak, harta melimpah, anak 52:20 yang banyak, sekejap bisa diambil Allah 52:23 semua. 52:25 Enggak usah bicara anaknya meninggal 52:27 gak. Anaknya satu-satu meninggalkan dia 52:30 tidak peduli. Ada enggak ada. Anaknya 52:32 menjadi musuh, memusuhi orang tuanya, 52:34 ada enggak? Ada. W kemarin baru kita 52:36 dengar ya, ada anak membunuh orang 52:39 tuanya. 52:41 Nah, jadi kita tidak 52:45 bergantung pada itu semua. 52:48 Ketika itu kita mendudukkan dirinya 52:50 kepada posisi kita itu paling diif, 52:56 makhluk yang diif, 52:59 makhluk yang tidak punya apa-apa 53:02 kemampuan, maka terucap la haula 53:05 wala quwwata illa billahil aliyil adzim. 53:09 Ini ucapannya orang ahli surga misalnya. 53:12 Tiada daya, tiada upaya, tiada kekuatan. 53:16 kecuali dengan Allah subhanahu wa taala. 53:18 Dan ketika itu ibu buka risa, kita akan 53:21 mendapatkan pertolongan Allah 53:24 ya. Nasr minallah wafatun q. 53:28 Jadi Allah itu nah sangat dekat min 53:33 hablil warid. Allah lebih dekat dari 53:36 urat leher kita sendiri. Ya. Maka 53:38 hadirkanlah kita tidak pernah ee 53:43 memandang selain Allah itu bisa menolong 53:45 kita. Ya, jika kita tidak percaya dengan 53:47 harta kita, tidak percaya dengan 53:48 anak-anak kita, ya. Kita hanya percaya 53:50 kepada Allah ya. Dan kalau Allah 53:52 berkehendak, Allah menurunkan 53:53 pertolongan melalui anak kita, bisa, 53:56 melalui harta kita bisa. Tapi jangan 53:59 dibalik ya. 54:01 Kita mengandalkan dulu anak dan harta 54:04 nak ya. Itu yang biasa orang lakukan. 54:07 Yang kedua ya menata batin pada dua 54:10 kutub. Nah, ini ee dua dua polarisasi 54:15 ya. 54:15 Iya. 54:16 Ee kutubnya 54:18 ini kalau di Quran itu sebenarnya 54:23 kedua kutub itu 54:26 tidak kita sebut dengan ekstremitas ya. 54:31 Sebaik-baik orang itu berada di 54:32 tengah-tengah dari dua kutub yang 54:34 ekstrem. 54:36 contoh 54:37 antara terlalu 54:40 ee apa namanya? 54:44 Terlalu 54:45 ketat bahkan cenderung pelit dalam hal 54:49 harta. 54:52 Sebaliknya ada yang terlalu royal, 54:56 terlalu boros dalam harta kita di 54:58 tengah-tengah. 55:01 Wa ibadahman yamsuna 55:04 marha yaqu 55:08 lam yusrifuamika. 55:14 Orang-orang yang disebut sebagai 55:15 hamba-hamba Allah yang terkasih, 55:17 alibadurrahman 55:22 itu kalau berbelanja, kalau 55:24 membelanjakan hartanya berada di 55:26 tengah-tengah 55:28 antara sangat pelit perhitungan 55:31 W. Oh iya, yang satunya terlalu boros di 55:35 tengah-tengah. 55:37 Basisnya apa? Basisnya 55:41 keperluan yang prioritas. 55:44 daripada habis untuk makan dan minum 55:48 yang berlebihan, kita serahkan sebagian 55:51 harta kita itu untuk sodqah. Jadi, ada 55:56 seorang ulama besar namanya Dr. Zakir 55:59 Naid naik ya. Jadi, dia seorang dokter 56:01 juga 56:03 dia mengatakan dalam hal harta dia 56:06 iibaratkan selalu berbisnis pada Allah. 56:09 H 56:10 dan menyerahkan haknya Allah itu lebih 56:13 baik daripada yang dia belanjakan. Yaitu 56:15 50% tambah 1. Jadi berapa, Bang? 56:18 51. 56:18 51%. 56:20 Beliau pakai berapa? 56:22 49. 56:22 49%. Contoh kalau gajinya itu R10 juta, 56:27 maka yang dia belanjakan untuk Allah, 56:29 yang dikasihkan pada Allah itu enggak 56:31 tanggung-tanggung R5.100 56:35 separuh lebih ya? 56:35 Iya. 56:36 Masyaallah. 56:39 Sementara untuk dirinya sendiri dia 56:42 pakai berapa? R.900 56:45 cukup cukup dicukup-cukupkan. Dan 56:47 ternyata justru dari situ Allah 56:49 menggelontorkan rezeki yang tidak 56:51 habis-abisnya. Masyaallah. 56:54 Jadi begitu ya Bu Karisa menata batin di 56:58 antara dua kutub itu ya dengan Allah. 57:01 kita akan tidak akan bingung tuh ya 57:03 tidak akan bingung antara mencari titik 57:06 tengah di antara dua kutub ya disebut 57:08 dengan ee apa namanya akidah wasattiah 57:15 terhadap 57:17 keluarga juga begitu 57:19 kepada suami aja mohon maaf ibu kepada 57:22 suami 57:24 sikapnya terus di tengah-tengah 57:27 dari yang terlalu sayang kepada suami 57:30 sama yang tidak peduli dengan suami di 57:31 mana tengah-tengah. 57:33 Kalau terlalu sayang kepada suami, mohon 57:35 maaf ibu mengalahkan cintanya kepada 57:38 Allah. 57:40 Takut kehilangan suami. Akhirnya apa? 57:44 suaminya minta kita sesuatu yang tidak 57:47 bersesuaian dengan tuntunan Allah 57:50 dituruti. 57:52 Ya. 57:54 Nah, ini kan kita ee contoh suami suruh 57:57 dia nunda salat nanti salatnya 58:00 boleh kita 58:02 ajukan, Mas. Ini kan salat paling awal 58:05 disuruhnya sama Allah begitu ya. Jadi 58:09 itu bukan saya ya. Jadi apapun kalau Ibu 58:11 lakukan dengan Allah selamat ya. 58:15 Demikian ee yang bisa saya pahami dari 58:18 pertanyaan Ibu ya. Ini pertanyaan yang 58:20 sangat 58:21 luar biasa pagi ini ya. Mudah-mudahan 58:23 Allah Subhanahu wa taala 58:25 membimbing memberkahi Ibu Karisa 58:26 sekeluarga. Amin. Allahumma amin. 58:28 Amin. Demikian Ibu Karisa semoga dapat 58:30 menjawab. Ee ee baik Ustaz sebagai 58:34 kesimpulan silakan Ustaz. 58:35 Sudah habis waktunya. 58:37 Oh iya. Masyaallah. Jadi 58:38 kita lanjut pekan depan. 58:40 Syahrul Ramadan, 58:43 syahrul 58:44 usrah. 58:48 Bulan Ramadan adalah bulannya keluarga. 58:51 Maka gunakanlah seaksimal mungkin 58:55 untuk mentransformasi atau mengembangkan 58:57 keluarga kita dari keluarga yang 59:00 biasa-biasa saja menjadi keluarga yang 59:02 hebat. Ya, seperti keluarganya para nabi 59:05 dan rasul. 59:07 Keluarga nabi yang hebat adalah Nabi 59:09 Ibrahim. Ya kan? 59:13 Keluarga Nabi yang akhir penutup 59:16 khatamul anbiya wal mursalin yaitu 59:18 Nabi Muhammad. 59:18 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 59:21 yang terbaik. Dengan begitu 59:24 masih 13 hari lagi, Bang, ya. Nah, yuk 59:26 kita gunakan 59:27 untuk ber Ramadan sama keluarga. 59:31 Demikian ikhwan sekalian. Semoga Allah 59:33 menerima semua amal ibadah kita dalam 59:35 bulan Ramadan. 59:36 dan menuntun kita untuk menutup nanti 59:38 Ramadan dengan keadaan yang terbaik ya 59:43 sesuai dengan yang dikehendakinya. 59:44 Aminakumana 59:49 hasanah wail akabar 59:54 yaaminallahu 59:56 ala Muhammadhamdulillahirabbilamin 59:59 jazakumullah khairan kir ustaz 1:00:01 insyaallah jumat depan kita masih 1:00:04 belajar tentang ilmu keluarga di bulan 1:00:06 Ramadan Ustaz 1:00:07 ee baik Ikhwan Ahmad terima kasih atas 1:00:09 segala partisipasi sudah menyimak kami 1:00:11 bersama Ustaz Agus mohon maaf kepada 1:00:13 ikhwan akhwat yang belum kami sempat 1:00:15 bacakan pertanyaan Budi Dian insyaallah 1:00:17 Jumat depan kami akan jawab bersama 1:00:19 Ustaz Agus. Mohon maaf atas segala 1:00:21 khilaf saya Fauzi Ridanul haq mohon 1:00:24 undur diri. Subhanakallahumma 1:00:26 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:00:29 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:00:31 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:33 wabarakatuh.